18.02.2013 Views

Am I Normal? - Institut Pelangi Perempuan

Am I Normal? - Institut Pelangi Perempuan

Am I Normal? - Institut Pelangi Perempuan

SHOW MORE
SHOW LESS

Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!

Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.

www.satupelangi.com<br />

institut<br />

<strong>Pelangi</strong> <strong>Perempuan</strong><br />

mempersembahkan :<br />

KLIK!<br />

Kabar Lesbian Indonesia terKini


Dear Pembaca KLIK!,<br />

Ketika demam serial L-Word sedang menjamur di antara gosip-gosip lesbian<br />

muda Indonesia, KLIK! (Kabar Lesbian Indonesia Terkini) sengaja hadir berusaha<br />

membawakan isu lokal yang tentunya gak kalah penting untuk selalu diangkat<br />

ke permukaan. Ya, biar dunia tahu bahwa lesbian muda di Indonesia juga punya<br />

suara dan pilih gak diam atas segala bentuk peminggiran, pemojokan dan<br />

penindasan terhadap kelompok lesbian.<br />

Bersuara melalui KLIK! adalah ruang informasi yang kami pilih untuk<br />

“ngerumpi” ke teman sehati, kalo mau jadi seorang Shane yang cool tidak<br />

hanya karena gaya rambut dan baju yang keren, tapi sikapnya untuk eksis<br />

sebagai lesbian di antara para orangtua murid sekolah adiknya yang makin<br />

membuatnya so awesome! Perpaduan keanggunan dan kepintaran dalam diri<br />

Bette look more sexy karena kegigihannya untuk mendapatkan penerimaan dari<br />

ayahnya juga menyuarakan isu homoseksual dalam dunia seni, atau prestasi<br />

Dana tidaklah hanya sekedar permainan tenisnya yang apik, tetapi<br />

keberaniannya untuk come out sebagai lesbian dan mempertaruhkan karirnya<br />

membuat orang makin mengagumi perjuangannya. Jika ditilik kembali, pesan<br />

yang berusaha ingin disampaikan tokoh-tokoh tersebut adalah; memilih diam<br />

telah terbukti tidak memberikan perlindungan dan memulihkan keadaan.<br />

Karenanya mereka “speak up!”.<br />

Kehadiran KLIK! pun ingin bercerita kepada masyarakat, kehidupan lesbian<br />

tidaklah hanya melulu sebatas adegan seks pada “bokep” lesbian, remaja lesbian<br />

tidak semuanya pengguna narkoba seperti dalam film “Detik Terakhir”, atau<br />

“menyimpang” dan “sakit” seperti diberitakan dalam koran-koran yang dijual<br />

murah di persimpangan lampu lalu lintas. Lesbian sama saja seperti manusia<br />

lainnya, yang membedakan hanyalah orientasi seksualnya saja yang merupakan<br />

suatu hal normal dan alamiah. Kami hadir tidak ingin mengundang perdebatan<br />

dan konflik yang berkepanjangan, justru ingin menciptakan sebuah kehidupan<br />

lebih baik dimana manusia saling mengasihi tanpa adanya sikap dan tindak yang<br />

membedakan atas dasar pilihan orientasi seksual seseorang.<br />

Salam,<br />

Kamilia Manaf<br />

EDITORIAL<br />

Penanggung Jawab<br />

Kamilia Manaf<br />

Pemimpin Redaksi<br />

Riza<br />

Redaksi<br />

Yasmin<br />

RaI<br />

Joya<br />

Ade Tenyom<br />

Design & animation<br />

Jocelyn<br />

Marketing by Panca<br />

Email :<br />

pelangiperempuan@gmail.com<br />

Website :<br />

www.satupelangi.com<br />

Account<br />

Bank Central Asia<br />

cab. Pademangan<br />

<strong>Institut</strong> <strong>Pelangi</strong> <strong>Perempuan</strong><br />

No. Rek. 4870 26 8888<br />

<strong>Institut</strong>e <strong>Pelangi</strong> <strong>Perempuan</strong><br />

Production @2007


Edition 01, Nov 2007<br />

KLIK!<br />

Daftar Isi :<br />

HOT ISSUE : LESBIAN NORMAL kalee!! ..................................................... 05<br />

COMMENT: Celoteh Mereka Tentang Lesbian ...................................... 09<br />

COERHAT : <strong>Am</strong> I <strong>Normal</strong>? .............................................................................. 12<br />

NEWS: Pernikahan Sejenis ........................................................................... 14<br />

NEWS FLASH<br />

Kongkow Lez IPP ................................................................................... 18<br />

Q Film Festival ........................................................................................ 19<br />

FIND OUT<br />

Film “Love My Life” ................................................................................ 21<br />

Buku “Sepasang Remaja Lesbian di Persimpangan Jalan” ..... 22<br />

Musik Album “Aku” by Oet Eno ........................................................ 23<br />

HANG OUT<br />

Es Pocong ................................................................................................ 25<br />

Bukafe 324 .............................................................................................. 26<br />

LEZ IDOL : Martina Navratilova ................................................................. 28<br />

FYI (FOR YOUTH INFO) : Pemanasan Global ......................................... 31<br />

QUIZ : How L Word Are You? ...................................................................... 35<br />

ZODIAC : Zodiac = Kepribadian ................................................................ 42<br />

Creative :<br />

Cerita : Bilik Relijius .............................................................................. 47<br />

Puisi : : Tupai dan Kubo ......................................................................53


Lesbian <strong>Normal</strong> Kale…<br />

Sering banget ketika asik ngobrol-ngobrol pas hang out bareng dengan temen-temen, dari<br />

bibir-bibir mereka yang bermacam-macam bentuknya sering ngucapin kata “normal” untuk<br />

sebutan orang yang menyukai lawan jenis (heteroseksual) dan “sakit” untuk orang yang<br />

menyukai sesama jenis (homoseksual). Atau diantara sela-sela rumpian tentang cewe-cewe<br />

impian mereka, tiba-tiba nongol pertanyaan “Apakah aku bisa sembuh?”. Mmmh..cape deh..<br />

HOT ISSUE<br />

Mungkin memang belum banyak yang tau, kalau Persatuan Kesehatan Dunia (World Health<br />

Organization / WHO) telah mengeluarkan homoseksualitas dari daftar penyakit kejiwaan pada<br />

tanggal 17 Mei 1981. Setelah momentum penting itu terjadi, tiap tahunnya tanggal 17 Mei dijadikan<br />

sebagai Hari Internasional Melawan Homophobia (International Day Against Homophobia/IDAHO).<br />

Selain itu, pada tahun 1992 Persatuan Kesehatan Dunia mengeluarkannya dari daftar klasifikasi<br />

penyakit (International Classification Diseases).<br />

Tapi sungguh disayangkan, selama ini masih jarang banget ahli psikologi atau psikiatri di Indonesia menginformasikan hal<br />

ini ke masyarakat luas. Dan kita bisa ngeliat justru masih banyak rubrik konsultasi seksologi atau psikologi di beberapa<br />

majalah dan koran lebih menyarankan seorang gay atau lesbian untuk bisa kembali menjadi heteroseksual dengan cara<br />

lebih banyak gaul dengan lawan jenis dan mengurangi pergaulan dengan teman-teman homoseksual yang dianggap<br />

menularkan sifat-sifat homoseks. Hal ini kemudian memunculkan sebuah pertanyaan di benak kita, kayaknya udah sering<br />

banget gaul dengan temen-temen heteroseksual tapi kok gak ketularan jadi heteroseksual ya? Emang panu kali ye menular..


Pernyataan-pernyataan yang sering diangkat bahwa menjadi seorang gay atau lesbian adalah<br />

penyakit atau abnormal, menyebabkan individu-individu pecinta sesama jenis kerap terganggu<br />

dengan orientasi seksual yang dimilikinya dan seringkali berusaha untuk menyukai lawan jenisnya<br />

atau dengan kata lain berusaha untuk menjadi seorang heteroseksual. Selain itu, perasaan-perasaan<br />

seperti tidak disukai, cemas dan sedih menjadi permasalahan yang harus dihadapi hampir tiap harinya.<br />

Konflik-konflik diri ini yang kemudian menyebabkan ngerasa kesepian, malu dan depresi. Semua itu begitu dirasakan<br />

dampaknya terutama oleh remaja gay dan lesbian yang dilaporkan tiga kali lebih kemungkinannya mencoba untuk bunuh<br />

diri dibanding temen-temennya yang mencintai lawan jenis. Kenyataan ini kemudian juga menimbulkan peningkatan<br />

jumlah alkoholisme dan pemakaian zat terlarang lain pada gay dan lesbian remaja.<br />

Diantara keresahan dan kegelisahan yang dialami temen-teman gay dan lesbian itu, ada pula yang tidak merasa<br />

terganggu oleh orientasi seksualnya dan tidak berusaha untuk mengubah dirinya menjadi seorang heteroseksual.<br />

Berdasarkan hasil penelitian, gay dan lesbian yang seperti ini justru mampu mencapai tingkat pendidikan, ekonomi,<br />

pekerjaan sama tingginya dengan orang-orang heteroseksual, bahkan kadang-kadang lebih tinggi. Bagi lesbian biasanya<br />

mereka dapat lebih mandiri, fleksibel, dominan, dapat mencukupi kebutuhannya sendiri dan tenang. Gay dan lesbian<br />

seperti ini juga lebih jarang mengalami kecemasan dan kesulitan psikologis daripada heteroseks. Karena mereka<br />

menerima dan tidak terganggu secara psikis dengan orientasi seksual mereka, sehingga mampu menjalankan fungsi<br />

sosial dan seksualnya secara efektif.


