Jaringan Pertama Anda - Mirror STISI Telkom
Jaringan Pertama Anda - Mirror STISI Telkom
Jaringan Pertama Anda - Mirror STISI Telkom
Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!
Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.
PLUS CD C H I P S P E S I A L N E T W O R K I N G<br />
CD<br />
Rp. 34.800,-<br />
www.chip.co.id<br />
Semua Mengenai <strong>Jaringan</strong> Komputer<br />
MENANGKAN<br />
15 Buku<br />
Networking<br />
k Buyer’s Guide Hardware <strong>Jaringan</strong><br />
Memandu <strong>Anda</strong> membeli perangkat jaringan dengan benar<br />
k Pantau Bandwidth dengan MRTG<br />
Tutorial lengkap instalasi MRTG untuk memantau bandwidth<br />
jaringan <strong>Anda</strong><br />
k Tips Mengatasi Masalah <strong>Jaringan</strong><br />
29 tips yang menjamin jaringan <strong>Anda</strong> bebas dari masalah<br />
k Panduan Instalasi File & Mail Server<br />
Langkah-langkah instalasi aplikasi Server di Linux dan Windows<br />
Server 2003<br />
k Membangun <strong>Jaringan</strong> untuk Pemula<br />
Panduan untuk membangun jaringan pertama <strong>Anda</strong><br />
Edisi Spesial ini dilengkapi dengan CD. Jangan beli apabila CD tidak disertakan!<br />
75 TOOLS NETWORKING<br />
(Antivirus, Internet, Monitoring, Sekuriti, Utility)<br />
Trojan Guarder - Opera 8.5 - SmartFTP - Advanced Port Scanner - Ethereal - Net Control<br />
Network Monitor - Network Stumbler - Real VNC - Remote ShutDown - Server Monitoring<br />
MultiNetwork Manager - NetLimiter - CompuSec - GFI LANguard Monitor - WinProxy - PuTTY<br />
BONUS CD k Buyer’s Guide Hardware <strong>Jaringan</strong>
daftar isi<br />
tes & Praktek<br />
16 Rancang Dahulu Sebelum<br />
Membangun LAN<br />
Untuk membangun LAN sebaiknya<br />
rencanakan dulu dengan matang<br />
22 Tips Belanja Perangkat LAN<br />
Panduan Membeli Hardware LAN:<br />
Memandu <strong>Anda</strong> membeli perangkat<br />
LAN dengan benar dan tepat.<br />
28 Tes: W-LAN Router<br />
CHIP menguji beberapa router W-LAN<br />
yang dapat dijadikan panduan untuk<br />
membeli perangkat ini<br />
34 <strong>Jaringan</strong> <strong>Pertama</strong> <strong>Anda</strong><br />
Panduan lengkap untuk membangun<br />
jaringan pertama <strong>Anda</strong><br />
38 Sistem Operasi untuk <strong>Jaringan</strong><br />
Windows, Linux atau sebaiknya me<br />
milih Macintosh? Fungsi utamalah<br />
yang menentukan<br />
42 Mengkonfigurasi PC Client<br />
<strong>Anda</strong> dapat membuat konfigurasi<br />
network untuk client yang sesuai<br />
dengan kebutuhan<br />
48 Membagi Sumber Daya<br />
CHIP akan menunjukkan kepada <strong>Anda</strong>,<br />
bagaimana membagi sumber daya<br />
jaringan seperti printer<br />
| CHIP | networkIng<br />
54 Penguasa dan Pengatur<br />
<strong>Jaringan</strong><br />
CHIP akan menunjukkan bagaimana<br />
meng-install Windows 2003 Server<br />
secara optimal<br />
60 Layanan E-mail <strong>Jaringan</strong> Lokal<br />
<strong>Anda</strong> dapat membangun sebuah Mail<br />
server untuk jaringan internal di Windows<br />
Server 2003<br />
64 Berbagi Akses Internet<br />
Dengan menggunakan Windows ICS<br />
<strong>Anda</strong> dapat menghubungkan jaringan<br />
kecil <strong>Anda</strong> ke Internet<br />
66 Pantau Bandwidth <strong>Anda</strong><br />
Dengan MRTG (Multi Router Traffic<br />
Grapher) <strong>Anda</strong> dapat dengan mudah<br />
memantau bandwidth jaringan <strong>Anda</strong><br />
LInux<br />
72 Linux sebagai Client dalam<br />
<strong>Jaringan</strong> Windows<br />
<strong>Anda</strong> dapat membuat sebuah client<br />
jaringan yang sempurna menggunakan<br />
SuSE 9.1 dan KDE 3.2<br />
75 Linux sebagai Mail Server<br />
Mail server yang dikonfigurasi<br />
dengan baik dapat menghemat<br />
waktu dan uang <strong>Anda</strong><br />
78 Si Penguin sebagai File Server<br />
Dengan menggunakan Samba, <strong>Anda</strong><br />
dapat mengubah sebuah mesin<br />
Linux menjadi sebuah File server<br />
83 Troubleshooting <strong>Jaringan</strong><br />
Beberapa tips untuk mengatasi masalah<br />
yang <strong>Anda</strong> dapatkan pada<br />
jaringan Linux<br />
heit<br />
sekurItI<br />
86 Komunitas tertutup di<br />
Internet<br />
Dengan Service Pack 2, Windows<br />
mendapatkan upgrade Firewall yang<br />
jauh lebih baik<br />
92 Satu profil untuk semua<br />
client<br />
Profil pengguna dapat diletakkan<br />
dalam jaringan untuk memudahkan<br />
pengelolaan<br />
95 Melindungi <strong>Jaringan</strong> Tanpa<br />
Kabel<br />
<strong>Anda</strong> harus melindungi jaringan<br />
nirkabel <strong>Anda</strong> dari serangan penyu<br />
sup dari dalam dan luar<br />
98 Melindungi <strong>Jaringan</strong> <strong>Anda</strong><br />
dari Serangan Hacker<br />
Firewall bertugas mencegah serangan<br />
dari luar dan mencegah berjalannya<br />
program-program yang berisiko terhadap<br />
keamanan PC
soLusI<br />
102 Server dengan Port<br />
Forwarding<br />
Port Forwarding memungkinkan<br />
akses dari luar ke dalam jaringan<br />
walaupun menggunakan Firewall<br />
108 Kendalikan PC dari Jauh<br />
Support, maintenance, dan administrasi<br />
dari PC lain dalam jaringan bisa<br />
menggunakan software Remote<br />
Control<br />
112 Mengakses dari Mana Saja<br />
Virtual Private Network (VPN) memungkinkan<br />
koneksi jaringan yang<br />
aman melalui Internet<br />
114 Login di mana saja<br />
Login ke jaringan rumah dan kantor<br />
dengan notebook<br />
118 Menemukan dan Mengatasi<br />
Masalah<br />
Tips terbaik untuk menganalisis<br />
jaringan.<br />
aktuaL & koLom<br />
2 Daftar Isi dan Editorial<br />
4 WiMax<br />
6 Teknologi IPv6<br />
8 Tips Ujian CCNA<br />
12 Software dalam CD<br />
127 Kuesioner Elex Media<br />
editorial<br />
Reza Wahyudi<br />
RedaktuR<br />
CHIP SPeSIal<br />
Konsep awal<br />
jaringan komputer<br />
adalah adanya kebutuhan<br />
untuk saling<br />
berbagi informasi<br />
dan sumber<br />
daya yang dimiliki<br />
oleh masing-masing<br />
PC. Jumlah<br />
komputer yang<br />
saling terhubung<br />
dalam jaringan<br />
saat itu masih<br />
sedikit, mungkin<br />
masih dalam hitungan jari saja. Dan<br />
teknologi jaringan yang digunakan pun<br />
masih sangat sederhana.<br />
Seiring dengan bergairahnya perekonomian<br />
dunia dengan industri-industri<br />
yang membutuhkan teknologi<br />
komputer, yang secara langsung membuat<br />
bertambahnya pengguna PC yang<br />
harus saling terhubung dalam sebuah<br />
jaringan. Ditambah lagi dengan munculnya<br />
'wabah' baru yaitu Internet yang<br />
merupakan jaringan super besar yang<br />
membuat komputer yang ada di seluruh<br />
dunia ini dapat saling berkomunikasi.<br />
Hal ini membuat isu jaringan<br />
komputer tidak dapat dipandang sebelah<br />
mata.<br />
Saat ini teknologi jaringan komputer<br />
telah semakin maju dan telah<br />
imprint<br />
Publisher: Teddy Surianto<br />
General Manager: Al. Adhi Mardhiyono<br />
Senior Executive: Al. Arisubagijo<br />
Editor-in-Chief: W. Edi Taslim<br />
Managing Editor: M. Reza Wahyudi Suwadji<br />
Editor/Writer: Jimmy Auw, Ady W. Paudi,<br />
Aditya Hendra, Jati Putra, Kurniawan Ku,<br />
Irvan Nasrun<br />
Contributor: Florentina Winarsih, Bhakti<br />
Simamora, Cory Tjoo<br />
Desain & Artistik: Teguh Pratomo, Subekti,<br />
Adita Eko, Agung Bayu, Aris P.<br />
Editorial Admin: Kendra Sihombing<br />
Advertising Sales: Agnes Estiria Dewi,<br />
Rahayu Widyawati<br />
Marketing & Promotion: Digna<br />
Production: Slamet M.J., Yudi S., Doel<br />
Halim<br />
Marketing: Y. Suliantoro, Laras Husodo<br />
Circulation: Wahyantohadi, Yanen P.<br />
Finance: Titi Pujayanti, Agustina Maria<br />
menjadi sebuah industri besar. Kebutuhan<br />
untuk hal ini baik dari sisi hardware,<br />
software maupun SDM sangatlah<br />
tinggi.<br />
Dalam edisi spesial Networking ini<br />
kami ingin berbagi ilmu yang kami miliki<br />
dalam bidang jaringan komputer.<br />
Terdapat beberapa artikel menarik<br />
yang dapat menambah pengetahuan<br />
<strong>Anda</strong> di bidang networking. Dari topik<br />
hardware, terdapat panduan membeli<br />
perangkat LAN dan tes perbandingan<br />
router W-LAN. Untuk software, kami<br />
menyajikan cara instalasi Windows<br />
Server 2003 beserta aplikasi pendukungnya<br />
seperti mail server dan proxy<br />
server. Tak ketinggalan pula, jaringan<br />
di Linux pun kami bahas secara khusus.<br />
Untuk memantau bandwidth jaringan<br />
<strong>Anda</strong>, terdapat artikel yang membahas<br />
secara detail instalasi MRTG. Dan kami<br />
sertakan pula CD yang berisi softwaresoftware<br />
yang dapat membantu <strong>Anda</strong><br />
mengelola jaringan dengan baik.<br />
Harapan kami setelah membaca<br />
dan mencoba seluruh isi majalah, <strong>Anda</strong><br />
menjadi sedikit 'melek' dalam bidang<br />
jaringan komputer.<br />
Kritik, saran dan pertanyaan <strong>Anda</strong><br />
kami tunggu, silahkan kirimkan ke<br />
spesial@chip.co.id.<br />
PT Elex Media Komputindo<br />
Bank BCA Gajah Mada Jakarta,<br />
Rek. No: 012.393540.1<br />
Alamat Redaksi dan Iklan<br />
Jl. Palmerah Barat 33-37, Jakarta 10270<br />
Redaksi/Editorial<br />
Tel: (021) 5483008, 5480888 Ext. 3370,<br />
3371<br />
Fax: (021) 5360410, 5326219<br />
Iklan/Advertising<br />
Tel: (021) 5483008 Ext. 3381<br />
Fax: (021) 5360410, 5326219<br />
E-mail: advertising@chip.co.id<br />
© Copyright by CHIP, Vogel Burda Holding<br />
GmbH, Muenchen, Deutschland.<br />
©Copyright by PTElexMediaKomputindo,<br />
Kelompok Kompas Gramedia.<br />
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.<br />
Dilarang mereproduksi seluruh atau sebagian<br />
dari foto, teks, atau ilustrasi isi majalah<br />
dan CD dalam segala bentuk tanpa<br />
izin tertulis.<br />
Dicetak oleh Percetakan PT Gramedia<br />
(Isi di luar tanggung jawab percetakan)<br />
CHIP | networkIng |
AKTUAL WiMAX<br />
Masa Depan <strong>Jaringan</strong> Wireless<br />
WiMAX: 25 Kali Kecepatan<br />
DSL dan Sejauh 50 Km<br />
Kemampuan teknologi W-LAN saat ini hanya menjangkau sekitar 300 meter dengan transfer rate sebesar 54<br />
Mbps. Namun, dengan hadirnya teknologi "WiMAX", komunikasi data nirkabel bisa dilakukan sejauh 50 km<br />
dengan transfer rate sebesar 70 Mbps.<br />
k<br />
Apakah <strong>Anda</strong> pernah mendengar nama kota Selm di<br />
Nordrhein-Westfallen, Jerman? Kota berpopulasi hampir<br />
30.000 penduduk ini bakal menjadi pusat bagi pengembangan<br />
jaringan wireless. Teknologi broadband WiMAX akan diuji di<br />
kota ini sebagai sebuah proyek percontohan. WiMAX yang<br />
merupakan singkatan dari "Worldwide<br />
Interoperability for Microwave Access" ini<br />
memiliki kelebihan dibandingkan dengan<br />
teknologi DSL. Teknologi WiMAX dapat<br />
digunakan untuk komunikasi data jarak jauh<br />
dan 25 kali lebih cepat. Biaya penerapannya pun<br />
lebih murah. Dengan WiMAX, mengakses<br />
Internet dari jarak jauh dengan kecepatan tinggi dapat menjadi<br />
kenyataan.<br />
WiMAX Segera untuk End User<br />
WiMAX (disebut juga sebagai standar IEEE-802.16) pertama kali<br />
diperkenalkan pada Desember 2001 dan semula dirancang untuk<br />
Metropolitan Area Networks. Pada teknologi radio link yang<br />
menggunakan frekuensi tinggi (10-66 GHz), data dikirim melalui<br />
koneksi saling berhadapan yang disebut Line of Sight-Technology<br />
(LOS), yaitu antara pengirim dan penerima tidak boleh ada<br />
hambatan.<br />
Awal tahun 2003, muncul keinginan untuk menggunakan<br />
WiMAX pada perangkat portabel end user. Ide ini kemudian<br />
menjadi dasar pembentukan "WiMAX Forum" yang dimotori<br />
vendor chipset Intel. Di dalamnya, ikut serta sekitar 200<br />
perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi, termasuk<br />
Siemens Mobile, Fujitsu, AT&T, British Telecom dan Nokia.<br />
Di tahun yang sama, forum ini menetapkan standar 802.16a<br />
yang merupakan pengembangan lanjutan dari standar<br />
sebelumnya. Frekuensi kerjanya sedikit lebih panjang, yaitu<br />
antara 2 sampai 11 GHz. Pada standar "a", komunikasi data dapat<br />
menjangkau 50 km dengan bandwidth sampai 75 Mbps. Di sini,<br />
teknologi yang dipakai telah menggunakan NLOS-Connection<br />
(Non Line of Sight).<br />
Dengan standar 802.16a, data dari base station dapat diterima<br />
walaupun melalui area penghalang, seperti dinding ataupun<br />
4 | CHIP | NETWORKING<br />
gedung tinggi. Namun, antena penerima harus dipasang di luar.<br />
Pengembangan berlanjut dengan standar IEEE 802.16-2004<br />
yang ditetapkan pada Juli 2004. Teknologi ini merupakan<br />
kombinasi antara standar 802.16REVd dan 802.16a sehingga<br />
komunikasi data dapat dilakukan di dalam gedung.<br />
Saat ini, teknologi WiMAX yang terbaru<br />
(Standar 802.16e) dirancang untuk aplikasi<br />
mobile end-user, seperti PDA, ponsel ataupun<br />
notebook. Paling tidak, transfer rate sebesar 15<br />
Mbps bisa dinikmati sampai sejauh 5 km.<br />
Bertepatan dengan pelaksanaan event Intel<br />
Developer Forum pada September 2004 lalu, Intel<br />
untuk pertama kalinya memperkenalkan langkah-langkah nyata<br />
untuk produk WiMAX untuk tahun ini. Intel memperkenalkan<br />
chipset untuk teknologi WiMAX dengan nama "Rosedale" yang<br />
mampu mengirim data dari jarak 50 km ke kantor atau rumah<br />
melalui koneksi wireless broadband. Rosedale langsung<br />
diintegrasikan di base station sebagai sebuah "System-on-a-Chip"<br />
atau disebut juga sebagai Customer Premise Equipment (CPEs).<br />
Chip ini mendukung standar WiMAX-802.16-2004 yang terbaru.<br />
Selain itu, di dalamnya sudah tersedia sebuah Ethernet-Interface,<br />
Security-Protocol "Inline Security Processing" (ISP) dan TDM-<br />
Controller-Interface (Time-Division-Multiplexing)-Function)<br />
yang berfungsi untuk mengirimkan data dan suara (VoIP)<br />
melalui Internet.<br />
Menurut Scott Richardson, General Manager dari Intel<br />
Broadband Wireless Group, WiMAX menguntungkan end-user.<br />
Dengan teknologi System-on-a-Chip, akses mobile Internet<br />
menjadi lebih cepat dan ekonomis.<br />
Pada tahap pengembangan selanjutnya, perangkat consumer<br />
device pun bakal dilengkapi dengan kemampuan WiMAX.<br />
Rencananya, perangkat pertama akan dirilis pada tahun 2006<br />
nanti. Menurut desas-desus yang beredar, nantinya akan dipasang<br />
pada notebook ber-chipset "Calexico 3". Standar ini merupakan<br />
kombinasi dari 802.11n dan 802.16e yang menawarkan koneksi<br />
broadband tanpa kabel. Ke depannya, kita bisa memilih jaringan<br />
yang ingin digunakan sesuai kebutuhan, apakah W-LAN atau<br />
WiMAX. Rencana peluncuran chipset ini diperkirakan pada<br />
kuartal keempat tahun 2006.
WiMax,W-LAN Atau DSL: Sebuah Kombinasi<br />
WiMAX menyimpan potensi yang besar. Dibandingkan dengan<br />
UMTS dengan kemampuan maksimal sampai 384 KB/detik,<br />
bandwidth WiMAX 200 kali lebih cepat. Bahkan, standar DSL<br />
yang tercepat sekalipun (sekitar 3 Mbps) baru seperlima dari<br />
standar 802.16e. Selain itu, jangkauan WiMAX paling sedikit<br />
mencapai 5 km, lebih jauh 16 kali dari W-LAN yang jangkauan<br />
maksimalnya hanya sejauh 300 meter.<br />
Eropa:WiMAX Belum Meluas<br />
Walaupun demikian, di negara-negara di Eropa seperti Jerman<br />
yang sudah memiliki jaringan DSL yang luas, WiMAX cukup sulit<br />
diterapkan. Selain itu, jaringan berbasis WiMAX yang akan<br />
diterapkan untuk perumahan pada tahun 2007 ternyata sudah<br />
dilengkapi dengan W-LAN. Namun, WiMAX bukan berarti tidak<br />
bermanfaat. Walaupun ekonomis, banyak kawasan yang sulit<br />
diterapkan dengan jaringan DSL.<br />
Manfaat secara global bisa dilihat pada kota-kota dengan<br />
sarana telepon dan broadband yang tidak mencukupi. Negaranegara<br />
seperti Cina, India, atau Rusia menjadi target pasar<br />
pertama. Dengan WiMAX, tidak diperlukan perangkat perantara,<br />
karena pengguna terkoneksi secara langsung. Berbeda dengan<br />
jaringan DSL, perangkat perantara ini membutuhkan biaya yang<br />
tidak sedikit.<br />
Penerapan ketiga teknologi ini secara bersama dapat dilihat di<br />
kota Selm. Komunitas di sana bakal memanfaatkan Internet<br />
Broadband dengan kombinasi jaringan DSL, W-LAN dan<br />
WiMAX. WiMAX Base Station (802.16-2004) digunakan untuk<br />
menjangkau wilayah pinggiran batas kota. Sementara, jaringan<br />
W-LAN (menggunakan router berbasis protokol 802.11) hanya<br />
menjangkau sampai ke pusat kota. Untuk Internet Broadband di<br />
perumahan, digunakan antena luar yang menangkap sinyal<br />
router dan kemudian diteruskan dengan modem W-DSL. Kota<br />
Selm dapat dijadikan contoh.<br />
STANDAR, BANDWIDTH, JANGKAUAN IEEE 802.16<br />
KNOW-HOW<br />
Beginilah WiMAX Berfungsi<br />
Seperti teknologi broadcasting<br />
lainnya, WiMAX pun menggunakan<br />
teknologi frekuensi<br />
tinggi. Namun, WiMAX mempunyai<br />
beberapa kelebihan.<br />
Pengoptimalan WiMAX<br />
terletak pada jenis transmitter<br />
(beam antena) dan lokasi<br />
penggunaannya (dinding, gedung<br />
tinggi). Selain itu,<br />
pemancaran transmitter HF<br />
dilakukan dengan sistem Beam<br />
Shaping. Jadi, mulai standar<br />
802.16a, semua antena pada<br />
sebuah base station dapat<br />
saling terhubung untuk<br />
menyesuaikan beam characteristic<br />
terhadap jangkauan<br />
dan bandwidth. Kelebihannya,<br />
beam characteristic diubah<br />
hanya dengan memvariasikan<br />
kapasitas transmitter secara<br />
elektromagnetis.<br />
Teknologi transmisinya pun<br />
tergolong baru. Modulasi<br />
sinyal carrier dilakukan secara<br />
paralel melalui modulasi<br />
Orthogonal Frequency Division<br />
Multiplexing (OFDM).<br />
Sebelumnya, modulasi<br />
dilakukan secara serial.<br />
Kestabilan informasi yang<br />
dikirim sinyal pembawa di<br />
udara lebih lama. Bila sinyal<br />
melemah karena multireflexion,<br />
kerusakan beam characteristic,<br />
atau dinding proses<br />
transmisi data tetap stabil<br />
sehingga dapat diterapkan<br />
untuk jangkauan dan<br />
bandwidth yang lebih tinggi.<br />
Selain OFDM, WiMAX juga<br />
menerapkan Adaptive Modulation<br />
yang menggunakan sistem<br />
modulasi yang bervariasi<br />
sesuai dengan kualitas koneksi<br />
(SNR= Sinyal to Noise Ratio).<br />
Transmitter menggunakan teknik<br />
64-QAM (6 bit informasi<br />
per sinyal pembawa) apabila<br />
grafik SNR tinggi yang berarti<br />
koneksi sangat baik. Sementara,<br />
teknik Binary Phase-<br />
Modulation (BPSK) digunakan<br />
jika kualitas sinyal kurang baik.<br />
Akibatnya, bandwidth yang<br />
diterima menjadi lebih kecil.<br />
Di Indonesia teknologi WiMAX telah dicoba diimplementasikan<br />
di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang baru saja<br />
terkena bencana tsunami. WiMAX digunakan untuk keperluan<br />
pembenahan infrastruktur IT di wilayah tersebut. Perangkat<br />
hardware-nya merupakan sumbangan dari Intel Corp.<br />
SPESIFIKASI IEEE 802.16 IEEE 802.16a/REVd/2004 (WiMAX) IEEE 802.16e (WiMAX)<br />
Frekuensi 10 sampai 66 GHz 2 sampai 11 GHz Sampai 6 GHz<br />
Metode transmisi Koneksi receiver dan transmitter Koneksi receiver dan transmiter Koneksi receiver dan transmitter<br />
berhadapan langsung langsung atau tidak langsung langsung atau tidak langsung<br />
Bandwidth maksimal Variabel, lebih dari 100 Mb/detik 75 Mb/detik 15 MB/detik<br />
Jenis modulasi QPSK, 16 QAM dan 64 QAM OFDM 256, OFDMA 64 QAM, OFDM256, OFDMA 64 QAM,<br />
16 QAM,QPSK,BPSK 16 QAM,QPSK, BPSK<br />
Posisi receiver unit Fixed, permanen Fixed dan semi-permanen Fixed dan portabel<br />
Jangkauan maksimal Variabel, sampai 100 km Sekitar 50 km Sekitar 5 km<br />
Perangkat Belum tersedia untuk Base Station, peranti Ponsel, PDA, Notebook,<br />
pendukung Consumer Device System-on-a-Chip, sejak awal 2005 mulai awal 2006<br />
| CHIP | NETWORKING | 5
AKTUAL IPv6<br />
Teknologi IPv6<br />
Mengenal Internet Protokol<br />
Masa Depan<br />
Pengalokasian alamat IP yang didesain pada dua dekade lalu mampu menghubungkan jutaan komputer pada<br />
masa itu. Namun saat ini, IP tersebut harus mampu menghubungkan milyaran komputer dalam Internet.<br />
Akibatnya kebutuhan ruang alamat IP semakin meningkat dan diramalkan, di masa mendatang akan habis.<br />
Mengantisipasi masalah ini, pada pertemuan IETF tahun 1994 telah direkomendasikan penggunaan IPv6 sebagai<br />
pengembangan IPv4.<br />
k<br />
Alamat IP adalah sederetan bilangan biner sepanjang 32<br />
bit (IPv4) yang dipakai untuk mengidentifikasi node atau<br />
host pada jaringan. Semua node atau host yang terhubung ke<br />
Internet, dibedakan berdasarkan alamat IP ini sehingga tidak<br />
boleh terjadi duplikasi. Pada awalnya, alamat dengan 32 bit ini<br />
dianggap mencukupi untuk dibagikan kepada host. Namun<br />
dengan perkembangan teknologi Internet yang luar biasa,<br />
muncul kekhawatiran pada suatu saat nanti alamat IP akan habis<br />
akibat permintaan yang besar. Jumlah ruang alamat IPv4 (panjang<br />
alamat 32 bit) yang tersedia berkisar 232 atau sekitar 4,3 x<br />
109 . Sedangkan jumlah ruang alamat IPv6 (panjang alamat 128<br />
bit) berkisar 2128 atau sekitar 3,4 x 1038 . Dengan demikian, kapasitas<br />
alokasi alamat pada IPv6 jauh lebih besar dibandingkan<br />
alamat IPv4.<br />
Perubahan Mendasar IPv6<br />
Perubahan yang mendasar pada IPv6 adalah perluasan ruang<br />
alamat, penyederhanaan header pada paket, plug & play, serta<br />
fungsi sekuriti. Masing-masing perbaikan itu dimaksudkan agar<br />
dapat merespon pertumbuhan Internet, meningkatkan reliability<br />
dan kemudahan pemakaian. Penjelasan lebih detail mengenai<br />
perubahan pada IPv6, adalah sebagai berikut.<br />
Perluasan ruang alamat dari 32 bit menjadi 128 bit merupakan<br />
salah satu perubahan mendasar dari IPv6. 128 bit adalah ruang<br />
alamat yang kontinu dengan menghilangkan konsep class.Selain<br />
itu, perubahan juga dilakukan pada format penulisan alamat IP.<br />
Pada IPv4 32 bit, penulisan alamat terdiri dari 8 bit yang<br />
dipisahkan dengan titik "." serta ditulis dalam bentuk desimal,<br />
namun pada IPv6 128 bit dituliskan dalam bentuk heksadesimal<br />
yang masing-masingnya terdiri dari 16 bit dan dipisahkan<br />
dengan tanda titik dua.<br />
Penyederhanaan format header: Beberapa kolom pada header<br />
IPv4 telah dihilangkan atau dibuat sebagai header pilihan. Hal<br />
ini diupayakan agar cost pemrosesan header menjadi kecil.<br />
Alamat awal dan akhir menjadi dibutuhkan pada setiap paket.<br />
Pada header IPv4, ketika paket di pecah-pecah, ada field untuk<br />
menyimpan urutan antarpaket. Namun, field tersebut tidak<br />
terpakai apabila paket tidak terpecah.<br />
6 | CHIP | NETWORKING<br />
Header pada IPv6 terbagi dua jenis, yaitu field yang<br />
dibutuhkan pada setiap paket disebut header dasar dan field<br />
yang tidak selalu diperlukan pada setiap paket disebut header<br />
ekstensi. Header dasar selalu ada pada setiap paket, sedangkan<br />
header ekstensi atau tambahan hanya jika diperlukan diselipkan<br />
antara header dasar dengan data.<br />
Otomatisasi berbagai setting atau Stateless-less auto-configuration<br />
(plug&play) address pada IPv4 pada dasarnya statis terhadap<br />
host. Biasanya, diberikan secara berurut pada host. Memang saat<br />
ini, hal di atas bisa dilakukan secara otomatis dengan<br />
menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol),<br />
namun pada IPv4 hal tersebut merupakan fungsi tambahan saja,<br />
sebaliknya pada IPv6, fungsi untuk men-setting secara otomatis<br />
disediakan secara standar dan merupakan defaultnya. Pada<br />
setting otomatis ini terdapat dua cara tergantung dari penggunaan<br />
address, yaitu setting otomatis stateless dan statefull.<br />
Pada setting otomatis stateless tidak perlu menyediakan server<br />
untuk pengelolaan dan pembagian IP address, hanya<br />
mengkonfigurasi router saja dimana host yang telah tersambung<br />
di jaringan dari router yang ada pada jaringan tersebut memperoleh<br />
prefix dari address dari jaringan tersebut. Kemudian host<br />
menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi unik<br />
terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit, dan<br />
menjadikannya sebagai IP address dari host tersebut. Pada<br />
informasi unik bagi host ini, digunakan antara lain address MAC<br />
dari jaringan interface. Pada setting otomatis stateless ini dibalik<br />
kemudahan pengelolaan, pada Ethernet atau FDDI karena perlu<br />
memberikan paling sedikit 48 bit (sebesar address MAC) terhadap<br />
satu jaringan, memiliki kelemahan yaitu efisiensi penggunaan<br />
address yang buruk.<br />
Setting otomatis statefull adalah cara pengelolaan secara ketat<br />
dalam hal range IP address yang diberikan pada host dengan<br />
menyediakan server untuk pengelolaan keadaan IP address,<br />
dimana cara ini hampir mirip dengan cara DHCP pada IPv4.<br />
Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang<br />
dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet<br />
Control Message Protocol) yang telah diperluas. ICMP dalam<br />
IPv6 ini, termasuk pula IGMP (Internet Group management
Header IPv6: Mempunyai struktur header dasar yang berbeda<br />
dengan struktur header IPv4<br />
Protocol) yang dipakai pada multicast padaIPv4.<br />
Arsitektur Pengalamatan IPv6<br />
Alamat IPv6 terbagi atas tiga jenis, yang dimaksudkan sebagai<br />
pengenal pada satu atau lebih interface, yaitu :<br />
- Unicast Address<br />
Alamat ini ditetapkan sebagai sebuah alamat yang bersifat global,<br />
seperti alamat untuk provider, geografis, link lokal maupun site<br />
lokal. Paket yang dikirimkan ke alamat unicast adalah paket yang<br />
dikirim ke sebuah interface yang di identifikasi oleh alamat<br />
tersebut.<br />
- Multicast Address<br />
Pengindentifikasi untuk sekumpulan interface (umumnya milik<br />
node yang berbeda). Paket yang dikirim ke alamat ini adalah<br />
paket yang dikirimkan ke semua interface yang diidentifikasi<br />
oleh alamat tersebut.<br />
- Anycast Address<br />
Pengidentifikasi untuk sekumpulan interface (umumnya milik<br />
node yang berbeda). Paket yang dikirim ke alamat ini adalah<br />
paket yang dikirimkan ke salah satu dari sekumpulan interface<br />
yang diidentifikasi oleh alamat tersebut.<br />
Representasi alamat pada IPv6 ada beberapa macam, yaitu :<br />
- Model x:x:x:x:x:x:x:x<br />
x adalah nilai berupa heksadesimal 16 bit dari porsi alamat.<br />
Karena terdapat 8 buah 'x', jumlah total = 816 = 128 bit.<br />
Contohnya: FEDC:BA98:7654:3210:FEDC:BA98:7654:3210<br />
- Jika format pengalamatan IP mengandung kumpulan group<br />
16 bit bernilai '0', maka direpresentasikan dengan "::".<br />
Contohnya: 3FFE:0:0:0:0:0:FE56:3210 dapat direpresentasikan<br />
menjadi 3FFE::FE56:3210<br />
- Model x:x:x:x:x:x:d:d:d:d<br />
d adalah alamat IPv4 32 bit. Contohnya: 0:0:0:0:FFFF:13.1.68.3<br />
direpresentasikan menjadi ::FFFF:13.1.68.3.<br />
Mekanisme Transisi IPv4 ke IPv6<br />
Teknologi Internet saat ini menggunakan protokol IPv4. Pada<br />
praktiknya, pada infrastruktur yang ada sekarang sangat sulit<br />
untuk melakukan transisi protokol dari IPv4 ke IPv6 sekaligus.<br />
Salah satu mekanisme yang dikembangkan untuk transisi ini<br />
adalah tunneling dan virtual ethernet. Keduanya memungkinkan<br />
KESIMPULAN<br />
Ruang Alamat yang Terbatas<br />
Perkembangan teknologi informasi<br />
dan perangkat elektronik<br />
yang menggunakan alamat IP<br />
dalam membentuk suatu jaringan<br />
global mengakibatkan<br />
alokasi ruang alamat protokol<br />
Internet versi 4 semakin berkurang,<br />
bahkan mendekati batas<br />
akhir kemampuannya dalam<br />
pengalokasian ruang alamat.<br />
IPv6 yang merupakan<br />
protokol baru dirancang untuk<br />
dapat menggantikan posisi<br />
Internet protokol versi 4 karena<br />
keterbatasan pengalokasian<br />
ruang alamat. Selain itu pula<br />
alasan lain yang mendorong<br />
munculnya pengembangan<br />
IPv6 ini adalah untuk memiliki<br />
ruang alamat yang besar (diameter<br />
galaksi), mendukung<br />
penyusunan alamat secara<br />
terstruktur, memungkinkan Internet<br />
berkembang, dan kemampuan<br />
routing baru yang<br />
tidak dimiliki IPv4. IPv6 memiliki<br />
alamat anycast yang dapat<br />
digunakan untuk pemilihan<br />
route secara efisien dan mekanisme<br />
penggunaan alamat<br />
secara lokal yang memungkinkan<br />
instalasi secara plug &<br />
play.<br />
Untuk informasi mengenai<br />
IPv6, CHIP menyarankan <strong>Anda</strong><br />
untuk mengakses website<br />
6BONE (http://www.6bone.<br />
net). Pada website ini, <strong>Anda</strong><br />
bisa mendapatkan informasi<br />
mengenai status dan hasil riset<br />
dari berbagai partisipan yang<br />
tergabung di 6BONE ini. Selain<br />
itu, <strong>Anda</strong> bisa mendapatkan<br />
informasi mengenai IPv6<br />
dengan mengunjungi website<br />
berikut.<br />
- http://www.6ren.net<br />
- http://www.6tap.net<br />
- http://www.ipv6.org<br />
- http://www.ipv6forum.com<br />
transisi secara bertahap dari protokol IPv4 ke IPv6 tanpa<br />
mengubah infrastruktur yang ada.<br />
Tunneling. Mekanisme tunneling memungkinkan mesinmesin<br />
komputer berbasis protokol IPv6 dapat berkomunikasi<br />
dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan Internet berbasis<br />
IPv4 yang ada. Secara virtual, jaringan berbasis IPv6 akan berdiri<br />
pada infrastruktur jaringan IPv4 yang ada. Setiap host yang<br />
menggunakan mekanisme ini harus merupakan dual stack host,<br />
yaitu host yang mendukung IPv6 sekaligus IPv4.<br />
Paket IPv6 yang akan dikirimkan ke host IPv6 yang lain<br />
melalui infrastruktur jaringan IPv4 akan dibungkus dalam paket<br />
IPv4. Kemudian, paket IPv4 yang mengandung paket IPv6 dapat<br />
dikomunikasikan melalui infrastruktur jaringan IPv4. Pada sisi<br />
lain, host IPv6 sebagai penerima paket IPv4 yang berisikan paket<br />
IPv6, melakukan dekapsulisasi terhadap paket IPv4 yang di<br />
terima.<br />
Virtual ethernet. Mekanisme yang baru-baru ini dikembangkan<br />
adalah mekanisme virtual ethernet (vet) atau mekanisme<br />
6to4 . Mekanisme ini digunakan agar host yang diimplementasikan<br />
IPv6 dapat berkomunikasi dengan host diimplementasikan<br />
IPv6 lainnya melalui jaringan (route) IPv4 yang ada.<br />
Mekanisme 6to4 memungkinkan transisi ke IPv6 dengan<br />
lebih baik dan lebih cepat karena tunnel tidak dikonfigurasi<br />
secara eksplisit. Mekanisme 6to4 ini diimplementasikan terutama<br />
pada border router. Tunnel dikonfigurasi secara otomatis dengan<br />
menggunakan virtual ethernet (vet). Pada dasarnya, hal itu<br />
dilakukan dengan menjadikan vet sebagai link-layer dari IPv6<br />
dan IPv4 akan menjadi link-layer dari vet. Irvan Nasrun<br />
| CHIP | NETWORKING | 7
TIPS CCNA<br />
Tips Ujian Sertiftikasi CCNA<br />
Menjadi Ahli <strong>Jaringan</strong><br />
Teknologi jaringan yang semakin maju menuntut pengetahuan yang lebih untuk dapat menggunakannya<br />
secara maksimal. Untuk menjadi seorang ahli dalam jaringan, Cisco menawarkan jalannya dengan cara<br />
mengambil sertifikasi Cisco Certified Networking Associate (CCNA). Pada artikel ini, CHIP akan menunjuk<br />
jalan yang ditawarkan oleh Cisco tersebut untuk <strong>Anda</strong>.<br />
k<br />
Kemajuan teknologi informasi dan komputer merupakan<br />
hal yang wajar dan terus-menerus terjadi dan<br />
berbagai macam teknologi baru bermunculan yang bertujuan<br />
mengatasi beragam masalah atau kebutuhan yang ada. Salah satu<br />
teknologi yang semakin banyak dipakai oleh banyak perusahaan<br />
baik besar maupun kecil adalah jaringan komputer atau biasa<br />
disebut networking. Teknologi ini memiliki cakupan yang sangat<br />
luas dan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan yang ada.<br />
Salah satu jalan untuk dapat menjadi sumber daya manusia<br />
yang tangguh di bidang networking adalah dengan mengambil<br />
sertifikasi di bidang networking, baik sertifikasi yang bertaraf<br />
lokal, nasional, ataupun internasional. Dari segi biaya, sertifikasi<br />
internasional akan lebih mahal daripada lokal. Namun, selain<br />
lebih “bergengsi" sertifikasi ini lebih dikenal dan diakui<br />
kredibilitasnya oleh berbagai perusahaan terutama perusahaan<br />
asing sehingga kemampuan pemegang sertifikasi tersebut dapat<br />
lebih diakui. Salah satu contoh sertifikasi internasional pada<br />
bidang networking adalah CCNA (Cisco Certified Networking<br />
Associate ) yang merupakan satu dari sekian banyak sertifikasi<br />
networking yang ditawarkan oleh Cisco. Cisco sendiri<br />
merupakan perusahaan yang sudah berpengalaman di bidang<br />
networking, terutama pada infrastruktur hardware, seperti<br />
router dan switch serta software pendukungnya.<br />
Berikut akan dikupas beberapa hal untuk mendalami<br />
networking melalui CCNA. Hal ini tidak berarti bahwa CHIP<br />
menyarankan bahwa sertifikasi CCNA adalah solusi yang paling<br />
tepat dan baik, akan tetapi CHIP mengharapkan artikel ini<br />
dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mereka yang hendak<br />
menggeluti bidang networking.<br />
Sertifikasi tidak harus dengan kursus<br />
Ujian untuk mengambil sertifikasi CCNA memang sudah<br />
banyak ditawarkan di berbagai training center, dan kebanyakan<br />
sudah dipaketkan dalam program kursus sehingga otomatis<br />
biaya menjadi lebih besar. Walaupun ada beberapa training<br />
center yang hanya menawarkan fasilitas kursus saja, biayanya<br />
tetap relatif besar. Jika uang merupakan masalah, otodidak atau<br />
belajar dengan teman atau orang yang lebih ahli dapat menjadi<br />
pilihan. Namun jika keadaan keuangan memungkinkan maka<br />
mengikuti sebuah kursus dapat memberikan nilai tambah<br />
tersendiri. Fasilitas hardware untuk praktek langsung serta<br />
instruktur yang tersedia pada training center dapat berdampak<br />
8 | CHIP | NETWORKING<br />
positif bagi kemajuan proses pembelajaran.<br />
Bagi mereka yang otodidak, sertifikasi CCNA dapat<br />
diperoleh dengan mengikuti ujian sertifikasi internasionalnya.<br />
Jadi baik otodidak atau mengikuti kursus tetap harus<br />
mengambil ujian sertifikasi.<br />
Dalam menentukan tempat kursus, pilihlah training center<br />
yang memiliki instruktur yang berpengalaman, bukan hanya<br />
bersertifikasi CCNA serta memiliki perangkat penunjang yang<br />
lengkap dan dengan jumlah yang memadai. Hal ini penting<br />
karena instruktur yang berpengalaman biasanya dapat<br />
menjelaskan materi yang ada dengan lebih mengena tidak<br />
hanya teori ataupun textbook-based saja. Perangkat yang<br />
lengkap dengan jumlah memadai akan memperlancar dan<br />
mempermudah proses belajar secara praktik.<br />
Jika hendak otodidak, disarankan memiliki bahan yang<br />
memadai baik kurikulum ataupun buku-buku serta sarana<br />
bertanya yang tepat, bisa kepada teman yang memahami atau<br />
kepada berbagai mailing-list yang berhubungan dengan Cisco<br />
terutama CCNA. Semuanya ini agar proses belajar dapat<br />
berlangsung dengan lancar.<br />
Berikut nama-nama training center CCNA di Jakarta, yaitu:<br />
Binus Center, Inixindo, Immanance IT Center, untuk lebih<br />
detailnya dapat melihat box referensi. Beberapa dari training<br />
center ini tidak hanya memberikan kursus tapi juga ujian untuk<br />
sertifikasi CCNA.<br />
Materi dan Kurikulum langsung dari Cisco<br />
Kurikulum pembelajaran CCNA dikeluarkan oleh Cisco<br />
sendiri, dimana materinya selalu direvisi tiap waktu tertentu.<br />
Jika kurikulumnya sudah tidak update lagi, maka Cisco<br />
mengeluarkan versi yang lebih baru. Saat ini, kurikulumnya<br />
sudah mencapai versi 3 - semakin tinggi angkanya semakin baru<br />
kurikulumnya - yang merupakan kurikulum versi 2 yang<br />
mengalami penambahan materi. Pada kurikulum versi 3 ini<br />
memuat beragam materi teori dan materi praktikum yang<br />
terbagi dalam empat semester pembelajaran. Secara garis besar,<br />
materinya dapat dijabarkan sebagai berikut: semester satu<br />
memuat teori-teori networking dasar serta cara pengaturan<br />
kabel LAN, semester dua memuat pengenalan dan beberapa<br />
metode konfigurasi router, semester tiga memuat pengenalan<br />
dan metode konfigurasi pada switch, dan semester empat<br />
memuat konfigurasi router yang lebih mengarah kepada WAN.
TIPS CCNA<br />
Daftar website yang dapat membantu studi:<br />
http://www.testking.com/<br />
k Contoh soal sertifikasi CCNA dari testking<br />
http://www.routersim.com/<br />
k Software simulator router<br />
http://www.boson.com<br />
k Software simulator router<br />
http://www.certificationking.net/<br />
k Soal-soal sertifikasi CCNA dari certificationking<br />
http://www.real-questions.com/<br />
k Contoh-contoh soal CCNA dari real-questions<br />
http://groups.yahoo.com/group/indocisco/<br />
k Mailing list komunitas pengguna Cisco di Indonesia<br />
Pada masing-masing semester sudah disertakan materi praktikum<br />
yang disesuaikan dengan teorinya dan soal-soal latihan untuk<br />
mengevaluasi pemahaman materi.<br />
Penguasaan konsep awal sangat membantu<br />
Dalam mempelajari materi-materi CCNA terutama semester<br />
pertama, penguasaan atau pemahaman tentang teori-teori yang<br />
diajarkan seperti OSI 7 layer dan TCP/IP, akan sangat membantu<br />
pemahaman pada bagian-bagian selanjutnya, walaupun pada<br />
awalnya konsep-konsep yang diajarkan akan terasa teoritis dan<br />
membingungkan terutama bagi yang awam sama sekali tentang<br />
jaringan. Dengan mengikuti praktikum maka selain berguna untuk<br />
meningkatkan kemampuan konfigurasi juga dapat membantu<br />
pemahaman teori.<br />
Teori atau konsep dapat dipelajari atau dimengerti sendiri<br />
secara otodidak, namun ilmu yang hanya bisa didapat dari<br />
praktikum dapat menjadi hambatan bagi mereka yang belajar<br />
secara otodidak. Kemampuan untuk dapat mengkonfigurasi<br />
switch dan router Cisco tipe tertentu sampai pada tingkat tertentu<br />
merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki jika hendak<br />
menjadi seorang CCNA, sehingga praktik mengkonfigurasi<br />
perangkat tersebut sangat penting. Bagi mereka yang belajar<br />
mengkonfigurasi kedua perangkat tersebut secara otodidak, maka<br />
salah satu alternatif adalah membeli perangkat sendiri namun<br />
harganya tentu saja tidaklah murah terutama yang baru, atau dapat<br />
juga menggunakan program simulator yang ada seperti RouterSim<br />
atau Boson Router Simulator.<br />
Simulator sebagai alat Bantu belajar<br />
Program simulasi memang tidaklah sesempurna yang aslinya,<br />
tapi setidaknya dapat cukup menggantikan beberapa fungsi utama<br />
perangkat yang hendak dikonfigurasikan. Tentu saja hardware<br />
yang sesungguhnya memiliki beragam feature tambahan yang<br />
dapat dicoba satu persatu untuk menambah pengalaman. Namun,<br />
dana yang dikeluarkan tidaklah sedikit mengingat untuk berlatih<br />
konfigurasi routing saja dibutuhkan setidaknya tiga buah router<br />
agar dapat berlatih mengkonfigurasi routing packet data dari satu<br />
router ke router lain baik bersebelahan ataupun melewati router<br />
10 | CHIP | NETWORKING<br />
TIPS<br />
Melalui jalan pintas<br />
Dalam mempelajari materimateri<br />
CCNA, hardware router<br />
dan switch yang digunakan<br />
juga bermerk Cisco, karena<br />
kurikulumnya berdasarkan<br />
pada hardware Cisco itu<br />
sendiri. Perbedaan mendasar<br />
dengan merek lain pada hardware<br />
sejenis adalah pada<br />
sintaks atau perintah untuk<br />
mengkonfigurasinya, sedangkan<br />
cara dan teorinya tetap<br />
sama. Bagi perangkat yang<br />
menggunakan konfigurasi<br />
berbasiskan web - GUI -<br />
konfigurasi bisa dilakukan<br />
dengan beberapa klik saja.<br />
Testking atau contoh soal<br />
semacamnya memang berguna<br />
untuk latihan atau ujicoba<br />
kemampuan tapi sering<br />
kali disalahgunakan sebagai<br />
bocoran soal atau semacamnya<br />
sehingga mengandalkan<br />
soal-soal itu untuk<br />
belajar dan menghafalkannya<br />
dengan harapan akan keluar<br />
soal yang sama. Hal ini tentu<br />
saja sangat merugikan peserta<br />
karena dengan menghafal<br />
saja belum tentu benar-benar<br />
mengerti akan permasalahannya<br />
dan pada saat ujian<br />
sertifikasi CCNA soalnya akan<br />
berbeda sehingga peserta<br />
akan kebingungan.<br />
Ujian pengambilan sertifikasi<br />
CCNA dilakukan dengan<br />
bantuan lembaga penguji internasional<br />
Thomson Prometric<br />
yang bertugas untuk<br />
mengatur soal dan keamanan<br />
pada saat ujian sehingga<br />
kecurangan sulit dilakukan.<br />
lainnya. Hal ini penting karena keduanya memiliki beberapa<br />
perbedaan konfigurasi sesuai dengan protokol yang<br />
digunakan. Hal yang sama juga berlaku untuk switch, sehingga<br />
menggunakan simulator adalah solusi yang murah meriah,<br />
jika mengikuti sebuah kursus maka otomatis dapat berlatih<br />
konfigurasi selama masa kursus. Membeli perangkatperangkat<br />
tersebut selain membutuhkan biaya lebih juga<br />
bukanlah keputusan yang paling tepat, sebab setelah selesai<br />
dan lulus mengambil sertifikasi, alat-alat ini praktis akan<br />
menjadi kurang berguna lagi karena dalam lapangan<br />
pekerjaan yang ada belum tentu menggunakan tipe router<br />
ataupun switch yang serupa. Tujuan dari praktikum<br />
Sebagai alat bantu : Program simulasi dapat membantu<br />
dalam belajar membuat konfigurasi sampai pada batas<br />
tertentu.
konfigurasi switch dan router lebih sebagai latihan untuk<br />
memahami cara mengkonfigurasi router dan switch secara<br />
umum berdasarkan teori-teori yang ada.<br />
Buku dan contoh soal sebagai pelengkap materi<br />
Ada banyak macam buku-buku yang membahas mengenai<br />
CCNA baik lokal maupun asing yang dapat membantu untuk<br />
melengkapi materi belajar yang ada. Akan lebih baik<br />
menggunakan buku-buku yang memiliki pembahasan dengan<br />
lengkap sehingga tidak perlu repot-repot menggunakan banyak<br />
buku. Sebagian dari buku-buku tersebut diterbitkan oleh Cisco<br />
press dan ditulis oleh orang-orang yang sudah berpengalaman<br />
dalam networking terutama Cisco. Dalam memilih buku,<br />
sesuaikan dengan kode ujian yang akan diambil. Cisco<br />
menggunakan kode angka untuk membedakan masing-masing<br />
ujian sertifikasi dari Cisco. Saat ini, ujian sertifikasi CCNA<br />
menggunakan kode 640-801. Carilah buku-buku atau panduan<br />
yang membahas materi untuk ujian dengan kode yang sama<br />
agar mendapat hasil maksimal.<br />
Selain buku, untuk membantu dalam pengambilan sertifikasi<br />
biasanya ada yang memanfaatkan contoh-contoh soal yang<br />
dikeluarkan lembaga studi luar negeri seperti testking. Soal-soal<br />
ini berguna untuk melakukan simulasi tes sertifikasi untuk<br />
mengetahui sampai sejauh mana pemahaman kita akan materi<br />
CCNA sebelum mengambil ujian sertifikasi. Namun, bukan<br />
berarti soal-soal testking tersebut merupakan bocoran karena<br />
lebih ditujukan sebagai latihan saja.<br />
Untuk dapat dikatakan layak mendapat sertifikasi CCNA,<br />
maka seseorang harus memiliki nilai tes paling kecil 850 dari<br />
nilai maksimal 1.000. Kekurangan satu point saja akan berakibat<br />
gagalnya memperoleh sertifikasi tersebut. Penilaian jawaban<br />
dilakukan oleh komputer pada saat halaman soal berganti ke<br />
soal berikutnya. Tidak ada kesempatan kedua ataupun fasilitas<br />
back, sehingga peserta harus sudah yakin akan jawabannya<br />
karena tidak ada kesempatan untuk memperbaiki jawaban yang<br />
sudah dijawab. Nilai pun langsung keluar pada saat ujian selesai<br />
dikerjakan, sehingga peserta langsung tahu apakah dia berhasil<br />
Contoh soal ujian: Soal-soal seperti dari Testking ini bukan<br />
bocoran soal tapi sebagai try-out ujian.<br />
REFERENSI<br />
Tempat Training dan Buku<br />
Inixindo<br />
Telp:021-57940868<br />
http://www.inixindo.co.id<br />
Bina Nusantara Center<br />
021- 534 5830<br />
http://www.binuscenter.com<br />
CNAP Rawamangun (SMK 26)<br />
Tlp. 4786 6315,<br />
http://cnapjaktim.bagus.net/<br />
CNAP MIPA UI<br />
http://www.fisika.ui.ac.id/~cn<br />
ap/curriculum.html<br />
Immanance IT Center<br />
021 5667992<br />
http://www.immanance.com<br />
CNAP ITB<br />
LabTek 8 lt.4<br />
Jl. Ganesa 10, Bandung<br />
Be-Logix Bandung<br />
022-4221130<br />
www.be-logix.com<br />
Buku berbahasa Inggris<br />
CCNA: Cisco Certified Network<br />
Associate Study Guide, 5th<br />
Edition (640-801), Todd<br />
Lammle, Sybex.<br />
CCNA Certification Library<br />
(CCNA Self-Study, exam #640-<br />
801), Wendell Odom.<br />
Buku berbahasa Indonesia<br />
Cisco Certified Network<br />
Associate Study Guide, Todd<br />
Lammle, Elex Media<br />
Komputindo.<br />
Harga: Rp 189.800<br />
Belajar Sendiri Cisco Router<br />
Edisi Baru, Hendra Wijaya, Elex<br />
Media Komputindo.<br />
Harga: Rp 42.800<br />
Mengupas Tuntas Cisco<br />
Router, Rahmat Rafiudin, Elex<br />
Media Komputindo.<br />
Harga: Rp 39.800<br />
mendapatkan sertifikasi CCNA atau tidak. Jika berhasil, maka<br />
sertifikat akan dikirim langsung dari Cisco dalam waktu satu<br />
bulan ke alamat yang sudah dicantumkan sebelumnya.<br />
Sertifikasi ini memang meliputi suatu keahlian khusus,<br />
namun untuk menjadi seorang yang bisa memenuhi kebutuhan<br />
pasar tenaga kerja networking dengan mantap, diperlukan kemampuan<br />
di bidang lainnya seperti OS dan hardware komputer<br />
karena hal-hal itu memang saling berkaitan dan mendukung<br />
satu dengan lainnya. Aditya Hendra,Penulis@CHIP.co.id<br />
Materi di Internet: Materi CCNA dengan tampilan web sehingga<br />
bisa berupa online ataupun offline.<br />
| CHIP | NETWORKING | 11
AKTUAL Software Dalam CD<br />
Software Dalam CD<br />
Software <strong>Jaringan</strong> Terbaik<br />
Dalam CD terdapat koleksi lengkap software jaringan baik dalam versi freeware, shareware maupun versi<br />
demo. Terdapat pula satu software full version yang dapat <strong>Anda</strong> temukan dalam CD CHIP Spesial kali ini.<br />
Diharapkan semua software ini dapat membantu <strong>Anda</strong> dalam mengelola jaringan menjadi lebih mudah.<br />
k<br />
CD CHIP Spesial menyediakan segalanya untuk mempermudah<br />
pekerjaan seorang administrator jaringan. Lebih<br />
dari puluhan tool antara lain untuk remote-maintenance, analisa<br />
jaringan dan remote control, atau port scanner yang dapat<br />
menemukan kelemahan atau lubang keamanan pada jaringan,<br />
tersedia dalam versi freeware atau shareware.<br />
Tool Full Version yang sangat berguna<br />
Dalam edisi ini, CHIP memberikan sebuah aplikasi full version<br />
yang akan sangat membantu dalam pengelolaan sistem operasi<br />
Windows <strong>Anda</strong>. Aplikasi dengan versi terbaru ini adalah<br />
Ashampoo Winoptimizer Platinum Suite.<br />
Aplikasi ini memiliki delapan feature utama, seperti: Registry<br />
Cleaner, Drive Cleaner, Internet Cleaner, File Associator, Internet<br />
Tuner, DLL Clearner, File Wiper, dan Start Up Tuner.<br />
Dari nama feature-feature yang ditawarkan, <strong>Anda</strong> pasti sudah<br />
mengerti bahwa aplikasi ini akan membantu dalam hal<br />
mengoptimalisasi sistem operasi <strong>Anda</strong> dengan cara membuang<br />
file-file yang tidak berguna dalam hard disk yang sering menjadi<br />
penyebab utama sistem operasi semakin lama semakin lambat.<br />
Tidak hanya sistem operasi saja yang mendapat peningkatan<br />
kinerja, bahkan akses Internet juga dituning agar <strong>Anda</strong> dapat<br />
berselancar lebih cepat.<br />
Selain feature optimalisasi di atas, terdapat pula feature yang<br />
membantu <strong>Anda</strong> memblok spammer dan juga iklan yang sangat<br />
menggangu saat mengakses Internet. Dan terdapat feature File<br />
Wiper yang berfungsi untuk menghapus data dalam hard disk<br />
<strong>Anda</strong>, 100% sampai tidak bisa di-recover lagi. Ini berguna bila<br />
ingin menjual atau memberikan hard disk <strong>Anda</strong> ke pihak lain.<br />
WORKSHOP<br />
Menghapus data secara aman dengan O&O SafeErase<br />
Data seperti data keuangan dan informasi perusahaan sudah tentu tidak boleh sampai jatuh ketangan yang salah. Oleh karena itu O&O<br />
SafeErase membantu dalam menghapus file-file tersebut hingga tidak dapat di-recover lagi. Dengan demikian hacker ataupun pencuri<br />
data tidak memiliki kesempatan untuk mencuri data tesebut.<br />
Memilih file yang akan dihapus: Tool<br />
1 tidak dapat dijalankan melalui Start<br />
Menu Program. Namun <strong>Anda</strong> dapat<br />
menggunakannya melalui klik kanan<br />
pada file yang ingin <strong>Anda</strong> hapus, lalu<br />
pilih 'Securely Erase' dalam menu<br />
konteks. Tips: Apabila <strong>Anda</strong> mengklik<br />
pada Recycle Bin, maka isi di dalamnya<br />
juga akan dihapus oleh O&O SafeErase.<br />
12 | CHIP | NETWORKING<br />
Setting tingkat keamanan: Dalam<br />
2 window 'Confirm safe erase' klik pada<br />
'Settings'. Dengan slider itu, <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengatur tingkat keamanan yang<br />
diinginkan. Pilih 'Highest Security' untuk<br />
data yang sangat sensitif dan<br />
konfirmasikan dengan 'OK'.<br />
Menghapus file dengan aman:<br />
3 Selanjutnya, dalam window 'Confirm<br />
safe erase' konfirmasi lagi dengan 'Yes'<br />
untuk memulai proses penghapusan.<br />
Akan muncul jendela lain yang<br />
menunjukkan laju proses dengan balok<br />
status. Setelah SafeErase menghapus file<br />
tersebut, klik 'Close' untuk mengakhiri<br />
program.
ADMINISTRATION | PROFILE MAKER k Others<br />
Mengelola group policy<br />
Feature:<br />
k Memperluas group policy<br />
k Mengkonfigurasi registry<br />
dan setting Microsoft Office<br />
k Pelacakan alur<br />
Keterangan: Semakin banyak<br />
jaringan modern dikelola melalui<br />
group policy. AutoProf Policy<br />
Maker memungkinkan pengelola<br />
jaringan mengatur banyak<br />
konfigurais pada desktop -<br />
misalnya konfigurasi Microsoft<br />
Office, profile Outlook, atau<br />
SECURITY| SP MANAGER<br />
Mengelola<br />
Windows Update<br />
Feature:<br />
k Membagi file update<br />
Windows dalam jaringan<br />
k Pengenalan otomatis<br />
k Support beberapa software<br />
Microsoft<br />
Keterangan: SP Manager<br />
melakukan instalasi otomatis<br />
security update bagi PC dalam<br />
jaringan. Aplikasi ini akan<br />
melakukan sinkronisasi secara<br />
periodik dengan meng-update<br />
dari website Microsoft.<br />
Tips: Di bawah 'Product Info'<br />
pilih produk Microsoft untuk<br />
menampilkan hotfixes dan<br />
info di web.<br />
k Security<br />
registry secara remote. Melalui<br />
pelacakan alur, pencarian kelemahan<br />
dan kesalahan dalam<br />
jaringan menjadi lebih mudah.<br />
Tool ini tepat untuk Windows 9x<br />
dan sistem NT yang tidak<br />
memiliki tool untuk mengatur<br />
group policy.<br />
Tips: Bagi <strong>Anda</strong> yang cukup<br />
mahir dapat menggunakan<br />
perintah mode DOS (command<br />
line) untuk menjalankan beberapa<br />
fungsi tertentu.<br />
UTILITY | PUTTY<br />
Remote Control<br />
untuk PC lain<br />
Feature:<br />
k Perawatan jarak jauh mudah<br />
k Koneksi terenkripsi<br />
k Profil koneksi<br />
Keterangan: Dengan Putty,<br />
<strong>Anda</strong> dapat mengendalikan PC<br />
lain dalam jaringan lokal. <strong>Anda</strong><br />
dapat bekerja pada PC jaringan<br />
tersebut seakan <strong>Anda</strong> duduk<br />
langsung di depannya. Putty<br />
mendukung protokol jaringan<br />
SSH, Telnet, dan Rlogin.<br />
Tips: Melalui 'putty-cleanup'<br />
<strong>Anda</strong> dapat menghapus file<br />
dan entri registry yang dibuat<br />
oleh Putty saat <strong>Anda</strong><br />
mengakses PC dalam jaringan.<br />
k Utility<br />
ANALISA | NETWORK<br />
STUMBLER<br />
Menganalisa<br />
jaringan Wireless<br />
Feature:<br />
k Mendeteksi jaringan wireless<br />
k Melacak jumlah Hotspot<br />
k Menganalisa aktivitas jaringan<br />
wireless<br />
Keterangan: Aplikasi ini<br />
dapat membantu <strong>Anda</strong> dalam<br />
mengenal jaringan wireless<br />
pada suatu daerah tertentu ,<br />
selain itu hasil analisa<br />
tersebut ditampilkan secara<br />
grafis.<br />
Tips: <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />
script tertentu untuk<br />
meningkatkan fungsi aplikasi<br />
ini.<br />
k Monitoring<br />
ANALISA | ETHEREAL<br />
Analisa lengkap<br />
jaringan<br />
Feature:<br />
k Analisa dan pencarian kesalahan<br />
k Menangkap paket data<br />
yang berada di jaringan<br />
k Mengenal lebih dari 683<br />
protokol<br />
Keterangan: Ethereal menawarkan<br />
analisa jaringan yang<br />
sangat detail pada level<br />
protokol. Ia mendukung lebih<br />
dari 683 protokol jaringan,<br />
antara lain Virtual LAN dan<br />
IPv6.<br />
Tips: Hasil output dari aplikasi<br />
ini bisa dalam format teks<br />
(.txt) maupun PostScript®.<br />
k Monitoring<br />
REMOTE | REAL VNC<br />
Remote Control<br />
gratis<br />
Feature:<br />
k Kendali remote-desktop<br />
k Tak tergantung platform<br />
k Java-Viewer terintegrasi<br />
Keterangan: Real VNC memungkinkan<br />
interaksi antar PC<br />
melalui Internet. Karena tool<br />
ini bekerja tanpa tergantung<br />
platform, maka <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengelola sebuah PC Linux<br />
dari PC Windows <strong>Anda</strong>.<br />
Tips: <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />
Java Viewer untuk<br />
mengendalikan sebuah remote-desktop<br />
melalui browser<br />
tanpa perlu meng-install<br />
aplikasi VNC ini.<br />
k Monitoring<br />
ANALISA | NETCAT<br />
Pencarian kesalahan<br />
dalam jaringan<br />
Feature:<br />
k Menguji koneksi jaringan<br />
k Komponen client-server<br />
k Profil koneksi<br />
Keterangan: Dengan Netcat,<br />
<strong>Anda</strong> dapat menganalisa koneksi<br />
jaringan dan mentransfer<br />
data. Tool ini menulis dan<br />
membaca data dengan bantuan<br />
protokol TCP/UDP. Aplikasi<br />
ini dioperasikan melalui<br />
Command Prompt.<br />
Tips: Untuk menampilkan<br />
header sebuah website, dengan<br />
'nc -v www.namawebsite.com<br />
80', tuliskan 'GET/HTTP<br />
/1.0', lalu beberapa kali [Enter].<br />
k Monitoring<br />
| CHIP | NETWORKING | 13
AKTUAL Software Dalam CD<br />
MOBILE | MULTINETWORK MANAGER k Others<br />
Konfigurasi jaringan secara otomatis<br />
Feature:<br />
k Mengatur konfigurasi LAN<br />
k Mengelola printer jaringan<br />
k Mencatat status sistem<br />
Keterangan: Bila notebook<br />
sering dihubungkan dengan<br />
berbagai jaringan, setiap kali<br />
berpindah jaringan maka<br />
konfigurasi juga harus diubah<br />
agar dapat mengakses resources<br />
jaringan. Dengan Multinetwork<br />
Manager, <strong>Anda</strong> akan<br />
dimudahkan dengan sebuah<br />
INFO | ADVANCED<br />
REMOTE INFO<br />
Info mengenai<br />
setiap PC jaringan<br />
Feature:<br />
k Analisa PC jaringan<br />
k Mengenali hardware dan<br />
software<br />
k Fungsionalitas batch<br />
Keterangan: Advanced Remote<br />
Info menampilkan info yang<br />
cukup detail seluruh komponen<br />
PC yang ada dalam jaringan,<br />
antara lain nama PC,<br />
data BIOS, dan info hardware<br />
untuk graphics card atau<br />
prosesor.<br />
Tips: Melalui “Batch | Batch<br />
Scan” <strong>Anda</strong> dapat menganalisa<br />
beberapa PC dalam<br />
sekali jalan.<br />
k Monitoring<br />
14 | CHIP | NETWORKING<br />
wizard untuk membuat profil<br />
jaringan, di mana komponen<br />
seperti setting IP, printer<br />
jaringan, VPN, atau proxy dapat<br />
<strong>Anda</strong> tetapkan terlebih dulu.<br />
Dengan AutoDiscovery, <strong>Anda</strong><br />
dapat memilih perubahan<br />
setting jaringan sesuai dengan<br />
profil yang <strong>Anda</strong> simpan.<br />
Tips: Akses menuju Internet<br />
akan sangat mudah dengan<br />
memilih pilihan 'Basic' di bawah<br />
pilihan 'Create Profile'.<br />
PING | MAGIC NETTRACE<br />
Pencarian jejak web<br />
dengan nyaman<br />
Feature:<br />
k Trace-routing<br />
k WHOIS-Lookup<br />
k Menemukan lokasi ICQuser<br />
Keterangan: Magic Nettrace<br />
menggabungkan tool 'ping',<br />
'whoIs', dan 'nettrace'. Dengan<br />
program ini, kesalahan koneksi<br />
mudah diketahui, pengirim<br />
junk mail dapat dilacak, dan<br />
letak geografis sebuah server<br />
web dapat diketahui.<br />
Tips: Aplikasi yang terintegrasi<br />
dengan ICQ ini memungkinkan<br />
<strong>Anda</strong> mengetahui alamat IP<br />
dari pengguna ICQ tersebut.<br />
k Utility<br />
ADMIN | EMCO<br />
REMOTE SHUTDOWN<br />
Mematikan PC<br />
melalui jaringan<br />
Feature:<br />
k Mematikan PC jaringan<br />
k Pengoperasian mudah<br />
k Mengirimkan pesan sebelum<br />
shutdown<br />
Keterangan: Dengan tool ini<br />
memungkinkan seorang<br />
administrator jaringan dapat<br />
dengan mudah mematikan<br />
komputer dalam jumlah<br />
banyak hanya dengan duduk<br />
didepan komputernya.<br />
Tips: Komputer client tidak<br />
perlu di-install aplikasi apapun<br />
agar dapat dikendalikan oleh<br />
admin dari komputernya.<br />
k Utility<br />
SECURITY | OUTPOST<br />
PERSONAL FIREWALL<br />
Menjaga keamanan<br />
komputer<br />
Feature:<br />
k Mampu mendeteksi berbagai<br />
jenis serangan<br />
k Pengawasan setiap saat<br />
k Penyaringan paket-paket<br />
yang ada dalam jaringan<br />
Keterangan: Firewall ini<br />
telah terbukti mampu<br />
mendeteksi berbagai jenis<br />
serangan seperti zombie dan<br />
serangan remote lainnya.<br />
Tips: Aplikasi tambahan Log<br />
Viewer telah dikelompokan<br />
agar mudah untuk mencari<br />
informasi yang diinginkan.<br />
k Utility<br />
ADMIN | IDEAL<br />
ADMINISTRATION<br />
Mengelola domain<br />
dengan mudah<br />
Feature:<br />
k Pengelolaan domain<br />
k Mengendalikan Exchange<br />
server<br />
k Mentransfer settings<br />
Keterangan: Dengan tool ini,<br />
<strong>Anda</strong> dapat mengelola setting<br />
Active Directory, file sharing,<br />
account pengguna, dan banyak<br />
lainnya. Semua data account<br />
disimpan dalam sebuah<br />
file teks pada sebuah PC.<br />
Tips: Melalui “Migration |<br />
Migration Wizard ...” konfigurasi<br />
dapat ditransfer dengan<br />
mudah ke PC lain.<br />
k Monitoring<br />
SERVER | DHCP TURBO<br />
Server DHCP<br />
gratis<br />
Feature:<br />
k Software DHCP-server<br />
k Pembagian IP otomatis<br />
k Untuk maksimal 5 PC<br />
Keterangan: DHCP Turbo<br />
menyediakan sebuah server<br />
DHCP yang melakukan<br />
pembagian alamat IP dalam<br />
jaringan secara otomatis. Dengan<br />
demikian, <strong>Anda</strong> tidak<br />
perlu mengatur setting untuk<br />
setiap client.<br />
Tips: Bila diperlukan, <strong>Anda</strong><br />
dapat memberi alamat IP<br />
statik kepada PC yang ada di<br />
jaringan melalui “'File | New|<br />
Reservation”.<br />
k Utility
REMOTE | REMOTE TASK MANAGER k Monitoring<br />
Bekerja pada remote PC<br />
Feature:<br />
k Remote-control<br />
k Mengubah setting keamanan<br />
k Event-Viewer<br />
Keterangan: Tool ini merupakan<br />
pusat pengoperasian untuk<br />
mengendalikan remote client.<br />
Dengan tampilan yang terstruktur<br />
jelas, beberapa proses<br />
baru dapat ditambah, service<br />
dapat di-start atau dihentikan,<br />
setting keamanan dapat diubah,<br />
dan aplikasi pada remote<br />
MSI | WININSTALL LE<br />
Mengedit paket<br />
Windows-Installer<br />
Feature:<br />
k Mengedit paket MSI<br />
k Membuat MSI sendiri<br />
k Pembagian software mudah<br />
Keterangan: Dengan freeware<br />
Wininstall LE 2003, <strong>Anda</strong><br />
dapat mengimpor dan mengedit<br />
paket Microsoft Windows<br />
Installer (MSI) dengan cepat<br />
dan intuitif. Discover Wizardnya<br />
mempermudah pembuatan<br />
paket installer sendiri.<br />
Tips: Permintaan registrasi<br />
yang sering salah selama<br />
instalasi dapat <strong>Anda</strong> atasi<br />
dengan menonaktifkan semua<br />
koneksi jaringan dan Internet.<br />
k Others<br />
PC dapat diakhiri. Melalui Event<br />
Viewer, <strong>Anda</strong> dapat mengamati<br />
semua yang terjadi pada sebuah<br />
client dengan nyaman. Remote<br />
Task Manager juga memungkinkan<br />
<strong>Anda</strong> melakukan instalasi<br />
dari jarak jauh (remote<br />
installation).<br />
Tips: Melalui fungsi Performance<br />
Monitor, <strong>Anda</strong> bisa<br />
mendapatkan informasi mengenai<br />
kinerja CPU dan pembebanan<br />
RAM di client.<br />
ADMIN | ADVANCED<br />
ADMINISTRATIVE TOOLS<br />
Tool dan analisa<br />
keamanan<br />
Feature:<br />
k Port-scanner terintegrasi<br />
k Verifikasi alamat mail<br />
k WHOIS, link-analyzer<br />
Keterangan: Tool Advanced<br />
Administrative mempermudah<br />
pencarian celah keamanan<br />
dalam jaringan, memungkinkan<br />
beberapa analisa,<br />
dan uji koneksi misalnya<br />
validitas sebuah alamat email.<br />
Tips: Di multiproxy.org terdapat<br />
list proxy yang dapat diperiksa<br />
oleh proxy-analyzer.<br />
k Others<br />
TEST | NETIO<br />
Menghitung<br />
kecepatan jaringan<br />
Feature:<br />
k Analisa arus data<br />
k Menguji beberapa ukuran<br />
paket<br />
k Untuk TCP, UDP, NetBIOS<br />
Keterangan: NetIO menghitung<br />
kecepatan jaringan. Untuk<br />
itu, paket data dalam berbagai<br />
ukuran dikirimkan antara<br />
client dan server. Yang didukung:<br />
TCP, UDP, dan NetBIOS.<br />
Tips: Untuk mengirim data<br />
dengan TCP, jalankan server<br />
melalui 'win32-1386 -s -t' dan<br />
client melalui 'win32-1386 -t<br />
'.<br />
k Utility<br />
PROXY | JANA-SERVER 2<br />
Server proxy yang<br />
lengkap<br />
Feature:<br />
k Konfigurasi mudah<br />
k Mail-server terintegrasi<br />
k Server HTTP dan FTP<br />
Keterangan: Jana Server<br />
mengatur akses Internet kepada<br />
pengguna LAN. Mail<br />
server yang terintegrasi memungkinkan<br />
pengiriman email<br />
antar-client dalam jaringan.<br />
Juga terintegrasi: Server<br />
Web dan FTP, serta server DNS<br />
untuk jaringan lokal.<br />
Tips: Alamat http://127.0.-<br />
0.1:2506/jana.admin'<br />
memberi akses langsung pada<br />
menu konfigurasi.<br />
k Internet<br />
ADMIN | ADMWIN<br />
Paket lengkap untuk<br />
manajemen jaringan<br />
Feature:<br />
k Remote-Administration<br />
k Menampilkan info jaringan<br />
k Setup dengan kendali script<br />
Keterangan: Paket AdmWin<br />
ini menyediakan lima tool<br />
manajemen jaringan Windows<br />
dan Novell. Dengan tool<br />
ini, informasi pengguna, password,<br />
sharing, dan keanggotaan<br />
kelompok dapat disesuaikan.<br />
Tips: Script untuk menjalankan<br />
action pada beberapa PC<br />
<strong>Anda</strong> temukan di bawah 'Help|<br />
SetupBatcher| Examples'.<br />
k Others<br />
LAN-CHAT | REALPOPUP<br />
Komunikasi dalam<br />
LAN dengan mudah<br />
Feature:<br />
k Mengirim teks dalam LAN<br />
k Penerimaan tanpa instalasi<br />
k Links dalam pesan<br />
Keterangan: RealPopUp mampu<br />
mengirim pesan dalam LAN.<br />
Kompatibel dengan layanan<br />
pesan Windows dan tool messaging<br />
Windows 9x. Pesan juga<br />
bisa disampaikan ke PC yang<br />
tidak memiliki instalasi tool ini.<br />
Tips: Di bawah 'Program |<br />
Options| User and Groups,'<br />
tentukan siapa yang akan<br />
dikontak dengan WinPopUp<br />
(pengguna tanpa RealPopUp).<br />
k Others<br />
| CHIP | NETWORKING | 15
PRAKTEK Perancangan<br />
INDEKS | TES & PRAKTEK<br />
Tips Belanja Perangkat LAN 22<br />
Panduan Membeli Hardware LAN: Memandu <strong>Anda</strong><br />
membeli perangkat LAN dengan benar dan tepat.<br />
Tes: W-LAN Router 28<br />
CHIP menguji beberapa router W-LAN yang dapat<br />
dijadikan panduan untuk membeli perangkat ini.<br />
<strong>Jaringan</strong> <strong>Pertama</strong> <strong>Anda</strong> 34<br />
Panduan lengkap untuk membangun jaringan<br />
pertama <strong>Anda</strong>.<br />
OS untuk <strong>Jaringan</strong> 38<br />
Windows, Linux atau sebaiknya memilih<br />
Macintosh? Fungsi utamalah yang menentukan.<br />
Mengkonfigurasi PC Client 42<br />
<strong>Anda</strong> dapat membuat konfigurasi network untuk<br />
client yang sesuai dengan kebutuhan.<br />
Membagi Sumber Daya 48<br />
CHIP akan menunjukkan kepada <strong>Anda</strong>, bagaimana<br />
membagi sumber daya jaringan seperti printer.<br />
Penguasa <strong>Jaringan</strong> 54<br />
CHIP akan menunjukkan bagaimana meng-install<br />
Windows 2003 Server secara optimal.<br />
Layanan E-mail <strong>Jaringan</strong> Lokal 60<br />
<strong>Anda</strong> dapat membangun sebuah Mail server<br />
untuk jaringan internal di Windows Server 2003.<br />
Berbagi Akses Internet 64<br />
Dengan menggunakan Windows ICS <strong>Anda</strong> dapat<br />
menghubungkan jaringan kecil <strong>Anda</strong> ke Internet.<br />
Pantau Bandwidth <strong>Anda</strong> 66<br />
Dengan MRTG (Multi Router Traffic Grapher) <strong>Anda</strong><br />
dapat dengan mudah memantau bandwidth<br />
jaringan <strong>Anda</strong>.<br />
k ISI CD<br />
k Kendali terpusat Remote Administrator akan<br />
membantu <strong>Anda</strong> dalam memonitor dan<br />
mengendalikan PC-PC yang ada dalam jaringan.<br />
k W-LAN Network Stumbler akan membantu <strong>Anda</strong><br />
dalam mendeteksi jaringan WiFi, sehinga <strong>Anda</strong><br />
dapat mengetahui kondisi signal koneksi yang<br />
tersedia.<br />
16 | CHIP | NETWORKING<br />
Microsoft telah<br />
memperbaiki feature<br />
keamanan pada sistem<br />
operasi server terbaru<br />
mereka. Dibandingkan<br />
dengan Windows 2000,<br />
Administrator harus<br />
beradaptasi dengan<br />
banyak hal, terutama<br />
saat instalasi software.<br />
Workshop berikut ini<br />
mempermudah kerja<br />
<strong>Anda</strong>.<br />
Dasar-Dasar dan Perencanaan <strong>Jaringan</strong><br />
Rancang Dahulu<br />
k<br />
Menghubungkan beberapa komputer ke dalam sebuah<br />
jaringan bukanlah hal yang baru lagi. Usaha yang<br />
diperlukan untuk melakukan hal tersebut tidaklah jauh berbeda<br />
dengan memasang graphics card atau printer. Dimulai dari era<br />
Windows 3.11 (Windows for Workgroups), Windows 9x, Me,<br />
hingga era Windows 2000 maupun XP, seorang pemula pun dapat<br />
melakukan instalasi tersebut dengan mudah. Hal yang sama juga<br />
terjadi pada sistem operasi Apple Mac OS. Sementara, untuk<br />
mengkonfigurasi sistem operasi seperti Linux dan Unix tampaknya<br />
masih dibutuhkan sedikit pengetahuan. Namun pada<br />
intinya, membangun sebuah jaringan komputer bukanlah sebuah<br />
hal yang sulit.<br />
LAN merupakan singkatan dari "Local Area Network" yang<br />
merupakan sebuah jaringan komputer lokal dan saling terhubung<br />
satu dengan yang lainnya dalam wilayah yang terbatas. Di<br />
dalam sebuah jaringan LAN, dimungkinkan untuk menghubungkan<br />
beberapa perangkat yang berbeda, yaitu printer, router,
Sebelum Membangun LAN<br />
dan sebagainya. Selain LAN, terdapat juga jaringan Wireless Local<br />
Area Network (W-LAN) yang merupakan bentuk lain dari jaringan<br />
LAN. Berbeda dengan jaringan LAN yang menggunakan<br />
media kabel, jaringan W-LAN menggunakan media gelombang<br />
elektromagnetik atau umum disebut gelombang radio untuk<br />
saling berkomunikasi. Walaupun menggunakan gelombang radio,<br />
jangkauan W-LAN juga terbatas oleh kemampuan dari transmitter<br />
yang digunakan.<br />
Perlu diingat di sini, pengertian W-LAN tidaklah sama dengan<br />
Wide Area Network (WAN). Teknologi WAN memungkinkan<br />
dibangunnya jaringan antar-komputer yang terpisah cukup jauh,<br />
dari antarkota hingga antarnegara. Koneksi WAN umumnya<br />
menggunakan media kabel untuk berkomunikasi. Namun, berbeda<br />
dengan LAN yang menggunakan kabel UTP, jaringan WAN<br />
menggunakan kabel yang terbuat dari bahan fiberglass.<br />
Selain digunakan untuk jaringan WAN, kabel fiber-optik juga<br />
banyak digunakan pada jaringan-jaringan telepon, ISDN,<br />
maupun Internet (melalui Virtual Private Network-VPN. Lihat<br />
artikel pada halaman 112).<br />
Rancang <strong>Jaringan</strong> dengan Benar<br />
Sebelum <strong>Anda</strong> melakukan instalasi jaringan, ada baiknya<br />
membuat sebuah perencanaan yang matang untuk menghindari<br />
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.<br />
Dalam membuat perencanaan, ada dua hal utama yang harus<br />
<strong>Anda</strong> perhatikan. Yang pertama adalah dalam hal penggunaan<br />
jaringan tersebut. Apakah semua PC yang terhubung ke jaringan<br />
akan dihubungkan dengan beberapa printer? Apakah <strong>Anda</strong> perlu<br />
membangun satu atau beberapa server untuk menangani<br />
database, e-mail, scheduler, dan tugas lainnya?<br />
Yang kedua adalah pertimbangan luas cakupan area jaringan<br />
yang akan dibangun. Apakah jarak antara PC ke switch/hub<br />
memungkinkan untuk pemasangan kabel? Apakah akan lebih<br />
| CHIP | NETWORKING | 17
PRAKTEK Perancangan<br />
baik jika menggunakan jaringan wireless? Apakah di area jaringan<br />
tersebut tersedia tempat yang cocok untuk meletakkan sebuah<br />
server, hub/switch, modem, dan perangkat lainnya?<br />
Untuk awalnya, ada baiknya <strong>Anda</strong> membuat konsep jaringan<br />
yang ingin dibangun dalam bentuk gambar. Konsep tersebut bisa<br />
dalam bentuk diagram sederhana atau terperinci berikut dengan<br />
ukuran ruangnya.<br />
Dengan adanya konsep jaringan yang jelas dan teratur,<br />
pengaturan alamat IP untuk setiap PC akan terasa mudah. Pengaturan<br />
struktur jaringan seperti pengelompokkan workgroup<br />
juga sangat perlu untuk direncanakan terlebih dahulu.<br />
Untuk memudahkan tugas perencanaan tersebut, <strong>Anda</strong> dapat<br />
menggunakan software Lanflow yang dapat <strong>Anda</strong> download dari<br />
www.pacestar.com. Penggunaan software ini cukup mudah<br />
dikarenakan sistem navigasi umumnya menggunakan logo-logo<br />
gambar yang umum ditemukan dalam proses perencanaan LAN,<br />
misalnya client, server, router, dan printer. <strong>Anda</strong> dapat memperoleh<br />
versi full dari software Lanflow ini dengan melakukan register<br />
dan membayar biaya registrasi sekitar US$ 50.<br />
18 | CHIP | NETWORKING<br />
Client-Server atau Peer to Peer?<br />
Pertanyaan tentang jenis jaringan yang akan dibangun<br />
sebenarnya telah ditanyakan di awal artikel ini. Secara umum,<br />
arsitektur jaringan dibagi atas tiga jenis berikut ini.<br />
Arsitektur Client-Server: Arsitektur ini umumnya digunakan<br />
pada sebuah jaringan besar yang mengutamakan keamanan dan<br />
keandalan, contohnya pada universitas, instansi pemerintah, dan<br />
perusahaan-perusahaan besar lainnya. Di dalam arsitektur ini,<br />
terdapat sebuah server utama (umumnya berupa gabungan dari<br />
beberapa server) yang menyediakan tempat penyimpanan data<br />
(data storage), administrasi user, dan semua yang diperlukan oleh<br />
PC client. Di dalam arsitektur ini, PC client yang berfungsi<br />
sebagai "Dummy Terminal" yang terdiri atas monitor, keyboard,<br />
Terencana dengan baik: <strong>Jaringan</strong> mudah dirancang dengan<br />
software network planning seperti Lanflow dari Pacestar .<br />
dan control unit.<br />
Penggunaan arsitektur jaringan ini tentunya akan sangat<br />
memudahkan proses administrasinya. Hal ini dikarenakan Administrator<br />
hanya perlu meng-install aplikasi di server dan setiap<br />
aplikasi hanya akan dijalankan di server. Dibalik kelebihan tersebut,<br />
sebenarnya arsitektur ini juga mengandung kelemahan. Untuk<br />
bisa melayani PC client, spesifikasi hardware yang dimiliki<br />
server haruslah tinggi sehingga dapat melayani beban yang berat.<br />
Selain itu, arsitektur ini juga rentan terhadap error. Apabila kinerja<br />
server terganggu, maka seluruh jaringan juga akan mengalami<br />
gangguan.<br />
Server dan Client Pintar: Arsitektur ini dirancang untuk<br />
digunakan pada jaringan skala kecil maupun pribadi. Ini<br />
digunakan pada PC stand-alone yang dihubungkan ke jaringan<br />
untuk proses pertukaran data saja.<br />
Server merupakan satu atau beberapa PC yang dirancang untuk<br />
menyala terus-menerus dan menyediakan tempat penyimpanan<br />
data tambahan, seperti hard disk dan peripheral lainnya<br />
(modem, printer, dsb). Namun, pada kasus-kasus tertentu, server<br />
difungsikan juga sebagai pendukung operasional PC client, contohnya<br />
sebagai Mail server. Pada prakteknya, beberapa server dapat<br />
digabung menjadi satu untuk menghasilkan sebuah Domain<br />
(baca halaman 60).<br />
<strong>Jaringan</strong> Peer-to-Peer: Arsitektur ini umum digunakan pada<br />
perusahaan berskala kecil dan juga untuk kebutuhan pribadi.<br />
Arsitektur ini umumnya tidak memerlukan server. Arsitektur ini<br />
digunakan hanya untuk sekedar bertukar data antar-PC client<br />
dan kadang-kadang juga untuk men-share printer yang terhubung<br />
ke salah satu PC untuk digunakan bersama. Oleh karena itu,<br />
PC yang berada dalam jaringan ini sebenarnya berfungsi sebagai<br />
client sekaligus server.<br />
Kedua arsitektur terakhir yang dijelaskan di atas sebenarnya<br />
sering ditemukan dan digunakan dalam satu jaringan. Umumnya<br />
pada sebuah jaringan yang memiliki satu server (atau beberapa<br />
server), memungkinkan pengaksesan antara satu client ke client<br />
lainnya (peer-to-peer) sejauh tersedia access right. Bahkan sering<br />
ditemui juga sebuah workstation dalam jaringan juga difungsikan<br />
sebagai Server dikarenakan di dalam hard disk workstation tersebut<br />
tersimpan data bersama yang dapat diakses oleh semua<br />
pengguna di jaringan tersebut, termasuk penyediaan akses<br />
printer.<br />
Dilihat dari sudut pandang hardware, tidak ada perbedaan<br />
antara jaringan LAN yang menggunakan dan tanpa menggunakan<br />
server. PC-PC tetap terhubung satu sama lain, baik melalui<br />
media kabel maupun wireless. Server juga berupa sebuah PC yang<br />
terhubung dalam sebuah jaringan, layaknya PC-PC client. Yang<br />
membedakan hanyalah pada tugas dan sistem operasi yang<br />
digunakan saja.<br />
Memakai kabel atau Wireless-LAN?<br />
Telah disinggung sebelumnya bahwa saat ini tersedia dua cara<br />
untuk menghubungkan beberapa komputer di dalam sebuah
TIPS<br />
Perencanaan yang Berkesinambungan<br />
Dalam membangun sebuah jaringan,<br />
diperlukan juga perencanaan<br />
yang matang dalam<br />
aspek implementasi dan upgradability-nya,<br />
di samping perencanaan<br />
kebutuhan fisik. Secara<br />
garis besar, ada empat aspek<br />
penting yang perlu diperhatikan<br />
dalam membuat perencanaan.<br />
Kemungkinan untuk diperluas:<br />
Sebuah jaringan yang baik haruslah<br />
mempunyai sifat "upgradable".<br />
Maksudnya, apabila<br />
diperlukan di kemudian hari, jaringan<br />
tersebut dapat ditingkatkan<br />
kemampuannya, baik<br />
dari sisi kapasitas, kecepatan,<br />
dan fleksibilitas, tanpa perlu<br />
melakukan perombakan secara<br />
total. Atau dengan kata lain, jaringan<br />
tersebut dapat di-upgrade<br />
tanpa harus didesain dan<br />
dibangun dari tahap nol lagi.<br />
Fleksibilitas yang dimaksud di<br />
sini mencakup dua kriteria, yaitu<br />
jumlah client (node) dan<br />
pembagian alamat IP. Untuk<br />
pembagian IP, dapat digunakan<br />
NAT, DHCP, atau IP static.<br />
Kehandalan (Robustness): Kestabilan<br />
dan toleransi terhadap<br />
kesalahan merupakan poin<br />
penting yang harus dimiliki<br />
oleh sebuah infrastruktur jaringan.<br />
Untuk mendukung produktivitas<br />
sebuah perusahaan,<br />
arsitektur Client-Server merupakan<br />
pilihan yang terbaik. Selain<br />
itu dengan langkah-langkah<br />
pencegahan untuk meminimalisasi<br />
gangguan atau kerusakan<br />
yang mungkin terjadi<br />
akan semakin menambah daya<br />
saing sebuah perusahaan. Untuk<br />
itu, umumnya di dalam sebuah<br />
jaringan dibangun juga<br />
sistem redundancy. Redundancy<br />
memiliki dua kelebihan. <strong>Pertama</strong>,<br />
sistem kedua dapat digunakan<br />
sebagai backup apabila<br />
koneksi pertama mengalami<br />
masalah. Kedua, sistem ini<br />
memungkinkan router untuk<br />
membagi beban jaringan ke<br />
dalam dua jalur secara dinamis.<br />
jaringan, yaitu melalui kabel atau gelombang radio (wireless).<br />
Kedua media tersebut sebenarnya dapat dikombinasikan ke dalam<br />
sebuah jaringan komputer tanpa masalah.<br />
Saat ini, jaringan wireless merupakan jaringan yang cukup<br />
menarik untuk dibangun. Kemudahan merancang tata ruang<br />
tanpa perlu mengebor dinding ataupun memasang soket di<br />
dinding merupakan daya tarik jaringan ini. Namun, tidak berarti<br />
WLAN tidak memiliki batasan-batasan seperti yang ditemui pada<br />
jaringan LAN. Komunikasi wireless membutuhkan kondisi<br />
ruangan yang mendukung. Bahan pembuat dinding, letak, dan<br />
jarak antar-komputer, serta posisi antar-lantai yang tidak tertata<br />
dengan baik akan menyebabkan gangguan komunikasi di dalam<br />
jaringan tersebut. Gangguan tersebut dapat berupa menurunkan<br />
kecepatan transfer, dan kemungkinan terburuk adalah pada tahap<br />
terputusnya komunikasi.<br />
Berkaitan dengan masalah ini, CHIP telah melakukan<br />
serangkaian tes terhadap produk-produk WLAN Router yang<br />
dapat di lihat di halaman 28. Beberapa router yang diujikan tidak<br />
dapat bekerja dengan maksimal dikarenakan masalah tata letak.<br />
Untuk itu, CHIP memutuskan untuk menerapkan prosedur dan<br />
standar baru untuk mengukur kemampuan masing-masing<br />
router tersebut dalam menghadapi berbagai kondisi ruangan<br />
tersebut dari berbagai jenis bahan bangunan. Ulasan lengkap<br />
Migrasi: Sebuah jaringan yang<br />
baik haruslah dapat dimodifikasi<br />
dengan mudah ketika akan<br />
dilakukan perubahan arsitektur<br />
dan topologi. Perkembangan<br />
teknologi informasi yang begitu<br />
pesat terkadang membutuhkan<br />
bentuk jaringan baru. Namun,<br />
tentunya hal tersebut<br />
juga perlu dilakukan dengan<br />
tanpa mengorbankan seluruh<br />
infrastruktur yang telah ada. Ini<br />
diperlukan untuk menjamin<br />
kelangsungan investasi yang<br />
telah dilakukan sebelumnya.<br />
Auto Configuration: Komponen<br />
jaringan yang baru haruslah<br />
dapat diintegrasikan ke jaringan<br />
yang telah ada sebelumnya<br />
dengan mudah. Bandwidth<br />
tinggi di dalam jaringan tidak<br />
hanya dibutuhkan oleh aplikasi<br />
multimedia saja, melainkan juga<br />
beberapa aplikasi lainnya seperti<br />
voice maupun video.<br />
Berangkat dari permasalahan<br />
bandwidth, sering ditanyakan<br />
manakah media kabel yang ter-<br />
baik untuk digunakan dalam jaringan<br />
tersebut, kabel tembaga<br />
atau fiber optic? Secara garis<br />
besar, masing-masing jenis kabel<br />
tersebut memiliki kelebihan<br />
dan kelemahannya masingmasing.<br />
Kabel tembaga merupakan<br />
solusi yang paling ekonomis<br />
untuk saat ini. Namun,<br />
untuk mengantisipasi keperluan<br />
bandwidth besar yang<br />
mungkin dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi<br />
masa depan, fiber<br />
optic merupakan pilihan yang<br />
bijak.<br />
Dengan adanya keanekaragaman<br />
kebutuhan akan jaringan<br />
komputer, tentunya akan diperlukan<br />
juga interface-interface<br />
khusus yang mengakomodasi<br />
setiap kebutuhan tersebut. Untuk<br />
itu, diperlukan standar interface<br />
yang mudah dihubungkan<br />
dengan berbagai peripheral<br />
baru dengan tanpa harus<br />
mengganggu jalannya komunikasi<br />
dalam jaringan tersebut.<br />
mengenai pengujian tersebut dapat dibaca di halaman 28.<br />
Dilihat dari segi keamanan, jaringan WLAN lebih beresiko<br />
dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan media kabel.<br />
Secara teori, setiap PC yang dilengkapi modul WLAN dapat<br />
menangkap semua data-data WLAN selama masih berada dalam<br />
daerah jangkauan. Apabila sistem pengamanan data tidak terkonfigurasi<br />
dengan baik, maka setiap orang dapat menyusup ke dalam<br />
jaringan tersebut. Keterangan detail mengenai keamanan WLAN<br />
dapat dibaca di halaman 95.<br />
Lebih cepat 10x: Gigabit Ethernet berkemampuan 1.000<br />
MBit/detik lebih cepat dari Fast Ethernet. Harganya pun jelas<br />
lebih mahal.<br />
| CHIP | NETWORKING | 19
PRAKTEK Perancangan<br />
Apakah Kecepatan Menjadi Faktor Penting?<br />
Di dalam jaringan LAN, sering dikenal istilah Fast Ethernet. Pada<br />
prinsipnya, istilah itu ditujukan pada jenis interface yang digunakan.<br />
Secara teori, interface Fast Ethernet mempunyai kecepatan<br />
transfer hingga 100 Mbps, atau setara dengan 12,5 MByte/s.<br />
Namun, pada kenyataannya di lapangan, kecepatan maksimum<br />
yang dicapai hanyalah berkisar antara 5 hingga 8 MByte/s. Hal<br />
tersebut dikarenakan sering terjadinya collision selama proses<br />
komunikasi dan administrasi dilakukan. Saat ini telah banyak<br />
ditemukan jaringan yang menggunakan interface Gigabit<br />
Ethernet. Secara teori, interface ini memiliki kecepatan 10 kali<br />
lipat dibandingkan kecepatan interface Fast Ethernet. Namun,<br />
pada kenyataannya di lapangan, hanya terjadi peningkatan 6<br />
hingga 8 kali dibandingkan dengan kecepatan Fast Ethernet.<br />
Untuk mengimplementasikan jaringan ini, diperlukan LAN card<br />
dan Switch (baca halaman 22) yang lebih mahal dibandingkan<br />
harga komponen yang diperlukan untuk jaringan Fast Ethernet.<br />
<strong>Jaringan</strong> WLAN sebenarnya memiliki beberapa standar yang<br />
menggambarkan kecepatan dan frekuensi di mana komunikasi<br />
dilakukan (lihat tabel dibawah ini). Sebagai catatan, kecepatan<br />
maksimum tersebut didapat dengan asumsi posisi antara transmitter<br />
dan receiver berada dalam jarak yang dekat dan dalam satu<br />
ruangan yang sama.<br />
Keputusan untuk menggunakan jaringan kabel atau wireless,<br />
bahkan dengan mengkombinasikan keduanya, ditentukan pada<br />
saat <strong>Anda</strong> merencanakan desain jaringan dan penggunaan nantinya.<br />
Apabila jaringan yang akan dibangun tersebut difungsikan<br />
untuk mengakses Internet, manipulasi database, atau untuk<br />
menerima dan mengirim e-mail dalam skala menengah ke<br />
bawah, jaringan WLAN sudah mencukupi. Namun, apabila<br />
jaringan tersebut akan digunakan untuk menangani data-data<br />
yang memiliki ukuran besar dan diakses dengan frekuensi yang<br />
cukup intensif, maka kecepatan transfer dalam jaringan perlu<br />
menjadi perhatian utama. <strong>Jaringan</strong> yang menggunakan kabel<br />
merupakan solusi ideal untuk kondisi tersebut. <strong>Jaringan</strong> wireless<br />
hanya bermanfaat apabila <strong>Anda</strong> memerlukan jaringan mobile<br />
yang menawarkan fleksibilitas, tetapi tidak begitu mementingkan<br />
kecepatan. Untuk dapat bekerja maksimum, jaringan wireless<br />
tersebut harus ditunjang dengan router berkapasitas besar.<br />
Kurniawan.Ku@CHIP.co.id (SW)<br />
STANDAR W-LAN<br />
Standar 802.11 802.11a 802.11b 802.11b+ 802.11g<br />
Frekuensi (dalam GHz) 2,4 s/d 2,5 5 2,4 2,4 2,4<br />
Jangkauan dalam gedung (dalam m) 50 s/d 100 15 s/d 20 25 s/d 50 25 s/d 50 25 s/d 50<br />
Jangkauan di lokasi terbuka (dalam m) 100 s/d 300 200 s/d 1.500 100 s/d 300 100 s/d 300 100 s/d 300<br />
Transfer rate spesifikasi (Mbit/detik) 2 54 11 22 54<br />
Transfer rate dalam praktek (Mbit/detik) 0,5 s/d 1,2 15 s/d 20 4 s/d 6 6 s/d 8 15 s/d 20<br />
20 | CHIP | NETWORKING<br />
KNOW-HOW<br />
Domain dalam <strong>Jaringan</strong> Lokal<br />
Domain merupakan arsitektur<br />
yang menggabungkan beberapa<br />
PC dan peripheral lainnya<br />
(printer contohnya) ke dalam<br />
sebuah jaringan. PC-PC dan<br />
perangka-perangkat tersebut<br />
dihubungkan ke sebuah server.<br />
Dengan penggunaan arsitektur<br />
ini, pengaturan user<br />
dan PC dapat dilakukan secara<br />
terpusat melalui server.<br />
Melalui server, <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengatur hak akses dari setiap<br />
PC dan user. Selain itu, database<br />
yang digunakan bersama<br />
dapat tersimpan ke dalam satu<br />
tempat secara terpusat untuk<br />
menghindari adanya duplikasi.<br />
Arsitektur ini sangat cocok diterapkan<br />
pada perusahaan<br />
yang memiliki ratusan atau<br />
bahkan ribuan PC. Sangat tidak<br />
efisien apabila seorang Administrator<br />
harus mengkonfigurasi<br />
setiap PC yang jumlahnya<br />
dapat mencapai ribuan. Di<br />
dalam sistem operasi Windows,<br />
database terpusat dikenal<br />
dengan nama Active Directory<br />
(baca halaman 54).<br />
Pengaturan hak akses setiap<br />
user atau PC dimaksudkan untuk<br />
membatasi wewenang setiap<br />
user untuk mengakses resource-resource<br />
tertentu yang<br />
bukan haknya, contohnya<br />
penggunaan printer, akses Internet,<br />
dan sebagainya.<br />
Selanjutnya, ini bisa juga untuk<br />
membatasi panjang password<br />
minimal agar jaringan lebih<br />
aman. Domain juga berguna<br />
untuk menentukan distri-<br />
busi software secara otomatis.<br />
Sebagai contoh, setelah pengguna<br />
login ke jaringan, komputer<br />
dapat langsung diatur untuk<br />
menerima update software<br />
Windows terbaru melalui<br />
jaringan.<br />
Arsitektur domain tidak saja<br />
ditemui pada sistem operasi<br />
Windows, tetapi juga pada sistem<br />
operasi Linux ataupun<br />
Unix. Namun apabila <strong>Anda</strong><br />
ingin menggunakan arsitektur<br />
ini dengan menggunakan sistem<br />
operasi Windows, pastikan<br />
PC server telah terinstall<br />
sistem operasi Windows kelas<br />
server, contohnya Windows<br />
Server 2003.<br />
Sistem operasi ini nantinya dapat<br />
digunakan untuk menentukan<br />
nama domain yang ingin<br />
digunakan, biasanya diambil<br />
dari nama perusahaan. Untuk<br />
seterusnya, user tidak lagi<br />
login ke PC lokal untuk bekerja,<br />
melainkan langsung ke domain<br />
server. Pada PC server,<br />
semua PC client yang terhubung<br />
ke server akan dapat dimonitor<br />
dan dikontrol secara<br />
terpusat oleh Administrator.<br />
Pembahasan lebih lanjut mengenai<br />
cara membangun domain<br />
dengan menggunakan<br />
sistem operasi Windows Server<br />
2003, baca artikel pada halaman<br />
54. Sementara setting apa<br />
saja yang diperlukan pada PC<br />
client untuk dapat terhubung<br />
ke server, dapat dibaca di<br />
halaman 42.
