Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

bos.fkip.uns.ac.id

Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

menyaratkan pekerja sosial dan para profesional lain

untuk melaporkan dugaan penganiayaan dan

penerlantaran anak kepada pihak yang berwenang.

Pekerja sosial harus menyadari kewajiban-kewajiban

hukum dan potensi dilema etik yang terjadi dalam

melaporkan penganiayaan anak. Sebagai contoh,

beberapa peraturan memberi kewenangan untuk

melaporkan “sebab yang masuk akal yang diyakini” atau

“dugaan yang masuk akal” sementara peraturanperaturan

lain hanya menyaratkan orang yang

melaporkan “mengetahui atau menduga” (Smith, 2002,

dalam DuBois & Miley, 2005: 372). Selanjutnya, ada

akibat-akibat hokum apabila gagal melaporkan:

“Kebanyakan negara bagian telah mengkriminalisasikan

kegagalan untuk melaporkan penganiayaan anak dan

untuk derajat yang lebih kecil, beberapa negara bagian

juga memungkinkan gugatan sipil yang didasarkan atas

kegagalan seseorang untuk melaporkan” (McLeod &

Polowy, 2000: 12, dalam DuBois & Miley, 2005: 372).

Di bawah ini disajikan beberapa langkah praktis yang

dapat ditempuh oleh pekerja sosial untuk menyiapkan

diri dalam berpraktek di bidang pelayanan penganiayaan

dan penerlantaran anak:

• Mengidentifikasikan ketentuan-ketentuan hukum

negara bagian tertentu yang dapat diterapkan

• Mengenal indikator-indikator penganiayaan dan

penerlantaran anak

• Memahami proses-proses dan prosedur-prosedur

pelaporan

• Memelihara catatan-catatan yang rinci dan akurat

• Mengidentifikasikan prosedur-prosedur badan sosial,

konsultan supervisor, dan sumberdaya-sumberdaya

konseling hukum (McLeod & Polowy)

2. Jenis-jenis penyaniayaan dan penerlantaran

anak

Penganiayaan dan penerlantaran anak ialah salah asuh

anak oleh para pelaku pengasuhan primer. Salah asuh

anak pada dasarnya masuk ke dalam kategori-kategori

461

More magazines by this user
Similar magazines