PERENCANAAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN 2012-2014

deptan.go.id

PERENCANAAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN 2012-2014

PERENCANAAN

TENAGA KERJA

SEKTOR PERTANIAN

2012-2014

Kementerian Pertanian

2012


KATA PENGANTAR


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan

karunia-Nya sehingga Perencanaan Tenaga Kerja Pertanian 2012-2014 dapat

diselesaikan. Perencanaan Tenaga Kerja Pertanian merupakan suatu proses

rencana yang berorientasi pada hasil yang dicapai dalam kurun waktu tiga

tahun dengan memperhitungkan berbagai kekuatan/potensi, hambatan dan

peluang yang ada atau mungkin timbul. Dokumen Perencanaan Tenaga Kerja

Pertanian memuat maksud, tujuan, output, gambaran umum tenaga kerja

yang ada, kebutuhan tenaga kerja, strategi, dan rencana aksi

ketenagakerjaan pertanian yang realistis selama periode 2012-2014.

Perencanaan Tenaga Kerja Pertanian 2012-2014 disusun sebagai

Pedoman Pembangunan Ketenagakerjaan Sektoral mengacu kepada

Permenakertrans No.PER.16/MEN/XI/2010. Perencanaan Tenaga Kerja

Pertanian 2012-2014 ini dapat digunakan sebagai pedoman dan arahan dalam

merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan di unit kerja

lingkup Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas

SDM pertanian guna mencapai tujuan dan sasaran pembangunan pertanian.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah

memberikan masukan dalam penyusunan Perencanaan Tenaga Kerja

Pertanian 2012-2014 ini. Saran dan kritik yang membangun untuk

perbaikan publikasi periode berikutnya akan diterima dengan senang hati.

Semoga Publikasi ini dapat bermanfaat bagi pengambil kebijakan di sektor

pertanian dan semua pihak yang berkepentingan. Semoga Allah SWT

senantiasa meridhoi segala usaha dan upaya kita, Amien.

Jakarta, Desember 2012

Sekretaris Jenderal

Hari Priyono

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i

DAFTAR BAGAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iv

DAFTAR GAMBAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . v

DAFTAR TABEL . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ix

KATA PENGATAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB. I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1

1.2. Maksud dan Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2

1.3. Dasar Hukum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3

1.4. Output . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3

1.5. Penerima Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4

1.6. Ruang Lingkup Kegiatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4

1.7. Konsep dan Definisi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4

BAB. II ARAH KEBIJAKAN dan KETENAGAKERJAAN PERTANIAN

2.1. Visi dan Misi Kementerian Pertanian 2010-2014 . . . . . 14

2.2. Tujuan dan Target Kementerian Pertanian 2010-2014 . . 15

2.3. Arah dan Kebijakan Pembangunan Pertanian 2010-2014. 16

2.4. Revitalisasi Sumberdaya Manusia Pertanian 2010-2014 . . 19

2.5. Kerangka Analisis Ketenagakerjaan Pertanian . . . . . . . 23

2.5.1. Metoda Analisis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26

2.5.2. Sumber Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 28

BAB. III PERKEMBANGAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN 2007-2011

3.1. Perkembangan Perekonomian Sektor Pertanian . . . . . . . 29

3.2. Perkembangan Tenaga Kerja Sektor Pertanian . . . . . . . 33

3.2.1. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 43

3.2.2. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor

Hortikultura . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 52

3.2.3. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor

Perkebunan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 60

3.2.4. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor

Peternakan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 70

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


ii

BAB.IV PROYEKSI TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN 2012-2014

4.1. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Menurut Provinsi Tahun 2012-2014 . . . . . . . . . . . . . 79

4.1.1. Kontribusi Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Menurut Provinsi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 80

4.1.2. Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan

Jenis Kelamin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 82

4.1.3 Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan

Kelompok Umur . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 83

4.1.4. Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan

Pendidikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 83

4.1.5. Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan

Pekerjaan Utama . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 85

4.2. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Pertanian Tingkat

Nasional dan Provinsi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 86

4.2.1. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 86

4.2.1.1. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan Menurut Provinsi . . . 88

4.2.1.2. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan Berdasarkan Jenis Kelamin 89

4.2.1.3. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan Berdasarkan Kelompok 90

4.2.1.4. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan Berdasarkan Pendidikan 91

4.2.1.5. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan Berdasarkan Status

Pekerjaan Utama . . . . . . . . . . . . . . . . . 92

4.2.2. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura 94

4.2.2.1. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor

Hortikultura Menurut Tingkat Provinsi . . 95

4.2.2.2. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Berdasarkan Jenis Kelamin . . . . . . . 97

4.2.2.3. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Berdasarkan Kelompok Umur . . . . . . . 98

4.2.2.4. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Berdasarkan Tingkat Pendidikan . . . . . . . 99

4.2.2.5. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Berdasarkan Status Pekerjaan . . . . . . . 99

4.2.3. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan 100

4.2.3.1. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Menurut Tingkat Provinsi . . . . . . . . . . . . 102

4.2.3.2. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Berdasarkan Jenis Kelamin . . . . . . . 103

4.2.3.3. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Berdasarkan Kelompok Umur . . . . . . . 104

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


iii

4.2.3.4. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Berdasarkan Tingkat Pendidikan . . . . . . . 104

4.2.3.5. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Berdasarkan Status Pekerjaan . . . . . . . 105

4.2.4. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor

Peternakan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 106

4.2.4.1. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Menurut Tingkat Provinsi . . . . . . . . . . . . . 107

4.2.4.2. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Jenis Kelamin . . . . . . . . 109

4.2.4.3. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Kelompok Umur . . . . . . . . 111

4.2.4.4. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Pendidikan . . . . . . . . . . . . . 112

4.2.4.5. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Status Pekerjaan . . . . . . . . 111

BAB. V

RENCANA AKSI KETENAGAKERJAAN SEKTOR PERTANIAN

5.1. Prioritas Penanganan Tenaga Kerja Pertanian . . . . . . . 113

5.1.1. Kegiatan Pertanian Masih Menjadi Andalan

Penampung Tenaga Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . 113

5.1.2. Minat Tenaga Kerja Sektor Pertanian Semakin

Menurun . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 114

5.1.3. Produktivitas Tenaga Kerja Pertanian . . . . . . . 114

5.1.4. Akses Petani Terhadap Sumber Modal Terbatas . . 115

5.1.5. Akses Petani Terhadap Sumberdaya Lahan

Terbatas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 116

5.2. Strategi Kebijakan Ketenagakerjaan Pertanian 2012-2014 116

5.3. Rencana Aksi Penciptaan Perluasan Kesempatan Kerja

Pertanian 2012-2014 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 119

5.3.1. Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia

Pertanian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 120

5.3.2. Penguatan Kelembagaan dan Pengembangan

Pasar Pertanian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 121

5.3.3. Peningkatan Pembangunan Infrastruktur Pertanian 122

BAB. VI PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 127

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


iv

DAFTAR BAGAN

Bagan 1.

Bagan 2.

Bagan 3.

Bagan 4.

Diagram Struktur Penduduk

Alur Pikir Kebijakan Pembangunan Pertanian

Kerangka Pikir Pemberdayaan Tenaga Kerja Pertanian

Alir Proyeksi Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. PDB Sektor Pertanian dalam Arti Sempit Atas Dasar Harga

Konstan Tahun 2007 - 2011.

Gambar 2. Kontribusi PDB Sektor Pertanian dalam Arti Sempit Terhadap

PDB Nasional Tahun 2007 – 2011

Gambar 3. Kontribusi Rata-Rata Nilai Tambah Bruto (NTB) Masing-masing

Kelompok Sektor Pertanian dalam Arti Sempit Terhadap PDB

Sektor Pertanian, Tahun 2007 – 2011

Gambar 4. Kontribusi Rata-Rata NTB Subsektor Pertanian Terhadap PDB

Sektor Pertanian dalam Arti Sempit, Tahun 2007–2010

Gambar 5. Rata-Rata Laju Pertumbuhan NTB Subsektor Pertanian Terhadap

PDB Sektor Pertanian dalam Arti Sempit, Tahun 2007-2010

Gambar 6. Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Tahun 2007-2011

Gambar 7. Rata-Rata Kontribusi Tenaga Kerja Subsektor Pertanian

Terhadap Sektor Pertanian Tahun 2007 – 2011

Gambar 8. Grafik Perkembangan Tenaga Kerja Pertanian Berdasarkan

Lapangan usaha Utama dan Jenis Kelamin Tahun 2007-2011.

Gambar 9. Perkembangan Prosentasi Tenaga Kerja Pertanian

Tahun 2007-2011

Gambar 10. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Pertanian Berdasarkan

Pendidikan Tahun 2007-2011

Gambar 11. Tenaga Kerja Pertanian Berdasarkan Status Pekerjaan

Gambar 12. Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Tahun 2007 – 2011

Gambar 13. Perkembangan Tenaga Kerja Berdasarkan Umur pada Subsektor

Tanaman Pangan Tahun 2007-2011

Gambar 14. Persentase Kelompok Umur Subsektor Tanaman Pangan yang

tergabung dalam Generasi Muda dan Bukan Generasi Muda

pada Tahun 2007-2011

Gambar 15. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011

Gambar 16. Persentase Status Pekerjaan Berdasarkan Sub Sektor Tanaman

Pangan Tahun 2007-2010

Gambar 17. Persentase Status Pekerjaan Berdasarkan Domisili (Kota/Desa)

Sub Sektor Tanaman Pangan Tahun 2007-2011

Gambar 18. Kerja Subsektor Hortikultura Tahun 2007 - 2011

Gambar 19. Perkembangan Tenaga Kerja Berdasarkan Umur pada Subsektor

Hortikultura Tahun 2007-2011

Gambar 20. Persentase kelompok umur subsektor Hortikultura yang

tergabung kedalam Generasi Muda dan Bukan Generasi Muda

Tahun 2007-2011.

Gambar 21. Perkembangan Jumlah tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011

Gambar 22. Persentase Status Pekerjaan Berdasarkan Sub Sektor

Hortikultura Tahun 2007-2011

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


vi

Gambar 23. Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan Tahun 2007-2011

Gambar 24. Persentase Kelompok Umur Berdasarkan Subsektor Perkebunan

Tahun 2007-2011

Gambar 25. Persentase Kelompok Umur Berdasarkan Sub Sektor Perkebunan

yang tergabung kedalam generasi muda dan bukan generasi

muda pada tahun 2007-2011.

Gambar 26. Persentase Kelompok Umur Berdasarkan Sub Sektor Perkebunan

yang tergabung ke dalam generasi muda dan bukan generasi

muda pada tahun 2007-2011.

Gambar 27. Persentase Perkembangan Jumlah tenaga Kerja Subsektor

Perkebunan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2007-2011

Gambar 28. Persentase Status Pekerjaan Berdasarkan Sub Sektor

Perkebunan Tahun 2007-2011

Gambar 29. Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Tahun 2007 - 2011

Gambar 30. Perkembangan Tenaga Kerja Berdasarkan Umur Subsektor

Peternakan pada Tahun 2007-2011

Gambar 31. Persentase kelompok umur subsektor Peternakan yang

tergabung kedalam Generasi Muda dan Bukan Generasi Muda

pada Tahun 2007-2011

Gambar 32. Perkembangan Jumlah tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011

Gambar 33. Persentase Status Pekerjaan Berdasarkan Sub Sektor

Peternakan Tahun 2007-2011

Gambar 34. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Tahun 2011 dan

Proyeksinya Tahun 2012-2014

Gambar 35. Rata-rata Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Sektor Pertanian di

Provinsi Tahun 2012-2014

Gambar 36. Rata-rata Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Sektor Pertanian di

Enam Provinsi Terbesar terhadap Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Nasional Tahun 2012-2014

Gambar 37. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Jenis

Kelamin Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

Gambar 38. Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Kelompok Umur

Tahun 2012-2014

Gambar 39. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Pendidikan

Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

Gambar 40. Gambar Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Status

Pekerjaan Utama Tahun 2011 dan Proyeksinya

Tahun 2012-2014

Gambar 41. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Tahun 2011

dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

Gambar 42. Kontribusi Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Terhadap

Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Tahun 2011 dan

Proyeksinya Tahun 2012-2014

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


vii

Gambar 43. Rata-Rata Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Tanaman Pangan di

Tujuh Provinsi Terbesar Terhadap Tenaga Terhadap Tenaga

Kerja Subsektor Tanaman Pangan Nasional Tahun 2012-2014

Gambar 44. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Berdasarkan

Jenis Kelamin Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

Gambar 45. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Berdasarkan

Kelompok Umur Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

Gambar 46. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Berdasarkan

Pendidikan Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

Gambar 47. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Berdasarkan

Status Pekerjaan Utama Tahun 2011 dan Proyeksinya

Tahun 2012-2014

Gambar 48. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura Tahun 2011

dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

Gambar 49. Perkembangan Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Hortikultura Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor

Pertanian Tahun 2011-2014

Gambar 50. Rata-Rata Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Hortikultura di Delapan Provinsi Terbesar Terhadap Tenaga

Kerja Subsektor Hortikultura Nasional, Tahun 2012-2014

Gambar 51. Proyeksi Tenaga kErja Berdasarkan Jenis Kelamin Subsektor

Hortikultura Nasional, Tahun 2012-2014

Gambar 52. Proyeksi Tenaga Kerja Berdasarkan Umur Subsektor Hortikultura

Nasional, Tahun 2011-2013

Gambar 53. Proyeksi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Subsektor Hortikultura Nasional, Tahun 2011-2013

Gambar 54. Proyeksi Tenaga Kerja Berdasarkan Status Pekerjaan Subsektor

Hortikultura Nasional, Tahun 2011-2013

Gambar 55. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Tahun 2012-2014

Gambar 56. Perkembangan Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Perkebunan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Sektor

Pertanian, Tahun 2012-2014

Gambar 57. Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Perkebunan Terbesar di

Tujuh Provinsi Terhadap Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Nasional, Tahun 2011-2014

Gambar 58. Proyeksi Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin Subsektor

Perkebunan Nasional Tahun 2012-2014

Gambar 59. Proyeksi Tenaga Kerja Berdasarkan Umur Subsektor Perkebunan

Nasional Tahun 2011-2014

Gambar 60. Proyeksi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Subsektor Perkebunan Nasional Tahun 2011-2014

Gambar 61. Proyeksi Tenaga Kerja Berdasarkan Status Pekerjaan Subsektor

Perkebunan Nasional Tahun 2011-2014

Gambar 62. Jumlah Tenaga kerja Subsektor Peternakan Tahun 2011 dan

Proyeksinya, Tahun 2012-2014

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


viii

Gambar 63. Perkembangan Proyeksi Kontribusi Tenaga Kerja Subsektor

Peternakan Terhadap Tenaga Kerja Sektor Pertanian,

Tahun 2012-2013

Gambar 64. Kontribusi Proyekai Tenaga Kerja Peternakan di Delapan Provinsi

Terbesar Terhadap Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Nasional, Tahun 2012-2013

Gambar 65. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Menurut

Jenis Kelamin Tahun 2011 Prediksi 2012 dan 2013

Gambar 66. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Menurut

Golongan Umur, Tahun 2011 Prediksi 2012 dan 2013

Gambar 67. Proporsi Jumlah Tenaga kerja Subsektor Peternakan Menurut

Pendidikan Tahun 2011 Prediksi 2012 dan 2013

Gambar 68. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Menurut

Status Pekerjaan Tahun 2011 Prediksi 2012 dan 2013.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


ix

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kontribusi Tenaga Kerja Pertanian terhadap Angkatan Kerja

Nasional

Tabel 2. Perkembangan Tenaga Kerja Pertanian berdasarkan Kelompok

Umur Tahun 2007-2011

Tabel 3. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor

Tanaman Pangan Tahun 2007-2011

Tabel 4. Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Tahun 2007-2011

Tabel 5. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011

Tabel 6. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Pertanian Berdasarkan

Jenis Kelamin Tahun 2007-2011

Tabel 7. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun 2007-2011

Tabel 8. Tenaga kerja berdasarkan domisili (Kota/desa) Sektor Pertanian

Tahun 2007-2011

Tabel 9. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Pertanian Berdasarkan

Provinsi Tahun 2007-2011

Tabel 10. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor Tanaman

Pangan Tahun 2007-2011

Tabel 11. Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor

Tanaman Pangan Tahun 2007-2011

Tabel 12. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Subsektor Tanaman Pangan Tahun 2007-2010

Tabel 13. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sub Sektor

Tanaman Pangan Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011

Tabel 14. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan Berdasarkan Status Pekerjaan

Tahun 2007-2011

Tabel 15. Tenaga kerja berdasarkan domisili (Kota/Desa) Subsektor

Tanaman Pangan Tahun 2007-2011

Tabel 16. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

Berdasarkan Provinsi Tahun 2007-2011.

Tabel 17. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor

Hortikultura Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2007-2011

Tabel 18. Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor

Hortikultura Tahun 2007-2011

Tabel 19. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Subsektor Hortikultura Tahun 2007-2011

Tabel 20. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sub Sektor Hortikultura

Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2007-2011

Tabel 21. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sektor Hortikultura

Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun 2007-2010

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


x

Tabel 22. Tenaga kerja berdasarkan domisili (Kota/desa) Subsektor

Hortikultura Tahun 2007-2011

Tabel 23. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Berdasarkan Provinsi Tahun 2007-2011.

Tabel 24. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Pada Subsektor

Perkebunan Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2007-2011

Tabel 25. Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Pada Subsektor

Tabel 26. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Subsektor Perkebunan Tahun 2007-2011

Tabel 27. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sub Sektor Perkebunan

Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011

Tabel 28. Persentase Perkembangan tenaga kerja Subsektor Perkebunan

berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2007-2011

Tabel 29. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sektor Perkebunan

Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun 2007-2011

Tabel 30. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja berdasarkan domisili

Subsektor Perkebunan Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun

2007-2011

Tabel 31. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Berdasarkan Provinsi Tahun 2007-2011.

Tabel 31. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Kelompok

Umur Subsektor Peternakan pada Tahun 2007-2011

Tabel 32. Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor

Peternakan Tahun 2007-2011

Tabel 33. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Subsektor Peternakan Tahun 2007-2011

Tabel 34. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sub Sektor Peternakan

Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011

Tabel 35. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun 2007-2011

Tabel 36. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Berdasarkan

Domisili Tahun 2007-2011.

Tabel 37. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Berdasarkan

Provinsi Tahun 2007-2011

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


BAB. I

PENDAHULUAN


1

BAB.I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Pembangunan ekonomi pada dasarnya dilakukan untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karena sebagian besar masyarakat

Indonesia berada di pedesaan dan bekerja di sektor pertanian, maka sudah

sewajarnya pembangunan pertanian menjadi prioritas. Penurunan peran

sektor pertanian karena adanya transformasi struktur perekonomian nasional

tidak diikuti oleh menurunnya jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor

pertanian. Hal ini mengakibatkan produktivitas tenaga kerja sektor pertanian

terus menunjukkan penurunan secara relative dibandingkan sektor lain seperti

industri dan jasa. Keadaan ini disebabkan sektor pertanian dijadikan tempat

menampung limpahan tenaga kerja, lambat penciptaan lapangan kerja baru,

dan belum berkembang industri pertanian, pengolahan maupun kegiatan hilir

di pedesaan.

Komposisi kebutuhan tenaga kerja antarsektor sangat tidak merata

karena hanya beberapa sektor usaha yang diminati sebagian besar

masyarakat Indonesia. Sektor pertanian, perdagangan, hotel serta restoran

masih memiliki kebutuhan tenaga kerja terbanyak dibandingkan dengan

sektor usaha lainnya. Tingginya kebutuhan tenaga kerja sektor pertanian

karena mayoritas penduduk Indonesia tinggal di kawasan perdesaan.

Salah satu bentuk kebijakan pembangunan untuk meningkatkan

kesejahteraan penduduk terkait dengan bidang ketenagakerjaan adalah

mengupayakan agar angka pengangguran menjadi rendah. Angka

pengangguran yang tinggi dapat menjadi akar terjadinya kemiskinan dan

masalah sosial yang lain. Untuk mengendalikan angka pengangguran

diperlukan perencanaan tenaga kerja yang baik. Keberadaan tenaga kerja

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


2

dapat dipandang sebagai bagian dalam suatu sistem perekonomian. Karena

itu, perencanaan tenaga kerja yang menggunakan pendekatan holistik seperti

itu memiliki argumentasi yang sangat logis dan ilmiah. Permintaan tenaga

kerja secara nasional sangat dipengaruhi oleh permintaan terhadap output

nasional. Sedangkan permintaan tenaga kerja sektoral, ditentukan oleh

dinamika perubahan dari permintaan output sektoral. Kebutuhan terhadap

tenaga kerja bergantung juga terhadap stok dan kondisi tenaga kerja yang

tersedia. Persediaan atau penawaran tenaga kerja dapat diidentifikasi melalui

faktor-faktor yang berpengaruh terhadap dinamika perubahan jumlah tenaga

kerja.

Keberhasilan pembangunan pertanian khususnya di bidang

ketenagakerjaan pertanian ditentukan oleh ketersediaan informasi yang

akurat mengenai perkiraan jumlah kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja

pertanian baik pada di tingkat nasional, regional, menurut struktur umur,

pendidikan serta karakteristik-karakteristik demografi lain. Di sisi permintaan,

kebutuhan tenaga kerja dipengaruhi perubahan-perubahan yang dinamis

pada sisi permintaan output di tingkat nasional dan regional. Perkembangan

output nasional dan regional dapat dilihat dari perkembangan Produk

Domestik Bruto (PDB) nasional maupun regional. Guna meningkatkan kualitas

dan kapasitas SDM pertanian, maka disusunlah perencanaan tenaga kerja

pertanian 2012-2014.

1.2. MAKSUD dan TUJUAN

Penyusunan Perencanaan Tenaga Kerja Pertanian 2012-2014 ini

dimaksudkan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan

ketenagakerjaan disektor pertanian.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


3

adalah:

Tujuan penyusunan perencanaan tenaga kerja pertanian 2012-2014

1. Mengidentifikasi kondisi tenaga kerja sektor pertanian saat ini

2. Menyusun rencana kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja di sektor

pertanian 2012-2014

3. Merumuskan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi ketenagakerjaan

pertanian.

1.3. DASAR HUKUM

Dasar hukum dalam penyusunan dokumen perencanaan tenaga kerja

pertanian adalah:

1. Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

2. Peraturan Pemerintah No.15 Tahun 2007 tentang Tata Cara

Memperoleh Informasi Ketenagakerjaan dan Penyusunan serta

Pelaksanaan Perencanaan Tenaga Kerja.

3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia

No.PER.03/MEN/II/2009, tentang Pedoman Penyajian Informasi

Ketenagakerjaan.

4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia

No.PER.16/MEN/XI/2010 tentang Perencanaan Tenaga Kerja Makro.

1.4. OUTPUT

Output yang diharapkan adalah tersusunnya dokumen Perencanaan

Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


4

1.5. PENERIMA MANFAAT

Penerima manfaat kegiatan ini adalah segenap unsur penyelenggara

pembangunan pertanian di pusat dan daerah di seluruh Indonesia, dan

masyarakat pertanian khususnya, serta masyarakat Indonesia pada

umumnya.

1.6. RUANG LINGKUP KEGIATAN

Kegiatan penyusunan Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian

2012-2014, mencakup: (1) Gambaran Umum Tenaga Kerja 2007-2011, (2)

Proyeksi Pertumbuhan Tenaga Kerja Pertanian 2012-2014, (3) Strategi,

Kebijakan dan Rencana Aksi Ketenagakerjaan Pertanian 2012-2014.

1.7. KONSEP dan DEFINISI

Konsep dan definisi yang digunakan dalam pengumpulan data

ketenagakerjaan oleh Badan Pusat Statistik adalah The Labor Force Concept

yang disarankan oleh International Labor Organization (ILO). Konsep ini

membagi penduduk menjadi dua kelompok, yaitu penduduk Kelompok Umur

kerja dan penduduk bukan Kelompok Umur kerja. Selanjutnya, penduduk

Kelompok Umur kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan

kegiatan utama yang sedang dilakukannya. Kelompok tersebut adalah

Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja. Definisi yang berkaitan dengan

penerapan konsep tersebut di Indonesia dijelaskan dalam uraian berikut :

(1) Penduduk Kelompok Umur kerja adalah penduduk berumur 15

tahun dan lebih.

(2) Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk

Kelompok Umur kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja atau punya

pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


5

(3) Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah

penduduk Kelompok Umur kerja (15 tahun dan lebih) yang masih

sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya

selain kegiatan pribadi.

(4) Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang

dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan

atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu

yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak

dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi.

(4) Punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja adalah keadaan

dari seseorang yang mempunyai pekerjaan tetapi selama seminggu

yang lalu sementara tidak bekerja karena berbagai sebab, seperti:

sakit, cuti, menunggu panenan, mogok kerja dan sebagainya.

Contoh.

a. Pekerja tetap, pegawai pemerintah/swasta yang sedang tidak

bekerja karena cuti, sakit, mogok kerja, mangkir, mesin/peralatan

perusahaan mengalami kerusakan dan sebagainya.

b. Petani yang mengusahakan tanah pertanian dan sedang tidak

bekerja karena alasan sakit atau menunggu pekerjaan berikutnya

(menunggu panen atau musim hujan untuk menggarap sawah).

c. Pekerja profesional (mempunyai keahlian tertentu/khusus) yang

sedang tidak bekerja karena sakit, menunggu pekerjaan

berikutnya/pesanan dan sebagainya. Seperti dalang, tukang

cukur, tukang pijat, dukun, penyanyi komersial dan sebagainya.

(5) Penganggur terbuka, terdiri dari :

a. Mereka yang tak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan.

b. Mereka yang tak punya pekerjaan dan mempersiapkan usaha.

c. Mereka yang tak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan,

karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

d. Mereka yang sudah punya pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.

(lihat pada “ An ILO Manual on Concepts and Methods”)

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


6



Mencari pekerjaan adalah kegiatan seseorang yang

pada saat survei orang tersebut sedang mencari pekerjaan,

seperti mereka :

a. Yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha

mendapatkan pekerjaan

b. Yang sudah pernah bekerja, karena sesuatu hal

berhenti atau diberhentikan dan sedang berusaha

untuk mendapatkan pekerjaan.

c. Yang bekerja atau mempunyai pekerjaan, tetapi

karena sesuatu hal masih berusaha untuk

mendapatkan pekerjaan lain.

Usaha mencari pekerjaan ini tidak terbatas pada

seminggu sebelum pencacahan, jadi mereka yang sedang

berusaha mendapatkan pekerjaan dan yang

permohonannya telah dikirim lebih dari satu minggu yang

lalu tetap dianggap sebagai mencari pekerjaan asalkan

seminggu yang lalu masih mengharapkan pekerjaan yang

dicari. Mereka yang sedang bekerja dan berusaha untuk

mendapatkan pekerjaan yang lain tidak dapat disebut

sebagai penganggur terbuka.

Mempersiapkan suatu usaha adalah suatu kegiatan

yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan

suatu usaha/pekerjaan yang “baru”, yang bertujuan untuk

memperoleh penghasilan/keuntungan atas resiko sendiri,

baik dengan atau tanpa memperkerjakan buruh/pekerja

dibayar maupun tidak dibayar. Mempersiapkan yang

dimaksud adalah apabila “tindakannya nyata” seperti :

mengumpulkan modal atau perlengkapan/alat, mencari

lokasi/tempat, mengurus surat ijin usaha dan sebagainya,

telah/sedang dilakukan.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


7

a. Mempersiapkan usaha tidak termasuk yang baru

merencanakan, berniat dan baru mengikuti

kursus/pelatihan dalam rangka membuka usaha.

b. Mempersiapkan suatu usaha yang nantinya

cenderung pada pekerjaan sebagai berusaha sendiri

(own account worker) atau sebagai berusaha

dibantu buruh tidak tetap/buruh tak dibayar atau

sebagai berusaha dibantu buruh tetap/buruh

dibayar.

Penjelasan: Kegiatan mempersiapkan suatu usaha/

pekerjaan tidak terbatas dalam jangka waktu seminggu

yang lalu saja, tetapi bisa dilakukan beberapa waktu yang

lalu asalkan seminggu yang lalu masih berusaha untuk

mempersiapkan suatu kegiatan usaha.

(6) TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) adalah persentase jumlah

pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja

(7) Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja dibawah jam

kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Pekerja tidak penuh

terdiri dari :

a. Setengah Penganggur adalah mereka yang bekerja di bawah

jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu) dan masih

mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan

(dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa).

b. Pekerja Paruh Waktu adalah mereka yang bekerja di bawah

jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu) tetapi tidak

mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain

(dahulu disebut setengah pengangguran sukarela)

(8) Sekolah adalah kegiatan seseorang untuk bersekolah di sekolah

formal, mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi

selama seminggu yang lalu sebelum pencacahan. Tidak termasuk yang

sedang libur sekolah.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


8

(9) Mengurus Rumah Tangga adalah kegiatan seseorang yang

mengurus rumah tangga tanpa mendapatkan upah, misalnya : ibu-ibu

rumah tangga dan anaknya yang membantu mengurus rumah tangga.

Sebaliknya pembantu rumah tangga yang mendapatkan upah

walaupun pekerjaannya mengurus rumah tangga dianggap bekerja.

(10) Kegiatan Lainnya adalah kegiatan seseorang selain disebut di atas,

yakni mereka yang sudah pensiun, orang-orang yang cacat jasmani

(buta, bisu dan sebagainya) yang tidak melakukan sesuatu pekerjaan

seminggu yang lalu.

(11) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan adalah tingkat pendidikan

yang dicapai seseorang setelah mengikuti pelajaran pada kelas

tertinggi suatu tingkatan sekolah dengan mendapatkan tanda tamat

(ijasah)

(12) Jumlah Jam Kerja Seluruh Pekerjaan adalah lamanya waktu

dalam jam yang digunakan untuk bekerja dari seluruh pekerjaan, tidak

termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerja yang digunakan untuk

hal-hal di luar pekerjaan selama seminggu yang lalu. Bagi pedagang

keliling, jumlah jam kerja dihitung mulai berangkat dari rumah sampai

tiba kembali di rumah dikurangi waktu yang tidak merupakan jam

kerja, seperti mampir ke rumah famili/kawan dan sebagainya.

(13) Lapangan Usaha adalah bidang kegiatan dari kegiatan/usaha/

perusahaan/kantor tempat seseorang bekerja. Lapangan pekerjaan

pada publikasi ini didasarkan pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha

Indonesia (KBLI) 2009.

(14) Jenis Pekerjaan/Jabatan adalah macam pekerjaan yang dilakukan

oleh seseorang atau ditugaskan kepada seseorang yang sedang

bekerja atau yang sementara tidak bekerja. Jenis pekerjaan pada

publikasi ini didasarkan atas Klasifikasi Baku Jenis Pekerjaan Indonesia

(KBJI) 2002 yang mengacu kepada ISCO 88.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


9

(15) Upah/Gaji Bersih adalah imbalan yang diterima selama sebulan oleh

buruh/karyawan baik berupa uang atau barang yang dibayarkan

perusahaan/kantor/majikan. Imbalan dalam bentuk barang dinilai

dengan harga setempat. Upah/gaji bersih yang dimaksud tersebut

adalah setelah dikurangi dengan potongan-potongan iuran wajib, pajak

penghasilan dan sebagainya.

(16) Status Pekerjaan adalah jenis kedudukan seseorang dalam

melakukan pekerjaan di suatu unit usaha/kegiatan. Mulai tahun 2001

status pekerjaa dibedakan menjadi 7 (tujuh) kategori yaitu :

a. Berusaha Sendiri, adalah bekerja atau berusaha dengan

menanggung resiko secara ekonomis, yaitu dengan tidak

kembalinya ongkos produksi yang telah dikeluarkan dalam

rangka usahanya tersebut, serta tidak menggunakan pekerja

dibayar maupun pekerja tak dibayar, termasuk yang sifat

pekerjaannya memerlukan teknologi atau keahlian khusus.

b. Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap/Buruh Tak

Dibayar, adalah bekerja atau berusaha atas resiko sendiri dan

menggunakan buruh/pekerja tak dibayar dan atau

buruh/pekerja tidak tetap.

c. Berusaha Dibantu Buruh Tetap/Buruh Dibayar, adalah

berusaha atas resiko sendiri dan memperkerjakan paling sedikit

satu orang buruh/pekerja tetap yang dibayar.

d. Buruh/Karyawan/Pegawai, adalah seseorang yang bekerja

pada orang lain atau instansi/kantor/perusahaan secara tetap

dengan menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang.

Buruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan

sebagai buruh/karyawan, tetapi sebagai pekerja bebas.

Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1

(satu) majikan (orang/rumah tangga) yang sama dalam sebulan

terakhir. Khusus pada sektor bangunan batasannya tiga bulan.

Apabila majikannya instansi/lembaga, boleh lebih dari satu.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


10

e. Pekerja Bebas di Pertanian, apabila seseorang yang bekerja

pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih dari 1

majikan dalam sebulan terakhir) di usaha pertanian baik berupa

usaha rumah tangga maupun bukan usaha rumah tangga atas

dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik

berupa uang maupun barang, dan baik dengan sistem

pembayaran harian maupun borongan. Usaha pertanian

meliputi: pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan,

peternakan, perikanan dan perburuan, termasuk juga jasa

pertanian.

Majikan, adalah orang atau pihak yang memberikan pekerjaan

dengan pembayaran yang disepakati.

f. Pekerja Bebas di Non Pertanian, adalah seseorang yang

bekerja pada orang lain/majikan/institusi yang tidak tetap (lebih

dari 1 majikan dalam sebulan terakhir), di usaha non pertanian

dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun

barang dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun

dengan borongan.

Usaha non pertanian meliputi : usaha di sektor pertambangan,

industri, listrik, gas dan air, sektor konstruksi/bangunan, sektor

perdagangan, sektor angkutan, pergudangan dan komunikasi,

sektor keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan, tanah

dan jasa perusahaan, sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan

perorangan.

Huruf (e) dan (f) yang dikembangkan mulai publikasi 2001, pada

tahun 2000 dan sebelumnya dikategorikan pada huruf (d) dan (a)

(huruf e termasuk dalam d dan huruf f termasuk dalam a).

g. Pekerja Keluarga/Tak Dibayar, adalah seseorang yang

bekerja membantu orang lain yang berusaha dengan tidak

mendapat upah/gaji, baik berupa uang maupun barang.

Pekerja tak dibayar tersebut terdiri dari :

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


11

1. Anggota rumah tangga dari orang yang dibantunya,

seperti istri/anak yang membantu suami/ayahnya bekerja

di sawah dan tidak dibayar.

2. Bukan anggota rumah tangga tetapi keluarga dari orang

yang dibantunya, seperti famili yang membantu melayani

penjualan di warung dan tidak dibayar.

3. Bukan anggota rumah tangga dan bukan keluarga dari

orang yang dibantunya, seperti orang yang membantu

menganyam topi pada industri rumah tangga tetangganya

dan tidak dibayar.

(17) Bekerja di Subsektor Tanaman Pangan adalah kegiatan ekonomi yang

dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu

memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak

terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula

kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu

usaha/kegiatan ekonomi subsektor tanaman pangan.

(18) Bekerja di Subsektor Hortikultura adalah kegiatan ekonomi yang

dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu

memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak

terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula

kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu

usaha/kegiatan ekonomi subsektor hortikultura.

(19) Bekerja di Subsektor Perkebunan adalah kegiatan ekonomi yang

dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu

memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak

terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula

kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu

usaha/kegiatan ekonomi subsektor perkebunan.

(20) Bekerja di Subsektor Peternakan adalah kegiatan ekonomi yang

dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu

memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


12

terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk pula

kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu

usaha/kegiatan ekonomi subsektor peternakan.

(21) Produk Domestik Bruto (PDB) adalah satu indikator penting yang

digunakan untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam

suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas

dasar harga konstan. PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai

tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara

tertentu atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang

dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDB atas dasar harga berlaku

menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung

menggunakan harga yang berlaku pada setiap tatrun. PDB atas dasar

harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut

yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun

tertentu sebagai dasar. PDB atas dasar harga berlaku dapat digunakan

untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang harga konstan

digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke

tahun.

(22) Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian adalah proses penyusunan

rencana ketenagakerjaan secara sistematis yang dijadikan dasar dan

acuan dalam Penyusunan Kebijakan Strategis dan Pelaksanaan

Program Pembangunan Ketenagakerjaan Pertanian yang

berkesinambungan.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


13

Bagan 1. Diagram Struktur Penduduk

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


BAB. II

ARAH KEBIJAKAN dan

KETENAGAKERJAAN

PERTANIAN


14

BAB.II

ARAH KEBIJAKAN

KETENAGAKERJAAN PERTANIAN

Sebelum menjelaskan arah kebijakan ketenagakerjaan sektor pertanian

tahun 2012-2014, terlebih dahulu diuraikan mengenai kebijakan

pembangunan pertanian yang tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian

tahun 2010-2014, yang mencakup visi, misi, tujuan dan target pembangunan

pertanian. Hal ini mengingat perencanaan tenaga kerja pertanian tidak

terlepas dari rencana pembangunan pertanian secara keseluruhan dalam

periode jangka menengah.

2.1. VISI dan MISI KEMENTERIAN PERTANIAN 2010-2014.

Sebagaimana diketahui bahwa VISI Kementerian Pertanian Tahun

2010-2014 adalah “Terwujudnya Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan

Yang Berbasis Sumberdaya Lokal Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan,

Nilai Tambah, Daya Saing, Ekspor dan Kesejahteraan Petani”.

Guna mencapai VISI dimaksud, maka telah ditetapkan MISI

Kementerian Pertanian yang diemban pada tahun 2010-2014 yaitu:

1) mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan yang efisien, berbasis

iptek dan sumberdaya lokal, serta berwawasan lingkungan melalui

pendekatan sistem agribisnis;

2) menciptakan keseimbangan ekosistem pertanian yang mendukung

keberlanjutan peningkatan produksi dan produktivitas untuk

meningkatkan kemandirian pangan;

3) mengamankan plasma-nutfah dan meningkatkan pendayagunaannya

untuk mendukung diversifikasi dan ketahanan pangan;

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


15

4) menjadikan petani yang kreatif, inovatif, dan mandiri serta mampu

memanfaatkan iptek dan sumberdaya lokal untuk menghasilkan produk

pertanian berdaya saing tinggi;

5) meningkatkan produk pangan segar dan olahan yang aman, sehat,

utuh dan halal (ASUH) dikonsumsi;

6) meningkatkan produksi dan mutu produk pertanian sebagai bahan

baku industri;

7) mewujudkan usaha pertanian yang terintegrasi secara vertikal dan

horisontal guna menumbuhkan usaha ekonomi produktif dan

menciptakan lapangan kerja di pedesaan;

8) mengembangkan industri hilir pertanian yang terintegrasi dengan

sumberdaya lokal untuk memenuhi permintaan pasar domestik,

regional dan internasional;

9) mendorong terwujudnya sistem kemitraan usaha dan perdagangan

komoditas pertanian yang sehat, jujur dan berkeadilan; dan

10) meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan aparatur pemerintah

bidang pertanian yang amanah dan profesional.

2.2. TUJUAN dan TARGET KEMENTERIAN PERTANIAN 2010-2014.

Tujuan yang ingin dicapai Kementerian Pertanian pada periode tahun

2010-2014:

1) mewujudkan sistem pertanian industrial unggul berkelanjutan yang

berbasis sumberdaya lokal;

2) meningkatkan dan memantapkan swasembada berkelanjutan;

3) menumbuhkembangkan ketahanan pangan dan gizi termasuk

diversifikasi pangan;

4) meningkatkan nilai tambah, daya saing dan ekspor produk pertanian;

dan

5) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


16

Sedangkan target yang ingin dicapai dalam membangun pertanian di

Indonesia, Kementerian Pertanian yang selanjutnya disebut EMPAT TARGET

SUKSES, meiputi:

1) pencapaian swasembada (kedelai, gula dan daging) dan swasembada

berkelanjutan (padi dan jagung);

2) peningkatan diversifikasi pangan;

3) peningkatan nilai tambah, daya saing, dan ekspor; dan

4) peningkatan kesejahteraan petani.

2.3. ARAH dan KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN 2010-2014

Kementerian Pertanian dalam waktu 2010-2014, telah menetapkan 23

arah dan kebijakan pembangunan pertanian, meliputi:

1) Melanjutkan dan memantapkan kegiatan tahun sebelumnya yang

terbukti sangat baik kinerja dan hasilnya, antara lain bantuan

benih/bibit unggul, subsidi pupuk, alsintan, Sekolah Lapang

Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), Sekolah Lapang Pengendalian

Hama Terpadu (SLPHT) dan pola sekolah lapang lainnya.

2) Melanjutkan dan memperkuat kegiatan yang berorientasi

pembeorrdayaan masyarakat seperti Pengembangan Usaha Agribisnis

Pedesaan (PUAP), Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat

(LM3), Sarjana Membangun Desa (SMD) dan Penggerak Membangun

Desa (PMD), dan rekrutmen tenaga pendamping lapang guna

mempercepat pertumbuhan industri pertanian di perdesaan.

3) Pemantapan swasembada beras, jagung, daging ayam, telur, dan gula

konsumsi melalui peningkatan produksi yang berkelanjutan.

4) Pencapaian swasembada kedelai, daging sapi, dan gula industri.

5) Peningkatan produksi susu segar, buah lokal, dan produk-produk

substitusi komoditas impor.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


17

6) Peningkatan kualitas dan kuantitas public goods melalui perbaikan dan

pengembangan infrastruktur pertanian seperti irigasi, embung, jalan

desa, dan jalan usahatani.

7) Jaminan penguasaan lahan produktif.

8) Pembangunan sentra-sentra pupuk organik berbasis kelompok tani.

9) Penguatan kelembagaan perbenihan dan perbibitan nasional.

10) Pemberdayaan masyarakat petani miskin melalui bantuan sarana,

pelatihan, dan pendampingan.

11) Penguatan akses petani terhadap iptek, pasar, dan permodalan bunga

rendah.

12) Mendorong minat investasi pertanian dan kemitraan usaha melalui

promosi yang intensif dan dukungan iklim usaha yang kondusif.

13) Pembangunan kawasan komoditas unggulan terpadu secara vertikal

dan/atau horizontal dengan konsolidasi usahatani produktif berbasis

lembaga ekonomi masyarakat yang berdaya saing tinggi di pasar lokal

maupun internasional.

14) Pengembangan bio-energi berbasis bahan baku lokal terbarukan untuk

memenuhi kebutuhan energi masyarakat khususnya di perdesaan dan

mensubstitusi BBM.

15) Pengembangan diversifikasi pangan dan pembangunan lumbung

pangan masyarakat untuk mengatasi rawan pangan dan stabilisasi

harga di sentra produksi.

16) Peningkatan keseimbangan ekosistem dan pengendalian hama

penyakit tumbuhan dan hewan secara terpadu.

17) Peningkatan perlindungan dan pendayagunaan plasma-nutfah

nasional.

18) Penguatan sistem perkarantinaan pertanian.

19) Penelitian dan pengembangan berbasis sumberdaya spesifik lokasi

(kearifan lokal) dan sesuai agro-ekosistem setempat dengan teknologi

unggul yang berorientasi kebutuhan petani.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


18

20) Pengembangan industri hilir pertanian di perdesaan yang berbasis

kelompok tani untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk

pertanian, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan

meningkatkan keseimbangan ekonomi desa-kota.

21) Berperan aktif dalam melahirkan kebijakan makro yang berpihak

kepada petani seperti perlindungan tarif dan non tarif perdagangan

internasional, penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dan

Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.

22) Peningkatan promosi citra petani dan pertanian guna menumbuhkan

minat generasi muda menjadi wirausahawan agribisnis.

23) Peningkatan dan penerapan manajemen pembangunan pertanian yang

akuntabel dan good governance.

Guna mencapai VISI dan menjalankan MISI pembangunan pertanian,

maka STRATEGI yang ditempuh Kementerian Pertanian selama periode 2010-

2014 adalah melakukan revitalisasi pertanian dengan fokus pada tujuh aspek

dasar yang disebut dengan TUJUH GEMA REVITALISASI, yang terdiri dari: (1)

lahan, (2) perbenihan dan perbibitan, (3) infrastruktur dan sarana, (4)

sumber daya manusia, (5) pembiayaan petani, (6) kelembagaan petani, serta

(7) teknologi dan industri hilir.

Keterkaitan antara VISI, MISI, Target Sukses, Strategi, program,

kegiatan tahun 2010-2014 disajikan pada (Bagan 2. Alur Pikir Kebijakan

Pembangunan Pertanian 2010-2014).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


7 GEMA REVITALISASI

19

ALUR PIKIR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN

VISI & MISI PEMBANGUNAN

PERTANIAN

KEBIJAKAN

NASIOANAL

SDA

SDM

MOD

AL

TEKN

OLOGI

KELE

MBAG

AAN

EMPAT TARGET

SUKSES

1. SWASEMBADA &

SWASEMBADA BERKELANJUTAN

0

2. DIVERSIFIKASI PANGAN

3. NILAI TAMBAH, DAYA SAING

& EKSPOR

4. KESEJAHTERAAN PETANI

STRATEGI

1. LAHAN

2. PERBENIHAN DAN

PEMBIBITAN

3. INFRASTRUKTUR DAN

0

SARANA

4. SDM

5. PEMBIAYAAN

PERTANIAN

6. KELEMBAGAAN PETANI

7. TEKNOLOGI DAN

INDUSTRI HILIR

LINGKUNGAN

STRATEGIS

(DOMESTIC & LN)

12 PROGRAM

PEMBANGUNAN

PERTANIAN

KEGT

KEGT

KEGT

Pendekatan:

1. Kawasan

2. Kesisteman

3. Kelembagaan

4. Pemberdayaan

Bagan 2. Alur Pikir Kebijakan Pembangunan Pertanian

Mengacu kepada dokumen Renstra Kementerian Pertanian tahun 2010-

2014, aspek sumberdaya manusia menjadi perhatian, hal ini terlihat dari

MISI, tujuan dan target, arah kebijakan, maupun strategi yang ditempuh

telah menempatkan SDM petani sebagai subjek dalam membangun pertanian.

Disebutkan pula bahwa salah satu unsur terpenting dalam pencapaian Empat

Target Sukses adalah tersedianya sumberdaya manusia, disamping unsur

lainnya yaitu tersedianya sumberdaya alam, sumberdaya manusia, moda,

teknologi dan kelembagaan.

2.4. REVITALISASI SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN 2010-2014.

Salah satu strategi yang ditempuh dalam TUJUH GEMA REVITALISASI

adalah revitalisasi sumberdaya manusia. Strategi revitalisasi SDM pertanian

dilakukan mengingat PETANI merupakan sumberdaya yang sangat vital dan

merupakan pelaku utama pembangunan. Tanpa pelaku yang handal dan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


20

berkompeten, maka pembangunan pertanian tidak dapat berjalan secara

optimal. Ada tiga komponen SDM pertanian yang perlu dikembangkan

kapasitasnya, yaitu:

1) Non-aparatur yang meliputi petani/tenaga kerja pertanian dan pelaku

agribisnis lainnya

2) Aparatur pertanian, baik fungsional maupun struktural yang lebih

ebrperan sebagai fasilitator, motivator dan dinamisator dalam proses

pembangunan pertanian

3) Lembaga petani pedesaan seperti kelompok tani, gabungan kelompok

tani (gapoktan), Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya

(P4S), koperasi, Lembaga Keuangan Mikro, Kios Sarana Produksi, dan

Lembaga Pemasaran.

Guna mendukung upaya pembangunan pertanian yang terfokus pada

Empat Target Sukses pembangunan pertanian 2010-2014, maka arah

kebijakan pengembangan SDM pertanian difokuskan pada:

1) Pengembangan Penyuluh Pertanian Polivalen di tingkat lapangan dan

Penyuluh Pertanian Spesialis di tingkat Kabupaten/Kota, Propinsi dan

Pusat untuk mendukung Program Utama Pembangunan Pertanian.

2) Pelatihan bagi aparatur sesuai dengan kebutuhan jenjang karir

Pegawai Negeri Sipil (PNS).

3) Pelatihan bagi pengelola P4S dan Pengurus Gapoktan serta pelaku

agribisnis lainnya dilaksanakan oleh UPT Pelatihan, sedangkan

Pelatihan bagi petani pelaku utama agribisnis dilaksanakan oleh P4S.

4) Pendidikan Tinggi bidang Rumpun Ilmu Hayati Pertanian (RIHP)

diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga fungsional Penyuluh

Pertanian, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT),

Paramedik Veteriner, Pengawas Bibit Ternak (PBT), Pengawas Mutu

Pakan Ternak, Pengawas Mutu Hasil Pertanian, dan Karantina.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


21

5) Pendidikan Menengah Kejuruan di bidang pertanian diarahkan untuk

memenuhi tenaga teknisi menengah dan menyiapkan wirausahawan

muda di bidang pertanian.

Lima arah kebijakan tersebut akan diimplementasikan dalam bentuk

Empat Rencana Aksi yang terdiri dari: (1) Pemantapan Sistem Penyuluhan

Pertanian, (2) Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian, (3) Revitalisasi

Pendidikan Pertanian, dan (4) Pemantapan Sistem Administrasi dan

Manajemen Pengembangan SDM Pertanian. Selanjutnya, Empat Rencana Aksi

tersebut diuraikan sebagai berikut:

1) Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian

Penyuluh pertanian dan petugas lapang yang lain seperti Pengendali

OPT (POPT), Pengawas Benih Tanaman (PBT) merupakan aparatur

yang paling dekat tugasnya dengan petani. Namun demikian, sejak

otonomi daerah, keberadaan dan kelembagaan-kelembagaan

penyuluhan, proteksi tumbuhan maupun perbenihan kurang

mendapatkan kesempatan yang memadai. Keberadaan dan peran serta

kelembagaan penyuluhan, proteksi tumbuhan dan perbenihan sangat

beragam sesuai dengan kebijakan daerah masing-masing. Sebagian

besar tenaga penyuluh, POPT dan PBT sudah mendekati masa purna

bakti, tetapi tanpa diikuti oleh kebijakan perekrutan tenaga pengganti

yang memadai. Dengan berbagai keterbatasan yang ada, perekrutan

tenaga penyuluh, POPT dan PBT dilakukan dengan model Tenaga

Harian Lepas (THL) yang keberlanjutannya belum terjamin.

Untuk memperkuat peran penting petugas lapang, baik penyuluh,

POPT maupun PBT di masa datang dilakukan upaya-upaya:

a. Meningkatkan jumlah formasi petugas lapang, baik penyuluh,

POPT maupun PBT.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


22

b. Mendorong munculnya tenaga-tenaga penyuluh swadaya.

c. Memberikan bimbingan teknis dan usahatani produktif dalam

mengaksesi nformasi teknologi dan pasar.

d. Melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah berkaitan

dengan perekrutan dan pembiayaan petugas lapang pertanian.

Sehubungan dengan itu, ditetapkan strategi pemantapan penyuluhan

pertanian sebagai berikut:

a. Penataan dan Penguatan Kelembagaan Penyuluhan

b. Pemantapan Ketenagaan Penyuluhan

c. Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian

2) Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian, terdiri atas kegiatan sebagai

berikut:

a. Pemantapan Kelembagaan Pelatihan

b. Peningkatan Kapasitas Tenaga Kepelatihan Pertanian

c. Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Pelatihan

d. Pengembangan Jejaring Kerjasama Pelatihan Pertanian

3) Revitalisasi Sistem Pendidikan Pertanian, terdiri atas kegiatan sebagai

berikut:

a. Penataan Kelembagaan Pendidikan

b. Peningkatan Kualitas Ketenagaan Pendidikan Pertanian

c. Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Pendidikan

d. Pengembangan Kerjasama Teknis Pendidikan Pertanian

4) Pemantapan Sistem Administrasi dan Manajemen Pengembangan SDM

Pertanian, terdiri atas kegiatan sebagai berikut:

a. Penerapan Sistem dan Prosedur Perencanaan

b. Penerapan Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan dan

perlengkapan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


23

c. Pengembangan Peraturan Perundangan, Sistem dan Prosedur

Organisasi, Ketatalaksanaan dan Kepegawaian

d. Pengembangan Sistem dan Prosedur Monitoring dan Evaluasi

dan Pelaporan

2.5. KERANGKA ANALISIS KETENAGAKERJAAN PERTANIAN.

Sumber pertumbuhan ekonomi suatu negara atau suatu wilayah dapat

dilihat atau diukur dari tiga pendekatan yaitu, pendekatan faktor produksi

(Neo Klasik), pendekatan sektoral dan pendekatan pengeluaran yang meliputi

konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan selisih ekspor dengan

impor. Dalam pendekatan faktor produksi, sumber pertumbuhan ekonomi

dilihat dari faktor-faktor produksi yaitu modal (capital), tenaga kerja (man

power) dan kemajuan teknologi (technology progress). Selanjutnya, untuk

melihat sumber pertumbuhan ekonomi dari pendekatan sektoral yaitu dilihat

dari sektor-sektor ekonomi. Sektor ekonomi dalam hal ini dapat dibagi dalam

3 sektor saja yaitu sektor primer (pertanian dan pertambangan), sektor

sekunder dan kontruksi serta sektor tersier (jasa-jasa).

Untuk mengukur berapa besar kontribusi masing-masing faktor

produksi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu perekonomian dapat

digunakan model Neo-Klasik dari Robert Solow dengan menggunakan fungsi

produksi Cobb-Douglas yang telah diubah dalam bentuk linear. Dari hasil

analisis dengan menggunakan model tersebut, dapat diketahui bahwa

pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh investasi dan

tenaga kerja. Dengan kata lain, bahwa, pertumbuhan ekonomi Indonesia

diantaranya dipengaruhi oleh adanya peningkatan investasi yang bersifat

langsung. Ini berarti bahwa, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama

Pembangunan Jangka Panjang pertama disebabkan karena adanya

peningkatan kuantitas investasi, bukan karena adanya peningkatan kualitas

investasi seperti yang terjadi di banyak negara-negara maju. Peningkatan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


24

kuantitas investasi tidak banyak berperan dalam meningkatkan kapasitas

ekonomi atau skala ekonomi (economic scale).

Kemajuan teknologi atau faktor produktivitas total (Total Productivity

Factor) merupakan bagian dari kegiatan produksi yang sangat penting.

Karena, dengan adanya kemajuan teknologi, produktivitas modal maupun

tenaga kerja dapat ditingkatkan lebih besar lagi dibandingkan dengan adanya

peningkatan modal maupun tenaga kerja saja. Pengukuran kemajuan

teknologi dalam pertumbuhan ekonomi memang merupakan masalah yang

tidak mudah. Kemajuan teknologi dapat dilihat dari beberapa aspek seperti

dari aspek manajemen, tingkat pendidikan, penggunaan teknik-teknik baru

dan lain sebagainya. Dalam hal ini, yang menjadi persoalan bukan dari aspek

mana melihat kemajuan teknologi tersebut, tetapi yang lebih penting adalah

berapa besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kemampuan teknologi sangat tergantung pada kemampuan Sumber

Daya Manusia (SDM). Karena itu, jika Indonesia ingin tingkat pertumbuhan

ekonominya lebih tinggi, maka kemampuan SDM yang ada harus ditingkatkan

melalui pendidikan, peningkatan disiplin kerja dan penghargaan yang tinggi

pada SDM yang berprestasi dan berkualitas. Tanpa itu semua, akan sulit bagi

Indonesia untuk bangkit sejajar dengan negara lain yang telah maju.

Sebagai kerangka pikir yang yang diajukan dalam rangka

memberdayakan tenaga kerja pertanian, disajikan pada Bagan 3.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


25

Bagan 3.

Kerangka Pikir Pemberdayaan Tenaga Kerja Pertanian

-/+

Investasi

Makro Pert.

+/-

+/-

-

+

Provitas &

Produksi Pert.

Implementasi

Renaksi PTK

-/+

Empat Target

Sukses

-/+

+

+/-

Prodvitas

Tenaga Kerja

-

Kemiskinan/

Pengangguran

-/+

Sebelum Renaksi

PTK Pertanian

41



Mengacu pada Bagan 1, dapat diperjelas kondisi saat ini tenaga kerja

pertanian yang ada telah menunjukkan kinerjanya dalam peningkatan

produksi pertanian. Tentunya dengan adanya peningkatan produksi

pertanian akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang

selanjutnya berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan

ekonomi pertanian itu akan memacu peningkatan produksi, melalui

peningkatan investasi, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan

kualitas SDM pertanian. Pada sisi lain peningkatan penadapatan petani

diharapkan dapat mengurani keniskinan yang berimplikasi pada

peningkatan tenaga kerja pertanian.

Apabila dilakukan upaya intensif melalui Rencana Aksi yang terstruktur

dalam rangka pemberdayaan tenaga kerja, tentunya tenaga kerja yang

ada akan meningkatkan kuaitas dan kapasitas, dan selanjutnya secara

simultan berpengaruh pada kepada peningkatan produksi/produktivitas

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


26

pertanian, pendapatan petani dan pertumbuhan ekonomi. Proses ini

berlangsung secara terus menerus dengan semakin ditingkatkan

kualitas dan kuantitasnya sehingga berdampak pada pengurangan

kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan

petani.

2.5.1. Metoda Analisis.

Untuk memperkirakan ketersediaan/jumlah tenaga kerja tahun 2012-

2014 digunakan konsep pendekatan elastisitas, sebagaimana telah

dikembangkan oleh Pusat Data dan Sumberdaya Informasi Pertanian

(Pusdatin) Kementerian Pertanian. Elastisitas tenaga kerja (E) terhadap

Produk Domestik Bruto (PDB) dihitung dari persentase PDB yang merupakan

variabel bebas dengan persentase perubahan tenaga kerja yang merupakan

variabel tak bebas. Konsep elastisitas tenaga kerja terhadap perubahan PDB

tersebut selanjutnya digunakan untuk memperkirakan pertambahan tenaga

kerja (laju pertumbuhan) yang diciptakan baik nasional maupun regional.

Rumus pertambahan tenaga kerja sebagai berikut (Simanjuntak, 1982):

K = E x g

dimana:

k = laju pertumbuhan tenaga kerja

E = elastisitas tenaga kerja

g = laju pertumbuhan PDB/PDRB

Tahapan yang dilakukan dalam proyeksi jumlah tenaga kerja subsektor

pertanian, adalah:

1. Menghitung laju pertumbuhan tenaga kerja subsektor lingkup

pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan

peternakan) tahun 2007-2011.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


27

2. Menghitung laju pertumbuhan PDB/PDRB subsektor pertanian tahun

2007-2011

3. Menghitung nilai elastisitas tenaga kerja subsektor pertanian pada

tahun 2007-2011.

4. Memproyeksi elastisitas tenaga kerja tahun 2012-2014 dengan rataan.

5. Memproyeksi PDB pada tahun 2012-2014 dengan metode analisis

trend.

6. Menghitung laju pertumbuhan tenaga kerja tahun 2012-2014.

7. Menghitung jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada tahun 2012-

2014.

Bagan 4. Alir Proyeksi Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


28

Untuk menguji akurasi proyeksi, digunakan metode MAPE (Mean

Absolute Percentage Error), yaitu mengukur rata-rata nilai simpangan

dugaan terhadap data aktualnya yang dinyatakan dalam persen. Nilai MAPE

yang kecil menunjukkan bahwa data hasil proyeksi mendekati nilai yang

sebenarnya.

2.5.2. Sumber Data.

Data yang digunakan dalam penyusunan Perencanaan Tenaga Kerja

Pertanian 2012-2014 adalah data tenaga kerja sektor pertanian tahun 2001-

2011 berdasarkan Kelompok Lapangan Usaha Indonesia (KLUI) 2005, dan

data Produk Domestik Bruto atau data Produk Domestik Regional Bruto (atas

dasar harga konstan tahun 2000) sektor pertanian tahun 2000-2011.

Sebelum dilakukan perhitungan proyeksi jumlah tenaga kerja sektor

pertanian, maka raw data Sakernas BPS diolah terlebih dahulu sedangkan

PDB/PDRB diperoleh dari buku Statistik Indonesia yang diterbitkan oleh BPS.

Pengambilan periode data PDB/PDRB dimulai dari tahun 2000 dengan

alasan pada tahun tersebut Badan Pusat Statistik (BPS) telah menetapkan

tahun dasar. Penggunaan data PDB/PDRB atas dasar harga konstan dilakukan

dengan pertimbangan pengaruh inflasi sudah dihilangkan, sehingga angka

yang dihasilkan mencerminkan pertumbuhan riil yang terjadi. Data tenaga

kerja yang digunakan yaitu data pada tahun 2001-2010 periode Agustus, hal

ini dikarenakan data tenaga kerja sektor pertanian pada bulan Agustus

diasumsikan cukup mewakili dari sisi sampel.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


BAB. III

PERKEMBANGAN

TENAGA KERJA

SEKTOR PERTANIAN

2007-2011


29

BAB. III

PERKEMBANGAN TENAGA KERJA

SEKTOR PERTANIAN 2007-2011

3.1. PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN SEKTOR PERTANIAN.

Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peran penting

dan strategis dalam perekonomian nasional. Salah satu indikator yang

digunakan untuk melihat kinerja perekonomian dapat dilihat dari nilai Produk

Domestik Bruto (PDB). Secara umum PDB sektor pertanian dari tahun 2007

sampai tahun 2011 mengalami peningkatan. Rata–rata laju pertumbuhan

ekonomi sektor pertanian selama lima tahun terakhir (2007-2011) sebesar

3,48% per tahun. Pada tahun 2007 PDB sektor pertanian tumbuh sebesar

3,43%, dan berdasarkan angka sangat sementara yang dikeluarkan oleh BPS

pada tahun 2011 laju pertumbuhan PDB sektor pertanian melambat menjadi

2,31%.

Gambar 1 menunjukkan, pada periode yang sama rata-rata PDB sektor

pertanian berdasarkan harga konstan pada tahun 2007 sebesar Rp. 225,3

triliun. Pada tahun 2008 sektor ini mampu menghasilkan PDB sebesar Rp.

