Wealth Management Newsletter - March 2013

rr.lulu.rp

Wealth Management Newsletter - March 2013

Wealth Management Newsletter - March 2013


1 | Market Perspective | March 2013

GlOBal OUTlOOK

Kinerja bursa global pada bulan Februari lalu bervariatif dan secara keseluruhan pergerakan MSCI World Index terkoreksi tipis.

Angka proyeksi pertumbuhan global untuk tahun 2013 dikhawatirkan akan lebih rendah dibandingkan prediksi di awal tahun.

Dua risiko terbesar yang dihadapi oleh ekonomi global adalah masalah utang dan defisit Amerika Serikat serta ketidakstabilan

politik di Eropa.Di luar ekonomi zona Eropa, pertumbuhan ekonomi global dinilai cukup senada dengan ekspektasi konsensus.

Ekonomi amerika Serikat masih diekspektasi dapat tumbuh di atas 2% untuk dua tahun ke depan dengan asumsi dapat menyerap

pengetatan anggaran dengan baik. Hanya pertumbuhan ekonomi zona Eropa yang diekspektasi bisa masuk ke zona resesi di level

-0.4%. Tetapi, untuk tahun 2014, pertumbuhan ekonomi diestimasi akan lebih cepat dari tahun sebelumnya.

Sumber : Bloomberg

GDP Forecasts

nasabah yang terhormat,

Sebuah bulan yang luar biasa telah kita lalui dan tanpa terasa kita sudah hampir memasuki penghujung kuartal pertama tahun

2013. Perkembangan ekonomi global dan domestik semakin menarik untuk disimak, tentunya disertai dengan langkah-langkah

pengambilan keputusan investasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Anda dan keluarga melalui tercapainya tujuan

finansial jangka panjang.

Dalam edisi kali ini, kami membahas dinamika pergerakan indeks saham domestik yang kembali mengejutkan investor dengan

mencetak rekor tertinggi baru pada bulan Februari 2013. Tingginya aliran dana investor asing yang masuk pada pasar modal

domestik kembali menjadi katalis utama yang mendorong IHSG mencapai level tersebut. Hal ini tentunya dipicu oleh stabilnya

pertumbuhan ekonomi domestik yang dilandasi oleh kuatnya sektor konsumer dan perkembangan sektor investasi dan infrastruktur.

Dari sudut pandang ekonomi global sendiri, investor masih menunggu sikap kompromi yang belum tercapai diantara pemerintah

dan parlemen Amerika Serikat mengenai pemangkasan anggaran dan defisit pemerintah. Ketidakpastian juga timbul dari masih

belum konsistennya pemulihan ekonomi di wilayah Uni Eropa yang ditandai dengan melemahnya data perdagangan dan manufaktur

di wilayah tersebut.

Menyikapi kondisi tersebut, pada bagian CommInsight, kami masih menekankan pentingnya keseimbangan portofolio investasi

nasabah untuk mengantisipasi berbagai ketidakpastian di pasar. Kinerja yang relatif menarik pada pasar saham domestik tidak

seharusnya menyebabkan euforia bagi investor, namun sebaliknya investor harus lebih selektif dan melakukan diversifikasi untuk

meraih imbal hasil yang optimal.

Akhir kata, saya mewakili direksi dan manajemen eksekutif Commonwealth Bank Indonesia mengucapkan terima kasih atas

kepercayaan dan kesetiaan Anda kepada kami.

Salam hangat,

Ian Whitehead

Director of Retail and Business Banking

Indices Price

Real GDP Growth and Inflation

28-Feb-13 YTD (%) Feb (%)

IHSG Indonesia 4795.79 11.10 7.68

Australia S&P/ASX200 5104.08 9.26 4.62

Japan Nikkei 11559.36 11.20 3.78

AS Dow Jones 14054.49 8.63 1.40

UK 6360.81 7.35 1.34

AS S&P 1514.68 8.00 1.11

MSCI Asia Pacific Ex Japan 481.34 3.22 0.67

Europe FTSE Eurofirst 300 1171.47 3.62 0.60

MSCI World 1405.18 5.90 -0.02

Singapore 3269.95 2.45 -0.39

China Shanghai 2365.59 5.93 -0.83

HK Hang Seng 23020.27 1.56 -2.99

2012

Benchmark*

2013

Benchmark*

2014 Average Growth

Benchmark* Since 1985

World 3.2 3.5 4.0 3.6

Individual Economics

UK (Dec quarter v Dec quarter) 0.0 1.1 1.7 2.6

Eurozone -0.5 -0.3 1.2 1.6

Switzerland 1.0 1.3 2.0 1.8

US (Dec quarter v Dec quarter) 1.5 2.7 3.3 2.8

Canada 1.9 2.0 2.8 2.7

Australia 3.7 2.6 2.7 3.4

New Zealand 2.3 2.4 3.0 2.4

China 7.9 8.2 8.5 10.3

Japan (fiscal year) 0.8 2.3 0.8 1.9

india 5.1 5.9 6.6 6.3

Rest of World 3.0 3.5 4.0 4.3

* Swiss forecast from SECO, China & World forecast from IMF, Rest of World forecast is based on Consensus Economics. Eurozone

and Indian 2014 forecasts from IMF. All other forecasts are respective central banks.

