pengantar bupati kabupaten teluk wondama - Departemen Kehutanan
pengantar bupati kabupaten teluk wondama - Departemen Kehutanan
pengantar bupati kabupaten teluk wondama - Departemen Kehutanan
Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!
Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.
PENGANTAR BUPATI KABUPATEN TELUK WONDAMA<br />
Kabupaten Teluk Wondama memiliki dua Kawasan<br />
Pelestarian Alam, yaitu Taman Nasional Laut Teluk<br />
Cenderawasih dan Cagar Alam Pegunungan Wondiboy<br />
yang memberikan kontri-busi berupa keanekaragaman<br />
alam hayati yang melimpah yang dikelola berdasarkan<br />
azas perlindungan sistem penyangga kehidupan,<br />
pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan<br />
satwa serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya<br />
alam dan ekosistemnya.<br />
Sebagai <strong>kabupaten</strong> yang dikelilingi oleh kawasan konservasi laut dan<br />
kawasan konservasi darat, maka pembangunan berbasis konservasi di<br />
Kabupaten Teluk Wondama diarahkan dan dijadikan sebagai Kabupaten<br />
Konservasi pertama di Tanah Papua.<br />
Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Taman Nasional Teluk<br />
Cenderawasih, WWF Region Sahul Kantor Lapangan Wasior, instansi<br />
teknis yang bergerak di bidang konservasi dan seluruh masyarakat adat<br />
yang berada di dalam dan di sekitar kawasan yang telah ikut menjaga<br />
keutuhan kawasan TN. Teluk Cenderawasih yang merupakan milik dan<br />
aset terbesar yang kita miliki. Akhirnya, kami berharap informasi mengenai<br />
Kawasan Konservasi TN. Teluk Cenderawasih ini dapat ikut mengenalkan<br />
Kabupaten Teluk <strong>wondama</strong> dengan konsep pembangunannya sebagai<br />
Kabupaten Konservasi di Tanah Papua.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
i
PENGANTAR KEPALA BALAI<br />
Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC)<br />
merupakan kawasan konservasi yang dikelola<br />
berdasarkan azas perlindungan sistem penyangga<br />
kehidupan, pengawetan keaneka-ragaman jenis<br />
tumbuhan dan satwa serta pemanfaatan secara lestari<br />
sumberdaya alam dan ekosistemnya. Balai TN. Teluk<br />
Cenderawasih sebagai institusi yang diberi<br />
kewenangan dalam pengelolaan kawasan mempunyai<br />
kewajiban untuk mempromosikan TNTC. Dan<br />
diharapkan Buku Informasi ini dapat menjawab kebutuhan informasi umum<br />
mengenai kondisi dan potensi TN. Teluk Cenderawasih akan diperoleh<br />
oleh semua pihak yang membutuhkan.<br />
Kolaborasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk<br />
Wondama, LSM yang peduli terhadap TN. Teluk Cenderawasih dan<br />
instansi lintas sektoral, akan tetap dan terus dilaksanakan dengan penuh<br />
komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan<br />
masyarakat yang berada di dalam dan sekitar kawasan.<br />
Akhirnya kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, petugas<br />
lapangan dan masyarakat yang telah ikut membantu mengawasi dan<br />
melindungi keutuhan kawasan TN. Teluk Cenderawasih<br />
Manokwari, November 2005<br />
Kepala Balai TNTC<br />
Ir. M.G. Nababan<br />
NIP. 710008236<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
ii
DAFTAR ISI<br />
PENGANTAR BUPATI KABUPATEN TELUK WONDAMA _____________i<br />
PENGANTAR KEPALA BALAI__________________________________ ii<br />
Sejarah Kawasan__________________________________________ 1<br />
Letak dan Luas ___________________________________________ 1<br />
Batas Kawasan ___________________________________________ 2<br />
Iklim ____________________________________________________ 2<br />
Topografi ________________________________________________ 2<br />
Geologi__________________________________________________ 3<br />
Tanah___________________________________________________ 3<br />
KEANEKARAGAMAN HAYATI _________________________________ 4<br />
Flora____________________________________________________ 4<br />
Fauna___________________________________________________ 5<br />
1. Terumbu Karang______________________________________ 5<br />
2. Ikan________________________________________________ 6<br />
3. Moluska ____________________________________________ 7<br />
4. Reptil_______________________________________________ 7<br />
5. Mamalia ____________________________________________ 8<br />
6. Aves _______________________________________________ 8<br />
POTENSI EKOWISATA ______________________________________ 10<br />
Seksi Konservasi Wilayah I Kwatisore _________________________ 10<br />
1. Pulau Nuburi ________________________________________ 10<br />
2. Pulau Pepaya _______________________________________ 10<br />
3. Pulau Nutabari ______________________________________ 10<br />
4. Pulau Kumbur _______________________________________ 11<br />
5. Anggromeos ________________________________________ 11<br />
6. Tanjung Mangguar ___________________________________ 11<br />
Seksi Konservasi Wilayah II Wasior___________________________ 12<br />
1. Pulau Roon _________________________________________ 12<br />
2. Pulau Rouw_________________________________________ 12<br />
3. Pulau Kuwom _______________________________________ 13<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
iii
4. Gugusan Kepulauan Auri (P. Matas, Nusambier, Rorebo, Iwari,<br />
Abaruki, Nukup, Maransabadi, Yekwandi dan pulau lainnya) ___ 13<br />
Seksi Konservasi Wilayah III Yembekiri________________________ 13<br />
1. Pantai Pasir Panjang _________________________________ 13<br />
2. Pulau Roswaar ______________________________________ 14<br />
3. Pulau Yoop _________________________________________ 14<br />
Masyarakat _____________________________________________ 16<br />
Pegawai/Staf Balai TN. Teluk Cenderawasih ___________________ 17<br />
KELEMBAGAAN ___________________________________________ 18<br />
Organisasi ______________________________________________ 18<br />
Tugas Pokok ____________________________________________ 20<br />
Fungsi _________________________________________________ 20<br />
Visi ____________________________________________________ 20<br />
Misi____________________________________________________ 21<br />
Tujuan Pengelolaan _______________________________________ 21<br />
AKSESIBILITAS____________________________________________ 22<br />
Jalur Laut _______________________________________________ 22<br />
Jalur Udara _____________________________________________ 22<br />
Fasilitas ________________________________________________ 23<br />
KERJASAMA ______________________________________________ 24<br />
1. Universitas Negeri Papua (UNIPA)_________________________ 24<br />
2. Badan Riset Kelautan dan Perikanan <strong>Departemen</strong> Kelautan dan<br />
Perikanan ____________________________________________ 24<br />
3. Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Wondama ______________ 24<br />
4. World Wide Fund (WWF) Region Sahul Papua _______________ 24<br />
5. The Nature Conservancy ________________________________ 25<br />
6. Conservation International _______________________________ 25<br />
7. SEAMEO BIOTROP ____________________________________ 25<br />
