INFORMASI SINGKAT BENIH
INFORMASI SINGKAT BENIH
INFORMASI SINGKAT BENIH
Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!
Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.
<strong>INFORMASI</strong> <strong>SINGKAT</strong> <strong>BENIH</strong><br />
Taksonomi dan tatanama<br />
Famili: Thymelaeaceae<br />
Sinonim: Gonystylus haackenbergii Diels; G. miquelianus<br />
Teysm. & Binn.<br />
Nama lokal/daerah: ramin. Indonesia: ramin<br />
(umum), gaharu buaya (Sumatera, Kalimantan),<br />
merang (Kalimantan). Brunei Darussalam: ramin.<br />
Malaysia: ramin melawis, melawis, ramin telur<br />
(Semenanjung), garu buaya (Sarawak). Filipina:<br />
lanutan-bagyo, anauan.<br />
Penyebaran dan habitat<br />
Merupakan jenis asli Indonesia (Kalimantan Barat<br />
dan Tengah, Sumatera bagian tenggara, Bangka),<br />
Malaysia (Semenanjung barat daya dan Sarawak)<br />
dan Brunei Darussalam pada hutan rawa-gambut<br />
berair tawar di daerah pantai. Sebaran tempat<br />
tumbuh dapat mencapai ketinggian 100 m di atas<br />
permukaan laut, kadang merupakan tegakan ramin<br />
murni. Populasi dan habitatnya menurun tajam<br />
akibat penebangan berlebihan. Berdasarkan daftar<br />
merah IUCN, tingkat kelestariannya tergolong<br />
kategori terancam punah.<br />
Kegunaan<br />
Memiliki kayu teras warna putih sampai putih kekuningan,<br />
tekstur halus dan rata, berat jenis 540-<br />
750 kg/m 3 (pada kadar air 15%). Kayu sangat sesuai<br />
untuk veneer dan plywood, berupa bahan<br />
bernilai tinggi untuk konstruksi ringan dan berbagai<br />
penggunaan, di mana kayu putih dan bersih<br />
diperlukan. Kayu digunakan untuk almari berdekorasi,<br />
furniture, hiasan interior, panel dinding,<br />
lantai, mainan anak, bubut, tangkai sapu, gagang<br />
berkekuatan ringan, korden model Venesia, bahan<br />
sambungan, penggaris, bingkai lukisan dan meja<br />
gambar. Penggunaan konstruksi ringan meliputi<br />
rangka pintu dan jendela, moulding, langit-langit,<br />
dan dinding pemisah ruangan. Penggunaan lain<br />
meliputi papan, bejana, peti dan papan kapal.<br />
Ciri-ciri botani<br />
Tinggi tanaman 40-45 m, batang bulat lurus,<br />
tinggi bebas cabang dapat mencapai 21 m, diameter<br />
batang setinggi dada 60-120 cm. Pengamatan<br />
pada keadaan alami di Kapuas, Kalimantan Tengah<br />
menunjukkan, G. bancanus bersama bintan-<br />
No. 13, Desember 2001<br />
Gonystylus bancanus (Miq.) Kurz.<br />
Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan<br />
gur (Calophyllum kunstlerii), jangkang (Xylopia<br />
malacensis), pisang-pisang (Mezzetia parvifolia),<br />
dan meranti bunga (Shorea pauciflora) menempati<br />
lapisan atas vegetasi dengan tinggi + 33 m.<br />
Pohon kadang membentuk lekukan memanjang<br />
pada permukaan batang bawah, banyak memiliki<br />
akar menonjol ke luar permukaan tanah (peumatophores).<br />
Permukaan kulit batang sering pecah<br />
dan keabu-abuan sampai merah coklat. Kulit<br />
batang bagian dalam berserabut, warna kuning.<br />
Kayu gubal warna pucat krem atau putih. Bentuk<br />
daun elips, 4-14,5 x 2-7 cm, bagian dasar berbentuk<br />
setengah lingkaran ujung meruncing, panjang<br />
tangkai 8-18 mm. Panjang rangkaian bunga sampai<br />
9 cm, berbulu halus pendek. Panjang tangkai<br />
individu bunga 8-14 mm, daun mahkota (meruncing,<br />
tidak berbulu), sebanyak 13-20.<br />
2<br />
3<br />
1. bentuk pohon; 2. ranting; 3. bunga; 4. irisan bunga; 5. buah<br />
merekah (Soerianegara et al., 1994).<br />
Buah dan biji<br />
Buah: Bentuk agak bulat, panjang sampai 4,5 cm,<br />
dengan 3-4 rongga, permukaan agak kasar tetapi<br />
tidak membentuk lekukan yang memanjang.<br />
Biji: Berbentuk telur, warna hitam, 28 x 22 x 6<br />
mm. Terdapat 250-300 benih/kg.<br />
Pembungaan dan pembuahan<br />
Pada keadaan alami, musim berbunga dan berbuah<br />
tidak tetap, ditunjukkan oleh bulan berbunga<br />
yang berbeda serta musim berbunga tidak terjadi<br />
tiap tahun.<br />
4<br />
5<br />
1
Di Kalimantan Barat dilaporkan, pembungaan terjadi<br />
Agustus-Oktober, dan di Kalimantan Tengah<br />
April-Mei. Mengingat belum dibudidayakan secara<br />
luas, umur pohon mulai berbunga dan<br />