Europe

Euro area; PMIs vs GDP - Downside risks for our forecast

1.2

1.0

0.8

0.6

0.4

0.2

0.0

-0.2

-0.4

-0.6

-0.8

% q/q

Feb-10 Feb-11

Sumber : Haver Analytics, Marklt, Barclays Research

Q1 13 est. based on Feb ‘flash’ PMI

Barclays Q1 13

GDP f.c

Feb-12 Feb-13

Pada kuartal IV-2012, ekonomi zona Eropa menyusut lebih tinggi

dari ekspektasi. Sepanjang tahun 2013 ini, zona Eropa diestimasi

akan berangsur-angsur pulih dan kembali tumbuh positif paling

cepat di kuartal II-2013. ECB (European Central Bank) saat ini

memprediksikan pertumbuhan GDP untuk zona Eropa akan

menyusut sebesar -0,3% di tahun 2013 dan tumbuh 1,2% di tahun

2014. Laporan survei bisnis memproyeksikan zona Eropa masih

mengalami resesi ringan. Setelah sempat membaik selama 3 bulan

berturut-turut, tingkat keyakinan bisnis wilayah Eropa mulai kembali

terhambat. Pertumbuhan sektor manufaktur di Perancis dan Jerman


2 | Market Perspective | March 2013

tidak seimbang dengan penurunan di sektor jasa. Kondisi di Jerman

relatif lebih baik dibandingkan negara lainnya. Walaupun data PMI

(Purchasing Managers Index) Jerman serta tingkat keyakinan bisnis

di bulan Februari mulai menunjukkan penurunan, ekonomi Jerman

masih berpotensi untuk bangkit di kuartal I-2013 ini karena indikator

PMI masih menunjukkan proses ekspansi, sebagai kontribusi

dari pemulihan permintaan global serta kondisi domestik yang

cukup baik. Hal ini ditunjukkan oleh pemulihan permintaan ekspor

sebanyak 5,1 poin ke level 64,6, dan naik ke atas level 50 untuk

pertama kalinya sejak bulan Juni 2011.

Permintaan ekspor untuk zona Eropa juga berangsur membaik

dengan kenaikan 2,2 poin ke 51,7 dan merupakan kenaikan

pertama kalinya sejak Juni 2011. Di bulan Februari, Presiden

ECB, Draghi memperingatkan penguatan EUR bisa menyebabkan

inflasi meningkat melebihi target ECB di 2% untuk tahun 2013 dan

2014 serta menekan ekspor. Untuk jangka pendek ini, perjalanan

pemulihan ekonomi zona Eropa terlebih dengan ketidakpastian

kondisi politik Italia, akan memberikan pengaruh bagi pergerakan

bursa global.

amerika Serikat

Pemerintah AS masih belum mencapai kesepakatan dengan

Kongres dalam hal memperbaiki masalah defisit dan utangnya.

Pemotongan anggaran secara otomatis yang dapat menurunkan

pertumbuhan ekonomi AS sebanyak 0,5% dari GDP sudah efektif

dilakukan dari tanggal 1 Maret. AS juga masih menghadapi dua

masalah fiskal yang belum ada solusinya yaitu debt ceiling serta

resolusi untuk budget. Notulen dari pertemuan FOMC di bulan

Januari juga menunjukkan adanya keinginan dari beberapa petinggi

the Fed untuk menghentikan atau paling tidak mengurangi program

pembelian obligasi sebelum kondisi tenaga kerja AS mengalami

perbaikan yang signifikan sehingga membuat pasar kuatir akan

potensi pengetatan Moneter dari the Fed lebih awal dari yang

direncanakan.

Berdasarkan ini, ekonomi AS diekspektasi tumbuh 2,1% di tahun

2013 dan 2,4% di tahun 2014. Proyeksi tingkat pertumbuhan ini

lOCal OUTlOOK

Selama bulan Februari 2013, kinerja IHSG mencatat

kenaikan +7,68% dengan bergerak diantara rentang

4.453,703-4.795,789 dengan aliran dana asing yang

sangat deras sebesar uSD 1,160juta. asing membukukan

pembelian bersih setiap hari kecuali satu hari di bulan

Februari, yang mendorong IHSG terus mencatat rekor

tertinggi baru berulang kali. IHSG diyakini masih dapat

mencatat kinerja positif dengan dukungan dari berbagai

katalis.

Pertumbuhan ekonomi tahun ini diekspektasi dapat

mencapai 6,8% didukung oleh konsumsi domestik dan

investasi, serta pemulihan ekonomi China diharapkan

dapat memacu pemulihan ekspor di tahun ini. aliran

investasi diekspektasi masih akan terus deras karena

fokus pemerintah untuk merealisasikan berbagai proyek

infrastruktur. Tingkat inflasi sempat mengalami kenaikan

diatas level 5% dikarenakan dampak temporer dari

kenaikan biaya distribusi makanan selama bencana banjir

dan tanah longsor, namun diperkirakan belum menjadi

katalis negatif bagi kinerja pasar modal domestik.

berdasarkan asumsi ekonomi AS akan dapat menyerap pengetatan

anggaran dengan baik, seperti yang terjadi di tahun 2011 dan 2012

lalu.

united Kingdom

Peringkat kredit Inggris diturunkan dari AAA menjadi Aa1 di bulan

Februari, karena prospek pertumbuhan ekonomi UK masih lemah

disebabkan oleh pengetatan moneter serta sektor swasta yang

masih menekan belanjanya. Bank Sentral Inggris diekspektasi akan

menambah stimulus di tahun 2013 dengan meningkatkan dana

untuk pembelian aset dari level £375 miliar to £425 miliar, sedini

mungkin bulan Maret ini.

AAA

AA

A+

Menurut survei Morgan Stanley, tingkat keyakinan perusahaan kecil

dan menengah di tahun 2013 untuk mengembangkan bisnisnya

cenderung lebih baik dibandingkan sebelumnya. Mengingat

kenaikan IHSG yang cukup signifikan di bulan Februari, Investor

disarankan untuk melakukan strategi berinvestasi secara bertahap

dengan tidak terlalu menitikberatkan alokasi portofolio hanya pada

reksa dana saham semata dan bisa melakukan diversifikasi pada

obligasi pemerintah.

