Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

bos.fkip.uns.ac.id

Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

400

genetik memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang batasbatas

kerahasiaan dan pentingnya privasi, dan persetujuan klien.

Isu-isu lain ialah “diskriminasi, hak klien untuk menentukan

nasib atau masa depannya sendiri, dan manfaat segera dari hasil

pemeriksaan genetik itu” (NASW, 2000c, dalam DuBois &

Miley, 2005: 327). Pekerja sosial harus memainkan suatu peran

kunci dalam mengalamatkan isu-isu ini di dalam badan

sosialnya dan dalam memastikan bahwa perundang-undangan

kebijakan sosial di masa depan responsif terhadap situasi-situasi

klien.

C. Pekerjaan Sosial dan AIDS

“Human Immunodeficiency Virus (HIV) ialah suatu virus yang

menular melalui hubungan seksual dan pertukaran darah yang

mengganggu dan pada akhienya merusak sistem kekebalan

tubuh” (Lloyd, 1995: 1257, dalam DuBois & Miley, 2005: 327).

HIV menyebabkan AIDS, yang diidentifikasikan oleh kalangan

profesional kesehatan sebagai tahap akhir dari penyakit HIV.

Orang-orang yang terkena virus HIV dan penyakit AIDS

(selanjutnya disebut “Orang Dengan HIV dan AIDS, disingkat

ODHA) rentan terhadap penyakit-penyakit yang berbahaya dan

infeksi viral, parasitis, atau bakteri lainnya--karena

menggerogoti sistem kekebalan tubuhnya—yang tetap

mengancam sepanjang kehidupan. “HIV belum dapat

disembuhkan sampai saat ini, tetapi harapan ada yaitu dengan

menghindari penyakit menahun” (Linsk & Keigher, 1997: 71,

dalam DuBois & Miley, 2005: 327) sebagai hasil dari

penemuan-penemuan bagaimana mencegah dan menyembuhkan

penyakit-penyakit oportunistik yang berkaitan dengan

HIV/AIDS dan bagaimana mengkombinasikan obat-obatan

antiviral untuk mengurangi perkembangbiakan virus itu sendiri.

1. Prevalensi

Banyak kalangan mengidentifikasikan HIV/AIDS sebagai

masalah kesehatan global kontemporer yang paling

menonjol dewasa ini. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa

PBB) menunjukkan bahwa 3,1 juta orang meninggal karena

AIDS dan 5 juta orang baru tertular HIV pada tahun 2002

(Joint United Nations Programme on HIV/AIDS, UNAIDS,

2002a, dalam DuBois & Miley, 2005: 327). Berdasarkan

gambaran-gambaran ini, di seluruh dunia setiap hari sekitar

8.600 orang meninggal karena AIDS dan sekitar 14.999

More magazines by this user
Similar magazines