KETENTUAN MEMASUKI KAWASAN___________________________ 26<br />
Ketentuan Lain___________________________________________ 27<br />
INFORMASI LEBIH LANJUT __________________________________ 28<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
iv
KEADAAN UMUM KAWASAN<br />
Sejarah Kawasan<br />
Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih pada awalnya<br />
ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut melalui SK. Menteri<br />
<strong>Kehutanan</strong> Nomor : 58/Kpts-II/1990 tanggal 3 Februari 1990.<br />
Melalui pernyataan Menteri <strong>Kehutanan</strong> pada acara Pekan<br />
Konservasi Alam Nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat yang<br />
tertuang pada Surat Pernyataan Nomor 448/Menhut-VI/1990<br />
tanggal 6 Maret 1990, kawasan Cagar Alam Laut ini dinyatakan<br />
sebagai Taman Nasonal Laut Teluk Cenderawasih dengan luas<br />
sebesar 1.453.500 Ha<br />
Akhirnya ditetapkan sebagai Taman Nasional Laut Teluk<br />
Cenderawasih berdasarkan Surat Keputusan Menteri <strong>Kehutanan</strong><br />
dengan Nomor : 472/Kpts-II/1993 tanggal 2 September 1993.<br />
Letak dan Luas<br />
Luas kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih 1.453.500 Ha,<br />
dibagi atas luas daratan 68.200 Ha, meliputi pesisir pantai 12.400<br />
Ha dan daratan pulau-pulau 55.800 Ha, kemudian perairan / laut<br />
seluas 1.385.300 meliputi terumbu karang 80.000 Ha dan laut<br />
1.305.300 Ha, dengan panjang garis pantai ± 500 Km.<br />
Secara astronomis terletak antara 01 ° 43’ Lintang Selatan - 03 ° 22’<br />
Lintang Selatan dan 134 ° 06’ Bujur Timur - 135 ° 10 Bujur Timur,<br />
terletak di tepi Samudera Pasifik dan merupakan daerah pertemuan<br />
antara lempeng Australia dan lempeng Samudera Pasifik. Kawasan<br />
Taman Nasional Teluk Cenderawasih berada dalam 2 wilayah<br />
Provinsi (Irian Jaya Barat dan Papua) dan 2 wilayah <strong>kabupaten</strong><br />
(Teluk Wondama dan Nabire).<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
1
Batas Kawasan<br />
Sebelah Utara, berpotongan lurus<br />
dari arah barat Kampung Mamei<br />
Distrik Ransiki <strong>kabupaten</strong><br />
Manokwari mengarah ke sebelah<br />
Timur yang berbatasan langsung<br />
dengan titik perpotongan batasan<br />
Timur (Selatan - Utara) dengan<br />
perairan Laut Kabupaten Yapen<br />
Waropen.<br />
Sebelah Selatan, berbatasan langsung dengan daratan pulau induk<br />
Pulau Papua.<br />
Sebelah Barat, berbatasan daratan pulau induk Pulau Papua.<br />
Sebelah Timur, tegak lurus dari arah Selatan desa Sima<br />
Kecamatan Yaur Kabupaten Nabire mengarah ke pantai yang<br />
berbatasan langsung dengan wilayah laut Kabupaten Yapen<br />
Waropen sampai pada titik pertemuan perpotongan lurus ke arah<br />
Barat.<br />
Iklim<br />
Kawasan TNTC beriklim tropis lembab. Berdasarkan klasifikasi iklim<br />
Schmidt dan Fergusson, kawasan TNTC termasuk dalam iklim tipe<br />
A dengan nilai Q = 12,47 %. Rata-rata curah hujan per tahun<br />
berkisar antara 1500 mm - 3500 mm dengan temperatur udara 25°<br />
- 30° C dan kelembaban udara rata-rata berkisar antara 75 - 90 %.<br />
Topografi<br />
Pada umumnya topografi TNTC bervariasi dari yang landai sampai<br />
terjal dengan kelerengan 90°. Daerah pantai pulau induk dalam<br />
TNTC umumnya berbukit-bukit dan bergunung-gunung yang bersisi<br />
curam dan sepanjang sisi barat sederatan puncak yang tinggi<br />
hingga mencapai 925 meter dpl serta pada beberapa tempat<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
2
mencapai ketinggian 1000 meter dpl (Tanjung Kwatisore dan<br />
Tanjung Wandamen), 467 meter dpl (Pulau Mioswar), 173 meter dpl<br />
(Pulau Rumberpoon) dan 380 meter dpl (Pulau Roon).<br />
Geologi<br />
Kepulauan Auri dalam kawasan TNTC<br />
diduga merupakan garis pertemuan<br />
antara lempeng Pasifik dan lempeng<br />
Australia. Pulau Maransabadi dan<br />
pulau Anggromeos di Kepulauan Auri<br />
terbentuk dari bongkahan batu pasir<br />
dan batuan lumpur metamorfosa<br />
kwartose. Butir-butir di bagian tengah<br />
pulau Mioswaar terbentuk dari batu<br />
tulis hitam dan kwarsit dari zaman Jurassik. Pulau Rumberpon<br />
yang terdiri dari bukit - bukit karang tinggi yang terbentuk dari<br />
batuan kapur endapan/kalkarius dari Zaman Silurian, dan diapit<br />
oleh batuan Quaternary pada bagian Timur. Sedangkan Tanjung<br />
Wandamen dan Pulau Roon terbentuk dari batuan metamorfosa<br />
anomali berkadar amfibolit.<br />
Tanah<br />
Secara umum kawasan TNTC terbentuk atas kelompok tanah<br />
Latasol, Latsik, Aluvial dan tanah beragam.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
3
KEANEKARAGAMAN HAYATI<br />
Flora<br />
1. Kawasan Taman Nasional Teluk<br />
Cenderawasih memiliki ± 46 jenis vegetasi<br />
daratan pulau, mulai dari vegetasi hutan<br />
pantai sampai dengan hutan pegunungan<br />
daratan pulau. Pada ekosistem hutan tropis<br />
daratan pulau didominasi vegetasi generasi<br />
Dipterocarpaceae selain jenis pohon<br />
terdapat pula jenis-jenis melinjo dan semak<br />
seperti Zingeberaceae, Orchidaceae dan<br />
anggota suku parasit seperti Lorantaceae.<br />
2. Vegetasi hutan primer terdapat Vatica papuana,<br />
Pemiliodendron samboinicum, Baccaurea,<br />
Canarium indicum, Litsea sp, Zyzygium<br />
versteeggi, Myristica cimifera dan Garcinia<br />
dulcas dan pada vegetasi hutan sekunder<br />
ditemukan jenis yang tergolong langka dan<br />
dilindungi yaitu Kantong Semar (Nephentes<br />
spp) serta terdapat vegetasi padang rumput<br />
dengan jenis rumput-rumputan.<br />
3. Vegetasi hutan pantai didominasi tumbuhan Bakau (Avecennia<br />
sp, Rhizophora sp, Bruguiera sp, Baringtonia sp, Soneratia<br />
sp), Nipah (Nypa fructicans), Sagu (Metroxylon sago), Pandan<br />
(Pandanus sp), Cemara Pantai (Casuaria equise-tifolia) dan<br />
Ketapang (Terminalia catapa), Jambu Air Pantai (Eugenia<br />
sp), Nyamplung (Callophyum sp), Waru (Hybiscus sp),<br />
Ceriops sp, Cylocapus sp, Lumitzera sp, Jenis - jenis vegetasi<br />
pada tumbuhan bawah antara lain Ipomea pescaprae,<br />
Pemphis aidula, Wedelia biflora, dan Scaevala tericca dan<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
4
4.<br />
jenis-jenis Cyparacae serta sejumlah species anggrek<br />
(Dendrobium sp.).<br />
Kawasan TNTC memiliki beberapa<br />
ekosistem padang lamun yang luas<br />
ditumbuhi Thalassia sp, Enhalus sp,<br />
dan Cymodeca sp, Siringodium sp,<br />
Halopilla sp, yang menahan banyak<br />
bahan endapan organik dan anorganik<br />
sehingga membentuk suatu<br />
lingkungan yang dipenuhi bahan makanan yang cukup bagi<br />
sekian banyaknya fauna khususnya duyung (Dugong dugon),<br />
serta menjadi tempat pembiakan bagi berbagai jenis ikan,<br />
penyu dan biota laut lainnya.<br />
Fauna<br />
1. Terumbu Karang<br />
Terdapat ± 200 jenis karang, yang<br />
terdiri dari 67 genus dan sub genus<br />
183 jenis karang Scleractinia tersebar<br />
pada tepi pulau baik pulau besar<br />
maupun kecil. Persentase penutupan<br />
karang berbeda pada setiap lokasi hal<br />
ini dipengaruhi oleh, salah satunya<br />
tingkat interaksi masyarakat dalam<br />
pemanfaatan sumber daya alam.<br />
Dijumpai adanya koloni Blue coral<br />