200

150

97.114 100

Sumber : CBA Australia

50

0

-50

-100

Pergerakan IHSG dan aliran dana asing selama bulan

Februari 2013

Sumber : Bloomberg

SOVEREIGn CREDIT RaTInG

(SSP’s long term foreign currency debt rating)

Mar-90

1 4 5 6 7 8 11 12 13 14 15 18 19 20 21 22 25 26 27 28

February 2013

Japan

Australia

US

Eurozone

(median)

Mar-95 Mar-00 Mar-05 Mar-10

UK

4795.789

4750

4700

4650

4600

4550

4500

4450

100

83.3108

50

0


3 | Market Perspective | March 2013

Pertumbuhan ekonomi di tahun 2012 tercatat sebesar 6,3%

(dibandingkan 6,5% tahun 2011), sesuai dengan prediksi Bank

Indonesia di 6,3% dan sedikit lebih rendah dibandingkan target

pemerintah di level 6,5%. Di kuartal IV, tingkat pertumbuhan

ekonomi cukup baik didukung oleh tingkat konsumsi yang tumbuh

5,4% YoY. Pertumbuhan investasi juga masih cukup deras walaupun

turun dari 10% di kuartal III menjadi 7,3% di kuartal II.

Untuk tahun 2013, pemerintah menargetkan pertumbuhan

ekonomi di 6,8% sedangkan Bank Indonesia menargetkan antara

6,3-6,8%, walaupun pemulihan ekonomi global diestimasi masih

berjalan lambat. Pertumbuhan di Amerika Serikat masih perlahan,

sedangkan Eropa diekspektasi masih akan mengalami resesi

ringan. Hanya pemulihan ekonomi China yang mungkin diharapkan

untuk mendorong pemulihan ekspor Indonesia di tahun ini,

meskipun kontributor utama dari pertumbuhan ekonomi domestik

masih bertumpu pada konsumsi domestik dan investasi. Sektor

konsumsi domestik diekspektasi masih bertumbuh kuat, terutama

dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi dan demografi yang

menguntungan. Aliran investasi asing ke sektor rill diestimasi akan

terus berlanjut seiring dengan peningkatan kualitas infrastruktur oleh

pemerintah. Menurut Bappenas, sejumlah 146 proyek infrastruktur

senilai Rp545 triliun akan memulai kontruksi tahun ini.

7.5%

7.0%

6.5%

6.0%

5.5%

5.0%

4.5%

4.0%

3.5%

3.0%

7.5%

7.0%

6.5%

6.0%

5.5%

5.0%

4.5%

4.0%

3.5%

Jan-

10

Apr-

10

Headline and Core Inflation (YoY%)

Jul-

10

Oct-

10

Jan-

11

Sumber : BofA Memill Lynch Global Research, Bloomberg

Apr-

11

Jul-

11

Oct-

11

Tingkat Inflasi dan Suku Bunga

Bank Indonesia

Jan-

12

Apr-

12

Jul-

12

Headline CPI Core CPI

FaSBI, BI Rate and 10y and 20y Bond Yields (%)

Mar-12 May-12 Jul-12 Sep-12 Nov-12 Jan-13 Mar-13

Sumber : BofA Memill Lynch Global Research, Bloomberg

5y 20y FASBI BI Rate

Tingkat inflasi di bulan Februari dilaporkan lebih tinggi dari ekspektasi

sebesar 5,3% YoY dibandingkan 4,6% di bulan Januari. Inflasi inti

tetap di level 4,3% YoY. Tingkat inflasi ini merupakan yang tertinggi

sejak bulan Juni 2011 karena didorong oleh kenaikan harga bahan

pangan (+2%), rumah (+0,8%), dan kesehatan (+0,6%). Kenaikan

Oct-

12

Jan-

13

harga bahan pangan disebabkan oleh naiknya biaya distribusi akibat

bencana banjir dan tanah longsor. Karena tingkat inflasi sudah naik

diatas level 5%, pelaku pasar akan menunggu langkah dari BI. Suku

bunga BI diekspektasi masih akan bertahan sampai ada kenaikan

harga BBM bersubsidi, namun suku bunga FASBI diestimasi akan

mengalami kenaikan 25-75bps di tahun 2013 ini.

BI kemungkinan masih cukup nyaman dengan tingkat inflasi saat ini

dikarenakan dampak dari bencana banjir hanya bersifat sementara.

Kenaikan suku bunga acuan biasanya berdampak pada pelemahan

harga obligasi pemerintah, tetapi kemungkinan penurunan akan

bersifat terbatas dikarenakan minat asing untuk mengakumulasi

obligasi pemerintah Indonesia masih relatif tinggi.

290

280

270

260

250

240

230

220

210

200

224

Foreign Ownership of Recap Bonds (IDR T)

241

Jul-12 Sep-12 Oct-12 Nov-12 Dec-12 Jan-13 Feb-13

Sumber : BofA Memill Lynch Global Research, Bloomberg

Sentimen Mengembangkan Investasi

Tetap Positif

18

16

14

12

10

8

6

4

2

0

Sumber: Morgan Stanley

250

Morgan Stanley melakukan survei pada 110 perusahaan dengan

skala kecil dan menengah untuk mengukur sentimen bisnis dan

tingkat keyakinannya, ditengah melemahnya harga komoditas,

fluktuasi mata uang rupiah serta semakin dekatnya pemilu di

tahun 2014. Di luar ekspektasi, perusahaan lebih optimis akan

pertumbuhan belanja modal dan laba di tahun 2013. Hasil survei

juga menunjukkan belanja modal akan naik dari 12,4% di tahun

2012 menjadi 15,7% ditahun 2013, sedangkan pertumbuhan

laba diekspektasi naik dari 16,3% menjadi 18,2% dan proporsi

jumlah perusahaan yang lebih percaya diri naik dari 22% di tahun

2012 menjadi 37% di tahun 2013. Bahkan, sentimen terhadap

ekonomi global dan domestik untuk tahun 2013 ini jauh lebih positif

dibandingkan tahun 2012.