222,2 triliun, naik sebesar Rp.10 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. PDB

sektor pertanian pada tahun 2009 dan 2010 masih terus mengalami

peningkatan masing-masing sebesar Rp. 231,3 triliun) dan Rp. 236,6 triliun

(angka sementara BPS), dan pada tahun 2011 meningkat.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


30

Gambar 1. PDB Sektor Pertanian dalam Arti Sempit Atas Dasar

Harga Konstan Tahun 2007 - 2011.

Dilihat dari kontribusi dalam perekonomian (Gambar 2), selama empat

tahun terakhir rata-rata kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional

berdasarkan harga berlaku sebesar 11,01% per tahun. Bila dirinci lebih jauh

kontribusi dari tahun 2007 – 2011 kontribusi PDB sektor pertanian sebesar

10,33% dan tahun 2008 mengalami peningkatan menjadi 10,89%.

Selanjutnya pada tahun 2009 dan 2010 mengalami peningkatan masingmasing

sebesar 11,33% dan 11,36%, dan pada tahun 2011 meningkat lagi

menjadi 10,96.

Gambar 2. Kontribusi PDB Sektor Pertanian dalam Arti Sempit

Terhadap PDB Nasional Tahun 2007 – 2011.

Pada Gambar 3, berdasarkan hasil perhitungan BPS, PDB sektor

pertanian dalam arti sempit dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu

tanaman bahan makanan, perkebunan dan peternakan. Rata-rata kontribusi

dari ketiga kelompok tersebut terhadap PDB sektor pertanian selama periode

tahun 2007 – 2011 masing-masing adalah: tanaman bahan makanan

(63,80%), perkebunan (20,07%), dan peternakan (16,12%).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


31

16,23%

20,07%

63,80%

Tabama Perkebunan Peternakan & Hasilnya

Gambar 3. Kontribusi Rata-Rata Nilai Tambah Bruto (NTB) Masingmasing

Kelompok Sektor Pertanian dalam Arti Sempit

Terhadap PDB Sektor Pertanian, Tahun 2007 – 2011.

Pada kenyataannya sektor pertanian dikelompokkan menjadi empat

subsektor yaitu subsektor tanaman pangan (kelompok padi dan palawija),

subsektor hortikultura (kelompok sayur-sayuran dan buah-buahan), subsektor

perkebunan, dan subsektor peternakan. Untuk mencari estimasi tenaga kerja

diperlukan Nilai Tambah Bruto (NTB) masing-masing subsektor sehingga

kelompok Tanaman (tanaman bahan makanan) dirinci menjadi tanaman

pangan (padi & palawija) dan hortikultura (sayuran dan buah-buahan).

Berdasarkan penghitungan dari BPS selama kurun waktu 2007–2010,

kontribusi subsektor tanaman pangan (padi & palawija)

37% dari keseluruhan PDB sektor pertanian.

rata-rata sebesar

16%

37%

19%

28%

Padi & Palawija

Perkebunan

Sayuran dan buah-buahan

Peternakan & hasilnya

Gambar 4. Kontribusi Rata-Rata NTB Subsektor Pertanian Terhadap

PDB Sektor Pertanian dalam Arti Sempit, Tahun 2007 –

2010.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


32

Kontribusi subsektor hortikultura (sayuran dan buah-buhan) sebesar

28%, subsektor perkebunan 19%, dan subsektor peternakan menyumbang

16% terhadap keseluruhan PDB sektor pertanian, untuk lebih jelasnya dapat

dilihat pada Gambar 4.

Selama empat tahun (2007-2010), laju pertumbuhan PDB sub sektor

pertanian secara sempit atas dasar harga konstan menunjukkan pertumbuhan

yang positif, yang mana laju pertumbuhan yang cukup tinggi terjadi pada

subsektor tanaman pangan (padi & palawija) dengan rata-rata laju

pertumbuhan sebesar 10,8% atau senilai Rp. 86,02 triliun. Begitu juga

untuk NTB subsektor hortikultura (sayuran dan buah-buahan) mempunyai

kecenderungan meningkat pada tiap tahunnya dengan rata-rata laju

pertumbuhan sebesar 3,06% atau senilai Rp. 58,15 triliun.

12,0

10,8

10,0

8,0

6,0

4,0

2,0

3,6

3,1 3,3

0,0

Padi &

palawija

Sayuran &

buah-buahan

Perkebunan

Peternakan

Gambar 5. Rata-Rata Laju Pertumbuhan NTB Subsektor

Terhadap PDB Sektor Pertanian dalam Arti Sempit,

Tahun 2007 – 2010.

Pada subsektor perkebunan kondisinya tidak jauh berbeda dengan

subsektor hortikultura. NTB sub sektor perkebunan tahun 2007-2010

mengalami peningkatan dengan rata-rata laju pertumbuhan NTB mencapai

3,1% atau senilai Rp.45,09 triliun. Untuk NTB subsektor peternakan,

pertumbuhannya meningkat setiap tahunnya yakni mencapai 3,3% atau

senilai Rp. 36,11 triliun, lihat Gambar 5.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


33

3.2. PERKEMBANGAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN.

Secara umum perkembangan tenaga kerja sektor pertanian dari tahun

ke tahun mengalami perubahan. Jumlah tenaga kerja yang lebih besar dapat

diartikan telah terjadi penambahan jumlah tenaga produktif dan pertumbuhan

penduduk yang lebih besar berarti makin besar ukuran pasar tenaga

kerjanya. Namun demikian, pertumbuhan penduduk berdampak positif

maupun negatif bagi pembangunan ekonomi tergantung pada kemampuan

sistem perekonomian yang bersangkutan untuk menyerap dan secara

produktif memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut.

Tenaga kerja sektor pertanian tahun 2007 mencapai 38,13 juta orang,

tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi 38,36 juta (0,23%). Tahun 2009

naik lagi menjadi 38,61 juta orang. Tahun 2010 kembali naik lagi menjadi

38,70 juta orang atau naik sebesar 0,09%, kemudian pada tahun 2011

menurun menjadi 36,54 juta atau menurun sebesar 5,57%. Grafik pergerakan

tenaga kerja dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6.

Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Tahun 2007-2011.

Rata-rata kontribusi sektor pertanian terhadap angkatan kerja Nasional

pada kurun waktu 2007-2011 sebesar 33,84% dari keseluruhan tenaga kerja

nasional yang bekerja. Selama lima tahun terakhir terjadi kecenderungan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


34

penurunan kontribusi tenaga kerja sektor pertanian terhadap tenaga kerja

nasional. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Kontribusi Tenaga Kerja Sektor Pertanian terhadap Angkatan Kerja

Nasional.

Tahun

Tenaga Kerja

Pertanian

(Juta orang)

Angkatan Kerja

Nasional

(Juta orang)

Persentase

(Pertanian/

Nasional, %)

2007 38,13 109,94 34,68

2008 38,36 111,94 34,27

2009 38,38 113,83 33,72

2010 38,7 116,53 33,21

2011 36,54 109,67 33,32

Rata 33,84

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011.

Pada 2007 kontribusi sektor pertanian terhadap keseluruhan tenaga

kerja nasional yang bekerja sebesar 34,68%, kemudian pada tahun 2008

mengalami penurunan sebesar 34,27% dan pada tahun 2009 turun menjadi

33,72%, pada tahun 2010 mengalami sedikit lagi penurunan menjadi 33.21%

dan pada tahun 2011 mengalami sedikit kenaikan menjadi 33,31. Penurunan

kontribusi penyerapan tenaga kerja sektor pertanian terhadap keseluruhan

angkatan kerja nasional tidak sejalan dengan meningkatnya kontribusi sektor

pertanian terhadap PDB nasional. Berkenaan dengan hal tersebut, maka

sektor pertanian perlu melakukan perbaikan, mengingat sektor pertanian

merupakan sektor terbesar dalam penyerapan tenaga kerja.

Apabila dilihat dari kontribusi tenaga kerja tiap sub sektor terhadap

sektor pertanian menunjukkan, bahwa subsektor tanaman pangan

memberikan kontribusi terbesar diantara subsektor lainnya yaitu sebesar

51,40%. Selanjutnya subsektor perkebunan memberikan kontribusi sebesar

30,08%. Subsektor peternakan memberikan kontribusi penyerapan tenaga

kerja sebesar 10,81% dan subsektor hortikultura memberikan kontribusi

penyerapan tenaga kerja sebesar 7,71%, lihat Gambar 7.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


35

Gambar 7.

Rata-Rata Kontribusi Tenaga Kerja Subsektor Pertanian

Terhadap Sektor Pertanian Tahun 2007 - 2011.

Apabila tenaga kerja pertanian tersebut dilihat berdasarkan lapangan

usaha utama dan jenis kelamin ini menunjukkan tenaga kerja subsektor

tanaman pangan baik tenaga kerja laki-laki maupun perempuan mengalami

penurunan masing-masing 2,66% dan 1,93%, sedangkan tenaga kerja

subsektor yang lainnya yaitu hortikultura, peternakan dan perkebunan

mengalami pertumbuhan yang positif. Perbandingan tenaga kerja pertanian

berdasarkan jenis kelamin dan lapangan usaha dapat dilihat pada Gambar 8

berikut.

Gambar 8. Grafik Perkembangan Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Berdasarkan Lapangan usaha Utama dan Jenis Kelamin Tahun

2007-2011.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


36

Perkembangan jumlah tenaga kerja pertanian 2007-2011 berdasarkan

kelompok umur pada umumnya mengalami penurunan untuk masing-masing

kelompok umur kecuali pada kelompok umur 30-34, 35-39 dan 50-54

mengalami peningkatan masing-masing 0,02%, 0,31% dan 1,38 %. Data

selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Perkembangan Tenaga Kerja Sektor Pertanian berdasarkan

Kelompok Umur Tahun 2007-2011.

Umur Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Perk. 07-11

15 – 19 2.370.225 2.221.909 2.343.007 1.969.978 1.945.164 -4,82

20 – 24 3.324.937 3.105.038 3.062.673 2.659.967 2.775.229 -4,42

25 – 29 3.882.471 3.985.705 3.867.448 3.791.868 3.696.502 -1,22

30 – 34 4.203.425 4.357.044 4.326.707 4.354.144 4.205.982 0,02

35 – 39 4.233.721 4.489.565 4.427.287 4.490.445 4.286.376 0,31

40 – 44 4.304.480 4.253.027 4.308.575 4.508.596 4.289.778 -0,09

45 – 49 4.092.417 4.175.941 4.153.080 4.250.894 3.997.870 -0,58

50 – 54 3.537.360 3.717.904 3.796.501 3.984.394 3.737.020 1,38

55 – 59 2.909.114 2.812.689 2.922.197 3.146.343 2.749.852 -1,40

60+ 5.275.738 5.246.159 5.402.522 5.542.414 4.858.199 -2,04

38.133.888 38.364.981 38.609.997 38.699.043 36.541.972 -1,06

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut diatas, menunjukkan bahwa penurunan

tenaga kerja paling banyak 4,82% pada kelompok umur 15 – 19 tahun, diikuti

pada tenaga kerja yang berumur 20-24 sebanyak 4,42%, serta pada

kelompok umur lebih besar dari 60 tahun. Persentase tenaga kerja

berdasarkan umur tahun 2007-2011 dapat dilihat pada Gambar 9, berikut.

Gambar 9. Perkembangan Persentase Tenaga Kerja Pertanian Tahun 2007-

2011.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


37

Tenaga kerja sektor pertanian berdasarkan umur dibedakan antara

Generasi Muda Pertanian yang berumur (15 – 29 tahun) dan Bukan Generasi

Muda Pertanian yang berumur (30 – 60 tahun). Persentase perbandingan

antara kelompok umur tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Sektor Pertanian

Tahun 2007-2011.

Umur Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Perk. 07-11

Generasi Muda 9.577.633 9.312.652 9.273.128 8.421.813 8.416.895 -3,18

Bukan Generasi Muda 28.556.255 29.052.329 29.336.869 30.277.230 28.125.077 -0,38

Jumlah 38.133.888 38.364.981 38.609.997 38.699.043 36.541.972 -1,06

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat minat generasi muda pada

sektor pertanian sampai dengan tahun 2007-2011 terus menurun. Penurunan

per tahun rata-rata 3,18%, sedangkan penurunan pada tenaga kerja bukan

generasi muda hanya 0,38% saja. Apabila dilihat dari persentase antara

generasi muda dan bukan generasi muda dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4.

Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Tahun 2007-2011.

Uraian 2007 2008 2009 2010 2011

Generasi Muda 25,12 24,27 24,02 21,76 23,03

Bukan Generasi Muda 74,88 75,73 75,98 78,24 76,97

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa perbandingan generasi

muda dan Bukan Generasi Muda pada tahun 2007 dan tahun 2011 masingmasing

adalah 25,12%:74,88% dan 23,03%:76,97%. Hal ini memperlihatkan

bahwa persentase tenaga kerja yang termasuk generasi muda mengalami

penurunan sedangkan persentasi bukan generasi muda mengalami

peningkatan.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


38

Perkembangan jumlah tenaga kerja pertanian berdasarkan tingkat

pendidikan menunjukkan bahwa pada periode 2007-2011 terjadi peningkatan

untuk masing-masing jenis tingkat pendidikan kecuali pada tingkat Sekolah

Dasar (SD) dan SLTP mengalami penurunan masing-masing 5,56% dan

1,87%, jumlah tenaga kerja pertanian berdasarkan pendidikan secara rinci

dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011.

Tk. Pendd Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Per 07-11

Tidak/belum pernah sekolah 3.711.447 3.728.953 4.280.500 3.720.759 4.084.419 2,42

Tidak Tamat SD 7.688.834 7.412.274 11.105.395 10.280.728 9.099.513 4,30

SD 17.848.675 17.569.695 13.560.621 14.884.127 14.200.235 -5,56

SLTP 6.093.844 5.920.012 6.018.820 6.281.776 5.650.885 -1,87

SMA 2.047.872 2.464.032 2.418.497 2.433.737 2.512.785 5,25

SMK 602.399 808.654 993.440 878.122 788.996 6,98

DIPLOMA I/II/III 91.966 300.808 130.176 103.742 104.287 3,19

UNIVERSITAS/DIV 48.851 160.553 102.548 116.052 100.852 19,87

38.133.888 38.364.981 38.609.997 38.699.043 36.541.972 -1,06

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasar tabel tersebut diatas, menunjukan, bahwa perkembangan

tenaga kerja pada sekror pertanian selama periode 2007-2011 terjadi

pertumbuhan yang cukup tinggi pada tingkat pendidikan Universitas, SMK

dan SMA masing-masing dengan pertumbuhan 19,87%, 6,98% dan 5,25%

per tahun. Perkembangan tenaga kerja berdasarkan pendidikan 2007-2011

dapat dilihat pada Gambar 10.

Gambar 10. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Pertanian Berdasarkan

Pendidikan Tahun 2007-2011.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


39

Perkembangan tenaga kerja sektor pertanian berdasarkan jenis

kelamin pada tahun 2007-2011 menunjukkan bahwa tenaga kerja laki-laki

lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kerja perempuan. Baik tenaga

kerja laki-laki maupun tenaga kerja perempuan mengalami penurunan pada

periode 2007-2011 masing-masing 1,02% dan 1,13% per tahun. Data

selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan

Jenis Kelamin Tahun 2007-2011.

Jenis Kelamin

Tahun

Laki-2 % Perempuan % Jumlah

Agst-2007 23.423.190 61,42 14.710.698 38,58 38.133.888

Agst-2008 23.439.018 61,09 14.925.963 38,91 38.364.981

Agst-2009 23.695.905 61,37 14.914.092 38,63 38.609.997

Agst-2010

23.781.233 61,45 14.917.810 38,55 38.699.043

Agst-2011 22.482.257 61,52 14.059.715 38,48 36.541.972

Pertumbuhan 07-11 -1,02 -1,13 -1,06

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa penyerapan jumlah

tenaga kerja pertanian tahun 2007-2011 menunjukkan trend negatif.

Menurunnya jumlah tenaga kerja ini diikuti juga oleh penurunan tenaga kerja

berdasarkan jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan.

Perkembangan jumlah tenaga kerja pertanian berdasarkan status

pekerjaan menunjukkan bahwa pada periode 2007-2011 terjadi penurunan

untuk masing-masing jenis status pekerjaan seperti berusaha sendiri dan

berusaha dibantu buruh tidak tetap/ buruh tdk dibayar, buruh/karyawan,

pekerja bebas, dan pekerja tak dibayar sedangkan berusaha dibantu buruh

tetap/buruh dibayar mengalami peningkatan. Data selengkapnya dapat dilihat

pada Tabel 7.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


40

Tabel 7. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun 2007-2011.

Status Pekerjaan Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 %

Berusaha sendiri 3.870.336 4.221.905 3.980.007 3.591.720 4.014.388 10,99

Berusaha dibantu buruh

tidak tetap/ buruh tdk

dibayar

Berusaha dibantu buruh

tetap/buruh dibayar

Perk.

2007-

2011

0,92

14.051.251 13.753.217 13.292.793 13.469.978 11.555.821 31,62 -4,77

696.522 708.508 766.412 793.603 935.057 2,56 7,64

Buruh/karyawan 1.869.898 2.061.907 2.512.382 2.142.615 2.428.097 6,64 6,75

Pekerja bebas 5.357.257 5.458.558 5.368.756 5.387.129 5.102.760 13,96 -1,21

Pekerja tak dibayar 12.288.624 12.160.886 12.689.647 13.313.998 12.505.849 34,22 0,44

38.133.888 38.364.981 38.609.997 38.699.043 36.541.972 100,00 -1,06

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan data tersebut diatas, menunjukan pada periode 2007-

2011 banyak tenaga kerja pertanian berdasarkan status mengalami

penurunan. Penurunan tertinggi pada status berusaha dibantu buruh tidak

tetap/buruh tidak dibayar dan pekerja bebas, masing-masing penurunan

sebesar 4,77% dan 1,21%. Persentase tenaga kerja berdasarkan status

pekerjaan dapat dilihat pada Gambar 11.

Gambar 11. Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Status Pekerjaan

Tahun 2007-2011.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


41

Perbandingan tenaga kerja desa dan kota adalah pada tahun 2007

adalah 90,25%:9,75% sedangkan pada tahun 2011 berubah menjadi

84,48%:14,52%. Hal ini menunjukan tenaga kerja pada sektor pertanian di

perdesaan mengalami penurunan sedangkan yang berada di kota semakin

meningkat. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Tenaga kerja berdasarkan domisili (Kota/desa) Sektor Pertanian

Tahun 2007-2011.

Tahun Kota % Desa % Jumlah

Agst-2007 3.717.618 9,75 34.416.270 90,25 38.133.888

Agst-2008 3.787.790 9,87 34.577.191 90,13 38.364.981

Agst-2009 3.902.278 10,11 34.707.719 89,89 38.609.997

Agst-2010 3.635.547 9,39 35.063.496 90,61 38.699.043

Agst-2011 5.305.489 14,52 31.236.483 85,48 36.541.972

Pert 07-11 9,30 -2,39 -1,06

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Perkembangan jumlah tenaga kerja pertanian tahun 2007-2011

berdasarkan provinsi sangat bervariasi tergantung kepada luas areal

pertanaman atau kegiatan pertanian di daerah tersebut. Provinsi dengan

pertumbuhan tenaga kerja yang paling tinggi terdapat di daerah DKI dengan

pertumbuhan 16,65%, Maluku dengan pertumbuhan 13,37% dan Papua

dengan pertumbuhan 11,74 %. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel

9.

Tabel 9. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan

Provinsi Tahun 2007-2011.

Provinsi Tahun %

Agst-2007 Agst-2008 Agst-2009 Agst-2010 Agst-2011

1 N A D 695.563 708.624 760.202 739.432 834.539 2,28 4,66

2 Sumatera Utara 2.247.662 2.392.468 2.504.505 2.704.910 2.420.001 6,62 1,86

2011

Perk

07-11

3 Sumatera Barat 852.127 877.108 845.418 850.702 766.834 2,10 -2,60

4 Riau 854.647 939.110 925.250 897.829 1.032.477 2,83 4,84

5 Jambi 638.783 684.236 675.218 783.504 742.421 2,03 3,83

6 Sumatera Selatan 1.837.529 1.841.083 1.846.569 1.935.722 1.983.149 5,43 1,92

7 Bengkulu 461.086 447.330 460.718 463.938 443.549 1,21 -0,96

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


42

8 Lampung 1.791.309 1.753.055 1.763.282 2.039.632 1.632.467 4,47 -2,29

9 Bangka-Belitung 137.672 140.052 132.780 167.385 133.522 0,37 -0,76

10 Kepulauan Riau 34.216 38.494 38.743 36.511 49.228 0,13 9,52

11 DKI Jakarta 8.981 #VALUE! 9.056 11.324 16.631 0,05 16,65

12 Jawa Barat 3.958.346 3.978.516 3.996.717 3.785.911 3.483.792 9,53 -3,14

13 Jawa Tengah 5.729.123 5.370.153 5.505.747 5.278.944 5.065.174 13,86 -3,03

14 D I Y 515.517 535.675 552.809 531.857 409.223 1,12 -5,61

15 Jawa Timur 7.879.626 7.709.508 7.791.899 7.463.620 7.124.238 19,50 -2,49

16 Banten 721.261 771.604 682.395 666.679 570.429 1,56 -5,70

17 Bali 650.805 679.154 654.110 634.614 535.710 1,47 -4,75

18 Nusa Tenggara Barat 836.780 799.913 811.815 934.255 795.110 2,18 -1,27

19 Nusa Tenggara Timur 1.282.584 1.360.752 1.370.536 1.261.189 1.244.660 3,41 -0,75

20 Kalimantan Barat 1.180.569 1.250.936 1.252.553 1.190.888 1.234.286 3,38 1,12

21 Kalimantan Tengah 509.156 539.722 543.456 509.433 517.230 1,42 0,39

22 Kalimantan Selatan 664.970 703.412 660.480 650.906 693.112 1,90 1,04

23 Kalimantan Timur 281.585 359.171 349.735 348.654 343.186 0,94 5,07

24 Sulawesi Utara 334.134 319.841 302.281 317.569 275.697 0,75 -4,69

25 Sulawesi Tengah 588.298 605.095 611.114 598.255 583.129 1,60 -0,22

26 Sulawesi Selatan 1.372.999 1.393.902 1.387.060 1.375.850 1.270.119 3,48 -1,93

27 Sulawesi Tenggara 442.769 460.307 426.286 420.697 358.510 0,98 -5,14

28 Gorontalo 149866 161434 151.057 153.428 137.034 0,38 -2,21

29 Sulawesi Barat 266.970 272.300 264.738 290.922 281.149 0,77 1,30

30 Maluku 163309 256.301 256.341 258.107 269.760 0,74 13,37

31 Maluku Utara 207130 210523 210816 218578 219525 0,60 1,46

32 Papua Barat 121.895 153.753 154710 141299 114669 0,31 -1,52

33 Papua 616.621 636980 711.601 1.036.499 961.412 2,63 11,74

Total 38.133.888 38.350.512 38.609.997 38.699.043 36.541.972 100,00 -1,06

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012

Berdasarkan tabel diatas, jumlah tenaga kerja pertanian pada tahun

2011 yang paling banyak terdapat di provinsi Provinsi Jawa Timur sebanyak

7,1 juta orang (19,50%), Jawa Tengah sebanyak 5,0 juta orang (13,64%)

dan Jawa Barat 3,48 Juta (9,53%). Sedangkan yang paling sedikit jumlah

tenaga kerjanya terdapat di provinsi DKI Jakarta sebanyak 16,63 ribu orang

(0,05%), Kepulauan Riau sebanyak 49,22 ribu orang (0,12%) dan di Provinsi

Papua Barat sebanyak 114,66 ribu orang (0,31%).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


43

3.2.1. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan.

Subsektor tanaman pangan merupakan subsektor yang memberikan

kontribusi terbesar dalam penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian.

Proporsi rata-rata kontribusi subsektor tanaman pangan dalam penyerapan

tenaga kerja selama kurun waktu 2007-2011 sebesar 51,40% dari

keseluruhan pekerja di sektor pertanian. Pada tahun 2007 subsektor tanaman

pangan dapat menciptakan tenaga kerja sebanyak 20,87 juta orang. Tahun

2008 terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja di subsektor tanaman

pangan sebanyak 20,05 juta orang. Pada tahun 2009 kembali naik menjadi

20,55 juta orang. Mulai tahun 2010 sampai 2011 kembali mengalami

penurunan masing masing menjadi 19,42 juta orang dan 16,93 Juta.

Gambar 12. Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Tahun 2007 – 2011.

Berdasarkan Gambar 12, terlihat bahwa selama dua tahun terakhir

terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja di subsektor tanaman pangan.

Namun seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa selama dua tahun

terakhir PDB subsektor tanaman pangan sebaliknya justru mengalami

peningkatan. Dalam hal ini terjadi hubungan elastisitas yang negatif, yaitu

dengan naiknya PDB justru menurunkan penyerapan tenaga kerja. Hal ini

dapat diduga karena adanya efisiensi atau pengurangan tenaga kerja, atau

dikarenakan peralihan penggunaan teknologi/mekanisasi sehingga

mengurangi jumlah tenaga kerja.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


44

Pada subsektor tanaman pangan terjadi penurunan tenaga kerja ratarata

per tahun antar tahun 2007-2011 yaitu sebesar 5,09%. Penurunan

tenaga kerja pada subsektor ini diikuiti oleh seluruh kelompok umur. Rincian

lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor Tanaman

Pangan Tahun 2007-2011.

Umur Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Per. 07-11

15 – 19 988.191 914.454 1.008.838 754.673 696.146 -8,39

20 – 24 1.467.673 1.393.154 1.412.345 1.060.460 1.015.859 -8,79

25 – 29 1.862.281 1.848.907 1.842.800 1.602.990 1.466.498 -5,80

30 – 34 2.095.678 2.090.385 2.142.671 1.938.698 1.747.181 -4,45

35 – 39 2.266.284 2.261.086 2.282.456 2.152.124 1.870.961 -4,68

40 – 44 2.444.183 2.269.347 2.333.089 2.330.655 2.049.503 -4,31

45 – 49 2.400.404 2.299.111 2.303.974 2.311.731 1.967.361 -4,85

50 – 54 2.168.811 2.136.757 2.200.796 2.203.107 1.921.046 -2,99

55 – 59 1.814.098 1.661.309 1.752.060 1.792.116 1.469.047 -5,14

60+ 3.363.214 3.177.634 3.273.563 3.275.339 2.733.593 -5,05

20.870.817 20.052.144 20.552.592 19.421.893 16.937.195 -5,09

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut diatas, pada tahun 2011 dapat dilihat

kelompok tenaga kerja tertinggi terdapat pada umur 60 tahun keatas

sebanyak 2,7 juta orang, umur 40-44 tahun sebanyak 2 juta orang, dan umur

45-49 tahun sebanyak 1,9 juta orang. Jumlah tenaga kerja terendah terdapat

pada kelompok umur 25-29 tahun sebanyak 1.4 juta orang, berturut-turut

diikuti kelompok umur 20-24 tahun sebanyak 1 juta orang, dan umur 15-19

tahun sebanyak 690 ribu orang. Data tersebut menunjukan bahwa tenaga

kerja pertanian tertinggi berada pada kelompok umur tidak produktif (umur

60+). Perkembangan tenaga kerja berdasarkan umur tahun 2007-2011 dapat

dilihat pada Gambar 13.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


45

Gambar 13. Perkembangan Tenaga Kerja Berdasarkan Umur pada Subsektor

Tanaman Pangan Tahun 2007-2011.

Tenaga kerja subsektor Tanaman Pangan berdasarkan kelompok umur

dibedakan antara Generasi Muda Pertanian yang berumur 15–29 tahun dan

Bukan Generasi Muda Pertanian yang berumur 30–60 tahun. Persentase

perbandingan antara kelompok umur dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11.

Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor

Tanaman Pangan Tahun 2007-2011.

Kel. Generasi Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011

Generasi Muda

20,69 20,73 20,75 17,60 18,77

Bukan Generasi Muda

79,31 79,27 79,25 82,40 81,23

Total

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat minat generasi muda pada

subsektor tanaman pangan sampai dengan tahun 2011 masih sangat sedikit

dibandingkan Bukan Generasi Muda yaitu 18,77% : 81,23%. Jika dilihat

perkembangan Tenaga Kerja Generasi Muda dari tahun 2007 – 2011

mengalami penurunan. Hal tersebut menunjukkan kurangnya minat generasi

muda pertanian pada sub suktor tanaman pangan. Persentase perbandingan

antara kelompok umur dapat dilihat pada Gambar 14.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


46

Gambar 14. Persentase Kelompok Umur Subsektor Tanaman Pangan yang

tergabung dalam Generasi Muda dan Bukan Generasi Muda

pada Tahun 2007-2011.

Perkembangan tenaga kerja Subsektor Tanaman Pangan berdasarkan

jenis kelamin pada tahun 2007-2011 menunjukkan bahwa tenaga kerja lakilaki

lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kerja perempuan.

Perkembangan tenaga kerja laki-laki maupun tenaga kerja perempuan

mengalami penurunan pada periode 2007-2011 masing-masing 5,16% dan

4,98% per tahun, data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Subsektor Tanaman Pangan Tahun 2007-2011.

Tahun Laki-2 % Perempuan % Jumlah

Agst-2007

12.591.720 21,46 8.279.097 21,15 20.870.817

Agst-2008

11.875.799 20,24 8.176.345 20,88 20.052.144

Agst-2009

12.414.009 21,15 8.138.583 20,79 20.552.592

Agst-2010

11.613.675 19,79 7.808.218 19,94 19.421.893

Agst-2011

10.187.937 17,36 6.749.258 17,24 16.937.195

% Perk. 07-11 -5,16 -4,98 -5,09

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja

pertanian pada subsektor tanaman pangan mengalami penurun. Menurunnya

jumlah tenaga kerja ini lebih disebabkan karena berkurangnya tenaga kerja

laki-laki dan perempuan pada dua tahun terakhir.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


47

Perkembangan jumlah tenaga kerja pertanian pada Sub Sektor

Tanaman Pangan, berdasarkan tingkat pendidikan periode 2007-2011 secara

umum terjadi penurunan pada tenaga kerja dengan tingkat pendidikan SD

dan SLTP masing-masing 5,56% dan 1,87%. Sedangkan yang berpendidikan

SMA, SMK, Diploma dan Sarjana memperlihatkan perkembangan yang cukup

signifikan termasuk tingkat pendidikan Tidak Tamat SD dan Tidak/Belum

Pernah Sekolah. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Sub Sektor Tanaman

Pangan Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011.

Tk. Pendd Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Per 07-11

Tidak/belum pernah sekolah 2.228.442 2.144.024 2.520.306 2.186.001 2.268.247 0,44

Tidak Tamat SD 4.348.194 3.988.354 5.967.920 5.382.743 4.427.896 0,46

SD 9.996.556 9.250.083 7.342.248 7.659.485 6.716.555 -9,46

SLTP 3.045.520 2.797.845 2.933.121 2.788.731 2.256.235 -7,23

SMA 916.792 1.163.771 1.150.499 961.318 937.680 0,56

SMK 283.376 391.236 512.979 361.409 274.091 -0,83

DIPLOMA I/II/III 38.000 226.214 73.708 44.482 29.428 -6,19

UNIVERSITAS/DIV 13.937 90.617 51.811 37.724 27.063 18,05

20.870.817 20.052.144 20.552.592 19.421.893 16.937.195 -5,09

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut diatas pada tahun 2011 dapat dilihat

kelompok tenaga kerja tertinggi terdapat pada kelompok berpendidikan SD

sebanyak 6,7 juta orang, Tidak Tamat SD sebanyak 4,4 juta orang, tidak,

belum pernah sekolah 2,27 Juta dan berpedidikan SLTP sebanyak 2,2 juta

orang. Kelompok tenaga kerja terendah terdapat pada kelompok

berpendidikan SMA, SMK, Diploma dan Universitas. Perkembangan tenaga

kerja berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2007-2011 dapat dilihat pada

Gambar 15.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


48

Gambar 15.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman

Pangan Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011.

Perkembangan jumlah tenaga kerja subsektor tanaman pangan

berdasarkan status pekerjaan menunjukkan bahwa pada periode 2007-2011

terjadi penurunan untuk masing-masing jenis status pekerjaan yaitu tenaga

kerja dengan status berusaha sendiri, Berusaha dibantu buruh tidak tetap/

buruh tdk dibayar, Buruh/karyawan, Pekerja bebas, dan Pekerja tak dibayar.

Sedangkan Pekerja Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar mengalami

kenaikan. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman

Pangan Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun 2007-2011.

Status Pekerjaan Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 %

Perk.

2007-

2011

Berusaha sendiri 1.539.912 1.724.343 1.547.733 1.040.456 1.220.146 7,20 -5,65

Berusaha dibantu buruh tidak

tetap/ buruh tdk dibayar

8.648.293 8.011.581 7.699.582 7.634.631 5.964.744 35,22 -8,87

Berusaha dibantu buruh

tetap/buruh dibayar

415.735 406.718 463.204 431.305 493.768 2,92 4,39

Buruh/karyawan 515.031 397.361 1.080.557 328.202 253.936 1,50 -16,20

Pekerja bebas 3.454.694 3.360.300 3.355.004 3.478.667 3.281.736 19,38 -1,28

Pekerja tak dibayar 6.297.152 6.151.841 6.406.512 6.508.632 5.722.865 33,79 -2,36

20.870.817 20.052.144 20.552.592 19.421.893 16.937.195 100,00 -5,09

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan data tersebut diatas, perkembangan jumlah tenaga kerja

subsektor tanaman pangan berdasarkan status pekerjaan pada periode tahun

2007-2011 mengalami penurunan sebesar 5,09%, penurunan tertinggi terjadi

pada status pekerjaan Buruh/Karyawan sebesar 16,20%, diikuti berturut-turut

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


49

status pekerjaan Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap/Buruh Tidak Dibayar

sebesar 8,87%, Berusaha Sendiri sebesar 5,65%, Pekerja tak Dibayar sebesar

2,36% dan Pekerja Bebas menurun sebesar 1,23%. Sedangkan pada status

pekerjaan Berusaha Dibantu Buruh Tetap/Buruh Dibayar terjadi peningkatan

sebesar 4,39%. Persentase tenaga kerja berdasarkan status pekerjaan dapat

dilihat pada Gambar 16.

Gambar 16. Persentase Status Pekerjaan Berdasarkan Subsektor Tanaman

Pangan Tahun 2007-2011.

Perbandingan tenaga kerja pada subsektor tanaman pangan antara

Kota dan Desa pada tahun 2007 berbanding 10,25% : 89,75% sedangkan

pada tahun 2011 perbandingannya menjadi 16% : 84%. Hal ini menunjukkan

bahwa tenaga kerja pada subsektor tanaman pangan di desa mengalami

penurunan sedangkan yang berada di kota mengalami peningkatan. Data

selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 15. Tenaga kerja berdasarkan domisili (Kota/Desa) Subsektor

Tanaman Pangan Tahun 2007-2011.

Tahun Kota % Desa % Jumlah

Agst-2007 2.139.054 10,25 18.731.763 89,75 20.870.817

Agst-2008 1.993.831 9,94 18.058.313 90,06 20.052.144

Agst-2009 2.216.908 10,79 18.335.684 89,21 20.552.592

Agst-2010 1.932.811 9,95 17.489.082 90,05 19.421.893

Agst-2011 2.710.487 16,00 14.226.708 84,00 16.937.195

% Perk. 07-11 6,10 -6,65 -5,09

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


50

Berdasarkan data diatas, menunjukkan bahwa rata-rata perkembangan

untuk tenaga kerja berdasarkan domisili (Kota/Desa) dari tahun 2007-2011

mengalami penurunan sebesar 5,09%. Rata-rata perkembangan domisili di

Kota sebesar 6,10% dan rata-rata perkembangan domisili di desa minus

sebesar 6,65%. Persentase tenaga kerja berdasarkan domisili dapat dilihat

pada Gambar 17.

Gambar 17. Persentase Status Pekerjaan Berdasarkan Domisili (Kota/Desa)

Subsektor Tanaman Pangan Tahun 2007-2011.

Perkembangan tenaga kerja subsektor tanamanan pangan per provinsi

pada tahun 2011 yang paling banyak terdapat di provinsi Provinsi Jawa Timur

sebanyak 3,1 juta orang (18,78%), Jawa Tengah sebanyak 2,9 juta orang

(17,46%) dan Jawa Barat sebanyak 2,3 juta orang (13,87%). Sedangkan

yang paling sedikit jumlah tenaga kerjanya terdapat di provinsi DKI Jakarta

sebanyak 1,1 ribu orang (0,01%), Kepulauan Riau sebanyak 1,2 ribu orang

(0,01%) dan di Provinsi Bangka Belitung sebanyak 2,9 ribu orang (0,02%).

Perkembangan jumlah tenaga kerja subsektor tanaman pangan tahun 2007-

2011 berdasarkan provinsi sangat bervariasi. Provinsi dengan perkembangan

yang paling tinggi terdapat di Provinsi Maluku dengan perkembangan

23,06%, Provinsi Papua dengan perkembangan 10,25% dan Provinsi DKI

Jakarta dengan perkembangan 6,74%. Sedangkan perkembangan yang

paling sedikit atau dengan perkembangan negatif yaitu terdapat di Provinsi

Kepulauan Riau, DIY, dan Riau masing-masing 24,86%; 14,59%; dan

13,09%. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 16.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


51

Tabel 16. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

Berdasarkan Provinsi Tahun 2007-2011.

Provinsi

Tahun

Agst-2007 Agst-2008 Agst-2009 Agst-2010 Agst-2011

%

Perk 07-

11

Aceh 411.104 381.356 433.600 385.771 466.864 2,76 3,23

Sumatera Utara 952.608 972.708 1.011.200 992.429 780.461 4,61 -4,86

Sumatera Barat 477.759 482.698 458.798 410.388 321.584 1,90 -9,42

Riau 91.336 100.045 56.253 57.423 52.115 0,31 -13,09

Jambi 120.117 116.853 128.018 110.017 83.448 0,49 -8,70

Sumatera Selatan 647.704 616.171 659.440 639.236 464.697 2,74 -7,97

Bengkulu 129.388 112.109 109.303 103.167 94.503 0,56 -7,55

Lampung 859.368 778.333 805.401 907.439 517.032 3,05 -11,93

Bangka-Belitung 2.977 18.774 16.482 5.263 2.914 0,02 -0,53

Kepulauan Riau 3.852 4.880 11.857 5.655 1.228 0,01 -24,86

DKI Jakarta 885 - 367 518 1.149 0,01 6,74

Jawa Barat 3.014.837 2.735.465 2.925.861 2.745.496 2.349.917 13,87 -6,04

Jawa Tengah 3.935.912 3.402.075 3.575.630 3.297.394 2.957.471 17,46 -6,90

D I Y 381.180 365.464 385.807 310.449 202.843 1,20 -14,59

Jawa Timur 3.982.630 3.823.188 3.879.124 3.557.969 3.180.111 18,78 -5,47

Banten 561.341 609.457 555.104 542.653 445.286 2,63 -5,63

Bali 197.483 238.514 191.409 187.961 162.695 0,96 -4,73

Nusa Tenggara Barat 384.700 366.042 354.063 418.259 346.131 2,04 -2,61

Nusa Tenggara Timur 964.378 956.823 988.589 878.082 876.644 5,18 -2,36

Kalimantan Barat 436.265 410.025 511.085 369.096 323.386 1,91 -7,21

Kalimantan Tengah 213.937 220.070 240.139 166.040 152.324 0,90 -8,14

Kalimantan Selatan 381.408 387.856 384.449 332.972 332.080 1,96 -3,40

Kalimantan Timur 159.996 213.123 216.218 175.356 146.805 0,87 -2,13

Sulawesi Utara 151.722 187.063 183.360 122.230 147.563 0,87 -0,69

Sulawesi Tengah 248.652 260.252 256.437 210.689 241.690 1,43 -0,71

Sulawesi Selatan 859.379 895.389 875.333 861.518 830.177 4,90 -0,86

Sulawesi Tenggara 210.986 227.391 181.575 177.795 139.020 0,82 -9,90

Gorontalo 129.823 135.829 121.594 118.584 102.544 0,61 -5,73

Sulawesi Barat 68.982 75.348 70.994 70.071 85.427 0,50 5,49

Maluku 81.592 197.083 178.328 152.300 187.136 1,10 23,06

Maluku Utara 57.315 68.782 61.552 45.776 44.970 0,27 -5,88

Papua Barat 91.429 121.914 98.396 96.857 70.011 0,41 -6,46

Papua 559.772 571.064 626.826 967.040 826.969 4,88 10,25

Total 20.770.817 20.052.144 20.552.592 19.421.893 16.937.195 100,00 -4,97

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel diatas rata-rata perkembangan mengalami

penurunan sebesar 4,97%. Hampir setiap provinsi mengalami penurunan

jumlah rata-rata dari tahun 2007-2011 kecuali Provinsi Maluku, Papua, DKI

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


52

Jakarta, Sulawesi Barat, dan NAD mengalami perkembangan masing-masing

sebesar 23,06%; 10,25%; 6,74%; 5,49%; dan 3,23%;.

3.2.2. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura.

Subsektor Hortikultura merupakan Subsektor yang memberikan

kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja di sektor Pertanian. Pada

tahun 2007 subsektor hortikultura menyerap tenaga kerja sebanyak 2,63 juta

orang. Pada tahun 2008 tenaga kerja yang dapat diserap mengalami

peningkatan sebanyak 2,78 juta orang. Pada tahun 2009 penyerapan tenaga

kerja kembali naik dengan laju pertumbuhan sebesar 2,95 juta orang, tahun

2010 naik menjadi 3,00 juta orang dan pada tahun 2011 naik lagi menjadi

3,32 juta orang.

Gambar 18. Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura Tahun 2007-2011.

Berdasarkan Gambar 18, terlihat bahwa terdapat peningkatan

penyerapan tenaga kerja subsektor hortikultura selama periode tahun 2007-

2011. Peningkatan tenaga kerja subsektor ini pada tahun 2007-2011 yaitu

sebesar 2,76%. Pertumbuhan rata-rata tenaga kerja pada subsektor

hortikultura berdasarkan kelompok umur terjadi peningkatan pada semua

kelompok umur, kecuali pada kelompok umur 15-19 tahun dan kelompok

umur 20-24 tahun yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,81%

dan 4,04 % per tahun. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 17.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


53

Tabel 17. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor Hortikultura

Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2007-2011.

Umur Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Per. 07-10

15 - 19 153.239 158.034 170.417 131.118 182.469 4,46

20 - 24 246.893 228.225 237.871 206.383 259.199 1,22

25 - 29 280.944 294.202 299.227 301.704 362.325 6,57

30 - 34 314.919 353.739 345.333 372.288 416.248 7,22

35 - 39 298.697 332.395 353.964 374.522 399.179 7,52

40 - 44 299.195 299.606 329.514 367.832 374.547 5,78

45 - 49 273.043 312.957 312.837 326.408 353.969 6,70

50 - 54 225.799 246.788 292.773 300.732 341.353 10,88

55 - 59 191.876 201.266 209.239 232.412 248.122 6,64

60+ 347.320 348.911 396.551 387.678 386.015 2,68

2.631.925 2.776.123 2.947.726 3.001.077 3.323.426 6,01

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel di atas, pada tahun 2011 dapat dilihat bahwa

penyerapan tenaga kerja subsektor ini yang terbanyak berada pada kelompok

umur 30-34 tahun sebanyak 416.248 orang, disusul kelompok umur 35-39

tahun sebanyak 399.179 orang, dan kelompok umur 60 tahun keatas

sebanyak 386.015 orang. Perkembangan tenaga kerja berdasarkan kelompok

umur tahun 2007-2011 dapat dilihat pada Gambar 19.

Gambar 19. Perkembangan Tenaga Kerja Berdasarkan Umur pada Subsektor

Hortikultura Tahun 2007-2011.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


54

Tenaga kerja sub sektor hortikultura berdasarakan kelompok umur

dibedakan antara Generasi Muda Pertanian yang berumur 15 – 29 tahun dan

Bukan Generasi Muda Pertanian yang berumur 30 – 60 tahun. Persentase

perbandingan antara kelompok umur tersebut dapat dilihat pada Tabel 18.

Tabel 18.

Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor

Hortikultura Tahun 2007-2011.

Kel. Generasi Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011

Generasi Muda 37,84 37,25 35,72 33,70 36,72

Bukan Generasi Muda 62,16 62,75 64,28 66,30 63,28

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa minat Generasi Muda

pada subsektor hortikultura sampai dengan tahun 2011 lebih sedikit

dibandingkan dengan yang Bukan Generasi Muda yaitu berbanding 36,72% :

63,28%. Jika dilihat perkembangan tenaga kerja yang termasuk ke dalam

kelompok Generasi Muda dari tahun 2007 – 2011 mengalami penurunan.

Persentase perbandingan antara kelompok umur yang termasuk Generasi

Muda dan Bukan Generasi Muda dapat dilihat pada Gambar 20.

Gambar 20. Persentase Kelompok Umur Subsektor Hortikultura yang

tergabung kedalam Generasi Muda dan Bukan Generasi Muda

Tahun 2007-2011.

Perkembangan tenaga kerja Subsektor Hortikultura berdasarkan jenis

kelamin pada tahun 2007-2011 menunjukkan bahwa tenaga kerja laki-laki

lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kerja perempuan. Perkembangan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


55

tenaga kerja laki-laki maupun tenaga kerja perempuan mengalami

peningkatan pada periode 2007-2011 masing-masing sebesar 6,52% dan

5,26% per tahun. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 19.

Tabel 19.

Tahun

Agst-2007

Agst-2008

Agst-2009

Agst-2010

Agst-2011

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Subsektor Hortikultura, Tahun 2007-2011.

Laki-2 % Perempuan % Jumlah

1.543.434 58,64 1.088.491 41,36 2.631.925

1.634.775 58,89 1.141.348 41,11 2.776.123

1.732.362 58,77 1.215.364 41,23 2.947.726

1.780.788 59,34 1.220.289 40,66 3.001.077

1.987.220 59,79 1.336.206 40,21 3.323.426

% Perkembangan 6,52 5,26 6,01

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut diatas, menunjukkan bahwa penambahan

tenaga kerja laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan penambahan tenaga

kerja perempuan. Perkembangan jumlah tenaga kerja sub sektor hortikultura

berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa pada periode 2007-2011

secara umum terjadi perkembangan yang postif pada masing-masing

tingkatan pendidikan. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 20.

Tabel 20.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2007-2011.

Tk. Pendd Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Per 07-11

Tidak/belum pernah sekolah 194.632 195.413 262.731 191.497 286.652 10,16

Tidak Tamat SD 544.157 548.683 828.186 766.721 860.035 12,12

SD 1.219.158 1.349.445 1.077.666 1.194.572 1.379.831 3,14

SLTP 434.354 425.120 461.711 506.057 466.010 1,77

SMA 168.323 171.240 209.438 225.851 222.145 7,18

SMK 56.205 71.569 87.702 94.856 82.099 9,94

DIPLOMA I/II/III 9.855 8.305 10.927 10.809 13.904 8,99

UNIVERSITAS/DIV 5.241 6.348 9.365 10.714 12.750 24,89

2.631.925 2.776.123 2.947.726 3.001.077 3.323.426 6,01

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


56

Berdasarkan tabel tersebut di atas, menunjukan bahwa pada tahun

2011 tenaga kerja subsektor hortikultura berdasarkan tingkat pendidikan

jumlah terbanyak berada pada tingkat pendidikan SD sebanyak 1,37 juta

orang, Tidak Tamat SD sebanyak 860.035 orang dan tingkat pendidikan

Tidak/belum pernah sekolah sebanyak 286.652 orang. Kelompok tenaga

kerja terendah berada pada tingkat pendidikan Universitas sebanyak 12.750,

Diploma sebanyak 13.904 orang dan SMK sebanyak 82.099 orang.

Perkembangan tenaga kerja Sub sektor Hortikultura berdasarkan tingkat

pendidikan tahun 2007-2011 dapat dilihat pada Gambar 21.

Gambar 21.

Perkembangan Jumlah tenaga Kerja Subsektor

Hortikultura Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011.

Perkembangan jumlah tenaga kerja sub sektor hortikultura

berdasarkan status pekerjaan menunjukkan bahwa pada periode 2007-2011

terjadi peningkatan sebesar 6,01% per tahun. Peningkatan terjadi pada

seluruh status pekerjaan kecuali pada status buruh/karyawan mengalami

penurunan sebesar 6,14% per tahun. Data selengkapnya dapat dilihat pada

Tabel 21.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


57

Tabel 21.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun 2007-2011.

Status Pekerjaan Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 %

Perk.

2007-

2011

Berusaha sendiri 271.931 274.855 301.637 282.203 353.889 10,65 6,81

Berusaha dibantu

buruh tidak tetap/ buruh 916.852 893.956 950.247 992.203 1.008.549 30,35 2,41

tdk dibayar

Berusaha dibantu

buruh tetap/buruh

63.888 63.947 70.582 73.138 82.606 2,49 6,63

dibayar

Buruh/karyawan 96.148 100.867 101.563 112.691 74.631 2,25 -6,14

Pekerja bebas 456.414 604.820 567.922 568.756 644.572 19,39 9,01

Pekerja tak dibayar 826.692 837.678 955.775 972.086 1.159.179 34,88 8,82

2.631.925 2.776.123 2.947.726 3.001.077 3.323.426 100,00 6,01

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan data tersebut diatas, persentase tenaga kerja

berdasarkan status pekerjaan pada tahun 2011 paling banyak terdapat pada

tenaga kerja dengan Pekerja tak dibayar sebanyak 1.159.179 orang

(34,88%), Berusaha dibantu buruh tidak tetap/ buruh tdk dibayar sebanyak

1.008.549 orang (30,35%) dan Pekerja besas sebanyak 644,572 orang atau

19,39%. Persentase tenaga kerja berdasarkan status pekerjaan 2007-2011

dapat dilihat pada Gambar 22.

Gambar 22.

Persentase Status Pekerjaan Berdasarkan Subsektor

Hortikultura Tahun 2007-2011.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


58

Perbandingan tenaga kerja pada subsektor hortikultura antara tenaga

kerja yang berada di Desa dan di Kota pada tahun 2007 berbanding

16,65%: 83,35%. Sedangkan pada tahun 2011 terjadi berubah perbandingan

menjadi 24,30% : 75,70%. Hal ini menunjukan bahwa tenaga kerja

subsektor hortikultura, yang berada di Desa mengalami peningkatan

sedangkan tenaga kerja yang berada di Kota semakin menurun. Data

selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 22.

Tabel 22.

Tenaga kerja berdasarkan domisili (Kota/desa) Subsektor

Hortikultura Tahun 2007-2011.

Tahun Desa % Kota % Jumlah

Agst-2007

Agst-2008

Agst-2009

Agst-2010

Agst-2011

438.157 16,65 2.193.768 83,35 2.631.925

458.083 16,50 2.318.040 83,50 2.776.123

456.288 15,48 2.491.438 84,52 2.947.726

477.935 15,93 2.523.142 84,07 3.001.077

807.551 24,30 2.515.875 75,70 3.323.426

% Perkembangan 16,52 3,48 6,01

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa perkembangan tenaga

kerja subsektor hortikultura di kota rata-rata meningkat 16,52% pertahun,

sedangkan pertumbuhan tenaga kerja sub sektor hortikultura di desa ratarata

meningkat 3,48% pertahun.

Perkembangan jumlah tenaga kerja subsektor hortikulura tahun 2007-

2011 berdasarkan provinsi sangat bervariasi. Data selengkapnya dapat dilihat

pada Tabel 23.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


59

Tabel 23. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura Berdasarkan

Provinsi Tahun 2007-2011.

Propinsi

Agst-

2007

Agst-

2008

Tahun

Agst-

2009

Agst-

2010

Agst-

2011

%

Perk 07-

11

1 N A D 61.248 43.426 59.681 43.693 57.263 1,72 -1,67

2 Sumatera Utara 159.889 169.987 195.587 234.660 169.306 5,09 1,44

3 Sumatera Barat 101.861 92.741 101.245 108.657 96.768 2,91 -1,27

4 Riau 30.465 20.397 26.747 22.705 12.895 0,39 -19,34

5 Jambi 38.414 43.753 48.342 34.194 66.437 2,00 14,68

6 Sumatera Selatan 45.727 34.349 40.064 34.817 46.685 1,40 0,52

7 Bengkulu 20.177 21.805 25.535 26.912 18.858 0,57 -1,68

8 Lampung 117.034 77.581 96.955 90.636 74.159 2,23 -10,78

9 Bangka-Belitung 8.417 7.591 11.416 5.506 5.649 0,17 -9,49

10 Kepulauan Riau 6.735 7.337 8.365 7.138 10.426 0,31 11,54

11 DKI Jakarta 5.876 2.290 2.957 5.914 1.533 0,05 -28,53

12 Jawa Barat 390.263 514.046 460.887 476.006 679.234 20,44 14,86

13 Jawa Tengah 559.332 562.782 593.715 657.812 708.719 21,32 6,10

14 D I Y 41.806 36.121 36.653 59.319 51.909 1,56 5,56

15 Jawa Timur 445.417 515.684 524.739 516.891 454.411 13,67 0,50

16 Banten 39.642 48.276 56.549 55.932 48.435 1,46 5,14

17 Bali 69.227 56.616 74.142 78.736 63.529 1,91 -2,12

18 Nusa Tenggara Barat 83.029 77.478 81.074 92.408 104.683 3,15 5,96

19 Nusa Tenggara Timur 53.958 74.980 79.835 51.948 107.097 3,22 18,69

20 Kalimantan Barat 30.066 41.809 39.636 37.039 58.837 1,77 18,28

21 Kalimantan Tengah 30.261 30.543 26.905 27.995 27.131 0,82 -2,69

22 Kalimantan Selatan 29.851 33.180 30.412 34.251 35.809 1,08 4,65

23 Kalimantan Timur 36.495 39.968 36.756 45.523 70.350 2,12 17,83

24 Sulawesi Utara 21.134 29.447 31.823 32.683 34.680 1,04 13,18

25 Sulawesi Tengah 20.911 25.354 42.679 22.362 38.180 1,15 16,24

26 Sulawesi Selatan 66.198 59.080 71.147 67.788 66.148 1,99 -0,02

27 Sulawesi Tenggara 20.948 23.060 24.768 20.869 24.947 0,75 4,46

28 Gorontalo 6.753 10.126 13.562 16.036 17.695 0,53 27,23

29 Sulawesi Barat 4.762 4.335 6.430 3.628 10.075 0,30 20,60

30 Maluku 24.744 12.334 18.119 18.504 22.663 0,68 -2,17

31 Maluku Utara 14.295 17.125 16.367 11.127 31.425 0,95 21,77

32 Papua Barat 18.016 10.733 28.044 25.669 27.880 0,84 11,53

33 Papua 28.974 31.789 36.590 33.719 79.610 2,40 28,75

Total 2.631.925 2.776.123 2.947.726 3.001.077 3.323.426 100,00 6,01

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012

Berdasarkan data tersebut di atas, tenaga kerja subsektor hortikultura

per provinsi pada tahun 2011 jumlah tenaga kerja yang paling banyak

terdapat di provinsi Jawa Tengah sebanyak 708.719 juta orang atau sebesar

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


60

21,32%, kemudian disusul provinsi Jawa Barat sebanyak 679.234 juta orang

atau sebesar 20,44% dan provinsi Jawa Barat sebanyak 454.411 juta orang

atau sebesar 13,67%. Sedangkan provinsi yang paling sedikit jumlah tenaga

kerjanya terdapat di provinsi DKI Jakarta sebesar 1.533 atau 0,03%, Provinsi

Bangka Belitung sebanyak 5.649 orang atau sebesar 0,17 %, dan Provinsi

Sulawesi Barat sebanyak 10.075 orang atau 0,3%.

3.2.3. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan.

Subsektor perkebunan merupakan subsektor yang memberikan

kontribusi yang cukup besar dalam penyerapan tenaga kerja di sektor

pertanian. Dalam kurun waktu tahun 2007-2011 subsektor perkebunan dapat

menciptakan tenaga kerja sebanyak 10,9 juta orang pada tahun 2007, Tahun

2008 terjadi kenaikan penyerapan sebanyak 11,5 juta orang, pada tahun

2009 mengalami penurunan menjadi 10,72 juta orang, dan mulai tahun 2010

sampai 2011 kembali mengalami kenaikan masing-masing menjadi 12,11 juta

orang dan 12,07 Juta orang.

Gambar 23. Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan Tahun 2007-2011.

Berdasarkan gambar tersebut di atas terlihat bahwa tedapat

peningkatan penyerapan tenaga kerja subsektor perkebunan selama kurun

waktu tahun 2007-2011 terjadi peningkatan rata-rata pertahun sebesar

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


61

2,69%. Peningkatan tenaga kerja pada subsektor ini terjadi hampir diseluruh

kelompok umur, kecuali pada kelompok umur 15-19 tahun dan 20-24 tahun

yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,31 % dan 1,20% per

tahun. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 24.

Tabel 24. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Pada Subsektor

Perkebunan Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2007-2011.

Umur Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Perk 07-11

15 - 19 818,479 768,135 743,255 710,492 715,333 -3.31

20 - 24 1,282,144 1,187,036 1,076,990 1,124,858 1,221,809 -1.20

25 - 29 1,387,838 1,485,986 1,319,677 1,517,621 1,511,764 2.16

30 - 34 1,415,322 1,499,688 1,394,045 1,646,900 1,615,788 3.37

35 - 39 1,278,507 1,466,066 1,351,449 1,531,549 1,541,096 4.78

40 - 44 1,186,371 1,271,845 1,193,048 1,391,296 1,411,106 4.43

45 - 49 1,068,958 1,165,365 1,082,538 1,213,992 1,225,379 3.47

50 - 54 836,373 981,193 924,569 1,085,747 1,076,836 6.52

55 - 59 635,922 644,932 640,291 764,847 717,457 3.06

60+ 951,175 1,022,289 997,652 1,120,877 1,040,570 2.27

Total 10,861,089 11,492,535 10,723,514 12,108,179 12,077,138 2.69

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut di atas pada tahun 2011 dapat dilihat

bahwa tenaga kerja berdasarkan kelompok umur yang tertinggi terdapat pada

kelompok umur 30-34 sebanyak 1,62 juta orang, disusul kelompok umur 35-

39 tahun sebanyak 1,54 juta orang, dan kelompok umur 25-29 tahun

sebanyak 1,51 juta orang. Jumlah tenaga kerja terendah terdapat pada

kelompok umur 15-19 tahun sebanyak 0,71 juta orang, diikuti kelompok umur

55-59 tahun sebanyak 0,72 juta orang. Data tersebut menunjukan bahwa

tenaga kerja pertanian tertinggi berada pada kelompok umur produktif (30-34

tahun). Perkembangan tenaga kerja berdasarkan kelompok umur tahun 2007-

2011 dapat dilihat pada Gambar 24.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


62

Gambar 24. Persentase Kelompok Umur Berdasarkan Subsektor Perkebunan

Tahun 2007-2011.

Tenaga kerja subsektor perkebunan berdasarkan kelompok umur

dibedakan antara Generasi Muda Pertanian yaitu yang berumur 15-29 tahun

dan Bukan Generasi Muda Pertanian yaitu yang berumur 30-60 tahun.

Persentase perbandingan kelompok umur tersebut dapat dilihat pada Tabel

25.

Tabel 25.

Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Pada Subsektor

Perkebunan tahun 2007 – 2011.

Kel. Generasi Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011

Generasi Muda 28.91 25.58 26.49 24.27 23.44

Bukan Generasi Muda 71.09 74.42 73.51 75.73 76.56

Total 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat minat generasi muda pada

subsektor perkebunan sampai dengan tahun 2011 masih sangat sedikit

dibandingkan bukan generasi muda yaitu 23,44% : 76,56%. Jika dilihat

perkembangan tenaga kerja generasi muda dari tahun 2007 (28,91%) sampai

dengan 2011 (23,44%) mengalami penurunan. Hal tersebut menunjukan

kurangnya minat generasi muda pertanian pada sub sektor perkebunan.

Persentase perbandingan antara kelompok umur dapat dilihat pada Gambar

25.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


63

Gambar 25. Persentase Kelompok Umur Berdasarkan Sub Sektor Perkebunan

yang tergabung kedalam generasi muda dan bukan generasi

muda pada tahun 2007-2011.

Perkembangan tenaga kerja Subsektor berdasarkan jenis kelamin pada

tahun 2007-2011 menunjukkan bahwa tenaga kerja laki-laki lebih banyak

dibandingkan dengan tenaga kerja perempuan. Perkembangan tenaga kerja

laki-laki maupun tenaga kerja perempuan pada periode tahun 2007-2011

mengalami peningkatan sebesar 2,69%. Tenaga kerja laki-laki maupun

tenaga kerja perempuan dalam kurun waktu tersebut mengalami kenaikan

masing-masing sebesar 2,77% dan 2,53% per tahun. Data selengkapnya

dapat dilihat pada Tabel 26.

Tabel 26.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Subsektor Perkebunan Tahun 2007-2011.

Laki-2 % Perempuan % Total

Agst-2007 7,099,345 65.36 3,761,744 34.64 10,861,089

Agst-2008 7,593,565 66.07 3,898,970 33.93 11,492,535

Agst-2009 7,051,264 65.76 3,672,250 34.24 10,723,514

Agst-2010 8,003,430 66.10 4,104,749 33.90 12,108,179

Agst-2011 7,920,003 65.58 4,157,135 34.42 12,077,138

% Perk 07-11 2.77 2.53 2.69

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut diatas, menunjukkan bahwa penambahan

tenaga kerja laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan penambahan tenaga

kerja perempuan.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


64

Persentase tenaga kerja berdasarkan umur tahun 2007-2011 dapat

dilihat pada Gambar 26.

Gambar 26. Persentase Kelompok Umur Berdasarkan Subsektor Perkebunan

yang tergabung kedalam generasi muda dan bukan generasi

muda pada tahun 2007-2011.