(Heliopora coenelea), karang lunak<br />
(soft coral) dari jenis Sacroplyton sp.,<br />
Gorgonians (Anthipathes sp.). Jenis -<br />
jenis karang dapat dijumpai pada zona<br />
reff slope antara lain : Leptoseris spp.,<br />
Montipora spp., Oxypora spp., Pacyseris spp, Hicedium<br />
clepantatus dan Hicedium poritesrus.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
5
2. Ikan<br />
Kekayaan sumber daya alam lainya yang<br />
terdapat di kawasan TNTC adalah<br />
keanekaragaman jenis ikan yang sangat<br />
tinggi. Sampai saat ini telah ditemukan<br />
sebanyak 355 jenis, yang terdiri dari :<br />
Jenis ikan muara, Ikan mangrove, Ikan<br />
karang dan Ikan palagis Jenis-jenis ikan<br />
karang merupakan jenis yang paling<br />
banyak dijumpai seperti dari famili<br />
Chaetodantidae (kepe-kepe/Buterfly<br />
fishes), famili Pomacantridae (Angelfish, Damselfish, dan<br />
Anemonefish), Labridae (Wrasses), Scaridae (Parrotfish),<br />
Acanthuridae (Surgean fishses), Siganidae (Rabbitfishes),<br />
Balistidae (Tigerfihses) dan beberapa jenis ikan karang<br />
lainnya.<br />
Gerombolan besar ikan panembah<br />
ekor kuning Caesio cuning<br />
merupakan suatu pemandangan<br />
menakjubkan, yang biasa dijumpai<br />
pada daerah reef slope ikan kaka<br />
tua besar/ Bumpheed parrotfish<br />
(Bolbomethopon sp.) dan beberapa<br />
jenis ikan Pari Rajawali fosal<br />
(Aetobatus nannari) dan ikan pari manta (Manta birostris), ikan<br />
Hiu jenis Reef whitesip (Trianodon obesus) dan Hiu Beach<br />
ship (Charcarinus melanopterus) sering pula dijumpai di<br />
kawasan TNTC antara lain : Suku lecam (Retrhinida), Kakap<br />
(Lutjanidae), Kerapu/geropa (Serranidae), Kuwe<br />
(Scomberomorus sp.), Cakalang (Katsuwonus sp.), dan<br />
tongkol (Euthynnus sp.).<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
6
3. Moluska<br />
Kawasan konservasi Taman Nasional<br />
Teluk Cenderawasih merupakan<br />
salah satu Taman Nasional<br />
di Indonesia yang masih menyimpan<br />
beberapa jenis moluska<br />
yang penting, salah satunya adalah<br />
Kima (Tridacna) dari jenis Kima<br />
Raksasa (Tridacna gigas), Kima Selatan (Tridacna derasa),<br />
Kima sisik (Tridacna squamosa), Kima Besar (Tridacna<br />
maxima), Kima Lubang (Tridacna crocea), dan Kima pasir<br />
(Hipopus hipopus). Hampir di semua lokasi di TNTC bisa<br />
ditemukan kima dan masih sering dijumpai Kima dalam ukuran<br />
± 1 meter. Keenam jenis kima ini tergolong species yang<br />
dilindungi berdasarkan SK. Menteri <strong>Kehutanan</strong> Nomor :<br />
12/Kpts-II/1987.<br />
Jenis-jenis lain yang bisa dijumpai<br />
dalam kawasan TNTC yakni<br />
Gastropoda, kerang yang sering<br />
dijumpai antara lain , Keong<br />
Cowries (Cypraea spp), Keong<br />
Strombidae (Lambis spp), dan<br />
Keong kerucut (Conus spp),<br />
Triton terompet (Charonia tritonis), Kepala kambing (Cassis<br />
cornuta) dan Lola/ Susu Bundar (Trochus sp) serta Teripang.<br />
4. Reptil<br />
Di seluruh dunia terdapat 7 jenis<br />
penyu, 6 diantaranya terdapat di<br />
perairan Indonesia, sedangkan<br />
dalam kawasan TNTC terdapat 4<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
7
jenis penyu yakni, penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan<br />
Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu lekang (Lephidochelys<br />
olivacea) dan Penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Jenis<br />
Reptil lain seperti Biawak abu-abu (Varanus nebolosus),<br />
Biawak Coklat (Varanus timorensis), Biawak Ambon (Varanus<br />
amboniensis), Buaya Muara (Crocodylus porosus), Buaya Air<br />
tawar (Crocodylus novaeguinea), Kadal dan ular. Biawak<br />
ambon adalah termasuk jenis reptil yang dilindungi PP Nomor<br />
07 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Pengawetan<br />
Jenis Tumbuhan dan Satwa .<br />
5. Mamalia<br />
Jenis mamalia yang terdapat di<br />
dalam kawasan adalah Duyung<br />
(Dugong dugon), Paus biru (Balaenoptera<br />
musculus) dan Lumbalumba<br />
(Delphinidae) dapat dijumpai<br />
hampir di seluruh kawasan TNTC,<br />
terutama di sekitar perairan Windesi,<br />
perairan Yoop, perairan Roswaar<br />
dan perairan Rumberpoon.<br />
Beberapa jenis mamalia darat seperti Kuskus (Phalanger sp),<br />
Babi Hutan (Sus scrofa), Rusa Timor (Cervus timorensis) dan<br />
Kanguru Tanah (Thilogale spp) dan Kalong (Pterocarpus<br />
vampyrus) dapat ditemukan pada hutan daratan pulau maupun<br />
pada hutan di pulau induk Papua yang merupakan wilayah<br />
penyangga kawasan TNTC.<br />
6. Aves<br />
Pulau-pulau dan pantai dalam<br />
kawasan TNTC merupakan tempat<br />
bersarang dan tempat mencari<br />
makanan yang paling penting bagi<br />
berbagai jenis burung, antara lain<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
8
Junai Mas (Chaloenas nicobarica), Dara Laut (Sterna sp.),<br />
Camar laut (Sterna sp), Burung gosong (Megapodius freicinet),<br />
Elang Laut Dada Putih (Haliaetus leucogaster), Kum Kum<br />
(Ducula bicolor), Julang Papua (Rhyticeros plicatus), Nuri<br />
Bayam (Electus rotatus), Kakatua Jambul Kuning (Cacatua<br />
galerita), Raja Udang (Alcede pusilla), Gagak hitam (Corpus<br />
orru), Nuri Kepala Hitam (Lorius domicellus),Kum Kum Pinon<br />
(Ducula pinon), Angsa laut Coklat (Sola leugaster) dan Burung<br />
Kuau (Argusianus argus).<br />
Daratan lumpur sekitar Sungai<br />
Wosimi dan pasir Sobei khususnya<br />
penting sebagai tempat mencari<br />
makan bagi berbagai burung,<br />
termasuk burung-burung Undan<br />
Australia (Pelicanus conspicillatus)<br />
yang ditemukan pada waktu-waktu<br />
tetentu selama melakukan migrasi<br />
dan kuntul (Egretta spp).<br />
Disamping jenis-jenis fauna yang terdapat di kawasan TNTC<br />
juga terdapat jenis-jenis serangga seperti laba-laba yang<br />
beraneka jenis serta kupu-kupu.<br />
Untuk jenis Kupu - kupu terdapat<br />
satu jenis yang tergolong<br />
dilindungi PP Nomor : 07/1999<br />
yaitu jenis kupu-kupu Burung<br />
Rotsil (Ornithoptera rochildi).<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
9
POTENSI EKOWISATA<br />
Seksi Konservasi Wilayah I Kwatisore<br />
1. Pulau Nuburi<br />
Pulau ini berjarak tempuh sekitar 1 jam dari Nabire dengan<br />
perahu motor atau speedboat. Kegiatan wisata yang dapat<br />
dilakukan antara lain, snorkeling dan diving serta wisata pantai.<br />
2. Pulau Pepaya<br />
Lebih dekat ke pulau induk Papua, terdapat Pulau Pepaya.<br />
Pulau ini dulunya merupakan habitat dari kelelawar, akan tetapi<br />
karena seringnya terjadi perburuan, maka jumlahnya semakin<br />
menurun dan kemungkinan telah bermigrasi ke pulau lain yang<br />
aman. Dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam memakai<br />
speedboat dari Nabire, kita dapat melakukan aktifitas berenang,<br />
snorkeling, diving, pengamatan burung dan vegetasi hutan<br />
daratan pulau.<br />
3. Pulau Nutabari<br />
Pulau ini terbentuk dari batu cadas yang sangat tajam dan<br />
dipenuhi lubang/liang sebagai tempat persem-bunyian aneka<br />
jenis kadal, kepiting dan hewan lainnya. Perjalanan dari Nabire<br />
ke pulau ini dapat ditempuh dalam waktu 2 jam dengan menggunakan<br />
