Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

bos.fkip.uns.ac.id

Pekerjaan Sosial Jilid 3.pdf

psikologis dari suatu kecacatan sama pentingnya bagi

pencapaian keberfunsgian sosial yang optimum dengan

hakekat kecacatan itu sendiri. Walaupun pelayananpelayanan

rehabilitasi utamanya berfokus pada penyesuaian

pribadi, rehabilitasi juga harus mengalamatkan faktorfaktor

sosial dalam rangka menghadapi pelecehan sosial,

stigma, marjinalitas sosial, dan tekanan lingkungan, yang

semuanya memperbutuk akibat-akibat dari kecacatan.

Secara singkat dapatlah dikatakan, kecacatan ialah bagian

dari suatu masalah sosial yang menuntut solusi-solusi yang

dikonstruksikan secara sosial.

Program-program rehabilitasi di sekolah-sekolah dan dunia

kerja harus diarahkan pada usaha-usaha untuk mengatasi

sikap-sikap prasangka buruk dan praktek-praktek

diskriminasi. Pengintegrasian dan pengarusutamaan yang

berhasil para siswa/mahasiswa dan karyawan merupakan

suatu kombinasi antara informasi tentang kecacatan dan

kontak dengan orang-orang yang mengalami kecacatan,

Penelitian menganjurkan bahwa untuk mempengaruhi

perubahan-perubahan sikap yang memadai, signifikan, dan

konsisten terhadap orang-orang yang mengalami kecacatan

dan untuk menciptakan kesempatan-kesempatan kerja

menuntut pendidikan dan pelatihan yang memadai bagi

pekerja sosial sehingga dapat memenuhi kebutuhankebutuhan

orang-orang yang mengalami kecacatan itu.

E. Pekerjaan Sosial dan Kecacatan Perkembangan

Sebagaimana didefinisikan oleh undang-undang, kecacatan

perkembangan (developmental disability) ialah suatu istilah

nondiagnostik yang mengacu kepada kriteria yang menentukan

elijibilitas seseorang untuk mengikuti program-program yang

relevan yang dibiayai oleh pemerintah pusat (DeWeaver, 1995,

dalam DuBois & Miley, 2005: 339). Dewasa ini, terdapat

hampir 4 juta orang di Amerika Serikat yang mengalami

kecacatan perkembangan (Administration on Developmental

Disabilities, 2002, dalam DuBois & Miley, 2005: 339).

Kecacatan perkembangan mencakup keterbelakangan mental

(mental retardation), lumpuh karena gangguan pada otak

(cerebral palsy), ayan (epilepsy), autisme (autism), dan

kecacatan-kecacatan organik lainnya. Undang-undang tentang

Bantuan dan Hak-hak Kecacatan Perkembangan yang

417

More magazines by this user
Similar magazines