ABSTRAK Dismenore adalah rasa mulas, rasa sakit pada perut ...

repository.usu.ac.id

ABSTRAK Dismenore adalah rasa mulas, rasa sakit pada perut ...

ABSTRAK

Dismenore adalah rasa mulas, rasa sakit pada perut bagian bawah dan

dirasakan pada saat menstruasi, yang kebanyakan dialami oleh wanita usia muda.

Tingginya angka prevalensi dan morbiditas dari dismenore kurang mendapat

perhatian dari dunia medis, dikarenakan banyak wanita yang dikondisikan untuk

menerima rasa sakit itu sebagai sesuatu yang normal, bersifat psikis walaupun hal

tersebut menghambat aktivitas mereka sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup

wanita. Penggunaan analgetik dapat mengurangi dismenore.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ada penggunaan

analgetik pada dismenore. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan penelitian ini

dilakukan pada 100 orang mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Sumatera

Utara. Mahasiswi yang menjadi sampel harus sudah mengalami menstruasi dan

tidak sedang hamil. Informasi mengenai usia, jarak antara haid tiap bulan,

penggunaan analgetik, dan skor nyeri sebelum dan setelah menggunakan analgetik

didapatkan melalui kuesioner dan wawancara langsung.

Hasilnya sebagian besar responden merasakan nyeri haid yang berat

sebelum pengobatannya (77.4%). Sebanyak 31% responden menggunakan

analgetik sebagai terapi dismenore dan parasetamol adalah analgetik yang paling

banyak digunakan (58.1%). Semua analgetik adalah berkhasiat karena kejadian

dismenore menurun dengan penggunaan analgetik bagi responden.

Hal ini disarankan bagi mahasiswi agar meningkatkan pengetahuan

mengenai analgetik supaya dapat mengobati dismenore dengan lebih efektif dan

untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variable lain seperti

stress, kebiasaan minum alkohol, pola makan, dll.

Kata kunci: Dismenore, analgetik, mahasiswi kedokteran.

Universitas Sumatera Utara


ABSTRACT

Dysmenorrhea is defined as nausea and low abdominal pain during

menstruation occurring predominantly in young women. Dysmenorrhea is a very

common problem in young women, but the very high risk of prevalence and

substantial morbidity of it may not come to medical attention because many

women were conditioned to regard to pain as a normal, physiological event, even

if it restricts their daily activities and may reduce their quality of life. Analgesics

are thought to alleviate dysmenorrheal.

The aim of this study was to determine the use of analgesics in

dysmenorrhea. This research was a descriptive study and investigation was done

on 100 medical students of Universitas Sumatera Utara. These adolescents must

already menstruate and not pregnant. Information on present age, duration of

menses, periode between each menstrual cycle, use of analgesics, types of

analgesics used and the pain score before and after using analgesics were obtained

through questionnaire and direct interview.

The results were most respondents felt severe pain before the treatment

(77.4%). As many as 31% of respondents used analgesics as a therapy for

dysmenorrheal and paracetamol was mostly used analgesic (58.1%). All

analgesics used were effective because the incidence of dysmenorrheal decreased

after the use of it.

It is advised to improve knowledge on analgesics in order to effectively

treat dysmenorrheal and for further research is advised to include other variables

such as stress, alcohol consumption, diet, etc.

Keywords: Dysmenorrhea, analgesic, medical students.

Universitas Sumatera Utara

More magazines by this user
Similar magazines