Isu-isu utama pada Pengaturan Jaringan (Network ... - Sharing
Isu-isu utama pada Pengaturan Jaringan (Network ... - Sharing
Isu-isu utama pada Pengaturan Jaringan (Network ... - Sharing
Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!
Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.
<strong>Isu</strong>-<strong>isu</strong> <strong>utama</strong> <strong>pada</strong> <strong>Pengaturan</strong> <strong>Jaringan</strong> (<strong>Network</strong><br />
Management)<br />
Deris Stiawan (Dosen Jurusan Sistem Komputer FASILKOM UNSRI)<br />
Sebuah Pemikiran, <strong>Sharing</strong>, Ide Pengetahuan, Penelitian<br />
Pendahuluan ...<br />
Kebutuhan akan komunikasi data saat ini sangat dibutuhkan untuk terhubung dengan kantor<br />
cabang, para pagawai atau rekan bisnis lainya. Karena dengan ketersediaan informasi yang<br />
akurat, cepat dan murah dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan. Kebutuhan akan system<br />
informasi yang terintegrasi saat ini sangat mendesak, dikarenakan dengan system ini maka<br />
suatu informasi dapat bernilai guna yang <strong>pada</strong> akhirnya dapat meningkatkan kredibilitas di<br />
mata pelanggan. Untuk mendukung segala keputusan tingkat manajemen, suatu perusahaan<br />
sangat tergantung dari informasi yang tepat, akurat dan cepat dimana informasi ini dapat<br />
bermanfaat bagi manajemen untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Untuk itu<br />
dibutuhkan suatu jaringan komunikasi yang baik agar pihak manajemen tidak salah mengambil<br />
keputusan.<br />
Gambar 1. Faktor-faktor yang sering menyebabkan<br />
network down (sumber cisco.com)<br />
<strong>Network</strong> Management 1
Seperti yang terlihat dari gambar 1, ada beberapa faktor yang menyebabkan internetworking<br />
infrastructure sering failure yang berakibat terganggunya layanan ke<strong>pada</strong> user, untuk itu saat<br />
ini dibutukan suatu mekanisme pengaturan jaringan (management network) agar kondisi<br />
“kesehatan” internetwork terjaga dan secepatnya akan diketahui jika akan terjadi downtime,<br />
karena hal ini sangat berkaitan erat dengan layanan yang diberikan.<br />
Gambar 2. Enterprise Design (sumber cisco.com)<br />
Saat ini sangat dibutuhkan solusi network yang reliabilitasnya mencapai 100% uptime tanpa<br />
down. Dahulu kebutuhan network down zero time hanya dicapai oleh perusahaan yang<br />
menggunakan IT secara significant seperti banking, dan provider telco, namun seiring<br />
kebutuhan zaman, saat ini tidak adalagi perusahaan atau pengguna jasa telco yang<br />
menginginkan networknya down. Pada saat sebuah enterprise company merancang atau<br />
mengintegrasikan internetworking dari pusat ke cabangnya pastilah terdapat banyak perangkatperangkat<br />
jaringan yang berada di <strong>Network</strong> Operating Center (NOC) yang harus tetap dimonitor<br />
dan dikontrol. Ini juga berlaku untuk perusahaan yang layanannya diakses oleh banyak<br />
penggguna, seperti perbankan, provider, dan sebagainya. Biasanya yang bertugas untuk<br />
memonitor operasi ini disebut team <strong>Network</strong> Monitoring Center (NMC).<br />
<strong>Network</strong> Management 2
Dengan banyaknya perangkat-perangkat jaringan di sistem internetwork kita seperti <strong>pada</strong><br />
gambar 2 dan gambar 3, maka dibutuhkan suatu mekanisme monitoring jaringan tersebut agar<br />
reliability dan availability terjaga dan dapat secara dini diketahui anomaly atau terputusnya<br />
jaringan tersebut. Untuk peningkatan layanan dan jaminan Service Level Guarantee atau<br />
Agreement dibutuhkan management jaringan yang matang.<br />
Gambar 3. contoh cisco AVVID Arsitektur (sumber cisco.com)<br />
Dengan semakin Integrasinya banyak sistem baik dalam satu solusi dari vendor tertentu atau<br />
banyak standar sistem dari berbagai vendor yang membentuk suatu heterogen network yang<br />
kompleks seperti <strong>pada</strong> gambar 3, sangat dibutuhkan suatu mekanisme monitoring dan<br />
manajemen internetworking agar kehandalan sistem tetap terjaga.<br />
