Views
1 year ago

Chapter II.pdf - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera ...

Chapter II.pdf - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera ...

sekali saja

pemanasan. Nama lain untuk termoset adalah thermohardening polymer. 32 Vulkanit, fenol formaldehid dan resin akrilik merupakan contoh bahan thermohardening yang digunakan sebagai bahan basis gigitiruan. Pada tahun 1940-an, kebanyakan basis gigitiruan dibuat menggunakan resin polimetil metakrilat (PMMA) atau resin akrilik. Resin akrilik murni tidak berwarna, transparan dan padat. Untuk mempermudah penggunaannya dalam kedokteran gigi, polimer diwarnai untuk mendapatkan warna dan derajat kebeningan. Warna dan sifat optik resin akrilik ini tetap stabil dibawah kondisi rongga mulut yang normal, dan sifat-sifat fisiknya telah terbukti sesuai untuk aplikasi kedokteran gigi. Salah satu keuntungan resin akrilik sebagai bahan basis gigitiruan adalah relatif mudah dalam pengerjaannya. 33 2.2 Resin Akrilik Polimerisasi Panas Resin akrilik merupakan bahan basis gigitiruan yang paling banyak digunakan saat ini. 29 Resin akrilik adalah turunan dari etilen yang mengandung gugus vinil dalam rumus strukturnya dan yang digunakan dalam kedokteran gigi adalah ester dari asam akrilik (CH2=CHCOOH) dan asam metakrilik (CH2=C(CH3)COOH) dimana 95% dari gigitiruan dibuat sampai saat ini dengan menggunakan resin akrilik. Resin akrilik merupakan bahan pilihan karena memiliki estetis, sifat fisis dan mekanis yang cukup baik, murah dan mudah dibuat dengan peralatan yang tidak mahal. Resin akrilik polimerisasi panas merupakan resin akrilik yang teraktivasi dengan panas yang berasal dari energi termal dengan menggunakan perendaman air atau oven gelombang mikro (microwave). Penggunaan energi termal akan 3 34-5 Universitas Sumatera Utara

benzoil peroksida dan terbentuknya radikal bebas. Radikal bebas yang terbentuk sebagai hasil proses inilah akan mengawali proses polimerisasi. 2.2.1 Komposisi 1. Komposisi cairan : 11,33,36-7 Monomer : metil metakrilat Cross-linking agent : etilen glikol dimetakrilat Inhibitor : hidroquinon 2. Komposisi bubuk : 11,36,38 Polimer : poli metil metakrilat Inisiator : benzoil peroksida ±0,5% Pigmen : garam cadmium atau besi, atau zat warna organik 2.2.2 Manipulasi Resin akrilik polimerisasi panas umumnya diproses dalam sebuah kuvet dengan menggunakan teknik compression-molding. Perbandingan polimer dan monomer biasanya 3:1 berdasarkan volume atau 2:1 berdasarkan berat. Pada saat pencampuran, bahan akan melalui fase (stage) sebagai berikut : pasir basah. monomer. a. Wet sand stage adalah tahap terbentuknya campuran yang menyerupai b. Sticky stage adalah tahap lengket berserat selama polimer larut dalam 37-9 Universitas Sumatera Utara

Chapter II.pdf - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera ...

repository.usu.ac.id

etiologi dan penanganan burning mouth syndrome - USU ...

repository.usu.ac.id

Chapter II.pdf - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera ...

repository.usu.ac.id

Chapter II.pdf - USU Institutional Repository - Universitas Sumatera ...

repository.usu.ac.id