09.08.2013 Views

Jaringan Pertama Anda - Mirror STISI Telkom

Jaringan Pertama Anda - Mirror STISI Telkom

Jaringan Pertama Anda - Mirror STISI Telkom

SHOW MORE
SHOW LESS

Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!

Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.

PLUS CD C H I P S P E S I A L N E T W O R K I N G<br />

CD<br />

Rp. 34.800,-<br />

www.chip.co.id<br />

Semua Mengenai <strong>Jaringan</strong> Komputer<br />

MENANGKAN<br />

15 Buku<br />

Networking<br />

k Buyer’s Guide Hardware <strong>Jaringan</strong><br />

Memandu <strong>Anda</strong> membeli perangkat jaringan dengan benar<br />

k Pantau Bandwidth dengan MRTG<br />

Tutorial lengkap instalasi MRTG untuk memantau bandwidth<br />

jaringan <strong>Anda</strong><br />

k Tips Mengatasi Masalah <strong>Jaringan</strong><br />

29 tips yang menjamin jaringan <strong>Anda</strong> bebas dari masalah<br />

k Panduan Instalasi File & Mail Server<br />

Langkah-langkah instalasi aplikasi Server di Linux dan Windows<br />

Server 2003<br />

k Membangun <strong>Jaringan</strong> untuk Pemula<br />

Panduan untuk membangun jaringan pertama <strong>Anda</strong><br />

Edisi Spesial ini dilengkapi dengan CD. Jangan beli apabila CD tidak disertakan!<br />

75 TOOLS NETWORKING<br />

(Antivirus, Internet, Monitoring, Sekuriti, Utility)<br />

Trojan Guarder - Opera 8.5 - SmartFTP - Advanced Port Scanner - Ethereal - Net Control<br />

Network Monitor - Network Stumbler - Real VNC - Remote ShutDown - Server Monitoring<br />

MultiNetwork Manager - NetLimiter - CompuSec - GFI LANguard Monitor - WinProxy - PuTTY<br />

BONUS CD k Buyer’s Guide Hardware <strong>Jaringan</strong>


daftar isi<br />

tes & Praktek<br />

16 Rancang Dahulu Sebelum<br />

Membangun LAN<br />

Untuk membangun LAN sebaiknya<br />

rencanakan dulu dengan matang<br />

22 Tips Belanja Perangkat LAN<br />

Panduan Membeli Hardware LAN:<br />

Memandu <strong>Anda</strong> membeli perangkat<br />

LAN dengan benar dan tepat.<br />

28 Tes: W-LAN Router<br />

CHIP menguji beberapa router W-LAN<br />

yang dapat dijadikan panduan untuk<br />

membeli perangkat ini<br />

34 <strong>Jaringan</strong> <strong>Pertama</strong> <strong>Anda</strong><br />

Panduan lengkap untuk membangun<br />

jaringan pertama <strong>Anda</strong><br />

38 Sistem Operasi untuk <strong>Jaringan</strong><br />

Windows, Linux atau sebaiknya me<br />

milih Macintosh? Fungsi utamalah<br />

yang menentukan<br />

42 Mengkonfigurasi PC Client<br />

<strong>Anda</strong> dapat membuat konfigurasi<br />

network untuk client yang sesuai<br />

dengan kebutuhan<br />

48 Membagi Sumber Daya<br />

CHIP akan menunjukkan kepada <strong>Anda</strong>,<br />

bagaimana membagi sumber daya<br />

jaringan seperti printer<br />

| CHIP | networkIng<br />

54 Penguasa dan Pengatur<br />

<strong>Jaringan</strong><br />

CHIP akan menunjukkan bagaimana<br />

meng-install Windows 2003 Server<br />

secara optimal<br />

60 Layanan E-mail <strong>Jaringan</strong> Lokal<br />

<strong>Anda</strong> dapat membangun sebuah Mail<br />

server untuk jaringan internal di Windows<br />

Server 2003<br />

64 Berbagi Akses Internet<br />

Dengan menggunakan Windows ICS<br />

<strong>Anda</strong> dapat menghubungkan jaringan<br />

kecil <strong>Anda</strong> ke Internet<br />

66 Pantau Bandwidth <strong>Anda</strong><br />

Dengan MRTG (Multi Router Traffic<br />

Grapher) <strong>Anda</strong> dapat dengan mudah<br />

memantau bandwidth jaringan <strong>Anda</strong><br />

LInux<br />

72 Linux sebagai Client dalam<br />

<strong>Jaringan</strong> Windows<br />

<strong>Anda</strong> dapat membuat sebuah client<br />

jaringan yang sempurna menggunakan<br />

SuSE 9.1 dan KDE 3.2<br />

75 Linux sebagai Mail Server<br />

Mail server yang dikonfigurasi<br />

dengan baik dapat menghemat<br />

waktu dan uang <strong>Anda</strong><br />

78 Si Penguin sebagai File Server<br />

Dengan menggunakan Samba, <strong>Anda</strong><br />

dapat mengubah sebuah mesin<br />

Linux menjadi sebuah File server<br />

83 Troubleshooting <strong>Jaringan</strong><br />

Beberapa tips untuk mengatasi masalah<br />

yang <strong>Anda</strong> dapatkan pada<br />

jaringan Linux<br />

heit<br />

sekurItI<br />

86 Komunitas tertutup di<br />

Internet<br />

Dengan Service Pack 2, Windows<br />

mendapatkan upgrade Firewall yang<br />

jauh lebih baik<br />

92 Satu profil untuk semua<br />

client<br />

Profil pengguna dapat diletakkan<br />

dalam jaringan untuk memudahkan<br />

pengelolaan<br />

95 Melindungi <strong>Jaringan</strong> Tanpa<br />

Kabel<br />

<strong>Anda</strong> harus melindungi jaringan<br />

nirkabel <strong>Anda</strong> dari serangan penyu<br />

sup dari dalam dan luar<br />

98 Melindungi <strong>Jaringan</strong> <strong>Anda</strong><br />

dari Serangan Hacker<br />

Firewall bertugas mencegah serangan<br />

dari luar dan mencegah berjalannya<br />

program-program yang berisiko terhadap<br />

keamanan PC


soLusI<br />

102 Server dengan Port<br />

Forwarding<br />

Port Forwarding memungkinkan<br />

akses dari luar ke dalam jaringan<br />

walaupun menggunakan Firewall<br />

108 Kendalikan PC dari Jauh<br />

Support, maintenance, dan administrasi<br />

dari PC lain dalam jaringan bisa<br />

menggunakan software Remote<br />

Control<br />

112 Mengakses dari Mana Saja<br />

Virtual Private Network (VPN) memungkinkan<br />

koneksi jaringan yang<br />

aman melalui Internet<br />

114 Login di mana saja<br />

Login ke jaringan rumah dan kantor<br />

dengan notebook<br />

118 Menemukan dan Mengatasi<br />

Masalah<br />

Tips terbaik untuk menganalisis<br />

jaringan.<br />

aktuaL & koLom<br />

2 Daftar Isi dan Editorial<br />

4 WiMax<br />

6 Teknologi IPv6<br />

8 Tips Ujian CCNA<br />

12 Software dalam CD<br />

127 Kuesioner Elex Media<br />

editorial<br />

Reza Wahyudi<br />

RedaktuR<br />

CHIP SPeSIal<br />

Konsep awal<br />

jaringan komputer<br />

adalah adanya kebutuhan<br />

untuk saling<br />

berbagi informasi<br />

dan sumber<br />

daya yang dimiliki<br />

oleh masing-masing<br />

PC. Jumlah<br />

komputer yang<br />

saling terhubung<br />

dalam jaringan<br />

saat itu masih<br />

sedikit, mungkin<br />

masih dalam hitungan jari saja. Dan<br />

teknologi jaringan yang digunakan pun<br />

masih sangat sederhana.<br />

Seiring dengan bergairahnya perekonomian<br />

dunia dengan industri-industri<br />

yang membutuhkan teknologi<br />

komputer, yang secara langsung membuat<br />

bertambahnya pengguna PC yang<br />

harus saling terhubung dalam sebuah<br />

jaringan. Ditambah lagi dengan munculnya<br />

'wabah' baru yaitu Internet yang<br />

merupakan jaringan super besar yang<br />

membuat komputer yang ada di seluruh<br />

dunia ini dapat saling berkomunikasi.<br />

Hal ini membuat isu jaringan<br />

komputer tidak dapat dipandang sebelah<br />

mata.<br />

Saat ini teknologi jaringan komputer<br />

telah semakin maju dan telah<br />

imprint<br />

Publisher: Teddy Surianto<br />

General Manager: Al. Adhi Mardhiyono<br />

Senior Executive: Al. Arisubagijo<br />

Editor-in-Chief: W. Edi Taslim<br />

Managing Editor: M. Reza Wahyudi Suwadji<br />

Editor/Writer: Jimmy Auw, Ady W. Paudi,<br />

Aditya Hendra, Jati Putra, Kurniawan Ku,<br />

Irvan Nasrun<br />

Contributor: Florentina Winarsih, Bhakti<br />

Simamora, Cory Tjoo<br />

Desain & Artistik: Teguh Pratomo, Subekti,<br />

Adita Eko, Agung Bayu, Aris P.<br />

Editorial Admin: Kendra Sihombing<br />

Advertising Sales: Agnes Estiria Dewi,<br />

Rahayu Widyawati<br />

Marketing & Promotion: Digna<br />

Production: Slamet M.J., Yudi S., Doel<br />

Halim<br />

Marketing: Y. Suliantoro, Laras Husodo<br />

Circulation: Wahyantohadi, Yanen P.<br />

Finance: Titi Pujayanti, Agustina Maria<br />

menjadi sebuah industri besar. Kebutuhan<br />

untuk hal ini baik dari sisi hardware,<br />

software maupun SDM sangatlah<br />

tinggi.<br />

Dalam edisi spesial Networking ini<br />

kami ingin berbagi ilmu yang kami miliki<br />

dalam bidang jaringan komputer.<br />

Terdapat beberapa artikel menarik<br />

yang dapat menambah pengetahuan<br />

<strong>Anda</strong> di bidang networking. Dari topik<br />

hardware, terdapat panduan membeli<br />

perangkat LAN dan tes perbandingan<br />

router W-LAN. Untuk software, kami<br />

menyajikan cara instalasi Windows<br />

Server 2003 beserta aplikasi pendukungnya<br />

seperti mail server dan proxy<br />

server. Tak ketinggalan pula, jaringan<br />

di Linux pun kami bahas secara khusus.<br />

Untuk memantau bandwidth jaringan<br />

<strong>Anda</strong>, terdapat artikel yang membahas<br />

secara detail instalasi MRTG. Dan kami<br />

sertakan pula CD yang berisi softwaresoftware<br />

yang dapat membantu <strong>Anda</strong><br />

mengelola jaringan dengan baik.<br />

Harapan kami setelah membaca<br />

dan mencoba seluruh isi majalah, <strong>Anda</strong><br />

menjadi sedikit 'melek' dalam bidang<br />

jaringan komputer.<br />

Kritik, saran dan pertanyaan <strong>Anda</strong><br />

kami tunggu, silahkan kirimkan ke<br />

spesial@chip.co.id.<br />

PT Elex Media Komputindo<br />

Bank BCA Gajah Mada Jakarta,<br />

Rek. No: 012.393540.1<br />

Alamat Redaksi dan Iklan<br />

Jl. Palmerah Barat 33-37, Jakarta 10270<br />

Redaksi/Editorial<br />

Tel: (021) 5483008, 5480888 Ext. 3370,<br />

3371<br />

Fax: (021) 5360410, 5326219<br />

Iklan/Advertising<br />

Tel: (021) 5483008 Ext. 3381<br />

Fax: (021) 5360410, 5326219<br />

E-mail: advertising@chip.co.id<br />

© Copyright by CHIP, Vogel Burda Holding<br />

GmbH, Muenchen, Deutschland.<br />

©Copyright by PTElexMediaKomputindo,<br />

Kelompok Kompas Gramedia.<br />

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.<br />

Dilarang mereproduksi seluruh atau sebagian<br />

dari foto, teks, atau ilustrasi isi majalah<br />

dan CD dalam segala bentuk tanpa<br />

izin tertulis.<br />

Dicetak oleh Percetakan PT Gramedia<br />

(Isi di luar tanggung jawab percetakan)<br />

CHIP | networkIng |


AKTUAL WiMAX<br />

Masa Depan <strong>Jaringan</strong> Wireless<br />

WiMAX: 25 Kali Kecepatan<br />

DSL dan Sejauh 50 Km<br />

Kemampuan teknologi W-LAN saat ini hanya menjangkau sekitar 300 meter dengan transfer rate sebesar 54<br />

Mbps. Namun, dengan hadirnya teknologi "WiMAX", komunikasi data nirkabel bisa dilakukan sejauh 50 km<br />

dengan transfer rate sebesar 70 Mbps.<br />

k<br />

Apakah <strong>Anda</strong> pernah mendengar nama kota Selm di<br />

Nordrhein-Westfallen, Jerman? Kota berpopulasi hampir<br />

30.000 penduduk ini bakal menjadi pusat bagi pengembangan<br />

jaringan wireless. Teknologi broadband WiMAX akan diuji di<br />

kota ini sebagai sebuah proyek percontohan. WiMAX yang<br />

merupakan singkatan dari "Worldwide<br />

Interoperability for Microwave Access" ini<br />

memiliki kelebihan dibandingkan dengan<br />

teknologi DSL. Teknologi WiMAX dapat<br />

digunakan untuk komunikasi data jarak jauh<br />

dan 25 kali lebih cepat. Biaya penerapannya pun<br />

lebih murah. Dengan WiMAX, mengakses<br />

Internet dari jarak jauh dengan kecepatan tinggi dapat menjadi<br />

kenyataan.<br />

WiMAX Segera untuk End User<br />

WiMAX (disebut juga sebagai standar IEEE-802.16) pertama kali<br />

diperkenalkan pada Desember 2001 dan semula dirancang untuk<br />

Metropolitan Area Networks. Pada teknologi radio link yang<br />

menggunakan frekuensi tinggi (10-66 GHz), data dikirim melalui<br />

koneksi saling berhadapan yang disebut Line of Sight-Technology<br />

(LOS), yaitu antara pengirim dan penerima tidak boleh ada<br />

hambatan.<br />

Awal tahun 2003, muncul keinginan untuk menggunakan<br />

WiMAX pada perangkat portabel end user. Ide ini kemudian<br />

menjadi dasar pembentukan "WiMAX Forum" yang dimotori<br />

vendor chipset Intel. Di dalamnya, ikut serta sekitar 200<br />

perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi, termasuk<br />

Siemens Mobile, Fujitsu, AT&T, British Telecom dan Nokia.<br />

Di tahun yang sama, forum ini menetapkan standar 802.16a<br />

yang merupakan pengembangan lanjutan dari standar<br />

sebelumnya. Frekuensi kerjanya sedikit lebih panjang, yaitu<br />

antara 2 sampai 11 GHz. Pada standar "a", komunikasi data dapat<br />

menjangkau 50 km dengan bandwidth sampai 75 Mbps. Di sini,<br />

teknologi yang dipakai telah menggunakan NLOS-Connection<br />

(Non Line of Sight).<br />

Dengan standar 802.16a, data dari base station dapat diterima<br />

walaupun melalui area penghalang, seperti dinding ataupun<br />

4 | CHIP | NETWORKING<br />

gedung tinggi. Namun, antena penerima harus dipasang di luar.<br />

Pengembangan berlanjut dengan standar IEEE 802.16-2004<br />

yang ditetapkan pada Juli 2004. Teknologi ini merupakan<br />

kombinasi antara standar 802.16REVd dan 802.16a sehingga<br />

komunikasi data dapat dilakukan di dalam gedung.<br />

Saat ini, teknologi WiMAX yang terbaru<br />

(Standar 802.16e) dirancang untuk aplikasi<br />

mobile end-user, seperti PDA, ponsel ataupun<br />

notebook. Paling tidak, transfer rate sebesar 15<br />

Mbps bisa dinikmati sampai sejauh 5 km.<br />

Bertepatan dengan pelaksanaan event Intel<br />

Developer Forum pada September 2004 lalu, Intel<br />

untuk pertama kalinya memperkenalkan langkah-langkah nyata<br />

untuk produk WiMAX untuk tahun ini. Intel memperkenalkan<br />

chipset untuk teknologi WiMAX dengan nama "Rosedale" yang<br />

mampu mengirim data dari jarak 50 km ke kantor atau rumah<br />

melalui koneksi wireless broadband. Rosedale langsung<br />

diintegrasikan di base station sebagai sebuah "System-on-a-Chip"<br />

atau disebut juga sebagai Customer Premise Equipment (CPEs).<br />

Chip ini mendukung standar WiMAX-802.16-2004 yang terbaru.<br />

Selain itu, di dalamnya sudah tersedia sebuah Ethernet-Interface,<br />

Security-Protocol "Inline Security Processing" (ISP) dan TDM-<br />

Controller-Interface (Time-Division-Multiplexing)-Function)<br />

yang berfungsi untuk mengirimkan data dan suara (VoIP)<br />

melalui Internet.<br />

Menurut Scott Richardson, General Manager dari Intel<br />

Broadband Wireless Group, WiMAX menguntungkan end-user.<br />

Dengan teknologi System-on-a-Chip, akses mobile Internet<br />

menjadi lebih cepat dan ekonomis.<br />

Pada tahap pengembangan selanjutnya, perangkat consumer<br />

device pun bakal dilengkapi dengan kemampuan WiMAX.<br />

Rencananya, perangkat pertama akan dirilis pada tahun 2006<br />

nanti. Menurut desas-desus yang beredar, nantinya akan dipasang<br />

pada notebook ber-chipset "Calexico 3". Standar ini merupakan<br />

kombinasi dari 802.11n dan 802.16e yang menawarkan koneksi<br />

broadband tanpa kabel. Ke depannya, kita bisa memilih jaringan<br />

yang ingin digunakan sesuai kebutuhan, apakah W-LAN atau<br />

WiMAX. Rencana peluncuran chipset ini diperkirakan pada<br />

kuartal keempat tahun 2006.


WiMax,W-LAN Atau DSL: Sebuah Kombinasi<br />

WiMAX menyimpan potensi yang besar. Dibandingkan dengan<br />

UMTS dengan kemampuan maksimal sampai 384 KB/detik,<br />

bandwidth WiMAX 200 kali lebih cepat. Bahkan, standar DSL<br />

yang tercepat sekalipun (sekitar 3 Mbps) baru seperlima dari<br />

standar 802.16e. Selain itu, jangkauan WiMAX paling sedikit<br />

mencapai 5 km, lebih jauh 16 kali dari W-LAN yang jangkauan<br />

maksimalnya hanya sejauh 300 meter.<br />

Eropa:WiMAX Belum Meluas<br />

Walaupun demikian, di negara-negara di Eropa seperti Jerman<br />

yang sudah memiliki jaringan DSL yang luas, WiMAX cukup sulit<br />

diterapkan. Selain itu, jaringan berbasis WiMAX yang akan<br />

diterapkan untuk perumahan pada tahun 2007 ternyata sudah<br />

dilengkapi dengan W-LAN. Namun, WiMAX bukan berarti tidak<br />

bermanfaat. Walaupun ekonomis, banyak kawasan yang sulit<br />

diterapkan dengan jaringan DSL.<br />

Manfaat secara global bisa dilihat pada kota-kota dengan<br />

sarana telepon dan broadband yang tidak mencukupi. Negaranegara<br />

seperti Cina, India, atau Rusia menjadi target pasar<br />

pertama. Dengan WiMAX, tidak diperlukan perangkat perantara,<br />

karena pengguna terkoneksi secara langsung. Berbeda dengan<br />

jaringan DSL, perangkat perantara ini membutuhkan biaya yang<br />

tidak sedikit.<br />

Penerapan ketiga teknologi ini secara bersama dapat dilihat di<br />

kota Selm. Komunitas di sana bakal memanfaatkan Internet<br />

Broadband dengan kombinasi jaringan DSL, W-LAN dan<br />

WiMAX. WiMAX Base Station (802.16-2004) digunakan untuk<br />

menjangkau wilayah pinggiran batas kota. Sementara, jaringan<br />

W-LAN (menggunakan router berbasis protokol 802.11) hanya<br />

menjangkau sampai ke pusat kota. Untuk Internet Broadband di<br />

perumahan, digunakan antena luar yang menangkap sinyal<br />

router dan kemudian diteruskan dengan modem W-DSL. Kota<br />

Selm dapat dijadikan contoh.<br />

STANDAR, BANDWIDTH, JANGKAUAN IEEE 802.16<br />

KNOW-HOW<br />

Beginilah WiMAX Berfungsi<br />

Seperti teknologi broadcasting<br />

lainnya, WiMAX pun menggunakan<br />

teknologi frekuensi<br />

tinggi. Namun, WiMAX mempunyai<br />

beberapa kelebihan.<br />

Pengoptimalan WiMAX<br />

terletak pada jenis transmitter<br />

(beam antena) dan lokasi<br />

penggunaannya (dinding, gedung<br />

tinggi). Selain itu,<br />

pemancaran transmitter HF<br />

dilakukan dengan sistem Beam<br />

Shaping. Jadi, mulai standar<br />

802.16a, semua antena pada<br />

sebuah base station dapat<br />

saling terhubung untuk<br />

menyesuaikan beam characteristic<br />

terhadap jangkauan<br />

dan bandwidth. Kelebihannya,<br />

beam characteristic diubah<br />

hanya dengan memvariasikan<br />

kapasitas transmitter secara<br />

elektromagnetis.<br />

Teknologi transmisinya pun<br />

tergolong baru. Modulasi<br />

sinyal carrier dilakukan secara<br />

paralel melalui modulasi<br />

Orthogonal Frequency Division<br />

Multiplexing (OFDM).<br />

Sebelumnya, modulasi<br />

dilakukan secara serial.<br />

Kestabilan informasi yang<br />

dikirim sinyal pembawa di<br />

udara lebih lama. Bila sinyal<br />

melemah karena multireflexion,<br />

kerusakan beam characteristic,<br />

atau dinding proses<br />

transmisi data tetap stabil<br />

sehingga dapat diterapkan<br />

untuk jangkauan dan<br />

bandwidth yang lebih tinggi.<br />

Selain OFDM, WiMAX juga<br />

menerapkan Adaptive Modulation<br />

yang menggunakan sistem<br />

modulasi yang bervariasi<br />

sesuai dengan kualitas koneksi<br />

(SNR= Sinyal to Noise Ratio).<br />

Transmitter menggunakan teknik<br />

64-QAM (6 bit informasi<br />

per sinyal pembawa) apabila<br />

grafik SNR tinggi yang berarti<br />

koneksi sangat baik. Sementara,<br />

teknik Binary Phase-<br />

Modulation (BPSK) digunakan<br />

jika kualitas sinyal kurang baik.<br />

Akibatnya, bandwidth yang<br />

diterima menjadi lebih kecil.<br />

Di Indonesia teknologi WiMAX telah dicoba diimplementasikan<br />

di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang baru saja<br />

terkena bencana tsunami. WiMAX digunakan untuk keperluan<br />

pembenahan infrastruktur IT di wilayah tersebut. Perangkat<br />

hardware-nya merupakan sumbangan dari Intel Corp.<br />

SPESIFIKASI IEEE 802.16 IEEE 802.16a/REVd/2004 (WiMAX) IEEE 802.16e (WiMAX)<br />

Frekuensi 10 sampai 66 GHz 2 sampai 11 GHz Sampai 6 GHz<br />

Metode transmisi Koneksi receiver dan transmitter Koneksi receiver dan transmiter Koneksi receiver dan transmitter<br />

berhadapan langsung langsung atau tidak langsung langsung atau tidak langsung<br />

Bandwidth maksimal Variabel, lebih dari 100 Mb/detik 75 Mb/detik 15 MB/detik<br />

Jenis modulasi QPSK, 16 QAM dan 64 QAM OFDM 256, OFDMA 64 QAM, OFDM256, OFDMA 64 QAM,<br />

16 QAM,QPSK,BPSK 16 QAM,QPSK, BPSK<br />

Posisi receiver unit Fixed, permanen Fixed dan semi-permanen Fixed dan portabel<br />

Jangkauan maksimal Variabel, sampai 100 km Sekitar 50 km Sekitar 5 km<br />

Perangkat Belum tersedia untuk Base Station, peranti Ponsel, PDA, Notebook,<br />

pendukung Consumer Device System-on-a-Chip, sejak awal 2005 mulai awal 2006<br />

| CHIP | NETWORKING | 5


AKTUAL IPv6<br />

Teknologi IPv6<br />

Mengenal Internet Protokol<br />

Masa Depan<br />

Pengalokasian alamat IP yang didesain pada dua dekade lalu mampu menghubungkan jutaan komputer pada<br />

masa itu. Namun saat ini, IP tersebut harus mampu menghubungkan milyaran komputer dalam Internet.<br />

Akibatnya kebutuhan ruang alamat IP semakin meningkat dan diramalkan, di masa mendatang akan habis.<br />

Mengantisipasi masalah ini, pada pertemuan IETF tahun 1994 telah direkomendasikan penggunaan IPv6 sebagai<br />

pengembangan IPv4.<br />

k<br />

Alamat IP adalah sederetan bilangan biner sepanjang 32<br />

bit (IPv4) yang dipakai untuk mengidentifikasi node atau<br />

host pada jaringan. Semua node atau host yang terhubung ke<br />

Internet, dibedakan berdasarkan alamat IP ini sehingga tidak<br />

boleh terjadi duplikasi. Pada awalnya, alamat dengan 32 bit ini<br />

dianggap mencukupi untuk dibagikan kepada host. Namun<br />

dengan perkembangan teknologi Internet yang luar biasa,<br />

muncul kekhawatiran pada suatu saat nanti alamat IP akan habis<br />

akibat permintaan yang besar. Jumlah ruang alamat IPv4 (panjang<br />

alamat 32 bit) yang tersedia berkisar 232 atau sekitar 4,3 x<br />

109 . Sedangkan jumlah ruang alamat IPv6 (panjang alamat 128<br />

bit) berkisar 2128 atau sekitar 3,4 x 1038 . Dengan demikian, kapasitas<br />

alokasi alamat pada IPv6 jauh lebih besar dibandingkan<br />

alamat IPv4.<br />

Perubahan Mendasar IPv6<br />

Perubahan yang mendasar pada IPv6 adalah perluasan ruang<br />

alamat, penyederhanaan header pada paket, plug & play, serta<br />

fungsi sekuriti. Masing-masing perbaikan itu dimaksudkan agar<br />

dapat merespon pertumbuhan Internet, meningkatkan reliability<br />

dan kemudahan pemakaian. Penjelasan lebih detail mengenai<br />

perubahan pada IPv6, adalah sebagai berikut.<br />

Perluasan ruang alamat dari 32 bit menjadi 128 bit merupakan<br />

salah satu perubahan mendasar dari IPv6. 128 bit adalah ruang<br />

alamat yang kontinu dengan menghilangkan konsep class.Selain<br />

itu, perubahan juga dilakukan pada format penulisan alamat IP.<br />

Pada IPv4 32 bit, penulisan alamat terdiri dari 8 bit yang<br />

dipisahkan dengan titik "." serta ditulis dalam bentuk desimal,<br />

namun pada IPv6 128 bit dituliskan dalam bentuk heksadesimal<br />

yang masing-masingnya terdiri dari 16 bit dan dipisahkan<br />

dengan tanda titik dua.<br />

Penyederhanaan format header: Beberapa kolom pada header<br />

IPv4 telah dihilangkan atau dibuat sebagai header pilihan. Hal<br />

ini diupayakan agar cost pemrosesan header menjadi kecil.<br />

Alamat awal dan akhir menjadi dibutuhkan pada setiap paket.<br />

Pada header IPv4, ketika paket di pecah-pecah, ada field untuk<br />

menyimpan urutan antarpaket. Namun, field tersebut tidak<br />

terpakai apabila paket tidak terpecah.<br />

6 | CHIP | NETWORKING<br />

Header pada IPv6 terbagi dua jenis, yaitu field yang<br />

dibutuhkan pada setiap paket disebut header dasar dan field<br />

yang tidak selalu diperlukan pada setiap paket disebut header<br />

ekstensi. Header dasar selalu ada pada setiap paket, sedangkan<br />

header ekstensi atau tambahan hanya jika diperlukan diselipkan<br />

antara header dasar dengan data.<br />

Otomatisasi berbagai setting atau Stateless-less auto-configuration<br />

(plug&play) address pada IPv4 pada dasarnya statis terhadap<br />

host. Biasanya, diberikan secara berurut pada host. Memang saat<br />

ini, hal di atas bisa dilakukan secara otomatis dengan<br />

menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol),<br />

namun pada IPv4 hal tersebut merupakan fungsi tambahan saja,<br />

sebaliknya pada IPv6, fungsi untuk men-setting secara otomatis<br />

disediakan secara standar dan merupakan defaultnya. Pada<br />

setting otomatis ini terdapat dua cara tergantung dari penggunaan<br />

address, yaitu setting otomatis stateless dan statefull.<br />

Pada setting otomatis stateless tidak perlu menyediakan server<br />

untuk pengelolaan dan pembagian IP address, hanya<br />

mengkonfigurasi router saja dimana host yang telah tersambung<br />

di jaringan dari router yang ada pada jaringan tersebut memperoleh<br />

prefix dari address dari jaringan tersebut. Kemudian host<br />

menambah pattern bit yang diperoleh dari informasi unik<br />

terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit, dan<br />

menjadikannya sebagai IP address dari host tersebut. Pada<br />

informasi unik bagi host ini, digunakan antara lain address MAC<br />

dari jaringan interface. Pada setting otomatis stateless ini dibalik<br />

kemudahan pengelolaan, pada Ethernet atau FDDI karena perlu<br />

memberikan paling sedikit 48 bit (sebesar address MAC) terhadap<br />

satu jaringan, memiliki kelemahan yaitu efisiensi penggunaan<br />

address yang buruk.<br />

Setting otomatis statefull adalah cara pengelolaan secara ketat<br />

dalam hal range IP address yang diberikan pada host dengan<br />

menyediakan server untuk pengelolaan keadaan IP address,<br />

dimana cara ini hampir mirip dengan cara DHCP pada IPv4.<br />

Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang<br />

dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet<br />

Control Message Protocol) yang telah diperluas. ICMP dalam<br />

IPv6 ini, termasuk pula IGMP (Internet Group management


Header IPv6: Mempunyai struktur header dasar yang berbeda<br />

dengan struktur header IPv4<br />

Protocol) yang dipakai pada multicast padaIPv4.<br />

Arsitektur Pengalamatan IPv6<br />

Alamat IPv6 terbagi atas tiga jenis, yang dimaksudkan sebagai<br />

pengenal pada satu atau lebih interface, yaitu :<br />

- Unicast Address<br />

Alamat ini ditetapkan sebagai sebuah alamat yang bersifat global,<br />

seperti alamat untuk provider, geografis, link lokal maupun site<br />

lokal. Paket yang dikirimkan ke alamat unicast adalah paket yang<br />

dikirim ke sebuah interface yang di identifikasi oleh alamat<br />

tersebut.<br />

- Multicast Address<br />

Pengindentifikasi untuk sekumpulan interface (umumnya milik<br />

node yang berbeda). Paket yang dikirim ke alamat ini adalah<br />

paket yang dikirimkan ke semua interface yang diidentifikasi<br />

oleh alamat tersebut.<br />

- Anycast Address<br />

Pengidentifikasi untuk sekumpulan interface (umumnya milik<br />

node yang berbeda). Paket yang dikirim ke alamat ini adalah<br />

paket yang dikirimkan ke salah satu dari sekumpulan interface<br />

yang diidentifikasi oleh alamat tersebut.<br />

Representasi alamat pada IPv6 ada beberapa macam, yaitu :<br />

- Model x:x:x:x:x:x:x:x<br />

x adalah nilai berupa heksadesimal 16 bit dari porsi alamat.<br />

Karena terdapat 8 buah 'x', jumlah total = 816 = 128 bit.<br />

Contohnya: FEDC:BA98:7654:3210:FEDC:BA98:7654:3210<br />

- Jika format pengalamatan IP mengandung kumpulan group<br />

16 bit bernilai '0', maka direpresentasikan dengan "::".<br />

Contohnya: 3FFE:0:0:0:0:0:FE56:3210 dapat direpresentasikan<br />

menjadi 3FFE::FE56:3210<br />

- Model x:x:x:x:x:x:d:d:d:d<br />

d adalah alamat IPv4 32 bit. Contohnya: 0:0:0:0:FFFF:13.1.68.3<br />

direpresentasikan menjadi ::FFFF:13.1.68.3.<br />

Mekanisme Transisi IPv4 ke IPv6<br />

Teknologi Internet saat ini menggunakan protokol IPv4. Pada<br />

praktiknya, pada infrastruktur yang ada sekarang sangat sulit<br />

untuk melakukan transisi protokol dari IPv4 ke IPv6 sekaligus.<br />

Salah satu mekanisme yang dikembangkan untuk transisi ini<br />

adalah tunneling dan virtual ethernet. Keduanya memungkinkan<br />

KESIMPULAN<br />

Ruang Alamat yang Terbatas<br />

Perkembangan teknologi informasi<br />

dan perangkat elektronik<br />

yang menggunakan alamat IP<br />

dalam membentuk suatu jaringan<br />

global mengakibatkan<br />

alokasi ruang alamat protokol<br />

Internet versi 4 semakin berkurang,<br />

bahkan mendekati batas<br />

akhir kemampuannya dalam<br />

pengalokasian ruang alamat.<br />

IPv6 yang merupakan<br />

protokol baru dirancang untuk<br />

dapat menggantikan posisi<br />

Internet protokol versi 4 karena<br />

keterbatasan pengalokasian<br />

ruang alamat. Selain itu pula<br />

alasan lain yang mendorong<br />

munculnya pengembangan<br />

IPv6 ini adalah untuk memiliki<br />

ruang alamat yang besar (diameter<br />

galaksi), mendukung<br />

penyusunan alamat secara<br />

terstruktur, memungkinkan Internet<br />

berkembang, dan kemampuan<br />

routing baru yang<br />

tidak dimiliki IPv4. IPv6 memiliki<br />

alamat anycast yang dapat<br />

digunakan untuk pemilihan<br />

route secara efisien dan mekanisme<br />

penggunaan alamat<br />

secara lokal yang memungkinkan<br />

instalasi secara plug &<br />

play.<br />

Untuk informasi mengenai<br />

IPv6, CHIP menyarankan <strong>Anda</strong><br />

untuk mengakses website<br />

6BONE (http://www.6bone.<br />

net). Pada website ini, <strong>Anda</strong><br />

bisa mendapatkan informasi<br />

mengenai status dan hasil riset<br />

dari berbagai partisipan yang<br />

tergabung di 6BONE ini. Selain<br />

itu, <strong>Anda</strong> bisa mendapatkan<br />

informasi mengenai IPv6<br />

dengan mengunjungi website<br />

berikut.<br />

- http://www.6ren.net<br />

- http://www.6tap.net<br />

- http://www.ipv6.org<br />

- http://www.ipv6forum.com<br />

transisi secara bertahap dari protokol IPv4 ke IPv6 tanpa<br />

mengubah infrastruktur yang ada.<br />

Tunneling. Mekanisme tunneling memungkinkan mesinmesin<br />

komputer berbasis protokol IPv6 dapat berkomunikasi<br />

dengan memanfaatkan infrastruktur jaringan Internet berbasis<br />

IPv4 yang ada. Secara virtual, jaringan berbasis IPv6 akan berdiri<br />

pada infrastruktur jaringan IPv4 yang ada. Setiap host yang<br />

menggunakan mekanisme ini harus merupakan dual stack host,<br />

yaitu host yang mendukung IPv6 sekaligus IPv4.<br />

Paket IPv6 yang akan dikirimkan ke host IPv6 yang lain<br />

melalui infrastruktur jaringan IPv4 akan dibungkus dalam paket<br />

IPv4. Kemudian, paket IPv4 yang mengandung paket IPv6 dapat<br />

dikomunikasikan melalui infrastruktur jaringan IPv4. Pada sisi<br />

lain, host IPv6 sebagai penerima paket IPv4 yang berisikan paket<br />

IPv6, melakukan dekapsulisasi terhadap paket IPv4 yang di<br />

terima.<br />

Virtual ethernet. Mekanisme yang baru-baru ini dikembangkan<br />

adalah mekanisme virtual ethernet (vet) atau mekanisme<br />

6to4 . Mekanisme ini digunakan agar host yang diimplementasikan<br />

IPv6 dapat berkomunikasi dengan host diimplementasikan<br />

IPv6 lainnya melalui jaringan (route) IPv4 yang ada.<br />

Mekanisme 6to4 memungkinkan transisi ke IPv6 dengan<br />

lebih baik dan lebih cepat karena tunnel tidak dikonfigurasi<br />

secara eksplisit. Mekanisme 6to4 ini diimplementasikan terutama<br />

pada border router. Tunnel dikonfigurasi secara otomatis dengan<br />

menggunakan virtual ethernet (vet). Pada dasarnya, hal itu<br />

dilakukan dengan menjadikan vet sebagai link-layer dari IPv6<br />

dan IPv4 akan menjadi link-layer dari vet. Irvan Nasrun<br />

| CHIP | NETWORKING | 7


TIPS CCNA<br />

Tips Ujian Sertiftikasi CCNA<br />

Menjadi Ahli <strong>Jaringan</strong><br />

Teknologi jaringan yang semakin maju menuntut pengetahuan yang lebih untuk dapat menggunakannya<br />

secara maksimal. Untuk menjadi seorang ahli dalam jaringan, Cisco menawarkan jalannya dengan cara<br />

mengambil sertifikasi Cisco Certified Networking Associate (CCNA). Pada artikel ini, CHIP akan menunjuk<br />

jalan yang ditawarkan oleh Cisco tersebut untuk <strong>Anda</strong>.<br />

k<br />

Kemajuan teknologi informasi dan komputer merupakan<br />

hal yang wajar dan terus-menerus terjadi dan<br />

berbagai macam teknologi baru bermunculan yang bertujuan<br />

mengatasi beragam masalah atau kebutuhan yang ada. Salah satu<br />

teknologi yang semakin banyak dipakai oleh banyak perusahaan<br />

baik besar maupun kecil adalah jaringan komputer atau biasa<br />

disebut networking. Teknologi ini memiliki cakupan yang sangat<br />

luas dan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan yang ada.<br />

Salah satu jalan untuk dapat menjadi sumber daya manusia<br />

yang tangguh di bidang networking adalah dengan mengambil<br />

sertifikasi di bidang networking, baik sertifikasi yang bertaraf<br />

lokal, nasional, ataupun internasional. Dari segi biaya, sertifikasi<br />

internasional akan lebih mahal daripada lokal. Namun, selain<br />

lebih “bergengsi" sertifikasi ini lebih dikenal dan diakui<br />

kredibilitasnya oleh berbagai perusahaan terutama perusahaan<br />

asing sehingga kemampuan pemegang sertifikasi tersebut dapat<br />

lebih diakui. Salah satu contoh sertifikasi internasional pada<br />

bidang networking adalah CCNA (Cisco Certified Networking<br />

Associate ) yang merupakan satu dari sekian banyak sertifikasi<br />

networking yang ditawarkan oleh Cisco. Cisco sendiri<br />

merupakan perusahaan yang sudah berpengalaman di bidang<br />

networking, terutama pada infrastruktur hardware, seperti<br />

router dan switch serta software pendukungnya.<br />

Berikut akan dikupas beberapa hal untuk mendalami<br />

networking melalui CCNA. Hal ini tidak berarti bahwa CHIP<br />

menyarankan bahwa sertifikasi CCNA adalah solusi yang paling<br />

tepat dan baik, akan tetapi CHIP mengharapkan artikel ini<br />

dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mereka yang hendak<br />

menggeluti bidang networking.<br />

Sertifikasi tidak harus dengan kursus<br />

Ujian untuk mengambil sertifikasi CCNA memang sudah<br />

banyak ditawarkan di berbagai training center, dan kebanyakan<br />

sudah dipaketkan dalam program kursus sehingga otomatis<br />

biaya menjadi lebih besar. Walaupun ada beberapa training<br />

center yang hanya menawarkan fasilitas kursus saja, biayanya<br />

tetap relatif besar. Jika uang merupakan masalah, otodidak atau<br />

belajar dengan teman atau orang yang lebih ahli dapat menjadi<br />

pilihan. Namun jika keadaan keuangan memungkinkan maka<br />

mengikuti sebuah kursus dapat memberikan nilai tambah<br />

tersendiri. Fasilitas hardware untuk praktek langsung serta<br />

instruktur yang tersedia pada training center dapat berdampak<br />

8 | CHIP | NETWORKING<br />

positif bagi kemajuan proses pembelajaran.<br />

Bagi mereka yang otodidak, sertifikasi CCNA dapat<br />

diperoleh dengan mengikuti ujian sertifikasi internasionalnya.<br />

Jadi baik otodidak atau mengikuti kursus tetap harus<br />

mengambil ujian sertifikasi.<br />

Dalam menentukan tempat kursus, pilihlah training center<br />

yang memiliki instruktur yang berpengalaman, bukan hanya<br />

bersertifikasi CCNA serta memiliki perangkat penunjang yang<br />

lengkap dan dengan jumlah yang memadai. Hal ini penting<br />

karena instruktur yang berpengalaman biasanya dapat<br />

menjelaskan materi yang ada dengan lebih mengena tidak<br />

hanya teori ataupun textbook-based saja. Perangkat yang<br />

lengkap dengan jumlah memadai akan memperlancar dan<br />

mempermudah proses belajar secara praktik.<br />

Jika hendak otodidak, disarankan memiliki bahan yang<br />

memadai baik kurikulum ataupun buku-buku serta sarana<br />

bertanya yang tepat, bisa kepada teman yang memahami atau<br />

kepada berbagai mailing-list yang berhubungan dengan Cisco<br />

terutama CCNA. Semuanya ini agar proses belajar dapat<br />

berlangsung dengan lancar.<br />

Berikut nama-nama training center CCNA di Jakarta, yaitu:<br />

Binus Center, Inixindo, Immanance IT Center, untuk lebih<br />

detailnya dapat melihat box referensi. Beberapa dari training<br />

center ini tidak hanya memberikan kursus tapi juga ujian untuk<br />

sertifikasi CCNA.<br />

Materi dan Kurikulum langsung dari Cisco<br />

Kurikulum pembelajaran CCNA dikeluarkan oleh Cisco<br />

sendiri, dimana materinya selalu direvisi tiap waktu tertentu.<br />

Jika kurikulumnya sudah tidak update lagi, maka Cisco<br />

mengeluarkan versi yang lebih baru. Saat ini, kurikulumnya<br />

sudah mencapai versi 3 - semakin tinggi angkanya semakin baru<br />

kurikulumnya - yang merupakan kurikulum versi 2 yang<br />

mengalami penambahan materi. Pada kurikulum versi 3 ini<br />

memuat beragam materi teori dan materi praktikum yang<br />

terbagi dalam empat semester pembelajaran. Secara garis besar,<br />

materinya dapat dijabarkan sebagai berikut: semester satu<br />

memuat teori-teori networking dasar serta cara pengaturan<br />

kabel LAN, semester dua memuat pengenalan dan beberapa<br />

metode konfigurasi router, semester tiga memuat pengenalan<br />

dan metode konfigurasi pada switch, dan semester empat<br />

memuat konfigurasi router yang lebih mengarah kepada WAN.


TIPS CCNA<br />

Daftar website yang dapat membantu studi:<br />

http://www.testking.com/<br />

k Contoh soal sertifikasi CCNA dari testking<br />

http://www.routersim.com/<br />

k Software simulator router<br />

http://www.boson.com<br />

k Software simulator router<br />

http://www.certificationking.net/<br />

k Soal-soal sertifikasi CCNA dari certificationking<br />

http://www.real-questions.com/<br />

k Contoh-contoh soal CCNA dari real-questions<br />

http://groups.yahoo.com/group/indocisco/<br />

k Mailing list komunitas pengguna Cisco di Indonesia<br />

Pada masing-masing semester sudah disertakan materi praktikum<br />

yang disesuaikan dengan teorinya dan soal-soal latihan untuk<br />

mengevaluasi pemahaman materi.<br />

Penguasaan konsep awal sangat membantu<br />

Dalam mempelajari materi-materi CCNA terutama semester<br />

pertama, penguasaan atau pemahaman tentang teori-teori yang<br />

diajarkan seperti OSI 7 layer dan TCP/IP, akan sangat membantu<br />

pemahaman pada bagian-bagian selanjutnya, walaupun pada<br />

awalnya konsep-konsep yang diajarkan akan terasa teoritis dan<br />

membingungkan terutama bagi yang awam sama sekali tentang<br />

jaringan. Dengan mengikuti praktikum maka selain berguna untuk<br />

meningkatkan kemampuan konfigurasi juga dapat membantu<br />

pemahaman teori.<br />

Teori atau konsep dapat dipelajari atau dimengerti sendiri<br />

secara otodidak, namun ilmu yang hanya bisa didapat dari<br />

praktikum dapat menjadi hambatan bagi mereka yang belajar<br />

secara otodidak. Kemampuan untuk dapat mengkonfigurasi<br />

switch dan router Cisco tipe tertentu sampai pada tingkat tertentu<br />

merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki jika hendak<br />

menjadi seorang CCNA, sehingga praktik mengkonfigurasi<br />

perangkat tersebut sangat penting. Bagi mereka yang belajar<br />

mengkonfigurasi kedua perangkat tersebut secara otodidak, maka<br />

salah satu alternatif adalah membeli perangkat sendiri namun<br />

harganya tentu saja tidaklah murah terutama yang baru, atau dapat<br />

juga menggunakan program simulator yang ada seperti RouterSim<br />

atau Boson Router Simulator.<br />

Simulator sebagai alat Bantu belajar<br />

Program simulasi memang tidaklah sesempurna yang aslinya,<br />

tapi setidaknya dapat cukup menggantikan beberapa fungsi utama<br />

perangkat yang hendak dikonfigurasikan. Tentu saja hardware<br />

yang sesungguhnya memiliki beragam feature tambahan yang<br />

dapat dicoba satu persatu untuk menambah pengalaman. Namun,<br />

dana yang dikeluarkan tidaklah sedikit mengingat untuk berlatih<br />

konfigurasi routing saja dibutuhkan setidaknya tiga buah router<br />

agar dapat berlatih mengkonfigurasi routing packet data dari satu<br />

router ke router lain baik bersebelahan ataupun melewati router<br />

10 | CHIP | NETWORKING<br />

TIPS<br />

Melalui jalan pintas<br />

Dalam mempelajari materimateri<br />

CCNA, hardware router<br />

dan switch yang digunakan<br />

juga bermerk Cisco, karena<br />

kurikulumnya berdasarkan<br />

pada hardware Cisco itu<br />

sendiri. Perbedaan mendasar<br />

dengan merek lain pada hardware<br />

sejenis adalah pada<br />

sintaks atau perintah untuk<br />

mengkonfigurasinya, sedangkan<br />

cara dan teorinya tetap<br />

sama. Bagi perangkat yang<br />

menggunakan konfigurasi<br />

berbasiskan web - GUI -<br />

konfigurasi bisa dilakukan<br />

dengan beberapa klik saja.<br />

Testking atau contoh soal<br />

semacamnya memang berguna<br />

untuk latihan atau ujicoba<br />

kemampuan tapi sering<br />

kali disalahgunakan sebagai<br />

bocoran soal atau semacamnya<br />

sehingga mengandalkan<br />

soal-soal itu untuk<br />

belajar dan menghafalkannya<br />

dengan harapan akan keluar<br />

soal yang sama. Hal ini tentu<br />

saja sangat merugikan peserta<br />

karena dengan menghafal<br />

saja belum tentu benar-benar<br />

mengerti akan permasalahannya<br />

dan pada saat ujian<br />

sertifikasi CCNA soalnya akan<br />

berbeda sehingga peserta<br />

akan kebingungan.<br />

Ujian pengambilan sertifikasi<br />

CCNA dilakukan dengan<br />

bantuan lembaga penguji internasional<br />

Thomson Prometric<br />

yang bertugas untuk<br />

mengatur soal dan keamanan<br />

pada saat ujian sehingga<br />

kecurangan sulit dilakukan.<br />

lainnya. Hal ini penting karena keduanya memiliki beberapa<br />

perbedaan konfigurasi sesuai dengan protokol yang<br />

digunakan. Hal yang sama juga berlaku untuk switch, sehingga<br />

menggunakan simulator adalah solusi yang murah meriah,<br />

jika mengikuti sebuah kursus maka otomatis dapat berlatih<br />

konfigurasi selama masa kursus. Membeli perangkatperangkat<br />

tersebut selain membutuhkan biaya lebih juga<br />

bukanlah keputusan yang paling tepat, sebab setelah selesai<br />

dan lulus mengambil sertifikasi, alat-alat ini praktis akan<br />

menjadi kurang berguna lagi karena dalam lapangan<br />

pekerjaan yang ada belum tentu menggunakan tipe router<br />

ataupun switch yang serupa. Tujuan dari praktikum<br />

Sebagai alat bantu : Program simulasi dapat membantu<br />

dalam belajar membuat konfigurasi sampai pada batas<br />

tertentu.


konfigurasi switch dan router lebih sebagai latihan untuk<br />

memahami cara mengkonfigurasi router dan switch secara<br />

umum berdasarkan teori-teori yang ada.<br />

Buku dan contoh soal sebagai pelengkap materi<br />

Ada banyak macam buku-buku yang membahas mengenai<br />

CCNA baik lokal maupun asing yang dapat membantu untuk<br />

melengkapi materi belajar yang ada. Akan lebih baik<br />

menggunakan buku-buku yang memiliki pembahasan dengan<br />

lengkap sehingga tidak perlu repot-repot menggunakan banyak<br />

buku. Sebagian dari buku-buku tersebut diterbitkan oleh Cisco<br />

press dan ditulis oleh orang-orang yang sudah berpengalaman<br />

dalam networking terutama Cisco. Dalam memilih buku,<br />

sesuaikan dengan kode ujian yang akan diambil. Cisco<br />

menggunakan kode angka untuk membedakan masing-masing<br />

ujian sertifikasi dari Cisco. Saat ini, ujian sertifikasi CCNA<br />

menggunakan kode 640-801. Carilah buku-buku atau panduan<br />

yang membahas materi untuk ujian dengan kode yang sama<br />

agar mendapat hasil maksimal.<br />

Selain buku, untuk membantu dalam pengambilan sertifikasi<br />

biasanya ada yang memanfaatkan contoh-contoh soal yang<br />

dikeluarkan lembaga studi luar negeri seperti testking. Soal-soal<br />

ini berguna untuk melakukan simulasi tes sertifikasi untuk<br />

mengetahui sampai sejauh mana pemahaman kita akan materi<br />

CCNA sebelum mengambil ujian sertifikasi. Namun, bukan<br />

berarti soal-soal testking tersebut merupakan bocoran karena<br />

lebih ditujukan sebagai latihan saja.<br />

Untuk dapat dikatakan layak mendapat sertifikasi CCNA,<br />

maka seseorang harus memiliki nilai tes paling kecil 850 dari<br />

nilai maksimal 1.000. Kekurangan satu point saja akan berakibat<br />

gagalnya memperoleh sertifikasi tersebut. Penilaian jawaban<br />

dilakukan oleh komputer pada saat halaman soal berganti ke<br />

soal berikutnya. Tidak ada kesempatan kedua ataupun fasilitas<br />

back, sehingga peserta harus sudah yakin akan jawabannya<br />

karena tidak ada kesempatan untuk memperbaiki jawaban yang<br />

sudah dijawab. Nilai pun langsung keluar pada saat ujian selesai<br />

dikerjakan, sehingga peserta langsung tahu apakah dia berhasil<br />

Contoh soal ujian: Soal-soal seperti dari Testking ini bukan<br />

bocoran soal tapi sebagai try-out ujian.<br />

REFERENSI<br />

Tempat Training dan Buku<br />

Inixindo<br />

Telp:021-57940868<br />

http://www.inixindo.co.id<br />

Bina Nusantara Center<br />

021- 534 5830<br />

http://www.binuscenter.com<br />

CNAP Rawamangun (SMK 26)<br />

Tlp. 4786 6315,<br />

http://cnapjaktim.bagus.net/<br />

CNAP MIPA UI<br />

http://www.fisika.ui.ac.id/~cn<br />

ap/curriculum.html<br />

Immanance IT Center<br />

021 5667992<br />

http://www.immanance.com<br />

CNAP ITB<br />

LabTek 8 lt.4<br />

Jl. Ganesa 10, Bandung<br />

Be-Logix Bandung<br />

022-4221130<br />

www.be-logix.com<br />

Buku berbahasa Inggris<br />

CCNA: Cisco Certified Network<br />

Associate Study Guide, 5th<br />

Edition (640-801), Todd<br />

Lammle, Sybex.<br />

CCNA Certification Library<br />

(CCNA Self-Study, exam #640-<br />

801), Wendell Odom.<br />

Buku berbahasa Indonesia<br />

Cisco Certified Network<br />

Associate Study Guide, Todd<br />

Lammle, Elex Media<br />

Komputindo.<br />

Harga: Rp 189.800<br />

Belajar Sendiri Cisco Router<br />

Edisi Baru, Hendra Wijaya, Elex<br />

Media Komputindo.<br />

Harga: Rp 42.800<br />

Mengupas Tuntas Cisco<br />

Router, Rahmat Rafiudin, Elex<br />

Media Komputindo.<br />

Harga: Rp 39.800<br />

mendapatkan sertifikasi CCNA atau tidak. Jika berhasil, maka<br />

sertifikat akan dikirim langsung dari Cisco dalam waktu satu<br />

bulan ke alamat yang sudah dicantumkan sebelumnya.<br />

Sertifikasi ini memang meliputi suatu keahlian khusus,<br />

namun untuk menjadi seorang yang bisa memenuhi kebutuhan<br />

pasar tenaga kerja networking dengan mantap, diperlukan kemampuan<br />

di bidang lainnya seperti OS dan hardware komputer<br />

karena hal-hal itu memang saling berkaitan dan mendukung<br />

satu dengan lainnya. Aditya Hendra,Penulis@CHIP.co.id<br />

Materi di Internet: Materi CCNA dengan tampilan web sehingga<br />

bisa berupa online ataupun offline.<br />

| CHIP | NETWORKING | 11


AKTUAL Software Dalam CD<br />

Software Dalam CD<br />

Software <strong>Jaringan</strong> Terbaik<br />

Dalam CD terdapat koleksi lengkap software jaringan baik dalam versi freeware, shareware maupun versi<br />

demo. Terdapat pula satu software full version yang dapat <strong>Anda</strong> temukan dalam CD CHIP Spesial kali ini.<br />

Diharapkan semua software ini dapat membantu <strong>Anda</strong> dalam mengelola jaringan menjadi lebih mudah.<br />

k<br />

CD CHIP Spesial menyediakan segalanya untuk mempermudah<br />

pekerjaan seorang administrator jaringan. Lebih<br />

dari puluhan tool antara lain untuk remote-maintenance, analisa<br />

jaringan dan remote control, atau port scanner yang dapat<br />

menemukan kelemahan atau lubang keamanan pada jaringan,<br />

tersedia dalam versi freeware atau shareware.<br />

Tool Full Version yang sangat berguna<br />

Dalam edisi ini, CHIP memberikan sebuah aplikasi full version<br />

yang akan sangat membantu dalam pengelolaan sistem operasi<br />

Windows <strong>Anda</strong>. Aplikasi dengan versi terbaru ini adalah<br />

Ashampoo Winoptimizer Platinum Suite.<br />

Aplikasi ini memiliki delapan feature utama, seperti: Registry<br />

Cleaner, Drive Cleaner, Internet Cleaner, File Associator, Internet<br />

Tuner, DLL Clearner, File Wiper, dan Start Up Tuner.<br />

Dari nama feature-feature yang ditawarkan, <strong>Anda</strong> pasti sudah<br />

mengerti bahwa aplikasi ini akan membantu dalam hal<br />

mengoptimalisasi sistem operasi <strong>Anda</strong> dengan cara membuang<br />

file-file yang tidak berguna dalam hard disk yang sering menjadi<br />

penyebab utama sistem operasi semakin lama semakin lambat.<br />

Tidak hanya sistem operasi saja yang mendapat peningkatan<br />

kinerja, bahkan akses Internet juga dituning agar <strong>Anda</strong> dapat<br />

berselancar lebih cepat.<br />

Selain feature optimalisasi di atas, terdapat pula feature yang<br />

membantu <strong>Anda</strong> memblok spammer dan juga iklan yang sangat<br />

menggangu saat mengakses Internet. Dan terdapat feature File<br />

Wiper yang berfungsi untuk menghapus data dalam hard disk<br />

<strong>Anda</strong>, 100% sampai tidak bisa di-recover lagi. Ini berguna bila<br />

ingin menjual atau memberikan hard disk <strong>Anda</strong> ke pihak lain.<br />

WORKSHOP<br />

Menghapus data secara aman dengan O&O SafeErase<br />

Data seperti data keuangan dan informasi perusahaan sudah tentu tidak boleh sampai jatuh ketangan yang salah. Oleh karena itu O&O<br />

SafeErase membantu dalam menghapus file-file tersebut hingga tidak dapat di-recover lagi. Dengan demikian hacker ataupun pencuri<br />

data tidak memiliki kesempatan untuk mencuri data tesebut.<br />

Memilih file yang akan dihapus: Tool<br />

1 tidak dapat dijalankan melalui Start<br />

Menu Program. Namun <strong>Anda</strong> dapat<br />

menggunakannya melalui klik kanan<br />

pada file yang ingin <strong>Anda</strong> hapus, lalu<br />

pilih 'Securely Erase' dalam menu<br />

konteks. Tips: Apabila <strong>Anda</strong> mengklik<br />

pada Recycle Bin, maka isi di dalamnya<br />

juga akan dihapus oleh O&O SafeErase.<br />

12 | CHIP | NETWORKING<br />

Setting tingkat keamanan: Dalam<br />

2 window 'Confirm safe erase' klik pada<br />

'Settings'. Dengan slider itu, <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengatur tingkat keamanan yang<br />

diinginkan. Pilih 'Highest Security' untuk<br />

data yang sangat sensitif dan<br />

konfirmasikan dengan 'OK'.<br />

Menghapus file dengan aman:<br />

3 Selanjutnya, dalam window 'Confirm<br />

safe erase' konfirmasi lagi dengan 'Yes'<br />

untuk memulai proses penghapusan.<br />

Akan muncul jendela lain yang<br />

menunjukkan laju proses dengan balok<br />

status. Setelah SafeErase menghapus file<br />

tersebut, klik 'Close' untuk mengakhiri<br />

program.


ADMINISTRATION | PROFILE MAKER k Others<br />

Mengelola group policy<br />

Feature:<br />

k Memperluas group policy<br />

k Mengkonfigurasi registry<br />

dan setting Microsoft Office<br />

k Pelacakan alur<br />

Keterangan: Semakin banyak<br />

jaringan modern dikelola melalui<br />

group policy. AutoProf Policy<br />

Maker memungkinkan pengelola<br />

jaringan mengatur banyak<br />

konfigurais pada desktop -<br />

misalnya konfigurasi Microsoft<br />

Office, profile Outlook, atau<br />

SECURITY| SP MANAGER<br />

Mengelola<br />

Windows Update<br />

Feature:<br />

k Membagi file update<br />

Windows dalam jaringan<br />

k Pengenalan otomatis<br />

k Support beberapa software<br />

Microsoft<br />

Keterangan: SP Manager<br />

melakukan instalasi otomatis<br />

security update bagi PC dalam<br />

jaringan. Aplikasi ini akan<br />

melakukan sinkronisasi secara<br />

periodik dengan meng-update<br />

dari website Microsoft.<br />

Tips: Di bawah 'Product Info'<br />

pilih produk Microsoft untuk<br />

menampilkan hotfixes dan<br />

info di web.<br />

k Security<br />

registry secara remote. Melalui<br />

pelacakan alur, pencarian kelemahan<br />

dan kesalahan dalam<br />

jaringan menjadi lebih mudah.<br />

Tool ini tepat untuk Windows 9x<br />

dan sistem NT yang tidak<br />

memiliki tool untuk mengatur<br />

group policy.<br />

Tips: Bagi <strong>Anda</strong> yang cukup<br />

mahir dapat menggunakan<br />

perintah mode DOS (command<br />

line) untuk menjalankan beberapa<br />

fungsi tertentu.<br />

UTILITY | PUTTY<br />

Remote Control<br />

untuk PC lain<br />

Feature:<br />

k Perawatan jarak jauh mudah<br />

k Koneksi terenkripsi<br />

k Profil koneksi<br />

Keterangan: Dengan Putty,<br />

<strong>Anda</strong> dapat mengendalikan PC<br />

lain dalam jaringan lokal. <strong>Anda</strong><br />

dapat bekerja pada PC jaringan<br />

tersebut seakan <strong>Anda</strong> duduk<br />

langsung di depannya. Putty<br />

mendukung protokol jaringan<br />

SSH, Telnet, dan Rlogin.<br />

Tips: Melalui 'putty-cleanup'<br />

<strong>Anda</strong> dapat menghapus file<br />

dan entri registry yang dibuat<br />

oleh Putty saat <strong>Anda</strong><br />

mengakses PC dalam jaringan.<br />

k Utility<br />

ANALISA | NETWORK<br />

STUMBLER<br />

Menganalisa<br />

jaringan Wireless<br />

Feature:<br />

k Mendeteksi jaringan wireless<br />

k Melacak jumlah Hotspot<br />

k Menganalisa aktivitas jaringan<br />

wireless<br />

Keterangan: Aplikasi ini<br />

dapat membantu <strong>Anda</strong> dalam<br />

mengenal jaringan wireless<br />

pada suatu daerah tertentu ,<br />

selain itu hasil analisa<br />

tersebut ditampilkan secara<br />

grafis.<br />

Tips: <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />

script tertentu untuk<br />

meningkatkan fungsi aplikasi<br />

ini.<br />

k Monitoring<br />

ANALISA | ETHEREAL<br />

Analisa lengkap<br />

jaringan<br />

Feature:<br />

k Analisa dan pencarian kesalahan<br />

k Menangkap paket data<br />

yang berada di jaringan<br />

k Mengenal lebih dari 683<br />

protokol<br />

Keterangan: Ethereal menawarkan<br />

analisa jaringan yang<br />

sangat detail pada level<br />

protokol. Ia mendukung lebih<br />

dari 683 protokol jaringan,<br />

antara lain Virtual LAN dan<br />

IPv6.<br />

Tips: Hasil output dari aplikasi<br />

ini bisa dalam format teks<br />

(.txt) maupun PostScript®.<br />

k Monitoring<br />

REMOTE | REAL VNC<br />

Remote Control<br />

gratis<br />

Feature:<br />

k Kendali remote-desktop<br />

k Tak tergantung platform<br />

k Java-Viewer terintegrasi<br />

Keterangan: Real VNC memungkinkan<br />

interaksi antar PC<br />

melalui Internet. Karena tool<br />

ini bekerja tanpa tergantung<br />

platform, maka <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengelola sebuah PC Linux<br />

dari PC Windows <strong>Anda</strong>.<br />

Tips: <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />

Java Viewer untuk<br />

mengendalikan sebuah remote-desktop<br />

melalui browser<br />

tanpa perlu meng-install<br />

aplikasi VNC ini.<br />

k Monitoring<br />

ANALISA | NETCAT<br />

Pencarian kesalahan<br />

dalam jaringan<br />

Feature:<br />

k Menguji koneksi jaringan<br />

k Komponen client-server<br />

k Profil koneksi<br />

Keterangan: Dengan Netcat,<br />

<strong>Anda</strong> dapat menganalisa koneksi<br />

jaringan dan mentransfer<br />

data. Tool ini menulis dan<br />

membaca data dengan bantuan<br />

protokol TCP/UDP. Aplikasi<br />

ini dioperasikan melalui<br />

Command Prompt.<br />

Tips: Untuk menampilkan<br />

header sebuah website, dengan<br />

'nc -v www.namawebsite.com<br />

80', tuliskan 'GET/HTTP<br />

/1.0', lalu beberapa kali [Enter].<br />

k Monitoring<br />

| CHIP | NETWORKING | 13


AKTUAL Software Dalam CD<br />

MOBILE | MULTINETWORK MANAGER k Others<br />

Konfigurasi jaringan secara otomatis<br />

Feature:<br />

k Mengatur konfigurasi LAN<br />

k Mengelola printer jaringan<br />

k Mencatat status sistem<br />

Keterangan: Bila notebook<br />

sering dihubungkan dengan<br />

berbagai jaringan, setiap kali<br />

berpindah jaringan maka<br />

konfigurasi juga harus diubah<br />

agar dapat mengakses resources<br />

jaringan. Dengan Multinetwork<br />

Manager, <strong>Anda</strong> akan<br />

dimudahkan dengan sebuah<br />

INFO | ADVANCED<br />

REMOTE INFO<br />

Info mengenai<br />

setiap PC jaringan<br />

Feature:<br />

k Analisa PC jaringan<br />

k Mengenali hardware dan<br />

software<br />

k Fungsionalitas batch<br />

Keterangan: Advanced Remote<br />

Info menampilkan info yang<br />

cukup detail seluruh komponen<br />

PC yang ada dalam jaringan,<br />

antara lain nama PC,<br />

data BIOS, dan info hardware<br />

untuk graphics card atau<br />

prosesor.<br />

Tips: Melalui “Batch | Batch<br />

Scan” <strong>Anda</strong> dapat menganalisa<br />

beberapa PC dalam<br />

sekali jalan.<br />

k Monitoring<br />

14 | CHIP | NETWORKING<br />

wizard untuk membuat profil<br />

jaringan, di mana komponen<br />

seperti setting IP, printer<br />

jaringan, VPN, atau proxy dapat<br />

<strong>Anda</strong> tetapkan terlebih dulu.<br />

Dengan AutoDiscovery, <strong>Anda</strong><br />

dapat memilih perubahan<br />

setting jaringan sesuai dengan<br />

profil yang <strong>Anda</strong> simpan.<br />

Tips: Akses menuju Internet<br />

akan sangat mudah dengan<br />

memilih pilihan 'Basic' di bawah<br />

pilihan 'Create Profile'.<br />

PING | MAGIC NETTRACE<br />

Pencarian jejak web<br />

dengan nyaman<br />

Feature:<br />

k Trace-routing<br />

k WHOIS-Lookup<br />

k Menemukan lokasi ICQuser<br />

Keterangan: Magic Nettrace<br />

menggabungkan tool 'ping',<br />

'whoIs', dan 'nettrace'. Dengan<br />

program ini, kesalahan koneksi<br />

mudah diketahui, pengirim<br />

junk mail dapat dilacak, dan<br />

letak geografis sebuah server<br />

web dapat diketahui.<br />

Tips: Aplikasi yang terintegrasi<br />

dengan ICQ ini memungkinkan<br />

<strong>Anda</strong> mengetahui alamat IP<br />

dari pengguna ICQ tersebut.<br />

k Utility<br />

ADMIN | EMCO<br />

REMOTE SHUTDOWN<br />

Mematikan PC<br />

melalui jaringan<br />

Feature:<br />

k Mematikan PC jaringan<br />

k Pengoperasian mudah<br />

k Mengirimkan pesan sebelum<br />

shutdown<br />

Keterangan: Dengan tool ini<br />

memungkinkan seorang<br />

administrator jaringan dapat<br />

dengan mudah mematikan<br />

komputer dalam jumlah<br />

banyak hanya dengan duduk<br />

didepan komputernya.<br />

Tips: Komputer client tidak<br />

perlu di-install aplikasi apapun<br />

agar dapat dikendalikan oleh<br />

admin dari komputernya.<br />

k Utility<br />

SECURITY | OUTPOST<br />

PERSONAL FIREWALL<br />

Menjaga keamanan<br />

komputer<br />

Feature:<br />

k Mampu mendeteksi berbagai<br />

jenis serangan<br />

k Pengawasan setiap saat<br />

k Penyaringan paket-paket<br />

yang ada dalam jaringan<br />

Keterangan: Firewall ini<br />

telah terbukti mampu<br />

mendeteksi berbagai jenis<br />

serangan seperti zombie dan<br />

serangan remote lainnya.<br />

Tips: Aplikasi tambahan Log<br />

Viewer telah dikelompokan<br />

agar mudah untuk mencari<br />

informasi yang diinginkan.<br />

k Utility<br />

ADMIN | IDEAL<br />

ADMINISTRATION<br />

Mengelola domain<br />

dengan mudah<br />

Feature:<br />

k Pengelolaan domain<br />

k Mengendalikan Exchange<br />

server<br />

k Mentransfer settings<br />

Keterangan: Dengan tool ini,<br />

<strong>Anda</strong> dapat mengelola setting<br />

Active Directory, file sharing,<br />

account pengguna, dan banyak<br />

lainnya. Semua data account<br />

disimpan dalam sebuah<br />

file teks pada sebuah PC.<br />

Tips: Melalui “Migration |<br />

Migration Wizard ...” konfigurasi<br />

dapat ditransfer dengan<br />

mudah ke PC lain.<br />

k Monitoring<br />

SERVER | DHCP TURBO<br />

Server DHCP<br />

gratis<br />

Feature:<br />

k Software DHCP-server<br />

k Pembagian IP otomatis<br />

k Untuk maksimal 5 PC<br />

Keterangan: DHCP Turbo<br />

menyediakan sebuah server<br />

DHCP yang melakukan<br />

pembagian alamat IP dalam<br />

jaringan secara otomatis. Dengan<br />

demikian, <strong>Anda</strong> tidak<br />

perlu mengatur setting untuk<br />

setiap client.<br />

Tips: Bila diperlukan, <strong>Anda</strong><br />

dapat memberi alamat IP<br />

statik kepada PC yang ada di<br />

jaringan melalui “'File | New|<br />

Reservation”.<br />

k Utility


REMOTE | REMOTE TASK MANAGER k Monitoring<br />

Bekerja pada remote PC<br />

Feature:<br />

k Remote-control<br />

k Mengubah setting keamanan<br />

k Event-Viewer<br />

Keterangan: Tool ini merupakan<br />

pusat pengoperasian untuk<br />

mengendalikan remote client.<br />

Dengan tampilan yang terstruktur<br />

jelas, beberapa proses<br />

baru dapat ditambah, service<br />

dapat di-start atau dihentikan,<br />

setting keamanan dapat diubah,<br />

dan aplikasi pada remote<br />

MSI | WININSTALL LE<br />

Mengedit paket<br />

Windows-Installer<br />

Feature:<br />

k Mengedit paket MSI<br />

k Membuat MSI sendiri<br />

k Pembagian software mudah<br />

Keterangan: Dengan freeware<br />

Wininstall LE 2003, <strong>Anda</strong><br />

dapat mengimpor dan mengedit<br />

paket Microsoft Windows<br />

Installer (MSI) dengan cepat<br />

dan intuitif. Discover Wizardnya<br />

mempermudah pembuatan<br />

paket installer sendiri.<br />

Tips: Permintaan registrasi<br />

yang sering salah selama<br />

instalasi dapat <strong>Anda</strong> atasi<br />

dengan menonaktifkan semua<br />

koneksi jaringan dan Internet.<br />

k Others<br />

PC dapat diakhiri. Melalui Event<br />

Viewer, <strong>Anda</strong> dapat mengamati<br />

semua yang terjadi pada sebuah<br />

client dengan nyaman. Remote<br />

Task Manager juga memungkinkan<br />

<strong>Anda</strong> melakukan instalasi<br />

dari jarak jauh (remote<br />

installation).<br />

Tips: Melalui fungsi Performance<br />

Monitor, <strong>Anda</strong> bisa<br />

mendapatkan informasi mengenai<br />

kinerja CPU dan pembebanan<br />

RAM di client.<br />

ADMIN | ADVANCED<br />

ADMINISTRATIVE TOOLS<br />

Tool dan analisa<br />

keamanan<br />

Feature:<br />

k Port-scanner terintegrasi<br />

k Verifikasi alamat mail<br />

k WHOIS, link-analyzer<br />

Keterangan: Tool Advanced<br />

Administrative mempermudah<br />

pencarian celah keamanan<br />

dalam jaringan, memungkinkan<br />

beberapa analisa,<br />

dan uji koneksi misalnya<br />

validitas sebuah alamat email.<br />

Tips: Di multiproxy.org terdapat<br />

list proxy yang dapat diperiksa<br />

oleh proxy-analyzer.<br />

k Others<br />

TEST | NETIO<br />

Menghitung<br />

kecepatan jaringan<br />

Feature:<br />

k Analisa arus data<br />

k Menguji beberapa ukuran<br />

paket<br />

k Untuk TCP, UDP, NetBIOS<br />

Keterangan: NetIO menghitung<br />

kecepatan jaringan. Untuk<br />

itu, paket data dalam berbagai<br />

ukuran dikirimkan antara<br />

client dan server. Yang didukung:<br />

TCP, UDP, dan NetBIOS.<br />

Tips: Untuk mengirim data<br />

dengan TCP, jalankan server<br />

melalui 'win32-1386 -s -t' dan<br />

client melalui 'win32-1386 -t<br />

'.<br />

k Utility<br />

PROXY | JANA-SERVER 2<br />

Server proxy yang<br />

lengkap<br />

Feature:<br />

k Konfigurasi mudah<br />

k Mail-server terintegrasi<br />

k Server HTTP dan FTP<br />

Keterangan: Jana Server<br />

mengatur akses Internet kepada<br />

pengguna LAN. Mail<br />

server yang terintegrasi memungkinkan<br />

pengiriman email<br />

antar-client dalam jaringan.<br />

Juga terintegrasi: Server<br />

Web dan FTP, serta server DNS<br />

untuk jaringan lokal.<br />

Tips: Alamat http://127.0.-<br />

0.1:2506/jana.admin'<br />

memberi akses langsung pada<br />

menu konfigurasi.<br />

k Internet<br />

ADMIN | ADMWIN<br />

Paket lengkap untuk<br />

manajemen jaringan<br />

Feature:<br />

k Remote-Administration<br />

k Menampilkan info jaringan<br />

k Setup dengan kendali script<br />

Keterangan: Paket AdmWin<br />

ini menyediakan lima tool<br />

manajemen jaringan Windows<br />

dan Novell. Dengan tool<br />

ini, informasi pengguna, password,<br />

sharing, dan keanggotaan<br />

kelompok dapat disesuaikan.<br />

Tips: Script untuk menjalankan<br />

action pada beberapa PC<br />

<strong>Anda</strong> temukan di bawah 'Help|<br />

SetupBatcher| Examples'.<br />

k Others<br />

LAN-CHAT | REALPOPUP<br />

Komunikasi dalam<br />

LAN dengan mudah<br />

Feature:<br />

k Mengirim teks dalam LAN<br />

k Penerimaan tanpa instalasi<br />

k Links dalam pesan<br />

Keterangan: RealPopUp mampu<br />

mengirim pesan dalam LAN.<br />

Kompatibel dengan layanan<br />

pesan Windows dan tool messaging<br />

Windows 9x. Pesan juga<br />

bisa disampaikan ke PC yang<br />

tidak memiliki instalasi tool ini.<br />

Tips: Di bawah 'Program |<br />

Options| User and Groups,'<br />

tentukan siapa yang akan<br />

dikontak dengan WinPopUp<br />

(pengguna tanpa RealPopUp).<br />

k Others<br />

| CHIP | NETWORKING | 15


PRAKTEK Perancangan<br />

INDEKS | TES & PRAKTEK<br />

Tips Belanja Perangkat LAN 22<br />

Panduan Membeli Hardware LAN: Memandu <strong>Anda</strong><br />

membeli perangkat LAN dengan benar dan tepat.<br />

Tes: W-LAN Router 28<br />

CHIP menguji beberapa router W-LAN yang dapat<br />

dijadikan panduan untuk membeli perangkat ini.<br />

<strong>Jaringan</strong> <strong>Pertama</strong> <strong>Anda</strong> 34<br />

