Suara KPU Bulan Oktober 2011

kpu.go.id

Suara KPU Bulan Oktober 2011

KOMISI

P E M I L I H A N

U M U M

KOMISI

P E M I L I H A N

U M U M

2011

PEMILUKADA

SUARA KPU

Oktober 2011

Komisi Pemilihan Umum Pelindung Suara Rakyat Edisi Oktober 2011

Meksiko Tawarkan Kerjasama

Dengan KPU-RI Terkait Daftar

Pemilih Dan Sistem Pemilu

Kesinambungan Demokrasi dan

Solidaritas ASEAN

Pelantikan Pejabat Struktural

Eselon II, III, dan IV Sekretariat

Jenderal KPU Tahun 2011

Pengumuman Pemenang Lomba

Desain Poster Dan Flyer Kpu


Pengantar Redaksi

Kerjasama internasional adalah elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan

dan politik luar negeri Indonesia. Melalui kerjasama internasional,

Indonesia dapat memanfaatkan peluang-peluang guna menunjang dan

melaksanakan pembangunan nasionalnya. Kerjasama ASEAN memegang

peran kunci dalam pelaksanaan kerjasama internasional Indonesia, karena

ASEAN merupakan lingkaran konsentris pertama kawasan terdekat Indonesia

dan pilar utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Indonesia bersama negara anggota ASEAN lainnya telah merintis pembentukan

Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN sejak 2003, sebagai bagian dari komunitas

ASEAN.

Dengan alasan itulah, maka Indonesia melalui kerjasama di bidang politik

baru-baru ini sebagai tuan rumah dalam Forum KPU Se-ASEAN yang diselenggarakan

oleh KPU bekerja sama dengan Institut Internasional Untuk Demokrasi dan

Pendampingan Pemilu (IDEA) yang berlangsung di Jakarta, 3-5 Oktober. Negaranegara

ASEAN dan mitranya, serta negara sehaluan duduk bersama di forum

ini untuk berbagi pengalaman dan pelajaran terbaik untuk dapat melaksanakan

pemilu yang transparan, adil dan memiliki legitimasi.

Di samping hal itu, Forum KPU Se-ASEAN diharapkan dapat membangun dan

memperkuat kapasitas institusi demokrasi di negara ASEAN, termasuk mengenai

praktik pemilu, sehingga mampu menemukan jalan keluar terhadap tantangan

yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemilu sebagai pendorong demokrasi;

meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu, sekaligus meminimalisasi

adanya manipulasi, kekerasan serta ketidakjujuran dalam pemilu; dan menumbuhkan

pemikiran mengenai pemilu dan demokrasi, yakni tentang rasa kepemilikan

dan keikutsertaan di dalam kehidupan berdemokrasi.

Dalam forum tersebut telah mencetuskan Deklarasi Jakarta, dimana menurut

Ketua Penyelenggara Forum KPU Se-ASEAN Sri Nuryanti “Deklarasi Jakarta”

merupakan kesepakatan semua peserta mengenai penyelenggaraan pemilu

yang kredibel dan independen di kawasan Asia Tenggara, khususnya, agar dapat

diimplementasikan di negara masing-masing.

Di sisi yang lain Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan pihaknya berharap

pertemuan Forum Penyelenggara Pemilu se-ASEAN dapat terus berlanjut

dan dilaksanakan secara rutin, karena forum tersebut memberikan dampak

positif bagi penyelenggara pemilu di negara-negara ASEAN, sebagai wadah untuk

bertukar pengetahuan, pengalaman, dan pengembangan jejaring antar penyelenggara

pemilu. Selain itu, ujarnya, forum itu juga mendorong terjadinya dialog

dan kerja sama diantara penyelenggara pemilu, untuk dapat melihat apakah

prinsip-prinsip yang telah disepakati dalam pertemuan pertama ini diterapkan di

masing-masing negara.

2

KOMISI

P E M I L I H A N

U M U M

SUARA KPU

Komisi Pemilihan Umum

Pelindung Suara Rakyat

Pengarah

Prof. Dr. H. A. Hafiz Anshary AZ, M.A

Sri Nuryanti, S.IP, MA

Dra. Endang Sulastri, M.Si

I Gusti Putu Artha, SP, M.Si

Prof. Dr. Ir. Syamsulbahri, MS

Dr. H. Abdul Aziz, MA

Saut Hamonangan Sirait, M.Th

Penanggung Jawab

Drs. Suripto Bambang Setyadi, M.Si

Asrudi Trijono, SH

Pemimpin Redaksi

Drs. Yosmardin, M.A

Editor Senior

Nur Syafaat, SE, MM, Drs. Faisal Siagian M.Si.

Editor

Sahruni H.R, SS, M.Si, Eddy Purwanto SH,

Dra. Titik PW MP, Andy Firmanda, Dra.

Hendrika Ferdinandus, Kadar Setyawan, Andy

Prasetyo.

Reporter

Didi, Satrio, Rita, Dewi, Khaerul Anam, Ika

Prasetya, Catursari, Reni Rinjani.

Fotografer

Dodi H, Sapto.

Designer Grafis

Arif Priyo.

Distribusi/Sirkulasi

Dewi Mustikawati, Teddy Irawan.

