Views
3 years ago

Makalah Seminar Hasil Penelitian TA 2007 KAJI ULANG SISTEM ...

Makalah Seminar Hasil Penelitian TA 2007 KAJI ULANG SISTEM ...

melalui seleksi dengan

melalui seleksi dengan sejumlah kriteria tertentu. Keempat, potensi mark-up dana subsidi adalah relatif sulit. Hal ini karena besarnya dana subsidi yang dapat di-claim oleh produsen pupuk harus sesuai dengan jumlah kupon (voucher) yang telah digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi tingkat pengecer resmi. Disamping memiliki kekuatan/kelebihan, ada beberapa kelemahan/ kekurangan modus subsidi harga pupuk langsung kepada petani. Pertama, pengelolaan subsidi adalah relatif sulit (Tabel 2.1). Hal ini karena pemerintah perlu berhubungan dengan puluhan juta petani. Kedua, diperlukan identifikasi petani penerima subsidi. Hal ini sudah barang tentu membutuhkan dana yang tidak kecil khususnya pada tahun pertama diterapkannya modus bersangkutan. Ketiga, dibutuhkan dana relatif besar untuk mencetak dan mendistribusikan kupon (voucher). Dana ini harus tersedia setiap tahun selama modus tersebut diterapkan. Keempat, potensi konflik antara petani dan petugas lapangan adalah relative tinggi. Hal ini karena walaupun petani penerima subsidi telah melalui seleksi dengan kriteria tertentu namun tetap terbuka peluang ada petani yang tidak menerima subsidi meskipun mereka berhak berdasarkan kriteria yang berlaku. Kelima, efektivitas dalam meningkatkan daya beli petani untuk membeli pupuk adalah relatif rendah. Hal ini berlaku dengan syarat apabila terjadi jual beli kupon (voucher) guna dibelikan kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak tanah, dsb. Fenomena semacam itu sangat mungkin terjadi dalam kondisi daya beli masyarakat yang rendah seperti sekarang ini. Karena kupon (voucher) dijual untuk mendapatkan uang tunai guna membeli makanan maka anggaran petani untuk membeli makanan bergeser ke kanan sedangkan anggaran petani untuk membeli pupuk tetap pada posisi semula (tidak bergeser) (Gambar 2.2). Ini berarti daya beli petani untuk membeli makanan meningkat, sedangkan daya beli petani untuk membeli pupuk adalah tetap. Karena daya beli petani untuk membeli pupuk adalah tetap maka jumlah pupuk yang sanggup dibeli petani tidak berubah yaitu tetap sebesar P1. Akibatnya, kuantitas produksi yang diperoleh juga tetap. Dengan demikian pemberian subsidi harga pupuk yang dimaksudkan oleh pemerintah agar petani mampu meningkatkan penggunaan pupuk dan sekaligus meningkatkan kuantitas produksi menjadi sia-sia. 7

Pupuk (P) Gambar 2.2.Dampak Subsidi Pupuk Melalui Modus Tunai Terhadap Penggunaan Pupuk 2.3. Sistem Distribusi Terbuka vs Sistem Distribusi Tertutup Seperti halnya dalam memilih diantara 2(dua) modus subsidi, dalam memilih diantara 2 (dua) sistem distribusi ditemukan juga kesulitan karena masing-masing sistem distribusi memiliki kekuatan/kelebihan maupun kelemahan/kekurangan. Berikut akan diuraikan kekuatan/kelebihan dan kelemahan/kekurangan dari masing-masing sistem. Ada sejumlah kekuatan/kelebihan sistem distribusi terbuka. Pertama, keberadaan kelompok tani adalah tidak mutlak (Tabel 2.2). Seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa sistem distribusi terbuka hanya memiliki delivery system (sistem distribusi dari produsen sampai ke pengecer (lini IV)) dan tidak memiliki receiving system (sistem penerimaan oleh petani). Komponen utama dalam receiving system adalah kelompok tani. Hal ini karena secara ekonomi pembelian saprodi oleh kelompok tani maupun pendistribusian saprodi lewat kelompok tani adalah efisien. Karena sistem distribusi terbuka tidak memiliki receiving system maka keberadaan kelompok tani adalah tidak mutlak. Perlu diketahui bahwa pada era sebelum reformasi eksistensi 8

Kaji Ulang Kebijakan Subsidi dan Distribusi Pupuk - Pusat Sosial ...
makalah seminar 2007-kaji tindak - Pusat Sosial Ekonomi dan ...
makalah seminar 2007-pembiayaan - Pusat Sosial Ekonomi dan ...
Kaji Ulang Program Pembangunan Pertanian - Pusat Sosial ...
Daftar Peserta Seminar Hasil Penelitian Strategis ... - DP2M Dikti