mvneun7

f.ancaw

mvneun7

DUEL POLISI VS TENTARA

PROTON:

MOBNAS ATAU

BUKAN

WASWAS

KOMJEN

BUWAS

EDISI 168 | 16 - 22 FEBRUARI 2015


DAFTAR ISI

EDISI 168 16 - 22 FEBRUARI 2015

TAP PADA KONTEN UNTUK MEMBACA ARTIKEL

FOKUS

KOMJEN BUWAS

BIKIN CEMAS

KEPALA BARESKRIM KOMJEN BUDI

WASESO, YANG MEMERINTAHKAN

PENYELIDIKAN TERHADAP

PIMPINAN KPK, MALAH MASUK

DAFTAR CALON KAPOLRI.

TERBELIT BANYAK MASALAH, TAPI

KARIERNYA TETAP MULUS.

NASIONAL

CRIME STORY

n TEROR DI KOMISI ANTIRASUAH

n ‘TURUN GUNUNG’ UNTUK ZULKIFLI

INTERNASIONAL

n PRIA NECIS ITU TERNYATA BEGAL

HUKUM

n SALING TUDING DI BENGKEL CAFE

EKONOMI

n PUKULAN TERAKHIR UNTUK ANWAR

n PRAJURIT ASING DI PERANG UKRAINA

n RAWABI JADI SANDERA NEGERI YAHUDI

INTERVIEW

n TONY KWOK: KPK TERBAIK KETIGA DI ASIA

KOLOM

n JALAN TENGAH JOKOWI

RUMAH

n MUNGIL RASA BESAR

INSPIRING PEOPLE

n PROGRAM MENIRU PROTON

n BUKAN TIMOR JILID II

n NGEBUT DIBAWA MAHATHIR

n KISAH DUA MOBIL NASIONAL

BISNIS

n MAL TUA BERSALIN RUPA

n MIMPI PUNYA BANK RAKSASA

BUKU

n SALAH JUDUL DALAM PRAM

LENSA

n TUKANG SULAP HUTAN MEGAMENDUNG

MUSIK

n BANJIR JAKARTA

PEOPLE

n SI MUDA BERSIASAT

FILM

n AL GHAZALI | RAYMOND SAPOEN | SONG JI-HYO

GAYA HIDUP

n FLAMBOYAN INGGRIS PALING GRES

n FILM PEKAN INI

n AGENDA

Cover:

Ilustrasi: Kiagus Auliansyah

@majalah_detik

majalah detik

n SI LUCU PENCABUT NYAWA

n BERBURU MASJID DI MANILA

n HOTEL TANPA KAMAR

Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad. Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti. Redaksi: Dimas Adityo, Irwan

Nugroho, Nur Khoiri, Sapto Pradityo, Sudrajat, Oktamandjaya Wiguna, Arif Arianto, Aryo

Bhawono, Deden Gunawan, Hans Henricus, Silvia Galikano, Nurul Ken Yunita, Kustiah, M

Rizal, Budi Alimuddin, Pasti Liberti Mappapa, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Bahtiar

Rifai, Jaffry Prabu Prakoso, Ibad Durohman, Aditya Mardiastuti. Bahasa: Habib Rifa’i,

Rahmayoga Wedar. Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo. Product

Management & IT: Sena Achari, Sofyan Hakim, Andri Kurniawan. Creative Designer: Mahmud Yunus,

Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum, Suteja, Mindra Purnomo, Zaki Al Farabi, Fuad Hasim,

Luthfy Syahban. Illustrator: Kiagus Aulianshah, Edi Wahyono.

Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769

Direktur Utama: Budiono Darsono Direktur: Nur Wahyuni Sulistiowati, Heru Tjatur, Warnedy Kritik dan Saran:

appsupport@detik.com Alamat Redaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya

No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email: redaksi@majalahdetik.com

Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.


LENSA

BANJIR JAKARTA

TAP UNTUK MELIHAT FOTO UKURAN BESAR

Hujan deras pada Senin (9/2) membuat sebagian wilayah Ibu Kota Jakarta banjir. Jalur utama, seperti di depan Istana Negara dan jalan

protokol, tak luput dari luapan air hujan.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


LENSA

Banjir menyisakan satu lajur di depan Mal Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta. (Rachman Haryanto/DETIKCOM)


LENSA

Sopir bajaj mendorong kendaraannya yang mogok akibat terjebak banjir di Jalan Medan Merdeka Utara. (Darren Whiteside/REUTERS)


LENSA

Petugas Satpol PP membantu mendorong pengendara sepeda motor yang mogok di depan Istana Negara, Jakarta. (Rachman Haryanto/

DETIKCOM)


LENSA

Sebuah Andong melintasi banjir di Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Darren Whiteside/REUTERS)


LENSA

Banjir merendam jalan di bundaran Bank Indonesia, Jakarta. (Zabur Karuru/ANTARAFOTO)


LENSA

Menggunakan gerobak, warga memberikan jasa mengangkut sepeda motor di Jalan S. Parman, Jakarta. (Lamhot Aritonang/DETIKCOM)


NASIONAL

TEROR DI KOMISI ANTIRASUAH

PRESIDEN MEMERINTAHKAN POLRI MENANGKAP PENEBAR TEROR TERHADAP PEGAWAI

DAN PENYIDIK KPK. KOMNAS HAM MENGGELAR PENYELIDIKAN.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Anggota Tim 9, Jimly

Asshiddiqie, menjawab

pertanyaan wartawan

setelah bertemu dengan

KPK, Jumat (13/2).

RACHMAN HARYANTO/DETIKCOM

SEORANG penyidik Komisi Pemberantasan

Korupsi curhat kepada Tim

9 yang menyambangi gedung KPK,

Jakarta, Rabu pekan lalu. Penyidik itu

mengaku diminta oleh pihak tertentu untuk

bersaksi dalam sidang praperadilan Komisaris

Jenderal Budi Gunawan. Di hadapan tim yang

dibentuk Presiden Joko Widodo untuk memberi

masukan terkait perseteruan KPK dengan

Kepolisian RI tersebut, ia juga mengaku ditekan.

Namun penyidik ini tak ingin menyampaikan

hal-hal yang diketahuinya sebagai saksi untuk

Budi Gunawan. Sebab, de ngan begitu, ia harus

mundur dari komisi antikorupsi tersebut.

Keterangannya bisa jadi akan digunakan untuk

memberatkan KPK, tempatnya bertugas saat

ini. Karena itu, di menit-menit terakhir, penyidik

yang berasal dari sebuah instansi penegak hukum

itu akhirnya menolak permintaan untuk

bersaksi di pengadilan.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Bambang Widjojanto,

Nurkholis

RACHMAN HARYANTO/DETIKCOM

Saat ditemui Tim 9, ia

didampingi seluruh pimpinan

komisi antirasuah

itu, yakni Ketua KPK

Abraham Samad serta

Wakil Ketua Bambang

Widjojanto, Zulkarnain,

dan Adnan Pandu Praja.

Sedangkan dari Tim 9,

hadir Jimly Asshiddiqie,

Tumpak Hatorangan

Panggabean, Bambang

Widodo Umar, Hikmahanto

Juwana, dan Imam

Prasodjo.

Tim yang diketuai

Ahmad Syafii Maarif itu

juga mendapat cerita soal adanya ancaman

teror yang dialami KPK. Ancaman juga dialami

staf dan pegawai struktural di KPK, bahkan

melebar hingga ke keluarga mereka. “Ancaman

ini sangat serius,” kata Bambang Widjojanto.

Ancaman itu berupa telepon dan pesan

singkat gelap hingga ancaman pembunuhan.

Bambang menilai ancaman tersebut bersifat

nasional, karena bisa mengganggu seluruh

upaya pemberantasan korupsi yang semestinya

bisa dilakukan optimal oleh KPK. Meski

hal serupa sering dialami KPK, ancaman kali

ini, menurut dia, merupakan sebuah rangkaian

proses yang sistematis.

“Kalau di satu negara demokratis ada orangorang

yang bertindak di luar aturan dan mengambil

tindakan teror, itu tidak bisa dibenarkan,”

tuturnya.

KPK memang tak tinggal diam. Ancaman ini

telah diinformasikan kepada Wakil Kepala Kepolisian

RI Komjen Badrodin Haiti. Adnan Pandu

Praja dan Zulkarnain telah menemui Badrodin.

Menurut Bambang, pimpinan Polri serius menanggapi

informasi itu dan akan mengambil

langkah tepat dan tegas. “Alhamdulillah, kami

mendapat jaminan dan kami percaya atas jaminan

yang diberikan Wakapolri,” ucapnya.

Bambang juga menyebut adanya panggilanpanggilan

terhadap pegawai struktural KPK,

yang disebutnya berasal dari penyidik Badan

Reserse Kriminal Polri. Namun, menurut dia,

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Polri tidak

pernah melakukan

tindakan yang

membahayakan

institusi lain.

Ronny F. Sompie

Wakapolri tidak mengetahui soal panggilan

tersebut.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga

menggelar penyelidikan atas dugaan intimidasi

dan teror yang dialami KPK setelah mendapat

laporan. Namun komisi itu belum bisa menyimpulkan

kebenarannya dan akan menyikapinya

secara hati-hati. “Semua harus didasarkan

fakta dan keterangan saksi,” kata komisioner

Komnas HAM, Nurcholis, Kamis, 12 Februari

lalu.

Adanya ancaman dan teror terhadap KPK

itu diakui Badrodin dapat mengganggu

hubungan antara KPK dan Polri. Sebab,

bisa saja ada pihak lain yang memanfaatkan

situasi. “Bisa saja yang menghendaki

(perseteruan KPK-Polri) ini

tidak selesai-selesai. Mungkin para

koruptor,” ujarnya di Markas Besar

Polri, Kamis pekan lalu.

Secara terpisah, Kepala Divisi Humas

Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Ronny

F. Sompie meminta agar Polri tidak dituding

sebagai penebar ancaman atau teror terhadap

KPK. Apalagi dengan mengaitkan hubungan

kedua instansi itu. “Jangan difitnah Polri itu

melakukan penggeledahan, te ror,” tuturnya.

“Polri tidak pernah melakukan tindakan yang

membahayakan institusi lain.”

Harapan senada dilontarkan anggota Komisi

Kepolisian Nasional, M. Nasser. Ia meminta

semua pihak, termasuk KPK, menghindari

pembentukan opini publik untuk berprasangka

kepada Polri. Kompolnas meminta KPK melaporkan

soal ancaman teror itu kepada Kepolisian

Daerah Metro Jaya.

“Karena, polisi yang tahu bagaimana mengatasi

teror, dan ancaman itu bisa diselesaikan

dengan cepat,” ucapnya.

Sebelum ancaman teror dialami penyidik dan

pegawai struktural di KPK, lembaga itu mengalami

“serangan” beruntun. Seluruh pimpinan

KPK, yang saat ini berjumlah empat orang,

telah dilaporkan ke polisi dengan beragam

tuduhan. Bambang Widjojanto adalah yang

pertama dilaporkan atas tuduhan kesaksian

palsu terkait sengketa pemilihan kepala daerah

Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Ketua KPK Abraham

Samad berjabat tangan

dengan Wakil Ketua KPK

Bambang Widjojanto

disaksikan Adnan Pandu

Praja (kiri) dan Zulkarnain

(kanan) saat melepas

Bambang yang akan

berangkat ke Mabes Polri

dari gedung KPK, Jakarta,

Selasa (3/2).

SIGID KURNIAWAN/ANTARA

Pelapornya adalah Sugianto Sabran.

Hanya dalam hitungan hari setelah dilaporkan,

Bambang ditetapkan sebagai tersangka,

dan ditangkap saat mengantar anaknya berangkat

ke sekolah pada 23 Januari lalu. Tangannya

diborgol saat dibawa ke Badan Reserse Kriminal.

Namun Bambang urung ditahan setelah

dua pimpinan KPK memberi jaminan.

Abraham Samad juga dilaporkan ke Bareskrim

terkait pertemuannya dengan Pelaksana

Tugas Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi

Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hasto

menyebut Samad menyodorkan diri sebagai

calon wakil presiden bagi Jokowi dalam pemilihan

presiden tahun lalu. Samad juga dilaporkan

soal kepemilikan senjata api tanpa izin serta

pemalsuan dokumen.

Adnan Pandu dilaporkan atas tuduhan perampasan

saham PT Daisy Timber. Saat itu Pandu

adalah kuasa hukum perusahaan tersebut.

Bareskrim sudah mengeluarkan surat perintah

penyidikan untuk kasus pertemuan Samad

dengan Hasto serta perkara Adnan Pandu. Namun,

hingga pekan lalu, belum ada penetapan

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Penyidik aktif KPK, Ibnu

C. Purba, berjalan ke

luar ruangan dengan

pengawalan setelah

mengikuti sidang

praperadilan tersangka

Komjen Budi Gunawan

sebagai saksi fakta di

Pengadilan Negeri Jakarta

Selatan, Kamis (12/2).

MUHAMMAD ADIMAJA/ANTARA

tersangka kasus tersebut.

Zulkarnain juga tak luput dilaporkan. Ia dituduh

menerima gratifikasi saat menjadi Kepala

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada 2008. Kasus

ini juga sudah naik ke tahap penyidikan. Belakangan,

Deputi Pencegahan KPK Johan Budi

dan mantan pimpinan KPK Chandra Hamzah

pun dilaporkan ke polisi.

Sejumlah kalangan menilai semua serangan

itu sulit dilepaskan dari langkah KPK menetapkan

Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka

kasus korupsi. Penetapan tersangka bagi

mantan ajudan presiden kelima RI Megawati

Soekarnoputri itulah yang saat ini digugat praperadilan

oleh pengacara Budi Gunawan.

Namun Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi

Waseso menyebut tidak ada kriminalisasi terhadap

pimpinan KPK. Meski begitu, penyidikan

terhadap para pimpinan KPK berjalan terus.

Soal kemungkinan polisi menjadikan Samad

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Aktivis Republik Aeng-aeng

memasang poster bertulisan

"Segera Tegas demi Rakyat"

di dekat foto Presiden-Wakil

Presiden di Solo, Jawa

Tengah, Rabu (11/2).

OLIVIA HARRIS /REUTERS

dan Adnan Pandu sebagai tersangka, menurut

Waseso, akan ditentukan oleh penyidik.

“Kalau penyidiknya langsung (menetapkan)

tersangka, ya silakan,” katanya di Mabes Polri,

Kamis pekan lalu. Waseso juga mengakui adanya

pemanggilan terhadap pegawai struktural

di KPK. Namun ia membantah jika dikatakan

pemanggilan itu terkait dengan kasus yang

menjerat para pimpinan KPK.

Adapun Presiden Jokowi mengatakan sudah

bertemu dengan pimpinan KPK dan Polri. Ia

pun memerintahkan Polri menangkap penebar

teror terhadap KPK tersebut. “Kalau betul ada

yang meneror, sudah, tangkap pelakunya!”

begitu kata Jokowi. n

JAFFRY PRABU P., ADITYA MARDIASTUTI, PRINS DAVID S. | DIM

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

‘TURUN GUNUNG’

UNTUK ZULKIFLI

PERTARUNGAN CALON KETUA UMUM PAN

MEMANAS. ZULKIFLI DIDUKUNG PARA MANTAN

KETUA UMUM. POSISI HATTA RAJASA MASIH KUAT.

DETIKFOTO

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Mantan Ketua Umum PAN

Sutrisno Bachir

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

BERTAHUN-TAHUN sudah Sutrisno

Bachir tak cawe-cawe di partai politik

yang melambungkan namanya.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional

periode 2005-2010 itu memilih berfokus di

dunia bisnis yang digelutinya sejak awal, pascalengser

sebagai orang nomor satu di partai

berlambang matahari terbit tersebut.

Bukan hanya absen di dunia politik, pria

kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, pada 10

April 1957 itu bahkan tak lagi mempunyai

hak suara di PAN di masa kepemimpinan

Hatta Rajasa. Sutrisno memang berbeda

pandangan politik dengan Menteri Koordinator

Perekonomian pada era Presiden

Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Perbedaan tersebut kian meruncing

setelah Hatta mengambil tampuk kepemimpinan

PAN dari tangan Sutrisno pada

kongres partai itu di Batam pada 2010. Di

era Hatta memimpin PAN, Sutrisno secara

mendadak menghibahkan

kantor Dewan Pimpinan Pusat

PAN kepada Pengurus Pusat

Muhammadiyah.

Gedung di Jalan Warung Jati Barat, Jakarta

Selatan, itu memang milik Sutrisno. Pengurus

PAN sempat terkejut oleh hibah tersebut karena

saat itu masih dipakai sebagai kantor partai.

Namun Hatta akhirnya mencari solusi de ngan

memindahkan kantor PAN ke gedung baru

di Jalan TB Simatupang, yang hanya berjarak

sekitar 5 kilometer dari kantor lama.

Sutrisno juga seakan menunjukkan dirinya

berseberangan dengan Hatta, yang saat

pemilihan presiden 2014 berpasangan dengan

calon presiden Prabowo Subianto. Sutrisno

terang-terangan mendukung pasangan Joko

Widodo dan Jusuf Kalla, yang tidak disokong

PAN.

Nah, menjelang Kongres IV PAN, yang akan

digelar 28 Februari hingga 2 Maret 2015 di

Bali, Sutrisno disebut-sebut “turun gunung”

mendukung Zulkifli Ha san. Zulkifli, yang kini

menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan

Rakyat, akan berhadapan dengan Hatta dalam

perebutan kursi Ketua Umum PAN 2015-2020.

Dalam menghadapi sang calon petahana,

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Zulkifli Hasan dalam

sebuah acara PAN di

Rusun Tambora, Jakarta,

2013.

HASAN/DETIKCOM

sejumlah politikus di kubu Zulkifli memang

pernah menyebut akan menggandeng para

tokoh senior partai itu yang sebelumnya meninggalkan

PAN. Salah satunya Sutrisno Bachir.

Sayangnya, Sutrisno masih enggan bicara. Ia

belum terang-terangan menyatakan dukungan

ke Zulkifli.

Saat dimintai konfirmasi majalah detik,

pengusaha bidang properti dan batik ini hanya

berkomentar singkat. “Yang lain saja dulu.

Aku belakangan (menanggapi),” kata Sutrisno

melalui pesan singkat.

Namun, menurut salah satu orang dekatnya,

politikus PAN, Totok Daryanto, Sutrisno

memang sudah memberikan dukungan kepada

Zulkifli. “Sutrisno Bachir percaya kepada

Zulkifli Hasan,” ujarnya. Menurut Totok, selain

berseberangan dengan Hatta, Sutrisno cocok

dengan gaya kepemimpinan Zulkifli, yang

dinilainya mirip dengan gaya Sutrisno saat

memimpin PAN.

“Model kepemimpinan yang egaliter, melayani,

mudah berhubungan dengan kader,

tidak membeda-bedakan. Itulah yang saat ini

dibutuhkan PAN,” tutur Totok.

Terjunnya Sutrisno mendukung Zulkifli membuat

pertarungan dua kandidat semakin seru.

Apalagi lawan yang dihadapi sangat tangguh,

yakni Hatta, bekas calon wakil presiden, dan

pernah menjabat menteri di Kabinet Indonesia

Bersatu Jilid I dan II. Saat ini saja dukungan terhadap

besan SBY itu terus mengalir. Sejumlah

petinggi partai itu berada dalam barisan pen-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Konsolidasi pemenangan

Hatta Rajasa untuk wilayah

timur Indonesia di Manado.