Nah, pastinya pengen banget kan untuk bisa ngerasa nyaman dengan orientasi seksual yang kita miliki?<br />

Memang dibutuhkan sebuah proses untuk dapat mencapai titik penerimaan seutuhnya pada diri kita. Alur<br />

proses itu tentunya bisa diawali dengan nggak lagi nyebut atau ngucap kata “sakit” untuk diri sendiri. Jika<br />

memang kita ingin dianggap “normal” oleh lingkungan sekitar kita, harus dimulai pada diri kita sendiri<br />

untuk mengatakan bahwa “Saya normal dan baik-baik saja”. Lagipula Persatuan Kesehatan Dunia sudah<br />

mengeluarkan pernyataan bahwa menjadi seorang perempuan homoseksual atau lesbian bukanlah<br />

penyakit kejiwaan, jadi gak ada alasan buat kita untuk masih sebut diri kita sebagai orang “sakit”.<br />

Last but not least... Lesbian bukanlah penyakit. Lesbian hanyalah masalah orientasi seksual, dan kita tetap<br />

bisa menunjukkan karya-karya, prestasi atau buah pikir yang sama seperti manusia lainnya. Sudah terbukti<br />

banyak lesbian yang sukses pada profesinya masing-masing, yaitu menjadi penyiar televisi ternama,<br />

penyanyi terkenal, atlit internasional atau bahkan anggota parlemen.<br />

Lesbian, normal kalee...!! (Kamilia Manaf)


Lesbian normal gak siy? Pertanyaan itu tentunya udah ga’ asing dan sering terlintas di benak<br />

banyak orang. Jawabannya adalah normal! Karena memang telah dinyatakan Persatuan<br />

Kesehatan Dunia (World Health Organization) menjadi seorang homoseksual (gay dan lesbian)<br />

bukanlah penyakit. Tapi memang isu yang berkembang di masyarakat selalu saja mengatakan bahwa<br />

menjadi seorang lesbian adalah abnormal, penyakit atau menyimpang. Hal itu terlihat dari komentar<br />

beberapa masyarakat yang sempat diwawancarai KLIK! di tengah-tengah kesibukan mereka.<br />

Lez or gay? Pastinya ga normal, karena semestinya laki-laki dengan perempuan ‘n sebaliknya. Lez merupakan bentuk<br />

penyimpangan seksual karena faktor psikologis. Tapi kalau pun ada orang seperti mereka, yah mau diapain<br />

lagi. (Andi Aswin / DJ Lil C 24, Disk Jockey)<br />

Menurutku secara individu definisi normal itu sendiri jika laki-laki berpasangan dengan wanita.<br />

Hmm, tiap individu mempunyai hak atas kehidupannya sendiri. Aku merasa wajib untuk<br />

mengingatkan agar dapat meluruskan perilakunya dengan baik. (Dr. Indah Ariestanti 27, Dokter Umum)<br />

Hmm.. kebayang gak siy, seorang dokter pun tidak mengetahui tentang pernyataan Persatuan Kesehatan Dunia bahwa<br />

homoseksualitas adalah normal. Kebayang khan bobroknya sistem pendidikan di negara kita ini. Tapi ini ada juga<br />

pengaruh dari peranan media massa juga loch...yang kerap memojokkan kelompok lesbian dan memberikan kontribusi<br />

cukup besar pada penciptaan stigma bahwa lesbian adalah perempuan-perempuan yang memilliki gangguan psikologis.<br />

Kuatnya tekanan sosial dan peran media massa yang selalu meminggirkan, tergambar jelas dari jawaban dua lesbian<br />

muda ini yang masih menganggap dirinya abnormal.<br />

Lesbian ya? Ehm... lesbian itu cewek yang suka sesama jenis dan berhubungan layaknya orang ”normal’ yang<br />

tertarik sama lawan jenisnya. Kalau ditanya tentang normal atau ga’ nya menurutku lesbian itu ga’ normal. Jadi<br />

kalau kubilang sih yang normal itu yang lurus-lurus aja, yang pada umumnya. (Achie 19, Mahasiswi, Bekasi Jawa<br />

Barat)<br />

Menurutku lesbian tuh adalah kelainan pada hormon atau psikis yang bikin tertarik pada sesama (cewek).<br />

(Vicky 22, Mahasiswi, Depok Jawa Barat)<br />

*semua bukan foto sebenarnya, image dari www.corbis.com


Sungguh ironis memang ngeliat kenyataan itu. Tapi eitss.. tunggu dulu. Ada juga kok beberapa<br />

teman kita yang memahami bahwa menjadi seorang lesbian itu bukan penyakit. Mereka juga merasa lebih nyaman<br />

dan sehat secara psikologis dengan menerima diri apa adanya sebagai seorang lesbian tanpa berusaha<br />

menyangkalnya. Berikut, hasil wawancara KLIK! dengan mereka.<br />

Aku adalah seorang lesbian karena suka dan lebih tertarik sama cewek. Lesbian itu normal lah, kan kita hidup di<br />

dunia ini harus berpasang-pasangan sedangkan pengertian lesbian itu sendiri kan pasangan yang suka sesama,<br />

terutama cewek sama cewek. Jadi yang pentingkan berpasangan. Beberapa teman dan ada sepupuku yang tau<br />

masalah ini tapi bagiku itu ga’ jadi masalah karena sejujurnya aku sudah ga’ terlalu peduli. Yah...terserah mereka<br />

aja mau ngomong apa yang penting ga’ ganggu aku aja.<br />

(Echi 19, Pelajar, Jakarta)<br />

Menurut ku lesbian itu adalah hubungan percintaan cewek sama cewek. Aku yakin kalau aku adalah seorang lesbian<br />

karena aku sudah benar-benar tidak ada respon lagi terhadap cowok. Lesbian itu normal dunk... sama saja kan seperti<br />

kaum hetero. Untuk masalah dalam keluarga sih ga’ ada. Keluarga memang sudah tahu tapi syukurlah mereka ga’<br />

mempermasalahkan. Cuma kadang aku bermasalah dengan cowok, biasalah tentang cewek juga. He...he...<br />

(Tien 27, Swasta, Bandung Jawa Barat)<br />

Nah, dari hasil perjalanan jurnalis KLIK! menjajaki beberapa komentar dari komunitas lesbian dan masyarakat, kita dapat<br />

mengambil kesimpulan bahwa mayoritas masyarakat memang belum memahami lesbian itu bukanlah penyakit. Karena itu sudah<br />

saatnyalah kita terus berusaha melakukan upaya untuk memberikan pemahaman kepada publik bahwa menjadi seorang lesbian<br />

sama saja dengan manusia lainnya, yang membedakan hanyalah orientasi seksualnya saja. Jika upaya ini terus kita lakukan, maka<br />

sekonyong-konyong akan memberikan penguatan pula bagi teman-teman kita yang masih merasa dirinya abnormal untuk<br />

kemudian hari mampu menerima diri apa adanya dengan orientasi seksual yang dimiliki. Karena itu, yuk mulai dari sekarang kita<br />

bergandengan tangan untuk berusaha melakukan sesuatu yang bertujuan meraih kehidupan lebih baik bagi komunitas kita!(Joya)


coerhat… coerhat… coerhat…<br />

Saudaraku ngotot kalau lesbian itu penyakit. Menurutnya, seharusnya otak kita yang mengontrol, bukan perasaan. Aku sendiri adalah<br />

seorang lesbian. Aku yakin kalau aku lebih tau diriku yang sebenarnya, bukan orang lain. Aku sudah nggak tahu mau tanya ke siapa soalnya<br />

aku di sini juga sendiri. Teman-temanku semuanya straight. Bagi yang punya keadaan sama tolong ditanggapin ya, biar aku ada bahan buat<br />

jawab orang-orang yang memojokkanku. Thank you. Cheers, Champagne<br />

Salam kenal temen-temen, gw Zee! Slama ini gw bingung banget dengan orientasi gw, coz gw suka cewe dan gw adalah cewe. Sejak kecil<br />

gw dah nyadarin orientasi ini sejak umur 5 tahun! Dan sekarang umur gw 17 tahun, selama ini gw gak pernah coming out dan gw sama<br />

sekali belum pernah menjalin hubungan dengan seorang cewe, meskipun pernah beberapa kali pacaran dengan cowo supaya terlihat<br />

“normal” di hadapan orang-orang. Tapi jujur gw gak bisa lagi nahan perasaan gw sejak putus dengan last boyfriend tiga setengah tahun<br />

lalu. Gw minta dukungan dari siapapun yang ngertiin perasaan gw...<br />

Thanx, Zee<br />

Dear Champagne and Zee,<br />

IPP sudah pernah mengadakan diskusi dengan tema "Lesbian dalam Psikologi". Tiap manusia punya hak yang sama atas pilihan untuk<br />

menjadi apa yang diinginkan dalam hidup karena ia sendiri pula yang akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari pilihannya, baik yang<br />

menyangkut diri sendiri ataupun luar diri. Lesbian adalah orientasi seksual, bukan sexual disorder. Persatuan Kesehatan Dunia sudah<br />

mengukuhkan menjadi seorang lesbian adalah hal yang normal dan alamiah. Namun demikian, memang kurang tersosialisasikan dengan<br />

baik di negara kita ini.<br />

Kalau kamu sudah bisa berdamai dengan diri sendiri dimana kamu “memaknai diri sebagai perempuan” dan juga “mencintai perempuan”,<br />

itu artinya kamu sudah memiliki konsep diri yang sehat. Ketika Lesbian tidak bisa menerima orientasi seksualnya (perang terhadap diri<br />

sendiri) maka disebut psikoseksual. Sakit adalah keadaan tidak seimbang dari sistem tubuh kita. Sehat sendiri bukan hanya jasmani, tapi juga<br />

harus sehat pikiran, emosi, dan nurani. Ketika dalam merasa, berpikir, bertindak hingga menghasilkan karya; kamu merepresentasikan diri<br />

sebagai orang yang love to deal with positive things; berarti kamu sedang memberi jawaban pada sekitar bahwa kamu adalah manusia<br />

yang sehat. Yakinlah selalu akan hal itu.<br />

Explore more… free your mind… let the spiritual grow… be you…<br />

Redaksi


Pernikahan Sejenis<br />

Pernikahan sejenis adalah istilah untuk pengakuan pernikahan di mata pemerintah, sosial<br />

dan agama dimana dua orang yang sama jenis kelaminnya tinggal bersama sebagai keluarga. Istilah lain<br />

yang sering digunakan adalah pernikahan gay, pernikahan netral gender, pernikahan setara, pernikahan<br />

lesbian, pernikahan gay, pernikahan jenis kelamin tunggal, dan pernikahan sesama gender.<br />

Pernikahan sejenis saat ini diakui di tujuh negara. Belanda negara pertama yang memberlakukan hal ini<br />

secara hukum pada tahun 2001. Diikuti oleh Belgia, Kanada, Afrika Selatan, Spanyol, Inggris, negara<br />

bagian <strong>Am</strong>erika Serikat yaitu Massachusetts dan Iowa yang baru saja melegalkan pernikahan sejenis di<br />

awal September 2007.<br />

Ikatan Sipil (Civil Union)<br />

Ikatan sipil adalah sebuah pengakuan hubungan ikatan yang sama dengan pernikahan. Diawali di Denmark<br />

pada 1989, ikatan sipil kemudian diakui secara hukum di banyak negara berkembang. Tujuannya untuk<br />

memberikan pasangan sejenis hak, fasilitas dan kewajiban yang sama dengan hak dan kewajiban dalam<br />

pernikahan heteroseksual. Di beberapa undang-undang, seperti Quebec dan Selandia Baru, ikatan sipil juga<br />

terbuka untuk pasangan heteroseksual.<br />

Tidak ada standar penggunaan istilah ikatan sejenis, melainkan sangat bervariasi untuk setiap negara. Ada<br />

yang menamakan partner sipil, partner terdaftar, partner domestik, partner hidup, dan lain sebagainya.<br />

Sedangkan pemberian hak, fasilitas, kewajiban dan tanggung jawab juga bisa beragam tergantung hukum<br />

negara tersebut. Ada undang-undang membolehkan pasangan sejenis mengadopsi anak, sementara yang lain<br />

melarang, atau membolehkan adopsi pada kondisi tertentu.


