Kuliah 1 – Perilaku dan Dinamika Proyek

meandmyheart.files.wordpress.com

Kuliah 1 – Perilaku dan Dinamika Proyek

PERILAKU DAN DINAMIKA

PROYEK

Program Studi Teknik Elektro

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Manajemen Proyek (TKE 3101)

oleh:

Indah Susilawati, S.T., M.Eng.


Definisi proyek

Kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu

terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan

untuk menghasilkan produk yang kriteria mutunya telah digariskan

dengan jelas.

Lingkup proyek

Pembangunan pabrik

Pembuatan produk baru

Pelaksanaan penelitian dan pengembangan


Ciri Proyek

Bertujuan menghasilkanproduk atau kerja akhir tertentu.

Dalam proses mewujudkan produk tsb di atas, ditentukan jumlah

biaya, jadwal, serta kriteria mutu.

Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya

tugas. Titik awal dan titik akhir ditentukan dengan jelas.

Nonrutin, tidak berulang-ulang. berulang ulang. Macam dan intensitas kegiatan

berubah sepanjang berlangsungnya proyek.

Definisi program

Program mempunyai sifat yang sama dengan proyek. Perbedannya

terletak pada kurun waktu pelaksanaan dan besarnya sumberdaya

yang diperlukan. Program memiliki skala yang lebih besar daripada daripada

proyek, program dapat dipecah menjadi bermacam proyek yang

berbeda


Sasaran proyek dan tiga kendala (triple contraint)

Anggaran

Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi

anggaran. Untuk proyek besar (jangka waktu proyek bertahun-

tahun) maka seringkali anggaran dipecah menjadi beberapa periode

anggaran.

Jadwal

Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal

akhir yang telah ditentukan. Produk akhir harus diserahkan dengan dengan

tidak melewati batas waktu yang ditentukan.

Mutu

Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan

kriteria yang dipersyaratkan.


Sasaran proyek yang juga merupakan

tiga kendala (triple contraint)

Ketiga batasan saling tarik

menarik. Jika ingin

meningkatkan mutu produk

yang telah disepakati maka

umumnya berakibat pada

naiknya biaya. Sebaliknya bila

ingin menekan biaya, maka

biasanya harus berkompromi

dengan mutu dan jadwal.

Dari segi teknis, ukuran

keberhasilan proyek biasanya

dikaitkan dengan sejauh mana

ketiga sasaran proyek tersebut

dapat dipenuhi.


Kegiatan Proyek vs Operasional

Proyek

Bercorak dinamis, nonrutin.

Siklus proyek relatif pendek.

Intensitas kegiatan berubah-

ubah selama siklus proyek.

Kegiatan harus diselesaikan

berdasarkan anggaran dan

jadwal yang telah ditentukan.

Terdiri atas bermacam-

macam kegiatan yang

memerlukan berbagai disiplin

ilmu.

Keperluan sumberdaya

selama siklus proyek berubah,

baik macam maupun

volumenya.

volumenya

Operasional

Berulang-ulang, Berulang ulang, rutin.

Berlangsung dalam jangka

panjang.

Intensitas kegiatan relatif

sama.

Batas anggaran dan jadwal

tidak setajam proyek.

Macam kegiatan tidak terlalu

banyak.

Keperluan sumberdaya untuk

operasional relatif konstan.


Ukuran proyek

Belum ada kriteria untuk menentukan besar kecilnya proyek secara

kuantitatif, hal ini dikarenakan banyaknya jenis proyek (contoh

proyek bendungan ≠ perumahan).

Kompleksitas proyek

Bergantung pada:

Jumlah jenis kegiatan dalam proyek.

Jenis dan jumlah hubungan antar kelompok dalam proyek.

Jenis dan jumlah hubungan antar kegiatan (kelompok) dalam

proyek dengan pihak luar.


Macam atau jenis proyek

Proyek Engineering Konstruksi

Misal pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, dll.

Proyek Engineering Manufaktur

Untuk menghasilkan produk baru. Jika kegiatan ini dilakukan berulang berulang

dan rutin

maka tidak lagi disebut proyek.

Proyek Penelitian dan Pengembangan

Bertujuan melakukan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan menghasilkan

produk

tertentu. Prosesnya bisa berubah-ubah berubah ubah (dalam rangka mengejar produk akhir).

Proyek Pelayanan Manajemen

Misalnya merancang sistem informasi manajemen, sistem informasi akademik,

merancang program efisiensi dan penghematan.

Proyek Kapital

Berkaitan dengan penggunaan dana kapital untuk investasi, misalnya misalnya

pembebasan tanah, penyiapan lahan, pembelian material dan peralatan. peralatan.

Proyek Radio Telekomunikasi

Untuk membangun jaringan telekomunikasi.

Proyek Konservasi Bio Diversity

Berkaitan dengan usaha pelestarian lingkungan. Proyek jenis ini sarat dengan

pengkajian, penelitian, dan survai.


Timbulnya suatu proyek

Rencana pemerintah

misalnya proyek pembangunan jalan

Permintaan pasar

misalnya terjadi kenaikan permintaan suatu produk dalam jumlah

besar, maka perlu dibangun sarana produksi baru.