Alamat Redaksi

Biro Teknis dan Hupmas

Komisi Pemilihan Umum

Jl. Imam Bonjol 29, Jakarta Pusat

Tlp: (021) 319 37223

www.kpu.go.id


4 Fokus Utama

Kesinambungan Demokrasi

Dan Solidaritas ASEAN

7 News

Character Building KPU dengan ESQ,

Leadership Ary Ginanjar

Pengantar Redaksi ............................... 02

Daftar Isi ................................................. 03

News ........................................................ 6-11

Seputar Pemilukada ............................. 12

Berita Dalam Gambar .......................... 12

Daftar Isi

8 News

Pengumuman Pemenang Lomba Desain Poster

Dan Flyer Kpu

11 Seputar Pemilukada

Masyarakat Kampar Coblos Pemimpin Masa

Depan

3


4

Fokus Utama

Pembukaan Pertemuan penyelenggara pemilu dari negara-negara anggota Asean di Jakarta, 3-5 Oktober 2011, di Istana Negara. (foto:Abror/Sekneg)

Kesinambungan Demokrasi Dan

Solidaritas ASEAN

Pertemuan penyelenggara pemilu dari negaranegara

anggota Asean di Jakarta tanggal 3-5

Oktober 2011, merupakan salah satu event

kelembagaan yang penting bagi setiap Negara

demokrasi di kawasan Asean. Pertemuan yang diprakarsai

oleh KPU dengan bekerja sama IDEA, mengambil

tajuk, “Inspiring Credible ASEAN Election Management

Bodies”. Indonesia tahun ini menjadi Ketua (Chairman)

dari Asean.

Sebagai Negara-negara yang terhimpun dalam

solidaritas Asean, para utusan penyelenggara Pemilu

se-Asean yang berkumpul di Jakarta dan dari lembagalembaga

pemerhati pemilu, maupun dari para ahli pemilu,

ingin menimba pengalaman baru satu dengan yang

lain mengenai pengalaman melaksanakan Pemilu dan

demokrasi. Ini merupakan trend global sekarang ini.

Seperti kita ketahui setiap demokrasi dengan sistem

pemilu yang dianut oleh negara-negara Asean mempunyai

pengaruh besar bagi kehidupan politik masa depan

negara-negara Asean bersangkutan. Dalam kebanyakan

kasus, sekali dipilih demokrasi dan sistem Pemilu

akan bereaksi secara positif terhadap kesejahteraan

masyarakatnya. Tentu saja baik demokrasi dan sistem

pemilu yang dipilih oleh masing-masing negara anggota

Asean secara seksama dipengaruhi oleh kondisi sejarah

dan sosial tertentu tiap negara Asean.

Meskipun keadaan yang mendasari pilihan konsti-

tusional di negara-negara demokrasi di kawasan Asean

berbeda satu sama lain, tujuan jangka panjang sebagian

besar negara-negara demokrasi se-Asean pada umumnya

sama yaitu membentuk institusi yang cukup kuat

untuk menunjang demokrasi yang stabil, tetapi cukup

fleksibel untuk menghadapi perubahan yang terjadi di

sekitarnya. Oleh karena itu bila dirinci lebih seksama ada

beberapa tujuan pokok dari pertemuan penyelenggara

pemilu negara-negara anggota Asean di Jakarta tanggal

3-5 Oktober 2011 .

Pertama, saling tukar pengalaman dari sesama

KPU Asean tentang bagaimana menata sebuah sistem

kelembagaan demokrasi dari penyelenggara Pemilu

yang mandiri, akuntabel dan diakui secara internasional

kredibilitasnya. Baik negara demokrasi baru maupun

yang sudah mapan harus banyak saling tukar pengalaman

dari negara lainnya.

Kedua, saling tukar menukar informasi pengetahuan

sesama KPU Asean dalam bingkai solidaritas Asean.

Ketiga, para penyelenggara pemilu di Negara-negara

Asean menggunakan pengetahuan mereka mengenai

sistem-sistem penyelenggaraan Pemilu yang menurut

mereka dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya

bagi pihaknya dan pihak Asean. Desain kelembagaan

merupakan sebuah proses yang terus berkembang, dan

Indonesia membuat pokok kesimpulan atas pelajaran

Suara KPU Edisi Oktober 2011


yang kami ambil dari contoh tiga kali pelaksanaan Pemilu

paling demokratis tahun 1999, 2004 dan 2004.

Keempat, pertemuan ini menjadi ajang silaturrahmi

di antara penyelenggara Pemilu yang untuk jangka panjang

mungkin memberi manfaat bagi masing-masing penyelenggara.

Pilihan tersebut akan membawa dampak

yang sangat positif bagi kelangsungan demokrasi di

negara-negara Asean.

Materi yang dibahas dan didiskusikan mencakup:

Pemilu di Negara ASEAN, Jender dan Pemilu, Partisipasi

Warga dalam Pemilu, Keuangan Kampanye dan Partai

Politik, KPU yang mandiri dan Transparan di ASEAN, Pemantauan

Pemilu, Keadilan Pemilu, Pencegahan dan

Mitigasi Konflik, dan Kekerasan dalam Pemilu, Pro-Kontra

Pemilu dan Teknologi, Peluncuran buku Panduan tentang

Pemahaman, Ajudikasi, dan Penyelesaian Perselisihan

dalam Pemilu, Wacana Pembentukan Komunitas Pemilu

ASEAN, serta Deklarasi Komunitas Pemilu Asean.