Daftar negara yang undang-undang nya membolehkan ikatan sipil atau partner domestik<br />

Andorra, Republik Cechnya, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Islandia, Luksemburg, Selandia Baru, Norwegia,<br />

Portugal, Slovenia, Swedia, Swiss, Tasmania, Inggris<br />

Negara yang beberapa wilayahnya mengakui ikatan sejenis<br />

Argentina, Brazil, Meksiko, <strong>Am</strong>erika<br />

Negara yang melegalkan ikatan sipil tetapi masih memperdebatkan pernikahan sejenis<br />

Prancis, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Swedia.<br />

Pengakuan negara-negara di atas terhadap pernikahan maupun pasangan sejenis jelas menandakan bahwa dunia<br />

mulai melihat hubungan sejenis tidak berbeda dengan hubungan hetero pada umumnya.<br />

Suatu hal yang normal dan sah. Hanya jumlah minoritas yang membuat hubungan homoseksual<br />

terlihat aneh dan tabu dibicarakan.** (Riza/disadur dari wikipedi.com)


IPP setiap bulannya ngadain<br />

acara KONGKOW LEZ, yaitu pemutaran<br />

film-film dengan genre lesbian dan juga ngobrol santai<br />

dengan tema-tema seputar LEZ ‘N LIFE yang pastinya bikin kamu<br />

buka mata pasang telinga skaligus ngopi-ngopi sore....<br />

Acara ini gratis, tidak dipungut bayaran.. Setiap tema pasti seru!<br />

Untuk infomasi lengkapnya kamu bisa join di mailing list IPP di<br />

http://groups.yahoo.com/group/pelangiperempuan/<br />

Atau bisa di lihat di www.satupelangi.com


Kongkow Lez <strong>Institut</strong> <strong>Pelangi</strong> <strong>Perempuan</strong> Sabtu, 1 September 2007<br />

Kongkow Lez kali ini adalah Kongkow pertama yang dilaksanakan di Sekretariat <strong>Institut</strong><br />

<strong>Pelangi</strong> <strong>Perempuan</strong> (IPP) yang baru. Di dalam acara ini IPP melakukan pemutaran film dengan judul<br />

“The Incredibly Adventure of 2 Girls in Love” yang menceritakan tentang perjuangan<br />

sepasang lesbian remaja <strong>Am</strong>erika di dalam mempertahankan hubungan kasih mereka yang ditentang<br />

keras oleh keluarga dan lingkungan sosial mereka.<br />

Pemutaran film dilanjutkan dengan diskusi mengenai film dan juga simulasi dengan dua<br />

skenario yaitu : (1) Pendampingan terhadap seorang siswi yang dikeluarkan oleh sekolahnya,<br />

karena pilihan seksualitasnya sebagai lesbian.<br />

(2) Mendampingi teman lesbian yang diusir oleh keluarganya.<br />

Tujuan dari kegiatan simulasi tersebut adalah untuk mengasah kemampuan<br />

teman-teman IPP untuk mendampingi teman-teman lesbian yang memiliki<br />

masalah dengan keluarga ataupun dengan lingkungan sosial lainnya.<br />

Dalam kegiatan ini ditemukan bahwa kemampuan persuasif di dalam melakukan dialog dengan orangorang<br />

yang memiliki kecenderungan homophobic sangatlah dibutuhkan untuk membuat<br />

mereka dapat menerima perbedaan yang ada. Acara kongkow ini kemudian dilanjutkan<br />

dengan acara peresmian sekretariat baru IPP yang dihadiri oleh<br />

teman-teman komunitas lesbian serta berbagai perwakilan LSM di Jakarta. (YP).


Queer Film Festival<br />

Queer Film Festival yang diselenggarakan oleh Q-munity pada tanggal<br />

25 Agustus hingga 2 September, 2007 merupakan rangkaian acara pemutaran<br />

film serta diskusi mengenai homoseksualitas. Festival ini merupakan event<br />

yang diadakan setiap tahun sejak tahun 2002 dan bertujuan untuk<br />

meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu queer sekaligus untuk menjadi<br />

alternatif terhadap peredaran film-film mainstream.<br />

Di masa-masa awal penyelenggaraannya (tahun 2002), festival ini sempat mendapatkan tentangan keras<br />

dari beberapa kelompok keagamaan, namun hal tersebut justru mendatangkan berkah bagi kaum<br />

homoseksual di Indonesia, karena dikemudian hari, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM),<br />

menempatkan perlindungan terhadap kaum minoritas seksual kedalam agenda mereka.<br />

Ada lebih dari 20 film produksi lokal dan internasional yang ditayangkan diberbagai tempat dalam festival<br />

kali ini, antara lain adalah First Love (Jepang), Eternal Summer (Taiwan), dan Goodbye Boys (Malaysia).<br />

Festival kali ini banyak mendapat perhatian dari masyarakat, ini dibuktikan dengan tingginya tiket yang<br />

tersebar dan padatnya jumlah penonton. Selain itu jumlah peserta yang hadir di dalam rangkaian diskusi<br />

yang diadakan juga cukup ramai. Diskusi-diskusi yang diselenggarakan memang cukup menarik perhatian<br />

karena topik-topiknya yang memang menarik, seperti Metroseksual dan Coming Out.<br />

Acara seperti ini memang seharusnya semakin sering diselenggarakan karena merupakan media pendidikan<br />

yang cukup ampuh bagi masyarakat untuk semakin memahami isu-isu homoseksualitas, salut buat Q-munity!<br />

(YP).


Resensi Film : Love My Life<br />

Film yang disutradaraii oleh sutradara Jepang, Kawano Koji ini menceritakan tentang<br />

sepasang lesbian yaitu Ichiko (diperankan oleh Yoshii Rei) dan Ery (diperankan oleh<br />

Imajuku Asami) yang menjalin hubungan kasih. Film ini diangkat dari cerita manga<br />

(komik Jepang) yang ditulis oleh Yamaji Ebine.<br />

Ichiko dan Ery merupakan dua perempuan dengan karakter yang bertolak belakang,<br />

Ichiko memiliki karakter yang ceria dan santai. Sedangkan Ery merupakan mahasiswi<br />

fakultas hukum yang sangat serius dan ambisius karena tekanan dari keluarganya<br />

yang menginginkannya untuk menjadi pengacara.<br />

Kisah ini diawali dengan upaya Ichiko untuk mengenalkan Ery kepada ayahnya,<br />

diluar dugaan Ichiko, setelah ia memperkenalkan Ery, ayahnya kemudian<br />

mengaku kepadanya bahwa Ia pun adalah seorang gay, ayahnyapun menceritakan<br />

Bahwa Ibu Ichiko (yang diceritakan telah meninggal) juga seorang lesbian. Kisah<br />

cinta mereka lebih dihadapkan pada konflik internal diantara mereka sendiri, Ichiko yang telah<br />

menerima orientasi seksualnya secara penuh mencoba untuk meyakinkan pasangannya, Ery, yang masih bergelut<br />

dengan kegelisahan atas orientasi seksualnya, untuk berdamai dengan dirinya sendiri dan untuk berani menghadapi<br />

keluarganya yang sangat konservatif.<br />

Film ini juga banyak membahas pandangan masyarakat Jepang terhadap homoseksualitas. Meskipun isu yang dimuat di<br />

dalam film ini adalah isu yang cukup berat, namun hal tersebut dikemas dalam kemasan yang sangat ringan, sehingga<br />

penonton tidak akan merasa frustasi di dalam mengikuti gejolak ataupun konflik yang terjadi diantara karakter-karakter di<br />

dalamnya. Hal ini membuat Film Love My Life ini menjadi tontonan yang menyegarkan dan sangat layak tonton. (YP).


Buku : Sepasang Remaja Lesbian di Persimpangan Jalan<br />

Apakah wajah itu masih sama? Apakah senyummu masih sehangat dan selembut ketika kau menciumku<br />

pertama kali di gedung sekolah empat tahun lalu? Kau ingin bertemu diriku dan aku begitu merindukanmu.<br />

Aku telah lari dari keinginan terbesarku. Entah berapa kali aku duduk memandang rumahmu ketika kau<br />

jauh di seberang lautan. Ketika kau tinggal sejangkau tanganku, mengapa aku menjadi pengecut?<br />

Seperti keong aku bersembunyi dalam cangkangku yang dingin! Uh...! Anggie.<br />

Ika berperang dengan dirinya sendiri. Tidak berani melangkah dari alam kenangan yang telah didiaminya selama ini<br />

ke alam nyata yang kini menantinya. Ika takut melihat keluar jendela hatinya. Takut menemukan kenyataan yang pahit.<br />

Ketika hubungan kasih dua orang remaja perempuan antara Ika dan Anggie terungkap, Ika seorang remaja berprestasi harus pindah<br />

ke sekolah lain. Sedang Anggie harus berusaha memenuhi harapan orang-tuanya, dan berjanji untuk menghentikan hubungan cinta<br />

yang tidak wajar dengan Ika dan berusaha membalas cinta Alvin, seorang dosen muda usia.<br />

Jarak yang berjauhan dan tembok-tembok kekuasaan beralatkan norma-norma umum ternyata tidak sanggup melunturkan cinta<br />

yang begitu merasuki jiwa masing-masing. Tali kasih yang menjalinkan hati keduanya ternyata tidak lekang oleh panas, tidak lapuk<br />

oleh hujan. Sehingga setelah Anggie mencapai usia 21 tahun di mana dia dianggap layak untuk memutuskan sendiri nasibnya, dia<br />

memutuskan untuk mengikuti kata hatinya.<br />

Lalu apakah kedua insan manusia yang memilih jalan yang berbeda dengan kebanyakan orang, akan menemukan<br />

kebahagiaan mereka? Tahukah mereka ke arah mana harus melangkah ketika berdiri di persimpangan jalan?<br />

Sepasang Remaja Lesbian di Persimpangan Jalan mengungkap kisah percintaan insan manusia yang sangat<br />

mengharukan. Kisah cinta yang biasa menghiasi perjalanan hidup kaum remaja, tetapi menjadi istimewa karena<br />

insan-insan yang saling mencintai itu justru sesama perempuan. Novel ini juga mencoba mengangkat pertentangan<br />

batin yang sering dihadapi kelompok lesbian antara menerima keadaan dirinya atau menyerah kepada tuntutan<br />

keluarga, dan bahkan tuntutan masyarakat yang menganggap hanya laki-laki dan perempuan saja yang pantas<br />

untuk hidup bersandingan. (Joya)<br />

Pengarang : Ernest J.K.Wen Penerbit : Suara Earnest


Sekilas Tentang Album “Aku” OET ENO<br />

Perenungan Yang Layak Didengarkan<br />

Siapa siy Oet Eno?<br />

Penyanyi sekaligus pencipta lagu ini bukanlah sosok baru<br />

di dunia musik Indonesia. Lagu “Jelaskan” di era tahun 97-an<br />

milik grup duo perempuan “Pals”, KLIKers pastinya tidak lagi<br />

asing dengan perempuan berambut cepak ini.<br />

Ya, Oet Eno adalah salah satu personil dari grup yang hitsnya<br />

sempat menjadi nominasi Anugerah Musik Indonesia sekitar tahun 98.<br />

Kini dengan memilih jalur indi, Oet Eno mencoba tampil bernyanyi solo dengan meluncurkan album solonya “Aku” membawakan<br />

konsep musik yang jauh lebih matang. Kesan dalam penuh perenungan membuat siapapun yang mendengarkannya “men-cap” album<br />

ini berwarna dark music “Gue suka dengan warna musik ini. Memang bagaikan sebuah perenungan diriku tentang apa yang terjadi<br />

pada diri dan sekeliling gue. Mungkin karena itu banyak orang sebut sebagai dark music.” jelas pemilik nama asli Rien Uthami Dewi ini.<br />

