24.04.2013 Views

PHYLUM RHYNCHOCOELA

PHYLUM RHYNCHOCOELA

PHYLUM RHYNCHOCOELA

SHOW MORE
SHOW LESS

Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!

Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.

<strong>PHYLUM</strong> <strong>RHYNCHOCOELA</strong><br />

Disebut Nemertea atau Nemertina.<br />

Habitat :<br />

Umumnya terdapat di pantai, di bawah batu<br />

dan rumput laut; beberapa hidup di air tawar<br />

atau di tanah yang lembab. Beberapa<br />

commensal dengan bunga karang dan<br />

mollusca


Morfologi :<br />

Mempunyai probosis (semacam belalai) untuk<br />

menangkap mangsa, yang dapat ditarik.<br />

Tubuh pipih, panjangnya 2 cm – 2 m.<br />

Warna biasanya pucat, tapi ada yang berwarna merah<br />

terang, kuning jingga atau hijau dan bergaris-garis.<br />

Bentuk kepala tidak jelas.


Sifat Biologis :<br />

- Lebih maju daripada Platyhelminthes dalam<br />

hal saluran pencernaan.<br />

- Mulut di bagian anterior berhubungan dengan<br />

usus yang lurus sepanjang tubuh.<br />

- Anus terletak di bagian posterior.<br />

- Sistem peredaran darah lebih maju dari pada<br />

phylum sebelumnya.


-Darah umumnya tidak berwarna, beberapa spesies<br />

mempunyai eritrosit yang berwarna merah karena<br />

hemoglobin.<br />

- Pada beberapa spesies terdapat rhabdite di dalam<br />

probosisnya: suatu bukti bahwa phylum ini berasal<br />

dari phylum Platyhelminthes.<br />

- Nemertean sanggup kelaparan untuk jangka waktu<br />

lama.


Makanan :<br />

Bersifat carnivora dan memakan annelida<br />

Klasifikasi :<br />

Phylum Nemertea<br />

1.Sub kelas Anopla (tanpa stylet)<br />

a. Ordo Paleonemertini (Paleonemertea) : probosis<br />

berbentuk tabung sederhana<br />

Genus Tubulanus<br />

Carinina<br />

b. Ordo Heteronemertini (Heteronemertea) :<br />

probosis berbentuk tabung sederhana<br />

Genus : Cerebatulus


2.Sub kelas Enopla (dilengkapi dengan senjata pada probosis)<br />

a. Ordo Hoplonemertini (Hoplonemertea): semua anggota<br />

mempunyai stylet cadangan<br />

Genus Protoma – air tawar<br />

Genus Amphiporus – littoral<br />

b. Ordo Bdellonemertini : commensal pada rongga mantel<br />

kerang dan siput; diperlihatkan oleh hilangnya mata<br />

dan beberapa alat indra<br />

Genus Malacobdella – merupakan satu-satunya genus<br />

dengan 4 spesies (3 laut dan 1 air tawar).


<strong>PHYLUM</strong> ASCHELMINTHES<br />

Morfologi :<br />

# Merupakan pseudocoelomata terbesar.<br />

# Tubuh agak panjang dan silindris, terutama kelas<br />

Nematoda.<br />

# Cacing ini tidak mempunyai bentuk kepala yang<br />

nyata.<br />

# Ciri khas Aschelminthes : tubuh dilindungi lapisan<br />

kutikula scleroprotein yang nyata, beberapa jenis<br />

merupakan cangkang.<br />

# Saluran pencernaan lengkap dengan mulut dan anus<br />

dan pharynx hampir selalu ada.


# Susunan pernafasan dan peredaran darah<br />

tidak ada, karena kebanyakan spesies<br />

adalah binatang air dengan ukuran kecil<br />

sekali. Protonephridia kadang-kadang ada.<br />

# Yang menarik : sebagian phyla ini<br />

mempunyai organ dengan jumlah sel atau<br />

nuclei yang konstan sehingga jumlah<br />

tersebut merupakan ciri khas masing-<br />

masing spesies.<br />

# Rongga tubuh tetapi tidak dilapisi<br />

peritonium.