Keyakinan perusahaan untuk berekspansi serta derasnya aliran

dana investasi yang masuk akan memotori pertumbuhan ekonomi

yang lebih stabil untuk jangka panjang serta menurunkan

risiko inflasi. Hal ini akan menjadi salah satu katalis positif bagi

pertumbuhan IHSG kedepannya.

270

271

273

Acceleration in 2013 Investment Growth

Capex Growth Expectation (in %)

12.4

15.7

2012 2013

277


4 | Market Perspective | March 2013

ANAlISA ValuTa aSInG

Pergerakan USD/IDR pada bulan

Februari 2013 cenderung stabil

dengan rentang harga 9,605 – 9,768

per dollar Amerika. Penguatan

USD pada minggu akhir Februari tidak begitu

berdampak negatif pada IDR. Di tengah angka

neraca perdagangan Indonesia yang masih

perlu diwaspadai, aliran dana asing yang

memasuki pasar Indonesia masih mengalir

deras. Secara akumulasi dana asing yang

masuk ke Indonesia sudah mencapai IDR 54,8

triliun, semenjak September 2012.

Inflasi pada bulan Maret 2013 berada pada

tingkat 5,31% dimana masih dalam rentang

target inflasi yang ditetapkan pemerintah

(3,5% - 5,5%). Dengan masih terkendalinya

tingkat inflasi di Indonesia, maka perubahan

kebijakan moneter dalam merubah suku

bunga masih belum diperlukan.

Indonesia masih memberikan imbal hasil

investasi yang menarik diantara negara –

negara lain dengan peringkat kredit yang

sama. Oleh karena itu, investor asing masih

memilih mengalokasikan sebagian dana

mereka di pasar Indonesia dan berdampak

pada penguatan IDR terhadap USD, sekalipun

USD cenderung menguat terhadap mata uang

lainnya. Hal ini tercermin jelas pada penguatan

IHSG dari awal tahun yang dibuka di level

4,346 dan mencapai titik tertinggi pada 1

Maret 2013 di level 4,811. Kenaikan sebesar

10,70% hanya dalam 2 bulan merupakan

pencapaian yang luar biasa. Perlu diperhatikan

kenaikan IHSG yang demikian tinggi juga

berakibat pada kenaikan P/E ratio ke level

18,69. Dibandingkan dengan negara – negara

sekelasnya P/E ratio IHSG bukanlah berada

pada level yang rendah. Hal ini berpotensi

untuk menjadi alasan bagi investor asing

untuk melakukan profit taking dan repatriasi.

Repatriasi USD berpotensi memberikan

dampak negatif pada IDR.

Diprediksikan USD/IDR akan masih bergerak

pada rentang 9,650 – 9,800 sampai akhir

Maret 2013.

USD masih menjadi pilihan alokasi

aset para investor di tengah tidak

menentunya keadaan ekonomi

global. Beberapa hal yang memicu

penguatan USD terhadap mata uang lainnya

adalah kekhawatiran para pelaku pasar

terhadap pemilu di Italia yang berpotensi

memperburuk krisis utang di zona Eropa,

ketidakpastian mengenai keputusan revisi

batas utang Amerika Serikat, dan kemungkinan

dari penurunan peringkat kredit Inggris. Ketiga

hal ini memicu aksi flight to quality yang

berakibat pada penguatan USD terhadap mata

uang lainnya.

Pada bulan Maret 2013 pergerakan USD

akan dipengaruhi oleh keputusan mengenai

batas utang Amerika Serikat. USD cenderung

melemah apabila batas utang Amerika Serikat

setuju untuk dinaikan. Pelemahan USD

tersebut akan berdampak pada kenaikan

di major currency dan high yielding assets

lainnya.

Pada umumnya kondisi

perekonomian di zona Eropa

mengalami peningkatan dan

perbaikan yang bertahap. Dan hal

tersebut tercermin pada kenaikan EUR/USD

pada awal tahun 2013 sampai menembus

level 1,3700. Namun di pertengahan Februari

sampai akhir Februari, beberapa berita

dirilis dan cenderung membuat investor

mengurangi selera risiko mereka dan kembali

mengalokasikan dana mereka ke safe haven.

Beberapa faktor yang menyebabkan

penurunan EUR terhadap USD adalah

ketidakpastian pemilu di Italia. Yang mana

berpotensi memperkeruh keadaan utang

di Italia sendiri. Pernyataan dari Presiden

European Central Bank (ECB) pada awal

Februari mengenai projeksi penyusutan

pertumbuhan ekonomi di Eropa pada tahun

2013 juga mewarnai penurunan EUR/USD.

Perlu diingat, penurunan EUR/USD cenderung

bersifat sementara dan tidak seburuk keadaan

sebelumnya, karena beberapa program Troika

yang sudah ada seperti LTRO dan dana

talangan lainnya akan mampu menangani krisis

utang di zona Eropa dan memberikan dampak

positif pada pergerakan EUR/USD dalam

jangka menengah hingga panjang.

Secara technical EUR/USD berada dalam trend

menurun dengan potensi rebound yang cukup

besar. Diprediksikan EUR/USD akan bergerak

dalam rentang 1,2850 – 1,3400 pada bulan

Maret 2013.