Panduan lengkap untuk membangun jaringan<br />

pertama <strong>Anda</strong>.<br />

OS untuk <strong>Jaringan</strong> 38<br />

Windows, Linux atau sebaiknya memilih<br />

Macintosh? Fungsi utamalah yang menentukan.<br />

Mengkonfigurasi PC Client 42<br />

<strong>Anda</strong> dapat membuat konfigurasi network untuk<br />

client yang sesuai dengan kebutuhan.<br />

Membagi Sumber Daya 48<br />

CHIP akan menunjukkan kepada <strong>Anda</strong>, bagaimana<br />

membagi sumber daya jaringan seperti printer.<br />

Penguasa <strong>Jaringan</strong> 54<br />

CHIP akan menunjukkan bagaimana meng-install<br />

Windows 2003 Server secara optimal.<br />

Layanan E-mail <strong>Jaringan</strong> Lokal 60<br />

<strong>Anda</strong> dapat membangun sebuah Mail server<br />

untuk jaringan internal di Windows Server 2003.<br />

Berbagi Akses Internet 64<br />

Dengan menggunakan Windows ICS <strong>Anda</strong> dapat<br />

menghubungkan jaringan kecil <strong>Anda</strong> ke Internet.<br />

Pantau Bandwidth <strong>Anda</strong> 66<br />

Dengan MRTG (Multi Router Traffic Grapher) <strong>Anda</strong><br />

dapat dengan mudah memantau bandwidth<br />

jaringan <strong>Anda</strong>.<br />

k ISI CD<br />

k Kendali terpusat Remote Administrator akan<br />

membantu <strong>Anda</strong> dalam memonitor dan<br />

mengendalikan PC-PC yang ada dalam jaringan.<br />

k W-LAN Network Stumbler akan membantu <strong>Anda</strong><br />

dalam mendeteksi jaringan WiFi, sehinga <strong>Anda</strong><br />

dapat mengetahui kondisi signal koneksi yang<br />

tersedia.<br />

16 | CHIP | NETWORKING<br />

Microsoft telah<br />

memperbaiki feature<br />

keamanan pada sistem<br />

operasi server terbaru<br />

mereka. Dibandingkan<br />

dengan Windows 2000,<br />

Administrator harus<br />

beradaptasi dengan<br />

banyak hal, terutama<br />

saat instalasi software.<br />

Workshop berikut ini<br />

mempermudah kerja<br />

<strong>Anda</strong>.<br />

Dasar-Dasar dan Perencanaan <strong>Jaringan</strong><br />

Rancang Dahulu<br />

k<br />

Menghubungkan beberapa komputer ke dalam sebuah<br />

jaringan bukanlah hal yang baru lagi. Usaha yang<br />

diperlukan untuk melakukan hal tersebut tidaklah jauh berbeda<br />

dengan memasang graphics card atau printer. Dimulai dari era<br />

Windows 3.11 (Windows for Workgroups), Windows 9x, Me,<br />

hingga era Windows 2000 maupun XP, seorang pemula pun dapat<br />

melakukan instalasi tersebut dengan mudah. Hal yang sama juga<br />

terjadi pada sistem operasi Apple Mac OS. Sementara, untuk<br />

mengkonfigurasi sistem operasi seperti Linux dan Unix tampaknya<br />

masih dibutuhkan sedikit pengetahuan. Namun pada<br />

intinya, membangun sebuah jaringan komputer bukanlah sebuah<br />

hal yang sulit.<br />

LAN merupakan singkatan dari "Local Area Network" yang<br />

merupakan sebuah jaringan komputer lokal dan saling terhubung<br />

satu dengan yang lainnya dalam wilayah yang terbatas. Di<br />

dalam sebuah jaringan LAN, dimungkinkan untuk menghubungkan<br />

beberapa perangkat yang berbeda, yaitu printer, router,


Sebelum Membangun LAN<br />

dan sebagainya. Selain LAN, terdapat juga jaringan Wireless Local<br />

Area Network (W-LAN) yang merupakan bentuk lain dari jaringan<br />

LAN. Berbeda dengan jaringan LAN yang menggunakan<br />

media kabel, jaringan W-LAN menggunakan media gelombang<br />

elektromagnetik atau umum disebut gelombang radio untuk<br />

saling berkomunikasi. Walaupun menggunakan gelombang radio,<br />

jangkauan W-LAN juga terbatas oleh kemampuan dari transmitter<br />

yang digunakan.<br />

Perlu diingat di sini, pengertian W-LAN tidaklah sama dengan<br />

Wide Area Network (WAN). Teknologi WAN memungkinkan<br />

dibangunnya jaringan antar-komputer yang terpisah cukup jauh,<br />

dari antarkota hingga antarnegara. Koneksi WAN umumnya<br />

menggunakan media kabel untuk berkomunikasi. Namun, berbeda<br />

dengan LAN yang menggunakan kabel UTP, jaringan WAN<br />

menggunakan kabel yang terbuat dari bahan fiberglass.<br />

Selain digunakan untuk jaringan WAN, kabel fiber-optik juga<br />

banyak digunakan pada jaringan-jaringan telepon, ISDN,<br />

maupun Internet (melalui Virtual Private Network-VPN. Lihat<br />

artikel pada halaman 112).<br />

Rancang <strong>Jaringan</strong> dengan Benar<br />

Sebelum <strong>Anda</strong> melakukan instalasi jaringan, ada baiknya<br />

membuat sebuah perencanaan yang matang untuk menghindari<br />

terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.<br />

Dalam membuat perencanaan, ada dua hal utama yang harus<br />

<strong>Anda</strong> perhatikan. Yang pertama adalah dalam hal penggunaan<br />

jaringan tersebut. Apakah semua PC yang terhubung ke jaringan<br />

akan dihubungkan dengan beberapa printer? Apakah <strong>Anda</strong> perlu<br />

membangun satu atau beberapa server untuk menangani<br />

database, e-mail, scheduler, dan tugas lainnya?<br />

Yang kedua adalah pertimbangan luas cakupan area jaringan<br />

yang akan dibangun. Apakah jarak antara PC ke switch/hub<br />

memungkinkan untuk pemasangan kabel? Apakah akan lebih<br />

| CHIP | NETWORKING | 17


PRAKTEK Perancangan<br />

baik jika menggunakan jaringan wireless? Apakah di area jaringan<br />

tersebut tersedia tempat yang cocok untuk meletakkan sebuah<br />

server, hub/switch, modem, dan perangkat lainnya?<br />

Untuk awalnya, ada baiknya <strong>Anda</strong> membuat konsep jaringan<br />

yang ingin dibangun dalam bentuk gambar. Konsep tersebut bisa<br />

dalam bentuk diagram sederhana atau terperinci berikut dengan<br />

ukuran ruangnya.<br />

Dengan adanya konsep jaringan yang jelas dan teratur,<br />

pengaturan alamat IP untuk setiap PC akan terasa mudah. Pengaturan<br />

struktur jaringan seperti pengelompokkan workgroup<br />

juga sangat perlu untuk direncanakan terlebih dahulu.<br />

Untuk memudahkan tugas perencanaan tersebut, <strong>Anda</strong> dapat<br />

menggunakan software Lanflow yang dapat <strong>Anda</strong> download dari<br />

www.pacestar.com. Penggunaan software ini cukup mudah<br />

dikarenakan sistem navigasi umumnya menggunakan logo-logo<br />

gambar yang umum ditemukan dalam proses perencanaan LAN,<br />

misalnya client, server, router, dan printer. <strong>Anda</strong> dapat memperoleh<br />

versi full dari software Lanflow ini dengan melakukan register<br />

dan membayar biaya registrasi sekitar US$ 50.<br />

18 | CHIP | NETWORKING<br />

Client-Server atau Peer to Peer?<br />

Pertanyaan tentang jenis jaringan yang akan dibangun<br />

sebenarnya telah ditanyakan di awal artikel ini. Secara umum,<br />

arsitektur jaringan dibagi atas tiga jenis berikut ini.<br />

Arsitektur Client-Server: Arsitektur ini umumnya digunakan<br />

pada sebuah jaringan besar yang mengutamakan keamanan dan<br />

keandalan, contohnya pada universitas, instansi pemerintah, dan<br />

perusahaan-perusahaan besar lainnya. Di dalam arsitektur ini,<br />

terdapat sebuah server utama (umumnya berupa gabungan dari<br />

beberapa server) yang menyediakan tempat penyimpanan data<br />

(data storage), administrasi user, dan semua yang diperlukan oleh<br />

PC client. Di dalam arsitektur ini, PC client yang berfungsi<br />

sebagai "Dummy Terminal" yang terdiri atas monitor, keyboard,<br />

Terencana dengan baik: <strong>Jaringan</strong> mudah dirancang dengan<br />

software network planning seperti Lanflow dari Pacestar .<br />

dan control unit.<br />

Penggunaan arsitektur jaringan ini tentunya akan sangat<br />

memudahkan proses administrasinya. Hal ini dikarenakan Administrator<br />

hanya perlu meng-install aplikasi di server dan setiap<br />

aplikasi hanya akan dijalankan di server. Dibalik kelebihan tersebut,<br />

sebenarnya arsitektur ini juga mengandung kelemahan. Untuk<br />

bisa melayani PC client, spesifikasi hardware yang dimiliki<br />

server haruslah tinggi sehingga dapat melayani beban yang berat.<br />

Selain itu, arsitektur ini juga rentan terhadap error. Apabila kinerja<br />

server terganggu, maka seluruh jaringan juga akan mengalami<br />

gangguan.<br />

Server dan Client Pintar: Arsitektur ini dirancang untuk<br />

digunakan pada jaringan skala kecil maupun pribadi. Ini<br />

digunakan pada PC stand-alone yang dihubungkan ke jaringan<br />

untuk proses pertukaran data saja.<br />

Server merupakan satu atau beberapa PC yang dirancang untuk<br />

menyala terus-menerus dan menyediakan tempat penyimpanan<br />

data tambahan, seperti hard disk dan peripheral lainnya<br />

(modem, printer, dsb). Namun, pada kasus-kasus tertentu, server<br />

difungsikan juga sebagai pendukung operasional PC client, contohnya<br />

sebagai Mail server. Pada prakteknya, beberapa server dapat<br />

digabung menjadi satu untuk menghasilkan sebuah Domain<br />

(baca halaman 60).<br />

<strong>Jaringan</strong> Peer-to-Peer: Arsitektur ini umum digunakan pada<br />

perusahaan berskala kecil dan juga untuk kebutuhan pribadi.<br />

Arsitektur ini umumnya tidak memerlukan server. Arsitektur ini<br />

digunakan hanya untuk sekedar bertukar data antar-PC client<br />

dan kadang-kadang juga untuk men-share printer yang terhubung<br />

ke salah satu PC untuk digunakan bersama. Oleh karena itu,<br />

PC yang berada dalam jaringan ini sebenarnya berfungsi sebagai<br />

client sekaligus server.<br />

Kedua arsitektur terakhir yang dijelaskan di atas sebenarnya<br />

sering ditemukan dan digunakan dalam satu jaringan. Umumnya<br />

pada sebuah jaringan yang memiliki satu server (atau beberapa<br />

server), memungkinkan pengaksesan antara satu client ke client<br />

lainnya (peer-to-peer) sejauh tersedia access right. Bahkan sering<br />

ditemui juga sebuah workstation dalam jaringan juga difungsikan<br />

sebagai Server dikarenakan di dalam hard disk workstation tersebut<br />

tersimpan data bersama yang dapat diakses oleh semua<br />

pengguna di jaringan tersebut, termasuk penyediaan akses<br />

printer.<br />

Dilihat dari sudut pandang hardware, tidak ada perbedaan<br />

antara jaringan LAN yang menggunakan dan tanpa menggunakan<br />

server. PC-PC tetap terhubung satu sama lain, baik melalui<br />

media kabel maupun wireless. Server juga berupa sebuah PC yang<br />

terhubung dalam sebuah jaringan, layaknya PC-PC client. Yang<br />

membedakan hanyalah pada tugas dan sistem operasi yang<br />

digunakan saja.<br />

Memakai kabel atau Wireless-LAN?<br />

Telah disinggung sebelumnya bahwa saat ini tersedia dua cara<br />

untuk menghubungkan beberapa komputer di dalam sebuah


TIPS<br />

Perencanaan yang Berkesinambungan<br />

Dalam membangun sebuah jaringan,<br />

diperlukan juga perencanaan<br />

yang matang dalam<br />

aspek implementasi dan upgradability-nya,<br />

di samping perencanaan<br />

kebutuhan fisik. Secara<br />

garis besar, ada empat aspek<br />

penting yang perlu diperhatikan<br />

dalam membuat perencanaan.<br />

Kemungkinan untuk diperluas:<br />

Sebuah jaringan yang baik haruslah<br />

mempunyai sifat "upgradable".<br />

Maksudnya, apabila<br />

diperlukan di kemudian hari, jaringan<br />

tersebut dapat ditingkatkan<br />

kemampuannya, baik<br />

dari sisi kapasitas, kecepatan,<br />

dan fleksibilitas, tanpa perlu<br />

melakukan perombakan secara<br />

total. Atau dengan kata lain, jaringan<br />

tersebut dapat di-upgrade<br />

tanpa harus didesain dan<br />

dibangun dari tahap nol lagi.<br />

Fleksibilitas yang dimaksud di<br />

sini mencakup dua kriteria, yaitu<br />

jumlah client (node) dan<br />

pembagian alamat IP. Untuk<br />

pembagian IP, dapat digunakan<br />

NAT, DHCP, atau IP static.<br />

Kehandalan (Robustness): Kestabilan<br />

dan toleransi terhadap<br />

kesalahan merupakan poin<br />

penting yang harus dimiliki<br />

oleh sebuah infrastruktur jaringan.<br />

Untuk mendukung produktivitas<br />

sebuah perusahaan,<br />

arsitektur Client-Server merupakan<br />

pilihan yang terbaik. Selain<br />

itu dengan langkah-langkah<br />

pencegahan untuk meminimalisasi<br />

gangguan atau kerusakan<br />

yang mungkin terjadi<br />

akan semakin menambah daya<br />

saing sebuah perusahaan. Untuk<br />

itu, umumnya di dalam sebuah<br />

jaringan dibangun juga<br />

sistem redundancy. Redundancy<br />

memiliki dua kelebihan. <strong>Pertama</strong>,<br />

sistem kedua dapat digunakan<br />

sebagai backup apabila<br />

koneksi pertama mengalami<br />

masalah. Kedua, sistem ini<br />

memungkinkan router untuk<br />

membagi beban jaringan ke<br />

dalam dua jalur secara dinamis.<br />

jaringan, yaitu melalui kabel atau gelombang radio (wireless).<br />

Kedua media tersebut sebenarnya dapat dikombinasikan ke dalam<br />

sebuah jaringan komputer tanpa masalah.<br />

Saat ini, jaringan wireless merupakan jaringan yang cukup<br />

menarik untuk dibangun. Kemudahan merancang tata ruang<br />

tanpa perlu mengebor dinding ataupun memasang soket di<br />

dinding merupakan daya tarik jaringan ini. Namun, tidak berarti<br />

WLAN tidak memiliki batasan-batasan seperti yang ditemui pada<br />

jaringan LAN. Komunikasi wireless membutuhkan kondisi<br />

ruangan yang mendukung. Bahan pembuat dinding, letak, dan<br />

jarak antar-komputer, serta posisi antar-lantai yang tidak tertata<br />

dengan baik akan menyebabkan gangguan komunikasi di dalam<br />

jaringan tersebut. Gangguan tersebut dapat berupa menurunkan<br />

kecepatan transfer, dan kemungkinan terburuk adalah pada tahap<br />

terputusnya komunikasi.<br />

Berkaitan dengan masalah ini, CHIP telah melakukan<br />

serangkaian tes terhadap produk-produk WLAN Router yang<br />

dapat di lihat di halaman 28. Beberapa router yang diujikan tidak<br />

dapat bekerja dengan maksimal dikarenakan masalah tata letak.<br />

Untuk itu, CHIP memutuskan untuk menerapkan prosedur dan<br />

standar baru untuk mengukur kemampuan masing-masing<br />

router tersebut dalam menghadapi berbagai kondisi ruangan<br />

tersebut dari berbagai jenis bahan bangunan. Ulasan lengkap<br />

Migrasi: Sebuah jaringan yang<br />

baik haruslah dapat dimodifikasi<br />

dengan mudah ketika akan<br />

dilakukan perubahan arsitektur<br />

dan topologi. Perkembangan<br />

teknologi informasi yang begitu<br />

pesat terkadang membutuhkan<br />

bentuk jaringan baru. Namun,<br />

tentunya hal tersebut<br />

juga perlu dilakukan dengan<br />

tanpa mengorbankan seluruh<br />

infrastruktur yang telah ada. Ini<br />

diperlukan untuk menjamin<br />

kelangsungan investasi yang<br />

telah dilakukan sebelumnya.<br />

Auto Configuration: Komponen<br />

jaringan yang baru haruslah<br />

dapat diintegrasikan ke jaringan<br />

yang telah ada sebelumnya<br />

dengan mudah. Bandwidth<br />

tinggi di dalam jaringan tidak<br />

hanya dibutuhkan oleh aplikasi<br />

multimedia saja, melainkan juga<br />

beberapa aplikasi lainnya seperti<br />

voice maupun video.<br />

Berangkat dari permasalahan<br />

bandwidth, sering ditanyakan<br />

manakah media kabel yang ter-<br />

baik untuk digunakan dalam jaringan<br />

tersebut, kabel tembaga<br />

atau fiber optic? Secara garis<br />

besar, masing-masing jenis kabel<br />

tersebut memiliki kelebihan<br />

dan kelemahannya masingmasing.<br />

Kabel tembaga merupakan<br />

solusi yang paling ekonomis<br />

untuk saat ini. Namun,<br />

untuk mengantisipasi keperluan<br />

bandwidth besar yang<br />

mungkin dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi<br />

masa depan, fiber<br />

optic merupakan pilihan yang<br />

bijak.<br />

Dengan adanya keanekaragaman<br />

kebutuhan akan jaringan<br />

komputer, tentunya akan diperlukan<br />

juga interface-interface<br />

khusus yang mengakomodasi<br />

setiap kebutuhan tersebut. Untuk<br />

itu, diperlukan standar interface<br />

yang mudah dihubungkan<br />

dengan berbagai peripheral<br />

baru dengan tanpa harus<br />

mengganggu jalannya komunikasi<br />

dalam jaringan tersebut.<br />

mengenai pengujian tersebut dapat dibaca di halaman 28.<br />

Dilihat dari segi keamanan, jaringan WLAN lebih beresiko<br />

dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan media kabel.<br />

Secara teori, setiap PC yang dilengkapi modul WLAN dapat<br />

menangkap semua data-data WLAN selama masih berada dalam<br />

daerah jangkauan. Apabila sistem pengamanan data tidak terkonfigurasi<br />

dengan baik, maka setiap orang dapat menyusup ke dalam<br />

jaringan tersebut. Keterangan detail mengenai keamanan WLAN<br />

dapat dibaca di halaman 95.<br />

Lebih cepat 10x: Gigabit Ethernet berkemampuan 1.000<br />

MBit/detik lebih cepat dari Fast Ethernet. Harganya pun jelas<br />

lebih mahal.<br />

| CHIP | NETWORKING | 19


PRAKTEK Perancangan<br />

Apakah Kecepatan Menjadi Faktor Penting?<br />

Di dalam jaringan LAN, sering dikenal istilah Fast Ethernet. Pada<br />

prinsipnya, istilah itu ditujukan pada jenis interface yang digunakan.<br />

Secara teori, interface Fast Ethernet mempunyai kecepatan<br />

transfer hingga 100 Mbps, atau setara dengan 12,5 MByte/s.<br />

Namun, pada kenyataannya di lapangan, kecepatan maksimum<br />

yang dicapai hanyalah berkisar antara 5 hingga 8 MByte/s. Hal<br />

tersebut dikarenakan sering terjadinya collision selama proses<br />

komunikasi dan administrasi dilakukan. Saat ini telah banyak<br />

ditemukan jaringan yang menggunakan interface Gigabit<br />

Ethernet. Secara teori, interface ini memiliki kecepatan 10 kali<br />

lipat dibandingkan kecepatan interface Fast Ethernet. Namun,<br />

pada kenyataannya di lapangan, hanya terjadi peningkatan 6<br />

hingga 8 kali dibandingkan dengan kecepatan Fast Ethernet.<br />

Untuk mengimplementasikan jaringan ini, diperlukan LAN card<br />

dan Switch (baca halaman 22) yang lebih mahal dibandingkan<br />

harga komponen yang diperlukan untuk jaringan Fast Ethernet.<br />

<strong>Jaringan</strong> WLAN sebenarnya memiliki beberapa standar yang<br />

menggambarkan kecepatan dan frekuensi di mana komunikasi<br />

dilakukan (lihat tabel dibawah ini). Sebagai catatan, kecepatan<br />

maksimum tersebut didapat dengan asumsi posisi antara transmitter<br />

dan receiver berada dalam jarak yang dekat dan dalam satu<br />

ruangan yang sama.<br />

Keputusan untuk menggunakan jaringan kabel atau wireless,<br />

bahkan dengan mengkombinasikan keduanya, ditentukan pada<br />

saat <strong>Anda</strong> merencanakan desain jaringan dan penggunaan nantinya.<br />

Apabila jaringan yang akan dibangun tersebut difungsikan<br />

untuk mengakses Internet, manipulasi database, atau untuk<br />

menerima dan mengirim e-mail dalam skala menengah ke<br />

bawah, jaringan WLAN sudah mencukupi. Namun, apabila<br />

jaringan tersebut akan digunakan untuk menangani data-data<br />

yang memiliki ukuran besar dan diakses dengan frekuensi yang<br />

cukup intensif, maka kecepatan transfer dalam jaringan perlu<br />

menjadi perhatian utama. <strong>Jaringan</strong> yang menggunakan kabel<br />

merupakan solusi ideal untuk kondisi tersebut. <strong>Jaringan</strong> wireless<br />

hanya bermanfaat apabila <strong>Anda</strong> memerlukan jaringan mobile<br />

yang menawarkan fleksibilitas, tetapi tidak begitu mementingkan<br />

kecepatan. Untuk dapat bekerja maksimum, jaringan wireless<br />

tersebut harus ditunjang dengan router berkapasitas besar.<br />

Kurniawan.Ku@CHIP.co.id (SW)<br />

STANDAR W-LAN<br />

Standar 802.11 802.11a 802.11b 802.11b+ 802.11g<br />

Frekuensi (dalam GHz) 2,4 s/d 2,5 5 2,4 2,4 2,4<br />

Jangkauan dalam gedung (dalam m) 50 s/d 100 15 s/d 20 25 s/d 50 25 s/d 50 25 s/d 50<br />

Jangkauan di lokasi terbuka (dalam m) 100 s/d 300 200 s/d 1.500 100 s/d 300 100 s/d 300 100 s/d 300<br />

Transfer rate spesifikasi (Mbit/detik) 2 54 11 22 54<br />

Transfer rate dalam praktek (Mbit/detik) 0,5 s/d 1,2 15 s/d 20 4 s/d 6 6 s/d 8 15 s/d 20<br />

20 | CHIP | NETWORKING<br />

KNOW-HOW<br />

Domain dalam <strong>Jaringan</strong> Lokal<br />

Domain merupakan arsitektur<br />

yang menggabungkan beberapa<br />

PC dan peripheral lainnya<br />

(printer contohnya) ke dalam<br />

sebuah jaringan. PC-PC dan<br />

perangka-perangkat tersebut<br />

dihubungkan ke sebuah server.<br />

Dengan penggunaan arsitektur<br />

ini, pengaturan user<br />

dan PC dapat dilakukan secara<br />

terpusat melalui server.<br />

Melalui server, <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengatur hak akses dari setiap<br />

PC dan user. Selain itu, database<br />

yang digunakan bersama<br />

dapat tersimpan ke dalam satu<br />

tempat secara terpusat untuk<br />

menghindari adanya duplikasi.<br />

Arsitektur ini sangat cocok diterapkan<br />

pada perusahaan<br />

yang memiliki ratusan atau<br />

bahkan ribuan PC. Sangat tidak<br />

efisien apabila seorang Administrator<br />

harus mengkonfigurasi<br />

setiap PC yang jumlahnya<br />

dapat mencapai ribuan. Di<br />

dalam sistem operasi Windows,<br />

database terpusat dikenal<br />

dengan nama Active Directory<br />

(baca halaman 54).<br />

Pengaturan hak akses setiap<br />

user atau PC dimaksudkan untuk<br />

membatasi wewenang setiap<br />

user untuk mengakses resource-resource<br />

tertentu yang<br />

bukan haknya, contohnya<br />

penggunaan printer, akses Internet,<br />

dan sebagainya.<br />

Selanjutnya, ini bisa juga untuk<br />

membatasi panjang password<br />

minimal agar jaringan lebih<br />

aman. Domain juga berguna<br />

untuk menentukan distri-<br />

busi software secara otomatis.<br />

Sebagai contoh, setelah pengguna<br />

login ke jaringan, komputer<br />

dapat langsung diatur untuk<br />

menerima update software<br />

Windows terbaru melalui<br />

jaringan.<br />

Arsitektur domain tidak saja<br />

ditemui pada sistem operasi<br />

Windows, tetapi juga pada sistem<br />

operasi Linux ataupun<br />

Unix. Namun apabila <strong>Anda</strong><br />

ingin menggunakan arsitektur<br />

ini dengan menggunakan sistem<br />

operasi Windows, pastikan<br />

PC server telah terinstall<br />

sistem operasi Windows kelas<br />

server, contohnya Windows<br />

Server 2003.<br />

Sistem operasi ini nantinya dapat<br />

digunakan untuk menentukan<br />

nama domain yang ingin<br />

digunakan, biasanya diambil<br />

dari nama perusahaan. Untuk<br />

seterusnya, user tidak lagi<br />

login ke PC lokal untuk bekerja,<br />

melainkan langsung ke domain<br />

server. Pada PC server,<br />

semua PC client yang terhubung<br />

ke server akan dapat dimonitor<br />

dan dikontrol secara<br />

terpusat oleh Administrator.<br />

Pembahasan lebih lanjut mengenai<br />

cara membangun domain<br />

dengan menggunakan<br />

sistem operasi Windows Server<br />

2003, baca artikel pada halaman<br />

54. Sementara setting apa<br />

saja yang diperlukan pada PC<br />

client untuk dapat terhubung<br />

ke server, dapat dibaca di<br />

halaman 42.


PRAKTEK Buyer’s Guide<br />

Panduan Belanja Hardware Baru<br />

Tips Belanja Perangkat LAN<br />

Membeli Network card dan kabelnya sebenarnya cukup mudah. Secara teknis, hardware-nya sudah terpercaya.<br />

Namun, bila jaringan tidak dirancang dengan baik dan hardware-nya tidak saling kompatibel, tentu dapat<br />

merepotkan. Tips belanja berikut ini akan memandu <strong>Anda</strong> untuk membuat jaringan yang optimal.<br />

k<br />

Komponen yang penting agar PC dapat terhubung satu<br />

sama lain adalah Network card. Sekarang <strong>Anda</strong> bahkan<br />

tidak perlu lagi memasang Network card karena hampir setiap PC<br />

dan motherboard keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan<br />

Network card on-board. Secara teknis, kemampuannya setara<br />

dengan Network card 10/100 Mbps.Apabila sebuah motherboard<br />

tidak menyediakan Network card tentu saja <strong>Anda</strong> harus<br />

menambahkannya agar dapat terhubung ke jaringan LAN.<br />

Awalnya, banyaknya merek produk Network card tentu membingungkan.<br />

Namun, bila diperhatikan dengan seksama, hampir<br />

90 persen produk tersebut sejenis atau bahkan tidak berbeda<br />

sama sekali. Sebagian besar produk murah yang yang ada berasal<br />

dari perusahaan Realtek asal Taiwan. Chipset mereka banyak<br />

digunakan pada berbagai Network card dan bahkan pada<br />

motherboard yang dilengkapi dengan LAN adapter.<br />

Network Card Ekonomis dan <strong>Anda</strong>l<br />

Secara teknis, produk-produk LAN card kelas bawah hampir<br />

sama saja. Produk Network card berbasis 10/100 Mbps seperti<br />

Realtek, Level One, atau model lain biasanya menggunakan<br />

chipset Realtek 8139. Harganya sekitar US$ 10-20.<br />

Untuk produk dengan harga yang lebih mahal, tersedia dari<br />

merek 3Com, IBM, atau lainnya. Apakah produk-produk mahal<br />

ini lebih baik dibandingkan dengan produk kelas bawah, tidak<br />

ada data yang jelas. Permasalahannya hanya pada kurangnya<br />

kepercayaan konsumen dan dukungan terhadap driver dari<br />

produk-produk murah asal Taiwan. Namun, mulai Windows<br />

2000 dan Linux yang baru, Network card dari Realtek dapat terinstall<br />

secara otomatis karena sudah terdapat driver built-in di<br />

dalamnya. Untuk Windows 9x/Me atau sistem operasi lain, driver<br />

disertakan dalam paketnya. Bila tidak tersedia, <strong>Anda</strong> bisa mendownload<br />

dari Internet.<br />

Ekonomis: Network card<br />

100 Mbps dengan chipset<br />

Realtek sudah mencukupi<br />

dan dapat diperoleh<br />

sekitar US$ 10.<br />

Sebaliknya, kartu Gigabit Ethernet belum banyak yang disertakan<br />

bersama motherboard. Teorinya, kartu ini mendukung<br />

kecepatan jaringan sampai 1000 Mbps. Dari segi harga, Gigabit<br />

Ethernet model PCI tentu lebih mahal dibandingkan dengan<br />

produk kartu 10/100 Mbps. Namun, saat ini harganya cenderung<br />

menurun. Kartu Gigabit tanpa merek bisa diperoleh antara US$<br />

25 sampai US$ 30.<br />

Menghubungkan Banyak PC: Hanya Melalui Switch?<br />

Untuk menghubungkan dua PC saja, sebenarnya cukup<br />

menggunakan sistem crosslink cable yang dipasang antara kedua<br />

Network card. Topologi sistem perkabelan formasi bintang (star<br />

form) membutuhkan satu atau beberapa pendistribusi agar<br />

komputer jaringan dapat bertukar data. Bila terdapat lebih dari<br />

tiga komputer, terminal (splitter) wajib digunakan.<br />

Prinsipnya ada dua jenis pendistribusi, yaitu hub dan switch.<br />

Namun saat ini, hub sudah jarang digunakan. Dari bentuk,<br />

keduanya mungkin sulit dibedakan. Pelapis luar hub maupun<br />

switch terbuat dari bahan yang sama, sama-sama menyediakan<br />

port Ethernet yang jumlahnya tergantung tipenya (5, 8, 16 port<br />

atau lebih). Tidak ketinggalan, masing-masing dilengkapi dengan<br />

lampu LED.<br />

Biasanya, hub hanya berupa dummy distributor saja, yaitu<br />

hanya berfungsi untuk memperluas jaringan (seperti sebuah<br />

adapter multifungsi) dan harganya pun lebih murah. Paket data<br />

yang diminta dari server, dikirim melalui hub tanpa diketahui<br />

siapa yang memintanya. Semua PC dalam jaringan dapat<br />

menangkap paket data tersebut. PC yang tidak memintanya, akan<br />

menolak paket data tersebut dan sebaliknya. Bandwidth jaringan<br />

pun menjadi terbagi-bagi. Kiriman paket data ke PC yang tidak<br />

memintanya tentu membebani keseluruhan kinerja jaringan.<br />

Bandwidth jaringan menjadi lebih kecil. Makin banyak client<br />

yang terhubung dan aktif melalui hub, bebannya semakin terasa.<br />

Berbeda dengan switch, paket yang diterima didasarkan pada<br />

alamat MAC. Alamat MAC ini merupakan identifikasi hardware<br />

yang dikirim oleh Network card. Setelah mendapat data respons<br />

dari server berikut dengan alamat MAC-nya, switch meneruskan<br />

data ini ke PC yang memintanya. Pendistribusi pintar ini tentu<br />

saja dilengkapi dengan komponen-komponen yang lebih baik<br />

dan tentu saja lebih mahal dari hub.<br />

Sementara itu, harga switch, terutama dengan 5 sampai 8 port,<br />

turun drastis sehingga hub kehilangan pasar dan kini hampir


Sudah Tersedia:<br />

Beberapa<br />

motherboard<br />

keluaran baru<br />

sudah<br />

dilengkapi<br />

dengan<br />

Network Card<br />

onboard yang<br />

menghemat<br />

penggunaan<br />

slot PCI.<br />

jarang ditemukan. Biasanya, hub disertakan dalam "starter kits"<br />

yang terdiri atas Network card, kabel dan hub. Hub cocok untuk<br />

jaringan kecil sampai dengan 6 workstation yang jarang bekerja<br />

secara paralel atau lalu lintas datanya kurang padat. Switch<br />

merupakan pilihan yang lebih baik bila tidak bermasalah dengan<br />

harga.<br />

Kecepatan merupakan faktor penting untuk memilih<br />

keduanya sehingga harus sesuai dengan Network card yang<br />

digunakan. Saat ini, kecepatan 100 Mbps sudah menjadi standar.<br />

Bila sebuah PC atau notebook lawas menggunakan Network card<br />

10 Mbps terhubung ke jaringan, biasanya tidak bermasalah.<br />

Switch 100 Mbps juga dapat melayani standar sebelumnya. Untuk<br />

itu, port akan menyesuaikan secara otomatis.<br />

Perhatian: Saat ini, tersedia perangkas ekonomis yang<br />

ditawarkan sebagai "switching hub". Fungsi sebenarnya bukan<br />

sebagai switch, namun hanya berupa dual speed hubs. Di sini,<br />

istilah "switching" berarti perpindahan mode kecepatan secara<br />

otomatis.<br />

Menentukan merek dan tipe switch merupakan langkah<br />

kedua. Ada baiknya untuk mempertimbangkan kriteria harga.<br />

Prakteknya, tidak ada perbedaan teknis yang mencolok antara<br />

setiap produk. Switch yang ekonomis dan andal bisa dipilih dari<br />

D-Link dan Netgear. Dengan 5 port koneksi, harganya hanya<br />

sekitar US$ 30.<br />

LAN Switch:<br />

Tersedia dengan<br />

ukuran dan<br />

harga yang<br />

berbeda, mulai<br />

dari 4 sampai 24<br />

port.<br />

Mempersiapkan <strong>Jaringan</strong> Besar dan Cepat<br />

dengan Benar<br />

Untuk Gigabit Ethernet, persiapannya juga sama. Untuk<br />

memasang Gigabit Ethernet berkemampuan tinggi, diperlukan<br />

Network card dan pendistribusi yang sesuai. Switch Gigabit<br />

memang lebih mahal daripada switch 100 Mbps. Model dengan<br />

5 port saja saat ini dipasarkan sekitar US$ 100. Rekomendasi<br />

untuk membeli switch dapat dilihat pada Halaman 27. Biasanya,<br />

switch Gigabit juga mendukung standar sebelumnya. Secara<br />

otomatis, switch akan mengaktifkan mode kecepatan 100 atau 10<br />

Mb pada port yang digunakan.<br />

Selain itu, pilih switch atau hub yang menyediakan jumlah<br />

port yang lebih banyak dari yang dibutuhkan, misalnya 2 atau 3<br />

port ekstra. Port tambahan ini berguna bila kemudian jaringan<br />

ingin ditambah pemakaiannya atau ingin menghubungkan<br />

notebook atau perangkat LAN lain. Baik switch atau hub dapat<br />

digunakan secara rangkap. Jadi, salah satu switch juga dianggap<br />

sebagai LAN-PC yang sebenarnya menawarkan port uplink.<br />

Namun, harga dua unit switch dengan 5 Port jelas lebih mahal<br />

daripada sebuah unit switch dengan 8 Port.<br />

Masih mengenai rangkap switch. Beberapa switch memang<br />

menyediakan sebuah port uplink. Ini berarti sebuah port ini<br />

tidak untuk dikoneksikan ke PC. Contoh, switch/hub 5 port yang<br />

menyediakan port uplink sebenarnya hanya dapat digunakan<br />

untuk 4 PC saja jika menggunakan switch kedua. Port kelima<br />

sudah dirancang untuk terhubung dengan PC atau hub/switch<br />

saja, walaupun masih tersedia port yang lain. Namun, pada<br />

beberapa switch atau hub, port untuk uplink dapat diaktifkan<br />

dengan sebuah tombol untuk masing-masing port.<br />

Walaupun demikian, hub atau switch yang tidak menyediakan<br />

port uplink juga dapat dihubungkan pendistribusi lainnya.<br />

Untuk itu, gunakan kabel Ethernet model cross-link dan<br />

hubungkan kedua perangkat tersebut seperti biasa.<br />

Kabel <strong>Jaringan</strong> Yang Benar<br />

Untuk kabel jaringan, sebenarnya tidak ada pilihan lagi. Yang<br />

perlu dipertimbangkan adalah panjang dan warnanya. Kabel<br />

coaxial sudah jarang tersedia. Demikian juga dengan kabel Thin<br />

Ethernet, Crimping Pliers, T-Connector dan dan insulatornya.<br />

Kabel Ethernet 100 Mbps saat ini hampir sama dengan pada<br />

perangkat ISDN. Kabel twisted pair dan konektor RJ45 pada<br />

prinsipnya dapat digunakan untuk keduanya. Bentuknya<br />

memang sama. Namun, susunan kabel Ethernet yang digunakan<br />

berbeda dengan kabel ISDN.<br />

Perbedaan kabel sebenarnya terletak pada kualitas (tebal inti<br />

dan shield). Kabel Ethernet terbaik adalah yang mempunyai<br />

standar CAT5e. Dengan kualitas ini, kabel panjang pun tidak<br />

terlalu bermasalah untuk jaringan 100 Mbps. Biasanya, Gigabit<br />

Ethernet bekerja baik dengan kabel tembaga kategori 5.<br />

Warna kabel sebenarnya tidak terlalu penting, hanya sebagai<br />

identifikasi kabel semata. Yang perlu diperhatikan hanyalah<br />

| CHIP | NETWORKING | 23


PRAKTEK Buyer’s Guide<br />

panjang kabel yang cukup. Sediakan setengah atau satu meter<br />

panjang kabel agar sedikit memberi ruang gerak. Panjang kabel<br />

dalam jaringan Twisted-Pair berkabel CAT5 untuk masingmasing<br />

koneksi, yaitu antara PC dan hub atau switch, tidak boleh<br />

melampaui 100 meter. Bila melebihi, dibutuhkan sebuah penguat<br />

koneksi yang disebut repeater sebagai perantaranya. Demikian<br />

juga untuk jaringan kabel yang dipasang di dinding.<br />

24 | CHIP | NETWORKING<br />

Pemasangan Kabel yang Baik<br />

Kabel dari switch ke komputer bisa saja dipasang ke dinding. Bila<br />

diinginkan, lebih baik menggunakan saluran khusus kabel. Agar<br />

lebih terlihat profesional, jaringan komputer untuk banyak<br />

ruangan sebaiknya menggunakan sistem perkabelan yang lebih<br />

rapi, misalnya ditanam bersama kabel telepon/ISDN. Pada setiap<br />

ruang , dipasang sebuah terminal. Kabel Ethernet CAT5 hanya<br />

dipasang dari PC ke terminal tersebut. Semua kabel mengarah ke<br />

ruang distribusi (lokasi hub/switch). Bila jaringannya besar, di<br />

ruang ini diperlukan panel terminal yang disebut patch panel.<br />

Jadi, kabel-kabel dari ruangan client tidak langsung terhubung ke<br />

switch (atau hub), melainkan ke panel Ethernet. Patch panel<br />

memiliki soket-soket Ethernet untuk setiap port di Switch.<br />

Koneksi antara patch panel dan switch disambung dengan kabel<br />

patch CAT5 yang sebenarnya berupa kabel Ethernet pendek.<br />

Kedua ujungnya dipasang konektor RJ45. Dengan demikian,<br />

koneksi dari PC ke switch bisa dipindah-pindah.<br />

Kabel model lainnya, seperti kabel telepon, tentu saja tidak<br />

disarankan sebagai kabel Ethernet walaupun sebenarnya dapat<br />

digunakan. Agar komunikasi data tidak terganggu, gunakan<br />

kabel twisted pair yang terlilit berpasangan dan dibungkus shield.<br />

Bila <strong>Anda</strong> ingin mencoba memasang kabel dan konektor RJ45<br />

sendiri, susunan pin bisa dilihat pada gambar di halaman ini.<br />

Untuk memasang sendiri kabel Ethernet, <strong>Anda</strong> juga memerlukan<br />

perangkat tambahan yaitu Crimpping Tool. Perangkat ini<br />

berguna memperkuat RJ45, agar kabel Ethernet tidak mudah<br />

terlepas.<br />

Warna Tidak Penting: Warna dan panjang kabel twisted<br />

pair untuk jaringan bermacam-macam. Kualitasnya sama<br />

saja (CAT 5).<br />

KNOW-HOW<br />

Seperti Apa Kabel <strong>Jaringan</strong><br />

Konektor RJ-45<br />

8 7 6 5 4 3 2 1<br />

Ta m pak depan<br />

Konektor Ansicht von RJ-45 unten<br />

Tampak bawah<br />

T568A T568B<br />

PIN# PIN#<br />

1<br />

2<br />

3<br />

4<br />

5<br />

6<br />

7<br />

8<br />

1 3 5 7<br />

2 4 6 8<br />

Colour<br />

Green Striped<br />

Green<br />

Orange Striped<br />

Blue<br />

Blue Striped<br />

Orange<br />

Brown Striped<br />

Brown<br />

Telegartner MJ45 LFS 8/8<br />

3<br />

1 2<br />

4<br />

1 2 3 4 5 6 7 8<br />

Ta m pak belakang<br />

RJ-45 Jack RJ-45 Jack<br />

NOMOR PIN pada<br />

konektor/soket RJ45<br />

dari depan, belakang<br />

dan bawah.<br />

Colour<br />

Orange Striped<br />

Orange<br />

Green Striped<br />

Blue<br />

Blue Striped<br />

Green<br />

Brown Striped<br />

Brown<br />

2<br />

1 3<br />

W ire Pair W ire Pair<br />

SUSUNAN PIN sebuah konektor RJ45 untuk Ethernet 100Mbps<br />

terdiri atas kabel-kabel berpasangan 1/2 dan 3/6. Perhatian:<br />

Warna kabel inti bisa berbeda-beda.<br />

4 5 3 6 1 2 7 8<br />

8 7 2 1 6 3 5 4<br />

Susunan pin dari atas<br />

Panel Dinding biasanya digunakani produk Telegartnet MJ45 LFS<br />

8/8. Gambar merupakan tampak atas dari soket panel. Terminal pin<br />

atas untuk soket kiri, terminal pin bawah untuk soket kanan. Untuk<br />

Ethernet 100 Mbps cukup menggunakan terminal pin 1, 2, 3, dan 6.<br />

4


Hardware untuk Wireless Network<br />

Bila jaringan ingin terkoneksi secara wireless (W-LAN - Wireless<br />

LAN), hardware yang harus digunakan sedikit berbeda.<br />

Alternatif lain untuk terkoneksi tanpa menggunakan media<br />

kabel adalah dengan menggunakan Bluetooth. Namun kemampuannya<br />

sangat terbatas untuk kapasitas sekelas LAN. Satusatunya<br />

yang bisa digunakan adalah standar W-LAN (lihat<br />

Halaman 20).<br />

Seperti pada jaringan kabel, setiap client membutuhkan<br />

sebuah network adapter. Untuk jaringan wireless, yang diperlukan<br />

adalah W-LAN adapter. Jenisnya ada tiga macam. Umumnya,<br />

jenis PCI card yang dipasang pada PC lebih murah, sama seperti<br />

Network card. Card ini tidak menyediakan soket LAN, melainkan<br />

diganti dengan antena. Pada produk yang lebih mahal, antena<br />

dapat dicabut dan diganti dengan antena tambahan yang<br />

diletakkan di atas meja. Jadi, sinyal yang ditangkap lebih baik.<br />

Untuk notebook disarankan menggunakan jenis PC card yang<br />

langsung dipasang pada slotnya. Setelah dipasang, PC card sedikit<br />

menonjol keluar dari slot. Ujungnya berfungsi sebagai antena.<br />

Beberapa notebook, terutama yang telah dilengkapi teknologi<br />

Centrino, biasanya menyediakan W-LAN adapter. Namun,<br />

antenanya umumnya tidak tersembunyi.<br />

Jenis ketiga adalah untuk PC desktop dan juga notebook,<br />

berupa wireless adapter tersendiri yang terhubung melalui USB ke<br />

komputer.<br />

Merek produk biasanya bukan faktor yang penting, tetapi<br />

perhatikan standar yang ditawarkan. W-LAN adapter 11 Mbps<br />

dan 54 Mbps memang kompatibel satu sama lain, namun<br />

kecepatan yang didapat akan berkurang. Mengenai standar dan<br />

kecepatan, disarankan menggunakan standar 802.11g yang secara<br />

teoritis mampu menghantarkan 54 Mbps dalam kondisi ideal.<br />

Prakteknya, kecepatannya memang berkurang.<br />

Bila <strong>Anda</strong> hanya ingin menghubungkan dua komputer<br />

(misalnya, sebuah desktop dan notebook) secara wireless, metode<br />

ini disebut sebagai Ad-Hoc W-LAN. Di sini, yang diperlukan<br />

hanyalah dua W-LAN adapter, sama seperti menghubungkan dua<br />

PC secara langsung melalui Network card dengan menggunakan<br />

kabel Ethernet tipe Cross-Link.<br />

Untuk jaringan biasanya terdapat lebih dari dua komputer<br />

sehingga membutuhkan sebuah receiver dan transmitter secara<br />

terpusat. Inilah yang disebut dengan Access Point. Access point<br />

berfungsi sebagai titik temu antara semua PC client yang berada<br />

dalam jangkauan sinyal dari masing-masing W-LAN adapter.<br />

UNTUK JARINGAN KECIL: W-LAN ACCESS POINT DENGAN FASILITAS TAMBAHAN<br />

Router W-LAN Serbabisa untuk <strong>Jaringan</strong> Wireless<br />

<strong>Jaringan</strong> kecil pun sebenarnya<br />

dapat menggunakan beberapa<br />

perangkat secara terpusat.<br />

Switch digunakan untuk<br />

koneksi antar workstation dan<br />

ke server. Akses Internet untuk<br />

semua pengguna LAN lebih<br />

baik diatur melalui router. Bila<br />

PC atau notebook<br />

ingin<br />

terhubung ke<br />

jaringan<br />

secara wireless, diperlukan<br />

sebuah Access Point.<br />

Bila <strong>Anda</strong> merasa penggunaan<br />

switch, router, Access<br />

Point secara terpisah tidak<br />

efisien, atau banyak memakan<br />

ruang dan terganggu<br />

dengan kabel-kabel, tersedia<br />

solusi yang mudah. Saat ini,<br />

hampir semua vendor hardware<br />

LAN ternama menawarkan<br />

solusi combo.<br />

All in One: W-LAN Router Combo terdiri atas Switch, W-LAN,<br />

Access Point, dan router DSL.<br />

(Gambar: SMC Barricade G WBR14-G).<br />

3 in 1: Umumnya, perangkat<br />

ini merupakan kombinasi<br />

dari 3 komponen, yaitu<br />

terdiri dari W-LAN Access<br />

Point, router DSL, dan switch<br />

Ethernet untuk PC yang<br />

terhubung via kabel. Biasanya,<br />

perangkat combo ekonomis<br />

menyediakan switch<br />

dengan empat atau lima port<br />

saja. Biasanya, perangkat<br />

combo ekonomis menyediakan<br />

switch dengan empat atau<br />

lima port saja. Untuk jaringan<br />

besar, tentu tidak masalah<br />

karena bisa dirangkap dengan<br />

switch tambahan. Dengan<br />

perangkat combo, artinya<br />

hanya menggunakan satu<br />

power supply saja, kabel listriknya<br />

hanya satu. Konsumsi<br />

listrik menjadi lebih hemat.<br />

Kita pun tidak membutuhkan<br />

kabel Ethernet tambahan un-<br />

tuk menghubungkan Access<br />

Point, switch dan router DSL.<br />

Kompak dan Hemat: Perangkat<br />

seperti ini jelas lebih<br />

ekonomis, (harganya di<br />

bawah US$ 100) dibandingkan<br />

membeli seluruh perangkat<br />

satu per satu. Selain itu,<br />

karena dari satu vendor,<br />

perangkat combo lebih<br />

menjamin keserasian antar<br />

komponen. Pada dasarnya,<br />

semua komponen sudah<br />

kompatibel karena menggunakan<br />

standar yang sama.<br />

Tes router W-LAN: Pada edisi<br />

ini, CHIP melakukan tes<br />

router W-LAN. Lengkapnya<br />

bisa dibaca mulai halaman<br />

28. Dan router W-LAN yang<br />

dibahas di boks ini merupakan<br />

suksesor dari pemenang<br />

CHIP Test Center, SMC<br />

Barricade G 2804 WBR V.2<br />

| CHIP | NETWORKING | 25


PRAKTEK Buyer’s Guide<br />

Access point ini nantinya terhubung dengan perangkat pusat<br />

jaringan, yaitu switch. Jadi, perangkat ini berfungsi sebagai<br />

penghubung PC dengan jaringan kabel dan PC dengan jaringan<br />

wireless. Bila jaringan hanya memiliki beberapa PC saja dan<br />

ruangannya terbatas, cukup menggunakan sebuah Access Point<br />

saja.<br />

26 | CHIP | NETWORKING<br />

<strong>Jaringan</strong> Wireless Skala Besar<br />

Kebutuhan perangkat jaringan berbeda-beda antara jaringan<br />

perusahaan besar dan jaringan antargedung. Di sini, <strong>Anda</strong> disarankan<br />

menggunakan beberapa Access Point yang melingkupi<br />

area penerimaan dan pemancaran yang luas. Saat bekerja dengan<br />

notebook dan bergerak ke Access Point yang lain, koneksi secara<br />

otomatis dialihkan ke Access Point tersebut (roaming).<br />

Walaupun demikian dibutuhkan waktu untuk konfigurasi dan<br />

administrasi lebih dari satu Access Point dalam area yang luas.<br />

Untuk jaringan skala besar tertentu, disarankan menggunakan<br />

Access Point khusus yang juga berfungsi sebagai pusat manajemen<br />

jaringan. Perangkat ini bisa diperoleh, misalnya dari Bluesocket<br />

(www.bluesocket.com) atau Reefedge (www.reefedge.com).<br />

Kriteria lain untuk Access Point dalam jaringan besar adalah<br />

penggunaan perangkat yang mendukung Power over Ethernet<br />

(PoE) untuk lokasi-lokasi tertentu. Di sini, power supply Access<br />

Point disuplai melalui kabel Ethernet CAT5. Selain itu, bahkan<br />

masih diperlukan menggunakan double antenna dengan<br />

diversity function, yaitu pemakaian dua antena sekaligus agar<br />

penerimaannya lebih baik.<br />

Perangkat combo yang terdiri atas Access Point dan perangkat<br />

LAN lain, seperti router DSL atau switch, hanya cocok untuk<br />

jaringan kecil (lihat halaman 25). Pada jaringan besar, distribusi<br />

dan akses Internet biasanya menggunakan perangkat yang<br />

berbeda. Beberapa vendor hardware seperti, Nortel (www.nortelnetworks.com)<br />

atau Hewlett-Packard (www.hp.com) memang<br />

mengintegrasikan fungsionalitas W-LAN, seperti Access Point, ke<br />

dalam produk switch mereka.<br />

Memilih Server yang Tepat<br />

Pada umumnya, jaringan yang terdiri dari 10 sampai 20 PC cukup<br />

menggunakan PC Server kelas Pentium III. Sistem operasi,<br />

seperti Windows 2000/XP, sebenarnya hanya menggunakan<br />

sedikit kinerja CPU walaupun tergolong boros resource. Linux<br />

pun saat ini sudah cukup memuaskan. Di sini, yang perlu<br />

Switch 1000<br />

Mbps: <strong>Jaringan</strong><br />

GigaBit<br />

membutuhkan<br />

perangkat yang<br />

lebih mahal.<br />

diperhatikan adalah kapasitas RAM. Memori sebesar 256 MB<br />

sudah tergolong cukup. Selebihnya, tergantung dari kebutuhan<br />

penggunaan server. Bila fungsi utamanya sebagai Print Server<br />

atau Internet Gateway, kapasitas dan kecepatan hard disk tidak<br />

terlalu penting. Server tidak perlu menggunakan graphics card<br />

dan monitor yang terlalu mahal. Chipset dan BIOS motherboard<br />

sebaiknya yang terbaru bila <strong>Anda</strong> menggunakan sistem operasi<br />

terbaru. Jadi, instalasi driver menjadi lebih mudah karena sudah<br />

kompatibel.<br />

Bila server digunakan untuk mengolah data dalam jumlah<br />

besar secara terpusat atau menjadi pusat penyimpanan data<br />

dalam jaringan, server membutuhkan satu atau lebih hard disk<br />

yang besar. Selain itu, bila ingin mem-backup data setiap hari<br />

untuk keamanan data, perlu mempertimbangkan RAID<br />

Controller dan data di server disimpan dalam beberapa hard disk<br />

sebagai mirror (RAID Level 1). Jika salah satu hard disk<br />

terganggu, server akan menggunakan hard disk yang lain. RAID<br />

Level 0 memang cepat, namun keamanan data berkurang. Jika<br />

salah satu hard disk rusak, semua datanya akan hilang.<br />

Peningkatan kecepatan yang dicapai dengan sistem ini juga tidak<br />

signifikan dalam jaringan 100 Mbps karena adanya pembatasan<br />

bandwidth.<br />

Switch KVM Menghemat Tempat<br />

Untuk jaringan kecil, penggunaan perangkat SCSI atau IDE<br />

sebenarnya tergantung dari kondisi pendukung saja. Dengan<br />

interface SCSI, jumlah hard disk yang bisa dipasang bersamaan<br />

lebih banyak. Oleh sebab itu, interface ini lebih cocok untuk<br />

jaringan besar. Kriteria lain untuk menggunakan server adalah<br />

sistem pendinginan, terutama bila dinyalakan terus-menerus dan<br />

tidak ditempatkan pada ruangan khusus. Lebih baik agar<br />

pengoperasian server tidak mengganggu lingkungan kerja.<br />

Namun, seringkali tidak tersedia cukup ruang untuk perangkat<br />

server, monitor, keyboard, dan mouse.<br />

Solusinya ditawarkan oleh KVM Switch (Keyboard, Video,<br />

Mouse). Switch seperti ini memungkinkan monitor, keyboard,<br />

dan mouse terhubung dengan dua PC. Untuk beralih ke PC lain,<br />

cukup dengan menekan tombol. KVM Switch dapat diperoleh<br />

dengan harga sekitar US$ 60, sudah termasuk kabel. Alternatif<br />

lain, keyboard dan mouse dipasang pada server, namun output<br />

video dihubungkan ke monitor lain yang dilengkapi dengan<br />

input tambahan. Monitor 19 inci biasanya menyediakan input<br />

tambahan dalam format BNC. Yang dibutuhkan hanya kabel<br />

monitor yang sesuai. Harganya berkisar US$ 35-40. Untuk<br />

menggunakan monitor tersebut secara bergantian, caranya<br />

tersedia melalui menu On-Screen. Kedua solusi ini sama-sama<br />

mengharuskan server diletakkan dekat dengan perangkat<br />

pendukungnya. Kabel KVM ataupun kabel monitor tambahan<br />

jarang tersedia dengan panjang 2 meter.<br />

Bila tidak ingin menggunakan monitor atau PC server<br />

letaknya sulit dijangkau atau berjauhan, cara efektif adalah<br />

menggunakan software remote control seperti PC Anywhere atau


TIPS<br />

Beginilah Menggunakan Gigabit Ethernet<br />

Banyak motherboard yang<br />

menggunaan feature "Gigabit<br />

Ethernet" sebagai alat marketing<br />

mereka. Sebenarnya,<br />

kinerja maksimal Gigabit<br />

Ethernet baru bisa dirasakan<br />

bila server menggunakan 64 bit<br />

PCI atau dipadu dengan<br />

motherboard yang memiliki<br />

PCI Express.<br />

Dalam banyak kasus, sering<br />

kali manfaat Gigabit Ethernet<br />

ini tidak didukung dengan<br />

infrastruktur yang sesuai,<br />

seperti server, switch atau<br />

kabel sehingga teknologi baru<br />

ini tidak maksimal. Bila ingin<br />

mengoptimalkan pemakaian<br />

Gigabit Ethernet, sebaiknya<br />

memperhatikan hal-hal berikut,<br />

terutama saat pembelian<br />

barang.<br />

Gigabit Sebenarnya<br />

Teknologi Gigabit yang<br />

sebenarnya bukanlah seperti<br />

yang ditawarkan oleh motherboard<br />

Pentium 4 atau Athlon<br />

yang dipasarkan dalam 2 tahun<br />

terakhir ini. Gigabit Controller<br />

di dalamnya tidak mendukung<br />

kinerja Gigabit secara penuh.<br />

Seperti halnya Network<br />

card, controller ini<br />

menggunakan<br />

PCI Bus yang<br />

pada prinsipnya<br />

hanya mampu mentransfer<br />

133 Mbps,<br />

padahal sebuah Gigabit<br />

Controller dapat<br />

berkomunikasi secara duplex<br />

(paralel menerima dan<br />

mengirim) dengan bandwidth<br />

sebesar 200 Mbps. Pada<br />

prakteknya, kecepatan ini memang<br />

bisa berkurang. Kemampuan<br />

PCI Bus hanya terbatas<br />

sampai 133 Mbps untuk semua<br />

perangkat PCI. Bila PCI Bus<br />

masih dibebankan dengan<br />

RAID Controller, kecepatan ini<br />

bisa menjadi setengahnya.<br />

Kinerja Penuh Dengan 64 Bit<br />

PCI<br />

Manfaat maksimal Gigabit<br />

hanya dapat diperoleh dengan<br />

menggunakan motherboard 64<br />

bit PCI, seperti yang banyak<br />

ditawarkan oleh motherboard<br />

untuk server dan Intel CSA-<br />

Controller pada motherboard<br />

ber-chipset i865 atau i875.<br />

Solusi terbaru bisa diperoleh<br />

dari PCI Express Controller, baik<br />

menggunakan Gigabit PCI<br />

Express Card ataupun onboard<br />

Gigabit. Semua solusi di atas<br />

menawarkan bandwidth yang<br />

berlebih untuk<br />

mengoptimalkan<br />

Gigabit<br />

(minimal<br />

250<br />

VNC. Di sini, server dikontrol melalui sebuah workstation atau<br />

secara langsung dari LAN melalui browser (untuk lebih<br />

lengkapnya, baca mulai halaman 108).<br />

Membangun jaringan besar memang membutuhkan investasi<br />

yang banyak, tergantung dari kebutuhan teknis dan kebutuhan<br />

khusus seperti keamanan. Selain biaya hardware jaringan, harus<br />

diperhitungkan pula biaya aplikasi untuk personal. Untuk perusahaan<br />

besar, biaya perawatan dan administrasi jangan dianggap<br />

remeh.<br />

Mbps). Network card untuk PCI<br />

Express saja sebenarnya kurang<br />

memadai. Namun,<br />

dengan SK-9E21D dari Syskonnect<br />

(www.syskonnect.com,<br />

sekitar US$ 60) kinerjanya<br />

sudah cukup lumayan. Untuk<br />

onboard Gigabit, dapat<br />

memilih motherboard ASUS<br />

P5AD2 Premium (seharga<br />

sekitar US$ 270). Motherboad<br />

Pentium 4 ini menawarkan dua<br />

PCI Express Gigabit Controller<br />

sekaligus, ditambah dengan 54<br />

bit W-LAN. Dengan feature ini,<br />

<strong>Anda</strong> bisa memasang network<br />

gateway dan network Access<br />

Point.<br />

Walaupun server sudah<br />

dilengkapi dengan hardware<br />

Gigabit, kinerja maksimalnya<br />

perlu didukung dengan<br />

workstation berteknologi 100<br />

Mbps yang terhubung dengan<br />

Gigabit switch<br />

atau 100 Mbps switch dengan<br />

uplink Gigabit (seperti 3Com<br />

3C1670108, sekitar US$ 95).<br />

Switch ini akan membagi<br />

bandwidth server ke semua<br />

workstation yang terhubung.<br />

Selain itu, lebih banyak PC<br />

dengan 100 Mbps yang dapat<br />

mengakses server secara simultan.<br />

Kinerja Gigabit ke workstation<br />

sudah dapat diperoleh<br />

dengan jaringan dengan kabel<br />

yang sudah banyak dipakai.<br />

Perangkat Gigabit bahkan bisa<br />

terhubung dengan kabel CAT5.<br />

Namun, tidak dengan teknologi<br />

duplex karena bandwidth<br />

bisa berkurang menjadi setengahnya.<br />

Untuk mendapatkan kecepatan<br />

maksimal Gigabit harus<br />

didukung dengan kabel Ethernet<br />

CAT6 atau CAT7 yang<br />

dirancang khusus untuk sinyal<br />

300 MHz atau 600 Mhz. Harga<br />

kabel Ethernet dan patch cable<br />

ini pun tergolong tidak mahal.<br />

Tertentu: Manfaat<br />

optimal Gigabit<br />

hanya bisa<br />

diperoleh dengan<br />

PCI Express pada<br />

motherboard<br />

generasi baru<br />

(seperti Asus P5AD2<br />

Premium).<br />

Berbeda dengan jaringan rumah atau jaringan kantor kecil.<br />

Selain beberapa Network card (bila motherboard tidak<br />

menyediakannya), yang dibutuhkan hanya satu atau dua<br />

distributor dan beberapa meter kabel Ethernet. Instalasi dan<br />

konfigurasi cukup mudah dan cepat. Semuanya diuraikan di sini.<br />

Dari segi biaya, jaringan kecil membutuhkan investasi sebesar<br />

Rp 200.000 sampai Rp 300.000 per workstation. Besar biaya<br />

meningkat dua kali lipat bila menggunakan teknologi Gigabit<br />

Ethernet atau Wireless LAN. Reza Wahyudi (SW)<br />

| CHIP | NETWORKING | 27


PRAKTEK Tes W-LAN<br />

Router<br />

Tes: W-LAN Router IEEE 802.11g<br />

W-LAN Kecepatan Tinggi<br />

<strong>Jaringan</strong> wireless kini semakin popular. Feature keamanannya juga telah ditingkatkan khususnya untuk<br />

pengguna profesional. Dalam tes kali ini CHIP menguji sepuluh router untuk standar W-LAN 802.11g. Selain<br />

itu ada juga tips untuk membeli card W-LAN yang tepat.<br />

k<br />

Menikmati musik MP3 di dapur dan kamar mandi, mendownload<br />

dokumen di ruang kerja, sekaligus menonton<br />

video di ruang keluarga. Semua hal tersebut dijanjikan oleh<br />

jaringan W-LAN. <strong>Anda</strong> bisa menikmati multimedia di seluruh<br />

rumah tanpa perlu instalasi kabel<br />

yang rumit. CHIP telah menguji<br />

router 10 W-LAN terbaru. Satu hal<br />

dapat langsung CHIP sampaikan:<br />

Sebagian besar router telah<br />

memenuhi janjinya dan mencapai<br />

hasil tes yang baik, walaupun tidak<br />

selalu sesuai dengan spesifikasi<br />

yang tercantum pada kemasan.<br />

Sebuah Wireless-LAN memiliki<br />

banyak standar. Oleh sebab itu,<br />

masalah dalam transfer sinyal radio<br />

berfrekuensi tinggi, serta<br />

banyaknya fungsi keamanan sangat<br />

sering ditemukan. CHIP akan<br />

menjelaskan terlebih dulu bebera-<br />

pa dasar penting sebelum membahas hasil pengujian.<br />

Standar: a, b, atau g?<br />

Standar sinyal radio untuk W-LAN ditetapkan oleh IEEE<br />

(Instiitute of Electrical and Electronical Engineers). Standar<br />

pertama yang digunakan adalah standar 802.11b dengan<br />

kecepatan nominal 11 Mbps. Dalam prakteknya, standar ini<br />

hanya mencapai angka 2-5 Mbps (setara sekitar 0,5<br />

MByte/detik) dalam kondisi ideal. Kecepatan ini hanya cukup<br />

untuk browsing atau playback file MP3.<br />

Sekarang ini, tersedia standar 802.11g yang resminya<br />

menjanjikan kecepatan 54 Mbps. Dalam prakteknya, standar ini<br />

k ISI CD<br />

k Melacak W-LAN Dengan freeware Network Stumbler,<br />

<strong>Anda</strong> dapat menguji kekuatan sinyal jaringan <strong>Anda</strong> dan<br />

melacak W-LAN lain yang mungkin mengganggu.<br />

k W-LAN Speedometer Freeware NetIQ mensimulasi<br />

transfer data dalam jaringan dan menunjukkan<br />

kecepatan. Sangat ideal untuk menemukan tempat<br />

terbaik bagi Access Point <strong>Anda</strong>.<br />

28 | CHIP | NETWORKING<br />

GELOMBANG RADIO DATA<br />

Dengan W-LAN<br />

menembus dinding<br />

Mengatasi tembok dan penghalang gelombang<br />

radio lainnya merupakan suatu tantangan bagi<br />

setiap router W-LAN. Kualitasnya tampak dalam<br />

kemampuan mengkompensasi penurunan signal<br />

dan pada kecepatan maksimum yang dimungkinkan<br />

dalam kondisi yang kurang menguntungkan.<br />

Dengan sebuah metoda tes yang canggih,<br />

CHIP menguji bagaimana router menjalankan<br />

tugasnya.<br />

menjanjikan kecepatan sekitar 20 Mbps (setara sekitar 2,5<br />

MByte/detik). Dengan kecepatan ini, film dalam kualitas DVD<br />

sudah dapat ditransfer dengan baik. Sebagai perbandingan, Fast<br />

Ethernet yang terikat kabel memiliki kecepatan resmi 100 Mbps,<br />

dan mencapai kecepatan maksimal<br />

8 MByte/detik dalam praktek.<br />

Standar b maupun g menggunakan<br />

frekuensi 2,4-2,5 GHz<br />

yang memiliki karakteristik sangat<br />

khusus. Semua material yang<br />

mengandung air akan menyerap<br />

energi dan merampas energi dari<br />

gelombang elektromagnetik. Oven<br />

microwave yang umumnya menggunakan<br />

frekuensi 2,45 GHz memanfaatkan<br />

efek ini untuk memanaskan<br />

makanan, sehingga dapat<br />

mengganggu jaringan W-LAN.<br />

Dinding yang lembab juga menjadi<br />

blokade yang sangat sulit ditembus<br />

oleh gelombang W-LAN.<br />

Banyak negara juga membatasi kekuatan sinyal yang dikirim<br />

untuk W-LAN b atau g hingga 100 miliwatt saja. Sebaliknya<br />

ponsel dan telepon DECT boleh mengirim sinyal hingga 2 Watt.<br />

Namun, jaringan W-LAN menyediakan 13 band antara 2,4<br />

hingga 2,5 GHz. Penggunaan banyak saluran memungkinkan<br />

pengalihan saluran bila ada masalah pada salah satu saluran.<br />

Sebagai perbandingan, di AS hanya tersedia 11 saluran,<br />

sedangkan di Prancis hanya 8 saluran.<br />

Perlengkapan dasar: DSL atau ISDN?<br />

Kebebasan tanpa kabel dapat <strong>Anda</strong> awali dengan sebuah<br />

Access Point (AP) dan sebuah network card, yang mendukung<br />

setidaknya sebuah standar W-LAN yang sama. Access Point<br />

adalah sebuah titik sentral yang harus dilalui untuk<br />

berkomunikasi (mirip dengan hub/switch pada jaringan kabel).<br />

Access Point juga kadang berisi sebuah router yang membangun<br />

sebuah struktur jaringan sederhana dan melindunginya dengan<br />

sebuah firewall. Umumnya, router ini memiliki sebuah switch<br />

terintegrasi dengan port Ethernet. Switch ini selalu<br />

mengarahkan arus data secara tepat ke PC tujuan.


Router W-LAN yang diuji menyediakan akses Internet<br />

melalui DSL karena mendukung protokol PPPoE (Point-to-<br />

Point Protocol over Ethernet) dan PPTP (Point-to-Point<br />

Transfer Protocol). Kombinasi Access Point dan router DSL kini<br />

bisa diperoleh dengan harga sangat murah. Pemenang tes kali ini<br />

harganya di bawah US$ 80, sementara card untuk client yang<br />

berbentuk PCMCIA atau PCI bisa dibeli dengan harga mulai<br />

US$ 50.<br />

Solusi ISDN atau modem sebaliknya berharga US$ 50 sampai<br />

US$ 100 lebih mahal. Masalahnya, router khusus yang<br />

digunakan harus memiliki sekurangnya satu port serial untuk<br />

adaptor terminal ISDN atau modem analog. Namun, bisa juga<br />

digunakan perangkat kombinasi router dan Access Point.<br />

Kelebihannya adalah Access Point dapat ditempatkan pada<br />

posisi strategis untuk mengirim sinyal, sementara router bisa<br />

tetap berada di dekat modem.<br />

Di mana menempatkan Access Point?<br />

Pada dasarnya berlaku aturan bahwa Router atau Access<br />

Point tidak boleh berada di dekat saluran atau kabel-kabel<br />

listrik. Semakin dekat antena dengan halangan yang menutupi,<br />

semakin besar sudut bukaan "bayangan"' yang terbentuk di<br />

baliknya. Dinding gips dan telepon DECT juga menjadi benda<br />

penghalang yang harus diperhatikan.<br />

Bila <strong>Anda</strong> membutuhkan arah sinyal horizontal, misalnya<br />

untuk apartemen, sebaiknya tempatkan antena secara vertikal.<br />

Sebaliknya untuk rumah bertingkat banyak biasanya dicapai<br />

hasil yang lebih baik dengan antena horizontal. Tidak ada yang<br />

bisa menjamin akurasi penempatan, sehingga metode terbaik<br />

adalah mencobanya. Namun, teknik "asal mencoba" tidak<br />

berlaku untuk <strong>Anda</strong> yang ingin membeli sebuah router W-LAN.<br />

Di sinilah tes perbandingan CHIP akan membantu <strong>Anda</strong>.<br />

Banyak router baru dipasarkan sejak standar 802.11g<br />

ditetapkan tahun lalu. Pengguna akan mendapat manfaat ganda<br />

yaitu semakin banyaknya pilihan dan harga yang turun drastis.<br />

Sebuah Router "G" hampir tidak lebih mahal dibanding<br />

perangkat lebih lambat (standar lama 802.11b).<br />

CHIP telah menjalankan tes kinerja untuk 10 router W-LAN<br />

standar g terbaru. Dua di antaranya juga mendukung mode<br />

Turbo dengan kecepatan transfer nominal sekitar 100 Mbps.<br />

Modus Turbo adalah solusi khusus dari US-Robotics dan Trust,<br />

yang hingga kini belum diakui oleh IEEE ataupun asosiasi<br />

tandingan Wi-Fi. Karena itu, hasil pengukuran Turbo tidak<br />

dimasukkan ke dalam penilaian.<br />

Frekuensi tinggi: Perubahan kecil, efeknya besar<br />

Kepak sayap seekor kupu-kupu dapat menyebabkan<br />

timbulnya badai. Demikian pula pada transfer W-LAN berbasis<br />

HF (High Frequency). Sebuah perubahan kecil bisa<br />

menimbulkan efek yang besar. Bila transfer dalam sebuah<br />

rumah bisa mencapai hingga ke bawah atap, belum tentu<br />

CARD W-LAN YANG TEPAT<br />

Card untuk setiap kebutuhan<br />

Router W-LAN memang merupakan<br />

komponen terpenting<br />

sebuah W-LAN. Akan tetapi,<br />

tanpa PC/PCI card sebagai<br />

"mitra" di sisi client, maka tidak<br />

ada koneksi yang dapat<br />

dibangun. CHIP mengungkap<br />

apa yang perlu diperhatikan<br />

dalam memilih sebuah card W-<br />

LAN.<br />

Standar: b dengan g<br />

Dalam menginstalasi router<br />

dan card dengan standar yang<br />

sama, <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />

perangkat dari berbagai<br />

produsen. Perangkatperangkat<br />

tersebut dapat bekerja<br />

sama tanpa masalah.<br />

<strong>Anda</strong> juga dapat meninggalkan<br />

standar b dan menggunakan<br />

kombinasi perangkat<br />

b dan g, tetapi tentu dengan<br />

mengorbankan performa. Sebaliknya,<br />

perangkat standar a<br />

tidak dapat dikombinasikan<br />

dengan perangkat standar b<br />

atau g. Namun, dalam mengkombinasikan<br />

router dan card,<br />

keduanya harus mendukung<br />

fungsi khusus yang sama<br />

seperti WEP dan WPA.<br />

Kecepatan: Turbo atau tidak?<br />

Bila memilih standar g, maka<br />

<strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />

teknologi peningkatan kecepatan<br />

khusus. Kelemahannya<br />

adalah teknik ini akan memaksa<br />

pengguna menggunakan<br />

product tertentu. Soalnya,<br />

tidak ada yang bisa menjamin<br />

teknik ini bekerja untuk produk<br />

lain. Selain itu, card dan router<br />

harus dipaksa untuk operasi<br />

pada kecepatan 108<br />

Mbit/detik (mode Turbo-nya<br />

harus diaktifkan).<br />

Security: WPA menggantikan<br />

WEP<br />

Cara lain untuk mengikat<br />

pengguna pada produsen<br />

tertentu adalah dengan peningkatan<br />

algoritma enkripsi.<br />

Proses standar WEP dengan<br />

40/64 atau 102/128 sebenarnya<br />

tidak menyediakan cukup<br />

keamanan untuk aplikasi serius.<br />

Karena itu, Wi-Fi Alliance<br />

telah menetapkan WPA yang<br />

lebih baik. Di sisi lain, produsen<br />

meningkatkan enkripsi WEP<br />

menjadi 152 dan 256 bit. Akan<br />

tetapi, WEP di atas 128 bit<br />

hanya didukung oleh perangkat<br />

keluaran produsen<br />

tertentu. Jadi, lebih baik<br />

beralih ke WPA yang akan<br />

menjadi standar di masa<br />

depan.<br />

Penerimaan: Adaptor W-LAN<br />

USB<br />

PCMCIA Card biasanya untuk<br />

notebook, sedangkan PCI card<br />

biasanya untuk PC. Namun,<br />

ada alasan bagus untuk<br />

memilih sebuah adaptor USB.<br />

Ia dapat digunakan untuk PC<br />

ataupun notebook.<br />

Solusi: Antena tambahan<br />

PCI card biasanya memiliki<br />

port antena SMA-RP yang<br />

kompatibel untuk antena lain.<br />

Namun, biasanya antena<br />

dilengkapi dengan port SMA,<br />

sehingga tidak memerlukan<br />

adaptor atau kabel khusus.<br />

A/B/G-PC-CARD dari<br />

3COM: Antena yang<br />

futuristik (kelabu hitam)<br />

akan menonaktifkan<br />

signal bila<br />

dimasukkan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 29


PRAKTEK Tes W-LAN Router<br />

SICHERHHEIT demikian dengan rumah Sichere di sebelahnya. E-Mail Perubahan konstruksi<br />

terkecil bisa menyebabkan jangkauan turun drastis atau malah<br />

bertambah.<br />

Beberapa tes router menggunakan pengukuran jangkauan<br />

dalam apartemen atau kantor yang dipilih secara acak, sehingga<br />

hasilnya kurang tegas. CHIP menggunakan sebuah proses baru<br />

yang distandardisasi untuk mengukur kemampuan sebuah<br />

router menembus berbagai jenis material bangunan. Proses ini<br />

dapat diulang di bawah kondisi yang ditetapkan dengan rinci.<br />

Konsep tes memanfaatkan karakteristik khusus gelombang<br />

W-LAN yang melihat dari sudut pandang sebuah gelombang<br />

elektromagnetik sekitar 2,4 GHz. Susunan kristal padat,<br />

terutama logam dan air akan sulit ditembus. Elemen lain<br />

selebihnya hampir bukan merupakan halangan.<br />

Akibat dari konsep ini maka konstruksi padat yang umum<br />

untuk bangunan kantor akan menurunkan jangkauan router<br />

secara drastis. Dinding-dinding pemisah biasanya berisi<br />

material logam dan dilapis dengan pelat karton gips. Gips<br />

menyerap kelembapan dari sekelilingnya dan dengan demikian<br />

juga menjadi penghalang.<br />

Konstruksi pengukuran:W-LAN dalam tes jangkauan<br />

Konstruksi pengukuran CHIP menghadapkan router pada<br />

kedua jenis penghalang utamanya. Di antara peserta tes dan<br />

sebuah antena patch keluaran Huber dan Suhner, CHIP<br />

menempatkan dua penghalang yaitu sebuah dinding yang dapat<br />

dibandingkan dengan konstruksi bangunan dan selembar<br />

logam berlapis seng. CHIP mengukur arus data setelah melewati<br />

penghalang tersebut.<br />

Beberapa langkah sekaligus menjamin sinyal tidak berbelok<br />

dan direfleksikan oleh ruangan ke tujuan. Konstruksi<br />

pengukuran diisolasi dalam dua buah kotak secara berlapis<br />

(karton gips dan lembar aluminium). Arah antena patch yang<br />

jelas dan sebuah komponen peredam akan mereduksi pancaran<br />

gelombang sisa hingga mencapai batas minimum yang dapat<br />

diabaikan.<br />

Pada antena dihubungkan secara bergantian dua buah PCI<br />

card dengan chipset berbeda untuk menetralisasi pengaruh chip<br />

pada hasil pengukuran.<br />

YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG ANTENA<br />

Mengirim sinyal: Antena omni atau patch?<br />

Karakteristik sebuah antena<br />

omni (standar pada router biasa)<br />

dapat dibayangkan sebagai<br />

balon udara yang agak digepengkan.<br />

Bentuk lain seperti antena<br />

jenis patch akan memiliki<br />

arah yang jelas, sehingga<br />

kepekaan dan kekuatan signal<br />

meningkat pada sudut tertentu.<br />

30 | CHIP | NETWORKING<br />

Antena omni adalah pilihan<br />

pertama untuk pengiriman ke<br />

segala arah, sementara antena<br />

jenis patch lebih tepat bila sebuah<br />

penghalang tidak dapat<br />

diatasi dengan kekuatan transmisi<br />

dari router. Penggunaannya<br />

tentu tergantung kondisi<br />

lingkungan di sekitar <strong>Anda</strong>.<br />

Access Point: IQ Penting<br />

Untuk memungkinkan jangkauan dan kecepatan yang<br />

tinggi, Access Point yang terintegrasi dalam router harus<br />

mampu mengkompensasi penurunan kekuatan sinyal<br />

Antena Omni<br />

k PEMENANG TES<br />

SMC Barricade G 2804WBR V.2<br />

NILAI TOTAL<br />

HARGA/KINERJA Sangat Baik<br />

HARGA sekitar US$ 70<br />

INFO www.smc.com<br />

+<br />

+<br />

+<br />

+<br />

Kinerja sangat baik<br />

SPI Firewall<br />

Mendukung WPA<br />

Menu konfigurasi mudah<br />

- Kinerja AP biasa<br />

Aman, murah, dan berkinerja tinggi<br />

Nilai terbaik untuk fungsi<br />

router dan aspek keamanan<br />

mengantarnya ke posisi teratas.<br />

Selain itu, ia juga<br />

merupakan salah satu router<br />

termurah, sehingga sekaligus<br />

merupakan peraih CHIP<br />

Tip-Value.<br />

Dalam aspek keamanan, ia<br />

mengalahkan semua peserta<br />

tes dengan SPI Firewall dan<br />

enkripsi WPA yang saat ini<br />

paling aman dan mudah<br />

dikonfigurasi. Ia juga<br />

menyediakan kemungkinan<br />

konfigurasi untuk setiap kebutuhan<br />

aplikasi. Dengan port<br />

sharing yang nyaman, maka<br />

ia sangat tepat untuk filesharing<br />

dan game online.<br />

Nilai Access Pointnya memang<br />

bukan yang terbaik,<br />

tetapi ini terkompensasi sepenuhnya<br />

dengan sebuah<br />

antena alternatif.<br />

Kecepatan maksimalnya<br />

agak kurang pada transfer<br />

data, namun ia mampu<br />

mempertahankan koneksi di<br />

bawah kondisi yang cukup<br />

sulit. Suatu hal yang sangat<br />

positif untuk sebuah Access<br />

Point.<br />

Dengan harga hanya sekitar<br />

US$ 80, ia hanya setengah<br />

dari harga perangkat lain.<br />

Oleh karena itu CHIP juga<br />

memilihnya sebagai peraih<br />

CHIP Tip Value dalam tes<br />

perbandingan kali ini.<br />

Antene Patch


akibat faktor ruangan dengan pintar. Strategi yang tepat antara<br />

lain adalah dalam memilih dan mengganti saluran transfer serta<br />

kemampuan menemukan kecepatan transfer yang optimal.<br />

Dalam konstruksi tes, CHIP menempatkan Access Point<br />

sedemikian rupa sehingga ia harus mengerahkan seluruh<br />

"kecerdasannya" untuk mempertahankan koneksi. Nilai ratarata<br />

dari enam pengukuran kecepatan transfer dalam berbagai<br />

kondisi (untuk kedua PCI card masing-masing tanpa dan<br />

dengan dinding pemisah) menghasilkan nilai "IQ" atau<br />

"kecerdasan" dari Access Point.<br />

Nilai antara 2,38 dan 1,68 yang didapat di bawah situasi<br />

ekstrem lebih dapat diandalkan dan dibandingkan dengan<br />

pengukuran di dalam gedung. Bedanya, kondisi di lab dapat<br />

ditentukan dan dikendalikan dengan tepat. Keandalan hasil<br />

pengukuran dibuktikan dengan beberapa pengukuran di<br />

lapangan. Router Netgear dengan Access Point terbaik (2,38<br />

MByte/detik) berhasil menembus tiga lantai beton berikut<br />

karpet tanpa masalah. Sebaliknya, Longshine (1,89 MByte<br />

/detik) kesulitan mempertahankan koneksi.<br />

Keamanan: Firewall dan WPA<br />

Feature keamanan terpenting sebuah router W-LAN adalah<br />

fungsi firewall serta proses identifikasi dan enkripsi yang efektif.<br />

Teknik terbaru yang sering disebut sebagai Stateful Packet<br />

Inspection (SPI) Firewall yang mampu mengenali apakah<br />

sebuah paket data berisi kode jahat atau tidak. Firewall jenis ini<br />

juga tidak membutuhkan banyak konfigurasi seperti firewall<br />

umumnya. Hanya router dari Longshine, Allnet, dan Pearl yang<br />

tidak menggunakan solusi nyaman ini.<br />

Selain itu router W-LAN harus mampu memproteksi koneksi<br />

setidaknya dengan enkripsi WEP. Semua router dalam<br />

pengujian dapat melakukannya dengan 104 bit (WEP 128).<br />

Alternatif yang lebih baik karena lebih aman adalah WPA<br />

(dimiliki oleh router dari SMC, US-Robotics, Trust, dan<br />

Linksys).<br />

Router: Pengaturan lalu-lintas<br />

Bila sebuah router W-LAN digunakan sebagai pusat jaringan,<br />

maka ia akan menentukan struktur dan karakter jaringan. Game<br />

online misalnya menuntut akses cepat tanpa hambatan ke<br />

k TESTLAB |k BOBOT PENILAIAN CHIP<br />

Cara CHIP Menguji Router W-LAN<br />

Router W-LAN tidak hanya harus<br />

dapat mengirim sinyal dengan<br />

cepat dan jarak yang jauh, tetapi<br />

ia juga harus aman dan memiliki<br />

perlengkapan yang baik. CHIP<br />

menguji empat aspek utama<br />

operasi router.<br />

Access Point (40%)<br />

CHIP menguji kualitas Access<br />

Point dengan sebuah konstruksi<br />

khusus yang mengukur efek<br />

berbagai material bangunan<br />

pada kecepatan transfer di<br />

bawah kondisi yang ditetapkan<br />

secara rinci. Konstruksi ini<br />

memaksa Access Point untuk<br />

bereaksi seperti mengubah<br />

kecepatan atau mengganti<br />

saluran, serta menguji kemampuannya<br />

untuk mempertahankan<br />

koneksi di bawah kondisi<br />

sulit. Hasil tes akan dibandingkan<br />

dengan pengukuran<br />

praktis di lapangan.<br />

Keamanan (30%)<br />

Semua fungsi yang dapat digu-<br />

TERBUKA: Kedua bagian<br />

kotak pengukur yang<br />

terbuat dari berbagai<br />

material bangunan berisi<br />

router (kiri) dan antena<br />

khusus (kanan). Di antara<br />

keduanya diselipkan<br />

dinding pemisah.<br />

nakan router untuk melindungi<br />

jaringan akan termasuk di sini.<br />

Metode Stateful Packet Inspection<br />

(SPI) firewall merupakan<br />

salah satu komponen<br />

terpenting. Proses identifikasi<br />

dan enkripsi berdasarkan WEP,<br />

WPA dan 802.1x juga mendapatkan<br />

poin.<br />

Router (20%)<br />

Kompetensi inti sebuah router<br />

adalah membagi paket TCP/IP<br />

berdasarkan aturan tertentu.<br />

Semakin rinci aturan dapat<br />

ditetapkan dalam sebuah<br />

router, maka semakin banyak<br />

poin yang didapat dalam tes.<br />

Perlengkapan (10%)<br />

Antena dan ports juga merupakan<br />

bagian dari perlengkapan.<br />

Berbagai standar yang didukung<br />

dan dokumentasi juga termasuk<br />

di sini. Buku panduan yang<br />

dibuat dengan baik tentunya<br />

akan mendapatkan poin<br />

tambahan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 31


PRAKTEK Tes W-LAN Router<br />

Internet agar dapat bertukar data secepat mungkin. Untuk itu,<br />

router harus memiliki fungsi Port Forwarding atau varian yang<br />

lebih canggih yaitu Virtual Server.<br />

Sebuah alternatif adalah instalasi De-Militerized Zone<br />

(DMZ). Sebuah PC dalam DMZ sepenuhnya mendapat akses<br />

bebas hambatan ke Internet. Pada router SMC, <strong>Anda</strong> bisa<br />

memasukkan beberapa PC ke dalam zona ini, tentunya dengan<br />

mengorbankan sebagian keamanan yang ditawarkan sebuah<br />

firewall. Tabel berisi feature keamanan dan router terpenting<br />

peserta tes <strong>Anda</strong> temukan di bawah ini.<br />

Perlengkapan: Port dan buku panduan<br />

Setiap peserta tes menyediakan sebuah switch empat port dan<br />

sebuah WAN-port untuk modem DSL. Kecuali Allnet, semua<br />

dilengkapi dengan dua antena. Bila yang terlihat hanya satu,<br />

biasanya antena yang lain berada dalam casing. Walaupun hanya<br />

memiliki satu antena, router dari Allnet termasuk yang terbaik<br />

berkat kualitas chipset dari Marvell.<br />

Dokumentasi juga biasa perlu banyak penambahan. Saran<br />

penempatan antena atau peringatan umumnya tidak diberikan.<br />

Sebagian besar buku panduan hanya menggunakan bahasa<br />

Inggris. Alamat IP router yang telah ditetapkan (diperlukan agar<br />

router dapat diakses oleh browser) dan akses data untuk menu<br />

konfigurasi dengan password sering kali ditempatkan tersembunyi.<br />

TABEL<br />

W-LAN-Router<br />

Router W-LAN<br />

Harga (sekitar)<br />

Nilai total<br />

Access Point (40%)<br />

Keamanan (30%)<br />

Router (20%)<br />

Perlengkapan (10%)<br />

Harga/Kinerja<br />

Kesimpulan<br />

32 | CHIP | NETWORKING<br />

SMC Barricade<br />

G 2804WBR V.2<br />

US$ 70<br />

96<br />

Nilai 0 50 100<br />

93<br />

100<br />

100<br />

90<br />

sangat baik<br />

Performa seimbang dan<br />

bagus, harga murah.<br />

KESIMPULAN<br />

Dalam tes, CHIP memberi<br />

tantangan yang cukup berat<br />

bagi semua router W-LAN<br />

yang diujikan. Untungnya<br />

perangkat baru dengan<br />

standar g sudah cukup matang,<br />

sehingga kebanyakan<br />

router bisa lulus tes stamina<br />

dengan baik atau bahkan<br />

sangat baik. Pemenang tes<br />

dari SMC hampir tidak menunjukkan<br />

kelemahan. Selain<br />

itu, ia juga murah sehingga<br />

bisa sekaligus mendapatkan<br />

CHIP Tip Value.<br />

Dalam praktek di lapangan,<br />

router dari Netgear<br />

terbukti mencapai jangkauan<br />

yang mengesankan. Hal<br />

ini tidak mengejutkan<br />

karena nilai-nilainya juga<br />

sangat baik ketika dilakukan<br />

pengujian simulasi di dalam<br />

lab CHIP. Hal ini cukup membuktikan<br />

jika simulasi lab<br />

1 2<br />

Netgear<br />

WGR614v2<br />

US$ 76<br />

93<br />

Nilai 0 50 100<br />

US Robotics<br />

Wireless Turbo<br />

yang dilakukan CHIP bisa<br />

memberikan gambaran dalam<br />

penggunaan di dunia<br />

nyata.<br />

Router dari Belkin tampaknya<br />

memberikan perhatian<br />

ekstra pada dokumentasi<br />

dan akses konfigurasi<br />

yang mudah.<br />

Pembeli akan mengapresiasi<br />

kelebihan yang ditawarkan<br />

Belkin ini, khususnya<br />

saat proses instalasi dan<br />

konfigurasi. Boleh dikatakan<br />

ia sangat cocok untuk <strong>Anda</strong><br />

yang tidak ingin melakukan<br />

banyak eksperimen. Namun,<br />

router ini agak peka terhadap<br />

gangguan. Jadi, jika<br />

tempat <strong>Anda</strong> memiliki<br />

cukup banyak penghalang,<br />

tampaknya router Belkin ini<br />

agak sedikit kesulitan untuk<br />

memberikan kinerja<br />

maksimalnya.<br />

Trust Speed-<br />

Share Turbo Pro<br />

US$ 49<br />

88<br />

Nilai 0 50 100<br />

98<br />

84<br />

74<br />

90<br />

baik<br />

Performa transfer sangat<br />

stabil dengan option<br />

mode turbo.<br />

Perlengkapan dan hasil pengukuran<br />

Standar (802.11x)/Akselerator<br />

11b, 11g/–<br />

11b, 11g/–<br />

11b, 11g/100 Mbps 11b, 11g/ 108 Mbps<br />

Chip radio<br />

Conexant<br />

Atheros<br />

Texas Instruments Atheros<br />

Antena (internal/eksternal/port): terpasang permanen 0/2/SMA-RP<br />

1/1/terpasang<br />

0/2/SMA-RP<br />

1/1/SMA-RP<br />

Port LAN/WAN<br />

4/1<br />

4/1<br />

4/1<br />

4/1<br />

Kecepatan transfer rata-rata*<br />

2.203 KByte/s<br />

2.377 KByte/s<br />

2.274 KByte/s<br />

2.334 KByte/s<br />

Kecepatan transfer minimal/ maksimal*<br />

1.654/2.579 KByte/s 1.614/2.894 KByte/s 1.521/2.858 KByte/s 102/2.936 KByte/s<br />

* berkaitan dengan struktur tes CHIP memberikan penilaian dalam bentuk poin: 100–90 Poin = 5 Kotak, 89–75 = 4 Kotak, 74–60 = 3 Kotak, 59–45 = 2 Kotak, 44–20 = 1 Kotak, 19–0 = 0 Kotak<br />

