KLIK - BPTP Yogyakarta

yogya.litbang.deptan.go.id

KLIK - BPTP Yogyakarta

PENGOLAHAN CRIPTNG PISANG DARI BEBERAPA JENIS PISANG

DAN ANALISA USAHA PENGOLAHANNYA

Balai Pengkajian Teknologi pertanian yogyakarta

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hasil panen produk pertanian merupakan bahan yang mudah rusak. Oleh

karena itu perlu dilakukan pqnanganan pasca panen dan pengolahan hasil panen

dengan baik sehingga produk yang dihasilkan dapat diterima konsumen dalam

negeri maupun luar negell:' Dalam era globalisasi, tuntutan dan kepedulian

konsumen sudah semakin meningkat. Pangan yang dikonsumsi tidak franya

terpenuhi jumlahnya tetapi juga harus berkualitas, bermutu, bergizi dan aman

dikonsumsi (Anonim., 2007).

Buah pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak

dijumpai di wilayah Indonesia. Penyebaran tanaman pisang merata di seluruh

wilayah, dengan nama yang berbeda-beda. Buah pisang yang merupakan buah

tropis, di lndonesia memiliki produksi yang cukup tinggi. Pada tahun 2003, produksi

buah pisang mencapai 4.177.155 ton sedangkan buah jeruk, mangga, durian dan

manggis masing-masing produksinya 1.529.825 ton; 1.526.474ton;741.g31

dan

79.073 ton. Melihat produksi buah pisang yang tinggi dibanding buah-buahan

lndonesia lainnya, maka buah pisang ini sangat berpotensi untuk diolah sehingga

dapat meningkatkan nilaitambah (Setiadjit

al.,20OS).

Jenis pisang yang umum dipakai sebagai bahan baku olahan, antara lain

pisang Kepok, pisang Raja, pisang Raja Nangka, pisang Tanduk, pisang uli, pisang

Raja Bandung (Santoso, 1995). Setiap jenis pisang memiliki sifat fisik maupun

kandungan kimia yang berbeda-beda yang sangat berpengaruh terhadap sifat fisik

maupun kimia produk olahannya.

Criping pisang adalah salah satu jenis produk olahan buah pisang yang umum

dikenal dan disukai masyarakat. Bahan baku yang digunakan dalam pengolahan

criping pisang adalah buah pisang mentah dengan tingkat kematangan 7Oo/o

(Anggrahini,2007). Pengolahan criping pisang sangat sederhana sehingga dapat

dilakukan dalam skala industri rumah tangga (home industry). Namun dalam

pengolahan harus memilih jenis pisang yang baik, yang dapat diterima konsumen,

dan secara ekonomis menguntungkan. Kualitas criping pisang selain ditentukan oleh

warna, aroma dan rasa juga sangat ditentukan oleh kerenyahan atau tekstur.

Kerenyahan criping pisang ditentukan oleh kandungan air. pada kadar air yang

rendah, teksturnyakan semakin renyah (Anggrahi ni, 2O07\. penelitian ini bertujuan


untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap criping pisang yang diolah dari

beberapa jenis pisang dan analisa usaha pengolahannya.

Manfaat dan Keu ntu n gan Teknologi

Pengolahan criping pisang dari beberapa jenis pisang ini memiliki manfaat dan

keuntungan, antara lain :

1, Penganekaragaman rasa criping pisang.

2.', Peningkatanilaitambah buah pisang yang memiliki harga jual rendah, seperti

' pisang Raja Bandung (Uter).

3. Menambah lapangan kerja baru, yaitu industriolahan criping pisang

DISKRIPSI/SPESI FIKASI LOKASI

Teknologi pengolahan kripik pisang ini telah diadaptasikan

Kelompok Tani

Ngudi Rukun, Dusun Ngasem, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten

Sleman. Kelompok Tani Ngudi Rukun adalah kelompok yang mengusahakan

budidaya berbagaijenis pisang. Selain itu, teknologi inijuga sudah diterapkan oleh

pengolah perorangan di Desa Kemejing, Karangmojo dan Pathuk Gunungkidulserta

di Glagahsari, Kota Yogyakarta. Teknologi yang dihasilkan ini dapat diterapkan juga

di lokasi-lokasi penghasil pisang atau bagi masyarakat yang ingin membuka usaha

pengolahan cripi ng pisang.