speedboat atau perahu motor. Kegiatan wisata yang<br />
dapat dilakukan antara lain wisata<br />
pantai, pengamatan burung,<br />
khususnya burung Junai Emas,<br />
pengamatan satwa lainnya berupa<br />
Kepiting Prajurit dan aneka jenis kadal<br />
yang bersembunyi dalam liang/lubang<br />
pulau karang bercadas ini. Pulau ini<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
10
juga menjadi lokasi penyelaman dan snorkeling yang bisa<br />
mencapai waktu 2 jam untuk mengelilinginya.<br />
4. Pulau Kumbur<br />
Membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam<br />
untuk sampai ke pulau yang<br />
merupakan habitat burung Junai<br />
Emas. Pulau ini sebagian besar<br />
berupa pasir dan ditumbuhi cemara<br />
pantai. Selain pengamatan burung,<br />
kita juga dapat melakukan wisata<br />
pantai, snorkeling dan diving laut dalam.<br />
5. Anggromeos<br />
Pulau ini merupakan pulau terbesar yang berada dalam wilayah<br />
kerja SKW I Kwatisore, berjarak tempuh sekitar 3 jam dari<br />
Nabire. Kita dapat melakukan aktifitas berenang, snorkeling,<br />
diving, pengamatan burung, flora fauna dan vegetasi hutan<br />
daratan pulau.<br />
6. Tanjung Mangguar<br />
Merupakan sebuah tanjung di pulau induk Papua. Terdapat<br />
beberapa buah pulau kecil yang terbentuk dari batuan vulkanik<br />
dan menarik untuk melakukan pengamatan burung. Selain itu di<br />
sekitar Tanjung Mangguar cocok untuk dilakukan penyelaman<br />
laut dalam, dengan goa-goa bawah air di kedalaman 40 meter.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
11
Seksi Konservasi Wilayah II Wasior<br />
1. Pulau Roon<br />
Berjarak tempuh 6 jam dari Manokwari<br />
atau sekitar 3 jam dari Wasior dengan<br />
menggunakan speedboat. Pulau ini<br />
yang paling banyak berinteraksi<br />
dengan gugus Kepulauan Auri. Wisata<br />
sejarah dapat dilakukan dengan<br />
mengunjungi gereja tua Isna Jedi yang<br />
didirikan pada jaman Zending dengan<br />
Alkitab tua berbahasa Indonesia terbitan Belanda tahun 1898.<br />
Rumah masyarakat yang dibangun<br />
diatas laut merupakan peman-dangan<br />
yang unik. Kita juga dapat melakukan<br />
pengamatan burung, flora fauna hutan<br />
daratan, wisata pantai, snorkeling dan<br />
diving, di samping air tejun yang cukup<br />
segar untuk dinikmati.<br />
2. Pulau Rouw<br />
Terletak di dalam gugus Kepulauan Auri dan berjarak tempuh<br />
sekitar 6 jam dari Manokwari atau sekitar 3 jam dari Wasior<br />
dengan menggunakan speedboat. Potensi ekowisata yang<br />
menarik adalah diving dan snorkeling<br />
sambil melihat kerangka 4 pesawat<br />
tempur Jepang sisa PD II yang jatuh<br />
di laut di kedalaman sekitar 2 meter,<br />
pengamatan burung dan keanekaragaman<br />
flora fauna hutan daratan<br />
pulau. Kondisi terumbu karang disini<br />
kurang begitu bagus.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
12
3. Pulau Kuwom<br />
Pulau ini tidak begitu besar, hanya dibutuhkan waktu sekitar 10<br />
menit untuk mengelilinginya. Didominasi pohon cemara pantai<br />
dan merupakan habitat peneluran burung Junai Emas. Memiliki<br />
terumbu karang yang masih bagus meski tidak terlalu luas,<br />
cocok untuk diving dan snorkeling sambil melihat ikan berbagai<br />
jenis dengan warna-warni yang jumlahnya melimpah.<br />
4. Gugusan Kepulauan Auri (P. Matas, Nusambier, Rorebo,<br />
Iwari, Abaruki, Nukup, Maransabadi, Yekwandi dan pulau<br />
lainnya)<br />
Gugusan Kepulauan Auri dengan pulau-pulau<br />
di dalamnya berjarak tempuh 6 jam dari<br />
Manokwari atau sekitar 3 jam dari Wasior<br />
dengan menggunakan speedboat dalam<br />
kondisi laut tenang.<br />
Pulau-pulau dalam gugus Kepulauan Auri ini<br />
sebagian besar merupakan zona inti, zona<br />
pemanfaatan dan zona rehabilitasi kawasan<br />
Taman Nasional Teluk Cenderawasih.<br />
Kegiatan wisata yang dapat dilakukan antara<br />
lain diving, snorkeling, pengamatan lumba-lumba, burung, flora<br />
fauna daratan pulau dan wisata pantai.<br />
Seksi Konservasi Wilayah III Yembekiri<br />
1. Pantai Pasir Panjang<br />
Terletak di Pulau Rumberpon dengan waktu<br />
tempuh sekitar 2 jam dari Ransiki atau 3 jam<br />
dari Manokwari dengan speedboat, kita dapat<br />
menikmati indahnya pasir putih dalam suasana<br />
sejuk dan tenang serta dapat melakukan<br />
kegiatan berenang, snorkeling, diving, dapat<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
13
melihat peninggalan sejarah berupa kerangka pesawat tempur<br />
Jepang yang jatuh di laut.<br />
Kita juga dapat menikmati kesenian<br />
seruling tambur, upacara adat<br />
keagamaan, penyambutan tamu dan<br />
upacara pelepasan perahu. Selain itu<br />
dapat juga dilakukan pengamatan<br />
flora fauna hutan daratan pulau,<br />
ketam kenari, Tridacna gigas, lumbalumba,<br />
pengamatan goa kelelawar dan lainnya.<br />
2. Pulau Roswaar<br />
Pulau ini mengandung potensi yang<br />
cukup tinggi. Kita dapat menceburkan<br />
diri di sungai yang berair panas dengan<br />
aroma belerang. Selain itu, di pulau ini<br />
terdapat goa bersejarah peninggalan<br />
suku Biak Numfor yang didalam<br />
tersimpan kerangka dalam peti disertai<br />
piring antik yang merupakan peninggalan nenek moyang<br />
masyarakat setempat serta sejarah kedatangan ne-nek moyang<br />
masya rakat setempat. air terjun, wisata pantai, snorkeling dan<br />
diving serta pengamatan flora fauna daratan pulau, burung dan<br />
lumba lumba. Waktu tempuh dari Manokwari sekitar 3 jam<br />
dengan speedboat<br />
3. Pulau Yoop<br />
Daya tarik pulau yang letaknya sekitar 5<br />
jam dari Manokwari atau 1 jam dari<br />
Wasior ini adalah keindahan alam<br />
bawah laut dan daratan pulau, yang<br />
meliputi air terjun dengan ketinggian<br />
sekitar 15 meter, serta adanya<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
14
tengkorak - tengkorak manusia pada dinding gua sepanjang<br />
tebing. Dapat juga menikmati kesenian tradisional berupa tarian<br />
Balengan Wesasama, Sasuai, Ikuturunando (upacara gunting<br />
rambut), Wisataradio (upacara tindik telinga), dan Jisusarae<br />
(upacara lepas gelang).<br />
Kita dapat mencoba keberuntungan dengan mengangkat Batu<br />
Ramal/Batu Jodoh (Waniaturi) yang<br />
dipercaya dapat mengabulkan segala<br />
permintaan jika si pemohon dapat<br />
meng-angkatnya. Disamping itu dapat<br />
mela-kukan diving, snorkeling,<br />
pengamatan lumba lumba, mangrove,<br />
kus-kus, rusa dan satwa liar lainnya.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
15
Masyarakat<br />
SUMBERDAYA MANUSIA<br />
Penduduk Kabupaten Teluk Wondama pada tahun 2003 berjumlah<br />
17.076 jiwa, terdiri dari 4.030 Kepala Keluarga (KK), dengan<br />
kepadatan penduduk 3,39 jiwa/km 2 serta laju pertumbuhan<br />
penduduk 2,24% jiwa/km 2 . Suku terbesar yang mendiami<br />
<strong>kabupaten</strong> ini yaitu Suku Wamesa yang<br />
merupakan suku asli, sedangkan suku<br />
minoritas lainnya merupakan suku<br />
pendatang yaitu Suku Biak, Bugis,<br />
Makassar, Jawa dan beberapa suku lainnya<br />
di Papua dan non Papua. Penduduk asli<br />
yang berasal dari suku Wandamen sudah<br />
mendiami kawasan Taman Nasional jauh sebelum kawasan ini<br />
