Download File - BAPPEDA Aceh

bappeda.acehprov.go.id

Download File - BAPPEDA Aceh

ACEH DALAM ANGKA 2011

Aceh in Figures 2011

ISSN : 2088 - 8910

No. Publikasi / Publication Number : 11000.1117

Katalog BPS / BPS Catalogue : 1102001.11

Ukuran Buku / Book Size : 21 x 15 cm

Jumlah Halaman / Number of Page : LXXVI + 482 halaman/pages

Naskah / Manuscript :

- Bagian Tata Usaha /

Administration Division

- Bidang Statistik Sosial /

Social Statistic Division

- Bidang Statistik Produksi /

Production Statistic Division

- Bidang Statistik Distribusi /

Distribution Statistic Division

- Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik /

Regional Account and Statistic Analysis Division

- Bidang Integrasi, Pengolahan, dan Diseminasi Statistik /

Integration, Data Processing, and Dissemination Statistic Division

Desain dan Gambar Kulit / Design and Cover :

Bidang Integrasi, Pengolahan, dan Diseminasi Statistik/

Integration, Data Processing, and Dissemination Statistic Division

Diterbitkan oleh / Published by :

BPS Provinsi Aceh bekerja sama dengan

BAPPEDA Aceh /

BPS-Statistics of Aceh Province colloboration

with BAPPEDA Aceh

Boleh dikutip dengan Menyebut sumbernya

May Be Cited with Mentioning Source


LAMBANG DAN PIAGAM PANCA CITA

PERTAMA : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN SEPENUH

DAYA UPAYA UNTUK MENCIPTAKAN KEADILAN YANG

BERSENDIKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM

MASYARAKAT

KEDUA : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN PENUH DAYA

UPAYA UNTUK MEMADU BAKAT DAN SIFAT

KEPAHLAWANAN SEJATI DI DALAM DADA SEGENAP

LAPISAN MASYARAKAT

KETIGA : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN PENUH DAYA

UPAYA KE ARAH TERCIPTANYA KEMAKMURAN

MERATA BAGI SEGENAP LAPISAN MASYARAKAT

KEEMPAT : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN PENUH DAYA

UPAYA UNTUK MEMUPUK SUASANA KERUKUNAN DI

DALAM PERGAULAN HIDUP SEGENAP LAPISAN

RAKYAT

KELIMA : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN PENUH DAYA

UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN

ROHANI DAN JASMANIAH YANG MELIPUTI SEGENAP

LAPISAN MASYARAKAT


PETA PROVINSI ACEH


Irwandi Yusuf

Gubernur Aceh


SAMBUTAN

GUBERNUR ACEH

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam rangka untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan

kesejahteraan warganya, Aceh perlu mempercepat laju pembangunan daerah.

Guna mendukung tercapainya tujuan ini data yang akurat sangat diperlukan

sehingga perencanaan pembangunan dapat dirumuskan secara tepat waktu,

efektif serta berkesinambungan guna mendukung pencapaian hasil yang

optimal.

Penerbitan “Aceh Dalam Angka 2011” oleh Badan Pusat Statistik (BPS)

Provinsi Aceh dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

(BAPPEDA) Aceh dapat berguna sebagai rujukan yang berharga bagi para

peneliti dan analis, terutama bagi mereka yang terlibat dalam perencanaan

pembangunan.

Aceh Dalam Angka 2011” merupakan sebuah inisiatif positif dan

berguna, khususnya yang berkaitan dengan perumusan kebijakan dan rencana

kedepan dan juga sebagai rujukan untuk evaluasi program.

Aceh Dalam Angka 2011” merupakan salah satu dari sejumlah laporan

dan publikasi dalam beragam subyek yang dihasilkan oleh BPS Provinsi

Aceh dan BAPPEDA Aceh agar dapat digunakan oleh para praktisi

pembangunan dan kami berharap para pengguna akan menemukan informasi

yang berguna di dalamnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


FOREWORD

By

GOVERNOR OF ACEH

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Aceh needs to accelerate the pace of regional development in order to

reduce poverty and enhance the wellbeing of its citizens. For this purpose,

accurate data is much required so that development planning can be

formulated in a timely, effective and continuous manner in order to support

the achievement of optimal outcomes.

The publication of ‘Aceh in Figures 2011’ by the Aceh Province of

Bureau of Statistics (BPS) and the Aceh Planning and Development Agency

(BAPPEDA) can serve as a valuable reference for researchers and analysts,

in particular for those involved in development planning.

Aceh in Figures 2011’ is to be considered a positive and useful

initiative, in particular with regard to the formulation of future policies and

plans as well as a reference for programme evaluation.

Aceh in Figures 2011’ is just one of a number of reports and

publications on a variety of subjects that BPS of Aceh Province and

BAPPEDA Aceh continue to produce for the use of development

practitioners, and which we hope users will find informative and useful.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


PENGANTAR

KEPALA BAPPEDA ACEH

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Publikasi Aceh Dalam Angka 2011 ini merupakan kelanjutan dari

penerbitan tahun-tahun sebelumnya, yang merupakan hasil kerjasama

BAPPEDA Aceh dengan BPS Provinsi Aceh dalam penyediaan data yang

dibutuhkan untuk proses perencanaan dan evaluasi pembangunan yang telah

dicapai.

Diharapkan buku ini dapat menjadi salah satu referensi berbagai program

pembangunan, sehingga pembangunan yang direncanakan dapat benar-benar

menyentuh kebutuhan masyarakat banyak.

Kepada semua pihak terkait dalam penyusunan buku ini, sangat

diharapkan kerjasamanya sehingga segala yang telah disajikan dalam

penerbitan publikasi Aceh Dalam Angka Tahun 2011 ini dapat lebih sempurna

dengan sajian data yang lebih lengkap dan lebih bervariasi.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan

publikasi ini kami ucapkan terima kasih, semoga Allah SWT memberkati

usaha kita, Amin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


PREFACE

HEAD OF REGIONAL

DEVELOPMENT PLANNING BOARD ACEH

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Publication of Aceh in Figures 2011 is a continuation of the publication of

the previous years, which is the result of cooperation Bappeda Aceh by the BPS

of Aceh Province in providing data needed for planning and evaluation

processes of development that has been achieve.

It is hoped that this book can be one of the references of various

development programs, so that the planned development can be truly touched

many people's needs.

To all parties involved in the preparation of this book, it is expected that all

the cooperation that has been presented in the publications of Aceh in Figures

Year 2011 can be more perfect with the presentation of data more complete and

more varied.

Finally to all those who have assisted in the preparation of this publication

we thank you, may God Almighty bless our efforts, Amen.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


KATA PENGANTAR

KEPALA BPS PROVINSI ACEH

Penerbitan Aceh Dalam Angka 2011 ini merupakan seri penerbitan

yang ke tiga puluh delapan (38) dan merupakan hasil kerjasama antara BPS

Provinsi Aceh dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

(BAPPEDA) Aceh.

Tabel-tabel yang disajikan dalam buku ini merupakan kumpulan data

statistik yang di peroleh dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta di

Provinsi Aceh serta beberapa data dari hasil survei yang dilaksanakan oleh

BPS Provinsi Aceh.

Kritik dan saran dari berbagai pihak guna peningkatan mutu publikasi

ini dimasa mendatang sangat kami hargai.

Akhirnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada

Instansi-instansi Pemerintah maupun Non Pemerintah yang telah memberikan

bantuannya dalam penerbitan buku ini.

Harapan kami semoga bermanfaat bagi pemakainya.


PREFACE

CHIEF BPS OF ACEH PROVINCE

The publication of Aceh in Figures for the year 2011 is in the 38 st

edition of the series of Aceh in Figures publication. The publication of this

book is a joint effort between the BPS of Aceh Province and The Regional

Development Planning Board of Aceh.

Many of the statistical tables presented in this book are based on

secondary data from government and private institutions in Aceh Province.

Meanwhile, some of the data represent the result of surveys conducted by the

BPS of Aceh Province.

Critics as well as suggestions from various parties for the improvement

of this publicaton are greatly appreciated.

Acknowledgements are due to all governmental as well as non

governmental agencies who have contributed to this publication.

It is our hope that this book will be of much help to the users.


Sejarah Singkat


D A F T A R I S I

List of Content

1. LAMBANG DAN PIAGAM PANCACITA

Symbol and Pancacita charter of Aceh Province

2. PETA

Map of Aceh Province

3. FOTO GUBERNUR

Photograph of The Governor of Aceh Province

4. KATA SAMBUTAN GUBERNUR ACEH

Foreword by Governor of Aceh Province

5. KATA PENGANTAR KEPALA BAPPEDA

Preface by chief of Aceh Province

6. KATA PENGANTAR KEPALA BPS

Preface by chief of BPS Statistics of Aceh Province

7. DAFTAR ISI

List of Contents

8. PENDAHULUAN

Introduction

9. SEJARAH SINGKAT

Brief History of Aceh Province

10. NOTASI DALAM TABEL

Symbol in Table

11. PENJELASAN TEKNIS

Explanatory Notes

Daftar Isi

Halaman/Pages

III

B A B I G E O G R A F I S 3

Geography

LETAK GEOGRAFIS

Geographical Situation

TABEL/Table I.1 LUAS PROVINSI ACEH MENURUT PENGGUNAAN LAHAN, 2010

Land area by utilization of land in Aceh Province, 2010

TABEL/Table I.2 LOKASI DAN LUAS SUAKA ALAM/OBJEK WISATA ALAM, 2010

Location and area of wild life preserve/natural tourist objects, 2010

TABEL/Table I.3 BANYAKNYA GEMPA BUMI SETIAP BULAN YANG TERCATAT DI

STASIUN GEOFISIKA MATA IE BANDA ACEH, 2010

Number of earthquake recorded by month at Geophysical Station

Mata Ie Banda Aceh, 2010

Aceh Dalam Angka 2011 XV

V

VII

IX

XI

XIII

XV

LI

LV

LXIII

LXV

5

7

8

9


List of Contents

TABEL/Table I.4 KONDISI SUHU UDARA SETIAP BULAN YANG TERCATAT DI STASIUN

METEOROLOGI BLANG BINTANG BANDA ACEH, 2010

Atmosphere temperature condition recorded by month at

Meteorology Station Blang Bintang Banda Aceh, 2010

TABEL/Table I.5 JUMLAH CURAH HUJAN, JUMLAH HARI HUJAN DAN PENYINARAN

MATAHARI SETIAP BULAN YANG TERCATAT DI STASIUN

METEOROLOGI BLANG BINTANG BANDA ACEH, 2010

Number of rainfall, rain day and sun irradiating recorded by month

at Meteorology Station Blang Bintang Banda Aceh, 2010

TABEL/Table I.6 KECEPATAN ANGIN, TEKANAN UDARA DAN KELEMBABAN SETIAP

BULAN YANG TERCATAT DI STASIUN METEOROLOGI BLANG

BINTANG BANDA ACEH, 2010

Condition of speed of wind, air pressure, and dampness recorded by

month at Meteorology Station Blang Bintang Banda Aceh, 2010

B A B II PEMERINTAHAN 15

Government

TABEL/Table II.1 NAMA-NAMA IBUKOTA KABUPATEN/KOTA, BANYAKNYA

KECAMATAN, MUKIM DAN GAMPONG, 2010

Capital of Regencies/Cities, and numbers of subdistricts, mukim, and

villages, 2010

TABEL/Table II.2 JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL PER UNIT KERJA MENURUT

GOLONGAN RUANG DAN JENIS KELAMIN DILINGKUNGAN

PEMERINTAH PROVINSI ACEH, 2010

Number of public servant job per units by rank in government of

Aceh Province, 2010

TABEL/Table II.3 JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN JENJANG

PENDIDIKAN FORMAL DILINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI

ACEH, 2010

Number of public servant job based on formal education in

government of Aceh Province, 2010

TABEL/Table II.4 PRODUK HUKUM BIDANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN, 2010

The law product of environmental management area, 2010.

B A B III PENDUDUK DAN TENAGA KERJA 29

Population and Manpower

GAMBAR /Figure

III.1

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS MENURUT

JENIS KEGIATAN SEMINGGU YANG LALU, 2010

Percentage of population 15 years of age and over by type of

activity, 2010

XVI Aceh in Figures 2011

10

11

12

17

18

21

24

33


GAMBAR /Figure

III.2

GAMBAR/Figure

III.3

GAMBAR/Figure

III.4

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG

BEKERJA MENURUT LAPANGAN PEKERJAAN, 2010

Percentage of population 15 years of age and over who worked by

main industry, 2010

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG

BEKERJA MENURUT STATUS PEKERJAAN UTAMA, 2010

Percentage of population 15 years of age and over who worked by

main employment status, 2010

PERSENTASE PENDUDUK MISKIN PER KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of poor population by Regency/City 2010

TABEL/Table III.1 JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN (RIBUAN), 1981-2010

Number of population by sex (thousand),1981-2010

TABEL/Table III.2 JUMLAH PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2006-2010

Number of population by Regency/City , 2006-2010

TABEL/Table III.3 KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA (JIWA/KM 2 ),

2005-2010

Population density by Regency/City (People/km 2 ), 2005–2010

TABEL/Table III.4 LUAS WILAYAH, JUMLAH RUMAH TANGGA DAN PENDUDUK

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Area, number of household and population by Regency/City, 2010

TABEL/Table III.5 JUMLAH PENDUDUK MENURUT KELOMPOK UMUR (RIBUAN),

2007-2010

Number of Population by age group (thousand), 2007–2010

TABEL/Table III.6 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN PER KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Percentage of poor population by Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table III.7 JUMLAH PENCARI KERJA YANG TERDAFTAR MENURUT KELOMPOK

UMUR DAN JENIS KELAMIN, 2010

Number of registered job seekers by age group and sex, 2010

TABEL/Table III.8 JUMLAH PENCARI KERJA YANG TERDAFTAR MENURUT PENDIDIKAN

DAN JENIS KELAMIN, 2010

Number of job seekers listed by education and sex, 2010

TABEL/Table III.9 JUMLAH ANGKATAN KERJA DAN PENCARI KERJA MENURUT

KEBUPATEN/KOTA, 2010

Labor force and job seekers by Regency/City, 2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XVII

33

34

35

37

38

39

40

41

42

43

44

45


List of Contents

TABEL/Table III.10 JUMLAH ORGANISASI SERIKAT PEKERJA (SP) DAN ANGGOTANYA

MENURUT LAPANGAN USAHA, 2010

Number of labor union and members by industry, 2010

TABEL/Table III.11 JUMLAH PERUSAHAAN DAN BURUH YANG TERDAFTAR MENURUT

LAPANGAN USAHA, 2010

Number of establishments and labor registered to be based on act of

manpower must report by field of work, 2010

TABEL/Table III.12 PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS MENURUT GOLONGAN

UMUR DAN JENIS KEGIATAN SELAMA SEMINGGU YANG LALU, 2010

Population 15 years of age and over by age group and type of

activity during the previous week, 2010

TABEL/Table III.13 PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS MENURUT PENDIDIKAN

TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN JENIS KEGIATAN SELAMA

SEMINGGU YANG LALU, 2010

Population 15 years of age and over by educational attainment and

type of activity during the previous week, 2010

TABEL/Table III.14 PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA SELAMA

SEMINGGU YANG LALU MENURUT STATUS PEKERJAAN UTAMA DAN

LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA, 2010

Population 15 years of age and over who worked during the previous

week by main employment status and main industry, 2010

TABEL/Table III.15 PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA SELAMA

SEMINGGU YANG LALU MENURUT JUMLAH JAM KERJA PADA

PEKERJAN UTAMA DAN LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA, 2010

Population 15 years of age and over who worked during the previous

week by total of working hours on main job and main industry, 2010

TABEL/Table III.16 PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA SELAMA

SEMINGGU YANG LALU MENURUT GOLONGAN UMUR DAN JUMLAH

JAM KERJA PADA PEKERJAAN UTAMA, 2010

Population 15 years of age and over by age group and number of

economically active during the previous week, 2010

TABEL/Table III.17 PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA SELAMA

SEMINGGU YANG LALU MENURUT STATUS PEKERJAAN UTAMA DAN

PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN, 2010

Population 15 years of age and over who worked during the previous

week by main employment status and educational attainment, 2010

TABEL/Table III.18 JUMLAH ANGKATAN KERJA MENURUT JENIS KELAMIN (RIBUAN),

1999-2010

Number of labor force by sex (thousand), 1999-2010

XVIII Aceh in Figures 2011

46

47

48

50

52

53

54

55

56


Daftar Isi

B A B IV S O S I A L 59

GAMBAR / Figure

IV.1

GAMBAR / Figure

IV.2

Social

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KEATAS YANG BUTA

HURUF MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of illeterate people 10 years of age and over by

Regency/City, 2010

PERSENTASE BALITA MENURUT PENOLONG KELAHIRAN, 2010

Percentage of children under five by last birth attendant, 2010

TABEL/Table IV.1 PERSENTASE PENDUDUK YANG BERUMUR 10 TAHUN KEATAS YANG

BUTA HURUF MENURUT KELOMPOK UMUR DAN DAERAH TEMPAT

TINGGAL, 2009-2010

Percentage of illeterate aged 10 years and over by age group and

urban-rural classification, 2009-2010

TABEL/Table IV.2 PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 5 TAHUN KEATAS MENURUT

KELOMPOK UMUR, DAERAH TEMPAT TINGGAL DAN STATUS

SEKOLAH, 2010

Percentage population aged 5 years and over by age group, urbanrural

classification and school attendance, 2010

TABEL/Table IV.3 PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 7-24 TAHUN MENURUT

KELOMPOK UMUR SEKOLAH, JENIS KELAMIN DAN PARTISIPASI

SEKOLAH, 2008-2010

Percentage population aged 7-24 years and by school age group, sex

and school participation, 2008-2010

TABEL/Table IV.4 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA TAMAN KANAK-

KANAK NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state kindergarten

by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.5 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA TAMAN KANAK-

KANAK SWASTA MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher, and student of private kindergarten

by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.6 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH DASAR

(SD) NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state elementary

school by Regency/City, 2010/2011

Aceh Dalam Angka 2011 XIX

69

70

71

72

73

74

75

76


List of Contents

TABEL/Table IV.7 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH DASAR

(SD) SWASTA, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class , teacher and student of private elementary

school by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.8 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

LANJUTAN TINGKAT PERTAMA NEGERI, MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state junior high

schools by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.9 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

LANJUTAN TINGKAT PERTAMA SWASTA, MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private junior high

schools by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.10 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

MENENGAH UMUM NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA , TAHUN

2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state senior high

schools by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.11 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

MENENGAH UMUM SWASTA, MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private junior high

schools by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.12 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

MENENGAH KEJURUAN NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010/2010

Number of school, class, teacher and student of state vocatinal high

schools by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.13 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

MENENGAH KEJURUAN SWASTA, MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010/2010

Number of school, class, teacher and student of private vocatinal

high schools by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.14 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA MADRASAH

IBTIDAIYAH NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state madrasah

ibtidaiyah by Regency/City, 2010/2011

XX Aceh in Figures 2011

77

78

79

80

81

82

83

84


TABEL/Table IV.15 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA MADRASAH

IBTIDAIYAH SWASTA, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private madrasah

ibtidaiyah by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.16 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA MADRASAH

TSANAWIYAH NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state madrasah

tsanawiyah by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.17 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA MADRASAH

TSANAWIYAH SWASTA, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private madrasah

tsanawiyah by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.18 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA MADRASAH

ALIYAH NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state madrasah

aliyah Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.19 JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA MADRASAH

ALIYAH SWASTA, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private madrasah

aliyah by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.20 JUMLAH JAMAAH HAJI MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN JENIS

KELAMIN, 2008-2010

Number of moslem pilgrims by Regency/City and sex, 2008–2010

TABEL/Table IV.21 JUMLAH TEMPAT IBADAH MENURUT JENIS AGAMA DALAM

KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of worship place by religion and Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.22 PERSENTASE PENDUDUK MENURUT PEMELUK AGAMA MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of population by religion and Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.23 JUMLAH PONDOK PESANTREN, SANTRI DAN TENAGA PENGAJAR

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Numbers of Islamic Training Center, student and teacher, 2010

TABEL/Table IV.24 JUMLAH ZAKAT YANG DIKOORDINIR OLEH DEPARTEMEN AGAMA

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Amount of Islamic tithe managed by Department of Religious Affairs

by Regency/City, 2009-2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XXI

85

86

87

88

89

90

91

92

93

94


List of Contents

TABEL/Table IV.25 JUMLAH PROGRAM STUDI MENURUT FAKULTAS DAN STRATA DI

UNIVERSITAS SYIAH KUALA, 2010

Number of majors by faculty and degree in Syiah Kuala University,

2010

TABEL/Table IV.26 JUMLAH MAHASISWA YANG TERDAFTAR MENURUT FAKULTAS DAN

STRATA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA, 2010

Number of students registered in Syiah Kuala University by faculty

and degree, 2010

TABEL/Table IV.27 JUMLAH MAHASISWA YANG TERDAFTAR PADA PROGRAM

PASCASARJANA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA, 2010

Number of students registered at post graduate degree in Syiah

Kuala University, 2010

TABEL/Table IV.28 JUMLAH PENGUNJUNG PADA MUSEUM NEGERI ACEH, 2007 - 2010

Number of visitors at State Museum of Aceh, 2007 – 2010

TABEL/Table IV.29 JUMLAH PENGUNJUNG MENURUT JENIS DI MUSEUM NEGERI ACEH,

2010

Number of visitors by type at State Museum of Aceh, 2010

TABEL/Table IV.30 TARGET DAN REALISASI AKSEPTOR BARU DAN PEMAKAI SEKARANG

DARI JUMLAH PUS PER KABUPATEN/KOTA, 2010

Target and realization of new acceptors and current users (CU) of

eligible couples by Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.31 PERKEMBANGAN TARGET DAN REALISASI AKSEPTOR BARU DAN

PEMAKAI SEKARANG, 2000-2010

Trend of target and realization of new acceptors and current users

(CU) of eligible couples, 2000-2010

TABEL/Table IV.32 JUMLAH PKBRS DAN KKB MENURUT KABUPATEN/ KOTA, 2008-2010

Number of PKBRS and KKB by Regency/City, 2008-2010

TABEL/Table IV.33 PERKEMBANGAN POS KBG DAN JUMLAH KELOMPOK AKSEPTOR

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of KBG Post and number of groups of acceptors by

Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.34 REALISASI AKSEPTOR PER METODE KONTRASEPSI MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Realization of acceptors by contracepcy method and Regency/City,

2010

TABEL/Table IV.35 JUMLAH PERKARA YANG DITERIMA MENURUT JENIS PERKARA PADA

MAHKAMAH SYAR’IYAH, 2010

Number of cases reported by type of case at Mahkamah Syar’iyah,

2010

XXII Aceh in Figures 2011

95

96

98

99

100

101

103

105

106

107

109


TABEL/Table IV.36 JUMLAH PERKARA YANG DITERIMA DAN JENIS PENYELESAIAN PADA

MAHKAMAH SYAR’IYAH, 2010

Number of cases reported and types of settlement at Mahkamah

Syar’iyah, 2010

TABEL/Table IV.37 JUMLAH KASUS PENYEBAB TERJADINYA PERCERAIAN PADA

MAHKAMAH SYAR’IYAH, 2010

Number of cases that causing divorces at Mahkamah Syar’iyah, 2010

TABEL/Table IV.38 JUMLAH PERKARA JINAYAT YANG DIPUTUS PADA MAHKAMAH

SYARI’AH, 2010

Number of cases of jinayat solved at Mahkamah Syar’iyah, 2010

TABEL/Table IV.39 JUMLAH PERKARA YANG DIPUTUS MENURUT JENIS PERKARA PADA

MAHKAMAH SYAR’IYAH, 2010

Number of cases solved by type of case at Mahkamah Syar’iyah, 2010

TABEL/Table IV.40 JUMLAH PERKARA PERDATA YANG DILAKUKAN BANDING, KASASI,

DAN GRASI DALAM LINGKUNGAN PENGADILAN TINGGI DAN

PENGADILAN NEGERI, 2010

Number of civil cases requested for consideration, appealed and

given clemency by Court of Justice, 2010

TABEL/Table IV.41 JUMLAH PERKARA PIDANA YANG MELAKUKAN BANDING, KASASI,

DAN GRASI DALAM LINGKUNGAN PENGADILAN TINGGI DAN

PENGADILAN NEGERI, 2010

Number of criminal cases requested for consideration, appealed and

given clemency by Court of Justice , 2010

TABEL/Table IV.42 JUMLAH PERKARA PIDANA UMUM SISA TAHUN LALU, MASUK, DAN

DISELESAIKAN MENURUT JENIS PERKARA PADA KEJAKSAAN TINGGI,

2010

Number of general criminals cases remaining years ago, entered, and

completed by type of cases the prosecutors, 2010

TABEL/Table IV.43 JUMLAH PERKARA PIDANA KHUSUS SISA TAHUN LALU, MASUK, DAN

DISELESAIKAN MENURUT JENIS PERKARA PADA KEJAKSAAN TINGGI,

2010

Number of specific criminals cases remaining years ago, entered, and

completed by type of cases the prosecutors, 2010

TABEL/Table IV.44 JUMLAH NARAPIDANA/HUKUMAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN,

2010

Number of prisoners at correctional institutions, 2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XXIII

112

113

115

116

117

118

119

120

121


List of Contents

TABEL/Table IV.45 JUMLAH NARAPIDANA/HUKUMAN MENURUT MASA PIDANA DI

LEMBAGA PEMASYARAKATAN, 2010

Number of prisoners by type of ciminal time at correctional

institutions, 2010

TABEL/Table IV.46 KEADAAN KEGIATAN IMIGRASI, 2010

Activities situation of immigration, 2010

TABEL/Table IV.47 JUMLAH HAKIM DAN PANITERA/PANITERA PENGGANTI MENURUT

PENGADILAN, 2010

Number of judges and clerks by court, 2010

TABEL/Table IV.48 JUMLAH PERKARA PIDANA BIASA YANG DITERIMA DAN PUTUS

MENURUT PENGADILAN, 2010

Number of common criminal cases received and solved by court,

2010

TABEL/Table IV.49 JUMLAH PERKARA PIDANA SINGKAT YANG DITERIMA DAN PUTUS

MENURUT PENGADILAN, 2010

Number of brief criminal cases received and solved by court, 2010

TABEL/Table IV.50 JUMLAH PERKARA PIDANA LALU LINTAS YANG DITERIMA DAN

PUTUS MENURUT PENGADILAN, 2010

Number of traffic violation cases received and solved by court, 2010

TABEL/Table IV.51 JUMLAH PERKARA PERDATA GUGATAN YANG DITERIMA DAN PUTUS

MENURUT PENGADILAN, 2010

Number of lawsuit of civil cases received and solved by court, 2010

TABEL/Table IV.52 JUMLAH PERKARA PERDATA PERMOHONAN YANG DITERIMA DAN

PUTUS MENURUT PENGADILAN, 2010

Number of plea of civil cases received and solved by court, 2010

TABEL/Table IV.53 JUMLAH PERKARA PERDATA PHI YANG DITERIMA DAN PUTUS

MENURUT PENGADILAN, 2010

Number of of PHI of civil cases received and solved by court, 2010

TABEL/Table IV.54 JUMLAH TINDAK PIDANA MENONJOL DI PROVINSI ACEH, 2008-2010

Number of dominant criminal cases in Aceh Province, 2008-2010

TABEL/Table IV.55 JUMLAH TINDAK KEJAHATAN YANG MENONJOL DI PROVINSI ACEH,

2008-2010

Number of Dominant Crime Act in Aceh Province, 2008-2010

TABEL/Table IV.56 SITUASI KAMTIBCAR LANTAS DI PROVINSI ACEH, 2008-2010

Traffic Situation in Aceh Province, 2008-2010

XXIV Aceh in Figures 2011

123

124

125

126

127

128

129

130

131

132

133

134


TABEL/Table IV.57 JUMLAH PANTI ASUHAN PEMERINTAH, SWASTA, KAPASITAS DAN

ANAK ASUH MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of orphanages, capacities, and number of orphans by

Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.58 JUMLAH PENDERITA CACAT MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of handicaped persons by type of handicap and

Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.59 JUMLAH PENDERITA CACAT YANG TELAH MENDAPAT

PELAYANAN/SANTUNAN SISTEM DI LUAR PANTI ASUHAN MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2008-2010

Number of suparted handicaped persons outside orphanage by

Regency/City, 2008–2010

TABEL/Table IV.60 JUMLAH MASYARAKAT TERASING MENURUT LOKASI, 2009-2010

Number of isolated society by location, 2009-2010

TABEL/Table IV.61 REKAPITULASI KEJADIAN BENCANA PER JENIS BENCANA MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of natural disaster by Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.62 JUMLAH PERPUSTAKAAN MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of library by Regency/City, 2010/2011

TABEL/Table IV.63 PERSENTASE PENDUDUK YANG MEMPUNYAI KELUHAN KESEHATAN

SELAMA SEBULAN YANG LALU MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2007-

2010

Percentage of population who had health complaint during the

previous month by Regency/City, 2007-2010

TABEL/Table IV.64 PERSENTASE BALITA MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN PENOLONG

PERSALINAN TERAKHIR, 2010

Percentage of children under five by Regency/City and last birth

attendant, 2010

TABEL/Table IV.65 PERSENTASE BALITA YANG PERNAH MENDAPAT IMUNISASI CAMPAK

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2008-2010

Percentage of children under five who ever been immunized of

measles by Regency/City, 2008-2010

TABEL/Table IV.66 PROPORSI WANITA BERUMUR 15-49 TAHUN DAN BERSTATUS

PERNAH KAWIN YANG SEDANG MENGGUNAKAN/MEMAKAI ALAT KB

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2008-2010

Proportion of married woman aged 15-49 and ever married who

currently used contraceptive by Regency/City, 2008-2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XXV

135

136

137

138

139

140

143

144

146

147


List of Contents

TABEL/Table IV.67 JUMLAH RUMAH SAKIT MENURUT PEMILIK, KAPASITAS TEMPAT

TIDUR DAN KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of hospitals by proprietors bed capacities and regency/city ,

2010

TABEL/Table IV.68 JUMLAH TENAGA KESEHATAN MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of medical labor by Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.69 JUMLAH PUSKESMAS DAN SARANA KESEHATAN MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of public health centers by Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.70 DATA KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA, 2010

Information about youth and sport, 2010

TABEL/Table IV.71 JUMLAH ORGANISASI KEMASYARAKATAN MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of civil organitation by Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.72 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERDASARKAN SUMBER

PENERANGAN MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of households by source of lighting, by Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.73 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERDASARKAN FASILITAS TEMPAT

BUANG AIR BESAR, MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of households by toilet facility, by Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.74 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERDASARKAN LUAS LANTAI (M2),

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of households by floor area (m 2 ), by Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.75 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERDASARKAN SUMBER AIR MINUM

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of households by source of drinking water by

Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.76 PERSENTASE PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS BERDASARKAN STATUS

PENDIDIKAN MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of population 10 years and over by education status by

Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.77 PERSENTASE PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS BERDASARKAN

PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of population 10 years and over by educational

attainment by Regency/City, 2010

XXVI Aceh in Figures 2011

148

151

156

157

158

159

160

161

162

164

165


TABEL/Table IV.78 PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS YANG

MELEK HURUF MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Percentage of literate people aged 15 years and over by Regency/City,

2009-2010

TABEL/Table IV.79 PERSENTASE PARTISIPASI SEKOLAH MENURUT KELOMPOK UMUR

SEKOLAH DAN KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of school participation by school age group and

Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.80 PERSENTASE PARTISIPASI MURNI MENURUT KELOMPOK UMUR

SEKOLAH DAN KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of pure partisipation by school age group and

Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.81 ANGKA INDIKATOR KESEHATAN MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-

2010

Health indicator by Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table IV.82 PERSENTASE PENDUDUK YANG BEROBAT SENDIRI BERDASARKAN

JENIS PENGOBATAN YANG DIGUNAKAN MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Percentage of population who self treatment during the previous

month by regency/city and type of medicine, 2009-2010

TABEL/Table IV.83 PERSENTASE PENDUDUK YANG BEROBAT JALAN BERDASARKAN

TEMPAT/CARA BEROBAT MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Percentage of population by place outpatient/how to remedy by

Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table IV.84 PERSENTASE PENDUDUK PEREMPUAN BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS

YANG PERNAH KAWIN BERDASARKAN JUMLAH ANAK LAHIR HIDUP

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of female population aged 10 years and over ever

married based on the number of children born by Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.85 PERSENTASE PENDUDUK PEREMPUAN BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS

YANG PERNAH KAWIN BERDASARKAN JUMLAH ANAK YANG SUDAH

MENINGGAL MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of female population aged 10 years and over ever

married based on the number of children who have died by

Regency/City, 2010

TABEL/Table IV.86 PERSENTASE PENDUDUK PEREMPUAN BERUMUR 15 - 49 TAHUN

BERSTATUS KAWIN BERDASARKAN ALAT/CARA KB YANG SEDANG

DIGUNAKAN MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Population percentage of woman aged 15-49 years married based

tools/KB how are used by Regency/City, 2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XXVII

167

168

169

170

171

172

173

175

177


List of Contents

TABEL/Table IV.87 PERSENTASE WANITA BERDASARKAN UMUR PERKAWINAN

PERTAMA MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of woman under the age of first marriage by

Regency/City, 2010

B A B V P E R T A N I A N 183

GAMBAR / Figure

V.1

Agriculture

LUAS PANEN PADI MENURUT KABUPATEN/KOTA (HEKTAR), 2010

Harvested area of paddy by Regency/City (Hectare), 2010

TABEL/Table V.1 PROYEK-PROYEK IRIGASI/PENGAIRAN MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010

Water resources projects by Regency/City , 2010

TABEL/Table V.2 LUAS AREAL IRIGASI YANG DIKELOLA DPU , MENURUT JENIS IRIGASI

DAN KABUPATEN/KOTA (HEKTAR), 2010

Irrigation area of public works service by type of irrigation and

Regency/City (hectare), 2010

TABEL/Table V.3 PENGGUNAAN LAHAN MENURUT KABUPATEN/KOTA (HEKTAR), 2010

Land utilization by Regency/City (hectare), 2010

TABEL/Table V.4 LUAS DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (SAWAH DAN LADANG)

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Area and production of paddy (wetland and dryland paddy) by

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.5 LUAS DAN PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Area and production of wetland paddy by Regency/City, 2010

TABEL/Table V.6 LUAS DAN PRODUKSI TANAMAN PADI LADANG MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Area and production of dryland paddy by Regency/City, 2010

TABEL/Table V.7 LUAS DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Area and production of maize plants by Regency/City, 2010

TABEL/Table V.8 LUAS DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Area and production of Soybeans plants by Regency/City, 2010

XXVIII Aceh in Figures 2011

179

185

187

188

190

192

193

194

195

196


TABEL/Table V.9 LUAS DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH MENURUT

KABUPATEN/KOTA , 2010

Area and production of peanuts plants by Regency/City, 2010

TABEL/Table V.10 LUAS DAN PRODUKSI TANAMAN UBI KAYU MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Area and production of cassava plants by Regency/City, 2010

TABEL/Table V.11 LUAS DAN PRODUKSI TANAMAN UBI JALAR MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Area and production of sweet potatoes plants by Regency/City, 2010

TABEL/Table V.12 LUAS TANAM PADI SAWAH BERDASARKAN BENIH MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Wetland paddy planted area pursuant to seed by Regency/City

(hectare), 2010

TABEL/Table V.13 LUAS TANAM PADI LADANG BERDASARKAN BENIH MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Dryland paddy planted area pursuant to seed by Regency/City

(hectare), 2010

TABEL/Table V.14 LUAS TANAM PADI SAWAH BERDASARKAN IRIGASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Wetland paddy planted area pursuant to irrigation by regency/city in

Aceh Province (hectare), 2010

TABEL/Table V.15 LUAS TANAM PADI SAWAH BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Wetland paddy planted area pursuant to intensification by Regency/

City (hectare), 2010

TABEL/Table V.16 LUAS TANAM PADI LADANG BERDASARKAN INTENSIFIKASI

MENURUT KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Dryland paddy planted area pursuant to intensification by Regency/

City (hectare), 2010

TABEL/Table V.17 LUAS TANAM JAGUNG BERDASARKAN BENIH MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Maize planted area pursuant to seed by Regency/City (hectare), 2010

TABEL/Table V.18 LUAS TANAM JAGUNG BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Maize planted area pursuant to intensification by Regency/City

(Hectare), 2010

TABEL/Table V.19 LUAS TANAM KEDELAI BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Soybeans planted area pursuant to intensification by Regency/City

(Hectare), 2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XXIX

197

198

199

200

201

202

203

204

205

206

207


List of Contents

TABEL/Table V.20 LUAS TANAM KACANG TANAH BERDASARKAN INTENSIFIKASI

MENURUT KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Peanuts planted area pursuant to intensification by Regency/City

(Hectare), 2010

TABEL/Table V.21 LUAS TANAM UBI KAYU BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Cassava planted area pursuant to intensification by Regency/City

(hectare), 2010

TABEL/Table V.22 LUAS TANAM UBI JALAR BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Sweet potatoes planted area pursuant to intensification by Regency/

City (hectare), 2010

TABEL/Table V.23 LUAS PANEN PADI SAWAH BERDASARKAN BENIH MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Wetland paddy harvested area pursuant to seed by Regency/City

(hectare), 2010

TABEL/Table V.24 LUAS PANEN PADI LADANG BERDASARKAN BENIH MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Dryland paddy harvested area pursuant to seed by regency/ city in

Aceh Province, 2010 (Hectare)

TABEL/Table V.25 LUAS PANEN PADI SAWAH BERDASARKAN IRIGASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Wetland paddy harvested area pursuant to irrigation by Regency/

City (hectare), 2010

TABEL/Table V.26 LUAS PANEN PADI SAWAH BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Wetland paddy harvested area pursuant to intensification by

Regency/City (hectare), 2010

TABEL/Table V.27 LUAS PANEN PADI LADANG BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Dryland paddy harvested area pursuant to intensification by

Regency/City (hectare), 2010

XXX Aceh in Figures 2011

208

209

210

211

212

213

214

215


TABEL/Table V.28 LUAS PANEN JAGUNG BERDASARKAN BENIH MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Maize harvested area pursuant to seed by Regency/ City (hectare),

2010

TABEL/Table V.29 LUAS PANEN JAGUNG BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Maize harvested area pursuant to intensification by Regency/City

(hectare), 2010

TABEL/Table V.30 LUAS PANEN KEDELAI BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Soybeans harvested area pursuant to intensification by Regency/City

(hectare), 2010

TABEL/Table V.31 LUAS PANEN KACANG TANAH BERDASARKAN INTENSIFIKASI

MENURUT KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Peanuts harvested area pursuant to intensification by Regency/City

ce(hectare), 2010

TABEL/Table V.32 LUAS PANEN UBI KAYU BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Cassava harvested area pursuant to intensification by Regency/City

(hectare), 2010

TABEL/Table V.33 LUAS PANEN UBI JALAR BERDASARKAN INTENSIFIKASI MENURUT

KABUPATEN/ KOTA (HEKTAR), 2010

Sweet potatoes harvested area pursuant to intensification by

Regency/City (hectare), 2010

TABEL/Table V.34 PRODUKSI TANAMAN SAYUR-SAYURAN MENURUT JENIS DAN

KABUPATEN/ KOTA (KWINTAL), 2010

Production of vegetables by kinds and Regency/City (Kwintal), 2010

TABEL/Table V.35 PRODUKSI TANAMAN BUAH-BUAHAN MENURUT JENIS DAN

KABUPATEN/ KOTA (KWINTAL), 2010

Production of fruits by kinds and Regency/City (Kwintal), 2010

TABEL/Table V.36 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Palm oil planted area and production of small holder by

Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table V.37 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Palm oil planted area and production of small holder by

Regency/City, 2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XXXI

216

217

218

219

220

221

222

226

230

231


List of Contents

TABEL/Table V.38 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT PERKEBUNAN BESAR

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Palm oil planted area and production of estate enterprise by

Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table V.39 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT PERKEBUNAN BESAR

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Palm oil planted area and production of estate enterprise by

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.40 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT PERKEBUNAN BESAR

BERDASARKAN KEPEMILIKAN, 2010

Palm oil planted area and production of estate enterprise by

propietor/owner, 2010

TABEL/Table V.41 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KARET PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Rubber planted area and production of small holder by regency/

City, 2009-2010

TABEL/Table V.42 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KARET PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Rubber planted area and production of small holder by Regency/

City, 2010

TABEL/Table V.43 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KARET PERKEBUNAN BESAR MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Rubber planted area and production of estate enterprise by

Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table V.44 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KARET PERKEBUNAN BESAR MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Rubber planted area and production of estate enterprise by

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.45 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KARET PERKEBUNAN BESAR

BERDASARKAN KEPEMILIKAN, 2010

Rubber planted area and production of estate enterprise by

propietor/owner, 2010

TABEL/Table V.46 LUAS TANAM DAN PRODUKSI COKLAT PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Cacao planted area and production of small holder by Regency/City,

2009-2010

XXXII Aceh in Figures 2011

232

234

236

237

238

239

240

241

242


TABEL/Table V.47 LUAS TANAM DAN PRODUKSI COKLAT PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Cacao planted area and production of small holder by Regency/City ,

2010

TABEL/Table V.48 LUAS TANAM DAN PRODUKSI COKLAT PERKEBUNAN BESAR

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Cacao planted area and production of estate enterprise by

Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table V.49 LUAS TANAM DAN PRODUKSI COKLAT PERKEBUNAN BESAR

BERDASARKAN LETAKNYA MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Cacao planted area and production of estate enterprise by

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.50 LUAS TANAM DAN PRODUKSI COKLAT PERKEBUNAN BESAR

BERDASARKAN KEPEMILIKAN, 2010

Cacao planted area and production of estate enterprise by

proprietor/owner, 2010

TABEL/Table V.51 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KELAPA PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Coconut planted area and production of small holder by

regency/City, 2009-2010

TABEL/Table V.52 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KELAPA PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/ KOTA, 2010

Coconut planted prea and production of small holder by

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.53 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KELAPA HIBRYDA PERKEBUNAN

RAKYAT MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009–2010

Hybrida coconut planted area and production of small holder by

Regency/City, 2009–2010

TABEL/Table V.54 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KELAPA HIBRIDA PERKEBUNAN

RAKYAT MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Hybrida coconut planted area and production of small holder by

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.55 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KOPI ROBUSTA PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Robusta coffee planted area and production of small holder by

Regency/City, 2009-2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XXXIII

243

244

245

246

247

248

249

250

251


List of Contents

TABEL/Table V.56 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KOPI ROBUSTA PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Robusta coffee planted area and production of small holder by

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.57 LUAS TANAM DAN PRODUKSI CENGKEH PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009 – 2010

Clove planted area and production of small holder by Regency/City,

2009-2010

TABEL/Table V.58 LUAS TANAM DAN PRODUKSI CENGKEH PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Clove planted area and production of small holder by Regency/City,

2010

TABEL/Table V.59 LUAS TANAM DAN PRODUKSI PALA PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009–2010

Nutmeg planted area and production of small holder by

Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table V.60 LUAS TANAM DAN PRODUKSI PALA PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Nutmeg planted area and production of small holder by Regency/City,

2010

TABEL/Table V.61 LUAS TANAM DAN PRODUKSI JAMBU METE PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Cashew planted area and production of small holder by Regency/City,

2009-2010

TABEL/Table V.62 LUAS TANAM DAN PRODUKSI JAMBU METE PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Cashew planted area and production of small holder by Regency/City,

2010

TABEL/Table V.63 LUAS TANAM DAN PRODUKSI NILAM PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Aromatic oil planted area and production of small holder by

Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table V.64 LUAS TANAM DAN PRODUKSI NILAM PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN /KOTA, 2010

Nilam planted area and production of small holder by Regency/City,

2010

XXXIV Aceh in Figures 2011

252

253

254

255

256

257

258

259

260


TABEL/Table V.65 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KEMIRI PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/ KOTA, 2009-2010

Kemiri planted area and production of small holder by Regency/City,

2009-2010

TABEL/Table V.66 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KEMIRI PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Kemiri planted area and production of small holder by Regency/City,

2010

TABEL/Table V.67 LUAS TANAM DAN PRODUKSI TEMBAKAU PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Tobacco planted area and production of small holder by

Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table V.68 LUAS TANAM DAN PRODUKSI TEMBAKAU PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Tobacco planted area and production of small holder by

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.69 LUAS TANAM DAN PRODUKSI LADA PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Pepper planted area and production of small holder by Regency/City,

2009-2010

TABEL/Table V.70 LUAS TANAM DAN PRODUKSI LADA PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN /KOTA, 2010

Pepper planted area and production of small holder by Regency/City,

2010

TABEL/Table V.71 LUAS TANAM DAN PRODUKSI TEBU PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN /KOTA, 2009-2010

Sugar cane planted area and production of small holder by

Regency/City, 2009-2010

TABEL/Table V.72 LUAS TANAM DAN PRODUKSI TEBU PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/ KOTA, 2010

Sugar cane planted area and production of small holder by

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.73 LUAS TANAM DAN PRODUKSI PINANG PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Areca planted area and production of small holder by Regency/City,

2009-2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XXXV

261

262

263

264

265

266

267

268

269


List of Contents

TABEL/Table V.74 LUAS TANAM DAN PRODUKSI PINANG PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Areca planted area and production of small holder by Regency/City,

2010

TABEL/Table V.75 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KAPOK RANDU PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Kapok planted area and production of small holder by Regency/City,

2009-2010

TABEL/Table V.76 LUAS TANAM DAN PRODUKSI KAPOK RANDU PERKEBUNAN RAKYAT

MENURUT KABUPATEN /KOTA, 2010

Randu planted area and production of small holder by Regency/City,

2010

TABEL/Table V.77 PRODUKSI PERKEBUNAN MENURUT JENIS KOMODITI, 2010

Production of estate enterprise by type of plants, 2010

TABEL/Table V.78 PERINCIAN LUAS HUTAN MENURUT FUNGSI DAN PERUNTUKANNYA,

2010

Specification of forest area by function and allotment, 2010

TABEL/Table V.79 PRODUKSI HASIL HUTAN DAN IKUTANNYA, 2010

Forest products and its followed products, 2010

TABEL/Table V.80 POPULASI TERNAK MENURUT JENIS TERNAK DAN KABUPATEN/

KOTA, 2010

Number of livestock by kinds of livestock and Regency/City, 2010

TABEL/Table V.81 JUMLAH PEMOTONGAN TERNAK MENURUT JENIS TERNAK DAN

KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of livestock slaughtered by kind of livestock and

Regency/City, 2010

TABEL/Table V.82 JUMLAH PEMOTONGAN UNGGAS MENURUT JENIS UNGGAS DAN

KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of poultry slaughtered by kind of poultry and Regency/City,

2010

TABEL/Table V.83 PRODUKSI DAGING MENURUT JENIS TERNAK DAN

KABUPATEN/KOTA (KILOGRAM), 2010

Meat production by kind of livestock and Regency/City (Kilogram),

2010

TABEL/Table V.84 PRODUKSI DAGING MENURUT JENIS UNGGAS DAN

KABUPATEN/KOTA (KILOGRAM), 2010

Meat production by kind of poultry and Regency/City, 2010

(Kilogram)

XXXVI Aceh in Figures 2011

270

271

272

273

275

276

277

279

280

281

282


TABEL/Table V.85 PRODUKSI SUSU DAN TELUR MENURUT JENIS UNGGAS DAN

KABUPATEN/KOTA (KILOGRAM), 2009

Milk and Egg production by kind of poultry and Regency/City

(kilogram), 2009

TABEL/Table V.86 JUMLAH PETANI IKAN MENURUT KABUPATEN/KOTA (ORANG), 2010

Number of fishermen by Regency/City (persons), 2010

TABEL/Table V.87 JUMLAH PERAHU, KAPAL MOTOR, PERAHU TANPA MOTOR

MENURUT KABUPATEN/ KOTA (UNIT), 2010

Number of sea fishing boats by Regency/City (unit), 2010

TABEL/Table V.88 LUAS AREAL BUDIDAYA PERIKANAN DARAT DAN PERIKANAN UMUM

MENURUT KABUPATEN/KOTA (HEKTAR), 2010

Area of fish cultivation and open waters fishery by Regency/City

(hectare), 2010

TABEL/Table V.89 PRODUKSI BUDIDAYA IKAN DAN PERAIRAN UMUM MENURUT

KABUPATEN/KOTA (TON), 2010

Production of fish by Regency/City (ton), 2010

TABEL/Table V.90 PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP DAN BUDIDAYA PERIKANAN

MENURUT KABUPATEN/KOTA (TON), 2010

Production of capture fishery and aquaculture by Regency/City (ton),

2010

TABEL/Table V.91 JUMLAH PETANI/NELAYAN DAN PRODUKSI PERIKANAN LAUT

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of fisherman and production of sea fishing by Regency/City,

2010

Daftar Isi

B A B VI I N D U S T R I 293

GAMBAR/Figure

VI.1

Manufacturing

JUMLAH PERUSAHAAN INDUSTRI BESAR/SEDANG MENURUT SEKTOR

INDUSTRI, 2010

Number of establishment by industrial in large and medium

manufacturing industries, 2010

TABEL/Table VI.1 JUMLAH PERUSAHAAN DAN TENAGA KERJA PERUSAHAAN

INDUSTRI BESAR/SEDANG, 2010

Number of establishments and workers in large and medium

manufacturing industries, 2010

Aceh Dalam Angka 2011 XXXVII

283

284

285

286

287

288

289

297

299


List of Contents

TABEL/Table VI.2 JUMLAH PERUSAHAAN DAN TENAGA KERJA INDUSTRI BESAR DAN

SEDANG MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of establishment and number of labour in large and medium

industry by Regency/City, 2010

TABEL/Table VI.3 PERKEMBANGAN KEADAAN PT. PLN (PERSERO) WILAYAH ACEH

(RIBU RUPIAH), 2006–2010

The financial trend of state electrical company Region Aceh

(thousand rupiahs), 2006-2010

TABEL/Table VI.4 PERKEMBANGAN BIDANG PEMBANGKIT DAN DISTRIBUSI PT. PLN

(PERSERO) WILAYAH ACEH, 2009-2010

Trend of power generated and distribution of state electric company

Region Aceh, 2009-2010

TABEL/Table VI.5 JUMLAH KWH YANG DIBANGKITKAN DAN BANYAKNYA PELANGGAN

PT. PLN (PERSERO) WILAYAH ACEH, 1995–2010

Number of kWh generated and consumers at state electrical

company Region Aceh, 1995-2010

TABEL/Table VI.6 JUMLAH DESA DAN DESA YANG BERLISTRIK, MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of subdistricts and subdistricts with electricity, by

Regency/City, 2010

TABEL/Table VI.7 JUMLAH MESIN PEMBANGKIT LISTRIK PADA PT. PLN (PERSERO)

WILAYAH ACEH MENURUT CABANG, RANTING, SUB RANTING ,

KEADAAN 31 DESEMBER 2010

Number of electrical machines and power generator of state

electrical company Region Aceh, Desember 31 th, 2010

TABEL/Table VI.8 JUMLAH VA TERSAMBUNG DAN KWh TERJUAL PADA PT. PLN

(PERSERO) WILAYAH ACEH, 1995-2010

Number of VA connected, sales for KWh at state electrical company

Region Aceh, 1995-2010

TABEL/Table VI.9 PERKEMBANGAN JUMLAH PENJUALAN DAN PENAGIHAN PADA PT.