Klasifikasi :<br />

Phylum Aschelminthes<br />

Kelas Rotifera<br />

Kelas Kinorhyncha<br />

Kelas Gastrotricha<br />

Kelas Nematoda


Gambar 12 : Potongan melintang Nematoda betina dan Annelida


KELAS ROTIFERA<br />

Morfologi :<br />

* Termasuk metazoa kecil, ukuran 40 µ - 2,5<br />

mm, rata-rata 200 µ.<br />

* Tubuhnya berwarna transparan, beberapa<br />

hijau, merah atau coklat disebabkan oleh<br />

warna saluran pencernaan<br />

* Disebut Wheel animalcules yang berarti<br />

binatang beroda. Tubuh terdiri atas 3 bagian :<br />

bagian anterior pendek, badannya besar dan<br />

berkaki.


*Tubuh selalu tertutup lapisan kutikula.<br />

* Ciri khas : adanya corona di bagian<br />

anterior.<br />

* Lingkaran cilia di bagian anterior<br />

terdapat diatas pedestal yang terbagi<br />

dua, disebut : trochal disk.


Pergerakan :<br />

- Gerakan membranella dari trochal disk seperti<br />

2 roda berputar, sehingga disebut Rotifera.<br />

- Badan lurus dan bulat.<br />

- Bagian badan terdapat 3 tonjolan kecil : 2 buah<br />

antena lateral dan sebuah atau sepasang antena<br />

dorsal.<br />

- Sering terdapat alat indera berupa bulu-bulu<br />

halus pada ujung antena.


-Bagian terakhir adalah kaki. Pada ujung kaki<br />

terdapat 1 – 4 buah jari. Pada jenis<br />

yang merayapdan sessile gunanya untuk<br />

menempel pada benda-benda.<br />

- Dalam kaki terdapat 2 – 30 kelenjar :<br />

menghasilkan bahan perekat yang bermuara<br />

pada jari.<br />

- Bagian terakhir adalah kaki. Pada ujung kaki<br />

terdapat 1 – 4 buah jari. Pada jenis yang<br />

merayapdan sessile gunanya untuk menempel<br />

pada benda-benda.


Beberapa Rotifera sessile menggunakan hasil pedal<br />

gland untuk membentuk cangkangnya.<br />

Epidermis menghasilkan kutikula. Di bawah epidermis<br />

terdapat otot.<br />

Pseudocola terletak dibawah dinding tubuh dan<br />

mengelilingi alat pencernaan serta organ dalam<br />

lainnya.<br />

Pseudocola berisi cairan dan merupakan syncitial<br />

network dari sel amoeboid yang bercabang. Mulut<br />

terletak di bagian ventral dan biasanya dikelilingi oleh<br />

sebagian corona.


- Terdapat pelebaran di daerah di sekitar mulut sehingga<br />

menyebabkan terbentuknya bibir seperti corong dan mulut<br />

terletak dibawahnya.<br />

- Mulut berhubungan dengan pharynx dan mastax. Bentuk<br />

nastax dapat digunakan untuk menangkap dan menggiling<br />

makanan. Pharynx dihubungkan dengan perut oleh<br />

esofagus. Perut bentuknya seperti tabung atau kantung,<br />

berhubungan dengan usus yang pendek<br />

Ekskresi :<br />

- Alat ekskresi dan oviduct bermuara pada ujung usus,<br />

disebut cloaca. Anus terletak di bagian dorsal arah<br />

posterior.<br />

- Pada tiap sisi tubuh terdapat sebuah protonephridium<br />

berupa pipa panjang dengan 2-8 flame bulb yang bermuara<br />

pada bagian ventral cloaca.


Organ-organ penting:<br />

- Otak terletak diatas mastax, terdiri dari massa ganglion.<br />

Dari otak keluar sejumlah pasangan syaraf menuju alat-<br />

alat indera: sensory bristle, ciliated pit dan mata.<br />

- Beberapa jenis tidak mempunyai mata : sessile. Mata<br />

berupa ocelli sederhana dan jumlah 3-5 buah.<br />

Sistem reproduksi :<br />

Bersifat dioecious


Gambar 13. Struktur Rotifera<br />

Gambar 13. Struktur Rotifera<br />

…….