menghasilkan benih belum diketahui. Pengamatan<br />
di Kapuas dan Kotawaringin Barat (Kalteng) serta<br />
Indragiri Hilir (Riau) memperlihatkan bahwa G.<br />
bancanus berumur 8 tahun belum mulai berbunga.<br />
Pengumpulan benih<br />
Ketika masak, buah membuka dan melepaskan<br />
benih. Benih yang telah jatuh dan masih segar dikumpulkan<br />
dari lantai hutan. Karena jalan masuk<br />
ke hutan rawa (tempat tumbuh G. bancanus) sering<br />
sangat sukar, pengumpulan benih umumnya<br />
hanya dilakukan di sekitar jalan angkutan kayu.<br />
Pengolahan dan penanganan benih<br />
Benih segar yang baru dikumpulkan berkadar air<br />
sekitar 40-45%. Selama pengangkutan dari tempat<br />
pengumpulan, harus dilindungi dari penguapan<br />
berlebihan, misalnya menempatkan benih dalam<br />
karung goni lembab di bawah naungan. Di tempat<br />
pengolahan, benih dicuci lalu dihamparkan guna<br />
mengeringkan permukaannya.<br />
Penyimpanan dan daya hidup benih<br />
Benih tidak tahan pengeringan (rekalsitran), harus<br />
disimpan pada kadar air tinggi. Dapat disimpan<br />
sementara dengan menempatkannya bersama bahan<br />
pencampur (serbuk gergaji lembab) dalam<br />
kantong plastik tertutup pada ruang AC (18 o C).<br />
Dengan cara ini, daya hidup benih dapat dipertahankan<br />
di atas 80% selama dua pekan. Penyimpanan<br />
lebih lama membuat benih berkecambah.<br />
Dormansi dan perlakuan pendahuluan<br />
Benih tidak memiliki dormansi. Namun, sebelum<br />
penaburan disarankan merendam benih selama 24<br />
jam guna mempercepat perkecambahan.<br />
Penaburan dan perkecambahan<br />
Benih ditabur pada media pasir atau campuran<br />
serbuk gergaji dan tanah (2:1). Penaburan harus<br />
dilaksanakan di bawah naungan dan bedeng<br />
perkecambahan harus ditutup bahan tembus cahaya,<br />
misalnya plastik, guna mencegah penguapan<br />
berlebihan. Perkecambahan bersifat hipogeal,<br />
yaitu daun lembaga (biji) tetap berada di bawah<br />
permukaan tanah selama perkecambahan. Akar<br />
pertama mulai muncul setelah sekitar 5 hari, dan<br />
perkecambahan di persemaian selesai setelah sekitar<br />
30 hari. Kecambah kemudian dipindah dalam<br />
polibag berisi media tumbuh (gambut atau gambut<br />
+ serbuk arang). Di persemaian, bibit harus<br />
ditempatkan di bawah naungan. Setelah 8-11 bulan,<br />
tinggi bibit sekitar 20 cm dan siap ditanam.<br />
Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan<br />
Masalah kesehatan benih<br />
Benih dapat dimakan tikus selama perkecambahan.<br />
Fasilitas perlindungan yang memadai diperlukan<br />
untuk menghindari serangan tikus.<br />
Daftar Pustaka<br />
Alrasjid, H. & I. Soerianegara. 1976. Pedoman sementara<br />
penanaman kayu ramin. Laporan No. 231.<br />
Lembaga Penelitian Hutan, Bogor.<br />
Argent, G. et al. Manual of the larger and more important<br />
non Dipterocarp trees of Central Kalimantan<br />
Indonesia. Vol 2. Forest Research Institute Samarinda.<br />
Daryono, H. 1997. Struktur dan komposisi hutan rawa<br />
gambut di Kalimantan. Buletin Tek. Reboisasi 3:1-40.<br />
Ditsi. 1983.Petunjuk teknis penanaman ramin (G. bancanus<br />
Kurz). Dir. Reboisasi dan Rehabilitasi, Jakarta.<br />
Kartiko, H.D.P. 1998. Teknik penyimpanan sederhana<br />
benih tanaman langka: ramin (Gonystylus bancanus<br />
Kurz). Buletin Teknologi Perbenihan 5 (1):1-8.<br />
Schmidt, L. 2000. Guide to handling of tropical and<br />
subtropical forest seed. DFSC, Humlebaek.<br />
Soerianegara, I. et al. 1994. Gonystylus Teijsm. &<br />
Binnend. In “Plant Resources of South-East Asia No. 5<br />
(1). Timber Trees: Major Commercial Timbers” (I.<br />
Soerianegara and R.H.M.J. Lemmens (eds.) pp. 221-<br />
230. Prosea, Bogor.<br />
Perkecambahan benih G. bancanus. Photo: Hero D. P. Kartiko, BTP.<br />
DISIAPKAN ATAS KERJA SAMA INDONESIA<br />
FOREST SEED PROJECT (IFSP) DENGAN BALAI<br />
TEKNOLOGI PER<strong>BENIH</strong>AN (BTP) BOGOR.<br />
Penulis: Hero Dien P. Kartiko, BTP.<br />
Indonesia Forest Seed Project<br />
T. H. R. Ir. H. Juanda, Dago Pakar<br />
Bandung 40198<br />
P.O. Box 6919 Bandung 40135<br />
Indonesia<br />
E-mail: ifsp@indo.net.id<br />
Telepon//Faksimil:<br />
+62 22 251 5895