PLN (PERSERO) WILAYAH ACEH, 1995-2010

Trend of sales electricity and claim at state electrical company

Region Aceh, 1995-2010

TABEL/Table VI.10 INFORMASI PERKEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN PT. PLN

(PERSERO) WILAYAH ACEH, 2009-2010

The information of electrical system development at state electrical

company Region Aceh, 2009-2010

TABEL/Table VI.11 JUMLAH PEMAKAIAN LISTRIK MENURUT JENIS PENGGUNAANNYA,

2010

Total comsumption of electricity by type of usages, 2010

XXXVIII Aceh in Figures 2011

300

301

302

303

304

305

308

309

310

312


TABEL/Table VI.12 JUMLAH TENAGA KERJA, PRODUKSI DAN HASIL YANG DIKAPALKAN

PT. ARUN NGL CO., 2009–2010

Number of labor, production and shipment by PT. Arun NGL CO.,

2009–2010

TABEL/Table VI.13 PRODUKSI GAS ALAM CAIR DAN KONDENSAT PER BULAN DARI PT

ARUN NGL CO., 2009-2010

Monthly production of liquid natural gas and condensate from PT.

Arun NGL CO., 2009-2010

TABEL/Table VI.14 JUMLAH TENAGA KERJA, PRODUKSI DAN HASIL YANG DIKAPALKAN

PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, 2010

Number of labor, production and shipment by PT. Pupuk Iskandar

Muda , 2010

TABEL/Table VI.15 REALISASI PRODUKSI DAN PEMASARAN PUPUK UREA PER BULAN

DARI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, 2010

Monthly production and marketing of urea from PT. Pupuk Iskandar

Muda, 2010

TABEL/Table VI.16 REALISASI PRODUKSI DAN PEMASARAN AMMONIA PER BULAN DARI

PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, 2010

Monthly production and marketing of ammonia from PT. Pupuk

Iskandar Muda, 2010

TABEL/Table VI.17 REALISASI PRODUKSI DAN PEMASARAN SEMEN PER BULAN PADA PT.

LAFARGE CEMENT INDONESIA, 2010

Monthly production and marketing of cement by PT. Lafarge Cement

Indonesian, 2010

TABEL/Table VI.18 KAPASITAS PRODUKSI POTENSIAL, PRODUKSI EFEKTIF DAN

PERSENTASE EFEKTIVITAS AIR MINUM MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Capacity production, effective production and percentage of

effectivity of water supply by Regency/City, 2010

TABEL/Table VI.19 JUMLAH KARYAWAN TEKNIS DAN NON TEKNIS MENURUT JENJANG

PENDIDIKAN DAN KABUPATEN/KOTA PADA PERUSAHAAN AIR

MINUM, 2010

Number of technical and administration workers water supply

establishment based on level of education and Regency/City, 2010

TABEL/Table VI.20 BANYAKNYA PELANGGAN PERUSAHAAN AIR MINUM MENURUT

JENIS PELANGGAN, 2010

Number of water supply customers by groups of customer, 2010

TABEL/Table VI.21 BANYAKNYA AIR MINUM YANG DISALURKAN KEPADA PELANGGAN

OLEH PERUSAHAAN AIR MINUM (M 3 ), 2009

Quantity of clean water run by water supply establishment by groups

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XXXIX

313

314

315

316

317

318

319

320

321

322


List of Contents

customer (m 3 ), 2009

B A B VII PERDAGANGAN 325

GAMBAR / Figure

VII.1

Trade

NILAI EKSPOR DAN IMPOR (Juta US$), 1996-2010

Value of export and import (Million US$), 1996-2010

TABEL/Table VII.1 VOLUME EKSPOR DAN IMPOR (Kg), 1996-2010

Volume of export and import (Kg), 1996-2010

TABEL/Table VII.2 NILAI EKSPOR DAN IMPOR (US$), 1996-2010

Value of export and import (US$), 1996-2010

TABEL/Table VII.3 VOLUME DAN NILAI EKSPOR DAN IMPOR PER BULAN, 2010

Volume and value of export and import per month, 2010

TABEL/Table VII.4 EKSPOR MENURUT KOMODITI, 2010

Export by commodities, 2010

TABEL/Table VII.5 VOLUME DAN NILAI EKSPOR MENURUT NEGARA TUJUAN, 2010

Volume and value of export by destination country, 2010

TABEL/Table VII.6 VOLUME DAN NILAI EKSPOR MENURUT PELABUHAN MUAT, 2010

Volume and value of export by upload port, 2010

TABEL/Table VII.7 IMPOR MENURUT KOMODITI, 2010

Import by commodities, 2010

TABEL/Table VII.8 VOLUME DAN NILAI IMPOR MENURUT NEGARA ASAL, 2010

Volume and value of import by original country, 2010

TABEL/Table VII.9 VOLUME DAN NILAI IMPOR MENURUT PELABUHAN BONGKAR, 2010

Volume and value of import by unload port, 2010

TABEL/Table VII.10 PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI YANG DISETUJUI

PEMERINTAH MENURUT BIDANG USAHA (JUTA RUPIAH), 2009-2010

Domestic capital investment plan has approved by government

specified by sectors (Million Rupiahs), 2009-2010

XL Aceh in Figures 2011

327

329

330

331

332

333

334

335

339

340

341


TABEL/Table VII.11 PENANAMAN MODAL ASING YANG DISETUJUI PEMERINTAH

MENURUT BIDANG USAHA (RIBU US $), 2009-2010

Foreign capital investment plan has approved by government

spesified by sectors (Thousand US $), 2009-2010

TABEL/Table VII.12 PERINCIAN PENGADAAN BERAS DALAM NEGERI MENURUT SUB

DIVRE BULOG (TON), 2010

Buffer stock of rice collected by regional division sub-unit of BULOG

public company (ton), 2010

TABEL/Table VII.13 BANYAKNYA PENYALURAN/PENJUALAN BERAS PER INSTANSI OLEH

PERUM BULOG DIVISI REGIONAL ACEH (TON), 2009-2010

Distribution/sale of rice per institution by Aceh Regional division of

BULOG public company (ton), 2009-2010

TABEL/Table VII.14 PEMASUKAN DAN PENYALURAN PER BULAN, GULA PASIR DAN

TEPUNG TERIGU, 2010

Influx and distribution per month of rice, sugar and wheat , 2010

TABEL/Table VII.15 BANYAKNYA PEMASUKAN BERAS BULOG MENURUT JENIS BERAS

(TON), 2010

Influx of BULOG rice by kind of rice (ton), 2010

Daftar Isi

B A B VIII PERHUBUNGAN DAN KOMUNIKASI 349

GAMBAR / Figure

VIII.1

Transport and Communication

JUMLAH PENUMPANG PESAWAT YANG DATANG DAN BERANGKAT

MELALUI BANDAR UDARA SULTAN ISKANDAR MUDA TAHUN 2010

Number of passengers aircraft arrived and departured at Sultan

Iskandar Muda Airport,2010

TABEL/Table VIII.1 PANJANG JALAN KABUPATEN/KOTA MENURUT KONDISI JALAN (Km),

2010

The length of Regency/City roads by conditions (Km), 2010

TABEL/Table VIII.2 PANJANG JALAN KABUPATEN/KOTA MENURUT JENIS PERMUKAAN

JALAN (Km), 2010

The length of Regency/City roads by surface (Km), 2010

TABEL/Table VIII.3 PANJANG JALAN NASIONAL/NEGARA DAN PROVINSI (Km), 2010

The length of National and Province road (Km), 2010

TABEL/Table VIII.4 PANJANG JALAN NASIONAL/NEGARA, PROVINSI DAN

KABUPATEN/KOTA MENURUT KONDISI JALAN (Km), 2010

The length of National, Province and Regency/City roads by condition

(Km), 2010

Aceh Dalam Angka 2011 XLI

342

343

344

345

346

351

353

354

355

357


List of Contents

TABEL/Table VIII.5 KONDISI JALAN/JEMBATAN NASIONAL, 2010

Roads/bridges condition, 2010

TABEL/Table VIII.6 PELAKSANAAN PENERBANGAN ANGKUTAN UDARA MENURUT

BANDAR UDARA TUJUAN, PERUSAHAAN PENERBANGAN DAN TIPE

PESAWAT MELALUI BANDAR UDARA SULTAN ISKANDAR MUDA,

2010

Number of aircraft flight by port destination and flight company and

type of aircraft at Sultan Iskandar Muda Airport, 2010

TABEL/Table VIII.7 KAPASITAS ANGKUT DAN JUMLAH YANG DIANGKUT MELALUI

BANDARA SULTAN ISKANDAR MUDA ,2000-2010

Capacity to carry and to carry away at Sultan Iskandar Muda Airport,

2000-2010

TABEL/Table VIII.8 JUMLAH PESAWAT DAN PENUMPANG YANG DATANG DAN

BERANGKAT PER BULAN MELALUI BANDAR UDARA SULTAN

ISKANDAR MUDA, 2010

Number of aircraft and passengers arrived and departured at Sultan

Iskandar Muda Airport,2010

TABEL/Table VIII.9 JUMLAH BARANG YANG DIBONGKAR DAN DIMUAT PER BULAN

MELALUI TERMINAL DOMESTIK DI BANDAR UDARA SULTAN

ISKANDAR MUDA (Kg), 2010

Number of Freight Load and Unload per Month at Domestic Terminal

of Sultan Iskandar Muda Airport (Kg), 2010

TABEL/Table VIII.10 JUMLAH BARANG YANG DIBONGKAR DAN DIMUAT PER BULAN

MELALUI TERMINAL INTERNASIONAL DI BANDAR UDARA SULTAN

ISKANDAR MUDA (Kg), 2010

Number of Freight Load and Unload per Month at International

Terminal of Sultan Iskandar Muda Airport (Kg), 2010

TABEL/Table VIII.11 ARUS LALU LINTAS DAN ANGKUTAN PENYEBERANGAN YANG

DICATAT PADA PELABUHAN BALOHAN, 2010

Vessels traffic and gross freight recorded at Port of Balohan, 2010

TABEL/Table VIII.12 ARUS LALU LINTAS DAN ANGKUTAN PENYEBERANGAN YANG

DICATAT PADA PELABUHAN LAMTENG, 2010

Vessels traffic and gross freight recorded at Port of Lamteng, 2010

TABEL/Table VIII.13 ARUS LALU LINTAS DAN ANGKUTAN PENYEBERANGAN YANG

DICATAT PADA PELABUHAN SINGKIL, 2010

Vessels traffic and gross freight recorded at Port of Singkil, 2010

XLII Aceh in Figures 2011

360

362

363

364

366

367

368

369

370


TABEL/Table VIII.14 ARUS LALU LINTAS DAN ANGKUTAN PENYEBERANGAN YANG

DICATAT PADA PELABUHAN SINABANG, 2010

Vessels traffic and gross freight recorded at Port of Sinabang, 2010

TABEL/Table VIII.15 JUMLAH TAMU MANCANEGARA YANG DATANG KE PROVINSI ACEH

(ORANG), 2006-2010

Total of foreign guest in Aceh Province (persons), 2006 -2010

TABEL/Table VIII.16 JUMLAH TAMU NUSANTARA YANG DATANG KE PROVINSI ACEH

(ORANG), 2006-2010

Total of domestic guest in Aceh Province (persons), 2006-2010

TABEL/Table VIII.17 TAMU ASING DAN DALAM NEGERI YANG MENGINAP DI HOTEL

BINTANG MENURUT KELAS (ORANG), 2010

Foreign and domestic guest stay in hotel by classification (persons),

2010

TABEL/Table VIII.18 TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL BINTANG MENURUT KELAS

(PERSEN), 2010

Room occupancy rate of hotel by classification (percent), 2010

TABEL/Table VIII.19 TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL MELATI DAN AKOMODASI

LAINNYA MENURUT KELOMPOK KAMAR (PERSEN), 2010

Room occupancy rate of hotel and other accomodation by

classification (percent), 2010

TABEL/Table VIII.20 TINGKAT PENGHUNIAN TEMPAT TIDUR HOTEL BINTANG MENURUT

KELAS (PERSEN), 2010

Bed occupancy rate of hotel by Classification (percent), 2010

TABEL/Table VIII.21 TINGKAT PENGHUNIAN TEMPAT TIDUR HOTEL MELATI DAN

AKOMODASI LAINNYA MENURUT KELOMPOK KAMAR (PERSEN),

2010

Bed occupancy rate of hotel and other accomodation by

classification (percent), 2010

Daftar Isi

B A B IX KEUANGAN DAN HARGA-HARGA 383

GAMBAR / Figure

IX.1

Finance and Prices

INFLASI/DEFLASI BANDA ACEH, LHOKSEUMAWE DAN NASIONAL

(PERSEN), 2010

Inflation/Deflation of Banda Aceh, Lhokseumawe and National

(Percent), 2010

Aceh Dalam Angka 2011 XLIII

371

372

373

374

377

378

379

380

385


List of Contents

TABEL/Table IX.1 REALISASI PENDAPATAN PROVINSI ACEH MENURUT JENIS

PENDAPATAN (RUPIAH), 2010

Realization of receipts of Aceh Province by kind of receipt (rupiahs),

2010

TABEL/Table IX.2 REALISASI PENGELUARAN PROVINSI ACEH MENURUT JENIS

PENGELUARAN, 2010

Realization of expenditure of Aceh Province by kind of expenditure,

2010

TABEL/Table IX.3 REALISASI ANGGARAN PROVINSI ACEH (RUPIAH), 2010

Realization of bugetting of Aceh Province (rupiahs), 2010

TABEL/Table IX.4 RENCANA DAN REALISASI PENERIMAAN ASLI DAERAH PROVINSI

ACEH (JUTA RUPIAH), 2010

Target and realization of regional receipts of Aceh Province (Million

rupiahs), 2010

TABEL/Table IX.5 RENCANA DAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN

BANGUNAN MENURUT KABUPATEN/KOTA (RIBU RUPIAH), 2010

Target and realization of regional receipts by Regency/City (thousand

rupiahs), 2010

TABEL/Table IX.6 RENCANA PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN MENURUT

SEKTOR (RIBU RUPIAH), 2010

Target revenue of taxes on land and building by sectors (thousand

rupiahs), 2010

TABEL/Table IX.7 PERKEMBANGAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

MENURUT KABUPATEN/KOTA (RIBU RUPIAH), 2007-2010

Trend of land and building taxes by Regency/City (thousand rupiahs),

2007-2010

TABEL/Table IX.8 PAGU ANGGARAN PEMBANGUNAN PROVINSI ACEH MENURUT

SUMBER DANA (RUPIAH), 2006-2010

Total development budget of Aceh Province by sources of budget

(rupiahs), 2006–2010

TABEL/Table IX.9 PERKEMBANGAN PENGELUARAN PEMBANGUNAN PROVINSI ACEH

MENURUT SUMBER DANA (RUPIAH), 2005-2010

Total of development expenditure of Aceh Province by sources of

budget (rupiahs), 2005-2010

TABEL/Table IX.10 KEGIATAN PEMBERIAN KREDIT DAN PELUNASAN HUTANG PER

BULAN PADA PERUM PEGADAIAN KANTOR CABANG BANDA ACEH,

2010

Monthly credit delivery and loan repayment at Banda Aceh

representative of pawn office, 2010

XLIV Aceh in Figures 2011

387

388

389

390

391

392

393

394

395

396


TABEL/Table IX.11 KEGIATAN PEMBERIAN KREDIT, PELUNASAN HUTANG, LELANG DAN

TUNGGAKAN MENURUT LOKASI PERUM PEGADAIAN KANTOR

CABANG BANDA ACEH, 2010

Credit delivery, loan repayment, auction, and overdue at Banda Aceh

representative of pawn office, 2010

TABEL/Table IX.12 KEADAAN PELELANGAN, HARGA POKOK DAN BEA LELANG PADA

KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG BANDA ACEH

(RIBUAN RUPIAH), 2010

Situation of auction, basic prise and auction fee at first class state

auction office of Banda Aceh (thousand rupiahs), 2010

TABEL/Table IX.13 PERKEMBANGAN DANA RUPIAH VALAS MENURUT

KABUPATEN/KOTA (JUTA RUPIAH), 1990-2010

Trend of rupiah foreign exchange funds by Regency/City (million

rupiahs), 1990-2010

TABEL/Table IX.14 PERKEMBANGAN DANA RUPIAH PERBANKAN (JUTA RUPIAH), 1990–

2010

Trend of banking funds (million rupiahs), 1990 – 2010

TABEL/Table IX.15 PERKEMBANGAN TABUNGAN (JUTA RUPIAH), 2010

Trend of national development saving scheme (million rupiahs), 2010

TABEL/Table IX.16 JUMLAH KREDIT USAHA KECIL MENURUT SEKTOR EKONOMI (JUTA

RUPIAH), 2010

Credit deliveries under the credit for small scale economic sector

(million rupiahs), 2010

TABEL/Table IX.17 PERKEMBANGAN KREDIT PERBANKAN MENURUT SEKTOR EKONOMI

(JUTA RUPIAH), 2006 – 2010

Trend of banking credit by economic sector (million rupiahs), 2006-

2010

TABEL/Table IX.18 PERKEMBANGAN POSISI KREDIT PERBANKAN MENURUT

KABUPATEN/KOTA (JUTA RUPIAH), 1990-2010

Trend of banking credit position by Regency/City (million rupiahs),

1990-2010

TABEL/Table IX.19 RATA-RATA KURS MATA UANG ASING TERHADAP RUPIAH DI KOTA

BANDA ACEH, 2010

Rate of money changer with rupiah in Banda Aceh, 2010

TABEL/Table IX.20 KEADAAN KOPERASI, 2010

Condition of cooperative, 2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XLV

397

398

399

401

402

403

404

405

408

411


List of Contents

TABEL/Table IX.21 JUMLAH KOPERASI MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of cooperative by Regency/City, 2010

TABEL/Table IX.22 JUMLAH PENERBITAN TDP (TANDA DAFTAR PERUSAHAAN), 2010

Number of certificate of TDP (List sign company), 2010

TABEL/Table IX.23 JUMLAH PENERBITAN SURAT KETERANGAN ASAL (SKA) BAGI

EKSPORTIR, SURAT PERSETUJUAN EKSPOR KOPI (SPEK), DAN ANGKA

PENGENAL IMPOR (API) BAGI IMPORTIR, 2010

Number of certificate of origin for exporters (SKA), coffee export

approval letter, and numeric identifier for the importer imports, 2010

TABEL/Table IX.24 RATA-RATA HARGA KEBUTUHAN RUMAH TANGGA DI KOTA BANDA

ACEH (RUPIAH), 2010

Average retail price of household needs Banda Aceh (Rupiahs), 2010

TABEL/Table IX.25 INDEKS HARGA KONSUMEN (2007=100) DAN PERUBAHANNYA KOTA

BANDA ACEH, 2010

Consumer price index and their changed in Banda Aceh, 2010

TABEL/Table IX.26 INDEKS HARGA KONSUMEN (2007=100) DAN PERUBAHANNYA DI

KOTA LHOKSEUMAWE, 2010

Consumer price index and their changes in Lhokseumawe, 2010

TABEL/Table IX.27 PERKEMBANGAN INFLASI KOTA BANDA ACEH, 1990–2010

Inflation rate in Banda Aceh, 1990–2010

TABEL/Table IX.28 PERKEMBANGAN INFLASI KOTA LHOKSEUMAWE, 1990–2010

Inflation rate in Lhokseumawe,1990–2010

TABEL/Table IX.29 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT) SUBSEKTOR TANAMAN

PANGAN, 2009–2010

Index of Prices Received by Farmers (IT) Subsector Food Crops, 2009-

2010

TABEL/Table IX.30 INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI (IB) SUBSEKTOR TANAMAN

PANGAN, 2010

Index of prices paid by farmers (IB) subsector food crops, 2010

TABEL/Table IX.31 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT), INDEKS HARGA YANG

DIBAYAR PETANI (IB), DAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) SUBSEKTOR

TANAMAN PANGAN, 2009–2010

Index of prices received by farmers (IT), index of prices paid by

farmers (IB), and farmers terms of trade (NTP) subsector food crops,

2009–2010

XLVI Aceh in Figures 2011

412

413

414

415

418

421

424

426

428

429

431


TABEL/Table IX.32 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT) SUBSEKTOR

HOLTIKULTURA, 2009–2010

Index of prices received by farmers (IT) subsector horticulture, 2009–

2010

TABEL/Table IX.33 INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI (IB) SUBSEKTOR

HOLTIKULTURA, 2010

Index of Prices Paid by Farmers (IB) subsector Horticulture, 2010

TABEL/Table IX.34 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT), INDEKS HARGA YANG

DIBAYAR PETANI (IB), DAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) SUBSEKTOR

HOLTIKULTURA, 2009 – 2010

Index of prices received by farmers (IT), indices of prices paid by

farmers (IB), and farmers terms of trade (NTP) subsector horticulture,

2009–2010

TABEL/Table IX.35 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT) SUBSEKTOR

PERKEBUNAN RAKYAT, 2009-2010

Index of prices received by farmers (IT) subsector smallholder

plantation estate crops, 2009–2010

TABEL/Table IX.36 INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI (IB) SUBSEKTOR

PERKEBUNAN RAKYAT, 2010

Index of prices paid by farmers (IB) subsector smallholder plantation

estate crops, 2010

TABEL/Table IX.37 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT), INDEKS HARGA YANG

DIBAYAR PETANI (IB), DAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) SUBSEKTOR

PERKEBUNAN RAKYAT, 2009 – 2010

Index of prices received by farmers (IT), indices of prices paid by

farmers (IB), and farmers terms of trade (NTP) subsector smallholder

plantation estate crops, 2009 – 2010

TABEL/Table IX.38 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT) SUBSEKTOR

PETERNAKAN, 2010

Index of prices received by farmers (IT) subsector animal husbandry,

2010

TABEL/Table IX.39 INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI (IB) SUBSEKTOR

PETERNAKAN, 2010

Index of prices paid by farmers (IB) subsector animal husbandry,

2010

TABEL/Table IX.40 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT), INDEKS HARGA YANG

DIBAYAR PETANI (IB), DAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) SUBSEKTOR

PETERNAKAN, 2009 – 2010

Index of prices received by farmers (IT), indices of prices paid by

farmers (IB), and farmers terms of trade (NTP) subsector animal

husbandry, 2009 – 2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XLVII

432

433

435

436

437

439

440

441

443


List of Contents

TABEL/Table IX.41 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT) SUBSEKTOR PERIKANAN,

2009 – 2010

Index of prices received by farmers (IT) subsector fishermen, 2009–

2010

TABEL/Table IX.42 INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI (IB) SUBSEKTOR PERIKANAN,

2010

Index of prices paid by farmers (IB) subsector fishermen, 2010

TABEL/Table IX.43 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT), INDEKS HARGA YANG

DIBAYAR PETANI (IB), DAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) SUBSEKTOR

PERIKANAN, 2009–2010

Index of prices received by farmers (IT), indices of prices paid by

farmers (IB), and farmers terms of trade (NTP) subsector fishermen,

2009-2010

TABEL/Table IX.44 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT) GABUNGAN, 2010

Index of prices received by farmers (IT) aggegrate, 2010

TABEL/Table IX.45 INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI (IB) GABUNGAN, 2010

Index of prices paid by farmers (IB) aggreate, 2010

TABEL/Table IX.46 INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI (IT), INDEKS HARGA YANG

DIBAYAR PETANI (IB), DAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) GABUNGAN,

2009 - 2010

Index of prices received by farmers (IT), indices of prices paid by

farmers (IB), and farmers terms of trade (NTP) aggregate, 2009–

2010

BAB X PENDAPATAN REGIONAL 455

GAMBAR / Figure

IX.1

Regional Income

LAJU PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ATAS

DASAR HARGA KONSTAN 2000 DENGAN MIGAS DAN TANPA MIGAS,

2007-2010

Growth of GRDP at 2000 Constant Market Prices with Oil and Gas

and without Oil and Gas, 2007-2010

TABEL/Table X.1 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT LAPANGAN

USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU (MILIAR RUPIAH), 2008-2010

Gross Regional Domestic Product the Province of Aceh at current

market prices by industrial origin (billion rupiahs), 2008-2010

TABEL/Table X.2 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT LAPANGAN

USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 (MILIAR RUPIAH), 2008-

2010

Gross Regional Domestic Product the Province of Aceh at 2000

Constant market prices by industrial origin (billion rupiahs), 2008-

2010

XLVIII Aceh in Figures 2011

444

445

447

448

449

451

457

460

459


TABEL/Table X.3 PERANAN SEKTOR TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

(DENGAN MIGAS) MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR

HARGA BERLAKU (PERSEN), 2008–2010

Share of sector to Gross Regional Domestic Product (with oil & gas)

at current market prices by industrial origin (percent), 2008–2010

TABEL/Table X.4 PERANAN SEKTOR TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

(TANPA MIGAS) MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA

BERLAKU (PERSEN), 2008–2010

Share of sector to Gross Regional Domestic Product (non oil & gas) at

current market prices by industrial origin (percent), 2008–2010

TABEL/Table X.5 LAJU PERTUMBUHAN PDRB ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000

MENURUT SEKTOR (PERSEN), 2008–2010

The GRDP growth rate at 2000 constant market prices by sectors

(percent), 2008–2010

TABEL/Table X.6 LAJU PERTUMBUHAN INDEKS HARGA IMPLISIT PDRB MENURUT

SEKTOR (PERSEN), 2008–2010

Growth rate of implicit price indices of GRDP by sector (percent),

2008–2010

TABEL/Table X.7 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT PENGGUNAAN

ATAS DASAR HARGA BERLAKU (MILIAR RUPIAH), 2008-2010

Gross Regional Domestic Product by expenditure at current market

prices (billion rupiahs), 2008-2010

TABEL/Table X.8 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT PENGGUNAAN

ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 (MILIAR RUPIAH), 2008-2010

Gross Regional Domestic Product by expenditure at 2000 constant

market prices (billion rupiahs), 2008-2010

TABEL/Table X.9 PERANAN PENGELUARAN TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL

BRUTO (DENGAN MIGAS) ATAS DASAR HARGA BERLAKU (PERSEN),

2008–2010

Share of Expenditure to Gross Regional Domestic Product (with oil &

gas) at current market prices (percent), 2008–2010

TABEL/Table X.10 LAJU PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

MENURUT PENGGUNAAN (PERSEN), 2008-2010

The Gross Regional Domestik Product growth rate by expenditure

(percent), 2008 –2010

TABEL/Table X.11 LAJU PERTUMBUHAN INDEKS HARGA IMPLISIT PDRB MENURUT

PENGGUNAAN (PERSEN), 2008 – 2010

Growth rate of implicit price indices of GRDP by expenditure

(percent), 2008–2010

Daftar Isi

Aceh Dalam Angka 2011 XLIX

461

462

463

464

465

466

467

468

469


List of Contents

TABEL/Table X.12 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PER KAPITA DAN

PENDAPATAN REGIONAL PER KAPITA ATAS DASAR HARGA BERLAKU

(RUPIAH), 2008-2010

Gross Regional Domestic Product per capita and regional income per

capita figures at current market prices (rupiahs), 2008-2010

TABEL/Table X.13 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PER KAPITA DAN

PENDAPATAN REGIONAL PER KAPITA ATAS DASAR HARGA

KONSTAN 2000 (RUPIAH), 2008-2010

Gross Regional Domestic Product per capita and regional income per

capita figures at 2000 constant market prices 2000 (rupiahs), 2008-

2010

BAB XI STATISTIK TERKINI 475

Current Statistic

TABEL/Table XI.1 LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI, TRIWULAN I dan II 2011

Economic growth, Quartal I and II 2011

TABEL/Table XI.2 PERKEMBANGAN INFLASI, JANUARI-JULI 2011

Inflation rate, January-JuLy, 2011

TABEL/Table XI.3 PERKEMBANGAN LAJU INFLASI, JANUARI-JULI 2011

Growth of inflation rate, January- JuLy, 2011

TABEL/Table XI.4 INDEKS YANG DITERIMA PETANI (IT), INDEKS YANG DIBAYAR PETANI

(IB) DAN NILAI TUKAR PETANI (NTP), JANUARI-JULI 2011

Index of prices received by farmers (IT), index of prices paid by

farmers (IB), and farmers term of trade (NTP) subgroup horticulture,

January- July 2011

TABEL/Table XI.5 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN REDUKSI SHORTFALL

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Human development index and shortfall reduction by

Regegency/City, 2009-2010

TABEL/Table XI.6 INDIKATOR KEMISKINAN, 2010-2011

Poverty indicator, 2010-2011

TABEL/Table XI.7 INDIKATOR KETENAGAKERJAAN, 2010- 2011

Labour Indicator, 2010-2011

TABEL/Table XI.8 PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR, JANUARI-MEI 2011

Export and import rate, Januari-May 2011

L Aceh in Figures 2011

470

471

475

476

477

478

479

480

481

482


PENDAHULUAN

Pendahuluan

Buku Aceh Dalam Angka 2011 merupakan publikasi Badan Pusat

Statistik Provinsi Aceh yang terbit setiap tahunnya, sejak 1970. Data

Statistik Aceh Dalam Angka yang disajikan sebagian besar diperoleh dari

Dinas/Jawatan serta Instansi Pemerintah maupun Swasta di Provinsi Aceh.

Publikasi Aceh Dalam angka terdiri dari 11 bab yaitu:

Bab I : Geografis

Pada bab ini disajikan data tentang luas Provinsi Aceh menurut

kondisi tanah, suaka alam, keadaan curah hujan, rata-rata tekanan udara,

suhu udara dan lain-lain di Provinsi Aceh.

Bab II : Pemerintahan

Di bab ini mencantumkan nama-nama ibukota daerah tingkat II,

banyaknya kecamatan dan desa, luas daerah, banyaknya penduduk per

Km 2 , banyaknya permohonan atas tanah, jumlah anggota DPRD dan

lain-lain di Provinsi Aceh.

Bab III : Penduduk dan Tenaga Kerja

Bab ini menggambarkan banyaknya penduduk menurut warga

negara Indonesia/Asing, pertumbuhan penduduk, proyeksi penduduk,

jumlah pegawai negeri sipil, besarnya pokok pensiun, banyaknya

penempatan dan permintaan tenaga kerja asing pendatang, banyaknya

penempatan transmigrasi menurut daerah asal dan lain-lain di Provinsi

Aceh.

Bab IV : S o s i a l

Data yang dimuat dalam bab ini yang menyangkut bidang

kesejahteraan sosial pada umumnya yang meliputi antara lain : data

Statistik pendidikan dan kebudayaan, data kesehatan, data agama, data

BKKBN, data pramuka, dan lain-lain di Provinsi Aceh.

Bab V : Pertanian

Data yang disajikan dalam bab ini adalah mengenai sektor

pertanian yang dikelompokkan dalam sub sektor sebagai berikut: pertanian

tanaman pangan, kehutanan, peternakan dan perikanan di Provinsi Aceh.

Aceh Dalam Angka 2011 LI


Introduction

Bab VI : Industri

Pada Bab ini disajikan, data tentang listrik, air minum, P.T. Arun di

Provinsi Aceh.

Bab VII : Perdagangan

Bab ini menyajikan data perdagangan, Pertamina, P.T. Pupuk

Sriwijaya, P.T. Pertani, Logistik di Provinsi Aceh.

Bab VIII : Perhubungan dan Komunikasi

Pada bab ini dimuat data P.U. bagian Bina Marga, Polda,

Perhubungan udara, Perhubungan Laut, Pos dan Telekomunikasi,

Penerangan, Pariwisata dan lain-lain di Provinsi Aceh.

Bab IX : Keuangan dan Harga-Harga

Di dalam bab ini terlihat antara lain: Harga sembilan bahan pokok

dan indek harga konsumen, data dari Bank Indonesia, pajak, Bappeda dan

data dari instansi lainnya di Provinsi Aceh.

Bab X : Pendapatan Regional

Bab ini menyajikan data mengenai PDRB menurut lapangan usaha

atas dasar harga berlaku dan harga konstan dan lain-lain di Provinsi Aceh.

Bab XI : Statistik Terkini

Bab ini menyajikan data yang terbaru seperti jumlah penduduk

tahun 2010, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2009, inflasi

Januari sampai dengan September 2010 dan PDRB triwulan I dan II tahun

2010 di Provinsi Aceh.

LII Aceh Dalam Angka 2011


INTRODUCTION

Pendahuluan

ACEH IN FIGURES OF 2011 has been published annually by BPS-

Statistics of Aceh Province since 1970. Statistical data, that has been

presented in this publication, mainly was collected from Institutions/

Services, whether of government or private sectors, whose deal with their

subjects. The publication contains 11 chapters, repectively

Chapter I : Geography

In this chapter provides data of areas of Aceh Province by land

use, location of wildlife preserve and natural tourist objects. It has also

included data of montly rainfall and number of rain days, climatology,

temperatures, and so on, in Aceh Province.

Chapter II : Government/Public Administration

In this chapter presents names of regencies/ municipalities,

number of districts and villages, areas and number of population and its

density, number of land use rights by number of applicants, number of

house of representative members in Aceh Province.

Chapter III : Population and Labor Force

This chapter provides number of population by citizenships,

population growths, population projection, number of civil servants, the

amount of pensions, number of labor force by fulfillment of foreign labors,

etc. in Aceh Province.

Chapter IV : Social

Data in this chapter contains social welfare which involves

educational and culture statistics, religious statistics, data of National

Family Planning Coordination Board (BKKBN), scouts statistics, etc. in Aceh

Province.

Chapter V : Agriculture

Data that has been provided in this chapter is about agriculture

sector which is grouped into food crops sector, estate sector, forestry

sector, livestock sector and fisheries sector in Aceh Province.

Aceh Dalam Angka 2011 LIII


Introduction

Chapter VI : Industry

In this chapter presents industrial manufacturing statistics,

electricity, water suplies, PT Arun, etc. in Aceh Province.

Chapter VII : Trade

This chapter provides data of trades, data of oil company

(PERTAMINA), PT Sriwijaya Fertilizer, PT Pertani, data of logistics in Aceh

Province.

Chapter VIII : Transportation and Communication

In this chapter contains data of public work services, regional

police, land transportation, air transportation, post and

telecommunication, information and tourism in Aceh Province.

Chapter IX : Finance and Prices

In this chapter can be found data of nine items basic need prices

and price consumer indexes, data of Bank of Indonesia, taxes, the Planning

Coordination Board and other institution in Aceh Province.

Chapter X : Regional Income

This chapter presents data of gross domestic regional product by

industrial origins at current and constant prices in Aceh Province.

Chapter XI : Regional Income

This chapter presents update data of number of population 2010,

Human Development Index (HDI) 2009, inflation at January until September

2010 and GRDP Quartal I and II 2010 in Aceh Province.

LIV Aceh Dalam Angka 2011


SEJARAH SINGKAT PROVINSI ACEH

Sejarah Singkat

Daerah Aceh yang terletak di bagian paling Barat gugusan

kepulauan Nusantara, menduduki posisi strategis sebagai pintu gerbang

lalu lintas perniagaan dan kebudayaan yang menghubungkan Timur dan

Barat sejak berabad-abad lampau. Aceh sering disebut-sebut sebagai

tempat persinggahan para pedagang Cina, Eropa, India dan Arab, sehingga

menjadikan daerah Aceh pertama masuknya budaya dan agama di

Nusantara.

Pada abad ke-7 para pedagang India memperkenalkan agama

Hindu dan Budha. Namun peran Aceh menonjol sejalan dengan masuk dan

berkembangnya agama islam di daerah ini, yang diperkenalkan oleh

pedagang Gujarat dari jajaran Arab menjelang abad ke-9.

Menurut catatan sejarah, Aceh adalah tempat pertama masuknya

agama Islam di Indonesia dan sebagai tempat timbulnya kerajaan Islam

pertama di Indonesia, yaitu Peureulak dan Pasai. Kerajaan yang dibangun

oleh Sultan Ali Mughayatsyah dengan ibukotanya di Bandar Aceh

Darussalam (Banda Aceh sekarang) lambat laun bertambah luas

wilayahnya yang meliputi sebagaian besar pantai Barat dan Timur Sumatra

hingga ke Semenanjung Malaka. Kehadiran daerah ini semakin bertambah

kokoh dengan terbentuknya Kesultanan Aceh yang mempersatukan

seluruh kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di daerah itu. Dengan

demikian kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada permulaan

abad ke-17, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

Pada masa itu pengaruh agama dan kebudayaan Islam begitu besar

dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, sehingga daerah ini

mendapat julukan “Seuramo Mekkah” (Serambi Mekkah). Keadaan ini

tidak berlangsung lama, karena sepeninggal Sultan Iskandar Muda para

penggantinya tidak mampu mempertahankan kebesaran kerajaan

tersebut. Sehingga kedudukan daerah ini sebagai salah satu kerajaan besar

di Asia Tenggara melemah. Hal ini menyebabkan wibawa kerajaan semakin

merosot dan mulai dimasuki pengaruh dari luar. Kesultanan Aceh menjadi

incaran bangsa Barat yang ditandai dengan penandatanganan Traktat

London dan Traktat Sumatera antara Inggris dan Belanda mengenai

Aceh Dalam Angka 2011 LV


Brief History

pengaturan kepentingan mereka di Sumatera. Sikap bangsa Barat untuk

menguasai wilayah Aceh menjadi kenyataan pada tanggal 26 Maret 1873,

ketika Belanda menyatakan perang kepada Sultan Aceh. Tantangan yang

disebut ‘Perang Sabi’ ini berlangsung selama 30 tahun dengan menelan

jiwa yang cukup besar tersebut memaksa Sultan Aceh terakhir, Twk. Muhd.

Daud untuk mengakui kedaulatan Belanda di tanah Aceh.

Dengan pengakuan kedaulatan tersebut, daerah Aceh secara resmi

dimasukkan secara administratif ke dalam Hindia Timur Belanda

(Nederlansch Oost-Indie) dalam bentuk propinsi yang sejak tahun 1937

berubah menjadi karesidenan hingga kekuasaan kolonial Belanda di

Indonesia berakhir. Pemberontakan melawan penjajahan Belanda masih

saja berlangsung sampai ke pelosok-pelosok Aceh. Kemudian peperangan

beralih melawan Jepang yang datang pada tahun 1942. Peperangan ini

berakhir dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu pada tahun 1945.

Dalam jaman perang kemerdekaan, sumbangan dan keikutsertaan

rakyat Aceh dalam perjuangan sangatlah besar, sehingga Presiden

Pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno memberikan julukan sebagai

“Daerah Modal” pada daerah Aceh.

Sejak bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada

tanggal 17 Agustus 1945 sebagai bangsa dan negara yang merdeka dan

berdaulat, Aceh merupakan salah satu daerah atau bagian dari negara

Republik Indonesia sebagai sebuah karesidenan dari Propinsi Sumatera.

Bersamaan dengan pembentukan keresidenan Aceh, berdasarkan Surat

Ketetapan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1/X tanggal 3 Oktober 1945

diangkat Teuku Nyak Arief sebagai Residen.

Kedudukan daerah Aceh sebagai bagian dari wilayah Negara

Republik Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status. Pada

masa revolusi kemerdekaan, Keresidenan Aceh pada awal tahun 1947

berada di bawah daerah administratif Sumatera Utara. Sehubungan

dengan adanya agresi militer Belanda terhadap Republik Indonesia,

Keresidenan Aceh, Langkat dan Tanah Karo ditetapkan menjadi Daerah

militer yang berkedudukan di Kutaradja (Banda Aceh sekarang) dengan

Gubernur Militer Teungku Muhammad Daud Beureueh. Walaupun pada

LVI Aceh in Figures 2011


Sejarah Singkat

saat itu telah dibentuk Daerah Militer namun keresidenan masih tetap

dipertahankan. Selanjutnya pada tanggal 5 April 1948 ditetapkan Undangundang

Nomor 10 Tahun 1948 yang membagi Sumatera menjadi 3 Propinsi

Otonom, yaitu : Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan.

Propinsi Sumatera Utara meliputi keresidenan Aceh, Sumatera Timur dan

Tapanuli Selatan, dengan pimpinan Gubernur Mr. S.M. Amin.

Dalam menghadapi agresi militer kedua yang dilancarkan Belanda

untuk menguasai Negara Republik Indonesia, Pemerintah bermaksud

untuk memperkuat pertahanan dan keamanan dengan mengeluarkan

Ketetapan Pemerintah Darurat Republik Indonesia Nomor 21/Pem/PDRI

tanggal 16 Mei 1949 yang memusatkan kekuatan Sipil dan Militer kepada

Gubernur Militer.

Pada akhir tahun 1949 Keresidenan Aceh dikeluarkan dari Propinsi

Sumatera Utara dan selanjutnya ditingkatkan statusnya menjadi Propinsi

Aceh. Teungku Muhammad Daud Beureueh yang sebelumnya sebagai

Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo diangkat menjadi

Gubernur Propinsi Aceh. beberapa waktu kemudian, berdasarkan

Peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 5 Tahun 1950

propinsi Aceh kembali menjadi Keresidenan sebagaimana halnya pada

awal kemerdekaan. Perubahan status ini menimbulkan gejolak politik yang

menyebabkan terganggunya stabilitas keamanan, ketertiban dan

ketentraman masyarakat. Keinginan pemimpin dan rakyat Aceh ditanggapi

oleh Pemerintah sehingga dikeluarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun

1956 tentang pembentukan kembali propinsi Aceh yang meliputi seluruh

wilayah bekas keresidenan Aceh.

Dengan dikeluarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1957, status

Propinsi Aceh menjadi Daerah Swatantra Tingkat I dan pada tanggal 27

Januari 1957 A. Hasjmy dilantik sebagai Gubernur Propinsi Aceh. Namun

gejolak politik di Aceh belum seluruhnya berakhir. Untuk menjaga stabilitas

Nasional demi persatuan dan kesatuan bangsa, melalui misi Perdana

Menteri Hardi yang dikenal dengan nama MISSI HARDI tahun 1959

dilakukan pembicaraan yang berhubungan dengan gejolak politik,

pemerintahan dan pembangunan daerah Aceh. Hasil misi tersebut ditindak

lanjuti dengan keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia Nomor

Aceh Dalam Angka 2011 LVII


Brief History

1/MISSI/1959. Maka sejak tanggal 26 Mei 1959 Daerah Swatantra Tingkat

I atau Propinsi Aceh diberi status “Daerah Istimewa” dengan sebutan

lengkap Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Dengan predikat tersebut, Aceh

memiliki hak-hak otonomi yang luas dalam bidang agama, adat dan

pendidikan. status ini dikukuhkan dengan Undang-undang Nomor 18

Tahun 1965.

Berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintah pada masa

lalu yang menitik beratkan pada sistem yang terpusat dipandang sebagai

sumber bagi munculnya ketidakadilan dalam kehidupan berbangsa dan

bernegara, kondisi yang demikian ini memunculkan pergolakan. Hal ini

ditanggapi oleh pemerintah pusat dengan pemberian Otonomi Khusus

dengan disahkannya Undang-Undang no. 18 tahun 2002 dan Propinsi

Daerah Istimewa Aceh berubah menjadi Provinsi Nanggroe Aceh

Darussalam.

Kemudian berdasarkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 46 Tahun

2009 tentang Penggunaan Sebutan Nama Aceh dan Gelar Pejabat

Pemerintahan dalam Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Aceh

tertanggal 7 April 2009, ditegaskan bahwa sebutan Daerah Otonom,

Pemerintahan Daerah, Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, Dewan

Perwakilan Rakyat Daerah, Nomenklatur dan Papan Nama Satuan Kerja

Pemerintah Aceh (SKPA), Titelatur Penandatangan, Stempel Jabatan dan

Stempel Instansi dalam Tata Naskah Dinas di lingkungan Pemerintah Aceh,

diubah dan diseragamkan dari sebutan/nomenklatur "Nanggroe Aceh

Darussalam" ("NAD") menjadi sebutan/nomenklatur "Aceh". Ini dilakukan

sambil menunggu ketentuan dalam Pasal 251 UU Pemerintahan Aceh yang

menyatakan bahwa nama Aceh sebagai provinsi dalam sistem NKRI, akan

ditentukan oleh DPRA hasil Pemilu 2009.