Dari 135 peserta yang diundang, kehadiran peserta

mencapai 71 (52,59%), yang terdiri dari: Kementerian/Lembaga;

Sekretariat Jenderal ASEAN, Penyelenggara

Pemilu ASEAN (Thailand, dan Cambodia, Malaysia,

Philipina), Penyelenggara Pemilu Negara Sahabat (Timor

Leste, India, USA, Australia, Yordan, dan Fiji); UNDP; Kementerian

Negara ASEAN dan Negara Sahabat (Myanmar),

Universitas (Monash University dari Malaysia);

NGO/LSM (Indonesia, Timor Leste, Malaysia, Thailand,

Cambodia, Filipina, Myanmar, dan Yordania); Ketua KPU

Provinsi.

Selama 3 hari pelaksanaan, forum ini dapat berlangsung

dengan lancar, secara umum dapat menghasilkan

output yang cukup berarti dan dapat memberikan

dampak positif bagi penyelenggara pemilihan umum

yang kredibel di ASEAN, sehingga Tujuan dari Forum ini

yaitu bertukar pengetahuan dan pengalaman, pengembangan

jejaring serta mendorong terjadinya dialog dan

prakarsa kerjasama, dapat tercapai dengan maksimal.

Suara KPU Edisi Oktober 2011

Fokus Utama

Beberapa Deklarasi yang dihasilkan dalam Forum

Penyelenggara Pemilihan Umum se-ASEAN ini adalah sebagai

berikut:

1. Demokrasi merupakan nilai universal yang

berdasarkan kehendak bebas rakyat melalui

partisipasi dalam sistem politik, ekonomi, sosial dan

budaya mereka.

2. Demokrasi, Pembangunan, dan penghormatan

terhadap hak asasi manusia dan kebebasan

mendasar manusia memiliki ketergantungan dan

bersifat saling menguatkan.

3. Sistem hukum dalam kepemiluan yang efektif

dan partisipasi masyarakat yang lebih besar

merupakan hal yang penting dalam pengamatan

dan pelaksanaan pemilu untuk menjamin integritas

dan legalitas pemilu.

4. Perhatian yang sangat besar dibutuhkan untuk

mempromosikan kesetaraan jender dalam konteks

ekonomi, politik dan sosial serta memberdayakan

wanita dalam penyelenggaraan dan administrasi

pemilu.

5. Penegakan hukum yang berhubungan dengan

peraturan tentang partai politik dan pendanaan

kampanye perlu ditingkatkan.

6. Mengatasi penyebab utama dan mengurangi

potensi terjadinya kekerasan terkait dengan pemilu

yang merupakan suatu bentuk dari kekerasan

politik.

7. Pertimbangan mendalam diperlukan sebelum

menentukan jenis teknologi yang dipergunakan

dalam pemilu.

8. Penyelenggaraan Pemilu yang beradab, bermartabat

dan berkualitas tinggi.

9. Membangun pondasi komunitas pemilu se-

ASEAN dan mendukung kepemimpinan Lembaga

Penyelenggara Pemilu se-ASEAN pada akhir tahun

2012. (red)

5


6

News

KPU Sulawesi Selatan

Selenggarakan Final Lomba Cerdas

Cermat Pemilu Dan Demokrasi

Antar Smu/Smk/Sederajat

Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih

dan peran serta masyarakat terutama peningkatan

kemampuan pemilih pemula dalam

Pemilihan Umum (Pemilu), KPU Provinsi Sulawesi

Selatan (Sulsel) melaksanakan sosialisasi dalam

bentuk Lomba Cerdas Cermat Pemilu dan Demokrasi

antar SMU/SMK/Sederajat Tingkat Provinsi se-Sulsel.

Bertempat di gedung Pola Kantor Gubernur

Provinsi Sulsel (27 – 28 Oktober 2011) diselenggarakan

Lomba Cerdas Cermat Pemilu dan Demokrasi antar

SMU/SMK/Sederajat Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

yang merupakan hasil seleksi dari tiap kab/kota.

“Ide utama kegiatan cerdas cermat ini

mengedepankan pemilih pemula karena sekitar 65

persen siswa di Sulsel telah masuk usia memiliki hak

pilih pada pemilihan umum mendatang”, jelas Ketua

KPU Sulsel Jayadi Nas dalam sambutannya.

“Ajang cerdas cermat ini ingin mencari duta

pemilu KPU untuk menghadapi Pemilukada 2013 dan

Pemilu 2014, pemilih pemula dinilai memiliki kualitas

yang lebih baik dalam menentukan hak suara, kalangan

pemilih muda yang terpilih menjadi duta nantinya akan

mempengaruhi siswa lain untuk menggunakan hak

Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas (kiri) memberikan sambutannya dalam acara Lomba Cerdas Cermat Pemilu dan

Demokrasi antar SMU/SMK/Sederajat Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan hasil seleksi dari tiap kab/

kota bertempat di Gedung Pola Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (27 – 28 Oktober 2011).

pilih”, ujarnya.