ditetapkan sebagai Taman Nasional. Sebagai penduduk asli,<br />
tentunya mereka memiliki adat dan batas-batas hak ulayat atas<br />
pulau-pulau yang tersebar dalam kawasan TNTC.<br />
Kehidupan keagamaan memiliki rasa kebersamaan dan toleransi<br />
cukup tinggi yang melahirkan semangat gotong royong,<br />
kekeluargaan dan musyawarah mufakat sehingga menjadi faktor<br />
pendorong positif bagi keberhasilan pembangunan<br />
Bahasa yang digunakan dalam kelompok<br />
masyarakat adalah bahasa Wamesa,<br />
tetapi umumnya menggu-nakan bahasa<br />
Indonesia. Sebagian besar penduduk<br />
dalam kawasan bermata pencaharian<br />
nelayan hal ini berkaitan erat dengan<br />
lingkungan tempat tinggalnya yang selalu<br />
berinteraksi dengan laut. Kebudayaan yang ada dalam masyarakat<br />
yang dapat disaksikan berupa budaya pemakaman dalam gua,<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
16
peresmian perahu baru, tari balengan dan seruling tambur, yang<br />
dapat mempersatukan hubangan antar masyarakat setempat.<br />
Pegawai/Staf Balai TN. Teluk Cenderawasih<br />
Jum lah<br />
120<br />
100<br />
80<br />
60<br />
40<br />
20<br />
0<br />
Kom posisi Pegawai TNTC<br />
S1 Diplom a SMA/SKMA SMP Total<br />
Polhut 4 0 46 0 50<br />
PEH 8 1 24 0 33<br />
Struktural 5 0 0 0 5<br />
Non Struktural 3 0 6 1 10<br />
Honorer 0 0 5 0 5<br />
Jum lah 20 1 82 1 103<br />
Pendidikan<br />
Dari keseluruhan jumlah pegawai Balai TNTC, yang berlatar<br />
pendidikan Strata 1 Non <strong>Kehutanan</strong> sebanyak 13 orang, sedangkan<br />
yang Strata 1 <strong>Kehutanan</strong> sebanyak 7 orang, D3 <strong>Kehutanan</strong> sebanyak<br />
1 orang, SKMA sebanyak 28 orang dan SLTP sebanyak 1 orang.<br />
Sedangkan untuk yang berpendidikan Strata 1 Non <strong>Kehutanan</strong><br />
sebanyak 13 orang, SMA = 54 org, SLTP = 1 org.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
Polhut<br />
PEH<br />
Struktural<br />
Non Struktural<br />
Honorer<br />
Jum lah<br />
17
KELEMBAGAAN<br />
Organisasi<br />
Taman Nasional Teluk Cenderawasih dengan 3 Seksi Konservasi<br />
Wilayah berdasarkan tipologi pengelolaannya, termasuk dalam<br />
Taman Nasional Tipe B.<br />
Kegiatan pengelolaan Taman Nasional<br />
Teluk Cenderawasih dimulai pada Tahun<br />
Anggaran 1991/1992 dalam bentuk<br />
Proyek Pengembangan Taman Nasional<br />
Laut Cenderawasih di bawah<br />
pengawasan Balai Konservasi Sumber<br />
Daya Alam Wilayah VIII Maluku - Irian<br />
Jaya sampai dengan Tahun Anggaran 1994/1995. Selanjutnya pada<br />
Tahun Anggaran 1995/1996 sampai dengan 1997/1998 Proyek<br />
Pengembangan Taman Nasional Laut Cenderawasih berada pada<br />
pengawasan Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam II Irian Jaya<br />
di Sorong.<br />
Dengan dikeluarkan SK Menteri<br />
<strong>Kehutanan</strong> No : 185/Kpts-II/1997 tanggal<br />
31 Maret 1997 yang diperbaharui lagi<br />
dengan Surat Keputusan Menteri<br />
<strong>Kehutanan</strong> Nomor : 6186/Kpts-II/2002<br />
tanggal 10 Juni 2002, tentang Organisasi<br />
dan Tata Kerja Balai Taman Nasional,<br />
pengelolaan Taman Nasional Teluk Cenderawasih selanjutnya<br />
berada dibawah wewenang dan tanggung jawab Balai Taman<br />
Nasional Teluk Cenderawasih.<br />
.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
18
Struktur Organisasi Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih<br />
berdasarkan Surat Keputusan Menteri <strong>Kehutanan</strong> Nomor : 6186/<br />
Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002 sebagai berikut :<br />
Seksi Konservasi<br />
Wilayah I<br />
Kwatisore<br />
Seksi Konservasi<br />
Wilayah II<br />
Wasior<br />
Kepala Balai<br />
Kelompok Jabatan Fungsional<br />
Polisi <strong>Kehutanan</strong><br />
Pengendali Ekosistem Hutan<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
Sub Bagian<br />
Tata Usaha<br />
Seksi Konservasi<br />
Wilayah III<br />
Yembekiri<br />
19
TUGAS POKOK DAN FUNGSI<br />
Tugas Pokok<br />
Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih mempunyai tugas<br />
melaksanakan pengelolaan ekosistem kawasan Taman Nasional<br />
Teluk Cenderawasih dalam rangka konservasi Sumberdaya Alam<br />
Hayati Dan Ekosistemnya berdasarkan peraturan perundangundangan<br />
yang berlaku.<br />
Fungsi<br />
1. Penyusun rencana, program dan evaluasi pengelolaan TNTC;<br />
2. Pengelolaan Taman Nasional Teluk Cenderawasih;<br />
3. Pengawetan dan pemanfaatan secara lestari TNTC beserta<br />
ekosistemnya;<br />
4. Perlindungan pengamanan dan penanggulangan kebakaran di<br />
kawasan TNTC;<br />
5. Promosi dan informasi, bina wisata dan cinta alam serta<br />
penyuluhan konservasi sumberdaya alam hayati an<br />
6.<br />
ekosistemnya;<br />
Kerjasama pengelolaan Taman Nasional Teluk<br />
7.<br />
Cenderawasih;<br />
Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.<br />
Visi<br />
Taman Nasional Teluk Cenderawasih memiliki visi<br />
“Terwujudnya pengelolaan kawasan dengan kelembagaan yang<br />
profesional melalui kegiatan Perlindungan, Pengawetan dan<br />
Pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang<br />
lestari bagi kesejahteraan di dalam dan di sekitar kawasan.”<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
20
Misi<br />
1. Memantapkan pengembangan kelembagaan Taman Nasional<br />
Teluk Cenderawasih.<br />
2. Memantapkan penataan kawasan.<br />
3. Memantapkan perlindungan kawasan dan penegakan hukum.<br />
4. Mengembangkan secara optimal pemanfaatan Sumber Daya<br />
Alam Hayati dan Ekosistemnya secara lestari.<br />
5. Meningkatkan kesadaran masyarakat seabagai upaya<br />
memantapkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan<br />
Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.<br />
6. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalam dan di<br />
sekitar kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.<br />
Tujuan Pengelolaan<br />
Tujuan pengelolan Taman Nasional Teluk Cenderawasih yaitu :<br />
1. Memelihara kelimpahan dan keanekaragaman habitat laut,<br />
pantai dan pulau serta ekosistemnya.<br />
2. Memanfaatkan sumberdaya laut dan pantai secara<br />
bijaksanana sehingga mendukung pengembangan<br />
pemanfaatan yang berkelanjutan dari sumberdaya tersebut.<br />
3. Memanfaatkan dan memadukan partisipasi masyarakat<br />
setempat dalam pengelolaan kawasana.<br />
4. Melindungi nilai biologis laut dan mengurangi adanya<br />
5.<br />
gangguan terhadap habitat alami.<br />
Memelihara dan meningkatkan nilai<br />
kawasan untuk pengembangan<br />
pariwisata dan perikanan dengan<br />
memaksimalkan kegiatan yang<br />
ditujukan untuk perbaikan dan<br />
pemulihan biota laut.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
21
AKSESIBILITAS<br />
Ada beberapa jalur yang dapat ditempuh untuk mencapai kawasan<br />
Taman Nasional Teluk Cenderawasih, baik melalui lintas laut dan<br />
udara. Berikut ini jalur-jalur pilihan untuk mencapai kawasan TNTC :<br />
Jalur Laut<br />
• Tujuan Manokwari atau Nabire dapat di tempuh dari<br />
Jakarta-Surabaya – Kalimantan – Denpasar – Kupang –<br />
Makassar -Manado- Ternate – Ambon – Sorong – Biak –<br />
Nabire - Jayapura, dengan<br />
menggunakan KM Dorolonda ,<br />
