Laporan Harian 24 Oktober 2009 - BNPB

bnpb.go.id

Laporan Harian 24 Oktober 2009 - BNPB

.

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

( B N P B )

JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia

Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500

Email : posko@bnpb.go.id

Website : http://www.bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB

Sabtu, 24 Oktober 2009

Hari Jum,at, 23 Oktober 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Sabtu, 24 Oktober 2009 pukul 08.00

WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh

Pusdalops BNPB sebagai berikut :

I. Gempa Bumi di Sumatera

A. Kejadian

2. Jenis Kejadian : Gempa Bumi Tektonik

3. Waktu Kejadian : Rabu, 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB

4. Lokasi Kejadian : Provinsi Sumatera Barat

5. Pusat Gempa : Gempa berkekuatan 7,6 SR dengan pusat gempa dikedalaman

71 Km pada koordinat 0,84 LS–99.65 BT (57 km barat daya

Pariaman - SUMBAR). Gempa tersebut tidak berpotensi

tsunami.

6. Gempa dirasakan : Jakarta II MMI, Pekan Baru II-III MMI, Bukit Tinggi III-IV

MMI, Bengkulu III-IV MMI, Tapanuli Selatan III-IV MMI,

Muko-Muko III-IV MMI, Sibolga IV MMI, Gunung Sitoli IV

MMI, Padang VI-VII MMI, Liwa III-IV MMI, Duri - Riau II-III

MMI, Singapura II-III MMI dan Malaysia II-III MMI.

1


B. Kondisi Mutakhir

1. Korban jiwa

NO LOKASI

KORBAN JIWA

Hilang Meninggal Luka Berat Luka Ringan Mengungsi

Kelompok I

1Kota Padang 2 313 431 771 ‐

2Kota Pariaman ‐ 32 148 278 ‐

3Kota Bukit Tinggi ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

4Kota Solok ‐ 3 ‐ ‐ ‐

5Kota Padang Panjang ‐ ‐ 6 14 ‐

6Kab. Padang Pariaman ‐ 675 527 528 ‐

7Kab. Agam ‐ 80 90 47 ‐

8Kab. Solok ‐ ‐ ‐ 5 ‐

9Kab. Pasaman ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

10 Kab. Pasaman Barat ‐ 5 5 25 ‐

11 Kab. Pesisir Selatan ‐ 9 7 20 ‐

JUMLAH I 2 1,117 1,214 1,688 ‐

Kelompok II

12 Kota Payakumbuh ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

13 Kota Sawah Lunto ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

14 Kab. Tanah Datar ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

15 Kab. Kepulauan Mentawai ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

16 Kab. Lima Puluh Kota ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

17 Kab. Darmasraya ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

18 Kab. Sijunjung ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

19 Kab. Solok Selatan ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

JUMLAH II ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

JUMLAH TOTAL 2 1,117 1,214 1,688 ‐

Sumber : Satkorlak PB Prov. Sumatera Barat tanggal 14 Oktober 2009 pukul 20.00 WIB

2


2. Kerusakan

LOKASI

SARANA PRASARANA

RUMAH

Pendidikan Kesehatan Kantor Jalan Jembatan

Irigasi Ibadah Pasar

RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR

Kelompok I

Kota Padang 37,587 38,485 40,406 1,606 1,038 903 9 10 2 59 19 14 8 22 ‐ 8 19 3 15 ‐ ‐ 238 211 169 5 10 5

Kota Pariaman 8,619 1,633 13,376 92 101 22 9 12 16 45 9 9 ‐ ‐ 19 1 ‐ 13 8 ‐ ‐ 94 72 39 ‐ 1 ‐

Kab. Padang Pariaman 70,833 12,630 4,442 257 87 31 ‐ ‐ ‐ 104 32 9 135 33 23 ‐ ‐ ‐ 47 ‐ 11 418 748 225 15 ‐ ‐

Kab. Agam 12,634 3,653 4,285 114 77 65 12 9 8 16 5 5 16 1 ‐ 5 ‐ ‐ 52 ‐ ‐ 161 92 97 ‐ 1 ‐

JUMLAH I 129,673 56,401 62,509 2,069 1,303 1,021 30 31 26 224 65 37 159 56 42 14 19 16 122 ‐ 11 911 1,123 530 20 12 5

Kelompok II

Kota Padang Panjang 17 164 413 23 41 26 ‐ 5 1 1 6 6 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 4 ‐ 6 9 9 ‐ 3 4