semakin berkembangnya dan bayaknya perangkat-perangkat internetwork di pasaran, menuntut<br />
para pengguna untuk dapat mengintegrasikannya kedalam sebuah manajemen yang terstruktur<br />
hingga data dapat diambil atau digunakan sampai ke ujung user. Dengan semakin “intelligent”<br />
nya jaringan saat ini ada beberapa manfaat yang mendasar ;<br />
<strong>Network</strong> Management 3
• Infrastruktur yang aman, dapat secara dini mendeteksi adanya threats yang membahayakan<br />
infrastruktur kita, baik dari sisi luar atau infrastrukturnya<br />
• Cepat dalam pembangunan layanan dan applikasi, integrasi, sistem yang modular dan<br />
pengaturan dapat mengurangi integrasi dari banyak sistem<br />
• Mengurangi kerumitan dan rendahnya Total Cost Ownership (TCO), kemampuan baru dan<br />
semakin mudahnya teknologi untuk di integrasikan<br />
Kehandalan sistem ...<br />
Pada saat membicarakan tentang kehandalan atau Reliability suatu sistem (infrastruktur<br />
network atau perangkat jaringan pendukung) Faktor <strong>utama</strong> yang mempengaruhinya adalah<br />
ketersediaan (Availability), Kinerja (Performance) dan keamanan (Security).<br />
Availability, ketersediaan suatu sistem / layanan harus tetap terjaga 24 jam nonstop tanpa<br />
henti dengan tidak dipengaruhi oleh cuaca, jam kerja, hari libur, cuti karyawan, listrik <strong>pada</strong>m,<br />
dan sebagainya, dimana Layanan dan sumber daya harus dapat diberikan tanpa henti. Beberapa<br />
yang sering terjadi misalnya,<br />
• karena hari libur nasional (lebaran, natalan atau libur akhir tahun) layanan server farm (db,<br />
mail, web, dan sebagainya) tidak dapat diakses karena server hang dan staff EDP IT tidak<br />
ada di tempat.<br />
• Akses ke server lancar jika dilakukan diatas jam 19.00 malam <strong>pada</strong> saat “peek akses<br />
rendah” <strong>pada</strong>hal jam kantor sampai jam 17.00, lalu siapa yang akan mengakses jam 19.00<br />
malam ?<br />
• Koneksi ke server farm sering down dan mengalami latency tinggi yang sering terjadi <strong>pada</strong><br />
saat hari hujan atau berawan karena lastmile ke NOC menggunakan perangkat wireless<br />
yang tidak reliable dengan perubahan cuaca.<br />
• Layanan terganggu <strong>pada</strong> saat pasokan listrik dari PLN down dalam waktu lama.<br />
<strong>Network</strong> Management 4
Performance, Kinerja dari sistem / layanan sangat dipengaruhi oleh perangkat / devices yang<br />
digunakan, dari perangkat core, distribution, access harus terjaga jangan sampai terjadi failure<br />
dan menyebabkan downtime karena masalah-masalah klasik seperti uncompatible, crash, hang,<br />
kurangnya support hardware dan layanan teknis, dan sebagainya. Kejadian yang sering terjadi<br />
menyangkut masalah performance, seperti ;<br />
• Router yang tidak handal karena menggunakan seri yang tidak mensupport “routing” paket<br />
yang besar dan tinggi dalam satu waktu<br />
• Spesifikasi Server yang standar yang menyebabkan proses “handshake” layanan send dan<br />
receive terganggu karena tingginya request dari user yang menyebabkan server kewalahan<br />
• Missconfig perangkat yang menyebabkan kinerja perangkat tidak optimal ter<strong>utama</strong><br />
perangkat yang memerlukan setting command yang unik.<br />
• Menggunakan suatu layanan yang tidak tepat, misalnya dijaringan dengan traffic yang tinggi<br />
masih menggunakan ethernet atau fastethernet, penggunaan bandwidth yang kecil <strong>pada</strong>hal<br />
akses ke layanan sangat tinggi.<br />
Security, percuma perangkat yang mahal dengan ketersediaan terjamin dan kinerja baik tetapi<br />
tidak aman, keamanan menyangkut masalah privacy dan masalah ini sangat sensitif karena<br />
tidak ada sistem yang aman selagi masih dibuat tangan manusia, sistem yang dibangun hanya<br />
bisa ditingkatkan keamanannya dari satu level ke level lainnya. Beberapa pendapat yang klasik<br />
yang sering muncul, misalnya ;<br />
• Suatu perusahaan memberikan informasi bahwa sistem keamanan firewallnya telah<br />