LAMHOT ARITONANG/DETIKFOTO

dukung Hatta. Sebut saja Wakil Ketua Umum

Dradjad Wibowo, Taufik Kurniawan, dan Bima

Arya.

Dalam acara deklarasi dukungan untuk Hatta

di Manado, Sulawesi Utara, Ahad, 8 Februari

lalu, Hatta setidaknya mengantongi 165 pemilik

hak suara yang hadir. Namun, untuk kembali

menjadi ketua umum di periode kedua, Hatta

harus meraup sedikitnya 300 suara. Sebab,

jumlah suara yang diperebutkan mencapai

596, terdiri atas Majelis Pertimbangan Partai

(2 suara), DPP (3 suara), serta dewan pimpinan

wilayah dan dewan pimpinan daerah dengan

585 suara serta organisasi otonomi partai (6

suara).

Meraup jumlah suara itu tak mudah. Apalagi

sedari awal Zulkifli didukung pendiri PAN yang

juga Ketua Majelis Pertimbangan Partai, Amien

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Ketua DPW PAN Nusa

Tenggara Timur Eurico

Guterres

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

Rais. Namun keberpihakan Amien dipersoalkan

kubu Hatta. Sebab, sebagai sesepuh PAN,

Amien semestinya netral, bukan mendukung

salah satu calon, sekalipun yang maju adalah

Zulkifli, yang berbesan de ngannya.

“Faktanya, Pak Amien sudah tidak netral. Pak

Amien sudah tidak lagi sebagai tokoh pemersatu,”

ucap Ketua DPW PAN Nusa Tenggara

Timur Eurico Guterres. Bekas pejuang prointegrasi

di Timor Timur itu juga menilai

ketokohan Amien sudah surut.

Serangan ke Amien itu pun menuai

reaksi keras. Sebanyak 13 ketua DPD

PAN se-Nusa Tenggara Timur yang

berada di kubu Zulkifli langsung menyatakan

mosi tidak percaya terhadap

Eurico. Mosi tidak percaya digalang

di tengah konsolidasi tim pemenangan

Zulkifli Hasan seluruh

wilayah timur Indonesia di Hotel

Lombok Jaya, Mataram,

Nusa Tenggara Barat, Senin

pekan lalu.

Adapun Totok Daryanto,

yang ditemui pekan lalu, menyatakan, yang

menyebut Amien Rais semestinya tidak berpihak

adalah orang yang tak mengerti sejarah

PAN. “Amien Rais justru diharapkan memberi

saran. Dan sa ran (dukungan)-nya ke Zul (Zulkifli

Hasan),” katanya.

Menurut Totok, ada alasan Amien condong

ke Zulkifli. Alasan itu antara lain supaya regenerasi

di PAN tetap berjalan. “Malu harusnya

ketua partai maju lagi. Kalau dia (Hatta)

kalah sama Zul, lebih jatuh lagi marwah-nya,”

ujarnya, seraya menilai keinginan Hatta mencalonkan

diri kembali adalah ambisi pribadi,

bukan ambisi partai.

Namun konsultan politik dari Lingkaran

Survei Indonesia, Denny Januar Ali, menilai

dukungan kepada Hatta Rajasa masih lebih

kuat ketimbang kepada Zulkifli, khususnya dari

pemegang hak suara di Jawa dan Sumatera.

Dari sisi dukungan finansial, Hatta dinilai masih

lebih mumpuni. Hubungan Hatta de ngan

Koalisi Merah Putih juga cukup baik.

“Zulkifli bisa dikatakan hanya calon alternatif.

Menurut saya sih, Hatta masih lebih kuat,”

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


NASIONAL

Amien Rais dan Zulkifli

Hasan dalam acara deklarasi

Prabowo-Hatta Rajasa, Mei

tahun lalu.

HASAN/DETIKCOM

tuturnya saat dihubungi Kamis pekan lalu.

Denny mengakui, PAN sebagai partai reformis

belum pernah memiliki ketua umum yang menjabat

sampai dua periode. Karena itu, menjelang

kongres, akan disuarakan soal regenerasi. Pertarungan

menjadi lebih panas karena lawan Hatta

adalah Zulkifli, yang didukung Amien Rais, yang

masih dihormati di PAN. “Kita lihat saja nanti

siapa yang menang,” ucapnya.

Kendati begitu, panasnya pertarungan Hatta

versus Zulkifli dianggap Jon Erizal, Ketua Organizing

Committee Kongres IV PAN, hanyalah

bentuk demokrasi yang berjalan di partainya.

Hal itu tidak menjadi masalah.

“Ada yang minta (Hatta) dilanjutkan, ada

yang minta regenerasi,” kata Erizal, yang mengaku

bersikap netral. “Itulah demokrasi.” n

DEDEN GUNAWAN, JAFFRY PRABU PRAKOSO | DIM

MAJALAH MAJALAH DETIK DETIK 16 2 - 22 - 8 FEBRUARI 2015


HUKUM

SALING TUDING

DI BENGKEL CAFE

KASUS PEMUKULAN PERWIRA

POLRI OLEH ANGGOTA POM TNI

AL DIPROSES HUKUM. VERSI TNI,

SANG POLISI MEMBENTAK DAN

MENODONGKAN SENJATA. ADA

BUKTI VIDEO DAN FOTO.

ILUSTRATOR: EDI WAHYONO

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


HUKUM

JUMAT malam, 6 Februari 2015, menjadi

malam panjang bagi Komisaris

Teuku Arsya Khadafi dan Komisaris

Budi Hermanto. Siapa sangka, saat

menjalankan tugas, dua perwira menengah

Kepolisian Daerah Metro Jaya ini malah terjaring

operasi razia gabungan TNI-Polri. Arsya

bahkan dianiaya oknum tentara. Tangannya

diborgol, diangkut naik truk, dan dalam kondisi

terluka dibawa berkeliling sebelum ke Markas

Polisi Militer TNI Angkatan Laut.

Keduanya sedang menggelar pertemuan

di sebuah tempat karaoke di Bengkel

Cafe, kawasan Sudirman Central Business

District, Jalan Jenderal Sudirman,

Jakarta Selatan, saat razia itu digelar. Di

suatu ruangan, mereka membahas hasil

penyelidikan sebuah perkara.

Operasi penegakan hukum

yang dilakukan aparat Polisi

Militer beberapa waktu lalu

(foto ilustrasi).

DETIKCOM

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


HUKUM

Petugas Polisi Militer TNI

mengamankan sembilan orang

dalam penggerebekan miras di

Cawang, Jakarta Timur, akhir

Desember 2014.

HASAN ALHABSHY/DETIKCOM

Selain Arsya, yang

menjabat Kepala Unit II

Subdirektorat Kejahatan

dengan Kekerasan Direktorat

Reserse Kriminal

Umum Polda Metro Jaya,

dan Budi, ada Inspektur

Satu Rovan, anggota

unit yang dipimpin Arsya.

Mereka tergabung

dalam Tim Satuan Tugas

Bareskrim Polri, yang

kabarnya tengah menangani

kasus yang membidik

pimpinan Komisi

Pemberantasan Korupsi.

Namun, belakangan,

informasi itu dibantah

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal

Budi Waseso.

Dari Jumat malam, pertemuan usai pada

Sabtu dini hari. Nah, pukul 00.45 WIB

tiba-tiba datang puluhan aparat gabungan

untuk menggelar Operasi Penegakan

Ketertiban yang diikuti personel dari Polisi

Militer dan Provos Polri. Pelaksanaan razia

saat itu dilakukan oleh Pusat Polisi Militer

(Puspom) TNI AL, meskipun diikuti juga

oleh POM TNI Angkatan Darat, POM

TNI Angkatan Udara, serta dua anggota

Provos Polri. Jumlah aparat gabungan saat

itu 64 personel. Mereka juga memasuki

ruangan tempat perwira polisi itu mengadakan

pertemuan.

Sejumlah personel POM TNI AL kemudian

menanyakan identitas ketiganya.

Saat itu Arsya sudah mengatakan mereka

anggota Polri yang sedang menjalankan

tugas, dan mengaku mengantongi surat

perintah tugas (sprint) dari Kepala Polri.

Arsya juga meminta bertemu dengan perwira

pemimpin operasi. Namun anggota

TNI AL itu memaksa Arsya menunjukkan

kartu tanda identitas Polri dan mencoba

merampas tasnya yang berisi sprint tugas

dan pistol.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


HUKUM

Razia yang dilakukan Polisi

Militer (ilustrasi).

DETIKCOM

Anggota TNI itu lalu memanggil Mayor

Tugi, Wakil Komandan Operasi Gaktib

malam itu. Kepada Tugi, Arsya sempat

menjelaskan keberadaan timnya di tempat

tersebut. Saat itu sebenarnya situasi terkendali.

Namun masalah muncul setelah

beberapa menit Tugi keluar dan Komisaris

Budi masuk toilet.

Tak lama, Kolonel Laut Nazali Lempo,

yang memimpin razia, masuk ruangan

dan menggedor-gedor toilet tersebut. Seorang

anggota POM kemudian ada yang

berteriak, “Itu di dalam mau buang narkoba.”

Beberapa anggota POM TNI AL ke-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


HUKUM

Apa urusannya Karena

kita (Polri) sendiri punya

provos, kenapa dibawa

ke POM AL

mudian berusaha mendobrak pintu toilet.

Nah, saat itu, Arsya berusaha menengahi,

tapi malah dipukuli hingga jatuh pingsan.

Arsya dan Budi lalu diborgol dan diangkut

menggunakan truk patroli. Keduanya

dibawa berkeliling mengikuti razia

ke sejumlah kafe dan tempat

hiburan lain di Jakarta. Tempat

hiburan tersebut antara lain

di kawa san Senayan dan

Kemang, Jakarta Selatan.

Dari razia itu, terjaring

sejumlah anggota TNI

dan Polri. Bersama mereka,

Arsya dan Budi baru

dibawa ke Markas POM

TNI AL di Kelapa Gading,

Jakarta Utara.

Mendapat kabar penangkapan

itu, Direktur Reserse Kriminal

Umum Polda Metro Jaya Komisaris

Besar Heru Pranoto datang ke Markas

POM TNI AL untuk menjemput anak buahnya.

Heru mendapati keduanya babakbelur.

Arsya bahkan terluka serius, tulang

rusuknya patah. Perwira menengah Polri

itu lalu dilarikan ke Rumah Sakit Siloam,

Semanggi, Jakarta Selatan.

Heru menyayangkan penganiayaan

yang dialami dua bawahannya. Apalagi

lalu digiring ke Markas POM TNI AL. “Apa

urusannya Karena kita (Polri) sendiri punya

provos, kenapa dibawa ke POM AL”

katanya. Saat Heru menjemput, malah

ada oknum TNI berpangkat sersan kepala

berucap kepadanya, “Ada apa, Pak Masih

kurang dipukulin”

Senada, Kepala Bidang Penerangan

Umum Markas Besar Polri Komisaris Besar

Rikwanto mengatakan POM TNI AL

tidak berwenang menangkap personel

Polri. Apalagi Arsya dan Budi mengantongi

sprint. “Apalagi sampai melakukan

penganiayaan,” ujar Rikwanto, Senin, 9

Februari lalu.

Berbeda dengan versi polisi, sebaliknya,

pihak TNI menuding dua perwira menengah

Polri itu membentak dan meno-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


HUKUM

Direktur Reserse Kriminal

Umum Polda Metro Jaya

Komisaris Besar Heru Pranoto

DETIKCOM

dongkan pistolnya saat akan diperiksa.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI

AL Laksamana Pertama TNI Manahan

Simorangkir, apa yang dilakukan prajurit

POM TNI AL adalah untuk membela

diri. Apalagi saat itu keduanya tak

mau menunjukkan KTA Polrinya.

“Hanya mengaku aparat

negara,” tutur Manahan saat

dimintai konfirmasi.

Sayang, setelah dibawa ke

Markas POM TNI AL, Arsya

baru mengaku anggota Polri.

Keduanya juga menolak

menjalani tes urine. Menurut

Manahan, pihaknya

memiliki bukti-bukti

rekaman video dan foto

yang dilakukan aparat

POM TNI AL saat operasi

tersebut.

“Enggak apa-apa kalau

(sedang) tugas, tapi kenapa enggak

ngaku (polisi) Operasi ini gabungan

POM TNI AL dan Propam Polri atas perintah

Panglima TNI Jenderal Moeldoko,”

ucapnya.

Adapun Komandan Puspom TNI AL

Brigadir Jenderal Marinir Gunung Heru,

yang awalnya bersedia ditemui di kantornya

pada Rabu pekan lalu, tiba-tiba membatalkan

wawancara. Namun, dari informasi

yang diperoleh di lingkungan POM

TNI AL, penangkapan dan pemukulan itu

tidak begitu saja dilakukan tanpa sebab

yang jelas.

Seorang anggota POM TNI AL yang

ikut dalam operasi mengatakan, saat

aparat gabungan masuk ruangan karaoke,

dua polisi itu mencoba mengusir, bahkan

sempat menodongkan pistol. Secara

spontan, sejumlah petugas POM TNI AL

melumpuhkannya. Ia juga melihat salah

satu perwira polisi itu masuk toilet dan

mengunci pintu. Dan saat diminta mem-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


HUKUM

Kepala Dinas Penerangan TNI

AL Laksamana Pertama TNI

Manahan Simorangkir

DETIKCOM

TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR

buka pintu, air mengucur

dari keran sampai

membanjiri lantai.

“Apa coba yang

mereka lakukan kalau

enggak menghilangkan

barang bukti Entah

apa itu,” kata dia,

seraya menyebut ada

empat perempuan

muda di ruangan itu

saat razia.

Majalah detik

berupaya mencari penjelasan kepada

pihak lain. Namun sejumlah karyawan di

lingkungan Bengkel Cafe enggan memberi

keterangan. Manajer tem pat karaoke

itu saat dihubungi menolak permintaan

wawancara.

“Maaf, kami enggak bisa kasih info. Kalau

saya kasih (informasi), artinya saya tidak

menjaga tempat (kerja) saya,” ujarnya.

Masalah ini akhirnya berbuntut panjang.

Arsya melaporkan penganiayaan dan

penangkapan dirinya itu ke Kepolisian

Polda Metro Jaya dengan terlapor Kolonel

Nazali Lempo. Ia dilaporkan dengan

dugaan pelanggaran Pasal 170 Kitab

Undang-Undang Hukum Pidana tentang

pengeroyokan. Arsya juga melapor cincin

dan uangnya hilang.

Namun, menurut Heru Pranoto, bukan

institusi Polri yang melaporkan, melainkan

individu Arsya sebagai korban. Saat

ini sejumlah saksi kasus pengeroyokan

dua anggotanya itu masih dikumpulkan.

“Apakah itu pegawai Bengkel Cafe atau

orang sipil yang melihat kejadian,” tuturnya.

Kasus itu akan ditindaklanjuti bersama

antara Provos Polri dan POM TNI.

Sementara itu, soal dugaan adanya narkoba

dan wanita dibantah oleh Rikwanto.

“Tidak ada perempuan, minuman keras,

apalagi narkotik, senjata atau pisau yang

ditodongkan,” ucapnya. ■

ADITYA MARDIASTUTI | M. RIZAL

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


CRIME STORY

BAGIAN 2

PRIA NECIS ITU

TERNYATA BEGAL

PULUHAN ANGGOTA “KELOMPOK LAMPUNG” BELUM

TERTANGKAP. BERGANTI-GANTI NAMA DAN KTP

UNTUK MENYAMARKAN IDENTITAS.

ILUSTRASI: EDI WAHYONO

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


CRIME STORY

Saya dengar suara tembakan tiga

kali, yang dua katanya kena si Mul

itu.

SUARA keras seperti benda terjatuh

membangunkan Karyo dari tidur lelapnya.

Pedagang makanan ini masih

limbung saat berjalan untuk membuka

pintu rumahnya. Di luar masih gelap-gulita.

Baru pukul 03.20 WIB saat Karyo melihat seorang

pria tersungkur di depan rumah kontrakan

tetangganya, Masduki.

“Waktu itu dia masih pakai helm, jaket kulit

cokelat, celana panjang hitam, sama sepatu

leret (setrip) merah,” kata Karyo, mengisahkan

kejadian pada Selasa dini hari, 27 Januari lalu itu.

“Saya lihat dia gerenggereng

(mengerang),

sekarat, di pojokan.”

Sejumlah aparat bersenjata

ternyata sudah

menyebar di sekitar rumah

kontrakan petak di Jalan KUD, Kelurahan

Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok,

Jawa Barat, itu. Ia baru tersadar kegaduhan

di pagi buta itu ternyata polisi yang sedang

menggerebek kontrakan yang dihuni komplotan

pelaku kejahatan asal Lampung.

Salah satunya Mul, pria yang tersungkur

setelah ditembak polisi. Mul, yang selama ini

tinggal di rumah yang dikontrak Masduki,

akhirnya tewas. “Saya dengar suara tembakan

tiga kali, yang dua katanya kena si Mul itu,” ujar

Karyo, yang tak ingin nama sebenarnya ditulis,

saat ditemui di rumahnya, akhir Januari lalu.

Penggerebekan tersebut memang membuahkan

hasil. Meski satu tewas ditembak

karena melawan, satu anggota komplotan itu,

Masduki, ditangkap. Namun beberapa lainnya

kabur melalui lubang menganga pada tembok

yang memang sudah lama jebol.

Karyo sempat mendengar sang komandan

penggerebekan memarahi anak buahnya yang

terlalu cepat melepas tembakan. Kalau saja tak

buru-buru menembak, mungkin saja anggota

komplotan ini bisa tertangkap semua.

Polisi sebenarnya sudah “menyekap” Masduki

beberapa jam sebelumnya di dalam rumah.

Aparat dari Kepolisian Resor Tangerang

Kabupaten dan Polres Kota Depok sengaja menunggu

teman-temannya datang. Benar saja,

pada dini hari, datang empat anggota kawanan

itu, yang masing-masing menunggang sepeda

motor, termasuk Mul.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


CRIME STORY

“Kata polisi, mereka datang sambil tertawatawa,”

tuturnya.

Polisi juga menyita tujuh sepeda motor. Tiga

sepeda motor disimpan di dalam kontrakan

dan empat unit ditumpangi komplotan itu. Dari

tujuh motor, empat di antaranya bermerek

Suzuki Satria, yang salah satunya mirip dengan

sepeda motor korban pembegalan yang belakangan

ini meresahkan warga Depok.

“Salah satu motor yang ada pada pelaku

mirip dengan motor korban (pembegalan) di

flyover UI,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal

Polresta Depok Komisaris Agus Salim

beberapa waktu lalu. Korban Abdul Rahman,

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


CRIME STORY

Polisinya bilang, ‘Ibu tahu enggak,

dia itu perampok yang baru bunuh

korbannya di Tangerang. Kalau

enggak percaya, ini pedangnya.

warga Bogor, Jawa Barat, tewas dibacok komplotan

begal berjumlah empat orang.

Saat mengendarai sepeda motornya seorang

diri pada Minggu dini hari, 25 Januari lalu, Rahman,

karyawan sebuah perusahaan swasta,

dipepet para pelaku yang mengendarai dua

sepeda motor di Jalan Margonda Raya, Depok,

dekat flyover Universitas Indonesia (baca "Begal

Berulah Bikin Resah", majalah detik edisi 167).

