Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

bos.fkip.uns.ac.id

Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

462

penyaniayaan fisik, penyaniayaan emosional,

penerlantaran fisik, dan penerlantaran emosional.

• Penganiayaan fisik meliputi suatu cedera yang

diinginkan atau yang tidak disengaja yang bersumber

dari tindakan yang membahayakan oleh orangtua

atau pengasuh, seperti meninju, memukul,

menggoyang, menendang, membakar, atau mencubit.

Indikator-indikator penganiayaan fisik dalam

pengasuhan meliputi suatu cerita tentang cedera yang

tidak sesuai dengan fakta, menunda pemebrian

perlakuan, dan bukti cedera ganda dalam berbagai

tahap penyembuhan.

• Penganiayaan emosional ialah perilaku orangtua

atau pengasuh yang secara sadar bermaksud

menyakiti anak-anak secara emosional. Contoh dari

perilaku semacam ini antara lain menolak, meneror,

mengabaikan, mengkambinghitamkan, mengucilkan,

atau mengkorupsi anak-anak.

• Penerlantaran fisik ialah suatu kegagalan dalam

memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar anak-anak

atau kurangnya pengawasan yang dalam beberapa hal

mempertaruhkan kesehatan dan keselamatan anakanak.

Kategori-kategori penerlantaran antara ialah

pengabaian fisik (misalnya, pengabaian atau

kegagalan memberikan perawatan eksehatan),

pengabaian pendidikan (misalnya, membolehkan

tidak bersekolah selama bertahun-tahun atau

kegagalan mendaftarkan anak di sekolah), dan

penerlantaran emosional (misalnya, kegagalan

memberikan pengasuhan dan kasih sayang yang

memadai atau membolehkan anak menyaksikan

penganiayaan pasangan). Penerlantaran dapat

mengakibatkan gangguan pertumbuhan, hambatan

belajar, hambatan perkembangan fisik, kegagalan

dalam melaksanakan sesuatu, dan berbagai macam

masalah-masalah kesehatan.

• Penganiayaan seksual, yang sering didiamkan oleh

pelaku orang dewasa yang mengintimidasikan

More magazines by this user
Similar magazines