100<br />

90<br />

90<br />

80<br />

baik<br />

Jangkauan sangat jauh,<br />

paket keamanan baik.<br />

US$ 132<br />

90<br />

Nilai 0 50 100<br />

96<br />

90<br />

71<br />

100<br />

memuaskan<br />

Keamanan tinggi dengan<br />

enkripsi WPA, option<br />

mode turbo.<br />

3 4


TABEL<br />

Fungsi-fungsi keamanan dan router<br />

Sebuah router W-LAN harus<br />

menawarkan banyak fungsi<br />

agar jaringan <strong>Anda</strong> dapat<br />

bekerja dengan lancar dan<br />

aman.<br />

Fungsi-fungsi<br />

terpenting para<br />

peserta tes dapat<br />

<strong>Anda</strong> baca di<br />

bawah ini.<br />

1. SMC<br />

2. Netgear<br />

3. US<br />

Robotics<br />

4. Trust<br />

Allnet<br />

ALL0276<br />

US$ 79<br />

87<br />

5. Allnet<br />

6. Longshine<br />

7. Linksys<br />

8. Belkin<br />

9. D-Link<br />

Tidak Ada Ada<br />

Nilai 0 50 100<br />

99<br />

77<br />

74<br />

90<br />

baik<br />

Perangkat kompak,<br />

jangkauan sangat<br />

bagus.<br />

11b, 11g/–<br />

Marvell<br />

0/1/SMA-RP<br />

4/1<br />

2.345 KByte/s<br />

500/2.985 KByte/s<br />

SPI firewall<br />

URL blocker<br />

Longshine<br />

LCS-883R-WR-G<br />

US$ 110<br />

87<br />

Nilai 0 50 100<br />

80<br />

90<br />

97<br />

90<br />

cukup<br />

Tingkat keamanan dapat<br />

diatur secara rinci, agak<br />

rentan gangguan.<br />

11b, 11g/–<br />

Broadcom<br />

1/1/SMA-RP<br />

4/1<br />

1.893 KByte/s<br />

23/2.795 KByte/s<br />

Content filtering<br />

Enkripsi WEP >128 Bit<br />

Pemberitahuan melalui e-mail<br />

Linksys<br />

WRT54G-DE<br />

US$ 63<br />

85<br />

Nilai 0 50 100<br />

85<br />

71<br />

97<br />

100<br />

baik<br />

Perlengkapan router<br />

terbaik, tapi kinerja<br />

lemah.<br />

11b, 11g/–<br />

Broadcom<br />

0/2/HF-Koax<br />

4/1<br />

2.015 KByte/s<br />

38/2.799 KByte/s<br />

Identifikasi berdasarkan WPA<br />

Dukungan Dynamic DNS<br />

Identifikasi berdasarkan 802.1x<br />

DHCP server<br />

Belkin 54g Cable/ DSL<br />

Wireless<br />

US$ 66<br />

84<br />

Punkte 0 50 100<br />

79<br />

77<br />

97<br />

100<br />

baik<br />

Sangat mudah<br />

dikonfigurasi, agak<br />

rentan gangguan.<br />

11b, 11g/–<br />

Broadcom<br />

0/2/fest montiert<br />

4/1<br />

1.872 KByte/s<br />

25/2.617 KByte/s<br />

VPN passthrough<br />

D-Link Airplus Xtreme<br />

G+ Wire<br />

US$ 90<br />

82<br />

Nilai 0 50 100<br />

80<br />

84<br />

77<br />

100<br />

cukup<br />

Router dan kinerja tidak<br />

meyakinkan, tetapi<br />

keamanannya sangat<br />

baik.<br />

11b, 1g/–<br />

Texas Instruments<br />

1/1/SMA-RP<br />

4/1<br />

1.893 KByte/s<br />

956/2.788 KByte/s<br />

Port Forwarding/Virtual Server<br />

DMZ<br />

Web based management<br />

Backup konfigurasi pada PC<br />

5 6 7 8 9 10<br />

Pearl freecontrol PE-<br />

5570<br />

US$ 120<br />

71<br />

Nilai 0 50 100<br />

71<br />

52<br />

87<br />

100<br />

memuaskan<br />

Fungsi keamanan<br />

lemah, kecepatan<br />

transfer rendah.<br />

11b, 11g/–<br />

ADMTek<br />

1/1/SMA-RP<br />

4/1<br />

1.681 KByte/s<br />

2/2.780 KByte/s<br />

| CHIP | NETWORKING | 33


PRAKTEK Membuat <strong>Jaringan</strong><br />

Teknik Dasar Memasang Card dan Membuat <strong>Jaringan</strong><br />

<strong>Jaringan</strong> <strong>Pertama</strong> <strong>Anda</strong><br />

Langkah awal membangun jaringan sebenarnya tidak sulit. Workshop berikut ini akan memandu <strong>Anda</strong><br />

langkah demi langkah untuk memasang network card pada PC, membangun LAN, dan meng-install driver.<br />

<strong>Anda</strong> hanya perlu sebuah obeng dan kecermatan untuk melakukannya.<br />

k<br />

Konstruksi sebuah jaringan pada prinsipnya sangat<br />

sederhana. Prinsip terpenting adalah semua kabel harus<br />

diletakkan pada posisi yang aman dari gangguan. Jika<br />

memungkinkan, kabel bisa dimasukkan dalam saluran atau pipa<br />

kabel khusus.<br />

Alternatif lain adalah instalasi tertutup di bawah lapisan<br />

dinding, penggunaan end-box Ethernet, atau sebuah ruang<br />

server besar dengan patch panel. Namun, alternatif ini sebaiknya<br />

dilakukan oleh tenaga profesional. Banyak<br />

perusahaan instalasi elektronik yang<br />

mampu mengerjakan instalasi jaringan.<br />

Persiapan hardware juga harus <strong>Anda</strong><br />

lakukan pada masing-masing PC, khususnya<br />

bila tidak ada network card onboard<br />

atau <strong>Anda</strong> berencana menggunakan<br />

adapter W-LAN.<br />

1 Mempersiapkan PC<br />

<strong>Pertama</strong>, putuskan hubungan listrik PC<br />

dengan mencabut kabel power supply<br />

dari stopkontak (tidak cukup hanya<br />

mematikan PC). Selanjutnya, bukalah<br />

casing PC sehingga <strong>Anda</strong> dapat menjangkau<br />

expansion card di dalamnya. Pada<br />

casing berbentuk tower, biasanya proses<br />

ini akan lebih mudah bila <strong>Anda</strong><br />

“membaringkan” casing yang terbuka<br />

pada satu sisi. Aturlah casing sampai <strong>Anda</strong><br />

mendapatkan posisi yang dirasakan paling<br />

ideal.<br />

34 | CHIP | NETWORKING<br />

Apakah pada mainboard<br />

tersedia Ethernet onboard<br />

untuk jaringan? Bila tidak,<br />

maka <strong>Anda</strong> akan<br />

membutuhkan sebuah<br />

network card atau adapter W-<br />

LAN (USB ataupun PCI) untuk<br />

setiap PC yang ingin<br />

terkoneksi.<br />

Dua PC dalam jaringan?<br />

Sebuah hub atau switch<br />

dengan cukup banyak port<br />

harus tersedia. Pada jaringan<br />

W-LAN akan<br />

dibutuhkan Access Point atau<br />

router W-LAN.<br />

Prosedur yang sama juga kadang harus dilakukan bila <strong>Anda</strong><br />

memasang sebuah PCI card. Baik card W-LAN untuk jaringan<br />

wireless maupun Ethernet card untuk jaringan kabel biasanya<br />

membutuhkan instalasi driver terlebih dahulu.<br />

Proses yang harus <strong>Anda</strong> lakukan adalah mencari sebuah slot<br />

yang tepat untuk memasang card jenis PCI ini. Selanjutnya,<br />

<strong>Anda</strong> hanya perlu menyingkirkan pelat penutupnya dengan<br />

membuka sekrup atau jepitannya. Sebelum menyentuh network<br />

card, sebaiknya hilangkan muatan listrik<br />

CHECKLIST<br />

statis pada tubuh <strong>Anda</strong> dengan menyentuh<br />

bagian logam pada bingkai casing atau<br />

benda logam lainnya di sekitar casing.<br />

Setelah itu, <strong>Anda</strong> harus memasukkan<br />

network card ke dalam slot PCI yang<br />

kosong. Perhatikan agar penempatannya<br />

sudah tepat dan terpasang sempurna.<br />

Pastikan card sudah terpasang dengan<br />

benar pada slot yang ada. Perhatikan juga<br />

panel kontak dari card untuk sepenuhnya<br />

berada dalam slot. Setelah itu, kencangkan<br />

card dengan menggunakan sekrup dan<br />

obeng. Tutup casing dan hubungkan PC<br />

dengan stopkontak untuk mengetes perangkat<br />

yang baru saja <strong>Anda</strong> pasang<br />

hidupkan.<br />

Pada koneksi antara dua PC<br />

<strong>Anda</strong> hanya membutuhkan<br />

kabel crosslink.<br />

3 Instalasi driver<br />

Pada dasarnya ada dua pilihan untuk<br />

instalasi driver yaitu menggunakan driver<br />

network card yang sangat umum (drivernya<br />

sudah disediakan Windows) atau<br />

2 <strong>Jaringan</strong> kabel atau W-LAN: Memasang card<br />

menggunakan driver yang disertakan dalam paket penjualan<br />

network card.<br />

Hal paling mudah adalah saat menggunakan sebuah Pilihan kedua biasanya mengharuskan <strong>Anda</strong> untuk mencari<br />

adapteradaptor W-LAN eksternal. Adapter dalam casing dengan website produsen dalam buku panduan dan selanjutnya men-<br />

port USB atau pun versi PCMCIA dapat <strong>Anda</strong> hubungkan ke cari driver terbaru di Internet. Perhatikan pula versi yang tepat<br />

dalam slot yang ada ketika PC sedang beroperasi. Setelah itu, untuk Windows <strong>Anda</strong>, karena driver untuk Windows 98, Me,<br />

<strong>Anda</strong> hanya perlu memasang kabel power, bila suplai daya tidak NT, 2000, atau XP tidak bisa dipertukarkan.<br />

dilakukan melalui USB. Banyak perangkat USB (tidak hanya Bila <strong>Anda</strong> meng-install Windows pada setiap PC jaringan dan<br />

adapter W-LAN) yang membutuhkan instalasi driver sebelum versi Windows tersebut membawa driver yang tepat untuk<br />

device dipasang. Sebaiknya <strong>Anda</strong> membaca buku panduannya network card, biasanya <strong>Anda</strong> tidak perlu repot masalah driver<br />

terlebih dulu.<br />

ini. Ini karena Windows akan otomatis meng-install driver yang


tepat setelah mengenali hardware tersebut. Alternatif lain,<br />

biasanya Windows akan mengenali network card yang terpasang<br />

pada saat restart dan ia akan melakukan instalasi driver yang<br />

tepat jika memang tersedia. Bila card dikenali dengan produsen<br />

atau chipset-nya, misalnya “Realtek 8139”, kemungkinan besar<br />

Windows memiliki driver untuk itu. Sebaliknya bila tidak, <strong>Anda</strong><br />

akan mendapatkan keterangan yang umum seperti “PCI<br />

Network Adapter”.<br />

Selanjutnya, ikuti panduan pada layar monitor sesuai dengan<br />

versi Windows <strong>Anda</strong>. Masukkan CD Windows atau disket driver<br />

jika diminta. Biasanya buku panduan network card akan<br />

menginformasikan panduan untuk proses instalasi driver ini.<br />

Langkah terakhir adalah menghubungkan PC jaringan yang<br />

dijelaskan secara terpisah dalam langkah 4 dan 5 untuk jaringan<br />

kabel (a) dan jaringan nirkabel atau W-LAN (b). Dalam langkah<br />

6 akan dijelaskan langkah apa yang perlu dilakukan untuk kedua<br />

jenis koneksi tersebut.<br />

4a Penggunaan kabel twisted pair (2 PC)<br />

Menghubungkan dua buah PC dengan kabel twisted pair<br />

sangatlah mudah. Namun, untuk itu dibutuhkan kabel crosslink<br />

yang struktur dalamnya agak berbeda dengan kabel<br />

jaringan biasa. <strong>Anda</strong> bisa membuat sendiri kabel crosslink ini<br />

atau membelinya dari toko yang menjual peralatan jaringan.<br />

Selanjutnya <strong>Anda</strong> hanya perlu memasukkan kedua ujung<br />

kabel ke dalam port pada network card kedua PC. Pastikan <strong>Anda</strong><br />

tidak salah menentukan port karena card lain yang kebetulan<br />

terpasang (seperti modem ISDN) juga memiliki port sejenis.<br />

Konektor tidak mungkin dipasang terbalik, karena ia hanya<br />

bisa dimasukkan dengan arah yang benar (ada lekukan pada<br />

port dan tonjolan elastik pada konektor). Masuknya tonjolan<br />

pada port akan menghasilkan bunyi klik. Untuk mencabut<br />

konektor cukup dengan menekan terlebih dahulu tonjolan ke<br />

bawah sebelum mencabut konektor. Bila <strong>Anda</strong> menggunakan<br />

Windows 2000/XP, maka status koneksi akan ditampilkan<br />

setelah konektor dipasang. Hal ini juga berlaku untuk instalasi<br />

dengan hub dan switch.<br />

1 Langkah Aman: Cabut kabel<br />

power sebelum memulai pekerjaan.<br />

4b Koneksi W-LAN (dua PC)<br />

Bila jaringan <strong>Anda</strong> hanya terdiri atas dua PC dan <strong>Anda</strong> ingin<br />

menggunakan gelombang radio untuk koneksi (disebut Adhoc<br />

W-LAN), tidak diperlukan instalasi hardware selain W-LANadapter<br />

yang telah dijelaskan dalam langkah 2 dan 3.<br />

5a Penggunaan kabel twisted-pair (lebih dari 2 PC)<br />

Instalasi kabel twisted pair pada lebih dari dua PC tentunya<br />

memiliki cara yang agak berbeda. Untuk itu dibutuhkan sebuah<br />

“alat distribusi sinyal terpusat” yang lebih sering disebut sebagai<br />

hub/switch. Tidak masalah apakah <strong>Anda</strong> memilih sebuah hub<br />

atau switch, panduan berikut ini berlaku bagi keduanya. Hal<br />

tersebut juga berlaku bila <strong>Anda</strong> menggunakan sebuah perangkat<br />

kombinasi (router W-LAN) dengan switch (biasanya dengan 4<br />

port) dan juga Access Point (lihat langkah 5b) dan/atau sebuah<br />

DSL-router. Untuk memudahkan pembahasan dalam artikel ini,<br />

CHIP akan menggunakan kata “switch” untuk semua peralatan<br />

tersebut.<br />

<strong>Pertama</strong>, carilah sebuah tempat “sentral” untuk switch. Hal<br />

yang perlu dipertimbangkan di sini adalah jarak atau panjang<br />

setiap kabel jaringan. Ketika dioperasikan memang tidak<br />

dibutuhkan akses langsung pada switch, tetapi ada baiknya bila<br />

lampu-lampu indikatornya mudah terlihat. Selanjutnya, hubungkan<br />

switch dengan stopkontak (biasanya tersedia sebuah<br />

adapter khusus). Kadang ada juga model yang mendapat suplai<br />

daya melalui port USB dari PC. Umumnya, sebuah lampu<br />

kontrol khusus akan menandakan bahwa perangkat siap<br />

digunakan.<br />

Setelah itu, hubungkan semua PC dengan port pada switch.<br />

Nomor port tidak penting, karena dalam LAN dengan kabel<br />

twisted pair membutuhkan urutan (jadi semua port sama saja).<br />

Pengecualian ditemukan khusus untuk port yang diberi tanda<br />

“Uplink”. Port ini bukan untuk PC, melainkan untuk sebuah<br />

hub atau switch lainnya bila diperlukan. Pada switch tertentu,<br />

port uplink terintegrasi pada port biasa. Ada juga yang<br />

menambahkan sebuah sakelar kecil untuk pindah ke mode<br />

2 Harus tepat: Ketika memasang card, perhatikan agar perangkat tersebut berada<br />

lurus dalam slot dan tidak tertekuk. Setelah itu, kencangkan bautnya.<br />

| CHIP | NETWORKING | 35


PRAKTEK Membuat <strong>Jaringan</strong><br />

“Uplink” atau “Normal”. Model lain ada yang menyediakan dua<br />

port, tetapi hanya salah satu dapat digunakan (ada tanda “OR”<br />

seperti pada gambar 6).<br />

Pada jaringan yang lebih besar, ada baiknya jika <strong>Anda</strong><br />

menggunakan kabel patch warna-warni. Fungsinya adalah agar<br />

identifikasi PC dan port menjadi lebih mudah (misalnya ketika<br />

<strong>Anda</strong> harus mencari penyebab masalah). Alternatif yang lebih<br />

murah adalah dengan mencatat nomor port dan PC (bisa juga<br />

dengan menempelkan stiker pada switch). Bila PC yang<br />

terhubung aktif (dihidupkan dan dilengkapi dengan network<br />

card), lampu kontrol pada switch akan menandakan adanya<br />

koneksi. Option atau feature kontrol lainnya dapat <strong>Anda</strong> baca<br />

dalam buku panduan perangkat tersebut.<br />

Kebanyakan network card dan adapter onboard juga<br />

menyediakan lampu kontrol. Bila PC dihidupkan dan di ujung<br />

kabel lainnya terdapat sebuah perangkat jaringan (router,<br />

switch, atau PC) yang juga aktif, maka pada network card atau<br />

pada sisi belakang PC dekat motherboard akan tampak sebuah<br />

lampu kontrol hijau atau kuning. Dengan demikian, <strong>Anda</strong> dapat<br />

memeriksa, apakah hubungan kabel dan konektor di kedua<br />

pihak tidak ada masalah.<br />

Konektor RJ-45 yang digunakan pada Ethernet ini mirip<br />

konektor telepon atau ISDN. Ia dilengkapi dengan tonjolan<br />

plastik kecil yang juga menghasilkan bunyi klik pertanda<br />

pemasangan sudah benar. Tonjolan ini juga mudah patah,<br />

sehingga <strong>Anda</strong> harus berhati-hati saat melakukan instalasi.<br />

5b Koneksi W-LAN (lebih dari dua PC)<br />

Untuk membuat koneksi wireless antara lebih dari dua PC<br />

atau menghubungkan sebuah W-LAN ke jaringan kabel<br />

membutuhkan Access Point. Access Point ini bisa berupa<br />

perangkat khusus atau modul yang terintegrasi dalam sebuah<br />

perangkat kombinasi (router W-LAN). Untuk kasus kedua <strong>Anda</strong><br />

tidak perlu melakukan apa pun. Koneksi ke jaringan kabel ada<br />

4a Awas: Konektor RJ45 harus dimasukkan ke dalam port<br />

dalam network card. Jangan sampai keliru dengan port ISDN<br />

card yang bentuknya cukup mirip.<br />

36 | CHIP | NETWORKING<br />

3 Dikenali: Windows otomatis akan mengenali network<br />

card yang baru dan meminta driver yang tepat. <strong>Anda</strong> harus<br />

memasukkan CD driver yang disertakan.<br />

dalam perangkat tersebut (switch).<br />

Sebaliknya, sebuah Access Point khusus harus <strong>Anda</strong> hubungkan<br />

seperti menghubungkan sebuah PC ke switch. Bila switch<br />

atau hub ini hidup, lampu kontrol pada Access Point akan<br />

menunjukkan koneksi aktif ke jaringan.<br />

<strong>Anda</strong> juga dapat membangun jaringan murni W-LAN,<br />

sehingga tidak dibutuhkan kabel Ethernet. Bila demikian, maka<br />

tidak dibutuhkan hubungan ke switch lagi. Untuk dua atau lebih<br />

Access Point pada dasarnya tersedia dua pilihan: Bila semua<br />

Access Point terhubung pada jaringan yang sama (terdiri atas<br />

beberapa switch dan hubungan kabel), maka <strong>Anda</strong> dapat<br />

memberikan nama W-LAN (SSID) yang sama pada konfigurasi<br />

semua Access Point. Client otomatis melapor pada Access Point<br />

terdekat.<br />

Sebaliknya, bila <strong>Anda</strong> ingin menghubungkan dua jaringan<br />

Ethernet melalui radio, misalnya antara divisi yang satu dengan<br />

yang lain di tingkat atau gedung yang berbeda, maka modus<br />

Point-to-Point-Bridge atau Access Point Bridge merupakan<br />

6 Bervariasi: Port Uplink digunakan menambahkan<br />

sebuah hub atau switch lainnya. Perangkat dalam gambar di<br />

atas memiliki port khusus untuk itu.


mode yang harus <strong>Anda</strong> pilih. Pada setiap jaringan akan<br />

dihubungkan sebuah Access Point yang dikonfigurasi pada<br />

mode Bridge. Client tidak dapat langsung berhubungan dengan<br />

Access Point, karena di sini Access Point hanya berfungsi sebagai<br />

“gateway” (seperti kabel perpanjangan) antar-LAN yang satu<br />

dengan LAN yang lain.<br />

Bila memungkinkan, letakkan Access Point atau router W-<br />

LAN dekat PC client. Bila <strong>Anda</strong> kemudian mendapat masalah<br />

ketika meng-install client maka dapat dipastikan bahwa hal<br />

tersebut bukan disebabkan oleh jarak atau halangan. Bila pada<br />

jarak agak jauh atau yang terpisah oleh dinding timbul masalah<br />

komunikasi (kecepatan rendah, koneksi terputus-putus, atau<br />

bahkan terputus sama sekali), maka cobalah untuk mengatur<br />

arah antena pada Access Point atau router. Bila memungkinkan<br />

pengaturan antena juga harus <strong>Anda</strong> lakukan pada adapter W-<br />

LAN.<br />

Antena W-LAN eksternal dapat meningkatkan jangkauan<br />

sampai beberapa kali lipat. Caranya cukup sederhana, yaitu<br />

<strong>Anda</strong> cukup mengganti antena pada salah satu sisi (sebaiknya<br />

pada Access Point). Biasanya software Access Point atau router<br />

menyediakan fasilitas untuk mengukur kekuatan sinyal. Hal ini<br />

sangat bermanfaat untuk mencari arah antena yang tepat. Tool<br />

freeware NetStumbler (www.netstumbler.com) menawarkan<br />

fungsi ini.<br />

6 Memperluas jaringan<br />

Cepat atau lambat, <strong>Anda</strong> mungkin akan perlu menambahkan<br />

sebuah PC atau perangkat lain (router atau print server) ke<br />

dalam jaringan. Bertolak dari cara 4a dan 4b, maka langkah yang<br />

perlu dilakukan adalah sebagai berikut.<br />

KNOW-HOW<br />

Langkah 4a: Kini <strong>Anda</strong> harus menggunakan sebuah hub atau<br />

switch. Kabel crosslink tidak dapat lagi <strong>Anda</strong> gunakan. <strong>Anda</strong><br />

harus menandai kabel crosslink dengan spidol atau stiker.<br />

Sehingga <strong>Anda</strong> bisa tidak keliru menganggapnya sebagai kabel<br />

biasa.<br />

Bila jaringan twisted pair <strong>Anda</strong> sudah terdiri dari lebih dari<br />

dua PC, maka tergantung apakah masih ada port yang dapat<br />

digunakan pada switch. Bila ya, hubungkan saja PC baru ke port<br />

yang kosong. Jangan menggunakan port uplink, karena port<br />

tersebut hanya untuk sebuah hub atau switch lain. Bila tidak ada<br />

port tersisa, maka hanya ada dua pilihan yaitu mengganti switch<br />

dengan yang lebih besar, atau gunakan sebuah switch kedua.<br />

Switch kedua ini tidak harus satu merek atau tipe, asalkan kecepatannya<br />

sama (10 atau 100 MBps).<br />

Jangan sekali-sekali menghubungkan hub dengan switch,<br />

karena jika bisa sekalipun <strong>Anda</strong> akan kehilangan kecepatan<br />

switch yang lebih tinggi. Hubungkan port uplink switch<br />

pertama dengan port biasa pada switch kedua. Jangan pernah<br />

menghubungkan port uplink dengan uplink. Bila tidak tersedia<br />

port uplink, maka coba hubungkan port biasa dengan port biasa<br />

dengan kabel crosslink.<br />

Langkah 4b: <strong>Anda</strong> tidak perlu mengubah apa pun pada Access<br />

Point, karena umumnya sebuah Access Point bisa mendukung<br />

ratusan koneksi sekaligus. Pada PC baru <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />

meng-install sebuah adapter W-LAN, meng-install driver-nya,<br />

dan mendaftarkan PC pada Access Point.<br />

Dari sisi hardware, jaringan seharusnya <strong>Anda</strong> sudah siap.<br />

Kini <strong>Anda</strong> tinggal menikmati kemudahan berbagai file atau<br />

perangkat dengan menggunakan jaringan kabel ataupun<br />

jaringan wireless yang baru saja <strong>Anda</strong> buat.<br />

Memasang kabel dengan benar dalam jaringan besar<br />

Bila <strong>Anda</strong> melakukan instalasi<br />

kabel jaringan baru, maka<br />

gunakanlah kabel tipe CAT5<br />

“twisted pair”. Pada kabel jenis ini<br />

terdapat 4 pasang kabel yang<br />

terbungkus untuk menghindari<br />

noise atau interferensi elektromagnetis.<br />

Kabel ini berujung<br />

pada konektor RJ45.<br />

Menggunakan kabel yang ada:<br />

Pada banyak rumah atau apartemen<br />

umumnya sudah terdapat<br />

instalasi kabel yang dapat<br />

dimanfaatkan. Bila <strong>Anda</strong> tidak<br />

ingin memasang instalasi kabel<br />

baru karena alasan biaya atau<br />

estetika, gunakanlah kabel telepon.<br />

Buka kotak telepon sam-<br />

bungan paralel. Bila <strong>Anda</strong><br />

beruntung, <strong>Anda</strong> akan menemukan<br />

tampak kabel 8 pin yang<br />

terbungkus foil. CHIP telah<br />

mencobanya dengan hasil dapat<br />

digunakan hingga 10 m seperti<br />

kabel CAT5 biasa.<br />

Bila <strong>Anda</strong> tidak menemukan<br />

kabel semacam itu, gunakan W-<br />

LAN atau pasang instalasi kabel<br />

baru. Dengan sedikit keterampilan,<br />

<strong>Anda</strong> akan mampu melakukannya.<br />

Memperhatikan panjang maksimal:<br />

Solusi yang terbukti tepat<br />

untuk jaringan kecil adalah<br />

menggunakan hanya 1 kabel dari<br />

ruang ke ruang dan setiap ruang<br />

dilengkapi dengan sebuah<br />

switch. Pada umumnya seorang<br />

profesional akan memasang<br />

kabel di bawah lapisan penutup<br />

dinding dengan sebuah patch<br />

panel pada setiap meja kerja.<br />

Masalahnya, akses yang sulit ke<br />

dalam kotak, akan mempersulit<br />

jika terjadi masalah.<br />

<strong>Anda</strong> juga harus memperhatikan<br />

panjang maksimal kabel.<br />

Dalam sebuah segmen jaringan,<br />

antara PC dengan hub atau hub<br />

dengan hub hanya boleh ada<br />

kabel sepanjang maksimal 100<br />

meter.<br />

Mudah<br />

Diingat:<br />

Pada 10BaseT<br />

dan 100BaseT<br />

hanya<br />

pasangan<br />

kawat 2 dan 3<br />

yang<br />

digunakan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 37


PRAKTEK OS <strong>Jaringan</strong><br />

Sistem Operasi yang Tepat Untuk <strong>Jaringan</strong><br />

Bukan Masalah Selera<br />

Windows, Linux, atau Macintosh sebagai server? Sistem operasi yang sesuai untuk jaringan sebenarnya<br />

bukan ditentukan oleh faktor selera, melainkan dilihat dari fungsi, harga, dan tujuan pemakaian server.<br />

Artikel ini menguraikan kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem operasi.<br />

k<br />

Masalah sistem operasi yang tepat untuk jaringan<br />

sebenarnya bukan terletak pada fanatisme pada suatu<br />

sistem operasi. Sebelumnya, antara Windows dan Linux sering<br />

terjadi perdebatan "sengit" mengenai siapa yang lebih baik<br />

dalam jaringan. Kini, Macintosh pun ikut ambil bagian.<br />

Semua sistem operasi, baik Windows, Linux, dan Macintosh<br />

dapat digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah<br />

dengan kemampuan yang hampir sama. Ketiganya menyediakan<br />

fungsi-fungsi standar untuk manajemen dan sharing data,<br />

administrasi user, dan memungkinkan perpaduan jaringan yang<br />

bersifat heterogen. Bahkan, PC Windows dapat mengakses<br />

server Linux atau Macintosh tanpa masalah. Perbedaannya<br />

terletak pada kemampuan-kemampuan tambahan saja.<br />

Windows XP dalam <strong>Jaringan</strong><br />

Microsoft terus menyempurnakan kemampuan jaringan<br />

dengan sistem operasi Windows XP. Membangun jaringan<br />

rumah kini dipermudah dengan menggunakan wizard,<br />

demikian juga dengan masalah administrasinya. Keamanan<br />

jaringan semakin diperketat dengan Service Pack 2.<br />

Membangun jaringan Windows dapat dilakukan tanpa atau<br />

dengan server. Bila pengguna jaringan hanya sekitar 10<br />

workstation, maka <strong>Anda</strong> dapat menggunakan Windows versi<br />

Client saja. Saat ini, tersedia Windows XP Home dan Windows<br />

Langkah demi langkah: Windows Wizard memandu<br />

bagaimana mengkonfigurasi jaringan dengan cepat.<br />

38 | CHIP | NETWORKING<br />

XP Professional. Untuk jaringan, XP Professional memang<br />

memiliki beberapa kelebihan. Dibandingkan dengan Home<br />

Edition, Professional Edition dapat mengatur akses file dengan<br />

lebih rinci.<br />

XP Professional juga dapat berfungsi sebagai server dalam<br />

jaringan kecil. Sistem operasi ini dapat mengalokasikan data<br />

yang akan diakses oleh seluruh pengguna jaringan dengan<br />

maksimal sampai 10 workstation. Selain itu, <strong>Anda</strong> bisa juga<br />

membatasi pengguna tertentu dalam mengakses file dan folder.<br />

Hak akses file bisa lebih dipertegas, apakah hanya dibaca saja,<br />

dibaca dan ditulis, atau yang lainnya. Sharing printer pun dapat<br />

dilakukan dengan cara yang sama.<br />

Windows XP juga dapat membagi koneksi Internet, sehingga<br />

ia bisa berfungsi sebagai router agar semua komputer dalam<br />

jaringan dapat mengakses Internet bersama-sama. Ini berfungsi<br />

tidak hanya dengan modem atau ISDN adapter, melainkan juga<br />

dengan DSL.<br />

Windows Server Hanya untuk <strong>Jaringan</strong> Besar<br />

Selain versi Client, Microsoft juga menawarkan Windows<br />

Server Version. Saat ini, tersedia Windows Server 2003 dengan<br />

empat edisi yang berbeda sesuai dengan fungsi dan skala<br />

jaringan. Selain itu, ada dua edisi Windows Small Business<br />

Server 2003 yang dilengkapi dengan feature Exchange Mail<br />

Server yang dipasarkan terpisah.<br />

Server Windows sebenarnya diperuntukkan untuk jaringan<br />

besar (karena harganya yang mahal). Windows Server 2003<br />

Standar Edition dipasarkan seharga sekitar US$ 1.400, termasuk<br />

10 lisensi untuk client. Investasi ini bisa diterima jika<br />

penghematan bisa dilakukan pada bagian lain.<br />

Kelebihan Windows Server dibandingkan dengan Windows<br />

XP Professional yang dijadikan sebagai Server terletak pada<br />

masalah administrasi jaringan yang lebih mudah. Bila pengguna<br />

ingin meng-install program Office terbaru, Administrator<br />

dalam jaringan tanpa Windows Server harus meng-install-nya<br />

langsung pada setiap komputer jaringan. Berbeda dengan<br />

Windows Server, Administrator dapat melakukannya dari server<br />

secara terpusat. Software dapat dikirim melalui jaringan dan<br />

instalasi berjalan otomatis.<br />

Administrasi pengguna pun lebih mudah dilakukan dengan<br />

Windows Server. Konfigurasi tidak perlu dilakukan pada setiap<br />

komputer jaringan, semuanya cukup dilakukan melalui server


Tips Terbaik untuk Sistem Operasi<br />

Bertukar pengalaman k www.windowsitpro.com/Forums/<br />

Forum bagi Administrator Windows.<br />

Belajar Linux k www.linux.org/docs/howto.html<br />

Know-How mengenai configuration file Samba Server.<br />

Keamanan dan Kecepatan dalam Internet k www.netcraft.com<br />

Service Site seputar keamanan dan studi pasar website.<br />

Macintosh Know-how k homepage.mac.com/cohora/computer/Computers.html<br />

Petunjuk dan links seputar jaringan dengan Mac OS 9.x<br />

secara terpusat. Pengguna tidak lagi login pada komputer lokal<br />

miliknya, melainkan langsung ke domain yang ditentukan oleh<br />

server. Namun, feature ini hanya untuk Windows XP<br />

Professional, bukan Home Edition. Dalam domain ini,<br />

administrasi dilakukan terpusat yang mencakup username,<br />

password, dan hak akses dari setiap pengguna jaringan. Bagi<br />

Administrator, tentu feature ini memberikan kemudahan dan<br />

menghemat waktu.<br />

Menghubungkan Linux dan Mac<br />

Windows tidak hanya dapat diakses oleh client Windows saja.<br />

Folder dan printer juga bisa di-sharing untuk sistem operasi<br />

yang lain. Jadi, <strong>Anda</strong> bisa mengakses sharing Windows dari<br />

komputer Linux dan Mac. Dengan bantuan program Samba,<br />

Windows juga bisa mengakses file sharing yang terdapat dalam<br />

Linux dan Mac OS.<br />

Kelebihan utama Windows dibandingkan dengan sistem<br />

operasi lain terletak pada kemudahan untuk masalah<br />

pengoperasian. Windows merupakan standar sistem operasi<br />

untuk kebutuhan kantor maupun pribadi saat ini. Pengguna<br />

sudah mengenal interface Windows, baik menu, window, dan<br />

dialog box. Paling tidak, Windows lebih ramah untuk pengguna.<br />

Bagi perusahaan besar, tentu ini mengurangi biaya pelatihan<br />

dan support secara signifikan. Pada jaringan Windows, Total<br />

Costs of Ownership (TCO) bisa lebih kecil daripada sistem<br />

operasi lain.<br />

Advanced<br />

Sharing: Windows<br />

XP Professional<br />

menawarkan<br />

banyak option<br />

untuk file sharing<br />

dalam jaringan.<br />

KNOW-HOW<br />

Total Costs of Ownership (TCO)<br />

Bagi pengguna corporate,<br />

memilih sistem operasi tidak<br />

hanya berdasarkan hardware<br />

dan software saja, melainkan<br />

juga semua biaya yang<br />

diperlukan untuk sebuah komputer<br />

dalam beberapa tahun<br />

pemakaian.<br />

Beberapa di antaranya adalah<br />

faktor biaya pelatihan staf<br />

untuk menggunakan sistem<br />

baru, biaya technical support,<br />

dan juga administrasi. Total<br />

biaya ini disebut dengan Total<br />

Costs of Ownership (TCO) yang<br />

merupakan patokan yang<br />

dikembangkan oleh perusahaan<br />

Gartner Group dari Amerika.<br />

Selain TCO, terdapat pula<br />

model lain yang disebut RCO<br />

(Real Costs of Ownership) yang<br />

dikembangkan oleh Meta<br />

Group.<br />

Walaupun Microsoft saat ini<br />

sedang ramai mempromosikan<br />

bahwa TCO dari Windows<br />

tidak lebih besar daripada<br />

Linux, tetap saja kalangan<br />

pengguna Windows merasakan<br />

hal sebaliknya.<br />

Alasan lain memilih Windows karena banyak aplikasi yang<br />

mendukungnya, termasuk software spesialis untuk administrasi.<br />

Sebaliknya, aplikasi untuk Linux masih kurang<br />

memadai, bahkan jarang untuk Mac OS. Harus diperhitungkan<br />

juga pertambahan biaya yang nantinya diperlukan untuk<br />

mengembangkan software versi Linux atau Mac OS.<br />

Linux: Alternatif Windows<br />

Sebagai server, Linux memiliki berbagai kelebihan daripada<br />

Windows. Bila menggunakan SuSE Linux Professional, biaya<br />

yang diperlukan hanya sekitar US$ 70 (bandingkan dengan<br />

Windows Server 2003 yang dijual sekitar US$ 1.250 untuk lisensi<br />

5 client). <strong>Anda</strong> bisa menghemat hampir 94 persen dengan<br />

menggunakan SuSE.<br />

Selain harga yang ekonomis, semua distribusi Linux juga<br />

pada umumnya menawarkan semua feature yang diperlukan<br />

untuk membuat sebuah server. Linux dapat berjalan sebagai file<br />

server, menawarkan administration user untuk sebuah domain,<br />

Akses terkontrol:<br />

Pada Windows XP<br />

Professional, hak<br />

akses pengguna<br />

bisa ditentukan<br />

secara rinci.<br />

| CHIP | NETWORKING | 39


PRAKTEK OS <strong>Jaringan</strong><br />

dan juga bisa berfungsi sebagai database server, atau untuk<br />

Intranet. Kelebihan lain, Linux dapat berjalan dengan komputer<br />

tua. Dengan sebuah komputer Pentium 90 MHz, Linux bisa<br />

bekerja dengan cukup cepat sebagai sebuah file server. Paling<br />

tidak dengan komputer Pentium 266 MHz kinerjanya sudah<br />

sangat memuaskan. Namun, sebaiknya server harus dilengkapi<br />

dengan RAM sebesar 256 MB agar <strong>Anda</strong> bisa mendapatkan<br />

kinerja yang maksimal.<br />

Instalasi Dengan RPM atau YAST<br />

Linux merupakan sistem operasi yang tidak tergantung<br />

kepada suatu platform. Artinya, ia dapat digunakan pada<br />

komputer Intel maupun yang kompatibel atau dengan tipe<br />

prosesor yang lain. Linux pun dapat di-install pada iMac.<br />

Hampir semua program Linux juga menyediakan source codenya,<br />

terutama program yang tersedia bebas. Selama sebuah<br />

compiler tersedia pada komputer, program tersebut bisa diinstall<br />

dan digunakan.<br />

Proses compiling source code secara teoritis memang mudah.<br />

Prakteknya, sering kali timbul masalah karena ketidaktersediaan<br />

file library ataupun program tambahan. Kadang kala, proses<br />

compiling juga membutuhkan waktu.<br />

Pengembang Linux Distro seperti Red Hat atau SuSE<br />

mengenal betul masalah ini. Untuk itu, mereka mengemas<br />

program dalam paket yang disebut RPM (singkatan dari<br />

"Redhat Package Manager"). Di dalamnya, terdapat program<br />

yang siap di-compile untuk komputer berbasis Intel. Selain<br />

instalasinya yang mudah, RPM juga dapat digunakan untuk<br />

membuang atau meng-update program. Keuntungannya dari<br />

penggunaan feature ini adalah proses instalasi menjadi sangat<br />

mudah. Namun feature ini juga memiliki kelemahan yaitu<br />

proses compiling program tidak bisa diatur sesuai pilihan<br />

seperti bila di-compile sendiri.<br />

Bila merasa kesulitan menggunakan paket RPM, maka <strong>Anda</strong><br />

tidak harus meninggalkan Linux. Program seperti Yast dari SuSE<br />

40 | CHIP | NETWORKING<br />

Gambar:<br />

Setelah login<br />

ke sebuah<br />

Domain,<br />

administrator<br />

dapat<br />

mengontrol PC<br />

client secara<br />

terpusat.<br />

dapat mencari program yang tepat, lalu meng-install-nya<br />

bersamaan dengan mencari modul tambahan yang diperlukan.<br />

Ia juga bisa menjalankan program tersebut langsung pada<br />

komputer. Dengan program ini, instalasi menjadi mudah dan<br />

cepat. Dengan bantuan Yast, Linux Server bisa dikonfigurasi<br />

dalam waktu hampir satu jam.<br />

Membangun Linux<br />

Linux dibangun dengan modul-modul. Setiap Administrator<br />

jaringan dapat meng-install dan mengonfigurasi Linux sesuai<br />

pilihan. Sebenarnya, "Linux" hanya merupakan core sistem<br />

operasi untuk menjalankan berbagai program. Core ini yang<br />

disebut sebagai "kernel" dan berisi fungsi-fungsi dasar sistem<br />

operasi. Sejumlah driver dapat ditambahkan secara permanen<br />

maupun modular sebagai interface perangkat.<br />

Linux dapat dijalankan dengan berbagai sistem file. Format<br />

file ext3 dan ReiserFS merupakan sistem file yang paling banyak<br />

digunakan dan menjadi standar pada SuSE. Kedua sistem file ini<br />

disebut Journaling Filesystem. Kelebihannya, bila sistem crash<br />

selagi diakses, protokolnya dapat segera melakukan recovery<br />

sistem.<br />

Dibandingkan dengan sistem file NTFS pada Windows<br />

Server, kedua sistem file Linux ini tidak menyediakan feature<br />

seperti file encryption atau file compression saat menyimpan<br />

file. Server juga sebaiknya mendukung sistem RAID. Sistem<br />

RAID menawarkan keamanan lebih baik sehingga data dapat dibackup<br />

sesuai dengan level RAID yang dipilih. Bila terjadi<br />

gangguan pada hard disk, maka resiko dari data yang hilang<br />

menjadi kecil karena tersedia fasilitas backup atau mirror pada<br />

sistem RAID.<br />

Kelebihan Linux lainnya terletak pada kemampuannya<br />

membaca sistem file NTFS dan FAT. Sebuah hard disk pada<br />

Windows dapat di-mount ke server Linux dan dijalankan pada<br />

partisi Linux. Bahkan, Linux dapat menyimpan file pada partisi<br />

FAT. Sistem Unix dan Linux juga dapat berjalan dengan tape<br />

drive. Linux sudah menyediakan driver untuk drive ZIP, DVD<br />

dan Burner.<br />

Administrasi Melalui Command Line<br />

Menggunakan server Linux memang membutuhkan banyak<br />

tugas dan kesabaran. Akan lebih baik jika <strong>Anda</strong> menggunakan<br />

command line untuk mengatur sistem sehingga prosesnya lebih<br />

cepat. Pada server, Graphical User Interface (GUI) seperti KDE<br />

disarankan sebagai Window Manager karena dapat membuka<br />

beberapa command line sekaligus.<br />

Sebagian besar tugas konfigurasi dan maintenance terpusat<br />

di folder bernama "/etc" berserta file-file di dalamnya. Pada file<br />

konfigurasi, Adminstrator dapat menetapkan parameter dan<br />

menentukan nilainya. Tugas-tugas inipun dapat dibantu oleh<br />

program bantu. Bagi yang terbiasa dengan file-file tersebut,<br />

command line akan mempercepat waktu daripada menggunakan<br />

bantuan window Adminstrator yang biasanya memiliki<br />

proses panjang dan bertele-tele.


Mirip Windows: Linux juga menawarkan GUI yang sangat<br />

mirip dengan sistem Windows. Fleksibilitas pengaturan<br />

interface-nya juga cukup tinggi.<br />

Linux sebagai Server dalam <strong>Jaringan</strong> Windows:<br />

Menggunakan Bantuan Samba<br />

Dengan program seperti Samba, Linux menjadi sebuah File<br />

server yang andal untuk jaringan Windows. Samba berfungsi<br />

sebagai mediator antara komputer jaringan Windows dan Linux<br />

Server. Program ini menyediakan protokol yang diperlukan<br />

komputer Windows untuk mendeteksi Linux sebagai file server<br />

dan menyimpan datanya di sana. Pada Server, Samba akan<br />

mengambilalih penyimpanan data ke folder yang ditentukan<br />

sebelumnya dan kemudian memberikan hak akses.<br />

Samba juga masih memiliki kelebihan lain. Bila diinginkan,<br />

Samba dapat menjadi Primary Domain Controller (PDC). PDC<br />

merupakan komputer di jaringan yang mengatur user name dan<br />

password. Selain itu, PDC memungkinkan penggunaan<br />

Roaming Profile, seperti pada Windows Server. Setiap pengguna<br />

memiliki sebuah profile yang menyimpan informasi setting<br />

Desktop, e-mail dan folder My Documents. Profile ini disimpan<br />

di server Samba dan digunakan oleh setiap komputer dalam<br />

jaringan. Jadi, di mana pun pengguna berada, konfigurasi<br />

komputer selalu sesuai dengan kebutuhannya.<br />

Kekurangan Samba adalah konfigurasi dan administrasi<br />

pengguna dilakukan secara paralel dengan Samba dan Linux.<br />

Semua pengguna dan komputer yang terhubung harus<br />

dimasukkan secara manual oleh Administrator. Cara ini cocok<br />

untuk jaringan yang benar-benar menerapkan Roaming<br />

Profiles, namun penggunanya tidak terlalu banyak (tertentu<br />

saja). Akan tetapi, bagi yang menguasai Linux dengan baik,<br />

tentu bisa membuat beberapa program bantu untuk<br />

mengatasinya.<br />

Pada jaringan besar, server Linux biasanya menjalankan<br />

service yang penting. Ia bisa menjalankan berbagai service<br />

seperti server directory, database, firewall, gateway, atau server<br />

untuk pertukaran data.<br />

Profesional: Pengaturan konfigurasi Linux biasanya<br />

berbasiskan teks. Hal ini sangat cocok untuk pengguna<br />

profesional/programmer yang terbiasa dengan Linux.<br />

Linux sebagai Server Intranet<br />

Linux juga diperhitungkan karena menyertakan Apache.<br />

Menurut perusahaan Netcraft.com, program ini menguasai 64<br />

persen pasar web server di Internet. Selain itu, web server ini<br />

juga berjalan dengan baik pada server Linux. Apache dapat<br />

berfungsi sebagai server Intranet maupun sebagai development<br />

system untuk aplikasi Internet. Apache menyediakan semua<br />

aspek yang dibutuhkan untuk server programming atau server<br />

Intranet, seperti mySQL atau Postresql sebagai database dan<br />

bahasa program seperti Perl, PHP, atau Python.<br />

Selain server file dan server Intranet, komputer Linux juga<br />

dianjurkan untuk layanan lain di Internet, seperti FTP server<br />

untuk layanan download file atau sebagai DNS caching server<br />

untuk mempercepat akses Internet pada jaringan besar. Sebagai<br />

firewall, Linux juga cukup andal. Demikian pula untuk aplikasi<br />

database.<br />

MAC OS DI INTERNET<br />

Sistem Operasi Server dari Apple<br />

Apple baru belakangan ini saja<br />

mengeluarkan sistem operasi<br />

Server. Setelah perusahaan ini<br />

mendesain ulang softwarenya<br />

dan memperkenalkan<br />

Mac OS X berbasis Unix,<br />

Macintosh Server mulai<br />

dikembangkan.<br />

Saat ini, Apple sudah merilis<br />

Mac OS X Server v10.3.<br />

Software ini menawarkan semua<br />

fungsi penting yang terdapat<br />

baik dalam Windows<br />

maupun Linux. Ia bisa berfungsi<br />

sebagai Primary Domain<br />

Controller, menawarkan<br />

User Administration terpusat,<br />

dan sebuah LDAP Directory<br />

Service.<br />

Selain itu, server ini menerapkan<br />

Standard Authentication<br />

Kerberos dan menyertakan<br />

Server Apache dan Samba<br />

untuk mengkonfigurasi website<br />

dan file sharing untuk PC<br />

Windows.<br />

Harga Mac OS X Server<br />

sekitar US$ 580 (sudah termasuk<br />

lisensi untuk 10 client).<br />

Harga ini tentu sangat menarik<br />

dibandingkan dengan Windows<br />

Server 2003 yang dijual<br />

dengan harga jauh di atas<br />

harga tersebut.<br />

| CHIP | NETWORKING | 41


PRAKTEK Konfigurasi Client<br />

Mengkonfigurasi PC Client<br />

Menghubungkan <strong>Jaringan</strong><br />

Sebuah jaringan sebenarnya sudah terbentuk dengan menghubungkan dua komputer melalui kabel. Namun,<br />

sebelum menggunakannya dan mengakses komputer lain, <strong>Anda</strong> harus melakukan konfigurasi jaringan<br />

Windows. Artikel ini memandu <strong>Anda</strong> bagaimana melakukannya dengan optimal.<br />

k<br />

Mengkonfigurasi sebuah jaringan dalam Windows<br />

semakin lama semakin mudah. Sejak Windows Me, sistem<br />

operasi ini memberikan wizard untuk memandu konfigurasi<br />

tanpa harus mengetahui bagaimana<br />

Windows melakukannya.<br />

Namun, tidak sepenuhnya harus meng-<br />

KNOW-HOW<br />

andalkan wizard, terutama untuk jaringan<br />

besar dan profesional. Setting jaringan<br />

sebaiknya dilakukan sendiri secara manual<br />

atau diserahkan pada software server yang<br />

sesuai. Cara ini menjamin bila terjadi<br />

kerusakan <strong>Anda</strong> bisa dengan cepat mengenali<br />

masalah, komputer mana yang bermasalah,<br />

dan bagaimana mengatasinya.<br />

Dalam artikel ini, CHIP membahas<br />

metode-metode yang dapat digunakan<br />

untuk mengkonfigurasi jaringan Windows<br />

XP. Dari sini, <strong>Anda</strong> dapat mengetahui<br />

komponen apa saja yang diperlukan untuk<br />

membangun jaringan, bagaimana dan di mana software-nya diinstall<br />

dan metode konfigurasi apa saja yang tersedia. Untuk<br />

mengetahui setting-setting apa saja yang terdapat pada Windows<br />

versi sebelumnya, baca artikel kecil pada halaman 44.<br />

42 | CHIP | NETWORKING<br />

1 Meng-Install Network Card<br />

Syarat untuk menghubungkan komputer ke jaringan adalah<br />

tersedianya network adapter. Memang, dua komputer bisa<br />

dihubungkan melalui koneksi USB, Firewire, dan Bluetooth.<br />

Namun, bila berkaitan dengan sebuah jaringan dengan lebih dari<br />

2 pengguna, teknik tersebut tidak disarankan.<br />

Kebanyakan network adapter sudah terdeteksi oleh Windows<br />

XP secara otomatis. Sistem lalu menyediakan driver yang sesuai.<br />

Bila feature ini tidak berfungsi, terutama untuk W-LAN Adapter<br />

atau Network Adapter pada notebook, install driver yang<br />

disertakan dalam CD dari produsen. Windows selalu meminta<br />

agar LAN card dipasang terlebih dahulu. Hubungkan terlebih<br />

dahulu LAN card dengan switch atau hub. Setelah itu, proses<br />

instalasi dapat dilanjutkan.<br />

2 Komponen Software yang Dibutuhkan<br />

Client dalam LAN<br />

Agar Windows dapat menerima respon dari PC lain melalui LAN<br />

card, beberapa komponen software harus di-install terlebih<br />

dahulu. Yang paling utama <strong>Anda</strong> perlukan adalah sebuah client<br />

dan protokol. Sementara, untuk menyediakan file sharing bagi PC<br />

lain, dibutuhkan layanan lain lagi.<br />

Dengan Windows XP, <strong>Anda</strong> tidak<br />

perlu repot memikirkan instalasi kom-<br />

ponen ini. Sistem operasi ini akan menginstall-nya<br />

sendiri secara otomatis<br />

setelah network adapter terdeteksi.<br />

Semua komponen Windows XP yang<br />

diperlukan dapat dilihat melalui menu<br />

"Start | All Programs | Accessories |<br />

Communication | Network Connection".<br />

Lalu, klik kanan icon "LAN<br />

Connection" dan pilih "Properties". Pada<br />

window berikutnya, terdapat nama<br />

network adapter. Di dalamnya, terdapat<br />

semua komponen yang dibutuhkan dan<br />

komponen yang ter-install di bawahnya.<br />

Komponen ini bisa diaktifkan dan dinonaktifkan dengan<br />

checkbox yang diberikan. Tombol "Install" digunakan untuk<br />

menambah komponen ke dalam daftar dan tombol "Uninstall"<br />

untuk menghapus komponen tertentu. Sementara, tombol<br />

"Properties" memberikan berbagai setting yang sesuai dengan<br />

komponennya. Setting lain bisa diabaikan saja seperti apa adanya.<br />

Syarat pertama untuk menghubungkan PC ke jaringan adalah<br />

komponen "Client for Microsoft Networks". Komponen ini<br />

diperlukan untuk memberikan akses sumberdaya yang disharing,<br />

seperti folder atau printer, kepada PC lain dalam jaringan<br />

Windows. Komponen ini harus ada pada setiap PC dalam<br />

jaringan.<br />

Selain mengenai client, <strong>Anda</strong> juga membutuhkan sebuah<br />

protokol network. Protokol ini semacam bahasa yang dimengerti<br />

semua komputer dalam jaringan. Standar protokol, yaitu TCP/IP<br />

merupakan singkatan dari "Transmission Control Protocol/Internet<br />

Protocol". Dari namanya, protokol ini juga digunakan<br />

untuk aplikasi Internet dan mengontrol lalu lintas data.<br />

Sebenarnya, protokol ini berasal dari sistem UNIX, namun sudah<br />

digunakan secara luas untuk jaringan Linux, Windows, atau<br />

komputer Apple.<br />

Selain TCP/IP, Windows XP juga menawarkan protokol<br />

"NWLink IPX/SPX/NetBIOS Compatible Transport Protocol".<br />

IPX/SPX saat ini lebih banyak dipakai untuk jaringan Novel<br />

Istilah "client", demikian juga "server",<br />

sama-sama dipakai, baik untuk hardware<br />

maupun software. Di satu sisi, client<br />

merupakan sebuah komputer dalam<br />

sebuah jaringan. Untuk software, client<br />

merupakan sebuah program dalam<br />

pengertian Client-Server-Structure. Tugastugas<br />

yang dipenuhi client tergantung dari<br />

server. Misalnya, sebuah e-mail client<br />

berfungsi untuk menerima dan mengirim<br />

e-mail yang melalui Mail Server.


Tips Terbaik dari Internet<br />

Microsoft Knowledge Base k http://support.microsoft.com<br />

Database lengkap pertanyaan seputar Windows<br />

Frequently Answers Questions k http://www.wown.com/j_helmig/contact.htm<br />

Kumpulan pertanyaan dan jawaban dari berbagai topik PC<br />

Pertanyaan dan Jawaban <strong>Jaringan</strong> k www.winfaq.com<br />

Tips & Trik untuk seluruh versi Windows<br />

Server. Sementara, NetBIOS merupakan protokol jaringan tua<br />

dari Microsoft.<br />

3 Mengaktifkan File And Print Sharing<br />

Agar komputer jaringan bisa mengakses sumber daya yang disharing<br />

pada sebuah komputer, diperlukan komponen "File and<br />

Print Sharing". Windows XP meng-install dan mengaktifkan<br />

komponen ini secara otomatis. Penting: Feature sharing harus<br />

diaktifkan dahulu agar sumber daya PC lokal dapat di-sharing.<br />

Komponen File and Print Sharing memungkinkan sharing<br />

sumber daya. Tanpa komponen ini, komputer dalam jaringan<br />

bahkan tidak akan terlihat.<br />

Komponen lain yang di-install dan diaktifkan oleh Windows<br />

adalah "QoS Packet Planner". "QoS" merupakan singkatan<br />

"Quality of Service", yaitu sebuah teknologi untuk mengontrol<br />

komunikasi data dalam sebuah jaringan. Misalnya, saat melakukan<br />

pembicaraan telepon lewat Internet (Voice over IP) atau<br />

men-download streaming content, seperti video agar aliran data<br />

berlangsung terus. QoS Packet Planner akan memprioritaskan<br />

transmisi data ini, misalnya terhadap download e-mail atau<br />

transmisi data dari sebuah File Server. QoS-Package Planner<br />

berguna terutama bagi koneksi modem atau ISDN dengan<br />

bandwidth kecil. Untuk koneksi jaringan 100 Mbps, fungsinya<br />

tidak terlalu signifikan.<br />

Tanpa<br />

1 Adapter,<br />

tidak berfungsi:<br />

Setelah Network<br />

Adapter terinstall,<br />

konfigurasi<br />

setting bisa<br />

dilakukan.<br />

KNOW-HOW<br />

Klasifikasi Alamat IP untuk <strong>Jaringan</strong><br />

Setiap komputer dalam jaringan<br />

membutuhkan sebuah<br />

alamat IP yang hanya digunakan<br />

sekali dalam LAN. Karena<br />

Internet juga bekerja dengan<br />

protokol TCP/IP dan tergantung<br />

dengan pengaturan alamat IP,<br />

terdapat jutaan PC yang<br />

memiliki alamat yang sama.<br />

Oleh sebab itu, alamat yang<br />

tersedia akan habis bila tidak<br />

menggunakan aturan kecil<br />

berikut.<br />

Klasifikasi Private Address: Ada<br />

beberapa klasifikasi alamat<br />

yang secara global dapat digunakan<br />

secara berulang. Untuk<br />

jaringan lokal <strong>Anda</strong>, alamat IP<br />

berikut hanya digunakan untuk<br />

satu PC saja. Jangkauan alamat<br />

untuk jaringan lokal disebut<br />

sebagai Private Address Range,<br />

yaitu:<br />

10.0.0.0 sampai 10.255.255.255<br />

172.16.0.0 sampai 172.31.255.255<br />

192.168.0.0 sampai 192.168.255.255<br />

Untuk jaringan kecil disarankan<br />

menggunakan klasifikasi<br />

alamat ketiga. Misalnya,<br />

PC pertama mendapat alamat<br />

192.168.0.1, berikutnya<br />

192.168.0.2 dan begitu seterusnya.<br />

Angka 0 dan 255 pada<br />

akhir alamat sebaiknya tidak<br />

digunakan karena mempunyai<br />

fungsi khusus.<br />

Subnet dan Network Class:<br />

Setelah menentukan alamat IP,<br />

setiap komputer pada jaringan<br />

juga harus mendapat alamat<br />

Subnet Mask. Subnet Mask<br />

ditentukan dari alamat IP dan<br />

menunjukkan kelompok angka<br />

mana dari alamat IP yang digunakan<br />

sebagai variabel identifikasi<br />

PC client. Variabel ini<br />

ditandai dengan "0" pada Subnet<br />

Mask. Seberapa banyak<br />

alamat IP yang tersedia sebagai<br />

variabel, tergantung dari kelasnya.<br />

Ada beberapa kelas jaringan<br />

untuk jaringan TCP/IP lokal<br />

dengan expandability (kemampuan<br />

untuk diperluas) alamat<br />

IP yang berbeda-beda.<br />

<strong>Jaringan</strong> Kelas A: <strong>Anda</strong> menggunakan<br />

kelompok angka pertama<br />

dari alamat IP sebagai<br />

identifikasi jaringan. Tiga kelompok<br />

angka lainnya digunakan<br />

sebagai identifikasi PC<br />

client atau workstation. Untuk<br />

workstation, tersedia sekitar<br />

16.7 juta alamat IP yang kosong<br />

dan ini menunjukkan jumlah<br />

PC yang dapat terhubung<br />

dalam sebuah LAN. Subnet<br />

Mask untuk jaringan kelas A<br />

adalah 255.0.0.0. Kelompok<br />

angka ke-2, ke-3 dan ke-4<br />

merupakan variabel. Kelompok<br />

angka pertama sebagai identifikasi<br />

jaringan hanya terletak<br />

antara 1 dan 126.<br />

<strong>Jaringan</strong> Kelas B: Dalam<br />

jaringan kelas ini, yang perlu<br />

diperhatikan hanyalah 2 kelompok<br />

angka terakhir dari<br />

alamat IP sebagai identifikasi<br />

PC client. Jadi, pada jaringan<br />

kelas B ini, jumlahnya mencapai<br />

65.536 node/client. Kelompok<br />

angka jaringan, yaitu 2<br />

kelompok angka terdepan<br />

harus terletak antara 128 dan<br />

191. Subnet Mask untuk<br />

jaringan ini adalah 255.255.0.0.<br />

<strong>Jaringan</strong> Kelas C: Umumnya,<br />

sebuah LAN tidak boleh lebih<br />

dari 256 node. Jumlah ini<br />

merupakan jaringan kelas C. Di<br />

sini, hanya angka ke-4 dari<br />

alamat IP yang dijadikan sebagai<br />

identifikasi client. Kelompok<br />

angka pertama harus<br />

terletak antara 192 dan 223.<br />

Sementara, angka ke-2 dan ke-<br />

3 dapat digunakan untuk<br />

identifikasi subnetwork lain<br />

yang masing-masing maksimal<br />

sampai 256 komputer. Subnet<br />

Mask untuk jaringan kelas C<br />

adalah 255.255.255.0.<br />

| CHIP | NETWORKING | 43


PRAKTEK Konfigurasi Client<br />

44 | CHIP | NETWORKING<br />

4 Mengonfigurasi <strong>Jaringan</strong><br />

Client:<br />

2 Komponen<br />

"Client for<br />

Microsoft Networks"diperlukan<br />

untuk<br />

mengaktifkan<br />

akses ke<br />

shared resource<br />

dalam<br />

jaringan.<br />

Setelah semua komponen yang diperlukan untuk membuat<br />

jaringan sudah ter-install, langkah selanjutnya adalah<br />

konfigurasi. Di sini, <strong>Anda</strong> bisa melakukannya secara manual atau<br />

dipandu dengan Network Wizard dari Windows XP.<br />

Dengan Network Wizard, tidak diperlukan pengetahuan dasar<br />

mengenai jaringan TCP/IP. Yang perlu dilakukan hanyalah<br />

menjalankan wizard pada setiap PC client dalam jaringan dan<br />

memroses setiap langkahnya.<br />

Kekurangannya, Network Wizard hanya cocok untuk<br />

mengkonfigurasi jaringan kecil. Bila sudah berkaitan dengan<br />

advanced setting seperti koneksi Internet melalui router dengan<br />

KNOW-HOW<br />

Mengkonfigurasi Client dengan Windows 98 dan Me<br />

Pada Windows 98 dan Me,<br />

konfigurasi jaringan juga harus<br />

didahului dengan pemasangan<br />

LAN card. Setelah icon "Neighborhood"<br />

muncul pada desktop,<br />

klik kanan icon tersebut dan pilih<br />

"Settings" melalui menu<br />

konteks.<br />

Cara biasa untuk membuka<br />

dialog ini melalui Control Panel.<br />

Klik menu "Start | Settings" dan<br />

klik-ganda pada "Network".<br />

Instalasi Client: Untuk menginstall<br />

client dan protokol, pilih<br />

"Add | Client | Client for Microsoft<br />

Networks" dan konfirmasikan<br />

dengan "OK". Untuk itu, pada<br />

Windows 98, <strong>Anda</strong> membutuhkan<br />

CD instalasi Windows<br />

98. Beberapa file dibutuhkan<br />

dari CD ini. Selanjutnya, komputer<br />

di-restart. Pada Windows Me,<br />

CD instalasi tidak diperlukan.<br />

Protokol TCP/IP di-install secara<br />

otomatis pada Windows 98 dan<br />

Windows Me.<br />

Mengaktifkan Sharing: Pada dialog<br />

Network Settings, klik<br />

tombol "File and Print Sharing"<br />

dan pilih kedua checkbox di<br />

depan "I want to be able to give<br />

others access to my files" dan "I<br />

want to be able to allow others<br />

to print to my printer(s)". Konfirmasikan<br />

dengan "OK". Untuk<br />

Windows 98, masih dibutuhkan<br />

beberapa file dari CD instalasi.<br />

Selanjutnya, komputer di-restart.<br />

menentukan alamat gateway sehingga bisa diakses oleh jaringan,<br />

konfigurasi harus dilakukan secara manual.<br />

5 Mengatur Setting secara Manual<br />

Tidak<br />

5 wajib:<br />

Deskripsi<br />

komputer<br />

membantu<br />

memberikan<br />

informasi<br />

tambahan,<br />

namun tidak<br />

wajib untuk<br />

fungsi<br />

jaringan.<br />

Selain menggunakan wizard dari Windows, konfigurasi jaringan<br />

PC bisa dilakukan sendiri. <strong>Pertama</strong>, setting yang diperlukan<br />

adalah menentukan nama komputer dan workgroup. Selebihnya,<br />

dilakukan dengan teknik Apipa (akan diterangkan selanjutnya).<br />

Konfigurasi akses Internet dipisahkan dari jaringan (baca mulai<br />

halaman 64 tentang bagaimana mengaktifkannya). Untuk<br />

memilih nama komputer dan workgroup, buka "Control Panel |<br />

Performance and Maintenance". Setelah mengklik "System", klik<br />

Untuk memilih nama komputer,<br />

pilih tab "Identification"<br />

dalam dialog Network Settings.<br />

Setelah dialog muncul, tentukan<br />

nama komputer dan nama<br />

workgroup <strong>Anda</strong>.<br />

Memilih Alamat IP dan Gateway:<br />

Alamat IP juga dimasukkan pada<br />

dialog Network Settings. Untuk<br />

itu, klik komponen "TCP/IP-><br />

[nama dari Network card <strong>Anda</strong>]".<br />

Pilih option "Specify an IP<br />

address" dan berikan alamat IP di<br />

kolom pertama. Kolom kedua<br />

untuk alamat Subnet Mask.<br />

Untuk memasukkan alamat<br />

Gateway, klik ganda pada<br />

komponen "TCP/IP-> [nama dari<br />

Network card <strong>Anda</strong>]". Setelah<br />

"TCP/IP Properties" muncul, klik<br />

tab "Gateway". Lalu, masukkan<br />

alamat IP dari Gateway atau<br />

router yang <strong>Anda</strong> gunakan pada<br />

kolom "New Gateway". Lalu, klik<br />

tombol "Add" untuk memasukkan<br />

alamat Gateway ke<br />

dalam daftar.<br />

Memasukkan DNS Server: Pada<br />

tab "DNS Configuration", terlebih<br />

dahulu aktifkan option<br />

"Enable DNS" dan masukkan<br />

alamat DNS Server di area "DNS<br />

Server Search Order". Lalu, klik<br />

tombol "Add" untuk menyelesaikannya.<br />

Pada kolom "Host",<br />

berikan sembarang nama,<br />

misalnya nama dari komputer<br />

<strong>Anda</strong>.


tab "Computer Name". Cara kedua untuk membuka dialog ini<br />

dengan mengklik kanan "My Computer" dan pilih "Properties |<br />

Computer Name". Di area "Computer Description", <strong>Anda</strong> bisa<br />

memberikan catatan untuk setiap komputer. Setelah selesai, klik<br />

tombol "Change" untuk menerima nama komputer dan<br />

workgroup. Konfirmasikan dengan "OK" dan restart komputer.<br />

6 Memilih Alamat IP<br />

Setiap komputer dalam jaringan membutuhkan alamat tertentu,<br />

seperti layaknya alamat rumah yang berisi nama jalan, nomor,<br />

dan kode pos. Alamat komputer tergantung dari protokol<br />

network yang digunakan.<br />

Bagian ini mengulas bagaimana sistem pemberian alamat<br />

dalam protokol TCP/IP. Setiap komputer dalam LAN mendapat<br />

sebuah logical address. Alamat ini terdiri atas 4 (kelompok) angka<br />

antara 0 dan 255 yang saling dipisah dengan tanda titik.<br />

Kombinasi keempat (kelompok) angka ini, yaitu 2 8 x2 8 x2 8 x2 8 atau<br />

2 32 menghasilkan sekitar 4 milyar jumlah alamat. Jadi, alamat ini<br />

merupakan alamat 32 bit, seperti 192.168.0.12. Yang perlu<br />

diingat, dalam jaringan tertutup, alamat ini hanya digunakan<br />

sekali saja agar komputer tersebut dapat diidentifikasi. Standar<br />

pengalamatan ini disebut dengan IPv4.<br />

Protokol IP juga digunakan untuk Internet. Setiap komputer<br />

yang terhubung dengan Internet mendapat sebuah alamat IP<br />

yang tidak boleh sama dengan yang lain. Saat ini, baik ponsel, TV<br />

atau perangkat lain menggunakan alamat IP sehingga<br />

ketersediaan alamat IP semakin berkurang. Oleh sebab itu, ada<br />

usaha untuk mengembangkan standar IPv6 yang menggunakan<br />

pengalamatan 128 bit. Artinya, jumlahnya sebanyak 3.4x10 38<br />

alamat dan jumlah ini cukup untuk waktu yang lama. Namun,<br />

standar IPv6 saat ini belum populer.<br />

Terdapat tiga cara untuk memberikan alamat untuk sebuah<br />

PC yang terhubung dalam jaringan. <strong>Pertama</strong>, <strong>Anda</strong> dapat<br />

memasukkan alamatnya secara manual pada setiap PC. Di sini,<br />

perlu diperhatikan agar alamat tidak saling tumpang tindih. Cara<br />

ini memang sedikit merepotkan. Cara kedua adalah menggunakan<br />

DHCP Server (Dynamic Host Configuration Protocol)<br />

untuk mengambilalih tugas pemberian alamat. DHCP Server ini<br />

akan memberikan alamat IP yang belum terpakai kepada sebuah<br />

komputer yang baru terhubung secara otomatis. Alamat ini<br />

diperoleh dari sebuah pool yang sudah ditentukan sebelumnya.<br />

Bersamaan dengan itu, server memberikan semacam lease kepada<br />

setiap PC yang terhubung. Di dalamnya, tersimpan nama PC dan<br />

alamat IP. Bila komputer yang sama login ke jaringan, alamat IP<br />

yang diberikan juga sama seperti sebelumnya. Masa berlaku lease<br />

ini bisa diatur sampai 8 hari. Bila PC tersebut tidak login dalam<br />

waktu ini, lease dihapus dan alamat IP tersebut digunakan untuk<br />

PC lain.<br />

DHCP Server merupakan jenis server yang disertakan dalam<br />

Linux dan Windows. Namun, hardware router yang<br />

menghubungkan LAN dengan Internet juga menyimpan DHCP<br />

Server dalam firmware-nya. Karena mudah dikonfigurasi, server<br />

WORKSHOP SINGKAT<br />

Mengkonfigurasi LAN dengan<br />

Wizard<br />

Menjalankan Network<br />

1 Wizard. Untuk<br />

menjalankan wizard ini, klik<br />

menu "Start | All Programs |<br />

Accessories | Communications |<br />

Network Setup Wizard". Lalu,<br />

klik tombol "Next" dua kali dan<br />

pilih jenis koneksi Internet<br />

yang digunakan. Pilih option<br />

pertama, "This computer<br />

connects directly to the<br />

Internet" jika koneksi Internet<br />

melalui sebuah modem (56K<br />

atau DSL) atau melalui ISDN<br />

Adapter. Pilih option kedua<br />

untuk koneksi melalui sebuah<br />

Gateway dalam jaringan, misalnya<br />

melalui router atau PC<br />

Windows lain dengan Internet<br />

Sharing. Bila koneksi Internet<br />

memang tidak tersedia, pilih<br />

saja option "Other". Lalu,<br />

lanjutkan dengan "Next".<br />

Memilih Metode Koneksi:<br />

2 Bila menggunakan option<br />

pertama atau ketiga, Windows<br />

akan menanyakan metode<br />

koneksi Internet ke PC. Pilih<br />

option yang sesuai dan<br />

lanjutkan dengan "Next".<br />

Menentukan Nama<br />

3 Komputer: Sekarang,<br />

window yang muncul meminta<br />

nama komputer beserta<br />

deskripsinya. Kolom "Computer<br />

Description" bisa saja<br />

dikosongkan, namun <strong>Anda</strong><br />

harus mengisi kolom<br />

"Computer Name". Nama<br />

komputer ini tidak boleh sama<br />

dengan nama komputer lain<br />

dalam jaringan. Selanjutnya,<br />

klik tombol "Next".<br />

Menentukan Nama<br />

4 Workgroup: Jendela<br />

berikutnya akan menanyakan<br />

nama dari workgroup yang<br />

diinginkan. Nama workgroup<br />

harus sama untuk semua<br />

komputer dalam jaringan.<br />

Untuk mudahnya, terima saja<br />

nama yang telah diusulkan,<br />

contohnya "CHIP". Selanjutnya,<br />

klik "Next".<br />

Mengaktifkan File And Print<br />

5 Sharing: Sekarang, aktifkan<br />

option "Turn on file and printer<br />

sharing". Setelah mengklik<br />

"Next", coba periksa kembali<br />

setting yang ditampilkan dan<br />

klik tombol "Next" agar<br />

Windows menerima<br />

perubahan.<br />

Menyelesaikan Network<br />

6 Wizard: Untuk versi<br />

Windows sebelumnya,<br />

diperlukan CD instalasi<br />

Windows untuk melakukan<br />

setting jaringan. Pada<br />

Windows XP, pilih saja option<br />

"Just finish the wizard; I don’t<br />

need to run wizard on other<br />

computer" dan klik tombol<br />

"Next". Setelah mengklik<br />

tombol "Finish" dan PC direstart,<br />

sekarang PC sudah<br />

dapat digunakan dalam<br />

jaringan.<br />

Selesai: Network<br />

Setup<br />

Wizard selesai,<br />

PC sudah dapat<br />

berkomunikasi<br />

dalam jaringan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 45


PRAKTEK Konfigurasi Client<br />

ini banyak digunakan untuk Home Networking. Internet<br />

Connection Sharing dari Windows juga bisa menggunakan<br />

fungsi DHCP Server. Sebagai shareware, DHCP Server<br />

ditawarkan oleh Magik DCHP (www.magikinfo.com/dhcp.htm),<br />

vDHCP (www.pasc.co.uk/products/vdhcp), atau DHCP Turbo<br />

(www.weird-solutions.com/product/dhcpt.html).<br />

Cara ketiga untuk menentukan alamat IP disebut dengan<br />

Apipa (Automatic Private IP Addressing) yang didukung<br />

Windows 98, Me, 2000, dan XP. Caranya seperti yang dilakukan<br />

Network Setup Wizard dari Windows XP. Namun, Apipa biasanya<br />

digunakan jika hanya ingin menentukan nama komputer dan<br />

nama workgroup. Sementara, langkah lainnya ditangani sendiri<br />

oleh Windows.<br />

Teknik Apipa yang dikembangkan oleh Microsoft ini<br />

menentukan alamat IP untuk setiap PC yang login. Alamat IP ini<br />

diambil antara 169.254.0.0 dan 169.254.255.255. Untuk mengetahui<br />

apakah sebuah alamat IP sedang digunakan atau tidak,<br />

maka server akan mengirimkan sinyal ping ke alamat tersebut. Jika<br />

tidak ada respon, berarti alamat tersebut dapat digunakan. Namun,<br />

jika ada sinyal respon, berarti alamat IP tersebut sedang digunakan<br />

oleh PC lain. Di sini, Windows memeriksa semua alamat satu per<br />

satu sampai menemukan alamat yang masih kosong.<br />

7 Memilih Subnet Mask yang Sesuai<br />

Selain alamat IP, setiap PC dalam LAN juga harus mendapat<br />

Subnet Mask. Di sini, Subnet Mask berguna untuk administrasi<br />

jaringan besar. Untuk gambaran mudahnya, Subnet Mask<br />

menentukan alamat IP mana yang dapat digunakan dalam<br />

sebuah jaringan lokal atau kelompok jaringan. Lebih tepatnya,<br />

kelompok angka mana dari alamat IP yang digunakan sebagai<br />

variabel identitas untuk setiap PC dalam jaringan. Pada Subnet<br />

Mask, kelompok angka IP yang digunakan sebagai variabel<br />

ditandai dengan angka "0".<br />

6<br />

Ekonomis: Kebanyakan router menyediakan DHCP<br />

Server dalam firmware-nya.<br />

46 | CHIP | NETWORKING<br />

KNOW-HOW<br />

Apipa Menyimpang dari Standar<br />

Beberapa ahli memberikan<br />

peringatan sebelum menggunakan<br />

metode Apipa dalam hal<br />

jangkauan alamat IP. Spesifikasi<br />

resmi untuk Internet, yaitu RFC<br />

(Request for Comment)<br />

menyebutkan bahwa metode<br />

Apipa menggunakan alamat<br />

antara 169.254.0.0 dan<br />

169.254.255.255 bukanlah<br />

termasuk "Private Address"<br />

(lihat artikel pada halaman 43).<br />

Ini hanya merupakan ketentuan<br />

Microsoft yang menyimpang<br />

dari standar yang ada.<br />

Prakteknya, penggunaan metode<br />

Apipa memang tidak<br />

bermasalah karena Address<br />

Pool yang digunakan tidak<br />

dapat diterapkan dalam<br />

Internet. Jadi, tidak mungkin<br />

terjadi konflik alamat.<br />

Pada jaringan besar dengan lebih dari 256 workstation dan<br />

terbagi dalam beberapa kelompok jaringan (dihubungkan<br />

dengan beberapa Gateway), informasi Subnet Mask ini sangat<br />

penting bagi DHCP Server untuk memberikan alamat IP secara<br />

otomatis. Subnet Mask menentukan alamat IP masing-masing.<br />

Mulai Windows 2000, kalkulasi dilakukan secara otomatis.<br />

Demikian juga saat menentukan setting alamat Subnet Mask<br />

dalam jaringan.<br />

8<br />

Menentukan Alamat IP dan Subnet Mask<br />

secara Manual<br />

Bila jaringan tidak menyediakan DHCP Server ataupun tidak<br />

ingin menggunakan metode Apipa, setting alamat IP harus<br />

ditentukan sendiri secara manual. Untuk itu, buka Network<br />

Properties melalui menu "Start | All Programs | Accessories |<br />

Communication | Network Connection". Lalu, klik dua kali "LAN<br />

Connection", pilih "Properties", dan selanjutnya klik dua kali<br />

pada "Internet Protocol (TC/IP)". Lalu, pilih "Use this IP address"<br />

dan masukkan alamat IP untuk PC tersebut di samping "IP<br />

7<br />

Otomatis:<br />

Windows XP<br />

akan<br />

memberikan<br />

nilai Subnet<br />

Mask default,<br />

tergantung IP<br />

Address yang<br />

dimasukkan.