Setelah dibacok hingga tewas, sepeda motor

korban, Suzuki Satria

berwarna putih,

digasak para

pelaku.

Dua pekan sebelumnya,

begal

juga beraksi di

Jalan Juanda, dekat proyek jalan tol Cinere-

Jagorawi, Depok. Kejadiannya juga dini hari.

Korban yang baru berusia 23 tahun juga tewas

dibunuh komplotan pelaku.

Dalam penggerebekan di Sukamaju itu, polisi

menemukan sebilah pedang yang berlumuran

darah yang sudah mengering. Pedang itu

sempat diperlihatkan kepada Karyo dan istrinya

yang bertanya-tanya, kejahatan apa yang

dilakukan tetangganya tersebut sehingga harus

ditembak mati.

“Polisinya bilang, ‘Ibu tahu enggak, dia itu

perampok yang baru bunuh korbannya di Tangerang.

Kalau enggak percaya, ini pedangnya,’”

kata Karyo, menirukan ucapan seorang

polisi.

Atun―juga bukan nama sebenarnya―anak

perempuan Karyo, juga setengah tak percaya

Masduki dan Mul, tetangga kontrakannya

selama ini, ternyata pelaku pembegalan. Saat

ke luar rumah, Mul selalu berpenampilan rapi

mengenakan kemeja lengan panjang dan bersepatu

kets. “Pakaiannya rapi, necis gitu.”

Keduanya ramah dan kerap menyapa tetangga.

Teman-teman Masduki dan Mul, yang sering

datang ke kontrakan, pun berpenampilan rapi.

Mereka mengaku bekerja di sebuah koperasi.

“Bocahnya putih-putih, ganteng, kagak ada

tatonya, makanya kagak nyangka kalau mereka

perampok sadis,” ujar Atun dengan logat Betawi

kental.

Karyo juga tak pernah menaruh curiga.

Kalaupun polisi menduga mereka komplotan

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


CRIME STORY

begal yang beraksi di wilayah Depok dan Tangerang,

Masduki dan Mul tak pernah terlihat

gonta-ganti motor. Mul sehari-hari mengendarai

motor Yamaha Mio GT berwarna merah.

Sedangkan Masduki menunggang Honda Beat

berwarna hitam.

“Kalau teman-temannya memang ganti-ganti

(motor), tapi kan enggak curiga. Bisa aja pinjam

motor teman,” tuturnya.

Namun Karyo mengakui tetangganya itu

kerap pulang dini hari. Pernah saat istrinya

hendak salat sekitar pukul 02.30 WIB melihat

Masduki baru masuk rumah. “Dia itu pulang

pas orang lain istirahat,” ucapnya.

Soal nama mereka, Karyo mengaku baru

tahu setelah penggerebekan. Sebab, Masduki

dan Mul tak pernah menyebut nama mereka.

Namun bisa jadi itu pun bukan nama asli. Menurut

Kepala Unit Reskrim Kepolisian Sektor

Serpong, Tangerang, Ajun Komisaris Toto Daniyanto,

komplotan yang disebut “Kelompok

Lampung” ini memang kerap berganti-ganti

nama untuk menyamarkan identitas mereka.

Para pelaku tahu dicari polisi dan masuk

daftar pencarian orang (DPO). Karena itu,

hampir setiap pekan mereka berganti-ganti

nama, termasuk kartu tanda penduduk, yang

disesuaikan dengan kontrakan mereka yang

berpindah-pindah. “Seperti (nama) Edi jadi

Agus, Agus jadi Edi, padahal orangnya itu-itu

saja.” kata Toto secara terpisah.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


CRIME STORY

Penggerebekan itu merupakan pengembangan

dari penangkapan sebelumnya terhadap

kelompok Karim di Serpong. Lalu seorang

anggota kelompok ini, yang berniat menyeberang

ke Sumatera di Pelabuhan Penyeberangan

Merak, Banten, tewas ditembak. Dari telepon

seluler pelaku, polisi menelusuri jaringan itu di

Cikupa, Tangerang, hingga Serang.

Beberapa kelompok yang ditangkap, termasuk

yang digerebek di Sukamaju, Depok, semua

berasal dari “Kelompok Lampung”. “Mereka ini

ada beberapa kelompok, tapi masih satu jaringan,”

ujar Toto.

Tidak hanya membegal pengendara dan

melakukan pencurian kendaraan bermotor,

komplotan Lampung juga melakukan berbagai

tindak pidana lain, seperti perampokan nasabah

bank dan menggarong rumah tinggal.

Dari jaringan Lampung, polisi berhasil menangkap

11 orang, dan enam di antaranya tewas

ditembak karena melawan. Namun diduga

masih ada 30 orang lebih yang masih berkeliaran.

Mereka tak lagi hanya beraksi di wilayah

Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

(Jabodetabek), tapi sudah merambah sampai

ke Sukabumi, Jawa Barat.

“Lolos di sini, mereka bikin kelompok lagi di

kota lain,” ucap Toto. Dan perburuan para begal

belum akan berakhir. ■

ADITYA MARDIASTUTI, M. RIZAL | DIM

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INSPIRING PEOPLE

TUKANG SULAP HUTAN

MEGAMENDUNG

“SAYA TAK MENYANGKA DI PUNCAK YANG

DIPENUHI VILA INI ADA HUTAN RIMBUN.”

FOTO-FOTO: DIKHY SASRA/DETIKCOM

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INSPIRING PEOPLE

Tap untuk melihat

Video

PERTAMA kali datang ke rumah

Bambang Istiawan, 60 tahun, pada

Desember tahun lalu, Chaerudin,

52 tahun, langsung melongo. Bapak

tiga anak ini tak menyangka ada hutan lebat

terhampar di depan rumah Bambang.

Yang membuat Chaerudin bertambah takjub,

hutan yang disebut Bambang sebagai hutan organik

ini tumbuh lebat laiknya hutan alam. Warga

Jakarta yang mengenal Bambang di sebuah

seminar tentang lingkungan ini benar-benar

heran bagaimana mungkin hutan selebat dan

seluas itu merupakan hasil menanam sendiri.

“Saya tak menyangka di Puncak yang dipenuhi

vila ini ada hutan rimbun. Apalagi ditanam

dan dibuat sendiri. Ini kan ide gila,” ujar Chaerudin

dua pekan lalu. Bukan cuma Chaerudin

yang terpesona oleh hutan organik Bambang.

Melani Sunito, 51 tahun, dosen di Fakultas

Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, justru

sudah terpesona hanya dengan mendengar

penuturan Bambang soal hutan organik di lingkungan

rumahnya. Penasaran dengan hutan

organik di Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa

Barat, itu, Melani mengajak suaminya bertandang

ke rumah Bambang.

“Dari penjelasan bagaimana kondisi tanah,

proses penanaman, hingga pemetaan lahan

yang didokumentasikan dengan rigid, saya sudah

takjub luar biasa,” ujar Melani. Dan benar,

begitu tiba di rumah Bambang, Melani terheran-heran

melihat hamparan pohon yang mulai

tumbuh menghijau di atas lahan yang semula

tandus dan kering.

Walaupun bukan sarjana pertanian, juga tak

paham soal kehutanan, menurut Melani, Bam-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INSPIRING PEOPLE

bang sudah membuktikan bahwa bermodal

komitmen dan kerja keras, siapa pun bisa menyulap

lahan kritis menjadi hutan yang memberikan

manfaat ekonomi. “Banyak aktivis dan

pakar lingkungan yang melakukan advokasi.

Tapi Bambang mempraktekkan, terjun langsung

menjadi pelaku,” ujarnya.

Melani ingat bagaimana dalam sebuah seminar

seorang peserta mencibir Bambang. Orang

itu mengatakan siapa pun bisa membuat hutan

asalkan punya banyak uang. “Jadi usaha Bapak

membuat hutan itu tidak istimewa,” kata

Melani mengutip pandangan miring orang

itu. Mendapat cibiran seperti itu, Bambang

tetap adem. Justru Melani yang sewot. Sebab,

menurut Melani, tanpa komitmen dan kemauan,

tak mungkin ada hutan organik seperti di

lingkungan rumah Bambang.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INSPIRING PEOPLE

Usaha Bapak

membuat hutan itu

tidak istimewa.

l l l

Sejak 20 tahun lalu, Bambang punya angan-angan

di mana dia akan melewatkan masa

pensiun. Kepada istrinya, Rosita, 52 tahun,

Bambang, yang bekerja di perusahaan minyak,

menyampaikan mimpinya untuk punya rumah

yang dikepung hutan.

Semula ada dua tempat impian yang ia incar,

yakni Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan.

Namun hutan di Kalimantan Timur sudah

banyak yang beralih menjadi permukiman,

sementara hutan di Sumatera sudah berganti

menjadi kebun sawit. “Kalau hutan sudah tidak

ada, ya ayo kita bikin hutan,” Rosita menantang

Bambang.

Kebetulan sekali, ada tanah menganggur di

Megamendung. Gara-gara dihajar krisis ekonomi,

kebun teh seluas 12 hektare milik pengusaha

Probosutedjo jadi tak terurus, tandus

dan gersang ditumbuhi ilalang. Rosita segera

menghubungi orang kepercayaan adik Presiden

Soeharto itu. Bersaing dengan para calo,

Rosita berhasil membeli lahan seluas sekitar

3.000 meter persegi dengan harga Rp 1.000

per meter.

“Jangankan membeli lahan baru, yang sudah

dibeli kalau tidak dijaga saja bisa dikaveling oleh

biong, makelar tanah,” ujar Rosita. Sedikit demi

sedikit Rosita menabung tanah. Bambang,

yang kala itu banyak bertugas di luar negeri,

kaget saat tahu istrinya telah memiliki tanah

yang luas.

Bersama anak bungsunya, Bambang dan

Rosita meneliti kondisi tanah gersang milik

mereka. Bambang tak menyangka, lahan yang

sebagian besar ditumbuhi alang-alang ini

kondisinya benar-benar rusak parah. Tanah itu

sangat asam, bahkan cacing pun tak sanggup

hidup di dalamnya.

Bermodal coba-coba, pada 2001 Bambang

memulai menanami lahannya. Dua pertiga lahannya

dia tanami pohon perintis, sementara

sisanya untuk tanaman endemik dan buah-buahan

supaya lahan bisa hijau lebih dulu. Untuk

memulihkan kesuburan tanah, Bambang 100

persen mengandalkan pupuk kandang. Dia sengaja

memelihara sepasang kambing di sana.

“Itulah bodohnya saya... Saya kira kalau mau

cepat beranak ya pelihara sepasang. Padahal

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INSPIRING PEOPLE

bisa empat kambing betina dengan satu pejantan,”

ujar Bambang terkekeh.

Perlahan tanaman mulai tumbuh. Bambang

beserta anak dan istrinya selama mengolah

lahan berpuasa tak menggunakan pupuk anorganik.

Berkat ketelatenannya, tanaman sudah

terlihat mulai menghijau meskipun tak secepat

bayangan Bambang. Tak sabar melihat pertumbuhan

tanaman yang kelewat pelan, dia sempat

tergoda menggunakan pupuk anorganik.

“Ini tantangan luar biasa. Saya merasa pohon

itu tumbuh sangat lama. Saya mulai bosan,”

katanya.

Kesabaran Bambang terbayar. Pada 2003,

muncul mata air jernih di cekungan lahan

Bambang. Air pompa yang biasa dipakai dia

tinggalkan dan beralih ke mata air di hutan miliknya.

Hati Bambang tambah bungah melihat

tanaman tumpang sari juga memberikan hasil

yang memuaskan.

Panen tanaman, seperti sawi, lobak, bayam,

cabai, terung, jagung, dan aneka tanaman

tumpang sari lainnya, berlimpah. Dan hasilnya

bisa dijual untuk membayar para petani yang

membantu Bambang sekeluarga. Hutan di

depan rumahnya juga mulai jadi persinggahan

rupa-rupa satwa.

Kegigihan keluarga Bambang menghutankan

tanah gersang di Megamendung dan mempertahankan

tanah itu dari incaran calo membuat

mereka jadi tempat mengadu warga sekitar.

Pada 2005, warga tak jauh dari rumah Bambang

mendatangi mereka dan menuturkan

soal rencana seorang pengusaha membuat

penangkaran buaya di bukit seberang rumah

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INSPIRING PEOPLE

Bambang.

“Mereka keberatan karena pasti akan ada

bau bangkai dan kotoran yang akan mengalir ke

permukiman warga,” kata Bambang. Lantaran

didesak warga, Bambang terpaksa merelakan

tabungannya dikuras untuk mengambil alih

lahan seluas 11 hektare itu. Seperti juga tanah

mereka sebelumnya, lahan kosong itu mereka

hutankan kembali. Kini puluhan hektare lahan

itu sudah menjadi hutan lebat. Sebagian berfungsi

sebagai hutan konservasi, sebagian lagi

dia manfaatkan sebagai hutan produksi yang

memberikan manfaat ekonomi.

Tapi sejak dulu tanah di kawasan Puncak

selalu menjadi incaran orang. Suatu ketika pada

2011, rumahnya beberapa kali diancam dibongkar.

Bahkan alat berat sudah berdiri di kawasan

rumahnya. Waktu itu, kata Bambang, seorang

pejabat merasa tersinggung karena menolak

lokasi hutannya digunakan sebagai tempat

kampanye.

“Katanya rumah saya disebut vila tak berizin

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INSPIRING PEOPLE

dan harus dibongkar,” kata Bambang menirukan

salah seorang petugas yang akan membongkar

rumahnya. Padahal, kata Bambang, rumahnya

hanya bangunan kayu yang luasnya tak seberapa

dibanding luas hutan dengan ribuan pohon

besar.

Entah kenapa ancaman itu tak pernah terlaksana.

Bambang menduga ancaman itu merupakan

buntut dari kritik yang sering ia lontarkan

terhadap kebijakan pemerintah daerah yang

tak serius menjaga kawasan Puncak. Alih-alih

difungsikan sebagai kawasan konservasi yang

rimbun dengan pepohonan, Puncak malah

rimbun oleh vila.

Pengalamannya merehabilitasi lahan tandus

menjadi hutan secara organik membuat Bambang

menjadi langganan pembicara seminar

di dalam negeri maupun mancanegara. “Saya

tak punya latar belakang kehutanan, tak punya

banyak uang dan dukungan politik. Yang saya

punya hanyalah semangat. Dan itulah yang bisa

saya bagikan,” katanya. n KUSTIAH

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INSPIRING PEOPLE

BIODATA

BAMBANG ISTIAWAN

LAHIR

Jakarta, 17 Oktober 1954

SEKOLAH

STM, Jakarta, 1973

PENGALAMAN KERJA

● Project Coordinator PT Sinergi Mitra Sejati,

2013

● Technical Advisor PT Radiant Utama, 2010-

2011

● Independent Inspector PT Saripari Pertiwi

Abadi, 2008

● Project Coordinator PT Sillo Maritime Perdana,

2005-2006

● Independent Chief Inspector untuk Caltex

Pacific Indonesia, Huabei Petroleum, Meta

Epsi, PT Bormindo Nusantara, PT Dimas

Drillindo, PT Tridiantara Alvindo, 1995-2005

MAJALAH DETIK 1619 - 22 - 25 FEBRUARI JANUARI 2015


FOKUS

KOMJEN BUWAS

BIKIN

CEMAS

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

KEPALA BARESKRIM KOMJEN BUDI WASESO, YANG MEMERINTAHKAN PENYELIDIKAN

TERHADAP PIMPINAN KPK, MALAH MASUK DAFTAR CALON KAPOLRI. TERBELIT BANYAK

MASALAH, TAPI KARIERNYA TETAP MULUS.

Bambang Widjojanto sebelum

diperiksa di Bareskrim Polri

sebagai tersangka kasus

kesaksian palsu.

RACHMAN HARYANTO/DETIKCOM

ADA satu kursi kosong terselip di antara

17 kursi yang disiapkan di ruang

rapat utama Mabes Polri. Kepala

Badan Reserse Kriminal Komisaris

Jenderal Budi Waseso, yang semestinya duduk

di sana, belum juga datang, padahal sembilan

jenderal yang dipimpin Wakil Kepala Polri Komisaris

Jenderal Badrodin Haiti sudah menanti.

Pagi itu, Rabu, 28 Januari 2015, Badrodin

menerima tujuh delegasi Komisi Nasional Hak

Asasi Manusia. Selang beberapa menit setelah

pertemuan dimulai, Komjen Budi Waseso akhirnya

memasuki ruang rapat.

Melihat Budi datang, komisioner Komnas

HAM, Nur Kholis, bernapas lega. Pasalnya, mereka

hari itu datang untuk melobi Mabes Polri

agar bisa memeriksa Budi Waseso.

Nur Kholis mengakui tidak mudah meminta

keterangan kepada polisi berkaitan dengan penyelidikan

dugaan pelanggaran hak asasi manusia

dalam penangkapan Wakil Ketua Komisi

Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto.

“Kalau dengan Polri, tidak begitu saja memanggil

Budi Waseso yang Kabareskrim,” ujarnya. “Nah,

di pertemuan itulah Waseso sedikit kami sentil

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Kami juga

mempersoalkan

kenapa tidak

melakukan

pemanggilan,

lalu dinyatakan

ditahan.

soal dugaan kriminalisasi.”

Bukan tidak beralasan jika para komisioner

ragu bos reserse itu mau diperiksa. Sebab, dalam

sejarah Komnas HAM, para jenderal memang

ogah memenuhi panggilan lembaga independen

ini. Apalagi Budi Waseso tidak menggubris

desakan agar menyetop penyelidikan terhadap

pimpinan KPK.

Buwas—begitu dia biasa disapa—memang dinanti

penjelasannya oleh Komnas HAM. Adalah

koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi yang mengadukan

adanya pelanggaran hak asasi terhadap

Bambang oleh Bareskrim Mabes Polri.

Dugaan pelanggaran yang ditelusuri adalah

berlebihannya jumlah dan persenjataan personel

yang menangkap Bambang. “Kami juga mempersoalkan

kenapa tidak melakukan pemanggilan,

lalu dinyatakan ditahan,” kata Nur Kholis.

Komnas HAM juga menelisik dugaan kesengajaan

mempercepat penetapan tersangka

Bambang yang terjadi setelah KPK menetapkan

calon tunggal Kapolri, Komisaris Jenderal Budi

Gunawan, sebagai tersangka kasus gratifikasi.

Lima hari sejak dilaporkan, Bambang ditetapkan

sebagai tersangka mengarahkan kesaksian palsu

dalam sidang sengketa pemilihan Bupati Kotawaringin

Barat di Mahkamah Konstitusi.

Buwas juga jadi sorotan publik setelah ketahuan

polisi menangkap Bambang saat masih

mengenakan sarung. Saat Bambang memprotes

surat penangkapan, seorang polisi sempat

mengancam akan melakban mulutnya.

Buwas dituding berniat melemahkan KPK

dengan menerbitkan surat perintah penyelidikan

terhadap pimpinan KPK lainnya: Abraham

Samad, Zulkarnain, dan Adnan Pandu Praja. Selain

itu, ia dianggap menghalangi penyelidikan

terhadap Budi Gunawan dengan mengirim telegram

rahasia yang melarang polisi memenuhi

panggilan KPK.

Buwas sendiri membantah pihaknya berlebihan

saat menangkap Bambang Widjojanto. “Mana

bukti pengerahan berlebihan” kata Buwas saat

ditemui majalah detik di rumah dinas Kabareskrim

pada Jumat, 13 Februari 2015.

