7. Teknologi Budidaya Bunga Potong Krisan

yogya.litbang.deptan.go.id

7. Teknologi Budidaya Bunga Potong Krisan

Teknologi Budidaya Bunga Potong Krisan

Berkembangnya budidaya tanaman hias kawasan dataran medium DIY

diharapkan akan dapat membantu upaya peningkatan produktivitas lahan dan

pendapatan petani setempat di samping dapat membantu upaya ketersediaan produksi

tanaman hias, khususnya bunga potong sebagai tanaman hortikultura yang dapat

mendukung program DI Yogyakarta sebagai tujuan wisata di Indonesia.

Pengkajian teknologi budidaya tanaman hias di DI Yogyakarta dilakukan melalui

berbagai kegiatan, dimulai dengan kegiatan inventarisasi, uji adapatasi dan introduksi

teknologi budidaya bunga potong krisan.

Keunggulan/Manfaat teknologi

1. Perbaikan sumberdaya lahan

2. Terbentuknya inisiasi usahatani yang berwawasan agribisnis dan berkelanjutan

3. Meningkatnya produktivitas lahan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan

kesejahteraan petani.

Hasil Penerapan Teknologi

1. Aspek Produktivitas

Jenis bunga krisan yang dibudidayakan adalah: Puma, Reagen, Stroika, Town Talk.

Krisan varietas Reagen memiliki daya adaptasi dan tinggi tanaman yang paling tinggi

disbanding ketiga varietas lainnya, serta memiliki daya tumbuh yang baik/adaptif di

dataran medium Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DIY bahkan varietas Reagen

memiliki persentase daya adaptasi mencapai 98%.

Tabel 4. Daya tumbuh, tinggi tanaman dan produktivitas varietas krisan

No. Varietas Daya Tinggi Jumlah tangkai

1

2

3

4

Puma

Reagen

Stroika

Town Talk

tumbuh (%)

95

98

60

90

tanaman (cm)

85,75

113,73

110,25

101,58

bunga

690

700

586

695

2. Aspek Ekonomi

Budidaya bunga potong krisan dalam luasan 120 m2 dengan populasi 5.000 tangkai

menghasilkan keuntungan Rp. 2.978.612 dengan harga Rp. 1.000/tangkai dengan

nilai B/C 1,47 dan R/C 2,47 sehingga budidaya bunga potong krisan layak

dikembangkan.

3. Aspek sosial dan dampak lingkungan

Awal pengkajian petani koopertor sejumlah 23 orang dengan luas rumah plastik

120 m2 kemudian pada akhir kegiatan petani kooperator berjumlah 28 orang serta

petani non kooperator 10 orang dengan luas rumah plastik 1500 m2. Bantuan

pemeritah pusat berupa dana dekonsentrasi melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan

Sleman diwujudkan dalam bentuk pembangunan irigasi pipa dan sprinkle senilai Rp.

50.000.000.


4. Aspek Ekonomi

Hasil penanaman krisan pada tahun I (tahun 2005/saat pengkajian) dan

tahun II dan III (tahun 2006 dan 2007), keuntungan dari budidaya krisan

petani masih dapat ditingkatkan lebih lanjut dengan pengalaman dan

peningkatan pengetahuan tentang budidaya tanaman krisan. Semakin

berpengalamannya petani dalam berbudidaya krisan, maka petani akan

semakin hemat dalam penggunaan input produksi.

Hasil perhitungan analisis finansial (periode tanam 2007) dengan teknologi

penggunaan rumah plastik sederhana seluas 120 m 2 (populasi tanaman

10.000 tangkai) dengan modal tetap Rp.6.000.000,-; biaya produksi selama 4

bulan sejumlah Rp. 2,786,992,- maka dapat diperoleh pendapatan bersih Rp.

7,213,008,- (harga estimasi terendah Rp. 1.000,-/tangkai). B/C rasio yang

diperoleh 2.59 dan R/C rasio sebesar 3,59, dengan demikian dapat dinyatakan

bahwa bunga potong krisan menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.