Beban utang yang meningkat dan

defisitnya necara perdagangan

Inggris di bulan Februari 2013

membuat GBP/USD kian terpuruk ke sisi

negatif. Pasalnya serangkaian program

pelonggaran kebijakan yang dilakukan

pemerintah Inggris dinilai belum efektif.

Diperkirakan nilai dari pelonggaran kebijakan

akan ditambahkan lagi dengan tujuan

memaksimalkan efektifitas dari program

tersebut.

Rencana penambahan likuiditas tersebut

membuat GBP/USD kembali mengalami

tekanan ke bawah. Secara technical, GBP/

USD masih berada dalam pola trend menurun,

dengan rentang harga 1,4900 – 1,5550 pada

bulan Maret 2013.

Kondusifnya perekonomian Australia

membuat AUD kembali terdorong

naik pada awal Maret 2013. Data

penjualan ritel yang dirilis pada awal

Maret 2013 menunjukan adanya kenaikan yang

signifikan di luar prediksi ekonom. Penjualan

ritel Australia naik dari -0,2% ke 0,9%, dimana

hanya diprediksikan naik sampai 0,4%. Hal ini

membuat AUD/USD terdorong untuk bergerak

positif pada awal Maret 2013.

Reserve Bank of Australia (RBA) pun

memutuskan untuk tidak mengubah suku

bunga acuan (RBA cash rate) yang dianggap

masih cocok untuk keadaan dan situasi

pertumbuhan ekonomi Australia saat ini. Dalam

rapat RBA tersebut, juga disebutkan beberapa

faktor yang mendukung keputusan untuk tidak

mengubah suku bunga saat ini (3%) antara

lain; risiko resesi global yang mulai turun dalam

beberapa bulan terakhir, tingkat inflasi Australia

yang rendah menambah fleksibilitas untuk

pelonggaran kebijakan apabila diperlukan,

dan pertumbuhan China yang sudah mulai

stabil cukup memberikan dampak positif pada

perekonomian Australia.

Secara technical, AUD/USD masih dalam

posisi sideways dan cenderung masih bergerak

dengan rentang harga 1,0120 – 1,0450 untuk

bulan Maret 2013 ini. Kecenderungan AUD/

USD akan berpotensi untuk naik pada awal

bulan Maret dan bergerak stabil di level 1,0350

– 1,0400 di pertengahan bulan Maret hingga

akhir bulan Maret 2013.

Pelemahan perekonomian global

yang menyebabkan penurunan

terhadap permintaan dari berbagai

industri perekonomian membuat

neraca perdagangan negara – negara

mengalami penurunan. Selandia Baru tidak

luput dari penurunan yang dialami oleh negara

– negara lain. Neraca perdagangan Selandia

Baru mengalami defisit sebesar 1,3 miliar

dollar Selandia Baru. Nilai ekspor di Selandia

baru pun turun sebanyak 5,1% semenjak

Januari 2013.

Hal tersebut melemahkan pergerakan NZD/

USD. Namun pelemahan NZD ini memang

sudah diharapkan oleh pemerintah Selandia

Baru guna mendukung kembali ketertinggalan

ekspor mereka dan mempecepat pemulihan

ekonomi Selandia baru di tahun ini. Secara

technical NZD/USD juga pada pola trend turun

dengan potensi rebound yang cukup besar.

Diperkirakan NZD/USD akan bergerak dengan

rentang 0,8120 – 0,8320 pada bulan Maret

2013 ini.


5 | Market Perspective | March 2013

ANAlISA ValuTa aSInG

Ekspor Jepang yang masih tergolong

lemah masih menjadi dorongan

utama Bank of Japan (BOJ) dalam

melemahkan JPY terhadap USD demi

mendukung pertumbuhan di sektor ekspor

Jepang. Target inflasi 2% yang dipasang oleh

Strategi Forex Trading

Situasi perekonomian dunia pada bulan

Maret 2013 terlihat lebih menarik dan

berpotensi untuk memperlihatkan angka

fluktuasi yang lebih besar daripada bulan

– bulan sebelumnya. Pasalnya, beberapa

agenda penting dunia akan dilewati di bulan

Maret 2013.

Pada akhir Februari, perdebatan mengenai

pengurangan atau pemberhentian pembelian

aset oleh negara di Amerika Serikat, sempat

menuai sentimen negatif di pasar. Akan

tetapi, Gubernur Bank Sentral Amerika, Ben

Bernanke, menyebutkan, bahwa Amerika

masih membutuhkan program Quantitative

Easing tersebut guna mendukung pertumbuhan

ekonomi di Amerika Serikat, sehingga,

sentimen positif kembali mewarnai pasar. Di

bulan Maret ini, Amerika Serikat akan harus

membuat keputusan mengenai ketentuan

debt ceiling dan keputusan mengenai

pengetatan anggaran di Amerika Serikat.

COMMINSIGHT

Kinerja IHSG di sepanjang tahun 2013 terus memberikan kejutan baru bagi investor. Setelah mencetak rekor tertinggi baru

pada bulan Januari 2013, IHSG kembali bergerak di luar ekspektasi analis dengan kembali mencetak rekor tertinggi baru di

bulan Februari 2013 di level 4795,79 pada tanggal 28 Februari 2013. Sepanjang bulan Februari 2013, IHSG mencatat kinerja 7,68%;

sementara sepanjang tahun 2013 sendiri, IHSG telah mencatat kinerja 11,09%. Sebuah pencapaian yang mengejutkan analis,

yang mayoritas hanya mengekspektasikan kinerja IHSG berada di level 13%-15% untuk 1 tahun 2013.

Semenjak pulih dari krisis ekonomi global,

IHSG secara konstan mencatat kinerja

positif yang signifikan bagi investor.