PRAKTEK Buyer’s Guide<br />
Panduan Belanja Hardware Baru<br />
Tips Belanja Perangkat LAN<br />
Membeli Network card dan kabelnya sebenarnya cukup mudah. Secara teknis, hardware-nya sudah terpercaya.<br />
Namun, bila jaringan tidak dirancang dengan baik dan hardware-nya tidak saling kompatibel, tentu dapat<br />
merepotkan. Tips belanja berikut ini akan memandu <strong>Anda</strong> untuk membuat jaringan yang optimal.<br />
k<br />
Komponen yang penting agar PC dapat terhubung satu<br />
sama lain adalah Network card. Sekarang <strong>Anda</strong> bahkan<br />
tidak perlu lagi memasang Network card karena hampir setiap PC<br />
dan motherboard keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan<br />
Network card on-board. Secara teknis, kemampuannya setara<br />
dengan Network card 10/100 Mbps.Apabila sebuah motherboard<br />
tidak menyediakan Network card tentu saja <strong>Anda</strong> harus<br />
menambahkannya agar dapat terhubung ke jaringan LAN.<br />
Awalnya, banyaknya merek produk Network card tentu membingungkan.<br />
Namun, bila diperhatikan dengan seksama, hampir<br />
90 persen produk tersebut sejenis atau bahkan tidak berbeda<br />
sama sekali. Sebagian besar produk murah yang yang ada berasal<br />
dari perusahaan Realtek asal Taiwan. Chipset mereka banyak<br />
digunakan pada berbagai Network card dan bahkan pada<br />
motherboard yang dilengkapi dengan LAN adapter.<br />
Network Card Ekonomis dan <strong>Anda</strong>l<br />
Secara teknis, produk-produk LAN card kelas bawah hampir<br />
sama saja. Produk Network card berbasis 10/100 Mbps seperti<br />
Realtek, Level One, atau model lain biasanya menggunakan<br />
chipset Realtek 8139. Harganya sekitar US$ 10-20.<br />
Untuk produk dengan harga yang lebih mahal, tersedia dari<br />
merek 3Com, IBM, atau lainnya. Apakah produk-produk mahal<br />
ini lebih baik dibandingkan dengan produk kelas bawah, tidak<br />
ada data yang jelas. Permasalahannya hanya pada kurangnya<br />
kepercayaan konsumen dan dukungan terhadap driver dari<br />
produk-produk murah asal Taiwan. Namun, mulai Windows<br />
2000 dan Linux yang baru, Network card dari Realtek dapat terinstall<br />
secara otomatis karena sudah terdapat driver built-in di<br />
dalamnya. Untuk Windows 9x/Me atau sistem operasi lain, driver<br />
disertakan dalam paketnya. Bila tidak tersedia, <strong>Anda</strong> bisa mendownload<br />
dari Internet.<br />
Ekonomis: Network card<br />
100 Mbps dengan chipset<br />
Realtek sudah mencukupi<br />
dan dapat diperoleh<br />
sekitar US$ 10.<br />
Sebaliknya, kartu Gigabit Ethernet belum banyak yang disertakan<br />
bersama motherboard. Teorinya, kartu ini mendukung<br />
kecepatan jaringan sampai 1000 Mbps. Dari segi harga, Gigabit<br />
Ethernet model PCI tentu lebih mahal dibandingkan dengan<br />
produk kartu 10/100 Mbps. Namun, saat ini harganya cenderung<br />
menurun. Kartu Gigabit tanpa merek bisa diperoleh antara US$<br />
25 sampai US$ 30.<br />
Menghubungkan Banyak PC: Hanya Melalui Switch?<br />
Untuk menghubungkan dua PC saja, sebenarnya cukup<br />
menggunakan sistem crosslink cable yang dipasang antara kedua<br />
Network card. Topologi sistem perkabelan formasi bintang (star<br />
form) membutuhkan satu atau beberapa pendistribusi agar<br />
komputer jaringan dapat bertukar data. Bila terdapat lebih dari<br />
tiga komputer, terminal (splitter) wajib digunakan.<br />
Prinsipnya ada dua jenis pendistribusi, yaitu hub dan switch.<br />
Namun saat ini, hub sudah jarang digunakan. Dari bentuk,<br />
keduanya mungkin sulit dibedakan. Pelapis luar hub maupun<br />
switch terbuat dari bahan yang sama, sama-sama menyediakan<br />
port Ethernet yang jumlahnya tergantung tipenya (5, 8, 16 port<br />
atau lebih). Tidak ketinggalan, masing-masing dilengkapi dengan<br />
lampu LED.<br />
Biasanya, hub hanya berupa dummy distributor saja, yaitu<br />
hanya berfungsi untuk memperluas jaringan (seperti sebuah<br />
adapter multifungsi) dan harganya pun lebih murah. Paket data<br />
yang diminta dari server, dikirim melalui hub tanpa diketahui<br />
siapa yang memintanya. Semua PC dalam jaringan dapat<br />
menangkap paket data tersebut. PC yang tidak memintanya, akan<br />
menolak paket data tersebut dan sebaliknya. Bandwidth jaringan<br />
pun menjadi terbagi-bagi. Kiriman paket data ke PC yang tidak<br />
memintanya tentu membebani keseluruhan kinerja jaringan.<br />
Bandwidth jaringan menjadi lebih kecil. Makin banyak client<br />
yang terhubung dan aktif melalui hub, bebannya semakin terasa.<br />
Berbeda dengan switch, paket yang diterima didasarkan pada<br />
alamat MAC. Alamat MAC ini merupakan identifikasi hardware<br />
yang dikirim oleh Network card. Setelah mendapat data respons<br />
dari server berikut dengan alamat MAC-nya, switch meneruskan<br />
data ini ke PC yang memintanya. Pendistribusi pintar ini tentu<br />
saja dilengkapi dengan komponen-komponen yang lebih baik<br />
dan tentu saja lebih mahal dari hub.<br />
Sementara itu, harga switch, terutama dengan 5 sampai 8 port,<br />
turun drastis sehingga hub kehilangan pasar dan kini hampir
Sudah Tersedia:<br />
Beberapa<br />
motherboard<br />
keluaran baru<br />
sudah<br />
dilengkapi<br />
dengan<br />
Network Card<br />
onboard yang<br />
menghemat<br />
penggunaan<br />
slot PCI.<br />
jarang ditemukan. Biasanya, hub disertakan dalam "starter kits"<br />
yang terdiri atas Network card, kabel dan hub. Hub cocok untuk<br />
jaringan kecil sampai dengan 6 workstation yang jarang bekerja<br />
secara paralel atau lalu lintas datanya kurang padat. Switch<br />
merupakan pilihan yang lebih baik bila tidak bermasalah dengan<br />
harga.<br />
Kecepatan merupakan faktor penting untuk memilih<br />
keduanya sehingga harus sesuai dengan Network card yang<br />
digunakan. Saat ini, kecepatan 100 Mbps sudah menjadi standar.<br />
Bila sebuah PC atau notebook lawas menggunakan Network card<br />
10 Mbps terhubung ke jaringan, biasanya tidak bermasalah.<br />
Switch 100 Mbps juga dapat melayani standar sebelumnya. Untuk<br />
itu, port akan menyesuaikan secara otomatis.<br />
Perhatian: Saat ini, tersedia perangkas ekonomis yang<br />
ditawarkan sebagai "switching hub". Fungsi sebenarnya bukan<br />
sebagai switch, namun hanya berupa dual speed hubs. Di sini,<br />
istilah "switching" berarti perpindahan mode kecepatan secara<br />
otomatis.<br />
Menentukan merek dan tipe switch merupakan langkah<br />
kedua. Ada baiknya untuk mempertimbangkan kriteria harga.<br />
Prakteknya, tidak ada perbedaan teknis yang mencolok antara<br />
setiap produk. Switch yang ekonomis dan andal bisa dipilih dari<br />
D-Link dan Netgear. Dengan 5 port koneksi, harganya hanya<br />
sekitar US$ 30.<br />
LAN Switch:<br />
Tersedia dengan<br />
ukuran dan<br />
harga yang<br />
berbeda, mulai<br />
dari 4 sampai 24<br />
port.<br />
Mempersiapkan <strong>Jaringan</strong> Besar dan Cepat<br />
dengan Benar<br />
Untuk Gigabit Ethernet, persiapannya juga sama. Untuk<br />
memasang Gigabit Ethernet berkemampuan tinggi, diperlukan<br />
Network card dan pendistribusi yang sesuai. Switch Gigabit<br />
memang lebih mahal daripada switch 100 Mbps. Model dengan<br />
5 port saja saat ini dipasarkan sekitar US$ 100. Rekomendasi<br />
untuk membeli switch dapat dilihat pada Halaman 27. Biasanya,<br />
switch Gigabit juga mendukung standar sebelumnya. Secara<br />
otomatis, switch akan mengaktifkan mode kecepatan 100 atau 10<br />
Mb pada port yang digunakan.<br />
Selain itu, pilih switch atau hub yang menyediakan jumlah<br />
port yang lebih banyak dari yang dibutuhkan, misalnya 2 atau 3<br />
port ekstra. Port tambahan ini berguna bila kemudian jaringan<br />
ingin ditambah pemakaiannya atau ingin menghubungkan<br />
notebook atau perangkat LAN lain. Baik switch atau hub dapat<br />
digunakan secara rangkap. Jadi, salah satu switch juga dianggap<br />
sebagai LAN-PC yang sebenarnya menawarkan port uplink.<br />
Namun, harga dua unit switch dengan 5 Port jelas lebih mahal<br />
daripada sebuah unit switch dengan 8 Port.<br />
Masih mengenai rangkap switch. Beberapa switch memang<br />
menyediakan sebuah port uplink. Ini berarti sebuah port ini<br />
tidak untuk dikoneksikan ke PC. Contoh, switch/hub 5 port yang<br />
menyediakan port uplink sebenarnya hanya dapat digunakan<br />
untuk 4 PC saja jika menggunakan switch kedua. Port kelima<br />
sudah dirancang untuk terhubung dengan PC atau hub/switch<br />
saja, walaupun masih tersedia port yang lain. Namun, pada<br />
beberapa switch atau hub, port untuk uplink dapat diaktifkan<br />
dengan sebuah tombol untuk masing-masing port.<br />
Walaupun demikian, hub atau switch yang tidak menyediakan<br />
port uplink juga dapat dihubungkan pendistribusi lainnya.<br />
Untuk itu, gunakan kabel Ethernet model cross-link dan<br />
hubungkan kedua perangkat tersebut seperti biasa.<br />
Kabel <strong>Jaringan</strong> Yang Benar<br />
Untuk kabel jaringan, sebenarnya tidak ada pilihan lagi. Yang<br />
perlu dipertimbangkan adalah panjang dan warnanya. Kabel<br />
coaxial sudah jarang tersedia. Demikian juga dengan kabel Thin<br />
Ethernet, Crimping Pliers, T-Connector dan dan insulatornya.<br />
Kabel Ethernet 100 Mbps saat ini hampir sama dengan pada<br />
perangkat ISDN. Kabel twisted pair dan konektor RJ45 pada<br />
prinsipnya dapat digunakan untuk keduanya. Bentuknya<br />
memang sama. Namun, susunan kabel Ethernet yang digunakan<br />
berbeda dengan kabel ISDN.<br />
Perbedaan kabel sebenarnya terletak pada kualitas (tebal inti<br />
dan shield). Kabel Ethernet terbaik adalah yang mempunyai<br />
standar CAT5e. Dengan kualitas ini, kabel panjang pun tidak<br />
terlalu bermasalah untuk jaringan 100 Mbps. Biasanya, Gigabit<br />
Ethernet bekerja baik dengan kabel tembaga kategori 5.<br />
Warna kabel sebenarnya tidak terlalu penting, hanya sebagai<br />
identifikasi kabel semata. Yang perlu diperhatikan hanyalah<br />
| CHIP | NETWORKING | 23
PRAKTEK Buyer’s Guide<br />
panjang kabel yang cukup. Sediakan setengah atau satu meter<br />
panjang kabel agar sedikit memberi ruang gerak. Panjang kabel<br />
dalam jaringan Twisted-Pair berkabel CAT5 untuk masingmasing<br />
koneksi, yaitu antara PC dan hub atau switch, tidak boleh<br />
melampaui 100 meter. Bila melebihi, dibutuhkan sebuah penguat<br />
koneksi yang disebut repeater sebagai perantaranya. Demikian<br />
juga untuk jaringan kabel yang dipasang di dinding.<br />
24 | CHIP | NETWORKING<br />
Pemasangan Kabel yang Baik<br />
Kabel dari switch ke komputer bisa saja dipasang ke dinding. Bila<br />
diinginkan, lebih baik menggunakan saluran khusus kabel. Agar<br />
lebih terlihat profesional, jaringan komputer untuk banyak<br />
ruangan sebaiknya menggunakan sistem perkabelan yang lebih<br />
rapi, misalnya ditanam bersama kabel telepon/ISDN. Pada setiap<br />
ruang , dipasang sebuah terminal. Kabel Ethernet CAT5 hanya<br />
dipasang dari PC ke terminal tersebut. Semua kabel mengarah ke<br />
ruang distribusi (lokasi hub/switch). Bila jaringannya besar, di<br />
ruang ini diperlukan panel terminal yang disebut patch panel.<br />
Jadi, kabel-kabel dari ruangan client tidak langsung terhubung ke<br />
switch (atau hub), melainkan ke panel Ethernet. Patch panel<br />
memiliki soket-soket Ethernet untuk setiap port di Switch.<br />
Koneksi antara patch panel dan switch disambung dengan kabel<br />
patch CAT5 yang sebenarnya berupa kabel Ethernet pendek.<br />
Kedua ujungnya dipasang konektor RJ45. Dengan demikian,<br />
koneksi dari PC ke switch bisa dipindah-pindah.<br />
Kabel model lainnya, seperti kabel telepon, tentu saja tidak<br />
disarankan sebagai kabel Ethernet walaupun sebenarnya dapat<br />
digunakan. Agar komunikasi data tidak terganggu, gunakan<br />
kabel twisted pair yang terlilit berpasangan dan dibungkus shield.<br />
Bila <strong>Anda</strong> ingin mencoba memasang kabel dan konektor RJ45<br />
sendiri, susunan pin bisa dilihat pada gambar di halaman ini.<br />
Untuk memasang sendiri kabel Ethernet, <strong>Anda</strong> juga memerlukan<br />
perangkat tambahan yaitu Crimpping Tool. Perangkat ini<br />
berguna memperkuat RJ45, agar kabel Ethernet tidak mudah<br />
terlepas.<br />
Warna Tidak Penting: Warna dan panjang kabel twisted<br />
pair untuk jaringan bermacam-macam. Kualitasnya sama<br />
saja (CAT 5).<br />
KNOW-HOW<br />
Seperti Apa Kabel <strong>Jaringan</strong><br />
Konektor RJ-45<br />
8 7 6 5 4 3 2 1<br />
Ta m pak depan<br />
Konektor Ansicht von RJ-45 unten<br />
Tampak bawah<br />
T568A T568B<br />
PIN# PIN#<br />
1<br />
2<br />
3<br />
4<br />
5<br />
6<br />
7<br />
8<br />
1 3 5 7<br />
2 4 6 8<br />
Colour<br />
Green Striped<br />
Green<br />
Orange Striped<br />
Blue<br />
Blue Striped<br />
Orange<br />
Brown Striped<br />
Brown<br />
Telegartner MJ45 LFS 8/8<br />
3<br />
1 2<br />
4<br />
1 2 3 4 5 6 7 8<br />
Ta m pak belakang<br />
RJ-45 Jack RJ-45 Jack<br />
NOMOR PIN pada<br />
konektor/soket RJ45<br />
dari depan, belakang<br />
dan bawah.<br />
Colour<br />
Orange Striped<br />
Orange<br />
Green Striped<br />
Blue<br />
Blue Striped<br />
Green<br />
Brown Striped<br />
Brown<br />
2<br />
1 3<br />
W ire Pair W ire Pair<br />
SUSUNAN PIN sebuah konektor RJ45 untuk Ethernet 100Mbps<br />
terdiri atas kabel-kabel berpasangan 1/2 dan 3/6. Perhatian:<br />
Warna kabel inti bisa berbeda-beda.<br />
4 5 3 6 1 2 7 8<br />
8 7 2 1 6 3 5 4<br />
Susunan pin dari atas<br />
Panel Dinding biasanya digunakani produk Telegartnet MJ45 LFS<br />
8/8. Gambar merupakan tampak atas dari soket panel. Terminal pin<br />
atas untuk soket kiri, terminal pin bawah untuk soket kanan. Untuk<br />
Ethernet 100 Mbps cukup menggunakan terminal pin 1, 2, 3, dan 6.<br />
4
Hardware untuk Wireless Network<br />
Bila jaringan ingin terkoneksi secara wireless (W-LAN - Wireless<br />
LAN), hardware yang harus digunakan sedikit berbeda.<br />
Alternatif lain untuk terkoneksi tanpa menggunakan media<br />
kabel adalah dengan menggunakan Bluetooth. Namun kemampuannya<br />
sangat terbatas untuk kapasitas sekelas LAN. Satusatunya<br />
yang bisa digunakan adalah standar W-LAN (lihat<br />
Halaman 20).<br />
Seperti pada jaringan kabel, setiap client membutuhkan<br />
sebuah network adapter. Untuk jaringan wireless, yang diperlukan<br />
adalah W-LAN adapter. Jenisnya ada tiga macam. Umumnya,<br />
jenis PCI card yang dipasang pada PC lebih murah, sama seperti<br />
Network card. Card ini tidak menyediakan soket LAN, melainkan<br />
diganti dengan antena. Pada produk yang lebih mahal, antena<br />
dapat dicabut dan diganti dengan antena tambahan yang<br />
diletakkan di atas meja. Jadi, sinyal yang ditangkap lebih baik.<br />
Untuk notebook disarankan menggunakan jenis PC card yang<br />
langsung dipasang pada slotnya. Setelah dipasang, PC card sedikit<br />
menonjol keluar dari slot. Ujungnya berfungsi sebagai antena.<br />
Beberapa notebook, terutama yang telah dilengkapi teknologi<br />
Centrino, biasanya menyediakan W-LAN adapter. Namun,<br />
antenanya umumnya tidak tersembunyi.<br />
Jenis ketiga adalah untuk PC desktop dan juga notebook,<br />
berupa wireless adapter tersendiri yang terhubung melalui USB ke<br />
komputer.<br />
Merek produk biasanya bukan faktor yang penting, tetapi<br />
perhatikan standar yang ditawarkan. W-LAN adapter 11 Mbps<br />
dan 54 Mbps memang kompatibel satu sama lain, namun<br />
kecepatan yang didapat akan berkurang. Mengenai standar dan<br />
kecepatan, disarankan menggunakan standar 802.11g yang secara<br />
teoritis mampu menghantarkan 54 Mbps dalam kondisi ideal.<br />
Prakteknya, kecepatannya memang berkurang.<br />
Bila <strong>Anda</strong> hanya ingin menghubungkan dua komputer<br />
(misalnya, sebuah desktop dan notebook) secara wireless, metode<br />
ini disebut sebagai Ad-Hoc W-LAN. Di sini, yang diperlukan<br />
hanyalah dua W-LAN adapter, sama seperti menghubungkan dua<br />
PC secara langsung melalui Network card dengan menggunakan<br />
kabel Ethernet tipe Cross-Link.<br />
Untuk jaringan biasanya terdapat lebih dari dua komputer<br />
sehingga membutuhkan sebuah receiver dan transmitter secara<br />
terpusat. Inilah yang disebut dengan Access Point. Access point<br />
berfungsi sebagai titik temu antara semua PC client yang berada<br />
dalam jangkauan sinyal dari masing-masing W-LAN adapter.<br />
UNTUK JARINGAN KECIL: W-LAN ACCESS POINT DENGAN FASILITAS TAMBAHAN<br />
Router W-LAN Serbabisa untuk <strong>Jaringan</strong> Wireless<br />
<strong>Jaringan</strong> kecil pun sebenarnya<br />
dapat menggunakan beberapa<br />
perangkat secara terpusat.<br />
Switch digunakan untuk<br />
koneksi antar workstation dan<br />
ke server. Akses Internet untuk<br />
semua pengguna LAN lebih<br />
baik diatur melalui router. Bila<br />
PC atau notebook<br />
ingin<br />
terhubung ke<br />
jaringan<br />
secara wireless, diperlukan<br />
sebuah Access Point.<br />
Bila <strong>Anda</strong> merasa penggunaan<br />
switch, router, Access<br />
Point secara terpisah tidak<br />
efisien, atau banyak memakan<br />
ruang dan terganggu<br />
dengan kabel-kabel, tersedia<br />
solusi yang mudah. Saat ini,<br />
hampir semua vendor hardware<br />
LAN ternama menawarkan<br />
solusi combo.<br />
All in One: W-LAN Router Combo terdiri atas Switch, W-LAN,<br />
Access Point, dan router DSL.<br />
(Gambar: SMC Barricade G WBR14-G).<br />
3 in 1: Umumnya, perangkat<br />
ini merupakan kombinasi<br />
dari 3 komponen, yaitu<br />
terdiri dari W-LAN Access<br />
Point, router DSL, dan switch<br />
Ethernet untuk PC yang<br />
terhubung via kabel. Biasanya,<br />
perangkat combo ekonomis<br />
menyediakan switch<br />
dengan empat atau lima port<br />
saja. Biasanya, perangkat<br />
combo ekonomis menyediakan<br />
switch dengan empat atau<br />
lima port saja. Untuk jaringan<br />
besar, tentu tidak masalah<br />
karena bisa dirangkap dengan<br />
switch tambahan. Dengan<br />
perangkat combo, artinya<br />
hanya menggunakan satu<br />
power supply saja, kabel listriknya<br />
hanya satu. Konsumsi<br />
listrik menjadi lebih hemat.<br />
Kita pun tidak membutuhkan<br />
kabel Ethernet tambahan un-<br />
tuk menghubungkan Access<br />
Point, switch dan router DSL.<br />
Kompak dan Hemat: Perangkat<br />
seperti ini jelas lebih<br />
ekonomis, (harganya di<br />
bawah US$ 100) dibandingkan<br />
membeli seluruh perangkat<br />
satu per satu. Selain itu,<br />
karena dari satu vendor,<br />
perangkat combo lebih<br />
menjamin keserasian antar<br />
komponen. Pada dasarnya,<br />
semua komponen sudah<br />
kompatibel karena menggunakan<br />
standar yang sama.<br />
Tes router W-LAN: Pada edisi<br />
ini, CHIP melakukan tes<br />
router W-LAN. Lengkapnya<br />
bisa dibaca mulai halaman<br />
28. Dan router W-LAN yang<br />
dibahas di boks ini merupakan<br />
suksesor dari pemenang<br />
CHIP Test Center, SMC<br />
Barricade G 2804 WBR V.2<br />
| CHIP | NETWORKING | 25
PRAKTEK Buyer’s Guide<br />
Access point ini nantinya terhubung dengan perangkat pusat<br />
jaringan, yaitu switch. Jadi, perangkat ini berfungsi sebagai<br />
penghubung PC dengan jaringan kabel dan PC dengan jaringan<br />
wireless. Bila jaringan hanya memiliki beberapa PC saja dan<br />
ruangannya terbatas, cukup menggunakan sebuah Access Point<br />
saja.<br />
26 | CHIP | NETWORKING<br />
<strong>Jaringan</strong> Wireless Skala Besar<br />
Kebutuhan perangkat jaringan berbeda-beda antara jaringan<br />
perusahaan besar dan jaringan antargedung. Di sini, <strong>Anda</strong> disarankan<br />
menggunakan beberapa Access Point yang melingkupi<br />
area penerimaan dan pemancaran yang luas. Saat bekerja dengan<br />
notebook dan bergerak ke Access Point yang lain, koneksi secara<br />
otomatis dialihkan ke Access Point tersebut (roaming).<br />
Walaupun demikian dibutuhkan waktu untuk konfigurasi dan<br />
administrasi lebih dari satu Access Point dalam area yang luas.<br />
Untuk jaringan skala besar tertentu, disarankan menggunakan<br />
Access Point khusus yang juga berfungsi sebagai pusat manajemen<br />
jaringan. Perangkat ini bisa diperoleh, misalnya dari Bluesocket<br />
(www.bluesocket.com) atau Reefedge (www.reefedge.com).<br />
Kriteria lain untuk Access Point dalam jaringan besar adalah<br />
penggunaan perangkat yang mendukung Power over Ethernet<br />
(PoE) untuk lokasi-lokasi tertentu. Di sini, power supply Access<br />
Point disuplai melalui kabel Ethernet CAT5. Selain itu, bahkan<br />
masih diperlukan menggunakan double antenna dengan<br />
diversity function, yaitu pemakaian dua antena sekaligus agar<br />
penerimaannya lebih baik.<br />
Perangkat combo yang terdiri atas Access Point dan perangkat<br />
LAN lain, seperti router DSL atau switch, hanya cocok untuk<br />
jaringan kecil (lihat halaman 25). Pada jaringan besar, distribusi<br />
dan akses Internet biasanya menggunakan perangkat yang<br />
berbeda. Beberapa vendor hardware seperti, Nortel (www.nortelnetworks.com)<br />
atau Hewlett-Packard (www.hp.com) memang<br />
mengintegrasikan fungsionalitas W-LAN, seperti Access Point, ke<br />
dalam produk switch mereka.<br />
Memilih Server yang Tepat<br />
Pada umumnya, jaringan yang terdiri dari 10 sampai 20 PC cukup<br />
menggunakan PC Server kelas Pentium III. Sistem operasi,<br />
seperti Windows 2000/XP, sebenarnya hanya menggunakan<br />
sedikit kinerja CPU walaupun tergolong boros resource. Linux<br />
pun saat ini sudah cukup memuaskan. Di sini, yang perlu<br />
Switch 1000<br />
Mbps: <strong>Jaringan</strong><br />
GigaBit<br />
membutuhkan<br />
perangkat yang<br />
lebih mahal.<br />
diperhatikan adalah kapasitas RAM. Memori sebesar 256 MB<br />
sudah tergolong cukup. Selebihnya, tergantung dari kebutuhan<br />
penggunaan server. Bila fungsi utamanya sebagai Print Server<br />
atau Internet Gateway, kapasitas dan kecepatan hard disk tidak<br />
terlalu penting. Server tidak perlu menggunakan graphics card<br />
dan monitor yang terlalu mahal. Chipset dan BIOS motherboard<br />
sebaiknya yang terbaru bila <strong>Anda</strong> menggunakan sistem operasi<br />
terbaru. Jadi, instalasi driver menjadi lebih mudah karena sudah<br />
kompatibel.<br />
Bila server digunakan untuk mengolah data dalam jumlah<br />
besar secara terpusat atau menjadi pusat penyimpanan data<br />
dalam jaringan, server membutuhkan satu atau lebih hard disk<br />
yang besar. Selain itu, bila ingin mem-backup data setiap hari<br />
untuk keamanan data, perlu mempertimbangkan RAID<br />
Controller dan data di server disimpan dalam beberapa hard disk<br />
sebagai mirror (RAID Level 1). Jika salah satu hard disk<br />
terganggu, server akan menggunakan hard disk yang lain. RAID<br />
Level 0 memang cepat, namun keamanan data berkurang. Jika<br />
salah satu hard disk rusak, semua datanya akan hilang.<br />
Peningkatan kecepatan yang dicapai dengan sistem ini juga tidak<br />
signifikan dalam jaringan 100 Mbps karena adanya pembatasan<br />
bandwidth.<br />
Switch KVM Menghemat Tempat<br />
Untuk jaringan kecil, penggunaan perangkat SCSI atau IDE<br />
sebenarnya tergantung dari kondisi pendukung saja. Dengan<br />
interface SCSI, jumlah hard disk yang bisa dipasang bersamaan<br />
lebih banyak. Oleh sebab itu, interface ini lebih cocok untuk<br />
jaringan besar. Kriteria lain untuk menggunakan server adalah<br />
sistem pendinginan, terutama bila dinyalakan terus-menerus dan<br />
tidak ditempatkan pada ruangan khusus. Lebih baik agar<br />
pengoperasian server tidak mengganggu lingkungan kerja.<br />
Namun, seringkali tidak tersedia cukup ruang untuk perangkat<br />
server, monitor, keyboard, dan mouse.<br />
Solusinya ditawarkan oleh KVM Switch (Keyboard, Video,<br />
Mouse). Switch seperti ini memungkinkan monitor, keyboard,<br />
dan mouse terhubung dengan dua PC. Untuk beralih ke PC lain,<br />
cukup dengan menekan tombol. KVM Switch dapat diperoleh<br />
dengan harga sekitar US$ 60, sudah termasuk kabel. Alternatif<br />
lain, keyboard dan mouse dipasang pada server, namun output<br />
video dihubungkan ke monitor lain yang dilengkapi dengan<br />
input tambahan. Monitor 19 inci biasanya menyediakan input<br />
tambahan dalam format BNC. Yang dibutuhkan hanya kabel<br />
monitor yang sesuai. Harganya berkisar US$ 35-40. Untuk<br />
menggunakan monitor tersebut secara bergantian, caranya<br />
tersedia melalui menu On-Screen. Kedua solusi ini sama-sama<br />
mengharuskan server diletakkan dekat dengan perangkat<br />
pendukungnya. Kabel KVM ataupun kabel monitor tambahan<br />
jarang tersedia dengan panjang 2 meter.<br />
Bila tidak ingin menggunakan monitor atau PC server<br />
letaknya sulit dijangkau atau berjauhan, cara efektif adalah<br />
menggunakan software remote control seperti PC Anywhere atau
TIPS<br />
Beginilah Menggunakan Gigabit Ethernet<br />
Banyak motherboard yang<br />
menggunaan feature "Gigabit<br />
Ethernet" sebagai alat marketing<br />
mereka. Sebenarnya,<br />
kinerja maksimal Gigabit<br />
Ethernet baru bisa dirasakan<br />
bila server menggunakan 64 bit<br />
PCI atau dipadu dengan<br />
motherboard yang memiliki<br />
PCI Express.<br />
Dalam banyak kasus, sering<br />
kali manfaat Gigabit Ethernet<br />
ini tidak didukung dengan<br />
infrastruktur yang sesuai,<br />
seperti server, switch atau<br />
kabel sehingga teknologi baru<br />
ini tidak maksimal. Bila ingin<br />
mengoptimalkan pemakaian<br />
Gigabit Ethernet, sebaiknya<br />
memperhatikan hal-hal berikut,<br />
terutama saat pembelian<br />
barang.<br />
Gigabit Sebenarnya<br />
Teknologi Gigabit yang<br />
sebenarnya bukanlah seperti<br />
yang ditawarkan oleh motherboard<br />
Pentium 4 atau Athlon<br />
yang dipasarkan dalam 2 tahun<br />
terakhir ini. Gigabit Controller<br />
di dalamnya tidak mendukung<br />
kinerja Gigabit secara penuh.<br />
Seperti halnya Network<br />
card, controller ini<br />
menggunakan<br />
PCI Bus yang<br />
pada prinsipnya<br />
hanya mampu mentransfer<br />
133 Mbps,<br />
padahal sebuah Gigabit<br />
Controller dapat<br />
berkomunikasi secara duplex<br />
(paralel menerima dan<br />
mengirim) dengan bandwidth<br />
sebesar 200 Mbps. Pada<br />
prakteknya, kecepatan ini memang<br />
bisa berkurang. Kemampuan<br />
PCI Bus hanya terbatas<br />
sampai 133 Mbps untuk semua<br />
perangkat PCI. Bila PCI Bus<br />
masih dibebankan dengan<br />
RAID Controller, kecepatan ini<br />
bisa menjadi setengahnya.<br />
Kinerja Penuh Dengan 64 Bit<br />
PCI<br />
Manfaat maksimal Gigabit<br />
hanya dapat diperoleh dengan<br />
menggunakan motherboard 64<br />
bit PCI, seperti yang banyak<br />
ditawarkan oleh motherboard<br />
untuk server dan Intel CSA-<br />
Controller pada motherboard<br />
ber-chipset i865 atau i875.<br />
Solusi terbaru bisa diperoleh<br />
dari PCI Express Controller, baik<br />
menggunakan Gigabit PCI<br />
Express Card ataupun onboard<br />
Gigabit. Semua solusi di atas<br />
menawarkan bandwidth yang<br />
berlebih untuk<br />
mengoptimalkan<br />
Gigabit<br />
(minimal<br />
250<br />
VNC. Di sini, server dikontrol melalui sebuah workstation atau<br />
secara langsung dari LAN melalui browser (untuk lebih<br />
lengkapnya, baca mulai halaman 108).<br />
Membangun jaringan besar memang membutuhkan investasi<br />
yang banyak, tergantung dari kebutuhan teknis dan kebutuhan<br />
khusus seperti keamanan. Selain biaya hardware jaringan, harus<br />
diperhitungkan pula biaya aplikasi untuk personal. Untuk perusahaan<br />
besar, biaya perawatan dan administrasi jangan dianggap<br />
remeh.<br />
Mbps). Network card untuk PCI<br />
Express saja sebenarnya kurang<br />
memadai. Namun,<br />
dengan SK-9E21D dari Syskonnect<br />
(www.syskonnect.com,<br />
sekitar US$ 60) kinerjanya<br />
sudah cukup lumayan. Untuk<br />
onboard Gigabit, dapat<br />
memilih motherboard ASUS<br />
P5AD2 Premium (seharga<br />
sekitar US$ 270). Motherboad<br />
Pentium 4 ini menawarkan dua<br />
PCI Express Gigabit Controller<br />
sekaligus, ditambah dengan 54<br />
bit W-LAN. Dengan feature ini,<br />
<strong>Anda</strong> bisa memasang network<br />
gateway dan network Access<br />
Point.<br />
Walaupun server sudah<br />
dilengkapi dengan hardware<br />
Gigabit, kinerja maksimalnya<br />
perlu didukung dengan<br />
workstation berteknologi 100<br />
Mbps yang terhubung dengan<br />
Gigabit switch<br />
atau 100 Mbps switch dengan<br />
uplink Gigabit (seperti 3Com<br />
3C1670108, sekitar US$ 95).<br />
Switch ini akan membagi<br />
bandwidth server ke semua<br />
workstation yang terhubung.<br />
Selain itu, lebih banyak PC<br />
dengan 100 Mbps yang dapat<br />
mengakses server secara simultan.<br />
Kinerja Gigabit ke workstation<br />
sudah dapat diperoleh<br />
dengan jaringan dengan kabel<br />
yang sudah banyak dipakai.<br />
Perangkat Gigabit bahkan bisa<br />
terhubung dengan kabel CAT5.<br />
Namun, tidak dengan teknologi<br />
duplex karena bandwidth<br />
bisa berkurang menjadi setengahnya.<br />
Untuk mendapatkan kecepatan<br />
maksimal Gigabit harus<br />
didukung dengan kabel Ethernet<br />
CAT6 atau CAT7 yang<br />
dirancang khusus untuk sinyal<br />
300 MHz atau 600 Mhz. Harga<br />
kabel Ethernet dan patch cable<br />
ini pun tergolong tidak mahal.<br />
Tertentu: Manfaat<br />
optimal Gigabit<br />
hanya bisa<br />
diperoleh dengan<br />
PCI Express pada<br />
motherboard<br />
generasi baru<br />
(seperti Asus P5AD2<br />
Premium).<br />
Berbeda dengan jaringan rumah atau jaringan kantor kecil.<br />
Selain beberapa Network card (bila motherboard tidak<br />
menyediakannya), yang dibutuhkan hanya satu atau dua<br />
distributor dan beberapa meter kabel Ethernet. Instalasi dan<br />
konfigurasi cukup mudah dan cepat. Semuanya diuraikan di sini.<br />
Dari segi biaya, jaringan kecil membutuhkan investasi sebesar<br />
Rp 200.000 sampai Rp 300.000 per workstation. Besar biaya<br />
meningkat dua kali lipat bila menggunakan teknologi Gigabit<br />
Ethernet atau Wireless LAN. Reza Wahyudi (SW)<br />
| CHIP | NETWORKING | 27
PRAKTEK Tes W-LAN<br />
Router<br />
Tes: W-LAN Router IEEE 802.11g<br />
W-LAN Kecepatan Tinggi<br />
<strong>Jaringan</strong> wireless kini semakin popular. Feature keamanannya juga telah ditingkatkan khususnya untuk<br />
pengguna profesional. Dalam tes kali ini CHIP menguji sepuluh router untuk standar W-LAN 802.11g. Selain<br />
itu ada juga tips untuk membeli card W-LAN yang tepat.<br />
k<br />
Menikmati musik MP3 di dapur dan kamar mandi, mendownload<br />
dokumen di ruang kerja, sekaligus menonton<br />
video di ruang keluarga. Semua hal tersebut dijanjikan oleh<br />
jaringan W-LAN. <strong>Anda</strong> bisa menikmati multimedia di seluruh<br />
rumah tanpa perlu instalasi kabel<br />
yang rumit. CHIP telah menguji<br />
router 10 W-LAN terbaru. Satu hal<br />
dapat langsung CHIP sampaikan:<br />
Sebagian besar router telah<br />
memenuhi janjinya dan mencapai<br />
hasil tes yang baik, walaupun tidak<br />
selalu sesuai dengan spesifikasi<br />
yang tercantum pada kemasan.<br />
Sebuah Wireless-LAN memiliki<br />
banyak standar. Oleh sebab itu,<br />
masalah dalam transfer sinyal radio<br />
berfrekuensi tinggi, serta<br />
banyaknya fungsi keamanan sangat<br />
sering ditemukan. CHIP akan<br />
menjelaskan terlebih dulu bebera-<br />
pa dasar penting sebelum membahas hasil pengujian.<br />
Standar: a, b, atau g?<br />
Standar sinyal radio untuk W-LAN ditetapkan oleh IEEE<br />
(Instiitute of Electrical and Electronical Engineers). Standar<br />
pertama yang digunakan adalah standar 802.11b dengan<br />
kecepatan nominal 11 Mbps. Dalam prakteknya, standar ini<br />
hanya mencapai angka 2-5 Mbps (setara sekitar 0,5<br />
MByte/detik) dalam kondisi ideal. Kecepatan ini hanya cukup<br />
untuk browsing atau playback file MP3.<br />
Sekarang ini, tersedia standar 802.11g yang resminya<br />
menjanjikan kecepatan 54 Mbps. Dalam prakteknya, standar ini<br />
k ISI CD<br />
k Melacak W-LAN Dengan freeware Network Stumbler,<br />
<strong>Anda</strong> dapat menguji kekuatan sinyal jaringan <strong>Anda</strong> dan<br />
melacak W-LAN lain yang mungkin mengganggu.<br />
k W-LAN Speedometer Freeware NetIQ mensimulasi<br />
transfer data dalam jaringan dan menunjukkan<br />
kecepatan. Sangat ideal untuk menemukan tempat<br />
terbaik bagi Access Point <strong>Anda</strong>.<br />
28 | CHIP | NETWORKING<br />
GELOMBANG RADIO DATA<br />
Dengan W-LAN<br />
menembus dinding<br />
Mengatasi tembok dan penghalang gelombang<br />
radio lainnya merupakan suatu tantangan bagi<br />
setiap router W-LAN. Kualitasnya tampak dalam<br />
kemampuan mengkompensasi penurunan signal<br />
dan pada kecepatan maksimum yang dimungkinkan<br />
dalam kondisi yang kurang menguntungkan.<br />
Dengan sebuah metoda tes yang canggih,<br />
CHIP menguji bagaimana router menjalankan<br />
tugasnya.<br />
menjanjikan kecepatan sekitar 20 Mbps (setara sekitar 2,5<br />
MByte/detik). Dengan kecepatan ini, film dalam kualitas DVD<br />
sudah dapat ditransfer dengan baik. Sebagai perbandingan, Fast<br />
Ethernet yang terikat kabel memiliki kecepatan resmi 100 Mbps,<br />
dan mencapai kecepatan maksimal<br />
8 MByte/detik dalam praktek.<br />
Standar b maupun g menggunakan<br />
frekuensi 2,4-2,5 GHz<br />
yang memiliki karakteristik sangat<br />
khusus. Semua material yang<br />
mengandung air akan menyerap<br />
energi dan merampas energi dari<br />
gelombang elektromagnetik. Oven<br />
microwave yang umumnya menggunakan<br />
frekuensi 2,45 GHz memanfaatkan<br />
efek ini untuk memanaskan<br />
makanan, sehingga dapat<br />
mengganggu jaringan W-LAN.<br />
Dinding yang lembab juga menjadi<br />
blokade yang sangat sulit ditembus<br />
oleh gelombang W-LAN.<br />
Banyak negara juga membatasi kekuatan sinyal yang dikirim<br />
untuk W-LAN b atau g hingga 100 miliwatt saja. Sebaliknya<br />
ponsel dan telepon DECT boleh mengirim sinyal hingga 2 Watt.<br />
Namun, jaringan W-LAN menyediakan 13 band antara 2,4<br />
hingga 2,5 GHz. Penggunaan banyak saluran memungkinkan<br />
pengalihan saluran bila ada masalah pada salah satu saluran.<br />
Sebagai perbandingan, di AS hanya tersedia 11 saluran,<br />
sedangkan di Prancis hanya 8 saluran.<br />
Perlengkapan dasar: DSL atau ISDN?<br />
Kebebasan tanpa kabel dapat <strong>Anda</strong> awali dengan sebuah<br />
Access Point (AP) dan sebuah network card, yang mendukung<br />
setidaknya sebuah standar W-LAN yang sama. Access Point<br />
adalah sebuah titik sentral yang harus dilalui untuk<br />
berkomunikasi (mirip dengan hub/switch pada jaringan kabel).<br />
Access Point juga kadang berisi sebuah router yang membangun<br />
sebuah struktur jaringan sederhana dan melindunginya dengan<br />
sebuah firewall. Umumnya, router ini memiliki sebuah switch<br />
terintegrasi dengan port Ethernet. Switch ini selalu<br />
mengarahkan arus data secara tepat ke PC tujuan.
Router W-LAN yang diuji menyediakan akses Internet<br />
melalui DSL karena mendukung protokol PPPoE (Point-to-<br />
Point Protocol over Ethernet) dan PPTP (Point-to-Point<br />
Transfer Protocol). Kombinasi Access Point dan router DSL kini<br />
bisa diperoleh dengan harga sangat murah. Pemenang tes kali ini<br />
harganya di bawah US$ 80, sementara card untuk client yang<br />
berbentuk PCMCIA atau PCI bisa dibeli dengan harga mulai<br />
US$ 50.<br />
Solusi ISDN atau modem sebaliknya berharga US$ 50 sampai<br />
US$ 100 lebih mahal. Masalahnya, router khusus yang<br />
digunakan harus memiliki sekurangnya satu port serial untuk<br />
adaptor terminal ISDN atau modem analog. Namun, bisa juga<br />
digunakan perangkat kombinasi router dan Access Point.<br />
Kelebihannya adalah Access Point dapat ditempatkan pada<br />
posisi strategis untuk mengirim sinyal, sementara router bisa<br />
tetap berada di dekat modem.<br />
Di mana menempatkan Access Point?<br />
Pada dasarnya berlaku aturan bahwa Router atau Access<br />
Point tidak boleh berada di dekat saluran atau kabel-kabel<br />
listrik. Semakin dekat antena dengan halangan yang menutupi,<br />
semakin besar sudut bukaan "bayangan"' yang terbentuk di<br />
baliknya. Dinding gips dan telepon DECT juga menjadi benda<br />
penghalang yang harus diperhatikan.<br />
Bila <strong>Anda</strong> membutuhkan arah sinyal horizontal, misalnya<br />
untuk apartemen, sebaiknya tempatkan antena secara vertikal.<br />
Sebaliknya untuk rumah bertingkat banyak biasanya dicapai<br />
hasil yang lebih baik dengan antena horizontal. Tidak ada yang<br />
bisa menjamin akurasi penempatan, sehingga metode terbaik<br />
adalah mencobanya. Namun, teknik "asal mencoba" tidak<br />
berlaku untuk <strong>Anda</strong> yang ingin membeli sebuah router W-LAN.<br />
Di sinilah tes perbandingan CHIP akan membantu <strong>Anda</strong>.<br />
Banyak router baru dipasarkan sejak standar 802.11g<br />
ditetapkan tahun lalu. Pengguna akan mendapat manfaat ganda<br />
yaitu semakin banyaknya pilihan dan harga yang turun drastis.<br />
Sebuah Router "G" hampir tidak lebih mahal dibanding<br />
perangkat lebih lambat (standar lama 802.11b).<br />
CHIP telah menjalankan tes kinerja untuk 10 router W-LAN<br />
standar g terbaru. Dua di antaranya juga mendukung mode<br />
Turbo dengan kecepatan transfer nominal sekitar 100 Mbps.<br />
Modus Turbo adalah solusi khusus dari US-Robotics dan Trust,<br />
yang hingga kini belum diakui oleh IEEE ataupun asosiasi<br />
tandingan Wi-Fi. Karena itu, hasil pengukuran Turbo tidak<br />
dimasukkan ke dalam penilaian.<br />
Frekuensi tinggi: Perubahan kecil, efeknya besar<br />
Kepak sayap seekor kupu-kupu dapat menyebabkan<br />
timbulnya badai. Demikian pula pada transfer W-LAN berbasis<br />
HF (High Frequency). Sebuah perubahan kecil bisa<br />
menimbulkan efek yang besar. Bila transfer dalam sebuah<br />
rumah bisa mencapai hingga ke bawah atap, belum tentu<br />
CARD W-LAN YANG TEPAT<br />
Card untuk setiap kebutuhan<br />
Router W-LAN memang merupakan<br />
komponen terpenting<br />
sebuah W-LAN. Akan tetapi,<br />
tanpa PC/PCI card sebagai<br />
"mitra" di sisi client, maka tidak<br />
ada koneksi yang dapat<br />
dibangun. CHIP mengungkap<br />
apa yang perlu diperhatikan<br />
dalam memilih sebuah card W-<br />
LAN.<br />
Standar: b dengan g<br />
Dalam menginstalasi router<br />
dan card dengan standar yang<br />
sama, <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />
perangkat dari berbagai<br />
produsen. Perangkatperangkat<br />
tersebut dapat bekerja<br />
sama tanpa masalah.<br />
<strong>Anda</strong> juga dapat meninggalkan<br />
standar b dan menggunakan<br />
kombinasi perangkat<br />
b dan g, tetapi tentu dengan<br />
mengorbankan performa. Sebaliknya,<br />
perangkat standar a<br />
tidak dapat dikombinasikan<br />
dengan perangkat standar b<br />
atau g. Namun, dalam mengkombinasikan<br />
router dan card,<br />
keduanya harus mendukung<br />
fungsi khusus yang sama<br />
seperti WEP dan WPA.<br />
Kecepatan: Turbo atau tidak?<br />
Bila memilih standar g, maka<br />
<strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />
teknologi peningkatan kecepatan<br />
khusus. Kelemahannya<br />
adalah teknik ini akan memaksa<br />
pengguna menggunakan<br />
product tertentu. Soalnya,<br />
tidak ada yang bisa menjamin<br />
teknik ini bekerja untuk produk<br />
lain. Selain itu, card dan router<br />
harus dipaksa untuk operasi<br />
pada kecepatan 108<br />
Mbit/detik (mode Turbo-nya<br />
harus diaktifkan).<br />
Security: WPA menggantikan<br />
WEP<br />
Cara lain untuk mengikat<br />
pengguna pada produsen<br />
tertentu adalah dengan peningkatan<br />
algoritma enkripsi.<br />
Proses standar WEP dengan<br />
40/64 atau 102/128 sebenarnya<br />
tidak menyediakan cukup<br />
keamanan untuk aplikasi serius.<br />
Karena itu, Wi-Fi Alliance<br />
telah menetapkan WPA yang<br />
lebih baik. Di sisi lain, produsen<br />
meningkatkan enkripsi WEP<br />
menjadi 152 dan 256 bit. Akan<br />
tetapi, WEP di atas 128 bit<br />
hanya didukung oleh perangkat<br />
keluaran produsen<br />
tertentu. Jadi, lebih baik<br />
beralih ke WPA yang akan<br />
menjadi standar di masa<br />
depan.<br />
Penerimaan: Adaptor W-LAN<br />
USB<br />
PCMCIA Card biasanya untuk<br />
notebook, sedangkan PCI card<br />
biasanya untuk PC. Namun,<br />
ada alasan bagus untuk<br />
memilih sebuah adaptor USB.<br />
Ia dapat digunakan untuk PC<br />
ataupun notebook.<br />
Solusi: Antena tambahan<br />
PCI card biasanya memiliki<br />
port antena SMA-RP yang<br />
kompatibel untuk antena lain.<br />
Namun, biasanya antena<br />
dilengkapi dengan port SMA,<br />
sehingga tidak memerlukan<br />
adaptor atau kabel khusus.<br />
A/B/G-PC-CARD dari<br />
3COM: Antena yang<br />
futuristik (kelabu hitam)<br />
akan menonaktifkan<br />
signal bila<br />
dimasukkan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 29
PRAKTEK Tes W-LAN Router<br />
SICHERHHEIT demikian dengan rumah Sichere di sebelahnya. E-Mail Perubahan konstruksi<br />
terkecil bisa menyebabkan jangkauan turun drastis atau malah<br />
bertambah.<br />
Beberapa tes router menggunakan pengukuran jangkauan<br />
dalam apartemen atau kantor yang dipilih secara acak, sehingga<br />
hasilnya kurang tegas. CHIP menggunakan sebuah proses baru<br />
yang distandardisasi untuk mengukur kemampuan sebuah<br />
router menembus berbagai jenis material bangunan. Proses ini<br />
dapat diulang di bawah kondisi yang ditetapkan dengan rinci.<br />
Konsep tes memanfaatkan karakteristik khusus gelombang<br />
W-LAN yang melihat dari sudut pandang sebuah gelombang<br />
elektromagnetik sekitar 2,4 GHz. Susunan kristal padat,<br />
terutama logam dan air akan sulit ditembus. Elemen lain<br />
selebihnya hampir bukan merupakan halangan.<br />
Akibat dari konsep ini maka konstruksi padat yang umum<br />
untuk bangunan kantor akan menurunkan jangkauan router<br />
secara drastis. Dinding-dinding pemisah biasanya berisi<br />
material logam dan dilapis dengan pelat karton gips. Gips<br />
menyerap kelembapan dari sekelilingnya dan dengan demikian<br />
juga menjadi penghalang.<br />
Konstruksi pengukuran:W-LAN dalam tes jangkauan<br />
Konstruksi pengukuran CHIP menghadapkan router pada<br />
kedua jenis penghalang utamanya. Di antara peserta tes dan<br />
sebuah antena patch keluaran Huber dan Suhner, CHIP<br />
menempatkan dua penghalang yaitu sebuah dinding yang dapat<br />
dibandingkan dengan konstruksi bangunan dan selembar<br />
logam berlapis seng. CHIP mengukur arus data setelah melewati<br />
penghalang tersebut.<br />
Beberapa langkah sekaligus menjamin sinyal tidak berbelok<br />
dan direfleksikan oleh ruangan ke tujuan. Konstruksi<br />
pengukuran diisolasi dalam dua buah kotak secara berlapis<br />
(karton gips dan lembar aluminium). Arah antena patch yang<br />
jelas dan sebuah komponen peredam akan mereduksi pancaran<br />
gelombang sisa hingga mencapai batas minimum yang dapat<br />
diabaikan.<br />
Pada antena dihubungkan secara bergantian dua buah PCI<br />
card dengan chipset berbeda untuk menetralisasi pengaruh chip<br />
pada hasil pengukuran.<br />
YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG ANTENA<br />
Mengirim sinyal: Antena omni atau patch?<br />
Karakteristik sebuah antena<br />
omni (standar pada router biasa)<br />
dapat dibayangkan sebagai<br />
balon udara yang agak digepengkan.<br />
Bentuk lain seperti antena<br />
jenis patch akan memiliki<br />
arah yang jelas, sehingga<br />
kepekaan dan kekuatan signal<br />
meningkat pada sudut tertentu.<br />
30 | CHIP | NETWORKING<br />
Antena omni adalah pilihan<br />
pertama untuk pengiriman ke<br />
segala arah, sementara antena<br />
jenis patch lebih tepat bila sebuah<br />
penghalang tidak dapat<br />
diatasi dengan kekuatan transmisi<br />
dari router. Penggunaannya<br />
tentu tergantung kondisi<br />
lingkungan di sekitar <strong>Anda</strong>.<br />
Access Point: IQ Penting<br />
Untuk memungkinkan jangkauan dan kecepatan yang<br />
tinggi, Access Point yang terintegrasi dalam router harus<br />
mampu mengkompensasi penurunan kekuatan sinyal<br />
Antena Omni<br />
k PEMENANG TES<br />
SMC Barricade G 2804WBR V.2<br />
NILAI TOTAL<br />
HARGA/KINERJA Sangat Baik<br />
HARGA sekitar US$ 70<br />
INFO www.smc.com<br />
+<br />
+<br />
+<br />
+<br />
Kinerja sangat baik<br />
SPI Firewall<br />
Mendukung WPA<br />
Menu konfigurasi mudah<br />
- Kinerja AP biasa<br />
Aman, murah, dan berkinerja tinggi<br />
Nilai terbaik untuk fungsi<br />
router dan aspek keamanan<br />
mengantarnya ke posisi teratas.<br />
Selain itu, ia juga<br />
merupakan salah satu router<br />
termurah, sehingga sekaligus<br />
merupakan peraih CHIP<br />
Tip-Value.<br />
Dalam aspek keamanan, ia<br />
mengalahkan semua peserta<br />
tes dengan SPI Firewall dan<br />
enkripsi WPA yang saat ini<br />
paling aman dan mudah<br />
dikonfigurasi. Ia juga<br />
menyediakan kemungkinan<br />
konfigurasi untuk setiap kebutuhan<br />
aplikasi. Dengan port<br />
sharing yang nyaman, maka<br />
ia sangat tepat untuk filesharing<br />
dan game online.<br />
Nilai Access Pointnya memang<br />
bukan yang terbaik,<br />
tetapi ini terkompensasi sepenuhnya<br />
dengan sebuah<br />
antena alternatif.<br />
Kecepatan maksimalnya<br />
agak kurang pada transfer<br />
data, namun ia mampu<br />
mempertahankan koneksi di<br />
bawah kondisi yang cukup<br />
sulit. Suatu hal yang sangat<br />
positif untuk sebuah Access<br />
Point.<br />
Dengan harga hanya sekitar<br />
US$ 80, ia hanya setengah<br />
dari harga perangkat lain.<br />
Oleh karena itu CHIP juga<br />
memilihnya sebagai peraih<br />
CHIP Tip Value dalam tes<br />
perbandingan kali ini.<br />
Antene Patch
akibat faktor ruangan dengan pintar. Strategi yang tepat antara<br />
lain adalah dalam memilih dan mengganti saluran transfer serta<br />
kemampuan menemukan kecepatan transfer yang optimal.<br />
Dalam konstruksi tes, CHIP menempatkan Access Point<br />
sedemikian rupa sehingga ia harus mengerahkan seluruh<br />
"kecerdasannya" untuk mempertahankan koneksi. Nilai ratarata<br />
dari enam pengukuran kecepatan transfer dalam berbagai<br />
kondisi (untuk kedua PCI card masing-masing tanpa dan<br />
dengan dinding pemisah) menghasilkan nilai "IQ" atau<br />
"kecerdasan" dari Access Point.<br />
Nilai antara 2,38 dan 1,68 yang didapat di bawah situasi<br />
ekstrem lebih dapat diandalkan dan dibandingkan dengan<br />
pengukuran di dalam gedung. Bedanya, kondisi di lab dapat<br />
ditentukan dan dikendalikan dengan tepat. Keandalan hasil<br />
pengukuran dibuktikan dengan beberapa pengukuran di<br />
lapangan. Router Netgear dengan Access Point terbaik (2,38<br />
MByte/detik) berhasil menembus tiga lantai beton berikut<br />
karpet tanpa masalah. Sebaliknya, Longshine (1,89 MByte<br />
/detik) kesulitan mempertahankan koneksi.<br />
Keamanan: Firewall dan WPA<br />
Feature keamanan terpenting sebuah router W-LAN adalah<br />
fungsi firewall serta proses identifikasi dan enkripsi yang efektif.<br />
Teknik terbaru yang sering disebut sebagai Stateful Packet<br />
Inspection (SPI) Firewall yang mampu mengenali apakah<br />
sebuah paket data berisi kode jahat atau tidak. Firewall jenis ini<br />
juga tidak membutuhkan banyak konfigurasi seperti firewall<br />
umumnya. Hanya router dari Longshine, Allnet, dan Pearl yang<br />
tidak menggunakan solusi nyaman ini.<br />
Selain itu router W-LAN harus mampu memproteksi koneksi<br />
setidaknya dengan enkripsi WEP. Semua router dalam<br />
pengujian dapat melakukannya dengan 104 bit (WEP 128).<br />
Alternatif yang lebih baik karena lebih aman adalah WPA<br />
(dimiliki oleh router dari SMC, US-Robotics, Trust, dan<br />
Linksys).<br />
Router: Pengaturan lalu-lintas<br />
Bila sebuah router W-LAN digunakan sebagai pusat jaringan,<br />
maka ia akan menentukan struktur dan karakter jaringan. Game<br />
online misalnya menuntut akses cepat tanpa hambatan ke<br />
k TESTLAB |k BOBOT PENILAIAN CHIP<br />
Cara CHIP Menguji Router W-LAN<br />
Router W-LAN tidak hanya harus<br />
dapat mengirim sinyal dengan<br />
cepat dan jarak yang jauh, tetapi<br />
ia juga harus aman dan memiliki<br />
perlengkapan yang baik. CHIP<br />
menguji empat aspek utama<br />
operasi router.<br />
Access Point (40%)<br />
CHIP menguji kualitas Access<br />
Point dengan sebuah konstruksi<br />
khusus yang mengukur efek<br />
berbagai material bangunan<br />
pada kecepatan transfer di<br />
bawah kondisi yang ditetapkan<br />
secara rinci. Konstruksi ini<br />
memaksa Access Point untuk<br />
bereaksi seperti mengubah<br />
kecepatan atau mengganti<br />
saluran, serta menguji kemampuannya<br />
untuk mempertahankan<br />
koneksi di bawah kondisi<br />
sulit. Hasil tes akan dibandingkan<br />
dengan pengukuran<br />
praktis di lapangan.<br />
Keamanan (30%)<br />
Semua fungsi yang dapat digu-<br />
TERBUKA: Kedua bagian<br />
kotak pengukur yang<br />
terbuat dari berbagai<br />
material bangunan berisi<br />
router (kiri) dan antena<br />
khusus (kanan). Di antara<br />
keduanya diselipkan<br />
dinding pemisah.<br />
nakan router untuk melindungi<br />
jaringan akan termasuk di sini.<br />
Metode Stateful Packet Inspection<br />
(SPI) firewall merupakan<br />
salah satu komponen<br />
terpenting. Proses identifikasi<br />
dan enkripsi berdasarkan WEP,<br />
WPA dan 802.1x juga mendapatkan<br />
poin.<br />
Router (20%)<br />
Kompetensi inti sebuah router<br />
adalah membagi paket TCP/IP<br />
berdasarkan aturan tertentu.<br />
Semakin rinci aturan dapat<br />
ditetapkan dalam sebuah<br />
router, maka semakin banyak<br />
poin yang didapat dalam tes.<br />
Perlengkapan (10%)<br />
Antena dan ports juga merupakan<br />
bagian dari perlengkapan.<br />
Berbagai standar yang didukung<br />
dan dokumentasi juga termasuk<br />
di sini. Buku panduan yang<br />
dibuat dengan baik tentunya<br />
akan mendapatkan poin<br />
tambahan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 31
PRAKTEK Tes W-LAN Router<br />
Internet agar dapat bertukar data secepat mungkin. Untuk itu,<br />
router harus memiliki fungsi Port Forwarding atau varian yang<br />
lebih canggih yaitu Virtual Server.<br />
Sebuah alternatif adalah instalasi De-Militerized Zone<br />
(DMZ). Sebuah PC dalam DMZ sepenuhnya mendapat akses<br />
bebas hambatan ke Internet. Pada router SMC, <strong>Anda</strong> bisa<br />
memasukkan beberapa PC ke dalam zona ini, tentunya dengan<br />
mengorbankan sebagian keamanan yang ditawarkan sebuah<br />
firewall. Tabel berisi feature keamanan dan router terpenting<br />
peserta tes <strong>Anda</strong> temukan di bawah ini.<br />
Perlengkapan: Port dan buku panduan<br />
Setiap peserta tes menyediakan sebuah switch empat port dan<br />
sebuah WAN-port untuk modem DSL. Kecuali Allnet, semua<br />
dilengkapi dengan dua antena. Bila yang terlihat hanya satu,<br />
biasanya antena yang lain berada dalam casing. Walaupun hanya<br />
memiliki satu antena, router dari Allnet termasuk yang terbaik<br />
berkat kualitas chipset dari Marvell.<br />
Dokumentasi juga biasa perlu banyak penambahan. Saran<br />
penempatan antena atau peringatan umumnya tidak diberikan.<br />
Sebagian besar buku panduan hanya menggunakan bahasa<br />
Inggris. Alamat IP router yang telah ditetapkan (diperlukan agar<br />
router dapat diakses oleh browser) dan akses data untuk menu<br />
konfigurasi dengan password sering kali ditempatkan tersembunyi.<br />
TABEL<br />
W-LAN-Router<br />
Router W-LAN<br />
Harga (sekitar)<br />
Nilai total<br />
Access Point (40%)<br />
Keamanan (30%)<br />
Router (20%)<br />
Perlengkapan (10%)<br />
Harga/Kinerja<br />
Kesimpulan<br />
32 | CHIP | NETWORKING<br />
SMC Barricade<br />
G 2804WBR V.2<br />
US$ 70<br />
96<br />
Nilai 0 50 100<br />
93<br />
100<br />
100<br />
90<br />
sangat baik<br />
Performa seimbang dan<br />
bagus, harga murah.<br />
KESIMPULAN<br />
Dalam tes, CHIP memberi<br />
tantangan yang cukup berat<br />
bagi semua router W-LAN<br />
yang diujikan. Untungnya<br />
perangkat baru dengan<br />
standar g sudah cukup matang,<br />
sehingga kebanyakan<br />
router bisa lulus tes stamina<br />
dengan baik atau bahkan<br />
sangat baik. Pemenang tes<br />
dari SMC hampir tidak menunjukkan<br />
kelemahan. Selain<br />
itu, ia juga murah sehingga<br />
bisa sekaligus mendapatkan<br />
CHIP Tip Value.<br />
Dalam praktek di lapangan,<br />
router dari Netgear<br />
terbukti mencapai jangkauan<br />
yang mengesankan. Hal<br />
ini tidak mengejutkan<br />
karena nilai-nilainya juga<br />
sangat baik ketika dilakukan<br />
pengujian simulasi di dalam<br />
lab CHIP. Hal ini cukup membuktikan<br />
jika simulasi lab<br />
1 2<br />
Netgear<br />
WGR614v2<br />
US$ 76<br />
93<br />
Nilai 0 50 100<br />
US Robotics<br />
Wireless Turbo<br />
yang dilakukan CHIP bisa<br />
memberikan gambaran dalam<br />
penggunaan di dunia<br />
nyata.<br />
Router dari Belkin tampaknya<br />
memberikan perhatian<br />
ekstra pada dokumentasi<br />
dan akses konfigurasi<br />
yang mudah.<br />
Pembeli akan mengapresiasi<br />
kelebihan yang ditawarkan<br />
Belkin ini, khususnya<br />
saat proses instalasi dan<br />
konfigurasi. Boleh dikatakan<br />
ia sangat cocok untuk <strong>Anda</strong><br />
yang tidak ingin melakukan<br />
banyak eksperimen. Namun,<br />
router ini agak peka terhadap<br />
gangguan. Jadi, jika<br />
tempat <strong>Anda</strong> memiliki<br />
cukup banyak penghalang,<br />
tampaknya router Belkin ini<br />
agak sedikit kesulitan untuk<br />
memberikan kinerja<br />
maksimalnya.<br />
Trust Speed-<br />
Share Turbo Pro<br />
US$ 49<br />
88<br />
Nilai 0 50 100<br />
98<br />
84<br />
74<br />
90<br />
baik<br />
Performa transfer sangat<br />
stabil dengan option<br />
mode turbo.<br />
Perlengkapan dan hasil pengukuran<br />
Standar (802.11x)/Akselerator<br />
11b, 11g/–<br />
11b, 11g/–<br />
11b, 11g/100 Mbps 11b, 11g/ 108 Mbps<br />
Chip radio<br />
Conexant<br />
Atheros<br />
Texas Instruments Atheros<br />
Antena (internal/eksternal/port): terpasang permanen 0/2/SMA-RP<br />
1/1/terpasang<br />
0/2/SMA-RP<br />
1/1/SMA-RP<br />
Port LAN/WAN<br />
4/1<br />
4/1<br />
4/1<br />
4/1<br />
Kecepatan transfer rata-rata*<br />
2.203 KByte/s<br />
2.377 KByte/s<br />
2.274 KByte/s<br />
2.334 KByte/s<br />
Kecepatan transfer minimal/ maksimal*<br />
1.654/2.579 KByte/s 1.614/2.894 KByte/s 1.521/2.858 KByte/s 102/2.936 KByte/s<br />
* berkaitan dengan struktur tes CHIP memberikan penilaian dalam bentuk poin: 100–90 Poin = 5 Kotak, 89–75 = 4 Kotak, 74–60 = 3 Kotak, 59–45 = 2 Kotak, 44–20 = 1 Kotak, 19–0 = 0 Kotak<br />
100<br />
90<br />
90<br />
80<br />
baik<br />
Jangkauan sangat jauh,<br />
paket keamanan baik.<br />
US$ 132<br />
90<br />
Nilai 0 50 100<br />
96<br />
90<br />
71<br />
100<br />
memuaskan<br />
Keamanan tinggi dengan<br />
enkripsi WPA, option<br />
mode turbo.<br />
3 4
TABEL<br />
Fungsi-fungsi keamanan dan router<br />
Sebuah router W-LAN harus<br />
menawarkan banyak fungsi<br />
agar jaringan <strong>Anda</strong> dapat<br />
bekerja dengan lancar dan<br />
aman.<br />
Fungsi-fungsi<br />
terpenting para<br />
peserta tes dapat<br />
<strong>Anda</strong> baca di<br />
bawah ini.<br />
1. SMC<br />
2. Netgear<br />
3. US<br />
Robotics<br />
4. Trust<br />
Allnet<br />
ALL0276<br />
US$ 79<br />
87<br />
5. Allnet<br />
6. Longshine<br />
7. Linksys<br />
8. Belkin<br />
9. D-Link<br />
Tidak Ada Ada<br />
Nilai 0 50 100<br />
99<br />
77<br />
74<br />
90<br />
baik<br />
Perangkat kompak,<br />
jangkauan sangat<br />
bagus.<br />
11b, 11g/–<br />
Marvell<br />
0/1/SMA-RP<br />
4/1<br />
2.345 KByte/s<br />
500/2.985 KByte/s<br />
SPI firewall<br />
URL blocker<br />
Longshine<br />
LCS-883R-WR-G<br />
US$ 110<br />
87<br />
Nilai 0 50 100<br />
80<br />
90<br />
97<br />
90<br />
cukup<br />
Tingkat keamanan dapat<br />
diatur secara rinci, agak<br />
rentan gangguan.<br />
11b, 11g/–<br />
Broadcom<br />
1/1/SMA-RP<br />
4/1<br />
1.893 KByte/s<br />
23/2.795 KByte/s<br />
Content filtering<br />
Enkripsi WEP >128 Bit<br />
Pemberitahuan melalui e-mail<br />
Linksys<br />
WRT54G-DE<br />
US$ 63<br />
85<br />
Nilai 0 50 100<br />
85<br />
71<br />
97<br />
100<br />
baik<br />
Perlengkapan router<br />
terbaik, tapi kinerja<br />
lemah.<br />
11b, 11g/–<br />
Broadcom<br />
0/2/HF-Koax<br />
4/1<br />
2.015 KByte/s<br />
38/2.799 KByte/s<br />
Identifikasi berdasarkan WPA<br />
Dukungan Dynamic DNS<br />
Identifikasi berdasarkan 802.1x<br />
DHCP server<br />
Belkin 54g Cable/ DSL<br />
Wireless<br />
US$ 66<br />
84<br />
Punkte 0 50 100<br />
79<br />
77<br />
97<br />
100<br />
baik<br />
Sangat mudah<br />
dikonfigurasi, agak<br />
rentan gangguan.<br />
11b, 11g/–<br />
Broadcom<br />
0/2/fest montiert<br />
4/1<br />
1.872 KByte/s<br />
25/2.617 KByte/s<br />
VPN passthrough<br />
D-Link Airplus Xtreme<br />
G+ Wire<br />
US$ 90<br />
82<br />
Nilai 0 50 100<br />
80<br />
84<br />
77<br />
100<br />
cukup<br />
Router dan kinerja tidak<br />
meyakinkan, tetapi<br />
keamanannya sangat<br />
baik.<br />
11b, 1g/–<br />
Texas Instruments<br />
1/1/SMA-RP<br />
4/1<br />
1.893 KByte/s<br />
956/2.788 KByte/s<br />
Port Forwarding/Virtual Server<br />
DMZ<br />
Web based management<br />
Backup konfigurasi pada PC<br />
5 6 7 8 9 10<br />
Pearl freecontrol PE-<br />
5570<br />
US$ 120<br />
71<br />
Nilai 0 50 100<br />
71<br />
52<br />
87<br />
100<br />
memuaskan<br />
Fungsi keamanan<br />
lemah, kecepatan<br />
transfer rendah.<br />
11b, 11g/–<br />
ADMTek<br />
1/1/SMA-RP<br />
4/1<br />
1.681 KByte/s<br />
2/2.780 KByte/s<br />
| CHIP | NETWORKING | 33
PRAKTEK Membuat <strong>Jaringan</strong><br />
Teknik Dasar Memasang Card dan Membuat <strong>Jaringan</strong><br />
<strong>Jaringan</strong> <strong>Pertama</strong> <strong>Anda</strong><br />
Langkah awal membangun jaringan sebenarnya tidak sulit. Workshop berikut ini akan memandu <strong>Anda</strong><br />
langkah demi langkah untuk memasang network card pada PC, membangun LAN, dan meng-install driver.<br />
<strong>Anda</strong> hanya perlu sebuah obeng dan kecermatan untuk melakukannya.<br />
k<br />
Konstruksi sebuah jaringan pada prinsipnya sangat<br />
sederhana. Prinsip terpenting adalah semua kabel harus<br />
diletakkan pada posisi yang aman dari gangguan. Jika<br />
memungkinkan, kabel bisa dimasukkan dalam saluran atau pipa<br />
kabel khusus.<br />
Alternatif lain adalah instalasi tertutup di bawah lapisan<br />
dinding, penggunaan end-box Ethernet, atau sebuah ruang<br />
server besar dengan patch panel. Namun, alternatif ini sebaiknya<br />
dilakukan oleh tenaga profesional. Banyak<br />
perusahaan instalasi elektronik yang<br />
mampu mengerjakan instalasi jaringan.<br />
Persiapan hardware juga harus <strong>Anda</strong><br />
lakukan pada masing-masing PC, khususnya<br />
bila tidak ada network card onboard<br />
atau <strong>Anda</strong> berencana menggunakan<br />
adapter W-LAN.<br />
1 Mempersiapkan PC<br />
<strong>Pertama</strong>, putuskan hubungan listrik PC<br />
dengan mencabut kabel power supply<br />
dari stopkontak (tidak cukup hanya<br />
mematikan PC). Selanjutnya, bukalah<br />
casing PC sehingga <strong>Anda</strong> dapat menjangkau<br />
expansion card di dalamnya. Pada<br />
casing berbentuk tower, biasanya proses<br />
ini akan lebih mudah bila <strong>Anda</strong><br />
“membaringkan” casing yang terbuka<br />
pada satu sisi. Aturlah casing sampai <strong>Anda</strong><br />
mendapatkan posisi yang dirasakan paling<br />
ideal.<br />
34 | CHIP | NETWORKING<br />
Apakah pada mainboard<br />
tersedia Ethernet onboard<br />
untuk jaringan? Bila tidak,<br />
maka <strong>Anda</strong> akan<br />
membutuhkan sebuah<br />
network card atau adapter W-<br />
LAN (USB ataupun PCI) untuk<br />
setiap PC yang ingin<br />
terkoneksi.<br />
Dua PC dalam jaringan?<br />
Sebuah hub atau switch<br />
dengan cukup banyak port<br />
harus tersedia. Pada jaringan<br />
W-LAN akan<br />
dibutuhkan Access Point atau<br />
router W-LAN.<br />
Prosedur yang sama juga kadang harus dilakukan bila <strong>Anda</strong><br />
memasang sebuah PCI card. Baik card W-LAN untuk jaringan<br />
wireless maupun Ethernet card untuk jaringan kabel biasanya<br />
membutuhkan instalasi driver terlebih dahulu.<br />
Proses yang harus <strong>Anda</strong> lakukan adalah mencari sebuah slot<br />
yang tepat untuk memasang card jenis PCI ini. Selanjutnya,<br />
<strong>Anda</strong> hanya perlu menyingkirkan pelat penutupnya dengan<br />
membuka sekrup atau jepitannya. Sebelum menyentuh network<br />
card, sebaiknya hilangkan muatan listrik<br />
CHECKLIST<br />
statis pada tubuh <strong>Anda</strong> dengan menyentuh<br />
bagian logam pada bingkai casing atau<br />
benda logam lainnya di sekitar casing.<br />
Setelah itu, <strong>Anda</strong> harus memasukkan<br />
network card ke dalam slot PCI yang<br />
kosong. Perhatikan agar penempatannya<br />
sudah tepat dan terpasang sempurna.<br />
Pastikan card sudah terpasang dengan<br />
benar pada slot yang ada. Perhatikan juga<br />
panel kontak dari card untuk sepenuhnya<br />
berada dalam slot. Setelah itu, kencangkan<br />
card dengan menggunakan sekrup dan<br />
obeng. Tutup casing dan hubungkan PC<br />
dengan stopkontak untuk mengetes perangkat<br />
yang baru saja <strong>Anda</strong> pasang<br />
hidupkan.<br />
Pada koneksi antara dua PC<br />
<strong>Anda</strong> hanya membutuhkan<br />
kabel crosslink.<br />
3 Instalasi driver<br />
Pada dasarnya ada dua pilihan untuk<br />
instalasi driver yaitu menggunakan driver<br />
network card yang sangat umum (drivernya<br />
sudah disediakan Windows) atau<br />
2 <strong>Jaringan</strong> kabel atau W-LAN: Memasang card<br />
menggunakan driver yang disertakan dalam paket penjualan<br />
network card.<br />
Hal paling mudah adalah saat menggunakan sebuah Pilihan kedua biasanya mengharuskan <strong>Anda</strong> untuk mencari<br />
adapteradaptor W-LAN eksternal. Adapter dalam casing dengan website produsen dalam buku panduan dan selanjutnya men-<br />
port USB atau pun versi PCMCIA dapat <strong>Anda</strong> hubungkan ke cari driver terbaru di Internet. Perhatikan pula versi yang tepat<br />
dalam slot yang ada ketika PC sedang beroperasi. Setelah itu, untuk Windows <strong>Anda</strong>, karena driver untuk Windows 98, Me,<br />
<strong>Anda</strong> hanya perlu memasang kabel power, bila suplai daya tidak NT, 2000, atau XP tidak bisa dipertukarkan.<br />
dilakukan melalui USB. Banyak perangkat USB (tidak hanya Bila <strong>Anda</strong> meng-install Windows pada setiap PC jaringan dan<br />
adapter W-LAN) yang membutuhkan instalasi driver sebelum versi Windows tersebut membawa driver yang tepat untuk<br />
device dipasang. Sebaiknya <strong>Anda</strong> membaca buku panduannya network card, biasanya <strong>Anda</strong> tidak perlu repot masalah driver<br />
terlebih dulu.<br />
ini. Ini karena Windows akan otomatis meng-install driver yang
tepat setelah mengenali hardware tersebut. Alternatif lain,<br />
biasanya Windows akan mengenali network card yang terpasang<br />
pada saat restart dan ia akan melakukan instalasi driver yang<br />
tepat jika memang tersedia. Bila card dikenali dengan produsen<br />
atau chipset-nya, misalnya “Realtek 8139”, kemungkinan besar<br />
Windows memiliki driver untuk itu. Sebaliknya bila tidak, <strong>Anda</strong><br />
akan mendapatkan keterangan yang umum seperti “PCI<br />
Network Adapter”.<br />
Selanjutnya, ikuti panduan pada layar monitor sesuai dengan<br />
versi Windows <strong>Anda</strong>. Masukkan CD Windows atau disket driver<br />
jika diminta. Biasanya buku panduan network card akan<br />
menginformasikan panduan untuk proses instalasi driver ini.<br />
Langkah terakhir adalah menghubungkan PC jaringan yang<br />
dijelaskan secara terpisah dalam langkah 4 dan 5 untuk jaringan<br />
kabel (a) dan jaringan nirkabel atau W-LAN (b). Dalam langkah<br />
6 akan dijelaskan langkah apa yang perlu dilakukan untuk kedua<br />
jenis koneksi tersebut.<br />
4a Penggunaan kabel twisted pair (2 PC)<br />
Menghubungkan dua buah PC dengan kabel twisted pair<br />
sangatlah mudah. Namun, untuk itu dibutuhkan kabel crosslink<br />
yang struktur dalamnya agak berbeda dengan kabel<br />
jaringan biasa. <strong>Anda</strong> bisa membuat sendiri kabel crosslink ini<br />
atau membelinya dari toko yang menjual peralatan jaringan.<br />
Selanjutnya <strong>Anda</strong> hanya perlu memasukkan kedua ujung<br />
kabel ke dalam port pada network card kedua PC. Pastikan <strong>Anda</strong><br />
tidak salah menentukan port karena card lain yang kebetulan<br />
terpasang (seperti modem ISDN) juga memiliki port sejenis.<br />
Konektor tidak mungkin dipasang terbalik, karena ia hanya<br />
bisa dimasukkan dengan arah yang benar (ada lekukan pada<br />
port dan tonjolan elastik pada konektor). Masuknya tonjolan<br />
pada port akan menghasilkan bunyi klik. Untuk mencabut<br />
konektor cukup dengan menekan terlebih dahulu tonjolan ke<br />
bawah sebelum mencabut konektor. Bila <strong>Anda</strong> menggunakan<br />
Windows 2000/XP, maka status koneksi akan ditampilkan<br />
setelah konektor dipasang. Hal ini juga berlaku untuk instalasi<br />
dengan hub dan switch.<br />
1 Langkah Aman: Cabut kabel<br />
power sebelum memulai pekerjaan.<br />
4b Koneksi W-LAN (dua PC)<br />
Bila jaringan <strong>Anda</strong> hanya terdiri atas dua PC dan <strong>Anda</strong> ingin<br />
menggunakan gelombang radio untuk koneksi (disebut Adhoc<br />
W-LAN), tidak diperlukan instalasi hardware selain W-LANadapter<br />
yang telah dijelaskan dalam langkah 2 dan 3.<br />
5a Penggunaan kabel twisted-pair (lebih dari 2 PC)<br />
Instalasi kabel twisted pair pada lebih dari dua PC tentunya<br />
memiliki cara yang agak berbeda. Untuk itu dibutuhkan sebuah<br />
“alat distribusi sinyal terpusat” yang lebih sering disebut sebagai<br />
hub/switch. Tidak masalah apakah <strong>Anda</strong> memilih sebuah hub<br />
atau switch, panduan berikut ini berlaku bagi keduanya. Hal<br />
tersebut juga berlaku bila <strong>Anda</strong> menggunakan sebuah perangkat<br />
kombinasi (router W-LAN) dengan switch (biasanya dengan 4<br />
port) dan juga Access Point (lihat langkah 5b) dan/atau sebuah<br />
DSL-router. Untuk memudahkan pembahasan dalam artikel ini,<br />
CHIP akan menggunakan kata “switch” untuk semua peralatan<br />
tersebut.<br />
<strong>Pertama</strong>, carilah sebuah tempat “sentral” untuk switch. Hal<br />
yang perlu dipertimbangkan di sini adalah jarak atau panjang<br />
setiap kabel jaringan. Ketika dioperasikan memang tidak<br />
dibutuhkan akses langsung pada switch, tetapi ada baiknya bila<br />
lampu-lampu indikatornya mudah terlihat. Selanjutnya, hubungkan<br />
switch dengan stopkontak (biasanya tersedia sebuah<br />
adapter khusus). Kadang ada juga model yang mendapat suplai<br />
daya melalui port USB dari PC. Umumnya, sebuah lampu<br />
kontrol khusus akan menandakan bahwa perangkat siap<br />
digunakan.<br />
Setelah itu, hubungkan semua PC dengan port pada switch.<br />
Nomor port tidak penting, karena dalam LAN dengan kabel<br />
twisted pair membutuhkan urutan (jadi semua port sama saja).<br />
Pengecualian ditemukan khusus untuk port yang diberi tanda<br />
“Uplink”. Port ini bukan untuk PC, melainkan untuk sebuah<br />
hub atau switch lainnya bila diperlukan. Pada switch tertentu,<br />
port uplink terintegrasi pada port biasa. Ada juga yang<br />
menambahkan sebuah sakelar kecil untuk pindah ke mode<br />
2 Harus tepat: Ketika memasang card, perhatikan agar perangkat tersebut berada<br />
lurus dalam slot dan tidak tertekuk. Setelah itu, kencangkan bautnya.<br />
| CHIP | NETWORKING | 35
PRAKTEK Membuat <strong>Jaringan</strong><br />
“Uplink” atau “Normal”. Model lain ada yang menyediakan dua<br />
port, tetapi hanya salah satu dapat digunakan (ada tanda “OR”<br />
seperti pada gambar 6).<br />
Pada jaringan yang lebih besar, ada baiknya jika <strong>Anda</strong><br />
menggunakan kabel patch warna-warni. Fungsinya adalah agar<br />
identifikasi PC dan port menjadi lebih mudah (misalnya ketika<br />
<strong>Anda</strong> harus mencari penyebab masalah). Alternatif yang lebih<br />
murah adalah dengan mencatat nomor port dan PC (bisa juga<br />
dengan menempelkan stiker pada switch). Bila PC yang<br />
terhubung aktif (dihidupkan dan dilengkapi dengan network<br />
card), lampu kontrol pada switch akan menandakan adanya<br />
koneksi. Option atau feature kontrol lainnya dapat <strong>Anda</strong> baca<br />
dalam buku panduan perangkat tersebut.<br />
Kebanyakan network card dan adapter onboard juga<br />
menyediakan lampu kontrol. Bila PC dihidupkan dan di ujung<br />
kabel lainnya terdapat sebuah perangkat jaringan (router,<br />
switch, atau PC) yang juga aktif, maka pada network card atau<br />
pada sisi belakang PC dekat motherboard akan tampak sebuah<br />
lampu kontrol hijau atau kuning. Dengan demikian, <strong>Anda</strong> dapat<br />
memeriksa, apakah hubungan kabel dan konektor di kedua<br />
pihak tidak ada masalah.<br />
Konektor RJ-45 yang digunakan pada Ethernet ini mirip<br />
konektor telepon atau ISDN. Ia dilengkapi dengan tonjolan<br />
plastik kecil yang juga menghasilkan bunyi klik pertanda<br />
pemasangan sudah benar. Tonjolan ini juga mudah patah,<br />
sehingga <strong>Anda</strong> harus berhati-hati saat melakukan instalasi.<br />
5b Koneksi W-LAN (lebih dari dua PC)<br />
Untuk membuat koneksi wireless antara lebih dari dua PC<br />
atau menghubungkan sebuah W-LAN ke jaringan kabel<br />
membutuhkan Access Point. Access Point ini bisa berupa<br />
perangkat khusus atau modul yang terintegrasi dalam sebuah<br />
perangkat kombinasi (router W-LAN). Untuk kasus kedua <strong>Anda</strong><br />
tidak perlu melakukan apa pun. Koneksi ke jaringan kabel ada<br />
4a Awas: Konektor RJ45 harus dimasukkan ke dalam port<br />
dalam network card. Jangan sampai keliru dengan port ISDN<br />
card yang bentuknya cukup mirip.<br />
36 | CHIP | NETWORKING<br />
3 Dikenali: Windows otomatis akan mengenali network<br />
card yang baru dan meminta driver yang tepat. <strong>Anda</strong> harus<br />
memasukkan CD driver yang disertakan.<br />
dalam perangkat tersebut (switch).<br />
Sebaliknya, sebuah Access Point khusus harus <strong>Anda</strong> hubungkan<br />
seperti menghubungkan sebuah PC ke switch. Bila switch<br />
atau hub ini hidup, lampu kontrol pada Access Point akan<br />
menunjukkan koneksi aktif ke jaringan.<br />
<strong>Anda</strong> juga dapat membangun jaringan murni W-LAN,<br />
sehingga tidak dibutuhkan kabel Ethernet. Bila demikian, maka<br />
tidak dibutuhkan hubungan ke switch lagi. Untuk dua atau lebih<br />
Access Point pada dasarnya tersedia dua pilihan: Bila semua<br />
Access Point terhubung pada jaringan yang sama (terdiri atas<br />
beberapa switch dan hubungan kabel), maka <strong>Anda</strong> dapat<br />
memberikan nama W-LAN (SSID) yang sama pada konfigurasi<br />
semua Access Point. Client otomatis melapor pada Access Point<br />
terdekat.<br />
Sebaliknya, bila <strong>Anda</strong> ingin menghubungkan dua jaringan<br />
Ethernet melalui radio, misalnya antara divisi yang satu dengan<br />
yang lain di tingkat atau gedung yang berbeda, maka modus<br />
Point-to-Point-Bridge atau Access Point Bridge merupakan<br />
6 Bervariasi: Port Uplink digunakan menambahkan<br />
sebuah hub atau switch lainnya. Perangkat dalam gambar di<br />
atas memiliki port khusus untuk itu.