Pejabat teras daerah yang hadir yaitu Sekretaris

Daerah Provinsi Sulsel, Andi Mu’alim. Dalam sambutannya

beliau mengatakan memberikan apresiasi tinggi kepada

KPU pada acara ini dimana belajar tentang pemilu

hendaknya dimulai dari usia sekolah sehingga akan

tertanam benih-benih demokrasi yang terwujud dalam

sikap dan perilaku siswa dalam pemilihan umum baik

itu pemilukada bupati/walikota, pemilukada gubernur,

maupun pemilihan umum nasional.

Pada acara ini diikuti oleh utusan sekolah dari 23

kabupaten dan 2 dari kota Makassar. Masing-masing

kabupaten diwakili satu sekolah yang merupakan juara

pertama dari hasil seleksi tiap-tiap kabupaten/kota

tersebut.

Hari Kamis (27 Oktober 2011) berlangsung babak

penyisihan yang diikuti oleh 25 sekolah yang terbagi dalam

5 babak penyisihan. Tim juri pada lomba ini adalah

Samsir Rahim dari anggota KPU Sulsel, Pahir dari LSM

yang juga mantan anggota KPU Sulsel, dan Ani Aliyani

dari diknas Pemerintah Provinsi Sulsel.

Pada hari Jumat, 28 Oktober 2011 masih ditempat

yang sama berlangsung babak final Lomba Cerdas Cer-

Suara KPU Edisi Oktober 2011


mat yang diikuti 5 utusan daerah yang lolos ke babak final

yaitu yaitu SMUN 2 Bulukumba dari Kabupaten Bulukumba,

SMUN 1 Sidrap dari Kabupaten Sidrap, SMUN 1 Benteng dari

Kabupaten Selayar, MAN Dampang dari Kabupaten Bantaeng

dan SMUN 1 Alla dari Kabupaten Enrekang. Pada acara

babak final ini berlangsung seru dan menegangkan. Pertanyaan-pertanyaan

yang disampaikan cukup berbobot dan

berkualitas berkisar tentang pengetahuan pemilu, sistem

pemerintahan dan negara. Pada akhirnya yang memenangkan

babak final ini adalah perwakilan dari Kabupaten Bantaeng

yaitu dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Dampang.

Pada akhir acara Ketua KPU Sulsel mengukuhkan seluruh

peserta lomba cerdas ini menjadi duta pemilihan umum

Propinsi Sulawesi Selatan yang mewakili pemilih pemula

Suara KPU Edisi Oktober 2011

News

untuk menjadi duta sosialisasi pemilu di sekolah masingmasing.

Dalam kesempatan yang lain, Anggota KPU Sulsel Samsir

Rahim mengatakan, “pemilih pemula lebih mengetahui

dan memahami seluk beluk pemilu bila dibanding elemen

masyarakat lain, harapannya kesadaran berpartisipasi dalam

pemilu semakin tinggi, lomba cerdas cermat ini bisa

mendorong tingkat partisipasi masyarakat lebih tinggi baik

itu pemilu gubernur, pemilu bupati/walikota dan pemilu nasional,

harapan lain dari ditetapkannya duta pemilu disekolah

adalah bisa meminimalisir golput pelajar, oleh karenanya

pendidikan pemilih bisa dilakukan oleh KPU dan duta pemilu

yang telah dikukuhkan dalam acara lomba cerdas cermat

itu”, ujarnya. ( IBN-HM)

Character Building KPU dengan ESQ,

Leadership Ary Ginanjar

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-

RI) bekerjasama dengan Ary Ginanjar ESQ Leadership

Center menyelenggarakan Pendidikan dan

Pelatihan (Diklat) Emotional and Spiritual Quotient

pada tanggal 17-19 Oktober 2011. Kegiatan ini diselenggarakan

di Hotel Twin Plaza, Jl. S. Parman, Slipi, Jakarta. Diklat

ini dilaksanakan secara Swakelola oleh Biro Sumber Daya

Manusia Sekretariat Jenderal KPU bekerjasama dengan Ary

Ginanjar ESQ Leadership Center.

Acara dibuka oleh Ketua KPU Prof. DR. HA. Hafiz Anshary,

AZ, MA, sementara itu pihak Ary Ginanjar ESQ Leadership

Center diwakili oleh Direktur Public Relation. Narasumber

dalam Diklat ini secara keseluruhan adalah 2 (dua) orang

Trainer dari Ary Ginanjar ESQ Leadership Center.

Menurut Hafiz Anshary dalam sambutannya, Diklat ESQ

ini perlu untuk membangun karakter dan moral Staf Sekretariat

Jenderal KPU sehingga siap menghadapi perubahan.

Hafiz sendiri sudah pernah mengikuti ESQ training pada tahun

2006 di Jakarta.

Diklat Emotional and Spiritual Quotient secara substantif

diarahkan untuk menggabungkan tiga potensi dasar manusia,

yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional

(EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ), sehingga mampu

memberikan motivasi dan keyakinan pribadi bagi para pegawai

dalam meningkatkan kinerja organisasi.