Rasio harga berbanding pendapatan

(P/E) mencatat pertumbuhan 2 kali lipat

dibandingkan tahun 2009, pertumbuhan

harga IHSG sendiri tercatat lebih dari 3

kali lipat pada periode tersebut (bahkan

hampir 4 kali lipat dengan mencatat

total return 293%), serta kapitalisasi

pasar IHSG mengalami lonjakan 4 kali

lipat dibandingkan tahun 2009. Dapat

dibayangkan apa yang dilewatkan oleh

investor yang terus bersikap pesimis

terhadap kinerja pasar saham Indonesia

selama 4 tahun terakhir.

Kinerja IHSG selama 4 tahun terakhir

hanya dapat disaingi oleh kenaikan harga

properti di wilayah pesisir Jakarta yang

juga mengalami pertumbuhan sangat

pesat. Berdasarkan data yang disusun oleh

CLSA, rata-rata kenaikan harga properti

di wilayah tersebut mencapai 20% per

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, juga

masih jauh dari pencapaian. Diperkirakan

pengetatan kebijakan moneter lebih diperlukan

daripada pelemahan nilai mata uang guna

mencapai target inflasi 2%. Namun, fokus dari

pemerintah Jepang untuk membenahi sektor

20

15

10

5

0

Recommendation:

Doubling Valuation (P/E)

8

USD/IDR EUR/USD GBP/USD AUD/USD USD/JPY

Expected Buying level 9650 - 9675 1.2880 - 1.2950 1.4950 - 1.5030 1.0125 - 1.0160 92.20 - 92.50

Expected Selling level 9850 - 9900 1.3280 - 1.3350 1.5350 - 1.5425 1.0400 - 1.0450 94.25 - 94.50

Long profit taking @ 9800 and above 1.3150 and above 1.5225 and above 1.0320 and above 93.80 and above

Short profit taking @ 9700 and below 1.3080 and below 1.5200 and below 1.0220 and below 92.50 and below

Long cut loss @ 9500 - 9525 1.2720 - 1.2780 1.4875 - 1.4910 1.0075 - 1.0100 91.50 - 91.75

Short cut loss @ 10000 - 10100 1.3450- 1.3500 1.5500 - 1.5555 1.0675 - 1.0710 95.00 - 95.25

Rekomendasi entry level Profit Taking Cut Loss

*Data di atas hanya besifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.

tahun (suku bunga majemuk disetahunkan

– berbanding dengan kinerja IHSG 40,8%

dengan menggunakan metode yang

sama). Kenaikan IHSG dalam periode

tersebut bahkan tidak bisa disaingi oleh

salah satu instrumen yang sangat populer

di mata investor, yaitu emas, yang hanya

mengalami pertumbuhan 13,53% (suku

bunga majemuk disetahunkan) di periode

yang sama, atau hanya 30% dari kinerja

IHSG di periode tersebut.

16

25 Februari 2009 25 Februari 2012

ekspor masih membuka peluang untuk BOJ

terus melemahkan JPY terhadap USD.

Secara technical USD/JPY diperkirakan akan

bergerak dengan rentang harga antara 92,00 –

94,50 selama bulan Maret 2013.

Pemilu di Italia yang masih dipenuhi oleh ketidakpastian, membuat para pelaku pasar melakukan

aksi flight to quality, atau kembali mengalokasikan dana investasi mereka ke safe haven. EUR

mengalami tekanan negatif sebagai akibat dari ketidakpastian akan pemilu di Italia tersebut.

Pasalnya para investor khawatir, krisis utang di zona Eropa tersebut akan semakin parah. Tindakan

panik bukanlah tindakan yang bijaksana dalam pengambilan keputusan berinvestasi, Perlu diingat,

penurunan EUR saat ini tidak akan menjadi parah seperti tahun – tahun sebelumnya, karena

beberapa program pelonggaran kebijakan dari ECB dan LTRO yang sudah dijalankan dan berpotensi

untuk menyelesaikan masalah krisis utang di Eropa dalam jangka menengah hingga panjang.

5000

4000

3000

2000

1000

0

5000

4000

3000

2000

1000

0

Tripling Price

1300

25 Februari 2009 25 Februari 2012

Quadrupling Market Cap (Trillion)

1040

4668

4500

25 Februari 2009 25 Februari 2012


6 | Market Perspective | March 2013

Dalam kondisi euforia saat ini, investor

diharapkan tetap melakukan pengambilan

keputusan investasi dengan memperhatikan

aspek diversifikasi terhadap portofolio

investasinya. Hal ini sangat penting untuk

dilakukan, mengingat pertumbuhan IHSG

yang sangat signifikan dalam 2 bulan

terakhir telah mengakibatkan IHSG berada

pada posisi jenuh beli, bahkan indeks RSI

(sebagai indikator posisi jenuh beli/jenuh

jual) telah berada dalam level tertinggi

dalam 5 tahun terakhir. Hal ini disebabkan

oleh pertumbuhan IHSG di tahun 2013 ini

relatif lebih diakibatkan oleh faktor likuiditas

dan permintaan, sebagaimana terlihat pada

grafik di bawah ini.

10.00%

9.00%

8.00%

7.00%

8.00%

5.00%

4.00%

3.00%

2.00%

1.00%

0.00%

JCI 2013 Performance attribution

7.90%

0.82%

8.70%

P/E Expansion EPS Growth Performance

YTD

Dapat dilihat pada grafik di atas, kontributor

utama yang menggerakkan kinerja IHSG di

tahun 2013 ini adalah kenaikan P/E yang

hampir mencapai 90% dari total kinerja

IHSG. Perlu diingat data yang digunakan

pada grafik di atas merupakan data kinerja

IHSG semenjak tanggal 28 Desember 2012

hingga tanggal 25 Februari 2013 kemarin.