PENERAPAN TEKNOLOGI

Bahan dan Peralatan yang digunakan

Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat jenis buah

pisang, yaitu pisang Tanduk, pisang Kepok, pisang Raja Nangka dan pisang Raja

Bandung/Uter. Bahan-bahan lain yang digunakan adalah garam dapur, minyak

goreng, perisa dan kantong plastik sebagai bahan pengemas. Peralatan yang

digunakan dalam penelitian ini, antara lain wajan, kompor, pisau, baskom, perajang

cri pi ng/pasah dan peralata n u ntu k pe ng uj ia n organole pti k.

Pelaksanaan

Pengkajian pengolahan criping pisang ini dilaksanakan

Laboratorium Pasca

Panen dan Alsintan BPTP Yogyakarta. Buah pisang yang digunakan adalah buah

pisang dengan kematangan optimum namun kulit buah masih berwarna hijau.


Pembuatan criping pisang dilakukan dengan cara sebagaiberikut:

1. Preparasi dan pencucian.

Buah pisang dilepas dari tandan kemudian dicuci dengan air mengalir.

2. Pengupasandanpencucian.

Buah pisang yang telah dicuci, dikupaselanjutnya dicuci bersih.

3. Perajangan.

Perajangan dilakukan menggunakan alat perajang criping. Ketebalan irisan

buah pisang t 2 mm. Selama proses perajangan, sebaiknya irisan buah pisang

direndam dalam larutan garam 5o/o "e"t tidak terjadi perubahan warna menjadi

coklat.

4. Penggorengan.

lrisan buah pisang ditiriskan kemudian digoreng dalam minyak panas hingga

benruarna kekuningan. .

5. Pembumbuan.

Criping pisang dinginkan kemudian diberi bumbu berupa perisa. Bumbu perisa

yang dapat digunakan dan sudah diperdagangkan antara lain rasa keju, jagung

bakar, balado, barbeque.

6. Pengemasan.

Criping pisang dikemas dalam kantong plastik dengan ketebalan 0,g mm.

Criping pisang yang diperoleh diuji tingkat penerimaan konsumen dengan

metode kesukaan terhadap warna, aroma, kerenyahan/tekstur, rasa dan kesukaan

keseluruhan. Penilaian dilakukan dengan kisaranilai 1 = sangatidak suka hingga 5

= sangat suka (Resurreccion, l ggg). panelis yang digunakan adalah

karyawan/karyawati BPTP Yogyakarta sebanyak 60 orang. Rancangan penelitian

yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan ulangan sebanyak 4 kali

(Scheaffer et al., 1990).

HASIL PENERAPAN TEKNOLOGI

Rendemen Criping Pisang

Pada Tabel 1, dapat dilihat bahwa rendemen criping pisang tertinggi yaitu

criping pisang Tanduk (41,34%) dan terendah adalah criping pisang Kepok (2o,2g

%). Dengan demikian, total produksi per tahun untuk jenis pisang Tanduk juga lebih

tinggi dibanding jenis pisang yang lain dalam jumlah bahan baku yang sama. pisang

Kepok memiliki rendemen yang rendah disebabkan oleh kulit buah pisang Kepok

lebih tebaldibanding jenis pisang yang lain.


Tabel 1. Rendemen criping pisang daribeberapa jenis pisang

Jenis Pisang

Rendemen (%)

Pisang Tanduk 41,34

Pisang Raja Bandung 22,00

Pisang Raja Nangka 33,78

Pisang Kepok 24,29

Preferensi Konsumen

Preferensi konsumen terhadap produk olahan criping pisang ditentukan

dengan melakukan uji sifat organoleptik. Penilaian terhadap komponen organoleptik

dan tingkat penerimaan terhadap criping pisang dari empat jenis pisang disajikan

dalam Tabel 2 danTabel3.