Gambar 14. Rotifera jantan (kecil) dan betina (besar)


Sifat-sifat Biologisnya :<br />

Pergerakan :<br />

Rotifera bergerak dengan jalan berenang dan<br />

menjalar seperti lintah. Tenaga gerak untuk<br />

berenang dihasilkan oleh : gerak cilia pada<br />

corona dan gerak menjalar dibantu oleh kaki.<br />

Fungsi trochal disk : untuk berenang dan<br />

makan. Fungsi mastax : untuk menangkap dan<br />

menggiling makanan. Bentuk mastax<br />

disesuaikan dengan fungsinya sebagai feed<br />

filter atau canivore. Bentuk mastax dapat<br />

digunakan sebagai identifikasi spesies. Fungsi<br />

photonephridia : sebagai osmoregulator


Sistem reproduksi :<br />

Reproduksi selamanya sexual. Individu jantan<br />

selalu lebih kecil daripada betina, biasanya<br />

mengalami degenerasi.<br />

Terjadi partenogenesis. Kopulasi pada rotifer<br />

dengan jalan hipodermic impregnation, terdapat 2<br />

macam sperma.<br />

Sperma tipe pertama berfungsi untuk pembuahan<br />

dan tipe ke-2 untuk membantu sperma tipe pertama<br />

untuk menembus dinding tubuh betina.<br />

Jumlah telur tiap individu terbatas : 10 – 20 butir.


# Terdapat 3 jenis telur :<br />

1). Telur amictic sebagai hasil parthenogenesis,<br />

bercangkang tipis, tidak dapat dibuahi, diploid,<br />

menetas menjadi betina.<br />

2) Telur mictic, cangkang tipis dan haploid; jika<br />

tidak dibuahi menjadi jantan; jika dibuahi<br />

cangkang menebal dan resisten terhadap<br />

keadaan lingkungan yang buruk, disebut<br />

3) Telur dorman.


Betina Amictic (2N)<br />

Telur Amictic (2N)<br />

Betina amictic (2N)<br />

<br />

Telur Amictic<br />

|<br />

(dst)<br />

|<br />

Betina amictic (2N)<br />

Penetasan ditunda<br />

Telur Amictic<br />

<br />


# Rotifer terdapat pada substrat atau tanaman<br />

air dan benda-benda dalam air, di perairan<br />

dangkal.<br />

# Rotifer bersifat epizoic dan ektoparasit, hidup pada<br />

insang crustacea.<br />

# Jenis endoparasit hidup dalam telur siput, heliozoa,<br />

pada usus dan coelom Oligochaeta.<br />

# Rotifer jenis parasit mengalami modifikasi pada<br />

kaki atau mastax, yaitu menjadi alat untuk melekat<br />

dan corona


KLASIFIKASI<br />

Kingdom : Animalia<br />

Phyla : Aschelminthes<br />

Phylum : Rotifera (Rotatoria)<br />

Kelas : Digonanta: sepasang ovari, mastax<br />

ramate, betina tidak mempunyai cangkang<br />

Ordo : Seisonidea<br />

Genus : Seison : commensal pada crustacea laut,<br />

jantan sempurna, corona rudimenter<br />

Ordo : Bdeloidea : air tawar, jantan tidak dikenal’<br />

parthenogenesis, corona sempurna<br />

Genus : Philodina dan Rotaria :ovovivipar


Kelas Monogononta : 90 % jenis Rotifer; ovari<br />

tunggal<br />

Ordo Flosculariacea : berenang bebas yang dewasa<br />

kebanyakan sessile<br />

Genus Floscularia<br />

Ordo Ploima: spesies litoral, plankton limnetik dan<br />

berenang bebas, mempunyai<br />

kaki posterior dan 2 jari, corona tidak<br />

besar<br />

Genus Proales: parasit pada Vaucheria (ganggang<br />

air tawar), menyebabkan tumor<br />

Genus Asplancinna: predator, ovovivipar<br />

Genus Karatella: omnivera.


