Views
4 years ago

paper1 - Teknik Elektro UGM

paper1 - Teknik Elektro UGM

paper1 - Teknik Elektro

Distributed Transaction Muhammad Rijalul Kahfi, 33506 Ibnu Hanif, 21566-TE Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta I. PNEDAHULUAN Biasanya transaksi flat atau nested mengakses objek yang berada pada satu server tunggal. Namun, dalam kebanyakan hal, sebuah transaksi , apakah itu nested atau flat, akan mengakses objek yang ditempatkan pada server yang berbeda-beda. Dalam hal ini, kita gunakan terminologi distributed transaction untuk merujuk pada transaksi flat maupun nested yang mengakses objek yang dikelola oleh lebih dari satu komputer server. Ketika distributed transaction diperkenalkan di akhir-akhirnya, atmocity property dari transaksi mensyaratkan bahwa baik semua server yang terlibat mengikatkan diri pada transaksi ataupun semua server tersebut justru menghentikan transaksi. Demi memnuhi tujuan ini, sebuah server mengabil alih peran koordinator yang melibatkan pemastian outcome yang sama pada setiap server. Cara ayng ditempuh oleh koordiantor untuk melakukan hal ini, bergantung pada protokol yang dipilih. Sebuah protokol yang dikenal sebagai “two-phase commit protocol” merupakan protokol yang biasa digunakan. Protokol ini memungkinkan server untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya untuk mencapai kesepakatan bersama baik dalam commit maupun abort. Kontrol konkurensi dalam transaksi terdistribusi berdasar pada metode . Masing-masing server menerapkan kendali konkurensi lokal pada objeknya masing-masing, yang mana kendali ini memastikan bahwa transaksi terserialisasi secara lokal. II. TRANSAKSI TERDISTRIBUSI FLAT DAN NESTED Sebuah transaksi klien menjadi terdistribusi jika ia melibatkan beberapa operasi pada beberapa server. Ada dua cara diaman trnasaksi terdistribusi dibentuk, yakni nested transaction dan flat transaction. Pada flat transaction, sebuah client membua request pada lebih dari satu server. Sebagai contoh pada gambar 1.1 berikut, transaksi T merupakan transaksi flat yang melibatkan operasi-operasi terhapdap objekobjek pada server X, Y, dan Z. Sebuah flat transaction melengkapi tiap-tiap requestnya sebelum bernangkat ke ke transaksi selanjutnya. Oleh karenanya, tipa-tiap trnasaksi mengakses objek server secara sekuensial. Ketika sebuah server dikunci, maka transaksi hanya bisa menunggu satu objek saja pada satu waktu. Pada nested transaction, transaksi yang berada pada level atas dapat membuka beberapa sub-transaksi dan tiap-tiap sub-transaksi tersebut dapat juga membuka sub-transaksi lagi seterusnya sampai beberapa tingkat. Gambar 1.2 menunjukkan trnasaksi klien T yang membuka dua sub transaksi T1 dan T2, yang mengakses objek pada server X dan Y. Sub-transaksi T1 dan T2 tersebut membuka sub-transaksi lagi, yakni T11, T12, T21, dan T22 yagn mengakses objek pada server M, N, dan P. Dalam kasus transakasi bertingka seperti ini, sub transaksi yang berada pada level yang sama dapat berjalan secara serrempak (konkuren), sehingga T1 dan T2 konkuren, dan karena mereka melibatkan objek pada server yang berbeda,

Sunu Wibirama~ - Teknik Elektro UGM
Algoritma dan Struktur Data 2 - Teknik Elektro UGM
Metode Penulisan Ilmiah - Teknik Elektro UGM - Universitas Gadjah ...
Dinamika Kurikulum Program Sarjana TEKNIK ELEKTRO INSTITUT ...
Teknik Elektro - Universitas Sumatera Utara
Kondisi Energi Primer (Minyak dan Gas) Indonesia - Teknik Elektro ...
IP Security Group Presentation - Teknik Elektro UGM
Aspek Finansial Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan ...
Media Gambar Teknik
teknik pembuatan benang dan pembuatan kain jilid 2 smk
teknik pemanfaatan tenaga listrik jilid 1
teknik penyiaran dan produksi program radio, televisi dan film jilid 2
Teknik Produksi Mesin Industri(Jilid 2).edt.indd - Bursa Open Source
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN JILID 1 Untuk SMK
Teknik Transmisi Tenaga Listrik(Jilid2).Edt.indd
Prinsip dasar pemilihan katalis - Teknik Kimia UNDIP
Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik(Jilid3).Edt.indd OK.indd
Teknik Produksi Mesin Industri(Jilid 3).edt.indd