Tabel2. Nilai kesukaan terhadap criping pisang dariempat jenis pisang

Jenis Pisang

Komponen

Warna Tekstur Aroma Rasa Kesukaan

Tanduk 3 3 3 3 3

Kepok 3 4 3 3 3

Raia BandunolUter 3 4 4 4 4

Raja Nangka 4 4 3 4 4

Keterangan:

Nilai 1 = sangattidaksuka; 2 = tidak suka; 3 = agak suka;4 = suka; 5 = sangat suka

Menurut Anggrahini (2007), kualitas criping pisang ditentukan oleh warna,

kerenyahan (tekstur), aroma dan citarasa. Warna criping pisang dari bahan baku

pisang Raja Nangka lebih disukai dibanding ketiga jenis pisang yang lain. Hal ini

disebabkan oleh criping pisang Raja Nangka berwarna kekuningan dan lebih

menarik sehingga lebih disukai. Criping pisang Raja Bandung memiliki warna agak

keputihan sehingga kurang menarik dan agak disukai. Namun kerenyahan atau

teksturnya disukai oleh konsumen.

Kerenyahan atau tekstur criping pisang Kepok dan Raja Nangka lebih disukai

dibanding criping pisang Tanduk. Criping pisang dari bahan baku pisang Raja

Bandung dan Raja Nangka memiliki rasa yang manis sehingga lebih disukai

dibanding criping pisang Tanduk dan Kepok. Begitu juga dengan penilaian secara

keseluruhan dari criping pisang Raja Bandung dan Raja Nangka lebih disukai

dibanding criping pisang Tandukdan Kepok.

Criping pisang Raja Nangka memilikitingkat penerimaan konsumen terhadap


warna (100%), rasa (81,25 o/o) dan tingkat penerimaan secara keseluruhan (Bl,25

%), lebih tinggi dibanding criping pisang Tanduk, Kepok dan Raja Bandung (Tabel 3).

Secara keseluruhan, tingkat penerimaan konsumen terhadap criping pisang Kepok

hanya mencapai50 %.

Tabel3. Persentase penerimaan terhadap criping pisang dari empat jenis pisang

Jenis Pisang

Komponen (%)

Warna Tekstur Aroma Rasa Kesukaan

Tanduk 50,00 50,00 62,50 62,50 62.50

Kepok 25,00 75,00 56,25 75,00 50,00

Raja BandunglUter 56,25 93,75 75,00 81,25 68,75

Raja Nangka 100,00 62,50 43,75 81,25 81,25

ANALISA USAHA PENGOLAHAN CRIPING PISANG

Analisa usaha pengolahan criping pisang dari beberapa jenis pisang disajikan

dalam Tabel 3. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa biaya produksi tertinggi untuk

pengolahan criping pisang adalah pada pengolahan criping pisang kepok. Hal ini

disebabkan oleh biaya bahan baku untuk pengolahan criping pisang kepok lebih

tinggi dibanding jenis pisang lainnya. Harga buah pisang Kepok per kilogram

mencapai Rp. 3.800,- sehingga dengan jumlah buah pisang yang diolah sama maka

biaya produksinya akan lebih tinggi. Selain itu, rendemen criping pisang Kepok lebih

rendah (20,29%) sehingga jumlah criping yang dihasilkan lebih sedikit. Dengan

demikian, harga jual criping pisang per kemasan juga lebih tinggi dibanding ketiga

jenis pisang lainnya. Pisang Raja Bandung atau yang dkenal dengan nama pisang

Uter memiliki harga yang jauh lebih murah (Rp. 1.700/kg) dan rendemen criping

pisang Raja Bandung cukup tinggi (22,00%o) sehingga masih layak dan

menguntungkan apabila diolah menjadi criping pisang.

Perhitungan keuntungan usaha pengolahan criping pisang ini sebesar 30

persen dari biaya produksi per tahun (Kaliky dan Wdodo, 2006). Berdasarkan

perhitungan, harga jual minimal untuk criping pisang Tanduk sebesar Rp.

4.3OO/kemasan; criping pisang Raja Bandung sebesar Rp.4.500/kemasan;

criping pisang Raja Nangka sebesar Rp. 4.9OO/kemasan; dan criping pisang Kepok

sebesar Rp. 7.500/kemasan dengan jumlah criping yang dikema sebanyak 250

g/kemasan. Keuntungan per tahun yang diperoleh terbesar pada pengolahan

criping pisang dengan bahan bakrr pisang Kepok yaitu sebesar Rp. 42.113.105,


namun harga jualcriping pisang Kepok jauh lebih tinggidibanding criping pisang dari

ketiga jenis pisang lainnya. Harga jual yang tinggi ini menyebabkan konsumen

kurang menerima criping pisang Kepol'. dengan tingkat penerimaan hanya sebesar

50%.

