Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

bos.fkip.uns.ac.id

Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

kecenderungan untuk melakukan perilaku kriminal.

Teori-teori awal ini sudah ditolak dewasa ini.

Penjelasan-penjelasan fisik dan biologis pada awal abad

ke-20 tentang perilaku kriminal telah digantikan ketika

dukungan bagi penjelasan-penjelasan sosial dan

psikologis memperoleh penerimaan. Teori-teori

psikologis dan teori-teori pengendalian sosial

menyajikan asal-mula perilaku kriminal sebagai

gangguan-gangguan kejiwaan atau tindakan-tindakan

antisosial.

Ada satu pertanyaan abadi yang menarik untuk

dijperdebatkan: Apakah suatu perbuatan kriminal harus

dihukum atau direhabilitasi? Walaupun tidak ada

konsensus tentang bagaimana berhadapan dengan

kejahatan, posisi yang kita ambil akan mempengaruhi

bagaimana kita memandang perilaku kriminal dan

bagaimana kita memperlakukan para pelaku kejahatan

dan korban-korban mereka. Posisi-posisi yang menonjol

di dalam sejarah kepenjaraan atau pemasyarakatan di

Amerika Serikat antara lain meliputi retribusi, deterrensi,

rehabilitasi, reintegrasi, dan pengendalian (Champion,

2001, dalam DuBois & Miley, 2005: 305).

Retribusi atau balas dendam (retribution) barangkali

adalah tujuan tertua dari sistem pemasyarakatan. Suatu

motif balas dendam atau doktrin “mata untuk satu mata”

menggunakan hukuman untuk memperoleh hasil seri.

Retribusi ialah suatu faktor di dalam model pengadilan

akhir-akhir ini atau “ganjaran yang adil”. Model ini

memberikan hukuman atas kejahatan berat untuk

memberikan suatu ganjaran yang adil bagi para pelaku

kejahatan dan suatu perlindungan bagi masyarakat.

Idealnya, deterrensi (deterrence) ialah suatu strategi

untuk mencegah perilaku kriminal. Untuk mencapai

tujuan ini, para pembuat hukum menetapkan hukuman

yang berat sesuai dengan beratnya suatu kejahatan.

Pelaksanaan hukuman menggunakan prinsip keadilan

yang distributif atau merata. Filosofi ini

mempromosikan pengembangan sanksi-sanksi kriminal

367

More magazines by this user
Similar magazines