teknik pengelasan kapal jilid 2 smk

bos.fkip.uns.ac.id

teknik pengelasan kapal jilid 2 smk

TEKNOLOGI LAS KAPAL

IV.2.4.4 Sambungan Las Sudut

1. Susunan dan Ukuran Las Sudut

Pada prinsipnya, las sudut harus diterapkan pada kedua sisi

bagian-bagian yang bersinggungan. Jika las sudut menerus sebagai

pengganti las sudut terputus , maka nilai yang diberikan dalam kolom 2

sampai kolom 4 boleh dikurangi dengan hanya 60 persen dari perbedaan

tebal tenggorokan yang dihitung. Dalam hal apapun tebal tenggorokan

minimum tak boleh kurang dari harga yang diberikan dalam kolom 5 dari

tabel. Tebal tenggorokan minimum haruslah selalu diukur dari titik akar

teoritis dari las sudut. Dalam hal proses las , khususnya yang cenderung

akan terbentuknya pori-pori misalnya pengelasan dibawah gas lindung

atau dengan pemakaian kawat las basa (Zat air rendah) pada cat dasar

yang mengandung seng, dapat dianjurkan penambahan tebal

tenggorokan sampai dengan 1 mm.

Tabel IV.1 Sambungan Las Sudut

a) Tebal tenggorokan, panjang las sudut dan jarak

Panjang las sudut

Tebal pelat

(bilah)

s

Tebal tenggorokan

a

l

Las terputus

– putus rantai

Las

terputus

– putus

zig zag

Tarak

t

mm mm mm mm mm mm mm mm mm

1 2 3 4 5 6 7 8 9

4-4,5

5 – 6,5

7 – 8,5

9 – 10,5

11 – 12,5

13 – 14,5

15 – 17,5

18 – 21,5

22 – 25,5

26 – 29,5

30 -34,5

35 – 40

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

(2,5)

3

3,5

4

5

6

7

8

9

10

11

12

(2,5)

3

3

3

3,5

4

5

6

7

8

9

10

(2,5)

3

3

3

3

3,5

4

4,5

5

5,5

6

7

60

70

80

95

110

125

140

160

180

(200)

(200)

(200)

50

60

70

80

95

105

115

130

150

(175)

(175)

(175)

45

50

60

70

80

90

100

110

120

-

-

-

125

140

170

200

250

300

350

400

450

(500)

(500)

(500)

Untuk tebal tenggorokan dan panjang las sudut pada bagian –

bagian konstruksi kapal dapat dilihat pada tabel IV.1 bagian (b).

403

More magazines by this user
Similar magazines