Berdasarkan data di atas persentase perkembangan jumlah tenaga

kerja berdasarkan jenis kelamin laki-laki yang terserap pada sub sector

perkebunan terbanyak adalah ditahun 2010 yaitu 8,003,430 juta jiwa

(66,10%), diikuti tahun 2008 sebanyak 7,593,565 juta jiwa (66,07%) dan

tahun 2011 sebanyak 7,920,003 juta jiwa (65.58%), sedangkan terendah

adalah pada tahun 2007 yaitu 7,099,345 juta jiwa (65.36%). Tenaga kerja

wanita yang terserap pada sub sector perkebunan terbanyak adalah ditahun

2007 yaitu 3,761,744 juta jiwa (34,64%), diikuti tahun 2011 sebanyak

4,157,135 juta jiwa (34,42%) dan tahun 2009 sebanyak 3,672,250 juta jiwa

(34,24 %), sedangkan terendah adalah pada tahun 2010 yaitu 4,104,749 juta

jiwa (33,90%).

Perkembangan jumlah tenaga kerja subsektor perkebunan

berdasarkan tingkat pendidikan secara nasional menunjukkan bahwa pada

periode 2007-2011 secara umum terjadi persentase perkembangan yang

positif untuk masing-masing tingkat pendidikan kecuali pada tingkat

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


65

pendidikan SD terjadi penurunan pada periode 2007 - 2011 yaitu sebesar

2,70%. Rincian secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 27.

Tabel 27.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011.

Tk. Pendd Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Per 07-11

Tidak/belum pernah sekolah 676,156 769,142 755,864 718,332 848,137 5.83

Tidak Tamat SD 2,018,764 2,123,779 3,068,569 3,079,408 2,796,547 8.49

SD 5,050,295 5,183,242 3,717,583 4,505,860 4,526,953 -2.70

SLTP 2,036,382 2,070,579 1,966,295 2,338,490 2,333,671 3.47

SMA 819,010 958,435 869,731 1,067,591 1,159,308 9.08

SMK 206,124 273,099 284,428 312,947 322,301 11.82

DIPLOMA I/II/III 30,305 56,819 30,823 37,718 46,737 11.44

UNIVERSITAS/DIV 24,053 57,440 30,221 47,833 43,484 15.96

TOTAL 10,861,089 11,492,535 10,723,514 12,108,179 12,077,138 2.69

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Persentase tenaga kerja berdasarkan pendidikan tahun 2007-2011

dapat dilihat pada Gambar 27.

Gambar 27. Persentase Perkembangan Jumlah tenaga Kerja Subsektor

Perkebunan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2007-2011.

Persentase perkembangan tenaga kerja Subsektor Perkebunan

berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2007-2011 dapat dilihat pada Tabel 28.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


66

Tabel 28.

1

Persentase Perkembangan tenaga kerja Subsektor Perkebunan

berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2007-2011.

Tk. Pendd

Tidak/belum pernah

sekolah

Agst

2007

Agst

2008

Agst

2009

Agst

2010

Agst

2011

6.23 6.69 7.05 5.93 7.02

2 Tidak Tamat SD 18.59 18.48 28.62 25.43 23.16

3 SD 46.50 45.10 34.67 37.21 37.48

4 SLTP 18.75 18.02 18.34 19.31 19.32

5 SMA 7.54 8.34 8.11 8.82 9.60

6 SMK 1.90 2.38 2.65 2.58 2.67

7 DIPLOMA I/II/III 0.28 0.49 0.29 0.31 0.39

8 UNIVERSITAS/DIV 0.22 0.50 0.28 0.40 0.36

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut diatas, menunjukan bahwa pada tahun

2011, persentase tenaga kerja yang terserap pada subsektor perkebunan

didominasi tenaga kerja yang berpendidikan SD yaitu sebear 37,48%,

kemudian disusul oleh tingkat pendidikan Tidak Tamat SD sebesar 23,16%

dan tingkat pendidikan SLTP sebesar 19,32%. Sedangkan tenaga kerja yang

paling sedikit terserap pada subsektor perkebunan pada tahun 2011 adalah

yang berpendidikan universitas sebesar 0,36% diikuti dengan tenaga kerja

dengan tingkat pendidikan Diploma I/II/III sebesar 0,39% dan tingkat

pendidikan SMK sebesar 2,67%.

Perkembangan jumlah tenaga kerja pertanian berdasarkan status

pekerjaan secara nasional menunjukkan bahwa pada periode tahun 2007-

2011 terjadi peningkatan untuk masing-masing jenis status pekerjaan baik

Berusaha Sendiri, Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar,

Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar, Buruh/karyawan dan Pekerja

tidak dibayar. Perkembangan penyerapan tertinggi tenaga kerja subsektor

perkebunan berdasarkan status pekerjaan adalah Buruh/karyawan yaitu

sebesar 13,39%, sedangkan yang terendah/menurun adalah Pekerja Bebas

sebesar 4,94%. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 29.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


67

Tabel 29.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun 2007-2011.

Status Pekerjaan Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 %

Perk.

07-11

Berusaha sendiri 1,596,188 1,729,270 1,535,803 1,690,036 1,829,991 15.15 3.48

Berusaha dibantu

buruh tidak tetap/

buruh tdk dibayar

Berusaha dibantu

buruh tetap/buruh

dibayar

3,179,157 3,347,383 3,115,954 3,430,589 3,207,657 26.56 0.22

188,976 204,308 203,073 256,727 308,182 2.55 13.01

Buruh/karyawan 1,124,909 1,403,340 1,181,046 1,511,676 1,859,378 15.40 13.39

Pekerja bebas 1,381,503 1,415,748 1,366,170 1,295,520 1,128,113 9.34 -4.94

Pekerja tak dibayar 3,390,356 3,392,486 3,321,468 3,923,631 3,743,817 31.00 2.51

Total 10,861,089 11,492,535 10,723,514 12,108,179 12,077,138 100.00 2.69

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Persentase tenaga kerja sub sektor perkebunan, berdasarkan status

pekerjaan 2007-2011 dapat dilihat pada Gambar 28.

Gambar 28. Persentase Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan Berdasarkan

Status Pekerjaan Tahun 2007-2011.

Berdasarkan gambar diatas, menunjukan bahwa pada periode tahun

2007-2011 persentase tenaga kerja berdasarkan status pekerjaan pada tahun

2011 paling banyak adalah tenaga kerja dengan status pekerjaan Pekerja

Tidak Dibayar yaitu sebanyak 3,743,817 juta orang (31,0%), diikuti oleh

Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar yaitu sebanyak

3,207,657 juta orang (26,56%) dan Buruh/karyawan sebanyak 1,859,378 juta

orang (15.40%). Sedangkan persentase penyerapan terendah terjadi pada

tenaga kerja dengan status pekerjaan Berusaha dibantu buruh tetap/buruh

dibayar yaitu sebanyak 308,182 orang (2,55%).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


68

Perkembangan jumlah tenaga kerja berdasarkan domisili pada

subsektor perkebunan berdasarkan status pekerjaan tahun 2007-2011 secara

nasional meningkat sebesar 2,69%. Peningkatan terjadi baik di Kota maupun

di Desa masing-masing meningkat sebesar 14,22% dan 1,89%. Data

selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 30.

Tabel 30.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Domisili

Subsektor Perkebunan Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun

2007-2011.

Kota % Desa % Total

Agst-2007 594,004 5.47 10,267,085 94.53 10,861,089

Agst-2008 797,164 6.94 10,695,371 93.06 11,492,535

Agst-2009 626,792 5.85 10,096,722 94.15 10,723,514

Agst-2010 655,617 5.41 11,452,562 94.59 12,108,179

Agst-2011 1,011,126 8.37 11,066,012 91.63 12,077,138

Persentase perkembangan 14.22 1.89 2.69

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Persentase perkembangan jumlah tenaga kerja berdasarkan domisili

pada subsektor perkebunan berdasarkan status pekerjaan sepanjang tahun

2007-2011 peningkataan tertinggi terjadi di Kota pada tahun 2011 sebanyak

1,011,126 juta orang atau sebesar 8,37%, setelah itu pada tahun 2008 yaitu

sebanyak 797,164 orang atau sebesar 6,94% dan tahun 2009 sebanyak

626,792 orang atau sebesar 5,85%. Sedangkan persentase terendah di Kota

terjadi pada tahun 2010 yaitu sebanyak 655,617 orang atau sebesar 5,41%.

Persentase perkembangan jumlah tenaga kerja berdasarkan domisili

subsektor perkebunan berdasarkan status pekerjaan sepanjang tahun 2007-

2011 yang tertinggi di desa terjadi pada tahun 2010 sebanyak 11,452,562

juta orang atau sebesar 94.59 %, setelah itu pada tahun 2007 sebanyak

10,267,085 orang atau sebesar 94.53%, dan tahun 2009 sebanyak

10,096,722 orang atau sebesar 94.15%. Sedangkan persentase jumlah

terendah di Desa terjadi pada tahun 2008 yaitu sebanyak 10,695,371 orang

atau sebesar 93.06 %.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


69

Tabel 31.

Kode/Provinsi

Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Berdasarkan Provinsi Tahun 2007-2011.

Tahun

Agst-2007 Agst-2008 Agst-2009 Agst-2010 Agst-2011

%

Perk 07-

11

1 Aceh 217,184 276,039 257,284 298,965 296,538 2.46 8.10

2 Sumatera Utara 1,090,495 1,209,886 1,250,003 1,433,388 1,423,447 11.79 6.89

3 Sumatera Barat 240,023 272,859 240,565 284,417 304,297 2.52 6.11

4 Riau 726,472 812,627 836,719 811,702 959,566 7.95 7.20

5 Jambi 474,536 520,555 494,562 632,331 583,018 4.83 5.28

6 Sumatera Selatan 1,131,720 1,182,511 1,138,271 1,251,598 1,466,573 12.14 6.69

7 Bengkulu 309,783 310,446 321,644 329,436 327,254 2.71 1.38

8 Lampung 676,512 730,406 683,830 886,316 890,328 7.37 7.11

9 Bangka-Belitung 124,219 110,886 102,339 154,109 121,056 1.00 -0.64

10 Kepulauan Riau 22,277 24,795 17,035 21,620 34,884 0.29 11.86

11 DKI Jakarta 606 12,179 2,478 2,496 3,289 0.03 52.63

12 Jawa Barat 250,188 345,479 256,508 236,163 148,604 1.23 -12.21

13 Jawa Tengah 551,421 584,237 465,131 536,554 566,791 4.69 0.69

14 D I Y 26,647 39,989 28,835 31,925 40,861 0.34 11.28

15 Jawa Timur 1,565,900 1,518,045 1,317,567 1,409,992 1,553,447 12.86 -0.20

16 Banten 86,265 82,470 42,304 38,903 34,571 0.29 -20.44

17 Bali 138,008 105,408 111,837 115,858 74,207 0.61 -14.37

18 Nusa Tenggara Barat 216,418 210,208 206,585 258,969 166,392 1.38 -6.36

19 Nusa Tenggara Timur 235,700 305,528 275,600 297,242 211,449 1.75 -2.68

20 Kalimantan Barat 701,078 786,037 687,393 766,652 827,644 6.85 4.24

21 Kalimantan Tengah 261,312 282,949 269,181 310,688 332,033 2.75 6.17

22 Kalimantan Selatan 233,676 263,585 219,068 252,874 301,548 2.50 6.58

23 Kalimantan Timur 78,395 97,153 89,712 120,720 117,024 0.97 10.53

24 Sulawesi Utara 156,404 98,425 81,888 158,728 83,431 0.69 -14.54

25 Sulawesi Tengah 315,177 313,854 306,926 361,448 292,187 2.42 -1.88

26 Sulawesi Selatan 391,195 371,504 354,009 368,617 282,289 2.34 -7.83

27 Sulawesi Tenggara 207,535 202,315 211,495 215,140 184,982 1.53 -2.84

28 Gorontalo 12,523 14,743 14,277 17,491 15,661 0.13 5.75

29 Sulawesi Barat 190,310 184,535 176,752 207,214 171,224 1.42 -2.61

30 Maluku 56,731 45,420 58,343 85,241 59,433 0.49 1.17

31 Maluku Utara 135,138 124,227 132,580 161,592 142,379 1.18 1.31

32 Papua Barat 11,042 20,028 27,733 18,281 14,963 0.12 7.89

33 Papua 26,199 33,207 45,060 31,509 45,768 0.38 14.97

Total 10,861,089 11,492,535 10,723,514 12,108,179 12,077,138 100.00 2.69

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Data pertumbuhan tenaga kerja per-provinsi yang dinilai cukup tinggi

terdapat di provinsi DKI Jakarta dengan pertumbuhan 52,63%, provinsi

Papua dengan pertumbuhan 14,97% dan provinsi Kepulauan Riau dengan

pertumbuhan 11,86%.

Sedangkan pertumbuhan yang paling rendah atau

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


70

dengan pertumbuhan negatif yaitu terdapat di Provinsi Banten dengan

pertumbuhan minus 20,44%, provinsi Sulawesi Utara dengan pertumbuhan

minus 14,54% dan propinsi Bali dengan pertumbuhan minus 14,37% dan

Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 31.

3.2.4. Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Peternakan.

Berbeda dengan subsektor pertanian lainnya, kenaikan PDB subsektor

peternakan ternyata seiring dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja

pada subsektor ini. Pada tahun 2007 jumlah orang yang bekerja di subsektor

peternakan sebanyak 3,77 juta orang, kemudian tahun 2008 meningkat

7,27% menjadi 4,04 juta orang dan pada tahun 2009 naik lagi menjadi 4,39

juta orang atau mengalami kenaikan 8,46%, pada tahun 2010 jumlah

tenaga kerja subsektor peternakan mengalami penurunan menjadi 4,17 juta

orang atau mengalami penurunan sebesar 5,01%.

Sedangkan pada tahun 2011 jumlah tenaga kerja subsektor

peternakan mengalami sedikit kenaikan menjadi 4,20 juta orang atau naik

sebesar 0,03 % (Gambar 24). Proporsi rata-rata kontribusi subsektor

peternakan dalam penyerapan tenaga kerja selama kurun waktu 2007-2011

sebesar 11% dari keseluruhan pekerja di sektor pertanian.

Gambar 29. Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Tahun 2007-2011.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


71

Peningkatan jumlah tenaga kerja pada subsektor ini diikuiti oleh

seluruh kelompok umur, kecuali pada kelompok umur 15-19 tahun dan 20-24

tahun yang mengalami penurunan masing-masing 3,81% dan 4,04% per

tahun. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 31.

Tabel 31. Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Kelompok Umur

Subsektor Peternakan pada Tahun 2007-2011.

Umur Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 Per. 07-2011

15 – 19 410.316 381.286 420.497 373.695 351.216 -3,81

20 – 24 328.227 296.623 335.467 268.266 278.362 -4,04

25 – 29 351.408 356.610 405.744 369.553 355.915 0,32

30 – 34 377.506 413.232 444.658 396.258 426.765 3,11

35 – 39 390.233 430.018 439.418 432.250 475.140 5,04

40 – 44 374.731 412.229 452.924 418.813 454.622 4,95

45 – 49 350.012 398.508 453.731 398.763 451.161 6,55

50 – 54 306.377 353.166 378.363 394.808 397.785 6,75

55 – 59 267.218 305.182 320.607 356.968 315.226 4,22

60+ 614.029 697.325 734.756 758.520 698.021 3,26

3.770.057 4.044.179 4.386.165 4.167.894 4.204.213 2,76

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut di atas pada tahun 2011 jumlah tenaga

kerja subsektor peternakan yang paling banyak berada pada kelompok umur

60+ yaitu sebanyak 698.021 orang, diikuti oleh kelompok umur 35-39 tahun

sebanyak 475.140 orang dan kelompok umur 40-44 tahun sebanyak 454.622

orang. Sedangkan jumlah tenaga kerja subsektor ini yang paling sedikit

terdapat pada kelompok umur 20-24 tahun sebanyak 278.362 orang.

Berdasarkan data tersebut menunjukan bahwa sebaran jumlah tenaga kerja

pertanian masih tampak merata pada setiap kelompok umur. Perkembangan

tenaga kerja berdasarkan umur tahun 2007-2011 dapat dilihat pada Gambar

30.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


72

Gambar 30. Perkembangan Tenaga Kerja Berdasarkan Umur Subsektor

Peternakan pada Tahun 2007-2011.

Tenaga kerja subsektor peternakan berdasarkan kelompok umur

dibedakan antara Generasi Muda Pertanian yang berumur 15 – 29 tahun dan

Bukan Generasi Muda Pertanian yang berumur 30 – 60 tahun. Persentase

perkembangan kelompok umur dapat dilihat pada Tabel 32.

Tabel 32.

Persentase Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja pada

Subsektor Peternakan Tahun 2007-2011.

Kel. Generasi Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011

Generasi Muda

28,91 25,58 26,49 24,27 23,44

Bukan Generasi Muda

71,09 74,42 73,51 75,73 76,56

Total

100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel diatas, bahwa minat generasi muda pada subsektor

peternakan sampai dengan tahun 2011 masih sangat sedikit dibandingkan

yang bukan generasi muda yaitu berbanding 23,44% : 76,56%. Jika dilihat

perkembangan Tenaga Kerja Generasi Muda dari tahun 2007 – 2011

mengalami penurunan. Hal tersebut menunjukkan kurangnya minat generasi

muda pertanian pada subsuktor peternakan. Persentase perbandingan antara

kelompok umur dapat dilihat pada Gambar 31.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


73

Gambar 31. Persentase Kelompok Umur Subsektor Peternakan yang

tergabung kedalam Generasi Muda dan Bukan Generasi Muda

pada Tahun 2007-2011.

Perkembangan tenaga kerja subsektor Peternakan berdasarkan jenis

kelamin pada tahun 2007-2011 menunjukkan bahwa tenaga kerja laki-laki

lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kerja perempuan. Perkembangan

tenaga kerja laki-laki maupun tenaga kerja perempuan mengalami

peningkatan pada periode 2007-2011 masing-masing 2,19 % dan 3,54 % per

tahun. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 33.

Tabel 33.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin

Pada Subsektor Peternakan, Tahun 2007-2011.

Tahun

Laki-2 % Perempuan % Total

Agst-2007 2.188.691 58,05 1.581.366 41,95 3.770.057

Agst-2008 2.334.879 57,73 1.709.300 42,27 4.044.179

Agst-2009 2.498.270 56,96 1.887.895 43,04 4.386.165

Agst-2010 2.383.340 57,18 1.784.554 42,82 4.167.894

Agst-2011 2.387.097 56,78 1.817.116 43,22 4.204.213

Perk. 07-11 2,19 3,54 2,76

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut diatas, menunjukkan bahwa penambahan

tenaga kerja perempuan lebih banyak dibandingkan dengan penambahan

tenaga kerja laki-laki. Perkembangan jumlah tenaga kerja sub sektor

peternakan

berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa pada

periode 2007-2011 secara umum terjadi perkembangan yang postif untuk

masing-masing tingkat pendidikan kecuali pada tingkat pendidikan Diploma

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


74

terjadi penurunan pada periode 2007 - 2011 yaitu sebesar 2,71 %. Rincian

secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 34.

Tabel 34.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011.

Tk. Pendd Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011

Per

07-11

Tidak/belum pernah sekolah 612.217 620.374 741.599 624.929 681.092 2,70

Tidak Tamat SD 777.719 751.458 1.240.720 1.051.856 1.120.608 9,56

SD 1.582.666 1.786.925 1.423.124 1.524.210 1.662.559 1,24

SLTP 577.588 626.468 657.693 648.498 821.188 9,20

SMA 143.747 170.586 188.829 178.977 177.340 5,39

SMK 56.694 72.750 108.331 108.910 127.723 22,51

DIPLOMA I/II/III 13.806 9.470 14.718 10.733 12.369 -2,71

UNIVERSITAS/DIV 5.620 6.148 11.151 19.781 24.584 44,62

3.770.057 4.044.179 4.386.165 4.167.894 4.627.463 5,26

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel tersebut di atas, menunjukan bahwa yang

berpendidikan SD mendominasi jumlah tenaga kerja pertanian yaitu sebanyak

1.662.559 orang atau sebesar 1,24% kemudian yang tidak tamat SD

sebanyak 1.120.608 orang atau sebesar 9,56%. Sedangkan jumlah terendah

terjadi pada tenaga kerja dengan tingkat pendidikan Diploma yaitu hanya

sebanyak 12.369 orang atau sebesar (2,71%).

Perkembangan tenaga kerja Subsektor Peternakan

berdasarkan

tingkat pendidikan 2007-2011 dapat dilihat pada Gambar 32.

Gambar 32. Perkembangan Jumlah tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Pendidikan Tahun 2007-2011.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


75

Perkembangan jumlah tenaga kerja subsektor peternakan berdasarkan

status pekerjaan menunjukkan bahwa pada periode tahun 2007-2011 terjadi

perkembangan untuk masing-masing jenis status pekerjaan yaitu tenaga

kerja dengan status pekerjaan Buruh/karyawan, Berusaha sendiri, Berusaha

dibantu buruh tetap/buruh dibayar, Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh

tidak dibayar dan Pekerja Tak Dibayar. Sedangkan Pekerja bebas mengalami

penurunan. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 35.

Tabel 35.

Perkembangan Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Status Pekerjaan Tahun 2007-2011.

Status Pekerjaan Agst 2007 Agst 2008 Agst 2009 Agst 2010 Agst 2011 %

Perk.

2007-

2011

Berusaha sendiri 462.305 493.437 594.834 579.025 610.362 14,52 7,19

Berusaha dibantu buruh

tidak tetap/ buruh tdk

dibayar

Berusaha dibantu buruh

tetap/buruh dibayar

1.306.949 1.500.297 1.527.010 1.412.555 1.374.871 32,70 1,27

27.923 33.535 29.553 32.433 50.501 1,20 15,97

Buruh/karyawan 133.810 160.339 149.216 190.046 240.152 5,71 15,74

Pekerja bebas 64.646 77.690 79.660 44.186 48.339 1,15 -7,01

Pekerja tak dibayar 1.774.424 1.778.881 2.005.892 1.909.649 1.879.988 44,72 1,46

3.770.057 4.044.179 4.386.165 4.167.894 4.204.213 100,00 2,76

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan data tersebut di atas, perkembangan jumlah tenaga kerja

subsebtor peternakan berdasarkan status pekerjaan pada periode tahun

2007-2011 mengalami peningkatan sebesar 2,76%. Persentase tenaga kerja

berdasarkan status pekerjaan pada tahun 2011 yang paling banyak terdapat

pada tenaga kerja dengan status pekerjaan Pekerja tidak dibayar, Berusaha

dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar dan Berusaha sendiri masingmasing

sebesar 44,72%, 32,70% dan 14,52%. Persentase tenaga kerja

berdasarkan status pekerjaan tahun 2007-2011 dapat dilihat pada Gambar

33.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


76

Gambar 33. Persentase Status Pekerjaan Berdasarkan Subsektor

Peternakan Tahun 2007-2011.

Perbandingan tenaga kerja subsektor peternakan antara di Desa dan di

Kota pada tahun 2007 adalah 85,51% : 14,49% sedangkan pada tahun 2011

berubah menjadi 81,53 % : 18,47 %. Hal ini menunjukan bahwa tenaga

kerja pada subsektor peternakan pada tahun 2011 yang berada di desa

mengalami penurunan sedangkan yang berada di kota mengalami

peningkatan. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 36.

Tabel 36.

Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Berdasarkan

Domisili Tahun 2007-2011.

Tahun Kota % Desa % Total

Agst-2007

Agst-2008

Agst-2009

Agst-2010

Agst-2011

546.403 14,49 3.223.654 85,51 3.770.057

538.712 13,32 3.505.467 86,68 4.044.179

602.290 13,73 3.783.875 86,27 4.386.165

569.184 13,66 3.598.710 86,34 4.167.894

776.325 18,47 3.427.888 81,53 4.204.213

% Perk 07-11 9,18 1,55 2,76

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa perkembangan tenaga

kerja subsektor peternakan di kota rata-rata meningkat 9,18% pertahun,

sedangkan pertumbuhan tenaga kerja sub sektor peternakan di desa rata-rata

meningkat 1,55% per tahun.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


77

Perkembangan jumlah tenaga kerja subsektor peternakan tahun 2007-

2011 berdasarkan provinsi sangat bervariasi. Provinsi dengan pertumbuhan

yang paling tinggi terdapat di provinsi DKI Jakarta dengan pertumbuhan

sebesar 60,31%, Papua Barat dengan pertumbuhan sebesar 53,50 % dan

provinsi Sulawesi Barat dengan pertumbuhan sebesar 49,13%. Sedangkan

pertumbuhan yang paling sedikit atau dengan pertumbuhan negatif yaitu

terdapat di Provinsi Bali, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat masing-masing

minus 1,12 %; minus 19,52 % dan 0,24 %. Data selengkapnya dapat

dilihat pada Tabel 37.

Tabel 37.

Provinsi

Perkembangan Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Berdasarkan

Provinsi Tahun 2007-2011.

Agst-2007

Agst2008

Tahun

Agst-

2009

Agst-

2010

Agst-

2011

%

Perk 07-

2011

1 Aceh 6.027 7.803 9.637 11.003 13.874 0,33 23,18

2 Sumatera Utara 44.670 39.887 47.715 44.433 46.787 1,11 1,16

3 Sumatera Barat 32.484 28.810 44.810 47.240 44.185 1,05 7,99

4 Riau 6.374 6.041 5.531 5.999 7.901 0,19 5,52

5 Jambi 5.716 3.075 4.296 6.962 9.518 0,23 13,60

6 Sumatera Selatan 12.378 8.052 8.794 10.071 5.194 0,12 -19,52

7 Bengkulu 1.738 2.970 4.236 4.423 2.934 0,07 13,99

8 Lampung 138.395 166.735 177.096 155.241 150.948 3,59 2,19

9 Bangka-Belitung 2.059 2.801 2.543 2.507 3.903 0,09 17,34

10 Kepulauan Riau 1.352 1.482 1.486 2.098 2.690 0,06 18,77

11 DKI Jakarta 1.614 - 3.254 2.396 10.660 0,25 60,31

12 Jawa Barat 303.058 383.526 353.461 328.246 306.037 7,28 0,24

13 Jawa Tengah 682.458 821.059 871.271 787.184 832.193 19,79 5,08

14 D I Y 65.884 94.101 101.514 130.164 113.610 2,70 14,59

15 Jawa Timur 1.885.679 1.852.591 2.070.469 1.978.768 1.936.269 46,06 0,66

16 Banten 34.013 31.401 28.438 29.191 42.137 1,00 5,50

17 Bali 246.087 278.616 276.722 252.059 235.279 5,60 -1,12

18 Nusa Tenggara Barat 152.633 146.185 170.093 164.619 177.904 4,23 3,90

19 Nusa Tenggara Timur 28.548 23.421 26.512 33.917 49.470 1,18 14,73

20 Kalimantan Barat 13.160 13.065 14.439 18.101 24.419 0,58 16,71

21 Kalimantan Tengah 3.646 6.160 7.231 4.710 5.742 0,14 12,02

22 Kalimantan Selatan 20.035 18.791 26.551 30.809 23.675 0,56 4,26

23 Kalimantan Timur 6.699 8.927 7.049 7.055 9.007 0,21 7,68

24 Sulawesi Utara 4.874 4.906 5.210 3.928 10.023 0,24 19,75

25 Sulawesi Tengah 3.558 5.635 5.072 3.756 11.072 0,26 32,82

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


78

26 Sulawesi Selatan 56.227 67.929 86.571 77.927 91.505 2,18 12,95

27 Sulawesi Tenggara 3.300 7.541 8.448 6.893 9.561 0,23 30,47

28 Gorontalo 767 736 1.624 1.317 1.134 0,03 10,27

29 Sulawesi Barat 2.916 8.082 10.562 10.009 14.423 0,34 49,13

30 Maluku 242 1.464 1.551 2.062 528 0,01 21,54

31 Maluku Utara 382 389 317 83 751 0,02 18,41

32 Papua Barat 1.408 1.078 537 492 1815 0,04 6,55

33 Papua 1.676 920 3.125 4.231 9.065 0,22 52,50

Total 3.770.057 4.044.179 4.386.165 4.167.894 4.204.213 100,00 2,76

Sumber : BPS, Sakernas 2007-2011, diolah Pusdatin dan BPPSDMP, 2012.

Berdasarkan data tersebut di atas, tenaga kerja subsektor peternakan

per-provinsi pada tahun 2011 jumlah tenaga kerja yang paling banyak

terdapat di Provinsi Jawa Timur sebanyak 1,98 juta orang atau sebesar

46,06%, kemudian disusul Provinsi Jawa Tengah sebanyak 832,2 ribu orang

atau sebesar 19,79%, dan Jawa Barat

sebanyak 306.0 ribu orang atau

sebesar 7,28%.

Sedangkan Provinsi yang paling sedikit jumlah tenaga

kerjanya terdapat di Provinsi Maluku sebanyak 5,3 ratus orang atau sebesar

0,01%, Maluku Utara sebanyak 7,5 ratus orang atau sebesar 0,02% dan di

Provinsi Papua Barat sebanyak 1,8 ribu orang atau sebesar 0,04%.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


BAB. IV

PROYEKSI

KETENAGAKERJAAN

PERTANIAN

2012 - 2014


79

BAB. IV

PROYEKSI TENAGA KERJA

SEKTOR PERTANIAN 2012-2014

4.1. PROYEKSI JUMLAH TENAGA KEJA SEKTOR PERTANIAN

MENURUT PROVINSI TAHUN 2012-2014.

Proyeksi jumlah tenaga kerja sektor pertanian pada saat ini sangat

dibutuhkan dalam rangka mendukung suksesnya pembangunan pertanian.

Pada bab IV berikut ini disajikan data hasil perhitungan proyeksi jumlah

tenaga kerja tahun 2012-2014 yang dihitung menggunakan pendekatan

model statistik.

Sebelum dilakukan perhitungan jumlah tenaga kerja, maka terlebih

dahulu dihitung proyeksi PDB sektor pertanian. Hasil proyeksi PDB sektor

pertanian dengan menggunakan model statistik memperlihatkan angka yang

terus meningkat dengan laju pertumbuhan sekitar 3,27% selama periode

200-2011. Dalam rangka melakukan perhitungan proyeksi jumlah tenaga

kerja, maka terlebih dahulu dihitung besarnya elastisitas tenaga kerja. Ratarata

elastisitas tenaga kerja sektor pertanian selama kurun waktu tahun 2004-

2009 sebesar 0,14%. Dari hasil proyeksi PDB dan elastisitas tenaga kerja

sektor pertanian tahun 2012 dan 2014 yang diasumsikan sebesar 0,2%

(Sutyastie S Remi, 20011). Pada tahun 2011 jumlah tenaga kerja hasil

pengukuran tercatat sebanyak 36,54 juta orang, pada tahun 2012 dapat

diramalkan jumlah tenaga kerja sektor pertanian sekitar 36,99 juta orang dan

pada tahun 2013 diperkirakan naik mencapai 37,43 juta orang sedangkan

pada tahun 2014 meningkat menjadi 37,89 juta orang.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


80

(Juta org)

40.00

35.00

30.00

25.00

20.00

15.00

10.00

5.00

0.00

36.54 36.99 37.43 37.89

2011 2012*) 2013*) 2014*)

2011 2012*) 2013*) 2014*)

Gambar 34. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Tahun 2011 dan

Proyeksinya Tahun 2012-2014.

Bila dilihat dari kontribusi masing-masing subsektor, nampak bahwa

subsektor Tanaman Pangan masih mendominasi tenaga kerja subsektor

lainnya yaitu mencapai 47% dari total tenag kerja sektor pertanian.

Kontribusi terbesar kedua adalah tenaga kerja subsektor perkebuanan

sebesar 33%. Semenatar kontribusi subsektor Hortikutura dan peternakan

masing-masing sebesar 11% dan 9% (Gambar 34).

4.1.1. Kontribusi Tenaga Kerja Sektor Pertanian Menurut Provinsi.

Dari sejumlah tenaga kerja di sektor pertanian pertanian pada tahun

2011 hasil survei Sakernas (BPS) tercatat sebanyak 36,54 juta orang. Bila

dilihat rata-rata kontribusi tenaga kerja pertanian selama periode 2012-2014

di masing-masing Provinsi diperkirakan

berkisar antara 0,04% sampai

dengan 19,54 %. Provinsi yang memiliki kontribusi terkecil yaitu dibawah 1%

adalah Provinsi Sulawesi Utara, sulawsi Barat, Maluku, Maluku Utara,

Gorontalo, Papua Barat, Bangka Belitung, Kepualauan Riau dan DKI Jakarta.

Sementara Provinsi-Provinsi yang memiliki rata-rata kontribusi tenaga kerja

pertanian sebesar 0,01% adalah Provinsi Bali, DI. Yogyakarta, Bengkulu,

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


Aceh

Sumatra Utara

Sumatera Barat

Riau

Jambi

Sumatera Selatan

Bengkulu

Lampung

Bangka Belitung

Kepulauan Riau

DKI

Jawa Barat

Jawa Tengah

DI. Yogyakarta

Jawa Timur

Banten

Bali

Nusa Tengagra Barat

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan

Kalimantan Timur

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Sulawesi Selatan

Sulawesi Utara

Gorontalo

Sulawesi Barat

Maluku

Maluku Utara

Papua Barat

Papua

81

Klaimantan Timur Sulawesi Utara. Sementara Provinsi yang memiliki rata-rata

kontribusi tenaga kerja pertanian terhadap tenaga kerja sektor pertanian

antara 2%-3% adalah: Provinsi Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa

Tenggara Timur, Riau, Papua, Nusa Tenggara Barat, Aceh dan Sumatera

Barat (Gambar 35).

20.00

18.00

16.00

14.00

12.00

10.00

8.00

6.00

4.00

2.00

0.00

Gambar 35. Rata-rata Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Sektor

Pertanian di Provinsi, Tahun 2012-2014.

Dari 33 Provinsi yang merupakan Provinsi terbesar kontribusi tenaga

kerja pertaniannya terhadap tenaga kerja sektor pertanan selama periode

2012-2014 sekitar 4%-20% diperkirakan adalah Provinsi Jawa Timur dengan

rata-rata kontribusi sebesar 20% pada periode yang sama. Selanjutnya

Provinsi dengan kontribusi terbesar kedua diperkirakan Provinsi Jawa Tengah

dengan besaran kontribusi mencapai 13%. Untuk Provinsi terbesar berikutnya

adalah Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung berkisar

antara 4% -9% (Gambar 36).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


Perempuan

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki

82

Gambar 36. Rata-rata Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Sektor

Pertanian di Enam Provinsi Terbesar terhadap Tenaga

Kerja Sektor Pertanian Nasional, Tahun 2012-2014.

4.1.2. Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Jenis Kelamin.

Bila dilihat dari jenis kelamin tenaga kerja sektor pertanan dari tahun

ke tahun nampak tidak ada perubahan signifikan, dapat dilihat dari hasil

survei tahun 2011 tercatata bahwa tenaga kerja laki-laki sebanyak 61,52 %

(22,46 juta orang) dan tenaga kerja perempuan sekitar 38,48% ( 14,06 juta

orang). Dapat dibandingkan dengan hasil proyeksinya untuk tahun 2012

tenaga kerja laki-laki diperkiran sebesar 61,51% (22,75 juta orang) dan

tenaga kerja perempuan sekitar 38,49% (14,24 juta orang). Dari hasil

proyeksi diperoleh sampai dengan tahun 2014 diperkirakan perbandingan

tenga kerja laki-laki dan perempuan masih pada kisaran 61,51% dan tenaga

kerja perempuannya sebear 38,49% (Gambar 37).

(%)

70.00

60.00

50.00

40.00

30.00

20.00

10.00

-

38.48

61.52

38.49

61.51

38.49

61.51

38.49

61.51

2011 2012*) 2013*) 2014*)

Gambar 37. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanan berdasarkan Jenis

Kelamin Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012- 2014.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


83

4.1.3. Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Kelompok Umur.

Proyeksi jumlah tenaga kerja sektor pertanian berdasarkan kelompok

umur menunjukkan bahwa umur tenaga kerja mayoritas ada pada kelompok

umur 60 tahun ke atas. Kelompok umur tersebut merupakan kelompok umur

tenaga kerja paling dominan yaitu mencapai sekitar 13%. Pada tahun 2011

tercatat sebesar 4,8 juta orang, tahun 2012 diperkiran akan naik menjadi 4,9

juta oran dan pada tahun 2014 diperkirakan akan mencapai sekitar 5 juta

orang. Secara umum kelompok umur 25-54 tahun berkisar anatara 10%-

12% (3-4 juta orang), kelompok umur 15-24 tahun berkisar antara 5%-7%

% atau sekitar 2 – 3 juta orang (Gambar 38), untuk lebih rinci dapat dilihat

pada Lampiran 7.

(%)

14.00

12.00

10.00

8.00

6.00

4.00

2.00

2011

2012*)

2013*)

2014*)

-

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+

Gambar 38. Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Kelompok Umur,

Tahun 2012-2014.

4.1.4. Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Pendidikan.

Pendidikan tertinggi yang dimiliki oleh sebagian besar tenaga kerja

sektor pertanian tahun 2011 adalah lulusan SD mencapai sekitar 39% dari

seluruh tenaga kerja sektor pertanian. Yang tidak lulus SD mencapai 25%,

sedangkan yang tidak pernah sekolah mencapai 11% (Gambar 22). Dengan

demikian tenaga kerja sektor pertanian yang berpendidikan tidak pernah

sekolah sampai dengan lulus SD mencapai sekitar 75%.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


84

Sementara itu yang mampu menyelesaikan pendidikan sampai dengan

tingkat SLTP sekitar 15,46%, SMA hanya sekitar 7%, ditambah lagi yang

mampu menyelesaikan Diploma I/II/III dan S1 ternyata kurang dari 1%.

Kondisi tersebut nampak tidak banyak berubah dari tahun ke tahun. Dapat

kita lihat pada tahun 2012 tenaga kerja yang diperkirakan mampu

menyelesaikan SLTP masih sekitar 15,46%, pada tahun 2013 dan 2014

diperkirakan akan mencapai 15,48% dan 15,51%, sehingga dari tahun 2011

ke 2014 hanya meningkat sekitar 0,05% saja kemungkinan untuk mampu

meningkatkan pendidikan pada tahap SLTP.

Untuk Tenaga kerja yang mampu menyelesaikan jenjang pendidikan

SMA pada tahun 2011 hanya 6,88% sedangkan pada tahun 2012

diperkirakan akan naik menjadi 6,89% dan pada tahun 2014 naik lagi menjadi

6,93%. Peningkatan-peningkatan tersebut sangat lamban dibandingkan

dengan pendidikan tenaga kerja di sektor formal. Hal ini memperkuat

statemnet rendahnya produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian bila dilihat

dari sisi pendidikan (Gambar 39), lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 11.

Gambar 39. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian berdasarkan

Pendidikan Tahun 2011 dan Proyeksinya,

Tahun 2012- 2014.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


85

4.1.5. Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Status Pekerjaan

Utama.

Jumlah tenaga kerja sektor pertanian bila dilihat dari status pekerjaan

utama, terlihat bahwa tenaga kerja yang paling dominan adalah tenaga kerja

yang berstatus berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar. Pada

tahun 2011 tenaga kerja dengan status berusaha dibantu buruh tidak

tetap/buruh tidak dibayar mencapai sekitar 31,62%. Pada tahun 2012 tenaga

kerja tersebut diperkirakan sebesar 13,63%, dan pada tahun 2014 diperkiran

sekitar 31,53% (11,9 juta orang).

Sebaliknya tenaga kerja dengan stastus pekerja keluarga pada tahun

2011 sekitar 34,22%. Pada tahun 2012 tenaga kerja tersebut diperkirakan

sebesar 34,17% dan pada tahun 2014 diperkiran akan turun menjadi 34,10%

(12,9 juta oarang). Hal ini dapat dikatakan bahwa petani yang bekerja di

subsektor pertanian memang merupakan petani gurem, yang rata-rata

penggarapan lahannya dapat diselesaikan oleh keluarganya sendiri.

Berbeda dengan tenaga kerja dengan status pekerjaan berusaha

dibantu buruh tetap/dibayar pada tahun 2011 hanya sebesar 2,56% yang

diperkirakan pada tahun 2012 masih memiliki besaran yang sama, sedangkan

proyeksi pada tahun 2013 akan naik menjadi 2,57%, sedangkan pada tahun

2014 diperkirakan kembali menurun menjadi sebesar 2,56% (Gambar 40),

lebih dapat dilihat Lampiran 15.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


86

(%)

35.00

30.00

25.00

20.00

15.00

10.00

5.00

-

2011

2012*)

2013*)

2014*)

Gambar 40. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian berdasarkan

Status Pekerjaan Utama Tahun 2011 dan Proyeksinya

Tahun 2012- 2014.

4.2. PROYEKSI JUMLAH TENAGA KERJA SUB SEKTOR PERTANIAN

TINGKAT NASIONAL dan PROVINSI.

Dengan metode yang sama dilakukan penghitungan proyeksi tenaga

kerja untuk masing-masing subsektor pertanian yang terbagi kedalam empat

subsektor yaitu, subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor

perkebunan, dan subsektor peternakan.

4.2.1. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan.

Pada Subsektor tanaman pangan, data hasil pengukuran tahun 2011

diperoleh jumlah tenaga kerja subsektor tanaman pangan sebesar 16,94 juta

orang sementara hasil proyeksi jumlah tenaga kerja tahun 2012 diperkirakan

mencapai 17,24 juta orang, sedangkan proyeksi untuk tahun 2013

diperkirakan sebesar 17,43 juta orang, atau diperkirakan terjadi peningkatan

sebesar 1,23% (Gambar 41).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


87

(juta org)

18.00

15.00

12.00

9.00

6.00

3.00

-

16.94 17.24 17.43 17.67

2011 2012*) 2013*) 2014*)

Tanaman Pangan

Gambar 41. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

Tahun 2011 dan Proyeksinya, Tahun 2012- 2014.

Berdasarkan hasil proyeksi jumlah tenaga kerja pada subsektor

tanaman pangan tersebut, dapat dihitung besarnya kontribusi terhadap

penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. Pada Tahun 2011 besarnya

kontribusi tenaga kerja subsektor tanaman pangan sebesar 45,35%

merupakan subsektor yang menyumbang penyerapan tenaga kerja terbesar

di sektor pertanian. Untuk tahun 2012 dan 2013 diperkirakan mengalami

peningkatan sebesar 0,06%. Pada tahun 2013 subsektor tanaman pangan

diperkirakan memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di

sektor pertanian sebesar 45,58% (Gambar 42).

(%)

50.00

40.00

30.00

20.00

10.00

46.35 46.62

46.58 46.63

0.00

2011 2012*) 2013*) 2014*)

Tanaman Pangan

Gambar 42. Kontribusi Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian

Tahun 2011 dan proyeksinya Tahun 2012-2014.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


88

4.2.1.1. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman

Pangan Menurut Tingkat Provinsi.

Bila dilihat pada tingkat Provinsi proyeksi jumlah tenaga kerja sektor

tanaman pangan pada tahun 2011 secara umum menurun dibandingkan

dengan tahun 2010, rata-rata penurunan tersebut hingga mencapai 12,79%

untuk semua Provinsi. Namun demikian proyeksi jumlah tenaga kerja tahun

2012 dan 2013 mengalami peningkatan dengan rata-rata peningkatan

masing-masing sebesar 1,82% dan 1,23%. untuk Provinsi-Provinsi yang ada

di pulau Sumatera secara umum mengalami peningkatan seperti Provinsi

Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu,

dan Kepulauan Riau. Di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2011 untuk

subsektor tanaman pangan sebanyak 780,46 ribu orang tenaga kerja

diperkirakan pada tahun 2012 akan naik menjadi 849,76 ribu orang,

kemudian tahun 2013 akan naik lagi menjadi 941,22 ribu orang. Sebaliknya

untuk Provinsi Jawa Tengah diperkirakan terjadi penurunan jumlah tenaga

kerja pada tahun 2012-2013. Pada tahun 2011 di Provinsi tersebut jumlah

tenaga kerja pada subsektor tanaman pangan sebanyak 2,96 juta orang, dan

akan turun menjadi 2,80 juta orang pada tahun 2012 kemudian diperkirakan

akan turun kembali pada tahun 2013 menjadi 2,66 juta orang. Selain di Jawa

Tengah, penurunan jumlah tenaga kerja terjadi di beberapa wilayah, yaitu

Bengkulu, Bangka Belitung, NTB, NTT, Kalbar, Sulteng dan beberapa Provinsi

lainnya (Lampiran 16).

Kumulatif hasil proyeksi jumlah tenaga kerja di masing-masing Provinsi

merupakan jumlah tenaga kerja subsektor tanaman pangan secara nasional.

Dengan demikian, pada tahun 2011 jumlah tenaga kerja pada subsektor

tanaman pangan sebesar 16,94 juta orang. Pada tahun 2012 dan 2013

diperkirakan akan mengalami peningkatan dari 17,24 juta orang menjadi

17,43 juta orang atau naik sebesar 189.905 orang. Bila dibandingkan dengan

jumlah tenaga kerja pada tahun 2011 sebesar 16,94 juta. Tampaknya tenaga

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


89

kerja subsektor tanaman pangan secara perlahan cenderung akan mengalami

peningkatan kembali setelah pada tahun 2011 turun sebesar 12,79% bila

dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya. Bila dicermati lebih jauh ada

delapan Provinsi yang relatif besar dalam menyerap tenaga kerja di

subsektor Tanaman Pangan. Terlihat Provinsi Jawa Timur merupakan Provinsi

terbesar jumlah tenaga kerjanya yakni mencapai 19 %. Dua Provinsi lainnya

yang memiliki kontribusi terbesar adalah Jawa Tengah dan Jawa Barat

masing-masing 15%. (Gambar 43).

31%

19%

5%

5%

5%

5%

15%

Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat

Sumatra Utara Nusat Tenggara Timur Papua

Sulawesi Selatan

Provinsi lainnya

Gambar 43. Rata-rata Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Tanaman

Pangan di Tujuh Provinsi Terbesar terhadap Tenaga

Kerja Subsektor Tanaman Pangan Nasional,

Tahun 2012-2014.

4.2.1.2. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

Berdasarkan Jenis Kelamin.

Tenaga kerja subsektor tanman pangan dilihat dari sisi jenis kelamin,

terlihat bahwa proporsi tenaga kerja laki-laki dan perempuan sekitar 60% :

40%. Pada tahun 2011 tenaga kerja perempuan sebesar 39,85% (6,75

juta orang), sedangkan tenaga kerja laki-laki sebesar 60,15% (10,19 juta

orang). Sementara tahun 2012 proyeksi tenaga kerja perempuan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


90

diperkirakan akan menurun menjadi 39,84% (6,69 juta orang) dan tenaga

kerja laki-laki meningkat menjadi 60,16% (10,18 juta orang), dengan

demikian pada tahun 2012 perkiraan penurunan tenaga kerja perempuan

sebesar 1% dan perkiraan peningkatan tenaga kerja laki-laki sebesar 1%

(Gambar 44). Hal tersebut menunjukkan betapa stagnannya proporsi jumlah

tenaga kerja subsektor tanaman pangan antara laki-laki dan perempuan

(Lampiran17).

(%)

70.00

60.00

50.00

40.00

30.00

20.00

10.00

-

Perempuan

Laki-laki

2011 39.85 60.15

2012*) 39.84 60.16

2013*) 39.81 60.19

2014*) 39.80 60.20

Gambar 44. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2011 dan Proyeksinya

Tahun 2012- 2014.

4.2.1.3. Poyeksi Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

Berdasarkan Kelompok Umur.

Tenaga kerja subsektor tanaman pangan berdasarkan kelompok umur

pada tahun 2011 menunjukkan bahwa umur tenaga kerja mayoritas ada pada

kelompok umur 60 tahun ke atas. Kelompok umur tersebut merupakan

kelompok umur tenaga kerja paling dominan yaitu mencapai sekitar 16,14%

(± 3 juta orang). Secara umum bila dilihat kelompok umur antara 30-54

tahun berkisar antara 10%-12% (± 2 juta orang). Sementara untuk kelompok

umur 15-19 tahun, 20-24 tahun, dan 25-29 tahun kurang dari 10% atau

sekitar 600 orang – 1,5 juta orang (Lampiran 18).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


91

Proyeksi pada tahun 2012 tenaga kerja subsektor tanaman pangan

diperkirakan untuk pengelompokan yang sama tidak menunjukkan perubahan

yang signifikan pada kelompok usia yang sama. Sebagai contoh pada

pengelompokkan usia diatas 60 tahun diperkirakan sebesar 16,21%,

sedangkan proyeksi pada tahun 2014 diperkirakan akan menurun menjadi

16,14%. Demikian juga untuk kelompok umur antara 30-54 tahun pada

tahun 2012 sampai dengan 2014 diperkirakan masih pada besaran 10%-

12%.

(%)

18.00

16.00

14.00

12.00

10.00

8.00

6.00

4.00

2.00

0.00

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+

2011 4.11 6.00 8.66 10.32 11.05 12.10 11.62 11.34 8.67 16.14

2012*) 4.11 5.98 8.65 10.32 11.02 12.08 11.62 11.33 8.68 16.21

2013*) 4.12 5.98 8.66 10.34 11.01 12.09 11.62 11.32 8.67 16.18

2014*) 4.14 5.98 8.68 10.37 11.00 12.10 11.62 11.31 8.66 16.14

Gambar 45. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2011 dan

Proyeksinya Tahun 2012- 2014.

4.2.1.4. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

Berdasarkan Pendidikan.

Secara umum pendidikan tertinggi yang dimiliki oleh sebagian besar

tenaga kerja subsektor tanaman pangan didominasi oleh tenaga kerja yang

berpendidikan paling tinggi hanya lulus SD. Kondisi tersebut nampak tidak

banyak berubah dari tahun ke tahun. Dapat kita lihat pada tahun 2011

tenaga kerja yang mampu menyelesaikan SLTP hanya 13,32%, pada tahun

2012 dan 2013 diperkirakan akan mencapai 13,37% dan 13,41%, sehingga

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


92

hanya meningkat sekitar 0,05% dan 0,04 saja kemungkinan untuk mampu

menyelesaikan pendidikan pada tahap SLTP.

Untuk Tenaga kerja yang mampu menyelesaikan jenjang pendidikan

SMA pada tahun 2011 hanya 5,54% sedangkan pada tahun 2012

diperkirakan akan naik menjadi 5,59% dan pada tahun 2014 naik lagi menjadi

5,70%. Peningkatan-peningkatan tersebut sangat lamban dibandingkan

dengan pendidikan tenaga kerja di sektor formal. Hal ini memperkuat

statemnet rendahnya produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian bila dilihat

dari sisi pendidikan (Lampiran 25).

(%)

40.00

35.00

30.00

25.00

20.00

15.00

10.00

5.00

0.00

Tdk/blm

pernah

sekolah

Tidak

Tamat SD

SD SLTP SMA SMK Diploma

I/II/III

Universitas

/DIV

2011 13.39 26.14 39.66 13.32 5.54 1.62 0.17 0.16

2012*) 13.37 26.13 39.54 13.37 5.59 1.66 0.18 0.16

2013*) 13.29 26.11 39.52 13.41 5.64 1.68 0.18 0.16

2014*) 13.21 26.07 39.50 13.47 5.70 1.70 0.18 0.16

Gambar 46. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

berdasarkan Pendidikan Tahun 2011 dan

Proyeksinya Tahun 2012- 2014.

4.2.1.5. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

Berdasarkan Status Pekerjaan Utama.

Jumlah tenaga kerja subsektor tanaman pangan bila dilihat dari status

pekerjaan utama, terlihat bahwa tenaga kerja yang paling dominan adalah

tenaga kerja yang berstatus berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak

dibayar mencapai sekitar. Pada tahun 2011 tenaga kerja dengan status

tersebut di atas mencapai sebesar 35,22%. Hal ini dapat dikatakan bahwa

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


93

petani yang bekerja di subsektor tanaman pangan memang merupakan

petani gurem, yang rata-rata penggarapan lahannya dapat diselesaikan oleh

keluarganya sendiri.

Sebaliknya tenaga kerja dengan status pekerjaan berusaha dibantu

buruh tetap/dibayar pada tahun yang sama hanya sebesar 2,92% yang

diperkirakan pada tahun 2012 sebesar 2,92% dan pada tahun 2014

diperkirakan akan naik menjadi 2,93%. Untuk status tenaga kerja yang

berusaha sendiri pada tahun 2011 hanya sebesar 7,20%, pada tahun 2012

diperkirakan sebesar 7,24% dan pada 2014 diperkirakan akan meningkat

menjadi sebesar 7,34%. Sementara tenaga kerja yang berstatus sebagai

buruh atau karyawan pada tahun 2011 sebesar 1,50%, pada tahun 2012

diperkirakan akan meningkat menjadi 1,51% dan pada 2014 diperkirakan

1.52% (Gambar 47).

(%)

35.00

30.00

25.00

20.00

15.00

10.00

5.00

0.00

Berusaha Sendiri

Berusaha Dibantu

Buruh Tidak

Tetap/Buruh Tidak

Dibayar

Berusaha Dibantu

Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja Keluarga

2011 7.20 35.22 2.92 1.50 19.38 33.79

2012*) 7.24 35.24 2.92 1.51 19.38 33.71

2013*) 7.29 35.15 2.93 1.51 19.49 33.63

2014*) 7.34 35.07 2.93 1.52 19.58 33.55

Gambar 47. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan

berdasarkan Status Pekerjaan Utama Tahun

2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


94

4.2.2. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura.

Pada tahun 2011, data hasil pengukuran diperoleh jumlah tenaga kerja

subsektor hortikultura sebesar 3,32 juta orang. Sementara hasil proyeksi

jumlah tenaga kerja subsektor hortikultura tahun 2012 diperkirakan mencapai

3,44 juta orang, sedangkan proyeksi tahun 2014 diperkirakan akan mencapai

3,55 juta orang atau rata-rata peningkatan jumlah tenaga kerja periode tahun

2011-2014 sebesar 2,22 % per tahun (Gambar 48).

(juta orang)

4.00

3.50

3.00

2.50

2.00

1.50

1.00

0.50

0.00

Proyeksi Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

2011 2012*) 2013*) 2014*)

3.32 3.44 3.52 3.55

Keterangan : *) Hasil Proyeksi

Gambar 48. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Tahun 2011 dan Proyeksinya, Tahun 2012- 2014.

Berdasarkan hasil proyeksi tenaga kerja pada subsektor tersebut, maka

dapat dihitung besarnya kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di

sektor hortikultura. Tahun 2011 subsektor hortikultura memberikan kontribusi

tenaga kerja terhadap sektor pertanian sebesar 9,09% merupakan subsektor

yang paling kecil yang memberikan kontribusi dibandingkan dengan subsektor

lainnya. Pada tahun 2014 kontribusi tenaga kerja subsektor hortikultura

terhadap sektor pertanian diperkirakan sebesar 9,36%. Untuk tahun 2011

dan 2014 rata-rata kontribusi tenaga kerja subsektor hortikultura terhadap

sektor pertanian diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 0,96 %

(Gambar 49).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


95

(%)

10.00

9.09 9.29 9.41 9.36

8.00

6.00

4.00

2.00

0.00

2011 2012*) 2013*) 2014*)

2011 2012*) 2013*) 2014*)

Gambar 49. Perkembangan Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura Terhadap Penyerapan Tenaga

Kerja di Sektor Pertanian, Tahun 2011–2014.

4.2.2.1. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura

Menurut Tingkat Provinsi.

Proyeksi pada tingkat Provinsi, jumlah tenaga kerja subsektor

hortikultura pada tahun 2011 secara umum mengalami peningkatan

dibandingkan tahun 2010. Demikian juga dengan hasil proyeksi tahun 2012

dan 2014 dibandingkan dengan tahun 2011 juga mengalami peningkatan

dengan rata-rata sebesar 2,19% per tahun.

Bila dicermati lebih jauh dari lima Provinsi relative besar jumlah

penyerapan tenaga kerjanya di subsektor hortikultura, terlihat bahwa Provinsi

Jawa Tengah merupakan Provinsi terbesar dalam memberikan kontribusi

terhadap penyerapan tenaga kerja yakni sebesar 20,87%. Dua Provinsi

terbesar lainnya memiliki rata-rata kontribusi terbesar adalah Provinsi Jawa

Barat dan Jawa Timur masing-masing sebesar 20,85% dan diperkirakan

tahun 2014 sebesar 13,45% (Gambar 50).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


96

33.06

20.87

3.01

3.61

5.15

13.45

20.86

Jawa Tengah

Jawa Timur

Nusa Tenggara Barat

Provinsi Lainnya

Jawa Barat

Sumatera Utara

Nusa Tenggara Timur

Gambar 50. Rata-rata Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Hortikultura di Delapan Provinsi Terbesar Terhadap

Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura Nasional,

Tahun 20122014

Untuk Provinsi-Provinsi yang ada di pulau Sumatera secara umum

mengalami peningkatan seperti Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat,

Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Di

Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2011 untuk subsektor hortikultura

penyerapan tenaga kerja sebesar 169,31 ribu orang dan diperkirakan pada

tahun 2012 mengalami kenaikan menjadi 174,23 ribu orang kemudian tahun

2013 juga naik menjadi 180 ribu orang, kemudian pada tahun 2014

diperkirakan naik kembali menjadi 186,68 ribu orang.

Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2011 penyerapan tenaga kerja

subsektor hortikultura sebesar 96,77 ribu orang, pada tahun 2012

diperkirakan mengalami kenaikan menjadi 99,37 ribu orang begitu juga tahun

2013 mengalami kenaikan lagi menjadi 102,22 ribu orang dan pada tahun

2014 diperkirakan akan meningkat kembali menjadi 105,32 ribu orang.

Sedangkan Provinsi Aceh, Riau, Lampung pada tahun 2012 sampai dengan

2014 diperkirakan mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja di

subsektor hortikultura (Lampiran 30).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


97

Penyerapan tenaga kerja subsektor hortikultura di pulau Jawa pada

umum mengalami kenaikan kecuali Provinsi DKI Jakarta yang diperkirakan

mengalami penurunan. Di Provinsi Jawa Tengah penyerapan tenaga kerja

subsektor hortikultura pada tahun 2011 sebesar 708,72 ribu orang atau

kontribusi terhadap nasional 21,32% diperkirakan akan mengalami kenaikan

di tahun 2012 dan 2013 menjadi 750,99 ribu orang dan 750,61 ribu orang,

sedangkan pada tahun 2014 meningkat menjadi 689,2 ribu orang.

Provinsi Jawa Barat pada tahun 2011 penyerapan tenaga kerja di

subsektor hortikultura sebesar 679,23 ribu orang atau kontribusi terhadap

nasional sebesar 20,44% diperkirakan pada tahun 2012 dan 2013 mengalami

kenaikan menjadi 704,22 ribu orang atau 3,68% dan 730,12 ribu orang.

4.2.2.2. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura Berdasarkan

Jenis Kelamin.

Tenaga kerja pada subsektor hortikultura berdasarkan jenis kelamin

perempuan pada tahun 2011 mencapai 40,21 persen (1,34 juta orang) dan

tenaga kerja berdasarkan jenis kelamin laki-laki mencapai 59,79 persen (1,99

juta orang). Hasil proyeksi jumlah tenaga kerja berdasarkan jenis kelamin

perempuan tahun 2012 yaitu sebesar 40,21 persen (1,38 juta orang) dan

tenaga kerja laki-laki mencapai 59,79 persen (2,06 juta orang). Pada tahun

2013 diperkirakan tenaga kerja perempuan mencapai 40,18 persen (1,41 juta

orang) dan tenaga kerja laki-laki mencapai 59,82 persen (2,11 juta orang).

Sedangkan di tahun 2014 diperkirakan jumlah tenaga kerja jenis kelamin

perempuan mencapai 40,12 persen (1,42 juta orang) dan tenaga kerja lakilaki

mencapai 59,88 persen (2,12 juta orang). Jumlah tenaga kerja

perempuan dari tahun 2011 sampai dengan 2014 diperkirakan mengalami

kenaikan sebesar 2,11% begitu juga dengan tenaga kerja laki-laki pada tahun

2011 sampai dengan 2014 mengalami peningkatan 2,24% (Gambar 51).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


98

Gambar 51. Proyeksi Tenaga Kerja berdasarkan Jenis Kelamin

Subsektor Hortikultura Nasional, Tahun 2011 – 2014.

4.2.2.3. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura Berdasarkan

Kelompok Umur.

Tenaga kerja pada subsektor hortikultura berdasarkan kelompok umur

pada tahun 2011 sampai tahun 2013 terbesar pada kelompok umur 30-34,

pada tahun 2011 berdasarkan kelompok umur tersebut mencapai 12,52

persen (416,25 ribu orang), hasil proyeksi pada tahun 2012 tenaga kerja

berdasarkan kelompok umur 30-34 mencapai 12,51 persen (430,17 ribu

orang) dan pada tahun 2013 di perkirakan pada kelompok umur yang sama

mencapai 12,50 persen (440,03 ribu orang), dan pada tahun 2014 mencapai

12,49 persen (442,80 ribu orang), lihat Gambar 52.

Gambar 52. Proyeksi Tenaga Kerja berdasarkan Umur Subsektor

Hortikultura Nasional, Tahun 2011 - 2014

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


99

4.2.2.4. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura Berdasarkan

Tingkat Pendidikan.

Tenaga kerja pada subsektor hortikultura berdasarkan tingkat

pendidikan pada tahun 2011 sampai tahun 2014 terbesar pada pendidikan di

tingkat sekolah dasar (SD), pada tahun 2011 berdasarkan tingkat pendidikan

SD mencapai 41,52 persen (1,38 juta orang), hasil proyeksi pada tahun 2012

tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan SD mencapai 41,55 persen (1,43

juta orang), pada tahun 2013 diperkirakan tenaga kerja berdasarkan tingkat

pendidikan SD mencapai 41,51 persen (1,61 juta orang) dan pada tahun

2014 diperkirakan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan SD mencapai

41,35 persen (1,47 juta orang), lihat Gambar 53.

Gambar 53. Proyeksi Tenaga Kerja berdasarkan Tingkat Pendidikan

Subsektor Hortikultura Nasional, Tahun 2011 - 2014

4.2.2.5. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura Berdasarkan

Status Pekerjaan.

