Hijrah Bagian (1) - Blog Abu Umamah

abangdani.files.wordpress.com

Hijrah Bagian (1) - Blog Abu Umamah

NashirusSunnah publisher

http://maramissetiawan.wordpress.com

Catatan Blog Ardhillah

bahkan mengundang orang lain untuk ikut bersamanya… menda’wahkan kebid’ahan

mereka….Semakin berkembangnya bid’ah maka akan semakin terkaburnya hal yang

benar benar sunnah. Termasuk dari golongan golongan tersbut adalah yang akh anang

sebutkan, yaitu Khawarij, Bid’ah, Sururi, Ikhwani, hizbiyun dan lain lain.

Mudah mudahan akh Anang meluangkan waktu untuk lebih mengkaji apakah kebid’ahan

dalam pergerakan mereka….

Sekarang Rytha harap Akhi Anang paham apa yang ustadz ustadz tersebut

maksudkan……lahaula walla quwata illa billah…

anang said...

Apakah tidak ada metode dakwah yang lebih baik selain mencela umat Islam yang

lain?????

Jika manhaj salaf yang didakwahkan itu benar saya kira tidak perlu mencela, mencaci,

menjelek-jelekan muslim yang lain yang mereka justru banyak bekerja untuk umat ini,

dakwahlah seperti Rosulullah dan para sahabat berdakwah.

My Reply

Akh Anang….

Bekerja sesungguhnya untuk umat ini adalah bila pekerjaan dakwah tersebut benar benar

dilakukan dengan medota dakwah yang benar. Mengikuti metoda dakwah para Nabi dan

Rasul yang menyeru kepada dakwah tauhid yang utama, mengajak manusia untuk hanya

beribadah kepada Allah semata dengan cara yang di contohkan oleh Rasulullah .

Adapun bekerja untuk umat ini dengan tanpa mengindahkan metoda dakwah yang lurus,

tentulah bukan bekerja yang sebenarnya, bahkan akan mengancurkan umat dan

menyesatkan umat.

Alhamdulillah Allah subhanahu wata’ala telah mengatakan : “Serulah (manusia) kepada

jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan

cara yang lebih baik."[An-Nahl: 125]. Itulah contoh yang dilakukan oleh Rasulullah

dan para As-Salaf, dan insyaAllah begitulah metoda dakwah para salafiyyun [para

pengikut jejak salaf]. Tergantung dari siapa objek dakwah, terkadang harus di debat,

terkadang harus dengan kekerasan, hikmah di sini harus sesuai dengan hikmah yang

dicontohi oleh rasul dan para sahabatnya.

Shaikh Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Umair Al-Madkholiy berkata : “Hukum asal di dalam

berdakwah adalah al-Liin (lemah lembut), ar-Rifq (ramah) dan al-Hikmah. Inilah hukum

asal di dalam berdakwah. Jika anda mendapatkan orang yang menentang, tidak mau

menerima kebenaran dan anda tegakkan atasnya hujjah namun dia menolaknya, maka

saat itulah anda gunakan ar-Radd (bantahan).

Jika Anda adalah seorang penguasa -dan pelaku bi’dah ini adalah seorang da’i- maka

luruskanlah ia dengan pedang, dan terkadang ia dihukum mati jika ia tetap bersikukuh

dengan menyebarkan kesesatannya. Banyak para ulama dari berbagai macam madzhab

memandang bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh Ahlul Bid’ah lebih berbahaya dari

53