MTQ ke-XXV Tingkat Prov. Jawa Timur 2013 di ... - Kemenag Jatim

jatim.kemenag.go.id

MTQ ke-XXV Tingkat Prov. Jawa Timur 2013 di ... - Kemenag Jatim

MTQ ke-XXV Tingkat Prov. Jawa Timur 2013 di Kota Surabaya

Saksikan Lomba lewat Video Live Streaming

Usai sudah pelaksanaan MTQ ke-

XXV Tingkat Prov. Jawa Timur 2013 di

Kota Surabaya yang diselenggarakan pada

17 – 25 Juni. Keluar sebagai Juara Umum

adalah Kafilah MTQ Kab. Gresik yang

mengumpulkan 5 Medali Emas, 3 Perak

dan 5 Perunggu, mengungguli Kab. Sidoarjo

yang pada event sebelumnya menjadi

Juara Umum dengan cuma mengumpulkan

5 Medali Emas, 1 Perak dan 5

Perunggu.

Jika dibandingkan dengan pelaksanaan

MTQ sebelumnya, MTQ di Surabaya

tampak lesu. Tidak tampak antusias

warga kota Surabaya menyambut event

besar ini. Keseriusan Pemerintah Kota

Surabaya dalam menyelenggarakan MTQ

kali juga banyak dipertanyakan peserta

MTQ. “Tadinya saya berharap MTQ di

sini lebih meriah, mengingat Surabaya kan

ibu kota Jawa Timur. Apalagi di sini dekat

dengan Pemprov. dan Kanwil Kemenag

Prov. Jatim,” ujar Nurul Hidayah,

M.Ag pembina dari Kafilah Kab. Tulungagung.

“Saya juga menyayangkan ketidakhadiran

Walikota Surabaya pada pembukaan

dan penutupan MTQ,” keluhnya.

Kurang seriusnya Pemkot Surabaya

menyelenggarakan gebyar MTQ kali

ini, juga bisa terlihat dari minimnya spanduk

atau baliho dari Pemkot Surabaya

sebagai dukungan warga Kota Surabaya

demi menyukseskan acara ini. Bahkan,

tak sedikit warga Kota Surabaya yang

tak tahu jika ada perhelatan akbar MTQ

di Kota Surabaya. Pembukaan MTQ di

16 MPA 322 / Juli 2013

Gor Gelora 10 November Tambaksari juga

sepi. Tribun sebesar itu pun kosong.

Yang tampak malah sampah kertas dan

plastik yang berserakan.

Beruntung, Pemprov. Jatim meresponnya

dengan cukup baik. Spanduk

bergambar Pak Dhe Karwo dan Gus Ipul

sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur,

Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul saat menyerahkan Piala Bergilir

kepada Kafilah Kab. Gresik yang meraih Juara Umum

Drs. H. Sudjak, M.Ag bersama Gubernur dan Sekdaprov. Jatim

membunyikan sirine tanda dibukanya MTQ Jatim ke-XXV di Surabaya

dengan tulisan Sukseskan MTQ di Surabaya

banyak terpasang di setiap instansi

pemerintah provinsi dan venue lomba.

Gubernur Jatim H. Soekarwo yang hadir

dan membuka perhelatan MTQ di Gor

Gelora 10 November Tambaksari, juga

menyambut baik event ini. Gubernur berharap,

lewat MTQ ini, Jawa Timur yang

merupakan gudang pesantren bisa

mengaktualisasikan nilai-nilai al-

Qur’an dalam kehidupan sehari.

“Dengan cahaya al-Qur’an, mari

kita wujudkan masyarakat Jawa

Timur yang berakhlak dan sejahtera,”

tukas Pak Dhe Karwo.

Cabang yang dilombakan

pada MTQ kali ini, adalah Tilawah

(MTQ) Golongan Tartil, Anakanak,

Remaja, Dewasa, Cacat Netra

dan Qiroa’t. Cabang Musabaqah

Hifdzil Qur’an (MHQ) Golongan

1 Juz dan Tiliawah, 5 Juz dan Tilawah,

10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz.

Cabang Tafsir Bahasa Indonesia,

Arab dan Inggris. Ada pula Cabang

Musabaqah Khat al-Qur’an

(MKQ) Golongan Naskah, Hiasan

Muskhaf dan Dekorasi. Selain itu,

juga ada Cabang Musabaqah Fahmil

Qur’an (MFQ), Musabaqah Syarhil

Qur’an (MSQ), dan Cabang

Musabaqah Makalah Ilmiah Al-

Qur’an (M2IQ). Sedangkan Venue


yang digunakan adalah Asrama Haji Sukolilo,

Masjid Nasional Al-Akbar, Islamic

Center, Gedung PKK, Gor Gelora 10

November Tambaksari, Bappeko dan

Graha Sawunggaling Pemkot. Letak venue

yang berjauhan juga sempat dikeluhkan

beberapa peserta, meski ia menyadari

bahwa hal itu bagian dari syiar dakwah.