Buwas mengatakan sudah menyerahkan video

rekaman penangkapan itu kepada Komnas

HAM. Ia juga menganggap cepatnya Bambang

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

status tersangka Budi Gunawan. Penyelidikan

terhadap pimpinan KPK dilakukan atas laporan

masyarakat dan kebetulan yang tersangkut adalah

petinggi komisi antirasuah itu. “Saya tidak

dendam. Buktikan kalau saya dendam, tidak

perlu waswaslah.”

●●●

Kepala Badan Reserse

Kriminal Mabes Polri Inspektur

Jenderal Budi Waseso sebelum

memberi keterangan di

Komnas HAM Jakarta, Jumat

(30/1).

FANNY OCTAVIANUS/ANTARAFOTO

jadi tersangka bukan hal yang luar biasa.

Soal telegram rahasia, Buwas menyatakan niatnya

bukan buat menghalangi penyidikan KPK.

Isi telegram itu, kata dia, mengingatkan personel

Polri bahwa mereka wajib melapor ke Divisi

Profesi dan Pengamanan serta Divisi Pembinaan

Hukum sebelum memenuhi panggilan KPK.

Buwas menegaskan tidak ada upaya kriminalisasi

oleh Polri terhadap KPK sebagai balasan

Lulus dari Akademi Polisi pada 1984, karier

Budi Waseso baru tertangkap radar saat menjabat

Kepala Kepolisian Resor Barito Utara,

Kalimantan Tengah. Di sana ia terseret pusaran

kasus korupsi pelelangan kayu hasil pembalakan

liar yang melibatkan Kepala Dinas Kehutanan

Toboryano Angga dan Ketua DPRD Barito Utara

H Baslenudin.

Kala itu Budi Waseso dipanggil sebagai saksi

meringankan, tapi ia menolak. Kerabat Buwas

yang menetap di Semarang, Adi Susilo, mendapat

cerita dari pamannya tersebut bahwa dalam

kasus seperti itu ia kerap menghadapi jenderal

yang jadi beking. “Dia dimarah-marahi kok sama

jenderal di Jakarta dan disingkir-singkirkan terus,”

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Kasus itu

bukannya

diselidiki,

tapi malah

diselesaikan

dengan cara

dituduh

pelakunya teman

si korban.

ujarnya.

Dari Barito Utara, Buwas digeser ke Polres

Palangkaraya. Saat menjabat Kepala Polres

Palangkaraya pada 2002 hingga 2005 inilah,

Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang

Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras)

Haris Azhar mencatat, Buwas melakukan pembiaran

atas ada dua kasus.

Buwas dianggap Kontras menutup mata

terhadap Upik, tahanan yang tewas di Markas

Polres Palangkaraya. Kejanggalan kasus kematian

Upik yang terjadi pada 1999 itu sebenarnya

terungkap pada era Buwas. “Ketika terungkap

itu kasusnya tidak diteruskan,” kata Haris.

Lalu pada 2004, Polres Palangkaraya menangani

kasus kematian akibat peluru nyasar.

Menurut keterangan yang dihimpun Kontras,

insiden itu terjadi akibat perebutan senjata di

antara dua anggota Brimob.

“Senjatanya meletus kena orang sipil,” kata

Haris. “Kasus itu bukannya diselidiki, tapi malah

diselesaikan dengan cara dituduh pelakunya

teman si korban.”

Selepas dari Palangkaraya, karier Buwas lebih

banyak di Provos. Ia menjabat rupa-rupa posisi di

Divisi Profesi dan Pengamanan. Puncaknya, saat

menjabat Kepala Pusat Pengamanan Internal

Mabes Polri, Buwas memimpin penangkapan

terhadap Komisaris Jenderal Susno Duadji yang

hendak terbang ke Singapura pada April 2010.

Buwas pada 2011 juga menyemprit polisi yang

juga artis, Norman Kamaru, karena manggung

di televisi tanpa izin atasannya. “Tidak ada (sanksi),

hanya kita suruh pulang untuk urus izin di

sana (Gorontalo),” ujarnya ketika itu.

Kala menapaki karier sebagai provos itulah

Buwas bersinggungan dengan Budi Gunawan.

Saat itu Budi Gunawan menjabat Kepala Divisi

Profesi dan Pengamanan Mabes Polri, yang

membawahi Buwas.

Memang saat itu Buwas dilaporkan Wakil Kepala

Polda Sulawesi Utara Komisaris Besar Jenmard

Mangolui Simatupang ke Mabes Polri dan Komisi

Kepolisian Nasional. Penyelidikan yang dipimpin

Buwas menyimpulkan Jenmard dan dua perwira

Polda Sulawesi Utara lainnya bersalah dan dicopot

dari jabatannya.

Belakangan, Jenmard tidak terima dan menu-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Demo mendukung pengusutan

rekening gendut di depan Istana

Negara, Jakarta, beberapa waktu

lalu.

RACHMAN HARYANTO/DETIKCOM

ding surat pencopotannya palsu. Namun, berdasarkan

penelusuran Kompolnas, surat tersebut

dikeluarkan oleh bidang Sumber Daya Manusia

Polri atas perintah Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Buwas membantah ada permainan dalam

kasus hukum yang ditanganinya, baik di lingkup

internal Polri maupun yang melibatkan masyarakat.

“Begini saja, kalau saya dulu meras, memainkan

perkara, pasti laporan terhadap saya

banyak sekali,” ujarnya.

Bukannya meredup, setelah laporan itu, karier

Buwas malah hidup lagi. Pada 2012, ia mendapat

promosi jadi brigadir jenderal dan memimpin

Polda Gorontalo.

Media-media lokal pun menyanjung Buwas

semasa di Gorontalo karena dianggap berhasil

menekan angka judi togel dan peredaran minuman

keras. Toh, masanya di Gorontalo ternyata

hanya seumur jagung dan dimutasi ke

Jakarta.

Buwas ketika itu membantah dia dipindah

karena tengah menangani kasus korupsi pejabat

pemerintah provinsi. Namun Adi Susilo membisikkan

Buwas dicopot akibat mengusut kasus

korupsi yang diduga melibatkan orang nomor

satu di Gorontalo.

Terlempar dari jabatan Kapolda Gorontalo,

Buwas menjadi dosen di Sekolah Staf Pemimpin

Polri dan tidak lama setelahnya ia jadi Kepala

Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri. Lagi-lagi

ia bertemu dengan Budi Gunawan, yang tengah

jadi Kepala Lembaga Pendidikan Polri.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Kepala Badan Reserse

Kriminal Mabes Polri Komjen

Pol Budi Waseso (kanan)

menerima ucapan selamat

seusai upacara kenaikan

pangkat jadi bintang tiga di

Mabes Polri, Jakarta, Kamis

(5/2).

M AGUNG RAJASA/ANTARAFOTO

“Mas Budi kebetulan habis dari Gorontalo kan

dibuang jadi dosen,” kata Adi. “Otomatis (Budi

Gunawan) jadi pimpinannya. Jadi dia loyal kepada

pimpinan.”

Buwas menyatakan kedekatannya dengan

Budi Gunawan sebatas pekerjaan. “Karena saya

anak buah, kedekatan saya sama beliau itu memang

karena saya anak buahnya,” ujarnya. “Janganlah

kedekatan itu disalahartikan. Yakinlah

kami dekat karena pekerjaan.”

Soal beredarnya foto putrinya bergandengan

tangan dengan anak Budi Gunawan, M. Herviano,

Buwas tidak membantahnya. “Sekarang

begini, seperti kalau saya dalam pendekatan ketika

naksir seseorang, itu kan pasti pendekatan,

sah-sah saja,” ujarnya. “Mesra atau gandengan

tidak apa-apa.”

Namun kedekatan ini jadi ganjalan tersendiri

dalam peluangnya menjadi Kapolri. Setelah naik

pangkat jadi komisaris jenderal pada 5 Februari

lalu, Buwas memang bisa jadi calon orang nomor

satu di kepolisian.

Peluangnya menguat karena ia memegang

jabatan bergengsi Kabareskrim, yang didapatnya

setelah posisi itu ditinggalkan Komjen Suhardi

Alius. Suhardi dicopot bersamaan dengan

pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman oleh

Presiden Joko Widodo.

Beberapa sumber majalah detik menyayangkan

langkah awal Buwas dengan menye-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Teman seangkatan Komjen

Budi Waseso di Akpol, Irjen

Djoko Susilo, saat diperiksa

kasus dugaan korupsi

pengadaan alat uji simulator

SIM, 2012.

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

rang KPK. Bahkan ia dinilai kelewat membela

Budi Gunawan saat menyebut polisi pembocor

dokumen yang memungkinkan KPK mendapat

alat bukti buat menjerat atasannya itu sebagai

pengkhianat.

Karena itu, meski namanya masuk daftar

nama calon Kapolri pengganti Budi Gunawan

yang diajukan kepada Jokowi, Kompolnas sedikit

enggan menempatkannya di urutan pertama.

“Jangan pula memilih polisi yang bermasalah

yang banyak mendapatkan resistensi dari masyarakat,”

kata anggota Kompolnas, Edi Hasibuan.

Selain kedekatan dengan Budi Gunawan, Buwas

dianggap terlalu muda. Calon Kapolri lainnya,

Komjen Dwi Priyatno dan Komjen Anang

Iskandar, lebih senior ketimbang Buwas.

Sementara itu, bersaing dengan teman seangkatannya,

Kepala Badan Pemelihara Keamanan

Polri Komjen Putut Eko Bayuseno, Buwas kalah

rekam jejak karena koleganya itu pernah jadi

Kapolda Metro Jaya. Meski tidak ada aturan

tertulis bahwa Kapolri harus pernah memimpin

wilayah “A”, seperti Polda Metro Jaya dan Polda

Sumatera Utara, komisioner Kompolnas, Hamidah,

menyatakan pengalaman itu tetap jadi

pertimbangan mereka.

Masuknya Buwas dalam bursa calon Kapolri

yang diajukan Kompolnas mendapat dua reaksi

kontras. Kubu yang mendukung terutama

teman-teman seangkatan Buwas, antara lain

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Silakan saja,

wong saya

tidak nafsu jadi

pimpinan Polri.

Brigjen I Ketut Untung Yoga Ana, yang menggantikan

Buwas di Sekolah Staf dan Pimpinan

Tinggi Polri.

Yoga menegaskan, angkatannya punya semboyan

“one forever” alias satu untuk selamanya.

“Pasti kami dukung, apalagi angkatan kami, gitu

kan.”

Melesatnya karier Buwas menjadi Kabareskrim

dianggap kembali mencerahkan masa

depan angkatan 1984. Sebelumnya, angkatan ini

terpuruk karena salah satu bintangnya, Inspektur

Jenderal Djoko Susilo, terbukti melakukan

korupsi dalam kasus pengadaan alat uji simulator

surat izin mengemudi.

Karier Buwas juga lebih cerah dari peraih

Adhi Makayasa angkatan 1984, Brigjen

Wahyu Indra Pramugari. Wahyu yang lulusan

terbaik dari kepolisian itu kini "diparkir" jadi

widyaiswara madya Sespimti Polri setelah

KPK mendapati Wahyu juga kecipratan duit

korupsi kasus simulator sebesar Rp 500 juta

dari Irjen Djoko Susilo.

Namun pihak yang menolak Buwas juga

tidak sedikit. Mendatangi Kompolnas, para

advokat yang tergabung dalam Forum Advokat

Pengawal Konstitusi menolak Buwas karena tak

pernah melaporkan hartanya ke KPK dan mengotaki

penangkapan Bambang Widjojanto.

Sementara itu, Kontras dan Indonesia Corruption

Watch sejak Kamis, 12 Februari, menggalang

dukungan buat melaporkan Buwas ke Divisi

Profesi dan Pengamanan Polri. Haris Azhar mengatakan

pihaknya ingin mendorong polisi juga

memproses temuan Komnas HAM soal adanya

dugaan pelanggaran hak asasi dalam proses

penangkapan Bambang Widjojanto. “Nah, kita

ingin Propam kerja dong, kok diam saja, nih,”

ujarnya.

Ditentang, Buwas tak gentar. “Itu hak Komnas

HAM menyatakan saya bersalah. Silakan saja

umumkan, memang kenapa” ujarnya. “Silakan

saja, wong saya tidak nafsu jadi pimpinan Polri.”

■ ISFARI HIKMAT, BAHTIAR RIFAI, IBAD DUROHMAN, MONIQUE SHINTAMI, ARYO

BHAWONO, IRWAN NUGROHO | OKTA WIGUNA

TAP/KLIK UNTUK BERKOMENTAR

MAJALAH DETIK 16 - - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

SEBULAN

TANPA KEPALA

KEPOLISIAN Republik Indonesia

sudah hampir sebu lan tak

memiliki pemimpin sejak Kepala

Polri Jenderal Sutarman dicopot

pada 16 Januari 2015. Calon

tunggal penggantinya, Komisaris

Jenderal Budi Gunawan, tak

kunjung dilantik Presiden Joko

Widodo karena terganjal status

tersangka kasus gratifikasi.

Desakan untuk melantik Budi

dan juga membatalkan pencalonannya

terus mengalir, tapi

Jokowi belum juga mengambil

keputusan. Berikut ini tarik-ulur

penetapan Kepala Polri baru

selama hampir sebu lan terakhir

ini.

5 Januari

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggelar

“Kapolri Idol” di situs resminya, calonnya meminta

masukan masyarakat terhadap lima komisaris jenderal,

yakni Badrodin Haiti, Budi Gunawan, Dwi Priyatno,

Putut Eko Bayuseno, dan Suhardi Alius.

13 Januari

Komisi Hukum DPR mempercepat rapat membahas calon

Kapolri yang sedianya baru 19 Januari 2015.

15 Januari

Sidang paripurna DPR menyetujui Komjen Budi Gunawan

sebagai pengganti Kapolri Jenderal Sutarman.

19 Januari

Mabes Polri mengajukan gugatan praperadilan penetapan

tersangka Komjen Budi Gunawan ke Pengadilan Negeri Jakarta

Selatan.

25 Januari

Jokowi membentuk Tim 9, tim independen buat menyelesaikan

konflik KPK dan Polri akibat penetapan Budi Gunawan sebagai

tersangka.

29 Januari

Jokowi menggelar pertemuan estafet dengan Ketua Umum

Gerindra Prabowo Subianto, Wakapolri Komjen Badrodin

Haiti, Kabareskrim Irjen Budi Waseso, serta Kompolnas. Usai

rangkaian pertemuan, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan

Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan pengangkatan

Kapolri menunggu putusan sidang praperadilan.

Februari

Mensesneg Pratikno menyarankan Komjen Budi mundur agar

mempermudah penyelesaian masalah pemilihan Kapolri baru.

Petinggi partai koalisi pendukung Jokowi bertemu Presiden di

Istana dan membahas pelantikan Budi Gunawan.

3

Februari

Jokowi janji segera memutuskan Kapolri baru. “Nanti

minggu depan akan kita putuskan. Bisa Senin, Selasa, Rabu,

Kamis, Jumat, atau Sabtu.”

5

Februari

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mulai menyidangkan

gugatan praperadilan penetapan tersangka oleh Komjen Budi

Gunawan.

9

11

Februari

Menteri-Sekretaris Negara Pratikno sudah menyampaikan

berkas calon Kapolri baru dari Kompolnas, tapi Jokowi belum

mau melihatnya.

13

Februari

Santer diberitakan bakal membatalkan pelantikan Komjen Budi

Gunawan, Jokowi kembali menunda karena butuh perhitungan

yang matang. “Secepatnya.”

9 Januari

Jokowi mengajukan Komjen Budi Gunawan sebagai calon

tunggal Kapolri kepada DPR.

12 Januari

KPK menerbitkan surat penetapan Komjen Budi Gunawan

sebagai tersangka kasus gratifikasi saat menjabat Kepala

Biro Pembinaan Karier Deputi SDM Mabes Polri tahun 2006.

14 Januari

DPR tetap melanjutkan uji kepatutan dan kelayakan

terhadap Budi Gunawan.

16 Januari

22 Januari

28 Januari

30 Januari

2 Februari

4 Februari

6 Februari

10 Februari

12 Februari

Jokowi mencopot Kapolri Jenderal Sutarman, tetapi

menunda pelantikan Budi Gunawan. Wakapolri Komjen

Badrodin Haiti dijadikan Pelaksana Tugas Kapolri.

Budi melaporkan pimpinan KPK, Abraham Samad dan

Bambang Widjojanto, ke Kejaksaan Agung dan ke Mabes

Polri dengan tudingan penyalahgunaan wewenang dan

menyalahi prosedur penetapan sebagai tersangka.

Tim 9 menyampaikan rekomendasi agar Jokowi tak

melantik Budi, yang menurut mereka penetapannya

memang bukan inisiatif Presiden. Jokowi dianjurkan

memilih calon Kapolri baru.

Budi Gunawan mangkir dari panggilan pemeriksaan

oleh KPK.

Sidang perdana praperadilan BG ditunda karena KPK

tidak hadir.

Ketua DPR Setya Novanto menemui Jokowi dan

menyatakan pelantikan Budi sepenuhnya hak

prerogatif presiden.

Ketua Tim 9 Syafii Maarif menyatakan diberi

tahu Jokowi tentang pembatalan pelantikan Budi

Gunawan.

Budi Gunawan menyatakan tidak akan mundur

sebelum ada vonis sidang praperadilan.

Kompolnas mulai mewawancarai empat calon

Kapolri baru di Mabes Polri.

Kompolnas menyerahkan enam nama calon

Kapolri baru pengganti Budi Gunawan kepada

Seskab Andi Widjajanto.

Seskab Andi Widjajanto memastikan Jokowi

akan mengumumkan Kapolri paling lambat 15

Februari 2015.

OKTA WIGUNA | INFOGRAFIS: MINDRA PURNOMO

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

PEMUDA PLAYBOY

DARI ‘DANGER FAMILY’

BUDI WASESO BERASAL DARI KELUARGA MILITER.

AYAHNYA, KOLONEL (PURNAWIRAWAN) DANGIR

MARWOTO, ADALAH BEKAS PERSONEL RPKAD DAN

DIREKRUT PANGKOPKAMTIB SUDOMO MENJADI

ANGGOTA OPERASI TERTIB.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Rumah dinas Kabareskrim

Komjen Budi Waseso

ISFARI HIKMAT /DETIKCOM

RUMAH dinas Polri di Jalan Panglima

Polim, Jakarta Selatan, itu

dipermak di sana-sini. Sepekan ini,

sejumlah tukang bekerja lembur

sampai pukul 02.00 WIB. Renovasi rumah

yang lumayan wah itu dikebut karena hendak

ditempati penghuni baru.

Penghuni barunya adalah Komisaris Jenderal

Budi Waseso, Kepala Badan Reserse Kriminal

Mabes Polri. Sudah hampir sebulan lulusan

Akademi Kepolisian 1984 itu menduduki jabatan

yang mentereng tersebut.

Jumat, 13 Februari 2015, malam, mengendarai

Toyota Kijang Innova, pria yang biasa disapa

Buwas itu datang untuk mengecek perkembangan

renovasi rumah dinasnya tersebut.

Maklum, keesokan harinya, ia menggelar syukuran

dengan mengundang kerabat dan anak

yatim.

Menurut Buwas, renovasi rumah dinas tidak

dilakukan secara besar-besaran. Hanya, ia ingin

sedikit menyulap ruangan belakangnya menjadi

semacam bengkel untuk memenuhi hobi

otomotifnya. Berdekatan dengan bengkel, dia

juga akan membangun ruang khusus untuk

para ajudan.