Karakter vokal alto Oet Eno yang rada berkesan cowok macam penyanyi kulit hitam Tracy Chapman membuat seluruh lagu yang<br />

diciptakannya sendiri memancarkan keunikan.<br />

Ada apa dibalik album “Aku”?<br />

Album solo perdananya ini sempat masuk sebagai 10 besar pada tangga lagu indi internasional di negeri Paman Sam (dapat dilihat di<br />

playersparadise.net). “Flashback” adalah lagu yang berhasil memasuki dunia internasional sebelum album yang berisikan 9 judul lagu<br />

ini dilepas di negeri asalnya. Belum lagi lagu berjudul “Atas Nama Malam” yang dibawakan secara duet dengan penyanyi jazz,<br />

Syaharani. Hal ini menunjukkan bahwa Oet Eno tidak main-main dalam membawakan lagu-lagunya yang dikategorikan pop ballads<br />

ini.<br />

Oet Eno mengatakan, sebuah lagu berjudul “Aku” yang menjadi salah satu hits single dalam album ini adalah upaya dirinya untuk<br />

menyampaikan kepada pendengarnya bahwa menjadi diri sendiri dan menerima diri apa adanya itu jauh lebih baik.<br />

Sebuah pesan yang menurut ia juga ingin disampaikan ke temen-temen gay dan lesbian.<br />

Dengan menyimak album yang juga dikatakan sebagai perpaduan pop, etnik, ballads, country, blues serta rap ini,<br />

LINEers pastinya akan ketagihan dan mendengarkannya secara berulang-ulang. Nuansa teatrikal dan juga orkestra<br />

seakan masuk di album solo perdana Oet Eno. Meski terdengar berat namun lagu ini mudah di cerna dan ringan<br />

didengarkan. Sebuah perenungan yang layak didengarkan! (Kamilia Manaf)<br />

Album “Aku” Oet Eno dapat dipesan melalui <strong>Institut</strong> <strong>Pelangi</strong> <strong>Perempuan</strong><br />

Email: pelangiperempuan@gmail.com subject : Beli CD Oet Eno<br />

Harga CD : Rp.35.000 Kaset Rp. 15.000


Es POCONG<br />

Apa yang terlintas di kepala KLIKers ketika mendengar kata “pocong”?<br />

Iihh... pastinya menakutkan ya. Tapi tunggu dulu... di daerah<br />

Margonda Depok, tepatnya berada di Gang Sawo ini terdapat sebuah<br />

tempat makan dan minum bernama “Es Pocong” yang justru selalu<br />

ramai dikunjungi orang. Warung yang didirikan oleh Rahmad Ramadhani tahun 2006<br />

ini tentu saja tidak hanya menjual aneka minuman, mereka juga menyajikan makanan<br />

dengan menu-menu mistis.<br />

Menu-menu yang disediakan sengaja diberikan nama-nama berbau mistis sehingga<br />

justru membuatnya unik. Untuk minuman misalnya, mereka memiliki Es Pocong,<br />

Voodoo, Kuntilanak dan beragam jenis minuman lainnya.<br />

Es pocong sendiri sebenarnya dibuat dari bubur sumsum yang dicampur dengan<br />

potongan pisang kepok (dikukus) dan kue mocci setelah itu diberi sirup sebagai pemanis<br />

dan warna merah lalu disajikan dalam cup dengan pecahan es batu. Es voodoo,<br />

campuran dari sirup mangga gedong ditambah susu dan soda. Sedangkan es kuntilanak<br />

merupakan racikan dari kopyor dan susu soda.<br />

Untuk makanannya ada nasi uduk tuyul yaitu nasi uduk yang ditaburi bawang goreng<br />

dan dibungkus daun pisang. Sedangkan nasi kucing garong merupakan nasi uduk yang<br />

ditaburi suwiran ayam dan serundeng yang disajikan dalam wadah plastik. Ada lagi<br />

lontong setan yang berisi oncom pedas.<br />

Harga yang ditawarkan relatif murah. "Nasi tuyul dan mendoan, cukup Rp 1000. Es<br />

Pocong dan minuman lain Rp 3500, dan menu lainnya sekitar Rp 1000-Rp 1500 saja.<br />

Orang makan mendoan, nasi tuyul, dan Es Pocong hanya habis Rp 5500 . Murah<br />

meriah bukan???!!


Bukafe 324 : Baca Sambil Kongkow<br />

Memanjakan pencinta buku itulah prinsip Toko Buku Bukafe 324, toko buku bernuansa<br />

perpustakaan pribadi dengan kenyamanan kafe di daerah Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan.<br />

Hermawan Sulistyo pemilik dan pendiri Bukafe, sengaja membuatnya bergaya perpustakaan<br />

supaya pengunjung merasa nyaman tidak perlu beli buku. Dosen sekaligus pengamat politik LIPI<br />

yang penggemar buku ini ingin menularkan hobi bacanya ke semua orang.<br />

Sejak dibuka di bulan Februari, Bukafe 324 menawarkan banyak fungsi. Selain bisa santai sambil<br />

baca buku di sofa yang ada di tiap sudut ruang, pengunjung juga bisa pakai wireless internet<br />

dengan harga miring, cuma Rp 3.000/jam. Buat yang ga’ punya laptop, ada warnet dengan<br />

tarif Rp 5.000/jam. Murah kan? Ga’ heran pengunjung Bukafe datang dari beragam kalangan<br />

baik pelajar, mahasiswa sampai profesional muda yang sekedar kongkow atau berdiskusi.<br />

Di bagian dalam, ada ruang pertemuan disewakan Rp 50.000/jam. Di ruang ini juga ada<br />

ratusan buku bekas bisa dibaca di tempat seperti perpustakaan. Jenis buku yang dijual pun<br />

variatif banget, ga’ jauh beda dengan toko buku lainnya. Ada komik jepang, buku anak-anak<br />

terbitan luar negeri, buku politik, sosial, psikologi, majalah, sampai DVD original juga ada di<br />

rak display. Ada TV nya juga lho kalau kamu mau nonton!<br />

Ga’ kayak perpustakaan pada umumnya, disini pengunjung bisa pesan makan dan minum yang<br />

dibawa masuk ke dalam, dengan harga pastinya terjangkau. Paling menarik dari tempat ini<br />

adalah bangunannya bergaya country, ngingetin sama gaya rumah pedesaan di Eropa. Hampir<br />

semua dinding dilapisi batu bata warna terakota dan kayu tua. Bikin suasananya homey, teduh<br />

dan nyaman banget.<br />

Selain tempat beli buku, baca, meeting, dan tempat makan, Bukafe juga bisa jadi tempat<br />

berkegiatan. Pasalnya, toko ini sering dijadikan pilihan tempat untuk acara bedah buku atau diskusi. Kalau kamu ninggalin<br />

nomor HP dan email, tiap ada kegiatan kamu dikasih tau. Asyik kan! So, kamu yang doyan baca dan mau suasana baru,<br />

silakan main ke Bukafe. Siap-siap duduk di sana berjam-jam, ga akan bosan! (Riza)<br />

Toko Buku Bukafe 324 / Bookstore, Café, Warnet<br />

Jl. Duren Tiga Raya No. 6A Duren Tiga, Jakarta Selatan 12760/ Telp: 021-7942462<br />

Buka Senin-Minggu, 10.00-22.00 WIB


Lez Idol : Petenis Legendaris juga Pejuang Hak Lesbian<br />

Nama Martina Navratilova sudah tidak asing dalam dunia tenis international.<br />

<strong>Perempuan</strong> kelahiran Cechnya ini meraih predikat sebagai petenis terbaik dunia pada<br />

periode tahun 1978-1979 dan 1982-1986. Selain itu, pada tahun 1983-1984, dia juga<br />

diangkat sebagai atlet perempuan terbaik dunia dan bahkan International Tenis Hall<br />

of Fame 2000 mengangkatnya sebagai pemain tenis terbaik sepanjang masa.<br />

Dibalik semua prestasinya itu, ia dapatkan dengan penuh jerih payah dan perjuangan.<br />

Apalagi setelah memutuskan comes out sebagai seorang lesbian pada tahun 1980an<br />

yang nyatanya banyak memberi dampak tidak menyenangkan bagi perjalanan<br />

karirnya. Salah satunya adalah masalah finansial, misalnya tidak ada sponsor yang<br />

mendukungnya sejak awal karirnya. Namun Martina tetap tegar. Katanya, “Jika itu<br />

adalah harga yang harus saya bayarkan untuk menjaga integritas, dengan senang hati<br />

saya melakukan hal itu”. Dan hal itu tidak mempengaruhi kemampuannya di<br />

lapangan. Dia masih memegang rekor baik untuk tunggal<br />

maupun ganda dengan total 345 juara. Ini adalah rekor<br />

untuk pemain pria maupun perempuan.


Selain bermain tenis, Martina telah lama terlibat dalam berbagai yayasan amal terkait isu hak binatang,<br />

hak anak-anak di bawah umur, dan hak homoseksual. Ia menggunakan pengaruhnya untuk memimpin<br />

kampanye contohnya ketika memimpin kampanye untuk memberikan kesempatan kerja yang setara<br />

bagi homoseksual. Pada tahun 1992, dia menjadi juru bicara pada National March di Washington<br />

untuk Hak Asasi Manusia Gay dan Lesbian. Di tahun 2000, Martina menerima penghargaan National<br />

Equality Award dari the Human Rights Campaign, grup aktivis gay lesbian terbesar di <strong>Am</strong>erika. Kegiatan aktivismenya<br />

terus berlanjut pada Outgames dan Konferensi Internasional<br />

bagi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT)<br />

tahun 2006 lalu di Montreal. Martina membacakan<br />

Deklarasi Montreal dengan medali Olimpiade bersama<br />

dengan Co-Presiden Outgames Mark Tewksbury<br />

saat upacara pembukaan Outgames pada Juli 2006.<br />

Setelah memutuskan gantung raket tahun 2006,<br />

Navratilova tetap bekerja tanpa merasa lelah untuk<br />

membantu mempromosikan kesetaraan dalam olahraga<br />

dan dalam advokasi hak gay dan lesbian. Popularitas dan<br />

respeknya membuat ia sangat dihargai dan tidak ada<br />

pencinta tenis atau penggemar olahraga yang bisa menyangkal karisma dan kekuatannya di lapangan tenis. Sebagai<br />

individu, Martina juga mengajarkan agar setiap orang berhak berbicara dan menjalani hidup terbuka dengan perlakuan<br />

setara apapun orientasi seksualnya. Perjuangan luar biasa, semangat dan keberaniannya memperjuangkan hak gay dan<br />

lesbian, walau seringkali menyulitkan karir dan hidupnya, semoga memberi inspirasi bagi generasi penerus. ** (Riza /<br />