mode yang harus <strong>Anda</strong> pilih. Pada setiap jaringan akan<br />
dihubungkan sebuah Access Point yang dikonfigurasi pada<br />
mode Bridge. Client tidak dapat langsung berhubungan dengan<br />
Access Point, karena di sini Access Point hanya berfungsi sebagai<br />
“gateway” (seperti kabel perpanjangan) antar-LAN yang satu<br />
dengan LAN yang lain.<br />
Bila memungkinkan, letakkan Access Point atau router W-<br />
LAN dekat PC client. Bila <strong>Anda</strong> kemudian mendapat masalah<br />
ketika meng-install client maka dapat dipastikan bahwa hal<br />
tersebut bukan disebabkan oleh jarak atau halangan. Bila pada<br />
jarak agak jauh atau yang terpisah oleh dinding timbul masalah<br />
komunikasi (kecepatan rendah, koneksi terputus-putus, atau<br />
bahkan terputus sama sekali), maka cobalah untuk mengatur<br />
arah antena pada Access Point atau router. Bila memungkinkan<br />
pengaturan antena juga harus <strong>Anda</strong> lakukan pada adapter W-<br />
LAN.<br />
Antena W-LAN eksternal dapat meningkatkan jangkauan<br />
sampai beberapa kali lipat. Caranya cukup sederhana, yaitu<br />
<strong>Anda</strong> cukup mengganti antena pada salah satu sisi (sebaiknya<br />
pada Access Point). Biasanya software Access Point atau router<br />
menyediakan fasilitas untuk mengukur kekuatan sinyal. Hal ini<br />
sangat bermanfaat untuk mencari arah antena yang tepat. Tool<br />
freeware NetStumbler (www.netstumbler.com) menawarkan<br />
fungsi ini.<br />
6 Memperluas jaringan<br />
Cepat atau lambat, <strong>Anda</strong> mungkin akan perlu menambahkan<br />
sebuah PC atau perangkat lain (router atau print server) ke<br />
dalam jaringan. Bertolak dari cara 4a dan 4b, maka langkah yang<br />
perlu dilakukan adalah sebagai berikut.<br />
KNOW-HOW<br />
Langkah 4a: Kini <strong>Anda</strong> harus menggunakan sebuah hub atau<br />
switch. Kabel crosslink tidak dapat lagi <strong>Anda</strong> gunakan. <strong>Anda</strong><br />
harus menandai kabel crosslink dengan spidol atau stiker.<br />
Sehingga <strong>Anda</strong> bisa tidak keliru menganggapnya sebagai kabel<br />
biasa.<br />
Bila jaringan twisted pair <strong>Anda</strong> sudah terdiri dari lebih dari<br />
dua PC, maka tergantung apakah masih ada port yang dapat<br />
digunakan pada switch. Bila ya, hubungkan saja PC baru ke port<br />
yang kosong. Jangan menggunakan port uplink, karena port<br />
tersebut hanya untuk sebuah hub atau switch lain. Bila tidak ada<br />
port tersisa, maka hanya ada dua pilihan yaitu mengganti switch<br />
dengan yang lebih besar, atau gunakan sebuah switch kedua.<br />
Switch kedua ini tidak harus satu merek atau tipe, asalkan kecepatannya<br />
sama (10 atau 100 MBps).<br />
Jangan sekali-sekali menghubungkan hub dengan switch,<br />
karena jika bisa sekalipun <strong>Anda</strong> akan kehilangan kecepatan<br />
switch yang lebih tinggi. Hubungkan port uplink switch<br />
pertama dengan port biasa pada switch kedua. Jangan pernah<br />
menghubungkan port uplink dengan uplink. Bila tidak tersedia<br />
port uplink, maka coba hubungkan port biasa dengan port biasa<br />
dengan kabel crosslink.<br />
Langkah 4b: <strong>Anda</strong> tidak perlu mengubah apa pun pada Access<br />
Point, karena umumnya sebuah Access Point bisa mendukung<br />
ratusan koneksi sekaligus. Pada PC baru <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />
meng-install sebuah adapter W-LAN, meng-install driver-nya,<br />
dan mendaftarkan PC pada Access Point.<br />
Dari sisi hardware, jaringan seharusnya <strong>Anda</strong> sudah siap.<br />
Kini <strong>Anda</strong> tinggal menikmati kemudahan berbagai file atau<br />
perangkat dengan menggunakan jaringan kabel ataupun<br />
jaringan wireless yang baru saja <strong>Anda</strong> buat.<br />
Memasang kabel dengan benar dalam jaringan besar<br />
Bila <strong>Anda</strong> melakukan instalasi<br />
kabel jaringan baru, maka<br />
gunakanlah kabel tipe CAT5<br />
“twisted pair”. Pada kabel jenis ini<br />
terdapat 4 pasang kabel yang<br />
terbungkus untuk menghindari<br />
noise atau interferensi elektromagnetis.<br />
Kabel ini berujung<br />
pada konektor RJ45.<br />
Menggunakan kabel yang ada:<br />
Pada banyak rumah atau apartemen<br />
umumnya sudah terdapat<br />
instalasi kabel yang dapat<br />
dimanfaatkan. Bila <strong>Anda</strong> tidak<br />
ingin memasang instalasi kabel<br />
baru karena alasan biaya atau<br />
estetika, gunakanlah kabel telepon.<br />
Buka kotak telepon sam-<br />
bungan paralel. Bila <strong>Anda</strong><br />
beruntung, <strong>Anda</strong> akan menemukan<br />
tampak kabel 8 pin yang<br />
terbungkus foil. CHIP telah<br />
mencobanya dengan hasil dapat<br />
digunakan hingga 10 m seperti<br />
kabel CAT5 biasa.<br />
Bila <strong>Anda</strong> tidak menemukan<br />
kabel semacam itu, gunakan W-<br />
LAN atau pasang instalasi kabel<br />
baru. Dengan sedikit keterampilan,<br />
<strong>Anda</strong> akan mampu melakukannya.<br />
Memperhatikan panjang maksimal:<br />
Solusi yang terbukti tepat<br />
untuk jaringan kecil adalah<br />
menggunakan hanya 1 kabel dari<br />
ruang ke ruang dan setiap ruang<br />
dilengkapi dengan sebuah<br />
switch. Pada umumnya seorang<br />
profesional akan memasang<br />
kabel di bawah lapisan penutup<br />
dinding dengan sebuah patch<br />
panel pada setiap meja kerja.<br />
Masalahnya, akses yang sulit ke<br />
dalam kotak, akan mempersulit<br />
jika terjadi masalah.<br />
<strong>Anda</strong> juga harus memperhatikan<br />
panjang maksimal kabel.<br />
Dalam sebuah segmen jaringan,<br />
antara PC dengan hub atau hub<br />
dengan hub hanya boleh ada<br />
kabel sepanjang maksimal 100<br />
meter.<br />
Mudah<br />
Diingat:<br />
Pada 10BaseT<br />
dan 100BaseT<br />
hanya<br />
pasangan<br />
kawat 2 dan 3<br />
yang<br />
digunakan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 37
PRAKTEK OS <strong>Jaringan</strong><br />
Sistem Operasi yang Tepat Untuk <strong>Jaringan</strong><br />
Bukan Masalah Selera<br />
Windows, Linux, atau Macintosh sebagai server? Sistem operasi yang sesuai untuk jaringan sebenarnya<br />
bukan ditentukan oleh faktor selera, melainkan dilihat dari fungsi, harga, dan tujuan pemakaian server.<br />
Artikel ini menguraikan kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem operasi.<br />
k<br />
Masalah sistem operasi yang tepat untuk jaringan<br />
sebenarnya bukan terletak pada fanatisme pada suatu<br />
sistem operasi. Sebelumnya, antara Windows dan Linux sering<br />
terjadi perdebatan "sengit" mengenai siapa yang lebih baik<br />
dalam jaringan. Kini, Macintosh pun ikut ambil bagian.<br />
Semua sistem operasi, baik Windows, Linux, dan Macintosh<br />
dapat digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah<br />
dengan kemampuan yang hampir sama. Ketiganya menyediakan<br />
fungsi-fungsi standar untuk manajemen dan sharing data,<br />
administrasi user, dan memungkinkan perpaduan jaringan yang<br />
bersifat heterogen. Bahkan, PC Windows dapat mengakses<br />
server Linux atau Macintosh tanpa masalah. Perbedaannya<br />
terletak pada kemampuan-kemampuan tambahan saja.<br />
Windows XP dalam <strong>Jaringan</strong><br />
Microsoft terus menyempurnakan kemampuan jaringan<br />
dengan sistem operasi Windows XP. Membangun jaringan<br />
rumah kini dipermudah dengan menggunakan wizard,<br />
demikian juga dengan masalah administrasinya. Keamanan<br />
jaringan semakin diperketat dengan Service Pack 2.<br />
Membangun jaringan Windows dapat dilakukan tanpa atau<br />
dengan server. Bila pengguna jaringan hanya sekitar 10<br />
workstation, maka <strong>Anda</strong> dapat menggunakan Windows versi<br />
Client saja. Saat ini, tersedia Windows XP Home dan Windows<br />
Langkah demi langkah: Windows Wizard memandu<br />
bagaimana mengkonfigurasi jaringan dengan cepat.<br />
38 | CHIP | NETWORKING<br />
XP Professional. Untuk jaringan, XP Professional memang<br />
memiliki beberapa kelebihan. Dibandingkan dengan Home<br />
Edition, Professional Edition dapat mengatur akses file dengan<br />
lebih rinci.<br />
XP Professional juga dapat berfungsi sebagai server dalam<br />
jaringan kecil. Sistem operasi ini dapat mengalokasikan data<br />
yang akan diakses oleh seluruh pengguna jaringan dengan<br />
maksimal sampai 10 workstation. Selain itu, <strong>Anda</strong> bisa juga<br />
membatasi pengguna tertentu dalam mengakses file dan folder.<br />
Hak akses file bisa lebih dipertegas, apakah hanya dibaca saja,<br />
dibaca dan ditulis, atau yang lainnya. Sharing printer pun dapat<br />
dilakukan dengan cara yang sama.<br />
Windows XP juga dapat membagi koneksi Internet, sehingga<br />
ia bisa berfungsi sebagai router agar semua komputer dalam<br />
jaringan dapat mengakses Internet bersama-sama. Ini berfungsi<br />
tidak hanya dengan modem atau ISDN adapter, melainkan juga<br />
dengan DSL.<br />
Windows Server Hanya untuk <strong>Jaringan</strong> Besar<br />
Selain versi Client, Microsoft juga menawarkan Windows<br />
Server Version. Saat ini, tersedia Windows Server 2003 dengan<br />
empat edisi yang berbeda sesuai dengan fungsi dan skala<br />
jaringan. Selain itu, ada dua edisi Windows Small Business<br />
Server 2003 yang dilengkapi dengan feature Exchange Mail<br />
Server yang dipasarkan terpisah.<br />
Server Windows sebenarnya diperuntukkan untuk jaringan<br />
besar (karena harganya yang mahal). Windows Server 2003<br />
Standar Edition dipasarkan seharga sekitar US$ 1.400, termasuk<br />
10 lisensi untuk client. Investasi ini bisa diterima jika<br />
penghematan bisa dilakukan pada bagian lain.<br />
Kelebihan Windows Server dibandingkan dengan Windows<br />
XP Professional yang dijadikan sebagai Server terletak pada<br />
masalah administrasi jaringan yang lebih mudah. Bila pengguna<br />
ingin meng-install program Office terbaru, Administrator<br />
dalam jaringan tanpa Windows Server harus meng-install-nya<br />
langsung pada setiap komputer jaringan. Berbeda dengan<br />
Windows Server, Administrator dapat melakukannya dari server<br />
secara terpusat. Software dapat dikirim melalui jaringan dan<br />
instalasi berjalan otomatis.<br />
Administrasi pengguna pun lebih mudah dilakukan dengan<br />
Windows Server. Konfigurasi tidak perlu dilakukan pada setiap<br />
komputer jaringan, semuanya cukup dilakukan melalui server
Tips Terbaik untuk Sistem Operasi<br />
Bertukar pengalaman k www.windowsitpro.com/Forums/<br />
Forum bagi Administrator Windows.<br />
Belajar Linux k www.linux.org/docs/howto.html<br />
Know-How mengenai configuration file Samba Server.<br />
Keamanan dan Kecepatan dalam Internet k www.netcraft.com<br />
Service Site seputar keamanan dan studi pasar website.<br />
Macintosh Know-how k homepage.mac.com/cohora/computer/Computers.html<br />
Petunjuk dan links seputar jaringan dengan Mac OS 9.x<br />
secara terpusat. Pengguna tidak lagi login pada komputer lokal<br />
miliknya, melainkan langsung ke domain yang ditentukan oleh<br />
server. Namun, feature ini hanya untuk Windows XP<br />
Professional, bukan Home Edition. Dalam domain ini,<br />
administrasi dilakukan terpusat yang mencakup username,<br />
password, dan hak akses dari setiap pengguna jaringan. Bagi<br />
Administrator, tentu feature ini memberikan kemudahan dan<br />
menghemat waktu.<br />
Menghubungkan Linux dan Mac<br />
Windows tidak hanya dapat diakses oleh client Windows saja.<br />
Folder dan printer juga bisa di-sharing untuk sistem operasi<br />
yang lain. Jadi, <strong>Anda</strong> bisa mengakses sharing Windows dari<br />
komputer Linux dan Mac. Dengan bantuan program Samba,<br />
Windows juga bisa mengakses file sharing yang terdapat dalam<br />
Linux dan Mac OS.<br />
Kelebihan utama Windows dibandingkan dengan sistem<br />
operasi lain terletak pada kemudahan untuk masalah<br />
pengoperasian. Windows merupakan standar sistem operasi<br />
untuk kebutuhan kantor maupun pribadi saat ini. Pengguna<br />
sudah mengenal interface Windows, baik menu, window, dan<br />
dialog box. Paling tidak, Windows lebih ramah untuk pengguna.<br />
Bagi perusahaan besar, tentu ini mengurangi biaya pelatihan<br />
dan support secara signifikan. Pada jaringan Windows, Total<br />
Costs of Ownership (TCO) bisa lebih kecil daripada sistem<br />
operasi lain.<br />
Advanced<br />
Sharing: Windows<br />
XP Professional<br />
menawarkan<br />
banyak option<br />
untuk file sharing<br />
dalam jaringan.<br />
KNOW-HOW<br />
Total Costs of Ownership (TCO)<br />
Bagi pengguna corporate,<br />
memilih sistem operasi tidak<br />
hanya berdasarkan hardware<br />
dan software saja, melainkan<br />
juga semua biaya yang<br />
diperlukan untuk sebuah komputer<br />
dalam beberapa tahun<br />
pemakaian.<br />
Beberapa di antaranya adalah<br />
faktor biaya pelatihan staf<br />
untuk menggunakan sistem<br />
baru, biaya technical support,<br />
dan juga administrasi. Total<br />
biaya ini disebut dengan Total<br />
Costs of Ownership (TCO) yang<br />
merupakan patokan yang<br />
dikembangkan oleh perusahaan<br />
Gartner Group dari Amerika.<br />
Selain TCO, terdapat pula<br />
model lain yang disebut RCO<br />
(Real Costs of Ownership) yang<br />
dikembangkan oleh Meta<br />
Group.<br />
Walaupun Microsoft saat ini<br />
sedang ramai mempromosikan<br />
bahwa TCO dari Windows<br />
tidak lebih besar daripada<br />
Linux, tetap saja kalangan<br />
pengguna Windows merasakan<br />
hal sebaliknya.<br />
Alasan lain memilih Windows karena banyak aplikasi yang<br />
mendukungnya, termasuk software spesialis untuk administrasi.<br />
Sebaliknya, aplikasi untuk Linux masih kurang<br />
memadai, bahkan jarang untuk Mac OS. Harus diperhitungkan<br />
juga pertambahan biaya yang nantinya diperlukan untuk<br />
mengembangkan software versi Linux atau Mac OS.<br />
Linux: Alternatif Windows<br />
Sebagai server, Linux memiliki berbagai kelebihan daripada<br />
Windows. Bila menggunakan SuSE Linux Professional, biaya<br />
yang diperlukan hanya sekitar US$ 70 (bandingkan dengan<br />
Windows Server 2003 yang dijual sekitar US$ 1.250 untuk lisensi<br />
5 client). <strong>Anda</strong> bisa menghemat hampir 94 persen dengan<br />
menggunakan SuSE.<br />
Selain harga yang ekonomis, semua distribusi Linux juga<br />
pada umumnya menawarkan semua feature yang diperlukan<br />
untuk membuat sebuah server. Linux dapat berjalan sebagai file<br />
server, menawarkan administration user untuk sebuah domain,<br />
Akses terkontrol:<br />
Pada Windows XP<br />
Professional, hak<br />
akses pengguna<br />
bisa ditentukan<br />
secara rinci.<br />
| CHIP | NETWORKING | 39
PRAKTEK OS <strong>Jaringan</strong><br />
dan juga bisa berfungsi sebagai database server, atau untuk<br />
Intranet. Kelebihan lain, Linux dapat berjalan dengan komputer<br />
tua. Dengan sebuah komputer Pentium 90 MHz, Linux bisa<br />
bekerja dengan cukup cepat sebagai sebuah file server. Paling<br />
tidak dengan komputer Pentium 266 MHz kinerjanya sudah<br />
sangat memuaskan. Namun, sebaiknya server harus dilengkapi<br />
dengan RAM sebesar 256 MB agar <strong>Anda</strong> bisa mendapatkan<br />
kinerja yang maksimal.<br />
Instalasi Dengan RPM atau YAST<br />
Linux merupakan sistem operasi yang tidak tergantung<br />
kepada suatu platform. Artinya, ia dapat digunakan pada<br />
komputer Intel maupun yang kompatibel atau dengan tipe<br />
prosesor yang lain. Linux pun dapat di-install pada iMac.<br />
Hampir semua program Linux juga menyediakan source codenya,<br />
terutama program yang tersedia bebas. Selama sebuah<br />
compiler tersedia pada komputer, program tersebut bisa diinstall<br />
dan digunakan.<br />
Proses compiling source code secara teoritis memang mudah.<br />
Prakteknya, sering kali timbul masalah karena ketidaktersediaan<br />
file library ataupun program tambahan. Kadang kala, proses<br />
compiling juga membutuhkan waktu.<br />
Pengembang Linux Distro seperti Red Hat atau SuSE<br />
mengenal betul masalah ini. Untuk itu, mereka mengemas<br />
program dalam paket yang disebut RPM (singkatan dari<br />
"Redhat Package Manager"). Di dalamnya, terdapat program<br />
yang siap di-compile untuk komputer berbasis Intel. Selain<br />
instalasinya yang mudah, RPM juga dapat digunakan untuk<br />
membuang atau meng-update program. Keuntungannya dari<br />
penggunaan feature ini adalah proses instalasi menjadi sangat<br />
mudah. Namun feature ini juga memiliki kelemahan yaitu<br />
proses compiling program tidak bisa diatur sesuai pilihan<br />
seperti bila di-compile sendiri.<br />
Bila merasa kesulitan menggunakan paket RPM, maka <strong>Anda</strong><br />
tidak harus meninggalkan Linux. Program seperti Yast dari SuSE<br />
40 | CHIP | NETWORKING<br />
Gambar:<br />
Setelah login<br />
ke sebuah<br />
Domain,<br />
administrator<br />
dapat<br />
mengontrol PC<br />
client secara<br />
terpusat.<br />
dapat mencari program yang tepat, lalu meng-install-nya<br />
bersamaan dengan mencari modul tambahan yang diperlukan.<br />
Ia juga bisa menjalankan program tersebut langsung pada<br />
komputer. Dengan program ini, instalasi menjadi mudah dan<br />
cepat. Dengan bantuan Yast, Linux Server bisa dikonfigurasi<br />
dalam waktu hampir satu jam.<br />
Membangun Linux<br />
Linux dibangun dengan modul-modul. Setiap Administrator<br />
jaringan dapat meng-install dan mengonfigurasi Linux sesuai<br />
pilihan. Sebenarnya, "Linux" hanya merupakan core sistem<br />
operasi untuk menjalankan berbagai program. Core ini yang<br />
disebut sebagai "kernel" dan berisi fungsi-fungsi dasar sistem<br />
operasi. Sejumlah driver dapat ditambahkan secara permanen<br />
maupun modular sebagai interface perangkat.<br />
Linux dapat dijalankan dengan berbagai sistem file. Format<br />
file ext3 dan ReiserFS merupakan sistem file yang paling banyak<br />
digunakan dan menjadi standar pada SuSE. Kedua sistem file ini<br />
disebut Journaling Filesystem. Kelebihannya, bila sistem crash<br />
selagi diakses, protokolnya dapat segera melakukan recovery<br />
sistem.<br />
Dibandingkan dengan sistem file NTFS pada Windows<br />
Server, kedua sistem file Linux ini tidak menyediakan feature<br />
seperti file encryption atau file compression saat menyimpan<br />
file. Server juga sebaiknya mendukung sistem RAID. Sistem<br />
RAID menawarkan keamanan lebih baik sehingga data dapat dibackup<br />
sesuai dengan level RAID yang dipilih. Bila terjadi<br />
gangguan pada hard disk, maka resiko dari data yang hilang<br />
menjadi kecil karena tersedia fasilitas backup atau mirror pada<br />
sistem RAID.<br />
Kelebihan Linux lainnya terletak pada kemampuannya<br />
membaca sistem file NTFS dan FAT. Sebuah hard disk pada<br />
Windows dapat di-mount ke server Linux dan dijalankan pada<br />
partisi Linux. Bahkan, Linux dapat menyimpan file pada partisi<br />
FAT. Sistem Unix dan Linux juga dapat berjalan dengan tape<br />
drive. Linux sudah menyediakan driver untuk drive ZIP, DVD<br />
dan Burner.<br />
Administrasi Melalui Command Line<br />
Menggunakan server Linux memang membutuhkan banyak<br />
tugas dan kesabaran. Akan lebih baik jika <strong>Anda</strong> menggunakan<br />
command line untuk mengatur sistem sehingga prosesnya lebih<br />
cepat. Pada server, Graphical User Interface (GUI) seperti KDE<br />
disarankan sebagai Window Manager karena dapat membuka<br />
beberapa command line sekaligus.<br />
Sebagian besar tugas konfigurasi dan maintenance terpusat<br />
di folder bernama "/etc" berserta file-file di dalamnya. Pada file<br />
konfigurasi, Adminstrator dapat menetapkan parameter dan<br />
menentukan nilainya. Tugas-tugas inipun dapat dibantu oleh<br />
program bantu. Bagi yang terbiasa dengan file-file tersebut,<br />
command line akan mempercepat waktu daripada menggunakan<br />
bantuan window Adminstrator yang biasanya memiliki<br />
proses panjang dan bertele-tele.
Mirip Windows: Linux juga menawarkan GUI yang sangat<br />
mirip dengan sistem Windows. Fleksibilitas pengaturan<br />
interface-nya juga cukup tinggi.<br />
Linux sebagai Server dalam <strong>Jaringan</strong> Windows:<br />
Menggunakan Bantuan Samba<br />
Dengan program seperti Samba, Linux menjadi sebuah File<br />
server yang andal untuk jaringan Windows. Samba berfungsi<br />
sebagai mediator antara komputer jaringan Windows dan Linux<br />
Server. Program ini menyediakan protokol yang diperlukan<br />
komputer Windows untuk mendeteksi Linux sebagai file server<br />
dan menyimpan datanya di sana. Pada Server, Samba akan<br />
mengambilalih penyimpanan data ke folder yang ditentukan<br />
sebelumnya dan kemudian memberikan hak akses.<br />
Samba juga masih memiliki kelebihan lain. Bila diinginkan,<br />
Samba dapat menjadi Primary Domain Controller (PDC). PDC<br />
merupakan komputer di jaringan yang mengatur user name dan<br />
password. Selain itu, PDC memungkinkan penggunaan<br />
Roaming Profile, seperti pada Windows Server. Setiap pengguna<br />
memiliki sebuah profile yang menyimpan informasi setting<br />
Desktop, e-mail dan folder My Documents. Profile ini disimpan<br />
di server Samba dan digunakan oleh setiap komputer dalam<br />
jaringan. Jadi, di mana pun pengguna berada, konfigurasi<br />
komputer selalu sesuai dengan kebutuhannya.<br />
Kekurangan Samba adalah konfigurasi dan administrasi<br />
pengguna dilakukan secara paralel dengan Samba dan Linux.<br />
Semua pengguna dan komputer yang terhubung harus<br />
dimasukkan secara manual oleh Administrator. Cara ini cocok<br />
untuk jaringan yang benar-benar menerapkan Roaming<br />
Profiles, namun penggunanya tidak terlalu banyak (tertentu<br />
saja). Akan tetapi, bagi yang menguasai Linux dengan baik,<br />
tentu bisa membuat beberapa program bantu untuk<br />
mengatasinya.<br />
Pada jaringan besar, server Linux biasanya menjalankan<br />
service yang penting. Ia bisa menjalankan berbagai service<br />
seperti server directory, database, firewall, gateway, atau server<br />
untuk pertukaran data.<br />
Profesional: Pengaturan konfigurasi Linux biasanya<br />
berbasiskan teks. Hal ini sangat cocok untuk pengguna<br />
profesional/programmer yang terbiasa dengan Linux.<br />
Linux sebagai Server Intranet<br />
Linux juga diperhitungkan karena menyertakan Apache.<br />
Menurut perusahaan Netcraft.com, program ini menguasai 64<br />
persen pasar web server di Internet. Selain itu, web server ini<br />
juga berjalan dengan baik pada server Linux. Apache dapat<br />
berfungsi sebagai server Intranet maupun sebagai development<br />
system untuk aplikasi Internet. Apache menyediakan semua<br />
aspek yang dibutuhkan untuk server programming atau server<br />
Intranet, seperti mySQL atau Postresql sebagai database dan<br />
bahasa program seperti Perl, PHP, atau Python.<br />
Selain server file dan server Intranet, komputer Linux juga<br />
dianjurkan untuk layanan lain di Internet, seperti FTP server<br />
untuk layanan download file atau sebagai DNS caching server<br />
untuk mempercepat akses Internet pada jaringan besar. Sebagai<br />
firewall, Linux juga cukup andal. Demikian pula untuk aplikasi<br />
database.<br />
MAC OS DI INTERNET<br />
Sistem Operasi Server dari Apple<br />
Apple baru belakangan ini saja<br />
mengeluarkan sistem operasi<br />
Server. Setelah perusahaan ini<br />
mendesain ulang softwarenya<br />
dan memperkenalkan<br />
Mac OS X berbasis Unix,<br />
Macintosh Server mulai<br />
dikembangkan.<br />
Saat ini, Apple sudah merilis<br />
Mac OS X Server v10.3.<br />
Software ini menawarkan semua<br />
fungsi penting yang terdapat<br />
baik dalam Windows<br />
maupun Linux. Ia bisa berfungsi<br />
sebagai Primary Domain<br />
Controller, menawarkan<br />
User Administration terpusat,<br />
dan sebuah LDAP Directory<br />
Service.<br />
Selain itu, server ini menerapkan<br />
Standard Authentication<br />
Kerberos dan menyertakan<br />
Server Apache dan Samba<br />
untuk mengkonfigurasi website<br />
dan file sharing untuk PC<br />
Windows.<br />
Harga Mac OS X Server<br />
sekitar US$ 580 (sudah termasuk<br />
lisensi untuk 10 client).<br />
Harga ini tentu sangat menarik<br />
dibandingkan dengan Windows<br />
Server 2003 yang dijual<br />
dengan harga jauh di atas<br />
harga tersebut.<br />
| CHIP | NETWORKING | 41
PRAKTEK Konfigurasi Client<br />
Mengkonfigurasi PC Client<br />
Menghubungkan <strong>Jaringan</strong><br />
Sebuah jaringan sebenarnya sudah terbentuk dengan menghubungkan dua komputer melalui kabel. Namun,<br />
sebelum menggunakannya dan mengakses komputer lain, <strong>Anda</strong> harus melakukan konfigurasi jaringan<br />
Windows. Artikel ini memandu <strong>Anda</strong> bagaimana melakukannya dengan optimal.<br />
k<br />
Mengkonfigurasi sebuah jaringan dalam Windows<br />
semakin lama semakin mudah. Sejak Windows Me, sistem<br />
operasi ini memberikan wizard untuk memandu konfigurasi<br />
tanpa harus mengetahui bagaimana<br />
Windows melakukannya.<br />
Namun, tidak sepenuhnya harus meng-<br />
KNOW-HOW<br />
andalkan wizard, terutama untuk jaringan<br />
besar dan profesional. Setting jaringan<br />
sebaiknya dilakukan sendiri secara manual<br />
atau diserahkan pada software server yang<br />
sesuai. Cara ini menjamin bila terjadi<br />
kerusakan <strong>Anda</strong> bisa dengan cepat mengenali<br />
masalah, komputer mana yang bermasalah,<br />
dan bagaimana mengatasinya.<br />
Dalam artikel ini, CHIP membahas<br />
metode-metode yang dapat digunakan<br />
untuk mengkonfigurasi jaringan Windows<br />
XP. Dari sini, <strong>Anda</strong> dapat mengetahui<br />
komponen apa saja yang diperlukan untuk<br />
membangun jaringan, bagaimana dan di mana software-nya diinstall<br />
dan metode konfigurasi apa saja yang tersedia. Untuk<br />
mengetahui setting-setting apa saja yang terdapat pada Windows<br />
versi sebelumnya, baca artikel kecil pada halaman 44.<br />
42 | CHIP | NETWORKING<br />
1 Meng-Install Network Card<br />
Syarat untuk menghubungkan komputer ke jaringan adalah<br />
tersedianya network adapter. Memang, dua komputer bisa<br />
dihubungkan melalui koneksi USB, Firewire, dan Bluetooth.<br />
Namun, bila berkaitan dengan sebuah jaringan dengan lebih dari<br />
2 pengguna, teknik tersebut tidak disarankan.<br />
Kebanyakan network adapter sudah terdeteksi oleh Windows<br />
XP secara otomatis. Sistem lalu menyediakan driver yang sesuai.<br />
Bila feature ini tidak berfungsi, terutama untuk W-LAN Adapter<br />
atau Network Adapter pada notebook, install driver yang<br />
disertakan dalam CD dari produsen. Windows selalu meminta<br />
agar LAN card dipasang terlebih dahulu. Hubungkan terlebih<br />
dahulu LAN card dengan switch atau hub. Setelah itu, proses<br />
instalasi dapat dilanjutkan.<br />
2 Komponen Software yang Dibutuhkan<br />
Client dalam LAN<br />
Agar Windows dapat menerima respon dari PC lain melalui LAN<br />
card, beberapa komponen software harus di-install terlebih<br />
dahulu. Yang paling utama <strong>Anda</strong> perlukan adalah sebuah client<br />
dan protokol. Sementara, untuk menyediakan file sharing bagi PC<br />
lain, dibutuhkan layanan lain lagi.<br />
Dengan Windows XP, <strong>Anda</strong> tidak<br />
perlu repot memikirkan instalasi kom-<br />
ponen ini. Sistem operasi ini akan menginstall-nya<br />
sendiri secara otomatis<br />
setelah network adapter terdeteksi.<br />
Semua komponen Windows XP yang<br />
diperlukan dapat dilihat melalui menu<br />
"Start | All Programs | Accessories |<br />
Communication | Network Connection".<br />
Lalu, klik kanan icon "LAN<br />
Connection" dan pilih "Properties". Pada<br />
window berikutnya, terdapat nama<br />
network adapter. Di dalamnya, terdapat<br />
semua komponen yang dibutuhkan dan<br />
komponen yang ter-install di bawahnya.<br />
Komponen ini bisa diaktifkan dan dinonaktifkan dengan<br />
checkbox yang diberikan. Tombol "Install" digunakan untuk<br />
menambah komponen ke dalam daftar dan tombol "Uninstall"<br />
untuk menghapus komponen tertentu. Sementara, tombol<br />
"Properties" memberikan berbagai setting yang sesuai dengan<br />
komponennya. Setting lain bisa diabaikan saja seperti apa adanya.<br />
Syarat pertama untuk menghubungkan PC ke jaringan adalah<br />
komponen "Client for Microsoft Networks". Komponen ini<br />
diperlukan untuk memberikan akses sumberdaya yang disharing,<br />
seperti folder atau printer, kepada PC lain dalam jaringan<br />
Windows. Komponen ini harus ada pada setiap PC dalam<br />
jaringan.<br />
Selain mengenai client, <strong>Anda</strong> juga membutuhkan sebuah<br />
protokol network. Protokol ini semacam bahasa yang dimengerti<br />
semua komputer dalam jaringan. Standar protokol, yaitu TCP/IP<br />
merupakan singkatan dari "Transmission Control Protocol/Internet<br />
Protocol". Dari namanya, protokol ini juga digunakan<br />
untuk aplikasi Internet dan mengontrol lalu lintas data.<br />
Sebenarnya, protokol ini berasal dari sistem UNIX, namun sudah<br />
digunakan secara luas untuk jaringan Linux, Windows, atau<br />
komputer Apple.<br />
Selain TCP/IP, Windows XP juga menawarkan protokol<br />
"NWLink IPX/SPX/NetBIOS Compatible Transport Protocol".<br />
IPX/SPX saat ini lebih banyak dipakai untuk jaringan Novel<br />
Istilah "client", demikian juga "server",<br />
sama-sama dipakai, baik untuk hardware<br />
maupun software. Di satu sisi, client<br />
merupakan sebuah komputer dalam<br />
sebuah jaringan. Untuk software, client<br />
merupakan sebuah program dalam<br />
pengertian Client-Server-Structure. Tugastugas<br />
yang dipenuhi client tergantung dari<br />
server. Misalnya, sebuah e-mail client<br />
berfungsi untuk menerima dan mengirim<br />
e-mail yang melalui Mail Server.
Tips Terbaik dari Internet<br />
Microsoft Knowledge Base k http://support.microsoft.com<br />
Database lengkap pertanyaan seputar Windows<br />
Frequently Answers Questions k http://www.wown.com/j_helmig/contact.htm<br />
Kumpulan pertanyaan dan jawaban dari berbagai topik PC<br />
Pertanyaan dan Jawaban <strong>Jaringan</strong> k www.winfaq.com<br />
Tips & Trik untuk seluruh versi Windows<br />
Server. Sementara, NetBIOS merupakan protokol jaringan tua<br />
dari Microsoft.<br />
3 Mengaktifkan File And Print Sharing<br />
Agar komputer jaringan bisa mengakses sumber daya yang disharing<br />
pada sebuah komputer, diperlukan komponen "File and<br />
Print Sharing". Windows XP meng-install dan mengaktifkan<br />
komponen ini secara otomatis. Penting: Feature sharing harus<br />
diaktifkan dahulu agar sumber daya PC lokal dapat di-sharing.<br />
Komponen File and Print Sharing memungkinkan sharing<br />
sumber daya. Tanpa komponen ini, komputer dalam jaringan<br />
bahkan tidak akan terlihat.<br />
Komponen lain yang di-install dan diaktifkan oleh Windows<br />
adalah "QoS Packet Planner". "QoS" merupakan singkatan<br />
"Quality of Service", yaitu sebuah teknologi untuk mengontrol<br />
komunikasi data dalam sebuah jaringan. Misalnya, saat melakukan<br />
pembicaraan telepon lewat Internet (Voice over IP) atau<br />
men-download streaming content, seperti video agar aliran data<br />
berlangsung terus. QoS Packet Planner akan memprioritaskan<br />
transmisi data ini, misalnya terhadap download e-mail atau<br />
transmisi data dari sebuah File Server. QoS-Package Planner<br />
berguna terutama bagi koneksi modem atau ISDN dengan<br />
bandwidth kecil. Untuk koneksi jaringan 100 Mbps, fungsinya<br />
tidak terlalu signifikan.<br />
Tanpa<br />
1 Adapter,<br />
tidak berfungsi:<br />
Setelah Network<br />
Adapter terinstall,<br />
konfigurasi<br />
setting bisa<br />
dilakukan.<br />
KNOW-HOW<br />
Klasifikasi Alamat IP untuk <strong>Jaringan</strong><br />
Setiap komputer dalam jaringan<br />
membutuhkan sebuah<br />
alamat IP yang hanya digunakan<br />
sekali dalam LAN. Karena<br />
Internet juga bekerja dengan<br />
protokol TCP/IP dan tergantung<br />
dengan pengaturan alamat IP,<br />
terdapat jutaan PC yang<br />
memiliki alamat yang sama.<br />
Oleh sebab itu, alamat yang<br />
tersedia akan habis bila tidak<br />
menggunakan aturan kecil<br />
berikut.<br />
Klasifikasi Private Address: Ada<br />
beberapa klasifikasi alamat<br />
yang secara global dapat digunakan<br />
secara berulang. Untuk<br />
jaringan lokal <strong>Anda</strong>, alamat IP<br />
berikut hanya digunakan untuk<br />
satu PC saja. Jangkauan alamat<br />
untuk jaringan lokal disebut<br />
sebagai Private Address Range,<br />
yaitu:<br />
10.0.0.0 sampai 10.255.255.255<br />
172.16.0.0 sampai 172.31.255.255<br />
192.168.0.0 sampai 192.168.255.255<br />
Untuk jaringan kecil disarankan<br />
menggunakan klasifikasi<br />
alamat ketiga. Misalnya,<br />
PC pertama mendapat alamat<br />
192.168.0.1, berikutnya<br />
192.168.0.2 dan begitu seterusnya.<br />
Angka 0 dan 255 pada<br />
akhir alamat sebaiknya tidak<br />
digunakan karena mempunyai<br />
fungsi khusus.<br />
Subnet dan Network Class:<br />
Setelah menentukan alamat IP,<br />
setiap komputer pada jaringan<br />
juga harus mendapat alamat<br />
Subnet Mask. Subnet Mask<br />
ditentukan dari alamat IP dan<br />
menunjukkan kelompok angka<br />
mana dari alamat IP yang digunakan<br />
sebagai variabel identifikasi<br />
PC client. Variabel ini<br />
ditandai dengan "0" pada Subnet<br />
Mask. Seberapa banyak<br />
alamat IP yang tersedia sebagai<br />
variabel, tergantung dari kelasnya.<br />
Ada beberapa kelas jaringan<br />
untuk jaringan TCP/IP lokal<br />
dengan expandability (kemampuan<br />
untuk diperluas) alamat<br />
IP yang berbeda-beda.<br />
<strong>Jaringan</strong> Kelas A: <strong>Anda</strong> menggunakan<br />
kelompok angka pertama<br />
dari alamat IP sebagai<br />
identifikasi jaringan. Tiga kelompok<br />
angka lainnya digunakan<br />
sebagai identifikasi PC<br />
client atau workstation. Untuk<br />
workstation, tersedia sekitar<br />
16.7 juta alamat IP yang kosong<br />
dan ini menunjukkan jumlah<br />
PC yang dapat terhubung<br />
dalam sebuah LAN. Subnet<br />
Mask untuk jaringan kelas A<br />
adalah 255.0.0.0. Kelompok<br />
angka ke-2, ke-3 dan ke-4<br />
merupakan variabel. Kelompok<br />
angka pertama sebagai identifikasi<br />
jaringan hanya terletak<br />
antara 1 dan 126.<br />
<strong>Jaringan</strong> Kelas B: Dalam<br />
jaringan kelas ini, yang perlu<br />
diperhatikan hanyalah 2 kelompok<br />
angka terakhir dari<br />
alamat IP sebagai identifikasi<br />
PC client. Jadi, pada jaringan<br />
kelas B ini, jumlahnya mencapai<br />
65.536 node/client. Kelompok<br />
angka jaringan, yaitu 2<br />
kelompok angka terdepan<br />
harus terletak antara 128 dan<br />
191. Subnet Mask untuk<br />
jaringan ini adalah 255.255.0.0.<br />
<strong>Jaringan</strong> Kelas C: Umumnya,<br />
sebuah LAN tidak boleh lebih<br />
dari 256 node. Jumlah ini<br />
merupakan jaringan kelas C. Di<br />
sini, hanya angka ke-4 dari<br />
alamat IP yang dijadikan sebagai<br />
identifikasi client. Kelompok<br />
angka pertama harus<br />
terletak antara 192 dan 223.<br />
Sementara, angka ke-2 dan ke-<br />
3 dapat digunakan untuk<br />
identifikasi subnetwork lain<br />
yang masing-masing maksimal<br />
sampai 256 komputer. Subnet<br />
Mask untuk jaringan kelas C<br />
adalah 255.255.255.0.<br />
| CHIP | NETWORKING | 43
PRAKTEK Konfigurasi Client<br />
44 | CHIP | NETWORKING<br />
4 Mengonfigurasi <strong>Jaringan</strong><br />
Client:<br />
2 Komponen<br />
"Client for<br />
Microsoft Networks"diperlukan<br />
untuk<br />
mengaktifkan<br />
akses ke<br />
shared resource<br />
dalam<br />
jaringan.<br />
Setelah semua komponen yang diperlukan untuk membuat<br />
jaringan sudah ter-install, langkah selanjutnya adalah<br />
konfigurasi. Di sini, <strong>Anda</strong> bisa melakukannya secara manual atau<br />
dipandu dengan Network Wizard dari Windows XP.<br />
Dengan Network Wizard, tidak diperlukan pengetahuan dasar<br />
mengenai jaringan TCP/IP. Yang perlu dilakukan hanyalah<br />
menjalankan wizard pada setiap PC client dalam jaringan dan<br />
memroses setiap langkahnya.<br />
Kekurangannya, Network Wizard hanya cocok untuk<br />
mengkonfigurasi jaringan kecil. Bila sudah berkaitan dengan<br />
advanced setting seperti koneksi Internet melalui router dengan<br />
KNOW-HOW<br />
Mengkonfigurasi Client dengan Windows 98 dan Me<br />
Pada Windows 98 dan Me,<br />
konfigurasi jaringan juga harus<br />
didahului dengan pemasangan<br />
LAN card. Setelah icon "Neighborhood"<br />
muncul pada desktop,<br />
klik kanan icon tersebut dan pilih<br />
"Settings" melalui menu<br />
konteks.<br />
Cara biasa untuk membuka<br />
dialog ini melalui Control Panel.<br />
Klik menu "Start | Settings" dan<br />
klik-ganda pada "Network".<br />
Instalasi Client: Untuk menginstall<br />
client dan protokol, pilih<br />
"Add | Client | Client for Microsoft<br />
Networks" dan konfirmasikan<br />
dengan "OK". Untuk itu, pada<br />
Windows 98, <strong>Anda</strong> membutuhkan<br />
CD instalasi Windows<br />
98. Beberapa file dibutuhkan<br />
dari CD ini. Selanjutnya, komputer<br />
di-restart. Pada Windows Me,<br />
CD instalasi tidak diperlukan.<br />
Protokol TCP/IP di-install secara<br />
otomatis pada Windows 98 dan<br />
Windows Me.<br />
Mengaktifkan Sharing: Pada dialog<br />
Network Settings, klik<br />
tombol "File and Print Sharing"<br />
dan pilih kedua checkbox di<br />
depan "I want to be able to give<br />
others access to my files" dan "I<br />
want to be able to allow others<br />
to print to my printer(s)". Konfirmasikan<br />
dengan "OK". Untuk<br />
Windows 98, masih dibutuhkan<br />
beberapa file dari CD instalasi.<br />
Selanjutnya, komputer di-restart.<br />
menentukan alamat gateway sehingga bisa diakses oleh jaringan,<br />
konfigurasi harus dilakukan secara manual.<br />
5 Mengatur Setting secara Manual<br />
Tidak<br />
5 wajib:<br />
Deskripsi<br />
komputer<br />
membantu<br />
memberikan<br />
informasi<br />
tambahan,<br />
namun tidak<br />
wajib untuk<br />
fungsi<br />
jaringan.<br />
Selain menggunakan wizard dari Windows, konfigurasi jaringan<br />
PC bisa dilakukan sendiri. <strong>Pertama</strong>, setting yang diperlukan<br />
adalah menentukan nama komputer dan workgroup. Selebihnya,<br />
dilakukan dengan teknik Apipa (akan diterangkan selanjutnya).<br />
Konfigurasi akses Internet dipisahkan dari jaringan (baca mulai<br />
halaman 64 tentang bagaimana mengaktifkannya). Untuk<br />
memilih nama komputer dan workgroup, buka "Control Panel |<br />
Performance and Maintenance". Setelah mengklik "System", klik<br />
Untuk memilih nama komputer,<br />
pilih tab "Identification"<br />
dalam dialog Network Settings.<br />
Setelah dialog muncul, tentukan<br />
nama komputer dan nama<br />
workgroup <strong>Anda</strong>.<br />
Memilih Alamat IP dan Gateway:<br />
Alamat IP juga dimasukkan pada<br />
dialog Network Settings. Untuk<br />
itu, klik komponen "TCP/IP-><br />
[nama dari Network card <strong>Anda</strong>]".<br />
Pilih option "Specify an IP<br />
address" dan berikan alamat IP di<br />
kolom pertama. Kolom kedua<br />
untuk alamat Subnet Mask.<br />
Untuk memasukkan alamat<br />
Gateway, klik ganda pada<br />
komponen "TCP/IP-> [nama dari<br />
Network card <strong>Anda</strong>]". Setelah<br />
"TCP/IP Properties" muncul, klik<br />
tab "Gateway". Lalu, masukkan<br />
alamat IP dari Gateway atau<br />
router yang <strong>Anda</strong> gunakan pada<br />
kolom "New Gateway". Lalu, klik<br />
tombol "Add" untuk memasukkan<br />
alamat Gateway ke<br />
dalam daftar.<br />
Memasukkan DNS Server: Pada<br />
tab "DNS Configuration", terlebih<br />
dahulu aktifkan option<br />
"Enable DNS" dan masukkan<br />
alamat DNS Server di area "DNS<br />
Server Search Order". Lalu, klik<br />
tombol "Add" untuk menyelesaikannya.<br />
Pada kolom "Host",<br />
berikan sembarang nama,<br />
misalnya nama dari komputer<br />
<strong>Anda</strong>.
tab "Computer Name". Cara kedua untuk membuka dialog ini<br />
dengan mengklik kanan "My Computer" dan pilih "Properties |<br />
Computer Name". Di area "Computer Description", <strong>Anda</strong> bisa<br />
memberikan catatan untuk setiap komputer. Setelah selesai, klik<br />
tombol "Change" untuk menerima nama komputer dan<br />
workgroup. Konfirmasikan dengan "OK" dan restart komputer.<br />
6 Memilih Alamat IP<br />
Setiap komputer dalam jaringan membutuhkan alamat tertentu,<br />
seperti layaknya alamat rumah yang berisi nama jalan, nomor,<br />
dan kode pos. Alamat komputer tergantung dari protokol<br />
network yang digunakan.<br />
Bagian ini mengulas bagaimana sistem pemberian alamat<br />
dalam protokol TCP/IP. Setiap komputer dalam LAN mendapat<br />
sebuah logical address. Alamat ini terdiri atas 4 (kelompok) angka<br />
antara 0 dan 255 yang saling dipisah dengan tanda titik.<br />
Kombinasi keempat (kelompok) angka ini, yaitu 2 8 x2 8 x2 8 x2 8 atau<br />
2 32 menghasilkan sekitar 4 milyar jumlah alamat. Jadi, alamat ini<br />
merupakan alamat 32 bit, seperti 192.168.0.12. Yang perlu<br />
diingat, dalam jaringan tertutup, alamat ini hanya digunakan<br />
sekali saja agar komputer tersebut dapat diidentifikasi. Standar<br />
pengalamatan ini disebut dengan IPv4.<br />
Protokol IP juga digunakan untuk Internet. Setiap komputer<br />
yang terhubung dengan Internet mendapat sebuah alamat IP<br />
yang tidak boleh sama dengan yang lain. Saat ini, baik ponsel, TV<br />
atau perangkat lain menggunakan alamat IP sehingga<br />
ketersediaan alamat IP semakin berkurang. Oleh sebab itu, ada<br />
usaha untuk mengembangkan standar IPv6 yang menggunakan<br />
pengalamatan 128 bit. Artinya, jumlahnya sebanyak 3.4x10 38<br />
alamat dan jumlah ini cukup untuk waktu yang lama. Namun,<br />
standar IPv6 saat ini belum populer.<br />
Terdapat tiga cara untuk memberikan alamat untuk sebuah<br />
PC yang terhubung dalam jaringan. <strong>Pertama</strong>, <strong>Anda</strong> dapat<br />
memasukkan alamatnya secara manual pada setiap PC. Di sini,<br />
perlu diperhatikan agar alamat tidak saling tumpang tindih. Cara<br />
ini memang sedikit merepotkan. Cara kedua adalah menggunakan<br />
DHCP Server (Dynamic Host Configuration Protocol)<br />
untuk mengambilalih tugas pemberian alamat. DHCP Server ini<br />
akan memberikan alamat IP yang belum terpakai kepada sebuah<br />
komputer yang baru terhubung secara otomatis. Alamat ini<br />
diperoleh dari sebuah pool yang sudah ditentukan sebelumnya.<br />
Bersamaan dengan itu, server memberikan semacam lease kepada<br />
setiap PC yang terhubung. Di dalamnya, tersimpan nama PC dan<br />
alamat IP. Bila komputer yang sama login ke jaringan, alamat IP<br />
yang diberikan juga sama seperti sebelumnya. Masa berlaku lease<br />
ini bisa diatur sampai 8 hari. Bila PC tersebut tidak login dalam<br />
waktu ini, lease dihapus dan alamat IP tersebut digunakan untuk<br />
PC lain.<br />
DHCP Server merupakan jenis server yang disertakan dalam<br />
Linux dan Windows. Namun, hardware router yang<br />
menghubungkan LAN dengan Internet juga menyimpan DHCP<br />
Server dalam firmware-nya. Karena mudah dikonfigurasi, server<br />
WORKSHOP SINGKAT<br />
Mengkonfigurasi LAN dengan<br />
Wizard<br />
Menjalankan Network<br />
1 Wizard. Untuk<br />
menjalankan wizard ini, klik<br />
menu "Start | All Programs |<br />
Accessories | Communications |<br />
Network Setup Wizard". Lalu,<br />
klik tombol "Next" dua kali dan<br />
pilih jenis koneksi Internet<br />
yang digunakan. Pilih option<br />
pertama, "This computer<br />
connects directly to the<br />
Internet" jika koneksi Internet<br />
melalui sebuah modem (56K<br />
atau DSL) atau melalui ISDN<br />
Adapter. Pilih option kedua<br />
untuk koneksi melalui sebuah<br />
Gateway dalam jaringan, misalnya<br />
melalui router atau PC<br />
Windows lain dengan Internet<br />
Sharing. Bila koneksi Internet<br />
memang tidak tersedia, pilih<br />
saja option "Other". Lalu,<br />
lanjutkan dengan "Next".<br />
Memilih Metode Koneksi:<br />
2 Bila menggunakan option<br />
pertama atau ketiga, Windows<br />
akan menanyakan metode<br />
koneksi Internet ke PC. Pilih<br />
option yang sesuai dan<br />
lanjutkan dengan "Next".<br />
Menentukan Nama<br />
3 Komputer: Sekarang,<br />
window yang muncul meminta<br />
nama komputer beserta<br />
deskripsinya. Kolom "Computer<br />
Description" bisa saja<br />
dikosongkan, namun <strong>Anda</strong><br />
harus mengisi kolom<br />
"Computer Name". Nama<br />
komputer ini tidak boleh sama<br />
dengan nama komputer lain<br />
dalam jaringan. Selanjutnya,<br />
klik tombol "Next".<br />
Menentukan Nama<br />
4 Workgroup: Jendela<br />
berikutnya akan menanyakan<br />
nama dari workgroup yang<br />
diinginkan. Nama workgroup<br />
harus sama untuk semua<br />
komputer dalam jaringan.<br />
Untuk mudahnya, terima saja<br />
nama yang telah diusulkan,<br />
contohnya "CHIP". Selanjutnya,<br />
klik "Next".<br />
Mengaktifkan File And Print<br />
5 Sharing: Sekarang, aktifkan<br />
option "Turn on file and printer<br />
sharing". Setelah mengklik<br />
"Next", coba periksa kembali<br />
setting yang ditampilkan dan<br />
klik tombol "Next" agar<br />
Windows menerima<br />
perubahan.<br />
Menyelesaikan Network<br />
6 Wizard: Untuk versi<br />
Windows sebelumnya,<br />
diperlukan CD instalasi<br />
Windows untuk melakukan<br />
setting jaringan. Pada<br />
Windows XP, pilih saja option<br />
"Just finish the wizard; I don’t<br />
need to run wizard on other<br />
computer" dan klik tombol<br />
"Next". Setelah mengklik<br />
tombol "Finish" dan PC direstart,<br />
sekarang PC sudah<br />
dapat digunakan dalam<br />
jaringan.<br />
Selesai: Network<br />
Setup<br />
Wizard selesai,<br />
PC sudah dapat<br />
berkomunikasi<br />
dalam jaringan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 45
PRAKTEK Konfigurasi Client<br />
ini banyak digunakan untuk Home Networking. Internet<br />
Connection Sharing dari Windows juga bisa menggunakan<br />
fungsi DHCP Server. Sebagai shareware, DHCP Server<br />
ditawarkan oleh Magik DCHP (www.magikinfo.com/dhcp.htm),<br />
vDHCP (www.pasc.co.uk/products/vdhcp), atau DHCP Turbo<br />
(www.weird-solutions.com/product/dhcpt.html).<br />
Cara ketiga untuk menentukan alamat IP disebut dengan<br />
Apipa (Automatic Private IP Addressing) yang didukung<br />
Windows 98, Me, 2000, dan XP. Caranya seperti yang dilakukan<br />
Network Setup Wizard dari Windows XP. Namun, Apipa biasanya<br />
digunakan jika hanya ingin menentukan nama komputer dan<br />
nama workgroup. Sementara, langkah lainnya ditangani sendiri<br />
oleh Windows.<br />
Teknik Apipa yang dikembangkan oleh Microsoft ini<br />
menentukan alamat IP untuk setiap PC yang login. Alamat IP ini<br />
diambil antara 169.254.0.0 dan 169.254.255.255. Untuk mengetahui<br />
apakah sebuah alamat IP sedang digunakan atau tidak,<br />
maka server akan mengirimkan sinyal ping ke alamat tersebut. Jika<br />
tidak ada respon, berarti alamat tersebut dapat digunakan. Namun,<br />
jika ada sinyal respon, berarti alamat IP tersebut sedang digunakan<br />
oleh PC lain. Di sini, Windows memeriksa semua alamat satu per<br />
satu sampai menemukan alamat yang masih kosong.<br />
7 Memilih Subnet Mask yang Sesuai<br />
Selain alamat IP, setiap PC dalam LAN juga harus mendapat<br />
Subnet Mask. Di sini, Subnet Mask berguna untuk administrasi<br />
jaringan besar. Untuk gambaran mudahnya, Subnet Mask<br />
menentukan alamat IP mana yang dapat digunakan dalam<br />
sebuah jaringan lokal atau kelompok jaringan. Lebih tepatnya,<br />
kelompok angka mana dari alamat IP yang digunakan sebagai<br />
variabel identitas untuk setiap PC dalam jaringan. Pada Subnet<br />
Mask, kelompok angka IP yang digunakan sebagai variabel<br />
ditandai dengan angka "0".<br />
6<br />
Ekonomis: Kebanyakan router menyediakan DHCP<br />
Server dalam firmware-nya.<br />
46 | CHIP | NETWORKING<br />
KNOW-HOW<br />
Apipa Menyimpang dari Standar<br />
Beberapa ahli memberikan<br />
peringatan sebelum menggunakan<br />
metode Apipa dalam hal<br />
jangkauan alamat IP. Spesifikasi<br />
resmi untuk Internet, yaitu RFC<br />
(Request for Comment)<br />
menyebutkan bahwa metode<br />
Apipa menggunakan alamat<br />
antara 169.254.0.0 dan<br />
169.254.255.255 bukanlah<br />
termasuk "Private Address"<br />
(lihat artikel pada halaman 43).<br />
Ini hanya merupakan ketentuan<br />
Microsoft yang menyimpang<br />
dari standar yang ada.<br />
Prakteknya, penggunaan metode<br />
Apipa memang tidak<br />
bermasalah karena Address<br />
Pool yang digunakan tidak<br />
dapat diterapkan dalam<br />
Internet. Jadi, tidak mungkin<br />
terjadi konflik alamat.<br />
Pada jaringan besar dengan lebih dari 256 workstation dan<br />
terbagi dalam beberapa kelompok jaringan (dihubungkan<br />
dengan beberapa Gateway), informasi Subnet Mask ini sangat<br />
penting bagi DHCP Server untuk memberikan alamat IP secara<br />
otomatis. Subnet Mask menentukan alamat IP masing-masing.<br />
Mulai Windows 2000, kalkulasi dilakukan secara otomatis.<br />
Demikian juga saat menentukan setting alamat Subnet Mask<br />
dalam jaringan.<br />
8<br />
Menentukan Alamat IP dan Subnet Mask<br />
secara Manual<br />
Bila jaringan tidak menyediakan DHCP Server ataupun tidak<br />
ingin menggunakan metode Apipa, setting alamat IP harus<br />
ditentukan sendiri secara manual. Untuk itu, buka Network<br />
Properties melalui menu "Start | All Programs | Accessories |<br />
Communication | Network Connection". Lalu, klik dua kali "LAN<br />
Connection", pilih "Properties", dan selanjutnya klik dua kali<br />
pada "Internet Protocol (TC/IP)". Lalu, pilih "Use this IP address"<br />
dan masukkan alamat IP untuk PC tersebut di samping "IP<br />
7<br />
Otomatis:<br />
Windows XP<br />
akan<br />
memberikan<br />
nilai Subnet<br />
Mask default,<br />
tergantung IP<br />
Address yang<br />
dimasukkan.