Criping pisang dengan bahan b'aku pisang Tanduk memiliki keuntungan

yang cukup besar(Rp a0.7a6.025) dengan hargajual yang rendah, hanya sebesar

Rp. 4.30O/kemasan. Walaupun menguntungkan, namun tingkat penerimaan

konsumen terhadap criping pisang Tanduk lebih rendah dibanding criping pisang

Raja Bandung dan criping pisang Raja Nangka yang keuntungan per tahun hanya

sebesarRp. 27.574.505 dan Rp. 37.959.785.

KESIMPULAN

Berdasarka n has i I penelitia n maka da pat disim pu rkan bahwa :

1. Rendemen criping pisang tertinggi yaitu 41 ,34 o/o untuk jenis pisang Tanduk

diikutidenganjenis pisang Raja Nangka 33,78 %; pisang Raja Bandung

22,00 o/o dan pisang Kepok 20,2g o/o.

2. Secara keseluruhan konsumen lebih menyukaicriping pisang Raja Nangka dan

Raja Ba nd u n g den ga n ti n g kat pen eri maan sebesa r 81,25 o/o dan 68,75 o/o .

3. Keuntungan terbesar pada usaha pengotahan criping pisang adalah pada

pengolahan criping pisang Kepok yaitu sebesar Rp. 42.113.105 diikuti dengan

pengolahan criping pisang Tanduk sebesar Rp 40.746.025; criping pisang

Raja Nagka Rp. 37.959.785 dan criping pisang Raja Bandung Rp. 27.s74.sos.

4. Dalam melakukan suatu usaha pengolahan, selain memperhitungkan segi

ekonomis juga harus memperhatikan tingkat penerimaan konsumen agar

usaha pengolahan bisa terus berjalan dan berkembang.

5. Teknologi pengolahan inidapatditerapkan didaerah-daerah penghasilpisang.


Tabel 4. Analisa usaha pengolahan criping pisang dari jenis pisang selama satu

tahun

Komponen

A. Biaya Tetap (modat peratatan)

Tanduk

3.349.000

Jenis pisang

Raja

Bandung

3.349.000

Raja

Nangka

3.349.000

Kepok

3.349.000

B. Biaya Tidak Tetap

l. Biaya produksi per tahun

- Bahan baku pisang

72.000.00040.800.00067.200.00091.200.000

- Minyak goreng (5 tt x 240 hr x Rp 9.000) 10.800.000 10.800.000 10.800.000 10.800.000

- Bumbu/perisa (0,5 kg x 240 hr x Rp 40.000) 4.800.000 4.800.000 4.800.000 4.80o.ooo

- Bakar, Minyak tanah (5 lt x 240 hr x Rp 2.600) 3.120.000

3.120.000 3.120.000 3.120.000

- Tenaga kerja (3 org x 240 hr x Rp 20.000) 14.400.000 14.400.000 14.400.000 14.400.000

t

- Pemeliharaan alat

250.000 250.000 250.000 250.000

- Listrik

500.000 500.000 500.000 500.000

- Transportasi

1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.OO0.0oo

- Kemasan

22.000.00014.520.00017.835.84013.391.400

il. Penyusutan alat

ilt.

Bunga Bank (18%) pertahun

+u.tts]

l

I

571.3201

464.175

571.320

464.175

571.320

46/,.175

szt.szo

Total Biaya (l + ll + ilt)

C. Produkd per tahun (kemasan)

(250 g/kemasanI

D. Harga luaf pioOufl femasan (Rp)

E. Penerimirn pe;hhnn tnpt

F. Keuntungin peitatrun npt

lI

r zg.gos.rss I 91.225.495120.s41.3351

140.496.895

:s.oeo,aol

I

26.4001 32.428,801

i I

43001

4.5001 4.9001 7.soo

170.65r.s201 118.800.0001 rse.sor.rzol 182.610.000

.t

40.746.025127.574.505137.959.7851

iii,.itti.ios,:

I

24.U8

Keterangan:

Kebutuhan bahan baku pisang selama satu tahun :

