Positioning paper KPPU dalam Kebijakan Rotan

kppu.go.id

Positioning paper KPPU dalam Kebijakan Rotan

Terlepas dari berbagai regulasi yang diterapkan Pemerintah, hingga saat ini

industri rotan Indonesia baik hulu dan hilir, masih mengalami penurunan kinerja

yang diakibatkan berbagai hal. Data Departemen Perdagangan menunjukkan

bahwa semenjak tahun 2004 hingga 2009, volume ekspor bahan baku rotan

mengalami penurunan. Apabila tahun 2004 volume ekspor rotan mencapai 33.970

ton maka pada tahun 2009 volumenya hanya 27.863,59 ton 4 . Dengan demikian

tercatat bahwa sejak tahun 2004 hingga 2009 terdapat penurunan ekspor bahan

baku rotan sebesar 18%.

Akan tetapi meskipun ekspor bahan baku rotan telah dibatasi dengan tujuan

untuk meningkatkan industri rotan dalam negeri, namun pada kenyataannya

ekspor meubel rotan juga tetap mengalami penurunan. Apabila pada tahun 2005

ekspor meubele rotan mencapai 128 ribu ton dengan nilai 347 juta US$, maka

pada tahun 2009 turun menjadi 58 ribu ton dengan nilai 188 juta US$ 5 . Demikian

juga halnya jumlah perusahaan rotan yang semakin sedikit, dimana per Desember

2009 sebanyak 220 perusahaan (43%) gulung tikar, 208 perusahaan (40%) dalam

kondisi buruk dan 136 perusahaan (17%) bertahan 6 .

Terkait dengan regulasi yang diterapkan Pemerintah serta kondisi yang

dihadapi industri, berbagai reaksi muncul dari stakeholder industri rotan. Industri

hulu menginginkan agar ekspor rotan tidak dibatasi, sehingga peluang pemasaran

mereka tetap terbuka lebar. Adapun industri hilir, menginginkan ekspor rotan

ditutup 100% sehingga kebutuhan bahan baku selalu terpenuhi dan industri

meubel rotan Indonesia dapat kembali merebut pasar internasional.

Dengan adanya permasalahan tersebut, KPPU merasa perlu untuk

melakukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui dampak kebijakan Pemerintah

dalam industri rotan serta keterkaitannya dengan persaingan usaha.

4

Departemen Perdagangan, 2010

5 6

Departemen Perindustrian, 2010

2

More magazines by this user
Similar magazines