menggunakan sistem yang berlapis dan perangkat yang terbaru<br />
• Para manager berkata “kami mempunyai team yang tangguh dalam masalah serangan<br />
hacker” dan bekerja tanpa henti memantau jaringan<br />
• Informasi yang di publish di Internet adalah informasi yang umum dan bukan masalah<br />
rahasia perusahaan<br />
• Semua orang di Internet “berhati mulia” dan tidak ada yang berniat untuk merusak<br />
• Masih menggunakan konfigurasi dan password yang lemah dan default<br />
• Dengan gampangnya sistem keamanan dapat dijebol karena sistem yang banyak<br />
vurnerability<br />
<strong>Network</strong> Management 5
Saat ini Enterprise Internetwork Design dituntut untuk dapat mendukung arah kebijakan dari<br />
perusahaan dan dituntut untuk semakin rendahnya Total Cost Ownership (TCO) dan<br />
meningkatkan profit dengan membantu proses alur bisnis yang <strong>pada</strong> akhirnya akan membuat<br />
produktivitas meningkat dan membuat differensiasi pasar dengan produknya. Dengan jaminan<br />
kehandalan sistem maka “loyalitas” user akan terjaga. Tidak semua penyedia jasa dapat<br />
memberikan Reliability 100%, karena kehandalan sangat banyak faktor yang mempengaruhinya,<br />
maka timbulah solusi-solusi seperti Load Balancing Systems yang mengabungkan dua atau lebih<br />
layanan dari penyedia jasa.<br />
Sisi Teknis ...<br />
Protocol <strong>Jaringan</strong> SNMP<br />
Pada saat banyakya perangkat network yang digunakan dibutuhkan suatu mekanisme<br />
monitoring jaringan yang didesain untuk memantau status koneksi LAN / WAN dan memastikan<br />
perangkat-perangkat tersebut dalam kondisi normal dan aktif, melihat statistik dalam bentuk<br />
grafik, pengecekan kondisi signal masalah yang akan muncul atau dapat memantau paket data<br />
yang lewat di trafik jaringan.<br />
Simple <strong>Network</strong> Management Protocol (SNMP), sebuah protocol yang digunakan sebagai standar<br />
untuk melakukan pengaturan perangkat-perangkat jaringan. Dengan bantuan tools / daemon<br />
lain dapat Mengumpulkan dan memanipulasi informasi network dengan mengumpulkan<br />
informasi baseline dengan interval waktu tertentu. SNMP dapat digunakan untuk<br />
mengonfigurasi device yang jauh, memantau unjuk kerja jaringan, mendeteksi kesalahan<br />
jaringan atau akses yang tidak cocok, dan mengaudit pemakaian jaringan.<br />
Terdapat 3 konsep dasar <strong>pada</strong> SNMP, yaitu : manager, agent, dan management information<br />
based (MIB). Pada beberapa konfigurasi di titik manager menjalankan suatu software<br />
management, dimana perangkat yang dapat dimanage seperti bridges, routers, servers dan<br />
workstations yang dapat integrasikan dengan sebuah modul software agent. Agent pertanggung<br />
jawab untuk menyediakan akses ke lokal MIB dari object resources dan aktivitas node tersebut.<br />
Agen tersebut juga akan bereaksi terhadap perintah manager untuk mendapat kembali nilainilai<br />
dari MIB dan untuk menetapkan nilai-nilai di dalam MIB. Satu contoh dari suatu obyek<br />
didapat kembali dari suatu perhitungan dari banyaknya paket-paket pengirim dan penerima<br />
<strong>pada</strong> sebuah node. Manager dapat memonitor nilai yang diload <strong>pada</strong> jaringan tersebut.<br />
<strong>Network</strong> Management 6
Software Agent berada <strong>pada</strong> di devices tersebut, beberapa agent menerima pesan yang masuk<br />
dari manager, pesan permintaan tersebut di baca atau ditulis <strong>pada</strong> data device tersebut. Agent<br />
akan mengirimkan kembali respon yang diterima, dimana agent tidak harus menunggu untuk<br />
bertanya tentang sebuah informasi. Namun <strong>pada</strong> beberapa kasus tertentu agent akan<br />
mengirimkan sebuah pesan notifikasi untuk melakukan trap ke satu atau lebih manager.<br />
Software Management <strong>pada</strong> sebuah station management akan mengirimkan pesan request ke<br />
agent dan menerima respon dan trap dari agent. Protocol UDP yang biasa digunakan sebagai<br />
