LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 21 Mei 2009

bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Kamis, 21 Mei 2009

P

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

( B N P B )

JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia

Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500

Email : posko@bnpb.go.id

Website : http://www.bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB

Kamis, 21 Mei 2009

Pada hari Rabu 20 Mei 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari kamis, 21 Mei 2009 pukul 08.00 WIB,

dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB

sebagai berikut :

I. Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

A. Kondisi Terkini

1. Hari Rabu, 20 Mei 2009, tidak terpantau adanya titik panas di wilayah Sumatera dan

wilayah Kalimantan. Kondisi cuaca berdasarkan informasi dari BMKG di Sumatera dan

Kalimantan sebagai berikut :

Daerah Jumlah Hot Spot *) Kondisi Cuaca **)

SUMATERA

Sumatera Utara - Hujan Ringan

Riau - Berawan

Jambi - Berawan

Sumatera Selatan - Hujan Ringan

KALIMANTAN

Kalimantan Barat - Berawan

Kalimantan Selatan - Berawan

Kalimantan Tengah - Hujan Ringan

Kalimantan Timur - Berawan

*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)

**) Sumber: BMKG (kondisi cuaca secara umum)

2. Jarak pandang (visibility) pada hari Rabu, 20 Mei 2009 laporan, di beberapa kota di

Sumatera dan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut :

Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00

SUMATERA

Medan 10.000 m 10.000 m 10.000 m 7.000 m

Pekanbaru 6.000 m 6.000 m 10.000 m --- m

Jambi 2.000 m 12.000 m 13.000 m --- m

Palembang 6.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m

KALIMANTAN

Pontianak 10.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m

Palangkaraya 7.000 m 10.000 m 10.000 m 11.000 m

Samarinda 8.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m

Banjarmasin 10.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m

Keterangan : Jarak Pandang ( Visibility) normal > 3.000 meter

1


3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 20 – 22 Mei 2009, wilayah Sumatera dan

Kalimantan diprakirakan mempunyai :

a. Potensi kebakaran Tinggi terdapat di wilayah NAD NAD, Sumatera Utara, Riau, Jambi,

Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan

Kalimantan Selatan.

b. Potensi kebakaran Sangat Tinggi di Sumatera terdapat di NAD, Sumatera Utara, Riau,

Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Selatan dan Lampung dan Kalimantan Tengah.

4. Prakiraan penjalaran asap sampai dengan tanggal 22 Mei 2009 pukul 07.00 WIB, dii

wilayah NAD arahnya menuju Timur – Utara sampai ke wilayah Selat Malaka, di wilayah

Sumut arahnya menuju Timur – Utara sampai ke wilayah Selat Malaka, di wilayah

Bengkulu arahnya menuju Utara sampai ke wilayah Selat Malaka, di wilayah Kalbar

arahnya menuju Utara sampai ke wilayah Pantai Utara Kalbar dan di wilayah Kalsel

arahnya menuju Barat Laut – Selatan sampai ke wilayah Kalteng.

Sumber : Badan Meteorologí, Klimatologi dan Geofísika

B. Upaya Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan

1. BNPB senantiasa berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan Badan Meteorologi

Klimatologi dan Geofisika untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta jarak

pandang (visibility) setiap hari.

2. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, Kepolisian dan

instansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan kondisi

titik api yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah

Sumatera dan Kalimantan.

3. Dinas Kehutanan mengawasi kegiatan pembukaan lahan oleh perusahaan dan membina

masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar.

4. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupaya

untuk mensiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini

dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Sumber : Dep. Kehutanan dan Meneg LH

II. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia

Saat ini ada 5 (lima) gunung api yang dinyatakan dalam status “Siaga” (Level III) diantaranya :

A. Status Gunung Berapi

1. Gunung Api Anak Krakatau di Kab. Lampung Selatan, Prov. Lampung (Laporan

perkembangan).

Sejak tanggal 6 Mei 2009 hingga hari Rabu, 20 Mei 2009, status kegiatan G. Krakatau

masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

2. Gunung Api Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang Provinsi Jawa Timur

(Laporan perkembangan).

Sejak tanggal 6 Maret 2009 hingga hari Rabu, 20 Mei 2009, status kegiatan G. Semeru

masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

3. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara (Laporan

perkembangan).

Sejak tanggal 02 Desember 2008 hingga hari Rabu, 20 Mei 2009, status kegiatan G.

Karangetang masih dalam keadaan ”Siaga” (level III).

4. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara (Laporan

perkembangan).

Sejak tanggal 21 April 2008 hingga hari Rabu, 20 Mei 2009, status kegiatan G. Ibu masih

dalam keadaan ”Siaga” (level III).

5. Gunung Api Slamet di Kab. Pemalang, Kab. Banyumas, Kab. Brebes, Kab. Tegal dan

Kab. Purbalingga Prov. Jawa Tengah (Laporan perkembangan).

Sejak tanggal 23 April 2009 hingga hari Rabu, 20 Mei 2009, status kegiatan G. Slamet

masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

2


B. Rekomendasi

1. Masyarakat di sekitar G. Api Ibu dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan

mendekati G. Api Ibu dalam radius 2 km.

