A Perubahan Sosial

bos.fkip.uns.ac.id

A Perubahan Sosial

. Penelitian Uji

Tujuan penelitian ini adalah menguji satu atau beberapa hipotesis

yang telah dirumuskan terlebih dahulu. Penelitian ini didasarkan atas

suatu naskah penelitian yang mempersoalkan langkah-langkah teknis

dan metodis yang akan diambil untuk menguji hipotesis. Sampel yang

akan diambil harus benar-benar mewakili populasi. Dasar yang paling

tepat untuk melakukan penelitian uji adalah eksperimen guna

mengetahui hubungan sebab akibat.

c. Penelitian Deskriptif

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan masalah atau

keadaan sebagaimana adanya atau berdasarkan fakta-fakta yang ada.

Dalam penelitian deskriptif dibutuhkan interpretasi atau analisis.

3. Berdasarkan Bentuk dan Metode Pelaksanaannya

Berdasarkan bentuk dan metode pelaksanaannya, penelitian dibagi

tiga, yaitu sebagai berikut.

a. Studi Kasus

Studi kasus adalah suatu bentuk penelitian yang intensif, terintegrasi,

dan mendalam. Subjek yang diteliti terdiri atas satu unit atau satu

kesatuan unit yang dipandang sebagai kasus. Tujuan studi kasus

adalah memperkembangkan pengetahuan yang mendalam mengenai

objek yang diteliti yang berarti bahwa studi ini bersifat sebagai satu

penelitian yang eksploratif. Penelitian ini bersifat mendalam sehingga

menghasilkan gambaran peristiwa tertentu. Dalam studi kasus, ada

istilah menghasilkan gambaran longitudinal, yakni pengumpulan

dan analisis data dalam satu jangka waktu tertentu.

Kasus dapat terbatas pada satu orang, satu keluarga, atau

kelompok masyarakat pada satu lembaga, satu desa atau wilayah,

atau satu kelompok objek lainnya yang cukup terbatas, tetapi

dipandang sebagai satu kesatuan. Segala aspek dalam suatu

kasus harus mendapat perhatian sepenuhnya dari peneliti. Halhal

yang harus diperhatikan oleh peneliti adalah segala sesuatu

yang mempunyai arti dalam riwayat kasus, misalnya peristiwa

terjadinya, perkembangannya, dan perubahan-perubahannya.

Dengan demikian, studi kasus dapat memperlihatkan kebulatan

dan keseluruhan kasus.

Teknik umum yang digunakan dalam studi kasus adalah

observasi langsung, observasi partisipasi, dan teknik wawancara

bebas. Di samping itu, dapat pula dilakukan melalui buku harian,

surat menyurat, dan sebagainya. Meskipun demikian, wawancara

sangat memainkan peranan besar dalam studi kasus. Dua hal yang

sangat memainkan peranan penting dalam studi kasus, yakni

generalisasi dan realitas.

Studi kasus umumnya dipakai dalam rangka studi eksploratif

saja, artinya bukan menguji hipotesis, melainkan memperkembangkan

hipotesis. Studi kasus memiliki keuntungan sebagai berikut.

1) Dapat meneliti kehidupan sosial ekonomi ataupun hal-hal yang

bersifat fisik atau eksakta secara mendalam.

2) Dapat memanfaatkan berbagai teknik pengumpulan data,

seperti observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan alat-alat

pengumpulan data lainnya.

3) Dapat dipakai untuk menguji kebenaran suatu teori.

Jendela

Sumber: Tempo, Januari 2002

Gambar 4.1

Tawuran Antarpelajar

Tawuran antarpelajar dapat diteliti dengan

menggunakan analisis deskriptif.

Info

Erikson (1976) mengadakan

penelitian tentang akibat-akibat

bencana banjir dan pecahnya dam

tahun 1972 di Buffalo Creek, Virginia

Barat, mewawancarai yang selamat

dan membaca semua bukti yang

tercatat.

Sumber: Sosiologi jilid 1,1999

Pengumpulan dan Pengolahan Data Penelitian 91

More magazines by this user
Similar magazines