Phylum Rotifera (Rotatoria)<br />

Subphylum Trachelminthes<br />

Kelas Monogononta<br />

Ordo Ploima = Ploimida<br />

Famili Branchionidae<br />

Genus Epiphanes<br />

Spesies Epiphanes senta<br />

Spesies Epiphanes senta<br />

Habitat : air tawar, hidup bebas, sebagai predator.<br />

Banyak terdapat pada plankton air tawar.<br />

Lebih banyak terdapat di permukaan air dan puingpuing


Morfologi :<br />

Panjang betina 2 – 50 mm.<br />

Yang jantan biasanya lebih kecil dari pada<br />

yang betina.<br />

Yang jantan memiliki testis dan menghasilkan<br />

spermatozoa dan penis untuk memindahkan<br />

spermatozoa pada yang betina.


Gambar 15. Struktur tubuh Epiphanes senta


Sifat Biologis :<br />

- Tidak terdapat sistem respirasi<br />

- Makanan dicerna pada kelenjar perut. Partikel<br />

yang tidak dicerna dilewatkan melalui usus<br />

melalui kloaka dan keluar melalui lubang kloaka.<br />

- Reproduksi terpisah. Betina memilki indung telur,<br />

kelenjar kuning telur dan oviduct yang telur ke<br />

kloaka. Telur dikeluarkan melalui lubang kloaka.<br />

- Rotifer betina kebanyakan bergerak terhadap<br />

substrat sedangkan yang jantan lebih aktif<br />

berenang.


<strong>PHYLUM</strong> GASTROTRICHA<br />

Habitat : di laut dan air tawar, kolam, danau dan<br />

sungai; merayap pada ganggang, tanaman air atau<br />

sampah.<br />

Morfologi :<br />

- Ukuran sangat kecil, mirip Rotifer dan bercilia.<br />

- Tubuh agak panjang, bagian ventral datar dan bagian<br />

dorsal cembung. Kepala biasanya jelas, badan lurus,<br />

bagian posterior biasanya seperti garpu. Cilia pada<br />

tubuh untuk merayap pada substrat seperti<br />

Turbelaria.<br />

- Kutikula bersisik dan berduri Mempunyai kelenjar<br />

yang fungsinya seperti Rotifera. Pseudocoela<br />

sempit. Mulut terletak pada ujung anterior dan<br />

berhubungan dengan parynx kemudian daerah usus<br />

perut. Anus terdapat di ujung posterior


Makanan :<br />

- Makanan terdiri dari benda – benda kecil, baik<br />

hidup atau mati, seperti bakteri, diatom dan<br />

protozoa. Makanan dihisap dengan jalan memompa<br />

oleh pharynx. Otak terdiri dari massa ganglion<br />

yang terletak pada tiap sisi dan bagian anterior dari<br />

pharynx. Dari sini tumbuh ganglion sepanjang<br />

badan. Alat indera berupa rumpun cilia, bristle<br />

pada kepala dan bulu-bulu indera.<br />

- Beberapa species memiliki bintik mata yang terdiri<br />

dari kumpulan butir-butir pigmen di antara sel-sel<br />

otak


Sistem reproduksi :<br />

- Semua Gastrotricha hermaprodit. Semua alat jantan pada<br />

chaetonoid mengalami degenerasi , hingga semua<br />

individudapat dikatakan betina.<br />

- Penelitian pada Lepidodermella menunjukkan bahwa masa<br />

hidupnya antara 8–12 hari. Pada masa itu betina akan<br />

bertelur sampai 5 butir. Telur menetas 1-3 hari.<br />

- Gastrotricha muda mempunyai bentuk seperti yang dewasa<br />

dan mempunyai kematangan seks pada umur 3 hari.<br />

- Chaetonoid air tawar menghasilkan dua macam telur, telur<br />

pertama adalah telur biasa dan kedua adalah telur dorman<br />

seperti pada Rotifera.


