Buku Profil PNPM MP Kota Bekasi 2012 - P2KP
Buku Profil PNPM MP Kota Bekasi 2012 - P2KP
Buku Profil PNPM MP Kota Bekasi 2012 - P2KP
Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!
Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.
Kapermas<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
1
Kapermas<br />
SAMBUTAN<br />
Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (<strong>PNPM</strong>-<strong>MP</strong>) merupakan program pemerintah yang bertujuan<br />
memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat miskin. Gerakan penanggulangan kemiskinan tersebut dilakukan secara terpadu<br />
antara 3 (tiga) pilar pembangunan yaitu pemerintah , swasta dan masyarakat yang berorientasi pada kemandirian dan berkelanjutan.<br />
<strong>Buku</strong> kedua ini diterbitkan untuk menginformasikan profil <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> di <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas<br />
pemerintah dan menjadi wadah bagi para pelaku pembangunan dalam berbagi pengalaman mengenai hal yang telah dilakukan untuk<br />
penanggulangan kemiskinan.<br />
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar–besarnya kepada para pelaku yang sudah bekerja keras dalam pengentasan kemiskinan.<br />
Mudah-mudahan kita semua bisa bekerja sama bahu membahu membangun masyarakat dan menanggulangi kemiskinan di <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>.<br />
Saya berharap , buku ini dapat menjadi referensi, menumbuhkan inspirasi dan menjadi pembelajaran semua pihak, khususnya pelaku<br />
<strong>PNPM</strong>-<strong>MP</strong> di kota <strong>Bekasi</strong>. Semoga bermanfaat.<br />
Walikota <strong>Bekasi</strong>,<br />
DR. H. Rahmat Efendi<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
2
KATA PENGANTAR<br />
Kapermas<br />
<strong>Buku</strong> <strong>Profil</strong> Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (<strong>PNPM</strong>-<strong>MP</strong>) <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> Tahun <strong>2012</strong> diterbitkan dalam<br />
semangat kebersamaan menuju “Masyarakat <strong>Bekasi</strong> Yang Cerdas, Sehat dan Ihsan”. Banyak sekali proses pembelajaran dalam masyarakat<br />
melalui kegiatan <strong>PNPM</strong> ini.<br />
<strong>Buku</strong> kedua secara umum dikelompokkan menjadi 4 bagian yang berkenaan dengan : 1. Berbagai kegiatan di tingkat kota dan masyarakat,<br />
2. Peningkatan kapasitas pelaku <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>, 3. Kegiatan ekonomi bergulir, dan 4. <strong>Profil</strong> beberapa pelaku <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>. Sementara dalam<br />
lampiran menggambarkan berbagai kegiatan Tridaya.<br />
<strong>Buku</strong> ini diharapkan akan menjadi media pembelajaran bagi semua pihak, dan dapat mendorong kegiatan penanggulangan kemiskinan di<br />
<strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> menjadi lebih baik lagi. Masih terdapat banyak kekurangan dari terbitnya buku ini, untuk itu kami berharap masukan untuk<br />
perbaikan <strong>Buku</strong> <strong>Profil</strong> ini. Kami berharap, buku ini dapat memberikan manfaat dan semangat terutama bagi pelaku penanggulangan<br />
kemiskinan di <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>.<br />
Kepala Kantor<br />
Pemberdayaan Masyarakat<br />
<strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong><br />
Drs. H. Husni Tarigan,MM<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
3
DAFTAR ISI<br />
No Judul Halaman 21 Konstruksi Berkelanjutan 33<br />
22 Bersama Lebih Produktif 35<br />
Sambutan i 23 Partisipasi Masyarakat dalam 38<br />
Kata Pengantar ii <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> di Kaliabang Tengah<br />
Daftar Isi<br />
iii<br />
Lampiran iv Bagian 3. Ma Anah Bisa Ke Bank 42<br />
Kontributor v 24 Akses KUR Nan Berliku 43<br />
25 LKM Yang Sederhana dan Sukses 45<br />
Bagian 1. Patriot Pembangunan 1 26 Geliat Ekonomi Bergulir 46<br />
1 Rumah Kebersamaan 2 27 Ibu Tatik Menikmati KUR BJB 48<br />
2 Tidak Lagi Khawatir Rumah Roboh 3 28 Ma Anah Bisa Ke Bank 49<br />
3 Patriot Pembangunan 4 29 The Ojekers 50<br />
4 Sabtu Sore Bersama ILO di Durenjaya 5 30 Melangkah Bersama 51<br />
5 Akhir Sebuah Penantian 6 31 Incubator Jadi Alat Usaha Masyarakat 52<br />
6 Jalan Baru 7 32 Grebek Keramas Lifebouy 53<br />
7 Bersinergi Untuk Pembangunan 8 33 Kebangkitan Perguliran di Sepanjangjaya 54<br />
8 Pelatihan Sambil Merayakan Milad 9 34 Membina Asongan 55<br />
9 Menoreh Satu Titik 10<br />
10 Bersama Meraih Esok 12 Bagian 4. Tak Kenal Lelah 56<br />
11 Inilah Juara Gelar Karya <strong>2012</strong> 14 35 Tetap Aktif 57<br />
12 Sosialisasi Pengolahan Sampah Terpadu 16 36 Sepuluh Pemuda 58<br />
13 Wow! Satu Milyar! 17 37 Eyang Uti 59<br />
14 Kebangkitan Forum BKM 19 38 Penuh Semangat 60<br />
39 Mbak Diah dari Sepanjangjaya 61<br />
Bagian 2. Kita Bisa Karena Kita Mau 20 40 Tumbuh Terus Sebelum Berbuah 62<br />
15 Menghijaukan Rumput di Halaman Kita (1) 21 41 Bersama Kita Pasti Bisa 63<br />
16 Minghijaukan Rumput di Halaman Kita (2) 23 42 Kepedulian Untuk Masyarakat 64<br />
17 Kita Bisa Karena Kita Mau 25 43 Kiprah RT Edi 65<br />
18 Hipertensi 27 44 Tak Kenal Lelah 66<br />
19 Tetes Keringat 29<br />
20 Menghijaukan Rumput di Halaman Kita (3) 31<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
Kapermas<br />
4
LA<strong>MP</strong>IRAN<br />
Tabel Judul Halaman<br />
1 Cakupan Kegiatan <strong>2012</strong> 68<br />
2 Daftar Kelurahan dan Tim Fasilitator 68<br />
3 Kelurahan PAKET 70<br />
4 Kelurahan PPMK 70<br />
5 Perkembangan Perguliran 71<br />
6 Perkembangan Channeling KUR 72<br />
7 Rekam Jejak Penyerapan BLM 73<br />
8 Rekapitulasi APBD 75<br />
9 Investasi BLM <strong>2012</strong> 76<br />
10 Kegiatan Rabat Beton 77<br />
11 Kegiatan Paving Beton 79<br />
12 Egiatan Drainase 82<br />
13 Kegiatan Gotong Royong 83<br />
14 Egiatan Rehab Rutilahu 83<br />
15 Kegiatan MCK 84<br />
16 Kegiatan Posyandu 84<br />
17 Kegiatan Peralatan PAUD 85<br />
18 Kegiatan Kewirausahaan 85<br />
19 Kegiatan Beasiswa 87<br />
20 Kegiatan Ekonomi 87<br />
Kapermas<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
5
KONTRIBUTOR<br />
No Kode Singkatan Keterangan<br />
1 S Sumardijono Durenjaya<br />
2 HSA Syaiful Anwar Jatiluhur<br />
3 RK Rika Kartika Jatisari<br />
4 TS Titin Sumarni Perwira<br />
5 HSS Sayuti Shofyan Harapan Jaya<br />
6 J Jaelani Harapan Baru<br />
7 SR Syamsul Rizal Pekayon<br />
8 MA Maryana Ahmad Koorkot<br />
9 EID Ema Iklima Dini Askot MK<br />
10 AA Abdul Afif SF Tim 4<br />
11 ER Ena Rodiah SF Tim 6<br />
12 SU Siti Umamah MK Tim 1<br />
13 BS Budi Saptono CD Tim 1<br />
14 DRT Dessy Riyen Tafrinni CD Tim 3<br />
15 DN Dewi Nurjanah MK Tim 5<br />
16 DDI Dede Dewi Indrawati CD Tim 7<br />
17 YP Yuliani Purnamasari Alumni<br />
18 HK Humas <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> Humas<br />
Kapermas<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
6
Kapermas<br />
BAGIAN SATU<br />
PATRIOT PEMBANGUNAN<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
7
1. Rumah Kebersamaan<br />
Kapermas<br />
Keberadaan Lembaga/organisasi akan lebih baik ditunjang dengan sekretariat/kantor yang memadai. di Kelurahan Jatimelati kecamatan<br />
Pondok Melati sudah berdiri gedung bersama LKM, LPM, Posyandu dan PKK. Keberadaan gedung tersebut mempunyai peranan yang<br />
sangat penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui kegiatan <strong>PNPM</strong>-<strong>MP</strong> maupun kegiatan social lainnya . Oleh sebab itu,<br />
secara substansial keberadaan secretariat/gedung suatu organisasi mencerminkan sejauh mana kepedulian masyarakat dan merupakan<br />
sebuah perwujudan dari lembaga masyarakat yang dibangun oleh, dari dan untuk masyarakat.<br />
Selain LKM Jatimelati laju berkembang kelurahan Jatimelati telah sukses menjalankan amanat masyarakat melaui Bantuan Langsung<br />
Masyarakat (BLM), berupa; perbaikan jalan-jalan lingkungan , saluran air, dan lain-Lain keberadaan gedung bersama akan menjadi<br />
sentral kegiatan social, ekonomi dan lingkungan (TRIDAYA). LKM Jatimelati laju berkembang telah sukses melaksanakan program<br />
kemitraan dengan program stimulant dalam pembangunannya dan telah dilengkapi dengan perangkat computer dengan berupaya<br />
menyisihkan dana BOP LKM demi kelengkapan gedung tersebut dan ke depan diupayakan ada bantuan-bantuan lainnya untuk lebih<br />
menyempurnakan gedung bersama tersebut. Sehingga akan semakin tertariknya para relawan untuk aktif dalam kegiatan LKM, PKK<br />
posyandu dan kegiatan social lainnya dengan memanfaatkan fasilitas gedung bersama (DDI).<br />
.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
8
2. Tidak Lagi Khawatir Rumah Roboh<br />
Kapermas<br />
“Alhamdulillah, kami dapat menikmati hidup secara layak. Kami sekeluarga tidak lagi mengalami bocor di saat hujan. Anak kami pun dapat<br />
tidur dengan tenang. Kami juga tidak lagi khawatir rumah akan roboh,” kata Pak Manan, dengan suara terbata-bata dan haru, saat serah<br />
terima rehab rumah dari Pakem Griya Mandiri, pada Maret 2011. Pak Manan adalah Warga RT 3 RW 6 penerima program rehabilitasi<br />
rumah tidak layak huni (rutilahu) dari program PAKET III <strong>P2KP</strong>/<strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan yang difasilitasi LKM Bakti Mandiri, Kelurahan<br />
Jatisari, Kecamatan Jati Asih, melalui Pakem Griya Mandiri. Pak Manan merupakan satu dari lima penerima manfaat rehab rumah yang<br />
dilakukan Pakem Griya Mandiri. Rehab rumah Pak Manan dimulai 26 Januari 2011 hingga 8 Februari 2011.<br />
Pelaksanaan rehab rumah menghabiskan dana sejumlah Rp.15 juta, terdiri dari dana BLM sebesar Rp.12 juta dan swadaya masyarakat<br />
Rp.3 juta. Rumah berukuran 6 meter x 5 meter milik Pak Manan kini telah memiliki lantai ubin, berdinding rapi dan layak huni. Pada<br />
kesempatan serupa, Tim Fasilitator mengajak sang pemilik rumah untuk menjaga dan memelihara kebersihan serta keindahan rumah.<br />
Harapannya, kegiatan rehab rumah ini bisa menjadi contoh kepedulian warga yang mampu kepada tetangganya yang masih membutuhkan<br />
bantuan. Berbagai ekspresi penerima manfaat rehab rutilahu di Jatisari saat menerima alih kelola sangat beragam. Nenek Isah pemilik<br />
rumah yang berlokasi di RT 01 RW 03, misalnya, menuturkan bahwa ia langsung membersihkan tiap tetes cat yang tercecer di lantai,<br />
sambil mengekor langkah tukang yang sedang melakukan pengecatan. Kegiatan rehab rutilahu ini menjadi suatu kebanggaan dan<br />
kepuasan batin bagi pengurus LKM. Hingga kini, LKM telah melakukan rehab rumah sebanyak 25. Rencana ke depan, terdapat 30 rutilahu<br />
dengan penghuni 120 jiwa miskin (PJM Pronangkis 2010 – 2013) yang harus direhab. Belajar dari 25 unit Rutilahu yang telah direhab, LKM<br />
akan berupaya untuk mencari sumber daya lainnya, antara lain melaluichanneling. (EID).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
9
Kapermas<br />
3. Patriot Pembangunan<br />
Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Jawa Barat (Jabar) Ir. H. Eddy I. M.<br />
Nasution, Dipl.SE.MT. menyebut seluruh pelaku <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan sebagai Patriot<br />
Pembangunan. Untuk itu, ia berharap agar para pelaku <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan dapat cepat<br />
beradaptasi dengan kondisi dan karakter masyarakat di wilayah dampingannya.<br />
“Tidaklah sama kondisi di satu wilayah dengan wilayah lainnya. Diperlukan penyikapan,<br />
perlakuan dan pendampingan yang berbeda,” jelasnya dalam Pertemuan Korkot/Askot Mandiri,<br />
di Aula 1 Diskimrum Jabar, pada Rabu, 12 Oktober 2011. Selebihnya, ia mengapresiasi pendampingan yang telah dilaksanakan oleh<br />
seluruh pelaku dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam kegiatan, antara lain, Team Leader (TL) K<strong>MP</strong> Wilayah I <strong>PNPM</strong><br />
Mandiri Perkotaan Dr. Ir. H. Endang Hernawan, MT, Kepala SNVT PBL Jabar Ir. Sulton Sahara, M.Eng dan PPK SNVT PBL Jabar Ir. Ade<br />
Subandi, dan staf ahli Gubernur Jabar bidang Pemberdayaan Masyarakat Bahruzin.<br />
”KSM hendaknya mulai diarahkan untuk dapat memproduksi alat atau barang yang memiliki daya ungkit tinggi dalam peningkatan<br />
kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Ia juga mengemukakan mengenai kegiatan infrastruktur yang dilakukan. ”Selain berdampak pada<br />
penataan permukiman dan peningkatan kesehatan lingkungan, ke depan hendaknya dapat semaksimal mungkin berdampak langsung pada<br />
kegiatan ekonomi masyarakat,” tandasnya. Lebih lanjut, Eddy Nasution berpesan kepada seluruh pelaku <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan agar<br />
dapat menjadi garis terdepan dalam gerakan ”Mencintai Produk Dalam Negeri”, senantiasa melakukan inovasi dan secara rutin selalu<br />
mengasah keberanian. ”Tidak terjebak pada rutinitas yang ada, melainkan selalu penuh dengan inspirasi bagi masyarakat,” ujarnya. (MA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
10
4. Sabtu Sore Bersama ILO di Durenjaya<br />
Kapermas<br />
Sabtu sore, tanggal 10 Desember 2011, sekitar pukul 15.30 WIB, LKM Duren Jaya kedatangan International Labour Organization (ILO).<br />
Cukup membuat surprise dan tentu terselip kebanggaan. Bukan saja bagi LKM dan Tim 01, tapi juga bagi masyarakat Kelurahan Duren<br />
Jaya. Tim ILO terdiri dari Manchin Hirsch, Celine Felix (Prancis), Sebastiano Snider (Italia) dan Abdul Hakim (Indonesia). Di buku tamu<br />
tertulis “service civique gouv so wil pituti jboss adrisng gop”, yang artinya kira-kira “kunjungan pelayanan sipil untuk meningkatkan<br />
pelayanan, serta mempengaruhi pemerintah dalam membuat kebijakan”.<br />
Tim disambut dengan ramah tamah khas Indonesia, yaitu senyum dan wajah sumringah. Sejenak melepas lelah, tanpa formalitas,<br />
meluncur ucapan selamat datang dari Koordinator LKM Duren Jaya Sumardiyono. Diawali perkenalan, acara dilanjutkan dengan pemaparan<br />
profil LKM. Banyak hal yang dipaparkan serta tanya yang disampaikan, meliputi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, indikator<br />
dalam menentukan masyarakat miskin, upaya mengatasi kendala kemacetan ekonomi bergulir, ketidaktepatan sasaran penerima manfaat,<br />
serta harapan LKM ke depan. Manchin Hirsch sempat menanyakan, jika ingin melakukan perubahan apa yang akan diubah. Ia juga<br />
menyatakan kepuasan pribadi dan tim atas kunjungannya ke Duren Jaya.<br />
Selepas tanya jawab, pihak ILO menyerahkan cendera mata berupa buku-buku tentang proteksi tenaga kerja anak-anak, bacaan untuk<br />
mengajari anak-anak tentang pendidikan, apa yang harus dilakukan serta ajakan kembali bersekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan<br />
kunjungan ke RW 06 untuk melihat hasil <strong>PNPM</strong> maupun PAKET, seperti pembuatan jalan, saluran dan renovasi rutilahu. Sabtu sore di<br />
Duren Jaya, menyisakan harapan lain, agar adanya kelanjutan program pemberdayaan masyarakat. Semoga. (YP).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
11
Kapermas<br />
5. Akhir Sebuah Penantian<br />
Kelurahan Margajaya Kecamatan <strong>Bekasi</strong> Selatan merupakan daerah penopang kota. Letaknya yang dekat<br />
dengan kota Jakarta, menjadikannya tempat tujuan dari masyarakat kota untuk beristirahat. Banyak dari<br />
para pekerja yang bekerja di Jakarta, memilih untuk tinggal di kelurahan ini. Hal tersebut menyebabkan<br />
padatnya penduduk di kelurahan Margajaya dan sebagian besar penduduknya merupakan masyarakat<br />
urban. Keberadaan masyarakat urban, antara lain identik dengan rumah tidak layak hini (Rutilahu).<br />
Rutilahu di Margajaya, merupakan salah satu masalah yang menjadi<br />
perhatian BKM. Keterlambatan pelaksanaan rehab rutilahu<br />
disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sulitnya<br />
mendapatkan kesepakatan dan kesediaan swadaya warga.<br />
Salah satu penerima manfaat rehab rutilahu adalah Bu Koma (70 tahun), warga RT 4 RW 2. Diusulkan sejak<br />
tahun 2007, rehab rumah Bu Koma baru dapat terealisasi pada <strong>2012</strong>. Bu Koma yang bekerja sebagai kuli<br />
nyuci dengan tanggungan 4 orang anak, penghasilannya tidak dapat disisihkan untuk memperbaiki rumahnya<br />
yang memiliki luas 5 m x 7 m. Jauh dari itu, pengahasilannya sering tidak dapat mencukupi kebutuhan<br />
sehari-hari. Ujian Bu Koma semakin bertambah manakala anak ketiganya mengalami lumpuh total.<br />
Penantian yang cukup panjang, rumah Bu Koma menjadi salah satu prioritas usulan yang akan difasilitasi BLM <strong>2012</strong>. Melalui rembug warga,<br />
rumah Bu Koma direhab pada Oktober <strong>2012</strong> dengan BLM sejumlah Rp. 10.500.000 dan swadaya senilai Rp. 3.500.000. Dikerjakan oleh 5<br />
orang tukang dan dibantu adanya gotong royong masyarakat, rumah Bu Koma saat ini telah berlantai keramik dan semuanya beratap genteng.<br />
Rumah Bu Koma telah tertata dengan baik, memiliki ruang tamu, ruang tidur, dapur dan wc. (DRT).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
12
Kapermas<br />
6. Jalan Baru<br />
BKM sebagai ujung tombak dalam penggulangan kemiskinan, ternyata tidak hanya berfokus<br />
pada pembangunan fisik saja. Penguatan nilai-nilai yang ada di masyarakat seperti, gotong<br />
royong, kepedulian dan transparansi, menjadi buah lain yang dapat dipetik dalam pelaksanaan<br />
<strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>. BKM Mustika Sari yang terdiri dari 9 pimpinan kolektif dan 4 orang unit pengelola,<br />
berusaha mewujudkan harapan masyarakat sebagaimana usulan yang tercantum dalam<br />
Rencana Tahunan.<br />
Salah satu usulan yang menjadi prioritas adalah pembangunan jalan lingkungan di RW 8.<br />
Didanai DDUB 2011, jalan lingkungan dengan panjang 225 m dan lebar 4 m ini, mulai<br />
dikerjakan secara gotong royong pada awal Maret <strong>2012</strong>. Pembangunannya menghabiskan<br />
biaya sejumlah Rp 108.201.000. Terdiri dari APBD sejumlah Rp 61.391.000 dan swadaya<br />
masyaraat senilai Rp 46.810.000.<br />
Selesainya pembangunan jalan tersebut, masyarakat dapat secara langsung merasakan<br />
mamfaatnya. Roda perekonomian dan transportasi menjadi lebih lancar. Lingkungan menjadi<br />
lebih nyaman dan asri. Sebagai wujud rasa syukur, pada 28 April <strong>2012</strong>, BKM mengadakan<br />
acara peresmian. Acara peresmian dihadiri H. Tumai, SE, Wakil Ketua DPRD kota <strong>Bekasi</strong>.<br />
Pemkot <strong>Bekasi</strong> sangat mendukung program yang dilaksanakan BKM karena memberikan<br />
output yang sangat baik, dari segi kualitas maupun partisipasi masyarakat. (DRT)<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
13
7. Bersinergi untuk Pembangunan<br />
Kapermas<br />
Pelaksanaan pembangunan mesti melibatkan banyak pihak, terutama pembangunan yang Pro<br />
Poor. BKM Bina Mandiri, kelurahan Margajaya, berusaha mewujudkan pembangunan yang<br />
sudah direncanakan dalam PJM Pronangkis dengan melibatkan pemerintah setempat.<br />
Kunjungan pimpinan kolektif BKM ke kantor kelurahan, merupakan upaya untuk terjaganya<br />
hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat yang diwakili oleh BKM. Pimpinan kolektif<br />
BKM yang dipimpin Samali, menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan di<br />
kelurahan Margajaya dan meminta sumbang saran untuk meningkatkan peran aktif<br />
masyarakat dalam pembangunan melalui <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>. Kegiatan tersebut merupakan persiapan<br />
pelaksanaan RWT (Rembug Warga Tahunan) yang secara rutin dilaksanakan setiap akhir tahun dan dalam rangka mempersiapkan usulan<br />
warga yang akan diajukan di tingkat kelurahan melalui Musrenbang.<br />
Lurah Margajaya, Nana Sukarna, menitikberatkan adanya swadaya masyarakat. Swadaya masyarakat menjadi faKtor penting dalam<br />
pembangunan lingkungan. Adanya peran aktif masyarakat, akan menyebabkan lancarnya proses pembangunan dan hasilnya sesuai<br />
dengan rencana. Dari sisi lain, diharapkan agar BKM juga memperhatikan peran aktif perempuan. Mereka perlu dilibatkan, tidak melulu<br />
menjadi objek namun juga menjadi subjek, sebagai pengambil keputusan arah pembangunan. Pembangunan yang melibatkan perempuan<br />
sebagai subjek akan berfokus pada peningkatan pendapatan keluarga yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.<br />
Adanya sinergi dalam pembangunan yang melibatkan berbagai unsur seperti pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan,<br />
maka arah pembangunan akan sesuai dengan perencanaan. Pelaksanaan dan pengawasannya akan menjadi lebih mudah karena semua<br />
pihak terdorong untuk peduli. BKM Bina Mandiri terus berupaya agar sinergi tersebut semakin kuat. (DRT).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
14
8. Pelatihan Sambil Rayakan Milad<br />
Kapermas<br />
Pada 21 Februari <strong>2012</strong>, kami mengadakan syukuran kecil-kecilan. Karena sehari sebelumnya, yaitu 20<br />
Februari <strong>2012</strong>, adalah hari jadi LKM Bakti Mandiri yang ke-12. Syukuran ini dihadiri oleh lurah,<br />
sekretaris kelurahan, Ekbang dan juga Koorkot <strong>Bekasi</strong>. Acara syukuran bertepatan dengan<br />
diadakannya Pelatihan Masyarakat (Pelmas) yang dilaksanakan selama dua hari, yakni 20 - 21<br />
Februari <strong>2012</strong>, sehingga masyarakat yang waktu itu diundang sebagai peserta pelatihan, turut<br />
meramaikan Hari Jadi LKM Bakti Mandiri.<br />
LKM Bakti Mandiri terbentuk pada tanggal 20 Februari 1999, dengan nama BKM Paguyuban Bakti<br />
Mandiri. Dengan adanya <strong>PNPM</strong>, pembangunan di wilayah Kelurahan Jatisari menjadi lebih baik,<br />
karena jalan-jalan yang tadinya masih tanah sekarang sudah dibeton dan dipaving. Rumah tidak<br />
layak huni pun sudah banyak yang telah jadi layak huni. Kegiatan ekonomi juga mengalami<br />
kemajuan, walau tidak banyak. Banyak warga yang mempunyai usaha, terbantu dengan<br />
bantuan pinjaman modal usaha untuk mereka. Dalam kegiatan social, BKM telah mengadakan<br />
pelatihan membuat kue dan bantuan peralatan untuk Posyandu se-Kelurahan.<br />
Pada masa kepengurusan saat ini LKM Bakti Mandiri mempunyai tiga generasi kepengurusan, yang mudah-mudahan bertambah solid.<br />
Generasi pertama, ada Bapak Subagyono sebagai pendiri sekaligus koordinator, hingga kini. Generasi kedua adalah Ibu Syamsuri atau Ibu<br />
Soemaryati dan Ibu Novi, yang mulai bergabung pada tahun 2008, tepat ketika <strong>PNPM</strong> masuk ke Kelurahan Jatisari. Generasi ketiga, ada<br />
muda-mudi yang ikut meramaikan kiprah LKM, yaitu Ibu Rika, Ibu Yayuk, dan yang lebih baru lagi, Ibu Dewi. (RK).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
15
9. Menoreh Satu Titik<br />
