teknik pengelasan kapal jilid 2 smk

bos.fkip.uns.ac.id

teknik pengelasan kapal jilid 2 smk

TEKNOLOGI LAS KAPAL

Sebagai hasilnya, pola magnetik partikel-partikel yang lebih luas

daripada daerah kerusakan itu akan terbentuk pada bagian permukaan,

di sekitar daerah kerusakan, seperti tampak pada Gb. IV.9 (B). Agar

formasi pola partikel magnet yang benar mampu menunjukkan indikasi

kerusakan, maka orientasi-orientasi kerusakan dan medan magnet harus

diperhitungkan.

Ada dua metode magnetisasi pada daerah pengelasan, yaitu

"metode yoke", menggunakan elektromagnet seperti tampak pada

Gb. IV.3.10, dan "metode prod", menggunakan elektrode pada

spesimen agar arus listrik dapat mengalir di dalam spesimen.

Metode prod tidak dapat diterapkan pada baja yang berkekuatan

tarik tinggi, karena dapat menimbulkan hubungan arus pendek antara

spesimen dengan elektrode sehingga menimbulkan kerusakan

menyerupai pukulan pada busur las. Metode ini efektif untuk mendeteksi

kerusakan yang tidak terpapar tetapi ada di dekat permukaan. Ada dua

jenis partikel, yaitu partikel floresen dan partikel non-floresen. Adalah

penting menentukan pilihan jenis partikel magnet yang tepat, karena

keberhasilan deteksi kerusakan bergantung pada jenis partikel magnet

yang digunakan selain juga metode magnetisasi. Partikel magnet bisa

dipasok dengan metode kering atau metode basah. Dalam metode

kering, partikel-partikel magnet kering ditebarkan di udara. Sedangkan

dalam metode basah, partikel-partikel magnet ditebarkan di dalam air

atau minyak tanah, dan dilakukan suspensi terhadap permukaan

spesimen.

(A)

(A)

Luas pola penyebaran

partikel magnet

Lebar kerusakan

Gambar V.9 Prinsip kerja pengujian partikel magnet

(B)

452

More magazines by this user
Similar magazines