Address". Setelah mengklik "Subnet Mask", Windows XP akan<br />
memasukkan alamat yang diperlukan. Setiap PC mendapat alamat<br />
IP yang berbeda. Bila tidak, Windows menampilkan pesan error.<br />
9<br />
Mengkonfigurasi Alamat Gateway dan<br />
DNS Server Optional<br />
Setting lain yang berkaitan dengan network address adalah yang<br />
terletak di luar jaringan TCP/IP lokal. Misalnya, jaringan <strong>Anda</strong><br />
memiliki 5 komputer dengan alamat 192.168.0.1 sampai<br />
192.168.0.5. Namun, sebuah program di workstation harus<br />
mengakses database yang tersimpan di PC dengan alamat<br />
192.0.1.200. Ini berarti PC tersebut tidak berada di dalam<br />
jaringan lokal <strong>Anda</strong>, namun terhubung melalui 2 subnet<br />
(192.168.0.x dan 192.168.1.x). Sebagai Gateway, komputer<br />
pertama berada di jaringan lokal, sedangkan Gateway kedua<br />
berada di jaringan kedua. PC Gateway bertugas untuk mencari<br />
alamat IP yang tidak berada di jaringan lokal.<br />
Selain itu, PC Gateway juga berfungsi untuk menghubungkan<br />
jaringan lokal dengan Internet. Saat browser ingin menghubungi<br />
sebuah komputer melalui Internet dengan cara memasukkan<br />
alamat IP (public IP address) yang dituju, Windows terlebih<br />
dahulu mencari alamat IP tersebut dalam jaringan lokal. Bila<br />
tidak ada, Windows mencarinya melalui Gateway.<br />
Dalam sebuah LAN, bisa saja terdapat beberapa Gateway,<br />
misalnya Gateway untuk koneksi ke Internet atau koneksi ke<br />
jaringan lain. Jadi, bisa saja Windows menggunakan beberapa<br />
Gateway dalam Network Properties-nya.<br />
Demikian juga dengan DNS Server. Di sini, Windows tidak lagi<br />
mencari alamat IP yang berbentuk angka, melainkan<br />
menggantikan alamat ini dengan teks agar lebih mudah diingat.<br />
Biasanya, alamat ini banyak digunakan untuk alamat website,<br />
misalnya www.microsoft.com atau www.chip.co.id. Saat mencari<br />
alamat www.chip.co.id, sebenarnya browser diarahkan ke alamat IP<br />
202.146.0.176 yang merupakan alamat IP milik webserver CHIP.<br />
Menghafal kombinasi angka memang tidak mudah. Protokol<br />
TCP/IP dikembangkan oleh University of Berkeley di Amerika.<br />
Oleh sebab itu, cara ini kemudian juga diterapkan pada jaringan<br />
telepon di Amerika. Sebagai contoh, bila ingin menelpon redaksi<br />
CHIP di nomor 0800-2447, cukup dengan menekan tombol<br />
0800-CHIP.<br />
Demikian juga dengan Internet. Sebagai ganti menggunakan<br />
angka untuk alamat IP sebuah server, cukup mengetik alamat<br />
teksnya saja. Untuk menerjemahkan angka-angka IP ke dalam<br />
bentuk teks atau sebaliknya, provider Internet menggunakan<br />
sebuah DNS Server (Domain Name System) yang mengarahkan<br />
nama-nama domain ke alamat IP-nya yang tersimpan dalam<br />
sebuah tabel database. Saat sebuah komputer menghubungi<br />
komputer lain dengan menggunakan nama domain ini, berarti<br />
komputer tersebut terhubung ke DNS Server terlebih dahulu. Bila<br />
koneksi Internet melalui modem, ISDN, atau DSL, biasanya<br />
permintaan ke DNS Server dilakukan secara otomatis tanpa<br />
harus mengkonfigurasinya terlebih dahulu. Namun, pada<br />
jaringan besar, biasanya ditempatkan sebuah DNS Server lokal<br />
TIPS NETWORK<br />
Melihat Konfigurasi <strong>Jaringan</strong><br />
Untuk melihat bagaimana<br />
konfigurasi jaringan sebuah<br />
PC, dapat menggunakan<br />
Command Line pada Windows<br />
2000 atau XP. Untuk itu, buka<br />
jendela Command Prompt<br />
melalui menu "Start | All<br />
Programs | Accessories". Ketik-<br />
kan perintah "ipconfig /all" dan<br />
tekan OK. Windows akan<br />
menampilkan semua setting<br />
Network Adapter yang terinstall.<br />
Pada Windows 9x,<br />
gunakan program "winipcfg.exe"<br />
yang dijalankan melalui<br />
menu "Start | Run".<br />
Informasi lengkap: Perintah ppconfig menunjukkan setting<br />
jaringan yang aktual.<br />
yang mengatur administrasi nama-nama domain tersebut. Jadi,<br />
alamat DNS Server ini harus dikonfigurasi dalam Network<br />
Properties setiap PC. Walaupun demikian, dalam jaringan peerto-peer<br />
murni, DNS Server tidak diperlukan.<br />
Biasanya, jaringan peer-to-peer kecil juga tidak harus<br />
menggunakan Gateway ataupun DNS Server. Jadi, kolom dalam<br />
Network Properties dikosongkan saja. Keduanya hanya dibutuhkan<br />
Windows untuk jaringan besar atau jika menggunakan router<br />
Internet.<br />
10 Memasukkan Alamat Gateway dan DNS Server<br />
Bila menggunakan sebuah DHCP Server, PC client secara<br />
otomatis mengkonfigurasi alamat Gateway atau DNS Server. Saat<br />
menggunakan metode Apipa, alamat ini tidak diperlukan. Tanpa<br />
DHCP Server, dibutuhkan konfigurasi secara manual.<br />
Untuk itu, buka Network Properties dan klik dua kali pada<br />
"Internet Protocol (TCP/IP)". Di samping "Standard Gateway",<br />
masukkan alamat komputer router atau Gateway. Selanjutnya,<br />
tandai checkbox "Use this DNS Server address" dan masukkan<br />
alamatnya di kolom "Preferred DNS Server". Seperti diinformasikan,<br />
jaringan peer-to-peer tidak membutuhkan sebuah DNS<br />
Server. Jadi, kolom ini dapat dikosongkan saja. Namun, bila<br />
memiliki sebuah dedicated DNS Server berbasis Windows atau<br />
Linux, gunakan alamat IP. Tutup semua jendela dengan mengklik<br />
"OK". Reza.Wahyudi@CHIP.co.id (RF)<br />
| CHIP | NETWORKING | 47
PRAKTEK Sharing PC<br />
Mengkonfigurasi Sharing Antar PC<br />
Membagi Sumber Daya<br />
<strong>Jaringan</strong><br />
Dengan menggunakan fasilitas sharing (membagi hak akses) pada folder, printer, atau perangkat lainnya maka<br />
para pengguna jaringan komputer (LAN) dapat menggunakan software maupun hardware yang tidak tersedia<br />
pada PC mereka. CHIP menjelaskan bagaimana membatasi hak akses pada resources jaringan tersebut.<br />
k<br />
Salah satu fungsi jaringan yang paling berguna adalah<br />
sharing, yang umum digunakan untuk berbagi sumber<br />
daya seperti folder, printer ataupun akses Internet dengan user<br />
lain. Dalam sebuah jaringan peer-to-peer (P2P), sharing merupakan<br />
salah satu cara untuk saling<br />
bertukar data, sedangkan pada jaringan<br />
yang menggunakan server, sharing<br />
merupakan salah satu syarat agar para<br />
user dapat mengakses data yang disimpan<br />
secara sentral.<br />
Sebuah printer juga dapat digunakan<br />
bersama-sama, walaupun tidak<br />
memiliki network card sendiri. <strong>Anda</strong><br />
cukup menghubungkan printer dengan<br />
sebuah PC pada jaringan tersebut,<br />
instalasikan driver-nya, dan aktifkan<br />
fasilitas sharing printer. Windows juga<br />
menyediakan fasilitas untuk mentransfer<br />
file-file driver yang dibutuhkan ke PC<br />
jaringan lainnya secara otomatis. Setelah<br />
semuanya selesai dilakukan maka setiap<br />
user pada jaringan tersebut dapat mencetak dengan printer itu.<br />
Aspek yang penting dalam hal berbagi resource adalah keamanan.<br />
Umumnya seorang user tidak ingin user lainnya menghapus<br />
data pada PC-nya yang di-share. Mengubah atau membuat file<br />
baru juga biasanya tidak diizinkan. Itu sebabnya, mulai dari versi<br />
Windows XP Professional hak akses pada sebuah folder yang dishare<br />
dapat diatur secara rinci. Windows Server 2003 bahkan<br />
menawarkan fasilitas-fasilitas lebih untuk melindungi data yang<br />
tersimpan.<br />
k ISI CD<br />
48 | CHIP | NETWORKING<br />
KNOW-HOW<br />
Active Directory<br />
k Program AdmWin memiliki lima tool administrasi,<br />
antara lain Setup Batcher untuk pengawasan sharing,<br />
account, dan banyak lainnya.<br />
k NetControl mempermudah pengelolaan komputer LAN.<br />
Software ini juga menawarkan lebih dari 35 feature,<br />
antara lain remote-start dan remote-shutdown.<br />
Active Directory adalah sebuah database<br />
yang berisi resources jaringan yang<br />
tersedia dan membuatnya dapat diakses<br />
oleh pengguna. Resources ini memuat<br />
bukan hanya fasilitas sharing, namun juga<br />
nama semua komputer jaringan, sistem<br />
operasinya dan data pengguna, seperti<br />
nama login atau alamat e-mail. Fungsi<br />
database ini adalah mempermudah<br />
administrator mengelola jaringan, di<br />
mana semua data mengenai jaringan<br />
tersimpan secara sentral.<br />
Menggunakan fasilitas simple-sharing<br />
Windows XP Professional membedakan antara sistem simplesharing<br />
dan advanced-sharing. Jika <strong>Anda</strong> ingin menggunakan<br />
sistem simple-sharing, lakukan langkahlangkah<br />
berikut. Klik kanan folder yang<br />
akan di-share pada window My Computer<br />
atau windows Explorer dan pilih menu<br />
‘Sharing and Security’ lalu pilih tab<br />
‘Sharing’. Dalam kolom ‘Network sharing<br />
and security’, klik pada link ‘If you<br />
understand the security risks but want to<br />
share files without running the wizard, click<br />
here’. Kemudian, akan muncul kotak dialog<br />
kecil baru yang memberitahukan <strong>Anda</strong><br />
bahwa tanpa menjalankan wizard maka<br />
firewall Windows XP tidak akan diaktifkan<br />
sehingga begitu <strong>Anda</strong> terhubung dengan<br />
Internet, user lain dari luar dapat<br />
mengakses sharing <strong>Anda</strong>.<br />
Dalam kotak dialog selanjutnya pilih<br />
option ‘Activate simple file-sharing’. Kini, <strong>Anda</strong> sampai pada<br />
Cepat dan Mudah:<br />
Pada simple filesharing<br />
cukup<br />
dengan beberapa<br />
klik untuk<br />
mengatur sharing<br />
sebuah folder.
option ‘Share this folder in network’. Masukkan sebuah nama<br />
untuk folder yang akan di-share pada kolom tersebut. Biasanya,<br />
Windows XP menggunakan nama folder aslinya secara otomatis.<br />
Setelah semua user jaringan memiliki akses baca pada folder<br />
sharing tersebut. Agar mereka juga dapat menulis atau<br />
menghapus file, beri tanda check mark pada bagian ‘Allow<br />
network users to change my files’.<br />
Mengakses sharing<br />
Cara termudah untuk mengakses sharing adalah melalui icon<br />
My Network Places atau melalui folder yang di-share pada<br />
Windows Explorer. Setelah mengklik ‘My Network Places’, klik<br />
‘Entire Networ’k lalu ‘Microsoft Windows Network’. Di dalamnya<br />
terdapat workgroup-workgroup yang ada pada jaringan <strong>Anda</strong>.<br />
Pilihlah workgroup yang <strong>Anda</strong> inginkan dan klik pada PC yang<br />
menyediakan sharing untuk menampilkan hal-hal yang di-share<br />
pada PC tersebut.<br />
Bila PC atau tempat sharing yang diinginkan tidak tampak<br />
dalam ‘My Network Places’, ada satu cara lain untuk mengaksesnya.<br />
Pilih ‘Search’ dalam menu Start, lalu klik ‘Computers or<br />
People’ di sisi kiri, klik ‘A computer on the network’ lalu<br />
masukkan nama komputer yang diinginkan. Bila <strong>Anda</strong> tidak salah<br />
ketik, maka nama komputer tersebut akan muncul dalam jendela<br />
kanan. Klik ganda pada icon PC tersebut untuk menampilkan<br />
sharing-nya.<br />
Begitu sharing tampak dalam ‘My Network Places’ cukup klik<br />
ganda pada nama PC tersebut untuk membuka jendela Explorer<br />
yang berisi folder dan file-sharing. Di sini <strong>Anda</strong> dapat menjalankan<br />
program, membuka file dan meng-copy ke hard disk <strong>Anda</strong><br />
atau dengan tambahan hak akses tertentu <strong>Anda</strong> bahkan bisa<br />
mengganti nama, menghapus, atau menulis file.<br />
Bila <strong>Anda</strong> sering mengakses sebuah folder yang di-share,<br />
disarankan untuk memberikan sebuah huruf drive virtual pada<br />
folder tersebut. Huruf drive ini tentu saja hanya berlaku pada PC<br />
Lingkungan <strong>Jaringan</strong>: Di sini tampak semua komputer dalam<br />
jaringan.<br />
WINDOWS XP<br />
Simple sharing: Pro & Kontra<br />
Simple file-sharing Windows<br />
XP hanya ada dalam jaringan<br />
P2P. Jenis sharing yang terutama<br />
diperuntukkan bagi pengguna<br />
rumahan ini menawarkan<br />
kelebihan sebagai berikut.<br />
Risiko minimal: Semua pengguna<br />
otomatis dibelokkan ke<br />
account Guest yang memiliki<br />
banyak pembatasan. Dengan<br />
demikian risiko kerusakan terminimalisasi.<br />
Akses sudah diatur: Hak akses<br />
khusus bagi kelompok atau<br />
pun pengguna tidak perlu dikonfigurasi.<br />
Pengaturan sharing<br />
dapat diselesaikan dengan<br />
cepat.<br />
Mudah diakses: Pengguna<br />
tidak perlu login, sehingga dapat<br />
dengan cepat dan mudah<br />
mengakses sharing pada PC<br />
Windows XP dari sebuah PC<br />
Windows 9x.<br />
Dalam jaringan besar kelemahan<br />
simple file-sharing menjadi<br />
terlihat sebagai berikut.<br />
Admin tanpa hak khusus:<br />
Administrator diperlakukan<br />
sama dengan pengguna lain.<br />
<strong>Anda</strong> tidak dapat mengakses<br />
PC lain dalam jaringan dengan<br />
hak khusus, misalnya untuk<br />
maintenance. Karena itu tidak<br />
ada akses pada Administrative<br />
Sharing (baca boks halaman<br />
50).<br />
Folder terproteksi terblokir:<br />
Akses ke folder terproteksi pasti<br />
ditolak, walau tersedia window<br />
login.<br />
Hak tidak dibeda-bedakan:<br />
Pengguna tidak mendapatkan<br />
hak individual. Yang<br />
merupakan kelebihan dalam<br />
sebuah jaringan kecil sering<br />
menjadi kelemahan dalam<br />
jaringan profesional atau besar.<br />
<strong>Anda</strong>. Sebagai contoh: buka Windows Explorer, klik pada ‘Tools’<br />
dan pilih ‘Map Network Drives’. Dalam kotak dialog berikutnya<br />
pilih sebuah huruf drive yang <strong>Anda</strong> inginkan dan masukkan<br />
nama lengkap PC atau folder yang di-share tersebut, atau lebih<br />
mudahnya <strong>Anda</strong> dapat menggunakan fasilitas Browse.<br />
Selanjutnya, aktifkan pilihan ‘Reconnect at logon’ agar koneksi ke<br />
folder tersebut tersedia setiap kali Windows digunakan.<br />
Kemudian, bila <strong>Anda</strong> sudah tidak membutuhkan koneksi<br />
Cukup dengan klik ganda: Selanjutnya PC akan menampilkan<br />
sharingnya untuk semua user jaringan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 49
PRAKTEK Sharing PC<br />
tersebut misalnya karena sudah tidak di-share atau jarang tersedia<br />
klik kembali ‘Tools’, lalu pilih ‘Disconnect network drives’. Tampak<br />
sebuah tabel berisi semua huruf drive yang mewakili resource<br />
jaringan. Pilih drive yang diinginkan dan klik OK.<br />
50 | CHIP | NETWORKING<br />
Akses pada simple file-sharing<br />
Secara default Windows XP Professional menggunakan simple<br />
file-sharing dalam jaringan komputer peer to peer. Di sini, semua<br />
pengguna yang login pada sebuah PC lain dalam jaringan dan<br />
ingin mengakses sharing di sana akan dimasukkan ke dalam tipe<br />
username Guest. Tidak ada hak khusus walaupun <strong>Anda</strong> menggunakan<br />
user account tertentu pada PC <strong>Anda</strong> ataupun sebagai<br />
administrator.<br />
Agar dapat berfungsi, account Guest pada PC yang<br />
menyediakan sharing harus diaktifkan. Biasanya, ini dilakukan<br />
pada saat Network-Installation-Wizard. Bila wizard tidak<br />
dijalankan, <strong>Anda</strong> harus mengaktifkan account tersebut secara<br />
manual. Caranya, buka ‘Control Panel’ dan klik pada ‘User<br />
Accounts’. Klik pada bagian Guest dan pada jendela berikutnya<br />
KNOW-HOW<br />
Administrative Sharing<br />
Begitu <strong>Anda</strong> mengaktifkan<br />
advanced file-sharing Windows<br />
XP, sistem operasi membuat<br />
sebuah administrative sharing<br />
untuk setiap drive. Ini adalah<br />
sharing tersembunyi yang<br />
hanya terbuka bagi adminstrator<br />
dan tidak dapat dihapus.<br />
Untuk administrative sharing<br />
ada aturan nama baku<br />
yang mengikuti pola [huruf<br />
drive]$. Misalnya untuk drive C:<br />
C$. Melalui sharing tersembunyi<br />
ini, Administrator dapat<br />
mengakses setiap drive pada<br />
setiap komputer jaringan, mi-<br />
salnya untuk melakukan maintenance<br />
jarak jauh. Untuk<br />
menggunakannya, pada Windows<br />
Explorer klik ‘Tools’ pilih<br />
‘Map Network Drive’, lalu ketik<br />
\\[namakomputer]\[nama<br />
administrative sharing] pada<br />
bagian folder.<br />
Bila <strong>Anda</strong> ingin men-share<br />
sebuah drive, <strong>Anda</strong> perlu mengkonfigurasi<br />
sebuah sharing<br />
tambahan. Caranya klik kanan<br />
pada drive yang ingin di-share,<br />
pilih ‘Properties’ klik tab<br />
‘Sharing’, klik ‘New Sharing’.<br />
Hanya untuk Administrator: Windows XP mengkonfigurasi<br />
sebuah administrative sharing untuk setiap drive - khusus bagi<br />
administrator.<br />
Huruf Drive: Sharing yang sering diakses sebaiknya dikonfigurasi<br />
sebagai sebuah drive tersendiri.<br />
klik ‘Turn On the Guest Account’.<br />
Begitu seorang user terhubung dengan sharing, otomatis ia<br />
dibelokkan ke account Guest tanpa tergantung nama user<br />
sebenarnya dan PC yang digunakannya dalam jaringan.<br />
Mengaktifkan Advanced File-Sharing<br />
Bila dalam Windows XP Home Edition hanya tersedia simple filesharing,<br />
maka pada versi Professional <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />
advanced file-sharing. Bahkan hanya sharing jenis ini yang<br />
tersedia, bila <strong>Anda</strong> bergabung dalam sebuah domain sebuah<br />
jaringan. Untuk me-nonaktifkan simple-sharing pada jaringan<br />
workgroups P2P, pilih ‘Tools | Folder Options’ dalam Explorer<br />
atau My Computer dan nonakifkan pilihan ‘Use simple filesharing<br />
(recommended) pada tab View.<br />
Sekarang bila <strong>Anda</strong> menggunakan fasilitas sharing pada<br />
sebuah folder atau drive, <strong>Anda</strong> akan memiliki beragam pilihan<br />
untuk mengatur hak akses user ke folder atau drive tersebut. Salah<br />
satunya adalah pembatasan jumlah user yang dapat mengakses<br />
folder yang sama pada saat bersamaan. Untuk mengubah setting<br />
ini, klik pada ‘Allow this number of users’ dan di sebelahnya<br />
Mengaktifkan Account Guest: Untuk simple file-sharing<br />
dibutuhkan account Guest yang biasanya tidak aktif.<br />
masukkan berapa banyak user yang boleh mengakses sharing.
Lebih Banyak<br />
Option: Dalam<br />
jaringan yang<br />
profesional<br />
sebaiknya<br />
<strong>Anda</strong> memilih<br />
advanced filesharing,<br />
bukan<br />
simple filesharing.<br />
pada saat yang bersamaan.<br />
Sebaiknya <strong>Anda</strong> format partisi pada hard disk <strong>Anda</strong> dengan<br />
sistem file NTFS, karena memungkinkan setting keamanan yang<br />
lebih baik dibanding FAT 16 atau 32. Bila folder yang di-share<br />
menggunakan partisi NTFS, maka ketika <strong>Anda</strong> mengklik kanan<br />
‘Folder | Properties’ <strong>Anda</strong> akan menemukan tab Security. Di sini,<br />
<strong>Anda</strong> dapat mengatur lebih lanjut mengenai pembagian hak<br />
akses.<br />
Mengkonfigurasi Advanced File-Sharing<br />
Untuk mengkonfigurasi advanced file-sharing, klik kanan folder<br />
yang diinginkan dan pilih ‘Sharing and Security’. Lalu klik ‘Share<br />
this folder’. Windows secara otomatis akan memberi nama untuk<br />
folder yang <strong>Anda</strong> sharing, tetapi <strong>Anda</strong> dapat menggantinya sesuai<br />
keinginan. Bila diperlukan, <strong>Anda</strong> juga dapat mencantumkan<br />
sebuah komentar tentang folder tersebut.<br />
Klik pada tombol ‘Permissions’ untuk mengatur berbagai<br />
akses pada folder. Secara default, Windows XP memberikan hak<br />
baca untuk tipe user Everyone untuk setiap sharing. Artinya,<br />
setiap user yang diberikan hak akses oleh pemilik folder (Awas:<br />
Mencari User: Melalui Active Directory <strong>Anda</strong> dapat mencari user<br />
dan group yang diinginkan.<br />
Hanya Boleh<br />
Membaca: Secara<br />
default pengguna<br />
jaringan hanya<br />
memiliki hak baca<br />
pada folder<br />
sharing.<br />
bukan semua user! Baca tips 'Setiap tidak berarti semua' dalam<br />
boks di kanan) dapat membuka folder dan membaca isinya,<br />
namun tidak dapat mengubah atau menghapusnya.<br />
Bila folder sharing menggunakan partisi FAT, <strong>Anda</strong> hanya<br />
TIPS UNTUK SHARING<br />
Bila ada masalah pada sharing<br />
Semua folder dapat di-sharing:<br />
Dalam simple file-sharing folder<br />
My Documents dan Desktop<br />
serta folder sistem, seperti<br />
folder Windows, tidak dapat<br />
diakses orang lain. Subfolder<br />
dari My Documents juga tidak<br />
dapat di-sharing. Agar folder<br />
tersebut dapat dibuka untuk<br />
di-share klik pada link 'other<br />
folders' dan non-aktifkan<br />
option 'This folder is not to<br />
share?'. Sekarang <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengkonfigurasi sebuah<br />
subfolder untuk di-share.<br />
Menyembunyikan sharing: Kadang<br />
kita ingin memberi akses<br />
sharing pada sebuah file hanya<br />
untuk sementara, misalnya untuk<br />
bertukar data dengan seorang<br />
kolega. Pengguna jaringan<br />
lainnya tidak perlu mengetahuinya.<br />
Caranya dengan menyembunyikan<br />
sharing, yaitu<br />
dengan menambahkan tanda<br />
[$] pada nama file. Untuk dapat<br />
mengaksesnya kolega <strong>Anda</strong><br />
harus mengetahui dengan tepat<br />
nama file dan path tersebut.<br />
Pengelolaan pengguna:<br />
’Everyone’ tidak berarti semua.<br />
Pada pengaturan sharing dan<br />
hak akses pada folder dalam<br />
Windows XP tampak tipe group<br />
‘Everyone’ sebagai tipe group<br />
yang standar. Yang dimaksud<br />
Windows dengan tipe group<br />
Everyone adalah nama-nama<br />
user yang tercatat dalam daftar<br />
user, jadi bukan semua user.<br />
Ini dapat menimbulkan<br />
masalah dengan Windows 9x.<br />
Untuk mengakses advanced<br />
sharing pada PC Windows XP<br />
dari PC Windows 9x dalam<br />
jaringan P2P, <strong>Anda</strong> harus login<br />
pada Windows XP. Namun<br />
walaupun resource-nya terbuka<br />
untuk kelompok Everyone,<br />
Windows 9x tidak dapat<br />
terkoneksi.<br />
Solusi: <strong>Anda</strong> login pada<br />
Windows 98 dengan sebuah<br />
nama user yang tercatat dalam<br />
daftar user Windows XP.<br />
Selanjutnya, XP akan memberi<br />
akses pada sharing tersebut.<br />
| CHIP | NETWORKING | 51
PRAKTEK Sharing PC<br />
dapat mengatur hak akses melalui ‘Rights’. Masukkan nama useruser<br />
ke dalam daftar melalui Add, tandai dan berikan hak akses satu per<br />
satu. Sebelumnya untuk semua user pilih ‘Full access’ akses penuh pada<br />
folder termasuk untuk mengubah, menghapus dan menambahkan file.<br />
Selanjutnya untuk mengatur hak akses sebaiknya melalui setting<br />
keamanan (baca boks dibawah ini).<br />
Berikut ini sedikit penjelasan mengenai kolom ‘Allow’ dan<br />
‘Deny’ yang juga akan <strong>Anda</strong> temukan dalam tab Security. Karena<br />
Windows sekaligus memanfaatkan pengaturan hak akses yang<br />
ada pada tab ‘Sharing’ dan ‘Security’ keduanya dapat diakses<br />
dengan klik kanan folder yang diinginkan lalu pilih Properties<br />
maka pertentangan hak akses yang diterapkan pada dua bagian<br />
itu bisa saja terjadi. Jika ini terjadi, maka Windows akan menggunakan<br />
hak akses yang lebih terbatas. Jadi, bila <strong>Anda</strong> menempatkan<br />
sebuah tanda di dalam kolom Deny untuk user tertentu,<br />
dijamin user tersebut tidak akan bisa mengakses, walaupun pada<br />
tab ‘Sharing atau Security’ ditetapkan hal yang berbeda.<br />
Pada tab ‘Security’, <strong>Anda</strong> dapat melihat daftar user dan hak<br />
aksesnya yang dapat diatur sesuai keperluan. Klik pada ‘Add’ dan<br />
masukkan user atau group yang ingin diberi hak akses. Bila <strong>Anda</strong><br />
anggota sebuah domain, tampak sebuah searchmask, di mana<br />
<strong>Anda</strong> dapat mencantumkan nama (atau sebagian dari nama) user<br />
atau group. Klik ‘Check name’ untuk memastikan tipe-tipe objek<br />
(user, group, dan sebagainya) yang dimasukkan ada pada daftar<br />
‘Active Directory’ sekaligus memperbaiki penulisannya jika perlu.<br />
Untuk konfirmasi klik ‘Ok’.<br />
Kembali pada tab ‘Security’, pilih dan tentukan hak akses user<br />
dan group satu per satu. Bila ada user atau group yang tidak<br />
memiliki hak ‘Allow’ ataupun ‘Deny’, otomatis Windows akan<br />
memilih ‘Deny’. Dengan mengklik ‘Advanced’ lalu mengklik ‘Edit’,<br />
<strong>Anda</strong> dapat mengatur hak akses secara lebih rinci. Terakhir, hapuslah<br />
user Everyone yang mencakup semua user yang terdaftar.<br />
Begitu <strong>Anda</strong> selesai, klik ‘Ok’ untuk segera memberlakukan<br />
pembatasan hak.<br />
WINDOWS XP PROFESSIONAL<br />
Berbagi drives, memberi akses<br />
Windows XP Professional menyediakan<br />
dua cara untuk<br />
mengatur akses pada sebuah<br />
PC: Melalui sharing dan melalui<br />
pengaturan hak akses security<br />
pada folder dan file. Pada<br />
dasarnya, <strong>Anda</strong> harus mengkonfigurasi<br />
sebuah sharing<br />
agar pengguna lain dapat<br />
mengaksesnya. Hanya saja,<br />
cara aksesnya dapat diatur<br />
dengan dua macam cara di<br />
atas.<br />
Hanya satu sharing/drive: Agar<br />
tidak membingungkan, sebaiknya<br />
hanya dibuat satu sharing<br />
52 | CHIP | NETWORKING<br />
pada setiap drive. Hak akses<br />
pada folder dan file pada drive<br />
diatur dengan pembatasan<br />
pada bagian security. Namun<br />
pada partisi FAT16 dan FAT32<br />
dengan Windows XP hanya<br />
dapat dilakukan konfigurasi<br />
sharing tidak ada tab ‘Security’.<br />
Demikian pula dengan drive<br />
CD. Partisi hard disk harus<br />
diformat dengan sistem file<br />
NTFS agar hak akses dapat<br />
diatur dengan cara ini.<br />
Memilih drive untuk sharing:<br />
Sebaiknya pikirkan terlebih<br />
dulu drive mana yang akan<br />
Koneksi ke Printer: Begitu sharing sebuah PC ditampilkan, <strong>Anda</strong><br />
dapat mengintegrasikan printer yang tersedia ke dalam sistem.<br />
Printer-Sharing<br />
Selain folder dan drive yang ada pada Windows, <strong>Anda</strong> juga dapat<br />
berbagi (sharing) printer dengan user lain. Dengan demikian<br />
perintah print dapat diberikan dari PC mana pun tentu dengan<br />
syarat PC dan printer-nya dalam keadaan ready. Oleh karena itu,<br />
<strong>Anda</strong> disarankan untuk menghubungkan printer ke sebuah PC<br />
yang selalu dioperasikan, misalnya server. Satu atau beberapa<br />
printer dapat digunakan bersama dengan cara ini, sehingga tidak<br />
perlu melengkapi setiap PC jaringan dengan printer.<br />
Di kantor-kantor kecil, printer-sharing menggantikan fungsi<br />
alat pengalih printer atau hardware-printserver. <strong>Anda</strong> juga tidak<br />
perlu menginstalasi sebuah printer jaringan yang harus<br />
dilengkapi dengan LAN card tersendiri karena harganya jauh<br />
lebih mahal dibanding printer biasa yang tidak dilengkapi dengan<br />
koneksi jaringan langsung. Kelebihan printer-sharing lainnya<br />
diakses oleh pengguna jaringan.<br />
Untuk drive yang akan dishare,<br />
konfigurasikan sebuah<br />
sharing dengan mengklik<br />
kanan drive dalam Windows<br />
Explorer, lalu pilih ‘Sharing<br />
and Security’. Untuk melakukan<br />
hal ini terlebih dahulu<br />
<strong>Anda</strong> harus login sebagai<br />
Administrator.<br />
Memberi hak akses secara<br />
individual: Dalam setting default,<br />
user jaringan hanya memiliki<br />
hak baca pada sharing.<br />
Mereka boleh membuka file,<br />
tetapi tidak mengubah atau<br />
menghapusnya. Untuk memberikan<br />
hak akses yang lebih rinci<br />
pada masing-masing tipe user<br />
yang ada pertama-tama <strong>Anda</strong><br />
berikan hak full access pada<br />
group ‘Everyone’ pada bagian<br />
permission di tab ‘Sharing’.<br />
Setelah itu pindahlah ke tab<br />
‘Security’. Masukkan nama user<br />
dan group yang diinginkan dan<br />
tetapkan secara rinci hak-hak<br />
akses untuk masing-masing<br />
user dan group tersebut. Hal ini<br />
akan membuat masing-masing<br />
file atau folder hanya dapat<br />
diakses oleh user dan group<br />
yang telah ditentukan.
Printer<br />
Sharing:<br />
Setelah printer<br />
terinstalasi<br />
<strong>Anda</strong> dapat<br />
men-sharenya<br />
hanya dengan<br />
beberapa klik.<br />
adalah <strong>Anda</strong> tidak perlu menambah hardware. Namun<br />
kelemahannya adalah PC yang bersangkutan dan Windows harus<br />
terus-menerus menyala agar user dapat mengakses printer.<br />
Untuk berbagi printer lakukan langkah-langkah berikut ini.<br />
Hubungkan printer dengan PC yang sudah ditentukan, lalu<br />
seperti biasa instalasikan driver-nya. Klik kanan icon printer<br />
tersebut (pada Control Panel di bagian ‘Printers and Faxes’) dan<br />
klik ‘Sharing’. Dalam jendela berikutnya pilih tab ‘Sharing’ dan<br />
klik ‘Share this printer’ dan cantumkan nama sharing yang<br />
diinginkan. Bila PC <strong>Anda</strong> terhubung pada sebuah domain, pilih<br />
juga ‘List in the Directory’. Melalui setting ini printer <strong>Anda</strong><br />
dimasukkan ke dalam ‘Active Directory Windows’ dan dapat<br />
ditemukan melalui fungsi ‘Search’. Konfirmasikan dengan ‘Ok’.<br />
Untuk mengakses printer dari PC lain, cari dulu PC yang<br />
terhubung dengan printer tersebut melalui fungsi Search. Lalu<br />
klik ganda pada PC tersebut untuk menampilkan sharingnya<br />
TIPS PROFESIONAL<br />
Mengendalikan printer jaringan dengan Windows 9x<br />
Bila <strong>Anda</strong> terkoneksi dalam<br />
jaringan dengan sebuah printer<br />
yang di-sharing di bawah Windows<br />
XP atau Windows Server<br />
2003, maka driver-nya akan terinstall<br />
secara otomatis. Namun<br />
driver tersebut adalah driver<br />
untuk Windows XP, karena hanya<br />
itu yang tersedia. Jadi bila<br />
<strong>Anda</strong> terhubung ke jaringan<br />
yang menggunakan Windows<br />
9x, <strong>Anda</strong> tidak dapat menggunakan<br />
printer-nya karena Windows<br />
versi lama membutuhkan<br />
driver yang berbeda. Hanya<br />
Windows 2000 yang dapat<br />
menggunakan driver Windows<br />
XP. Masalah ini dapat <strong>Anda</strong><br />
atasi dengan dua cara berikut.<br />
Menginstalasi driver 9x pada PC<br />
lokal: Instalasikan driver printer<br />
yang tepat pada PC <strong>Anda</strong>. Lalu<br />
masukkan network-path ke<br />
printer jaringan sebagai path<br />
untuk printer-output. Untuk itu<br />
biasanya tersedia tombol<br />
Search dalam driver untuk menemukan<br />
perangkat tersebut.<br />
<strong>Anda</strong> harus menginstalasikan<br />
driver pada setiap PC Windows<br />
9x dalam jaringan.<br />
Hanya Boleh<br />
Mencetak:<br />
Selain<br />
administrator<br />
semua<br />
pengguna<br />
lainnya hanya<br />
boleh<br />
menggunakan<br />
printer untuk<br />
mencetak -<br />
tidak boleh<br />
mengubah<br />
settingannya.<br />
antara lain printer. Klik kanan printer dan pilih ‘Connect’.<br />
Konfirmasikan peringatan dengan ‘Ok’. Windows secara otomatis<br />
akan mentransfer file driver yang dibutuhkan dan<br />
mengintegrasikan printer ke sistem PC yang bersangkutan. Kini,<br />
<strong>Anda</strong> dapat mencetak seakan printer terhubung langsung secara<br />
lokal.<br />
Bila <strong>Anda</strong> telah mengaktifkan ‘Advanced Sharing’ atau<br />
menghubungkan printer pada sebuah Windows Server, <strong>Anda</strong><br />
dapat mendefinisikan hak akses. Klik kanan icon printer tersebut<br />
pada ‘Control Panel | Printers and Faxes’ dan pilih ‘Properties’.<br />
Kemudian pilih tab ‘Security’. Di sini, <strong>Anda</strong> dapat mengatur hak<br />
user seperti pada folder sharing. <strong>Anda</strong> dapat menetapkan, siapa<br />
saja yang boleh mengubah setting printer, misalnya ukuran kertas<br />
atau spool-setting. Disarankan untuk memberikan hak ini hanya<br />
kepada administrator, sementara semua user lainnya hanya boleh<br />
mencetak. Aditya Hendra(RF), Penulis@CHIP.co.id<br />
Menyimpan driver 9x pada Print<br />
Server: <strong>Anda</strong> juga dapat<br />
menyimpan driver 9x pada<br />
print-server, yaitu PC yang<br />
menyediakan printer. Otomatis<br />
Windows akan mendistribusikannya.<br />
Untuk itu, klik kanan<br />
pada icon printer tersebut dan<br />
buka tab ‘Sharing’. Di sana klik<br />
tombol ‘Additional driver’. Dalam<br />
window berikutnya, tandai<br />
driver yang akan ditambahkan,<br />
misalnya Windows 95, 98, dan<br />
Me, lalu klik ‘Ok’.<br />
Kini, Windows meminta <strong>Anda</strong><br />
memasukkan path ke driver.<br />
rikan<br />
Masukkan<br />
hak akses<br />
CD yang<br />
yang<br />
berisi<br />
lebih<br />
driver<br />
rinci<br />
pada<br />
printer.<br />
masing-masing<br />
Di sana carilah<br />
tipe<br />
folder<br />
user<br />
yang dengan ada file-file pertama-tama Windows <strong>Anda</strong> 9x.<br />
berikan Klik ‘Ok’ hak dan full Windows access pada akan<br />
group memeriksa Everyone dalam pada file INF, bagian file<br />
permission mana yang di dibutuhkan tab sharing. untuk<br />
Setelah mengendalikan itu pindahlah printer ke tab dan<br />
Security. meng-copy-nya Masukkan ke nama dalam user<br />
dan sebuah group folder yang pada diinginkan hard dan disk.<br />
tetapkan secara rinci hak-hak<br />
Awas: Jangan sekali-sekali<br />
akses untuk masing-masing<br />
menginstalasi driver 9x di<br />
user dan group tersebut. Hal ini<br />
bawah Windows 2000 atau<br />
akan membuat masing-masing<br />
Windows XP. Akibatnya, PC<br />
file atau folder hanya dapat<br />
dapat crash, bahkan sistem<br />
diakses<br />
operasi<br />
oleh<br />
bisa<br />
user<br />
tidak<br />
dan<br />
berfungsi<br />
group<br />
yang<br />
sama<br />
telah<br />
sekali.<br />
ditentukan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 53
PRAKTEK Instalasi Windows Server 2003<br />
Instalasi Windows Server 2003<br />
Penguasa dan Pengatur <strong>Jaringan</strong><br />
Microsoft telah memperbaiki feature keamanan pada Windows Server 2003 terbaru mereka. Dibandingkan<br />
dengan Windows 2000, Administrator harus beradaptasi dengan banyak hal, terutama saat instalasi software.<br />
Workshop berikut ini mempermudah kerja para Administrator dalam meng-install Windows Server 2003.<br />
k<br />
Sebelum menggunakan Windows Server 2003 Standard<br />
Edition, pastikan bila <strong>Anda</strong> memang membutuhkan<br />
sebuah server yang dedicated. Dengan pertimbangan harga yang<br />
mahal, tentu penggunaannya pun harus profesional. Bila tidak,<br />
<strong>Anda</strong> cukup menggunakan komputer Windows XP yang<br />
diaplikasikan sebagai File Server atau Print Server dalam jaringan<br />
<strong>Anda</strong>.<br />
Sistem operasi server milik Windows memang memiliki<br />
beberapa kelebihan, salah satunya adalah pengaturan yang<br />
terpusat dari semua PC yang terhubung dalam jaringan. Dengan<br />
bantuan Windows Server 2003 dan Active Directory yang<br />
terintegrasi, semuanya bisa dilakukan dari server. Ini meliputi<br />
instalasi program atau update tidak perlu dilakukan pada PC<br />
client, dapat memproteksi eksekusi file atau instalasi program<br />
tertentu, dan membatasi akses terhadap file dan folder tertentu.<br />
Penggunaan server akan efektif bila jumlah client lebih dari<br />
sepuluh. Jadi, pekerjaan Administrator dipermudah sehingga<br />
dapat diselesaikan dengan cepat.<br />
Artikel ini mengulas bagaimana menjadikan Windows Server<br />
2003 sebagai Domain Controller, DHCP-Server dan File Server<br />
untuk sebuah jaringan kecil, termasuk mengkonfigurasi pengguna<br />
dan sharing resource.<br />
54 | CHIP | NETWORKING<br />
1 Persiapan Instalasi<br />
Windows Server 2003 sebenarnya tidak membutuhkan<br />
kebutuhan khusus dalam hal hardware. Microsoft hanya<br />
menganjurkan prosesor dengan kecepatan minimal 550 MHz.<br />
Yang lebih penting dari kecepatan prosesor adalah kapasitas<br />
memori RAM, minimal harus menggunakan 256 MB. Semakin<br />
besar kapasitas memori, semakin baik kinerja server <strong>Anda</strong>.<br />
Server membutuhkan file swap, mulai dari 2 sampai 3 GB.<br />
Untuk instalasi server, <strong>Anda</strong> disarankan menyediakan sebuah<br />
partisi hard disk mulai 5 sampai 10 GB. Sisa kapasitasnya bisa<br />
dijadikan sebagai partisi kedua untuk menyimpan data atau<br />
keperluan lain. Semakin baik bila menggunakan 2 hard disk, satu<br />
untuk sistem dan satu untuk data. Perhatikan agar menggunakan<br />
hard disk dengan kecepatan paling baik. Selain itu, dibutuhkan<br />
pula network card, graphics card (PCI graphic card sudah<br />
cukup), monitor, keyboard dan mouse.<br />
Vendor seperti Hewlett-Packard, IBM atau Dell menawarkan<br />
komputer yang dirancang khusus untuk server. PC server<br />
branded seperti ini memiliki kelebihan. <strong>Pertama</strong>, menawarkan<br />
keamanan lebih karena menyediakan power supply ganda, fungsi<br />
RAID dan alarm signal jika terjadi gangguan. Kedua, PC ini<br />
biasanya sudah ditawarkan lengkap dengan sistem operasi server,<br />
artinya software servernya lebih murah daripada membelinya<br />
secara terpisah.<br />
2 Instalasi dari CD<br />
Instalasi Windows Server 2003 sangat mirip dengan Windows XP.<br />
Booting melalui CD dan biarkan Windows meng-install semua<br />
driver yang dibutuhkan. Saat ditanya partisi mana yang<br />
digunakan untuk sistem, sebaiknya memilih "Drive C:", yaitu<br />
"Partisi 1". Pada proses ini, <strong>Anda</strong> juga dapat menghapus partisi<br />
tertentu atau membuat partisi baru. Hati-hati: Semua data yang<br />
tersimpan dalam partisi akan terhapus. Partisi untuk sistem dan<br />
data akan diformat dengan sistem file NTFS.<br />
Setelah PC di-restart, Windows Setup muncul dalam mode<br />
VGA. Setelah window yang meminta nama PC muncul, tentukan<br />
sebuah password untuk Administrator. Password ini harus terdiri<br />
atas minimal 7 karakter dan selain huruf, harus disisipkan dengan<br />
karakter khusus, seperti tanda pagar "#". Pada "Network Settings",<br />
tandai option "User-Defined Settings" dan klik "Next". Pada<br />
window berikutnya, tentukan alamat IP dan Subnet Mask yang<br />
sesuai setelah mengklik ganda "Internet Protocol (TCP/IP)".<br />
Selanjutnya, klik "Next". Sekarang, proses Setup menanyakan<br />
apakah PC terhubung ke workgroup atau domain. Bila tidak<br />
memiliki domain, biarkan setting default dan klik "Next".<br />
Selanjutnya, Windows dikonfigurasi dan komputer di-restart.<br />
3 Konfigurasi sebagai Domain Controller<br />
Setelah login sebagai Administrator pada PC, window "Server<br />
Administration" akan muncul. Pada window ini, <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengkonfigurasi dan mengatur fungsi-fungsi utama server.<br />
Dibandingkan dengan pendahulunya, seperti Windows 2000 atau<br />
Windows NT, Windows Server 2003 menerapkan sebuah metode<br />
yang benar-benar berbeda karena masalah keamanan. Setelah<br />
instalasi selesai, semua fungsi dan service server dimatikan.<br />
Administrator nantinya akan mempertimbangkan fungsi atau<br />
service mana yang harus diaktifkan dan dikonfigurasi. Ini<br />
berguna untuk mencegah berjalannya semua fungsi dan service<br />
server yang tidak digunakan. Hal ini penting untuk keamanan<br />
server dari akses-aksese yang tidak diinginkan. Service yang tidak
diaktifkan dalam instalasi standar, di antaranya, Microsoft<br />
Internet Information Server. Bila service webserver ini<br />
dibutuhkan, Administrator harus meng-install kemudian. Untuk<br />
itu, klik "Add or Remove Role" dan klik "Next". Pilih "Custom<br />
Configuration" dan konfirmasikan dengan "Next". Sekarang,<br />
muncul sebuah list yang menampilkan sebuah fungsi server yang<br />
aktif dan menginformasikan apakah service-nya sudah di-install<br />
atau belum.<br />
Mulailah dengan "Domain Controller (Active Directory)".<br />
Tandai entry ini dan klik ganda pada "Next". Sebuah wizard<br />
muncul untuk membantu langkah-langkah selanjutnya. Klik<br />
ganda pada "Next". Pada window "Domain Controller Type",<br />
pastikan option "Domain Controller for a new domain" sudah dicheckmark.<br />
Pada window berikutnya, tandai "Domain in a new<br />
forest".<br />
Setelah mengklik "Next", Windows membutuhkan nama DNS<br />
untuk domain baru ini. DNS merupakan singkatan dari "Domain<br />
Name System", yaitu sistem yang menyimpan nama-nama<br />
domain di Internet. Salah satu contoh nama domain adalah<br />
"wwww.chip.co.id". Sebuah nama domain harus terdiri atas<br />
minimal dua kelompok karakter yang dipisahkan satu sama lain<br />
dengan tanda titik (.).<br />
Bagaimana menentukan nama DNS untuk domain <strong>Anda</strong>?<br />
<strong>Pertama</strong>, carilah nama yang sesuai, misalnya, nama kantor. Ketik<br />
"CHIP" pada kolom nama domain. Pembatasannya, nama<br />
domain harus terdiri atas minimal tiga karakter. Kemudian,<br />
diikuti dengan tanda titik (.) dan keterangan Top-Level-Domain<br />
(TLD). Di Internet, TLD ini berupa ".com" atau ".co.id". Untuk<br />
domain lokal, gunakan saja ".local". Jadi, nama DNS lengkap dari<br />
domain <strong>Anda</strong> adalah "CHIP.local". Namun, pada PC client, cukup<br />
login dengan domain "CHIP". Setiap PC dalam jaringan,<br />
termasuk server, secara otomatis mendapat sebuah nama DNS.<br />
Jika sebuah PC bernama "Komputerku", maka pada server, PC<br />
tersebut bernama "Komputerku.CHIP.local". Sekarang, lanjutkan<br />
dengan mengklik "Next".<br />
Window-window berikutnya dapat dilewati dengan "Next".<br />
Yang perlu diperhatikan adalah window "DNS Registration<br />
Diagnostics". Di sini, wizard menginformasikan bahwa tidak<br />
ditemukan DNS Server dalam jaringan <strong>Anda</strong>. Untuk itu,<br />
3<br />
Mudah: Konfigurasikan setting server dengan bantuan<br />
"Server Configuration Wizard".<br />
KONFIGURASI DNS FORWARDING<br />
www.chip.co.id? Siapakah Ini?<br />
Sebuah DNS Server hanya<br />
memiliki sebuah tugas, yaitu<br />
menerjemahkan host name<br />
dengan bantuan sebuah database<br />
menjadi sebuah alamat IP.<br />
Pada LAN, fungsi ini penting<br />
untuk administrasi client. Bila<br />
memiliki sebuah PC dalam<br />
jaringan, misalnya dengan<br />
nama "Komputerku", nama ini<br />
menunjuk kepada "Komputerku.CHIP.local"<br />
dalam "Active<br />
Directory". Namun, komunikasi<br />
antara PC di jaringan dilakukan<br />
dengan menggunakan protokol<br />
TCP/IP, artinya paket data<br />
dikirimkan ke PC yang benar<br />
dengan bantuan alamat IP.<br />
Untuk itu, DNS Server harus<br />
menyimpan alamat IP yang<br />
benar untuk host name<br />
tersebut.<br />
Internet dalam <strong>Jaringan</strong>: Masalah<br />
muncul jika ingin mengatur<br />
akses Internet melalui<br />
jaringan, misalnya melalui<br />
sebuah router DSL. Misalnya,<br />
jika <strong>Anda</strong> mengetik alamat<br />
"www.chip.co.id", DNS Server<br />
<strong>Anda</strong> akan mencari alamat IP<br />
yang ditentukan untuk nama<br />
ini dalam database-nya. Namun,<br />
hasilnya tentu gagal<br />
karena tidak ada PC dengan<br />
nama "www.chip.co.id" dalam<br />
jaringan <strong>Anda</strong>. Jadi, <strong>Anda</strong> tidak<br />
bisa terhubung dengan web-<br />
site tersebut. Di sini, <strong>Anda</strong><br />
harus mengatur agar DNS<br />
Server mencari alamat tersebut<br />
dalam Internet bila tidak<br />
terdapat dalam jaringan lokal.<br />
DNS-Forwarding: Untuk itu,<br />
<strong>Anda</strong> harus mengonfigurasi<br />
sebuah DNS Forwarding. Pada<br />
Manage Your Server", klik<br />
"Manage this DNS Server" di<br />
bagian "DNS Server". Di bagian<br />
kanan, klik kana nama Server<br />
dan pilih "Properties". Sekarang,<br />
klik tab "Forwarders" dan<br />
masukkan alamat IP lokal dari<br />
router <strong>Anda</strong> pada kolom "IP<br />
Address". Selanjutnya, klik<br />
'Add" dan konfirmasikan dengan<br />
"OK".<br />
Menyesuaikan Server: Sekarang,<br />
server harus mendapat<br />
informasi DNS Server dan router<br />
mana yang harus digunakan.<br />
Untuk itu, tentukan<br />
alamat IP router <strong>Anda</strong> sebagai<br />
"Default Gateway" dalam Network<br />
Properties. Di samping<br />
"Preferred DNS Server", masukkan<br />
alamat IP lokal dari server<br />
<strong>Anda</strong>. Bila DNS Server tidak<br />
menemukan alamat yang<br />
diminta, DNS Server akan<br />
meneruskannya melalui router<br />
ke DNS Server dari Internet<br />
Service Provider (ISP) yang<br />
digunakan.<br />
Forwarding: Tentukan alamat IP dari Router agar nama DNS yang<br />
tidak ditemukan dicari melalui Internet, misalnya melalui DNS<br />
Server dari ISP yang digunakan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 55
PRAKTEK Instalasi Windows Server 2003<br />
diperlukan Active Directory untuk administrasi PC client yang<br />
saling terhubung. Windows lalu menyarankan untuk menginstall<br />
dan mengkonfigurasi sebuah DNS Server. Konfirmasikan<br />
saja dengan "Next". Pada window "Permissions", biarkan setting<br />
default dan lanjutkan dengan "Next". Windows sekarang<br />
meminta sebuah password untuk Directory Services Restore<br />
Mode. Sebenarnya, ini tidak penting sekali dan dapat diabaikan<br />
dengan mengklik "Next". Setelah mengkonfirmasi window<br />
"Summary" dengan mengklik "Next", Server mulai meng-install<br />
Active Directory, mengkonfigurasi domain dan DNS Server.<br />
Sebagai penutup, klik "Finish" dan biarkan Windows me-restart<br />
PC. Setelah itu, login kembali dan tutup pesan yang muncul<br />
dengan "Finish".<br />
4 Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server<br />
Sebuah server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)<br />
secara otomatis memberikan alamat IP saat PC client login ke<br />
jaringan. Demikian juga dengan alamat DNS Server lokal dan<br />
router. Dengan setting default, sebuah client tidak perlu menjadi<br />
anggota domain. Oleh sebab itu, tidak diperlukan login ke server.<br />
Pada "Manage Your Server", klik "Add or remove role" di<br />
samping "Managing Your Server Roles". Setelah mengklik "Next",<br />
tandai option "DHCP Server" pada window berikutnya. Klik<br />
"Next" dua kali, Windows menampilkan wizard. Lalu, klik "Next"<br />
dan berikan nama Scope, misalnya "Mycomputer". Setelah<br />
mengklik "Next", tentukan cakupan alamat yang harus digunakan<br />
oleh server sebagai alamat IP. Disarankan untuk memilih cakupan<br />
alamat yang tidak mencakup alamat IP dari Windows Server<br />
lokal. Bila server memiliki alamat IP 192.168.0.1, maka "Start IP<br />
address" dapat dimulai dengan "192.168.0.10" dan<br />
"192.168.0.100" sebagai "End IP address". Jadi, DHCP Server<br />
dapat memberikan sampai 91 alamat IP dalam jaringan. Setting<br />
selanjutnya dikonfigurasi secara otomatis. Setelah mengklik<br />
"Next", tentukan semua alamat IP yang tidak termasuk dalam<br />
daftar alamat yang digunakan DHCP Server. Bila router memiliki<br />
alamat IP 192.168.0.30, masukkan alamat ini di kolom "Start IP<br />
4<br />
Menentukan DNS Server: Menjadikan Server sebagai DNS<br />
Server.<br />
56 | CHIP | NETWORKING<br />
5<br />
Password: Apabile “Password Never Expires” nonaktif<br />
<strong>Anda</strong> harus selalu mengganti password setiap 42 hari.<br />
address" dan klik tombol "Add" dan "Next".<br />
Window berikutnya "Lease Duration" dapat dibiarkan dengan<br />
setting 8 hari. Selama login dalam waktu ini, sebuah PC mendapat<br />
alamat IP yang sama. Bila jaringan sering terhubung dengan<br />
komputer baru, misalnya banyak yang menggunakan notebook<br />
dalam jaringan, durasi waktu ini sebaiknya dipersingkat. Jadi,<br />
alamat IP tidak terkunci dalam waktu yang lama dan tetap<br />
tersedia untuk jaringan.<br />
Selanjutnya, klik tombol "Next" dan konfirmasikan untuk<br />
mengkonfigurasi DHCP-Options. Setelah mengklik "Next",<br />
masukkan alamat IP router. Alamat ini akan dikirimkan secara<br />
otomatis saat komputer client login. Lalu, klik "Add" dan "Next".<br />
Pada window "Domain Name and DNS-Servers", kosongkan<br />
kolom "Parent Domain" karena jaringan <strong>Anda</strong> tidak memilikinya.<br />
Pada kolom 'Server name", berikan nama Windows Server atau<br />
domain <strong>Anda</strong>, misalnya "CHIP.local". Setelah mengklik "Resolve",<br />
alamat IP server akan muncul. Klik tombol "Add" dan "Next".<br />
Window "WINS Server" dapat diabaikan dengan mengklik<br />
"Next". Tandai option "Yes, I want to activate this scope now" dan<br />
klik tombol "Next" dan "Finish".<br />
Terakhir, <strong>Anda</strong> harus memberikan semacam otorisasi<br />
untuk DHCP Server dalam Active Directory. Untuk itu,<br />
klik "Manage this DHCP Server" di bawah "DHCP Server"<br />
dalam "Manage Your Server". Pada window selanjutnya,<br />
nama server masih ditandai dengan panah merah ke<br />
bawah. Klik kanan nama Server dan selanjutnya pilih<br />
"Authorize". Setelah berubah menjadi panah hijau ke atas,<br />
DHCP Server sudah aktif. Sekarang, <strong>Anda</strong> dapat melihat dan<br />
mengubah berbagai option yang diberi tanda plus (+), seperti<br />
"Reservations". Pada "Address Leases", nantinya dapat dilihat<br />
alamat IP yang diberikan pada sebuah PC client.<br />
Konfigurasi User dan<br />
5<br />
Hak User<br />
Langkah selanjutnya adalah menentukan pengguna yang dapat<br />
login ke domain. Untuk itu, klik "Administration" di bawah<br />
"Tools and Updates" dalam "Manage Your Server". Pada window
TIPS SINGKAT<br />
Untuk LAN Perusahaan Kecil: Small Business Server 2003<br />
Sejak beberapa waktu lalu,<br />
Microsoft meluncurkan edisi<br />
baru dari Windows Small Business<br />
Server 2003 (SBS). Versi ini<br />
mendapat sambutan yang<br />
cukup hangat. Software untuk<br />
server ini khusus dirancang<br />
untuk perusahaan skala kecil<br />
dan menengah. Di antaranya<br />
mencakup fungsi-fungsi penting:<br />
Windows Server 2003<br />
Standard Edition, Windows<br />
Share Point Services, dan<br />
Exchange Server 2003. Sementara,<br />
Premium Edition menyertakan<br />
Internet Security and<br />
Acceleration Server (ISA) dan<br />
SQL-Server, termasuk Firewall<br />
Proxy dan Database.<br />
SBS 2003 dirancang khusus<br />
sebagai solusi basic infrastruktur<br />
untuk perusahaan<br />
seperti yang bergerak dalam<br />
bidang arsitektur, kerajinan<br />
tangan, konsultan hukum atau<br />
perusahaan audit yang ingin<br />
mengembangkan sistem e-mail<br />
dan akses Internet, serta<br />
dilengkapi dengan program<br />
akuntansi dan administrasi pegawai.<br />
Di sini, transaksitransaksi<br />
tersebut tidak membuat<br />
server kelebihan beban.<br />
Semua komponen dalam SBS<br />
2003 di-install dalam satu<br />
sistem sehingga lebih ekonomis.<br />
Microsoft pun menyediakan<br />
paket upgrade yang murah<br />
untuk user groups yang dibatasi<br />
sampai 75 client (dapat<br />
dipilih user atau PC).<br />
Saat ini, Standard Edition<br />
ditawarkan sekitar US$ 600,<br />
sementara Premium Edition seharga<br />
US$ 1.500. Biasanya,<br />
produk ini ditawarkan bersama<br />
hardware atau layanan tertentu<br />
sehingga harganya bisa<br />
ini, buka "Active Directory Users and Computers". Window ini juga bisa<br />
diakses melalui "Administrative Tools" dalam Control Panel.<br />
Di window kiri, tampak struktur yang berisi domain <strong>Anda</strong>,<br />
misalnya "CHIP.local". Klik tanda plus dan kemudian, klik dua<br />
kali folder "Users" untuk melihat daftar user dan group yang<br />
sudah ada. Secara default sistem membuat beberapa user group<br />
dan computer group. Dalam keadaan standar, kebanyakan group<br />
ini masih kosong, beberapa berisi "Administrator" dan lainnya<br />
berisi komputer-komputer jaringan. Sekarang, tambahkan user<br />
account yang lain, satu untuk masing-masing server. Untuk itu,<br />
klik "Action" atau klik kanan pada "Users". Selanjutnya, pilih "New"<br />
dan "User". Isi kolom nama dan klik "Next". Berikan sebuah password<br />
dan ulangi proses ini untuk baris di bawahnya.<br />
Perhatikan, bahwa Windows Server 2003 secara default<br />
membutuhkan keamanan password yang tinggi. Password harus<br />
terdiri atas minimal tujuh karakter, di antaranya minimal sebuah<br />
karakter khusus dan huruf. Bila ingin mengubahnya (tidak<br />
disarankan), buka kembali "Administrative Tools" dan klik<br />
"Security rules for Domains". Klik 'Security settings", "Account rules"<br />
dan "Password rules". Di sini, nonaktifkan option "Complex<br />
condition". Panjang password minimal juga bisa ditentukan di sini.<br />
Pada saat membuat account untuk user lain, pilih option "User<br />
must change password on next login". Saat pengguna login ke<br />
server untuk pertama kali, Windows memintanya untuk<br />
mengubah password tersebut dan menyimpan password baru ke<br />
dalam database user.<br />
Untuk itu, sebaiknya pilih setting "Password never expires".<br />
bervariasi satu sama lain.<br />
Sistem server ini sebaiknya<br />
disesuaikan dengan beban kerja<br />
yang diinginkan. SMS 2003<br />
dapat mendukung dua buah<br />
CPU. Bila diperlukan, kinerja<br />
tambahan tersebut akan digunakan.<br />
Penting untuk Diketahui bahwa<br />
SBS 2003 tidak menyediakan<br />
Active Directory dan tidak<br />
mendukung Trusted Settings<br />
seperti untuk Domain Windows<br />
NT 4.0. Jadi, server lain dapat<br />
diintegrasikan ke dalam<br />
jaringan tanpa masalah. Di sisi<br />
lain, bagi pengguna yang tidak<br />
memiliki know-how yang memadai,<br />
jelas memberikan<br />
keuntungan. Tanpa harus<br />
repot-repot mengkonfigurasi,<br />
sudah tersedia solusi lengkap<br />
yang mudah dan cepat<br />
ditangani.<br />
Feature Standar yang Bermanfaat<br />
dalam paket SBS 2003 ini<br />
adalah POP3 Mail Service.<br />
Layanan tambahan ini defaultnya<br />
tidak tersedia dalam<br />
Exchange Server 2003. Feature<br />
ini dapat men-query e-mail<br />
account yang digunakan oleh<br />
jaringan dan mengirimkannya<br />
ke mailbox masing-masing.<br />
Jadi, pengguna dapat bekerja<br />
dengan sistem e-mail yang<br />
terpadu. Selain itu, komunikasi<br />
e-mail melalui Exchange Server<br />
2003 dapat diakses dengan<br />
browser, ponsel, dan PDA.<br />
Secara Keseluruhan, Windows<br />
Small Business Server 2003<br />
menawarkan satu platform<br />
yang terpadu dan sangat cocok<br />
untuk perusahaan skala kecil.<br />
Tanpa banyak konfigurasi dan<br />
penyesuaian, server dapat<br />
dikonfigurasi dengan cepat.<br />
Bila tidak, Windows selalu meminta pengguna untuk mengubah<br />
password setiap 42 hari. Prakteknya, sering kali pengguna bermasalah<br />
mengingat password yang telah diganti. Setelah itu, klik "Next"<br />
dan "Finish". Sekarang, nama pengguna muncul dalam User List.<br />
Sekarang, buka tab "Member of ". Biasanya, Windows Server<br />
2003 mendaftarkan semua pengguna baru sebagai "Domain<br />
User". Untuk pengguna standar, setting ini jangan diubah. Setelah<br />
semua pengguna telah didefinisikan, tutup window tersebut.<br />
6<br />
Konfigurasi Sharing Resources<br />
dan Permission<br />
Kelebihan Windows Server 2003 adalah tidak menjadi menurun<br />
kinerjanya dengan tugas-tugasnya sebagai Domain Controller dan<br />
DHCP Server. Server ini juga bahkan dapat dijadikan sebagai File<br />
Server tanpa harus mengorbankan kinerjanya.<br />
Agar semua pengguna jaringan dapat mengakses data di server,<br />
<strong>Anda</strong> harus mengaktifkan sharing resource. Ini bisa merupakan<br />
seluruh partisi atau hanya folder tertentu saja. Langkah-langkah<br />
untuk membuat sharing resource dan user permission berikut ini<br />
hampir sama dengan Windows 2000 Professional dan Windows<br />
XP. Sistem operasi ini menawarkan dua cara untuk mengontrol<br />
akses pada sebuah komputer, yaitu melalui fasilitas sharing dan<br />
pemberian access right terhadap data dan folder.<br />
Pada dasarnya, <strong>Anda</strong> harus mengkonfigurasi sharing bila<br />
pengguna lain ingin mengakses sebuah drive atau folder.<br />
Sementara, pemberian akses dapat dilakukan dengan dua cara.<br />
| CHIP | NETWORKING | 57
PRAKTEK Instalasi Windows Server 2003<br />
Agar lebih jelas, <strong>Anda</strong> disarankan membuat sebuah sharing<br />
per drive dan menentukan permission terhadap file atau folder<br />
dengan pembatasan akses. Windows Server 2003 menawarkan<br />
fasilitas File Server melalui "Manage Your Server" dan bisa<br />
dikonfigurasi dengan wizard. Wizard ini hanya untuk membuat<br />
satu atau beberapa sharing folder. Namun, ini akan lebih cepat<br />
menggunakan Windows Explorer.<br />
Pertimbangkan terlebih dahulu, drive mana yang dapat disharing<br />
dan diakses oleh pengguna jaringan. Untuk mengaktifkan<br />
sharing pada drive yang dipilih, klik kanan drive tersebut<br />
dalam Windows Explorer dan pilih "Sharing and Security". Sekarang,<br />
klik "Share this folder" dan konfirmasikan dengan "OK".<br />
Bila ingin men-sharing seluruh partisi, pastikan Windows<br />
sudah mengkonfigurasi "Default Sharing" yang ditandai dengan<br />
nama drive diikuti dengan tanda "$". Sharing ini tersembunyi dan<br />
hanya untuk administrasi saja. Jadi, hanya System Administrator<br />
yang dapat mengaksesnya dan <strong>Anda</strong> masih harus mengkonfigurasi<br />
sharing kedua untuk partisi ini. Untuk itu, klik tombol "New<br />
share".<br />
Secara default, semua pengguna jaringan dapat mengakses<br />
drive ini, baik mengubah, menyimpan, atau menghapus file.<br />
Untuk membatasinya, terdapat dua cara. <strong>Pertama</strong>, pembatasan<br />
berdasarkan ‘Share Level Security’ dan kedua ‘Folder and File<br />
Security’. Untuk memproses cara pertama, klik "Permissions" dan<br />
untuk cara kedua, klik tab "Security".<br />
Biasanya, disarankan untuk memilih cara yang kedua.<br />
Mengapa? Sebagai contoh, <strong>Anda</strong> ingin mengatur hak akses yang<br />
berbeda untuk beberapa folder dalam satu drive. Cara ini hanya<br />
dapat dilakukan dengan ‘Share Level Security’ sehingga setiap<br />
folder mendapat level sekuriti yang berbeda. Pada PC client,<br />
folder-folder ini tampak dengan icon tersendiri dalam Network<br />
Neighborhood. Pengguna harus mengklik ganda untuk<br />
mengaksesnya. Prosesnya memang lebih rumit. Sementara, cara<br />
kedua tidak dapat mengaturnya demikian.<br />
Pada tab "Sharing", klik tombol "Permissions". Secara default,<br />
58 | CHIP | NETWORKING<br />
Semua<br />
6 Boleh:<br />
Administrator<br />
mempunyai akses<br />
yang tidak terbatas<br />
terhadap seluruh<br />
file dan folder.<br />
Windows Server 2003 menyediakan sebuah sharing yang<br />
memungkinkan semua pengguna jaringan membaca folder ini.<br />
Untuk mengubahnya, klik "Full Control" di bawah "Allow" dan<br />
konfirmasikan dengan "OK". Sekarang, atur Access Rights<br />
melalui Security Settings. Untuk itu, klik tab "Security". Klik<br />
tombol "Add" dan ketik "Administrator" pada kolomnya. Lalu,<br />
klik tombol "Check names". Pilih kedua Administrator Groups<br />
dan konfirmasikan dengan "OK". Setelah kembali mengklik<br />
"OK", keduanya dimasukkan dalam daftar "Group or user<br />
names". Untuk Administrators, berikan hak akses ke folder<br />
dengan "Full Control" dan klik "Apply" untuk menerima setting<br />
ini. Untuk menambah user dan group lain, lakukan dengan cara<br />
yang sama dan tentukan hak akses ke folder masing-masing.<br />
Terakhir, hapus group "Everyone". Catatan: Jika option "Allow"<br />
atau "Deny" tidak dipilih, Windows tidak mengizinkan aksesnya.<br />
Walaupun demikian, cara sharing berdasarkan Permission<br />
dan Security Setting pada Windows Server 2003 dapat<br />
memberikan masalah. Misalnya, sebuah partisi di-sharing<br />
seluruhnya dan group "Everyone" memiliki akses penuh ke partisi<br />
tersebut. Bila sebuah folder dalam partisi ini di-sharing dengan<br />
User Right yang berbeda bagi setiap penggunanya melalui tab<br />
"Security", Windows Server 2003 menganggap User Right<br />
tersebut bertentangan. Di sini, server akan menerapkan setting<br />
Access Right dari folder di atasnya (dalam hal ini partisi) ke<br />
semua folder yang terdapat di bawahnya. Jadi, group "Everyone"<br />
memiliki akses "Full Control" ke semua folder di dalam partisi<br />
tersebut. Untuk dapat membedakan Access Right pada setiap<br />
folder, Permission turunan ini harus dinonaktifkan terlebih<br />
dahulu. Untuk itu, buka tab "Security" dan klik "Advanced". Di<br />
sini, nonaktifkan option "Permission from superordinated<br />
folder..." dan konfirmasikan dengan "OK". Window peringatan<br />
muncul dan klik "Remove". Sekarang, <strong>Anda</strong> bisa mengatur Access<br />
Right tertentu untuk masing-masing folder. Setelah menentukan<br />
semua Access Right, klik "OK". Setting pembatasan akses ini akan<br />
segera diaplikasikan.<br />
7<br />
Konfigurasi Windows Server 2003<br />
sebagai Print Server<br />
Windows Server 2003 dapat dijadikan sebagai Print Server<br />
dengan "Add or remove function" melalui "Manage Your Server".<br />
Artinya, sebuah printer yang terhubung dengan server dapat<br />
digunakan oleh pengguna jaringan lain. Caranya seperti mengkonfigurasi<br />
sharing folder. Selain melalui "Manage Your Server",<br />
ada cara lain yang lebih cepat. Hubungkan printer ke server dan<br />
instal driver yang diperlukan. Selanjutnya, klik-kanan icon<br />
Printer dan pilih "Share". Tandai option "Shared as". Sekarang,<br />
Windows memberikan shared-name untuk printer ini. Pindahlah<br />
ke tab "Security". Tentukan semua pengguna yang dapat<br />
mengakses dan mengatur printer tersebut. Untuk mengaktifkan<br />
monitoring dan mengubah user right dari pengguna tertentu,<br />
klik tombol "Advanced".<br />
Reza.Wahyudi@CHIP.co.id (RF)
PRAKTEK Instalasi Mail Server<br />
Instalasi Mail Server di Windows 2003<br />
Layanan E-mail <strong>Jaringan</strong> Lokal<br />
Selain service SMTP Server, Windows Server 2003 juga menawarkan layanan POP3 Server. Dengan<br />
feature ini, <strong>Anda</strong> dapat membangun sebuah Mail Server untuk komunikasi e-mail jaringan internal.<br />
CHIP akan menunjukkan caranya.<br />
k<br />
Fungsi yang paling sering digunakan melalui sebuah LAN<br />
adalah pertukaran informasi dan data. Bila sebuah<br />
jaringan terhubung dengan Internet, pesan dapat dikirim ke<br />
pengguna lain di ujung dunia melalui e-mail atau sebuah<br />
messenger. Penerimanya cukup menunggu di kantor atau rumah.<br />
Pertukaran file juga dapat dilakukan dengan cara ini. Namun,<br />
untuk pertukaran file dalam jaringan internal, sebaiknya<br />
menggunakan teknik shared folder.<br />
Metode pengiriman file melalui e-mail atau messenger<br />
memang kurang sempurna. Pengiriman dan penerimaan e-mail<br />
melalui Internet selain membutuhkan waktu juga terdapat<br />
komponen biaya dalam hal penyediaan bandwidth. Selain itu,<br />
pengaktifkan messenger client pun sudah pasti memakan<br />
memori RAM yang besar. Pengiriman file melalui Internet ke<br />
pengguna jaringan lokal yang lain tidak disarankan karena<br />
kecilnya bandwidth dibandingkan dengan melalui LAN itu<br />
sendiri. Demikian pula dengan shared folder, baik pengirim<br />
maupun penerima harus menentukan terlebih dahulu di mana<br />
file disimpan.<br />
Dalam banyak kasus, bertukar file melalui jaringan e-mail<br />
internal dirasakan lebih baik. Namun, diperlukan sebuah Mail<br />
Server dalam jaringan. Solusi ekonomis untuk membangun Mail<br />
Server adalah dengan menggunakan software gratis yang dapat<br />
di-download dari Internet, salah satunya adalah Jana Server.<br />
Program ini terdapat dalam CHIP Spesial CD. Sebenarnya, Jana<br />
Server merupakan sebuah proxy server, namun juga dapat<br />
mengatur e-mail account, yaitu sebagai news server. Server ini<br />
dapat men-query beberapa server sekaligus, mengambil e-mail<br />
yang tersimpan di mailbox luar, dan kemudian diteruskan ke<br />
mailbox pengguna dalam jaringan. Jana Server merupakan<br />
aplikasi 32 bit, dapat berjalan di Windows 9x, NT4, 2000, dan XP.<br />
Sebuah Mail Server lokal dapat dibangun dengan<br />
menggunakan tool internal Windows. Awalnya, Windows Server<br />
2003 menyediakan service SMTP Server, saat ini juga<br />
k Mail-Server dapat dibangun dengan menggunakan<br />
software gratis seperti Jana Server atau dengan software<br />
komersial Mdaemon Mail Server.<br />
k Client CHIP-CD menyediakan berbagai program e-mail<br />
client gratis, seperti Eudora dan Pegasus E-mail dalam versi<br />
yang terbaru.<br />
60 | CHIP | NETWORKING<br />
k ISI CD<br />
menyertakan service POP3 Server. Dengan kedua service ini,<br />
sebuah LAN dapat dengan mudah dilengkapi dengan sebuah<br />
Mail Server.<br />
Selain memberikan lalu lintas e-mail internal yang cepat dan<br />
mudah, juga memberikan keuntungan lain. Bagi yang<br />
menjalankan sebuah website pada server, dapat meletakkan<br />
sebuah form khusus (misalnya, untuk feedback) bagi pengunjung<br />
website, yang nantinya feedback ini dikirim ke e-mail perusahaan<br />
melalui SMTP Server. Selain itu, Mail Server juga dapat<br />
digunakan untuk mengorganisasi berbagai workgroup melalui<br />
Sharepoint Portal Services. Pada saat website mempunyai content<br />
baru, semua anggota workgroup otomatis mendapat<br />
pemberitahuan melalui e-mail secara otomatis. Layanan ini tentu<br />
dapat meningkatkan potensi server <strong>Anda</strong>.<br />
Instalasi Mail Server<br />
Layanan POP3 dan SMTP pada Windows Server 2003 tidak<br />
termasuk dalam instalasi standar. Kedua layanan ini harus diinstall<br />
secara manual. Aplikasi Mail Server ini dapat di-install<br />
bersama dengan aplikasi server lainnya, misalnya file server atau<br />
domain server, pada satu server PC. Selain itu dapat pula<br />
menggunakan sebuah server PC khusus yang berfungsi sebagai<br />
Mail Server. Untuk yang terakhir ini, yang perlu diperhatikan<br />
adalah masalah lisensi server dari Microsoft.<br />
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Window Server 2003 tidak<br />
menyediakan service IMAP Server. IMAP merupakan singkatan<br />
dari Internet Message Access Protocol dan merupakan pesaing<br />
dari protokol POP3. Dengan IMAP Server, e-mail tetap tersimpan<br />
dalam server. Pengguna dapat menggunakan e-mail client untuk<br />
membaca e-mail tersebut dan memilih e-mail untuk didownload<br />
seperlunya. Selain itu, e-mail di server tetap dapat<br />
dilihat dan disortir. Dibandingkan dengan POP3, layanan IMAP<br />
juga memungkinkan mailbox diakses oleh beberapa pengguna<br />
dan penambahan komentar seperti "Important" pada setiap email.<br />
Sayangnya, layanan IMAP ini semakin jarang ditawarkan<br />
oleh provider, karena dengan menyediakan layanan ini, maka<br />
sebagian pengguna akan ‘menitipkan’ e-mail mereka di server<br />
provider. Oleh karena itu provider harus menyediakan space yang<br />
cukup untuk tempat penyimpanan e-mail para penggunanya.<br />
Untuk membangun Mail Server dengan service POP3 dan<br />
SMTP, buka "Server Administration" pada Windows Server 2003.<br />
Secara default, ini akan dijalankan secara otomatis saat sistem
Tips Mail Server Terbaik Di Internet<br />
Panduan langkah demi langkah mengkonfigurasi Server<br />
POP3 dan SMTP.<br />
www.ilopia.com/Articles/WindowsServer2003/<br />
EmailServer.aspx<br />
Panduan langkah demi langkah bergambar.<br />
www.windowsnetworking.com/articles_tutorials/Windo<br />
ws_POP3_Service.html<br />
Service POP3 dan SMTP pada Windows 2003 Server<br />
http://www.microsoft.com/technet/prodtechnol/exchan<br />
ge/guides/POP3SvcE2k3/7f9b6e6d-a73b-4ec7-b7f3-<br />
6bd265939b48.mspx<br />
operasi dijalankan. Bila telah dinonaktifkan, menu ini bisa dibuka<br />
melalui "Administration | Server Administration".<br />
Pada "Add Programs to Server", klik menu "Add or Remove<br />
Programs". Pada jendela berikutnya, klik "Next". Lalu, tandai<br />
dalam daftar "Mail Server (POP3, SMTP)" dan konfirmasikan<br />
dengan "Next". Pada window berikutnya, "Authentification<br />
Methode" tetap pada setting "Local Windows Accounts". Di sini,<br />
Windows meminta nama dari domain e-mail. Untuk lalu lintas email<br />
internal, nama bisa dipilih sembarang, kemudian diikuti<br />
dengan tanda titik dan extension "local", misalnya<br />
"mymailsever.local". Selanjutnya, klik "Next".<br />
Windows mulai melakukan konfigurasi dan copy file <strong>Anda</strong><br />
yang dibutuhkan setelah mengklik "Next" sekali lagi. Di sini,<br />
diminta untuk memasukkan CD Windows Server 2003. Setelah<br />
selesai, window "This Server is now a Mail Server" akan muncul.<br />
Akhiri dengan mengklik "Finish".<br />
Mengkonfigurasi Service POP3<br />
Untuk melakukan konfigurasi service POP3, buka kembali<br />
window "Server Administration". Pada bagian "Mail Server<br />
(POP3, SMTP), klik "Manage this Mail Server". Jendela "POP3-<br />
Service" akan terbuka. Di sini, klik tanda plus (+) di depan nama<br />
server untuk membukanya. Di window kanan, terdapat link "Add<br />
mailbox". Klik link ini dan berikan nama untuk mailbox yang<br />
baru, misalnya "Shazma". Pilih option "Create user associated<br />
with this mailbox" dan berikan password yang diinginkan di<br />
bawahnya. Konfirmasikan dengan "OK" dan tutup pesan yang<br />
muncul dengan "OK".<br />
Mengkonfigurasi Service SMTP<br />
Administrasi service SMTP dan POP3 dilakukan secara<br />
terpisah. Untuk mengkonfigurasi SMTP Server, klik menu "Start<br />
| Administration" dan pilih "Internet Information Services<br />
Manager". Di sini, terdapat nama server <strong>Anda</strong> dan di bawahnya<br />
tersedia entri "SMTP Virtual Service". Di bawah entri "Domains",<br />
<strong>Anda</strong> bisa menemukan nama Mail Server dan nama komputer<br />
PANDUAN<br />
POP3, IMAP, DAN SMTP<br />
POP3 dan SMTP merupakan<br />
singkatan dari dua protokol email<br />
yang banyak digunakan di<br />
Internet.<br />
POP merupakan singkatan dari<br />
"Post Office Protocol" dan<br />
menggambarkan suatu proses<br />
yang men-download e-mail<br />
dari server ke program e-mail di<br />
client. Selain POP3, pada era<br />
80-an, digunakan POP2 yang<br />
harus digunakan bersama<br />
dengan SMTP. Sementara, POP3<br />
bekerja sendiri.<br />
POP3 saat ini digeser oleh IMAP<br />
(Internet Message Access<br />
Protocol) yang lebih canggih.<br />
Sayangnya, IMAP yang sudah<br />
sampai pada versi 4.0 ini belum<br />
didukung oleh semua provider.<br />
SMTP merupakan singkatan<br />
dari Simple Mail Transport<br />
Protocol. Protokol ini menetapkan<br />
proses pengiriman dan<br />
penerimaan e-mail dalam<br />
jaringan komputer, seperti<br />
Internet. Sebenarnya, SMTP itu<br />
sendiri berfungsi untuk mengatur<br />
lalu lintas e-mail antara<br />
berbagai server. Sementara,<br />
POP3 berfungsi untuk mengirimkan<br />
e-mail ke Client.<br />
Kelemahan besar SMTP<br />
adalah tidak tersedianya<br />
prosedur otentifikasi sehingga<br />
setiap pengguna dapat<br />
mengirim e-mail melalui SMTP<br />
Server sebuah ISP. Akibatnya, email<br />
spam menjadi berkembang.<br />
Biasanya, ISP meminta otentifikasi<br />
melalui POP3 Server.<br />
Bila otentifikasi berhasil, pengguna<br />
tersebut dapat menggunakan<br />
SMTP Server untuk<br />
mengirim e-mail.<br />
Untuk dapat mengirim dan<br />
menerima e-mail, e-mail Client<br />
seperti Outlook Express, harus<br />
dikonfigurasi dengan benar<br />
pada menu setting server<br />
POP3/IMAP dan server SMTP.<br />
server.<br />
Klik kanan "SMTP Virtual Service" dan pilih "Properties".<br />
Pindahlah ke tab "Access" dan klik tombol "Relay". Pastikan kedua<br />
option "Grant permissions to relay e-mail for all authorized users"<br />
dan "All computers, excepts listed below" telah dipilih. Setelah<br />
Memilih Mail Server: Layanan POP3 dan SMTP dapat ditambah<br />
dengan menggunakan “Configure Your Server Wizard”.<br />
| CHIP | NETWORKING | 61
PRAKTEK Instalasi Mail Server<br />
dikonfirmasikan dengan "OK". Mail Server sekarang sudah siap<br />
digunakan.<br />
62 | CHIP | NETWORKING<br />
Mengkonfigurasi E-mail Client<br />
Agar dapat mengirim dan menerima e-mail melalui Mail<br />
Server internal, program e-mail di PC (e-mail client) harus<br />
dikonfigurasi juga. Setting berikutnya dilakukan pada Outlook<br />
Express. Namun, konfigurasinya bisa diterapkan sama untuk<br />
program-program e-mail client yang lain.<br />
Untuk itu, buka Outlook Express dan klik menu "Tools |<br />
Accounts". Klik tombol "Add" dan pilih "Mail..". Berikan nama<br />
yang sesuai dengan nama mailbox yang telah dibuat sebelumnya<br />
saat mengkonfigurasi service POP3. Lalu, klik "Next". Masukkan<br />
alamat e-mail, misalnya "shazma@CHIP.local". Klik "Next" sekali<br />
lagi dan berikan nama atau alamat IP POP3 Server dan SMTP<br />
Server. Di sini, tentulah nama dari komputer server, bukan nama<br />
Mail Server.<br />
Setelah mengklik "Next", Outlook Express meminta nama<br />
account. Dalam hal ini "shazma". Kemudian, tentukan sebuah<br />
password yang telah dikonfigurasi sebelumnya pada service<br />
POP3. Setelah itu, klik "Next" dan akhiri dengan mengklik<br />
"Finish". Sekarang, e-mail account sudah terkonfigurasi dan<br />
cobalah mengirim e-mail. Service SMTP dari Windows Server<br />
2003 akan menerima e-mail ini dan meneruskannya secara<br />
otomatis ke service POP3 yang dituju. Selanjutnya, e-mail ini<br />
diambil oleh e-mail client.<br />
Menjalankan service POP3 dan SMTP<br />
Prosedur yang telah dijelaskan sebelumnya diaplikasikan<br />
untuk Windows Server 2003 dengan jaringan peer-to-peer. Bila<br />
menggunakan jaringan dalam sebuah domain dan dengan Active<br />
Directory, konfigurasinya sedikit berbeda. Dengan sebuah Active<br />
Setting yang<br />
benar: Inilah<br />
konfigurasi<br />
Outlook<br />
Express untuk<br />
mengakses<br />
Mail Server.<br />
TIP PROFESIONAL<br />
Mengkonfigurasi SMTP<br />
Windows Server 2003 memiliki<br />
sebuah bug yang menyebabkan<br />
dialog "SMTP Virtual<br />
Service" tidak muncul dalam<br />
"Internet Information Services<br />
Manager". Bila hal ini terjadi,<br />
tutup kembali jendela Manager<br />
dan klik menu "Start | Run".<br />
Ketik perintah "regsvr32<br />
%systemroot%\system32\inet<br />
srv\smtpsnap.dll". Setelah IIS<br />
Manager dibuka, "SMTP Virtual<br />
Service" sudah terlihat kembali.<br />
Bila langkah di atas tidak<br />
berfungsi, lakukan berikut ini.<br />
Klik menu "Start | All Programs |<br />
Accessories" dan pilih "Command<br />
Prompt". Ketik perintah<br />
yang sama di atas dan jalankan<br />
dengan menekan Enter. Sekarang,<br />
"SMTP Virtual Service"<br />
tetap muncul pada IIS Manager.<br />
Microsoft telah mengetahui<br />
bug ini dan sudah dapat<br />
diatasi dengan Service Pack 1<br />
for Windows Server 2003.<br />
Directory, user domain dengan password normal dapat juga login<br />
melalui service POP3. Namun, Windows tidak membuat mailbox<br />
untuk setiap pengguna secara otomatis. jadi, <strong>Anda</strong> harus melakukan<br />
konfigurasi secara manual.<br />
Caranya adalah sebagai berikut. Ikuti langkah-langkah yang<br />
diberikan "Configure Your Server Wizard". Pada dialog<br />
"Configure POP3 Service", pilih setting "Active Directory<br />
integrated" sebagai "Authentication Methode". Lalu, berikan<br />
nama e-mail domain di bawahnya. Nama ini harus sesuai dengan<br />
domain lokal <strong>Anda</strong>. Langkah selanjutnya seperti yang telah<br />
diuraikan di atas.<br />
Pada window konfigurasi service POP3, tentukan mailbox<br />
untuk masing-masing pengguna. Untuk semua pengguna<br />
jaringan yang terdaftar dalam Active Directory, option "Create<br />
user associated with this mailbox" dapat dinonaktifkan.<br />
Perhatikan agar nama mailbox dan nama pengguna harus sama.<br />
Bila salah atau user name tidak terdapat dalam Active Directory,<br />
pesan error akan muncul.<br />
Ubah nama<br />
mailbox:<br />
Setelah<br />
mengaktifkan<br />
Windows<br />
Authentification,<br />
sesuaikan<br />
nama account<br />
di Outlook<br />
Express.
Setting untuk service SMTP sama seperti untuk jaringan peerto-peer.<br />
Kemudian, konfigurasikan Outlook Express seperti<br />
langkah yang telah disebutkan sebelumnya untuk membuat<br />
sebuah account.<br />
Mengatur Setting Keamanan<br />
Untuk melindungi account POP3 dari pengguna yang tidak<br />
berhak, Windows Server 2003 menyediakan beberapa setting.<br />
<strong>Pertama</strong>, <strong>Anda</strong> harus mengaktifkan Windows Authentication<br />
untuk service SMTP. Untuk itu, buka "Internet Information<br />
Services Manager", lalu klik tanda plus (+) dengan nama server<br />
<strong>Anda</strong>. Selanjutnya, klik kanan "SMTP Virtual Service" dan pilih<br />
"Properties". Pindahlah ke tab "Access" dan klik tombol<br />
"Authentication" di area "Access control". Pada window<br />
berikutnya, tandai option "Integrated Windows Authentication".<br />
Selanjutnya, akhiri dengan mengklik "OK".<br />
Sesuaikan konfigurasi yang baru pada Outlook Express. Untuk<br />
itu, buka menu "Tools | Accounts". Tandai nama server <strong>Anda</strong> pada<br />
tab "All" dan klik "Properties". Sekarang, klik tab "Servers". Tandai<br />
option "My server requires authentication". <strong>Anda</strong> tidak perlu<br />
mengubah setting melalui "Advanced". Setelah itu, masukkan<br />
nama account. Sebagai account name, berikan dalam bentuk<br />
"[username]@[nama mail domain]". Misalnya, untuk pengguna<br />
bernama "Shazma" dengan domain "CHIP.local", bentuknya<br />
menjadi "shazma@CHIP.local". Konfirmasikan setting ini dengan<br />
mengklik "OK".<br />
Dengan konfigurasi ini, seorang pengguna harus memasukkan<br />
password yang benar untuk mengakses e-mail account. Password<br />
memang masih dikirimkan dalam bentuk teks murni oleh<br />
jaringan. Bila seseorang menggunakan program Network Sniffer<br />
yang memantau lalu lintas data dalam jaringan, password ini bisa<br />
diketahui dengan mudah. Untuk menghindarinya, password<br />
harus dienkripsi.<br />
Aktifkan mode<br />
enkripsi:<br />
Outlook<br />
Express dapat<br />
mengenkripsi<br />
password yang<br />
dikirim melalui<br />
jaringan.<br />
KNOW-HOW<br />
POP3 Connector untuk Download E-<br />
Mail<br />
Sebelum melakukan konfigurasi<br />
POP3 Server dan SMTP<br />
Server dalam jaringan <strong>Anda</strong>,<br />
sebaiknya mengetahui bahwa<br />
POP3 Server dalam Windows<br />
Server 2003 bukan untuk<br />
mengambil e-mail yang<br />
tersimpan di mailbox eksternal,<br />
contohnya seperti yang<br />
ditawarkan oleh ISP dimana email<br />
dapat dikirim ke e-mail<br />
internal. Untuk tugas ini,<br />
dibutuhkan sebuah POP3<br />
Connector, seperti yang<br />
ditawarkan dalam Windows<br />
Small Business Server. POP3<br />
Connector ini tidak tercakup<br />
dalam POP3 Service dari<br />
Windows Server 2003. Sementara,<br />
pengiriman e-mail melalui<br />
service SMTP ke alamat eksternal<br />
tidak membutuhkan<br />
program tambahan.<br />
Microsoft Exchange Server<br />
bahkan tidak menyediakan<br />
sebuah POP3 Connector. Di sini,<br />
Exchange Server harus diinformasikan<br />
bahwa server tersebut<br />
menggunakan koneksi Internet<br />
dengan alamat IP yang fixed<br />
dan domain yang sudah<br />
terdaftar. Walaupun demikian,<br />
Exchange Server juga bisa<br />
didukung dengan POP3<br />
Connector dari produsen<br />
software lain.<br />
Untuk itu, buka window untuk mengatur konfigurasi POP3.<br />
Klik kanan nama PC Server dan pilih "Properties". Lalu, pilih<br />
option "Log on using Secure Password Authentication (SPA)" dan<br />
tutup jendela dengan "OK". Service POP3 harus di-restart untuk<br />
menerima perubahan setting. Klik saja dengan "Yes".<br />
Program e-mail client juga harus disesuaikan agar mengirim<br />
password dalam bentuk terenkripsi. Untuk itu, klik "Tools |<br />
Accounts" dalam Outlook Express. Tandai nama Mail Server<br />
<strong>Anda</strong> dan klik "Properties". Buka tab "Servers" dan aktifkan option<br />
"Log on using Secure Password Authentication". Konfirmasi<br />
konfigurasi baru ini dengan mengklik "OK".<br />
Mengatur Konfigurasi Lain<br />
Agar beban e-mail tidak menggangu kinerja server, ukuran e-mail<br />
yang boleh dikirim per mailbox dapat dibatasi. Untuk itu, melalui<br />
"Internet Information Services Manager", buka "Properties" dari<br />
"SMTP Virtual Service". Kemudian, klik tab "Messages". Selain<br />
ukuran e-mail "Limit message size to (KB)", <strong>Anda</strong> juga bisa<br />
membatasi jumlah maksimal penerima e-mail. Option ini juga<br />
dapat mencegah meluasnya e-mail spam yang dikirim ke ratusan<br />
penerima sekaligus melalui server <strong>Anda</strong>.<br />
Kedua option "Limit session size to (KB)" dan "Limit number<br />
of messages per connection to" sebaiknya dinonaktifkan karena<br />
konfigurasi ini tidak cocok digunakan pada sebuah jaringan untuk<br />
bisnis.<br />
Selanjutnya, buka tab "Delivery". Di sini, dapat ditentukan<br />
berapa lama durasi delivery retry jika proses pengiriman gagal dan<br />
kapan delay notification dikirimkan ke pengirimnya.<br />
Reza Wahyudi (RF)<br />
| CHIP | NETWORKING | 63
PRAKTEK Mengkonfigurasi Windows ICS<br />
Mengkonfigurasi Windows ICS<br />
Berbagi Akses Internet<br />
Tanpa tambahan modem, jalur telepon, ISP, atau software, Windows Internet Connection Sharing (ICS) dapat<br />
menghubungkan semua pengguna jaringan ke Internet. CHIP akan menunjukkan cara mengkonfigurasi sebuah<br />
PC sebagai Gateway dan juga komputer client secara optimal.<br />
k<br />
Saat ini, sangat mudah untuk menghubungkan beberapa<br />
PC sekaligus ke Internet. Dengan menggunakan router,<br />
PC <strong>Anda</strong> sudah akan langsung terhubung ke Internet. Namun,<br />
mungkin <strong>Anda</strong> juga ingin menikmati Internet melalui notebook<br />
yang sudah terhubung ke jaringan. Cara yang mudah dan cepat<br />
adalah dengan menggunakan ICS. Software NAT menjadi metode<br />
koneksi yang sangat aman untuk terhubung<br />
ke Internet.<br />
PC yang terhubung ke Internet disebut<br />
sebagai "Host", sementara komputer<br />
jaringan yang mengakses Internet melalui<br />
PC tersebut disebut sebagai "Client".<br />
Instalasi dan Konfigurasi ICS<br />
Fasilitas sharing Internet sudah ditawarkan<br />
Microsoft mulai Windows 98 SE. Fungsinya<br />
sebenarnya sama saja, namun instalasi dan<br />
konfigurasinya sedikit berbeda.<br />
Pada Windows XP, caranya sebagai<br />
berikut. Buka "Network Connection” yang<br />
ingin di-sharing. Klik setting koneksi ini di<br />
bagian "Network Tasks". Aktifkan ketiga<br />
option pada "Internet Connection Sharing"<br />
yang terdapat dalam tab "Advanced". Sekarang, buka tab<br />
"Options". Di sini, tentukan nilai untuk option "Idle time after<br />
hang up" menjadi "5 Minutes".<br />
Selanjutnya, Windows XP secara otomatis menetapkan PC<br />
Host dengan alamat IP 192.168.0.1. Alamat IP yang sebelumnya<br />
langsung diganti. Namun bila jaringan <strong>Anda</strong> menggunakan<br />
jangkauan alamat IP yang lain atau alamat IP ini sudah dimiliki<br />
oleh PC lain dalam jaringan, akan timbul masalah. Untuk itu<br />
Windows memungkinkan <strong>Anda</strong> untuk menggunakan alamat IP<br />
private yang lain. Alamat IP pada client juga harus disesuaikan.<br />
64 | CHIP | NETWORKING<br />
k ISI CD<br />
TIPS<br />
k <strong>Jaringan</strong> Lebih Aman. Lindungi komputer jaringan <strong>Anda</strong><br />
dari akses ilegal dengan menggunakan program firewall<br />
seperti ZoneAlarm versi terbaru.<br />
k Alternatif. Kemungkinan lain untuk menggunakan akses<br />
Internet secara bersama adalah menggunakan program<br />
Proxy, seperti Jana Server.<br />
DHCP Tidak<br />
Bermasalah<br />
Jangan lupa untuk mengaktifkan fasilitas "File and Print Sharing"<br />
agar PC Host bisa terlihat oleh jaringan.<br />
Konfigurasi Client<br />
Konfigurasi Client sebenarnya hanya dilakukan pada setting<br />
TCP/IP Protocol. Setiap client harus<br />
memiliki sebuah alamat IP. Alamat IP<br />
Client tentunya harus dalam jangkauan<br />
alamat yang sama dengan alamat IP PC<br />
Host. Misalnya, Host ICS beralamat IP<br />
192.168.0.1, maka PC client harus dalam<br />
jangkauan 192.168.0.2 sampai<br />
192.168.0.254. Perhatikan bahwa XP<br />
secara otomatis memberikan alamat<br />
Subnet Mask 255.255.255.0.<br />
Pada "Gateway", berikan alamat IP dari<br />
PC Host yang merupakan gerbang menuju<br />
Internet. Demikian juga untuk alamat<br />
DNS Server. Setting lainnya tidak<br />
diperlukan. Apabila <strong>Anda</strong> membuka<br />
browser dan mengetikkan sebuah alamat<br />
website, koneksi Internet secara otomatis<br />
dibuka oleh PC Host. Server jaringan<br />
kemudian meneruskan data yang diterima ke PC client.<br />
Jika koneksi dilakukan melalui kabel telepon, sebaiknya atur<br />
konfigurasinya agar tidak terus-menerus terhubung ke Internet.<br />
<strong>Anda</strong> bisa memutuskannya bila tidak diperlukan. Pada setting<br />
normal, koneksi akan diputus setelah beberapa menit tidak<br />
dipergunakan. Namun, cara ini tidak efektif karena saat sebuah<br />
program e-mail terbuka, program tersebut akan terus-menerus<br />
mengecek e-mail ke Mail Server sehingga tetap terkoneksi ke<br />
Internet.<br />
Setelah PC Host terhubung ke Internet, muncul icon untuk<br />
"Connection Sharing" di area Internet Gateway" dalam window<br />
"Network Connections". Jika icon ini diklik-kanan, koneksi bisa<br />
langsung diputus. Untuk mempermudahnya, klik-kanan icon<br />
untuk membuka "Properties" Internet Gateway. Aktifkan option<br />
"Show icon at notification tray when connected". Setelah itu, icon<br />
‘Connection Sharing’ akan muncul di system tray dan dapat<br />
digunakan untuk memutuskan koneksi Internet. Remote<br />
Disconnection hanya berfungsi bila PC Host juga menggunakan<br />
Windows XP.<br />
Saat menggunakan DHCP-Server,<br />
masalah bisa muncul bila PC Host<br />
memakai Windows XP dan<br />
Windows 2000 sebagai Client.<br />
Untuk mengatasinya, lakukan<br />
langkah berikut. Buka "Command<br />
Prompt" pada Windows 2000 dan<br />
jalankan perintah "ipconfig<br />
/renew". Di sini, Windows 2000<br />
akan meminta alamat IP yang<br />
baru saat terhubung dengan<br />
DHCP-Server. Koneksi Internet kini<br />
langsung bisa berfungsi.
