PERIODISASI PERKEMBANGAN - Guru Indonesia

guru.indonesia.net

PERIODISASI PERKEMBANGAN - Guru Indonesia

PERIODISASI PERKEMBANGAN

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang

semakin membesar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkaian

perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsifungsi

jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju tahap

kematangan melalui pertumbuhan, pematangan dan belajar.

Perkembangan menghasilkan bentuk-bentuk dan cirri-ciri kemampuan

baru yang berlangsung dari tahap aktivitas yang sederhana ke tahap yang lebih

tinggi. Perkembangan itu bergerak secara bengangsur-angsur tetapi pasti,

melalui suatu bentuk/tahap ke bentuk/tahap berikutnya, yang kian hari kian

bertambah maju, mulai dari masa pembuahan dan berakhir dengan kematian

Hal ini menunjukkan bahwa sejak masa konsepsi sampai meninggal

dunia, individu tidak pernah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahanperubahan

yang bersifat progresif dan berkesinambungan. Selama masa kanakkanak

hingga remaja misalnya, ia mengalami perkembangan dalam struktur

fisik dan mental, jasmani dan rohani sebagai ciri-ciri dalam memasuki jenjang

kedewasaan. Demikian seterusnya,, perubahan-perubahan diri individuitu

berlangsung tiada henti. Untuk lebih memahami hal itu, kami akan

menjabarkannya dalam pembahasan sebagai berikut.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan periodisasi perkembangan ?

2. Apa saja macam-macam periodisasi perkembangan ?

3. Bagaimanakah periodisasi perkembangan manusia itu terjadi ?


PEMBAHASAN

Perkembangan adalah suatu perkembangan yang berkesinambungan, dan progresif

dalam organism dari lahir sampai mati.1[1] Fase perkembangan atau periodisasi

perkembangan yaitu masa-masa perkembangan dengan ciri pertumbuhan dan

perkembangan yang terdapat pada masing-masing fase. Perkembangan dimulai sejak

masa konsepsi dan berakhir menjelang kematiannya. Penentuan fase atau tahapan

perkembangan didasarkan pada periode waktu tertentu. Para ahli mengemukakan

pembagian fase tahapan perkembangan yang tidak selalu sama. Tapi meskipun demikian

mereka sependapat bahwa periodisasi ini bersifat teknis daripada konsepsional.2[2]

Pendapat para ahli mengenai periodisasi yang bermacam-macam dapat digolongkan

dalam tiga bagian, yaitu:

A. Periodisasi berdasarkan biologis

1. Menurut Aristoteles3[3]

Periodisasi ini berdasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu.

Aristoteles menggambarkan perkembangan anak sejak lahir sampai dewasa dalam

tiga periode sebagai berikut:

a. Fase Anak Kecil, dari umur 0-7 (masa bermain)

b. Fase Anak Sekolah, dari umur 7-14 (masa belajar atau masa sekolah rendah)

c. Fase Remaja, dari umur 14-21 (masa peralihan dari anak menjadi orang

dewasa)

Pembagian Aristoteles ini berdasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani

yaitu antara fase satu ke fase kedua dibatasi oleh penggantian gigi, antara fase

kedua dan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan

kelamin.

1[1] Desmita. Psikologi Perkembangan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), 4.

2[2] Drs. M. Alisuf Sabri. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan(Jakarta:

Pedoman Ilmu Jaya, 2001),146.

3[3] Ibid,147.


2. Menurut Kretscmer4[4]

Perkembangan individu dari lahir sampai dewasa melewati empat tahap,

yaitu:

a. Tahap I: ± 0-3 tahun, Fullungs (pengisian) periode 1, pada fase ini anak

kelihatan pendek gemuk.

b. Tahap II: ± 3-7 tahun, Streckungs (rentangan) periode I, pada periode ini

anak kelihatan langsing.

c. Tahap III: ± 7-13 tahun, Fullungs periode II, pada masa ini anak kelihatan

pendek gemuk kembali.

d. Tahap IV: ± 13-20 tahun, Streckungs periode II, pada periode ini anak

kembali kelihatan langsing.