Sumber: wikipedi.com, GaySports.com, GayWired.com, nclrights.org/nclr-gala.html, lambdalegal.org, czech.cz)


For Youth Info : Pemanasan Global<br />

Isu Global yang Mematikan<br />

Bumi sedang demam! Jangan heran kalau belakangan udara rasanya makin panas. Pakai AC di siang<br />

hari masih nyengat. Kipas angin ga’ terasa. Ya, bumi kita sedang diserang pemanasan global.<br />

Sebenarnya apa sih pemanasan global? Pemanasan global adalah kondisi bumi yang semakin panas<br />

karena temperaturnya naik secara global. Kalau ini dibiarkan berlanjut, sangat berbahaya bagi<br />

kehidupan manusia. Menurut para ahli lingkungan, penyebab pemanasan global adalah adanya gas<br />

rumah kaca yang makin tebal di udara.<br />

Apa sih Gas Rumah Kaca?<br />

Coba kamu duduk di dalam mobil tanpa AC dengan seluruh kaca ditutup. Apa yang dirasakan? Pasti<br />

panas karena matahari menembus kaca, tapi tidak seutuhnya dipantulkan keluar. Itulah sifat kaca,<br />

tidak memantulkan panas matahari seutuhnya. Nah, atmosfer bumi kita dilapisi gas yang sifatnya ga<br />

jauh beda dengan kaca, panas matahari diserap tapi panasnya sebagian tertinggal di atmosfer bikin<br />

bumi kita makin panas. Gas ini disebut Gas Rumah Kaca (GRK) dan prosesnya disebut efek rumah<br />

kaca.<br />

Saat ini GRK, yang mayoritas karbondioksida (CO2), makin banyak di atmosfer.<br />

Kebayang donk gimana panasnya kalau GRK ini makin tebal tandanya makin<br />

banyak panas matarahari yang kita serap. Manusia lah penghasil CO2 terbesar.<br />

Setiap hari kita naik kendaraan bermotor, asap buangannya ngeluarin CO2.<br />

Pakai listrik berlebihan juga ngehasilin CO2 karena bahan bakar pembangkit listrik<br />

di Indonesia masih pakai minyak bumi, batubara dan gas yang polusi CO2 banyak<br />

banget. Katanya, pembangkit listrik ngeluarin 700 ton CO2 ke angkasa setiap<br />

DETIKNYA! Kebayang ga banyaknya? Selain itu, tumpukan sampah juga ngeluarin<br />

gas metan (salah satu GRK) ke atmosfer. Hampir semua CO2 hasil perbuatan kita kan?


Musibah Besar akibat Pemanasan Global<br />

Kalau bumi memanas, daerah kutub pastinya jadi sasaran empuk pertama. Es kutub mencair seperti<br />

yang sudah mulai terjadi sekarang. Daerah pesisir tergenang dan pulau-pulau kecil tenggelam. Daratan<br />

menyempit dan beruang es yang paling pertama mati tentunya.<br />

Lebih parah, iklim di bumi berubah drastis gara-gara temperatur bumi naik (climate change). Musim<br />

jadi ga tentu, musim kering lebih panjang dan menyengat, sedangkan musim hujan sangat pendek. Ga<br />

heran kalau tiba-tiba hujan turun lebat dalam waktu singkat yang menyebabkan banjir besar. Di<br />

tempat lain, terjadi kekeringan, kekurangan air bersih, gagal panen dan hutan mudah terbakar. Ketika<br />

hutan terbakar, asapnya menimbulkan CO2 besar-besaran, sedangkan jumlah pohon sebagai<br />

penyerap CO2 akan berkurang. Alhasil, polusi CO2 makin meningkat. Duh, makin panas deh!<br />

Dari segi kesehatan, nyamuk malaria dan demam berdarah yang hidup di suhu panas berpesta pora<br />

karena mereka bisa hidup sepanjang tahun dan menyebar ke berbagai daerah di dunia,<br />

ga lagi hanya di daerah tropis. Suhu air laut yang panas juga menyebabkan terumbu karang<br />

putih dan mati, dan berbagai jenis ikan karang yang jadi sumber makanan manusia juga<br />

ikut mati. Ngeri kan bacanya? Itu baru sebagian akibat yang terdeteksi selama ini, lho!<br />

Let’s do Something Now!<br />

Setelah tahu penyebab utama pemanasan global adalah CO2 yang berlebihan<br />

di atmosfer, ayo mulai sekarang kita kurangi emisi CO2. Minimal ubah gaya<br />

hidup kita sendiri menjadi lebih ramah lingkungan. Dengan begitu, sebenarnya<br />

kita bisa ikut mengurangi pemanasan global. Beberapa tips sederhana di<br />

halaman selanjutnya ini mungkin bisa mengantarkan kamu pada<br />

gaya hidup ramah lingkungan. Selamat mencoba!


1. Matikan listrik jika tidak digunakan, jangan biarkan dalam keadaan standby atau lampu merah masih menyala.<br />

Cabut charger telepon genggam dari stop kontak ketika baterei terisi penuh.<br />

2. Ganti bohlam lampu ke jenis CFL dan sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat<br />

listrik dan awet, serta hemat biaya juga jadinya.<br />

3. Jika terpaksa memakai AC, tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar<br />

21-24 0 C. Sehingga AC tidak bekerja terlalu keras.<br />

4. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll). Sehingga listrik otomatis mati ketika tidak<br />

digunakan.<br />

5. Tanam pohon di lingkungan sekitar karena pohon dapat menyerap CO2.<br />

6. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak<br />

menggunakan listrik.<br />

7. Kurangi penggunaan kendaraan dalam perjalanan singkat atau dekat. Jalan kaki, kayuh sepeda, naik mobil<br />

beramai-ramai (car pooling), dan kendaraan umum lebih baik selain mengurangi polusi, juga menghemat<br />

pengeluaran dan sehat.<br />

8. Berhemat kertas dengan menggunakan kedua sisi bolak balik karena bahan baku kertas berasal dari pohon.<br />

Sumbangkan kertas yang sudah tidak terpakai untuk di daur ulang.<br />

9. Say no to plastic. Sebisa mungkin bawa tas kantong sendiri ketika berbelanja di toko atau masukan barang<br />

langsung ke dalam tas demi mengurangi sampah.<br />

10. Matikan mesin mobil apabila menunggu lebih dari 30 detik dan panaskan mobil sambil berjalan lambat karena<br />

mesin akan lebih cepat panas dan hemat bahan bakar.<br />

11. Kendarai kendaraan selembut mungkin, hindari rem mendadak dan memaksa menekan gas terutama setelah<br />

memindahkan gigi. Hal ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar.<br />

12. Turunkan bagasi apabila tidak dibutuhkan karena 100 kilo beban akan menambah penggunaan 1 liter bahan<br />

bakar lebih banyak dalam jarak 100 km.<br />

13. Jika hampir sampai tujuan, lepaskan gigi sehingga mobil meluncur dengan tenaga yang tersisa.<br />

Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar kamu, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan<br />

bumi. Dengan menjalankan 13 tips di atas, kamu sudah hemat beribu-ribu kg karbondioksida per tahun. Be a climate<br />

hero, save our planet! ** (Riza / dari berbagai sumber)


1. Jika salah satu karakter ingin bertukar kehidupan<br />

denganmu selama setahun. Siapa karakter yg kamu mau?<br />

a. Bette, diperankan oleh Jenniferr Beals, seorang<br />

lulusan Yale yang seperti Bette juga adalah seorang<br />

Afrika-<strong>Am</strong>erika.<br />

b. Jenny, diperankan oleh pelajar sastra dari Rusia<br />

berumur 31 tahun, Mia Kirschner, yang orangtuanya<br />

pernah selamat dari bencana.<br />

c. Shane, diperankan oleh sepupu Gwyneth Paltrow,<br />

seorang Sagitarius yang anti-gula, Katherine Moening.<br />

d. Alice, diperankan oleh musisi Leisha Hailey, seorang<br />

lesbian dan juga mantan dari KD Lang.<br />

How L-Word Are You?<br />

Siapa yang kamu suka dan benci di L-Word tanpa disadari akan gambarin siapa dirimu. Psychotherapist Dawn cohen nantangin<br />

kamu untuk nyoba test ini. Belum ada penelitian, jadi gak seorangpun tahu apa kesamaan yang dimiliki pecinta Shane (selain<br />

selera berpakaiannya yang baik) atau apa artinya menyukai Bette dan membenci Jenny. Cobalah sendiri. Diskusikan jawabanmu<br />

dengan teman-temanmu. Ketika semua orang di grupmu telah melengkapi kuis ini, diskusikan jawabanmu. Kemudian cari<br />

jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan dan hasilnya merupakan tebakan yang mendidik. Jika kamu tidak menemukan jawaban<br />

yang cocok, lompat pertanyaan itu dan jawablah sesuai yang kamu suka.<br />

2. Bagaimana pendapat teman-temanmu dengan<br />

pertukaran itu?<br />

a. Mereka akan bersenang-senang, kecuali mereka betulbetul<br />

"nyambung" dengan dia, mungkin mereka hanya<br />

akan bertahan selama beberapa kali pesta.<br />

b. Mereka akan ngirim SMS dan marah-marah mengenai<br />

aku yang tak acuhkan mereka setelah mereka tahu<br />

tentang pengganti aku dan seperti apa dia.<br />

c. Gak masalah. Seharusnya itu menyenangkan. Mereka<br />

akan menikmatinya, dan baik-baik saja dengan itu.<br />

d. Mereka akan menyambut si pendatang. Dan pelanpelan,<br />

kami semua bisa berteman.


3. Shane diam-diam menyukai kamu. Kamu akan:<br />

a.Mengingatkan dia bahwa dia masih bersama Carmen,<br />

dan tidak seharusnya hubungan itu dirusak.<br />

b. Bawa dia pulang untuk semalam.<br />

c. Bawa dia pulang untuk selamanya .<br />

d. Mengatakan padanya bahwa kamu tidak ingin<br />

berhubungan seks dengannya, karena akan merusak<br />

persahabatan kalian.<br />

4. Saat manakah yang paling menyentuh bagi kamu?<br />

a. Perjuangan Bette untuk penerimaan ayah tercintanya<br />

yang homophobic.<br />

b. Pencarian jati diri yang dilakukan oleh Moira/Max yang<br />

diperankan oleh Daniela Sea.<br />

c. Carmen, yang diperankan oleh Sarah Shahi, seorang<br />

keturunan kerajaan Iran, yang berhasil menaklukan hati<br />

Shane.<br />

d. Perjuangan Dana dengan kanker payudaranya.<br />

How L-Word Are You?<br />

5. Siapakah yang paling kau inginkan untuk menjadi<br />

tetanggamu?<br />

a. Bette dan Tina.<br />

b. Jenny dan Moira.<br />

c. Carmen dan Shane.<br />

d. Alice.<br />

6. Karakter mana yang kau inginkan sebagai atasanmu?<br />

a. Bette Porter.<br />

b. Helena Peabody.<br />

c. Marina Ferrer.<br />

d. Kit Porter.<br />

7. Mana yang paling sexy?<br />

a. Seks pertama Shane dan Carmen.<br />

b. Godaan Ivan terhadap Kit Porter.<br />

c. Bette dan tukang kayunya yang dipenjara bersamasama.<br />

d. Alice dan Dana.