pembawa paket tersebut dengan karakteristiknya yang hemat dengan bandwidth, namun<br />
protocol pembawa lainnya juga dapat digunakan.<br />
Gambar 4. Interaksi antara manager dan agent (Sidnie Feit : 32)<br />
<strong>Network</strong> Management 7
• Ex : MRTG (Multi Router Traffic Graph) yang memungkinkan kita dapat mencapture traffic<br />
pemakaian <strong>pada</strong> perangkat yang support SNMP<br />
• Net-SNMP (http://net-snmp.sourceforge.net/)<br />
Gambar 5. contoh screenshot daemon yang menggunakan SNMP<br />
Setiap vendor pembuat devices jaringan mempunyai karakteristik dalam membuat<br />
perangkatnya (tergantung dari layernya), setiap standar tersebut harus bisa terhubung dengan<br />
baik ke IANA Standar. Karakteristik peralatannya tersebut harus dapat mendifinisikan<br />
Jaminan Layanan...<br />
Dengan ketatnya persaingan saat ini, ter<strong>utama</strong> di penyedia layanan maka Jaminan layanan<br />
ke<strong>pada</strong> customer harus dijaga, para perusahaan sangat konsen <strong>pada</strong> “area” ini dengan<br />
munculnya penggunaan seperti Call Center dan ticketing systems, Hotline, HelpDesk,<br />
Preventive Monitoring, Report setiap bulan, sampai dengan menyiapkan team khusus yang<br />
berjaga 24 jam memantau kualitas layanan baik dari sisi infrastruktur atau content yang<br />
merupakan bagian dari sistem Customer Relationship Management (CRM).<br />
<strong>Network</strong> Management 8
Gambar 6. prosentase customer satisfaction (sumber packet magazine)<br />
Seperti <strong>pada</strong> data yang didapat dari packet magazine cisco <strong>pada</strong> gambar 6 diatas, bahwa<br />
reputasi yang buruk menjadi faktor yang paling besar dalam tingkat kepercayaan <strong>pada</strong><br />
penyedia jasa. Apalagi dengan persaingan sekarang yang sangat sensitif yaitu masalah harga<br />
yang dijual ke user, banyak para penyedia jasa (telco / service provider) saat ini tidak hanya<br />
menjual produk tapi juga diimbangi dengan jaminan layanan yang prima.<br />
Jaminan tersebut akan tertuang dalam sebuah Service Level Aggreament (SLA) atau Guarantee<br />
(SLG), yang akan disepakati oleh kedua pihak yang tertuang dalam persentase seperti ;<br />
• permasalahan jaminan akses dalam satu bulan,<br />
• lamanya waktu respon <strong>pada</strong> saat downtime,<br />
• bagaimana jika backbone failure,<br />
• tindakan preventive pencegahan failure,<br />
• deteksi informasi secara dini terjadinya failure,<br />
• report Perfomance network,<br />
• Jaminan Help Desk & kontak teknis<br />
• analisa kegagalan sistem<br />
• perhitungan restitusi <strong>pada</strong> saat failure time<br />
• dan lain-lain<br />
Agar jaminan layanan terjaga, dibutuhkan suatu “pendekatan” untuk mengimplementasikan<br />
network management ini, diantaranya Perencanaan, Provisoning dan Troubleshooting,<br />
<strong>Network</strong> Management 9
Bahan Bacaan<br />
_________, Architecting for business Productivity, 2002, cisco.com<br />
_________, Architecting for e-business, 2001, cisco.com<br />
Dennis Drogsets, The new management Landscape, Packet Magazine, Third Quarter 2002,<br />
Volume 14 No. 3<br />
Don Kuenz, 1999, “Introduction SNMP”, Inside Solaris, may 1999, Proquest Computing<br />
Efraim Tubran, Ephraim Mclean, James Wetherbe, 2001, “Information Technology For<br />
Management” , John Willey & Sons, USA.<br />
James E. Goldman, Philips T. Rawless,2001, “ Applied Data Communications, a business<br />
oriented approach “, John Willey & Sons, USA.<br />
Mani Subramanian, 2000, “<strong>Network</strong> Management: an Introductions to principals and practice”,<br />
Addison-wesley, USA<br />
Sidnie Feit,1995, “A Guide to <strong>Network</strong> Management SNMP” McGraw-Hill, USA<br />
Wiliam Stalling, Security Comes to SNMP: The New SNMPv3 Proposed Internet Standards, 1998,<br />
The Internet Protocol Journal<br />
Vijay Krishnamoorthy, Cisco AutoQoS: A New Paradigm for Automating the Delivery of<br />
<strong>Network</strong> Quality of Service, 2002, cisco.com<br />
<strong>Network</strong> Management 10