3. Menurut Elizabeth Hurlock5[5]

Perkembangan individu memiliki lima tahap, yakni:

a. Tahap I: Fase prenatal (sebelum lahir), mulai masa konsepsi sampai proses

kelahiran sekitar 9 bulan atau 280 hari.

b. Tahap II: Infancy (orok), mulai lahir sampai usia 10 atau 14 hari

c. Tahap III: Babyhood (bayi), mulai dari 2 minggu sampai usia 2 tahun

d. Tahap IV: Childhood (kanak-kanak), mulai 2 tahun sampai masa remaja.

e. Tahap V: Adolesence/ puberty, mulai usia 11 atau 13 tahun sampai usia 21

Pre Adolesence, wanita usia 11-13 tahun sedang pria lebih lambat dari

itu

Early Adolesence, pada usia 16-17 tahun

Late Adolesence, masa perkembangan terakhir sampai masa usia

kuliah di perguruan tinggi.

4[4] Dr. H. Syamsu Yusuf LN. M. Pd. Psikologi Perkembangan Anak dan

Remaja(Bandung: PT Remaja Rosdakarya), 21.

5[5] Ibid, 21.


B. Periodisasi berdasarkan Psikologi

Ada beberapa pendapat mengenai periodisasi atau tahap-tahap perkembangan

berdasarkan psikilogi, yaitu:

a. Menurut pendapat Oswald Kroch 6[6]

Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar pembagian masa-masa

perkembangan, karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan inilah merupakan keadaan

psikologos yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya.

Masa kegoncangan ini disebut “Trotz periode”. Selama perkembangannya

anak mengalami dua kali Trotz periode. Kedua trotz periode inilah yang

membatasi antara fase satu dengan lainnya. Oswald Kroch membagi masa

perkembangan anak menjadi 3 fase:

a. Fase Trotz I, usia 0-3 tahun (masa anak-anak awal)

b. Fase Trotz II, usia 3-13 tahun (masa keserasian sekolah)

c. Fase Trotz III, usia 13-akhir remaja biasa (masa kematangan)

b. Menurut pendapat Robert J Havighurst7[7]

Menyebutkan fase-fase perkembangan dari anak sampai tua sebagai

berikut:

a. Infancy dan early childhood (masa sekolah), yaitu usia 0-6 tahun

b. Middle childhood (masa sekolah), yaitu usia 6-12 tahun

c. Adolescence (masa remaja), yaitu usia 12-18 tahun

d. Early adulthood(masa awal dewasa), yaitu usia 18-30 tahun

e. Middle age (masa dewasa lanjut), yaitu usia 30-50 tahun

f. Old age (masa tua sampai meninggal dunia), yaitu usia 50 tahun ke atas.

c. Menurut Prof. Kohnstamm8[8]

6[6] Drs. M. Alisuf Sabri. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan(Jakarta:

Pedoman Ilmu Jaya, 2001),147.

7[7] Elfi Yuliani Rohmah, M. Pd. I, Psikologi Perkembangan (Ponorogo: STAIN PO.

PRESS, 2005),58.

8[8] Ibid, 59.


Membagi periode perkembangan anak menjadi beberapa fase:

a. Periode vital, yaitu usia 0-1 tahun, disebut masa menyusu

b. Periode estetis, yaitu usia1-6 tahun, disebut masa bermain

c. Periode inteletuil, yaitu usia 6-12 tahun, disebut masa sekolah

d. Periode social, yaitu usia 12-21 tahun, disebut masa pemuda dan masa

adolescence

e. Periode manusia matang, usia 21 tahun ke atas, disebut juga masa dewasa

d. Menurut Charlotte Bubler9[9]

Masa perkembangan anak dan pemuda adalah sebagai berikut:

a. Masa pertama

Usia 0-1 tahun

Anak berlatih mengenal lingkungan dengan berbagai macam gerakan

Pada waktu lahir mengalami dunia tersendiri yang tak ada hubungannya

dengan lingkungannya.

Pada masa ini dua peristiwa penting yaitu belajar berjalan dan berbicara

b. Masa kedua

Usia 2-4 tahun.

Keadaan dunia luar semakin dikuasai dan dikenalnya melalui bermain,

kemajuan bahasa dan pertumbuhan kemauannya.

Dunia dilihat dan dinilai menurut keadaan dan sifat batinnya.

Bila ia berusia 3 tahun ia akan mengalami krisis pertama (trotzalter I).

c. Masa ketiga

Usia 5-8 tahun.

Keinginan bermain berkembang menjadi semangat bekerja dan rasa

tanggung jawab terhadap pekerjaan semakin tinggi, demikian pula rasa

sosialnya.

Pandangan terhadap dunia sekelilingnya ditinjau dan diterima secara

objektif.


d. Masa keempat

Usia 9-13 tahun

Keinginan maju dan memahami kenyataan mencapai puncaknya.