Tenaga kerja pada subsektor hortikultura berdasarkan status pekerjaan

pada tahun 2011 sampai tahun 2014 terbesar pada status pekerjaan dalam

keluarga, pada tahun 2011 berdasarkan status pekerjaan dalam keluarga

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


100

mencapai 34,88 persen (1,16 juta orang), hasil proyeksi pada tahun 2012

tenaga kerja berdasarkan status pekerjaan dalam keluarga diperkirakan

mencapai 34,86 persen (1,20 juta orang), pada tahun 2013 diperkirakan

tenaga kerja berdasarkan status pekerjaan dalam keluarga mencapai 34,79

persen (1,22 juta orang) dan tahun 2014 diperkirakan tenaga kerja

berdasarkan status pekerjaan mencapai 34,67 (1,23 juta orang), lihat Gambar

54.

Gambar 54. Proyeksi Tenaga Kerja berdasarkan Status Pekerjaan

Subsektor Hortikultura Nasional, Tahun 2011 – 2014

4.2.3. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan.

Pada subsektor perkebunan, junlah tenaga kerja sub sektor

perkebunan tahun 2011 yaitu yaitu sebesar 12,08 juta orang, diperoleh hasil

proyeksi jumlah tenaga kerja sub sektor perkebunan tahun 2012 yaitu 12,11

juta orang. Pada tahun 2013 diperkirakan akan mencapai 12,17 juta orang.

Pada tahun 2014 diperkirakan akan mencapai 12,27 juta orang. Peningkatan

jumlah tenaga kerja diperkirakan rata-rata pertumbuhan dari tahun 2012

sampai dengan tahun 2014 sebesar 0,54 % (Gambar 55).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


101

(Juta orang)

14,00

12,00

10,00

8,00

6,00

4,00

2,00

Tenaga Kerja Sub sektor

Perkebunan dan Proyeksinya

-

2011 2012 2013 2014

12,08 12,11 12,17 12,27

Gambar 55. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Tahun 2011- 2014

Kontribusi tenaga kerja sub sektor perkebunan terhadap tenaga kerja

pertanian pada tahun 2011 memberikan kontribusi sebesar 33,05 persen.

Berdasarkan hasil proyeksi tenaga kerja pada subsektor tersebut, maka

dapat dihitung besarnya kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di

sektor pertanian. Subsektor perkebunan tahun 2012 sampai dengan tahun

2014 diperkirakan memberikan kontribusi masing-masing sebesar 32,73 %,

32,51% dan 32,39% dari total jumlah tenaga kerja sektor pertanian. Dalam

kurun waktu tersebut subsektor perkebunan memberikan kontribusi terbesar

kedua setelah subsektor tanaman pangan (Gambar 56).

(%)

40.00

30.00

33.05 32.73

32.51 32.39

20.00

Perkebunan

10.00

0.00

2011 2012*) 2013*) 2014*)

Gambar 56. Perkembangan Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan Terhadap Penyerapan

Tenaga Kerja di Sektor Pertanian, Tahun 2011 - 2014

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


102

4.2.3.1. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan

Menurut Tingkat Provinsi.

Proyeksi jumlah tenaga kerja subsektor perkebunan juga dilakukan

sampai level Provinsi. Peningkatan tertinggi terjadi pada Provinsi Kalimantan

Tengah hasil proyeksi jumlah tenaga kerja tahun 2012 sebesar 375 ribu

orang, pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 422 ribu orang dan

pada tahun 2014 meningkat menjadi 473 ribu orang. Untuk Provinsi

kepulauan Riau subsektor perkebunan juga mengalami peningkatan

sebanyak 39 ribu pada tahun 2012, pada tahun 2013 jumlah tenaga kerja

diperkirakan meningkat sebanyak 44 ribu orang dan pada tahun 2014 jumlah

tenaga kerja diperkirakan meningkat sebanyak 49 ribu orang (Lampiran 44).

Provinsi Kalimantan Tengah diperkirakan merupakan Provinsi paling

besar persentase kontribusi jumlah tenaga kerja pada subsektor perkebunan

terhadap nasional yakni sebesar 12,54%. Dua Provinsi terbesar di atas 9

persen adalah Provinsi Kepulauan Riau sebesar 12,20%, Kalimantan Timur

memberikan kontribusi sebesar 9,83% dan Provinsi Sulawesi Utara sebesar

9,47% (Gambar 57).

14,12

12,54

5,94

4,35

12,20

6,21

7,09

9,47

9,83

Kalimantan Tengah Kepulauan Riau Kalimantan Timur

Sulawesi Utara Riau Kalimantan Selatan

Papua Sulawesi Barat Provinsi lainnya

Gambar 57. Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Perkebunan Terbesar di

Tujuh Provinsi terhadap Tenaga Kerja Subsektor

Perkebunan Nasional, Tahun 2011-2014

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


103

4.2.3.2. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan Berdasarkan

Jenis Kelamin.

Tenaga kerja pada subsektor perkebunan berdasarkan jenis kelamin

perempuan pada tahun 2011 mencapai 34,42 persen ( 4,16 Juta orang) dan

tenaga kerja berdasarkan jenis kelamin laki-laki mencapai 65,58 persen (7,92

juta orang). Hasil proyeksi jumlah tenaga kerja berdasarkan jenis kelamin

perempuan tahun 2012 yaitu sebesar 34,41 persen (4,17 juta orang) dan

tenaga kerja laki-laki mencapai 85,59 persen (7,94 juta orang). Pada tahun

2013 diperkirakan tenaga kerja perempuan mencapai 34,39 persen (4,18 juta

orang) dan tenaga kerja laki-laki mencapai 65,61 persen ( 7,94 juta orang).

Pada tahun 2014 diperkirakan tenaga kerja perempuan mencapai 34,38

persen (4,22 juta orang) dan tenaga kerja laki-laki mencapai 65,62 persen

(8,05 juta orang).

Tenaga kerja berdasarkan jenis kelamin perempuan pada tahun 2011

sampai dengan 2014 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,04

persen, sedangkan tenaga kerja laki-laki pada tahun 2011 sampai dengan

2014 mengalami peningkatan sebesar 0,02 % (Gambar 58).

( % )

70,00

60,00

50,00

40,00

30,00

20,00

10,00

-

2011 *) 2012 **) 2013 **) 2014 **)

Perempuan 34,42 34,41 34,39 34,38

Laki-laki 65,58 65,59 65,61 65,62

Gambar 58. Proyeksi Tenaga Kerja berdasarkan Jenis Kelamin

Subsektor Perkebunan Nasional, Tahun 2011 – 2014

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


104

4.2.3.3. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan Berdasarkan

Kelompok Umur.

Tenaga kerja pada subsektor perkebunan berdasarkan kelompok umur

pada tahun 2011 sampai tahun 2014 terbesar pada kelompok umur 30 – 34,

pada tahun 2011 berdasarkan kelompok umur tersebut mencapai 13,38

persen ( 1,62 juta orang), hasil proyeksi pada tahun 2012 tenaga kerja

berdasarkan kelompok umur 30 -34 mencapai 13,42 persen (1,63 juta orang),

pada tahun 2013 di perkirakan pada kelompok umur yang sama mencapai

13,46 persen (1,64 juta orang) dan pada tahun 2014 di perkirakan tenaga

kerja berdasarkan kelompok umur yang sama mencapai 13,50 persen (1,66

juta orang), (Gambar 59).

( % )

14,00

12,00

10,00

8,00

6,00

4,00

2,00

-

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+

2011 *) 5,92 10,12 12,52 13,38 12,76 11,68 10,15 8,92 5,94 8,62

2012 **) 5,92 10,13 12,55 13,42 12,78 11,69 10,13 8,89 5,91 8,57

2013 **) 5,91 10,14 12,58 13,46 12,79 11,70 10,12 8,87 5,89 8,54

2014 **) 5,90 10,15 12,60 13,50 12,80 11,71 10,11 8,85 5,86 8,51

Gambar 59. Proyeksi Tenaga Kerja berdasarkan Umur Subsektor

Perkebunan Nasional, Tahun 2011 - 2014

4.2.3.4. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan Berdasarkan

Tingkat Pendidikan.

Tenaga kerja pada subsektor perkebunan berdasarkan tingkat

pendidikan pada tahun 2011 sampai tahun 2014 terbesar pada pendidikan di

tingkat sekolah dasar (SD), pada tahun 2011 berdasarkan tingkat pendidikan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


105

SD mencapai 37,48 persen (4,53 juta orang), hasil proyeksi pada tahun 2012

tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan SD mencapai 37,53 persen

(4,54 juta orang), pada tahun 2013 di perkirakan tenaga kerja berdasarkan

tingkat pendidikan SD mencapai 37,58 persen (4,57 juta orang), dan pada

tahun 2014 diperkirakan tingkat pendidikan SD mencapai 37,62% (4,61 juta

orang), (Gambar 60).

( % )

40,00

35,00

30,00

25,00

20,00

15,00

10,00

5,00

-

Tdk/blm

pernah

sekolah

Tidak

Tamat SD

SD SLTP SMA SMK Diploma

I/II/III

Universita

s/DIV

2011 *) 7,02 23,16 37,48 19,32 9,60 2,67 0,39 0,36

2012 **) 6,99 23,17 37,53 19,33 9,59 2,64 0,39 0,36

2013 **) 6,97 23,18 37,58 19,34 9,57 2,61 0,39 0,36

2014 **) 6,96 23,18 37,62 19,34 9,56 2,59 0,39 0,37

Gambar 60. Proyeksi Tenaga Kerja berdasarkan Tingkat Pendidikan

Subsektor Perkebunan Nasional, Tahun 2011 - 2014

4.2.3.5. Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan Berdasarkan

Status Pekerjaan.

Tenaga kerja pada subsektor perkebunan berdasarkan status

pekerjaan pada tahun 2011 sampai tahun 2014 terbesar pada status

pekerjaan dalam keluarga, pada tahun 2011 berdasarkan status pekerjaan

dalam keluarga mencapai 31,00 persen (3,74 juta orang), hasil proyeksi pada

tahun 2012 tenaga kerja berdasarkan status pekerjaan dalam keluarga

diperkirakan mencapai 30,98 persen (3,75 juta orang), pada tahun 2013 di

perkirakan tenaga kerja berdasarkan status pekerjaan dalam keluarga

mencapai 30,94 persen (3,77 juta orang) dan pada tahun 2014 di perkirakan

tenaga kerja berdasarkan status pekerjaan dalam keluarga mencapai 30,91

persen (3,79 juta orang), (Gambar 61).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


106

( % )

35,00

30,00

25,00

20,00

15,00

10,00

5,00

-

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu

Buruh Tidak

Tetap/Buruh

Tidak

Dibayar

Berusaha

Dibantu

Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/karya

wan

Pekerja

Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

2011 *) 15,15 26,56 2,55 15,40 9,34 31,00

2012 **) 15,22 26,49 2,55 15,52 9,25 30,98

2013 **) 15,27 26,41 2,55 15,64 9,19 30,94

2014 **) 15,31 26,33 2,55 15,75 9,15 30,91

Gambar 61. Proyeksi Tenaga Kerja berdasarkan Status Pekerjaan

Subsektor Perkebunan Nasional, Tahun 2011 – 2014.

4.2.4. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja pada Subsektor Peternakan.

Proyeksi jumlah tenaga kerja pada subsektor peternakan pada tahun

2012 diperkirakan akan mencapai 4,19 juta orang. Sementara tahun 2013

diperkirakan akan mencapai 4,30 juta orang, dengan demikian terjadi

peningkatan sebesar 2,47% dan pada tahun 2014 diperkirakan meningkat

2,35% (Gambar 62).

4.450.000

4.400.000

4.350.000

4.300.000

4.250.000

4.200.000

4.150.000

4.100.000

4.050.000

2011

2012

2013

2014

Gambar 62. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Tahun 2011 dan Proyeksinya, Tahun 2012- 2014

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


107

Berdasarkan hasil proyeksi jumlah tenaga kerja tahun 2012 dan 2013,

maka dapat dihitung besarnya kontribusi terhadap jumlah tenaga kerja sektor

pertanian. Pada tahun 2012 persentase jumlah tenaga kerja subsektor

peternakan diperkirakan sebesar 11,35 % dan tahun 2012 sebesar 11,50 %

per tahun. Namun demikian pada kurun waktu 2012-2013 diperkirakan

subsektor peternakan menyumbang penyerapan tenaga kerja paling kecil di

antara subsektor pertanian lainnya (Gambar 63).

(%)

12.00

11.51 11.35 11.50 11.62

10.00

8.00

6.00

4.00

Peternakan

2.00

0.00

2011 2012*) 2013*) 2014*)

Gambar 63. Perkembangan Proyeksi Kontribusi Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan terhadap Tenaga Kerja Sektor

Pertanian, Tahun 2012-2014

4.2.4.1. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Tingkat Provinsi.

Proyeksi jumlah tenaga kerja tingkat provinsi untuk subsektor

peternakan menunjukkan bahwa ada 12 provinsi diperkirakan mengalami

penurunan dengan besaran -0,54 sampai dengan -18,79 persen. Penurunan

terbesar diperkirakan terjadi di Papua Barat, Banten dan Jambi yakni -18,79

persen, -9,99 persen dan -9,76 persen.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


108

Penurunan di Provinsi Papua Barat pada tahun 2012 diperkirakan dari

1.815 orang menjadi 972 orang pada tahun 2014. Untuk provinsi Banten

diperkirakan dari 42.137 orang menjadi 30.701 orang pada tahun 2014.

Sebaliknya peningkatan diperkirakan terjadi di 17 provinsi dengan besaran

0,10 sampai dengan 30,10 persen. Peningkatan yang terbesar diperkirakan

terjadi di Provinsi Sulawesi Barat 30,10 persen, Kepulauan Riau sebesar 26,25

persen, Sulawesi Tenggara 15,33 persen, Kalimantan Barat 13,74 persen,

Sumatera Barat 12,12 persen, Gorontalo 9,85 persen dan Sulawesi Utara

7,32 persen, sedang yang lainnya 0,10 – 6,87 persen. Hasil selengkapnya

dapat dilihat pada Lampiran 2.

Secara agregat total proyeksi jumlah tenaga kerja subsektor

peternakan pada tahun 2012 dan 2014 merupakan penjumlahan dari masingmasing

provinsi. Pada tahun 2012 diperkirakan jumlah tenaga kerja

subsektor peternakan sebesar 4,198,96 ribu orang, dan tahun 2014 sebesar

4,404, ribu orang. Tiga provinsi dengan jumlah tenaga kerja terbesar adalah

Povinsi Jawa Timur (45,62 %), Jawa Tengah (20,16 %) dan Jawa Barat

(6,94 %). Tenaga kerja peternakan terkonsentrasi pada tiga provinsi tersebut

yakni 72,68 % (Gambar 64).

Gambar 64. Kontribusi Proyeksi Tenaga Kerja Peternakandi Delapan

Provinsi Terbesar terhadap Tenaga Kerja Subsektor

Peternakan Nasional, Tahun 2012-2014

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


109

4.2.4.2. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Jenis Kelamin.

Proyeksi jumlah tenaga kerja subsektor peternakan berdasarkan jenis

kelamin menunjukkan bahwa pada tahun 2012 tenaga kerja laki – laki masih

mendominasi tenaga kerja subsektor peternakan. Pada tahun 2012 tenaga

kerja laki-laki diperkirakan mencapai 2.380.245 orang atau 56,69 %,

sedangkan tenaga kerja perempuan hanya 1.818.716 orang atau 43,31 %.

Demikian juga halnya pada tahun 2013, tenaga kerja laki–laki diperkirakan

2.437.353 atau 56,65 %, sedang tenaga kerja perempuan 1.865.501 orang

atau 43,35 % dan 2014 diperkirakan tenaga kerja laki-laki 2.494.471 orang

atau 56,64% sedangkan tenaga kerja perempuan 1.909.568 orang atau

43,35% . Proyeksi tenaga kerja berdasarkan jenis kelamin menurut Provinsi

menunjukkan jumlah tenaga kerja laki–laki lebih banyak dibanding tenaga

kerja perempuan kecuali di Provinsi Sulaewsi Barat, Bangka Belitung, Bali dan

D.I. Yogyakarta.

Gambar 65. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

menurut Jenis Kelamin tahun 2011 prediksi 2012 dan

2014.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


Jumlah tenaga kerja(orang)

110

4.2.4.3. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Penggolongan Umur.

Proyeksi jumlah tenaga kerja subsektor peternakan berdasarkan

penggolongan umur menunjukkan bahwa pada tahun 2012 tenaga kerja

subsektor peternakan diperkirakan kurang lebih 15,85 %, adalah pada

golongan umur 60 tahun lebih, yakni 279.019 orang, kemudian 10,85 % yang

berumur 35-39 % atau 473.713 orang, golongan umur 40-44 terdapat 10,33

% atau 454.81 orang dan golongan umur 45-49 terdapat 10,21 % atau

449.442 orang. Pada tahun 2013 – 2014 diperkirakan rata-rata kelompok

umur yang tertinggi adalah kelompok umur 60 tahun lebih yakni sekitar 16,68

%, kemudian kelompok umur 35 – 39 yakni, kelompok umur 40 – 44 tahun

sekitar 10,80 %, kelompok umur 45 – 49 tahun sekitar 10,70 % dan 30 – 34

tahun sekitar 10,17 %, hal ini dapat dilihat pada Gambar 66.

800.000

700.000

Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Menurut Penggolongan

Umur Tahun 2011 Prediksi Tahun 2012 - 2014

600.000

500.000

400.000

300.000

200.000

100.000

2011

2012

2013

2014

-

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+

Penggolongan umur

Gambar 66. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

menurut golongan umur, tahun 2011 prediksi 2012 dan

2014.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


orang

111

4.2.4.4. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Pendidikan.

Proyeksi jumlah tenaga kerja subsektor peternakan berdasarkan

pendidikan menunjukkan bahwa pada tahun 2012 35,61 % tenaga kerja

subsektor peternakan adalah berpendidkan SD. Kemudian 23, 04 % atau

1.014.492 orang tidak tamat SD, dan 15,55 atau 684.907 tidak pernah

bersekolah. Dalam hal ini dapatlah diketahui bahwa pendidikan tenaga kerja

pada subsektor peternakan sangatlah rendah. Pada tahun 2013 – 2014

diperkirakan rata-rata pendidikan yang tertinggi adalah pendidikan SD yakni

37,56 %, kemudian pendidikan tidak tamat SD sebesar 34,19 % dan

tidak/belum pernah sekolah 16,23 %. Hal ini dapat dilihat pada gambar

Gambar 67.

1.800.000

1.600.000

1.400.000

1.200.000

1.000.000

800.000

600.000

400.000

200.000

-

Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Menurut Pendidikan

Tertinggi

SD

Tidak

Tamat

SD

Tdk/blm

pernah

sekolah

SLTP SMA SMK

Universi

tas/DIV

Diploma

I/II/III

2011 1.576.8 1.015.0 681.383 594.969 193.652 110.505 17.555 14.218

2012 1.568.4 1.014.4 684.907 593.358 195.398 110.438 17.622 14.311

2013 1.604.5 1.041.5 699.696 610.380 200.657 113.320 17.871 14.869

2014 711.475 1.068.0 1.641.5 627.801 205.593 116.126 15.453 18.045

Gambar 67. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

menurut Pendidikan tahun 2011 prediksi 2012 dan 2013.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


Jumlah Tenga Kerja

112

4.2.4.5. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan

Berdasarkan Status Pekerjaan.

Proyeksi jumlah tenaga kerja subsektor peternakan berdasarkan status

pekerjaan menunjukkan bahwa pada tahun 2012 diperkirakan tenaga kerja

subsektor peternakan pada umumnya yang mendominasi adalah pekerja

keluarga. Pada tahun 2012 diperkirakan terdapat 1.878.989 orang atau 42,67

% adalah pekerja keluarga, kemudian 31,27 % adalah berusaha dibantu

buruh tidak tetap atau tidak dibayar. Berusaha sendiri diperkirakan akan

terdapat 13,86 persen atau 610,333 orang. Hanya sebagian kecil yang

menjadi buruh atau karyawan dan pekerja bebas pertanian. Pada tahun 2013

2014 diperkirakan rata-rata status pekerjaan yang tertinggi adalah pekerja

keluarga yakni 43,19 %, kemudian berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh

tidak dibayar sebesar 31,61 % dan berusaha sendiri 14,03 %.Hal ini dapat

dilihat pada Gambar 68.

2.500.000

Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Menurut Status Pekerjaan

2.000.000

1.500.000

1.000.000

500.000

-

Berusaha Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja Keluarga

2011 610.362 1.374.871 50.501 240.152 48.339 1.879.988

2012 610.333 1.373.875 50.064 237.777 47.922 1.878.989

2013 625.878 1.410.704 51.171 240.813 48.283 1.926.006

2014 641.821 1.446.226 52.396 244.716 48.692 1.970.190

Gambar 68. Proporsi Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan menurut

Status Pekerjaan tahun 2011 prediksi 2012 dan 2014.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


BAB. V

RENCANA AKSI

KETENAGAKERJAAN

PERTANIAN


113

BAB. V

RENCANA AKSI

KETENAGAKERJAAN PERTANIAN

5.1. PRIORITAS PENANGANAN TENAGA KERJA PERTANIAN.

Sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dalam

penyerapan tenaga kerja. Meski banyak terserap di sektor pertanian,

kesejahteraan pekerja di sektor ini masih rendah. Struktur lapangan

pekerjaan tidak berubah, sehingga penyerapan tenaga kerja masih belum

menunjukkan kualitas yang membaik. Oleh karena itu, prioritas penanganan

tenaga kerja di sektor pertanian masih perlu dilakukan, hal ini dikarenakan:

5.1.1. Kegiatan Pertanian Masih Menjadi Andalan Penampung

Tenaga Kerja.

Tingginya jumlah penduduk yang sebagian besar berada di pedesaan

dan memiliki kultur budaya kerja keras, sesungguhnya merupakan potensi

tenaga kerja untuk mendukung pengembangan pertanian. Hingga saat ini

lebih dari 43 juta tenaga kerja masih menggantungkan hidupnya dari sektor

pertanian. Namun besarnya jumlah penduduk tersebut belum tersebar secara

proporsional sesuai dengan sebaran luas potensi lahan serta belum memiliki

pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mendukung pengembangan

pertanian yang berdaya saing. Apabila keberadaan penduduk yang besar di

suatu wilayah dapat ditingkatkan pengetahuan dan keterampilannya untuk

dapat berkerja dan berusaha di sektor produksi, pengolahan dan pemasaran

hasil pertanian, maka penduduk Indonesia yang ada dapat dimanfaatkan

untuk meningkatkan kapasitas produksi aneka komoditas bagi pemenuhan

kebutuhan pasar nasional dan dunia.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


114

Masih terdapat cukup potensi meningkatkan kapasitas aneka produksi

komoditas pertanian melalui penempatan tenaga kerja terlatih di daerah yang

masih kurang penduduknya dengan didukung oleh stimulus dalam bentuk

penyediaan faktor produksi, bimbingan teknologi serta pemberian jaminan

pasar yang baik.

5.1.2. Minat Tenaga Kerja Sektor Pertanian Semakin Menurun.

Belum berkembangnya agoindustri di perdesaan, sehingga usaha tani

masih dominan di aspek produksi on-farm dengan tingkat pendapatan yang

relatif kecil dan belum berkembangnya usaha jasa pelayanan permodalan,

dan teknologi, mengakibatkan citra petani dan pertanian lebih sebagai

aktifitas sosial budaya tradisional, bukan sosial ekonomi yang dinamis dan

menantang. Kondisi ini pada akhirnya kurang menarik minat generasi muda di

perdesaan untuk bekerja dan berusaha di bidang pertanian, terlebih bagi

mereka yang telah mengikuti pendidikan sekolah menengah ke atas.

Adalah menjadi tantangan ke depan untuk mengembangkan

agroindustri di perdesaan, diantaranya melalui pengembangan kawasan

agropolitan atau Kota Terpadu Mandiri, sehingga menumbuh kembangkan

usaha penyediaan barang dan jasa pendukung yang merupakan peluang

usaha dan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru di pedesaan.

5.1.3. Produktivitas Tenaga Kerja Pertanian.

Hingga saat ini sebagian besar masyarakat masih menggantungkan

hidupnya dari sektor pertanian dengan tingkat produktivitas dan pendapatan

usaha yang relatifrendah, sehingga kemiskinan, pengangguran dan rawan

pangan banyak terdapat dipedesaan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa

upaya pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan rawan pangan harus

dilakukan dengan membangun pertaniandan pedesaan.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


115

Adalah merupakan tantangan ke depan untuk mencapai komitmen

global pada tahun 2015 sebagaimana yang dicanangkan dalam Millenium

Development Goals (MDG’s) melalui pembangunan pertanian dengan

segalakarakteristik dan sfesifikasi masalahnya yang tersebar merata hampir di

seluruh wilayah pedesaan.

5.1.4. Akses Petani Terhadap Sumber Modal Terbatas.

Hingga saat ini kondisi masyarakat petani dihadapkan pada kecilnya

skala penguasaan dan pengusahaan lahan petani yang mengakibatkan

terbatasnya kemampuan petani untuk melakukan pemupukan modal melalui

tabungan dan investasi. Di sisi lain petani juga belum memiliki kemampuan

untuk mengakses sumber permodalan/lembaga keuangan formal, diantaranya

akibatkan oleh tidak mudahnya prosedur pengajuan kredit dan ketiadaan

agunan yang dipersyaratkan, sehingga petani lebih memilih “rentenir” yang

menyediakan pinjaman modal dengan cepat walau dengan tingkat bunga

yang lebih tinggi dibanding lembaga keuanganformal. Kondisi ini, pada

akhirnya semakin memperburuk kondisi arus tunai (cash flow ) dan

kesejahteraan petani.

Tantangan ke depan yang harus dikembangkan adalah bagaimana

menjembatani kesenjangan manajemen antara lembaga perbankan formal

yang kebanyakan berada di daerah perkotaan dengan masyarakat petani

yang tersebar di perdesaan. Sementara menunggu perbankan lebih berpihak

kepada pertanian, maka pemberdayaan kelembagaan usaha kelompok untuk

menjadi cikal bakal lembaga keuangan mikro di pedesaan perlu dilakukan.

Pada akhirnya lembaga ini diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga

mandiri milik masyarakat petani perdesaan. Namun pengembangan lembaga

ini membutuhkan dukungan pemerintah dalam bentuk pembinaan

manajemen dan seed capital kepada kelompok atau gabungan kelompok yang

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


116

sudah benar-benar siap dirintis untuk tumbuh menjadi lembaga keuangan

mikro di pedesaan.

5.1.5. Akses Petani Terhadap Sumberdaya Lahan Terbatas.

Status penguasaan lahan oleh sebagian besar petani belum memiliki

legalitas yang kuat dalam bentuk sertifikat, sehingga lahan belum bisa

dijadikan sebagai jaminan untuk memperoleh modal usaha melalui

perbankan. Hingga saat ini sertifikat tanah yang telah diterbitkan baru

mencapai jumlah 24,5 juta persil atau sekitar 30% dari seluruh persil yang

ada di Indonesia (± 75 juta persil). Dari jumlah yang telah memperoleh

sertifikat tersebut, 50% adalah tanah di perkotaan (pemukiman dan industri)

yang luas arealnya tidak lebih dari 3 juta ha. Sedangkan lahan pertanian di

pedesaan yang luasnya lebih dari 25 juta ha baru memperoleh sertifikat 50%

dari seluruh sertifikat yang sudah diterbitkan atau ± 12 juta persil (HKTI,

2003).

Tantangan ke depan untuk mengatasi terbatasnya pemilikan dan

lemahnya status penguasaan lahan adalah bagaimana meningkatkan efisiensi

dan produktifitas, usaha tani, penataan kelembagaan pengelolan lahan,

pengendalian pertumbuhan penduduk, reformasi agraria serta penguatan

status kepemilikan lahan.

5.2. STRATEGI dan KEBIJAKAN

KETENAGAKERJAAN PERTANIAN 2012-2014.

Strategi dan kebijakan ketenagakerjaan pertanian tahun 2012-2014

tidak dapat terlepas dari strategi dan kebijakan pembangunan pertanian

sebagaimana diuraikan pada subbab 5.1. Demikian pula perencanaan

ketenagakerjaan ini juga tidak terlepas dari arah kebijakan di bidang

ketenagakerjaan di Indonesia yang tertuang dalam (1) Undang-Undang RI

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


117

No. 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan; (2) Peraturan Pemerintah RI

No.15 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh Informasi Ketenagakerjaan

dan Penyusunan Serta Pelaksanaan Perencanaan Tenaga Kerja; (3)

Permenakertrans RI No PER.03/MEN/II/2009, tentang Pedoman Penyajian

Informasi Ketenagakerjaan; (4) Permenakertrans RI No PER.16/MEN/XI/2010,

tentang Perencanaan Tenaga Kerja Makro; (5) Permenakertrans RI No

PER.02/MEN/I/2011, tentang Pembinaan dan Koordinasi Pelaksanaan

Pengawasan Ketenagakerjaan; dan (6) Permenakertrans RI No PER.15/MEN

/XI/2011, tentang Jaringan Informasi Pengawasan Ketenagakerjaan.

Sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait ketenagakerjaan, telah

ditetapkan lima pilar rencana aksi ketenagakerjaan yaitu: (1) perbaikanan

layanan dan sistem informasi ketenagakerjaan, (2) peningkatan ketrampilan

dan kapasitas pekerja, (3) pengembangan UMKM dan kewirausahaan, (4)

peningkatan pembangunan infrastruktur termasuk infrastruktur sederhana,

dan (5) program darurat ketenagakejaan. Mengacu kepada lima pilar

dimaksud, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, maka Kementerian

Pertanian memilih pilar ke-2, 3, dan 4 diterapkan dalam pembangunan

pertanian yaitu: (1) pilar peningkatan ketrampilan dan kapasitas pekerja, (2)

pilar pengembangan UMKM dan kewirausahaan, dan (3) pilar peningkatan

pembangunan infrastruktur termasuk infrastruktur sederhana

Ketiga pilar tersebut akan dijadikan dasar dalam menyusun kebijakan

dan kegiatan terkait dengan ketenagakerjaan di sektor petanian pada periode

tahun 2012-2014. Lima pilar rencana aksi ketenagakerjaan disajikan pada

Bagan dibawah ini.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


118

Bagan ... Lima Pilar Rencana Aksi TNP2K

Pilar Rencana Aksi TNP2K

1

2

3

4

5

• Perbaikan

Layanan

dan

Sistem

Informasi

Ketenaga

kerjaan

• Peningkatan

Keterampilan

dan

Kapasitas

Pekerja

• Penciptaan

Lapangan

Kerja

Melalui

UMKM dan

Kewirausa

haan

• Peningkatan

Pembangun

an

Infrastruktur

termasuk

Infrastruktur

Berbasis

Komunitas

• Program

Darurat

Penciptaan

Lapangan

Kerja

Referensi : TNP2K

Selanjutnya berdasarkan tiga piiar rencana aksi ketenagakerjaan yang

terpilih sebagai dasar penyusunan kebijakan dan kegiatan pembangunan

pertanian terkait ketenagakerjaan, maka kebijakan yang ditempuh adalah (1)

peningkatan kualitas SDM Pertanian, (2) penguatan kelembagaan dan akses

pasar pertanian, serta (3) pembangunan infrastruktur pertanian berbasis

padat karya.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


119

1.

Perbaikan

Layanan dan

Sistem Informasi

Ketenagakerjaan

2.

Peningkatan

Keterampilan

dan Kapasitas

Pekerja

3.

Penciptaan

Lapangan Kerja

melalui UMKM

dan

Kewirausahaan

4.

Peningkatan

Pembangunan

Infrastruktur

Termasuk

Infrastruktur

Berbasis

Komunitas

5.

Program

Darurat

Penciptaan

Lapangan Kerja

3 KEBIJAKAN

1. Peningkatan

Kualitas SDM

Pertanian

2. Penguatan

Kelembagaan dan

Pengembangan

Pasar Pertanian

3. Pembangunan

Infrastruktur

Pertanian

5.3. RENCANA AKSI PENCIPTAAN PERLUASAN

KESEMPATAN KERJA PERTANIAN 2012-2014.

Kebijakan peningkatan kualitas SDM pertanian ini ditempuh sebagai

bagian dan mendukung terhadap pencapaian Empat Target Sukses

pembangunan pertanian sesuai yang tercantum dalam Renstra Kementerian

pertanian tahun 2010-2014. Kebijakan ini diimplementasikan tidak terbatas

hanya pada kegiatan-kegiatan guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan

ketrampilan petani saja, tetapi juga mencakup kegiatan yang lebih luas,

melalui program kegiatan: (1) peningkatan keterampilan dan kapasitas kerja,

(2) pengembangan UMKM dan kewirausahaan, (3) peningkatan

pembangunan infrastruktur termasuk yang berbasis komoditas. Langkahlangkah

yang ditempuh dalam menjalankan kebijakan ini antara lain:

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


120

KEBIJAKAN dan PROGRAM PERLUASAN PENCIPTAAN

KESEMPATAN KERJA DAN PENINGKATAN KETRAMPILAN PEKERJA PERTANIAN

1. Peningkatan

Kualitas SDM

Pertanian

2. Penguatan

Kelembagaan dan

Pengembangan

Pasar Pertanian

1.Pengembangan Sistem Standarisasi dan Sertifikasi

Profesi (LSP , Diklat Asesor, LDP, TUK, SKKNI dan

Sertifikasi Penyuluh)

2.Pendidikan dan Pelatihan Pertanian bagi aparatur dan

non aparatur

3.Peningkatan Kualitas Pendidikan Pertanian (SMK-SPP,

SKK bid Pertanian dan STPP)

4.Pengembangan Ketenagaan Penyuluhan (THL-TBP,

Penyuluh PNS dan Penyuluh Swadaya)

1.Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Penguatan

Modal Petani (PUAP, LM3, SMD, LDPM, DEMAPAN,

KRPL, P4S, dan Magang)

2.Pengelolaan Produk Pertanian dan Pengembangan

Pasar (Pasar Tani, STA, Pasar Ternak, UPHP)

3. Pembangunan

Infrastruktur

Pertanian

1.Perluasan Areal Pertanian (Cetak Sawah, Optimasi

Lahan, Perluasan Areal Hortikultura/Perkebunan dan

Peternakan)

2.Perbaikan Infrstruktur (Pemb/Rehab Jalan Pertanian

dan jaringan Irigasi, Pengembangan Sumber Air)

5.3.1. Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Pertanian

Rencana Aksi Penciptaan Lapangan Kerja dalam rangka Peningkatan

Kualitas Sumberdaya Manusia Pertanian, melalui beberapa program yang

dilaksanakan meliputi:

1. Program Pengembangan Sistem Standardisasi dan Sertifikasi Profesi

Pertanian, dengan melaksanakan: (1) pembentukan dan

pengembangan Lembaga Sertfikasi Profesi, (2) mendidik calon Asesor

Kompetensi, (3) mengakreditasi Lembaga Diklat Profesi, (4)

mengakreditasi Tempat Uji Kompetensi, (5) menyusun Pedoman

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang

pertanian, (6) harmonisasi SKKNI dengan Standar Kompetensi Kerja

Internasional, (7) sertfikasi profesi penyuluh pertanian PNS.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


121

2. Program Pendidikan dan Pelatihan Pertanian, dengan melaksanakan:

(1) diklat teknis bagai aparatur pertanian, kewirausahaan, teknis

pertanian, dan teknis pengolahan dan pemasaran bagi petani, dan (2)

Sekolah Lapang (SL) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan.

3. Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Pertanian: (1) peningkatan

mutu penyelenggaraan Pendidikan Menengah Kejuruan Pertanian SMK-

SPP, (2) fasilitasi pertukaran siswa dan magang keluar negeri, (3)

mengembangkan kerjasama dengan instansi terkait dunia usaha dan

industri, (4) mengembangkan Unit Usaha Agribisnis SMK-SPP menjadi

rintisan SMK-SPP bertaraf internasional, dan (5) menyusun Standar

Kompetensi Kerja (SKK) di UPT pelatihan Pusat, dan (6)

mengembangkan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP).

4. Program Pengembangan Ketenagaan Penyuluhan: (1) operasionalisasi/

pengembangan bagi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh

(THL-TBP), penyuluh PNS (penyuluh organik), (2) Pemberdayaan

Penyuluh Swadaya.

5.3.2. Penguatan Kelembagaan dan Pengembangan Pasar Pertanian

Rencana Aksi Penciptaan Lapangan Kerja dalam rangka Penguatan

Kelembagaan dan Pengembangan Pasar Pertanian, melalui beberapa program

yang dilaksanakan meliputi:

1. Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Penguatan Modal

Petani, dengan melaksanakan: (1) Pengembangan Usaha Agribisnis

Pedesaan (PUAP), (2) Pemberdayaan Lembaga Mandiri yang Mengakar

di Masyarakat (LM3), (3) Pemberdayaan Pemuda/Sarjana Membangun

Desa (P/SMD), (4) Pemberdayaan Lembaga Distribusi Pangan

Amsyarakat (LDPM), (5) Pemberdayaan Desa Mandiri Pangan

(DEMAPAN), (6) Pemberdayaan Kelompok Kawasan Rumah Pangan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


122

Lestari (KRPL), (7) Pemberdayaan Lembaga Penyuluh Swadaya, dan

(8) Kewirausahaan bagi alumni petani magang di luar negeri.

2. Program Pengelolaan Produk Pertanian dan Pengembangan Pasar: (1)

membangun Pasar Tani, (2) Sub Terminal Agribisnis (STA), (3) Pasar

Ternak, dan (4) Unit Pengolahan Hasil Pertanian (Hortikultura,

Perkebunan dan Peternakan)

5.3.3. Peningkatan Pembangunan Infrastruktur Pertanian.

Rencana Aksi Penciptaan Lapangan Kerja dalam rangka Peningkatan

Pembangunan Infrastruktur termasuk Infrastruktur Berbasis Komunitas,

melalui beberapa program yang dilaksanakan meliputi:

1. Program Perluasan Areal Pertanian (Pola Padat Karya Petani) melalui

kegiatan: (1) pencetakan sawah, (2) optimalisasi lahan, (3) perluasan

areal hortikultura, (4) perluasan areal perkebunan rakyat, dan (5)

perluasan areal peternakan.

2. Program Perbaikan Infrastrukstur Pertanian (Pola Padat Karya Petani):

(1) pembangunan/rehabilitasi jalan pertanian, (2) pembangunan/rehab

jaringan irigasi, dan (3) pengembangan sumber air (embung, irigasi

tanah dangkal dan dalam, dan parit).

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


123

MATRIK RENCANA AKSI

PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA SEKTOR PERTANIAN 2013-2014

PILAR 2: Peningkatan Keterampilan dan Kapasitas Pekerja

Kebijakan Program Tindakan

Peningkatan

Kualitas

SDM

Pertanian

1. Pengembangan

Sistem

Standardisasi

dan Sertifikasi

Profesi

Pertanian

A. Pembentukan dan

Pengembangan Lembaga

Sertifikasi Profesi (LSP)

Tahun

2012 2013 2014

4 Lembaga

Sertifikasi Profesi

(Penyuluh

Pertanian,

Butcher, Organik,

POPT)

4 Lembaga

Sertifikasi Profesi

(Penyuluh

Pertanian,

Butcher,

Organik, POPT)

4 Lembaga

Sertifikasi Profesi

(Penyuluh

Pertanian,

Butcher,

Organik, POPT)

Penanggung

Jawab

B. Pendidikan Calon Asesor

Kompetensi

Terdidiknya 60

Asesor yang

kompeten

Terdidiknya 20

Asesor yang

kompeten

Terdidiknya 30

Asesor yang

kompeten

C. Pengakreditasian Lembaga

Diklat Profesi (LDP)

Terakreditasinya

10 LDP

Terakreditasinya

10 LDP

Terakreditasinya

10 LDP

D. Pengakreditasian Tempat Uji

Kompetensi (TUK)

Terakreditasinya

10 TUK

Terakreditasinya

10 TUK

Terakreditasinya

10 TUK

E. Penyusunan Pedoman Standar

Kompetensi Nasional Indonesia

(SKKNI) Bid. Pertanian

F. Harmonisasi SKKNI dengan

Standar Kompetensi Kerja

Internasional

Tersusunnya 7

SKKNI Bid

Pertanian

Tersusunnya 7

SKKNI Bid

Pertanian

Tersusunnya 7

SKKNI Bid

Pertanian

1 Dokumen - -

Badan

Penyuluhan

dan

Pengembangan

SDM Pertanian

G. Sertfikasi Profesi Penyuluh

Pertanian PNS

1.400 Penyuluh 1.400 Penyuluh 1.400 Penyuluh

2. Pendidikan

dan Pelatihan

Pertanian

A. Diklat Teknis bagi Aparatur

Pertanian

Terlatihnya

23.100 orang

Aparatur

Pertanian

Terlatihnya

19.045 orang

Aparatur

Pertanian

Terlatihnya

17.850 orang

Aparatur

Pertanian

B. Diklat Kewirausahaan, Diklat

Teknis Pertanian, Diklat Teknis

Pengolahan dan Pemasaran bagi

petani

Terlatihnya

19.980 orang

masyarakat dan

petani dalam bid.

Pertanian

Terlatihnya

16.528 orang

masyarakat dan

petani dalam

bid. Pertanian

Terlatihnya

16.528 orang

masyarakat dan

petani dalam

bid. Pertanian

C. Sekolah Lapang (SL) Tanaman

Pangan, Hortikultura dan

Perkebunan

Terlatihnya petani dalam melaksanakan budidaya

komoditas pertanian sesuai dengan standar:

SL-PTT=3.750.000

Ha = ± 7,8 jt

orang

SL-PHT= 2.477

unit = ± 61.975

orang

SL-Iklim = 168

unit = ± 4.200

orang

SL-GAP= 680 unit

= ± 10.200 orang

SL-GHP= 214 unit

= ± 3.210 orang

SL-PTT= 5,34 jt

Ha = ± 10,68 jt

orang

SL-PHT=3.353

unit=61.975 org

(TP=2.500

unit/70.220 org;

Horti=651

klp/16.275 org;

Bun 202 klp

SL-Iklim=192

unit/5.300 org

SL-GAP=342

unit=8.550 org

SL-GHP= 168

unit=4.200 org

± 6,0 jt Ha

± 4.090 Ha

± 200 Unit

± 730 Unit

± 230 Unit

Ditjen.

Tanaman

Pangan, Ditjen

Hortikultura

dan Ditjen.

Perkebunan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


124

3. Peningkatan

Kualitas

Pendidikan

Pertanian

A. Peningkatan Mutu

Penyelenggaraan Pendidikan

Menengah Kejuruan Pertanian

di SMK-SPP

Meningkatnya

kualitas

penyelenggaraan

pendidikan di 70

SMK-SPP sesuai

dengan Standar

Mutu Nasional

Meningkatnya

kualitas

penyelenggaraan

pendidikan di 5

SMK-SPP sesuai

dengan Standar

Mutu Pendidikan

Nasional

Meningkatnya

kualitas

penyelenggaraan

pendidikan di 5

SMK-SPP sesuai

dengan Standar

Mutu Pendidikan

Nasional

B. Fasilitasi Pertukaran Siswa dan

Magang Alumni SMK-SPP keluar

negeri

Meningkatnya

pengetahuan dan

ketrampilan 10

orang

siswa/alumni

SMK-SPP

Meningkatnya

pengetahuan

dan ketrampilan

10 orang

siswa/alumni

SMK-SPP

Meningkatnya

pengetahuan

dan ketrampilan

10 orang

siswa/alumni

SMK-SPP

C. Pengembangan Kerjasama

dengan Instansi terkait, Dunia

Usaha dan Industri

Terjalinnya

kerjasama

institusi

pendidikan

dengan

perusahaan

Terjalinnya

kerjasama

institusi

pendidikan

dengan

70perusahaan

Terjalinnya

kerjasama

institusi

pendidikan

dengan 70

perusahaan

D. Pengembangan SMK-SPP

menjadi rintisan SMK-SPP

bertaraf Internasional

E. Pengembangan Unit Usaha

Agribisnis di Rintisan SMK-SPP

bertaraf Internasional

Berkembangnya 9

SMK-SPP menjadi

bertaraf

Internasional

Terbentuknua 3

SMK-SPP memiliki

Usaha Produksi

secara swadaya

Berkembangnya

9 SMK-SPP

menjadi Sekolah

Unggulan

Terbentuknya 3

SMK-SPP bertarf

internasional

Berkembangnya

9 SMK-SPP

menjadi Sekolah

Unggulan

Terbentuknya 3

SMK-SPP bertarf

internasional

Badan

Penyuluhan

dan

Pengembangan

SDM Pertanian

F. Penyusunan Standar

Kompetensi Kerja (SKK) di UPT

Petaihan Pusat

Tersusunnya 10

SKK Bid Pertanian

Tersusunnya 20

SKK Bid

Pertanian

Tersusunnya 20

SKK Bid

Pertanian

G. Pengembangan Sekolah Tinggi

Penyuluhan Pertanian (STPP)

Terdidiknya 600

mahasiswa di 6

STPP

Terdidiknya

2.800 mahasiswa

di 6 STPP

Terdidiknya

2.800 mahasiswa

di 6 STPP

4. Pengembangan

Ketenagaan

Penyuluhan

A. Operasionalisasi/Pengembangan

bagi Tenaga Harian Lepas

Tenaga Bantu Penyuluh (THL-

TBP)

Terbinanya

21.653 THL-TBP

Terbinanya

21.585 THL-TBP

Terbinanya

21.585 THL-TBP

B. Operasionalisasi/Pengembangan

Penyuluh PNS (Penyuluh

Organik)

Terbinanya

28.529 penyuluh

PNS

Terbinanya

27.700 penyuluh

PNS

Terbinanya

27.700 penyuluh

PNS

C. Pemberdayaan Penyuluh

Swadaya

Terbinanya 165

Penyuluh

Swadaya

Terbinanya 99

Penyuluh

Swadaya

Terbinanya 99

Penyuluh

Swadaya

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


125

PILAR 3: Pengembangan UMKM dan Kewirausahaan

Kebijakan Program Tindakan

Penguatan

Kelembagaan

dan

Pengembangan

Pasar Pertanian

1. Penguatan

Kapasitas

Kelembagaan

dan

Penguatan

Modal Petani

2. Pendidikan

dan Pelatihan

Pertanian

A. Pengembangan

Usaha Agribisnis

Pedesaan (PUAP)

B. Pemberdayaan

Lembaga Mandiri

yng Mengakar di

Masyarakat (LM3)

C. Pemberdayaan

Pemuda / Sarjana

Membangun Desa

(P/SMD)

D. Pemberdayaan

Lembaga Distribusi

Pangan

Masyarakat

(LDPM)

E. Pemberdayaan

Desa Mandiri

Pangan

(DEMAPAN)

F. Pemberdayaan

Kelompok Kawasan

Rumah Pangan

Lestari (KRPL)

G. Pemberdayaan

Lembaga

Penyuluhan

Swadaya

H. Kewirausahaan

bagi Alumni Petani

Magang di luar

negeri

A. Pembangunan

Pasar Tani di 32

Kab/Kota

B. Pembangunan Sub

Terminal Agribisnis

(STA)

C. Pembangunan

Pasar Ternak

D. Pengolahan Hasil

Hortikulltura,

Perkebunan dan

Peternakan

Tahun

2012 2013 2014

Terbinanya 6.000

Gapoktan menjadi

Koperasi dan

Lembaga Keuangan

Mikro Agribisnis (±

300.000 orang) dan

1.445 orang

Penyelia Mitra Tani

(PMT)

Terbangunnya

Usaha Agribisnis di

600 LM3 (± 3.000

orang)

Terbangunnya

Usaha Agribisnis

yang dibina oleh

502 SMD (± 1.000

orang) 55 PMD, 220

klp (440 orang)

Meningkatnya

usaha yang ada di

1.265 Gapoktan (±

63.250 orang)

menjadi Usaha

Agribisnis Mandiri

Meningkatnya

usaha yang ada di

14.945 klp (±

149.450 orang)

Meningkatnya

kualitas pekarangan

rumah tangga di

700 klp Wanita Tani

(± 7.000 orang)

Terbinanya 170

Pusat Pelatihan

Pertanian dan

Perdesaan Swadaya

(P4S)

Terdidiknya 47

orang

magangJepang dan

100 magang

Yordania

Terbangunnya 32

Unit Pasar Tani

Terbangunnya 15

Unit STA

Terbangunnya 14

Unit Pasar Ternak

Terbangunnya 430

Unit Pengolahan

Hasil Pertanian

3.500 Gapoktan 10.000 Gapoktan

780 LM3

(TP=280 unit/2800-

3360 org; Hort=300;

PPHP=200)

240 Klp PMD 300 PMD

Meningkatnya

Usaha yang ada di

591 Gapoktan ( ±

29.550 orang

menjadi Usaha

Agribisnis Mandiri

Meningkatnya

usaha yang ada di

10.605 klp (±

106.050 orang)

Meningkatnya

kualitas pekarangan

rumah tangga di

5.000 klp Wanita

Tani (± 150.000

orang)

Terbinanya 220

Pusat Pelatihan

Pertanian dan

Perdesaan Swadaya

(P4S)

Terdidiknya 33

orang magang

Jepang

Penanggung

Jawab

Ditjen

Prasarana

dan Sarana

Pertanian

800 LM3 Ditjen TP,

Ditjen Horti,

Ditjen PKH,

Ditjen PPHP

Meningkatnya

Usaha yang ada di

603 Gapoktan ( ±

33.150 orang)

menjadi Usaha

Agribisnis Mandiri.

Meningkatnya

usaha yang ada di

15.520 klp (±

155.200 orang)

Meningkatnya

kualitas pekarangan

rumah tangga di

2.000 klp Wanita

Tani (± 60.000

orang)

Terbinanya 300

Pusat Pelatihan

Pertanian dan

Perdesaan Swadaya

(P4S)

Terdidiknya 33

orang magang

Jepang

72 Unit Pasar Tani 105 Unit Pasar Tani

17 STA 20 STA

42 Pasar Ternak 100 Pasar Ternak

685 Unit

Pengolahan Hasil

Pertanian

1.000 Unit

Pengolahan

Pertanian

Ditjen PKH,

Ditjen Horti

Badan

Ketahanan

Pangan

BPPSDMP

Ditjen PPHP

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


126

PILAR 4: Peningkatan Pembangunan Infratrusktur Termasuk Infrastruktur Berbasis Komunitas

Kebijakan Program Tindakan

Pembangunan

Infrastruktur

Pertanian

1. Perluasan

areal

Pertanian

(Pola Padat

Karya Petani)

2. Perbaikan

Infrastruktur

Pertanian

(Pola Padat

Karya Petani)

A. Pencetakan Sawah Tercetaknyua

100.931 Ha Sawah

Baru (403.724

orang)

B. Optimalisasi Lahan Meningkatnya

Indeks Pertanaman

(IP) 209.401 Ha

(837.604 orang)

C. Perluasan Areal

Hortikultura

D. Perluasan Areal

Perkebunan Rakyat

E. Perluasan Areal

Peternakan

A. Pembangunan/Rehab

Jalan Pertanian

B. Pembangunan/Rehab

Jaringan Irigasi

C. Pengembangan Sumber

Air (Embung, Irgasi

Tanah Dangkal, Irigasi

Tanah Dalam, Dam dan

Parit)

Tahun

2012 2013 2014

Tercetaknya 4.145

Ha areal

hortikultura (16.580

orang)

Tercetaknya 8.881

Ha areal

perkebunan rakyat (

35.524 orang)

Tercetaknya 3.151

Ha areal peternakan

(12.604 orang)

Terbangunnya Jalan

Pertanian 454 Km

Tersedianya jaringan

irigasi 524.484 Ha

Terbangunnya 1.686

Unit sumber air

(42.150 orang)

65.000 Ha 100.000 Ha

258.660 Ha 250.000 Ha

2.040 Ha 5.000 Ha

9.720 Ha

(diantaranya 3.000

Ha Tebu)

10.000 Ha

3.029 Ha 2.500 Ha

293 Km 472 Km

550.000 Ha 500.000 Ha

721 Unit 1.039 Unit

Penanggung

Jawab

Ditjen.

Prasarana

dan Sarana

Pertanian

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


BAB. VI

PENUTUP


127

BAB.VI

PENUTUP

Untuk melakukan proyeksi jumlah tenaga kerja sektor pertanian

digunakan pendekatan elastisitas. Dalam perhitungannya elastisitas tenaga

kerja terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), persentase PDB merupakan

variabel bebas dan persentase perubahan tenaga kerja merupakan variabel

tak bebas. Oleh karena itu laju pertumbuhan tenaga kerja pada tahun

tertentu merupakan hasil kali antara elastisitas dengan laju pertumbuhan

PDB. Perhitungan elastisitas dilakukan dengan merata-ratakan nilai elastisitas

dari tahun-tahun sebelumnya selanjutnya digunakan untuk perhitungan tahun

2012-2014 sedangkan PDB di proyeksi menggunakan metode trend. Nilai

trend diperoleh dengan memilih metode yang memiliki MAPE terkecil. Dari

metode trend linier, trend quadratik dan trend eksponensial, maka metode

trend quadratik menunjukkan tingkat kesalahan yang paling kecil pada hampir

semua data PDB subsektor pertanian.

Salah satu masukan untuk menjawab permasalahan ketenagakerjaan

di sektor pertanian adalah terjadinya kenaikan PDB namun tidak diikuti

dengan kenaikan jumlah penyerapan tenaga kerja. Secara teoretis,

meningkatnya pertumbuhan ekonomi seharusnya meningkatkan penyerapan

tenaga kerja dengan asumsi terjadi peningkatan investasi. Sementara dalam

praktiknya, pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir ini

cenderung semata-mata karena peningkatan konsumsi. Investasi sendiri

cenderung tidak meningkat dan bahkan dalam beberapa tahun sebelumnya

mengalami penurunan. Untuk itu diperlukan peran pemerintah yang berpihak

pada pertanian dengan tetap mendorong investasi di bidang pertanian.

Dalam upaya penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan diperlukan

dukungan pertumbuhan ekonomi yang lebih berorientasi pada kepentingan

pekerja dan perluasan lapangan kerja melalui program-program penciptaan

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


128

lapangan kerja dengan didukung penyebaran informasi dan perencanaan

tenaga kerja.

Krisis ekonomi memberikan dampak negatif bagi perluasan

kesempatan kerja pada sektor non pertanian namun keadaan ini tidak berlaku

pada sektor pertanian, dimana terdapat kecenderungan yang semula tenaga

kerja disektor pertanian menurun jumlahnya, mengalami arus balik ketika

krisis ekonomi berlangsung. Sektor pertanian menjadi tumpuan harapan bagi

banyak angkatan kerja. Dalam kaitan ini pembangunan sektor pertanian yang

mendukung (agribisnis) dan yang mengolah hasil-hasil pertanian

(agroindustri) perlu lebih dikembangkan. Dalam pengembangannya,

pemerintah dapat menjadi pendorong dan pembina terhadap masyarakat

agar usaha disektor pertanian dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.

Dalam era persaingan yang semakin ketat, upaya untuk meningkatkan

kualitas dan produktivitas tenaga kerja sangat dibutuhkan. Kebijaksanaan

tersebut diupayakan melalui peningkatan efisiensi iklim usaha yang dinamis

yang didukung oleh perkembangan perekonomian secara menyeluruh baik

nasional maupun internasional. Peningkatan kualitas sumber daya manusia

dalam aspek ketenagakerjaan dikembangkan melalui sistem keterpaduan

antara dunia pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar

atas dasar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan

kualitas dan produktivitas tenaga kerja diseminasikan keseluruh sektor daerah

dan lapisan masyarakat. Dalam pemberdayaan dengan sistem desentralisasi

diharapkan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif

menyebarluaskan arti pentingnya kualitas dan produksi dalam masa

persaingan bebas, terlebih lagi dalam kondisi ekonomi yang sedang lesu.

Penciptaan iklim yang kondusif diupayakan melalui fungsi kelembagaan

organisasi kepemimpinan dan manajemen yang ada dimasyarakat. Dalam

upaya tersebut pendalaman dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi

tetap menjadi pegangan bagi peningkatan etos kerja yang tinggi.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


129

Dalam pembangunan bidang ketenagakerjaan, aspek perencanaan dan

informasi sangat penting artinya, untuk itu perlu dilakukan perencanaan

tenaga kerja baik pada tingkat propinsi maupun tingkat kabupaten/kota, serta

menyediakan informasi ketenagakerjaan secara makro, sektoral dan regional

yang lebih akurat dan tepat waktu. Oleh karena itu beberapa upaya dilakukan

untuk memperoleh suatu perencanaan tenaga kerja dan sistem informasi

ketenagakerjaan yang lebih baik yakni merevisi prinsip, metode dan asumsi

dalam penyusunan perencanaan tenaga kerja secara reguler dan

membangunan kerjasama yang lebih intensif dengan instansi terkait dalam

menyusun perencanaan tenaga kerja nasional dan daerah serta menyajikan

informasi tenaga kerja.

Sistem informasi tenaga kerja berfungsi sebagai bahan pengambilan

keputusan, evaluasi dan menopang program tenaga kerja, khususnya

perencanaan tenaga kerja. Untuk meningkatan kualitas dan daya guna dari

sistem informasi pasar kerja, maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk

merevisi prinsip, metode dan asumsi penyusunan informasi pasar kerja, selain

itu perlu kerjasama yang lebih intensif dengan instansi terkait dalam

penyajian informasi pasar kerja. Sistem informasi pasar kerja dilaksanakan

dengan memanfaatkan teknologi dibidang informasi. Langkah-langkah yang

direkomendasikan dalam upaya memperkokoh institusi pasar kerja meliputi:

a) Memperkuat mekanisme yang ada agar koordinasi lebih efektif antara

dinas terkait, maupun antar unit dalam dinas; b) Memperkokoh proses

kelembagaan desentralisasi, untuk menyempurnakan kebijakan yang ada

pada tingkat regional dan lokal; c) Mengembangkan sumber daya manusia

pada tingkat regional; d) Memperkuat sistem informasi pasar kerja yang

ada, termasuk upaya peningkatan kapasitas teknis sistem tersebut, serta

melengkapinya dengan fasilitas agar secara cepat dapat melakukan penilaian

terhadap kualifikasi tenaga kerja yang ada.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


130

Tugas penting yang harus dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah

saat ini adalah menciptakan kesempatan kerja. Perluasan kesempatan kerja

ditekankan melalui program padat karya, khususnya untuk mengatasi

masalah yang timbul disektor- sektor yang terkena PHK dengan membangun

infrastruktur dipedesaan dan pinggiran perkotaan dengan sistem padat karya.

Penekanan juga dilaksanakan pada perluasan kesempatan kerja mandiri

melalui kegiatan yang berkelanjutan dan produktif serta memberikan

pendapatan bagi para peserta program.

Sumber daya pelatihan yang tersebar disemua sektor dan daerah baik

milik pemerintah maupun milik swasta, perlu diberdayakan kemampuannya

(empowerment) dan dioptimalkan pemanfaatannya. Untuk mempercepat

proses peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja Indonesia,

pemberdayaan dan optimalisasi sumber daya pelatihan nasional tersebut

dilakukan melalui: a) Pengembangan standarisasi dan sertifikasi kompetensi

tenaga kerja dengan pendekatan sektor dan profesi yang dilakukan secara

desentralisasi dan paralel disemua sektor, dengan partisipasi aktif asosiasi

profesi, perusahaan, pekerja dan para pakar; b) Peningkatan relevansi,

kualitas dan efisiensi pelatihan kerja melalui pembinaan program, fasilitas dan

sarana, instruktur dan tenaga ahli pelatihan, sistem dan metode, pendekatan,

kelembagaan dan akreditasi; c) Pengembangan jaringan kerjasama pelatihan

antar sektor baik ditingkat pusat maupun daerah untuk keperluan koordinasi

dan sinergi pelatihan secara nasional; d) Peningkatan kerjasama

internasional baik secara bilateral maupun multilateral, terutama dalam

rangka standarisasi dan sertifikasi kompetensi, peningkatan kemampuan

lembaga pelatihan maupun pemagangan.

Perencanaan Tenaga Kerja Sektor Pertanian 2012-2014


LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB. VI

PENUTUP


Lampiran 1. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja

Di Lapangan Pekerjaan Utama Sektor Pertanian Menurut Provinsi Tahun 2009-2011

(Perkotaan+Perdesaan)

Tenaga Kerja Sektor Pertanian

No. Provinsi 2009 2010

2011

Agustus Agustus Agustus

1 Aceh 760.202 739.432 834.539

2 Sumatera Utara 2.504.505 2.704.910 2.420.001

3 Sumatera Barat 845.418 850.702 766.834

4 Riau 925.250 897.829 1.032.477

5 Jambi 675.218 783.504 742.421

6 Sumatera Selatan 1.846.569 1.935.722 1.983.149

7 Bengkulu 460.718 463.938 443.549

8 Lampung 1.763.282 2.039.632 1.632.467

9 Bangka Belitung 132.780 167.385 133.522

10 Kepulauan Riau 38.743 36.511 49.228

11 DKI Jakarta 9.056 11.324 16.631

12 Jawa Barat 3.996.717 3.785.911 3.483.792

13 Jawa Tengah 5.505.747 5.278.944 5.065.174

14 D.I. Yogyakarta 552.809 531.857 409.223

15 Jawa Timur 7.791.899 7.463.620 7.124.238

16 Banten 682.395 666.679 570.429

17 Bali 654.110 634.614 535.710

18 Nusa Tenggara Barat 811.815 934.255 795.110

19 Nusa Tenggara Timur 1.370.536 1.261.189 1.244.660

20 Kalimantan Barat 1.252.553 1.190.888 1.234.286

21 Kalimantan Tengah 543.456 509.433 517.230

22 Kalimantan Selatan 660.480 650.906 693.112

23 Kalimantan Timur 349.735 348.654 343.186

24 Sulawesi Utara 302.281 317.569 275.697

25 Sulawesi Tengah 611.114 598.255 583.129

26 Sulawesi Selatan 1.387.060 1.375.850 1.270.119

27 Sulawesi Tenggara 426.286 420.697 358.510

28 Gorontalo 151.057 153.428 137.034

29 Sulawesi Barat 264.738 290.922 281.149

30 Maluku 256.341 258.107 269.760

31 Maluku Utara 210.816 218.578 219.525

32 Papua Barat 154.710 141.299 114.669

33 Papua 711.601 1.036.499 961.412

Indonesia

38.609.997 38.699.043 36.541.972

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian


Lampiran 2. Perkembangan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

Proyeksi Tenaga Kerja

Tenaga Kerja

No.