Kab. Solok 145 243 357 3 36 28 ‐ ‐ 5 7 2 24 7 3 1 1 ‐ 1 1 3 8 6 15 8 1 ‐ ‐

Kab. Pasaman 171 ‐ 920 1 ‐ 13 ‐ 1 2 ‐ ‐ 1 ‐ ‐ 5 ‐ ‐ ‐ ‐ 37 6 8 ‐ 22 ‐ ‐ ‐

Kab. Pasaman Barat 3,240 3,046 2,862 27 16 1 1 6 4 1 ‐ 1 ‐ 2 ‐ ‐ 9 ‐ ‐ 31 ‐ 53 2 38 ‐ 1 ‐

Kab. Pesisir Selatan 2,173 5,410 11,388 29 43 34 11 7 14 7 10 33 12 2 1 6 2 ‐ 9 31 ‐ 11 50 36 28 ‐ 11

JUMLAH II 5,746 8,863 15,940 83 136 102 12 19 26 16 18 65 19 7 7 7 11 1 10 106 14 84 76 113 29 4 15

Kelompok III

Kota Bukit Tinggi ‐ ‐ 50 ‐ 6 8 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 3 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 8 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

Kota Solok ‐ ‐ ‐ 3 2 4 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

Kab. Tanah Datar 29 116 105 5 ‐ 4 4 ‐ ‐ 1 ‐ ‐ ‐ ‐ 2 ‐ ‐ ‐ ‐ 18 ‐ 8 ‐ 6 ‐ ‐ ‐

Kab. Kepulauan Mentawai ‐ ‐ ‐ 4 2 ‐ 1 ‐ ‐ 13 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 11 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

JUMLAH III 29 116 155 12 8 14 9 ‐ ‐ 14 ‐ 3 ‐ ‐ 2 ‐ ‐ ‐ 11 26 ‐ 8 ‐ 6 ‐ ‐ ‐

Kelompok IV

Kota Payakumbuh ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

Kota Sawah Lunto ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

Kab. Lima Puluh Kota ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 9 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

Kab. Darmasraya ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

Kab. Sijunjung ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 4 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

Kab. Solok Selatan ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 3 2 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

JUMLAH IV ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 4 12 2 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐

JUMLAH TOTAL 135,448 65,380 78,604 2,164 1,447 1,137 51 50 52 254 83 105 178 63 51 21 30 17 147 144 27 1,003 1,199 649 49 16 20

KERUSAKAN

Sumber : Satkorlak PB Prov. Sumatera Barat per Rabu, 14 Oktober 2009 pukul 20.00 WIB, Ket : RB = Rusak Berat RS = Rusak Sedang RR = Rusak Ringan

3


C. Upaya Penanganan Upaya Penanganan

1. Pada Hari Minggu, 25 Oktober 2009 Menko Kesra akan melakukan kunjungan kerja ke Prov.

Sumatera Barat.

2. Mulai Hari Jumat, 23 Oktober 2009, hanggar Bandara Internasional Minangkabau akan

digunakan untuk embarkasi pemberangkatan jemaah haji selama 40 hari sehingga bantuanbantuan

yang masuk ke Sumatera Barat melalui udara harus segera didorong ke Posko

Terpadu Rumah Gubernur atau didistribusikan ke tiap kabupaten/kota. Bantuan menggunakan

pesawat militer akan melalui Tabing dan bantuan menggunakan non pesawat militer tetap

melalui BIM.

3. Bantuan Uang Lauk Pauk (ULP) tahap 1 dan 2 telah disalurkan 100% ke tiap kabupaten/kota

yang terkena dampak bencana.

4. Pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas telah mencapai 95%. Pasien rawat inap

korban bencana masih 80 orang.

5. Kegiatan perbankan telah berjalan 100% dan perdagangan (fungsi pasar) mencapai 80%.

6. Akibat hujan deras, telah terjadi longsor di Kab. Agam Kec. Tanjung Raya Nagari Tanjung Sani

– Sungai Tampang yang mengakibatkan pengungsi 868 KK (± 3.000 jiwa). Rekomendasi Tim

ESDM agar penduduk di lokasi tersebut di relokasi.