KM Sinabung, KM. Nggapulu<br />
dan KM Labobar.<br />
• Tujuan Wondama dapat<br />
ditempuh dari Manokwari atau<br />
Nabire dengan mengunakan<br />
speedboat atau kapal motor<br />
penumpang..<br />
Jalur Udara<br />
• Tujuan Manokwari atau Nabire dapat di tempuh dari<br />
Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Ambon, Sorong,<br />
Jayapura, dengan mengunakan pesawat Merpati, Express<br />
Air, dan Batavia Air.<br />
• Tujuan Wondama dapat ditempuh dari Manokwari dengan<br />
mengunakan Pesawat Merpati.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
22
Fasilitas<br />
Fasilitas penginapan, rumah makan, cafe,<br />
bar dan sarana berkomunikasi telah<br />
tersedia bagi para pengunjung yang<br />
bermalam di kota Manokwari atau Nabire.<br />
Sedangkan fasilitas yang ada di Balai<br />
Taman Nasional yang bisa menunjang<br />
kegiatan pengunjung berupa speedboat,<br />
radio komunikasi SSB, pondok wisata, pondok jaga dan pondok<br />
kerja serta ada juga home stay milik<br />
masyarakat. Alternatif lain bagi<br />
pengunjung yang akan bermalam di<br />
kawasan Taman Nasional dapat<br />
membawa peralatan camping atau<br />
menginap di rumah- rumah penduduk.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
23
KERJASAMA<br />
Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih menjalin kerjasama<br />
dengan stakeholder terkait diantaranya :<br />
1. Universitas Negeri Papua (UNIPA) ; Balai TNTC dan UNIPA<br />
telah menjalin kerjasama dalam bidang penelitian, magang dan<br />
PKL mahasiswa di kawasan TNTC.<br />
2. Badan Riset Kelautan dan Perikanan <strong>Departemen</strong> Kelautan<br />
dan Perikanan ; Besama-sama dengan Pemerintah Daerah<br />
Kabupaten Teluk Wondama, UNIPA dan WWF Region Sahul<br />
Papua telah menandatangani MoU tentang inventarisasi potensi<br />
sumberdaya kelautan dan perikanan di perairan dan pesisir<br />
<strong>kabupaten</strong> Teluk Wondama dan Taman Nasional Teluk<br />
Cenderawasih.<br />
3. Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Wondama ; Balai TNTC<br />
dan Pemda Teluk Wondama telah menjalin kerjasama dalam<br />
mendukung upaya konservasi sumberdaya alam dan<br />
ekosistemnya di kawasan Taman Nasional Teluk<br />
Cenderawasih, diantaranya memberikan bantuan untuk<br />
merehabilitasi beberapa speedboat TNTC yang mengalami<br />
kerusakan, kerjasama kegiatan pengamanan kawasan TNTC<br />
dan yang lainnya.<br />
4. World Wide Fund (WWF) Region Sahul Papua ; WWF Region<br />
Sahul Papua Sahul dan Balai TNTC telah menjalin kerjasama<br />
dalam rangka pelaksanaan program Konservasi Daya Alam<br />
Hayati dan Ekosistemnya di kawasan Taman Nasional Teluk<br />
Cenderawasih.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
24
5. The Nature Conservancy ; Balai Taman Nasional Teluk<br />
Cenderawasih telah menjalin kerjasama dengan TNC dalam<br />
upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia, lewat<br />
pengikutsertaan petugas Balai TNTC dalam kegiatan<br />
training/diklat ataupun pelatihan-pelatihan yang menunjang<br />
kegiatan pengelolaan kawasan Taman Nasional Teluk<br />
Cenderawasih.<br />
6. Conservation International ; Balai Taman Nasional Teluk<br />
Cenderawasih juga selama ini telah menjalin kerjasama dengan<br />
CI dalam upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia,<br />
lewat kegiatan training/diklat, pelatihan ataupun lokakarya dan<br />
seminar-seminar yang menunjang kegiatan pengelolaan<br />
kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.<br />
7. SEAMEO BIOTROP ; kegiatan yang dilaksanakan oleh<br />
SEAMEO BIOTROP dengan mengikutsertakan staf Balai<br />
Taman Nasional Teluk Cenderawasih antara lain berupa diklat<br />
valuasi ekonomi dan diklat/pelatihan lainnya dalam upaya<br />
peningkatan kualitas sumberdaya manusia.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
25
KETENTUAN MEMASUKI KAWASAN<br />
1. Pengunjung dengan tujuan wisata (rekreasi) atau tujuan<br />
khusus (bagi nelayan) dapat menghubungi kantor Balai Taman<br />
Nasiona Teluk Cenderawasih atau kantor Seksi Konservasi<br />
Wilayah setempat untuk mendapatkan Surat Ijin Masuk<br />
Kawasan (SIMAKSI)<br />
2. Pengunjung dengan tujuan penelitian<br />
agar menyampaikan permohonan<br />
tertulis dilampiri dengan<br />
proposal penelitian dan surat<br />
<strong>pengantar</strong> dari instansi yang<br />
bersangkutan serta<br />
mempresentasi proposal tersebut<br />
di kantor Balai TNTC, serta dalam pelaksanaan penelitian<br />
didampingi oleh petugas TNTC. Melaporkan hasil penelitian<br />
setelah selesai melaksanakan penelitian dan menyerahkan<br />
laporan ke Balai TNTC serta mempresentasikan hasil<br />
penelitian di BTNTC.<br />
3. Izin penelitian dari luar negeri<br />
diterbitkan oleh Direktorat Jenderal<br />
PHKA, sedangkan Balai TNTC<br />
hanya menerbitkan izin untuk<br />
4.<br />
penelitian dari dalam negeri.<br />
Bagi peneliti yang akan mengambil<br />
dan membawa spesimen/sampel<br />
5.<br />
penelitian dari kawasan TNTC harus mendapat izin khusus<br />
dari Direktorat Jenderal PHKA.<br />
Pengunjung dengan tujuan pembuatan film/video dokumenter<br />
menyampaikan permohonan tertulis ke Balai TNTC dengan<br />
melampirkan sinopsis dan wajib menyerahkan copy film/<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
26
video ke Balai TNTC. Dalam pelaksanaan kegiatan harus<br />
didampingi oleh petugas dari Balai TNTC.<br />
6. Selama berada di dalam kawasan TNTC mematuhi ketentuan<br />
dan peraturan yang berlaku.<br />
Ketentuan Lain<br />
Dalam upaya melindungi, melestarikan dan memanfaatkan potensi<br />
wisata alam serta menjaga keselamatan, maka disarankan agar<br />
pengunjung mematuhi hal-hal berikut :<br />
Menjaga ketertiban dan mentaati petunjuk petugas TNTC.<br />
Tidak mengambil atau merusak tumbuhan, hewan dan atau<br />
biota lainnya.<br />
Tidak berdiri atau menyentuh terumbu karang atau kehidupan<br />
lain pada saat berenang, snorkeling dan menyelam.<br />
Tidak membuang jangkar kapal / perahu pada daerah terumbu<br />
karang.<br />
Tidak membuat api yang tidak perlu dan pastikan api telah<br />
padam sebelum meningkalkan lokasi.<br />
Tidak membuang sampah disembarangan tempat.<br />
Menghormati adat istiadat dan kepercayaan masyarakat<br />
setempat.<br />
Jangan mengabaikan saran masyarakat setempat tentang<br />
tempat-tempat terlarang (pamali) dan kondisi cuaca.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
27
INFORMASI LEBIH LANJUT<br />
Informasi lebih lanjut dari Taman Nasional Teluk Cenderawasih bisa<br />
didapat pada :<br />
1. Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Jalan Essau Sesa<br />
Sowi Gunung Kotak Pos 229, Telp (0986) 212303 Fax<br />
(0986)214719, E-mail : btntc@telkom.net., Manokwari - Irjabar<br />
2. Seksi Konservasi Wilayah I Kwatisore, Jl. Semarang No. 112<br />
Telp. (0984) 21362 Nabire - Papua.<br />
3. Seksi Konservasi Wilayah II Wasior, Jl. Soyar RT. 3 RW I<br />
Wasior, Teluk Wondama - Irjabar.<br />
4. Seksi Konservasi Wilayah III Yembekiri, Jl. Condronegoro<br />
Telp. (0980) 31230 Ransiki, Manokwari- Irjabar.<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
28