Pertumbuhan jasmani subur dan kondisi kejiwaannya tampak tenang.

Ketika usia 12-13 tahun (bagi perempuan) dan 13-14 tahun (bagi lakilaki),

mereka mengalami masa krisis dalam proses perkembangannya.

Pada masa ini timbul kritik terhadap diri sendiri, kesadaran akan

kemauan, penuh pertimbangan, mengutamakan tenaga sendiri, disertai

berbagai pertentangan yang timbul dalam dengan dunia lingkungan, dan

sebagainya.

e. Masa kelima

Usia 14-19 tahun

Masa pubertas mencapai kematangan

Anak yang berada pada masa puber selalu merasa gelisah karena mereka

sedang mengalami sturm und drang (ingin memberontak, gemar

mengeritik, suka menentang dan sebagainya)

Pada akhir pubertas, sekitar usia 17 tahun, anak mulai perpaduan(sintesis),

berkat keseimbangan antara dirinya dengan pengaruh dunia

lingkungannya

Pertanda bahwa remaja masuk pada usia matang yaitu membentuk pribadi,

menerima norma-norma budaya dan kehidupan pasca keseimbangan diri.

C. Psikologi berdasarkan Didaktis

Dasar didaktis yang digunakan dalam pembagian masa-masa perkembangan

di sini ada beberapa kemungkinan:

1. Apa yang harus diberikan kepada anak-anak pada masa-masa tertentu?

2. Bagaimana cara mengajar anak-anak didik pada masa-masa tertentu?

Mengenai tahapan perkembangan pribadi manusia dari sudut tinjauan teknis

umum penyelenggaraan pendidikan, dapat diambilkan beberapa pendapat para ahli.


1. Menurut John Amos Comenius10[10]

Beliau mengelompokkan perkembangan pribadi manusia menjadi lima tahap:

a. Tahap enam tahun pertama (0-6 tahun), biasa disebut periode sekolah ibu(scola

maternal). Tahap perkembangan fungsi pengindraan yang memungkinkan anak

mulai mampu untuk mengenal lingkungannya. Dan disebut sebagai periode

sekolah ibu, karena semua usaha bimbingan dalam mengenal lingkungan

berlangsung di tengah keluarga. Terutama aktivitas ibu sangat menentukan

kelancaran proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

b. Tahap enam tahun kedua (6-12 tahun), sering disebut sekolah bahasa ibu (scola

vermacula). Sebagai tahap perkembangan fungsi ingatan dan imajinasi

individu. Dimana disebut sebagai periode bahasa ibu, karena pada periode ini

anak baru mampu menghayati setiap pengalaman dengan pengertian bahasa

sendiri/ bahasa ibu. Bahasa ibu dipakai sebagai sarana untuk berkomunikasi

dengan orang lain, yaitu untuk mendapatkan pengaruh dari luar berupa

pengasuh, sugesti serta transmisi cultural dari orang dewasa serta dipakai untuk

mengekspresikan kehidupan batinnya kepada orang lain.

c. Tahap enam tahun ketiga (12-18 tahun), atau periode sekolah latin (scola

latina). Yaitu tahap perkembangan fungsi intelektual. Anak mulai diajarkan

bahasa latin sebagai bahasa kebudayaan yang ada pada saat itu dianggap paling

tinggi dan paling kaya kedudukannya. Bahasa tersebut diajarkan pada anak

agar mereka mencapai taraf beradab dan berbudaya.

d. Tahap enam tahun keempat (18-24 tahun) atau periode masuk akademik/

perguruan tinggi (academia). Yaitu tahap perkembangan fungsi kemampuan

berdikari, self direction, dan self control. Anak mulai mengalami proses

pembudayaan dengan menghayati nilai-nilai ilmiah, disampimg mempelajari

macam-macam ilmu pengetahuan.

e. Tahap kematangan pribadi (24 tahun keatas) yaitu tahap ketika intelek

memimpin perkembangan semua aspek kepribadian menuju kematangan

10[10] Prof. Dr. H. Baharuddin, M. Pd. I. Pendidikan&Psikologi Perkembangan.

(Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2009), 108.


pribadi dimana manusia kemampuan mengasihi Allah SWT dan sesame

manusia.

