22.01.2014 Views

Prinsip dasar pemilihan katalis - Teknik Kimia UNDIP

Prinsip dasar pemilihan katalis - Teknik Kimia UNDIP

Prinsip dasar pemilihan katalis - Teknik Kimia UNDIP

SHOW MORE
SHOW LESS

Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!

Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.

(in CATALYST TECHNOLOGY Lecture )<br />

Instructor: Dr. Istadi<br />

(http://tekim.undip.ac.id/staf/istadi id/ )<br />

Email: istadi@undip.ac.id


Instructor’s t Background<br />

• BEng. (1995): Universitas Diponegoro<br />

• Meng. (2000): Institut Teknologi Bandung<br />

• PhD. (2006): Universiti Teknologi Malaysia<br />

• Specialization:<br />

• Catalyst Design for Energy Conversion<br />

• Process Design for Energy Conversion<br />

• Combustion Engineering<br />

• Computational Fluid Dynamic (CFD)


Hubungan Reaksi <strong>Kimia</strong> dan Katalis<br />

• bagaimanakah kita bisa tahu bahwa suatu <strong>katalis</strong> adalah<br />

baik dan cocok untuk suatu reaksi kimia<br />

• bagaimana cara menyelidiki sifat-sifat suatu <strong>katalis</strong><br />

• bagaimana cara membuat <strong>katalis</strong><br />

• bagaimana kita bisa tahu bahwa suatu <strong>katalis</strong> masih<br />

baik<br />

• apakah hubungan antara sifat-sifat <strong>katalis</strong> dengan<br />

kinerjanya dalam suatu reaksi kikimia<br />

i • bagaimanakah cara meregenerasi <strong>katalis</strong> agar bisa<br />

dipakai kembali<br />

• Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang timbul<br />

jika kita memikirkan tentang hubungan antara <strong>katalis</strong> dan<br />

reaksi kimia


ALIRAN FLUIDA<br />

AKTIFITAS TINGGI<br />

≅<br />

≅<br />

≅<br />

Distribusi aliran<br />

Penurunan tekanan yang<br />

rendah<br />

Kekuatan mekanik<br />

tuk<br />

Ukuran, Bentu<br />

Aktifitas<br />

≅<br />

≅<br />

≅<br />

Aktifitas bahan kimia<br />

Permukaan aktif spesifik<br />

yang tinggi<br />

Pellet berpori<br />

Kek<br />

ekuatan<br />

PELET<br />

KATALIS<br />

Porosita as<br />

Umur Panjang<br />

STABILITAS<br />

Tahan terhadap:<br />

- sintering<br />

- racun <strong>katalis</strong><br />

- fouling


Pertimbangan Komersialisasi Katalis<br />

• Terdapat banyak faktor yang menjadi pertimbangan oleh<br />

vendor <strong>katalis</strong> dalam rangka komersialisasi suatu<br />

<strong>katalis</strong>,<br />

• dan banyak data‐data eksperimen laboratorium<br />

diperlukan untuk mencapai kinerja <strong>katalis</strong> yang cukup<br />

menguntungkan untuk dikomersialisasikan.<br />

• Katalis untuk sebagian besar proses kimia dioptimasi<br />

ber<strong>dasar</strong>kan pada beberapa pertimbangan, seperti:<br />

• efisiensi proses,<br />

• komposisi umpan spesifik,<br />

• konfigurasi reaktor,<br />

• keselamatan (safety),<br />

• dan kinerja <strong>katalis</strong> untuk pemakaian jangka panjang atau<br />

stabilitas <strong>katalis</strong>.


<strong>Prinsip</strong>‐<strong>Prinsip</strong> Dasar Pemilihan Katalis<br />

• Pemilihan <strong>katalis</strong> komersial adalah suatu proses yang<br />

panjang, memerlukan beberapainformasiyang gpenting<br />

yang tidak hanya diperoleh melalui pengujian skala lab<br />

• Aktifitas, selektifitas, stabilitas, kekuatan mekanik dari<br />

<strong>katalis</strong> dan faktor harga atau biaya menjadi kriteria penting<br />

dalam <strong>pemilihan</strong> <strong>katalis</strong><br />

• Salah satu fitur paling penting dari sebuah <strong>katalis</strong> adalah<br />

kondisi proses<br />

• Dua parameter kunci di dalam desain <strong>katalis</strong> adalah<br />

temperatur dan tekanan (Jika sebuah <strong>katalis</strong> didesain untuk<br />

dioperasikanik padatekanan tinggi, i kemudian dioperasikanik<br />

pada tekanan 1 atm atau bahkan kondisi vakum, maka<br />

terjadilah penyimpangan hasil yang serius)