KLASIFIKASI<br />

Phyla Aschelminthes<br />

Phylum Gastrotricha<br />

Sub Phylum Trochelminthes<br />

Ordo Nacrodasyoidea : hidup di laut, terutama laut Eropa<br />

Ordo Chaetonotoidea : hidup terutama di air tawar , di laut<br />

merupakan penghuni dasar,<br />

mempunyai sepasang prothonephridia,<br />

masing-masing dengan sebuah flame<br />

bulb<br />

Genus Chaetonotus<br />

Spesies Chaetonotus brevispinosus


Spesies Chaetonotus brevispinosus<br />

Habitat : kolam, danau, dan sungai. Dapat hidup di air tawar dan<br />

air laut. Biasanya merayap pada ganggang, tanaman air<br />

dan sampah<br />

Morfologi :<br />

- Tubuhnya agak panjang, bagian ventral datar dan bagian dorsal<br />

cembung.Sistem pencernaan terdiri dari saluran yang menuju ke<br />

anterior kerongkongan dan yang satu menuju ke posterior anus.<br />

- Mulut berbentuk ekstrim pada ujung anterior dan anus terletak<br />

pada permukaan belakang dari ujung posterior.<br />

Sifat Biologis :<br />

Bersifat dioecious<br />

Sistem reproduksi : sexual, partenogenesis


Gambar 16. Chaetonotus brevispinosus


<strong>PHYLUM</strong> KINORHYNCHA<br />

Dikenal dengan nama Echinodera, karena kulit tubuh<br />

mengandung duri-duri besar<br />

Habitat : di lumpur pantai laut<br />

Morfologi :<br />

Ukurannya sekitar satu milimeter, berbeda dengan<br />

Aschelminthes yang lain.<br />

Kinorhyncha tidak mempunyai cilia sama sekali.<br />

Kutikula terbagi menjadi ruas-ruas yang jelas.<br />

Ruas pertama adalah kepala, ruas kedua ialah leher<br />

dan badan biasanya terdiri atas 11 ruas.


Pada ujung anterior terdapat semacam<br />

kerucut dan di ujung kerucut terdapat mulut.<br />

Ujung dan pangkal kerucut dikelilingi duriduri.<br />

Kinorhyncha berarti mulut berduri.<br />

Sifat Biologis :<br />

Makanan :<br />

Sebagian besar pemakan detritus dan<br />

mendapatkannya dari lumpur yang digalinya


<strong>PHYLUM</strong> NEMATODA<br />

Cacing ini merupakan phylum dari Aschelminthes<br />

yang mempunyai jumlah species dan penyebaran<br />

terbesar<br />

Disebut juga dengan ”round worm”. Berasal dari<br />

kata ”nema” yang berarti benang<br />

Habitat :<br />

Terdapat hidup bebas maupun sebagai parasit pada<br />

tanaman, binatang maupun manusia<br />

Morfologi :<br />

Bentuk Nematoda panjang dan langsing, biasanya<br />

kedua ujungnya pipih.<br />

Sebagian besar dari jenis yang hidup bebas,<br />

terutama jenis air-tawar dan darat, panjangnya<br />

kurang dari 1 mm, kadang-kadang mikroskopis.


Jenis laut dapat mencapai 5 cm.<br />

Ciri khasnya adalah bentuk tubuh yang silindris,<br />

relatif sempurna dan struktur mulut yang tersusun<br />

secara radial.<br />

Tubuh Nematoda tidak dapat dibagi-bagi atas bagian<br />

–bagian yang jelas.<br />

Mulut terletak pada ujung anterior dan dikelilingi bibir<br />

serta sensory papilla atau bristle. Bibir dilengkapi<br />

tonjolan kutikula dari bentuk sederhana sampai<br />

bentuk seperti bulu.


Bibir jenis carnivore dilengkap dengan gigi. Kutikula<br />

pada Nematoda lebih kompleks dari pada<br />

Aschelminthes yang lainnya dan terdiri dari beberapa<br />

jenis, serta memiliki susunan kimia dan struktur yang<br />

berbeda. Alat indera yang utama ialah papilla, bristle<br />

atau amphid.<br />

Labial papilla dan cephalic papilla adalah penonjolan<br />

kutikula yang berisi benang syaraf (nerve fiber) dari<br />

syaraf papilla.<br />

Sensory bristle biasanya terdapat dimana-mana pada<br />

permukaan tubuh.


Beberapa jenis memiliki mata yang terletak<br />

pada sisi pharynx termasuk bentuk pigmencup<br />

dan lensa berasal dari kutikula.<br />

Sistem reproduksi :<br />

Umumnya Nematoda termasuk dioecious,<br />

jantan lebih kecil dari betina, bagian ekor<br />

melengkung seperti kait.<br />

Ada juga jenis hermaphrodit dan<br />

parthenogenesis.