Provinsi

Sektor Pertanian

2011 2012*) 2013*) 2014*)

1 Aceh 834.539 831.132 820.362 804.304

2 Sumatra Utara 2.420.001 2.399.012 2.410.321 2.458.403

3 Sumatera Barat 766.834 768.771 773.263 779.250

4 Riau 1.032.477 1.106.320 1.182.034 1.259.609

5 Jambi 742.421 729.912 713.653 694.580

6 Sumatera Selatan 1.983.149 2.043.369 2.098.300 2.147.876

7 Bengkulu 443.549 436.697 429.393 421.728

8 Lampung 1.632.467 1.650.190 1.668.839 1.679.016

9 Bangka Belitung 133.522 123.829 113.779 103.632

10 Kepulauan Riau 49.228 56.413 63.073 70.967

11 DKI Jakarta 16.631 15.645 14.620 13.710

12 Jawa Barat 3.483.792 3.590.772 3.701.255 3.819.687

13 Jawa Tengah 5.065.174 4.907.922 4.865.664 4.792.072

14 D.I. Yogyakarta 409.223 521.545 523.013 522.754

15 Jawa Timur 7.124.238 7.233.606 7.325.749 7.404.159

16 Banten 570.429 554.079 549.899 558.088

17 Bali 535.710 537.481 541.203 545.622

18 Nusa Tengagra Barat 795.110 822.382 853.746 887.769

19 Nusa Tenggara Timur 1.244.660 1.241.284 1.236.412 1.229.517

20 Kalimantan Barat 1.234.286 1.257.813 1.282.523 1.308.698

21 Kalimantan Tengah 517.230 562.238 610.898 663.195

22 Kalimantan Selatan 693.112 695.129 702.773 711.103

23 Kalimantan Timur 343.186 360.925 379.915 399.417

24 Sulawesi Utara 275.697 302.271 331.464 363.405

25 Sulawesi Tengah 583.129 564.701 549.875 537.690

26 Sulawesi Selatan 1.270.119 1.261.268 1.250.343 1.237.525

27 Sulawesi Utara 358.510 354.104 350.556 347.747

28 Gorontalo 137.034 156.692 159.044 161.201

29 Sulawesi Barat 281.149 316.962 347.319 398.721

30 Maluku 269.760 268.208 266.674 265.181

31 Maluku Utara 219.525 217.374 215.204 213.174

32 Papua Barat 114.669 137.261 128.413 122.857

33 Papua 961.412 964.195 966.858 969.289

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

36.541.972 36.989.501 37.426.436 37.891.944

Sumber : BPS - Data mentah Sakernas (BPS) diolah Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi


Lampiran 3. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

2011

No. Provinsi Agustus

Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki

1 Aceh 334.498 500.041 331.528 499.605 325.329 495.033 316.785 487.519

2 Sumatera Utara 1.028.375 1.391.626 1.034.483 1.364.529 1.056.439 1.353.882 1.096.944 1.361.459

3 Sumatera Barat 272.494 494.340 274.065 494.707 276.323 496.941 278.909 500.340

4 Riau 270.365 762.112 289.207 817.113 308.552 873.482 328.401 931.208

5 Jambi 242.836 499.585 240.348 489.565 236.776 476.877 232.398 462.182

6 Sumatera Selatan 751.361 1.231.788 773.931 1.269.438 794.543 1.303.757 813.169 1.334.707

7 Bengkulu 180.641 262.908 177.408 259.289 174.075 255.318 170.674 251.054

8 Lampung 479.958 1.152.509 486.216 1.163.974 492.567 1.176.272 496.276 1.182.740

9 Bangka Belitung 53.903 79.619 49.984 73.845 45.939 67.840 41.869 61.764

10 Kepulauan Riau 16.490 32.738 18.726 37.687 21.034 42.040 23.673 47.294

11 DKI Jakarta 4.254 12.377 4.062 11.583 3.872 10.748 3.716 9.994

12 Jawa Barat 1.155.949 2.327.843 1.193.338 2.397.433 1.231.722 2.469.532 1.272.175 2.547.512

13 Jawa Tengah 2.066.614 2.998.560 2.002.866 2.905.056 1.987.076 2.878.588 1.957.626 2.834.446

14 D.I. Yogyakarta 195.844 213.379 247.435 274.110 247.823 275.190 247.425 275.329

15 Jawa Timur 2.839.961 4.284.277 2.882.373 4.351.233 2.916.725 4.409.024 2.944.382 4.459.778

16 Banten 188.517 381.912 185.333 368.746 186.118 363.781 191.085 367.002

17 Bali 259.950 275.760 261.842 275.640 264.377 276.827 266.957 278.665

18 Nusa Tenggara Barat 319.598 475.512 328.821 493.561 340.137 513.609 352.931 534.838

19 Nusa Tenggara Timur 572.383 672.277 570.675 670.610 568.286 668.127 564.992 664.525

20 Kalimantan Barat 565.778 668.508 574.534 683.278 583.716 698.806 593.450 715.248

21 Kalimantan Tengah 197.463 319.767 214.092 348.147 232.072 378.826 251.399 411.797

22 Kalimantan Selatan 305.444 387.668 305.530 389.599 307.841 394.933 310.482 400.621

23 Kalimantan Timur 109.660 233.526 114.445 246.480 119.626 260.289 124.937 274.480

24 Sulawesi Utara 64.259 211.438 70.279 231.992 76.851 254.613 84.000 279.404

25 Sulawesi Tengah 205.697 377.432 199.885 364.816 195.311 354.565 191.630 346.060

26 Sulawesi Selatan 413.220 856.899 410.223 851.046 406.472 843.871 402.033 835.492

27 Sulawesi Tenggara 154.956 203.554 153.083 201.020 151.566 198.990 150.353 197.393

28 Gorontalo 38.144 98.890 43.500 113.192 44.116 114.929 44.686 116.515

29 Sulawesi Barat 111.029 170.120 125.646 191.316 138.451 208.868 159.605 239.116

30 Maluku 108.134 161.626 107.756 160.452 107.384 159.290 107.025 158.156

31 Maluku Utara 79.233 140.292 81.433 135.941 83.192 132.013 84.605 128.569

32 Papua Barat 49.129 65.540 59.309 77.952 55.455 72.958 53.062 69.795

33 Papua 423.578 537.834 424.604 539.592 425.581 541.277 426.468 542.821

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

2012*) 2013*) 2014*)

Agustus

Agustus

Agustus

14.059.715 22.482.257 14.236.960 22.752.545 14.405.344 23.021.092 14.584.120 23.307.824

Lampiran 4. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2011

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 47.842 77.847 98.873 110.602 113.761 101.825 83.000 82.577 53.235 64.977 834.539

2 Sumatera Utara 179.391 227.231 271.283 309.573 277.125 284.500 245.520 229.203 175.168 221.007 2.420.001

3 Sumatera Barat 36.308 44.628 73.263 88.391 90.259 89.365 85.383 97.690 67.080 94.467 766.834

4 Riau 61.331 108.836 135.539 160.796 145.429 117.774 104.810 83.472 46.657 67.833 1.032.477

5 Jambi 34.851 82.024 103.275 103.080 100.809 82.732 73.993 62.256 43.953 55.448 742.421

6 Sumatera Selatan 119.203 216.789 258.481 288.820 255.843 226.360 199.000 147.064 118.564 153.025 1.983.149

7 Bengkulu 23.360 44.071 55.759 61.233 58.563 52.800 47.251 36.959 27.524 36.029 443.549

8 Lampung 104.217 155.632 204.018 214.217 200.398 173.279 165.131 138.017 95.209 182.349 1.632.467

9 Bangka Belitung 5.799 10.055 11.392 22.377 21.281 15.507 15.113 11.900 9.685 10.413 133.522

10 Kep.Riau 2.182 2.958 6.955 8.052 5.014 5.681 3.230 6.037 3.139 5.980 49.228

11 DKI Jakarta 1.031 0 2.655 1.337 3.622 848 2.827 1.448 1.425 1.438 16.631

12 Jawa Barat 116.627 174.287 285.974 344.170 404.159 412.355 436.084 424.586 319.946 565.604 3.483.792

13 Jawa Tengah 194.026 261.594 372.203 448.522 524.637 589.247 591.987 621.211 482.893 978.854 5.065.174

14 DI Jogyakarta 9.066 8.948 16.839 25.472 33.450 43.468 56.189 49.781 43.324 122.686 409.223

15 Jawa Timur 280.392 423.188 587.071 687.398 751.993 881.027 865.181 825.865 621.679 1.200.444 7.124.238

16 Banten 22.934 29.854 56.191 48.349 68.828 93.504 67.744 62.661 41.163 79.201 570.429

17 Bali 23.002 22.001 34.052 48.630 54.552 59.590 62.708 65.116 52.724 113.335 535.710

18 Nusa Tenggara Barat 50.093 68.104 86.526 102.318 90.342 84.645 79.596 80.016 57.585 95.885 795.110

19 Nusa Tenggara Timur 91.429 119.888 139.940 148.423 149.502 145.432 124.497 101.961 82.549 141.039 1.244.660

20 Kalimantan Barat 81.580 129.998 157.631 183.859 157.736 130.476 113.568 105.890 70.018 103.530 1.234.286

21 Kalimantan Tengah 35.128 50.202 79.222 75.219 67.931 58.728 43.576 42.284 25.564 39.376 517.230

22 Kalimantan Selatan 51.781 61.864 85.743 91.291 95.990 83.594 71.311 61.182 34.993 55.363 693.112

23 Kalimantan Timur 12.990 30.393 38.424 51.029 41.265 48.982 35.220 34.610 20.899 29.374 343.186

24 Sulawesi Utara 8.797 11.908 18.270 30.831 31.878 35.099 33.698 30.000 26.819 48.397 275.697

25 Sulawesi Tengah 47.535 52.967 65.936 73.571 76.912 65.809 58.570 51.678 31.237 58.914 583.129

26 Sulawesi Selatan 94.777 115.795 140.647 149.288 144.129 141.174 118.724 121.377 82.731 161.477 1.270.119

27 Sulawesi Tenggara 35.356 29.672 39.583 40.483 39.228 39.135 33.263 32.742 24.475 44.573 358.510

28 Gorontalo 9.995 7.407 14.913 14.847 19.108 18.692 14.875 12.045 11.011 14.141 137.034

29 Sulawesi Barat 19.691 26.312 35.293 35.495 34.586 37.460 27.088 19.123 15.346 30.755 281.149

30 Maluku 16.673 23.559 27.708 34.497 32.530 28.613 28.935 22.137 20.705 34.403 269.760

31 Maluku Utara 15.989 23.028 27.796 28.964 28.924 22.098 22.477 18.708 13.535 18.006 219.525

32 Papua Barat 11.490 13.528 17.963 14.810 13.219 12.229 8.945 9.925 4.939 7.621 114.669

33 Papua 100.298 120.661 147.084 160.038 153.373 107.750 78.376 47.499 24.078 22.255 961.412

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Kelompok Umur

1.945.164 2.775.229 3.696.502 4.205.982 4.286.376 4.289.778 3.997.870 3.737.020 2.749.852 4.858.199 36.541.972


Lampiran 5. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2012

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 47.618 77.496 98.696 110.451 113.577 101.385 82.528 82.040 52.837 64.506 831.133

2 Sumatera Utara 177.758 222.180 266.759 306.523 274.195 283.034 243.607 227.615 174.786 222.554 2.399.012

3 Sumatera Barat 36.892 44.480 73.476 88.772 90.107 89.410 85.663 97.645 67.276 95.052 768.772

4 Riau 65.774 116.862 145.364 172.358 155.877 126.176 112.333 89.402 49.850 72.324 1.106.320

5 Jambi 34.008 80.374 101.086 101.225 99.179 81.233 72.969 61.354 43.416 55.070 729.913

6 Sumatera Selatan 122.925 223.596 266.717 297.632 263.739 233.279 204.901 151.474 121.970 157.135 2.043.369

7 Bengkulu 23.159 43.401 55.005 60.290 57.573 51.868 46.505 36.313 27.067 35.515 436.697

8 Lampung 104.639 155.819 206.270 216.291 200.838 176.171 167.007 140.861 96.377 185.917 1.650.190

9 Bangka Belitung 5.344 9.273 10.612 20.691 19.737 14.280 13.983 11.109 9.037 9.763 123.829

10 Kepulauan Riau 2.486 3.461 8.037 9.260 5.680 6.431 3.738 6.992 3.553 6.774 56.413

11 DKI Jakarta 952 0 2.452 1.235 3.349 822 2.668 1.372 1.392 1.402 15.645

12 Jawa Barat 119.219 178.840 294.437 354.898 416.088 425.366 449.456 438.239 330.375 583.853 3.590.772

13 Jawa Tengah 189.326 256.537 364.459 438.106 509.110 572.092 572.452 600.357 465.589 939.894 4.907.922

14 D.I Yogyakarta 9.471 11.159 20.204 31.803 40.649 52.969 71.947 63.707 57.378 162.261 521.545

15 Jawa Timur 284.090 429.331 595.801 697.773 763.274 894.601 878.718 838.972 631.548 1.219.498 7.233.606

16 Banten 21.592 28.834 53.226 46.816 67.352 90.854 65.934 61.382 40.259 77.829 554.079

17 Bali 23.559 22.391 33.812 48.363 54.917 59.132 61.868 65.827 52.750 114.862 537.481

18 Nusa Tenggara Barat 51.930 69.620 88.881 106.092 93.276 87.685 82.683 82.318 60.289 99.608 822.382

19 Nusa Tenggara Timur 91.343 119.524 139.466 147.932 148.963 144.935 124.168 101.599 82.505 140.850 1.241.284

20 Kalimantan Barat 83.521 132.547 160.997 187.734 160.557 133.139 115.539 107.481 71.145 105.154 1.257.813

21 Kalimantan Tengah 38.282 55.051 86.615 82.265 74.251 63.392 47.244 45.622 27.545 41.972 562.238

22 Kalimantan Selatan 51.999 62.826 86.804 91.869 95.737 84.062 71.463 60.784 35.162 54.421 695.129

23 Kalimantan Timur 13.746 32.148 40.661 53.537 43.554 51.687 37.119 35.933 21.573 30.967 360.925

24 Sulawesi Utara 9.644 13.057 20.017 33.760 34.937 38.472 37.028 32.924 29.390 53.042 302.271

25 Sulawesi Tengah 46.197 51.229 63.890 71.309 74.337 64.031 56.682 49.894 30.190 56.942 564.701

26 Sulawesi Selatan 94.202 114.963 139.645 148.188 143.041 140.242 117.909 120.579 82.147 160.353 1.261.268

27 Sulawesi Tenggara 35.259 29.336 38.902 39.765 38.649 38.645 32.836 32.388 24.157 44.165 354.104

28 Gorontalo 11.266 8.407 17.089 16.943 21.980 21.494 17.110 13.699 12.545 16.160 156.692

29 Sulawesi Barat 22.264 29.648 39.325 39.863 38.651 42.372 30.452 22.021 17.249 35.118 316.962

30 Maluku 16.549 23.456 27.423 34.275 32.256 28.462 28.840 22.047 20.588 34.312 268.208

31 Maluku Utara 15.643 22.759 27.504 28.217 28.315 21.979 22.616 18.527 13.571 18.241 217.374

32 Papua Barat 14.174 16.539 21.236 17.504 16.006 14.654 10.503 11.751 5.969 8.927 137.261

33 Papua 100.485 120.992 147.560 160.486 153.635 108.204 78.545 47.748 24.182 22.358 964.195

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

1.965.318 2.806.136 3.742.426

Agustus 2012*)

Kelompok Umur

4.262.225 4.333.384 4.342.559 4.047.013 3.779.975

2.783.666 4.926.802 36.989.505

Lampiran 6. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2013

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 47.001 76.485 97.672 109.353 112.419 100.024 81.272 80.724 51.964 63.448 820.362

2 Sumatera Utara 178.418 219.731 265.514 307.584 274.836 285.540 245.002 229.227 176.888 227.581 2.410.321

3 Sumatera Barat 37.635 44.528 73.963 89.479 90.260 89.742 86.218 97.894 67.633 95.910 773.263

4 Riau 70.331 125.084 155.437 184.209 166.582 134.793 120.044 95.481 53.133 76.940 1.182.034

5 Jambi 32.918 78.284 98.403 98.829 97.078 79.335 71.627 60.111 42.659 54.409 713.653

6 Sumatera Selatan 126.313 229.784 274.224 305.684 270.947 239.599 210.265 155.496 125.091 160.899 2.098.300

7 Bengkulu 22.917 42.669 54.162 59.280 56.524 50.904 45.714 35.640 26.593 34.989 429.393

8 Lampung 105.223 156.029 208.490 218.439 201.541 179.070 169.170 143.560 97.687 189.629 1.668.839

9 Bangka Belitung 4.863 8.457 9.793 18.950 18.115 13.024 12.809 10.280 8.376 9.111 113.779

10 Kepulauan Riau 2.762 3.810 8.851 10.513 6.361 7.209 4.186 7.778 3.973 7.631 63.073

11 DKI Jakarta 874 0 2.252 1.134 3.045 788 2.511 1.290 1.359 1.368 14.620

12 Jawa Barat 122.037 183.636 303.234 365.993 428.479 438.733 463.257 452.241 341.077 602.567 3.701.255

13 Jawa Tengah 192.848 256.645 362.062 436.041 505.283 566.286 566.293 593.039 458.744 928.422 4.865.664

14 D.I. Yogyakarta 9.398 11.188 20.228 31.865 40.596 53.059 72.142 63.900 57.697 162.939 523.013

15 Jawa Timur 286.826 434.505 603.238 706.536 772.759 906.214 890.322 850.231 639.884 1.235.234 7.325.749

16 Banten 20.574 28.582 51.725 46.288 67.373 90.237 65.577 61.361 40.235 77.949 549.899

17 Bali 24.065 22.749 33.726 48.338 55.413 59.023 61.489 66.727 53.043 116.629 541.203

18 Nusa Tenggara Barat 53.790 71.608 91.844 110.248 96.814 91.255 86.152 85.173 63.171 103.691 853.746

19 Nusa Tenggara Timur 91.100 119.027 138.871 147.288 148.258 144.290 123.693 101.144 82.318 140.422 1.236.412

20 Kalimantan Barat 85.594 135.171 164.527 191.806 163.475 135.928 117.602 109.172 72.341 106.907 1.282.523

21 Kalimantan Tengah 41.672 60.320 94.626 89.846 81.116 68.428 51.214 49.245 29.683 44.747 610.898

22 Kalimantan Selatan 52.771 63.981 88.748 93.257 96.512 84.863 72.102 60.914 35.527 54.099 702.773

23 Kalimantan Timur 14.578 34.047 43.058 56.267 45.966 54.531 39.137 37.384 22.327 32.619 379.915

24 Sulawesi Utara 10.570 14.305 21.947 36.996 38.302 42.156 40.666 36.134 32.228 58.161 331.464

25 Sulawesi Tengah 45.159 49.818 62.249 69.497 72.237 62.649 55.154 48.438 29.337 55.338 549.875

26 Sulawesi Selatan 93.401 113.956 138.444 146.882 141.754 139.046 116.925 119.562 81.439 158.934 1.250.343

27 Sulawesi Tenggara 35.261 29.071 38.320 39.143 38.161 38.246 32.489 32.109 23.897 43.859 350.556

28 Gorontalo 11.368 8.532 17.432 17.150 22.304 21.746 17.339 13.883 12.795 16.496 159.044

29 Sulawesi Barat 24.506 32.448 42.725 43.479 42.041 46.587 33.228 24.528 18.811 38.965 347.319

30 Maluku 16.427 23.354 27.140 34.056 31.985 28.312 28.746 21.959 20.472 34.222 266.674

31 Maluku Utara 15.271 22.512 27.217 27.492 27.682 21.843 22.844 18.344 13.553 18.447 215.204

32 Papua Barat 13.184 15.442 19.855 16.437 14.933 13.729 9.810 11.012 5.602 8.409 128.413

33 Papua 100.656 121.315 148.027 160.919 153.876 108.651 78.695 47.990 24.278 22.451 966.858

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

1.990.310

Agustus 2013*)

Kelompok Umur

2.837.072 3.788.003 4.319.280 4.383.027 4.395.840

4.093.694 3.821.970 2.813.816 4.983.422 37.426.436


Lampiran 7. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2014

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 46.103 75.001 96.045 107.582 110.565 98.001 79.451 78.843 50.748 61.964 804.304

2 Sumatera Utara 181.696 220.140 267.923 313.308 279.516 292.597 250.169 234.496 181.858 236.700 2.458.403

3 Sumatera Barat 38.371 44.726 74.616 90.345 90.658 90.262 86.920 98.371 68.093 96.888 779.250

4 Riau 75.004 133.497 165.757 196.349 177.542 143.625 127.941 101.708 56.505 81.681 1.259.609

5 Jambi 31.644 75.864 95.348 96.029 94.624 77.134 70.048 58.613 41.739 53.538 694.580

6 Sumatera Selatan 129.363 235.347 280.991 312.964 277.455 245.311 215.087 159.125 127.922 164.311 2.147.876

7 Bengkulu 22.639 41.886 53.242 58.217 55.427 49.917 44.886 34.947 26.107 34.458 421.728

8 Lampung 105.421 155.686 209.645 219.525 201.486 180.916 170.434 145.330 98.455 192.118 1.679.016

9 Bangka Belitung 4.371 7.629 8.961 17.197 16.464 11.768 11.620 9.439 7.716 8.468 103.632

10 Kep.Riau 3.086 4.262 9.858 11.986 7.135 8.094 4.732 8.756 4.449 8.609 70.967

11 DKI Jakarta 809 0 2.085 1.050 2.755 747 2.381 1.210 1.333 1.339 13.710

12 Jawa Barat 125.448 188.988 312.796 377.870 441.967 452.869 478.059 466.967 352.372 622.352 3.819.687

13 Jawa Tengah 194.526 253.348 354.728 429.017 497.916 556.642 556.910 583.228 449.736 916.021 4.792.072

14 DI Jogyakarta 9.306 11.178 20.183 31.833 40.429 53.006 72.094 63.878 57.809 163.038 522.754

15 Jawa Timur 288.703 438.890 609.635 714.002 780.789 916.294 900.427 860.072 647.025 1.248.322 7.404.159

16 Banten 19.881 29.078 51.597 46.791 68.910 91.690 66.703 62.647 41.119 79.673 558.088

17 Bali 24.477 23.034 33.696 48.423 55.915 59.090 61.394 67.692 53.479 118.422 545.622

18 Nusa Tenggara Barat 55.564 73.918 95.245 114.600 100.800 95.216 89.872 88.431 66.151 107.971 887.769

19 Nusa Tenggara Timur 90.631 118.354 138.115 146.443 147.345 143.456 123.021 100.568 81.921 139.663 1.229.517

20 Kalimantan Barat 87.825 137.885 168.256 196.115 166.512 138.872 119.784 110.994 73.628 108.826 1.308.698

21 Kalimantan Tengah 45.286 66.024 103.267 97.935 88.550 73.830 55.489 53.163 31.976 47.677 663.195

22 Kalimantan Selatan 53.588 65.184 90.750 94.726 97.389 85.751 72.816 61.117 35.927 53.856 711.103

23 Kalimantan Timur 15.476 36.047 45.558 59.131 48.398 57.386 41.190 38.878 23.112 34.241 399.417

24 Sulawesi Utara 11.578 15.656 24.067 40.555 41.987 46.168 44.627 39.643 35.345 63.778 363.405

25 Sulawesi Tengah 44.343 48.643 60.901 68.013 70.487 61.551 53.885 47.224 28.628 54.014 537.690

26 Sulawesi Selatan 92.392 112.789 137.062 145.388 140.286 137.610 115.789 118.345 80.620 157.244 1.237.525

27 Sulawesi Tenggara 35.348 28.867 37.825 38.603 37.751 37.924 32.209 31.895 23.687 43.638 347.747

28 Gorontalo 11.455 8.647 17.746 17.340 22.607 21.981 17.548 14.053 13.022 16.803 161.201

29 Sulawesi Barat 28.214 37.228 48.625 49.736 47.928 53.639 38.037 28.579 21.528 45.208 398.721

30 Maluku 16.308 23.256 26.864 33.842 31.721 28.167 28.656 21.874 20.359 34.135 265.181

31 Maluku Utara 14.879 22.305 26.954 26.803 27.039 21.706 23.185 18.174 13.491 18.639 213.174

32 Papua Barat 12.576 14.766 18.973 15.762 14.264 13.151 9.364 10.543 5.377 8.083 122.857

33 Papua 100.799 121.616 148.469 161.320 154.086 109.076 78.818 48.215 24.360 22.530 969.289

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

2.017.109 2.869.738 3.835.781 4.378.798

Agustus 2014*)

Kelompok Umur

4.436.702 4.453.445 4.143.549 3.867.016 2.845.598 5.044.210 37.891.944

Lampiran 8. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2011

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 38.781 156.832 271.805 203.915 145.717 9.767 3.439 4.283 834.539

2 Sumatera Utara 114.570 420.306 785.456 596.795 357.302 126.863 11.381 7.328 2.420.001

3 Sumatera Barat 22.457 248.724 250.176 142.614 70.526 26.175 3.143 3.019 766.834

4 Riau 38.727 211.137 364.489 249.112 127.745 32.923 3.758 4.586 1.032.477

5 Jambi 36.289 199.378 280.036 132.274 70.103 17.640 2.731 3.970 742.421

6 Sumatera Selatan 62.128 508.015 790.730 387.366 191.387 31.318 7.695 4.510 1.983.149

7 Bengkulu 23.746 123.555 139.253 89.339 48.774 14.997 1.555 2.330 443.549

8 Lampung 56.331 385.928 621.949 363.118 135.293 63.504 4.073 2.271 1.632.467

9 Bangka Belitung 11.456 39.558 53.108 13.492 10.198 4.628 602 480 133.522

10 Kepulauan Riau 4.617 11.208 19.074 8.195 5.291 843 0 0 49.228

11 DKI Jakarta 0 1.215 3.296 3.870 2.870 2.478 2.093 809 16.631

12 Jawa Barat 276.691 948.254 1.848.398 288.541 78.581 35.229 3.039 5.059 3.483.792

13 Jawa Tengah 587.178 1.367.208 2.258.294 614.103 140.338 81.312 10.937 5.804 5.065.174

14 D.I. Yogyakarta 61.524 94.418 119.566 63.375 32.576 30.179 4.519 3.066 409.223

15 Jawa Timur 1.183.222 1.799.057 2.755.784 938.776 305.987 114.522 12.067 14.823 7.124.238

16 Banten 43.406 168.299 284.570 55.307 11.029 5.962 0 1.856 570.429

17 Bali 90.209 141.311 169.052 74.511 39.962 16.798 2.391 1.476 535.710

18 Nusa Tenggara Barat 201.120 188.639 212.186 110.824 66.574 9.710 1.000 5.057 795.110

19 Nusa Tenggara Timur 148.447 341.459 519.496 131.876 74.923 22.409 3.555 2.495 1.244.660

20 Kalimantan Barat 133.760 383.640 424.350 178.694 90.510 17.329 3.675 2.328 1.234.286

21 Kalimantan Tengah 14.572 95.158 229.148 114.227 48.620 11.513 1.543 2.449 517.230

22 Kalimantan Selatan 26.802 215.618 271.857 115.199 47.613 12.181 2.318 1.524 693.112

23 Kalimantan Timur 23.304 73.196 131.304 69.600 31.387 10.702 2.194 1.499 343.186

24 Sulawesi Utara 1.872 78.091 97.772 53.213 32.083 10.337 1.361 968 275.697

25 Sulawesi Tengah 33.410 134.669 244.907 103.627 49.506 13.525 1.706 1.779 583.129

26 Sulawesi Selatan 183.023 319.618 408.544 203.915 111.085 31.177 6.607 6.150 1.270.119

27 Sulawesi Tenggara 36.432 76.670 119.385 71.444 42.586 7.896 1.668 2.429 358.510

28 Gorontalo 4.685 69.308 48.737 9.187 3.307 1.691 0 119 137.034

29 Sulawesi Barat 34.000 78.842 92.777 46.126 19.703 5.940 756 3.005 281.149

30 Maluku 7.749 51.448 119.982 50.156 33.550 5.769 642 464 269.760

31 Maluku Utara 7.661 60.123 78.227 46.775 22.044 3.378 933 384 219.525

32 Papua Barat 21.858 25.734 35.510 17.741 10.852 1.968 122 884 114.669

33 Papua 554.392 82.897 151.017 103.578 54.763 8.333 2.784 3.648 961.412

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : Data mentah Sakernas (BPS) diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Tingkat Pendidikan

4.084.419 9.099.513 14.200.235 5.650.885 2.512.785

Jumlah

788.996 104.287 100.852 36.541.972


Lampiran 10. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2013

No

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 37.824 154.394 266.965 200.403 143.425 9.674 3.436 4.241 820.362

2 Sumatera Utara 115.082 417.257 784.793 592.324 356.967 125.691 11.219 6.988 2.410.321

3 Sumatera Barat 22.588 251.032 250.667 143.293 72.064 27.208 3.269 3.142 773.263

4 Riau 44.342 241.347 417.329 285.414 146.367 37.636 4.323 5.275 1.182.034

5 Jambi 35.363 193.137 267.719 126.465 67.868 16.690 2.734 3.677 713.653

6 Sumatera Selatan 65.534 536.700 836.391 410.278 203.186 33.238 8.194 4.779 2.098.300

7 Bengkulu 22.954 119.465 134.724 86.457 47.304 14.678 1.500 2.310 429.393

8 Lampung 58.975 401.672 632.632 369.394 136.592 63.484 3.950 2.140 1.668.839

9 Bangka Belitung 9.589 33.625 45.251 11.563 8.740 4.072 505 432 113.779

10 Kep.Riau 5.908 14.315 24.254 10.573 6.971 1.052 0 0 63.073

11 DKI Jakarta 0 1.092 2.795 3.121 2.503 2.387 2.037 686 14.620

12 Jawa Barat 296.096 1.009.777 1.964.121 303.920 82.415 36.672 3.123 5.130 3.701.255

13 Jawa Tengah 558.534 1.313.356 2.169.550 592.737 135.253 79.423 10.938 5.874 4.865.664

14 DI Jogyakarta 82.972 122.170 153.769 79.622 39.588 36.160 5.323 3.409 523.013

15 Jawa Timur 1.214.836 1.850.380 2.833.810 966.015 315.265 117.789 12.422 15.232 7.325.749

16 Banten 42.319 163.155 274.562 52.174 10.111 5.685 0 1.894 549.899

17 Bali 94.366 145.598 168.802 74.124 38.429 16.209 2.082 1.594 541.203

18 Nusa Tenggara Barat 213.241 202.712 229.229 117.970 73.047 10.811 1.038 5.697 853.746

19 Nusa Tenggara Timur 147.564 339.337 515.251 131.282 74.526 22.384 3.556 2.512 1.236.412

20 Kalimantan Barat 138.130 397.517 441.345 186.364 94.867 18.000 3.910 2.389 1.282.523

21 Kalimantan Tengah 15.976 109.169 270.096 137.498 59.130 14.060 1.870 3.098 610.898

22 Kalimantan Selatan 26.146 216.417 275.934 118.332 49.165 12.783 2.499 1.498 702.773

23 Kalimantan Timur 25.548 79.558 145.465 76.973 35.610 12.326 2.631 1.804 379.915

24 Sulawesi Utara 2.228 94.499 117.621 63.744 38.299 12.369 1.589 1.116 331.464

25 Sulawesi Tengah 31.706 127.931 230.808 97.247 46.425 12.523 1.597 1.638 549.875

26 Sulawesi Selatan 180.448 314.749 402.220 200.499 109.207 30.694 6.469 6.057 1.250.343

27 Sulawesi Tenggara 35.849 74.978 116.499 69.918 41.620 7.596 1.629 2.467 350.556

28 Gorontalo 5.255 80.269 57.070 10.612 3.718 1.979 0 142 159.044

29 Sulawesi Barat 43.393 97.208 112.864 57.515 24.049 7.790 1.052 3.449 347.319

30 Maluku 7.602 50.809 118.585 49.792 33.054 5.737 646 450 266.674

31 Maluku Utara 7.603 60.824 75.262 44.696 22.068 3.430 963 359 215.204

32 Papua Barat 25.336 28.630 39.770 19.491 11.918 2.061 138 1.069 128.413

33 Papua 554.981 84.012 152.460 104.922 55.539 8.438 2.814 3.691 966.858

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

4.168.289 9.327.089 14.528.614 5.794.730 2.585.288 810.730 107.456 104.241 37.426.436

Sumber : Data mentah Sakernas (BPS) diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Tingkat Pendidikan

Jumlah

Lampiran 11. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2014

No

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 36.902 151.505 261.563 196.493 140.719 9.528 3.406 4.188 804.304

2 Sumatera Utara 118.152 424.798 802.377 602.569 364.615 127.675 11.313 6.904 2.458.403

3 Sumatera Barat 22.737 253.024 251.928 144.226 73.024 27.767 3.333 3.210 779.250

4 Riau 47.259 257.039 444.770 304.222 155.997 40.076 4.615 5.631 1.259.609

5 Jambi 34.642 188.844 259.791 122.688 66.356 16.059 2.728 3.471 694.580

6 Sumatera Selatan 67.000 549.072 856.066 420.152 208.257 34.041 8.408 4.879 2.147.876

7 Bengkulu 22.530 117.307 132.238 84.898 46.487 14.503 1.469 2.295 421.728

8 Lampung 59.909 406.791 635.459 370.786 136.793 63.276 3.890 2.113 1.679.016

9 Bangka Belitung 8.615 30.577 41.235 10.586 7.971 3.785 454 409 103.632

10 Kep.Riau 6.680 16.103 27.081 12.014 7.967 1.123 0 0 70.967

11 DKI Jakarta 0 1.027 2.588 2.758 2.335 2.351 2.015 635 13.710

12 Jawa Barat 306.222 1.042.843 2.027.024 312.862 84.757 37.576 3.197 5.207 3.819.687

13 Jawa Tengah 549.854 1.292.224 2.131.107 588.665 133.863 79.558 10.983 5.819 4.792.072

14 DI Jogyakarta 82.894 122.029 153.672 79.653 39.560 36.226 5.349 3.371 522.754

15 Jawa Timur 1.226.723 1.870.227 2.863.841 977.194 319.238 119.000 12.558 15.380 7.404.159

16 Banten 43.218 165.944 278.979 52.311 10.049 5.655 0 1.931 558.088

17 Bali 96.132 147.786 169.599 74.296 38.107 16.082 1.983 1.638 545.622

18 Nusa Tenggara Barat 219.714 211.237 239.194 122.304 76.837 11.412 1.015 6.056 887.769

19 Nusa Tenggara Timur 146.920 337.592 511.941 130.639 74.120 22.274 3.536 2.494 1.229.517

20 Kalimantan Barat 140.547 405.173 450.383 190.526 97.225 18.378 4.044 2.422 1.308.698

21 Kalimantan Tengah 16.759 116.923 293.114 150.482 64.929 15.486 2.054 3.448 663.195

22 Kalimantan Selatan 26.056 217.645 279.389 120.515 50.169 13.219 2.591 1.519 711.103

23 Kalimantan Timur 26.747 82.978 152.975 80.904 37.808 13.175 2.866 1.963 399.417

24 Sulawesi Utara 2.428 103.746 128.880 69.862 41.981 13.553 1.736 1.219 363.405

25 Sulawesi Tengah 31.097 125.554 225.623 94.866 45.281 12.130 1.556 1.582 537.690

26 Sulawesi Selatan 178.708 311.652 398.153 198.361 107.966 30.312 6.387 5.985 1.237.525

27 Sulawesi Tenggara 35.664 74.376 115.456 69.393 41.275 7.471 1.613 2.498 347.747

28 Gorontalo 5.269 81.230 58.060 10.720 3.759 2.018 0 143 161.201

29 Sulawesi Barat 50.505 111.479 128.713 66.281 27.482 9.164 1.266 3.831 398.721

30 Maluku 7.530 50.499 117.909 49.618 32.813 5.721 648 443 265.181

31 Maluku Utara 7.637 60.883 73.831 43.825 22.226 3.432 979 361 213.174

32 Papua Barat 24.196 27.418 38.060 18.669 11.370 1.998 133 1.014 122.857

33 Papua 555.239 84.530 153.092 105.536 55.887 8.469 2.829 3.707 969.289

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : Data mentah Sakernas (BPS) diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

4.204.486 9.440.058

14.704.091 5.878.875

Agustus 2014*)

Tingkat Pendidikan

Jumlah

2.627.224 822.493 108.953 105.765 37.891.944


Lampiran 12. Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Status Pekerjaan Utama Tahun 2011

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Berusaha

Dibantu Buruh

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Tidak Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 133.864 253.684 23.714 77.919 67.707 277.651 834.539

2 Sumatera Utara 375.188 655.532 66.720 360.550 196.803 765.208 2.420.001

3 Sumatera Barat 182.478 191.901 38.439 47.726 111.735 194.555 766.834

4 Riau 258.052 174.365 49.952 219.640 101.402 229.066 1.032.477

5 Jambi 135.087 168.877 23.678 148.151 82.771 183.857 742.421

6 Sumatera Selatan 249.954 563.479 47.219 290.594 138.436 693.467 1.983.149

7 Bengkulu 60.405 142.116 5.729 41.506 39.239 154.554 443.549

8 Lampung 231.006 496.752 42.923 150.462 164.212 547.112 1.632.467

9 Bangka Belitung 30.058 31.646 2.281 28.859 8.384 32.294 133.522

10 Kepulauan Riau 21.073 4.287 701 10.635 4.826 7.706 49.228

11 DKI Jakarta 6.144 724 4.098 3.779 0 1.886 16.631

12 Jawa Barat 253.415 886.064 123.041 182.098 1.216.553 822.621 3.483.792

13 Jawa Tengah 305.612 1.825.918 120.713 132.537 867.152 1.813.242 5.065.174

14 D.I. Yogyakarta 26.782 195.644 8.741 6.247 22.228 149.581 409.223

15 Jawa Timur 408.312 2.274.220 206.054 227.419 1.357.937 2.650.296 7.124.238

16 Banten 55.468 165.866 12.514 31.757 142.841 161.983 570.429

17 Bali 66.688 217.321 6.704 10.062 25.444 209.491 535.710

18 Nusa Tenggara Barat 31.068 314.008 12.459 11.006 191.043 235.526 795.110

19 Nusa Tenggara Timur 114.817 519.588 3.977 6.076 33.226 566.976 1.244.660

20 Kalimantan Barat 214.753 385.049 21.102 90.590 20.245 502.547 1.234.286

21 Kalimantan Tengah 73.050 138.683 3.599 117.211 14.342 170.345 517.230

22 Kalimantan Selatan 86.730 216.365 16.757 70.502 42.857 259.901 693.112

23 Kalimantan Timur 69.361 93.716 8.094 58.903 12.228 100.884 343.186

24 Sulawesi Utara 76.916 56.635 15.629 13.094 50.932 62.491 275.697

25 Sulawesi Tengah 77.897 191.944 18.501 16.070 49.742 228.975 583.129

26 Sulawesi Selatan 137.353 541.749 32.153 24.491 67.643 466.730 1.270.119

27 Sulawesi Tenggara 37.249 137.526 3.934 10.797 9.387 159.617 358.510

28 Gorontalo 20.236 44.820 5.285 5.881 22.828 37.984 137.034

29 Sulawesi Barat 28.350 110.572 4.491 13.353 11.508 112.875 281.149

30 Maluku 58.237 93.125 312 654 2.703 114.729 269.760

31 Maluku Utara 47.776 66.786 3.211 3.296 16.698 81.758 219.525

32 Papua Barat 17.811 39.080 77 6.411 1.298 49.992 114.669

33 Papua 123.198 357.779 2.255 9.821 8.410 459.949 961.412

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Status Pekerjaan Utama (orang)

4.014.388 11.555.821 935.057 2.428.097 5.102.760

12.505.849 36.541.972

Lampiran 13. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Status Pekerjaan Utama Tahun 2012

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 133.835 251.723 23.570 79.314 67.221 275.470 831.133

2 Sumatera Utara 369.412 661.069 64.659 339.500 196.579 767.794 2.399.012

3 Sumatera Barat 181.866 193.305 38.557 47.359 111.643 196.042 768.772

4 Riau 276.284 186.831 53.549 235.667 108.596 245.393 1.106.320

5 Jambi 132.543 167.374 23.162 143.745 81.670 181.419 729.913

6 Sumatera Selatan 258.398 579.408 48.591 300.902 142.083 713.988 2.043.369

7 Bengkulu 59.700 139.880 5.601 41.182 38.317 152.017 436.697

8 Lampung 230.145 503.594 43.880 147.356 171.301 553.915 1.650.190

9 Bangka Belitung 28.050 29.236 2.113 26.762 7.759 29.910 123.829

10 Kepulauan Riau 24.083 4.944 799 12.376 5.460 8.752 56.413

11 DKI Jakarta 5.646 669 4.031 3.558 0 1.742 15.645

12 Jawa Barat 258.229 913.349 127.049 183.593 1.260.633 847.919 3.590.772

13 Jawa Tengah 294.873 1.761.182 116.946 130.099 846.674 1.758.148 4.907.922

14 D.I. Yogyakarta 30.472 256.800 12.446 7.038 30.017 184.773 521.545

15 Jawa Timur 413.848 2.308.899 209.558 230.564 1.382.291 2.688.445 7.233.606

16 Banten 53.932 162.846 11.950 29.000 137.367 158.984 554.079

17 Bali 68.034 218.667 6.765 9.646 24.002 210.367 537.481

18 Nusa Tenggara Barat 32.332 328.767 13.120 10.816 193.749 243.600 822.382

19 Nusa Tenggara Timur 114.525 518.010 3.955 6.189 33.026 565.579 1.241.284

20 Kalimantan Barat 220.106 391.522 21.253 93.616 20.613 510.702 1.257.813

21 Kalimantan Tengah 80.824 147.821 3.939 132.061 15.317 182.275 562.238

22 Kalimantan Selatan 88.503 215.618 16.406 73.903 42.061 258.638 695.129

23 Kalimantan Timur 74.034 96.614 8.686 64.382 13.050 104.160 360.925

24 Sulawesi Utara 84.117 62.006 17.155 14.317 56.198 68.478 302.271

25 Sulawesi Tengah 75.293 185.842 17.970 15.265 48.208 222.122 564.701

26 Sulawesi Selatan 136.361 537.935 31.977 24.356 67.283 463.357 1.261.268

27 Sulawesi Tenggara 37.031 135.643 3.857 10.527 9.282 157.762 354.104

28 Gorontalo 22.875 51.716 6.041 6.092 26.053 43.914 156.692

29 Sulawesi Barat 32.115 124.516 5.234 13.975 14.040 127.081 316.962

30 Maluku 57.708 92.686 307 628 2.622 114.256 268.208

31 Maluku Utara 47.319 66.179 3.052 3.087 15.916 81.820 217.374

32 Papua Barat 20.673 47.404 103 6.182 1.435 61.464 137.261

33 Papua 123.584 358.479 2.286 10.295 8.675 460.876 964.195

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

Agustus 2012*)

Status Pekerjaan Utama (orang)

4.066.750 11.700.532 948.566 2.453.356 5.179.140 12.641.160 36.989.505


Lampiran 14. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Status Pekerjaan Utama Tahun 2013

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Berusaha

Dibantu Buruh

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Tidak Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 132.810 247.367 23.202 80.196 66.094 270.692 820.362

2 Sumatera Utara 367.958 677.026 63.353 320.920 199.195 781.869 2.410.321

3 Sumatera Barat 182.104 195.294 38.759 47.204 111.764 198.138 773.263

4 Riau 294.981 199.626 57.238 252.063 115.981 262.146 1.182.034

5 Jambi 129.299 165.167 22.529 138.399 80.245 178.014 713.653

6 Sumatera Selatan 266.059 593.980 49.847 310.239 145.426 732.749 2.098.300

7 Bengkulu 58.909 137.524 5.467 40.763 37.388 149.342 429.393

8 Lampung 229.852 510.533 44.915 144.708 178.131 560.699 1.668.839

9 Bangka Belitung 25.944 26.766 1.946 24.554 7.101 27.468 113.779

10 Kepulauan Riau 26.880 5.448 908 13.935 6.111 9.792 63.073

11 DKI Jakarta 5.111 614 3.957 3.339 0 1.599 14.620

12 Jawa Barat 263.576 941.544 131.151 185.540 1.305.346 874.097 3.701.255

13 Jawa Tengah 301.021 1.739.130 114.375 133.191 823.768 1.754.179 4.865.664

14 D.I. Yogyakarta 30.114 258.242 12.512 6.971 30.334 184.842 523.013

15 Jawa Timur 417.616 2.338.098 212.788 233.485 1.405.045 2.718.717 7.325.749

16 Banten 53.142 163.377 11.662 26.754 135.594 159.371 549.899

17 Bali 69.315 220.708 6.836 9.353 23.001 211.990 541.203

18 Nusa Tenggara Barat 33.149 344.584 13.921 10.719 199.328 252.046 853.746

19 Nusa Tenggara Timur 114.032 515.896 3.931 6.248 32.797 563.508 1.236.412

20 Kalimantan Barat 225.707 398.316 21.418 96.808 20.998 519.277 1.282.523

21 Kalimantan Tengah 89.241 157.687 4.286 148.167 16.372 195.145 610.898

22 Kalimantan Selatan 91.160 216.347 16.242 78.044 41.400 259.579 702.773

23 Kalimantan Timur 78.888 99.875 9.307 70.175 13.886 107.785 379.915

24 Sulawesi Utara 92.071 67.928 18.849 15.695 61.907 75.014 331.464

25 Sulawesi Tengah 73.188 180.912 17.554 14.574 46.984 216.663 549.875

26 Sulawesi Selatan 135.021 533.330 31.770 24.115 66.883 459.224 1.250.343

27 Sulawesi Tenggara 36.896 134.086 3.790 10.286 9.201 156.297 350.556

28 Gorontalo 23.359 52.632 6.108 5.950 26.315 44.681 159.044

29 Sulawesi Barat 35.545 136.230 5.863 14.247 16.285 139.149 347.319

30 Maluku 57.184 92.252 302 603 2.542 113.790 266.674

31 Maluku Utara 47.071 65.537 2.885 2.895 15.172 81.645 215.204

32 Papua Barat 19.455 44.286 94 5.919 1.367 57.291 128.413

33 Papua 123.939 359.150 2.317 10.767 8.940 461.745 966.858

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Status Pekerjaan Utama (orang)

4.130.594 11.819.494 960.081 2.486.823 5.250.900 12.778.544 37.426.436

Lampiran 15. Proyeksi Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian Berdasarkan Status Pekerjaan Utama Tahun 2014

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Berusaha

Dibantu Buruh

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Tidak Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 131.082 241.278 22.672 80.737 64.503 264.033 804.304

2 Sumatera Utara 371.349 705.217 62.860 304.574 205.086 809.318 2.458.403

3 Sumatera Barat 182.897 197.560 39.007 47.217 112.082 200.487 779.250

4 Riau 314.141 212.749 61.017 268.818 123.557 279.328 1.259.609

5 Jambi 125.529 162.439 21.806 132.338 78.576 173.892 694.580

6 Sumatera Selatan 272.929 607.179 50.986 318.592 148.463 749.726 2.147.876

7 Bengkulu 58.046 135.076 5.328 40.260 36.459 146.559 421.728

8 Lampung 228.864 514.694 45.633 142.009 183.221 564.595 1.679.016

9 Bangka Belitung 23.801 24.292 1.785 22.302 6.430 25.022 103.632

10 Kepulauan Riau 30.172 6.068 1.032 15.850 6.853 10.992 70.967

11 DKI Jakarta 4.617 568 3.885 3.158 0 1.481 13.710

12 Jawa Barat 270.461 971.864 135.435 188.783 1.350.874 902.270 3.819.687

13 Jawa Tengah 307.495 1.708.401 110.676 136.525 789.998 1.738.976 4.792.072

14 D.I. Yogyakarta 29.715 258.746 12.530 6.892 30.517 184.354 522.754

15 Jawa Timur 419.800 2.362.927 215.855 236.245 1.427.026 2.742.306 7.404.159

16 Banten 53.166 167.619 11.650 24.978 137.376 163.300 558.088

17 Bali 70.397 222.970 6.907 9.138 22.338 213.873 545.622

18 Nusa Tenggara Barat 33.415 361.029 14.857 10.670 207.441 260.356 887.769

19 Nusa Tenggara Timur 113.279 513.063 3.907 6.227 32.543 560.497 1.229.517

20 Kalimantan Barat 231.596 405.518 21.604 100.185 21.405 528.389 1.308.698

21 Kalimantan Tengah 98.299 168.275 4.623 165.556 17.506 208.936 663.195

22 Kalimantan Selatan 93.855 217.337 16.105 82.167 40.813 260.827 711.103

23 Kalimantan Timur 83.753 103.262 9.944 76.279 14.693 111.486 399.417

24 Sulawesi Utara 100.817 74.429 20.720 17.236 68.079 82.124 363.405

25 Sulawesi Tengah 71.458 176.843 17.222 13.973 45.983 212.211 537.690

26 Sulawesi Selatan 133.360 528.005 31.535 23.776 66.451 454.398 1.237.525

27 Sulawesi Tenggara 36.831 132.810 3.730 10.072 9.138 155.166 347.747

28 Gorontalo 23.793 53.475 6.171 5.819 26.558 45.386 161.201

29 Sulawesi Barat 41.070 156.213 6.876 15.305 19.653 159.603 398.721

30 Maluku 56.670 91.832 297 578 2.464 113.339 265.181

31 Maluku Utara 47.071 64.907 2.711 2.718 14.469 81.298 213.174

32 Papua Barat 18.667 42.360 89 5.681 1.320 54.738 122.857

33 Papua 124.242 359.766 2.347 11.223 9.197 462.514 969.289

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

Agustus 2014*)

Status Pekerjaan Utama (orang)

4.202.636 11.948.772 971.802 2.525.883 5.321.072

12.921.778 37.891.944


Lampiran 16. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012 - 2014

No.

Provinsi

2011 2012*) 2013*) 2014*)

1 Aceh 466.864 456.672 440.585 420.094

2 Sumatra Utara 780.461 849.764 941.220 1.060.626

3 Sumatra Barat 321.584 323.532 325.469 327.393

4 Riau 52.115 55.012 58.159 61.584

5 Jambi 83.448 85.581 87.687 89.766

6 Sumatra Selatan 464.697 468.617 472.422 476.119

7 Bengkulu 94.503 88.928 83.681 78.745

8 Lampung 517.032 570.652 617.475 654.343

9 Bangka Belitung 2.914 2.340 1.907 1.575

10 Kepulauan Riau 1.228 1.971 1.418 1.100

11 DKI Jakarta 1.149 998 813 622

12 Jawa Barat 2.349.917 2.439.947 2.530.475 2.621.472

13 Jawa Tengah 2.957.471 2.797.341 2.663.066 2.536.261

14 D.I. Yogyakarta 202.843 316.867 320.319 322.293

15 Jawa Timur 3.180.111 3.241.208 3.294.435 3.342.447

16 Banten 445.286 441.683 448.011 465.032

17 Bali 162.695 169.119 175.797 182.739

18 Nusa Tenggara Barat 346.131 372.973 402.592 435.192

19 Nusat Tenggara Timur 876.644 872.988 869.636 866.566

20 Kalimantan Barat 323.386 318.675 314.042 309.647

21 Kalimantan Tengah 152.324 153.136 153.955 154.779

22 Kalimantan Selatan 332.080 320.384 309.499 299.345

23 Kalimantan Timur 146.805 140.698 135.876 132.158

24 Sulawesi Utara 147.563 164.680 183.053 202.726

25 Sulawesi Tengah 241.690 238.618 236.912 235.946

26 Sulawesi Selatan 830.177 826.115 821.860 817.471

27 Sulawesi Tenggara 139.020 139.323 139.953 140.844

28 Gorontalo 102.544 120.965 122.196 123.392

29 Sulawesi Barat 85.427 109.881 132.260 164.219

30 Maluku 187.136 188.086 189.036 189.987

31 Maluku Utara 44.970 46.967 47.203 45.701

32 Papua Barat 70.011 93.724 85.883 81.243

33 Papua 826.969 827.408 827.866 828.336

Total Tenaga Kerja

Sektor Pertanian

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

Tenaga Kerja

Pertanin

16.937.195

17.244.852

Proyeksi Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

17.434.760

17.669.759

Lampiran 17. Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Tanaman Pangan

Menurut Jenis Kelamin Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No

Provinsi

2011

Agustus

Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki

1 Aceh 223.305 243.559 218.430 238.242 210.735 229.849 200.935 219.160

2 Sumatera Utara 426.144 354.317 463.985 385.780 513.921 427.299 579.119 481.508

3 Sumatera Barat 148.520 173.064 149.420 174.113 150.314 175.155 151.203 176.190

4 Riau 20.814 31.301 21.971 33.041 23.228 34.931 24.596 36.988

5 Jambi 41.991 41.457 43.065 42.517 44.124 43.563 45.170 44.596

6 Sumatera Selatan 185.190 279.507 186.752 281.865 188.269 284.153 189.742 286.377

7 Bengkulu 49.554 44.949 46.631 42.297 43.879 39.802 41.291 37.454

8 Lampung 159.232 357.800 175.746 394.907 190.166 427.309 201.520 452.823

9 Bangka Belitung 1.358 1.556 1.091 1.250 889 1.018 734 841

10 Kepulauan Riau 162 1.066 260 1.711 187 1.231 145 955

11 DKI Jakarta - 1.149 - 998 - 813 - 622

12 Jawa Barat 806.578 1.543.339 837.480 1.602.468 868.552 1.661.923 899.786 1.721.686

13 Jawa Tengah 1.196.019 1.761.452 1.131.262 1.666.080 1.076.960 1.586.106 1.025.679 1.510.582

14 D.I. Yogyakarta 93.718 109.125 146.400 170.467 147.994 172.324 148.906 173.386

15 Jawa Timur 1.166.442 2.013.669 1.188.852 2.052.356 1.208.375 2.086.059 1.225.986 2.116.461

16 Banten 164.929 280.357 163.594 278.088 165.938 282.073 172.243 292.789

17 Bali 68.853 93.842 71.572 97.548 74.398 101.399 77.336 105.403

18 Nusa Tenggara Barat 131.963 214.168 142.197 230.776 153.489 249.103 165.918 269.274

19 Nusa Tenggara Timur 390.268 486.376 388.640 484.347 387.148 482.488 385.781 480.785

20 Kalimantan Barat 186.222 137.164 183.509 135.166 180.841 133.201 178.310 131.337

21 Kalimantan Tengah 61.583 90.741 61.911 91.225 62.242 91.712 62.575 92.203

22 Kalimantan Selatan 157.994 174.086 152.429 167.954 147.251 162.249 142.420 156.925

23 Kalimantan Timur 55.312 91.493 53.011 87.687 51.194 84.682 49.794 82.365

24 Sulawesi Utara 36.104 111.459 40.292 124.388 44.787 138.265 49.601 153.125

25 Sulawesi Tengah 92.135 149.555 90.964 147.654 90.313 146.598 89.946 146.001

26 Sulawesi Selatan 251.036 579.141 249.808 576.307 248.521 573.339 247.194 570.277

27 Sulawesi Tenggara 65.830 73.190 65.973 73.349 66.272 73.681 66.694 74.150

28 Gorontalo 28.114 74.430 33.164 87.801 33.502 88.694 33.830 89.562

29 Sulawesi Barat 32.027 53.400 41.195 68.686 49.585 82.675 61.566 102.652

30 Maluku 80.529 106.607 80.938 107.148 81.347 107.689 81.756 108.231

31 Maluku Utara 29.864 15.106 31.190 15.777 31.347 15.856 30.349 15.352

32 Papua Barat 31.232 38.779 41.810 51.913 38.312 47.570 36.243 45.000

33 Papua 366.236 460.733 366.431 460.978 366.633 461.233 366.842 461.495

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

6.749.258 10.187.937 6.869.972 10.374.883

2012*) 2013*)

Agustus

Agustus

2014*)

Agustus

6.940.715 10.494.045 7.033.205 10.636.554


Lampiran 18. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Tanaman Pangan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 24.962 42.233 51.348 56.935 58.329 58.869 51.019 51.564 32.128 39.477 466.864

2 Sumatera Utara 57.495 54.259 71.937 97.230 83.404 97.889 80.418 78.180 63.476 96.173 780.461

3 Sumatera Barat 10.286 10.397 23.838 31.759 36.479 40.491 38.080 46.007 38.580 45.667 321.584

4 Riau 4.015 3.226 6.955 7.496 5.633 6.707 4.672 3.501 4.485 5.425 52.115

5 Jambi 2.361 3.276 7.049 10.494 11.583 9.752 10.384 9.794 7.527 11.228 83.448

6 Sumatera Selatan 24.408 42.585 46.950 67.265 56.139 53.039 51.920 35.802 33.817 52.772 464.697

7 Bengkulu 2.859 7.569 7.687 12.642 13.207 14.094 10.447 9.365 7.028 9.605 94.503

8 Lampung 23.583 38.173 65.954 65.671 49.876 61.984 53.811 54.702 32.794 70.484 517.032

9 Bangka Belitung 0 130 138 624 130 591 270 97 364 570 2.914

10 Kepulauan Riau 59 193 351 80 54 54 108 262 36 31 1.228

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 1.149 0 0 0 0 0 1.149

12 Jawa Barat 50.604 79.931 172.350 207.342 259.843 294.569 307.054 304.097 233.969 440.158 2.349.917

13 Jawa Tengah 69.708 116.869 188.182 227.525 297.122 341.007 362.237 386.260 317.777 650.784 2.957.471

14 D.I. Yogyakarta 852 3.980 6.077 11.477 13.265 17.222 28.474 25.124 25.142 71.230 202.843

15 Jawa Timur 55.322 140.853 214.934 277.222 292.916 394.438 412.278 415.997 328.070 648.081 3.180.111

16 Banten 10.031 24.586 39.441 37.589 55.092 75.010 54.101 49.853 34.362 65.221 445.286

17 Bali 3.454 2.153 4.990 11.518 13.429 16.098 19.888 26.887 20.711 43.567 162.695

18 Nusa Tenggara Barat 16.774 22.992 33.664 45.943 40.631 36.306 37.728 34.628 29.720 47.745 346.131

19 Nusa Tenggara Timur 60.293 83.794 103.011 103.517 103.045 105.101 89.648 74.329 57.019 96.887 876.644

20 Kalimantan Barat 17.577 28.330 34.411 42.196 40.489 30.023 32.651 37.450 23.009 37.250 323.386

21 Kalimantan Tengah 10.584 11.871 19.121 18.272 18.242 21.774 13.160 14.125 8.884 16.291 152.324

22 Kalimantan Selatan 23.504 25.698 29.277 40.100 49.242 43.646 36.831 32.487 17.594 33.701 332.080

23 Kalimantan Timur 4.349 10.575 12.361 21.268 17.528 21.429 15.376 18.663 11.876 13.380 146.805

24 Sulawesi Utara 5.032 4.702 8.851 14.778 18.163 18.508 19.370 16.669 13.584 27.906 147.563

25 Sulawesi Tengah 20.292 22.944 29.507 31.709 30.465 30.048 25.574 20.353 11.828 18.970 241.690

26 Sulawesi Selatan 59.459 75.185 94.138 97.557 91.651 92.327 82.043 81.028 55.202 101.587 830.177

27 Sulawesi Tenggara 13.773 10.867 13.971 12.787 15.986 17.665 12.601 14.510 8.627 18.233 139.020

28 Gorontalo 6.947 5.179 10.803 11.218 15.108 15.169 11.911 8.724 7.567 9.918 102.544

29 Sulawesi Barat 6.035 7.973 8.986 10.673 9.572 11.436 8.206 7.821 4.671 10.054 85.427

30 Maluku 10.962 17.760 17.031 23.619 20.408 19.902 21.460 15.838 13.889 26.267 187.136

31 Maluku Utara 3.389 4.092 5.490 4.642 5.739 4.909 3.647 3.755 4.102 5.205 44.970

32 Papua Barat 8.174 9.128 10.394 8.368 8.591 7.443 5.040 5.714 3.101 4.058 70.011

33 Papua 89.003 104.356 127.301 137.665 138.451 92.003 66.954 37.460 18.108 15.668 826.969

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

696.146 1.015.859 1.466.498 1.747.181 1.870.961

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Kelompok Umur

2.049.503 1.967.361 1.921.046 1.469.047 2.733.593 16.937.195

Lampiran 19. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Tanaman Pangan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 24.417 41.311 50.227 55.692 57.056 57.584 49.905 50.438 31.427 38.615 456.673