1' Pisang Tanduk = 24.000 kg x Rp 3.ooo = Rp. 72.000.000

2. PisangRajaBandung =24.0OQkgxRp

1.700=Rp.40.800.000

3. Pisang Raja Nangka = 24.000 kg x Rp 2.800= Rp. 67.200.000

4. Pisang Kepok = 24.000 kg x Rp 3.800= Rp. 91 .20O.OOO


DAFTAR PUSTAKA

Anggrahini, S., 2007. Teknologi Pengolahan Criping Pisang. Materi disampaikan

dalam acara Penyusunan Draft RKJM Produk Olahan Hortikultura (Criping

Pisang), Dinas Pertanian Propinsi Dll Yogyakarta.

Anonim, 2007. Kebijakan Mutu dan Standardisasi Pertanian. Materi disampaikan

dalam acara Penyusunan Draft RKJM Produk Olahan Hortikultura (Criping

Pisang), Dinas Pertanian Propinsi Dll Yogyakarta.

Kaliky, R. dan S. Wdodo, 2006. Analisis Kelayakan Finansial dan Ekonomi dalam

Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian. Brosur, BPTP Yogyakarta, 35

hal.

Resurrercion, A.V.A., 1998. Consumer Sensory Testing for Product Development.

Aspen Publisher, Inc., Maryland.

Santoso, H.8., 1995. Tepung Pisang. Kanisius, Yogyakarta, 28 hal.

Scheaffer, R.L., W. Mendenhalland Lyman Ott, 1990. Elemantary Survey Sampling.

PWS-KENT Publishing Co., Boston.

Setiadjit, L Agustinisari, Yulianingsih dan D.A. Setyabudi, 2005. Peranan Teknologi

Olahan Buah dalam Peningkatan Ekonomi lndonesia. Prosiding Seminar

Nasional Teknologi Inovatif Pasca Panen untuk Pengembangan Industri

Berbasis Pertanian, Buku l, BogorT-8 September2005.


LAMPIRAN

Perhitungan Analisa Usaha Pengolahan Criping Pisang dari Empat Jenis pisang

PISANG TANDUK

Ketentuan:

1. Harikerjapertahun =(5x4 x12)=240hari

2. Kapasitas produksi pertahun = 100 kg x 240 hari = 24.000 kg

3. Rendemen criping = 41,34o/o

4. Produksi pertahun =9.921,6 kg criping pisang

A Biaya Tetap

(Modal

Peralatan)

1 Timbangan

kodok

Volume

Harga

satuan

(Rp)

Jumlah

(Rp)

Umur

ekono

mis (th)

Nilai

ekonomis

(Rp)

C. Total biaya = Rp 129.334.175

+ Rp ST1.32O = Rp 129.905.495

D. Produksipertahun =9.921,6 kg = 39.696,4 kemasan (250g/kemasan)

D. Hargajualproduk =Rp4.3O0/kemasan

(keuntungan minimal30 % dari biaya produksi pertahun)

E. Penerimaan pertahun = 39.686,4 kemasan x Rp 4.300 = Rp 170.6s1

.s2o

F. Keuntungan pertahun = Rp 170.6s1.s20 - Rp 129.90s.49s = Rp 40.746.02s

Penyusutan

(Rp)

I 185.000 185.O00 10 50.000 134.990

2. Oven 1 200.000 200.000 5 50.000 30.000

3. waian 2 112.000 224.OOO 10 100.000 12.400

4. Kompor 2 250.000 500.000 10 150.000 35.000

6 Perajang 2 8s0.o00 1.700.000 7 200.o00 214.285

6. Pisau 4 4.500 18.000 0 o o

7. Sea/er 1 175.000 175.O00 4 25.000 37.500

8. Baskom 4 20.000 80.000 o o 0

9. Ember 4 38.000 152.OO0 0 0 o

10. Serok 4 10.o00 40.000 0 o o

11. lrig 5 15.O00 75.O00 0 o 0

Jumlah 3.349.000 464.175

Bunga Bank 18 % pertahun = 18o/ox Rp 3.174.000 = Rp S71.320

B Biaya Tidak Tetap (Biaya produksi per tahun) Jumlah (Rp)