8. Engkau adalah penulis tamu dalam acara ini. Adegan<br />

mana yang ingin kau masukkan ke dalam cerita?<br />

How L-Word Are You?<br />

a.Tina menyadari homofobia internalnya yang membuatnya mengejar pria. Dia mencoba berbaikan dengan Bette tapi<br />

Bette sedang dalam hubungan jangka panjang dengan seorang teman kuliahnya yang memaklumi sifat workaholicnya.<br />

Kemudian Tina berhubungan serius dengan wanita lain.<br />

b. Jenny tertarik untuk menguak Ivan dan Max. Moira, bekerjasama dalam perjuangan AIDS. Apakah mereka hanya<br />

berbagi keinginan politis ataukah mereka memiliki perasaan satu sama lain?<br />

c. Shane dan Carmen melakukan sex diatas meja pesta, dengan dilumeri coklat, krim dan madu, beberapa saat sebelum<br />

para tamu berdatangan.<br />

d. Kit Porter memasuki dunia politik dan menjadi presiden wanita pertama di US dan memperkenalkan perkawinan<br />

sesama jenis di negara itu.<br />

Hasil :<br />

Kebanyakan A:<br />

Hubungan jangka panjang penting untukmu. Engkau menyukai stabilitas, kehidupan rumahan dan mungkin sebuah rumah<br />

dengan pagar putih kecil. Lebih dari 50% pasangan memilih Bette dan Tina sebagai pasangan favorit mereka. Sebagai seorang<br />

blasteran (afrika-amerika) yang sukses, Bette juga menggambarkan kegigihannya dengan kehidupan keluarga dan pekerjaan.<br />

Dia ingin dimiliki, namun tanpa mengorbankan identitasnya. Tidak mudah memang - Bette pun menderita - namun dia tidak<br />

pernah menyerah. Mungkin kau juga.<br />

Tina menggambarkan pola wanita tradisional dengan bentuk negatif dan positifnya. Dia menginginkan anak-anak dan<br />

kehidupan rumah tangga, dan tidak pernah kehilangan penggemar. Terkadang dia penurut, lemah, dan pasif agresif. Jika kau<br />

tidak menyukai dia, mungkin kau tidak menyukai aspek tersebut di dalam dirimu sendiri.


How L-Word Are You?<br />

Kebanyakan B:<br />

Kamu berada di kelompok minoritas diantara para lesbian yang tidak perduli jika berhubungan dengan Jenny atau Moira atau<br />

karakter lainnya yang jelas bukan tipe lesbian tradisional rumahan. Tapi bukan menjadi masalah, karena kamu mengukur<br />

bukan berdasarkan masyarakat umumnya, tapi di dalam komunitas lesbian itu sendiri. Kamu mempunyai kehidupan yang<br />

menyenangkan, walaupun kadang kacau balau.<br />

Tetapi, mungkin seperti Max, sisi gelapmu terhadap penolakan kategori masyarakat merupakan keinginan untuk masuk dan<br />

diterima di dalamnya. Seperti karakter lesbian yang kamu suka, mungkin kamu menghadapi masalah kehilangan, kemarahan,<br />

pengasingan atau kekerasan.<br />

Banyak penonton lesbian menginginkan kematian Jenny dan Moira yang merupakan karakter paling tidak disukai. Mungkin<br />

ini hanya prasangka, namun cara mereka mengatasi kepanikan, membuat banyak lesbian berpikir negatif. Jenny sebagai<br />

karakter flamboyan dan Max menjadi korban amarah. Tapi kamu tidak perduli, karena karakter- karakter itu hanya<br />

menunjukkan sesuatu yang penting bagi mereka.<br />

Kebanyakan C:<br />

Seks dan sensualitas penting. Entah kamu tipe menahan seksualitas atau cewe yang melakukannya dua kali sehari, masalah ini<br />

bisa mempertahankan atau memutuskan hubunganmu. Seks atau penghindarannya mungkin adalah suatu cara untuk<br />

menciptakan atau menghindari keintiman bagimu. Jika kamu lupa untuk berhubungan seks selama beberapa bulan, akhirnya<br />

kamu membutuhkan seorang wanita seperti Shane atau Carmen untuk menaikkan gairah itu kembali. Jika, seperti Shane, kau<br />

memiliki kesulitan dengan batasan seksual, kamu perlu memiliki keyakinan bahwa ada hal dalam dirimu yang bisa kamu<br />

percaya. Dan seorang cewe yang menaruh kepercayaan terhadapmu.


How L-Word Are You?<br />

Kebanyakan D:<br />

Persahabatan, keadilan dan harga diri penting bagimu. Mungkin kamu pernah dikecewakan oleh cinta, atau kesulitan<br />

mendapatkan kekasih atau mungkin kamu berada dalam fase penguatan identitas diri. Mungkin kamu adalah manusia yang<br />

sopan dan sebuah aset yang baik untuk pertalian persahabatan.<br />

Tidak ada yang cocok:<br />

Pertanyaan dan jawabannya tidak ada yg cocok? Tidak masalah. Kamu adalah seorang lesbian yang bebas memilih. Kamu<br />

menyukai mereka dalam segala bentuk dan ukuran. Kamu memilih dengan berbagai hal-hal yang luas, dan tidak suka dikotakkotakkan.<br />

Kami tidak mengingikannya dengan cara lain.<br />

Diterjemahkan oleh: Via & Joya Sumber : LOTL (Australia’s Lesbian magazine)


capricorn aquarius pisces aries taurus gemini<br />

cancer leo<br />

virgo libra scorpio<br />

sagitarius


capricorn<br />

taurus<br />

gemini<br />

cancer<br />

leo<br />

virgo<br />

libra<br />

scorpio<br />

sagitarius<br />

AQUARIUS (20 Januari – 17 Februari)<br />

Berdarah panas, suka tiba-tiba melakukan apapun sesuai keinginannya tanpa<br />

memikirkan hasil akhirnya. Tipe “pembangkit energi”. Jika kamu jatuh cinta pada tipe<br />

ini, sebaiknya kamu bersabar, bahkan jika harus mengikutinya ke mana pun. Tidak<br />

pintar berbohong sehingga jarang melakukannya, bahkan pada saat perlu berbohong.<br />

PISCES (18 Februari – 20 Maret)<br />

Sangat emosional dan selalu mengizinkan dirinya sendiri untuk bersikap emosional.<br />

Suatu saat dapat tidur nyenyak dan berada dalam kondisi mood baik. Beberapa waktu<br />

kemudian dapat mejadi uring-uringan saat bekerja. Ia adalah seorang yang lucu, hal itu<br />

merupakan pesona sekaligus senjata utamanya. Bahkan ketika sedih, ia masih<br />

mempertahankan wajahnya yang lucu. Sangat susah untuk membedakan ia sedang<br />

marah atau depresi. Ia suka menyembunyikan perasaannya dan menolong orang lain,<br />

terutama yang sedang kesepian dan membutuhkan teman.<br />

ARIES (21 Maret – 19 April)<br />

Ia selalu membiarkan orang lain berjalan di depannya tetapi ia selalu sampai ke<br />

tujuan lebih dahulu. Sangat berhati-hati sehingga rintangan kecil tak akan<br />

membuatnya jatuh dengan mudah. Bahkan menurutnya hidup adalah masalah<br />

yang serius. Tipe romantis. Penampilan luar terlihat lembut, namun hatinya sekeras<br />

baja. Jika kamu ingin “menjinakkannya”, hujani dengan kata-kata manis dan<br />

senyuman, maka si kuat ini akan menjadi selemah anak ayam.


capricorn<br />

aquarius<br />

pisces<br />

aries<br />

leo<br />

virgo<br />

libra<br />

scorpio<br />

sagitarius<br />

TAURUS (20 April – 19 Mei)<br />

Pribadi penuh konflik. Cool, pengertian, mampu bekerja baik dan sangat artistik. Berbakat<br />

menjadi artis. Tipe sederhana dan pendiam. Namun ia mampu melakukan hal yang<br />

mengejutkan kamu sesering ia dapat memperbaiki mood kamu ketika kamu sedang tidak<br />

bergairah. Jiwa yang bebas dan suka berpetualang. Bahkan ketika sedang jatuh cinta, ia tetap<br />

menjadi seekor burung yang bebas lepas. Ketika dia ingin sendirian, jangan sentuh dia. Biarkan<br />

ia menikmati kesendiriannya. Ia adalah sebutir pasir di telapak tangan kamu. Semakin kamu<br />

ingin memeganginya, semakin mudah ia lepas.<br />

GEMINI (20 Mei – 20 Juni)<br />

Orang di bawah naungan zodiak ini biasanya memiliki wajah yang proposional, cenderung<br />

kurus panjang. Ia memiliki dahi yang tinggi menunjukkan kecerdasan. Bibir tipis, berbicara<br />

dengan cepat dan sangat cerewet. Cepat bereaksi. Ia nampak seperti tak akan pernah bisa<br />

duduk atau berdiri dengan tenang. Sering bertindak berlawanan dengan hal yang ingin<br />

dilakukannya. Pembicara yang sangat baik. Seseorang yang mempesona karena mampu<br />

membujuk orang dan menampilkan diri dengan baik di depan publik. Jika kamu berpacaran<br />

dengan tipe ini, Kamu mungkin akan merasa berpacaran dengan dua orang. Kamu harus<br />

mampu menebak perasaannya.<br />

CANCER (12 Juni – 21 Juli)<br />

Tipe sensitif, tidak tahan ditolak. Sangat peduli dengan persaan orang lain. Sangat benci bila<br />

dipermalukan. Cenderung terlalu melindungi diri sendiri sehingga banyak orang mengira ia<br />

adalah orang yang “dingin”. Kreatif, berbakat dan imajinatif. Misteri dan kerumitan<br />

memainkan peranan yang penting dalam kehidupan seorang Cancer. Tidak seperti zodiak<br />

lainnya, bila ia marah, maka lebih baik tinggalkan dia sendiri. Ia akan tenang dengan<br />

sendirinya. Beri sentuhan lembut pada bahunya atau cukup dengan ekspresi yang<br />

menunjukkan bahwa kamu peduli padanya.


capricorn<br />

aquarius<br />

pisces<br />

aries<br />

taurus<br />

gemini<br />

cancer<br />

scorpio<br />

sagitarius<br />

LEO (22 Juli – 22 Agustus)<br />

Penampilan luarnya menunjukkan seseorang yang baik dan lembut, tetapi sebenarnya dia<br />

adalah orang yang kuat dan percaya diri. Jangan mengambil apapun yang dimilikinya tanpa<br />

seizinnya. Jangan memberi perintah padanya. Bila dilanggar, kamu harus siap menanggung<br />

akibatnya, berhadapan dengan seekor singa yang ganas. Ia suka orang bergantung padanya.<br />