Kapermas<br />
Rabu, 23 Mei <strong>2012</strong>. Pukul 20.30 – 22.20 WIB. RT 4 RW 6 Kelurahan Jatiluhur. Sosialisasi rencana kunjungan Wagub. Warga<br />
membulatkan tekadnya : siap menerima kunjungan Wagub. Siap dengan optimalisasi swadaya masyarakat. Sebuah kehormatan dikunjungi<br />
Wagub sebagai Pembina TKPK Jawa Barat. Sebuah kebanggaan menerima kunjungannya. Dipandu Sopyan, warga bersepakat membentuk<br />
panitia kecil. Muncul gagasan : Kampung <strong>PNPM</strong>. Sabtu, 2 Juni <strong>2012</strong>. Pukul 08.15 – 14.10 WIB. BKM tiba di Desa Cukang Genteng. BKM<br />
memperoleh gambaran terkait kunjungan Wagub : pembukaan, laporan panitia, kerja bakti, meninjau usaha ternak sapi dan usulan<br />
kegiatan sarana air bersih. Selanjutnya makan siang bersama, dialog, penyematan Pin <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> dan terakhir : peninjauan pondok<br />
pesantren.<br />
Kamis, 7 Juni <strong>2012</strong>. Pukul 10.45 – 11.15 WIB. Rumah Dinas Wagub – Jalan Ir.H.Djuanda Bandung. Penyampaian kesiapan dan rencana<br />
kegiatan kunjungan Wagub kepada staf khusus Jabar 2. Di luar dugaan, Wagub berkenan untuk menemui BKM. Jumat, 15 Juni <strong>2012</strong>.<br />
Pukul 16.25 – 19.30 WIB. Jalan Kinit RT 4 RW 6 kelurahan Jatiluhur. Kesiapan : 16 unit tenda yang terbagi dalam 5 titik, telah terpasang di<br />
lapangan utama. Tegak terpasang 4 tenda di satu titik sebagai tempat bazaar produk KSM. Layar tancap telah terpasang di sisi kanan<br />
panggung. Peta mini RT 4 RW 6, dipasang di dinding rumah, persis di belakang panggung. Bendera putih bergambarkan logo <strong>PNPM</strong>,<br />
umbul-umbul dan spanduk BTN serta umbul-umbul BKM, berkibar gagah dan semarak.<br />
Sabtu, 16 Juni <strong>2012</strong>. Pukul 09.45 WIB. Walikota <strong>Bekasi</strong>, H. Rahmat Effendi, tiba lebih dulu. Selain disambut lambaian bendera kecil sang<br />
dwi warna yang dilakukan siswa SD dan S<strong>MP</strong> serta barisan pramuka, Walikota juga disambut tetabuhan rebana dan lantunan ibu-ibu yang<br />
tergabung dalam Grup Marawis RW 6. Pukul 10.20 WIB. Wagub disambut walikota. Pukul 10.30 WIB, Irawati selaku pembawa acara,<br />
mengawali acara dengan mengajak seluruh peserta untuk menyanyikan Indonesia Raya. Berikutnya pembacaan ayat suci Al-Qur’an,<br />
penampilan pencak silat, laporan koordinator BKM, sambutan Walikota dan Wagub.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
16
Pukul 11.15 WIB. Wagub memandu lelang amal untuk 6 rutilahu. Walikota menjadi<br />
number one, menyanggupi rehab sampai tuntas rutilahu an Amad (RT 3 RW 1). Hal serupa<br />
diikuti oleh Wagub untuk rutilahu an Edah (RT 1 RW 7) dan Achdar Sudrajat – anggota<br />
DPRD Jabar untuk rutilahu an Minih (RT 2 RW 1). Tiga unit rutilahu lainnya, an Darudin<br />
(RT 5 RW 5), Misin (RT 2 RW 1) dan Wanih (RT 4 RW 6), mendapat bantuan dari Camat<br />
dan Lurah sekecamatan Jati Asih, SKPD, SD Jatiluhur II dan S<strong>MP</strong> 24, TL OC4,<br />
Tim Fasilitator, Managemen Trio Macan, BTN dan warga. Dana dikumpul secara langsung.<br />
Setelah dilakukan penghitungan, total dana berjumlah Rp. 65.250.000.<br />
Kapermas<br />
Selepas lelang amal rutilahu, Wagub dan Walikota melakukan penyerahan santunan<br />
untuk anak yatim. Santunan berupa dana dan bingkisan alat sekolah untuk 15 anak yatim.<br />
Berikutnya Wagub melakukan penandatanganan prasasti pembangunan Jalan Kinit.<br />
Bersama Walikota, Wagub mengawali penulisan dan penandatanganan piagam untuk BKM<br />
dan warga RT 4 RW 6. Dalam piagam, Wagub menulis : Lanjutkan Kebaikan Ini<br />
(untuk BKM) dan Teruskan Perjuangan Kalian (untuk warga RT 4 RW 6). Sementara<br />
Walikota menulis kalimat yang sama dalam kedua piagam tersebut, yaitu : Muliakan<br />
pembangunan melalui kegiatan <strong>PNPM</strong>. Selepas doa, dilakukan peletakan batu pertama,<br />
sholat dhuhur dan makan bersama. Alhamdulillah.<br />
Satu titik telah ditoreh dan bersiap untuk titik lainnya. (MA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
17
10. Bersama Meraih Esok<br />
Kapermas<br />
Gelar Karya <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> merupakan pelaksanaan kedua kalinya. Gelar Karya yang dilaksanakan di Balai Patriot,<br />
Kompleks Kantor Walikota, pada 13-15 September <strong>2012</strong> ini terbuka untuk umum. Gelar Karya ini dibuka secara resmi oleh Asisten<br />
Pembangunan dan Kemasyarakatan (Asda 2) Setda <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> Nandi Surjakandi, pada Kamis, 13 September <strong>2012</strong>. Menurutnya,<br />
pelaksanaan penanggulangan kemiskinan diperlukan peningkatan kapasitas, pengembangan gagasan, motivasi yang kuat, semangat yang<br />
tinggi, inspirasi yang tiada henti dan aksi yang memiliki dampak perubahan kepada masyarakat.<br />
“Penanggulangan ini harus dilakukan melalui tiga pilar pembangunan, yakni pemerintah, masyarakat dan swasta dengan memiliki<br />
kebersamaan dan menjalin hubungan yang baik sebagai mitra kerja,” jelasnya. Ia juga mengatakan, <strong>PNPM</strong> harus memberikan dampak<br />
terhadap perubahan kemiskinan dan mempunyai keyakinan yang kuat untuk terus berbakti dan memberikan karya nyata dalam<br />
pembangunan di wilayah masing-masing.<br />
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> sebagai ketua panitia Husni Tarigan mengatakan,<br />
gelar karya ini mempunyai andil besar dalam memberdayakan masyarakat dengan mensosialisasikan seluruh proses dan hasil karyanya.<br />
“Berbagai bentuk pameran, aneka lomba, pemutaran film bertema Pemberdayaan Masyarakat dan hiburan untuk anak-anak, bazaar dan<br />
<strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan Award turut memeriahkan gelar karya tahun ini,” jelasnya. Pembukaan gelar karya tersebut juga dimeriahkan oleh<br />
penampilan Bumi Taekwondo Club yang ditampilkan oleh anak-anak.<br />
Gelar Karya menampilkan capaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan oleh masyarakat, produk KSM binaan, stan sponsor dan<br />
aneka lomba. Tampil pula stan Koperasi Swadaya <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> dengan produk khas berlogo <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan. Turut hadir dalam<br />
acara, Wakil Ketua DPRD <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> Yusuf Nasih, para kepala SKPD, camat, lurah, PJOK Kecamatan se-<strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>, Tim Koordinasi<br />
Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> serta tamu undangan lainnya.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
18
Kapermas<br />
Hadir pula Tim <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan <strong>Kota</strong> Depok dan Tim <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan Kabupaten Bandung Barat. Hadirnya kedua Tim<br />
<strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pelaksanaan <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan di luar <strong>Kota</strong><br />
<strong>Bekasi</strong> dan selanjutnya akan terbentuk jaringan/forum pelaku <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan antarkota/kabupaten. Kegiatan Gelar Karya<br />
dimeriahkan sekira 30 stan, yang terdiri dari 12 stan kecamatan, 4 stan <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>, 2 stan kapermas, 3 stan KSM binaan BKM, 2 stan<br />
perguruan tinggi dan 7 stan sponsor. Stan KSM binaan BKM menampilkan KSM Anggrek dari Kelurahan Jatisari dan KSM An-Nur dari<br />
Kelurahan Jatiluhur dengan produk aneka kue serta KSM Bougenvil dari Kelurahan Durenjaya dengan usaha batiknya.<br />
Khusus stan <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>, dibuka penerimaan lamaran kerja untuk menjadi fasilitator <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan di<br />
26 kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Lamaran dibuka untuk lulusan minimal D3 dari berbagai jurusan dengan usia maksimal 35 tahun.<br />
Lamaran paling lambat diserahkan pada hari ketiga pelaksanaan Gelar Karya. Di stan <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> juga akan<br />
diinformasikan terkait adanya kesempatan magang bagi lulusan S2/S3 untuk melakukan pengabdian melalui kegiatan <strong>PNPM</strong> Mandiri<br />
Perkotaan dengan penempatan di seluruh Indonesia. Untuk memeriahkan kegiatan Gelar Karya, panitia juga menyediakan doorprize<br />
berupa handphone, dispenser, ransel, tas, dan lain-lain. Setiap pengunjung diharapkan menuliskan pesan/kesan terhadap kegiatan Gelar<br />
Karya II. Lembar pengisian tersebut dimasukkan ke kotak undian. Doorprize dibuka pada hari ketiga menjelang penutupan. (HK).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
19
11. Inilah Juara Gelar Karya <strong>2012</strong><br />
Kapermas<br />
Acara penutupan Gelar Karya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (<strong>PNPM</strong>) Mandiri Perkotaan <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> tahun <strong>2012</strong> diwarnai<br />
dengan penyerahan piala penghargaan dan hadiah yang berlangsung di Gedung Balai Patriot, pada Sabtu, 15 September <strong>2012</strong>.<br />
Penyerahan piala dan hadiah ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kapermas <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> Drs. Husni Tarigan, MM, Ketua Forum<br />
Komunikasi Aktifis Peduli <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> (F-KAPSI) Sunandar, Koordinator <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> Maryana Ahmad, Lurah Kayuringin Jaya Herawan, SE dan<br />
Koordinator BKM Jaya Makmur, Kelurahan <strong>Bekasi</strong> Jaya Edi Sutrisno.<br />
Kepala Kapermas <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penyelenggaraan kegiatan dapat berjalan dengan<br />
lancar dan sukses meskipun tadi ada sedikit gangguan teknis. “Semoga acara ini bisa terlaksana secara rutin setiap tahun dan semakin<br />
terjalinnya sinergi antara para pelaku <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan dengan pemerintah daerah,” harapnya. Berikut, inilah juara lomba dan<br />
<strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan award <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> :<br />
Lomba Menggambar Juara I diraih Vania Archadiva dari SDN Pekayon VI, disusul Arestia dari SDN Kayuringin XVI sebagai Juara II dan<br />
Juara III dimenangkan Adilah Danisa dari SDN Duren Jaya. Lomba Mewarnai Juara I dimenangkan Regina dari TK Arrahman Pekayon,<br />
kemudian Juara II diraih Audrey dari TK Harapan dan Kayla Raya Sonia dari TK Arrahman Pekayon tampil sebagai Juara III. Sedangkan<br />
Juara Harapan I diraih Khyla Salwa dari TK Al-Jabar Duren Jaya, Juara Harapan II dimenangkan Keizya dari TK Al-Jabar Duren Jaya, lalu<br />
disusul Wulan Reguina dari TK Marga Jaya sebagai Juara Harapan III.<br />
Lomba Membaca Puisi, Juara I diraih Siti Aulia dari S<strong>MP</strong>N 1 <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>, Annisa Mutmainah dari S<strong>MP</strong>N 1 <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong><br />
tampil sebagai Juara II dan Juara III dimenangkan Titania dari S<strong>MP</strong>N 35 <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>. Lomba Kreativitas, Suprihatin dari Kelurahan<br />
Kayuringin Jaya menduduki peringkat teratas, disusul Sri dari Kelurahan Jati Bening sebagai Juara II dan Juara III diraih Ibu Rohmah dari<br />
Kelurahan Jati Bening.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
20
Kapermas<br />
<strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan Award<br />
Lurah Terbaik adalah Makhfud Saifudin, kelurahan Bojong Rawa Lumbu. Selanjutnya Herawan, kelurahan Kayuringin Jaya dan Eko<br />
kelurahan Jatiluhur. Sementara untuk PJOK terbaik diraih H. Abdul Kadir Jaelani, kecamatan Jati Asih. BKM terbaik diraih kelurahan<br />
Perwira, Jatimakmur dan Durenjaya. Lomba Foto <strong>PNPM</strong>, Juara I diraih BKM Perwira, Juara II dimenangkan BKM Jati Karya dan BKM Jati<br />
Luhur tampil sebagai Juara III. KSM Terbaik ada 3 kategori, bidang infrastruktur diraih KSM Bulak Indak dari Kelurahan<br />
Perwira, bidang ekonomi dimenangkan KSM Melati 4E dari Kelurahan Jati Cempaka dan bidang sosial diraih KSM PSM dari Kelurahan<br />
Sepanjang Jaya. Sementara Penghargaan khusus diraih KSM Sejahtera Bersama dari Kelurahan Jati Bening.<br />
Salah satu pemenang lomba kreativitas, Suprihatin mengatakan sikap optimisnya terhadap program PN<strong>MP</strong> akan berhasil bila para pelaku<br />
memiliki komitmen yang kuat. Dengan adanya <strong>PNPM</strong>, masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung membangun desanya sesuai<br />
dengan kebutuhan. “Saya berharap, para pelaku <strong>PNPM</strong> bisa bekerja dengan baik untuk mewujudkan pembangunan partisipatif agar<br />
manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya. (HK).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
21
12. Sosialisasi Pengolahan Sampah Terpadu<br />
Kapermas<br />
Berawal dari keprihatinannya terhadap masalah sampah dan dampaknya, Koordinator BKM<br />
Amanah Kelurahan Kayuringijn Jaya, HM. Djafar, mencari solusi untuk mengentaskan masalah<br />
tersebut. Dijajaki kemitraan dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi) Jakarta.<br />
Pada 29 Sepetember <strong>2012</strong>, Tim BPPT datang ke lokasi TPS di RW 16 untuk melihat salah satu<br />
lokasi pembuangan sampah. Melihat lokasi tersebut, salah satu tim dari BPPT, Yanto,<br />
menyampaikan bahwa TPS tersebut bisa dijadikan sebagai tempat Pengolahan Sampah Terpadu.<br />
Sampah yang dihasilkan masyarakat bisa didaur ulang menjadi 4 item produk yang mempunyai<br />
nilai manfaat yaitu biogas, pupuk cair, pupuk padat dan bata press.<br />
Menilik pada salah satu faktor utama keberhasilan program ini adalah penyadaran masyarakat terhadap pola pemanfaatan sampah,<br />
sosialisasi pun dilakukan. Pada 2 Nopember <strong>2012</strong>, BKM Amanah mengundang masyarakat RW 16, RW 17 dan RW 19, sebagai wilayah<br />
yang membuang sampahnya pada TPS tersebut. Hadir pada kesempatan tersebut, Lurah Kayuringin Jaya, Herawan, SE., tokoh masyarakat,<br />
pimpinan kolektif BKM, PKK, Tim Fasilitator <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> dan tamu undangan dari Kelurahan Jaka Sampurna.<br />
Problematika persampahan yang mengakibatkan berbagai masalah yang lebih kompleks seperti longsornya gunung sampah di TPA<br />
Leuwigajah Bandung dan kebakaran sampah di TPA, menginspirasi BPPT untuk membuat sebuah alat dalam pengolahan sampah, yaitu An<br />
Aerob Composting. Sampah bisa diolah menjadi 3 jenis, yaitu biogas, pupuk kompos dan pupuk cair. Hal tersebut bisa diawali dengan<br />
pengelolaan sampah di sumbernya, yaitu di rumah tangga. Sampah yang ada diatasi dengan 3 R (Reduce= mengurangi sampah, Reuse =<br />
menggunakan kembali sampah yang ada dan Recycle = mendaur ulang sampah). Yang menjadi kunci adalah bagaimana memisahkan<br />
sampah. Sampah organik diolah menjadi komposter, sementara sampah an organik dikumpulkan di Bank Sampah untuk didaur ulang. (ER).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
22
13. Wow!! Satu Milyar!!!<br />
Kapermas<br />
Pengorbanan mesti ada dalam setiap perjuangan. Kemerdekaan RI 67 tahun lalu, diraih dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Demikian<br />
juga karir dan jenjang pendidikan kita, dicapai dengan langkah besar dan adanya dukungan total dari keluarga. Sebuah prestasi dapat<br />
dijangkau, manakala kebersamaan terjalin dengan kuat dan sama-sama berkeringat. Salah satu bentuk pengorbanan, adalah kegiatan<br />
sosialisasi <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>. Sosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, media, tempat, ruang dan waktu serta kelompok sasaran. Kegiatan<br />
sosialisasi yang gencar dilakukan, antara lain melalui kegiatan peresmian, pelatihan dan bazaar. BKM Candrabaga kelurahan Kranji<br />
kecamatan <strong>Bekasi</strong> Barat, tidak ketinggalan untuk melakukan sosialisasi dimaksud.<br />
BKM Candrabaga menggelar acara sosialisasi pada 3 November <strong>2012</strong>. Sosialisasi dilaksanakan di halaman Majelis Taklim Ar-Ridho RT 5<br />
RW 11. Acara sosialisasi diisi dengan penyerahan bantuan sosial <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> dan peresmian kegiatan jalan lingkungan P3BK (Program<br />
Pembangunan Partisipatif Berbasis Komunitas). Acara dihadiri oleh Walikota <strong>Bekasi</strong>, Dr. H. Rahmat Effendi, Kepala Satker, Drs. H. Husni<br />
Tarigan, camat, lurah, BKM perwakilan tiap kecamatan, tokoh masyarakat dan warga penerima manfaat.<br />
Drs Mudjiono, Koordinator BKM Candrabaga, dalam laporannya menyampaikan perjalanan dan kiprah yang telah dilaksanakan oleh BKM<br />
bersama masyarakat. BKM Candrabaga yang telah berumur 9 tahun, perkembangannya diawali dengan <strong>P2KP</strong>, kemudian dilanjutkan<br />
dengan <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>. Pembinaan dari tim fasilitator dan semua pihak, berbuah amanah. Pemkot <strong>Bekasi</strong> pada tahun 2011 memfasilitasi BKM<br />
dengan dana Rp. 100 juta per kelurahan dalam kegiatan DBHSPI (Dana Bantuan Hibah Stimulan Pembangunan Infrastruktur). Selanjutnya<br />
tahun <strong>2012</strong>, melalui P3BK (Program Pembangunan Partisipatif Berbasis Komunitas), kegiatan lanjutan dari DBHSPI, pemkot memberikan<br />
amanah yang lebih besar pada BKM, yaitu mengelola dana sejumlah Rp. 200 juta per kelurahan.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
23
Dalam arahannya, Walikota menyampaikan apresiasi atas inisiasi BKM dalam melakukan bantuan<br />
sosial terhadap siswa yatim piatu yang tidak mampu. Adanya P3BK sebagai program daerah,<br />
merupakan implementasi dari keberhasilan BKM dan masyarakat yang dapat menumbuhkan<br />
kembali nilai-nilai luhur bangsa, yaitu musyawarah mufakat dan gotong royong yang dibuktikan<br />
dengan adanya partisipasi yang tinggi dari masyarakat. Bantuan sosial yang digagas BKM, juga<br />
sejalan dengan semangat pemkot yang sudah melaksanakan pendidikan gratis.<br />
Kapermas<br />
Walikota berharap agar amanah dapat dijalankan dengan baik. Tahun 2013, dana P3BK akan<br />
ditambah menjadi Rp. 500 juta per kelurahan. Jika amanah dapat tetap dijaga, beliau berjanji<br />
dana P3BK akan ditingkatkan menjadi Rp 1 milyar per kelurahan. Di akhir sambutannya,<br />
Walikota mengajak kepada semua pihak untuk berbuat yang terbaiik untuk masyarakat.<br />
Selepas sambutan dan arahan Walikota, acara sosialisasi dilanjutkan dengan penyerahan<br />
bantuan peralatan sekolah kepada 79 anak yatim piatu. Kemudian dilakukan gunting pita<br />
terhadap jalan yang baru diperbaiki melalui P3BK. Sebelum acara ditutup, disampaikan tausiah<br />
dari H. Ahmad Junaedi, pimpinan Majelis Taklim Ar-Ridho. Disampaikan bahwa orang yang<br />
dermawan akan diberi beberapa kebaikan, yaitu bertambah rezekinya, disembuhkan penyakitnya,<br />
dijauhkan dari malapetaka, masuk surga tanpa hisab dan azab. Usaikah perjuangan itu<br />
setelah prestasi terukir? Tidak. Perjuangan sebenarnya adalah melanjutkan perjuangan itu sendiri.<br />
(MA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
24
14. Kebangkitan Forum BKM<br />
Kapermas<br />
Rapat Konsolidasi Forum BKM dan BKM sekota <strong>Bekasi</strong> yang dilaksanakan di Ruang Rapat<br />
Walikota <strong>Bekasi</strong>, 11 Desember <strong>2012</strong>, adalah upaya menyatukan visi dan misi dalam rangka<br />
pembangunan tahun 2013. Rapat dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan ketua FBKM <strong>Kota</strong>,<br />
H. Muhammad Djafar dan sambutan PPK Satker, Dian Haryani. Selanjutnya acara dibuka oleh<br />
Kepala Kapermas, H. Husni Tarigan.<br />
Pertemuan ini merupakan bentuk keprihatinan karena belum adanya kesamaan presepsi<br />
mengenai prosedur untuk mengakses program pemkot. Hal tersebut menyebabkan munculnya<br />
pihak lain yang memanfaatkan peluang ini dengan iming-iming mempermudah BKM untuk<br />
mengakses program, akan tetapi nyatanya malah mempersulit dan menambah beban BKM.<br />
Tidak adanya satu komando yang terstruktur, telah membuat FBKM, baik tingkat kecamatan<br />
maupun kota menjadi terpecah. BKM sering mendapatkan informasi yang berbeda dan<br />
menyebabkan BKM mengeluarkan biaya-biaya yang tidak perlu.<br />
Koordinator BKM Mustika Jaya, Maria Y.S., berharap agar FBKM dapat mengadakan rapat secara rutin dengan pelaksanaan yang tidak<br />
sentralistis dan mengajak seluruh BKM untuk bersatu dalam gerak dan langkah kerja. Sementara koordinator BKM <strong>Bekasi</strong> Jaya, H. Edi, ke<br />
depan BKM mampu membenahi legalitasnya. H Edi juga mengharapkan adanya penyamaan format proposal dan berharap agar Kapermas<br />
memberikan dukungan optimal terhadap niat baik BKM. Rapat Konsolidasi ini menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain<br />
merekomendasikan FBKM menjadi Sekretaris Tim Pokja Penanggulangan Kemiskinan dan kesiapan FBKM untuk memfasilitasi pembuatan<br />
LPJ P3BK tahun <strong>2012</strong> ini. Rapat ini diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan FBKM kota dan kecamatan, sehingga menambah<br />
semangat seluruh personil BKM dalam penanggulangan kemiskinan sebagai bagian dari pembangunan di <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>. (DRT).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
25
Kapermas<br />
BAGIAN DUA<br />
KITA BISA KARENA KITA MAU<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
26
15. Menghijaukan Rumput di Halaman Kita (1)<br />
Kapermas<br />
Atas apa yang telah dicapai <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>, penilaiannya telah disampaikan dalam berbagai pertemuan. Dikupas dalam pertemuan internal<br />
konsultan dan dipaparkan dalam kegiatan seminar atau lokakarya. Website pun secara rutin menampilkan hal tersebut di kolom cerita,<br />
berita, artikel atau best practise. Tak ketinggalan media lokal : koran, radio dan tivi turut menampilkan capaian positif atas apa yang telah<br />
diraih oleh masyarakat. Capaian kinerja kota/kabupaten telah disampaikan dalam pertemuan seluruh satker di Batam pada September<br />
2011. Di tingkat OC4 Jabar, dibahas pada pertengahan Juli 2011 di Lembang dan awal Oktober 2011 di Diskimrum Jabar. Pada 19<br />
Desember 2011, Kepala Satker Pusat, Ir. Boby Ali Azhari, M.Sc., pun berkenan menyampaikannya dalam Lokakarya <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> di ruang<br />
rapat Kantor Walikota <strong>Bekasi</strong>.<br />
Tergelitik dengan hasil survai yang dilakukan koran lokal dan Jakarta, capaian kinerja dijajagi dalam sebuah jajak pendapat. Diawali<br />
dengan penyebaran surat edaran pada 6 Oktober 2011, jajak pendapat dilakukan dengan menyebar sebuah kuisioner yang terdiri dari 7<br />