Tips Mail Server Terbaik Di Internet<br />
Tutorial Online k www.guidescentral.com<br />
Workshop dan tip Internet Connection Sharing (ICS),<br />
Network Address Translation (NAT), VPN-Network, dan<br />
banyak lagi.<br />
Know-How dan Panduan k www.internet-sharing.com<br />
Knowledge Website seputar NAT, DHCP, dll.<br />
Tips ICS k http://search.microsoft.com/search/results.<br />
aspx? View=de-de&p=1&c=10&st=b&qu=ICS&na=32&cm=<br />
512<br />
Menggunakan ICS sebagai DHCP Server<br />
Internet Connection Sharing juga dapat digunakan sebagai<br />
DHCP Server. Langkah instalasi dan konfigurasi PC Host sama<br />
seperti menggunakan alamat IP yang fixed. Di sini, PC Host<br />
merupakan satu-satunya PC dalam jaringan yang menggunakan<br />
alamat IP yang fixed (tetap). Sebaiknya gunakan alamat IP yang<br />
standar, yaitu 192.168.0.1.<br />
Pada PC client, <strong>Anda</strong> tidak perlu mengkonfigurasi alamat IP<br />
secara manual. Pada Windows XP, cukup dengan menandai<br />
option "Apply IP address automatically". ICS akan secara<br />
otomatis memberikan alamat IP Host untuk Gateway dan DNS<br />
Server, sedangkan kolom Network Properties tidak perlu diisi<br />
dengan alamat IP Server.<br />
Internet Connection Sharing menggunakan DHCP Server<br />
memang terlihat mudah dan praktis. Namun hal ini tidak<br />
disarankan secara mutlak karena beberapa alasan. <strong>Pertama</strong>, <strong>Anda</strong><br />
tidak bisa mengontrol alamat IP dari PC dalam jaringan. Kedua,<br />
ICS Server harus merupakan PC pertama dalam jaringan atau<br />
berjalan mandiri. Apabila client tidak menemukan DHCP Server<br />
dalam jaringan, secara otomatis Client mendapat sebuah alamat<br />
antara 169.254.0.0 sampai 169.254.255.255. Namun, bila sebuah<br />
PC (atau perangkat lain, misalnya printer network) memiliki<br />
alamat IP yang statis dari jangkauan alamat lain, PC ini tidak akan<br />
dapat dijangkau.<br />
Mudah Diputus: Jika ICS-Host berbasis Windows XP, koneksi ke<br />
client yang memakai Windows XP dapat langsung diputus.<br />
KNOW-HOW<br />
Beginilah ICS Berfungsi<br />
Terdapat empat kemungkinan<br />
untuk menghubungkan LAN<br />
dengan Internet, yaitu melalui<br />
router berbasis software atau<br />
hardware, Proxy Server atau<br />
Software NAT seperti ICS. NAT<br />
merupakan singkatan dari<br />
Network Address Translation,<br />
yaitu cara mengirimkan paket<br />
data dari Client ke Server yang<br />
diinginkan di Internet. NAT-<br />
Server (ICS-Host) kemudian<br />
menerima respons dari server<br />
tersebut dan meneruskannya<br />
ke client.<br />
Cara Kerja NAT Server: Agar<br />
dapat berfungsi, Server menyimpan<br />
sebuah tabel yang<br />
berisi Source IP Address dan<br />
Source Port Number dari setiap<br />
data paket yang diteruskan.<br />
Saat meneruskannya ke<br />
Internet Server, NAT-Server<br />
mengganti data ini dengan<br />
alamat IP dan Port Number<br />
sendiri. Paket data yang<br />
diterima dari Internet kemudian<br />
diperiksa oleh NAT Server.<br />
Jika request tersebut tercatat<br />
dalam tabel, maka paket data<br />
diteruskan ke client yang<br />
memintanya. Apabila tidak<br />
ada, paket data akan dikembalikan.<br />
Oleh karena alamat IP<br />
client tidak terekspos ke dunia<br />
LAN<br />
192.168.0.2<br />
INTERNET<br />
Network<br />
PC<br />
Internet-<br />
Server<br />
192.168.0.3<br />
Network<br />
PC<br />
192.168.0.1/95.27.111.2<br />
luar, NAT juga berfungsi sebagai<br />
pertahanan terhadap serangan<br />
luar. Mengenai topik ini,<br />
baca artikel khusus di edisi ini.<br />
XP dengan NAT Traversal:<br />
Beberapa aplikasi memang<br />
bermasalah dengan metode ini<br />
sehingga aplikasi tersebut<br />
tidak bisa terhubung ke<br />
Internet. Ini terjadi bila aplikasi<br />
tersebut tidak mengenali<br />
perubahan alamat NAT Server<br />
atau menggunakan Outgoing<br />
Port yang salah atau yang<br />
bersifat tetap.<br />
Oleh karena itu, Microsoft<br />
menyertakan NAT Traversal<br />
dalam Windows XP. Teknik ini<br />
menjamin aplikasi bisa menemukan<br />
NAT Server dan melakukan<br />
konfigurasi secara otomatis.<br />
Syaratnya, NAT-server mendukung<br />
Universal plug & play<br />
(UPnP), yaitu teknik plug & play<br />
melalui jaringan. Jadi, penerjemahan<br />
Port-Number yang disebut<br />
sebagai "Port Mapping"<br />
dapat dilakukan langsung oleh<br />
program atau melalui script.<br />
Demikian juga dengan firewall<br />
Windows XP. Agar dapat<br />
berfungsi, program ini disesuaikan<br />
dengan NAT Traversal<br />
dan UPnP.<br />
Gateway (ICS)<br />
Internet-<br />
Server<br />
192.168.0.4<br />
Network<br />
PC<br />
67.202.97.1 77.188.19.2<br />
14.192.38.4<br />
Prinsip NAT:<br />
Gateway<br />
membuat<br />
sebuah tabel<br />
yang berisi<br />
Source-IP<br />
dan Source-<br />
Port dari<br />
setiap paket<br />
data yang<br />
keluar. Saat<br />
meneruskannya<br />
ke Internet,<br />
paket<br />
data ini dikirimseolaholah<br />
dari NAT<br />
Server itu<br />
sendiri.<br />
| CHIP | NETWORKING | 65
PRAKTEK MRTG<br />
Multi Router Traffic Grapher (MRTG)<br />
Pantau Bandwidth <strong>Anda</strong><br />
Pemantauan bandwidth seakan sudah menjadi kebutuhan untuk jaringan skala menengah dan besar. CHIP<br />
akan memberikan panduan lengkap untuk melakukan hal tersebut dengan menggunakan software Multi<br />
Router Traffic Grapher (MRTG).<br />
k<br />
Secara singkat, Multi Router Traffic Grapher (MRTG)<br />
adalah tool yang bisa digunakan untuk memantau<br />
beban traffic (traffic load) dalam sebuah jaringan. Software yang<br />
dibuat oleh Tobias Oetiker ini menggunakan protokol Simple<br />
Network Management Protocol (SNMP) yang biasanya dimiliki<br />
oleh setiap interface jaringan (antara lain hub, switch, router,<br />
network card/NIC, Access Point, dan lain-lain). Agar bisa<br />
dipantau oleh MRTG, tentu saja syaratnya adalah adanya<br />
dukungan protokol SNMP untuk setiap perangkat-perangkat<br />
tersebut. Dengan kata lain, hanya perangkat yang mendukung<br />
protokol SNMP sajalah yang bisa dimonitor dengan menggunakan<br />
MRTG.<br />
Sekilas Tentang SNMP<br />
Simple Network Management Protocol (SNMP) diciptakan<br />
pada sekitar tahun 1988. Tujuan awal diciptakannya protokol<br />
SNMP ini adalah untuk mengatur berbagai device yang semakin<br />
banyak seiring dengan berkembangnya jaringan Internet.<br />
SNMP sendiri merupakan “turunan” dari protokol Simple<br />
Gateway Management Protocol (SGMP). Sebenarnya, SNMP<br />
juga akan digantikan oleh bebreapa protokol lain yang lebih<br />
modern (CMIS/CMIP), tetapi sampai saat ini SNMP masih<br />
menjadi protokol manajemen jaringan yang paling banyak<br />
digunakan.<br />
Secara singkat, SNMP terdiri dari tiga bagian yaitu managed<br />
device, agent, dan Network Management System (NMS). Berikut<br />
ini deskripsi singkat mengenai fungsi dari ketiga elemen<br />
tersebut.<br />
Managed Device k Node jaringan yang memiliki SNMP agent<br />
dan berada dalam jaringan yang di-manage. Managed device<br />
akan mengumpulkan informasi yang nantinya bisa diakses oleh<br />
NMS dengan menggunakan SNMP. Managed device bisa berupa<br />
router, switch, hub, ethernet/NIC, ataupun elemen network<br />
lainnya.<br />
66 | CHIP | NETWORKING<br />
k ISI CD<br />
k ActivePerl CHIP menyediakan program ActivePerl 5.8.7 dari<br />
ActiveState dalam CHIP-CD sebagai kompiler Perl untuk<br />
platform Windows.<br />
k MRTG CHIP juga menyediakan program MRTG terbaru versi<br />
2.12.2 dalam CHIP-CD.<br />
Agent k Software untuk manajemen network yang berada di<br />
managed device. Agent berperan untuk menerjemahkan<br />
informasi ke dalam “bahasa” yang kompatibel dengan SNMP.<br />
Network Management System k Bagian dalam jaringan yang<br />
akan melakukan pengawasan ataupun mengatur managed<br />
device.<br />
Secara detail, ada lima perintah yang biasa digunakan untuk<br />
proses interaksi antara NMS dan managed device atau agent.<br />
Kelima perintah tersebut adalah sebagai berikut.<br />
Get k Perintah yang dilakukan oleh NMS untuk mengambil<br />
informasi tertentu.<br />
Get Next k Sama seperti Get, tetapi Get Next mengambil<br />
informasi satu tingkat setelahnya atau selanjutnya.<br />
Set k Perintah yang akan diberikan oleh NMS ke managed<br />
device. Perintah Set ini biasanya digunakan untuk mengeset<br />
parameter tertentu dari managed device.<br />
Get Response k Respons dari managed device atas perintah Get,<br />
Get Next, atau Set yang diberikan oleh NMS. Respon ini bisa<br />
berisi informasi yang diminta oleh NMS atau bisa juga berisi<br />
pesan kesalahan.<br />
Trap k Biasanya berupa notifikasi atau peringatan yang<br />
dikeluarkan secara spontan oleh managed device kepada NMS.<br />
Biasanya perintah Trap ini digunakan untuk kejadian yang<br />
penting dan harus diberitahukan kepada NMS.<br />
Sampai saat ini, standar SNMP baru mencapai versi 2.<br />
Sayangnya, SNMP versi 1 dan versi 2 ini tidak saling kompatibel.<br />
RFC1452 mendefinisikan metode untuk membuat SNMP versi 1<br />
dan versi 2 ini agar bisa berjalan bersaaman, yaitu dengan<br />
menggunakan proxy agent ataupun bilingual NMS. Solusi proxy<br />
agent akan menggunakan proxy untuk saling menerjemahkan<br />
“bahasa” SNMP versi 1 dan versi 2, sementara solusi bilingual<br />
NMS adalah dengan menggunakan software NMS yang mendukung<br />
dua “bahasa” sekaligus, yaitu SNMP versi 1 dan versi 2.<br />
Prinsip Kerja MRTG<br />
Pertanyaan berikutnya adalah menyangkut hubungan antara<br />
MRTG dengan SNMP. Fungsi dari MRTG sebenarnya adalah<br />
melakukan monitoring berdasarkan parameter SNMP yang<br />
dikembalikan oleh managed device (dalam hal ini device yang<br />
di-monitor oleh MRTG). MRTG akan melakukan query<br />
mengenai status traffic dari node suatu network. Selanjutnya,<br />
MRTG akan menampilkan status traffic tersebut dalam bentuk<br />
gambar dalam suatu halaman web yang telah ditentukan.<br />
MRTG tersedia dalam berbagai platform seperti Windows,<br />
Linux/Unix, Netware, dan Mac OS X. Namun, dalam tutorial ini
Referensi untuk MRTG<br />
Website untuk mulai mencari informasi tentang MRTG<br />
k http://people.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/mrtg/<br />
Panduan instalasi MRTG untuk Windows<br />
k http://people.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/mrtg/mrtg<br />
-nt-guide.html<br />
Panduan instalasi MRTG untuk Linux<br />
k http://people.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/mrtg/mrtg<br />
-unix-guide.html<br />
Web-site untuk men-download file MRTG<br />
k http://people.ee.ethz.ch/oetiker/webtools/mrtg/pub/.<br />
CHIP hanya akan membahas MRTG yang berbasiskan<br />
Windows. Ulasan berikut akan mengajak <strong>Anda</strong> untuk menginstall<br />
MRTG dalam sembilan langkah mudah. Setelah<br />
menyelesaikan sembilan langkah ini, <strong>Anda</strong> diharapkan sudah<br />
bisa memanfaatkan MRTG untuk melakukan monitoring dari<br />
interface jaringan yang diinginkan.<br />
Hal penting yang perlu <strong>Anda</strong> perhatikan adalah proses<br />
instalasi MRTG pada platform Windows ini tidak semudah<br />
instalasi program Windows lain pada umumnya. Bagi <strong>Anda</strong><br />
yang sudah terbiasa dengan proses instalasi yang sangat mudah<br />
pada Windows mungkin akan sedikit kesulitan dan bingung<br />
dengan rumitnya instalasi MRTG. CHIP akan memandu <strong>Anda</strong><br />
langkah demi langkah. Dengan demikian <strong>Anda</strong> diharapkan akan<br />
mendapatkan panduan yang pasti dalam melakukan instalasi<br />
MRTG. Setiap langkah yang diberikan sebaiknya <strong>Anda</strong> lakukan<br />
secara berurutan untuk memastikan semua langkah dilakukan<br />
dengan benar.<br />
Proses instalasi sebenarnya dilakukan pada dua sisi, yaitu sisi<br />
NMS dan sisi managed device. Semua proses instalasi berikut<br />
akan dilakukan pada NMS (PC yang digunakan untuk memonitor<br />
managed device), sementara pada managed device<br />
hanya perlu dilakukan konfigurasi SNMP (langkah ketiga).<br />
1. Instalasi Perl<br />
MRTG dibangun dengan dasar bahasa Perl dan C. Bahasa<br />
Perl yang satu ini lebih populer karena kemampuannya dalam<br />
Prinsip dasar SNMP: NMS akan mengirimkan perintah dan<br />
direspons oleh Managed System dengan informasi yang<br />
sesuai.<br />
KNOW-HOW<br />
Manfaat Penggunaan MRTG<br />
Mungkin <strong>Anda</strong> akan mempertanyakan<br />
manfaat dari penggunaan<br />
MRTG dibandingkan<br />
dengan tool monitoring lainnya<br />
(khususnya untuk platform<br />
Windows). Sebenarnya keunggulan<br />
dari MRTG adalah dari<br />
faktor kesederhanaan dan<br />
fungsionalitasnya.<br />
MRTG bisa dikonfigurasikan<br />
dengan mudah untuk memantau<br />
penggunaan bandwidth<br />
dalam suatu interface<br />
yang mendukung SNMP. <strong>Anda</strong><br />
juga bisa memantau peningkatan<br />
traffic dalam berbagai<br />
skala (daily, rata-rata<br />
setiap 5 menit), sampai skala<br />
tahunan.<br />
<strong>Anda</strong> dapat dengan mudah<br />
melihat jika ada lonjakan traffic<br />
yang menandakan ada sesuatu<br />
yang tidak beres dalam<br />
jaringan. Adanya worm ataupun<br />
trojan yang biasanya mempengaruhi<br />
traffic upload dapat<br />
dideteksi dengan melihat grafik<br />
upload yang dihasilkan oleh<br />
MRTG. Integrasi dengan web<br />
server juga memudahkan<br />
Administrator untuk melakukan<br />
pemantauan dari jarak<br />
jauh, tanpa harus melalui proses<br />
otentifikasi.<br />
melakukan operasi string. Perl tidak tersedia secara native dalam<br />
sistem operasi Windows. Oleh sebab itu, <strong>Anda</strong> harus terlebih<br />
dahulu melakukan instalasi Perl pada platform Windows.<br />
Dalam percobaan, CHIP menggunakan ActivePerl versi 5.8.7<br />
buatan ActiveState (www.activestate.com).<br />
Setelah selesai men-download ActivePerl, maka <strong>Anda</strong> harus<br />
membuka file ZIP dan menjalankan file “installer.bat”. Proses<br />
instalasi dari ActivePerl ini dibuat sangat sederhana dengan<br />
menggunakan batch file. Setelah <strong>Anda</strong> menjalankan “installer.bat”,<br />
maka <strong>Anda</strong> akan dihadapkan pada beberapa pertanyaan yang<br />
menyangkut konfigurasi instalasi dari Perl. Setelah selesai<br />
instalasi, pastikan direktori “\Perl\bin” sudah masuk ke dalam<br />
path Windows <strong>Anda</strong>.<br />
Cara mengeceknya adalah dengan mengetikkan “perl” pada<br />
sembarang direktori (dengan mengakses console Command<br />
Prompt terlebih dahulu). Jika Windows tidak menampilkan<br />
Klasik namun tetap Fungsional: Proses instalasi Perl ini<br />
masih berbasiskan teks dengan menggunakan bantuan<br />
batch file.<br />
| CHIP | NETWORKING | 67
PRAKTEK MRTG<br />
pesan kesalahan, maka seharusnya instalasi Perl sudah selesai.<br />
Jika Windows menampilkan pesan kesalahan yang menyatakan<br />
bahwa “perl tidak dikenal sebagai command”, maka tampaknya<br />
direktori “\Perl\bin” belum dimasukkan ke dalam path.<br />
Alternatif lain adalah dengan mengetikkan “path” dalam<br />
Command Prompt. Periksa apakah ada direktori “\Perl\bin”dari<br />
teks yang muncul. Jika tidak ada, maka bisa dipastikan Perl<br />
belum dimasukkan ke dalam path pencarian.<br />
Solusinya adalah dengan memasukkan direktori “\Perl\bin”<br />
ke dalam path Windows secara manual. Caranya adalah sebagai<br />
berikut. Klik kanan dari “My Computer” dan pilih “Properties”.<br />
Selanjutnya pilih tab menu “Advanced” dan tombol “Environment<br />
Variables”. Perhatikan bagian “System variables” dan cari kolom<br />
yang berisi “Path”. Pilih baris tersebut dan klik “Edit”.<br />
Tambahkan path “C:\Perl\bin” dalam kolom “Variable Value”.<br />
Sebagai contoh digunakan drive “C” dengan direktori “Perl\bin”<br />
dimana instalasi Perl dilakukan. <strong>Anda</strong> bisa mengubah path ini<br />
sesuai dengan letak direktori instalasi Perl <strong>Anda</strong>.<br />
Sebagai catatan: Antara path yang satu dengan path lain akan<br />
dipisahkan dengan tanda “;”. Jadi yang harus <strong>Anda</strong> tambahkan<br />
dalam kolom “Variable Value”adalah “;C:\Perl\bin”(tanpa tanda<br />
kutip). Setelah selesai, klik “OK” untuk menutup windowwindow<br />
yang ada dan restart-lah PC <strong>Anda</strong>.<br />
2. Instalasi MRTG<br />
Hal pertama yang harus <strong>Anda</strong> lakukan tentunya adalah mendownload<br />
versi terbaru dari MRTG. MRTG bisa didapat dari<br />
“http://people.ee.ethz.ch/oetiker/webtools/mrtg/pub/”. Bagi <strong>Anda</strong><br />
yang malas mengingat alamat yang panjang di atas, maka bisa<br />
menggunakan bantuan search engine seperti Google ataupun<br />
Yahoo. Ketikkan “MRTG” pada kolom pencarian, maka<br />
seharusnya akan muncul banyak halaman yang menyediakan<br />
file MRTG untuk di-download.<br />
Sama seperti instalasi ActivePerl, proses instalasi MRTG juga<br />
jauh dari warna-warni interface yang biasanya membantu<br />
proses instalasi <strong>Anda</strong>. Sedikit perbedaan adalah proses instalasi<br />
MRTG ini relatif lebih sederhana dan lebih mudah. <strong>Anda</strong> hanya<br />
perlu mengekstrak file instalasi ke direktori yang <strong>Anda</strong> inginkan.<br />
Gunakan tool ekstraksi favorit <strong>Anda</strong> seperti WinZip, WinRar,<br />
ataupun Total Commander. Ekstraklah file instalasi ke dalam<br />
direktori yang <strong>Anda</strong> inginkan.<br />
CHIP menyarankan <strong>Anda</strong> untuk menggunakan direktori<br />
yang sederhana dan mudah diingat seperti “C:\MRTG”.<br />
Penggunaan nama direktori yang rumit seperti “C:\MRTG-<br />
2.12.2” memang membantu <strong>Anda</strong> mengidentifikasikan versi<br />
MRTG yang digunakan, tetapi akan sedikit menyulitkan <strong>Anda</strong><br />
dalam proses konfigurasi akibat nama direktori yang lebih sukar<br />
diingat.<br />
Langkah pengujian terakhir yang harus <strong>Anda</strong> lakukan adalah<br />
sebagai berikut. Masuklah ke direktori “\MRTG\bin” lalu<br />
ketikan “perl mrtg”. Jika <strong>Anda</strong> menemukan tampilan pesan<br />
kesalahan yang menandakan bahwa MRTG belum memiliki file<br />
konfigurasi, maka bisa dikatakan proses konfigurasi Perl dan<br />
68 | CHIP | NETWORKING<br />
MRTG <strong>Anda</strong> sudah berhasil.<br />
Manual:<br />
<strong>Anda</strong><br />
harus<br />
menamba<br />
hkan path<br />
dari<br />
direktori<br />
instalasi<br />
Perl<br />
secara<br />
manual.<br />
3. Konfigurasi SNMP pada Managed Device<br />
Setiap device yang ingin <strong>Anda</strong> monitor harus mendukung<br />
protokol Simple Network Management Protocol (SNMP).<br />
Selain mendukung, <strong>Anda</strong> juga harus memastikan bahwa<br />
protokol SNMP tersebut sudah dikonfigurasikan dengan benar<br />
untuk setiap device.<br />
Kali ini, CHIP membahas konfigurasi SNMP yang dilakukan<br />
pada device Ethernet (Network Interface Card/NIC) yang terinstall<br />
di PC berbasiskan Windows 2000/XP. Proses konfigurasi<br />
untuk router, Access Point, switch, dan berbagai device lain juga<br />
sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya mungkin <strong>Anda</strong> harus<br />
menyesuaikan interface yang ada dari setiap device tersebut.<br />
<strong>Pertama</strong>-tama, <strong>Anda</strong> harus memastikan bahwa protokol<br />
SNMP sudah ter-install di PC. Caranya, klik kanan pada “My<br />
Computer” dan pilih “Manage”. Selanjutnya pilih “Service and<br />
Tambahkan: Protokol SNMP biasanya harus ditambahkan<br />
secara manual dengan menggunakan “Add Remove<br />
Windows Component”.
Identitas:<br />
<strong>Anda</strong> harus<br />
menentukan<br />
nama Community<br />
khusus<br />
sebagai sarana<br />
identifikasi<br />
dalam<br />
jaringan.<br />
Applications | Services”. Lihat kolom pada bagian kanan window<br />
dan cari item “SNMP Service”. Jika <strong>Anda</strong> tidak menemukan item<br />
tersebut, maka hal itu menandakan SNMP belum ter-install di<br />
PC <strong>Anda</strong>. Oleh karena itu, <strong>Anda</strong> harus melakukan instalasi<br />
secara manual. Masuklah ke “Start | Settings | Control Panel |<br />
Add Remove Programs | Add/Remove Windows Components”.<br />
Dari menu yang muncul, pilihlah “Management and<br />
Monitoring Tools”. Klik “Details” dan pastikan komponen<br />
“Simple Network Management Protocol” sudah dipilih. Tutup<br />
window yang ada dengan mengklik “OK”. Windows akan<br />
melakukan instalasi komponen SNMP dan meminta CD<br />
Windows. Sampai saat ini seharusnya proses instalasi SNMP<br />
sudah selesai.<br />
Selesainya proses instalasi tidak menandakan selesainya tugas<br />
<strong>Anda</strong>. <strong>Anda</strong> masih harus melakukan konfigurasi untuk SNMP.<br />
Caranya sebagai berikut. Klik kanan pada “My Computer” dan<br />
pilih “Manage”. Selanjutnya, pilih “Service and Applications |<br />
Services”. Carilah item “SNMP Service” dan klik dua kali untuk<br />
membuka window konfigurasi. Hal pertama yang harus <strong>Anda</strong><br />
lakukan adalah memastikan service sudah berjalan (service<br />
status: “Started”). Selanjutnya, pilih tab menu “Security”.<br />
Ubahlah nama “Community” menjadi kata-kata yang unik<br />
seperti “ServerJim” dan ubah “Community Rights” menjadi<br />
“Read Only”. Sebagai catatan, nama Community (atau<br />
“Community String”) merupakan nama unik yang digunakan<br />
sebagai tanda pengenal. <strong>Anda</strong> sebaiknya menggunakan nama<br />
yang cukup unik, karena “Community String” ini juga sekaligus<br />
berfungsi sebagai “password” saat mengambil data SNMP.<br />
Masih pada tab yang sama, <strong>Anda</strong> juga bisa menentukan host<br />
mana saja yang packet-nya boleh diterima atau membebaskan<br />
sistem untuk menerima packet SNMP dari host manapun.<br />
Hal terakhir yang harus <strong>Anda</strong> lakukan adalah membuka tab<br />
“Agent”. Masukkan nama “Contact” dan “Location” pada kolom<br />
yang tersedia. Aktifkan juga semua pilihan Service yang ada<br />
pada window tersebut.<br />
Sampai posisi ini, <strong>Anda</strong> sudah bisa bernapas lega karena<br />
Lagi-lagi manual: Mirip dengan protokol SNMP, IIS juga<br />
harus <strong>Anda</strong> tambahkan secara manual dengan<br />
menggunakan “Add Remove Windows Components”.<br />
proses konfigurasi SNMP pada PC sudah selesai. PC <strong>Anda</strong> kini<br />
sudah siap untuk mengirimkan data SNMP sesuai dengan<br />
permintaan dari NMS.<br />
4. Konfigurasi Web Server<br />
Seperti sudah dibahas di awal, MRTG akan menghasilkan<br />
gambar dalam bentuk grafik pada halaman web. <strong>Anda</strong> memang<br />
bisa melihat file HTML yang dihasilkan secara manual pada<br />
direktori output dari MRTG, namun tentunya cara ini tidak<br />
efisien. Cara yang direkomendasikan adalah dengan membuat<br />
sebuah web server pada NMS. Selanjutnya, output dari file<br />
HTML akan diarahkan ke dalam direktori kerja dari web server<br />
MRTG UNTUK HOME USER<br />
Pantau Traffic Broadband<br />
MRTG bukan hanya untuk<br />
pengguna corporate dengan<br />
jaringan besar. Pengguna rumahan<br />
juga bisa memanfaatkan<br />
MRTG untuk memantau<br />
jaringan broadband<br />
ataupun jaringan wireless<br />
yang sudah ada.<br />
Hal pertama yang harus<br />
<strong>Anda</strong> perhatikan adalah adanya<br />
dukungan SNMP pada<br />
router/switch yang digunakan.<br />
Beberapa Access Point<br />
juga memiliki feature SNMP<br />
yang bisa <strong>Anda</strong> monitor.<br />
Selanjutnya, proses konfigurasi<br />
SNMP dan NMS bisa<br />
<strong>Anda</strong> lakukan dengan berbekal<br />
panduan sembilan langkah<br />
yang telah dibahas CHIP<br />
dalam artikel ini.<br />
Dengan MRTG ini, <strong>Anda</strong><br />
bisa memantau adanya lonjakan<br />
traffic dalam jaringan<br />
broadband. Adanya penyusup<br />
yang “menempel” ke Access<br />
Point dan memanfaatkan<br />
bandwidth jaringan juga bisa<br />
diketahui dengan memantau<br />
perubahan traffic.<br />
Hal ini juga bermanfaat<br />
untuk para orang tua yang<br />
ingin mengawasi kebiasaan<br />
penggunaan Internet dari<br />
anak-anaknya. Traffic yang<br />
terlalu tinggi tentu tidak wajar<br />
untuk anak-anak yang baru<br />
menggunakan Internet.<br />
| CHIP | NETWORKING | 69
PRAKTEK MRTG<br />
tersebut. Dengan cara ini, <strong>Anda</strong> bisa melihat file HTML yang<br />
dihasilkan oleh MRTG dengan mengujungi alamat web server<br />
tersebut.<br />
<strong>Anda</strong> bisa menggunakan web server seperti Internet<br />
Information Services (IIS) ataupun Apache. Apache harus <strong>Anda</strong><br />
download secara manual (www.apache.org), sedangkan IIS<br />
merupakan komponen Windows yang harus <strong>Anda</strong> tambahkan<br />
secara manual. Dalam praktek kali ini, CHIP menggunakan IIS<br />
pada Windows 2000.<br />
Berikut ini CHIP akan membahas singkat tentang proses<br />
instalasi IIS. Masuklah ke “Start | Settings | Control Panel | Add<br />
Remove Programs | Add/Remove Windows Components”.<br />
Aktifkan pilihan “Internet Information Services” atau IIS. Ikuti<br />
langkah selanjutnya untuk melakukan instalasi IIS pada<br />
Windows <strong>Anda</strong>. Setelah proses instalasi selesai, cobalah untuk<br />
mengunjungi alamat “http:\\localhost” pada browser <strong>Anda</strong>.<br />
Seharusnya, <strong>Anda</strong> akan mendapatkan tampilan halaman web<br />
yang menandakan IIS sudah aktif. Hal tersebut menandakan<br />
proses instalasi IIS sudah selesai.<br />
5. Konfigurasi File Config MRTG<br />
Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dari semua<br />
bagian yang harus <strong>Anda</strong> lakukan. Bagian ini akan mengatur<br />
pembuatan file konfigurasi yang nantinya akan digunakan oleh<br />
MRTG.<br />
Masuklah ke dalam direktori “\MRTG\bin” dan ketikkan<br />
perintah berikut.<br />
“perl cfgmaker ServerJim@10.15.33.8 --global “WorkDir:<br />
c:\Inetpub\wwwroot\mrtg” --output mrtg.cfg”<br />
Parameter yang dimasukkan di atas tentunya harus<br />
disesuaikan dengan konfigurasi sistem <strong>Anda</strong>. Nama “ServerJim”<br />
harus disesuaikan dengan “Community String” yang <strong>Anda</strong><br />
gunakan. IP Address 10.15.33.8 juga harus diganti dengan IP<br />
interface yang akan <strong>Anda</strong> monitor. Terakhir yaitu bagian<br />
“c:\Inetpub\wwwroot\mrtg” merupakan direktori web server<br />
Nama file HTML default:: <strong>Anda</strong> harus mengganti semua<br />
kode “10.15.33.8_16777220” dengan “index” agar nama<br />
file HTML yang dihasilkan juga berubah.<br />
70 | CHIP | NETWORKING<br />
Sukses: Jika <strong>Anda</strong> mendapatkan tampilan seperti di atas<br />
ketika mengakses “http:\\localhost”, maka proses instalasi<br />
IIS sudah berhasil dengan sukses.<br />
IIS yang akan menampung file grafik dan HTML yang dihasilkan<br />
oleh MRTG. Sebagai catatan, <strong>Anda</strong> harus membuat sendiri<br />
direktori “mrtg” di bawah direktori “c:\Inetpub\wwwroot”.<br />
Direktori “c:\Inetpub\wwwroot” merupakan direktori default<br />
untuk web server dari IIS.<br />
6. Menentukan Nama File HTML<br />
Secara default, MRTG akan membuat file HTML berdasarkan<br />
kode IP. Cara ini tentu tidak efisien karena IIS dan web<br />
server lain biasanya menggunakan nama file umum seperti<br />
“default.htm” atau “index.htm”. Penggunaan nama file default<br />
dari MRTG yang menggunakan kode IP ini tentunya tidak praktis<br />
(sulit untuk diingat). Oleh karena itu, CHIP menyarankan<br />
<strong>Anda</strong> untuk mengganti nama file HTML default yang dihasilkan<br />
oleh MRTG ini.<br />
Cara mengganti nama file HTML yang akan dihasilkan oleh<br />
MRTG ini sebenarnya cukup sederhana. Masuklah ke direktori<br />
instalasi “\MRTG\bin” dan bukalah file “mrtg.cfg” dengan<br />
menggunakan editor teks seperti Notepad. Ubahlah kode yang<br />
ada seperti pada gambar di samping (kode 10.15.33.8_16777220)<br />
dengan “index”. Hal ini akan mengubah file HTML yang dihasilkan<br />
dari “10.15.33.8_16777220.html” menjadi “index.html”. Gunakan<br />
“Search and Replace All” dari editor teks yang <strong>Anda</strong> gunakan.<br />
Setelah selesai, masuklah ke direktori “\MRTG\bin” dan<br />
ketikkan perintah “perl mrtg”. Periksalah direktori “\Inetpub<br />
\wwwroot\mrtg” untuk melihat apakah ada file yang dihasilkan<br />
oleh MRTG. Jika <strong>Anda</strong> menemukan beberapa file dengan<br />
akhiran PNG dan file “index.html”, maka hal tersebut berarti<br />
konfigurasi MRTG sudah benar.<br />
7. Nama File HTML Default dari IIS<br />
Pada umumnya, web server akan mencari file default<br />
“index.htm” atau “default.htm” dalam sebuah direktori web.<br />
Masalahnya, file yang dihasilkan oleh MRTG memiliki akhiran
Nama yang tepat: Tambahkan nama file default<br />
“index.html” dalam “Properties” dari web server MRTG <strong>Anda</strong>.<br />
“html” dan bukan “htm”. Tentu saja hal ini akan membuat file<br />
HTML yang dihasilkan oleh MRTG tidak akan bisa dibaca<br />
secara otomatis oleh IIS. File yang dihasilkan oleh MRTG<br />
(setelah <strong>Anda</strong> melakukan langkah ke-6) adalah “index.html”,<br />
sementara IIS akan mencari file “default.htm” atau “index.htm”<br />
dalam direktori “c:\Inetpub\wwwroot\mrtg”. Tentunya ketika<br />
<strong>Anda</strong> mengetikkan “http:\\localhost\mrtg” di web browser,<br />
maka <strong>Anda</strong> tidak akan berhasil menampilkan halaman web yang<br />
dibuat oleh MRTG.<br />
Untuk mengatasi hal ini, maka <strong>Anda</strong> harus mengkonfigurasi<br />
IIS agar mencari file “index.html”. Caranya adalah sebagai<br />
berikut. Klik kanan pada “My Computer”, lalu pilih “Manage”.<br />
Selanjutnya pilih “Service and Applications | Internet<br />
Information Services | Default Web Site”. Klik kanan pada folder<br />
“mrtg” dan pilih “Properties”. Pilihlah tab “Documents” dan klik<br />
“Add”. Masukkan “index.html” atau nama html yang dihasilkan<br />
oleh MRTG ke dalam dialog box yang muncul. Tutup window<br />
dengan mengklik “OK”, lalu coba lagi akses alamat MRTG<br />
(http:\\localhost\mrtg). Seharusnya, <strong>Anda</strong> sudah bisa melihat<br />
halaman web yang menampilkan laporan bandwidth MRTG.<br />
8. Setup MRTG sebagai Daemon<br />
File PNG dan HTML dalam direktori “\Inetpub\wwwroot\mrtg”<br />
otomatis akan di-update setiap kali <strong>Anda</strong> menjalankan perintah<br />
“perl mrtg”. Agar MRTG otomatis di-update setiap 5 menit<br />
sekali, maka <strong>Anda</strong> harus menjalankan MRTG sebagai service<br />
atau daemon. Caranya sangat sederhana yaitu <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />
menambahkan satu baris perintah dalam file mrtg.cfg berikut.<br />
RunAsDaemon: yes<br />
Selanjutnya,setiap kali <strong>Anda</strong> menjalankan “perl mrtg”,maka window<br />
command prompt akan selalu aktif sebagai background. Jangan<br />
tutup window ini karena menutup window ini sama dengan<br />
menonaktifkan MRTG.<br />
Grafik MRTG: Setelah selesai, maka <strong>Anda</strong> bisa menggunakan<br />
MRTG untuk memantau bandwidth dari setiap<br />
interface yang telah dikonfigurasi.<br />
9. MRTG dalam Startup<br />
Langkah ke-8 akan membuat MRTG dijalankan secara<br />
permanen (dan otomatis melakukan update setiap 5 menit).<br />
Namun, jika NMS <strong>Anda</strong> restart, maka MRTG tidak akan<br />
dijalankan secara otomatis. <strong>Anda</strong> harus kembali memasukkan<br />
perintah “perl mrtg” pada direktori “\mrtg\bin”.<br />
Agar MRTG otomatis dijalankan setiap kali NMS booting,<br />
maka MRTG harus dijalankan sebagai service. Ada berbagai cara<br />
untuk melakukan hal ini. CHIP akan menunjukkan salah satu<br />
cara termudah untuk membuat MRTG otomatis dijalankan<br />
setiap kali NMS <strong>Anda</strong> booting.<br />
Untuk keperluan ini, <strong>Anda</strong> akan bermain-main sedikit<br />
dengan batch file. Masuklah ke command prompt dan buatlah<br />
file mrtg.bat dengan mengetikkan “edit mrtg.bat”. Sebuah editor<br />
teks sederhana akan muncul. Selanjutnya, ketikkan beberapa<br />
baris perintah berikut ini.<br />
@echo off<br />
cd d:\mrtg\bin<br />
perl mrtg --logging=eventlog mrtg.cfg<br />
<strong>Anda</strong> mungkin harus mengubah parameter direktori MRTG<br />
sesuai dengan direktori instalasi MRTG <strong>Anda</strong>. Setelah selesai,<br />
simpanlah file tersebut dengan memilih menu “File | Save”.<br />
Selanjutnya, keluarlah dari editor teks dengan memilih “File |<br />
Exit”. Proses selanjutnya adalah membuat shortcut Windows<br />
untuk file batch tersebut. Klik kanan pada dekstop dan pilih<br />
“New | Shortcut”. Pilih “Browse” dan temukan file batch tadi.<br />
Terakhir, beri nama untuk shortcut tersebut misalkan “MRTG<br />
Startup”.<br />
Drag-and-drop shortcut ke dalam “Start Menu” pada folder<br />
“Startup”. Setiap kali <strong>Anda</strong> restart, maka shortcut tersebut akan<br />
menjalankan MRTG secara otomatis.<br />
Jimmy.Auw@CHIP.co.id<br />
| CHIP | NETWORKING | 71
LINUX Linux Client<br />
LINUX | INDEKS<br />
Linux sebagai Client dalam<br />
<strong>Jaringan</strong> Windows 72<br />
<strong>Anda</strong> dapat membuat sebuah client jaringan yang<br />
sempurna menggunakan SuSE 9.1 dan KDE 3.2<br />
Linux sebagai Mail Server 75<br />
Sebuah Mail server yang dikonfigurasi dengan baik<br />
dapat menghemat waktu dan uang <strong>Anda</strong>.<br />
Si Penguin sebagai File Server 78<br />
Dengan menggunakan Samba, <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengubah sebuah mesin Linux menjadi sebuah<br />
File server pada jaringan Windows<br />
Troubleshooting <strong>Jaringan</strong> 83<br />
Beberapa tips untuk mengatasi masalah yang<br />
<strong>Anda</strong> dapatkan di jaringan Linux<br />
k ISI CD<br />
k Alternatif Software Firewall gratis ZoneAlarm dan<br />
Agnitum Outpost untuk penggunaan pribadi dapat <strong>Anda</strong><br />
temukan pada CD CHIP.<br />
k Bebas virus CD CHIP menyediakan berbagai program email<br />
client gratis, seperti Eudora dan Pegasus E-mail dalam<br />
versi yang terbaru.<br />
k Aman Hanya dengan update terbaru Windows <strong>Anda</strong><br />
aman. Software Service Pack Manager 2000 melakukan<br />
patching PC <strong>Anda</strong> melalui jaringan.<br />
72 | CHIP | NETWORKING<br />
Linux dapat dioperasikan<br />
sebagai bagian dalam<br />
sebuah jaringan Windows.<br />
Dengan berapa langkah<br />
kerja saja, sebuah PC SuSE<br />
9.1 dan KDE 3.2 dapat<br />
dibuat menjadi sebuah<br />
client yang sempurna<br />
untuk berbagi file dan<br />
folder dengan komputer<br />
Windows.<br />
Integrasi Windows dan Linux dalam LAN<br />
Linux sebagai<br />
Apakah <strong>Anda</strong> memiliki sebuah DHCP server sendiri<br />
k dalam jaringan? Mungkin misalnya sebuah router dengan<br />
kemampuan DHCP? Karena, dalam pada saat proses instalasi<br />
SuSE 9.1 semua konfigurasi jaringan telah dilakukan: Network<br />
card otomatis dikenali dan sistem mendapat sebuah alamat IP<br />
dari server DHCP.<br />
Bila tidak, konfigurasikan secara manual seperti biasanya pada<br />
SuSE Linux menggunakan tool konfigurasi Yast. Jalankan Yast,<br />
bila diperlukan masukkan password root <strong>Anda</strong>, dan pilih<br />
“Network Devices | Network Card”. Di bawah 'Configured<br />
Devices' <strong>Anda</strong> temukan network card yang telah terintegrasi. Klik<br />
pada “Modify | Edit”. Aktifkan option 'Configuration of static<br />
address' dan masukkan alamat IP yang diinginkan di bawah 'IP-<br />
Address' alamat ini dapat <strong>Anda</strong> konsultasikan pada Network<br />
Administrator (jaringan lokal biasanya menggunakan alamat<br />
192.168.0.1 hingga 192.168.0.255). Perhatikan agar alamat<br />
tersebut belum digunakan dalam jaringan yang sama, karena<br />
dapat menimbulkan konflik IP dan masalah dalam jaringan.
Client dalam <strong>Jaringan</strong> Windows<br />
Selanjutnya klik 'PC Name' dan 'Name Server'. Masukkan<br />
dulu nama PC-nya, sementara nama domain biarkan seperti adanya,<br />
yaitu 'local'. Di bawah 'Name Server', <strong>Anda</strong> perlu mencantumkan<br />
alamat name server (DNS Server) pada jaringan komputer<br />
<strong>Anda</strong>. Untuk name server ini, <strong>Anda</strong> juga dapat mencantumkan<br />
sebuah DNS server di Internet. Namun, bila demikian dibutuhkan<br />
sebuah file hosts yang dikonfigurasi secara baik, agar setiap kali<br />
mengontak sebuah PC lain dalam jaringan internal, Linux tidak<br />
perlu mencari alamatnya di DNS server eksternal tersebut.<br />
Kembali ke window konfigurasi, klik 'Routing'. Disini<br />
cantumkan alamat IP router atau PC yang menghubungkan<br />
jaringan lokal <strong>Anda</strong> dengan Internet. Setelah klik pada 'Next' dan<br />
'Finish', sekarang PC Linux <strong>Anda</strong> siap berfungsi dalam jaringan.<br />
Mengkonfigurasi file hosts<br />
Dalam jaringan kecil tanpa DNS server ada baiknya <strong>Anda</strong><br />
mencantumkan semua PC jaringan dan alamat IP-nya ke dalam<br />
file 'etc/hosts'. Dengan demikian PC Linux <strong>Anda</strong> dapat<br />
menemukan PC lainnya dalam jaringan internal tanpa perlu<br />
bertanya ke DNS server .<br />
Sebaiknya jalankan sebuah Linux-shell dan login dengan 'su'<br />
sebagai root. Kemudian buka file hosts dengan memasukkan<br />
mcedit /etc/hosts<br />
Tempatkan tanda insert di bawah baris yang berisi entri<br />
127.0.0.1, cantumkan alamat dan nama berdasarkan pola di<br />
bawah ini.<br />
192.168.0.1 server.local server<br />
192.168.0.2 terminal1.local terminal1<br />
192.168.0.3 terminal2.local terminal2<br />
Kolom pertama adalah alamat IP, kolom kedua adalah nama lengkap<br />
PC diikuti oleh nama domain, terakhir adalah nama singkat PC.<br />
Setelah menyimpan file dengan tombol [F2] dan meninggalkan<br />
editor dengan tombol [F10], <strong>Anda</strong> dapat langsung<br />
mencoba entri, misalnya dengan melakukan operasi ping.<br />
ping terminal1<br />
| CHIP | NETWORKING | 73
LINUX Linux Client<br />
Perintah ping dapat <strong>Anda</strong> hentikan dengan kombinasi tombol<br />
[Ctrl] + [c]. Dengan demikian, <strong>Anda</strong> telah berhasil mengkonfigurasi<br />
Linux secara mendasar untuk digunakan dalam jaringan.<br />
Mengakses folder Windows dengan Linux<br />
Sebuah utiliti kecil, 'smbclient', memungkinkan <strong>Anda</strong> mengakses<br />
sebuah resource Windows yang sudah di-share dari Linux.<br />
Biasanya tool ini sudah terinstalasi secara default. Untuk membuka<br />
sebuah folder pada sebuah PC Windows dengan 'smbclient'<br />
ketikkan perintah berikut.<br />
smbclient //terminal1/dokumen -u namauser%passworduser<br />
‘terminal1’ adalah nama PC windows dan dokumen adalah<br />
nama sharing pada PC tersebut. Dengan parameter '-U' masukkan<br />
nama user dan setelah tanda % sebagai pemisah, masukkan<br />
password user.<br />
Setelah menekan [Enter], tampak isi shared folder PC yang<br />
dituju dengan tampilan sebuah shell sederhana. Di sini,<strong>Anda</strong> dapat<br />
menggunakan perintah seperti 'dir' atau 'cd' untuk navigasi serta<br />
'mput' dan 'mget' untuk meng-copy file ke atau dari folder tersebut.<br />
Untuk keluar dari shell ini <strong>Anda</strong> mengetikkan perintah 'quit'.<br />
'Smbclient' lebih tepat digunakan untuk tugas-tugas (baca/tulis)<br />
yang dilakukan sesekali atau jika tugas mengakses sharedfolder<br />
tersebut dijalankan melalui sebuah script.<br />
Solusi lain yang lebih baik adalah melakukan mounting<br />
sebuah shared-folder Windows pada Linux menggunakan<br />
Samba, dengan perintah berikut.<br />
mount -t smbfs -o username=saya,password=passaya<br />
//terminal1/dokumen /home/terminal1/dokumen<br />
Folder ‘/home/terminal1/dokumen’ sebelumnya sudah harus<br />
<strong>Anda</strong> buat pada PC Linux. Setelah proses mounting, disana akan<br />
<strong>Anda</strong> temukan isi folder Windows yang akan <strong>Anda</strong> gunakan. Jika<br />
<strong>Anda</strong> login sebagai user biasa, awalnya hanya memiliki akses baca.<br />
Untuk mengubahnya masukkan option 'fmask', 'dmask', dan<br />
'gid', seperti dalam contoh berikut.<br />
Integrasi: Dengan perintah 'smbmount', <strong>Anda</strong> mengintegrasikan<br />
folder Windows untuk sharing ke dalam sistem file Linux.<br />
74 | CHIP | NETWORKING<br />
mount -t smbfs -o username=max,password=<br />
meinkw,gid=users,fmask=660,dmask=770<br />
//terminal1/dokumen /home/terminal1/dokumen<br />
Dengan demikian, di samping user 'root', kelompok 'users'<br />
juga memiliki akses pada sharing. Mereka boleh membaca dan<br />
menulis file, serta melihat ke dalam folder.<br />
Untuk melepaskan sharing, masukkan perintah berikut ini.<br />
umount /home/terminal1/dokumen<br />
Bila itu tidak berhasil dan Linux melaporkan 'Perangkat saat<br />
ini masih digunakan', kemungkinan <strong>Anda</strong> sedang membuka<br />
sebuah window atau program yang mengakses shared folder<br />
tersebut. Tutuplah window atau file yang bersangkutan.<br />
Bila itu juga tidak membantu, hentikan sesi KDE dan tampilkan<br />
sebuah shell dari layar login KDE dengan kombinasi [Ctrl] + [Alt]<br />
+ [F2]. Login di sini sebagai root dan masukkan perintah berikut.<br />
umount -f /home/terminal1/dokumen<br />
Menempatkan drive jaringan setiap kali start<br />
Bila koneksi seperti di atas ingin dibangun setiap kali sistem Linux<br />
start,pertama buatlah sebuah file dengan nama 'winpw' pada direktori<br />
user root. Dalam file ini tuliskan nama user dan password <strong>Anda</strong> untuk<br />
Windows-sharing yang diinginkan menurut pola berikut.<br />
username=saya<br />
password=passaya<br />
Simpan file dan setting rights file tersebut dengan perintah<br />
'chmod 600 /root/winpw' agar hanya dapat dibaca oleh user root.<br />
Sekarang editlah file '/etc/fstab'. tuliskan pada baris terakhir.<br />
//terminal1/dokumen /home/terminal1/dokumen<br />
smbfs<br />
auto,gid=users,fmask=0660,dmask=0770,iocharset=iso<br />
8859-15, credentials=/root/winpw 0 0<br />
Parameter 'credentials' menunjukkan letak file nama-nama<br />
user dan passwordnya tersimpan. Setelah <strong>Anda</strong> menuliskan baris<br />
ini tekan [Enter]. Selanjutnya <strong>Anda</strong> dapat mencoba dengan<br />
'mount -a', apakah semuanya telah berfungsi. Bila ‘ya’, sharing<br />
kembali tersedia (bila sebelumnya telah ditarik) dan selalu akan<br />
tersedia secara otomatis setiap kali PC di-restart.<br />
Mengakses Windows-sharing dengan KDE<br />
Dalam instalasi standar SuSE 9.1, sebagai desktop grafis digunakan<br />
KDE, yang tampilannya tampak seperti Windows. Instalasi<br />
standar ini juga sudah terintegrasi dengan sebuah browser jaringan<br />
yang lengkap. Klik icon 'Network-Browser' pada desktop<br />
KDE, lalu klik 'Windows-Network'. Kemudian tampak workgroups<br />
yang ada dalam jaringan <strong>Anda</strong>. Bukalah salah satu dan klik<br />
pada salah satu nama PC. Setelah memasukkan nama user dan<br />
password <strong>Anda</strong> dapat mengakses sharing resources pada jaringan.<br />
Agar <strong>Anda</strong> tidak perlu setiap kali memasukkan nama user dan<br />
password, bukalah 'Control-Center'. Di sini pilih entri 'Internet &<br />
Network', lalu 'Network-Browser'. Di dalam window cantumkan<br />
nama user, password dan workgroup dari komputer yang ingin<br />
diakses dan klik 'Apply'. Selanjutnya, KDE akan langsung tampil<br />
dengan Windows-sharing.
LINUX Mail Server<br />
Menginstalasi service SMTP dan POP3<br />
Linux sebagai Mail Server<br />
Mail server yang dikelola sendiri akan menghemat waktu dan biaya online. Terutama bagi perusahaan yang<br />
akan mendapat keuntungan dengan pengiriman e-mail internal yang cepat, aman dan langsung. Tentu saja<br />
Mail server ini juga dapat mengirim e-mail ke Internet, mengambil e-mail dari provider dan menyortirnya ke<br />
mailbox yang tepat.<br />
k<br />
Apakah selama ini <strong>Anda</strong> mengirim e-mail ke teman<br />
sekantor melalui Internet? Bila demikian, sudah saatnya<br />
<strong>Anda</strong> membuat sebuah server dengan service SMTP/POP dari<br />
server Linux <strong>Anda</strong>, agar <strong>Anda</strong> dan rekan kerja dapat berkirim email<br />
tanpa harus melalui Internet. Bila alamat yang dituju<br />
berada di luar jaringan lokal dan dikenali oleh server, e-mail<br />
dapat diteruskan ke sebuah Mail server di Internet yang telah<br />
<strong>Anda</strong> tentukan.<br />
Syarat untuk itu tidak banyak: Sebuah server Linux dan<br />
kapasitas hard disk minimal 5 GB, agar tersedia cukup tempat<br />
penyimpanan untuk semua e-mail bila terjadi antrian. Untuk<br />
dapat mengirimkan e-mail keluar sudah tentu dibutuhkan akses<br />
Internet.<br />
Sebuah server dengan service SMTP internal tidak saja<br />
memungkinkan pengiriman e-mail internal, ia juga menerima<br />
dan menangani e-mail untuk Internet. Artinya, secara subjektif<br />
pengiriman e-mail dalam ukuran besar dapat berlangsung lebih<br />
cepat, karena email tersebut tidak perlu berlama-lama ditransfer<br />
ke Internet, melainkan cukup ke service SMTP melalui saluran<br />
jaringan lokal yang cepat.<br />
Selanjutnya, service SMTP yang menangani pengiriman ke<br />
Internet. Dengan demikian program e-mail client <strong>Anda</strong> dapat<br />
segera digunakan kembali. Ini sangat menguntungkan, terutama<br />
pada jaringan dengan koneksi lambat seperti menggunakan<br />
modem.<br />
Kelebihan lain adalah bila suatu saat koneksi ke Internet tidak<br />
berfungsi atau Mail server provider <strong>Anda</strong> tidak dapat diakses,<br />
service SMTP akan mencobanya kembali bahkan selama<br />
beberapa hari. Jika <strong>Anda</strong> hendak mengecek server, setiap saat<br />
<strong>Anda</strong> dapat memeriksa dalam file log, sebuah e-mail dikirim ke<br />
mana atau mengapa sebuah e-mail belum dikirim.<br />
k ISI CD<br />
k Tool Linux: Pada CD CHIP <strong>Anda</strong> temukan sebuah paket<br />
berisi tool-tool Linux, antara lain yang disebutkan dalam<br />
tulisan ini, Apache HTTP-Server, Ethereal atau paket Office<br />
lengkap OpenOffice.org dalam versi terbaru. .<br />
Service POP sendiri dibutuhkan agar e-mail masuk dapat<br />
diterima. Seperti pada service POP di provider, untuk<br />
mengambil e-mail dari server POP internal digunakan client<br />
seperti Outlook, Outlook Express, atau Mozilla.<br />
Selain itu bila diinginkan, Mail server <strong>Anda</strong> dapat mengambil<br />
e-mail dari berbagai e-mail account di Internet dan<br />
menyimpannya dalam mailbox POP pada server. Dengan<br />
demikian, <strong>Anda</strong> dapat mengumpulkan semua e-mail dan<br />
memrosesnya dengan sebuah program antivirus atau spam-filter<br />
sebelum mendistribusikannya secara internal.<br />
Instalasi SMTP Server<br />
Dengan beberapa trik <strong>Anda</strong> dapat mengubah SuSE Linux 9.1<br />
menjadi sebuah Mail server. Bukalah sebuah shell dan login<br />
sebagai 'root' dengan<br />
su<br />
dan memasukkan password root. Setelah itu ketikkan perintah<br />
berikut.<br />
yast mail<br />
Dalam window dialog pertama, tentukan bagaimana server<br />
terkoneksi dengan Internet. Bila <strong>Anda</strong> memiliki sebuah koneksi<br />
DSL atau koneksi fix-rate lainnya, pilih 'Permanent'. Untuk<br />
modem atau ISDN pilih 'Dial-Up'. Selanjutnya, tekan [Alt] +<br />
[W].<br />
Dalam dialog berikutnya, cantumkan Mail server provider<br />
<strong>Anda</strong>. Semua e-mail keluar LAN akan dikirim kesana oleh<br />
service SMTP. Banyak provider meminta login dengan nama<br />
user dan password, agar e-mail dapat dikirimkan. Ini untuk<br />
mencegah spammer memanfaatkan server untuk mengirimkan<br />
spam. Harap diperhatikan, bahwa tidak semua provider mendukung<br />
'relaying' tersebut. Sebaiknya tanyakan kepada provider<br />
e-mail <strong>Anda</strong>.<br />
Tekan [Alt] + [U] untuk 'Authentification'. Tutup dialog<br />
dengan [Alt] + [O]. Dalam window berikutnya, tekan [Alt] + [N]<br />
dan dengan ini aktifkan option 'Accept remote SMTP-<br />
Connections'. Dengan demikian, PC lain dalam jaringan <strong>Anda</strong><br />
juga dapat mengirimkan e-mail melalui server Linux.<br />
Bila server <strong>Anda</strong> harus mengambil e-mail dari account di<br />
Internet, cantumkan e-mail account tersebut di bawah<br />
'Download'. Bila account-nya lebih dari satu, tekan [Alt] + [D]<br />
untuk 'Details'. Kemudian, tampak sebuah daftar di mana <strong>Anda</strong><br />
dapat mencantumkan e-mail account dengan [Alt] + [H]. Di<br />
| CHIP | NETWORKING | 75
LINUX Mail Server<br />
samping nama server, cantumkan protokol, nama user, dan<br />
password untuk setiap account.<br />
Di bawah 'Local User', cantumkan nama user yang akan<br />
menerima e-mail dari account tersebut. Setelah nama user,<br />
cantumkan nama PC dan domain, misalnya 'user@linux.local'.<br />
Yast akan menanyakan <strong>Anda</strong> mengenai sebuah entri dalam<br />
file konfigurasi Postfix. Tinggalkan pilihan ini dengan 'Yes'.<br />
Kemudian tekan [Alt] + [O] untuk 'OK'. Dengan mengklik 'OK’<br />
sekali lagi <strong>Anda</strong> kembali ke konfigurasi e-mail, yang kemudian<br />
<strong>Anda</strong> simpan dengan 'OK' yang ketiga kalinya. Mungkin<br />
selanjutnya Yast kembali meminta source instalasi untuk<br />
menginstalasi program Fetchmail.<br />
Perhatian: Setelah Mail server di-start, ia akan mulai<br />
mengambil e-mail dari Internet. Dengan demikian e-mail pada<br />
provider akan dihapus dan disampaikan ke penerima. Karena itu<br />
lakukan uji coba setting dengan sebuah e-mail account khusus<br />
untuk tes. Bila berhasil, baru tambahkan e-mail account lainnya.<br />
Tes pengiriman e-mail<br />
<strong>Anda</strong> dapat langsung mencoba, apakah Mail server <strong>Anda</strong><br />
dapat mengirim e-mail: Pada sebuah PC Windows cantumkan<br />
alamat IP server SMTP <strong>Anda</strong> sebagai 'server' untuk pengiriman.<br />
Kirimkan sebuah e-mail dengan program email client <strong>Anda</strong>. Email<br />
tersebut akan diteruskan ke server Linux dan selanjutnya ke<br />
server di Internet.<br />
Perhatikan agar alamat pengirim termasuk dalam sebuah<br />
domain yang valid, yaitu sesuai alamat e-mail <strong>Anda</strong> di Internet.<br />
Ini penting karena beberapa server SMTP tertentu memiliki<br />
sebuah mekanisme proteksi yang memeriksa domain pengirim,<br />
apakah domain tersebut benar-benar eksis atau tidak. Dengan<br />
cara itu dapat dihindari pemalsuan nama domain oleh pengirim<br />
e-mail iklan yang tak diinginkan.<br />
Untuk mengetahui apakah pengiriman e-mail tadi sukses<br />
atau tidak, dapat <strong>Anda</strong> periksa pada baris perintah Linux dengan<br />
SMTP, POP atau IMAP: Dengan Yast, semua setting untuk Mail<br />
Server dapat diselesaikan dengan nyaman.<br />
76 | CHIP | NETWORKING<br />
TIPS<br />
Laporan Spam via E-mail<br />
Bila server telah terinstalasi,<br />
maka ia hampir tak membutuhkan<br />
perawatan. Walau demikian,<br />
sebaiknya <strong>Anda</strong> selalu<br />
mengetahui, apa saja yang terjadi<br />
pada server. Contoh: <strong>Anda</strong><br />
membelokkan semua e-mail<br />
spam ke sebuah folder. Penting<br />
untuk mengetahui, e-mail apa<br />
saja yang masuk ke sana.<br />
Hanya dengan demikian <strong>Anda</strong><br />
dapat menemukan e-mail yang<br />
keliru dianggap spam.<br />
Dengan script berikut ini<br />
setiap hari <strong>Anda</strong> bisa mendapatkan<br />
sebuah laporan status<br />
berikut.<br />
#! /bin/sh<br />
=’/var/spool<br />
/amavis/<br />
virusmails/’<br />
echo Spam-<br />
Report Server $HOSTNAME<br />
date<br />
echo Lokasi Penyimpanan<br />
Spam: $spamdir<br />
echo for spamfile in<br />
$(find $spamdir -name spam*<br />
-mtime-1)<br />
do<br />
echo —————————————<br />
—————-<br />
echo $spamfile<br />
cat $spamfile | egrep<br />
^from: | ^subject: | ^to:<br />
done<br />
Login sebagai 'root' dan tulis<br />
script di atas dengan 'mcedit'.<br />
Sebagai 'Spamdir' masukkan<br />
folder tempat menyimpan<br />
spam. Simpan script dengan<br />
nama 'spam_notifier.sh' dalam<br />
direktori root-home dan ketikkan<br />
perintah berikut.<br />
chmod 700 spam_notifier.sh<br />
Untuk menjalankan script di<br />
atas, ketikkan di bawah ini.<br />
./spam_notifier.sh<br />
Agar <strong>Anda</strong> secara otomatis<br />
akan dikirimkan email mengenai<br />
status spam pada server,<br />
jalankan crontab berikut.<br />
crontab -e<br />
Masukkan entri berikut:<br />
00•01 * * * /root/spam_noti<br />
fier.sh | mail -s ‘Spam-<br />
Report’ root@linux.local<br />
Simpanlah ‘Crontab’ dengan<br />
menekan tombol [Esc], lalu 2<br />
kali [Ctrl] + [Z]. Dengan demikian<br />
setiap hari pada pukul 1<br />
dini hari <strong>Anda</strong> mendapatkan<br />
laporan spam.<br />
perintah berikut.<br />
tail /var/log/mail<br />
Dalam file log ini, Linux mencatat dengan cermat, kapan<br />
sebuah e-mail dikirim beserta tujuannya.<br />
Instalasi service POP<br />
Pengiriman e-mail sudah berfungsi, demikian pula<br />
pengambilan dari account di Internet. Yang masih diperlukan<br />
adalah mailbox untuk setiap user jaringan.<br />
Untuk itu instalasikan sebuah service POP untuk jaringan<br />
lokal <strong>Anda</strong>. Dalam contoh kami menggunakan 'Qpopper' yang<br />
<strong>Anda</strong> instalasi dari baris perintah dengan perintah:<br />
yast –i qpopper<br />
Setelah itu, instalasi akan berlangsung secara otomatis -<br />
mungkin <strong>Anda</strong> hanya perlu mengganti CD.<br />
Untuk menjalankan service POP, bukalah direktori<br />
'/etc/xinetd.d' dan cari file 'qpopper'. Buka file ini dan di<br />
dalamnya cari entri berikut.
disable = yes<br />
Ubahlah entri tersebut menjadi:<br />
disable = no<br />
dan simpan file. Kemudian ketikkan berikut.<br />
rc xinetd start<br />
Ujilah service POP dengan memasukkan ke dalam baris<br />
perintah sebuah PC Windows berikut ini.<br />
telnet popserver pop3<br />
(ganti 'popserver' dengan nama server <strong>Anda</strong> atau alamat IPnya).<br />
Kemudian server akan menjawab dengan misalnya:<br />
+OK ready <br />
Ini respons positif. Selanjutnya, ketikkan.<br />
quit<br />
dan tutup window baris perintah.<br />
Selanjutnya konfigurasikan program e-mail client <strong>Anda</strong>, agar<br />
ia mengambil e-mail masuk dari service POP dan mengirim email<br />
keluar ke service SMTP. Sebagai nama user masukkan nama<br />
user untuk login pada server Linux. Cantumkan pula password<br />
yang sama.<br />
Sekarang lakukan tes umum: Kirimkan sebuah e-mail ke<br />
<strong>Anda</strong> sendiri. Pola untuk alamat adalah 'username@server.domain',<br />
di mana 'server.domain' sesuai dengan entri yang<br />
<strong>Anda</strong> masukkan dalam konfigurasi Mail server dengan Yast.<br />
Untuk menginstalasi Qpopper secara permanen sebagai<br />
layanan, masukkan perintah berikut.<br />
insserv xinetd<br />
Dengan demikian setiap kali server Linux distart, server POP<br />
juga ikut di-start dan langsung tersedia.<br />
Mengambil dan menyortir e-mail<br />
Tool Fetchmail membantu <strong>Anda</strong> dalam mengambil e-mail dari<br />
Konfigurasi: Dalam program e-mail client, konfigurasikan server<br />
POP lokal seolah menjadi sebuah server di Internet.<br />
TIPS<br />
Mengendalikan server Linux<br />
via Windows<br />
Putty tersedia di Internet di<br />
bawah http://www.chiark.<br />
greenend.org.uk/~sgtatham/<br />
putty/. Setelah di-download<br />
atau di-copy ke desktop<br />
Windows, Putty siap bertugas.<br />
Jalankan Putty dan masukkan<br />
nama server dalam 'Hosts<br />
Name' - dalam contoh adalah<br />
'linux'.<br />
Selanjutnya klik tombol<br />
radio 'SSH'. Pada 'SSH' dalam<br />
kolom 'Connection' di sisi<br />
kiri, Pilih '2' di bawah<br />
Internet. Ia adalah sebuah tool kecil yang dengan sebuah file<br />
konfigurasi mengambil e-mail dari Internet dan meneruskannya<br />
ke penerima dalam jaringan lokal.<br />
Bila berhasil men-download e-mail, lihatlah ke dalam file<br />
'/etc/fetchmailrc'. Entri-entri di sana tampak seperti berikut:<br />
poll “pop.moezadi.net“ protocol AUTO : user<br />
“morphev“ password “My password” is “rahasia”<br />
here<br />
'poll' adalah perintah untuk mengambil e-mail, diikuti<br />
keterangan protokol. Dengan 'Auto', Fetchmail secara otomatis<br />
akan memilih proses transfer yang tepat. Berikutnya adalah<br />
nama user dan password serta alamat lengkap e-mail lokal pada<br />
server Linux.<br />
Bila <strong>Anda</strong> menginginkan koneksi yang aman untuk<br />
melindungi nama user dan password, ubahlah entri:<br />
protocol auto<br />
menjadi:<br />
protocol pop3 port 995<br />
'Preferred SSH protocol<br />
version'. Berikutnya klik<br />
'Session' dalam kolom kiri.<br />
Masukkan nama untuk<br />
koneksi dalam 'Saved Session',<br />
misalnya 'Mail Server'. Setelah<br />
itu simpan parameter sesi<br />
dengan 'Save'.<br />
Bukalah koneksi dengan<br />
'Open' dan login dengan nama<br />
user <strong>Anda</strong> atau sebagai 'root'.<br />
Kini, dalam Putty <strong>Anda</strong> dapat<br />
bekerja seolah duduk tepat di<br />
depan server Linux <strong>Anda</strong>.<br />
dan tambahkan 'ssl' pada akhir baris.<br />
<strong>Anda</strong> juga dapat menggunakan Fetchmail untuk IMAP. Untuk itu<br />
<strong>Anda</strong> hanya perlu memilih port 143 dan 'IMAP' sebagai protokol.<br />
Untuk pengujian, <strong>Anda</strong> disarankan menggunakan parameter<br />
tambahan 'keep' agar copy e-mail tetap tersedia pada server di<br />
Internet.<br />
Yang masih diperlukan adalah sebuah mekanisme untuk<br />
mengambil e-mail secara teratur. Ketikkan:<br />
crontab -e<br />
lalu tekan tombol [a] dan masukkan perintah berikut.<br />
0-59/10 * * * * /usr/bin/fetchmail -s -f /etc<br />
/fetchmailrc<br />
Selanjutnya, tekan [Esc] dan tekan dua kali [Altt] + [Z].<br />
Dengan perintah tersebut e-mail akan diambil setiap 10 menit.<br />
Ady W. Paudi (MG), Penulis@CHIP.co.id<br />
| CHIP | NETWORKING | 77
LINUX File Server<br />
Samba 3.0 pada SuSE Linux 9.1<br />
Si Penguin sebagai File Server<br />
Paket software Samba dalam PC Linux dapat dijadikan File server yang andal untuk sebuah jaringan Windows.<br />
Paket ini sepenuhnya mampu menggantikan sistem Windows NT. Artikel ini mengulas bagaimana membuat<br />
sharing dengan cepat, melakukan konfigurasi, bahkan memensiunkan sebuah Domain Server NT.<br />
k<br />
Instalasi standar SuSE Linux 9.1 cukup untuk membuat<br />
File server yang reliable dengan hanya menggunakan<br />
sebuah PC biasa. Untuk itu <strong>Anda</strong> tak perlu menjadi seorang ahli<br />
Linux terlebih dulu. Para pengembang SuSE telah mengemas<br />
paketnya sedemikian rupa, sehingga sebuah File server sederhana<br />
dapat dibuat dengan mudah.<br />
Untuk itu, tool konfigurasi Yast menyediakan sebuah interface<br />
ke Samba 3.0, sehingga <strong>Anda</strong> tidak perlu mengedit file<br />
smb.conf secara langsung. Program ini juga secara otomatis akan<br />
me-restart PC setelah perubahan dilakukan, sehingga dalam<br />
beberapa menit File server sudah siap.<br />
78 | CHIP | NETWORKING<br />
pertukaran data, klik 'Advanced'.<br />
Awalnya akan tampak semua folder sharing yang telah<br />
tersedia. Dengan 'Add', tambahkan nama untuk folder share<br />
dalam 'Name of Share' misalnya 'public'. Bila perlu, <strong>Anda</strong> dapat<br />
memasukkan keterangan singkat, misalnya 'folder umum'.<br />
Kemudian, dalam 'Path of Share' cantumkan path folder Linux<br />
yang akan di-share. Hal ini dapat <strong>Anda</strong> lakukan secara manual<br />
atau dengan 'Search' <strong>Anda</strong> mencari folder tersebut di hard disk.<br />
Folder yang akan di-share tersebut dapat juga berupa folder baru<br />
yang dapat <strong>Anda</strong> buat dengan option 'Create New Folder'. Tutup<br />
window dengan 'OK' dan 'Finish'.<br />
Selanjutnya, <strong>Anda</strong> perlu membuatkan account user Samba,<br />
yang hanya dapat dilakukan melalui baris perintah Linux.<br />
Sebagai user 'root' masukkan perintah berikut.<br />
smbpasswd -a username<br />
Ganti 'username' dengan nama user. Setelah itu berikan<br />
password kepada user baru tersebut. Penting: Account user<br />
Samba yang baru dibuat tersebut juga harus eksis pada level<br />
Linux.<br />
Idealnya, nama user dan password untuk Samba identik<br />
dengan nama dan password untuk Windows. Bila tidak, nama<br />
user dan password tersebut harus dimasukkan secara khusus<br />
setiap kali akan membuka sebuah folder share.<br />
Instalasi Samba<br />
Setelah selesai instalasi SuSE 9.1, berikutnya giliran Samba.<br />
Tampilkan Yast, kemudian jalankan “Software | Install/Remove<br />
Software”. Dengan fungsi ‘Search’, cari 'Samba'. Bila telah<br />
ditemukan, sebagai Administrator pilih 'samba' dan 'yast2samba-server'.<br />
Setelah itu jika diperlukan, jalankan 'Online<br />
Update' dalam Yast untuk men-download patch Samba terbaru<br />
ke server.<br />
Lanjutkan dengan memilih “Network Services | Samba-<br />
Server'. Selanjutnya pilih option 'Activate Samba-Server'.<br />
Cantumkan nama workgroup lokal atau nama domain dalam<br />
'Domain or Workgroups'. Lalu masukkan nama singkat server<br />
dan berikan sebuah nama NetBIOS. Nama NetBIOS ini yang<br />
Membagikan hak akses<br />
nantinya akan terlihat pada lingkungan jaringan PC Windows. Setelah instalasi Samba dengan Yast, semua user akan memiliki<br />
Sebagai 'Sharing Type' beri check mark pada 'File and Printer akses penuh pada direktori home mereka masing-masing. Jika<br />
Sharing'. Klik 'Next'.<br />
<strong>Anda</strong> membuat sebuah share folder umum, folder tersebut hanya<br />
Kini, dalam 'Shared Resources', server secara default tersedia untuk dibaca. Hal ini dengan mudah dapat diubah<br />
menyiapkan direktori home semua user untuk di-sharing. Selain<br />
itu, <strong>Anda</strong> dapat memilih melakukan sharing terhadap printer<br />
lokal pada option 'Choose'. Bila ingin menambahkan sebuah<br />
folder lain untuk di-share, misalnya sebuah folder umum untuk<br />
melalui akses kecil pada shell dengan perintah berikut.<br />
k ISI CD<br />
k Remote-Access Dengan RealVNC <strong>Anda</strong> mengakses dan<br />
mengendalikan komputer lain seakan <strong>Anda</strong> duduk langsung<br />
di depannya. Ini berfungsi dalam jaringan lokal maupun<br />
web.<br />
k Analisa Untuk menginstalasi sebuah webserver sendiri di<br />
bawah Linux gunakan Apache HTTP Server, open-source<br />
database MySQL dan PHP 5 Interpreter.<br />
chgrp users /home/public<br />
Perintah diatas memberikan hak akses untuk folder<br />
'/home/public/' folder umum kepada kelompok 'users'. Secara<br />
default, semua user pada server ini berarti termasuk user Samba<br />
termasuk dalam kelompok ini.<br />
Agar mereka juga dapat menulis, berikan hak baca dan tulis<br />
dengan perintah berikut.<br />
chmod 770 /home/public<br />
Selanjutnya, user 'root' dan user dalam kelompok 'users'<br />
dapat membuka folder ini, membaca dan mengubah file-file di<br />
dalamnya. Semua user diluar itu tidak memiliki hak akses. Folder<br />
umum tersebut kini dapat diakses dari setiap PC Windows dalam<br />
jaringan dan dapat diisi dengan berbagai file.