Address". Setelah mengklik "Subnet Mask", Windows XP akan<br />

memasukkan alamat yang diperlukan. Setiap PC mendapat alamat<br />

IP yang berbeda. Bila tidak, Windows menampilkan pesan error.<br />

9<br />

Mengkonfigurasi Alamat Gateway dan<br />

DNS Server Optional<br />

Setting lain yang berkaitan dengan network address adalah yang<br />

terletak di luar jaringan TCP/IP lokal. Misalnya, jaringan <strong>Anda</strong><br />

memiliki 5 komputer dengan alamat 192.168.0.1 sampai<br />

192.168.0.5. Namun, sebuah program di workstation harus<br />

mengakses database yang tersimpan di PC dengan alamat<br />

192.0.1.200. Ini berarti PC tersebut tidak berada di dalam<br />

jaringan lokal <strong>Anda</strong>, namun terhubung melalui 2 subnet<br />

(192.168.0.x dan 192.168.1.x). Sebagai Gateway, komputer<br />

pertama berada di jaringan lokal, sedangkan Gateway kedua<br />

berada di jaringan kedua. PC Gateway bertugas untuk mencari<br />

alamat IP yang tidak berada di jaringan lokal.<br />

Selain itu, PC Gateway juga berfungsi untuk menghubungkan<br />

jaringan lokal dengan Internet. Saat browser ingin menghubungi<br />

sebuah komputer melalui Internet dengan cara memasukkan<br />

alamat IP (public IP address) yang dituju, Windows terlebih<br />

dahulu mencari alamat IP tersebut dalam jaringan lokal. Bila<br />

tidak ada, Windows mencarinya melalui Gateway.<br />

Dalam sebuah LAN, bisa saja terdapat beberapa Gateway,<br />

misalnya Gateway untuk koneksi ke Internet atau koneksi ke<br />

jaringan lain. Jadi, bisa saja Windows menggunakan beberapa<br />

Gateway dalam Network Properties-nya.<br />

Demikian juga dengan DNS Server. Di sini, Windows tidak lagi<br />

mencari alamat IP yang berbentuk angka, melainkan<br />

menggantikan alamat ini dengan teks agar lebih mudah diingat.<br />

Biasanya, alamat ini banyak digunakan untuk alamat website,<br />

misalnya www.microsoft.com atau www.chip.co.id. Saat mencari<br />

alamat www.chip.co.id, sebenarnya browser diarahkan ke alamat IP<br />

202.146.0.176 yang merupakan alamat IP milik webserver CHIP.<br />

Menghafal kombinasi angka memang tidak mudah. Protokol<br />

TCP/IP dikembangkan oleh University of Berkeley di Amerika.<br />

Oleh sebab itu, cara ini kemudian juga diterapkan pada jaringan<br />

telepon di Amerika. Sebagai contoh, bila ingin menelpon redaksi<br />

CHIP di nomor 0800-2447, cukup dengan menekan tombol<br />

0800-CHIP.<br />

Demikian juga dengan Internet. Sebagai ganti menggunakan<br />

angka untuk alamat IP sebuah server, cukup mengetik alamat<br />

teksnya saja. Untuk menerjemahkan angka-angka IP ke dalam<br />

bentuk teks atau sebaliknya, provider Internet menggunakan<br />

sebuah DNS Server (Domain Name System) yang mengarahkan<br />

nama-nama domain ke alamat IP-nya yang tersimpan dalam<br />

sebuah tabel database. Saat sebuah komputer menghubungi<br />

komputer lain dengan menggunakan nama domain ini, berarti<br />

komputer tersebut terhubung ke DNS Server terlebih dahulu. Bila<br />

koneksi Internet melalui modem, ISDN, atau DSL, biasanya<br />

permintaan ke DNS Server dilakukan secara otomatis tanpa<br />

harus mengkonfigurasinya terlebih dahulu. Namun, pada<br />

jaringan besar, biasanya ditempatkan sebuah DNS Server lokal<br />

TIPS NETWORK<br />

Melihat Konfigurasi <strong>Jaringan</strong><br />

Untuk melihat bagaimana<br />

konfigurasi jaringan sebuah<br />

PC, dapat menggunakan<br />

Command Line pada Windows<br />

2000 atau XP. Untuk itu, buka<br />

jendela Command Prompt<br />

melalui menu "Start | All<br />

Programs | Accessories". Ketik-<br />

kan perintah "ipconfig /all" dan<br />

tekan OK. Windows akan<br />

menampilkan semua setting<br />

Network Adapter yang terinstall.<br />

Pada Windows 9x,<br />

gunakan program "winipcfg.exe"<br />

yang dijalankan melalui<br />

menu "Start | Run".<br />

Informasi lengkap: Perintah ppconfig menunjukkan setting<br />

jaringan yang aktual.<br />

yang mengatur administrasi nama-nama domain tersebut. Jadi,<br />

alamat DNS Server ini harus dikonfigurasi dalam Network<br />

Properties setiap PC. Walaupun demikian, dalam jaringan peerto-peer<br />

murni, DNS Server tidak diperlukan.<br />

Biasanya, jaringan peer-to-peer kecil juga tidak harus<br />

menggunakan Gateway ataupun DNS Server. Jadi, kolom dalam<br />

Network Properties dikosongkan saja. Keduanya hanya dibutuhkan<br />

Windows untuk jaringan besar atau jika menggunakan router<br />

Internet.<br />

10 Memasukkan Alamat Gateway dan DNS Server<br />

Bila menggunakan sebuah DHCP Server, PC client secara<br />

otomatis mengkonfigurasi alamat Gateway atau DNS Server. Saat<br />

menggunakan metode Apipa, alamat ini tidak diperlukan. Tanpa<br />

DHCP Server, dibutuhkan konfigurasi secara manual.<br />

Untuk itu, buka Network Properties dan klik dua kali pada<br />

"Internet Protocol (TCP/IP)". Di samping "Standard Gateway",<br />

masukkan alamat komputer router atau Gateway. Selanjutnya,<br />

tandai checkbox "Use this DNS Server address" dan masukkan<br />

alamatnya di kolom "Preferred DNS Server". Seperti diinformasikan,<br />

jaringan peer-to-peer tidak membutuhkan sebuah DNS<br />

Server. Jadi, kolom ini dapat dikosongkan saja. Namun, bila<br />

memiliki sebuah dedicated DNS Server berbasis Windows atau<br />

Linux, gunakan alamat IP. Tutup semua jendela dengan mengklik<br />

"OK". Reza.Wahyudi@CHIP.co.id (RF)<br />

| CHIP | NETWORKING | 47


PRAKTEK Sharing PC<br />

Mengkonfigurasi Sharing Antar PC<br />

Membagi Sumber Daya<br />

<strong>Jaringan</strong><br />

Dengan menggunakan fasilitas sharing (membagi hak akses) pada folder, printer, atau perangkat lainnya maka<br />

para pengguna jaringan komputer (LAN) dapat menggunakan software maupun hardware yang tidak tersedia<br />

pada PC mereka. CHIP menjelaskan bagaimana membatasi hak akses pada resources jaringan tersebut.<br />

k<br />

Salah satu fungsi jaringan yang paling berguna adalah<br />

sharing, yang umum digunakan untuk berbagi sumber<br />

daya seperti folder, printer ataupun akses Internet dengan user<br />

lain. Dalam sebuah jaringan peer-to-peer (P2P), sharing merupakan<br />

salah satu cara untuk saling<br />

bertukar data, sedangkan pada jaringan<br />

yang menggunakan server, sharing<br />

merupakan salah satu syarat agar para<br />

user dapat mengakses data yang disimpan<br />

secara sentral.<br />

Sebuah printer juga dapat digunakan<br />

bersama-sama, walaupun tidak<br />

memiliki network card sendiri. <strong>Anda</strong><br />

cukup menghubungkan printer dengan<br />

sebuah PC pada jaringan tersebut,<br />

instalasikan driver-nya, dan aktifkan<br />

fasilitas sharing printer. Windows juga<br />

menyediakan fasilitas untuk mentransfer<br />

file-file driver yang dibutuhkan ke PC<br />

jaringan lainnya secara otomatis. Setelah<br />

semuanya selesai dilakukan maka setiap<br />

user pada jaringan tersebut dapat mencetak dengan printer itu.<br />

Aspek yang penting dalam hal berbagi resource adalah keamanan.<br />

Umumnya seorang user tidak ingin user lainnya menghapus<br />

data pada PC-nya yang di-share. Mengubah atau membuat file<br />

baru juga biasanya tidak diizinkan. Itu sebabnya, mulai dari versi<br />

Windows XP Professional hak akses pada sebuah folder yang dishare<br />

dapat diatur secara rinci. Windows Server 2003 bahkan<br />

menawarkan fasilitas-fasilitas lebih untuk melindungi data yang<br />

tersimpan.<br />

k ISI CD<br />

48 | CHIP | NETWORKING<br />

KNOW-HOW<br />

Active Directory<br />

k Program AdmWin memiliki lima tool administrasi,<br />

antara lain Setup Batcher untuk pengawasan sharing,<br />

account, dan banyak lainnya.<br />

k NetControl mempermudah pengelolaan komputer LAN.<br />

Software ini juga menawarkan lebih dari 35 feature,<br />

antara lain remote-start dan remote-shutdown.<br />

Active Directory adalah sebuah database<br />

yang berisi resources jaringan yang<br />

tersedia dan membuatnya dapat diakses<br />

oleh pengguna. Resources ini memuat<br />

bukan hanya fasilitas sharing, namun juga<br />

nama semua komputer jaringan, sistem<br />

operasinya dan data pengguna, seperti<br />

nama login atau alamat e-mail. Fungsi<br />

database ini adalah mempermudah<br />

administrator mengelola jaringan, di<br />

mana semua data mengenai jaringan<br />

tersimpan secara sentral.<br />

Menggunakan fasilitas simple-sharing<br />

Windows XP Professional membedakan antara sistem simplesharing<br />

dan advanced-sharing. Jika <strong>Anda</strong> ingin menggunakan<br />

sistem simple-sharing, lakukan langkahlangkah<br />

berikut. Klik kanan folder yang<br />

akan di-share pada window My Computer<br />

atau windows Explorer dan pilih menu<br />

‘Sharing and Security’ lalu pilih tab<br />

‘Sharing’. Dalam kolom ‘Network sharing<br />

and security’, klik pada link ‘If you<br />

understand the security risks but want to<br />

share files without running the wizard, click<br />

here’. Kemudian, akan muncul kotak dialog<br />

kecil baru yang memberitahukan <strong>Anda</strong><br />

bahwa tanpa menjalankan wizard maka<br />

firewall Windows XP tidak akan diaktifkan<br />

sehingga begitu <strong>Anda</strong> terhubung dengan<br />

Internet, user lain dari luar dapat<br />

mengakses sharing <strong>Anda</strong>.<br />

Dalam kotak dialog selanjutnya pilih<br />

option ‘Activate simple file-sharing’. Kini, <strong>Anda</strong> sampai pada<br />

Cepat dan Mudah:<br />

Pada simple filesharing<br />

cukup<br />

dengan beberapa<br />

klik untuk<br />

mengatur sharing<br />

sebuah folder.


option ‘Share this folder in network’. Masukkan sebuah nama<br />

untuk folder yang akan di-share pada kolom tersebut. Biasanya,<br />

Windows XP menggunakan nama folder aslinya secara otomatis.<br />

Setelah semua user jaringan memiliki akses baca pada folder<br />

sharing tersebut. Agar mereka juga dapat menulis atau<br />

menghapus file, beri tanda check mark pada bagian ‘Allow<br />

network users to change my files’.<br />

Mengakses sharing<br />

Cara termudah untuk mengakses sharing adalah melalui icon<br />

My Network Places atau melalui folder yang di-share pada<br />

Windows Explorer. Setelah mengklik ‘My Network Places’, klik<br />

‘Entire Networ’k lalu ‘Microsoft Windows Network’. Di dalamnya<br />

terdapat workgroup-workgroup yang ada pada jaringan <strong>Anda</strong>.<br />

Pilihlah workgroup yang <strong>Anda</strong> inginkan dan klik pada PC yang<br />

menyediakan sharing untuk menampilkan hal-hal yang di-share<br />

pada PC tersebut.<br />

Bila PC atau tempat sharing yang diinginkan tidak tampak<br />

dalam ‘My Network Places’, ada satu cara lain untuk mengaksesnya.<br />

Pilih ‘Search’ dalam menu Start, lalu klik ‘Computers or<br />

People’ di sisi kiri, klik ‘A computer on the network’ lalu<br />

masukkan nama komputer yang diinginkan. Bila <strong>Anda</strong> tidak salah<br />

ketik, maka nama komputer tersebut akan muncul dalam jendela<br />

kanan. Klik ganda pada icon PC tersebut untuk menampilkan<br />

sharing-nya.<br />

Begitu sharing tampak dalam ‘My Network Places’ cukup klik<br />

ganda pada nama PC tersebut untuk membuka jendela Explorer<br />

yang berisi folder dan file-sharing. Di sini <strong>Anda</strong> dapat menjalankan<br />

program, membuka file dan meng-copy ke hard disk <strong>Anda</strong><br />

atau dengan tambahan hak akses tertentu <strong>Anda</strong> bahkan bisa<br />

mengganti nama, menghapus, atau menulis file.<br />

Bila <strong>Anda</strong> sering mengakses sebuah folder yang di-share,<br />

disarankan untuk memberikan sebuah huruf drive virtual pada<br />

folder tersebut. Huruf drive ini tentu saja hanya berlaku pada PC<br />

Lingkungan <strong>Jaringan</strong>: Di sini tampak semua komputer dalam<br />

jaringan.<br />

WINDOWS XP<br />

Simple sharing: Pro & Kontra<br />

Simple file-sharing Windows<br />

XP hanya ada dalam jaringan<br />

P2P. Jenis sharing yang terutama<br />

diperuntukkan bagi pengguna<br />

rumahan ini menawarkan<br />

kelebihan sebagai berikut.<br />

Risiko minimal: Semua pengguna<br />

otomatis dibelokkan ke<br />

account Guest yang memiliki<br />

banyak pembatasan. Dengan<br />

demikian risiko kerusakan terminimalisasi.<br />

Akses sudah diatur: Hak akses<br />

khusus bagi kelompok atau<br />

pun pengguna tidak perlu dikonfigurasi.<br />

Pengaturan sharing<br />

dapat diselesaikan dengan<br />

cepat.<br />

Mudah diakses: Pengguna<br />

tidak perlu login, sehingga dapat<br />

dengan cepat dan mudah<br />

mengakses sharing pada PC<br />

Windows XP dari sebuah PC<br />

Windows 9x.<br />

Dalam jaringan besar kelemahan<br />

simple file-sharing menjadi<br />

terlihat sebagai berikut.<br />

Admin tanpa hak khusus:<br />

Administrator diperlakukan<br />

sama dengan pengguna lain.<br />

<strong>Anda</strong> tidak dapat mengakses<br />

PC lain dalam jaringan dengan<br />

hak khusus, misalnya untuk<br />

maintenance. Karena itu tidak<br />

ada akses pada Administrative<br />

Sharing (baca boks halaman<br />

50).<br />

Folder terproteksi terblokir:<br />

Akses ke folder terproteksi pasti<br />

ditolak, walau tersedia window<br />

login.<br />

Hak tidak dibeda-bedakan:<br />

Pengguna tidak mendapatkan<br />

hak individual. Yang<br />

merupakan kelebihan dalam<br />

sebuah jaringan kecil sering<br />

menjadi kelemahan dalam<br />

jaringan profesional atau besar.<br />

<strong>Anda</strong>. Sebagai contoh: buka Windows Explorer, klik pada ‘Tools’<br />

dan pilih ‘Map Network Drives’. Dalam kotak dialog berikutnya<br />

pilih sebuah huruf drive yang <strong>Anda</strong> inginkan dan masukkan<br />

nama lengkap PC atau folder yang di-share tersebut, atau lebih<br />

mudahnya <strong>Anda</strong> dapat menggunakan fasilitas Browse.<br />

Selanjutnya, aktifkan pilihan ‘Reconnect at logon’ agar koneksi ke<br />

folder tersebut tersedia setiap kali Windows digunakan.<br />

Kemudian, bila <strong>Anda</strong> sudah tidak membutuhkan koneksi<br />

Cukup dengan klik ganda: Selanjutnya PC akan menampilkan<br />

sharingnya untuk semua user jaringan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 49


PRAKTEK Sharing PC<br />

tersebut misalnya karena sudah tidak di-share atau jarang tersedia<br />

klik kembali ‘Tools’, lalu pilih ‘Disconnect network drives’. Tampak<br />

sebuah tabel berisi semua huruf drive yang mewakili resource<br />

jaringan. Pilih drive yang diinginkan dan klik OK.<br />

50 | CHIP | NETWORKING<br />

Akses pada simple file-sharing<br />

Secara default Windows XP Professional menggunakan simple<br />

file-sharing dalam jaringan komputer peer to peer. Di sini, semua<br />

pengguna yang login pada sebuah PC lain dalam jaringan dan<br />

ingin mengakses sharing di sana akan dimasukkan ke dalam tipe<br />

username Guest. Tidak ada hak khusus walaupun <strong>Anda</strong> menggunakan<br />

user account tertentu pada PC <strong>Anda</strong> ataupun sebagai<br />

administrator.<br />

Agar dapat berfungsi, account Guest pada PC yang<br />

menyediakan sharing harus diaktifkan. Biasanya, ini dilakukan<br />

pada saat Network-Installation-Wizard. Bila wizard tidak<br />

dijalankan, <strong>Anda</strong> harus mengaktifkan account tersebut secara<br />

manual. Caranya, buka ‘Control Panel’ dan klik pada ‘User<br />

Accounts’. Klik pada bagian Guest dan pada jendela berikutnya<br />

KNOW-HOW<br />

Administrative Sharing<br />

Begitu <strong>Anda</strong> mengaktifkan<br />

advanced file-sharing Windows<br />

XP, sistem operasi membuat<br />

sebuah administrative sharing<br />

untuk setiap drive. Ini adalah<br />

sharing tersembunyi yang<br />

hanya terbuka bagi adminstrator<br />

dan tidak dapat dihapus.<br />

Untuk administrative sharing<br />

ada aturan nama baku<br />

yang mengikuti pola [huruf<br />

drive]$. Misalnya untuk drive C:<br />

C$. Melalui sharing tersembunyi<br />

ini, Administrator dapat<br />

mengakses setiap drive pada<br />

setiap komputer jaringan, mi-<br />

salnya untuk melakukan maintenance<br />

jarak jauh. Untuk<br />

menggunakannya, pada Windows<br />

Explorer klik ‘Tools’ pilih<br />

‘Map Network Drive’, lalu ketik<br />

\\[namakomputer]\[nama<br />

administrative sharing] pada<br />

bagian folder.<br />

Bila <strong>Anda</strong> ingin men-share<br />

sebuah drive, <strong>Anda</strong> perlu mengkonfigurasi<br />

sebuah sharing<br />

tambahan. Caranya klik kanan<br />

pada drive yang ingin di-share,<br />

pilih ‘Properties’ klik tab<br />

‘Sharing’, klik ‘New Sharing’.<br />

Hanya untuk Administrator: Windows XP mengkonfigurasi<br />

sebuah administrative sharing untuk setiap drive - khusus bagi<br />

administrator.<br />

Huruf Drive: Sharing yang sering diakses sebaiknya dikonfigurasi<br />

sebagai sebuah drive tersendiri.<br />

klik ‘Turn On the Guest Account’.<br />

Begitu seorang user terhubung dengan sharing, otomatis ia<br />

dibelokkan ke account Guest tanpa tergantung nama user<br />

sebenarnya dan PC yang digunakannya dalam jaringan.<br />

Mengaktifkan Advanced File-Sharing<br />

Bila dalam Windows XP Home Edition hanya tersedia simple filesharing,<br />

maka pada versi Professional <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />

advanced file-sharing. Bahkan hanya sharing jenis ini yang<br />

tersedia, bila <strong>Anda</strong> bergabung dalam sebuah domain sebuah<br />

jaringan. Untuk me-nonaktifkan simple-sharing pada jaringan<br />

workgroups P2P, pilih ‘Tools | Folder Options’ dalam Explorer<br />

atau My Computer dan nonakifkan pilihan ‘Use simple filesharing<br />

(recommended) pada tab View.<br />

Sekarang bila <strong>Anda</strong> menggunakan fasilitas sharing pada<br />

sebuah folder atau drive, <strong>Anda</strong> akan memiliki beragam pilihan<br />

untuk mengatur hak akses user ke folder atau drive tersebut. Salah<br />

satunya adalah pembatasan jumlah user yang dapat mengakses<br />

folder yang sama pada saat bersamaan. Untuk mengubah setting<br />

ini, klik pada ‘Allow this number of users’ dan di sebelahnya<br />

Mengaktifkan Account Guest: Untuk simple file-sharing<br />

dibutuhkan account Guest yang biasanya tidak aktif.<br />

masukkan berapa banyak user yang boleh mengakses sharing.


Lebih Banyak<br />

Option: Dalam<br />

jaringan yang<br />

profesional<br />

sebaiknya<br />

<strong>Anda</strong> memilih<br />

advanced filesharing,<br />

bukan<br />

simple filesharing.<br />

pada saat yang bersamaan.<br />

Sebaiknya <strong>Anda</strong> format partisi pada hard disk <strong>Anda</strong> dengan<br />

sistem file NTFS, karena memungkinkan setting keamanan yang<br />

lebih baik dibanding FAT 16 atau 32. Bila folder yang di-share<br />

menggunakan partisi NTFS, maka ketika <strong>Anda</strong> mengklik kanan<br />

‘Folder | Properties’ <strong>Anda</strong> akan menemukan tab Security. Di sini,<br />

<strong>Anda</strong> dapat mengatur lebih lanjut mengenai pembagian hak<br />

akses.<br />

Mengkonfigurasi Advanced File-Sharing<br />

Untuk mengkonfigurasi advanced file-sharing, klik kanan folder<br />

yang diinginkan dan pilih ‘Sharing and Security’. Lalu klik ‘Share<br />

this folder’. Windows secara otomatis akan memberi nama untuk<br />

folder yang <strong>Anda</strong> sharing, tetapi <strong>Anda</strong> dapat menggantinya sesuai<br />

keinginan. Bila diperlukan, <strong>Anda</strong> juga dapat mencantumkan<br />

sebuah komentar tentang folder tersebut.<br />

Klik pada tombol ‘Permissions’ untuk mengatur berbagai<br />

akses pada folder. Secara default, Windows XP memberikan hak<br />

baca untuk tipe user Everyone untuk setiap sharing. Artinya,<br />

setiap user yang diberikan hak akses oleh pemilik folder (Awas:<br />

Mencari User: Melalui Active Directory <strong>Anda</strong> dapat mencari user<br />

dan group yang diinginkan.<br />

Hanya Boleh<br />

Membaca: Secara<br />

default pengguna<br />

jaringan hanya<br />

memiliki hak baca<br />

pada folder<br />

sharing.<br />

bukan semua user! Baca tips 'Setiap tidak berarti semua' dalam<br />

boks di kanan) dapat membuka folder dan membaca isinya,<br />

namun tidak dapat mengubah atau menghapusnya.<br />

Bila folder sharing menggunakan partisi FAT, <strong>Anda</strong> hanya<br />

TIPS UNTUK SHARING<br />

Bila ada masalah pada sharing<br />

Semua folder dapat di-sharing:<br />

Dalam simple file-sharing folder<br />

My Documents dan Desktop<br />

serta folder sistem, seperti<br />

folder Windows, tidak dapat<br />

diakses orang lain. Subfolder<br />

dari My Documents juga tidak<br />

dapat di-sharing. Agar folder<br />

tersebut dapat dibuka untuk<br />

di-share klik pada link 'other<br />

folders' dan non-aktifkan<br />

option 'This folder is not to<br />

share?'. Sekarang <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengkonfigurasi sebuah<br />

subfolder untuk di-share.<br />

Menyembunyikan sharing: Kadang<br />

kita ingin memberi akses<br />

sharing pada sebuah file hanya<br />

untuk sementara, misalnya untuk<br />

bertukar data dengan seorang<br />

kolega. Pengguna jaringan<br />

lainnya tidak perlu mengetahuinya.<br />

Caranya dengan menyembunyikan<br />

sharing, yaitu<br />

dengan menambahkan tanda<br />

[$] pada nama file. Untuk dapat<br />

mengaksesnya kolega <strong>Anda</strong><br />

harus mengetahui dengan tepat<br />

nama file dan path tersebut.<br />

Pengelolaan pengguna:<br />

’Everyone’ tidak berarti semua.<br />

Pada pengaturan sharing dan<br />

hak akses pada folder dalam<br />

Windows XP tampak tipe group<br />

‘Everyone’ sebagai tipe group<br />

yang standar. Yang dimaksud<br />

Windows dengan tipe group<br />

Everyone adalah nama-nama<br />

user yang tercatat dalam daftar<br />

user, jadi bukan semua user.<br />

Ini dapat menimbulkan<br />

masalah dengan Windows 9x.<br />

Untuk mengakses advanced<br />

sharing pada PC Windows XP<br />

dari PC Windows 9x dalam<br />

jaringan P2P, <strong>Anda</strong> harus login<br />

pada Windows XP. Namun<br />

walaupun resource-nya terbuka<br />

untuk kelompok Everyone,<br />

Windows 9x tidak dapat<br />

terkoneksi.<br />

Solusi: <strong>Anda</strong> login pada<br />

Windows 98 dengan sebuah<br />

nama user yang tercatat dalam<br />

daftar user Windows XP.<br />

Selanjutnya, XP akan memberi<br />

akses pada sharing tersebut.<br />

| CHIP | NETWORKING | 51


PRAKTEK Sharing PC<br />

dapat mengatur hak akses melalui ‘Rights’. Masukkan nama useruser<br />

ke dalam daftar melalui Add, tandai dan berikan hak akses satu per<br />

satu. Sebelumnya untuk semua user pilih ‘Full access’ akses penuh pada<br />

folder termasuk untuk mengubah, menghapus dan menambahkan file.<br />

Selanjutnya untuk mengatur hak akses sebaiknya melalui setting<br />

keamanan (baca boks dibawah ini).<br />

Berikut ini sedikit penjelasan mengenai kolom ‘Allow’ dan<br />

‘Deny’ yang juga akan <strong>Anda</strong> temukan dalam tab Security. Karena<br />

Windows sekaligus memanfaatkan pengaturan hak akses yang<br />

ada pada tab ‘Sharing’ dan ‘Security’ keduanya dapat diakses<br />

dengan klik kanan folder yang diinginkan lalu pilih Properties<br />

maka pertentangan hak akses yang diterapkan pada dua bagian<br />

itu bisa saja terjadi. Jika ini terjadi, maka Windows akan menggunakan<br />

hak akses yang lebih terbatas. Jadi, bila <strong>Anda</strong> menempatkan<br />

sebuah tanda di dalam kolom Deny untuk user tertentu,<br />

dijamin user tersebut tidak akan bisa mengakses, walaupun pada<br />

tab ‘Sharing atau Security’ ditetapkan hal yang berbeda.<br />

Pada tab ‘Security’, <strong>Anda</strong> dapat melihat daftar user dan hak<br />

aksesnya yang dapat diatur sesuai keperluan. Klik pada ‘Add’ dan<br />

masukkan user atau group yang ingin diberi hak akses. Bila <strong>Anda</strong><br />

anggota sebuah domain, tampak sebuah searchmask, di mana<br />

<strong>Anda</strong> dapat mencantumkan nama (atau sebagian dari nama) user<br />

atau group. Klik ‘Check name’ untuk memastikan tipe-tipe objek<br />

(user, group, dan sebagainya) yang dimasukkan ada pada daftar<br />

‘Active Directory’ sekaligus memperbaiki penulisannya jika perlu.<br />

Untuk konfirmasi klik ‘Ok’.<br />

Kembali pada tab ‘Security’, pilih dan tentukan hak akses user<br />

dan group satu per satu. Bila ada user atau group yang tidak<br />

memiliki hak ‘Allow’ ataupun ‘Deny’, otomatis Windows akan<br />

memilih ‘Deny’. Dengan mengklik ‘Advanced’ lalu mengklik ‘Edit’,<br />

<strong>Anda</strong> dapat mengatur hak akses secara lebih rinci. Terakhir, hapuslah<br />

user Everyone yang mencakup semua user yang terdaftar.<br />

Begitu <strong>Anda</strong> selesai, klik ‘Ok’ untuk segera memberlakukan<br />

pembatasan hak.<br />

WINDOWS XP PROFESSIONAL<br />

Berbagi drives, memberi akses<br />

Windows XP Professional menyediakan<br />

dua cara untuk<br />

mengatur akses pada sebuah<br />

PC: Melalui sharing dan melalui<br />

pengaturan hak akses security<br />

pada folder dan file. Pada<br />

dasarnya, <strong>Anda</strong> harus mengkonfigurasi<br />

sebuah sharing<br />

agar pengguna lain dapat<br />

mengaksesnya. Hanya saja,<br />

cara aksesnya dapat diatur<br />

dengan dua macam cara di<br />

atas.<br />

Hanya satu sharing/drive: Agar<br />

tidak membingungkan, sebaiknya<br />

hanya dibuat satu sharing<br />

52 | CHIP | NETWORKING<br />

pada setiap drive. Hak akses<br />

pada folder dan file pada drive<br />

diatur dengan pembatasan<br />

pada bagian security. Namun<br />

pada partisi FAT16 dan FAT32<br />

dengan Windows XP hanya<br />

dapat dilakukan konfigurasi<br />

sharing tidak ada tab ‘Security’.<br />

Demikian pula dengan drive<br />

CD. Partisi hard disk harus<br />

diformat dengan sistem file<br />

NTFS agar hak akses dapat<br />

diatur dengan cara ini.<br />

Memilih drive untuk sharing:<br />

Sebaiknya pikirkan terlebih<br />

dulu drive mana yang akan<br />

Koneksi ke Printer: Begitu sharing sebuah PC ditampilkan, <strong>Anda</strong><br />

dapat mengintegrasikan printer yang tersedia ke dalam sistem.<br />

Printer-Sharing<br />

Selain folder dan drive yang ada pada Windows, <strong>Anda</strong> juga dapat<br />

berbagi (sharing) printer dengan user lain. Dengan demikian<br />

perintah print dapat diberikan dari PC mana pun tentu dengan<br />

syarat PC dan printer-nya dalam keadaan ready. Oleh karena itu,<br />

<strong>Anda</strong> disarankan untuk menghubungkan printer ke sebuah PC<br />

yang selalu dioperasikan, misalnya server. Satu atau beberapa<br />

printer dapat digunakan bersama dengan cara ini, sehingga tidak<br />

perlu melengkapi setiap PC jaringan dengan printer.<br />

Di kantor-kantor kecil, printer-sharing menggantikan fungsi<br />

alat pengalih printer atau hardware-printserver. <strong>Anda</strong> juga tidak<br />

perlu menginstalasi sebuah printer jaringan yang harus<br />

dilengkapi dengan LAN card tersendiri karena harganya jauh<br />

lebih mahal dibanding printer biasa yang tidak dilengkapi dengan<br />

koneksi jaringan langsung. Kelebihan printer-sharing lainnya<br />

diakses oleh pengguna jaringan.<br />

Untuk drive yang akan dishare,<br />

konfigurasikan sebuah<br />

sharing dengan mengklik<br />

kanan drive dalam Windows<br />

Explorer, lalu pilih ‘Sharing<br />

and Security’. Untuk melakukan<br />

hal ini terlebih dahulu<br />

<strong>Anda</strong> harus login sebagai<br />

Administrator.<br />

Memberi hak akses secara<br />

individual: Dalam setting default,<br />

user jaringan hanya memiliki<br />

hak baca pada sharing.<br />

Mereka boleh membuka file,<br />

tetapi tidak mengubah atau<br />

menghapusnya. Untuk memberikan<br />

hak akses yang lebih rinci<br />

pada masing-masing tipe user<br />

yang ada pertama-tama <strong>Anda</strong><br />

berikan hak full access pada<br />

group ‘Everyone’ pada bagian<br />

permission di tab ‘Sharing’.<br />

Setelah itu pindahlah ke tab<br />

‘Security’. Masukkan nama user<br />

dan group yang diinginkan dan<br />

tetapkan secara rinci hak-hak<br />

akses untuk masing-masing<br />

user dan group tersebut. Hal ini<br />

akan membuat masing-masing<br />

file atau folder hanya dapat<br />

diakses oleh user dan group<br />

yang telah ditentukan.


Printer<br />

Sharing:<br />

Setelah printer<br />

terinstalasi<br />

<strong>Anda</strong> dapat<br />

men-sharenya<br />

hanya dengan<br />

beberapa klik.<br />

adalah <strong>Anda</strong> tidak perlu menambah hardware. Namun<br />

kelemahannya adalah PC yang bersangkutan dan Windows harus<br />

terus-menerus menyala agar user dapat mengakses printer.<br />

Untuk berbagi printer lakukan langkah-langkah berikut ini.<br />

Hubungkan printer dengan PC yang sudah ditentukan, lalu<br />

seperti biasa instalasikan driver-nya. Klik kanan icon printer<br />

tersebut (pada Control Panel di bagian ‘Printers and Faxes’) dan<br />

klik ‘Sharing’. Dalam jendela berikutnya pilih tab ‘Sharing’ dan<br />

klik ‘Share this printer’ dan cantumkan nama sharing yang<br />

diinginkan. Bila PC <strong>Anda</strong> terhubung pada sebuah domain, pilih<br />

juga ‘List in the Directory’. Melalui setting ini printer <strong>Anda</strong><br />

dimasukkan ke dalam ‘Active Directory Windows’ dan dapat<br />

ditemukan melalui fungsi ‘Search’. Konfirmasikan dengan ‘Ok’.<br />

Untuk mengakses printer dari PC lain, cari dulu PC yang<br />

terhubung dengan printer tersebut melalui fungsi Search. Lalu<br />

klik ganda pada PC tersebut untuk menampilkan sharingnya<br />

TIPS PROFESIONAL<br />

Mengendalikan printer jaringan dengan Windows 9x<br />

Bila <strong>Anda</strong> terkoneksi dalam<br />

jaringan dengan sebuah printer<br />

yang di-sharing di bawah Windows<br />

XP atau Windows Server<br />

2003, maka driver-nya akan terinstall<br />

secara otomatis. Namun<br />

driver tersebut adalah driver<br />

untuk Windows XP, karena hanya<br />

itu yang tersedia. Jadi bila<br />

<strong>Anda</strong> terhubung ke jaringan<br />

yang menggunakan Windows<br />

9x, <strong>Anda</strong> tidak dapat menggunakan<br />

printer-nya karena Windows<br />

versi lama membutuhkan<br />

driver yang berbeda. Hanya<br />

Windows 2000 yang dapat<br />

menggunakan driver Windows<br />

XP. Masalah ini dapat <strong>Anda</strong><br />

atasi dengan dua cara berikut.<br />

Menginstalasi driver 9x pada PC<br />

lokal: Instalasikan driver printer<br />

yang tepat pada PC <strong>Anda</strong>. Lalu<br />

masukkan network-path ke<br />

printer jaringan sebagai path<br />

untuk printer-output. Untuk itu<br />

biasanya tersedia tombol<br />

Search dalam driver untuk menemukan<br />

perangkat tersebut.<br />

<strong>Anda</strong> harus menginstalasikan<br />

driver pada setiap PC Windows<br />

9x dalam jaringan.<br />

Hanya Boleh<br />

Mencetak:<br />

Selain<br />

administrator<br />

semua<br />

pengguna<br />

lainnya hanya<br />

boleh<br />

menggunakan<br />

printer untuk<br />

mencetak -<br />

tidak boleh<br />

mengubah<br />

settingannya.<br />

antara lain printer. Klik kanan printer dan pilih ‘Connect’.<br />

Konfirmasikan peringatan dengan ‘Ok’. Windows secara otomatis<br />

akan mentransfer file driver yang dibutuhkan dan<br />

mengintegrasikan printer ke sistem PC yang bersangkutan. Kini,<br />

<strong>Anda</strong> dapat mencetak seakan printer terhubung langsung secara<br />

lokal.<br />

Bila <strong>Anda</strong> telah mengaktifkan ‘Advanced Sharing’ atau<br />

menghubungkan printer pada sebuah Windows Server, <strong>Anda</strong><br />

dapat mendefinisikan hak akses. Klik kanan icon printer tersebut<br />

pada ‘Control Panel | Printers and Faxes’ dan pilih ‘Properties’.<br />

Kemudian pilih tab ‘Security’. Di sini, <strong>Anda</strong> dapat mengatur hak<br />

user seperti pada folder sharing. <strong>Anda</strong> dapat menetapkan, siapa<br />

saja yang boleh mengubah setting printer, misalnya ukuran kertas<br />

atau spool-setting. Disarankan untuk memberikan hak ini hanya<br />

kepada administrator, sementara semua user lainnya hanya boleh<br />

mencetak. Aditya Hendra(RF), Penulis@CHIP.co.id<br />

Menyimpan driver 9x pada Print<br />

Server: <strong>Anda</strong> juga dapat<br />

menyimpan driver 9x pada<br />

print-server, yaitu PC yang<br />

menyediakan printer. Otomatis<br />

Windows akan mendistribusikannya.<br />

Untuk itu, klik kanan<br />

pada icon printer tersebut dan<br />

buka tab ‘Sharing’. Di sana klik<br />

tombol ‘Additional driver’. Dalam<br />

window berikutnya, tandai<br />

driver yang akan ditambahkan,<br />

misalnya Windows 95, 98, dan<br />

Me, lalu klik ‘Ok’.<br />

Kini, Windows meminta <strong>Anda</strong><br />

memasukkan path ke driver.<br />

rikan<br />

Masukkan<br />

hak akses<br />

CD yang<br />

yang<br />

berisi<br />

lebih<br />

driver<br />

rinci<br />

pada<br />

printer.<br />

masing-masing<br />

Di sana carilah<br />

tipe<br />

folder<br />

user<br />

yang dengan ada file-file pertama-tama Windows <strong>Anda</strong> 9x.<br />

berikan Klik ‘Ok’ hak dan full Windows access pada akan<br />

group memeriksa Everyone dalam pada file INF, bagian file<br />

permission mana yang di dibutuhkan tab sharing. untuk<br />

Setelah mengendalikan itu pindahlah printer ke tab dan<br />

Security. meng-copy-nya Masukkan ke nama dalam user<br />

dan sebuah group folder yang pada diinginkan hard dan disk.<br />

tetapkan secara rinci hak-hak<br />

Awas: Jangan sekali-sekali<br />

akses untuk masing-masing<br />

menginstalasi driver 9x di<br />

user dan group tersebut. Hal ini<br />

bawah Windows 2000 atau<br />

akan membuat masing-masing<br />

Windows XP. Akibatnya, PC<br />

file atau folder hanya dapat<br />

dapat crash, bahkan sistem<br />

diakses<br />

operasi<br />

oleh<br />

bisa<br />

user<br />

tidak<br />

dan<br />

berfungsi<br />

group<br />

yang<br />

sama<br />

telah<br />

sekali.<br />

ditentukan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 53


PRAKTEK Instalasi Windows Server 2003<br />

Instalasi Windows Server 2003<br />

Penguasa dan Pengatur <strong>Jaringan</strong><br />

Microsoft telah memperbaiki feature keamanan pada Windows Server 2003 terbaru mereka. Dibandingkan<br />

dengan Windows 2000, Administrator harus beradaptasi dengan banyak hal, terutama saat instalasi software.<br />

Workshop berikut ini mempermudah kerja para Administrator dalam meng-install Windows Server 2003.<br />

k<br />

Sebelum menggunakan Windows Server 2003 Standard<br />

Edition, pastikan bila <strong>Anda</strong> memang membutuhkan<br />

sebuah server yang dedicated. Dengan pertimbangan harga yang<br />

mahal, tentu penggunaannya pun harus profesional. Bila tidak,<br />

<strong>Anda</strong> cukup menggunakan komputer Windows XP yang<br />

diaplikasikan sebagai File Server atau Print Server dalam jaringan<br />

<strong>Anda</strong>.<br />

Sistem operasi server milik Windows memang memiliki<br />

beberapa kelebihan, salah satunya adalah pengaturan yang<br />

terpusat dari semua PC yang terhubung dalam jaringan. Dengan<br />

bantuan Windows Server 2003 dan Active Directory yang<br />

terintegrasi, semuanya bisa dilakukan dari server. Ini meliputi<br />

instalasi program atau update tidak perlu dilakukan pada PC<br />

client, dapat memproteksi eksekusi file atau instalasi program<br />

tertentu, dan membatasi akses terhadap file dan folder tertentu.<br />

Penggunaan server akan efektif bila jumlah client lebih dari<br />

sepuluh. Jadi, pekerjaan Administrator dipermudah sehingga<br />

dapat diselesaikan dengan cepat.<br />

Artikel ini mengulas bagaimana menjadikan Windows Server<br />

2003 sebagai Domain Controller, DHCP-Server dan File Server<br />

untuk sebuah jaringan kecil, termasuk mengkonfigurasi pengguna<br />

dan sharing resource.<br />

54 | CHIP | NETWORKING<br />

1 Persiapan Instalasi<br />

Windows Server 2003 sebenarnya tidak membutuhkan<br />

kebutuhan khusus dalam hal hardware. Microsoft hanya<br />

menganjurkan prosesor dengan kecepatan minimal 550 MHz.<br />

Yang lebih penting dari kecepatan prosesor adalah kapasitas<br />

memori RAM, minimal harus menggunakan 256 MB. Semakin<br />

besar kapasitas memori, semakin baik kinerja server <strong>Anda</strong>.<br />

Server membutuhkan file swap, mulai dari 2 sampai 3 GB.<br />

Untuk instalasi server, <strong>Anda</strong> disarankan menyediakan sebuah<br />

partisi hard disk mulai 5 sampai 10 GB. Sisa kapasitasnya bisa<br />

dijadikan sebagai partisi kedua untuk menyimpan data atau<br />

keperluan lain. Semakin baik bila menggunakan 2 hard disk, satu<br />

untuk sistem dan satu untuk data. Perhatikan agar menggunakan<br />

hard disk dengan kecepatan paling baik. Selain itu, dibutuhkan<br />

pula network card, graphics card (PCI graphic card sudah<br />

cukup), monitor, keyboard dan mouse.<br />

Vendor seperti Hewlett-Packard, IBM atau Dell menawarkan<br />

komputer yang dirancang khusus untuk server. PC server<br />

branded seperti ini memiliki kelebihan. <strong>Pertama</strong>, menawarkan<br />

keamanan lebih karena menyediakan power supply ganda, fungsi<br />

RAID dan alarm signal jika terjadi gangguan. Kedua, PC ini<br />

biasanya sudah ditawarkan lengkap dengan sistem operasi server,<br />

artinya software servernya lebih murah daripada membelinya<br />

secara terpisah.<br />

2 Instalasi dari CD<br />

Instalasi Windows Server 2003 sangat mirip dengan Windows XP.<br />

Booting melalui CD dan biarkan Windows meng-install semua<br />

driver yang dibutuhkan. Saat ditanya partisi mana yang<br />

digunakan untuk sistem, sebaiknya memilih "Drive C:", yaitu<br />

"Partisi 1". Pada proses ini, <strong>Anda</strong> juga dapat menghapus partisi<br />

tertentu atau membuat partisi baru. Hati-hati: Semua data yang<br />

tersimpan dalam partisi akan terhapus. Partisi untuk sistem dan<br />

data akan diformat dengan sistem file NTFS.<br />

Setelah PC di-restart, Windows Setup muncul dalam mode<br />

VGA. Setelah window yang meminta nama PC muncul, tentukan<br />

sebuah password untuk Administrator. Password ini harus terdiri<br />

atas minimal 7 karakter dan selain huruf, harus disisipkan dengan<br />

karakter khusus, seperti tanda pagar "#". Pada "Network Settings",<br />

tandai option "User-Defined Settings" dan klik "Next". Pada<br />

window berikutnya, tentukan alamat IP dan Subnet Mask yang<br />

sesuai setelah mengklik ganda "Internet Protocol (TCP/IP)".<br />

Selanjutnya, klik "Next". Sekarang, proses Setup menanyakan<br />

apakah PC terhubung ke workgroup atau domain. Bila tidak<br />

memiliki domain, biarkan setting default dan klik "Next".<br />

Selanjutnya, Windows dikonfigurasi dan komputer di-restart.<br />

3 Konfigurasi sebagai Domain Controller<br />

Setelah login sebagai Administrator pada PC, window "Server<br />

Administration" akan muncul. Pada window ini, <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengkonfigurasi dan mengatur fungsi-fungsi utama server.<br />

Dibandingkan dengan pendahulunya, seperti Windows 2000 atau<br />

Windows NT, Windows Server 2003 menerapkan sebuah metode<br />

yang benar-benar berbeda karena masalah keamanan. Setelah<br />

instalasi selesai, semua fungsi dan service server dimatikan.<br />

Administrator nantinya akan mempertimbangkan fungsi atau<br />

service mana yang harus diaktifkan dan dikonfigurasi. Ini<br />

berguna untuk mencegah berjalannya semua fungsi dan service<br />

server yang tidak digunakan. Hal ini penting untuk keamanan<br />

server dari akses-aksese yang tidak diinginkan. Service yang tidak


diaktifkan dalam instalasi standar, di antaranya, Microsoft<br />

Internet Information Server. Bila service webserver ini<br />

dibutuhkan, Administrator harus meng-install kemudian. Untuk<br />

itu, klik "Add or Remove Role" dan klik "Next". Pilih "Custom<br />

Configuration" dan konfirmasikan dengan "Next". Sekarang,<br />

muncul sebuah list yang menampilkan sebuah fungsi server yang<br />

aktif dan menginformasikan apakah service-nya sudah di-install<br />

atau belum.<br />

Mulailah dengan "Domain Controller (Active Directory)".<br />

Tandai entry ini dan klik ganda pada "Next". Sebuah wizard<br />

muncul untuk membantu langkah-langkah selanjutnya. Klik<br />

ganda pada "Next". Pada window "Domain Controller Type",<br />

pastikan option "Domain Controller for a new domain" sudah dicheckmark.<br />

Pada window berikutnya, tandai "Domain in a new<br />

forest".<br />

Setelah mengklik "Next", Windows membutuhkan nama DNS<br />

untuk domain baru ini. DNS merupakan singkatan dari "Domain<br />

Name System", yaitu sistem yang menyimpan nama-nama<br />

domain di Internet. Salah satu contoh nama domain adalah<br />

"wwww.chip.co.id". Sebuah nama domain harus terdiri atas<br />

minimal dua kelompok karakter yang dipisahkan satu sama lain<br />

dengan tanda titik (.).<br />

Bagaimana menentukan nama DNS untuk domain <strong>Anda</strong>?<br />

<strong>Pertama</strong>, carilah nama yang sesuai, misalnya, nama kantor. Ketik<br />

"CHIP" pada kolom nama domain. Pembatasannya, nama<br />

domain harus terdiri atas minimal tiga karakter. Kemudian,<br />

diikuti dengan tanda titik (.) dan keterangan Top-Level-Domain<br />

(TLD). Di Internet, TLD ini berupa ".com" atau ".co.id". Untuk<br />

domain lokal, gunakan saja ".local". Jadi, nama DNS lengkap dari<br />

domain <strong>Anda</strong> adalah "CHIP.local". Namun, pada PC client, cukup<br />

login dengan domain "CHIP". Setiap PC dalam jaringan,<br />

termasuk server, secara otomatis mendapat sebuah nama DNS.<br />

Jika sebuah PC bernama "Komputerku", maka pada server, PC<br />

tersebut bernama "Komputerku.CHIP.local". Sekarang, lanjutkan<br />

dengan mengklik "Next".<br />

Window-window berikutnya dapat dilewati dengan "Next".<br />

Yang perlu diperhatikan adalah window "DNS Registration<br />

Diagnostics". Di sini, wizard menginformasikan bahwa tidak<br />

ditemukan DNS Server dalam jaringan <strong>Anda</strong>. Untuk itu,<br />

3<br />

Mudah: Konfigurasikan setting server dengan bantuan<br />

"Server Configuration Wizard".<br />

KONFIGURASI DNS FORWARDING<br />

www.chip.co.id? Siapakah Ini?<br />

Sebuah DNS Server hanya<br />

memiliki sebuah tugas, yaitu<br />

menerjemahkan host name<br />

dengan bantuan sebuah database<br />

menjadi sebuah alamat IP.<br />

Pada LAN, fungsi ini penting<br />

untuk administrasi client. Bila<br />

memiliki sebuah PC dalam<br />

jaringan, misalnya dengan<br />

nama "Komputerku", nama ini<br />

menunjuk kepada "Komputerku.CHIP.local"<br />

dalam "Active<br />

Directory". Namun, komunikasi<br />

antara PC di jaringan dilakukan<br />

dengan menggunakan protokol<br />

TCP/IP, artinya paket data<br />

dikirimkan ke PC yang benar<br />

dengan bantuan alamat IP.<br />

Untuk itu, DNS Server harus<br />

menyimpan alamat IP yang<br />

benar untuk host name<br />

tersebut.<br />

Internet dalam <strong>Jaringan</strong>: Masalah<br />

muncul jika ingin mengatur<br />

akses Internet melalui<br />

jaringan, misalnya melalui<br />

sebuah router DSL. Misalnya,<br />

jika <strong>Anda</strong> mengetik alamat<br />

"www.chip.co.id", DNS Server<br />

<strong>Anda</strong> akan mencari alamat IP<br />

yang ditentukan untuk nama<br />

ini dalam database-nya. Namun,<br />

hasilnya tentu gagal<br />

karena tidak ada PC dengan<br />

nama "www.chip.co.id" dalam<br />

jaringan <strong>Anda</strong>. Jadi, <strong>Anda</strong> tidak<br />

bisa terhubung dengan web-<br />

site tersebut. Di sini, <strong>Anda</strong><br />

harus mengatur agar DNS<br />

Server mencari alamat tersebut<br />

dalam Internet bila tidak<br />

terdapat dalam jaringan lokal.<br />

DNS-Forwarding: Untuk itu,<br />

<strong>Anda</strong> harus mengonfigurasi<br />

sebuah DNS Forwarding. Pada<br />

Manage Your Server", klik<br />

"Manage this DNS Server" di<br />

bagian "DNS Server". Di bagian<br />

kanan, klik kana nama Server<br />

dan pilih "Properties". Sekarang,<br />

klik tab "Forwarders" dan<br />

masukkan alamat IP lokal dari<br />

router <strong>Anda</strong> pada kolom "IP<br />

Address". Selanjutnya, klik<br />

'Add" dan konfirmasikan dengan<br />

"OK".<br />

Menyesuaikan Server: Sekarang,<br />

server harus mendapat<br />

informasi DNS Server dan router<br />

mana yang harus digunakan.<br />

Untuk itu, tentukan<br />

alamat IP router <strong>Anda</strong> sebagai<br />

"Default Gateway" dalam Network<br />

Properties. Di samping<br />

"Preferred DNS Server", masukkan<br />

alamat IP lokal dari server<br />

<strong>Anda</strong>. Bila DNS Server tidak<br />

menemukan alamat yang<br />

diminta, DNS Server akan<br />

meneruskannya melalui router<br />

ke DNS Server dari Internet<br />

Service Provider (ISP) yang<br />

digunakan.<br />

Forwarding: Tentukan alamat IP dari Router agar nama DNS yang<br />

tidak ditemukan dicari melalui Internet, misalnya melalui DNS<br />

Server dari ISP yang digunakan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 55


PRAKTEK Instalasi Windows Server 2003<br />

diperlukan Active Directory untuk administrasi PC client yang<br />

saling terhubung. Windows lalu menyarankan untuk menginstall<br />

dan mengkonfigurasi sebuah DNS Server. Konfirmasikan<br />

saja dengan "Next". Pada window "Permissions", biarkan setting<br />

default dan lanjutkan dengan "Next". Windows sekarang<br />

meminta sebuah password untuk Directory Services Restore<br />

Mode. Sebenarnya, ini tidak penting sekali dan dapat diabaikan<br />

dengan mengklik "Next". Setelah mengkonfirmasi window<br />

"Summary" dengan mengklik "Next", Server mulai meng-install<br />

Active Directory, mengkonfigurasi domain dan DNS Server.<br />

Sebagai penutup, klik "Finish" dan biarkan Windows me-restart<br />

PC. Setelah itu, login kembali dan tutup pesan yang muncul<br />

dengan "Finish".<br />

4 Instalasi dan Konfigurasi DHCP Server<br />

Sebuah server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)<br />

secara otomatis memberikan alamat IP saat PC client login ke<br />

jaringan. Demikian juga dengan alamat DNS Server lokal dan<br />

router. Dengan setting default, sebuah client tidak perlu menjadi<br />

anggota domain. Oleh sebab itu, tidak diperlukan login ke server.<br />

Pada "Manage Your Server", klik "Add or remove role" di<br />

samping "Managing Your Server Roles". Setelah mengklik "Next",<br />

tandai option "DHCP Server" pada window berikutnya. Klik<br />

"Next" dua kali, Windows menampilkan wizard. Lalu, klik "Next"<br />

dan berikan nama Scope, misalnya "Mycomputer". Setelah<br />

mengklik "Next", tentukan cakupan alamat yang harus digunakan<br />

oleh server sebagai alamat IP. Disarankan untuk memilih cakupan<br />

alamat yang tidak mencakup alamat IP dari Windows Server<br />

lokal. Bila server memiliki alamat IP 192.168.0.1, maka "Start IP<br />

address" dapat dimulai dengan "192.168.0.10" dan<br />

"192.168.0.100" sebagai "End IP address". Jadi, DHCP Server<br />

dapat memberikan sampai 91 alamat IP dalam jaringan. Setting<br />

selanjutnya dikonfigurasi secara otomatis. Setelah mengklik<br />

"Next", tentukan semua alamat IP yang tidak termasuk dalam<br />

daftar alamat yang digunakan DHCP Server. Bila router memiliki<br />

alamat IP 192.168.0.30, masukkan alamat ini di kolom "Start IP<br />

4<br />

Menentukan DNS Server: Menjadikan Server sebagai DNS<br />

Server.<br />

56 | CHIP | NETWORKING<br />

5<br />

Password: Apabile “Password Never Expires” nonaktif<br />

<strong>Anda</strong> harus selalu mengganti password setiap 42 hari.<br />

address" dan klik tombol "Add" dan "Next".<br />

Window berikutnya "Lease Duration" dapat dibiarkan dengan<br />

setting 8 hari. Selama login dalam waktu ini, sebuah PC mendapat<br />

alamat IP yang sama. Bila jaringan sering terhubung dengan<br />

komputer baru, misalnya banyak yang menggunakan notebook<br />

dalam jaringan, durasi waktu ini sebaiknya dipersingkat. Jadi,<br />

alamat IP tidak terkunci dalam waktu yang lama dan tetap<br />

tersedia untuk jaringan.<br />

Selanjutnya, klik tombol "Next" dan konfirmasikan untuk<br />

mengkonfigurasi DHCP-Options. Setelah mengklik "Next",<br />

masukkan alamat IP router. Alamat ini akan dikirimkan secara<br />

otomatis saat komputer client login. Lalu, klik "Add" dan "Next".<br />

Pada window "Domain Name and DNS-Servers", kosongkan<br />

kolom "Parent Domain" karena jaringan <strong>Anda</strong> tidak memilikinya.<br />

Pada kolom 'Server name", berikan nama Windows Server atau<br />

domain <strong>Anda</strong>, misalnya "CHIP.local". Setelah mengklik "Resolve",<br />

alamat IP server akan muncul. Klik tombol "Add" dan "Next".<br />

Window "WINS Server" dapat diabaikan dengan mengklik<br />

"Next". Tandai option "Yes, I want to activate this scope now" dan<br />

klik tombol "Next" dan "Finish".<br />

Terakhir, <strong>Anda</strong> harus memberikan semacam otorisasi<br />

untuk DHCP Server dalam Active Directory. Untuk itu,<br />

klik "Manage this DHCP Server" di bawah "DHCP Server"<br />

dalam "Manage Your Server". Pada window selanjutnya,<br />

nama server masih ditandai dengan panah merah ke<br />

bawah. Klik kanan nama Server dan selanjutnya pilih<br />

"Authorize". Setelah berubah menjadi panah hijau ke atas,<br />

DHCP Server sudah aktif. Sekarang, <strong>Anda</strong> dapat melihat dan<br />

mengubah berbagai option yang diberi tanda plus (+), seperti<br />

"Reservations". Pada "Address Leases", nantinya dapat dilihat<br />

alamat IP yang diberikan pada sebuah PC client.<br />

Konfigurasi User dan<br />

5<br />

Hak User<br />

Langkah selanjutnya adalah menentukan pengguna yang dapat<br />

login ke domain. Untuk itu, klik "Administration" di bawah<br />

"Tools and Updates" dalam "Manage Your Server". Pada window


TIPS SINGKAT<br />

Untuk LAN Perusahaan Kecil: Small Business Server 2003<br />

Sejak beberapa waktu lalu,<br />

Microsoft meluncurkan edisi<br />

baru dari Windows Small Business<br />

Server 2003 (SBS). Versi ini<br />

mendapat sambutan yang<br />

cukup hangat. Software untuk<br />

server ini khusus dirancang<br />

untuk perusahaan skala kecil<br />

dan menengah. Di antaranya<br />

mencakup fungsi-fungsi penting:<br />

Windows Server 2003<br />

Standard Edition, Windows<br />

Share Point Services, dan<br />

Exchange Server 2003. Sementara,<br />

Premium Edition menyertakan<br />

Internet Security and<br />

Acceleration Server (ISA) dan<br />

SQL-Server, termasuk Firewall<br />

Proxy dan Database.<br />

SBS 2003 dirancang khusus<br />

sebagai solusi basic infrastruktur<br />

untuk perusahaan<br />

seperti yang bergerak dalam<br />

bidang arsitektur, kerajinan<br />

tangan, konsultan hukum atau<br />

perusahaan audit yang ingin<br />

mengembangkan sistem e-mail<br />

dan akses Internet, serta<br />

dilengkapi dengan program<br />

akuntansi dan administrasi pegawai.<br />

Di sini, transaksitransaksi<br />

tersebut tidak membuat<br />

server kelebihan beban.<br />

Semua komponen dalam SBS<br />

2003 di-install dalam satu<br />

sistem sehingga lebih ekonomis.<br />

Microsoft pun menyediakan<br />

paket upgrade yang murah<br />

untuk user groups yang dibatasi<br />

sampai 75 client (dapat<br />

dipilih user atau PC).<br />

Saat ini, Standard Edition<br />

ditawarkan sekitar US$ 600,<br />

sementara Premium Edition seharga<br />

US$ 1.500. Biasanya,<br />

produk ini ditawarkan bersama<br />

hardware atau layanan tertentu<br />

sehingga harganya bisa<br />

ini, buka "Active Directory Users and Computers". Window ini juga bisa<br />

diakses melalui "Administrative Tools" dalam Control Panel.<br />

Di window kiri, tampak struktur yang berisi domain <strong>Anda</strong>,<br />

misalnya "CHIP.local". Klik tanda plus dan kemudian, klik dua<br />

kali folder "Users" untuk melihat daftar user dan group yang<br />

sudah ada. Secara default sistem membuat beberapa user group<br />

dan computer group. Dalam keadaan standar, kebanyakan group<br />

ini masih kosong, beberapa berisi "Administrator" dan lainnya<br />

berisi komputer-komputer jaringan. Sekarang, tambahkan user<br />

account yang lain, satu untuk masing-masing server. Untuk itu,<br />

klik "Action" atau klik kanan pada "Users". Selanjutnya, pilih "New"<br />

dan "User". Isi kolom nama dan klik "Next". Berikan sebuah password<br />

dan ulangi proses ini untuk baris di bawahnya.<br />

Perhatikan, bahwa Windows Server 2003 secara default<br />

membutuhkan keamanan password yang tinggi. Password harus<br />

terdiri atas minimal tujuh karakter, di antaranya minimal sebuah<br />

karakter khusus dan huruf. Bila ingin mengubahnya (tidak<br />

disarankan), buka kembali "Administrative Tools" dan klik<br />

"Security rules for Domains". Klik 'Security settings", "Account rules"<br />

dan "Password rules". Di sini, nonaktifkan option "Complex<br />

condition". Panjang password minimal juga bisa ditentukan di sini.<br />

Pada saat membuat account untuk user lain, pilih option "User<br />

must change password on next login". Saat pengguna login ke<br />

server untuk pertama kali, Windows memintanya untuk<br />

mengubah password tersebut dan menyimpan password baru ke<br />

dalam database user.<br />

Untuk itu, sebaiknya pilih setting "Password never expires".<br />

bervariasi satu sama lain.<br />

Sistem server ini sebaiknya<br />

disesuaikan dengan beban kerja<br />

yang diinginkan. SMS 2003<br />

dapat mendukung dua buah<br />

CPU. Bila diperlukan, kinerja<br />

tambahan tersebut akan digunakan.<br />

Penting untuk Diketahui bahwa<br />

SBS 2003 tidak menyediakan<br />

Active Directory dan tidak<br />

mendukung Trusted Settings<br />

seperti untuk Domain Windows<br />

NT 4.0. Jadi, server lain dapat<br />

diintegrasikan ke dalam<br />

jaringan tanpa masalah. Di sisi<br />

lain, bagi pengguna yang tidak<br />

memiliki know-how yang memadai,<br />

jelas memberikan<br />

keuntungan. Tanpa harus<br />

repot-repot mengkonfigurasi,<br />

sudah tersedia solusi lengkap<br />

yang mudah dan cepat<br />

ditangani.<br />

Feature Standar yang Bermanfaat<br />

dalam paket SBS 2003 ini<br />

adalah POP3 Mail Service.<br />

Layanan tambahan ini defaultnya<br />

tidak tersedia dalam<br />

Exchange Server 2003. Feature<br />

ini dapat men-query e-mail<br />

account yang digunakan oleh<br />

jaringan dan mengirimkannya<br />

ke mailbox masing-masing.<br />

Jadi, pengguna dapat bekerja<br />

dengan sistem e-mail yang<br />

terpadu. Selain itu, komunikasi<br />

e-mail melalui Exchange Server<br />

2003 dapat diakses dengan<br />

browser, ponsel, dan PDA.<br />

Secara Keseluruhan, Windows<br />

Small Business Server 2003<br />

menawarkan satu platform<br />

yang terpadu dan sangat cocok<br />

untuk perusahaan skala kecil.<br />

Tanpa banyak konfigurasi dan<br />

penyesuaian, server dapat<br />

dikonfigurasi dengan cepat.<br />

Bila tidak, Windows selalu meminta pengguna untuk mengubah<br />

password setiap 42 hari. Prakteknya, sering kali pengguna bermasalah<br />

mengingat password yang telah diganti. Setelah itu, klik "Next"<br />

dan "Finish". Sekarang, nama pengguna muncul dalam User List.<br />

Sekarang, buka tab "Member of ". Biasanya, Windows Server<br />

2003 mendaftarkan semua pengguna baru sebagai "Domain<br />

User". Untuk pengguna standar, setting ini jangan diubah. Setelah<br />

semua pengguna telah didefinisikan, tutup window tersebut.<br />

6<br />

Konfigurasi Sharing Resources<br />

dan Permission<br />

Kelebihan Windows Server 2003 adalah tidak menjadi menurun<br />

kinerjanya dengan tugas-tugasnya sebagai Domain Controller dan<br />

DHCP Server. Server ini juga bahkan dapat dijadikan sebagai File<br />

Server tanpa harus mengorbankan kinerjanya.<br />

Agar semua pengguna jaringan dapat mengakses data di server,<br />

<strong>Anda</strong> harus mengaktifkan sharing resource. Ini bisa merupakan<br />

seluruh partisi atau hanya folder tertentu saja. Langkah-langkah<br />

untuk membuat sharing resource dan user permission berikut ini<br />

hampir sama dengan Windows 2000 Professional dan Windows<br />

XP. Sistem operasi ini menawarkan dua cara untuk mengontrol<br />

akses pada sebuah komputer, yaitu melalui fasilitas sharing dan<br />

pemberian access right terhadap data dan folder.<br />

Pada dasarnya, <strong>Anda</strong> harus mengkonfigurasi sharing bila<br />

pengguna lain ingin mengakses sebuah drive atau folder.<br />

Sementara, pemberian akses dapat dilakukan dengan dua cara.<br />

| CHIP | NETWORKING | 57


PRAKTEK Instalasi Windows Server 2003<br />

Agar lebih jelas, <strong>Anda</strong> disarankan membuat sebuah sharing<br />

per drive dan menentukan permission terhadap file atau folder<br />

dengan pembatasan akses. Windows Server 2003 menawarkan<br />

fasilitas File Server melalui "Manage Your Server" dan bisa<br />

dikonfigurasi dengan wizard. Wizard ini hanya untuk membuat<br />

satu atau beberapa sharing folder. Namun, ini akan lebih cepat<br />

menggunakan Windows Explorer.<br />

Pertimbangkan terlebih dahulu, drive mana yang dapat disharing<br />

dan diakses oleh pengguna jaringan. Untuk mengaktifkan<br />

sharing pada drive yang dipilih, klik kanan drive tersebut<br />

dalam Windows Explorer dan pilih "Sharing and Security". Sekarang,<br />

klik "Share this folder" dan konfirmasikan dengan "OK".<br />

Bila ingin men-sharing seluruh partisi, pastikan Windows<br />

sudah mengkonfigurasi "Default Sharing" yang ditandai dengan<br />

nama drive diikuti dengan tanda "$". Sharing ini tersembunyi dan<br />

hanya untuk administrasi saja. Jadi, hanya System Administrator<br />

yang dapat mengaksesnya dan <strong>Anda</strong> masih harus mengkonfigurasi<br />

sharing kedua untuk partisi ini. Untuk itu, klik tombol "New<br />

share".<br />

Secara default, semua pengguna jaringan dapat mengakses<br />

drive ini, baik mengubah, menyimpan, atau menghapus file.<br />

Untuk membatasinya, terdapat dua cara. <strong>Pertama</strong>, pembatasan<br />

berdasarkan ‘Share Level Security’ dan kedua ‘Folder and File<br />

Security’. Untuk memproses cara pertama, klik "Permissions" dan<br />

untuk cara kedua, klik tab "Security".<br />

Biasanya, disarankan untuk memilih cara yang kedua.<br />

Mengapa? Sebagai contoh, <strong>Anda</strong> ingin mengatur hak akses yang<br />

berbeda untuk beberapa folder dalam satu drive. Cara ini hanya<br />

dapat dilakukan dengan ‘Share Level Security’ sehingga setiap<br />

folder mendapat level sekuriti yang berbeda. Pada PC client,<br />

folder-folder ini tampak dengan icon tersendiri dalam Network<br />

Neighborhood. Pengguna harus mengklik ganda untuk<br />

mengaksesnya. Prosesnya memang lebih rumit. Sementara, cara<br />

kedua tidak dapat mengaturnya demikian.<br />

Pada tab "Sharing", klik tombol "Permissions". Secara default,<br />

58 | CHIP | NETWORKING<br />

Semua<br />

6 Boleh:<br />

Administrator<br />

mempunyai akses<br />

yang tidak terbatas<br />

terhadap seluruh<br />

file dan folder.<br />

Windows Server 2003 menyediakan sebuah sharing yang<br />

memungkinkan semua pengguna jaringan membaca folder ini.<br />

Untuk mengubahnya, klik "Full Control" di bawah "Allow" dan<br />

konfirmasikan dengan "OK". Sekarang, atur Access Rights<br />

melalui Security Settings. Untuk itu, klik tab "Security". Klik<br />

tombol "Add" dan ketik "Administrator" pada kolomnya. Lalu,<br />

klik tombol "Check names". Pilih kedua Administrator Groups<br />

dan konfirmasikan dengan "OK". Setelah kembali mengklik<br />

"OK", keduanya dimasukkan dalam daftar "Group or user<br />

names". Untuk Administrators, berikan hak akses ke folder<br />

dengan "Full Control" dan klik "Apply" untuk menerima setting<br />

ini. Untuk menambah user dan group lain, lakukan dengan cara<br />

yang sama dan tentukan hak akses ke folder masing-masing.<br />

Terakhir, hapus group "Everyone". Catatan: Jika option "Allow"<br />

atau "Deny" tidak dipilih, Windows tidak mengizinkan aksesnya.<br />

Walaupun demikian, cara sharing berdasarkan Permission<br />

dan Security Setting pada Windows Server 2003 dapat<br />

memberikan masalah. Misalnya, sebuah partisi di-sharing<br />

seluruhnya dan group "Everyone" memiliki akses penuh ke partisi<br />

tersebut. Bila sebuah folder dalam partisi ini di-sharing dengan<br />

User Right yang berbeda bagi setiap penggunanya melalui tab<br />

"Security", Windows Server 2003 menganggap User Right<br />

tersebut bertentangan. Di sini, server akan menerapkan setting<br />

Access Right dari folder di atasnya (dalam hal ini partisi) ke<br />

semua folder yang terdapat di bawahnya. Jadi, group "Everyone"<br />

memiliki akses "Full Control" ke semua folder di dalam partisi<br />

tersebut. Untuk dapat membedakan Access Right pada setiap<br />

folder, Permission turunan ini harus dinonaktifkan terlebih<br />

dahulu. Untuk itu, buka tab "Security" dan klik "Advanced". Di<br />

sini, nonaktifkan option "Permission from superordinated<br />

folder..." dan konfirmasikan dengan "OK". Window peringatan<br />

muncul dan klik "Remove". Sekarang, <strong>Anda</strong> bisa mengatur Access<br />

Right tertentu untuk masing-masing folder. Setelah menentukan<br />

semua Access Right, klik "OK". Setting pembatasan akses ini akan<br />

segera diaplikasikan.<br />

7<br />

Konfigurasi Windows Server 2003<br />

sebagai Print Server<br />

Windows Server 2003 dapat dijadikan sebagai Print Server<br />

dengan "Add or remove function" melalui "Manage Your Server".<br />

Artinya, sebuah printer yang terhubung dengan server dapat<br />

digunakan oleh pengguna jaringan lain. Caranya seperti mengkonfigurasi<br />

sharing folder. Selain melalui "Manage Your Server",<br />

ada cara lain yang lebih cepat. Hubungkan printer ke server dan<br />

instal driver yang diperlukan. Selanjutnya, klik-kanan icon<br />

Printer dan pilih "Share". Tandai option "Shared as". Sekarang,<br />

Windows memberikan shared-name untuk printer ini. Pindahlah<br />

ke tab "Security". Tentukan semua pengguna yang dapat<br />

mengakses dan mengatur printer tersebut. Untuk mengaktifkan<br />

monitoring dan mengubah user right dari pengguna tertentu,<br />

klik tombol "Advanced".<br />

Reza.Wahyudi@CHIP.co.id (RF)


PRAKTEK Instalasi Mail Server<br />

Instalasi Mail Server di Windows 2003<br />

Layanan E-mail <strong>Jaringan</strong> Lokal<br />

Selain service SMTP Server, Windows Server 2003 juga menawarkan layanan POP3 Server. Dengan<br />

feature ini, <strong>Anda</strong> dapat membangun sebuah Mail Server untuk komunikasi e-mail jaringan internal.<br />

CHIP akan menunjukkan caranya.<br />

k<br />

Fungsi yang paling sering digunakan melalui sebuah LAN<br />

adalah pertukaran informasi dan data. Bila sebuah<br />

jaringan terhubung dengan Internet, pesan dapat dikirim ke<br />

pengguna lain di ujung dunia melalui e-mail atau sebuah<br />

messenger. Penerimanya cukup menunggu di kantor atau rumah.<br />

Pertukaran file juga dapat dilakukan dengan cara ini. Namun,<br />

untuk pertukaran file dalam jaringan internal, sebaiknya<br />

menggunakan teknik shared folder.<br />

Metode pengiriman file melalui e-mail atau messenger<br />

memang kurang sempurna. Pengiriman dan penerimaan e-mail<br />

melalui Internet selain membutuhkan waktu juga terdapat<br />

komponen biaya dalam hal penyediaan bandwidth. Selain itu,<br />

pengaktifkan messenger client pun sudah pasti memakan<br />

memori RAM yang besar. Pengiriman file melalui Internet ke<br />

pengguna jaringan lokal yang lain tidak disarankan karena<br />

kecilnya bandwidth dibandingkan dengan melalui LAN itu<br />

sendiri. Demikian pula dengan shared folder, baik pengirim<br />

maupun penerima harus menentukan terlebih dahulu di mana<br />

file disimpan.<br />

Dalam banyak kasus, bertukar file melalui jaringan e-mail<br />

internal dirasakan lebih baik. Namun, diperlukan sebuah Mail<br />

Server dalam jaringan. Solusi ekonomis untuk membangun Mail<br />

Server adalah dengan menggunakan software gratis yang dapat<br />

di-download dari Internet, salah satunya adalah Jana Server.<br />

Program ini terdapat dalam CHIP Spesial CD. Sebenarnya, Jana<br />

Server merupakan sebuah proxy server, namun juga dapat<br />

mengatur e-mail account, yaitu sebagai news server. Server ini<br />

dapat men-query beberapa server sekaligus, mengambil e-mail<br />

yang tersimpan di mailbox luar, dan kemudian diteruskan ke<br />

mailbox pengguna dalam jaringan. Jana Server merupakan<br />

aplikasi 32 bit, dapat berjalan di Windows 9x, NT4, 2000, dan XP.<br />

Sebuah Mail Server lokal dapat dibangun dengan<br />

menggunakan tool internal Windows. Awalnya, Windows Server<br />

2003 menyediakan service SMTP Server, saat ini juga<br />

k Mail-Server dapat dibangun dengan menggunakan<br />

software gratis seperti Jana Server atau dengan software<br />

komersial Mdaemon Mail Server.<br />

k Client CHIP-CD menyediakan berbagai program e-mail<br />

client gratis, seperti Eudora dan Pegasus E-mail dalam versi<br />

yang terbaru.<br />

60 | CHIP | NETWORKING<br />

k ISI CD<br />

menyertakan service POP3 Server. Dengan kedua service ini,<br />

sebuah LAN dapat dengan mudah dilengkapi dengan sebuah<br />

Mail Server.<br />

Selain memberikan lalu lintas e-mail internal yang cepat dan<br />

mudah, juga memberikan keuntungan lain. Bagi yang<br />

menjalankan sebuah website pada server, dapat meletakkan<br />

sebuah form khusus (misalnya, untuk feedback) bagi pengunjung<br />

website, yang nantinya feedback ini dikirim ke e-mail perusahaan<br />

melalui SMTP Server. Selain itu, Mail Server juga dapat<br />

digunakan untuk mengorganisasi berbagai workgroup melalui<br />

Sharepoint Portal Services. Pada saat website mempunyai content<br />

baru, semua anggota workgroup otomatis mendapat<br />

pemberitahuan melalui e-mail secara otomatis. Layanan ini tentu<br />

dapat meningkatkan potensi server <strong>Anda</strong>.<br />

Instalasi Mail Server<br />

Layanan POP3 dan SMTP pada Windows Server 2003 tidak<br />

termasuk dalam instalasi standar. Kedua layanan ini harus diinstall<br />

secara manual. Aplikasi Mail Server ini dapat di-install<br />

bersama dengan aplikasi server lainnya, misalnya file server atau<br />

domain server, pada satu server PC. Selain itu dapat pula<br />

menggunakan sebuah server PC khusus yang berfungsi sebagai<br />

Mail Server. Untuk yang terakhir ini, yang perlu diperhatikan<br />

adalah masalah lisensi server dari Microsoft.<br />

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Window Server 2003 tidak<br />

menyediakan service IMAP Server. IMAP merupakan singkatan<br />

dari Internet Message Access Protocol dan merupakan pesaing<br />

dari protokol POP3. Dengan IMAP Server, e-mail tetap tersimpan<br />

dalam server. Pengguna dapat menggunakan e-mail client untuk<br />

membaca e-mail tersebut dan memilih e-mail untuk didownload<br />

seperlunya. Selain itu, e-mail di server tetap dapat<br />

dilihat dan disortir. Dibandingkan dengan POP3, layanan IMAP<br />

juga memungkinkan mailbox diakses oleh beberapa pengguna<br />

dan penambahan komentar seperti "Important" pada setiap email.<br />

Sayangnya, layanan IMAP ini semakin jarang ditawarkan<br />

oleh provider, karena dengan menyediakan layanan ini, maka<br />

sebagian pengguna akan ‘menitipkan’ e-mail mereka di server<br />

provider. Oleh karena itu provider harus menyediakan space yang<br />

cukup untuk tempat penyimpanan e-mail para penggunanya.<br />

Untuk membangun Mail Server dengan service POP3 dan<br />

SMTP, buka "Server Administration" pada Windows Server 2003.<br />

Secara default, ini akan dijalankan secara otomatis saat sistem


Tips Mail Server Terbaik Di Internet<br />

Panduan langkah demi langkah mengkonfigurasi Server<br />

POP3 dan SMTP.<br />

www.ilopia.com/Articles/WindowsServer2003/<br />

EmailServer.aspx<br />

Panduan langkah demi langkah bergambar.<br />

www.windowsnetworking.com/articles_tutorials/Windo<br />

ws_POP3_Service.html<br />

Service POP3 dan SMTP pada Windows 2003 Server<br />

http://www.microsoft.com/technet/prodtechnol/exchan<br />

ge/guides/POP3SvcE2k3/7f9b6e6d-a73b-4ec7-b7f3-<br />

6bd265939b48.mspx<br />

operasi dijalankan. Bila telah dinonaktifkan, menu ini bisa dibuka<br />

melalui "Administration | Server Administration".<br />

Pada "Add Programs to Server", klik menu "Add or Remove<br />

Programs". Pada jendela berikutnya, klik "Next". Lalu, tandai<br />

dalam daftar "Mail Server (POP3, SMTP)" dan konfirmasikan<br />

dengan "Next". Pada window berikutnya, "Authentification<br />

Methode" tetap pada setting "Local Windows Accounts". Di sini,<br />

Windows meminta nama dari domain e-mail. Untuk lalu lintas email<br />

internal, nama bisa dipilih sembarang, kemudian diikuti<br />

dengan tanda titik dan extension "local", misalnya<br />

"mymailsever.local". Selanjutnya, klik "Next".<br />

Windows mulai melakukan konfigurasi dan copy file <strong>Anda</strong><br />

yang dibutuhkan setelah mengklik "Next" sekali lagi. Di sini,<br />

diminta untuk memasukkan CD Windows Server 2003. Setelah<br />

selesai, window "This Server is now a Mail Server" akan muncul.<br />

Akhiri dengan mengklik "Finish".<br />

Mengkonfigurasi Service POP3<br />

Untuk melakukan konfigurasi service POP3, buka kembali<br />

window "Server Administration". Pada bagian "Mail Server<br />

(POP3, SMTP), klik "Manage this Mail Server". Jendela "POP3-<br />

Service" akan terbuka. Di sini, klik tanda plus (+) di depan nama<br />

server untuk membukanya. Di window kanan, terdapat link "Add<br />

mailbox". Klik link ini dan berikan nama untuk mailbox yang<br />

baru, misalnya "Shazma". Pilih option "Create user associated<br />

with this mailbox" dan berikan password yang diinginkan di<br />

bawahnya. Konfirmasikan dengan "OK" dan tutup pesan yang<br />

muncul dengan "OK".<br />

Mengkonfigurasi Service SMTP<br />

Administrasi service SMTP dan POP3 dilakukan secara<br />

terpisah. Untuk mengkonfigurasi SMTP Server, klik menu "Start<br />

| Administration" dan pilih "Internet Information Services<br />

Manager". Di sini, terdapat nama server <strong>Anda</strong> dan di bawahnya<br />

tersedia entri "SMTP Virtual Service". Di bawah entri "Domains",<br />

<strong>Anda</strong> bisa menemukan nama Mail Server dan nama komputer<br />

PANDUAN<br />

POP3, IMAP, DAN SMTP<br />

POP3 dan SMTP merupakan<br />

singkatan dari dua protokol email<br />

yang banyak digunakan di<br />

Internet.<br />

POP merupakan singkatan dari<br />

"Post Office Protocol" dan<br />

menggambarkan suatu proses<br />

yang men-download e-mail<br />

dari server ke program e-mail di<br />

client. Selain POP3, pada era<br />

80-an, digunakan POP2 yang<br />

harus digunakan bersama<br />

dengan SMTP. Sementara, POP3<br />

bekerja sendiri.<br />

POP3 saat ini digeser oleh IMAP<br />

(Internet Message Access<br />

Protocol) yang lebih canggih.<br />

Sayangnya, IMAP yang sudah<br />

sampai pada versi 4.0 ini belum<br />

didukung oleh semua provider.<br />

SMTP merupakan singkatan<br />

dari Simple Mail Transport<br />

Protocol. Protokol ini menetapkan<br />

proses pengiriman dan<br />

penerimaan e-mail dalam<br />

jaringan komputer, seperti<br />

Internet. Sebenarnya, SMTP itu<br />

sendiri berfungsi untuk mengatur<br />

lalu lintas e-mail antara<br />

berbagai server. Sementara,<br />

POP3 berfungsi untuk mengirimkan<br />

e-mail ke Client.<br />

Kelemahan besar SMTP<br />

adalah tidak tersedianya<br />

prosedur otentifikasi sehingga<br />

setiap pengguna dapat<br />

mengirim e-mail melalui SMTP<br />

Server sebuah ISP. Akibatnya, email<br />

spam menjadi berkembang.<br />

Biasanya, ISP meminta otentifikasi<br />

melalui POP3 Server.<br />

Bila otentifikasi berhasil, pengguna<br />

tersebut dapat menggunakan<br />

SMTP Server untuk<br />

mengirim e-mail.<br />

Untuk dapat mengirim dan<br />

menerima e-mail, e-mail Client<br />

seperti Outlook Express, harus<br />

dikonfigurasi dengan benar<br />

pada menu setting server<br />

POP3/IMAP dan server SMTP.<br />

server.<br />

Klik kanan "SMTP Virtual Service" dan pilih "Properties".<br />

Pindahlah ke tab "Access" dan klik tombol "Relay". Pastikan kedua<br />

option "Grant permissions to relay e-mail for all authorized users"<br />

dan "All computers, excepts listed below" telah dipilih. Setelah<br />

Memilih Mail Server: Layanan POP3 dan SMTP dapat ditambah<br />

dengan menggunakan “Configure Your Server Wizard”.<br />

| CHIP | NETWORKING | 61


PRAKTEK Instalasi Mail Server<br />

dikonfirmasikan dengan "OK". Mail Server sekarang sudah siap<br />

digunakan.<br />

62 | CHIP | NETWORKING<br />

Mengkonfigurasi E-mail Client<br />

Agar dapat mengirim dan menerima e-mail melalui Mail<br />

Server internal, program e-mail di PC (e-mail client) harus<br />

dikonfigurasi juga. Setting berikutnya dilakukan pada Outlook<br />

Express. Namun, konfigurasinya bisa diterapkan sama untuk<br />

program-program e-mail client yang lain.<br />

Untuk itu, buka Outlook Express dan klik menu "Tools |<br />

Accounts". Klik tombol "Add" dan pilih "Mail..". Berikan nama<br />

yang sesuai dengan nama mailbox yang telah dibuat sebelumnya<br />

saat mengkonfigurasi service POP3. Lalu, klik "Next". Masukkan<br />

alamat e-mail, misalnya "shazma@CHIP.local". Klik "Next" sekali<br />

lagi dan berikan nama atau alamat IP POP3 Server dan SMTP<br />

Server. Di sini, tentulah nama dari komputer server, bukan nama<br />

Mail Server.<br />

Setelah mengklik "Next", Outlook Express meminta nama<br />

account. Dalam hal ini "shazma". Kemudian, tentukan sebuah<br />

password yang telah dikonfigurasi sebelumnya pada service<br />

POP3. Setelah itu, klik "Next" dan akhiri dengan mengklik<br />

"Finish". Sekarang, e-mail account sudah terkonfigurasi dan<br />

cobalah mengirim e-mail. Service SMTP dari Windows Server<br />

2003 akan menerima e-mail ini dan meneruskannya secara<br />

otomatis ke service POP3 yang dituju. Selanjutnya, e-mail ini<br />

diambil oleh e-mail client.<br />

Menjalankan service POP3 dan SMTP<br />

Prosedur yang telah dijelaskan sebelumnya diaplikasikan<br />

untuk Windows Server 2003 dengan jaringan peer-to-peer. Bila<br />

menggunakan jaringan dalam sebuah domain dan dengan Active<br />

Directory, konfigurasinya sedikit berbeda. Dengan sebuah Active<br />

Setting yang<br />

benar: Inilah<br />

konfigurasi<br />

Outlook<br />

Express untuk<br />

mengakses<br />

Mail Server.<br />

TIP PROFESIONAL<br />

Mengkonfigurasi SMTP<br />

Windows Server 2003 memiliki<br />

sebuah bug yang menyebabkan<br />

dialog "SMTP Virtual<br />

Service" tidak muncul dalam<br />

"Internet Information Services<br />

Manager". Bila hal ini terjadi,<br />

tutup kembali jendela Manager<br />

dan klik menu "Start | Run".<br />

Ketik perintah "regsvr32<br />

%systemroot%\system32\inet<br />

srv\smtpsnap.dll". Setelah IIS<br />

Manager dibuka, "SMTP Virtual<br />

Service" sudah terlihat kembali.<br />

Bila langkah di atas tidak<br />

berfungsi, lakukan berikut ini.<br />

Klik menu "Start | All Programs |<br />

Accessories" dan pilih "Command<br />

Prompt". Ketik perintah<br />

yang sama di atas dan jalankan<br />

dengan menekan Enter. Sekarang,<br />

"SMTP Virtual Service"<br />

tetap muncul pada IIS Manager.<br />

Microsoft telah mengetahui<br />

bug ini dan sudah dapat<br />

diatasi dengan Service Pack 1<br />

for Windows Server 2003.<br />

Directory, user domain dengan password normal dapat juga login<br />

melalui service POP3. Namun, Windows tidak membuat mailbox<br />

untuk setiap pengguna secara otomatis. jadi, <strong>Anda</strong> harus melakukan<br />

konfigurasi secara manual.<br />

Caranya adalah sebagai berikut. Ikuti langkah-langkah yang<br />

diberikan "Configure Your Server Wizard". Pada dialog<br />

"Configure POP3 Service", pilih setting "Active Directory<br />

integrated" sebagai "Authentication Methode". Lalu, berikan<br />

nama e-mail domain di bawahnya. Nama ini harus sesuai dengan<br />

domain lokal <strong>Anda</strong>. Langkah selanjutnya seperti yang telah<br />

diuraikan di atas.<br />

Pada window konfigurasi service POP3, tentukan mailbox<br />

untuk masing-masing pengguna. Untuk semua pengguna<br />

jaringan yang terdaftar dalam Active Directory, option "Create<br />

user associated with this mailbox" dapat dinonaktifkan.<br />

Perhatikan agar nama mailbox dan nama pengguna harus sama.<br />

Bila salah atau user name tidak terdapat dalam Active Directory,<br />

pesan error akan muncul.<br />

Ubah nama<br />

mailbox:<br />

Setelah<br />

mengaktifkan<br />

Windows<br />

Authentification,<br />

sesuaikan<br />

nama account<br />

di Outlook<br />

Express.


Setting untuk service SMTP sama seperti untuk jaringan peerto-peer.<br />

Kemudian, konfigurasikan Outlook Express seperti<br />

langkah yang telah disebutkan sebelumnya untuk membuat<br />

sebuah account.<br />

Mengatur Setting Keamanan<br />

Untuk melindungi account POP3 dari pengguna yang tidak<br />

berhak, Windows Server 2003 menyediakan beberapa setting.<br />

<strong>Pertama</strong>, <strong>Anda</strong> harus mengaktifkan Windows Authentication<br />

untuk service SMTP. Untuk itu, buka "Internet Information<br />

Services Manager", lalu klik tanda plus (+) dengan nama server<br />

<strong>Anda</strong>. Selanjutnya, klik kanan "SMTP Virtual Service" dan pilih<br />

"Properties". Pindahlah ke tab "Access" dan klik tombol<br />

"Authentication" di area "Access control". Pada window<br />

berikutnya, tandai option "Integrated Windows Authentication".<br />

Selanjutnya, akhiri dengan mengklik "OK".<br />

Sesuaikan konfigurasi yang baru pada Outlook Express. Untuk<br />

itu, buka menu "Tools | Accounts". Tandai nama server <strong>Anda</strong> pada<br />

tab "All" dan klik "Properties". Sekarang, klik tab "Servers". Tandai<br />

option "My server requires authentication". <strong>Anda</strong> tidak perlu<br />

mengubah setting melalui "Advanced". Setelah itu, masukkan<br />

nama account. Sebagai account name, berikan dalam bentuk<br />

"[username]@[nama mail domain]". Misalnya, untuk pengguna<br />

bernama "Shazma" dengan domain "CHIP.local", bentuknya<br />

menjadi "shazma@CHIP.local". Konfirmasikan setting ini dengan<br />

mengklik "OK".<br />

Dengan konfigurasi ini, seorang pengguna harus memasukkan<br />

password yang benar untuk mengakses e-mail account. Password<br />

memang masih dikirimkan dalam bentuk teks murni oleh<br />

jaringan. Bila seseorang menggunakan program Network Sniffer<br />

yang memantau lalu lintas data dalam jaringan, password ini bisa<br />

diketahui dengan mudah. Untuk menghindarinya, password<br />

harus dienkripsi.<br />

Aktifkan mode<br />

enkripsi:<br />

Outlook<br />

Express dapat<br />

mengenkripsi<br />

password yang<br />

dikirim melalui<br />

jaringan.<br />

KNOW-HOW<br />

POP3 Connector untuk Download E-<br />

Mail<br />

Sebelum melakukan konfigurasi<br />

POP3 Server dan SMTP<br />

Server dalam jaringan <strong>Anda</strong>,<br />

sebaiknya mengetahui bahwa<br />

POP3 Server dalam Windows<br />

Server 2003 bukan untuk<br />

mengambil e-mail yang<br />

tersimpan di mailbox eksternal,<br />

contohnya seperti yang<br />

ditawarkan oleh ISP dimana email<br />

dapat dikirim ke e-mail<br />

internal. Untuk tugas ini,<br />

dibutuhkan sebuah POP3<br />

Connector, seperti yang<br />

ditawarkan dalam Windows<br />

Small Business Server. POP3<br />

Connector ini tidak tercakup<br />

dalam POP3 Service dari<br />

Windows Server 2003. Sementara,<br />

pengiriman e-mail melalui<br />

service SMTP ke alamat eksternal<br />

tidak membutuhkan<br />

program tambahan.<br />

Microsoft Exchange Server<br />

bahkan tidak menyediakan<br />

sebuah POP3 Connector. Di sini,<br />

Exchange Server harus diinformasikan<br />

bahwa server tersebut<br />

menggunakan koneksi Internet<br />

dengan alamat IP yang fixed<br />

dan domain yang sudah<br />

terdaftar. Walaupun demikian,<br />

Exchange Server juga bisa<br />

didukung dengan POP3<br />

Connector dari produsen<br />

software lain.<br />

Untuk itu, buka window untuk mengatur konfigurasi POP3.<br />

Klik kanan nama PC Server dan pilih "Properties". Lalu, pilih<br />

option "Log on using Secure Password Authentication (SPA)" dan<br />

tutup jendela dengan "OK". Service POP3 harus di-restart untuk<br />

menerima perubahan setting. Klik saja dengan "Yes".<br />

Program e-mail client juga harus disesuaikan agar mengirim<br />

password dalam bentuk terenkripsi. Untuk itu, klik "Tools |<br />

Accounts" dalam Outlook Express. Tandai nama Mail Server<br />

<strong>Anda</strong> dan klik "Properties". Buka tab "Servers" dan aktifkan option<br />

"Log on using Secure Password Authentication". Konfirmasi<br />

konfigurasi baru ini dengan mengklik "OK".<br />

Mengatur Konfigurasi Lain<br />

Agar beban e-mail tidak menggangu kinerja server, ukuran e-mail<br />

yang boleh dikirim per mailbox dapat dibatasi. Untuk itu, melalui<br />

"Internet Information Services Manager", buka "Properties" dari<br />

"SMTP Virtual Service". Kemudian, klik tab "Messages". Selain<br />

ukuran e-mail "Limit message size to (KB)", <strong>Anda</strong> juga bisa<br />

membatasi jumlah maksimal penerima e-mail. Option ini juga<br />

dapat mencegah meluasnya e-mail spam yang dikirim ke ratusan<br />

penerima sekaligus melalui server <strong>Anda</strong>.<br />

Kedua option "Limit session size to (KB)" dan "Limit number<br />

of messages per connection to" sebaiknya dinonaktifkan karena<br />

konfigurasi ini tidak cocok digunakan pada sebuah jaringan untuk<br />

bisnis.<br />

Selanjutnya, buka tab "Delivery". Di sini, dapat ditentukan<br />

berapa lama durasi delivery retry jika proses pengiriman gagal dan<br />

kapan delay notification dikirimkan ke pengirimnya.<br />

Reza Wahyudi (RF)<br />

| CHIP | NETWORKING | 63


PRAKTEK Mengkonfigurasi Windows ICS<br />

Mengkonfigurasi Windows ICS<br />

Berbagi Akses Internet<br />

Tanpa tambahan modem, jalur telepon, ISP, atau software, Windows Internet Connection Sharing (ICS) dapat<br />

menghubungkan semua pengguna jaringan ke Internet. CHIP akan menunjukkan cara mengkonfigurasi sebuah<br />

PC sebagai Gateway dan juga komputer client secara optimal.<br />

k<br />

Saat ini, sangat mudah untuk menghubungkan beberapa<br />

PC sekaligus ke Internet. Dengan menggunakan router,<br />

PC <strong>Anda</strong> sudah akan langsung terhubung ke Internet. Namun,<br />

mungkin <strong>Anda</strong> juga ingin menikmati Internet melalui notebook<br />

yang sudah terhubung ke jaringan. Cara yang mudah dan cepat<br />

adalah dengan menggunakan ICS. Software NAT menjadi metode<br />

koneksi yang sangat aman untuk terhubung<br />

ke Internet.<br />

PC yang terhubung ke Internet disebut<br />

sebagai "Host", sementara komputer<br />

jaringan yang mengakses Internet melalui<br />

PC tersebut disebut sebagai "Client".<br />

Instalasi dan Konfigurasi ICS<br />

Fasilitas sharing Internet sudah ditawarkan<br />

Microsoft mulai Windows 98 SE. Fungsinya<br />

sebenarnya sama saja, namun instalasi dan<br />

konfigurasinya sedikit berbeda.<br />

Pada Windows XP, caranya sebagai<br />

berikut. Buka "Network Connection” yang<br />

ingin di-sharing. Klik setting koneksi ini di<br />

bagian "Network Tasks". Aktifkan ketiga<br />

option pada "Internet Connection Sharing"<br />

yang terdapat dalam tab "Advanced". Sekarang, buka tab<br />

"Options". Di sini, tentukan nilai untuk option "Idle time after<br />

hang up" menjadi "5 Minutes".<br />

Selanjutnya, Windows XP secara otomatis menetapkan PC<br />

Host dengan alamat IP 192.168.0.1. Alamat IP yang sebelumnya<br />

langsung diganti. Namun bila jaringan <strong>Anda</strong> menggunakan<br />

jangkauan alamat IP yang lain atau alamat IP ini sudah dimiliki<br />

oleh PC lain dalam jaringan, akan timbul masalah. Untuk itu<br />

Windows memungkinkan <strong>Anda</strong> untuk menggunakan alamat IP<br />

private yang lain. Alamat IP pada client juga harus disesuaikan.<br />

64 | CHIP | NETWORKING<br />

k ISI CD<br />

TIPS<br />

k <strong>Jaringan</strong> Lebih Aman. Lindungi komputer jaringan <strong>Anda</strong><br />

dari akses ilegal dengan menggunakan program firewall<br />

seperti ZoneAlarm versi terbaru.<br />

k Alternatif. Kemungkinan lain untuk menggunakan akses<br />

Internet secara bersama adalah menggunakan program<br />

Proxy, seperti Jana Server.<br />

DHCP Tidak<br />

Bermasalah<br />

Jangan lupa untuk mengaktifkan fasilitas "File and Print Sharing"<br />

agar PC Host bisa terlihat oleh jaringan.<br />

Konfigurasi Client<br />

Konfigurasi Client sebenarnya hanya dilakukan pada setting<br />

TCP/IP Protocol. Setiap client harus<br />

memiliki sebuah alamat IP. Alamat IP<br />

Client tentunya harus dalam jangkauan<br />

alamat yang sama dengan alamat IP PC<br />

Host. Misalnya, Host ICS beralamat IP<br />

192.168.0.1, maka PC client harus dalam<br />

jangkauan 192.168.0.2 sampai<br />

192.168.0.254. Perhatikan bahwa XP<br />

secara otomatis memberikan alamat<br />

Subnet Mask 255.255.255.0.<br />

Pada "Gateway", berikan alamat IP dari<br />

PC Host yang merupakan gerbang menuju<br />

Internet. Demikian juga untuk alamat<br />

DNS Server. Setting lainnya tidak<br />

diperlukan. Apabila <strong>Anda</strong> membuka<br />

browser dan mengetikkan sebuah alamat<br />

website, koneksi Internet secara otomatis<br />

dibuka oleh PC Host. Server jaringan<br />

kemudian meneruskan data yang diterima ke PC client.<br />

Jika koneksi dilakukan melalui kabel telepon, sebaiknya atur<br />

konfigurasinya agar tidak terus-menerus terhubung ke Internet.<br />

<strong>Anda</strong> bisa memutuskannya bila tidak diperlukan. Pada setting<br />

normal, koneksi akan diputus setelah beberapa menit tidak<br />

dipergunakan. Namun, cara ini tidak efektif karena saat sebuah<br />

program e-mail terbuka, program tersebut akan terus-menerus<br />

mengecek e-mail ke Mail Server sehingga tetap terkoneksi ke<br />

Internet.<br />

Setelah PC Host terhubung ke Internet, muncul icon untuk<br />

"Connection Sharing" di area Internet Gateway" dalam window<br />

"Network Connections". Jika icon ini diklik-kanan, koneksi bisa<br />

langsung diputus. Untuk mempermudahnya, klik-kanan icon<br />

untuk membuka "Properties" Internet Gateway. Aktifkan option<br />

"Show icon at notification tray when connected". Setelah itu, icon<br />

‘Connection Sharing’ akan muncul di system tray dan dapat<br />

digunakan untuk memutuskan koneksi Internet. Remote<br />

Disconnection hanya berfungsi bila PC Host juga menggunakan<br />

Windows XP.<br />

Saat menggunakan DHCP-Server,<br />

masalah bisa muncul bila PC Host<br />

memakai Windows XP dan<br />

Windows 2000 sebagai Client.<br />

Untuk mengatasinya, lakukan<br />

langkah berikut. Buka "Command<br />

Prompt" pada Windows 2000 dan<br />

jalankan perintah "ipconfig<br />

/renew". Di sini, Windows 2000<br />

akan meminta alamat IP yang<br />

baru saat terhubung dengan<br />

DHCP-Server. Koneksi Internet kini<br />

langsung bisa berfungsi.