2. Masyarakat diharapkan tidak mendekati pulau gunung Anak Krakatau dalam radius 2 km

dari kawah G. Anak Krakatau.

3. Masyarakat di sekitar G. Anak Krakatau, G. Semeru, G. Api Karangetang, G. Api Ibu dan

G. Slamet dihimbau agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat

dipertanggungjawabkan, selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB

setempat.

4. Masyarakat di sekitar G. Semeru tidak melakukan aktifitas di wilayah sejauh 4 km di

seputar lereng tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif G.

Semeru sebagai alur luncuran awan panas, tidak mendekati Puncak Mahameru dan

melakukan pendakian yang melebihi wilayah Kalimanti.

5. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutup

hidung) untuk mengantisipasi dampak hujan abu.

6. Bagi pesawat yang akan melintasi wilayah G. Semeru agar berhati-hati terhadap dampak

abu letusan.

7. Masih banyak endapan material vulkanik lepas hasil letusan terdahulu di sekitar kawah G.

Semeru maka dimusim penghujan masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan

beraktivitas di dalam sungai Besuk Kembar, Besuk Kobokan dan Besuk Bang diharapkan

berhati-hati karena dapat terancam bahaya aliran lahar panas.

8. Belum dipandang perlu adanya pengungsian di semua gunung yang dinyatakan dalam

status siaga.

9. Masyarakat sekitar G. Karangetang tidak diperbolehkan mendaki lebih dari 500 m dpal.

10. Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan melakukan pendakian ke puncak G.

Slamet.

11. Penduduk di sekitar G. Karangetang, terutama di kampung Dame dan Kelurahan

Tatahandeng agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya awan panas dan

guguran lava pijar yang dapat terjadi setiap saat. Sedangkan masyarakat di sepanjang

aliran Batu Awang, kali Kahetang, Kali Keting, kali Batang, kali Beha Timur dan Kali

Nanitu agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar.

12. Jika terjadi hujan abu cukup deras, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup

hidung dan mulut dikarenakan abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran

pernafasan.

13. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Badan

Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk

memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut.

Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

III. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK

Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Kamis, 21 Mei 2009 dilaporkan

sebagai berikut :

NO

L0KASI

Pagi

(00.05 – 12.00)

C U A C A

Siang

(12.05 – 18.00)

Malam

(18.05 – 24.00)

1 Jakarta Pusat Berawan Berawan Berawan

2 Jakarta Utara Berawan Berawan Berawan

3 Jakarta Selatan Berawan

Berawan dan hujan ringan

kadang sedang

Berawan

4 Jakarta Timur Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan

5 Jakarta Barat Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan

6

Jakarta

Kep.Seribu

Berawan dan hujan

ringan

7 Bogor Berawan

Berawan

Berawan dan hujan ringan

kadang sedang

Berawan dan hujan

ringan

Berawan dan hujan

ringan

3


NO

L0KASI

Pagi

(00.05 – 12.00)

C U A C A

Siang

(12.05 – 18.00)

Malam

(18.05 – 24.00)

8 Tangerang Berawan Berawan Berawan

9 Depok Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan

10 Bekasi Berawan Berawan Berawan

Keterangan :

- Hujan ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari

- Hujan sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari

- Hujan lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari

- Hujan sangat lebat : > 20 mm/jam > 100 mm/hari

Peringatan Dini :

Berpotensi hujan dengan itensitas ringan kadang sedang yang disertai

kilat/petir serta angin kencang antara sore hingga menjelang malam hari

terutama di wilayah Jakarta Selatan dan Bogor.

IV. Prakiraan Gelombang Tinggi :

Prakiraan gelombang tinggi untuk tanggal 21 - 22 Mei 2009 pukul 07:00 WIB sebagai berikut :

- 2.0 - 3.0 m : Perairan utara Aceh, Perairan barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda

bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Perairan Kep.

Tanimbar, Perairan selatan Kep. Aru, Laut Arafuru, yang berbahaya bagi

perahu nelayan dan tongkang.

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofísika

V. Lain-lain :

• Kecelakaan pesawat Hercules di Kab. Magetan Por. Jawa Timur

Telah terjadi kecelakaan Pesawat Hercules C 130 pada hari Rabu, 20 Mei 2009 pukul 06.20

WIB di Desa, Geplak Kec. Karas, Magetan Jawa Timur, pesawat jatuh dan menimpa rumah

penduduk. Pesawat dengan membawa penupang dan kru dari Lanud Halim Perdana Kusuma

menuju Lanud Iswahyudi Madiun, Kecelakaan tersebut mengakibatkan korban 97 orang

meninggal, 15 luka-luka. Evakuasi masih terus di lakukan sedangkan korban meninggal di

bawa ke RS Iswahyudi dan korban luka di rawak di RS Sodono. TNI di bantu dengan warga

masih mengevakuasi korban. BNPB hari ini mengirim TRC ke daerah jatuhnya pesawat

Hercules.

Sumber : Kodim 0804/ Magetan

Pengawas,

Jakarta, 21 Mei 2009

An. Ketua Kelompok Piket,

Ir. Bambang Sulistiyanto, MM

Maman Susanto

4

More magazines by this user
Similar magazines