Tips Samba di Internet<br />
Website Samba -> www.samba.org<br />
Website resmi Samba ini merupakan tempat <strong>Anda</strong><br />
bertanya segalanya mengenai Samba.<br />
Melakukan Tuning<br />
Samba 3.0 membawa sebuah inovasi yang akan disukai oleh<br />
semua Administrator. Untuk menyimpan file, Samba menggunakan<br />
sistem Unicode. Hal ini berarti ketika sebuah folder atau<br />
file Samba dibuka dalam Windows, nama dan isi folder atau file<br />
ditampilkan dengan penulisan yang sama dengan aslinya. Selama<br />
ini Administrator harus memasukkan codepages dan characterset<br />
untuk mengatasi masalah tersebut. Sekarang, bahkan icon Euro<br />
dalam nama file tidak menjadi masalah bagi Samba.<br />
Walau demikian sedikit fine-tuning tidak ada salahnya.<br />
Alasannya adalah semua file yang di-copy user dari Windows ke<br />
dalam direktori home atau folder lain pada File server Linux,<br />
menempatkan flag 'execute' untuk pemilik. Pada dasarnya<br />
operasi ini salah, karena tidak semua file bersifat executable.<br />
Bahkan sebuah file .exe pun belum tentu bisa langsung<br />
dijalankan dalam Linux ini dapat <strong>Anda</strong> atasi sebagai<br />
Administrator dengan Yast.<br />
Dalam 'Shared Resources', klik 'Advanced'. Pilih sharing<br />
resource yang ingin dikonfigurasi dan klik 'Edit'. Selanjutnya,<br />
klik 'Add' dan pilih 'Create mask'. Setelah 'OK', masukkan '0600'.<br />
Hak akses pada semua file yang di-copy ke sebuah folder akan<br />
diatur demikian sebagai berikut.<br />
k Pemilik file boleh membaca (read) dan mengubahnya (write).<br />
k Anggota kelompok atau user lainnya hanya boleh<br />
membacanya (read).<br />
Karena proses pemberian hak akses ini diatur pada level<br />
Linux, maka hasil konfigurasinya ini juga berlaku untuk Samba.<br />
Oleh sebab itu sebuah file yang tidak diberikan oleh Linux juga<br />
Mudah: Hanya dengan Yast, tanpa akses manual ke dalam file<br />
'smb.conf', modus PDC Samba dapat diaktifkan.<br />
TIPS<br />
Memperbaiki resolusi nama<br />
Bila PC-PC <strong>Anda</strong> memiliki<br />
masalah untuk saling melihat<br />
dalam lingkungan jaringan,<br />
aktifkanlah WINS Server Samba,<br />
yang secara default tidak<br />
diload oleh konfigurasi Yast.<br />
Caranya dengan mencantumkan<br />
baris berikut ke dalam<br />
Section (global):<br />
wins support=yes<br />
Selanjutnya restart server<br />
Samba dan cantumkan sebagai<br />
WINS server dalam semua<br />
client Windows, yaitu melalui<br />
'Control Panel| Network', dalam<br />
'Advanced Properties' protokol<br />
TCP/IP, pada tab 'WINS'.<br />
Dengan perubahan di atas<br />
penerjemahan nama komputer<br />
memiliki dasar yang lebih solid.<br />
Penerjemahan nama menjamin<br />
sebuah PC dapat mengetahui<br />
nama-nama NetBIOS<br />
lingkungannya. Ini sulit dilakukan<br />
tanpa WINS Server, sehingga<br />
ada PC yang 'hilang' atau<br />
baru muncul setelah beberapa<br />
saat dalam jaringan.<br />
tidak dapat diakses oleh user Samba kecuali pemiliknya sendiri.<br />
Penjelasan lebih rinci mengenai hak akses pada Linux silahkan<br />
baca dalam boks Know-How di halaman 82.<br />
Dalam folder umum situasinya sedikit berbeda. Bila file dalam<br />
folder ini boleh diubah oleh user lain, tetapkan 'create<br />
mask' pada '0660'. Dengan demikian pemilik file dan anggota<br />
kelompoknya boleh membaca dan mengubah file yang<br />
bersangkutan.<br />
Agar hak akses untuk folder yang baru ditempatkan dengan<br />
benar, Adminsitrator Samba membutuhkan parameter<br />
'directory mask' yang tidak tersedia dalam daftar parameter Yast.<br />
Klik 'Add', tandai entri 'available' yang disarankan, dan tuliskan<br />
'directory mask' sebagai gantinya. Setelah klik pada 'OK',<br />
tentukan hak akses yang diinginkan.<br />
'0770' tepat untuk sebuah folder umum, agar pemilik dan<br />
anggota kelompok dapat membukanya, membaca, dan<br />
mengubah file-file di dalamnya. Untuk folder pribadi, '0700'<br />
lebih tepat. Sehingga hanya pemilik yang boleh mengubah file<br />
dan tak seorang pun dapat mengakses data yang bersangkutan.<br />
Penting: Agar 'create mask' dan 'directory mask' berfungsi, <strong>Anda</strong><br />
perlu mengklik parameter 'inherit permissions' 2 kali dan<br />
memasukkan pilihan 'No'.<br />
Bila folder-folder sudah dibuat dan telah selesai dikonfigurasi,<br />
akhiri proses dengan 'OK' dan 'Finish'. Kemudian file-file<br />
konfigurasi ditulis dan Samba di-restart. Setelah itu, server telah<br />
tersedia dalam jaringan.<br />
Membagi user ke dalam groups<br />
File server membutuhkan pembatasan akses untuk folder yang<br />
satu dan lainnya. Pembatasan ini sebaiknya diatur secara rinci<br />
untuk setiap user. Feature ini didukung oleh Samba. Namun<br />
untuk itu Administrator harus sedikit 'memutar-mutar'<br />
parameter serta mengatur kelompok dan user pada level Linux.<br />
<strong>Pertama</strong>, buat sebuah kelompok, misalnya dengan nama<br />
'pubusers'. Hanya anggota kelompok ini yang boleh membuka<br />
| CHIP | NETWORKING | 79
LINUX File Server<br />
dan membaca file dalam folder 'public'. User lain tidak mendapat<br />
hak akses apa pun. Melalui Yast pilih “Security and Users | Edit<br />
and Create Groups”. Klik 'Add' dan masukkan 'pubusers' sebagai<br />
'Name of Group'. Pilih sekalian user untuk kelompok ini melalui<br />
'Members of the Group'. Klik 'Next' dan 'Finish', kemudian<br />
tampilkan kembali konfigurasi Samba.<br />
Berikutnya pilih folder yang diinginkan dan klik 'Edit'.<br />
Buatlah parameter baru 'valid users' dengan klik pada 'Add'.<br />
Dalam contoh ini masukkan nilai '@pubusers'. Karakter ‘@’<br />
menandakan, pubusers adalah sebuah kelompok. Tanpa ‘@’<br />
Samba akan menganggapnya sebuah nama user.<br />
Keterangan 'valid users' menjamin bahwa hanya user dalam<br />
daftar yang boleh memakai sebuah sharing. Pisahkan antara<br />
entri satu dengan lainnya dengan tanda koma. Bila dipilih 'true'<br />
untuk parameter 'read only', maka user hanya boleh membaca<br />
isinya.<br />
Sekarang, yang kurang adalah Administrator untuk folder,<br />
yang boleh meng-copy file ke dalamnya. Buatlah berdasarkan<br />
pola yang sama. Definisikan sebuah kelompok 'pubadmin' dan<br />
usernya, buka konfigurasi Samba, dan tambahkan parameter<br />
'write list'. Dalam daftar, kembali <strong>Anda</strong> masukkan nama user,<br />
dalam contoh ini adalah nama kelompok '@pubadmin'. Penting<br />
diperhatikan bahwa 'read only' harus tetap berada pada 'true'.<br />
Anggota kelompok atau kelompok memiliki hak untuk<br />
membuat file, bila tercantum dalam daftar 'write list'.<br />
80 | CHIP | NETWORKING<br />
Directory Service-nya, PDC masih tetap disarankan untuk<br />
perusahaan karena kesederhanaannya.<br />
Intinya adalah domain yang merupakan bagian-bagian<br />
kekuasaan dalam sebuah jaringan. Mungkin dalam LAN <strong>Anda</strong>,<br />
satu domain sudah cukup. Pengatur sebuah domain adalah PDC,<br />
yang biasanya didukung oleh sebuah Backup Domain Controller<br />
sebagai pengaman.<br />
PDC berfungsi mengelola database user dalam sebuah<br />
domain. Dengan demikian, cukup memasukkan nama user dan<br />
password satu kali secara terpusat, Selanjutnya setiap user dapat<br />
menggunakan PC mana pun dalam domain dengan<br />
menggunakan account-nya sendiri.<br />
Biasanya, pada setiap PC tersedia sebuah profil untuk user<br />
tertentu. Profil ini berisi semua info pribadi, seperti setting<br />
sistem, folder "My Documents', browser-bookmarks dan<br />
sejenisnya. Bila seorang user login pertama kali pada sebuah PC<br />
lain selain yang biasa ia gunakan, sistem operasi akan<br />
membuatkan sebuah profil baru untuk user tersebut, yang tidak<br />
ada hubungannya dengan profil pada komputernya sebelumnya.<br />
Solusi untuk memudahkan user berpindah-pindah PC ialah<br />
tersedianya modus operasi 'Roaming Profiles'. Semua data<br />
spesifik user disimpan pada PDC. Dengan demikian, di mana<br />
pun seorang user login, setting dan semua data pribadinya akan<br />
disediakan melalui PDC.<br />
Cara kerja konsep domain<br />
Mengatur setting untuk server<br />
Konfigurasi PDC dapat <strong>Anda</strong> lakukan dalam layar Yast yang<br />
Bila diinginkan, Samba juga dapat berfungsi sebagai Primary sama, di mana <strong>Anda</strong> telah melakukan konfigurasi dasar untuk<br />
Domain Controller (PDC) dalam jaringan. Sebuah PDC Samba. Kini sebagai 'Sharing Type' pilih 'Primary Domain<br />
memiliki peran penting dalam generasi terakhir jaringan Controller'. Dalam kolom 'Domain or Workgroups', cantumkan<br />
Microsoft yang berbasis konsep domain. Walau sejak beberapa nama domain.<br />
waktu lalu telah digantikan melalui Windows 2000 dan Active Di sini pun untuk setiap user yang mengakses server Samba<br />
dari PC Windows, perlu dibuatkan sebuah Linux-user. Lakukan<br />
pada baris perintah dengan perintah berikut.<br />
Profil User: Melalui Control Panel tentukan apakah profil yang<br />
berisi semua data pribadi disimpan pada PC atau pada Server<br />
Samba.<br />
useradd -s /bin/false myuser<br />
smbpasswd -a myuser mypass<br />
Perintah pada baris pertama membuat sebuah account Linuxuser<br />
yang tidak boleh login pada level Shell. Baris kedua<br />
memberikan password untuk user tersebut.<br />
Mengubah client ke operasi domain<br />
Client-client dengan sistem operasi Windows juga harus<br />
dikonfigurasi sedemikian rupa agar langsung bisa mengakses<br />
PDC saat login. Untuk itu, setiap station harus login satu kali<br />
pada server Samba. Langkah-langkah berikut ini hanya berfungsi<br />
untuk Windows 2000 dan XP versi Professional. Microsoft<br />
sengaja tidak melengkapi versi Home dengan fungsionalitas<br />
domain.<br />
Untuk konfigurasi login pada sisi client PDC, pilih “Control<br />
Panel | System | Network Identification”. Dengan tombol<br />
'Network ID', jalankan wizard untuk berbagai versi login. Pilih<br />
option untuk sebuah jaringan perusahaan dan domain-login.<br />
Pada halaman berikutnya, di mana data user dimasukkan,
sebenarnya hanya kolom terakhir yang penting. Di sana harus<br />
tercantum nama domain seperti yang telah dipilih dalam<br />
konfigurasi Samba sebelumnya.<br />
Pada halaman berikutnya, wizard kembali menanyakan nama<br />
workstation Windows dan nama domain, karena server Samba<br />
belum dapat menemukan entri untuk PC <strong>Anda</strong>.<br />
Agar tidak setiap user dapat menambahkan sebuah PC pada<br />
sebuah domain, langkah berikutnya adalah permintaan data<br />
akses untuk sebuah user account dengan hak Administrator.<br />
Disini masukkan data login untuk 'root'. Wizard menanyakan<br />
apakah <strong>Anda</strong> ingin membuat sebuah account baru jawab dengan<br />
'No'.<br />
Setelah restart, <strong>Anda</strong> mendapat sebuah laporan yang biasa<br />
dikenal dari Windows 2000, yang meminta <strong>Anda</strong> menekan<br />
kombinasi tombol [Ctrl] + [Alt] + [Del] untuk window login.<br />
Demikian juga halnya pada Windows XP, tampilan loginnya yang<br />
bergambar akan hilang dan digantikan dengan tampilan seperti<br />
pada Windows 2000. Setelah klik pada 'Options', ini akan<br />
menampilkan sebuah boks untuk memilih domain.<br />
Di sana, <strong>Anda</strong> dapat memilih domain yang baru atau login<br />
lokal pada PC lokal. Saat login pertama kali pada domain, <strong>Anda</strong><br />
mungkin perlu menunggu agak lama hingga PC selesai<br />
melakukan semua persiapan yang dibutuhkan. Setelah itu<br />
tampak sebuah desktop yang masih 'segar'.<br />
Ide dasar adalah penyimpanan data pribadi pada server<br />
Samba di dalam direktori home diri <strong>Anda</strong> yang lama pada level<br />
Linux. Jadi, <strong>Anda</strong> dapat login pada workstation mana saja dan<br />
data <strong>Anda</strong> mengikuti dengan setia.<br />
Bila <strong>Anda</strong> tidak menginginkannya, melainkan lebih suka<br />
penyimpanan data secara lokal, tampilkan “Control Panel |<br />
System | User Profiles”. Pilih 'local' untuk penyimpanan data<br />
Operasi Domain: Bila<br />
sebuah client Windows<br />
telah login, Samba<br />
dapat menampungnya<br />
dalam domain.<br />
TOOL UNTUK PENGGUNA SAMBA<br />
Penolong dalam kondisi<br />
darurat<br />
Di samping kedua program<br />
'nmbd' dan 'smbd' yang merupakan<br />
layanan dasar Samba<br />
pada Linux, paket Samba<br />
berisi beberapa program lain<br />
yang juga berguna.<br />
Mengatasi masalah akses: Bila<br />
ada masalah, perlu diketahui,<br />
PC mana yang sedang menggunakan<br />
server Samba dan<br />
file-file mana pada server yang<br />
sedang terpakai. Untuk itu<br />
gunakan program 'smbstatus'.<br />
Dijalankan tanpa parameter,<br />
tool ini akan menunjukkan<br />
daftar sharing yang terkoneksi<br />
pada setiap client yang menggunakan<br />
server Samba. Selain<br />
itu tool ini juga mencatat<br />
kapan koneksi dibangun.<br />
Bila ada file yang dibuka,<br />
tampak nama file, modus yang<br />
digunakan (baca/ tulis) dan<br />
bila ada juga locking-flags. Koneksi<br />
file-file terbuka dengan<br />
client dapat <strong>Anda</strong> lihat<br />
pada parameter 'PID' yang<br />
ditampilkan nomor subproses<br />
Samba yang mengelola<br />
koneksi tersebut.<br />
Menguji penerjemahan nama:<br />
Untuk menguji penerjemahan<br />
nama dalam jaringan<br />
Windows tersedia tool<br />
'nmblookup'. Sebagai parameter<br />
masukkan nama sebuah<br />
komputer Windows. Selanjutnya,<br />
tool akan melakukan<br />
pencarian dalam jaringan. Bila<br />
PC tersebut ditemukan, tool<br />
akan menampilkan alamat IPnya.<br />
Menggunakan tool sharing:<br />
'smbclient' memungkinkan Linux<br />
memanfaatkan Windowssharing<br />
pada sebuah PC Windows<br />
atau sebuah server<br />
Samba lainnya. Ini dapat dilakukan<br />
dengan perluasan sistem<br />
file menggunakan perintah<br />
'mount'. Perintah 'mount'<br />
dapat digunakan dengan<br />
option '-tsmbfs'. Namun, jika<br />
hendak me-mounting samba<br />
resources pada jaringan, akan<br />
lebih mudah menggunakan<br />
perintah 'smbmount' yang<br />
digunakan seperti perintah<br />
'mount' biasa. Dengan<br />
parameter '-o', detail lain<br />
mengenai koneksi akan<br />
ditampilkan.<br />
Untuk memasukkan sharing<br />
'docs' dari PC 'Win98' ke dalam<br />
direktori Linux '/docs', ketikkan<br />
perintah berikut.<br />
smbmount //Win98/docs<br />
/docs -o<br />
username=saya,password=<br />
passaya<br />
Informasi lain mengenai<br />
mounting SMB sharing dapat<br />
<strong>Anda</strong> lihat dengan perintah<br />
'man smbmount'.<br />
Command Line: Tool ‘smbstatus’ memperlihatkan koneksi yang<br />
aktual dan semua file yang diakses oleh client.<br />
| CHIP | NETWORKING | 81
LINUX File Server<br />
profile <strong>Anda</strong>.<br />
Waktu reaksi yang diperlukan untuk mengakses data yang<br />
tersimpan pada server PDC tergantung dari kecepatan jaringan<br />
dan besar kecilnya profile <strong>Anda</strong>. Sebuah e-mail history pada<br />
Outlook atau Recycle Bin yang penuh sudah cukup untuk<br />
menghabiskan kesabaran user saat login dan logout. Ini<br />
disebabkan oleh sebagian data profile disimpan sementara<br />
secara lokal, yang saat login harus dikirim ke client dan saat<br />
logout dikembalikan ke server.<br />
82 | CHIP | NETWORKING<br />
Mengaktifkan option-option<br />
Operasi PDC dengan Samba yang telah dibahas diatas memang<br />
tepat untuk jaringan kecil, tetapi masih perlu perbaikan.<br />
Misalnya database user dalam varian 'smbpasswd' adalah<br />
sebuah file teks sederhana yang akan mengalami bottleneck<br />
dengan meningkatnya jumlah user.<br />
Alternatif: TDB-Database, sebuah solusi yang terintegrasi<br />
dalam Samba untuk akses yang lebih cepat. Untuk itu,<br />
cantumkan saja 'TDB-Database' di bawah 'Sources for User<br />
Informations' dalam konfigurasi Yast.<br />
Untuk instalasi jaringan yang lebih besar, sebaiknya <strong>Anda</strong><br />
mempertimbangkan sebuah server LDAP sebagai database.<br />
Dengan demikian, user dapat dikelola lebih mudah. Server ini<br />
pun dapat dimanfaatkan untuk tugas-tugas lainnya.<br />
Dengan konfigurasi seperti di atas, dimungkinkan bagi user<br />
untuk mengubah password langsung dari Windows tetapi hanya<br />
password untuk Samba. Bila user juga memiliki akses pada<br />
Linux-shell, ia harus tetap login dengan password yang lama dan<br />
menyamakan password Linux-nya di sana secara manual dengan<br />
perintah 'passwd'. Ady WP (MS), Penulis@CHIP.co.id<br />
Cepat Selesai: Dengan tool konfigurasi Yast sebuah folder Linux<br />
dengan cepat dapat disediakan sebagai sharing bagi user<br />
Windows.<br />
KNOW-HOW<br />
Hak akses di bawah Linux<br />
Di bawah Linux setiap file atau<br />
folder dimasukkan ke dalam 3<br />
level akses berikut ini.<br />
kOwner (pemilik)<br />
kGroup (kelompok)<br />
kOther (user lainnya)<br />
Untuk setiap level dapat<br />
diberikan hak akses berbeda:<br />
k'r' seperti 'read' untuk akses<br />
baca<br />
k'w' seperti 'write' untuk akses<br />
tulis<br />
k'x' seperti 'execute' untuk<br />
menjalankan file (pada folder<br />
berarti boleh dibuka).<br />
Bila <strong>Anda</strong> menampilkan isi<br />
sebuah folder Linux dengan 'ls -<br />
I', tampak di sisi kiri hak akses<br />
file, misalnya '-rwxrw-r--'. Dibaca<br />
dari kiri ke kanan, hak akses<br />
pemilik untuk file yang bersangkutan<br />
adalah 'rwx' akses<br />
kelompok adalah 'rw', dan akses<br />
user lain 'r'. Bila diawali dengan<br />
'd', maka yang <strong>Anda</strong> lihat adalah<br />
sebuah folder.<br />
Hak akses juga dapat ditampilkan<br />
dalam bentuk bilangan,<br />
di mana sebuah angka mewakili<br />
sebuah level. Angka pertama<br />
untuk pemilik, angka<br />
kedua untuk kelompok dan<br />
angka ketiga untuk lainnya.<br />
Berikut ini angka merupakan<br />
jumlah dari hak yang telah<br />
diberikan.<br />
r = 4<br />
w = 2<br />
x = 1<br />
Angka-angka ini dijumlahkan.<br />
Contoh: Pemilik boleh membaca,<br />
menulis dan menjalankan,<br />
maka nilainya 4 + 2 +<br />
1 = 7. Bila kelompok hanya boleh<br />
membaca dan menjalankan,<br />
nilainya 4 + 1 = 5. User lain tidak<br />
mendapat akses, sehingga nilainya<br />
0. Dengan demikian hak<br />
akses untuk file ini adalah 750.<br />
Cara ini diaplikasikan dalam<br />
Linux dengan menggunakan<br />
perintah 'chmod'.<br />
Di depan ketiga angka<br />
sering terdapat sebuah angka<br />
lain dalam Samba biasanya '0'<br />
untuk menempatkan atribut<br />
'set user ID', 'set group ID', atau<br />
'sticky'. Untuk mengetahui<br />
lebih banyak mengenai atribut<br />
tersebut gunakan perintah<br />
'man chmod'.<br />
Pemilik dan kelompok sebuah<br />
file dapat diubah melalui<br />
perintah 'chown' dan 'chgrp'.<br />
Info lebih rinci melalui perintah<br />
'man'.<br />
Hak Akses: Seluruh file dan folder pasti memiliki hak akses yang<br />
terdiri dari tiga pengelompokkan hak, yang dapat diubah<br />
menggunakan perintah ‘chmod’.
Tips untuk <strong>Jaringan</strong> Linux<br />
Troubleshooting <strong>Jaringan</strong><br />
Apakah ada masalah dalam jaringan Linux <strong>Anda</strong>? Penyebabnya bisa bermacam-macam. CHIP membahas cara<br />
melacak masalah jaringan dengan tool yang tersedia pada Linux. Selain itu, CHIP juga telah menyusun<br />
beberapa tips berguna lainnya bagi <strong>Anda</strong>.<br />
k<br />
Dua utility yang sangat membantu dalam mencari<br />
penyebab masalah dalam jaringan: 'ping' (Tips 1) dan<br />
'tcpdump' (Tips 8). Kedua tool ini terinstalasi bersama Linux<br />
SuSE.<br />
1<br />
Analisa kesalahan Menggunakan tool 'Ping'<br />
Bila ada yang tak berfungsi dalam jaringan, selalu gunakan<br />
'Ping' terlebih dulu untuk menanganinya. Program ini<br />
mengirim sebuah pertanyaan ke alamat IP dan menantikan<br />
jawabannya. Bentuk perintahnya adalah: 'ping 192.168.0.2'.<br />
Tentu saja <strong>Anda</strong> dapat memasukkan alamat IP lain, termasuk<br />
alamat dari Internet.Bila pertanyaan tersebut sampai ke alamat yang<br />
dituju, host tujuan tersebut akan mengirimkan jawaban. Bila tidak<br />
ada jawaban, kemungkinan ada kesalahan berikut.<br />
k Secara fisik komputer Linux tidak terhubung dengan<br />
jaringan. Periksalah sambungan kabel-kabelnya.<br />
k Komputer yang dituju tidak terhubung dengan jaringan.<br />
Untuk mengkonfirmasi hal ini, cobalah mengirim perintah<br />
'ping' ke sebuah alamat lainnya.<br />
k Komputer Linux atau yang dituju tidak memiliki alamat IP.<br />
Untuk memeriksa alamat IP komputer <strong>Anda</strong>, gunakan pada<br />
console Linux 'ifconfig'.<br />
Alternatif: Selain ke alamat IP, 'ping' juga dapat diarahkan ke<br />
nama komputer, misalnya 'ping chip.local'. Jadi inilah fungsi<br />
lain penggunaan 'ping'. Bila 'ping' ke alamat IP berhasil, tetapi<br />
ke nama komputer tidak berfungsi, berarti PC tidak dapat<br />
menerjemahkan alamat komputer tersebut. Hal tersebut dapat<br />
disebabkan oleh hal-hal berikut.<br />
k PC tidak menemukan DNS server.<br />
k File Hosts pada Linux tidak mempunyai entry alamat yang<br />
dituju atau berisi keterangan yang salah mengenai alamat tersebut.<br />
Dengan 'ping', <strong>Anda</strong> juga dapat memeriksa apakah suatu<br />
koneksi ke Internet dapat dibangun. Lakukan 'ping' terhadap<br />
k ISI CD<br />
k Analisa Dengan Ethereal <strong>Anda</strong> menganalisa lalu-lintas<br />
jaringan pada level protokol. Selain itu tool memungkinkan<br />
pencatatan dan peniliaian lalu-lintas jaringan.<br />
k Webserver Dengan Apache HTTP Server, open-source<br />
database MySQL dan PHP-5-Interpreter pada CD CHIP, semua<br />
program yang dibutuhkan untuk sebuah web server sendiri<br />
telah tersedia.<br />
salah satu alamat di Internet. Bila tidak mendapat jawaban,<br />
kirimkan 'ping 141.1.1.1' - ini juga sebuah alamat di Internet.<br />
Keuntungan menggunakan nama alamat tersebut adalah mudah<br />
diingat. Bila dari alamat ini didapat jawaban, berarti koneksi<br />
dapat dibangun, tetapi alamat Internet-nya tidak dapat<br />
diterjemahkan dengan benar. Hal ini mungkin karena <strong>Anda</strong><br />
tidak atau salah mencantumkan DNS server di dalam router.<br />
2<br />
Linux Perawatan Jarak Jauh<br />
Untuk merawat PC Linux dari sebuah PC Windows dibutuhkan<br />
sebuah client. Tool standar pilihan untuk itu adalah 'Putty'. Ini<br />
adalah sebuah client SSH yang juga mendukung transfer<br />
terenkripsi antara client dan server Linux. 'Putty' tersedia gratis<br />
di www.chiark.greenend.org.uk.<br />
3<br />
Unicode-Characterset Setting Putty for SuSE 9.1<br />
'Putty' menghasilkan karakter-karakter aneh bila digunakan<br />
bersama SuSE 9.1. Karena, mulai versi 9.1 SuSE menggunakan<br />
characterset Unicode. Walau demikian, <strong>Anda</strong> juga dapat<br />
mengaktifkan feature characterset Unicode dalam 'Putty': Di<br />
bawah “Windows | Translation” pilih 'UTF-8' untuk 'Received<br />
data assumed to be in which character set'.<br />
4<br />
Web Server Instalasi Apache<br />
Sebuah server yang baik juga memiliki sebuah Web server. Proses<br />
instalasinya dalam SuSE 9.1 sangat cepat. Buka sebuah shell dan<br />
1<br />
Ahli Diagnosa: Dengan bantuan 'ping' <strong>Anda</strong> temukan, PC<br />
mana yang terhubung dengan jaringan..<br />
| CHIP | NETWORKING | 83
LINUX Tips <strong>Jaringan</strong><br />
login sebagai 'root'. Masukkan perintah berikut.<br />
yast -i apache<br />
Kemudian tunggu panduan dari Yast. Pilih modus Apache<br />
yang <strong>Anda</strong> inginkan (bila ragu pilih 'prefork') dan konfirmasikan<br />
info-info dari Yast. SuSE akan memulai instalasi. Setelah selesai,<br />
masukkan perintah berikut.<br />
rcapache2 start<br />
Setelah itu, bukalah 'Conqueror' atau sebuah browser lain dan<br />
masukkan sebagai alamat 'http://localhost'. Kemudian tampak<br />
laporan kesalahan 'Access forbidden'. Ini berarti server aktif dan<br />
dapat digunakan.<br />
5<br />
Apache Membuat halaman HTML pertama<br />
Apache berfungsi? Bagus. Buatlah sebuah halaman HTML<br />
dengan sebuah editor mana saja. Simpan halaman tersebut<br />
dalam folder '/srv/sss/htdocs' dan beri nama 'index.html'.<br />
Halaman yang pertama masih dapat <strong>Anda</strong> buat dengan akses<br />
'root'. Bila file HTML sudah tersimpan dalam folder, refresh isi<br />
browser, dan halaman tersebut akan ditampilkan.<br />
6<br />
Parameter Menampilkan alamat IP sendiri<br />
Sekali lagi, IP berapa yang dimiliki PC Linux? Jawabannya bisa<br />
<strong>Anda</strong> dapatkan dengan cepat melalui perintah berikut.<br />
/sbin/ifconfig<br />
Tampak semua parameter penting jaringan, di antaranya<br />
alamat IP server Linux. Perintah di atas dapat juga disingkat<br />
dengan langsung menuliskan perintah berikut.<br />
ifconfig<br />
7<br />
Pertukaran data Meng-copy file dengan 'scp'<br />
Untuk meng-copy file dari PC Windows <strong>Anda</strong> ke Linux, tidak<br />
perlu server Samba. Tool 'scp' dapat melakukannya dengan<br />
sangat cepat. Tool ini membangun koneksi terproteksi antara<br />
dua buah komputer dan mengirimkan file, bahkan juga dengan<br />
server di Internet, asalkan <strong>Anda</strong> memiliki hak tersebut.<br />
Untuk meng-copy file dari PC Linux ke Linux, masukkan<br />
2<br />
Standar: Client ssh 'Putty' memungkinkan maintenance<br />
jarak jauh PC Linux dari sebuah PC Windows.<br />
84 | CHIP | NETWORKING<br />
5<br />
Aktif: Bila <strong>Anda</strong> melihat laporan ini, tidak ada masalah<br />
dengan server web 'Apache'.<br />
perintah dengan pola berikut ini.<br />
scp /home/username/directory/*.ext<br />
remote:/home/username/directory<br />
Di sini, <strong>Anda</strong> meng-copy semua file berakhiran .ext dari<br />
folder '/home/username/directory' ke dalam folder yang sama<br />
pada PC 'remote'.<br />
Sebelum meng-copy <strong>Anda</strong> perlu memasukkan sebuah<br />
password. ‘Scp’ juga meneruskan nama pengguna yang <strong>Anda</strong><br />
gunakan untuk login pada PC Linux. Bila ingin menggunakan<br />
nama lain untuk login, masukkan nama dalam pola berikut.<br />
scp /home/username/directory/*.ext<br />
user@remote:/home/username/directory<br />
Setelah itu, PC akan meminta password untuk pengguna<br />
tersebut. Sebaliknya, file juga dapat di-copy dari PC 'remote' ke<br />
PC 'local'. Perintahnya sebagai berikut.<br />
scp user@remote:/home/username/*.xls<br />
/home/username/tabel<br />
Di sini, <strong>Anda</strong> meng-copy semua file berakhiran .xls pada<br />
komputer 'remote' ke dalam folder '/home/username/tabel'<br />
pada komputer lokal.<br />
Pengguna Windows dapat melakukannya dengan lebih<br />
nyaman. Mereka tidak perlu mengingat-ingat susunan perintah<br />
yang rumit, menggunakan tool 'Winscp'. Tool ini tersedia gratis<br />
untuk di-download di http://winscp.vse.cz/eng/. Dengan tool<br />
ini, <strong>Anda</strong> dapat meng-copy file seperti biasa dengan Windows<br />
Explorer.<br />
8<br />
Analisa kesalahan Melihat dengan 'tcpdump'<br />
Bila ada yang berfungsi dengan tidak benar dalam koneksi<br />
jaringan <strong>Anda</strong>, disarankan memeriksanya dengan tool<br />
'tcpdump'. Tool ini membaca semua protocol-header secara live<br />
atau real-time dan menampilkannya pada layar. Dengan<br />
demikian, <strong>Anda</strong> dapat mengawasi seluruh lalu-lintas data antara<br />
PC Linux dengan jaringan. Bahkan seluruh lalu-lintas data yang<br />
ada dalam jaringan, bila <strong>Anda</strong> menggunakan sebuah hub.<br />
Kembali ke awal, bila <strong>Anda</strong> merasa ada yang salah antara PC<br />
Linux dengan jaringan, jalankan 'tcpdump'. Langsung tampak<br />
lalu-lintas data, biasanya muncul laporan teratur dari Address<br />
Resolution Protocol 'arp'. Edaran dengan pertanyaan 'who has?'<br />
berfungsi untuk menerjemahkan alamat Ethernet ke alamat IP.<br />
Selain itu, juga dapat diketahui apakah lalu-lintas TCP
erhasil. Cobalah mengakses PC melalui HTTP ketika 'tcpdump'<br />
difungsikan. Langsung tampak serangkaian laporan HTTPheader.<br />
Jadi, dengan 'tcpdump' <strong>Anda</strong> dapat mengawasi secara rinci<br />
aplikasi apa dan bagaimana cara berkomunikasinya. Bila ada<br />
kesalahan, <strong>Anda</strong> mendapat laporan berguna yang dapat<br />
membantu proses troubleshooting lebih lanjut. Di luar itu, <strong>Anda</strong><br />
dapat melihat apa yang terjadi dalam jaringan dan siapa<br />
mengobrol dengan siapa.<br />
Tentu saja, <strong>Anda</strong> dapat melakukan filtering apa saja yang akan<br />
diawasi oleh 'tcpdump'. Bila misalnya <strong>Anda</strong> hanya ingin<br />
mengawasi lalu-lintas data HTTP, masukkan 'tcpdump port 80'.<br />
Karena semua koneksi HTTP dilakukan melalui port tersebut.<br />
<strong>Anda</strong> juga dapat mengawasi sebuah PC tertentu dengan<br />
perintah, misalnya 'tcpdump host 192.168.0.1'.<br />
Tips: Gunakan 'tcpdump' langsung dari konsol PC Linux<br />
<strong>Anda</strong>. Karena, jika dijalankan dengan Telnet atau 'ssh' dari PC<br />
lain, tool selalu mencatat lalu-lintas data antara PC remote client<br />
dengan PC Linux sehingga menciptakan lalu-lintas data baru.<br />
9<br />
7<br />
Pelacakan jejak Mengikuti sebuah paket data<br />
Sering kita perlu mengetahui jalur perjalanan data dari sebuah PC<br />
ke PC lainnya terutama pada koneksi Internet. Dengan demikian<br />
bila timbul masalah, dengan mudah dapat diketahui penyebabnya.<br />
Cobalah dengan memasukkan perintah berikut pada Linux.<br />
/usr/bin/traceroute<br />
Secara bertahap, tool ini menampilkan rute terminal-terminal<br />
yang dilalui hingga komputer tujuan. Bila rute terhenti pada alamat<br />
router <strong>Anda</strong>, mungkin router tersebut mengalami masalah.<br />
10 Tes Mengirim e-mail melalui baris perintah<br />
Dari baris perintah Linux, <strong>Anda</strong> dapat langsung mengirim email.<br />
Ini praktis untuk mengirim info dari file log atau sekadar<br />
menguji Mail server. Cobalah misalnya dengan perintah berikut.<br />
echo "Selamat Pagi, pesan ini merupakan testmail" |<br />
mail -s Testmail username@linux.local<br />
Nyaman: 'Winscp' meng-copy file dari Windows ke Linux<br />
dengan nyaman dan aman seperti dalam Explorer.<br />
TIPS LINUX<br />
Jendela pesan untuk protokol<br />
Sebuah feature tambahan<br />
yang berguna dapat <strong>Anda</strong><br />
temukan dengan menekan<br />
kombinasi tombol [Ctr] + [Alt] +<br />
[F10] dalam KDE atau [Alt] +<br />
[F10] pada konsol. Di sana,<br />
<strong>Anda</strong> dapat melihat systemmessages<br />
secara aktual, termasuk<br />
juga untuk layanan jaringan.<br />
Yang juga sangat membantu<br />
adalah protokol yang<br />
<strong>Anda</strong> temukan dalam '/var/log'<br />
(lebih lanjut baca Tips 11). Di<br />
sini, setiap aplikasi mencatat<br />
laporan kesalahan dan<br />
informasi dari operasi yang<br />
sedang berjalan juga Samba<br />
(dalam folder 'samba') dan<br />
aplikasi jaringan lainnya<br />
seperti server web Apache<br />
(folder 'httpd').<br />
Penerima e-mail, username@linux.local akan menerima<br />
sebuah e-mail dengan 'Subject: Testmail' dan isinya "Selamat<br />
Pagi, pesan ini merupakan testmail".<br />
11<br />
Protokol Mencari kesalahan<br />
Bila ada yang tidak berfungsi dalam jaringan Linux <strong>Anda</strong>,<br />
pertama-tama periksalah pesan-pesan kesalahan. Biasanya<br />
terdapat dalam folder '/var/log'. Untuk itu dibutuhkan akses<br />
'root'. Umumnya, hanya laporan terakhir yang menarik bisa<br />
<strong>Anda</strong> dapatkan melalui perintah 'tail'. Contohnya dalam bentuk<br />
berikut.<br />
tail /var/log/messages<br />
Dengan perintah ini ditampilkan sepuluh baris terakhir dari file<br />
'/var/log/messages', di mana tampak banyak laporan kesalahan.<br />
Bila masih kurang, <strong>Anda</strong> dapat menambah baris yang<br />
ditampilkan dengan parameter '-n', misalnya<br />
tail -n20 /var/log/messages<br />
periksalah dalam folder '/var/log' dan subfolder-nya. Bila ada<br />
masalah dengan Linux, biasanya ada laporan kesalahan di dalam<br />
salah satu file. Itu merupakan titik mulai untuk mengatasi<br />
masalah dalam jaringan. Ady WP (MS), Penulis@CHIP.co.id<br />
Juru Tulis: Tool analisa 'tcpdump' mencatat header<br />
8 protokol paket data yang dikirim antara PC Linux dan<br />
jaringan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 85
SEKURITI Firewall Desktop<br />
INDEKS | SEKURITI<br />
Komunitas tertutup di Internet 86<br />
Dengan Service Pack 2, Windows mendapatkan<br />
upgrade Firewall yang jauh lebih baik.<br />
Satu profil untuk semua client 92<br />
Profil pengguna dapat diletakkan dalam jaringan<br />
untuk memudahkan pengelolaan.<br />
Melindungi <strong>Jaringan</strong> Tanpa 95<br />
Kabel<br />
<strong>Anda</strong> harus melindungi jaringan tanpa kabel yang<br />
dimiliki dari serangan penyusup dari dalam dan<br />
dari luar.<br />
Melindungi <strong>Jaringan</strong> <strong>Anda</strong> dari 98<br />
Serangan Hacker<br />
Firewall bertugas mencegah serangan dari luar<br />
dan mencegah berjalannya program-program yang<br />
berisiko terhadap keamanan PC<br />
k ISI CD<br />
k Alternatif Software Firewall gratis ZoneAlarm dan<br />
Agnitum Outpost untuk penggunaan pribadi dapat<br />
<strong>Anda</strong> temukan pada CD CHIP.<br />
k Bebas virus CD CHIP menyediakan berbagai<br />
program e-mail client gratis, seperti Eudora dan<br />
Pegasus E-mail dalam versi yang terbaru.<br />
k Aman Hanya dengan update terbaru, Windows<br />
<strong>Anda</strong> aman. Software Service Pack Manager 2000<br />
dapat melakukan patching PC <strong>Anda</strong> melalui jaringan.<br />
86 | CHIP | NETWORKING<br />
Software Firewall yang<br />
terpasang secara lokal<br />
memberi proteksi<br />
tertentu terhadap<br />
serangan jahat dari<br />
Internet ataupun dari<br />
jaringan lokal.<br />
Desktop Firewall dalam Service Pack 2<br />
Komunitas<br />
Blaster, Sasser, Bagle, dan lainnya telah membuat<br />
k pengguna PC lebih sensitif belakangan ini. Terutama<br />
Blaster dan Sasser yang merupakan worm jenis baru. Sekali<br />
menyusup ke dalam sistem, mereka langsung menyebarkan diri<br />
tanpa perlu akses dari pengguna.<br />
Biasanya, sebuah perangkat hardware firewall memproteksi<br />
jaringan terhadap ancaman dari Internet. Namun, bila virus<br />
masuk melalui media data atau notebook yang dihubungkan ke<br />
LAN, workstation tidak memiliki proteksi. Solusinya adalah<br />
software firewall yang diinstalasi secara lokal pada setiap PC<br />
jaringan. Service Pack 2 Windows XP telah memiliki fungsi ini.<br />
Firewall ‘built-in’ sebelumnya, hanya menawarkan proteksi<br />
terhadap Internet, versi yang baru juga melindungi PC dari<br />
bahaya dalam LAN. Memang, solusi Windows XP bukanlah yang<br />
terbaik, karena relatif mudah ditembus oleh trojan yang<br />
terprogram dengan pintar. Walau demikian, solusi ini tetap lebih<br />
aman dibanding tanpa software firewall sama sekali.<br />
Dalam artikel ini, CHIP akan mengulas bagaimana sebuah
Tertutup di Internet<br />
firewall bekerja dan bagaimana cara mengaktifkan serta<br />
menyesuaikannya agar kemampuan komunikasi software <strong>Anda</strong><br />
tidak berkurang.<br />
Prinsip kerja Firewall Windows XP<br />
Pada dasarnya, firewall memblokir semua permintaan koneksi<br />
dari Internet dan atau jaringan lokal. Ini berlaku bagi semua<br />
paket data TCP/IP dari luar yang tidak diminta. Sebaliknya, paket<br />
yang memang diharapkan dibiarkan masuk, misalnya data<br />
sebuah website yang dikunjungi atau e-mail dari penyedia<br />
layanan e-mail.<br />
Dalam kasus tertentu, suatu komunikasi memang sengaja<br />
dibangun menggunakan aplikasi (server application) dari luar,<br />
misalnya Internet atau PC lain dalam LAN. Aplikasinya antara<br />
lain untuk chatting, konferensi video, telepon Internet, game<br />
Internet, remote control, atau FTP Server internal. Firewall akan<br />
mengatur berdasarkan masukan pengguna, apa yang boleh<br />
dilakukan oleh suatu program. Firewall personal yang terinstalasi<br />
bersama Service Pack 2 Windows XP mengenal dua jenis<br />
pemberian akses atau pemblokiran.<br />
1. Program: Begitu sebuah program lokal membangun koneksi<br />
Internet dan ingin membuka sebuah port untuk data masuk,<br />
firewall akan menampakkan diri. Sebuah window menginformasikan<br />
mengenai permintaan program tersebut. Kini <strong>Anda</strong><br />
dapat memutuskan apakah program boleh membuka port yang<br />
dibutuhkan, dan apakah izin akses bisa diberikan. Untuk yang<br />
terakhir, klik pada 'No more blockade?'.Apabila pada kesempatan<br />
berikutnya program juga perlu minta ijin terlebih dulu, klik 'Ask<br />
again?'. Option 'Keep on blocking?' melarang software membuka<br />
port. Option 'No more blockade' membuka akses sepenuhnya<br />
dan otomatis memasukkan program ke dalam daftar 'Exceptions'<br />
(baca lebih lanjut di bawah).<br />
Blokade ataupun pemberian akses pada level program (seperti<br />
pada firewall Windows XP) memiliki kelebihan dan kelemahan.<br />
Salah satu sisi negatifnya adalah <strong>Anda</strong> tidak memiliki info atau<br />
| CHIP | NETWORKING | 87
SEKURITI Firewall Desktop<br />
kendali atas jumlah dan nomor port yang dibuka. Masalah lain,<br />
program hanya dapat dikenali dari nama file EXE dan tempat<br />
penyimpanannya, tidak melalui checksum atau mekanisme<br />
pengamanan lainnya. Jadi, mungkin saja program perusak<br />
menyamar sebagai program tidak berbahaya atau program yang<br />
tercantum dalam daftar 'Exceptions' (tentunya jika PC telah<br />
terinfeksi). Kelebihannya, setelah digunakan oleh sebuah aplikasi<br />
dengan ijin pengguna, otomatis port akan ditutup kembali.<br />
2. Ports: Pada dasarnya, firewall XP atau area port TCP dan UDP<br />
dapat dibuka tanpa tergantung software tersebut. Dengan<br />
demikian, program server yang pertama mengakses sebuah port<br />
dapat berkomunikasi melalui port tersebut. Tidak ada penutupan<br />
port secara otomatis. Oleh karena itu, hati-hati dengan setting ini.<br />
88 | CHIP | NETWORKING<br />
Kelemahan Firewall<br />
Desktop firewall dari Service Pack 2 bukanlah solusi keamanan<br />
terbaik dari semua potensi bahaya. Sebagian besar virus, trojan,<br />
dan worm yang masuk ke dalam sistem memang dapat dicegah,<br />
namun ini hanya untuk program yang menginfeksi melalui<br />
koneksi dari luar (dari Internet atau PC jaringan).<br />
Firewall tidak dapat mencegah <strong>Anda</strong> membuka sebuah<br />
attachment e-mail yang berisi virus atau trojan, atau bisa saja<br />
<strong>Anda</strong> tidak sengaja memasukkan program semacam itu (melalui<br />
download, menjalankan sebuah program dari Internet, program<br />
terinfeksi dari sebuah media data, atau jenis script virus tertentu).<br />
Apabila sistem <strong>Anda</strong> telah terinfeksi virus atau worm, firewall<br />
tidak dapat berbuat apa pun. Firewall tidak berdaya menghadapi<br />
serangan dari dalam. Sekarang ini, sudah ada program perusak<br />
yang mampu menonaktifkan firewall XP atau menambahkan<br />
aturan pengecualian palsu yang memudahkan program perusak<br />
masuk.<br />
Jadi, disamping firewall Windows XP, <strong>Anda</strong> sebaiknya juga<br />
menggunakan antivirus terbaru dan tetap berpegang pada<br />
TIPS PROFESIONAL<br />
Memeriksa daftar 'Exceptions'<br />
Secara teratur periksalah<br />
daftar pengecualian Firewall<br />
XP yang baru. Cara termudah<br />
bagi trojan, worm, atau sejenisnya<br />
untuk mengatasi Firewall<br />
dari dalam (setelah berhasil<br />
menyusup) adalah mencantumkan<br />
diri ke dalam<br />
daftar 'Exceptions'.<br />
Terutama perhatikan program<br />
atau layanan yang tidak<br />
dikenal dan entri ganda. Bagi<br />
sebuah trojan, tidak sulit menyamar<br />
sebagai sebuah file<br />
seperti 'File and Printer Shar-<br />
-ing.exe' dan mencantumkan<br />
diri ke dalam daftar penge-<br />
cualian. Akibatnya, ada dua<br />
entri yang sama dalam daftar.<br />
Bisa saja <strong>Anda</strong> tidak menyadari<br />
dan membiarkannya.<br />
Hilangkan checkmark pada<br />
entri-entri yang mencurigakan<br />
dan periksa apakah semua<br />
program yang dikenal masih<br />
dapat berfungsi. Periksa juga<br />
dari waktu ke waktu, apakah<br />
checkmark yang telah dihilangkan<br />
dari sebuah entri kembali<br />
lagi dengan sendirinya. Ini adalah<br />
petunjuk mengenai keberadaan<br />
penyusup. Apabila demikian,<br />
<strong>Anda</strong> perlu menggunakan<br />
software antivirus yang tepat.<br />
langkah-langkah pencegahan yang standar, misalnya untuk tidak<br />
membuka attachment e-mail dari pengirim yang tidak dikenal.<br />
Konfigurasi dasar dan validity area<br />
Lampu Hijau:<br />
Dalam daftar<br />
'Exceptions',<br />
tercantum<br />
semua<br />
program dan<br />
layanan yang<br />
mendapat ijin<br />
akses ke<br />
Internet.<br />
Setelah instalasi Service Pack 2, pada dasarnya <strong>Anda</strong> tidak perlu<br />
melakukan setting atau konfigurasi apa pun. Secara standar,<br />
firewall sudah aktif dengan setting yang tepat. Namun, bila <strong>Anda</strong><br />
masih ingin mengubah sesuatu, bukalah 'Security Center' dan<br />
klik 'Windows Firewall'. Selanjutnya, Windows akan menampilkan<br />
tiga buah tab.<br />
Dalam tab pertama yang secara standar terbuka, <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengaktifkan Firewall (dengan aturan pengecualian, baca di<br />
bawah) atau menonaktifkannya. Pilihan terakhir hanya disarankan<br />
bila PC <strong>Anda</strong> telah diproteksi oleh software atau hardware<br />
firewall lainnya. Tab kedua untuk pengecualian (Exceptions),<br />
program, dan port yang sengaja <strong>Anda</strong> buka untuk diakses.<br />
Penjelasan lebih rinci baca dalam bagian selanjutnya.<br />
Beberapa setting dasar dapat <strong>Anda</strong> lakukan dalam tab ketiga,<br />
'Advanced'. Pada bagian atas, tampak pilihan untuk berbagai area<br />
validitas proteksi. Apabila LAN <strong>Anda</strong> terkoneksi dengan Internet<br />
melalui router (atau sebuah PC jaringan dengan sharing koneksi<br />
Internet), hanya tersedia 'LAN' sebagai pilihan. Semua<br />
konfigurasi firewall berlaku di dalam LAN dan otomatis juga<br />
untuk Internet (di mana akses melalui router diproteksi dengan<br />
firewall tersendiri).<br />
Apabila PC <strong>Anda</strong> terkoneksi dengan Internet melalui modem,<br />
ISDN card, LAN card kedua, atau DSL, akan tersedia entri<br />
tersebut dalam tab ini. Beri tanda di depan entri yang diinginkan<br />
untuk menetapkan area validitas firewall. Tombol 'Settings' di sisi<br />
kanan area validitas mengantar ke NAT/Port Forwarding untuk<br />
mengkonfigurasi layanan server yang dapat dicapai dari Internet<br />
(baca 'Aplikasi server di balik Firewall' lebih lanjut di bawah).<br />
Di tempat yang sama ada tab 'ICMP', di mana <strong>Anda</strong> dapat
TIPS<br />
Konfigurasi zona bebas spam dalam Inbox<br />
E-mail Spam tidak hanya<br />
mengganggu, tetapi juga<br />
dikenal sebagai pembawa<br />
virus dan worm. Zona bebas<br />
spam dapat meningkatkan<br />
keamanan PC Internet <strong>Anda</strong>,<br />
dan semua PC yang terhubung<br />
dalam jaringan.<br />
Membuat beberapa alamat email:<br />
<strong>Anda</strong> dapat memiliki beberapa<br />
alamat e-mail pada<br />
berbagai layanan e-mail gratis.<br />
Alamat pertama hanya untuk<br />
teman dan relasi lain yang<br />
dapat dipercaya. Alamat kedua<br />
untuk registrasi online atau<br />
pencarian info di newsgroups.<br />
Newsgroups menjadi ladang<br />
subur robot spammer untuk<br />
mengumpulkan alamat e-mail.<br />
Istilah kerennya 'harvesting'.<br />
Apabila account ini sudah<br />
dibanjiri spam, tinggalkan saja<br />
dan buat account baru.<br />
Abaikan layanan kartu ucapan:<br />
Spammer bekerja dengan<br />
banyak trik. Salah satunya<br />
yang paling efektif adalah<br />
layanan kartu ucapan. Pengiriman<br />
kartu ucapan elektronik<br />
untuk Natal atau ulang tahun<br />
menarik banyak peselancar.<br />
Selain alamat e-mail penerima,<br />
ia juga memberikan alamat<br />
e-mailnya sendiri. Dengan<br />
cara tersebut, spammer mendapatkan<br />
sekaligus dua alamat<br />
e-mail aktif.<br />
Sebaiknya sampaikan kepada<br />
teman dan kenalan <strong>Anda</strong><br />
secara singkat, mengapa <strong>Anda</strong><br />
tidak ingin menggunakan layanan<br />
semacam itu. Mereka<br />
tidak akan meninggalkan <strong>Anda</strong><br />
hanya karena tidak mendapat<br />
kartu ucapan elektronik. De-<br />
menetapkan reaksi tertentu PC pada permintaan yang masuk,<br />
misalnya menjawab sebuah permintaan 'ping'. Pada bagian<br />
'Security Protocol' dapat ditentukan sebuah file log, misalnya<br />
untuk mencatat upaya pembangunan koneksi dari luar.<br />
Mengkonfigurasi 'Exceptions' dan membuka port<br />
Langkah terpenting adalah menetapkan program dan proses<br />
mana yang perlu mendapat hak untuk membuka sendiri port<br />
komunikasi yang dibutuhkannya. Biasanya, <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />
menjawab window dialog seperti dijelaskan di awal tulisan agar<br />
program tersebut dimasukkan ke dalam daftar 'Exceptions'<br />
(pengecualian).<br />
Apabila <strong>Anda</strong> ingin mengubah atau menguji konfigurasi ini,<br />
pilih tab 'Exceptions' dalam jendela konfigurasi firewall. Di sini,<br />
terdapat sebuah daftar program dan layanan yang tersedia.<br />
Sebuah tanda di depan entri mengizinkan program atau layanan<br />
tersebut untuk mengakses. Sebaliknya, entri tanpa tanda khusus<br />
berarti diblokir. Secara standar, 'File and Printer-Sharing' akan<br />
diijinkan. Apabila <strong>Anda</strong> menyingkirkan tanda di depan entri ini,<br />
tidak ada lagi yang dapat mengakses sharing dalam jaringan.<br />
Apabila <strong>Anda</strong> ingin mencantumkan sebuah program, klik<br />
pada 'Program'. Tampak sebuah daftar program yang terinstalasi<br />
dan teregistrasi dalam Windows. Jika entri program tersebut tidak<br />
tercantum, gunakan tombol 'Search' untuk bernavigasi ke file<br />
berekstension EXE yang bersangkutan.<br />
'Exceptions' mengizinkan software yang dipilih untuk<br />
membuka port yang dibutuhkan ketika dijalankan. Jika hal ini<br />
tidak berfungsi atau untuk alasan lain <strong>Anda</strong> ingin membuka<br />
ngan demikian alamat e-mail<br />
<strong>Anda</strong> aman dan dapat terus<br />
digunakan.<br />
Memproteksi alamat e-mail di<br />
website: Apabila <strong>Anda</strong> mengelola<br />
sebuah website, <strong>Anda</strong><br />
wajib memberikan sebuah<br />
alamat e-mail. Di sini, ada<br />
langkah sederhana yang dapat<br />
membantu: Publikasikan alamat<br />
tersebut dalam bentuk<br />
penulisan sedikit dimodifikasi,<br />
misalnya dengan mengganti<br />
@ antara alamat dan nama domain<br />
dengan (a) atau @ grafis.<br />
Dengan demikian secara<br />
efisien <strong>Anda</strong> mencegah 'harvesting'<br />
otomatis oleh program<br />
pencari. Tentu saja tidak<br />
hanya @, tetapi seluruh<br />
alamat dapat ditempatkan<br />
sebagai grafik. Kelemahannya,<br />
jendela e-mail tidak dapat<br />
dibuka dengan mengklik link<br />
tersebut. Namun, bila mereka<br />
benar-benar ingin mengontak<br />
<strong>Anda</strong>, mereka dapat dengan<br />
mudah mengetikkan alamat email<br />
tersebut.<br />
Nonaktifkan preview Outlook:<br />
Meskipun <strong>Anda</strong> harus kehilangan<br />
sedikit kenyamanan,<br />
nonaktif preview dalam Outlook<br />
akan mencegah 'webbugs',<br />
grafik kecil yang otomatis<br />
dikirim oleh server spammer<br />
begitu <strong>Anda</strong> membuka<br />
spam tersebut. Dengan demikian<br />
alamat <strong>Anda</strong> dapat diketahui<br />
aktif dan merupakan<br />
aset yang berharga bagi spammer.<br />
Mereka dapat menjualnya<br />
ke pihak yang membutuhkan,<br />
dan dijamin <strong>Anda</strong> akan menerima<br />
lebih banyak lagi pesanpesan<br />
iklan dalam mailbox.<br />
suatu area port secara permanen, klik pada 'Port ..'. Ketikkan<br />
nama yang umum untuk aturan yang baru dan tetapkan nomor<br />
start port, misalnya 'eMule' dan '6667' untuk software P2P eMule.<br />
Selain itu pilih protokolnya, TCP atau UDP. Info mengenai ini<br />
dapat <strong>Anda</strong> baca dalam panduan software yang <strong>Anda</strong> pakai.<br />
Pada hampir semua setting selalu dapat ditemukan tombol<br />
'Change Area?'. Di sini, <strong>Anda</strong> dapat menentukan apakah setting<br />
tersebut berlaku untuk akses dari Internet, LAN, atau alamat IP<br />
pengirim tertentu.<br />
Aplikasi server di balik Firewall<br />
Tidak masalah jika <strong>Anda</strong> ingin menyediakan sebuah aplikasi<br />
server murni pada PC yang diproteksi firewall (FTP Server, Web<br />
Server, Mail Server, Game Host dll). Firewall mengatur aplikasi<br />
NAT (Network Address Translation) dengan menggunakan Port<br />
Forwarding, yang juga digunakan pada kebanyakan router.<br />
Cara kerjanya bisa disimak berikut ini. Sebuah permintaan dari<br />
Internet kepada layanan tertentu (misalnya dari sebuah client FTP<br />
kepada FTP Server di balik firewall) juga berisi nomor port<br />
komunikasi, misalnya 21 untuk FTP. Firewall menangkap semua<br />
permintaan melalui port ini dan meneruskannya ke sebuah PC<br />
tertentu di balik firewall berdasarkan alamat IP (tidak tampak dari<br />
Internet).<br />
Untuk konfigurasi semacam itu, lakukan langkah berikut. Klik<br />
'Windows Firewall' dalam 'Security Center' dan buka tab<br />
'Advanced'. Dalam bagian atas (Network Connection Settings)<br />
klik tombol 'Settings'. Tempatkan sebuah tanda pada layanan<br />
tersebut, misalnya 'FTP'. Sebuah jendela lainnya terbuka,<br />
| CHIP | NETWORKING | 89
SEKURITI Firewall Desktop<br />
masukkan nama atau alamat IP (dalam LAN) PC yang digunakan<br />
sebagai server FTP. Biasanya adalah PC sendiri, seperti pada PC<br />
tunggal yang tidak tergabung dalam jaringan.<br />
Apabila layanan Internet tersebut tidak tercantum dalam<br />
daftar, <strong>Anda</strong> dapat menambahkan program server yang<br />
dibutuhkan (misalnya game multiplayer, software remote<br />
control) melalui tombol 'Add'. Untuk itu, dibutuhkan nomor dan<br />
tipe port (TCP atau UDP) yang harus dibuka. Info ini dapat <strong>Anda</strong><br />
temukan dalam buku panduan program.<br />
Menutup rapat-rapat dengan sekali klik<br />
Walaupun daftar pengecualian (Exceptions) Firewall berisi<br />
banyak program yang mendapat izin akses Internet/LAN,<br />
mungkin saja suatu saat <strong>Anda</strong> ingin mengisolasi total PC <strong>Anda</strong><br />
untuk sementara. Namun, <strong>Anda</strong> tidak ingin menghapus atau<br />
menyusun ulang daftar tersebut. Misalnya ketika <strong>Anda</strong><br />
berselancar dengan notebook di sebuah hotspot W-LAN, bergabung<br />
sejenak dengan sebuah jaringan lain, atau <strong>Anda</strong> curiga<br />
akan ada serangan ke PC <strong>Anda</strong>.<br />
Untuk itu, klik 'Windows Firewall' dalam 'Security Center' dan<br />
beri tanda di depan 'No Exceptions allowed' dalam jendela<br />
berikutnya. Checkbox baru tersedia bila Firewall dalam status<br />
'active'. Untuk merestore daftar 'Exceptions', <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />
menyingkirkan tanda tersebut. Apabila fungsi ini sering <strong>Anda</strong><br />
gunakan, buatlah shortcut pada Desktop. Caranya dapat<br />
ditemukan pada kolom tips profesional di halaman ini.<br />
90 | CHIP | NETWORKING<br />
TIPS PROFESIONAL<br />
Kendali cepat untuk Firewall<br />
Apabila <strong>Anda</strong> harus sering<br />
menonaktifkan dan mengaktifkan<br />
firewall, menggunakan<br />
Control Panel sangat merepotkan.<br />
<strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />
cara lain, yaitu melalui shortcut<br />
di Desktop.<br />
Kendali firewall melalui mouse:<br />
Buatlah file teks 'Off.txt' dan<br />
tuliskan di dalamnya berikut<br />
ini.<br />
reg•add•„HKEY_LOCAL_<br />
MACHINE\SYSTEM\Current<br />
ControlSet\Services\<br />
SharedAccess\Parameters\<br />
FirewallPolicy\Standard<br />
Profile“•/v•„EnableFirewall“<br />
•/t•REG_DWORD•/d•0000000<br />
•/f<br />
Simpan dan tutup file, ubah<br />
namanya menjadi 'Off.bat'. Klik<br />
kanan pada file ini dan pilih<br />
'Edit'. Gantilah rangkaian karakter<br />
'0000000' menjadi<br />
'0000001' dan simpan. Kini,<br />
<strong>Anda</strong> memiliki sebuah tombol<br />
On/Off yang dapat dioperasi-<br />
kan melalui klik ganda.<br />
Mendeaktivasi Exceptions: Untuk<br />
menutup akses luar ke<br />
dalam PC dengan cepat, misalnya<br />
ketika berselancar di<br />
sebuah hotspot W-LAN, <strong>Anda</strong><br />
dapat membuat option 'No<br />
Exceptions allowed' sebagai<br />
batch. Buatlah sebuah file teks<br />
seperti di atas. Kali ini tuliskan<br />
di dalamnya perintah berikut.<br />
reg•add•„HKEY_LOCAL_MACH<br />
INE\SYSTEM\CurrentControlSe<br />
t\Services\SharedAccess\Para<br />
meters\FirewallPolicy\<br />
StandardProfile“•/v•”DoNotAll<br />
owExceptions“•/t•REG_DWOR<br />
D•/d•00000001•/f<br />
Dengan ini <strong>Anda</strong> menonaktifkan<br />
semua pengecualian.<br />
Tidak ada satu program pun<br />
dari daftar tersebut yang boleh<br />
menjalin kontak dengan Internet.<br />
Dalam sebuah file lainnya,<br />
gantilah angka '1' dalam<br />
rangkaian menjadi '0' untuk<br />
membatalkan efek tersebut.
SEKURITI Profil <strong>Jaringan</strong><br />
Menyimpan user-profile dalam jaringan<br />
Satu Profil untuk Semua Client<br />
Di Windows XP, setiap pengguna mendapat sebuah folder khusus untuk menyimpan file-file dan konfigurasi<br />
pribadi Windows. Namun bagaimana caranya mentransfer user-profile bila yang bersangkutan harus pindah<br />
tempat kerja ke PC lain?<br />
k<br />
Windows XP adalah sistem operasi yang mempunyai<br />
sistem multiuser seperti Windows 2000. Apabila seorang<br />
pengguna melakukan login ke sistem, Windows menampilkan<br />
profil penggunanya. Selain tampilan desktop dengan warna,<br />
wallpaper dan icon program-program pilihan pengguna,<br />
konfigurasi Internet Favorites dan file-file dalam folder ‘My<br />
Documents’ juga akan dibedakan.<br />
Windows XP menyimpan semua profil pengguna dalam folder<br />
'Documents & Settings' pada partisi sistem, biasanya drive C.<br />
Setiap profil pengguna tersedia sebuah folder dengan nama<br />
pengguna yang bersangkutan. Di dalamnya terdapat file<br />
'ntuser.dat' yang berisi entri-entri HKEY_CURRENT_USER,<br />
berbagai folder yang berisi links menu Start dan desktop, serta<br />
beberapa konfigurasi pribadi lainnya.<br />
Saat login pertama kali, pengguna pada sebuah PC jaringan<br />
Windows XP membuat sebuah profil yang disimpan secara lokal<br />
pada PC. Jika pengguna tersebut login pada sebuah PC jaringan<br />
lainnya, akan dibuat sebuah profil baru yang tidak terkait dengan<br />
profil pertama.<br />
Tentu saja akan lebih praktis bila profil yang sama tersedia<br />
pada setiap PC jaringan. Profil harus ditransfer agar <strong>Anda</strong> tidak<br />
perlu meng-copy-nya ke setiap PC. 'Roaming Profile' semacam<br />
ini juga harus dihapus kembali bila pengguna logout dari sistem<br />
yang bersangkutan. Ini dilakukan untuk menghemat tempat pada<br />
hard disk.<br />
Dengan Windows Server dan Active Directory, kedua hal<br />
tersebut dapat dilakukan. Profil pengguna secara standar<br />
disimpan pada server dan otomatis di-copy ke PC jaringan, bila<br />
pengguna tersebut melakukan login. Setelah pengguna logout,<br />
profil otomatis dihapus.<br />
Cara lain adalah menyediakan sebuah profil pengguna<br />
bersama yang berlaku bagi beberapa atau semua pengguna<br />
jaringan, dan tidak dapat diubah. Dengan demikian, pada<br />
92 | CHIP | NETWORKING<br />
k ISI CD<br />
k Mengelola profil: Dengan Profile Maker <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengelola jaringan secara sentral. Dengan ini setiap<br />
pengguna mendapatkan konfigurasi yang diinginkan.<br />
k Backup profil: Backup secara teratur semua Windows<br />
profile dengan 12Ghosts Profile Copy. Dengan software ini<br />
profil user dapat diedit dan di-restore.<br />
Desktop dapat ditempatkan semua icon yang merupakan link ke<br />
aplikasi-aplikasi tertentu dalam jaringan. Daftar 'Useful Internet<br />
Links' juga dapat dikonfigurasikan kepada semua pengguna.<br />
'Mandatory Profile' semacam ini berguna bila <strong>Anda</strong> ingin<br />
menyediakan lingkungan kerja secara otomatis tanpa harus<br />
mengkonfigurasi terlebih dulu.<br />
Menyimpan profil pada server<br />
Syarat untuk menyimpan profil pengguna pada server dan<br />
mentransfernya setiap kali dibutuhkan adalah dengan memakai<br />
domain Windows yang telah ter-install Active Directory. Dalam<br />
menu Start pada server Windows, pilih entri 'Active Directory<br />
User & Computer' di bagian 'Administration'. Klik ganda<br />
pengguna tersebut (atau klik kanan dan buka 'Properties').<br />
Selanjutnya buka 'Profile'. Dalam kolom di samping 'Profile<br />
Path' masukkan di mana profil akan disimpan. <strong>Anda</strong> harus<br />
berpegang pada Universal Naming Convention (UNC). Jika<br />
nama PC tempat menyimpan folder adalah 'Server' dan nama<br />
foldernya 'Profile', tuliskan '\\Server\Profile'.<br />
Agar <strong>Anda</strong> tidak bingung, sebaiknya buat folder khusus untuk<br />
setiap profil pengguna pada server. Akses pada folder <strong>Anda</strong><br />
berikan kepada pengguna tersebut, dan tentu saja Administrator.<br />
Pengguna harus memiliki hak untuk membaca, menulis, dan<br />
mengubah file.<br />
Konfigura Pengguna: Profil semua pengguna tersimpan pada<br />
partisi Windows di 'Documents & Settings'.
Tips terbaik untuk manajemen user-profile<br />
Panduan menghapus dan menonaktifkan user-profile<br />
k http://support.microsoft.com/default.aspx?scid=kb;enus;156826<br />
Panduan konfigurasi roaming user-profile<br />
k http://www.windowsdevcenter.com/pub/a/windows/20<br />
05/02/01/rmng_usr.html<br />
User Profile pada Windows 2000<br />
k http://www.comptechdoc.org/os/windows/win2k/win2<br />
kusers.html<br />
Memproteksi profil pengguna<br />
Dalam lingkungan jaringan tertentu, pengguna tidak diizinkan<br />
untuk mengubah profil pengguna. Untuk itu buka Windows<br />
Explorer dan ubah nama file 'ntuser.dat' dalam folder 'Profile'<br />
seorang pengguna di 'Documents & Settings' menjadi<br />
'ntuser.man'. Dengan demikian perubahan pada profil tidak akan<br />
disimpan.<br />
Di sisi lain, <strong>Anda</strong> juga dapat menyediakan sebuah profil<br />
pengguna bersama untuk semua pengguna, di mana perubahan<br />
yang dilakukan tidak disimpan saat pengguna tersebut logout.<br />
Apabila ia login kembali, profil telah di-restore seperti semula.<br />
Profil semacam ini disebut 'Mandatory Profile'.<br />
Membuat profil pengguna bersama<br />
Pada prinsipnya membuat sebuah profil pengguna bersama<br />
untuk sebuah kelompok adalah sebagai berikut: Buatlah sebuah<br />
profil contoh dengan semua properties yang diinginkan. Lalu,<br />
copy ke folder yang menyimpan profil pengguna kelompok.<br />
Untuk mencegah perubahan, ganti nama file 'ntuser.dat' menjadi<br />
'ntuser.man'. Dalam 'User Administration' cantumkan path ke<br />
profil bersama untuk setiap pengguna kelompok tersebut.<br />
Teorinya terdengar mudah, tetapi prakteknya agak<br />
merepotkan. Caranya: Pada server buat sebuah folder untuk<br />
menyimpan profil. Beri akses pada folder ini. Dalam folder<br />
buatlah subfolder untuk profil bersama. Perhatikan: Pengguna<br />
hanya mendapat hak baca agar tidak mengubah atau menyimpan<br />
profil baru. Selain itu, dibutuhkan sebuah folder untuk<br />
menyimpan profil pengguna contoh.<br />
Selanjutnya, definisikan pengguna contoh untuk membuat<br />
profilnya. Untuk itu, dalam menu server pilih “Administration |<br />
Active Directory User & Computer”. Buka folder 'User' dan pilih<br />
“New | User”. Dengan bantuan wizard, beri nama pengguna dan<br />
password untuk pengguna contoh.<br />
Klik kanan pengguna baru ini dalam daftar di kanan dan buka<br />
'Properties'. Sekarang pindah ke tab 'Member of '. Klik 'Add'.<br />
Dalam kolom, cantumkan 'Domain Admins' sebagai nama objek<br />
dan klik 'Check Name'. Begitu Windows menemukan kelompok<br />
Administrator dalam Active Directory, konfirmasikan dengan<br />
'OK'.<br />
Kini pengguna contoh memiliki hak administrator. Biarkan<br />
jendela 'Properties' tetap terbuka, pindahlah ke tab 'Profile'.<br />
KNOW-HOW<br />
Mengelola Group Policy<br />
Group Policy adalah konfigurasi<br />
pengguna dan konfigurasi<br />
untuk mengatur tampilan<br />
Windows serta beberapa aplikasinya.<br />
Antara lain <strong>Anda</strong> dapat<br />
menutup akses pada aplikasi<br />
tertentu atau menghilangkan<br />
entri-entri dalam menu Start.<br />
Bedanya, konfigurasi ini<br />
tidak hanya berlaku secara<br />
lokal, tetapi juga dalam sebuah<br />
domain. Misalnya, seorang<br />
administrator dapat menetapkan<br />
secara sentral, aplikasi<br />
mana saja yang perlu diinstalasi<br />
pada PC jaringan. Oleh<br />
karena itu, aturan Windows<br />
Group merupakan salah satu<br />
fungsi terpenting untuk<br />
mengelola sebuah jaringan.<br />
Windows XP Professional<br />
dan Windows server memiliki<br />
sebuah editor untuk mengedit<br />
Group Policy. Untuk menampilkan<br />
editor, pilih 'Run' dalam<br />
menu Start dan ketik 'gpedit.msc'.<br />
Namun, hati-hati dalam<br />
menggunakannya. Jika <strong>Anda</strong><br />
tidak yakin dengan apa yang<br />
<strong>Anda</strong> lakukan, hindari perubahan<br />
konfigurasi pada fungsi ini.<br />
Jika ada fungsi Windows<br />
yang hilang akibat salah<br />
setting, Windows tidak akan<br />
dapat diakses lagi. Sayangnya,<br />
perubahan tersebut tidak<br />
dapat dibatalkan, karena editor<br />
tidak dapat diakses. Satusatunya<br />
solusi adalah menginstall<br />
Windows dari awal.<br />
Konfigurasi password: Dari menu ini <strong>Anda</strong> dapat mengatur<br />
password policy dari semua pengguna.<br />
Cantumkan path ke folder server pengguna contoh berdasarkan<br />
pola yang telah disebutkan di atas.<br />
Membuat profil contoh<br />
Selanjutnya, jalankan sebuah PC client dalam jaringan dan login<br />
sebagai pengguna contoh di domain. Atur semua konfigurasi<br />
yang akan ditransfer ke profil pengguna contoh. Pilih sebuah<br />
skema warna, tempatkan link yang diinginkan dalam menu Start<br />
dan Desktop, konfigurasi sebuah printer jaringan, atau susunlah<br />
daftar Internet Favorites.<br />
Aplikasi seperti Word dan Outlook juga menyimpan<br />
konfigurasi <strong>Anda</strong> dalam profil pengguna tersebut. Apabila perlu,<br />
instalasikan aplikasi-aplikasi ini dan konfigurasikan secara<br />
optimal untuk pengguna jaringan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 93
SEKURITI Profil <strong>Jaringan</strong><br />
Setelah selesai, buka “My Computer | Properties”. Dalam tab<br />
'Advanced' klik “User Profiles | Settings”. Window berikutnya<br />
menampilkan semua profil pengguna untuk PC tersebut. Dalam<br />
kolom 'Type' dapat <strong>Anda</strong> lihat, apakah profil tersimpan secara<br />
lokal atau pada server. Tandai profil contoh (server-profile).<br />
Perhatian: Sebelumnya tutup semua aplikasi! Hanya dengan<br />
cara ini semua konfigurasi program yang terinstalasi dapat dicopy<br />
dengan aman.<br />
Dalam window berikutnya cantumkan path ke folder server<br />
untuk profil bersama (bukan profil contoh). Untuk itu, sebaiknya<br />
gunakan fungsi 'Search'. Kemudian, klik 'Modify' dan tambahkan<br />
profil pengguna contoh. Tutup semua window dengan 'OK' dan<br />
logout.<br />
Kini, pindah ke server dan buka Windows Explorer. Pilih<br />
folder profil bersama lalu tampak folder PC clients. Agar<br />
konfigurasi tidak dapat diubah, ganti nama file 'ntuser.dat'<br />
menjadi 'ntuser.man'.<br />
Satu hal lagi yang perlu dilakukan: Cantumkan path ke profil<br />
bersama yang disimpan pada server untuk setiap pengguna di<br />
bawah 'User Administration'. Untuk itu, klik kanan pengguna,<br />
buka 'Properties', pilih 'Profile'. Cantumkan path ke folder yang<br />
berisi profil bersama, konfirmasikan dengan 'OK'.<br />
Selanjutnya, begitu seorang pengguna login pada domain,<br />
otomatis profil bersama ditransfer ke PC jaringan. Windows<br />
client mengambil-alih konfigurasi dari profil, misalnya tampilan<br />
Desktop. Pengguna memang dapat mengubah konfigurasi selama<br />
ia bekerja, tetapi perubahan tersebut tidak dapat disimpan.<br />
Walaupun ia mencoba mengganti kembali nama file profil<br />
menjadi 'ntuser.dat', konfigurasi lama akan di-restore ulang.<br />
94 | CHIP | NETWORKING<br />
TIPS<br />
Memindahkan folder 'My Documents'<br />
Jika profil pengguna disimpan<br />
pada server, pengguna jaringan<br />
yang menyimpan file-file<br />
pribadinya dalam folder "My<br />
Documents' secara lokal akan<br />
kesulitan. Transfer profil<br />
pengguna yang disimpan pada<br />
server akan berlangsung lama<br />
karena jumlah data yang harus<br />
ditransfer cukup besar. Proses<br />
copy ini pun dapat memblokir<br />
jaringan.<br />
Solusi terbaik adalah<br />
dengan 'mengeluarkan' My<br />
Documents dari folder<br />
'Documents & Settings' pada<br />
setiap profil pengguna. Copy<br />
lah ke sebuah shared-folder<br />
pada server. Buka Explorer pada<br />
PC jaringan, klik kanan 'My<br />
Documents' dalam daftar<br />
folder di 'Desktop' di sebelah<br />
kiri. Buka 'Properties' dan klik<br />
'Move to'. Masukkan path ke<br />
tempat baru untuk 'My<br />
Documents' pada server.<br />
Selanjutnya data tidak perlu<br />
di-copy saat login/logout,<br />
karena 'My Documents' tidak<br />
lagi merupakan sebuah<br />
subfolder dari folder<br />
'Documents & Settings'. Walau<br />
demikian setiap saat ia tersedia<br />
bagi pengguna tersebut.<br />
Mengubah<br />
path: Folder 'My<br />
Documents'<br />
dapat<br />
dipindahkan ke<br />
tempat yang<br />
diinginkan.
10 Tips Mengamankan W-LAN<br />
Melindungi <strong>Jaringan</strong><br />
Tanpa Kabel<br />
Wireless LAN (W-LAN) merupakan jaringan yang sangat rentan terhadap risiko penyusupan. Namun, risiko<br />
juga bisa datang dari jaringan internal. Bila seseorang berhasil menembus W-LAN, pintu akan terbuka luas<br />
baginya. Apalagi, pengguna W-LAN juga jarang mengenkripsi lalu lintas data. CHIP akan menunjukkan<br />
bagaimana melindungi jaringan dan men-update hardware W-LAN <strong>Anda</strong>.<br />
k<br />
Pernahkah <strong>Anda</strong> membuka www.artchalking.org? Di<br />
sini, para W-LAN cracker mempublikasikan keberhasilannya<br />
dalam mencuri koneksi Internet dan data yang berhasil<br />
diambil. Apakah jaringan <strong>Anda</strong> termasuk korban di dalamnya?<br />
Artikel ini akan mengulas bagaimana mengamankan jaringan<br />
W-LAN dari pengguna yang tidak berhak. Dengan teknik<br />
enkripsi terbaru, jaringan lebih sulit ditembus dan hanya<br />
komputer dalam jaringan yang mendapat akses.<br />
Risiko terbesar untuk jaringan wireless biasanya bukan dari<br />
orang luar yang ikut berselancar dari luar gedung melalui<br />
jaringan wireless <strong>Anda</strong>, melainkan hacker yang juga berada di<br />
dalam lingkungan kantor. Kasarnya, kantor tetangga bisa<br />
memanfaatkan koneksi wireless dan ikut bergabung dengan<br />
jaringan <strong>Anda</strong>. Mereka dapat menerima sinyal dari router karena<br />
dekat dengan sumber W-LAN. Bila W-LAN sedang terkoneksi ke<br />
Internet, mereka juga bisa browsing atas biaya kantor <strong>Anda</strong>.<br />
Masalah keamanan W-LAN muncul karena mudahnya<br />
instalasi jaringan W-LAN itu sendiri. Bila router W-LAN<br />
dinyalakan, maka router akan mengirimkan kode identifikasi<br />
dan menunggu repsons dari client. Card W-LAN pada notebook<br />
bisa melacak keberadaan router dari sinyal ini. Apalagi, biasanya<br />
alamat IP yang diperlukan langsung ditetapkan oleh router<br />
dengan DHCP. Dengan sepuluh tips berikut, jaringan wireless<br />
bisa dibuat menjadi lebih aman.<br />
TIPS 1 Menjalankan Router W-LAN Lebih Aman<br />
Saat instalasi pertama kali, hubungkan router W-LAN ke PC<br />
melalui kabel jaringan. Alasan pertama adalah agar lebih mudah<br />
ditangani. Alasan kedua adalah agar tidak ada data penting yang<br />
"tertangkap" oleh pengguna lain saat proses konfigurasi.<br />
k Nyalakan router terlebih dahulu dan kemudian nyalakan PC.<br />
Router biasanya juga berfungsi sebagai DHCP server dalam<br />
jaringan. Setelah PC dinyalakan, PC langsung menerima sebuah<br />
alamat IP.<br />
k Buka sebuah web browser dan ketikkan alamat IP dari router.<br />
Untuk mengetahuinya, <strong>Anda</strong> bisa melihat buku manual router.<br />
Biasanya, password Administrator juga diberitahukan di sini.<br />
k Ubah password sesegera mungkin karena biasanya password<br />
default ini sudah diketahui oleh kalangan hacker. Option ini bisa<br />
dibuka melalui "Administration | Admin Settings" atau dalam<br />
"Basic Configuration". Perhatian: Password ini bukan untuk<br />
melindungi koneksi wireless, melainkan melindungi perubahan<br />
pada konfigurasi router.<br />
k Aktifkan metode enkripsi pada jaringan. Gunakan metode<br />
Enkripsi WPA dengan Pre-shared Key (PSK). Pada menu<br />
"Options", metode ini biasanya disebut sebagai "WPA-PKS".<br />
Setelah itu, berikan password yang aman, misalnya kombinasi<br />
dari huruf, angka dan karakter khusus.<br />
Bila router W-LAN sudah dikonfigurasi melalui jaringan<br />
wireless, maka koneksi akan terputus sekitar 1 menit (waktu ini<br />
dibutuhkan untuk menyimpan konfigurasi router). Selanjutnya,<br />
jalankan software untuk client W-LAN pada PC. Pilih metode<br />
enkripsi dan berikan password-nya sebelum melakukan koneksi.<br />
TIPS 2 Kelemahan Enkripsi WEP<br />
Cara umum untuk melindungi jaringan wireless adalah dengan<br />
mengenkripsi lalu lintas data. Setelah dienkripsi, pengguna<br />
asing tidak bisa mengetahui isi data dan tidak bisa terkoneksi<br />
tanpa password yang tepat. Standar enkripsi yang saat ini banyak<br />
digunakan adalah WEP Encryption (Wired Equivalent Privacy).<br />
Paket data yang dikirimkan melalui WEP terdiri atas<br />
Initialization Vector (IV) dan data terenkripsi. Selain itu,<br />
terdapat pula checksum untuk mencegah manipulasi data.<br />
Namun, standar enkripsi ini memiliki beberapa kelemahan.<br />
Kelemahan utama dari WEP terletak pada Initialization Vector<br />
yang panjangnya hanya 24 bit. Vektor ini digunakan bersama<br />
dengan WEP key sebagai coding algoritma yang kemudian<br />
dikirim melalui jaringan wireless. PC yang menerimanya akan<br />
menggunakan IV dan WEP key ini (tanpa terenkripsi) untuk<br />
mengembalikan data ke dalam bentuk aslinya.<br />
Masalah: Memang standar WEP menganjurkan agar setiap<br />
paket yang dikirim memiliki IV yang berbeda-beda. Namun,<br />
tidak semua produsen mengikutinya dan tidak tahu bagaimana<br />
| CHIP | NETWORKING | 95
SEKURITI Tips W-LAN<br />
membuat IV ini. Biasanya, digunakan pseudorandom generator<br />
untuk membuat kode acak, walaupun suatu saat IV ini akan<br />
diulang. Sebelumnya telah ditetapkan bahwa IV boleh diulang<br />
setelah 4.000 kali mengirim paket data, bahkan ada yang<br />
menetapkan sampai 5.000 kali. Bila seorang hacker menerima<br />
paket data dengan IV yang sama, ia dapat mengkalkulasi WEP<br />
key dan menyusup ke dalam jaringan. Hacker bahkan dapat<br />
mengambil data, login ke provider, atau memanipulasi<br />
checksum, dan data. Untuk hal ini, hacker tidak membutuhkan<br />
software yang mahal. Tool gratis untuk membuka WEP key bisa<br />
di-download melalui http://wepcrack.sourceforge.net atau<br />
http://airsnort.shmoo.com.<br />
TIPS 3 Meminimalkan Risiko WEP<br />
Sangat mudah bagi penyusup bila enkripsi yang digunakan<br />
hanya 40 bit Key (64 bit - 24 bit IV). Dengan mencoba berbagai<br />
kombinasi, kode dapat dipecahkan hanya dalam waktu yang<br />
singkat. Key yang jarang berubah juga mempermudah hacker<br />
untuk menemukannya. Oleh karena itu, bila menggunakan<br />
enkripsi WEP sebaiknya gunakan minimal algoritma 104 bit<br />
(128 bit - 24 bit IV).<br />
TIPS 4 Menggunakan Enkripsi WPA<br />
Bila ingin benar-benar aman, sebaiknya <strong>Anda</strong> menggunakan<br />
standar WPA (Wi-Fi Protected Access) yang memakai protokol<br />
TKIP (Temporal Key Integrity Protocol). Triknya, saat koneksi<br />
terjadi kedua perangkat yang terhubung sepakat untuk menggunakan<br />
key awal masing-masing. Jadi, password yang sebenarnya<br />
hanya dikirim sekali saja. Berdasarkan key ini, setiap paket<br />
data yang dikirim menyimpan key tersendiri untuk enkripsi.<br />
Proses ini hampir tidak memungkinkan pihak lain mendapatkan<br />
kode yang asli. Kelemahannya: WPA memakan kinerja dan<br />
menghasilkan data overhead yang besar, sehingga koneksi akan<br />
menjadi sedikit lebih lambat daripada dengan WEP.<br />
96 | CHIP | NETWORKING<br />
TIPS 5 Hardware Lebih Aman<br />
Pada router W-LAN, cara untuk menggunakan WPA adalah<br />
dengan melakukan update firmware. W-LAN adapter untuk PC<br />
biasanya membutuhkan sebuah driver baru yang kompatibel<br />
1 Port Forwading: Pada konfigurasi router, tentukan port<br />
yang ingin dibuka dan diteruskan ke PC dalam jaringan.<br />
5 Lebih Aman: Gunakan Update WPA untuk Windows XP<br />
agar jaringan wireless jadi lebih aman.<br />
dengan WPA (kunjungi website produsen masing-masing).<br />
Windows XP pun membutuhkan sebuah update untuk<br />
mendukung WPA. Syarat minimal, Service Pack 1 harus sudah<br />
ter-install. Untuk itu, tersedia sebuah patch dengan nama<br />
"Windows XP Support Patch for Wireless Protected Access".<br />
<strong>Anda</strong> bisa memperoleh update melalui Windows Update<br />
PORT FORWARDING<br />
Game Online Melalui<br />
Router<br />
Kadangkala, keamanan jaringan<br />
perlu sedikit dibuka, misalnya<br />
untuk aplikasi webserver atau<br />
bermain game online. Aplikasi<br />
seperti ini membutuhkan port<br />
khusus yang biasanya dikunci<br />
oleh firewall.<br />
Metode yang digunakan untuk<br />
bisa melewati firewall adalah<br />
"Port Forwarding". Pada router,<br />
biasanya terdapat pilihan "Port<br />
Settings" di area "Firewall" atau<br />
"Security". Bila tidak, coba lihat<br />
pada menu "Applications" atau<br />
"Application & Gaming". Seharusnya,<br />
<strong>Anda</strong> dapat mengaktifkan<br />
salah satu atau semua<br />
Port. Data dari Internet yang<br />
diterima melalui port ini langsung<br />
diarahkan ke PC pada<br />
jaringan lokal.<br />
Sebuah port ditetapkan untuk<br />
sebuah PC lokal saja. Bila port<br />
tersebut digunakan seluruh jaringan<br />
untuk file sharing, maka<br />
ubahlah nomor port yang digunakan<br />
bersama dengan menggunakan<br />
software file sharing<br />
tersebut.<br />
Perhatian! : Port yang terbuka<br />
dapat memunculkan lubang<br />
keamanan dalam jaringan dan<br />
memungkinkan penyusupan.<br />
Port Address Translation (PAT)<br />
dan Network Address Translation<br />
(NAT) tidak ada kaitannya<br />
dengan Port Forwarding. Pada<br />
NAT, router bekerja seperti<br />
distributor (hub/switch) sehingga<br />
PC lokal dapat mengakses<br />
Internet dengan menggunakan<br />
alamat IP router yang bersifat<br />
public. Selain itu, router akan<br />
meneruskan data dari Internet<br />
ke komputer LAN yang memintanya.<br />
Sementara, PAT bekerja dengan<br />
fungsi yang lebih spesifik. Setiap<br />
PC lokal yang meminta data dari<br />
Internet mendapat port khusus<br />
yang diberikan router. Server di<br />
Internet akan mengirim data<br />
melalui port ini. Dengan port ini,<br />
router mengetahui komputer<br />
lokal mana yang meminta data<br />
dan bisa mengembalikan<br />
permintaan tersebut.
