A Perubahan Sosial

bos.fkip.uns.ac.id

A Perubahan Sosial

38

Riset

Bagaimana pendapat Anda terhadap

seseorang yang memiliki anak tanpa

menikah?

Endogami

Eksogami

Zoom

Gambar 2.2

Keluarga

Keluarga sebagai suatu lembaga karena

setiap anggota mempunyai fungsi dan

peranannya.

Keluarga yang ideal dibentuk melalui perkawinan dan akan

memberikan fungsi kepada setiap anggotanya. Di dalam keluarga,

akan terbentuk tingkat-tingkat sepanjang hidup individu (stages a long

the life cycle), yaitu masa-masa perkembangan individu sejak masa bayi,

masa penyapihan (anak yang sedang menyusu kepada ibunya), masa

kanak-kanak, masa pubertas, masa setelah nikah, masa hamil, masa tua,

dan seterusnya. Perkembangan kehidupan yang demikian dapat terjadi

dalam kehidupan keluarga umum. Pada setiap masa perkembangan

individu dalam keluarga, akan terjadi penanaman pengaruh dari

lingkungan sosial tempat individu yang bersangkutan berada. Pengaruh

tersebut secara langsung berasal dari orangtuanya melalui penanaman

nilai-nilai budaya yang dianut atau pengaruh lingkungan pergaulan

yang membentuk pribadi bersangkutan (sosialisasi). Suatu keluarga

dapat terbentuk karena hal-hal berikut.

a. Suatu kelompok yang memiliki nenek moyang yang sama

sehingga perkawinan dapat terjadi di antara mereka yang

memiliki satu keturunan, disebut endogami.

b. Suatu kelompok kekerabatan disatukan oleh darah atau perkawinan.

Pasangan perkawinan tidak didapat dari kelompok sendiri yang

berasal dari satu keturunan atau nenek moyang, tetapi pasangan

hidup diperoleh dari kelompok lain sehingga di antara dua kelompok

yang berbeda terikat oleh adanya perkawinan di antara keturunannya

disebut eksogami.

c. Pasangan perkawinan dengan atau tanpa anak. Suatu keluarga

adakalanya tidak dapat memiliki keturunan sehingga pasangan

hidup dapat mengadopsi anak orang lain sebagai anggota untuk

pelengkap keluarga batih.

d. Pasangan tanpa nikah yang mempunyai anak. Akibat adanya

keinginan untuk melakukan hubungan suami istri di luar nikah,

tidak jarang di antara mereka mempunyai anak. Di negaranegara

yang menganut paham bebas (liberal), hal ini dianggap

sesuatu yang lumrah. Jika pasangan hidup di luar nikah memiliki

anak dan mereka dapat hidup dengan rukun tanpa adanya ikatan

perkawinan disebut samen leven atau kumpul kebo. Di Indonesia,

perbuatan demikian dianggap menyeleweng dari kehidupan

sosial yang sekaligus melanggar nilai dan norma masyarakat,

dan melanggar norma agama.

e. Satu orang dapat hidup dengan beberapa orang anak. Hal ini

dapat terjadi karena salah satu pasangan hidup, ayah atau ibu,

berpisah yang disebabkan oleh perceraian atau salah seorang

dari mereka meninggal sehingga salah seorang di antara mereka

harus memelihara anaknya.

Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII

Sumber: Dokumentasi Penerbit

More magazines by this user
Similar magazines