Ruang Lingkup materi diklat ini meliputi: Background,

Outer Journey, Inner Journey, CEO Character, Review Cosmic,

Zero Mind Process, Star Principle, Angel Principle, Leadership

Principle, Well Organized Principle, Learning Principle, Vision

Principle, Mission Statement, Character Building, Self Controlling,

Strategic Collaboration, dan Total Action.

Peserta Diklat ESQ tampak sedang berfoto bersama, Diklat dilaksanakan

secara Swakelola oleh Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal KPU

bekerjasama dengan Ary Ginanjar ESQ Leadership Center.

Peserta Diklat berjumlah 116 orang yang terdiri dari,

komisioner KPU 6 (enam) orang; para pejabat eselon I, II,

III dan IV; dan beberapa staf di lingkungan Sekretariat Jenderal

KPU sebanyak 110 orang. Dalam penutupan Diklat

ESQ, Wakil Sekretaris Jenderal KPU, Asrudi Trijono, SH

mengharapkan setelah training selesai para PNS yang telah

mengikuti training dapat mempratekkan dalam kehidupan

sehari-hari. Di akhir pelaksanaan diklat, kepada para peserta

Diklat diberikan sertifikat telah mengikuti Diklat ESQ Tahun

2011. (wwn)

7


8

News

Galery foto-foto suasana pengumuman

dan pameran Lomba Desain Poster dan

Flyer KPU Tahun 2011, bertempat di

Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol Nomor 29,

Jakarta Pusat. (foto:hupmas)

Pengumuman Pemenang Lomba

Desain Poster Dan Flyer KPU

Setelah dilakukan penilaian oleh Dewan Juri, dan berdasarkan Keputusan KPU Nomor 118/Kpts/KPU/Tahun 2011,

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pemenang untuk Lomba Disain Poster dan Flyer KPU Tahun 2011,

yang dilangsungkan hari Rabu, 26 Oktober 2011, bertempat di Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol Nomor 29, Jakarta

Pusat.

A. Kategori Poster

1. Pemenang I

Judul Karya: “Semua Punya Suara Demi Indonesia

Kini dan Nanti”

Pengirim: Putut Purnawanto (Sleman, DIY)

2. Pemenang II

Judul Karya: “Ramuan Ampuh Penyehat Pemilu”

Pengirim: Onny Kusuma Wahyu Wibowo (Depok,

Jawa Barat)

3. Pemenang III

Judul Karya: “Bukan Untuk Menang Atau Kalah”

Pengirim: Agus Susanto (Solo, Jawa Tengah)

B. Kategori Flyer

1. Pemenang I

Judul Karya: “Mata Hati Bersuara”

Pengirim: Aditya Wirabakti (Surabaya, Jawa Timur)

2. Pemenang II

Judul Karya: “Pentingnya Pemilu, Demi Masa

Depan yang Lebih Baik”

Pengirim: Lilik Sugiarti (Bekasi, Jawa Barat)

3. Pemenang III

Judul Karya: “Suara Untuk Perubahan Kartiniku

Untuk Indonesia”

Pengirim: Eustachius Hagni Wardoyo (Bekasi, Jawa

Barat)

Untuk mengapresiasi seluruh karya poster dan flyer yang telah KPU terima dalam perlombaan tersebut, selain

memberikan tropi, hadiah uang tunai dan sertifikat kepada para pemenang, KPU juga menyelenggarakan “pameran

poster dan flyer”, hasil karya putra-putri bangsa. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 26-27 Oktober 2011,

yang ditempatkan di Halaman Kantor KPU. Dan, kepada seluruh peserta lomba yang telah mengirimkan karyanya,

mereka juga diberi sertifikat oleh KPU.

Suara KPU Edisi Oktober 2011


Suara KPU Edisi Oktober 2011

Seputar Pemilukada

Pelantikan Pejabat Struktural

Eselon II, III, dan IV Sekretariat

Jenderal KPU Tahun 2011

Sekretaris Jenderal KPU RI, Suripto Bambang Setyadi, melantik pejabat struktural eselon II, III, dan IV di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU tahun

2011. (foto:hupmas)

Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 496-498/

Kpts/Setjen/Tahun 2011, Sekretaris Jenderal

(Sekjen) KPU RI, Suripto Bambang Setyadi,

Kamis (13/10), melantik pejabat struktural eselon

II, III, dan IV di lingkungan Sekretariat Jenderal

(Setjen) KPU tahun 2011.

Pejabat yang dilantik sebagai eselon II adalah,

Drs. Abner Nadeak, M.Si dan Emma Nurochma, S.Sos

(Kepala Biro Umum dan Wakil Kepala Biro Umum); Sigit

Joyowardono, SH dan Drs. Supriatna, M.Si (Kepala Biro

Teknis Hupmas dan Wakil Kepala Biro Teknis Hupmas);

Nanik Suwarti, SH dan Teuku Saiful Bahri, SH, M.Si

(Kepala Biro Hukum dan Wakil Kepala Biro Hukum);

Emil Satria Tarigan, SE (Wakil Kepala Biro Logistik); dan

Astari Rizal, SE, M.Si (Inspektur). Dari kedelapan orang

itu, terdapat dua nama yang berasal dari ”luar” KPU,

yakni Teuku Saiful Bahri dan Astari Rizal.