Komposisi Umpan<br />

• Komposisi umpan adalah sebuah parameter kunci dari suatu proses<br />

kimia.<br />

• Jumlah uap air di dalam dl umpan (misal steam reforming), rasioreaktan,<br />

dan/atau jenis bahan umpan dapat merupakan parameter kritis untuk<br />

kinerja sebuah <strong>katalis</strong>.<br />

• Penggunaan alternatif bh bahan umpan dan aliran recycle dapat<br />

menimbulkan racun bagi <strong>katalis</strong> dan mengakibatkan deaktivasi <strong>katalis</strong>.<br />

• Sebagai contoh, penggunaan umpan yang diambil dari beberapa lokasi<br />

(misalnya gas alam (LNG)) adalah dlhtidak dkkonsisten komposisinya yang<br />

sangat tergantung pada sumbernya. Komposisi etana, propana, atau<br />

butana adalah tidak sama untuk setiap lokasi, demikian juga dengan<br />

kandungan CO2 dan sulfurnya.<br />

• Namun demikian penggunaan campuran gas sintetik di laboratorium<br />

juga selalu tidak merepresentasikan kondisi umpan yang sebenarnya


Mekanisme Reaksi <strong>Kimia</strong><br />

• Bagaimana suatu proses sebenarnya beroperasi, menjadi<br />

parameter yang penting dalam <strong>pemilihan</strong> suatu <strong>katalis</strong>.<br />

• Dalam operasinya, terdapat beberapa interupsi proses yang<br />

terjadi karena penggantian umpan dengan bahan inert,<br />

perubahan temperatur dari temperatur operasi dan<br />

temperatur kamar, atau perubahan‐perubahan bahan<br />

baku.<br />

• Perubahan‐perubahan tersebut bisa menimbulkan deviasi<br />

kinerja <strong>katalis</strong>.<br />

• Katalis komersial biasanya sudah dikondisikan sedemikian<br />

rupa sehingga lebih tahan terhadap beberapa<br />

interupsi/deviasi kondisi operasi dari suatu proses


Catalyst Pretreatment<br />

• Catalyst pretreatment atau dengan kata lain aktifasi <strong>katalis</strong><br />

juga memegang peranan penting dalam proses katalitik.<br />

• Aktifasi <strong>katalis</strong> ini merupakan langkah akhir dari proses<br />

pembuatan <strong>katalis</strong>.<br />

• Katalis biasanya diaktifasi dengan menggunakan pereduksi<br />

atau pengoksidasi pada keadaan atmosfir, atau kadang‐<br />

kadang hanya dengan menaikkan temperatur saja.<br />

• Mengapa <strong>katalis</strong> perlu diaktifasi Katalis perlu diaktifasi<br />

salah satunyaadalahagar fitur‐fitur bilangan atau keadaan<br />

oksidasi dari komponen aktif dapat dikendalikan sesuai<br />

yang diinginkan


Aktifitas Katalis<br />

• Aktifitas <strong>katalis</strong> adalah sangat penting, yang biasa<br />

dinyatakan dengan laju reaksi per satuan volume <strong>katalis</strong><br />

yang terkait sekali dengan selektifitas <strong>katalis</strong>.<br />

• Aktifitas <strong>katalis</strong> tidak hanya menyangkut jumlah situs aktif<br />

di dalam <strong>katalis</strong>, namun juga aktifitas seluruh situs di<br />

dalam volume bahan.<br />

• Katalis biasanya dijual sesuai dengan ukuran reaktor<br />

tertentu, yang dinyatakan dalam volume spesifik (bukan<br />

massa spesifik).<br />

• Kinetika <strong>katalis</strong> tentunya juga penting yang tergantung<br />

kepada kondisi‐kondisi reaksi seperti tekanan, temperatur,<br />

laju pengadukan dan recycle, solvent, dan lain‐lain.<br />

• Perlu diingat bahwa laju reaksi total ditentukan dari<br />

komposisi <strong>katalis</strong>, bentuk/struktur <strong>katalis</strong>, porositas, dan<br />

bahan tambahan


Penggunaan Promoter<br />

• Promoter dapat memberikan tambahan kinerja <strong>katalis</strong> dengan memodifikasi <strong>katalis</strong> asal.<br />

• Promoter dapat berupa logam‐logam transisi atau logam mulia, ataupun anion‐anion<br />

yang aktif seperti sulfat untuk membuat <strong>katalis</strong> jadi bersifat asam.<br />

• Promoter tersebut menjadi bahan tambahan yang dapat :<br />

• menstabilisasi bilangan atau kekuatan oksidasi dari suatu <strong>katalis</strong>,<br />

• mengoptimalisasi fasa atau struktur aktif dari bahan penyusun <strong>katalis</strong>,<br />

• memberikan jalur alternatif untuk memfasilitasi reaksi,<br />

• mengubah konsentrasi keadaan oksidasi dari fase aktif <strong>katalis</strong>,<br />

