Views
3 years ago

Makalah Seminar Hasil Penelitian TA 2007 KAJI ULANG SISTEM ...

Makalah Seminar Hasil Penelitian TA 2007 KAJI ULANG SISTEM ...

LINI I LOKASI PRODUSEN

LINI I LOKASI PRODUSEN PUPUK GUDANG LINI II (KANTOR PERWAKILAN PRODUSEN Di Provinsi Lokasi penelitian) GUDANG LINI III (Tingkat Kabupaten) GUDANG DISTRIBUTOR PENGECER/KIOS PETANI KELOMPOK TANI Gambar2. Jalur distribusi pupuk urea bersubsidi di provinsi-provinsi lokasi penelitian 23

ahwa secara umum azas tepat tempat terpenuhi dalam distribusi pupuk di tingkat petani. Hal ini karena lebih dari separuh responden menyatakan bahwa lokasi pembelian pupuk mereka adalah di dalam desa. Rata-rata persentase responden yang menyatakan bahwa lokasi pembelian adalah di dalam desa untuk masing-masing jenis pupuk adalah sebagai berikut: urea (77,72%), SP-36 (74,47%), ZA (84,17 %), dan NPK (72,79 %) (Tabel Lampiran 3). Sementara itu, dari segi ketepatan waktu, dapat disebutkan bahwa secara umum azas tepat waktu terpenuhi dalam distribusi pupuk di tingkat petani. Hal ini karena lebih separuh dari responden menyatakan bahwa pupukcara fisik tersedia pada saat dibutuhkan. Rata-rata presentase responden yang menyatakan bahwa pupuk tersedia pada saat dibutuhkan untuk masing-masing jenis pupuk adalah sebagai berikut: urea (74,40%), SP-36 (67,07), dan ZA (81,94%) (Tabel Lampiran 4). Terpenuhinya azas tepat tempat dan tepat waktu dalam distribusi pupuk di tingkat petani nampaknya membuat sebagian besar responden puas terhadap sistem distribusi pupuk yang berlaku saat ini. Hal ini ditunjukkan oleh sekitar 78,98 persen responden menyatakan puas terhadap distribusi pupuk yang berlaku saat ini (Tabel Lampiran 5). Data ini sudah barang tentu dapat dijadikan sebagai salah satu pertimbangan bahwa sistem distribusi yang berlaku saat ini tidak perlu diganti. Alasan utama bagi sebagian besar responden menyatakan puas terhadap distribusi pupuk yang berlaku saat ini adalah karena pupuk mudah diperoleh pada saat dibutuhkan. Perlu dikemukakan bahwa prinsip yang dianut sebagian besar petani adalah bahwa harga lebih tinggi daripada HET tidak masalah, yang penting pupuk tersedia pada saat dibutuhkan. Yang menarik untuk dikemukakan bahwa masih ada sebagian kecil petani yang tidak mengetahui bahwa harga pupuk disubsidi. Hal ini ditunjukkan oleh sekitar 22,42 persen responden tidak mengetahui kalau ada subsidi pupuk (Tabel Lampiran 5). Bagi responden yang mengetahui ada subsidi pupuk, sebagian besar dari mereka hanya tahu ada subsidi harga pupuk, tetapi mereka tidak mengetahui berapa besar subsidinya Akhirnya dapat diungkapkan bahwa seluruh responden masih menghendaki agar harga pupuk tetap disubsidi. Bahkan sekitar 45,18 persen responden menghendaki agar subsidi harga untuk jenis pupuk urea, SP-36, ZA maupun NPK tetap dipertahankan (Tabel Lampiran 6). Alasan responden tentang masih perlunya harga pupuk disubsidi adalah beragam. Namun alasan yang paling banyak disuarakan responden adalah bahwa modal petani terbatas. 24

Kaji Ulang Kebijakan Subsidi dan Distribusi Pupuk - Pusat Sosial ...
makalah seminar 2007-kaji tindak - Pusat Sosial Ekonomi dan ...
makalah seminar 2007-pembiayaan - Pusat Sosial Ekonomi dan ...
Kaji Ulang Program Pembangunan Pertanian - Pusat Sosial ...