Pejabat yang dilantik sebagai eselon III berjumlah

5 (lima) orang, sedangkan eselon IV sebanyak dua belas

orang. Pelantikan dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU,

Wakil Sekjen KPU, serta seluruh pejabat dan staf Sekretariat

Jenderal.

Ketua KPU, Prof. HA. Hafiz Anshary AZ, MA, dalam

sambutannya mengatakan, pelantikan dilaksanakan untuk

mengisi kekosongan pejabat struktural eselon II, III,

dan IV dikarenakan adanya mutasi, memasuki usia pensiun,

dan mengundurkan diri dari jabatan/pensiun dini.

Selain itu, pelantikan juga dimaksudkan untuk menghindari

potensi stagnasi dan kesenjangan operasional dalam

pelaksanaan tugas. Pelantikan merupakan bagian

dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan

dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta bagian

dari pola pembinaan karier pegawai.

”Pelantikan hendaklah dimaknai terutama dari

sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penem-

patan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan

tertentu. Pengembangan karir pegawai tidak

dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai

yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk

melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi

untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas, wewenang,

dan kewajiban di lingkungan Sekretariat Jenderal

KPU,” tandas Hafiz Anshary.

Hafiz Anshary juga menyegarkan kembali pemahaman

mengenai keberadaan Fungsi Lini dan Fungsi Staf

dalam sistem organisasi modern, konsep Knowledge

Management System, serta pelajaran yang dapat dipetik

dari hasil evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2009

dan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

(Pemilkada).

”Sepanjang pengamatan saya, dari hasil penyelenggaraan

Pemilu 2009, terdapat 6 (enam) permasalahan

yang harus kita cermati, yakni, pemutakhiran data pemilih,

pengelolaan logistik, penanganan sengketa hukum,

sosialisasi Pemilu, penghitungan suara, serta integritas

penyelenggara Pemilu. Sedangkan strategi yang perlu

dirumuskan untuk meningkatkan kualitas Pemilukada

dititikberatkan pada 3 (tiga) aspek, yaitu, pembelajaran

politik kepada rakyat, database pemilih, dan antisipasi aspek

hukum/sengketa hasil Pemilukada,” ungkap Hafiz.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, Ketua KPU

berpesan agar dapat membawa perubahan ke arah yang

lebih positif, bekerja dengan jujur, profesional, cermat,

dan meningkatkan motivasi untuk belajar secara terusmenerus.

”Sebagai langkah awal, kiranya saudara dapat menyusun

dan menjabarkan program kerja yang komprehensif,

serta mempelajari berbagai ketentuan dan peraturan

yang terkait dengan fungsi dan tugas saudara,”

pungkas Hafiz Anshary. (dd)

9


10

Seputar Pemilukada

Pemilukada Muara Kasimaeru Di

Bumi Sikerei: “Konan Kam Ka TPS”

Masyarakat di Bumi Sikerei, Kepulauan Mentawai,

Sumatera Barat (Sumbar), Senin

(10/10) melaksanakan Pemilu untuk memilih

Bupati dan Wakil Bupati yang akan

memimpin mereka periode 2011-2016. Muara Kasimaeru

atau pemilu dalam damai, menjadi motto Pemilukada di

kepulauan yang baru saja mengalami gempa bumi pada

2010 ini. “Konan Kam Ka TPS”, ayo kita datang ke TPS,

demikian slogan warga setempat menggambarkan semangat

mereka untuk datang ke TPS.

Pemilukada ini diikuti oleh 6 (enam) pasangan

calon, yakni Hendri Nasrani, S.Sos – H. Rasyidin Syaiful,

SH (nomor urut 1/diusung PBB dan PAN); Antonius–

Melki (nomor urut 2/diusung oleh Gerindra dan Hanura);

Binsar Saleleubaja, SE–Agustinus Sab (nomor urut

3/diusung oleh Demokrat, PDP, Republikan, dan Buruh);

Kortanius Sabeleake, S.Pt –Henry Dunan Sirait (nomor

urut 4/diusung oleh PDS); Yudas Sabaggalet–Rijel Samaloisa

(nomor urut 5/diusung oleh PDIP); dan Aurelius

Yan–Jonimar Johannes (nomor urut 6/diusung oleh

PDK, Pelopor, PKPI, PPRN, PMB, Pakar Pangan, dan Patriot).

Jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih

Tetap (DPT) sebesar 50.484 (26.334 laki-laki, dan

24.150 perempuan), dengan Tempat Pemungutan Suara

(TPS) sebanyak 218 buah yang tersebar di sepuluh kecamatan,

yaitu Pagai Utara, Pagai Selatan, Sipora Utara,

Sipora Selatan, Siberut Utara, Siberut Selatan, Siberut

Tengah, Siberut Barat, Siberut Barat Daya, dan Sikakap.

Kecamatan Pagai Selatan memiliki jumlah pemilih terbanyak,

yakni 6.252 jiwa, sedangkan jumlah TPS terbanyak

berada di Kecamatan Sipora Selatan, 30 TPS.