2. Menurut Jean Jackues Rousseau11[11]

Dia berpendapat bahwa dalam perkembangannya, anak-anak mengalami

bermacam-macam sifat dan ciri perkembangan yang berbeda-beda dari satu fase ke fase

yang lain. Oleh karena itu, pendidikan harus disesuaikan dengan sifat-sifat masa-masa

tertentu itu. Masa-masa perkembangan itu adalah:

a. 0-2 tahun adalah tahap asuhan

b. 2-12 tahun adalah tahap pendidikan

c. 12-15 tahun adalah tahap pendidikan akal

d. 15-20 tahun adalah tahap pembentukan watak dan pendidikan agama

3. Meurut Harvey A. Tilker PHd dan Elizabeth B. Hurlock12[12]

Hakekat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati,

dengan pembagian periodisasinya sebagai berikut:

1. Masa sebelum lahir (prenatal) selama 9 bulan atau 280 hari

Cirri-cirinya:

a. Ditentukannya sifat-sifat bawaan dan jenis kelamin individu

b. Kondisi ibu sangat menentukan pola pertumbuhan prenatal

c. Secara proporsional pertumbuhan pada periode ini lebih besar daripada

periode lainnya

d. Terdapat banyak bahaya fisik dan psikologis

e. Orang-orang yang berarti dapat membentuk sikap kepada si janin

Pada waktu pembuahan ditentukan beberapa hal, yaitu:

a. Sifat-sifat bawaan fisik dan mental psikologis anak

b. Jenis kelamin anak

11[11] Ibid, 109.

12[12] Drs. M. Alisup Sabri, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan, (Jakarta:

Pedoman Ilmu Jaya,2001), 149


c. Apakah lahir tunggal atau kembar

d. Posisi anak dalam keluarga

Gangguan-gangguan pada masa prenatal antara lain pertumbuhan otak,

kelainan cacat fisik atau keguguran yang diakibatkan oleh malnutrisi ibu,

kekurangan vitamin dan kelenjar, penggunaan obat-obatan, alcohol, merokok

berlebihan, penyakit serta faktor emosi ibu.

2. Masa bayi baru lahir (new born) 0,0-2 minggu

Periode ini dibagi menjadi dua bagian:

a. Periode Partunate

Periode yang berlangsung sejak janin baru keluar dari rahim ibu sampai

tali pusat dipotong

b. Periode Neonate

Periode yang berlangsung sekitar akhir minggu kedua setelah kelahiran

Ciri-cirinya masa bayi baru lahir:

a. Masa perkembangan yang tersingkat dari periode lainnya

b. Penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin.

c. Ditandai dengan terhentinya perkembangan

d. Di akhir periode ini apabila si bayi selamat maka akan terjadi

perkembangan lebih lanjut.

Pada masa bayi baru lahir harus melakukan empat macam penyesuaian diri

yang pokok agar tetap hidup, yaitu:

1. Penyesuaian diri yang mencakup perubahan suhu

2. Mengisap dan menelan makanan (air susu)

3. Bernafas

4. Pembuangan kotoran

3. Masa bayi (babyhood) dari 2 minggu-2 tahun

Ciri-cirinya:

a. Masa bayi yaitu masa dasar atau maasa pembentukan dasar kehidupan,

karena terbentuknya pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi

b. Bayi berkembang pesat baik fisik maupun psikologisnya


c. Masa bayi selain meningkatnya individualitas, juga merupakan permulaan

sosialisasi

d. Masa permulaan berkembangnya penggolongan peran seks/ jenis kelamin.

e. Masa yang menarik sehingga semua orang senang kepada bayi

f. Merupakan permulaan kreativitas

4. Masa kanak-kanak awal (early childhood) dari 2-6 tahun

Cirri-cirinya:

a. Orang tua menyebutnya problematis/ uisa sulit karena sulit dididik

b. Usia main karena sebagian besar hidup anak waktunya dihabiskan untuk

bermain

c. Para pendidik menyebutnya anak usia prasekolah yaitu masa persiapan

untuk masuk sekolah dasar

d. Usia pra kelompok karena anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku

social

e. Usia penjelajah dan usia bertanya, karena anak-anak menjelajahi lingkungan

dengan dorongan ingin tahu apa yang ada disekitar. Dan salah satu cara

untuk menjelajahi lingkungan dengan brtanya

f. Berani dan senang mencoba hal-hal yang baru

Minat umum pada masa ini meliputi:

Minat kepada agama, terbukti dari keinginan tahu anak yang besar terhadap

masalah-masalah agama

Minat terhadap diri sendiri menjadikan anak bersikap egocentrisme,ini

menunjukkan bahwa anak mulai ada kesadaran terhadap dirinya sendiri.