2 Sumatera Utara 62.600 59.077 78.325 105.864 90.810 106.581 87.559 85.122 69.113 104.713 849.764

3 Sumatera Barat 10.348 10.460 23.982 31.951 36.700 40.736 38.311 46.286 38.814 45.944 323.533

4 Riau 4.238 3.405 7.342 7.913 5.946 7.080 4.932 3.696 4.734 5.727 55.012

5 Jambi 2.421 3.360 7.229 10.762 11.879 10.001 10.650 10.044 7.719 11.515 85.582

6 Sumatera Selatan 24.614 42.944 47.346 67.832 56.613 53.486 52.358 36.104 34.102 53.217 468.617

7 Bengkulu 2.690 7.122 7.234 11.896 12.428 13.263 9.831 8.813 6.613 9.038 88.928

8 Lampung 26.029 42.132 72.794 72.482 55.049 68.412 59.392 60.375 36.195 77.794 570.652

9 Bangka Belitung 0 104 111 501 104 475 217 78 292 458 2.340

10 Kepulauan Riau 95 310 563 128 87 87 173 420 58 50 1.971

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 998 0 0 0 0 0 998

12 Jawa Barat 52.543 82.993 178.953 215.286 269.798 305.855 318.818 315.748 242.933 457.021 2.439.947

13 Jawa Tengah 65.934 110.541 177.993 215.206 281.035 322.543 342.624 365.346 300.571 615.548 2.797.341

14 D.I. Yogyakarta 1.331 6.217 9.493 17.929 20.722 26.903 44.480 39.247 39.275 111.270 316.867

15 Jawa Timur 56.385 143.559 219.063 282.548 298.544 402.016 420.199 423.989 334.373 660.532 3.241.208

16 Banten 9.950 24.387 39.122 37.285 54.646 74.403 53.663 49.450 34.084 64.693 441.683

17 Bali 3.590 2.238 5.187 11.973 13.959 16.734 20.673 27.949 21.529 45.287 169.119

18 Nusa Tenggara Barat 18.075 24.775 36.275 49.506 43.782 39.121 40.654 37.313 32.025 51.448 372.973

19 Nusa Tenggara Timur 60.042 83.445 102.581 103.085 102.615 104.663 89.274 74.019 56.781 96.483 872.988

20 Kalimantan Barat 17.321 27.917 33.910 41.581 39.899 29.586 32.175 36.904 22.674 36.707 318.675

21 Kalimantan Tengah 10.640 11.934 19.223 18.369 18.339 21.890 13.230 14.200 8.931 16.378 153.136

22 Kalimantan Selatan 22.676 24.793 28.246 38.688 47.508 42.109 35.534 31.343 16.974 32.514 320.384

23 Kalimantan Timur 4.168 10.135 11.847 20.383 16.799 20.538 14.736 17.887 11.382 12.823 140.698

24 Sulawesi Utara 5.616 5.247 9.878 16.492 20.270 20.655 21.617 18.603 15.160 31.143 164.680

25 Sulawesi Tengah 20.034 22.652 29.132 31.306 30.078 29.666 25.249 20.094 11.678 18.729 238.618

26 Sulawesi Selatan 59.168 74.817 93.677 97.080 91.203 91.875 81.642 80.632 54.932 101.090 826.115

27 Sulawesi Tenggara 13.803 10.891 14.001 12.815 16.021 17.703 12.628 14.542 8.646 18.273 139.323

28 Gorontalo 8.195 6.109 12.744 13.233 17.822 17.894 14.051 10.291 8.926 11.700 120.965

29 Sulawesi Barat 7.763 10.255 11.558 13.728 12.312 14.710 10.555 10.060 6.008 12.932 109.881

30 Maluku 11.018 17.850 17.117 23.739 20.512 20.003 21.569 15.918 13.959 26.400 188.086

31 Maluku Utara 3.540 4.274 5.734 4.848 5.994 5.127 3.809 3.922 4.284 5.436 46.967

32 Papua Barat 10.943 12.220 13.914 11.202 11.501 9.964 6.747 7.649 4.151 5.432 93.724

33 Papua 89.050 104.411 127.369 137.738 138.525 92.052 66.990 37.480 18.118 15.676 827.408

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

709.236 1.031.888 1.492.170 1.779.042 1.899.550

Agustus 2012*)

Kelompok Umur

2.083.714 2.004.244 1.953.962 1.496.462 2.794.587 17.244.855


Lampiran 20. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Tanaman Pangan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Kelompok Umur

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 23.557 39.856 48.458 53.730 55.046 55.555 48.147 48.662 30.320 37.255 440.585

2 Sumatera Utara 69.338 65.435 86.755 117.257 100.583 118.052 96.982 94.283 76.551 115.983 941.220

3 Sumatera Barat 10.410 10.523 24.126 32.143 36.920 40.980 38.540 46.563 39.046 46.219 325.469

4 Riau 4.481 3.600 7.762 8.365 6.286 7.485 5.214 3.907 5.005 6.054 58.159

5 Jambi 2.481 3.442 7.407 11.027 12.171 10.247 10.912 10.292 7.909 11.798 87.687

6 Sumatera Selatan 24.814 43.293 47.730 68.383 57.072 53.921 52.783 36.397 34.379 53.649 472.422

7 Bengkulu 2.532 6.702 6.807 11.194 11.695 12.480 9.251 8.293 6.223 8.505 83.681

8 Lampung 28.164 45.589 78.767 78.429 59.565 74.026 64.265 65.329 39.165 84.177 617.475

9 Bangka Belitung 0 85 90 408 85 387 177 63 238 373 1.907

10 Kepulauan Riau 68 223 405 92 62 62 125 303 42 36 1.418

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 813 0 0 0 0 0 813

12 Jawa Barat 54.492 86.073 185.593 223.273 279.808 317.202 330.647 327.463 251.946 473.978 2.530.475

13 Jawa Tengah 62.769 105.235 169.449 204.876 267.545 307.061 326.178 347.809 286.144 586.001 2.663.066

14 D.I. Yogyakarta 1.345 6.285 9.596 18.124 20.947 27.196 44.965 39.674 39.703 112.483 320.319

15 Jawa Timur 57.311 145.917 222.661 287.188 303.446 408.618 427.099 430.952 339.864 671.379 3.294.435

16 Banten 10.092 24.736 39.682 37.819 55.429 75.469 54.432 50.158 34.572 65.620 448.011

17 Bali 3.732 2.326 5.392 12.446 14.510 17.394 21.490 29.052 22.379 47.076 175.797

18 Nusa Tenggara Barat 19.510 26.742 39.155 53.437 47.259 42.228 43.882 40.277 34.568 55.533 402.592

19 Nusa Tenggara Timur 59.811 83.124 102.188 102.689 102.221 104.261 88.931 73.735 56.563 96.112 869.636

20 Kalimantan Barat 17.069 27.511 33.417 40.977 39.319 29.156 31.708 36.368 22.344 36.174 314.042

21 Kalimantan Tengah 10.697 11.998 19.326 18.468 18.437 22.007 13.301 14.276 8.979 16.465 153.955

22 Kalimantan Selatan 21.906 23.951 27.286 37.373 45.894 40.678 34.327 30.278 16.398 31.409 309.499

23 Kalimantan Timur 4.025 9.788 11.441 19.685 16.223 19.834 14.231 17.274 10.992 12.384 135.876

24 Sulawesi Utara 6.242 5.833 10.980 18.332 22.531 22.959 24.029 20.678 16.851 34.618 183.053

25 Sulawesi Tengah 19.891 22.490 28.924 31.082 29.863 29.454 25.068 19.951 11.594 18.595 236.912

26 Sulawesi Selatan 58.863 74.432 93.195 96.580 90.733 91.402 81.221 80.216 54.649 100.569 821.860

27 Sulawesi Tenggara 13.865 10.940 14.065 12.873 16.093 17.784 12.686 14.607 8.685 18.355 139.953

28 Gorontalo 8.278 6.172 12.873 13.368 18.003 18.076 14.194 10.396 9.017 11.819 122.196

29 Sulawesi Barat 9.344 12.344 13.912 16.524 14.820 17.706 12.705 12.109 7.232 15.566 132.260

30 Maluku 11.073 17.940 17.204 23.859 20.615 20.104 21.678 15.999 14.030 26.534 189.036

31 Maluku Utara 3.557 4.295 5.763 4.872 6.024 5.153 3.828 3.941 4.306 5.463 47.203

32 Papua Barat 10.027 11.197 12.750 10.265 10.539 9.130 6.183 7.009 3.804 4.978 85.883

33 Papua 89.100 104.469 127.439 137.814 138.601 92.103 67.027 37.501 18.128 15.685 827.866

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

718.846 1.042.547 1.510.597 1.802.954 1.919.161 2.108.170 2.026.202 1.973.814 1.511.625 2.820.845

17.434.760

Lampiran 21. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Tanaman Pangan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Nangroe Aceh Darussalam 22.461 38.002 46.204 51.231 52.486 52.972 45.908 46.398 28.909 35.522 420.094

2 Sumatera Utara 78.134 73.737 97.761 132.133 113.344 133.029 109.286 106.245 86.262 130.697 1.060.626

3 Sumatera Barat 10.472 10.585 24.269 32.333 37.138 41.222 38.768 46.838 39.277 46.492 327.393

4 Riau 4.745 3.812 8.219 8.858 6.657 7.926 5.521 4.137 5.300 6.411 61.584

5 Jambi 2.540 3.524 7.583 11.288 12.460 10.490 11.170 10.535 8.097 12.078 89.766

6 Sumatera Selatan 25.008 43.632 48.104 68.918 57.519 54.343 53.196 36.682 34.648 54.069 476.119

7 Bengkulu 2.382 6.307 6.405 10.534 11.005 11.744 8.705 7.803 5.856 8.003 78.745

8 Lampung 29.846 48.311 83.470 83.112 63.122 78.445 68.102 69.229 41.503 89.203 654.343

9 Bangka Belitung 0 70 75 337 70 319 146 52 197 308 1.575

10 Kep.Riau 53 173 314 72 48 48 97 235 32 28 1.100

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 622 0 0 0 0 0 622

12 Jawa Barat 56.452 89.168 192.267 231.302 289.870 328.609 342.537 339.238 261.006 491.022 2.621.472

13 Jawa Tengah 59.780 100.224 161.381 195.120 254.805 292.440 310.646 331.248 272.518 558.098 2.536.261

14 DI. Yogyakarta 1.354 6.324 9.656 18.236 21.076 27.364 45.242 39.919 39.948 113.176 322.293

15 Jawa Timur 58.146 148.043 225.906 291.373 307.869 414.573 433.324 437.232 344.817 681.164 3.342.447

16 Banten 10.476 25.676 41.190 39.256 57.535 78.336 56.500 52.064 35.886 68.113 465.032

17 Bali 3.880 2.418 5.605 12.937 15.083 18.081 22.338 30.199 23.263 48.934 182.739

18 Nusa Tenggara Barat 21.090 28.908 42.326 57.764 51.086 45.648 47.436 43.538 37.367 60.030 435.192

19 Nusa Tenggara Timur 59.600 82.831 101.827 102.327 101.860 103.893 88.617 73.475 56.364 95.773 866.566

20 Kalimantan Barat 16.830 27.126 32.949 40.403 38.769 28.747 31.264 35.859 22.031 35.667 309.647

21 Kalimantan Tengah 10.755 12.062 19.429 18.566 18.536 22.125 13.372 14.353 9.027 16.554 154.779

22 Kalimantan Selatan 21.187 23.165 26.391 36.147 44.388 39.344 33.200 29.285 15.860 30.379 299.345

23 Kalimantan Timur 3.915 9.520 11.128 19.146 15.779 19.291 13.842 16.801 10.691 12.045 132.158

24 Sulawesi Utara 6.913 6.460 12.160 20.302 24.953 25.427 26.611 22.900 18.662 38.338 202.726

25 Sulawesi Tengah 19.810 22.399 28.806 30.955 29.741 29.334 24.966 19.869 11.547 18.519 235.946

26 Sulawesi Selatan 58.549 74.034 92.697 96.064 90.248 90.914 80.787 79.788 54.357 100.032 817.471

27 Sulawesi Tenggara 13.954 11.010 14.154 12.955 16.196 17.897 12.766 14.700 8.740 18.472 140.844

28 Gorontalo 8.359 6.232 12.999 13.499 18.180 18.253 14.333 10.498 9.105 11.934 123.392

29 Sulawesi Barat 11.601 15.327 17.274 20.517 18.401 21.984 15.775 15.035 8.979 19.327 164.219

30 Maluku 11.129 18.031 17.290 23.979 20.719 20.205 21.787 16.079 14.101 26.667 189.987

31 Maluku Utara 3.444 4.159 5.579 4.717 5.832 4.989 3.706 3.816 4.169 5.290 45.701

32 Papua Barat 9.485 10.592 12.062 9.711 9.969 8.637 5.849 6.631 3.599 4.709 81.243

33 Papua 89.150 104.529 127.511 137.893 138.680 92.155 67.065 37.522 18.138 15.694 828.336

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2014*)

Kelompok Umur

731.499 1.056.389 1.532.988 1.831.986 1.944.045 2.138.783 2.052.861

1.998.204 1.530.256 2.852.748 17.669.759


Lampiran 22. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Tanaman Pangan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 24.570 85.470 156.162 112.602 80.374 4.768 1.300 1.618 466.864

2 Sumatera Utara 43.943 133.823 267.559 180.298 114.935 36.262 2.544 1.097 780.461

3 Sumatera Barat 9.754 113.154 107.760 54.476 26.540 7.959 1.579 362 321.584

4 Riau 2.563 13.897 23.463 9.453 1.884 855 0 0 52.115

5 Jambi 5.490 30.447 27.475 13.558 4.650 1.615 213 0 83.448

6 Sumatera Selatan 16.644 137.205 187.876 84.030 32.903 4.861 984 194 464.697

7 Bengkulu 5.313 30.451 27.313 19.255 9.148 2.699 249 75 94.503

8 Lampung 22.233 153.095 184.670 106.937 36.703 12.774 549 71 517.032

9 Bangka Belitung 98 717 1.531 568 0 0 0 0 2.914

10 Kepulauan Riau 0 213 719 0 140 156 0 0 1.228

11 DKI Jakarta 0 0 0 1.149 0 0 0 0 1.149

12 Jawa Barat 233.590 641.642 1.246.874 165.956 44.456 16.332 353 714 2.349.917

13 Jawa Tengah 382.341 797.292 1.317.098 339.064 78.630 38.123 3.481 1.442 2.957.471

14 D.I. Yogyakarta 38.600 49.830 61.130 28.514 12.480 10.233 1.315 741 202.843

15 Jawa Timur 426.626 853.849 1.262.139 422.124 146.999 55.384 6.054 6.936 3.180.111

16 Banten 37.250 133.669 221.979 40.938 6.794 4.154 0 502 445.286

17 Bali 23.265 47.492 55.827 18.992 12.077 4.443 291 308 162.695

18 Nusa Tenggara Barat 68.980 85.479 97.652 49.903 36.261 6.240 0 1.616 346.131

19 Nusa Tenggara Timur 120.067 252.740 344.515 93.327 50.011 13.167 2.027 790 876.644

20 Kalimantan Barat 43.802 117.583 96.906 41.266 16.815 5.496 575 943 323.386

21 Kalimantan Tengah 7.715 38.085 71.039 25.447 8.253 1.431 354 0 152.324

22 Kalimantan Selatan 15.544 118.954 127.585 48.672 18.527 1.791 358 649 332.080

23 Kalimantan Timur 11.254 37.385 56.442 28.930 10.125 2.545 124 0 146.805

24 Sulawesi Utara 704 46.274 54.756 25.387 14.894 5.364 184 0 147.563

25 Sulawesi Tengah 13.208 57.744 104.483 41.452 19.724 3.924 535 620 241.690

26 Sulawesi Selatan 129.043 217.577 270.975 126.004 63.481 16.559 2.985 3.553 830.177

27 Sulawesi Tenggara 19.260 32.227 45.310 26.438 12.249 2.550 496 490 139.020

28 Gorontalo 3.234 52.575 36.498 7.017 1.907 1.194 0 119 102.544

29 Sulawesi Barat 11.230 24.814 27.093 13.959 5.243 2.254 213 621 85.427

30 Maluku 4.569 34.138 83.663 38.053 21.478 4.451 532 252 187.136

31 Maluku Utara 918 18.379 14.111 6.661 3.420 1.128 235 118 44.970

32 Papua Barat 16.061 14.996 21.622 9.647 6.172 619 73 821 70.011

33 Papua 530.378 56.700 114.330 76.158 40.407 4.760 1.825 2.411 826.969

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

2.268.247 4.427.896 6.716.555 2.256.235 937.680 274.091 29.428 27.063

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Tingkat Pendidikan (orang)

Jumlah

16.937.195

Lampiran 23. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Tanaman Pangan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 24.034 83.604 152.753 110.144 78.620 4.664 1.272 1.583 456.673

2 Sumatera Utara 47.845 145.706 291.318 196.308 125.141 39.482 2.770 1.194 849.764

3 Sumatera Barat 9.813 113.840 108.413 54.806 26.701 8.007 1.589 364 323.533

4 Riau 2.705 14.670 24.767 9.979 1.989 903 0 0 55.012

5 Jambi 5.630 31.226 28.178 13.905 4.769 1.656 218 0 85.582

6 Sumatera Selatan 16.784 138.363 189.461 84.739 33.181 4.902 992 196 468.617

7 Bengkulu 5.000 28.655 25.702 18.119 8.608 2.540 234 71 88.928

8 Lampung 24.539 168.972 203.822 118.027 40.509 14.099 606 78 570.652

9 Bangka Belitung 79 576 1.230 456 0 0 0 0 2.340

10 Kepulauan Riau 0 342 1.154 0 225 250 0 0 1.971

11 DKI Jakarta 0 0 0 998 0 0 0 0 998

12 Jawa Barat 242.539 666.225 1.294.644 172.314 46.159 16.958 367 741 2.439.947

13 Jawa Tengah 361.639 754.123 1.245.785 320.706 74.373 36.059 3.293 1.364 2.797.341

14 D.I. Yogyakarta 60.298 77.841 95.493 44.543 19.495 15.985 2.054 1.158 316.867

15 Jawa Timur 434.822 870.253 1.286.388 430.234 149.823 56.448 6.170 7.069 3.241.208

16 Banten 36.949 132.587 220.183 40.607 6.739 4.120 0 498 441.683

17 Bali 24.184 49.367 58.031 19.742 12.554 4.618 302 320 169.119

18 Nusa Tenggara Barat 74.329 92.108 105.225 53.773 39.073 6.724 0 1.741 372.973

19 Nusa Tenggara Timur 119.566 251.686 343.078 92.938 49.802 13.112 2.019 787 872.988

20 Kalimantan Barat 43.164 115.870 95.494 40.665 16.570 5.416 567 929 318.675

21 Kalimantan Tengah 7.756 38.288 71.418 25.583 8.297 1.439 356 0 153.136

22 Kalimantan Selatan 14.997 114.764 123.091 46.958 17.874 1.728 345 626 320.384

23 Kalimantan Timur 10.786 35.830 54.094 27.726 9.704 2.439 119 0 140.698

24 Sulawesi Utara 786 51.642 61.107 28.332 16.622 5.986 205 0 164.680

25 Sulawesi Tengah 13.040 57.010 103.155 40.925 19.473 3.874 528 612 238.618

26 Sulawesi Selatan 128.412 216.512 269.649 125.387 63.170 16.478 2.970 3.536 826.115

27 Sulawesi Tenggara 19.302 32.297 45.409 26.496 12.276 2.556 497 491 139.323

28 Gorontalo 3.815 62.020 43.055 8.278 2.250 1.408 0 140 120.965

29 Sulawesi Barat 14.445 31.917 34.849 17.955 6.744 2.899 274 799 109.881

30 Maluku 4.592 34.311 84.088 38.246 21.587 4.474 535 253 188.086

31 Maluku Utara 959 19.195 14.738 6.957 3.572 1.178 245 123 46.967

32 Papua Barat 21.501 20.075 28.945 12.914 8.262 829 98 1.099 93.724

33 Papua 530.660 56.730 114.391 76.198 40.428 4.763 1.826 2.412 827.408

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2012*)

Tingkat Pendidikan (orang)

2.304.969 4.506.605 6.819.105 2.304.956 964.590 285.994

Jumlah

30.451 28.185 17.244.855


Lampiran 24. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Tanaman Pangan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 23.187 80.659 147.372 106.264 75.850 4.500 1.227 1.527 440.585

2 Sumatera Utara 52.994 161.388 322.671 217.436 138.609 43.731 3.068 1.323 941.220

3 Sumatera Barat 9.872 114.521 109.062 55.134 26.861 8.055 1.598 366 325.469

4 Riau 2.860 15.509 26.184 10.549 2.102 954 0 0 58.159

5 Jambi 5.769 31.994 28.871 14.247 4.886 1.697 224 0 87.687

6 Sumatera Selatan 16.921 139.486 190.999 85.427 33.450 4.942 1.000 197 472.422

7 Bengkulu 4.705 26.964 24.185 17.050 8.100 2.390 220 66 83.681

8 Lampung 26.552 182.836 220.545 127.711 43.833 15.256 656 85 617.475

9 Bangka Belitung 64 469 1.002 372 0 0 0 0 1.907

10 Kepulauan Riau 0 246 830 0 162 180 0 0 1.418

11 DKI Jakarta 0 0 0 813 0 0 0 0 813

12 Jawa Barat 251.538 690.943 1.342.679 178.707 47.872 17.587 380 769 2.530.475

13 Jawa Tengah 344.280 717.925 1.185.986 305.311 70.803 34.328 3.134 1.298 2.663.066

14 D.I. Yogyakarta 60.955 78.689 96.533 45.028 19.708 16.159 2.077 1.170 320.319

15 Jawa Timur 441.963 884.544 1.307.512 437.299 152.284 57.375 6.272 7.185 3.294.435

16 Banten 37.478 134.487 223.338 41.189 6.836 4.179 0 505 448.011

17 Bali 25.139 51.317 60.323 20.521 13.050 4.801 314 333 175.797

18 Nusa Tenggara Barat 80.232 99.422 113.581 58.043 42.176 7.258 0 1.880 402.592

19 Nusa Tenggara Timur 119.107 250.720 341.761 92.581 49.611 13.062 2.011 784 869.636

20 Kalimantan Barat 42.536 114.186 94.106 40.074 16.329 5.337 558 916 314.042

21 Kalimantan Tengah 7.798 38.493 71.799 25.719 8.341 1.446 358 0 153.955

22 Kalimantan Selatan 14.487 110.865 118.910 45.362 17.267 1.669 334 605 309.499

23 Kalimantan Timur 10.416 34.602 52.240 26.776 9.371 2.356 115 0 135.876

24 Sulawesi Utara 873 57.403 67.925 31.493 18.476 6.654 228 0 183.053

25 Sulawesi Tengah 12.947 56.602 102.417 40.632 19.334 3.846 524 608 236.912

26 Sulawesi Selatan 127.750 215.397 268.260 124.742 62.845 16.393 2.955 3.517 821.860

27 Sulawesi Tenggara 19.389 32.443 45.614 26.615 12.331 2.567 499 493 139.953

28 Gorontalo 3.854 62.651 43.493 8.362 2.272 1.423 0 142 122.196

29 Sulawesi Barat 17.387 38.418 41.946 21.612 8.117 3.490 330 961 132.260

30 Maluku 4.615 34.485 84.512 38.439 21.696 4.496 537 255 189.036

31 Maluku Utara 964 19.292 14.812 6.992 3.590 1.184 247 124 47.203

32 Papua Barat 19.702 18.396 26.524 11.834 7.571 759 90 1.007 85.883

33 Papua 530.953 56.762 114.454 76.241 40.451 4.765 1.827 2.414 827.866

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Tingkat Pendidikan (orang)

Jumlah

2.317.288 4.552.112 6.890.446 2.338.576 984.185 292.840 30.783 28.530 17.434.760

Lampiran 25. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Tanaman Pangan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 22.109 76.908 140.518 101.322 72.322 4.290 1.170 1.456 420.094

2 Sumatera Utara 59.717 181.862 363.606 245.020 156.194 49.279 3.457 1.491 1.060.626

3 Sumatera Barat 9.930 115.198 109.706 55.460 27.019 8.103 1.608 369 327.393

4 Riau 3.029 16.422 27.726 11.171 2.226 1.010 0 0 61.584

5 Jambi 5.906 32.752 29.555 14.584 5.002 1.737 229 0 89.766

6 Sumatera Selatan 17.053 140.577 192.494 86.095 33.712 4.980 1.008 199 476.119

7 Bengkulu 4.427 25.373 22.759 16.044 7.623 2.249 207 62 78.745

8 Lampung 28.138 193.753 233.714 135.337 46.450 16.166 695 90 654.343

9 Bangka Belitung 53 388 828 307 0 0 0 0 1.575

10 Kepulauan Riau 0 191 644 0 125 140 0 0 1.100

11 DKI Jakarta 0 0 0 622 0 0 0 0 622

12 Jawa Barat 260.583 715.790 1.390.962 185.134 49.593 18.219 394 797 2.621.472

13 Jawa Tengah 327.887 683.740 1.129.514 290.774 67.431 32.693 2.985 1.237 2.536.261

14 D.I. Yogyakarta 61.331 79.174 97.128 45.305 19.829 16.259 2.089 1.177 322.293

15 Jawa Timur 448.404 897.436 1.326.568 443.672 154.503 58.211 6.363 7.290 3.342.447

16 Banten 38.902 139.596 231.822 42.753 7.095 4.338 0 524 465.032

17 Bali 26.131 53.343 62.705 21.332 13.565 4.990 327 346 182.739

18 Nusa Tenggara Barat 86.729 107.473 122.778 62.743 45.591 7.846 0 2.032 435.192

19 Nusa Tenggara Timur 118.687 249.834 340.554 92.254 49.436 13.016 2.004 781 866.566

20 Kalimantan Barat 41.941 112.588 92.789 39.513 16.101 5.263 551 903 309.647

21 Kalimantan Tengah 7.839 38.699 72.184 25.857 8.386 1.454 360 0 154.779

22 Kalimantan Selatan 14.012 107.228 115.008 43.874 16.701 1.614 323 585 299.345

23 Kalimantan Timur 10.131 33.655 50.811 26.044 9.115 2.291 112 0 132.158

24 Sulawesi Utara 967 63.572 75.225 34.877 20.462 7.369 253 0 202.726

25 Sulawesi Tengah 12.894 56.372 102.000 40.467 19.255 3.831 522 605 235.946

26 Sulawesi Selatan 127.068 214.247 266.828 124.075 62.509 16.306 2.939 3.499 817.471

27 Sulawesi Tenggara 19.513 32.650 45.904 26.785 12.410 2.583 503 496 140.844

28 Gorontalo 3.891 63.264 43.918 8.444 2.295 1.437 0 143 123.392

29 Sulawesi Barat 21.588 47.701 52.082 26.834 10.079 4.333 409 1.194 164.219

30 Maluku 4.639 34.658 84.937 38.633 21.805 4.519 540 256 189.987

31 Maluku Utara 933 18.678 14.340 6.769 3.476 1.146 239 120 45.701

32 Papua Barat 18.638 17.402 25.091 11.195 7.162 718 85 953 81.243

33 Papua 531.255 56.794 114.519 76.284 40.474 4.768 1.828 2.415 828.336

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

2.334.324

4.607.316

6.979.217

Agustus 2014*)

Tingkat Pendidikan (orang)

2.379.580

1.007.946

301.160

31.199

29.019

Jumlah

17.669.759


Lampiran 26. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Tanaman Pangan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 56.655 162.670 14.812 12.942 43.071 176.714 466.864

2 Sumatera Utara 100.091 282.285 14.306 11.621 71.460 300.698 780.461

3 Sumatera Barat 43.314 81.526 24.465 13.837 75.907 82.535 321.584

4 Riau 13.571 12.183 2.244 696 7.473 15.948 52.115

5 Jambi 9.456 31.030 2.468 2.512 11.393 26.589 83.448

6 Sumatera Selatan 28.077 171.635 12.566 19.717 52.572 180.130 464.697

7 Bengkulu 8.704 32.386 1.547 1.602 14.041 36.223 94.503

8 Lampung 49.439 166.081 18.025 14.340 95.092 174.055 517.032

9 Bangka Belitung 265 1.228 153 0 63 1.205 2.914

10 Kepulauan Riau 507 204 0 345 54 118 1.228

11 DKI Jakarta 1.149 0 0 0 0 0 1.149

12 Jawa Barat 131.908 609.641 88.757 59.728 929.070 530.813 2.349.917

13 Jawa Tengah 124.519 1.171.612 82.177 32.278 572.681 974.204 2.957.471

14 D.I. Yogyakarta 7.452 109.248 6.679 1.575 13.640 64.249 202.843

15 Jawa Timur 121.766 1.000.887 122.692 39.526 963.529 931.711 3.180.111

16 Banten 32.332 144.085 9.421 9.893 112.196 137.359 445.286

17 Bali 12.456 71.222 1.695 1.349 10.060 65.913 162.695

18 Nusa Tenggara Barat 4.498 158.250 7.399 1.676 91.220 83.088 346.131

19 Nusa Tenggara Timur 68.828 379.186 3.188 1.039 22.242 402.161 876.644

20 Kalimantan Barat 30.579 116.587 11.219 700 4.590 159.711 323.386

21 Kalimantan Tengah 7.794 63.472 638 2.393 6.202 71.825 152.324

22 Kalimantan Selatan 19.740 122.549 11.618 2.871 32.511 142.791 332.080

23 Kalimantan Timur 23.726 55.425 1.734 1.493 5.060 59.367 146.805

24 Sulawesi Utara 40.921 31.252 9.358 3.709 27.094 35.229 147.563

25 Sulawesi Tengah 28.784 76.630 9.081 2.544 22.344 102.307 241.690

26 Sulawesi Selatan 71.674 362.965 27.566 10.378 62.194 295.400 830.177

27 Sulawesi Tenggara 13.840 54.295 1.454 950 4.319 64.162 139.020

28 Gorontalo 12.653 35.396 4.102 2.190 17.638 30.565 102.544

29 Sulawesi Barat 7.446 33.725 2.258 235 8.370 33.393 85.427

30 Maluku 34.865 67.600 164 0 582 83.925 187.136

31 Maluku Utara 5.983 14.337 507 0 1.362 22.781 44.970

32 Papua Barat 9.086 25.471 77 127 458 34.792 70.011

33 Papua 98.068 319.681 1.398 1.670 3.248 402.904 826.969

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Status Pekerjaan Utama

1.220.146 5.964.744 493.768 253.936 3.281.736 5.722.865 16.937.195

Lampiran 27. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Tanaman Pangan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 55.418 159.119 14.489 12.659 42.131 172.856 456.673

2 Sumatera Utara 108.979 307.351 15.576 12.653 77.805 327.399 849.764

3 Sumatera Barat 43.577 82.020 24.613 13.921 76.367 83.035 323.533

4 Riau 14.325 12.860 2.369 735 7.888 16.835 55.012

5 Jambi 9.698 31.823 2.531 2.576 11.684 27.269 85.582

6 Sumatera Selatan 28.314 173.083 12.672 19.883 53.016 181.650 468.617

7 Bengkulu 8.191 30.475 1.456 1.507 13.213 34.086 88.928

8 Lampung 54.566 183.305 19.894 15.827 104.954 192.106 570.652

9 Bangka Belitung 213 986 123 0 51 968 2.340

10 Kepulauan Riau 814 327 0 554 87 189 1.971

11 DKI Jakarta 998 0 0 0 0 0 998

12 Jawa Barat 136.962 632.998 92.157 62.016 964.665 551.150 2.439.947

13 Jawa Tengah 117.777 1.108.176 77.728 30.530 541.674 921.457 2.797.341

14 D.I. Yogyakarta 11.641 170.659 10.433 2.460 21.307 100.365 316.867

15 Jawa Timur 124.105 1.020.116 125.049 40.285 982.041 949.611 3.241.208

16 Banten 32.070 142.919 9.345 9.813 111.288 136.248 441.683

17 Bali 12.948 74.034 1.762 1.402 10.457 68.516 169.119

18 Nusa Tenggara Barat 4.847 170.522 7.973 1.806 98.294 89.531 372.973

19 Nusa Tenggara Timur 68.541 377.605 3.175 1.035 22.149 400.484 872.988

20 Kalimantan Barat 30.134 114.889 11.056 690 4.523 157.385 318.675

21 Kalimantan Tengah 7.836 63.810 641 2.406 6.235 72.208 153.136

22 Kalimantan Selatan 19.045 118.233 11.209 2.770 31.366 137.762 320.384

23 Kalimantan Timur 22.739 53.119 1.662 1.431 4.849 56.897 140.698

24 Sulawesi Utara 45.668 34.877 10.443 4.139 30.237 39.315 164.680

25 Sulawesi Tengah 28.418 75.656 8.966 2.512 22.060 101.006 238.618

26 Sulawesi Selatan 71.323 361.189 27.431 10.327 61.890 293.955 826.115

27 Sulawesi Tenggara 13.870 54.413 1.457 952 4.328 64.302 139.323

28 Gorontalo 14.926 41.755 4.839 2.583 20.806 36.056 120.965

29 Sulawesi Barat 9.577 43.379 2.904 302 10.766 42.952 109.881

30 Maluku 35.042 67.943 165 0 585 84.351 188.086

31 Maluku Utara 6.249 14.974 530 0 1.422 23.793 46.967

32 Papua Barat 12.163 34.098 103 170 613 46.576 93.724

33 Papua 98.120 319.851 1.399 1.671 3.250 403.118 827.408

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

1.249.092 6.076.566 504.149

Agustus 2012*)

Status Pekerjaan Utama

259.617 3.342.002 5.813.429 17.244.855


Lampiran 28. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Tanaman Pangan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 53.466 153.514 13.978 12.214 40.647 166.767 440.585

2 Sumatera Utara 120.708 340.430 17.253 14.015 86.179 362.635 941.220

3 Sumatera Barat 43.837 82.511 24.761 14.004 76.824 83.532 325.469

4 Riau 15.145 13.596 2.504 777 8.340 17.797 58.159

5 Jambi 9.936 32.606 2.593 2.640 11.972 27.940 87.687

6 Sumatera Selatan 28.544 174.488 12.775 20.045 53.446 183.124 472.422

7 Bengkulu 7.707 28.677 1.370 1.419 12.433 32.075 83.681

8 Lampung 59.043 198.345 21.527 17.126 113.565 207.868 617.475

9 Bangka Belitung 173 804 100 - 41 789 1.907

10 Kepulauan Riau 586 236 - 398 62 136 1.418

11 DKI Jakarta 813 - - - - - 813

12 Jawa Barat 142.043 656.483 95.577 64.317 1.000.456 571.598 2.530.475

13 Jawa Tengah 112.124 1.054.983 73.997 29.065 515.673 877.226 2.663.066

14 D.I. Yogyakarta 11.768 172.518 10.547 2.487 21.540 101.459 320.319

15 Jawa Timur 126.143 1.036.868 127.103 40.947 998.167 965.206 3.294.435

16 Banten 32.530 144.967 9.479 9.954 112.883 138.200 448.011

17 Bali 13.459 76.958 1.832 1.458 10.870 71.221 175.797

18 Nusa Tenggara Barat 5.232 184.064 8.606 1.949 106.100 96.641 402.592

19 Nusa Tenggara Timur 68.278 376.155 3.163 1.031 22.064 398.946 869.636

20 Kalimantan Barat 29.695 113.218 10.895 680 4.457 155.096 314.042

21 Kalimantan Tengah 7.877 64.151 645 2.419 6.268 72.594 153.955

22 Kalimantan Selatan 18.398 114.216 10.828 2.676 30.300 133.082 309.499

23 Kalimantan Timur 21.960 51.299 1.605 1.382 4.683 54.947 135.876

24 Sulawesi Utara 50.763 38.768 11.609 4.601 33.610 43.702 183.053

25 Sulawesi Tengah 28.215 75.115 8.901 2.494 21.902 100.284 236.912

26 Sulawesi Selatan 70.956 359.329 27.290 10.274 61.571 292.440 821.860

27 Sulawesi Tenggara 13.933 54.659 1.464 956 4.348 64.592 139.953

28 Gorontalo 15.078 42.180 4.888 2.610 21.018 36.423 122.196

29 Sulawesi Barat 11.528 52.214 3.496 364 12.959 51.700 132.260

30 Maluku 35.219 68.286 166 - 588 84.777 189.036

31 Maluku Utara 6.280 15.049 532 - 1.430 23.912 47.203

32 Papua Barat 11.146 31.245 94 156 562 42.679 85.883

33 Papua 98.174 320.028 1.400 1.672 3.252 403.341 827.866

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Status Pekerjaan Utama

1.270.757 6.127.960 510.975 264.126 3.398.210 5.862.732 17.434.760

Lampiran 29. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Tanaman Pangan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 50.979 146.374 13.328 11.645 38.756 159.011 420.094

2 Sumatera Utara 136.021 383.618 19.441 15.793 97.112 408.641 1.060.626

3 Sumatera Barat 44.096 82.999 24.907 14.087 77.278 84.026 327.393

4 Riau 16.037 14.397 2.652 822 8.831 18.846 61.584

5 Jambi 10.172 33.379 2.655 2.702 12.256 28.602 89.766

6 Sumatera Selatan 28.767 175.854 12.875 20.202 53.864 184.557 476.119

7 Bengkulu 7.253 26.986 1.289 1.335 11.700 30.183 78.745

8 Lampung 62.569 210.188 22.812 18.148 120.346 220.280 654.343

9 Bangka Belitung 143 664 83 0 34 651 1.575

10 Kepulauan Riau 454 183 0 309 48 106 1.100

11 DKI Jakarta 622 0 0 0 0 0 622

12 Jawa Barat 147.151 680.091 99.014 66.630 1.036.433 592.153 2.621.472

13 Jawa Tengah 106.785 1.004.748 70.473 27.681 491.118 835.456 2.536.261

14 D.I. Yogyakarta 11.840 173.582 10.612 2.502 21.672 102.084 322.293

15 Jawa Timur 127.982 1.051.980 128.955 41.544 1.012.714 979.272 3.342.447

16 Banten 33.766 150.474 9.839 10.332 117.171 143.450 465.032

17 Bali 13.991 79.997 1.904 1.515 11.299 74.033 182.739

18 Nusa Tenggara Barat 5.655 198.968 9.303 2.107 114.691 104.467 435.192

19 Nusa Tenggara Timur 68.037 374.827 3.151 1.027 21.986 397.538 866.566

20 Kalimantan Barat 29.280 111.634 10.742 670 4.395 152.926 309.647

21 Kalimantan Tengah 7.920 64.495 648 2.432 6.302 72.983 154.779

22 Kalimantan Selatan 17.794 110.469 10.473 2.588 29.306 128.715 299.345

23 Kalimantan Timur 21.359 49.895 1.561 1.344 4.555 53.444 132.158

24 Sulawesi Utara 56.218 42.935 12.856 5.096 37.222 48.398 202.726

25 Sulawesi Tengah 28.100 74.809 8.865 2.484 21.813 99.876 235.946

26 Sulawesi Selatan 70.577 357.410 27.144 10.219 61.242 290.879 817.471

27 Sulawesi Tenggara 14.022 55.007 1.473 962 4.376 65.004 140.844

28 Gorontalo 15.225 42.592 4.936 2.635 21.224 36.779 123.392

29 Sulawesi Barat 14.314 64.831 4.341 452 16.090 64.192 164.219

30 Maluku 35.396 68.630 166 0 591 85.203 189.987

31 Maluku Utara 6.080 14.570 515 0 1.384 23.151 45.701

32 Papua Barat 10.544 29.557 89 147 531 40.374 81.243

33 Papua 98.230 320.210 1.400 1.673 3.253 403.570 828.336

Total Tenaga Kerja Subsektor

Tanaman Pangan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2014*)

Status Pekerjaan Utama

1.297.378 6.196.349 518.503 269.084 3.459.596 5.928.849 17.669.759


Lampiran 30. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Hortikultura Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

No.

Provinsi

2011 2012*) 2013*) 2014*)

1 Aceh 57.263 56.570 56.013 55.584

2 Sumatra Utara 169.306 174.231 180.002 186.684

3 Sumatera Barat 96.768 99370,3371 102217,0955 105319,2008

4 Riau 12.895 12.450 12.012 11.583

5 Jambi 66.437 70.281 74.318 78.548

6 Sumatera Selatan 46.685 47.642 48.614 49.598

7 Bengkulu 18.858 20.257 21.759 23.366

8 Lampung 74.159 68.732 69.432 69.980

9 Bangka Belitung 5.649 5.972 6.293 6.611

10 Kepulauan Riau 10.426 11.774 13.353 15.186

11 DKI Jakarta 1.533 1.490 1.430 1.358

12 Jawa Barat 679.234 704.215 730.116 756.972

13 Jawa Tengah 708.719 750.993 750.611 689.200

14 D.I. Yogyakarta 51.909 53.178 54.271 55.227

15 Jawa Timur 454.411 462.302 470.634 479.396

16 Banten 48.435 49.053 49.680 50.314

17 Bali 63.529 63.684 63.780 63.819

18 Nusa Tengagra Barat 104.683 114.684 125.905 138.468

19 Nusa Tenggara Timur 107.097 106.191 105.362 104.605

20 Kalimantan Barat 58.837 59.359 59.790 60.145

21 Kalimantan Tengah 27.131 27.602 28.162 28.822

22 Kalimantan Selatan 35.809 34.169 32.592 31.084

23 Kalimantan Timur 70.350 82.229 93.381 103.232

24 Sulawesi Utara 34.680 36.034 37.431 38.867

25 Sulawesi Tengah 38.180 40.129 42.110 44.124

26 Sulawesi Selatan 66.148 64.889 63.588 62.267

27 Sulawesi Utara 24.947 25.120 25.277 25.420

28 Gorontalo 17.695 19.559 21.266 22.799

29 Sulawesi Barat 10.075 9.466 8.872 8.307

30 Maluku 22.663 22.500 22.338 22.177

31 Maluku Utara 31.425 36.904 43.419 51.120

32 Papua Barat 27.880 27.665 27.451 27.238

33 Papua 79.610 79.152 78.678 78.194

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Tenaga Kerja

Pertanian

Proyeksi Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

3.323.426 3.437.846 3.520.158 3.545.615

Lampiran 31. Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Hortikultura

Menurut Jenis Kelamin Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014 (Perkotaan+Perdesaan)

Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki

1 Aceh 23.372 33.891 39.012 56.570 38.628 56.013 38.332 55.584

2 Sumatera Utara 79.586 89.720 154.551 174.231 159.671 180.002 165.598 186.684

3 Sumatera Barat 33.844 62.924 53.447 99.370 54.978 102.217 56.646 105.319

4 Riau 5.568 7.327 9.461 12.450 9.128 12.012 8.802 11.583

5 Jambi 30.349 36.088 59.104 70.281 62.499 74.318 66.057 78.548

6 Sumatera Selatan 17.693 28.992 29.075 47.642 29.668 48.614 30.268 49.598

7 Bengkulu 9.664 9.194 21.293 20.257 22.871 21.759 24.560 23.366

8 Lampung 20.966 53.193 27.091 68.732 27.367 69.432 27.583 69.980

9 Bangka Belitung 1.913 3.736 3.058 5.972 3.222 6.293 3.385 6.611

10 Kepulauan Riau 2.291 8.135 3.316 11.774 3.761 13.353 4.277 15.186

11 DKI Jakarta - 1.533 0 1.490 0 1.430 0 1.358

12 Jawa Barat 228.535 450.699 357.085 704.215 370.218 730.116 383.836 756.972

13 Jawa Tengah 300.125 408.594 551.628 750.993 551.347 750.611 506.239 689.200

14 D.I. Yogyakarta 21.673 30.236 38.118 53.178 38.901 54.271 39.587 55.227

15 Jawa Timur 189.590 264.821 330.970 462.302 336.935 470.634 343.208 479.396

16 Banten 11.327 37.108 14.973 49.053 15.164 49.680 15.358 50.314

17 Bali 28.322 35.207 51.230 63.684 51.308 63.780 51.339 63.819

18 Nusa Tenggara Barat 43.438 61.245 81.340 114.684 89.298 125.905 98.208 138.468

19 Nusa Tenggara Timur 58.071 49.026 125.783 106.191 124.801 105.362 123.905 104.605

20 Kalimantan Barat 23.856 34.981 40.481 59.359 40.775 59.790 41.017 60.145

21 Kalimantan Tengah 11.507 15.624 20.329 27.602 20.741 28.162 21.227 28.822

22 Kalimantan Selatan 15.676 20.133 26.605 34.169 25.377 32.592 24.202 31.084

23 Kalimantan Timur 24.772 45.578 44.692 82.229 50.753 93.381 56.107 103.232

24 Sulawesi Utara 12.498 22.182 20.303 36.034 21.090 37.431 21.899 38.867

25 Sulawesi Tengah 16.931 21.249 31.974 40.129 33.553 42.110 35.158 44.124

26 Sulawesi Selatan 26.152 39.996 42.428 64.889 41.578 63.588 40.714 62.267

27 Sulawesi Tenggara 13.172 11.775 28.100 25.120 28.276 25.277 28.436 25.420

28 Gorontalo 5.177 12.518 8.089 19.559 8.795 21.266 9.429 22.799

29 Sulawesi Barat 3.899 6.176 5.976 9.466 5.601 8.872 5.244 8.307

30 Maluku 9.329 13.334 15.742 22.500 15.628 22.338 15.516 22.177

31 Maluku Utara 17.357 14.068 45.532 36.904 53.570 43.419 63.071 51.120

32 Papua Barat 12.867 15.013 23.711 27.665 23.527 27.451 23.345 27.238

33 Papua 36.686 42.924 67.649 79.152 67.244 78.678 66.830 78.194

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2011

Agustus 2012*)

No. Provinsi Jenis Kelamin

Jenis Kelamin

1.336.206 1.987.220 2.372.144 3.437.846 2.426.275

Agustus 2013*)

Jenis Kelamin

Agustus 2014*)

Jenis Kelamin

3.520.158 2.439.384 3.545.615


Lampiran 32. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Hortikultura

Menurut Kelompok Umur Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 3.763 7.172 7.726 8.500 6.144 6.825 3.445 4.074 4.656 4.958 57.263

2 Sumatera Utara 7.923 13.547 21.499 23.784 23.987 22.423 17.649 15.353 12.634 10.507 169.306

3 Sumatera Barat 5.333 6.749 13.080 12.485 11.099 8.402 9.748 10.613 6.265 12.994 96.768

4 Riau 170 0 693 1.516 1.411 1.347 1.092 1.735 1.359 3.572 12.895

5 Jambi 1.210 8.122 7.146 8.584 9.644 5.953 7.818 5.414 4.555 7.991 66.437

6 Sumatera Selatan 2.563 4.916 6.854 6.207 5.636 3.554 2.589 4.218 4.269 5.879 46.685

7 Bengkulu 522 1.203 1.421 2.442 1.991 2.738 2.010 1.759 1.629 3.143 18.858

8 Lampung 5.055 4.044 7.371 8.747 8.544 8.148 10.147 5.301 5.679 11.123 74.159

9 Bangka Belitung 0 0 907 684 736 0 370 809 805 1.338 5.649

10 Kepulauan Riau 796 785 1.181 324 707 1.301 689 2.487 400 1.756 10.426

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 0 809 0 724 0 0 1.533

12 Jawa Barat 36.281 55.307 71.845 96.103 85.109 66.822 71.897 72.426 55.719 67.725 679.234

13 Jawa Tengah 40.326 58.580 81.127 88.231 77.292 83.586 76.568 69.966 55.140 77.903 708.719

14 D.I. Yogyakarta 1.383 814 1.453 4.650 3.370 10.411 5.782 5.787 6.298 11.961 51.909

15 Jawa Timur 24.337 23.687 42.873 49.897 59.382 50.424 54.733 56.044 29.595 63.439 454.411

16 Banten 3.229 1.872 3.783 2.682 8.605 6.376 5.452 6.963 3.014 6.459 48.435

17 Bali 2.769 4.715 6.014 7.184 6.794 5.945 9.271 6.025 4.414 10.398 63.529

18 Nusa Tenggara Barat 7.833 10.895 13.166 11.805 11.918 13.981 9.879 9.985 6.750 8.471 104.683

19 Nusa Tenggara Timur 10.295 11.702 12.375 15.113 12.097 10.405 9.820 7.903 7.657 9.730 107.097

20 Kalimantan Barat 2.438 4.957 6.333 5.705 8.197 6.785 6.188 5.873 4.981 7.380 58.837

21 Kalimantan Tengah 650 1.667 4.429 3.642 2.000 2.085 3.047 3.460 2.001 4.150 27.131

22 Kalimantan Selatan 1.672 3.227 5.394 4.316 3.991 3.115 2.886 5.217 1.492 4.499 35.809

23 Kalimantan Timur 799 3.795 5.364 7.954 10.194 12.780 8.084 7.792 4.501 9.087 70.350

24 Sulawesi Utara 1.334 1.345 2.028 3.655 4.453 4.993 3.719 3.471 3.075 6.607 34.680

25 Sulawesi Tengah 3.599 2.748 3.882 4.953 4.635 5.748 3.278 2.428 2.010 4.899 38.180

26 Sulawesi Selatan 3.205 5.245 7.563 8.438 6.296 7.287 6.483 7.860 5.190 8.581 66.148

27 Sulawesi Tenggara 949 2.496 939 2.869 2.681 2.774 2.497 2.681 2.053 5.008 24.947

28 Gorontalo 717 1.158 2.677 1.516 2.294 1.505 1.278 1.621 2.125 2.804 17.695

29 Sulawesi Barat 1.120 648 2.330 1.102 1.848 1.059 546 497 248 677 10.075

30 Maluku 1.418 1.087 1.516 2.477 3.105 2.632 2.805 2.429 2.503 2.691 22.663

31 Maluku Utara 1.459 3.397 3.989 2.832 2.888 3.384 5.139 2.717 2.025 3.595 31.425

32 Papua Barat 2.300 3.136 3.982 4.060 2.750 3.039 1.862 2.427 1.622 2.702 27.880

33 Papua 7.021 10.183 11.385 13.791 9.381 7.911 7.198 5.294 3.458 3.988 79.610

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

182.469 259.199 362.325 416.248

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Kelompok Umur

399.179 374.547 353.969 341.353 248.122

386.015 3.323.426

Lampiran 33. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Hortikultura

Menurut Kelompok Umur Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 3.717 7.085 7.633 8.397 6.070 6.742 3.403 4.025 4.600 4.898 56.570

2 Sumatera Utara 8.153 13.941 22.124 24.476 24.685 23.075 18.162 15.800 13.002 10.813 174.231

3 Sumatera Barat 5.476 6.930 13.432 12.821 11.397 8.628 10.010 10.898 6.433 13.343 99.370

4 Riau 164 0 669 1.464 1.362 1.301 1.054 1.675 1.312 3.449 12.450

5 Jambi 1.280 8.592 7.559 9.081 10.202 6.297 8.270 5.727 4.819 8.453 70.281

6 Sumatera Selatan 2.616 5.017 6.995 6.334 5.752 3.627 2.642 4.304 4.357 6.000 47.642

7 Bengkulu 561 1.292 1.526 2.623 2.139 2.941 2.159 1.890 1.750 3.376 20.257

8 Lampung 4.685 3.748 6.832 8.107 7.919 7.552 9.404 4.913 5.263 10.309 68.732

9 Bangka Belitung 0 0 959 723 778 0 391 855 851 1.414 5.972

10 Kepulauan Riau 899 887 1.334 366 798 1.469 778 2.809 452 1.983 11.774

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 0 786 0 703 0 0 1.490

12 Jawa Barat 37.615 57.341 74.487 99.637 88.239 69.280 74.541 75.090 57.768 70.216 704.215

13 Jawa Tengah 42.731 62.074 85.966 93.494 81.902 88.572 81.135 74.139 58.429 82.550 750.993

14 D.I. Yogyakarta 1.417 834 1.489 4.764 3.452 10.665 5.923 5.928 6.452 12.253 53.178

15 Jawa Timur 24.760 24.098 43.618 50.764 60.413 51.300 55.684 57.017 30.109 64.541 462.302

16 Banten 3.270 1.896 3.831 2.716 8.715 6.457 5.522 7.052 3.052 6.541 49.053

17 Bali 2.776 4.726 6.029 7.201 6.811 5.959 9.294 6.040 4.425 10.423 63.684

18 Nusa Tenggara Barat 8.581 11.936 14.424 12.933 13.057 15.317 10.823 10.939 7.395 9.280 114.684

19 Nusa Tenggara Timur 10.208 11.603 12.270 14.985 11.995 10.317 9.737 7.836 7.592 9.648 106.191

20 Kalimantan Barat 2.460 5.001 6.389 5.756 8.270 6.845 6.243 5.925 5.025 7.445 59.359

21 Kalimantan Tengah 661 1.696 4.506 3.705 2.035 2.121 3.100 3.520 2.036 4.222 27.602

22 Kalimantan Selatan 1.595 3.079 5.147 4.118 3.808 2.972 2.754 4.978 1.424 4.293 34.169

23 Kalimantan Timur 934 4.436 6.270 9.297 11.915 14.938 9.449 9.108 5.261 10.621 82.229

24 Sulawesi Utara 1.386 1.398 2.107 3.798 4.627 5.188 3.864 3.607 3.195 6.865 36.034

25 Sulawesi Tengah 3.783 2.888 4.080 5.206 4.872 6.041 3.445 2.552 2.113 5.149 40.129

26 Sulawesi Selatan 3.144 5.145 7.419 8.277 6.176 7.148 6.360 7.710 5.091 8.418 64.889

27 Sulawesi Tenggara 956 2.513 946 2.889 2.700 2.793 2.514 2.700 2.067 5.043 25.120

28 Gorontalo 793 1.280 2.959 1.676 2.536 1.664 1.413 1.792 2.349 3.099 19.559

29 Sulawesi Barat 1.052 609 2.189 1.035 1.736 995 513 467 233 636 9.466

30 Maluku 1.408 1.079 1.505 2.459 3.083 2.613 2.785 2.412 2.485 2.672 22.500

31 Maluku Utara 1.713 3.989 4.685 3.326 3.392 3.974 6.035 3.191 2.378 4.222 36.904

32 Papua Barat 2.282 3.112 3.951 4.029 2.729 3.016 1.848 2.408 1.610 2.681 27.665

33 Papua 6.981 10.124 11.320 13.712 9.327 7.865 7.157 5.264 3.438 3.965 79.152

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

188.058 268.351

Agustus 2012*)

Kelompok Umur

374.648 430.168 412.890 388.460 366.412

353.273 256.765 398.822 3.437.846


Lampiran 34. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Hortikultura

Menurut Kelompok Umur Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 3.681 7.015 7.557 8.314 6.010 6.676 3.370 3.985 4.554 4.850 56.013

2 Sumatera Utara 8.424 14.403 22.857 25.287 25.502 23.840 18.764 16.323 13.432 11.171 180.002

3 Sumatera Barat 5.633 7.129 13.817 13.188 11.724 8.875 10.297 11.211 6.618 13.726 102.217

4 Riau 158 0 646 1.412 1.314 1.255 1.017 1.616 1.266 3.327 12.012

5 Jambi 1.354 9.085 7.994 9.602 10.788 6.659 8.745 6.056 5.095 8.939 74.318

6 Sumatera Selatan 2.669 5.119 7.137 6.463 5.869 3.701 2.696 4.392 4.445 6.122 48.614

7 Bengkulu 602 1.388 1.640 2.818 2.297 3.159 2.319 2.030 1.880 3.626 21.759

8 Lampung 4.733 3.786 6.901 8.189 7.999 7.629 9.500 4.963 5.317 10.414 69.432

9 Bangka Belitung 0 0 1.010 762 820 0 412 901 897 1.490 6.293

10 Kepulauan Riau 1.019 1.005 1.513 415 905 1.666 882 3.185 512 2.249 13.353

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 0 755 0 676 0 0 1.430

12 Jawa Barat 38.999 59.450 77.227 103.302 91.485 71.828 77.283 77.851 59.893 72.798 730.116

13 Jawa Tengah 42.710 62.043 85.922 93.446 81.861 88.527 81.094 74.102 58.399 82.508 750.611

14 D.I. Yogyakarta 1.446 851 1.519 4.862 3.523 10.885 6.045 6.050 6.585 12.505 54.271

15 Jawa Timur 25.206 24.533 44.404 51.678 61.502 52.224 56.687 58.045 30.652 65.704 470.634

16 Banten 3.312 1.920 3.880 2.751 8.826 6.540 5.592 7.142 3.091 6.625 49.680

17 Bali 2.780 4.734 6.038 7.212 6.821 5.969 9.308 6.049 4.431 10.439 63.780

18 Nusa Tenggara Barat 9.421 13.104 15.835 14.198 14.334 16.815 11.882 12.009 8.118 10.188 125.905

19 Nusa Tenggara Timur 10.128 11.512 12.175 14.868 11.901 10.236 9.661 7.775 7.533 9.572 105.362

20 Kalimantan Barat 2.477 5.037 6.436 5.797 8.330 6.895 6.288 5.968 5.062 7.500 59.790

21 Kalimantan Tengah 675 1.730 4.597 3.780 2.076 2.164 3.163 3.592 2.077 4.308 28.162

22 Kalimantan Selatan 1.522 2.937 4.909 3.928 3.632 2.835 2.627 4.748 1.358 4.095 32.592

23 Kalimantan Timur 1.061 5.037 7.120 10.558 13.531 16.964 10.731 10.343 5.975 12.062 93.381

24 Sulawesi Utara 1.440 1.452 2.189 3.945 4.806 5.389 4.014 3.746 3.319 7.131 37.431

25 Sulawesi Tengah 3.969 3.031 4.282 5.463 5.112 6.340 3.615 2.678 2.217 5.403 42.110

26 Sulawesi Selatan 3.081 5.042 7.270 8.111 6.052 7.005 6.232 7.556 4.989 8.249 63.588

27 Sulawesi Tenggara 962 2.529 951 2.907 2.716 2.811 2.530 2.716 2.080 5.074 25.277

28 Gorontalo 862 1.392 3.217 1.822 2.757 1.809 1.536 1.948 2.554 3.370 21.266

29 Sulawesi Barat 986 571 2.052 970 1.627 933 481 438 218 596 8.872

30 Maluku 1.398 1.071 1.494 2.441 3.060 2.594 2.765 2.394 2.467 2.652 22.338

31 Maluku Utara 2.016 4.694 5.512 3.913 3.990 4.676 7.100 3.754 2.798 4.967 43.419

32 Papua Barat 2.265 3.088 3.921 3.997 2.708 2.992 1.833 2.390 1.597 2.660 27.451

33 Papua 6.939 10.064 11.252 13.630 9.271 7.818 7.114 5.232 3.418 3.941 78.678

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Kelompok Umur

191.926 274.752 383.273 440.033 423.153 398.462 375.584 361.864 262.847 408.263 3.520.158

Lampiran 35. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Hortikultura

Menurut Kelompok Umur Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 3.653 6.962 7.499 8.251 5.964 6.625 3.344 3.955 4.519 4.813 55.584

2 Sumatera Utara 8.736 14.938 23.706 26.225 26.449 24.725 19.461 16.929 13.931 11.585 186.684

3 Sumatera Barat 5.804 7.345 14.236 13.588 12.080 9.144 10.609 11.551 6.819 14.142 105.319

4 Riau 153 0 623 1.362 1.267 1.210 981 1.559 1.221 3.209 11.583

5 Jambi 1.431 9.603 8.449 10.149 11.402 7.038 9.243 6.401 5.385 9.448 78.548

6 Sumatera Selatan 2.723 5.223 7.282 6.594 5.988 3.776 2.751 4.481 4.535 6.246 49.598

7 Bengkulu 647 1.491 1.761 3.026 2.467 3.392 2.490 2.179 2.018 3.894 23.366

8 Lampung 4.770 3.816 6.956 8.254 8.063 7.689 9.575 5.002 5.359 10.496 69.980

9 Bangka Belitung 0 0 1.061 801 861 0 433 947 942 1.566 6.611

10 Kepulauan Riau 1.159 1.143 1.720 472 1.030 1.895 1.004 3.622 583 2.558 15.186

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 0 717 0 641 0 0 1.358

12 Jawa Barat 40.433 61.637 80.068 107.102 94.850 74.470 80.126 80.715 62.096 75.476 756.972

13 Jawa Tengah 39.215 56.967 78.893 85.801 75.163 81.284 74.459 68.039 53.621 75.757 689.200

14 D.I. Yogyakarta 1.471 866 1.546 4.947 3.585 11.077 6.152 6.157 6.701 12.726 55.227

15 Jawa Timur 25.675 24.989 45.230 52.640 62.647 53.196 57.742 59.125 31.222 66.927 479.396

16 Banten 3.354 1.945 3.930 2.786 8.939 6.623 5.663 7.233 3.131 6.710 50.314

17 Bali 2.782 4.737 6.041 7.217 6.825 5.972 9.313 6.053 4.434 10.446 63.819

18 Nusa Tenggara Barat 10.361 14.411 17.415 15.615 15.764 18.493 13.067 13.208 8.928 11.205 138.468

19 Nusa Tenggara Timur 10.055 11.430 12.087 14.761 11.816 10.163 9.592 7.719 7.479 9.504 104.605

20 Kalimantan Barat 2.492 5.067 6.474 5.832 8.379 6.936 6.326 6.004 5.092 7.544 60.145

21 Kalimantan Tengah 691 1.771 4.705 3.869 2.125 2.215 3.237 3.676 2.126 4.409 28.822

22 Kalimantan Selatan 1.451 2.801 4.682 3.746 3.464 2.704 2.505 4.529 1.295 3.905 31.084

23 Kalimantan Timur 1.172 5.569 7.871 11.672 14.959 18.753 11.862 11.434 6.605 13.334 103.232

24 Sulawesi Utara 1.495 1.507 2.273 4.096 4.991 5.596 4.168 3.890 3.446 7.405 38.867

25 Sulawesi Tengah 4.159 3.176 4.486 5.724 5.357 6.643 3.788 2.806 2.323 5.662 44.124

26 Sulawesi Selatan 3.017 4.937 7.119 7.943 5.927 6.859 6.103 7.399 4.885 8.078 62.267

27 Sulawesi Tenggara 967 2.543 957 2.923 2.732 2.827 2.544 2.732 2.092 5.103 25.420

28 Gorontalo 924 1.492 3.449 1.953 2.956 1.939 1.647 2.089 2.738 3.613 22.799

29 Sulawesi Barat 923 534 1.921 909 1.524 873 450 410 204 558 8.307

30 Maluku 1.388 1.064 1.483 2.424 3.038 2.576 2.745 2.377 2.449 2.633 22.177

31 Maluku Utara 2.373 5.526 6.489 4.607 4.698 5.505 8.360 4.420 3.294 5.848 51.120

32 Papua Barat 2.247 3.064 3.890 3.967 2.687 2.969 1.819 2.371 1.585 2.640 27.238

33 Papua 6.896 10.002 11.183 13.546 9.214 7.770 7.070 5.200 3.396 3.917 78.194

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

192.620 276.555 385.485 442.802 427.209

Agustus 2014*)