Suasana pada saat pencoblosan berlangsung lancar,

tertib, dan aman. Masyarakat sangat antusias datang

ke TPS untuk menyalurkan hak politiknya. Mereka

sengaja tidak pergi ke ladang atau melaut, kecuali para

pekerja bongkar muat di pelabuhan, yang baru datang

ke TPS setelah pekerjaannya selesai.

“Kami kerja dulu di pelabuhan. Mencoblosnya nanti,

sekitar jam sembilan,” kata Markus, salah seorang kuli

angkut barang ketika ditemui di dermaga Tua Pejat.

Kepala Polres Kepulauan Mentawai, AKBP Nasrun

Fahmi, menjelaskan, personel kepolisian dari Polres Mentawai

yang diturunkan untuk pengamanan Pemilukada

Mentawai ada 160 orang lebih, terdiri dari Satuan Intelijen

dan Keamanan (Intelkam), Satuan Reserse Kriminal

(Reskrim), serta Satuan Sabhara. “Kita sudah mempersiapkan

personel pengamanan untuk Pemilukada ini,

termasuk dukungan dari Satuan Brimob Polda Sumbar.

Anggota Dalmas dan Brimob di tempatkan di setiap kecamatan

yang ada di Mentawai yakni masing-masing kecamatan

ditempatkan satu peleton,” katanya.

Tim dokumentasi dan peliputan KPU-RI bersamasama

dengan KPU Provinsi Sumbar melakukan pantauan

langsung jalannya pemungutan suara di ibukota

kabupaten, Tua Pejat, yang terletak di Pulau Sipora.

Hasil perolehan suara sementara pada Rabu

(12/10/2011) pukul 12:36:29, pasangan nomor urut 2

memimpin de-ngan 2.818 suara (30,81%), disusul pasangan

nomor urut 5 (lima) dengan 2.526 suara (27,62%);

pasangan nomor urut 3 (tiga) dengan 2.084 suara

Masyarakat di Bumi Sikerei, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar),

Senin (10/10/2011) melaksanakan Pemilu untuk memilih Bupati dan Wakil

Bupati yang akan memimpin mereka periode 2011-2016. (foto:ilham /hupmas)

(22,79%); pasangan nomor urut 1 (satu) dengan 964 suara

(10,54%); dan pasa-ngan nomor urut 6 (enam) dengan

86 suara (0,94%).

Rekapitulasi suara secara manual untuk tingkat kabupaten,

menurut rencana akan dilakukan sekitar tanggal

14-18 Oktober 2011 di kantor KPU Kabupaten Mentawai,

km 2 Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. “Paling

lambat tanggal 18 ini, karena kami kan masih harus

menunggu suara yang masuk dari setiap TPS. Ada TPS

yang sangat sulit dijangkau. Itu di daerah Siberut Barat,”

terang Ade Alifiya, plt. Kasubag Teknis dan Humas

KPU Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Suara KPU Edisi Oktober 2011


Suara KPU Edisi Oktober 2011

Seputar Pemilukada

Masyarakat Kampar

Coblos Pemimpin Masa Depan

Masyarakat Kabupaten Kampar, Provinsi

Riau, senin (10/10/2011), melaksanakan

pemungutan suara untuk memilih calon

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kampar

Periode 2011 - 2016 dalam Pemilukada Kabupaten

Kampar 2011. Pemungutan suara yang dimulai pukul

07.00 pagi itu berlangsung secara aman, tertib, dan

kondusif.

Sesuai dengan keputusan KPU Kabupaten Kampar

dalam proses tahapan pencalonan, para calon bupati

dan wakil bupati kampar terdiri dari 3 (tiga) pasangan

calon (paslon), yaitu paslon nomor urut 1 Ir. H. Nasrun

Effendi, MT - H. Tengku Muhammad Nizar, SH, M.Hum

(PBB, PDK, PDP, Partai Buruh, PNUI, PKNU, PKPI, PDS,

PBN, dan PMB); paslon nomor urut 2 Drs. Burhanuddin

Husin, MM - Drs. H. Zulher, MS (Golkar, PPP, HANURA,

GERINDRA, PDIP, PBR, dan PKB); dan paslon nomor

urut 3 H. Jefry Noer - H. Ibrahim, SH (Demokrat, PAN,

dan PKS).

Sebanyak 486.260 (laki-laki 249.241, perempuan

237.039) warga masuk dalam Daftar Pemilih Tetap

(DPT). Mereka menggunakan hak pilih di 1.128 tempat

pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 243 desa atau

kelurahan di 21 Kecamatan se-Kabupaten Kampar.

Anggota KPU Drs. Endang Sulastri, M.Si, meninjau

langsung Pemilukada di Kabupaten yang terkenal sebagai

Serambi Mekah Riau tersebut, didamping oleh Ketua

KPU Kab. Kampar Drs. Syapril Abdullah, M.Si, dan Anggota

KPU Provinsi Riau Lena Farida. Dalam tinjauannya

ke beberapa TPS diantaranya TPS 24 kel. Bangkinang

Kec. Bangkinang, TPS 23 dan TPS 27 (TPS lapas) Kel.

Langgini Kec. Bangkinang para pemilih terlihat sangat

antusias menggunakan hak pemilihnya. KPU Kabupaten

Kampar juga menyediakan TPS khusus yaitu di LP Bangkinang.