-1°29' 45" LS<br />
1°59'48"<br />
2°29'51"<br />
2°59'54"<br />
-3°29' 57" LS<br />
134°00'06" BT<br />
#Y Ransiki<br />
#Y Waren<br />
PETA – PETA KAWASAN<br />
"E<br />
"E<br />
"E<br />
"E<br />
"F<br />
"E<br />
"F<br />
"F<br />
"E<br />
"F<br />
"E<br />
"O<br />
"O<br />
"F<br />
"E<br />
"F<br />
"F<br />
"F<br />
"E<br />
"F<br />
"E "F<br />
"F<br />
"E<br />
"F<br />
"F<br />
"O<br />
"<br />
"O<br />
"O<br />
#Y<br />
"E<br />
"E<br />
"E<br />
"E<br />
"E<br />
"E<br />
"F<br />
"F<br />
"F<br />
"F<br />
"F<br />
"F<br />
"F<br />
#Y "E<br />
"F<br />
"E<br />
"F "F<br />
"F<br />
"F<br />
"F<br />
"F<br />
#Y<br />
"F<br />
"O<br />
"O<br />
"F<br />
"O<br />
"O<br />
V<br />
" V<br />
" V<br />
Mamei Isren<br />
Manggero<br />
Yeromatum Yariari<br />
Womawairara<br />
"*<br />
Yembekiri<br />
Nuspair<br />
Siresi Senebuai<br />
Kaprus Yomakan<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH III YEMBEKIRI<br />
Yomber<br />
Waprak<br />
Ambuar<br />
Mamisi<br />
"H<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH II WASIOR<br />
Sumbokoro Aisandami<br />
Yoop<br />
Sobei<br />
"H<br />
Dotir<br />
Dusner<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH I KWATISORE<br />
Ambumi<br />
Yopanggar<br />
Kayop Menarbu<br />
Syabes Yende<br />
P. Jenimeli<br />
P. Nubsi<br />
P. Kasibi P. Nuapun<br />
P. Masoom<br />
P. Wairundi<br />
P. Nusambier<br />
P. Purupi<br />
P. Nukusa P. Tapappai<br />
P. Nuana<br />
P. Nusaner<br />
P. Maransabadi<br />
P. Abaruki<br />
P. Rumwakon<br />
P. Iwari<br />
P. Rouw<br />
Jakati<br />
P. Matas<br />
P. Numberapi P. Auri<br />
P. Kuwom<br />
P. Rariau<br />
P. Rariei<br />
P. Rorebo<br />
Windesi<br />
P. Komarbaba P. Komarkati<br />
P. Sombokoro<br />
P. Yop<br />
TELUK WONDAMA<br />
P. Kabuai<br />
Wasior<br />
P. Anggrameos<br />
P. Abuwami<br />
P. Jerinusi<br />
Goni<br />
Nappen Yaur<br />
134°00'06" BT<br />
MANOKWARI YAPEN WAROPEN<br />
FAKFAK<br />
134°30'09"<br />
134°30'09"<br />
Yeretuar<br />
"O<br />
#Y Bawe<br />
"O<br />
P. Manimaje<br />
P. Nurage<br />
") P. Kumbur<br />
"O P. Nutabari<br />
Yaur "O<br />
P. Nusir<br />
"O<br />
Katisore<br />
"O<br />
P. Papaya<br />
NABIRE<br />
135°00'12"<br />
135°00'12"<br />
"O<br />
P. Numburi<br />
#Y Wainapi<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
Sima<br />
135°30'15" BT PETA POTENSI KAWASAN<br />
TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIH<br />
135°30'15" BT<br />
-1°29' 45" LS<br />
1°59' 48"<br />
2°29' 51"<br />
2°59' 54"<br />
-3°29' 57" LS<br />
10 0 10 20 Miles<br />
KETERANGAN :<br />
"* Rusa<br />
"H Burung bangau<br />
") Burung junai emas<br />
" V Kima<br />
"E Lumba-lumba<br />
"O Penyu<br />
"F Duyung<br />
#Y Kecamatan<br />
Sungai<br />
Desa<br />
Kabupaten<br />
Terumbu karang<br />
SKALA 1 : 1.250.000<br />
Batas Seksi Konservasi Wilayah<br />
Sumber Peta :<br />
1. Peta Usulan Zonasi Taman Nasional Teluk Cenderawasih Skala 1: 500.000.<br />
2. Peta Penyebaran Terumbu Karang, Mangrove dan Potensi Flora - Fauna.<br />
3. Peta Badan Planologi <strong>Kehutanan</strong>.<br />
BA LAI TAMAN NASIONAL<br />
TELUK CENDERAWASIH<br />
Gambar 1. Peta Potensi Kawasan TN. Teluk Cenderawasih<br />
#<br />
29
-1°29' 45" LS<br />
1°59' 48"<br />
2°29'51"<br />
2°59'54"<br />
-3°29' 57" LS<br />
134°00'06" BT<br />
; ;<br />
#Y Ransiki<br />
MANOKWARI YAPEN WAROPEN<br />
#Y Waren<br />
Mamei #<br />
# Isren<br />
Manggero # P. Jenimeli<br />
#<br />
Yeromatum # Yariari<br />
Womawairara<br />
P. Wairundi<br />
# ; ; # Yembekiri<br />
Nuspair # P. Nubsi Î<br />
Siresi Senebuai<br />
#<br />
# ; ; ; ;<br />
Kaprus # Yomakan #<br />
P. Kasibi P. Nuapun<br />
P. Masoom<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH III YEMBEKIRI<br />
P. Purupi<br />
P. Nukusa P. Tapappai<br />
P. Nuana Yomber<br />
Waprak #<br />
#<br />
P. Nusaner<br />
# Ambuar<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#Y<br />
Mamisi<br />
; #Y<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH II WASIOR<br />
## ;<br />
Sumbokoro Aisandami ;<br />
Yoop<br />
Sobei<br />
Yopanggar<br />
Kayop Menarbu<br />
Syabes Yende<br />
Jakati<br />
Windesi<br />
P. Numberapi P. Auri<br />
P. Kuwom<br />
P. Rariau<br />
P. Rariei<br />
P. Rorebo<br />
P. Komarbaba P. Komarkati<br />
P. Sombokoro<br />
P. Yop<br />
P. Kabuai<br />
134°00'06" BT<br />
FAKFAK<br />
TELUK WONDAMA<br />
# Dotir<br />
Dusner #<br />
134°30'09"<br />
; ;<br />
#Y Wasior<br />
# P. Abuwami<br />
P. Jerinusi<br />
#<br />
Ambumi<br />
134°30'09"<br />
Goni #<br />
P. Nusambier<br />
P. Maransabadi<br />
P. Abaruki<br />
P. Rumwakon<br />
P. Iwari<br />
P. Rouw<br />
P. Matas<br />
# Yeretuar<br />
#Y Bawe<br />
NABIRE<br />
P. Anggrameos<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH I KWATISORE<br />
# Nappen Yaur<br />
P. Manimaje<br />
P. Nurage<br />
Yaur #<br />
P. Nusir<br />
135°00'12"<br />
P. Kumbur<br />
P. Nutabari<br />
P. Papaya<br />
# Katisore<br />
135°00'12"<br />
P. Numburi<br />
# Sima<br />
#Y Wainapi<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
; ;<br />
135°30'15" BT<br />
; ;<br />
135°30'15" BT<br />
-1°29' 45" LS<br />
1°59' 48"<br />
2°29' 51"<br />
2°59' 54"<br />
-3°29'57" LS<br />
PETA SARANA PRASARAN<br />
TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIH<br />
SKALA 1 : 1.250.000<br />
20 0 20 Miles<br />
KETERANGAN :<br />
Î Dermaga<br />
; Shelter<br />
; Pondok wisata<br />
; Asrama<br />
; Pondok kerja<br />
; Garasi sped<br />
; Barak polhut<br />
#Y Kecamatan<br />
Sungai<br />
# Desa<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH I KWATISORE<br />
Kabupaten<br />
Terumbu karang<br />
Sumber Peta :<br />
1. Peta Usulan Zonasi Taman Nasional Teluk Cenderawasih Skala 1: 500.000.<br />
2. Peta Penyebaran Terumbu Karang, Mangrove dan Potensi Flora - Fauna.<br />
3. Peta Badan Planologi <strong>Kehutanan</strong>.<br />
BALAI TAMAN NASIONAL<br />
TELUK CENDERAWASIH<br />
Gambar 2. Peta Sarana Prasarana di SKW I Kwatisore - Nabire<br />
30
-1°29'45" LS<br />
1°59'48"<br />
2°29'51"<br />
2°59' 54"<br />
-3°29'57" LS<br />
134°00'06" BT<br />
; ;<br />
#Y Ransiki<br />
MANOKWARI YAPEN WAROPEN<br />
#Y Waren<br />
Mamei #<br />
# Isren<br />
Manggero # P. Jenimeli<br />
#<br />
Yeromatum # Yariari<br />
Womawairara<br />
P. Wairundi<br />
# ; ; # Yembekiri<br />
Nuspair # P. Nubsi Î<br />
Siresi Senebuai<br />
#<br />
#<br />
Kaprus ; ; ; ;<br />
# Yomakan #<br />
P. Kasibi P. Nuapun<br />
P. Masoom<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH III YEMBEKIRI<br />
P. Purupi<br />
P. Nukusa P. Tapappai<br />
P. Nuana<br />
Waprak<br />
Yomber #<br />
#<br />
P. Nusaner<br />
# Ambuar<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#Y<br />
Mamisi<br />
; #Y<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH II WASIOR<br />
## ;<br />
Sumbokoro Aisandami ;<br />
Yoop<br />
Sobei<br />
Yopanggar<br />
Kayop Menarbu<br />
Syabes Yende<br />
Jakati<br />
Windesi<br />
P. Numberapi P. Auri<br />
P. Kuwom<br />
P. Rariau<br />
P. Rariei<br />
P. Rorebo<br />
P. Komarbaba P. Komarkati<br />
P. Sombokoro<br />
P. Yop<br />
P. Kabuai<br />
134°00'06" BT<br />
FAKFAK<br />
TELUK WONDAMA<br />