Tips Mail Server Terbaik Di Internet<br />

Tutorial Online k www.guidescentral.com<br />

Workshop dan tip Internet Connection Sharing (ICS),<br />

Network Address Translation (NAT), VPN-Network, dan<br />

banyak lagi.<br />

Know-How dan Panduan k www.internet-sharing.com<br />

Knowledge Website seputar NAT, DHCP, dll.<br />

Tips ICS k http://search.microsoft.com/search/results.<br />

aspx? View=de-de&p=1&c=10&st=b&qu=ICS&na=32&cm=<br />

512<br />

Menggunakan ICS sebagai DHCP Server<br />

Internet Connection Sharing juga dapat digunakan sebagai<br />

DHCP Server. Langkah instalasi dan konfigurasi PC Host sama<br />

seperti menggunakan alamat IP yang fixed. Di sini, PC Host<br />

merupakan satu-satunya PC dalam jaringan yang menggunakan<br />

alamat IP yang fixed (tetap). Sebaiknya gunakan alamat IP yang<br />

standar, yaitu 192.168.0.1.<br />

Pada PC client, <strong>Anda</strong> tidak perlu mengkonfigurasi alamat IP<br />

secara manual. Pada Windows XP, cukup dengan menandai<br />

option "Apply IP address automatically". ICS akan secara<br />

otomatis memberikan alamat IP Host untuk Gateway dan DNS<br />

Server, sedangkan kolom Network Properties tidak perlu diisi<br />

dengan alamat IP Server.<br />

Internet Connection Sharing menggunakan DHCP Server<br />

memang terlihat mudah dan praktis. Namun hal ini tidak<br />

disarankan secara mutlak karena beberapa alasan. <strong>Pertama</strong>, <strong>Anda</strong><br />

tidak bisa mengontrol alamat IP dari PC dalam jaringan. Kedua,<br />

ICS Server harus merupakan PC pertama dalam jaringan atau<br />

berjalan mandiri. Apabila client tidak menemukan DHCP Server<br />

dalam jaringan, secara otomatis Client mendapat sebuah alamat<br />

antara 169.254.0.0 sampai 169.254.255.255. Namun, bila sebuah<br />

PC (atau perangkat lain, misalnya printer network) memiliki<br />

alamat IP yang statis dari jangkauan alamat lain, PC ini tidak akan<br />

dapat dijangkau.<br />

Mudah Diputus: Jika ICS-Host berbasis Windows XP, koneksi ke<br />

client yang memakai Windows XP dapat langsung diputus.<br />

KNOW-HOW<br />

Beginilah ICS Berfungsi<br />

Terdapat empat kemungkinan<br />

untuk menghubungkan LAN<br />

dengan Internet, yaitu melalui<br />

router berbasis software atau<br />

hardware, Proxy Server atau<br />

Software NAT seperti ICS. NAT<br />

merupakan singkatan dari<br />

Network Address Translation,<br />

yaitu cara mengirimkan paket<br />

data dari Client ke Server yang<br />

diinginkan di Internet. NAT-<br />

Server (ICS-Host) kemudian<br />

menerima respons dari server<br />

tersebut dan meneruskannya<br />

ke client.<br />

Cara Kerja NAT Server: Agar<br />

dapat berfungsi, Server menyimpan<br />

sebuah tabel yang<br />

berisi Source IP Address dan<br />

Source Port Number dari setiap<br />

data paket yang diteruskan.<br />

Saat meneruskannya ke<br />

Internet Server, NAT-Server<br />

mengganti data ini dengan<br />

alamat IP dan Port Number<br />

sendiri. Paket data yang<br />

diterima dari Internet kemudian<br />

diperiksa oleh NAT Server.<br />

Jika request tersebut tercatat<br />

dalam tabel, maka paket data<br />

diteruskan ke client yang<br />

memintanya. Apabila tidak<br />

ada, paket data akan dikembalikan.<br />

Oleh karena alamat IP<br />

client tidak terekspos ke dunia<br />

LAN<br />

192.168.0.2<br />

INTERNET<br />

Network<br />

PC<br />

Internet-<br />

Server<br />

192.168.0.3<br />

Network<br />

PC<br />

192.168.0.1/95.27.111.2<br />

luar, NAT juga berfungsi sebagai<br />

pertahanan terhadap serangan<br />

luar. Mengenai topik ini,<br />

baca artikel khusus di edisi ini.<br />

XP dengan NAT Traversal:<br />

Beberapa aplikasi memang<br />

bermasalah dengan metode ini<br />

sehingga aplikasi tersebut<br />

tidak bisa terhubung ke<br />

Internet. Ini terjadi bila aplikasi<br />

tersebut tidak mengenali<br />

perubahan alamat NAT Server<br />

atau menggunakan Outgoing<br />

Port yang salah atau yang<br />

bersifat tetap.<br />

Oleh karena itu, Microsoft<br />

menyertakan NAT Traversal<br />

dalam Windows XP. Teknik ini<br />

menjamin aplikasi bisa menemukan<br />

NAT Server dan melakukan<br />

konfigurasi secara otomatis.<br />

Syaratnya, NAT-server mendukung<br />

Universal plug & play<br />

(UPnP), yaitu teknik plug & play<br />

melalui jaringan. Jadi, penerjemahan<br />

Port-Number yang disebut<br />

sebagai "Port Mapping"<br />

dapat dilakukan langsung oleh<br />

program atau melalui script.<br />

Demikian juga dengan firewall<br />

Windows XP. Agar dapat<br />

berfungsi, program ini disesuaikan<br />

dengan NAT Traversal<br />

dan UPnP.<br />

Gateway (ICS)<br />

Internet-<br />

Server<br />

192.168.0.4<br />

Network<br />

PC<br />

67.202.97.1 77.188.19.2<br />

14.192.38.4<br />

Prinsip NAT:<br />

Gateway<br />

membuat<br />

sebuah tabel<br />

yang berisi<br />

Source-IP<br />

dan Source-<br />

Port dari<br />

setiap paket<br />

data yang<br />

keluar. Saat<br />

meneruskannya<br />

ke Internet,<br />

paket<br />

data ini dikirimseolaholah<br />

dari NAT<br />

Server itu<br />

sendiri.<br />

| CHIP | NETWORKING | 65


PRAKTEK MRTG<br />

Multi Router Traffic Grapher (MRTG)<br />

Pantau Bandwidth <strong>Anda</strong><br />

Pemantauan bandwidth seakan sudah menjadi kebutuhan untuk jaringan skala menengah dan besar. CHIP<br />

akan memberikan panduan lengkap untuk melakukan hal tersebut dengan menggunakan software Multi<br />

Router Traffic Grapher (MRTG).<br />

k<br />

Secara singkat, Multi Router Traffic Grapher (MRTG)<br />

adalah tool yang bisa digunakan untuk memantau<br />

beban traffic (traffic load) dalam sebuah jaringan. Software yang<br />

dibuat oleh Tobias Oetiker ini menggunakan protokol Simple<br />

Network Management Protocol (SNMP) yang biasanya dimiliki<br />

oleh setiap interface jaringan (antara lain hub, switch, router,<br />

network card/NIC, Access Point, dan lain-lain). Agar bisa<br />

dipantau oleh MRTG, tentu saja syaratnya adalah adanya<br />

dukungan protokol SNMP untuk setiap perangkat-perangkat<br />

tersebut. Dengan kata lain, hanya perangkat yang mendukung<br />

protokol SNMP sajalah yang bisa dimonitor dengan menggunakan<br />

MRTG.<br />

Sekilas Tentang SNMP<br />

Simple Network Management Protocol (SNMP) diciptakan<br />

pada sekitar tahun 1988. Tujuan awal diciptakannya protokol<br />

SNMP ini adalah untuk mengatur berbagai device yang semakin<br />

banyak seiring dengan berkembangnya jaringan Internet.<br />

SNMP sendiri merupakan “turunan” dari protokol Simple<br />

Gateway Management Protocol (SGMP). Sebenarnya, SNMP<br />

juga akan digantikan oleh bebreapa protokol lain yang lebih<br />

modern (CMIS/CMIP), tetapi sampai saat ini SNMP masih<br />

menjadi protokol manajemen jaringan yang paling banyak<br />

digunakan.<br />

Secara singkat, SNMP terdiri dari tiga bagian yaitu managed<br />

device, agent, dan Network Management System (NMS). Berikut<br />

ini deskripsi singkat mengenai fungsi dari ketiga elemen<br />

tersebut.<br />

Managed Device k Node jaringan yang memiliki SNMP agent<br />

dan berada dalam jaringan yang di-manage. Managed device<br />

akan mengumpulkan informasi yang nantinya bisa diakses oleh<br />

NMS dengan menggunakan SNMP. Managed device bisa berupa<br />

router, switch, hub, ethernet/NIC, ataupun elemen network<br />

lainnya.<br />

66 | CHIP | NETWORKING<br />

k ISI CD<br />

k ActivePerl CHIP menyediakan program ActivePerl 5.8.7 dari<br />

ActiveState dalam CHIP-CD sebagai kompiler Perl untuk<br />

platform Windows.<br />

k MRTG CHIP juga menyediakan program MRTG terbaru versi<br />

2.12.2 dalam CHIP-CD.<br />

Agent k Software untuk manajemen network yang berada di<br />

managed device. Agent berperan untuk menerjemahkan<br />

informasi ke dalam “bahasa” yang kompatibel dengan SNMP.<br />

Network Management System k Bagian dalam jaringan yang<br />

akan melakukan pengawasan ataupun mengatur managed<br />

device.<br />

Secara detail, ada lima perintah yang biasa digunakan untuk<br />

proses interaksi antara NMS dan managed device atau agent.<br />

Kelima perintah tersebut adalah sebagai berikut.<br />

Get k Perintah yang dilakukan oleh NMS untuk mengambil<br />

informasi tertentu.<br />

Get Next k Sama seperti Get, tetapi Get Next mengambil<br />

informasi satu tingkat setelahnya atau selanjutnya.<br />

Set k Perintah yang akan diberikan oleh NMS ke managed<br />

device. Perintah Set ini biasanya digunakan untuk mengeset<br />

parameter tertentu dari managed device.<br />

Get Response k Respons dari managed device atas perintah Get,<br />

Get Next, atau Set yang diberikan oleh NMS. Respon ini bisa<br />

berisi informasi yang diminta oleh NMS atau bisa juga berisi<br />

pesan kesalahan.<br />

Trap k Biasanya berupa notifikasi atau peringatan yang<br />

dikeluarkan secara spontan oleh managed device kepada NMS.<br />

Biasanya perintah Trap ini digunakan untuk kejadian yang<br />

penting dan harus diberitahukan kepada NMS.<br />

Sampai saat ini, standar SNMP baru mencapai versi 2.<br />

Sayangnya, SNMP versi 1 dan versi 2 ini tidak saling kompatibel.<br />

RFC1452 mendefinisikan metode untuk membuat SNMP versi 1<br />

dan versi 2 ini agar bisa berjalan bersaaman, yaitu dengan<br />

menggunakan proxy agent ataupun bilingual NMS. Solusi proxy<br />

agent akan menggunakan proxy untuk saling menerjemahkan<br />

“bahasa” SNMP versi 1 dan versi 2, sementara solusi bilingual<br />

NMS adalah dengan menggunakan software NMS yang mendukung<br />

dua “bahasa” sekaligus, yaitu SNMP versi 1 dan versi 2.<br />

Prinsip Kerja MRTG<br />

Pertanyaan berikutnya adalah menyangkut hubungan antara<br />

MRTG dengan SNMP. Fungsi dari MRTG sebenarnya adalah<br />

melakukan monitoring berdasarkan parameter SNMP yang<br />

dikembalikan oleh managed device (dalam hal ini device yang<br />

di-monitor oleh MRTG). MRTG akan melakukan query<br />

mengenai status traffic dari node suatu network. Selanjutnya,<br />

MRTG akan menampilkan status traffic tersebut dalam bentuk<br />

gambar dalam suatu halaman web yang telah ditentukan.<br />

MRTG tersedia dalam berbagai platform seperti Windows,<br />

Linux/Unix, Netware, dan Mac OS X. Namun, dalam tutorial ini


Referensi untuk MRTG<br />

Website untuk mulai mencari informasi tentang MRTG<br />

k http://people.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/mrtg/<br />

Panduan instalasi MRTG untuk Windows<br />

k http://people.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/mrtg/mrtg<br />

-nt-guide.html<br />

Panduan instalasi MRTG untuk Linux<br />

k http://people.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/mrtg/mrtg<br />

-unix-guide.html<br />

Web-site untuk men-download file MRTG<br />

k http://people.ee.ethz.ch/oetiker/webtools/mrtg/pub/.<br />

CHIP hanya akan membahas MRTG yang berbasiskan<br />

Windows. Ulasan berikut akan mengajak <strong>Anda</strong> untuk menginstall<br />

MRTG dalam sembilan langkah mudah. Setelah<br />

menyelesaikan sembilan langkah ini, <strong>Anda</strong> diharapkan sudah<br />

bisa memanfaatkan MRTG untuk melakukan monitoring dari<br />

interface jaringan yang diinginkan.<br />

Hal penting yang perlu <strong>Anda</strong> perhatikan adalah proses<br />

instalasi MRTG pada platform Windows ini tidak semudah<br />

instalasi program Windows lain pada umumnya. Bagi <strong>Anda</strong><br />

yang sudah terbiasa dengan proses instalasi yang sangat mudah<br />

pada Windows mungkin akan sedikit kesulitan dan bingung<br />

dengan rumitnya instalasi MRTG. CHIP akan memandu <strong>Anda</strong><br />

langkah demi langkah. Dengan demikian <strong>Anda</strong> diharapkan akan<br />

mendapatkan panduan yang pasti dalam melakukan instalasi<br />

MRTG. Setiap langkah yang diberikan sebaiknya <strong>Anda</strong> lakukan<br />

secara berurutan untuk memastikan semua langkah dilakukan<br />

dengan benar.<br />

Proses instalasi sebenarnya dilakukan pada dua sisi, yaitu sisi<br />

NMS dan sisi managed device. Semua proses instalasi berikut<br />

akan dilakukan pada NMS (PC yang digunakan untuk memonitor<br />

managed device), sementara pada managed device<br />

hanya perlu dilakukan konfigurasi SNMP (langkah ketiga).<br />

1. Instalasi Perl<br />

MRTG dibangun dengan dasar bahasa Perl dan C. Bahasa<br />

Perl yang satu ini lebih populer karena kemampuannya dalam<br />

Prinsip dasar SNMP: NMS akan mengirimkan perintah dan<br />

direspons oleh Managed System dengan informasi yang<br />

sesuai.<br />

KNOW-HOW<br />

Manfaat Penggunaan MRTG<br />

Mungkin <strong>Anda</strong> akan mempertanyakan<br />

manfaat dari penggunaan<br />

MRTG dibandingkan<br />

dengan tool monitoring lainnya<br />

(khususnya untuk platform<br />

Windows). Sebenarnya keunggulan<br />

dari MRTG adalah dari<br />

faktor kesederhanaan dan<br />

fungsionalitasnya.<br />

MRTG bisa dikonfigurasikan<br />

dengan mudah untuk memantau<br />

penggunaan bandwidth<br />

dalam suatu interface<br />

yang mendukung SNMP. <strong>Anda</strong><br />

juga bisa memantau peningkatan<br />

traffic dalam berbagai<br />

skala (daily, rata-rata<br />

setiap 5 menit), sampai skala<br />

tahunan.<br />

<strong>Anda</strong> dapat dengan mudah<br />

melihat jika ada lonjakan traffic<br />

yang menandakan ada sesuatu<br />

yang tidak beres dalam<br />

jaringan. Adanya worm ataupun<br />

trojan yang biasanya mempengaruhi<br />

traffic upload dapat<br />

dideteksi dengan melihat grafik<br />

upload yang dihasilkan oleh<br />

MRTG. Integrasi dengan web<br />

server juga memudahkan<br />

Administrator untuk melakukan<br />

pemantauan dari jarak<br />

jauh, tanpa harus melalui proses<br />

otentifikasi.<br />

melakukan operasi string. Perl tidak tersedia secara native dalam<br />

sistem operasi Windows. Oleh sebab itu, <strong>Anda</strong> harus terlebih<br />

dahulu melakukan instalasi Perl pada platform Windows.<br />

Dalam percobaan, CHIP menggunakan ActivePerl versi 5.8.7<br />

buatan ActiveState (www.activestate.com).<br />

Setelah selesai men-download ActivePerl, maka <strong>Anda</strong> harus<br />

membuka file ZIP dan menjalankan file “installer.bat”. Proses<br />

instalasi dari ActivePerl ini dibuat sangat sederhana dengan<br />

menggunakan batch file. Setelah <strong>Anda</strong> menjalankan “installer.bat”,<br />

maka <strong>Anda</strong> akan dihadapkan pada beberapa pertanyaan yang<br />

menyangkut konfigurasi instalasi dari Perl. Setelah selesai<br />

instalasi, pastikan direktori “\Perl\bin” sudah masuk ke dalam<br />

path Windows <strong>Anda</strong>.<br />

Cara mengeceknya adalah dengan mengetikkan “perl” pada<br />

sembarang direktori (dengan mengakses console Command<br />

Prompt terlebih dahulu). Jika Windows tidak menampilkan<br />

Klasik namun tetap Fungsional: Proses instalasi Perl ini<br />

masih berbasiskan teks dengan menggunakan bantuan<br />

batch file.<br />

| CHIP | NETWORKING | 67


PRAKTEK MRTG<br />

pesan kesalahan, maka seharusnya instalasi Perl sudah selesai.<br />

Jika Windows menampilkan pesan kesalahan yang menyatakan<br />

bahwa “perl tidak dikenal sebagai command”, maka tampaknya<br />

direktori “\Perl\bin” belum dimasukkan ke dalam path.<br />

Alternatif lain adalah dengan mengetikkan “path” dalam<br />

Command Prompt. Periksa apakah ada direktori “\Perl\bin”dari<br />

teks yang muncul. Jika tidak ada, maka bisa dipastikan Perl<br />

belum dimasukkan ke dalam path pencarian.<br />

Solusinya adalah dengan memasukkan direktori “\Perl\bin”<br />

ke dalam path Windows secara manual. Caranya adalah sebagai<br />

berikut. Klik kanan dari “My Computer” dan pilih “Properties”.<br />

Selanjutnya pilih tab menu “Advanced” dan tombol “Environment<br />

Variables”. Perhatikan bagian “System variables” dan cari kolom<br />

yang berisi “Path”. Pilih baris tersebut dan klik “Edit”.<br />

Tambahkan path “C:\Perl\bin” dalam kolom “Variable Value”.<br />

Sebagai contoh digunakan drive “C” dengan direktori “Perl\bin”<br />

dimana instalasi Perl dilakukan. <strong>Anda</strong> bisa mengubah path ini<br />

sesuai dengan letak direktori instalasi Perl <strong>Anda</strong>.<br />

Sebagai catatan: Antara path yang satu dengan path lain akan<br />

dipisahkan dengan tanda “;”. Jadi yang harus <strong>Anda</strong> tambahkan<br />

dalam kolom “Variable Value”adalah “;C:\Perl\bin”(tanpa tanda<br />

kutip). Setelah selesai, klik “OK” untuk menutup windowwindow<br />

yang ada dan restart-lah PC <strong>Anda</strong>.<br />

2. Instalasi MRTG<br />

Hal pertama yang harus <strong>Anda</strong> lakukan tentunya adalah mendownload<br />

versi terbaru dari MRTG. MRTG bisa didapat dari<br />

“http://people.ee.ethz.ch/oetiker/webtools/mrtg/pub/”. Bagi <strong>Anda</strong><br />

yang malas mengingat alamat yang panjang di atas, maka bisa<br />

menggunakan bantuan search engine seperti Google ataupun<br />

Yahoo. Ketikkan “MRTG” pada kolom pencarian, maka<br />

seharusnya akan muncul banyak halaman yang menyediakan<br />

file MRTG untuk di-download.<br />

Sama seperti instalasi ActivePerl, proses instalasi MRTG juga<br />

jauh dari warna-warni interface yang biasanya membantu<br />

proses instalasi <strong>Anda</strong>. Sedikit perbedaan adalah proses instalasi<br />

MRTG ini relatif lebih sederhana dan lebih mudah. <strong>Anda</strong> hanya<br />

perlu mengekstrak file instalasi ke direktori yang <strong>Anda</strong> inginkan.<br />

Gunakan tool ekstraksi favorit <strong>Anda</strong> seperti WinZip, WinRar,<br />

ataupun Total Commander. Ekstraklah file instalasi ke dalam<br />

direktori yang <strong>Anda</strong> inginkan.<br />

CHIP menyarankan <strong>Anda</strong> untuk menggunakan direktori<br />

yang sederhana dan mudah diingat seperti “C:\MRTG”.<br />

Penggunaan nama direktori yang rumit seperti “C:\MRTG-<br />

2.12.2” memang membantu <strong>Anda</strong> mengidentifikasikan versi<br />

MRTG yang digunakan, tetapi akan sedikit menyulitkan <strong>Anda</strong><br />

dalam proses konfigurasi akibat nama direktori yang lebih sukar<br />

diingat.<br />

Langkah pengujian terakhir yang harus <strong>Anda</strong> lakukan adalah<br />

sebagai berikut. Masuklah ke direktori “\MRTG\bin” lalu<br />

ketikan “perl mrtg”. Jika <strong>Anda</strong> menemukan tampilan pesan<br />

kesalahan yang menandakan bahwa MRTG belum memiliki file<br />

konfigurasi, maka bisa dikatakan proses konfigurasi Perl dan<br />

68 | CHIP | NETWORKING<br />

MRTG <strong>Anda</strong> sudah berhasil.<br />

Manual:<br />

<strong>Anda</strong><br />

harus<br />

menamba<br />

hkan path<br />

dari<br />

direktori<br />

instalasi<br />

Perl<br />

secara<br />

manual.<br />

3. Konfigurasi SNMP pada Managed Device<br />

Setiap device yang ingin <strong>Anda</strong> monitor harus mendukung<br />

protokol Simple Network Management Protocol (SNMP).<br />

Selain mendukung, <strong>Anda</strong> juga harus memastikan bahwa<br />

protokol SNMP tersebut sudah dikonfigurasikan dengan benar<br />

untuk setiap device.<br />

Kali ini, CHIP membahas konfigurasi SNMP yang dilakukan<br />

pada device Ethernet (Network Interface Card/NIC) yang terinstall<br />

di PC berbasiskan Windows 2000/XP. Proses konfigurasi<br />

untuk router, Access Point, switch, dan berbagai device lain juga<br />

sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya mungkin <strong>Anda</strong> harus<br />

menyesuaikan interface yang ada dari setiap device tersebut.<br />

<strong>Pertama</strong>-tama, <strong>Anda</strong> harus memastikan bahwa protokol<br />

SNMP sudah ter-install di PC. Caranya, klik kanan pada “My<br />

Computer” dan pilih “Manage”. Selanjutnya pilih “Service and<br />

Tambahkan: Protokol SNMP biasanya harus ditambahkan<br />

secara manual dengan menggunakan “Add Remove<br />

Windows Component”.


Identitas:<br />

<strong>Anda</strong> harus<br />

menentukan<br />

nama Community<br />

khusus<br />

sebagai sarana<br />

identifikasi<br />

dalam<br />

jaringan.<br />

Applications | Services”. Lihat kolom pada bagian kanan window<br />

dan cari item “SNMP Service”. Jika <strong>Anda</strong> tidak menemukan item<br />

tersebut, maka hal itu menandakan SNMP belum ter-install di<br />

PC <strong>Anda</strong>. Oleh karena itu, <strong>Anda</strong> harus melakukan instalasi<br />

secara manual. Masuklah ke “Start | Settings | Control Panel |<br />

Add Remove Programs | Add/Remove Windows Components”.<br />

Dari menu yang muncul, pilihlah “Management and<br />

Monitoring Tools”. Klik “Details” dan pastikan komponen<br />

“Simple Network Management Protocol” sudah dipilih. Tutup<br />

window yang ada dengan mengklik “OK”. Windows akan<br />

melakukan instalasi komponen SNMP dan meminta CD<br />

Windows. Sampai saat ini seharusnya proses instalasi SNMP<br />

sudah selesai.<br />

Selesainya proses instalasi tidak menandakan selesainya tugas<br />

<strong>Anda</strong>. <strong>Anda</strong> masih harus melakukan konfigurasi untuk SNMP.<br />

Caranya sebagai berikut. Klik kanan pada “My Computer” dan<br />

pilih “Manage”. Selanjutnya, pilih “Service and Applications |<br />

Services”. Carilah item “SNMP Service” dan klik dua kali untuk<br />

membuka window konfigurasi. Hal pertama yang harus <strong>Anda</strong><br />

lakukan adalah memastikan service sudah berjalan (service<br />

status: “Started”). Selanjutnya, pilih tab menu “Security”.<br />

Ubahlah nama “Community” menjadi kata-kata yang unik<br />

seperti “ServerJim” dan ubah “Community Rights” menjadi<br />

“Read Only”. Sebagai catatan, nama Community (atau<br />

“Community String”) merupakan nama unik yang digunakan<br />

sebagai tanda pengenal. <strong>Anda</strong> sebaiknya menggunakan nama<br />

yang cukup unik, karena “Community String” ini juga sekaligus<br />

berfungsi sebagai “password” saat mengambil data SNMP.<br />

Masih pada tab yang sama, <strong>Anda</strong> juga bisa menentukan host<br />

mana saja yang packet-nya boleh diterima atau membebaskan<br />

sistem untuk menerima packet SNMP dari host manapun.<br />

Hal terakhir yang harus <strong>Anda</strong> lakukan adalah membuka tab<br />

“Agent”. Masukkan nama “Contact” dan “Location” pada kolom<br />

yang tersedia. Aktifkan juga semua pilihan Service yang ada<br />

pada window tersebut.<br />

Sampai posisi ini, <strong>Anda</strong> sudah bisa bernapas lega karena<br />

Lagi-lagi manual: Mirip dengan protokol SNMP, IIS juga<br />

harus <strong>Anda</strong> tambahkan secara manual dengan<br />

menggunakan “Add Remove Windows Components”.<br />

proses konfigurasi SNMP pada PC sudah selesai. PC <strong>Anda</strong> kini<br />

sudah siap untuk mengirimkan data SNMP sesuai dengan<br />

permintaan dari NMS.<br />

4. Konfigurasi Web Server<br />

Seperti sudah dibahas di awal, MRTG akan menghasilkan<br />

gambar dalam bentuk grafik pada halaman web. <strong>Anda</strong> memang<br />

bisa melihat file HTML yang dihasilkan secara manual pada<br />

direktori output dari MRTG, namun tentunya cara ini tidak<br />

efisien. Cara yang direkomendasikan adalah dengan membuat<br />

sebuah web server pada NMS. Selanjutnya, output dari file<br />

HTML akan diarahkan ke dalam direktori kerja dari web server<br />

MRTG UNTUK HOME USER<br />

Pantau Traffic Broadband<br />

MRTG bukan hanya untuk<br />

pengguna corporate dengan<br />

jaringan besar. Pengguna rumahan<br />

juga bisa memanfaatkan<br />

MRTG untuk memantau<br />

jaringan broadband<br />

ataupun jaringan wireless<br />

yang sudah ada.<br />

Hal pertama yang harus<br />

<strong>Anda</strong> perhatikan adalah adanya<br />

dukungan SNMP pada<br />

router/switch yang digunakan.<br />

Beberapa Access Point<br />

juga memiliki feature SNMP<br />

yang bisa <strong>Anda</strong> monitor.<br />

Selanjutnya, proses konfigurasi<br />

SNMP dan NMS bisa<br />

<strong>Anda</strong> lakukan dengan berbekal<br />

panduan sembilan langkah<br />

yang telah dibahas CHIP<br />

dalam artikel ini.<br />

Dengan MRTG ini, <strong>Anda</strong><br />

bisa memantau adanya lonjakan<br />

traffic dalam jaringan<br />

broadband. Adanya penyusup<br />

yang “menempel” ke Access<br />

Point dan memanfaatkan<br />

bandwidth jaringan juga bisa<br />

diketahui dengan memantau<br />

perubahan traffic.<br />

Hal ini juga bermanfaat<br />

untuk para orang tua yang<br />

ingin mengawasi kebiasaan<br />

penggunaan Internet dari<br />

anak-anaknya. Traffic yang<br />

terlalu tinggi tentu tidak wajar<br />

untuk anak-anak yang baru<br />

menggunakan Internet.<br />

| CHIP | NETWORKING | 69


PRAKTEK MRTG<br />

tersebut. Dengan cara ini, <strong>Anda</strong> bisa melihat file HTML yang<br />

dihasilkan oleh MRTG dengan mengujungi alamat web server<br />

tersebut.<br />

<strong>Anda</strong> bisa menggunakan web server seperti Internet<br />

Information Services (IIS) ataupun Apache. Apache harus <strong>Anda</strong><br />

download secara manual (www.apache.org), sedangkan IIS<br />

merupakan komponen Windows yang harus <strong>Anda</strong> tambahkan<br />

secara manual. Dalam praktek kali ini, CHIP menggunakan IIS<br />

pada Windows 2000.<br />

Berikut ini CHIP akan membahas singkat tentang proses<br />

instalasi IIS. Masuklah ke “Start | Settings | Control Panel | Add<br />

Remove Programs | Add/Remove Windows Components”.<br />

Aktifkan pilihan “Internet Information Services” atau IIS. Ikuti<br />

langkah selanjutnya untuk melakukan instalasi IIS pada<br />

Windows <strong>Anda</strong>. Setelah proses instalasi selesai, cobalah untuk<br />

mengunjungi alamat “http:\\localhost” pada browser <strong>Anda</strong>.<br />

Seharusnya, <strong>Anda</strong> akan mendapatkan tampilan halaman web<br />

yang menandakan IIS sudah aktif. Hal tersebut menandakan<br />

proses instalasi IIS sudah selesai.<br />

5. Konfigurasi File Config MRTG<br />

Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dari semua<br />

bagian yang harus <strong>Anda</strong> lakukan. Bagian ini akan mengatur<br />

pembuatan file konfigurasi yang nantinya akan digunakan oleh<br />

MRTG.<br />

Masuklah ke dalam direktori “\MRTG\bin” dan ketikkan<br />

perintah berikut.<br />

“perl cfgmaker ServerJim@10.15.33.8 --global “WorkDir:<br />

c:\Inetpub\wwwroot\mrtg” --output mrtg.cfg”<br />

Parameter yang dimasukkan di atas tentunya harus<br />

disesuaikan dengan konfigurasi sistem <strong>Anda</strong>. Nama “ServerJim”<br />

harus disesuaikan dengan “Community String” yang <strong>Anda</strong><br />

gunakan. IP Address 10.15.33.8 juga harus diganti dengan IP<br />

interface yang akan <strong>Anda</strong> monitor. Terakhir yaitu bagian<br />

“c:\Inetpub\wwwroot\mrtg” merupakan direktori web server<br />

Nama file HTML default:: <strong>Anda</strong> harus mengganti semua<br />

kode “10.15.33.8_16777220” dengan “index” agar nama<br />

file HTML yang dihasilkan juga berubah.<br />

70 | CHIP | NETWORKING<br />

Sukses: Jika <strong>Anda</strong> mendapatkan tampilan seperti di atas<br />

ketika mengakses “http:\\localhost”, maka proses instalasi<br />

IIS sudah berhasil dengan sukses.<br />

IIS yang akan menampung file grafik dan HTML yang dihasilkan<br />

oleh MRTG. Sebagai catatan, <strong>Anda</strong> harus membuat sendiri<br />

direktori “mrtg” di bawah direktori “c:\Inetpub\wwwroot”.<br />

Direktori “c:\Inetpub\wwwroot” merupakan direktori default<br />

untuk web server dari IIS.<br />

6. Menentukan Nama File HTML<br />

Secara default, MRTG akan membuat file HTML berdasarkan<br />

kode IP. Cara ini tentu tidak efisien karena IIS dan web<br />

server lain biasanya menggunakan nama file umum seperti<br />

“default.htm” atau “index.htm”. Penggunaan nama file default<br />

dari MRTG yang menggunakan kode IP ini tentunya tidak praktis<br />

(sulit untuk diingat). Oleh karena itu, CHIP menyarankan<br />

<strong>Anda</strong> untuk mengganti nama file HTML default yang dihasilkan<br />

oleh MRTG ini.<br />

Cara mengganti nama file HTML yang akan dihasilkan oleh<br />

MRTG ini sebenarnya cukup sederhana. Masuklah ke direktori<br />

instalasi “\MRTG\bin” dan bukalah file “mrtg.cfg” dengan<br />

menggunakan editor teks seperti Notepad. Ubahlah kode yang<br />

ada seperti pada gambar di samping (kode 10.15.33.8_16777220)<br />

dengan “index”. Hal ini akan mengubah file HTML yang dihasilkan<br />

dari “10.15.33.8_16777220.html” menjadi “index.html”. Gunakan<br />

“Search and Replace All” dari editor teks yang <strong>Anda</strong> gunakan.<br />

Setelah selesai, masuklah ke direktori “\MRTG\bin” dan<br />

ketikkan perintah “perl mrtg”. Periksalah direktori “\Inetpub<br />

\wwwroot\mrtg” untuk melihat apakah ada file yang dihasilkan<br />

oleh MRTG. Jika <strong>Anda</strong> menemukan beberapa file dengan<br />

akhiran PNG dan file “index.html”, maka hal tersebut berarti<br />

konfigurasi MRTG sudah benar.<br />

7. Nama File HTML Default dari IIS<br />

Pada umumnya, web server akan mencari file default<br />

“index.htm” atau “default.htm” dalam sebuah direktori web.<br />

Masalahnya, file yang dihasilkan oleh MRTG memiliki akhiran


Nama yang tepat: Tambahkan nama file default<br />

“index.html” dalam “Properties” dari web server MRTG <strong>Anda</strong>.<br />

“html” dan bukan “htm”. Tentu saja hal ini akan membuat file<br />

HTML yang dihasilkan oleh MRTG tidak akan bisa dibaca<br />

secara otomatis oleh IIS. File yang dihasilkan oleh MRTG<br />

(setelah <strong>Anda</strong> melakukan langkah ke-6) adalah “index.html”,<br />

sementara IIS akan mencari file “default.htm” atau “index.htm”<br />

dalam direktori “c:\Inetpub\wwwroot\mrtg”. Tentunya ketika<br />

<strong>Anda</strong> mengetikkan “http:\\localhost\mrtg” di web browser,<br />

maka <strong>Anda</strong> tidak akan berhasil menampilkan halaman web yang<br />

dibuat oleh MRTG.<br />

Untuk mengatasi hal ini, maka <strong>Anda</strong> harus mengkonfigurasi<br />

IIS agar mencari file “index.html”. Caranya adalah sebagai<br />

berikut. Klik kanan pada “My Computer”, lalu pilih “Manage”.<br />

Selanjutnya pilih “Service and Applications | Internet<br />

Information Services | Default Web Site”. Klik kanan pada folder<br />

“mrtg” dan pilih “Properties”. Pilihlah tab “Documents” dan klik<br />

“Add”. Masukkan “index.html” atau nama html yang dihasilkan<br />

oleh MRTG ke dalam dialog box yang muncul. Tutup window<br />

dengan mengklik “OK”, lalu coba lagi akses alamat MRTG<br />

(http:\\localhost\mrtg). Seharusnya, <strong>Anda</strong> sudah bisa melihat<br />

halaman web yang menampilkan laporan bandwidth MRTG.<br />

8. Setup MRTG sebagai Daemon<br />

File PNG dan HTML dalam direktori “\Inetpub\wwwroot\mrtg”<br />

otomatis akan di-update setiap kali <strong>Anda</strong> menjalankan perintah<br />

“perl mrtg”. Agar MRTG otomatis di-update setiap 5 menit<br />

sekali, maka <strong>Anda</strong> harus menjalankan MRTG sebagai service<br />

atau daemon. Caranya sangat sederhana yaitu <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />

menambahkan satu baris perintah dalam file mrtg.cfg berikut.<br />

RunAsDaemon: yes<br />

Selanjutnya,setiap kali <strong>Anda</strong> menjalankan “perl mrtg”,maka window<br />

command prompt akan selalu aktif sebagai background. Jangan<br />

tutup window ini karena menutup window ini sama dengan<br />

menonaktifkan MRTG.<br />

Grafik MRTG: Setelah selesai, maka <strong>Anda</strong> bisa menggunakan<br />

MRTG untuk memantau bandwidth dari setiap<br />

interface yang telah dikonfigurasi.<br />

9. MRTG dalam Startup<br />

Langkah ke-8 akan membuat MRTG dijalankan secara<br />

permanen (dan otomatis melakukan update setiap 5 menit).<br />

Namun, jika NMS <strong>Anda</strong> restart, maka MRTG tidak akan<br />

dijalankan secara otomatis. <strong>Anda</strong> harus kembali memasukkan<br />

perintah “perl mrtg” pada direktori “\mrtg\bin”.<br />

Agar MRTG otomatis dijalankan setiap kali NMS booting,<br />

maka MRTG harus dijalankan sebagai service. Ada berbagai cara<br />

untuk melakukan hal ini. CHIP akan menunjukkan salah satu<br />

cara termudah untuk membuat MRTG otomatis dijalankan<br />

setiap kali NMS <strong>Anda</strong> booting.<br />

Untuk keperluan ini, <strong>Anda</strong> akan bermain-main sedikit<br />

dengan batch file. Masuklah ke command prompt dan buatlah<br />

file mrtg.bat dengan mengetikkan “edit mrtg.bat”. Sebuah editor<br />

teks sederhana akan muncul. Selanjutnya, ketikkan beberapa<br />

baris perintah berikut ini.<br />

@echo off<br />

cd d:\mrtg\bin<br />

perl mrtg --logging=eventlog mrtg.cfg<br />

<strong>Anda</strong> mungkin harus mengubah parameter direktori MRTG<br />

sesuai dengan direktori instalasi MRTG <strong>Anda</strong>. Setelah selesai,<br />

simpanlah file tersebut dengan memilih menu “File | Save”.<br />

Selanjutnya, keluarlah dari editor teks dengan memilih “File |<br />

Exit”. Proses selanjutnya adalah membuat shortcut Windows<br />

untuk file batch tersebut. Klik kanan pada dekstop dan pilih<br />

“New | Shortcut”. Pilih “Browse” dan temukan file batch tadi.<br />

Terakhir, beri nama untuk shortcut tersebut misalkan “MRTG<br />

Startup”.<br />

Drag-and-drop shortcut ke dalam “Start Menu” pada folder<br />

“Startup”. Setiap kali <strong>Anda</strong> restart, maka shortcut tersebut akan<br />

menjalankan MRTG secara otomatis.<br />

Jimmy.Auw@CHIP.co.id<br />

| CHIP | NETWORKING | 71


LINUX Linux Client<br />

LINUX | INDEKS<br />

Linux sebagai Client dalam<br />

<strong>Jaringan</strong> Windows 72<br />

<strong>Anda</strong> dapat membuat sebuah client jaringan yang<br />

sempurna menggunakan SuSE 9.1 dan KDE 3.2<br />

Linux sebagai Mail Server 75<br />

Sebuah Mail server yang dikonfigurasi dengan baik<br />

dapat menghemat waktu dan uang <strong>Anda</strong>.<br />

Si Penguin sebagai File Server 78<br />

Dengan menggunakan Samba, <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengubah sebuah mesin Linux menjadi sebuah<br />

File server pada jaringan Windows<br />

Troubleshooting <strong>Jaringan</strong> 83<br />

Beberapa tips untuk mengatasi masalah yang<br />

<strong>Anda</strong> dapatkan di jaringan Linux<br />

k ISI CD<br />

k Alternatif Software Firewall gratis ZoneAlarm dan<br />

Agnitum Outpost untuk penggunaan pribadi dapat <strong>Anda</strong><br />

temukan pada CD CHIP.<br />

k Bebas virus CD CHIP menyediakan berbagai program email<br />

client gratis, seperti Eudora dan Pegasus E-mail dalam<br />

versi yang terbaru.<br />

k Aman Hanya dengan update terbaru Windows <strong>Anda</strong><br />

aman. Software Service Pack Manager 2000 melakukan<br />

patching PC <strong>Anda</strong> melalui jaringan.<br />

72 | CHIP | NETWORKING<br />

Linux dapat dioperasikan<br />

sebagai bagian dalam<br />

sebuah jaringan Windows.<br />

Dengan berapa langkah<br />

kerja saja, sebuah PC SuSE<br />

9.1 dan KDE 3.2 dapat<br />

dibuat menjadi sebuah<br />

client yang sempurna<br />

untuk berbagi file dan<br />

folder dengan komputer<br />

Windows.<br />

Integrasi Windows dan Linux dalam LAN<br />

Linux sebagai<br />

Apakah <strong>Anda</strong> memiliki sebuah DHCP server sendiri<br />

k dalam jaringan? Mungkin misalnya sebuah router dengan<br />

kemampuan DHCP? Karena, dalam pada saat proses instalasi<br />

SuSE 9.1 semua konfigurasi jaringan telah dilakukan: Network<br />

card otomatis dikenali dan sistem mendapat sebuah alamat IP<br />

dari server DHCP.<br />

Bila tidak, konfigurasikan secara manual seperti biasanya pada<br />

SuSE Linux menggunakan tool konfigurasi Yast. Jalankan Yast,<br />

bila diperlukan masukkan password root <strong>Anda</strong>, dan pilih<br />

“Network Devices | Network Card”. Di bawah 'Configured<br />

Devices' <strong>Anda</strong> temukan network card yang telah terintegrasi. Klik<br />

pada “Modify | Edit”. Aktifkan option 'Configuration of static<br />

address' dan masukkan alamat IP yang diinginkan di bawah 'IP-<br />

Address' alamat ini dapat <strong>Anda</strong> konsultasikan pada Network<br />

Administrator (jaringan lokal biasanya menggunakan alamat<br />

192.168.0.1 hingga 192.168.0.255). Perhatikan agar alamat<br />

tersebut belum digunakan dalam jaringan yang sama, karena<br />

dapat menimbulkan konflik IP dan masalah dalam jaringan.


Client dalam <strong>Jaringan</strong> Windows<br />

Selanjutnya klik 'PC Name' dan 'Name Server'. Masukkan<br />

dulu nama PC-nya, sementara nama domain biarkan seperti adanya,<br />

yaitu 'local'. Di bawah 'Name Server', <strong>Anda</strong> perlu mencantumkan<br />

alamat name server (DNS Server) pada jaringan komputer<br />

<strong>Anda</strong>. Untuk name server ini, <strong>Anda</strong> juga dapat mencantumkan<br />

sebuah DNS server di Internet. Namun, bila demikian dibutuhkan<br />

sebuah file hosts yang dikonfigurasi secara baik, agar setiap kali<br />

mengontak sebuah PC lain dalam jaringan internal, Linux tidak<br />

perlu mencari alamatnya di DNS server eksternal tersebut.<br />

Kembali ke window konfigurasi, klik 'Routing'. Disini<br />

cantumkan alamat IP router atau PC yang menghubungkan<br />

jaringan lokal <strong>Anda</strong> dengan Internet. Setelah klik pada 'Next' dan<br />

'Finish', sekarang PC Linux <strong>Anda</strong> siap berfungsi dalam jaringan.<br />

Mengkonfigurasi file hosts<br />

Dalam jaringan kecil tanpa DNS server ada baiknya <strong>Anda</strong><br />

mencantumkan semua PC jaringan dan alamat IP-nya ke dalam<br />

file 'etc/hosts'. Dengan demikian PC Linux <strong>Anda</strong> dapat<br />

menemukan PC lainnya dalam jaringan internal tanpa perlu<br />

bertanya ke DNS server .<br />

Sebaiknya jalankan sebuah Linux-shell dan login dengan 'su'<br />

sebagai root. Kemudian buka file hosts dengan memasukkan<br />

mcedit /etc/hosts<br />

Tempatkan tanda insert di bawah baris yang berisi entri<br />

127.0.0.1, cantumkan alamat dan nama berdasarkan pola di<br />

bawah ini.<br />

192.168.0.1 server.local server<br />

192.168.0.2 terminal1.local terminal1<br />

192.168.0.3 terminal2.local terminal2<br />

Kolom pertama adalah alamat IP, kolom kedua adalah nama lengkap<br />

PC diikuti oleh nama domain, terakhir adalah nama singkat PC.<br />

Setelah menyimpan file dengan tombol [F2] dan meninggalkan<br />

editor dengan tombol [F10], <strong>Anda</strong> dapat langsung<br />

mencoba entri, misalnya dengan melakukan operasi ping.<br />

ping terminal1<br />

| CHIP | NETWORKING | 73


LINUX Linux Client<br />

Perintah ping dapat <strong>Anda</strong> hentikan dengan kombinasi tombol<br />

[Ctrl] + [c]. Dengan demikian, <strong>Anda</strong> telah berhasil mengkonfigurasi<br />

Linux secara mendasar untuk digunakan dalam jaringan.<br />

Mengakses folder Windows dengan Linux<br />

Sebuah utiliti kecil, 'smbclient', memungkinkan <strong>Anda</strong> mengakses<br />

sebuah resource Windows yang sudah di-share dari Linux.<br />

Biasanya tool ini sudah terinstalasi secara default. Untuk membuka<br />

sebuah folder pada sebuah PC Windows dengan 'smbclient'<br />

ketikkan perintah berikut.<br />

smbclient //terminal1/dokumen -u namauser%passworduser<br />

‘terminal1’ adalah nama PC windows dan dokumen adalah<br />

nama sharing pada PC tersebut. Dengan parameter '-U' masukkan<br />

nama user dan setelah tanda % sebagai pemisah, masukkan<br />

password user.<br />

Setelah menekan [Enter], tampak isi shared folder PC yang<br />

dituju dengan tampilan sebuah shell sederhana. Di sini,<strong>Anda</strong> dapat<br />

menggunakan perintah seperti 'dir' atau 'cd' untuk navigasi serta<br />

'mput' dan 'mget' untuk meng-copy file ke atau dari folder tersebut.<br />

Untuk keluar dari shell ini <strong>Anda</strong> mengetikkan perintah 'quit'.<br />

'Smbclient' lebih tepat digunakan untuk tugas-tugas (baca/tulis)<br />

yang dilakukan sesekali atau jika tugas mengakses sharedfolder<br />

tersebut dijalankan melalui sebuah script.<br />

Solusi lain yang lebih baik adalah melakukan mounting<br />

sebuah shared-folder Windows pada Linux menggunakan<br />

Samba, dengan perintah berikut.<br />

mount -t smbfs -o username=saya,password=passaya<br />

//terminal1/dokumen /home/terminal1/dokumen<br />

Folder ‘/home/terminal1/dokumen’ sebelumnya sudah harus<br />

<strong>Anda</strong> buat pada PC Linux. Setelah proses mounting, disana akan<br />

<strong>Anda</strong> temukan isi folder Windows yang akan <strong>Anda</strong> gunakan. Jika<br />

<strong>Anda</strong> login sebagai user biasa, awalnya hanya memiliki akses baca.<br />

Untuk mengubahnya masukkan option 'fmask', 'dmask', dan<br />

'gid', seperti dalam contoh berikut.<br />

Integrasi: Dengan perintah 'smbmount', <strong>Anda</strong> mengintegrasikan<br />

folder Windows untuk sharing ke dalam sistem file Linux.<br />

74 | CHIP | NETWORKING<br />

mount -t smbfs -o username=max,password=<br />

meinkw,gid=users,fmask=660,dmask=770<br />

//terminal1/dokumen /home/terminal1/dokumen<br />

Dengan demikian, di samping user 'root', kelompok 'users'<br />

juga memiliki akses pada sharing. Mereka boleh membaca dan<br />

menulis file, serta melihat ke dalam folder.<br />

Untuk melepaskan sharing, masukkan perintah berikut ini.<br />

umount /home/terminal1/dokumen<br />

Bila itu tidak berhasil dan Linux melaporkan 'Perangkat saat<br />

ini masih digunakan', kemungkinan <strong>Anda</strong> sedang membuka<br />

sebuah window atau program yang mengakses shared folder<br />

tersebut. Tutuplah window atau file yang bersangkutan.<br />

Bila itu juga tidak membantu, hentikan sesi KDE dan tampilkan<br />

sebuah shell dari layar login KDE dengan kombinasi [Ctrl] + [Alt]<br />

+ [F2]. Login di sini sebagai root dan masukkan perintah berikut.<br />

umount -f /home/terminal1/dokumen<br />

Menempatkan drive jaringan setiap kali start<br />

Bila koneksi seperti di atas ingin dibangun setiap kali sistem Linux<br />

start,pertama buatlah sebuah file dengan nama 'winpw' pada direktori<br />

user root. Dalam file ini tuliskan nama user dan password <strong>Anda</strong> untuk<br />

Windows-sharing yang diinginkan menurut pola berikut.<br />

username=saya<br />

password=passaya<br />

Simpan file dan setting rights file tersebut dengan perintah<br />

'chmod 600 /root/winpw' agar hanya dapat dibaca oleh user root.<br />

Sekarang editlah file '/etc/fstab'. tuliskan pada baris terakhir.<br />

//terminal1/dokumen /home/terminal1/dokumen<br />

smbfs<br />

auto,gid=users,fmask=0660,dmask=0770,iocharset=iso<br />

8859-15, credentials=/root/winpw 0 0<br />

Parameter 'credentials' menunjukkan letak file nama-nama<br />

user dan passwordnya tersimpan. Setelah <strong>Anda</strong> menuliskan baris<br />

ini tekan [Enter]. Selanjutnya <strong>Anda</strong> dapat mencoba dengan<br />

'mount -a', apakah semuanya telah berfungsi. Bila ‘ya’, sharing<br />

kembali tersedia (bila sebelumnya telah ditarik) dan selalu akan<br />

tersedia secara otomatis setiap kali PC di-restart.<br />

Mengakses Windows-sharing dengan KDE<br />

Dalam instalasi standar SuSE 9.1, sebagai desktop grafis digunakan<br />

KDE, yang tampilannya tampak seperti Windows. Instalasi<br />

standar ini juga sudah terintegrasi dengan sebuah browser jaringan<br />

yang lengkap. Klik icon 'Network-Browser' pada desktop<br />

KDE, lalu klik 'Windows-Network'. Kemudian tampak workgroups<br />

yang ada dalam jaringan <strong>Anda</strong>. Bukalah salah satu dan klik<br />

pada salah satu nama PC. Setelah memasukkan nama user dan<br />

password <strong>Anda</strong> dapat mengakses sharing resources pada jaringan.<br />

Agar <strong>Anda</strong> tidak perlu setiap kali memasukkan nama user dan<br />

password, bukalah 'Control-Center'. Di sini pilih entri 'Internet &<br />

Network', lalu 'Network-Browser'. Di dalam window cantumkan<br />

nama user, password dan workgroup dari komputer yang ingin<br />

diakses dan klik 'Apply'. Selanjutnya, KDE akan langsung tampil<br />

dengan Windows-sharing.


LINUX Mail Server<br />

Menginstalasi service SMTP dan POP3<br />

Linux sebagai Mail Server<br />

Mail server yang dikelola sendiri akan menghemat waktu dan biaya online. Terutama bagi perusahaan yang<br />

akan mendapat keuntungan dengan pengiriman e-mail internal yang cepat, aman dan langsung. Tentu saja<br />

Mail server ini juga dapat mengirim e-mail ke Internet, mengambil e-mail dari provider dan menyortirnya ke<br />

mailbox yang tepat.<br />

k<br />

Apakah selama ini <strong>Anda</strong> mengirim e-mail ke teman<br />

sekantor melalui Internet? Bila demikian, sudah saatnya<br />

<strong>Anda</strong> membuat sebuah server dengan service SMTP/POP dari<br />

server Linux <strong>Anda</strong>, agar <strong>Anda</strong> dan rekan kerja dapat berkirim email<br />

tanpa harus melalui Internet. Bila alamat yang dituju<br />

berada di luar jaringan lokal dan dikenali oleh server, e-mail<br />

dapat diteruskan ke sebuah Mail server di Internet yang telah<br />

<strong>Anda</strong> tentukan.<br />

Syarat untuk itu tidak banyak: Sebuah server Linux dan<br />

kapasitas hard disk minimal 5 GB, agar tersedia cukup tempat<br />

penyimpanan untuk semua e-mail bila terjadi antrian. Untuk<br />

dapat mengirimkan e-mail keluar sudah tentu dibutuhkan akses<br />

Internet.<br />

Sebuah server dengan service SMTP internal tidak saja<br />

memungkinkan pengiriman e-mail internal, ia juga menerima<br />

dan menangani e-mail untuk Internet. Artinya, secara subjektif<br />

pengiriman e-mail dalam ukuran besar dapat berlangsung lebih<br />

cepat, karena email tersebut tidak perlu berlama-lama ditransfer<br />

ke Internet, melainkan cukup ke service SMTP melalui saluran<br />

jaringan lokal yang cepat.<br />

Selanjutnya, service SMTP yang menangani pengiriman ke<br />

Internet. Dengan demikian program e-mail client <strong>Anda</strong> dapat<br />

segera digunakan kembali. Ini sangat menguntungkan, terutama<br />

pada jaringan dengan koneksi lambat seperti menggunakan<br />

modem.<br />

Kelebihan lain adalah bila suatu saat koneksi ke Internet tidak<br />

berfungsi atau Mail server provider <strong>Anda</strong> tidak dapat diakses,<br />

service SMTP akan mencobanya kembali bahkan selama<br />

beberapa hari. Jika <strong>Anda</strong> hendak mengecek server, setiap saat<br />

<strong>Anda</strong> dapat memeriksa dalam file log, sebuah e-mail dikirim ke<br />

mana atau mengapa sebuah e-mail belum dikirim.<br />

k ISI CD<br />

k Tool Linux: Pada CD CHIP <strong>Anda</strong> temukan sebuah paket<br />

berisi tool-tool Linux, antara lain yang disebutkan dalam<br />

tulisan ini, Apache HTTP-Server, Ethereal atau paket Office<br />

lengkap OpenOffice.org dalam versi terbaru. .<br />

Service POP sendiri dibutuhkan agar e-mail masuk dapat<br />

diterima. Seperti pada service POP di provider, untuk<br />

mengambil e-mail dari server POP internal digunakan client<br />

seperti Outlook, Outlook Express, atau Mozilla.<br />

Selain itu bila diinginkan, Mail server <strong>Anda</strong> dapat mengambil<br />

e-mail dari berbagai e-mail account di Internet dan<br />

menyimpannya dalam mailbox POP pada server. Dengan<br />

demikian, <strong>Anda</strong> dapat mengumpulkan semua e-mail dan<br />

memrosesnya dengan sebuah program antivirus atau spam-filter<br />

sebelum mendistribusikannya secara internal.<br />

Instalasi SMTP Server<br />

Dengan beberapa trik <strong>Anda</strong> dapat mengubah SuSE Linux 9.1<br />

menjadi sebuah Mail server. Bukalah sebuah shell dan login<br />

sebagai 'root' dengan<br />

su<br />

dan memasukkan password root. Setelah itu ketikkan perintah<br />

berikut.<br />

yast mail<br />

Dalam window dialog pertama, tentukan bagaimana server<br />

terkoneksi dengan Internet. Bila <strong>Anda</strong> memiliki sebuah koneksi<br />

DSL atau koneksi fix-rate lainnya, pilih 'Permanent'. Untuk<br />

modem atau ISDN pilih 'Dial-Up'. Selanjutnya, tekan [Alt] +<br />

[W].<br />

Dalam dialog berikutnya, cantumkan Mail server provider<br />

<strong>Anda</strong>. Semua e-mail keluar LAN akan dikirim kesana oleh<br />

service SMTP. Banyak provider meminta login dengan nama<br />

user dan password, agar e-mail dapat dikirimkan. Ini untuk<br />

mencegah spammer memanfaatkan server untuk mengirimkan<br />

spam. Harap diperhatikan, bahwa tidak semua provider mendukung<br />

'relaying' tersebut. Sebaiknya tanyakan kepada provider<br />

e-mail <strong>Anda</strong>.<br />

Tekan [Alt] + [U] untuk 'Authentification'. Tutup dialog<br />

dengan [Alt] + [O]. Dalam window berikutnya, tekan [Alt] + [N]<br />

dan dengan ini aktifkan option 'Accept remote SMTP-<br />

Connections'. Dengan demikian, PC lain dalam jaringan <strong>Anda</strong><br />

juga dapat mengirimkan e-mail melalui server Linux.<br />

Bila server <strong>Anda</strong> harus mengambil e-mail dari account di<br />

Internet, cantumkan e-mail account tersebut di bawah<br />

'Download'. Bila account-nya lebih dari satu, tekan [Alt] + [D]<br />

untuk 'Details'. Kemudian, tampak sebuah daftar di mana <strong>Anda</strong><br />

dapat mencantumkan e-mail account dengan [Alt] + [H]. Di<br />

| CHIP | NETWORKING | 75


LINUX Mail Server<br />

samping nama server, cantumkan protokol, nama user, dan<br />

password untuk setiap account.<br />

Di bawah 'Local User', cantumkan nama user yang akan<br />

menerima e-mail dari account tersebut. Setelah nama user,<br />

cantumkan nama PC dan domain, misalnya 'user@linux.local'.<br />

Yast akan menanyakan <strong>Anda</strong> mengenai sebuah entri dalam<br />

file konfigurasi Postfix. Tinggalkan pilihan ini dengan 'Yes'.<br />

Kemudian tekan [Alt] + [O] untuk 'OK'. Dengan mengklik 'OK’<br />

sekali lagi <strong>Anda</strong> kembali ke konfigurasi e-mail, yang kemudian<br />

<strong>Anda</strong> simpan dengan 'OK' yang ketiga kalinya. Mungkin<br />

selanjutnya Yast kembali meminta source instalasi untuk<br />

menginstalasi program Fetchmail.<br />

Perhatian: Setelah Mail server di-start, ia akan mulai<br />

mengambil e-mail dari Internet. Dengan demikian e-mail pada<br />

provider akan dihapus dan disampaikan ke penerima. Karena itu<br />

lakukan uji coba setting dengan sebuah e-mail account khusus<br />

untuk tes. Bila berhasil, baru tambahkan e-mail account lainnya.<br />

Tes pengiriman e-mail<br />

<strong>Anda</strong> dapat langsung mencoba, apakah Mail server <strong>Anda</strong><br />

dapat mengirim e-mail: Pada sebuah PC Windows cantumkan<br />

alamat IP server SMTP <strong>Anda</strong> sebagai 'server' untuk pengiriman.<br />

Kirimkan sebuah e-mail dengan program email client <strong>Anda</strong>. Email<br />

tersebut akan diteruskan ke server Linux dan selanjutnya ke<br />

server di Internet.<br />

Perhatikan agar alamat pengirim termasuk dalam sebuah<br />

domain yang valid, yaitu sesuai alamat e-mail <strong>Anda</strong> di Internet.<br />

Ini penting karena beberapa server SMTP tertentu memiliki<br />

sebuah mekanisme proteksi yang memeriksa domain pengirim,<br />

apakah domain tersebut benar-benar eksis atau tidak. Dengan<br />

cara itu dapat dihindari pemalsuan nama domain oleh pengirim<br />

e-mail iklan yang tak diinginkan.<br />

Untuk mengetahui apakah pengiriman e-mail tadi sukses<br />

atau tidak, dapat <strong>Anda</strong> periksa pada baris perintah Linux dengan<br />

SMTP, POP atau IMAP: Dengan Yast, semua setting untuk Mail<br />

Server dapat diselesaikan dengan nyaman.<br />

76 | CHIP | NETWORKING<br />

TIPS<br />

Laporan Spam via E-mail<br />

Bila server telah terinstalasi,<br />

maka ia hampir tak membutuhkan<br />

perawatan. Walau demikian,<br />

sebaiknya <strong>Anda</strong> selalu<br />

mengetahui, apa saja yang terjadi<br />

pada server. Contoh: <strong>Anda</strong><br />

membelokkan semua e-mail<br />

spam ke sebuah folder. Penting<br />

untuk mengetahui, e-mail apa<br />

saja yang masuk ke sana.<br />

Hanya dengan demikian <strong>Anda</strong><br />

dapat menemukan e-mail yang<br />

keliru dianggap spam.<br />

Dengan script berikut ini<br />

setiap hari <strong>Anda</strong> bisa mendapatkan<br />

sebuah laporan status<br />

berikut.<br />

#! /bin/sh<br />

=’/var/spool<br />

/amavis/<br />

virusmails/’<br />

echo Spam-<br />

Report Server $HOSTNAME<br />

date<br />

echo Lokasi Penyimpanan<br />

Spam: $spamdir<br />

echo for spamfile in<br />

$(find $spamdir -name spam*<br />

-mtime-1)<br />

do<br />

echo —————————————<br />

—————-<br />

echo $spamfile<br />

cat $spamfile | egrep<br />

^from: | ^subject: | ^to:<br />

done<br />

Login sebagai 'root' dan tulis<br />

script di atas dengan 'mcedit'.<br />

Sebagai 'Spamdir' masukkan<br />

folder tempat menyimpan<br />

spam. Simpan script dengan<br />

nama 'spam_notifier.sh' dalam<br />

direktori root-home dan ketikkan<br />

perintah berikut.<br />

chmod 700 spam_notifier.sh<br />

Untuk menjalankan script di<br />

atas, ketikkan di bawah ini.<br />

./spam_notifier.sh<br />

Agar <strong>Anda</strong> secara otomatis<br />

akan dikirimkan email mengenai<br />

status spam pada server,<br />

jalankan crontab berikut.<br />

crontab -e<br />

Masukkan entri berikut:<br />

00•01 * * * /root/spam_noti<br />

fier.sh | mail -s ‘Spam-<br />

Report’ root@linux.local<br />

Simpanlah ‘Crontab’ dengan<br />

menekan tombol [Esc], lalu 2<br />

kali [Ctrl] + [Z]. Dengan demikian<br />

setiap hari pada pukul 1<br />

dini hari <strong>Anda</strong> mendapatkan<br />

laporan spam.<br />

perintah berikut.<br />

tail /var/log/mail<br />

Dalam file log ini, Linux mencatat dengan cermat, kapan<br />

sebuah e-mail dikirim beserta tujuannya.<br />

Instalasi service POP<br />

Pengiriman e-mail sudah berfungsi, demikian pula<br />

pengambilan dari account di Internet. Yang masih diperlukan<br />

adalah mailbox untuk setiap user jaringan.<br />

Untuk itu instalasikan sebuah service POP untuk jaringan<br />

lokal <strong>Anda</strong>. Dalam contoh kami menggunakan 'Qpopper' yang<br />

<strong>Anda</strong> instalasi dari baris perintah dengan perintah:<br />

yast –i qpopper<br />

Setelah itu, instalasi akan berlangsung secara otomatis -<br />

mungkin <strong>Anda</strong> hanya perlu mengganti CD.<br />

Untuk menjalankan service POP, bukalah direktori<br />

'/etc/xinetd.d' dan cari file 'qpopper'. Buka file ini dan di<br />

dalamnya cari entri berikut.


disable = yes<br />

Ubahlah entri tersebut menjadi:<br />

disable = no<br />

dan simpan file. Kemudian ketikkan berikut.<br />

rc xinetd start<br />

Ujilah service POP dengan memasukkan ke dalam baris<br />

perintah sebuah PC Windows berikut ini.<br />

telnet popserver pop3<br />

(ganti 'popserver' dengan nama server <strong>Anda</strong> atau alamat IPnya).<br />

Kemudian server akan menjawab dengan misalnya:<br />

+OK ready <br />

Ini respons positif. Selanjutnya, ketikkan.<br />

quit<br />

dan tutup window baris perintah.<br />

Selanjutnya konfigurasikan program e-mail client <strong>Anda</strong>, agar<br />

ia mengambil e-mail masuk dari service POP dan mengirim email<br />

keluar ke service SMTP. Sebagai nama user masukkan nama<br />

user untuk login pada server Linux. Cantumkan pula password<br />

yang sama.<br />

Sekarang lakukan tes umum: Kirimkan sebuah e-mail ke<br />

<strong>Anda</strong> sendiri. Pola untuk alamat adalah 'username@server.domain',<br />

di mana 'server.domain' sesuai dengan entri yang<br />

<strong>Anda</strong> masukkan dalam konfigurasi Mail server dengan Yast.<br />

Untuk menginstalasi Qpopper secara permanen sebagai<br />

layanan, masukkan perintah berikut.<br />

insserv xinetd<br />

Dengan demikian setiap kali server Linux distart, server POP<br />

juga ikut di-start dan langsung tersedia.<br />

Mengambil dan menyortir e-mail<br />

Tool Fetchmail membantu <strong>Anda</strong> dalam mengambil e-mail dari<br />

Konfigurasi: Dalam program e-mail client, konfigurasikan server<br />

POP lokal seolah menjadi sebuah server di Internet.<br />

TIPS<br />

Mengendalikan server Linux<br />

via Windows<br />

Putty tersedia di Internet di<br />

bawah http://www.chiark.<br />

greenend.org.uk/~sgtatham/<br />

putty/. Setelah di-download<br />

atau di-copy ke desktop<br />

Windows, Putty siap bertugas.<br />

Jalankan Putty dan masukkan<br />

nama server dalam 'Hosts<br />

Name' - dalam contoh adalah<br />

'linux'.<br />

Selanjutnya klik tombol<br />

radio 'SSH'. Pada 'SSH' dalam<br />

kolom 'Connection' di sisi<br />

kiri, Pilih '2' di bawah<br />

Internet. Ia adalah sebuah tool kecil yang dengan sebuah file<br />

konfigurasi mengambil e-mail dari Internet dan meneruskannya<br />

ke penerima dalam jaringan lokal.<br />

Bila berhasil men-download e-mail, lihatlah ke dalam file<br />

'/etc/fetchmailrc'. Entri-entri di sana tampak seperti berikut:<br />

poll “pop.moezadi.net“ protocol AUTO : user<br />

“morphev“ password “My password” is “rahasia”<br />

here<br />

'poll' adalah perintah untuk mengambil e-mail, diikuti<br />

keterangan protokol. Dengan 'Auto', Fetchmail secara otomatis<br />

akan memilih proses transfer yang tepat. Berikutnya adalah<br />

nama user dan password serta alamat lengkap e-mail lokal pada<br />

server Linux.<br />

Bila <strong>Anda</strong> menginginkan koneksi yang aman untuk<br />

melindungi nama user dan password, ubahlah entri:<br />

protocol auto<br />

menjadi:<br />

protocol pop3 port 995<br />

'Preferred SSH protocol<br />

version'. Berikutnya klik<br />

'Session' dalam kolom kiri.<br />

Masukkan nama untuk<br />

koneksi dalam 'Saved Session',<br />

misalnya 'Mail Server'. Setelah<br />

itu simpan parameter sesi<br />

dengan 'Save'.<br />

Bukalah koneksi dengan<br />

'Open' dan login dengan nama<br />

user <strong>Anda</strong> atau sebagai 'root'.<br />

Kini, dalam Putty <strong>Anda</strong> dapat<br />

bekerja seolah duduk tepat di<br />

depan server Linux <strong>Anda</strong>.<br />

dan tambahkan 'ssl' pada akhir baris.<br />

<strong>Anda</strong> juga dapat menggunakan Fetchmail untuk IMAP. Untuk itu<br />

<strong>Anda</strong> hanya perlu memilih port 143 dan 'IMAP' sebagai protokol.<br />

Untuk pengujian, <strong>Anda</strong> disarankan menggunakan parameter<br />

tambahan 'keep' agar copy e-mail tetap tersedia pada server di<br />

Internet.<br />

Yang masih diperlukan adalah sebuah mekanisme untuk<br />

mengambil e-mail secara teratur. Ketikkan:<br />

crontab -e<br />

lalu tekan tombol [a] dan masukkan perintah berikut.<br />

0-59/10 * * * * /usr/bin/fetchmail -s -f /etc<br />

/fetchmailrc<br />

Selanjutnya, tekan [Esc] dan tekan dua kali [Altt] + [Z].<br />

Dengan perintah tersebut e-mail akan diambil setiap 10 menit.<br />

Ady W. Paudi (MG), Penulis@CHIP.co.id<br />

| CHIP | NETWORKING | 77


LINUX File Server<br />

Samba 3.0 pada SuSE Linux 9.1<br />

Si Penguin sebagai File Server<br />

Paket software Samba dalam PC Linux dapat dijadikan File server yang andal untuk sebuah jaringan Windows.<br />

Paket ini sepenuhnya mampu menggantikan sistem Windows NT. Artikel ini mengulas bagaimana membuat<br />

sharing dengan cepat, melakukan konfigurasi, bahkan memensiunkan sebuah Domain Server NT.<br />

k<br />

Instalasi standar SuSE Linux 9.1 cukup untuk membuat<br />

File server yang reliable dengan hanya menggunakan<br />

sebuah PC biasa. Untuk itu <strong>Anda</strong> tak perlu menjadi seorang ahli<br />

Linux terlebih dulu. Para pengembang SuSE telah mengemas<br />

paketnya sedemikian rupa, sehingga sebuah File server sederhana<br />

dapat dibuat dengan mudah.<br />

Untuk itu, tool konfigurasi Yast menyediakan sebuah interface<br />

ke Samba 3.0, sehingga <strong>Anda</strong> tidak perlu mengedit file<br />

smb.conf secara langsung. Program ini juga secara otomatis akan<br />

me-restart PC setelah perubahan dilakukan, sehingga dalam<br />

beberapa menit File server sudah siap.<br />

78 | CHIP | NETWORKING<br />

pertukaran data, klik 'Advanced'.<br />

Awalnya akan tampak semua folder sharing yang telah<br />

tersedia. Dengan 'Add', tambahkan nama untuk folder share<br />

dalam 'Name of Share' misalnya 'public'. Bila perlu, <strong>Anda</strong> dapat<br />

memasukkan keterangan singkat, misalnya 'folder umum'.<br />

Kemudian, dalam 'Path of Share' cantumkan path folder Linux<br />

yang akan di-share. Hal ini dapat <strong>Anda</strong> lakukan secara manual<br />

atau dengan 'Search' <strong>Anda</strong> mencari folder tersebut di hard disk.<br />

Folder yang akan di-share tersebut dapat juga berupa folder baru<br />

yang dapat <strong>Anda</strong> buat dengan option 'Create New Folder'. Tutup<br />

window dengan 'OK' dan 'Finish'.<br />

Selanjutnya, <strong>Anda</strong> perlu membuatkan account user Samba,<br />

yang hanya dapat dilakukan melalui baris perintah Linux.<br />

Sebagai user 'root' masukkan perintah berikut.<br />

smbpasswd -a username<br />

Ganti 'username' dengan nama user. Setelah itu berikan<br />

password kepada user baru tersebut. Penting: Account user<br />

Samba yang baru dibuat tersebut juga harus eksis pada level<br />

Linux.<br />

Idealnya, nama user dan password untuk Samba identik<br />

dengan nama dan password untuk Windows. Bila tidak, nama<br />

user dan password tersebut harus dimasukkan secara khusus<br />

setiap kali akan membuka sebuah folder share.<br />

Instalasi Samba<br />

Setelah selesai instalasi SuSE 9.1, berikutnya giliran Samba.<br />

Tampilkan Yast, kemudian jalankan “Software | Install/Remove<br />

Software”. Dengan fungsi ‘Search’, cari 'Samba'. Bila telah<br />

ditemukan, sebagai Administrator pilih 'samba' dan 'yast2samba-server'.<br />

Setelah itu jika diperlukan, jalankan 'Online<br />

Update' dalam Yast untuk men-download patch Samba terbaru<br />

ke server.<br />

Lanjutkan dengan memilih “Network Services | Samba-<br />

Server'. Selanjutnya pilih option 'Activate Samba-Server'.<br />

Cantumkan nama workgroup lokal atau nama domain dalam<br />

'Domain or Workgroups'. Lalu masukkan nama singkat server<br />

dan berikan sebuah nama NetBIOS. Nama NetBIOS ini yang<br />

Membagikan hak akses<br />

nantinya akan terlihat pada lingkungan jaringan PC Windows. Setelah instalasi Samba dengan Yast, semua user akan memiliki<br />

Sebagai 'Sharing Type' beri check mark pada 'File and Printer akses penuh pada direktori home mereka masing-masing. Jika<br />

Sharing'. Klik 'Next'.<br />

<strong>Anda</strong> membuat sebuah share folder umum, folder tersebut hanya<br />

Kini, dalam 'Shared Resources', server secara default tersedia untuk dibaca. Hal ini dengan mudah dapat diubah<br />

menyiapkan direktori home semua user untuk di-sharing. Selain<br />

itu, <strong>Anda</strong> dapat memilih melakukan sharing terhadap printer<br />

lokal pada option 'Choose'. Bila ingin menambahkan sebuah<br />

folder lain untuk di-share, misalnya sebuah folder umum untuk<br />

melalui akses kecil pada shell dengan perintah berikut.<br />

k ISI CD<br />

k Remote-Access Dengan RealVNC <strong>Anda</strong> mengakses dan<br />

mengendalikan komputer lain seakan <strong>Anda</strong> duduk langsung<br />

di depannya. Ini berfungsi dalam jaringan lokal maupun<br />

web.<br />

k Analisa Untuk menginstalasi sebuah webserver sendiri di<br />

bawah Linux gunakan Apache HTTP Server, open-source<br />

database MySQL dan PHP 5 Interpreter.<br />

chgrp users /home/public<br />

Perintah diatas memberikan hak akses untuk folder<br />

'/home/public/' folder umum kepada kelompok 'users'. Secara<br />

default, semua user pada server ini berarti termasuk user Samba<br />

termasuk dalam kelompok ini.<br />

Agar mereka juga dapat menulis, berikan hak baca dan tulis<br />

dengan perintah berikut.<br />

chmod 770 /home/public<br />

Selanjutnya, user 'root' dan user dalam kelompok 'users'<br />

dapat membuka folder ini, membaca dan mengubah file-file di<br />

dalamnya. Semua user diluar itu tidak memiliki hak akses. Folder<br />

umum tersebut kini dapat diakses dari setiap PC Windows dalam<br />

jaringan dan dapat diisi dengan berbagai file.