LVIII Aceh in Figures 2011


BRIEF HISTORY OF ACEH PROVINCE

Sejarah Singkat

Aceh region located in the western part of Nusantara archipelago,

occupying a strategic position as a gateway traffic commerce and culture

that connects East and West since centuries ago. Aceh is often touted as a

haven of the Chinese merchants, European, Indian and Arabic, making the

first entry of the Aceh culture and religion in the archipelago.

In the 7th century Indian traders introduced the religion of Hinduism and

Buddhism. But Aceh prominent role in line with the entrance and religious

development of Islam in this region, which was introduced by Gujarat

traders from the ranks of Arab ahead of the 9th century.

According to historical records, Aceh was the first place entry of Islam in

Indonesia and as a place of emergence of the first Islamic kingdom in

Indonesia, namely Peureulak and Pasai. Empire that was built by Sultan Ali

Mughayatsyah with its capital in Bandar Aceh (Banda Aceh now) is slowly

expanding its territory covering most of East and West coast of Sumatra to

the Malay Peninsula. The presence of this area is growing strong with the

formation of The Sultanate of Aceh, which unite all the small kingdoms

located in the area. Thus, The Sultanate of Aceh reached its peak at the

beginning of the 17th century, during the reign of Sultan Iskandar Muda.

At that time the influence of religion and Islamic culture is so large in the

daily life of the Acehnese people, so this area got the nickname "Seuramo

Mecca" (Veranda of Mecca). This situation did not last long, because after

the death of Sultan Iskandar Muda his successors could not maintain the

greatness of the kingdom. So that the position of this region as one of the

great kingdoms in Southeast Asia weakened. This led to the royal dignity of

the slump and to have entered from outside influences. Sultanate of Aceh

became the target of Western nations marked by the signing of the Treaty

of Sumatera and the Treaty of London between the British and Dutch on

setting up their interest in Sumatera. Manner of Western nations for

control of the territory of Aceh became a reality on March 26, 1873, when

the Dutch declared war on the Sultan of Aceh. The challenge called 'Perang

Sabi' lasted for 30 years with a big enough soul to swallow the last forced

Aceh Dalam Angka 2011 LIX


Brief History

the Sultan of Aceh, Twk. Muhd. Daud to recognize the sovereignty of the

Netherlands in the land of Aceh.

With the recognition of sovereignty, the region of Aceh was formally

incorporated administratively into HindiaTimur Netherlands (Oost-Indie

Nederlansch) in the form of provinces since 1937 turned up residency in

Indonesia the Dutch colonial rule ended. Revolt against Dutch colonialism

still lasts up to the outposts of Aceh. Then the war turned against Japan

came in 1942. This war ended with Japan's surrender to the Allies in 1945.

In a time of war of independence, the contribution and participation of the

Acehnese people in the struggle are enormous, so the First President of the

Republic of Indonesia, Ir. Soekarno gave a nickname as "the Capital Region"

in the region of Aceh.

Since the nation Indonesia proclaimed independence on August 17, 1945 as

a nation and an independent and sovereign country, Aceh is one of the area

or part of the Republic of Indonesia as a residency of Sumatra Province.

Along with the establishment of Aceh residency, based on an assessment of

North Sumatra Governor No. 1 / X dated October 3, 1945 was appointed

Teuku Nyak Arief as Resident.

The position of Aceh region as part of the territory of the Republic of

Indonesia has several times changed. At the revolution time, the residency

of Aceh in early 1947 under the administrative area of Sumatra Utara. Due

to the Dutch military aggression against the Republic of Indonesia, Aceh

Residency, Langkat and Karo is set to be domiciled in the military area

Kutaradja (Banda Aceh now) with the Military Governor, Tengku

Muhammad Daud. Although at that time had formed regional military but

residency is still maintained. Furthermore, on 5 April 1948 to enact a Law

No. 10 of 1948 which divided the Autonomous Province of Sumatra into

three, namely: Sumatra Utara, Sumatra Tengah and Sumatra Selatan.

Sumatera Utara Province include residency Aceh, Sumatra, Tapanuli Timur

and Tapanuli Selatan, with the leadership of Mr. S.M. Amen as Governor.

In the face of second military aggression waged by the Dutch for control of

the Republic of Indonesia, the Government intends to strengthen defense

LX Aceh in Figures 2011


Sejarah Singkat

and security by issuing the Emergency Decree of the Government of the

Republic of Indonesia Number 21/Pem/PDRI dated May 16, 1949 which

concentrates the power of the Civil and Military to Military Governor.

At the end of 1949 the residency of Aceh excluded from Sumatra Utara

Province and further enhanced the status of a province of Aceh. Tengku

Muhammad Daud previously as Military Governor of Aceh, Langkat and

Karo was appointed Governor of the Province. Some time later, according

to government regulations successor Act No. 5 of 1950 the province back

into the residency as well as at the beginning of independence. The change

raises the status of political upheavals that led to the disruption of stability,

order and public tranquility. The desire of leaders and people of Aceh so

taken by the Government issued Law Number 24 Year 1956 concerning the

establishment of the province which covers the entire territory of the

former residency of Aceh.

With the issued Law No. 1 of 1957, the status of Aceh Province became the

First Level Autonomous Region and on January 27, 1957 A. Hasjmy sworn in

as Governor of Aceh Province. But the political turmoil in Aceh is not yet

entirely over. To maintain national stability and unity for the sake of

national unity, through the Prime Minister's mission known as MISSI HARDI

1959, conducted discussions related to the political turmoil, governments

and regional development in Aceh. The results of the mission followed up

with a decision of the Prime Minister of the Republic of Indonesia Number

1/MISSI/1959. So since the date of May 26, 1959 First Level Autonomous

Region or the Province of Aceh was given the status of "Special Region" as

a full named province of Aceh Special Region. With these predicates, Aceh

has the right of broad autonomy in religion, customs and education. This

status was confirmed by Law No. 18 of 1965.

Various policies in the administration of government in the past that

focuses on a centralized system is seen as a source of injustice in the life of

nation and state, this leads to conditions such upheaval. This is addressed

by the central government by granting special autonomy to the enactment

of Law no. 18 in 2002 and the Province of Aceh Special Region turned into a

Province of Nanggroe Aceh Darussalam.

Aceh Dalam Angka 2011 LXI


Brief History

Then based on the Governor of Aceh Regulation Number 46 Year 2009 on

the Use of Name The name of Aceh and the degree Government Officials in

the Manuscript Department of the Environment Administration Aceh

Government dated 7 April 2009, asserted that the designation of the

Autonomous Region, the Regional Administration, Regional Head / Deputy

Head, House of Representatives area, Nomenclature and Name Board Task

Force on Governing Aceh (SKPA), Titelatur signatories, Seals and Stamp

Agency Position in Governance in the Manuscript Department of the

Government of Aceh, altered and made uniform from the designation /

nomenclature "Nanggroe Aceh Darussalam" ("NAD") to the title /

nomenclature of "Aceh". This is done while waiting for the provisions in

Article 251 Law on Governing Aceh which states that the name of Aceh as a

province in the Homeland system, will be determined by the DPRA 2009

election results.

LXII Aceh in Figures 2011


NOTASI DALAM TABEL

… Data tidak tersedia

- Tidak ada atau nol

0 Data dapat diabaikan

, Tanda Desimal

* Angka Sementara

** Angka Sangat Sementara

TBM Tanaman Belum Menghasilkan

TM Tanaman Menghasilkan

TR Tanaman Rusak

SYMBOL IN TABLE

… Data not available

- Null or zero

0 Data negligible

, Decimal Point

* Preliminary Figure

** Very Preliminary Figure

TBM Not yet Productive Planting

TM Productive Planting

TR Damage Planting

Notasi dalam Tabel

Aceh Dalam Angka 2011 LXIII


Symbol in Table

Halaman Ini Sengaja Dikosongkan

This Page Intentionally Left Blank

LXIV Aceh In Figures 2011


Penjelasan Teknis

Penjelasan Teknis

1. Penduduk, adalah mereka yang berdomisili di wilayah geografis

Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang

berdomilisi kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.

2. Angkatan Kerja, adalah penduduk usia kerja (15 tahun keatas) yang

bekerja atau mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja

dan atau penduduk yang mencari pekerjaan.

3. Bekerja, adalah melakukan suatu pekerjaan dengan maksud

memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan/keuntungan

dan lamanya bekerja paling sedikit satu jam secara terus-menerus

dalam seminggu sebelum pencacahan. Termasuk dalam hal ini pekerja

keluarga tanpa upah yang membantu suatu usaha dan mereka yang

punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja.

4. Mencari Pekerjaan/Pengganggur, adalah mereka yang belum pernah

bekerja dan sedang mencari pekerjaan atau mereka yang sudah

pernah bekerja dan sedang mencari pekerjaan, mereka yang sedang

mempersiapkan suatu usaha, mereka yang sudah diterima bekerja

tetapi belum mulai bekerja, serta mereka yang merasa tidak mungkin

mendapatkan pekerjaan.

5. Data penggunaan lahan dikumpulkan setiap awal tahun, meliputi :

a. Lahan sawah mencakup sawah pengairan tadah hujan, sawah

pasang surut, rembesan, lebak dan sebagainya.

b. Lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya : Lahan yang

terdapat disekitar bangunan dan biasanya diberi pagar atau batas,

tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. Bila lahan sekitar

rumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegalan/kebun,

masukkan ke dalam kebun/tegalan.

c. Tegalan/kebun/ladang/huma : Lahan kering yang ditanami

tanaman musiman atau tahunan seperti padi ladang,

palawija/hortikultura dan letaknya terpisah dengan halaman

sekitar rumah.

d. Tambak : Lahan yang biasanya dipergunakan memelihara ikan,

udang atau binatang air lainnya. Letak tambak ini tidak jauh dari

laut dan airnya asin atau payau.

e. Kolam/tebak/empang : Lahan yang terletak yang dipergunakan

untuk pemeliharaan/pembenihan ikan dan biota air lainnya.

Aceh Dalam Angka 2011 LXV


Explanatory Notes

f. Lahan yang sementara tidak diusahakan : Lahan yang biasanya

diusahakan tetapi untuk sementara (lebih dari satu tahun dan

kurang dari dua tahun) tidak diusahakan.

g. Lahan untuk tanaman kayu-kayuan : Lahan yang ditumbuhi kayukayuan/bambu,

baik yang tumbuh sendiri maupun yang disengaja

ditanami, misalnya semak-semak dan pohon-pohon yang hasil

utamanya kayu. Disini tidak termasuk lahan kehutanan.

6. Data luas panen tanaman pangan dikumpulkan dari seluruh

kecamatan di Provinsi Aceh setiap bulan oleh Badan Pusat Statistik

(BPS), kecuali pohon yang menghasilkan buah-buahan setiap

triwulanan. Luas panen tanaman pangan merupakan luas panen

bersih.

7. Produksi per hektar padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah,

kacang kedele diperkirakan melalui sampel survei ubinan dengan plot

2,5 x 2,5 m. Setiap ubinan mewakili 100 hektar panen. Pelaksanaan

ubinan disesuaikan dengan saat panen.

8. Wujud produksi padi dan palawija adalah: gabah kering giling (padi),

pipilan (jagung), ubi basah (ubi kayu dan ubi jalar) dan biji kering

(kacang tanah dan kacang kedele).

9. Faktor konversi dari gabah kering panen ke gabah kering giling mulai

tahun 1997 berubah dari 86,59 persen menjadi 86,51 persen.

10. Industri pengolahan dikelompokkan kedalam 2 golongan berdasarkan

banyaknya pekerja yaitu :

a. Industri Besar adalah perusahaan industri yang mempunyai

pekerja 100 orang atau lebih;

b. Industri Sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai

pekerja 20-99 orang;

11. Pengumpulan data perusahaan Industri Besar/Sedang dilakukan setiap

tahun dengan cara sensus lengkap. Pelaksanaan Survei Industri

Besar/Sedang berdasarakan direktori hasil pemutakhiran yang

dilakukan setiap tahun.

12. Klasifikasi Industri Pengolahan

31. Industri makanan, minuman dan tembakau.

32. Industri tekstil, pakaian jadi dan kulit.

33. Industri kayu dan barang dari kayu, termasuk perabot rumah

tangga.

34. Industri kertas dan barang-barang dari kertas, percetakan dan

penerbitan.

LXVI Aceh in Figures 2011


Penjelasan Teknis

35. Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia, minyak bumi,

batu bara, karet dan plastik.

36. Industri barang galian bukan logam, kecuali minyak bumi dan batu

bara.

37. Industri logam dasar.

38. Industri barang dari logam, mesin dan peralatannya.

39. Industri pengolahan lainnya.

13. Data Statistik Pertambangan bersumber dari Survei Pertambangan

yang dilakukan oleh BPS.

14. Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Aceh sebagian besar disuplai oleh

PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sebagian oleh PT. Perusahaan

Listrik Negara Sumbagut.

15. Data air minum dikumpulkan oleh BPS melalui survei pada Perusahaan

Air Minum. Sistem pencacahannya adalah dengan wawancara

langsung kepada seluruh perusahaan air minum (pencacahan

lengkap).

16. Daerah pencatatan statistik Ekspor-Impor meliputi seluruh wilayah

Republik Indonesia sedangkan wilayah bebas Batam dianggap sebagai

“Luar Negeri”.

17. Pencatatan Statistik Perdagangan Luar Negeri meliputi seluruh

barang-barang yang keluar/masuk ke dalam/luar wilayah Republik

Indonesia baik yang bersifat komersial maupun bukan komersial

seperti bantuan kredit lunak, hadiah dan sebagainya.

18. Ekspor kapal laut dan pesawat udara termasuk dalam statistik ekspor

sedangkan ekspor bunker oil untuk kapal tidak tercatat. Sebagian

Impor kapal laut dan pesawat beserta suku cadangnya termasuk

dalam Statistik Impor.

19. Barang-barang yang diolah di luar negeri tetap dicatat sebagai ekspor,

meskipun hasil olahan barang tersebut akan kembali masuk ke wilayah

Indonesia. Sedangkan barang-barang luar negeri yang diolah atau

diperbaiki di dalam negeri tetap dicatat sebagai barang impor,

meskipun setelah selesai diproses akan kembali ke luar negeri (reekspor).

20. Penggolongan barang menggunakan Klasifikasi Tarif Indonesia 1989

yang didasarkan atas HS (Harmonized System) yang sudah

diperbaharui tahun 1991, 1994, 1995, 1996, dan terakhir 1997. Versi

yang terakhir ini mengalami perubahan yang relatif besar dibanding

sistem pengkodean tahun sebelumnya.

Aceh Dalam Angka 2011 LXVII


Explanatory Notes

21. Nilai barang yang dicatat untuk statistik ekspor adalah nilai FOB (US.$)

dan untuk statistik impor dinyatakan dalam nilai CIF (US.$) dan dicatat

oleh Bea dan Cukai sebagai dasar perhitungan bea masuk. Sejak tahun

1975 ekspor/impor disajikan dalam berat bersih dinyatakan dalam Kg.

22. Negara tujuan adalah negara dimana barang tersebut akan

dikonsumsi/diperdagangkan. Sedangkan yang dimaksud dengan

negara asal adalah negara dimana barang-barang tersebut dihasilkan

setelah diperiksa oleh pejabat Bea dan Cukai sesuai dengan peraturan

yang berlaku.

23. Pelabuhan ekspor adalah pelabuhan dimana surat izin muat tersebut

dikeluarkan sedangkan pelabuhan impor adalah pelabuhan dimana

surat izin bongkar tersebut dikeluarkan.

24. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang

diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib)

dalam persentase.

25. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang

menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi

petani.

26. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang

menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani,

baik itu kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan

untuk proses produksi pertanian.

27. Harga yang diterima petani adalah rata-rata harga produsen dari hasil

produksi petani sebelum ditambahkan biaya

transportasi/pengangkutan dan biaya pengepakan kedalam harga

penjualannya atau disebut Farm gate (harga disawah/diladang setelah

pemetikan).

28. Harga yang dibayar petani adalah rata-rata harga eceran barang/jasa

yang dikonsumsi atau diberi petani, baik untuk memenuhi kebutuhan

rumah tangganya sendiri maupun untuk keperluan biaya produksi

pertanian.

29. Inflasi/deflasi menunjukkan naik/turunnya harga-harga secara umum

secara terus menerus dalam suatu kurun waktu tertentu.

30. Harga Konsumen (HK) adalah harga transaksi yang terjadi antara

penjual (pedagang eceran) dan pembeli(konsumen) secara eceran

dengan pembayaran tunai. Eceran yang dimaksud adalah membeli

suatu barang atau jasa dengan mengunakan satuan terkecil untuk

dipakai/dikonsumsi.

LXVIII Aceh in Figures 2011


Penjelasan Teknis

31. Barang dan jasa atau komoditi yang dimaksud adalah komoditi yang

tercakup dalam paket komoditi kebutuhan rumah tangga yang

termasuk di dalam diagram timbangan IHK hasil Survei Biaya Hidup

(SBH) 2008.

32. Kualitas atau merek barang adalah merupakan spesifikasi barang. Satu

macam barang dan jasa umumnya mempunyai lebih dari satu

kualitas/merek.

33. Nilai konsumsi adalah jumlah nilai yang dikeluarkan oleh rumahtangga

untuk memperoleh suatu komoditi untuk dikonsumsi. Nilai konsumsi

suatu komoditi merupakan perkalian harga komoditi dengan kuantitas

(banyaknya) komoditi yang dikonsumsi rumah tangga pada periode

dasar.

34. Neraca Regional Merupakan suatu sistem penyajian statistik yang

menggambarkan berbagai transaksi ekonomi antara sektor produksi,

faktor produksi, institusi dan antar negara/antar daerah. Transaksi ini

mencakup transaksi barang dan jasa, transaksi finansial, arus modal,

arus dana, arus pendapatan dan arus transfer.

35. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah hasil penjumlahan nilai

tambah bruto yang dihasilkan oleh unit-unit ekonomi seluruh kegiatan

ekonomi dalam batas wilayah suatu daerah pada suatu periode

tertentu (biasanya satu tahun). PDRB dapat dihitung melalui

pendekatan produksi, pengeluaran dan pendapatan. PDRB lazim

disajikan menurut lapangan usaha (sektoral) dan menurut komponen

penggunaan, masing-masing atas dasar harga berlaku dan atas dasar

harga konstan 2000.

36. Angka laju pertumbuhan ekonomi dihitung dengan menggunakan data

PDRB atas dasar harga konstan. Untuk menghitung laju pertumbuhan

riil dalam satu kurun waktu lazimnya digunakan tahun dasar yang

sama dan menggunakan penghitungan tanpa migas. Angka konstribusi

PDRB menurut lapangan usaha dan penggunaan dihitung baik atas

dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

37. PDRB per kapita diperoleh dengan membagi PDRB dengan jumlah

penduduk pertengahan tahun dan biasanya digunakan hasil

penghitungan atas dasar harga berlaku.

38. Menurut status jalan dibagi atas:

a. Jalan Nasional disebut juga Jalan Negara, merupakan jaringan

jalan umum yang pembinaannya dilakukan oleh Departemen

Pekerjaan Umum (Pusat)

Aceh Dalam Angka 2011 LXIX


Explanatory Notes

b. Jalan Propinsi adalah jaringan jalan umum yang pembinaannya

dilakukan oleh Pemerintah Daerah Tingkat I/Provinsi

c. Jalan Kabupaten/Kotamadya adalah jaringan jalan umum yang

pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II

(Kabupaten/Kota)

39. Panjang jalan terdiri atas beberapa jenis permukaan yaitu:

a. Jalan Aspal adalah jalan yang permukaannya dilapisi aspal

b. Jalan Kerikil adalah jalan yang permukaannya telah diperkeras dan

dilapisi kerikil

c. Jalan tanah adalah jalan yang belum diperkeras dan masih terdiri

atas lapisan tanah biasa

40. Kondisi Jalan terbagi atas beberapa katagori yaitu:

a. Jalan Baik adalah jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan

kecepatan (60) Km perjam dan selama dua tahun mendatang

tanpa pemeliharaan/rehabilitasi pada pengerasan jalan

b. Jalan Sedang adalah jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan

dengan kecepatan (40-60) Km perjam selama satu tahun

mendatang tanpa pemeliharaan/rehabilitasi pada pengerasan jalan

c. Jalan Rusak adalah jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan

dengan kecepatan (20-40) Km perjam dan perlu perbaiki

pondasi jalan

d. Jalan Rusak Berat adalah jalan yang dapat dilalui oleh

kendaraan dengan kecepatan (0 - 20) Km perjam

41. Catatan/Notes:

1) Bergabung dengan Kabupaten Aceh Barat

2) Bergabung dengan Kabupaten Aceh Selatan

3) Bergabung dengan Kabupaten Aceh Tenggara

4) Bergabung dengan Kabupaten Aceh Timur

5) Bergabung dengan Kabupaten Aceh Utara

LXX Aceh in Figures 2011


Technical Explanation

Penjelasan Teknis

1. Population, are those who live in geographic areas of the Republic of

Indonesia for 6 months or more and or those who live in less than 6

months but intended to settle.

2. Labor Force, is a resident of working age (15 years and above) who work

or had a job but temporarily not working or who seeking employment or

population.

3. Work, is doing a job with the intention of obtaining or aiding to obtain

income / profit and duration of work at least one hour continuously of

the week prior to enumeration. This includes unpaid family workers who

assist a business and those who have a job but temporarily not working.

4. Looking for work/unemployed, are those who have never worked and

looking for work or those who have been working and looking for work,

those who are preparing a business, those who have accepted to work

but have not started work, as well as those who find it impossible to get

jobs.

5. Land use data were collected beginning of each year, include:

a. Wetland, includes rainfed rice irrigation, tidal rice fields, seepage,

lebak and so on.

b. Land for building and surrounding pages: Land located around the

building and is usually given a fence or boundary, regardless of the

planted or not. When the land surrounding the house is not clearly

demarcated by the moor / garden, put in the garden / field.

c. Moor / garden / farm / field for dry rice cultivation: dry land planted

with seasonal or annual crops such as paddy fields, crops /

horticulture and located separately with the pages around the house.

d. Ponds: Land that is usually used to keep the fish, shrimp or other

aquatic animals. The location of this pond not far from the sea and the

water is salty or brackish.

e. Swimming / guess / ponds: Land that is located that is used for

maintenance / hatchery fish and other aquatic biota.

f. While not cultivated land: Land that is usually cultivated, but for a

while (more than one year and less than two years) are not cultivated.

g. Land for woody plants: wooded/bamboo land, both his own growth as

well as the deliberate cultivation, such as shrubs and trees that are the

result primarily of wood. Here does not include forest land.

Aceh Dalam Angka 2011 LXXI


Explanatory Notes

6. Data area harvested crops collected from throughout sub-districts in

Aceh province every month by the Central Statistics Agency (BPS),

except for trees which produce fruit on a quarterly basis. The harvested

area of crops is net harvested area.

7. Production per hectare of rice, maize, cassava, sweet potato, peanut,

soy bean is estimated through a sample survey with a plot tile 2.5 x 2.5

m. Each tile represents 100 hectares of crops. Implementation of the

tile adapted to the time of harvest.

8. Being the production of rice and crops are: dry milled grain (rice),

seeds(maize), sweet wet (cassava and sweet potato) and dry seeds

(peanuts and soybeans).

9. Conversion factor of dry grain harvests to dry grain milling began in

1997 changed froma 86.59 percent to 86.51 percent.

10. Processing industries are grouped into 2 groups based on the number of

workers, namely:

a. Large industries are industrial companies that have 100 or more

employees;

b. Medium industry is the industrial company that has 20-99 people

working;

11. Large/Medium enterprise data collection conducted every year by way

of a complete census. Implementation of the Survey of Large / Medium

on the terms of updating the directory results are performed each

year.

12. Industry Classification

31. Manufacture of food, beverages and tobacco.

32. Manufacture of textiles, apparel and leather.

33. Manufacture of wood and articles of wood, including furniture.

34. Manufacture of paper and goods of paper, printing and publishing.

35. The chemical industry and goods from chemicals, petroleum, coal,

rubber and plastics.

36. Industrial non-metallic mineral products, except petroleum and

coal.

37. Manufacture of basic metals.

38. Manufacture of metal goods, machinery and equipment.

39. Other processing industries.

13. Data Mining Statistics sourced from the Mining Survey conducted by

BPS.

LXXII Aceh in Figures 2011


Penjelasan Teknis

14. The need for electricity in the province of Aceh is predominantly

supplied by PT. PLN and partly by the PT. PLN Sumbagut (Northern

Sumatra) area.

15. Water data collected by the BPS via a survey on the Water Company

by direct interview to the whole company of water supply (complete

enumeration).

16. Regional Export-Import statistical records covering the whole territory

of the Republic of Indonesia while the Batam free region is considered

as the "Foreign Affairs".

17. Registration of Foreign Trade Statistics cover all goods in / out to inside

/ outside the territory of the Republic of Indonesia both commercially

and non-commercial software such as loans, gifts and so on.

18. Exports of ships and aircraft are included in export statistics while

exports of bunker oil for ships not registered. Most imports of ships

and aircraft and their spare parts are included in Import Statistics.

19. The goods are processed abroad are recorded as exports, although the

processed goods will be re-entered the territory of Indonesia. While

foreign goods are manufactured or repaired in the country are

recorded as imports, even after processing has been completed

overseas will return to (re-exports).

20. Tariff classification of goods using the Classification of Indonesia in

1989 based on the HS (Harmonized System), which was refurbished in

1991, 1994, 1995, 1996, and finally 1997. Version of the latter having

a relatively large change compared to previous years coding system.

21. The value of goods that accounted for the export statistics is the value

of FOB (US$) and for the statistical value of imports expressed in CIF

(US$) and recorded by the Customs and Excise as a basis for

calculating import duties. Since 1975 the export / import is presented

in the net weight expressed in Kg.

22. Destination country is a country where the goods will be consumed /

traded. While the definition of country of origin is the country where

the goods are produced after being questioned by Customs and Excise

officials in accordance with applicable regulations.

23. Export port is the port where the license was issued while the

unloading port is the port where the import permit was issued

unloading.

Aceh Dalam Angka 2011 LXXIII


Explanatory Notes

24. Farmers Exchange (NTP) is the ratio between the index of prices

received by farmers (It) with the index of prices paid by farmers (Ib) in

percentage.

25. Index of prices received by farmers (It) is a price index that shows the

development of producer prices for farm products.

26. Index of prices paid by farmers (Ib) is a price index that shows the price

development needs of peasant households, be it the need for

household consumption and the need for agricultural production

process.

27. Prices received by farmers is the average producer price of production

of farmers before the added cost of transport / freight and packaging

costs into the sales price or the so-called Farm gate (prices from the

fields after harvesting).

28. The price paid by farmers is the average retail price of the goods /

services consumed or given the farmers, both to meet the needs of

their own household or for agricultural production costs.

29. Inflation / deflation shows rise / fall in general prices are continually in

a certain period of time.

30. Consumer prices (CP) is a transaction price that occurred between the

seller (retailer) and buyers (consumers) in retail with a cash payment.

Retail in question is the purchase of goods or services by using the

smallest unit to be used / consumed.

31. Goods and services or commodity in question is the commodities

included in the package of household commodities included in the CPI

scale diagram of Cost of Living Survey (SBH) 2008.

32. Quality or brand of goods is a specification of goods. A variety of goods

and services generally have more than one quality / brand.

33. Consumption value is the amount of value incurred by households to

obtain a commodity to be consumed. Consumption value of a

commodity is the product of commodity prices with the quantity

(amount) consumed by the household commodities in the base period.

34. Regional Balance is a statistical presentation system that describes a

variety of economic transactions between sectors of production,

factors of production, and institutions and interstate / inter-regional.

These transactions include the transactions of goods and services,

financial transactions, capital flows, fund flows, revenue streams and

current transfers.

LXXIV Aceh in Figures 2011


Penjelasan Teknis

35. Gross Regional Domestic Product (Regional GDP) is the sum of gross

value added generated by all economic units of economic activity

within the boundary of a region in a given period (usually one year).

Regional GDP can be calculated through the production approach,

expenditure and revenue. Regional GDP commonly presented by the

field of business (sector) and by the use of components, each based on

current prices and constant prices of 2000.

36. Economic growth rate figures are calculated using Regional GDP data

at constant prices. To calculate the real growth rate in one-year period

normally used the same basis and using calculations without the oil

and gas. Figures Regional GDP contribution by the business field and

use either calculated based on current prices and constant prices.

37. Regional GDP per capita is obtained by dividing Regional GDP by midyear

population and commonly used calculation results based on

current prices.

38. According to the status of the road is divided into:

a. The National Road is also called State Road, is a public road network

is built it done by the Public Works Department

b. Provincial roads are public roads network is built it done by the

Province Government

c. Regency/Municipality roads is a public road network is built it done

by a Local Government (Regency/Municipality)

39. The length of the path consists of several types of surfaces, namely:

a. Asphalt roads are asphalted road surface

b. Gravel Road is a road whose surface has been hardened and coated

gravel

c. Dirt road is a road that has not hardened and is still composed of a

layer of ordinary soil

40. Road conditions are divided into several categories namely:

a. Neither road is the road that can be traversed by vehicles with a

speed (60) km per hour and for two years without maintenance /

rehabilitation for street paving

b. While the road is a road passable by vehicles with a speed (40-60) km

per hour over the next year without any maintenance /

rehabilitation for street paving

c. Damaged roads are the roads passable by vehicles with a speed (20-

40) km per hour and need to fix the road foundation

Aceh Dalam Angka 2011 LXXV


Explanatory Notes

d. Heavy Damage roads are roads that can be traversed by vehicles

with a speed (0-20) km per hour

41. Note / Notes:

1) Joined with the Aceh Barat Regency

2) Joined with the Aceh Selatan Regency

3) Joined with the Aceh Tenggara Regency

4) Joined with the Aceh Timur Regency

5) Joined with the Aceh Utara Regency

LXXVI Aceh in Figures 2011


Geografis

Geographics

1


Provinsi Aceh terletak antara 2 o –

6 o Lintang Utara dan 95 o –

98 o

Bujur Timur dengan

ketinggian rata-rata 125 meter di

atas permukaan laut. Sampai

dengan tahun 2010 Provinsi Aceh

dibagi menjadi 18 Kabupaten dan

lima kota, terdiri dari 280

kecamatan, 755 mukim dan 6.423

gampong atau desa.

Batas-batas wilayah Provinsi

Aceh, sebelah Utara dan Timur

berbatasan dengan Selat Malaka,

sebelah Selatan dengan Provinsi

Sumatera Utara dan sebelah

Barat dengan Samudera

Indonesia. Satu-satunya hubungan

darat hanyalah dengan

Provinsi Sumatera Utara,

sehingga memiliki ketergantungan

yang cukup tinggi dengan

Provinsi Sumatera Utara.

Luas Provinsi Aceh 5.677.081 ha,

dengan hutan sebagai lahan

terluas yang mencapai 2.291.080

ha, diikuti lahan perkebunan

rakyat seluas 800.401 ha. Sedangkan

lahan industri mempunyai

luas terkecil yaitu 3.928 ha.

I. Geografis/Geography

Aceh Province is located between

2 o – 6 o n north latitude and 95 o -

98 o east longitude with an

average altitude of 125 meters

above sea level. Up to 2010 the

province of Aceh is divided into

18 districts and five cities,

consisting of 280 districts, 755

mukim and 6,423 village.

The boundaries of the territory of

Aceh Province, northern and

eastern borders with the

Malacca Straits, south of the

Province of Sumatra Utara and

west of the Indonesian

Ocean. The only land connection

is to the Sumatra Utara province,

so it has a fairly high dependence

by the Province of Sumatra

Utara.

Area of Aceh Province is

5,677,081 ha, with forest land

has the widest reach 2,291,080

ha, followed by plantation land

area of 800,401 ha. While the

industrial land has the smallest

area that is 3,928 ha.


Geography

Lokasi suaka alam/objek wisata

alam di Provinsi Aceh ada di

delapan lokasi, yaitu Taman

Buru Lingge Isak, Cagar Alam

Serbajadi, Taman Wisata dan

Taman Laut Pulau Weh Sabang,

Cagar Alam Jantho, Hutan untuk

Latihan Gajah (PLG), Taman

Wisata Laut Kepulauan Banyak,

dan Suaka Margasatwa Rawa

Singkil.

Location of nature reserves /

natural tourist attraction in the

province of Aceh in eight

locations, namely Taman Buru

Lingge Isak, Serbajadi Nature

Reserve, Park and Marine Park

Pulau Weh Sabang, Jantho

Nature Reserve, Forest for the

Elephant Training (PLG), Marine

Park Banyak Islands, and Rawa

Singkil Wildlife Reserve.

4 Aceh In Figures 2011


Nama Daerah

Name of Region

Status/Status

Letak/Location

Luas Daerah/Land area

Tinggi Rata-Rata/Average of altitude

Batas-Batas Daerah/Borders of region :

Sebelah Utara/To the north

Sebelah Selatan/To the south

SebelahTimur/To the east

Sebelah Barat/To the west

Daerah Melingkupi

Include of area

Banyaknya Daerah Tk.II

Number of Regency/City

Banyaknya Kecamatan/District

Mukim/Mukim

Gampong/Village

L E T A K G E O G R A F I S

Geographical Situation

Sumber : Kantor Gubernur Provinsi Aceh

Source : Governor’s office of Aceh Province

Provinsi Aceh

Aceh Province

Otonomi Khusus/Special Region

2 o -6 o LU/North Latitude

95 o -98 o BT/East Longitude

56.770,81 Km 2

125 M di Atas Permukaan Laut

125 M Above Sea Level

Selat Malaka/Malacca Strait

Propinsi Sumatera Utara

Sumatera Utara Province

Selat Malaka/Malacca Strait

Samudera Indonesia

Indonesian Ocean

119 Pulau/Islands

35 Gunung/Mountains

73 Sungai Penting/Rivers

18 Kabupaten/Regency

5 Kota/City

Geografis

Aceh Dalam Angka 2011 5

280

755

6.423


Geography

Halaman ini sengaja dikosongkan/

This page intentionally left blank

6 Aceh In Figures 2011


Sumber : Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Aceh

Source : National Land Board Regional Office of Aceh Province

Geografis

Tabel

Table

:I.1

LUAS PROVINSI ACEH MENURUT PENGGUNAAN LAHAN,

2010

Land area by utilization of land in Aceh Province, 2010

Penggunaan Lahan

Utilization of land

Luas

Area

(Ha)

Persentase

Percentage

(1) (2) (3)

1. Perkampungan/Settlement 117 589 2,07

2. Industri/Industry 3 928 0,07

3. Pertambangan/Mining 206 049 3,63

4. Persawahan/Rice 311 872 5,49

5. Pertanian tanah kering semusim

Dry land farming season

137 672 2,43

6. Kebun/Garden 305 599 5,38

7. Perkebunan/Plantation -

- Perkebunan besar/Large plantations 200 680 3,53

- Perkebunan rakyat/Plantation 800 401 14,10

8. Padang/field

(padang rumput, alang-alang, semak)

229 726 4,05

9. Hutan (lebat, belukar, sejenis)

Forest

2 291 080 40,36

10. Perairan darat/Inland waters

(kolam air tawar, tambak,

penggaraman, waduk, danau,rawa)

204 292 3,60

11. Tanah terbuka/Clearing

(tandus, rusak, land clearing)

44 439 0,78

12. Lainnya/Others 823 754 14,51

Jumlah/Total 5 677 081 100,00

Aceh Dalam Angka 2011 7


Geography

Tabel

Table

:I.2

LOKASI DAN LUAS SUAKA ALAM/OBJEK WISATA ALAM,

2010

Location and area of wild life preserve/natural tourist objects,

2010

Suaka alam/Objek wisata alam

Wild life preserve/Natural tourist

objects

1. Taman Buru LinggeIsac

LinggeIsac hunting park

2. Cagar Alam Serbajadi

Serbajadi forest reserve

3. Taman wisata alam Pulau Weh

Sabang

Weh island tourist park

4. Taman Laut Pulau Weh Sabang

Weh island marine park

5. Cagar Alam Jantho

Jantho forest reserve

6. Hutan dengan fungsi khusus untuk

latihan gajah (PLG)

Elephant training centre

7. Taman wisata alam pulau banyak

Archipelago tourist park

8. Suaka Margasatwa Rawa Singkil

Game Preserve of RawaSingkil

Lokasi

Location

Luas

Area

(Ha)

(1) (2) (3)

Jumlah

Total

Aceh Tengah 80 000

Aceh Timur 300

Kota Sabang 1 300

Kota Sabang 2 600

Aceh Besar 16 640

Aceh Utara 112

Aceh Singkil 227 500

Aceh Selatan,

Aceh Singkil

Sumber : Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh

Source : Conservation office of Natural resources of Aceh

102 500

430 952

8 Aceh In Figures 2011


Geografis

Tabel

BANYAKNYA GEMPA BUMI SETIAP BULAN YANG TERCATAT

DI STASIUN GEOFISIKA MATA IE BANDA ACEH, 2010

Table :I.3 Number of earthquake recorded by month at Geophysical

Station Mata Ie Banda Aceh, 2010

Bulan

Month

Jumlah gempa tercatat

Recorded earthquake

Pusat di Provinsi

Aceh

Center within Aceh

province

Pusat diluar

Provinsi Aceh

Center outside

Aceh province

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4)

Januari/January 89 5 94

Februari/February 89 15 104

Maret/March 97 17 114

April/April 227 9 236

Mei/May 186 8 194

Juni/June 277 8 285

Juli/July 130 10 140

Agustus/August 112 12 124

September/September 89 12 101

Oktober/October 104 7 111

Nopember/November 65 4 69

Desember/December 55 4 59

Jumlah/Total 1 520 111 1 631

Sumber : BMKG, Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh

Source : BKMKG, Geophisical Station in Mata Ie Banda Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 9


Geography

Tabel

Table

:I.4

KONDISI SUHU UDARA SETIAP BULAN YANG TERCATAT

DI STASIUN METEOROLOGI BLANG BINTANG BANDA

ACEH, 2010

Atmosphere temperature condition recorded by month at

Meteorology Station Blang Bintang Banda Aceh, 2010

Bulan

Month

Suhu Udara/Atmosphere temperature ( 0 C)

Terendah

Min

Tertinggi

Max

Rata-rata

Average

(1) (2) (3) (4)

Januari/January 22,7 31,5 26,4

Februari/February 23,0 32,7 27,3

Maret/March 23,0 32,5 27,0

April/April 23,7 33,2 27,6

Mei/May 23,6 34,0 28,2

Juni/June 23,0 33,2 27,6

Juli/July 23,0 32,7 27,6

Agustus/August 22,3 33,5 27,5

September/September 22,2 32,6 26,8

Oktober/October 21,6 33,1 27,3

Nopember/November 22,7 30,7 25,8

Desember/December 22,7 30,9 26,0

Rata-rata/Average 22,8 32,6 27,1

Sumber : BMKG, Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh

Source : BMKG, Meteorology Station in Blang Bintang Banda Aceh

10 Aceh In Figures 2011


Geografis

Tabel

Table

:I.5

JUMLAH CURAH HUJAN, JUMLAH HARI HUJAN DAN

PENYINARAN MATAHARI SETIAP BULAN YANG TERCATAT

DI STASIUN METEOROLOGI BLANG BINTANG BANDA

ACEH, 2010

Number of rainfall, rain day and sun irradiating recorded

by month at Meteorology Station Blang Bintang Banda

Aceh, 2010

Bulan

Month

Curah Hujan

Rainfall (mm)

Jumlah Hari Hujan

Number of rain day

(Hari/Day)

Rata-rata

Penyinaran

Matahari

Sun irradiating (%)

(1) (2) (3) (4)

Januari/January 149,4 12,0 49,6

Pebruari/February 112,9 9,0 62,5

Maret/March 105,4 16,0 50,2

April/April 219,5 16,0 48,3

Mei/May 58,8 9,0 55,1

Juni/June 190,1 17,0 41,6

Juli/July 89,1 19,0 47,6

Agustus/August 73,5 12,0 43,4

September/September 75,6 15,0 47,8

Oktober/October 116,5 9,0 41,0

Nopember/November 461,0 25,0 16,9

Desember/December 334,0 18,0 13,2

Rata-rata/Average 165,5 14,8 43,1

Sumber : BMKG, Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh

Source : BMKG, Meteorology Station in Blang Bintang Banda Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 11


Geography

KECEPATAN ANGIN, TEKANAN UDARA DAN

Tabel

Table

:I.6

KELEMBABAN SETIAP BULAN YANG TERCATAT DI

STASIUN METEOROLOGI BLANG BINTANG BANDA ACEH,

2010

Condition of speed of wind, air pressure, and dampness

recorded by month at Meteorology Station Blang Bintang

Banda Aceh, 2010

Bulan

Month

Kecepatan Angin

Speed of wind

(m/s)

Tekanan Udara

Air pressure

(atm)

Kelembaban

Dampness

(%)

(1) (2) (3) (4)

Januari/January 4,8 1 011,3 84,0

Februari/February 5,3 1 010,6 81,0

Maret/March 5,1 1 010,7 83,0

April/April 4,4 1 010,0 84,0

Mei/May 4,7 1 008,0 81,0

Juni/June 5,4 1 009,4 79,0

Juli/July 4,4 1 009,2 79,0

Agustus/August 4,8 1 009,1 77,0

September/September 4,8 1 009,4 81,0

Oktober/October 5,0 1 008,9 76,0

Nopember/November 4,3 1 008,9 87,0

Desember/December 4,5 1 008,5 85,0

Rata-rata/Average 4,8 1 009,5 81,4

Sumber : BMKG, Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh

Source : BMKG, Meteorology Station in Blang Bintang Banda Aceh

12 Aceh In Figures 2011


Pemerintahan

Government

2


Provinsi Aceh merupakan

provinsi yang terletak di kawasan

paling ujung utara Pulau

Sumatera yang sekaligus juga

merupakan paling ujung barat

wilayah Indonesia.

Sesuai dengan perkembangannya,

Provinsi Aceh dengan

Ibukota Banda Aceh semakin

diperluas dari segi pemerintahannya,

dari 10 kabupaten/

kota pada tahun 2000 berkembang

menjadi 20

kabupaten/kota pada Mei 2002.

Kabupaten/kota yang mengalami

pemekaran yaitu: Aceh

Barat Daya (pemekaran dari Aceh

Selatan), Gayo Lues (pemekaran

dari Aceh Tenggara), Aceh

Tamiang dan Kota Langsa

(pemekaran dari Aceh Timur),

Nagan Raya dan Aceh Jaya

(pemekaran dari Aceh Barat)

serta Kota Lhok-seumawe

(pemekaran dari Aceh Utara).

Kemudian pada tahun 2003

menjadi 21 kabupaten/kota

dengan kabupaten/kota baru

yaitu Kabupaten Bener Meriah,

yang merupakan pemekaran dari

Kabupaten Aceh Tengah.

II. Pemerintahan/Government

Aceh Province is a province located

in the most northern tip of

Sumatra Island which is also the

most western tip of Indonesia.

In accordance with its

development, the Province of Aceh

with capital of Banda Aceh

expanded in terms of government,

of the 10 regencies / cities in 2000

evolved into 20 regencies / cities in

the May 2002.

Regencies / city that experienceed

the division are: Aceh Barat Daya

(division from Aceh Selatan), Gayo

Lues (division of the Aceh

Tenggara), Aceh Tamiang and

Langsa (division of Aceh Timur),

Nagan Raya and Aceh Jaya

(division of Aceh Barat) and

Lhokseumawe (division of Aceh

Utara).

Then in 2003 to 21 regencies /

cities with new regency of Bener

Meriah, which is a division of Aceh

Tengah Regency.


Goverment

Pada tahun 2007 berkembang

lagi menjadi 23 kabupaten /kota

dengan munculnya Kabupaten

Pidie Jaya (pemekaran dari

Kabupaten Pidie) dan Kota

Subulussalam (merupakan

pemekaran dari Kabupaten Aceh

Singkil).

Jika dilihat dari perangkat

wilayah administrasinya,

Kabupaten Aceh Utara merupakan

kabupaten terbesar

dengan 27 kecamatan, 67 mukim

dan 852 desa /gampong.

Expand again in 2007 to 23

regencies / cities with the advent

of Pidie Jaya (division of Pidie

Regency) and Subulussalam

(division of the Aceh Singkil

Regency).

When viewed from the territory of

his administration, Aceh Utara

Regency is the largest regency

with 27 districts, 67 mukim and

852 village.

16 Aceh in Figures 2011


Tabel

Table

: II.1

Kabupaten/Kota

Regency/City

Aceh Dalam Angka 2010

Pemerintahan/Government

NAMA-NAMA IBUKOTA KABUPATEN/KOTA, BANYAKNYA

KECAMATAN, MUKIM DAN GAMPONG, 2010

Capital of Regencies/Cities, and numbers of subdistricts,

mukim and villages, 2010

Ibukota

Capital

Kecamatan

Subdistric

Banyaknya/Number of

Mukim Gampong

Villages

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue

Sinabang 8 29 137

2. Aceh Singkil Singkil 10 16 116

3. Aceh Selatan Tapaktuan 18 43 248

4. Aceh Tenggara Kutacane 16 51 385

5. Aceh Timur Idi 24 45 511

6. Aceh Tengah Takengon 14 18 268

7. Aceh Barat Meulaboh 12 33 321

8. Aceh Besar Kota Jantho 23 68 604

9. Pi d i e Sigli 23 94 727

10. Bireuen

Bireuen 17 75 609

11. Aceh Utara Lhoksukon 27 67 852

12. Aceh Barat Daya Blangpidie 9 20 132

13. Gayo Lues Blangkejeren 11 25 136

14. Aceh Tamiang Karang Baru 12 27 213

15. Nagan Raya Suka Makmue 10 30 222

16. Aceh Jaya Calang 6 21 172

17. Bener Meriah Simpang Tiga Redelong 7 12 232

18. Pidie Jaya Meureudu 8 34 222

19. Banda Aceh Banda Aceh 9 17 90

20. Sabang Sabang 2 7 18

21. Langsa Langsa 5 6 66

22. Lhokseumawe Lhokseumawe 4 9 68

23. Subulussalam Subulussalam 5 8 74

Sumber : Sekretariat Daerah Aceh

Source : Aceh Regional Secretariat

Jumlah/Total 280 755 6 423

17


Goverment

Tabel : II.2

JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL PER UNIT KERJA MENURUT

GOLONGAN RUANG DAN JENIS KELAMIN DI LINGKUNGAN

PEMERINTAH PROVINSI ACEH, 2010

Table Number of public servant job per units and sex by rank in

government of Aceh Province, 2010

Unit Organisasi

Sub Organization

Golongan/Unit

I II III IV

L P L P L P L P

18 Aceh in Figures 2011

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1. Sekretariat Daerah 20 1 120 57 81 88 64 4 535

2. Sekretariat DPRD 4 1 73 14 39 38 10 - 179

3. Bappeda 3 - 15 15 56 43 11 1 144

4. Bapedalda 2 - 14 6 30 25 5 3 85

5. Badan Investasi dan Promosi - - 12 9 20 7 6 1 55

6. Badan Pemberdayaan

Perempuan dan Perlindungan

Anak

7. Badan Ketahanan Pangan dan

Penyuluhan

- - 3 9 12 23 4 7 58

6 - 19 7 45 17 22 4 120

8. BPM 2 1 19 9 34 25 9 2 101

9. Inspektorat Aceh 1 - 8 3 44 33 13 1 103

10. Badan Kepegawaian,

Pendidikan dan Pelatihan

1 - 39 17 64 45 53 5 224

11. Badan Kesbang, polotik dan

Linmas

2 - 11 7 49 15 8 2 94

12. Badan Pelayanan Perizinan

Terpadu

1 1 6 5 16 8 6 - 42

13.

