Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

bos.fkip.uns.ac.id

Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

364

Untuk mencapai kredibilitas di dalam sistem peradilan

criminal public, para pekerja social harus dipersiapkan secara

pendidikan untuk emmahami kejahatan dan kenakalan,

perbedaan-perbedaan dalam bekerja dengan para klien

involuntir atau tidak sukarela, proses-proses penghukuman

dan prosedur-prosedur peradilan, serta peran-peran dari

berbagai kalangan _rofessional di dalam bidang lintas disiplin

ini.

1. Kejahatan dan kenakalan

Secara sederhana dapat dikatakan, kejahatan merupakan

tindakan-tindakan atau perilaku-perilaku yang

bertentangan dengan hukum. Dengan kata lain, kegiatan

kriminal melanggar hukum-hukum dan kode-kode moral.

Para pelaku kriminal melakukan kejahatan terhadap

orang, harta benda, atau negara. Suatu rangkuman data

statistik kejahatan tahunan menentukan kecenderungankecenderungan

kejahatan yang didasarkan atas indeks

kejahatan antara lain pembunuhan dan pembantaian,

pemerkosaan dengan kekerasan, penyerangan yang

menyakitkan, perampokan harta benda, pencurian, dan

pembakaran rumah dengan sengaja. Ini juga mencakup

indeks pelanggaran hukum yang ringan atau

penyerangan. Data pendahuluan pada tahun 2002

memperlihatkan suatu penurunan sebesar 0,2 persen

dalam Indeks Kejahatan Nasional dibandingkan dengan

data pada tahun 2001 dan lebih rendah secara signifikan

daripada pada awal tahun 1990-an (U. S. Department of

Justice, 2003a, dalam DuBois & Miley, 2005: 303).

Para remaja pelaku kejahatan diklasifikasikan sebagai

kenakalan atau sebagai orang-orang yang belum dewasa

yang membutuhkan bantuan. Perilaku nakal beragam

mulai dari pelanggaran, atau perilaku yang buruk

khususnya para remaja seperti lari dari rumah dan

pelanggaran jam malam, hingga pelanggaran hukum

pidana. Kebanyakan rujukan kepada peradilan remaja—

45 persen—adalah kejahatan harta benda. Kejahatan

terhadap manusia, hukuman yang paling serius, mewakili

23 persen dari kasus-kasus kenakalan, pelanggaran

ketertiban umum mewakili 21 persen, pelanggaran obatobatan

mewakili 11 persen (Sickmund, 2003, dalam

More magazines by this user
Similar magazines