Kontribusi dari faktor fundamental, yakni

pertumbuhan pendapatan emiten hanya

mencapai 10% dari total kinerja IHSG. Hal

ini dapat dimaklumi, mengingat aliran dana

investor asing yang mengalir masuk pada

pasar saham domestik telah mencapai

USD1,5 miliar semenjak awal tahun hingga

tanggal 25 Februari 2013, atau 13 kali lipat

lebih banyak dibandingkan periode yang

sama tahun lalu. Angka ini bahkan telah

mencapai 87% dari total dana asing yang

masuk sepanjang tahun 2012!

Foreign Inflow to equities (USD million)

2000

1500

1000

500

0

13x

Higher !

119.55

22 Februari

2012

1492.82

22 Februari

2013

1702.86

Full Year

2012

Penguatan signifikan yang terjadi di bulan Februari 2013, mendorong hampir semua

sektor (kecuali pertambangan dan agrikultural) memiliki valuasi (diukur melalui rasio

P/E) lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata rasio P/E masing-masing sektor

dalam 5 tahun terakhir. Namun yang perlu dicermati, dalam kondisi pasar seperti saat ini,

mekanisme buy low, sell high akan sulit dilakukan mengingat tingginya aliran likuiditas yang

memaksa IHSG terus bergerak positif. Meskipun harus melakukan mekanisme buy high, sell

higher investor perlu mencermati sektor-sektor yang masih memiliki proyeksi pertumbuhan

pendapatan emiten yang tinggi, sebagaimana tergambar pada grafik di bawah ini.

30

25

20

15

10

5

0

Rasio P/E sektor-sektor di IHSG saat ini relatif lebih tinggi dibandingkan

rata-rata 5 tahun terakhir

25.97

19.63 19.33 19.33 19

17.72

Jakarta

Consumer

Index

Sumber : Bloomberg, PTBC

Jakarta

Property

Construction

Index

12.54

Jakarta Basic

Industry and

Chemical

13.97

Jakarta Trade

and Service

Index

15.28 15.14

Jakarta

Infrastructure

Index

Jakarta

Financial

Index

Current P/E Average P/E in 5 years

13.92

13.41 13.13 13.52

12.62 12.92

Jakarta

Miscellaneous

Industry

Jakarta

Agricultural

Index

Jakarta Mining

Index

Sektor konstruksi, properti, konsumer, dan agrikultur masih memiliki proyeksi

pertumbuhan pendapatan yang tinggi di tahun 2013, meski telah mencatat kinerja

yang relatif signifikan

35

30

25

20

15

10

5

0

-5

-10

-15

21.07

30.57

9.50

Jakarta

Property

Construction

Index

Sumber : Bloomberg, PTBC

14.69

9.93

Jakarta

Financial

Index

-4.76

6.82

12.92

Jakarta Basic

Industry and

Chemical

6.10 6.73

12.73

Jakarta Trade

and Service

Index

6.00 5.14

Jakarta

Consumer

Index

Pada bulan Februari 2013 sendiri, 5 reksa dana+1 unit link yang direkomendasikan oleh

CommInsight mencatat kinerja yang lebih baik dibandingkan IHSG, sebagaimana terlihat

pada daftar kinerja di bawah ini. Mayoritas reksa dana yang memiliki kinerja baik di bulan

Februari 2013 menitikberatkan alokasi pada sektor konstruksi, properti, dan perbankan

yang mejadi sektor dengan kinerja terbaik di bulan Februari 2013.

15.70

10.56

4.79

4.59

3.67

1.80

-2.99 9.92

Jakarta Mining

Index

YTD Return EPS Growth Projection 2013 Gap to 2013 Projection

12.2

2.27

-6.31-8.58 -2.83

Jakarta Jakarta

Infrastructure Miscellaneous

Index Industry

Manulife Greater Indonesia Fund 8.86% 12.83%

Manulife Saham Andalan 8.77% 11.74%

Manulife Dana Ekuitas Small Mid Capital 8.75% 11.60%

BNP Paribas STAR 8.75% 12.00%

Schroder Dana Istimewa 8.59% 10.74%

Danareksa Mawar Konsumer 10 8.57% 8.12%

LQ45 8.34% 10.75%

BNP Paribas Infrastruktur Plus 8.21% 11.60%

Schroder 90 Plus Equity Fund 8.21% 11.16%

Schroder Dana Prestasi Plus 7.98% 10.00%

BNP Paribas Pesona Amanah 7.83% 10.12%

IHSG 7.68% 9.03%

Sumber : Infovesta, periode kinerja 31 Januari 2013 – 28 Februari 2013

15.36

26.48

23.65

Jakarta

Agricultural

Index

nama Reksa Dana Total Return Annualized Risk


7 | Market Perspective | March 2013

Sebagaimana telah disebutkan di atas, fokus rekomendasi

kami masih berpusat pada sektor-sektor yang memiliki proyeksi

pertumbuhan pendapatan tinggi di tahun 2013, dikombinasikan

dengan sektor yang berpotensi menjadi katalis pada saat pasar

mengalami kondisi bearish. Kami mempertahankan alokasi

reksa dana saham pada angka 60% dan 40% pada reksa dana

Portfolio IDR March 2013

Portfolio uSD March 2013

pendapatan tetap, mengingat pergerakan IHSG saat ini lebih banyak

didorong oleh faktor likuiditas dibandingkan faktor fundamental,

sebagaimana telah dijelaskan di atas. Reksa dana pendapatan tetap

diharapkan menjadi katalis yang dapat menyeimbangkan portofolio

apabila sewaktu-waktu IHSG mengalami penurunan yang signifikan.