Badan Arsip dan Perpustakaan 1 - 36 23 38 34 16 2 151

14. Badan Pembinaan Pendidikan

Dayah

15. Badan Pelayanan Kesehatan

RSUZA

- - 6 4 27 13 8 1 59

1 - 131 213 161 272 28 64 870


Lanjutan Tabel/Continued Table II.2

Aceh Dalam Angka 2010

Pemerintahan/Government

Unit Organisasi

Sub Organization

I

Golongan/Unit

II III IV

Jumlah

Total

L P L P L P L P

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

16. Rumah Sakit Jiwa 3 - 56 53 67 76 9 2 266

17. Dinas Kehutanan dan

Perkebunan

3 - 73 35 180 89 17 4 401

18. Dinas Kelautan dan Perikanan 4 - 80 29 77 45 12 1 248

19. Dinas Kesehatan 4 3 53 54 144 148 26 15 447

20. Dinas Perindustrian dan

Perdagangan, Kop dan UKM

21. Dinas Pertanian Tanaman

Pangan

22. Dinas Kesehatan Hewan dan

Peternakan

Dinas Pertambangan dan

23.

Energi

24. Dinas Pengelolaan Keuangan

dan Kekayaan Aceh

25. Dinas Kebudayaan dan

Pariwisata

4 - 46 27 99 67 23 6 272

10 1 107 51 239 143 26 4 581

1 - 36 22 63 45 26 9 202

- - 15 10 58 35 6 - 124

9 1 114 45 135 75 19 6 404

8 - 45 25 81 51 14 4 228

26. Dinas Sosial - - 23 16 78 54 11 3 185

27. Dinas Pendidikan 7 - 33 23 155 72 56 20 366

28. Dinas Perhubungan,

Komunikasi, Informasi dan

Telematika

5 - 59 26 128 65 20 - 303

29. Dinas Pengairan 9 - 134 38 175 32 20 1 409

30. Dinas Bina Marga dan Cipta

Karya

26 - 227 57 318 68 31 2 729

31. Dinas Pemuda dan Olah Raga 4 - 46 15 32 11 7 - 115

32. Dinas Syariat Islam 3 - 20 8 35 19 8 2 95

19


Goverment

Lanjutan Tabel/Continued Table II.2

Unit Organisasi

Sub Organization

Golongan/Unit

I II III IV

L P L P L P L P

20 Aceh in Figures 2011

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

33. Dinas Tenaga Kerja dan

Mobilitas Penduduk

34. Kantor Penghubung

Pemerintah Aceh

4 - 67 30 118 57 18 3 297

4 - 12 7 10 17 2 - 52

35. RS. Ibu dan Anak - - 22 96 29 72 3 6 228

36. Satpol PP dan WH 1 - 1 1 33 16 7 - 59

37. Majlis Adat Aceh - - 5 2 8 4 3 1 23

38. Majlis Permusyawaratan

Ulama

- - 8 3 13 2 6 - 32

39. Sekretariat Baitul Mal - - 1 4 8 7 3 2 25

40. Sekretariat KORPRI - - 1 2 6 2 - - 11

41. Majelis Pendidikan Aceh - - 5 2 7 2 7 - 23

42. Badan Penanggulangan

Bencana

Jumlah/Total 153 9

Sumber : Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Aceh

Source : Regional Employment Board of Aceh

- - 9 - 14 4 7 1 35

1 810 1 079 3 126 1 964 650 189 8 980


Aceh Dalam Angka 2010

Pemerintahan/Government

JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL BERDASARKAN JENJANG

PENDIDIKAN FORMAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH

Tabel : II.3 PROVINSI ACEH, 2010

Table Number of public servant job based on formal education

in government of Aceh Province, 2010

Unit Organisasi

Sub Organization

Sarja

na

Pendidikan/Education

Diploma

SLTA SLTP SD

Jumlah

Total

(1) (1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Sekretariat Daerah 275 46 186 24 4 535

2. Sekretariat DPRD 74 12 86 7 - 179

3. Bappeda 104 15 22 3 - 144

4. Bapedalda 62 3 17 3 - 85

5. Badan Investasi dan Promosi

33 10 12 - - 55

6. Badan Pemberdayaan Perempuan

Dan Perlindungan Anak 44 2 12 - - 58

7. Badan Ketahanan Pangan dan

Penyuluhan

81 1 33 3 2 120

8. BPM 54 12 32 3 - 101

9. Inspektorat Aceh 81 8 12 1 1 103

10. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan

Pelatihan

153 23 45 2 1 224

11. Badan Kesbang, polotik dan Linmas 56 4 32 2 - 94

12. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu 27 8 5 2 - 42

13. Badan Arsip dan Perpustakaan 68 28 52 2 1 151

14. Badan Pembinaan Pendidikan Dayah 41 6 12 - - 59

15. Badan Pelayanan Kesehatan RSUZA 320 352 191 5 2 870

21


Government

Lanjutan Tabel/Continued Table II.3

Unit Organisasi

Sub Organization

Sarja

na

Pendidikan/Education

Diploma

SLTA SLTP SD

Jumlah

Total

(1) (1) (2) (3) (4) (5) (6)

16. Rumah Sakit Jiwa 92 105 63 6 - 266

17. Dinas Kehutanan dan Perkebunan 228 12 154 6 1 401

18. Dinas Kelautan dan Perikanan 114 10 120 1 3 248

19. Dinas Kesehatan 241 57 139 9 1 447

20. Dinas Perindustrian dan

Perdagangan, Kop dan UKM

134 19 111 4 4 272

21. Dinas Pertanian Tanaman Pangan 378 31 158 13 1 581

22. Dinas Kesehatan Hewan dan

Peternakan

133 10 57 1 1 202

23. Dinas Pertambangan dan Energi 84 10 29 1 - 124

24. Dinas Pengelolaan Keuangan dan

Kekayaan Aceh 202 42 151 8 1 404

25. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 105 28 89 6 - 228

26. Dinas Sosial 103 13 66 - 3 185

27. Dinas Pendidikan 226 13 121 4 2 366

28. Dinas Perhubungan, Komunikasi,

Informasi dan Telematika

136 41 117 6 3 303

29. Dinas Pengairan 170 25 204 8 2 409

30. Dinas Bina Marga dan Cipta Karya 327 45 320 27 10 729

31. Dinas Pemuda dan Olah Raga 43 11 57 3 1 115

32. Dinas Syariat Islam 63 5 24 3 - 95

22 Aceh in Figures 2011


Lanjutan Tabel/Continued Table II.3

Unit Organisasi

Sub Organization

33. Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas

Penduduk

34.

Kantor Penghubung Pemerintah

Aceh

Sarja

na

Pendidikan/Education

Diplo

Pemerintahan

Jumlah

Total

Aceh Dalam Angka 2011 23

ma

SLTA SLTP SD

(1) (1) (2) (3) (4) (5) (6)

142 29 121 3 2 297

21 5 21 3 2 52

35. RS. Ibu dan Anak 74 100 54 - - 228

36. Satpol PP dan WH 51 1 6 1 - 59

37. Majlis Adat Aceh 16 - 7 - - 23

38. Majlis Permusyawaratan Ulama 15 4 13 - - 32

39. Sekretariat Baitul Mal 18 5 2 - - 25

40. Sekretariat KORPRI 7 1 3 - - 11

41. Majelis Pendidikan Aceh 14 - 9 - - 23

42. Badan Penanggulangan Bencana 26 2 7 - - 35

Jumlah / Total 4 636 23 2 972 170 48 8 980

Sumber : Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Aceh

Source : Regional Employment Board of Aceh


Government

Tabel

Table

: II.4

PRODUK HUKUM BIDANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN,

2010

The law product of environmental management area,

2010.

No

Provinsi/

Kabupaten/Kota

Province/

Regency/City

Jenis Produk Hukum

Type of law product

Nomor Produk

Hukum

Number of law

product

Tahun

Year

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Provinsi Aceh - Draf Final Qanun - 2010

2. Simeulue - Qanun 5 2008

- Keputusan Bupati 103 2009

3. Aceh Singkil - Qanun 114 2009

- Keputusan Bupati

Aceh Singkil

8 2010

4. Aceh Timur - Perda 9 1990

- Perda 13 2001

5. Aceh Tengah - Qanun Aceh Tengah 5 2003

- Qanun Aceh Tengah 6 2003

- Qanun Aceh Tengah 5 2006

6. Aceh Barat - SK Bupati Okt-10 2010

- SK Bupati Nop-10 2010

- SK Bupati 660/129/XII/2009 2009

- SK Bupati 287/2010 2010

- Lisensi Bupat Aceh Barat 002/1132/660/VII 2010

- SK Ketua Komisi 660/814.a/2010 2010

- SK Ketua Komisi 660/814.a/2010 2010

7. Aceh Besar - Qanun 11 2008

8. Aceh Utara - Qanun 42 2005

- Qanun 38 2005

- Qanun 20 1999

9. Aceh Barat Daya - Peraturan Bupati 1 2008

10. Aceh Tamiang - Qanun 4 2003

- Qanun 3 2006

- Qanun 12 2008

- Qanun 13 2008

- Qanun 2 2010

- Qanun 6 2010

24 Aceh in Figures 2011


Lanjutan Tabel/Continued Table II.4

No

Provinsi/

Kabupaten/Kota

Province/

Regency/City

Jenis Produk Hukum

Type of law product

Nomor Produk

Hukum

Number of law

product

Pemerintahan

Tahun

Year

(1) (2) (3) (4) (5)

11. Nagan Raya - Qanun Daerah 25 2004

- Qanun Daerah 10 2009

12. Aceh Jaya - Surat Edaran

Bupati Aceh Jaya

660/483/09 2009

13. Banda Aceh - Naskah akademik

beserta Draf Pra

- Qanun Daerah 10 2010

Rancangan Qanun

- Naskah akademik

beserta Draf Pra

Rancangan Qanun

- 2009

- 2009

14. Sabang - Keputusan

Walikota Sabang 743 ...

15. Langsa - Qanun 3 2003

- Qanun 14 2003

- Qanun 15 2003

- Keputusan Walikota 715 2004

- Keputusan Walikota 864 2004

- Qanun 8 2005

- Qanun 9 2005

- Qanun 10 2005

- Qanun 9 2007

- Qanun 11 2007

- Qanun 5 2008

- Qanun 8 2008

- Qanun 18 2008

Sumber : Bandan Pengendalian Dampak Lingkungan Aceh

Source : Control Agency environmental impact of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 25


Government

Halaman ini sengaja dikosongkan/

This page intentionally left blank

26 Aceh in Figures 2011


Penduduk dan

Tenaga Kerja

Population & Manpower

3


Penduduk

Jumlah penduduk di Provinsi Aceh

berdasarkan hasil Sensus Penduduk

2010 (SP 2010) sebanyak 4.494.410

jiwa, terdiri atas 2.248.952 jiwa lakilaki

dan 2.245.458 jiwa perempuan.

Kepadatan penduduk di Provinsi

Aceh tahun 2010 mencapai 78

orang/km 2 . Namun, penduduk yang

menyebar di dua puluh tiga

kabupaten/kota berbeda kepadatannya

antar daerah. Daerah

terpadat adalah Kota Banda Aceh

yang rata-rata per kilometer

wilayahnya dihuni oleh sekitar 3.642

jiwa. Lalu Kota Lhokseumawe dan

Kota Langsa masing-masing 668

jiwa/km 2 dan 568 jiwa/km 2 .

Sebaliknya, daerah yang paling

jarang penduduknya yaitu hanya 14

jiwa/km 2 adalah Kabupaten Gayo

Lues. Menarik jika kita

membandingkan angka-angka 2010

dan 2009, Banda Aceh sebagai kota

terpadat di Aceh mengalami

kenaikan kepadatan penduduk

sebesar 5,29 persen, kota

Lhokseumawe sebagai kota terbesar

kedua di Aceh, walaupun kepadatan

penduduknya masih tinggi, tetapi

mengalami penurunan sebesar 24

persen.

Sedangkan kabupaten/kota yang

mengalami kenaikan kepadatan

penduduk paling tinggi adalah Pidie

III. Penduduk & Tenaga Kerja

Population & Employment

Population

The population in the province of Aceh

on the basis of Census of Population

2010 (SP 2010) as much as 4.494.410

people, where consists of 2,248,952

men and 2,245,458 women's.

Population density in Aceh Province

in 2010 reached 78 people/km 2 .

However, the population spread in

the twenty-three regencies/ cities

differ in density between the

regions. Densest region is Banda

Aceh where the average per

kilometer area inhabited by about

3.642 people. Then Lhokseumawe

and Langsa respectively 668 and 568

people/ km 2 . Conversely, the most

sparsely populated area that is only

14 people/km 2 is Gayo Lues

Regency. Interesting if we compare

the figures of 2010 and 2009, as the

most populous city in Aceh, Banda

Aceh has increased the population

density of 5,29 percent, the city of

Lhokseumawe as the second largest

city in Aceh, although population

density is still high, but experience

lowering by 24 percent.

While regencies/cities which

experienced the highest increase in

population density is Pidie Jaya,


Population and Employment

Jaya, yaitu naik 28 persen.

Fenomena ini juga dapat dijumpai di

kabupaten/kota pemekaran lainnya

kecuali Aceh Jaya dan Subulusalam.

Persebaran Penduduk merupa-kan

masalah kependudukan yang

rumit, karena persebaran penduduk

akan berimbas kepada

permasalahan ekonomi dan sosial.

Persebaran penduduk yang merata

memberi dampak positif kepada

pertumbuhan ekonomi, sedangkan

persebaran penduduk yang timpang

dapat memberikan masalah baik

sosial maupun ekonomi pada

daerah tersebut. Untuk itu

persebaran penduduk yang tidak

merata hendaknya dipecahkan

secara berhati-hati. Sebab bukannya

tidak mungkin program pemerataan

penduduk yang sedianya ditujukan

untuk pemerataan pembangunan

dan kesejahteraan rakyat, menjadi

berbalik menyengsarakan rakyat

dan menimbulkan kerawanan

sosial.

Ketenagakerjaan

Bekerja adalah kegiatan ekonomi

yang dilakukan oleh seseorang

dengan maksud memperoleh atau

membantu memperoleh

pendapatan atau keuntungan,

paling sedikit 1 jam berturutturut/tidak

terputus selama

seminggu yang lalu. Kegiatan

which is up 28 percent. This

phenomenon can also be found in

another division of the regencies

/cities except Aceh Jaya and

Subulusalam.

Distribution of the population is a

complicated population problem,

because the distribution of the

population will affect the economic

and social problems.

Dispersion of the population evenly

will positively impact on economic

growth, whereas the uneven

distribution of population can

provide both social and economy

problem in the area. For that the

uneven distribution of population

should be resolved carefully. Was

not possible because the population

distribution program which was

originally intended for the

distribution of development and

welfare of the people, be turned to

the people and cause social unrest.

Employment

Work is the economic activity

undertaken by someone with the

intention of obtaining or aiding to

obtain revenue or profit, at least 1

hour consecutive/uninterrupted

during the past week. These

activities include activities that

assist unpaid workers in a business

30 Aceh In Figures 2011


tersebut termasuk kegiatan pekerja

tidak dibayar yang membantu

dalam suatu usaha atau kegiatan

ekonomi. Tahun 2010 terdapat

sebanyak 1.776.254 orang

penduduk Aceh yang berusia 15

tahun keatas yang bekerja, dengan

jumlah angkatan kerja sebanyak

1.938.519 orang dan pengangguran

sebanyak 162.265 orang, sedangkan

sisanya adalah mengurus rumah

tangga (561.707 orang) dan sekolah

(359.804 orang), jika dilihat dari

lapangan pekerjaan, maka sektor

pertanian masih merupakan sektor

yang memberikan porsi paling besar

dalam penyerapan tenaga kerja

yakni 49 persen, diikuti oleh sektor

jasa (19 persen), dan perdagangan

(15 persen), sisanya sektor industri

pengolahan (5 persen) dan lainnya

(12 persen) dari uraian di atas dapat

di tarik kesimpulan bahwa sektor

pertanian masih menjadi tulang

punggung perekonomian

masyarakat.

Jika di lihat dari Persentase

penduduk berumur 15 Tahun keatas

yang bekerja menurut Jenis

Pekerjaan, maka dapat di ketahui

31 persen penduduk berusaha

sebagai buruh/karyawan/pegawai,

20 persen berusaha dengan dibantu

buruh dibayar/buruh tidak dibayar.

Hanya 21 persen yang bekerja

sendiri, sedangkan pekerja keluarga

Penduduk dan Tenaga Kerja

or economic activity. In 2010 there

were as many as 1,776,254 people

of Aceh's population aged 15 years

and over who worked, with the total

labor force of 1,938,519 people and

the unemployed as many as

162,265 people, while the rest is

taking care of households (561,707

people) and schools (359,804

people), when viewed from

employment, the agricultural sector

is still a sector that provides the

largest portion of employment that

is 49 percent, followed by the

service sector (19 percent), and

trade (15 percent), the remaining

manufacturing sector (5 percent)

and other (12 percent) of the above

description can drag the conclusion

that the agricultural sector is still

the economic backbone of society.

If viewed from the percentage of

population aged 15 years or older

who work according to type of

work, it can be in the know 31

percent of the population sought as

a worker / employee, 20 percent

tried to help the workers get paid /

unpaid workers. Only 21 percent of

the work itself, while the families of

workers as much as 19 percent.

Aceh Dalam Angka 2011 31


Population and Employment

sebanyak 19 persen.

Menurut tingkat pendidikan dapat

dilihat bahwa persentase terbesar

penduduk yang bekerja yang tamat

SMA/sederajat keatas adalah

sebesar 35,55 persen dengan rincian

tamat SMA sebesar 24,95 persen

dan Diploma sebesar 10,60 persen,

sedangkan persentase penduduk

yang bekerja dengan pendidikan

SMP/ sederajat ke bawah sebesar

56,08 persen dengan komposisi

terbesar pada tamat SD/sederajat

sebesar 21,65 persen dan tamat

SMP/sederajat sebesar 20,39

persen.

Dari sisi gender dapat di amati,

jumlah angkatan kerja Provinsi Aceh

2010 adalah 1.938.519 orang,

dengan komposisi 1.207.272 orang

adalah laki-laki dan 731.247 orang

perempuan. Untuk jumlah tenaga

kerja perempuan mengalami

peningkatan 91.300 orang atau 2

persen jika dibandingkan dengan

tahun sebelumnya.

Jumlah angkatan kerja pun

mengalami kenaikan dari tahun

sebelumnya, tercatat terjadi

kenaikan jumlah angkatan kerja

sebanyak 145.100 orang atau naik

8,09 persen dari 2009.

According to the level of education

can be seen that the largest

percentage of the working

population who graduated from

high school / equivalent and above

is equal to 35.55 percent, with

details by 24.95 percent completed

high school and a Diploma of 10.60

percent, while the percentage of

people who work with junior high

school education / equivalent down

by 56.08 percent with the largest

composition in primary school /

equivalent of 21.65 percent and

graduated from junior high school /

equivalent of 20.39 percent.

In terms of gender can be observed,

the number of labor force in Aceh

Province in 2010 was 1,938,519

persons, with the composition of

1,207,272 people were men and

731,247 women. For the number of

women's employment has increased

91,300 people or 2 percent when

compared with the previous year.

The labor force also increased from

the previous year, recorded an

increase in total labor force as many

as 145,100 people, up 8.09 percent

from 2009.

32 Aceh In Figures 2011


Penduduk dan Tenaga Kerja

Gambar

Figure

: III.1

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN

KEATAS MENURUT JENIS KEGIATAN SEMINGGU YANG

LALU, 2010

Percentage of population 15 years of age and over by

type of activity, 2010

Mengurus

RT

19%

Penganggura

n

5%

Sekolah

14%

Bekerja

57%

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN

KEATAS YANG BEKERJA MENURUT LAPANGAN

Gambar

Figure

: III.2

PEKERJAAN, 2010

Percentage of population 15 years of age and over who

worked by main industry, 2010

Perdagangan

15%

Jasa

19%

Lainnya

12%

Industri

Pengolahan

5%

Lainnya

5%

Pertanian

49%

Aceh Dalam Angka 2011 33


Population and Employment

Gambar

Figure

: III.3

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS

YANG BEKERJA MENURUT STATUS PEKERJAAN UTAMA,

2010

Percentage of population 15 years of age and over who

worked by main employment status, 2010

Pekerja

Bebas di non

Pekerja Pertanian

Bebas 3%

Pertanian

3%

Buruh/Karyaw

an/Pegawai

31%

Pekerja tak

dibayar

19%

Berusaha

dengan

buruh tetap

4%

Berusaha

sendiri

21%

Berusaha

dibantu

buruh tidak

tetap/tidak

dibayar

19%

34 Aceh In Figures 2011


Penduduk dan Tenaga Kerja

Gambar

PERSENTASE PENDUDUK MISKIN PER KABUPATEN/KOTA,

2010

: III.4

Figure Percentage of poor population by Regency/City, 2010

Provinsi

Subulussalam

Lhokseumawe

Langsa

Sabang

Banda Aceh

Pidie Jaya

Bener Meriah

Aceh Jaya

Nagan Raya

Aceh Tamiang

Gayo Lues

Aceh Barat Daya

Aceh Utara

Bireuen

Pi d i e

Aceh Besar

Aceh Barat

Aceh Tengah

Aceh Timur

Aceh Tenggara

Aceh Selatan

Aceh Singkil

Simeulue

0 5 10 15 20 25 30

Aceh Dalam Angka 2011 35


Population and Employment

Halaman ini sengaja dikosongkan/

This page intentionally left blank

36 Aceh In Figures 2011


Tahun

Year

Laki-Laki

Male

Perempuan

Female

Penduduk dan Tenaga Kerja

Tabel : III.1

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN (RIBUAN),

1981-2010

Table Number of population by sex (thousand), 1981-2010

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4)

1981 1 332,7 1 326,6 2 659,3

1982 1 373,7 1 363,6 2 737,3

1983 1 403,6 1 402,8 2 806,4

1984 1 444,8 1 456,5 2 901,3

1985 x 1 492,6 1 499,6 2 992,2

1986 1 537,4 1 550,6 3 088,0

1987 1 569,8 1 588,2 3 158,0

1988 1 616,3 1 629,1 3 245,4

1989 1 648,2 1 669,9 3 318,1

1990 xx 1 717,0 1 698,8 3 415,8

1991 1 735,9 1 733,9 3 469,8

1992 1 757,7 1 761,8 3 519,5

1993 1 799,0 1 805,8 3 604,8

1994 1 895,1 1 879,6 3 774,7

1995 x 1 931,2 1 931,6 3 862,8

1996 1 966,9 1 967,1 3 934,0

1997 2 002,2 2 002,4 4 004,6

1998 2 037,3 2 037,6 4 074,9

1999 2 072,5 2 037,6 4 110,1

2000 xx 2 042,3 2 030,7 4 073,0

2001

2 074,5 2 067,6 4 142,1

2002 2 090,3 2 075,9 4 166,2

2003 2 119,6 2 098,9 4 218,5

2004 2 031,8 2 043,7 4 075,5

2005 xx 2 005,8 2 025,8 4 031,6

2006 2 066,2 2 087,4 4 153,6

2007

2 101,4 2 122,4 4 223,8

2008 2 136,1 2 157,9 4 293,9

2009 2 171,4 2 192,1 4 363,5

2010 xx 2 249,0 2 245,5 4 494,4

Catatan/Notes: x Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS)

xx Hasil Sensus Penduduk

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source :BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 37


Population and Employment

Tabel : III.2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2006-

2010

Table Number of population by Regency/City, 2006-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

2006

2007

Tahun/Year

2008

2009

38 Aceh In Figures 2011

2010 x

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Simeulue 80 380 81 127 81 790 82 344 80 674

2. Aceh Singkil 92 605 94 961 100 265 102 505 102 509

3. Aceh Selatan 202 080 209 853 210 111 215 315 202 251

4. Aceh Tenggara 173 056 174 371 175 501 177 024 179 010

5. Aceh Timur 311 413 313 333 332 915 340 728 360 475

6. Aceh Tengah 166 895 170 766 182 533 189 298 175 527

7. Aceh Barat 151 552 152 557 153 398 158 499 173 558

8. Aceh Besar 304 303 307 362 310 107 312 762 351 418

9. Pi d i e 365 813 373 234 380 382 386 053 379 108

10. Bireuen 354 027 355 989 357 564 359 032 389 288

11. Aceh Utara 506 002 510 494 517 741 532 537 529 751

12. Aceh Barat 119 397 121 302 123 101 124 813 126 036

13.

D

Gayo Lues 73 752 74 312 74 794 75 165 79 560

14. Aceh Tamiang 239 260 239 451 239 899 241 734 251 914

15. Nagan Raya 123 984 124 141 124 340 125 425 139 663

16. Aceh Jaya 65 996 70 673 75 597 82 904 76 782

17. Bener Meriah 109 429 111 040 112 549 114 464 122 277

18. Pidie Jaya 125 892 128 446 130 906 135 345 132 956

19. Banda Aceh 199 241 219 659 217 918 212 241 223 446

20. Sabang 29 098 29 144 29 221 29 184 30 653

21. Langsa 139 893 140 005 140 267 140 415 148 945

22. Lhokseumawe 157 635 158 169 158 760 159 239 171 163

23. Subulussalam 61 870 63 444 64 256 66 451 67 446

Jumlah/Total 4 153 573 4 223 833 4 293 915 4 363 477 4 494 410

Catatan/Notes: x Hasil Sensus Penduduk 2010/Results of population census 2010

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source : BPS-Statistics of Aceh Province


Penduduk dan Tenaga Kerja

Tabel

: III.3

KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA

(JIWA/KM 2 Table

), 2005-2010

Population density by Regency/City (People/km 2 ), 2005-

2010

Kabupaten/Kota

Regency/ City

Tahun/Year

2005 2006 2007 2008 2009 2010 x

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 38 39 39 40 40 48

2. Aceh Singkil 41 43 37 39 39 39

3. Aceh Selatan 52 53 54 55 56 53

4. Aceh Tenggara 40 41 42 42 42 42

5. Aceh Timur 50 51 52 55 56 60

6. Aceh Tengah 27 38 39 42 44 41

7. Aceh Barat 67 62 52 52 54 59

8. Aceh Besar 110 113 104 104 105 118

9. Pi d i e 114 115 131 133 135 133

10

Bireuen 185 187 187 188 189 200

11

Aceh Utara 149 152 158 160 165 161

12

Aceh Barat Daya 68 68 52 53 53 54

13

Gayo Lues 12 13 13 13 13 14

14

Aceh Tamiang 121 122 123 124 125 130

15

Nagan Raya 31 32 31 32 32 42

16

Aceh Jaya 16 17 18 20 22 20

17

Bener Meriah 73 75 76 77 79 84

18

Pidie Jaya - - 224 228 236 303

19

Banda Aceh 2 916 2 939 3 582 3 551 3 459 3 642

20

Sabang 240 243 195 191 191 129

21

Langsa 525 530 531 535 535 568

22

Lhokseumawe 854 865 872 877 879 668

23

Subulussalam - - 64 64 66 48

Provinsi Aceh 68 71 72 74 75 78

Catatan/Notes: x Hasil Sensus Penduduk 2010/Results of population census 2010

Sumber : Badan Pusat Statistik Aceh

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 39


Population and Employment

Tabel

Table

: III.4

LUAS WILAYAH, JUMLAH RUMAHTANGGA DAN PENDUDUK

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Area, number of household and population by Regency/City,

2010

Kabupaten/Kota

Regency/ City

Luas

Area

(Ha) x

Rumah Tangga

Household xx

Jumlah/Number

Penduduk

Population xx

(1) (2) (3) (4)

1. Simeulue 182 735 19 235 80 674

2. Aceh Singkil 185 803 23 200 102 509

3. Aceh Selatan 417 659 46 641 202 251

4. Aceh Tenggara 416 963 41 655 179 010

5. Aceh Timur 542 709 81 576 360 475

6. Aceh Tengah 445 404 44 141 175 527

7. Aceh Barat 275 872 43 082 173 558

8. Aceh Besar 290 256 81 367 351 418

9. P i d i e 316 924 94 112 379 108

10. Bireuen 179 631 89 938 389 288

11. Aceh Utara 269 466 122 825 529 751

12. Aceh Barat Daya 188 205 28 569 126 036

13. Gayo Lues 554 991 19 564 79 560

14. Aceh Tamiang 211 973 59 467 251 914

15. Nagan Raya 354 491 35 713 139 663

16. Aceh Jaya 387 725 20 740 76 782

17. Bener Meriah

190 401 31 621 122 277

18. Pidie Jaya 94 795 34 055 132 956

19. Banda Aceh 5 617 55 027 223 446

20. Sabang 12 209 7 859 30 653

21. Langsa 20 341 33 029 148 945

22. Lhokseumawe 15 344 38 673 171 163

23. Subulussalam 117 571 14 453 67 446

Jumlah/Total 5 677 081 1 066 542 4 494 410

Sumber : x BAPPEDA Aceh (Draft Rencana Tata Ruang Aceh)

xx Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh (Hasil Sensus Penduduk 2010)

Source : x BAPPEDA Aceh (draft spatial plan of Aceh)

xx BPS-Statistics of Aceh Province (results of population census 2010)

40 Aceh In Figures 2011


Penduduk dan Tenaga Kerja

Tabel : III.5

JUMLAH PENDUDUK MENURUT KELOMPOK UMUR (RIBUAN),

2007- 2010

Table Number of population by age group (thousand), 2007– 2010

Kelompok Umur

Age Group

2007 2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4) (5)

0 – 4 444,0 453,4 461,8 493,4

5 – 9 427,7 427,3 425,9 474,2

10 – 14 451,8 448,8 446,1 470,4

15 – 19 468,0 462,1 456,2 442,5

20 – 24 429,3 442,7 457,3 438,4

25 – 29 374,2 381,9 389,7 417,8

30 – 34 328,6 337,4 345,3 364,9

35 – 39 286,1 293,0 299,0 326,9

40 – 44 253,6 258,6 263,5 269,6

45 – 49 206,0 216,1 225,9 225,2

50 – 54 157,5 163,2 170,8 178,9

55 – 59 125,2 129,4 133,4 128,1

60 – 64 98,8 100,7 104,3 93,0

65 + 173,0 179,3 184,3 171,1

Jumlah

Total

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

4 223,8 4 293,9 4 363,5 4 494,4

Aceh Dalam Angka 2011 41


Population and Employment

Tabel

Table : III.6

PERSENTASE PENDUDUK MISKIN PER KABUPATEN/

KOTA, 2009-2010

Percentage of poor population by Regency/City, 2009-

2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Persentase Penduduk Miskin

Percentage of poor population

Perubahan

2009 2010

Change (%)

(1) (2) (3) (4)

1. Simeulue 24,72 23,63 -1,09

2. Aceh Singkil 21,06 19,39 -1,67

3. Aceh Selatan 17,50 15,93 -1,57

4. Aceh Tenggara 16,77 16,79 0,02

5. Aceh Timur 21,33 18,43 -2,90

6. Aceh Tengah 21,43 20,10 -1,33

7. Aceh Barat 27,09 24,43 -2,66

8. Aceh Besar 20,09 18,80 -1,29

9. Pi d i e 25,87 23,80 -2,07

10. Bireuen 21,65 19,51 -2,14

11. Aceh Utara 25,29 23,43 -1,86

12. Aceh Barat Daya 21,33 19,94 -1,39

13. Gayo Lues 24,22 23,91 -0,31

14. Aceh Tamiang 19,96 17,99 -1,97

15. Nagan Raya 26,22 24,07 -2,15

16. Aceh Jaya 21,86 20,18 -1,68

17. Bener Meriah 26,58 26,23 -0,35

18. Pidie Jaya 27,97 26,08 -1,89

19. Banda Aceh 8,64 9,19 0,55

20. Sabang 23,89 21,69 -2,20

21. Langsa 16,20 15,01 -1,19

22. Lhokseumawe 15,08 14,07 -1,01

23. Subulussalam 26,80 24,36 -2,44

Jumlah/Total 21,61 19,95 -1,66

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source: BPS-Statistics of Aceh Province

42 Aceh In Figures 2011


Penduduk dan Tenaga Kerja

Tabel : III.7

JUMLAH PENCARI KERJA YANG TERDAFTAR MENURUT

KELOMPOK UMUR DAN JENIS KELAMIN, 2010

Table Number of registered job seekers by age group and sex, 2010

Kelompok

Umur

Age Group

Terdaftar

Registered

Ditempatkan

Placed

Dihapus

Omitted

Belum

ditempatkan

Has not been

deployed

L/M P/F L/M P/F L/M P/F L/M P/F

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

10-14 - - - - - - - -

15-19 21 534 22 411 300 205 602 2 407 21 439 22 265

20-29 47 245 33 814 1 499 1 728 3 933 3 169 46 599 33 091

30-34 8 216 5 242 761 653 2 178 2 434 7 923 5 001

45-54 1 365 1 025 2 5 277 218 1 270 974

55 + 84 177 - - 3 - 83 177

Jumlah

Total 2010

Jumlah

Total 2009

Catatan/Notes :

L/M = Laki-laki/Male

P/F = Perempuan/Female

78 444 62 669 2 562 2 591 6 993 8 228 77 314 61 508

76 057 64 069 2 554 2 232 1 986 1 800 75 881 64 736

Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh

Source: Manpower and Population Services of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 43


Population and Employment

Pendidikan

Education

1. Tidak Tamat

SD/ Tidak

Sekolah

Terdaftar

Registered

Ditempatkan

Placed

Dihapus

Omitted

Belum

Ditempatkan

Has not been

deployed

L/M P/F L/M P/F L/M P/F L/M P/F

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

392 250 17 - - - 347 55

2. SD/Sederajat 4 079 313 11 3 69 - 5 923 553

3. SLTP 6 840 2 892 43 11 531 1 097 7 308 2 617

4. SLTA 56 546 45 329 1 432 1 555 3 258 4 303 50 718 41 892

5. Sarjana Muda 5 098 6 752 616 325 1 548 2 573 6 455 7 729

6.

Tabel

Table

: III.8

JUMLAH PENCARI KERJA YANG TERDAFTAR MENURUT

PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN, 2010

Number of job seekers listed by education and sex, 2010

Sarjana

(S1/S2/S3)

Jumlah

Total

5 489 7 133 443 697 1 587 255 6 563 8 662

2010 78 444 62 669 2 562 2 591 6 993 8 228 77 314 61 508

2009

76 057

64 069

2 554

2 232

Catatan/Notes :

L/M = Laki-laki/Male

P/F = Perempuan/Female

Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh

Source: Manpower and Population Services of Aceh

1 986

1 800

75 881

44 Aceh In Figures 2011

64 736


Penduduk dan Tenaga Kerja

Tabel : III.9

JUMLAH ANGKATAN KERJA DAN PENCARI KERJA MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Table Labor force and job seekers by Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

1. Simeulue

Angkatan kerja

Labor force

Pencari kerja

Job seekers

(1) (2) (3)

33 337 1 595

2. Aceh Singkil 40 597 4 966

3. Aceh Selatan 82 364 2 154

4. Aceh Tenggara 73 534 720

5. Aceh Timur 150 952 16 683

6. Aceh Tengah 93 114 3 347

7. Aceh Barat 72 825 7 528

8. Aceh Besar 150 522 8 323

9. Pi d i e 170 742 9 914

10. Bireuen

184 220 2 237

11. Aceh Utara 214 541 46 851

12. Aceh Barat Daya 52 191 5 088

13. Gayo Lues 39 087 5 467

14. Aceh Tamiang 106 638 3 122

15. Nagan Raya 59 846 3 370

16. Aceh Jaya 36 046 1 288

17. Bener Meriah 64 357 866

18. Pidie Jaya 58 326 463

19. Banda Aceh 90 840 10 036

20. Sabang 14 326 1 195

21. Langsa 61 620 1 132

22. Lhokseumawe 66 326 2 236

23. Subulussalam 22 168 241

Jumlah/Total

2010 1 938 519 138 822

2009 1 897 922 140 617

Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh

Source: Manpower and Population Services of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 45


Population and Employment

JUMLAH ORGANISASI SERIKAT PEKERJA (SP) DAN

Tabel : III.10 ANGGOTANYA MENURUT LAPANGAN USAHA, 2010

Table Number of labor union and members by industry, 2010

Lapangan Usaha

Field of work

1. Pekerjaan Umum dan Bangunan

Public Works and Construction

2. Perkayuan dan Perhutanan

Logging and Forrestry

3. Niaga, Bank dan Asuransi

Trade, Bank and Insurance

Jumlah Serikat

Pekerja/Number

of labor union

Jumlah anggota

Number of

members

(1) (2) (3)

46 Aceh In Figures 2011

104

2

6

1 212

4. Percetakan dan Penerbitan 3 130

5. Pariwisata/Tourism 5 121

6. Rokok, Makanan dan

Minuman/Cigarrets, Food

andBeverage

7. Kimia, Energi dan Pertambangan

Chemical, Energy and Mining

8. Logam, Elektronik dan Mesin

Metals, Electronics and Machines

9. Tekstil, Sandang dan Kulit

Textiles, Clothingsand Leathers

10. Transportasi/Transportation 2 230

11. Pelaut Indonesia/Indonesian Fishery - -

12. Pertanian dan Perkebunan

Agriculture and Estate

13. Farmasi dan Kesehatan

Pharmacy and Health Services.

Jumlah/Total

3

4

-

-

9

-

96

244

284

330

-

-

783

2010 138 3 430

2009 128 35 523

Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh

Source: Manpower and Population Services of Aceh

-


Tabel

Table

: III.11

Lapangan Usaha

Field of work

Penduduk dan Tenaga Kerja

JUMLAH PERUSAHAAN DAN BURUH YANG TERDAFTAR

MENURUT LAPANGAN USAHA, 2010

Number of establishments and labor registered to be based on

act of manpower must report by field of work, 2010

Jumlah

perusahaan

Number of

establishment

Jumlah buruh

Number of labor

(1) (2) (3)

1. Pertanian /Agriculture 243 33 814

2. Pertambangan/Mining 84 3 967

3. Industri/Manufacturing 656 11 578

4. Listrik/Electricity 59 2 606

5. Bangunan/Construction 1 719 15 343

6. Perdagangan/Trade 785 10 381

7. Pengangkutan dan Komunikasi

Transportation and

Communication

89 1 205

8. Keuangan/Finances 233 6 539

9. Jasa-Jasa/Services 346 12 331

Jumlah/Total

2010 4 214 97 764

2009 5 368 70 805

2008 7 623 73 075

2007 5 778 59 062

Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh

Source: Manpower and Population Services of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 47


Population and Employment

PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS MENURUT

Tabel : III.12

GOLONGAN UMUR DAN JENIS KEGIATAN SELAMA SEMINGGU

YANG LALU, 2010

Table Population 15 years of age and over by age group and type of

activity during the previous week, 2010

Golongan Umur

Age Group

Bekerja

Working

Angkatan Kerja/Labor Force % Bekerja

Pengangguran

Unemployment

Jumlah

Angkatan Kerja

Total of

Economically

Active

Terhadap

Angkatan Kerja

% of Working To

Economically

Active

(1) (2) (3) (4) (5)

15-19 65 275 30 101 95 376 68,44

20-24 182 923 59 336 242 259 75,51

25-29 263 713 35 811 299 524 88,04

30-34 271 753 16 399 288 152 94,31

35-39 249 003 7 952 256 955 96,91

40-44 213 047 3 660 216 707 98,31

45-49 174 869 2 880 177 749 98,38

50-54 148 130 2 321 150 451 98,46

55+ 207 541 3 805 211 346 98,20

Jumlah/Total 1 776 254 162 265 1 938 519 91,63

48 Aceh In Figures 2011


Lanjutan Tabel/Continued Table III.12

Golongan

Umur

Age Group

Bukan Angkatan Kerja/Not Labor Force

Sekolah

Attending

School

Mengurus

Rumah

Tangga

House

keeping

Lainnya

Others

Jumlah

Bukan

Angkatan

Kerja

Total of Not

Economically

Active

Penduduk dan Tenaga Kerja

Jumlah

Total

% Angkatan

Kerja

Terhadap

Penduduk

Usia Kerja

% of

Economicall

y Active to

Working Age

Population

(1) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

15-19 268 489 33 618 69 092 371 199 466 575 20,44

20-24 83 798 55 742 30 315 169 855 412 114 58,78

25-29 7 309 84 314 10 523 102 146 401 670 74,57

30-34 103 90 308 7 433 97 844 385 996 74,65

35-39 105 69 637 3 151 72 893 329 848 77,90

40-44 - 51 503 3 160 54 663 271 370 79,86

45-49 - 38 880 2 237 41 117 218 866 81,21

50-54 - 33 675 4 552 38 227 188 678 79,74

55+ - 104 030 78 157 182 187 393 533 53,70

Jumlah

Total

359 804 561 707 208 620 1 130 131 3 068 650 63,17

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source: BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 49


Population and Employment

PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS MENURUT

Tabel : III.13

PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN JENIS

KEGIATAN SELAMA SEMINGGU YANG LALU, 2010

Table Population 15 years of age and over by educational attainment

and type of activity during the previous week, 2010

Pendidikan Tertinggi

yang Ditamatkan

Educational

Attainment x

Bekerja

Working

Angkatan Kerja

Economically Active

PengangguranUnemployment

Jumlah

Angkatan Kerja

Total of

Economically

Active

% Bekerja

Terhadap

Angkatan Kerja

% of Working To

Economically

Active

(1) (2) (3) (4) (5)

0 52 755 943 53 698 98,24

1 219 477 7 150 226 627 96,85

2 419 764 20 722 440 486 95,30

3 395 171 28 150 423 321 93,35

4 483 689 82 089 565 778 85,49

5 205 398 23 211 228 609 89,85

Jumlah

Total

1 776 254 162 265 1 938 519 91,63

50 Aceh In Figures 2011


lanjutan tabel/Continued Table III.13

Pendidikan

Tertinggi yang

Ditamatkan

Educational

Attainment x

Sekolah

Attending

School

Bukan Angkatan Kerja

Not Economically Active

Mengurus

Rumah

tangga

House

keeping

Lainnya

Others

Penduduk dan Tenaga Kerja

Jumlah

Bukan

Angkatan

Kerja

Total of Not

Economi

cally Active

Jumlah

Total

% Angkatan

Kerja

Terhadap

Penduduk

Usia Kerja

% of

Economically

Active to

Working Age

Population

(1) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

0 - 35 661 21 011 56 672 110 370 48,65

1 2 334 92 895 34 010 129 239 355 866 63,68

2 47 901 145 353 38 704 231 958 672 444 65,51

3 180 881 131 565 55 762 368 208 791 529 53,48

4 125 737 139 889 51 645 317 271 883 049 64,07

5 2 951 16 344 7 488 26 783 255 392 89,51

Jumlah

Total

359 804 561 707 208 620 1 130 131 3 068 650 63,17

Catatan/ Note :

x

0. Tidak/Belum pernah sekolah/ No School

1. Tidak/ Belum Tamat SD/ Did not complete/ Have not yet completed primary

school

2. Sekolah Dasar/ Primary School

3. SLTP Umum/ Junior High School (General)

4. SLTA Umum/ High School (General)

5. Diploma I/II/III/Akademi/Universitas/ Diploma I/II/III/Academy/University

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source: BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 51


Population and Employment

Tabel : III.14

PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA SELAMA

SEMINGGU YANG LALU MENURUT STATUS PEKERJAAN UTAMA

DAN LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA, 2010

Table Population 15 years of age and over who worked during the previous

week by main employment status and main industry, 2010

Status dalam Pekerjaan

Utama

Main Employment Status

1. Berusaha sendiri tanpa

dibantu orang lain

Own account Worker

Lapangan Kerja/Main Industry

Industri

Pengola

Perdaga

Pertanian han

Jasa Lainnya

ngan

Agriculture Manufac Services Others

Trade

turing

industry

x

52 Aceh In Figures 2011

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

2. Berusaha dibantu buruh

tidak tetap/tidak dibayar

Self employed assisted by

temporary employee/

unpaid employee

3. Berusaha dengan buruh

tetap/Employer

4. Buruh/Karyawan/ Pegawai

Regular Employee

5. Pekerja bebas di pertanian

Casual employee in

agriculture

6. Pekerja bebas di non

pertanian/Casual employee

in non agriculture

7. Pekerja tak dibayar/Unpaid

worker

119 826 30 156 110 395 33 701 54 281 348 359

266 545 7 128 71 778 4 548 7 310 357 309

23 359 6 493 27 010 8 623 25 032 90 517

79 382 22 266 41 087 307 078 96 863 546 676

58 043 - - - - 58 043

- 5 700 2 464 6 646 28 163 42 973

262 633 6 085 61 589 1 375 695 332 377

Jumlah/Total 809 788 77 828 314 323 361 971

212 344 1 776 254

Catatan / Note:

x

1. Pertanian, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan/Agriculture, Forestry, Hunting And Fishery

2. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry

3. Perdagangan Besar, Eceran, RumahMakanDanHotel/ Wholesale Trade, Retail Trade, Restaurants and Hotels

4. Jasa Kemasyarakatan/ Community, Sosial And Personal Sevices

5. lainnya (Pertambangan Dan Penggalian, Listrik, Gas dan Air, bangunan, Angkutan, Pergudangan dan

Komunikasi, Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan Bangunan,Tanah, Dan Jasa Perusahaaan/ Mining

and Quarrying, Electicity, Gas and Water, Construction, Transportation, storage And Communication,

Fiancing, Insurance, Real Estate And Business Services)


Penduduk dan Tenaga Kerja

Tabel : III.15

PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA

SELAMA SEMINGGU YANG LALU MENURUT JUMLAH JAM

KERJA PADA PEKERJAN UTAMA DAN LAPANGAN PEKERJAAN

UTAMA, 2010

Table Population 15 years of age and over who worked during the

previous week by total of working hours on main job and main

industry, 2010

Jumlah Jam

Kerja pada

Pekerjaan

Utama

Total of Working

Hours on Main

Job

Pertanian

Agriculture

Industri

Pengola

Han

Manufactu

ring

industry

Lapangan Kerja

Main Industry

Perdagangan

Trade

Jasa

Services

Lainnya

Others

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

0 x

15 376 378 4 469 17 909 3 911 42 043

1-14 72 644 6 802 12 034 21 846 5 779 119 105

15-34 399 280 25 583 67 407 117 033 41 234 650 537

1-34 471 924 32 385 79 441 138 879 47 013 769 642

35+ 322 488 45 065 230 413 205 183 161 420 964 569

Jumlah

Total

809 788 77 828 314 323 361 971 212 344 1 776 254

Catatan/ Notes : x Sementara tidak bekerja/Temporary not working

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source: BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 53


Population and Employment

Tabel : III.16

PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA

SELAMA SEMINGGU YANG LALU MENURUT GOLONGAN

UMUR DAN JUMLAH JAM KERJA PADA PEKERJAAN UTAMA,

2010

Table Population 15 years of age and over by age group and number

of economically active during the previous week, 2010

Golongan

Umur

Age Group

0 x

Jumlah Jam Kerja pada Pekerjaan Utama

Number of Economically Active Jumlah

Total

1 – 14 15 – 34 1 – 34 35+

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

15-19 451 10 881 27 235 38 116 26 708 65 275

20-24 3 000 15 253 64 338 79 591 100 332 182 923

25-29 7 114 11 541 88 419 99 960 156 639 263 713

30-34 6 239 14 506 87 145 101 651 163 863 271 753

35-39 4 606 17 186 78 591 95 777 148 620 249 003

40-44 4 620 10 382 68 427 78 809 129 618 213 047

45-49 6 268 7 663 60 254 67 917 100 684 174 869

50-54 3 643 8 940 53 381 62 321 82 166 148 130

55+ 6 102 19 654 89 431 109 085 92 354 207 541

Jumlah

Total

42 043 116 006 617 221 733 227 1 000 984 1 776 254

Catatan/ Notes : x Sementara tidak bekerja/ temporary not working

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source: BPS-Statistics of Aceh Province

54 Aceh In Figures 2011


Penduduk dan Tenaga Kerja

PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA

SELAMA SEMINGGU YANG LALU MENURUT STATUS

Tabel : III.17

PEKERJAAN UTAMA DAN PENDIDIKAN TERTINGGI YANG

DITAMATKAN, 2010

Table Population 15 years of age and over who worked during the

previous week by main employment status and educational

attainment, 2010

Status dalam

Pekerjaan Utama

Main Employment

Status

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan/Educational Attainment x)

0 1 2 3 4 5

Aceh Dalam Angka 2011 55

Jumlah

Total

(1)

Berusaha sendiri tanpa

dibantu orang lain

Own account Worker

Berusaha dibantu buruh

tidak tetap/tidak

dibayar

Self employed assisted by

temporary employee/

unpaid employee

Berusaha dengan buruh

tetap/Employer

Buruh/ Karyawan/

Pegawai

Regular Employee

Pekerja bebas di

pertanian/Casual

employee in agriculture

Pekerja bebas di non

pertanian/Casual

employee in non

agriculture

Pekerja tak dibayar

Unpaid worker

(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

15 348 50 749 92 329 86 021 96 829 7 083 348 359

17 615 71 503 117 029 75 655 69 741 5 766 357 309

1 170 11 118 17 510 22 760 33 254 4 705 90 517

4 252 26 583 66 576 84 836 184 141 180 288 546 676

3 103 11 853 23 228 12 280 7 486 93 58 043

735 4 318 13 167 11 648 12 995 110 42 973

10 532 43 353 89 925 101 971 79 243 7 353 332 377

Jumlah/Total 52 755 219 477 419 764 395 171 483 689 205 398 1 776 254

Catatan/ Note :

x

0. Tidak/Belum pernah sekolah/ No School

1. Tidak/ Belum Tamat SD/ Did not complete/ Have not yet completed primary

school

2. Sekolah Dasar/ Primary School

3. SLTP Umum/ Junior High School (General)

4. SLTA Umum/ High School (General)

5. Diploma I/II/III/Akademi/Universitas/ Diploma I/II/III/Academy/University

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source: BPS-Statistics of Aceh Province


Population and Employment

JUMLAH ANGKATAN KERJA MENURUT JENIS KELAMIN

Tabel : III.18 (RIBUAN), 1999-2010

Table Number of labour force by sex (thousand), 1999-2010

Tahun

Year

Laki-laki

Male

Perempuan

Female

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4)

1999 1 019,6 611,7 1 631,3

2000 1 045,0 635,4 1 680,4

2001 1 071,2 660,1 1 731,3

2002 1 124,7 693,1 1 817,8

2003 1 101,0 727,0 1 828,0

2004 1 335,0 866,9 2 201,9

2005 1 074,1 544,9 1 619,0

2006 1 081,7 680,5 1 762,2

2007 1 125,6 687,9 1 813,5

2008 1 121,0 621,2 1 742,2

2009 1 153,5 639,9 1 793,4

2010 1 207,3 731,2 1 938,5

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh

Source: BPS-Statistics of Aceh Province

56 Aceh In Figures 2011


Sosial

Social

4


Pendidikan

Salah satu faktor utama keberhasilan

pembangunan disuatu Negara

adalah tersedianya cukup Sumber

Daya Manusia (SDM) yang

berkualitas. Merujuk pada amanat

UUD 1945 beserta amandemennya

(pasal 31 ayat 2), maka melalui

jalur pendidikan pemerintah secara

konsisten berupaya meningkatkan

SDM Penduduk Indonesia.