MTQ kali ini dibuka dengan kegiatan

Pawai Ta’aruf dan Pameran Produk

Unggulan (18/6) di Gor Gelora 10 November

Tambaksari. Terpilih sebagai Juara

Pawai Ta’aruf adalah Banyuwangi,

Jember, Surabaya, Sumenep, Situbondo

dan Kota Madiun. Sementara untuk Juara

pameran produk unggulan, dimenangkan

oleh Sumenep, Lamongan, Banyuwangi,

Situbondo, Kota Madiun dan Jember.

Kurang meriahnya event MTQ kali

ini, juga diakui oleh Kepala Penaiszawa

Kanwil Kemenag Prov. Jatim Drs. H.

Moh. Fachrur Rozi, MHI. Dirinya juga

menyayangkan kurang all out nya Pemerintah

Kota Surabaya dalam menyelenggarakan

MTQ ini. “Saya kira, ekspektasi

warga Jatim dalam penyelenggaraan

MTQ kali ini cukup besar mengingat Surabaya

sebagai Jantung Ibu Kota Jawa

Timur. Maka wajar jika banyak yang

kecewa,” ujar lelaki kelahiran Pamekasan,

26 September 1962 ini.

Dirinya juga menyayangkan ketidakhadiran

Walikota Surabaya pada event

pembukaan dan penutupan MTQ, meski

dia juga menyadari bahwa tidak hadirnya

orang nomor satu di Kota Pahlawan itu

pasti ada alasan yang kuat. “Kecewa sih

sebenarnya. Tapi, kegiatan beliau kan juga

padat. Walau sebenarnya, semuanya bisa

diatur. Apalagi penunjukan Kota Surabaya

sebagai tuan rumah kan sudah sejak

dua tahun yang lalu,” katanya.

Meski terdapat banyak kekurangan

dan keluhan dari peserta, MTQ kali ini

sebenarnya meningkat dari sisi teknis pelaksanaan

lomba. Prosedur pendaftaran

peserta sudah dilakukan secara online.

“Hal ini mempercepat dan memudahkan

kita untuk proses verifikasi dan validasi

data,” terang Suami Hj. Luluk Masluchah,

SHI, M.Pd.I ini.

Pria yang juga menjabat sebagai

Ketua Koordinator Dewan Hakim pada

MTQ kali ini menjelaskan, proses penilaian

juga berbasis IT. “Jadi di setiap lomba,

Dewan Hakim akan ditemani oleh tenaga

IT untuk memasukkan nilai ke format

yang telah disediakan,” ujarnya. “Semua

nilai mulai babak penyisihan, semi

final dan final, langsung bisa dilihat di

web resmi MTQ. Jadi semuanya transparan,”

tandasnya.

Mantan Juara Nasional MTQ di

Lampung ini juga memaparkan, bahwa

setiap lomba juga bisa disaksikan secara

online melalui video live streaming. “Jadi

bagi masyarakat Jawa Timur, bahkan

yang berada di pelosok desa pun bisa menyaksikan,

asal ada fasilitas internet,” tuturnya

sambil menyunggingkan seutas senyum.

Untuk hal ini, dirinya bekerja sama

dengan server IT Kemenag Pusat.

Perhelatan akbar MTQ ke-XXV

Tingkat Prov. Jatim di Surabaya, akhirnya

resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Jatim

H. Saifullah Yusuf, (25/6), di Masjid

Nasional Al-Akbar. Ucapan terima kasih

disampaikan Gus Ipul atas partisipasi

semua pihak. Dan baginya, semua peserta

yang tampil adalah sang juara. “Oleh karena

itu sangat tidak adil jika hanya sebagian yang

mendapat hadiah,” ujarnya. “Karenanya,

setelah saya diskusikan dan kita hitung

dengan Sekdaprov dan Kakanwil Kemenag

Jatim, akhirnya kami putuskan untuk

memberi hadiah pada setiap peserta, yaitu

satu paket doa,” selorohnya disambut tawa

hadirin. “Sampai jumpa pada MTQ ke-

XXVI Prov. Jatim mendatang di

Banyuwangi,” tambahnya. • Ded

Matrix Kejuaraan MTQ ke-XXV Tingkat Prov. Jatim 2013 di Kota Surabaya

MPA 322 / Juli 2013

17

More magazines by this user
Similar magazines