Tips Samba di Internet<br />

Website Samba -> www.samba.org<br />

Website resmi Samba ini merupakan tempat <strong>Anda</strong><br />

bertanya segalanya mengenai Samba.<br />

Melakukan Tuning<br />

Samba 3.0 membawa sebuah inovasi yang akan disukai oleh<br />

semua Administrator. Untuk menyimpan file, Samba menggunakan<br />

sistem Unicode. Hal ini berarti ketika sebuah folder atau<br />

file Samba dibuka dalam Windows, nama dan isi folder atau file<br />

ditampilkan dengan penulisan yang sama dengan aslinya. Selama<br />

ini Administrator harus memasukkan codepages dan characterset<br />

untuk mengatasi masalah tersebut. Sekarang, bahkan icon Euro<br />

dalam nama file tidak menjadi masalah bagi Samba.<br />

Walau demikian sedikit fine-tuning tidak ada salahnya.<br />

Alasannya adalah semua file yang di-copy user dari Windows ke<br />

dalam direktori home atau folder lain pada File server Linux,<br />

menempatkan flag 'execute' untuk pemilik. Pada dasarnya<br />

operasi ini salah, karena tidak semua file bersifat executable.<br />

Bahkan sebuah file .exe pun belum tentu bisa langsung<br />

dijalankan dalam Linux ini dapat <strong>Anda</strong> atasi sebagai<br />

Administrator dengan Yast.<br />

Dalam 'Shared Resources', klik 'Advanced'. Pilih sharing<br />

resource yang ingin dikonfigurasi dan klik 'Edit'. Selanjutnya,<br />

klik 'Add' dan pilih 'Create mask'. Setelah 'OK', masukkan '0600'.<br />

Hak akses pada semua file yang di-copy ke sebuah folder akan<br />

diatur demikian sebagai berikut.<br />

k Pemilik file boleh membaca (read) dan mengubahnya (write).<br />

k Anggota kelompok atau user lainnya hanya boleh<br />

membacanya (read).<br />

Karena proses pemberian hak akses ini diatur pada level<br />

Linux, maka hasil konfigurasinya ini juga berlaku untuk Samba.<br />

Oleh sebab itu sebuah file yang tidak diberikan oleh Linux juga<br />

Mudah: Hanya dengan Yast, tanpa akses manual ke dalam file<br />

'smb.conf', modus PDC Samba dapat diaktifkan.<br />

TIPS<br />

Memperbaiki resolusi nama<br />

Bila PC-PC <strong>Anda</strong> memiliki<br />

masalah untuk saling melihat<br />

dalam lingkungan jaringan,<br />

aktifkanlah WINS Server Samba,<br />

yang secara default tidak<br />

diload oleh konfigurasi Yast.<br />

Caranya dengan mencantumkan<br />

baris berikut ke dalam<br />

Section (global):<br />

wins support=yes<br />

Selanjutnya restart server<br />

Samba dan cantumkan sebagai<br />

WINS server dalam semua<br />

client Windows, yaitu melalui<br />

'Control Panel| Network', dalam<br />

'Advanced Properties' protokol<br />

TCP/IP, pada tab 'WINS'.<br />

Dengan perubahan di atas<br />

penerjemahan nama komputer<br />

memiliki dasar yang lebih solid.<br />

Penerjemahan nama menjamin<br />

sebuah PC dapat mengetahui<br />

nama-nama NetBIOS<br />

lingkungannya. Ini sulit dilakukan<br />

tanpa WINS Server, sehingga<br />

ada PC yang 'hilang' atau<br />

baru muncul setelah beberapa<br />

saat dalam jaringan.<br />

tidak dapat diakses oleh user Samba kecuali pemiliknya sendiri.<br />

Penjelasan lebih rinci mengenai hak akses pada Linux silahkan<br />

baca dalam boks Know-How di halaman 82.<br />

Dalam folder umum situasinya sedikit berbeda. Bila file dalam<br />

folder ini boleh diubah oleh user lain, tetapkan 'create<br />

mask' pada '0660'. Dengan demikian pemilik file dan anggota<br />

kelompoknya boleh membaca dan mengubah file yang<br />

bersangkutan.<br />

Agar hak akses untuk folder yang baru ditempatkan dengan<br />

benar, Adminsitrator Samba membutuhkan parameter<br />

'directory mask' yang tidak tersedia dalam daftar parameter Yast.<br />

Klik 'Add', tandai entri 'available' yang disarankan, dan tuliskan<br />

'directory mask' sebagai gantinya. Setelah klik pada 'OK',<br />

tentukan hak akses yang diinginkan.<br />

'0770' tepat untuk sebuah folder umum, agar pemilik dan<br />

anggota kelompok dapat membukanya, membaca, dan<br />

mengubah file-file di dalamnya. Untuk folder pribadi, '0700'<br />

lebih tepat. Sehingga hanya pemilik yang boleh mengubah file<br />

dan tak seorang pun dapat mengakses data yang bersangkutan.<br />

Penting: Agar 'create mask' dan 'directory mask' berfungsi, <strong>Anda</strong><br />

perlu mengklik parameter 'inherit permissions' 2 kali dan<br />

memasukkan pilihan 'No'.<br />

Bila folder-folder sudah dibuat dan telah selesai dikonfigurasi,<br />

akhiri proses dengan 'OK' dan 'Finish'. Kemudian file-file<br />

konfigurasi ditulis dan Samba di-restart. Setelah itu, server telah<br />

tersedia dalam jaringan.<br />

Membagi user ke dalam groups<br />

File server membutuhkan pembatasan akses untuk folder yang<br />

satu dan lainnya. Pembatasan ini sebaiknya diatur secara rinci<br />

untuk setiap user. Feature ini didukung oleh Samba. Namun<br />

untuk itu Administrator harus sedikit 'memutar-mutar'<br />

parameter serta mengatur kelompok dan user pada level Linux.<br />

<strong>Pertama</strong>, buat sebuah kelompok, misalnya dengan nama<br />

'pubusers'. Hanya anggota kelompok ini yang boleh membuka<br />

| CHIP | NETWORKING | 79


LINUX File Server<br />

dan membaca file dalam folder 'public'. User lain tidak mendapat<br />

hak akses apa pun. Melalui Yast pilih “Security and Users | Edit<br />

and Create Groups”. Klik 'Add' dan masukkan 'pubusers' sebagai<br />

'Name of Group'. Pilih sekalian user untuk kelompok ini melalui<br />

'Members of the Group'. Klik 'Next' dan 'Finish', kemudian<br />

tampilkan kembali konfigurasi Samba.<br />

Berikutnya pilih folder yang diinginkan dan klik 'Edit'.<br />

Buatlah parameter baru 'valid users' dengan klik pada 'Add'.<br />

Dalam contoh ini masukkan nilai '@pubusers'. Karakter ‘@’<br />

menandakan, pubusers adalah sebuah kelompok. Tanpa ‘@’<br />

Samba akan menganggapnya sebuah nama user.<br />

Keterangan 'valid users' menjamin bahwa hanya user dalam<br />

daftar yang boleh memakai sebuah sharing. Pisahkan antara<br />

entri satu dengan lainnya dengan tanda koma. Bila dipilih 'true'<br />

untuk parameter 'read only', maka user hanya boleh membaca<br />

isinya.<br />

Sekarang, yang kurang adalah Administrator untuk folder,<br />

yang boleh meng-copy file ke dalamnya. Buatlah berdasarkan<br />

pola yang sama. Definisikan sebuah kelompok 'pubadmin' dan<br />

usernya, buka konfigurasi Samba, dan tambahkan parameter<br />

'write list'. Dalam daftar, kembali <strong>Anda</strong> masukkan nama user,<br />

dalam contoh ini adalah nama kelompok '@pubadmin'. Penting<br />

diperhatikan bahwa 'read only' harus tetap berada pada 'true'.<br />

Anggota kelompok atau kelompok memiliki hak untuk<br />

membuat file, bila tercantum dalam daftar 'write list'.<br />

80 | CHIP | NETWORKING<br />

Directory Service-nya, PDC masih tetap disarankan untuk<br />

perusahaan karena kesederhanaannya.<br />

Intinya adalah domain yang merupakan bagian-bagian<br />

kekuasaan dalam sebuah jaringan. Mungkin dalam LAN <strong>Anda</strong>,<br />

satu domain sudah cukup. Pengatur sebuah domain adalah PDC,<br />

yang biasanya didukung oleh sebuah Backup Domain Controller<br />

sebagai pengaman.<br />

PDC berfungsi mengelola database user dalam sebuah<br />

domain. Dengan demikian, cukup memasukkan nama user dan<br />

password satu kali secara terpusat, Selanjutnya setiap user dapat<br />

menggunakan PC mana pun dalam domain dengan<br />

menggunakan account-nya sendiri.<br />

Biasanya, pada setiap PC tersedia sebuah profil untuk user<br />

tertentu. Profil ini berisi semua info pribadi, seperti setting<br />

sistem, folder "My Documents', browser-bookmarks dan<br />

sejenisnya. Bila seorang user login pertama kali pada sebuah PC<br />

lain selain yang biasa ia gunakan, sistem operasi akan<br />

membuatkan sebuah profil baru untuk user tersebut, yang tidak<br />

ada hubungannya dengan profil pada komputernya sebelumnya.<br />

Solusi untuk memudahkan user berpindah-pindah PC ialah<br />

tersedianya modus operasi 'Roaming Profiles'. Semua data<br />

spesifik user disimpan pada PDC. Dengan demikian, di mana<br />

pun seorang user login, setting dan semua data pribadinya akan<br />

disediakan melalui PDC.<br />

Cara kerja konsep domain<br />

Mengatur setting untuk server<br />

Konfigurasi PDC dapat <strong>Anda</strong> lakukan dalam layar Yast yang<br />

Bila diinginkan, Samba juga dapat berfungsi sebagai Primary sama, di mana <strong>Anda</strong> telah melakukan konfigurasi dasar untuk<br />

Domain Controller (PDC) dalam jaringan. Sebuah PDC Samba. Kini sebagai 'Sharing Type' pilih 'Primary Domain<br />

memiliki peran penting dalam generasi terakhir jaringan Controller'. Dalam kolom 'Domain or Workgroups', cantumkan<br />

Microsoft yang berbasis konsep domain. Walau sejak beberapa nama domain.<br />

waktu lalu telah digantikan melalui Windows 2000 dan Active Di sini pun untuk setiap user yang mengakses server Samba<br />

dari PC Windows, perlu dibuatkan sebuah Linux-user. Lakukan<br />

pada baris perintah dengan perintah berikut.<br />

Profil User: Melalui Control Panel tentukan apakah profil yang<br />

berisi semua data pribadi disimpan pada PC atau pada Server<br />

Samba.<br />

useradd -s /bin/false myuser<br />

smbpasswd -a myuser mypass<br />

Perintah pada baris pertama membuat sebuah account Linuxuser<br />

yang tidak boleh login pada level Shell. Baris kedua<br />

memberikan password untuk user tersebut.<br />

Mengubah client ke operasi domain<br />

Client-client dengan sistem operasi Windows juga harus<br />

dikonfigurasi sedemikian rupa agar langsung bisa mengakses<br />

PDC saat login. Untuk itu, setiap station harus login satu kali<br />

pada server Samba. Langkah-langkah berikut ini hanya berfungsi<br />

untuk Windows 2000 dan XP versi Professional. Microsoft<br />

sengaja tidak melengkapi versi Home dengan fungsionalitas<br />

domain.<br />

Untuk konfigurasi login pada sisi client PDC, pilih “Control<br />

Panel | System | Network Identification”. Dengan tombol<br />

'Network ID', jalankan wizard untuk berbagai versi login. Pilih<br />

option untuk sebuah jaringan perusahaan dan domain-login.<br />

Pada halaman berikutnya, di mana data user dimasukkan,


sebenarnya hanya kolom terakhir yang penting. Di sana harus<br />

tercantum nama domain seperti yang telah dipilih dalam<br />

konfigurasi Samba sebelumnya.<br />

Pada halaman berikutnya, wizard kembali menanyakan nama<br />

workstation Windows dan nama domain, karena server Samba<br />

belum dapat menemukan entri untuk PC <strong>Anda</strong>.<br />

Agar tidak setiap user dapat menambahkan sebuah PC pada<br />

sebuah domain, langkah berikutnya adalah permintaan data<br />

akses untuk sebuah user account dengan hak Administrator.<br />

Disini masukkan data login untuk 'root'. Wizard menanyakan<br />

apakah <strong>Anda</strong> ingin membuat sebuah account baru jawab dengan<br />

'No'.<br />

Setelah restart, <strong>Anda</strong> mendapat sebuah laporan yang biasa<br />

dikenal dari Windows 2000, yang meminta <strong>Anda</strong> menekan<br />

kombinasi tombol [Ctrl] + [Alt] + [Del] untuk window login.<br />

Demikian juga halnya pada Windows XP, tampilan loginnya yang<br />

bergambar akan hilang dan digantikan dengan tampilan seperti<br />

pada Windows 2000. Setelah klik pada 'Options', ini akan<br />

menampilkan sebuah boks untuk memilih domain.<br />

Di sana, <strong>Anda</strong> dapat memilih domain yang baru atau login<br />

lokal pada PC lokal. Saat login pertama kali pada domain, <strong>Anda</strong><br />

mungkin perlu menunggu agak lama hingga PC selesai<br />

melakukan semua persiapan yang dibutuhkan. Setelah itu<br />

tampak sebuah desktop yang masih 'segar'.<br />

Ide dasar adalah penyimpanan data pribadi pada server<br />

Samba di dalam direktori home diri <strong>Anda</strong> yang lama pada level<br />

Linux. Jadi, <strong>Anda</strong> dapat login pada workstation mana saja dan<br />

data <strong>Anda</strong> mengikuti dengan setia.<br />

Bila <strong>Anda</strong> tidak menginginkannya, melainkan lebih suka<br />

penyimpanan data secara lokal, tampilkan “Control Panel |<br />

System | User Profiles”. Pilih 'local' untuk penyimpanan data<br />

Operasi Domain: Bila<br />

sebuah client Windows<br />

telah login, Samba<br />

dapat menampungnya<br />

dalam domain.<br />

TOOL UNTUK PENGGUNA SAMBA<br />

Penolong dalam kondisi<br />

darurat<br />

Di samping kedua program<br />

'nmbd' dan 'smbd' yang merupakan<br />

layanan dasar Samba<br />

pada Linux, paket Samba<br />

berisi beberapa program lain<br />

yang juga berguna.<br />

Mengatasi masalah akses: Bila<br />

ada masalah, perlu diketahui,<br />

PC mana yang sedang menggunakan<br />

server Samba dan<br />

file-file mana pada server yang<br />

sedang terpakai. Untuk itu<br />

gunakan program 'smbstatus'.<br />

Dijalankan tanpa parameter,<br />

tool ini akan menunjukkan<br />

daftar sharing yang terkoneksi<br />

pada setiap client yang menggunakan<br />

server Samba. Selain<br />

itu tool ini juga mencatat<br />

kapan koneksi dibangun.<br />

Bila ada file yang dibuka,<br />

tampak nama file, modus yang<br />

digunakan (baca/ tulis) dan<br />

bila ada juga locking-flags. Koneksi<br />

file-file terbuka dengan<br />

client dapat <strong>Anda</strong> lihat<br />

pada parameter 'PID' yang<br />

ditampilkan nomor subproses<br />

Samba yang mengelola<br />

koneksi tersebut.<br />

Menguji penerjemahan nama:<br />

Untuk menguji penerjemahan<br />

nama dalam jaringan<br />

Windows tersedia tool<br />

'nmblookup'. Sebagai parameter<br />

masukkan nama sebuah<br />

komputer Windows. Selanjutnya,<br />

tool akan melakukan<br />

pencarian dalam jaringan. Bila<br />

PC tersebut ditemukan, tool<br />

akan menampilkan alamat IPnya.<br />

Menggunakan tool sharing:<br />

'smbclient' memungkinkan Linux<br />

memanfaatkan Windowssharing<br />

pada sebuah PC Windows<br />

atau sebuah server<br />

Samba lainnya. Ini dapat dilakukan<br />

dengan perluasan sistem<br />

file menggunakan perintah<br />

'mount'. Perintah 'mount'<br />

dapat digunakan dengan<br />

option '-tsmbfs'. Namun, jika<br />

hendak me-mounting samba<br />

resources pada jaringan, akan<br />

lebih mudah menggunakan<br />

perintah 'smbmount' yang<br />

digunakan seperti perintah<br />

'mount' biasa. Dengan<br />

parameter '-o', detail lain<br />

mengenai koneksi akan<br />

ditampilkan.<br />

Untuk memasukkan sharing<br />

'docs' dari PC 'Win98' ke dalam<br />

direktori Linux '/docs', ketikkan<br />

perintah berikut.<br />

smbmount //Win98/docs<br />

/docs -o<br />

username=saya,password=<br />

passaya<br />

Informasi lain mengenai<br />

mounting SMB sharing dapat<br />

<strong>Anda</strong> lihat dengan perintah<br />

'man smbmount'.<br />

Command Line: Tool ‘smbstatus’ memperlihatkan koneksi yang<br />

aktual dan semua file yang diakses oleh client.<br />

| CHIP | NETWORKING | 81


LINUX File Server<br />

profile <strong>Anda</strong>.<br />

Waktu reaksi yang diperlukan untuk mengakses data yang<br />

tersimpan pada server PDC tergantung dari kecepatan jaringan<br />

dan besar kecilnya profile <strong>Anda</strong>. Sebuah e-mail history pada<br />

Outlook atau Recycle Bin yang penuh sudah cukup untuk<br />

menghabiskan kesabaran user saat login dan logout. Ini<br />

disebabkan oleh sebagian data profile disimpan sementara<br />

secara lokal, yang saat login harus dikirim ke client dan saat<br />

logout dikembalikan ke server.<br />

82 | CHIP | NETWORKING<br />

Mengaktifkan option-option<br />

Operasi PDC dengan Samba yang telah dibahas diatas memang<br />

tepat untuk jaringan kecil, tetapi masih perlu perbaikan.<br />

Misalnya database user dalam varian 'smbpasswd' adalah<br />

sebuah file teks sederhana yang akan mengalami bottleneck<br />

dengan meningkatnya jumlah user.<br />

Alternatif: TDB-Database, sebuah solusi yang terintegrasi<br />

dalam Samba untuk akses yang lebih cepat. Untuk itu,<br />

cantumkan saja 'TDB-Database' di bawah 'Sources for User<br />

Informations' dalam konfigurasi Yast.<br />

Untuk instalasi jaringan yang lebih besar, sebaiknya <strong>Anda</strong><br />

mempertimbangkan sebuah server LDAP sebagai database.<br />

Dengan demikian, user dapat dikelola lebih mudah. Server ini<br />

pun dapat dimanfaatkan untuk tugas-tugas lainnya.<br />

Dengan konfigurasi seperti di atas, dimungkinkan bagi user<br />

untuk mengubah password langsung dari Windows tetapi hanya<br />

password untuk Samba. Bila user juga memiliki akses pada<br />

Linux-shell, ia harus tetap login dengan password yang lama dan<br />

menyamakan password Linux-nya di sana secara manual dengan<br />

perintah 'passwd'. Ady WP (MS), Penulis@CHIP.co.id<br />

Cepat Selesai: Dengan tool konfigurasi Yast sebuah folder Linux<br />

dengan cepat dapat disediakan sebagai sharing bagi user<br />

Windows.<br />

KNOW-HOW<br />

Hak akses di bawah Linux<br />

Di bawah Linux setiap file atau<br />

folder dimasukkan ke dalam 3<br />

level akses berikut ini.<br />

kOwner (pemilik)<br />

kGroup (kelompok)<br />

kOther (user lainnya)<br />

Untuk setiap level dapat<br />

diberikan hak akses berbeda:<br />

k'r' seperti 'read' untuk akses<br />

baca<br />

k'w' seperti 'write' untuk akses<br />

tulis<br />

k'x' seperti 'execute' untuk<br />

menjalankan file (pada folder<br />

berarti boleh dibuka).<br />

Bila <strong>Anda</strong> menampilkan isi<br />

sebuah folder Linux dengan 'ls -<br />

I', tampak di sisi kiri hak akses<br />

file, misalnya '-rwxrw-r--'. Dibaca<br />

dari kiri ke kanan, hak akses<br />

pemilik untuk file yang bersangkutan<br />

adalah 'rwx' akses<br />

kelompok adalah 'rw', dan akses<br />

user lain 'r'. Bila diawali dengan<br />

'd', maka yang <strong>Anda</strong> lihat adalah<br />

sebuah folder.<br />

Hak akses juga dapat ditampilkan<br />

dalam bentuk bilangan,<br />

di mana sebuah angka mewakili<br />

sebuah level. Angka pertama<br />

untuk pemilik, angka<br />

kedua untuk kelompok dan<br />

angka ketiga untuk lainnya.<br />

Berikut ini angka merupakan<br />

jumlah dari hak yang telah<br />

diberikan.<br />

r = 4<br />

w = 2<br />

x = 1<br />

Angka-angka ini dijumlahkan.<br />

Contoh: Pemilik boleh membaca,<br />

menulis dan menjalankan,<br />

maka nilainya 4 + 2 +<br />

1 = 7. Bila kelompok hanya boleh<br />

membaca dan menjalankan,<br />

nilainya 4 + 1 = 5. User lain tidak<br />

mendapat akses, sehingga nilainya<br />

0. Dengan demikian hak<br />

akses untuk file ini adalah 750.<br />

Cara ini diaplikasikan dalam<br />

Linux dengan menggunakan<br />

perintah 'chmod'.<br />

Di depan ketiga angka<br />

sering terdapat sebuah angka<br />

lain dalam Samba biasanya '0'<br />

untuk menempatkan atribut<br />

'set user ID', 'set group ID', atau<br />

'sticky'. Untuk mengetahui<br />

lebih banyak mengenai atribut<br />

tersebut gunakan perintah<br />

'man chmod'.<br />

Pemilik dan kelompok sebuah<br />

file dapat diubah melalui<br />

perintah 'chown' dan 'chgrp'.<br />

Info lebih rinci melalui perintah<br />

'man'.<br />

Hak Akses: Seluruh file dan folder pasti memiliki hak akses yang<br />

terdiri dari tiga pengelompokkan hak, yang dapat diubah<br />

menggunakan perintah ‘chmod’.


Tips untuk <strong>Jaringan</strong> Linux<br />

Troubleshooting <strong>Jaringan</strong><br />

Apakah ada masalah dalam jaringan Linux <strong>Anda</strong>? Penyebabnya bisa bermacam-macam. CHIP membahas cara<br />

melacak masalah jaringan dengan tool yang tersedia pada Linux. Selain itu, CHIP juga telah menyusun<br />

beberapa tips berguna lainnya bagi <strong>Anda</strong>.<br />

k<br />

Dua utility yang sangat membantu dalam mencari<br />

penyebab masalah dalam jaringan: 'ping' (Tips 1) dan<br />

'tcpdump' (Tips 8). Kedua tool ini terinstalasi bersama Linux<br />

SuSE.<br />

1<br />

Analisa kesalahan Menggunakan tool 'Ping'<br />

Bila ada yang tak berfungsi dalam jaringan, selalu gunakan<br />

'Ping' terlebih dulu untuk menanganinya. Program ini<br />

mengirim sebuah pertanyaan ke alamat IP dan menantikan<br />

jawabannya. Bentuk perintahnya adalah: 'ping 192.168.0.2'.<br />

Tentu saja <strong>Anda</strong> dapat memasukkan alamat IP lain, termasuk<br />

alamat dari Internet.Bila pertanyaan tersebut sampai ke alamat yang<br />

dituju, host tujuan tersebut akan mengirimkan jawaban. Bila tidak<br />

ada jawaban, kemungkinan ada kesalahan berikut.<br />

k Secara fisik komputer Linux tidak terhubung dengan<br />

jaringan. Periksalah sambungan kabel-kabelnya.<br />

k Komputer yang dituju tidak terhubung dengan jaringan.<br />

Untuk mengkonfirmasi hal ini, cobalah mengirim perintah<br />

'ping' ke sebuah alamat lainnya.<br />

k Komputer Linux atau yang dituju tidak memiliki alamat IP.<br />

Untuk memeriksa alamat IP komputer <strong>Anda</strong>, gunakan pada<br />

console Linux 'ifconfig'.<br />

Alternatif: Selain ke alamat IP, 'ping' juga dapat diarahkan ke<br />

nama komputer, misalnya 'ping chip.local'. Jadi inilah fungsi<br />

lain penggunaan 'ping'. Bila 'ping' ke alamat IP berhasil, tetapi<br />

ke nama komputer tidak berfungsi, berarti PC tidak dapat<br />

menerjemahkan alamat komputer tersebut. Hal tersebut dapat<br />

disebabkan oleh hal-hal berikut.<br />

k PC tidak menemukan DNS server.<br />

k File Hosts pada Linux tidak mempunyai entry alamat yang<br />

dituju atau berisi keterangan yang salah mengenai alamat tersebut.<br />

Dengan 'ping', <strong>Anda</strong> juga dapat memeriksa apakah suatu<br />

koneksi ke Internet dapat dibangun. Lakukan 'ping' terhadap<br />

k ISI CD<br />

k Analisa Dengan Ethereal <strong>Anda</strong> menganalisa lalu-lintas<br />

jaringan pada level protokol. Selain itu tool memungkinkan<br />

pencatatan dan peniliaian lalu-lintas jaringan.<br />

k Webserver Dengan Apache HTTP Server, open-source<br />

database MySQL dan PHP-5-Interpreter pada CD CHIP, semua<br />

program yang dibutuhkan untuk sebuah web server sendiri<br />

telah tersedia.<br />

salah satu alamat di Internet. Bila tidak mendapat jawaban,<br />

kirimkan 'ping 141.1.1.1' - ini juga sebuah alamat di Internet.<br />

Keuntungan menggunakan nama alamat tersebut adalah mudah<br />

diingat. Bila dari alamat ini didapat jawaban, berarti koneksi<br />

dapat dibangun, tetapi alamat Internet-nya tidak dapat<br />

diterjemahkan dengan benar. Hal ini mungkin karena <strong>Anda</strong><br />

tidak atau salah mencantumkan DNS server di dalam router.<br />

2<br />

Linux Perawatan Jarak Jauh<br />

Untuk merawat PC Linux dari sebuah PC Windows dibutuhkan<br />

sebuah client. Tool standar pilihan untuk itu adalah 'Putty'. Ini<br />

adalah sebuah client SSH yang juga mendukung transfer<br />

terenkripsi antara client dan server Linux. 'Putty' tersedia gratis<br />

di www.chiark.greenend.org.uk.<br />

3<br />

Unicode-Characterset Setting Putty for SuSE 9.1<br />

'Putty' menghasilkan karakter-karakter aneh bila digunakan<br />

bersama SuSE 9.1. Karena, mulai versi 9.1 SuSE menggunakan<br />

characterset Unicode. Walau demikian, <strong>Anda</strong> juga dapat<br />

mengaktifkan feature characterset Unicode dalam 'Putty': Di<br />

bawah “Windows | Translation” pilih 'UTF-8' untuk 'Received<br />

data assumed to be in which character set'.<br />

4<br />

Web Server Instalasi Apache<br />

Sebuah server yang baik juga memiliki sebuah Web server. Proses<br />

instalasinya dalam SuSE 9.1 sangat cepat. Buka sebuah shell dan<br />

1<br />

Ahli Diagnosa: Dengan bantuan 'ping' <strong>Anda</strong> temukan, PC<br />

mana yang terhubung dengan jaringan..<br />

| CHIP | NETWORKING | 83


LINUX Tips <strong>Jaringan</strong><br />

login sebagai 'root'. Masukkan perintah berikut.<br />

yast -i apache<br />

Kemudian tunggu panduan dari Yast. Pilih modus Apache<br />

yang <strong>Anda</strong> inginkan (bila ragu pilih 'prefork') dan konfirmasikan<br />

info-info dari Yast. SuSE akan memulai instalasi. Setelah selesai,<br />

masukkan perintah berikut.<br />

rcapache2 start<br />

Setelah itu, bukalah 'Conqueror' atau sebuah browser lain dan<br />

masukkan sebagai alamat 'http://localhost'. Kemudian tampak<br />

laporan kesalahan 'Access forbidden'. Ini berarti server aktif dan<br />

dapat digunakan.<br />

5<br />

Apache Membuat halaman HTML pertama<br />

Apache berfungsi? Bagus. Buatlah sebuah halaman HTML<br />

dengan sebuah editor mana saja. Simpan halaman tersebut<br />

dalam folder '/srv/sss/htdocs' dan beri nama 'index.html'.<br />

Halaman yang pertama masih dapat <strong>Anda</strong> buat dengan akses<br />

'root'. Bila file HTML sudah tersimpan dalam folder, refresh isi<br />

browser, dan halaman tersebut akan ditampilkan.<br />

6<br />

Parameter Menampilkan alamat IP sendiri<br />

Sekali lagi, IP berapa yang dimiliki PC Linux? Jawabannya bisa<br />

<strong>Anda</strong> dapatkan dengan cepat melalui perintah berikut.<br />

/sbin/ifconfig<br />

Tampak semua parameter penting jaringan, di antaranya<br />

alamat IP server Linux. Perintah di atas dapat juga disingkat<br />

dengan langsung menuliskan perintah berikut.<br />

ifconfig<br />

7<br />

Pertukaran data Meng-copy file dengan 'scp'<br />

Untuk meng-copy file dari PC Windows <strong>Anda</strong> ke Linux, tidak<br />

perlu server Samba. Tool 'scp' dapat melakukannya dengan<br />

sangat cepat. Tool ini membangun koneksi terproteksi antara<br />

dua buah komputer dan mengirimkan file, bahkan juga dengan<br />

server di Internet, asalkan <strong>Anda</strong> memiliki hak tersebut.<br />

Untuk meng-copy file dari PC Linux ke Linux, masukkan<br />

2<br />

Standar: Client ssh 'Putty' memungkinkan maintenance<br />

jarak jauh PC Linux dari sebuah PC Windows.<br />

84 | CHIP | NETWORKING<br />

5<br />

Aktif: Bila <strong>Anda</strong> melihat laporan ini, tidak ada masalah<br />

dengan server web 'Apache'.<br />

perintah dengan pola berikut ini.<br />

scp /home/username/directory/*.ext<br />

remote:/home/username/directory<br />

Di sini, <strong>Anda</strong> meng-copy semua file berakhiran .ext dari<br />

folder '/home/username/directory' ke dalam folder yang sama<br />

pada PC 'remote'.<br />

Sebelum meng-copy <strong>Anda</strong> perlu memasukkan sebuah<br />

password. ‘Scp’ juga meneruskan nama pengguna yang <strong>Anda</strong><br />

gunakan untuk login pada PC Linux. Bila ingin menggunakan<br />

nama lain untuk login, masukkan nama dalam pola berikut.<br />

scp /home/username/directory/*.ext<br />

user@remote:/home/username/directory<br />

Setelah itu, PC akan meminta password untuk pengguna<br />

tersebut. Sebaliknya, file juga dapat di-copy dari PC 'remote' ke<br />

PC 'local'. Perintahnya sebagai berikut.<br />

scp user@remote:/home/username/*.xls<br />

/home/username/tabel<br />

Di sini, <strong>Anda</strong> meng-copy semua file berakhiran .xls pada<br />

komputer 'remote' ke dalam folder '/home/username/tabel'<br />

pada komputer lokal.<br />

Pengguna Windows dapat melakukannya dengan lebih<br />

nyaman. Mereka tidak perlu mengingat-ingat susunan perintah<br />

yang rumit, menggunakan tool 'Winscp'. Tool ini tersedia gratis<br />

untuk di-download di http://winscp.vse.cz/eng/. Dengan tool<br />

ini, <strong>Anda</strong> dapat meng-copy file seperti biasa dengan Windows<br />

Explorer.<br />

8<br />

Analisa kesalahan Melihat dengan 'tcpdump'<br />

Bila ada yang berfungsi dengan tidak benar dalam koneksi<br />

jaringan <strong>Anda</strong>, disarankan memeriksanya dengan tool<br />

'tcpdump'. Tool ini membaca semua protocol-header secara live<br />

atau real-time dan menampilkannya pada layar. Dengan<br />

demikian, <strong>Anda</strong> dapat mengawasi seluruh lalu-lintas data antara<br />

PC Linux dengan jaringan. Bahkan seluruh lalu-lintas data yang<br />

ada dalam jaringan, bila <strong>Anda</strong> menggunakan sebuah hub.<br />

Kembali ke awal, bila <strong>Anda</strong> merasa ada yang salah antara PC<br />

Linux dengan jaringan, jalankan 'tcpdump'. Langsung tampak<br />

lalu-lintas data, biasanya muncul laporan teratur dari Address<br />

Resolution Protocol 'arp'. Edaran dengan pertanyaan 'who has?'<br />

berfungsi untuk menerjemahkan alamat Ethernet ke alamat IP.<br />

Selain itu, juga dapat diketahui apakah lalu-lintas TCP


erhasil. Cobalah mengakses PC melalui HTTP ketika 'tcpdump'<br />

difungsikan. Langsung tampak serangkaian laporan HTTPheader.<br />

Jadi, dengan 'tcpdump' <strong>Anda</strong> dapat mengawasi secara rinci<br />

aplikasi apa dan bagaimana cara berkomunikasinya. Bila ada<br />

kesalahan, <strong>Anda</strong> mendapat laporan berguna yang dapat<br />

membantu proses troubleshooting lebih lanjut. Di luar itu, <strong>Anda</strong><br />

dapat melihat apa yang terjadi dalam jaringan dan siapa<br />

mengobrol dengan siapa.<br />

Tentu saja, <strong>Anda</strong> dapat melakukan filtering apa saja yang akan<br />

diawasi oleh 'tcpdump'. Bila misalnya <strong>Anda</strong> hanya ingin<br />

mengawasi lalu-lintas data HTTP, masukkan 'tcpdump port 80'.<br />

Karena semua koneksi HTTP dilakukan melalui port tersebut.<br />

<strong>Anda</strong> juga dapat mengawasi sebuah PC tertentu dengan<br />

perintah, misalnya 'tcpdump host 192.168.0.1'.<br />

Tips: Gunakan 'tcpdump' langsung dari konsol PC Linux<br />

<strong>Anda</strong>. Karena, jika dijalankan dengan Telnet atau 'ssh' dari PC<br />

lain, tool selalu mencatat lalu-lintas data antara PC remote client<br />

dengan PC Linux sehingga menciptakan lalu-lintas data baru.<br />

9<br />

7<br />

Pelacakan jejak Mengikuti sebuah paket data<br />

Sering kita perlu mengetahui jalur perjalanan data dari sebuah PC<br />

ke PC lainnya terutama pada koneksi Internet. Dengan demikian<br />

bila timbul masalah, dengan mudah dapat diketahui penyebabnya.<br />

Cobalah dengan memasukkan perintah berikut pada Linux.<br />

/usr/bin/traceroute<br />

Secara bertahap, tool ini menampilkan rute terminal-terminal<br />

yang dilalui hingga komputer tujuan. Bila rute terhenti pada alamat<br />

router <strong>Anda</strong>, mungkin router tersebut mengalami masalah.<br />

10 Tes Mengirim e-mail melalui baris perintah<br />

Dari baris perintah Linux, <strong>Anda</strong> dapat langsung mengirim email.<br />

Ini praktis untuk mengirim info dari file log atau sekadar<br />

menguji Mail server. Cobalah misalnya dengan perintah berikut.<br />

echo "Selamat Pagi, pesan ini merupakan testmail" |<br />

mail -s Testmail username@linux.local<br />

Nyaman: 'Winscp' meng-copy file dari Windows ke Linux<br />

dengan nyaman dan aman seperti dalam Explorer.<br />

TIPS LINUX<br />

Jendela pesan untuk protokol<br />

Sebuah feature tambahan<br />

yang berguna dapat <strong>Anda</strong><br />

temukan dengan menekan<br />

kombinasi tombol [Ctr] + [Alt] +<br />

[F10] dalam KDE atau [Alt] +<br />

[F10] pada konsol. Di sana,<br />

<strong>Anda</strong> dapat melihat systemmessages<br />

secara aktual, termasuk<br />

juga untuk layanan jaringan.<br />

Yang juga sangat membantu<br />

adalah protokol yang<br />

<strong>Anda</strong> temukan dalam '/var/log'<br />

(lebih lanjut baca Tips 11). Di<br />

sini, setiap aplikasi mencatat<br />

laporan kesalahan dan<br />

informasi dari operasi yang<br />

sedang berjalan juga Samba<br />

(dalam folder 'samba') dan<br />

aplikasi jaringan lainnya<br />

seperti server web Apache<br />

(folder 'httpd').<br />

Penerima e-mail, username@linux.local akan menerima<br />

sebuah e-mail dengan 'Subject: Testmail' dan isinya "Selamat<br />

Pagi, pesan ini merupakan testmail".<br />

11<br />

Protokol Mencari kesalahan<br />

Bila ada yang tidak berfungsi dalam jaringan Linux <strong>Anda</strong>,<br />

pertama-tama periksalah pesan-pesan kesalahan. Biasanya<br />

terdapat dalam folder '/var/log'. Untuk itu dibutuhkan akses<br />

'root'. Umumnya, hanya laporan terakhir yang menarik bisa<br />

<strong>Anda</strong> dapatkan melalui perintah 'tail'. Contohnya dalam bentuk<br />

berikut.<br />

tail /var/log/messages<br />

Dengan perintah ini ditampilkan sepuluh baris terakhir dari file<br />

'/var/log/messages', di mana tampak banyak laporan kesalahan.<br />

Bila masih kurang, <strong>Anda</strong> dapat menambah baris yang<br />

ditampilkan dengan parameter '-n', misalnya<br />

tail -n20 /var/log/messages<br />

periksalah dalam folder '/var/log' dan subfolder-nya. Bila ada<br />

masalah dengan Linux, biasanya ada laporan kesalahan di dalam<br />

salah satu file. Itu merupakan titik mulai untuk mengatasi<br />

masalah dalam jaringan. Ady WP (MS), Penulis@CHIP.co.id<br />

Juru Tulis: Tool analisa 'tcpdump' mencatat header<br />

8 protokol paket data yang dikirim antara PC Linux dan<br />

jaringan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 85


SEKURITI Firewall Desktop<br />

INDEKS | SEKURITI<br />

Komunitas tertutup di Internet 86<br />

Dengan Service Pack 2, Windows mendapatkan<br />

upgrade Firewall yang jauh lebih baik.<br />

Satu profil untuk semua client 92<br />

Profil pengguna dapat diletakkan dalam jaringan<br />

untuk memudahkan pengelolaan.<br />

Melindungi <strong>Jaringan</strong> Tanpa 95<br />

Kabel<br />

<strong>Anda</strong> harus melindungi jaringan tanpa kabel yang<br />

dimiliki dari serangan penyusup dari dalam dan<br />

dari luar.<br />

Melindungi <strong>Jaringan</strong> <strong>Anda</strong> dari 98<br />

Serangan Hacker<br />

Firewall bertugas mencegah serangan dari luar<br />

dan mencegah berjalannya program-program yang<br />

berisiko terhadap keamanan PC<br />

k ISI CD<br />

k Alternatif Software Firewall gratis ZoneAlarm dan<br />

Agnitum Outpost untuk penggunaan pribadi dapat<br />

<strong>Anda</strong> temukan pada CD CHIP.<br />

k Bebas virus CD CHIP menyediakan berbagai<br />

program e-mail client gratis, seperti Eudora dan<br />

Pegasus E-mail dalam versi yang terbaru.<br />

k Aman Hanya dengan update terbaru, Windows<br />

<strong>Anda</strong> aman. Software Service Pack Manager 2000<br />

dapat melakukan patching PC <strong>Anda</strong> melalui jaringan.<br />

86 | CHIP | NETWORKING<br />

Software Firewall yang<br />

terpasang secara lokal<br />

memberi proteksi<br />

tertentu terhadap<br />

serangan jahat dari<br />

Internet ataupun dari<br />

jaringan lokal.<br />

Desktop Firewall dalam Service Pack 2<br />

Komunitas<br />

Blaster, Sasser, Bagle, dan lainnya telah membuat<br />

k pengguna PC lebih sensitif belakangan ini. Terutama<br />

Blaster dan Sasser yang merupakan worm jenis baru. Sekali<br />

menyusup ke dalam sistem, mereka langsung menyebarkan diri<br />

tanpa perlu akses dari pengguna.<br />

Biasanya, sebuah perangkat hardware firewall memproteksi<br />

jaringan terhadap ancaman dari Internet. Namun, bila virus<br />

masuk melalui media data atau notebook yang dihubungkan ke<br />

LAN, workstation tidak memiliki proteksi. Solusinya adalah<br />

software firewall yang diinstalasi secara lokal pada setiap PC<br />

jaringan. Service Pack 2 Windows XP telah memiliki fungsi ini.<br />

Firewall ‘built-in’ sebelumnya, hanya menawarkan proteksi<br />

terhadap Internet, versi yang baru juga melindungi PC dari<br />

bahaya dalam LAN. Memang, solusi Windows XP bukanlah yang<br />

terbaik, karena relatif mudah ditembus oleh trojan yang<br />

terprogram dengan pintar. Walau demikian, solusi ini tetap lebih<br />

aman dibanding tanpa software firewall sama sekali.<br />

Dalam artikel ini, CHIP akan mengulas bagaimana sebuah


Tertutup di Internet<br />

firewall bekerja dan bagaimana cara mengaktifkan serta<br />

menyesuaikannya agar kemampuan komunikasi software <strong>Anda</strong><br />

tidak berkurang.<br />

Prinsip kerja Firewall Windows XP<br />

Pada dasarnya, firewall memblokir semua permintaan koneksi<br />

dari Internet dan atau jaringan lokal. Ini berlaku bagi semua<br />

paket data TCP/IP dari luar yang tidak diminta. Sebaliknya, paket<br />

yang memang diharapkan dibiarkan masuk, misalnya data<br />

sebuah website yang dikunjungi atau e-mail dari penyedia<br />

layanan e-mail.<br />

Dalam kasus tertentu, suatu komunikasi memang sengaja<br />

dibangun menggunakan aplikasi (server application) dari luar,<br />

misalnya Internet atau PC lain dalam LAN. Aplikasinya antara<br />

lain untuk chatting, konferensi video, telepon Internet, game<br />

Internet, remote control, atau FTP Server internal. Firewall akan<br />

mengatur berdasarkan masukan pengguna, apa yang boleh<br />

dilakukan oleh suatu program. Firewall personal yang terinstalasi<br />

bersama Service Pack 2 Windows XP mengenal dua jenis<br />

pemberian akses atau pemblokiran.<br />

1. Program: Begitu sebuah program lokal membangun koneksi<br />

Internet dan ingin membuka sebuah port untuk data masuk,<br />

firewall akan menampakkan diri. Sebuah window menginformasikan<br />

mengenai permintaan program tersebut. Kini <strong>Anda</strong><br />

dapat memutuskan apakah program boleh membuka port yang<br />

dibutuhkan, dan apakah izin akses bisa diberikan. Untuk yang<br />

terakhir, klik pada 'No more blockade?'.Apabila pada kesempatan<br />

berikutnya program juga perlu minta ijin terlebih dulu, klik 'Ask<br />

again?'. Option 'Keep on blocking?' melarang software membuka<br />

port. Option 'No more blockade' membuka akses sepenuhnya<br />

dan otomatis memasukkan program ke dalam daftar 'Exceptions'<br />

(baca lebih lanjut di bawah).<br />

Blokade ataupun pemberian akses pada level program (seperti<br />

pada firewall Windows XP) memiliki kelebihan dan kelemahan.<br />

Salah satu sisi negatifnya adalah <strong>Anda</strong> tidak memiliki info atau<br />

| CHIP | NETWORKING | 87


SEKURITI Firewall Desktop<br />

kendali atas jumlah dan nomor port yang dibuka. Masalah lain,<br />

program hanya dapat dikenali dari nama file EXE dan tempat<br />

penyimpanannya, tidak melalui checksum atau mekanisme<br />

pengamanan lainnya. Jadi, mungkin saja program perusak<br />

menyamar sebagai program tidak berbahaya atau program yang<br />

tercantum dalam daftar 'Exceptions' (tentunya jika PC telah<br />

terinfeksi). Kelebihannya, setelah digunakan oleh sebuah aplikasi<br />

dengan ijin pengguna, otomatis port akan ditutup kembali.<br />

2. Ports: Pada dasarnya, firewall XP atau area port TCP dan UDP<br />

dapat dibuka tanpa tergantung software tersebut. Dengan<br />

demikian, program server yang pertama mengakses sebuah port<br />

dapat berkomunikasi melalui port tersebut. Tidak ada penutupan<br />

port secara otomatis. Oleh karena itu, hati-hati dengan setting ini.<br />

88 | CHIP | NETWORKING<br />

Kelemahan Firewall<br />

Desktop firewall dari Service Pack 2 bukanlah solusi keamanan<br />

terbaik dari semua potensi bahaya. Sebagian besar virus, trojan,<br />

dan worm yang masuk ke dalam sistem memang dapat dicegah,<br />

namun ini hanya untuk program yang menginfeksi melalui<br />

koneksi dari luar (dari Internet atau PC jaringan).<br />

Firewall tidak dapat mencegah <strong>Anda</strong> membuka sebuah<br />

attachment e-mail yang berisi virus atau trojan, atau bisa saja<br />

<strong>Anda</strong> tidak sengaja memasukkan program semacam itu (melalui<br />

download, menjalankan sebuah program dari Internet, program<br />

terinfeksi dari sebuah media data, atau jenis script virus tertentu).<br />

Apabila sistem <strong>Anda</strong> telah terinfeksi virus atau worm, firewall<br />

tidak dapat berbuat apa pun. Firewall tidak berdaya menghadapi<br />

serangan dari dalam. Sekarang ini, sudah ada program perusak<br />

yang mampu menonaktifkan firewall XP atau menambahkan<br />

aturan pengecualian palsu yang memudahkan program perusak<br />

masuk.<br />

Jadi, disamping firewall Windows XP, <strong>Anda</strong> sebaiknya juga<br />

menggunakan antivirus terbaru dan tetap berpegang pada<br />

TIPS PROFESIONAL<br />

Memeriksa daftar 'Exceptions'<br />

Secara teratur periksalah<br />

daftar pengecualian Firewall<br />

XP yang baru. Cara termudah<br />

bagi trojan, worm, atau sejenisnya<br />

untuk mengatasi Firewall<br />

dari dalam (setelah berhasil<br />

menyusup) adalah mencantumkan<br />

diri ke dalam<br />

daftar 'Exceptions'.<br />

Terutama perhatikan program<br />

atau layanan yang tidak<br />

dikenal dan entri ganda. Bagi<br />

sebuah trojan, tidak sulit menyamar<br />

sebagai sebuah file<br />

seperti 'File and Printer Shar-<br />

-ing.exe' dan mencantumkan<br />

diri ke dalam daftar penge-<br />

cualian. Akibatnya, ada dua<br />

entri yang sama dalam daftar.<br />

Bisa saja <strong>Anda</strong> tidak menyadari<br />

dan membiarkannya.<br />

Hilangkan checkmark pada<br />

entri-entri yang mencurigakan<br />

dan periksa apakah semua<br />

program yang dikenal masih<br />

dapat berfungsi. Periksa juga<br />

dari waktu ke waktu, apakah<br />

checkmark yang telah dihilangkan<br />

dari sebuah entri kembali<br />

lagi dengan sendirinya. Ini adalah<br />

petunjuk mengenai keberadaan<br />

penyusup. Apabila demikian,<br />

<strong>Anda</strong> perlu menggunakan<br />

software antivirus yang tepat.<br />

langkah-langkah pencegahan yang standar, misalnya untuk tidak<br />

membuka attachment e-mail dari pengirim yang tidak dikenal.<br />

Konfigurasi dasar dan validity area<br />

Lampu Hijau:<br />

Dalam daftar<br />

'Exceptions',<br />

tercantum<br />

semua<br />

program dan<br />

layanan yang<br />

mendapat ijin<br />

akses ke<br />

Internet.<br />

Setelah instalasi Service Pack 2, pada dasarnya <strong>Anda</strong> tidak perlu<br />

melakukan setting atau konfigurasi apa pun. Secara standar,<br />

firewall sudah aktif dengan setting yang tepat. Namun, bila <strong>Anda</strong><br />

masih ingin mengubah sesuatu, bukalah 'Security Center' dan<br />

klik 'Windows Firewall'. Selanjutnya, Windows akan menampilkan<br />

tiga buah tab.<br />

Dalam tab pertama yang secara standar terbuka, <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengaktifkan Firewall (dengan aturan pengecualian, baca di<br />

bawah) atau menonaktifkannya. Pilihan terakhir hanya disarankan<br />

bila PC <strong>Anda</strong> telah diproteksi oleh software atau hardware<br />

firewall lainnya. Tab kedua untuk pengecualian (Exceptions),<br />

program, dan port yang sengaja <strong>Anda</strong> buka untuk diakses.<br />

Penjelasan lebih rinci baca dalam bagian selanjutnya.<br />

Beberapa setting dasar dapat <strong>Anda</strong> lakukan dalam tab ketiga,<br />

'Advanced'. Pada bagian atas, tampak pilihan untuk berbagai area<br />

validitas proteksi. Apabila LAN <strong>Anda</strong> terkoneksi dengan Internet<br />

melalui router (atau sebuah PC jaringan dengan sharing koneksi<br />

Internet), hanya tersedia 'LAN' sebagai pilihan. Semua<br />

konfigurasi firewall berlaku di dalam LAN dan otomatis juga<br />

untuk Internet (di mana akses melalui router diproteksi dengan<br />

firewall tersendiri).<br />

Apabila PC <strong>Anda</strong> terkoneksi dengan Internet melalui modem,<br />

ISDN card, LAN card kedua, atau DSL, akan tersedia entri<br />

tersebut dalam tab ini. Beri tanda di depan entri yang diinginkan<br />

untuk menetapkan area validitas firewall. Tombol 'Settings' di sisi<br />

kanan area validitas mengantar ke NAT/Port Forwarding untuk<br />

mengkonfigurasi layanan server yang dapat dicapai dari Internet<br />

(baca 'Aplikasi server di balik Firewall' lebih lanjut di bawah).<br />

Di tempat yang sama ada tab 'ICMP', di mana <strong>Anda</strong> dapat


TIPS<br />

Konfigurasi zona bebas spam dalam Inbox<br />

E-mail Spam tidak hanya<br />

mengganggu, tetapi juga<br />

dikenal sebagai pembawa<br />

virus dan worm. Zona bebas<br />

spam dapat meningkatkan<br />

keamanan PC Internet <strong>Anda</strong>,<br />

dan semua PC yang terhubung<br />

dalam jaringan.<br />

Membuat beberapa alamat email:<br />

<strong>Anda</strong> dapat memiliki beberapa<br />

alamat e-mail pada<br />

berbagai layanan e-mail gratis.<br />

Alamat pertama hanya untuk<br />

teman dan relasi lain yang<br />

dapat dipercaya. Alamat kedua<br />

untuk registrasi online atau<br />

pencarian info di newsgroups.<br />

Newsgroups menjadi ladang<br />

subur robot spammer untuk<br />

mengumpulkan alamat e-mail.<br />

Istilah kerennya 'harvesting'.<br />

Apabila account ini sudah<br />

dibanjiri spam, tinggalkan saja<br />

dan buat account baru.<br />

Abaikan layanan kartu ucapan:<br />

Spammer bekerja dengan<br />

banyak trik. Salah satunya<br />

yang paling efektif adalah<br />

layanan kartu ucapan. Pengiriman<br />

kartu ucapan elektronik<br />

untuk Natal atau ulang tahun<br />

menarik banyak peselancar.<br />

Selain alamat e-mail penerima,<br />

ia juga memberikan alamat<br />

e-mailnya sendiri. Dengan<br />

cara tersebut, spammer mendapatkan<br />

sekaligus dua alamat<br />

e-mail aktif.<br />

Sebaiknya sampaikan kepada<br />

teman dan kenalan <strong>Anda</strong><br />

secara singkat, mengapa <strong>Anda</strong><br />

tidak ingin menggunakan layanan<br />

semacam itu. Mereka<br />

tidak akan meninggalkan <strong>Anda</strong><br />

hanya karena tidak mendapat<br />

kartu ucapan elektronik. De-<br />

menetapkan reaksi tertentu PC pada permintaan yang masuk,<br />

misalnya menjawab sebuah permintaan 'ping'. Pada bagian<br />

'Security Protocol' dapat ditentukan sebuah file log, misalnya<br />

untuk mencatat upaya pembangunan koneksi dari luar.<br />

Mengkonfigurasi 'Exceptions' dan membuka port<br />

Langkah terpenting adalah menetapkan program dan proses<br />

mana yang perlu mendapat hak untuk membuka sendiri port<br />

komunikasi yang dibutuhkannya. Biasanya, <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />

menjawab window dialog seperti dijelaskan di awal tulisan agar<br />

program tersebut dimasukkan ke dalam daftar 'Exceptions'<br />

(pengecualian).<br />

Apabila <strong>Anda</strong> ingin mengubah atau menguji konfigurasi ini,<br />

pilih tab 'Exceptions' dalam jendela konfigurasi firewall. Di sini,<br />

terdapat sebuah daftar program dan layanan yang tersedia.<br />

Sebuah tanda di depan entri mengizinkan program atau layanan<br />

tersebut untuk mengakses. Sebaliknya, entri tanpa tanda khusus<br />

berarti diblokir. Secara standar, 'File and Printer-Sharing' akan<br />

diijinkan. Apabila <strong>Anda</strong> menyingkirkan tanda di depan entri ini,<br />

tidak ada lagi yang dapat mengakses sharing dalam jaringan.<br />

Apabila <strong>Anda</strong> ingin mencantumkan sebuah program, klik<br />

pada 'Program'. Tampak sebuah daftar program yang terinstalasi<br />

dan teregistrasi dalam Windows. Jika entri program tersebut tidak<br />

tercantum, gunakan tombol 'Search' untuk bernavigasi ke file<br />

berekstension EXE yang bersangkutan.<br />

'Exceptions' mengizinkan software yang dipilih untuk<br />

membuka port yang dibutuhkan ketika dijalankan. Jika hal ini<br />

tidak berfungsi atau untuk alasan lain <strong>Anda</strong> ingin membuka<br />

ngan demikian alamat e-mail<br />

<strong>Anda</strong> aman dan dapat terus<br />

digunakan.<br />

Memproteksi alamat e-mail di<br />

website: Apabila <strong>Anda</strong> mengelola<br />

sebuah website, <strong>Anda</strong><br />

wajib memberikan sebuah<br />

alamat e-mail. Di sini, ada<br />

langkah sederhana yang dapat<br />

membantu: Publikasikan alamat<br />

tersebut dalam bentuk<br />

penulisan sedikit dimodifikasi,<br />

misalnya dengan mengganti<br />

@ antara alamat dan nama domain<br />

dengan (a) atau @ grafis.<br />

Dengan demikian secara<br />

efisien <strong>Anda</strong> mencegah 'harvesting'<br />

otomatis oleh program<br />

pencari. Tentu saja tidak<br />

hanya @, tetapi seluruh<br />

alamat dapat ditempatkan<br />

sebagai grafik. Kelemahannya,<br />

jendela e-mail tidak dapat<br />

dibuka dengan mengklik link<br />

tersebut. Namun, bila mereka<br />

benar-benar ingin mengontak<br />

<strong>Anda</strong>, mereka dapat dengan<br />

mudah mengetikkan alamat email<br />

tersebut.<br />

Nonaktifkan preview Outlook:<br />

Meskipun <strong>Anda</strong> harus kehilangan<br />

sedikit kenyamanan,<br />

nonaktif preview dalam Outlook<br />

akan mencegah 'webbugs',<br />

grafik kecil yang otomatis<br />

dikirim oleh server spammer<br />

begitu <strong>Anda</strong> membuka<br />

spam tersebut. Dengan demikian<br />

alamat <strong>Anda</strong> dapat diketahui<br />

aktif dan merupakan<br />

aset yang berharga bagi spammer.<br />

Mereka dapat menjualnya<br />

ke pihak yang membutuhkan,<br />

dan dijamin <strong>Anda</strong> akan menerima<br />

lebih banyak lagi pesanpesan<br />

iklan dalam mailbox.<br />

suatu area port secara permanen, klik pada 'Port ..'. Ketikkan<br />

nama yang umum untuk aturan yang baru dan tetapkan nomor<br />

start port, misalnya 'eMule' dan '6667' untuk software P2P eMule.<br />

Selain itu pilih protokolnya, TCP atau UDP. Info mengenai ini<br />

dapat <strong>Anda</strong> baca dalam panduan software yang <strong>Anda</strong> pakai.<br />

Pada hampir semua setting selalu dapat ditemukan tombol<br />

'Change Area?'. Di sini, <strong>Anda</strong> dapat menentukan apakah setting<br />

tersebut berlaku untuk akses dari Internet, LAN, atau alamat IP<br />

pengirim tertentu.<br />

Aplikasi server di balik Firewall<br />

Tidak masalah jika <strong>Anda</strong> ingin menyediakan sebuah aplikasi<br />

server murni pada PC yang diproteksi firewall (FTP Server, Web<br />

Server, Mail Server, Game Host dll). Firewall mengatur aplikasi<br />

NAT (Network Address Translation) dengan menggunakan Port<br />

Forwarding, yang juga digunakan pada kebanyakan router.<br />

Cara kerjanya bisa disimak berikut ini. Sebuah permintaan dari<br />

Internet kepada layanan tertentu (misalnya dari sebuah client FTP<br />

kepada FTP Server di balik firewall) juga berisi nomor port<br />

komunikasi, misalnya 21 untuk FTP. Firewall menangkap semua<br />

permintaan melalui port ini dan meneruskannya ke sebuah PC<br />

tertentu di balik firewall berdasarkan alamat IP (tidak tampak dari<br />

Internet).<br />

Untuk konfigurasi semacam itu, lakukan langkah berikut. Klik<br />

'Windows Firewall' dalam 'Security Center' dan buka tab<br />

'Advanced'. Dalam bagian atas (Network Connection Settings)<br />

klik tombol 'Settings'. Tempatkan sebuah tanda pada layanan<br />

tersebut, misalnya 'FTP'. Sebuah jendela lainnya terbuka,<br />

| CHIP | NETWORKING | 89


SEKURITI Firewall Desktop<br />

masukkan nama atau alamat IP (dalam LAN) PC yang digunakan<br />

sebagai server FTP. Biasanya adalah PC sendiri, seperti pada PC<br />

tunggal yang tidak tergabung dalam jaringan.<br />

Apabila layanan Internet tersebut tidak tercantum dalam<br />

daftar, <strong>Anda</strong> dapat menambahkan program server yang<br />

dibutuhkan (misalnya game multiplayer, software remote<br />

control) melalui tombol 'Add'. Untuk itu, dibutuhkan nomor dan<br />

tipe port (TCP atau UDP) yang harus dibuka. Info ini dapat <strong>Anda</strong><br />

temukan dalam buku panduan program.<br />

Menutup rapat-rapat dengan sekali klik<br />

Walaupun daftar pengecualian (Exceptions) Firewall berisi<br />

banyak program yang mendapat izin akses Internet/LAN,<br />

mungkin saja suatu saat <strong>Anda</strong> ingin mengisolasi total PC <strong>Anda</strong><br />

untuk sementara. Namun, <strong>Anda</strong> tidak ingin menghapus atau<br />

menyusun ulang daftar tersebut. Misalnya ketika <strong>Anda</strong><br />

berselancar dengan notebook di sebuah hotspot W-LAN, bergabung<br />

sejenak dengan sebuah jaringan lain, atau <strong>Anda</strong> curiga<br />

akan ada serangan ke PC <strong>Anda</strong>.<br />

Untuk itu, klik 'Windows Firewall' dalam 'Security Center' dan<br />

beri tanda di depan 'No Exceptions allowed' dalam jendela<br />

berikutnya. Checkbox baru tersedia bila Firewall dalam status<br />

'active'. Untuk merestore daftar 'Exceptions', <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />

menyingkirkan tanda tersebut. Apabila fungsi ini sering <strong>Anda</strong><br />

gunakan, buatlah shortcut pada Desktop. Caranya dapat<br />

ditemukan pada kolom tips profesional di halaman ini.<br />

90 | CHIP | NETWORKING<br />

TIPS PROFESIONAL<br />

Kendali cepat untuk Firewall<br />

Apabila <strong>Anda</strong> harus sering<br />

menonaktifkan dan mengaktifkan<br />

firewall, menggunakan<br />

Control Panel sangat merepotkan.<br />

<strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />

cara lain, yaitu melalui shortcut<br />

di Desktop.<br />

Kendali firewall melalui mouse:<br />

Buatlah file teks 'Off.txt' dan<br />

tuliskan di dalamnya berikut<br />

ini.<br />

reg•add•„HKEY_LOCAL_<br />

MACHINE\SYSTEM\Current<br />

ControlSet\Services\<br />

SharedAccess\Parameters\<br />

FirewallPolicy\Standard<br />

Profile“•/v•„EnableFirewall“<br />

•/t•REG_DWORD•/d•0000000<br />

•/f<br />

Simpan dan tutup file, ubah<br />

namanya menjadi 'Off.bat'. Klik<br />

kanan pada file ini dan pilih<br />

'Edit'. Gantilah rangkaian karakter<br />

'0000000' menjadi<br />

'0000001' dan simpan. Kini,<br />

<strong>Anda</strong> memiliki sebuah tombol<br />

On/Off yang dapat dioperasi-<br />

kan melalui klik ganda.<br />

Mendeaktivasi Exceptions: Untuk<br />

menutup akses luar ke<br />

dalam PC dengan cepat, misalnya<br />

ketika berselancar di<br />

sebuah hotspot W-LAN, <strong>Anda</strong><br />

dapat membuat option 'No<br />

Exceptions allowed' sebagai<br />

batch. Buatlah sebuah file teks<br />

seperti di atas. Kali ini tuliskan<br />

di dalamnya perintah berikut.<br />

reg•add•„HKEY_LOCAL_MACH<br />

INE\SYSTEM\CurrentControlSe<br />

t\Services\SharedAccess\Para<br />

meters\FirewallPolicy\<br />

StandardProfile“•/v•”DoNotAll<br />

owExceptions“•/t•REG_DWOR<br />

D•/d•00000001•/f<br />

Dengan ini <strong>Anda</strong> menonaktifkan<br />

semua pengecualian.<br />

Tidak ada satu program pun<br />

dari daftar tersebut yang boleh<br />

menjalin kontak dengan Internet.<br />

Dalam sebuah file lainnya,<br />

gantilah angka '1' dalam<br />

rangkaian menjadi '0' untuk<br />

membatalkan efek tersebut.


SEKURITI Profil <strong>Jaringan</strong><br />

Menyimpan user-profile dalam jaringan<br />

Satu Profil untuk Semua Client<br />

Di Windows XP, setiap pengguna mendapat sebuah folder khusus untuk menyimpan file-file dan konfigurasi<br />

pribadi Windows. Namun bagaimana caranya mentransfer user-profile bila yang bersangkutan harus pindah<br />

tempat kerja ke PC lain?<br />

k<br />

Windows XP adalah sistem operasi yang mempunyai<br />

sistem multiuser seperti Windows 2000. Apabila seorang<br />

pengguna melakukan login ke sistem, Windows menampilkan<br />

profil penggunanya. Selain tampilan desktop dengan warna,<br />

wallpaper dan icon program-program pilihan pengguna,<br />

konfigurasi Internet Favorites dan file-file dalam folder ‘My<br />

Documents’ juga akan dibedakan.<br />

Windows XP menyimpan semua profil pengguna dalam folder<br />

'Documents & Settings' pada partisi sistem, biasanya drive C.<br />

Setiap profil pengguna tersedia sebuah folder dengan nama<br />

pengguna yang bersangkutan. Di dalamnya terdapat file<br />

'ntuser.dat' yang berisi entri-entri HKEY_CURRENT_USER,<br />

berbagai folder yang berisi links menu Start dan desktop, serta<br />

beberapa konfigurasi pribadi lainnya.<br />

Saat login pertama kali, pengguna pada sebuah PC jaringan<br />

Windows XP membuat sebuah profil yang disimpan secara lokal<br />

pada PC. Jika pengguna tersebut login pada sebuah PC jaringan<br />

lainnya, akan dibuat sebuah profil baru yang tidak terkait dengan<br />

profil pertama.<br />

Tentu saja akan lebih praktis bila profil yang sama tersedia<br />

pada setiap PC jaringan. Profil harus ditransfer agar <strong>Anda</strong> tidak<br />

perlu meng-copy-nya ke setiap PC. 'Roaming Profile' semacam<br />

ini juga harus dihapus kembali bila pengguna logout dari sistem<br />

yang bersangkutan. Ini dilakukan untuk menghemat tempat pada<br />

hard disk.<br />

Dengan Windows Server dan Active Directory, kedua hal<br />

tersebut dapat dilakukan. Profil pengguna secara standar<br />

disimpan pada server dan otomatis di-copy ke PC jaringan, bila<br />

pengguna tersebut melakukan login. Setelah pengguna logout,<br />

profil otomatis dihapus.<br />

Cara lain adalah menyediakan sebuah profil pengguna<br />

bersama yang berlaku bagi beberapa atau semua pengguna<br />

jaringan, dan tidak dapat diubah. Dengan demikian, pada<br />

92 | CHIP | NETWORKING<br />

k ISI CD<br />

k Mengelola profil: Dengan Profile Maker <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengelola jaringan secara sentral. Dengan ini setiap<br />

pengguna mendapatkan konfigurasi yang diinginkan.<br />

k Backup profil: Backup secara teratur semua Windows<br />

profile dengan 12Ghosts Profile Copy. Dengan software ini<br />

profil user dapat diedit dan di-restore.<br />

Desktop dapat ditempatkan semua icon yang merupakan link ke<br />

aplikasi-aplikasi tertentu dalam jaringan. Daftar 'Useful Internet<br />

Links' juga dapat dikonfigurasikan kepada semua pengguna.<br />

'Mandatory Profile' semacam ini berguna bila <strong>Anda</strong> ingin<br />

menyediakan lingkungan kerja secara otomatis tanpa harus<br />

mengkonfigurasi terlebih dulu.<br />

Menyimpan profil pada server<br />

Syarat untuk menyimpan profil pengguna pada server dan<br />

mentransfernya setiap kali dibutuhkan adalah dengan memakai<br />

domain Windows yang telah ter-install Active Directory. Dalam<br />

menu Start pada server Windows, pilih entri 'Active Directory<br />

User & Computer' di bagian 'Administration'. Klik ganda<br />

pengguna tersebut (atau klik kanan dan buka 'Properties').<br />

Selanjutnya buka 'Profile'. Dalam kolom di samping 'Profile<br />

Path' masukkan di mana profil akan disimpan. <strong>Anda</strong> harus<br />

berpegang pada Universal Naming Convention (UNC). Jika<br />

nama PC tempat menyimpan folder adalah 'Server' dan nama<br />

foldernya 'Profile', tuliskan '\\Server\Profile'.<br />

Agar <strong>Anda</strong> tidak bingung, sebaiknya buat folder khusus untuk<br />

setiap profil pengguna pada server. Akses pada folder <strong>Anda</strong><br />

berikan kepada pengguna tersebut, dan tentu saja Administrator.<br />

Pengguna harus memiliki hak untuk membaca, menulis, dan<br />

mengubah file.<br />

Konfigura Pengguna: Profil semua pengguna tersimpan pada<br />

partisi Windows di 'Documents & Settings'.


Tips terbaik untuk manajemen user-profile<br />

Panduan menghapus dan menonaktifkan user-profile<br />

k http://support.microsoft.com/default.aspx?scid=kb;enus;156826<br />

Panduan konfigurasi roaming user-profile<br />

k http://www.windowsdevcenter.com/pub/a/windows/20<br />

05/02/01/rmng_usr.html<br />

User Profile pada Windows 2000<br />

k http://www.comptechdoc.org/os/windows/win2k/win2<br />

kusers.html<br />

Memproteksi profil pengguna<br />

Dalam lingkungan jaringan tertentu, pengguna tidak diizinkan<br />

untuk mengubah profil pengguna. Untuk itu buka Windows<br />

Explorer dan ubah nama file 'ntuser.dat' dalam folder 'Profile'<br />

seorang pengguna di 'Documents & Settings' menjadi<br />

'ntuser.man'. Dengan demikian perubahan pada profil tidak akan<br />

disimpan.<br />

Di sisi lain, <strong>Anda</strong> juga dapat menyediakan sebuah profil<br />

pengguna bersama untuk semua pengguna, di mana perubahan<br />

yang dilakukan tidak disimpan saat pengguna tersebut logout.<br />

Apabila ia login kembali, profil telah di-restore seperti semula.<br />

Profil semacam ini disebut 'Mandatory Profile'.<br />

Membuat profil pengguna bersama<br />

Pada prinsipnya membuat sebuah profil pengguna bersama<br />

untuk sebuah kelompok adalah sebagai berikut: Buatlah sebuah<br />

profil contoh dengan semua properties yang diinginkan. Lalu,<br />

copy ke folder yang menyimpan profil pengguna kelompok.<br />

Untuk mencegah perubahan, ganti nama file 'ntuser.dat' menjadi<br />

'ntuser.man'. Dalam 'User Administration' cantumkan path ke<br />

profil bersama untuk setiap pengguna kelompok tersebut.<br />

Teorinya terdengar mudah, tetapi prakteknya agak<br />

merepotkan. Caranya: Pada server buat sebuah folder untuk<br />

menyimpan profil. Beri akses pada folder ini. Dalam folder<br />

buatlah subfolder untuk profil bersama. Perhatikan: Pengguna<br />

hanya mendapat hak baca agar tidak mengubah atau menyimpan<br />

profil baru. Selain itu, dibutuhkan sebuah folder untuk<br />

menyimpan profil pengguna contoh.<br />

Selanjutnya, definisikan pengguna contoh untuk membuat<br />

profilnya. Untuk itu, dalam menu server pilih “Administration |<br />

Active Directory User & Computer”. Buka folder 'User' dan pilih<br />

“New | User”. Dengan bantuan wizard, beri nama pengguna dan<br />

password untuk pengguna contoh.<br />

Klik kanan pengguna baru ini dalam daftar di kanan dan buka<br />

'Properties'. Sekarang pindah ke tab 'Member of '. Klik 'Add'.<br />

Dalam kolom, cantumkan 'Domain Admins' sebagai nama objek<br />

dan klik 'Check Name'. Begitu Windows menemukan kelompok<br />

Administrator dalam Active Directory, konfirmasikan dengan<br />

'OK'.<br />

Kini pengguna contoh memiliki hak administrator. Biarkan<br />

jendela 'Properties' tetap terbuka, pindahlah ke tab 'Profile'.<br />

KNOW-HOW<br />

Mengelola Group Policy<br />

Group Policy adalah konfigurasi<br />

pengguna dan konfigurasi<br />

untuk mengatur tampilan<br />

Windows serta beberapa aplikasinya.<br />

Antara lain <strong>Anda</strong> dapat<br />

menutup akses pada aplikasi<br />

tertentu atau menghilangkan<br />

entri-entri dalam menu Start.<br />

Bedanya, konfigurasi ini<br />

tidak hanya berlaku secara<br />

lokal, tetapi juga dalam sebuah<br />

domain. Misalnya, seorang<br />

administrator dapat menetapkan<br />

secara sentral, aplikasi<br />

mana saja yang perlu diinstalasi<br />

pada PC jaringan. Oleh<br />

karena itu, aturan Windows<br />

Group merupakan salah satu<br />

fungsi terpenting untuk<br />

mengelola sebuah jaringan.<br />

Windows XP Professional<br />

dan Windows server memiliki<br />

sebuah editor untuk mengedit<br />

Group Policy. Untuk menampilkan<br />

editor, pilih 'Run' dalam<br />

menu Start dan ketik 'gpedit.msc'.<br />

Namun, hati-hati dalam<br />

menggunakannya. Jika <strong>Anda</strong><br />

tidak yakin dengan apa yang<br />

<strong>Anda</strong> lakukan, hindari perubahan<br />

konfigurasi pada fungsi ini.<br />

Jika ada fungsi Windows<br />

yang hilang akibat salah<br />

setting, Windows tidak akan<br />

dapat diakses lagi. Sayangnya,<br />

perubahan tersebut tidak<br />

dapat dibatalkan, karena editor<br />

tidak dapat diakses. Satusatunya<br />

solusi adalah menginstall<br />

Windows dari awal.<br />

Konfigurasi password: Dari menu ini <strong>Anda</strong> dapat mengatur<br />

password policy dari semua pengguna.<br />

Cantumkan path ke folder server pengguna contoh berdasarkan<br />

pola yang telah disebutkan di atas.<br />

Membuat profil contoh<br />

Selanjutnya, jalankan sebuah PC client dalam jaringan dan login<br />

sebagai pengguna contoh di domain. Atur semua konfigurasi<br />

yang akan ditransfer ke profil pengguna contoh. Pilih sebuah<br />

skema warna, tempatkan link yang diinginkan dalam menu Start<br />

dan Desktop, konfigurasi sebuah printer jaringan, atau susunlah<br />

daftar Internet Favorites.<br />

Aplikasi seperti Word dan Outlook juga menyimpan<br />

konfigurasi <strong>Anda</strong> dalam profil pengguna tersebut. Apabila perlu,<br />

instalasikan aplikasi-aplikasi ini dan konfigurasikan secara<br />

optimal untuk pengguna jaringan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 93


SEKURITI Profil <strong>Jaringan</strong><br />

Setelah selesai, buka “My Computer | Properties”. Dalam tab<br />

'Advanced' klik “User Profiles | Settings”. Window berikutnya<br />

menampilkan semua profil pengguna untuk PC tersebut. Dalam<br />

kolom 'Type' dapat <strong>Anda</strong> lihat, apakah profil tersimpan secara<br />

lokal atau pada server. Tandai profil contoh (server-profile).<br />

Perhatian: Sebelumnya tutup semua aplikasi! Hanya dengan<br />

cara ini semua konfigurasi program yang terinstalasi dapat dicopy<br />

dengan aman.<br />

Dalam window berikutnya cantumkan path ke folder server<br />

untuk profil bersama (bukan profil contoh). Untuk itu, sebaiknya<br />

gunakan fungsi 'Search'. Kemudian, klik 'Modify' dan tambahkan<br />

profil pengguna contoh. Tutup semua window dengan 'OK' dan<br />

logout.<br />

Kini, pindah ke server dan buka Windows Explorer. Pilih<br />

folder profil bersama lalu tampak folder PC clients. Agar<br />

konfigurasi tidak dapat diubah, ganti nama file 'ntuser.dat'<br />

menjadi 'ntuser.man'.<br />

Satu hal lagi yang perlu dilakukan: Cantumkan path ke profil<br />

bersama yang disimpan pada server untuk setiap pengguna di<br />

bawah 'User Administration'. Untuk itu, klik kanan pengguna,<br />

buka 'Properties', pilih 'Profile'. Cantumkan path ke folder yang<br />

berisi profil bersama, konfirmasikan dengan 'OK'.<br />

Selanjutnya, begitu seorang pengguna login pada domain,<br />

otomatis profil bersama ditransfer ke PC jaringan. Windows<br />

client mengambil-alih konfigurasi dari profil, misalnya tampilan<br />

Desktop. Pengguna memang dapat mengubah konfigurasi selama<br />

ia bekerja, tetapi perubahan tersebut tidak dapat disimpan.<br />

Walaupun ia mencoba mengganti kembali nama file profil<br />

menjadi 'ntuser.dat', konfigurasi lama akan di-restore ulang.<br />

94 | CHIP | NETWORKING<br />

TIPS<br />

Memindahkan folder 'My Documents'<br />

Jika profil pengguna disimpan<br />

pada server, pengguna jaringan<br />

yang menyimpan file-file<br />

pribadinya dalam folder "My<br />

Documents' secara lokal akan<br />

kesulitan. Transfer profil<br />

pengguna yang disimpan pada<br />

server akan berlangsung lama<br />

karena jumlah data yang harus<br />

ditransfer cukup besar. Proses<br />

copy ini pun dapat memblokir<br />

jaringan.<br />

Solusi terbaik adalah<br />

dengan 'mengeluarkan' My<br />

Documents dari folder<br />

'Documents & Settings' pada<br />

setiap profil pengguna. Copy<br />

lah ke sebuah shared-folder<br />

pada server. Buka Explorer pada<br />

PC jaringan, klik kanan 'My<br />

Documents' dalam daftar<br />

folder di 'Desktop' di sebelah<br />

kiri. Buka 'Properties' dan klik<br />

'Move to'. Masukkan path ke<br />

tempat baru untuk 'My<br />

Documents' pada server.<br />

Selanjutnya data tidak perlu<br />

di-copy saat login/logout,<br />

karena 'My Documents' tidak<br />

lagi merupakan sebuah<br />

subfolder dari folder<br />

'Documents & Settings'. Walau<br />

demikian setiap saat ia tersedia<br />

bagi pengguna tersebut.<br />

Mengubah<br />

path: Folder 'My<br />

Documents'<br />

dapat<br />

dipindahkan ke<br />

tempat yang<br />

diinginkan.


10 Tips Mengamankan W-LAN<br />

Melindungi <strong>Jaringan</strong><br />

Tanpa Kabel<br />

Wireless LAN (W-LAN) merupakan jaringan yang sangat rentan terhadap risiko penyusupan. Namun, risiko<br />

juga bisa datang dari jaringan internal. Bila seseorang berhasil menembus W-LAN, pintu akan terbuka luas<br />

baginya. Apalagi, pengguna W-LAN juga jarang mengenkripsi lalu lintas data. CHIP akan menunjukkan<br />

bagaimana melindungi jaringan dan men-update hardware W-LAN <strong>Anda</strong>.<br />

k<br />

Pernahkah <strong>Anda</strong> membuka www.artchalking.org? Di<br />

sini, para W-LAN cracker mempublikasikan keberhasilannya<br />

dalam mencuri koneksi Internet dan data yang berhasil<br />

diambil. Apakah jaringan <strong>Anda</strong> termasuk korban di dalamnya?<br />

Artikel ini akan mengulas bagaimana mengamankan jaringan<br />

W-LAN dari pengguna yang tidak berhak. Dengan teknik<br />

enkripsi terbaru, jaringan lebih sulit ditembus dan hanya<br />

komputer dalam jaringan yang mendapat akses.<br />

Risiko terbesar untuk jaringan wireless biasanya bukan dari<br />

orang luar yang ikut berselancar dari luar gedung melalui<br />

jaringan wireless <strong>Anda</strong>, melainkan hacker yang juga berada di<br />

dalam lingkungan kantor. Kasarnya, kantor tetangga bisa<br />

memanfaatkan koneksi wireless dan ikut bergabung dengan<br />

jaringan <strong>Anda</strong>. Mereka dapat menerima sinyal dari router karena<br />

dekat dengan sumber W-LAN. Bila W-LAN sedang terkoneksi ke<br />

Internet, mereka juga bisa browsing atas biaya kantor <strong>Anda</strong>.<br />

Masalah keamanan W-LAN muncul karena mudahnya<br />

instalasi jaringan W-LAN itu sendiri. Bila router W-LAN<br />

dinyalakan, maka router akan mengirimkan kode identifikasi<br />

dan menunggu repsons dari client. Card W-LAN pada notebook<br />

bisa melacak keberadaan router dari sinyal ini. Apalagi, biasanya<br />

alamat IP yang diperlukan langsung ditetapkan oleh router<br />

dengan DHCP. Dengan sepuluh tips berikut, jaringan wireless<br />

bisa dibuat menjadi lebih aman.<br />

TIPS 1 Menjalankan Router W-LAN Lebih Aman<br />

Saat instalasi pertama kali, hubungkan router W-LAN ke PC<br />

melalui kabel jaringan. Alasan pertama adalah agar lebih mudah<br />

ditangani. Alasan kedua adalah agar tidak ada data penting yang<br />

"tertangkap" oleh pengguna lain saat proses konfigurasi.<br />

k Nyalakan router terlebih dahulu dan kemudian nyalakan PC.<br />

Router biasanya juga berfungsi sebagai DHCP server dalam<br />

jaringan. Setelah PC dinyalakan, PC langsung menerima sebuah<br />

alamat IP.<br />

k Buka sebuah web browser dan ketikkan alamat IP dari router.<br />

Untuk mengetahuinya, <strong>Anda</strong> bisa melihat buku manual router.<br />

Biasanya, password Administrator juga diberitahukan di sini.<br />

k Ubah password sesegera mungkin karena biasanya password<br />

default ini sudah diketahui oleh kalangan hacker. Option ini bisa<br />

dibuka melalui "Administration | Admin Settings" atau dalam<br />

"Basic Configuration". Perhatian: Password ini bukan untuk<br />

melindungi koneksi wireless, melainkan melindungi perubahan<br />

pada konfigurasi router.<br />

k Aktifkan metode enkripsi pada jaringan. Gunakan metode<br />

Enkripsi WPA dengan Pre-shared Key (PSK). Pada menu<br />

"Options", metode ini biasanya disebut sebagai "WPA-PKS".<br />

Setelah itu, berikan password yang aman, misalnya kombinasi<br />

dari huruf, angka dan karakter khusus.<br />

Bila router W-LAN sudah dikonfigurasi melalui jaringan<br />

wireless, maka koneksi akan terputus sekitar 1 menit (waktu ini<br />

dibutuhkan untuk menyimpan konfigurasi router). Selanjutnya,<br />

jalankan software untuk client W-LAN pada PC. Pilih metode<br />

enkripsi dan berikan password-nya sebelum melakukan koneksi.<br />

TIPS 2 Kelemahan Enkripsi WEP<br />

Cara umum untuk melindungi jaringan wireless adalah dengan<br />

mengenkripsi lalu lintas data. Setelah dienkripsi, pengguna<br />

asing tidak bisa mengetahui isi data dan tidak bisa terkoneksi<br />

tanpa password yang tepat. Standar enkripsi yang saat ini banyak<br />

digunakan adalah WEP Encryption (Wired Equivalent Privacy).<br />

Paket data yang dikirimkan melalui WEP terdiri atas<br />

Initialization Vector (IV) dan data terenkripsi. Selain itu,<br />

terdapat pula checksum untuk mencegah manipulasi data.<br />

Namun, standar enkripsi ini memiliki beberapa kelemahan.<br />

Kelemahan utama dari WEP terletak pada Initialization Vector<br />

yang panjangnya hanya 24 bit. Vektor ini digunakan bersama<br />

dengan WEP key sebagai coding algoritma yang kemudian<br />

dikirim melalui jaringan wireless. PC yang menerimanya akan<br />

menggunakan IV dan WEP key ini (tanpa terenkripsi) untuk<br />

mengembalikan data ke dalam bentuk aslinya.<br />

Masalah: Memang standar WEP menganjurkan agar setiap<br />

paket yang dikirim memiliki IV yang berbeda-beda. Namun,<br />

tidak semua produsen mengikutinya dan tidak tahu bagaimana<br />

| CHIP | NETWORKING | 95


SEKURITI Tips W-LAN<br />

membuat IV ini. Biasanya, digunakan pseudorandom generator<br />

untuk membuat kode acak, walaupun suatu saat IV ini akan<br />

diulang. Sebelumnya telah ditetapkan bahwa IV boleh diulang<br />

setelah 4.000 kali mengirim paket data, bahkan ada yang<br />

menetapkan sampai 5.000 kali. Bila seorang hacker menerima<br />

paket data dengan IV yang sama, ia dapat mengkalkulasi WEP<br />

key dan menyusup ke dalam jaringan. Hacker bahkan dapat<br />

mengambil data, login ke provider, atau memanipulasi<br />

checksum, dan data. Untuk hal ini, hacker tidak membutuhkan<br />

software yang mahal. Tool gratis untuk membuka WEP key bisa<br />

di-download melalui http://wepcrack.sourceforge.net atau<br />

http://airsnort.shmoo.com.<br />

TIPS 3 Meminimalkan Risiko WEP<br />

Sangat mudah bagi penyusup bila enkripsi yang digunakan<br />

hanya 40 bit Key (64 bit - 24 bit IV). Dengan mencoba berbagai<br />

kombinasi, kode dapat dipecahkan hanya dalam waktu yang<br />

singkat. Key yang jarang berubah juga mempermudah hacker<br />

untuk menemukannya. Oleh karena itu, bila menggunakan<br />

enkripsi WEP sebaiknya gunakan minimal algoritma 104 bit<br />

(128 bit - 24 bit IV).<br />

TIPS 4 Menggunakan Enkripsi WPA<br />

Bila ingin benar-benar aman, sebaiknya <strong>Anda</strong> menggunakan<br />

standar WPA (Wi-Fi Protected Access) yang memakai protokol<br />

TKIP (Temporal Key Integrity Protocol). Triknya, saat koneksi<br />

terjadi kedua perangkat yang terhubung sepakat untuk menggunakan<br />

key awal masing-masing. Jadi, password yang sebenarnya<br />

hanya dikirim sekali saja. Berdasarkan key ini, setiap paket<br />

data yang dikirim menyimpan key tersendiri untuk enkripsi.<br />

Proses ini hampir tidak memungkinkan pihak lain mendapatkan<br />

kode yang asli. Kelemahannya: WPA memakan kinerja dan<br />

menghasilkan data overhead yang besar, sehingga koneksi akan<br />

menjadi sedikit lebih lambat daripada dengan WEP.<br />

96 | CHIP | NETWORKING<br />

TIPS 5 Hardware Lebih Aman<br />

Pada router W-LAN, cara untuk menggunakan WPA adalah<br />

dengan melakukan update firmware. W-LAN adapter untuk PC<br />

biasanya membutuhkan sebuah driver baru yang kompatibel<br />

1 Port Forwading: Pada konfigurasi router, tentukan port<br />

yang ingin dibuka dan diteruskan ke PC dalam jaringan.<br />

5 Lebih Aman: Gunakan Update WPA untuk Windows XP<br />

agar jaringan wireless jadi lebih aman.<br />

dengan WPA (kunjungi website produsen masing-masing).<br />

Windows XP pun membutuhkan sebuah update untuk<br />

mendukung WPA. Syarat minimal, Service Pack 1 harus sudah<br />

ter-install. Untuk itu, tersedia sebuah patch dengan nama<br />

"Windows XP Support Patch for Wireless Protected Access".<br />

<strong>Anda</strong> bisa memperoleh update melalui Windows Update<br />

PORT FORWARDING<br />

Game Online Melalui<br />

Router<br />

Kadangkala, keamanan jaringan<br />

perlu sedikit dibuka, misalnya<br />

untuk aplikasi webserver atau<br />

bermain game online. Aplikasi<br />

seperti ini membutuhkan port<br />

khusus yang biasanya dikunci<br />

oleh firewall.<br />

Metode yang digunakan untuk<br />

bisa melewati firewall adalah<br />

"Port Forwarding". Pada router,<br />

biasanya terdapat pilihan "Port<br />

Settings" di area "Firewall" atau<br />

"Security". Bila tidak, coba lihat<br />

pada menu "Applications" atau<br />

"Application & Gaming". Seharusnya,<br />

<strong>Anda</strong> dapat mengaktifkan<br />

salah satu atau semua<br />

Port. Data dari Internet yang<br />

diterima melalui port ini langsung<br />

diarahkan ke PC pada<br />

jaringan lokal.<br />

Sebuah port ditetapkan untuk<br />

sebuah PC lokal saja. Bila port<br />

tersebut digunakan seluruh jaringan<br />

untuk file sharing, maka<br />

ubahlah nomor port yang digunakan<br />

bersama dengan menggunakan<br />

software file sharing<br />

tersebut.<br />

Perhatian! : Port yang terbuka<br />

dapat memunculkan lubang<br />

keamanan dalam jaringan dan<br />

memungkinkan penyusupan.<br />

Port Address Translation (PAT)<br />

dan Network Address Translation<br />

(NAT) tidak ada kaitannya<br />

dengan Port Forwarding. Pada<br />

NAT, router bekerja seperti<br />

distributor (hub/switch) sehingga<br />

PC lokal dapat mengakses<br />

Internet dengan menggunakan<br />

alamat IP router yang bersifat<br />

public. Selain itu, router akan<br />

meneruskan data dari Internet<br />

ke komputer LAN yang memintanya.<br />

Sementara, PAT bekerja dengan<br />

fungsi yang lebih spesifik. Setiap<br />

PC lokal yang meminta data dari<br />

Internet mendapat port khusus<br />

yang diberikan router. Server di<br />

Internet akan mengirim data<br />

melalui port ini. Dengan port ini,<br />

router mengetahui komputer<br />

lokal mana yang meminta data<br />

dan bisa mengembalikan<br />

permintaan tersebut.