pertanyaan. Meski tidak memenuhi standar dan pandangan masyarakat di setiap kelurahan, 35 dari 56 lembar kuisioner, hasilnya<br />
dipaparkan untuk pertama kali dalam pertemuan BKM sekota <strong>Bekasi</strong> pada 13 Desember 2011. Jajak pendapat pertama berkenaan dengan<br />
pelaksanaan <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>. Sejumlah 35 responden (100%), menyatakan bahwa <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> bermanfaat untuk masyarakat. Terkait kekurangan<br />
DDUB <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> (Rp. 5,7 milyar), 31 responden berharap agar DDUB dipenuhi 100% pada TA <strong>2012</strong> dan 4 responden memandang cukup<br />
dipenuhi 50% terlebih dahulu.<br />
Pandangan terhadap kemitraan antara BKM/masyarakat dengan SKPD, 35 responden (100%) berpendapat bahwa kemitraan penting untuk<br />
dilakukan. Pertanyaan selanjutnya, tentang pronangkis yang dilakukan setiap SKPD, 13 responden menyatakan mengetahui dan 22<br />
responden tidak mengetahuinya. Dalam hal kinerja konsultan, muncul pernyataan puas (26) dan tidak puas (9). Ketidakpuasan responden<br />
terhadap kinerja konsultan, antara lain berkaitan dengan : a. Pola pendampingan (29), b. Pergantian personil (13), c. Pelatihan/coaching<br />
(20), d. Channeling (15), e. Kemitraan (17) dan f. Pemotongan BLM (0).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
27
Kapermas<br />
Pertanyaan terakhir terkait pasca 2014, apabila pemda melaksanakan program lokal, responden berpandangan agar tetap didampingi<br />
oleh : a. Konsultan (24), b. Dinas/aparat pemkot (6), c. Perguruan Tinggi (2) dan d. Lainnya (3).<br />
Secara kualitatif, responden juga menyampaikan usulan dan harapan pada konsultan, pemkot dan pemerintah. Responden berharap agar<br />
konsultan lebih proaktif dan kreatif, dan tidak sering terjadi pergantian fasilitator. Harapan selanjutnya kepada Satker agar terus<br />
mendampingi BKM/masyarakat dan lebih kuat untuk menjalin kemitraan. Sementara kepada pemerintah, agar tidak ragu-ragu untuk<br />
melanjutkan <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> dan menjadikan BKM sebagai pintu untuk masuknya program lain. Itulah sedikit gambaran <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> di <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong><br />
dari sudut lain berdasarkan hasil Jajak Pendapat. Pelaksanaanya, seyakin-yakinnya masih jauh dari sisi SOP sebuah jajak pendapat, akan<br />
menjadi bahan masukan, koreksi dan refleksi bagi seluruh tim. Akan menjadi satu bagian dari sebuah akar, dari banyaknya akar yang<br />
dimilliki sebuah tanaman rumput. Sekumpulan rumput yang menjadi bagian dari sebidang tanah, pada akhirnya membentuk sebuah area<br />
yang elok untuk dipandang, indah untuk dinikmati dan nyaman untuk didiami. Akar lainnya, harus ada perubahan, pemeliharaan dan<br />
perbaikan. Agar rumput kita selalu hijau, tak kalah dengan rumput tetangga yang ternyata memang hijau dan subur (MA).<br />
35<br />
35<br />
25<br />
22<br />
30<br />
25<br />
20<br />
20<br />
15<br />
13<br />
Keterangan :<br />
15<br />
10<br />
5<br />
0<br />
Bermanfaat<br />
0<br />
Tidak Bermanfaat<br />
10<br />
5<br />
0<br />
Tahu<br />
Tidak Tahu<br />
Grafik 1. Pelaksanaan <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>.<br />
Grafik 2. Pronangkis yang dilaksanakan SKPD.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
28
16. Menghijaukan Rumput di Halaman Kita (2)<br />
Kapermas<br />
Fasilitator merupakan asset yang sangat berharga. Satu bagian terpenting dari bagian penting lainnya dalam suksesnya <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>. Satu<br />
bagian yang dapat membuat halaman pemberdayaan menjadi lebih hijau dari kondisi semula. Satu bagian yang mendorong terjadinya<br />
perubahan pada hijaunya rumput di kebun kita.<br />
Menjadikan fasilitator yang tangguh, berbagai upaya telah dilakukan. Upaya untuk mewujudkan fasilitator yang handal mengatasi berbagai<br />
tantangan dan tahan terhadap terpaan badai. Berbagai upaya telah dilakukan PU. Diawali pelatihan dasar, pelatihan madya dan pelatihan<br />
utama. Dilanjutkan coaching dan OJT. Dibekali berbagai tips n triks pemberdayaan, fasilitator juga diapresiasi dengan imbalan jasa dan<br />
award. Di beberapa kota/kabupaten lainnya, pemampuan dan peningkatan keberdayaan fasilitator ditempuh dengan berbagai inovasi dan<br />
kreativitas secara swadaya. Upaya yang dilakukan antara lain, inisiasi pembentukan forum fasilitator, koperasi, arisan, asuransi atau studi<br />
banding. Bahkan muncul ide dari seorang teman : pertukaran fasilitator antar kota/kabupaten atau lintas provinsi.<br />
Terbersit dari Sukiyat pelopor mobil esemka, yaitu 3 N (Niteni, Niru dan Nambahi) atau ATM (Amati, Tiru dan Menambahkan), kegiatan<br />
teman2 Kab. Sukoharjo (website), coba kami terapkan di <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>. Pertemuan full tim dikemas sebagai media refresh dan memperkuat<br />
soliditas personil. Acara digelar pada 14 Januari <strong>2012</strong> di Desa Ciwangi Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut.<br />
Pertemuan full tim diawali dengan kegiatan Lintas Kampung. Seluruh peserta dibagi dalam 3 grup, yaitu Grup Anggur, Apel dan Durian.<br />
Setiap grup dilepas secara berurut dengan jeda 15 – 20 menit. Grup Anggur dilepas pada pukul 07.05 WIB, Grup Apel (07.25 WIB) dan<br />
Grup Durian pukul 07.40 WIB. Setiap grup harus melintasi 3 kampung yang terdiri dari 6 pos dan dipandu oleh 33 titik penunjuk arah.<br />
Setiap grup juga dibekali berbagai alat, yaitu : bendera, spanduk, paku payung, pen, kertas, pinsil warna, penggaris, gunting, puzzle,<br />
spidol dan peta buta.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
29
Di setiap pos, seluruh anggota grup harus bahu membahu melaksanakan tugas sesuai POB yang<br />
dibuat panitia. Di Pos 1, Kampung Manyah Beureum, tugasnya adalah merangkai puzzle bersama<br />
anak-anak di sekitar pos dan mengenal identitas mereka. Memasuki Pos 2, Warung Pa Emod,<br />
belanja beberapa jenis makanan dan minuman. Sementara di Pos 3, Mushola Kampung Lebak Jaya ,<br />
setiap grup harus mengenali sejarah dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus mushola<br />
tersebut serta memberikan sumbangan.<br />
Kapermas<br />
Berselang 15 menit, di Pos 4, tugas yang harus<br />
dilaksanakan adalah memasang spanduk dan melakukan penyeberangan secara estafet. Di Pos 5,<br />
Sawah Kampung Bojong, jarak terjauh yang harus ditempuh setiap peserta, setiap grup harus<br />
menggambar sejauh mata memandang di dekat pos tersebut. Selepas lukisan jadi, di Pos 6, pos<br />
terakhir yang berdekatan dengan sebuah jembatan, tugas yang diemban adalah memasang bendera<br />
grup dan membuat bendungan batu. Sepanjang perjalanan, setiap grup juga bertugas untuk<br />
mengumpul 7 jenis bunga yang berbeda warna.<br />
Pukul 13.15 WIB, setelah badminton, mancing dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan<br />
pertemuan full tim. Acara diisi dengan sekilas informasi terkait rencana kunjungan BKM<br />
Kab. Bengkalis Provinsi Riau, Paturay Tineung personil yang pindah tugas ke kota lain dan<br />
pengumuman pemenang Lintas Kampung. Grup Anggur keluar sebagai the champhion. Di posisi<br />
kedua Grup Apel dan posisi terakhir diisi Grup Durian. Hadiah berupa makanan dan minuman,<br />
selanjutnya dinikmati bersama. Tepat pukul 16.30 WIB, seluruh personil kembali bergerak menuju<br />
<strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>. Siap menunaikan amanah dengan semangat yang terbarukan. Semoga. (MA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
30
17. Kita Bisa Karena Kita Mau<br />
Kapermas<br />
Pelatihan open menu dengan tema khusus Channeling, akhirnya terlaksana dan tuntas. Digelar pada 10, 11 dan 12 April <strong>2012</strong>, pelatihan<br />
dipusatkan di Balai Patriot kompleks kantor walikota. Pelatihan diikuti oleh 10 orang perwakilan dari setiap kelurahan. Serangkaian<br />
pertemuan dilaksanakan sebagai persiapan pelatihan. Diawali pembentukan panitia pada 25 Februari <strong>2012</strong>, dilanjutkan secara marathon<br />
pada 11 dan 25 Maret, persiapan terakhir dilakukan 9 April <strong>2012</strong>. Persiapan akhir dilaksanakan di aula Kapermas yang dihadiri oleh Kepala<br />
Satker – Drs. H. Husni Tarigan, MM dan PPK, Dian Hariani, S.Sos.<br />
Pelatihan hari pertama menampilkan 5 narasumber yang terbagi dalam 2 sesi. Sesi pagi diisi dengan narasumber dari pelaku <strong>PNPM</strong>. Materi<br />
Pelaksanaan Rehab Rutilahu Swadaya dipaparkan Mohammad Ali, Koordinator BKM kelurahan Jatikramat kecamatan Jati Asih. Sementara<br />
materi kedua disampaikan oleh Suwardi, ketua PSM (Program Swadaya Masyarakat) RW 4 kelurahan Sepanjang kecamatan Bojong Rawa<br />
Lumbu. Penutup sesi pagi diisi oleh Zaelani, anggota BKM Harapan Baru kelurahan Harapan Baru Kecamatan <strong>Bekasi</strong> Utara. Sesi siang,<br />
diisi oleh 2 narasumber, yaitu Ahmad Jupri dari pemuda pelopor <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> tahun 2011 yang menyampaikan materi tentang pengelolaan<br />
Ternak dan materi kelima disampaikan oleh Sinta dari kelurahan <strong>Kota</strong> Baru Kecamatan <strong>Bekasi</strong> Barat dengan materi Bank Sampah Darling.<br />
Hari kedua dengan menampilkan 3 narasumber, diimbangi dengan penurunan kehadiran peserta. Diisi dengan narasumber dari kampus<br />
(Universitas Islam 45), BSR (<strong>Bekasi</strong> Sosial Responcybility) dan Disperindagkop, pelatihan terus dilanjutkan dengan materi tambahan dari K-<br />
Link (materi yang dimunculkan secara dadakan dan mengejutkan). Sesi siang yang diisi oleh Drs. Zaenuddin Sitanggang, MS<br />
(Disperindagkop), menjadi sesi paling menarik di hari kedua. Hari terakhir, peserta mulai tergiring ke nuansa penutupan. Semakin kental<br />
nuansanya manakala H. Syaiful (BKM Jatiluhur Barokah) selaku ketua panitia, melantunkan lagu favoritnya, Jangan Terulang Kedua Kali.<br />
Disambung beberapa peserta lainnya yang unjuk kemampuan dalam olah suara. Diawali materi KPI dan Logframe, pelatihan di sesi pagi<br />
dilanjutkan dengan materi Kebijakan Integrasi <strong>PNPM</strong> yang disampaikan Drs. H. Hadi Santoso, MA selaku Asisten Deputi Urusan<br />
Pengarusutamaan Kebijakan dan Anggaran Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
31
Kapermas<br />
Lepas ishoma, kehadiran Ibu Plt Walikota, menyemarakkan kegiatan pelatihan. Selepas materi Dasar Menuju Kemandirian BKM, panitia<br />
mendaulat Ibu Walikota untuk menjadi juri Lomba Yel-Yel yang diikuti oleh peserta dari setiap kecamatan. Kecamatan <strong>Bekasi</strong> Barat<br />
sebagai juara I, kecamatan Jati Sampurna (Juara II) dan kecamatan Mustika Jaya (Juara III). Selepas lomba, dilanjutkan paparan singkat<br />
dari perwakilan BTN. Pukul 15.45 WIB, acara ditutup secara resmi oleh Ibu Walikota.<br />
Selesai? Ternyata belum, bumbu pelatihan terus berlanjut. Begitu tuntas, di TKP, acara dilanjutkan dengan diskusi dan perdebatan kecil<br />
antara konsultan dan panitia. Terjadi mis link dalam komunikasi dan koordinasi. Mis link tersebut berlanjut di esok harinya. SF dari 7 tim<br />
beserta kekorkotan, melakukan evaluasi bersama panitia inti. Mencoba menemukenali mis link untuk memahami atas apa yang terjadi.<br />
Itulah sedikit catatan Pelmas Channeling <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>. Perencanaan yang sedemikian rupa dan pertemuan yang intensif untuk<br />
mencapai hasil maksimal, tetap memunculkan kekurangan di beberapa hal. Tapi di sisi lain, muncul haru dan bangga. Indonesia Raya<br />
berkumandang, semangat para peserta menyanyikan Topi Saya Bundar, militansi narasumber dan kekuatan Phu Che Nen Phu Nen Than<br />
Che Yauw Phu Yauw, akan menjadikan Pelmas Channeling sebagai event yang selalu dikenang. Ya, kita bisa karena kita mau. (MA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
32
18. Hipertensi<br />
Kapermas<br />
Bertempat di aula RM Aquarium Resto Jalan Wibawa Mukti No. 81 kelurahan Jatiasih kecamatan Jati Asih, PT Hexpharm Jaya bersama<br />
Forum <strong>Kota</strong> Sehat (FKS) dan Gerakan Masyarakat Adipura (Gemar), menggelar acara Seminar Hipertensi. Dilaksanakan pada 22 Mei <strong>2012</strong>,<br />
acara tersebut dihadiri oleh seluruh lurah sekecamatan Jati Asih, PKK, pimkol BKM, puskesmas dan perwakilan RT/RW. Panitia seminar<br />
antara lain diisi oleh Enjang Sasmita (BKM Jatiasih-FKS) dan Slamet Subagyo (Gemar).<br />
Diawali sambutan perwakilan PT Hexphram Jaya, Alexander Paulus, seminar menghadirkan pembicara tunggal dr. Laniwati Limargah dari<br />
Klinik Provita Medika dengan materi tentang Hipertensi. Dalam sambutannya, Alexander Paulus menyampaikan bahwa kegiatan seminar<br />
tentang kesehatan ini akan dilaksanakan secara rutin per 3 bulan. Materi yang akan dikupas adalah Hipertensi, Diabetes, Kolesterol, Mag<br />
dan Infeksi. Selanjutnya acara dibuka secara resmi oleh Camat Jati Asih, Drs. Ahmad Zarkasih.<br />
Dalam paparannya, dr. Laniwati menyampaikan tentang Sistem Sirkulasi Darah, arti Hipertensi dan Tekanan Darah, Cara Mengukur<br />
Tekanan Darah, Gejala Hipertensi, Faktor yang mendorong terjadinya Hipertensi, Penangangan terhadap penderita Hipertensi dan Tips<br />
Mencegah Terjadinya Hipertensi.<br />
Dr. Laniwati memaparkan bahwa Hipertensi diartikan meningkatnya tekanan darah di atas ambang batas normal (120/80 mmHg). Pra<br />
Hipertensi terjadi manakala tekanan darah berkisar antara 121-139 / 81 – 89 mmHg, Hipertensi Derajat 1 (140 – 159 / 90 – 99 mmHg)<br />
dan Hipertensi Derajat 2 (> 160 / 100 mmHg). Gejala Hipertensi antara lain : sakit kepala dan kaku leher, kesemutan (baal), mudah lelah,<br />
mual dan muntah, dan sesak nafas. Beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya Hipertensi, yaitu : keturunan, merokok, kandungan<br />
lemak/kolesterol, obesitas, konsumsi makanan dengan kadar garam atau kadar manis tinggi, stress dan usia lanjut.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
33
Kapermas<br />
Proses terjadinya Hipertensi, antara lain : terlalu banyaknya konsumsi makanan dengan kadar manis yang tinggi, akan berdampak pada<br />
kegemukan dan meningkatnya kandungan kolesterol. Selanjutnya gula darah menjadi tinggi, pembuluh darah menyempit dan berdampak<br />
pada tekanan darah yang tinggi. Pada kasus yang dialami peroko, racun yang terdapat dalam rokok akan menyebabkan kerusakan dinding<br />
pembuluh darah. Akibatnya, elastisitas pembuluh darah menjadi rendah dan meningkatkan tekanan darah. Di kasus lainnya, yaitu<br />
konsumsi makanan dengan kadar asin yang tinggi, akan menyebabkan kadar natrium dalam darah meningkat, volume pembuluh darah<br />
tinggi dan akhirnya membuat tekanan darah menjadi tinggi.<br />
Bahaya lanjutan dari Hipertensi antara lain : stroke, gagal jantung/serangan jantung, gagal ginjal, gagal nafas dan gangguan penglihatan.<br />
Tips mencegah Hipertensi dapat dilakukan melalui pola hidup sehat, olah raga yang teratur, konsumsi makanan bergizi dan sehat, menjaga<br />
berat badan ideal, istirahat yang cukup dan menghindari rokok. Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi Hipertensi, antara lain<br />
golongan Blocker, Ace Inhibitor dan CCB. Di akhir paparannya, dr. Laniwati menyampaikan beberapa kesimpulan, yaitu : Hipertensi<br />
merupakan masalah kesehatan global yang mesti ditangani secara menyeluruh, waspada terhadap faktor-faktor yang dapat mendorong<br />
terjadinya Hipertensi dan pentingnya penanganan dini terhadap gejala Hipertensi untuk menghindari terjadinya komplikasi yang lebih berat.<br />
Disampaikan pula pentingnya ‘Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati’. (MA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
34
19. Tetes Keringat<br />
Kapermas<br />
Kegiatan Capacity Building BKM, merupakan salah satu kegiatan yang difasilitasi dalam BOP <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> di lingkup Satker <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>.<br />
Kegiatan CB kali ini, dilaksanakan di Hotel Purnama Cipayung Bogor pada 26 dan 27 Juni <strong>2012</strong>. CB BKM diikuti oleh 63 peserta yang terdiri<br />
dari 56 orang perwakilan BKM sekota <strong>Bekasi</strong> dan 7 orang perwakilan dari Tim Fasilitator. CB BKM dibuka secara resmi oleh Drs. H. Husni<br />
Tarigan, M.Si. Selepas pembukaan, kegiatan CB BKM dilanjutkan dengan paparan materi dari Erwin Effendi, SH, MH, selaku sekretaris<br />
TKPKD. Di luar dugaan, Walikota <strong>Bekasi</strong>, Dr. H. Rahmat Effendi, berkenan hadir dan memberikan sambutan.<br />
Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan apresiasi atas capaian dan pengabdian yang telah dilakukan oleh BKM. Keberhasilan <strong>PNPM</strong><br />
<strong>MP</strong>, selanjutnya diterjemahkan dengan pelaksanaan DBHSPI (Dana Bantuan Hibah Stimulan Pembangunan Infrastruktur) pada tahun 2011<br />
dengan BLM Rp. 100 juta/kelurahan. DBHSPI dilanjutkan pada tahun <strong>2012</strong> dengan sebutan P3BK (Program Pembangunan Partisipatif<br />
Berbasis Komunitas), pagu BLM Rp. 200 juta/kelurahan. Walikota berharap, agar P3BK dilaksanakan dengan baik, sehingga dapat<br />
diteruskan pada tahun 2013 dengan BLM Rp. 500 juta/kelurahan. Selepas memberikan arahan, Walikota menyempatkan diri untuk<br />
memberikan selamat kepada setiap peserta dan berdialog dengan beberapa peserta.<br />
Hari pertama CB BKM, berlangsung sampai pukul 23.00 WIB. Pelaksanaan PLPBK Kelurahan Muarasari dan Sinergitas <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> dan P3BK,<br />
menjadi 2 materi yang disampaikan pada sesi malam. Semangat peserta untuk menimba ilmu, layak dijempoli. Hari kedua CB BKM,<br />
berkenan hadir dari Rumah Zakat, Asisten Devuti Sumberdaya Swadaya Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera dan TA Infra OC4 Jabar.<br />
Peserta berharap agar Rumah Zakat semakin dekat dengan BKM untuk bersama-sama memberdayakan masyarakat.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
35
Kapermas<br />
Dalam rangka studi banding di BKM Semplak, peserta diterima oleh BKM, LPM dan Lurah. Diawali pembukaan dan sambutan, seluruh<br />
peserta studi banding diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri. Tidak ketinggalan, diperkenalkan juga perwakilan tim fasilitator dari<br />
<strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> dan Tim 2 <strong>Kota</strong> Bogor. Selepas sambutan dari Satker <strong>Kota</strong> Bogor, Denni Wismanto, SE, MM, dilakukan serah terima cendera<br />
mata. Dian Hariani, S.Sos selaku pimpinan rombongan, menyerahkan plakat kepada Kepala Dinas Pengawasan Bangunan, Hj. Erna<br />
Hernawati, MM . Selanjutnya Drs Mudjiono, mewakili BKM kota <strong>Bekasi</strong>, juga menyerahkan plakat kepada Zubaidah, koordinator BKM<br />
Semplak. Sementara BKM Semplak menyerahkan beberapa boneka dan keripik buah karya KSM.<br />
Rangkaian acara ditutup dengan menikmati suguhan lontong sayur dan opor ayam. Selanjutnya peserta mengunjungi sekretariat BKM<br />
Semplak dan meninjau kegiatan KSM secara langsung di lapangan. Terungkap bahwa keberhasilan BKM Semplak diraih dengan perjuangan<br />
yang cukup berat. Sempat oleng dengan kandasnya kegiatan perguliran pada tahun 2003, BKM Semplak selanjutnya bangkit di tahun 2005.<br />
Tingkat pengembalian saat ini mencapai nilai di atas 90 % dengan total perguliran lebih dari Rp. 2 milyar. Modal semula berjumlah Rp.<br />
180 juta. Di sisi lain, sebuah KSM dengan produk boneka, akan mengikuti pameran di negeri kincir angin. Salut.<br />
Tepat pukul 15.00 WIB, peserta kembali ke <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>. Keceriaan dan kebersamaan selama 3 hari, diyakini tergambar di wajah setiap<br />
peserta. Senyum optimisme tergurat, menyongsong pelaksanaan <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>2012</strong> dengan semangat terbarukan. Semoga tetes keringat<br />
seluruh BKM adalah amal baik yang kelak tergantikan dengan pahala yang berlipat. Semoga keringat itu menjadi rahmat yang ditukar<br />
dengan surga yang penuh berkah. Amin. (MA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
36
Kapermas<br />
20. Menghijaukan Rumput di Halaman Kita (3)<br />
Ada saatnya pandangan mata mesti diarahkan pada rumput di halaman kita. Jangan-jangan rumput itu selalu terabaikan karena kita selalu<br />
memperhatikan rumah yang kita diami. Rumah dengan segala keinginan agar terus berkembang dan bertambah luas. Hingga di satu waktu,<br />
kita baru menyadari bahwa rumput itu tidak terawat. Kemudian di ujung waktu, tertegun dan kaget bahwa rumput itu telah habis tak<br />
bersisa karena nafsu kita. Jangan!!!! Jangan sampai itu terjadi.<br />
Siklus yang terus berputar, BLM yang terus mengalir, kegiatan KSM yang terus mengular dan ide atau keinginan yang terus menjalar,<br />
telah mengenyampingkan pentingnya ‘satu jeda’. Satu kesempatan untuk saling koreksi dan mengisi. Satu media untuk saling menguatkan<br />
makna ‘bersimbosis mutualisme’. Satu waktu yang mesti kita lakukan secara rutin dan teratur sebagai bagian tak terpisahkan dalam<br />
membangun ‘rumah besar’ <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>, kebersamaan. Satu nafas yang apabila tidak dijalankan, maka hilanglah makna ‘loe n gue, friends’.<br />
Jeda itu sudah bergemuruh di tahun 2011. Jeda yang akan diisi dengan kegiatan Jambore. Jeda tersebut kemudian senyap ditelan<br />
kegaduhan ‘keterlambatan gaji’. Muncul kembali di Februari <strong>2012</strong> dan semakin menguat pada Juni <strong>2012</strong>. Info dari Ring 1, akan digelar<br />
pada pertengahan September <strong>2012</strong>. Asyik, seru dan rame. Usai lebaran langsung tancap gas untuk berbagai kegiatan.<br />
Ternyata, mundur lagi 1 bulan. Jadinya pada 21 dan 22 Oktober <strong>2012</strong>. Sosialisasi dilaksanakan pada 15 Oktober <strong>2012</strong> dalam acara rakor<br />
Koorkot. Setiap peserta mendapat 1 lembar jadwal kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kemitraan Antar Pelaku <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> Provinsi Jawa<br />
Barat. Esoknya, undangan disebar via email. Esoknya, jadwal berubah. Mundur 1 hari, jadinya 22 dan 23 Oktober <strong>2012</strong>. Tempat tetap,<br />
yaitu Pussenif TNI AD di jalan Supratman <strong>Kota</strong> Bandung.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
37
Kapermas<br />
Sejak awal, jeda itu menyiratkan ketidaksiapan EO. Setelah kecewa karena tidak ber-Jambore,<br />
disusul dengan perhitungan biaya transport yang di luar nalar, peserta tambah kecewa<br />