(http://windowsupdate.microsoft.com). Informasi lengkapnya<br />
bisa <strong>Anda</strong> baca pada web "http://support.microsoft.com/default.<br />
aspx?scid=kb;en-us;826942".<br />
Setelah patch di-install, SSID jaringan <strong>Anda</strong> bisa dilihat di<br />
area "Wireless Network" yang terdapat dalam Properties dari<br />
Network Connection. Untuk memilih metode "WPA-PSK", klik<br />
"Configure | Network Authentication". Nama yang digunakan<br />
bisa saja berbeda, namun kurang lebih seperti "WPA" dan "Pre-<br />
Shared Key". Bila <strong>Anda</strong> tidak menemukannya, ada kemungkinan<br />
driver-nya salah (belum mendukung WPA).<br />
TIPS 6 Bila Harus Menggunakan Enkripsi WEP<br />
Bila enkripsi WPA tidak tersedia, maka <strong>Anda</strong> harus bergantung<br />
kepada WEP. Gunakan panjang key maksimal yang bisa didukung<br />
oleh perangkat <strong>Anda</strong>. Paling tidak, pengguna asing tidak<br />
mudah menyusup ke jaringan. Untuk Key, gunakan kode dari<br />
karakter hexadecimal. Key seperti ini tentu lebih banyak variasinya<br />
daripada hanya menggunakan karakter huruf atau angka.<br />
Ganti key ini secara teratur agar jaringan <strong>Anda</strong> lebih aman.<br />
TIPS 7 Melindungi SSID<br />
Bila router W-LAN menyediakan pilihan untuk melindungi<br />
identitas jaringan (SSID), maka <strong>Anda</strong> harus mengaktifkan pilihan<br />
tersebut. Selain itu, ubah nama jaringan karena biasanya jaringan<br />
wireless hanya menggunakan nama "default". Hindari<br />
nama-nama yang bisa ditebak, misalnya nama kantor atau keluarga.<br />
Bila SSID tidak diketahui, seorang hacker harus mencarinya<br />
sendiri. Jadi, prinsip SSID ini mirip seperti password. Namun,<br />
trik ini tidak sepenuhnya aman karena tool (seperti Net-<br />
Stumbler) bisa menemukan jaringan wireless yang tersembunyi.<br />
TIPS 8 Menyaring MAC-Address<br />
Sebagai tindakan pengamanan terhadap penyusup, jaringan<br />
harus diperuntukkan bagi MAC Address tertentu saja. MAC<br />
Address merupakan identitas 48 bit untuk network adapter yang<br />
digunakan oleh client (kode MAC Address ini unik, sehingga<br />
mirip seperti KTP). Setting dalam router W-LAN biasanya<br />
ditemukan di bagian yang menyebutkan "MAC Filtering". Ten-<br />
5 Enkripsi:<br />
Gunakan WPA<br />
untuk<br />
mengenkripsi<br />
lalu lintas<br />
jaringan wireless.<br />
TIPS<br />
Menonaktifkan Proteksi Web<br />
Sebuah PC lokal bisa ditetapkan<br />
di dalam zona DMZ,<br />
misalnya saat menggunakan<br />
software yang tidak dapat<br />
berjalan melalui firewall. DMZ<br />
merupakan akronim dari<br />
"Demilitarized Zone" yang<br />
menunjukkan sebuah komputer<br />
yang benar-benar terbuka<br />
dari jaringan Internet. DMZ<br />
memiliki area yang cukup terbuka,<br />
walaupun tetap dilindungi<br />
oleh firewall. Option ini<br />
ditemukan dalam konfigurasi<br />
firewall di bagian "DMZ" atau<br />
"Demilitarized Zone". <strong>Anda</strong><br />
bisa menentukan alamat IP<br />
komputer yang dimaksud<br />
dalam menu tersebut.<br />
Perhatian: Memasukkan sebuah<br />
Windows PC ke dalam<br />
zona DMZ tanpa melakukan<br />
update bisa menjadi sangat<br />
berisiko terhadap serangan<br />
worm.<br />
tukan MAC Address client dalam sebuah daftar yang ada. Beberapa<br />
router W-LAN memungkinkan <strong>Anda</strong> untuk memasukkan<br />
client yang terakhir login ke dalam daftar. Bila tidak, temukan<br />
MAC Address dari network adapter melalui Commant Prompt<br />
("Start | Run | cmd"). Ketik perintah "ipconfig /all".<br />
TIPS 9 Menonaktifkan DHCP<br />
Menonaktifkan DHCP Server pada router W-LAN juga<br />
termasuk sebagai tindakan pengamanan. Dengan DHCP, setiap<br />
pengguna yang login ke jaringan langsung mendapat sebuah<br />
alamat IP. Demi keamanan, akan lebih baik jika <strong>Anda</strong><br />
menggunakan alamat IP statis. Sebagai tambahan pengamanan,<br />
bisa juga menggunakan alamat IP yang jarang digunakan,<br />
misalnya seperti 192.168.167.1.<br />
TIPS 10 Mengombinasikan Pengamanan<br />
Bila menggunakan enkripsi WEP, sebaiknya <strong>Anda</strong><br />
menggunakan MAC Filtering dan melindungi SSID dari<br />
jaringan wireless. Dengan begitu, W-LAN menjadi lebih aman.<br />
Namun, menggunakan metode WPA sebenarnya lebih baik,<br />
apalagi jika dikombinasikan dengan tindakan pengamanan lain.<br />
Jimmy.Auw@CHIP.co.id (MG)<br />
8 Lebih Aman: MAC Address Filtering mengontrol W-LAN<br />
Adapter mana saja yang dapat mengakses jaringan melalui<br />
Router.<br />
| CHIP | NETWORKING | 97
SEKURITI Firewall<br />
Teknik Firewall Baru<br />
Melindungi <strong>Jaringan</strong> <strong>Anda</strong><br />
dari Serangan Hacker<br />
Firewall dapat melindungi PC terhadap serangan dari luar dan mencegah berjalannya program-program<br />
yang mengancam keamanan PC. Apa dan bagaimana teknik Firewall, serta manfaat yang bisa diperoleh bisa<br />
<strong>Anda</strong> baca dalam artikel ini.<br />
k<br />
Memang sangat berisiko jika <strong>Anda</strong> berselancar di<br />
Internet tanpa proteksi apapun. Sejak merebaknya<br />
serangan Worm seperti Blaster atau Sasser, dan pencurian data<br />
pada Windows PC, kini risiko keamanan itu semakin nyata.<br />
Walaupun <strong>Anda</strong> sudah menggunakan Security Update, <strong>Anda</strong><br />
tetap saja khawatir akan keamanan PC. Artikel ini akan<br />
mengulas di bagian mana risiko bisa terjadi pada PC atau<br />
komputer dalam jaringan dan bagaimana Firewall dapat<br />
meminimalkan risiko tersebut.<br />
98 | CHIP | NETWORKING<br />
Beginilah Lalu Lintas Data Internet<br />
Internet Protocol (IP) merupakan prinsip komunikasi di<br />
Internet. Protokol ini dapat mengirimkan paket data dari PC A<br />
ke B. Selain data aplikasi, sebuah paket juga terdiri atas informasi<br />
lain seperti alamat IP pengirim dan penerima serta nomor port.<br />
User Datagram Protocol (UDP) merupakan bentuk transfer<br />
data paling sederhana melalui IP. Di sini, data dikirim dalam<br />
satu arah. UDP tidak memperhatikan apakah data yang dikirim<br />
lengkap atau tidak dan tidak menjamin diterimanya paket. Jadi,<br />
protokol ini cocok untuk aplikasi yang tidak terlalu penting,<br />
seperti sistem chating sederhana.<br />
Sementara, Transmission Control Protocol (TCP) yang<br />
berbasis IP merupakan pertukaran data yang terfokus pada<br />
koneksi (connection oriented). Bentuk ini merupakan bentuk<br />
komunikasi yang umum di Internet. Oleh sebab itu, orang<br />
sering menggabungkan kedua protokol ini dan menyebutkannya<br />
sebagai TCP/IP. Tugas TCP antara lain, membuat<br />
koneksi, menjamin kesalahan transmisi data, membagi dataflow<br />
dalam bentuk paket untuk pengiriman, dan menjamin<br />
diterimanya data dengan baik.<br />
k ISI CD<br />
k Perlindungan Gratis: CHIP-DVD menyertakan program<br />
firewall gratis seperti ZoneAlarm dan Agnitum Outpost<br />
dalam versi terbaru.<br />
k Untuk memeriksa apakah port sudah aman dari<br />
serangan luar, <strong>Anda</strong> bisa menggunakan tool Port<br />
Scanner seperti Admin's Port Scanner.<br />
Internet Control Message Protocol (ICMP) mengirim<br />
control message antarkomputer dalam sebuah jaringan. Data ini<br />
dikirim dengan prioritas tertinggi dibandingkan dengan paket<br />
data lain. Oleh karena prioritas tersebut, data ini dapat<br />
mendahului paket TCP. ICMP berfungsi misalnya untuk<br />
memberitahukan PC penerima bahwa paket data dihentikan<br />
atau penerima tidak menerima beberapa bagian dari paket. Saat<br />
sebuah Ping dikirim ke salah satu komputer, data juga dikirim<br />
melalui protokol ICMP.<br />
Kelemahannya Karena Memberikan Respons<br />
Langkah pertama yang dilakukan seorang hacker adalah<br />
menentukan PC korban. Ini dilakukan melalui alamat IP<br />
temporary yang diberikan oleh ISP saat PC korban terkoneksi ke<br />
Internet. Setelah mengetahui jangkauan alamat IP dari ISP ini,<br />
penyerang pun dapat mengetahui semua alamat yang dikelola<br />
oleh ISP tersebut.<br />
Semuanya didukung dengan fungsi Ping yang sebenarnya<br />
bertugas untuk memeriksa kondisi koneksi Internet antara dua<br />
sistem. Secara sederhana, sebuah Ping akan menanyakan apakah<br />
sistem tersebut sedang aktif atau tidak. Bila hacker menerima<br />
respon positif, maka ia kemudian melanjutkan dengan<br />
melakukan Port Scanning. Dengan mengunci fungsi Ping ini,<br />
pihak asing akan menyangka bahwa alamat IP <strong>Anda</strong> tidak sedang<br />
digunakan. Hacker pun kemudian mencoba alamat yang lain.<br />
Namun, ada metode lain untuk menentukan apakah sebuah<br />
alamat IP sedang digunakan. Bila sebuah program<br />
menghubungi komputer lain melalui sebuah port yang belum<br />
terpakai dan kemudian menerima respons "Connection<br />
refused", ini juga merupakan jawaban untuk sebuah Ping.<br />
Prinsipnya, komunikasi sudah terjadi dan hacker tinggal<br />
berusaha mencari bagaimana menembus pertahanan korban.<br />
Semua Firewall, bahkan yang juga disertakan dalam Windows<br />
XP Service Pack 2, sudah mengunci query dari Port Scanner.<br />
Setiap Aplikasi Menggunakan Port<br />
Setiap komunikasi Internet menggunakan "Port". Sebuah<br />
port merupakan semacam alamat setelah alamat IP. Setiap
TIPS KEAMANAN TERBAIK DI INTERNET<br />
Keamanan dalam jaringan k www.cert.org<br />
Portal seputar masalah keamanan jaringan yang aktual.<br />
Fokus Keamanan k www.securityfocus.com<br />
Berbagai sumber seputar informasi keamanan.<br />
Berita seputar firewall k http://www.hideaway.net/home<br />
/public_html /index.php<br />
Berbagai berita seputar informasi keamanan jaringan.<br />
komputer berkomunikasi satu sama lain melalui port tertentu.<br />
Program e-mail biasanya menggunakan port 25 untuk<br />
menunggu pesan yang masuk. Bila koneksi datang dari sebuah<br />
program e-mail client, seperti Outlook atau Mail Server lain,<br />
koneksi dan pertukaran data terjadi pada port ini. Sebaliknya,<br />
bila tidak ada program yang didaftarkan menggunakan port 25<br />
untuk menerima data, koneksi yang masuk akan ditolak.<br />
Alokasi nomor port untuk service tertentu sudah<br />
distandarisasikan sehingga setiap sistem Internet sudah<br />
mengetahui bahwa misalnya port 20 digunakan untuk transmisi<br />
data melalui FTP. Pada Windows, alokasi port dengan masingmasing<br />
service tersimpan dalam file "services" yang berada di<br />
direktori "windows\drivers\etc", sedangkan pada Linux<br />
tersimpan dalam direktori "/etc".<br />
Serangan dari Luar<br />
Pengetahuan mengenai alokasi port sangat berguna untuk<br />
menggunakan Port Scanner. Ini merupakan tool utama hacker<br />
yang akan mengecek semua port yang paling sering digunakan<br />
komputer dengan harapan menemukan port yang memberikan<br />
respons. Bila port menjawab, artinya ada program yang<br />
menggunakan port tersebut. Masalahnya adalah bila yang<br />
menjawab adalah port yang menggunakan Network Sharing<br />
tanpa proteksi apapun. Di sini, penyerang bisa menyusup dan<br />
Router ISDN dan Modem DSL: Menyediakan fasilitas<br />
filtering untuk mengunci lalu lintas melalui alamat port<br />
tertentu.<br />
MENGATASI MASALAH FIREWALL<br />
Ketika FTP Tidak Berfungsi<br />
Beberapa perangkat firewall<br />
lama dapat mengakses website<br />
canggih, namun tidak bisa<br />
mengakses FTP. Hal ini akan<br />
merepotkan terlebih bila tidak<br />
ada pilihan download menggunakan<br />
protokol HTTP.<br />
Masalah sebenarnya karena<br />
FTP menggunakan dua protokol.<br />
Pada port 21, control<br />
command seperti "dir" atau<br />
"get" dikirim ke server. Firewall<br />
tidak bermasalah dengan<br />
perintah ini. Data transfer<br />
sebenarnya terjadi di port 20<br />
dan dijalankan saat <strong>Anda</strong> mendownload<br />
dari server. Ini<br />
diasumsi oleh firewall sebagai<br />
akses ilegal dari luar dan tentu<br />
saja diblokir.<br />
Apabila "Passive Mode"<br />
diaktifkan dalam software FTP,<br />
maka komputer akan aktif<br />
terlebih dahulu, baru kemudian<br />
firewall pada data channel.<br />
Firewall yang baik seharusnya<br />
dapat mendeteksi hubungan<br />
tersebut dan kemudian mengizinkan<br />
transfer data tanpa<br />
masalah.<br />
Sebaliknya, upload file<br />
melalui FTP tidak berfungsi<br />
karena bisa saja Administrator<br />
sudah memblokir service ini.<br />
Bila <strong>Anda</strong> tidak yakin, sebaiknya<br />
menggunakan apa yang disebut<br />
"stasiun perantara".<br />
Stasiun perantara ini harus<br />
berupa sistem Linux yang<br />
berada di luar firewall dan<br />
menjalankan Samba server<br />
untuk men-sharing Home<br />
Directory. <strong>Anda</strong> bisa menyimpan<br />
file yang ingin dishare<br />
ke folder ini. Setelah filefile<br />
ke luar firewall, <strong>Anda</strong> login<br />
ke sistem Linux dan upload file<br />
ke server yang diinginkan.<br />
Kelebihan dari sebuah<br />
software firewall adalah kemampuannya<br />
untuk mengakses<br />
nama dan kode program<br />
dari sebuah aplikasi. Sebuah<br />
firewall yang handal akan<br />
menyimpan semacam fingerprint<br />
digital, yaitu checksum<br />
dari program yang mencoba<br />
melakukan akses untuk pertama<br />
kali. Pada akses selanjutnya,<br />
checksum ini akan selalu<br />
dibandingkan dengan kode<br />
program yang aktual.<br />
Bila sebuah program perusak<br />
menyusup ke dalam sebuah<br />
program yang tampaknya normal<br />
dan tidak berbahaya,<br />
firewall ini dapat menginformasikan<br />
adanya modifikasi<br />
berkat checksum tadi. Bila<br />
sebelumnya tidak ada update<br />
untuk aplikasi tersebut, berarti<br />
program sudah dimodifikasi<br />
oleh pihak yang tidak seharusnya.<br />
mencuri data.<br />
Service yang tampak aman pun sebenarnya bisa berisiko.<br />
Lubang keamanan selalu ditemukan pada Windows sehingga<br />
selalu ada kemungkinan hacker menyusup atau mencuri data.<br />
Lubang keamanan pada Microsoft RPC Service (port 135)<br />
malah membantu Worm Blaster menyebarkan virusnya dengan<br />
cepat tanpa diketahui. PC yang terkena kemudian menjadi<br />
penyebar Worm itu sendiri.<br />
Untuk mengatasi serangan ini, penggunaan port harus<br />
dipantau terus. Sebuah firewall dapat memblokir semua<br />
komunikasi yang tidak diizinkan. Ia juga akan menginformasikan<br />
adanya koneksi dari luar dan meminta konfirmasi apakah<br />
hal tersebut dizinkan atau tidak.<br />
Program yang bagus, misalnya firewall yang terpasang pada<br />
router Draytek Vigor dapat menginformasikan semua port yang<br />
| CHIP | NETWORKING | 99
SEKURITI Firewall<br />
disalahgunakan sejak port tersebut terkunci. Jadi, program<br />
firewall tersebut tidak selalu meminta konfirmasi izin,<br />
melainkan langsung mendeteksi serangan tersebut.<br />
100 | CHIP | NETWORKING<br />
Mendeteksi Serangan dari Dalam<br />
Berbeda dengan virus yang aktif dengan program perusak,<br />
trojan tidak menghapus semuanya. Untuk bisa menyelesaikan<br />
tugasnya, misalnya untuk mengendalikan komputer atau<br />
mencuri data password, trojan harus terlebih dahulu membuat<br />
koneksi ke Internet. Bila trojan yang aktif ingin menyimpan<br />
password yang dicuri dari <strong>Anda</strong> ke sebuah server, maka ia harus<br />
menggunakan sebuah port. Walaupun trojan menggunakan<br />
port yang tergolong aman atau melalui port pilihan sendiri agar<br />
tidak mudah terdeteksi, Firewall akan segera mengintervensi.<br />
Umumnya, sebuah firewall menyertakan port scanner.<br />
Pembatasan akses akan dikontrol melalui nama program. Bila<br />
tidak mengenal aplikasi tersebut, maka <strong>Anda</strong> perlu berhati-hati.<br />
Firewall ini menawarkan keamanan yang lebih baik daripada<br />
hanya sekedar menampilkan pesan "xy.exe can access the<br />
Internet". Ia akan turut memperhitungkan penggunaan port.<br />
Walaupun sebuah program bernama outlook.exe ingin<br />
berkomunikasi dengan sistem lain pada port 4711, maka <strong>Anda</strong><br />
patut curiga walaupun nama program ini tidak mencurigakan.<br />
Konsep-konsep Firewall<br />
Firewall merupakan sebuah konsep untuk menempatkan<br />
Security Layer antara Internet dan sebuah komputer atau<br />
jaringan. Prakteknya sendiri bisa saja berbeda-beda. Secara<br />
sederhana, firewall merupakan tool tambahan dalam bentuk<br />
software. Sementara, firewall dari Windows XP Service Pack 2<br />
merupakan bagian dari sistem operasi itu sendiri.<br />
Perusahaan besar biasanya menggunakan perangkat hardware<br />
tersendiri yang dipasang antara jaringan internal dan<br />
dunia luar. Perangkat ini khusus dirancang untuk melakukan<br />
pemantauan.<br />
Online Service: Shields Up dapat menguji konfigurasi<br />
Firewall untuk mencari lubang-lubang keamanan pada<br />
sistem.<br />
HATI-HATI BOROS KONEKSI<br />
Siapa yang Menggunakan<br />
Port 139?<br />
Bila mendapat informasi dari<br />
firewall bahwa terjadi kontak<br />
ke Internet melalui port 137<br />
sampai 139, maka hal ini<br />
sebenarnya bukan pekerjaan<br />
trojan. Port ini digunakan<br />
secara khusus untuk koneksi<br />
jaringan antara sistem<br />
Windows. Sebenarnya, tidak<br />
ada yang dicari di Internet<br />
hanya saja seolah-olah<br />
terdapat sebuah Windows<br />
Server di jaringan yang<br />
menyediakan Shared Folder<br />
melalui Internet.<br />
Koneksi lebih mahal:<br />
Komunikasi seperti ini umumnya<br />
menimbulkan lebih banyak<br />
biaya yang akan terbuang<br />
percuma karena komputer<br />
Windows senantiasa mengirim<br />
paket data untuk<br />
mengecek komputer lain.<br />
Untuk mengatasinya cukup<br />
sederhana yaitu dengan<br />
membuang semua Protocol<br />
Binding selain "TCP/IP" pada<br />
Network Setup.<br />
Mengunci Port: <strong>Anda</strong> juga<br />
dapat mengunci koneksi<br />
Internet yang keluar masuk<br />
melalui port 137 sampai 139<br />
dengan software firewall.<br />
Langkah ini juga sebaiknya<br />
dilakukan pada setiap router.<br />
Jika tidak, router akan selalu<br />
mengontak Internet tanpa<br />
keperluan apa-apa hanya<br />
karena permintaan workstation.<br />
Router ISDN/DSL yang memungkinkan akses Internet<br />
bersama-sama melalui sebuah account Internet sebenarnya juga<br />
menawarkan feature keamanan. Akses Internet ini lebih<br />
dipertimbangkan karena hanya menggunakan sebuah PC yang<br />
memiliki card ISDN atau modem.<br />
Mekanisme ini membuat setiap komputer yang terhubung ke<br />
Internet tampak seperti sebuah sistem sendiri. Jadi, untuk<br />
seluruh jaringan hanya dibutuhkan sebuah alamat IP publik.<br />
Konsep ini bekerja sebagai berikut. Bila sebuah komputer dalam<br />
jaringan ingin terhubung ke Internet, maka router akan<br />
mencatatnya sehingga paket data dari Internet dapat dikirim ke<br />
komputer yang memintanya. Jadi, tiga komputer sekaligus dapat<br />
bekerja dengan server yang sama tanpa mempengaruhi paket<br />
data masing-masing.<br />
Proses ini disebut dengan Network Address Translation<br />
(NAT) yang mensyaratkan koneksi data harus datang dari dalam<br />
jaringan. Namun, ini mencegah seorang hacker yang berusaha<br />
mengakses komputer jaringan dari Internet karena router tidak<br />
mengetahui ke komputer internal mana koneksi tersebut harus<br />
diteruskan.<br />
Bila port tertentu diaktifkan pada router dan port ini<br />
langsung dihubungkan ke sebuah komputer dalam jaringan,<br />
maka komunikasi dapat dilakukan dari luar. Cara ini dapat<br />
digunakan misalnya untuk menguji sebuah webserver yang<br />
ingin dipublikasikan. Informasi lengkapnya mengenai "Port<br />
Forwarding" dapat dibaca pada bahasan tersendiri.<br />
Walaupun fungsi firewall merupakan mekanisme dari router,<br />
tetapi tidak semua risiko dari Internet dapat diatasi. Virus,
attachment e-mail, atau trojan tidak dapat dihentikan dengan<br />
menggunakan router. Trojan biasanya memiliki kemampuan<br />
untuk melompati sebuah firewall karena cara kerjanya. Setelah<br />
diaktifkan dan dijalankan, trojan akan menghubungi dunia luar.<br />
Router akan menganggapnya sebagai koneksi browser atau email<br />
biasa. Jadi, router sama sekali tidak mengetahui jika ada<br />
ancaman dari trojan. Menutup semua port pada router dapat<br />
membantu proteksi ini. Port yang dibuka hanyalah yang benarbenar<br />
diperlukan.<br />
Firewall sebagai Alat Diagnosis<br />
Untuk kebanyakan aplikasi, koneksi Internet secara otomatis<br />
melalui modem atau ISDN memang diperlukan, misalnya saat<br />
<strong>Anda</strong> ingin men-download pada malam hari ataupun<br />
melakukan sinkronisasi file. Namun, di sini tidak diketahui<br />
program atau komponen OS mana yang membuat koneksi.<br />
Sebuah software firewall dapat mencatat semua aktivitas ini.<br />
Untuk mengujinya, atur tingkat keamanan program firewall<br />
pada "Low Level" agar akses tidak diblokir. Namun, perhatikan<br />
apakah fasilitas logging mencatat semua aktivitasnya. Bila<br />
komputer bekerja terus-menerus, lihat "Log File" dan periksa<br />
semua koneksi yang terhubung ke Internet.<br />
Bila ditemukan ada koneksi program yang tidak bermanfaat<br />
dan hanya menimbulkan risiko atau membebankan biaya,<br />
maka program tersebut bisa dihapus dari komputer atau<br />
gunakan firewall untuk memblokirnya. Bila ingin memblokir<br />
semua akses online, <strong>Anda</strong> bisa melakukannya dengan mengunci<br />
port yang digunakan atau mendefinisikan sebuah aturan yang<br />
memblokir dialing secara otomatis. Caranya tentu saja<br />
tergantung dari program firewall dan jenis aplikasi yang<br />
digunakan.<br />
Tidak Dapat Dilindungi oleh Firewall<br />
Seperti router yang memiliki fungsi firewall, software firewall<br />
juga tidak bisa berbuat banyak terhadap e-mail yang terjangkit<br />
virus atau program perusak yang di-download dan langsung<br />
dijalankan di komputer. Untuk meminimalkan risiko ini,<br />
diperlukan bantuan dari program antivirus atau membatasi<br />
"User Rights".<br />
Sistem dial-up yang tidak terlindungi dengan baik, seperti<br />
melalui modem, juga dapat menimbulkan risiko. Memang,<br />
keuntungannya adalah pengguna dengan cepat bisa terhubung<br />
ke PC atau jaringan perusahaan. Namun, metode ini juga membuka<br />
celah keamanan. Hacker biasanya mengecek semua nomor<br />
ekstension dari perusahaan besar satu per satu. Harapannya,<br />
mereka bisa menemukan jalur dial-up. Bila sudah terhubung<br />
dengan komputer yang memiliki konfigurasi keamanan minim,<br />
maka dampaknya bisa berisiko bagi seluruh jaringan.<br />
Metode yang lebih baik daripada penggunaan modem dialup<br />
adalah dengan menggunakan Virtual Private Networking<br />
(VPN). VPN mengizinkan dialing melalui Internet dan lebih<br />
aman dari hacker. Jimmy.Auw@CHIP.co.id (MS)<br />
ALTERNATIF FIREWALL<br />
Program Firewall Gratis<br />
Bila tidak menggunakan Windows<br />
XP, firewall yang disertakan<br />
dalam SP2 tentu tidak<br />
bisa digunakan. Sebagai penggantinya,<br />
bisa dipilih beragam<br />
program gratis yang menawarkan<br />
fasilitas perlindungan terhadap<br />
sistem.<br />
ZoneAlarm: Selain versi<br />
komersial, ZoneAlarm juga<br />
menawarkan versi freeware<br />
dengan kemampuan yang<br />
lebih dari cukup untuk<br />
mengamankan PC.<br />
Info: www.zonelabs.com<br />
Kerio: Firewall dari Kerio ini<br />
juga menyediakan versi gratis.<br />
Di dalamnya, tersedia beragam<br />
setting untuk memantau PC.<br />
Info: www.kerio.com<br />
Outpost Firewall: Solusi<br />
lengkap ditawarkan tool gratis<br />
Outpost Firewall. Selain<br />
firewall, Outpost juga menyertakan<br />
pop-up blocker dan filter<br />
untuk e-mail attachment.<br />
Feature ini disediakan melalui<br />
plug-in yang dapat dikembangkan<br />
sendiri.<br />
Info: www.agnitum.com<br />
Nessus: Program Unix gratis ini<br />
dapat dijalankan melalui<br />
Command Line atau juga<br />
dengan Windows Client (Com-<br />
mercial Version). Program ini<br />
mengecek lubang-lubang keamanan<br />
pada sistem. Daftar<br />
lubang keamanan ini bisa diupdate<br />
sehingga ia akan tetap<br />
aktual melindungi pengguna<br />
dari lubang keamanan.<br />
Info: www.nessus.org<br />
Shields Up: Shields Up: Gibson<br />
Research menawarkan Shields<br />
Up! dengan beberapa online<br />
test yang bisa mengungkap<br />
risiko terhadap penyusupan.<br />
Online test ini akan mencari<br />
lubang keamanan dan<br />
menguji apakah program<br />
firewall bekerja dengan<br />
semestinya.<br />
Info: www.grc.com<br />
Tes Keamanan Online: Tes ini<br />
tidak hanya menguji kelemahan<br />
sistem, melainkan juga<br />
mencari trojan yang bersembunyi<br />
dalam PC.<br />
Info: http://www.itsec.de/index/inhalt/vulchk.php/vullg/e<br />
ng/?sid=5310c63976031c6ae<br />
9e9f3dba67f3967<br />
Finjan Software: Software ini<br />
menawarkan sederetan tes<br />
keamanan yang mencari titik<br />
kelemahan pada browser dan<br />
program e-mail.<br />
Info: www.finjan.com/SecurityLab/SecurityTestingCenter/<br />
Alternatif Gratis: Bila tidak dapat menggunakan firewall<br />
yang disertakan dalam Windows XP SP2, tersedia tool<br />
gratis seperti Kerio.<br />
| CHIP | NETWORKING | 101
SOLUSI Port Forwading<br />
INDEKS | SOLUSI<br />
Server dengan Port Forwarding 102<br />
Port Forwarding memungkinkan akses dari luar ke<br />
dalam jaringan walaupun menggunakan Firewall.<br />
Kendalikan PC dari Jauh 108<br />
Support, maintenance, dan administrasi dari PC lain<br />
dalam jaringan bisa menggunakan software Remote<br />
Control.<br />
Mengakses dari Mana Saja 112<br />
Virtual Private Network (VPN) memungkinkan koneksi<br />
jaringan yang aman melalui Internet<br />
Login di mana saja 114<br />
Login ke jaringan rumah dan kantor dengan<br />
notebook.<br />
Menemukan dan Mengatasi 118<br />
Masalah<br />
Tips terbaik untuk menganalisis jaringan. Apa saja<br />
yang dapat dilakukan bila terjadi kegagalan fungsi<br />
dalam LAN.<br />
k ISI CD<br />
k DynDNS Tool DynIP Client memberikan nama<br />
domain yang tetap untuk alamat IP dinamis. Jadi,<br />
PC dapat diakses dari Internet.<br />
k FTP-Server Personal FTP Server menawarkan<br />
sebuah FTP server pribadi untuk menyimpan file di<br />
Internet.<br />
k Firewall Lindungi PC dari hacker dan penyusup<br />
lain dengan firewall gratis seperti ZoneAlarm.<br />
102 | CHIP | NETWORKING<br />
Port Forwarding digunakan<br />
untuk mengoperasikan<br />
web server atau FTP server.<br />
Dengan cara ini, jaringan<br />
bisa diakses dari luar<br />
walaupun <strong>Anda</strong><br />
menggunakan firewall.<br />
Artikel ini juga mengulas<br />
bagaimana melakukan<br />
remote maintenance pada<br />
PC jaringan,<br />
mendistribusikan software<br />
ke dalam LAN secara<br />
otomatis, ataupun login<br />
dengan notebook ke dalam<br />
jaringan yang berbeda.<br />
MENGIZINKAN KONEKSI DARI LUAR<br />
Server<br />
Tujuan utama penggunaan firewall (baik di sisi router<br />
k atau software pada PC) adalah dengan menutup port.<br />
Setiap aplikasi yang berasal dari luar, seperti dari Internet atau<br />
jaringan lain akan membutuhkan port tersebut untuk<br />
mengontak server pada komputer tersebut.<br />
Kebanyakan trojan dan virus pada saat ini berjalan sebagai<br />
aplikasi server. Aplikasi server yang telah lebih dahulu<br />
menyusup pada sistem akan dikontrol secara remote oleh<br />
pengirimnya untuk mencuri data atau melakukan tindakan<br />
ilegal lainnya. Software perusak seperti ini biasanya<br />
menggunakan port TCP/IP dan alamat IP sehingga firewall bisa<br />
memblokirnya. Alamat IP public yang terlihat dari luar<br />
jaringan hanyalah alamat router atau komputer gateway.<br />
Alamat IP ini bisa saja ditentukan secara tetap oleh provider<br />
(dedicated line) ataupun bersifat dinamis (koneksi dial-up<br />
melalui DSL, ISDN, atau modem). Alamat IP internal dari<br />
setiap PC dalam LAN hanya dikenal oleh router atau komputer<br />
gateway dan tidak terlihat dari luar. Router dan firewall akan
KE PC DALAM JARINGAN<br />
dengan Port Forwading<br />
menjalankan mode Network Address Translation (NAT) untuk<br />
mengirimkan paket data yang masuk ke komputer yang<br />
memintanya dari belakang firewall.<br />
Mekanisme proteksi seperti ini memang tidak selalu<br />
diinginkan, setidaknya masih ada port yang dibuka. Port<br />
tersebut harus dapat diakses dari luar karena salah satu<br />
komputer jaringan menjalankan sebuah web server atau FTP<br />
server atau dibutuhkan oleh sebuah aplikasi yang<br />
membutuhkan koneksi dari luar. Untuk kasus yang terakhir<br />
contohnya adalah program chating, konferensi video/audio,<br />
remote maintenance/control, ataupun game multiplayer.<br />
Cara yang dapat digunakan sebagai solusi disebut dengan<br />
Port Forwarding (disebut juga sebagai Port Redirection atau<br />
PAT/Port Address Translation). Cara kerjanya sebagai berikut.<br />
Paket data TCP/IP tidak hanya berisi alamat penerima dan<br />
pengirim, melainkan juga port komunikasi tertentu yang<br />
menjadi saluran paket data. Beberapa port ini sudah<br />
distandarisasi untuk service dan protocol tertentu. HTTP<br />
transfer, yaitu layanan website dilakukan melalui port 80,<br />
sedangkan komunikasi FTP dilakukan melalui port 21.<br />
Beberapa program juga bisa menggunakan port komunikasi<br />
sendiri.<br />
Agar sebuah komputer dalam jaringan bisa berfungsi sebagai<br />
server, maka router harus menerapkan port forwarding dalam<br />
bentuk tabel (disebut Port Address Table). Cara kerjanya adalah<br />
sebagai berikut.<br />
Berdasarkan PAT Table dari Router, semua koneksi query<br />
yang datang dari luar melalui port komunikasi tertentu akan<br />
diteruskan ke komputer tertentu dalam LAN. Dengan cara ini,<br />
aplikasi server bisa berjalan melalui LAN, misalnya untuk<br />
mengoperasikan sebuah FTP server. Koneksi dari luar ditetapkan<br />
melalui alamat public dari router pada port 21 yang<br />
merupakan port FTP standar. Pada PAT Table di router harus<br />
ditentukan bahwa semua query pada port 21 akan diteruskan ke<br />
PC dengan alamat 192.168.0.3 dalam LAN. Pada PC inilah akan<br />
dijalankan sebuah FTP server.<br />
| CHIP | NETWORKING | 103
SOLUSI Port Forwading<br />
Namun, masalah bisa muncul bila PC LAN lain juga<br />
mengoperasikan sebuah FTP server yang bisa diakses dari luar.<br />
Agar berfungsi, port yang digunakan harus berbeda, misalnya<br />
port 22. Konfigurasikan PAT Table agar router meneruskan<br />
koneksi pada port 22 ke PC 192.168.0.10. PC ini harus<br />
dikonfigurasi untuk menggunakan port 22 pada setting software<br />
FTP server-nya. Selain itu, pengunjung FTP harus mengetahui<br />
alamat FTP berikut port-nya agar bisa mengakses FTP server<br />
tersebut.<br />
Sampai sekarang, router hardware lebih banyak digunakan<br />
untuk tujuan ini. Port forwarding sebenarnya berfungsi untuk<br />
membuka koneksi ke sebuah aplikasi pada PC LAN agar dapat<br />
diakses oleh pengguna lain di Internet. <strong>Jaringan</strong> juga terhubung<br />
dengan PC LAN ini melalui router. Namun, banyak juga software<br />
firewall yang menawarkan port forwarding.<br />
Alamat Tetap di Internet<br />
Masalah lainnya adalah bagaimana menjadikan komputer<br />
yang berjalan sebagai server dalam sebuah LAN dapat terlihat<br />
dan diakses dari luar. Hal ini penting terutama bila alamat IP<br />
yang diberikan bersifat dinamis karena menggunakan koneksi<br />
dial-up ke Internet dan koneksinya pun tidak terus-menerus.<br />
Untuk masalah yang terakhir ini, solusinya bisa<br />
menggunakan koneksi flat rate dan fixed. Sekarang, masalahnya<br />
tinggal mengatasi alamat IP yang dinamis saja. Saat melakukan<br />
koneksi dial-up, ISP terkadang memberikan alamat IP public<br />
yang khusus digunakan untuk koneksi terus-menerus. Layanan<br />
DSL flat rate pun tidak bisa terus-menerus memberikan sebuah<br />
alamat IP yang tetap.<br />
Untuk aplikasi server yang hanya digunakan sementara saja,<br />
seperti game online (berfungsi sebagai host) atau untuk<br />
menyediakan data agar dapat di-download oleh pengguna lain,<br />
alamat IP dinamis ini perlu dicari dan diberitahukan kepada<br />
pengguna yang ingin mengaksesnya. Bila menggunakan koneksi<br />
dial-up langsung dengan Windows XP, jalankan program<br />
"ipconfig" melalui Command Prompt. Pada Windows 98, <strong>Anda</strong><br />
Internet Server: Setting port pada program yang berfungsi<br />
sebagai server Internet (Gambar: Server Serv-U-FTP).<br />
104 | CHIP | NETWORKING<br />
Tabel Port Forwading: Setiap router DSL/ISDN<br />
menyediakan tabel port forwarding. Konfigurasinya<br />
memang berbeda-beda, tergantung produknya, tetapi pada<br />
intinya adalah sama.<br />
bisa menggunakan tool "winipcfg". Bila LAN terhubung ke<br />
Internet melalui router, biasanya alamat IP public yang<br />
digunakan dapat dilihat dalam setting program yang<br />
mengkonfigurasinya.<br />
Bagi kebanyakan aplikasi server, menggunakan alamat IP<br />
dinamis memang merepotkan. Walaupun alamat IP berubahubah,<br />
tetapi dimungkinkan untuk menggunakan alamat nonnumerik<br />
secara tetap sebagai penggantinya. Solusi seperti itu<br />
kini sudah tersedia.<br />
Beberapa provider di Internet menawarkan layanan seperti<br />
ini. Mereka menyediakan alamat alphanumerik dan selalu<br />
menginformasikan DNS server di Internet dengan alamat IP<br />
yang aktual. DNS server pada akhirnya tetap mengirim paket<br />
data ke alamat IP numerik yang aktual.<br />
Langkah yang perlu dilakukan pertama-tama adalah<br />
membuat sebuah account (biasanya gratis) melalui website dari<br />
provider yang menyediakan alamat DNS dinamis. Jumlah<br />
account yang dibuat juga bisa lebih dari satu. Sekarang, <strong>Anda</strong><br />
login dengan account tersebut dari PC LAN melalui web<br />
browser. Alamat IP yang aktual akan di-update ke DNS server.<br />
Memang, langkah konfigurasinya terkadang cukup repot. Bila<br />
selesai, maka akan muncul pesan yang menginformasikan<br />
bahwa alamat IP yang baru sudah di-update ke DNS server.<br />
Selain melalui browser, <strong>Anda</strong> bisa juga menggunakan sebuah<br />
program client kecil yang akan memantau perubahan alamat IP<br />
public dan kemudian menginformasikan perubahan ini<br />
langsung ke DNS server melalui Internet. Program client seperti<br />
ini bisa bermacam-macam bentuknya:<br />
k Program sederhana yang membaca IP aktual dengan bantuan<br />
tool dari Windows, seperti menjalankan "winipcfg" atau<br />
"ipconfig" melalui Command Prompt. Namun, ini hanya bisa<br />
dilakukan bila PC terkoneksi langsung ke Internet. Dalam<br />
sebuah LAN, program client ini harus dijalankan pada<br />
komputer yang menyediakan koneksi Internet melalui modem,<br />
ISDN, atau DSL.
TIPS AHLI<br />
Bertelepon di <strong>Jaringan</strong> dan Internet<br />
Seperti halnya perkembangan<br />
di bidang jaringan W-LAN, saat<br />
ini segmen pengguna pribadi<br />
malah mendahului segmen<br />
corporate dalam hal penggunaan<br />
teknologi baru. Pada<br />
pertengahan tahun 90-an, koneksi<br />
modem dan kapasitas<br />
Internet masih kurang memadai<br />
sehingga kualitas suaranya<br />
menjadi sangat jelek.<br />
Internet/IP Telephony<br />
Saat ini, telepon Internet<br />
sudah semakin populer digunakan<br />
dalam masyarakat. Kemajuan<br />
ini berkat dukungan koneksi<br />
Internet yang cepat dan murah<br />
dan ditawarkan oleh banyak<br />
provider.<br />
Produk-produk seperti Sipgate,<br />
Freenet, atau Skype banyak<br />
dimanfaatkan oleh pengguna<br />
pribadi karena lebih ekonomis<br />
dan efisien biaya.<br />
Pengguna corporate biasanya<br />
membutuhkan kualitas suara<br />
yang baik untuk kepentingan<br />
bisnis mereka. Topik IP Telephony<br />
ini sudah dikembangkan<br />
sejak beberapa tahun lalu. Pada<br />
awalnya, sulit membuat<br />
terobosan karena kurangnya<br />
stabilitas, kemampuan, dan<br />
mahalnya perangkat.<br />
Sekarang, kondisinya sudah<br />
berubah. Menurut perkiraan dalam<br />
5 tahun mendatang, sekitar<br />
70 persen perusahaan yang ada<br />
sudah menerapkan IP Telephony.<br />
Kelebihan IP Telephony<br />
Ada beberapa kelebihan dari<br />
jaringan berbasis data dan<br />
voice (convergence network)<br />
yang disebut sebagai IP Telephony<br />
ini, yaitu:<br />
k Biaya pengoperasian dan biaya<br />
percakapan yang lebih murah<br />
dibandingkan dengan telepon<br />
k Program yang menggunakan metode lain untuk mengetahui<br />
alamat IP public dari sebuah router atau server ICS yang<br />
terhubung ke Internet. Program akan menghubungi<br />
"InfoServer" yang biasanya dikelola oleh produsen software.<br />
k Beberapa program seperti ini juga dapat mengontak router<br />
hardware dan mendapatkan informasi alamat IP public di sini.<br />
k Solusi yang lebih baik ditawarkan oleh client DynDNS yang<br />
terpasang dalam firmware di router hardware, seperti produk<br />
dari Draytek-Vigor. Bila router yang digunakan tidak<br />
mempunyai fasilitas DynDNS, kemungkinan terbesar tersedia<br />
firmware update.<br />
Bila account pada DynDNS service dan client program<br />
terkonfigurasi dengan benar (baik melalui software atau dalam<br />
router), maka server dalam LAN serharusnya sudah bisa diakses<br />
dari luar. Tabel Port Forwarding yang telah dijelaskan<br />
sebelumnya hanya berfungsi untuk memungkinkan komputer<br />
yang berada di LAN (di belakang firewall router) dapat diakses<br />
dari luar.<br />
Namun, layanan ini bukan tanpa kelemahan. Kelemahannya<br />
adalah setelah alamat IP public berganti, layanan DynDNS<br />
membutuhkan waktu untuk mengetahui pergantian alamat IP<br />
ini dan menginformasikannya ke semua DNS server. Selama<br />
waktu peralihan ini, alamat fixed yang diberikan oleh layanan<br />
DynDNS menjadi tidak berfungsi karena masih menunjuk<br />
alamat IP yang lama.<br />
konvensional.<br />
Produktivitas meningkat karena<br />
aplikasinya lebih mudah.<br />
Kelebihan Unified Messaging:<br />
Peningkatan produktivitas juga<br />
ditawarkan oleh Unified Messaging<br />
yang menggabungkan elemen<br />
e-mail, fax, dan voice mail.<br />
Elemen-elemen ini dapat dibuka<br />
secara langsung melalui mail/inbox.<br />
Penelepon akan terhubung<br />
ke sistem penjawab<br />
telepon dan kemudian meneruskannya<br />
ke bagian marketing<br />
atau menawarkan pilihan untuk<br />
meninggalkan pesan bila panggilan<br />
tidak dijawab. Jadi walaupun<br />
tidak dijawab, perusahaan<br />
tidak perlu takut kehilangan pelanggan.<br />
Nilai lebih bagi perusahaan<br />
kecil: Solusi ini bukan saja<br />
menguntungkan perusahaan<br />
besar, melainkan juga memberi-<br />
kan nilai tambah bagi perusahaan<br />
skala kecil dengan<br />
menggunakan software Open<br />
Source, seperti dari Asterisk.org.<br />
Dibandingkan dengan sistem<br />
konvensional, teknologi baru ini<br />
tidak membutuhkan pengetahuan<br />
khusus. Proses Administrasinya<br />
bisa dilakukan oleh tim<br />
IT sendiri atau pun menggunakan<br />
jasa web hosting yang<br />
banyak tersedia dengan harga<br />
terjangkau.<br />
Bahkan, provider telekomunikasi<br />
nantinya menggunakan<br />
jaringan data/voice yang terintegrasi.<br />
Pembicaraan telepon<br />
akan dilakukan melalui jaringan<br />
data. Tidak lama lagi, teknologi<br />
Voice-over-IP (VoIP) akan menggantikan<br />
sistem telepon<br />
konvensional. Nasib yang sama<br />
juga terjadi pada piringan hitam<br />
yang digantikan oleh CD.<br />
Port Forwarding Melalui Router<br />
Router DSL/ISDN yang bagus biasanya menyediakan pilihan<br />
untuk mendefinisikan PAT (Port Forwarding Table) dalam<br />
program konfigurasinya, baik versi Windows, Telnet, atau<br />
HTTP/browser. Penggunaan dan pilihan yang disediakan bisa<br />
saja berbeda-beda, sehingga tidak mungkin memberikan<br />
panduan umum. Untuk memperoleh panduan router yang<br />
rinci, <strong>Anda</strong> bisa mencarinya di Internet ataupun forum-forum<br />
independen lainnya. CHIP memberikan panduan singkat untuk<br />
router dari Draytek Vigor.<br />
Dalam menu konfigurasi utama, pilih "NAT Setup" yang<br />
berada pada kiri bawah ("Advanced Setup"). Pada dialog<br />
selanjutnya, terdapat dua option untuk mengkonfigurasi port<br />
agar bisa dibuka dari luar. Produsen menyarankan option "Open<br />
Ports Setup". Setelah dipilih, muncul sebuah daftar kosong. Klik<br />
"1." pada baris "Index". Pada dialog selanjutnya, aktifkan<br />
checkbox "Enable Open Ports". Pada kolom "Local Computer",<br />
masukkan alamat IP dari PC LAN yang mengoperasikan<br />
program server, seperti FTP server. Di sini, <strong>Anda</strong> harus<br />
menggunakan alamat IP lokal, misalnya 192.168.0.2. <strong>Anda</strong><br />
dapat diberikan deskripsi pada kolom "Comment".<br />
Pada baris port pertama di area "Protocol", pilih jenis<br />
protokol komunikasi yang digunakan (TCP atau UDP) dan<br />
berikan jangkauan port yang ingin dibuka untuk akses luar. Bila<br />
| CHIP | NETWORKING | 105
SOLUSI Port Forwading<br />
hanya menggunakan FTP server, <strong>Anda</strong> cukup membuka port 21<br />
saja. <strong>Anda</strong>, cukup memberikan jangkauan mulai 21 ("Start<br />
Port") sampai 21 ("End Port"). Lakukan langkah yang sama<br />
untuk port lain yang dibutuhkan pada PC ini. Untuk aplikasi<br />
server pada PC LAN yang lain, <strong>Anda</strong> harus membuat entri baru<br />
lagi melalui "Open Ports Setup". Untuk amannya, Router<br />
sebaiknya di-restart melalui option "System Management |<br />
Reboot System" dari menu konfigurasi utama.<br />
Mengkonfigurasi Alamat/Account Dyndns<br />
Saat ini tersedia sekitar 90 provider yang menawarkan layanan<br />
untuk alamat Internet dinamis. Setengahnya merupakan<br />
layanan gratis, sisanya mengharuskan <strong>Anda</strong> membayar. Daftar<br />
lengkapnya, bisa <strong>Anda</strong> peroleh pada alamat di bawah ini yaitu<br />
"http://noeld.com/services.htm". Berikut ini panduan singkat<br />
untuk membuat account di layanan DynDNS.org. Dari provider<br />
terpopuler ini, bisa diperoleh lebih dari satu alamat permanen.<br />
1. Kunjungi www.dyndns.org dan klik menu "Account". Pada<br />
halaman selanjutnya, klik menu "Create Account".<br />
2. Setelah lembar formulir muncul, tandai checkbox "I have read<br />
and agree...". Lalu, isi user name, alamat e-mail, dan password.<br />
Sebagai catatan, nama ini bukan untuk alamat DynDNS.<br />
3. Selanjutnya DynDNS akan mengirim e-mail ke alamat e-mail<br />
yang diberikan. E-mail ini berisi instruksi selanjutnya untuk<br />
mengaktifkan account. <strong>Anda</strong> harus mengaktifkan account<br />
dalam waktu 48 jam. Sebenarnya, <strong>Anda</strong> hanya perlu mengklik<br />
link yang diberikan dalam e-mail untuk melakukan aktivitas.<br />
Setelah diklik, <strong>Anda</strong> berada diweb site DynDNS kembali.<br />
4. Setelah login dengan user name dan password sebelumnya,<br />
klik menu "Dynamic DNS" dan kemudian klik menu "Add New<br />
Host". Pada formulir selanjutnya, pilih nama depan yang<br />
DynDNS.org: DynDNS.org merupakan layanan gratis<br />
terpopuler untuk menghubungkan sebuah alamat<br />
alphanumerik permanen dengan alamat IP dinamis.<br />
106 | CHIP | NETWORKING<br />
WORKSHOP SINGKAT<br />
Agar Aplikasi Server Bisa<br />
Menerima Akses Luar<br />
Untuk menggunakan server<br />
pada sebuah PC LAN dengan<br />
alamat tetap, ada lima poin<br />
penting yang harus <strong>Anda</strong><br />
perhatikan.<br />
Menginstal aplikasi yang<br />
1 diperlukan pada server:<br />
Pada PC LAN (baik yang<br />
memiliki fungsi server di dalam<br />
jaringan ataupun sebagai<br />
workstation/client saja),<br />
instal aplikasi server yang<br />
diinginkan, seperti server<br />
untuk FTP, web, game, chat,<br />
atau sejenisnya.<br />
Memilih Transmission<br />
2 Protocol yang sesuai:<br />
Untuk aplikasi server ini, pilih<br />
Transmission Protocol (TCP<br />
atau UDP) dan nomor port<br />
yang digunakan.<br />
Mengkonfigurasi Port<br />
3 Table:<br />
Port Table dikonfigurasi pada<br />
router (komputer dengan<br />
Internet Sharing Connection<br />
ataupun router). Nantinya,<br />
paket data dengan Transmission<br />
Protocol dan nomor port<br />
tertentu akan diteruskan ke<br />
komputer yang menjalankan<br />
aplikasi server.<br />
4<br />
Mengkonfigurasi DNS<br />
account:<br />
Buat sebuah account untuk<br />
mendapatkan sebuah alamat<br />
tetap dari penyedia layanan<br />
DNS, seperti DynDNS.<br />
Menginstal software client<br />
5 DynDNS:<br />
Sebisa mungkin <strong>Anda</strong> harus<br />
memilih PC dalam LAN yang<br />
berjalan (online) terus-menerus<br />
sebagai tempat instalasi<br />
program client DynDNS. Di<br />
sini, data akan disimpan untuk<br />
akses ke account DynDNS.<br />
Lebih baik lagi bila router<br />
hardware menyediakan fasilitas<br />
DynDNS ini dalam firmware-nya<br />
(jadi ia bisa berfungsi<br />
sekaligus sebagai client<br />
software).<br />
diinginkan pada kolom "Hostname" sebagai alamat permanen<br />
untuk server <strong>Anda</strong>. Namanya tergantung selera <strong>Anda</strong> saja<br />
kemudian pilih sebuah domain yang ditawarkan pada kolom<br />
sebelahnya. Sebaiknya, pilih domain yang mudah diingat,<br />
misalnya "serveftp.net" atau "homeip.net". Jadi, alamat tetap<br />
server <strong>Anda</strong> nantinya terdiri atas dua bagian ini, misalnya<br />
"jimmy.serveftp.net". Selanjutnya, klik "Add Host" dan selesai.<br />
Bila nama yang diberikan sudah diambil oleh orang lain, sebuah<br />
On-board: Beberapa router juga ada yang telah<br />
menyediakan client untuk penggunaan dynamic DNS.
pesan akan muncul dan <strong>Anda</strong> harus menggunakan nama lain.<br />
Sekarang, alamat tersebut sudah disimpan untuk server<br />
<strong>Anda</strong>. Setiap saat, <strong>Anda</strong> bisa login dengan data account tersebut<br />
dan memasukkan alamat IP yang aktual secara manual. Namun,<br />
langkah ini memakan waktu dan sebaiknya dilakukan secara<br />
otomatis saat <strong>Anda</strong> menggunakan alamat IP yang baru. Untuk<br />
itu, diperlukan sebuah program bantu, seperti yang telah<br />
diinformasikan sebelumnya. Selain itu, bisa juga dengan fasilitas<br />
router yang serupa. Program seperti client DynDNS tersedia<br />
banyak, baik sebagai freeware maupun shareware. Program ini<br />
harus sesuai untuk sistem operasi dan DNS service yang<br />
digunakan (misalnya DynDNS.org). Tool yang tersedia bisa<br />
dilihat melalui "http://www.dyndns.org/services/dyndns/<br />
clients.html".<br />
Mengkonfigurasi Direct Update<br />
Cara mengkonfigurasi software client untuk DynDNS<br />
sebenarnya hampir sama. <strong>Anda</strong> tinggal memilih layanan seperti<br />
DynDNS dan masukkan data account yang dimiliki. CHIP<br />
menggunakan client dari Direct Update 3.6.2 (kunjungi<br />
www.directupdate.org). Langkah-langkahnya sebagai berikut.<br />
Jalankan setup dan konfirmasikan dialog yang muncul,<br />
seperti dialog mengenai perjanjian lisensi, folder instalasi, dan<br />
cakupan instalasi.<br />
Pada Windows NT, 2000, dan XP, program akan dijalankan<br />
sebagai service. Pada versi Windows lainnya, ia akan dijalankan<br />
secara otomatis melalui Start-Up. Nantinya, sebuah icon<br />
muncul di system tray. Klik ganda icon ini untuk membuka<br />
program konfigurasi.<br />
Dialog yang penting di sini hanya satu. <strong>Anda</strong> harus mengklik<br />
tab "Status" dan buat sebuah entri account DynDNS (atau dari<br />
provider lain) dengan mengklik "Create". Pada kolom "Account<br />
Type", pilih DynDNS. Selanjutnya, masukkan alamat domain<br />
Tidak Rumit: Konfigurasi client DynDNS (Gambar: Direct<br />
Update) pada sebuah PC LAN hanya meminta data domain<br />
dan account.<br />
KNOW-HOW<br />
Ringkasan Port TCP<br />
Ringkasan daftar konfigurasi<br />
port yang lazim digunakan bisa<br />
diperoleh pada alamat<br />
"http://www.iana.org/assignm<br />
Service/ Port<br />
Protocol<br />
HTTP 80<br />
FTP 21<br />
Telnet 23<br />
IMAP 143<br />
POP3 110<br />
SMTP 25<br />
SSH 22<br />
NNTP 119<br />
ents/port-numbers". Informasi<br />
ini biasanya jarang dirinci oleh<br />
masing-masing aplikasi yang<br />
menggunakannya.<br />
Software Port<br />
PPTP (Microsoft VPN) 1723<br />
Carbon Copy 32 1023-1680<br />
CU SeeMe 1748, 24032<br />
LapLink 1547<br />
NetMeeting 1720, 1503<br />
PC Anywhere 22, 5631-5632<br />
Virtual Network 5500, 5800,<br />
Computing - VNC 5900<br />
Netbios 137, 138, 139<br />
yang telah didaftarkan ke kolom "Domain", misalnya<br />
"jimmy.serveftp.net". Kedua kolom lainnya bisa diisi dengan<br />
user name dan password untuk administrasi account.<br />
Selanjutnya, klik "OK" untuk menyelesaikan konfigurasi.<br />
Konfigurasi ini bisa di-update dengan mengklik tombol "Force<br />
update now". Di kiri bawah seharusnya akan ditampilkan alamat<br />
IP yang aktual.<br />
Program client ini dapat diinstal pada PC LAN mana saja<br />
(namun hanya pada satu komputer saja). Paling baik adalah<br />
komputer yang selalu menyala agar begitu alamat IP public<br />
berganti, client tersebut segera menginformasikan DNS server<br />
di Internet. Biasanya, PC ini merupakan PC yang berfungsi<br />
sebagai server untuk layanan Internet terus-menerus (seperti<br />
FTP server itu sendiri).<br />
Seperti yang telah diterangkan, instalasi client DynDNS<br />
seperti Direct Update sebenarnya tidak diperlukan bila router<br />
menyediakan fungsi yang sama. Data account hanya perlu<br />
dimasukkan saja ke dalam program konfigurasi dari router<br />
tersebut. Jadi, tidak dibutuhkan komputer yang berjalan terusmenerus<br />
karena router dapat mendeteksi perubahan alamat IP<br />
public setelah dial-up dan melaporkannya ke layanan DynDNS<br />
di Internet. Jimmy.Auw@CHIP.co.id (SW)<br />
Daftar Panjang: Penjelasan detail dari IANA untuk setiap<br />
port dan aplikasi yang menggunakannya.<br />
| CHIP | NETWORKING | 107
SOLUSI Remote Control<br />
Software Remote Control<br />
Kendalikan PC dari Jauh<br />
<strong>Anda</strong> bisa mengendalikan PC lain dalam jaringan tanpa perlu meninggalkan tempat kerja <strong>Anda</strong>. Hanya<br />
berbekal software remote control, <strong>Anda</strong> bisa mengambilalih mouse, keyboard, dan monitor dari PC dalam<br />
jaringan. CHIP menunjukkan bagaimana menggunakan software remote control dengan optimal.<br />
k<br />
Seorang Administrator jaringan harus gemar berolahraga,<br />
setidaknya ia harus kuat berjalan. Soalnya,<br />
sebagian besar waktu kerjanya dihabiskan untuk berjalan dari<br />
satu divisi ke divisi lain untuk mengatasi masalah PC dan<br />
jaringan.<br />
Bila dibutuhkan akses ke hardware, maka ia harus menangani<br />
PC yang bermasalah secara langsung. Namun, jika hanya<br />
melakukan konfigurasi software atau membantu pengguna<br />
mengoperasikan komputer, maka ia tidak perlu mendatangi PC<br />
tersebut.<br />
Software remote control akan meringankan pekerjaan<br />
seorang Administrator. PC jaringan dalam sebuah LAN (atau<br />
melalui Internet) dapat dikendalikan tanpa harus beranjak dari<br />
tempat kerja. Software ini tidak hanya tepat bagi Administrator<br />
jaringan di perusahaan besar, melainkan juga untuk jaringan<br />
kecil. <strong>Anda</strong> dapat membuat sebuah server lengkap tanpa<br />
monitor, keyboard, dan mouse, sehingga bisa menghemat<br />
tempat. Bila sistem operasi telah terinstalasi dan dikonfigurasi,<br />
semua setting dan pekerjaan lainnya dapat dilakukan dari<br />
tempat kerja sendiri dengan software remote control. Contoh<br />
lain ketika seorang rekan kerja meminta bantuan untuk masalah<br />
PC, <strong>Anda</strong> tidak perlu menanyakan pesan kesalahan yang<br />
muncul. <strong>Anda</strong> bisa melihat sendiri masalah dan langsung<br />
menangani, tentunya dengan menggunakan software remote<br />
control.<br />
Untungnya, program remote-control tidak selalu perlu biaya<br />
ekstra. Windows XP menyertakan tool remote control "Remote<br />
Desktop Connection". Alternatif yang lebih fleksibel dan<br />
sederhana adalah dengan menggunakan tool VNC. Workshop<br />
ini menunjukkan, bagaimana menggunakan VNC secara<br />
optimal.<br />
k ISI CD<br />
k Remote-control gratis Pada CD CHIP tersedia program<br />
remote control VNC 4.0 dari Real VNC. Dengan tool ini,<br />
<strong>Anda</strong> dapat mengendalikan, mengawasi, dan merawat<br />
PC jaringan dengan nyaman dari tempat kerja <strong>Anda</strong>.<br />
k Tool analisa Ethereal Menganalisa lalu-lintas jaringan<br />
dan memungkinkan pencatatan serta evaluasi paket<br />
data.<br />
108 | CHIP | NETWORKING<br />
1 Menginstalasi Server dan VNC Viewer<br />
Proses instalasinya cukup sederhana. <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />
menjalankan file Setup dan memasukkan folder tujuan. <strong>Anda</strong><br />
juga harus mengkonfirmasikan perjanjian lisensi. Pada window<br />
berikutnya, <strong>Anda</strong> harus memilih modul yang akan di-install.<br />
Modul "Viewer" hanya <strong>Anda</strong> butuhkan pada PC Administrator.<br />
Sebaliknya, modul "Server" juga hanya perlu di-install pada PC<br />
yang akan di-remote. Tentu saja <strong>Anda</strong> dapat menggabungkan<br />
kedua modul tersebut.<br />
Pada window berikutnya, <strong>Anda</strong> harus menetapkan mode<br />
operasi untuk modul "Server". Secara standar, ia dikonfigurasi<br />
pada mode service untuk Windows XP/2000. Selain itu, <strong>Anda</strong><br />
dapat mengkonfigurasi tampilan icon desktop lainnya. Setelah<br />
itu, klik dua kali dan proses instalasi akan selesai. Window<br />
konfigurasi juga akan ditampilkan bila <strong>Anda</strong> menginstalasi<br />
modul "Server".<br />
2 Mengatur Konfigurasi Standar untuk Server<br />
Setting minimal yang harus <strong>Anda</strong> lakukan adalah<br />
menentukan password untuk melakukan koneksi. Kliklah<br />
tombol "Set Password" dan masukkan password ke dalam kolom<br />
yang ada. Pilihan "Prompt local user to accept connections"<br />
menjamin tidak seorang pun dapat mengambilalih server tanpa<br />
meminta izin. Pengguna yang sedang duduk di depan server<br />
harus memberikan konfirmasi sebelum ada koneksi baru yang<br />
akan masuk. Untuk mengakses sebuah PC yang tidak diawasi,<br />
option ini tentu saja tidak boleh diaktifkan. Beberapa settings<br />
untuk koneksi tersedia di bawah menu "Connections". <strong>Anda</strong><br />
dapat mengubah port standar 5900 dan mengatur waktu idle<br />
sebelum koneksi otomatis diputus.<br />
Bagian menarik adalah pada "Access Control". <strong>Anda</strong> dapat<br />
menetapkan PC mana saja yang boleh melakukan koneksi.<br />
Untuk itu, <strong>Anda</strong> harus memberi mengaktifkan pilihan "Only<br />
accept connection …" dan tambahkan nama PC atau alamat IP<br />
menggunakan tombol "Add".<br />
Hal lain yang juga penting adalah pada bagian "Inputs". <strong>Anda</strong><br />
dapat memblokir keyboard dan mouse PC server selama proses<br />
remote control (aktifkan pilihan "Disable local inputs while<br />
server is in use") agar dapat berjalan lancar. Sebaliknya, dengan<br />
option di atas pun <strong>Anda</strong> dapat melarang Administrator<br />
menggunakan keyboard/mouse atau clipboard pada server.
1 Lebih Aman: Bila VNC server dikonfigurasi sebagai<br />
service, ia hanya dapat diakhiri oleh user dengan hak<br />
Administrator.<br />
Setelah selesai, tutup window dengan mengklik "OK". Selanjutnya,<br />
<strong>Anda</strong> dapat mengakses VNC melalui icon pada<br />
systray. Wizard VNC Setup sekali lagi akan muncul dan <strong>Anda</strong><br />
harus mengklik untuk mengakhiri proses instalasi.<br />
3 Membangun Sebuah Koneksi Remote<br />
Untuk membangun koneksi dengan sebuah server untuk<br />
melakukan remote control, maka <strong>Anda</strong> harus menjalankan<br />
ALTERNATIF BAGI VNC<br />
Program remote-control komersial<br />
Sebagian besar tuntutan pada<br />
remote-control sebuah PC telah<br />
dipenuhi oleh VNC ataupun<br />
solusi Microsoft. Program komersial<br />
seperti Symantec PC<br />
Anywhere 11 atau Danware<br />
NetOp menawarkan lebih<br />
banyak fungsi dan kenyamanan.<br />
Symantec PC Anywhere<br />
Tool ini memiliki lebih banyak<br />
fungsi dibanding solusi tool<br />
remote dari Microsoft ataupun<br />
VNC. <strong>Anda</strong> dapat bertukar file di<br />
latar belakang antara client dan<br />
server. Urutan perintah juga<br />
dapat disiapkan dan dikirim ke<br />
server (misalnya untuk instalasi<br />
software jarak jauh). Fungsifungsi<br />
khusus memungkinkan<br />
akses langsung pada file, registry,<br />
prompt input, ataupun<br />
pemanggilan Task Manager dari<br />
server. Sebuah enkripsi bertingkat<br />
juga akan menjamin<br />
keamanan yang dibutuhkan.<br />
Harga yang disarankan produsen<br />
untuk lisensi tunggal sekitar<br />
US$ 300 dan lisensi untuk 5<br />
pengguna berharga sekitar US$<br />
900. Info mengenai program ini<br />
<strong>Anda</strong> temukan pada website<br />
www.symantec.com.<br />
Danware NetOp 7.65<br />
Program dari Danware yang kini<br />
mencapai versi 7.65 juga tidak<br />
murah. Lisensi minimal dengan<br />
sebuah server dan sebuah client<br />
berharga sekitar US$ 230.<br />
Tergantung jumlah lisensi, harganya<br />
produk ini bisa menjadi<br />
2 Lebih<br />
Aman Lagi:<br />
Gunakan<br />
password<br />
untuk<br />
membatasi<br />
koneksi dari<br />
luar.<br />
VNC Viewer. Dalam window yang ada, masukkan nama atau<br />
alamat IP server dan klik "OK". Selanjutnya, masukkan<br />
password ke dalam kolom yang ada, sementara kolom nama<br />
pengguna bisa dibiarkan kosong.<br />
Bila koneksi telah terbangun, maka akan tampak sebuah<br />
jendela yang hampir memenuhi layar monitor. Ini adalah<br />
tampilan layar dari server VNC. <strong>Anda</strong> dapat mengoperasikannya<br />
seakan duduk langsung depan monitor server tersebut.<br />
Volume data cukup besar yang harus ditransfer membuat<br />
sangat mahal (mencapai 4 digit<br />
dalam US$).<br />
Kelengkapan fungsi tool ini<br />
setara dengan tool Symantec,<br />
tetapi NetOp lebih cemerlang<br />
dengan dukungan multi platform.<br />
Ia tidak membatasi diri<br />
pada remote control dan remote<br />
maintenance PC Windows, melainkan<br />
juga dapat digunakan pada<br />
sistem Linux, Sun Solaris, dan<br />
Mac OS. Info lebih rinci dan<br />
sebuah versi trial tersedia di<br />
www.netop.com<br />
Penuh: PC Anywhere 11 tampil meyakinkan dengan banyak<br />
fungsi khusus untuk pengendalian jarak jauh.<br />
| CHIP | NETWORKING | 109
SOLUSI Remote Control<br />
KONEKSI REMOTE-DESKTOP DARI XP<br />
Remote Control dengan<br />
solusi onboard<br />
Windows XP membawa sendiri<br />
sebuah tool remote control<br />
yang fungsinya setara dengan<br />
freeware VNC. Namun, ia memiliki<br />
dua keterbatasan:<br />
Perlu password: Yang pertama,<br />
fungsi remote Windows XP<br />
menggunakan User Administration<br />
internal untuk memberikan<br />
ijin akses. Jadi, akses dibatasi<br />
hanya pada user accounts<br />
yang ada dan sebuah password<br />
harus dimasukkan. Login cepat<br />
tanpa password tidak bisa digunakan.<br />
Tidak ada efek belajar: Pembatasan<br />
ke dua tampaknya agak<br />
lebih berat, khususnya untuk<br />
memberikan bantuan kepada<br />
pengguna PC yang di-remote.<br />
Selama PC tersebut dikendalikan<br />
dari jauh, pada monitor<br />
hanya tampak layar login<br />
Windows. Hal yang sedang dilakukan<br />
pada server tidak dapat<br />
diikuti oleh pengguna di depan<br />
monitor server. Hal ini memang<br />
tidak masalah untuk perawatan<br />
sebuah file server, tetapi<br />
pengguna tidak bisa belajar<br />
karena langkah-langkah kerja<br />
yang sedang dilakukan tidak<br />
dapat ditampilkan.<br />
Remote control dengan XP Cara<br />
menggunakan solusi onboard<br />
Windows XP yang disebut<br />
"Remote Desktop Connection"<br />
sebenarnya juga sangat mudah.<br />
Pada remote PC (server),<br />
<strong>Anda</strong> harus login sebagai<br />
110 | CHIP | NETWORKING<br />
Administrator untuk mengaktifkan<br />
fungsi remote control<br />
ini. Di bawah "Control Panel |<br />
System" bukalah tab "Remote"<br />
dan beri tanda di depan "Allow<br />
user to connect remotely to this<br />
computer". Pilihlah tombol<br />
"Select Remote User" untuk<br />
menentukan pengguna mana<br />
yang boleh mengakses PC<br />
tersebut.<br />
Tidak ada efek belajar:<br />
Pada PC client bukalah "Remote<br />
Desktop Connection" melalui<br />
"Start | All Programme |<br />
Accessories | Communication".<br />
Bila program tersebut tidak<br />
tersedia, maka <strong>Anda</strong> harus<br />
melakukan instalasi dari CD<br />
Windows XP. Pilih "Run<br />
additional tasks" dan setelah<br />
itu "Configure Remote Desktop<br />
Connection".<br />
Setelah client dijalankan<br />
maka akan tampak sebuah<br />
window dialog. Masukkan<br />
nama atau alamat IP server. Klik<br />
pada "Connect" dan Windows<br />
XP akan meminta user name<br />
dan password. Konfirmasikan<br />
input <strong>Anda</strong> dengan memilih<br />
tombol "OK".<br />
Bila sebuah sesi remote-control<br />
sedang berlangsung, maka<br />
akan tampak sebuah bar kecil<br />
pada pinggir atas layar yang<br />
berisi nama server dan icon<br />
standar window. Sebuah klik<br />
pada tanda silang akan menutup<br />
program remote.<br />
Aktifkan:<br />
Dengan mengaktifkan<br />
menu pada menu<br />
"Control Panel | System |<br />
Remote", maka remote<br />
control yang telah<br />
terintegrasi pada<br />
Windows XP sudah<br />
bisa digunakan.<br />
3 Client<br />
Memanggil<br />
Server: Untuk<br />
membangun<br />
koneksi<br />
masukkan<br />
nama atau<br />
alamat IP<br />
server dan<br />
password-nya.<br />
tampilan layar terkesan agak lamban. Akhiri koneksi dengan<br />
menutup window yang ada.<br />
Tips: Bila <strong>Anda</strong> ingin melihat layar server secara lengkap<br />
(mungkin untuk mencegah salah klik icon pada layar sendiri),<br />
maka pindahlah ke mode "Full Screen". Ini hanya dapat<br />
dilakukan bila resolusi pada kedua PC diatur sama. Namun,<br />
jangan sampai <strong>Anda</strong> lupa yang mana layar sendiri dan yang<br />
mana layar server.<br />
4 Mengakses Fungsi-fungsi Khusus<br />
Tidak semua yang dapat <strong>Anda</strong> lakukan secara lokal juga<br />
dapat dilakukan melalui software remote control. Upaya<br />
menampilkan Task Manager melalui "Ctrl-Alt-Del" atau layar<br />
login server, malah akan mengaktifkan fungsi tersebut pada PC<br />
lokal.<br />
Solusi: Tekan [F8] untuk menampilkan sebuah menu dalam<br />
window yang akan menawarkan akses pada beberapa fungsi<br />
khusus. Fungsi tersebut antara lain mengirim kombinasi tombol<br />
seperti di atas. Di bawah "Options | Inputs", <strong>Anda</strong> juga dapat<br />
mendefinisikan sebuah tombol fungsi lain untuk menu.<br />
5 Remote Control EveryWhere: Remote control tidak<br />
hanya bisa dilakukan dengan program VNC client. Sebuah<br />
browser dengan dukungan Java juga dapat melakukannya.
TIPS AHLI<br />
MAC mengendalikan Sun: VNC berfungsi pada hampir semua<br />
platform<br />
Microsoft mengunggulkan "Remote<br />
Desktop" sebagai inovasi<br />
besar dalam Windows XP. Padahal<br />
semuanya tidak lebih dari<br />
sebuah versi yang lebih "cantik"<br />
dibandingkan Terminal Services<br />
yang telah lama dikenal.<br />
Remote Desktop Protocol<br />
(RDP): Ini pun barang lama<br />
dengan nama baru. Remote<br />
control semacam ini berfungsi<br />
dalam jaringan lokal dan juga<br />
melalui Internet. Hal terpenting<br />
adalah membuka port 3389<br />
pada firewall. Bila <strong>Anda</strong> tetap<br />
ingin melakukan pengendalian<br />
jarak jauh ketika berlibur, maka<br />
<strong>Anda</strong> harus menggunakan sebuah<br />
Pocket PC dengan ponsel.<br />
Perbedaan Software Remote<br />
Control dan Terminal yang Sebenarnya:<br />
Pada dasarnya harus<br />
dibedakan antara software remote<br />
control dan terminal<br />
sebenarnya. Software remote<br />
control hanya mencerminkan isi<br />
layar dari remote PC dan mem-<br />
perpanjang keyboard serta<br />
mouse-nya. Awalnya, Microsoft<br />
Remote Desktop termasuk<br />
kategori ke 2. Serupa dengan X-<br />
Windows yang sering<br />
digunakan dalam lingkungan<br />
Unix di mana sesi pada server<br />
tidak terlihat. Sebenarnya<br />
software remote control hanya<br />
dibutuhkan untuk memberikan<br />
bantuan kepada pengguna.<br />
Bagi Windows, fungsi-fungsi<br />
remote control perlu waktu lama<br />
sampai ditambahkan. Sekarang<br />
ini, produsen harus berjuang<br />
keras untuk menawarkan<br />
"real added value" dari program<br />
remote control. Namun, tampaknya<br />
kini terbatas pada koneksi<br />
terintegrasi dengan ISDN<br />
dan sejenisnya atau dukungan<br />
protokol jaringan yang tidak<br />
umum.<br />
VNC memiliki kelebihan karena<br />
ia gratis, fleksibel, dan open<br />
source: Dalam beberapa detik<br />
VNC (www.realvnc.com) siap<br />
5 Remote Control Melalui Web Browser<br />
Modul VNC server juga berisi sebuah server HTTP kecil. <strong>Anda</strong><br />
dapat me-load wiewer versi Java dari sini. Dengan cara ini, <strong>Anda</strong><br />
dapat mengendalikan server dengan sebuah web browser yang<br />
mendukung Java tanpa perlu menginstalasi aplikasi Viewer.<br />
Caranya juga sangat mudah. <strong>Anda</strong> hanya perlu memasukkan<br />
alamat berikut ke dalam browser.<br />
http://:/<br />
"VNC-Server" <strong>Anda</strong> ganti dengan nama atau alamat IP dari<br />
server. Nomor port standar untuk koneksi Java yang digunakan<br />
adalah port 5800. Jadi sintaks untuk mengendalikan sebuah PC<br />
bernama "Test-PC" dengan IP 192.168.0.4 dan VNC Server<br />
nomor 0 sedang beroperasi adalah:<br />
http://Test-PC:5800 atau http://192.168.0.4:5800<br />
Kini, tampak sebuah jendela dialog untuk mengkonfirmasikan<br />
koneksi dan sebuah window lain untuk memasukkan<br />
password. Selanjutnya, semua proses akan sama seperti<br />
mengakses server dengan VNC-Viewer.<br />
Sebuah catatan lagi sebagai penutup, melakukan remote<br />
control melalui web browser tidak bisa dilakukan bila<br />
koneksinya dilakukan melalui proxy server. Jimmy Auw (SW)<br />
digunakan. Hal istimewa pada<br />
VNC adalah ketersediaan pada<br />
hampir semua platform. Bila<br />
<strong>Anda</strong> sudah lama ingin mengendalikan<br />
workstation Sun<br />
<strong>Anda</strong> dari sebuah Apple Mac,<br />
VNC adalah pilihan yang tepat.<br />
Tool terbaik: Ia freeware dan<br />
open source. Dengan demikian<br />
<strong>Anda</strong> dapat mencari kelemahan<br />
pada source code dan bila perlu<br />
menyesuaikannya secara individual.<br />
Remote control bukan pengawasan<br />
jarak jauh. Sayang<br />
kebanyakan program remotecontrol<br />
juga bisa dimanfaatkan<br />
untuk memata-matai rekan<br />
kerja. Melalui tool remote control,<br />
seseorang dapat melihat isi<br />
layar semua PC dalam jaringan.<br />
Soalnya, program seperti VNC<br />
dapat bekerja di latar belakang<br />
tanpa diketahui pengguna.<br />
Hati-hati melanggar hukum:<br />
Di AS, teknik semacam itu<br />
diizinkan untuk mengawasi kar-<br />
TIPS EKSTRA<br />
yawan, selama tidak ada diskriminasi.<br />
Di Jerman untungnya<br />
situasinya berbeda. Perjanjian<br />
perusahaan mengenai ini atau<br />
sebuah klausul dalam kontrak<br />
kerja tidak memberi hak pada<br />
atasan untuk melakukan pengawasan<br />
dengan software remote<br />
control atau spyware.<br />
Tindakan semacam ini akan<br />
sangat melanggar privasi dan<br />
hak perlindungan data.<br />
Jadi, sebaiknya sampaikan<br />
dulu kepada karyawan bagian<br />
"support & maintenance" agar<br />
setiap koneksi remote control<br />
terlebih dulu harus mendapat<br />
persetujuan dari dan dapat<br />
dihentikan oleh pengguna. Pilihan<br />
tersebut tersedia dalam<br />
semua program yang dibahas<br />
CHIP, kecuali solusi internal<br />
Windows XP yang memang<br />
tidak memungkinkan pengintipan<br />
data, karena tampilan<br />
otomatis dialihkan ke layar<br />
login.<br />
Remote control dengan firewall<br />
Sebuah firewall baik hardware<br />
(misalnya dalam router DSL)<br />
ataupun software (seperti<br />
Kerio, ZoneAlarm, Windows XP<br />
SP2, dan lainnya) tentu saja<br />
dapat mencegah koneksi ke<br />
sebuah Server VNC. Untuk<br />
memungkinkan remote control<br />
sebuah PC yang diproteksi,<br />
maka <strong>Anda</strong> harus membuka<br />
port yang dibutuhkan VNC<br />
pada firewall (port standar bila<br />
tidak diubah adalah mulai dari<br />
5900). Bagaimana cara<br />
melakukan hal tersebut<br />
tentunya tergantung dari<br />
firewall yang digunakan.<br />
Dengan software firewall<br />
built-in Windows SP2, <strong>Anda</strong><br />
harus masuk ke dalam<br />
"Security-Center", mengklik<br />
"Windows Firewall" dan pilih<br />
tab "Port…" dalam window<br />
berikutnya. Selanjutnya, akan<br />
tampak sebuah window<br />
lainnya, di mana "TCP" sudah<br />
tercantum sebagai tipe port.<br />
Di bawah "Name" cantumkan<br />
nama yang umum, misalnya<br />
"VNC-Server". Dalam kolom<br />
"Port Number" cantumkan<br />
angka "5900" ditambah nomor<br />
server VNC. Bila hanya satu<br />
(atau yang pertama) = 0, maka<br />
hanya angka "5900" saja yang<br />
perlu <strong>Anda</strong> masukkan. Dua kali<br />
klik pada "OK" akan membuka<br />
port yang diperlukan.<br />
| CHIP | NETWORKING | 111
Mengkonfigurasi Virtual Private Network<br />
Mengakses dari Mana Saja<br />
Virtual Private Network (VPN) sebenarnya mirip dengan bunker modern. Walaupun terisolasi, ia menawarkan<br />
koneksi melalui jaringan Internet. Bahkan, pertukaran data dilakukan dengan aman, bebas pengintipan, dan<br />
manipulasi. Windows pun menawarkan VPN tanpa perlu menggunakan program tambahan.<br />
k<br />
SOLUSI Virtual Private Network<br />
Virtual Private Network (VPN) memungkinkan koneksi<br />
ke jaringan melalui Internet. Bagi perusahaan, metode<br />
ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan jalur dial-up<br />
langsung.<br />
Protokol PPTP (Point To Point Tunneling Protocol)<br />
menawarkan enkripsi data yang aman. Selain itu, dua PC yang<br />
terhubung melalui VPN dapat berkomunikasi dengan alamat<br />
yang tidak tercakup sebagai public address, yaitu alamat di<br />
Internet. Koneksi ini menggunakan<br />
"Private IP Address" di antara PC yang<br />
terkoneksi.<br />
Setelah VPN aktif, sebuah PC biasanya<br />
memiliki dua alamat yang dapat diakses.<br />
<strong>Pertama</strong>, alamat untuk Network Card (bisa<br />
berupa alamat IP lokal maupun alamat IP<br />
publik untuk Internet). Kedua, alamat yang<br />
menjadi Private Address untuk "VPN-<br />
Network Adapter". Untuk alamat VPN ini ,<br />
sebaiknya <strong>Anda</strong> tidak menggunakan<br />
alamat yang dipakai dalam jaringan.<br />
Konsep Virtual Network sebenarnya<br />
memberikan lebih banyak kelebihan.<br />
Setelah PC terkoneksi, channel komunikasi<br />
dapat digunakan untuk semua aplikasi<br />
dengan aman, seperti pada jaringan<br />
konvensional, antara lain, file sharing,<br />
database access, atau Mail server.<br />
VPN: Kelebihan Lain<br />
<strong>Jaringan</strong> VPN juga bisa digunakan untuk penggunaan pribadi.<br />
Bila menggunakan koneksi DSL dengan tarif flat, VPN akan<br />
efisien digunakan untuk mengambil file atau melakukan<br />
pemantauan melalui webcam. Sebenarnya, hal ini bisa<br />
k ISI CD<br />
k DynDNS Tool: Tool DynIP Client memungkinkan PC<br />
berbasis alamat IP dinamis diakses dengan sebuah<br />
alamat tetap. Jadi, VPN, webcam, atau aplikasi remote<br />
dapat diakses terus-menerus dengan lebih aman.<br />
k Perlindungan VPN: Lindungi host VPN dari serangan<br />
luar dengan OmniVPN. Selain itu, tersedia perlindungan<br />
ekstra dari Outpost Firewall dan Trojan Detection.<br />
112 | CHIP | NETWORKING<br />
KNOW-HOW<br />
VP-NETWORK<br />
Virtual Private Network (VPN)<br />
menawarkan koneksi terenkripsi<br />
antara jaringan yang bersifat<br />
tertutup. Koneksi ini dilakukan<br />
melalui jaringan yang bersifat<br />
terbuka (umumnya Internet).<br />
Komputer yang terhubung<br />
melalui VPN terdeteksi sebagai<br />
komputer lokal sehingga semua<br />
aplikasi dapat diakses oleh<br />
komputer tersebut. Jadi <strong>Anda</strong> bisa<br />
mengakses berbagai layanan<br />
seperti file sharing, printer<br />
sharing, e-mail, atau database<br />
dalam jaringan tanpa<br />
menggunakan software<br />
tambahan.<br />
dilakukan dengan tool Internet biasa, namun risiko adanya<br />
penyusupan jelas lebih tinggi.<br />
Untuk pertukaran data yang sensitif antara dua komputer,<br />
sebaiknya <strong>Anda</strong> menggunakan koneksi yang dapat dilakukan<br />
dengan cepat dan spontan. VPN memberikan solusi ini tanpa<br />
perlu menggunakan software tambahan. Windows 2000 atau<br />
Windows XP sudah dilengkapi dengan sebuah VPN Server,<br />
sementara Windows 98 dan setelahnya sudah memiliki software<br />
VPN client.<br />
Bila jaringan ingin diakses terusmenerus,<br />
maka paling tidak <strong>Anda</strong> perlu<br />
melakukan dua langkah. Hal pertama<br />
berkaitan dengan pemberian alamat.<br />
Setiap kali melakukan dial-up, PC<br />
menerima alamat IP baru dari provider<br />
sehingga tidak akan dikenal oleh jaringan.<br />
Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan<br />
layanan DynDNS yang diberikan secara<br />
gratis. Di sini <strong>Anda</strong> bisa memperoleh<br />
sebuah subdomain, seperti "jimmy.dyndns.org".<br />
Setiap kali <strong>Anda</strong> melakukan dialup,<br />
tool seperti DeeEnEs (http://palaciocrystal.com/products/DeeEnEs)<br />
akan<br />
menginformasikan alamat IP yang aktual<br />
ke registration server. Jadi, subdomain yang<br />
diberikan tetap dapat diakses walaupun<br />
alamat IP yang aktual telah berubah.<br />
Penyedia layanan DynDNS ini antara lain<br />
www.dyndns.org atau www.no-ip.com.<br />
Langkah kedua merupakan langkah yang penting bila ingin<br />
membuka akses dari luar secara permanen. Agar koneksi tetap<br />
terhubung, <strong>Anda</strong> bisa mengaktifkan sebuah program e-mail<br />
secara terus-menerus. Frekuensi pengecekan e-mail diatur ke<br />
waktu yang paling singkat sehingga koneksi Internet tidak akan<br />
terputus karena sistem tidak pernah idle.<br />
Mengkonfigurasi VPN Server<br />
Mengkonfigurasikan akses VPN pada Windows XP atau<br />
Windows 2000 membutuhkan beberapa langkah berikut. Klik<br />
"View network connection" dalam "My Network Places" dan<br />
aktifkan "Create new connection". Selanjutnya, pilih "Set up<br />
advanced connection" dan "Accept incoming connections" pada
Tips VPN Terbaik di Internet<br />
Informasi resmi k www.vpnc.org<br />
Website Konsorsium VPN dengan beragam info.<br />
Seputar <strong>Jaringan</strong> k http://www.windowsnetworking.com<br />
Portal dengan beragam tips, solusi dan FAQ seputar jaringan.<br />
Info lengkap mengenai VPN k www.vpnlabs.com<br />
Site komunitas dengan beragam berita dan forum.<br />
Referensi k www.cse.ohio-state.edu/~jain/refs/ refs_vpn.htm<br />
Kumpulan link dan PDF seputar VPN.<br />
window selanjutnya. pastikan semua device yang ditampilkan<br />
sudah dinonaktifkan. Pada window wizard selanjutnya, aktifkan<br />
option "Allow virtual private connections". Kemudian, semua<br />
nama pengguna yang telah terdaftar akan ditampilkan. Di sini,<br />
tandai semua pengguna yang dapat mengakses melalui VPN.<br />
Pada window terakhir, tentukan pengguna tersebut dapat<br />
mengakses file sharing atau printer sharing.<br />
Mengkonfigurasi VPN client<br />
VPN client juga dilengkapi dengan "Network Connection<br />
Wizard". Pada dialog "Network Connection Type", pilih<br />
"Connect to the network at my workplace" dan pada dialog<br />
selanjutnya pilih "Virtual Private Connection". Pada kolom<br />
"Host name or IP address", masukkan alamat Internet public<br />
yang aktual dari jaringan Server. Bila menggunakan layanan<br />
DynDNS, maka <strong>Anda</strong> harus memasukkan nama DNS.<br />
Menguji Koneksi VPN<br />
Sekarang, aktifkan koneksi VPN yang telah dikonfigurasi pada<br />
client dan berikan data akses dari pengguna yang dapat<br />
melakukan koneksi. Setelah berhasil melakukan dial-up, coba<br />
koneksi dengan melakukan ‘ping’ ke alamat IP Server, misalnya<br />
"ping 192.168.0.1". Bila tidak ada respon, mungkin masalah<br />
terletak di firewall. Bila firewall tidak menyediakan feature<br />
untuk mengontrol program, maka port 1723 harus diberi akses<br />
Tetap dapat diakses: Router yang aktual menyediakan<br />
DynDNS sebagai solusi untuk Dynamic IP address.<br />
KONEKSI INTERNET<br />
Lebih Mudah Dengan Router<br />
Sebuah router DSL dapat<br />
mengatasi dua masalah bila<br />
menggunakan koneksi dial-up.<br />
Alamat IP baru yang diberikan<br />
oleh provider saat dial-up<br />
dapat langsung diaplikasikan<br />
hampir oleh setiap router<br />
melalui modul DynDNS yang<br />
terintegrasi. Router akan<br />
langsung menginformasikan<br />
alamat IP yang aktual ke server<br />
DNS untuk di-update dengan<br />
nama domain yang diberikan.<br />
Jadi, jaringan <strong>Anda</strong> tetap dapat<br />
diakses.<br />
Tetap Dapat Diakses Banyak<br />
router yang dapat menjaga<br />
agar koneksi terus dilakukan<br />
ke Internet. Dengan option<br />
seperti "always on", router<br />
tetap dapat diakses secara<br />
terus-menerus. Namun,<br />
biasanya dibutuhkan update<br />
firmware untuk menambah<br />
fungsi ini. Router memang<br />
memungkinkan beragam PC<br />
terkoneksi ke Internet. Namun,<br />
masalah muncul jika sebuah<br />
koneksi datang dari luar, router<br />
tidak mengetahui ke PC mana<br />
koneksi tersebut harus<br />
diteruskan.<br />
Port Forwarding Agar PC<br />
dalam LAN dapat diakses dari<br />
Internet, router memiliki<br />
fasilitas seperti "Port<br />
Redirection" atau "Port<br />
Forwarding". Dengan feature<br />
ini, maka bila ada koneksi dari<br />
luar pada Port x, Router akan<br />
meneruskannya ke alamat IP<br />
internal x pada Port x.<br />
Protocol VPN Untuk protocol<br />
VPN, alamat IP server VPN<br />
harus dimasukkan pada router<br />
dan port 1723 harus dibuka.<br />
Pada beberapa router,<br />
jaringan tidak dapat diakses<br />
karena menggunakan "Generic<br />
Routing Encapsulation Protocol"<br />
(GREP). Protocol ini tidak<br />
dikenal oleh sebagian router.<br />
Bila router menyediakan input<br />
nomor protocol, coba masukkan<br />
port 47 untuk GRE<br />
Protocol.<br />
Untuk amannya, gunakan<br />
router yang juga berfungsi<br />
sebagai server VPN, seperti<br />
Vigor-Router dari Draytek<br />
(Info: www.draytek.com).<br />
secara manual. Port ini digunakan oleh protokol PPTP dalam<br />
jaringan VPN. Pada server, koneksi dan pengguna yang sedang<br />
aktif dapat dilihat melalui menu "Incoming".<br />
Jimmy.Auw.CHIP.co.id (MS)<br />
Mudah diintegrasikan: Pada server VPN, tentukan<br />
alamat IP lokal mana yang harus diberikan bila sebuah PC<br />
melakukan koneksi dari luar.<br />
| CHIP | NETWORKING | 113
SOLUSI Notebook dalam jaringan<br />
Mengoperasikan notebook dalam berbagai jaringan<br />
Login di mana saja<br />
Vendor notebook senang mengunggulkan produk mereka dengan argumen, “Di perjalanan pun setiap saat<br />
<strong>Anda</strong> bisa mendapat akses jaringan”. Namun dalam prakteknya tidak semudah itu. Artikel berikut<br />
menunjukkan berbagai solusi untuk mengoperasikan notebook dalam berbagai jaringan.<br />
Tetap terkoneksi ke jaringan di saat berada di perjalanan merupakan<br />
salah satu impian yang dimiliki pengguna notebook.<br />
Hal ini tentunya akan memberikan keleluasaan bagi pengguna<br />
untuk lebih fleksibel dan tidak tergantung pada infrastruktur jaringan<br />
tertentu. Menyadari hal ini, vendor hardware saling berlomba<br />
untuk menawarkan berbagai solusi dengan tujuan untuk<br />
mewujudkan impian calon konsumennya. Salah satu yang dilakukan<br />
adalah dengan mengintegrasikan berbagai interface jaringan<br />
yang ada ke dalam produk-produk mereka.<br />
Di samping interface LAN 10/100 Mbps yang telah menjadi<br />
standar selama ini, kini telah dapat ditemui juga interface W-<br />
LAN, Firewire (IEEE 1394), dan Bluetooh, bahkan juga Infrared<br />
pada produk notebook keluaran terbaru saat ini. Sebuah modem<br />
biasa tentunya sudah menjadi interface standar yang harus dimiliki<br />
oleh sebuah notebook. <strong>Anda</strong> juga masih bisa mendapatkan<br />
sebuah modem ISDN yang tersedia dalam bentuk PCMCIA card,<br />
tentunya dengan membayarkan harga tambahan.<br />
Masalah mulai muncul ketika <strong>Anda</strong> akan menghubungkan<br />
notebook <strong>Anda</strong> ke jaringan. Setiap jaringan umumnya menuntut<br />
konfigurasi yang berbeda. Ketika <strong>Anda</strong> berpindah dari satu jaringan<br />
ke jaringan lain, kemungkinan besar <strong>Anda</strong> perlu mengubah<br />
konfigurasi secara manual untuk dapat masuk ke jaringan<br />
yang diinginkan. Hal tersebut tentu saja akan menjadi hal yang<br />
merepotkan jika <strong>Anda</strong> tidak memahami cara konfigurasi tersebut.<br />
Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk<br />
mengurangi kerepotan yang mungkin terjadi ketika <strong>Anda</strong> berpindah<br />
jaringan. Administrator juga dapat menerapkan solusi konfigurasi<br />
di mana notebook akan terhubung ke jaringan yang ada secara<br />
otomatis setelah proses booting.<br />
Pembagian alamat secara otomatis<br />
Cara termudah mengatur sebuah jaringan yang memungkinkan<br />
setiap PC baru terkoneksi langsung adalah dengan menggunakan<br />
sebuah server DHCP. Server DHCP secara otomatis akan<br />
k ISI CD<br />
k DHCP-Server. Pada CHIP CD terdapat tool vDHCP dan<br />
DHCP Turbo.<br />
k Pergantian. Untuk mempermudah pergantian konfigurasi<br />
jaringan gunakanlah tool khusus seperti<br />
Multinetwork Manager.<br />
114 | CHIP | NETWORKING<br />
memberikan data tentang alamat IP, alamat gateway, DNS, dan<br />
berbagai konfigurasi yang diperlukan setelah menerima permintaan<br />
konfigurasi tersebut dari PC client. Hal ini membuat<br />
user tidak perlu repot untuk melakukan konfigurasi secara manual.<br />
Proses permintaan konfigurasi PC client kepada server DHCP<br />
akan dilakukan secara otomatis apabila <strong>Anda</strong> telah mengaktifkan<br />
opsi "Obtain an IP address automatically". Setting ini dapat ditemui<br />
pada "Start | Settings | Control Panel | Network Connections<br />
| Local Area Network". Lanjutkan dengan mengklik "Properties"<br />
dan klik ganda pada "Internet Protocol (TCP/IP)".<br />
Alamat IP yang telah diberikan server DHCP kepada sebuah<br />
PC client akan hilang secara otomatis ketika PC client tersebut<br />
di-shutdown. Ketika <strong>Anda</strong> menghidupkan kembali PC client<br />
tersebut, secara otomatis sistem operasinya akan mencari server<br />
DHCP dan meminta kembali alamat IP yang baru.<br />
Software server DHCP dapat <strong>Anda</strong> temui pada sistem operasi<br />
server. Secara default, produsen-produsen sistem operasi tersebut<br />
telah mengintegrasikan software tersebut. Namun bagi <strong>Anda</strong> yang<br />
tidak menggunakan sistem operasi server, software DHCP server<br />
dari pihak ketiga dapat menjadi solusi menarik. Di antara sekian<br />
banyak software yang ada dipasaran, CHIP merekomendasikan<br />
Magik DHCP, vDHCP, atau DHCP Turbo.<br />
Selain melalui sistem operasi maupun software pihak ketiga,<br />
server DHCP juga dapat ditemui dan telah terintegrasi pada sebuah<br />
hardware router, di samping fungsinya sebagai Internet<br />
Gateway. Namun, router jenis ini memiliki kelemahan yaitu tidak<br />
mampu memberikan data tentang alamat server DNS atau Gateway<br />
yang ada, kecuali pada beberapa model router tertentu yang<br />
ditujukan untuk kelas profesional.<br />
Kelemahan menggunakan DHCP server adalah tidak dicatatnya<br />
alokasi setiap IP ke PC yang mana. Ketika terjadi masalah<br />
dengan jaringan yang ada, <strong>Anda</strong> dapat mengetahui pusat permasalahan<br />
yang timbul berasal dari IP yang mana. Namun, <strong>Anda</strong><br />
tidak akan dapat mengetahui secara langsung PC mana yang<br />
memiliki IP tersebut.<br />
<strong>Anda</strong> juga dapat menerapkan konsep DHCP tanpa harus menyediakan<br />
sebuah server DHCP khusus. Microsoft telah mengintegrasikan<br />
feature Apipa pada Windows dimulai pada Windows<br />
98. Dengan adanya feature ini, sistem operasi akan menentukan<br />
alamat IP-nya sendiri apabila tidak ditemui adanya server<br />
DHCP. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan membaca artikel<br />
“Konfigurasi Client”pada halaman pada halaman 42.