Peningkatan kualitas Pendidikan

yang pada akhirnya akan

meningkatkan kualitas SDM yang

tangguh, dapat bersaing di era

globalisasi dan mampu mendongkrak

perekonomian berbasis

kerakyatan. Peningkatan Kualitas

SDM sekarang ini lebih difokuskan

pada pemberian kesempatan

seluas -luasnya kepada penduduk

kelompok usia sekolah (7-24 tahun)

untuk mengecap pendidikan.

BPS secara kontinyu setiap tahunnya

mengumpulkan data pendidikan

melalui Survei Sosial Ekonomi

Nasional (SUSENAS). Beberapa

informasi pendidikan yang dikumpulkan

dalam Susenas antara

lain mengenai penduduk buta

huruf, penduduk usia sekolah (7-24

tahun), status sekolah, seperti yang

disajikan pada tabel IV.1 sampai

IV. SOSIAL/SOCIAL

Education

One of the main factors of

development successes in one

country is the availability of

adequate Human Resources (HR)

quality. Referring to the 1945

Constitution and its amendments

(article 31 paragraph 2), through

education of government has

consistently tried to improve human

resources of Indonesian population.

Improving the quality of education

will ultimately improve the quality

of human resources, able to

compete in the era of globalization

and be able to boost the populistbased

economy. Improved quality

of human resources is now more

focused on providing greater

opportunities to residents of school

age group (7-24 years) for taste

education.

BPS continuously collects data each

year of education through the

National Social Economic Survey

(SUSENAS). Some educational

information collected in the

SUSENAS, among others, regarding

the population is illiterate, schoolage

children (7-24 years) and

school status.


Social

dengan IV.3.

Salah satu indikator yang dapat

digunakan untuk melihat keberhasilan

bidang pendidikan adalah

tingkat buta huruf. Makin rendah

persentase penduduk yang buta

huruf menunjukkan keberhasilan

program pendidikan, sebaliknya

jika pesentase penduduk buta

huruf makin tinggi maka

mengindikasikan program

pendidikan kurang optimal dalam

hal mencerdaskan bangsa. Hasil

Susenas menunjukkan bahwa

persentase penduduk berusia

sepuluh tahun ke atas yang buta

huruf mengalami penurunan.

Persentase penduduk berusia

sepuluh tahun keatas yang buta

huruf di daerah perdesaan (3,27

persen) lebih dari dua kali lipat

dibanding-kan daerah perkotaan

(1,38 persen). Di daerah perkotaan

mulai kelompok umur 10-14 tahun

hingga 35-39 tahun persentase

penduduk yang buta huruf sudah

dibawah satu persen. Sedangkan di

daerah perdesaan penduduk yang

buta huruf dibawah satu persen

ada pada kelompok umur 10-14

hingga 30-34 tahun (Tabel IV.1).

Penduduk berusia lima tahun ke

atas pada 2010 yang berstatus

masih sekolah 31,72 persen dan

yang tidak sekolah lagi sebesar

Indicator that can be used to see

success in education is the level of

illiteracy. The lower the percentage

of illiterate population that shows

the success of educational

programs, on the contrary, if the

population is illiterate pesentase

higher education program then

indicates less than optimal in terms

of the nation. SUSENAS results

showed that the percentage of

population aged 10 years and over

are illiterate declined.

Percentage of population aged 10

and above are illiterate in rural

areas (3.27 percent) more than

doubled compared to urban areas

(1.38 percent). In urban areas

began to age group 10-14 years to

35-39 years the percentage of

illiterate population is below one

percent. While in rural areas are

illiterate population below 1

percent is in the age group 10-14 up

to 30-34 years (Table IV.1).

Population aged 5 years and over in

2010 with the status of the school

was 31.72 percent and the school

no longer at 62.29 percent, while

60 Aceh In Figures 2011


62,29 persen, sedangkan yang

tidak/belum pernah sekolah

sebesar 5,98 persen. Hasil Susenas

2010 juga menunjukkan bahwa

penduduk yang masih bersekolah

pada kelompok umur 10-14 tahun

mempunyai persentase paling

tinggi. Sementara itu untuk

penduduk yang tidak/belum

pernah sekolah paling tinggi

persentasenya pada kelompok

umur 5-9 tahun (Tabel IV.2).

Merujuk pada jenjang pendidikan,

maka penduduk usia sekolah

biasanya dikelompokkan kedalam

empat (4) kelompok umur yaitu 7-

12 tahun (SD), 13-15 tahun (SMP),

16-18 (SMA), dan 19-24 tahun

(Perguruan Tinggi). Secara total,

jumlah penduduk usia sekolah yang

berstatus masih sekolah

mengalami kenaikan yaitu 71,10

persen menjadi 71,76 persen. Jika

dilihat menurut jenis kelamin,

penduduk laki-laki usia sekolah

yang masih sekolah sedikit lebih

tinggi dibanding dengan

perempuan yaitu 70,83 persen dan

72,73 persen.

Ketersediaan sarana dan prasarana

pendidikan akan sangat menunjang

dalam meningkatkan kualitas

pendidikan. Table IV.4 sampai IV.17

memuat data tentang jumlah

murid sekolah, dan guru dari

tingkat sekolah dasar (SD) hingga

Sosial

those not/have never been to

school at 5.98 percent. SUSENAS

2010 results also showed that

residents are still in school at the

age group 10-14 years had the

highest percentage. Meanwhile, for

people who do not / never the

highest percentage of schools in the

age group 5-9 years (Table IV.2).

Referring to education, the schoolage

children are usually grouped

into four (4) age group of 7-12

years (SD), 13-15 years old (junior),

16-18 (high school), and 19-24

years (Higher Education ). In total,

the number of school-age

population with the status of the

school is still an increase of 71.10

percent to 71.76 percent. When

viewed by gender, the male

population of school age who are in

school a little higher than with

women is 70.83 percent and 72.73

percent.

The availability of educational

facilities and infrastructure will be

very supportive in improving the

quality of education. Table IV.4 until

Table IV.17 presents the data on the

number of school pupils, and

teachers from the elementary

school level (elementary) to

Aceh Dalam Angka 2011 61


Social

sekolah menengah baik yang

bersumber dari Departemen

Agama maupun Dinas Pendidikan,

berdasarkan catatan Dinas

Pendidikan pada tahun ajaran

2010/2011 terjadi kenaikan siswa

Sekolah Dasar (Tabel IV.6) dari

tahun ajaran 2009/2010. Demikian

juga terjadi pada Sekolah

Menengah Pertama (SMP) dimana

terjadi kenaikan jumlah murid,

pada jenjang pendidikan Sekolah

Menengah Atas (SMA), juga terjadi

kenaikan jumlah murid sekolah.

(Tabel IV.9 – IV.11, IV.16 dan

IV.17).

Kesehatan

Pembangunan bidang kesehatan

meliputi seluruh siklus atau

tahapan kehidupan manusia. Bila

pembangunan kehidupan berjalan

baik, maka secara langsung

maupun tidak langsung akan

meningkatkan kesejahteraan

rakyat. Memper-timbangkan

bahwa pembangunan bidang

kesehatan merupakan bagian yang

sangat penting dari ajang

peningkatan SDM penduduk

Indonesia, maka program-program

kesehatan telah dimulai atau

bahkan lebih diprioritaskan pada

generasi penerus, khusus calon

bayi dan anak dibawah lima tahun

(balita), Pentingnya pembangunan

bidang kesehatan ini tecermin dari

secondary schools both from the

Ministry of Religious Affairs and

Education Department. According

to Education Department records in

the academic year 2010/2011 there

was an increase elementary school

students (Table IV.6) of the

academic year 2009/2010. Likewise

occurs in secondary school (SMP)

where an increase in the number of

pupils, the education level of high

school (SMA), also an increase in

the number of school pupils. (Table

IV.9 - IV.11, IV.16 and IV.17).

Health

Development of the health sector

include the entire cycle or stages of

human life. When the development

of life going well, then directly or

indirectly will improve people's

welfare. Consider that development

in health is a very important part of

the arena of human resource

development of Indonesia's

population, the health programs

have been initiated or even more

priority to the next generation,

special baby and children under five

years old (toddlers), The importance

of health sector development This

reflected from the declaration of

the Millennium Development Goals

(MDGs) of which one-third of the

indicators related to health.

62 Aceh In Figures 2011


deklarasi Millenium Development

Goals (MDGs) yang mana lebih

sepertiga indikator menyangkut

bidang kesehatan.

Tabel IV.63 s/d IV.66 menyajikan

beberapa indikator tentang

kesehatan yang dihasilkan dari

Susenas yaitu keluhan kesehatan

sebulan terakhir, penduduk yang

mengobati sendiri menurut jenis

obat yang digunakan, penolong

kelahiran terakhir, imunisasi,

prevalensi KB.

Pemberian kekebalan tubuh

melalui imunisasi lengkap sebelum

1 tahun merupakan cara yang

efektif untuk mencegah kesakitan

dan kematian balita. Pada

umumnya imunisasi campak yang

diberikan setelah bayi

mendapatkan imunisasi BCG, DPT,

dan Polio. Hasil Susenas 2010

menunjukkan balita yang pernah

mendapat imunisasi campak

sebesar 74,25 persen, naik

dibanding 2009 yang mencapai

74,08 persen (Tabel IV.65).

Persalinan oleh tenaga dokter,

bidan atau tenaga medis lain relatif

lebih aman dibandingkan oleh

dukun atau tenaga non medis

lainnya. Pada tahun 2010, sekitar

87,17 persen persalinan balita

ditolong oleh tenaga medis,

dengan komposisi 11,45 persen

Sosial

Table IV.63 until Table IV.66

presents some indicators about the

health resulting from the SUSENAS

health complaints last month, the

people who treat themselves by

type of drug used, the last birth

attendants, immunization, family

planning prevalence.

Granting complete immunity

through immunization before a year

is an effective way to prevent

morbidity and infant mortality. In

general, measles immunization

given after the baby is immunized

against BCG, DPT, and

Polio. Susenas 2010 shows a toddler

who had received measles

immunization at 74.25 percent, up

compared to 2009 to reach 74.08

percent (Table IV.65).

Deliveries by skilled doctors,

midwives or other medical personnel

are relatively safer than by the

shaman or other non-medical

personnel. In 2010, approximately

87.17 percent of births are assisted

by medical personnel toddlers, with

a composition of 11.45 per cent by

Aceh Dalam Angka 2011 63


Social

oleh dokter, 75,16 persen oleh

bidan, dan 0,56 persen oleh tenaga

medis lainnya. Dibandingkan tahun

2009, penolong persalinan oleh

tenaga medis meningkat 2,7

persen (Tabel IV.64)

Informasi mengenai keluhan

kesehatan digunakan sebagai pendekatan

untuk mengukur tingkat

pesakitan (morbidity rate).

Persentase penduduk yang

mengalami keluhan kesehatan

selama sebulan yang lalu pada

tahun 2010 sebesar 35,09 persen,

menurun dibandingkan 2009 yang

sebesar 35,28 persen, selama

tahun 2009-2010, proporsi

penduduk yang mengobati sendiri

dengan cara modern meningkat

dari 89,56 persen menjadi 91,51

persen, demikian juga orang yang

mengobati secara tradisonal

mengalami kenaikan dari 33,96

persen menjadi 37,36 persen,

sedangkan dengan cara lain

menurun dari 5,79 persen menjadi

3,75 persen (Table IV.82).

Tenaga kesehatan yang tersedia di

Provinsi Aceh tahun 2010 tercatat

ada 660 dokter umum, 126 dokter

spesialis, 133 dokter gigi, 119

tenaga kesehatan berpendidikan S2

(Tabel IV.68).

the clinicians, 75.16 percent by

midwives, and 0.56 percent by

other medical personnel. Compared

to the year 2009, relief deliveries by

medical personnel increased 2.7

percent. (Table IV.64).

Information about health

complaints as an approach to

measure the level of prisoner

(morbidity rate). Percentage of

population who have health

complaints during the past month

in the year 2010 amounted to 35.09

percent, down from 2009 which

amounted to 35.28 per cent. During

2009-2010, the proportion of

people who treat themselves with

the modern way increased from

89.56 percent to 91.51 percent, as

well as those who treat is

traditionally an increase of 33.96

percent to 37.36 percent, while in

other ways down from 5.79 percent

to 3.75 percent (Table.IV 82).

Available health personnel in Aceh

Province in 2010, there were 660

physicians, 126 specialists, 133

dentists, 119 health workers

educated S2 (Table IV.68).

64 Aceh In Figures 2011


Peradilan

Sebagai Provinsi dengan otonomi

Khusus, Aceh kini memiliki

Mahkamah Syariah sebagai

metamor-phosis dari Pengadilan

Tinggi Agama. Dibidang hukum

jumlah perkara pidana yang

tercatat pada Kejaksaan Tinggi

tahun 2010 termasuk sisa tahun

sebelumnya sebanyak 3.042 kasus,

menyelesai-kan 2.358 kasus dan

menyisakan 689 kasus di akhir

2010 (Tabel IV.42).

Perumahan dan Lingkungan

Dalam hidupnya, manusia membutuhkan

rumah sebagai tempat

tinggal dan berinteraksi dengan

manusia lainnya serta tempat

berlindung dari segala macam

gangguan. Sebagai tempat

berlindung sebuah rumah harus

memenuhi syarat kesehatan, untuk

menunjang kehidupan manusia.

Salah satu indikator rumah sehat

menurut World Health

Organization (WHO) adalah rumah

yang memiliki luas lantai minimal

10 meter persegi perkapita. Jika

satu rumah tangga memiliki empat

sampai lima anggota rumah tangga,

maka rumahnya dikatakan sehat

apabila memiliki luas minimal 40-

50 meter persegi. Hasil Susenas

2010 menunjukkan bahwa baru

36,27 persen rumah tangga di

Justice

Sosial

As a province with special

autonomy, Aceh now has the

Syariah Court as a metamor-phosis

of High Religious Court.

In the field of criminal law the

number of cases recorded in the

High Court in 2010 included the

remaining years before leaving as

many as 3.032 cases and 2.358

cases in late 2010 (Table IV.42).

Housing and Environment

In life, people need a house as a

place to live and interact with other

human beings as well as a refuge

from all kinds of disturbances. As

the shelter of a house must meet

health requirements to support

human life. One indicator of a

healthy home according to the

World Health Organization (WHO)

is a house with a floor area of at

least 10 square meters per capita. If

a household has four to five

members of the household, then the

house is said to have a broad sense

if at least 40-50 square

meters. SUSENAS 2010 results

showed that only 36.27 percent of

households in Aceh province

occupies the house with a floor area

of 50 square meters or more (Table

IV.74).

Aceh Dalam Angka 2011 65


Social

Provinsi Aceh menempati rumah

dengan luas lantai 50 meter persegi

atau lebih ( Tabel IV.74)

Selain Luas lantai minimal, rumah

juga harus memiliki fasilitas yang

sangat dibutuksn manusia untuk

hidup. Dari hasil Susenas 2010

dapat dilihat bahwa sebagian besar

rumah tangga di Provinsi Aceh

sudah mengkonsumsi air bersih

yaitu sekitar 80,21 persen. Sumber

air bersih berasal dari ledeng,

pompa, air dalam kemasan, sumur

terlindung dan mata air terlindung

(Table IV.75).

Penjelasan Teknis

Tidak/belum pernah sekolah

adalah mereka yang tidak pernah

atau belum pernah terdaftar dan

tidak pernah atau belum pernah

aktif mengikuti pendidikan di suatu

jenjang pendidikan formal.

Masih bersekolah adalah mereka

yang terdaftar dan aktif mengikuti

pendidikan di suatu jenjang

pendidikan formal, baik pendidikan

dasar sampai pendidikan tinggi.

Bagi mahasiswa yang sedang cuti

dianggap masih bersekolah.

Tidak bersekolah lagi adalah mereka

yang pernah terdaftar dan aktif

mengikuti pendidikan di suatu jenjang

pendidikan formal, tetapi pada saat

In addition to a minimum floor

area, the house must also have

facilities that are dibutuksn humans

to live. From data Susenas 2010 can

be seen that most households in the

province of Aceh has been

consuming clean water that is

around 80.21 percent. Clean water

source comes from the plumbing,

pump, bottled water, protected

wells and springs protected (Table

IV.75).

Technical Explanation

No / never school are those who

never or have never registered and

never or never actively enrolled in a

formal education.

Still in school are those who

enrolled and actively enrolled in a

level of formal education, both

elementary education to higher

education. For students who are on

leave are considered still in school.

Not attending school anymore are

those who never enrolled and actively

enrolled in a formal education, but at

the time of enumeration is no longer

66 Aceh In Figures 2011


pencacahan tidak lagi terdaftar dan

tidak aktif mengikuti pendidikan.

Tamat sekolah adalah menyelesaikan

pelajaran yang ditandai dengan lulus

ujian akhir pada kelas atau tingkat

terakhir suatu jenjang pendidikan di

sekolah dengan mendapatkan tanda

tamat belajar/Ijazah. Seseorang yang

belum mengikuti pelajaran pada kelas

tertinggi tetapi telah mengikuti ujian

akhir dan lulus dianggap tamat sekolah.

Dapat membaca dan menulis artinya

dapat membaca dan menulis kata-kata

kalimat seder-hana dengan suatu

aksara tertentu.

Imunisasi adalah memasukkan kuman

atau racum penyakit tertentu yang

sudah dilemahkan (vaksin) kedalam

tubuh dengan cara disuntik atau

diminum (diteteskan dalam mulut)

dengan maksud agar terjadi kekebalan

tubuh terhadap penyakit tertentu.

Keluhan kesehatan adalah keadaan

seseorang yang mengalami gangguan

kesehatan atau kejiwaan, baik karena

penyakit akut, penyakit kronis,

kecelakaan, kriminal atau lain-lain.

Mengobati sendiri adalah upaya oleh

masyarakat/keluarga dengan melakukan

pengobatan sendiri tanpa datang

ke tempat fasilitas kesehatan atau

memanggil dokter /petugas kesehatan

kerumahnya misal minum obat

modern, jamu, kerokan, kompres, kop

dan pijat) agar sembuh atau menjadi

lebih ringan keluhan kesehatannya.

listed and is not actively pursuing.

Sosial

Graduate school is a complete lesson

that is characterized by passing the

final exam on the last grade or level of

education in a school with a sign of

graduation / Diploma. Someone who

has not followed the lessons on the

highest class but have been following

the exam considered final and finished

graduate school.

Can read and write means can read and

write words with a simple sentence a

particular script.

Immunization is the inclusion of a

specific disease germs or racum already

attenuated (vaccine) into the body by

injection or by mouth (dropped in the

mouth) with the intention that occurred

immunity against certain diseases.

Health complaints is the state of

someone who is experiencing health

problems or psychological harm, either

because of acute illness, chronic illness,

accidents, criminals or others.

Treating yourself is an effort by the

community / family by doing selfmedication

without coming to a health

facility or a doctor / health care workers

eg home in modern medicine, herbs,

scrapings, compress, cupping and

massage) in order to recover or become

more mild health complaints.

Aceh Dalam Angka 2011 67


Social

Halaman ini sengaja dikosongkan/

This page intentionally left blank

68 Aceh In Figures 2011


Sosial

Gambar

Figure

: IV.1

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KEATAS

YANG BUTA HURUF MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of illeterate people 10 years of age and over by

Regency/City, 2010

Aceh Dalam Angka 2011 69


Social

Gambar : IV.2

PERSENTASE BALITA MENURUT PENOLONG KELAHIRAN,

2010

Figure Percentage of children under five by last birth attendant, 2010

70 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.1

PERSENTASE PENDUDUK YANG BERUMUR 10 TAHUN KEATAS

YANG BUTA HURUF MENURUT KELOMPOK UMUR DAN

DAERAH TEMPAT TINGGAL, 2009-2010

Percentage of illeterate aged 10 years and over by age group

and urban-rural classification, 2009-2010

Kelompok Umur

Age group

Perkotaan

Urban

Perdesaan

Rural

Perkotaan+Perdesaan

Urban+Rural

2009 2010 2009 2010 2009 2010

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

10-14 0,12 0,36 0,21 0,33 0,19 0,34

15-19 0,00 0,12 0,00 0,04 0,00 0,06

20-24 0,02 0,02 0,30 0,06 0,21 0,05

25-29 0,09 0,40 0,99 0,79 0,71 0,67

30-34 0,22 0,75 1,62 0,97 1,21 0,91

35-39 0,43 0,77 1,88 1,54 1,46 1,31

40-44 0,43 1,14 3,74 2,46 2,68 2,05

45-49 1,29 1,35 7,44 5,10 5,41 4,00

50-54 1,94 2,41 9,60 7,93 7,27 6,34

55-59 4,36 3,96 11,92 9,61 9,66 8,01

60-64 6,57 5,86 14,14 11,04 12,10 9,73

65+ 6,62 12,41 26,20 21,57 21,67 19,65

Rata-rata

Average

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

0,95 1,38 4,01 3,27 3,13 2,74

Aceh Dalam Angka 2011 71


Social

Tabel

Table

: IV.2

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 5 TAHUN KEATAS

MENURUT KELOMPOK UMUR, DAERAH TEMPAT TINGGAL

DAN STATUS SEKOLAH, 2010

Percentage population aged 5 years and over by age group,

urban-rural classification and school attendance, 2010

Kelompok

Umur

Age group

Perkotaan

Urban

Perdesaan

Rural

Perkotaan+Perdesaan

Urban+Rural

1 2 3 1 2 3 1 2 3

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

5-9 18,04 81,88 0,07 20,71 79,01 0,28 20,00 79,78 0,22

10-14 0,42 98,62 0,96 0,29 97,98 1,72 0,32 98,13 1,54

15-19 0,13 77,05 22,82 0,69 67,52 31,80 0,54 70,08 29,39

20-24 0,34 36,12 63,55 0,73 16,38 82,89 0,60 22,48 76,91

25-29 0,16 6,73 93,11 1,47 2,93 95,60 1,08 4,07 94,85

30-34 0,47 2,07 97,46 2,03 0,54 97,43 1,56 1,00 97,44

35-39 0,95 1,35 97,71 2,34 0,49 97,17 1,93 0,75 97,33

40-44 1,21 1,30 97,49 4,59 0,21 95,20 3,54 0,55 95,91

45+ 4,63 0,21 95,16 16,98 0,03 82,99 13,68 0,08 86,24

Rata-rata

Average

3,22 32,61 64,18 7,06 31,38 61,56 5,98 31,72 62,29

Catatan/Notes:

1. Tidak/Belum Pernah Sekolah / No schooling

2. Masih Sekolah / Attending school

3. Tidak Sekolah lagi / Not attending school anymore

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

72 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.3

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 7-24 TAHUN MENURUT

KELOMPOK UMUR SEKOLAH, JENIS KELAMIN DAN PARTISIPASI

SEKOLAH, 2008-2010

Percentage population aged 7-24 years and by school age

group, sex and school participation, 2008-2010

Jenis Kelamin

dan Kelompok

Umur Sekolah

2008 2009 2010

Sex & school age

group

1 2 3 1 2 3 1 2 3

(1)

Laki-Laki

Male

(2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

7-12 0 ,58 99 ,08 0 ,34 0 ,33 98 ,83 0 ,84 0,40 98,98 0,62

13-15 0 ,03 93 ,70 6 ,27 0 ,43 93 ,15 6 ,42 0,41 93,83 5,76

16-18 0 ,32 71 ,50 28 ,18 0 ,62 70 ,49 28 ,89 0,27 71,48 28,25

19-24 0 ,77 19 ,69 79 ,54 0 ,76 19 ,95 79 ,29 0,66 21,24 78,10

7-24

Perempuan

Female

0 ,49 71 ,07 28 ,44 0 ,52 70 ,86 28 ,62 0,46 70,83 28,72

7-12 0 ,48 99 ,05 0 ,47 0 ,39 99 ,35 0 ,26 0,33 99,41 0,26

13-15 0 ,35 94 ,57 5 ,08 0 ,52 95 ,57 3 ,91 0,47 96,20 3,33

16-18 0 ,76 73 ,13 26 ,11 0 ,42 74 ,92 24 ,65 0,99 75,58 23,42

19-24 0 ,71 24 ,02 75 ,26 0 ,67 25 ,46 73 ,88 0,50 26,96 72,55

7-24

Laki-Laki +

Perempuan

Male + Female

0 ,58 70 ,82 28 ,60 0 ,50 71 ,35 28 ,14 0,52 72,73 26,75

7-12 0 ,53 99 ,06 0 ,41 0 ,36 99 ,07 0 ,57 0,37 99,19 0,45

13-15 0 ,18 94 ,12 5 ,70 0 ,47 94 ,31 5 ,22 0,44 94,99 4,57

16-18 0 ,54 72 ,32 27 ,13 0 ,52 72 ,72 26 ,76 0,63 73,53 25,84

19-24 0 ,74 21 ,95 77 ,31 0 ,71 22 ,78 76 ,50 0,58 24,11 75,31

7-24 0 ,53 70 ,95 28 ,52 0 ,51 71 ,10 28 ,39 0,49 71,76 27,75

Catatan/Notes:

1. Tidak/ Belum Pernah Sekolah/ No Schooling

2. Masih Sekolah/ Attending School

3. Tidak Sekolah lagi/ Not attending School Anymore

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 73


Social

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA TAMAN

KANAK-KANAK NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA,

Tabel

Table

: IV.4

2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state

kindergarten by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue - - - -

2. Aceh Singkil 2 4 10 82

3. Aceh Selatan 12 39 97 851

4. Aceh Tenggara 7 15 40 251

5. Aceh Timur 6 14 27 252

6. Aceh Tengah 5 7 27 155

7. Aceh Barat 4 15 32 244

8. Aceh Besar 6 11 20 196

9. Pi d i e 6 20 34 520

10. Bireuen 7 13 24 182

11. Aceh Utara 9 41 83 784

12. Aceh Barat Daya 1 5 14 115

13. Gayo Lues 5 12 21 181

14. Aceh Tamiang 9 25 42 374

15. Nagan Raya 3 9 17 147

16. Aceh Jaya - - - -

17. Bener Meriah 1 2 11 50

18. Pidie Jaya 2 7 13 118

19. Banda Aceh 2 8 14 189

20. Sabang 1 4 9 75

21. Langsa 3 12 28 247

22. Lhokseumawe 4 14 28 187

23. Subulussalam 2 6 7 86

Jumlah/Total 97 283 598 5 286

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

74 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.5

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA TAMAN

KANAK-KANAK SWASTA MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010/2011

Number of school, class, teacher, and student of private

kindergarten by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 44 142 257 2 682

2. Aceh Singkil 40 126 163 2 442

3. Aceh Selatan 74 181 434 3 325

4. Aceh Tenggara 30 75 138 1 315

5. Aceh Timur 39 93 188 1 767

6. Aceh Tengah 98 124 404 2 246

7. Aceh Barat 79 180 446 2 758

8. Aceh Besar 97 217 391 4 616

9. Pi d i e 64 199 327 4 082

10. Bireuen 107 306 537 5 672

11. Aceh Utara 122 292 581 5 122

12. Aceh Barat Daya 27 94 230 1 868

13. Gayo Lues 7 20 39 349

14. Aceh Tamiang 109 270 466 3 920

15. Nagan Raya 18 47 108 828

16. Aceh Jaya 38 91 97 1 615

17. Bener Meriah 79 103 272 1 854

18. Pidie Jaya 34 84 152 1 539

19. Banda Aceh 62 262 469 5 364

20. Sabang 11 32 51 589

21. Langsa 15 44 104 1 030

22. Lhokseumawe 39 140 240 2 636

23. Subulussalam 22 57 74 968

Jumlah/Total 1 255 3 179 6 168 58 587

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 75


Social

Tabel : IV.6

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA

SEKOLAH DASAR (SD) NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010/2011

Table Number of school, class, teacher and student of state

elementary school by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 108 660 1 300 11 728

2. Aceh Singkil 95 618 1 037 15 884

3. Aceh Selatan 193 1 162 2 938 24 621

4. Aceh Tenggara 140 890 2 075 22 629

5. Aceh Timur 267 1 940 3 524 49 148

6. Aceh Tengah 175 1 018 1 945 21 389

7. Aceh Barat 149 894 1 929 16 763

8. Aceh Besar 198 1 316 2 491 25 637

9. Pi d i e 273 1 789 3 899 38 404

10. Bireuen 226 1 548 3 868 35 804

11. Aceh Utara 348 2 581 5 473 67 916

12. Aceh Barat Daya 100 615 1 670 14 469

13. Gayo Lues 79 502 956 11 099

14. Aceh Tamiang 142 1 128 1 951 30 366

15. Nagan Raya 126 787 1 662 16 295

16. Aceh Jaya 91 674 816 7 466

17. Bener Meriah 112 702 1 470 14 357

18. Pidie Jaya 89 572 1 642 13 539

19. Banda Aceh 71 601 1 242 15 396

20. Sabang 27 167 344 3 013

21. Langsa 57 545 1 092 15 606

22. Lhokseumawe 56 568 1 119 17 602

23. Subulussalam 69 463 991 12 485

2010/2011 3 191 21 740 45 434 501 616

2009/2010 3 140 20 826 42 979 500 787

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

76 Aceh In Figures 2011


Sosial

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

DASAR (SD) SWASTA, MENURUT KABUPATEN/KOTA,

Tabel

Table

: IV.7

2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private

elementary school by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 6 35 51 562

2. Aceh Singkil 5 37 46 1 190

3. Aceh Selatan 3 9 16 219

4. Aceh Tenggara 15 95 128 2 026

5. Aceh Timur 5 30 41 597

6. Aceh Tengah 3 23 46 547

7. Aceh Barat 2 6 7 76

8. Aceh Besar 6 52 97 975

9. Pi d i e 4 33 68 937

10. Bireuen 1 6 8 149

11. Aceh Utara 8 58 95 1 454

12. Aceh Barat Daya 9 40 97 586

13. Gayo Lues 5 31 52 602

14. Aceh Tamiang 16 113 163 2 664

15. Nagan Raya 7 36 64 473

16. Aceh Jaya 8 34 48 407

17. Bener Meriah 6 24 43 284

18. Pidie Jaya 1 10 26 295

19. Banda Aceh 9 95 188 2 532

20. Sabang 1 6 11 182

21. Langsa 4 22 38 494

22. Lhokseumawe 5 38 65 946

23. Subulussalam 3 8 20 143

2010/2011 132 841 1 418 18 340

2009/2010 136 741 1 258 15 690

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 77


Social

Tabel

Table

: IV.8

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA

SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA NEGERI, MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class , teacher and student of state junior

high schools by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 35 167 354 4 290

2. Aceh Singkil 27 156 430 5 219

3. Aceh Selatan 40 319 696 9 820

4. Aceh Tenggara 30 415 695 8 910

5. Aceh Timur 50 511 1 083 13 019

6. Aceh Tengah 36 334 735 7 313

7. Aceh Barat 30 185 673 5 958

8. Aceh Besar 47 597 1 221 8 791

9. Pi d i e 49 508 1 672 15 081

10. Bireuen 56 521 1 874 16 124

11. Aceh Utara 75 720 2 004 22 503

12. Aceh Barat Daya 17 193 427 5 635

13. Gayo Lues 20 137 340 4 228

14. Aceh Tamiang 43 355 972 11 112

15. Nagan Raya 27 271 585 6 608

16. Aceh Jaya 22 114 343 2 507

17. Bener Meriah 34 219 635 5 202

18. Pidie Jaya 22 209 784 4 793

19. Banda Aceh 19 280 818 8 303

20. Sabang 8 57 198 1 093

21. Langsa 14 206 587 7 410

22. Lhokseumawe 16 212 560 7 230

23. Subulussalam 11 89 171 3 127

2010/2011 728 6 775 17 857 184 276

2009/2010 692 6 816 16 922 184 151

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

78 Aceh In Figures 2011


Sosial

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

LANJUTAN TINGKAT PERTAMA SWASTA, MENURUT

Tabel

Table

: IV.9

KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private junior

high schools by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 5 8 46 141

2. Aceh Singkil 3 19 44 624

3. Aceh Selatan 5 17 66 468

4. Aceh Tenggara 19 117 252 1 768

5. Aceh Timur 7 14 85 302

6. Aceh Tengah 2 2 22 73

7. Aceh Barat 11 39 169 927

8. Aceh Besar 16 91 339 1 728

9. Pi d i e 4 19 78 539

10. Bireuen 6 47 146 1 540

11. Aceh Utara 17 63 331 2 104

12. Aceh Barat Daya 11 120 142 983

13. Gayo Lues 2 12 30 419

14. Aceh Tamiang 10 52 136 1 379

15. Nagan Raya 1 3 9 74

16. Aceh Jaya 7 18 79 429

17. Bener Meriah 7 23 95 589

18. Pidie Jaya 1 2 16 50

19. Banda Aceh 9 45 168 1 128

20. Sabang 1 4 13 80

21. Langsa 2 6 19 112

22. Lhokseumawe 4 25 81 623

23. Subulussalam 7 32 70 1 047

2010/2011 157 778 2 436 17 127

2009/2010 135 289 1 751 15 926

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 79


Social

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA

SEKOLAH MENENGAH UMUM NEGERI, MENURUT

Tabel

Table

: IV.10

KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class , teacher and student of state senior

high schools by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 15 97 215 3 080

2. Aceh Singkil 10 282 224 3 435

3. Aceh Selatan 19 217 512 7 429

4. Aceh Tenggara 12 165 376 6 540

5. Aceh Timur 16 244 561 8 152

6. Aceh Tengah 16 342 468 4 945

7. Aceh Barat 16 150 388 4 661

8. Aceh Besar 20 213 790 6 858

9. Pi d i e 22 311 1 021 12 685

10. Bireuen 22 368 1 124 12 002

11. Aceh Utara 33 465 1 293 16 221

12. Aceh Barat Daya 11 127 315 4 876

13. Gayo Lues 12 83 273 3 138

14. Aceh Tamiang 13 196 471 6 781

15. Nagan Raya 11 116 317 4 192

16. Aceh Jaya 6 44 158 1 609

17. Bener Meriah 10 121 407 3 429

18. Pidie Jaya 8 123 430 4 271

19. Banda Aceh 13 260 796 7 829

20. Sabang 2 31 105 883

21. Langsa 5 106 301 4 353

22. Lhokseumawe 7 129 456 4 382

23. Subulussalam 5 48 114 1 627

2010/2011 304 4 238 11 115 133 378

2009/2010 273 4 050 11 956 124 743

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

80 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.11

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

MENENGAH UMUM SWASTA, MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private junior

high schools by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 4 4 22 76

2. Aceh Singkil 1 6 22 179

3. Aceh Selatan 3 6 46 243

4. Aceh Tenggara 10 114 127 1 194

5. Aceh Timur 3 5 57 148

6. Aceh Tengah 2 70 42 163

7. Aceh Barat 4 15 78 448

8. Aceh Besar 13 51 263 1 442

9. Pi d i e 4 12 78 522

10. Bireuen 4 32 110 1 014

11. Aceh Utara 8 31 130 1 009

12. Aceh Barat Daya 3 12 53 301

13. Gayo Lues 1 x - - -

14. Aceh Tamiang 6 40 122 1 286

15. Nagan Raya 1 4 13 136

16. Aceh Jaya 2 8 29 216

17. Bener Meriah 5 17 65 336

18. Pidie Jaya 1 2 2 39

19. Banda Aceh 12 65 234 1 675

20. Sabang 1 3 10 33

21. Langsa 3 24 70 722

22. Lhokseumawe 3 25 70 597

23. Subulussalam 2 7 31 311

2010/2011 96 553 1 674 12 090

2009/2010 93 579 3 259 16 336

Catatan/Notes: x Sekolah ada tetapi tidak aktif/Contained in school, but not active

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 81


Social

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

MENENGAH KEJURUAN NEGERI, MENURUT

Tabel

Table

: IV.12

KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state vocatinal

high schools by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 5 35 90 839

2. Aceh Singkil 2 23 64 592

3. Aceh Selatan 5 35 126 1 131

4. Aceh Tenggara 3 35 95 1 455

5. Aceh Timur 7 73 240 2 586

6. Aceh Tengah 4 59 170 1 533

7. Aceh Barat 6 70 205 1 901

8. Aceh Besar 2 33 90 695

9. Pi d i e 4 63 172 2 018

10. Bireuen 5 80 352 2 311

11. Aceh Utara 7 72 274 2 270

12. Aceh Barat Daya 5 44 156 1 222

13. Gayo Lues 2 20 64 602

14. Aceh Tamiang 4 76 253 1 468

15. Nagan Raya 1 13 29 238

16. Aceh Jaya 1 13 42 190

17. Bener Meriah 2 19 87 713

18. Pidie Jaya 1 8 35 190

19. Banda Aceh 5 115 292 2 474

20. Sabang 1 16 50 206

21. Langsa 5 63 320 2 948

22. Lhokseumawe 7 113 349 3 447

23. Subulussalam 2 30 53 1 075

2010/2011 86 1 108 3 608 32 104

2009/2010 78 1 718 2 996 25 779

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

82 Aceh In Figures 2011


Tabel : IV.13

Table

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sosial

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA SEKOLAH

MENENGAH KEJURUAN SWASTA, MENURUT KABUPATEN/

KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private

vocatinal high schools by Regency/City, 2010/2011

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 1 5 6 94

2. Aceh Singkil 1 2 17 70

3. Aceh Selatan 3 7 44 139

4. Aceh Tenggara 7 26 88 524

5. Aceh Timur - - - -

6. Aceh Tengah - - - -

7. Aceh Barat 4 10 65 319

8. Aceh Besar - - - -

9. Pi d i e 4 29 112 871

10. Bireuen 1 12 25 137

11. Aceh Utara 7 17 129 417

12. Aceh Barat Daya - - - -

13. Gayo Lues - - - -

14. Aceh Tamiang 3 16 65 505

15. Nagan Raya 1 10 20 369

16. Aceh Jaya 3 15 58 348

17. Bener Meriah 1 5 17 145

18. Pidie Jaya 2 7 45 189

19. Banda Aceh 2 10 54 266

20. Sabang - - - -

21. Langsa 3 10 46 279

22. Lhokseumawe 2 15 73 322

23. Subulussalam - - - -

2010/2011 45 196 864 4 994

2009/2010 34 347 821 5 156

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh

Source : Education Services of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 83


Social

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA

MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI, MENURUT

Tabel : IV.14 KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Table Number of school, class, teacher and student of state

madrasah ibtidaiyah by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 5 36 72 650

2. Aceh Singkil 3 25 51 855

3. Aceh Selatan 27 173 550 3 763

4. Aceh Tenggara 11 76 332 2 789

5. Aceh Timur 33 334 438 8 403

6. Aceh Tengah 19 137 386 3 787

7. Aceh Barat 24 179 474 4 224

8. Aceh Besar 47 302 872 8 906

9. Pi d i e 76 570 1 645 15 332

10. Bireuen 55 476 1 306 15 333

11. Aceh Utara 36 341 1 072 9 990

12. Aceh Barat Daya 15 109 317 2 560

13. Gayo Lues 4 27 51 628

14. Aceh Tamiang 10 85 189 2 809

15. Nagan Raya 14 84 270 2 210

16. Aceh Jaya 14 90 169 1 535

17. Bener Meriah 16 137 328 2 772

18. Pidie Jaya x ... ... ... ...

19. Banda Aceh 11 115 278 7 173

20. Sabang 3 12 55 426

21. Langsa 5 56 102 3 181

22. Lhokseumawe 5 61 155 3 400

23. Subulussalam x ... ... ... ...

2010/2011 433 3 425 9 112 100 726

2009/2010 433 3 701 6 093 104 115

Catatan/Notes: x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

84 Aceh In Figures 2011


Sosial

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA

MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA, MENURUT

Tabel : IV.15 KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Table Number of school, class, teacher and student of private

madrasah ibtidaiyah by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 8 44 86 592

2. Aceh Singkil 6 28 57 453

3. Aceh Selatan 9 47 94 722

4. Aceh Tenggara 16 91 295 2 050

5. Aceh Timur 13 77 144 1 524

6. Aceh Tengah 6 31 72 432

7. Aceh Barat 9 54 141 811

8. Aceh Besar 4 19 79 380

9. Pi d i e 9 59 118 1 280

10. Bireuen 3 24 54 491

11. Aceh Utara 7 31 108 711

12. Aceh Barat Daya 1 - - 95

13. Gayo Lues 6 38 40 499

14. Aceh Tamiang 11 70 115 1 090

15. Nagan Raya 5 27 82 433

16. Aceh Jaya 6 27 35 262

17. Bener Meriah 5 30 74 581

18. Pidie Jaya x ... ... ... ...

19. Banda Aceh 1 11 22 311

20. Sabang 2 12 24 103

21. Langsa 3 17 29 455

22. Lhokseumawe 3 24 46 682

23. Subulussalam x ... ... ... ...

2010/2011 133 761 1 715 13 957

2009/2010 137 727 5 187 13 761

Catatan/Notes: x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 85


Social

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI, MENURUT

Tabel : IV.16 KABUPATEN/KOTA, 2010/2011

Table Number of school, class, teacher and student of state

madrasah tsanawiyah by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 2 12 32 348

2. Aceh Singkil 2 28 74 898

3. Aceh Selatan 4 31 98 1 161

4. Aceh Tenggara 4 49 149 1 584

5. Aceh Timur 9 91 286 4 775

6. Aceh Tengah 7 64 174 1 949

7. Aceh Barat 7 ... 160 6 321

8. Aceh Besar 8 69 305 2 824

9. Pi d i e 18 217 384 7 961

10. Bireuen 11 127 396 4 462

11. Aceh Utara 10 113 339 3 272

12. Aceh Barat Daya 4 48 88 1 360

13. Gayo Lues 1 9 20 277

14. Aceh Tamiang 3 37 79 937

15. Nagan Raya 2 6 55 570

16. Aceh Jaya 5 29 83 916

17. Bener Meriah 4 52 122 980

18. Pidie Jaya x ... ... ... ...

19. Banda Aceh 4 57 174 2 545

20. Sabang 1 12 38 217

21. Langsa 1 ... 62 771

22. Lhokseumawe 2 27 88 860

23. Subulussalam x ... ... ... ...

2010/2011 109 1 078 3 206 44 988

2009/2010 109 1 299 2 529 44 831

Catatan/Notes: x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

86 Aceh In Figures 2011


Sosial

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA

Tabel : IV.17

MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA, MENURUT KABUPATEN/

KOTA, 2010/2011

Table Number of school, class, teacher and student of private

madrasah tsanawiyah by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 9 20 83 634

2. Aceh Singkil 14 46 148 1 422

3. Aceh Selatan 18 57 299 1 713

4. Aceh Tenggara 15 46 290 1 571

5. Aceh Timur 16 70 231 2 098

6. Aceh Tengah 8 33 120 951

7. Aceh Barat 10 ... 164 4 572

8. Aceh Besar 21 66 269 2 369

9. Pi d i e 17 94 177 2 308

10. Bireuen 9 47 152 1 103

11. Aceh Utara 36 139 632 3 389

12. Aceh Barat Daya 2 14 29 235

13. Gayo Lues 4 12 34 171

14. Aceh Tamiang 15 56 200 1 339

15. Nagan Raya 6 18 102 556

16. Aceh Jaya 2 7 25 100

17. Bener Meriah 9 47 178 1 128

18. Pidie Jaya x ... ... ... ...

19. Banda Aceh 5 29 100 1 253

20. Sabang 1 ... 13 34

21. Langsa 7 59 184 1 958

22. Lhokseumawe 12 84 371 2 925

23. Subulussalam x ... ... ... ...

2010/2011 236 944 3 801 31 829

2009/2010 234 910 5187 29 406

Catatan/Notes: x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 87


Social

Tabel

Table

: IV.18

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA

MADRASAH ALIYAH NEGERI, MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010/2011