dengan ketidakhadiran gubernur dan semakin kecewa dengan penginapan yang tidak<br />
disiapkan sejak awal.. Peserta baru dapat masuk kamar setelah malam tiba. Kasihan…..<br />
Kecewa seluruh peserta yang berjumlah lebih dari seribu orang, terobati oleh adanya<br />
apresiasi untuk BKM dan Fasilitator Terbaik. Peserta juga menjadi bungah dengan penampilan<br />
atraktif dari Tim Ary Ginanzar dengan materi ESQ. Teriakan dan tepuk tangan, menguasai<br />
kompleks militer tersebut.<br />
Dalam satu kesempatan, peserta memberikan tepuk tangan yang panjang dan cukup<br />
lama. Materi yang disampaikan, diyakini akan meneguhkan niat dan komitmen peserta untuk<br />
terus berbakti dan mengabdi. Berbagi karya untuk negeri dengan kecerdasan spiritual.<br />
Melaksanakan amanah dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, visioner,disiplin, kerja<br />
sama, adil dan peduli.<br />
Jeda ini, mudah-mudahan berkontribusi untuk hijaunya rumput di halaman kita. (MA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
38
Kapermas<br />
21. Konstruksi Berkelanjutan<br />
Bertempat di Kampus Universitas Trisakti, pada 1-2 November <strong>2012</strong>, diselenggarakan Konvensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS) ke-6.<br />
Mengusung tema Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Sipil dan Lingkungan dalam Mempertahankan Kinerja Infrastruktur di Indonesia,<br />
acara KoNTekS dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Trisakti, disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Cahaya Purnama<br />
dan Sekjen B<strong>MP</strong>TTSSI (Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Teknik Sipil Seluruh Indonesia), Lawalenna Samang. Acara KoNTekS<br />
diselenggarakan oleh 8 Perguruan Tinggi, yaitu Universitas Trisakti, Universitas Atmajaya Yogyakarta, Universitas Pelita Harapan,<br />
Universitas Sebelas Maret, Universitas Udayana, Institut Teknologi Nasional, Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Tarumanegara.<br />
KoNTekS ke-6 merupakan tindak lanjut dari KoNTekS ke-5 yang dilaksanakan di Universitas Sumatera Utara.<br />
Selepas sambutan Rektor, Wagub dan Ketua B<strong>MP</strong>TTSSI, acara KoNTekS dilanjutkan dengan paparan dari Muhammad Abduh, Ph.D, dari<br />
Kelompok Keahlian Managemen dan Rekayasa Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB. Narasumber menyampaikan materi<br />
tentang Konstruksi Berkelanjutan.<br />
Konstruksi Berkelanjutan harus memperhatikan 7 aspek, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Protect Nature, Eliminate Toxics, Life Cycle Costing<br />
dan Quality. Keseluruhan aspek harus diterapkan dalam rangkaian pelaksanaan sebuah konstruksi, yaitu dalam kegiatan Planning,<br />
Development, Design, Construction, Use and Operation, Maintenance, Modification dan Deconstruktion. Ketujuh aspek dan seluruh<br />
rangkaian kegiatan, harus mengedepankan juga penerapan nilai-nilai. Fakta di lapangan, sering tidak berkolerasi antara satu kegiatan<br />
dengan kegiatan lainnya. Misalnya terjadi perbedaan implementasi antara perencanaan, desain, pembuatan konstruksi dan pemanfaatan<br />
dan pemeliharaan. Dampaknya, konstruksi tersebut tidak dapat digunakan secara berkelanjutan.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
39
Kapermas<br />
Kementerian PU memiliki Agenda 21 yang berisi tentang Konstruksi Berkelanjutan Indonesia. Tiga prasyarat kondisi untuk mewujudkan<br />
Konstruksi Berkelanjutan, yaitu penerapan sistem nilai, teknologi dan institusi. Agenda 21 disesuaikan dengan Agenda Konstruksi Nasional<br />
tahun 2030. Agenda 21 merupakan acuan bagi setiap pihak dalam diskusi dan pendetailan setiap kegiatan atau tindak lanjut dalam rangka<br />
pembangunan konstruksi.<br />
Dalam mewujudkan Konstruksi Berkelanjutan, penting adanya peran dari pemerintah, institusi pendidikan, institusi penelitian, penyedia<br />
barang/jasa dan pengguna barang/jasa. Temuan evaluasi 2011, masih lemahnya koordinasi antar kementerian dan lembaga, Kementerian<br />
PU mengusulkan dirinya sebagai leader, namun belum sepenuhnya dipercaya dan pelaku Konstruksi Berkelanjutan yang ada belum<br />
terfasilitasi dengan baik. Perkembangan implementasi, antara lain adanya sekretariat bersama dalam rangka mewujudkan Konstruksi<br />
Berkelanjutan, pelaksanaan kajian kesiapan kontraktor dan inisiatif infrastruktur hijau. Fenomena bangunan hijau atau Green Building di<br />
Indonesia berjalan cukup cepat dan gedung merupakan objek termudah untuk impelementasi Konstruksi Berkelanjutan karena lebih<br />
mudah pengendaliannya dalam setiap tahapan kegiatan.<br />
Di sisi lain, pemerintah telah berbuat berbagai hal. Kementerian Lingkungan Hidup No. 8 tahun 2010 tentang Kriteria dan Sertifikasi<br />
Bangunan Ramah Lingkungan, Kementerian PU menyusun Rancangan Peraturan Menteri PU tentang Bangunan Hijau dan DKI telah<br />
memilki Pergub No. 32 tahun <strong>2012</strong> tentang Bangunan Gedung Hijau. Selepas narasumber pertama, dilanjutkan dengan paparan dari ketua<br />
BPPTTS, profil company PT.Holcim dan paparan makalah yang terbagi dalam 6 ruang kelas. Tim <strong>PNPM</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> yang hadir dengan<br />
adanya undangan dari PT.Holcim, masuk di ruang C-6. Makalah yang ditampilkan oleh 4 pemakalah adalah Indentifikasi Lingkungan<br />
Permukiman Kumuh di <strong>Kota</strong> Bontang (Amos Setiadi, UAJY), Pra Studi Pemodelan Carbonfootprint pada Supply Chain Proyek Konstruksi di<br />
Indonesia (Hermawan, ITB), Possible Hydrologic Cycle Characteristic Changes Consequense of Climate Change (Fransiska Yustiana, Itenas)<br />
dan Analisis Keandalan Waduk dalam Pemenehuhan Kebutuhan Air Bersih, Studi Kasus Waduk Paya Bener Takengon (Asmeri, Ziana dan<br />
Ampera, Universitas Syah Kuala). Setiap makalah dipaparkan dalam waktu 10 – 15 menit. (MA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
40
Kapermas<br />
22. Bersama Lebih Produktif<br />
Pukul 09.00 WIB, acara SCORE (Sustaining Competittive & Responsible Enterprises) yang diselengggarakan ILO di Balai Kartini, resmi<br />
dibuka. Program Keberlanjutan melalui Usaha yang Kompetitif dan Bertanggungjawab adalah program bantuan teknis gloal yang<br />
dikembangkan ILO untuk membantu pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) serta menciptakan pekerjaan yang layak. Program<br />
SCORE bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi UKM melalui pelatihan jangka pendek bagi para manager dan<br />
pekerja, disamping menyediakan jasa konsultasi dan panduan dari para ahli di lapangan.<br />
Acara SCORE dimulai dengan sambutan dari SECO (Swiss Secretariat for Economic Affairs), Norad (Norwegian Agency fpr Development<br />
Cooperation), APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia). Kemudian peluncuran Program<br />
berkelanjutan bagi bisnis UKM, dengan membuka tirai Banner dan pukul gendang bersama-sama. Setelah itu peserta dan tamu dihibur<br />
dengan tarian Rampak Gendang dari Jawa Barat. Acara dilanjutkan dengan Coaching dari Gartyo Action Coach Indonesia, yang di sajikan<br />
oleh Yohanes G. Pauly. Disampaikan tentang Kunci Sukses. Menurutnya, kebanyakan orang sering salah pengertian dengan nasib<br />
(destiny) yang berasal dari kata destination yang artinya tujuan akhir. Jika dikatakan bahwa miskin karena nasib, maka itu berarti memang<br />
tujuan akhirnya adalah untuk jadi miskin. Menuju kesuksesan dibutuhkan 6 kunci praktis.<br />
1. Stong Leadership. Kepemimpinan yang kuat. Awal membangun sebuah usaha atau mengembangkan perusahaan, dibutuhkan<br />
kepemimpinan yang kuat karena dia harus dapat merekrut karyawan yang tepat dan membentuk winning tea.<br />
2. Common Goal. Tujuan Bersama. Adanya tujuan yang sama dari karyawan dan pemilik perusahaan, maka semua pihak merasa<br />
dilibatkan dan merasa punya kontribusi akan kemajuan perusahaan.<br />
3. Clear Game Rule. Aturan Permainan yang Jelas. Hal ini adalah yang umum terjadi di lapangan, dibutuhkan aturan main yang jelas.<br />
Bila berbuat kesalahan maka kesepakatan hukuman harus berani diterapkan, meski yang melakukannya adalah pegawai senior. Begitu<br />
juga sebaliknya, bila ada yang berprestasi maka reward yang dijanjikan harus diberikan, meski dari karyaawan yang tidak di sukai.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
41
Kapermas<br />
4. Action. Tindakan nyata. Tindakan nyata harus segera dilaksanakan dari kesepakatan yang telah diambil. Berkaitan dengan, When,<br />
What dan Who. Hal ini harus kembali ditanyakan dalam pertemuan berikutnya. When, Kapan akan dilaksanakan perbaikan dan berapa<br />
lama targetnya. What, Apa saja yang diperlukan untuk perbaikan dan atau apa saja yang harus di perbaiki. Who, Siapa saja yang<br />
bertanggung jawab.<br />
5. 100% involment. Keterlibatan 100% dari seluruh tim, maka solusi dan perbaikan yang dibutuhkan dapat segera terlaksana.<br />
6. Support Risk Taking. Mendukung keputusan yang diambil. Apabila ada seseorang dari karyawan atau manajer berani mengambil<br />
keputusan, maka keputusan tersebut harus didukung. Apabila ada kesalahan, tanyakan kembali pada karyawan tersebut apa solusi dari<br />
masalah yang ditimbulkan dari keputusannya.<br />
Yohanes G. Pauly juga menyampaikan Kunci Sukses yang terdiri dari 4 AS, yaitu kerja kerAS, kerja cerdAS,kerja tuntAS dan kerja IkhlAS.<br />
Ada lagi yang menyebutkan kunci sukses adalah DUIT (Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal). Dipaparkan juga tentang 4 kaki meja dalam<br />
membangun usaha : Produksi, Marketing, Finance dan Winning team. Materi yang disampaikan Yohanes G. Pauly sangat berguna untuk<br />
membangun/kemajuan sebuah perusahaan. Selama ini, ketika suatu perusahaan maju, sering karena adanya Super Women atau Super<br />
Man. Agar ke depan tidak terlalu berat, maka bangunlah Winning Team.<br />
Acara Kemudian dilanjutkan dengan Tips and Trik menjadi UKM yang Produktif yang dipandu oleh Traner expert dari ILO SCORE. Dimulai<br />
dari Modul 1 tentang Kerja Sama di tempat kerja sebagai pondasi bagi keberhasilan usaha. Modul modul ini mengajak peserta untuk<br />
mengetahui lebih dalam tentang tujuan SCORE, tema dan Pendekatan. Dijelaskan juga pengertian kerjasama di tempat kerja dan<br />
pentingnya kerja sama dalam perbaikan, melakasanakn langkah-langkah untuk meningkatkan kerjasama di tempat kerja dan mengukur<br />
peningkatan kerjasama di tempat kerja dan perbaikan perusahaan. Modul 2 tentang Manajemen Kualitas, mengelola perbaikan kualitas<br />
secara berkesinambungan. Pada akhir modul peserta akan dapat, menjelaskan makna, konsep dasar kualitas dan pentingnya kualitas<br />
secara keseluruhan terhadap daya saing dan profitabilitas. Diharapkan peserta juga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan<br />
mengurangi cacat produksi, meningkatkan kualitas produk dan jasa, menyampaikan tepat waktu dan mempromosikan jaminan kualitas.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
42
Kapermas<br />
Modul 3 berisi 5-S. Modul ini berkaitan dengan KAIZEN dan Inovasi. Falsafah KAIZEN<br />
adalah KAI (perubahan) dan ZEN (lebih baik). KAIZEN, perubahan yang lebih baik dan<br />
berkesinambungan (Continuous Improvment). KAIZEN berkaitan dengan SDM,<br />
sedangkan INOVASI berkaitan dengan permodalan dan peralatan. Memulai usaha<br />
perbaikan yang murah adalah dengan KAIZEN. Perbaikan secara teknis dapat dilakukan<br />
dengan 5-S, yaitu Seiri (sisihkan), Seiton (susun), Seiso (Bersihkan), Seiketsu<br />
(pelihara) dan Shitsuke (latih). 5 S bertujuan untuk meningkatkan disiplin, motivasi dan<br />
produktivitas kerja untuk meningkatkan perbaikan standar pelayanan kepada<br />
masyarakat, membangun kerjasama yang baik melalui partisipasi aktif kepada setiap<br />
pegawai, mengurangi pemborosan yang terjadi di kantor, meningkatkan efesiensi dan<br />
efektifitas penggunaan peralatan, bahan dan fasilitas kerja dan meningkatkan kesadaran<br />
semua pegawai untuk memelihara dan merasa ikut memiliki asset organisasi/kantor.<br />
Seminar diakhiri dengan kesaksian seorang<br />
pengusaha pakaian kesehatan yang sudah<br />
mengikuti SCORE. Perusahaannya, terutama<br />
gudangnya, menjadi lebih rapi dan bersih. Tingkat<br />
retur barang menjadi lebih sedikit dan berdampak<br />
dapat pulang ke rumah lebih cepat sehingga<br />
sehingga lebih punya banyak waktu dengan<br />
keluarga. (DRT).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
43
Kapermas<br />
23. Partisipasi Masyarakat dalam Implementasi <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong><br />
dengan Penggunaan Model Clear di Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan <strong>Bekasi</strong> Utara <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong><br />
Oleh : Irma Septiany S.IA<br />
Universitas Indonesia<br />
Kemiskinan merupakan permasalahan yang sulit terpecahkan di Indonesia dan menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan<br />
oleh Pemerintah. Badan Pusat Statistik menyatakan penduduk miskin di Indonesia dari Maret 2010 ke Maret 2011 mengalami penurunan<br />
sebesar 1,00 juta orang. Pada Maret 2010 penduduk miskin sebesar 31,02 juta orang (13,33%) sementara sampai Maret 2011 penduduk<br />
miskin menurun menjadi (12,49%) sebanyak 30,02 juta orang (BPS, 2011: dds.bps.go.id). Penduduk miskin di Indonesia memang<br />
mengalami penurunan dari tahun 2010 ke 2011, tetapi disparitas kemiskinan antara kota dan desa masih menjadi permasalahan yang<br />
belum terpecahkan. Di dalam kota sendiri ketidakmerataan kesajahteraan atau disparitas kemiskinan ini masih sering dijumpai, terutama<br />
untuk daerah-daerah setingkat kelurahan yang letaknya jauh dari pusat kota dimana masalah kemiskinan masih menjadi momok dan jauh<br />
dari kalimat “kesejahteraan rakyat yang seluas-luasnya”.<br />
Pemerintah terus berupaya yang untuk mengatasi masalah kemiskinan, Pemerintah menjadikan penanggulangan kemiskinan<br />
sebagai prioritas pembangunan rencana kerja pemerintah tahun <strong>2012</strong> dengan tema “Percepatan dan Perluasan Ekonomi yang Berkualitas,<br />
Inklusif, dan Berkeadilan Bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”. Kebijakan pembangunan nasional yang dibuat mengarahkan pada<br />
kebijakan Pro-Growth, Pro-Poor, Pro-Job dan Pro-Environment yang diharapkan menurunkan tingkat kemiskinan melalui kebijakan 4<br />
(kluster) penanggulangan kemiskinan. Dari keempat kluster, salah satu kebijakan yang dimunculkan adalah <strong>PNPM</strong> (Program Nasional<br />
Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri yang merupakan program yang mengupayakan penanggulangan kemiskinan dengan meyakini bahwa<br />
pendekatan yang lebih efektif untuk mewujudkan proses perubahan kondisi yang lebih baik lagi melalui pemberdayaan masyarakat dengan<br />
cara meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
44
Kapermas<br />
Tabel Capaian Partisipasi Kecamatan <strong>Bekasi</strong> Utara 2011<br />
No Kelurahan Dewasa %Dewasa % Miskin %Perempuan<br />
1 MARGA MULYA 11,346 28.7% 17.4% 38.7%<br />
2 HARAPAN BARU 14,306 3.2% 25.0% 33.6%<br />
3 KALIABANG TENGAH 49,957 1.5% 18.8% 32.3%<br />
4 PERWIRA 23,316 4.5% 25.2% 31.3%<br />
5 HARAPAN JAYA 53,795 2.3% 25.6% 30.6%<br />
6 TELUK PUCUNG 30,434 2.5% 15.4% 28.9%<br />
Sumber: Data Sistem Informasi Manajemen Korkot <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong><br />
Dari tabel di atas Keluruhan Kaliabang Tengah menunjukan serapan partisipasi terendah di Kecamatan <strong>Bekasi</strong> Utara. Rendahnya<br />
partisipasi dewasa yang terserap di Kelurahan Kaliabang Tengah hanya sebesar 1.5%, diikuti di dalamnya rendahnya partisipasi penduduk<br />
miskin dan partisipasi perempuan. Partisipasi penduduk miskin dan partisipasi perempuan yang rendah mempengaruhi rendahnya<br />
partisipasi dewasa di Kelurahan Kaliabang Tengah. Bagaimana partisipasi masyarakat di Kelurahan Kaliabang Tengah dalam pelaksanaan<br />
<strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan di Kelurahan Kaliabang Tengah hanya menyerap partisipasi hanya 1.5%? dengan menggunakan Model CLEAR<br />
yang diajukan oleh Lowndes, Pratchett dan Stocker yang terdiri dari:<br />
1. Can Do – have the resources and knowledge to participate;<br />
2. Like to – have a sense of attachment that reinforces participation;<br />
3. Enable to – are provided with the opportunity for participation;<br />
4. Asked to – are mobilized through public agencies and civic channels;<br />
5. Responded to – see evidence that their views have been considered.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
45
Kapermas<br />
dapat digunakan untuk mengindentifikasikan ketidaksamaan respon warga terhadap partisipasi, sehingga dari kelima faktor Model<br />
CLEAR dapat diketahui bagaimana partisipasi di Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan <strong>Bekasi</strong> Utara, <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> dalam pelaksanaan<br />
<strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan.<br />
Berdasarkan identifikasi faktor-faktor Model CLEAR yang ditawarkan Pratchett, Stocker dan Lowndes (2004), maka diperoleh<br />
kesimpulan mengenai penyebab rendahnya partisipasi dalam pelaksanaan <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan di Kelurahan Kaliabang Tengah adalah<br />
sebagai berikut:<br />
1. Kemampuan menyediakan waktu yang dimiliki rata-rata penduduk Kelurahan Kaliabang Tengah sebagai pekerja menjadi faktor<br />
partisipasi di Kelurahan Kaliabang Tengah masih rendah. Sehingga yang dapat berpartisipasi hanyalah orang-orang yang benarbenar<br />
dapat meluangkan waktu sebesar-besarnya. Pada saat sosialisasi dilakukan dan informasi yang ditangkap oleh masyarakat<br />
adalah tujuan program ini diperuntukkan untuk orang miskin, maka mereka yang merasa tidak menjadi bagian dari program ini<br />
memutuskan untuk tidak terlibat. Selain itu Sosialisasi yang pertama dilakukan oleh <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan melalui fasilitator<br />
kelurahan dan konsultan telah berupaya untuk melakukan sosialisasi dengan mengundang perangkat-perangkat kelurahan meliputi<br />
RW dan RT sebagai perwakilan wilayah, namun yang terjadi tidak semua RT/RW merespon undangan sosialisasi dari <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong>.<br />
2. Keinginan masyarakat miskin untuk berpartisipasi ada, tetapi ketika diharuskan ada swadaya 30% keinginan mereka dalam<br />
pengajuan menjadi gugur karena tidak siap dalam melakukan swadaya. Kemampuan waktu perempuan dalam pertemuan seperti<br />
rapat-rapat tidak dapat mengikuti. Perempuan tidak dapat ikut dalam pertemuan pada malam hari karena masalah perijinan dari<br />
suami dan ajaran agama mereka yang melarang mereka untuk keluar pada malam hari. Ketika masyarakat miskin ingin<br />
berpartisipasi tetapi diminta untuk melakukan pengajuan bantuan, sikap jenuh dan pesimis masyarakat yang pernah mengajukan<br />
permohonan bantuan tetapi di tunda maka masyarakat miskin yang pernah melakukan pengajuan mundur secara perlahan.<br />
3. Program-program yang dikhusukan untuk perempuan di Kelurahan Kaliabang masih kurang karena program yang yang lebih<br />
utamakan adalah kegaiatan lingkungan. Sehingga perempuan kurang difasilitasi dalam <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan di Kelurahan<br />
Kaliabang Tengah.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
46
Kapermas<br />
Salah satu cara untuk pembangunan manusia, dalam mengatasi permasalahan kemiskinan diperlukan mengangkat kaum marginal<br />
yaitu penduduk miskin dan peran perempuan. Penduduk miskin dan perempuan sebagai objek tujuan pelaksanaan <strong>PNPM</strong> Mandiri<br />
Perkotaan dalam hal mengatasi kemiskinan. Peran perempuan begitu penting karena perempuan yang mengetahui apa yang sebenarnya<br />
menjadi kebutuhan rumah tangganya, perempuan yang dapat memberi masukan prioritas kebijakan apa yang perlu diambil dalam<br />
pengambilan keputusan karena bersentuhan langsung dengan permasalahan kemiskinan. Dalam rangka pembangunan manusia maka<br />
diperlukan partisipasi, sehingga untuk Kelurahan Kaliabang Tengah untuk meningkatkan partisipasi dalam pelaksanaan <strong>PNPM</strong> Mandiri<br />
Perkotaan adalah<br />
1. Sosialisasi yang dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan secara intensif ke 30 RW yang ada di Kelurahan Kaliabang<br />
Tengah. Setiap RW di kunjungi oleh fasilitator kelurahan atau konsultan.<br />
2. Menyediakan program-program yang diperuntukan perempuan dalam hal ini adalah kegiatan sosial. Potensi jumlah perempuan di<br />
Kelurahan Kaliabang Tengah yang hampir menyamai jumlah laki-laki, dapat diakomodir melalui pelatihan-pelatihan yang dapat<br />
menciptakan cikal bakal usaha-usaha baru yang dikelola oleh perempuan. Perempuan yang memperoleh penghasilan dari usahanya<br />
diharapkan dapat membantu suami meringankan kebutuhan hidup sehari-hari.<br />
Peran aktif BKM dan pengurus KSM dituntut lebih aktif, karena program ekonomi bergulir tidak berjalan di Kelurahan Kaliabang<br />
Tengah maka strategi mereka adalah dengan melakukan pendekatan ke pihak swasta untuk bekerjasama melalui channeling<br />
sehingga tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah. (DRT).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
47
Kapermas<br />
BAGIAN TIGA<br />
MA ANAH BISA KE BANK<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
48
Kapermas<br />
24. Akses KUR nan Berliku<br />
Kegiatan channeling khususnya akses KUR di <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>, bagai tumbuhnya jamur di musim<br />
hujan. BKM bersemangat untuk menjalin kerjasama dengan perbankan. Tentu saja semangat<br />
ini tidak timbul dengan sendirinya. Bagi BKM, kegiatan channeling merupakan solusi untuk<br />
KSM ekonomi bergulir yang ingin meminjam lebih dari Rp 2 juta dan melayani KSM ekonomi<br />
bergulir yang belum terfasilitasi serta memberikan akses tambahan modal kepada masyarakat<br />
"non bankable". Channeling juga menjadi satu terobosan, bagi UPK BKM yang sudah<br />
tidak melaksanakan perguliran alias macet total.<br />
Diawali pada April 2009 ketika <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> menjadi Pilot Project kegiatan channeling dengan lembaga keuangan mikro. Dengan iniasi Bank<br />
Dunia, BKM diajak untuk bermitra dengan KSP Swamitra binaan Bank Bukopin. Memorandum of Understanding (MOU) atau nota<br />
kesepahaman terjalin antara KSP Swamitra dengan BKM Kelurahan Jatiwaringin dan BKM Kelurahan Pekayon Jaya.<br />
Perjalanan channeling ini tidak mulus, sempat pasif beberapa bulan karena pihak BKM dan Swamitra masih berbeda pandangan tentang<br />
kriteria dan syarat-syarat pemberian pinjaman. Hingga masa berlaku MOU habis, channeling tersebut hanya mampu memfasilitasi enam<br />