7. Kebutuhan tenda akan dipenuhi PMI.

8. Tim ESDM ditugaskan untuk meneliti lokasi-lokasi tempat relokasi dan memberikan sosialisasia

kepada masyarakat.

9. Tugas perbantuan TNI dan Polri masih terus berlangsung.

10. Telah dilakukan pengamanan jalur transportasi yang rawan longsor apabila terjadi longsor.

11. KRI Teluk Sibolga akan merapat di Teluk Bayur dengan membawa bantuan seberat 80 ton dan

direncanakan bantuan tersebut akan didistribusikan langung ke kabupaten/kota yang terkena

bencana.

12. Helikopter PMI masih melakukan distribusi bantuan.

13. Pembersihan puing dilanjutkan melalui beberapa pola dengan perbantuan dari UNDP, swasta,

TNI, Polri, dan masyarakat.

14. Pembangungan hunian sementara selain tenda dari berbagai lembaga donor dilaksanakan

secara gotong royong berupa rumah darurat untuk keluarga, diutamakan untuk kelompok

rentan dan daerah-daerah yang terpencil dengan kriteria-kriteria yang telah disepakati oleh

cluster huntara dengan nilai 2-3 juta.

15. Pelayanan air bersih tetap menggunakan mobil tangki air sambil tetap dilaksanakan perbaikanperbaikan

jaringan air bersih yang rusak.

D. Tantangan

1. Proses tanggap darurat harus melihat kriteria yang dapat diukur untuk dapat beralih ke

tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

2. Validasi data kerusakan sebagai dasar verifikasi untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

3. Pembersihan puing dan perbaikan darurat.

4. Kerusakan kantor-kantor pemerintah dan fasilitas umum lainnya.

E. Kebutuhan

Tenda

F. Rencana Ke Depan

1. Percepatan masa tanggap darurat harus dengan indikator capaian yang jelas sesuai UU

24/2007. Kegiatan tanggap darurat saat ini difokuskan untuk mencapai indikator tersebut.

2. Menyusun rencana/skema rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan ekonomi dan

infrastruktur yang rusak

3. Meneruskan pembersihan puing.

4. Sosialisasi DaLA dalam rangka verifikasi data kerusakan dan kerugian

5. Pelatihan tukang/mandor dan pendamping

6. Penyiapan Pendanaan

7. Pada tanggal 18 Oktober 2009 sebanyak 4 buah Helikopter milik TNI telah di serahkan kembali

ke Kodam mengingat sudah tidak ada lagi daerah terisolir, TNI dan POLRI siap membantu

distribusii logistik melalui darat, sedangkan helikopter milik Polri sementara ini masih

dioperasikan sampai tanggal 21 Oktober 2009.

4


II.

PROVINSI JAMBI

A. Kejadian

1. Jenis Kejadian : Gempa Bumi

2. Waktu Kejadian : Kamis, 1 Oktober 2009 pukul 08:52:29 WIB

3. Lokasi Kejadian : Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi

4. Pusat Gempa : Gempa berkekuatan 7,0 SR kedalaman 10 Km pada koordinat

2.44 LS – 101.59 BT (46 KM Tenggara Sungai Penuh - jambi).

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

B. Kondisi Mutakhir Dampak Bencana

Korban dan kerusakan akibat gempa terjadi di dua kecamatan (Gunung Raya dan Batang

Berangin) di Kabupaten Kerinci.

1. Kab. Kerinci

a. Korban jiwa

- Meninggal : 3 orang

- Luka berat : 12 orang

- Luka ringan : 14 orang

- 1.382 kk / 6.310 jiwa terkena dampak.

b. Kerusakan

- Rumah : 1.382 unit (59 unit rusak total, 474 rusak berat dan 849

unit rusak ringan)

- Tempat Ibadah : 20 unit

- Sarana kesehatan : 2 unit

- Sarana pendidikan : 11 unit

2. Kab. Merangin

a. Korban jiwa

- Meninggal : Tidak ada

- Luka luka-luka : Tidak ada

- 127 kk / 722 jiwa terkena dampak

b. Kerusakan

- Rumah : 127 unit (3 unit rusak total, 99 rusak berat dan 25 rusak

ringan)

5


- Tempat Ibadah : 4 unit

- Sarana pendidikan : 12 unit

- Fasilitas umum : 16 unit

- Jalan raya ± 30 m terputus.