# Dotir<br />
Dusner #<br />
134°30'09"<br />
; ;<br />
#Y Wasior<br />
# P. Abuwami<br />
P. Jerinusi<br />
#<br />
Ambumi<br />
134°30'09"<br />
Goni #<br />
P. Nusambier<br />
P. Maransabadi<br />
P. Abaruki<br />
P. Rumwakon<br />
P. Iwari<br />
P. Rouw<br />
P. Matas<br />
# Yeretuar<br />
#Y Bawe<br />
NABIRE<br />
P. Anggrameos<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH I KWATISORE<br />
# Nappen Yaur<br />
P. Manimaje<br />
P. Nurage<br />
Yaur #<br />
P. Nusir<br />
135°00'12"<br />
P. Kumbur<br />
P. Nutabari<br />
P. Papaya<br />
# Katisore<br />
135°00'12"<br />
P. Numburi<br />
# Sima<br />
#Y Wainapi<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
; ;<br />
135°30'15" BT<br />
; ;<br />
135°30'15" BT<br />
-1°29' 45" LS<br />
1°59' 48"<br />
2°29' 51"<br />
2°59' 54"<br />
-3°29' 57" LS<br />
PETA SARANA PRASARAN<br />
TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIH<br />
SKALA 1 : 1.250.000<br />
20 0 20 Miles<br />
KETERANGAN :<br />
Î Dermaga<br />
; Shelter<br />
; Pondok wisata<br />
; Asrama<br />
; Pondok kerja<br />
; Garasi sped<br />
; Barak polhut<br />
#Y Kecamatan<br />
Sungai<br />
# Desa<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH II WASIOR<br />
Kabupaten<br />
Terumbu karang<br />
Sumber Peta :<br />
1. Peta Usulan Zonasi Taman Nasional Teluk Cenderawasih Skala 1: 500.000.<br />
2. Peta Penyebaran Terumbu Karang, Mangrove dan Potensi Flora - Fauna.<br />
3. Peta Badan Planologi <strong>Kehutanan</strong>.<br />
BALAI TAMAN NASIONAL<br />
TELUK CENDERAWASIH<br />
Gambar 3. Peta Sarana Prasarana di SKW II Wasior – Teluk<br />
Wondama<br />
31
-1°29' 45" LS<br />
1°59' 48"<br />
2°29'51"<br />
2°59'54"<br />
-3°29' 57" LS<br />
134°00'06" BT<br />
; ;<br />
#Y Ransiki<br />
MANOKWARI YAPEN WAROPEN<br />
#Y Waren<br />
Mamei #<br />
# Isren<br />
Manggero # P. Jenimeli<br />
#<br />
Yeromatum # Yariari<br />
Womawairara<br />
P. Wairundi<br />
# ; ; # Yembekiri<br />
Nuspair # P. Nubsi Î<br />
Siresi Senebuai<br />
#<br />
# ; ; ; ;<br />
Kaprus # Yomakan #<br />
P. Kasibi P. Nuapun<br />
P. Masoom<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH III YEMBEKIRI<br />
P. Purupi<br />
P. Nukusa P. Tapappai<br />
P. Nuana Yomber<br />
Waprak #<br />
#<br />
P. Nusaner<br />
# Ambuar<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#Y<br />
Mamisi<br />
; #Y<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH II WASIOR<br />
## ;<br />
Sumbokoro Aisandami ;<br />
Yoop<br />
Sobei<br />
Yopanggar<br />
Kayop Menarbu<br />
Syabes Yende<br />
Jakati<br />
Windesi<br />
P. Numberapi P. Auri<br />
P. Kuwom<br />
P. Rariau<br />
P. Rariei<br />
P. Rorebo<br />
P. Komarbaba P. Komarkati<br />
P. Sombokoro<br />
P. Yop<br />
P. Kabuai<br />
134°00'06" BT<br />
FAKFAK<br />
TELUK WONDAMA<br />
# Dotir<br />
Dusner #<br />
134°30'09"<br />
; ;<br />
#Y Wasior<br />
# P. Abuwami<br />
P. Jerinusi<br />
#<br />
Ambumi<br />
134°30'09"<br />
Goni #<br />
P. Nusambier<br />
P. Maransabadi<br />
P. Abaruki<br />
P. Rumwakon<br />
P. Iwari<br />
P. Rouw<br />
P. Matas<br />
# Yeretuar<br />
#Y Bawe<br />
NABIRE<br />
P. Anggrameos<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH I KWATISORE<br />
# Nappen Yaur<br />
P. Manimaje<br />
P. Nurage<br />
Yaur #<br />
P. Nusir<br />
135°00'12"<br />
P. Kumbur<br />
P. Nutabari<br />
P. Papaya<br />
# Katisore<br />
135°00'12"<br />
P. Numburi<br />
# Sima<br />
#Y Wainapi<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
; ;<br />
135°30'15" BT<br />
; ;<br />
135°30'15" BT<br />
-1°29' 45" LS<br />
1°59' 48"<br />
2°29' 51"<br />
2°59' 54"<br />
-3°29'57" LS<br />
PETA SARANA PRASARAN<br />
TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIH<br />
SKALA 1 : 1.250.000<br />
20 0 20 Miles<br />
KETERANGAN :<br />
Î Dermaga<br />
; Shelter<br />
; Pondok wisata<br />
; Asrama<br />
; Pondok kerja<br />
; Garasi sped<br />
; Barak polhut<br />
#Y Kecamatan<br />
Sungai<br />
# Desa<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH III YEMBEKIRI<br />
Kabupaten<br />
Terumbu karang<br />
Sumber Peta :<br />
1. Peta Usulan Zonasi Taman Nasional Teluk Cenderawasih Skala 1: 500.000.<br />
2. Peta Penyebaran Terumbu Karang, Mangrove dan Potensi Flora - Fauna.<br />
3. Peta Badan Planologi <strong>Kehutanan</strong>.<br />
BALAI TAMAN NASIONAL<br />
TELUK CENDERAWASIH<br />
Gambar 4. Peta Sarana Prasarana di SKW III Yembekiri–Teluk<br />
Wondama<br />
32
-1°29' 45" LS<br />
1°59'48"<br />
2°29'51"<br />
2°59'54"<br />
-3°29'57" LS<br />
134°00'06" BT<br />
#Y Jakati<br />
#Y Ransiki<br />
#Y Waren<br />
Mamei #<br />
# Isren<br />
Manggero # P. Jenimeli<br />
#<br />
Yeromatum # Yariari<br />
Womawairara<br />
P. Wairundi<br />
#<br />
# Yembekiri<br />
Nuspair # P. Nubsi<br />
Siresi Senebuai<br />
#<br />
#<br />
Kaprus # Yomakan #<br />
P. Kasibi P. Nuapun<br />
P. Masoom<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH III YEMBEKIRI<br />
P. Purupi<br />
P. Nukusa P. Tapappai<br />
P. Nuana<br />
Waprak<br />
Yomber #<br />
#<br />
P. Nusaner<br />
# Ambuar<br />
134°00'06" BT<br />
#<br />
#<br />
#Y<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
#<br />
Mamisi<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH II WASIOR<br />
##<br />
Sumbokoro Aisandami<br />
Yoop<br />
Sobei<br />
Yopanggar<br />
Kayop Menarbu<br />
Syabes Yende<br />
P. Numberapi P. Auri<br />
P. Kuwom<br />
P. Rariau<br />
P. Rariei<br />
P. Rorebo<br />
Windesi<br />
P. Komarbaba P. Komarkati<br />
P. Sombokoro<br />
P. Yop<br />
P. Kabuai<br />
FAKFAK<br />
TELUK WONDAMA<br />
# Dotir<br />
Dusner #<br />
134°30'09"<br />
MANOKWARI YAPEN WAROPEN<br />
#Y Wasior<br />
# P. Abuwami<br />
P. Jerinusi<br />
#<br />
Ambumi<br />
134°30'09"<br />
# Goni<br />
P. Nusambier<br />
P. Maransabadi<br />
P. Abaruki<br />
P. Rumwakon<br />
P. Iwari<br />
P. Rouw<br />
P. Matas<br />
# Yeretuar<br />
#Y Bawe<br />
NABIRE<br />
P. Anggrameos<br />
SEKSI KONSERVASI WILAYAH I KWATISORE<br />
# Nappen Yaur<br />
P. Manimaje<br />
P. Nurage<br />
# Yaur<br />
P. Nusir<br />
135°00'12"<br />
P. Kumbur<br />
P. Nutabari<br />
P. Papaya<br />
# Katisore<br />
135°00'12"<br />
P. Numburi<br />
# Sima<br />
#Y Wainapi<br />
BUKU INFORMASI BALAI TN. TELUK CENDERAWASIH<br />
135°30'15" BT PETA ZONASI<br />
TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIH<br />
135°30'15" BT<br />
-1°29' 45" LS<br />
1°59'48"<br />
2°29' 51"<br />
2°59' 54"<br />
-3°29'57" LS<br />
KETERANGAN :<br />
SKALA 1 : 1.250.000<br />
10 0 10 20 Miles<br />
Sungai<br />
# Desa<br />
#Y Kecamatan<br />
Batas Seksi Konservasi Wilayah<br />
Kabupaten<br />
Terumbu karang<br />
ZONASI BTNTC<br />
Zona Inti<br />
Zona Pemanf atan Tradisional<br />
Zona Pemanf atan Intensif<br />
Zona Perlindungan<br />
Zona Rehabilitasi<br />
Zona Situs Budaya-Sejarah<br />
Sumber Peta :<br />
1. Peta Usulan Zonasi Taman Nasional Teluk Cenderawasih Skala 1: 500.000.<br />
2. Peta Penyebaran Terumbu Karang, Mangrove dan Potensi Flora - Fauna.<br />
3. Peta Badan Planologi <strong>Kehutanan</strong>.<br />
BALAI TAMAN NASIONAL<br />
TELUK CENDERAWASIH<br />
Gambar 5. Peta Zonasi Kawasan TN. Teluk Cenderawasih<br />
33