orang anggota KSM dengan total pinjaman Rp 48 juta. Tidak berkembangnya channeling dengan KSP Swamitra tidak lantas upaya dalam<br />
melakukan channeling terhenti. Pembelajaran ber-channeling bersama perbankan lantas ditempuh dengan melaksanakan sosialisasi kredit<br />
mikro di tingkat kelurahan. Sosialisasi dilaksanakan di empat kelurahan, yaitu Jatiwaringin (pada 9 April 2010), Pekayonjaya (pada 20 Mei<br />
2010), Durenjaya (pada 30 Juni 2010) dan Kayuringin Jaya (pada 8 Maret 2011). Sosialisasi dilakukan dengan mengundang beberapa<br />
perbankan dan lembaga keuangan mikro, yaitu KSP Swamitra, BRI, BNI, BSM dan Bank Jabar Banten. Kegiatan sosialisasi tidak hanya<br />
berkaitan dengan program KUR, tapi berkembang pada produk lainnya (kredit komersial, deposito, dan lain-lain) dan adanya testimoni dari<br />
nasabah yang telah berhasil.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
49
Kapermas<br />
Hikmah dari kegiatan ini adalah masyarakat miskin mendapat informasi secara langsung dari perbankan dan lembaga keuangan. Mereka<br />
dapat secara cerdas membandingkan serta memilih perbankan atau lembaga keuangan mana yang paling memberikan kemudahan<br />
(syarat), keringanan (bunga, biaya administrasi – provisi), dan besaran pagu pinjaman yang akan diajukan. Akses KUR oleh BKM, terutama<br />
di BRI, mengalami peningkatan yang cukup pesat pasca penandatanganan MOU antara BRI Cabang <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> dengan FBKM <strong>Kota</strong> pada<br />
17 Maret 2011. Sebelumnya, akses KUR dilakukan oleh 5 kelurahan. Saat ini , akses KUR telah dilakukan oleh 14 kelurahan. Nasabah yang<br />
telah terfasilitasi berjumlah 207 orang, terdiri dari 108 laki-laki dan 99 perempuan, total pinjaman sejumlah Rp1.266.000.000.<br />
Di balik keberhasilan yang telah dicapai BKM dalam fasilitasi warganya untuk melakukan akses KUR, masih terdapat beberapa kendala dan<br />
atau permasalahan. Beberapa kendala dimaksud, antara lain: BKM semata sebagai perlintasan, hanya pemberi rekomendasi. Setelah<br />
nasabah terfasilitasi, inventarisasi data dari perbankan tidak berjalan lancar, komunikasi dan koordinasi pun masih lemah, selain itu, sama<br />
sekali tidak ada imbal jasa pada BKM. BOP BKM malah tergerus untuk kegiatan survai, penagihan dan pengurusan hal lainnya. Kendala<br />
lain, dalam bank yang sama, terjadi penerapan kebijakan yang berbeda dalam penerapan jaminan. Sementara satu bank tetap bertahan<br />
dengan pagu pinjaman minimal Rp50 juta, jumlah pinjaman yang dapat diakses oleh masyarakat apabila usahanya telah bernilai 10 kali<br />
lipat. Memang berliku upaya yang harus ditempuh oleh BKM dan masyarakat untuk melakukan akses KUR. Apalagi jika pinjaman yang<br />
diajukan jumlahnya kecil (kelas retail), rumah masih sewa/kontrak, tanah belum bersertifikat atau masih AJB dan persoalan lainnya.<br />
Namun, semoga tetap ada jalan. Insya Allah. (EID).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
50
Kapermas<br />
25. LKM yang Sederhana dan Sukses<br />
Sepintas, sekumpulan ibu-ibu paruh baya yang sedang bercengkrama ini tampaknya biasa saja. Namun setelah dicermati, ibu-ibu ini<br />
ternyata membahas topik yang tidak biasa, yakni usulan-usulan masyarakat yang masuk ke LKM. Mereka adalah pengurus LKM Jati Bening<br />
yang masuk dalam lokasi baru 2009 dan mendapat kesempatan mengelola pinjaman bergulir. Bagi pengurus LKM yang mayoritas<br />
perempuan ini, pengelolaan pinjaman bergulir merupakan suatu bentuk pengabdiaan kepada masyarakat miskin.<br />
Pencairan pertama pada tanggal 14 November 2010 diberikan kepada enam KSM ekonomi bergulir (ekolir) dengan jumlah pinjaman<br />
masing-masing KSM sebesar Rp2,5 juta. Pada tanggal 23 Desember 2010, UPK kembali mencairkan dana <strong>PNPM</strong> Mandiri Perkotaan kepada<br />
empat KSM dengan jumlah masing-masing Rp2,5 juta. Pada Mei 2011, dana digulirkan kembali kepada 12 KSM, dengan total pinjaman<br />
Rp30,5 juta. Berdasarkan rembug anggota LKM, diputuskan bahwa pembagian hasil jasa pinjaman dialokasikan : Penambahan Modal<br />
(30%), Kegiatan Lingkungan (5%), Sosial (5%), Reward KSM (5%), BOP (30%) dan Insentif UPK (25%, yang diambil per 6 bulan).<br />
Kepengurusan UPK tidak lepas dari pergantian personel. Namun, alih kelola yang baik membuat kegiatan ini tetap berjalan lancar.<br />
Berdasarkan data kolektibilitas dari November 2010 hingga Mei 2011, tercatat pembayaran angsuran mulus, tanpa tunggakan satu rupiah<br />
pun, atau RR 100%, murni. Perguliran pun dilaksanakan dengan strategi yang baik, yaitu pencairan dana dilaksanakan pada tanggal 4<br />
setiap bulannya. Ini dilakukan dengan alasan efisiensi waktu dan biaya bagi UPK untuk mengumpulkan angsuran serta mencatatnya,<br />
karena insentif yang diterimanya pun bersifat sosial (Rp 812.500 per enam bulan), serta tertib administrasi bagi UPK jadi lebih mudah.<br />
Informasi kegiatan pinjaman bergulir ini, disebarluaskan kepada warga Kelurahan Jati Bening melalui Media Warga “Bening Berseri”. Para<br />
pengurus LKM serta UPK LKM Jati Bening terus berkomitmen menjaga amanah ini. Kesabaran, kerelawanan serta kebersamaan yang<br />
mereka bangun patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya. Bravo LKM Jati Bening! (EID).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
51
Kapermas<br />
26. Geliat Ekonomi Bergulir<br />
Beberapa penerima manfaat kegiatan ekonomi bergulir di kelurahan Pekayonjaya kecamatan <strong>Bekasi</strong><br />
Selatan <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>, menampakkan perkembangan usahanya. Berikut gambarannya.<br />
Ibu Nurhayati<br />
Beralamat di RT 02 RW 01, Ibu Nurhayati menjalankan usaha warung nasi. Tergabung dalam<br />
KSM Sepakat, Ibu Nurhayati mendapat pinjaman pertama sebesar Rp. 1.000.000 pada 14 Januari 2010<br />
dengan waktu pengembalian selama 10 bulan. Selanjutnya mendapat pinjaman kedua Rp. 1.500.000<br />
pada 10 Februari 2011.<br />
Adanya kegiatan dana bergulir di BKM Amaliah Jaya, memberikan banyak manfaat bagi Ibu Nurhayati, di antaranya adalah mendapatkan<br />
penambahan modal bagi usaha warung nasi yang dijalaninya. Usaha warung nasinya kini berkembang dengan baik sehingga mampu<br />
mencukupi kebutuhan rumah tangga, pendidikan bagi anak-anaknya dan tentu saja membantu perekonomian lingkungan sekitar.<br />
Bapak Nekim<br />
Tergabung dalam KSM Suka Kebun, Bapak Nekim (RT 12 RW 04), menjalankan usahanya dengan<br />
berjualan sayuran. Total pinjaman yang dilakukan di UPK BKM Amaliah Jaya adalah sejumlah total Rp.<br />
3.000.000 dengan dua kali pinjaman. Usaha yang dilakukan Bapak Nekim dan isterinya sejak 5 tahun<br />
lalu dengan berjualan sayur mayur ini, tidak selamanya berjalan mulus. Ketersediaan sayuran di<br />
pasar, menjadi kendala kedua setelah kendala pertama terkait modal dapat teratasi dengan<br />
melakukan pinjaman ke UPK.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
52
Kapermas<br />
Bapak Nekim yang juga merupakan ketua RT 12 RW 04 kelurahan Pekayon Jaya ini, menilai bahwa BKM punya peran penting dalam<br />
pengentasan kemiskinan, baik dalam kegiatan ekonomi, lingkungan maupun sosial. Bapak Nekim selalu aktif dalam kegiatan tinjauan<br />
partisifatf dan tak pernah absen dalam kegiatan RWT.<br />
Bapak Mukhtisar<br />
Bapak Mukhtisar, warga RT 03 RW 03. Memiliki usaha ayam potong keliling dan warung kelontong.<br />
Usahanya mulai dirintis sejak tahun 2001. Kegiatannya hampir tersendat karena keterbatasan modal.<br />
Pada tahun 2008 dia mengajukan permohonan bantuan dana ekonomi bergulir melalui BKM Amaliah<br />
Jaya. Melalui persyaratan yang lengkap dan verifikasi yang memadai, akhirnya Mukhtisar<br />
mendapatkan pinjaman pertamanya sebesar Rp. 1.000.000 pada tahun 2008. Dana tersebut langsung<br />
dibelanjakan untuk kebutuhan usahanya. Selanjutnya Mukhtisar melakukan pinjaman kedua sebesar<br />
Rp. 2.000.000 pada 2009. Hingga saat ini, usaha potong ayam keliling dan warungnya dapat bertahan<br />
dengan baik. Berkat usahanya, kebutuhan keluarga untuk dapur dan pendidikan dapat terpenuhi. Ke<br />
depan, Bapak Mukhtisar berencana akan membuat ternak ayam.<br />
Bapak Dalius<br />
Memiliki keterampilan menjahit, Bapak Dalius, warga RT 04 RW 01, menamai usahanya Tridaya<br />
Tailor. Usahanya ini telah dilaksanakan sejak tahun 1997. Diawali dari kios kecil, sewa dan<br />
berpindah-pindah, akhirnya Bapak Dalius memiliki tempat permanen. Keberhasilannya tersebut,<br />
secara tidak langsung dibantu dengan adanya pinjaman dari BKM. Bapak Dalius melakukan dua<br />
kali pinjaman dengan total Rp. 3.000.000. Pesanan yang dikerjakan antara lain seragam anak<br />
sekolah, pakaian dinas, pakaian pengantin dll. Memiliki pekerja sejumlah 5 orang, pelanggan Dalius,<br />
tersebar hingga ke <strong>Kota</strong> Jakarta. (SR).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
53
Kapermas<br />
27. Ibu Tatik Menikmati KUR BJB<br />
Tatik Masriati, warga RT 03 RW 03 Kampung Pedurenan Kelurahan Duren Jaya Kecamatan <strong>Bekasi</strong><br />
Timur adalah seorang ibu yang telah berhasil menjalankan usahanya. Ibu dengan 4 putra dan 7 cucu<br />
ini, membuka usaha di rumahnya. Ibu Tatik merintis usahanya sejak tahun 2006 dengan berdagang<br />
kebutuhan pokok rumah tangga yaitu air mineral dan gas elpiji.<br />
Pada awalnya, usaha ini dijalankan untuk mendukung penghasilan suaminya yang telah pensiun dari<br />
Kementerian Kesehatan Golongan III. Modal awal yang digunakan adalah pinjaman ekonomi bergulir<br />
dari LKM sebesar Rp. 500.000. Tergabung dalam KSM Bougenvil, pinjaman tersebut diperolehnya<br />
pada tahun 2007 dengan masa pengembalian selama 10 bulan. Selanjutnya pada tahun 2008,<br />
mendapat kucuran pinjaman kedua sejumlah Rp. 1.000.000. Tahun 2009, Ibu Tatik mendapat<br />
pinjaman ketiga dengan jumlah Rp. 1.000.000.<br />
Dibantu LKM, pada Maret 2010, Ibu Tatik mendapat persetujuan pinjaman KUR dari BJB sejumlah Rp. 25.000.000. Cicilan yang harus<br />
dibayar oleh Ibu Tatik adalah Rp. 903.000 per bulan untuk masa pinjaman selama 3 tahun. Adanya pinjaman KUR dari BJB dan dibarengi<br />
dengan ketekunan dan kerja keras, membuat usaha Ibu Tatik semakin berkembang. Dibantu secara administrasi oleh Sintya Dewi, putri<br />
keduanya, usahanya diperluas dengan menjual voucher pulsa, bensin eceran dan pakaian batik. Penyediaan air mineral dan gas elpiji,<br />
ditingkatkan kapasitasnya. Selain itu, memanfaatkan cuaca panas di <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>, Ibu Tatik juga membuat es batu dengan frezzer. Ibu<br />
Tatik tak berhenti melakukan pengembangan usahanya. Saat ini, Ibu Tatik merambah juga ke usaha penjualan produk melilea dan obat<br />
herbal serta perlengkapan bayi. Pinjaman di BJB, tak terasa telah berlalu 24 bulan dan tersisa 12 kali lagi angsuran. “Alhamdulillah saya<br />
telah merasakan sendiri bahwa pinjaman KUR BJB ini sangat bermanfaat. Mudah didapat dan angsurannya ringan. Terima kasih kepada<br />
LKM Duren Jaya yang telah memfasilitasi kerja sama dengan BJB”. (S).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
54
Kapermas<br />
28. Ma Anah Bisa Ke Bank<br />
Sebut saja Ma Anah, perempuan setengah baya yang tinggal di daerah padat di sebuah gang kecil RT 03 RW 12 Kelurahan Kayuringin Jaya<br />
Kecamatan <strong>Bekasi</strong> Selatan <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> itu, masih mempunyai semangat juang yang tinggi untuk menghidupi keluarganya. Berbekal<br />
keahliannya membuat makanan/jajanan pasar dan keharusan memenuhi kebutuhan hidup karena suaminya sudah tidak bekerja lagi, Ma<br />
Anah berkeliling menjajakan jualannya berupa kue cucur, leupeut, kue unti, gemblong dan kue pisang.<br />
Hasratnya berjualan didukung BKM Amanah Kayuringin Jaya dengan memberikan pinjaman ekonomi bergulir sejak bulan Desember tahun<br />
2009. Bersama 4 pedagang kecil lainnya, Ma Anah tergabung dalam KSM Cucur dan mendapatkan pinjaman masing-masing sebesar Rp.<br />
500.000,- yang dicicil selama 6 bulan. Lancarnya cicilan yang dibayarkan kelima anggota KSM Cucur<br />
mendorong BKM Amanah untuk memberikan pinjaman kedua. Pada Juli 2010, Ma Anah mendapatkan peningkatan<br />
pinjaman sejumlah Rp. 1.000.000,- dan pada April 2011 mendapatkan pinjaman ketiga dengan jumlah yang<br />
sama, yaitu sebesar Rp. 1.000.000.<br />
Ketekunan dan semangat juang Ma Anah<br />
berbuah baik. KUR BRI yang diakses<br />
BKM Amanah pada Desember 2011, merekomendasi Ma Anah untuk menjadi nasabahnya dengan pinjaman Rp 2.000.000,- untuk tenor 12<br />
bulan. Kesan “BANK” di benak Ma Anah yang hanya didatangi oleh orang-orang mampu dengan simpanan uangnya yang banyak, tidak<br />
terbersit lagi. Dengan gincu merah tipis dan rasa percaya diri, Ma Anahpun datang ke BRI unit Kayuringin untuk menyetorkan cicilan KUR<br />
dengan menyelipkan uangnya di dalam Al Qur’an kecil yang ia bawa. Berkunjung ke bank menjadi kegiatan rutin Ma Anah, selain kegiatan<br />
kesehariannya belanja bahan kue ke pasar, membuat kue dan keliling kampung. Saat ini, pinjaman Ma Anah di BRI, sudah lunas.<br />
Usahanya terus berkembang sejalan dengan semangatnya yang tak pernah padam. Semoga semakin banyak Ma Anah lainnya yang bisa<br />
berkunjung ke bank. Bertransaksi dan memanfaatkan peluang yang ada di bank. (ER).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
55
Kapermas<br />
29. The Ojekers<br />
Pekerjaan jasa sebagai Ojekers, bukan merupakan perwujudan dari sebuah cita-cita, akan tetapi<br />
sebuah tanggung jawab demi memenuhi kebutuhan dan melanjutkan hidup. Hampir di seluruh<br />
perempatan atau pintu masuk ke sebuah komplek, dipastikan ada Ojekers. Para Ojekers dapat<br />
membawa hasil dari usahanya setelah seharian menjelajah kota dan mengantarkan penumpang ke<br />
tempat tujuannya. Terik dan hujan, tingkat kemacetan dan polusi udara, menjadi teman dalam<br />
tancapan gas dan tarikan rem. Banyaknya angkutan umum yang masuk ke komplek perumahan dan<br />
persaingan antar penggeliat roda dua, menyebabkan pendapatan Ojekers semakin berkurang.<br />
Bermodalkan sepeda motor saja tidak cukup bagi para Ojekers. Kendaraan yang layak, penggunaan<br />
helm dan perlengkapan lainnya, surat-surat kendaraan serta identitas pribadi dan Surat Ijin<br />
Mengemudi (SIM), menjadi hal yang sangat penting dalam penerapan tertib lalu lintas. Ojekers yang<br />
tergabung di Pangkalan Pohon Ceri dan Pangkalan Pos RW IV kelurahan Pekayon Jaya, menjadi KSM<br />
Ojek I dan II yang mendapatkan pinjaman bergulir dari UPK BKM Amaliah Jaya. Pada 10 Maret 2011,<br />
sejumlah 20 Ojekers mendapat pinjaman Rp. 400.000/orang untuk masa pinjaman selama 3 bulan.<br />
Dana tersebut dialokasikan untuk pembuatan SIM C dan perawatan motor. Selanjutnya pada awal<br />
Oktober 2011, digulirkan pada 20 Ojekers, KSM Ojek III dan IV, yang tergabung di Pangkalan Blok CC<br />
RW 18 dan Darus Salam RW 10 KELURAHAN Pekayon Jaya.<br />
Salah satu penerima manfaat, Saiful (25 tahun – RT 13 RW 4) mengatakan, kegiatan UPK BKM Amaliah Jaya sangat membantu kelancaran<br />
usahanya. Dia semakin giat mencari rezeki, “Kemaren-maren kalau dapet sewa jauh, rada-rada takut karena tidak punya SIM C. Setelah<br />
ada kegiatan ini, saya tidak sungkan lagi untuk narik sewaan sampai timur Ibukota”. Ujarnya. Lancarnya Ojekers dalam pemenuhan<br />
kewajibannya pada UPK, menjadi harapan bagi Ojekers lainnya. Terdapat 60 Ojekers di 5 pangkalan yang telah masuk daftar tunggu. (SR).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
56
Kapermas<br />
30. Melangkah Bersama<br />
Pengusaha kecil dan lemah di kelurahan Harapan Jaya, sejak awal Mei 2011, sudah bisa tersenyum bahagia. Pasalnya, BRI Unit Pejuang<br />
bekerjasama dengan BKM Harapan Jaya, memberikan kemudahan kepada masyarakt untuk mengakses dana KUR. Setelah<br />
penandatanganan MOU (kerjasama) antara Forum BKM <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> dan BRI Cabang <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>, BKM melakukan pendekatan ke BRI Unit<br />
Pejuang. Hasilnya, Pak Teguh, selaku kepala BRI Unit Pejuang, menyambut gembira atas kesediaan BKM menjadi mediator antara calon<br />
pemohon KUR dan BRI. Selaku mediator, BKM menugaskan H.Syarifudin langsung terjun ke setiap RW untuk sosialisasi KUR. Berbagai<br />
persyaratan disampaikan secara detail dan keluhan atau unek-unek pun diserap. Unek-unek yang muncul, umumnya berkaitan tentang<br />
besarnya pungutan saat mengurus SKU (Surat Keterangan Usaha). Pungutan itu bervariatif dan konon dilakukan oknum kelurahan.<br />
Tugas BKM hanya memberikan bimbingan kepada para calon nasabah. Bimbingannya berupa penyiapan berkas persyaratan untuk<br />
pengajuan KUR ke BRI. Persyaratannya, yaitu : (1) Pemohon KUR harus punya usaha, (2) Saat mengajukan permohonan, pemohon tidak<br />
mempunyai hutang di bank manapun, (3) Fotocopy KTP suami-istri yang masih berlaku, 2 lembar, (4) Fotocopy surat nikah, 2 lembar, (4)<br />
Fotocopy Kartu Keluarga, 2 lembar, (5) Pas photo ukuran 4 cm x 6 cm, 3 lembar dan (6) Lunas PBB tahun 2011.<br />
Semua persyaratan tersebut, diserahkan pada BKM. Jika dinilai memenuhi persyaratan, secara kolektif per 10 orang, BKM mengantarkan<br />
berkas tersebut pada BRI. Selanjutnya berkas tersebut diverifikasi oleh BRI. Jika tidak ada masalah, BRI memberitahukan BKM tentang<br />
waktu survey ke tempat usaha calon nasabah. Ketika survey, pihak BRI mengajak pengurus BKM. Jika hasil survey positif, BKM<br />
memberitahukan kepada calon nasabah agar mengurus SKU yang kemudian diserahkan BKM pada BRI. Beberapa hari kemudian, calon<br />
nasabah dipanggil BRI untuk menerima dana KUR. Antusiasnya masyarakat untuk mengakses KUR demikian tinggi. Dalam waktu hampir<br />
dua bulan, Mei dan Juni 2011, tercatat 71 orang sudah menikamti dana KUR dengan nilai Rp 295 juta. (SS).<br />
Catatan : Perkembangan terakhir KUR di Harapan Jaya telah terfasilitasi 94 orang dengan nilai pinjaman sejumlah Rp. 421.000.000.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
57
Kapermas<br />
31. Incubator Jadi Alat Usaha Masyarakat<br />
Berawal dari usulan masyarakat yang berkeinginan mendapatkan pelatihan keterampilan sebagai<br />
bekal dalam membangun sebuah usaha, Pimpinan kolektif BKM Maju Mandiri kelurahan<br />
Harapan Baru kecamatan <strong>Bekasi</strong> Utara, memprioritaskan usulan kegiatan sosial untuk dapat<br />
terfasilitasi BLM <strong>PNPM</strong>. Dalam rembug warga disepakati akan dilaksanakan pelatihan<br />
penetasan telor (incubator) yang dikelola oleh KSM Soekarno. Kegiatan pelatihan penetasan<br />
telur ini diikuti oleh sejumlah 40 orang peserta yang terdiri dari ... laki dan ... perempuan.<br />
Kegiatan pelatihan dilaksanakan di pada 23 Maret 2010.<br />
Dalam pelatihan ini, selain pengetahuan tentang pemeliharaan mesin dan pengembangannya,<br />
masyarakat diajak untuk memecahkan masalah terhadap ketersediaan alat incubator. Melalui<br />
rembug, warga bersepakat bahwa alat incubator dapat digunakan oleh seluruh masyarakat<br />
dengan cara bergulir atau bergantian sesuai dengan kesiapannya.<br />
Alhamdulillah saat ini beberapa warga sudah dapat menggunakan alat incubator sebagai<br />
usahanya. Berbagai upaya ditempuh BKM untuk pengembangan mesin incubator, antara lain<br />
bermitra dengan BRI dan mengikuti kegiatan <strong>Bekasi</strong> Ekspo. Dalam Pelatihan Masyarakat yang<br />
dilaksanakan pada 12 April <strong>2012</strong>, Koordinator BKM diundang sebagai narasumber. Pa Jaelani tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut<br />
untuk berbagai pengalaman dan sekaligus promosi mesin incubatornya. Berbagai upaya yang ditempuh BKM, mulai berbuah. BKM mulai<br />
memasarkan incubator ke beberapa kelurahan sesuai dengan pesanan. Harga incubator berkisar antara Rp. 4 juta hingga Rp. 7 juta<br />
bergantung kapasitas telur. Hingga saat ini, BKM dan KSM Soekarno telah berhasil memproduksi 12 incubator. (INA)<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
58
Kapermas<br />
32. Grebek Keramas Lifebouy<br />
Awalnya ada ketertarikan kru dari Lifebouy dengan lapangan Perwira yang selalu ramai. Selanjutnya mereka bertemu dengan koordinator<br />
BKM Perwira yang juga pengurus SSB Perwira, H. Fudholy. Hasil pertemuan, disepakati adanya kerja sama antara BKM, PKK dan SSB<br />
dengan Lifebouy untuk melaksanakan kegiatan Gemas (Grebek Keramas) bersama warga. Panitia diberi tugas mengajak warga, minimal<br />
500 orang, bergabung mengikuti berbagai kegiatan yang digelar Lifebouy.<br />
Kegiatan Grebek Lifebouy dilaksanakan hari Minggu, 3 Juni <strong>2012</strong>. Kegiatan diawali dengan senam pagi. Acara selanjutnya dibuka secara<br />
resmi oleh Camat <strong>Bekasi</strong> Utara, H. Junaidi. Dalam sambutannya, camat menyampaikan suka cita atas terselenggaranya Grebek Lifebouy<br />
dan berharap bahwa acara tersebut dapat menggemberikan semua warga. BKM, PPK dan SSB, membuka stand sebagai penjual Lifebouy.<br />
Masyarakat cukup ramai untuk membeli shampo dengan harga lebih murah dari harga pasar dan setiap pembeli mendapat sebuah kupon<br />
untuk ditukar dengan hadiah.<br />
Grebek Lifebouy antara lain diisi dengan panggung hiburan musik, lomba Yel-Yel, kapal pecah, bakiak, mewarnai, banteng ngamuk,<br />
keramas dan photo bareng artis. Berbagai hadiah diraih oleh masyarakat. Ketua PKK kecamatan <strong>Bekasi</strong> Utara, Hj Nurlaela Junaidi,<br />
menyambut baik dan memberikan dukungan atas adanya Grebek Lifebouy. Bu Camat mengajak seluruh anggota PKK untuk mengikuti<br />
lomba Yel-Yel. Keluar sebagai pemenang lomba Yel-Yel adalah RW 12 (Juara 1), PKK kelurahan Perwira (Juara 2) dan PK kelurahan<br />
Harapan Jaya (Juara 3). Dalam lomba Rambut Indah Lifebouy, keluar sebagai pemenang adalah Fadilah, RT 4 RW 15 (Juara 1), Dini, RW 8<br />
(Juara 2) dan Aisyah, RT 2 RW 4 (Juara 3).<br />
Hari Minggu yang cerah itu, masyarakat Perwira dan sekitarnya, mendapat kegembiraan dalam Grebek Keramas Lifebouy. Di lain waktu<br />
dan dalam kesempatan lain, moga tetap ada kegembiraan itu. (TS).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
59
Kapermas<br />
33. Kebangkitan Perguliran di Sepanjang Jaya<br />
UPK BKM Berkah Jaya kelurahan Sepanjang Jaya, berdiri tahun 2000 dengan BLM Rp. 750.000.000.<br />
Dipimpin oleh Bapak Sumarta dengan Ibu Tri sebagai administrasi dan Bapak Anwar serta Bapak<br />
M. Jonin sebagai kolektor, UPK dapat berkembang dengan baik. Saat itu, UPK memiliki motto : Kita jalin<br />
kemitraan usaha. Kita berdayakan masyarakat. Kita perangi kemalasan dan kemiskinan, serta kita<br />
tuju masyarakat yang makmur dan berkeadilan.<br />
Namun pada tahun 2002, UPK mulai kewalahan dengan anggota KSM yang tidak membayar pinjaman.<br />