Kelompok Umur

401.654 378.629 364.851 264.456 411.355

3.545.615


Lampiran 36. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Hortikultura

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 2.893 9.102 17.536 15.815 9.934 586 463 934 57.263

2 Sumatera Utara 1.265 23.581 46.853 50.483 31.883 13.289 1.444 508 169.306

3 Sumatera Barat 2.560 33.026 27.479 20.473 9.421 3.731 0 78 96.768

4 Riau 486 3.782 4.203 2.300 1.372 752 0 0 12.895

5 Jambi 5.155 20.672 19.399 8.996 10.836 501 878 0 66.437

6 Sumatera Selatan 3.500 7.245 22.273 8.943 4.084 403 0 237 46.685

7 Bengkulu 1.105 6.540 4.489 3.641 1.578 1.304 0 201 18.858

8 Lampung 3.410 16.676 33.298 11.632 6.997 1.096 129 921 74.159

9 Bangka Belitung 0 798 2.634 1.175 681 361 0 0 5.649

10 Kepulauan Riau 926 2.896 3.324 2.071 921 288 0 0 10.426

11 DKI Jakarta 0 724 0 0 809 0 0 0 1.533

12 Jawa Barat 26.912 204.539 361.620 61.941 15.371 6.264 1.517 1.070 679.234

13 Jawa Tengah 64.724 192.930 334.985 81.082 18.613 11.491 2.733 2.161 708.719

14 D.I. Yogyakarta 2.821 7.438 14.326 8.964 6.952 9.057 2.250 101 51.909

15 Jawa Timur 58.569 105.401 178.902 63.877 32.973 12.218 1.700 771 454.411

16 Banten 1.640 14.085 27.645 2.077 1.634 0 0 1.354 48.435

17 Bali 7.675 15.211 22.307 9.817 5.335 2.982 0 202 63.529

18 Nusa Tenggara Barat 27.123 25.506 29.456 10.811 8.946 777 0 2.064 104.683

19 Nusa Tenggara Timur 12.281 28.250 40.245 14.140 8.379 3.572 192 38 107.097

20 Kalimantan Barat 10.719 18.200 20.505 6.995 2.050 368 0 0 58.837

21 Kalimantan Tengah 2.258 7.400 11.016 3.951 1.706 800 0 0 27.131

22 Kalimantan Selatan 2.335 11.475 14.402 4.008 2.252 1.094 243 0 35.809

23 Kalimantan Timur 5.007 15.860 27.289 13.485 6.572 1.870 88 179 70.350

24 Sulawesi Utara 376 7.793 13.579 6.755 4.275 1.516 221 165 34.680

25 Sulawesi Tengah 3.536 12.298 14.389 5.115 2.040 654 148 0 38.180

26 Sulawesi Selatan 8.077 14.515 21.753 12.261 5.434 2.858 393 857 66.148

27 Sulawesi Tenggara 3.733 5.410 5.892 4.736 4.151 565 460 0 24.947

28 Gorontalo 297 7.477 8.274 685 603 359 0 0 17.695

29 Sulawesi Barat 272 3.342 3.734 2.265 237 0 0 225 10.075

30 Maluku 872 5.804 9.170 3.062 3.424 221 110 0 22.663

31 Maluku Utara 1.507 10.167 9.091 5.450 4.434 563 213 0 31.425

32 Papua Barat 4.673 6.631 8.912 4.912 1.763 877 49 63 27.880

33 Papua 19.945 15.261 20.851 14.092 6.485 1.682 673 621 79.610

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

286.652 860.035 1.379.831 466.010

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Tingkat Pendidikan

Jumlah

222.145 82.099 13.904 12.750 3.323.426

Lampiran 37. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Hortikultura

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 2.858 8.992 17.324 15.624 9.814 579 457 923 56.570

2 Sumatera Utara 1.302 24.267 48.216 51.951 32.810 13.676 1.486 523 174.231

3 Sumatera Barat 2.629 33.914 28.218 21.024 9.674 3.831 0 80 99.370

4 Riau 469 3.651 4.058 2.221 1.325 726 0 0 12.450

5 Jambi 5.453 21.868 20.521 9.516 11.463 530 929 0 70.281

6 Sumatera Selatan 3.572 7.394 22.730 9.126 4.168 411 0 242 47.642

7 Bengkulu 1.187 7.025 4.822 3.911 1.695 1.401 0 216 20.257

8 Lampung 3.160 15.456 30.861 10.781 6.485 1.016 120 854 68.732

9 Bangka Belitung 0 844 2.785 1.242 720 382 0 0 5.972

10 Kep.Riau 1.046 3.271 3.754 2.339 1.040 325 0 0 11.774

11 DKI Jakarta 0 703 0 0 786 0 0 0 1.490

12 Jawa Barat 27.902 212.061 374.920 64.219 15.936 6.494 1.573 1.109 704.215

13 Jawa Tengah 68.585 204.438 354.966 85.918 19.723 12.176 2.896 2.290 750.993

14 DI Jogyakarta 2.890 7.620 14.676 9.183 7.122 9.278 2.305 103 53.178

15 Jawa Timur 59.586 107.231 182.009 64.986 33.546 12.430 1.730 784 462.302

16 Banten 1.661 14.265 27.998 2.104 1.655 0 0 1.371 49.053

17 Bali 7.694 15.248 22.361 9.841 5.348 2.989 0 202 63.684

18 Nusa Tenggara Barat 29.714 27.943 32.270 11.844 9.801 851 0 2.261 114.684

19 Nusa Tenggara Timur 12.177 28.011 39.905 14.020 8.308 3.542 190 38 106.191

20 Kalimantan Barat 10.814 18.361 20.687 7.057 2.068 371 0 0 59.359

21 Kalimantan Tengah 2.297 7.529 11.207 4.020 1.736 814 0 0 27.602

22 Kalimantan Selatan 2.228 10.949 13.742 3.824 2.149 1.044 232 0 34.169

23 Kalimantan Timur 5.852 18.538 31.897 15.762 7.682 2.186 103 209 82.229

24 Sulawesi Utara 391 8.097 14.109 7.019 4.442 1.575 230 171 36.034

25 Sulawesi Tengah 3.716 12.926 15.123 5.376 2.144 687 156 0 40.129

26 Sulawesi Selatan 7.923 14.239 21.339 12.028 5.331 2.804 386 841 64.889

27 Sulawesi Tenggara 3.759 5.447 5.933 4.769 4.180 569 463 0 25.120

28 Gorontalo 328 8.265 9.146 757 667 397 0 0 19.559

29 Sulawesi Barat 256 3.140 3.508 2.128 223 0 0 211 9.466

30 Maluku 866 5.762 9.104 3.040 3.399 219 109 0 22.500

31 Maluku Utara 1.770 11.940 10.676 6.400 5.207 661 250 0 36.904

32 Papua Barat 4.637 6.580 8.843 4.874 1.749 870 49 63 27.665

33 Papua 19.830 15.173 20.731 14.011 6.448 1.672 669 617 79.152

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

296.552 891.148 1.428.440 480.915

Agustus 2012*)

Tingkat Pendidikan

Jumlah

228.842 84.508 14.331 13.109 3.437.846


Lampiran 38. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Hortikultura

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 2.830 8.903 17.153 15.470 9.717 573 453 914 56.013

2 Sumatera Utara 1.345 25.071 49.813 53.672 33.897 14.129 1.535 540 180.002

3 Sumatera Barat 2.704 34.886 29.026 21.626 9.952 3.941 0 82 102.217

4 Riau 453 3.523 3.915 2.143 1.278 701 0 0 12.012

5 Jambi 5.766 23.124 21.700 10.063 12.121 560 982 0 74.318

6 Sumatera Selatan 3.645 7.544 23.193 9.312 4.253 420 0 247 48.614

7 Bengkulu 1.275 7.546 5.180 4.201 1.821 1.505 0 232 21.759

8 Lampung 3.193 15.613 31.175 10.891 6.551 1.026 121 862 69.432

9 Bangka Belitung 0 889 2.934 1.309 759 402 0 0 6.293

10 Kepulauan Riau 1.186 3.709 4.257 2.652 1.180 369 0 0 13.353

11 DKI Jakarta 0 676 0 0 755 0 0 0 1.430

12 Jawa Barat 28.928 219.861 388.709 66.581 16.522 6.733 1.631 1.150 730.116

13 Jawa Tengah 68.550 204.334 354.786 85.875 19.713 12.170 2.895 2.289 750.611

14 D.I. Yogyakarta 2.949 7.777 14.978 9.372 7.268 9.469 2.352 106 54.271

15 Jawa Timur 60.660 109.164 185.289 66.158 34.150 12.654 1.761 799 470.634

16 Banten 1.682 14.447 28.355 2.130 1.676 0 0 1.389 49.680

17 Bali 7.705 15.271 22.395 9.856 5.356 2.994 0 203 63.780

18 Nusa Tenggara Barat 32.622 30.677 35.428 13.003 10.760 935 0 2.482 125.905

19 Nusa Tenggara Timur 12.082 27.792 39.593 13.911 8.243 3.514 189 37 105.362

20 Kalimantan Barat 10.893 18.495 20.837 7.108 2.083 374 0 0 59.790

21 Kalimantan Tengah 2.344 7.681 11.435 4.101 1.771 830 0 0 28.162

22 Kalimantan Selatan 2.125 10.444 13.108 3.648 2.050 996 221 0 32.592

23 Kalimantan Timur 6.646 21.052 36.223 17.900 8.724 2.482 117 238 93.381

24 Sulawesi Utara 406 8.411 14.656 7.291 4.614 1.636 239 178 37.431

25 Sulawesi Tengah 3.900 13.564 15.870 5.642 2.250 721 163 0 42.110

26 Sulawesi Selatan 7.764 13.953 20.911 11.787 5.224 2.747 378 824 63.588

27 Sulawesi Tenggara 3.782 5.482 5.970 4.799 4.206 572 466 0 25.277

28 Gorontalo 357 8.986 9.944 823 725 431 0 0 21.266

29 Sulawesi Barat 240 2.943 3.288 1.995 209 0 0 198 8.872

30 Maluku 859 5.721 9.038 3.018 3.375 218 108 0 22.338

31 Maluku Utara 2.082 14.048 12.561 7.530 6.126 778 294 0 43.419

32 Papua Barat 4.601 6.529 8.775 4.836 1.736 863 48 62 27.451

33 Papua 19.712 15.082 20.607 13.927 6.409 1.662 665 614 78.678

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Tingkat Pendidikan

303.286 913.198 1.461.104 492.628 235.473

Jumlah

86.407 14.618 13.445 3.520.158

Lampiran 39. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Hortikultura

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 2.808 8.835 17.022 15.351 9.643 569 449 907 55.584

2 Sumatera Utara 1.395 26.001 51.662 55.665 35.156 14.653 1.592 560 186.684

3 Sumatera Barat 2.786 35.944 29.907 22.282 10.254 4.061 0 85 105.319

4 Riau 437 3.397 3.775 2.066 1.232 676 0 0 11.583

5 Jambi 6.095 24.440 22.935 10.636 12.811 592 1.038 0 78.548

6 Sumatera Selatan 3.718 7.697 23.663 9.501 4.339 428 0 252 49.598

7 Bengkulu 1.369 8.103 5.562 4.511 1.955 1.616 0 249 23.366

8 Lampung 3.218 15.736 31.422 10.977 6.603 1.034 122 869 69.980

9 Bangka Belitung 0 934 3.083 1.375 797 422 0 0 6.611

10 Kepulauan Riau 1.349 4.218 4.842 3.017 1.341 419 0 0 15.186

11 DKI Jakarta 0 641 0 0 717 0 0 0 1.358

12 Jawa Barat 29.992 227.948 403.007 69.030 17.130 6.981 1.691 1.192 756.972

13 Jawa Tengah 62.941 187.616 325.759 78.849 18.100 11.175 2.658 2.101 689.200

14 D.I. Yogyakarta 3.001 7.913 15.242 9.537 7.396 9.636 2.394 107 55.227

15 Jawa Timur 61.789 111.196 188.738 67.389 34.786 12.890 1.793 813 479.396

16 Banten 1.704 14.631 28.717 2.158 1.697 0 0 1.407 50.314

17 Bali 7.710 15.281 22.409 9.862 5.359 2.996 0 203 63.819

18 Nusa Tenggara Barat 35.877 33.738 38.963 14.300 11.833 1.028 0 2.730 138.468

19 Nusa Tenggara Timur 11.995 27.593 39.309 13.811 8.184 3.489 188 37 104.605

20 Kalimantan Barat 10.957 18.605 20.961 7.150 2.096 376 0 0 60.145

21 Kalimantan Tengah 2.399 7.861 11.703 4.197 1.812 850 0 0 28.822

22 Kalimantan Selatan 2.027 9.961 12.502 3.479 1.955 950 211 0 31.084

23 Kalimantan Timur 7.347 23.273 40.044 19.788 9.644 2.744 129 263 103.232

24 Sulawesi Utara 421 8.734 15.219 7.571 4.791 1.699 248 185 38.867

25 Sulawesi Tengah 4.087 14.213 16.629 5.911 2.358 756 171 0 44.124

26 Sulawesi Selatan 7.603 13.663 20.477 11.542 5.115 2.690 370 807 62.267

27 Sulawesi Tenggara 3.804 5.513 6.004 4.826 4.230 576 469 0 25.420

28 Gorontalo 383 9.634 10.661 883 777 463 0 0 22.799

29 Sulawesi Barat 224 2.756 3.079 1.868 195 0 0 186 8.307

30 Maluku 853 5.680 8.973 2.996 3.351 216 108 0 22.177

31 Maluku Utara 2.451 16.539 14.789 8.866 7.213 916 346 0 51.120

32 Papua Barat 4.565 6.478 8.707 4.799 1.722 857 48 62 27.238

33 Papua 19.590 14.990 20.480 13.841 6.370 1.652 661 610 78.194

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

304.897

Agustus 2014*)

Tingkat Pendidikan

919.764 1.466.242 498.033 240.962 87.408

Jumlah

14.685 13.624 3.545.615


Lampiran 40. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Hortikultura Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 11.840 18.495 1.529 441 4.180 20.778 57.263

2 Sumatera Utara 23.599 54.752 1.505 2.757 18.371 68.322 169.306

3 Sumatera Barat 16.991 37.257 1.885 2.319 3.948 34.368 96.768

4 Riau 4.804 1.864 663 1.747 1.510 2.307 12.895

5 Jambi 12.740 22.507 936 831 9.404 20.019 66.437

6 Sumatera Selatan 6.476 15.508 2.256 1.198 1.940 19.307 46.685

7 Bengkulu 2.700 7.437 0 737 1.484 6.500 18.858

8 Lampung 11.352 22.254 3.369 4.865 10.520 21.799 74.159

9 Bangka Belitung 2.320 1.041 0 582 297 1.409 5.649

10 Kepulauan Riau 4.514 872 0 1.462 1.466 2.112 10.426

11 DKI Jakarta 724 0 809 0 0 0 1.533

12 Jawa Barat 44.115 167.254 20.699 19.059 237.876 190.231 679.234

13 Jawa Tengah 29.903 218.419 18.973 12.852 161.003 267.569 708.719

14 D.I. Yogyakarta 1.251 28.991 303 521 3.746 17.097 51.909

15 Jawa Timur 31.794 114.302 18.633 13.121 125.995 150.566 454.411

16 Banten 11.051 10.436 0 3.226 11.240 12.482 48.435

17 Bali 6.222 25.717 1.868 964 6.216 22.542 63.529

18 Nusa Tenggara Barat 3.319 41.410 2.768 793 22.601 33.792 104.683

19 Nusa Tenggara Timur 11.466 40.149 96 636 1.327 53.423 107.097

20 Kalimantan Barat 9.759 19.276 0 2.785 3.977 23.040 58.837

21 Kalimantan Tengah 6.383 8.329 334 413 996 10.676 27.131

22 Kalimantan Selatan 8.021 10.120 695 178 2.388 14.407 35.809

23 Kalimantan Timur 17.626 21.035 1.239 967 4.500 24.983 70.350

24 Sulawesi Utara 12.143 8.355 1.501 533 2.170 9.978 34.680

25 Sulawesi Tengah 4.586 14.073 972 0 2.792 15.757 38.180

26 Sulawesi Selatan 11.387 27.849 542 1.149 217 25.004 66.148

27 Sulawesi Tenggara 5.736 9.082 177 0 500 9.452 24.947

28 Gorontalo 4.320 6.200 503 0 1.869 4.803 17.695

29 Sulawesi Barat 1.655 3.735 0 137 0 4.548 10.075

30 Maluku 5.978 6.920 0 0 0 9.765 22.663

31 Maluku Utara 8.636 9.458 0 51 773 12.507 31.425

32 Papua Barat 4.615 10.608 0 0 447 12.210 27.880

33 Papua 15.863 24.844 351 307 819 37.426 79.610

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

353.889 1.008.549 82.606 74.631

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Status Pekerjaan Utama

644.572 1.159.179 3.323.426

Lampiran 41. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Hortikultura Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 11.697 18.271 1.511 436 4.129 20.527 56.570

2 Sumatera Utara 24.285 56.345 1.549 2.837 18.905 70.309 174.231

3 Sumatera Barat 17.448 38.259 1.936 2.381 4.054 35.292 99.370

4 Riau 4.638 1.800 640 1.687 1.458 2.227 12.450

5 Jambi 13.477 23.809 990 879 9.948 21.177 70.281

6 Sumatera Selatan 6.609 15.826 2.302 1.223 1.980 19.703 47.642

7 Bengkulu 2.900 7.989 0 792 1.594 6.982 20.257

8 Lampung 10.521 20.625 3.122 4.509 9.750 20.204 68.732

9 Bangka Belitung 2.453 1.101 0 615 314 1.490 5.972

10 Kepulauan Riau 5.098 985 0 1.651 1.656 2.385 11.774

11 DKI Jakarta 703 0 786 0 0 0 1.490

12 Jawa Barat 45.737 173.405 21.460 19.760 246.625 197.227 704.215

13 Jawa Tengah 31.687 231.447 20.105 13.619 170.607 283.529 750.993

14 D.I. Yogyakarta 1.282 29.700 310 534 3.838 17.515 53.178

15 Jawa Timur 32.346 116.287 18.957 13.349 128.183 153.181 462.302

16 Banten 11.192 10.569 0 3.267 11.384 12.641 49.053

17 Bali 6.237 25.780 1.873 966 6.231 22.597 63.684

18 Nusa Tenggara Barat 3.636 45.366 3.032 869 24.760 37.020 114.684

19 Nusa Tenggara Timur 11.369 39.809 95 631 1.316 52.971 106.191

20 Kalimantan Barat 9.846 19.447 0 2.810 4.012 23.244 59.359

21 Kalimantan Tengah 6.494 8.474 340 420 1.013 10.861 27.602

22 Kalimantan Selatan 7.654 9.656 663 170 2.279 13.747 34.169

23 Kalimantan Timur 20.602 24.587 1.448 1.130 5.260 29.201 82.229

24 Sulawesi Utara 12.617 8.681 1.560 554 2.255 10.368 36.034

25 Sulawesi Tengah 4.820 14.791 1.022 0 2.935 16.561 40.129

26 Sulawesi Selatan 11.170 27.319 532 1.127 213 24.528 64.889

27 Sulawesi Tenggara 5.776 9.145 178 0 503 9.517 25.120

28 Gorontalo 4.775 6.853 556 0 2.066 5.309 19.559

29 Sulawesi Barat 1.555 3.509 0 129 0 4.273 9.466

30 Maluku 5.935 6.870 0 0 0 9.695 22.500

31 Maluku Utara 10.142 11.107 0 60 908 14.688 36.904

32 Papua Barat 4.579 10.526 0 0 444 12.116 27.665

33 Papua 15.772 24.701 349 305 814 37.211 79.152

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

365.052

Agustus 2012*)

Status Pekerjaan Utama

1.043.040 85.315 76.708 669.432 1.198.298

3.437.846


Lampiran 42. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Hortikultura Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 11.581 18.091 1.496 431 4.089 20.324 56.013

2 Sumatera Utara 25.090 58.211 1.600 2.931 19.532 72.638 180.002

3 Sumatera Barat 17.948 39.355 1.991 2.450 4.170 36.303 102.217

4 Riau 4.475 1.736 618 1.627 1.407 2.149 12.012

5 Jambi 14.251 25.177 1.047 930 10.519 22.394 74.318

6 Sumatera Selatan 6.744 16.149 2.349 1.247 2.020 20.105 48.614

7 Bengkulu 3.115 8.581 0 850 1.712 7.500 21.759

8 Lampung 10.628 20.835 3.154 4.555 9.849 20.409 69.432

9 Bangka Belitung 2.584 1.160 0 648 331 1.570 6.293

10 Kepulauan Riau 5.781 1.117 0 1.872 1.878 2.705 13.353

11 DKI Jakarta 676 0 755 0 0 0 1.430

12 Jawa Barat 47.420 179.783 22.250 20.487 255.695 204.481 730.116

13 Jawa Tengah 31.671 231.330 20.094 13.612 170.520 283.385 750.611

14 D.I. Yogyakarta 1.308 30.310 317 545 3.916 17.875 54.271

15 Jawa Timur 32.929 118.383 19.298 13.589 130.493 155.942 470.634

16 Banten 11.335 10.704 0 3.309 11.529 12.803 49.680

17 Bali 6.247 25.819 1.875 968 6.241 22.631 63.780

18 Nusa Tenggara Barat 3.992 49.805 3.329 954 27.183 40.643 125.905

19 Nusa Tenggara Timur 11.280 39.499 94 626 1.306 52.558 105.362

20 Kalimantan Barat 9.917 19.588 0 2.830 4.041 23.413 59.790

21 Kalimantan Tengah 6.626 8.646 347 429 1.034 11.082 28.162

22 Kalimantan Selatan 7.300 9.211 633 162 2.173 13.113 32.592

23 Kalimantan Timur 23.396 27.921 1.645 1.284 5.973 33.162 93.381

24 Sulawesi Utara 13.106 9.018 1.620 575 2.342 10.769 37.431

25 Sulawesi Tengah 5.058 15.522 1.072 0 3.079 17.379 42.110

26 Sulawesi Selatan 10.946 26.771 521 1.105 209 24.036 63.588

27 Sulawesi Tenggara 5.812 9.202 179 0 507 9.577 25.277

28 Gorontalo 5.192 7.451 605 0 2.246 5.772 21.266

29 Sulawesi Barat 1.457 3.289 0 121 0 4.005 8.872

30 Maluku 5.892 6.821 0 0 0 9.625 22.338

31 Maluku Utara 11.932 13.068 0 70 1.068 17.281 43.419

32 Papua Barat 4.544 10.445 0 0 440 12.022 27.451

33 Papua 15.677 24.553 347 303 809 36.988 78.678

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

375.912 1.067.550 87.236

Agustus 2013*)

Status Pekerjaan Utama

78.510 686.312 1.224.638 3.520.158

Lampiran 43. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Hortikultura Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 11.493 17.953 1.484 428 4.057 20.169 55.584

2 Sumatera Utara 26.021 60.372 1.659 3.040 20.257 75.335 186.684

3 Sumatera Barat 18.492 40.549 2.052 2.524 4.297 37.405 105.319

4 Riau 4.315 1.674 596 1.569 1.356 2.072 11.583

5 Jambi 15.062 26.610 1.107 982 11.118 23.668 78.548

6 Sumatera Selatan 6.880 16.476 2.397 1.273 2.061 20.512 49.598

7 Bengkulu 3.345 9.215 0 913 1.839 8.054 23.366

8 Lampung 10.712 21.000 3.179 4.591 9.927 20.571 69.980

9 Bangka Belitung 2.715 1.218 0 681 348 1.649 6.611

10 Kep.Riau 6.575 1.270 0 2.129 2.135 3.076 15.186

11 DKI Jakarta 641 0 717 0 0 0 1.358

12 Jawa Barat 49.164 186.396 23.068 21.240 265.101 212.003 756.972

13 Jawa Tengah 29.079 212.403 18.450 12.498 156.569 260.200 689.200

14 DI Jogyakarta 1.331 30.844 322 554 3.985 18.190 55.227

15 Jawa Timur 33.542 120.587 19.657 13.842 132.923 158.844 479.396

16 Banten 11.480 10.841 0 3.351 11.676 12.966 50.314

17 Bali 6.250 25.835 1.877 968 6.244 22.645 63.819

18 Nusa Tenggara Barat 4.390 54.775 3.661 1.049 29.895 44.698 138.468

19 Nusa Tenggara Timur 11.199 39.215 94 621 1.296 52.180 104.605

20 Kalimantan Barat 9.976 19.704 0 2.847 4.065 23.552 60.145

21 Kalimantan Tengah 6.781 8.848 355 439 1.058 11.341 28.822

22 Kalimantan Selatan 6.963 8.785 603 155 2.073 12.506 31.084

23 Kalimantan Timur 25.864 30.867 1.818 1.419 6.603 36.660 103.232

24 Sulawesi Utara 13.609 9.364 1.682 597 2.432 11.183 38.867

25 Sulawesi Tengah 5.300 16.264 1.123 0 3.227 18.210 44.124

26 Sulawesi Selatan 10.719 26.215 510 1.082 204 23.537 62.267

27 Sulawesi Tenggara 5.845 9.254 180 0 509 9.631 25.420

28 Gorontalo 5.566 7.988 648 0 2.408 6.189 22.799

29 Sulawesi Barat 1.365 3.080 0 113 0 3.750 8.307

30 Maluku 5.850 6.772 0 0 0 9.556 22.177

31 Maluku Utara 14.048 15.386 0 83 1.257 20.345 51.120

32 Papua Barat 4.509 10.364 0 0 437 11.929 27.238

33 Papua 15.581 24.402 345 302 804 36.760 78.194

Total Tenaga Kerja

Subsektor Hortikultura

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2014*)

Status Pekerjaan Utama

384.665 1.074.524 87.585 79.291 690.164

1.229.386 3.545.615


Lampiran 44. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Perkebunan Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

No

Provinsi

2011 2012*) 2013*) 2014*)

1 Aceh 296.538 304.493 310.808 316.094

2 Sumatra Utara 1.423.447 1.326.547 1.239.790 1.161.802

3 Sumatera Barat 304.297 295.591 288.820 284.288

4 Riau 959.566 1.030.864 1.103.792 1.178.310

5 Jambi 583.018 564.799 543.311 519.312

6 Sumatera Selatan 1.466.573 1.521.853 1.572.058 1.617.105

7 Bengkulu 327.254 324.351 320.577 316.036

8 Lampung 890.328 859.368 830.317 803.013

9 Bangka Belitung 121.056 111.555 101.520 91.255

10 Kepulauan Riau 34.884 39.224 44.008 49.269

11 DKI Jakarta 3.289 3.313 3.336 3.360

12 Jawa Barat 148.604 148.920 149.380 149.962

13 Jawa Tengah 566.791 572.403 583.892 601.776

14 D.I. Yogyakarta 40.861 41.575 42.003 42.151

15 Jawa Timur 1.553.447 1.574.804 1.600.541 1.630.784

16 Banten 34.571 24.347 17.128 12.042

17 Bali 74.207 57.068 43.888 33.752

18 Nusa Tengagra Barat 166.392 151.196 140.525 133.471

19 Nusa Tenggara Timur 211.449 208.957 205.727 201.931

20 Kalimantan Barat 827.644 852.216 877.337 902.980

21 Kalimantan Tengah 332.033 375.163 422.153 473.242

22 Kalimantan Selatan 301.548 321.545 341.469 361.262

23 Kalimantan Timur 117.024 128.991 141.650 155.019

24 Sulawesi Utara 83.431 91.278 99.936 109.447

25 Sulawesi Tengah 292.187 274.963 259.794 246.354

26 Sulawesi Selatan 282.289 277.451 272.622 267.800

27 Sulawesi Utara 184.982 178.466 172.429 166.821

28 Gorontalo 15.661 14.888 14.172 13.508

29 Sulawesi Barat 171.224 178.656 181.527 194.436

30 Maluku 59.433 57.093 54.770 52.487

31 Maluku Utara 142.379 132.823 123.911 115.637

32 Papua Barat 14.963 14.416 13.897 13.404

33 Papua 45.768 48.664 51.573 54.418

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Tenaga Kerja

Pertanian

Proyeksi Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

12.077.138 12.107.842 12.168.663 12.272.530

Lampiran 45. Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Perkebunan

Menurut Jenis Kelamin Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014 (Perkotaan+Perdesaan)

Agustus 2011

Agustus 2012*) Agustus 2013*)

Agustus 2014*)

No.

Provinsi

Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jenis Kelamin

Jenis Kelamin

Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki

1 Aceh 85.061 211.477 87.343 217.150 89.154 221.654 90.671 225.423

2 Sumatera Utara 507.927 915.520 473.350 853.197 442.393 797.397 414.564 747.237

3 Sumatera Barat 76.079 228.218 73.902 221.689 72.210 216.611 71.077 213.212

4 Riau 239.967 719.599 257.797 773.067 276.035 827.757 294.670 883.640

5 Jambi 167.250 415.768 162.024 402.776 155.859 387.452 148.975 370.338

6 Sumatera Selatan 547.361 919.212 567.993 953.860 586.730 985.327 603.543 1.013.562

7 Bengkulu 120.841 206.413 119.769 204.582 118.376 202.202 116.699 199.337

8 Lampung 254.981 635.347 246.114 613.254 237.794 592.522 229.975 573.038

9 Bangka Belitung 48.357 72.699 44.562 66.993 40.553 60.967 36.453 54.802

10 KepulauanRiau 13.428 21.456 15.099 24.126 16.940 27.068 18.965 30.304

11 DKI Jakarta 1.590 1.699 1.601 1.711 1.613 1.723 1.624 1.736

12 Jawa Barat 46.878 101.726 46.978 101.942 47.123 102.257 47.306 102.656

13 Jawa Tengah 218.184 348.607 220.344 352.059 224.767 359.125 231.651 370.125

14 D.I. Yogyakarta 19.819 21.042 20.166 21.410 20.373 21.630 20.445 21.706

15 Jawa Timur 543.063 1.010.384 550.529 1.024.275 559.526 1.041.015 570.099 1.060.685

16 Banten 4.883 29.688 3.439 20.909 2.419 14.709 1.701 10.341

17 Bali 33.268 40.939 25.584 31.484 19.676 24.212 15.131 18.620

18 Nusa Tenggara Barat 79.057 87.335 71.837 79.359 66.767 73.758 63.416 70.056

19 Nusa Tenggara Timur 102.307 109.142 101.101 107.856 99.539 106.189 97.702 104.229

20 Kalimantan Barat 348.663 478.981 359.015 493.202 369.597 507.740 380.400 522.580

21 Kalimantan Tengah 122.279 209.754 138.163 237.000 155.468 266.685 174.282 298.959

22 Kalimantan Selatan 122.745 178.803 130.885 190.661 138.995 202.474 147.052 214.211

23 Kalimantan Timur 28.389 88.635 31.292 97.699 34.363 107.287 37.606 117.413

24 Sulawesi Utara 13.783 69.648 15.079 76.199 16.510 83.427 18.081 91.366

25 Sulawesi Tengah 92.937 199.250 87.458 187.504 82.634 177.161 78.359 167.995

26 Sulawesi Selatan 102.313 179.976 100.560 176.892 98.809 173.812 97.062 170.739

27 Sulawesi Tenggara 73.198 111.784 70.619 107.846 68.231 104.198 66.012 100.810

28 Gorontalo 4.853 10.808 4.614 10.275 4.392 9.781 4.186 9.322

29 Sulawesi Barat 66.158 105.066 69.030 109.626 70.139 111.388 75.127 119.309

30 Maluku 18.276 41.157 17.556 39.536 16.842 37.928 16.140 36.347

31 Maluku Utara 31.863 110.516 29.724 103.098 27.730 96.181 25.878 89.758

32 Papua Barat 4.317 10.646 4.159 10.257 4.010 9.888 3.867 9.537

33 Papua 17.060 28.708 18.139 30.524 19.224 32.349 20.284 34.134

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

4.157.135 7.920.003 4.165.826 7.942.016 4.184.790 7.983.874 4.219.003 8.053.527

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi


Lampiran 46. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Perkebunan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

Agustus 2011

No. Provinsi

Kelompok Umur

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 16.725 26.718 39.297 44.889 46.690 35.457 27.191 25.555 15.116 18.900 296.538

2 Sumatera Utara 106.379 153.756 172.371 184.134 164.730 160.667 142.931 133.184 95.624 109.671 1.423.447

3 Sumatera Barat 14.861 25.120 31.801 37.447 39.382 36.080 32.378 37.672 19.655 29.901 304.297

4 Riau 56.813 105.610 127.240 150.497 136.807 108.498 98.113 77.944 40.149 57.895 959.566

5 Jambi 30.105 69.553 88.893 82.555 78.806 66.419 55.414 45.607 31.050 34.616 583.018

6 Sumatera Selatan 91.716 167.961 204.062 215.348 193.765 169.767 143.088 106.511 80.478 93.877 1.466.573

7 Bengkulu 18.739 35.299 46.554 45.794 43.064 35.787 34.443 25.778 18.818 22.978 327.254

8 Lampung 49.951 101.111 117.636 119.679 120.141 86.143 86.536 70.873 52.647 85.611 890.328

9 Bangka Belitung 5.799 9.683 10.270 20.517 19.969 14.278 14.063 10.519 8.023 7.935 121.056

10 Kepulauan Riau 1.327 1.731 5.150 6.580 4.169 4.258 2.107 2.863 2.676 4.023 34.884

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 809 0 684 0 906 890 3.289

12 Jawa Barat 4.442 17.727 12.148 12.276 15.606 22.378 17.758 22.111 8.201 15.957 148.604

13 Jawa Tengah 18.931 38.069 49.557 59.715 63.678 81.703 59.312 75.162 40.025 80.639 566.791

14 D.I. Yogyakarta 2.277 1.766 4.305 1.376 4.106 1.591 6.443 5.476 3.046 10.475 40.861

15 Jawa Timur 61.246 123.390 158.448 163.937 177.264 212.917 192.173 169.477 116.715 177.880 1.553.447

16 Banten 2.624 2.674 7.812 2.989 3.424 5.520 3.757 2.390 1.726 1.655 34.571

17 Bali 1.643 1.762 5.857 8.143 6.992 10.854 12.022 7.246 7.937 11.751 74.207

18 Nusa Tenggara Barat 8.278 19.436 22.521 18.919 20.745 17.874 14.591 19.986 7.427 16.615 166.392

19 Nusa Tenggara Timur 15.054 20.079 20.497 24.923 29.742 25.496 20.124 16.854 12.422 26.258 211.449

20 Kalimantan Barat 58.057 96.246 113.450 131.890 108.031 91.051 72.984 60.281 40.314 55.340 827.644

21 Kalimantan Tengah 23.219 36.458 54.995 51.815 47.434 34.215 26.965 24.484 14.369 18.079 332.033

22 Kalimantan Selatan 24.161 32.295 47.080 43.369 38.294 35.712 29.637 21.300 15.155 14.545 301.548

23 Kalimantan Timur 7.842 15.200 18.047 20.039 12.680 14.070 11.476 7.664 3.987 6.019 117.024

24 Sulawesi Utara 2.180 5.861 6.608 11.024 7.904 10.719 9.729 8.806 8.992 11.608 83.431

25 Sulawesi Tengah 21.125 26.862 31.586 35.679 41.032 28.470 29.296 27.838 16.893 33.406 292.187

26 Sulawesi Selatan 21.709 27.673 30.343 34.373 37.551 29.778 22.977 22.781 17.012 38.092 282.289

27 Sulawesi Tenggara 17.754 15.350 23.940 24.297 20.116 18.157 17.347 14.856 13.140 20.025 184.982

28 Gorontalo 1.981 1.070 1.300 1.972 1.706 1.914 1.438 1.700 1.230 1.350 15.661

29 Sulawesi Barat 11.173 16.493 21.912 22.431 21.574 22.684 17.407 9.994 9.955 17.601 171.224

30 Maluku 4.293 4.712 9.161 8.236 9.017 5.935 4.670 3.870 4.313 5.226 59.433

31 Maluku Utara 11.048 15.539 18.251 21.317 20.131 13.805 13.691 12.236 7.328 9.033 142.379

32 Papua Barat 830 1.202 3.054 2.246 1.671 1.690 1.671 1.625 216 758 14.963

33 Papua 3.051 5.403 7.618 7.382 4.066 7.219 2.963 4.193 1.912 1.961 45.768

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

715.333 1.221.809 1.511.764 1.615.788 1.541.096 1.411.106 1.225.379 1.076.836 717.457 1.040.570 12.077.138

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Lampiran 47. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Perkebunan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

Agustus 2012*)

No.

Provinsi

Kelompok Umur

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 17.174 27.435 40.351 46.093 47.943 36.408 27.920 26.241 15.522 19.407 304.493

2 Sumatera Utara 99.137 143.289 160.637 171.599 153.516 149.730 133.201 124.118 89.114 102.205 1.326.547

3 Sumatera Barat 14.436 24.401 30.891 36.376 38.255 35.048 31.452 36.594 19.093 29.046 295.591

4 Riau 61.034 113.457 136.694 161.679 146.972 116.560 105.403 83.735 43.132 62.197 1.030.864

5 Jambi 29.164 67.380 86.115 79.975 76.343 64.343 53.682 44.182 30.080 33.534 564.799

6 Sumatera Selatan 95.173 174.292 211.754 223.465 201.069 176.166 148.481 110.526 83.511 97.416 1.521.853

7 Bengkulu 18.573 34.986 46.141 45.388 42.682 35.470 34.137 25.549 18.651 22.774 324.351

8 Lampung 48.214 97.595 113.545 115.517 115.963 83.147 83.527 68.408 50.816 82.634 859.368

9 Bangka Belitung 5.344 8.923 9.464 18.907 18.402 13.157 12.959 9.693 7.393 7.312 111.555

10 Kepulauan Riau 1.492 1.946 5.791 7.399 4.688 4.788 2.369 3.219 3.009 4.524 39.224

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 815 0 689 0 912 896 3.313

12 Jawa Barat 4.451 17.765 12.174 12.302 15.639 22.426 17.796 22.158 8.218 15.991 148.920

13 Jawa Tengah 19.118 38.446 50.048 60.306 64.309 82.512 59.899 75.906 40.421 81.437 572.403

14 D.I. Yogyakarta 2.317 1.797 4.380 1.400 4.178 1.619 6.556 5.572 3.099 10.658 41.575

15 Jawa Timur 62.088 125.086 160.626 166.191 179.701 215.844 194.815 171.807 118.320 180.326 1.574.804

16 Banten 1.848 1.883 5.502 2.105 2.411 3.888 2.646 1.683 1.216 1.166 24.347

17 Bali 1.264 1.355 4.504 6.262 5.377 8.347 9.245 5.572 6.104 9.037 57.068

18 Nusa Tenggara Barat 7.522 17.661 20.464 17.191 18.850 16.242 13.258 18.161 6.749 15.098 151.196

19 Nusa Tenggara Timur 14.877 19.842 20.255 24.629 29.391 25.196 19.887 16.655 12.276 25.949 208.957

20 Kalimantan Barat 59.781 99.104 116.818 135.806 111.238 93.754 75.151 62.071 41.511 56.983 852.216

21 Kalimantan Tengah 26.235 41.194 62.139 58.546 53.596 38.659 30.468 27.664 16.235 20.427 375.163

22 Kalimantan Selatan 25.763 34.437 50.202 46.245 40.834 38.080 31.602 22.713 16.160 15.510 321.545

23 Kalimantan Timur 8.644 16.754 19.892 22.088 13.977 15.509 12.650 8.448 4.395 6.634 128.991

24 Sulawesi Utara 2.385 6.412 7.230 12.061 8.647 11.727 10.644 9.634 9.838 12.700 91.278

25 Sulawesi Tengah 19.880 25.278 29.724 33.576 38.613 26.792 27.569 26.197 15.897 31.437 274.963

26 Sulawesi Selatan 21.337 27.199 29.823 33.784 36.907 29.268 22.583 22.391 16.720 37.439 277.451

27 Sulawesi Tenggara 17.129 14.809 23.097 23.441 19.407 17.517 16.736 14.333 12.677 19.320 178.466

28 Gorontalo 1.883 1.017 1.236 1.875 1.622 1.820 1.367 1.616 1.169 1.283 14.888

29 Sulawesi Barat 11.658 17.209 22.863 23.405 22.510 23.669 18.163 10.428 10.387 18.365 178.656

30 Maluku 4.124 4.526 8.800 7.912 8.662 5.701 4.486 3.718 4.143 5.020 57.093

31 Maluku Utara 10.306 14.496 17.026 19.886 18.780 12.878 12.772 11.415 6.836 8.427 132.823

32 Papua Barat 800 1.158 2.942 2.164 1.610 1.628 1.610 1.566 208 730 14.416

33 Papua 3.244 5.745 8.100 7.849 4.323 7.676 3.150 4.458 2.033 2.085 48.664

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

716.395 1.226.878 1.519.230 1.625.422 1.547.231 1.415.568 1.226.875 1.076.431 715.847 1.037.966 12.107.842

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi


Lampiran 48. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Perkebunan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

Agustus 2013*)

No.

Provinsi

Kelompok Umur

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 17.530 28.004 41.188 47.049 48.937 37.163 28.500 26.785 15.843 19.810 310.808

2 Sumatera Utara 92.654 133.918 150.131 160.376 143.476 139.937 124.490 116.000 83.286 95.521 1.239.790

3 Sumatera Barat 14.105 23.842 30.184 35.542 37.379 34.245 30.731 35.756 18.655 28.380 288.820

4 Riau 65.352 121.484 146.365 173.117 157.370 124.806 112.860 89.659 46.184 66.597 1.103.792

5 Jambi 28.055 64.816 82.839 76.933 73.439 61.896 51.640 42.501 28.935 32.258 543.311

6 Sumatera Selatan 98.313 180.042 218.739 230.837 207.702 181.978 153.380 114.172 86.266 100.629 1.572.058

7 Bengkulu 18.357 34.579 45.604 44.860 42.185 35.057 33.740 25.252 18.434 22.509 320.577

8 Lampung 46.584 94.296 109.707 111.612 112.043 80.337 80.703 66.096 49.098 79.841 830.317

9 Bangka Belitung 4.863 8.120 8.613 17.206 16.746 11.974 11.794 8.821 6.728 6.654 101.520

10 Kepulauan Riau 1.674 2.184 6.497 8.301 5.259 5.372 2.658 3.612 3.376 5.075 44.008

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 821 0 694 0 919 903 3.336

12 Jawa Barat 4.465 17.820 12.211 12.340 15.687 22.495 17.851 22.226 8.244 16.040 149.380

13 Jawa Tengah 19.502 39.218 51.052 61.517 65.599 84.168 61.102 77.430 41.233 83.072 583.892

14 D.I. Yogyakarta 2.341 1.815 4.425 1.414 4.221 1.635 6.623 5.629 3.131 10.768 42.003

15 Jawa Timur 63.103 127.131 163.251 168.907 182.638 219.372 197.999 174.615 120.253 183.273 1.600.541

16 Banten 1.300 1.325 3.870 1.481 1.696 2.735 1.861 1.184 855 820 17.128

17 Bali 972 1.042 3.464 4.816 4.135 6.419 7.110 4.285 4.694 6.950 43.888

18 Nusa Tenggara Barat 6.991 16.415 19.020 15.978 17.520 15.095 12.323 16.879 6.272 14.032 140.525

19 Nusa Tenggara Timur 14.647 19.536 19.942 24.249 28.937 24.806 19.579 16.398 12.086 25.547 205.727

20 Kalimantan Barat 61.543 102.025 120.262 139.809 114.517 96.518 77.366 63.900 42.735 58.663 877.337

21 Kalimantan Tengah 29.521 46.353 69.922 65.879 60.309 43.502 34.284 31.129 18.269 22.986 422.153

22 Kalimantan Selatan 27.360 36.570 53.313 49.110 43.364 40.440 33.561 24.120 17.161 16.471 341.469

23 Kalimantan Timur 9.492 18.399 21.845 24.256 15.348 17.031 13.891 9.277 4.826 7.286 141.650

24 Sulawesi Utara 2.611 7.020 7.915 13.205 9.468 12.840 11.654 10.548 10.771 13.904 99.936

25 Sulawesi Tengah 18.783 23.884 28.084 31.724 36.483 25.314 26.048 24.752 15.020 29.703 259.794

26 Sulawesi Selatan 20.966 26.725 29.304 33.196 36.265 28.758 22.190 22.001 16.429 36.787 272.622

27 Sulawesi Tenggara 16.549 14.308 22.315 22.648 18.751 16.925 16.170 13.848 12.248 18.666 172.429

28 Gorontalo 1.793 968 1.176 1.785 1.544 1.732 1.301 1.538 1.113 1.222 14.172

29 Sulawesi Barat 11.845 17.485 23.231 23.781 22.872 24.049 18.454 10.595 10.554 18.660 181.527

30 Maluku 3.956 4.342 8.442 7.590 8.310 5.469 4.304 3.566 3.975 4.816 54.770

31 Maluku Utara 9.615 13.523 15.884 18.552 17.520 12.014 11.915 10.649 6.377 7.861 123.911

32 Papua Barat 771 1.116 2.836 2.086 1.552 1.570 1.552 1.509 201 704 13.897

33 Papua 3.438 6.088 8.584 8.318 4.582 8.135 3.339 4.725 2.154 2.210 51.573

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

719.049 1.234.394 1.530.217 1.638.473 1.556.675 1.423.785 1.231.665 1.079.459 716.328 1.038.618 12.168.663

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Lampiran 49. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Perkebunan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Agustus 2014*)

Kelompok Umur

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 17.828 28.480 41.889 47.849 49.769 37.795 28.984 27.240 16.113 20.146 316.094

2 Sumatera Utara 86.825 125.494 140.687 150.288 134.451 131.135 116.659 108.703 78.047 89.512 1.161.802

3 Sumatera Barat 13.884 23.468 29.710 34.985 36.792 33.708 30.249 35.195 18.363 27.935 284.288

4 Riau 69.764 129.685 156.246 184.805 167.994 133.231 120.479 95.712 49.301 71.093 1.178.310

5 Jambi 26.815 61.953 79.180 73.534 70.195 59.161 49.359 40.624 27.657 30.834 519.312

6 Sumatera Selatan 101.130 185.201 225.007 237.452 213.653 187.192 157.775 117.444 88.738 103.513 1.617.105

7 Bengkulu 18.097 34.089 44.958 44.224 41.588 34.560 33.262 24.894 18.173 22.190 316.036

8 Lampung 45.052 91.195 106.099 107.942 108.359 77.695 78.049 63.922 47.484 77.215 803.013

9 Bangka Belitung 4.371 7.299 7.742 15.466 15.053 10.763 10.601 7.930 6.048 5.982 91.255

10 Kepulauan Riau 1.874 2.445 7.274 9.293 5.888 6.014 2.976 4.044 3.780 5.682 49.269

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 826 0 699 0 926 909 3.360

12 Jawa Barat 4.483 17.889 12.259 12.388 15.749 22.582 17.920 22.313 8.276 16.103 149.962

13 Jawa Tengah 20.100 40.419 52.616 63.401 67.609 86.746 62.973 79.801 42.496 85.616 601.776

14 D.I. Yogyakarta 2.349 1.822 4.441 1.419 4.236 1.641 6.646 5.649 3.142 10.806 42.151

15 Jawa Timur 64.295 129.533 166.336 172.098 186.089 223.517 201.740 177.914 122.526 186.736 1.630.784

16 Banten 914 931 2.721 1.041 1.193 1.923 1.309 832 601 576 12.042

17 Bali 747 801 2.664 3.704 3.180 4.937 5.468 3.296 3.610 5.345 33.752

18 Nusa Tenggara Barat 6.640 15.591 18.065 15.176 16.641 14.338 11.704 16.032 5.958 13.328 133.471

19 Nusa Tenggara Timur 14.376 19.175 19.574 23.801 28.403 24.348 19.218 16.095 11.863 25.076 201.931

20 Kalimantan Barat 63.342 105.007 123.777 143.895 117.865 99.339 79.627 65.768 43.984 60.377 902.980

21 Kalimantan Tengah 33.094 51.963 78.384 73.851 67.607 48.766 38.433 34.897 20.480 25.768 473.242

22 Kalimantan Selatan 28.946 38.690 56.403 51.957 45.877 42.784 35.506 25.518 18.156 17.425 361.262

23 Kalimantan Timur 10.388 20.135 23.906 26.545 16.797 18.638 15.202 10.152 5.281 7.973 155.019

24 Sulawesi Utara 2.860 7.689 8.669 14.462 10.369 14.061 12.763 11.552 11.796 15.228 109.447

25 Sulawesi Tengah 17.811 22.648 26.631 30.082 34.596 24.004 24.701 23.471 14.243 28.166 246.354

26 Sulawesi Selatan 20.595 26.253 28.786 32.609 35.624 28.250 21.798 21.612 16.139 36.137 267.800

27 Sulawesi Tenggara 16.011 13.843 21.590 21.912 18.141 16.374 15.644 13.398 11.850 18.059 166.821

28 Gorontalo 1.709 923 1.121 1.701 1.471 1.651 1.240 1.466 1.061 1.164 13.508

29 Sulawesi Barat 12.688 18.729 24.882 25.472 24.499 25.759 19.767 11.349 11.305 19.987 194.436

30 Maluku 3.791 4.161 8.090 7.273 7.963 5.241 4.124 3.418 3.809 4.615 52.487

31 Maluku Utara 8.973 12.620 14.823 17.313 16.350 11.212 11.119 9.938 5.952 7.336 115.637

32 Papua Barat 744 1.077 2.736 2.012 1.497 1.514 1.497 1.456 193 679 13.404

33 Papua 3.628 6.424 9.058 8.777 4.834 8.583 3.523 4.985 2.273 2.332 54.418

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

724.123 1.245.632 1.546.324 1.656.729 1.571.156 1.437.465 1.241.015 1.086.620 719.622 1.043.843 12.272.530

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi


Lampiran 50. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Perkebunan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 10.834 58.546 94.707 71.458 53.509 4.199 1.676 1.609 296.538

2 Sumatera Utara 67.560 252.970 459.885 352.752 204.285 74.609 6.428 4.958 1.423.447

3 Sumatera Barat 8.995 89.732 104.539 60.779 27.276 10.122 1.007 1.847 304.297

4 Riau 35.590 191.752 335.125 234.933 122.830 30.992 3.758 4.586 959.566

5 Jambi 24.394 145.717 230.765 108.075 53.953 14.911 1.640 3.563 583.018

6 Sumatera Selatan 41.481 362.916 578.548 293.971 154.083 25.315 6.711 3.548 1.466.573

7 Bengkulu 17.328 85.646 106.864 65.747 37.398 10.911 1.306 2.054 327.254

8 Lampung 22.187 193.388 346.059 206.587 80.622 36.918 3.288 1.279 890.328

9 Bangka Belitung 11.358 36.237 47.599 11.601 9.517 3.810 602 332 121.056

10 Kepulauan Riau 3.494 7.674 14.421 5.543 3.353 399 0 0 34.884

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 0 1.715 1.574 0 3.289

12 Jawa Barat 4.145 34.066 82.254 17.052 3.204 6.128 0 1.755 148.604

13 Jawa Tengah 35.016 165.932 276.458 59.685 16.719 10.859 1.391 731 566.791

14 D.I. Yogyakarta 2.591 9.930 10.297 10.569 3.288 3.634 0 552 40.861

15 Jawa Timur 310.247 362.002 559.112 233.598 70.175 14.533 1.291 2.489 1.553.447

16 Banten 1.782 8.554 18.466 4.090 1.679 0 0 0 34.571

17 Bali 6.754 14.090 26.810 12.535 9.283 3.677 1.058 0 74.207

18 Nusa Tenggara Barat 44.661 41.373 41.894 26.354 10.706 917 0 487 166.392

19 Nusa Tenggara Timur 11.439 47.426 116.357 17.592 12.699 3.759 964 1.213 211.449

20 Kalimantan Barat 76.092 238.487 302.322 126.337 69.376 10.858 2.808 1.364 827.644

21 Kalimantan Tengah 4.494 48.308 145.771 83.329 37.493 9.132 1.189 2.317 332.033

22 Kalimantan Selatan 7.144 80.951 120.062 57.924 25.156 8.022 1.717 572 301.548

23 Kalimantan Timur 6.856 18.784 44.806 24.293 13.425 5.707 1.982 1.171 117.024

24 Sulawesi Utara 792 23.062 27.136 18.163 10.198 2.810 719 551 83.431

25 Sulawesi Tengah 16.293 61.874 121.856 54.887 26.148 8.947 1.023 1.159 292.187

26 Sulawesi Selatan 31.784 67.128 87.699 52.313 32.490 7.154 2.804 917 282.289

27 Sulawesi Tenggara 13.078 37.429 64.923 37.950 24.570 4.781 712 1.539 184.982

28 Gorontalo 1.154 8.500 3.832 1.240 797 138 0 0 15.661

29 Sulawesi Barat 19.549 47.436 58.945 26.504 13.232 3.081 318 2.159 171.224

30 Maluku 2.308 11.506 26.968 9.003 8.483 953 0 212 59.433

31 Maluku Utara 5.236 31.431 54.942 34.405 14.100 1.687 485 93 142.379

32 Papua Barat 1.084 3.715 4.434 2.696 2.562 472 0 0 14.963

33 Papua 2.417 9.985 13.097 11.706 6.699 1.151 286 427 45.768

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

848.137 2.796.547 4.526.953 2.333.671 1.159.308 322.301 46.737 43.484 12.077.138

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Tingkat Pendidikan

Jumlah

Lampiran 51. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Perkebunan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 11.125 60.117 97.248 73.375 54.944 4.312 1.721 1.652 304.493

2 Sumatera Utara 62.961 235.749 428.579 328.739 190.378 69.530 5.990 4.620 1.326.547

3 Sumatera Barat 8.738 87.165 101.548 59.040 26.496 9.832 978 1.794 295.591

4 Riau 38.234 206.000 360.026 252.389 131.957 33.295 4.037 4.927 1.030.864

5 Jambi 23.632 141.163 223.554 104.698 52.267 14.445 1.589 3.452 564.799

6 Sumatera Selatan 43.045 376.596 600.355 305.052 159.891 26.269 6.964 3.682 1.521.853

7 Bengkulu 17.174 84.886 105.916 65.164 37.066 10.814 1.294 2.036 324.351

8 Lampung 21.415 186.663 334.025 199.403 77.818 35.634 3.174 1.235 859.368

9 Bangka Belitung 10.467 33.393 43.863 10.690 8.770 3.511 555 306 111.555

10 Kepulauan Riau 3.929 8.629 16.215 6.233 3.770 449 0 0 39.224

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 0 1.727 1.585 0 3.313

12 Jawa Barat 4.154 34.138 82.429 17.088 3.211 6.141 0 1.759 148.920

13 Jawa Tengah 35.363 167.575 279.195 60.276 16.885 10.967 1.405 738 572.403

14 D.I. Yogyakarta 2.636 10.104 10.477 10.754 3.345 3.698 0 562 41.575

15 Jawa Timur 314.512 366.979 566.799 236.810 71.140 14.733 1.309 2.523 1.574.804

16 Banten 1.255 6.024 13.005 2.880 1.182 0 0 0 24.347

17 Bali 5.194 10.836 20.618 9.640 7.139 2.828 814 0 57.068

18 Nusa Tenggara Barat 40.582 37.595 38.068 23.947 9.728 833 0 443 151.196

19 Nusa Tenggara Timur 11.304 46.867 114.986 17.385 12.549 3.715 953 1.199 208.957

20 Kalimantan Barat 78.351 245.568 311.298 130.088 71.436 11.180 2.891 1.404 852.216

21 Kalimantan Tengah 5.078 54.583 164.706 94.153 42.363 10.318 1.343 2.618 375.163

22 Kalimantan Selatan 7.618 86.319 128.024 61.765 26.824 8.554 1.831 610 321.545

23 Kalimantan Timur 7.557 20.705 49.388 26.777 14.798 6.291 2.185 1.291 128.991

24 Sulawesi Utara 866 25.231 29.688 19.871 11.157 3.074 787 603 91.278

25 Sulawesi Tengah 15.333 58.227 114.673 51.651 24.607 8.420 963 1.091 274.963

26 Sulawesi Selatan 31.239 65.978 86.196 51.416 31.933 7.031 2.756 901 277.451

27 Sulawesi Tenggara 12.617 36.110 62.636 36.613 23.704 4.613 687 1.485 178.466

28 Gorontalo 1.097 8.081 3.643 1.179 758 131 0 0 14.888

29 Sulawesi Barat 20.398 49.495 61.503 27.654 13.806 3.215 332 2.253 178.656

30 Maluku 2.217 11.053 25.906 8.648 8.149 915 0 204 57.093

31 Maluku Utara 4.885 29.321 51.254 32.096 13.154 1.574 452 87 132.823

32 Papua Barat 1.044 3.579 4.272 2.598 2.468 455 0 0 14.416

33 Papua 2.570 10.617 13.926 12.447 7.123 1.224 304 454 48.664

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

846.590 2.805.345 4.544.019 2.340.520 1.160.818 319.727 46.898 43.926 12.107.842

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2012*)

Tingkat Pendidikan

Jumlah


Lampiran 52. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Perkebunan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 11.355 61.363 99.265 74.897 56.084 4.401 1.757 1.686 310.808

2 Sumatera Utara 58.843 220.331 400.549 307.239 177.928 64.983 5.599 4.318 1.239.790

3 Sumatera Barat 8.538 85.168 99.222 57.688 25.889 9.607 956 1.753 288.820

4 Riau 40.939 220.573 385.496 270.244 141.292 35.650 4.323 5.275 1.103.792

5 Jambi 22.733 135.793 215.049 100.715 50.279 13.895 1.528 3.320 543.311

6 Sumatera Selatan 44.465 389.019 620.161 315.115 165.166 27.136 7.194 3.803 1.572.058

7 Bengkulu 16.974 83.899 104.684 64.406 36.635 10.688 1.279 2.012 320.577

8 Lampung 20.692 180.353 322.733 192.662 75.188 34.430 3.066 1.193 830.317

9 Bangka Belitung 9.525 30.389 39.918 9.729 7.981 3.195 505 278 101.520

10 Kepulauan Riau 4.408 9.681 18.193 6.993 4.230 503 0 0 44.008

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 0 1.740 1.597 0 3.336

12 Jawa Barat 4.167 34.244 82.683 17.141 3.221 6.160 0 1.764 149.380

13 Jawa Tengah 36.072 170.938 284.799 61.486 17.223 11.187 1.433 753 583.892

14 D.I. Yogyakarta 2.663 10.208 10.585 10.864 3.380 3.736 0 567 42.003

15 Jawa Timur 319.652 372.976 576.062 240.680 72.302 14.974 1.330 2.564 1.600.541

16 Banten 883 4.238 9.149 2.026 832 0 0 0 17.128

17 Bali 3.994 8.333 15.856 7.414 5.490 2.175 626 0 43.888

18 Nusa Tenggara Barat 37.718 34.941 35.381 22.257 9.042 774 0 411 140.525

19 Nusa Tenggara Timur 11.129 46.143 113.208 17.116 12.355 3.657 938 1.180 205.727

20 Kalimantan Barat 80.661 252.806 320.474 133.922 73.541 11.510 2.977 1.446 877.337

21 Kalimantan Tengah 5.714 61.420 185.336 105.946 47.669 11.611 1.512 2.946 422.153

22 Kalimantan Selatan 8.090 91.668 135.957 65.592 28.486 9.084 1.944 648 341.469

23 Kalimantan Timur 8.299 22.737 54.235 29.405 16.250 6.908 2.399 1.417 141.650

24 Sulawesi Utara 949 27.624 32.504 21.756 12.215 3.366 861 660 99.936

25 Sulawesi Tengah 14.487 55.014 108.347 48.802 23.249 7.955 910 1.031 259.794

26 Sulawesi Selatan 30.695 64.829 84.696 50.521 31.377 6.909 2.708 886 272.622

27 Sulawesi Tenggara 12.191 34.889 60.517 35.375 22.903 4.457 664 1.435 172.429

28 Gorontalo 1.044 7.692 3.468 1.122 721 125 0 0 14.172

29 Sulawesi Barat 20.725 50.290 62.492 28.099 14.028 3.266 337 2.289 181.527

30 Maluku 2.127 10.603 24.852 8.297 7.817 878 0 195 54.770

31 Maluku Utara 4.557 27.354 47.816 29.942 12.271 1.468 422 81 123.911

32 Papua Barat 1.007 3.450 4.118 2.504 2.380 438 0 0 13.897

33 Papua 2.724 11.251 14.758 13.191 7.549 1.297 322 481 51.573

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

848.020 2.820.220 4.572.561 2.353.146 1.164.974 318.163 47.186 44.394 12.168.663

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Tingkat Pendidikan

Jumlah

Lampiran 53. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Perkebunan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 11.548 62.407 100.953 76.170 57.038 4.476 1.787 1.715 316.094