1. Penyusutan 464.175

2. Bahan baku pisang (24.000 kg x Rp 3O0O) 72.000.000

3. Minyak goreng (5 lt x 24O hr x 9.000) 10.800.000

4. Bumbu/perisa (0,5 kg x 240 hr x Rp 40.000) 4.800.000

5. Bahan ba[ar minyak tanah (5 tt x 24O hr x Rp 2.600) 3.120.000

6. Tenaga kerja (3 org x 24O hr x Rp 20.000) 14.400.000

7. Pemeliharaan alat 250.000

B. Kemasan 22.OOO.000

L Listrik 500.000

10. Transportasi 1.000.000

Jumlah 129.334.175


PISANG RAJA BANDUNG

Ketentuan:

1. Hari kerja pertahun = (5 x4 x12)=249hari

2. Kapasitas produksi pertahun = 100 kg x 240 hari = 24.000 kg

3. Rendemen criPing =22o/o

4. Produksipertahun = 5.280 kg criping pisang

A Biaya Tetap

(Modal

Peralatan)

1. Timbangan

kodok

Volume

Harga

satuan

(Rp)

Jumlah

(Rp)

Umur Nilai

ekonomis ekonomis

(th) (Rp)

Penyusutan

(Rp)

I 185.000 185.000 10 50.000 134.990

2. Oven I 200.000 200.000 5 50.000 30.000

3. \Ahian 2 112.000 224.OOO 10 100.000 12.400

4. Kompor 2 250.000 500.000 10 150.000 35.000

5. Perajang 2 850.000 1.700.000 7 200.000 214.285

6. Pisau 4 4.500 18.000 0 0 0

7. Sea/er 175.000 175.000 4 25.000 37.500

B. Baskom 4 20.000 80.000 0 0 0

9. Ember 4 38.000 152.000 0 0 0

10. Serok 4 10.000 40.000 0 0 0

11. lrig 5 15.000 75.000 0 0 0

Jumlah 3.349.000 464.175

Bunga Bank 18 % per tahun = 18 % x Rp 3.174.000 = Rp 571 .320

B Biaya Tidak Tetap (Biaya Produksi per tahun)

Jumlah (Rp)

1. Penyusutan 464.175

2. Bahan baku pisang (24.000 kg x Rp 1.700) 40.800.000

3. Minyak goreng (5 lt x 24O hr x 9.000) 10.800.000

4. Bumbu/perisa (0,5 kg x 240 hr x Rp 40.000) 4.800.000

5. Bahan bakar minyak tanah (5 tt x 240 hr x Rp 2.600) 3.120.000

6. Tenaga kerja (3 org x 240 h r x Rp 20.000) 14.400.000

7. Pemeliharaan alat 250.000

L Kemasan {4,520.000

9. Listrik 500.000

10. Transportasi 1.000.000

Jumlah 90.654.175

C. Total biaya = Rp 90.654.175 + Rp 571 .32O= Rp 91 .225.495

D. Produksi pertahun = 5.280 kg = 26.400 kemasan (250 g/kemasan)

D. Hargajualproduk =Rp4.500/kemasan

(keuntungan minimal 30 % dari biaya produksi pertahun)

E. Penerimaan pertahun = 26.400 kemasan x Rp 4.500 = Rp 118.800.000

F. Keuntungan pertahun = Rp 118.800.000-Rp 91 .,225.495=Rp27.574.505


PISANG RAJA NANGKA

Ketentuan:

1. Harikerjapertahun -(5x4 x12)=240hari

2. Kapasitas produksi pertahun = 100 kg x 240 hari = 24.000 {rg

3. Rendemen criping = 337yo/o

4. Produksi pertahun = g1OT,2kg criping pisang

A Biaya Tetap

(Modal

Peralatan)

1. Timbangan

Volume Harga Jumlah Umur Nilai

satuan (Rp) ekonomis

Penyusutan

ekonomis

(Rp)

(th)

(Rp)

(Rp)