Minat terhadap seks dengan sering membicarakannya dengan teman

bermain kalau tidak ada teman dewasa

Minat anak terhadap pakaian karena pengalaman-pengalaman dalam

mengenakan pakaian memperoleh pujian-pujian.

5. Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6-12 tahun

Ciri-cirinya:


a. Usia tidak rapih karena mereka cenderung tidak memperdulikan atau

ceroboh dalam penampilan

b. Usia bertengkar karena sering terjadi pertengkaran antara anak-anak lainnya

dengan anggota keluarga.

c. Masa menyulitkan karena anak-anak tidak menurut perintah lebih menuruti

teman-temannya daripada orang tuanya

d. Usia sekolah dasar, karena anak masanya untuk masuk/ mengikuti

pendidikan sekolah dasar.

e. Perhatian utama hidup anak masa ini tertuju pada keinginan diterima oleh

teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok

f. Anak-anak ingin menyesuaikan diri dengan standar yang disetujui kelompok

dalam penampilan, berbicara dan perilaku lainnya

Secara relative anak-anak lebih mudah untuk dididik (di sekolah) dari

masa sebelum dan sesudahnya nanti. Masa ini dapat dirinci menjadi dua fase,

yaitu:

a. Masa kelas-kelas rendah sekolah dasar (umur 6,0-atau 7,0 sampai umur 9,0

atau 10,0)

Masa ini ditandai dengan sifat-sifat khas sebagai berikut:

Adanya korelasi yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi

sekolah

Adanya sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan yang

tradisional

Ada kecenderungan memuji diri sendiri

Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak-anak lain

Apabila anak tidak dapat menyelesaikan tugas maka tugas itudianggap

tidak penting

Bagi anak-anak umur 6,0 sampai 8,0 tahun menginginkan nilai yang baik

b. Masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar (umur kira-kira 9,0 atau 10,0 sampai

umur 12,0 atau 13,0)

Sifat-sifat khas masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar adalah:


Anak tertarik perhatiannya kepada kehidupan praktis sehari-hari

yang kongkrit

Anak bersifat realistik, ingin tahu, ingin belajar, ingin bisa

Anak-anak menaruh minat kepada hal-hal dan mata pelajaran tertentu

Anak mulai memandang nilai-nilai yang diperoleh (angka raport)

sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolahnya

Anak-anak gemar membentuk kelompok-kelompok untuk bermain

bertsama-sama.

Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa

perkembangan yang disebut “Masa Pueral”, masa ini sering disebut masa

Puber. Sifat-sifat khas masa Pueral ini adalah sebagai berikut:

a. Sikap, tingkah laku dan perbuatan anak Puer ditujukan untuk berkuasa

b. Sikap, tingkah laku dan perbuatannya juga ekstravers, mendorong dirinya

untuk menyaksikan keadaan di luar dirinya

c. Menurut Kilpatrick masa ini disebut dengan masa “competitive

Socialization” yaitu masa dimana anak senang bersaing atau mengadakan

rivalitas

d. Anak Puer sering dijuluki sebagai “tukang jual aksi”, atau si “omong

besar”

6. Masa puber (puberty) 11/12-15/16 tahun

Ciri-cirinya:

a. Haid yang pertama kali pada anak perempuan dan basah malam pada anak

laki-laki.

b. Puber bagi anak perempuan adalah tiga belas tahun dan bagi anak laki-laki

empat belas tahun.

c. Perubahan besarnya tubuh

d. Perubahan proporsi tubuh, Hal ini dipengaruhi oleh usia kematangan seksual


e. Perubahan pada masa Puber mempengaruhi keadaan fisik, sikap,dan

perilaku. Karena akibatnya cenderung buruk, terutama selama awal masa

Puber, maka masa Puber sering disebut “masa negative”.

7. Masa remaja (adolescence) 15/16-21 tahun

Masa remaja dibagi menjadi dua bagian:

1. Masa remaja awal, berlangsung hingga umur tujuh belas tahun

2. Masa remaja akhir, berlangsung hingga mencapai usia kematangan resmi

secara hokum yaitu umur 21 tahun.