2 Sumatera Utara 55.142 206.471 375.353 287.912 166.735 60.895 5.246 4.047 1.161.802

3 Sumatera Barat 8.404 83.832 97.665 56.783 25.483 9.456 941 1.726 284.288

4 Riau 43.703 235.464 411.521 288.489 150.830 38.057 4.615 5.631 1.178.310

5 Jambi 21.728 129.795 205.550 96.266 48.058 13.282 1.461 3.174 519.312

6 Sumatera Selatan 45.739 400.167 637.931 324.145 169.898 27.913 7.400 3.912 1.617.105

7 Bengkulu 16.734 82.710 103.201 63.493 36.116 10.537 1.261 1.984 316.036

8 Lampung 20.011 174.422 312.121 186.327 72.715 33.297 2.966 1.154 803.013

9 Bangka Belitung 8.562 27.316 35.881 8.745 7.174 2.872 454 250 91.255

10 Kepulauan Riau 4.935 10.839 20.368 7.829 4.736 564 0 0 49.269

11 DKI Jakarta 0 0 0 0 0 1.752 1.608 0 3.360

12 Jawa Barat 4.183 34.377 83.006 17.208 3.233 6.184 0 1.771 149.962

13 Jawa Tengah 37.177 176.174 293.522 63.369 17.751 11.529 1.477 776 601.776

14 D.I. Yogyakarta 2.673 10.244 10.622 10.903 3.392 3.749 0 569 42.151

15 Jawa Timur 325.692 380.024 586.947 245.227 73.669 15.257 1.355 2.613 1.630.784

16 Banten 621 2.980 6.432 1.425 585 0 0 0 12.042

17 Bali 3.072 6.409 12.194 5.701 4.222 1.672 481 0 33.752

18 Nusa Tenggara Barat 35.825 33.187 33.605 21.140 8.588 736 0 391 133.471

19 Nusa Tenggara Timur 10.924 45.291 111.119 16.800 12.127 3.590 921 1.158 201.931

20 Kalimantan Barat 83.018 260.195 329.841 137.837 75.691 11.846 3.064 1.488 902.980

21 Kalimantan Tengah 6.405 68.853 207.765 118.768 53.438 13.016 1.695 3.302 473.242

22 Kalimantan Selatan 8.559 96.981 143.837 69.394 30.138 9.611 2.057 685 361.262

23 Kalimantan Timur 9.082 24.883 59.353 32.180 17.784 7.560 2.626 1.551 155.019

24 Sulawesi Utara 1.039 30.253 35.598 23.827 13.378 3.686 943 723 109.447

25 Sulawesi Tengah 13.737 52.168 102.741 46.277 22.046 7.544 863 977 246.354

26 Sulawesi Selatan 30.153 63.683 83.198 49.628 30.822 6.787 2.660 870 267.800

27 Sulawesi Tenggara 11.794 33.754 58.549 34.224 22.158 4.312 642 1.388 166.821

28 Gorontalo 995 7.331 3.305 1.070 687 119 0 0 13.508

29 Sulawesi Barat 22.199 53.867 66.936 30.097 15.026 3.499 361 2.452 194.436

30 Maluku 2.038 10.161 23.816 7.951 7.492 842 0 187 52.487

31 Maluku Utara 4.253 25.527 44.622 27.943 11.452 1.370 394 76 115.637

32 Papua Barat 971 3.328 3.972 2.415 2.295 423 0 0 13.404

33 Papua 2.874 11.872 15.572 13.918 7.965 1.369 340 508 54.418

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

853.790 2.844.966 4.617.098 2.373.461 1.172.722 317.799 47.615 45.078 12.272.530

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2014*)

Tingkat Pendidikan

Jumlah


Lampiran 54. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Perkebunan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 58.791 70.365 7.373 63.745 19.744 76.520 296.538

2 Sumatera Utara 234.489 313.122 50.036 332.689 105.256 387.855 1.423.447

3 Sumatera Barat 109.175 61.104 10.500 29.226 30.357 63.935 304.297

4 Riau 237.034 159.379 47.045 215.770 91.832 208.506 959.566

5 Jambi 111.259 113.547 20.187 142.738 61.974 133.313 583.018

6 Sumatera Selatan 213.642 375.456 32.338 267.814 83.924 493.399 1.466.573

7 Bengkulu 48.503 101.942 4.182 38.431 23.639 110.557 327.254

8 Lampung 150.189 256.569 19.354 122.658 57.682 283.876 890.328

9 Bangka Belitung 26.746 28.549 1.822 27.324 8.024 28.591 121.056

10 Kepulauan Riau 15.266 3.077 631 7.255 3.306 5.349 34.884

11 DKI Jakarta 0 0 2.480 809 0 0 3.289

12 Jawa Barat 8.455 25.666 7.389 45.028 37.049 25.017 148.604

13 Jawa Tengah 37.447 144.505 9.507 51.119 127.274 196.939 566.791

14 D.I. Yogyakarta 1.129 17.985 0 552 3.749 17.446 40.861

15 Jawa Timur 36.170 529.666 47.812 112.392 259.189 568.218 1.553.447

16 Banten 2.327 5.160 1.163 6.007 14.752 5.162 34.571

17 Bali 5.919 27.660 618 3.097 8.240 28.673 74.207

18 Nusa Tenggara Barat 1.119 41.363 2.035 5.412 72.951 43.512 166.392

19 Nusa Tenggara Timur 28.729 82.556 693 2.373 9.448 87.650 211.449

20 Kalimantan Barat 169.025 243.106 9.675 82.806 11.142 311.890 827.644

21 Kalimantan Tengah 57.895 65.646 2.237 113.233 7.030 85.992 332.033

22 Kalimantan Selatan 54.875 77.913 3.663 63.786 7.693 93.618 301.548

23 Kalimantan Timur 26.242 16.152 4.448 52.584 2.668 14.930 117.024

24 Sulawesi Utara 20.010 14.372 3.798 7.971 21.668 15.612 83.431

25 Sulawesi Tengah 41.566 98.889 7.814 13.039 23.477 107.402 292.187

26 Sulawesi Selatan 38.207 116.612 2.808 7.890 4.033 112.739 282.289

27 Sulawesi Tenggara 16.048 71.491 2.303 9.484 4.357 81.299 184.982

28 Gorontalo 2.858 2.978 680 3.691 3.188 2.266 15.661

29 Sulawesi Barat 15.936 68.161 2.233 12.981 3.138 68.775 171.224

30 Maluku 16.866 18.605 148 654 2.121 21.039 59.433

31 Maluku Utara 33.067 42.745 2.704 3.245 14.563 46.055 142.379

32 Papua Barat 3.924 2.310 0 6.020 393 2.316 14.963

33 Papua 7.083 11.006 506 7.555 4.252 15.366 45.768

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Status Pekerjaan Utama

1.829.991 3.207.657 308.182 1.859.378 1.128.113 3.743.817 12.077.138

Lampiran 55. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Perkebunan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 60.368 72.253 7.571 65.455 20.274 78.573 304.493

2 Sumatera Utara 218.526 291.806 46.630 310.041 98.091 361.452 1.326.547

3 Sumatera Barat 106.051 59.356 10.200 28.390 29.488 62.106 295.591

4 Riau 254.646 171.221 50.541 231.802 98.655 223.999 1.030.864

5 Jambi 107.782 109.999 19.556 138.278 60.037 129.147 564.799

6 Sumatera Selatan 221.695 389.608 33.557 277.909 87.087 511.997 1.521.853

7 Bengkulu 48.073 101.038 4.145 38.090 23.429 109.576 324.351

8 Lampung 144.966 247.647 18.681 118.393 55.676 274.005 859.368

9 Bangka Belitung 24.647 26.308 1.679 25.179 7.394 26.347 111.555

10 Kepulauan Riau 17.165 3.460 710 8.158 3.717 6.015 39.224

11 DKI Jakarta 0 0 2.498 815 0 0 3.313

12 Jawa Barat 8.473 25.721 7.405 45.124 37.128 25.070 148.920

13 Jawa Tengah 37.818 145.936 9.601 51.625 128.534 198.889 572.403

14 D.I. Yogyakarta 1.149 18.299 0 562 3.815 17.751 41.575

15 Jawa Timur 36.667 536.948 48.469 113.937 262.752 576.030 1.574.804

16 Banten 1.639 3.634 819 4.231 10.389 3.635 24.347

17 Bali 4.552 21.272 475 2.382 6.337 22.051 57.068

18 Nusa Tenggara Barat 1.017 37.585 1.849 4.918 66.289 39.538 151.196

19 Nusa Tenggara Timur 28.390 81.583 685 2.345 9.337 86.617 208.957

20 Kalimantan Barat 174.043 250.324 9.962 85.264 11.473 321.150 852.216

21 Kalimantan Tengah 65.415 74.173 2.528 127.942 7.943 97.162 375.163

22 Kalimantan Selatan 58.514 83.080 3.906 68.016 8.203 99.826 321.545

23 Kalimantan Timur 28.925 17.804 4.903 57.961 2.941 16.457 128.991

24 Sulawesi Utara 21.892 15.724 4.155 8.721 23.706 17.080 91.278

25 Sulawesi Tengah 39.116 93.059 7.353 12.270 22.093 101.071 274.963

26 Sulawesi Selatan 37.552 114.613 2.760 7.755 3.964 110.807 277.451

27 Sulawesi Tenggara 15.483 68.973 2.222 9.150 4.204 78.435 178.466

28 Gorontalo 2.717 2.831 646 3.509 3.031 2.154 14.888

29 Sulawesi Barat 16.628 71.119 2.330 13.544 3.274 71.760 178.656

30 Maluku 16.202 17.872 142 628 2.037 20.210 57.093

31 Maluku Utara 30.848 39.876 2.523 3.027 13.586 42.964 132.823

32 Papua Barat 3.781 2.226 0 5.800 379 2.231 14.416

33 Papua 7.531 11.702 538 8.033 4.521 16.338 48.664

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2012*)

Status Pekerjaan Utama

1.842.272 3.207.051 309.038 1.879.253 1.119.785 3.750.444 12.107.842


Lampiran 56. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Perkebunan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 61.620 73.751 7.728 66.813 20.694 80.202 310.808

2 Sumatera Utara 204.235 272.722 43.580 289.764 91.676 337.813 1.239.790

3 Sumatera Barat 103.622 57.996 9.966 27.740 28.813 60.683 288.820

4 Riau 272.661 183.334 54.116 248.201 105.635 239.845 1.103.792

5 Jambi 103.682 105.814 18.812 133.017 57.753 124.234 543.311

6 Sumatera Selatan 229.008 402.461 34.664 287.077 89.960 528.887 1.572.058

7 Bengkulu 47.513 99.862 4.097 37.647 23.157 108.301 320.577

8 Lampung 140.066 239.275 18.049 114.390 53.794 264.742 830.317

9 Bangka Belitung 22.430 23.942 1.528 22.915 6.729 23.977 101.520

10 Kepulauan Riau 19.259 3.882 796 9.153 4.171 6.748 44.008

11 DKI Jakarta 0 0 2.516 821 0 0 3.336

12 Jawa Barat 8.499 25.800 7.428 45.263 37.242 25.148 149.380

13 Jawa Tengah 38.577 148.865 9.794 52.661 131.114 202.881 583.892

14 D.I. Yogyakarta 1.161 18.488 0 567 3.854 17.934 42.003

15 Jawa Timur 37.267 545.723 49.261 115.799 267.047 585.444 1.600.541

16 Banten 1.153 2.556 576 2.976 7.309 2.557 17.128

17 Bali 3.501 16.359 366 1.832 4.873 16.958 43.888

18 Nusa Tenggara Barat 945 34.933 1.719 4.571 61.610 36.748 140.525

19 Nusa Tenggara Timur 27.952 80.322 674 2.309 9.192 85.278 205.727

20 Kalimantan Barat 179.174 257.702 10.256 87.778 11.811 330.616 877.337

21 Kalimantan Tengah 73.609 83.464 2.844 143.967 8.938 109.332 422.153

22 Kalimantan Selatan 62.140 88.228 4.148 72.230 8.711 106.012 341.469

23 Kalimantan Timur 31.764 19.551 5.384 63.650 3.229 18.072 141.650

24 Sulawesi Utara 23.969 17.215 4.549 9.548 25.955 18.701 99.936

25 Sulawesi Tengah 36.958 87.926 6.948 11.593 20.874 95.495 259.794

26 Sulawesi Selatan 36.899 112.618 2.712 7.620 3.895 108.878 272.622

27 Sulawesi Tenggara 14.959 66.640 2.147 8.840 4.061 75.782 172.429

28 Gorontalo 2.586 2.695 615 3.340 2.885 2.051 14.172

29 Sulawesi Barat 16.895 72.262 2.367 13.762 3.327 72.913 181.527

30 Maluku 15.543 17.145 136 603 1.955 19.388 54.770

31 Maluku Utara 28.778 37.201 2.353 2.824 12.674 40.081 123.911

32 Papua Barat 3.644 2.145 0 5.591 365 2.151 13.897

33 Papua 7.981 12.402 570 8.513 4.791 17.315 51.573

Total Tenaga Kerja

Subsektor Perkebunan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Status Pekerjaan Utama

1.858.047 3.213.280 310.700 1.903.374 1.118.095

3.765.167 12.168.663

Lampiran 57. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Perkebunan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 62.668 75.005 7.859 67.949 21.046 81.566 316.094

2 Sumatera Utara 191.387 255.567 40.839 271.537 85.909 316.563 1.161.802

3 Sumatera Barat 101.996 57.086 9.810 27.304 28.361 59.731 284.288

4 Riau 291.069 195.711 57.769 264.957 112.766 256.037 1.178.310

5 Jambi 99.102 101.140 17.981 127.141 55.202 118.746 519.312

6 Sumatera Selatan 235.571 413.994 35.657 295.303 92.538 544.043 1.617.105

7 Bengkulu 46.840 98.447 4.039 37.114 22.829 106.767 316.036

8 Lampung 135.460 231.407 17.456 110.629 52.025 256.036 803.013

9 Bangka Belitung 20.162 21.521 1.373 20.598 6.049 21.553 91.255

10 Kepulauan Riau 21.561 4.346 891 10.247 4.669 7.555 49.269

11 DKI Jakarta 0 0 2.533 826 0 0 3.360

12 Jawa Barat 8.532 25.901 7.457 45.439 37.388 25.246 149.962

13 Jawa Tengah 39.758 153.425 10.094 54.274 135.130 209.095 601.776

14 D.I. Yogyakarta 1.165 18.553 0 569 3.867 17.997 42.151

15 Jawa Timur 37.971 556.035 50.192 117.987 272.092 596.506 1.630.784

16 Banten 811 1.797 405 2.092 5.138 1.798 12.042

17 Bali 2.692 12.581 281 1.409 3.748 13.041 33.752

18 Nusa Tenggara Barat 898 33.179 1.632 4.341 58.518 34.903 133.471

19 Nusa Tenggara Timur 27.436 78.840 662 2.266 9.023 83.705 201.931

20 Kalimantan Barat 184.411 265.235 10.556 90.343 12.156 340.280 902.980

21 Kalimantan Tengah 82.517 93.564 3.188 161.389 10.020 122.563 473.242

22 Kalimantan Selatan 65.742 93.342 4.388 76.417 9.216 112.157 361.262

23 Kalimantan Timur 34.762 21.396 5.892 69.657 3.534 19.777 155.019

24 Sulawesi Utara 26.250 18.854 4.982 10.457 28.425 20.480 109.447

25 Sulawesi Tengah 35.046 83.377 6.588 10.994 19.794 90.555 246.354

26 Sulawesi Selatan 36.246 110.627 2.664 7.485 3.826 106.953 267.800

27 Sulawesi Tenggara 14.472 64.472 2.077 8.553 3.929 73.317 166.821

28 Gorontalo 2.465 2.569 587 3.184 2.750 1.954 13.508

29 Sulawesi Barat 18.096 77.401 2.536 14.741 3.563 78.098 194.436

30 Maluku 14.895 16.431 131 578 1.873 18.580 52.487

31 Maluku Utara 26.856 34.716 2.196 2.636 11.828 37.405 115.637

32 Papua Barat 3.515 2.069 0 5.393 352 2.075 13.404

33 Papua 8.422 13.086 602 8.983 5.056 18.270 54.418

Total Tenaga Kerja

1.878.773 3.231.674 313.318 1.932.792 1.122.621 3.793.353 12.272.530

Subsektor Perkebunan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2014*)

Status Pekerjaan Utama


Lampiran 58. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Peternakan Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014

No.

Provinsi

2011 2012*) 2013*) 2014*)

1 Aceh 13.874 13.397 12.956 12.532

2 Sumatra Utara 46.787 48.470 49.309 49.291

3 Sumatera Barat 44.185 50.278 56.756 62.249

4 Riau 7.901 7.994 8.071 8.131

5 Jambi 9.518 9.251 8.337 6.954

6 Sumatera Selatan 5.194 5.256 5.207 5.054

7 Bengkulu 2.934 3.160 3.375 3.581

8 Lampung 150.948 151.437 151.615 151.680

9 Bangka Belitung 3.903 3.962 4.058 4.191

10 Kepulauan Riau 2.690 3.444 4.294 5.412

11 DKI 10.660 9.845 9.040 8.370

12 Jawa Barat 306.037 297.689 291.284 291.281

13 Jawa Tengah 832.193 787.184 868.095 964.835

14 DI. Yogyakarta 113.610 109.925 106.420 103.083

15 Jawa Timur 1.936.269 1.955.291 1.960.139 1.951.533

16 Banten 42.137 38.996 35.080 30.701

17 Bali 235.279 247.610 257.738 265.312

18 Nusa Tengagra Barat 177.904 183.529 184.723 180.637

19 Nusa Tenggara Timur 49.470 53.149 55.686 56.414

20 Kalimantan Barat 24.419 27.562 31.354 35.926

21 Kalimantan Tengah 5.742 6.337 6.628 6.353

22 Kalimantan Selatan 23.675 19.031 19.213 19.412

23 Kalimantan Timur 9.007 9.008 9.008 9.008

24 Sulawesi Utara 10.023 10.279 11.045 12.365

25 Sulawesi Tengah 11.072 10.992 11.059 11.265

26 Sulawesi Selatan 91.505 92.814 92.273 89.987

27 Sulawesi Utara 9.561 11.195 12.897 14.662

28 Gorontalo 1.134 1.280 1.409 1.502

29 Sulawesi Barat 14.423 18.960 24.660 31.760

30 Maluku 528 530 530 530

31 Maluku Utara 751 679 671 717

32 Papua Barat 1.815 1.455 1.182 972

33 Papua 9.065 8.971 8.741 8.341

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data mentah Sakernas (BPS) diolah Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

Tenaga Kerja

Pertanian

Proyeksi Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

4.204.213 4.198.960 4.302.854 4.404.039

Lampiran 59. Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Peternakan

Menurut Jenis Kelamin Tahun 2011 dan Proyeksinya Tahun 2012-2014 (Perkotaan+Perdesaan)

2011 2012*) 2013*) 2014*)

No.

Provinsi

Agustus Agustus Agustus Agustus

Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki

1 Aceh 2.760 11.114 2.665 10.732 2.577 10.379 2.493 10.039

2 Sumatera Utara 14.718 32.069 15.248 33.223 15.511 33.798 15.506 33.785

3 Sumatera Barat 14.051 30.134 15.989 34.289 18.049 38.708 19.796 42.454

4 Riau 4.016 3.885 4.063 3.931 4.102 3.968 4.133 3.998

5 Jambi 3.246 6.272 3.155 6.096 2.843 5.494 2.371 4.582

6 Sumatera Selatan 1.117 4.077 1.130 4.126 1.120 4.087 1.087 3.967

7 Bengkulu 582 2.352 627 2.533 670 2.706 710 2.871

8 Lampung 44.779 106.169 44.924 106.513 44.977 106.638 44.996 106.684

9 Bangka Belitung 2.275 1.628 2.310 1.653 2.365 1.693 2.443 1.748

10 Kepulauan Riau 609 2.081 780 2.664 972 3.322 1.225 4.187

11 DKI Jakarta 2.664 7.996 2.460 7.385 2.259 6.781 2.092 6.278

12 Jawa Barat 73.958 232.079 71.941 225.749 70.393 220.892 70.392 220.889

13 Jawa Tengah 352.286 479.907 333.233 453.951 367.484 500.611 408.436 556.399

14 D.I. Yogyakarta 60.634 52.976 58.667 51.258 56.797 49.623 55.016 48.067

15 Jawa Timur 940.866 995.403 950.109 1.005.182 952.465 1.007.674 948.283 1.003.250

16 Banten 7.378 34.759 6.828 32.168 6.142 28.938 5.376 25.325

17 Bali 129.507 105.772 136.295 111.316 141.869 115.868 146.038 119.274

18 Nusa Tenggara Barat 65.140 112.764 67.200 116.330 67.637 117.086 66.141 114.496

19 Nusa Tenggara Timur 21.737 27.733 23.353 29.795 24.468 31.218 24.788 31.626

20 Kalimantan Barat 7.037 17.382 7.943 19.620 9.035 22.318 10.353 25.573

21 Kalimantan Tengah 2.094 3.648 2.311 4.026 2.417 4.211 2.317 4.036

22 Kalimantan Selatan 9.029 14.646 7.258 11.773 7.327 11.886 7.403 12.009

23 Kalimantan Timur 1.187 7.820 1.187 7.821 1.187 7.821 1.187 7.821

24 Sulawesi Utara 1.874 8.149 1.922 8.357 2.065 8.980 2.312 10.053

25 Sulawesi Tengah 3.694 7.378 3.667 7.324 3.690 7.369 3.758 7.507

26 Sulawesi Selatan 33.719 57.786 34.201 58.613 34.002 58.271 33.160 56.827

27 Sulawesi Tenggara 2.756 6.805 3.227 7.968 3.718 9.179 4.226 10.435

28 Gorontalo - 1.134 - 1.280 - 1.409 - 1.502

29 Sulawesi Barat 8.945 5.478 11.759 7.201 15.294 9.366 19.697 12.063

30 Maluku - 528 - 530 - 530 - 530

31 Maluku Utara 149 602 135 544 133 538 142 575

32 Papua Barat 713 1.102 572 884 464 718 382 590

33 Papua 3.596 5.469 3.559 5.412 3.467 5.273 3.309 5.032

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

1.817.116 2.387.097 1.818.716 2.380.245 1.865.501 2.437.353 1.909.568 2.494.471

Sumber : BPS - Data mentah Sakernas (BPS) diolah Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi


Lampiran 60. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Peternakan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 2.392 1.724 502 278 2.598 674 1.345 1.384 1.335 1.642 13.874

2 Sumatera Utara 7.594 5.669 5.476 4.425 5.004 3.521 4.522 2.486 3.434 4.656 46.787

3 Sumatera Barat 5.828 2.362 4.544 6.700 3.299 4.392 5.177 3.398 2.580 5.905 44.185

4 Riau 333 0 651 1.287 1.578 1.222 933 292 664 941 7.901

5 Jambi 1.175 1.073 187 1.447 776 608 377 1.441 821 1.613 9.518

6 Sumatera Selatan 516 1.327 615 0 303 0 1.403 533 0 497 5.194

7 Bengkulu 1.240 0 97 355 301 181 351 57 49 303 2.934

8 Lampung 25.628 12.304 13.057 20.120 21.837 17.004 14.637 7.141 4.089 15.131 150.948

9 Bangka Belitung 0 242 77 552 446 638 410 475 493 570 3.903

10 Kepulauan Riau 0 249 273 1.068 84 68 326 425 27 170 2.690

11 DKI Jakarta 1.031 0 2.655 1.337 1.664 39 2.143 724 519 548 10.660

12 Jawa Barat 25.300 21.322 29.631 28.449 43.601 28.586 39.375 25.952 22.057 41.764 306.037

13 Jawa Tengah 65.061 48.076 53.337 73.051 86.545 82.951 93.870 89.823 69.951 169.528 832.193

14 D.I. Yogyakarta 4.554 2.388 5.004 7.969 12.709 14.244 15.490 13.394 8.838 29.020 113.610

15 Jawa Timur 139.487 135.258 170.816 196.342 222.431 223.248 205.997 184.347 147.299 311.044 1.936.269

16 Banten 7.050 722 5.155 5.089 1.707 6.598 4.434 3.455 2.061 5.866 42.137

17 Bali 15.136 13.371 17.191 21.785 27.337 26.693 21.527 24.958 19.662 47.619 235.279

18 Nusa Tenggara Barat 17.208 14.781 17.175 25.651 17.048 16.484 17.398 15.417 13.688 23.054 177.904

19 Nusa Tenggara Timur 5.787 4.313 4.057 4.870 4.618 4.430 4.905 2.875 5.451 8.164 49.470

20 Kalimantan Barat 3.508 465 3.437 4.068 1.019 2.617 1.745 2.286 1.714 3.560 24.419

21 Kalimantan Tengah 675 206 677 1.490 255 654 404 215 310 856 5.742

22 Kalimantan Selatan 2.444 644 3.992 3.506 4.463 1.121 1.957 2.178 752 2.618 23.675

23 Kalimantan Timur 0 823 2.652 1.768 863 703 284 491 535 888 9.007

24 Sulawesi Utara 251 0 783 1.374 1.358 879 880 1.054 1.168 2.276 10.023

25 Sulawesi Tengah 2.519 413 961 1.230 780 1.543 422 1.059 506 1.639 11.072

26 Sulawesi Selatan 10.404 7.692 8.603 8.920 8.631 11.782 7.221 9.708 5.327 13.217 91.505

27 Sulawesi Tenggara 2.880 959 733 530 445 539 818 695 655 1.307 9.561

28 Gorontalo 350 0 133 141 0 104 248 0 89 69 1.134

29 Sulawesi Barat 1.363 1.198 2.065 1.289 1.592 2.281 929 811 472 2.423 14.423

30 Maluku 0 0 0 165 0 144 0 0 0 219 528

31 Maluku Utara 93 0 66 173 166 0 0 0 80 173 751

32 Papua Barat 186 62 533 136 207 57 372 159 0 103 1.815

33 Papua 1.223 719 780 1.200 1.475 617 1.261 552 600 638 9.065

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

351.216 278.362 355.915 426.765

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Kelompok Umur

475.140 454.622 451.161 397.785 315.226 698.021

4.204.213

Lampiran 61. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Peternakan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 2.310 1.665 485 268 2.509 651 1.299 1.336 1.289 1.586 13.397

2 Sumatera Utara 7.867 5.873 5.673 4.584 5.184 3.648 4.685 2.575 3.558 4.824 48.470

3 Sumatera Barat 6.632 2.688 5.171 7.624 3.754 4.998 5.891 3.867 2.936 6.719 50.278

4 Riau 337 0 659 1.302 1.597 1.236 944 295 672 952 7.994

5 Jambi 1.142 1.043 182 1.406 754 591 366 1.401 798 1.568 9.251

6 Sumatera Selatan 522 1.343 622 0 307 0 1.420 539 0 503 5.256

7 Bengkulu 1.336 0 104 382 324 195 378 61 53 326 3.160

8 Lampung 25.711 12.344 13.099 20.185 21.908 17.059 14.684 7.164 4.102 15.180 151.437

9 Bangka Belitung 0 246 78 560 453 648 416 482 500 579 3.962

10 Kepulauan Riau 0 319 349 1.367 108 87 417 544 35 218 3.444

11 DKI Jakarta 952 0 2.452 1.235 1.537 36 1.979 669 479 506 9.845

12 Jawa Barat 24.610 20.740 28.823 27.673 42.412 27.806 38.301 25.244 21.455 40.625 297.689

13 Jawa Tengah 61.542 45.476 50.452 69.100 81.864 78.465 88.793 84.965 66.168 160.359 787.184

14 D.I. Yogyakarta 4.406 2.311 4.842 7.711 12.297 13.782 14.988 12.960 8.551 28.079 109.925

15 Jawa Timur 140.857 136.587 172.494 198.271 224.616 225.441 208.021 186.158 148.746 314.100 1.955.291

16 Banten 6.524 668 4.771 4.710 1.580 6.106 4.103 3.197 1.907 5.429 38.996

17 Bali 15.929 14.072 18.092 22.927 28.770 28.092 22.655 26.266 20.693 50.115 247.610

18 Nusa Tenggara Barat 17.752 15.248 17.718 26.462 17.587 17.005 17.948 15.904 14.121 23.783 183.529

19 Nusa Tenggara Timur 6.217 4.634 4.359 5.232 4.961 4.759 5.270 3.089 5.856 8.771 53.149

20 Kalimantan Barat 3.960 525 3.879 4.592 1.150 2.954 1.970 2.580 1.935 4.018 27.562

21 Kalimantan Tengah 745 227 747 1.644 281 722 446 237 342 945 6.337

22 Kalimantan Selatan 1.965 518 3.209 2.818 3.587 901 1.573 1.751 604 2.104 19.031

23 Kalimantan Timur 0 823 2.652 1.768 863 703 284 491 535 888 9.008

24 Sulawesi Utara 257 0 803 1.409 1.393 901 902 1.081 1.198 2.334 10.279

25 Sulawesi Tengah 2.501 410 954 1.221 774 1.532 419 1.051 502 1.627 10.992

26 Sulawesi Selatan 10.553 7.802 8.726 9.048 8.754 11.951 7.324 9.847 5.403 13.406 92.814

27 Sulawesi Tenggara 3.372 1.123 858 621 521 631 958 814 767 1.530 11.195

28 Gorontalo 395 0 150 159 0 117 280 0 100 78 1.280

29 Sulawesi Barat 1.792 1.575 2.715 1.694 2.093 2.998 1.221 1.066 620 3.185 18.960

30 Maluku 0 0 0 165 0 144 0 0 0 220 530

31 Maluku Utara 84 0 60 156 150 0 0 0 72 156 679

32 Papua Barat 149 50 427 109 166 46 298 127 0 83 1.455

33 Papua 1.210 712 772 1.188 1.460 611 1.248 546 594 631 8.971

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2012*)

Kelompok Umur

351.630 279.019 356.378 427.593 473.713 454.816

449.482 396.310 314.593 695.426 4.198.960


Lampiran 62. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Peternakan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 2.234 1.610 469 260 2.426 629 1.256 1.292 1.247 1.533 12.956

2 Sumatera Utara 8.003 5.975 5.771 4.664 5.274 3.711 4.766 2.620 3.619 4.907 49.309

3 Sumatera Barat 7.486 3.034 5.837 8.606 4.238 5.642 6.650 4.365 3.314 7.585 56.756

4 Riau 340 0 665 1.315 1.612 1.248 953 298 678 961 8.071

5 Jambi 1.029 940 164 1.267 680 533 330 1.262 719 1.413 8.337

6 Sumatera Selatan 517 1.330 616 0 304 0 1.406 534 0 498 5.207

7 Bengkulu 1.427 0 112 408 346 208 404 66 56 349 3.375

8 Lampung 25.741 12.358 13.115 20.209 21.934 17.079 14.702 7.173 4.107 15.198 151.615

9 Bangka Belitung 0 252 80 574 464 663 426 494 513 593 4.058

10 Kepulauan Riau 0 398 436 1.705 134 109 520 678 43 271 4.294

11 DKI Jakarta 874 0 2.252 1.134 1.411 33 1.817 614 440 465 9.040

12 Jawa Barat 24.080 20.294 28.203 27.078 41.499 27.208 37.477 24.701 20.994 39.751 291.284

13 Jawa Tengah 67.868 50.150 55.638 76.203 90.279 86.530 97.920 93.698 72.969 176.842 868.095

14 D.I. Yogyakarta 4.266 2.237 4.687 7.465 11.905 13.343 14.510 12.546 8.279 27.183 106.420

15 Jawa Timur 141.207 136.925 172.922 198.762 225.173 226.000 208.536 186.620 149.115 314.878 1.960.139

16 Banten 5.869 601 4.292 4.237 1.421 5.493 3.691 2.876 1.716 4.884 35.080

17 Bali 16.581 14.647 18.832 23.864 29.946 29.241 23.582 27.340 21.539 52.164 257.738

18 Nusa Tenggara Barat 17.868 15.348 17.833 26.634 17.701 17.116 18.065 16.008 14.213 23.938 184.723

19 Nusa Tenggara Timur 6.514 4.855 4.567 5.482 5.198 4.987 5.521 3.236 6.136 9.190 55.686

20 Kalimantan Barat 4.504 597 4.413 5.223 1.308 3.360 2.241 2.935 2.201 4.571 31.354

21 Kalimantan Tengah 779 238 781 1.720 294 755 466 248 358 988 6.628

22 Kalimantan Selatan 1.983 523 3.240 2.845 3.622 910 1.588 1.768 610 2.125 19.213

23 Kalimantan Timur 0 823 2.652 1.768 863 703 284 491 535 888 9.008

24 Sulawesi Utara 277 0 863 1.514 1.496 969 970 1.161 1.287 2.508 11.045

25 Sulawesi Tengah 2.516 413 960 1.229 779 1.541 421 1.058 505 1.637 11.059

26 Sulawesi Selatan 10.491 7.757 8.675 8.995 8.703 11.881 7.282 9.790 5.372 13.328 92.273

27 Sulawesi Tenggara 3.885 1.294 989 715 600 727 1.103 938 884 1.763 12.897

28 Gorontalo 435 0 165 175 0 129 308 0 111 86 1.409

29 Sulawesi Barat 2.330 2.048 3.531 2.204 2.722 3.900 1.588 1.387 807 4.143 24.660

30 Maluku 0 0 0 166 0 144 0 0 0 220 530

31 Maluku Utara 83 0 59 155 148 0 0 0 71 155 671

32 Papua Barat 121 40 347 89 135 37 242 104 0 67 1.182

33 Papua 1.179 693 752 1.157 1.422 595 1.216 532 579 615 8.741

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

360.489

Agustus 2013*)

Kelompok Umur

285.379 363.917 437.820 484.039 465.423 460.243

406.833 323.015 715.696 4.302.854

Lampiran 63. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Peternakan

Menurut Kelompok Umur Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60+ Jumlah

1 Aceh 2.161 1.557 453 251 2.347 609 1.215 1.250 1.206 1.483 12.532

2 Sumatera Utara 8.000 5.972 5.769 4.662 5.272 3.709 4.764 2.619 3.618 4.905 49.291

3 Sumatera Barat 8.211 3.328 6.402 9.439 4.648 6.188 7.294 4.787 3.635 8.319 62.249

4 Riau 343 0 670 1.324 1.624 1.258 960 300 683 968 8.131

5 Jambi 858 784 137 1.057 567 444 275 1.053 600 1.178 6.954

6 Sumatera Selatan 502 1.291 598 0 295 0 1.365 519 0 484 5.054

7 Bengkulu 1.514 0 118 433 367 221 428 70 60 370 3.581

8 Lampung 25.752 12.364 13.120 20.218 21.943 17.086 14.708 7.176 4.109 15.204 151.680

9 Bangka Belitung 0 260 83 593 479 685 440 510 529 612 4.191

10 Kepulauan Riau 0 501 549 2.149 169 137 656 855 54 342 5.412

11 DKI Jakarta 809 0 2.085 1.050 1.306 31 1.683 568 407 430 8.370

12 Jawa Barat 24.080 20.294 28.202 27.077 41.499 27.208 37.477 24.701 20.994 39.750 291.281

13 Jawa Tengah 75.431 55.739 61.838 84.695 100.339 96.172 108.832 104.140 81.100 196.549 964.835

14 D.I. Yogyakarta 4.132 2.167 4.540 7.231 11.531 12.924 14.055 12.153 8.019 26.331 103.083

15 Jawa Timur 140.587 136.324 172.163 197.890 224.184 225.008 207.621 185.800 148.460 313.496 1.951.533

16 Banten 5.137 526 3.756 3.708 1.244 4.807 3.231 2.517 1.502 4.274 30.701

17 Bali 17.068 15.078 19.385 24.566 30.827 30.100 24.275 28.144 22.172 53.698 265.312

18 Nusa Tenggara Barat 17.472 15.008 17.439 26.045 17.310 16.737 17.665 15.654 13.898 23.408 180.637

19 Nusa Tenggara Timur 6.599 4.918 4.626 5.554 5.266 5.052 5.594 3.279 6.216 9.310 56.414

20 Kalimantan Barat 5.161 684 5.057 5.985 1.499 3.850 2.567 3.363 2.522 5.238 35.926

21 Kalimantan Tengah 747 228 749 1.649 282 724 447 238 343 947 6.353

22 Kalimantan Selatan 2.004 528 3.273 2.875 3.659 919 1.605 1.786 617 2.147 19.412

23 Kalimantan Timur 0 823 2.652 1.768 863 703 284 491 535 888 9.008

24 Sulawesi Utara 310 0 966 1.695 1.675 1.084 1.086 1.300 1.441 2.808 12.365

25 Sulawesi Tengah 2.563 420 978 1.251 794 1.570 429 1.077 515 1.668 11.265

26 Sulawesi Selatan 10.231 7.564 8.460 8.772 8.488 11.587 7.101 9.547 5.239 12.998 89.987

27 Sulawesi Tenggara 4.416 1.471 1.124 813 682 827 1.254 1.066 1.004 2.004 14.662

28 Gorontalo 464 0 176 187 0 138 328 0 118 91 1.502

29 Sulawesi Barat 3.001 2.638 4.547 2.838 3.506 5.023 2.046 1.786 1.039 5.335 31.760

30 Maluku 0 0 0 166 0 144 0 0 0 220 530

31 Maluku Utara 89 0 63 165 158 0 0 0 76 165 717

32 Papua Barat 100 33 285 73 111 31 199 85 0 55 972

33 Papua 1.125 662 718 1.104 1.357 568 1.160 508 552 587 8.341

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

368.867 291.162

Agustus 2014*)

Kelompok Umur

370.983 447.281 494.292 475.543 471.044 417.342

331.263 736.263 4.404.039


Lampiran 64. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Peternakan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 484 3.714 3.400 4.040 1.900 214 0 122 13.874

2 Sumatera Utara 1.802 9.932 11.159 13.262 6.199 2.703 965 765 46.787

3 Sumatera Barat 1.148 12.812 10.398 6.886 7.289 4.363 557 732 44.185

4 Riau 88 1.706 1.698 2.426 1.659 324 0 0 7.901

5 Jambi 1.250 2.542 2.397 1.645 664 613 0 407 9.518

6 Sumatera Selatan 503 649 2.033 422 317 739 0 531 5.194

7 Bengkulu 0 918 587 696 650 83 0 0 2.934

8 Lampung 8.501 22.769 57.922 37.962 10.971 12.716 107 0 150.948

9 Bangka Belitung 0 1.806 1.344 148 0 457 0 148 3.903

10 Kep.Riau 197 425 610 581 877 0 0 0 2.690

11 DKI Jakarta 0 491 3.296 2.721 2.061 763 519 809 10.660

12 Jawa Barat 12.044 68.007 157.650 43.592 15.550 6.505 1.169 1.520 306.037

13 Jawa Tengah 105.097 211.054 329.753 134.272 26.376 20.839 3.332 1.470 832.193

14 DI Jogyakarta 17.512 27.220 33.813 15.328 9.856 7.255 954 1.672 113.610

15 Jawa Timur 387.780 477.805 755.631 219.177 55.840 32.387 3.022 4.627 1.936.269

16 Banten 2.734 11.991 16.480 8.202 922 1.808 0 0 42.137

17 Bali 52.515 64.518 64.108 33.167 13.267 5.696 1.042 966 235.279

18 Nusa Tenggara Barat 60.356 36.281 43.184 23.756 10.661 1.776 1.000 890 177.904

19 Nusa Tenggara Timur 4.660 13.043 18.379 6.817 3.834 1.911 372 454 49.470

20 Kalimantan Barat 3.147 9.370 4.617 4.096 2.269 607 292 21 24.419

21 Kalimantan Tengah 105 1.365 1.322 1.500 1.168 150 0 132 5.742

22 Kalimantan Selatan 1.779 4.238 9.808 4.595 1.678 1.274 0 303 23.675

23 Kalimantan Timur 187 1.167 2.767 2.892 1.265 580 0 149 9.007

24 Sulawesi Utara 0 962 2.301 2.908 2.716 647 237 252 10.023

25 Sulawesi Tengah 373 2.753 4.179 2.173 1.594 0 0 0 11.072

26 Sulawesi Selatan 14.119 20.398 28.117 13.337 9.680 4.606 425 823 91.505

27 Sulawesi Tenggara 361 1.604 3.260 2.320 1.616 0 0 400 9.561

28 Gorontalo 0 756 133 245 0 0 0 0 1.134

29 Sulawesi Barat 2.949 3.250 3.005 3.398 991 605 225 0 14.423

30 Maluku 0 0 181 38 165 144 0 0 528

31 Maluku Utara 0 146 83 259 90 0 0 173 751

32 Papua Barat 40 392 542 486 355 0 0 0 1.815

33 Papua 1.652 951 2.739 1.622 1.172 740 0 189 9.065

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data mentah Sakernas (BPS) diolah Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Tingkat Pendidikan

681.383 1.015.035 1.576.896 594.969 193.652 110.505

Jumlah

14.218 17.555 4.204.213

Lampiran 65. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Peternakan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 467 3.586 3.283 3.901 1.835 207 0 118 13.397

2 Sumatera Utara 1.867 10.289 11.560 13.739 6.422 2.800 1.000 793 48.470

3 Sumatera Barat 1.306 14.579 11.832 7.836 8.294 4.965 634 833 50.278

4 Riau 89 1.726 1.718 2.455 1.679 328 0 0 7.994

5 Jambi 1.215 2.471 2.330 1.599 645 596 0 396 9.251

6 Sumatera Selatan 509 657 2.057 427 321 748 0 537 5.256

7 Bengkulu 0 989 632 750 700 89 0 0 3.160

8 Lampung 8.529 22.843 58.110 38.085 11.007 12.757 107 0 151.437

9 Bangka Belitung 0 1.833 1.364 150 0 464 0 150 3.962

10 Kep.Riau 252 544 781 744 1.123 0 0 0 3.444

11 DKI Jakarta 0 453 3.044 2.513 1.903 705 479 747 9.845

12 Jawa Barat 11.715 66.152 153.350 42.403 15.126 6.328 1.137 1.479 297.689

13 Jawa Tengah 99.413 199.639 311.918 127.010 24.949 19.712 3.152 1.390 787.184

14 DI Jogyakarta 16.944 26.337 32.716 14.831 9.536 7.020 923 1.618 109.925

15 Jawa Timur 391.590 482.499 763.055 221.330 56.389 32.705 3.052 4.672 1.955.291

16 Banten 2.530 11.097 15.251 7.591 853 1.673 0 0 38.996

17 Bali 55.267 67.899 67.468 34.905 13.962 5.995 1.097 1.017 247.610

18 Nusa Tenggara Barat 62.264 37.428 44.549 24.507 10.998 1.832 1.032 918 183.529

19 Nusa Tenggara Timur 5.007 14.013 19.746 7.324 4.119 2.053 400 488 53.149

20 Kalimantan Barat 3.552 10.576 5.211 4.623 2.561 685 330 24 27.562

21 Kalimantan Tengah 116 1.506 1.459 1.655 1.289 166 0 146 6.337

22 Kalimantan Selatan 1.430 3.407 7.884 3.694 1.349 1.024 0 244 19.031

23 Kalimantan Timur 187 1.167 2.767 2.892 1.265 580 0 149 9.008

24 Sulawesi Utara 0 987 2.360 2.982 2.785 664 243 258 10.279

25 Sulawesi Tengah 370 2.733 4.149 2.157 1.582 0 0 0 10.992

26 Sulawesi Selatan 14.321 20.690 28.519 13.528 9.818 4.672 431 835 92.814

27 Sulawesi Tenggara 423 1.878 3.817 2.717 1.892 0 0 468 11.195

28 Gorontalo 0 853 150 276 0 0 0 0 1.280

29 Sulawesi Barat 3.877 4.272 3.950 4.467 1.303 795 296 0 18.960

30 Maluku 0 0 182 38 165 144 0 0 530

31 Maluku Utara 0 132 75 234 81 0 0 156 679

32 Papua Barat 32 314 435 390 285 0 0 0 1.455

33 Papua 1.635 941 2.711 1.605 1.160 732 0 187 8.971

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data mentah Sakernas (BPS) diolah Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

684.907 1.014.492 1.568.434

Agustus 2012*)

Tingkat Pendidikan

Jumlah

593.358 195.398 110.438 14.311 17.622 4.198.960


Lampiran 66. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Peternakan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 452 3.468 3.175 3.773 1.774 200 0 114 12.956

2 Sumatera Utara 1.899 10.467 11.761 13.977 6.533 2.849 1.017 806 49.309

3 Sumatera Barat 1.475 16.457 13.356 8.845 9.363 5.604 715 940 56.756

4 Riau 90 1.743 1.734 2.478 1.695 331 0 0 8.071

5 Jambi 1.095 2.226 2.099 1.441 582 537 0 356 8.337

6 Sumatera Selatan 504 651 2.038 423 318 741 0 532 5.207

7 Bengkulu 0 1.056 675 801 748 95 0 0 3.375

8 Lampung 8.539 22.870 58.178 38.130 11.020 12.772 107 0 151.615

9 Bangka Belitung 0 1.878 1.397 154 0 475 0 154 4.058

10 Kep.Riau 314 678 974 928 1.400 0 0 0 4.294

11 DKI Jakarta 0 416 2.795 2.308 1.748 647 440 686 9.040

12 Jawa Barat 11.463 64.729 150.050 41.491 14.800 6.191 1.113 1.447 291.284

13 Jawa Tengah 109.631 220.159 343.979 140.065 27.514 21.738 3.476 1.533 868.095

14 DI Jogyakarta 16.404 25.497 31.673 14.358 9.232 6.796 894 1.566 106.420

15 Jawa Timur 392.560 483.695 764.946 221.879 56.528 32.786 3.059 4.684 1.960.139

16 Banten 2.276 9.983 13.720 6.828 768 1.505 0 0 35.080

17 Bali 57.528 70.677 70.227 36.333 14.533 6.240 1.141 1.058 257.738

18 Nusa Tenggara Barat 62.669 37.672 44.839 24.667 11.070 1.844 1.038 924 184.723

19 Nusa Tenggara Timur 5.246 14.682 20.688 7.674 4.316 2.151 419 511 55.686

20 Kalimantan Barat 4.041 12.031 5.928 5.259 2.913 779 375 27 31.354

21 Kalimantan Tengah 121 1.576 1.526 1.731 1.348 173 0 152 6.628

22 Kalimantan Selatan 1.444 3.439 7.960 3.729 1.362 1.034 0 246 19.213

23 Kalimantan Timur 187 1.167 2.767 2.892 1.265 580 0 149 9.008

24 Sulawesi Utara 0 1.060 2.536 3.204 2.993 713 261 278 11.045

25 Sulawesi Tengah 373 2.750 4.174 2.170 1.592 0 0 0 11.059

26 Sulawesi Selatan 14.238 20.569 28.353 13.449 9.761 4.645 429 830 92.273

27 Sulawesi Tenggara 487 2.164 4.398 3.130 2.180 0 0 540 12.897

28 Gorontalo 0 940 165 305 0 0 0 0 1.409

29 Sulawesi Barat 5.042 5.557 5.138 5.810 1.694 1.034 385 0 24.660

30 Maluku 0 0 182 38 166 144 0 0 530

31 Maluku Utara 0 130 74 231 80 0 0 155 671

32 Papua Barat 26 255 353 317 231 0 0 0 1.182

33 Papua 1.593 917 2.641 1.564 1.130 714 0 182 8.741

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data mentah Sakernas (BPS) diolah Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Tingkat Pendidikan

699.696 1.041.559 1.604.502 610.380 200.657 113.320

Jumlah

14.869 17.871 4.302.854

Lampiran 67. Proyeksi Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Subsektor Peternakan

Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Tidak/Belum

Pernah

Sekolah

Tidak Tamat

SD

SD SLTP SMA SMK Diploma I/II/III

Universitas/

D IV

1 Aceh 437 3.355 3.071 3.649 1.716 193 0 110 12.532

2 Sumatera Utara 1.898 10.463 11.756 13.972 6.531 2.848 1.017 806 49.291

3 Sumatera Barat 1.617 18.050 14.649 9.701 10.269 6.147 785 1.031 62.249

4 Riau 91 1.756 1.747 2.497 1.707 333 0 0 8.131

5 Jambi 913 1.857 1.751 1.202 485 448 0 297 6.954

6 Sumatera Selatan 489 631 1.978 411 308 719 0 517 5.054

7 Bengkulu 0 1.121 716 850 793 101 0 0 3.581

8 Lampung 8.542 22.879 58.203 38.146 11.024 12.778 108 0 151.680

9 Bangka Belitung 0 1.939 1.443 159 0 491 0 159 4.191

10 Kep.Riau 396 855 1.227 1.169 1.764 0 0 0 5.412

11 DKI Jakarta 0 386 2.588 2.136 1.618 599 407 635 8.370

12 Jawa Barat 11.463 64.728 150.049 41.490 14.800 6.191 1.113 1.447 291.281

13 Jawa Tengah 121.848 244.694 382.312 155.673 30.580 24.161 3.863 1.704 964.835

14 DI Jogyakarta 15.889 24.698 30.680 13.908 8.943 6.583 866 1.517 103.083

15 Jawa Timur 390.837 481.572 761.588 220.905 56.280 32.642 3.046 4.663 1.951.533

16 Banten 1.992 8.737 12.007 5.976 672 1.317 0 0 30.701

17 Bali 59.218 72.754 72.291 37.401 14.961 6.423 1.175 1.089 265.312

18 Nusa Tenggara Barat 61.283 36.838 43.847 24.121 10.825 1.803 1.015 904 180.637

19 Nusa Tenggara Timur 5.314 14.874 20.959 7.774 4.372 2.179 424 518 56.414

20 Kalimantan Barat 4.630 13.785 6.793 6.026 3.338 893 430 31 35.926

21 Kalimantan Tengah 116 1.510 1.463 1.660 1.292 166 0 146 6.353

22 Kalimantan Selatan 1.459 3.475 8.042 3.768 1.376 1.045 0 248 19.412

23 Kalimantan Timur 187 1.167 2.767 2.892 1.265 580 0 149 9.008

24 Sulawesi Utara 0 1.187 2.839 3.587 3.351 798 292 311 12.365

25 Sulawesi Tengah 379 2.801 4.252 2.211 1.622 0 0 0 11.265

26 Sulawesi Selatan 13.885 20.060 27.651 13.116 9.519 4.530 418 809 89.987

27 Sulawesi Tenggara 554 2.460 4.999 3.558 2.478 0 0 613 14.662

28 Gorontalo 0 1.001 176 324 0 0 0 0 1.502

29 Sulawesi Barat 6.494 7.157 6.617 7.482 2.182 1.332 495 0 31.760

30 Maluku 0 0 182 38 166 144 0 0 530

31 Maluku Utara 0 139 79 247 86 0 0 165 717

32 Papua Barat 21 210 290 260 190 0 0 0 972

33 Papua 1.520 875 2.520 1.492 1.078 681 0 174 8.341

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data mentah Sakernas (BPS) diolah Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan : *) Angka Proyeksi

711.475 1.068.013 1.641.533

Agustus 2014*)

Tingkat Pendidikan

Jumlah

627.801 205.593 116.126 15.453 18.045 4.404.039


Lampiran 68. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Peternakan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2011 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 6.578 2.154 0 791 712 3.639 13.874

2 Sumatera Utara 17.009 5.373 873 13.483 1.716 8.333 46.787

3 Sumatera Barat 12.998 12.014 1.589 2.344 1.523 13.717 44.185

4 Riau 2.643 939 0 1.427 587 2.305 7.901

5 Jambi 1.632 1.793 87 2.070 0 3.936 9.518

6 Sumatera Selatan 1.759 880 59 1.865 0 631 5.194

7 Bengkulu 498 351 0 736 75 1.274 2.934

8 Lampung 20.026 51.848 2.175 8.599 918 67.382 150.948

9 Bangka Belitung 727 828 306 953 0 1.089 3.903

10 Kepulauan Riau 786 134 70 1.573 0 127 2.690

11 DKI Jakarta 4.271 724 809 2.970 0 1.886 10.660

12 Jawa Barat 68.937 83.503 6.196 58.283 12.558 76.560 306.037

13 Jawa Tengah 113.743 291.382 10.056 36.288 6.194 374.530 832.193

14 D.I. Yogyakarta 16.950 39.420 1.759 3.599 1.093 50.789 113.610

15 Jawa Timur 218.582 629.365 16.917 62.380 9.224 999.801 1.936.269

16 Banten 9.758 6.185 1.930 12.631 4.653 6.980 42.137

17 Bali 42.091 92.722 2.523 4.652 928 92.363 235.279

18 Nusa Tenggara Barat 22.132 72.985 257 3.125 4.271 75.134 177.904

19 Nusa Tenggara Timur 5.794 17.697 0 2.028 209 23.742 49.470

20 Kalimantan Barat 5.390 6.080 208 4.299 536 7.906 24.419

21 Kalimantan Tengah 978 1.236 390 1.172 114 1.852 5.742

22 Kalimantan Selatan 4.094 5.783 781 3.667 265 9.085 23.675

23 Kalimantan Timur 1.767 1.104 673 3.859 0 1.604 9.007

24 Sulawesi Utara 3.842 2.656 972 881 0 1.672 10.023

25 Sulawesi Tengah 2.961 2.352 634 487 1.129 3.509 11.072

26 Sulawesi Selatan 16.085 34.323 1.237 5.074 1.199 33.587 91.505

27 Sulawesi Tenggara 1.625 2.658 0 363 211 4.704 9.561

28 Gorontalo 405 246 0 0 133 350 1.134

29 Sulawesi Barat 3.313 4.951 0 0 0 6.159 14.423

30 Maluku 528 0 0 0 0 0 528

31 Maluku Utara 90 246 0 0 0 415 751

32 Papua Barat 186 691 0 264 0 674 1.815

33 Papua 2.184 2.248 0 289 91 4.253 9.065

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Agustus 2011

Status Pekerjaan Utama

610.362 1.374.871 50.501 240.152 48.339 1.879.988 4.204.213

Lampiran 69. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Peternakan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2012 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu Buruh

Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 6.352 2.080 0 764 688 3.514 13.397

2 Sumatera Utara 17.621 5.566 904 13.968 1.778 8.633 48.470

3 Sumatera Barat 14.790 13.671 1.808 2.667 1.733 15.608 50.278

4 Riau 2.674 950 0 1.444 594 2.332 7.994

5 Jambi 1.586 1.743 85 2.012 0 3.826 9.251

6 Sumatera Selatan 1.780 891 60 1.887 0 639 5.256

7 Bengkulu 536 378 0 793 81 1.372 3.160

8 Lampung 20.091 52.016 2.182 8.627 921 67.600 151.437

9 Bangka Belitung 738 841 311 967 0 1.106 3.962

10 Kepulauan Riau 1.006 172 90 2.014 0 163 3.444

11 DKI Jakarta 3.945 669 747 2.743 0 1.742 9.845

12 Jawa Barat 67.057 81.225 6.027 56.693 12.215 74.472 297.689

13 Jawa Tengah 107.591 275.623 9.512 34.325 5.859 354.274 787.184

14 D.I. Yogyakarta 16.400 38.141 1.702 3.482 1.058 49.142 109.925

15 Jawa Timur 220.729 635.548 17.083 62.993 9.315 1.009.623 1.955.291

16 Banten 9.031 5.724 1.786 11.689 4.306 6.460 38.996

17 Bali 44.297 97.582 2.655 4.896 977 97.204 247.610

18 Nusa Tenggara Barat 22.832 75.293 265 3.224 4.406 77.510 183.529

19 Nusa Tenggara Timur 6.225 19.013 0 2.179 225 25.507 53.149

20 Kalimantan Barat 6.084 6.863 235 4.852 605 8.924 27.562

21 Kalimantan Tengah 1.079 1.364 430 1.293 126 2.044 6.337

22 Kalimantan Selatan 3.291 4.649 628 2.948 213 7.303 19.031

23 Kalimantan Timur 1.767 1.104 673 3.859 0 1.604 9.008

24 Sulawesi Utara 3.940 2.724 997 904 0 1.715 10.279

25 Sulawesi Tengah 2.940 2.335 629 483 1.121 3.484 10.992

26 Sulawesi Selatan 16.315 34.814 1.255 5.147 1.216 34.067 92.814

27 Sulawesi Tenggara 1.903 3.112 0 425 247 5.508 11.195

28 Gorontalo 457 278 0 0 150 395 1.280

29 Sulawesi Barat 4.355 6.508 0 0 0 8.096 18.960

30 Maluku 530 0 0 0 0 0 530

31 Maluku Utara 81 222 0 0 0 375 679

32 Papua Barat 149 554 0 212 0 540 1.455

33 Papua 2.161 2.225 0 286 90 4.209 8.971

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2012*)

Status Pekerjaan Utama

610.333 1.373.875 50.064 237.777 47.922 1.878.989

4.198.960


Lampiran 70. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Peternakan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2013 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha

Dibantu

Buruh Tidak

Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Berusaha

Dibantu

Buruh

Tetap/Buruh

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 6.143 2.011 - 739 665 3.398 12.956

2 Sumatera Utara 17.926 5.663 920 14.210 1.809 8.782 49.309

3 Sumatera Barat 16.696 15.432 2.041 3.011 1.956 17.620 56.756

4 Riau 2.700 959 - 1.458 600 2.354 8.071

5 Jambi 1.429 1.570 76 1.813 - 3.447 8.337

6 Sumatera Selatan 1.763 882 59 1.870 - 633 5.207

7 Bengkulu 573 404 - 847 86 1.466 3.375

8 Lampung 20.115 52.077 2.185 8.637 922 67.680 151.615

9 Bangka Belitung 756 861 318 991 - 1.132 4.058

10 Kepulauan Riau 1.255 214 112 2.511 - 203 4.294

11 DKI Jakarta 3.622 614 686 2.519 - 1.599 9.040

12 Jawa Barat 65.614 79.478 5.897 55.473 11.953 72.869 291.284

13 Jawa Tengah 118.650 303.953 10.490 37.854 6.461 390.688 868.095

14 D.I. Yogyakarta 15.877 36.925 1.648 3.371 1.024 47.575 106.420

15 Jawa Timur 221.277 637.124 17.126 63.149 9.338 1.012.126 1.960.139

16 Banten 8.124 5.149 1.607 10.516 3.874 5.811 35.080

17 Bali 46.109 101.573 2.764 5.096 1.017 101.180 257.738

18 Nusa Tenggara Barat 22.980 75.783 267 3.245 4.435 78.014 184.723

19 Nusa Tenggara Timur 6.522 19.921 - 2.283 235 26.725 55.686

20 Kalimantan Barat 6.921 7.807 267 5.520 688 10.151 31.354

21 Kalimantan Tengah 1.129 1.427 450 1.353 132 2.138 6.628

22 Kalimantan Selatan 3.322 4.693 634 2.976 215 7.373 19.213

23 Kalimantan Timur 1.767 1.104 673 3.859 - 1.604 9.008

24 Sulawesi Utara 4.234 2.927 1.071 971 - 1.842 11.045

25 Sulawesi Tengah 2.957 2.349 633 486 1.128 3.505 11.059

26 Sulawesi Selatan 16.220 34.611 1.247 5.117 1.209 33.869 92.273

27 Sulawesi Tenggara 2.192 3.585 - 490 285 6.345 12.897

28 Gorontalo 503 306 - - 165 435 1.409

29 Sulawesi Barat 5.664 8.465 - - - 10.530 24.660

30 Maluku 530 - - - - - 530

31 Maluku Utara 80 220 - - - 371 671

32 Papua Barat 121 450 - 172 - 439 1.182

33 Papua 2.106 2.168 - 279 88 4.101 8.741

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

Agustus 2013*)

Status Pekerjaan Utama

625.878 1.410.704 51.171 240.813 48.283 1.926.006

4.302.854

Lampiran 71. Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama

Subsektor Peternakan Menurut Status Pekerjaan Utama Tahun 2014 (Perkotaan+Perdesaan)

No.

Provinsi

Berusaha

Sendiri

Berusaha Berusaha

Dibantu Dibantu

Buruh Tidak Buruh

Tetap/Buruh Tetap/Buruh

Tidak Dibayar

Dibayar

Buruh/

Karyawan

Pekerja

Bebas

Pertanian

Pekerja

Keluarga

Jumlah

1 Aceh 5.942 1.946 0 715 643 3.287 12.532

2 Sumatera Utara 17.919 5.661 920 14.205 1.808 8.779 49.291

3 Sumatera Barat 18.312 16.926 2.239 3.302 2.146 19.325 62.249

4 Riau 2.720 966 0 1.469 604 2.372 8.131

5 Jambi 1.192 1.310 64 1.512 0 2.876 6.954

6 Sumatera Selatan 1.712 856 57 1.815 0 614 5.054

7 Bengkulu 608 428 0 898 92 1.555 3.581

8 Lampung 20.123 52.099 2.186 8.641 922 67.709 151.680

9 Bangka Belitung 781 889 329 1.023 0 1.169 4.191

10 Kepulauan Riau 1.581 270 141 3.165 0 256 5.412

11 DKI Jakarta 3.353 568 635 2.332 0 1.481 8.370

12 Jawa Barat 65.613 79.477 5.897 55.473 11.953 72.869 291.281

13 Jawa Tengah 131.872 337.825 11.659 42.072 7.181 434.226 964.835

14 D.I. Yogyakarta 15.379 35.767 1.596 3.266 992 46.083 103.083

15 Jawa Timur 220.305 634.326 17.050 62.872 9.297 1.007.683 1.951.533

16 Banten 7.110 4.506 1.406 9.203 3.390 5.086 30.701

17 Bali 47.464 104.558 2.845 5.246 1.046 104.153 265.312

18 Nusa Tenggara Barat 22.472 74.106 261 3.173 4.337 76.288 180.637

19 Nusa Tenggara Timur 6.607 20.181 0 2.313 238 27.075 56.414

20 Kalimantan Barat 7.930 8.945 306 6.325 789 11.631 35.926

21 Kalimantan Tengah 1.082 1.368 431 1.297 126 2.049 6.353

22 Kalimantan Selatan 3.357 4.742 640 3.007 217 7.449 19.412

23 Kalimantan Timur 1.767 1.104 673 3.859 0 1.604 9.008

24 Sulawesi Utara 4.740 3.277 1.199 1.087 0 2.063 12.365

25 Sulawesi Tengah 3.013 2.393 645 495 1.149 3.570 11.265

26 Sulawesi Selatan 15.818 33.754 1.216 4.990 1.179 33.030 89.987

27 Sulawesi Tenggara 2.492 4.076 0 557 324 7.213 14.662

28 Gorontalo 536 326 0 0 176 464 1.502

29 Sulawesi Barat 7.295 10.902 0 0 0 13.562 31.760

30 Maluku 530 0 0 0 0 0 530

31 Maluku Utara 86 235 0 0 0 396 717

32 Papua Barat 100 370 0 141 0 361 972

33 Papua 2.010 2.068 0 266 84 3.913 8.341

Total Tenaga Kerja

Subsektor Peternakan

Sumber : BPS - Data Mentah Sakernas diolah oleh Pusdatin - Kementerian Pertanian

Keterangan :*) Angka Proyeksi

641.821

Agustus 2014*)

Status Pekerjaan Utama

1.446.226 52.396 244.716 48.692 1.970.190 4.404.039

More magazines by this user