Sifat Biologis :<br />

Makanan :<br />

Nematoda hidup bebas umumnya carnivore<br />

dan memakan metazoa kecil termasuk<br />

nematoda lainnya.<br />

Ada pula jenis herbivore, terutama species<br />

laut dan memakan diatom serta ganggang.<br />

Banyak pula saprophagus, yaitu<br />

memanfaatkan bahan organik seperti kotoran<br />

ternak, atau tanaman dan binatang yang<br />

membusuk.<br />

Amphid ialah navigasi dari kutikula yang<br />

buntu. Diduga fungsi amphid sebagai<br />

chemoreceptor.


KLASIFIKASI<br />

Phylum Nematoda<br />

Kelas Phasmidia : mempunyai sepasang<br />

phasmid pada ekor, amphid menyerupai<br />

lubang<br />

Ordo Rhabditida : Oesophagus terbagi<br />

atas 3 bagian terutama pada stadia<br />

larva.<br />

Hidup bebas atau sebagai<br />

parasit.<br />

Genus Turbatrix<br />

Spesies Turbatrix aceti


Kelas Aphasmidia : tidak mempunyai phasmid,<br />

amphid variable, hidup bebas<br />

atau parasit<br />

Ordo Chromadorida : hidup bebas, amphid<br />

melingkar,mempunyai caudal<br />

gland,esophagus terbagi<br />

dalam 3 bagian<br />

Genus Monhystera dan Chromadora<br />

Ordo Enoplida : amphid seperti kantung<br />

panjang, lubang atau tabung<br />

Esophagus terbagi dalam 2 bagian, hidup bebas<br />

atau parasit<br />

Genus Alaimus dan Cryptonchus


# Bentuk cangkang telur sangat bervariasi, hingga<br />

penting untuk menentukan adanya cacing parasit<br />

dalam tubuh manusia. Karena banyaknya kerugian<br />

yang ditimbulkan oleh nematoda jenis parasit, maka<br />

perhatian dan penelitian tentang cacing ini telah<br />

dilakukan sampai mendalam.<br />

# Parasit pada manusia antara lain ialah Ascaris<br />

lumbricoides, termasuk paling besar, cacing<br />

tambang (Necator americanus), filaria (Wuchereria<br />

bancrofi dan Dracunculus medinensis).<br />

# Parasit pada ikan ialah Pingis sinensis, Camallanus<br />

longitridentatus, Contraceacum bidendatum,<br />

Philometra sanguinea dan beberapa lainnya


Spesies Turbatrix aceti<br />

Morfologi :<br />

Ukuran sangat kecil 1,5 – 2 mm. Bersifat<br />

dioecious. Cacing jantan lebih kecil daripada<br />

yang betina. Tidak mempunyai organ<br />

pernafasan spesial. Hemoglobin terjadi pada<br />

cairan periviceral. Sistem pencernaan<br />

sederhana. Mulut pada ujung anterior, biasanya<br />

dikelilingi bibir dan papilae.<br />

Rongga buccal berbentuk tubular, berbentuk<br />

corong, atau meluas membentuk kapsul untuk<br />

menghisap.


Sistem reproduksi jantan terdiri dari<br />

pembuluh testikular, vesicle seminalis,<br />

lubang kulit genital, sepasang spikula.<br />

Organ kelamin betina terdiri dari saluran<br />

ovarium, seminal receptacle,uterus, vagina<br />

dan vulva.<br />

Habitat : perairan laut


<strong>PHYLUM</strong> ACANTHOCEPHALA<br />

Semua species merupakan endoparasit dan<br />

untuk melengkapi hidupnya dibutuhkan 2<br />

inang.<br />

Cacing muda sebagai parasit pada crustacea<br />

dan serangga, sedang yang dewasa hidup di<br />

dalam saluran pencernaan binatang<br />

vertebrata.<br />

Berasal dari kata ”acanthos” yang berarti<br />

duri dan ”cephale” yang berarti kepala<br />

berduri.