Selama ini Buwas tinggal di rumah mertuanya,

asrama TNI Angkatan Darat Bulak Rantai,

Kramat Jati, Jakarta Timur. Menjadi polisi, ia

mengaku membeli rumah seluas 78 meter

persegi di Bogor. Saat itu pangkatnya masih

komisaris besar.

Namun, meski juga sudah direnovasi, rumah

yang oleh pemilik lama dikredit melalui Bank

Tabungan Negara itu tidak pernah dihuni.

Bahkan lama-kelamaan rumah tersebut dijual.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Budi Waseso (kiri) usai berburu

babi.

REPRO/ARI SAPUTRA

“Terlalu jauh dari kantor,” kata Buwas.

Mertua Buwas bukan polisi sembarangan.

Retno Setyowati, istrinya, adalah anak pensiunan

polisi berpangkat letnan jenderal, Pamoedji.

Pamoedji adalah Deputi Kapolri (Wakil Kepala

Polri) pada 1980-an. Ia juga tercatat sebagai

pendiri PT Asuransi Bhakti Bhayangkara, perusahaan

asuransi anggota Polri, pada 1987.

Lembaga yang masih berdiri sampai sekarang

itu dibentuk oleh Pamoedji setelah gagal

menghidupkan kembali Bank Bhayangkara

Sejahtera, yang sempat ditutup kegiatan operasionalnya.

Nama mantan Kepala Polda Jawa

Timur itu juga beberapa kali muncul di media

pada zaman penembakan misterius (petrus).

Buwas kenal dengan anak sang jenderal saat

kuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.

Baru sebulan menjalin komunikasi, ia memu-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

Katanya di atas

Rp 1 miliar.

Bima Arya

tuskan menikahi perempuan yang kini sudah

memberinya tiga anak itu. Buwas mengaku sebelumnya

suka ganti-ganti pacar alias playboy.

“Itu masa muda saja, masa memilih,” ucapnya

sambil terbahak.

Tak sulit bagi Buwas mendapatkan Retno,

karena ia sendiri berasal dari keluarga tentara.

Buwas adalah anak ketiga dari seorang veteran

TNI yang lumayan dikenal di Pati, Jawa Tengah,

Kolonel (Purnawirawan) Dangir Marwoto. Dangir

pernah bergabung di Resimen Pasukan

Komando Angkatan Darat, pasukan pimpinan

Sarwo Edhie Wibowo, yang ikut dalam

penumpasan kader simpatisan Partai Komunis

Indonesia.

Dangir lantas dipindahkan ke bagian logistik

AD. Tak lama, ia ditarik oleh Laksamana

Sudomo setelah mantan Pangkopkamtib itu

membentuk Operasi Tertib. Operasi Tertib

adalah lembaga pemberantasan korupsi zaman

Presiden Soeharto. Semacam Komisi Pemberantasan

Korupsi era sekarang. “Itu gabungan

dari TNI, Polri, dan Kejaksaan,” kata Buwas.

Buwas bukan satu-satunya penerus Dangir

sebagai aparat keamanan negara. Adik Buwas,

Adi Wahyudi, adalah perwira di TNI AD dengan

pangkat letkol. Selebihnya, saudara-saudara

kandung Buwas ada yang bekerja di lembaga

pemerintah dan berbisnis. Mereka menyebut

keluarga besar Dangir itu dengan istilah “Danger

Family”.

Saat masih hidup, Dangir banyak menyimpan

mobil kuno. Setelah meninggal tahun 1990,

mobil-mobil itu diwariskan kepada anak dan

cucunya. Salah satu mobil warisan Dangir itu

terlihat dipakai Wali Kota Bogor Bima Arya

untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan

RI 17 Agustus tahun lalu.

Mobil Chevrolet Bel Air keluaran 1955 itu

dipinjamkan secara sukarela oleh Firman

Nugroho, cucu Dangir. Menurut Bima Arya,

mobil jenis sedan itu masih nyaman. Ia sempat

mendapat informasi bahwa harga jual mobil itu

sangat fantastis. “Katanya di atas Rp 1 miliar,”

ujar Bima Arya, yang mengaku menggunakan

mobil itu untuk menampilkan simbol Kota Bogor

akan menjaga heritage.

Adi Susilo, keponakan Buwas, mengatakan

pamannya itu mendapat warisan dua unit jip

dari Dangir. Salah satunya Wrangler CJ7 ber-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Jeep CJ7 1980 milik Budi

Waseso

JIP.CO.ID

warna kuning keluaran 1980. Tiga tahun lalu,

Buwas memodifikasinya di bengkel Hidayat,

Solo, Jawa Tengah. “Saya cuma betulin sedikit,

kok,” kata Hidayat kepada majalah detik.

Dari dua jip itu, koleksi Buwas bertambah.

Rekan seangkatannya di Akademi Kepolisian,

Irjen I Ketut Untung Yoga Ana, mengaku sempat

melihat Budi mengendarai Toyota Hardtop.

Sedangkan Adi Susilo mengatakan, kepadanya

pernah diperlihatkan mobil Suzuki Jimny dan

Daihatsu Taft. “Dia pernah bawa masuk mobil

kunonya ke Mabes Polri,” ujar Adi.

Sampai saat ini, tidak diketahui berapa jumlah

pasti mobil klasik yang dimiliki Buwas. Ia menyebut

bisa membeli mobil-mobil kuno di tepi

jalan yang kondisinya nyaris seperti rongsokan.

Mobil itu lantas dia dandani selama berbulanbulan

dan, setelah jadi, langsung ditunggangi.

Kalau sudah puas, ia akan menjualnya. “(Wrangler

CJ7) itu sudah hilang (terjual),” katanya.

Yang jelas, uang yang dikeluarkan untuk

mendandani mobil itu tidak sedikit. Buwas tak

segan merogoh kocek dalam untuk mengganti

seluruh bagian mobil sesuai dengan seleranya.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Kabareskrim Polri Irjen Pol Budi

Waseso (kiri) bersama Menko

Polhukam Tedjo Edhy (kedua

kiri), Menteri Kebudayaan dan

Pendidikan Dasar Menengah

Anies Baswedan (kedua kanan),

Menkum HAM Yasonna H. Laoly

pada sebuah acara di Mabes

Polri, Jakarta (31/1).

ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

Mobil CJ7, misalnya, ia ganti seluruh komponennya,

dari kaki-kaki sampai mesin. Modifikasi

mobil itu pernah diulas oleh majalah otomotif

JIP.

Selain maniak mobil klasik, Buwas banyak

mengoleksi senjata api serta pisau komando.

Sampai saat ini, ia tercatat sebagai Ketua Persatuan

Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh

Indonesia (Perbakin) Bidang Tembak Berburu.

“Surat-suratnya lengkap,” kata dia sambil menunjukkan

kartu anggota Perbakin.

Kegemaran berburu itu, tutur Buwas, dimulai

sejak SD. Hobi berburu itu terus berlanjut hingga

menjadi pejabat di Polri. Biasanya ia berburu babi

hutan di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Ia membawa

jip untuk berburu dan mengajak beberapa

anggota keluarga atau teman. Artis pelawak Parto

pernah ikut berburu bareng Buwas.

Kariernya yang moncer membuat Buwas

menjadi salah satu yang dituakan di keluarga

Dangir. Kepada keluarganya, Buwas menasihati

agar menggunakan harta kekayaan di jalan yang

benar. Buwas juga suka menceramahi keluarga

tentang agama. “Dia bilang, kalau sudah punya

uang, langsung haji atau umrah,” kata Adi.

Namun, di samping religius, Buwas ternyata

percaya pada hal-hal yang berbau klenik. Adi

menuturkan Buwas menggaet orang pintar

untuk melindunginya dari serangan makhluk

halus yang dikirim musuh-musuh Buwas. “Di

kantor Bareskrim dapat serangan terus dari

orang-orang yang sudah nyaman. Dia ada yang

ikut bentengi di situ,” tuturnya. n ISFARI HIKMAT, IBAD

DUROHMAN | IRWAN NUGROHO

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

NAMANYA

JUGA USAHA,

JENDERAL

DWI PRIYATNO DISEBUT SEBAGAI CALON

PALING KUAT KAPOLRI. BANYAK DIPUJI. DPR

MERAGUKANNYA.

GRANDYOS ZAFNA/ DETIKCOM

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

(Searah jarum jam) Presiden

Jokowi, Ketua DPR Setya

Novanto, Benny K. Harman,

dan Desmond J. Mahesa.

DOK. DETIKCOM

KOMISARIS Jenderal Budi

Gunawan sudah hampir pasti

tidak akan pernah menjadi Kapolri.

Diwarnai perang dingin

dengan partai pendukungnya,

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Presiden

Joko Widodo makin mantap membatalkan

pelantikan tersangka kasus gratifikasi tersebut.

Jokowi memang belum mengumumkan

secara resmi keputusannya. Namun Presiden

sudah berkonsultasi dengan Ketua Dewan Perwakilan

Rakyat Setya Novanto dan Ketua Tim 9

Syafii Maarif untuk menguatkan keputusannya

membatalkan pelantikan calon Kapolri yang

didukung PDI Perjuangan dan sudah disetujui

DPR itu.

Wakil Ketua Komisi III Desmond J. Mahesa

menuturkan Jokowi menelepon Setya pada

Rabu (11/2) malam. Keesokan harinya, Setya

lantas mengundang pimpinan DPR dan anggota

Komisi III untuk rapat membahas telepon

Jokowi itu pada pukul 13.00 WIB.

Desmond tidak bisa menghadiri rapat tersebut

karena sedang berada di Medan. Karena

mendadak, rapat pun akhirnya hanya dihadiri

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Presiden RI Joko Widodo (ketiga

kanan) didampingi Ketua Umum

Hanura Wiranto (kedua kanan)

dan Ketua Umum PDIP Megawati

Soekarnoputri (keempat

kanan) menyanyikan lagu

Indonesia Raya saat pembukaan

Musyawarah Nasional II Partai

Hanura di Solo, Jawa Tengah,

Jumat (13/2). Munas kedua

Partai Hanura berlangsung dari

tanggal 13-15 Februari 2015.

HAFIDZ MUBARAK/ ANTARA

Setya dan Wakil Ketua Komisi III Benny K.

Harman. Namun Setya kemudian membantah

dia ditelepon Jokowi setelah PDI Perjuangan

bersuara keras menyatakan yang menelepon

Setya bukan Jokowi, melainkan Brutus.

“Biarin saja dia berbohong. Biar publik tahu

kebusukannya,” kata Desmond kepada majalah

detik.

Benny tidak membantah melakukan pertemuan

dengan Setya membahas pembatalan

pelantikan Budi Gunawan. Namun ia menolak

membeberkan pertemuan tersebut. “Memang

apa masalahnya Enggak perlu kalian tahu,”

katanya saat dihubungi majalah detik.

Jokowi mengaku masih membutuhkan waktu

untuk berhitung agar keputusannya tidak

menimbulkan risiko besar, baik dari sisi hukum

maupun politik. “Kalau masalahnya hanya satu,

tidak bertumpukan, 1 X 24 jam sudah kita putuskan,”

kata Jokowi.

Secara politik, kasus Budi Gunawan ini

memang berat bagi Jokowi. Hubungan Presiden

dengan Ketua Umum PDI Perjuangan

Megawati Soekarnoputri menjadi renggang

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Dwi Priyatno

GRANDYOS ZAFNA/ DETIKCOM

gara-gara Budi. Muncul kabar Jokowi sedang

perang dingin dengan Mega. Isu ini seperti

benar ketika kedua tokoh tidak bertegur sapa

dalam acara pembukaan Munas Partai Hanura,

padahal mereka duduk bersebelahan.

Jokowi mengakui

sudah mendapat

Saya jadi Kapolda enam nama pengganti

Budi Gunaw-

Metro Jaya

rasanya sudah

an dari Komisi

Kepolisian Nasional.

alhamdulillah. Di

“Nanti saya kasih

kampung saya, tahu kalau sudah

ini sudah jabatan waktunya,” kata

yang paling

Jokowi di sela-sela

Munas.

tinggi.

Jokowi pada

Selasa, 10 Februari,

memanggil Kompolnas ke Istana, Jakarta.

Namun Kompolnas kemudian hanya bertemu

dengan Menteri-Sekretaris Negara Pratikno

karena Jokowi mendadak menghadiri agenda

lain. Kompolnas lantas menyerahkan amplop

berwarna hijau kepada Pratikno. Isinya daftar

nama calon Kapolri.

Menurut anggota Kompolnas, Syafriadi Cut

Ali, ada enam nama yang diserahkan. Empat

nama, yakni Komjen Dwi Priyatno, Komjen Budi

Waseso, Komjen Badrodin Haiti, dan Komjen

Putut Eko Bayuseno, sudah diwawancarai

Kompolnas. Dua nama, yakni mantan Kepala

Badan Reserse Kriminal Komjen Suhardi Alius

dan Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen

Anang Iskandar, ikut dimasukkan meski belum

diwawancarai karena desakan sejumlah kalangan.

Dari keenam nama itu, Jokowi condong

mengusulkan Dwi Priyatno sebagai Kapolri

baru. “Pak Jokowi minta pendapat hukum tentang

Pak Dwi,” ujar Desmond, yang merupakan

politikus Gerindra.

●●●

“Saya jadi Kapolda Metro Jaya rasanya sudah

alhamdulillah. Di kampung saya, ini sudah jabatan

yang paling tinggi.”

Ajun Komisaris Besar Agung Mardjianto ma-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Kapolda Metro Jaya yang baru,

Irjen Pol Dwi Priyatno, bersama

istri melambaikan tangan

saat mengikuti parade pisah

sambut di halaman Polda Metro

Jaya, Jakarta, Selasa (18/3).

Irjen Pol Dwi Priyatno resmi

menjadi Kapolda Metro Jaya

menggantikan Irjen Pol Putut

Eko Bayuseno yang menjadi

Kabaharkam Polri.

DHONI SETIAWAN/ ANTARA

sih ingat ucapan Komjen Dwi Priyatno tersebut.

Kala itu Dwi masih menjabat Kapolda Metro

Jaya dan Agung menjadi sekretaris pribadinya.

Dwi lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, pada

12 November 1959. Namun ia besar di Cipinang,

Jakarta. Lulusan Akademi Polisi 1982 ini

menjabat Kapolda Metro Jaya hanya enam bulan,

18 Maret 2014 hingga 3 September 2014.

Agung mengingat Dwi sebagai kapolda yang

disiplin dan suka mengajak diskusi anak buahnya.

Dwi sering datang ke kantor pukul 05.00

WIB. “Biasanya lantas lari keliling. Selain lari, ia

hobi golf,” kata Agung kepada majalah detik.

Seminggu sekali, Dwi juga mengajak makan

siang jajarannya di ruang kerjanya. Saat menjadi

Kapolda Metro Jaya, Dwi suka memberi

nasihat bahwa yang terpenting bukanlah jabatan,

tapi bermanfaat bagi orang lain.

“Sehebat apa pun kamu, Dik, kalau kamu

tidak memberikan manfaat kepada orang lain,

orang lain juga tak akan peduli dengan kehebatanmu,”

kata Dwi seperti ditirukan Agung.

Meski cuma enam bulan, Dwi dinilai sukses

menjadi Kapolda Metro Jaya. Dwi biasanya turun

langsung saat ada demo di Istana ataupun

saat melakukan pengamanan pemilu.

“Pengamanan pemilu legislatif dan pemilu

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Natalius PigaI

DETIKCOM

presiden 2014 di Jakarta buktinya lancar,” kata

anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia,

Natalius Pigai.

Saat menjadi Kapolda Metro Jaya inilah Dwi

menjalin kedekatan dengan Jokowi, yang saat

itu menjabat Gubernur DKI Jakarta. Jokowi

bertandang ke Markas Polda Metro Jaya pada

19 Maret 2013 atau menjelang pemilu legislatif.

Natalius beberapa kali bertemu dan bekerja

sama dengan Dwi sejak jenderal bintang tiga ini

menjadi Kapolda Jawa Tengah. Pada 2013, Dwi

membuat terobosan dalam penanganan terorisme

yang tidak

melanggar HAM.

Dia selalu bilang,

Bersama Universitas

Diponegoro,

‘Namanya juga

usaha

Semarang, ia mengajak

semua komponen

masyarakat

bertemu untuk membahas pemberantasan

terorisme. “Beliau justru masuk ke wilayah-wilayah

kampus untuk mencari solusi. Saya kira

ini sebuah prestasi yang paling wah di tahun

2013 di Jawa Tengah,” kata Natalius.

Sekarang, saat menjabat Inspektur Pengawasan

Umum, Mabes Polri juga sangat responsif

terhadap penanganan kasus-kasus. Dwi

berprinsip akan memproses semua aduan ke

Mabes Polri. Kepada Natalius, Dwi berkata

mereka yang melapor pasti memiliki harapan

mendapatkan keadilan. “Dia selalu bilang, ‘Namanya

juga usaha.’ Kesannya sederhana tapi

serius,” tutur Natalius.

Kompolnas juga memberi penilaian positif

pada Dwi. Riwayat tugas Dwi, pernah menjabat

Kapolda Jawa Tengah dan Kapolda Metro Jaya

sebelum akhirnya dilantik sebagai Inspektur

Pengawasan Umum pada 2014, dinilai lengkap

dan memadai untuk menjadi Kapolri.

Dwi dinilai mampu mempersatukan Polri,

mampu bekerja sama dengan institusi penegak

hukum lain, dan bersih. “Kita sudah masukkan

dia dari awal. Artinya, kita tidak punya catatan

jelek tentang dia,” kata Komisioner Kompolnas,

M. Nasser.

Dwi menyatakan siap jika ditunjuk jadi Kapolri.

“Saya tidak berandai-andai. Siapa pun yang

ditunjuk harus mampu dan siap menjalankan-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Komjen Dwi Priyatno (kedua

kiri) saat menjadi Kapolda

Metro Jaya dalam rilis kasus

kekerasan seksual di JIS,

Jakarta International School,

(9/6/2014).

GRANDYOS ZAFNA/ DETIKCOM

nya,” kata Dwi.

Di tengah santernya nama Dwi disebut sebagai

calon terkuat Kapolri, ia mendatangi KPK.

Dwi melakukan pertemuan dengan Ketua KPK

Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang

Widjojanto selama dua setengah jam.

Dwi mengaku pertemuan itu hanyalah koordinasi.

Pertemuan itu tidak berkaitan dengan

santernya kabar nama Dwi disebut-sebut sebagai

calon kuat Kapolri. “Bukan soal LHKPN.

Saya sudah lapor pada 16 Desember,” tukas

Dwi.

Berdasarkan LHKPN pada 12 Juli 2002, harta

Dwi tercatat Rp 860,2 juta. Saat itu Dwi menjabat

Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Kota

Besar Surabaya. Laporan terbaru Dwi belum

dipublikasikan KPK.

Anggota Tim 9 Komjen Oegroseno mengingatkan

calon Kapolri semestinya dipilih yang

paling senior. Hal ini untuk menjaga hubungan

yang harmonis di kepolisian. Selain itu, calon

Kapolri harus pernah dua kali memimpin Polda

tipe A. Wilayah tipe A meliputi Polda Aceh,

Sumut, Sumsel, Metro Jaya, Jabar, Jateng, Jatim,

Bali, Kaltim, Sulsel, dan Papua. Sehingga, be-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Presiden Jokowi bertemu Ketua

DPR Setya Novanto di Istana

Merdeka, (2/2/2015).

