A Perubahan Sosial

bos.fkip.uns.ac.id

A Perubahan Sosial

20

Sumber: Tempo, 3 Oktober 2004

Gambar 1.12

Demo

Perubahan kebijakan pemerintah akan

berakibat berubahnya lembaga-lembaga

kemasyarakatan lainnya.

Gambar 1.13

Kerusuhan

Kerusuhan mengandung unsur kekerasan

fisik dan biasanya diikuti dengan perusakan

terhadap barang-barang.

tersebut dapat menumbuhkan kepentingan kesatuan nasional,

masyarakat pelu diberi pemahaman tentang reintegrasi atau

reorganisasi yang tepat, seperti hal-hal berikut ini.

a. Menanamkan kesadaran akan pentingnya berbangsa dan

bertanah air.

b. Perundingan apabila terdapat pihak-pihak yang melakukan

reaksi keras (pergolakan).

c. Melalui saluran hukum terhadap mereka yang menyimpang.

d. Menggunakan saluran militer untuk memadamkannya apabila

terjadi pergolakan mengarah pada pemberontakan.

Perubahan sosial ditandai dengan semakin berkembangnya

tingkat pendidikan masyarakat sehingga setiap kebijaksanaan yang

dikeluarkan oleh pemerintah tidak selamanya diterima masyarakat.

Kadang-kadang masyarakat menolak suatu kebijaksanaan apabila

dianggap merugikan atau terlalu memberatkan masyarakat.

Misalnya, kenaikan harga barang yang diakibatkan oleh naiknya

harga bahan bakar minyak (BBM). Penolakan dapat pula berupa

protes dan demontrasi. Contohnya, demo yang dilakukan oleh

karyawan di beberapa perusahaan yang menuntut kenaikan Upah

Minimum Provinsi (UMP). Kadangkala aksi protes dan demonstrasi

juga dilakukan oleh mahasiswa terhadap pemerintah seperti yang

terjadi pada 1966 dan 1998.

Disintegrasi sosial yang terjadi akan mempunyai kekuatan yang

merongrong atau melemahkan kedudukan seseorang yang memiliki

kekuasaan. Di Indonesia pernah terjadi beberapa kali konflik atau

pertentangan dengan kekuasaan pemerintahan. Hal seperti itu terjadi

sejak awal kemerdekaan sampai awal berdirinya Orde Baru, bahkan

pada masa reformasi pasca 1998. Uraian berikut disusun berdasarkan

intensitas (besar-kecilnya) pertentangan itu sendiri antara lain sebagai

berikut.

a. Kerusuhan (dapat juga disebut riot walaupun pengertiannya

tidak tepat), ialah hampir sama dengan demonstrasi atau protes.

Perbedaannya kerusuhan mengandung unsur kekerasan fisik

dan biasanya diikuti dengan perusakan terhadap barang-barang,

penganiayaan terhadap orang yang tidak disenangi, atau terjadi

bentrokan fisik dengan pihak pengendali kerusuhan (keamanan).

Kerusuhan umumnya ditandai dengan spontanitas terhadap

suatu insiden atau sebagai kelanjutan dari demontrasi.

Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII

Sumber: www.jakartalibrary.com

More magazines by this user
Similar magazines