Number of school, class, teacher and student of state

madrasah aliyah Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 1 5 16 90

2. Aceh Singkil 3 26 61 852

3. Aceh Selatan 4 24 82 987

4. Aceh Tenggara 3 31 103 1 331

5. Aceh Timur 4 45 148 1 559

6. Aceh Tengah 3 40 136 1 383

7. Aceh Barat 3 ... 75 856

8. Aceh Besar 6 52 190 1 561

9. Pi d i e 12 127 234 4 598

10. Bireuen 7 89 232 3 120

11. Aceh Utara 6 68 214 2 387

12. Aceh Barat Daya 1 12 29 407

13. Gayo Lues 1 8 21 175

14. Aceh Tamiang 2 16 67 391

15. Nagan Raya 1 3 30 389

16. Aceh Jaya 1 7 19 143

17. Bener Meriah 3 21 102 717

18. Pidie Jaya x ... ... ... ...

19. Banda Aceh 3 55 94 1 404

20. Sabang 1 12 36 128

21. Langsa 2 33 93 976

22. Lhokseumawe 1 21 53 728

23. Subulussalam x ... ... ... ...

2010/2011 68 695 2 035 24 182

2009/2010 68 771 1 541 28 210

Catatan/Notes: x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

88 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.19

JUMLAH SEKOLAH, KELAS, GURU DAN MURID PADA

MADRASAH ALIYAH SWASTA, MENURUT KABUPATEN/

KOTA, 2010/2011

Number of school, class, teacher and student of private

madrasah aliyah by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sekolah

School

Kelas

Class

Guru

Teacher

Murid

Student

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 4 14 47 295

2. Aceh Singkil 8 21 117 560

3. Aceh Selatan 7 27 111 711

4. Aceh Tenggara 10 23 158 703

5. Aceh Timur 9 22 111 1 103

6. Aceh Tengah 6 20 107 456

7. Aceh Barat 4 ... 63 287

8. Aceh Besar 11 19 106 521

9. Pi d i e 7 35 ... 1 022

10. Bireuen 6 27 123 952

11. Aceh Utara 15 69 319 1 792

12. Aceh Barat Daya 3 11 31 265

13. Gayo Lues 1 3 6 21

14. Aceh Tamiang 10 36 155 792

15. Nagan Raya 2 6 29 209

16. Aceh Jaya 4 20 37 426

17. Bener Meriah 6 28 94 433

18. Pidie Jaya x ... ... ... ...

19. Banda Aceh 4 20 101 687

20. Sabang - - - -

21. Langsa 4 29 116 972

22. Lhokseumawe 7 44 194 1 290

23. Subulussalam x ... ... ... ...

2010/2011 128 474 2 031 13 497

2009/2010 128 500 2 731 14 705

Catatan/Notes: x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 89


Social

Tabel

Table : IV.20

JUMLAH JAMAAH HAJI MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN

JENIS KELAMIN, 2008-2010

Number of moslem pilgrims by Regency/City and sex, 2008–

2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Jumlah Jemaah/Number of pilgrim

2008 2009 2010

L/M P/F L/M P/F L/M P/F

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 7 11 5 11 12 11

2. Aceh Singkil 10 15 10 12 7 11

3. Aceh Selatan 46 53 37 62 41 65

4. Aceh Tenggara 32 52 29 27 33 48

5. Aceh Timur 55 69 63 91 71 102

6. Aceh Tengah 38 66 49 75 41 71

7. Aceh Barat 87 125 62 74 62 98

8. Aceh Besar 122 212 201 337 182 292

9. Pi d i e 201 304 157 280 175 273

10. Bireuen 105 168 91 158 115 204

11. Aceh Utara 163 198 155 195 182 279

12. Aceh Barat Daya 27 39 29 51 25 48

13. Gayo Lues 28 40 27 33 26 33

14. Aceh Tamiang 37 60 14 28 34 70

15. Nagan Raya 36 49 41 67 45 62

16. Aceh Jaya 12 10 14 23 28 53

17. Bener Meriah 16 38 34 59 33 55

18. Pidie Jaya x ... ... ... ... ... ...

19. Banda Aceh 253 356 244 365 319 428

20. Sabang 11 12 6 17 12 19

21. Langsa 57 89 44 79 74 121

22. Lhokseumawe 119 166 75 116 119 154

23. Subulussalam x ... ... ... ... ... ...

2010/2011 1 688 2 452 1462 2 132 1 636 2 497

2009/2010 1 688 2 452 1 462 2 132 1 387 2 160

Catatan/Notes: x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

L = Laki-laki/ Male P = Perempuan/ Female

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

90 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel : IV.21

JUMLAH TEMPAT IBADAH MENURUT JENIS AGAMA DALAM

KABUPATEN/KOTA, 2010

Table Number of worship place by religion and Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Gereja

Church

Meunasah Mushala

Masjid

Protes-

Small Small

Kato-

Mosque

tan

mosque mosque

Lik

Protes-

Catholic

tant

Vihara

Monastery

Pura

Temple

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Simeulue 153 238 206 - - - -

2. Aceh Singkil 206 199 148 22 5 - -

3. Aceh Selatan 257 461 684 - - - -

4. Aceh Tenggara 213 276 193 60 8 - -

5. Aceh Timur 313 563 253 - - - -

6. Aceh Tengah 160 448 57 1 1 - -

7. Aceh Barat 269 277 199 - - 1 -

8. Aceh Besar 150 596 604 - - - -

9. Pi d i e 244 1 277 235 - - - -

10. Bireuen 189 649 609 1 - - -

11. Aceh Utara 315 920 374 - - - -

12. Aceh Barat Daya 140 193 215 - - - -

13. Gayo Lues 118 139 118 - - 1 -

14. Aceh Tamiang 320 330 282 - 1 2 -

15. Nagan Raya 218 240 235 - - - -

16. Aceh Jaya 117 222 211 - - - -

17. Bener Meriah 159 342 203 - - - -

18. Pidie Jaya x ... ... ... ... ... ... ...

19. Banda Aceh 91 142 122 3 1 3 1

20. Sabang 20 67 61 1 1 1 -

21. Langsa 50 98 89 2 - 1 -

22. Lhokseumawe 43 68 11 2 1 1 -

23. Subulussalam x ... ... ... ... ... ... ...

Jumlah/Total 3 745 7 745 5 109 92 18 10 1

Catatan/Notes: x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 91


Social

PERSENTASE PENDUDUK MENURUT PEMELUK AGAMA

Tabel : IV.22 MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Table Percentage of population by religion and Regency/City ,2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Islam

Moslem

ProtestanProtes-

tant

Katolik

Catholic

Hindu

Hindu

Konghu

Budha Chu

Buddha Konghu

Chu

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Simeulue 99,92 0,06 - 0,01 0,01 - 100,00

2. Aceh Singkil 94,55 5,08 0,36 - 0,01 - 100,00

3. Aceh Selatan 99,96 0,02 0,02 - - - 100,00

4. Aceh Tenggara 77,25 21,23 1,52 - - - 100,00

5. Aceh Timur 99,95 0,01 0,03 - 0,01 - 100,00

6. Aceh Tengah 99,61 0,13 0,11 0,01 0,14 - 100,00

7. Aceh Barat 99,74 0,05 0,04 - 0,17 - 100,00

8. Aceh Besar 99,88 0,01 0,10 - 0,01 - 100,00

9. Pi d i e 99,95 0,01 - - 0,04 - 100,00

10. Bireuen 99,80 0,05 0,01 0,08 0,06 - 100,00

11. Aceh Utara 99,85 0,01 0,04 - 0,10 - 100,00

12. Aceh Barat Daya 99,83 0,03 - 0,07 0,07 - 100,00

13. Gayo Lues 99,97 0,03 - - - - 100,00

14. Aceh Tamiang 99,44 0,13 0,03 - 0,40 - 100,00

15. Nagan Raya 99,96 0,02 - 0,01 0,01 - 100,00

16. Aceh Jaya 99,96 0,04 - - - - 100,00

17. Bener Meriah 99,97 0,02 - - - 0,00 100,00

18. Pidie Jaya x

... ... ... ... ... ... ...

19. Banda Aceh 97,73 0,70 0,19 0,01 1,37 0,00 100,00

20. Sabang 95,68 1,55 0,20 - 2,57 - 100,00

21. Langsa 99,53 0,25 - 0,01 0,21 - 100,00

22. Lhokseumawe 99,26 0,28 - 0,02 0,44 - 100,00

23. Subulussalam x

... ... ... ... ... ... ...

Provinsi Aceh 98,51 1,19 0,11 0,01 0,17 0,01 100,00

Catatan/Notes: x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

92 Aceh In Figures 2011


Sosial

JUMLAH PONDOK PESANTREN, SANTRI DAN TENAGA

Tabel

PENGAJAR MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Table : IV.23 Numbers of Islamic Training Center, student and teacher by

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Pesantren

Islamic T.C

Santri

Student

L/M P/F Jlh/Tot

Tengku

Teacher

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Simeulue 10 367 373 740 83

2. Aceh Singkil 16 1 758 1 989 3 747 300

3. Aceh Selatan 77 6 126 5 759 11 885 950

4. Aceh Tenggara 50 3 442 2 609 6 051 704

5. Aceh Timur 156 12 611 12 814 25 425 1 313

6. Aceh Tengah 16 850 1 004 1 854 181

7. Aceh Barat 63 3 493 3 035 6 528 679

8. Aceh Besar 102 9 162 7 766 16 928 739

9. Pi d i e 329 40 986 28 931 69 917 2 736

10. Bireuen 92 9 893 9 107 19 000 1 086

11. Aceh Utara 200 28 053 23 786 51 839 3 022

12. Aceh Barat Daya 32 2 694 2 347 5 041 341

13. Gayo Lues 15 593 527 1 120 92

14. Aceh Tamiang 34 2 454 2 620 5 074 351

15. Nagan Raya 57 1 610 948 2 558 165

16. Aceh Jaya 35 2 300 2 092 4 392 355

17. Bener Meriah 20 1 445 1 049 2 494 294

18. Pidie Jaya x

... ... ... ... ...

19. Banda Aceh 22 2 105 1 415 3 520 469

20. Sabang 5 224 197 421 48

21. Langsa 12 1 919 2 094 4 013 306

22. Lhokseumawe 33 4 790 3 848 8 638 592

23. Subulussalam x ... ... ... ... ...

2010 1 376 136 875

114 310

251 185

14 806

2009 1 316 136 857 113 710 250 567 15 415

Catatan/Notes : x Gabung dengan Kab/Kota asal/Join the regency/city of origin

L = Laki-laki/Male, P = Perempuan/Female

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 93


Social

Tabel

JUMLAH ZAKAT YANG DIKOORDINIR OLEH DEPARTEMEN

AGAMA MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Table : IV.24 Amount of Islamic tithe managed by Department of Religious

Affairs by Regency/City, 2009-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Nilai/Value

(Rupiah/Rupiahs)

2009 2010

(1) (2) (3)

1. Simeulue 750 000 000 1 700 000 000

2. Aceh Singkil 926 000 000 1 300 000 000

3. Aceh Selatan 2 532 349 371 2 194 328 651

4. Aceh Tenggara 1 258 814 622 1 420 094 556

5. Aceh Timur 1 118 488 086 1 450 374 292

6. Aceh Tengah 4 728 836 168 5 999 104 517

7. Aceh Barat 3 861 199 446 5 433 019 152

8. Aceh Besar 5 113 675 221 6 100 000 000

9. Pi d i e 99 450 637 2 333 919 210

10. Bireuen 786 175 000 2 411 492 000

11. Aceh Utara 4 409 534 873 4 138 331 198

12. Aceh Barat Daya 1 516 808 504 1 965 000 000

13. Gayo Lues 701 084 889 2 472 749 522

14. Aceh Tamiang 1 194 671 408 1 585 324 889

15. Nagan Raya 2 345 723 878 2 411 492 000

16. Aceh Jaya 845 995 502 1 093 302 057

17. Bener Meriah 2 069 495 483 3 198 862 659

18. Pidie Jaya 265 997 397 1 610 837 452

19. Banda Aceh 6 110 584 495 8 569 263 824

20. Sabang 2 210 459 184 2 950 029 416

21. Langsa 1 170 241 108 1 809 086 614

22. Lhokseumawe 2 478 352 435 3 307 371 404

23. Subulussalam 797 695 369 918 987 351

Jumlah/Total 47 291 633 076 66 372 970 764

Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh

Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

94 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.25

JUMLAH PROGRAM STUDI MENURUT FAKULTAS DAN

STRATA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA, 2010

Number of majors by faculty and degree in Syiah Kuala

University, 2010

No

Fakultas

Faculty

Jumlah Program Studi

Number of degree

D3 S1 S2 S3

Jumlah

Profesi

Number

of

Profession

Spesialis

Specialist

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Ekonomi/Economic 6 3 3 1 1 -

2.

Kedokteran Hewan

Veterinary medicine

3. Hukum/Law - 1 1 - - -

4. Teknik/Technique 4 6 3 - - -

5. Pertanian/Agriculture 2 5 1 - - -

6.

Keguruan dan Ilmu

Pendidikan

Teacher training and

education

7. Kedokteran/Medical - 4 - - 3 1

8.

9.

10.

Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam

Mathematics and natural

sciences

Ilmu Sosial dan Politik

Social and political sciences

Kelautan dan Perikanan

Maritime affairs and fisheries

Aceh Dalam Angka 2011 95

-

-

2

-

-

2010/2011 14 47 13 1 5 1

2009/2010 14 44 12 1 3 -

Sumber : Universitas Syiah Kuala

Source : Syiah Kuala University

1

15

7

3

2

1

4

-

-

-

-

-

-

-

-

1

-

-

-

-

-

-

-

-

-


Social

JUMLAH MAHASISWA YANG TERDAFTAR MENURUT

Tabel

Table

: IV.26

FAKULTAS DAN STRATA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA,

2010

Number ofstudents registered in Syiah Kuala University by

faculty and degree, 2010

No

Fakultas

Faculty

Jumlah Mahasiswa/ Number of students

D3 S1 Reguler

L/M P/F Jumlah/

Total

L/M P/F

Jumlah/

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Ekonomi/Economic 911 722 1 633 780 806 1 586

2.

Kedokteran

Hewan/Veterinary

medicine

-

3. Hukum/Law - - - 572 366 938

4. Teknik/Technique 306 201 507

96 Aceh In Figures 2011

-

-

235

202

437

1 432 743 2 175

5. Pertanian/Agriculture 104 55 159 1 002 740 1 742

6. Keguruan dan Ilmu

Pendidikan

Teacher training and

education

- - - 2 676 2 108 4 784

7. Kedokteran/Medical - - - 742 971 1 713

8.

9.

10.

Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam

Mathematics and natural

sciences

Ilmu Sosial dan Politik

Social and political

sciences

Kelautan dan Perikanan

Maritime affairs and

fisheries

300

Jumlah/Total 1 621

-

-

188

-

-

488

-

1 166 2 787

-

265

458

172

8 334

422

380

90

687

838

262

6 828 15 162


Lanjutan Tabel/Continued Table IV.26

No

Fakultas

Faculty

Jumlah Mahasiswa/Number of students

S1 Non Reguler Jumlah/Total

Sosial

L/M P/F Jumlah L/M P/F Jumlah

(1) (2) (9) (10) (11) (12) (13) (14)

1. Ekonomi/Economic 258 232 490 1 949 1 760 3 709

2.

Kedokteran Hewan

Veterinary medicine

9

3. Hukum/Law 526 386 912 1 098 752 1 850

4. Teknik/Technique 359 114 473 2 097 1 058 3 155

5. Pertanian/Agriculture 207 172 379 1 313 967 2 280

6. Keguruan dan Ilmu

Pendidikan

Teacher training and

education

2 246

Aceh Dalam Angka 2011 97

12

1 610

21

3 856

244

4 922

214

3 718

458

8 640

7. Kedokteran/Medical 370 503 873 1 112 1 474 2 586

8. Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam

Mathematics and natural

sciences

9. Ilmu Sosial dan Politik

Social and political sciences

10. Kelautan dan Perikanan

Maritime affairs and

fisheries

54

83

64

Jumlah/Total 4 176

34

71

88

154

Catatan/Notes : L= Laki-laki/Male P= Perempuan/Female

Sumber : Universitas Syiah Kuala

Source : Syiah Kuala University

16

80

619

541

236

644

451

106

1 263

992

342

3 150 7 326 14 131 11 144 25 275


Social

Tabel

Table

: IV.27

JUMLAH MAHASISWA YANG TERDAFTAR PADA PROGRAM

PASCASARJANA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA, 2010

Numberof students registered at post graduate degree in Syiah

Kuala University, 2010

No

Fakultas

Faculty

Program

Progamed

98 Aceh In Figures 2011

L

M

P

F

Jumlah

total

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Ilmu Ekonomi/Economics S3 37 12 49

2. Magister Ilmu Ekonomi

Master in Economic Sciences

S2 256 129 385

3. Magister Manajemen

Master of Management

S2 295 155 450

4. Magister Akuntansi

Master of Accounting

S2 131 105 236

5. Magister KSDL/ Master KSDL S2 77 49 126

6. Magister Ilmu Hukum

Master of Legal Studies

S2 151 62 213

7. Magister Administrasi

Pendidikan/Masters in Education

Administration

S2 343 324 667

8. Magister Pend. Bahasa dan Sastra

Indonesia/Master of Indonesian

Language and Literature education

S2 16 47 63

9. Magister Pend. Bahasa Inggris

Master of English Language

Education

S2 65 83 148

10. Magister Olahraga/Sports Masters S2 58 10 68

11. Magister Teknik Sipil

Masters in Civil Engineering

S2 185 51 236

12. Magister Teknik Kimia

Masters in Chemical Engineering

S2 54 33 87

13. Magister Teknik Mesin

Masters in Mechanical Engineering

S2 94 1 95

Jumlah/Total 1 762 1 061 2 823

Catatan/Notes : L= Laki-laki/ Male P= Perempuan/ Female

Sumber : Universitas Syiah Kuala

Source : Syiah Kuala University


Tabel

Table

: IV.28

JUMLAH PENGUNJUNG PADA MUSEUM NEGERI ACEH,

2007-2010

Number of visitors at State Museum of Aceh, 2007-2010

B u l a n

M o n t h

2007 2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4) (5)

Januari/January 1 443 1 148 1 174

Februari/February 1 334 1 332 2 249

Maret/March 1 685 1 158 2 778

April/April 1 037 1 311 942

Mei/May 1 277 1 548 2 070

Juni/June 1 502 1 662 4 563

Juli/July 600 4 044 1 799

Agustus/August 1 927 4 886 2 174

September/September 786 1 855 140

Oktober/October 215 1 036 1 437

Nopember/November 1 635 1 271 526

Desember/December 744 2 317 2 101

Sumber : Museum Negeri Aceh, Banda Aceh

Source : State Museum of Aceh, Banda Aceh

1 970

1 222

1 437

1 091

1 760

2 081

1 503

Sosial

Aceh Dalam Angka 2011 99

765

1 127

5 339

2 069

1 729


Social

Tabel

Table

: IV.29

JUMLAH PENGUNJUNG MENURUT JENIS DI MUSEUM NEGERI

ACEH, 2010

Number of visitors by type at State Museum of Aceh, 2010

B u l a n

M o n t h

Pelajar

Students

Maha-

siswa

Students

OrganisasiOrganization

Tamu

Asing

Foreign

guest

Tamu

Khsusus

Specific

guest

Perora-

ngan

(Umum)

Individual

(general)

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Januari

January

Februari

February

Maret

March

April

April

Mei

May

Juni

June

Juli

July

Agustus

August

September

September

Oktober

October

Nopember

November

Desember

December

Jumlah

Total

330 2 94 73

498 2 80 137

501 5 300 103

476 1 46 -

556 - - 22

651 - 32 38

508 - - 37

72 - - 93

110 30 - 54

1 564 256 230 84

507 - - 21

363 36 207 60

100 Aceh In Figures 2011

2

-

-

-

12

-

4

25

-

-

45

1

1 469

505

528

568

1 170

1 360

954

575

933

3 205

1 496

1 062

1 970

1 222

1 437

1 091

1 760

2 081

1 503

765

1 127

5 339

2 069

1 729

6 136 332 989 722 89 13 825 22 093

Sumber : Museum Negeri Aceh, Banda Aceh

Source : State Museum of Aceh, Banda Aceh


Sosial

Tabel

Table : IV.30

TARGET DAN REALISASI AKSEPTOR BARU DAN PEMAKAI

SEKARANG DARI JUMLAH PUS PER KABUPATEN/KOTA, 2010

Target and realization of new acceptors and current users

(CU) of eligible couples by Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Target/Target Realisasi/Realization

Jumlah PUS

Total eligible

couples

Akseptor

Baru

New

acceptors

Pemakai

Sekarang

Current

Users (CU)

Akseptor

Baru

New

acceptors

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 20 330 3 975 14 479 4 774

2. Aceh Singkil 26 858 3 644 10 697 2 749

3. Aceh Selatan 37 687 9 633 34 378 8 807

4. Aceh Tenggara 23 982 16 105 21 191 9 342

5. Aceh Timur 55 135 16 929 51 101 12 746

6. Aceh Tengah 34 554 7 096 28 945 5 037

7. Aceh Barat 41 344 8 553 22 945 8 393

8. Aceh Besar 62 327 10 830 47 224 9 166

9. Pi d i e 64 131 14 890 53 417 13 563

10. Bireuen 59 860 15 664 49 635 11 841

11. Aceh Utara 65 530 16 221 47 730 16 185

12. Aceh Barat Daya 23 091 5 172 21 497 4 744

13. Gayo Lues 16 705 4 190 13 975 4 399

14. Aceh Tamiang 53 575 9 967 39 632 9 457

15. Nagan Raya 35 253 7 451 24 358 5 174

16. Aceh Jaya 16 429 4 701 14 450 3 442

17. Bener Meriah 24 798 4 430 22 196 3 475

18. Pidie Jaya 36 947 7 139 18 331 5 035

19. Banda Aceh 29 892 7 701 20 370 5 879

20. Sabang 4 732 1 720 3 912 1 777

21. Langsa 27 293 9 446 19 391 4 018

22. Lhokseumawe 23 125 7 634 22 827 3 862

23. Subulussalam 23 822 4 695 12 569 4 879

2010 807 400 197 786 615 250 158 744

2009 692 200 145 148 558 237 179 350

Aceh Dalam Angka 2011 101


Social

Lanjutan Tabel/Continued Table IV.30

Kabupaten/Kota

Regency/City

% Aks.baru thd

target

% New

acceptors to

the target

Realisasi/Realization

Pemakai

Sekarang

Current

Users (CU)

% CU thd

target

%Current users

to the target

CU/100

PUS

(1) (6) (7) (8) (9)

1. Simeulue 83,26 10 705 73,93 52,66

2. Aceh Singkil 132,56 9 219 86,18 34,32

3. Aceh Selatan 109,38 31 643 92,04 83,96

4. Aceh Tenggara 172,39 19 309 91,12 80,51

5. Aceh Timur 132,82 39 834 77,95 72,25

6. Aceh Tengah 140,88 27 324 94,40 79,08

7. Aceh Barat 101,91 26 414 115,12 63,89

8. Aceh Besar 118,15 43 749 92,64 70,19

9. Pi d i e 109,78 46 061 86,23 71,82

10. Bireuen 132,29 45 460 91,59 75,94

11. Aceh Utara 100,22 54 060 113,26 82,50

12. Aceh Barat Daya 109,02 19 808 92,14 85,78

13. Gayo Lues 95,25 13 303 95,19 79,63

14. Aceh Tamiang 105,39 43 988 110,99 82,11

15. Nagan Raya 144,01 27 620 113,39 78,35

16. Aceh Jaya 136,58 17 344 120,03 105,57

17. Bener Meriah 127,48 23 344 105,17 94,14

18. Pidie Jaya 141,79 16 695 91,08 45,19

19. Banda Aceh 130,99 22 165 108,81 74,15

20. Sabang 96,79 4 308 110,12 91,04

21. Langsa 235,09 18 409 94,94 67,45

22. Lhokseumawe 197,67 21 113 92,49 91,30

23. Subulussalam 96,23 11 150 88,71 46,81

2010 124,59 593 025 96,39 73,45

2009 123,56 558 237 123,30 80,65

Catatan/Notes : PUS = Pasangan Usia Subur/Eligible couples

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh

Source : National Family Planning Coordinating Board of Aceh Province

102 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.31

PERKEMBANGAN TARGET DAN REALISASI AKSEPTOR BARU

DAN PEMAKAI SEKARANG, 2000-2010

Trend of target and realization of new acceptors and current

users (CU) of eligible couples, 2000-2010

Tahun

Year

Target/Target Realisasi/Realization

Akseptor

baru

New

acceptors

Pemakai

Sekarang

Current

Users (CU)

Akseptor

Baru

New

Acceptors

Persentase

Percentage

(1) (2) (3) (4) (5)

2000 68 000 365 140 77 346 113,74

2001 77 830 277 040 84 629 108,74

2002 68 000 231 800 84 929 124,90

2003 - - - -

2004 113 260 336 820 43 683 38,57

2005 106 150 445 749 118 375 111,52

2006 81 400 296 250 127 978 157,22

2007 114 800 304 250 108 898 94,86

2008 132 350 315 900 132 475 100.09

2009 145 148 452 755 179 350 123,56

2010 158 744 615 250 197 786 124,59

Aceh Dalam Angka 2011 103


Social

Lanjutan Tabel/Continued Table IV.31

Tahun

Year

Pemakai

Sekarang

Current Users

(CU)

Realisasi/Realization

PUS

Elcos (%)

Jumlah PUS

Total elcos

(1) (6) (7) (8)

2000 327 642 52,46 624 500

2001 368 178 52,71 698 500

2002 368 178 52,53 687 800

2003 - - -

2004 305 323 45,48 671 354

2005 377 995 42,32 893 100

2006 392 501 57,27 685 400

2007 422 286 60,98 692 500

2008 496 366 71,02 698 900

2009 558 237 80,65 692 200

2010 593 025 73,45 807 400

Catatan/Notes : PUS = Pasangan Usia Subur/Eligible couples

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh

Source : National Family Planning Coordinating Board of Aceh Province

104 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel : IV.32

JUMLAH PKBRS DAN KKB MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2008-2010

Table Number of PKBRS and KKB by Regency/City, 2008-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

2008 2009 2010

PKBRS KKB PKBRS KKB PKBRS KKB

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 1 21 1 21 1 8

2. Aceh Singkil 1 12 1 12 1 33

3. Aceh Selatan 1 24 1 22 1 23

4. Aceh Tenggara 1 50 1 55 1 46

5. Aceh Timur 1 31 1 37 1 35

6. Aceh Tengah 1 22 1 22 2 25

7. Aceh Barat 2 30 2 30 2 36

8. Aceh Besar 1 43 1 51 1 62

9. Pi d i e 1 33 1 33 1 42

10. Bireuen 1 38 1 40 1 48

11. Aceh Utara 1 35 1 39 1 39

12. Aceh Barat Daya 1 11 1 11 1 13

13. Gayo Lues 1 13 1 13 1 13

14. Aceh Tamiang 2 20 2 20 2 38

15. Nagan Raya 1 23 1 27 1 27

16. Aceh Jaya 0 25 0 25 1 58

17. Bener Meriah 1 14 1 15 3 17

18. Pidie Jaya - 10 1 11 1 9

19. Banda Aceh 7 51 8 51 8 41

20. Sabang 2 14 2 16 2 17

21. Langsa 3 13 3 13 3 14

22. Lhokseumawe 3 17 3 17 7 26

23. Subulussalam - - - 5 1 5

Jumlah

Total

33 555 35 586 44 675

Catatan/Notes: PKBRS (Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit)

KKB (Klinik Keluarga Berencana)

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh

Source : National Family Planning Coordinating Board of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 105


Social

PERKEMBANGAN POS KBG DAN JUMLAH KELOMPOK

Table

: IV.33

Table

AKSEPTOR MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of KBG Post and number of groups of acceptors by

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

POS KBG

KBG post

Sub Pos

KBG

KBG sub

post

Kelompok

Akseptor

Group of

acceptor

106 Aceh In Figures 2011

BKB

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue - - - 131

2. Aceh Singkil 119 91 16 10

3. Aceh Selatan 248 282 513 126

4. Aceh Tenggara 385 - 305 147

5. Aceh Timur 492 485 59 212

6. Aceh Tengah 271 525 177 46

7. Aceh Barat 321 164 8 17

8. Aceh Besar 604 282 139 108

9. Pi d i e 730 487 421 171

10. Bireuen 576 310 215 212

11. Aceh Utara 813 608 29 77

12. Aceh Barat Daya 132 46 - 61

13. Gayo Lues 136 - 25 45

14. Aceh Tamiang 205 181 - 53

15. Nagan Raya 222 147 2 109

16. Aceh Jaya 172 172 - 122

17. Bener Meriah 232 173 - 105

18. Pidie Jaya 222 - 58 31

19. Banda Aceh 90 286 73 46

20. Sabang 18 42 18 18

21. Langsa 51 51 43 51

22. Lhokseumawe 68 84 - 58

23. Subulussalam 71 19 33 7

Jumlah

Total

2010 6 316 4 435 2 134 1 963

2009 6 388 5 553 2 243 2 186

2008 6 425 5 939 - 2 237

Catatan/Notes :

POS KBG/KBG Post = Pos keluarga berencana kampung/Family planning village post

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh

Source : National Family Planning Coordinating Board of Aceh Province


Sosial

REALISASI AKSEPTOR PER METODE KONTRASEPSI MENURUT

Tabel

Table

: IV.34

KABUPATEN/KOTA, 2010

Realization of acceptors

Regency/City, 2010

by contracepcy method and

Kabupaten/ Kota

Regency/City

Pil

Tablet

Jumlah akseptor baru menurut metode

Number of new acceptor by method

IUD Kondom

Sunti- Lain-

Imkan

nya

Condom plant

Injection Others

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Simeulue 1 057 84 1 280

2. Aceh Singkil 1 820 23 579

3. Aceh Selatan 2 731 40 2 934

4. Aceh Tenggara 5 114 102 5 290

5. Aceh Timur 6 744 92 3 614

6. Aceh Tengah 2 780 231 844

7. Aceh Barat 2 441 52 2 360

8. Aceh Besar 4 171 123 2 204

9. Pi d i e 6 193 78 1 568

10. Bireuen 5 896 91 1 260

11. Aceh Utara 7 203 116 1 636

12. Aceh Barat Daya 1 691 15 643

13. Gayo Lues 1 819 113 279

14. Aceh Tamiang 3 703 171 2 067

15. Nagan Raya 2 641 102 1 242

16. Aceh Jaya 1 567 41 1 139

17. Bener Meriah 1 642 30 462

18. Pidie Jaya 2 696 34 746

19. Banda Aceh 2 193 685 597

20. Sabang 796 26 275

21. Langsa 4 013 93 1 371

22. Lhokseumawe 3 411 92 835

23. Subulussalam 1 951 4 466

Jumlah

Total

2010 74 273

2 438 33 691

431 1 116 7 3 975

96 1 074 52 3 644

174 3 729 25 9 633

415 5 100 84 16 105

192 6 266 21 16 929

314 2 882 45 7 096

84 3 597 19 8 553

163 4 156 13 10 830

76 6 960 15 14 890

68 8 307 42 15 664

185 7 055 26 16 221

89 2 724 10 5 172

82 1 886 11 4 190

208 3 713 105 9 967

186 3 266 14 7 451

68 1 882 4 4 701

179 2 115 2 4 430

95 3 558 10 7 139

115 4 065 46 7 701

45 564 14 1 720

46 3 878 45 9 446

46 3 200 50 7 634

139 2 129 6 4 695

3 496 83 222

666 197 786

2009 65 541 1 852 29 427 2 681 79 482 367 179 350

2008 55 113 1 683 9 429 2 094 63 849 307 132 475

Aceh Dalam Angka 2011 107


Social

Lanjutan Tabel/Continued Table IV.34

Kabupaten/Kota

Regency/City Pil

Tablet

Jumlah peserta aktif menurut metode

Number of Current Users (CU) by method

IUD Kondom

Sunti- Lain-

Imkan

nya

Condom plant

Injection Others

Jumlah

Total

(1) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)

1. Simeulue 2 646 306 2 605 732 4 409 7 10 705

2. Aceh Singkil 3 672 49 737 456 4 132 173 9 219

3. Aceh Selatan 10 029 293 2 945 814 17 402 160 31 643

4. Aceh Tenggara 7 246 321 3 167 830 6 756 989 19 309

5. Aceh Timur 17 927 212 2 682 1 145 17 753 115 39 834

6. Aceh Tengah 13 573 745 1 048 1 067 10 698 193 27 324

7. Aceh Barat 8 950 386 3 866 200 12 712 300 26 414

8. Aceh Besar 16 174 1 180 3 043 1 496 21 624 232 43 749

9. Pi d i e 19 035 288 2 725 291 23 559 163 46 061

10. Bireuen 20 960 488 3 211 113 20 527 161 45 460

11. Aceh Utara 25 111 474 4 895 447 22 933 200 54 060

12. Aceh Barat Daya 8 440 70 1 265 355 9 595 83 19 808

13. Gayo Lues 4 218 171 1 063 167 7 658 26 13 303

14. Aceh Tamiang 21 890 920 3 648 446 16 671 413 43 988

15. Nagan Raya 10 141 219 2 623 940 13 560 137 27 620

16. Aceh Jaya 6 639 74 1 892 106 8 627 6 17 344

17. Bener Meriah 10 328 277 1 070 1 052 10 584 33 23 344

18. Pidie Jaya 6 175 251 1 520 220 8 451 78 16 695

19. Banda Aceh 7 849 2 899 1 758 273 9 155 231 22 165

20. Sabang 2 090 119 340 233 1 483 43 4 308

21. Langsa 10 531 401 1 236 104 5 930 207 18 409

22. Lhokseumawe 7 866 1 777 1 818 148 8 818 686 21 113

23. Subulussalam 4 237 73 2 541 111 4 158 30 11 150

Jumlah

Total

2010 245 727 11 993 51 698 11 746 267 195 4 666 593 025

2009 231 844 11 742 40 684 9 252 260 648 4 067 558 237

2008 222 968 12 323 21 129 8 423 228 029 3 494 496 366

Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh

Source : National Family Planning Coordinating Board of Aceh Province

108 Aceh In Figures 2011


Sosial

JUMLAH PERKARA YANG DITERIMA MENURUT JENIS

Tabel

Table

: IV.35

PERKARA PADA MAHKAMAH SYAR’IYAH, 2010

Number of cases reported by type of case at Mahkamah

Syar’iyah, 2010

Nikah/Married

Mahkamah

Syar’iyah

Pence

gahan

Izin

Perka-

Poligami

winan

Polygamy

Married

license

preventionPenolakanRejection

Kelalaian

Pem-

Suami

batalan

Cerai

Isteri Cerai

Kawin

Gugat

Married Talak

Married

Charge

couple Divorce

abroga-

divorce

carelesstion

ness

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Banda Aceh - - - - - 5 -

2. Sabang - - - - - - 1

3. Sigli - - - - - - 5

4. Meureudu - - - - - 1 2

5. Takengon - - - - - 1 5

6. Bireuen - - - - - 2 11

7. Lhokseumawe - - - - - - 2

8. Lhoksukon - - - - - 1 5

9. Idi - - - - - - -

10. Langsa - - - - - 2 3

11. Kuala Simpang - - - - - - 2

12. Blangkejeren - - - - - 1 -

13. Kutacane - - - - - 2 4

14. Meulaboh - - - - - - 5

15. Sinabang - - - - - - -

16. Calang - - - - - - -

17. Singkil - - - - - 1 1

18. Tapaktuan - - - - - 1 -

19. Jantho - - - - - 4 5

Jumlah

Total

2010 - - - - - 21 51

2009 - - - 1 - 10 35

Aceh Dalam Angka 2011 109


Social

Lanjutan Tabel/Continued table IV.35

Mahkamah

Syar’iyah

Harta

Bersama

Common

property

Penguasaan

Anak

Child

control

Nikah/Married

Nafkah

oleh

Isteri

Living

by wife

Hak-hak

Bekas

Isteri

Ex-wife

rights

Pengesahan

Anak

Child

adoption

Pencabutan

Kekuasaan

Wali

(1) (9) (10) (11) (12) (13) (14)

1. Banda Aceh 1 - - - - -

2. Sabang - - - - - -

3. Sigli - - - - - -

4. Meureudu 1 - - - - -

5. Bireuen 3 - - - - -

6. Lhokseumawe 2 - - - - -

7. Takengon 1 - - - - -

8. Lhoksukon 3 - - - - -

9. Idi 2 - - - - -

10. Langsa - - - - - -

11. Kuala Simpang - - - - - -

12. Blangkejeren - - - - - -

13. Kutacane - - - - - -

14. Meulaboh - - - - - -

15. Sinabang - - - - - -

16. Calang - - - - - -

17. Singkil - - - - - -

18. Tapaktuan - - - - - -

19. Jantho 2 - - - - -

Jumlah

Total

2010 15 - - - - -

2009 14 1 1 - - -

110 Aceh In Figures 2011


Lanjutan Tabel/Continued table IV.35

Mahkamah Syar’iyah

Kewarisan

Lainnya/Others

Wasiat Hibah Wakaf Shoda-

qoh

Lainlain

Sosial

Jumlah

Total

(1) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)

1. Banda Aceh 4 - 1 - - - 11

2. Sabang 1 - - - - - 2

3. Sigli - - - - - - 5

4. Meureudu - - 1 - - - 5

5. Bireuen 2 - - - - - 11

6. Lhokseumawe 1 - - 1 - - 17

7. Takengon 2 - - - - - 5

8. Lhoksukon - - 1 - - - 1-

9. Idi - - - - - - 2

10. Langsa - - - - - - 5

11. Kuala Simpang - - - - - - 2

12. Blangkejeren - - - - - - 1

13. Kutacane 1 - - - - - 7

14. Meulaboh - - - - - - 5

15. Sinabang 1 - - - - - 1

16. Calang - - - - - - -

17. Singkil - - - - - - 2

18. Tapaktuan 1 - - - - - 2

19. Jantho 5 - - - - - 16

Jumlah

Total

2010 18 - 3 1 - - 109

2009 28 - 3 - - - 93

Sumber : Mahkamah Syar’iyah Provinsi Aceh

Source : Mahkamah Syar’iyah of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 111


Social

JUMLAH PERKARA YANG DITERIMA DAN JENIS

Tabel

PENYELESAIAN PADA MAHKAMAH SYAR’IYAH, 2010

Table : IV.36 Number of cases reported and types of settlement at

Mahkamah Syar’iyah, 2010

Mahkamah

Syar’iyah

Sisa

Tahun

Lalu

Remainder

year

before

Masuk

Accetance

Dica-

but

With

drawed

Di-

Kabul-

kan

Appro-

ved

Di-

tolak

Rejec-

ted

Tdk

Dapat

Diteri-

ma

Unacepp-

table

Di

Gugur-

kan

Drop-

ped

Dico-

ret

Erased

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. Banda Aceh 74 627 43 458 4 4 8 3

2. Sabang 3 49 4 42 1 1 - -

3. Sigli 47 551 34 500 1 1 11 1

4. Meureudu 20 175 6 157 1 - 3 2

5. Takengon 19 603 68 474 4 1 16 6

6. Bireuen 58 440 28 400 2 2 3 4

7. Lhokseumawe 42 301 52 207 2 4 13 5

8. Lhoksukon 53 415 45 321 15 7 9 -

9. Idi 46 253 21 229 2 1 3 2

10. Langsa 20 308 40 247 5 - 4 2

11. Kuala Simpang 30 263 16 240 5 - 1 -

12. Blangkejeren 12 239 9 209 2 1 6 7

13. Kutacane 23 193 22 155 3 1 1 -

14. Meulaboh 21 273 8 226 3 5 1 -

15. Sinabang 10 50 2 40 2 - - -

16. Calang 8 142 2 128 1 1 - -

17. Singkil 13 76 9 54 - 2 4 -

18. Tapaktuan 33 199 6 191 - - 2 -

19. Jantho 73 362 24 345 9 - 5 -

Jumlah

Total

2010 605 5 519 439 4 623 62 31 90 32

2009 566 4 472 421 3 905 35 2 53 17

Sumber : Mahkamah Syar’iyah Aceh

Source : Mahkamah Syar’iyah of Aceh

112 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.37

JUMLAH KASUS PENYEBAB TERJADINYA PERCERAIAN PADA

MAHKAMAH SYAR’IYAH, 2010

Number of cases that causing divorces at Mahkamah Syari’ah,

2010

Moral

Meninggalkan kewajiban

Morality

No longer commited

Mahkamah

Syar’iyah

Tidak

Poligami Krisis

Kawin Ada Kawin di

tdk Akhlak

Ekono

Cem- Paksa Tang- Bawah

Degra-

mis

Sehat buru Forced gung Umur

ded

Econo-

Unfair Jealous mari- Jawab Early

charac-

mically

poligamy

age

ter

Irrespon- mariage

sible

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Banda Aceh 1 - 8 - 1 37 -

2. Sabang 1 1 1 - 2 13 -

3. Sigli 2 - - - 22 68 -

4. Meureudu - - - - - 40 -

5. Takengon 2 22 35 - 22 120 -

6. Bireuen 1 2 11 - 67 84 -

7. Lhokseumawe 1 7 4 - 16 68 -

8. Lhoksukon 7 4 2 - 7 88 -

9. Idi 4 7 6 1 6 60 -

10. Langsa 1 4 3 - 12 50 -

11. Kuala Simpang - - - - 6 164 -

12. Blangkejeren - - - - - - -

13. Kutacane - 12 - - 16 18 3

14. Meulaboh - - - - - 86 -

15. Sinabang - - - - - - -

16. Calang - - - - - - -

17. Singkil - - - - - 12 -

18. Tapaktuan - - - - 6 66 -

19. Jantho 3 1 1 - 1 117 -

Jumlah

Total

2010 23 60 71 1 184 1 091 3

2009 26 35 51 2 136 1 020 4

Aceh Dalam Angka 2011 113


Social

Lanjutan Tabel/Continued Table IV.37

Mahkamah

Syar’iyah

Penganiayaan

Physical

Abuse

DihukumConvicted

Cacat

Biologis

Biologi

cally

handicaped

Politis

Politi-

cally

Berselisih

Dispute

Pihak

Ketiga

Due to

third

party

Tidak Ada

Keharmonisan

Nolonger in

harmony

114 Aceh In Figures 2011

Jumlah

Total

(1) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15)

1. Banda Aceh 9 - - - 22 126 204

2. Sabang - - - - - 16 34

3. Sigli - - - - - 94 186

4. Meureudu - - - - 1 30 71

5. Takengon 10 2 13 - 6 169 401

6. Bireuen 8 - - - 16 84 273

7. Lhokseumawe 1 1 1 - 8 64 171

8. Lhoksukon 5 1 1 1 10 119 245

9. Idi 6 1 1 - 9 104 205

10. Langsa 6 - - - 13 124 213

11. Kuala Simpang - - - - - 48 218

12. Blangkejeren - 1 - - - 38 39

13. Kutacane 1 - - - 9 27 86

14. Meulaboh - - - - - 59 145

15. Sinabang - - - - - 36 36

16. Calang - - - - - 21 21

17. Singkil - - - - - 39 51

18. Tapaktuan - - - - - 41 113

19. Jantho 4 - 1 - - 42 170

Jumlah

Total

2010 50 6 17 1 94 1 281 2 882

2009 31 4 6 - 95 1 145 2 555

Sumber : Mahkamah Syar’iyah Aceh

Source : Mahkamah Syar’iyah of Aceh


Sosial

JUMLAH PERKARA JINAYAT YANG DIPUTUS PADA

Tabel

Table

: IV.38

MAHKAMAH SYAR’IYAH, 2010

Number of cases of jinayat solved at Mahkamah Syar’iyah,

2010

Makamah Syar'iyah

Sisa Tahun Lalu

Time years ago

Perkara yang di

Terima

Cases are

accepted

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4)

1. Banda Aceh - - -

2. Sabang - 1 1

3. Sigli - 8 8

4. Meureudu - 4 4

5. Takengon - 4 4

6. Bireuen - - -

7. Lhokseumawe - 6 6

8. Lhoksukon - - -

9. Idi - 1 1

10. Langsa - 11 11

11. Kuala Simpang 1 20 21

12. Blangkejeren - - -

13. Kutacane - 29 29

14. Meulaboh 10 24 34

15. Sinabang - 7 7

16. Calang 1 - 1

17. Singkil - 6 6

18. Tapaktuan 4 9 13

19. Jantho - 6 6

Jumlah

Total

Sumber : Mahkamah Syar’iyah Aceh

Source : Mahkamah Syar’iyah of Aceh

2010 16 136 152

2009 6 61 67

Aceh Dalam Angka 2011 115


Social

Tabel

Table

: IV.39

JUMLAH PERKARA YANG DIPUTUS MENURUT JENIS PERKARA

PADA MAHKAMAH SYAR’IYAH, 2010

Number of cases solved by type of case at Mahkamah

Syar’iyah, 2010

Makamah Syar’iyah

Menu-

duh

berzina

Jenis Perkara/Cases type Sisa

Minuman

Keras/

Napza

Judi/

Maisir

Khalwat/

Mesum

Jumlah

Total

Akhir

tahun

Left end

of year

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Banda Aceh - - - - - -

2. Sabang - 1 - - 1 -

3. Sigli - 1 7 - 8 -

4. Meureudu - - - 1 1 3

5. Takengon - - 2 2 4 -

6. Bireuen - - - - - -

7. Lhokseumawe - - 5 - 5 1

8. Lhoksukon - - - - - -

9. Idi - - 1 - 1 -

10. Langsa - 1 - - 1 1-

11. Kuala Simpang - 1 8 - 9 12

12. Blangkejeren - - - - - -

13. Kutacane - - 5 2 7 22

14. Meulaboh - 4 18 5 27 7

15. Sinabang - - 2 4 6 1

16. Calang - - - 1 1 -

17. Singkil - - - - - 6

18. Tapaktuan - - 11 1 12 1

19. Jantho - - 4 1 5 -

Jumlah

Total

2010 - 8 63 17 88 63

2009 - 8 36 7 51 16

Sumber : Mahkamah Syar’iyah Aceh

Source : Mahkamah Syar’iyah of Aceh

116 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.40

JUMLAH PERKARA PERDATA YANG DILAKUKAN BANDING,

KASASI, DAN GRASI DALAM LINGKUNGAN PENGADILAN

TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI, 2010

Number of civil cases requested for consideration, appealed and

given clemency by Court of Justice, 2010

Pengadilan

Courts

Banding

Request

consideration

Kasasi

Appeal

Peninjauan

Kembali

Grasi

(1) (2) (3) (4)

1. Sabang - - -

2. Banda Aceh 53 5 -

3. Sigli 7 5 -

4. Bireuen 16 - -

5. Lhokseumawe 19 1 -

6. Lhoksukon 9 6 -

7. Idi 19 3 -

8. Langsa 20 - -

9. Kuala Simpang 13 1 -

10. Takengon 21 - -

11. Kutacane 5 4 -

12. Blangkejeren 15 - -

13. Calang 13 7 1

14. Meulaboh 22 - -

15. Sinabang 3 - 1

16. Tapaktuan 3 - -

17. Singkil 7 - -

18. Jantho 13 - -

Jumlah

Total

268 32 2

Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Source : State Court Justice of Banda Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 117


Social

Tabel : IV.41

JUMLAH PERKARA PIDANA YANG MELAKUKAN BANDING,

KASASI, DAN GRASI DALAM LINGKUNGAN PENGADILAN

TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI, 2010

Table Number of criminal cases requested for consideration,

appealed and given clemency by Court of Justice, 2010

Pengadilan

Courts

Banding

Request

consideration

Kasasi

Appeal

Peninjauan

Kembali

Grasi

(1) (2) (3) (4)

1. Sabang - - -

2. Banda Aceh 20 7 1

3. Sigli 13 8 -

4. Bireuen 13 8 -

5. Lhokseumawe 2 3 -

6. Lhoksukon 2 1 -

7. Idi 1 - -

8. Langsa 8 1 -

9. Kuala Simpang 5 - -

10 Takengon 10 4 -

11 Kutacane - - -

12 Blangkejeren 6 4 -

13 Calang 11 1 -

14 Meulaboh 6 - -

15 Sinabang 5 3 1

16 Tapaktuan 4 - -

17 Singkil 1 - -

18 Jantho 6 1 -

Jumlah

Total

Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Source : State Court Justice of Banda Aceh

123 43 2

118 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel : IV. 42

JUMLAH PERKARA PIDANA UMUM SISA TAHUN LALU,

MASUK DAN DISELESAIKAN MENURUT JENIS PERKARA PADA

KEJAKSAAN TINGGI, 2010

Table Number of general criminal cases remaining years ago,

entered, and completed by type of case the prosecutors, 2010

Perkara Pidana

Criminal case

1.