Morfologi :<br />

- Bentuk cacing dewasa panjang dan terdiri<br />

atas anterior probosis yang pendek dan<br />

leher serta badan. Panjang umumnya<br />

beberapa cm, tapi ada yang 0,5 m.<br />

- Probosis dilengkapi duri berkait. Probosis<br />

dan leher dapat ditarik masuk ke dalam<br />

badan bagian anterior.<br />

- Badan acapkali terbagi dalam ruas-ruas<br />

semu.


Sifat Biologis :<br />

Saluran pencernaan tidak ada dan makanan<br />

langsung diabsorsi dari inang melalui dinding<br />

tubuh. Semua Acanthocepala dioecious.<br />

Pembuahan berlangsung dalam tubuh betina.<br />

Telur yang berisi larva keluar tubuh inang<br />

bersama-sama tinja inang.<br />

# Jika telur dimakan arthropod, maka larva<br />

akan keluar dari cangkang dan menembus<br />

dinding usus inang perantara, untuk kemudian<br />

menetap di dalam hemocoel.


# Apabila kemudian ada ikan, burung atau<br />

mamalia (carnivora) memakan arthropod<br />

yang mengandung larva, maka cacing<br />

tersebut akan menempel pada dinding usus<br />

dengan bantuan probosis yang berduri.<br />

# Dalam jumlah yang besar, Acanthocephala<br />

dapat merusak dinding usus binatang<br />

vertebrata.


Gambar 15. Cacing Acanthocephala dengan bagian kepala<br />

berduri (=probosis)


<strong>PHYLUM</strong> ANNELIDA<br />

Yang termasuk phylum Annelida adalah cacing yang<br />

beruas-ruas, yang terkenal adalah cacing tanah dan<br />

lintah<br />

Habitat : di darat dan di laut<br />

Morfologi :<br />

Ciri khas: tubuh terbagi menjadi ruas-ruas (segmen)<br />

yang sama, baik di bagian dalam dan di bagian luar<br />

tubuh, kecuali saluran pencernaan dan sepanjang<br />

sumbu anterior-posterior, keadaan demikian disebut<br />

metarisma dan masing-masing ruas disebut<br />

metamere.


# Ruas terakhir di bagian posterior<br />

merupakan ruas termuda.<br />

# Pada metarisma yang sempurna semua<br />

organ, pembuluh darah, syaraf, alat<br />

ekskresi dan gonad terdapat pada tiap<br />

ruas. Nephridia terutama metanephridia<br />

berfungsi sebagai alat ekskresi, dan<br />

tiap ruas mempunyai sepasang alat<br />

tersebut.


# Terdapat susunan pembuluh darah yang<br />

sudah berkembang dengan baik.<br />

# Susunan syaraf terdiri atas anterior, dorsal<br />

ganglionic mass, disebut otak. Atau<br />

sebuah benang syaraf yang panjang<br />

dengan ganglionic swelling dan syaraf<br />

lateral pada tiap ruas.


Gambar 16. Diagram susunan tubuh Annelida


Terdiri dari 3 kelas :<br />

Kelas Polychaeta<br />

Kelas Oligochaeta<br />

Kelas Hirudinea<br />

KELAS POLICHAETA<br />

Terdiri dari 8000 spesies.<br />

Merupakan jenis laut dan lebih primitif dari pada<br />

anggota lainnya<br />

Berasal dari kata “ poly “ berarti banyak dan “ chaeta “<br />

atau ”setae” berarti rambut atau bulu ( seperti bulu<br />

yang panjang dan langsing


# Bentuk tubuh yang ideal ialah cacing dengan<br />

metamerik yang sempurna, dimana tiap ruas<br />

mempunyai sepasang parapodia.<br />

# Parapodia adalah semacam kaki yang<br />

bentuknya seperti dayung.<br />

# Di bagian anterior terdapat kepala yang<br />

sempurna, disebut prostomium. Pada kepala<br />

terdapat mata, antena, sepasang palp dan<br />

mulut di bagian ventral.


# Ruas yang mengandung mulut disebut<br />

peristomium. Ruas terakhir atau pigidium<br />

mengandung anus.<br />

# Hanya sedikit Polychaeta yang<br />

mempunyai bentuk ideal seperti yang<br />

tersebut di atas, kebanyakan telah<br />

mengalami modifikasi.

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!