Hal itu membuatnya merasa memiliki kekuasaan. Seorang Leo tidak bisa hidup tanpa cinta.<br />

Bagi Leo, cinta adalah berkas cahaya kehidupan. Jika kamu ingin merebut perhatiannya pada<br />

saat pertemuan pertama, sebaiknya Kamu berusaha keras untuk tampil luar biasa menarik.<br />

VIRGO (23 Agustus – 21 September)<br />

Bagi Virgo, waktu sangat berharga. Jika kamu membuatnya harus menunggu, ia akan<br />

menganggap hal itu sebagai penghinaan. Ia tidak suka mengkritik maupun dikritik. Jika suatu<br />

saat Kamu dikritik oleh seorang Virgo, maka ia sedang berada dalam pengaruh zodiak lain.<br />

Virgo sangat mengagumi kesempurnaan, seorang yang perfeksionis. Selalu berpikir bahwa<br />

dia telah melakukan sesuatu dengan benar. Seringkali bahkan berpikir bahwa dia tidak<br />

pernah membuat kesalahan. Virgo adalah si cerdas yang dapat menerima komentar apapun<br />

yang dia anggap dapat membantu dirinya berkembang. Virgo mampu beradaptasi dengan<br />

baik terhadap perubahan.<br />

LIBRA (22 September – 22 Oktober)<br />

Meskipun simbol zodiak ini ialah timbangan, namun seorang Libra cenderung labil, tidak stabil.<br />

Keadaanya naik turun tidak menentu seakan sedang berusaha untuk menyeimbangkan diri.<br />

Penampilan luar menunjukkan tipe cool, mempesona, ramah, selalu tersenyum, bahkan pada<br />

saat marah. Di balik itu, Libra memiliki sisi gelap, ganas, keras kepala dan sering memulai<br />

pertengkaran. Ketika berada pada mood yang pas, ia akan sangat menyenangkan. Namun pada<br />

saat moodnya tidak stabil, ia senang membuat orang berdebat mengenai suatu hal, kemudian<br />

menontonnya dengan rasa tertarik dan puas. Tipe romantis namun sulit mengerti emosi orang<br />

yang ia cintai. Tidak pernah tahu kapan berbuat salah hingga membuat pasangannya sendiri<br />

sedih atau marah.


libra virgo leo cancer gemini taurus aries pisces aquarius<br />

SCORPIO (23 Oktober – 21 November)<br />

Sangat sensitif, mudah terluka dan selalu merasa sendirian. Tidak pernah percaya kepada<br />

siapapun kecuali dirinya sendiri. Walau terdengar sangat negatif, sebenarnya Scorpio memiliki<br />

kharisma yang luar biasa. Senang membantu orang lain. Mampu menyerap semua perasaan<br />

sentimental dan rasa sakit orang lain. Sangat sabar dan mampu menunggu bertahun-tahun<br />

untuk mencapai tujuannya. Selalu ingat setiap hal yang membuatnya marah dan akan<br />

menunggu waktu yang tepat untuk balas dendam. Bila berhubungan dengan janji, ia sangat<br />

serius. Jangan pernah janjikan kepadanya hal-hal yang tak dapat kamu penuhi. Bila Scorpio<br />

sedang jatuh cinta, ia jadi lebih manis daripada gula.<br />

SAGITARIUS (22 November – 21 Desember)<br />

Selalu bahagia, punya rasa humor tinggi dan menyimpan banyak lelucon. Suka kebebasan,<br />

sangat enerjik, sangat hidup. Benci rutinitas karena hal itu membosankan baginya. Bila diberi<br />

kepercayaan, ia selalu mengerjakannya dengan serius. Suka pujian dan kata-kata manis,<br />

sehingga kamu bisa memanipulasinya dengan mudah. Tipe perayu, seperti semua orang<br />

pada umumnya. Hanya saja dia memiliki “rem”, sehingga akhirnya dia akan kembali ke sisi<br />

kamu. Jika ia menghilang selama beberapa hari, jangan terlalu kuatir.<br />

CAPRICORN (22 Desember – 19 Januari)<br />

Seorang Capricorn biasanya memiliki sepasang mata indah dan garis rahang menarik.<br />

Pendengar yang baik, dapat memahami semua hal secara jelas dan mudah. Mampu<br />

menebak apa yang ingin kamu katakan sebelum kamu mengatakannya. Kelihatannya tidak<br />

antusias dalam melakukan sesuatu, namun sebenarnya ia sangat serius dalam melakukan<br />

semua hal. Cinta akan membuatnya nampak bersinar. Kamu dapat melihat sinar itu di<br />

wajahnya. Ia tidak akan mengatakannya keras-keras. Kamu harus berusaha mengetahuinya<br />

sendiri.


Cerita : Bilik Relijius<br />

Written by Lez Moslem<br />

Sudah dua jam lamanya Dila duduk ditengah-tengah perempuan berkerudung dan laki-laki<br />

bersorban. Mengucapkan syair-syair Tuhan berbarengan dengan kedua orang berusia setengah<br />

baya itu. Sebelumnya ia diberikan jejalan reliji untuk mengubah pilihan hidupnya. Hal seperti ini<br />

sudah rutin dilakukannya selama satu bulan lebih. Ceramah-ceramah keagamaan menjadi sarapan<br />

pagi tiap harinya. Keluarganya mendesaknya untuk melakukannya ketika mengetahui anak bungsu<br />

bernama Adila menyukai sesama jenisnya. Buku diary miliknya terbaca secara tidak sengaja oleh<br />

Ibundanya. Catatan hari-hari kebersamaan dengan perempuan yang dikasihinya membelalakkan<br />

mata seluruh keluarganya. Mereka terkejut karena kesehariannya anak bungsu ini pendiam, tak<br />

pernah membantah, rajin melakukan ibadah dan kecerdasannya di sekolah selalu membanggakan<br />

kedua orang tuanya. Kerudung yang selalu menutupi kepala dan lehernya semakin membuat<br />

mereka tidak mempercayai orientasi yang dimilikinya.<br />

Rumah yang selama ini dihidupkan kehangatan kasih sayang keluarga pada malam itu berubah<br />

dingin untuk Dila. Tak ada hujan dan bah, tetapi lantai rumah itu membasah. Ayah, bunda dan<br />

kedua kakaknya memberikan pertanyaan yang tentunya tidak bisa terjawab dari mulut Dila.<br />

Kalaupun ia menjawab tentunya akan semakin membanjiri lantai rumah itu. Ia hanya terduduk<br />

mencium kaki Ibundanya yang sudah berbaring lemah dengan pandangan kosong. Semakin<br />

membuatnya merasa terpukul dengan apa yang sudah ia lakukan. Ia sendiri tidak ingin melukai<br />

hati keluarganya dengan apa yang dimiliki. Namun keinginannya untuk terus bersama<br />

perempuannya selalu memijakkan kakinya pada sebuah ruang terang. Satu malam yang menuntun<br />

ia pada sebuah bilik karantina relijius yang sudah ia diami selama satu bulan ini.<br />

Sesekali Ayah dan Ibunda datang mengunjunginya dengan membawa serantang makanan<br />

kesukaannya. Kedua kakaknya selalu menghubunginya lewat telpon yang dijadwalkan tiap<br />

minggunya. Sudah lama sekali ia tidak berkumpul dengan orang-orang yang dikasihinya itu. Dila


tidak pernah menaruh dendam dengan mereka yang menempatkannya pada bilik karantina itu. Ia<br />

menyadari apa yang mereka lakukan dilandaskan pada kasih sayang. Mereka menginginkan yang<br />

terbaik untuk dirinya.<br />

Dila termangu dalam kesendiriannya. Waktu yang diberikan padanya untuk beristirahat tidak pula<br />

ia lalui. Ia teringat akan perempuan yang selalu membuatnya bebas mengekspresikan dirinya.<br />

Menjadi diri sendiri. Tidak perlu berpura-pura menjadi seorang perempuan berkerudung dengan<br />

tempelan-tempelan etika yang melekat. Bersama perempuannya ia melalui hidup yang<br />

sesungguhnya. Menjadi seorang perempuan remaja dengan segala obsesi. <strong>Perempuan</strong> itu telah<br />

dikenalnya selama dua tahun lebih. Satu ruang dalam satu kelas di sekolahnya mendekatkan<br />

keduanya dalam suatu relasi. Namun semua itu hilang begitu saja saat goresan tinta terbaca dari<br />

sebuah buku harian yang diberikan perempuannya pada hari ulang tahunnya yang ke tujuh belas.<br />

Tak lagi ia mengetahui keberadaan perempuannya. Yang ia ketahui perempuannya menjalani<br />

pendidikan di negara lain tapi entah di benua mana. Orang tua perempuan itu secara sengaja<br />

membentangkan jarak saat mereka mengetahui hubungan sejenis yang mereka miliki. Menangislah<br />

Dila saat keinginannya untuk memeluk perempuan itu tak dapat dilakukannya. Bilik karantina<br />

religius yang mengurungnya tak akan membiarkan matanya melihat dunia luar yang akan<br />

dijalaninya selama satu tahun ke depan. Mata berkaca-kaca setiap malamnya.<br />

Tak jarang di sela-sela tangisnya terdengar suara-suara aneh bersautan dari pita suara seorang<br />

perempuan. Ia selalu bertanya-tanya tiap malamnya. Suara aneh apa itu? Tapi suara itu serupa<br />

terdengar ketika Ia bersama perempuannya. Tak percaya namun semakin diyakini tiap malamnya.<br />

Tak pernah ia berusaha mencari tahu asal suara itu.<br />

Suara adzan subuh hari membangunkan Dila dari tidurnya. Bergegas ia mengenakan kerudungnya<br />

dan mengambil air wudhu untuk rutinitas sebagai seorang muslim. Laki-laki dan perempuan<br />

dipisahkan dengan sebuah kain putih panjang. Ia menuju pada sebuah ruang suci dimana semua<br />

umat muslim harus melepaskan alas kaki saat memasukinya. Bermacam remaja laki-laki dan<br />

perempuan sebayanya lalu lalang dihadapannya. Duduk baris dengan rapi beralaskan kain sajadah.