2.

Sisa

Tahun

Lalu

Remaining

previous

year

Masuk

Entered

Jumlah

Total

Diselesaikan

Settled

Sisa/Remaining

Persidangan

Aceh Dalam Angka 2011 119

Upaya

Hukum

Remedy

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Biasa

Common

Narkotika

Narcotics

Jumlah

Total

124

-

2 378

540

2 502

540

124 2 918 3 042

Sumber : Kejaksaan Tinggi Provinsi Aceh

Source : Attorney Office of Aceh Province

1 906

452

2 358

243

88

331

353

-

353


Social

Tabel : IV.43

JUMLAH PERKARA PIDANA KHUSUS SISA TAHUN LALU,

MASUK DAN DISELESAIKAN MENURUT JENIS PERKARA PADA

KEJAKSAAN TINGGI, 2010

Table Number of specific criminal cases remaining years ago,

entered, and completed by type of case the prosecutors, 2010

1.

2.

3.

Perkara Pidana

Criminal case

Sisa

tahun

lalu

Remaining

previous

year

Masuk

Entered

Jumlah

Total

Diselesaikan

Settled

Sisa/Remaining

Persidangan

Upaya

Hukum

Remedy

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Korupsi

Corruption

Perikanan

Fishery

Bea Cukai

Costums

Jumlah

Total

27

3

4

38

9

120 Aceh In Figures 2011

65

12

34 47 81

Sumber : Kejaksaan Tinggi Provinsi Aceh

Source : Attorney Office of Aceh Province

-

4

17

12

4

33

38

9

-

47

142

16

-

158


Sosial

JUMLAH NARAPIDANA/HUKUMAN DI LEMBAGA

Tabel : IV.44 PEMASYARAKATAN, 2010

Table Number of prisoners at correctional institutions, 2010

Lembaga Pemasyarakatan

Correctional institution

AI AII AIII

L/M P/F L/M P/F L/M P/F

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Lapas Klas IIA Banda Aceh 0 0 12 1 94 1

2. Lapas Klas IIA

Lhokseumawe

5 1 9 1 22 1

3. Lapas Klas IIB Langsa 16 1 4 0 31 4

4. Lapas Klas IIB Kuala

Simpang

23 1 8 2 83 6

5. Lapas Klas IIB Meulaboh 0 0 12 0 25 2

6. Lapas Klas IIB Kutacane 11 0 17 1 17 1

7. Rutan Klas IIB Jantho 9 0 5 0 50 0

8. Rutan Klas IIB Sabang 0 0 0 0 13 0

9. Rutan Klas IIB Sigli 8 1 15 1 19 -

10. Rutan Klas IIB Tapaktuan 0 0 13 - 35 1

11. Rutan Klas IIB Takengon 8 1 11 5 31 0

12. Cabang Rutan Blangkejeren 4 0 7 0 5 0

13. Cabang Rutan Lhoksukon 7 0 20 0 35 1

14. Cabang Rutan Calang 0 0 6 0 5 1

15. Cabang Rutan Bireuen 23 5 53 4 68 2

16. Cabang Rutan Lhoknga 0 0 2 0 0 0

17. Cabang Rutan Sinabang 0 0 1 0 14 0

18. Cabang Rutan Singkil 0 0 10 3 5 2

19. Cabang Rutan Kota Bakti 1 0 2 0 11 0

20. Cabang Rutan Idi 17 - 21 1 51 0

Jumlah/Total 114 10 205 18 552 22

Aceh Dalam Angka 2011 121


Social

Lanjutan Tabel/Continued Table IV.44

Lembaga Pemasyarakatan

Correctional institution

AIV AV Jumlah/Total

L/M P/F L/M P/F L/M P/F

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Lapas Klas IIA Banda Aceh 0 0 0 0 106 2

2. Lapas Klas IIA

Lhokseumawe

1 0 3 0 40 3

3. Lapas Klas IIB Langsa 3 0 0 0 54 5

4. Lapas Klas IIB Kuala

Simpang

0 0 0 0 114 9

5. Lapas Klas IIB Meulaboh 4 0 0 0 41 2

6. Lapas Klas IIB Kutacane 0 0 0 0 45 2

7. Rutan Klas IIB Jantho 0 0 0 0 64 0

8. Rutan Klas IIB Sabang 2 0 0 0 15 0

9. Rutan Klas IIB Sigli 1 0 2 0 45 2

10. Rutan Klas IIB Tapaktuan 3 0 0 0 51 1

11. Rutan Klas IIB Takengon 0 0 0 0 50 6

12. Cabang Rutan Blangkejeren 1 0 0 0 17 0

13. Cabang Rutan Lhoksukon 3 0 0 0 65 1

14. Cabang Rutan Calang 0 0 0 0 11 1

15. Cabang Rutan Bireuen 3 0 4 1 151 12

16. Cabang Rutan Lhoknga 0 0 0 0 2 0

17. Cabang Rutan Sinabang 4 0 0 0 19 0

18. Cabang Rutan Singkil 2 1 0 0 17 6

19. Cabang Rutan Kota Bakti 0 0 0 0 14 0

20. Cabang Rutan Idi 1 0 0 0 90 1

Jumlah/Total 27 1 9 1 907 52

Catatan/Notes : AI = Tahanan Polisi, AII= Tahanan Jaksa, AIII= Tahanan Hakim

AIV= Tahanan Pengadilan Tinggi, AV=Tahanan Mahkamah Agung

L= Laki-laki/ Male P= Perempuan/ Female

Sumber : Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Provinsi Aceh

Source : Regional Office Department of Law and Human Rights of Aceh Province

122 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

JUMLAH NARAPIDANA/HUKUMAN MENURUT JENIS MASA

PIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN, 2010

Table : IV.45 Number of prisoners by type of criminal time at correctional

institutions, 2010

Lembaga

pemasyarakatan

Correctional

institution

BI BIIa BIIb BIII Jumlah

L/M P/F L/M P/F L/M P/F L/M P/F L/M P/F

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

1. Banda Aceh 127 9 38 - 1 - - - 166 9

2. Lhoknga 14 - 2 - - - - - 16 -

3. Sigli 68 5 4 - 1 - 1 - 74 5

4. Kuta Bakti 28 - 5 - 1 - - - 34 -

5. Bireuen 101 4 13 - - - - - 114 4

6. Lhokseumawe 237 14 11 4 1 - 2 - 251 18

7. Lhoksukon 71 2 38 1 2 - 2 - 113 3

8. Idi 93 7 49 - 8 - 6 - 156 7

9. Langsa 157 4 11 - 1 - 1 - 170 4

10. Kuala Simpang 148 9 28 1 - - 6 1 182 11

11. Takengon 71 5 9 - - - 1 - 81 5

12. Blangkejeren 54 - 7 - - - - - 61 -

13. Kutacane 107 7 20 1 1 - 11 2 139 10

14. Calang 18 - 9 - - - - - 27 -

15. Meulaboh 139 9 15 1 1 - 5 - 160 10

16. Tapaktuan 62 3 22 1 - - 3 - 87 4

17. Sinabang 17 - 3 - - - - - 20 -

18. Singkil 17 - 7 - 6 - - - 30 -

19. Sabang 24 - 7 1 1 - 1 - 33 1

20. Jantho 88 2 20 1 - 1 3 - 111 4

Jumlah

Total

2010 1 641 80

318 11

Aceh Dalam Angka 2011 123

24

1

42

3 2 025 95

2009 1 270 74 307 10 6 - 37 - 1 620 84

Catatan/Notes : B-I = Napi dalam masa pidana > 1 tahun

B-IIa= Napi dengan masa pidana 3 bulan s/d 1 tahun

B-IIb= Napi dengan masa pidana kurang dari 3 bulan

B-III=Napi yang menjalani kurungan pengganti denda

L= Laki-laki/ Male P= Perempuan/ Female

Sumber : Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Provinsi Aceh

Source : Regional Office Department of Law and Human Rights of Aceh Province


Social

Tabel

KEADAAN KEGIATAN IMIGRASI, 2010

: IV.46

Tabel Activities situation of immigration, 2010

Pemberian Per-

Pemberian

Pemberi- Izin Tinggal panjangan

Dokumen

an Paspor Sementara Izin

Imigrasi

WNI Granting Tinggal

Immigration

Pasport temporary Kunjungan

document

issued residence Extended

issued

permit visit permit

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Kantor Imigrasi

Imigration Office

Pencabutan

Dokumen

Imigrasi

Immigration

document

cancellation

1. Sabang 416 99 6 2 -

2. Banda Aceh 18 709 476 1 318 388 2

3. Lhokseumawe 16 891 42 12 8 -

4. Langsa 7 465 32 38 25 -

5. Meulaboh 2 313 54 196 90 -

Jumlah

Total

45 794

703 1 570 513 2

Sumber : Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Provinsi Aceh

Source : Regional Office Department of Law and Human Rights of Aceh Province

124 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.47

JUMLAH HAKIM DAN PANITERA/PANITERA PENGGANTI

MENURUT PENGADILAN, 2010

Number of judges and clerks by court, 2010

Pengadilan

Court

Hakim

Judges

Pidana/Crime Perdata/ Civil

Panitera/

Panitera

Pengganti

Clerks of

court

Hakim

(AD HOC)

Judges

Panitera/

Panitera

Pengganti

Clerks of

court

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PN Banda Aceh 10 21 8 5

2. PN Lhokseumawe 7 12 - -

3. PN Bireuen 8 16 - -

4. PN Langsa 10 13 - -

5. PN Sabang 9 4 - -

6. PN Calang 8 5 - -

7. PN Tapaktuan 8 5 - -

8. PN Singkil 8 3 - -

9. PN Meulaboh 10 12 - -

10. PN Sinabang 9 4 - -

11. PN Sigli 9 16 - -

12. PN Lhoksukon 8 7 - -

13. PN Idi 7 5 - -

14. PN Takengon 10 7 - -

15. PN Blang Kejeren 9 6 - -

16. PN Kutacane 7 9 - -

17. PN Kuala Simpang 11 9 - -

18. PN Jantho 13 14 - -

Jumlah

Total

2010 161

168 8 5

2009 153 167 8 6

Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Source : State Court Justice of Banda Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 125


Social

Tabel

: IV.48

JUMLAH PERKARA PIDANA BIASA YANG DITERIMA DAN

PUTUS MENURUT PENGADILAN, 2010

Table Number of common criminal cases received and solved by

court, 2010

Pengadilan

Court

Sisa

Rest of

2009

Masuk

Received

2010

Putus

Solved

2010

Sisa

Rest of

2010

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PT Banda Aceh 23

2. PN Banda Aceh 90

3. PN Lhokseumawe 10

4. PN Bireuen 67

5. PN Langsa 59

6. PN Sabang 7

7. PN Calang 7

8. PN Tapaktuan 39

9. PN Singkil 12

10. PN Meulaboh 42

11. PN Sinabang 24

12. PN Sigli 49

13. PN Lhoksukon 47

14. PN Idi 80

15. PN Takengon 52

16. PN Blang Kejeren 13

17. PN Kutacane 30

18. PN Kuala Simpang 108

19. PN Jantho 63

Jumlah

Total

822

Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Source : State Court Justice of Banda Aceh

126 Aceh In Figures 2011

268

469

151

238

197

50

80

240

95

225

73

235

283

311

252

80

165

395

291

4 098

269

429

115

266

196

54

74

248

75

219

68

238

271

308

199

87

176

419

302

4 013

22

130

46

39

60

3

13

31

32

48

29

46

59

83

105

6

19

84

52

907


Tabel

: IV.49

Sosial

JUMLAH PERKARA PIDANA SINGKAT YANG DITERIMA DAN

PUTUS MENURUT PENGADILAN, 2010

Table Number of brief criminal cases received and solved by court,

2010

Pengadilan

Court

Sisa

Rest of

2009

Masuk

Received

2010

Putus

Solved

2010

Sisa

Rest of

2010

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PT Banda Aceh - - - -

2. PN Banda Aceh - - - -

3. PN Lhokseumawe - - - -

4. PN Bireuen - 4 4 -

5. PN Langsa - - - -

6. PN Sabang - - - -

7. PN Calang - - - -

8. PN Tapaktuan - - - -

9. PN Singkil - 2 2 -

10. PN Meulaboh - - - -

11. PN Sinabang - - - -

12. PN Sigli - - - -

13. PN Lhoksukon - - - -

14. PN Idi - - - -

15. PN Takengon - - - -

16. PN Blang Kejeren - - - -

17. PN Kutacane - - - -

18. PN Kuala Simpang - - - -

19. PN Jantho - - - -

Jumlah

Total

- 6 6 -

Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Source : State Court Justice of Banda Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 127


Social

Tabel

: IV.50

JUMLAH PERKARA PIDANA LALU LINTAS YANG DITERIMA

DAN PUTUS MENURUT PENGADILAN, 2010

Table Number of traffic violation cases received and solved by court,

2010

Pengadilan

Court

Sisa

Rest of

2009

Masuk

Received

2010

Putus

Solved

2010

Sisa

Rest of

2010

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PT Banda Aceh - - - -

2. PN Banda Aceh - - - -

3. PN Lhokseumawe - 8 985 8 985 -

4. PN Bireuen - 1 171 1 171 -

5. PN Langsa - 1 410 1 410 -

6. PN Sabang - 3 390 3 390 -

7. PN Calang - 802 802 -

8. PN Tapaktuan - 496 496 -

9. PN Singkil - 1 628 1 628 -

10. PN Meulaboh - 205 205 -

11. PN Sinabang - 2 361 2 361 -

12. PN Sigli - 390 390 -

13. PN Lhoksukon - 2 983 2 983 -

14. PN Idi - 1 941 1 941 -

15. PN Takengon - 1 374 1 374 -

16. PN Blang Kejeren - 4 924 4 924 -

17. PN Kutacane - 787 787 -

18. PN Kuala Simpang - 977 977 -

19. PN Jantho - 4 320 4 320 -

Jumlah

Total

Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Source : State Court Justice of Banda Aceh

- 39 573 39 573 -

128 Aceh In Figures 2011


Tabel

: IV.51

Sosial

JUMLAH PERKARA PERDATA GUGATAN YANG DITERIMA DAN

PUTUS MENURUT PENGADILAN, 2010

Table Number of lawsuit of civil cases received and solved by court,

2010

Pengadilan

Court

Sisa

Rest of

2009

Masuk

Received

2010

Putus

Solved

2010

Sisa

Rest of

2010

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PT Banda Aceh 30 123 121 32

2. PN Banda Aceh 17 41 33 25

3. PN Lhokseumawe 15 19 20 14

4. PN Bireuen 11 29 29 11

5. PN Langsa 3 10 2 11

6. PN Sabang - 3 1 2

7. PN Calang 4 - 1 3

8. PN Tapaktuan 6 23 17 12

9. PN Singkil 2 6 8 0

10. PN Meulaboh 4 32 11 25

11. PN Sinabang 1 7 1 7

12. PN Sigli 3 15 17 1

13. PN Lhoksukon 18 18 24 12

14. PN Idi 11 16 16 11

15. PN Takengon 11 21 21 11

16. PN Blang Kejeren 3 11 13 1

17. PN Kutacane 3 9 13 -1

18. PN Kuala Simpang 9 10 13 6

19. PN Jantho 6 21 18 9

Jumlah

Total

Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Source : State Court Justice of Banda Aceh

157 414 379 192

Aceh Dalam Angka 2011 129


Social

JUMLAH PERKARA PERDATA PERMOHONAN YANG

Tabel : IV.52

DITERIMA DAN PUTUS MENURUT PENGADILAN, 2010

Table Number of plea of civil cases received and solved by court, 2010

Pengadilan

Court

Sisa

Rest of

2009

Masuk

Received

2010

Putus

Solved

2010

Sisa

Rest of

2010

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PN Banda Aceh 2 155 153 4

2. PN Lhokseumawe 5 31 31 5

3. PN Bireuen - 13 9 4

4. PN Langsa 1 19 17 3

5. PN Sabang 3 10 6 7

6. PN Calang 1 2 1 2

7. PN Tapaktuan - 15 15 -

8. PN Singkil 1 3 4 -

9. PN Meulaboh 1 8 7 2

10. PN Sinabang - - - -

11. PN Sigli 1 16 16 1

12. PN Lhoksukon - 19 18 1

13. PN Idi 1 - - 1

14. PN Takengon - 1 1 -

15. PN Blang Kejeren - 2 2 -

16. PN Kutacane - 1 1 -

17. PN Kuala Simpang 1 37 31 7

18. PN Jantho 2 39 38 3

Jumlah

Total

Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Source : State Court Justice of Banda Aceh

19 371 350 40

130 Aceh In Figures 2011


Tabel

: IV.53

Sosial

JUMLAH PERKARA PERDATA PHI YANG DITERIMA DAN

PUTUS MENURUT PENGADILAN, 2010

Table Number of of PHI of civil cases received and solved by court,

2010

Pengadilan

Court

Sisa

Rest of

2009

Masuk

Received

2010

Putus

Solved

2010

Sisa

Rest of

2010

(1) (2) (3) (4) (5)

1. PN Banda Aceh 2 5 3 4

2. PN Lhokseumawe - - - -

3. PN Bireuen - - - -

4. PN Langsa - - - -

5. PN Sabang - - - -

6. PN Calang - - - -

7. PN Tapaktuan - - - -

8. PN Singkil - - - -

9. PN Meulaboh - - - -

10. PN Sinabang - - - -

11. PN Sigli - - - -

12. PN Lhoksukon - - - -

13. PN Idi - - - -

14. PN Takengon - - - -

15. PN Blang Kejeren - - - -

16. PN Kutacane - - - -

17. PN Kuala Simpang - - - -

18. PN Jantho - - - -

Jumlah

Total

Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh

Source : State Court Justice of Banda Aceh

2 5 3 4

Aceh Dalam Angka 2011 131


Social

Tabel

Table

: IV.54

JUMLAH TINDAK PIDANA MENONJOL DI PROVINSI ACEH,

2008-2010

Number of dominant criminal cases in Aceh Province,

2008-2010

Kasus

Cases

Tahun/Year

2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4)

1. Curat 510 502 529

2. Curanmor 1 061 992 1 368

3. Curas 130 227 220

4. Anirat 364 351 411

5. Kebakaran 52 129 72

6. Pembunuhan 42 40 31

7. Perkosaan 60 93 88

8. Penadahan 47 21 47

9. Uang Palsu 9 11 10

10. Narkotika 477 685 719

Jumlah

Total

Sumber : Kepolisian Daerah Aceh

Source : Aceh Regional Police

2 752 3 051 3 495

132 Aceh In Figures 2011


Kasus

Cases

Tahun/Year

2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4)

1. Penembakan - 11 3

2. Unjuk Rasa 25 39 87

3. Pembakaran 14 28 23

4. Rusak/Serang Mako Polri - - -

5. Curi Kayu/Illegal Loging 160 126 150

6. Korupsi 11 14 12

7. Ledakan Bom/Handak 3 - -

8. Curas Dengan Senpi 16 39 8

Jumlah

Total

Sumber : Kepolisian Daerah Aceh

Source : Aceh Regional Police

229 257 283

Sosial

Tabel

Table

: IV.55

JUMLAH TINDAK KEJAHATAN YANG MENONJOL DI PROVINSI

ACEH, 2008- 2010

Number of Dominant Crime Act in Aceh Province, 2008-2010

Aceh Dalam Angka 2011 133


Social

SITUASI KAMTIBCAR LANTAS DI PROVINSI ACEH,

Tabel

Table

: IV.56

2008-2010

Traffic Situation in Aceh Province, 2008-2010

Kasus

Cases

Tahun

Year

2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4

1. Jumlah Kejadian Laka 747 604

2. Korban

A. Meninggal Dunia 647 495

B. Luka Berat 492 409

C. Luka Ringan 791 559

3. Kerugian Material (Ribu Rp) 5 359 200 2887 975 2881 660

4. Jumlah Penindakan Pelanggaran 64 956 105 465

5. Tindak Dengan Tilang 63 021 69 465

6. Tindak Non Tilang (Teguran) 1 935 35 997

Sumber : Kepolisian Daerah Aceh

Source : Aceh Regional Police

134 Aceh In Figures 2011

776

583

499

619

41 278

74 119

25 338


Tabel

: IV.57

Sosial

JUMLAH PANTI ASUHAN PEMERINTAH, SWASTA, KAPASITAS

DAN ANAK ASUH MENURUT KABUPATEN/ KOTA, 2010

Table Number of orphanages, capacities, and number of orphans by

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Jumlah Panti

Asuhan

Number of

orphanages

Kapasitas

Capacities

Anak Asuh

Number of

orphans

Penerima

Subsidi

Subsidy

beneficiares

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue - - - -

2. Aceh Singkil 2 65

100

50

3. Aceh Selatan 10 533

675

635

4. Aceh Tenggara 13 640

960

835

5. Aceh Timur 9 510

472

430

6. Aceh Tengah 14 726 1 000

895

7. Aceh Barat 5 357

130

305

8. Aceh Besar 21 1 587 1 836 1 145

9. Pi d i e 19 958 1 170 1 250

10. Bireuen 10 758 -

700

11. Aceh Utara 66 3 912 4 640 3 540

12. Aceh Barat Daya 6 446

446

420

13. Gayo Lues 8 360

481

420

14. Aceh Tamiang - -

-

-

15. Nagan Raya 2 47

100

70

16. Aceh Jaya 2 105

215

140

17. Bener Meriah 3 156

230

205

18. Pidie Jaya 4 351

405

418

19. Banda Aceh 12 706 1 100

862

20. Sabang 1 40

40

20

21. Langsa 3 197

289

235

22. Lhokseumawe 13 1 143 1 085

715

23. Subulussalam - -

-

-

2010 223 13 597 15 374 13 290

Jumlah

Total

2009

2008

2007

244

275

271

19 065

19 071

21 100

16 048

7 160

19 088

10 030

9 347

225

2006 215 19 709 17 397 -

Sumber : Dinas Sosial Aceh

Source : Social Services of Aceh

Aceh Dalam Angka 2011 135


Social

Tabel

Table

: IV.58

JUMLAH PENDERITA CACAT MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010

Number of handicaped persons by type of handicap and

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Cacat

Tubuh

Physical

handicap

Cacat

Mental

M. Dis-

order

Tuna

Netral

Blind

Bisu/tuli

Deaf/

dumb

Penyakit

kronis

Cronical

sickness

Ganda

Double

136 Aceh In Figures 2011

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Simeulue 867 54 49 74 26 104 1 174

2. Aceh Singkil 665 97 62 89 91 103 1 107

3. Aceh Selatan 2 049 466 480 181 363 184 3 723

4. Aceh Tenggara 812 293 310 171 541 156 2 283

5. Aceh Timur 3 616 327 621 116 355 289 5 324

6. Aceh Tengah 1 223 168 58 212 28 185 1 874

7. Aceh Barat 2 492 493 497 187 287 305 4 261

8. Aceh Besar 736 226 217 176 498 254 2 107

9. Pi d i e 2 409 351 676 184 512 175 4 307

10. Bireuen 2 049 258 205 166 351 288 3 317

11. Aceh Utara 6 847 406 884 263 564 351 9 315

12. Aceh Barat Daya 1 923 154 39 89 122 232 2 559

13. Gayo Lues 1 126 46 36 53 122 112 1 495

14. Aceh Tamiang 342 96 42 74 36 122 712

15. Nagan Raya 1 243 164 49 53 84 136 1 729

16. Aceh Jaya 910 139 42 64 94 127 1 376

17. Bener Meriah 612 116 32 78 13 122 973

18. Pidie Jaya 1 102 194 261 133 246 141 2 077

19. Banda Aceh 316 68 42 73 37 85 621

20. Sabang 43 15 43 41 13 29 184

21. Langsa 943 36 24 44 24 93 1 164

22. Lhokseumawe 1 217 29 37 54 19 87 1 443

23. Subulussalam 301 59 32 37 27 56 512

2010 33 843 4 255 4 738 2 612 4 453 3 736 53 637

Jumlah

Total

2009 34 340

2008 14 656

2007 35 168

2006 26 175

Sumber : Dinas Sosial Aceh

Source : Social Services of Aceh

4 738

2 970

4 255

5 937

4 255

3 353

4 736

7 236

3 736 2 612 … 49 681

2 442 4 289 … 27 710

2 612 4 631 … 51 402

6 018 7 423 … 52 789


Sosial

Tabel

JUMLAH PENDERITA CACAT YANG TELAH MENDAPAT

PELAYANAN/SANTUNAN SISTEM DI LUAR PANTI ASUHAN

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2008-2010

Table : IV. 59 Number of suparted handicaped persons outside orphanage

by Regency/City, 2008–2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4)

1. Simeulue 16 30 30

2. Aceh Singkil 52 30 -

3. Aceh Selatan 36 20 50

4. Aceh Tenggara 141 50 50

5. Aceh Timur - - -

6. Aceh Tengah 56 - 36

7. Aceh Barat 14 20 -

8. Aceh Besar 113 18 -

9. Pi d i e 132 10 20

10. Bireuen 96 10 16

11. Aceh Utara 53 43 16

12. Aceh Barat Daya 14 - -

13. Gayo Lues 200 50 50

14. Aceh Tamiang 27 - -

15. Nagan Raya 34 20 -

16. Aceh Jaya 12 -- -

17. Bener Meriah 15 - 16

18. Pidie Jaya - 30 -

19. Banda Aceh 41 10 16

20. Sabang 14 10 -

21. Langsa 40 30 -

22. Lhokseumawe - - -

23. Subulussalam - 30 20

Jumlah

Total

Sumber : Dinas Sosial Aceh

Source : Social Services of Aceh

1 106 411 320

Aceh Dalam Angka 2011 137


Social

Tabel : IV.60

JUMLAH MASYARAKAT TERASING MENURUT LOKASI, 2009-

2010

Table Number of isolated society by location, 2009-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Jumlah

KK

2009 2010

Jumlah

Jiwa

Yang

telah

di

bina

(Jiwa)

Jumlah

KK

Jumlah

Jiwa

138 Aceh In Figures 2011

Yang

telah di

bina

(Jiwa)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 1 044 5 052 - 1 044 5 052 -

2. Aceh Singkil 3 236 12 722 - 3 236 12 722 -

3. Aceh Selatan 458 2 638 - 458 2 638 -

4. Aceh Tenggara - - - - - -

5. Aceh Timur 721 2 889 - 721 2 889 -

6. Aceh Tengah 598 2 293 242 533 2 051 -

7. Aceh Barat 122 473 - 122 473 15

8. Aceh Besar - - - - - -

9. Pi d i e - - - - - -

10. Bireuen - - - - - -

11. Aceh Utara 386 1 478 - 386 1 478 -

12. Aceh Barat Daya 286 1 369 382 201 987 -

13. Gayo Lues 499 2 217 122 475 2 095 24

14. Aceh Tamiang 457 1 811 - 457 1 811 -

15. Nagan Raya 87 256 - 87 256 -

16. Aceh Jaya 298 1 197 - 298 1 197 15

17. Bener Meriah 446 1 699 - 409 1 551 -

18. Pidie Jaya - - - - - -

19. Banda Aceh - - - - - -

20. Sabang - - - - - -

21. Langsa - - - - - -

22. Lhokseumawe - - - - - -

23. Subulussalam - - - - - -

Jumlah

Total

8 638 36 094 746 8 427 35 200 54

Sumber : Dinas Sosial Aceh

Source : Social Services of Aceh


Tabel : IV.61

REKAPITULASI KEJADIAN BENCANA PER JENIS BENCANA

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Table Number of natural disaster by Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Longsor

Slided

Kebakaran

Fire

Jenis bencana/Type of disaster

Banjir

Floods

Puting

Beliung

Tornado

Gelombang

Pasang/

Abrasi

Gempa

Earth-

quake

Sosial

Aceh Dalam Angka 2011 139

Ke-

keringan

Drought

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Simeulue - 1 - - - 6 -

2. Aceh Singkil 2 3 3 - 2 1 -

3. Aceh Selatan 1 7 8 - 4 2 -

4. Aceh Tenggara - 6 5 1 - - -

5. Aceh Timur 2 22 6 - 1 - -

6. Aceh Tengah 4 11 1 - - 1 -

7. Aceh Barat 1 9 8 - 1 9 -

8. Aceh Besar - 9 1 1 - - -

9. Pi d i e 1 12 4 1 8 - -

10. Bireuen 2 16 7 1 1 - 1

11. Aceh Utara - 20 9 1 4 - -

12. Aceh Barat Daya 1 1 7 - - 1 -

13. Gayo Lues 5 5 4 1 - - -

14. Aceh Tamiang - 3 2 - 1 - -

15. Nagan Raya - 1 8 1 - 1 -

16. Aceh Jaya - 7 8 - - 1 -

17. Bener Meriah 2 3 - 4 - 1 -

18. Pidie Jaya - 6 1 1 - - -

19. Banda Aceh - 17 - - - 11 -

20. Sabang - 3 - - - - -

21. Langsa - 3 2 - - - 1

22. Lhokseumawe - 12 5 - 3 1 -

23. Subulussalam 3 1 2 - - 1 -

Jumlah

Total

2010 24 178 91 12 25 36 2

2009 30 201 96 47 39 10 6

Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Aceh

Source : Aceh Disaster Management Agency


Social

Tabel

Table

: IV.62

JUMLAH PERPUSTAKAAN MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2010/2011

Number of library by Regency/City, 2010/2011

Kabupaten/Kota

Regency/City

Perpustakaan Umum Perpustakaan

Kab/Kota

Perguruan Tinggi

Public library

College library

(1) (2) (3)

1. Simeulue - -

2. Aceh Singkil 1 -

3. Aceh Selatan 1 -

4. Aceh Tenggara 1 -

5. Aceh Timur 1 1

6. Aceh Tengah 1 1

7. Aceh Barat 1 -

8. Aceh Besar 1 5

9. Pidie 1 -

10. Bireuen 1 1

11. Aceh Utara 1 1

12. Aceh Barat Daya 1 -

13. Gayo Lues 1 -

14. Aceh Tamiang 1 -

15. Nagan Raya 1 -

16. Aceh Jaya 1 -

17. Bener Meriah 1 -

18. Pidie Jaya - -

19. Banda Aceh 1 51

20. Sabang 1 -

21. Langsa 1 1

22. Lhokseumawe - 1

23. Subulussalam - -

Jumlah

Total

19 62

140 Aceh In Figures 2011


Lanjutan Tabel/Continued Table IV.62

Kabupaten/Kota

Regency/City

Perpustakaan Sekolah

School’s Library

Sosial

SD SMP SMA MIN MTsN MAN Pesan-

tren

(1) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1. Simeulue 1 1 2 - - 1 -

2. Aceh Singkil 3 4 2 1 2 1 2

3. Aceh Selatan 8 8 5 3 2 1 2

4. Aceh Tenggara 2 3 2 1 1 1 -

5. Aceh Timur 3 4 2 1 1 2 3

6. Aceh Tengah 4 4 4 2 1 2 1

7. Aceh Barat 7 6 3 3 1 2 2

8. Aceh Besar 4 6 5 2 1 2 7

9. Pidie 3 5 4 1 1 2 2

10. Bireuen 4 5 2 2 1 1 2

11. Aceh Utara 6 6 3 1 1 2 3

12. Aceh Barat Daya 6 6 5 2 2 1 2

13. Gayo Lues 2 2 2 - - 1 -

14. Aceh Tamiang 3 6 2 2 2 2 2

15. Nagan Raya 2 4 2 1 1 1 1

16. Aceh Jaya 2 4 2 1 1 1 -

17. Bener Meriah 2 2 2 2 1 1 1

18. Pidie Jaya 2 4 2 2 1 1 2

19. Banda Aceh 18 14 11 4 2 4 12

20. Sabang 4 2 1 1 1 1 -

21. Langsa 6 6 2 2 2 1 1

22. Lhokseumawe 8 5 2 1 1 2 2

23. Subulussalam 4 3 1 1 1 1 1

Jumlah

Total

104 110 68 36 27 34 48

Aceh Dalam Angka 2011 141


Social

Lanjutan Tabel/Continued table IV.62

Kabupaten/Kota

Regency/City

Instansi

Perpustakaan/Library

Rumah

Ibadah

Gampong Puskesmas

Jumlah

Total

(1) (11) (12) (13) (14) (15)

1. Simeulue - - 16 - 21

2. Aceh Singkil 1 1 29 - 47

3. Aceh Selatan 3 2 40 - 75

4. Aceh Tenggara 1 - 42 - 54

5. Aceh Timur 1 2 53 1 75

6. Aceh Tengah 2 2 35 1 60

7. Aceh Barat 2 1 47 1 76

8. Aceh Besar 3 2 64 1 103

9. Pidie 2 2 54 1 78

10. Bireuen 1 1 53 1 75

11. Aceh Utara 3 3 68 1 99

12. Aceh Barat Daya 2 2 42 - 71

13. Gayo Lues 0 1 17 - 26

14. Aceh Tamiang 1 1 44 1 67

15. Nagan Raya - - 29 - 42

16. Aceh Jaya - - 18 - 30

17. Bener Meriah 1 2 29 - 44

18. Pidie Jaya 1 - 27 - 42

19. Banda Aceh 25 7 31 1 181

20. Sabang 1 1 15 1 29

21. Langsa 2 1 21 - 46

22. Lhokseumawe 3 1 17 - 43

23. Subulussalam - - 16 - 28

Jumlah

Total

Sumber : Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh

Source : Archive and Library Board of Aceh

55 32 807 10 1 412

142 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.63

PERSENTASE PENDUDUK YANG MEMPUNYAI KELUHAN

KESEHATAN SELAMA SEBULAN YANG LALU MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2007-2010

Percentage of population who had health complaint during the

previous month by Regency/City, 2007-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

2007 2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 29,07 23,51 22,40 17,60

2. Aceh Singkil 27,14 31,86 35,52 34,07

3. Aceh Selatan 25,69 37,16 34,73 39,04

4. Aceh Tenggara 18,39 25,74 18,76 26,90

5. Aceh Timur 33,26 36,60 47,34 40,84

6. Aceh Tengah 28,73 36,42 39,44 34,22

7. Aceh Barat 33,52 31,97 26,96 29,99

8. Aceh Besar 13,68 37,99 39,70 33,50

9. Pi d i e 18,02 43,16 34,83 30,32

10. Bireuen 31,47 43,22 34,01 24,07

11. Aceh Utara 33,21 40,70 39,24 42,50

12. Aceh Barat Daya 22,27 31,81 29,00 30,03

13. Gayo Lues

23,24 37,94 32,11 42,48

14. Aceh Tamiang

19,57 34,53 35,02 37,06

15. Nagan Raya

21,23 31,79 34,60 32,96

16. Aceh Jaya

40,42 41,44 42,02 43,26

17. Bener Meriah 33,23 44,56 42,36 52,33

18. Pidie Jaya 24,42 42,26 39,39 53,61

19. Banda Aceh 15,08 24,60 20,34 27,34

20. Sabang 9,89 18,98 20,57 23,05

21. Langsa

22,80 31,40 36,19 41,88

22. Lhokseumawe

24,66 43,99 38,15 31,05

23. Susbulussalam 16,74 33,08 33,68 39,69

Jumlah

Total

25,14 36,80 35,28 35,09

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 143


Social

Tabel

PERSENTASE BALITA MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN

PENOLONG PERSALINAN TERAKHIR, 2010

Table : IV.64 Percentage of children under five by Regency/City and last

birth attendant, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Dokter

Doctor

Bidan

Midwife

Tenaga Medis Lain

Other Paramedics

2009 2010 2009 2010 2009 2010

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 3,00 7,04 77,10 64,27 0,00 0,71

2. Aceh Singkil 1,84 3,77 60,98 55,28 0,00 1,63

3. Aceh Selatan 18,81 14,15 60,12 61,79 2,65 0,00

4. Aceh Tenggara 4,30 9,21 81,93 77,71 0,62 1,79

5. Aceh Timur 2,00 2,11 79,57 84,89 0,00 2,44

6. Aceh Tengah 9,32 10,52 80,34 78,61 0,94 0,97

7. Aceh Barat 12,48 10,11 41,49 55,55 2,47 0,68

8. Aceh Besar 11,54 22,57 74,44 76,27 0,54 0,00

9. Pi d i e 4,29 6,58 78,14 87,25 0,00 0,00

10. Bireuen 8,61 13,12 77,70 76,04 0,00 0,00

11. Aceh Utara 4,76 3,25 88,38 84,13 0,42 0,00

12. Aceh Barat Daya

13. Gayo Lues

14. Aceh Tamiang

15. Nagan Raya

16. Aceh Jaya

4,88 6,99 75,05 63,37 0,00 0,24

5,34 3,27 47,17 67,21 7,27 0,98

8,92 9,07 84,26 81,78 0,58 1,13

0,94 5,03 68,88 46,43 0,47 0,64

4,71 9,62 66,03 68,86 0,47 1,46

17. Bener Meriah 2,59 4,10 91,43 90,86 0,00 0,48

18. Pidie Jaya 9,92 10,39 85,14 79,85 0,00 0,00

19. Banda Aceh 32,98 41,18 67,02 58,37 0,00 0,00

20. Sabang 24,68 22,39 72,78 75,15 0,96 0,49

21. Langsa

22. Lhokseumawe

11,75 22,70 86,31 73,57 0,00 0,00

18,21 18,32 78,63 79,51 0,41 0,27

23. Subulussalam 4,00 5,46 86,43 75,00 0,91 0,44

Jumlah

Total

8,77 11,45 76,51 75,16 0,58 0,56

144 Aceh In Figures 2011


Lanjutan Tabel/Continued Table IV.64

Kabupaten/Kota

Regency/City

Dukun Bersalin

Traditional

Attendant

Famili

Family

Lainnya

Others

Sosial

2009 2010 2009 2010 2009 2010

(1) (8) (9) (10) (11) (12) (13)

1. Simeulue 19,36 27,98 0,00 0,00 0,54 0,00

2. Aceh Singkil 35,71 38,28 1,11 0,00 0,37 1,04

3. Aceh Selatan 18,41 24,06 0,00 0,00 0,00 0,00

4. Aceh Tenggara 11,29 7,44 1,86 3,86 0,00 0,00

5. Aceh Timur 18,06 10,40 0,37 0,16 0,00 0,00

6. Aceh Tengah 8,94 9,31 0,47 0,00 0,00 0,58

7. Aceh Barat 43,56 33,15 0,00 0,52 0,00 0,00

8. Aceh Besar 13,47 1,16 0,00 0,00 0,00 0,00

9. Pi d i e 17,57 6,18 0,00 0,00 0,00 0,00

10. Bireuen 13,70 10,83 0,00 0,00 0,00 0,00

11. Aceh Utara 3,79 12,62 2,65 0,00 0,00 0,00

12. Aceh Barat Daya 20,07 29,41 0,00 0,00 0,00 0,00

13. Gayo Lues

22,29 27,25 17,93 1,29 0,00 0,00

14. Aceh Tamiang 6,24 8,02 0,00 0,00 0.00 0,00

15. Nagan Raya

29,72 47,89 0,00 0,00 0.00 0,00

16. Aceh Jaya

28,80 20,06 0,00 0,00 0,00 0,00

17. Bener Meriah 5,98 4,08 0,00 0,48 0,00 0,00

18. Pidie Jaya 4,94 9,77 0,00 0,00 0,00 0,00

19. Banda Aceh 0,00 0,45 0,00 0,00 0,00 0,00

20. Sabang 1,59 1,97 0,00 0,00 0,00 0,00

21. Langsa

1,94 3,73 0,00 0,00 0,00 0,00

22. Lhokseumawe 2,75 1,90 0,00 0,00 0,00 0,00

23. Subulussalam

8,66 19,10 0,00 0,00 0,00 0,00

Jumlah

Total

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

13,30 12,56 0,82 0,22 0,02 0,05

Aceh Dalam Angka 2011 145


Social

PERSENTASE BALITA YANG PERNAH MENDAPAT

IMUNISASI CAMPAK MENURUT KABUPATEN/KOTA,

Tabel

Table

: IV.65

2008-2010

Percentage of children under five who ever been

immunized of measles by Regency/City, 2008-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4)

1. Simeulue 81,18 88,45 84,47

2. Aceh Singkil 63,31 79,72 71,23

3. Aceh Selatan 72,04 78,94 76,70

4. Aceh Tenggara 69,14 78,36 69,27

5. Aceh Timur 58,51 63,95 53,14

6. Aceh Tengah 82,73 80,49 84,23

7. Aceh Barat 68,48 68,27 72,23

8. Aceh Besar 73,72 76,78 78,58

9. Pi d i e 68,73 64,53 77,79

10. Bireuen 80,02 66,55 80,19

11. Aceh Utara 64,76 74,24 66,90

12. Aceh Barat Daya 81,29 76,93 79,28

13. Gayo Lues

27,98 55,81 44,83

14. Aceh Tamiang

77,55 84,86 82,31

15. Nagan Raya

61,38 72,83 83,98

16. Aceh Jaya

61,26 73,19 68,74

17. Bener Meriah 88,35 87,82 83,86

18. Pidie Jaya 77,89 77,42 78,94

19. Banda Aceh 82,39 75,91 85,52

20. Sabang 79,64 78,00 75,27

21. Langsa

74,42 67,06 73,13

22. Lhokseumawe

82,51 79,42 79,07

23. Subulussalam

68,42 80,97 61,19

Jumlah

Total

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

71,87 74,08 74,25

146 Aceh In Figures 2011


Sosial

PROPORSI WANITA BERUMUR 15-49 TAHUN DAN

BERSTATUS PERNAH KAWIN YANG SEDANG

MENGGUNAKAN/MEMAKAI ALAT KB MENURUT

Tabel

Table

: IV.66

KABUPATEN/ KOTA, 2008-2010

Proportion of married woman aged 15-49 and ever married

who currently used contraceptive by Regency/City, 2008-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4)

1. Simeulue 30,34 40,19 28,04

2. Aceh Singkil 41,50 41,45 34,44

3. Aceh Selatan 32,08 46,63 33,10

4. Aceh Tenggara 33,30 54,73 30,27

5. Aceh Timur 39,11 46,48 27,98

6. Aceh Tengah 67,21 65,33 51,79

7. Aceh Barat 32,38 39,74 34,25

8. Aceh Besar 35,27 44,20 32,25

9. Pi d i e 20,34 27,30 22,28

10. Bireuen 38,65 35,11 26,05

11. Aceh Utara 29,68 33,97 28,97

12. Aceh Barat Daya

45,25 41,56 42,63

13. Gayo Lues

56,66 64,28 52,49

14. Aceh Tamiang

57,55 60,09 45,96

15. Nagan Raya

40,06 53,57 34,45

16. Aceh Jaya

26,15 41,24 36,42

17. Bener Meriah 66,39 71,65 57,95

18. Pidie Jaya 33,62 37,22 19,11

19. Banda Aceh 38,54 48,87 31,16

20. Sabang 40,10 46,46 38,05

21. Langsa

45,62 51,07 35,44

22. Lhokseumawe

40,68 51,39 38,24

23. Subulussalam

39,10 50,69 41,36

Jumlah

Total

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

38,76 45,19 33,23

Aceh Dalam Angka 2011 147


Social

Tabel

: IV.67

JUMLAH RUMAH SAKIT MENURUT PEMILIK, KAPASITAS

TEMPAT TIDUR DAN KABUPATEN/KOTA, 2010

Table Number of hospitals by proprietors bed capacities and

Regency/City, 2010

1. Sabang

Kabupaten/Kota

Regency/City

Kelas

Class

BOR a)

(%)

Tempat

Tersedia

Number of

bed

Pemilik

Proprietor

(1) (2) (3) (4) (5)

- RSU Sabang D 39 54 Pemkab

- RS TNI AL Sabang 4 … 33 TNI

2. Banda Aceh

- RSU Dr. Zainoel Abidin B 76,59 402 Pemprov NAD

- RS Jiwa Banda Aceh A 105,02 300 Pemprov NAD

- RS Kesdam IM 3 … 123 TNI

- RS Malahayati … … 50 Swasta

- RS Fakinah … … 80 Swasta

- RSU Meuraxa B 75 164 Swasta

- RS Harapan Bunda … … 25 Swasta

- RS Permata Hati … … 50 Swasta

- RS Bhayangkara 4 … 50 POLRI

- RS Bulan Sabit Merah … … - Swasta

- RS Khusus Ibu dan Anak B 83,9 68 Pemprov NAD

3. Aceh Besar

- RSU Jantho C … 60 Pemkab

4. Pidie

- RSU Sigli C 74,79 146 Pemkab

- RSU Mutiara Bereunuen … 75 32 Pemkab

5. Aceh Utara

- RSUCut Meutia C 77,8 220 Pemkab

148 Aceh In Figures 2011


Lanjutan Tabel/Continued Table IV.67

Kabupaten/Kota

Regency/City

6. Lhokseumawe

Kelas

Class

BOR a)

(%)

Tempat

Tersedia

Number of

bed

Sosial

Pemilik

Proprietor

(1) (2) (3) (4) (5)

- RSU Sakinah ... ... ... Swasta

- RSU PMI ... ... ... Swasta

- RSU Bunga Melati ... ... ... Swasta

- RSU Kesrem ... ... ... TNI

- RSU PT. Arun ... ... 47 Swasta

- RSU Kasih Ibu ... ... 50 Swasta

- RSU Islam ... ... ... Swasta

- RSU Ibu dan Anak ... ... ... Swasta

7. Bireuen

- RSU Bireun C 68,08 199 Pemkab

- RSU Malahayati 50 Swasta

- RSU Islam ... ... ... Swasta

8. Aceh Tengah

- RSU Datu Beru B 75 216 Pemkab

- RSU Pandika - - -

9. Aceh Timur

- RSU Idi Rayeuk C 46,28 94 Pemkab

- RSU Ghraha Bunda - - - Pemkab

10. Langsa

- RSUD Langsa B 68,3 278 Pemkab

- RS PTP Langsa ... ... ... Swasta

- RS Cut Nyak Dien ... ... 40 Swasta

- RS ummi ... ... ... Swasta

- RSU Cot Girek ... ... 45 Swasta

11. Aceh Tenggara

- RSU Kuta Cane C - 70 Pemkab

Aceh Dalam Angka 2011 149


Social

Lanjutan Tabel/Continued Table IV.67

Kabupaten/Kota

Regency/City

12. Aceh Barat

Kelas

Class

BOR a)

(%)

Tempat

Tersedia

Number of

bed

Pemilik

Proprietor

(1) (2) (3) (4) (5)