C. Upaya Penanganan

1. Gubernur Jambi, Danrem, Kapolda dan unsur Muspida mengunjungi lokasi bencana dan

telah memberikan logistik permakanan dan selimut.

2. Gubernur Jambi memberikan bantuan uang tunai untuk Kab. Kerinci sebesar Rp.

1.000.000.000; (satu miliyar rupiah) dan untuk Kab. Merangin Rp. 300.000.000; ( tiga

ratus juta rupiah ).

3. Provinsi Jambi telah menyalurkan bantuan dari Kab. Sorolangun, Bungo, Tanjung Jabung

Barat, Tebo, Merangin, Batanghari, Muaro Jambi, Kota Jambi, dan Sungai penuh.

4. Telah mendirikan dapur umum dan pelayanan kesehatan.

5. Dinas PU telah menurunkan alat berat ke lokasi bencana.

Sumber : Kesbang Linmas Prov. Jambi dan Kodim 0417/Kerinci

III. Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

A. Kondisi Terkini

1. Hari Kamis, 23 Oktober 2009 posko BNPB menerima data informasi adanya titik

panas/hotspot yang ada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berikut adalah data hotspot /

titik panas dan kondisi cuaca secara umum :

Daerah

Jumlah Hot

Spot *)

Kondisi

Cuaca **)

SUMATERA

Sumatera Utara - Hujan Sedang

Riau 4 Hujan Ringan

Jambi 11 Hujan Ringan

Sumatera Selatan 8 Hujan Ringan

KALIMANTAN

Kalimantan Barat - Hujan Ringan

Kalimantan Selatan - Hujan Ringan

Kalimantan Tengah - Hujan Ringan

Kalimantan Timur 2 Hujan Ringan

*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)

** Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

2. Jarak pandang (visibility) pada hari Jum’at, 23 Oktober 2009 di beberapa kota di Sumatera

dan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut:

Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00

SUMATERA

Medan 8.000 m 10.000 m 10.000 m 8.000 m

Pekanbaru 7.000 m 8.000 m 8.000 m 7.000 m

Jambi 2.500 m 10.000 m 12.000 m tad

Palembang 3.000 m 10.000 m tad 10.000 m

KALIMANTAN

Pontianak 8.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m

Banjarmasin 5.000 m 4.000 m 8.000 m 10.000 m

Palangkaraya 6.000 m 9.000 m 10.000 m 11.000 m

Samarinda 8.000 m 10.000 m 10.000 m 8.000 m

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

6


3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 23 - 25 Oktober 2009, wilayah Sumatera dan

Kalimantan diperkirakan mempunyai :

a. Potensi kebakaran dengan peluang Tinggi terdapat di wilayah NAD, Sumut, Riau,

Sumbar, Jambi, Sumsel, Jambi, Lampung, Kalteng, Kalbar, Kaltim dan Kalsel.

b. Potensi kebakaran dengan peluang Sangat Tinggi terdapat di Sumatra wilayah NAD,

Sumut, Riau, Sumbar, Sumsel, Jambi, Babel dan Lampung sedangkan di wilayah

kalimantan terdapat di Kaltim, Kalteng dan Kalsel.

4. Tanda panah menunjukkan arah penjalaran asap pada level ketinggian 50 meter.

Prakiraan penjalaran asap sampai dengan tanggal 25 Oktober 2009 pukul 07.00 WIB,

diwilayah Riau arahnya menuju Barat – Timur Laut sampai ke Riau, di wilayah Jambi

arahnya menuju Barat – Timur Laut sampai ke Riau, di wilayah Sumsel arahnya menuju

Barat Daya – Barat Laut sampai ke Bengkulu, di wilayah Kalteng arahnya menuju Barat

Daya– Barat sampai ke Kalteng bagian selatan di wilayah Kaltim aranya menuju Timur

Laut - Timur sampai ke Pesisir Timur kaltim, selat Makasar dan Laut Sulawesi

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

B. Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

1. Sampai saat ini Tim BNPB tetap berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan BMKG,

BKSDA, Kepala Bandara, TNI AU, BLHD, dan BPPT untuk memantau perkembangan titik

panas (hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari serta evaluasi rutin terhadap

upaya perkembangan TMC yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2009.

2. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, TNI, Kepolisian

dan instansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan

kondisi titik panas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di

wilayah Sumatera dan Kalimantan.

3. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupaya

untuk menyiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini

dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

4. Dinas Kehutanan Prov. Riau menyiagakan 60 personil untuk melakukan pemadaman api.

5. Kodam V Tanjungpura menyiagakan pasukannya guna membantu upaya Pemerintah Daerah

memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di Propinsi Kalimantan

Tengah. 6 Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat, Kabupaten

Kapuas, Kabupaten Barito selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakan sebanyak 1

pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI. Sebagai Komandan Penanganan Darurat adalah

Komandan Korem, dengan posko Bandara Cilik Riwut.

6. Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan Kantor SARNAS Prov. Kalimantan Barat telah melakukan

upaya antara lain :

- Meningkatkan kegiatan deteksi dini dan menyebarluaskan informasi dari hasil deteksi

dini berupa hotspot (titik panas) ke Kabupaten agar dapat di ambil tindakan yang cepat

dalam upaya pengendalian, yakni berupa pemadaman dini (anitial atack).

- Menghimbau kepada para pemegang HPH/HPHTI, agar meningkatkan kewaspadaan

dalam menghadapi musim kemarau, berupa mengintensifkan pengawasan/patroli dalam

wilayah kerja, penyuluhan serta mensiagakan sarana dan prasarana agar siap dapat

dimobilisasi apabila terjadi kebakaran.

- Melakukan penyuluhan dengan memberikan himbauan dengan pemasangan spanduk di

Kecamatan Rasau Jaya, Ambawang dan Sei Raya serta mengintensifkan

pengawasan/potroli.

- Kasi Ops REM 121 ABW, menyiagakan personil sebanyak 1 SSK untuk membantu Operasi

Lapangan dalam rangka pemadaman api.

- Kasi Reskrim Polda Kalimantan Barat menyiagakan 1 unit Helikopter untuk melakukan

pemantauan lokasi Kebakaran dan Hotspot / titik panas

- Kantor SARNAS Pontianak menyiagakan Tim Rescue SAR sebanyak 42 orang yang

tersebar di Pos Sintete Kab. Sambas, di Pos Kab. Ketapang, serta Shelter SAR Pontianak

30 orang ).

7. Satkorlak PB Prov. Kalteng menggunakan 1 unit pesawat CASA-200 TLE untuk melakukan

pemadaman lewat udara, dan 1 unit pesawat Kamov yang digunakan untuk melakukan

pengeboman api dengan menggunakan air di titik-titik sasaran operasi water bombing.

8. Saat ini di Kalimantan Tengah telah didirikan posko-posko Pasukan Penanggulangan Asap

antara lain ; Posko Satkorlak (Bandara Cilik Riwut), Posko Satlak (14 Kabupaten dan Kota),

Posko TNI-AU (Pangkalan Bun), Posko Pemda (Palangkaraya), Adpel (Bahaur, Sampit dan

Kumai), Pos AL (Sampit dan Kumai), Kodim TNI-AD (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota),

7


Yonif 631/Atg TNI-AD (masing-masing 1 SSK di Palangkaraya, Sampit dan Muara Teweh),

Polri (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Airud (masing-masing 1 tim di Bahaur, Teluk

Sampit dan Kumai), Manggala Agni (6 regu di Palangkaraya, 2 regu di K. Kapuas, 1 regu di P.

Pisau dan 1 regu di Sampit), Tim Serbu (2 regu di Pangkalan Bun, 2 regu di Muara Teweh, 20

regu di Palangkaraya dan 5 regu di P. Pisau).

9. Pada hari ini Kamis, 22 Oktober 2009 kondisi kabut asap di area bandara Tjilik Riwut mulai

terlihat, dan jarak pandang sudah kembali normal. Kondisi cuaca pada umumnya berawan

dan ada beberapa daerah yang kemungkinan akan terjadi turun hujan. Kegiatan yang

dilakukan Hally Knov melakukan bombing sebanyak 18 kali di Kapuas Area dan dilanjutkan

dengan brefing evaluasi kegiatan dan rencana kegiatan.

Sumber : Gubernur Prov. Kalbar, Dep. Kehutanan, Dishut Prov. Kalbar, Badan LH Kalteng, TRC BNPB

dan Meneg LH.