Berbagai cara telah dilakukan pengurus, antara lain melakukan penagihan dari pintu ke pintu. BKM juga<br />
membuat teguran dan daftar nama tercemar untuk anggota KSM yang tidak mau membayar. Usaha<br />
tersebut tidak berbuah maksimal. Manakala UPK melakukan penagihan, anggota KSM bertindak kurang<br />
baik dan rata-rata bersikap galak. Akhirnya UPK menyerah dan tertidur.<br />
Pada Agustus <strong>2012</strong>, BKM bersepakat untuk mengihibahkan BOP BKM sebagai dana awal perguliran.<br />
Dari total BOP Rp.4.500.000, sejumlah Rp. 2.200.000 dialokasikan untuk membangkitkan perguliran.<br />
BKM mulai bergerak dengan membuka rekening UPK dengan saldo awal Rp. 200.000 dan merencanakan<br />
perguliran sebesar Rp. 2.000.000 untuk 1 KSM. Selanjutnya UPK melakukan pendataan dan seleksi<br />
terhadap anggota KSM. Berikutnya BKM menetapkan KSM Amanah yang beranggotakan 4 orang<br />
ibu-ibu dengan usaha warung, sebagai peminjam pertama. BKM dan UPK berharap, KSM Amanah<br />
dapat melakukan pembayaran dan melunasi pinjamannya dengan tepat waktu. Semoga. (DN).<br />
Catatan :<br />
Tahun <strong>2012</strong> terdapat 3 BKM yang menumbuhkan kembali perguliran, yaitu Jati Mekar, Sepanjang Jaya dan Harapan Mulya.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
60
Kapermas<br />
34. Membina Asongan<br />
Hiruk pikuk di sekitar pintu gerbang tol Jati Bening, tentunya menjadi tontonan yang sudah biasa bagi pengguna tol Cikampek. Ratusan<br />
mobil merayap setiap pagi dan sore hari dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dijadikan potensi oleh beberapa<br />
pedagang kecil untuk mencari sesuap nasi. Pedagang asongan terlihat aktif menjajakan dagangannya kepada penumpang bus dan mobil<br />
pribadi. Di antara mereka ada yang sosok Adi (16 tahun), Rahmat (17 tahun), Ilham Sandi (12 tahun), M. Ilham (14 tahun), Martha (14<br />
tahun), Rizal (14 tahun), Didi (15 tahun), Imam (12 tahun), Reza (12 tahun), Aan (11 tahun), & Ardi (13 tahun). Mungkin tidak banyak<br />
yang peduli dengan nasib mereka, tetapi bagi bapak Maman Syaiful Rohman dan Ibu Minah, anggota KSM Sejahtera Bersama, RT 4 RW 7<br />
Kelurahan Jati Bening ini, menyadari bahwa sekecil apapun perbuatan baik yang mereka lakukan pasti akan berdampak positif. KSM<br />
Sejahtera Bersama mendapat pinjaman Rp. 2.500.000 dari UPK pada Desember 2010.<br />
Sehari-hari Bu Minah, membungkusi makanan ringan seperti kacang telur, kripik, tahu goreng, lontong dan lain-lain. Kemudian bungkusan<br />
kecil ini dibagikan pada mereka. Tidak lupa, Bu Minah selalu mencatat berapa jumlah bungkusan yang dibawa oleh setiap orangnya.<br />
Kedisiplinan Bu Minah ditularkan kepada mereka. Selain diajarkan menulis dan berhitung, merekapun diajarkan mengalokasikan<br />
keuntungan yang diperolehnya untuk disisihkan sebagai biaya sewa rumah, kebutuhan makan, pakaian dan dikirim ke orang tuanya. Bu<br />
Minahpun mengajarkan mereka untuk belajar melalui internet.<br />
Tidak mudah bagi Bu Minah untuk mengendalikan mereka. Ketika kehidupan mereka sangat dekat dengan narkoba, kemudian disadari ada<br />
beberapa anak yang memperlihatkan gejala sebagai pemakai, keputusan berat harus diambil. Bu Minah memberikan pilihan berhenti<br />
menggunakan narkoba atau berhenti mengambil barang dagangan darinya. Alhamdulillah, ternyata masih banyak anak jalanan yang<br />
memilih berhenti dari narkoba. Mungkin sepenggal cerita inilah yang membuat tim seleksi KSM Ekolir Award <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong>, tergugah<br />
untuk memberikan “Penghargaan Khusus” pada KSM Sejahtera Bersama. KSM yang diketuai oleh Ibu Paedah ini dinilai tidak hanya<br />
membangun kelompoknya, namun telah berhasil memberdayakan anak jalanan di wilayah mereka. (EID).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
61
Kapermas<br />
BAGIAN E<strong>MP</strong>AT<br />
TAK KENAL LELAH<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
62
Kapermas<br />
35. Tetap Aktif<br />
Usia tidak lagi menjadi penghalang bagi seseorang untuk melakukan aktifitasnya apabila orang tersebut mencintai aktifitasnya dan ikhlas.<br />
Usia tampaknya bukan penghalang bagi Bu Martha yang kini menginjak usia 62 tahun untuk aktif melaksanankan tugasnya sebagai<br />
Sekretaris BKM Bintara Jaya Kel. Bintara Jaya Kec. <strong>Bekasi</strong> Barat. Di usianya yang tak lagi muda ini beliau masih tetap eksis dan berperan<br />
dalam kegiatan yang dikawal oleh BKM Bintara jaya, beliau merasa senang karena di usianya yang tak lagi muda bahkan sudah melewati<br />
usia produktif masih bisa beraktifitas terlebih dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkutan sekitar.<br />
“saya mah bersyukur masih diberi kesehatan sehingga bisa berbuat sesuatu untuk lingkungan sekitar melalui BKM ini” tutur ibu satu anak<br />
yang mempunyai nama lengkap Martha Miharja. Tak jarang beliau sering mengadakan pertemuan baik internal BKM ataupun dengan<br />
perwakilan warga di rumahnya. Di mata rekan-rekan BKM lainnya selain seorang relawan, Bu Martha juga merupakan sosok yang<br />
dermawan. Walaupun demikian, aktifitasnya di BKM tidak pernah menggangu kewajibannnya sebagai ibu rumah tangga bahkan mendapat<br />
dukungan dari keluarga.<br />
Semangat dan kerelawanannya patut kita jadikan contoh sebagai bagian dari kepedulian kita bagi lingkungan kita, karena siapa lagi kalau<br />
bukan kita yang peduli, kita yang tahu, kita yang memahami keadaan lingkungan kita. (AA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
63
Kapermas<br />
36. Sepuluh Pemuda<br />
Dunia pendidikan dan akademisi sering melontarkan kata-kata “Tri Darma Perguruan Tinggi” yang<br />
merupakan esensi dari seorang akademisi, namun esensi tersebut sering dilupakan ketika mereka<br />
para akademisi itu lulus dari kampusnya masing-masing. Tiga hal yang amat fundamental jika<br />
diimplemntasikan oleh para segenap alumni agen of cahnge mungkin dapat merubah paradigma<br />
sebuah negara, mengutip dari pidato Ir. Soekarno, beliau mengatakan “Berikan akau sepuluh pemuda,<br />
maka akan ku rubah dunia”. Tiga pilar akademisi tersebut adalah pendidikan, penelitian dan<br />
pengabdian. Tiga pilar tersebut jika dijalankan sebagaimana mestinya dapat mewujudkan cita-cita<br />
proklamasi Indonesia, yaitu mewujudkan kesejahteraan rakyat.<br />
Ketiga pilar tersebut secara bertahap telah dilaksanakan oleh Syamsul Rijal yang sekarang diamanahkan untuk menjadi Unit Pengelolaan<br />
Keuangan pada BKM Amaliah Jaya kelurahan Pekayon Jaya. Dalam kegiatannya mengelola keuangan dia juga aktif di berbagai kegiatan<br />
kemasyarakatan lainnya, dan mungkin ini wujud dari pengabdianya sebagai akademisi. Pria yang mengawali aktivisnya di bawah bendera<br />
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, mengaku cukup bangga karena bisa berbuat untuk masyarakat. Melalui BKM Amaliah Jaya, dia<br />
dapat berpartisipasi dalam penanggulangan kemiskinan dalam kegiatan <strong>PNPM</strong>-<strong>MP</strong>.<br />
Mengawali ke-relawanannya pada tahun 2010, dia langsung berhadapan dengan kegiatan lingkungan Program Penanggulangan<br />
Kemiskinan Terpadu (Paket) Tahap III <strong>P2KP</strong> Advanced dan <strong>PNPM</strong>-<strong>MP</strong>. Dalam pelaksanaannya, banyak ilmu yang didapat yang sebelumnya<br />
tidak diketahui dalam dimensi pendidikan formal. Sejalan dengan kegiatan kerelawanannya, banyak ditemukan tentang arti berbagi dan<br />
peduli. Perkembangannya selama ± 2 tahun dalam BKM Amaliah Jaya, kini tidak hanya fokus pada UPK, namun dari sisi pengelolaan<br />
lingkungan melalui pembuatan proposal, laporan dan lain sebagainya dapat difahami secara bertahap dan sudah dapat diimplementasikan<br />
di masyarakat.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
64
Kapermas<br />
37. Eyang Uti<br />
Eyang Uti bernama lengkap Hj. Pujiati Wartini. Ibu dari 4 Putri dan 1 putra ini (Upik Andriani, Yusnita Anwar, Ria<br />
Safitri, Diena Fauziah dan Anwar fauzi), bersuamikan seorang pekerja sosial yang ulet dan tegas, H. Syaiful Anwar,<br />
koordinator BKM Jatiluhur Barokah. Lahir di Sanggau, Kalimantan Barat, 15 Maret 1957, Eyang Uti memiliki hobi<br />
menjahit, membaca dan masak. Eyang Uti selalu mendukung kegiatan suaminya, baik kegiatan ekonomi keluarga<br />
maupun organisasi. Eyang Uti aktif mendukung suaminya saat memimpin Karang Taruna kelurahan Cakung Timur<br />
Jakarta Timur (tahun 1984). Semua anggota Karang Taruna pada waktu itu memanggilnya “Mami”. Eyang Uti selalu<br />
membantu menyediakan kebutuhan anggota Karang Taruna mulai dari keperluan organisasi sampai konsumsi.<br />
Kegiatan yang pernah diikuti Eyang Uti di antaranya sebagai Pimkol BKM Jatiluhur Barokah<br />
(tahun 2010-<strong>2012</strong>) dan Kader Posyandu. Eyang Uti dipercaya untuk mengelola keuangan.<br />
“Manusia langka”, sering diibaratkan kepada mereka yang mempunyai sisi kerelawanan. Mereka<br />
tidak mencari sesuatupun secara materi di lingkungan organisasi yang dijalaninya, namun lebih<br />
kepada mencari kepuasan bathin serta bekerja secara ikhlas, Lillahi ta’ala. “Kapan lagi berbuat<br />
banyak untuk masyarakat miskin, kalau tidak dimulai dari sekarang”, begitu pikir Eyang Uti.<br />
Waktu, tenaga dan pikiran yang dicurahkan Eyang Uti, telah mengharumkan nama BKM. Berkat pengabdiannya, BKM Jatiluhur Barokah<br />
berhasil melaksanakan Pelatihan Channeling pada 10 – 12 April <strong>2012</strong> yang diikuti 56 BKM sekota <strong>Bekasi</strong>. Selanjutnya pada 16 Juni <strong>2012</strong>,<br />
kelurahan Jatiluhur menjadi kelurahan pertama di <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> yang dikunjungi Wakil Gubernur, Dede M. Yusuf Effendi, selaku Ketua TKPK<br />
Jawa Barat, dalam rangka lounching <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> tahun <strong>2012</strong>. Mudah-mudahan semakin banyak perempuan lainnya yang mengikuti jejak<br />
Eyang Uti. Perempuan yang bisa mewarnai dinamika <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> manakala sang suami berperan sebagai Koordinator BKM. Perempuan yang<br />
menjadi sosok penting untuk kesuksesan suaminya dalam berkarya dan mengabdi untuk masyarakat. Eyang Uti, sosok “Behind every<br />
man’s success is a woman”. (SA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
65
Kapermas<br />
38. Penuh Semangat<br />
Itulah kata-kata yang selalu diucapkan oleh sosok seorang ibu muda yang energik ini.<br />
Bunda Eka, panggilan akrabnya, bernama lengkap Eka Diah Yustina Herawati yang saat ini<br />
Bertugas sebagai Pimpinan Kolektif di BKM Rasa Asih kelurahan Jatirasa Kecamatan<br />
Jati Asih. Bunda Eka lahir di Bojonegoro , Jawa Timur, 16 September 1974.<br />
Hobinya adalah menonton, karaoke, travelling serta memelihara berbagai hewan seperti<br />
kelinci, ayam dan kucing. Bunda Eka dikaruniai 3 orang putra bernama Shelshe Devi<br />
Devanty, Isfan Hafizd Satrio, Najwa Queenshe Kirana. Berbagai macam kegiatan yang<br />
pernah diikutinya, antara lain : Kader PKK dan Posyandu, sekretaris BKM, pimpinan<br />
kolektif BKM Jatirasa, bendahara LSM Jalinan, pengurus Yayasan Az Zahra, bendahara PPK RW 03 serta anggota Redam Press.<br />
Jabatan pimpinan kolektif BKM Rasa Asih bukanlah suatu posisi yang mudah. Selain dipercaya untuk mengatur keuangan<br />
secara professional, jujur dan transparan juga dituntut menjadi relawan tanpa imbalan. Bunda Eka dalam kegiatan sehariharinya<br />
selalu semangat untuk mengurusi kegiatan organisasi BKM Rasa Asih. Bunda Eka satu dari sekian ibu yang patut<br />
menjadi teladan di rumah juga di lingkungan masyarakat. Sosok yang bersahaja dengan tutur bahasa yang halus serta<br />
humoris, pandai menempatkan diri dan tegas.<br />
Saat ini BKM Rasa Asih terus berbenah. BKM telah menempuh berbagai upaya untuk melakukan akses KUR dari BRI. Beberapa warga telah<br />
berhasil menikmatinya. Melalui akses KUR, BKM turut berkontribusi untuk pengurangan ketergantungan warga terhadap rentenir. Dalam<br />
kegiatan ekonomi, BKM sedang menggalakkan penumbuhan kembali kegiatan UPK. (BS).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
66
Kapermas<br />
39. Mbak Diah dari Sepanjang Jaya<br />
Trimurti Diah adalah seorang sekretaris dari BKM Berkah Jaya kelurahan Sepanjang jaya, kecamatan<br />
Rawalumbu. Tinggal di RT 3 RW 31, Mbak Diah adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap hari harus<br />
mengantar dan menjemput kedua orang anaknya yang masih SD untuk berangkat sekolah dan ke tempat<br />
bimbingan belajar. Suaminya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta, mendukungnya untuk aktif<br />
memajukan BKM dan berbakti untuk masyarakat.<br />
Ketika pekerjaan rumah selesai, Mbak Diah segera berangkat menuju sekretariat BKM “Berkah Jaya” untuk<br />
menjalankan tugasnya sebagai sekretaris dengan melayani masyarakat. Sekretariat BKM buka dari hari Senin<br />
s/d Jumat mulai pukul 10.00 – 16.00 WIB. Ketika ada warga yang membutuhkan informasi tentang <strong>PNPM</strong> atau mengajukan usulan, Mbak<br />
Diah melayaninya dengan sangat baik.<br />
Lahir pada 26 Mei 1976, Mbak Diah bergabung dengan BKM pada tahun 2001 dengan posisi sebagai UPK. Lulusan D3 Perbankan dari<br />
sebuah Perguruan Tinggi Swasta di <strong>Bekasi</strong>, keandalannya tidak diragukan oleh semua pihak. Tahun <strong>2012</strong>, Mbak Diah terpilih sebagai<br />
sekretaris BKM. Mbak Diah memiliki kinerja yang sangat baik dengan pencatatan yang rapi dan tepat waktu.<br />
Mbak Diah, meskipun satu-satunya wanita yang aktif di BKM, jiwa sosialnya akan selalu tumbuh berkembang dan tidak akan pernah<br />
mengenal kata lelah atau berhenti dalam membantu masyarakat. Jiwa kerelawanannya, tidak akan pernah bisa dinilai dengan rupiah. (DN)<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
67
Kapermas<br />
40. Tumbuh Terus Sebelum Berbuah<br />
Bapak yang lahir pada 12 April 1967 ini, bernama Nurhata yang lebih dikenal dengan nama Bang Nur. Tinggal di kampung Rawaroko RT<br />
02 RW 05, kelurahan Bojong Rawalumbu, Bang Nur pertama bergabung di BKM Dana Abadi pada tahun 2008 sebagai KSM yang bergerak<br />
dalam bidang infrastruktur. Melihat semangatnya yang tak kenal pamrih dan kepeduliannya terhadap masyarakat miskin, tahun 2010 Bang<br />
Nur dipercaya oleh BKM Dana Abadi untuk menggantikan Ustad Tata sebagai UPL hingga sekarang. Kemudian ketika BKM mengadakan<br />
pemilu ulang pada tahun 2011, Bang Nur tetap dipercaya sebagai UPL.<br />
Pekerjaan Bang Nur adalah Guru Swasta di sebuah Yayasan Al Hidayah dan Nurul Hidayah. Pada sore hari, Bang Nur ngajar ngaji di<br />
mushola dekat rumahnya. Bang Nur, sosok seorang ayah dengan 2 anak ini, tidak pernah kenal lelah di usianya yang menginjak 45 tahun.<br />
Bang Nur mampu mengatur waktu dengan baik, sehingga tugasnya sebagai UPL bisa terlaksana secara maksimal. Bahkan Bang Nur<br />
terkadang menjadi wakil BKM dalam pertemuan penting yang diadakan di tingkat kota.<br />
Bang Nur dengan jiwa sosialnya, selalu bersemangat untuk belajar hal baru. Pengabdian dirinya untuk masyarakat, dilandasi sebuah<br />
falsafah hidup bahwa “Orang lain bisa, saya juga harus bias. Jangan putus asa demi cita-cita dan janganlah mati sebelum berjasa seperti<br />
pohon pisang yang akan tumbuh terus sebelum berbuah”. (DN).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
68
Kapermas<br />
41. Bersama Pasti Kita Bisa<br />
Perempuan di era globalisasi saat ini, diharapkan dapat berkiprah di segala sector. Salah satunya<br />
adalah dalam pembangunan. Kiprah mereka, tidak saja sebagai obyek namun juga sebagai subjek.<br />
Sebagai subjek dalam pembangunan, menempatkan perempuan pada posisi penentu arah kebijakan.<br />
Ibu Maria (RT 7 RW 15), adalah bukti dari peran serta perempuan dalam pembangunan. Ibu Maria<br />
memegang amanah sebagai koordinator BKM Mustika jaya, kelurahan Mustika Jaya, kecamatan<br />
Mustika Jaya sejak tahun 2009. Ibu dari 2 orang putra ini, lahir di Klaten pada 31 Januari 1965.<br />
Ibu Maria juga aktif dalam kegiatan PKK di tingkat kelurahan. Kepedulian beliau akan kondisi sekitar<br />
menjadi motivasi untuk terlibat dalam pembangunan yang Pro Poor. BKM Mustika Jaya melalui Ibu<br />
Maria juga selalu bersinergi dengan program yang dilaksanakan oleh pihak kelurahan. Ibu dari dua<br />
putra ini selalu tergerak untuk segera membantu bila melihat ada warga sekitar yang membutuhkan<br />
bantuan. Peranan Ibu Maria di BKM dan PKK, memudahkan organisasinya untuk berkoordinasi dengan<br />
berbagai pihak yang berwenang dan segera mencarikan solusi untuk kondisi yang ada.<br />
Ibu Maria yakin tidak ada yang tidak bisa diselesaikan secara bersama-sama, begitu juga pembangunan dan menanggulangi kemiskinan.<br />
Bila masyarakat bersama pemerintah saling bahu membahu, maka masyarakat miskin dapat dibantu, baik dalam mengakses program<br />
maupun dalam pembangunan lingkungan. BKM pun mencoba memfasilitasi masyarakat melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan pelatihan<br />
tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan warga miskin yang pada akhirnya diharapkan mereka dapat melakukan suatu usaha<br />
dan meningkatkan pendapatan keluarganya. Ibu Maria yang peduli dengan lingkungannya semoga menjadi inspirasi bagi para ibu-ibu lain<br />
untuk ikut berperan serta dalam pembangunan. Pembangunan yang dicita-citakan dapat segera terwujud, apabila kita selalu bekerja sama<br />
dan sama-sama bekerja. Bersama Pasti Kita Bisa. (DRT).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
69
Kapermas<br />
42. Kepedulian untuk Masyarakat<br />
Siapa yang tidak mengenal sosok bapak ini? Adalah H. Sanim Ahmadi, Kepala UPTD <strong>Bekasi</strong><br />
Selatan. Aktivitasnya yang padat sebagai kepala UPTD dan ketua Kwartir Pramuka <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong>,<br />
tidak mengurangi rasa kepeduliannya terhadap masyarakat di kelurahan Jakasetia, tempat<br />
tinggalnya. Tahun 2009, H. Sanim Ahmadi, bersedia dipilih sebagai koordinator BKM Setia<br />
Makmur kelurahan Jakasetia kecamatan <strong>Bekasi</strong> Selatan. H. Sanim Ahmadi bersama pimpinan<br />
kolektif lainnya, berusaha secara maksimal dalam pembangunan lingkungan sesuai harapan<br />
masyarakat yang tertuang dalam RENTA.<br />
Kedekatan H. Sanim dengan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di kota <strong>Bekasi</strong>, memberikan<br />
kemudahan akses baik dari segi informasi maupun administrasi. Hal inilah yang menjadi<br />
pertimbangan masyarakat untuk memilih beliau kembali menjadi koordinator BKM Setia Makmur.<br />
Sosok beliau yang rendah hati dan bersahaja membuat masyarakat tidak merasa sungkan untuk<br />
megungkapkan harapan-harapan mereka akan pembangunan lingkungan, sosial dan ekonomi yang<br />
ada di kelurahan Jakasetia.<br />
Kesediaan beliau untuk berperan serta dalam pembangunan, mendorong minat masyarakat sekitar untuk berperan aktif yang dibuktikan<br />
dengan adanya partisipasi masyarakat yang cukup tinggi. Pembangunan yang sudah terlaksana perlu juga ada perawatan agar sesuai<br />
dengan perencanaan dan dapat dirasakan manfaatnya minimal selama lima tahun. Masyarakat perlu terlibat aktif dalam pengawasan dan<br />
monitoring. Peran H. Sanim Ahmadi, kiranya dapat menjadi panutan bagi masyarakat lain untuk turut serta dalam pembangunan di<br />
lingkungannya. Pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. (DRT).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
70
Kapermas<br />
43. Kiprah RT Edi<br />
Edi Priatna, ayah dari 1 putra dan 2 putri ini, merupakan warga asli kelurahan Jatiluhur<br />
kecamatan Jatiasih. Lahir 14 Januari 1970, lebih dikenal dengan panggilan RT Edi, dalam<br />
kegiatan di masyarakat selalu didampingi wanita pujaannya, Arah Amiyati, wanita pujaan<br />
yang 20 tahun lalu disuntingnya. Jabatan ketua RT 04 RW 06, ia peroleh berkat<br />
kepeduliannya yang tinggi terhadap lingkungannya. Jabatan RT ia pegang sejak 28<br />
November 2010. RT Edi dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui pemilihan<br />
secara terbuka dan demokratis, menyisihkan 4 calon lainnya. RT Edi meraih 53 suara<br />
dari 61 suara yang ada. Suara yang mayotitas tersebut, menyiratkan betapa besar<br />
kepercayaan masyarakat untuk menyematkan harapannya di pundak RT Edi.<br />
Tahun 2011, RT Edi bergabung dengan BKM Jatiluhur Barokah sebagai ketua KSM An-Nur. Melalui rembug yang dilaksanakan pada 22 Mei<br />
<strong>2012</strong>, KSM An-Nur bersepakat melaksanakan perbaikan jalan/gang di RT 4 RW 6. Dimulai pada 14 Juni <strong>2012</strong>, KSM An-Nur yang dipimpin<br />
RT Edi dengan mengerahkan 6 tukang dan puluhan warga untuk gotong rooyong, berhasil menyelesaikan kegiatang paving sepanjang 130<br />
m dengan lebar 3 m. Kegiatan paving tersebut menggunakan BLM sejumlah Rp 25.240.000 dan menyerap swadaya masyarakat senilai Rp.<br />
11.092.000. Jalan yang semula tanah dan sering becek manakala hijau, menjadi tertata dan rapi. Kendaraan pun dapat melintas dengan<br />
lancar. Penjual bakso dan dagangan lainnya yang memakai roda atau sepeda, saat ini dapat masuk lebih jauh menemui pembelinya.<br />
Kiprah RT Edi tidak berhenti sampai di situ. Akhir Desember 2011, ia memobilisasi warga untuk berpartisipasi membantu BKM dalam<br />
pelaksanaan RWT (Rembug Warga Tahunan). Dilaksanakan di sebuah lapangan, acara RWT dihadiri lebih dari 100 warga. Sementara pada<br />
16 Juni <strong>2012</strong>, RT Edi bahu membahu secara total bersama BKM dan warganya dalam rangka lounching BLM <strong>2012</strong> yang dihadiri Walikota,<br />
Rahmat Effendi dan Wakil Gubernur, Dede Yusuf M.Effendi. Tindak lanjut acara tersebut, RT Edi bersama warga mendapat amanah untuk<br />
melakukan rehab rutilahu sejumlah 2 unit. (HSA).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
71
Kapermas<br />
44. Tak Kenal Lelah<br />
LKM merupakan lembaga yang strategis dan mempunyai peranan penting dalam menampung aspirasi dan harapan masyarakat. Poin<br />
terpenting yang harus dimiliki LKM adalah dapat merealisasikan amanahnya. Ungkapan saat ini, bukan omongan tapi ada realisasinya.<br />
Masyarakat bisa jenuh dan frustasi apabila ada pihak yang banyak mengumbart janji, sementara bukti tidak ada.<br />
LKM yang menghimpun orang-orang yang peduli dan mempunyai dedikasi tinggi terhadap<br />
lingkungannya, dalam perjalanan pengabdiannya, tidak selalu berjalan mulus. Silang pendapat,<br />
beda pemahaman dan kendala lain di masyarakat, sering dihadapi para pimkol LKM. Keliru<br />
dalam penyampaian sebuah informasi, dapat berdampak cukup fatal di masyarakat. Hal<br />
tersebut diungkapkan Ibu Tatik, salah satu tokoh wanita di kelurahan Jatibening.<br />