(http://windowsupdate.microsoft.com). Informasi lengkapnya<br />

bisa <strong>Anda</strong> baca pada web "http://support.microsoft.com/default.<br />

aspx?scid=kb;en-us;826942".<br />

Setelah patch di-install, SSID jaringan <strong>Anda</strong> bisa dilihat di<br />

area "Wireless Network" yang terdapat dalam Properties dari<br />

Network Connection. Untuk memilih metode "WPA-PSK", klik<br />

"Configure | Network Authentication". Nama yang digunakan<br />

bisa saja berbeda, namun kurang lebih seperti "WPA" dan "Pre-<br />

Shared Key". Bila <strong>Anda</strong> tidak menemukannya, ada kemungkinan<br />

driver-nya salah (belum mendukung WPA).<br />

TIPS 6 Bila Harus Menggunakan Enkripsi WEP<br />

Bila enkripsi WPA tidak tersedia, maka <strong>Anda</strong> harus bergantung<br />

kepada WEP. Gunakan panjang key maksimal yang bisa didukung<br />

oleh perangkat <strong>Anda</strong>. Paling tidak, pengguna asing tidak<br />

mudah menyusup ke jaringan. Untuk Key, gunakan kode dari<br />

karakter hexadecimal. Key seperti ini tentu lebih banyak variasinya<br />

daripada hanya menggunakan karakter huruf atau angka.<br />

Ganti key ini secara teratur agar jaringan <strong>Anda</strong> lebih aman.<br />

TIPS 7 Melindungi SSID<br />

Bila router W-LAN menyediakan pilihan untuk melindungi<br />

identitas jaringan (SSID), maka <strong>Anda</strong> harus mengaktifkan pilihan<br />

tersebut. Selain itu, ubah nama jaringan karena biasanya jaringan<br />

wireless hanya menggunakan nama "default". Hindari<br />

nama-nama yang bisa ditebak, misalnya nama kantor atau keluarga.<br />

Bila SSID tidak diketahui, seorang hacker harus mencarinya<br />

sendiri. Jadi, prinsip SSID ini mirip seperti password. Namun,<br />

trik ini tidak sepenuhnya aman karena tool (seperti Net-<br />

Stumbler) bisa menemukan jaringan wireless yang tersembunyi.<br />

TIPS 8 Menyaring MAC-Address<br />

Sebagai tindakan pengamanan terhadap penyusup, jaringan<br />

harus diperuntukkan bagi MAC Address tertentu saja. MAC<br />

Address merupakan identitas 48 bit untuk network adapter yang<br />

digunakan oleh client (kode MAC Address ini unik, sehingga<br />

mirip seperti KTP). Setting dalam router W-LAN biasanya<br />

ditemukan di bagian yang menyebutkan "MAC Filtering". Ten-<br />

5 Enkripsi:<br />

Gunakan WPA<br />

untuk<br />

mengenkripsi<br />

lalu lintas<br />

jaringan wireless.<br />

TIPS<br />

Menonaktifkan Proteksi Web<br />

Sebuah PC lokal bisa ditetapkan<br />

di dalam zona DMZ,<br />

misalnya saat menggunakan<br />

software yang tidak dapat<br />

berjalan melalui firewall. DMZ<br />

merupakan akronim dari<br />

"Demilitarized Zone" yang<br />

menunjukkan sebuah komputer<br />

yang benar-benar terbuka<br />

dari jaringan Internet. DMZ<br />

memiliki area yang cukup terbuka,<br />

walaupun tetap dilindungi<br />

oleh firewall. Option ini<br />

ditemukan dalam konfigurasi<br />

firewall di bagian "DMZ" atau<br />

"Demilitarized Zone". <strong>Anda</strong><br />

bisa menentukan alamat IP<br />

komputer yang dimaksud<br />

dalam menu tersebut.<br />

Perhatian: Memasukkan sebuah<br />

Windows PC ke dalam<br />

zona DMZ tanpa melakukan<br />

update bisa menjadi sangat<br />

berisiko terhadap serangan<br />

worm.<br />

tukan MAC Address client dalam sebuah daftar yang ada. Beberapa<br />

router W-LAN memungkinkan <strong>Anda</strong> untuk memasukkan<br />

client yang terakhir login ke dalam daftar. Bila tidak, temukan<br />

MAC Address dari network adapter melalui Commant Prompt<br />

("Start | Run | cmd"). Ketik perintah "ipconfig /all".<br />

TIPS 9 Menonaktifkan DHCP<br />

Menonaktifkan DHCP Server pada router W-LAN juga<br />

termasuk sebagai tindakan pengamanan. Dengan DHCP, setiap<br />

pengguna yang login ke jaringan langsung mendapat sebuah<br />

alamat IP. Demi keamanan, akan lebih baik jika <strong>Anda</strong><br />

menggunakan alamat IP statis. Sebagai tambahan pengamanan,<br />

bisa juga menggunakan alamat IP yang jarang digunakan,<br />

misalnya seperti 192.168.167.1.<br />

TIPS 10 Mengombinasikan Pengamanan<br />

Bila menggunakan enkripsi WEP, sebaiknya <strong>Anda</strong><br />

menggunakan MAC Filtering dan melindungi SSID dari<br />

jaringan wireless. Dengan begitu, W-LAN menjadi lebih aman.<br />

Namun, menggunakan metode WPA sebenarnya lebih baik,<br />

apalagi jika dikombinasikan dengan tindakan pengamanan lain.<br />

Jimmy.Auw@CHIP.co.id (MG)<br />

8 Lebih Aman: MAC Address Filtering mengontrol W-LAN<br />

Adapter mana saja yang dapat mengakses jaringan melalui<br />

Router.<br />

| CHIP | NETWORKING | 97


SEKURITI Firewall<br />

Teknik Firewall Baru<br />

Melindungi <strong>Jaringan</strong> <strong>Anda</strong><br />

dari Serangan Hacker<br />

Firewall dapat melindungi PC terhadap serangan dari luar dan mencegah berjalannya program-program<br />

yang mengancam keamanan PC. Apa dan bagaimana teknik Firewall, serta manfaat yang bisa diperoleh bisa<br />

<strong>Anda</strong> baca dalam artikel ini.<br />

k<br />

Memang sangat berisiko jika <strong>Anda</strong> berselancar di<br />

Internet tanpa proteksi apapun. Sejak merebaknya<br />

serangan Worm seperti Blaster atau Sasser, dan pencurian data<br />

pada Windows PC, kini risiko keamanan itu semakin nyata.<br />

Walaupun <strong>Anda</strong> sudah menggunakan Security Update, <strong>Anda</strong><br />

tetap saja khawatir akan keamanan PC. Artikel ini akan<br />

mengulas di bagian mana risiko bisa terjadi pada PC atau<br />

komputer dalam jaringan dan bagaimana Firewall dapat<br />

meminimalkan risiko tersebut.<br />

98 | CHIP | NETWORKING<br />

Beginilah Lalu Lintas Data Internet<br />

Internet Protocol (IP) merupakan prinsip komunikasi di<br />

Internet. Protokol ini dapat mengirimkan paket data dari PC A<br />

ke B. Selain data aplikasi, sebuah paket juga terdiri atas informasi<br />

lain seperti alamat IP pengirim dan penerima serta nomor port.<br />

User Datagram Protocol (UDP) merupakan bentuk transfer<br />

data paling sederhana melalui IP. Di sini, data dikirim dalam<br />

satu arah. UDP tidak memperhatikan apakah data yang dikirim<br />

lengkap atau tidak dan tidak menjamin diterimanya paket. Jadi,<br />

protokol ini cocok untuk aplikasi yang tidak terlalu penting,<br />

seperti sistem chating sederhana.<br />

Sementara, Transmission Control Protocol (TCP) yang<br />

berbasis IP merupakan pertukaran data yang terfokus pada<br />

koneksi (connection oriented). Bentuk ini merupakan bentuk<br />

komunikasi yang umum di Internet. Oleh sebab itu, orang<br />

sering menggabungkan kedua protokol ini dan menyebutkannya<br />

sebagai TCP/IP. Tugas TCP antara lain, membuat<br />

koneksi, menjamin kesalahan transmisi data, membagi dataflow<br />

dalam bentuk paket untuk pengiriman, dan menjamin<br />

diterimanya data dengan baik.<br />

k ISI CD<br />

k Perlindungan Gratis: CHIP-DVD menyertakan program<br />

firewall gratis seperti ZoneAlarm dan Agnitum Outpost<br />

dalam versi terbaru.<br />

k Untuk memeriksa apakah port sudah aman dari<br />

serangan luar, <strong>Anda</strong> bisa menggunakan tool Port<br />

Scanner seperti Admin's Port Scanner.<br />

Internet Control Message Protocol (ICMP) mengirim<br />

control message antarkomputer dalam sebuah jaringan. Data ini<br />

dikirim dengan prioritas tertinggi dibandingkan dengan paket<br />

data lain. Oleh karena prioritas tersebut, data ini dapat<br />

mendahului paket TCP. ICMP berfungsi misalnya untuk<br />

memberitahukan PC penerima bahwa paket data dihentikan<br />

atau penerima tidak menerima beberapa bagian dari paket. Saat<br />

sebuah Ping dikirim ke salah satu komputer, data juga dikirim<br />

melalui protokol ICMP.<br />

Kelemahannya Karena Memberikan Respons<br />

Langkah pertama yang dilakukan seorang hacker adalah<br />

menentukan PC korban. Ini dilakukan melalui alamat IP<br />

temporary yang diberikan oleh ISP saat PC korban terkoneksi ke<br />

Internet. Setelah mengetahui jangkauan alamat IP dari ISP ini,<br />

penyerang pun dapat mengetahui semua alamat yang dikelola<br />

oleh ISP tersebut.<br />

Semuanya didukung dengan fungsi Ping yang sebenarnya<br />

bertugas untuk memeriksa kondisi koneksi Internet antara dua<br />

sistem. Secara sederhana, sebuah Ping akan menanyakan apakah<br />

sistem tersebut sedang aktif atau tidak. Bila hacker menerima<br />

respon positif, maka ia kemudian melanjutkan dengan<br />

melakukan Port Scanning. Dengan mengunci fungsi Ping ini,<br />

pihak asing akan menyangka bahwa alamat IP <strong>Anda</strong> tidak sedang<br />

digunakan. Hacker pun kemudian mencoba alamat yang lain.<br />

Namun, ada metode lain untuk menentukan apakah sebuah<br />

alamat IP sedang digunakan. Bila sebuah program<br />

menghubungi komputer lain melalui sebuah port yang belum<br />

terpakai dan kemudian menerima respons "Connection<br />

refused", ini juga merupakan jawaban untuk sebuah Ping.<br />

Prinsipnya, komunikasi sudah terjadi dan hacker tinggal<br />

berusaha mencari bagaimana menembus pertahanan korban.<br />

Semua Firewall, bahkan yang juga disertakan dalam Windows<br />

XP Service Pack 2, sudah mengunci query dari Port Scanner.<br />

Setiap Aplikasi Menggunakan Port<br />

Setiap komunikasi Internet menggunakan "Port". Sebuah<br />

port merupakan semacam alamat setelah alamat IP. Setiap


TIPS KEAMANAN TERBAIK DI INTERNET<br />

Keamanan dalam jaringan k www.cert.org<br />

Portal seputar masalah keamanan jaringan yang aktual.<br />

Fokus Keamanan k www.securityfocus.com<br />

Berbagai sumber seputar informasi keamanan.<br />

Berita seputar firewall k http://www.hideaway.net/home<br />

/public_html /index.php<br />

Berbagai berita seputar informasi keamanan jaringan.<br />

komputer berkomunikasi satu sama lain melalui port tertentu.<br />

Program e-mail biasanya menggunakan port 25 untuk<br />

menunggu pesan yang masuk. Bila koneksi datang dari sebuah<br />

program e-mail client, seperti Outlook atau Mail Server lain,<br />

koneksi dan pertukaran data terjadi pada port ini. Sebaliknya,<br />

bila tidak ada program yang didaftarkan menggunakan port 25<br />

untuk menerima data, koneksi yang masuk akan ditolak.<br />

Alokasi nomor port untuk service tertentu sudah<br />

distandarisasikan sehingga setiap sistem Internet sudah<br />

mengetahui bahwa misalnya port 20 digunakan untuk transmisi<br />

data melalui FTP. Pada Windows, alokasi port dengan masingmasing<br />

service tersimpan dalam file "services" yang berada di<br />

direktori "windows\drivers\etc", sedangkan pada Linux<br />

tersimpan dalam direktori "/etc".<br />

Serangan dari Luar<br />

Pengetahuan mengenai alokasi port sangat berguna untuk<br />

menggunakan Port Scanner. Ini merupakan tool utama hacker<br />

yang akan mengecek semua port yang paling sering digunakan<br />

komputer dengan harapan menemukan port yang memberikan<br />

respons. Bila port menjawab, artinya ada program yang<br />

menggunakan port tersebut. Masalahnya adalah bila yang<br />

menjawab adalah port yang menggunakan Network Sharing<br />

tanpa proteksi apapun. Di sini, penyerang bisa menyusup dan<br />

Router ISDN dan Modem DSL: Menyediakan fasilitas<br />

filtering untuk mengunci lalu lintas melalui alamat port<br />

tertentu.<br />

MENGATASI MASALAH FIREWALL<br />

Ketika FTP Tidak Berfungsi<br />

Beberapa perangkat firewall<br />

lama dapat mengakses website<br />

canggih, namun tidak bisa<br />

mengakses FTP. Hal ini akan<br />

merepotkan terlebih bila tidak<br />

ada pilihan download menggunakan<br />

protokol HTTP.<br />

Masalah sebenarnya karena<br />

FTP menggunakan dua protokol.<br />

Pada port 21, control<br />

command seperti "dir" atau<br />

"get" dikirim ke server. Firewall<br />

tidak bermasalah dengan<br />

perintah ini. Data transfer<br />

sebenarnya terjadi di port 20<br />

dan dijalankan saat <strong>Anda</strong> mendownload<br />

dari server. Ini<br />

diasumsi oleh firewall sebagai<br />

akses ilegal dari luar dan tentu<br />

saja diblokir.<br />

Apabila "Passive Mode"<br />

diaktifkan dalam software FTP,<br />

maka komputer akan aktif<br />

terlebih dahulu, baru kemudian<br />

firewall pada data channel.<br />

Firewall yang baik seharusnya<br />

dapat mendeteksi hubungan<br />

tersebut dan kemudian mengizinkan<br />

transfer data tanpa<br />

masalah.<br />

Sebaliknya, upload file<br />

melalui FTP tidak berfungsi<br />

karena bisa saja Administrator<br />

sudah memblokir service ini.<br />

Bila <strong>Anda</strong> tidak yakin, sebaiknya<br />

menggunakan apa yang disebut<br />

"stasiun perantara".<br />

Stasiun perantara ini harus<br />

berupa sistem Linux yang<br />

berada di luar firewall dan<br />

menjalankan Samba server<br />

untuk men-sharing Home<br />

Directory. <strong>Anda</strong> bisa menyimpan<br />

file yang ingin dishare<br />

ke folder ini. Setelah filefile<br />

ke luar firewall, <strong>Anda</strong> login<br />

ke sistem Linux dan upload file<br />

ke server yang diinginkan.<br />

Kelebihan dari sebuah<br />

software firewall adalah kemampuannya<br />

untuk mengakses<br />

nama dan kode program<br />

dari sebuah aplikasi. Sebuah<br />

firewall yang handal akan<br />

menyimpan semacam fingerprint<br />

digital, yaitu checksum<br />

dari program yang mencoba<br />

melakukan akses untuk pertama<br />

kali. Pada akses selanjutnya,<br />

checksum ini akan selalu<br />

dibandingkan dengan kode<br />

program yang aktual.<br />

Bila sebuah program perusak<br />

menyusup ke dalam sebuah<br />

program yang tampaknya normal<br />

dan tidak berbahaya,<br />

firewall ini dapat menginformasikan<br />

adanya modifikasi<br />

berkat checksum tadi. Bila<br />

sebelumnya tidak ada update<br />

untuk aplikasi tersebut, berarti<br />

program sudah dimodifikasi<br />

oleh pihak yang tidak seharusnya.<br />

mencuri data.<br />

Service yang tampak aman pun sebenarnya bisa berisiko.<br />

Lubang keamanan selalu ditemukan pada Windows sehingga<br />

selalu ada kemungkinan hacker menyusup atau mencuri data.<br />

Lubang keamanan pada Microsoft RPC Service (port 135)<br />

malah membantu Worm Blaster menyebarkan virusnya dengan<br />

cepat tanpa diketahui. PC yang terkena kemudian menjadi<br />

penyebar Worm itu sendiri.<br />

Untuk mengatasi serangan ini, penggunaan port harus<br />

dipantau terus. Sebuah firewall dapat memblokir semua<br />

komunikasi yang tidak diizinkan. Ia juga akan menginformasikan<br />

adanya koneksi dari luar dan meminta konfirmasi apakah<br />

hal tersebut dizinkan atau tidak.<br />

Program yang bagus, misalnya firewall yang terpasang pada<br />

router Draytek Vigor dapat menginformasikan semua port yang<br />

| CHIP | NETWORKING | 99


SEKURITI Firewall<br />

disalahgunakan sejak port tersebut terkunci. Jadi, program<br />

firewall tersebut tidak selalu meminta konfirmasi izin,<br />

melainkan langsung mendeteksi serangan tersebut.<br />

100 | CHIP | NETWORKING<br />

Mendeteksi Serangan dari Dalam<br />

Berbeda dengan virus yang aktif dengan program perusak,<br />

trojan tidak menghapus semuanya. Untuk bisa menyelesaikan<br />

tugasnya, misalnya untuk mengendalikan komputer atau<br />

mencuri data password, trojan harus terlebih dahulu membuat<br />

koneksi ke Internet. Bila trojan yang aktif ingin menyimpan<br />

password yang dicuri dari <strong>Anda</strong> ke sebuah server, maka ia harus<br />

menggunakan sebuah port. Walaupun trojan menggunakan<br />

port yang tergolong aman atau melalui port pilihan sendiri agar<br />

tidak mudah terdeteksi, Firewall akan segera mengintervensi.<br />

Umumnya, sebuah firewall menyertakan port scanner.<br />

Pembatasan akses akan dikontrol melalui nama program. Bila<br />

tidak mengenal aplikasi tersebut, maka <strong>Anda</strong> perlu berhati-hati.<br />

Firewall ini menawarkan keamanan yang lebih baik daripada<br />

hanya sekedar menampilkan pesan "xy.exe can access the<br />

Internet". Ia akan turut memperhitungkan penggunaan port.<br />

Walaupun sebuah program bernama outlook.exe ingin<br />

berkomunikasi dengan sistem lain pada port 4711, maka <strong>Anda</strong><br />

patut curiga walaupun nama program ini tidak mencurigakan.<br />

Konsep-konsep Firewall<br />

Firewall merupakan sebuah konsep untuk menempatkan<br />

Security Layer antara Internet dan sebuah komputer atau<br />

jaringan. Prakteknya sendiri bisa saja berbeda-beda. Secara<br />

sederhana, firewall merupakan tool tambahan dalam bentuk<br />

software. Sementara, firewall dari Windows XP Service Pack 2<br />

merupakan bagian dari sistem operasi itu sendiri.<br />

Perusahaan besar biasanya menggunakan perangkat hardware<br />

tersendiri yang dipasang antara jaringan internal dan<br />

dunia luar. Perangkat ini khusus dirancang untuk melakukan<br />

pemantauan.<br />

Online Service: Shields Up dapat menguji konfigurasi<br />

Firewall untuk mencari lubang-lubang keamanan pada<br />

sistem.<br />

HATI-HATI BOROS KONEKSI<br />

Siapa yang Menggunakan<br />

Port 139?<br />

Bila mendapat informasi dari<br />

firewall bahwa terjadi kontak<br />

ke Internet melalui port 137<br />

sampai 139, maka hal ini<br />

sebenarnya bukan pekerjaan<br />

trojan. Port ini digunakan<br />

secara khusus untuk koneksi<br />

jaringan antara sistem<br />

Windows. Sebenarnya, tidak<br />

ada yang dicari di Internet<br />

hanya saja seolah-olah<br />

terdapat sebuah Windows<br />

Server di jaringan yang<br />

menyediakan Shared Folder<br />

melalui Internet.<br />

Koneksi lebih mahal:<br />

Komunikasi seperti ini umumnya<br />

menimbulkan lebih banyak<br />

biaya yang akan terbuang<br />

percuma karena komputer<br />

Windows senantiasa mengirim<br />

paket data untuk<br />

mengecek komputer lain.<br />

Untuk mengatasinya cukup<br />

sederhana yaitu dengan<br />

membuang semua Protocol<br />

Binding selain "TCP/IP" pada<br />

Network Setup.<br />

Mengunci Port: <strong>Anda</strong> juga<br />

dapat mengunci koneksi<br />

Internet yang keluar masuk<br />

melalui port 137 sampai 139<br />

dengan software firewall.<br />

Langkah ini juga sebaiknya<br />

dilakukan pada setiap router.<br />

Jika tidak, router akan selalu<br />

mengontak Internet tanpa<br />

keperluan apa-apa hanya<br />

karena permintaan workstation.<br />

Router ISDN/DSL yang memungkinkan akses Internet<br />

bersama-sama melalui sebuah account Internet sebenarnya juga<br />

menawarkan feature keamanan. Akses Internet ini lebih<br />

dipertimbangkan karena hanya menggunakan sebuah PC yang<br />

memiliki card ISDN atau modem.<br />

Mekanisme ini membuat setiap komputer yang terhubung ke<br />

Internet tampak seperti sebuah sistem sendiri. Jadi, untuk<br />

seluruh jaringan hanya dibutuhkan sebuah alamat IP publik.<br />

Konsep ini bekerja sebagai berikut. Bila sebuah komputer dalam<br />

jaringan ingin terhubung ke Internet, maka router akan<br />

mencatatnya sehingga paket data dari Internet dapat dikirim ke<br />

komputer yang memintanya. Jadi, tiga komputer sekaligus dapat<br />

bekerja dengan server yang sama tanpa mempengaruhi paket<br />

data masing-masing.<br />

Proses ini disebut dengan Network Address Translation<br />

(NAT) yang mensyaratkan koneksi data harus datang dari dalam<br />

jaringan. Namun, ini mencegah seorang hacker yang berusaha<br />

mengakses komputer jaringan dari Internet karena router tidak<br />

mengetahui ke komputer internal mana koneksi tersebut harus<br />

diteruskan.<br />

Bila port tertentu diaktifkan pada router dan port ini<br />

langsung dihubungkan ke sebuah komputer dalam jaringan,<br />

maka komunikasi dapat dilakukan dari luar. Cara ini dapat<br />

digunakan misalnya untuk menguji sebuah webserver yang<br />

ingin dipublikasikan. Informasi lengkapnya mengenai "Port<br />

Forwarding" dapat dibaca pada bahasan tersendiri.<br />

Walaupun fungsi firewall merupakan mekanisme dari router,<br />

tetapi tidak semua risiko dari Internet dapat diatasi. Virus,


attachment e-mail, atau trojan tidak dapat dihentikan dengan<br />

menggunakan router. Trojan biasanya memiliki kemampuan<br />

untuk melompati sebuah firewall karena cara kerjanya. Setelah<br />

diaktifkan dan dijalankan, trojan akan menghubungi dunia luar.<br />

Router akan menganggapnya sebagai koneksi browser atau email<br />

biasa. Jadi, router sama sekali tidak mengetahui jika ada<br />

ancaman dari trojan. Menutup semua port pada router dapat<br />

membantu proteksi ini. Port yang dibuka hanyalah yang benarbenar<br />

diperlukan.<br />

Firewall sebagai Alat Diagnosis<br />

Untuk kebanyakan aplikasi, koneksi Internet secara otomatis<br />

melalui modem atau ISDN memang diperlukan, misalnya saat<br />

<strong>Anda</strong> ingin men-download pada malam hari ataupun<br />

melakukan sinkronisasi file. Namun, di sini tidak diketahui<br />

program atau komponen OS mana yang membuat koneksi.<br />

Sebuah software firewall dapat mencatat semua aktivitas ini.<br />

Untuk mengujinya, atur tingkat keamanan program firewall<br />

pada "Low Level" agar akses tidak diblokir. Namun, perhatikan<br />

apakah fasilitas logging mencatat semua aktivitasnya. Bila<br />

komputer bekerja terus-menerus, lihat "Log File" dan periksa<br />

semua koneksi yang terhubung ke Internet.<br />

Bila ditemukan ada koneksi program yang tidak bermanfaat<br />

dan hanya menimbulkan risiko atau membebankan biaya,<br />

maka program tersebut bisa dihapus dari komputer atau<br />

gunakan firewall untuk memblokirnya. Bila ingin memblokir<br />

semua akses online, <strong>Anda</strong> bisa melakukannya dengan mengunci<br />

port yang digunakan atau mendefinisikan sebuah aturan yang<br />

memblokir dialing secara otomatis. Caranya tentu saja<br />

tergantung dari program firewall dan jenis aplikasi yang<br />

digunakan.<br />

Tidak Dapat Dilindungi oleh Firewall<br />

Seperti router yang memiliki fungsi firewall, software firewall<br />

juga tidak bisa berbuat banyak terhadap e-mail yang terjangkit<br />

virus atau program perusak yang di-download dan langsung<br />

dijalankan di komputer. Untuk meminimalkan risiko ini,<br />

diperlukan bantuan dari program antivirus atau membatasi<br />

"User Rights".<br />

Sistem dial-up yang tidak terlindungi dengan baik, seperti<br />

melalui modem, juga dapat menimbulkan risiko. Memang,<br />

keuntungannya adalah pengguna dengan cepat bisa terhubung<br />

ke PC atau jaringan perusahaan. Namun, metode ini juga membuka<br />

celah keamanan. Hacker biasanya mengecek semua nomor<br />

ekstension dari perusahaan besar satu per satu. Harapannya,<br />

mereka bisa menemukan jalur dial-up. Bila sudah terhubung<br />

dengan komputer yang memiliki konfigurasi keamanan minim,<br />

maka dampaknya bisa berisiko bagi seluruh jaringan.<br />

Metode yang lebih baik daripada penggunaan modem dialup<br />

adalah dengan menggunakan Virtual Private Networking<br />

(VPN). VPN mengizinkan dialing melalui Internet dan lebih<br />

aman dari hacker. Jimmy.Auw@CHIP.co.id (MS)<br />

ALTERNATIF FIREWALL<br />

Program Firewall Gratis<br />

Bila tidak menggunakan Windows<br />

XP, firewall yang disertakan<br />

dalam SP2 tentu tidak<br />

bisa digunakan. Sebagai penggantinya,<br />

bisa dipilih beragam<br />

program gratis yang menawarkan<br />

fasilitas perlindungan terhadap<br />

sistem.<br />

ZoneAlarm: Selain versi<br />

komersial, ZoneAlarm juga<br />

menawarkan versi freeware<br />

dengan kemampuan yang<br />

lebih dari cukup untuk<br />

mengamankan PC.<br />

Info: www.zonelabs.com<br />

Kerio: Firewall dari Kerio ini<br />

juga menyediakan versi gratis.<br />

Di dalamnya, tersedia beragam<br />

setting untuk memantau PC.<br />

Info: www.kerio.com<br />

Outpost Firewall: Solusi<br />

lengkap ditawarkan tool gratis<br />

Outpost Firewall. Selain<br />

firewall, Outpost juga menyertakan<br />

pop-up blocker dan filter<br />

untuk e-mail attachment.<br />

Feature ini disediakan melalui<br />

plug-in yang dapat dikembangkan<br />

sendiri.<br />

Info: www.agnitum.com<br />

Nessus: Program Unix gratis ini<br />

dapat dijalankan melalui<br />

Command Line atau juga<br />

dengan Windows Client (Com-<br />

mercial Version). Program ini<br />

mengecek lubang-lubang keamanan<br />

pada sistem. Daftar<br />

lubang keamanan ini bisa diupdate<br />

sehingga ia akan tetap<br />

aktual melindungi pengguna<br />

dari lubang keamanan.<br />

Info: www.nessus.org<br />

Shields Up: Shields Up: Gibson<br />

Research menawarkan Shields<br />

Up! dengan beberapa online<br />

test yang bisa mengungkap<br />

risiko terhadap penyusupan.<br />

Online test ini akan mencari<br />

lubang keamanan dan<br />

menguji apakah program<br />

firewall bekerja dengan<br />

semestinya.<br />

Info: www.grc.com<br />

Tes Keamanan Online: Tes ini<br />

tidak hanya menguji kelemahan<br />

sistem, melainkan juga<br />

mencari trojan yang bersembunyi<br />

dalam PC.<br />

Info: http://www.itsec.de/index/inhalt/vulchk.php/vullg/e<br />

ng/?sid=5310c63976031c6ae<br />

9e9f3dba67f3967<br />

Finjan Software: Software ini<br />

menawarkan sederetan tes<br />

keamanan yang mencari titik<br />

kelemahan pada browser dan<br />

program e-mail.<br />

Info: www.finjan.com/SecurityLab/SecurityTestingCenter/<br />

Alternatif Gratis: Bila tidak dapat menggunakan firewall<br />

yang disertakan dalam Windows XP SP2, tersedia tool<br />

gratis seperti Kerio.<br />

| CHIP | NETWORKING | 101


SOLUSI Port Forwading<br />

INDEKS | SOLUSI<br />

Server dengan Port Forwarding 102<br />

Port Forwarding memungkinkan akses dari luar ke<br />

dalam jaringan walaupun menggunakan Firewall.<br />

Kendalikan PC dari Jauh 108<br />

Support, maintenance, dan administrasi dari PC lain<br />

dalam jaringan bisa menggunakan software Remote<br />

Control.<br />

Mengakses dari Mana Saja 112<br />

Virtual Private Network (VPN) memungkinkan koneksi<br />

jaringan yang aman melalui Internet<br />

Login di mana saja 114<br />

Login ke jaringan rumah dan kantor dengan<br />

notebook.<br />

Menemukan dan Mengatasi 118<br />

Masalah<br />

Tips terbaik untuk menganalisis jaringan. Apa saja<br />

yang dapat dilakukan bila terjadi kegagalan fungsi<br />

dalam LAN.<br />

k ISI CD<br />

k DynDNS Tool DynIP Client memberikan nama<br />

domain yang tetap untuk alamat IP dinamis. Jadi,<br />

PC dapat diakses dari Internet.<br />

k FTP-Server Personal FTP Server menawarkan<br />

sebuah FTP server pribadi untuk menyimpan file di<br />

Internet.<br />

k Firewall Lindungi PC dari hacker dan penyusup<br />

lain dengan firewall gratis seperti ZoneAlarm.<br />

102 | CHIP | NETWORKING<br />

Port Forwarding digunakan<br />

untuk mengoperasikan<br />

web server atau FTP server.<br />

Dengan cara ini, jaringan<br />

bisa diakses dari luar<br />

walaupun <strong>Anda</strong><br />

menggunakan firewall.<br />

Artikel ini juga mengulas<br />

bagaimana melakukan<br />

remote maintenance pada<br />

PC jaringan,<br />

mendistribusikan software<br />

ke dalam LAN secara<br />

otomatis, ataupun login<br />

dengan notebook ke dalam<br />

jaringan yang berbeda.<br />

MENGIZINKAN KONEKSI DARI LUAR<br />

Server<br />

Tujuan utama penggunaan firewall (baik di sisi router<br />

k atau software pada PC) adalah dengan menutup port.<br />

Setiap aplikasi yang berasal dari luar, seperti dari Internet atau<br />

jaringan lain akan membutuhkan port tersebut untuk<br />

mengontak server pada komputer tersebut.<br />

Kebanyakan trojan dan virus pada saat ini berjalan sebagai<br />

aplikasi server. Aplikasi server yang telah lebih dahulu<br />

menyusup pada sistem akan dikontrol secara remote oleh<br />

pengirimnya untuk mencuri data atau melakukan tindakan<br />

ilegal lainnya. Software perusak seperti ini biasanya<br />

menggunakan port TCP/IP dan alamat IP sehingga firewall bisa<br />

memblokirnya. Alamat IP public yang terlihat dari luar<br />

jaringan hanyalah alamat router atau komputer gateway.<br />

Alamat IP ini bisa saja ditentukan secara tetap oleh provider<br />

(dedicated line) ataupun bersifat dinamis (koneksi dial-up<br />

melalui DSL, ISDN, atau modem). Alamat IP internal dari<br />

setiap PC dalam LAN hanya dikenal oleh router atau komputer<br />

gateway dan tidak terlihat dari luar. Router dan firewall akan


KE PC DALAM JARINGAN<br />

dengan Port Forwading<br />

menjalankan mode Network Address Translation (NAT) untuk<br />

mengirimkan paket data yang masuk ke komputer yang<br />

memintanya dari belakang firewall.<br />

Mekanisme proteksi seperti ini memang tidak selalu<br />

diinginkan, setidaknya masih ada port yang dibuka. Port<br />

tersebut harus dapat diakses dari luar karena salah satu<br />

komputer jaringan menjalankan sebuah web server atau FTP<br />

server atau dibutuhkan oleh sebuah aplikasi yang<br />

membutuhkan koneksi dari luar. Untuk kasus yang terakhir<br />

contohnya adalah program chating, konferensi video/audio,<br />

remote maintenance/control, ataupun game multiplayer.<br />

Cara yang dapat digunakan sebagai solusi disebut dengan<br />

Port Forwarding (disebut juga sebagai Port Redirection atau<br />

PAT/Port Address Translation). Cara kerjanya sebagai berikut.<br />

Paket data TCP/IP tidak hanya berisi alamat penerima dan<br />

pengirim, melainkan juga port komunikasi tertentu yang<br />

menjadi saluran paket data. Beberapa port ini sudah<br />

distandarisasi untuk service dan protocol tertentu. HTTP<br />

transfer, yaitu layanan website dilakukan melalui port 80,<br />

sedangkan komunikasi FTP dilakukan melalui port 21.<br />

Beberapa program juga bisa menggunakan port komunikasi<br />

sendiri.<br />

Agar sebuah komputer dalam jaringan bisa berfungsi sebagai<br />

server, maka router harus menerapkan port forwarding dalam<br />

bentuk tabel (disebut Port Address Table). Cara kerjanya adalah<br />

sebagai berikut.<br />

Berdasarkan PAT Table dari Router, semua koneksi query<br />

yang datang dari luar melalui port komunikasi tertentu akan<br />

diteruskan ke komputer tertentu dalam LAN. Dengan cara ini,<br />

aplikasi server bisa berjalan melalui LAN, misalnya untuk<br />

mengoperasikan sebuah FTP server. Koneksi dari luar ditetapkan<br />

melalui alamat public dari router pada port 21 yang<br />

merupakan port FTP standar. Pada PAT Table di router harus<br />

ditentukan bahwa semua query pada port 21 akan diteruskan ke<br />

PC dengan alamat 192.168.0.3 dalam LAN. Pada PC inilah akan<br />

dijalankan sebuah FTP server.<br />

| CHIP | NETWORKING | 103


SOLUSI Port Forwading<br />

Namun, masalah bisa muncul bila PC LAN lain juga<br />

mengoperasikan sebuah FTP server yang bisa diakses dari luar.<br />

Agar berfungsi, port yang digunakan harus berbeda, misalnya<br />

port 22. Konfigurasikan PAT Table agar router meneruskan<br />

koneksi pada port 22 ke PC 192.168.0.10. PC ini harus<br />

dikonfigurasi untuk menggunakan port 22 pada setting software<br />

FTP server-nya. Selain itu, pengunjung FTP harus mengetahui<br />

alamat FTP berikut port-nya agar bisa mengakses FTP server<br />

tersebut.<br />

Sampai sekarang, router hardware lebih banyak digunakan<br />

untuk tujuan ini. Port forwarding sebenarnya berfungsi untuk<br />

membuka koneksi ke sebuah aplikasi pada PC LAN agar dapat<br />

diakses oleh pengguna lain di Internet. <strong>Jaringan</strong> juga terhubung<br />

dengan PC LAN ini melalui router. Namun, banyak juga software<br />

firewall yang menawarkan port forwarding.<br />

Alamat Tetap di Internet<br />

Masalah lainnya adalah bagaimana menjadikan komputer<br />

yang berjalan sebagai server dalam sebuah LAN dapat terlihat<br />

dan diakses dari luar. Hal ini penting terutama bila alamat IP<br />

yang diberikan bersifat dinamis karena menggunakan koneksi<br />

dial-up ke Internet dan koneksinya pun tidak terus-menerus.<br />

Untuk masalah yang terakhir ini, solusinya bisa<br />

menggunakan koneksi flat rate dan fixed. Sekarang, masalahnya<br />

tinggal mengatasi alamat IP yang dinamis saja. Saat melakukan<br />

koneksi dial-up, ISP terkadang memberikan alamat IP public<br />

yang khusus digunakan untuk koneksi terus-menerus. Layanan<br />

DSL flat rate pun tidak bisa terus-menerus memberikan sebuah<br />

alamat IP yang tetap.<br />

Untuk aplikasi server yang hanya digunakan sementara saja,<br />

seperti game online (berfungsi sebagai host) atau untuk<br />

menyediakan data agar dapat di-download oleh pengguna lain,<br />

alamat IP dinamis ini perlu dicari dan diberitahukan kepada<br />

pengguna yang ingin mengaksesnya. Bila menggunakan koneksi<br />

dial-up langsung dengan Windows XP, jalankan program<br />

"ipconfig" melalui Command Prompt. Pada Windows 98, <strong>Anda</strong><br />

Internet Server: Setting port pada program yang berfungsi<br />

sebagai server Internet (Gambar: Server Serv-U-FTP).<br />

104 | CHIP | NETWORKING<br />

Tabel Port Forwading: Setiap router DSL/ISDN<br />

menyediakan tabel port forwarding. Konfigurasinya<br />

memang berbeda-beda, tergantung produknya, tetapi pada<br />

intinya adalah sama.<br />

bisa menggunakan tool "winipcfg". Bila LAN terhubung ke<br />

Internet melalui router, biasanya alamat IP public yang<br />

digunakan dapat dilihat dalam setting program yang<br />

mengkonfigurasinya.<br />

Bagi kebanyakan aplikasi server, menggunakan alamat IP<br />

dinamis memang merepotkan. Walaupun alamat IP berubahubah,<br />

tetapi dimungkinkan untuk menggunakan alamat nonnumerik<br />

secara tetap sebagai penggantinya. Solusi seperti itu<br />

kini sudah tersedia.<br />

Beberapa provider di Internet menawarkan layanan seperti<br />

ini. Mereka menyediakan alamat alphanumerik dan selalu<br />

menginformasikan DNS server di Internet dengan alamat IP<br />

yang aktual. DNS server pada akhirnya tetap mengirim paket<br />

data ke alamat IP numerik yang aktual.<br />

Langkah yang perlu dilakukan pertama-tama adalah<br />

membuat sebuah account (biasanya gratis) melalui website dari<br />

provider yang menyediakan alamat DNS dinamis. Jumlah<br />

account yang dibuat juga bisa lebih dari satu. Sekarang, <strong>Anda</strong><br />

login dengan account tersebut dari PC LAN melalui web<br />

browser. Alamat IP yang aktual akan di-update ke DNS server.<br />

Memang, langkah konfigurasinya terkadang cukup repot. Bila<br />

selesai, maka akan muncul pesan yang menginformasikan<br />

bahwa alamat IP yang baru sudah di-update ke DNS server.<br />

Selain melalui browser, <strong>Anda</strong> bisa juga menggunakan sebuah<br />

program client kecil yang akan memantau perubahan alamat IP<br />

public dan kemudian menginformasikan perubahan ini<br />

langsung ke DNS server melalui Internet. Program client seperti<br />

ini bisa bermacam-macam bentuknya:<br />

k Program sederhana yang membaca IP aktual dengan bantuan<br />

tool dari Windows, seperti menjalankan "winipcfg" atau<br />

"ipconfig" melalui Command Prompt. Namun, ini hanya bisa<br />

dilakukan bila PC terkoneksi langsung ke Internet. Dalam<br />

sebuah LAN, program client ini harus dijalankan pada<br />

komputer yang menyediakan koneksi Internet melalui modem,<br />

ISDN, atau DSL.


TIPS AHLI<br />

Bertelepon di <strong>Jaringan</strong> dan Internet<br />

Seperti halnya perkembangan<br />

di bidang jaringan W-LAN, saat<br />

ini segmen pengguna pribadi<br />

malah mendahului segmen<br />

corporate dalam hal penggunaan<br />

teknologi baru. Pada<br />

pertengahan tahun 90-an, koneksi<br />

modem dan kapasitas<br />

Internet masih kurang memadai<br />

sehingga kualitas suaranya<br />

menjadi sangat jelek.<br />

Internet/IP Telephony<br />

Saat ini, telepon Internet<br />

sudah semakin populer digunakan<br />

dalam masyarakat. Kemajuan<br />

ini berkat dukungan koneksi<br />

Internet yang cepat dan murah<br />

dan ditawarkan oleh banyak<br />

provider.<br />

Produk-produk seperti Sipgate,<br />

Freenet, atau Skype banyak<br />

dimanfaatkan oleh pengguna<br />

pribadi karena lebih ekonomis<br />

dan efisien biaya.<br />

Pengguna corporate biasanya<br />

membutuhkan kualitas suara<br />

yang baik untuk kepentingan<br />

bisnis mereka. Topik IP Telephony<br />

ini sudah dikembangkan<br />

sejak beberapa tahun lalu. Pada<br />

awalnya, sulit membuat<br />

terobosan karena kurangnya<br />

stabilitas, kemampuan, dan<br />

mahalnya perangkat.<br />

Sekarang, kondisinya sudah<br />

berubah. Menurut perkiraan dalam<br />

5 tahun mendatang, sekitar<br />

70 persen perusahaan yang ada<br />

sudah menerapkan IP Telephony.<br />

Kelebihan IP Telephony<br />

Ada beberapa kelebihan dari<br />

jaringan berbasis data dan<br />

voice (convergence network)<br />

yang disebut sebagai IP Telephony<br />

ini, yaitu:<br />

k Biaya pengoperasian dan biaya<br />

percakapan yang lebih murah<br />

dibandingkan dengan telepon<br />

k Program yang menggunakan metode lain untuk mengetahui<br />

alamat IP public dari sebuah router atau server ICS yang<br />

terhubung ke Internet. Program akan menghubungi<br />

"InfoServer" yang biasanya dikelola oleh produsen software.<br />

k Beberapa program seperti ini juga dapat mengontak router<br />

hardware dan mendapatkan informasi alamat IP public di sini.<br />

k Solusi yang lebih baik ditawarkan oleh client DynDNS yang<br />

terpasang dalam firmware di router hardware, seperti produk<br />

dari Draytek-Vigor. Bila router yang digunakan tidak<br />

mempunyai fasilitas DynDNS, kemungkinan terbesar tersedia<br />

firmware update.<br />

Bila account pada DynDNS service dan client program<br />

terkonfigurasi dengan benar (baik melalui software atau dalam<br />

router), maka server dalam LAN serharusnya sudah bisa diakses<br />

dari luar. Tabel Port Forwarding yang telah dijelaskan<br />

sebelumnya hanya berfungsi untuk memungkinkan komputer<br />

yang berada di LAN (di belakang firewall router) dapat diakses<br />

dari luar.<br />

Namun, layanan ini bukan tanpa kelemahan. Kelemahannya<br />

adalah setelah alamat IP public berganti, layanan DynDNS<br />

membutuhkan waktu untuk mengetahui pergantian alamat IP<br />

ini dan menginformasikannya ke semua DNS server. Selama<br />

waktu peralihan ini, alamat fixed yang diberikan oleh layanan<br />

DynDNS menjadi tidak berfungsi karena masih menunjuk<br />

alamat IP yang lama.<br />

konvensional.<br />

Produktivitas meningkat karena<br />

aplikasinya lebih mudah.<br />

Kelebihan Unified Messaging:<br />

Peningkatan produktivitas juga<br />

ditawarkan oleh Unified Messaging<br />

yang menggabungkan elemen<br />

e-mail, fax, dan voice mail.<br />

Elemen-elemen ini dapat dibuka<br />

secara langsung melalui mail/inbox.<br />

Penelepon akan terhubung<br />

ke sistem penjawab<br />

telepon dan kemudian meneruskannya<br />

ke bagian marketing<br />

atau menawarkan pilihan untuk<br />

meninggalkan pesan bila panggilan<br />

tidak dijawab. Jadi walaupun<br />

tidak dijawab, perusahaan<br />

tidak perlu takut kehilangan pelanggan.<br />

Nilai lebih bagi perusahaan<br />

kecil: Solusi ini bukan saja<br />

menguntungkan perusahaan<br />

besar, melainkan juga memberi-<br />

kan nilai tambah bagi perusahaan<br />

skala kecil dengan<br />

menggunakan software Open<br />

Source, seperti dari Asterisk.org.<br />

Dibandingkan dengan sistem<br />

konvensional, teknologi baru ini<br />

tidak membutuhkan pengetahuan<br />

khusus. Proses Administrasinya<br />

bisa dilakukan oleh tim<br />

IT sendiri atau pun menggunakan<br />

jasa web hosting yang<br />

banyak tersedia dengan harga<br />

terjangkau.<br />

Bahkan, provider telekomunikasi<br />

nantinya menggunakan<br />

jaringan data/voice yang terintegrasi.<br />

Pembicaraan telepon<br />

akan dilakukan melalui jaringan<br />

data. Tidak lama lagi, teknologi<br />

Voice-over-IP (VoIP) akan menggantikan<br />

sistem telepon<br />

konvensional. Nasib yang sama<br />

juga terjadi pada piringan hitam<br />

yang digantikan oleh CD.<br />

Port Forwarding Melalui Router<br />

Router DSL/ISDN yang bagus biasanya menyediakan pilihan<br />

untuk mendefinisikan PAT (Port Forwarding Table) dalam<br />

program konfigurasinya, baik versi Windows, Telnet, atau<br />

HTTP/browser. Penggunaan dan pilihan yang disediakan bisa<br />

saja berbeda-beda, sehingga tidak mungkin memberikan<br />

panduan umum. Untuk memperoleh panduan router yang<br />

rinci, <strong>Anda</strong> bisa mencarinya di Internet ataupun forum-forum<br />

independen lainnya. CHIP memberikan panduan singkat untuk<br />

router dari Draytek Vigor.<br />

Dalam menu konfigurasi utama, pilih "NAT Setup" yang<br />

berada pada kiri bawah ("Advanced Setup"). Pada dialog<br />

selanjutnya, terdapat dua option untuk mengkonfigurasi port<br />

agar bisa dibuka dari luar. Produsen menyarankan option "Open<br />

Ports Setup". Setelah dipilih, muncul sebuah daftar kosong. Klik<br />

"1." pada baris "Index". Pada dialog selanjutnya, aktifkan<br />

checkbox "Enable Open Ports". Pada kolom "Local Computer",<br />

masukkan alamat IP dari PC LAN yang mengoperasikan<br />

program server, seperti FTP server. Di sini, <strong>Anda</strong> harus<br />

menggunakan alamat IP lokal, misalnya 192.168.0.2. <strong>Anda</strong><br />

dapat diberikan deskripsi pada kolom "Comment".<br />

Pada baris port pertama di area "Protocol", pilih jenis<br />

protokol komunikasi yang digunakan (TCP atau UDP) dan<br />

berikan jangkauan port yang ingin dibuka untuk akses luar. Bila<br />

| CHIP | NETWORKING | 105


SOLUSI Port Forwading<br />

hanya menggunakan FTP server, <strong>Anda</strong> cukup membuka port 21<br />

saja. <strong>Anda</strong>, cukup memberikan jangkauan mulai 21 ("Start<br />

Port") sampai 21 ("End Port"). Lakukan langkah yang sama<br />

untuk port lain yang dibutuhkan pada PC ini. Untuk aplikasi<br />

server pada PC LAN yang lain, <strong>Anda</strong> harus membuat entri baru<br />

lagi melalui "Open Ports Setup". Untuk amannya, Router<br />

sebaiknya di-restart melalui option "System Management |<br />

Reboot System" dari menu konfigurasi utama.<br />

Mengkonfigurasi Alamat/Account Dyndns<br />

Saat ini tersedia sekitar 90 provider yang menawarkan layanan<br />

untuk alamat Internet dinamis. Setengahnya merupakan<br />

layanan gratis, sisanya mengharuskan <strong>Anda</strong> membayar. Daftar<br />

lengkapnya, bisa <strong>Anda</strong> peroleh pada alamat di bawah ini yaitu<br />

"http://noeld.com/services.htm". Berikut ini panduan singkat<br />

untuk membuat account di layanan DynDNS.org. Dari provider<br />

terpopuler ini, bisa diperoleh lebih dari satu alamat permanen.<br />

1. Kunjungi www.dyndns.org dan klik menu "Account". Pada<br />

halaman selanjutnya, klik menu "Create Account".<br />

2. Setelah lembar formulir muncul, tandai checkbox "I have read<br />

and agree...". Lalu, isi user name, alamat e-mail, dan password.<br />

Sebagai catatan, nama ini bukan untuk alamat DynDNS.<br />

3. Selanjutnya DynDNS akan mengirim e-mail ke alamat e-mail<br />

yang diberikan. E-mail ini berisi instruksi selanjutnya untuk<br />

mengaktifkan account. <strong>Anda</strong> harus mengaktifkan account<br />

dalam waktu 48 jam. Sebenarnya, <strong>Anda</strong> hanya perlu mengklik<br />

link yang diberikan dalam e-mail untuk melakukan aktivitas.<br />

Setelah diklik, <strong>Anda</strong> berada diweb site DynDNS kembali.<br />

4. Setelah login dengan user name dan password sebelumnya,<br />

klik menu "Dynamic DNS" dan kemudian klik menu "Add New<br />

Host". Pada formulir selanjutnya, pilih nama depan yang<br />

DynDNS.org: DynDNS.org merupakan layanan gratis<br />

terpopuler untuk menghubungkan sebuah alamat<br />

alphanumerik permanen dengan alamat IP dinamis.<br />

106 | CHIP | NETWORKING<br />

WORKSHOP SINGKAT<br />

Agar Aplikasi Server Bisa<br />

Menerima Akses Luar<br />

Untuk menggunakan server<br />

pada sebuah PC LAN dengan<br />

alamat tetap, ada lima poin<br />

penting yang harus <strong>Anda</strong><br />

perhatikan.<br />

Menginstal aplikasi yang<br />

1 diperlukan pada server:<br />

Pada PC LAN (baik yang<br />

memiliki fungsi server di dalam<br />

jaringan ataupun sebagai<br />

workstation/client saja),<br />

instal aplikasi server yang<br />

diinginkan, seperti server<br />

untuk FTP, web, game, chat,<br />

atau sejenisnya.<br />

Memilih Transmission<br />

2 Protocol yang sesuai:<br />

Untuk aplikasi server ini, pilih<br />

Transmission Protocol (TCP<br />

atau UDP) dan nomor port<br />

yang digunakan.<br />

Mengkonfigurasi Port<br />

3 Table:<br />

Port Table dikonfigurasi pada<br />

router (komputer dengan<br />

Internet Sharing Connection<br />

ataupun router). Nantinya,<br />

paket data dengan Transmission<br />

Protocol dan nomor port<br />

tertentu akan diteruskan ke<br />

komputer yang menjalankan<br />

aplikasi server.<br />

4<br />

Mengkonfigurasi DNS<br />

account:<br />

Buat sebuah account untuk<br />

mendapatkan sebuah alamat<br />

tetap dari penyedia layanan<br />

DNS, seperti DynDNS.<br />

Menginstal software client<br />

5 DynDNS:<br />

Sebisa mungkin <strong>Anda</strong> harus<br />

memilih PC dalam LAN yang<br />

berjalan (online) terus-menerus<br />

sebagai tempat instalasi<br />

program client DynDNS. Di<br />

sini, data akan disimpan untuk<br />

akses ke account DynDNS.<br />

Lebih baik lagi bila router<br />

hardware menyediakan fasilitas<br />

DynDNS ini dalam firmware-nya<br />

(jadi ia bisa berfungsi<br />

sekaligus sebagai client<br />

software).<br />

diinginkan pada kolom "Hostname" sebagai alamat permanen<br />

untuk server <strong>Anda</strong>. Namanya tergantung selera <strong>Anda</strong> saja<br />

kemudian pilih sebuah domain yang ditawarkan pada kolom<br />

sebelahnya. Sebaiknya, pilih domain yang mudah diingat,<br />

misalnya "serveftp.net" atau "homeip.net". Jadi, alamat tetap<br />

server <strong>Anda</strong> nantinya terdiri atas dua bagian ini, misalnya<br />

"jimmy.serveftp.net". Selanjutnya, klik "Add Host" dan selesai.<br />

Bila nama yang diberikan sudah diambil oleh orang lain, sebuah<br />

On-board: Beberapa router juga ada yang telah<br />

menyediakan client untuk penggunaan dynamic DNS.


pesan akan muncul dan <strong>Anda</strong> harus menggunakan nama lain.<br />

Sekarang, alamat tersebut sudah disimpan untuk server<br />

<strong>Anda</strong>. Setiap saat, <strong>Anda</strong> bisa login dengan data account tersebut<br />

dan memasukkan alamat IP yang aktual secara manual. Namun,<br />

langkah ini memakan waktu dan sebaiknya dilakukan secara<br />

otomatis saat <strong>Anda</strong> menggunakan alamat IP yang baru. Untuk<br />

itu, diperlukan sebuah program bantu, seperti yang telah<br />

diinformasikan sebelumnya. Selain itu, bisa juga dengan fasilitas<br />

router yang serupa. Program seperti client DynDNS tersedia<br />

banyak, baik sebagai freeware maupun shareware. Program ini<br />

harus sesuai untuk sistem operasi dan DNS service yang<br />

digunakan (misalnya DynDNS.org). Tool yang tersedia bisa<br />

dilihat melalui "http://www.dyndns.org/services/dyndns/<br />

clients.html".<br />

Mengkonfigurasi Direct Update<br />

Cara mengkonfigurasi software client untuk DynDNS<br />

sebenarnya hampir sama. <strong>Anda</strong> tinggal memilih layanan seperti<br />

DynDNS dan masukkan data account yang dimiliki. CHIP<br />

menggunakan client dari Direct Update 3.6.2 (kunjungi<br />

www.directupdate.org). Langkah-langkahnya sebagai berikut.<br />

Jalankan setup dan konfirmasikan dialog yang muncul,<br />

seperti dialog mengenai perjanjian lisensi, folder instalasi, dan<br />

cakupan instalasi.<br />

Pada Windows NT, 2000, dan XP, program akan dijalankan<br />

sebagai service. Pada versi Windows lainnya, ia akan dijalankan<br />

secara otomatis melalui Start-Up. Nantinya, sebuah icon<br />

muncul di system tray. Klik ganda icon ini untuk membuka<br />

program konfigurasi.<br />

Dialog yang penting di sini hanya satu. <strong>Anda</strong> harus mengklik<br />

tab "Status" dan buat sebuah entri account DynDNS (atau dari<br />

provider lain) dengan mengklik "Create". Pada kolom "Account<br />

Type", pilih DynDNS. Selanjutnya, masukkan alamat domain<br />

Tidak Rumit: Konfigurasi client DynDNS (Gambar: Direct<br />

Update) pada sebuah PC LAN hanya meminta data domain<br />

dan account.<br />

KNOW-HOW<br />

Ringkasan Port TCP<br />

Ringkasan daftar konfigurasi<br />

port yang lazim digunakan bisa<br />

diperoleh pada alamat<br />

"http://www.iana.org/assignm<br />

Service/ Port<br />

Protocol<br />

HTTP 80<br />

FTP 21<br />

Telnet 23<br />

IMAP 143<br />

POP3 110<br />

SMTP 25<br />

SSH 22<br />

NNTP 119<br />

ents/port-numbers". Informasi<br />

ini biasanya jarang dirinci oleh<br />

masing-masing aplikasi yang<br />

menggunakannya.<br />

Software Port<br />

PPTP (Microsoft VPN) 1723<br />

Carbon Copy 32 1023-1680<br />

CU SeeMe 1748, 24032<br />

LapLink 1547<br />

NetMeeting 1720, 1503<br />

PC Anywhere 22, 5631-5632<br />

Virtual Network 5500, 5800,<br />

Computing - VNC 5900<br />

Netbios 137, 138, 139<br />

yang telah didaftarkan ke kolom "Domain", misalnya<br />

"jimmy.serveftp.net". Kedua kolom lainnya bisa diisi dengan<br />

user name dan password untuk administrasi account.<br />

Selanjutnya, klik "OK" untuk menyelesaikan konfigurasi.<br />

Konfigurasi ini bisa di-update dengan mengklik tombol "Force<br />

update now". Di kiri bawah seharusnya akan ditampilkan alamat<br />

IP yang aktual.<br />

Program client ini dapat diinstal pada PC LAN mana saja<br />

(namun hanya pada satu komputer saja). Paling baik adalah<br />

komputer yang selalu menyala agar begitu alamat IP public<br />

berganti, client tersebut segera menginformasikan DNS server<br />

di Internet. Biasanya, PC ini merupakan PC yang berfungsi<br />

sebagai server untuk layanan Internet terus-menerus (seperti<br />

FTP server itu sendiri).<br />

Seperti yang telah diterangkan, instalasi client DynDNS<br />

seperti Direct Update sebenarnya tidak diperlukan bila router<br />

menyediakan fungsi yang sama. Data account hanya perlu<br />

dimasukkan saja ke dalam program konfigurasi dari router<br />

tersebut. Jadi, tidak dibutuhkan komputer yang berjalan terusmenerus<br />

karena router dapat mendeteksi perubahan alamat IP<br />

public setelah dial-up dan melaporkannya ke layanan DynDNS<br />

di Internet. Jimmy.Auw@CHIP.co.id (SW)<br />

Daftar Panjang: Penjelasan detail dari IANA untuk setiap<br />

port dan aplikasi yang menggunakannya.<br />

| CHIP | NETWORKING | 107


SOLUSI Remote Control<br />

Software Remote Control<br />

Kendalikan PC dari Jauh<br />

<strong>Anda</strong> bisa mengendalikan PC lain dalam jaringan tanpa perlu meninggalkan tempat kerja <strong>Anda</strong>. Hanya<br />

berbekal software remote control, <strong>Anda</strong> bisa mengambilalih mouse, keyboard, dan monitor dari PC dalam<br />

jaringan. CHIP menunjukkan bagaimana menggunakan software remote control dengan optimal.<br />

k<br />

Seorang Administrator jaringan harus gemar berolahraga,<br />

setidaknya ia harus kuat berjalan. Soalnya,<br />

sebagian besar waktu kerjanya dihabiskan untuk berjalan dari<br />

satu divisi ke divisi lain untuk mengatasi masalah PC dan<br />

jaringan.<br />

Bila dibutuhkan akses ke hardware, maka ia harus menangani<br />

PC yang bermasalah secara langsung. Namun, jika hanya<br />

melakukan konfigurasi software atau membantu pengguna<br />

mengoperasikan komputer, maka ia tidak perlu mendatangi PC<br />

tersebut.<br />

Software remote control akan meringankan pekerjaan<br />

seorang Administrator. PC jaringan dalam sebuah LAN (atau<br />

melalui Internet) dapat dikendalikan tanpa harus beranjak dari<br />

tempat kerja. Software ini tidak hanya tepat bagi Administrator<br />

jaringan di perusahaan besar, melainkan juga untuk jaringan<br />

kecil. <strong>Anda</strong> dapat membuat sebuah server lengkap tanpa<br />

monitor, keyboard, dan mouse, sehingga bisa menghemat<br />

tempat. Bila sistem operasi telah terinstalasi dan dikonfigurasi,<br />

semua setting dan pekerjaan lainnya dapat dilakukan dari<br />

tempat kerja sendiri dengan software remote control. Contoh<br />

lain ketika seorang rekan kerja meminta bantuan untuk masalah<br />

PC, <strong>Anda</strong> tidak perlu menanyakan pesan kesalahan yang<br />

muncul. <strong>Anda</strong> bisa melihat sendiri masalah dan langsung<br />

menangani, tentunya dengan menggunakan software remote<br />

control.<br />

Untungnya, program remote-control tidak selalu perlu biaya<br />

ekstra. Windows XP menyertakan tool remote control "Remote<br />

Desktop Connection". Alternatif yang lebih fleksibel dan<br />

sederhana adalah dengan menggunakan tool VNC. Workshop<br />

ini menunjukkan, bagaimana menggunakan VNC secara<br />

optimal.<br />

k ISI CD<br />

k Remote-control gratis Pada CD CHIP tersedia program<br />

remote control VNC 4.0 dari Real VNC. Dengan tool ini,<br />

<strong>Anda</strong> dapat mengendalikan, mengawasi, dan merawat<br />

PC jaringan dengan nyaman dari tempat kerja <strong>Anda</strong>.<br />

k Tool analisa Ethereal Menganalisa lalu-lintas jaringan<br />

dan memungkinkan pencatatan serta evaluasi paket<br />

data.<br />

108 | CHIP | NETWORKING<br />

1 Menginstalasi Server dan VNC Viewer<br />

Proses instalasinya cukup sederhana. <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />

menjalankan file Setup dan memasukkan folder tujuan. <strong>Anda</strong><br />

juga harus mengkonfirmasikan perjanjian lisensi. Pada window<br />

berikutnya, <strong>Anda</strong> harus memilih modul yang akan di-install.<br />

Modul "Viewer" hanya <strong>Anda</strong> butuhkan pada PC Administrator.<br />

Sebaliknya, modul "Server" juga hanya perlu di-install pada PC<br />

yang akan di-remote. Tentu saja <strong>Anda</strong> dapat menggabungkan<br />

kedua modul tersebut.<br />

Pada window berikutnya, <strong>Anda</strong> harus menetapkan mode<br />

operasi untuk modul "Server". Secara standar, ia dikonfigurasi<br />

pada mode service untuk Windows XP/2000. Selain itu, <strong>Anda</strong><br />

dapat mengkonfigurasi tampilan icon desktop lainnya. Setelah<br />

itu, klik dua kali dan proses instalasi akan selesai. Window<br />

konfigurasi juga akan ditampilkan bila <strong>Anda</strong> menginstalasi<br />

modul "Server".<br />

2 Mengatur Konfigurasi Standar untuk Server<br />

Setting minimal yang harus <strong>Anda</strong> lakukan adalah<br />

menentukan password untuk melakukan koneksi. Kliklah<br />

tombol "Set Password" dan masukkan password ke dalam kolom<br />

yang ada. Pilihan "Prompt local user to accept connections"<br />

menjamin tidak seorang pun dapat mengambilalih server tanpa<br />

meminta izin. Pengguna yang sedang duduk di depan server<br />

harus memberikan konfirmasi sebelum ada koneksi baru yang<br />

akan masuk. Untuk mengakses sebuah PC yang tidak diawasi,<br />

option ini tentu saja tidak boleh diaktifkan. Beberapa settings<br />

untuk koneksi tersedia di bawah menu "Connections". <strong>Anda</strong><br />

dapat mengubah port standar 5900 dan mengatur waktu idle<br />

sebelum koneksi otomatis diputus.<br />

Bagian menarik adalah pada "Access Control". <strong>Anda</strong> dapat<br />

menetapkan PC mana saja yang boleh melakukan koneksi.<br />

Untuk itu, <strong>Anda</strong> harus memberi mengaktifkan pilihan "Only<br />

accept connection …" dan tambahkan nama PC atau alamat IP<br />

menggunakan tombol "Add".<br />

Hal lain yang juga penting adalah pada bagian "Inputs". <strong>Anda</strong><br />

dapat memblokir keyboard dan mouse PC server selama proses<br />

remote control (aktifkan pilihan "Disable local inputs while<br />

server is in use") agar dapat berjalan lancar. Sebaliknya, dengan<br />

option di atas pun <strong>Anda</strong> dapat melarang Administrator<br />

menggunakan keyboard/mouse atau clipboard pada server.


1 Lebih Aman: Bila VNC server dikonfigurasi sebagai<br />

service, ia hanya dapat diakhiri oleh user dengan hak<br />

Administrator.<br />

Setelah selesai, tutup window dengan mengklik "OK". Selanjutnya,<br />

<strong>Anda</strong> dapat mengakses VNC melalui icon pada<br />

systray. Wizard VNC Setup sekali lagi akan muncul dan <strong>Anda</strong><br />

harus mengklik untuk mengakhiri proses instalasi.<br />

3 Membangun Sebuah Koneksi Remote<br />

Untuk membangun koneksi dengan sebuah server untuk<br />

melakukan remote control, maka <strong>Anda</strong> harus menjalankan<br />

ALTERNATIF BAGI VNC<br />

Program remote-control komersial<br />

Sebagian besar tuntutan pada<br />

remote-control sebuah PC telah<br />

dipenuhi oleh VNC ataupun<br />

solusi Microsoft. Program komersial<br />

seperti Symantec PC<br />

Anywhere 11 atau Danware<br />

NetOp menawarkan lebih<br />

banyak fungsi dan kenyamanan.<br />

Symantec PC Anywhere<br />

Tool ini memiliki lebih banyak<br />

fungsi dibanding solusi tool<br />

remote dari Microsoft ataupun<br />

VNC. <strong>Anda</strong> dapat bertukar file di<br />

latar belakang antara client dan<br />

server. Urutan perintah juga<br />

dapat disiapkan dan dikirim ke<br />

server (misalnya untuk instalasi<br />

software jarak jauh). Fungsifungsi<br />

khusus memungkinkan<br />

akses langsung pada file, registry,<br />

prompt input, ataupun<br />

pemanggilan Task Manager dari<br />

server. Sebuah enkripsi bertingkat<br />

juga akan menjamin<br />

keamanan yang dibutuhkan.<br />

Harga yang disarankan produsen<br />

untuk lisensi tunggal sekitar<br />

US$ 300 dan lisensi untuk 5<br />

pengguna berharga sekitar US$<br />

900. Info mengenai program ini<br />

<strong>Anda</strong> temukan pada website<br />

www.symantec.com.<br />

Danware NetOp 7.65<br />

Program dari Danware yang kini<br />

mencapai versi 7.65 juga tidak<br />

murah. Lisensi minimal dengan<br />

sebuah server dan sebuah client<br />

berharga sekitar US$ 230.<br />

Tergantung jumlah lisensi, harganya<br />

produk ini bisa menjadi<br />

2 Lebih<br />

Aman Lagi:<br />

Gunakan<br />

password<br />

untuk<br />

membatasi<br />

koneksi dari<br />

luar.<br />

VNC Viewer. Dalam window yang ada, masukkan nama atau<br />

alamat IP server dan klik "OK". Selanjutnya, masukkan<br />

password ke dalam kolom yang ada, sementara kolom nama<br />

pengguna bisa dibiarkan kosong.<br />

Bila koneksi telah terbangun, maka akan tampak sebuah<br />

jendela yang hampir memenuhi layar monitor. Ini adalah<br />

tampilan layar dari server VNC. <strong>Anda</strong> dapat mengoperasikannya<br />

seakan duduk langsung depan monitor server tersebut.<br />

Volume data cukup besar yang harus ditransfer membuat<br />

sangat mahal (mencapai 4 digit<br />

dalam US$).<br />

Kelengkapan fungsi tool ini<br />

setara dengan tool Symantec,<br />

tetapi NetOp lebih cemerlang<br />

dengan dukungan multi platform.<br />

Ia tidak membatasi diri<br />

pada remote control dan remote<br />

maintenance PC Windows, melainkan<br />

juga dapat digunakan pada<br />

sistem Linux, Sun Solaris, dan<br />

Mac OS. Info lebih rinci dan<br />

sebuah versi trial tersedia di<br />

www.netop.com<br />

Penuh: PC Anywhere 11 tampil meyakinkan dengan banyak<br />

fungsi khusus untuk pengendalian jarak jauh.<br />

| CHIP | NETWORKING | 109


SOLUSI Remote Control<br />

KONEKSI REMOTE-DESKTOP DARI XP<br />

Remote Control dengan<br />

solusi onboard<br />

Windows XP membawa sendiri<br />

sebuah tool remote control<br />

yang fungsinya setara dengan<br />

freeware VNC. Namun, ia memiliki<br />

dua keterbatasan:<br />

Perlu password: Yang pertama,<br />

fungsi remote Windows XP<br />

menggunakan User Administration<br />

internal untuk memberikan<br />

ijin akses. Jadi, akses dibatasi<br />

hanya pada user accounts<br />

yang ada dan sebuah password<br />

harus dimasukkan. Login cepat<br />

tanpa password tidak bisa digunakan.<br />

Tidak ada efek belajar: Pembatasan<br />

ke dua tampaknya agak<br />

lebih berat, khususnya untuk<br />

memberikan bantuan kepada<br />

pengguna PC yang di-remote.<br />

Selama PC tersebut dikendalikan<br />

dari jauh, pada monitor<br />

hanya tampak layar login<br />

Windows. Hal yang sedang dilakukan<br />

pada server tidak dapat<br />

diikuti oleh pengguna di depan<br />

monitor server. Hal ini memang<br />

tidak masalah untuk perawatan<br />

sebuah file server, tetapi<br />

pengguna tidak bisa belajar<br />

karena langkah-langkah kerja<br />

yang sedang dilakukan tidak<br />

dapat ditampilkan.<br />

Remote control dengan XP Cara<br />

menggunakan solusi onboard<br />

Windows XP yang disebut<br />

"Remote Desktop Connection"<br />

sebenarnya juga sangat mudah.<br />

Pada remote PC (server),<br />

<strong>Anda</strong> harus login sebagai<br />

110 | CHIP | NETWORKING<br />

Administrator untuk mengaktifkan<br />

fungsi remote control<br />

ini. Di bawah "Control Panel |<br />

System" bukalah tab "Remote"<br />

dan beri tanda di depan "Allow<br />

user to connect remotely to this<br />

computer". Pilihlah tombol<br />

"Select Remote User" untuk<br />

menentukan pengguna mana<br />

yang boleh mengakses PC<br />

tersebut.<br />

Tidak ada efek belajar:<br />

Pada PC client bukalah "Remote<br />

Desktop Connection" melalui<br />

"Start | All Programme |<br />

Accessories | Communication".<br />

Bila program tersebut tidak<br />

tersedia, maka <strong>Anda</strong> harus<br />

melakukan instalasi dari CD<br />

Windows XP. Pilih "Run<br />

additional tasks" dan setelah<br />

itu "Configure Remote Desktop<br />

Connection".<br />

Setelah client dijalankan<br />

maka akan tampak sebuah<br />

window dialog. Masukkan<br />

nama atau alamat IP server. Klik<br />

pada "Connect" dan Windows<br />

XP akan meminta user name<br />

dan password. Konfirmasikan<br />

input <strong>Anda</strong> dengan memilih<br />

tombol "OK".<br />

Bila sebuah sesi remote-control<br />

sedang berlangsung, maka<br />

akan tampak sebuah bar kecil<br />

pada pinggir atas layar yang<br />

berisi nama server dan icon<br />

standar window. Sebuah klik<br />

pada tanda silang akan menutup<br />

program remote.<br />

Aktifkan:<br />

Dengan mengaktifkan<br />

menu pada menu<br />

"Control Panel | System |<br />

Remote", maka remote<br />

control yang telah<br />

terintegrasi pada<br />

Windows XP sudah<br />

bisa digunakan.<br />

3 Client<br />

Memanggil<br />

Server: Untuk<br />

membangun<br />

koneksi<br />

masukkan<br />

nama atau<br />

alamat IP<br />

server dan<br />

password-nya.<br />

tampilan layar terkesan agak lamban. Akhiri koneksi dengan<br />

menutup window yang ada.<br />

Tips: Bila <strong>Anda</strong> ingin melihat layar server secara lengkap<br />

(mungkin untuk mencegah salah klik icon pada layar sendiri),<br />

maka pindahlah ke mode "Full Screen". Ini hanya dapat<br />

dilakukan bila resolusi pada kedua PC diatur sama. Namun,<br />

jangan sampai <strong>Anda</strong> lupa yang mana layar sendiri dan yang<br />

mana layar server.<br />

4 Mengakses Fungsi-fungsi Khusus<br />

Tidak semua yang dapat <strong>Anda</strong> lakukan secara lokal juga<br />

dapat dilakukan melalui software remote control. Upaya<br />

menampilkan Task Manager melalui "Ctrl-Alt-Del" atau layar<br />

login server, malah akan mengaktifkan fungsi tersebut pada PC<br />

lokal.<br />

Solusi: Tekan [F8] untuk menampilkan sebuah menu dalam<br />

window yang akan menawarkan akses pada beberapa fungsi<br />

khusus. Fungsi tersebut antara lain mengirim kombinasi tombol<br />

seperti di atas. Di bawah "Options | Inputs", <strong>Anda</strong> juga dapat<br />

mendefinisikan sebuah tombol fungsi lain untuk menu.<br />

5 Remote Control EveryWhere: Remote control tidak<br />

hanya bisa dilakukan dengan program VNC client. Sebuah<br />

browser dengan dukungan Java juga dapat melakukannya.


TIPS AHLI<br />

MAC mengendalikan Sun: VNC berfungsi pada hampir semua<br />

platform<br />

Microsoft mengunggulkan "Remote<br />

Desktop" sebagai inovasi<br />

besar dalam Windows XP. Padahal<br />

semuanya tidak lebih dari<br />

sebuah versi yang lebih "cantik"<br />

dibandingkan Terminal Services<br />

yang telah lama dikenal.<br />

Remote Desktop Protocol<br />

(RDP): Ini pun barang lama<br />

dengan nama baru. Remote<br />

control semacam ini berfungsi<br />

dalam jaringan lokal dan juga<br />

melalui Internet. Hal terpenting<br />

adalah membuka port 3389<br />

pada firewall. Bila <strong>Anda</strong> tetap<br />

ingin melakukan pengendalian<br />

jarak jauh ketika berlibur, maka<br />

<strong>Anda</strong> harus menggunakan sebuah<br />

Pocket PC dengan ponsel.<br />

Perbedaan Software Remote<br />

Control dan Terminal yang Sebenarnya:<br />

Pada dasarnya harus<br />

dibedakan antara software remote<br />

control dan terminal<br />

sebenarnya. Software remote<br />

control hanya mencerminkan isi<br />

layar dari remote PC dan mem-<br />

perpanjang keyboard serta<br />

mouse-nya. Awalnya, Microsoft<br />

Remote Desktop termasuk<br />

kategori ke 2. Serupa dengan X-<br />

Windows yang sering<br />

digunakan dalam lingkungan<br />

Unix di mana sesi pada server<br />

tidak terlihat. Sebenarnya<br />

software remote control hanya<br />

dibutuhkan untuk memberikan<br />

bantuan kepada pengguna.<br />

Bagi Windows, fungsi-fungsi<br />

remote control perlu waktu lama<br />

sampai ditambahkan. Sekarang<br />

ini, produsen harus berjuang<br />

keras untuk menawarkan<br />

"real added value" dari program<br />

remote control. Namun, tampaknya<br />

kini terbatas pada koneksi<br />

terintegrasi dengan ISDN<br />

dan sejenisnya atau dukungan<br />

protokol jaringan yang tidak<br />

umum.<br />

VNC memiliki kelebihan karena<br />

ia gratis, fleksibel, dan open<br />

source: Dalam beberapa detik<br />

VNC (www.realvnc.com) siap<br />

5 Remote Control Melalui Web Browser<br />

Modul VNC server juga berisi sebuah server HTTP kecil. <strong>Anda</strong><br />

dapat me-load wiewer versi Java dari sini. Dengan cara ini, <strong>Anda</strong><br />

dapat mengendalikan server dengan sebuah web browser yang<br />

mendukung Java tanpa perlu menginstalasi aplikasi Viewer.<br />

Caranya juga sangat mudah. <strong>Anda</strong> hanya perlu memasukkan<br />

alamat berikut ke dalam browser.<br />

http://:/<br />

"VNC-Server" <strong>Anda</strong> ganti dengan nama atau alamat IP dari<br />

server. Nomor port standar untuk koneksi Java yang digunakan<br />

adalah port 5800. Jadi sintaks untuk mengendalikan sebuah PC<br />

bernama "Test-PC" dengan IP 192.168.0.4 dan VNC Server<br />

nomor 0 sedang beroperasi adalah:<br />

http://Test-PC:5800 atau http://192.168.0.4:5800<br />

Kini, tampak sebuah jendela dialog untuk mengkonfirmasikan<br />

koneksi dan sebuah window lain untuk memasukkan<br />

password. Selanjutnya, semua proses akan sama seperti<br />

mengakses server dengan VNC-Viewer.<br />

Sebuah catatan lagi sebagai penutup, melakukan remote<br />

control melalui web browser tidak bisa dilakukan bila<br />

koneksinya dilakukan melalui proxy server. Jimmy Auw (SW)<br />

digunakan. Hal istimewa pada<br />

VNC adalah ketersediaan pada<br />

hampir semua platform. Bila<br />

<strong>Anda</strong> sudah lama ingin mengendalikan<br />

workstation Sun<br />

<strong>Anda</strong> dari sebuah Apple Mac,<br />

VNC adalah pilihan yang tepat.<br />

Tool terbaik: Ia freeware dan<br />

open source. Dengan demikian<br />

<strong>Anda</strong> dapat mencari kelemahan<br />

pada source code dan bila perlu<br />

menyesuaikannya secara individual.<br />

Remote control bukan pengawasan<br />

jarak jauh. Sayang<br />

kebanyakan program remotecontrol<br />

juga bisa dimanfaatkan<br />

untuk memata-matai rekan<br />

kerja. Melalui tool remote control,<br />

seseorang dapat melihat isi<br />

layar semua PC dalam jaringan.<br />

Soalnya, program seperti VNC<br />

dapat bekerja di latar belakang<br />

tanpa diketahui pengguna.<br />

Hati-hati melanggar hukum:<br />

Di AS, teknik semacam itu<br />

diizinkan untuk mengawasi kar-<br />

TIPS EKSTRA<br />

yawan, selama tidak ada diskriminasi.<br />

Di Jerman untungnya<br />

situasinya berbeda. Perjanjian<br />

perusahaan mengenai ini atau<br />

sebuah klausul dalam kontrak<br />

kerja tidak memberi hak pada<br />

atasan untuk melakukan pengawasan<br />

dengan software remote<br />

control atau spyware.<br />

Tindakan semacam ini akan<br />

sangat melanggar privasi dan<br />

hak perlindungan data.<br />

Jadi, sebaiknya sampaikan<br />

dulu kepada karyawan bagian<br />

"support & maintenance" agar<br />

setiap koneksi remote control<br />

terlebih dulu harus mendapat<br />

persetujuan dari dan dapat<br />

dihentikan oleh pengguna. Pilihan<br />

tersebut tersedia dalam<br />

semua program yang dibahas<br />

CHIP, kecuali solusi internal<br />

Windows XP yang memang<br />

tidak memungkinkan pengintipan<br />

data, karena tampilan<br />

otomatis dialihkan ke layar<br />

login.<br />

Remote control dengan firewall<br />

Sebuah firewall baik hardware<br />

(misalnya dalam router DSL)<br />

ataupun software (seperti<br />

Kerio, ZoneAlarm, Windows XP<br />

SP2, dan lainnya) tentu saja<br />

dapat mencegah koneksi ke<br />

sebuah Server VNC. Untuk<br />

memungkinkan remote control<br />

sebuah PC yang diproteksi,<br />

maka <strong>Anda</strong> harus membuka<br />

port yang dibutuhkan VNC<br />

pada firewall (port standar bila<br />

tidak diubah adalah mulai dari<br />

5900). Bagaimana cara<br />

melakukan hal tersebut<br />

tentunya tergantung dari<br />

firewall yang digunakan.<br />

Dengan software firewall<br />

built-in Windows SP2, <strong>Anda</strong><br />

harus masuk ke dalam<br />

"Security-Center", mengklik<br />

"Windows Firewall" dan pilih<br />

tab "Port…" dalam window<br />

berikutnya. Selanjutnya, akan<br />

tampak sebuah window<br />

lainnya, di mana "TCP" sudah<br />

tercantum sebagai tipe port.<br />

Di bawah "Name" cantumkan<br />

nama yang umum, misalnya<br />

"VNC-Server". Dalam kolom<br />

"Port Number" cantumkan<br />

angka "5900" ditambah nomor<br />

server VNC. Bila hanya satu<br />

(atau yang pertama) = 0, maka<br />

hanya angka "5900" saja yang<br />

perlu <strong>Anda</strong> masukkan. Dua kali<br />

klik pada "OK" akan membuka<br />

port yang diperlukan.<br />

| CHIP | NETWORKING | 111


Mengkonfigurasi Virtual Private Network<br />

Mengakses dari Mana Saja<br />

Virtual Private Network (VPN) sebenarnya mirip dengan bunker modern. Walaupun terisolasi, ia menawarkan<br />

koneksi melalui jaringan Internet. Bahkan, pertukaran data dilakukan dengan aman, bebas pengintipan, dan<br />

manipulasi. Windows pun menawarkan VPN tanpa perlu menggunakan program tambahan.<br />

k<br />

SOLUSI Virtual Private Network<br />

Virtual Private Network (VPN) memungkinkan koneksi<br />

ke jaringan melalui Internet. Bagi perusahaan, metode<br />

ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan jalur dial-up<br />

langsung.<br />

Protokol PPTP (Point To Point Tunneling Protocol)<br />

menawarkan enkripsi data yang aman. Selain itu, dua PC yang<br />

terhubung melalui VPN dapat berkomunikasi dengan alamat<br />

yang tidak tercakup sebagai public address, yaitu alamat di<br />

Internet. Koneksi ini menggunakan<br />

"Private IP Address" di antara PC yang<br />

terkoneksi.<br />

Setelah VPN aktif, sebuah PC biasanya<br />

memiliki dua alamat yang dapat diakses.<br />

<strong>Pertama</strong>, alamat untuk Network Card (bisa<br />

berupa alamat IP lokal maupun alamat IP<br />

publik untuk Internet). Kedua, alamat yang<br />

menjadi Private Address untuk "VPN-<br />

Network Adapter". Untuk alamat VPN ini ,<br />

sebaiknya <strong>Anda</strong> tidak menggunakan<br />

alamat yang dipakai dalam jaringan.<br />

Konsep Virtual Network sebenarnya<br />

memberikan lebih banyak kelebihan.<br />

Setelah PC terkoneksi, channel komunikasi<br />

dapat digunakan untuk semua aplikasi<br />

dengan aman, seperti pada jaringan<br />

konvensional, antara lain, file sharing,<br />

database access, atau Mail server.<br />

VPN: Kelebihan Lain<br />

<strong>Jaringan</strong> VPN juga bisa digunakan untuk penggunaan pribadi.<br />

Bila menggunakan koneksi DSL dengan tarif flat, VPN akan<br />

efisien digunakan untuk mengambil file atau melakukan<br />

pemantauan melalui webcam. Sebenarnya, hal ini bisa<br />

k ISI CD<br />

k DynDNS Tool: Tool DynIP Client memungkinkan PC<br />

berbasis alamat IP dinamis diakses dengan sebuah<br />

alamat tetap. Jadi, VPN, webcam, atau aplikasi remote<br />

dapat diakses terus-menerus dengan lebih aman.<br />

k Perlindungan VPN: Lindungi host VPN dari serangan<br />

luar dengan OmniVPN. Selain itu, tersedia perlindungan<br />

ekstra dari Outpost Firewall dan Trojan Detection.<br />

112 | CHIP | NETWORKING<br />

KNOW-HOW<br />

VP-NETWORK<br />

Virtual Private Network (VPN)<br />

menawarkan koneksi terenkripsi<br />

antara jaringan yang bersifat<br />

tertutup. Koneksi ini dilakukan<br />

melalui jaringan yang bersifat<br />

terbuka (umumnya Internet).<br />

Komputer yang terhubung<br />

melalui VPN terdeteksi sebagai<br />

komputer lokal sehingga semua<br />

aplikasi dapat diakses oleh<br />

komputer tersebut. Jadi <strong>Anda</strong> bisa<br />

mengakses berbagai layanan<br />

seperti file sharing, printer<br />

sharing, e-mail, atau database<br />

dalam jaringan tanpa<br />

menggunakan software<br />

tambahan.<br />

dilakukan dengan tool Internet biasa, namun risiko adanya<br />

penyusupan jelas lebih tinggi.<br />

Untuk pertukaran data yang sensitif antara dua komputer,<br />

sebaiknya <strong>Anda</strong> menggunakan koneksi yang dapat dilakukan<br />

dengan cepat dan spontan. VPN memberikan solusi ini tanpa<br />

perlu menggunakan software tambahan. Windows 2000 atau<br />

Windows XP sudah dilengkapi dengan sebuah VPN Server,<br />

sementara Windows 98 dan setelahnya sudah memiliki software<br />

VPN client.<br />

Bila jaringan ingin diakses terusmenerus,<br />

maka paling tidak <strong>Anda</strong> perlu<br />

melakukan dua langkah. Hal pertama<br />

berkaitan dengan pemberian alamat.<br />

Setiap kali melakukan dial-up, PC<br />

menerima alamat IP baru dari provider<br />

sehingga tidak akan dikenal oleh jaringan.<br />

Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan<br />

layanan DynDNS yang diberikan secara<br />

gratis. Di sini <strong>Anda</strong> bisa memperoleh<br />

sebuah subdomain, seperti "jimmy.dyndns.org".<br />

Setiap kali <strong>Anda</strong> melakukan dialup,<br />

tool seperti DeeEnEs (http://palaciocrystal.com/products/DeeEnEs)<br />

akan<br />

menginformasikan alamat IP yang aktual<br />

ke registration server. Jadi, subdomain yang<br />

diberikan tetap dapat diakses walaupun<br />

alamat IP yang aktual telah berubah.<br />

Penyedia layanan DynDNS ini antara lain<br />

www.dyndns.org atau www.no-ip.com.<br />

Langkah kedua merupakan langkah yang penting bila ingin<br />

membuka akses dari luar secara permanen. Agar koneksi tetap<br />

terhubung, <strong>Anda</strong> bisa mengaktifkan sebuah program e-mail<br />

secara terus-menerus. Frekuensi pengecekan e-mail diatur ke<br />

waktu yang paling singkat sehingga koneksi Internet tidak akan<br />

terputus karena sistem tidak pernah idle.<br />

Mengkonfigurasi VPN Server<br />

Mengkonfigurasikan akses VPN pada Windows XP atau<br />

Windows 2000 membutuhkan beberapa langkah berikut. Klik<br />

"View network connection" dalam "My Network Places" dan<br />

aktifkan "Create new connection". Selanjutnya, pilih "Set up<br />

advanced connection" dan "Accept incoming connections" pada


Tips VPN Terbaik di Internet<br />

Informasi resmi k www.vpnc.org<br />

Website Konsorsium VPN dengan beragam info.<br />

Seputar <strong>Jaringan</strong> k http://www.windowsnetworking.com<br />

Portal dengan beragam tips, solusi dan FAQ seputar jaringan.<br />

Info lengkap mengenai VPN k www.vpnlabs.com<br />

Site komunitas dengan beragam berita dan forum.<br />

Referensi k www.cse.ohio-state.edu/~jain/refs/ refs_vpn.htm<br />

Kumpulan link dan PDF seputar VPN.<br />

window selanjutnya. pastikan semua device yang ditampilkan<br />

sudah dinonaktifkan. Pada window wizard selanjutnya, aktifkan<br />

option "Allow virtual private connections". Kemudian, semua<br />

nama pengguna yang telah terdaftar akan ditampilkan. Di sini,<br />

tandai semua pengguna yang dapat mengakses melalui VPN.<br />

Pada window terakhir, tentukan pengguna tersebut dapat<br />

mengakses file sharing atau printer sharing.<br />

Mengkonfigurasi VPN client<br />

VPN client juga dilengkapi dengan "Network Connection<br />

Wizard". Pada dialog "Network Connection Type", pilih<br />

"Connect to the network at my workplace" dan pada dialog<br />

selanjutnya pilih "Virtual Private Connection". Pada kolom<br />

"Host name or IP address", masukkan alamat Internet public<br />

yang aktual dari jaringan Server. Bila menggunakan layanan<br />

DynDNS, maka <strong>Anda</strong> harus memasukkan nama DNS.<br />

Menguji Koneksi VPN<br />

Sekarang, aktifkan koneksi VPN yang telah dikonfigurasi pada<br />

client dan berikan data akses dari pengguna yang dapat<br />

melakukan koneksi. Setelah berhasil melakukan dial-up, coba<br />

koneksi dengan melakukan ‘ping’ ke alamat IP Server, misalnya<br />

"ping 192.168.0.1". Bila tidak ada respon, mungkin masalah<br />

terletak di firewall. Bila firewall tidak menyediakan feature<br />

untuk mengontrol program, maka port 1723 harus diberi akses<br />

Tetap dapat diakses: Router yang aktual menyediakan<br />

DynDNS sebagai solusi untuk Dynamic IP address.<br />

KONEKSI INTERNET<br />

Lebih Mudah Dengan Router<br />

Sebuah router DSL dapat<br />

mengatasi dua masalah bila<br />

menggunakan koneksi dial-up.<br />

Alamat IP baru yang diberikan<br />

oleh provider saat dial-up<br />

dapat langsung diaplikasikan<br />

hampir oleh setiap router<br />

melalui modul DynDNS yang<br />

terintegrasi. Router akan<br />

langsung menginformasikan<br />

alamat IP yang aktual ke server<br />

DNS untuk di-update dengan<br />

nama domain yang diberikan.<br />

Jadi, jaringan <strong>Anda</strong> tetap dapat<br />

diakses.<br />

Tetap Dapat Diakses Banyak<br />

router yang dapat menjaga<br />

agar koneksi terus dilakukan<br />

ke Internet. Dengan option<br />

seperti "always on", router<br />

tetap dapat diakses secara<br />

terus-menerus. Namun,<br />

biasanya dibutuhkan update<br />

firmware untuk menambah<br />

fungsi ini. Router memang<br />

memungkinkan beragam PC<br />

terkoneksi ke Internet. Namun,<br />

masalah muncul jika sebuah<br />

koneksi datang dari luar, router<br />

tidak mengetahui ke PC mana<br />

koneksi tersebut harus<br />

diteruskan.<br />

Port Forwarding Agar PC<br />

dalam LAN dapat diakses dari<br />

Internet, router memiliki<br />

fasilitas seperti "Port<br />

Redirection" atau "Port<br />

Forwarding". Dengan feature<br />

ini, maka bila ada koneksi dari<br />

luar pada Port x, Router akan<br />

meneruskannya ke alamat IP<br />

internal x pada Port x.<br />

Protocol VPN Untuk protocol<br />

VPN, alamat IP server VPN<br />

harus dimasukkan pada router<br />

dan port 1723 harus dibuka.<br />

Pada beberapa router,<br />

jaringan tidak dapat diakses<br />

karena menggunakan "Generic<br />

Routing Encapsulation Protocol"<br />

(GREP). Protocol ini tidak<br />

dikenal oleh sebagian router.<br />

Bila router menyediakan input<br />

nomor protocol, coba masukkan<br />

port 47 untuk GRE<br />

Protocol.<br />

Untuk amannya, gunakan<br />

router yang juga berfungsi<br />

sebagai server VPN, seperti<br />

Vigor-Router dari Draytek<br />

(Info: www.draytek.com).<br />

secara manual. Port ini digunakan oleh protokol PPTP dalam<br />

jaringan VPN. Pada server, koneksi dan pengguna yang sedang<br />

aktif dapat dilihat melalui menu "Incoming".<br />

Jimmy.Auw.CHIP.co.id (MS)<br />

Mudah diintegrasikan: Pada server VPN, tentukan<br />

alamat IP lokal mana yang harus diberikan bila sebuah PC<br />

melakukan koneksi dari luar.<br />

| CHIP | NETWORKING | 113


SOLUSI Notebook dalam jaringan<br />

Mengoperasikan notebook dalam berbagai jaringan<br />

Login di mana saja<br />

Vendor notebook senang mengunggulkan produk mereka dengan argumen, “Di perjalanan pun setiap saat<br />

<strong>Anda</strong> bisa mendapat akses jaringan”. Namun dalam prakteknya tidak semudah itu. Artikel berikut<br />

menunjukkan berbagai solusi untuk mengoperasikan notebook dalam berbagai jaringan.<br />

Tetap terkoneksi ke jaringan di saat berada di perjalanan merupakan<br />

salah satu impian yang dimiliki pengguna notebook.<br />

Hal ini tentunya akan memberikan keleluasaan bagi pengguna<br />

untuk lebih fleksibel dan tidak tergantung pada infrastruktur jaringan<br />

tertentu. Menyadari hal ini, vendor hardware saling berlomba<br />

untuk menawarkan berbagai solusi dengan tujuan untuk<br />

mewujudkan impian calon konsumennya. Salah satu yang dilakukan<br />

adalah dengan mengintegrasikan berbagai interface jaringan<br />

yang ada ke dalam produk-produk mereka.<br />

Di samping interface LAN 10/100 Mbps yang telah menjadi<br />

standar selama ini, kini telah dapat ditemui juga interface W-<br />

LAN, Firewire (IEEE 1394), dan Bluetooh, bahkan juga Infrared<br />

pada produk notebook keluaran terbaru saat ini. Sebuah modem<br />

biasa tentunya sudah menjadi interface standar yang harus dimiliki<br />

oleh sebuah notebook. <strong>Anda</strong> juga masih bisa mendapatkan<br />

sebuah modem ISDN yang tersedia dalam bentuk PCMCIA card,<br />

tentunya dengan membayarkan harga tambahan.<br />

Masalah mulai muncul ketika <strong>Anda</strong> akan menghubungkan<br />

notebook <strong>Anda</strong> ke jaringan. Setiap jaringan umumnya menuntut<br />

konfigurasi yang berbeda. Ketika <strong>Anda</strong> berpindah dari satu jaringan<br />

ke jaringan lain, kemungkinan besar <strong>Anda</strong> perlu mengubah<br />

konfigurasi secara manual untuk dapat masuk ke jaringan<br />

yang diinginkan. Hal tersebut tentu saja akan menjadi hal yang<br />

merepotkan jika <strong>Anda</strong> tidak memahami cara konfigurasi tersebut.<br />

Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk<br />

mengurangi kerepotan yang mungkin terjadi ketika <strong>Anda</strong> berpindah<br />

jaringan. Administrator juga dapat menerapkan solusi konfigurasi<br />

di mana notebook akan terhubung ke jaringan yang ada secara<br />

otomatis setelah proses booting.<br />

Pembagian alamat secara otomatis<br />

Cara termudah mengatur sebuah jaringan yang memungkinkan<br />

setiap PC baru terkoneksi langsung adalah dengan menggunakan<br />

sebuah server DHCP. Server DHCP secara otomatis akan<br />

k ISI CD<br />

k DHCP-Server. Pada CHIP CD terdapat tool vDHCP dan<br />

DHCP Turbo.<br />

k Pergantian. Untuk mempermudah pergantian konfigurasi<br />

jaringan gunakanlah tool khusus seperti<br />

Multinetwork Manager.<br />

114 | CHIP | NETWORKING<br />

memberikan data tentang alamat IP, alamat gateway, DNS, dan<br />

berbagai konfigurasi yang diperlukan setelah menerima permintaan<br />

konfigurasi tersebut dari PC client. Hal ini membuat<br />

user tidak perlu repot untuk melakukan konfigurasi secara manual.<br />

Proses permintaan konfigurasi PC client kepada server DHCP<br />

akan dilakukan secara otomatis apabila <strong>Anda</strong> telah mengaktifkan<br />

opsi "Obtain an IP address automatically". Setting ini dapat ditemui<br />

pada "Start | Settings | Control Panel | Network Connections<br />

| Local Area Network". Lanjutkan dengan mengklik "Properties"<br />

dan klik ganda pada "Internet Protocol (TCP/IP)".<br />

Alamat IP yang telah diberikan server DHCP kepada sebuah<br />

PC client akan hilang secara otomatis ketika PC client tersebut<br />

di-shutdown. Ketika <strong>Anda</strong> menghidupkan kembali PC client<br />

tersebut, secara otomatis sistem operasinya akan mencari server<br />

DHCP dan meminta kembali alamat IP yang baru.<br />

Software server DHCP dapat <strong>Anda</strong> temui pada sistem operasi<br />

server. Secara default, produsen-produsen sistem operasi tersebut<br />

telah mengintegrasikan software tersebut. Namun bagi <strong>Anda</strong> yang<br />

tidak menggunakan sistem operasi server, software DHCP server<br />

dari pihak ketiga dapat menjadi solusi menarik. Di antara sekian<br />

banyak software yang ada dipasaran, CHIP merekomendasikan<br />

Magik DHCP, vDHCP, atau DHCP Turbo.<br />

Selain melalui sistem operasi maupun software pihak ketiga,<br />

server DHCP juga dapat ditemui dan telah terintegrasi pada sebuah<br />

hardware router, di samping fungsinya sebagai Internet<br />

Gateway. Namun, router jenis ini memiliki kelemahan yaitu tidak<br />

mampu memberikan data tentang alamat server DNS atau Gateway<br />

yang ada, kecuali pada beberapa model router tertentu yang<br />

ditujukan untuk kelas profesional.<br />

Kelemahan menggunakan DHCP server adalah tidak dicatatnya<br />

alokasi setiap IP ke PC yang mana. Ketika terjadi masalah<br />

dengan jaringan yang ada, <strong>Anda</strong> dapat mengetahui pusat permasalahan<br />

yang timbul berasal dari IP yang mana. Namun, <strong>Anda</strong><br />

tidak akan dapat mengetahui secara langsung PC mana yang<br />

memiliki IP tersebut.<br />

<strong>Anda</strong> juga dapat menerapkan konsep DHCP tanpa harus menyediakan<br />

sebuah server DHCP khusus. Microsoft telah mengintegrasikan<br />

feature Apipa pada Windows dimulai pada Windows<br />

98. Dengan adanya feature ini, sistem operasi akan menentukan<br />

alamat IP-nya sendiri apabila tidak ditemui adanya server<br />

DHCP. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan membaca artikel<br />

“Konfigurasi Client”pada halaman pada halaman 42.


