Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

bos.fkip.uns.ac.id

Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

490

jelas bahwa suatu sekolah yang mengembangkan iklim

harapan-harapan yang tinggi merupakan suatu faktor

yang penting dalam mengurangi kegagalan akademik

dan meningkatkan jumlah siswa yang mau melanjutkan

pendidikan ke perguruan tinggi” (h. 400). Dan ketiga,

sekolah-sekolah yang mendorong ketahanan

menitikberatkan partisipasi dan keterlibatan siswa

dengan “memberikan mereka kesempatan-kesempatan

untuk berpartisipasi dan terlibat secara bermakna serta

melaksanakan peran-peran tanggung jawab di dalam

lingkungan sekolah” (h. 400).

Masyarakat juga mempengaruhi ketahanan anak-anak

muda. Karakteristik masyarakat yang berkompeten

serupa dengan karakteristik keluarga-keluarga dan

sekolah-sekolah yang berkompeten yang

mempromosikan ketahanan (Bernard, 1992, dalam

DuBois & Miley, 2005: 400). Pertama, masyarakat yang

berkompeten memperlihatkan kepedulian dan dukungan

mereka kepada anggota-anggota masyarakat, termasuk

anak-anak muda. Masyarakat membangun jejaring sosial

untuk “mempromosikan dan mempertahankan ikatan

sosial” (h. 400), memiliki sumberdaya-sumberdaya yang

tersedia dan terjangkau bagi anggota-anggota

masyarakat, serta memiliki cara-cara untuk membangun

jejaring sosial yang responsif terhadap berbagai

kebutuhan anggota-anggota masyarakat. Kedua,

masyarakat mendemonstrasikan harapan-harapan yang

tinggi terhadap anak-anak muda. Yang menarik, “di

dalam kebudayaan-kebudayaan yang memiliki norma

menghargai anak-anak muda sebagai sumberdaya, bukan

sebagai beban atau masalah, anak-anak muda cenderung

tidak mau terlibat di dalam semua perilaku-perilaku

bermasalah” (h. 401). Secara lebih spesifik lagi dalam

kaitan dengan penyalahgunaan alkohol, “negara-negara

dimana mabuk lebih dapat diterima secara sosial

cenderung memiliki angka penyalahgunaan alkohol yang

lebih tinggi” (h. 401). Dan ketiga, masyarakat yang

berkompeten menciptakan ”kesempatan-kesempatan bagi

anak-anak muda untuk berpartisipasi di dalam kehidupan

masyarakat” (h. 401).

More magazines by this user
Similar magazines