AGUNG PAMBUDHY/DETIKCOM

nar-benar terbukti mampu mengatasi masalah

sulit.

Dari sejumlah kriteria itu, bukan Dwi seorang

yang memenuhi. Suhardi Alius disebut

Oegroseno juga patut diperhitungkan. “Tapi

Tim 9 kan intinya menyarankan seyogianya

tidak melantik Pak Budi Gunawan, kan gitu

aja. Menjaring calon Kapolri, ya kita serahkan

ke Bapak Presiden,” kata Oegro.

DPR akan bersidang membahas calon Kapolri

baru seusai reses pada Maret. Merujuk kontroversi

Budi Gunawan, Desmond menyatakan,

DPR akan lebih berhati-hati memilih Kapolri.

Desmond mendapat laporan Dwi bukan polisi

yang sangat bersih saat menjabat Kapolda Metro

Jaya.

“Kami mengharap Pak Dwi atau siapa pun

yang masuk ke Komisi III, tentunya kami akan

teliti. Lebih baik orang yang punya masalah

jangan berani maju ke Komisi III. Sebab, yang

namanya ada busuk pasti kebongkar,” Desmond

menegaskan. n ADITYA MARDIASTUTI, IBAD DUROHMAN,

BAHTIAR RIFAI | IIN YUMIYANTI

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

EMPAT NAMA

LAIN YANG DITIMANG

ADA empat nama lain yang diajukan

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)

kepada Presiden Joko Widodo,

selain Komjen Budi Waseso

yang kontroversial dan Komjen Dwi Priyatno

yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat

untuk menjadi Kapolri.

Mereka adalah Komjen Badrodin Haiti,

Komjen Suhardi Alius, Komjen Putut Eko

Bayuseno, dan Komjen Anang Iskandar.

Berikut ini profil keempat orang

tersebut.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Badrodin Haiti

ANTARA/JOKO SULISTYO

Badrodin Haiti

Saat ini Komjen Badrodin Haiti adalah Wakil Kepala Kepolisian

Republik Indonesia (Wakapolri). Pada 16 Januari,

Jokowi menunjuk Badrodin Haiti sebagai Pelaksana Tugas

Kapolri.

Usianya 56 tahun, lahir di Jember, Jawa Timur, 24 Juli

1958. Badrodin merupakan alumnus terbaik Akademi Polisi

1982.

Ia tiga kali menjadi Kapolda, yakni Kapolda Banten,

Kapolda Sulawesi Tengah, dan Kapolda Sumatera Utara.

Sebelum jadi Wakapolri, Badrodin menjabat Kepala Badan

Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Badrodin memiliki sejumlah kontroversi. Komnas HAM

menyebut Badrodin mempunyai indikasi pelanggaran

HAM di Poso pada 2007. Pusat Pelaporan dan Analisis

Transaksi Keuangan (PPATK) memasukkan namanya dalam

daftar jenderal yang diduga memiliki rekening mencurigakan.

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara ke KPK, kekayaannya saat ini Rp 8,2 miliar dan US$

4.000.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Suhardi Alius

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

Suhardi Alius

Komjen Pol Suhardi Alius menjabat Sekretaris Utama

Lemhannas sejak 16 Januari 2015. Berusia 52 tahun, lahir di

Jakarta, 10 Mei 1962.

Ia menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes

Polri sejak 24 November 2013. Ia dimutasi ke Sekretaris Utama

Lemhannas, kemudian digantikan oleh Komjen Budi Waseso.

Pemutasian ini sempat menimbulkan kontroversi karena dilakukan

tidak lama setelah Komjen Budi Gunawan ditetapkan

sebagai tersangka oleh KPK. Suhardi diisukan sebagai pihak

yang membocorkan data BG ke KPK.

“Saya jelas difitnah. Saya dekat dengan KPK dan PPATK

dalam fungsi dan jabatan saya sebagai Kabareskrim. Saya

prajurit, saya siap,” kata Suhardi.

Lulus Akademi Polisi pada 1985, ia menjadi Kapolda Jabar

(2013), Kadiv. Humas Mabes Polri (2012), dan Wakil Kapolda

Metro Jaya (2011).

Harta Suhardi Alius berdasarkan LHKPN tahun 2013

adalah Rp 5,6 miliar. Sejumlah aktivis antikorupsi mengunggulkan

Suhardi karena dinilai dekat dan mampu bekerja

sama dengan KPK.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Putut Eko Bayuseno

ANTARA /WIDODO S. JUSUF

Putut Eko Bayuseno

Saat ini Putut Eko menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan

Keamanan (Kabaharkam) Polri. Pria 54 tahun

ini sering disebut sebagai orang Presiden Susilo Bambang

Yudhoyono (SBY) karena menjadi ajudannya selama lima

tahun, dari 2004 sampai 2009.

Putut Eko lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 28 Mei 1961.

Ia lulus Akademi Polisi pada 1984. Mengawali karier kepemimpinan

dengan menjadi Kapolres Situbondo, Kapolres

Jember, lalu ditarik ke Mapolda Jawa Timur sebagai Korspripim

(2003-2004).

Kariernya terus menanjak dengan tiga kali menjadi Kapolda,

yakni Kapolda Banten, Kapolda Jabar, dan Kapolda

Metro Jaya, sebelum akhirnya menjabat Kabaharkam Polri.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara (LHKPN) pada 2009, sebagai Kapolda Metro

Jaya, Putut memiliki harta Rp 7.138.064.067 dan US$ 83.421.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Komjen Anang Iskandar

ANTARA /WIDODO S. JUSUF

Anang Iskandar

Komjen Anang Iskandar saat ini menjadi Kepala Badan

Narkotika Nasional (BNN). Usianya 57 tahun, lahir di Mojokerto,

Jawa Timur, 18 Mei 1958.

Lulusan Akademi Polisi 1983 ini menyatakan siap jika

ditunjuk menjadi Kapolri. “Saya dengar selenting-selenting.

Saya Kepala BNN. Kalau ditugasi, ya saya laksanakan

dengan sebaik-baiknya,” kata Anang.

Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti ini belum

pernah menjabat sebagai Kapolda di wilayah A. Sebelum

menjadi Kepala BNN, ia pernah menjabat Kapolda Jambi

(2011), Kadiv. Humas Polri (2012), dan Gubernur Akpol

(2012).

Data LHKPN KPK 2009, Anang memiliki harta Rp 5,5

miliar. Namun ia juga memiliki utang Rp 3,1 miliar sehingga,

setelah dikurangi utangnya, harta Anang Rp 2,4 miliar.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

BUDI WASESO:

TIDAK PERLU

WASWAS

DENGAN SAYA

“PAK BW BILANG, ‘SEANDAINYA SAYA

HARI INI MENINGGAL, SAYA SIAP. JASAD

SAYA BERIKAN UNTUK KEBENARAN.’ LA,

SEKARANG BARU TEROR KOK SUDAH

BINGUNG.”

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Komjen Budi Waseso memenuhi

panggilan Komnas HAM, Jumat

(30/1).

RACHMAN HARYANTO/DETIKCOM

KOMISARIS Jenderal Budi Waseso

siap menjadi Kepala Polri bila Presiden

Joko Widodo memilihnya untuk

menggantikan Komjen Budi Gunawan,

yang pencalonannya menuai kontroversi

setelah dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan

Korupsi.

Sama seperti Budi Gunawan, pencalonan

Budi Waseso memicu kontroversi. Aktivis antikorupsi

ramai-ramai menolaknya. Budi Waseso

dicemaskan akan semakin memperburuk konflik

KPK dengan polisi bila menjadi Kapolri.

Sebagai Kabareskrim sekarang, Budi Waseso

dianggap mengkriminalisasi para pimpinan

KPK. Pada zaman Budi Waseso inilah empat

pimpinan KPK dilaporkan ke Mabes Polri dan

diproses secara kilat. Ada yang sudah dijadikan

tersangka, bahkan ada kejadian penangkapan.

Budi Waseso membantah memiliki dendam

kepada pimpinan komisi antirasuah itu. Ia

mengklaim hanya menangani oknum pimpinan

KPK yang melanggar hukum.

“Saya tidak ada masalah, jadi tidak perlu

waswas dengan saya,” kata Budi saat ditemui

majalah detik di rumah dinas Kabareskrim, Jalan

Panglima Polim, Jakarta, Jumat, 13 Februari

2015.

Berikut ini wawancara Isfari Hikmat dari

majalah detik dengan Komjen Budi Waseso.

Nama Anda masuk bursa calon Kapolri.

Kabareskrim biasanya merupakan calon

kuat Kapolri. Bagaimana tanggapan Anda

Ya, kan banyak, ada delapan calon. Oh, (kalau

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Kabareskrim disebut calon kuat) itu kan dugaan

orang. Tinggal penilaian saja, ha-ha-ha….

Kalau nanti terpilih jadi Kapolri, perseteruan

KPK-Polri apakah masih akan berlanjut

Oh, ndak, yakinlah tidak. Sekali lagi yang saya

tangani ini adalah personnya, pribadi-pribadi

orang, oknum yang melakukan pelanggaran

hukum. Hanya, karena itu, orang ini dilibat-libatkan

dengan lembaga, institusi. Padahal tidak

ada. Saya masih berkoordinasi sampai saat ini

dengan KPK dalam kasus-kasus korupsi yang

saya tangani. Karena KPK punya kewenangan

untuk supervisi, untuk pengawasan. Saya tidak

ada masalah, jadi tidak perlu waswas dengan

saya.

Mungkin karena kedekatan Anda dengan

Budi Gunawan, sehingga dianggap jadi

Sejumlah perwakilan

masyarakat dari Kabupaten

Batang, Jawa Tengah,

berkumpul setelah menggelar

ritual ruwatan di gedung

Komisi Pemberantasan

Korupsi, Jakarta, Sabtu (7/2)

malam.

ISMAR PATRIZKI/ANTARA FOTO

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Kita harus

profesional dalam

menegakkan

hukum.

perpanjangan tangannya

Cara berpikirnya jangan begitu. (Kepada) setiap

atasan saya, saya harus mendekat karena

saya anak buah. Kedekatan saya sama beliau

itu memang karena saya anak buahnya.

Artinya kedekatan di sini ketika dalam pelaksanaan

tugas, khususnya di lingkungan itu

ya harus dekat, dong. Namanya profesional,

yakinlah. Jangan kedekatan itu disalahartikan.

Ada pihak yang khawatir Anda dendam

dengan KPK

Oh, ndak. Mengapa harus khawatir Saya

tidak dendam. Buktinya, anggota saya sampai

saat ini masih berkoordinasi dengan KPK terkait

pelaksanaan penanganan tindak korupsi. Kok

saya dendam, dendam dari mana. Ini tidak ada

dendam.

Kasus yang menjadikan Abraham Samad

sebagai tersangka katanya tinggal difinalisasi

Ha-ha-ha... ya, gini. Yang pertama, saya harus

teliti dalam kasus apa pun. Pekerjaan harus

saya teliti. Saya tidak berangkat dari suka atau

tidak suka. Dendam tidak boleh. Kita harus

profesional dalam menegakkan hukum. Kalau

dendam, nanti jadi tidak obyektif. Lillahi ta’ala,

saya tidak dendam.

Saat ini situasi KPK-Polri sedang genting

Saya pikir bukan masalah KPK dan Polri. Saya

hanya bilang ini ada kemungkinan pihak ketiga

yang bermain supaya saya dengan KPK selalu

seteru.

KPK tidak mau berkoordinasi dengan

Polri terkait ancaman

Mau, tadi sudah lapor, kok. Itu kan saya kira

tidak ada masalah. Makanya saya bilang, masak

iya, sih. Coba kemarin KPK mau mogok, dia

push saya mau mogok semua karyawannya.

Terus, habis itu, KPK mau dikriminalisasi, terus

KPK mau dilumpuhkan, isunya kan begitu.

Terus sekarang KPK diteror. Tidak usah begitu!

Padahal Pak BW (Bambang Widjojanto) kan

bilang, “Seandainya saya hari ini meninggalkan

jasad saya, saya siap.” Betul enggak “Jasad

saya berikan untuk kebenaran.” La, sekarang

baru teror kok sudah bingung. Kalau toh benar

ada teror, kenapa dia takut.

Tapi apakah teror kepada KPK sudah

ditangani

Begitu ada laporan, ya kita tangani. Tanpa

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Wakil Ketua KPK Bambang

Widjojanto memberikan

keterangan kepada wartawan

setelah diperiksa di Bareskrim

Polri, Jakarta, Selasa (3/2)

malam.

AGUNG/DETIKCOM

kita menduga-duga dengan pemahaman kita,

jangan. Kita harus bicara obyektif, itulah yang

ayah saya selalu bilang, “Kamu harus jujur.”

Makanya itu saja pedoman saya, buat apa saya

takut kalau jujur.

Soal jujur, apakah harta kekayaan Anda

sudah dilaporkan ke KPK

Itulah kejujuran saya. Kenapa Saya kan punya

barang yang tadi susah ditebak. Kalau saya

bilang mobil ini Rp 10 juta, terus ada yang naksir

dengan harga Rp 50 juta, berarti saya bohong,

kan. Jangan di kemudian hari itu dipakai untuk

memukul saya, seperti yang dilakukan sekarang

terhadap Pak Budi Gunawan. Ini pengalaman

saya. Bukan saya tidak mau, tapi saya

harus ditafsir jujur barang saya, yang menaksir

harus ahlinya. Seperti senjata saya kan ada

nilainya. Pisau saya banyak, ada nilainya, harus

dilaporkan. Jangan saya yang melaporkan, yang

menulis harus orang yang mengerti. Saya mau

jujur.

Berapa nilainya menurut Anda

Tidak tahu.

Mencapai miliaran rupiah

Tidak tahu. Tergantung nanti yang mengkalkulasi.

Memangnya masih proses sampai sekarang

Iya, kan mobil saya dikalkulasi, barang rongsokan

kan juga ditaksir kan, yang di bengkel

kan ditaksir.

Termasuk senjata yang dikoleksi

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Anggota saya

sampai saat

ini masih

berkoordinasi

dengan KPK terkait

pelaksanaan

penanganan tindak

korupsi.

Bukan koleksi, saya ini kan hobi. Kalau koleksi

itu kan tidak dipakai, saya kan pemburu, atlet

menembak, masih aktif. Saya kan Ketua Bidang

Tembak Berburu Perbakin. Saya aktif memang.

Saya juga punya bela diri.

Suratnya lengkap

Lengkap (mengeluarkan kartu anggota Perbakin

dan izin menembak). Surat (senjata) bela

diri juga lengkap.

Apakah Polri tersinggung karena Budi

Gunawan dijadikan tersangka saat akan

tinggal selangkah menjadi Kapolri. Ada

yang menilai yang dilakukan KPK terhadap

calon pimpinan Polri seperti melempar

kotoran

Saya nilai bukan begitu. KPK dengan Polisi

itu ada kerja sama, MOU. Ada norma-norma

kelembagaan yang harus saling dijunjung dan

dijaga, seperti tadi saya punya kewajiban melaporkan

penanganan kasus korupsi kepada KPK.

Itu harus saya junjung tinggi. Oleh sebab itu,

setiap perkembangan saya laporkan, dan berjalan.

Itu wujud nyata menghormati lembaga

KPK. Artinya, siapa pun, bukan hanya KPK, di

jaksa dan polisi, kita ada norma kelembagaan

yang tidak bisa ditabrak. Seperti kemarin saya

membuat TR (telegram rahasia) yang katanya

menghalang-halangi penyidikan KPK.

Saya ini mantan Propam (Profesi dan Pengamanan),

saya tahu aturan internal, karena

polisi ini bukan sipil murni. Polisi itu institusi

yang punya aturan internal. Di kala seorang

polisi, di situ sudah jelas, berhubungan atau

berkaitan dengan kewajiban hukum, dia harus

melaporkan ke Propam untuk mendapatkan

pengamanan. Serta berkewajiban melaporkan

ke Divkum (Divisi Hukum) untuk mendapat

bantuan hukum. Itu yang saya punya TR ke

seluruh Indonesia.

TR saya bukan rahasia, terbuka. Tidak apa,

akan saya buktikan. Tidak ada urusan menghalangi.

Supaya norma-norma kelembagaan ini

dihargai, diamankan, diberikan haknya, karena

itu diatur. Saya tidak takut, kok. Ombudsman

sudah datang untuk audit saya tentang kriminalisasi,

silakan dibuktikan.

Komnas HAM juga sudah datang

Kan saya sudah datang, duduk satu meja.

Termasuk dengan KPK

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Budi Waseso (tengah belakang)

mengawal calon Kepala

Polri Budi Gunawan saat uji

kelayakan di DPR, Kamis

(15/1).

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

Untuk apa, inilah akhirnya yang membuat

seolah-olah saya ada masalah dengan KPK,

seolah-olah Komnas HAM yang bisa menjembatani.

Saya tidak mau yang begitu-begitu. Ini

membuat opini yang blunder. Makanya saya

tidak mau, kan tidak ada masalah. Itu hak Komnas

HAM menyatakan saya bersalah. Silakan

saja umumkan, memang kenapa.

Ada yang bilang Anda orangnya sederhana.

Apakah benar

Tidak tahu saya ya, tapi itulah saya. Saya

tidak ikut-ikut orang, tapi saya selalu bicara

fungsi. Orang kadang-kadang melihat kursi

bekas yang lama tidak bagus, tidak (menarik)

selera. Kan ini fungsinya untuk duduk, masih

bisa digunakan untuk duduk.

Istri tidak protes

Enggak, istri saya sama dengan saya. Mungkin

itulah kecocokan saya dengan istri saya.

Karena kita tidak pernah mengada-ada, tidak

ingin hidup yang aneh-aneh.

Anda bertemu dengan istri di PTIK

Ha-ha-ha… (dia) salah satu responden saya

ketika penelitian. Saya mahasiswa PTIK, Ibu

mahasiswi. Karena sering kita tanya untuk

bahan penelitian, lama-lama kan komunikasi.

Saya sama istri saya cuma kenal sebulan saja

langsung jadi, ha-ha-ha....

Kabarnya Anda dulu suka gonta-ganti

pacar

Oh, ya, waktu saya muda memang iya. Ketika

sudah sama Ibu tidak ada lagi. Kalau kita

berteman, itu wajar-wajar saja. Yang terpenting

kan kita tahu batasannya, kita tahu posisinya.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


FOKUS

Presiden Joko Widodo

menerima anggota Kompolnas,

yaitu Edi Putra Hasibuan

(kedua dari kanan), Logan

Siagian (kanan), Hamidah

Abdurrahman, Syafriadi Cut

Ali (kedua dari kiri), Adrianus

Meliala (kiri), di Istana

Merdeka, Jakarta, Kamis

(29/1).

PRASETYO UTOMO/ANTARAFO

Itu masa muda saja, masa remaja, masa penyesuaian,

masa memilih. Belum menentukan.

Anak Anda dijodohkan dengan putra

Komjen Budi Gunawan

Sekarang begini, seperti kalau saya dalam

pendekatan ketika naksir seseorang itu kan

pasti pendekatan, sah-sah saja. Terhadap siapa

pun.

Foto mereka mesra sekali sambil gandengan

Mesra atau gandengan tidak apa-apa. Di kala

dalam penyesuaian pasangan, kita memilih.