Ibu Tatik sudah lama aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Dijalaninya kegiatan PKK, posyandu, arisan dan kegiatan lainnya, baik tingkat<br />
kelurahan, kecamatan maupun tingkat kota. Tak ketinggalan, Ibu Tatik adalah motor penggerak LKM Jatibening kelurahan Jatibening<br />
kecamatan Pondok Gede. Gaya bicaranya yang suka ceplas-ceplos, selalu dibarengi dengan semangatnya yang luar biasa. Beliau tak kenal<br />
lelah dan mau berkorban untuk masyarakat.<br />
Ibu Tatik suka bersenandung menghibur KSM, terjun ke lapangan dan menegur KSM yang melakukan kesalahan dalam kegiatannya. Ibu<br />
Tatik tak kenal lelah kalau ada pertemuan di tingkat RT/RW/kelurahan. Ibu Tatik berharap bahwa ke depan LKM bisa bersinergi dan<br />
bermitra dengan lembaga-lembaga yang ada di kelurahan, para pengusaha dan tokoh masyarakat. LKM bisa menghimpun dana serta<br />
potensi lainya dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Harapannya, LKM tidak terus bergantung pada BLM. LKM diharapkan dapat<br />
menumbuhkan cerminan pembangunan yang dilakukan secara partisipatif hingga akhirnya LKM dapat mencerminkan sebagai lembaga<br />
yang dibangun oleh, dari dan untuk masyarakat. (DDI).<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
72
Kapermas<br />
LA<strong>MP</strong>IRAN<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
73
Kapermas<br />
Tabel 1. Cakupan Kegiatan <strong>2012</strong><br />
No Kegiatan Uraian Keterangan<br />
1 <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> Mencakup 56 kelurahan. APBN (Rp. 3.540.000.000) & APBD (Rp. 2.000.000.000)<br />
2 Channeling - Kemitraan Beberapa kelurahan SKPD, Bank, Kampus, swasta<br />
3 PPMK Program lanjutan Kegiatan ekonomi<br />
4 P3BK Program lokal APBD (Rp. 11.200.000.000)<br />
5 Tingkat Masyarakat/<strong>Kota</strong> Siklus, pelatihan dan sosialisasi Pemkot, Satker, TKPK, FBKM, KBP<br />
6 Internal Konsultan Peningkatan kapasitas Pelatihan, coaching, KBIK,<br />
Tabel 2. Daftar Kelurahan dan Tim Fasilitator<br />
Tim Kecamatan Kelurahan Personil Posisi No HP Personil<br />
1<br />
<strong>Bekasi</strong> Timur Arenjaya, Durenjaya. Herdis Rustiwan SF 081219419966<br />
Siti Umamah MK 081318327143<br />
Jatisari, Jatiluhur, Jatirasa,<br />
Bayu Infra 08567849227<br />
Jati Asih<br />
Jatiasih, Jatimekar,<br />
Jatikramat.<br />
Rifan CD 081910466888<br />
Budi Saptono CD 082115296865<br />
2<br />
Medan Satria Kali Baru, Harapanmulya. Fajar SF 081385604806<br />
Harapanjaya, Perwira, Ida Nur Aida MK 081381858459<br />
<strong>Bekasi</strong> Utara<br />
Harapan Baru, Marga Mulya, Rahmat Hidayat Infra 085313802094<br />
Kaliabang Tengah, Asep Ganjar CD 085353161727<br />
Teluk Pucung<br />
Nendi CD 02291100161<br />
3<br />
<strong>Bekasi</strong> Selatan<br />
Mustika Jaya<br />
Jakamulya, Jakasetia,<br />
Margajaya, Pekayonjaya.<br />
Cimuning, Pedurenan,<br />
Mustikajaya, Mustikasari.<br />
Suharjono SF 081313185758<br />
Eki MK 081310669763<br />
Taruna W.S. Infra 085811731902<br />
Dessy R. CD 081324318007<br />
Naomi CD 081387035035<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
74
Kapermas<br />
4<br />
Pondok Melati Jatiwarna Abdul Afif SF 02141020054<br />
<strong>Bekasi</strong> Barat Kranji, Bintara Jaya Shanti MK 081282184016<br />
Jatisampurna, Jatiraden, Indra Infra 08562332993<br />
Jati Sampurna Jatiranggon, Jatirangga, Ridho CD 085711521916<br />
Jatikarya.<br />
Apep CD 085294139221<br />
5<br />
Bantar Gebang<br />
Rawa Lumbu<br />
Bantar Gebang, Ciketing<br />
Udik, Cikiwul, Sumurbatu<br />
Bojongmenteng,<br />
Bojongrawalumbu,<br />
Pengasinan, Sepanjangjaya<br />
Desi Astrilia SF 085216703506<br />
Dewi MK 0813<strong>2012</strong>5387<br />
Sabam Infra 082122156186<br />
Mia Infra 081912752297<br />
Jajang CD 081272251989<br />
6<br />
Kayuringinjaya <strong>Bekasi</strong> Selatan Ena Rodiah SF 08128074648<br />
Medansatria Medan Satria, Pejuang Musliyah MK 02198183238<br />
<strong>Bekasi</strong> Timur <strong>Bekasi</strong>jaya, Margahayu Syahrul Infra 08567997950<br />
<strong>Bekasi</strong> Barat<br />
Jakasampurna,<br />
<strong>Kota</strong> Baru, Bintara<br />
Deasy Infra 081381455995<br />
Aris CD 089653396936<br />
7<br />
Pondok Melati<br />
Pondok Gede<br />
Jatimelati, Jatirahayu,<br />
Jatimurni<br />
Jatibening, Jatibening Baru,<br />
Jaticempaka, Jatimakmur,<br />
Jatiwaringin.<br />
Abdul Muhyi SF 02195996120<br />
Imam MK 081906555650<br />
Windy Infra 081382341135<br />
Dede I.W. CD 081319032794<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
75
Kapermas<br />
Tabel 3. Kelurahan PAKET<br />
No Kecamatan Kelurahan<br />
Jumlah PAKEM<br />
PAKET I PAKET II PAKET III Replikasi<br />
1<br />
Arenjaya 4 3 3 2<br />
<strong>Bekasi</strong> Timur<br />
2 Durenjaya 3 2 1 1<br />
3 <strong>Bekasi</strong> Utara Perwira 3 2 2 1<br />
4<br />
Margajaya 2 1 2 -<br />
<strong>Bekasi</strong> Selatan<br />
5 Pekayonjaya 2 - 2 1<br />
6 Jati Asih Jatisari 1 1 2 1<br />
7 Pondok Gede Jatiwaringin 3 3 2 1<br />
8<br />
Jatiranggon 1 - - -<br />
Jati Sampurna<br />
9 Jatiraden - - 1 1<br />
Jumlah 19 12 15 8<br />
Tabel 4. Kelurahan PPMK<br />
No Kecamatan Kelurahan<br />
Anggota KSM<br />
KSM L P Jumlah<br />
1 Jati Asih Jatisari 5 3 27 30<br />
2<br />
Jatibening 5 5 20 25<br />
Pondok Gede<br />
3 Jaticempaka 5 5 17 26<br />
Jumlah 15 17 64 81<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
76
Kapermas<br />
Tabel 5. Perkembangan Perguliran<br />
No Kelurahan RR (%)<br />
KSM<br />
Dana<br />
Jmlh A P KK M Modal Saldo Tunggakan<br />
1 Marga Jaya 67,61% 17 0 12 20 127.610.850 93.364.000 40.339.000<br />
2 Pekayon Jaya 43,64% 296 800 356 386 594.622.022 393.760.600 232.018.000<br />
3 Aren Jaya 44,64% 347 2.775 1.879 2.774 129.297.140 37.390.200 22.450.000<br />
4 Duren Jaya 85,15% 361 1.186 215 432 345.063.123 391.816.000 80.981.000<br />
5 Perwira 93,97% 23 115 83 85 322.158.946 326.404.000 49.894.900<br />
6 Jatimekar 100,00% 72 445 9 7 1.500.000 1.115.000 0<br />
7 Jati Sari 76,67% 46 152 118 131 71.555.850 25.222.500 8.617.223<br />
8 Jati Raden 1,88% 66 331 151 331 98.000.000 74.540.000 73.140.000<br />
9 Jati Bening 98,99% 16 100 69 90 25.100.000 37.178.000 2.250.000<br />
10 Jati Cempaka 100,00% 0 50 43 72 17.875.782 12.000.000 0<br />
11 Jati Makmur 51,25% 22 110 77 120 30.100.000 29.269.480 14.269.480<br />
12 Jati Waringin 0,00% 24 0 0 0 54.400.000 62.908.240 62.908.240<br />
13 Jatibening Baru 55,09% 81 377 205 421 73.500.000 65.614.162 32.164.162<br />
14 Jati Melati 62,75% 47 28 21 54 10.783.812 5.100.000 2.700.000<br />
15 Jati Murni 0,00% 0 0 0 11 5.867.810 1.500.000 1.500.000<br />
16 Sepanjang Jaya 100,00% 1 4 4 3 2.200.000 2.000.000 0<br />
Jumlah 70,12% 1.419 6.473 3.242 4.937 1.909.635.335 1.559.182.182 623.232.005<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
77
Kapermas<br />
Tabel 6. Perkembangan Channeling KUR<br />
No Kelurahan Kecamatan Lembaga / Bank Nasabah Pinjaman (Rp)<br />
1 Pekayonjaya <strong>Bekasi</strong> Selatan KSP Jasa Utama 2 10.000.000<br />
2 Jatiwaringin Pondok Gede KSP As-Syafi’iyah dan BRI Unit Jatiwaringin 23 116.000.000<br />
3 Aren Jaya <strong>Bekasi</strong> Timur BRI Unit Duren Jaya 22 180.000.000<br />
4 Jatisari Jati Asih BRI Unit Jati Kramat dan BRI Unit Jati Asih 12 55.500.000<br />
5 Durenjaya <strong>Bekasi</strong> Timur BJB, BRI Unit Durenjaya dan BNI Cabang <strong>Bekasi</strong> 7 216.000.000<br />
6 Kayuringin Jaya <strong>Bekasi</strong> Selatan BRI Unit Kranji 20 29.000.000<br />
7 Jatirasa Jati Asih BRI Unit Jatikramat 10 81.000.000<br />
8 Harapan Jaya <strong>Bekasi</strong> Utara BRI Unit Pejuang 96 496.000.000<br />
9 Harapan Baru <strong>Bekasi</strong> Utara BRI Unit Pejuang 9 66.000.000<br />
10 Margahayu <strong>Bekasi</strong> Timur BRI Unit Proyek 4 8.000.000<br />
11 Kranji <strong>Bekasi</strong> Barat BRI Unit Kranji 1 15.000.000<br />
12 Jakamulya <strong>Bekasi</strong> Selatan BRI Unit Jati Asih 1 20.000.000<br />
13 Jatiluhur Jati Asih BRI Unit Jati Asih 3 37.500.000<br />
14 Mustikasari Mustika Jaya BRI Unit Mustikajaya 3 18.000.000<br />
Jumlah 213 1.348.000.000<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
78
Kapermas<br />
Tabel 7. Rekam Jejak Penyerapan BLM<br />
No<br />
Kelurahan<br />
BLM Putaran<br />
Kebutuhan<br />
I II III IV V APBN APBD<br />
I<br />
<strong>Bekasi</strong> Timur<br />
1 Arenjaya 350,000,000 175,000,000 160,000,000 65,000,000 - 135,000,000 220,000,000<br />
2 <strong>Bekasi</strong>jaya 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 - 135,000,000 45,000,000<br />
3 Durenjaya 350,000,000 175,000,000 160,000,000 65,000,000 - 135,000,000 220,000,000<br />
4 Margahayu 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 - 135,000,000 65,000,000<br />
II<br />
<strong>Bekasi</strong> Barat<br />
5 Bintara 350,000,000 80,000,000 - 65,000,000 - 135,000,000 25,000,000<br />
6 Bintarajaya 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 - 135,000,000 65,000,000<br />
7 Jakasampurna 325,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 - 135,000,000 65,000,000<br />
8 <strong>Kota</strong>baru 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 - 135,000,000 45,000,000<br />
9 Kranji 350,000,000 175,000,000 160,000,000 65,000,000 - 135,000,000 220,000,000<br />
III<br />
<strong>Bekasi</strong> Utara<br />
10 Harapan Jaya 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 45,000,000<br />
11 Kaliabang Tengah 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 65,000,000<br />
12 Perwira 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 43,750,000<br />
13 Harapan Baru 350,000,000 175,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 218,750,000<br />
14 Teluk Pucung 350,000,000 80,000,000 - 65,000,000 35,000,000 25,000,000<br />
15 Marga Mulya 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 43,750,000<br />
IV<br />
<strong>Bekasi</strong> Selatan<br />
16 Jakamulya 350,000,000 350,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 25,000,000<br />
17 Jakasetia 350,000,000 350,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 25,000,000<br />
18 Margajaya 350,000,000 175,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 98,750,000<br />
19 Kayuringinjaya 350,000,000 350,000,000 170,000,000 65,000,000 35,000,000 30,000,000<br />
20 Pekayonjaya 350,000,000 350,000,000 200,000,000 65,000,000 35,000,000 3,750,000<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
79
Kapermas<br />
V<br />
Rawa Lumbu<br />
21 Bojong Menteng 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 45,000,000<br />
22 Bj. Rawalumbu 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 45,000,000<br />
23 Pengasinan 350,000,000 175,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 220,000,000<br />
24 Sepanjangjaya 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 65,000,000<br />
VI<br />
Bantar Gebang<br />
25 Bantargebang 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 65,000,000<br />
26 Ciketing Udik 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 63,750,000<br />
27 Cikiwul 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 65,000,000<br />
28 Sumurbatu 200,000,000 120,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 67,500,000<br />
VII<br />
Medan Satria<br />
29 Harapanmulya 350,000,000 160,000,000 180,000,000 162,500,000 87,500,000 105,000,000<br />
30 Kalibaru 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 65,000,000<br />
31 Medansatria 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 63,750,000<br />
32 Pejuang 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 65,000,000<br />
VIII<br />
Jati Sampurna<br />
33 Jatisampurna 100,000,000 100,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 25,000,000<br />
34 Jatiraden 500,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 45,000,000<br />
35 Jatiranggon 350,000,000 275,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 120,000,000<br />
36 Jatirangga 200,000,000 200,000,000 120,000,000 65,000,000 35,000,000 33,750,000<br />
37 Jatikarya 200,000,000 120,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 53,750,000<br />
IX<br />
Mustika Jaya<br />
38 Cimuning 350,000,000 350,000,000 100,000,000 65,000,000 35,000,000 105,000,000<br />
39 Mustika Jaya 350,000,000 350,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 25,000,000<br />
40 Mustikasari 350,000,000 350,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 25,000,000<br />
41 Padurenan 350,000,000 350,000,000 100,000,000 162,500,000 87,500,000 105,000,000<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
80
Kapermas<br />
X<br />
Jati Asih<br />
42 Jatiasih 350,000,000 175,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 220,000,000<br />
43 Jatikramat 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 45,000,000<br />
44 Jati mekar 350,000,000 175,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 232,500,000<br />
45 Jatiluhur 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 45,000,000<br />
46 Jatirasa 350,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 65,000,000<br />
47 Jatisari 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 45,000,000<br />
XI<br />
Pondok Gede<br />
48 Jatibening 350,000,000 100,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 25,000,000<br />
49 Jetibening Baru 500,000,000 160,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 65,000,000<br />
50 Jati cempaka 100,000,000 100,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 25,000,000<br />
51 Jatimakmur 350,000,000 100,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 25,000,000<br />
52 Jati waringin 350,000,000 350,000,000 160,000,000 65,000,000 35,000,000 45,000,000<br />
XII<br />
Pondok Melati<br />
53 Jati melati 100,000,000 80,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 43,750,000<br />
54 Jatimurni 100,000,000 80,000,000 80,000,000 65,000,000 35,000,000 43,750,000<br />
55 Jatirahayu 350,000,000 175,000,000 30,000,000 65,000,000 35,000,000 200,000,000<br />
56 Jati warna 350,000,000 350,000,000 100,000,000 65,000,000 35,000,000 103,750,000<br />
Tabel 8. Rekapitulasi APBD<br />
Tahun<br />
APBN<br />
Kebutuhan<br />
APBD<br />
Ketersediaan<br />
Keterangan<br />
2007 4,050,000,000 500,000.000 0<br />
2008 4,890,000,000 7.650.000.000 1.850.000.000<br />
2009 6,245,000,000 5,200,000,000 2.500.000.000<br />
2010 6,595,000,000 1.690.000.000 1.700.000.000<br />
2011 4,805,000,000 520.000.000 3.800.000.000<br />
<strong>2012</strong> 3,540,000,000 295.000.000 2.000.000.000<br />
Jumlah 30,125,000,000 15,855,000,000 11.850.000.000<br />
Kekurangan APBD<br />
Rp. 4.005.000.000<br />
(DDUB 2007 – <strong>2012</strong>)<br />
Capaian ketersediaan APBD<br />
74,74%<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
81
Kapermas<br />
Tabel 9. Investasi BLM <strong>2012</strong><br />
No<br />
Jenis Kegiatan<br />
Realisasi Volume<br />
Realisasi Dana<br />
Penerima Manfaat<br />
Total<br />
Volume Satuan APBN APBD Swadaya KK KK Miskin<br />
1 Pinjaman Bergulir 10 Orang 5.000.000 15.565.000 20.565.000 10 10<br />
2 Pelatihan Bank Sampah 49 Orang 5.000.000 2.600.000 7.600.000 49 49<br />
3 Pelatihan dan Pengadaan Alat Fogging 25 Orang 5.000.000 3.350.000 8.350.000 25 25<br />
4 Pelatihan Kewirausahaan 377 Orang 160.500.000 74.647.000 235.147.000 377 377<br />
5 Pengadaan Peralatan & Sarana PAUD 1259 Orang 86.000.000 38.450.000 124.450.000 1.259 1.259<br />
6 Perlengkapan dan Sarana Sekolah 380 Orang 65.000.000 28.905.000 93.905.000 380 380<br />
7 Pelatihan Ketrampilan 156 Orang 76.500.000 35.930.000 112.430.000 156 156<br />
8 Jalan Beton 8.052 meter 1.277.931.000 503.762.500 544.360.300 2.326.053.800 2.491 1.599<br />
9 Jalan Paving Block 10.347 meter 1.380.014.000 710.524.500 770.947.290 2.861.485.790 3.897 2.292<br />
10 Drainase 3.015 meter 303.008.000 116.648.000 151.035.850 570.691.850 570 383<br />
11 MCK 1 unit 13.547.000 - - 13.547.000 32 19<br />
12 Gorong-gorong 8 meter 6.000.000 - - 6.000.000 165 49<br />
13 Rehab Rumah Tidak Layak Huni 32 unit 207.500.000 199.200.000 12.327.000 419.027.000 32 32<br />
14 Bangunan Posyandu 2 unit 41.500.000 - - 41.500.000 91 69<br />
JUMLAH 3.229.500.000 1.933.135.000 1.678.117.440 6.840.752.440 9.534 6.699<br />
Rincian Dana DIPA <strong>2012</strong> Cair Ke BKM BOP<br />
APBN 3.540.000.000 3.540.000.000 250.500.000<br />
APBD 2.000.000.000 1.995.000.000 61.865.000<br />
Keterangan :<br />
Status Tanggal : 28 November <strong>2012</strong>.<br />
BLM APBD : usulan kegiatan – belum pelaksanaan kegiatan – berkas masuk PPKAD 14 Des <strong>2012</strong>.<br />
Swadaya belum tergambar detail.<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
82
Kapermas<br />
Tabel 10. Kegiatan Rabat Beton<br />
No KELURAHAN KSM LOKASI VOLUME SATAUN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
1 BANTARGEBANG SEROJA RT 02 RW 05 148 meter 25,000,000 - 10,714,000 35,714,000<br />
2 BANTARGEBANG DUKUH RT 03 RW 07 160 meter 30,500,000 - 13,073,000 43,573,000<br />
3 SUMUR BATU RAJAWALI RT 01,04 RW 01 300 meter 35,415,000 - 15,167,000 50,582,000<br />
4 JAKA MULYA BINA KARYA 2 RT. 02 RW. 15 200 meter 31,850,000 - 15,956,000 47,806,000<br />
5 JAKA MULYA ADI JAYA 21 RT. 01,02 RW. 01 190 meter 23,650,000 - 12,111,000 35,761,000<br />
6 JAKA SETIA MIAN RT. 03 RW. 17 300 meter 47,700,000 - 23,421,500 71,121,500<br />
7 JAKA SETIA MASJID 2 RT. 02 RW. 17 87 meter 7,800,000 - 4,630,000 12,430,000<br />
8 KAYURINGIN JAYA UDANG RT 1, 2, 4 RW 008 200 meter 17,500,000 - 8,280,000 25,780,000<br />
9 KAYURINGIN JAYA MATAHARI 4 RT. 004 RW 024 165 meter 14,500,000 - 7,293,000 21,793,000<br />
10 KAYURINGIN JAYA RAPIH RT 005, 006 RW 011 200 meter 17,500,000 - 8,280,000 25,780,000<br />
11 KAYURINGIN JAYA PARKIT RT 5 RW 23 250 meter 14,907,000 8,198,000 23,105,000<br />
12 KAYURINGIN JAYA FLAMBOYAN RT 4 RW 1 200 meter 12,350,000 6,503,000 18,853,000<br />
13 KAYURINGIN JAYA MATAHARI RT 5,6 RW 24 150 meter 9,004,000 5,469,000 14,473,000<br />
14 KAYURINGIN JAYA MUJAIR RT 3 RW 4 200 meter 15,891,000 8,118,000 24,009,000<br />
15 PEKAYON JAYA KARYA 1 RT. 004 RW. 003 193 meter 31,500,000 - 13,500,000 45,000,000<br />
16 PEKAYON JAYA KARYA 2 RT. 002 RW. 004 113 meter 24,000,000 - 14,705,600 38,705,600<br />
17 PEKAYON JAYA GOTONG ROYONG RT 2 RW 3 125 meter 21,250,000 9,317,800 30,567,800<br />
18 BEKASI JAYA MEDE MANDIRI RT 02, 03, 05 RW 02 212 meter 21,290,000 - 9,130,000 30,420,000<br />
19 BEKASI JAYA MAS MANSUR RT 10 RW 02 161 meter 16,970,000 - 7,295,000 24,265,000<br />
20 BEKASI JAYA KALIMAYA RT 01 RW 05 150 meter 17,240,000 - 7,390,000 24,630,000<br />
21 BEKASI JAYA MASMANSUR RW 2 203 meter 34,490,000 14,800,000 49,290,000<br />
22 BEKASI JAYA BERLIAN RW 5 158 meter 17,160,000 7,310,000 24,470,000<br />
23 BEKASI JAYA SATRIA RW 6 140 meter 15,860,000 6,800,000 22,660,000<br />
24 BEKASI JAYA RAJAWALI RW 7 151 meter 17,880,000 7,710,000 25,590,000<br />
25 BEKASI JAYA KEDUNG JAYA RW 7 222 meter 27,050,000 11,610,000 38,660,000<br />
26 BEKASI JAYA KHALIM JAYA RW 8 106 meter 13,760,000 6,060,000 19,820,000<br />
27 BEKASI JAYA LENGKAK RW 8 350 meter 33,800,000 14,470,000 48,270,000<br />
28 HARAPAN BARU MUNCHEN RW 03,RW 08 151 meter 30,000,000 - 12,859,000 42,859,000<br />
29 HARAPAN JAYA MEKAR JAYA RT 02 RW 20 101 meter 15,500,000 - 6,643,000 22,143,000<br />
Total<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
83
Kapermas<br />
30 HARAPAN JAYA SENTUL RAYA RW 29 136 meter 20,000,000 - 8,571,000 28,571,000<br />
31 HARAPAN JAYA TOWER RT 06 RW 01 136 meter 20,000,000 - 8,572,000 28,572,000<br />
32 HARAPAN JAYA RAWA BAMBU RT 4,6 RW 16 149 meter 15,250,000 7,170,000 22,420,000<br />
33 HARAPAN JAYA H. MAWI RT 2 RW 18 190 meter 17,000,000 8,575,000 25,575,000<br />
34 HARAPAN JAYA KHATULISTIWA RT 4,9 RW 22 141 meter 16,400,000 8,478,000 24,878,000<br />
35 HARAPAN JAYA ALBAHAR RT 1,2,4,5 RW 28 99 meter 18,000,000 9,664,000 27,664,000<br />
36 HARAPAN JAYA TOWER RT 3,6,7 RW 1 165 meter 17,500,000 8,265,000 25,765,000<br />
37 HARAPAN JAYA MATAHARI RT 2 RW 4 139 meter 16,000,000 6,968,000 22,968,000<br />
38 HARAPAN JAYA BULAK MACAN RT 1,3,5,7 RW 3 278 meter 12,350,000 8,599,000 20,949,000<br />
39 HARAPAN JAYA KA<strong>MP</strong>UNG CEGER RT 5,6,10,11 RW 2 173 meter 14,500,000 6,979,000 21,479,000<br />
40 HARAPAN JAYA HARKIT IX RT RW 9 63 meter 9,000,000 5,306,000 14,306,000<br />
41 MARGA MULYA SEJAHTERA RT 2 RW 5 134 meter 25,889,500 11,095,500 36,985,000<br />
42 MARGA MULYA ANUGRAH RT 2,3 RW 10 178 meter 24,871,000 10,659,500 35,530,500<br />
43 PERWIRA GOTONG ROYONG RT 01 s.d 04 RW 15 243 meter 30,000,000 - 13,018,000 43,018,000<br />
44 TELUK PUCUNG KAUM 02 RT 05 RW 02 44 meter 10,300,000 - 4,415,000 14,715,000<br />
45 TELUK PUCUNG SWADAYA MANDIRI RT 01 RW 03 85 meter 13,600,000 - 5,829,000 19,429,000<br />
46 TELUK PUCUNG BERLIAN RT 01 RW 04 97 meter 15,600,000 - 6,686,000 22,286,000<br />
47 TELUK PUCUNG ATLAS RT 03 RW 01 131 meter 16,000,000 - 6,857,000 22,857,000<br />
48 JATISARI EBOR JABIN RT 4,5 Rw 04 192 meter 33,212,400 - 14,622,000 47,834,400<br />
49 JATISARI H. BOYO Rt 1,6 Rw 04 130 meter 22,287,600 - 9,624,000 31,911,600<br />
50 HARAPAN MULYA SAKURA RT 02 RW 08 36 meter 3,500,000 - 1,502,000 5,002,000<br />
51 HARAPAN MULYA LILY RT 06 RW 10 60 meter 11,600,000 - 4,972,000 16,572,000<br />
52 MUSTIKASARI CARINGIN RT. 02 RW. 02 98 meter 15,725,000 - 8,371,000 24,096,000<br />
53 MUSTIKASARI KEMBANG SARI RT. 01 RW. 01 250 meter 39,775,000 - 19,688,750 59,463,750<br />
54 PADURENAN BAMBU KUNING RT.01 RW.09 200 meter 31,850,000 - 15,956,000 47,806,000<br />
55 PADURENAN BENDA RT.04 RW.10 245 meter 39,000,000 - 19,396,000 58,396,000<br />
56 PADURENAN JAHAR RT.03 RW.04 312 meter 49,500,000 - 24,415,000 73,915,000<br />
57 PADURENAN MAWAR RT.04 RW.10 148 meter 23,650,000 - 12,122,000 35,772,000<br />
58 MUSTIKAJAYA PALEM MERAH RT. 01 RW. 08 200 meter 31,850,000 - 15,956,000 47,806,000<br />
59 MUSTIKAJAYA BANGKIT BERSAMA RT. 04 RW. 01 148 meter 23,650,000 - 12,122,000 35,772,000<br />
60 CIMUNING BEM BEM RT. 03 RW. 03 200 meter 31,850,000 - 15,956,000 47,806,000<br />
61 CIMUNING BUNI RAYA RT. 01 RW. 02 148 meter 23,650,000 - 12,122,000 35,772,000<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
84
Kapermas<br />
62 BOJONG MENTENG LENGKENG Rt.01 Rw.02 125 meter 18,500,000 - 8,146,000 26,646,000<br />
63 BOJONG MENTENG GUNTUR Rt.002 Rw.004 90 meter 18,050,000 - 7,935,000 25,985,000<br />
64 BOJONG MENTENG TARUNA RT 04 Rw 01 105 meter 18,950,000 - 8,327,000 27,277,000<br />
65 BOJONG MENTENG TARUNA 1 RT 3 RW 1 100 meter 18,600,000 8,251,000 26,851,000<br />
66 BOJONG MENTENG RAMBUTAN RT 3 RW 2 310 meter 50,000,000 22,307,000 72,307,000<br />
67 BOJONG MENTENG TARUNA 6 RT 6 RW 6 80 meter 15,000,000 6,460,000 21,460,000<br />
68 SEPANJANG JAYA MANDIRI JAYA RT.02 RW.05 110 meter 13,675,000 - 6,035,000 19,710,000<br />