• meningkatkan aktifitas atau selektifitas,<br />

• menambah kekuatan mekanik dan mencegah sintering,<br />

• meningkatkan luasan permukaan aktif dari <strong>katalis</strong>,<br />

• ataupun mengubah tektur <strong>katalis</strong>.<br />

• Proses penyiapan atau pembuatan <strong>katalis</strong> juga menentukan keaktifan dari promoter,<br />

misalnya dengan impregnasi, kopresipitasi, atau sol‐gel.<br />

• Promoter struktur tertentu dapat ditambahkan untuk mengendalikan porositas <strong>katalis</strong>,<br />

memaksimalkan jumlah situs aktif, dan mengontrol ukuran kristal.<br />

• Oksida asam juga dapat digunakan untuk menetralisasi komponen oksida basa di dalam<br />

<strong>katalis</strong>. Oksida‐oksida lainnya dapat juga mengendalikan struktur elektronik di situssitus<br />

aktif yang mempengaruhi proses adsorpsi reaktan ke permukaan situs aktif.


Umur Katalis<br />

• Salah satu faktor kunci kinerja <strong>katalis</strong> adalah umur <strong>katalis</strong>.<br />

• Kadang‐kadang engineers mengorbankan aktifitas dan<br />

selektifitas <strong>katalis</strong> dengan menggunakannya melewati<br />

umur <strong>katalis</strong>.<br />

• Pengujian‐pengujian laboratorium tidak bisa digunakan<br />

untuk menguji umur <strong>katalis</strong> nyata, paling tidak hanya bisa<br />

tahu kecenderungan dari umur <strong>katalis</strong>.<br />

• Kebanyakan <strong>katalis</strong> menunjukkan kehilangan aktifitas<br />

dengan berlangsungnya waktu operasi, tetapi biasanya<br />

operator mengkompensasi deaktifasi <strong>katalis</strong> dengan<br />

menaikkan temperatur atau memvariasi parameter‐<br />

parameter proses yang lain untuk mengubah yield produk.<br />

• Kadang‐kadang promoter yang digunakan untuk<br />

menaikkan kekuatan mekanik bahkan bisa memblok situs<br />

aktif yang ada


Bentuk Katalis<br />

• Bentuk <strong>katalis</strong> harus didesain agar bisa sesuai dengan ukuran reaktor.<br />

• Untuk reaktor fixed‐bed harus diusahakan agar penurunan tekanan<br />

sepanjang reaktor tidak terlalu besar dengan cara membuat <strong>katalis</strong><br />

dengan bentuk yang lebih langsing dan kecil dibandingkan dengan<br />

bentuk pelet.<br />

• Untuk hal ini terdapat kajian‐kajian yang berkaitan dengan external<br />

and internal diffusion limitation agar ukuran <strong>katalis</strong> bisa sesuai dengan<br />

ukuran reaktor tanpa mengorbankan penurunan tekanan.<br />

• Reaktor fluidized d bed bdmemerlukan bentuk<strong>katalis</strong> yang<br />

memungkinkan agar <strong>katalis</strong> mudah terfluidisasi, tentunya bentuk yang<br />

paling sesuai adalah bulat.<br />

• Penurunan porositas <strong>katalis</strong> juga mengakibatkan reaktan tidak bisa<br />

mencapai semua bagian <strong>katalis</strong> selama waktu tinggal di dalam reaktor,<br />

sehingga kekerasan pellet harus disesuaikan dengan porositas<br />

optimum


Biaya Fabrikasi Katalis<br />

• Biaya fabrikasi atau harga <strong>katalis</strong> juga merupakan parameter penting lainnya<br />

dalam <strong>pemilihan</strong> <strong>katalis</strong>.<br />

• Penggunaan logam‐logam mulia (seperti Pt, Rh, Ru, dan lain‐lain) mempunyai<br />

biaya fabrikasi lebih tinggi di atas level yang dapat diterima dibandingkan<br />

dengan logam‐logam transisi seperti Fe, Mn, Ti, dan lain‐lain.<br />

• Penggunaan <strong>katalis</strong> homogen mungkin bisa menaikkan aktifitas dan situs<br />

aktif, tetapi cenderung terdapat kesulitan dalam pemisahan dan perolehan<br />

kembali <strong>katalis</strong> setelah dipakai, sehingga juga bisa menaikkan biaya.<br />

• Aktifitas <strong>katalis</strong> biasanya tergantung pada densitas situs aktif (dispersi logam,<br />

kandungan logam, densitas situs asam, dan lain‐lain) yang bisa berkurang<br />

selama proses pembuatannya atau bahkan bisa menurunkan jumlah situs aktif<br />

per berat <strong>katalis</strong>.<br />

• Dalam hal ini tidak hanya jenis <strong>katalis</strong> saja yang menjadi bahan pertimbangan,<br />

tetapi juga bagaimana <strong>katalis</strong> itu digunakan dalam beberapa proses yang<br />

menentukan apakah <strong>katalis</strong> tersebut dapat diterima untuk menghasilkan suatu<br />

produk atau tidak

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!