Dari dalam perusahaan yang bersangkutan

misalnya suatu perusahaan akan memperbarui (modernisasi)

perangkat, sistem kerja, atau sistem informasi yang lama agar lebih lebih

mampu bersaing.

Dari kegiatan penelitian dan pengembangan

dari kegiatan penelitian dan pengembangan diperkirakan dapat

dihasilkan produk baru yang banyak manfaat dan peminatnya,

sehingga dibangun fasilitas produksinya.


Dinamika dalam siklus proyek


Tahap Siklus Proyek

1. Tahap konseptual

2. Tahap Perencanaan dan Pengembangan (PP/Definisi)

3. Tahap implementasi

4. Tahap terminasi

Ad.1. Tahap Konseptual

Terdiri atas kegiatan penyusunan dan perumusan gagasan, analisis pendahuluan, dan

pengkajian kelayakan. Seringkali disebut dengan studi kelayakan proyek.

Hasilnya: dokumen hasil studi kelayakan

Ad.2. Tahap PP/Definisi

Melanjutkan evaluasi tahap konseptual secara lebih terinci sehingga sehingga

dapat digunakan

untuk mengambil keputusan mengenai kelangsungan investasi atau proyek. proyek.

Menyiapkan perangkat, seperti data, kriteria dan spesifikasi teknik. teknik.

Menyusun perencanaan dan membuat keputusan strategis yang terkait terkait

garis

penyelenggaraan proyek, seperti sasaran pokok dan pendanaan.

Memilih peserta proyek, yaitu pemilik proyek, kontraktor, konsultan, konsultan,

arsitek, dll.

Hasilnya:

Dokumen analisis lanjutan kelayakan proyek.

Dokumen rencana strategis dan opersional proyek.

Dokumen definisi anggaran, jadwal induk, dan kriteria mutu proyek. proyek.

Paket lelang dan dokumen hasil evaluasi proposal para peserta paket paket

lelang.


Ad.3. Tahap Implementasi

Berbeda-beda Berbeda beda dari proyek yang satu dengan yang lain.

Meliputi:

- Mengkaji lingkup kerja proyek, membuat program implementasi dan

mengkomunikasikannya kepada peserta dan penanggung jawab

proyek.

- Melakukan pekerjaan desain-engineering desain engineering terinci, pengadaan material

dan peralatan, instalasi atau konstruksi.

- Melakukan perencanaan dan pengendalian aspek biaya, jawal, dan

mutu.

- Melakukan mobilisasi tenaga kerja, melatih dan melakukan supervisi. supervisi.

Hasilnya:

- Produk atau instalasi proyek yang telah selesai secara mekanis.

- Ditandai dengan penyerahan sertifikat mechanical completion dari

pemilik proyek kepada organisasi pelaksana atau kontraktor.


Ad.4. Tahap Terminasi

Meliputi:

Mempersiapkan instalasi atau produk beroperasi, seperti uji

coba start up, dan perfomance test.

Penyelesaian administrasi dan keuangan proyek seperti

asuransi dan klaim.

Seleksi dan kompilasi dokumen proyek untuk diserahkan kepada

pemilik atau induk perusahaan.

Melakukan demobilisasi dan reassignment personil.

Menyusun laporan penutupan proyek.

Hasilnya:

Produk atau instalasi proyek yang telah siap pakai.

Ditandai dengan penyerahan sertifikat operational acceptannce

oleh pemilik proyek untuk organisasi pelaksana atau kontraktor.

Dokumen pernyataan penyelesaian masalah asuransi, klaim,

dan jaminan.


Proyek Penelitian dan Pengembangan

Tahap Konseptual:

Melihat kesempatan dan merumuskan gagasan.

Meletakkan dasar studi kelayakan.

Menentukan lingkup kerja, jadwal, dan prakiraan biaya.

Tahap PP/Definisi:

Menjabarkan lingkup kerja/kegiatan.

Memperdalam evaluasi.

Melakukan desain engineering awal.

Tahap Implementasi:

Pengadaan materiil dan peralatan.

Melakukan pilot test.

Menganalisis hasilnya.

Melakukan test penuh dan menganalisis hasilnya.

Tahap Operasi:

Membuat laporan akhir.

Mengedarkan laporan akhir untuk memperoleh tanggapan.


Perilaku Selama Siklus Proyek

Perubahan titik berat pengelolaan

Dengan bergerak majunya proyek, maka titik berat pengelolaan

berubah dari perencanaan ke pengendalian.

Potensi pengendalian biaya

Pengendalian biaya adalah hal yang substansial di awal proyek, dan dan

menurun pada tahap-tahap tahap tahap berikutnya.

Menurunnya resiko sejalan dengan kemajuan proyek.

Proyek mempunyai resiko gagal mencapai sasaran. Dengan

kemajuan yang diperoleh sehubungan dengan tersedianya

informasi yang cukup maka resiko kegagalan tersebut akan

menurun.

Perubahan lingkup vs siklus proyek

Harus dihindari perubahan lingkup pada tahap implementasi karena

akan memiliki dampak pada biaya dan jadwal.

More magazines by this user
Similar magazines