JUMLAH 11153.5 meter 983,690,000 503,762,500 696,806,650 2,184,259,150<br />
Tabel 11. Kegiatan Paving Blok<br />
No KELURAHAN KSM LOKASI VOLUME SATUAN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
Total<br />
1 CIKETINGUDIK SEROJA RT 02 RW07 100 meter 18,000,000 - 7,825,000 25,825,000<br />
2 BINTARA BINTARA XIII Rt. 003 RW 013 100 meter 12,200,000 - 5,258,000 17,458,000<br />
3 BINTARA BINTARA SATU RT 03 Rw 02 106 meter 16,700,000 - 7,222,000 23,922,000<br />
4 BINTARA KELINCI MAS RW 015 58 meter 9,000,000 - 3,877,000 12,877,000<br />
5 BINTARA PENGASINAN RT. 04 RW 03 167 meter 17,600,000 - 7,591,000 25,191,000<br />
6 JAKA SA<strong>MP</strong>URNA TARUNA RT 02, 03 RW 018 229 meter 34,755,000 - 15,079,000 49,834,000<br />
7 JAKA SA<strong>MP</strong>URNA KARISMA RT 2 RW 11 120 meter 18,285,000 7,880,000 26,165,000<br />
8 KOTA BARU SEPULUH TITIK SATU DUA Rt 01, 02 Rw 010 154 meter 15,467,000 - 6,729,000 22,196,000<br />
9 KOTA BARU DUA DUA TITIK LIMA ENAM Rt 05, 06 Rw 022 135 meter 14,287,000 - 6,176,000 20,463,000<br />
10 KOTA BARU SATU TITIK LIMA Rt 005 Rw 001 115 meter 13,409,000 - 5,793,000 19,202,000<br />
11 KRANJI BERINGIN RT 04/03, RT 06/04 198 meter 22,700,000 - 9,545,000 32,245,000<br />
12 AREN JAYA KALONG 2 Rt 01,Rt 02 Rw 05 100 meter 9,563,000 - 4,099,000 13,662,000<br />
13 AREN JAYA KALONG 1 Rt 01,Rt 02 Rw 05 229 meter 45,937,000 - 19,827,000 65,764,000<br />
14 DUREN JAYA ANGGREK 2 Rt 07 Rw 16 100 meter 13,937,000 - 5,974,000 19,911,000<br />
15 DUREN JAYA RAWA KAPUK Rt02,04 Rw 02 150 meter 20,276,000 - 8,690,000 28,966,000<br />
16 DUREN JAYA ADEM AYEM Rt 01 Rw 08 135 meter 21,287,000 - 9,124,000 30,411,000<br />
17 MARGAHAYU RAWA SEMUT PEDULI II RT 007 RW 011 267 meter 26,550,000 - 11,380,000 37,930,000<br />
18 MARGAHAYU BERKAH RT 001 RW 012 292 meter 28,950,000 - 12,418,000 41,368,000<br />
19 HARAPAN BARU CHELSEA RT 02/05, RT 03/06 223 meter 25,500,000 - 11,029,000 36,529,000<br />
20 MARGA MULYA KENANGA RT 05 RW 07 230 meter 25,991,000 - 11,211,500 37,202,500<br />
21 MARGA MULYA AL IKHLAS RT 04 RW 07 150 meter 29,509,000 - 12,647,500 42,156,500<br />
22 MARGA MULYA LINGKUNGAN MAJU RT 4 RW 1 150 meter 14,215,500 6,092,500 20,308,000<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
85
Kapermas<br />
23 MARGA MULYA MAWAR RT 3 RW 2 250 meter 23,614,500 10,121,000 33,735,500<br />
24 MARGA MULYA TERATAI RT 2 RW 3 190 meter 20,302,000 8,701,000 29,003,000<br />
25 MARGA MULYA SASANA LOKA RT 3 RW 9 105 meter 19,065,000 8,171,000 27,236,000<br />
26 MARGA MULYA DARURROHMAN RT 3 RW 11 155 meter 25,042,500 10,732,500 35,775,000<br />
27 PERWIRA BANYU BIRU RT 01 RW 07 150 meter 25,500,000 - 10,576,000 36,076,000<br />
28 JATIMEKAR RAMBUTAN Rt 02 Rw 08 101 meter 14,577,000 - 6,932,000 21,509,000<br />
29 JATIMEKAR BELIMBING Rt 04 Rw 03 250 meter 40,923,000 - 18,900,000 59,823,000<br />
30 JATIASIH SINAR ASIH Rt 02 Rw 08 116 meter 16,741,000 - 7,399,000 24,140,000<br />
31 JATIASIH MURNI ASIH Rt 07,05 Rw 06 146 meter 20,919,000 - 8,974,000 29,893,000<br />
32 JATIASIH ASIH Rt 01 Rw 07 162 meter 17,840,000 - 8,159,000 25,999,000<br />
33 JATIKRAMAT CIKUNIR MANDIRI Rt 03 Rw 01 153 meter 19,291,000 - 8,268,000 27,559,000<br />
34 JATIKRAMAT KAUM MANDIRI Rt 01 Rw 04 132 meter 18,882,000 - 8,088,000 26,970,000<br />
35 JATIKRAMAT JATIKRAMAT MANDIRI Rt 05 Rw 05 133 meter 17,327,000 - 7,427,000 24,754,000<br />
36 JATIKRAMAT BERSATU RT 4 RW 1 124 meter 17,402,000 7,458,000 24,860,000<br />
37 JATIKRAMAT JATIKRAMAT MANDIRI RT 3 RW 5 342 meter 39,240,000 16,830,000 56,070,000<br />
38 JATIKRAMAT CIKUNIR MANDIRI RT 4 RW 8 271 meter 32,940,000 14,430,000 47,370,000<br />
39 JATIKRAMAT MANDIRI BERSAMA RT 2 RW 4 127 meter 26,726,000 11,454,000 38,180,000<br />
40 JATIKRAMAT CAKUNG MANDIRI RT 4 RW 2 178 meter 36,692,000 15,773,000 52,465,000<br />
41 JATILUHUR KO<strong>MP</strong>IL 2 Rt 04 Rw 01 160 meter 30,260,000 - 14,226,000 44,486,000<br />
42 JATILUHUR AN NUR Rt 04 Rw 06 130 meter 25,240,000 - 11,092,000 36,332,000<br />
43 JATILUHUR AN-NUR RT 4,3 RW 6,7 256 meter 45,087,000 19,765,000 64,852,000<br />
44 JATILUHUR KO<strong>MP</strong>IL RT 1,2 RW 5,11 208 meter 37,250,000 15,964,000 53,214,000<br />
45 JATILUHUR MAJU BERSAMA RT 6 RW 2 220 meter 34,523,000 14,796,000 49,319,000<br />
46 JATILUHUR AL-MUJAHIDIN RT 1 RW 3 222 meter 36,140,000 15,489,000 51,629,000<br />
47 JATIRASA BANYU BIRU Rt 02 Rw 01 220 meter 30,429,000 - 13,042,000 43,471,000<br />
48 JATIRASA DAHLIA Rt 04,05 Rw 02 177 meter 25,071,000 - 10,837,000 35,908,000<br />
49 JATIRANGGA RANGGA 02 RT 02, RW 02 130 meter 18,200,000 - 7,702,000 25,902,000<br />
50 JATIRANGGA RANGGA 13 RT 03, RW 13 104 meter 15,300,000 - 6,661,000 21,961,000<br />
51 JATIRANGGA RANGGA 12 RT 02, RW 12 149 meter 22,000,000 - 9,079,000 31,079,000<br />
52 JATIRANGGON RANGGON 04 RT 05 RW 04 149 meter 22,100,000 - 8,979,000 31,079,000<br />
53 JATIRANGGON RANGGON 02 RT 07 RW 02 117 meter 15,600,000 - 6,605,000 22,205,000<br />
54 JATIRANGGON RANGGON 08 RT 05 RW 04 120 meter 17,800,000 - 7,403,000 25,203,000<br />
55 JATIRANGGON RANGGON APBD 03 RT 4,6 RW 3 149 meter 22,600,000 9,790,000 32,390,000<br />
56 JATIRANGGON RANGGON APBD 05 RT 7 RW 5 149 meter 22,600,000 9,790,000 32,390,000<br />
57 JATIRANGGON RANGGON APBD 06 RT 4 RW 6 149 meter 22,600,000 9,790,000 32,390,000<br />
58 JATIRADEN RADEN 06 RT 03 RW 06 198 meter 22,800,000 - 9,445,000 32,245,000<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
86
Kapermas<br />
59 JATIRADEN RADEN 03 RW 03 76 meter 9,900,000 - 4,440,000 14,340,000<br />
60 JATIRADEN RADEN 09 RT 02 RW 09 198 meter 22,800,000 - 9,445,000 32,245,000<br />
61 JATISA<strong>MP</strong>URNA SA<strong>MP</strong>URNA 05 RT 03 RW 05 200 meter 16,400,000 - 7,310,000 23,710,000<br />
62 JATISA<strong>MP</strong>URNA SA<strong>MP</strong>URNA 06 RT 01 RW 06 224 meter 18,300,000 - 8,149,000 26,449,000<br />
63 JATISA<strong>MP</strong>URNA SA<strong>MP</strong>URNA 01 RT 02 RW 01 254 meter 20,800,000 - 9,072,000 29,872,000<br />
64 Jatisampurna SA<strong>MP</strong>URNA 02 RT 4 RW 2 110 meter 16,500,000 7,644,000 24,144,000<br />
65 HARAPAN MULYA AMESDA TR 06 RW 07 197.3 meter 19,800,000 - 8,600,000 28,400,000<br />
66 KALI BARU SUNAN MURIA RT 06 RW 02 148 meter 19,503,000 - 8,358,500 27,861,500<br />
67 KALI BARU SUNAN A<strong>MP</strong>EL RT 04, 07 RW 03 127.5 meter 17,253,000 - 7,397,000 24,650,000<br />
68 KALI BARU SUNAN KALIJAGA RT 02 RW 07 173 meter 18,744,000 - 8,034,000 26,778,000<br />
69 MEDAN SATRIA 02 MELATI 09 RT 02 RW 02 185 meter 21,055,000 - 9,386,000 30,441,000<br />
70 MEDAN SATRIA 03 ANGGREK 09 RT 02, 06 RW 03 249 meter 23,527,000 - 10,083,000 33,610,000<br />
71 MEDAN SATRIA 07 WIJAYA KUSUMA RT 02 RW 07 130 meter 10,918,000 - 4,679,000 15,597,000<br />
72 PEJUANG KENANGA RT 005 RW 007 150 meter 18,000,000 - 7,740,000 25,740,000<br />
73 PEJUANG BAHAGIA 03 RT 003 RW 004 150 meter 18,000,000 - 7,740,000 25,740,000<br />
74 JATI WARINGIN JATI INDAH 2 RT 06 RW 02 128 meter 18,500,000 - 7,299,830 25,799,830<br />
75 JATI WARINGIN JATI INDAH 3 RT 04 RW 04 147 meter 18,500,000 - 7,832,000 26,332,000<br />
76 JATI WARINGIN JATI INDAH 1 RT 07,08 RW 07 151 meter 18,500,000 - 7,050,000 25,550,000<br />
77 JATIMAKMUR GARDA MANDIRI RT 06 RW 13 142 meter 16,500,000 - 7,218,000 23,718,000<br />
78 JATIMAKMUR BUKIT BERSERI RT 02/05, RT 01/08 197 meter 19,000,000 - 8,748,000 27,748,000<br />
79 JATIMAKMUR BERSAMA MANDIRI RT 04 RW 07 178 meter 20,000,000 - 9,199,000 29,199,000<br />
80 JATIMAKMUR KARYA BERSAMA RT 6 RW 1 152 meter 16,500,000 6,553,000 23,053,000<br />
81 JATIBENING BARU HARAPAN BARU RT 01, 02 RW 09 169 meter 20,970,000 - 9,022,000 29,992,000<br />
82 JATIBENING BARU SEMANGAT BARU RT 01, 02 RW 03 138 meter 19,497,000 - 7,747,000 27,244,000<br />
83 JATIBENING BARU KEMANG SEJAHTERA RT 07 RW 03 103 meter 15,033,000 - 6,334,000 21,367,000<br />
84 JATICE<strong>MP</strong>AKA KENANGA 2 RT 4 RW 10 130 meter 16,500,000 6,579,000 23,079,000<br />
85 JATICE<strong>MP</strong>AKA BERINGIN RT 02 RW 02 210 meter 21,000,000 - 9,503,000 30,503,000<br />
86 JATICE<strong>MP</strong>AKA FLAMBOYAN 3 RT 04 RW 06 75 meter 11,500,000 - 5,292,000 16,792,000<br />
87 JATICE<strong>MP</strong>AKA KENANGA 2 RT 04 RW 10 130 meter 23,000,000 - 10,904,000 33,904,000<br />
88 JATIBENING CAMAN JAYA RW 1 120 meter 16,500,000 6,913,000 23,413,000<br />
89 JATIBENING CE<strong>MP</strong>AKA JAYA 3 RT 04 RW 02 50 meter 9,000,000 - 3,752,000 12,752,000<br />
90 JATIBENING CE<strong>MP</strong>AKA JAYA 2 RT 02 RW 02 133 meter 21,000,000 - 8,716,000 29,716,000<br />
91 JATIBENING CE<strong>MP</strong>AKA JAYA 4 RT 04 RW 03 122 meter 25,500,000 - 10,273,000 35,773,000<br />
92 JATIMURNI RENGAS RW 08 75 meter 11,500,000 - 5,817,000 17,317,000<br />
93 JATIMURNI SAWO RW 01 245 meter 23,000,000 - 12,753,000 35,753,000<br />
94 JATIMURNI KRESEK RW 04 168 meter 21,000,000 - 11,261,000 32,261,000<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
87
Kapermas<br />
95 JATIRAHAYU AR ROHMAH RW 02 100 meter 10,000,000 - 4,915,000 14,915,000<br />
96 JATIRAHAYU TERATAI RW 03 159 meter 18,000,000 - 8,796,000 26,796,000<br />
97 JATIRAHAYU AR RAHIM RW 23 80 meter 15,000,000 - 7,354,000 22,354,000<br />
98 JATIWARNA WARNA MANDIRI JAYA II RT 03/03, RT 03/04 198 meter 19,200,000 - 8,300,000 27,500,000<br />
99 JATIWARNA WARNA MANDIRI JAYA I RT 01/01, RT 02/02 180 meter 18,000,000 - 7,765,000 25,765,000<br />
100 JATIWARNA WARNA MANDIRI JAYA III RT 01/06, RT 02/09 164 meter 18,300,000 - 7,817,000 26,117,000<br />
101 JATIMELATI MEDE RT 01 RW 06 75 meter 13,000,000 - 5,805,000 18,805,000<br />
102 JATIMELATI SUNTER RT 05 RW 05 200 meter 24,000,000 - 13,090,000 37,090,000<br />
103 JATIMELATI DUKU RT 03 RW 03 100 meter 18,500,000 - 9,372,000 27,872,000<br />
104 BOJONG MENTENG MANGGIS 2 RT 6 RW 4 180 meter 27,200,000 11,896,000 39,096,000<br />
105 B.ONG RAWALUMBU JAMBU RT.05 RW 03 175 meter 21,540,000 - 9,013,000 30,553,000<br />
106 B.ONG RAWALUMBU HIDAYAH RT.06 RW 05 146 meter 24,019,000 - 10,476,000 34,495,000<br />
107 B.ONG RAWALUMBU WARGA JAYA RT.03 RW.04 110 meter 14,944,000 - 6,703,000 21,647,000<br />
108 B.ONG RAWALUMBU BAMBU KUNING RT.03 RW.02 75 meter 13,334,000 - 5,821,000 19,155,000<br />
109 B.ONG RAWALUMBU MAWAR 01 RT 6 RW 1 150 meter 26,600,000 11,612,000 38,212,000<br />
110 B.ONG RAWALUMBU JAMBU RT 5 RW 3 126 meter 21,100,000 9,152,000 30,252,000<br />
111 B.ONG RAWALUMBU MAWAR 04 RT 5 RW 4 110 meter 22,400,000 9,698,000 32,098,000<br />
112 B.ONG RAWALUMBU HIDAYAH RT 5,6 RW 5 100 meter 28,400,000 12,367,000 40,767,000<br />
113 B.ONG RAWALUMBU PELANGI 2 RT 1,2 RW 1 90 meter 24,500,000 10,650,000 35,150,000<br />
JUMLAH 17652.8 meter 1,674,255,000 710,524,500 1,041,761,330 3,426,540,830<br />
Tabel 12. Kegiatan Drainase<br />
No KELURAHAN KSM LOKASI VOLUME SATAUN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
1 SUMUR BATU ELANG RT 03 RW 03 150 meter 20,085,000 - 8,628,000 28,713,000<br />
2 BINTARA JAYA BINJAY 10 RW 10 280 meter 22,600,000 - 9,271,000 31,871,000<br />
3 BINTARA JAYA BINJAY 08 RT 02 RW 08 280 meter 16,500,000 - 7,222,000 23,722,000<br />
4 BINTARA JAYA BINJAY 01 RT 06 RW 01 270 meter 16,400,000 - 7,309,000 23,709,000<br />
5 JAKA SA<strong>MP</strong>URNA ADDAWA RT 002 RW 001 95 meter 20,745,000 - 8,915,000 29,660,000<br />
6 KOTA BARU LIMA BELAS TITIK DUA Rt 02 Rw 015 200 meter 12,337,000 - 5,317,000 17,654,000<br />
7 KRANJI BERINGIN RT 06 RW 04 140 meter 12,800,000 - 4,186,000 16,986,000<br />
8 MARGA JAYA BAMBU KUNING RT. 03 RW. 01 178 meter 45,000,000 - 15,508,850 60,508,850<br />
9 KAYURINGIN JAYA JATI-1 RT 9 RW 12 250 meter 20,048,000 13,376,000 33,424,000<br />
10 KAYURINGIN JAYA JATI RT 009 RW 012 60 meter 5,000,000 3,140,000 8,140,000<br />
Total<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
88
Kapermas<br />
11 KALIABANG TENGAH BERINGIN RT 02, 03, 04, 06, 07 RW 23 85 meter 14,000,000 - 6,046,000 20,046,000<br />
12 HARAPAN JAYA HARKIT RAYA RT 1,9 RW 23 141 meter 17,000,000 8,582,000 25,582,000<br />
13 HARAPAN JAYA ALBAHAR RT 1,2,4,5 RW 28 50 meter -<br />
14 JATI KARYA KARYA 08 RT 01, 02, RW 08 470 meter 29,700,000 - 10,412,000 40,112,000<br />
15 JATI KARYA KARYA 05 RT 01, 03, RW 05 425 meter 25,800,000 - 10,053,000 35,853,000<br />
16 JATI RANGGON RANGGON APBD 01 RT 5 RW 1 290 meter 19,400,000 8,353,000 27,753,000<br />
17 HARAPAN MULYA SAKURA RT 02 RW 08 57 meter 6,100,000 - 2,626,000 8,726,000<br />
18 HARAPAN MULYA LAVENDER RT 04 RW 01 29 meter 2,000,000 - 859 2,859,000<br />
19 HARAPAN MULYA STASIUN RT 02 RW 04 91 meter 17,000,000 - 7,287,000 24,287,000<br />
20 PEJUANG BAHAGIA 03 RT 003 RW 004 100 meter 7,200,000 - 3,127,000 10,327,000<br />
21 PEJUANG A<strong>MP</strong>ERA RT 04 RW 010 200 meter 12,300,000 - 5,354,000 17,654,000<br />
22 JATIRAHAYU AR ROHMAH RW 05 145 meter 12,500,000 - 7,274,000 19,774,000<br />
23 BOJONG RAWALUMBU DURIAN RT 1,9 RW 2 110 meter 9,941,000 - 4,261,000 14,202,000<br />
24 BOJONG RAWALUMBU MAWAR 01 RT 3 RW 1 100 meter 13,000,000 5,633,000 18,633,000<br />
25 BOJONG MENTENG BJM RT 1 RW 2 270 meter 42,200,000 18,514,000 60,714,000<br />
Tabel 13. Kegiatan Gorong-gorong<br />
JUMLAH 4466 meter 303,008,000 116,648,000 181,253,850 600,909,850<br />
No KELURAHAN KSM LOKASI VOLUME SATAUN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
1 KAYURINGIN JAYA PATUHA RT 001 RW 015 8 meter 6,000,000 - 2,620,000 8,620,000<br />
JUMLAH 8 meter 6,000,000 - 2,620,000 8,620,000<br />
Total<br />
Tabel 14. Kegiatan Rehab Rutilahu<br />
No KELURAHAN KSM LOKASI VOLUME SATAUN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
1 CIKETINGUDIK DUKUH RT02 RW07,RT01 RW 06 3 unit 37,500,000 - 17,720,000 55,220,000<br />
2 CIKIWUL MELATI RT.04 RW 06 1 unit 18,400,000 - 8,235,000 26,635,000<br />
3 CIKIWUL MAWAR RT.03 RW 03 1 unit 18,800,000 - 8,480,000 27,280,000<br />
4 CIKIWUL ANUGRAH RT.01 RW 04 1 unit 18,300,000 - 7,994,000 26,294,000<br />
5 KRANJI BELIT RT 02, 07 RW 10 2 unit 20,000,000 - 8,624,000 28,624,000<br />
6 MARGA JAYA HIDAYAH RT. 04 RW. 02 1 unit 10,500,000 - 4,929,000 15,429,000<br />
Total<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
89
Kapermas<br />
7 MARGA JAYA BAHAGIA RT 2 RW 5 1 unit 13,000,000 5,571,000 18,571,000<br />
8 MARGA JAYA BAHAGIA RT 2 RW 4 1 unit 13,000,000 5,571,000 18,571,000<br />
9 MARGA JAYA SEJAHTERA RT 3 RW 4 2 unit 22,600,000 9,685,000 32,285,000<br />
10 MARGA JAYA SEJAHTERA RT 2 RW 5 1 unit 13,000,000 5,571,000 18,571,000<br />
11 MARGA JAYA SEJAHTERA RT 2 RW 5 1 unit 13,000,000 5,571,000 18,571,000<br />
12 MARGA JAYA BAHAGIA RT 2 RW 2 2 unit 22,600,000 9,685,000 32,285,000<br />
13 PEKAYON JAYA BAGASASI RT 2 RW 1 1 unit 15,000,000 6,955,000 21,955,000<br />
14 PEKAYON JAYA BAGASASI RT 1 RW 4 1 unit 15,000,000 6,343,300 21,343,300<br />
15 PEKAYON JAYA BAGASASI RT 1 RW 3 1 unit 15,000,000 5,953,000 20,953,000<br />
16 PEKAYON JAYA BAGASASI RT 1 RW 3 1 unit 15,000,000 7,197,600 22,197,600<br />
17 PEKAYON JAYA BAGASASI RT 6 RW 4 1 unit 15,000,000 7,220,600 22,220,600<br />
18 HARAPAN MULYA LILY RT 06 RW 10 1 unit 12,000,000 - 5,145,000 17,145,000<br />
19 HARAPAN MULYA LAVENDER RT 06 RW 01 3 unit 36,000,000 - 15,455,000 51,455,000<br />
20 HARAPAN MULYA RAFLESIA RT 01 RW 06 1 unit 12,000,000 - 5,144,000 17,144,000<br />
21 HARAPAN MULYA RUMAH BAROKAH RW 03 2 unit 24,000,000 - 10,286,000 34,286,000<br />
22 BEKASI JAYA MAWAR RW 8 1 unit 10,000,000 4,290,000 14,290,000<br />
23 BOJONG RAWALUMBU MAWAR 01 RT 3 RW 1 1 unit 8,500,000 4,007,000 12,507,000<br />
24 BOJONG RAWALUMBU HIDAYAH RT 5,6 RW 5 1 unit 8,500,000 3,721,000 12,221,000<br />
Tabel 15. Kegiatan MCK<br />
JUMLAH 32 meter 207,500,000 199,200,000 179,353,500 586,053,500<br />
No KELURAHAN KSM LOKASI VOLUME SATAUN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
1 SEPANJANG JAYA TEUKU UMAR RT.03 RW.01 1 unit 13,547,000 - 5,847,000 19,394,000<br />
Tabel 16. Kegiatan Posyandu<br />
JUMLAH 1 unit 13,547,000 - 5,847,000 19,394,000<br />
No KELURAHAN KSM LOKASI VOLUME SATAUN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
1 KALIABANG TENGAH BOUGENVILE 1 RW 18 1 unit 21,500,000 - 22,500,000 44,000,000<br />
2 KALIABANG TENGAH SERUNI RT 05 RW 14 1 unit 20,000,000 - 10,653,000 30,653,000<br />
JUMLAH 2 unit 41,500,000 - 33,153,000 74,653,000<br />
Total<br />
Total<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
90
Kapermas<br />
Tabel 17. Kegiatan Peralatan – Perlengkapan PAUD<br />
No KELURAHAN KSM VOLUME SATAUN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
Total<br />
1 JAKA SA<strong>MP</strong>URNA CANDRA KARISMA 76 Orang - 6,000,000 2,260,000 8,260,000<br />
2 JAKASETIA MELATI 35 Orang - 5,000,000 2,530,000 7,530,000<br />
3 MARGAJAYA DAHLIA MANDIRI 25 Orang - 5,000,000 2,620,000 7,620,000<br />
4 PEKAYON JAYA CENDRAWASIH 25 Orang - 5,000,000 2,270,000 7,270,000<br />
5 DUREN JAYA ALJABAR 60 Orang - 5,000,000 2,250,000 7,250,000<br />
6 AREN JAYA NUSANTARA 225 Orang - 5,000,000 1,500,000 6,500,000<br />
7 HARAPAN BARU AL HIKMAH 122 Orang - 5,000,000 2,150,000 7,150,000<br />
8 JATIRASA TERATAI 41 Orang - 5,000,000 2,150,000 7,150,000<br />
9 JATISARI ISTANA CERDAS 27 Orang - 5,000,000 2,220,000 7,220,000<br />
10 KALIBARU SRIKANDI 75 Orang - 5,000,000 2,150,000 7,150,000<br />
11 MEDAN SATRIA 11 PAUD MEDAN 144 Orang - 5,000,000 2,440,000 7,440,000<br />
12 PEJUANG CERDAS 154 Orang - 5,000,000 2,440,000 7,440,000<br />
13 CIMUNING NURUL HIDAYAH 20 Orang - 5,000,000 2,890,000 7,890,000<br />
14 JATI WARINGIN NUSA INDAH 60 Orang - 5,000,000 2,145,000 7,145,000<br />
15 JATIMURNI BESTARI 68 Orang - 5,000,000 2,145,000 7,145,000<br />
16 JATIMELATI KENANGA 72 Orang - 5,000,000 2,145,000 7,145,000<br />
17 JATI RAHAYU BINTANG KECIL 30 Orang - 5,000,000 2,145,000 7,145,000<br />
JUMLAH 1259 Orang - 86,000,000 38,450,000 124,450,000<br />
Tabel 18. Kegiatan Kewirausahaan dan Keterampilan<br />
NO KELURAHAN KSM KEGIATAN VOL SATUAN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
1 CIKETING UDIK MAJU BERSAMA KEWIRAUSAHAAN 10 Orang - 5,000,000 2,400,000 7,400,000<br />
2 SUMURBATU BERKAH JAYA KEWIRAUSAHAAN 10 Orang - 5,000,000 1,600,000 6,600,000<br />
3 CIKIWUL SARTIKA KEWIRAUSAHAAN 10 Orang - 5,000,000 2,150,000 7,150,000<br />
4 KOTABARU ASTER KEWIRAUSAHAAN 20 Orang - 5,000,000 2,300,000 7,300,000<br />
5 BINTARA BINA MANDIRI KEWIRAUSAHAAN 20 Orang - 5,000,000 2,300,000 7,300,000<br />
6 JAKA SA<strong>MP</strong>URNA MUTIARA HATI KEWIRAUSAHAAN 20 Orang - 5,000,000 2,300,000 7,300,000<br />
7 JAKAMULYA CEMERLANG MENJAHIT 25 Orang - 5,000,000 4,175,000 9,175,000<br />
8 MARGAHAYU KENARI 2 KEWIRAUSAHAAN 20 Orang - 5,000,000 2,300,000 7,300,000<br />
9 BEKASI JAYA LENTERA KEWIRAUSAHAAN 20 Orang - 5,000,000 2,300,000 7,300,000<br />
Total<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
91
Kapermas<br />
10 PERWIRA BERKAH HARAPAN PELATIHAN BANK SA<strong>MP</strong>AH 49 Orang - 5,000,000 2,600,000 7,600,000<br />
11 MARGAMULYA KARYA MULYA KEWIRAUSAHAAN 20 Orang - 5,000,000 2,150,000 7,150,000<br />
12 KALIABANG TENGAH BINA BNAGSA KEWIRAUSAHAAN 10 Orang - 5,000,000 2,300,000 7,300,000<br />
13 TELUK PUCUNG WALISONGO PELATIHAN ALAT FOGGING 25 Orang - 5,000,000 3,350,000 8,350,000<br />
14 MARGAMULYA OVJ SABLON & CETAK DIGITAL 20 Orang - 17,000,000 7,300,000 24,300,000<br />
15 HARAPAN JAYA TECHNO <strong>2012</strong> SABLON & CETAK DIGITAL 33 Orang - 17,000,000 8,950,000 25,950,000<br />
16 JATILUHUR ANNUR SOSIAL 2 KEWIRAUSAHAAN KRUPUK 13 Orang - 5,000,000 2,150,000 7,150,000<br />
17 JATIASIH SEJAHTERA BERSAMA KEWIRAUSAHAAN 10 Orang - 5,000,000 2,300,000 7,300,000<br />
18 JATIKRAMAT MAJU SEJAHTERA KEWIRAUSAHAAN 25 Orang - 5,000,000 2,416,000 7,416,000<br />
19 JATIMEKAR USAHA BERSAMA KEWIRAUSAHAAN 10 Orang - 5,000,000 2,005,000 7,005,000<br />
20 JATILUHUR FADILLAH MENJAHIT 13 Orang - 9,000,000 4,753,000 13,753,000<br />
21 JATILUHUR ANNUR SOSIAL 1 IKAN GURAME 14 Orang - 8,000,000 4,798,000 12,798,000<br />
22 JATIKRAMAT MAKMUR BERSAMA KEWIRAUSAHAAN 20 Orang - 17,000,000 7,015,000 24,015,000<br />
23 JATIRANGGON KARYA NYATA MENJAHIT SEPATU 20 Orang - 10,000,000 4,590,000 14,590,000<br />
24 HARAPAN MULYA SUMBER REJEKI KEWIRAUSAHAAN 10 Orang - 12,500,000 5,560,000 18,060,000<br />
25 MUSTIKAJAYA INTAN MANDIRI KERAJINAN MANIK-MANIK 15 Orang - 5,000,000 2,700,000 7,700,000<br />
26 MUSTIKASARI ZAITUN SOUVENIR MANIK-MANIK 13 Orang - 5,000,000 2,450,000 7,450,000<br />
27 PADURENAN DAHLIA SOUVENIR BONEKA 25 Orang - 12,500,000 6,575,000 19,075,000<br />
28 BOJONG MENTENG WISMA KEWIRAUSAHAAN 25 Orang - 5,000,000 2,500,000 7,500,000<br />
29 B.RAWALUMBU MAJU TERUS JAYA PELATIHAN USAHA KUE 10 Orang - 5,000,000 2,060,000 7,060,000<br />
30 SEPANJANG JAYA WARGA JAYA KEWIRAUSAHAAN 24 Orang - 5,000,000 2,800,000 7,800,000<br />
31 BOJONG MENTENG SEJAHTERA USAHA KRUPUK 25 Orang - 17,000,000 7,180,000 24,180,000<br />
32 B.RAWALUMBU LANGGENG KEWIRAUSAHAAN LELE 23 Orang - 17,000,000 6,200,000 23,200,000<br />
JUMLAH 607 Orang 0 247,000,000 116527000 363527000<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
92
Kapermas<br />
Tabel 19. Kegiatan Beasiswa – Perlengkapan Sekolah<br />
NO KELURAHAN KSM VOLUME SATAUN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
Total<br />
1 BANTARGEBANG YATAMA 25 Orang - 5,000,000 1,500,000 6,500,000<br />
2 KRANJI PEDULI 20 Orang - 5,000,000 2,350,000 7,350,000<br />
3 BINTARA JAYA PEDULI ANAK 20 Orang - 5,000,000 2,350,000 7,350,000<br />
4 JATIRANGGA ANAK PINTAR 20 Orang - 5,000,000 2,350,000 7,350,000<br />
5 HARAPAN JAYA BINTANG 132 Orang - 5,000,000 2,150,000 7,150,000<br />
6 JATIKARYA TUNAS KARYA 20 Orang - 5,000,000 2,350,000 7,350,000<br />
7 JATIRANGGON CERDAS 20 Orang - 5,000,000 2,350,000 7,350,000<br />
8 JATIRADEN GEMA KENCANA 20 Orang - 5,000,000 2,350,000 7,350,000<br />
9 JATISA<strong>MP</strong>URNA ANAK ABADI 20 Orang - 5,000,000 2,350,000 7,350,000<br />
10 JATIMAKMUR PERINTIS BANGSA 20 Orang - 5,000,000 2,155,000 7,155,000<br />
11 JATIBENING MAJU BERSAMA 20 Orang - 5,000,000 2,145,000 7,145,000<br />
12 JATIBENINGBARU MAWAR 23 Orang - 5,000,000 2,155,000 7,155,000<br />
13 JATIWARNA ANAK CERDAS 20 Orang - 5,000,000 2,350,000 7,350,000<br />
JUMLAH 380 Orang - 65,000,000 28,905,000 93,905,000<br />
Tabel 20. Kegiatan Ekonomi<br />
NO KELURAHAN KSM VOLUME SATAUN<br />
SUMBER DANA<br />
APBN APBD SWADAYA<br />
Total<br />
1 JATICE<strong>MP</strong>AKA MELATI 2 5 Orang - 2,500,000 9,840,000 12,340,000<br />
2 JATICE<strong>MP</strong>AKA MELATI 2 A 5 Orang - 2,500,000 5,725,000 8,225,000<br />
JUMLAH 10 Orang - 5,000,000 15,565,000 20,565,000<br />
Bersama Meraih Esok – <strong>Profil</strong> <strong>PNPM</strong> <strong>MP</strong> <strong>Kota</strong> <strong>Bekasi</strong> <strong>2012</strong> _________________________________________________<br />
93