Makanya tadi pacar saya banyak, jujur banyak

saya katakan. Dan sekarang hubungannya

tetap baik. ■

ISFARI HIKMAT | PASTI LIBERTI MAPPAPA

MAJALAH DETIK 16 - - 22 FEBRUARI 2015


INTERVIEW

TONY KWOK:

KPK

TERBAIK

KETIGA

DI ASIA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERVIEW

AGAR TAK TERUS DIGANGGU, KPK HARUS DIATUR LEWAT KONSTITUSI DAN DIBUAT

PERMANEN.

DROFESOR Tony Kwok Man-wai adalah suhu

dalam pemberantasan korupsi. Ia selama

27 tahun berkiprah dalam pemberantasan

korupsi di Hong Kong lewat Independent

Commission against Corruption (ICAC) atau

Komisi Pemberantasan Korupsi Hong Kong.

Dia adalah saksi betapa brutalnya tindakan

polisi Hong Kong saat menyerbu kantor ICAC

pada 1977 setelah lembaga itu menyidik kasus

korupsi di kepolisian.

Bedanya, Gubernur Hong Kong Murray

MacLehose tak berpangku tangan. Guna meredakan

ketegangan, MacLehose memberikan

amnesti kepada para perwira polisi yang terlibat

korupsi minor sebelum 1977. Tapi tidak ada

toleransi bila masih melakukan penyimpangan

setelahnya.

“Kalau boleh saya bandingkan, apa yang

terjadi pada KPK di Indonesia ini seperti yang

dialami ICAC pada 1977,” kata Kwok saat dimintai

tanggapan atas kisruh KPK-Polri saat

ini.

Pada 1986, ia memimpin tim gabungan

ICAC dan polisi menginvestigasi bangkrutnya

bank terbesar ketiga di Hong Kong dengan

nilai korupsi dan suap sebesar US$ 385 juta.

Dibantu 30 penyidik, dalam tempo 16 bulan

tim berhasil menyeret tiga top manager bank

itu ke pengadilan, dan mengekstradisi dua

pejabat lainnya dari Amerika Serikat.

Sebagai konsultan pemberantasan korupsi

di 25 negara, ia menyarankan agar KPK menjadi

lembaga independen permanen. Bukan

lagi lembaga ad hoc yang bersifat sementara

dan cuma diatur berdasarkan undang-undang.

Karena itu, keberadaan KPK harus masuk dalam

konstitusi.

Penggemar tai chi, menyelam, dan squash ini

selama sepekan berada di Indonesia. Ia memberikan

kuliah umum di sejumlah kampus di

Jakarta dan Padang serta berbagi pengalaman

dengan kelompok-kelompok penggiat antiko-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERVIEW

rupsi. Apakah akan bertemu dengan Presiden

Jokowi “Bila Bapak Presiden berkehendak,

tentu tidak sulit bagi saya untuk meluangkan

waktu bertemu dengan beliau,” katanya diplomatis.

Berikut ini petikan perbincangan majalah

detik dengan Kwok di sebuah kedai di kawasan

Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta, pada

Senin, 9 Februari 2015, dan setelah memberikan

kuliah umum di Universitas Paramadina,

Jakarta, keesokan harinya.

Video

Anda menjadi konsultan pemberantasan

korupsi di 25 negara. Apakah kisruh

KPK dengan Polri juga terjadi di negara

lain

Di hampir setiap negara yang tingkat korupsinya

merajalela, pasti akan terjadi hambatan

dan serangan. Itu wajar saja dihadapi hampir

semua komisi antikorupsi. Kalau boleh saya

bandingkan, apa yang terjadi pada KPK di

Indonesia ini seperti yang dialami ICAC pada

1977. Kala itu, puluhan anggota kepolisian

Hong Kong mengepung kantor ICAC. Mereka

protes atas pengusutan korupsi di kepolisian

yang dilakukan ICAC.

Menghadapi kondisi tersebut, Gubernur

Hong Kong Murray MacLehose tidak diam.

Dia mengambil langkah nyata untuk meredakan

situasi. Langkah bersejarah itu berupa

pemberian amnesti untuk kasus korupsi minor

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERVIEW

yang dilakukan perwira-perwira polisi sebelum

1977. Namun polisi diminta kooperatif dengan

penyidikan ICAC untuk kasus korupsi yang

dilakukan setelah tahun tersebut. Tak ada

toleransi lagi bila terjadi korupsi setelah itu.

Mulai 1978, ICAC menyidik kasus korupsi

di kepolisian dan memenjarakan seratusan

perwira polisi dan seorang petugas bea-cukai.

Tapi beberapa perwira yang ringan kesalahannya

hanya dipecat. Setelah itu secara internal

polisi melakukan bersih-bersih massal dan

mereformasi diri menjadi lebih transparan.

Kini kepolisian Hong Kong menjadi salah satu

yang terbersih di dunia.

Badan antikorupsi diserang oleh parlemen atau

partai politik itu lumrah terjadi di negara-negara

korup.

AGUNG PAMBHUDY/DETIKCOM

Kalau di Hong Kong hanya menghadapi

polisi yang korup, di sini KPK masih harus

menghadapi partai politik dan parlemen....

Sangat lumrah sebenarnya apa yang terjadi

pada KPK di Indonesia. Badan antikorupsi

diserang oleh parlemen atau partai politik itu

lumrah terjadi di negara-negara korup.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERVIEW

Tim Sembilan bentukan

Presiden Joko Widodo untuk

menyelesaikan konflik KPK

dengan Polri bertemu dengan

Komisi Yudisial, Rabu (11/2).

GRANDYOS ZAFNA/DETIKCOM

Terkait kisruh KPK-Polri saat ini, apa

yang seharusnya dilakukan Presiden Jokowi

jika semua komisioner KPK menjadi

tersangka

Dalam krisis seperti sekarang, kalau saya

ditanya oleh Presiden, tentu saja sebaiknya

menyerahkan penyidikan kasus para komisioner

itu ke tim independen atau komite khusus

yang dibentuk untuk itu. Atau sederhana saja,

Tim Sembilan diberi surat keputusan (keputusan

presiden) untuk dapat mengambil alih

kasus dari kepolisian untuk menyelesaikan investigasi

kasus tersebut dengan sebagaimana

mestinya. Itu saran saya. Sebab, betapapun,

publik melihat ada konflik kepentingan jika

polisi menangani kasus-kasus tersebut.

Salah satu kritik terhadap KPK adalah

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERVIEW

ICAC di Hong Kong diawasi oleh dua komite

independen yang melayani keluhan warga dan

memantau investigasi untuk memastikan semua

operasi berjalan dengan benar.

DIDI DWI HARYANTO/MY TRANS

tidak adanya pengawas terhadap kinerja

mereka. Kalau di Hong Kong seperti apa

Kalau berbicara terkait pengalaman Hong

Kong, kami punya ICOC (Independent Complaint

Committee). Jadi setiap warga negara

yang tidak senang terkait kebijakan ICAC dapat

memasukkan komplain lewat komite itu. Ada

juga ORC (Operations Review Committee)

yang memonitor investigasi yang dilakukan

ICAC untuk memastikan semua operasi berjalan

dengan benar.

Sedangkan untuk kepolisian, ada yang namanya

IPCC (Independent Police Complaints

Council). Jadi, jika ada yang merasa polisi menyalahgunakan

kebijakannya, dapat mengadu

ke komite.

Komposisinya seperti

Mereka bisa berasal dari beragam kelompok

masyarakat atau golongan yang bekerja

secara paruh waktu. Bentuknya mungkin

sama dengan Tim Sembilan yang dibentuk

Presiden. Pembentukan (komite) inilah yang

harus dipertimbangkan oleh Indonesia untuk

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERVIEW

Mahasiswa berunjuk

rasa mendukung Komisi

Pemberantasan Korupsi.

RACHMAN/DETIKCOM

memiliki IPCC dan ICOC.

Anda pribadi menilai kiprah KPK sejauh

ini

Anda harus bangga dengan KPK yang Anda

miliki ini. Menurut pendapat saya, bila orang

membicarakan tentang lembaga antikorupsi,

biasanya langsung merujuk Hong Kong, lalu

Singapura. Lantas siapa yang ketiga Saya harus

katakan, KPK-lah yang terbaik berikutnya.

Apa indikatornya

Dengan segala keterbatasan yang masih

dimiliki, KPK menjerat para pelaku korupsi

dari lingkup big fish. Ada menteri, elite partai

politik, juga petinggi kepolisian. Semua yang

menjadi tersangka hampir dipastikan tidak

akan lolos dari hukuman. Itu luar biasa. Anda

bandingkan dengan di Malaysia. Mereka memang

pada akhirnya menangani kasus korupsi

big fish, tapi itu baru dicapai setelah beberapa

tahun. Lama sekali.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERVIEW

parlemen. Begitu juga keberadaan komisionernya,

yang masih harus disetujui parlemen.

Idealnya, KPK benar-benar lembaga permanen

dan independen. Mereka dipilih oleh sebuah

tim independen, bebas dari campur tangan

parlemen dan partai politik.

Ketika Anda melihat lembaga antikorupsi independen

di negara Anda tidak diberi sumber

daya, tidak diberi anggaran dan dasar aturan

yang kuat, ya sudah, pulang saja ke rumah.

Anda jangan mengharapkan apa-apa lagi.

Hakim tunggal Sarpi Rizaldi

menerima berkas barang

bukti dari kuasa hukum

Komjen Budi Gunawan di

Pengadilan Negeri Jakarta

Selatan, Senin (9/2).

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

Anda ingin mengatakan bahwa KPK

sudah mendekati ideal

Tentu saja masih harus disempurnakan karena

KPK belum sepenuhnya menjadi lembaga

yang independen, sehingga masih sangat

gampang mendapatkan gangguan seperti

sekarang ini. Misalnya saja soal anggaran,

besarannya kan masih harus dibahas dengan

Bila demikian, berarti KPK harus menjadi

lembaga permanen yang diatur dalam

konstitusi

Ya, kenapa tidak Ini bila Anda dan masyarakat

benar-benar serius ingin negaranya bersih

dan bebas dari korupsi. Hong Kong sudah

membuktikannya. Begitu ICAC dimasukkan

dalam konstitusi, dia menjadi lebih kuat dari

sebelumnya yang hanya berlandaskan undang-undang.

Jadi, rakyat sendiri yang harus

memperjuangkannya. Mereka harus mendesak

partai politik dan parlemen. Bagaimana

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERVIEW

agar dapat dukungan parlemen, ya pilihlah

calon anggota Dewan yang benar-benar punya

komitmen untuk memberantas korupsi.

Mereka yang tidak jelas jangan lagi dipilih.

Idealnya, komisioner KPK dipilih oleh sebuah tim

independen, bebas dari campur tangan parlemen

dan partai politik.

AGUNG PAMBHUDY/DETIKCOM

Ada rencana bertemu dengan Presiden

Jokowi

Saya akan berada di sini selama sepekan.

Memang agenda utama saya selama di Jakarta

adalah memberikan kuliah umum dan

bertemu dengan beberapa pihak lainnya.

Saya juga akan berbicara di Sumatera Barat.

Tapi, bila Bapak Presiden berkehendak untuk

berbagi pengalaman langsung, tentu tidak

sulit bagi saya untuk meluangkan waktu

bertemu dengan beliau. Di beberapa negara

tempat saya menjadi konsultan, saya memang

pernah bertemu dan berdiskusi langsung

dengan mereka. Kami bertukar pandangan

dan pengalaman. Tapi, seandainya tidak

memungkinkan pun, bertemu dengan Anda,

berbicara melalui media-media, di sini pesan

yang saya sampaikan akan sama saja. ■

FAJAR PRATAMA | PASTI L. MAPPAPA | SUDRAJAT

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BIODATA

NAMA: Prof Tony Kwok Man-wai

PENDIDIKAN

• Diploma Manajemen Hong

Kong Polytechnic and City University

• Master of Business Administration

Hong Kong Polytechnic

and City University

• Mengikuti sejumlah pelatihan

di bidang kepolisian di Police

Staff College, Bramshill, Inggris

dan Tsinghua University, Beijing

KARIER

• Bergabung dengan Komisi

Independen Pemberantasan

Korupsi (ICAC) Hong Kong,

1975

• Deputi Komisioner dan Kepala

Operasi ICAC Hong Kong,

1996-2002

• Kepala Penasihat The EU’s 3M

Euro Corruption Prevention

Project di Filipina, 2005-2007

• Konsultan Kepala Asian Development

Bank untuk Country

Governance Assessment di

Mongolia, 2008

• Anggota Chartered Institute

of Management Inggris sejak

1990

• Fellow Chartered Institute of

Management sejak Desember

1994

• Ketua Institute’s Hong Kong

Branch

• Dosen ahli tamu di International

Corruption Control Training

Course of the UN Asia & Far

East Institute on Prevention of

Crime, Jepang, 2002-2008 dan

2011-2013

• Dosen di Akademi Internasional

Antikorupsi di Wina, Austria,

yang dihadiri 70 peserta

dari 60 negara, 2011-2012

KARYA

• Studi Komparatif Sistem Anti

Korupsi dalam 38 Yurisdiksi, 2012

• Practice Meets Science—Contemporary

Anticorruption Dialogue

volume 1, 2011

• 365 Cerita untuk

Anak-anak Perempuanku,

2007

PENGHARGAAN

• ICAC Distinguished

Service Medal,

1998

• Silver Bauhinia

Star, 2002

• Outstanding

Teacher

Award, 2006

AGUNG/DETIKCOM

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KOLOM

ILUSTRASI: EDI WAHYONO

JALAN TENGAH

JOKOWI

JIKA PARA KOMISIONER KPK MENJADI TERSANGKA,

PRESIDEN BISA MENERBITKAN PERPU UNTUK

MEMILIH PEMIMPIN SEMENTARA KPK.

OLEH: HASYIM ASY’ARI, PhD

BIODATA

Nama: Hasyim Asy’ari

Tempat/Tanggal Lahir:

Pati, 3 Maret 1973

Pendidikan:

1. PhD (Doctor of Philosophy)

dalam bidang Sosiologi Politik

dari University of Malaya,

Malaysia, 2012.

SALAH satu misi dalam Nawa Cita yang diajukan oleh Jokowi-JK adalah

“menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan

hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan tepercaya. Kami akan

memprioritaskan pemberantasan korupsi dengan konsisten dan tepercaya;

pemberantasan mafia peradilan dan penindakan tegas terhadap korupsi di lingkungan

peradilan; dan kejahatan pencucian uang....”

Untuk mencapai visi dan misi tersebut, Jokowi-JK merumuskan program yang

akan memberikan perhatian khusus pada upaya memperbaiki aspek-aspek kehidupan

bernegara, yaitu 8 (delapan) prioritas utama. Untuk mewujudkan sistem dan

penegakan hukum yang berkeadilan dalam kebijakan penegakan hukum, mereka

akan memberi penekanan pada 42 prioritas utama.

Prioritas utama kebijakan keamanan nasional dan ketertiban masyarakat, Jokowi-

JK menggunakan tiga pendekatan, yaitu struktur, substansi hukum, dan kultural.

Ketiga pendekatan itu terlihat dari garis kebijakan yang akan diambil. Pertama, “me-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KOLOM

2. Magister Sains (MSi) dalam

Ilmu Politik, Program Pascasarjana

dari Universitas

Gadjah Mada, 1998.

3. Sarjana Hukum Tata Negara

dari Universitas Jenderal

Soedirman, 1995.

4. Pondok Pesantren Al-Hidayah,

Karangsuci, Purwokerto,

1991-1995.

5. Sekolah Menengah Atas

Negeri (SMAN) 1 Kudus,

1988-1991.

Karier:

• Dosen pada Bagian Hukum

Tata Negara Universitas Diponegoro,

1998-sekarang.

• Konsultan Senior Ahli

Pendaftaran Pemilih pada

Perkumpulan Pemilu dan

Demokrasi (Perludem),

Jakarta, Juli 2013-November

2014.

mulihkan kepercayaan publik dengan melakukan pembinaan terus-menerus mental

dan disiplin anggota Polri demi membangun Polri yang profesional dan dipercaya

oleh masyarakat”. Kedua, “melakukan evaluasi peraturan perundang-undangan yang

terkait dengan Polri dengan berbasis pada arah kebijakan penataan Polri menjadi institusi

profesional”. Ketiga, “menata kelembagaan dan tata wewenang Polri melalui

pemisahan antara kewenangan pengambilan keputusan dan kewenangan pelaksanaan

keputusan yang hingga saat sekarang masih tumpang-tindih. Hal itu dilakukan

dengan menempatkan Polri dalam Kementerian Negara yang proses perubahan

dilakukan secara bertahap”.

Di antara program kerja Jokowi-JK di bidang penegakan hukum, terutama dalam

pengisian jabatan, relevan kiranya dikutip kembali di sini. Pertama, “mendukung

keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi, yang dalam praktek pemberantasan

korupsi telah menjadi tumpuan harapan masyarakat. KPK harus dijaga sebagai lembaga

yang independen, bebas dari pengaruh kekuatan politik. Independensi KPK

harus didorong melalui langkah-langkah hukumnya yang profesional, kredibel, transparan,

dan akuntabel”. Kedua, “memastikan sinergi di antara kepolisian, Kejaksaan

Agung, dan KPK”.

Ketiga, “membuka keterlibatan publik dan media massa dalam pengawasan terhadap

upaya tindakan korupsi maupun proses penegakan hukum terhadap tindak

pidana korupsi”. Keempat, “memilih Jaksa Agung dan Kapolri yang bersih, kompeten,

antikorupsi, dan komit pada penegakan hukum”. Kelima, “melakukan lelang

jabatan strategis pada lembaga penegak hukum dan pembentukan regulasi tentang

penataan aparat penegak hukum”. Keenam, “membangun sistem penilaian kinerja

lembaga penegak hukum berbasis tingkat kepercayaan publik”.

Dalam konteks pengisian jabatan Kapolri, Jokowi dihadapkan pada situasi Komjen

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KOLOM

• Ketua Tim Ahli Prakarsa

Pendaftaran Pemilih KPU,

Jakarta, September 2011-

Juni 2013.

• Anggota Tim Seleksi Calon

Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota

se-Jawa Tengah,

Oktober 2012.

• Sekretaris Tim Seleksi

Calon Anggota Bawaslu

Provinsi Jawa Tengah, Juli-

September 2012.

• Anggota Komisi Pemilihan

Umum (KPU) Provinsi Jawa

Tengah, 2003-2008.

• Sekretaris Presidium Komite

Independen Pemantau

Pemilu (KIPP) Pemilu 1999,

Kabupaten Kudus, 1998-

1999.

Karya:

• Menulis sekitar 40 buku

dan puluhan artikel di se-

Budi Gunawan, yang diusulkannya mulus disetujui DPR tapi disandera status tersangka

oleh KPK. Sedangkan Jenderal Sutarman sudah diberhentikan dari jabatan

sebagai Kapolri. Terdapat kekosongan jabatan Kapolri di sini.

Di tengah desakan politik, satu sisi para politikus Sena yan mendesak agar Komjen

Budi Gunawan dilantik menjadi Kapolri, di sisi lain publik menolak pelantikannya.

Agaknya Jokowi mengambil jalan tengah. Jabatan Kapolri dikosongkan sementara,

dengan istilah “menunda pelantikan”, dan tugas wewenang Kapolri dilaksanakan

sementara oleh Komjen Badrodin Haiti sebagai Wakapolri.