Dampak

Tahun 2005 sampai bulan Februari 2008, banyak sekali terjadi perubahan pada

kelompok tani Udi Makmur di Dusun Wonokerso, Desa Hargobinangun, Kecamatan

Pakem, Kabupaten Sleman. Perubahan sosial dan dampak yang terjadi dapat dilihat

pada (Tabel 5).

Kondisi saat ini petani baru mampu memasok kurang lebih 100 ikat/minggu dan

telah memiliki jadwal tanam per minggu, dimana dibutuhkan benih produksi sebanyak

10.000 stek. Dengan penanaman sejumlah itu ternyata masih jauh dari kebutuhan

pasar. Untuk mensuplai satu kios saja di Pasar Bunga Kota Baru Yogyakarta, KLANTUM

baru bisa memenuhi 30% dari kebutuhan kios tersebut, sehingga kios bunga tersebut

masih harus mendatangkan bunga dari luar Yogyakarta. Sementara ini dipasar bunga

Kota Baru Yogyakarta ada sekitar 22 kios bunga, hasil dari wawancara beberapa

pedagang bunga potong di lokasi pasar bunga, penjualan bunga rata-rata perhari 300-

500 ikat atau 3.000-5.000 tangkai, jadi jumlah bunga potong yang terjual dalam satu

minggu sekitar 2.500-4.000 ikat atau 25.000-40.000 tangkai perminggu. Dalam jangka

satu bulan konsumen di wilayah D.I. Yogyakarta rata-rata membutuhkan bunga potong

125.000-200.000 tangkai. Jumlah tersebut akan meningkat drastis pada saat-saat

tertentu, seperti Tahun Baru, Natal, Lebaran, dan Bulan Besar (Musim Pernikahan).

Untuk mendapatkan pasar yang ada tersebut, tentunya diperlukan kompetisi yang cukup

kuat dan ketat, untuk itu diperlukan ketersediaan benih yang terjamin baik dari segi

kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya. Dengan demikian diharapkan jadwal pola

tanam didalam kelompok akan berjalan baik, sehingga bisa disesuaikan dengan

permintaan pasar.


Tabel 5. Perubahan sosial dan dampak yang terjadi tahun 2005-2009

No

Kegiatan

Dinamika

Tahun 2005 Tahun 2009

1. Budidaya tanaman bunga krisan (m 2 ) 200 6000

2. Sertifikasi benih berakar tanaman Belum

Sudah

bunga krisan

3. Inovasi teknologi budidaya dan pasca Relatif sedikit

Sudah mahir

panen tanaman bunga krisan

4. Alsintan dan saprotan lainnya Masih sederhana Maju

5. Anggota kelompok tani (orang) 8 75

6. Sarana magang, penelitian mahasiswa Belum ada

Rutin

dan kunjungan tamu

7. Pemasaran hasil bunga krisan Belum ada Rutin dan maju

pesat

8. Pertemuan kelompok tani Pasif Aktif

9. Perubahan penghasilan dari usahatani

tanaman pangan ke usahatani bunga

krisan

10. Tingkat koordinasi dengan lembaga

terkait

11. Kelembagaan Gapoktan dan Klinik

Agribisnis

12. Kelembagaan Asosiasi Krisan

Yogyakarta (APRISTA)

Laba Usahatani padi

luas 500 m 2 (3-4 Bln)

± Rp 350.000

Pasif

Belum ada

Belum ada

Laba Usahatani

Krisan luas 200

m 2 (3-4 Bln)

± Rp 3.500.000

Aktif

Ada dan Aktif

Ada dan Aktif

13. Sosialisasi inovasi teknologi pertanian Minim

Aktif dan rutin

ke petani

14. Koordinasi dengan instansi terkait Minim Aktif dan rutin

Gb. 21. Indukan Bunga Krisan

Gb. 22. Bunga Krisan masa vegetatif


Gb. 23. Bunga Krisan type spray

G. 24. Bunga Krisan type tunggal

Gb. 25. Contoh Rangkaian Bunga Krisan

More magazines by this user
Similar magazines