Feature Apipa ini awalnya dikembangkan oleh Microsoft untuk<br />
digunakan pada PC yang terkoneksi ke jaringan rumah. Hal<br />
ini ditujukan untuk memudahkan para pengguna PC rumahan<br />
yang umumnya tidak ingin direpotkan dengan berbagai settingan<br />
yang cukup merepotkan. Apipa bekerja secara otomatis di<br />
background tanpa disadari oleh pengguna. Namun Apipa tidak<br />
dapat digunakan dalam jaringan skala besar. Hal ini dikarenakan<br />
Apipa tidak memiliki kemampuan untuk memberikan sebuah<br />
alamat IP yang bersifat statis ke PC client, contohnya alamat<br />
Gateway. Selain itu, salah satu alasan terbesar kenapa para<br />
Administrator jaringan tidak suka menggunakan feature ini<br />
adalah ketidakmampuan Administrator untuk mengecek ke PC<br />
mana sebuah alamat IP telah diberikan. Namun, di balik semua<br />
kelebihan dan kelemahan tersebut, feature DHCP dan Apipa<br />
terbukti cukup membantu pengguna yang sering berpindahpindah<br />
jaringan.<br />
Konfigurasi alternatif dari Windows XP<br />
Akan lebih rumit apabila dalam sebuah jaringan terdapat PC<br />
yang menggunakan IP statis dan IP dinamis. Namun, <strong>Anda</strong> tidak<br />
perlu bingung, Windows XP menyediakan sebuah solusi untuk<br />
mengatasi masalah ini.<br />
Prinsip kerjanya adalah saat ditemukan adanya server DHCP<br />
pada sebuah jaringan, maka Windows akan menggunakan setting<br />
yang diberikan oleh server tersebut. Namun, apabila tidak ditemui,<br />
maka secara otomatis Windows akan menggunakan settingan<br />
konfigurasi alternatif yang telah diberikan sebelumnya. Hal ini<br />
membuat <strong>Anda</strong> dapat berpindah-pindah jaringan tanpa harus<br />
melakukan perubahan settingan.<br />
Untuk memasukkan setting alternatif ini, klik "Start | Programs<br />
| Accessories | Communications | Network Connections".<br />
Klik kanan pada icon "Local Area Network" dan klik "Properties".<br />
Klik ganda pada "Internet Protocol (TCP/IP)" dan kemudian klik<br />
"Obtain an IP address automatically". Setelah itu, akan muncul<br />
sebuah tab tambahan, "Alternate Configuration". Klik tab<br />
tersebut dan klik checkbox "User configured". Lanjutkan dengan<br />
memasukkan sebuah alamat IP statis, lengkap dengan Subnet<br />
Mask, Default Gateway, DNS server, dan WINS server. Setting ini<br />
akan selalu digunakan apabila Windows tidak menemui adanya<br />
server DHCP setelah proses booting.<br />
Dua jaringan dengan alamat IP statis<br />
Pada jaringan besar tertentu, masih ada beberapa yang menggunakan<br />
alamat IP statis. Perpindahan PC dari satu jaringan ke<br />
jaringan yang lain tentu tidak akan menjadi masalah sepanjang<br />
kedua jaringan tersebut bekerja di area alamat IP yang sama,<br />
misalnya 192.168.0.X. <strong>Anda</strong> hanya perlu memastikan supaya<br />
alamat IP yang <strong>Anda</strong> miliki masih tersedia di kedua jaringan<br />
tersebut.<br />
<strong>Anda</strong> perlu melakukan setting ulang alamat IP dan subnet<br />
mask yang ada setiap kali <strong>Anda</strong> berpindah jaringan apabila kedua<br />
jaringan yang ada memiliki area alamat IP yang berbeda,<br />
misalnya 172.16.0.X dan 192.168.72.X. Namun, untungnya<br />
TIPS PROFESIONAL<br />
Mengkonfigurasi jaringan<br />
dengan 'netsh'<br />
Mengkonfigurasi lebih mudah:<br />
Penggunaan tool<br />
"netsh.exe" memudahkan perpindahan<br />
antar-jaringan yang<br />
menggunakan konfigurasi<br />
yang berbeda (baca halaman<br />
116). Untuk memudahkan<br />
penggunaan tool ini di kemudian<br />
hari, ada baiknya <strong>Anda</strong><br />
membuat sebuah file batch<br />
yang berisi perintah-perintah<br />
netsh yang diperlukan. Setelah<br />
itu, buat sebuah icon yang<br />
mengarah ke file tersebut dan<br />
diletakkan di desktop.<br />
Untuk membuat file batch<br />
tersebut, klik kanan pada layer<br />
desktop Windows dan pilih<br />
"New | Text Document". Berikan<br />
nama yang tepat untuk file<br />
tersebut, contohnya "Network1",<br />
dan ganti extensionnya<br />
dengan ".BAT". Klik "OK"<br />
untuk mengakhirinya.<br />
Lanjutkan dengan mengklik<br />
kanan icon tersebut dan<br />
klik "Edit". Masukkan perintah<br />
netsh untuk mengaktifkan<br />
konfigurasi "network1". Tutup<br />
dan simpan file tersebut.<br />
Dengan cara yang sama, buat<br />
sebuah file batch yang akan<br />
digunakan untuk mengaktifkan<br />
konfigurasi "network2".<br />
Sekarang, perpindahan antara<br />
konfigurasi "network1" maupun<br />
"network2" dapat dilakukan<br />
hanya dengan mengklik<br />
icon file batch tersebut.<br />
Menyingkirkan bug pada<br />
Netsh: Tool Netsh yang terdapat<br />
pada Windows XP memiliki<br />
sebuah bug kecil. Bug ini dapat<br />
disingkirkan dengan melakukan<br />
upgrade ke Service Pack 2.<br />
Bug yang cukup mengganggu<br />
ini akan muncul ketika netsh<br />
membaca file script tertentu di<br />
mana Windows akan memunculkan<br />
pesan error "The following<br />
instruction found: IPv6 is<br />
not installed".<br />
Beberapa kasus lain juga<br />
ditemui di lapangan. Beberapa<br />
di antaranya dapat dihilangkan<br />
dengan menghapus entry<br />
"register=PRIMARY" dari barisbaris<br />
yang dimulai dengan "set<br />
dns" dan "add dns". CHIP merekomendasikan<br />
<strong>Anda</strong> untuk<br />
menginstalasikan Service Pack<br />
2 pada Windows XP untuk<br />
menghilangkan bug-bug tersebut.<br />
Pengguna Windows 2000<br />
tampaknya kurang beruntung<br />
menghadapi masalah ini. Tidak<br />
ada patch yang dapat digunakan<br />
untuk menyingkirkan<br />
bug ini. Namun, <strong>Anda</strong> tidak<br />
perlu bingung dan panik<br />
menghadapi keadaan ini.<br />
Script akan tetap dijalankan<br />
hingga akhir walaupun timbul<br />
pesan error.<br />
Otomatis: Dengan<br />
setting ini<br />
Windows mencari<br />
sendiri alamat IP<br />
yang tepat.<br />
| CHIP | NETWORKING | 115
SOLUSI Notebook dalam jaringan<br />
mulai versi Windows 2000 ke atas, perubahan setting alamat IP<br />
tidak memerlukan proses booting ulang lagi.<br />
Selain memasukkan settingan secara manual, pada Windows<br />
XP dan Windows 2000 dapat ditemui perintah "netsh". Perintah<br />
ini memungkinkan <strong>Anda</strong> untuk menyimpan setiap konfigurasi<br />
jaringan yang ada ke dalam sebuah file, dan konfigurasi tersebut<br />
dapat di-load setiap saat. Adanya fasilitas ini tentunya akan<br />
menghemat waktu yang diperlukan dalam mengganti setting jaringan<br />
setiap <strong>Anda</strong> berpindah jaringan. Sebelum menggunakan<br />
perintah ini, pastikan untuk memasukkan semua settingan yang<br />
diperlukan untuk dapat terkoneksi ke jaringan, contohnya alamat<br />
IP, Subnet Mask, Gateway, dan server DNS.<br />
Lanjutkan dengan masuk ke command prompt melalui<br />
“Start | Programs | Accessories | Command Prompt”. Ketikkan<br />
perintah berikut pada command prompt tersebut.<br />
netsh -c interface dump>c:\windows\network1<br />
Perintah di atas dimaksudkan untuk memerintah Windows<br />
menyimpan setting jaringan yang ada ke dalam file "network1"<br />
dan diletakkan di folder Windows. Hasil file "network1" berformat<br />
teks dan dapat <strong>Anda</strong> buka dengan menggunakan teks editor.<br />
Biarkan window command prompt tetap terbuka. Lanjutkan<br />
dengan masuk kembali ke window Local Area Network Properties<br />
untuk memasukkan setting jaringan kedua. Setelah selesai<br />
memasukkan konfigurasi tersebut, masuk kembali ke window<br />
Command Prompt dan ketikkan perintah berikut ini.<br />
netsh -c interface dump>c:\windows\network2<br />
Data konfigurasi jaringan kedua akan disimpan ke dalam file<br />
"network2".<br />
Untuk melakukan pergantian dari konfigurasi "network2" ke<br />
konfigurasi "network1", ketikkan perintah berikut ini pada<br />
command prompt.<br />
netsh -f c:\windows\network1<br />
Windows akan secara langsung mengubah setting jaringan<br />
yang baru berdasarkan data-data yang tersimpan dalam file<br />
"network1". Keuntungan dengan menggunakan metode ini adalah<br />
<strong>Anda</strong> tidak perlu melakukan booting ulang setiap dilakukan<br />
penggantian konfigurasi jaringan. Waktu yang diperlukan untuk<br />
berpindah dari satu konfigurasi ke konfigurasi lain berlangsung<br />
beberapa detik, tergantung kinerja dari PC yang diguna-<br />
116 | CHIP | NETWORKING<br />
Alternatif: Windows XP<br />
masih dapat<br />
menyimpan sebuah<br />
konfigurasi jaringan<br />
lainnya.<br />
kan.<br />
Jika kemudian <strong>Anda</strong> ingin berpindah kembali ke konfigurasi<br />
"network2", ketikkan saja perintah berikut ini.<br />
netsh -f c:\windows\network2<br />
Selain menggunakan setting IP statis, <strong>Anda</strong> juga dapat menggunakan<br />
perintah "netsh" untuk berpindah dari konfigurasi IP<br />
statis ke konfigurasi DHCP. Untuk itu, ketikkan perintah berikut.<br />
netsh interface ip set address name="Local Area Connection"<br />
source=dhcp<br />
Penggunaan metode ini juga akan memunculkan sebuah<br />
kelemahan. Ketika alamat server DNS telah dimasukkan ke dalam<br />
setting jaringan sebelumnya, maka server DHCP tidak akan<br />
dapat mengganti alamat DNS tersebut dengan alamat DNS yang<br />
lainnya.<br />
Pindah ke domain lain<br />
Saat yang paling merepotkan adalah ketika <strong>Anda</strong> berpindah<br />
dari jaringan biasa ke jaringan yang menerapkan konfigurasi<br />
Domain, atau dari domain yang satu ke domain yang lain. Hal<br />
ini disebabkan oleh Windows yang hanya mampu mengingat<br />
satu konfigurasi domain saja. Namun, <strong>Anda</strong> tidak perlu khawatir,<br />
selalu ada solusi untuk ini. <strong>Anda</strong> memiliki dua pilihan solusi<br />
yaitu dengan software yang terintegrasi di dalam sistem Windows<br />
atau dengan menggunakan software dari pihak ketiga.<br />
Bila <strong>Anda</strong> memilih opsi pertama, maka sebenarnya <strong>Anda</strong> sama<br />
sekali tidak login ke domain lain, melainkan hanya membangun<br />
koneksi dengan sebuah PC di dalam jaringan tersebut. Hal<br />
ini membuat PC <strong>Anda</strong> tidak perlu menjalankan Administration<br />
Tools Domain yang diperlukan untuk terhubung ke domain<br />
tersebut. Umumnya, sebagian besar orang yang masuk ke jaringan<br />
domain hanya bertujuan untuk dapat mengakses data yang<br />
diinginkannya, misalnya data-data yang tersimpan di dalam sebuah<br />
file server. Untuk kasus seperti di atas, <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />
login ke dalam PC yang ada di dalam jaringan tersebut dengan<br />
menggunakan user name dan password yang terdaftar di domain<br />
Merestore Koneksi: Tandai checkbox agar Windows<br />
otomatis mengintegrasikan kembali sharing ybs pada login<br />
<strong>Anda</strong> berikutnya.
TIPS<br />
Melindungi notebook dan perangkat mobile<br />
Pengamanan teknologi informasi<br />
lebih dari sekedar pengamanan<br />
terhadap virus dan<br />
hacker. Hal ini dikarenakan data<br />
yang ada dapat hilang setiap<br />
saat dengan berbagai cara dan<br />
alasan. Umumnya para Administrator<br />
menggunakan metode<br />
pengamanan yang berfokus pada<br />
ancaman yang berasal dari<br />
luar. Namun, patut disadari juga,<br />
ancaman potensial juga dapat<br />
berasal dari dalam jaringan<br />
internal. Ancaman-ancaman seperti<br />
ini sebenarnya dapat ditanggulangi<br />
dengan beberapa<br />
aturan-aturan sederhana dan<br />
solusi-solusi teknis.<br />
Menggunakan teknologi<br />
biometrik: Penggunaan<br />
teknologi biometric sebagai<br />
alternatif pengamanan data di<br />
samping password bukanlah<br />
suatu hal yang aneh saat ini.<br />
Saat ini, produsen-produsen<br />
perangkat yang mendukung<br />
teknologi ini berlomba-lomba<br />
membuat inovasi bagi<br />
konsumennya dengan menawarkan<br />
feature-feature tambahan<br />
di samping feature keamanan<br />
seperti kecepatan scanning<br />
tinggi, ketepatan scanning,<br />
dan harga yang ditawarkan<br />
untuk perangkat ini juga relatif<br />
cukup murah. Umumnya data<br />
user, contohnya sidik jari,<br />
disimpan dalam sebuah media<br />
smart-card khusus.<br />
Mengaktifkan proteksi password<br />
tambahan: <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengaktifkan feature di mana<br />
ketika PC diaktifkan dari modus<br />
Standby maupun Hibernate, sistem<br />
akan menanyakan password<br />
terlebih dahulu untuk dapat<br />
masuk ke sistem secara penuh.<br />
Hal ini tentunya akan<br />
memberikan rasa aman selama<br />
pengguna sedang beristirahat<br />
minum kopi maupun ke toilet<br />
sebentar.<br />
Menginstalasi virtual-drive: Informasi<br />
berharga seperti laporan<br />
bisnis, dokumen pribadi,<br />
data pelanggan, atau hasil<br />
tersebut. Hal karena umumnya user name dan password yang digunakan<br />
pada PC <strong>Anda</strong> tidak terdaftar dalam jaringan domain<br />
tersebut.<br />
Untuk itu, lakukan langkah berikut ini. Buka Windows Explorer,<br />
kemudian klik "Tools | Map Network Drive". Tentukan<br />
huruf yang akan digunakan dan tentukan letak shared folder<br />
yang dimaksud. Sebagai contoh, nama PC-nya adalah "Go_Han"<br />
dan folder yang diinginkan adalah "Document", maka <strong>Anda</strong><br />
dapat mengetikkan "\\Go_han\Document". Tandai checkbox<br />
"Reconnect at logon".<br />
Klik link "Connect using a different user name", lanjutkan<br />
dengan memasukan user name yang terdaftar dalam domain<br />
tersebut dengan format "Nama Domain\Username". Sebagai<br />
contoh domain "CHIP" dan user name "Go_Han", maka ketik<br />
"CHIP\Go_Han". Setelah itu, masukkan password yang valid<br />
dan akhiri dengan mengklik "OK".<br />
Pindah jaringan melalui shareware<br />
Apabila <strong>Anda</strong> dihadapkan pada kondisi di mana <strong>Anda</strong> harus<br />
melakukan login kedua pada domain yang berbeda untuk dapat<br />
mengakses data yang diinginkan, maka <strong>Anda</strong> nampaknya harus<br />
mengandalkan software dari pihak ketiga. Tentu akan sangat<br />
merepotkan apabila <strong>Anda</strong> harus melakukan setting ulang sistem<br />
setiap <strong>Anda</strong> berpindah dari satu domain ke domain yang lain.<br />
penelitian sebaiknya tidak<br />
disimpan dalam bentuk data<br />
elektronik tanpa dilengkapi<br />
dengan proteksi. <strong>Anda</strong> dapat<br />
melindungi dokumen dalam<br />
bentuk kertas dari pihak yang<br />
tidak berhak dengan menggunakan<br />
lemari dan brankas.<br />
Sementara untuk dokumen<br />
digital, <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />
beberapa cara, di antaranya<br />
dengan menyimpannya ke dalam<br />
sebuah virtual drive yang<br />
terenkripsi. File-file tersebut <strong>Anda</strong><br />
simpan di media hard disk lokal,<br />
folder jaringan, perangkat<br />
PDA, atau pada media mobile<br />
lainnya seperti USB drive, flash<br />
card, CD/DVD-ROM, dan disket.<br />
Untuk memastikan data <strong>Anda</strong><br />
lebih aman, <strong>Anda</strong> dapat<br />
mengeset supaya proses enkripsi<br />
dapat dilakukan secara otomatis<br />
di latar (background) tanpa<br />
perlu campur tangan dari<br />
user. Hal ini dimaksudkan supaya<br />
user tidak perlu lagi memikirkan<br />
langkah-langkah yang<br />
diperlukan untuk memproteksi<br />
data setiap data baru disimpan.<br />
Tutup akses ke media data<br />
lain: Feature plug & play yang<br />
dapat ditemui pada semua PC<br />
keluaran terbaru saat ini menyisipkan<br />
celah keamanan yang<br />
cukup mengkhawatirkan. Dengan<br />
mudah <strong>Anda</strong> dapat<br />
memasukkan USB-disk atau<br />
hard disk eksternal ke PC, dan<br />
perangkat itu dapat dikenali<br />
secara otomatis dan siap digunakan<br />
dalam waktu yang relaltif<br />
singkat. Setelah itu, <strong>Anda</strong> dapat<br />
meng-copy semua file yang ada<br />
di PC ke media eksternal<br />
tersebut. Hal ini membuat<br />
keamanan data <strong>Anda</strong> berada<br />
dalam tahap yang mengkhawatirkan.<br />
Untuk itu PC <strong>Anda</strong><br />
perlu dikonfigurasi untuk memblokir<br />
dan mengabaikan media<br />
eksternal yang mungkin dicolokkan<br />
ke PC tersebut. Setting<br />
ini juga dapat meminimalisir<br />
kemungkinan masuknya virus<br />
atau worm ke sistem PC <strong>Anda</strong>.<br />
Netswitcher atau Multinetwork Manager dapat menjadi solusi<br />
alternatif yang menarik. Pada prinsipnya, kedua software ini memiliki<br />
cara kerja yang sama. Keduanya akan menyimpan datadata<br />
dan setting dari setiap konfigurasi ke dalam sebuah profile.<br />
<strong>Anda</strong> hanya perlu mengaktifkan profile yang ada sesuai dengan<br />
domain yang akan <strong>Anda</strong> akses. Secara umum, Multinetwork memiliki<br />
keunggulan pada saat boot dan sebelum window login ditampilkan.<br />
Software ini akan menampilkan sebuah window<br />
yang menampilkan profile yang tersedia. Hal ini membuat <strong>Anda</strong><br />
dapat langsung masuk ke jaringan domain yang diinginkan setelah<br />
proses login selesai dilakukan. sementara itu, untuk<br />
Netswitcher, perpindahan profile hanya dapat dilakukan setelah<br />
<strong>Anda</strong> login ke dalam Windows. Selain itu, <strong>Anda</strong> kadang harus<br />
melakukan restart ulang ketika dilakukan perubahan pada setting<br />
tertentu, misalnya pada saat berpindah domain.<br />
Dari sisi kelengkapan, kedua software tersebut mengesankan.<br />
Kedua software ini tidak hanya dapat berpindah domain dan<br />
workgroup, tetapi juga dapat menyimpan data konfigurasi<br />
printer jaringan, menjalankan program tertentu secara otomatis<br />
berdasarkan jenis login yang dilakukan, mengelola beberapa<br />
konfigurasi sharing, dan juga mengelola beberapa konfigurasi<br />
koneksi Internet. Oleh karena itu, kedua tool ini cukup direkomendasikan<br />
untuk <strong>Anda</strong> yang sering berpindah dari satu<br />
jaringan ke jaringan lain. Kurniawan.Ku@CHIP.co.id (RF)<br />
| CHIP | NETWORKING | 117
SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />
Tips Terbaik untuk Analisa LAN<br />
Menemukan dan Mengatasi Masalah<br />
Mengatasi masalah jaringan PC memang bukan perkara mudah. Demikian juga untuk menemukan sumber<br />
masalah yang terjadi. Tips berikut mengulas masalah-masalah yang paling sering muncul dalam jaringan lokal.<br />
Apa yang dapat dilakukan bila jaringan mengalami gangguan? Temukan semua jawabannya di sini!<br />
k<br />
Mengkonfigurasi jaringan lokal berbasis Windows<br />
memang mudah. Kita tinggal mengikuti petunjuk wizard,<br />
komputer langsung bisa terhubung dengan yang lainnya.<br />
Kelemahannya, kita tidak tahu apa yang terjadi di baliknya. Saat<br />
jaringan mengalami gangguan, sulit menentukan di mana memulai<br />
penelusuran masalah.<br />
Hardware maupun software jaringan sama-sama dilengkapi<br />
dengan tool dan petunjuk untuk mendiagnosa jaringan. CHIP<br />
akan menunjukkan tool apa saja yang tersedia untuk<br />
menemukan kesalahan ini. Untuk itu, ada beberapa tip dan trik<br />
untuk mengatasi kesulitan yang paling sering muncul dalam<br />
jaringan.<br />
1<br />
Penelusuran Kesalahan Diagnosa dengan Ping<br />
Tool terpenting dan mungkin paling sering digunakan untuk<br />
mendiagnosa jaringan adalah Ping. Progam kecil ini mengirimkan<br />
paket data ke alamat tujuan, menunggu respons, dan<br />
mengukur durasinya. Fungsinya hampir sama dengan Echo.<br />
Buka Command Line dari Windows dan ketik perintah "ping"<br />
diikuti dengan spasi dan alamat tujuan. Alamatnya bisa berupa<br />
nama komputer (misalnya "ping Shazma-PC"). Biasanya menggunakan<br />
alamat IP dari PC tujuan, misalnya "ping 192.168.0.11".<br />
Sebuah komputer juga dapat mengirimkan ping ke alamat<br />
sendiri untuk menguji komunikasi dari network card dan<br />
protokol. Alamat yang digunakan bisa berupa alamat IP sendiri<br />
atau alamat default 127.0.0.1. Komputer di Internet pun bisa diping.<br />
Alamat IP ini biasanya jarang diketahui sehingga digunakan<br />
alamat alphanumerik, misalnya "ping www.chip.co.id". Namun,<br />
belakangan ini, banyak administrator server yang tidak merespon<br />
perintah Ping, seperti web server detikcom. Jadi, tidak ada sinyal<br />
yang kembali. Di satu sisi, administrator ingin mengurangi lalu<br />
lintas jaringan. Di sisi lain, langkah pengamanan agar tidak<br />
diketahui bahwa alamat IP tertentu merupakan sebuah server.<br />
k ISI CD<br />
k Tool Paket Shareware yang diulas dalam artikel ini seperti<br />
Ideal Administration, Remote Task Manager, dan Magic<br />
NetTrace dapat ditemukan dalam CHIP-CD.<br />
k Analisa Ethereal menganalisis lalu lintas jaringan dalam<br />
tingkat Protocol. Program ini mengenal 530 protokol dan<br />
dapat men-capture serta mengevaluasi lalu lintas jaringan.<br />
118 | CHIP | NETWORKING<br />
2<br />
Traceroute Mengikuti Jejak Paket Data<br />
Traceroute juga berfungsi seperti program ping. Untuk<br />
menjalankannya, ketik perintah "tracert" melalui Command<br />
Line, diikuti spasi dan alamat IP atau nama dari komputer yang<br />
dituju. Traceroute sekaligus menampilkan rute setiap persinggahan<br />
paket data. Cara ini efektif bila digunakan dalam Internet<br />
atau dalam jaringan lokal skala besar yang menggunakan beberapa<br />
subnet melalui gateway.<br />
3<br />
net view Mencari Resource Sharing dalam <strong>Jaringan</strong><br />
Tool Windows lain untuk memantau jaringan adalah perintah<br />
"net view". Perintah ini juga dijalankan melalui Command Line.<br />
Ketik "net view [nama komputer atau alamat IP]" untuk<br />
menampilkan resource sharing pada PC jaringan. Pesan akan<br />
ditampilkan bila resource sharing tidak tersedia. Apabila program<br />
menampilkan error "System error 53", ini berarti nama<br />
komputernya salah, komputer tidak dapat dijangkau atau<br />
File/Print Sharing tidak diaktifkan. Pesan "System error 5" berarti<br />
PC tidak memiliki akses untuk menampilkan resource sharing.<br />
4<br />
Pencarian Kesalahan Diagnosa melalui Event Viewer<br />
Jika jaringan dalam Windows 2000 dan XP tidak berfungsi<br />
sebagaimana mestinya, sebaiknya jalankan Event Viewer terlebih<br />
dahulu. Untuk mengaksesnya, klik kanan "My Computer |<br />
Manage | System Tools | Event Viewer". Protokol "Apllication"<br />
biasanya memberikan informasi mengenai system error bertanda<br />
merah. Untuk melihat deskripsinya, klik ganda error tersebut.<br />
Error ini kebanyakan dalam bentuk kode. Selain itu, diberikan<br />
juga Event ID. Gunakan Event-ID ini untuk mengetahui detail<br />
kesalahan yang terjadi, untuk keterangan lengkapnya terdapat di<br />
websitehttp://www.microsoft.com/technet/support/eventserrors.<br />
mspx atau melalui http://www.eventid.net.<br />
5<br />
Pencarian Kesalahan Diagnosa <strong>Jaringan</strong> dengan XP<br />
Windows XP menawarkan diagnosa software dan hardware<br />
jaringan sederhana. Tool ini bisa dibuka melalui menu "Start |<br />
Help and Support". Klik "Tools" pada menu "Pick a Task" dan<br />
pilih "Network Diagnostics" di jendela kiri. Apa saja yang harus<br />
diperiksa bisa ditentukan melalui menu "Set scanning options".<br />
Setelah itu, klik "Scan your system". Sekarang, Windows menampilkan<br />
status hardware dan software yang berhubungan dengan<br />
jaringan pada komputer lokal. Selain itu, Windows juga menguji
PC untuk DNS, DHCP, dan Gateway. Apabila pengujian tidak<br />
berhasil, dapat dilanjutkan dengan penelusuran masalah.<br />
6<br />
Network Card Memeriksa Lampu Indikator<br />
Jika perintah ping berhasil, PC akan menerima respon. Biasanya<br />
jaringan tidak bermasalah. Namun, bila ping tidak berhasil,<br />
hardware harus diperiksa satu demi satu. Prosedur untuk memeriksa<br />
bisa dilakukan sebagai berikut.<br />
Biasanya, network card dilengkapi dengan dua lampu indikator<br />
status di bagian belakangnya. Untuk memastikan fungsinya,<br />
lihat buku petunjuk network card. Jika memiliki dua lampu<br />
indikator, sebuah lampu menyala saat network card mendapat<br />
listrik yang artinya card bekerja. Lampu kedua menyala bila kabel<br />
jaringan dihubungkan dari card yang lain atau switch atau hub.<br />
Untuk menentukan apakah network card ini benar-benar<br />
berfungsi, lakukan ping ke alamat sendiri (lihat Tips 1).<br />
7<br />
Koneksi Kabel Menemukan Masalah pada Kabel<br />
Masalah pada kabel twisted-pair jarang terjadi seperti pada kabel<br />
coaxial. Dampaknya pun tidak terlalu berlebihan bila terjadi<br />
masalah. Jika kabel atau kontak kabel pada jaringan coaxial rusak,<br />
komunikasi seluruh PC menjadi lebih lambat. Pada jaringan<br />
twisted-pair, gangguan ini hanya berdampak pada PC yang<br />
bermasalah, kecuali, masalah kabel terjadi antara hub atau switch.<br />
Semua jaringan pasti merasakan efeknya.<br />
Konektor pada kabel CAT5 biasanya sudah permanen. Jika<br />
kontak-kontaknya rusak, konektor ini tidak bisa diperbaiki.<br />
Kelemahannya terletak di tangkai pengunci konektor RJ-45.<br />
Apabila tangkai ini patah, konektor mudah terpasang ke soket<br />
(baik di network card atau switch/hub). Namun, saat konektor<br />
tertarik sedikit saja, dipastikan koneksi langsung terputus. Oleh<br />
karena itu pastikan bahwa konektor benar-benar sudah terpasang<br />
dengan benar.<br />
Walaupun tangkai pengunci ini terlihat masih bagus, <strong>Anda</strong><br />
sebaiknya menggantinya dengan yang baru untuk memastikan<br />
konektor benar-benar berfungsi saat terjadi masalah koneksi.<br />
Apabila kabel jaringan cadangan tidak tersedia, gunakan kabel<br />
dari PC lain yang masih berfungsi. Perhatikan agar koneksi dari<br />
PC ke switch atau hub menggunakan kabel bertipe Crosslink.<br />
6 Memeriksa<br />
Status: Umumnya,<br />
saat LAN-Card<br />
dihubungkan<br />
dengan kabel<br />
jaringan, lampu<br />
indikator akan<br />
menyala.<br />
Periksa juga apakah <strong>Anda</strong> secara tidak sengaja menghubungkan<br />
sebuah PC ke hub melalui port Uplink karena port ini hanya<br />
untuk koneksi ke Hub yang lain. Beberapa hub atau switch,<br />
menyediakan sebuah switch untuk menentukan fungsi Uplink<br />
atau port normal. Sementara, produk lain menyediakan sepasang<br />
soket port untuk fungsi yang berbeda.<br />
8<br />
Network Card Menelusuri Kesalahan pada LAN Card<br />
Apabila tidak menemukan masalah kabel dengan prosedur<br />
sebelumnya, sekarang PC perlu dibuka. Sumber error kemungkinan<br />
terletak pada network card. Biasanya, Windows melaporkan<br />
kesalahan ini atau driver tidak bisa di-install.<br />
Untuk itu, buka komputer dan periksa apakah network card<br />
sudah terpasang dengan benar. Walaupun sudah dikencangkan<br />
dengan baut, mungkin saja tidak terpasang dengan benar pada<br />
slot karena proses produksinya kurang baik atau casing yang<br />
kurang bermutu. Buka bautnya dan kencangkan network card ke<br />
dalam slot.<br />
Masalah lain dengan network card bisa berupa konflik<br />
Resource. Umumnya, kesalahan ini dapat dilihat melalui Device<br />
Manager dan driver tidak bisa di-install. Selain itu, bisa juga<br />
disebabkan network card benar-benar sudah rusak.<br />
Apabila demikian, pasang network card pada slot PCI yang<br />
lain. Apabila tetap tidak berfungsi, solusinya hanya dengan<br />
mengganti network card.<br />
9<br />
PC Client Mengatur Server-Sharing<br />
8 Tidak<br />
Terlihat:<br />
Pastikan<br />
Network<br />
Card<br />
terpasang<br />
dengan<br />
benar.<br />
Masalah sering terjadi saat PC client dengan Windows 2000 atau<br />
Windows XP dimasukkan ke dalam sebuah domain. Setelah<br />
login, tetap saja server-sharing tidak bisa diakses.<br />
Sebenarnya, masalah ini sering terjadi karena kesalahan<br />
konfigurasi “Login”. Setelah menentukan bergabung ke domain<br />
mana sebuah PC client, Windows akan memperluas menu<br />
“Login”. Klik tombol "Options" untuk dapat mengatur apakah<br />
harus login ke komputer lokal sendiri atau pada domain pada<br />
"Login to". User yang diatur untuk komputer lokal, sudah pasti<br />
tidak dapat login ke domain. Artinya, bila ingin mengatur<br />
penggunaan komputer <strong>Anda</strong> dengan user name dan password,<br />
PC ini kemungkinan tidak dapat mengakses jaringan.<br />
Walaupun user name lokal sama dengan user name pada<br />
| CHIP | NETWORKING | 119
SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />
Domain, masing-masing password untuk login bisa berbeda<br />
karena keduanya merupakan pengguna yang berbeda.<br />
Sebenarnya, pada User Profile (Tips 10), bisa ditentukan ke mana<br />
pengguna login.<br />
10 Windows Domain Login ke Domain dengan Benar<br />
Setelah terhubung dengan domain Windows 2000 atau XP, PC<br />
tampil dengan karakteristik yang tidak semestinya. Setelah login,<br />
tampilan Desktop kembali ke setting awal, banyak icon program<br />
yang menghilang. Saat menjalankan program, seperti MS Office,<br />
Windows akan meminta instalasi ulang, dan ini memang<br />
menjengkelkan.<br />
Penyebabnya,Windows 2000 dan XP menjalankan User Profile<br />
baru setelah login ke sebuah Domain. Namun, ini terjadi bila user<br />
name-nya sama. Apabila PC bernama "My Computer", domain<br />
"Office", dan user name "Reza", setting program dan Windows<br />
dalam sebuah profile akan disimpan dalam "My Computer\Reza".<br />
Setelah terhubung ke domain "Office", Windows kembali<br />
menyimpannya ke dalam folder "Office\Reza" yang berada di<br />
direktori "C:\Documents and Settings".<br />
Profile yang tersimpan pada komputer bisa <strong>Anda</strong> lihat dengan<br />
mengklik kanan "My Computer" dan pilih "Properties". Konfigurasi<br />
user baru saat login ke sebuah Domain diperlukan karena<br />
alasan keamanan dan administrasi. Jadi, install PC client setelah<br />
mengkonfigurasi Domain.<br />
11<br />
Windows Server Mengoptimalkan Server-Sharing<br />
Setting "Everyone" untuk mengakses Server-Sharing sering<br />
membingungkan. Beberapa pengguna tetap saja tidak dapat<br />
mengakses sharing ini. Ini sebenarnya hanya kesalahpahaman<br />
option "Everyone". Di sini, "Everyone" bukan berarti semua<br />
pengguna, melainkan semua pengguna yang termasuk dalam<br />
Group Name "Everyone". Apabila Server-Sharing dikonfigurasi<br />
dengan setting "Everyone" dan <strong>Anda</strong> tidak dapat mengakses<br />
Server-Sharing, berarti <strong>Anda</strong> belum terdaftar sebagai user pada<br />
server.<br />
120 | CHIP | NETWORKING<br />
10 Jelas:<br />
Dalam<br />
Properties<br />
My<br />
Computer,<br />
terlihat User<br />
Profile yang<br />
login ke<br />
komputer<br />
lokal.<br />
12<br />
<strong>Jaringan</strong> Reset User Password<br />
Lupa dengan password untuk PC maupun Domain bisa menjadi<br />
masalah bagi semua orang. Apabila terlupa, password tidak dapat<br />
ditemukan kembali pada Domain Controller, yaitu Windows<br />
Server. Namun, Administrator dapat mereset password seorang<br />
user dengan mudah. Untuk itu, buka Control Panel dari Server<br />
dan klik folder "Administrative Tool". Selanjutnya, klik dua kali<br />
pada "Active Directory User and Computer". Tandai folder<br />
"Users". Selanjutnya, klik kanan user yang dimaksud dan pilih<br />
"Reset password".<br />
Pada window selanjutnya, berikan sebuah password baru, lalu<br />
ulangi pada kolom berikutnya. Selain itu, tandai option "User<br />
must change the password when login for the first time".<br />
Informasikan password baru ini ke penggunanya. Setelah<br />
pengguna tersebut login, Windows akan memintanya untuk<br />
mengubah password. Jadi, tidak ada yang tahu password baru<br />
tersebut, bahkan oleh sang Administrator sendiri.<br />
13<br />
Windows Server Permission Inheritance<br />
Kadang kala, user tidak diperkenankan untuk membuka subfolder<br />
yang berada dalam sebuah folder yang di-sharing pada<br />
Windows Server. Misalnya, pengguna dapat mengakses folder<br />
"\Data\Texts\ sebagai Shared-Folder. Namun, tidak untuk folder<br />
"\Data\Texts\Private".<br />
Untuk mengkonfigurasi setting ini, buka Windows Explorer<br />
pada Server. Lalu, klik kanan folder "\Data" dan pilih option<br />
"Sharing". Klik "Share this folder" dan pilih "Full Control" untuk<br />
semua pengguna melalui menu "Permissions". Konfirmasikan<br />
dengan mengklik "Apply". Sekarang, bergantilah ke tab "Security<br />
Settings" dan tentukan Group Name dan user name yang dapat<br />
mengakses folder ini. Lanjutkan dengan mengklik “Apply".<br />
Kemudian, beralih ke subfolder "\Data\Texts\Private". Klik kanan<br />
subfolder ini dan pilih "Sharing". Bergantilah ke "Security<br />
Settings". Kosongkan checkbox "Inherit from parent permission<br />
entries that apply to child objects. Include these with entries<br />
explicify defined here". Sekarang, Windows meminta <strong>Anda</strong> untuk<br />
meng-copy atau menghapus permission. Klik "Remove" dan<br />
berikan permission baru untuk folder ini.<br />
11<br />
Tidak Setiap<br />
Pengguna: Group<br />
Name "Everyone"<br />
hanya mencakup<br />
semua pengguna<br />
PC atau Domain<br />
yang terdaftar<br />
dalam User<br />
Administration.
TIPS<br />
Mencegah Serangan dari <strong>Jaringan</strong> Sendiri<br />
Memeriksa Keamanan Sistem<br />
Pada jaringan besar, Administrator<br />
biasanya kesulitan untuk<br />
memeriksa sistem keamanan<br />
pada setiap komputer. Firewall<br />
yang terpasang sebelum koneksi<br />
ke Internet paling tidak dapat<br />
menghentikan aksi Hacker dari<br />
luar. Namun, ini tidak menjaga<br />
serangan dari dalam. Serangan<br />
dari pengguna lokal maupun dari<br />
sistem bisa saja mengancam.<br />
Selain itu, sistem operasi tidak<br />
mendapat Security-Patch yang<br />
penting sehingga perlindungannya<br />
tidak aktual dan mudah<br />
disusupi dengan tool hacker<br />
sederhana sekalipun.<br />
Untuk dapat mengetahui<br />
integritas jaringan, <strong>Anda</strong> disarankan<br />
melakukan Security-Scanning<br />
dengan program seperti<br />
Nessus atau LANGuard. Program<br />
ini akan melakukan Penetration-<br />
Test, menginformasikan lubang<br />
keamanan yang ada dan menunjukkan<br />
cara mengatasinya.<br />
Intelligent Switch Cegah Sniffing<br />
Risiko terbesar dalam LAN adalah<br />
Sniffing. Penyerang memungkinkan<br />
network card miliknya<br />
untuk dapat mendengar dan<br />
mencatat lalu lintas data<br />
jaringan.<br />
Informasi yang diperolehnya<br />
antara lain mengenai arsitektur<br />
jaringan, user name dan password.<br />
Serangan seperti ini mudah<br />
dilakukan jika PC saling terhubung<br />
melalui sebuah Hub. Artinya,<br />
setiap data yang mengalir<br />
dalam jaringan dapat didengar<br />
oleh semua pengguna. Sistem<br />
tidak memperhatikan apakah<br />
datanya sudah diterima atau<br />
tidak.<br />
13 Konfirmasi: Windows mengonfirmasikan apakah<br />
Permissions Inheritance ingin dihapus atau tidak.<br />
14 Internet Connection Sharing Konflik Alamat IP<br />
Masalah ini sering terjadi bila sebuah PC client ingin digunakan<br />
sebagai Internet Connection Sharing. Windows melaporkan<br />
adanya konflik alamat IP saat mengkonfigurasinya.<br />
Jangkauan alamat IP yang diizinkan untuk jaringan rumah<br />
dan kantor skala kecil adalah 192.168.0.x (jaringan kelas C). Nilai<br />
x di sini dimulai dari angka 1 sampai 254. Biasanya, Windows<br />
Server diberikan dengan alamat IP 192.168.0.1. Alamat IP inilah<br />
yang juga dikonfigurasi untuk Internet Connection Sharing pada<br />
Windows Host.<br />
Agar tidak terjadi konflik saat mengkonfigurasi Connection<br />
Sharing, alamat IP Server bisa diubah misalnya menjadi<br />
192.168.0.100. Namun, bila Internet Connection Sharing ingin<br />
di-install pada Server itu sendiri, alamat IP ini tidak perlu diubah<br />
Berbeda dengan Switch.<br />
Switch mengirimkan paket data<br />
ke alamat komputer yang dituju<br />
saja. Untuk itu, Switch akan<br />
meminta MAC-Address (Media<br />
Control Access) dari setiap PC<br />
dalam jaringan. MAC-Address<br />
merupakan sebuah ID dari<br />
network card yang nantinya<br />
dibandingkan dengan informasi<br />
penerima yang tersimpan dalam<br />
setiap Header paket data.<br />
Hati-hati! Switch yang murah<br />
biasanya memungkinkan ARP-<br />
Storm. Penyerang akan berusaha<br />
menonaktifkan MAC-Address-Filtering<br />
dengan program seperti<br />
"dsniff" atau "ettrcap" sehingga<br />
memungkinkan program Sniffer<br />
tetap bekerja. Sebagai langkah<br />
pengamanan, lalu lintas data<br />
yang sensitif sebaiknya dienkripsi<br />
saja.<br />
Firewall dan IDS-System untuk<br />
Perlindungan Internal<br />
Saat ini, Firewall lebih terfokus<br />
untuk melindungi jaringan<br />
terhadap serangan luar. <strong>Jaringan</strong><br />
tetap tidak aman terhadap<br />
serangan internal. Sangat<br />
berbahaya jika seorang Hacker<br />
berhasil mengakses salah satu<br />
komputer dalam jaringan dan<br />
kemudian menyusupi sistem<br />
atau seluruh jaringan.<br />
Server yang menjalankan<br />
Service untuk Internet, termasuk<br />
fungsi-fungsi penting seperti<br />
management atau accounting<br />
perusahaan, harus terlindung<br />
dari dalam dan luar. Untuk itu,<br />
gunakan internal Firewall atau<br />
Intrusion Detection System (IDS).<br />
Sistem ini akan mendeteksi<br />
adanya serangan dan kemudian<br />
memblokirnya.<br />
karena sudah dikonfigurasi dengan alamat 192.168.0.1.<br />
15<br />
Windows 2000 Server Mengatasi Masalah Domain<br />
Masalah dengan Active Directory Windows 2000 Server sering<br />
terjadi bila LAN terkoneksi ke Internet melalui router ISDN/DSL.<br />
Di baris "Application" setelah membuka "Event Viewer"<br />
("Administrative Tools | System") terdapat error bahwa pengguna<br />
atau nama komputer tidak dikenal. Logfile menambahkan<br />
Domain yang diberikan tidak tersedia atau koneksi tidak berhasil.<br />
Anehnya, koneksi LAN dan Internet masih tetap berfungsi tanpa<br />
masalah.<br />
Penyebabnya, DNS Server milik ISP dan DNS Server pada<br />
Windows 2000 Server tidak sesuai. Biasanya, Network Properties<br />
(dalam Properties TCP/IP-Protocol) pada PC client dikonfigurasi<br />
dengan alamat IP router sebagai alamat DNS Server. Router<br />
kemudian meneruskan DNS Query ini ke ISP. DNS Server<br />
(Domain Name System) bertugas untuk menerjemahkan Fully<br />
Qualifies Domain Name (FQDN), seperti "www.chip.co.id",<br />
menjadi alamat IP berformat angka. ISP akan mengirim alamat<br />
DNS Server ini ke PC client saat pertama kali melakukan dial-up<br />
ke Internet.<br />
Namun, Windows 2000 Server menggunakan DNS untuk<br />
mengatur client dalam Active Directory. Di sini, masing-masing<br />
komputer memiliki nama yang nantinya digunakan untuk<br />
mengakses berbagai resource. Masalahnya, PC dalam jaringan<br />
internal saling berkomunikasi dengan alamat IP numerik, sama<br />
seperti di Internet. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah DNS Server<br />
| CHIP | NETWORKING | 121
SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />
lokal (hanya berupa service saja, bukan sebuah komputer khusus<br />
dalam jaringan). PC client mengirim semua DNS Query<br />
(termasuk DNS-Query untuk alamat lokal) ke DNS Server dari<br />
ISP sesuai dengan konfigurasi dalam TCP/IP Properties. Jadi,<br />
<strong>Anda</strong> tidak perlu login ke Active Directory pada Windows 2000<br />
Server. Akibatnya, PC client pun tidak dikenal oleh Internet<br />
Service Provider.<br />
Sebaliknya, bila PC client dikonfigurasi dengan alamat IP<br />
Windows 2000 Server sebagai alamat DNS Server, PC client tidak<br />
bisa terkoneksi ke Internet lagi. Semua DNS Query dikirim ke<br />
Windows 2000 Server. Dengan cara ini, jaringan lokal dapat<br />
berkomunikasi satu sama lain. Namun, tidak berfungsi bila ingin<br />
membuka "www.chip.co.id". Di sini, DNS Server dari Windows<br />
2000 Server tidak menyimpan database Domain Name untuk<br />
alamat IP yang berlaku di Internet. Untuk mengatasi masalah ini,<br />
Windows Server dapat dikonfigurasi untuk meneruskan semua<br />
DNS Query yang tidak terdapat dalam jaringan lokal ke DNS<br />
Server milik ISP secara otomatis. Caranya sebagai berikut.<br />
Pada Windows 2000 Server, buka Control Panel dan pilih<br />
folder "Administrative Tools". Klik dua kali pada 'DNS" dan buka<br />
folder "Forward Lookup Zone" dalam "DNS-Manager". Klik<br />
entri "." (tanda titik) dan hapus. Restart server dan buka kembali<br />
DNS Manager. Klik kanan nama server dan buka menu<br />
"Properties".<br />
Di sini, terdapat sebuah tab bernama "Forwarding". Sekarang,<br />
aktifkan option "Enable forwading" dan masukkan alamatalamat<br />
IP dari DNS Server ISP yang digunakan. Umumnya,<br />
cukup menggunakan alamat IP dari router saja. Router pun<br />
banyak yang berfungsi sebagai DNS Server. Apabila diperlukan,<br />
aktifkan DNS Option dalam program konfigurasi router dan<br />
masukkan alamat-alamat IP dari DNS Server milik ISP.<br />
Klik "OK" untuk menerima perubahan setting dan buka<br />
"Network Properties" pada Server. Masukkan alamat IP router<br />
sebagai "Default Gateway" dan alamat IP Server lokal sebagai<br />
DNS Server.<br />
Pada PC client, berikan alamat IP Windows 2000 Server<br />
122 | CHIP | NETWORKING<br />
15<br />
Tersembunyi:<br />
Windows 2000<br />
menawarkan<br />
fungsi<br />
tersembunyi<br />
untuk<br />
meneruskan<br />
DNS-Query ke<br />
DNS-Server<br />
lain.<br />
16 Terputus: Jika tidak aktif dalam waktu tertentu, Windows<br />
Server memutuskan koneksi ke Network Sharing (icon Network<br />
Sharing diberi tandai silang merah). Pada Network<br />
Neighborhood, icon Network Sharing diberi tanda silang<br />
berwarna merah.<br />
sebagai "DNS Server" dan berikan alamat IP router sebagai<br />
"Gateway". Apabila Windows 2000 Server dikonfigurasi sebagai<br />
DHCP-Server, dalam "Range Options" dapat dimasukkan alamat<br />
IP router dan lokal DNS Server. Dalam hal ini, PC client sama<br />
sekali tidak membutuhkan konfigurasi khusus, melainkan tetap<br />
menggunakan konfigurasi "Obtain an IP address automatically"<br />
dan "Obtain an DNS address automatically". Sebagai informasi,<br />
Microsoft sudah mengkonfigurasi Windows Server 2003 agar<br />
tidak bermasalah dengan DNS Server seperti ini.<br />
16<br />
Windows-Server Menghentikan auto disconnection<br />
Koneksi ke resource pada Windows Server kadang kala bisa<br />
terputus. Hal ini memang merupakan mekanisme Windows<br />
Server yang memutuskan koneksi bila PC client tidak aktif<br />
setelah 15 menit. Durasi ini dapat diubah melalui Windows<br />
Registry. Untuk itu, buka Registry Server pada baris<br />
"HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\lanmanserver\parameters\autodisconnect".<br />
Parameter yang digunakan<br />
dalam satuan menit atau "-1" untuk mematikan fungsi ini<br />
(tetap terhubung).<br />
Apabila Network Sharing tersebut diklik ganda, koneksi<br />
kembali diaktifkan sejauh penggunanya masih mendapat akses<br />
pada komputer lokal.<br />
17<br />
Windows 9x Memulai Windows 98 Lebih Cepat<br />
Pada Windows 9x, proses booting biasanya menjadi lebih lama<br />
setelah mengkonfigurasi jaringan. Hal ini tentu saja karena<br />
Windows harus menjalankan Network Protocol dan driver LAN-<br />
Card. Proses ini tidak perlu memakan waktu yang lama.<br />
Kemungkinan karena banyak protokol yang sebenarnya tidak<br />
diperlukan ikut ter-install. Sebaiknya matikan semua konfigurasi<br />
yang tidak diperlukan dalam jaringan.
Pemberian alamat IP secara otomatis pun memakan waktu<br />
terutama bila menggunakan jaringan peer-to-peer dengan<br />
Windows 98 atau Me. Di sini, Windows harus terus melakukan<br />
‘ping’ untuk menentukan alamat-alamat IP yang bisa digunakan<br />
untuk komputer lain. Proses ini membutuhkan waktu yang<br />
ditentukan oleh besarnya jaringan. Apabila tidak memiliki DHCP<br />
Server yang memberikan alamat IP secara otomatis, setiap<br />
komputer harus diberikan alamat IP tersendiri agar Windows<br />
lebih cepat proses booting-nya.<br />
18<br />
Windows Login Notebook Lebih Cepat<br />
Pesan "Domain Controller not found" selalu muncul bila login<br />
dengan notebook bersistem Windows NT, 2000, atau XP. Pesan<br />
ini muncul bila tidak ditemukan Domain Controller pada<br />
Windows dan Windows mencoba untuk login dengan informasi<br />
yang masih tersimpan.<br />
Apabila Windows di-install pada notebook, pesan ini tentunya<br />
tidak diperlukan. Dengan modifikasi registry, pesan ini tidak<br />
akan ditampilkan dan Windows langsung login dengan informasi<br />
yang masih tersimpan.<br />
Buka Windows Registry. Pada baris “HKEY_CURRENT_-<br />
USER\Software\Microsoft\WindowsNT\Current Version\Winlogon",<br />
buat sebuah entri baru bernama "ReportDC" dengan tipe<br />
data REG_DWORD. Berikan nilai "0" untuk menonaktifkan<br />
pesan ini dan "1" bila ingin menampilkannya.<br />
Perhatian: Pada konfigurasi ini, server dapat menentukan<br />
kapan informasi lokal tidak berlaku lagi ketika mencapai jumlah<br />
Login tertentu.<br />
19<br />
Windows 9x Auto-logon tanpa Dialog<br />
Dalam sebuah jarigan peer-to-peer kecil dengan PC client<br />
bersistem Windows 98, biasanya tidak diperlukan langkahlangkah<br />
pengamanan. Jadi, dialog Login saat memulai Windows<br />
bisa dihilangkan.<br />
Login bisa dilakukan secara otomatis dengan melakukan<br />
19 Kaya Informasi: Event Viewer juga akan melaporkan error<br />
saat login ke komputer lain.<br />
modifikasi pada registry. <strong>Anda</strong> dapat menggunakan freeware<br />
Tweak-UI (Catatan: Gunakan versi yang dirancang untuk<br />
Windows <strong>Anda</strong>!) atau mengubahnya secara manual. Untuk itu,<br />
telusuri baris "HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\<br />
Windows\Current Version\Winlogon". Di sini,<strong>Anda</strong> bisa membuat<br />
beberapa tambahan entri dengan efek yang berbeda berikut ini.<br />
AutoAdminLogon: Berikan nilai "1" untuk mengaktifkan login<br />
otomatis dan "0" untuk menonaktifkannya.<br />
DefaultUserName: Masukkan nama login pengguna.<br />
DefaultPassword: Berikan password pengguna.<br />
Untuk Data Type pada masing-masing entri, pilih REG_SZ.<br />
Penting: Entri password harus diberikan agar Auto-Login bisa<br />
berfungsi. Namun, password ini dapat terlihat dalam registry<br />
sehingga kurang aman. Jika password tidak didefinisikan, saat<br />
Login selanjutnya, nilai AutoAdminLogin otomatis menjadi "0".<br />
Artinya, Login Dialog akan muncul kembali.<br />
20<br />
20<br />
Lengkap:<br />
Setelah<br />
mengcopy<br />
file<br />
yang<br />
dibutuhkan,<br />
Windows<br />
XP bisa<br />
menggunakan<br />
protokol<br />
NetBEUI.<br />
Windows XP Protokol NetBEUI pada Windows XP<br />
Masalah: PC Windows XP ingin dihubungkan dengan jaringan<br />
yang hanya menggunakan protokol NetBEUI. Namun, protokol<br />
ini tidak bisa dipilih melalui ‘Network Settings’ pada Windows XP.<br />
Microsoft tidak meng-install NetBEUI secara default pada<br />
Windows XP. Namun, protokol ini disediakan dalam CD<br />
instalasinya. Caranya adalah sebagai berikut.<br />
1. Masukkan CD instalasi XP dan buka folder "Valueadd-<br />
\MSFT\Net\NetBEUI" melalui Windows Explorer“.<br />
2. Selanjutnya, copy file nbf.sys ke folder "\System32\Drivers"<br />
dalam direktori Windows.<br />
3. Copy file netnbf.inf ke dalam folder INF yang beratribut<br />
"Hidden". Untuk menampilkan folder ini, buka "Tools | Folder<br />
Options | View" melalui Windows Explorer atau "My Computer"<br />
dan aktifkan option "Show all files and folders".<br />
4. Pada Control Panel, pilih "Network Connection" dan klik<br />
kanan "LAN-Connection | Properties".<br />
5. Pada dialog selanjutnya, pilih "Install | Protocol" kemudian klik<br />
"Add" untuk memulai menambahkan protokol baru.<br />
6. Pada daftar selanjutnya, tandai NetBEUI Protocol dan klik<br />
"OK".<br />
7. Setelah selesai, Windows meminta restart. Selesai.<br />
| CHIP | NETWORKING | 123
SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />
21 Windows XP Akses Lebih Cepat ke Windows 98 install. <strong>Anda</strong> pun dapat membuka User Profile pada PC lain<br />
Saat PC Windows XP atau Windows 2000 mengakses Resource seperti layaknya PC sendiri.<br />
Sharing pada komputer dengan Windows 98 atau Me, proses Selain itu, <strong>Anda</strong> juga bisa menggunakan program Remote Task<br />
browsing biasanya membutuhkan waktu yang lama. Masalah ini Manager (www.protect-me.com). Tool ini dapat mengakses<br />
disebabkan oleh Windows XP/2000 selalu memeriksa adanya konfigurasi dan protokol dari PC Windows NT/2000/XP.<br />
Planned Task pada setiap komputer. Fungsi ini sebenarnya tidak Syaratnya, program ini pun harus di-install pada PC tersebut dan<br />
diperlukan dan dapat dimatikan sehingga mempercepat akses. dapat dilakukan melalui jaringan. Untuk memantau Event Viewer<br />
Untuk itu, buka Windows Registry Editor. Telusuri baris pada PC Windows NT/2000/XP, <strong>Anda</strong> bisa menggunakan free-<br />
"HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\Cur ware Event Sentry Light (www.eventsentry.com).<br />
rentVersion\Explorer\RemoteComputer\NameSpace". Di sini, LAN ShutDown (www.cadkas.de) dapat menyalakan dan<br />
terdapat dua value. Perhatikan value kedua yang mempunyai nilai mematikan komputer dalam sebuah jaringan. Untuk itu, fungsi<br />
{D6277990-4C6A11CF8D87-00AA0060F5BF}. Value ini ber- "Wake On LAN" harus diaktifkan. Biasanya, menu ini terdapat<br />
fungsi untuk mencari Planned Tasks pada Windows 98 atau Me. dalam konfigurasi BIOS. Tool ini terdiri atas dua bagian, yaitu<br />
<strong>Anda</strong> tinggal menghapusnya saja.<br />
untuk Server dan Client. Sayangnya, Demo Version hanya akan<br />
22 Management Console Remote-Access PC lain<br />
aktif selama 5 menit.<br />
Untuk menggantikan program Ping dan Tracert dari<br />
Windows, <strong>Anda</strong> bisa mencoba Magic NetTrace (www.tialsoft.com/mnettrace).<br />
Tool ini dapat menelusuri paket data melalui<br />
beragam terminal dan menghitung durasi yang dibutuhkan.<br />
Selain itu, tool ini dapat meminta WHOIS-Query ke masingmasing<br />
server. Shareware-nya dapat digunakan selama 20 hari.<br />
Windows 2000 dan XP dapat mengendalikan komputer lain,<br />
hanya dengan mengakses Management Console. Klik kanan pada<br />
"My Computer" dan pilih "Manage". Kemudian, muncul window<br />
"Computer Management". Di sini, klik option "Connect to another<br />
computer" dalam menu "Action". Lalu, pilih "Another computer",<br />
berikan nama sebuah PC pada LAN dan konfirmasikan setting<br />
dengan "OK".<br />
Apabila memiliki <strong>Anda</strong> memiliki hak akses pada PC ini,<br />
Computer Management untuk PC lain akan ditampilkan. <strong>Anda</strong><br />
memiliki akses untuk menjalankan "Event Viewer", mengkonfigurasi<br />
Shared Folder dan memeriksa hardware yang terpasang<br />
melalui "Device Manager".<br />
23<br />
Administration Software Remote<br />
Apabila <strong>Anda</strong> lebih menyukai program lain selain Computer<br />
Management, <strong>Anda</strong> bisa menggunakan Ideal Administration<br />
(www.pointdev.com). Tool ini dapat menampilkan daftar semua<br />
komputer yang terhubung dengan jaringan dan dapat mengakses<br />
semua konfigurasi dan protokol, drive, dan software yang ter-<br />
22 Remote Control: Management Console memberikan<br />
semua informasi pada PC lain yang berada di jaringan.<br />
124 | CHIP | NETWORKING<br />
24<br />
<strong>Jaringan</strong> Properties sebagai Icon Desktop<br />
<strong>Anda</strong> tentu ingin mengakses My Network Places dan Properties<br />
TCP/IP-Protocol dengan cepat. Pada Windows XP, caranya<br />
cukup mudah. Klik kanan bidang Desktop yang kosong dan klik<br />
"Properties". Buka tab "Desktop" dan klik "Customize Desktop".<br />
Selanjutnya, pada tab “General", klik "My Network Places" di area<br />
"Desktop Icon" dan konfirmasikan dengan mengklik "OK".<br />
Sekarang, icon tersebut muncul di Desktop. Klik kanan icon ini<br />
dan pilih "Properties". Lalu, klik-kanan "LAN-Connection" dan<br />
pilih "Create shortcut". Sekarang, Windows menginformasikan<br />
bahwa shortcut tersebut hanya bisa diletakkan di Desktop.<br />
Konfirmasikan dengan "Yes". Sekarang, di Desktop akan terlihat<br />
icon "Shortcut to LAN Connection".<br />
Untuk meletakkan My Network Places ke dalam menu Start,<br />
lakukan langkah berikut. Klik kanan tombol "Start" dan pilih<br />
"Properties". Sekarang, klik menu "Customize" dan klik tab<br />
"Advanced". Di area "Start Menu item", pilih checkbox "My<br />
Network Places" dan konfirmasikan dengan "OK".<br />
25<br />
Windows XP Sharing Penting Sebagai Drive Lokal<br />
Sharing jaringan yang penting dan sering diakses sebaiknya<br />
ditampilkan sebagai drive lokal. <strong>Anda</strong> juga bisa melengkapinya<br />
dengan sebuah shortcut pada Desktop. Dengan cara ini, akses ke<br />
Shared Folder bisa lebih cepat.<br />
Caranya, buka "My Network Places" dan klik "Entire Network"<br />
di area "Other Places" . Selanjutnya, klik "Microsoft Windows<br />
Network" dan nama Workgroup atau Domain. Kemudian, klik<br />
nama komputer yang diinginkan. Sekarang, Windows<br />
menampilkan semua sharing yang ada. Klik kanan Folder<br />
Sharing tersebut dan pilih "Connect to Network Drive". Lalu,<br />
pilih nama drive yang diinginkan. Perhatikan untuk
TIPS<br />
Melindungi W-LAN dengan efisien<br />
Konfigurasi AP Melalui Kabel<br />
Keamanan W-LAN harus<br />
diperhatikan saat mengkonfigurasinya.<br />
Konfigurasi Access<br />
Point (AP) sebaiknya dilakukan<br />
melalui Network Card yang<br />
saling terhubung dengan<br />
kabel. Alasannya, saat konfigurasi,<br />
data dikirim seperti<br />
apa adanya dan tidak<br />
terenkripsi. Apabila seseorang<br />
menyadap lalu lintas data saat<br />
konfigurasi, dipastikan seluruh<br />
informasi konfigurasi bisa<br />
diperolehnya.<br />
Mengamankan ESSID<br />
ESSID merupakan singkatan<br />
dari Extended Service Set<br />
Identifier yang merupakan<br />
alamat W-LAN. Agar penyadap<br />
tidak bisa mengetahui<br />
informasi pemilik W-LAN,<br />
jangan memberikan informasi<br />
yang berhubungan dengan<br />
data pribadi dalam ESSID ini,<br />
seperti nama atau alamat.<br />
Semakin random data<br />
tersebut, semakin baik untuk<br />
keamanan. Langkah pertama,<br />
ubah ESSID peranti yang<br />
default. Lakukan hal yang<br />
sama untuk semua password<br />
default. Selain itu, disarankan<br />
untuk menyembunyikannya<br />
dengan "Hide ESSID" agar<br />
seseorang tidak melakukan<br />
scanning W-LAN.<br />
Enkripsi: WEP atau WPA<br />
Wired Equivalent Privacy<br />
(WEP) merupakan standar<br />
algoritma enkripsi untuk W-<br />
LAN. Disarankan menggunakan<br />
mode minimal WEP 128.<br />
Semakin panjang enkripsinya,<br />
semakin baik untuk<br />
keamanan W-LAN. WEP-Key<br />
mengaktifkan option "Reconnect at logon" dan klik "Finish".<br />
Sekarang, sharing sudah muncul di Windows Explorer dan<br />
My Computer. Jika komputer tersebut sudah login ke jaringan,<br />
mapping drive ini bisa digunakan seperti layaknya drive lokal.<br />
26<br />
Windows XP Shared Folder dengan Nama Lain<br />
Satu aturan penting bagi pengguna Windows XP adalah<br />
menggunakan account Administrator untuk hal-hal tertentu saja,<br />
terutama untuk koneksi dengan Internet.<br />
Alasannya, bila seorang hacker menyusup ke dalam sistem, ia<br />
hanya mendapat hak akses sebagai user saja. Jika <strong>Anda</strong><br />
menggunakan account Administrator, bisa dipastikan hacker<br />
juga dapat mengakses komputer <strong>Anda</strong> sesukanya. Apa saja dapat<br />
dilakukan oleh hacker yang terhasil menyusup ini. Mulai dari<br />
26 Salah Identitas: Akses ke Shared Folder dapat dikonfigurasi<br />
sebagai User yang lain.<br />
sebaiknya diganti secara<br />
teratur. Lebih aman lagi bila<br />
jaringan wireless menggunakan<br />
perangkat W-LAN (router<br />
atau client) dengan WPA (WiFi<br />
Protected Access). Pada<br />
perangkat ini, WPA akan selalu<br />
mengubah<br />
lintas data.<br />
Key untuk lalu<br />
Menyaring MAC Address<br />
Apabila W-LAN Router mendukung<br />
MAC-Address Filtering<br />
(Media Access Control), sebaiknya<br />
manfaatkan fungsi ini<br />
untuk menambahkan tingkat<br />
keamanan. Jadi, hanya W-<br />
LAN-Adapter yang terdaftar<br />
pada Router yang dapat<br />
mengakses jaringan. MAC<br />
Address memang dapat<br />
dimanipulasi sehingga MAC-<br />
Address Filtering hanya<br />
sebagai langkah tambahan.<br />
DHCP Pool Sekecil Mungkin<br />
Kebanyakan Router mendukung<br />
Dynamic Host Configuration<br />
Protocol (DHCP) untuk<br />
menginformasikan alamat IP<br />
ke semua peranti yang<br />
mengakses jaringan. Apabila<br />
Router mendukung ini,<br />
sebaiknya DHCP-Pool diatur<br />
sekecil mungkin. Apabila<br />
hanya ada empat PC pada<br />
jaringan, atur DHCP-Pool<br />
maksimal dengan 4 alamat<br />
saja. Lebih aman jika DHCP<br />
dalam router dimatikan saja<br />
dan alamat IP ditentukan<br />
secara permanen.<br />
Tips untuk meningkatkan keamanan<br />
jaringan wireless bisa<br />
disimak mulai halaman 95.<br />
mencuri password, data rahasia <strong>Anda</strong>, menghapus file sampai<br />
dengan memodifikasi System Properties atau membuat user<br />
profile baru yang tersembunyi. Jadi, sebaiknya pengguna<br />
memakai account dengan hak akses yang terbatas sehingga bila<br />
hacker berhasil menyusup, kebebasan hacker pun menjadi<br />
terbatas. Untuk itu, buatlah sebuah user dengan hak akses biasa<br />
yang tidak dapat mengakses konfigurasi sistem dan meng-install<br />
software.<br />
Perhatikan juga bahwa user account yang terbatas hak<br />
aksesnya ini bisa juga menimbulkan masalah. Misalnya saat<br />
mengakses sharing yang membutuhkan hak akses Administrator<br />
pada PC lain dalam jaringan. Dalam hal ini, <strong>Anda</strong> bisa melakukan<br />
sebuah trik dengan logon ke Shared Folder sebagai user lain yang<br />
memiliki permission Administrator.<br />
Melalui Windows Explorer atau My Computer, klik "Map<br />
Network Drive" dalam menu "Tools". Lalu, pilih nama drive dan<br />
Shared Folder di bawahnya. Penulisan lokasi Shared Folder adalah<br />
"\\[nama komputer]\[nama Shared Folder]". Checkbox<br />
"Reconnect at logon" tetap dikosongkan agar setiap kali<br />
mengakses Shared Folder, Windows tidak otomatis logon. Jadi,<br />
dialog Login selalu muncul saat mengakses Shared Folder. Lalu,<br />
klik Link "Connect using a different user name". Login dialog<br />
akan muncul dan masukkan sebuah user name dari Adminstrator<br />
Groups dan password yang sesuai. Selanjutnya, konfirmasikan<br />
dengan "OK" dan klik "Finish" pada jendela sebelumnya.<br />
Sekarang, <strong>Anda</strong> bisa mengakses Shared Folder yang hanya dapat<br />
diperbolehkan untuk para Administrator.<br />
| CHIP | NETWORKING | 125
27<br />
SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />
Windows XP Pencarian PC di Network<br />
Kadang kala Shared Folder di komputer lain tidak dapat diakses<br />
walaupun sudah terhubung dengan jaringan. Windows melaporkan<br />
bahwa sharing ini tidak dapat ditemukan.<br />
Pastikan apakah PC tersebut bisa dicari dengan fungsi Search<br />
Windows. Klik menu "Find" pada menu Start dan pilih "Printers,<br />
Computers or People". Pada window selanjutnya, pilih "Find a<br />
computer on the Network". Sekarang, masukkan nama komputer<br />
yang ingin dicari dan klik "Find". Klik ganda nama komputer<br />
tersebut bila Windows sudah menampilkannya. Sekarang, sharing<br />
bisa terlihat. Klik kanan sharing yang diinginkan dan pilih<br />
"Map Network Drive". Selanjutnya <strong>Anda</strong> dapat membuat Mapping<br />
dengan tips sebelumnya.<br />
Apabila fungsi Search tidak menghasilkan apapun, gunakan<br />
alamat IP untuk mencari komputer tersebut. Biasanya, cara ini<br />
dapat membuka Sharing Folder pada Windows Server.<br />
28<br />
Windows Server 2003 Firewall Memblokir Akses<br />
Apabila firewall untuk koneksi jaringan pada Windows Server<br />
2003 diaktifkan, konfigurasi default akan memblokir semua<br />
Shared Folder pada Windows Server sehingga tidak bisa diakses.<br />
Firewall ini bisa dikonfigurasi agar membuka akses untuk<br />
Folder Shared. Namun, hati-hati karena bila server terhubung<br />
dengan Internet, PC luar dapat mengakses Folder Shared tersebut.<br />
Sebaiknya batasi akses dengan user name dan password. Lindungi<br />
juga jaringan dengan firewall yang terintegrasi. Untuk<br />
membuka akses Shared Folder melalui Firewall Windows Server<br />
2003, klik kanan "LAN Connection" dalam jendela "Network<br />
Connection" dan pilih "Properties". Sekarang, klik tab<br />
"Advanced" dan klik tombol "Settings" dengan firewall yang<br />
diaktifkan. Pada jendela "Services", klik tombol "Add". Berikan<br />
deskripsi Services pada dialog berikutnya, misalnya "File and<br />
Printer Sharing". Pada kolom di bawahnya, berikan alamat IP<br />
Server. Pada dua kolom berikutnya, berikan nomor port 139 dan<br />
28 Pintu Terbuka: Untuk mengakses Sharing pada Server,<br />
beberapa Port dalam Firewall harus dibuka.<br />
126 | CHIP | NETWORKING<br />
29<br />
BERLEBIH-<br />
AN:<br />
Windows<br />
Server<br />
menampil<br />
kan pesan<br />
error tidak<br />
penting<br />
untuk<br />
Master-<br />
Browser.<br />
Pesan ini<br />
bisa<br />
dimatikan<br />
dengan<br />
memodifi<br />
kasi<br />
Registry.<br />
tandai sebagai "TCP". Konfirmasikan dengan "OK".<br />
Sebelum menutup window ini, tambahkan TCP port 445 dan<br />
UD port 137 serta 138 dengan cara yang sama. Setelah selesai, klik<br />
tombol "OK".<br />
29<br />
Windows Server Nonaktifkan Pesan tidak Penting<br />
Pada option "Security", Event Viewer dari Windows Server 2000<br />
atau 2003 selalu menampilkan pesan error "The master browser<br />
has received a server announcement from the computer" "[nama<br />
komputer]" that believes that it is the master browser for the<br />
domain on transport NetBT_Tcpip_Tcpip_{F8446A6D-A8C0-<br />
4D18-. The master browser is stopping or an election is being<br />
forced". Sumbernya dari "MRxSmb" dengan Event ID 8003.<br />
Apabila sebuah PC di jaringan ingin mengetahui komputer<br />
mana yang sudah diaktifkan atau sharing apa yang tersedia dalam<br />
LAN, PC tersebut akan mengakses sebuah database dengan nama<br />
Master Browser. Master Browser ini tersimpan pada komputer<br />
yang paling lama aktif secara terus-menerus.<br />
Dalam sebuah Windows Domain, administrasi komputer dan<br />
resource dilakukan oleh Active Directory sehingga peran Master<br />
Browser sebenarnya tidak berfungsi. Namun, PC client membuat<br />
database tersebut dan menginformasikannya secara teratur dalam<br />
jaringan. Setelah itu server memberitahukan bahwa database<br />
tersebut tidak diperlukan sehingga memunculkan pesan error.<br />
Dengan mudah <strong>Anda</strong> dapat menonaktifkan pesan error ini<br />
dengan membuka Windows Registry Editor. Klik menu "Start |<br />
Run" dan berikan perintah 'regedit". Carilah baris<br />
"HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\Browser\Parameters".<br />
Di sini, terdapat sebuah entri dengan<br />
nama "MaintainServerList". Klik ganda entri ini dan ubah<br />
nilainya dari "Yes" menjadi "No".<br />
Apabila langkah ini tidak membantu, periksa apakah Registry<br />
Server masih menyimpan baris ControlSets yang lain, seperti<br />
"ControlSet001" atau "ControlSet002". Jika ada, lakukan<br />
perubahan yang sama pada bagian tersebut.