Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

bos.fkip.uns.ac.id

Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

368

bagi semua pelaku kejahatan, pedoman-pedoman

pemberian hukuman yang harus dipatuhi oleh lembagalembaga

pengadilan.

Sebagai salah satu tujuan pemenjaraan atau

pemasyarakatan, rehabilitasi (rehabilitation) berasal dari

gerakan reformasi pada akhir abad ke-19. Zebulon Reed

Brockway, kepala lembaga pemasyarakatan pertama di

Elmira State Reformatory di Negara Bagian New York,

adalah seorang penggerak reformasi pemenjaraan atau

pemasyarakatan yang sangat yakin akan manfaat

rehabilitasi yang lebih besar daripada penghukuman.

Brockway mengadvokasikan pelatihan pendidikan dan

kejuruan, pembatasan pemebrian hukuman, dan parole

(Champion, 2001; Quam, 1995, dalam DuBois & Miley,

2005: 305).

Para pelaku kejahatan diborgol atau ditahan di dalam

suatu lembaga penjara untuk membatasi kebebasan

mereka dan mereformasi perilaku mereka. Rehabilitasi

menekankan pendidikan untuk mengembangkan

keterampilan-keterampilan kejuruan. Program-program

yang dirancang untuk mencapai tujuan reintegration

(reintegrasi) dari pemenjaraan membantu para pelaku

kejahatan itu, setelah mereka keluar dari penjara, untuk

menyesuaikan diri mereka sendiri dengan masyarakat.

Rumah-rumah singgah dan pusat-pusat pelayanan

lainnya membantu peralihan para pelaku kejahatan itu ke

dalam kehidupan masyarakat. Terakhir, programprogram

yang berbasiskan masyarakat yang

menyelenggarakan supervisi dan pemantauan yang

intensif dimana kira-kira para pelaku kejahatan berada

dan control (control, pengendalian) perilaku para pelaku

kejahatan yang tetap tinggal di tengah-tengah

masyarakat.

3. Sistem peradilan kriminal

Ada tiga komponen utama sistem peradilan kriminal

yaitu penegakan hukum, pengadilan, dan

pemasyarakatan. Para petugas penegakan hukum

melayani berbagai wilayah kerja antara lain Kepolisian

Sektor (Polsek) Kepolisian Resort (Polres), Kepolisian

More magazines by this user
Similar magazines