Portfolio Concepts Mutual Fund/Bond Portfolio allocation

Core Portfolio Manulife Saham Andalan 30%

BNP Paribas Pesona

Schroder Dana Istimewa

Growth Portfolio BNP Paribas Infrastruktur Plus 20%

Danareksa Mawar Konsumer 10

Manulife Dana Ekuitas Small Mid Capital

Value Portfolio BNP Paribas Pesona Amanah 10%

Batavia Dana Saham Agro

Fixed Income Medium to long duration First State Indonesia Bond Fund 20%

FR62 / FR65 / FR58

Fixed Income Short duration Manulife Pendapatan Bulanan 2 20%

Schroder Dana Andalan 2

FR66

Portfolio Concepts Mutual Fund/Bond Portfolio allocation

Core Portfolio Manulife Greater Indonesia Fund 30%

Panin SRC Moderate Fund

Growth Portfolio Manulife Dana Ekuitas Indo India 20%

Value Portfolio Manulife Dana Ekuitas Indo China 10%

Fixed Income Long duration Indon 35/37/38/42 20%

Fixed Income Medium duration Indon 19/22 20%

DISCLAIMER

Kecuali dinyatakan lain, semua data bersumber dari berita media massa, dan tidak diterbitkan oleh PT Bank Commonwealth (PTBC). PTBC harus dijamin untuk dibebaskan dari tanggung jawab, termasuk tetapi

tidak terbatas pada penuntutan hukum oleh pihak ketiga. PTBC beserta direkturnya, karyawannya dan perwakilannya dalam Lampiran ini selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Grup” “Laporan ini diterbitkan

semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu ajakan atau penawaran untuk membeli efek atau instrumen keuangan. Laporan ini telah disusun tanpa mempertimbangkan tujuan, situasi

keuangan dan kapasitas untuk menanggung kerugian, pengetahuan, pengalaman atau kebutuhan orang-orang tertentu yang mungkin menerima laporan ini. Tidak ada anggota dari Grup yang melakukan atau harus

melakukan penilaian kelayakan atau penyesuaian laporan untuk penerima laporan ini yang karenanya tidak mendapatkan manfaat dari perlindungan peraturan dalam hal ini. Laporan ini bukan nasihat atau petunjuk.

Semua penerima laporan ini harus, sebelum bertindak atas dasar informasi dalam laporan ini, mempertimbangkan kewajaran/kelayakan dan kesesuaian informasi, dengan memperhatikan tujuan-tujuan mereka sendiri,

situasi keuangan dan kebutuhan, dan, jika perlu mencari profesional yang tepat, memperhatikan kondisi valuta asing atau nasihat keuangan tentang isi laporan ini sebelum membuat keputusan investasi. Kami percaya

bahwa informasi dalam laporan ini adalah benar dan setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang cukup telah diadakan atau dibuat, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat kompilasi, tetapi tidak ada

pernyataan atau jaminan, baik tersurat maupun tersirat, yang dibuat atau disediakan untuk akurasi, kehandalan atau kelengkapan setiap pernyataan yang dibuat dalam laporan ini. Setiap pendapat, kesimpulan atau

rekomendasi yang ditetapkan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan mungkin berbeda atau bertentangan dengan, kesimpulan pendapat atau rekomendasi yang diungkapkan oleh

Grup di tempat lain. Kami tidak berkewajiban untuk, dan tidak,memberitahukan perkembangan terkini atau terus mengikuti informasi terkini yang terdapat dalam laporan ini. Grup tidak menerima tanggung jawab untuk

setiap kerugian atau kerusakan yang timbul akibat dari penggunaan seluruh atau setiap bagian dari laporan ini. Setiap penilaian, proyeksi dan prakiraan yang terkandung dalam laporan ini didasarkan pada sejumlah

asumsi dan perkiraan dan tunduk pada kontinjensi dan ketidakpastian. Asumsi dan perkiraan yang berbeda dapat mengakibatkan hasil material yang berbeda pula. Grup tidak mewakili atau menjamin bahwa salah

satu proyeksi penilaian atau prakiraan, atau salah satu dasar asumsi atau perkiraan, akan dipenuhi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja masa depan Grup tidak menjamin

kinerja dari produk investasi atau pembayaran kembali modal dengan produk yang didistribusikan oleh PTBC. Investasi dalam produk ini bukan merupakan simpanan atau kewajiban lainnya dari Grup atau anak

perusahaannya dan setiap jenis produk investasi memiliki risiko investasi termasuk hilangnya pendapatan dan modal yang diinvestasikan. Contoh yang digunakan dalam komunikasi ini hanya untuk ilustrasi. Semua

materi yang disajikan dalam laporan ini, kecuali bila ditentukan lain, berada di bawah hak cipta Grup. Tak satu pun dari materi, maupun isinya, maupun salinannya, dapat diubah dengan cara apapun, ditransmisikan ke,

disalin atau didistribusikan kepada pihak lain, tanpa izin tertulis dari perusahaan terkait yang menjadi bagian dalam Grup. Grup, berikut agennya, asosiasinya dan kliennya memiliki atau telah memiliki posisi panjang

atau pendek pada efek atau instrumen keuangan lainnya yang disebut di sini, dan dapat setiap saat melakukan pembelian dan/atau penjualan terhadap kepentingan atau surat berharga dalam kapasitasnya sebagai

prinsipal atau agen, termasuk menjual atau membeli dari klien atas dasar pokok dan dapat terlibat dalam transaksi yang tidak konsisten dengan laporan ini. Silahkan melihat website kami di www.commbank.co.id

untuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang mengenai instrumen keuangan yang dijelaskan dalam laporan ini, silakan hubungi kami hubungi Call Centre kami di 5000 30 atau email kami di

customercare@commbank.co.id.

www.commbank.co.id

facebook.com/CommbankID

twitter.com/Commbank_ID

Similar magazines