Download PDF (10 MB) - DhammaCitta

dhammacitta.org
  • No tags were found...

Download PDF (10 MB) - DhammaCitta

8

“Always be a first-rate version of yourself, instead

of a second-rate version of somebody else” – Judy

Garland.

Yang dimaksud dengan bintang di sini,

bukanlah bintang sinetron, artis, atau Indonesian

Idol. Bintang di sini adalah bintang dalam pekerjaan

atau ‘ikon’ di bidang pekerjaan yang selalu dijadikan

prioritas utama oleh pimpinan untuk kenaikan

gaji/grade atau jabatan, dikarenakan kecerdasan,

keahlian, pandai bergaul, aktif, disiplin, loyalitas,

dan lain sebagainya. Nah, bagi Anda yang ingin

jadi bintang di tempat kerja, cobalah simak strategi

menjadi bintang di bawah ini:

1. Capital. Modal utama yang harus dimiliki adalah:

Positive thinking attitude: Segala sesuatu dilihat

dari kacamata putih, dan baik tidaknya

seseorang sangatlah ditentukan oleh apa yang

dikontribusikan.

Good performance: Begitu ketemu, langsung

menimbulkan kesan yang baik.

Education ‘knowledge is unlimited’: Proses

pembelajaran tanpa adanya batasan usia.

Socialization. Kemampuan bersosialisasi akan

membuat seseorang mampu beradaptasi

dengan siapapun. Aplikasikanlah dalam

aktivitas sehari–hari. “Be what you are. This is the

first step toward becoming better than you are” –

Julis Charles Hare.

2. Initiative. Pekerjaan apapun yang akan dikerjakan

haruslah sesuai dengan ‘job description’ dan

‘standard operational procedure’ yang benar.

Laksanakan semuanya dengan penuh inisiatif

dan profesionalisme yang tinggi untuk mencapai

sasaran yang telah ditargetkan. “Life is the sum of

all your choices” – Albert Camus.

3. Teamwork. Cara terbaik agar sukses meraih

sasaran adalah teamwork. Ibarat lidi, jika disatukan

akan mampu membersihkan kotoran/sampah.

Tanpa adanya teamwork maka beban kerja akan

semakin berat dan sukar direalisasikan. “The most

exhausting thing in life is being insincere” – Anne

Morrow Lindbergh.

4. Self Managing. Agar pengaturan diri bisa

optimal, pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan

kompetensi yang dimiliki agar mampu mencintai

Motivation & Management

Oleh Pdt. D.M. Peter Lim

pekerjaan yang dikerjakan. “It takes courage to

grow up and become who you really are” – E.E.

Cummings. Mampu mencintai pekerjaan yang

dikerjakan akan:

Membuat seseorang fokus dengan pekerjaannya

sehingga produktivitas kerja semakin

meningkat.

Membuat seseorang merasa bekerja bukan lagi

sebagai beban tetapi merupakan hobi.

Membuat seseorang berbuat yang terbaik

sehingga berprestasi dalam pekerjaannya.

Membuat seseorang rajin dan bersemangat

dalam menyelesaikan pekerjaannya.

5. Self Development. Mau menerima kritikan dan

saran serta selalu mengevaluasinya. Demi

pengembangan dan perbaikan, selalu siap sedia

mengadakan perubahan, walaupun tidak sesuai

dengan keinginan. Juga menyadari bahwa yang

terbaik bagi diri sendiri, belumlah tentu baik pula

bagi orang lain. “Wherever you go, go with all your

heart” – Confucius.

6. Wisdom. Setiap pikiran, ucapan, dan tindakan

badan jasmani atau perbuatan, telah tersaring

dengan baik sebelum diputuskan sehingga

hasilnya lebih konstruktif. Disamping itu, sanggup

memberikan solusi yang menguntungkan kedua

belah pihak. “How many cares one loses when one

decides not to be something, but to be someone” –

Gabrielle ‘Coco’ Chanel.

7. Adaptation. Setiap perusahaan memiliki ‘policy

and procedure’ yang berbeda, ikuti dan jangan

dilanggar walaupun Anda memiliki wewenang

atau authority, sehingga meningkatkan

pengembangan yang lebih baik. “We are what we

pretend to be, so we must be careful about what we

pretend to be” – Kurt Vonnegut.

8. Silence is gold. Ingat, mulutmu adalah harimaumu.

Bicarakanlah hal–hal yang sifatnya konstruktif

dan jangan sampai menyinggung perasaan orang

lain. “Never apologize for showing feeling. When

you do so, you apologize for the truth” – Benjamin

Disraeli.

Milikilah kedelapan strategi ini dan Anda pasti layak

menjadi bintang di manapun Anda bekerja.

Lumbini 35

More magazines by this user
Similar magazines