teknik pengelasan kapal jilid 2 smk

bos.fkip.uns.ac.id

teknik pengelasan kapal jilid 2 smk

TEKNOLOGI LAS KAPAL

Pemilihan jenis material yang akan digunakan untuk setiap

konstruksi kapal ditentukan berdasarkan fungsi dan keberadaan dari

konstruksi kapal tersebut oleh bagian perencana serta proses

pengelasan yang akan dilakukan dari penyambungan dua material yang

mempunyai spesifikasi yang berbeda atau sama.

Penyambungan/pengelasan diantara bahan baja lunak tidak

terlampau menimbulkan masalah, namun perlu diperhatikan untuk

bagian tertentu dari kapal yang memang direncanakan untuk

menggunakan material baja lunak selain grade A seperti konstruksi

bilga, pelat lajur atas, tepi ambang palka, maka bila terjadi pekerjaan

reparasi nantinya material tersebut hanya dapat diganti dengan

material dari grade yang sama untuk dapat dianggap sebagai reparasi

permanen.

Selain hal tersebut diatas, bila pada bagian kapal diragukan hasil

pekerjaannya secara maksimal maka perlu dilakukan pengujian dengan

simulasi dilaboratorium uji material berupa uji mekanik (welding

procedure test). Material baja tuang (steel casting) sering dijumpai pada

bagian-bagian kapal antara lain gading linggi buritan, pelat kemudi,

tabung poros baling-baling, pipa rantai jangkar.

Proses penentuan dan pemilihan material telah direncanakan

sebelum proses produksi dilakukan hal ini agar pada saat pelaksanaan

material telah siap sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Dalam

pelaksanaan dilapangan sering terjadi material yang datang mengalami

cacat akibat proses pengangkutan maupun penyimpanan.

Cacat yang sering terjadi pada material antara lain berupa :

Pitting, lekuk-lekuk, scores dan laminasi.

1. Pitting merupakan cacat yang diakibatkan oleh korosi yang terjadi

pada saat material berada dalam penyimpanan, cacat ini sulit

diperkirakan karena tidak tampak secara menyeluruh bila dilihat

secara visuil. Cacat ini ditandai dengan hilangnya sebagian secara

lokal sehingga terbentuklan lubang yang sangat kecil.

Pitting dapat terjadi pada saat material disimpan dalam kondisi

lingkungan yang tidak baik

2. Lekuk-lekuk atau takik (scores) sering timbul pada saat proses

transportasi atau pada penampungan yang diletakkan mendatar dan

ditumpuk.

3. Laminasi merupakan cacat yang sering timbul pada lembar pelat

karena adanya gelembung-gelembung gas yang terperangkat dan

adanya pengkerutan pada saat pembuatan baja pada tanur tinggi

yang tidak hilang pada saat proses pengerolan berlangsung.

Cacat laminasi sulit diketahui karena berada didalam material

sehingga cacat ini cukup berbahaya karena akan mengurangi

kekuatan material sebagai konstruksi kapal

436

More magazines by this user
Similar magazines