Di TPS lembaga pemasyarakatan (LP) Bangkinang

juga terlihat partisipasi pemilih yang cukup tinggi, hal

tersebut dapat dilihat dari jumlah pemilih yang telah

menggunakan hak suaranya sebanyak 230 dari 290

pemilih yang terdaftar dalam DPT.

Menurut Endang Sulastri, terkait dengan TPS

khusus di LP Bangkinang, KPU ingin mengakomodir

hak-hak politik seluruh masyarakat Kabupaten Kampar

tanpa terkecuali. “Seluruh warga masyarakat Kabupaten

Kampar diberikan hak politik yang sama, baik

untuk kelompok minoritas dan berkebutuhan khusus,”

ujar Endang Sulastri dalam kunjungannya ke LP Bangkinang.

Endang juga berharap seluruh proses penghitungan

sampai proses rekapitulasi dapat berjalan dengan

baik. “Semoga seluruh proses rekapitulasi dapat berjalan

dengan tertib dan damai, dan seluruh pihak dapat

menghormati hasil Pemilu ini (Pemilukada Kab. Kampar),”

tambah Endang.

Rekapitulasi penghitungan suara secara manual di

tingkat Kabupaten, rencananya akan dilaksanakan pada

jumat (14/10/2011) atau tepatnya 3 hari setelah hari pencoblosan.

(Ook/Ibud/red)

Anggota KPU Drs. Endang Sulastri, M.Si, meninjau langsung Pemilukada Kabupaten Kampar, Riau. (foto:ooks/hupmas)

11


12

Seputar Pemilukada

Ratu Atut-

Rano Karno

Terpilih Sebagai

Gubernur-Wagub

Banten

Rekapitulasi penghitungan suara

Pemilihan Umum Kepala

Daerah dan Wakil Kepala

Daerah (Pemilukada) Gubernur

dan Wakil Gubernur Provinsi Banten

di tingkat Provinsi telah dilaksanakan

pada Minggu (30/10/2011) di Hotel

Le Dian Kota Serang, Banten.

Melalui surat keputusan nomor:

56/Kpps/KPU-Prov/015/Tahun 2011 tentang

Penetapan Pasangan Calon Terpilih

Kepala Daerah dan Wakil Kepala

Daerah (Pemilukada) Gubernur dan

Wakil Gubernur Provinsi Banten periode

2012-2017, yang tertuang dalam

Berita Acara nomor: 30/BA/X/Tahun

2011, KPU Provinsi Banten menetapkan

pasangan nomor urut 1 (satu), Ratu

Atut Chosiyah-Rano Karno, sebagai

pasangan Gubernur-Wakil Gubernur

Banten terpilih periode 2012-2017.

Berita Dalam Gambar

Kunjungan KPU Sudan ke KPU-RI

(21 Oktober 2011)

Seorang pemilih tampak sedang melihat daftar calon gubernur dan wakil

gubernur pada pemilukada Provinsi Banten. (foto:dody/hupmas)

Penetapan Rekapitulasi Hasil Perolehan

Suara Pemilihan Gubernur dan

Wakil Gubernur Provinsi Banten periode

2012-2017 dihadiri oleh 5 anggota

KPU Provinsi Banten, 8 KPU Kab/Kota

se-Provinsi Banten, serta Panwaslu

Provinsi Banten.

Hasil perolehan penghitungan

suara selengkapnya adalah, Hj. Ratu

Atut Chosiyah, SE dan H. Rano Karno

(pasangan nomor urut 1) memperoleh

2.136.035 suara 49.65%; Drs. H. Wahidin

Halim, M.Si dan Hj. Irna Narulita, SE,

MM (pasangan nomor urut 2) memperoleh

1.674.957 suara 38.93%; dan

Jazuli Juwaini, MA dan Drs. H. Makmun

Muzakki R. (pasangan nomor urut 3)

memperoleh 491.432 suara 11.42%.

Pemilukada Provinsi Banten diselenggarakan

pada Sabtu, 22 Oktober

2011 di 4 (empat) kabupaten dan 4

Pemilukada Kabupaten Bengkulu Tengah

(15 Oktober 2011)

(empat) kota, yakni Kabupaten Serang,

Kabupaten Tangerang, Kabupaten

Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota

Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang

dan Kota Tangerang Selatan.

Jumlah pemilih yang terdaftar

dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak

7.118.587 jiwa, yang tersebar

di 16.805 Tempat Pemungutan Suara

(TPS). Pemilih yang menggunakan hak

pilihnya sebanyak 4.433.389 jiwa, sedangkan

yang tidak menggunakan hak

pilihnya sebanyak 2.685.198 jiwa. Jumlah

suara sah adalah 4.302.424 suara,

sedangkan suara tidak sah sebanyak

137.955 suara.

Pelantikan dan pengucapan sumpah-janji

pasangan Gubernur dan Wakil

Gubernur Banten terpilih periode 2012-

2017, menurut KPU Banten, akan dilaksanakan

pada 11 Januari 2012. (dod/FS)

Forum KPU se-Asean (3 - 5 Oktober 2011)

Suara KPU Edisi Oktober 2011

More magazines by this user
Similar magazines