teknik pengelasan kapal jilid 2 smk

bos.fkip.uns.ac.id

teknik pengelasan kapal jilid 2 smk

TEKNOLOGI LAS KAPAL

Dalam taraf rancangan sambungan-sambungan las harus

dirancang sedemikian rupa hingga mudah dicapai untuk operasi las dan

memungkinkan penggunaan urutan dan posisi las yang paling

menguntungkan. Sambungan las dan urutan las harus dirancang

sedemikian rupa hingga tegangan sisa diminimalkan.

Jarak yang kecil antar sambungan –sambungan las dan

pemusatan setempat dari las haruslah dihindari. Sambungan-sambungan

las yang sejajar harus berjarak sedikitnya 250 mm satu sama lain dalam

hal las tumpul dan sedikinya 50 mm satu sama lain dalam hal las sudut.

Jika las sudut memotong las lain, pada umumnya las sudut harus

dihentikan pada suatu jarak dari las lain itu, dan harus ada skalop. Jika

las sudut memotong las las tumpul yang telah selesai dan yang telah

dibuat rata dengan pelat ditempat pemotongan, maka las sudut boleh

dilas terus tanpa skalop.

IV.2.4.2 Detail konstruksi las

Pada bagian konstruksi utama dan bagian konstruksi lainnya yang

perting, tepi-tepi bebasnya dan pelat hadap harus bebas dari efek takik

yang dikarenakan bagian-bagian yang dilaskan. Untuk pengelasan pada

pelat tepi teratas / lajur atas ( Sheer strake ). Sambungan las tumpul tak

boleh ada pada perpatahan pelat hadap.

Untuk keperluan penyambungan pelat atau bagian konstruksi

yang berdinding tipis pada benda yang cukup atau dari baja tempa ,

maka pada benda itu haruslah diberikan penirusan (tapering) yang cukup

atau flens pengelasan yang dituang atau ditempa dan sambungan las

yang kebesaran harus dihindari.

IV.2.4.3 Sambungan Las Tumpul

1. Persiapan Tepi untuk Las Tangan

Persiapan tepi untuk sambungan las tumpul (butt joint) ditentukan

oleh bahan, proses las yang dipakai dan tebal pelat.

Untuk tebal sampai dengan 5 mm boleh dipakai las tumpul siku

(yang dilas dari kedua sisinya). Lebar celah haruslah kurang lebih

setengah tebal pelat.

Jika tebal pelat antara 5 dan 16 mm harus dipakai sambungan

tumpul V tunggal atau sambungan tumpul Y. Sudut antara bidang-bidang

permukaan lebur harus kurang lebih 60 o , lebar celah kurang lebih 2 mm

dan dalam permukaan-permukaan akar sambungan tumpul Y kurang

lebih 2 mm.

Jika tebal pelat lebih dari 16 mm, boleh dipakai sambungan tumpul

V tunggal atau sambungan Y atau sambungan tumpul V ganda

(sambungan tumpul 2/3 X), dengan sudut yang dilingkupi, lebar celah,

400

More magazines by this user
Similar magazines