Feature Apipa ini awalnya dikembangkan oleh Microsoft untuk<br />

digunakan pada PC yang terkoneksi ke jaringan rumah. Hal<br />

ini ditujukan untuk memudahkan para pengguna PC rumahan<br />

yang umumnya tidak ingin direpotkan dengan berbagai settingan<br />

yang cukup merepotkan. Apipa bekerja secara otomatis di<br />

background tanpa disadari oleh pengguna. Namun Apipa tidak<br />

dapat digunakan dalam jaringan skala besar. Hal ini dikarenakan<br />

Apipa tidak memiliki kemampuan untuk memberikan sebuah<br />

alamat IP yang bersifat statis ke PC client, contohnya alamat<br />

Gateway. Selain itu, salah satu alasan terbesar kenapa para<br />

Administrator jaringan tidak suka menggunakan feature ini<br />

adalah ketidakmampuan Administrator untuk mengecek ke PC<br />

mana sebuah alamat IP telah diberikan. Namun, di balik semua<br />

kelebihan dan kelemahan tersebut, feature DHCP dan Apipa<br />

terbukti cukup membantu pengguna yang sering berpindahpindah<br />

jaringan.<br />

Konfigurasi alternatif dari Windows XP<br />

Akan lebih rumit apabila dalam sebuah jaringan terdapat PC<br />

yang menggunakan IP statis dan IP dinamis. Namun, <strong>Anda</strong> tidak<br />

perlu bingung, Windows XP menyediakan sebuah solusi untuk<br />

mengatasi masalah ini.<br />

Prinsip kerjanya adalah saat ditemukan adanya server DHCP<br />

pada sebuah jaringan, maka Windows akan menggunakan setting<br />

yang diberikan oleh server tersebut. Namun, apabila tidak ditemui,<br />

maka secara otomatis Windows akan menggunakan settingan<br />

konfigurasi alternatif yang telah diberikan sebelumnya. Hal ini<br />

membuat <strong>Anda</strong> dapat berpindah-pindah jaringan tanpa harus<br />

melakukan perubahan settingan.<br />

Untuk memasukkan setting alternatif ini, klik "Start | Programs<br />

| Accessories | Communications | Network Connections".<br />

Klik kanan pada icon "Local Area Network" dan klik "Properties".<br />

Klik ganda pada "Internet Protocol (TCP/IP)" dan kemudian klik<br />

"Obtain an IP address automatically". Setelah itu, akan muncul<br />

sebuah tab tambahan, "Alternate Configuration". Klik tab<br />

tersebut dan klik checkbox "User configured". Lanjutkan dengan<br />

memasukkan sebuah alamat IP statis, lengkap dengan Subnet<br />

Mask, Default Gateway, DNS server, dan WINS server. Setting ini<br />

akan selalu digunakan apabila Windows tidak menemui adanya<br />

server DHCP setelah proses booting.<br />

Dua jaringan dengan alamat IP statis<br />

Pada jaringan besar tertentu, masih ada beberapa yang menggunakan<br />

alamat IP statis. Perpindahan PC dari satu jaringan ke<br />

jaringan yang lain tentu tidak akan menjadi masalah sepanjang<br />

kedua jaringan tersebut bekerja di area alamat IP yang sama,<br />

misalnya 192.168.0.X. <strong>Anda</strong> hanya perlu memastikan supaya<br />

alamat IP yang <strong>Anda</strong> miliki masih tersedia di kedua jaringan<br />

tersebut.<br />

<strong>Anda</strong> perlu melakukan setting ulang alamat IP dan subnet<br />

mask yang ada setiap kali <strong>Anda</strong> berpindah jaringan apabila kedua<br />

jaringan yang ada memiliki area alamat IP yang berbeda,<br />

misalnya 172.16.0.X dan 192.168.72.X. Namun, untungnya<br />

TIPS PROFESIONAL<br />

Mengkonfigurasi jaringan<br />

dengan 'netsh'<br />

Mengkonfigurasi lebih mudah:<br />

Penggunaan tool<br />

"netsh.exe" memudahkan perpindahan<br />

antar-jaringan yang<br />

menggunakan konfigurasi<br />

yang berbeda (baca halaman<br />

116). Untuk memudahkan<br />

penggunaan tool ini di kemudian<br />

hari, ada baiknya <strong>Anda</strong><br />

membuat sebuah file batch<br />

yang berisi perintah-perintah<br />

netsh yang diperlukan. Setelah<br />

itu, buat sebuah icon yang<br />

mengarah ke file tersebut dan<br />

diletakkan di desktop.<br />

Untuk membuat file batch<br />

tersebut, klik kanan pada layer<br />

desktop Windows dan pilih<br />

"New | Text Document". Berikan<br />

nama yang tepat untuk file<br />

tersebut, contohnya "Network1",<br />

dan ganti extensionnya<br />

dengan ".BAT". Klik "OK"<br />

untuk mengakhirinya.<br />

Lanjutkan dengan mengklik<br />

kanan icon tersebut dan<br />

klik "Edit". Masukkan perintah<br />

netsh untuk mengaktifkan<br />

konfigurasi "network1". Tutup<br />

dan simpan file tersebut.<br />

Dengan cara yang sama, buat<br />

sebuah file batch yang akan<br />

digunakan untuk mengaktifkan<br />

konfigurasi "network2".<br />

Sekarang, perpindahan antara<br />

konfigurasi "network1" maupun<br />

"network2" dapat dilakukan<br />

hanya dengan mengklik<br />

icon file batch tersebut.<br />

Menyingkirkan bug pada<br />

Netsh: Tool Netsh yang terdapat<br />

pada Windows XP memiliki<br />

sebuah bug kecil. Bug ini dapat<br />

disingkirkan dengan melakukan<br />

upgrade ke Service Pack 2.<br />

Bug yang cukup mengganggu<br />

ini akan muncul ketika netsh<br />

membaca file script tertentu di<br />

mana Windows akan memunculkan<br />

pesan error "The following<br />

instruction found: IPv6 is<br />

not installed".<br />

Beberapa kasus lain juga<br />

ditemui di lapangan. Beberapa<br />

di antaranya dapat dihilangkan<br />

dengan menghapus entry<br />

"register=PRIMARY" dari barisbaris<br />

yang dimulai dengan "set<br />

dns" dan "add dns". CHIP merekomendasikan<br />

<strong>Anda</strong> untuk<br />

menginstalasikan Service Pack<br />

2 pada Windows XP untuk<br />

menghilangkan bug-bug tersebut.<br />

Pengguna Windows 2000<br />

tampaknya kurang beruntung<br />

menghadapi masalah ini. Tidak<br />

ada patch yang dapat digunakan<br />

untuk menyingkirkan<br />

bug ini. Namun, <strong>Anda</strong> tidak<br />

perlu bingung dan panik<br />

menghadapi keadaan ini.<br />

Script akan tetap dijalankan<br />

hingga akhir walaupun timbul<br />

pesan error.<br />

Otomatis: Dengan<br />

setting ini<br />

Windows mencari<br />

sendiri alamat IP<br />

yang tepat.<br />

| CHIP | NETWORKING | 115


SOLUSI Notebook dalam jaringan<br />

mulai versi Windows 2000 ke atas, perubahan setting alamat IP<br />

tidak memerlukan proses booting ulang lagi.<br />

Selain memasukkan settingan secara manual, pada Windows<br />

XP dan Windows 2000 dapat ditemui perintah "netsh". Perintah<br />

ini memungkinkan <strong>Anda</strong> untuk menyimpan setiap konfigurasi<br />

jaringan yang ada ke dalam sebuah file, dan konfigurasi tersebut<br />

dapat di-load setiap saat. Adanya fasilitas ini tentunya akan<br />

menghemat waktu yang diperlukan dalam mengganti setting jaringan<br />

setiap <strong>Anda</strong> berpindah jaringan. Sebelum menggunakan<br />

perintah ini, pastikan untuk memasukkan semua settingan yang<br />

diperlukan untuk dapat terkoneksi ke jaringan, contohnya alamat<br />

IP, Subnet Mask, Gateway, dan server DNS.<br />

Lanjutkan dengan masuk ke command prompt melalui<br />

“Start | Programs | Accessories | Command Prompt”. Ketikkan<br />

perintah berikut pada command prompt tersebut.<br />

netsh -c interface dump>c:\windows\network1<br />

Perintah di atas dimaksudkan untuk memerintah Windows<br />

menyimpan setting jaringan yang ada ke dalam file "network1"<br />

dan diletakkan di folder Windows. Hasil file "network1" berformat<br />

teks dan dapat <strong>Anda</strong> buka dengan menggunakan teks editor.<br />

Biarkan window command prompt tetap terbuka. Lanjutkan<br />

dengan masuk kembali ke window Local Area Network Properties<br />

untuk memasukkan setting jaringan kedua. Setelah selesai<br />

memasukkan konfigurasi tersebut, masuk kembali ke window<br />

Command Prompt dan ketikkan perintah berikut ini.<br />

netsh -c interface dump>c:\windows\network2<br />

Data konfigurasi jaringan kedua akan disimpan ke dalam file<br />

"network2".<br />

Untuk melakukan pergantian dari konfigurasi "network2" ke<br />

konfigurasi "network1", ketikkan perintah berikut ini pada<br />

command prompt.<br />

netsh -f c:\windows\network1<br />

Windows akan secara langsung mengubah setting jaringan<br />

yang baru berdasarkan data-data yang tersimpan dalam file<br />

"network1". Keuntungan dengan menggunakan metode ini adalah<br />

<strong>Anda</strong> tidak perlu melakukan booting ulang setiap dilakukan<br />

penggantian konfigurasi jaringan. Waktu yang diperlukan untuk<br />

berpindah dari satu konfigurasi ke konfigurasi lain berlangsung<br />

beberapa detik, tergantung kinerja dari PC yang diguna-<br />

116 | CHIP | NETWORKING<br />

Alternatif: Windows XP<br />

masih dapat<br />

menyimpan sebuah<br />

konfigurasi jaringan<br />

lainnya.<br />

kan.<br />

Jika kemudian <strong>Anda</strong> ingin berpindah kembali ke konfigurasi<br />

"network2", ketikkan saja perintah berikut ini.<br />

netsh -f c:\windows\network2<br />

Selain menggunakan setting IP statis, <strong>Anda</strong> juga dapat menggunakan<br />

perintah "netsh" untuk berpindah dari konfigurasi IP<br />

statis ke konfigurasi DHCP. Untuk itu, ketikkan perintah berikut.<br />

netsh interface ip set address name="Local Area Connection"<br />

source=dhcp<br />

Penggunaan metode ini juga akan memunculkan sebuah<br />

kelemahan. Ketika alamat server DNS telah dimasukkan ke dalam<br />

setting jaringan sebelumnya, maka server DHCP tidak akan<br />

dapat mengganti alamat DNS tersebut dengan alamat DNS yang<br />

lainnya.<br />

Pindah ke domain lain<br />

Saat yang paling merepotkan adalah ketika <strong>Anda</strong> berpindah<br />

dari jaringan biasa ke jaringan yang menerapkan konfigurasi<br />

Domain, atau dari domain yang satu ke domain yang lain. Hal<br />

ini disebabkan oleh Windows yang hanya mampu mengingat<br />

satu konfigurasi domain saja. Namun, <strong>Anda</strong> tidak perlu khawatir,<br />

selalu ada solusi untuk ini. <strong>Anda</strong> memiliki dua pilihan solusi<br />

yaitu dengan software yang terintegrasi di dalam sistem Windows<br />

atau dengan menggunakan software dari pihak ketiga.<br />

Bila <strong>Anda</strong> memilih opsi pertama, maka sebenarnya <strong>Anda</strong> sama<br />

sekali tidak login ke domain lain, melainkan hanya membangun<br />

koneksi dengan sebuah PC di dalam jaringan tersebut. Hal<br />

ini membuat PC <strong>Anda</strong> tidak perlu menjalankan Administration<br />

Tools Domain yang diperlukan untuk terhubung ke domain<br />

tersebut. Umumnya, sebagian besar orang yang masuk ke jaringan<br />

domain hanya bertujuan untuk dapat mengakses data yang<br />

diinginkannya, misalnya data-data yang tersimpan di dalam sebuah<br />

file server. Untuk kasus seperti di atas, <strong>Anda</strong> hanya perlu<br />

login ke dalam PC yang ada di dalam jaringan tersebut dengan<br />

menggunakan user name dan password yang terdaftar di domain<br />

Merestore Koneksi: Tandai checkbox agar Windows<br />

otomatis mengintegrasikan kembali sharing ybs pada login<br />

<strong>Anda</strong> berikutnya.


TIPS<br />

Melindungi notebook dan perangkat mobile<br />

Pengamanan teknologi informasi<br />

lebih dari sekedar pengamanan<br />

terhadap virus dan<br />

hacker. Hal ini dikarenakan data<br />

yang ada dapat hilang setiap<br />

saat dengan berbagai cara dan<br />

alasan. Umumnya para Administrator<br />

menggunakan metode<br />

pengamanan yang berfokus pada<br />

ancaman yang berasal dari<br />

luar. Namun, patut disadari juga,<br />

ancaman potensial juga dapat<br />

berasal dari dalam jaringan<br />

internal. Ancaman-ancaman seperti<br />

ini sebenarnya dapat ditanggulangi<br />

dengan beberapa<br />

aturan-aturan sederhana dan<br />

solusi-solusi teknis.<br />

Menggunakan teknologi<br />

biometrik: Penggunaan<br />

teknologi biometric sebagai<br />

alternatif pengamanan data di<br />

samping password bukanlah<br />

suatu hal yang aneh saat ini.<br />

Saat ini, produsen-produsen<br />

perangkat yang mendukung<br />

teknologi ini berlomba-lomba<br />

membuat inovasi bagi<br />

konsumennya dengan menawarkan<br />

feature-feature tambahan<br />

di samping feature keamanan<br />

seperti kecepatan scanning<br />

tinggi, ketepatan scanning,<br />

dan harga yang ditawarkan<br />

untuk perangkat ini juga relatif<br />

cukup murah. Umumnya data<br />

user, contohnya sidik jari,<br />

disimpan dalam sebuah media<br />

smart-card khusus.<br />

Mengaktifkan proteksi password<br />

tambahan: <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengaktifkan feature di mana<br />

ketika PC diaktifkan dari modus<br />

Standby maupun Hibernate, sistem<br />

akan menanyakan password<br />

terlebih dahulu untuk dapat<br />

masuk ke sistem secara penuh.<br />

Hal ini tentunya akan<br />

memberikan rasa aman selama<br />

pengguna sedang beristirahat<br />

minum kopi maupun ke toilet<br />

sebentar.<br />

Menginstalasi virtual-drive: Informasi<br />

berharga seperti laporan<br />

bisnis, dokumen pribadi,<br />

data pelanggan, atau hasil<br />

tersebut. Hal karena umumnya user name dan password yang digunakan<br />

pada PC <strong>Anda</strong> tidak terdaftar dalam jaringan domain<br />

tersebut.<br />

Untuk itu, lakukan langkah berikut ini. Buka Windows Explorer,<br />

kemudian klik "Tools | Map Network Drive". Tentukan<br />

huruf yang akan digunakan dan tentukan letak shared folder<br />

yang dimaksud. Sebagai contoh, nama PC-nya adalah "Go_Han"<br />

dan folder yang diinginkan adalah "Document", maka <strong>Anda</strong><br />

dapat mengetikkan "\\Go_han\Document". Tandai checkbox<br />

"Reconnect at logon".<br />

Klik link "Connect using a different user name", lanjutkan<br />

dengan memasukan user name yang terdaftar dalam domain<br />

tersebut dengan format "Nama Domain\Username". Sebagai<br />

contoh domain "CHIP" dan user name "Go_Han", maka ketik<br />

"CHIP\Go_Han". Setelah itu, masukkan password yang valid<br />

dan akhiri dengan mengklik "OK".<br />

Pindah jaringan melalui shareware<br />

Apabila <strong>Anda</strong> dihadapkan pada kondisi di mana <strong>Anda</strong> harus<br />

melakukan login kedua pada domain yang berbeda untuk dapat<br />

mengakses data yang diinginkan, maka <strong>Anda</strong> nampaknya harus<br />

mengandalkan software dari pihak ketiga. Tentu akan sangat<br />

merepotkan apabila <strong>Anda</strong> harus melakukan setting ulang sistem<br />

setiap <strong>Anda</strong> berpindah dari satu domain ke domain yang lain.<br />

penelitian sebaiknya tidak<br />

disimpan dalam bentuk data<br />

elektronik tanpa dilengkapi<br />

dengan proteksi. <strong>Anda</strong> dapat<br />

melindungi dokumen dalam<br />

bentuk kertas dari pihak yang<br />

tidak berhak dengan menggunakan<br />

lemari dan brankas.<br />

Sementara untuk dokumen<br />

digital, <strong>Anda</strong> dapat menggunakan<br />

beberapa cara, di antaranya<br />

dengan menyimpannya ke dalam<br />

sebuah virtual drive yang<br />

terenkripsi. File-file tersebut <strong>Anda</strong><br />

simpan di media hard disk lokal,<br />

folder jaringan, perangkat<br />

PDA, atau pada media mobile<br />

lainnya seperti USB drive, flash<br />

card, CD/DVD-ROM, dan disket.<br />

Untuk memastikan data <strong>Anda</strong><br />

lebih aman, <strong>Anda</strong> dapat<br />

mengeset supaya proses enkripsi<br />

dapat dilakukan secara otomatis<br />

di latar (background) tanpa<br />

perlu campur tangan dari<br />

user. Hal ini dimaksudkan supaya<br />

user tidak perlu lagi memikirkan<br />

langkah-langkah yang<br />

diperlukan untuk memproteksi<br />

data setiap data baru disimpan.<br />

Tutup akses ke media data<br />

lain: Feature plug & play yang<br />

dapat ditemui pada semua PC<br />

keluaran terbaru saat ini menyisipkan<br />

celah keamanan yang<br />

cukup mengkhawatirkan. Dengan<br />

mudah <strong>Anda</strong> dapat<br />

memasukkan USB-disk atau<br />

hard disk eksternal ke PC, dan<br />

perangkat itu dapat dikenali<br />

secara otomatis dan siap digunakan<br />

dalam waktu yang relaltif<br />

singkat. Setelah itu, <strong>Anda</strong> dapat<br />

meng-copy semua file yang ada<br />

di PC ke media eksternal<br />

tersebut. Hal ini membuat<br />

keamanan data <strong>Anda</strong> berada<br />

dalam tahap yang mengkhawatirkan.<br />

Untuk itu PC <strong>Anda</strong><br />

perlu dikonfigurasi untuk memblokir<br />

dan mengabaikan media<br />

eksternal yang mungkin dicolokkan<br />

ke PC tersebut. Setting<br />

ini juga dapat meminimalisir<br />

kemungkinan masuknya virus<br />

atau worm ke sistem PC <strong>Anda</strong>.<br />

Netswitcher atau Multinetwork Manager dapat menjadi solusi<br />

alternatif yang menarik. Pada prinsipnya, kedua software ini memiliki<br />

cara kerja yang sama. Keduanya akan menyimpan datadata<br />

dan setting dari setiap konfigurasi ke dalam sebuah profile.<br />

<strong>Anda</strong> hanya perlu mengaktifkan profile yang ada sesuai dengan<br />

domain yang akan <strong>Anda</strong> akses. Secara umum, Multinetwork memiliki<br />

keunggulan pada saat boot dan sebelum window login ditampilkan.<br />

Software ini akan menampilkan sebuah window<br />

yang menampilkan profile yang tersedia. Hal ini membuat <strong>Anda</strong><br />

dapat langsung masuk ke jaringan domain yang diinginkan setelah<br />

proses login selesai dilakukan. sementara itu, untuk<br />

Netswitcher, perpindahan profile hanya dapat dilakukan setelah<br />

<strong>Anda</strong> login ke dalam Windows. Selain itu, <strong>Anda</strong> kadang harus<br />

melakukan restart ulang ketika dilakukan perubahan pada setting<br />

tertentu, misalnya pada saat berpindah domain.<br />

Dari sisi kelengkapan, kedua software tersebut mengesankan.<br />

Kedua software ini tidak hanya dapat berpindah domain dan<br />

workgroup, tetapi juga dapat menyimpan data konfigurasi<br />

printer jaringan, menjalankan program tertentu secara otomatis<br />

berdasarkan jenis login yang dilakukan, mengelola beberapa<br />

konfigurasi sharing, dan juga mengelola beberapa konfigurasi<br />

koneksi Internet. Oleh karena itu, kedua tool ini cukup direkomendasikan<br />

untuk <strong>Anda</strong> yang sering berpindah dari satu<br />

jaringan ke jaringan lain. Kurniawan.Ku@CHIP.co.id (RF)<br />

| CHIP | NETWORKING | 117


SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />

Tips Terbaik untuk Analisa LAN<br />

Menemukan dan Mengatasi Masalah<br />

Mengatasi masalah jaringan PC memang bukan perkara mudah. Demikian juga untuk menemukan sumber<br />

masalah yang terjadi. Tips berikut mengulas masalah-masalah yang paling sering muncul dalam jaringan lokal.<br />

Apa yang dapat dilakukan bila jaringan mengalami gangguan? Temukan semua jawabannya di sini!<br />

k<br />

Mengkonfigurasi jaringan lokal berbasis Windows<br />

memang mudah. Kita tinggal mengikuti petunjuk wizard,<br />

komputer langsung bisa terhubung dengan yang lainnya.<br />

Kelemahannya, kita tidak tahu apa yang terjadi di baliknya. Saat<br />

jaringan mengalami gangguan, sulit menentukan di mana memulai<br />

penelusuran masalah.<br />

Hardware maupun software jaringan sama-sama dilengkapi<br />

dengan tool dan petunjuk untuk mendiagnosa jaringan. CHIP<br />

akan menunjukkan tool apa saja yang tersedia untuk<br />

menemukan kesalahan ini. Untuk itu, ada beberapa tip dan trik<br />

untuk mengatasi kesulitan yang paling sering muncul dalam<br />

jaringan.<br />

1<br />

Penelusuran Kesalahan Diagnosa dengan Ping<br />

Tool terpenting dan mungkin paling sering digunakan untuk<br />

mendiagnosa jaringan adalah Ping. Progam kecil ini mengirimkan<br />

paket data ke alamat tujuan, menunggu respons, dan<br />

mengukur durasinya. Fungsinya hampir sama dengan Echo.<br />

Buka Command Line dari Windows dan ketik perintah "ping"<br />

diikuti dengan spasi dan alamat tujuan. Alamatnya bisa berupa<br />

nama komputer (misalnya "ping Shazma-PC"). Biasanya menggunakan<br />

alamat IP dari PC tujuan, misalnya "ping 192.168.0.11".<br />

Sebuah komputer juga dapat mengirimkan ping ke alamat<br />

sendiri untuk menguji komunikasi dari network card dan<br />

protokol. Alamat yang digunakan bisa berupa alamat IP sendiri<br />

atau alamat default 127.0.0.1. Komputer di Internet pun bisa diping.<br />

Alamat IP ini biasanya jarang diketahui sehingga digunakan<br />

alamat alphanumerik, misalnya "ping www.chip.co.id". Namun,<br />

belakangan ini, banyak administrator server yang tidak merespon<br />

perintah Ping, seperti web server detikcom. Jadi, tidak ada sinyal<br />

yang kembali. Di satu sisi, administrator ingin mengurangi lalu<br />

lintas jaringan. Di sisi lain, langkah pengamanan agar tidak<br />

diketahui bahwa alamat IP tertentu merupakan sebuah server.<br />

k ISI CD<br />

k Tool Paket Shareware yang diulas dalam artikel ini seperti<br />

Ideal Administration, Remote Task Manager, dan Magic<br />

NetTrace dapat ditemukan dalam CHIP-CD.<br />

k Analisa Ethereal menganalisis lalu lintas jaringan dalam<br />

tingkat Protocol. Program ini mengenal 530 protokol dan<br />

dapat men-capture serta mengevaluasi lalu lintas jaringan.<br />

118 | CHIP | NETWORKING<br />

2<br />

Traceroute Mengikuti Jejak Paket Data<br />

Traceroute juga berfungsi seperti program ping. Untuk<br />

menjalankannya, ketik perintah "tracert" melalui Command<br />

Line, diikuti spasi dan alamat IP atau nama dari komputer yang<br />

dituju. Traceroute sekaligus menampilkan rute setiap persinggahan<br />

paket data. Cara ini efektif bila digunakan dalam Internet<br />

atau dalam jaringan lokal skala besar yang menggunakan beberapa<br />

subnet melalui gateway.<br />

3<br />

net view Mencari Resource Sharing dalam <strong>Jaringan</strong><br />

Tool Windows lain untuk memantau jaringan adalah perintah<br />

"net view". Perintah ini juga dijalankan melalui Command Line.<br />

Ketik "net view [nama komputer atau alamat IP]" untuk<br />

menampilkan resource sharing pada PC jaringan. Pesan akan<br />

ditampilkan bila resource sharing tidak tersedia. Apabila program<br />

menampilkan error "System error 53", ini berarti nama<br />

komputernya salah, komputer tidak dapat dijangkau atau<br />

File/Print Sharing tidak diaktifkan. Pesan "System error 5" berarti<br />

PC tidak memiliki akses untuk menampilkan resource sharing.<br />

4<br />

Pencarian Kesalahan Diagnosa melalui Event Viewer<br />

Jika jaringan dalam Windows 2000 dan XP tidak berfungsi<br />

sebagaimana mestinya, sebaiknya jalankan Event Viewer terlebih<br />

dahulu. Untuk mengaksesnya, klik kanan "My Computer |<br />

Manage | System Tools | Event Viewer". Protokol "Apllication"<br />

biasanya memberikan informasi mengenai system error bertanda<br />

merah. Untuk melihat deskripsinya, klik ganda error tersebut.<br />

Error ini kebanyakan dalam bentuk kode. Selain itu, diberikan<br />

juga Event ID. Gunakan Event-ID ini untuk mengetahui detail<br />

kesalahan yang terjadi, untuk keterangan lengkapnya terdapat di<br />

websitehttp://www.microsoft.com/technet/support/eventserrors.<br />

mspx atau melalui http://www.eventid.net.<br />

5<br />

Pencarian Kesalahan Diagnosa <strong>Jaringan</strong> dengan XP<br />

Windows XP menawarkan diagnosa software dan hardware<br />

jaringan sederhana. Tool ini bisa dibuka melalui menu "Start |<br />

Help and Support". Klik "Tools" pada menu "Pick a Task" dan<br />

pilih "Network Diagnostics" di jendela kiri. Apa saja yang harus<br />

diperiksa bisa ditentukan melalui menu "Set scanning options".<br />

Setelah itu, klik "Scan your system". Sekarang, Windows menampilkan<br />

status hardware dan software yang berhubungan dengan<br />

jaringan pada komputer lokal. Selain itu, Windows juga menguji


PC untuk DNS, DHCP, dan Gateway. Apabila pengujian tidak<br />

berhasil, dapat dilanjutkan dengan penelusuran masalah.<br />

6<br />

Network Card Memeriksa Lampu Indikator<br />

Jika perintah ping berhasil, PC akan menerima respon. Biasanya<br />

jaringan tidak bermasalah. Namun, bila ping tidak berhasil,<br />

hardware harus diperiksa satu demi satu. Prosedur untuk memeriksa<br />

bisa dilakukan sebagai berikut.<br />

Biasanya, network card dilengkapi dengan dua lampu indikator<br />

status di bagian belakangnya. Untuk memastikan fungsinya,<br />

lihat buku petunjuk network card. Jika memiliki dua lampu<br />

indikator, sebuah lampu menyala saat network card mendapat<br />

listrik yang artinya card bekerja. Lampu kedua menyala bila kabel<br />

jaringan dihubungkan dari card yang lain atau switch atau hub.<br />

Untuk menentukan apakah network card ini benar-benar<br />

berfungsi, lakukan ping ke alamat sendiri (lihat Tips 1).<br />

7<br />

Koneksi Kabel Menemukan Masalah pada Kabel<br />

Masalah pada kabel twisted-pair jarang terjadi seperti pada kabel<br />

coaxial. Dampaknya pun tidak terlalu berlebihan bila terjadi<br />

masalah. Jika kabel atau kontak kabel pada jaringan coaxial rusak,<br />

komunikasi seluruh PC menjadi lebih lambat. Pada jaringan<br />

twisted-pair, gangguan ini hanya berdampak pada PC yang<br />

bermasalah, kecuali, masalah kabel terjadi antara hub atau switch.<br />

Semua jaringan pasti merasakan efeknya.<br />

Konektor pada kabel CAT5 biasanya sudah permanen. Jika<br />

kontak-kontaknya rusak, konektor ini tidak bisa diperbaiki.<br />

Kelemahannya terletak di tangkai pengunci konektor RJ-45.<br />

Apabila tangkai ini patah, konektor mudah terpasang ke soket<br />

(baik di network card atau switch/hub). Namun, saat konektor<br />

tertarik sedikit saja, dipastikan koneksi langsung terputus. Oleh<br />

karena itu pastikan bahwa konektor benar-benar sudah terpasang<br />

dengan benar.<br />

Walaupun tangkai pengunci ini terlihat masih bagus, <strong>Anda</strong><br />

sebaiknya menggantinya dengan yang baru untuk memastikan<br />

konektor benar-benar berfungsi saat terjadi masalah koneksi.<br />

Apabila kabel jaringan cadangan tidak tersedia, gunakan kabel<br />

dari PC lain yang masih berfungsi. Perhatikan agar koneksi dari<br />

PC ke switch atau hub menggunakan kabel bertipe Crosslink.<br />

6 Memeriksa<br />

Status: Umumnya,<br />

saat LAN-Card<br />

dihubungkan<br />

dengan kabel<br />

jaringan, lampu<br />

indikator akan<br />

menyala.<br />

Periksa juga apakah <strong>Anda</strong> secara tidak sengaja menghubungkan<br />

sebuah PC ke hub melalui port Uplink karena port ini hanya<br />

untuk koneksi ke Hub yang lain. Beberapa hub atau switch,<br />

menyediakan sebuah switch untuk menentukan fungsi Uplink<br />

atau port normal. Sementara, produk lain menyediakan sepasang<br />

soket port untuk fungsi yang berbeda.<br />

8<br />

Network Card Menelusuri Kesalahan pada LAN Card<br />

Apabila tidak menemukan masalah kabel dengan prosedur<br />

sebelumnya, sekarang PC perlu dibuka. Sumber error kemungkinan<br />

terletak pada network card. Biasanya, Windows melaporkan<br />

kesalahan ini atau driver tidak bisa di-install.<br />

Untuk itu, buka komputer dan periksa apakah network card<br />

sudah terpasang dengan benar. Walaupun sudah dikencangkan<br />

dengan baut, mungkin saja tidak terpasang dengan benar pada<br />

slot karena proses produksinya kurang baik atau casing yang<br />

kurang bermutu. Buka bautnya dan kencangkan network card ke<br />

dalam slot.<br />

Masalah lain dengan network card bisa berupa konflik<br />

Resource. Umumnya, kesalahan ini dapat dilihat melalui Device<br />

Manager dan driver tidak bisa di-install. Selain itu, bisa juga<br />

disebabkan network card benar-benar sudah rusak.<br />

Apabila demikian, pasang network card pada slot PCI yang<br />

lain. Apabila tetap tidak berfungsi, solusinya hanya dengan<br />

mengganti network card.<br />

9<br />

PC Client Mengatur Server-Sharing<br />

8 Tidak<br />

Terlihat:<br />

Pastikan<br />

Network<br />

Card<br />

terpasang<br />

dengan<br />

benar.<br />

Masalah sering terjadi saat PC client dengan Windows 2000 atau<br />

Windows XP dimasukkan ke dalam sebuah domain. Setelah<br />

login, tetap saja server-sharing tidak bisa diakses.<br />

Sebenarnya, masalah ini sering terjadi karena kesalahan<br />

konfigurasi “Login”. Setelah menentukan bergabung ke domain<br />

mana sebuah PC client, Windows akan memperluas menu<br />

“Login”. Klik tombol "Options" untuk dapat mengatur apakah<br />

harus login ke komputer lokal sendiri atau pada domain pada<br />

"Login to". User yang diatur untuk komputer lokal, sudah pasti<br />

tidak dapat login ke domain. Artinya, bila ingin mengatur<br />

penggunaan komputer <strong>Anda</strong> dengan user name dan password,<br />

PC ini kemungkinan tidak dapat mengakses jaringan.<br />

Walaupun user name lokal sama dengan user name pada<br />

| CHIP | NETWORKING | 119


SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />

Domain, masing-masing password untuk login bisa berbeda<br />

karena keduanya merupakan pengguna yang berbeda.<br />

Sebenarnya, pada User Profile (Tips 10), bisa ditentukan ke mana<br />

pengguna login.<br />

10 Windows Domain Login ke Domain dengan Benar<br />

Setelah terhubung dengan domain Windows 2000 atau XP, PC<br />

tampil dengan karakteristik yang tidak semestinya. Setelah login,<br />

tampilan Desktop kembali ke setting awal, banyak icon program<br />

yang menghilang. Saat menjalankan program, seperti MS Office,<br />

Windows akan meminta instalasi ulang, dan ini memang<br />

menjengkelkan.<br />

Penyebabnya,Windows 2000 dan XP menjalankan User Profile<br />

baru setelah login ke sebuah Domain. Namun, ini terjadi bila user<br />

name-nya sama. Apabila PC bernama "My Computer", domain<br />

"Office", dan user name "Reza", setting program dan Windows<br />

dalam sebuah profile akan disimpan dalam "My Computer\Reza".<br />

Setelah terhubung ke domain "Office", Windows kembali<br />

menyimpannya ke dalam folder "Office\Reza" yang berada di<br />

direktori "C:\Documents and Settings".<br />

Profile yang tersimpan pada komputer bisa <strong>Anda</strong> lihat dengan<br />

mengklik kanan "My Computer" dan pilih "Properties". Konfigurasi<br />

user baru saat login ke sebuah Domain diperlukan karena<br />

alasan keamanan dan administrasi. Jadi, install PC client setelah<br />

mengkonfigurasi Domain.<br />

11<br />

Windows Server Mengoptimalkan Server-Sharing<br />

Setting "Everyone" untuk mengakses Server-Sharing sering<br />

membingungkan. Beberapa pengguna tetap saja tidak dapat<br />

mengakses sharing ini. Ini sebenarnya hanya kesalahpahaman<br />

option "Everyone". Di sini, "Everyone" bukan berarti semua<br />

pengguna, melainkan semua pengguna yang termasuk dalam<br />

Group Name "Everyone". Apabila Server-Sharing dikonfigurasi<br />

dengan setting "Everyone" dan <strong>Anda</strong> tidak dapat mengakses<br />

Server-Sharing, berarti <strong>Anda</strong> belum terdaftar sebagai user pada<br />

server.<br />

120 | CHIP | NETWORKING<br />

10 Jelas:<br />

Dalam<br />

Properties<br />

My<br />

Computer,<br />

terlihat User<br />

Profile yang<br />

login ke<br />

komputer<br />

lokal.<br />

12<br />

<strong>Jaringan</strong> Reset User Password<br />

Lupa dengan password untuk PC maupun Domain bisa menjadi<br />

masalah bagi semua orang. Apabila terlupa, password tidak dapat<br />

ditemukan kembali pada Domain Controller, yaitu Windows<br />

Server. Namun, Administrator dapat mereset password seorang<br />

user dengan mudah. Untuk itu, buka Control Panel dari Server<br />

dan klik folder "Administrative Tool". Selanjutnya, klik dua kali<br />

pada "Active Directory User and Computer". Tandai folder<br />

"Users". Selanjutnya, klik kanan user yang dimaksud dan pilih<br />

"Reset password".<br />

Pada window selanjutnya, berikan sebuah password baru, lalu<br />

ulangi pada kolom berikutnya. Selain itu, tandai option "User<br />

must change the password when login for the first time".<br />

Informasikan password baru ini ke penggunanya. Setelah<br />

pengguna tersebut login, Windows akan memintanya untuk<br />

mengubah password. Jadi, tidak ada yang tahu password baru<br />

tersebut, bahkan oleh sang Administrator sendiri.<br />

13<br />

Windows Server Permission Inheritance<br />

Kadang kala, user tidak diperkenankan untuk membuka subfolder<br />

yang berada dalam sebuah folder yang di-sharing pada<br />

Windows Server. Misalnya, pengguna dapat mengakses folder<br />

"\Data\Texts\ sebagai Shared-Folder. Namun, tidak untuk folder<br />

"\Data\Texts\Private".<br />

Untuk mengkonfigurasi setting ini, buka Windows Explorer<br />

pada Server. Lalu, klik kanan folder "\Data" dan pilih option<br />

"Sharing". Klik "Share this folder" dan pilih "Full Control" untuk<br />

semua pengguna melalui menu "Permissions". Konfirmasikan<br />

dengan mengklik "Apply". Sekarang, bergantilah ke tab "Security<br />

Settings" dan tentukan Group Name dan user name yang dapat<br />

mengakses folder ini. Lanjutkan dengan mengklik “Apply".<br />

Kemudian, beralih ke subfolder "\Data\Texts\Private". Klik kanan<br />

subfolder ini dan pilih "Sharing". Bergantilah ke "Security<br />

Settings". Kosongkan checkbox "Inherit from parent permission<br />

entries that apply to child objects. Include these with entries<br />

explicify defined here". Sekarang, Windows meminta <strong>Anda</strong> untuk<br />

meng-copy atau menghapus permission. Klik "Remove" dan<br />

berikan permission baru untuk folder ini.<br />

11<br />

Tidak Setiap<br />

Pengguna: Group<br />

Name "Everyone"<br />

hanya mencakup<br />

semua pengguna<br />

PC atau Domain<br />

yang terdaftar<br />

dalam User<br />

Administration.


TIPS<br />

Mencegah Serangan dari <strong>Jaringan</strong> Sendiri<br />

Memeriksa Keamanan Sistem<br />

Pada jaringan besar, Administrator<br />

biasanya kesulitan untuk<br />

memeriksa sistem keamanan<br />

pada setiap komputer. Firewall<br />

yang terpasang sebelum koneksi<br />

ke Internet paling tidak dapat<br />

menghentikan aksi Hacker dari<br />

luar. Namun, ini tidak menjaga<br />

serangan dari dalam. Serangan<br />

dari pengguna lokal maupun dari<br />

sistem bisa saja mengancam.<br />

Selain itu, sistem operasi tidak<br />

mendapat Security-Patch yang<br />

penting sehingga perlindungannya<br />

tidak aktual dan mudah<br />

disusupi dengan tool hacker<br />

sederhana sekalipun.<br />

Untuk dapat mengetahui<br />

integritas jaringan, <strong>Anda</strong> disarankan<br />

melakukan Security-Scanning<br />

dengan program seperti<br />

Nessus atau LANGuard. Program<br />

ini akan melakukan Penetration-<br />

Test, menginformasikan lubang<br />

keamanan yang ada dan menunjukkan<br />

cara mengatasinya.<br />

Intelligent Switch Cegah Sniffing<br />

Risiko terbesar dalam LAN adalah<br />

Sniffing. Penyerang memungkinkan<br />

network card miliknya<br />

untuk dapat mendengar dan<br />

mencatat lalu lintas data<br />

jaringan.<br />

Informasi yang diperolehnya<br />

antara lain mengenai arsitektur<br />

jaringan, user name dan password.<br />

Serangan seperti ini mudah<br />

dilakukan jika PC saling terhubung<br />

melalui sebuah Hub. Artinya,<br />

setiap data yang mengalir<br />

dalam jaringan dapat didengar<br />

oleh semua pengguna. Sistem<br />

tidak memperhatikan apakah<br />

datanya sudah diterima atau<br />

tidak.<br />

13 Konfirmasi: Windows mengonfirmasikan apakah<br />

Permissions Inheritance ingin dihapus atau tidak.<br />

14 Internet Connection Sharing Konflik Alamat IP<br />

Masalah ini sering terjadi bila sebuah PC client ingin digunakan<br />

sebagai Internet Connection Sharing. Windows melaporkan<br />

adanya konflik alamat IP saat mengkonfigurasinya.<br />

Jangkauan alamat IP yang diizinkan untuk jaringan rumah<br />

dan kantor skala kecil adalah 192.168.0.x (jaringan kelas C). Nilai<br />

x di sini dimulai dari angka 1 sampai 254. Biasanya, Windows<br />

Server diberikan dengan alamat IP 192.168.0.1. Alamat IP inilah<br />

yang juga dikonfigurasi untuk Internet Connection Sharing pada<br />

Windows Host.<br />

Agar tidak terjadi konflik saat mengkonfigurasi Connection<br />

Sharing, alamat IP Server bisa diubah misalnya menjadi<br />

192.168.0.100. Namun, bila Internet Connection Sharing ingin<br />

di-install pada Server itu sendiri, alamat IP ini tidak perlu diubah<br />

Berbeda dengan Switch.<br />

Switch mengirimkan paket data<br />

ke alamat komputer yang dituju<br />

saja. Untuk itu, Switch akan<br />

meminta MAC-Address (Media<br />

Control Access) dari setiap PC<br />

dalam jaringan. MAC-Address<br />

merupakan sebuah ID dari<br />

network card yang nantinya<br />

dibandingkan dengan informasi<br />

penerima yang tersimpan dalam<br />

setiap Header paket data.<br />

Hati-hati! Switch yang murah<br />

biasanya memungkinkan ARP-<br />

Storm. Penyerang akan berusaha<br />

menonaktifkan MAC-Address-Filtering<br />

dengan program seperti<br />

"dsniff" atau "ettrcap" sehingga<br />

memungkinkan program Sniffer<br />

tetap bekerja. Sebagai langkah<br />

pengamanan, lalu lintas data<br />

yang sensitif sebaiknya dienkripsi<br />

saja.<br />

Firewall dan IDS-System untuk<br />

Perlindungan Internal<br />

Saat ini, Firewall lebih terfokus<br />

untuk melindungi jaringan<br />

terhadap serangan luar. <strong>Jaringan</strong><br />

tetap tidak aman terhadap<br />

serangan internal. Sangat<br />

berbahaya jika seorang Hacker<br />

berhasil mengakses salah satu<br />

komputer dalam jaringan dan<br />

kemudian menyusupi sistem<br />

atau seluruh jaringan.<br />

Server yang menjalankan<br />

Service untuk Internet, termasuk<br />

fungsi-fungsi penting seperti<br />

management atau accounting<br />

perusahaan, harus terlindung<br />

dari dalam dan luar. Untuk itu,<br />

gunakan internal Firewall atau<br />

Intrusion Detection System (IDS).<br />

Sistem ini akan mendeteksi<br />

adanya serangan dan kemudian<br />

memblokirnya.<br />

karena sudah dikonfigurasi dengan alamat 192.168.0.1.<br />

15<br />

Windows 2000 Server Mengatasi Masalah Domain<br />

Masalah dengan Active Directory Windows 2000 Server sering<br />

terjadi bila LAN terkoneksi ke Internet melalui router ISDN/DSL.<br />

Di baris "Application" setelah membuka "Event Viewer"<br />

("Administrative Tools | System") terdapat error bahwa pengguna<br />

atau nama komputer tidak dikenal. Logfile menambahkan<br />

Domain yang diberikan tidak tersedia atau koneksi tidak berhasil.<br />

Anehnya, koneksi LAN dan Internet masih tetap berfungsi tanpa<br />

masalah.<br />

Penyebabnya, DNS Server milik ISP dan DNS Server pada<br />

Windows 2000 Server tidak sesuai. Biasanya, Network Properties<br />

(dalam Properties TCP/IP-Protocol) pada PC client dikonfigurasi<br />

dengan alamat IP router sebagai alamat DNS Server. Router<br />

kemudian meneruskan DNS Query ini ke ISP. DNS Server<br />

(Domain Name System) bertugas untuk menerjemahkan Fully<br />

Qualifies Domain Name (FQDN), seperti "www.chip.co.id",<br />

menjadi alamat IP berformat angka. ISP akan mengirim alamat<br />

DNS Server ini ke PC client saat pertama kali melakukan dial-up<br />

ke Internet.<br />

Namun, Windows 2000 Server menggunakan DNS untuk<br />

mengatur client dalam Active Directory. Di sini, masing-masing<br />

komputer memiliki nama yang nantinya digunakan untuk<br />

mengakses berbagai resource. Masalahnya, PC dalam jaringan<br />

internal saling berkomunikasi dengan alamat IP numerik, sama<br />

seperti di Internet. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah DNS Server<br />

| CHIP | NETWORKING | 121


SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />

lokal (hanya berupa service saja, bukan sebuah komputer khusus<br />

dalam jaringan). PC client mengirim semua DNS Query<br />

(termasuk DNS-Query untuk alamat lokal) ke DNS Server dari<br />

ISP sesuai dengan konfigurasi dalam TCP/IP Properties. Jadi,<br />

<strong>Anda</strong> tidak perlu login ke Active Directory pada Windows 2000<br />

Server. Akibatnya, PC client pun tidak dikenal oleh Internet<br />

Service Provider.<br />

Sebaliknya, bila PC client dikonfigurasi dengan alamat IP<br />

Windows 2000 Server sebagai alamat DNS Server, PC client tidak<br />

bisa terkoneksi ke Internet lagi. Semua DNS Query dikirim ke<br />

Windows 2000 Server. Dengan cara ini, jaringan lokal dapat<br />

berkomunikasi satu sama lain. Namun, tidak berfungsi bila ingin<br />

membuka "www.chip.co.id". Di sini, DNS Server dari Windows<br />

2000 Server tidak menyimpan database Domain Name untuk<br />

alamat IP yang berlaku di Internet. Untuk mengatasi masalah ini,<br />

Windows Server dapat dikonfigurasi untuk meneruskan semua<br />

DNS Query yang tidak terdapat dalam jaringan lokal ke DNS<br />

Server milik ISP secara otomatis. Caranya sebagai berikut.<br />

Pada Windows 2000 Server, buka Control Panel dan pilih<br />

folder "Administrative Tools". Klik dua kali pada 'DNS" dan buka<br />

folder "Forward Lookup Zone" dalam "DNS-Manager". Klik<br />

entri "." (tanda titik) dan hapus. Restart server dan buka kembali<br />

DNS Manager. Klik kanan nama server dan buka menu<br />

"Properties".<br />

Di sini, terdapat sebuah tab bernama "Forwarding". Sekarang,<br />

aktifkan option "Enable forwading" dan masukkan alamatalamat<br />

IP dari DNS Server ISP yang digunakan. Umumnya,<br />

cukup menggunakan alamat IP dari router saja. Router pun<br />

banyak yang berfungsi sebagai DNS Server. Apabila diperlukan,<br />

aktifkan DNS Option dalam program konfigurasi router dan<br />

masukkan alamat-alamat IP dari DNS Server milik ISP.<br />

Klik "OK" untuk menerima perubahan setting dan buka<br />

"Network Properties" pada Server. Masukkan alamat IP router<br />

sebagai "Default Gateway" dan alamat IP Server lokal sebagai<br />

DNS Server.<br />

Pada PC client, berikan alamat IP Windows 2000 Server<br />

122 | CHIP | NETWORKING<br />

15<br />

Tersembunyi:<br />

Windows 2000<br />

menawarkan<br />

fungsi<br />

tersembunyi<br />

untuk<br />

meneruskan<br />

DNS-Query ke<br />

DNS-Server<br />

lain.<br />

16 Terputus: Jika tidak aktif dalam waktu tertentu, Windows<br />

Server memutuskan koneksi ke Network Sharing (icon Network<br />

Sharing diberi tandai silang merah). Pada Network<br />

Neighborhood, icon Network Sharing diberi tanda silang<br />

berwarna merah.<br />

sebagai "DNS Server" dan berikan alamat IP router sebagai<br />

"Gateway". Apabila Windows 2000 Server dikonfigurasi sebagai<br />

DHCP-Server, dalam "Range Options" dapat dimasukkan alamat<br />

IP router dan lokal DNS Server. Dalam hal ini, PC client sama<br />

sekali tidak membutuhkan konfigurasi khusus, melainkan tetap<br />

menggunakan konfigurasi "Obtain an IP address automatically"<br />

dan "Obtain an DNS address automatically". Sebagai informasi,<br />

Microsoft sudah mengkonfigurasi Windows Server 2003 agar<br />

tidak bermasalah dengan DNS Server seperti ini.<br />

16<br />

Windows-Server Menghentikan auto disconnection<br />

Koneksi ke resource pada Windows Server kadang kala bisa<br />

terputus. Hal ini memang merupakan mekanisme Windows<br />

Server yang memutuskan koneksi bila PC client tidak aktif<br />

setelah 15 menit. Durasi ini dapat diubah melalui Windows<br />

Registry. Untuk itu, buka Registry Server pada baris<br />

"HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\lanmanserver\parameters\autodisconnect".<br />

Parameter yang digunakan<br />

dalam satuan menit atau "-1" untuk mematikan fungsi ini<br />

(tetap terhubung).<br />

Apabila Network Sharing tersebut diklik ganda, koneksi<br />

kembali diaktifkan sejauh penggunanya masih mendapat akses<br />

pada komputer lokal.<br />

17<br />

Windows 9x Memulai Windows 98 Lebih Cepat<br />

Pada Windows 9x, proses booting biasanya menjadi lebih lama<br />

setelah mengkonfigurasi jaringan. Hal ini tentu saja karena<br />

Windows harus menjalankan Network Protocol dan driver LAN-<br />

Card. Proses ini tidak perlu memakan waktu yang lama.<br />

Kemungkinan karena banyak protokol yang sebenarnya tidak<br />

diperlukan ikut ter-install. Sebaiknya matikan semua konfigurasi<br />

yang tidak diperlukan dalam jaringan.


Pemberian alamat IP secara otomatis pun memakan waktu<br />

terutama bila menggunakan jaringan peer-to-peer dengan<br />

Windows 98 atau Me. Di sini, Windows harus terus melakukan<br />

‘ping’ untuk menentukan alamat-alamat IP yang bisa digunakan<br />

untuk komputer lain. Proses ini membutuhkan waktu yang<br />

ditentukan oleh besarnya jaringan. Apabila tidak memiliki DHCP<br />

Server yang memberikan alamat IP secara otomatis, setiap<br />

komputer harus diberikan alamat IP tersendiri agar Windows<br />

lebih cepat proses booting-nya.<br />

18<br />

Windows Login Notebook Lebih Cepat<br />

Pesan "Domain Controller not found" selalu muncul bila login<br />

dengan notebook bersistem Windows NT, 2000, atau XP. Pesan<br />

ini muncul bila tidak ditemukan Domain Controller pada<br />

Windows dan Windows mencoba untuk login dengan informasi<br />

yang masih tersimpan.<br />

Apabila Windows di-install pada notebook, pesan ini tentunya<br />

tidak diperlukan. Dengan modifikasi registry, pesan ini tidak<br />

akan ditampilkan dan Windows langsung login dengan informasi<br />

yang masih tersimpan.<br />

Buka Windows Registry. Pada baris “HKEY_CURRENT_-<br />

USER\Software\Microsoft\WindowsNT\Current Version\Winlogon",<br />

buat sebuah entri baru bernama "ReportDC" dengan tipe<br />

data REG_DWORD. Berikan nilai "0" untuk menonaktifkan<br />

pesan ini dan "1" bila ingin menampilkannya.<br />

Perhatian: Pada konfigurasi ini, server dapat menentukan<br />

kapan informasi lokal tidak berlaku lagi ketika mencapai jumlah<br />

Login tertentu.<br />

19<br />

Windows 9x Auto-logon tanpa Dialog<br />

Dalam sebuah jarigan peer-to-peer kecil dengan PC client<br />

bersistem Windows 98, biasanya tidak diperlukan langkahlangkah<br />

pengamanan. Jadi, dialog Login saat memulai Windows<br />

bisa dihilangkan.<br />

Login bisa dilakukan secara otomatis dengan melakukan<br />

19 Kaya Informasi: Event Viewer juga akan melaporkan error<br />

saat login ke komputer lain.<br />

modifikasi pada registry. <strong>Anda</strong> dapat menggunakan freeware<br />

Tweak-UI (Catatan: Gunakan versi yang dirancang untuk<br />

Windows <strong>Anda</strong>!) atau mengubahnya secara manual. Untuk itu,<br />

telusuri baris "HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\<br />

Windows\Current Version\Winlogon". Di sini,<strong>Anda</strong> bisa membuat<br />

beberapa tambahan entri dengan efek yang berbeda berikut ini.<br />

AutoAdminLogon: Berikan nilai "1" untuk mengaktifkan login<br />

otomatis dan "0" untuk menonaktifkannya.<br />

DefaultUserName: Masukkan nama login pengguna.<br />

DefaultPassword: Berikan password pengguna.<br />

Untuk Data Type pada masing-masing entri, pilih REG_SZ.<br />

Penting: Entri password harus diberikan agar Auto-Login bisa<br />

berfungsi. Namun, password ini dapat terlihat dalam registry<br />

sehingga kurang aman. Jika password tidak didefinisikan, saat<br />

Login selanjutnya, nilai AutoAdminLogin otomatis menjadi "0".<br />

Artinya, Login Dialog akan muncul kembali.<br />

20<br />

20<br />

Lengkap:<br />

Setelah<br />

mengcopy<br />

file<br />

yang<br />

dibutuhkan,<br />

Windows<br />

XP bisa<br />

menggunakan<br />

protokol<br />

NetBEUI.<br />

Windows XP Protokol NetBEUI pada Windows XP<br />

Masalah: PC Windows XP ingin dihubungkan dengan jaringan<br />

yang hanya menggunakan protokol NetBEUI. Namun, protokol<br />

ini tidak bisa dipilih melalui ‘Network Settings’ pada Windows XP.<br />

Microsoft tidak meng-install NetBEUI secara default pada<br />

Windows XP. Namun, protokol ini disediakan dalam CD<br />

instalasinya. Caranya adalah sebagai berikut.<br />

1. Masukkan CD instalasi XP dan buka folder "Valueadd-<br />

\MSFT\Net\NetBEUI" melalui Windows Explorer“.<br />

2. Selanjutnya, copy file nbf.sys ke folder "\System32\Drivers"<br />

dalam direktori Windows.<br />

3. Copy file netnbf.inf ke dalam folder INF yang beratribut<br />

"Hidden". Untuk menampilkan folder ini, buka "Tools | Folder<br />

Options | View" melalui Windows Explorer atau "My Computer"<br />

dan aktifkan option "Show all files and folders".<br />

4. Pada Control Panel, pilih "Network Connection" dan klik<br />

kanan "LAN-Connection | Properties".<br />

5. Pada dialog selanjutnya, pilih "Install | Protocol" kemudian klik<br />

"Add" untuk memulai menambahkan protokol baru.<br />

6. Pada daftar selanjutnya, tandai NetBEUI Protocol dan klik<br />

"OK".<br />

7. Setelah selesai, Windows meminta restart. Selesai.<br />

| CHIP | NETWORKING | 123


SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />

21 Windows XP Akses Lebih Cepat ke Windows 98 install. <strong>Anda</strong> pun dapat membuka User Profile pada PC lain<br />

Saat PC Windows XP atau Windows 2000 mengakses Resource seperti layaknya PC sendiri.<br />

Sharing pada komputer dengan Windows 98 atau Me, proses Selain itu, <strong>Anda</strong> juga bisa menggunakan program Remote Task<br />

browsing biasanya membutuhkan waktu yang lama. Masalah ini Manager (www.protect-me.com). Tool ini dapat mengakses<br />

disebabkan oleh Windows XP/2000 selalu memeriksa adanya konfigurasi dan protokol dari PC Windows NT/2000/XP.<br />

Planned Task pada setiap komputer. Fungsi ini sebenarnya tidak Syaratnya, program ini pun harus di-install pada PC tersebut dan<br />

diperlukan dan dapat dimatikan sehingga mempercepat akses. dapat dilakukan melalui jaringan. Untuk memantau Event Viewer<br />

Untuk itu, buka Windows Registry Editor. Telusuri baris pada PC Windows NT/2000/XP, <strong>Anda</strong> bisa menggunakan free-<br />

"HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\Cur ware Event Sentry Light (www.eventsentry.com).<br />

rentVersion\Explorer\RemoteComputer\NameSpace". Di sini, LAN ShutDown (www.cadkas.de) dapat menyalakan dan<br />

terdapat dua value. Perhatikan value kedua yang mempunyai nilai mematikan komputer dalam sebuah jaringan. Untuk itu, fungsi<br />

{D6277990-4C6A11CF8D87-00AA0060F5BF}. Value ini ber- "Wake On LAN" harus diaktifkan. Biasanya, menu ini terdapat<br />

fungsi untuk mencari Planned Tasks pada Windows 98 atau Me. dalam konfigurasi BIOS. Tool ini terdiri atas dua bagian, yaitu<br />

<strong>Anda</strong> tinggal menghapusnya saja.<br />

untuk Server dan Client. Sayangnya, Demo Version hanya akan<br />

22 Management Console Remote-Access PC lain<br />

aktif selama 5 menit.<br />

Untuk menggantikan program Ping dan Tracert dari<br />

Windows, <strong>Anda</strong> bisa mencoba Magic NetTrace (www.tialsoft.com/mnettrace).<br />

Tool ini dapat menelusuri paket data melalui<br />

beragam terminal dan menghitung durasi yang dibutuhkan.<br />

Selain itu, tool ini dapat meminta WHOIS-Query ke masingmasing<br />

server. Shareware-nya dapat digunakan selama 20 hari.<br />

Windows 2000 dan XP dapat mengendalikan komputer lain,<br />

hanya dengan mengakses Management Console. Klik kanan pada<br />

"My Computer" dan pilih "Manage". Kemudian, muncul window<br />

"Computer Management". Di sini, klik option "Connect to another<br />

computer" dalam menu "Action". Lalu, pilih "Another computer",<br />

berikan nama sebuah PC pada LAN dan konfirmasikan setting<br />

dengan "OK".<br />

Apabila memiliki <strong>Anda</strong> memiliki hak akses pada PC ini,<br />

Computer Management untuk PC lain akan ditampilkan. <strong>Anda</strong><br />

memiliki akses untuk menjalankan "Event Viewer", mengkonfigurasi<br />

Shared Folder dan memeriksa hardware yang terpasang<br />

melalui "Device Manager".<br />

23<br />

Administration Software Remote<br />

Apabila <strong>Anda</strong> lebih menyukai program lain selain Computer<br />

Management, <strong>Anda</strong> bisa menggunakan Ideal Administration<br />

(www.pointdev.com). Tool ini dapat menampilkan daftar semua<br />

komputer yang terhubung dengan jaringan dan dapat mengakses<br />

semua konfigurasi dan protokol, drive, dan software yang ter-<br />

22 Remote Control: Management Console memberikan<br />

semua informasi pada PC lain yang berada di jaringan.<br />

124 | CHIP | NETWORKING<br />

24<br />

<strong>Jaringan</strong> Properties sebagai Icon Desktop<br />

<strong>Anda</strong> tentu ingin mengakses My Network Places dan Properties<br />

TCP/IP-Protocol dengan cepat. Pada Windows XP, caranya<br />

cukup mudah. Klik kanan bidang Desktop yang kosong dan klik<br />

"Properties". Buka tab "Desktop" dan klik "Customize Desktop".<br />

Selanjutnya, pada tab “General", klik "My Network Places" di area<br />

"Desktop Icon" dan konfirmasikan dengan mengklik "OK".<br />

Sekarang, icon tersebut muncul di Desktop. Klik kanan icon ini<br />

dan pilih "Properties". Lalu, klik-kanan "LAN-Connection" dan<br />

pilih "Create shortcut". Sekarang, Windows menginformasikan<br />

bahwa shortcut tersebut hanya bisa diletakkan di Desktop.<br />

Konfirmasikan dengan "Yes". Sekarang, di Desktop akan terlihat<br />

icon "Shortcut to LAN Connection".<br />

Untuk meletakkan My Network Places ke dalam menu Start,<br />

lakukan langkah berikut. Klik kanan tombol "Start" dan pilih<br />

"Properties". Sekarang, klik menu "Customize" dan klik tab<br />

"Advanced". Di area "Start Menu item", pilih checkbox "My<br />

Network Places" dan konfirmasikan dengan "OK".<br />

25<br />

Windows XP Sharing Penting Sebagai Drive Lokal<br />

Sharing jaringan yang penting dan sering diakses sebaiknya<br />

ditampilkan sebagai drive lokal. <strong>Anda</strong> juga bisa melengkapinya<br />

dengan sebuah shortcut pada Desktop. Dengan cara ini, akses ke<br />

Shared Folder bisa lebih cepat.<br />

Caranya, buka "My Network Places" dan klik "Entire Network"<br />

di area "Other Places" . Selanjutnya, klik "Microsoft Windows<br />

Network" dan nama Workgroup atau Domain. Kemudian, klik<br />

nama komputer yang diinginkan. Sekarang, Windows<br />

menampilkan semua sharing yang ada. Klik kanan Folder<br />

Sharing tersebut dan pilih "Connect to Network Drive". Lalu,<br />

pilih nama drive yang diinginkan. Perhatikan untuk


TIPS<br />

Melindungi W-LAN dengan efisien<br />

Konfigurasi AP Melalui Kabel<br />

Keamanan W-LAN harus<br />

diperhatikan saat mengkonfigurasinya.<br />

Konfigurasi Access<br />

Point (AP) sebaiknya dilakukan<br />

melalui Network Card yang<br />

saling terhubung dengan<br />

kabel. Alasannya, saat konfigurasi,<br />

data dikirim seperti<br />

apa adanya dan tidak<br />

terenkripsi. Apabila seseorang<br />

menyadap lalu lintas data saat<br />

konfigurasi, dipastikan seluruh<br />

informasi konfigurasi bisa<br />

diperolehnya.<br />

Mengamankan ESSID<br />

ESSID merupakan singkatan<br />

dari Extended Service Set<br />

Identifier yang merupakan<br />

alamat W-LAN. Agar penyadap<br />

tidak bisa mengetahui<br />

informasi pemilik W-LAN,<br />

jangan memberikan informasi<br />

yang berhubungan dengan<br />

data pribadi dalam ESSID ini,<br />

seperti nama atau alamat.<br />

Semakin random data<br />

tersebut, semakin baik untuk<br />

keamanan. Langkah pertama,<br />

ubah ESSID peranti yang<br />

default. Lakukan hal yang<br />

sama untuk semua password<br />

default. Selain itu, disarankan<br />

untuk menyembunyikannya<br />

dengan "Hide ESSID" agar<br />

seseorang tidak melakukan<br />

scanning W-LAN.<br />

Enkripsi: WEP atau WPA<br />

Wired Equivalent Privacy<br />

(WEP) merupakan standar<br />

algoritma enkripsi untuk W-<br />

LAN. Disarankan menggunakan<br />

mode minimal WEP 128.<br />

Semakin panjang enkripsinya,<br />

semakin baik untuk<br />

keamanan W-LAN. WEP-Key<br />

mengaktifkan option "Reconnect at logon" dan klik "Finish".<br />

Sekarang, sharing sudah muncul di Windows Explorer dan<br />

My Computer. Jika komputer tersebut sudah login ke jaringan,<br />

mapping drive ini bisa digunakan seperti layaknya drive lokal.<br />

26<br />

Windows XP Shared Folder dengan Nama Lain<br />

Satu aturan penting bagi pengguna Windows XP adalah<br />

menggunakan account Administrator untuk hal-hal tertentu saja,<br />

terutama untuk koneksi dengan Internet.<br />

Alasannya, bila seorang hacker menyusup ke dalam sistem, ia<br />

hanya mendapat hak akses sebagai user saja. Jika <strong>Anda</strong><br />

menggunakan account Administrator, bisa dipastikan hacker<br />

juga dapat mengakses komputer <strong>Anda</strong> sesukanya. Apa saja dapat<br />

dilakukan oleh hacker yang terhasil menyusup ini. Mulai dari<br />

26 Salah Identitas: Akses ke Shared Folder dapat dikonfigurasi<br />

sebagai User yang lain.<br />

sebaiknya diganti secara<br />

teratur. Lebih aman lagi bila<br />

jaringan wireless menggunakan<br />

perangkat W-LAN (router<br />

atau client) dengan WPA (WiFi<br />

Protected Access). Pada<br />

perangkat ini, WPA akan selalu<br />

mengubah<br />

lintas data.<br />

Key untuk lalu<br />

Menyaring MAC Address<br />

Apabila W-LAN Router mendukung<br />

MAC-Address Filtering<br />

(Media Access Control), sebaiknya<br />

manfaatkan fungsi ini<br />

untuk menambahkan tingkat<br />

keamanan. Jadi, hanya W-<br />

LAN-Adapter yang terdaftar<br />

pada Router yang dapat<br />

mengakses jaringan. MAC<br />

Address memang dapat<br />

dimanipulasi sehingga MAC-<br />

Address Filtering hanya<br />

sebagai langkah tambahan.<br />

DHCP Pool Sekecil Mungkin<br />

Kebanyakan Router mendukung<br />

Dynamic Host Configuration<br />

Protocol (DHCP) untuk<br />

menginformasikan alamat IP<br />

ke semua peranti yang<br />

mengakses jaringan. Apabila<br />

Router mendukung ini,<br />

sebaiknya DHCP-Pool diatur<br />

sekecil mungkin. Apabila<br />

hanya ada empat PC pada<br />

jaringan, atur DHCP-Pool<br />

maksimal dengan 4 alamat<br />

saja. Lebih aman jika DHCP<br />

dalam router dimatikan saja<br />

dan alamat IP ditentukan<br />

secara permanen.<br />

Tips untuk meningkatkan keamanan<br />

jaringan wireless bisa<br />

disimak mulai halaman 95.<br />

mencuri password, data rahasia <strong>Anda</strong>, menghapus file sampai<br />

dengan memodifikasi System Properties atau membuat user<br />

profile baru yang tersembunyi. Jadi, sebaiknya pengguna<br />

memakai account dengan hak akses yang terbatas sehingga bila<br />

hacker berhasil menyusup, kebebasan hacker pun menjadi<br />

terbatas. Untuk itu, buatlah sebuah user dengan hak akses biasa<br />

yang tidak dapat mengakses konfigurasi sistem dan meng-install<br />

software.<br />

Perhatikan juga bahwa user account yang terbatas hak<br />

aksesnya ini bisa juga menimbulkan masalah. Misalnya saat<br />

mengakses sharing yang membutuhkan hak akses Administrator<br />

pada PC lain dalam jaringan. Dalam hal ini, <strong>Anda</strong> bisa melakukan<br />

sebuah trik dengan logon ke Shared Folder sebagai user lain yang<br />

memiliki permission Administrator.<br />

Melalui Windows Explorer atau My Computer, klik "Map<br />

Network Drive" dalam menu "Tools". Lalu, pilih nama drive dan<br />

Shared Folder di bawahnya. Penulisan lokasi Shared Folder adalah<br />

"\\[nama komputer]\[nama Shared Folder]". Checkbox<br />

"Reconnect at logon" tetap dikosongkan agar setiap kali<br />

mengakses Shared Folder, Windows tidak otomatis logon. Jadi,<br />

dialog Login selalu muncul saat mengakses Shared Folder. Lalu,<br />

klik Link "Connect using a different user name". Login dialog<br />

akan muncul dan masukkan sebuah user name dari Adminstrator<br />

Groups dan password yang sesuai. Selanjutnya, konfirmasikan<br />

dengan "OK" dan klik "Finish" pada jendela sebelumnya.<br />

Sekarang, <strong>Anda</strong> bisa mengakses Shared Folder yang hanya dapat<br />

diperbolehkan untuk para Administrator.<br />

| CHIP | NETWORKING | 125


27<br />

SOLUSI Tips <strong>Jaringan</strong><br />

Windows XP Pencarian PC di Network<br />

Kadang kala Shared Folder di komputer lain tidak dapat diakses<br />

walaupun sudah terhubung dengan jaringan. Windows melaporkan<br />

bahwa sharing ini tidak dapat ditemukan.<br />

Pastikan apakah PC tersebut bisa dicari dengan fungsi Search<br />

Windows. Klik menu "Find" pada menu Start dan pilih "Printers,<br />

Computers or People". Pada window selanjutnya, pilih "Find a<br />

computer on the Network". Sekarang, masukkan nama komputer<br />

yang ingin dicari dan klik "Find". Klik ganda nama komputer<br />

tersebut bila Windows sudah menampilkannya. Sekarang, sharing<br />

bisa terlihat. Klik kanan sharing yang diinginkan dan pilih<br />

"Map Network Drive". Selanjutnya <strong>Anda</strong> dapat membuat Mapping<br />

dengan tips sebelumnya.<br />

Apabila fungsi Search tidak menghasilkan apapun, gunakan<br />

alamat IP untuk mencari komputer tersebut. Biasanya, cara ini<br />

dapat membuka Sharing Folder pada Windows Server.<br />

28<br />

Windows Server 2003 Firewall Memblokir Akses<br />

Apabila firewall untuk koneksi jaringan pada Windows Server<br />

2003 diaktifkan, konfigurasi default akan memblokir semua<br />

Shared Folder pada Windows Server sehingga tidak bisa diakses.<br />

Firewall ini bisa dikonfigurasi agar membuka akses untuk<br />

Folder Shared. Namun, hati-hati karena bila server terhubung<br />

dengan Internet, PC luar dapat mengakses Folder Shared tersebut.<br />

Sebaiknya batasi akses dengan user name dan password. Lindungi<br />

juga jaringan dengan firewall yang terintegrasi. Untuk<br />

membuka akses Shared Folder melalui Firewall Windows Server<br />

2003, klik kanan "LAN Connection" dalam jendela "Network<br />

Connection" dan pilih "Properties". Sekarang, klik tab<br />

"Advanced" dan klik tombol "Settings" dengan firewall yang<br />

diaktifkan. Pada jendela "Services", klik tombol "Add". Berikan<br />

deskripsi Services pada dialog berikutnya, misalnya "File and<br />

Printer Sharing". Pada kolom di bawahnya, berikan alamat IP<br />

Server. Pada dua kolom berikutnya, berikan nomor port 139 dan<br />

28 Pintu Terbuka: Untuk mengakses Sharing pada Server,<br />

beberapa Port dalam Firewall harus dibuka.<br />

126 | CHIP | NETWORKING<br />

29<br />

BERLEBIH-<br />

AN:<br />

Windows<br />

Server<br />

menampil<br />

kan pesan<br />

error tidak<br />

penting<br />

untuk<br />

Master-<br />

Browser.<br />

Pesan ini<br />

bisa<br />

dimatikan<br />

dengan<br />

memodifi<br />

kasi<br />

Registry.<br />

tandai sebagai "TCP". Konfirmasikan dengan "OK".<br />

Sebelum menutup window ini, tambahkan TCP port 445 dan<br />

UD port 137 serta 138 dengan cara yang sama. Setelah selesai, klik<br />

tombol "OK".<br />

29<br />

Windows Server Nonaktifkan Pesan tidak Penting<br />

Pada option "Security", Event Viewer dari Windows Server 2000<br />

atau 2003 selalu menampilkan pesan error "The master browser<br />

has received a server announcement from the computer" "[nama<br />

komputer]" that believes that it is the master browser for the<br />

domain on transport NetBT_Tcpip_Tcpip_{F8446A6D-A8C0-<br />

4D18-. The master browser is stopping or an election is being<br />

forced". Sumbernya dari "MRxSmb" dengan Event ID 8003.<br />

Apabila sebuah PC di jaringan ingin mengetahui komputer<br />

mana yang sudah diaktifkan atau sharing apa yang tersedia dalam<br />

LAN, PC tersebut akan mengakses sebuah database dengan nama<br />

Master Browser. Master Browser ini tersimpan pada komputer<br />

yang paling lama aktif secara terus-menerus.<br />

Dalam sebuah Windows Domain, administrasi komputer dan<br />

resource dilakukan oleh Active Directory sehingga peran Master<br />

Browser sebenarnya tidak berfungsi. Namun, PC client membuat<br />

database tersebut dan menginformasikannya secara teratur dalam<br />

jaringan. Setelah itu server memberitahukan bahwa database<br />

tersebut tidak diperlukan sehingga memunculkan pesan error.<br />

Dengan mudah <strong>Anda</strong> dapat menonaktifkan pesan error ini<br />

dengan membuka Windows Registry Editor. Klik menu "Start |<br />

Run" dan berikan perintah 'regedit". Carilah baris<br />

"HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\Browser\Parameters".<br />

Di sini, terdapat sebuah entri dengan<br />

nama "MaintainServerList". Klik ganda entri ini dan ubah<br />

nilainya dari "Yes" menjadi "No".<br />

Apabila langkah ini tidak membantu, periksa apakah Registry<br />

Server masih menyimpan baris ControlSets yang lain, seperti<br />

"ControlSet001" atau "ControlSet002". Jika ada, lakukan<br />

perubahan yang sama pada bagian tersebut.

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!