Hijrah Bagian (1) - Blog Abu Umamah

abangdani.files.wordpress.com

Hijrah Bagian (1) - Blog Abu Umamah

NashirusSunnah publisher

http://maramissetiawan.wordpress.com

Catatan Blog Ardhillah

ini…. Mereka dengan yakin akan mengatakan bahwa mereka berpegang Teguh pada

Qur’an dan sunnah…. Mereka juga sholat....

Tapi tolak ukurnya, shohihkah pemahaman mereka tentang Qur’an dan sunnah mereka?

Apakah aqidah mereka benar? Apakah ibadah mereka berdasarkan cara dan pemahaman

yang benar? Lihatlah Orang orang Ahmadiyah mereka menggunakan Al Qur'an dan Al

Hadist tapi dengan cara penafsiran mereka sendiri sehingga mereka meyakini Mirza

Ghulan Ahmed sebagai nabi…. Astaghfirullah.

Kalaulah kita bertanya kepada kaum sufi dan pengikut pengikut tareqat mereka akan

marah bila dikatakan mereka melakukan praktek praktek menyekutukan Allah… Mereka

akan marah bila kita mengkritik cara beribadah mereka yang diada-adakan dengan

banyaknya dzikir-dzikir bid’ah yang mereka ciptakan.

Semua orang tentulah akan merasa benar bila mereka menolak ukur kebenaran itu dari

pemahaman mereka… Tapi apakah islam seperti itu? Tolak ukur suatu kebenaran yang

hakiki adalah kebenaran sebagaimana Rasululllah mengajarkannya kepada para

sahabat beliau… Sehingga para sahabat adalah mereka yang pemahamannya paling

shoheh dibandingkan dengan pemahaman-pemahaman kita…

Bila kita membandingkan pemahaman pemahaman sesat tersebut dengan pemahaman

para sahabat Nabi maka akan sangat jelaslah dimana penyimpangan dan kesesatan

mereka.

Tolak ukur kebenaran yang pokok dan fundamental adalah keshohihan aqidah

seseorang… tanpa aqidah yang benar dan pemahaman yang shohih berdasarkan

pemahaman para As Salaf… apalah arti amal sholeh bila tidak dilakukan dengan aqidah

dan cara yang benar ?

Rytha ingin bertanya….

Bagaimana dengan pandangan ukhti terhadap sekelompok pergerakan yang berusaha

merangkul semua golongan, bahkan golongan golongan yang penuh dengan ke

musyrikan sekalipun ? Tidakkah mereka sama buruknya ? Tokok tokoh mereka sangat

gigih mengkampanyekan penyatuan suni shi’ah, bagaimanakah hati kecil ukhti terhadap

mereka yang mencaci maki ibu ibu anti untuk bersatu dengan mereka ? Itulah pergerakan

yang dikenal sebagai pergerakan ikhwanul muslimin…

Jadi hal hal yang ukhti sebutkan tidak bisa menjadi tolak ukur, karena memang ada nilai

nilai kebenaran universal dimana orang non muslim sekalipun bisa melakukan yang lebih

baik dari itu…. Siapa sih yang tidak kenal dengan bunda Theresa, tidak tahu dengan para

missionaries yang jiwa sosialnya sangat tinggi membangun fasilitas umum,

meningkatkan taraf hidup, pendidikan dan ekonomi.. tapi dalam misinya tersebut tersisip

niat jahat misi-misi mereka untuk mengubah aqidah kita….

Sekarang tidak usah memikirkan mereka karena mereka sudah sangat jelas kafir… Lalu

bagaimana dengan saudara saudara muslim kita yang mengajarkan islam dengan metoda

metoda mereka sendiri yang tidak pernah di pergunakan atau di contohkan oleh

Rasulullah dan generasi sahabat ?

Tidakkah lebih baik kita semua bersatu dengan aqidah yang benar.. menyeru golongan

47

Similar magazines