IV. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia

Saat ini ada 4 (empat) gunung api yang masih dinyatakan dalam status “Siaga” (Level III) yaitu :

A. Status Gunung Berapi

1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara

Berdasarkan analisis hasil pemantauan kegempaan dan visual dari 9 juni 2009 hingga

hari Jum’at, 23 Oktober 2009, pukul 06.00 WITA status kegiatan G. Api Karangetang

masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

2. Gunung Api Anak Krakatau di Kab. Lampung Selatan, Prov. Lampung

Sejak tanggal 6 Mei 2009 hingga hari Jum’at, 23 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status

kegiatan G. Api Krakatau masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

3. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara

Sejak tanggal 5 Agustus 2009 hingga hari Jum’at, 23 Oktober 2009, pukul 06.00 WIT

status kegiatan G. Api Ibu masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

4. Gunung Api Talang di Kab. Solok, Prov. Sumatera Barat

Sejak tanggal 17 Agustus 2009 hingga hari Jum’at, 23 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB

status kegiatan G. Api Talang masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

B. Rekomendasi

1. Masyarakat diharapkan tidak mendaki dan mendekati pulau gunung Anak Krakatau, G

ibu, G. Karangetang, G. Talang dan G. Kaba dalam radius 2 km dari kawah Gunung

2. Masyarakat di sekitar G. Api Karangetang, G. Anak Krakatau, G Ibu dan G. Talang

dihimbau agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat

dipertanggungjawabkan, selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB

setempat.

3. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutup

hidung) untuk mengantisipasi dampak hujan abu.

4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu berkoordinasi dengan

BNPB, Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan

gunung api tersebut.

Sumber : Pusat Vulkanologi dan Miitigasi Bencana Geologi.

V. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK

Data informasi Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK hari Jum’at, 23 Oktober 2009 dilaporkan

sebagai berikut :

NO

L0KASI

Pagi

(00.05 – 12.00)

C U A C A

Siang

(12.05 – 18.00)

Malam

(18.05 – 24.00)

1 Jakarta Pusat Berawan Berawan Berawan

2 Jakarta Utara Berawan Berawan Berawan

3 Jakarta Selatan Berawan Hujan ringan Hujan ringan

4 Jakarta Timur Berawan Berawan Berawan

5 Jakarta Barat Berawan Hujan ringan Berawan

6 Kep. Seribu Berawan Berawan Berawan

7 Bogor Berawan Hujan sedang Hujan ringan

8 Tangerang Berawan Hujan ringan Berawan

8


C U A C A

NO L0KASI

Pagi

(00.05 – 12.00)

Siang

(12.05 – 18.00)

Malam

(18.05 – 24.00)

9 Depok Berawan Hujan ringan Berawan

10 Bekasi Berawan Berawan Berawan

Keterangan :

- Hujan Ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari

- Hujan Sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari

- Hujan Lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari

- Hujan Sangat Lebat : > 20 mm/jam > 100 mm/hari

Peringatan Dini : Waspada terhadap potensi hujan sedang kadang lebat yang disertai

kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada sore dan malam hari

terutama utama di wilayah Bogor.

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

VI. Prakiraan Gelombang Tinggi

Prakiraan gelombang tinggi untuk tanggal 23 Oktober 2009 pukul 19.00 WIB hingga tanggal 24

Oktober 2009 pukul 07.00 WIB, sebagai berikut :

• 2.0 – 3.0 m : Perairan barat Lampung, Selat sunda bagian selatan, Perairan selatan

Banten, Laut Bandabagian timur, Perairan Kep. Kai dan Aru, Perairan Kep.

Tanimbar, Laut Arafuru, Perairan Merauke.

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

VII. Lain – lain

- Telah terjadi gempa Tektonik Pada hari Jum’at, 23 Oktober 2009 pukul 18:15:28 WIB dengan

kekuatan 6.0 SR pada kedalaman 23 Km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 0.91 LS

dan 134.18 BT (13 km Tenggara Manokwari – Papua Barat ). Gempa tersebut tidak berpotensi

TSUNAMI dan sampai saat ini belum diperoleh informasi dampak gempa terhadap

lingkungan ataupun korban jiwa, kondisi masyarakat masih aman.

Pengawas,

Jakarta, 24 Oktober 2009

Ketua Kelompok Piket,

Puji Raharjo, SH

Sangid Hasan Rusdi

9

More magazines by this user
Similar magazines