1 185.000 185.000 10 50.000 134.990

kodok

2. Oven 1 200.000 200.000 5 50.000 30.000

3. Wajan 2 112.000 224.OOO 10 100.000 12.400

4. Kompor 2 250.000 500.000 10 150.000 35.000

5. Perajang 2 850.000 1.700.000 7 200.000 214.285

6. Pisau 4 4.500 18.000 0 0 0

7, Sea/er 1 175.000 175.000 4 25.000 37.500

8. Baskom 4 20.000 80.000 0 0 0

9. Ember 4 38.000 152.000 0 0 0

10. Serok 4 10.000 40.000 0 0 0

11. lrig 5 15.000 75.000 0 0 0

Jumlah 3.349.000 464.175

Bunga Bank 18 % pertahun = 18o/oxRp3.174.000 = Rp571.320

B Biaya lldak Tetap (Biaya produksi per tahun) Jumlah (Rp)

1. Penyusutan

464.175

2. Bahan baku pisang (24.OOO kg x Rp 2.800) 67.200.000

3. Minyak goreng (5 lt x 240 hlx 9.OOO) 10.800.oo0

4. Bumbu/perisa (0,5 kg x Z4O hr x Rp 4OOOO) 4.800.000

5. Bahan bakar minyak tanah (5 lt x 24O hr x Rp 2.600) 3.120.0O0

6. Tenaga kerja (3 org x 240 h r x Rp 2O.OOO) 14.400.0O0

7. Pemeliharaan alqt 250.OOO

8. Kemasan

17.835.840

9. Listrik

500.o00

10. Transportasi

1.OOO.OOO

Jumlah

{ 20.370.015

c. Total biaya = Rp 120.370.015 + Rp sr1.g2o = Rp 120.941.335

D. Produksi pertahun = B.1OT,2kg= 32.429,g kemasan (250 g/kemasan)

D. Hargajualproduk =Rp4.gO0/kemasan

(Keuntungan mi ni mal sebesar 30 o/o danbiaya prod u ksi per tahun)

E. Penerimaan pertahun = 32.429,9 kemasan x Rp 4.900 = Rp 15g.901.120

F. Keuntungan pertahun = Rp 159.901.120 - R p 120.94L 335 = Rp 37.959.785


PISANG KEPOK

Ketentuan:

1. Hari kerja pertahun = (5 x 4 x 12) = 240 hari

2. Kapasitas produksi pertahun = 100 kg x 240 hari = 24.000 ko

3. Rendemen criping

= 20,29o/o

4. Produksipertahun

= 4.869,6 kg criping pisang

A Biaya Teta p

(Modal

Peralatan)

1 T'imbangan

kodok

Volume Harga Jumlah Umur Nilai Penyusutan

satuan (Rp) ekonomis ekonomis (Rp)

(Rp)

(th) (Rp)

1 185.000 185.000 10 50.000 134.990

2. Oven 1 200.000 200.000 5 50.000 30.000

3. Wajan 2 112.000 224.OOO 10 100.000 12.4oo

4. Kompor 2 250.000 500.000 10 150.000 35.000

5. Peraiano 2 850.000 1.700.000 7 200.000 214.285

6. Pisau 4 4.500 18.000 0 0 0

7. Sea/er 1 175.000 175.000 4 25.000 37.500

8. Baskom 4 20.000 80.000 0 0 0

9. Ember 4 38.000 152.000 0 0 0

10. Serok 4 10.000 40.000 0 0 0

11. lrig 5 15.OOO 75.000 0 0 0

Jumlah 3.349.000 464.175

Bunga Bank 18 % pertahun = 18o/ox Rp 3.1 z4.ooa= Rp 571.320

Biaya Tidak Tetap (Biaya proguksi per tahun)

Penyusutan

F.anan Uafu

k goreng (5 tt x 2ab nr x SOOO)

gumoulperisa(@

Bahan baka

Tenaga kerja (3 org x ZaO nix np ZOOOO)

eliharaan a

13.391.400

C. Total biaya = Rp 139.925.525 + Rp 571 .320 =Rp 140.496.895.

D. Produksi pertahun =4.869,6 kg= Z4Sqgkemasan (200g/kemasan)

D. Harga jualproduk = Rp 7.SO0/kemasan

(keuntu ngan mi nimar sebesar 30 o/o daribiaya produksi per tah un)

E. Penerimaanpertahun = 24.34}kemasanxRp7.500=Rp 1g2.61o.ooo

F. Keuntungan pertahun = Rp 182.610.000-Rp

140.496.895 = Rp42.113.105

More magazines by this user
Similar magazines