Seorang laki-laki tua bersorban putih berdiri di barisan paling depan berceloteh tentang ajaran<br />

agama. Duduklah Dila pada barisan sekumpulan manusia yang menelan dua buah khuldi.<br />

Dipakaianya kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya. Hanya wajah yang terlihat. Mereka akan<br />

melakukan senam pagi yang diiringi syair-syair menuju surga. Dila menunduk menatapi jahitanjahitan<br />

pada alas yang didudukinya. Sebuah gambar bangunan khas muslim tersulam dengan rapi.<br />

Menunggu sahutan tanda senam pagi akan dimulai. Matanya masih mengantuk. Sempat ia<br />

memejamkan matanya beberapa menit saat laki-laki tua bersorban putih berorasi keagamaan di<br />

mimbar depan. Mengantuk.<br />

Kedua mata Dila melotot lebar ketika sebuah tapak kaki menginjak jari-jari tangan yang menopang<br />

tubuhnya. Jeritan kesakitan menarik perhatian seluruh isi ruangan suci itu. Seorang perempuan<br />

dengan wajah memelas memohon maaf dengan apa yang dilakukannya. <strong>Perempuan</strong> berhidung<br />

bangir dengan wajah tirus tidak sengaja menginjak jari-jari tangannya. Wajah Dila memerah<br />

menunjukkan emosinya. Ditengoknya perempuan yang menyebalkan itu. Ingin rasanya ia memakimaki.<br />

Namun Dila malah tersenyum. <strong>Am</strong>arahnya terumpat. <strong>Perempuan</strong> itu membuatnya berdesir.<br />

Ia urungkan makian itu. Menganggukkan kepalanya tanda memafkan perbuatan perempuan<br />

itu. Mempersilahkan perempuan itu untuk duduk di sebelahnya. Melakukan senam pagi bersama.<br />

Barisan pesenam bubar. Berbondong-bondong mereka keluar dari ruang suci. Dila berniat menegur<br />

perempuan itu dan mengajaknya berbicara. Ada ketertarikan rupanya. <strong>Perempuan</strong> itu memang<br />

sungguh menarik perhatiannya. Tapi kata-kata pun terbungkam dari mulutnya. Ia hanya<br />

melemparkan senyum sesekali. <strong>Perempuan</strong> itupun meninggalkan dirinya. Dila menggaruk-garuk<br />

kepalanya. Ia menyesal mengapa tak keluar satu katapun dari mulutnya. Tak lama ia pun mengikuti<br />

langkah perempuan itu.<br />

Berjalan pada lorong-lorong bilik karantina. Di sekeliling dinding bilik itu bertuliskan aksara<br />

kaligrafi. Sungguh bernilai seni. Pandangan Dila tertuju pada dua orang laki-laki berpeci yang duduk<br />

di belakang salah satu bilik itu. Kedua laki-laki itu berbicara dengan saling menatap. Tatapan itu<br />

mesra menurutnya. Kedua tangan mereka saling bergenggaman di sela obrolan.


Langkah Dila melewati kedua laki-laki itu. Dengan seketika kedua laki-laki itu melepaskan<br />

genggaman tangan mereka. Dila menahan tawa dan terburu-buru melangkahkan kakinya.<br />

Sebenarnya mereka tidak perlu melepaskan simbolik kemesraan itu dihadapannya. Karena ia pun<br />

akan memakluminya. Pecinta sesama jenis terkurung dalam bilik karantina relijius. Dengan harapan<br />

mampu mengubah lahiriah dan terlihat baik di hadapan orang.<br />

Sampailah ia pada bilik karantina miliknya. Ia letakkan peralatan senam pagi yang tadi ia kenakan.<br />

Di bilik itu berbaris tempat tidur bertingkat dua. Ia berada di paling pojok barisan itu. Selama ini ia<br />

hanya sendiri. Anehnya ia melihat setumpukan barang yang bukan miliknya terletak pada sebuah<br />

meja yang biasa ia gunakan. Rupanya hari ini ia mendapat seorang teman tidur baru dalam satu<br />

ranjang tidur. Hati dan pikiran Dila penasaran dengan teman barunya itu. Tak lama sebuah teguran<br />

membubarkan pikirannya. <strong>Perempuan</strong> hidung bangir tadi rupanya. Terkejutlah ia. <strong>Perempuan</strong> yang<br />

tadi membuat mulutnya terbungkam ternyata teman barunya.<br />

Perkenalan pun dilalui dengan kisah hidup masing-masing. Kali ini Dila merasa lebih enteng hati dan<br />

pikirannya. Rupanya hidung bangir perempuan itu dimilikinya dikarenakan ia berdarah keturunan<br />

Timur Tengah. Kecantikan perempuan itu makin jelas saat berbicara berhadapan dengannya.<br />

Semakin Dila tertarik untuk mengenal teman barunya itu. Santun sekali perempuan itu menyusun<br />

kata-kata. Menanggapi semua pembicaraan dengan kedewasaan berpikir. Kekaguman bertumpuk.<br />

Bersyukurlah ia hari-harinya tidak lagi sendiri di ranjang tidur itu.<br />

Dila tidak lagi banyak merenung. <strong>Perempuan</strong> itu menambal lubang-lubang yang selama ini dalam<br />

tergali. Perlahan ia melupakan perempuan yang selama ini ia inginkan peluknya. Ia sudah bisa<br />

tertawa bahkan tergelak. <strong>Perempuan</strong> itulah yang merubah semuanya. Rutinitas yang begitu<br />

menjemukannya tak lagi ia hiraukan. Melakukan hal bersama-sama dengan si hidung bangir terasa<br />

semakin menyenangkan. <strong>Perempuan</strong> hidung bangir mengisi hari-harinya di bilik karantina.


Malam hari Dila menyairkan ayat-ayat surga. Sudah satu jam lamanya ia melakukannya. <strong>Perempuan</strong><br />

hidung bangir telah tertidur. Rutinitas relijius telah menghabiskan energinya. Dila pun menyudahi<br />

syair-syair itu. Dilihatnya teman satu ranjangnya itu. Sudah jelas ia menaruh hati pada perempuan<br />

itu. Tak bosan ia menatapi wajah tirus perempuan itu. Diambilnya sebuah kertas dan pena.<br />

Dituliskannya bait-bait kekaguman diri pada kertas itu. Tersusun romantika. Dila memang pandai<br />

mencari kata ungkapan hati. Sekumpulan kata pada selembar kertas itu ia letakkan di atas bantal<br />

tempat perempuan hidung bangir itu tertidur. Ia berharap keesokan pagi terbaca dan memahami isi<br />

hati kekagumannya.<br />

Dila pun menaiki ranjang tidurnya. Satu jam lagi rutinitas akan memaksanya untuk melakukan<br />

senam pagi seperti biasa. Berbaring di ranjangnya namun tak tertidur. Tubuhnya menghadap<br />

dinding menatap tulisan-tulisan kecil yang pernah ia pahat saat ia teringat perempuan yang pernah<br />

mengisi masa-masa sekolahnya. Saat matanya berkaca-kaca. Saat ia mendengar suara-suara aneh<br />

dari pita suara seorang perempuan. Saat ia penasaran ingin mengenal sosok-sosok bersuara aneh itu.<br />

Tulisan itu hanya ia yang mengetahuinya. Jika ketawan akan tambah runyam ia di bilik karantina<br />

itu.<br />

Tiba-tiba sepotong kain bergerak menutupi tubuh Dila. Bukan ia yang melakukannya. <strong>Perempuan</strong><br />

hidung bangir sudah terbangun. Dila tak berani membalikkan tubuhnya. Padahal ia ingin sekali<br />

melihat wajah perempuan itu. Bingung rupanya. Dila teringat akan selembar kertas yang ia taruh di<br />

bantal perempuan itu. Dia yakin perempuan itu sudah membacanya. Sentuhan lembut mendarat di<br />

kening Dila. Ia pun terkejut. Berpura-pura tak mengetahuinya dan memejamkan mata seolah<br />

tertidur. Bodoh sekali tindakannya. Hatinya berteriak kegirangan dengan barusan yang terjadi.<br />

<strong>Perempuan</strong> hidung bangir itu sama hati dengannya.<br />

Setiap hari makin terasa arti hidup Dila dengan kasih yang ia miliki bersama perempuan hidung<br />

bangir itu. Tak ada yang mengetahuinya, hanya mereka berdua. Dila tak lagi penasaran dengan<br />

suara-suara aneh di sepi malam yang sering ia dengar. Setiap malam perempuan hidung bangir


mengeluarkan suara-suara itu saat berduaan dengannya. Mengertilah ia sekarang apa yang sedang<br />

dilakukan sosok-sosok hawa di sekeliling bilik itu dengan suara-suara anehnya. Tak disangka tapi ia<br />

melakukannya pula. Dila duduk menopang dagu. Lamunannya hilang saat seseorang menutup<br />

kedua matanya dari arah belakang. <strong>Perempuan</strong> hidung bangir kekasihnya. Selama tiga puluh menit<br />

ia menunggu kekasihnya itu dan tersenyum sendiri akan masa lalunya itu. Sudah dua tahun lamanya<br />

ia tidak lagi dalam bilik karantina. Kini ia hidup layaknya perempuan remaja pada umumnya.<br />

Menghabiskan waktu dengan mencuci mata setelah seharian mengabiskan sistem kredit semester di<br />

kuliah. Ia masih berkerudung. Dila pun tersenyum pada perempuan itu. Dua orang berkerudung<br />

berjalan bergandengan tangan di sebuah pusat perbelanjaan.<br />

Saat berjalan bergandengan pandangan mata Dila terhenti sejenak pada seorang laki-laki. Wajah itu<br />

tak asing baginya. Iya, dia pernah melihat laki-laki itu sebelumnya. Lelaki berpeci di bilik karantina.<br />

Kali ini penampilannya lain. Bukan lagi peci yang ia kenakan. Sebuah topi trendy membuatnya<br />

tampak keren. Dilihatnya laki-laki itu duduk di sebuah kafe sendirian. Tak lama kemudian lelaki itu<br />

tak lagi sendiri. Matanya berbinar saat seorang tampan menghampirinya. Dila pun mengenali si<br />

tampan itu. Mereka berdua adalah laki-laki yang terburu-buru melepaskan genggaman tangannya<br />

ketika Dila melewati mereka saat bermesraan di lorong-lorong dengan tulisan kaligrafi disekitar<br />

dinding. Dila hanya tersenyum dan sambil berlalu merangkulkan tangannya dipundak perempuan<br />

hidung bangir kekasihnya. Dalam hatinya Dila berpikir, jejalan reliji tak mampu mengubah naluri<br />

empat orang remaja yang terlahir sebagai manusia biasa.


TUPAI dan KUBO<br />

Written by solitudeheart<br />

..cerita tentang tup-tup si TUPAI dan KUBO, si kula-kula bogel..<br />

Aku tupai, dia kubo.<br />

Tupai ada di pohon.<br />

Kubo ada di pantai.<br />

Jika Tupai berayun lihai di dahan,<br />

Maka Kubo tertegun gemulai di bawah pohon.<br />

Tupai dan Kubo bercinta.<br />

Tupai di atas.<br />

Kubo dibawah.<br />

Tupai meluncur cekat ke rerumputan,<br />

Mengejar Kubo yang menggelinding lesat.<br />

Tupai dan Kubo.<br />

Sepasang pemeran utama atas kabaret hati.<br />

Tupai sendawa, maka Kubo tertawa.<br />

Kubo merajuk, hingga Tupai mengangguk.<br />

Aku tupai, dia kubo.<br />

Aku menyayanginya dengan teramat sangat.<br />

Dua makhluk gendut, saling berpaut sepanjang malam.


<strong>Institut</strong>e <strong>Pelangi</strong> <strong>Perempuan</strong> & Hivos<br />

@ 2007 Production

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!