Ciri-cirinya:

a. Perubahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, meninggalkan segala

sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan

b. Meningkatnya emosi, perubahan emosi banyak terjadi pada awal remaja

c. Merasa ditimbuni masalah dan kesulitan remaja dalam mengatasi masalah

individuasi yaitu kesulitan dalam mewujudkan dirinya sebagai seorang

yang dewasa

d. Mencari dan menemukan identitas dirinya sendiri

e. Usia yang menimbulkan ketakutan karena anggapan masyarakat terhadap

remaja bahwa remaja anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat

dipercaya, tidak bertanggung jawab dsb.

f. Remaja cenderung untuk memandang kehidupan atau melihat dirinya

sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan

sebagaimana adanya

8. Masa dewasa awal (early adulthood) 21-40 tahun

Adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu masa yang

penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi, periode

komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreatifitas dan

penyesuaian diri pada pola hidup yang baru.

Ciri-cirinya:

a. Memainkan peran baru seperti peran suami/ istri, orang tua, pencari nafkah

dll.


. Apabila mereka menemui kesulitan mereka ragu-ragu untuk meminta

pertolongan dan nasehat orang lain karena enggan kalau dianggap belum

dewasa

c. Perhatian terhadap penampilan, pakaian, tat arias dan lambing-lambang

kedewasaan

d. Kegiatan sosial sering dibatasi oleh berbagai tekanan pekerjaan dan

keluarga, sehingga hubungan dengan teman-teman kelompok sebaya masa

remaja menjadi renggang.

9. Masa dewasa madya (middle adulthood) 40-60 tahun

Ciri-cirinya:

a. Periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan manusia, orang-orang

dewasa tidak akan mengakui bahwa mereka mencapai usia tersebut

b. Masa transisi dimana pria dan wanita mennggalkan ciri-ciri jasmani dan

perilaku masa dewasanya dan memasuki kehidupan dengan cirri-ciri

jasmani dan perilaku yang baru

c. Perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya

d. Penyesuaian diri terhadap pekerjaan sangat pelik karena dipengaruhi oleh

sikap sosial yang tidak menyenangkan, keharusan pensiun, dll.

e. Mempersiapkan diri dalam mendekati masa pensiun

10. Masa usia lanjut (later adulthood) 60 tahun keatas

Ciri-cirinya:

a. Ketuaan yang bersifat fisik mendahului ketuaan psikologis yang merupakan

kejadian yang bersifat umum

b. Meningkatnya ketergantungan fisik dan ekonomi pada orang lain

c. Perubahan yang menyangkut kemampuan motorik, perubahan fisik, fungsi

psikologis, system saraf, penampilan dan kemampuan seks

d. Keterkaitan terhadap agama bertambah dan sering dipusatkan pada masalah

tentang kematian

e. Banyak bahaya fisik seperti penyakitan, gigi banyak yang tanggal,

hilangnya kemampuan seksual


f. Bahaya yang bersifat psikologis meliputi perasaan rendah diri, perasaan tak

berguna, perasaan tidak enak akibat perubahaan fisik, perasaan bersalah

karena menganggur


KESIMPULAN

Periodisasi perkembangan adalah masa-masa perkembangan dengan ciri pertumbuhan

dan perkembangan yang terdapat pada masing-masing fase.

Macam-macam periodisasi perkembangan:

1. Periodisasi berdasarkan biologis

2. Periodesasi berdasarkan psikologi

3. Periodesasi berdasarkan diktatis

Periodisasi Perkembangan

1. Masa sebelum lahir (prenatal) selama 9 bulan atau 280 hari

2. Masa bayi baru lahir (new born) 0,0-2 minggu

3. Masa bayi (babyhood) dari 2 minggu-2 tahun

4. Masa kanak-kanak awal (early childhood) dari 2-6 tahun

5. Masa kanak-kanak akhir (later childhood) 6-12 tahun

6. Masa puber (puberty) 11/12-15/16 tahun

7. Masa remaja (adolescence) 15/16-21 tahun

8. Masa dewasa awal (early adulthood) 21-40 tahun

9. Masa dewasa madya (middle adulthood) 40-60 tahun

10. Masa usia lanjut (later adulthood) 60 tahun keatas


DARTAR PUSTAKA

Desmita. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.

Prof. Dr. H. Baharuddin, M. Pd. I. Pendidikan&Psikologi Perkembangan. Jogjakarta: Ar-

Ruzz Media, 2009

Rohmah, Elfi Yuliani. Psikologi Perkembangan. Ponorogo: STAIN PO. PRESS, 2005

Sabri, Drs.M. Alisuf. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta: Pedoman

Ilmu Jaya, 2001.

Yusuf, Dr. H. Syamsu. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya

More magazines by this user
Similar magazines