- RSU Cut Nyak Dhin C 53,24 153 Pemkab

13. Aceh Selatan

- RSU Yuliddin Away C 89,2 148 Pemkab

14. Aceh Tamiang

- RSU Aceh Tamiang C 59,13 156 Pemkab

- RS Pertamina ... ... ... Swasta

15. Simeulue

- RSU Simeulue C 28,24 72 Pemkab

16. Aceh Singkil

- RSU Singkil C 43,42 30 Pemkab

17. Nagan Raya

- RSU Nagan Raya C - 80 Pemkab

18. Aceh Barat Daya

- RSU Aceh Barat Daya C 31,37 100 Pemkab

19. Gayo Lues

- RSU Gayo Lues C - 22 Depkes RI

20. Bener Meriah

- RSU Bener Meriah D 1 61 Pemkab

21. Pidie Jaya

- RSU Meureudu - 17 9 Pemkab

Jumlah hari rawatan

Catatan/Notes : a) BOR = x 100 %

Jumlah tempat tidur x hari tertentu

Sumber : Dinas Kesehatan Aceh

Source : Health Services of Aceh

Number of treatment days

BOR = x 100 %

Number of bed x number of certain days

150 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel : IV.68

JUMLAH TENAGA KESEHATAN MENURUT KABUPATEN/

KOTA, 2010

Table Number of medical labor by Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Dokter/Doctors S2

Umum Spesialis Gigi Kesehatan

General Specialist Dentist M.Kes/M.Ph

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 12 3 1 2

2. Aceh Singkil 22 2 1 6

3. Aceh Selatan 11 - - 5

4. Aceh Tenggara 47 5 3 7

5. Aceh Timur 72 12 11 9

6. Aceh tengah 27 18 7 5

7. Aceh Barat 29 10 6 3

8. Aceh Besar 63 2 14 11

9. Pidie 52 9 6 16

10. Bireuen 44 15 13 7

11. Aceh Utara 93 22 15 15

12. Aceh Barat Daya 37 4 2 1

13. Gayo Lues 7 12 1 -

14. Aceh Tamiang 42 3 13 10

15. Nagan raya 31 - 5 7

16. Aceh Jaya 14 - 1 -

17. Bener meriah 25 - 3 -

18. Pidie Jaya 12 - 3 7

19. Banda Aceh 95 149 38 34

20. Sabang 15 4 3 5

21. Langsa 37 19 13 7

22. Lhokseumawe 29 13 11 -

23. Subulussalam 14 - 3 2

Jumlah

Total

830 302 173 311

Aceh Dalam Angka 2011 151


Social

Lanjutan Tabel/Table Continued IV.68

Kabupaten/Kota

Regency/City

Tenaga Kefarmasian

Pharmacologist

Apote- Akfar/ SAA/

AAF

ker AMF

SMF

Tenaga Keperawatan

Nurse

S. Kep Akper/

SPK

AMK

(1) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)

1. Simeulue - - 9 5 2 121 80

2. Aceh Singkil 1 1 9 10 3 77 76

3. Aceh Selatan 2 3 - 1 5 87 147

4. Aceh Tenggara 6 9 - 15 21 164 148

5. Aceh Timur 7 14 15 6 3 310 156

6. Aceh tengah 2 7 - 9 4 210 50

7. Aceh Barat 8 10 - 30 - 176 114

8. Aceh Besar - 13 - 32 10 94 133

9. Pidie 2 14 6 22 6 373 222

10. Bireuen 10 23 13 9 - 312 54

11. Aceh Utara 5 14 1 39 15 545 215

12. Aceh Barat Daya 3 10 - 9 8 137 92

13. Gayo Lues 2 9 2 4 4 93 82

14. Aceh Tamiang 6 12 - 6 9 105 69

15. Nagan raya 4 7 1 3 1 80 81

16. Aceh Jaya 2 11 - 4 11 72 83

17. Bener meriah 1 6 - 5 3 64 48

18. Pidie Jaya 2 9 - 5 - 166 37

19. Banda Aceh 9 16 5 46 51 444 127

20. Sabang 1 6 - 9 5 38 72

21. Langsa 6 7 6 22 8 253 78

22. Lhokseumawe 2 7 4 20 1 180 213

23. Subulussalam 2 8 1 - - 3 51

Jumlah

Total

83 216 72 311 170 4104 2 428

152 Aceh In Figures 2011


Lanjutan Tabel/Table Continued IV.68

Kabupaten/Kota

Regency/City

Akbid

Tenaga Kebidanan

Midwives

DIV

Kebidanan

Bidan SKM

Sosial

Tenaga Kesehatan

Masyarakat

AKL/

APK

SPPH

(1) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

1. Simeulue 83 3 20 26

2. Aceh Singkil 21 - 57 21

3. Aceh Selatan 27 - 152 34

4. Aceh Tenggara 176 1 20 77

5. Aceh Timur 368 3 319 27

6. Aceh tengah 113 4 36 42

7. Aceh Barat 106 4 120 20

8. Aceh Besar 46 6 502 75

9. Pidie 139 5 446 46

10. Bireuen 219 2 2 53

11. Aceh Utara 486 9 325 124

12. Aceh Barat Daya 38 1 111 29

13. Gayo Lues 73 2 41 3

14. Aceh Tamiang 72 1 223 20

15. Nagan raya 67 - 86 15

16. Aceh Jaya 33 - 60 23

17. Bener meriah 40 4 48 5

18. Pidie Jaya 202 5 576 34

10 4

14 3

12 5

23 11

18 10

27 27

16 9

30 37

17 36

39 21

31 19

10 6

2 -

12 7

12 2

22 7

7 16

68 18

19. Banda Aceh 112 11 84 187 20 15

20. Sabang 26 - 24 11

21. Langsa 53 1 91 28

22. Lhokseumawe 81 - 85 -

23. Subulussalam 61 - 5 16

Jumlah

Total

2 642 62 3 433 916

12 3

7 4

5 -

3 -

417 260

Aceh Dalam Angka 2011 153


Social

Lanjutan Tabel/Continued Table IV.68

Kabupaten/Kota

Regency/City

Tenaga Teknis Medis/Medical Engineer

AKFIS APIKES ATEM ATRO

(1) (19) (20) (21) (22)

1. Simeulue - 1 16 -

2. Aceh Singkil - 6 2 -

3. Aceh Selatan 1 - - -

4. Aceh Tenggara - - - -

5. Aceh Timur 11 2 2 -

6. Aceh tengah 4 4 12 4

7. Aceh Barat - - - -

8. Aceh Besar - - - -

9. Pidie 17 12 4 -

10. Bireuen - - 5 -

11. Aceh Utara 14 7 8 -

12. Aceh Barat Daya - 2 1 -

13. Gayo Lues - 2 - -

14. Aceh Tamiang - - 1 -

15. Nagan raya - 2 4 -

16. Aceh Jaya - - 5 -

17. Bener meriah 1 2 1 1

18. Pidie Jaya - 2 2 -

19. Banda Aceh 8 2 20 1

20. Sabang - 1 4 -

21. Langsa - 9 - -

22. Lhokseumawe - 3 6 -

23. Subulussalam - 2 1 -

Jumlah

Total

56 59 94 6

154 Aceh In Figures 2011


Lanjutan Tabel/Continued Table IV.68

Kabupaten/Kota

Regency/City

Tenaga Kesehatan Gizi

Nutritionist

AKZI DIV

Gizi

S1

Gizi

Analis

Kesehatan

Health

Analyst

SPAG AAK SMAK

Bidan

Desa

Mid-

wives

Sosial

Aceh Dalam Angka 2011 155

Tenaga

Non

Kese-

hatan

(1) (23) (24) (25) (26) (27) (28) (29) (30)

1. Simeulue - - - - - - 61 50

2. Aceh Singkil 15 - - 1 18 - 52 19

3. Aceh Selatan 9 - - 2 8 - 46 69

4. Aceh Tenggara 18 - - 14 4 - - 95

5. Aceh Timur 8 - - 5 8 - - 305

6. Aceh tengah 16 - - 3 15 6 242 130

7. Aceh Barat 18 - - 3 14 6 - 368

8. Aceh Besar 22 - - 7 10 - 376 50

9. Pidie 21 5 6 13 - - 503 150

10. Bireuen 23 - 4 8 18 7 207 166

11. Aceh Utara 17 - 1 6 9 5 - 254

12. Aceh Barat Daya 22 - 3 2 33 18 - 49

13. Gayo Lues 14 - 1 3 6 - 49 62

14. Aceh Tamiang 6 - - 2 7 - 232 49

15. Nagan raya 12 - - 1 11 - - 43

16. Aceh Jaya 12 - - 3 5 - - 23

17. Bener meriah 10 - - - 9 -

18. Pidie Jaya 10 - - 1 7 -

19. Banda Aceh 20 3 4 10 27 -

20. Sabang 13 - - 3 25 - -

21. Langsa 10 - - 2 1 - -

22. Lhokseumawe 13 - - 3 4 - -

23. Subulussalam 22 - - 2 16 - -

Jumlah

Total

Sumber : Dinas Kesehatan Aceh

Source : Health Services of Aceh

116

77

11

7

81 292

32

244

56

244

338 8 19 95 256 42 2 042 2 768


Social

Tabel : IV.69

Table

Kabupaten/Kota

Regency/City

Jumlah / Number

Puskesmas

Puskesmas

Pembantu

Public health Public Polindes

centers health sub

centers

Puskesmas Keliling

Mobile public health

centers

Mobil

Car

Perahu

Bermotor

Boat

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Simeulue 8 113 6 10 5

2. Aceh Singkil 10 29 21 9 2

3. Aceh Selatan 21 51 26 21 1

4. Aceh Tenggara 17 42 38 17 -

5. Aceh Timur 23 62 104 20 -

6. Aceh Tengah 14 50 228 13 -

7. Aceh Barat 13 37 36 8 1

8. Aceh Besar 25 71 260 37 -

9. Pi d i e 26 70 70 32 -

10. Bireuen 18 40 172 24 -

11. Aceh Utara 28 88 29 56 -

12. Aceh Barat Daya 13 28 20 - -

13. Gayo Lues 12 43 36 10 -

14. Aceh Tamiang 14 32 151 14 -

15. Nagan Raya 13 44 57 5 -

16. Aceh Jaya 8 28 43 - -

17. Bener Meriah 10 35 93 10 -

18. Pidie jaya 10 20 83 8 -

19. Banda Aceh 11 25 34 18 -

20. Sabang 6 12 4 - -

21. Langsa 5 7 42 7 -

22. Lhokseumawe 6 24 34 6 -

23. Subulussalam 5 - 74 - 2

Jumlah

Total

2010 316 951 1 661 325 11

2009 307 931 1 418 325 14

2008 292 903 2 348 292

2007 284 896 2 230 342 11

Sumber : Dinas Kesehatan Aceh

Source : Health Services of Aceh

JUMLAH PUSKESMAS DAN SARANA KESEHATAN MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of public health centers by Regency/City, 2010

156 Aceh In Figures 2011


Tabel

DATA KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA, 2010

Table : IV.70

Information about youth and sport, 2010

No

Indikator

Indicator

Satuan

Unit

Sosial

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4)

1.

KEOLAHRAGAAN

Jumlah Atlet yang Ada Orang 1 634

2. Jumlah Atlet Usia Dini Orang 319

3. Jumlah Atlet Berprestasi Orang 1 234

4. Jumlah Pelatih Orang 150

5. Jumlah Atlet yang Menerima Penghargaan Orang 20

6. Jumlah Pelatih Penerima Penghargaan Orang 20

7. Jumlah Insan Olahraga Penerima Penghargaan Orang 10

8. Alamat Organisasi/Induk Olahraga

Daerah/Kab/Kota Unit 39

9. Jumlah Sekolah Olahraga Unit 1

10. Jumlah Klub Olahraga

KEPEMUDAAN

Klub 150

11. Jumlah Organisasi Kepemudaan/Politik (OKP) OKP 69

12. Jumlah Unit Kegiatan Kemahasiswaan/Siswa Unit 10

13. Jumlah Organisasi Kepemudaan yang Menerima

Penghargaan Unit -

14. Jumlah Pemuda yang Menerima Penghargaan Orang 10

15. Jumlah Paguyuban

SARANA PRASARANA PEMUDA DAN OLAHRAGA

Unit 23

16. Jumlah Gedung Olahraga Milik Pemerintah Unit 56

17. Jumlah Gedung Olahraga Milik Swasta Unit 1

18. Jumlah Gedung Olahraga Milik Masyarakat Unit 1

19. Jumlah Lapangan Olahraga Terbuka Menurut

Cabang Olahraga Unit 48

20. Jumlah Gedung Kepemudaan Unit 1

21. Jumlah Stadion Olahraga Unit 2

22. Jumlah Stadion Mini Olahraga Unit 2

23. Jumlah Lapangan Olahraga Tertutup Menurut

Cabang Olahraga Unit -

24. Jumlah Publik Space Olahraga Unit 2

Sumber : Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Aceh

Source : Youth and Sport Services of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 157


Social

Tabel

Table

: IV.71

JUMLAH ORGANISASI KEMASYARAKATAN MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Number of civil organitation by Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

2009 2010

(1) (2) (3)

1. Simeulue 12 16

2. Aceh Singkil 19 17

3. Aceh Selatan 20 44

4. Aceh Tenggara … 83

5. Aceh Timur … 142

6. Aceh Tengah 85 41

7. Aceh Barat 35 65

8. Aceh Besar … 44

9. Pi d i e - -

10. Bireuen 96 24

11. Aceh Utara - -

12. Aceh Barat Daya - -

13. Gayo Lues … 44

14. Aceh Tamiang 78 26

15. Nagan Raya 16 32

16. Aceh Jaya 31 …

17. Bener Meriah … 57

18. Pidie Jaya … 41

19. Banda Aceh 93 55

20. Sabang 99 …

21. Langsa 128 72

22. Lhokseumawe 89 45

23. Susbulussalam 18 17

Jumlah/ Total 819 865

Sumber : Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Aceh

Source : Kesbangpol dan Linmas of Aceh Province

158 Aceh In Figures 2011


Sosial

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERDASARKAN SUMBER

Tabel

Table

: IV.72

PENERANGAN MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of households by source of lighting,

Regency/City, 2010

by

Kabupaten/Kota

Regency/City

Listrik

PLN

State

Electricity

Listrik Non

PLN

Privately

Generated

Electricity

Patromak,

Aladin

Pumped

Lamp

Pelita,

Sentir,

Obor

Oil Lamp

Lainnya

Others

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 61,77 14,80 8,46 14,97 0,00 100,00

2. Aceh Singkil 87,00 8,03 1,46 3,51 0,00 100,00

3. Aceh Selatan 88,90 5,01 0,59 5,51 0,00 100,00

4. Aceh Tenggara 91,66 1,38 2,29 4,17 0,51 100,00

5. Aceh Timur 83,75 3,74 4,99 7,44 0,07 100,00

6. Aceh Tengah 91,13 1,41 4,23 3,23 0,00 100,00

7. Aceh Barat 90,50 3,56 1,96 3,77 0,21 100,00

8. Aceh Besar 97,81 0,66 0,25 0,51 0,76 100,00

9. Pi d i e 94,13 0,29 2,58 2,77 0,23 100,00

10. Bireuen 90,98 0,27 2,79 2,42 3,54 100,00

11. Aceh Utara 90,40 1,98 1,30 5,11 1,20 100,00

12. Aceh Barat Daya 87,41 0,97 0,25 11,25 0,12 100,00

13. Gayo Lues 80,00 13,41 3,11 3,48 0,00 100,00

14. Aceh Tamiang 96,71 0,99 0,39 1,90 0,00 100,00

15. Nagan Raya 91,87 3,07 2,64 2,42 0,00 100,00

16. Aceh Jaya 80,88 4,35 4,83 9,66 0,28 100,00

17. Bener Meriah 89,71 1,73 2,34 4,49 1,73 100,00

18. Pidie Jaya 88,81 0,58 8,77 1,25 0,58 100,00

19. Banda Aceh 99,55 0,00 0,23 0,00 0,23 100,00

20. Sabang 98,47 0,00 0,00 1,53 0,00 100,00

21. Langsa

97,78 1,33 0,30 0,39 0,21 100,00

22. Lhokseumawe 95,35 2,86 0,65 0,62 0,52 100,00

23. Subulussalam 81,05 7,07 2,79 4,68 4,41 100,00

Provinsi Aceh 90,98 2,35 2,26 3,69 0,72 100,00

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 159


Social

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERDASARKAN FASILITAS

TEMPAT BUANG AIR BESAR, MENURUT KABUPATEN/

Tabel

KOTA, 2010

: IV.73

Table Percentage of households by toilet facility, by

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Sendiri

Private

Bersama

Shared

Umum

Public

Lainnya

Others

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Simeulue 49,85 3,72 2,58 43,86 100,00

2. Aceh Singkil 60,07 9,94 11,72 18,27 100,00

3. Aceh Selatan 44,56 3,83 2,35 49,26 100,00

4. Aceh Tenggara 30,90 4,44 1,99 62,67 100,00

5. Aceh Timur 56,69 6,26 2,77 34,28 100,00

6. Aceh Tengah 53,81 12,02 21,06 13,11 100,00

7. Aceh Barat 70,87 1,47 3,91 23,75 100,00

8. Aceh Besar 80,68 6,21 4,73 8,38 100,00

9. Pi d i e 29,89 4,32 21,61 44,18 100,00

10. Bireuen 64,67 8,41 6,60 20,32 100,00

11. Aceh Utara 52,47 6,92 2,60 38,02 100,00

12. Aceh Barat Daya 31,19 2,62 2,16 64,03 100,00

13. Gayo Lues

25,19 15,78 28,21 30,83 100,00

14. Aceh Tamiang 84,19 5,58 2,36 7,87 100,00

15. Nagan Raya

52,70 2,86 3,35 41,09 100,00

16. Aceh Jaya

69,64 2,81 5,64 21,91 100,00

17. Bener Meriah 72,73 6,51 13,95 6,81 100,00

18. Pidie Jaya 40,57 9,97 15,79 33,66 100,00

19. Banda Aceh 93,65 5,90 0,45 0,00 100,00

20. Sabang 76,02 2,13 8,19 13,66 100,00

21. Langsa

81,57 9,73 2,78 5,92 100,00

22. Lhokseumawe 74,82 10,07 1,68 13,43 100,00

23. Subulussalam 64,59 6,82 17,31 11,28 100,00

Jumlah

Total

59,21 6,43 7,17 27,19 100,00

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

160 Aceh In Figures 2011


Tabel

: IV.74

Sosial

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERDASARKAN LUAS

LANTAI (M2), MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Table Percentage of households by floor area (m 2 ), by

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Luas Lantai/ Floor Area (m 2 )

≤19 20-49 50-99 100-149 150+

Jumlah

Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 0,33 70,75 21,40 5,93 1,59 100,00

2. Aceh Singkil 5,22 47,13 37,14 5,35 5,17 100,00

3. Aceh Selatan 0,96 32,98 42,09 15,99 7,98 100,00

4. Aceh Tenggara 2,50 53,03 37,44 5,32 1,71 100,00

5. Aceh Timur 3,15 60,33 31,74 4,09 0,70 100,00

6. Aceh Tengah 2,90 47,14 38,23 8,27 3,46 100,00

7. Aceh Barat 2,31 51,24 31,33 8,12 7,00 100,00

8. Aceh Besar 0,82 43,74 42,08 9,48 3,88 100,00

9. Pi d i e 4,22 53,63 38,02 2,68 1,45 100,00

10. Bireuen 3,06 54,23 33,73 6,38 2,59 100,00

11. Aceh Utara 1,60 57,08 34,83 5,60 0,89 100,00

12. Aceh Barat Daya 3,08 53,43 30,22 9,24 4,02 100,00

13. Gayo Lues 4,72 58,64 29,93 5,09 1,61 100,00

14. Aceh Tamiang 0,52 47,66 46,55 3,82 1,45 100,00

15. Nagan Raya 0,72 59,88 30,36 6,73 2,31 100,00

16. Aceh Jaya

3,03 65,51 28,33 2,74 0,40 100,00

17. Bener Meriah 1,73 42,74 46,29 7,21 2,04 100,00

18. Pidie Jaya 1,52 53,31 36,53 6,94 1,70 100,00

19. Banda Aceh 6,12 40,36 30,39 13,15 9,98 100,00

20. Sabang 1,94 60,12 26,54 7,38 4,02 100,00

21. Langsa

2,43 33,93 43,61 10,73 9,31 100,00

22. Lhokseumawe 2,65 43,83 38,32 9,80 5,39 100,00

23. Subulussalam 1,62 55,15 37,62 4,67 0,94 100,00

Jumlah

Total

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

2,50 50,96 36,27 7,02 3,25 100,00

Aceh Dalam Angka 2011 161


Social

Tabel : IV.75

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERDASARKAN SUMBER

AIR MINUM MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Table Percentage of households by source of drinking water by

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Air Dalam

Kemasan

Packaged

water

Leding

Pipe

Pompa

Pump

Sumur

Terlin-

dung

Protected

well

Sumur

Tak Ter

lindung

Unprotected

well

Mata Air

Terlin

dung

Protected

spring

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 16,29 0,47 0,00 18,38 35,14 0,65

2. Aceh Singkil 9,64 11,29 2,25 31,45 26,35 0,18

3. Aceh Selatan 13,26 6,32 1,74 45,08 11,98 12,02

4. Aceh Tenggara 2,20 21,55 10,83 35,90 8,95 12,00

5. Aceh Timur 12,37 10,33 5,72 35,42 30,30 0,07

6. Aceh Tengah 10,55 12,03 2,88 12,24 13,19 27,21

7. Aceh Barat 38,65 4,06 7,48 32,91 11,59 1,40

8. Aceh Besar 41,71 9,03 2,29 42,00 3,45 1,27

9. Pi d i e 17,38 0,39 4,71 63,92 4,35 4,06

10. Bireuen 22,11 4,83 0,00 51,78 20,13 0,00

11. Aceh Utara 10,15 15,00 1,30 50,58 19,66 0,10

12. Aceh Barat Daya 8,30 1,58 10,38 47,36 20,27 8,41

13. Gayo Lues 12,16 3,72 1,98 12,93 18,88 24,35

14. Aceh Tamiang 29,91 7,12 15,76 22,36 16,91 4,93

15. Nagan Raya 14,25 0,21 5,49 63,34 12,57 3,64

16. Aceh Jaya

38,08 7,04 1,10 34,00 3,73 8,80

17. Bener Meriah 7,47 12,65 4,26 11,57 4,67 26,31

18. Pidie Jaya 16,99 10,18 1,65 58,07 8,14 0,00

19. Banda Aceh 87,30 9,98 0,00 2,49 0,00 0,00

20. Sabang 64,51 18,02 0,22 6,80 1,32 0,00

21. Langsa

57,69 10,23 13,76 14,68 2,43 0,71

22. Lhokseumawe 67,94 12,32 0,77 18,10 0,65 0,00

23. Subulussalam 13,61 3,51 1,17 27,99 32,05 0,00

Jumlah

Total

25,49 8,48 4,19 37,35 13,22 4,70

162 Aceh In Figures 2011


Lanjutan Tabel/Continued Table IV.75

Kabupaten/Kota

Regency/City

Mata Air tak

Terlindung

Unprotected

spring

Air

Sungai

Rivers

Air Hujan

Rain

Waters

Lainnya

Others

Jumlah

Total

(1) (8) (9) (10) (11) (12)

1. Simeulue 15,76 0,81 12,50 0,00 100,00

2. Aceh Singkil 1,06 11,36 5,96 0,47 100,00

3. Aceh Selatan 1,68 7,47 0,00 0,46 100,00

4. Aceh Tenggara 3,41 4,89 0,00 0,25 100,00

5. Aceh Timur 1,40 4,39 0,00 0,00 100,00

6. Aceh Tengah 12,78 8,22 0,91 0,00 100,00

7. Aceh Barat 0,21 3,14 0,21 0,35 100,00

8. Aceh Besar 0,25 0,00 0,00 0,00 100,00

9. Pi d i e 4,74 0,45 0,00 0,00 100,00

10. Bireuen 0,00 0,76 0,14 0,25 100,00

11. Aceh Utara 0,00 3,21 0,00 0,00 100,00

12. Aceh Barat Daya 2,09 1,60 0,00 0,00 100,00

13. Gayo Lues

15,04 10,94 0,00 0,00 100,00

14. Aceh Tamiang 1,96 0,92 0,00 0,13 100,00

15. Nagan Raya

0,21 0,00 0,07 0,21 100,00

16. Aceh Jaya

2,85 4,39 0,00 0,00 100,00

17. Bener Meriah 23,89 4,08 4,28 0,82 100,00

18. Pidie Jaya 0,00 4,68 0,29 0,00 100,00

19. Banda Aceh 0,00 0,00 0,23 0,00 100,00

20. Sabang 0,22 0,22 7,77 0,94 100,00

21. Langsa

22. Lhokseumawe

23. Subulussalam

Jumlah

Total

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

0,00 0,41 0,09 0,00 100,00

0,00 0,00 0,22 0,00 100,00

0,29 21,08 0,00 0,29 100,00

2,81 3,00 0,63 0,13 100,00

Sosial

Aceh Dalam Angka 2011 163


Social

PERSENTASE PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS

BERDASARKAN STATUS PENDIDIKAN MENURUT

Tabel

Table

: IV.76

KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of population 10 years and over by education

status by Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Tidak/Belum Pernah

Sekolah

No/never attended

school

Masih

Sekolah

Attending

School

Tidak Bersekolah

Lagi

No attending

school anymore

(1) (2) (3) (4)

1. Simeulue 1,22 24,17 74,61

2. Aceh Singkil 7,14 27,70 65,16

3. Aceh Selatan 5,62 25,01 69,38

4. Aceh Tenggara 2,05 29,96 67,98

5. Aceh Timur 4,68 25,95 69,37

6. Aceh Tengah 1,55 23,71 74,74

7. Aceh Barat 4,24 24,82 70,95

8. Aceh Besar 4,43 24,03 71,54

9. Pi d i e 6,95 23,14 69,91

10. Bireuen 2,36 24,84 72,81

11. Aceh Utara 5,36 28,25 66,39

12. Aceh Barat Daya

4,30 26,47 69,23

13. Gayo Lues

15,55 27,82 56,63

14. Aceh Tamiang

2,97 22,75 74,28

15. Nagan Raya

8,98 23,94 67,08

16. Aceh Jaya

4,21 19,11 76,68

17. Bener Meriah 1,49 23,43 75,09

18. Pidie Jaya 4,27 25,23 70,50

19. Banda Aceh 0,69 29,33 69,98

20. Sabang 1,92 20,71 77,37

21. Langsa

1,17 26,77 72,06

22. Lhokseumawe

0,56 26,62 72,82

23. Subulussalam

8,06 32,35 59,60

Jumlah

Total

4,20 25,60 70,21

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

164 Aceh In Figures 2011


Tabel

: IV.77

Sosial

PERSENTASE PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS

BERDASARKAN PENDIDIKAN TERTINGGI YANG

DITAMATKAN MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2010

Table Percentage of population 10 years and over by educational

attainment by Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Belum

Tdk Tamat SD

Did not

complete/no yet

elementary School

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

Educational attainment

SD

Elementary

School

SLTP

Junior high

school

SLTA

General

senior high

school

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 19,32 33,76 22,15 18,04

2. Aceh Singkil 35,68 28,62 21,34 15,00

3. Aceh Selatan 27,62 30,77 20,03 18,95

4. Aceh Tenggara 20,35 24,67 26,25 24,98

5. Aceh Timur 26,92 34,87 25,36 14,89

6. Aceh Tengah 18,44 24,34 23,38 25,42

7. Aceh Barat 20,59 26,26 21,89 25,28

8. Aceh Besar 18,92 19,06 21,44 32,50

9. Pi d i e 21,27 29,73 23,05 25,37

10. Bireuen 17,48 32,70 22,04 22,09

11. Aceh Utara 27,00 33,44 20,74 19,50

12. Aceh Barat Daya 28,41 33,18 21,78 15,60

13. Gayo Lues

43,74 29,92 20,02 16,29

14. Aceh Tamiang 26,58 28,17 21,94 21,67

15. Nagan Raya

28,12 28,50 26,70 20,19

16. Aceh Jaya

22,01 31,60 23,73 19,26

17. Bener Meriah 19,45 22,55 25,07 28,61

18. Pidie Jaya 22,34 25,23 26,92 22,62

19. Banda Aceh 8,81 10,57 14,63 42,90

20. Sabang 15,11 17,55 20,96 33,73

21. Langsa

16,46 18,45 18,13 33,88

22. Lhokseumawe 13,47 20,25 21,44 34,66

23. Subulussalam 41,43 26,82 17,56 16,47

Jumlah

Total

22,45 27,33 22,04 24,11

Aceh Dalam Angka 2011 165


Social

Lanjutan Tabel/Continued table IV.77

Kabupaten/Kota

Regency/City

Diploma

I/II/III/Akademi

DiplomaI/II/III/

Academy

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan

Educational attainment

D4/S1 S2/S3

(1) (6) (7) (8)

1. Simeulue 4,82 3,13 0,00

2. Aceh Singkil 2,44 3,72 0,33

3. Aceh Selatan 4,38 3,72 0,14

4. Aceh Tenggara 2,79 2,97 0,04

5. Aceh Timur 1,28 1,25 0,12

6. Aceh Tengah 3,30 6,39 0,27

7. Aceh Barat 4,97 4,93 0,31

8. Aceh Besar 3,74 8,23 0,55

9. Pi d i e 3,93 3,60 0,00

10. Bireuen 3,54 4,51 0,00

11. Aceh Utara 2,64 2,01 0,03

12. Aceh Barat Daya 3,58 1,69 0,07

13. Gayo Lues

3,39 2,10 0,09

14. Aceh Tamiang

2,30 2,22 0,10

15. Nagan Raya

3,59 1,89 0,00

16. Aceh Jaya

4,03 3,50 0,08

17. Bener Meriah 3,48 2,31 0,03

18. Pidie Jaya 3,61 3,51 0,03

19. Banda Aceh 6,93 14,98 1,89

20. Sabang 5,37 8,99 0,21

21. Langsa

4,72 9,02 0,51

22. Lhokseumawe

4,39 6,01 0,35

23. Subulussalam

2,37 3,32 0,09

Jumlah

Total

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

3,55 4,48 0,24

166 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.78

PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS

YANG MELEK HURUF MENURUT KABUPATEN/KOTA,

2009-2010

Percentage of literate people aged 15 years and over by

Regency/City, 2009-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Melek Huruf

Literate

2009 2010

(1) (2) (3)

1. Simeulue 98,58 98,66

2. Aceh Singkil 96,22 95,09

3. Aceh Selatan 96,47 96,53

4. Aceh Tenggara 97,10 97,95

5. Aceh Timur 97,51 98,21

6. Aceh Tengah 98,13 97,95

7. Aceh Barat 94,08 94,53

8. Aceh Besar 96,95 95,12

9. Pi d i e 95,56 94,98

10. Bireuen 98,37 98,47

11. Aceh Utara 96,42 97,81

12. Aceh Barat Daya

96,25 96,34

13. Gayo Lues

86,97 89,31

14. Aceh Tamiang

98,25 98,04

15. Nagan Raya

89,78 93,65

16. Aceh Jaya

93,78 93,99

17. Bener Meriah 97,45 98,50

18. Pidie Jaya 94,23 94,14

19. Banda Aceh 99,10 99,16

20. Sabang 98,81 98,73

21. Langsa

99,10 99,20

22. Lhokseumawe

99,22 99,62

23. Subulussalam

96,53 92,50

Jumlah

Total

96,39 96,88

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 167


Social

PERSENTASE PARTISIPASI SEKOLAH MENURUT

Tabel

Table

: IV.79

KELOMPOK UMUR SEKOLAH DAN KABUPATEN/KOTA,

2010

Percentage of school participation by school age group and

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

7-12

Kelompok Umur Sekolah

School age group

13-15 16-18

(1) (2) (3) (4)

1. Simeulue 100,00 98,89 86,31

2. Aceh Singkil 99,76 94,72 78,73

3. Aceh Selatan 99,46 95,81 68,52

4. Aceh Tenggara 99,04 98,20 74,29

5. Aceh Timur 98,71 93,93 60,94

6. Aceh Tengah 98,56 95,58 70,92

7. Aceh Barat 98,57 96,90 82,89

8. Aceh Besar 99,71 96,32 74,60

9. Pi d i e 99,45 96,64 67,58

10. Bireuen 98,26 93,13 70,56

11. Aceh Utara 99,29 92,94 79,12

12. Aceh Barat Daya 100,00 91,30 73,62

13. Gayo Lues

99,12 93,47 73,94

14. Aceh Tamiang

98,68 93,89 63,34

15. Nagan Raya

99,38 94,27 75,63

16. Aceh Jaya

99,32 95,64 69,66

17. Bener Meriah 98,95 93,75 74,42

18. Pidie Jaya 99,82 97,60 74,73

19. Banda Aceh 99,39 96,39 84,96

20. Sabang 100,00 96,60 70,88

21. Langsa

99,84 97,72 80,05

22. Lhokseumawe

99,61 96,08 81,30

23. Subulussalam

99,30 92,67 83,58

Jumlah

Total

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

99,19 94,99 73,53

168 Aceh In Figures 2011


Tabel

: IV.80

Sosial

PERSENTASE PARTISIPASI MURNI MENURUT KELOMPOK

UMUR SEKOLAH DAN KABUPATEN/KOTA, 2010

Table Percentage of pure partisipation by school age group and

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

SD

Elementary

School

Jenjang pendidikan

Education

SLTP

Junior high school

SLTA

General senior

high school

(1) (2) (3) (4)

1. Simeulue 99,00 65,58 69,84

2. Aceh Singkil 99,53 74,73 68,17

3. Aceh Selatan 98,35 75,14 59,42

4. Aceh Tenggara 99,04 79,13 66,33

5. Aceh Timur 96,70 79,55 56,91

6. Aceh Tengah 97,40 84,50 62,12

7. Aceh Barat 95,90 74,70 69,77

8. Aceh Besar 96,86 72,65 61,79

9. Pi d i e 93,21 83,89 57,55

10. Bireuen 96,76 81,66 58,42

11. Aceh Utara 97,34 77,54 64,85

12. Aceh Barat Daya 98,33 75,60 67,85

13. Gayo Lues

99,12 87,34 60,25

14. Aceh Tamiang

98,12 81,61 55,11

15. Nagan Raya

98,48 84,19 65,05

16. Aceh Jaya

94,66 76,50 63,00

17. Bener Meriah 97,02 80,60 63,18

18. Pidie Jaya 98,85 81,29 69,79

19. Banda Aceh 95,73 72,29 61,95

20. Sabang 99,34 72,70 60,20

21. Langsa

99,12 80,92 65,59

22. Lhokseumawe

99,38 74,47 71,85

23. Subulussalam

98,41 76,65 62,82

Jumlah

Total

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

97,32 78,58 62,42

Aceh Dalam Angka 2011 169


Social

ANGKA INDIKATOR KESEHATAN MENURUT

Tabel : IV.81 KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Table Health indicator by Regency/City, 2009-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Angka

Pesakitan

Morbidity Rate

Rata-Rata Lama

Sakit

Average Days

of illness

Rata-rata Lama

Balita Diberi ASI

(bulan)

Average Duration of

Brestfeeding for

Children Under Five

(months)

2009 2010 2009 2010 2009 2010

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 22,40 17,60 3,57 5,33 14,58 15,71

2. Aceh Singkil 35,52 34,07 3,41 4,87 14,74 14,87

3. Aceh Selatan 34,73 39,04 5,41 8,16 15,57 16,35

4. Aceh Tenggara 18,76 26,90 3,98 7,04 15,11 14,34

5. Aceh Timur 47,34 40,84 2,64 4,11 15,23 15,64

6. Aceh Tengah 39,44 34,22 4,14 6,36 15,65 17,82

7. Aceh Barat 26,96 29,99 4,32 4,77 16,37 17,66

8. Aceh Besar 39,7 33,50 2,5 4,69 17,34 16,99

9. Pi d i e 34,83 30,32 2,76 5,15 15,86 15,90

10. Bireuen 34,01 24,07 2,76 4,91 15,74 17,42

11. Aceh Utara 39,24 42,50 2,78 4,43 15,88 17,29

12. Aceh Barat Daya 29,00 30,03 3,7 6,00 16,42 16,85

13. Gayo Lues 32,11 42,48 3,5 6,16 15,88 16,04

14. Aceh Tamiang 35,02 37,06 2,77 4,44 14,63 15,52

15. Nagan Raya 34,6 32,96 2,81 6,11 16,27 16,90

16. Aceh Jaya 42,02 43,26 2,99 5,13 17,15 16,94

17. Bener Meriah 42,36 52,33 3,61 5,07 16,88 17,91

18. Pidie Jaya 39,39 53,61 3,01 4,91 16,45 18,58

19. Banda Aceh 20,34 27,34 3,42 5,25 12,84 14,87

20. Sabang 20,57 23,05 2,26 6,22 14,4 14,70

21. Langsa

36,19 41,88 2,44 4,66 15,71 15,88

22. Lhokseumawe 38,15 31,05 2,39 4,30 13,77 15,24

23. Subulussalam 33,68 39,69 3,25 4,57 11,75 15,39

Jumlah

Total

35,28 35,09 3,10 5,18 15,53 16,39

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

170 Aceh In Figures 2011


Sosial

PERSENTASE PENDUDUK YANG BEROBAT SENDIRI

Tabel

BERDASARKAN JENIS PENGOBATAN YANG DIGUNAKAN

MENURUT KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Table : IV.82 Percentage of population who self treatment during the

previous month by Regency/City and type of medicine, 2009-

2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Modern

Modern

2009 2010

Tradisional

Traditional

2009 2010

Lainnya

Others

2009 2010

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 85,17 95,44 53,12 60,36 8,66 7,62

2. Aceh Singkil 88,90 93,58 53,11 37,39 7,60 0,56

3. Aceh Selatan 80,14 82,08 42,07 59,02 6,19 5,38

4. Aceh Tenggara 90,95 90,90 41,50 37,58 12,01 12,31

5. Aceh Timur 92,91 92,49 30,36 44,94 6,61 3,92

6. Aceh Tengah 92,94 90,87 25,43 26,25 2,23 1,86

7. Aceh Barat 88,00 92,30 58,08 49,22 12,02 1,12

8. Aceh Besar 77,20 85,44 53,54 24,20 12,08 2,13

9. Pi d i e 93,25 94,90 17,36 17,19 3,31 0,94

10. Bireuen 92,16 91,49 31,21 24,16 1,33 2,31

11. Aceh Utara 89,80 92,27 23,24 33,09 2,41 2,25

12. Aceh Barat Daya 93,34 90,45 72,22 68,51 5,73 1,56

13. Gayo Lues 72,69 80,12 53,84 70,59 9,42 4,08

14. Aceh Tamiang 95,79 94,60 16,61 23,87 3,98 6,13

15. Nagan Raya 87,53 88,45 72,99 60,26 10,82 8,29

16. Aceh Jaya

74,61 84,74 53,70 55,82 5,07 4,06

17. Bener Meriah 92,34 94,81 44,62 60,97 7,09 2,34

18. Pidie Jaya 92,80 95,12 38,55 27,61 7,46 2,64

19. Banda Aceh 92,85 95,77 10,53 10,05 3,76 5,56

20. Sabang 88,53 90,79 27,39 36,04 2,76 7,40

21. Langsa

95,19 97,41 21,34 29,99 6,61 4,03

22. Lhokseumawe 87,44 92,23 17,52 34,41 11,50 8,35

23. Subulussalam 90,08 91,68 30,77 36,12 2,89 2,43

Rata-rata

Average

89,56 91,51 33,96 37,36 5,79 3,75

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Aceh Dalam Angka 2011 171


Social

PERSENTASE PENDUDUK YANG BEROBAT JALAN

BERDASARKAN TEMPAT/CARA BEROBAT MENURUT

Tabel

Table : IV.83

KABUPATEN/KOTA, 2009-2010

Percentage of population by place outpatient/how to remedy

by Regency/City, 2009-2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Rumah

Sakit

Hospital

Praktek

Dokter

Private

Dokter

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Tempat/Cara Berobat

Puske

smas

Health

Centre

Petugas

Kesehatan

Para

medical

Batra/

Lainnya

Traditional/

Others

% Penduduk

yang Berobat

Jalan

People whose

get outpatient

treatment

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 21,46 58,08 0,70 6,96 52,86 21,46

2. Aceh Singkil 41,83 46,15 5,13 1,54 36,92 41,83

3. Aceh Selatan 15,60 54,90 9,66 8,10 43,18 15,60

4. Aceh Tenggara 17,57 33,21 29,86 3,55 48,78 17,57

5. Aceh Timur 11,80 45,52 26,90 4,05 51,95 11,80

6. Aceh Tengah 12,44 35,51 37,77 3,25 39,54 12,44

7. Aceh Barat 13,38 44,63 22,39 5,33 39,30 13,38

8. Aceh Besar 26,50 41,71 18,60 3,29 57,47 26,50

9. Pi d i e 8,83 51,94 30,28 2,23 63,99 8,83

10. Bireuen 7,73 16,92 54,42 3,52 51,69 7,73

11. Aceh Utara 13,42 33,06 34,02 7,95 43,17 13,42

12. Aceh Barat Daya 8,58 50,23 28,89 3,03 50,08 8,58

13. Gayo Lues 3,67 46,09 1,53 19,22 20,60 3,67

14. Aceh Tamiang 12,68 37,27 36,33 5,96 49,94 12,68

15. Nagan Raya 11,04 55,68 11,61 4,44 50,67 11,04

16. Aceh Jaya 14,27 40,60 40,28 1,41 76,02 14,27

17. Bener Meriah 20,40 56,03 7,30 7,71 26,11 20,40

18. Pidie Jaya 31,21 31,96 25,61 1,51 50,43 31,21

19. Banda Aceh 24,91 37,20 12,97 2,39 57,03 24,91

20. Sabang 11,40 43,53 4,13 2,99 47,70 11,40

21. Langsa

18,79 34,33 25,29 7,89 55,12 18,79

22. Lhokseumawe 23,88 44,30 8,13 3,67 52,86 23,88

23. Subulussalam 21,60 45,95 0,00 6,28 11,76 21,60

Rata-rata

Average

16,29 40,77 26,12 4,64 48,39 16,29

172 Aceh In Figures 2011


Sosial

PERSENTASE PENDUDUK PEREMPUAN BERUMUR 10

Tabel

Table

: IV.84

TAHUN KE ATAS YANG PERNAH KAWIN BERDASARKAN

JUMLAH ANAK LAHIR HIDUP MENURUT KABUPATEN/

KOTA, 2010

Percentage of female population aged 10 years and over

ever married based on the number of children born by

Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Banyaknya Anak Lahir Hidup

Number of children born alive

0 1 2 3 4 5

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Simeulue 8,86 15,04 18,01 16,55 12,41 13,01

2. Aceh Singkil 6,16 13,63 14,30 17,15 15,12 9,65

3. Aceh Selatan 5,21 14,76 19,13 20,87 13,96 8,59

4. Aceh Tenggara 4,88 13,92 16,19 17,46 15,12 14,42

5. Aceh Timur 6,43 15,88 15,13 13,52 15,46 12,10

6. Aceh Tengah 4,53 17,48 20,67 18,50 14,05 10,36

7. Aceh Barat 6,10 22,87 22,38 18,56 13,15 7,13

8. Aceh Besar 9,19 17,28 17,90 21,10 14,98 7,73

9. Pi d i e 6,37 13,08 16,25 18,74 15,91 10,72

10. Bireuen 9,75 13,92 13,68 16,53 12,26 11,18

11. Aceh Utara 7,14 14,01 18,83 13,40 14,41 13,92

12. Aceh Barat Daya 6,71 15,00 20,99 18,00 17,04 8,83

13. Gayo Lues

6,64 17,53 21,91 17,50 12,83 11,20

14. Aceh Tamiang 6,42 15,41 17,44 18,79 14,36 9,09

15. Nagan Raya 3,76 23,09 23,86 20,56 13,53 6,23

16. Aceh Jaya

5,80 24,24 23,03 18,84 10,40 6,72

17. Bener Meriah 4,58 16,68 20,65 19,16 10,92 9,65

18. Pidie Jaya 7,50 14,95 16,17 13,85 14,84 9,66

19. Banda Aceh 10,93 20,23 22,09 17,91 12,33 5,81

20. Sabang 7,83 16,95 22,77 19,08 13,54 6,85

21. Langsa

8,15 15,90 19,60 17,45 13,26 8,49

22. Lhokseumawe 7,15 17,78 19,62 21,33 15,41 8,56

23. Subulussalam 4,53 14,18 15,22 18,10 11,88 11,30

Jumlah

Total

7,01 16,14 18,28 17,57 14,12 10,08

Aceh Dalam Angka 2011 173


Social

Lanjutan Tabel/Continued Table IV.84

Kabupaten/Kota

Regency/City

Banyaknya Anak Lahir Hidup

Number of children born alive

6 7 8 9 10+

(1) (8) (9) (10) (11) (12)

1. Simeulue 5,91 3,55 3,11 2,07 1,48

2. Aceh Singkil 8,46 6,39 4,02 2,99 2,14

3. Aceh Selatan 5,52 5,94 3,27 1,33 1,43

4. Aceh Tenggara 6,84 3,56 2,59 1,70 3,33

5. Aceh Timur 6,95 5,79 3,66 2,65 2,43

6. Aceh Tengah 6,31 3,97 2,42 0,70 1,01

7. Aceh Barat 4,22 3,12 0,65 1,30 0,52

8. Aceh Besar 5,37 3,25 1,22 0,52 1,46

9. Pi d i e 6,59 6,06 2,98 1,86 1,43

10. Bireuen 9,74 4,16 3,92 2,14 2,73

11. Aceh Utara 6,97 3,48 2,61 2,52 2,71

12. Aceh Barat Daya 5,96 3,89 1,80 1,04 0,74

13. Gayo Lues

4,31 3,40 1,17 2,81 0,70

14. Aceh Tamiang 5,71 6,13 3,21 1,98 1,45

15. Nagan Raya 4,06 2,53 1,39 0,60 0,40

16. Aceh Jaya

4,02 1,84 2,18 1,03 1,89

17. Bener Meriah 7,14 5,27 2,88 1,18 1,89

18. Pidie Jaya 9,03 5,72 4,27 0,90 3,10

19. Banda Aceh 4,19 3,02 2,09 0,47 0,93

20. Sabang 5,89 2,29 2,36 1,26 1,19

21. Langsa

4,84 2,66 2,53 2,98 4,14

22. Lhokseumawe 4,13 2,82 1,28 0,98 0,94

23. Subulussalam 8,38 5,99 3,89 2,22 4,30

Jumlah

Total

Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)

Source : BPS-Statistics of Aceh Province

6,32 4,28 2,64 1,68 1,89

174 Aceh In Figures 2011


Sosial

Tabel

Table

: IV.85

PERSENTASE PENDUDUK PEREMPUAN BERUMUR 10

TAHUN KE ATAS YANG PERNAH KAWIN BERDASARKAN

JUMLAH ANAK YANG SUDAH MENINGGAL MENURUT

KABUPATEN/KOTA, 2010

Percentage of female population aged 10 years and over

ever married based on the number of children who have

died by Regency/City, 2010

Kabupaten/Kota

Regency/City

Banyaknya Anak yang Sudah Meninggal

Number of children who have died

0 1 2 3

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Simeulue 73,10 11,52 7,10 3,85

2. Aceh Singkil 77,87 12,23 5,17 2,14

3. Aceh Selatan 71,59 17,26 7,28 2,14

4. Aceh Tenggara 80,81 12,21 4,43 1,20

5. Aceh Timur 75,80 16,92 4,33 1,34

6. Aceh Tengah 87,06 6,86 4,13 1,72