Bisa jadi politik jalan tengah Jokowi itu akan digunakan kembali untuk mengisi

jabatan Kapolri. Setelah mendengarkan berbagai pertimbangan yang diberikan

oleh Wantimpres, tim independen bentukan Jokowi, partai politik pendukung, dan

pimpinan DPR, tampaknya Jokowi akan mengajukan nama baru calon Kapolri yang

tidak rentan konflik dan menimbulkan kritik tajam publik.

Dalam konteks KPK, sekiranya benar kemudian semua pimpinan KPK terkena ma-

ILUSTRASI: EDI WAHYONO

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KOLOM

jumlah media massa. Berikut

ini di antaranya:

• Pembreidelan Tempo 1994:

Wajah Hukum Pers Sebagai

Alat Represi Politik Negara

Orde Baru, Cermin Kudus

dan Pensil 324 Jakarta,

2009.

• Sistem Pemerintahan Indonesia

Menuju Presidensil, Diponegoro

University Press,

2007.

• Jejak Para Wali dan Ziarah

Spiritual, Penerbit Buku

Kompas, 2006.

• Sulitnya Memprediksi Demokrasi,

KOMPIP, Surakarta,

2005.

• Abdurrahman Sang Penakluk,

LEPKISS, Surabaya,

2000.

salah pidana dengan status tersangka dan konsekuensinya adalah pemberhentian

sementara serta diberhentikan tetap bila statusnya meningkat menjadi terdakwa.

Tentu situasi ini akan menjadikan KPK lumpuh, mengingat pimpinan KPK adalah

penanggung jawab utama secara kelembagaan.

Pimpinan KPK tinggal empat orang dan bila dua orang, yaitu Bambang Widjojanto

dan Abraham Samad, tersangkut kasus pidana, tidak cukup hanya dua orang pimpinan

KPK mengambil keputusan. Jokowi sebagai presiden, menurut undang-undang,

dapat mengajukan calon pengganti, tetapi proses seleksinya panjang. Sementara

itu, kekosongan satu pimpinan KPK yang ditinggalkan Busyro Muqoddas hingga

kini belum terisi. Wacana yang berkembang di DPR, pengisian jabatan pimpinan

KPK akan dilakukan secara serentak untuk lima pimpinan sekaligus.

Jokowi tampaknya kembali akan menempuh politik jalan tengah dalam memberikan

dukungan kepada KPK. Peraturan pengganti undang-undang (perpu) akan

digunakan sebagai instrumen hukum untuk merevisi sebagian undang-undang KPK,

bukan dalam konteks untuk memberikan imunitas kepada pimpinan KPK, tapi sebaliknya

untuk mengangkat pelaksana tugas pimpinan KPK. Pengisian pelaksana tugas

pimpinan KPK menggunakan perpu ini dengan dua catatan, yaitu bila sebagian besar

atau semua pimpinan KPK terkena kasus pidana dan hanya berlaku sementara

hingga terdapat pimpinan KPK definitif.

Pilihan politik jalan tengah Jokowi ini tidak mudah, penuh perjuangan, karena pasti

banyak tarik-menarik politik di dalamnya. Namun Jokowi telah menggariskan Nawa

Cita, dalam pengisian jabatan penegak hukum, dilakukan dengan kriteria “bersih,

kompeten, antikorupsi, dan komit pada penegakan hukum”. Jokowi pasti paham

bahwa perjuangan itu adalah pelaksanaan kata-kata. n

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


RUMAH

FOTO-FOTO: GRANDY/DETIKCOM

MUNGIL

RASA BESAR

BONA KOMETA

RUMAH IDAMAN

TAK SELALU YANG

LUAS DAN MEGAH.

FINALIS ASIA’S NEXT

TOP MODEL 2014

INI PUNYA KRITERIA

RUMAH IDAMAN

VERSINYA.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


RUMAH

MENJANGKAU kawasan rumah

milik Bona Dea Kometa lumayan

sulit. Mesti melewati jalan berliku

Bekasi dan menembus perkampungan

penduduk.

Permukiman di sini memang tak begitu

padat, tapi cukup membuat saya bingung.

Untung ada tulisan besar “Bukit Jatibening

Town House” di gerbang masuk.

Begitu saya masuk kompleks, rumah Bona

gampang sekali ditemukan. Dari jajaran rumah

town house, rumah finalis Asia’s Next

Top Model 2014 ini memang sedikit berbeda

dibanding rumah-rumah di sekitarnya.

Rumah Bona paling mencolok. Selain karena

lebih besar, rumahnya khas. Bercat cokelat

muda, memiliki lis merah marun campuran

cokelat tua, dan dinding muka rumah menggunakan

batu alam.

Sedangkan rumah lainnya punya warna,

desain, dan bentuk pintu atau jendela yang

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


RUMAH

sama. Untuk tampilan luar saja, Bona sudah

berhasil membuat rumahnya terlihat unik.

Rumah mantan presenter stasiun televisi

swasta ini tak luas. Bangunannya hanya 220

meter persegi, berdiri di atas tanah seluas

240 meter. Namun jangan buru-buru menyimpulkan

rumah mungil ini sempit.

Bona dan suami berhasil mengubah citra

rumah mungil berarti sempit. Justru saya,

yang baru pertama kali bertamu ke rumah ini,

mendapatkan kesan lega.

Apalagi saat saya masuk ruang tengah,

yang digunakan sebagai ruang berkumpul

keluarga seluas 5 x 7 meter persegi. Sebelum

memasuki ruang tengah, kita akan melewati

ruang tamu yang ditata apik.

Ukurannya memang hanya 3 x 2

meter. Bukan lantaran pemilik ru-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


RUMAH

mah pelit dengan menyempitkan ruang tamu,

tapi lebih karena faktor fungsi.

Menurut Bona, ruang tamu hanya diperuntukkan

sebagai tempat transit. Menyadari

ruangan ini tak cukup besar, Bona tak meletakkan

banyak perabot.

Hanya satu sofa panjang dan kursi sofa

yang hanya bisa diduduki satu orang. Sebagai

pembatas ruang tamu dengan ruang tengah,

Bona memberi sekat bilah besi hitam.

Selain supaya tetap terlihat lapang karena

bisa melihat ruang tengah, sekat tembok tak

dipilih supaya tidak mengesankan ruangan

sumpek.

“Saya sengaja membuat rumah minim sekat

karena keterbatasan luas bangunan rumah

kami,” kata Bona kepada majalah detik di

kediamannya, Rabu (14/1).

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


RUMAH

Keistimewaan ruang tengah tak

hanya karena ukurannya yang lebih

luas. Sebuah taman kecil dan tempat bermain

yang berada di belakang rumah menambah

kesan nyaman.

Karena dari taman terbuka ini udara luar

sepoi-sepoi menembus rumah. Jadi jangan

heran jika Anda akan merasakan adem saat

memasuki rumah. Padahal tak ada AC.

Udara menerobos dari pintu dorong yang

menjadi penyekat antara ruang tengah dan taman.

Ditambah, plafon rumah ini cukup tinggi

sehingga udara bisa leluasa keluar-masuk.

Kesan luas dan lapang juga terasa di lantai

dua. Atap di lantai dua yang dibuat bergelombang

dan lebih tinggi dari atap di ruangan

lainnya membuat rumah tak pengap.

Selain itu, jendela kaca besar berdesain

dinamis bisa menembus pemandangan di depan

rumah. Genting rumah tetangga, pohon,

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


RUMAH

dan bangunan rumah di sekitar bisa terlihat dari sini.

Di lantai dua, Bona hanya membagi dua ruang utama:

kamar tidur anak dan kamar tidur utama dengan toilet. Dia

juga membuat ruangan untuk menyimpan koleksi tas, baju,

dan sepatu Bona.

Bona menyediakan ruangan di selasar ruang tidur utama

untuk menyalurkan hobi membaca dan bercengkerama

bersama keluarga. Di sini ada rak buku, tenda camping

anak, televisi, dan sofa.

Ruang tidur utama menjadi magnet. Bona mengaku

sering tak bisa meninggalkan lama-lama ruangan yang ia

anggap sebagai ruangan paling nyaman itu.

Sekalipun pergi ke luar kota, menginap di hotel, kamar

paling nyaman yang sering ia kangeni hanya kamarnya.

Maklum, ruang tidur Bona hampir sama luasnya dengan

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


RUMAH

ruang tengah.

Tak hanya luas, Bona juga mendesain ruangannya

senyaman mungkin dengan memadupadankan

cat dinding bermotif kembang dan

daun hijau. Ia membiarkan cahaya luar masuk

lewat kedua jendela.

Jadi, selain sirkulasi udara yang bagus, rumah

Bona hemat listrik. Rumah ini relatif terang di

siang hari tanpa perlu menyalakan lampu.

Bona sudah menganggap rumah yang ia

tempati sejak 2011 ini sebagai rumah impiannya.

Bukan sekadar bangunan, ia menyebut

rumahnya sebagai “home sweet home”.

Ia dan suami turun tangan langsung

dalam membangun, mendesain, dan menata

rumahnya. Jadi rasa puas terbayar begitu

rumah ditempati.

Di dalam rumahnya juga tak ada ruang yang

tak bermanfaat. Menyadari luas bangunan dan

tanah terbatas, Bona dan suami merancang

semua ruang dan sekat berdasarkan fungsi. n

KUSTIAH | KEN YUNITA

MAJALAH DETIK 16 22 FEBRUARI 2015

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


GAYA HIDUP

SI LUCU

PENCABUT NYAWA

TAMPILANNYA MEMANG LUCU SEKALIGUS MENGGEMASKAN.

TAPI EFEKNYA BISA BERUJUNG PADA KEMATIAN.

THINKSTOCK

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


GAYA HIDUP

FIKRI sudah duduk di kelas tiga sekolah

dasar. Dulu orang tuanya selalu

membekalinya dengan makanan

dari rumah, tapi kini diganti dengan

uang.

Orang tua Fikri berpikir uang lebih praktis.

Mereka juga berharap Fikri bisa belajar memilih

makanan yang hendak dikonsumsi dan

mengatur uang sejak dini.

Niat awal orang tua Fikri memang bagus.

Ingin mengajarkan kemandirian pada anak.

Namun, di balik itu, ternyata ada bahaya yang

mengintai Fikri.

Di sekolah, tak semua makanan “sehat”

untuk anak-anak. Namun anak-anak terlihat

tidak peduli. Mereka tetap lincah dan bebas

memilih apa saja jajanan sekolah.

Padahal baru-baru ini ditemukan jenis narkotik

atau obat-obatan berbahaya (narkoba)

yang dikemas sangat lucu. Sangat menarik

untuk anak-anak. Bisa berbentuk permen

atau potongan gambar.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


GAYA HIDUP

INDONESIABERKEBUN

Narkoba ini berjenis lysergic acid diethylamide

(LSD). Tidak setenar narkoba jenis lainnya.

Di Indonesia, LSD masuk dalam golongan I

narkoba, tertera dalam lampiran 36 Undang-

Undang Narkotika 35 Tahun 2009.

LSD awalnya diracik oleh Hofmann, peneliti

kimia di Laboratorium Sandoz di Basel, Swiss,

pada 1938. Dia berharap sintesis molekul LSD-

25 dapat berguna untuk stimulus pernapasan.

Namun, lima tahun kemudian, ia baru

mengetahui adanya efek psikofarmakologikal

dari LSD ketika ia menelannya. Saat itu dampak

penggunaan LSD diuji pada 19 April 1943.

Sang peneliti menguji coba dengan menelan

0,25 miligram LSD. Dari catatan yang ditulisnya,

direktur laboratorium itu merasakan

efek yang luar biasa.

“Empat puluh menit kemudian, Hofmann

mengalami pusing, perasaan cemas, distorsi

visual, gejala kelumpuhan,

serta keinginan untuk tertawa,”

demikian dikutip

Telegraph.

Kini, untuk meng-

WIKIPEDIA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


GAYA HIDUP

konsumsinya, narkoba berbentuk kertas sebesar

prangko itu tinggal dimasukkan ke dalam mulut, ditempelkan

di lidah, dan selanjutnya akan larut.

LSD akan mempengaruhi reseptor serotonin dengan

cara mengikat dan mengaktifkan 5-hydroxytryptamine

subtype 2 receptor (5-HT2), yang mengganggu sistem

inhibisi.

Mengkonsumsi narkoba ini dapat mengakibatkan

gangguan persepsi, sebagai dampak dari halusinasi

senyawa tersebut yang sangat kuat. Namun konon

narkoba ini tidak membuat ketagihan.

Namun bukan berarti zat ini aman digunakan. Pakar

adiksi narkoba dr Lula Kamal, Msc, mengatakan LSD

justru berbahaya terutama jika digunakan dalam situasi

tertentu.

Selain itu, orang dalam pengaruh LSD tidak bisa diprediksi

perilakunya. Sumber menyebutkan perasaan

seperti melihat cahaya berpendar, melintasi waktu,

dan halusinasi bisa dirasakan pemakai.

Tapi beberapa sumber lain yang mengkonsumsi

LSD juga menyebutkan halusinasi bisa membuat

pemakainya histeris ketakutan dan paranoid.

“Ada yang tenang-tenang saja, ada juga yang tidak.

Tergantung persepsi orangnya. Jadi, kita enggak bisa

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


GAYA HIDUP

THINKSTOCK

memprediksi apa yang akan ia rasakan,” ujar

dr Lula.

Menurut Kepala Badan Narkotika

Nasional Provinsi Nusa Tenggara

Barat Drs Mufti Djusnir, Msi, Apt,

bila senyawa LSD dikonsumsi

dalam jumlah waktu tertentu,

dapat menimbulkan serangan

hipotermia.

Serangan ini membuat

suhu tubuh turun hingga

menjadi 32 derajat Celsius

atau di bawah suhu

normal (36-37 derajat Celsius).

Tubuh akan mengalami

kesulitan mengatasi tekanan

suhu dingin.

Bila hal ini dibiarkan, akan

menyebabkan kematian

bagi penggunanya. “Perlu

berhati-hati, jika suhu

tubuh menurun

hingga 32 derajat

Celsius,

akan berhadapan dengan malaikat kematian,”

ujar Mufti.

Pada saat suhu tubuh berada di titik ini—

atau kurang dari 32 derajat Celsius—sel-sel

tubuh tak dapat bekerja. Kondisi ini sering

dialami para pendaki gunung.

Karena itu, kepada anak-anak, perlu ditanamkan

kewaspadaan. Mereka sebaiknya

diberi pengertian soal bahaya dan efek yang

bisa diakibatkan oleh LSD.

“Menaruh kertas di bawah lidah itu saja

sudah sangat tidak lazim. Jadi, apa pun yang

bentuknya tidak biasa kita konsumsi, ya jangan

diterima,” kata dr Lula.

Agar anak-anak tidak tergiur LSD yang dikemas

lucu, psikolog Henny Wirawan menyarankan

untuk memberikan pengertian bahwa

tidak semua gambar lucu yang mereka lihat

berarti baik.

Jika anak dipaksa menerima LSD atau

narkoba jenis lain, sebaiknya diterima saja,

untuk selanjutnya dilaporkan dan diserahkan

kepada guru atau orang tua.

Namun, jika anak dipaksa memakan se-

INDONESIABERKEBUN

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


GAYA HIDUP

INDONESIABERKEBUN

suatu yang mencurigakan, ajari anak untuk

segera kabur dan menemui orang dewasa

yang dikenalnya.

“Intinya, kalau kelas yang lebih kecil, lebih baik

anak diajari tidak jajan sembarangan dan tidak

terima barang dari orang lain. Kalau dipaksa, wajib

ditunjukkan kepada orang tua,” kata Henny.

Selain orang tua, peran guru sangat besar

untuk menjaga anak dari paparan

narkoba. Karena itu, pengetahuan guru

tentang narkoba pun perlu diperkuat.

“Ini kasus anak, ya, jadi anak masih perlu senantiasa

didampingi orang tua, karena kematangan

moral juga masih dalam proses,” ujar psikolog

dari Universitas Tarumanagara ini. n

MELISA MAILOA | KEN YUNITA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


WISATA

BERBURU MASJID

DI MANILA

MENEMUKAN MASJID DI NEGARA DENGAN MAYORITAS PENDUDUK

NONMUSLIM MERUPAKAN KEBAHAGIAAN UNTUK SAYA.

WIKIPEDIA & THINKSTOCK

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


WISATA

MENJADI keharusan bagi saya

ketika melakukan perjalanan ke

luar negeri adalah berkunjung ke

masjid-masjid, meskipun negara

tersebut mayoritas penduduknya nonmuslim.

Seperti pada Maret 2014, saat ke Filipina.

Filipina adalah negara yang 80 persen penduduknya

beragama Katolik. Menemukan

sebuah masjid dan makanan halal di negara

itu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri

bagi saya.

Saya dan teman saya, Adam, hari itu, Jumat,

7 Maret 2014, sedang berada di Kota Manila.

Kami berencana menuju Golden Mosque atau

Masjid Al Dahab—masjid terbesar di Manila.

Adam berencana menunaikan salat Jumat di

ESTI MURDIASTUTI (TRAVELER)

WIKIPEDIA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


WISATA

ESTI MURDIASTUTI (TRAVELER)

masjid itu. Namun, berhubung tempat menginap kami jauh dari Golden

Mosque dan waktu salat jumat sudah mepet, kami akhirnya memutuskan

mencari masjid lain yang lebih dekat.

Dan ternyata, tak jauh dari Paranaque City, tempat kami menginap,

terdapat masjid kecil bernama Al-Nur. Kami memburu salat jumat di

masjid itu dengan menumpang jeepney, ongkosnya 8 peso (Rp 2.280)

per orang.

Setiba di Baclaran, lokasi masjid, kami celingak-celinguk. Kami sama

sekali tak melihat tanda-tanda masjid di daerah ini. Hingga saya melihat

seorang perempuan berjilbab penjual pernak-pernik.

Dari mbak-mbak itu, akhirnya kami mendapat petunjuk lokasi masjid.

Jaraknya cuma sekitar 100 meter dari tempat kami berdiri. Ah, kesampaian

juga niat Adam melaksanakan salat jumat di salah satu masjid di

Manila.

Lokasi Masjid Al-Nur memang

agak nyempil, terimpit

toko-toko dan jalan kecil. Bangunan

masjid ini memang tidak

terlalu besar, tapi berlantai

dua.

Sambil menunggu salat

Jumat selesai, saya mencari

tempat salat untuk perempuan.

Dari informasi yang

DETIKTRAVEL

WIKIPEDIA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


WISATA

ESTI MURDIASTUTI (TRAVELER)

saya terima, masjid-masjid di Filipina sengaja

memisahkan lokasi salat untuk laki-laki dan

perempuan.

Tempat salat wanita terletak di samping

masjid. Di ruangan berukuran

5 x 6 meter itu, para

perempuan bisa mengikuti

salat Jumat dan menyimak

ceramah imam. Saya baru

tahu di sini para perempuan

bisa salat jumat di masjid.

Dan meski sudah berhasil

mewujudkan misi salat

Jum at di masjid Filipina,

saya masih tetap ingin mengunjungi

Golden Mosque.

Masjid ini dari awal kunjungan

ke Manila memang

sangat ingin saya datangi.

Karena hari ini sudah

terlampau sore, kami pun

memutuskan melacak keberadaan

Golden Mosque

keesokan harinya. Kami

berharap bisa dengan mudah menemukan

masjid tersebut.

Masjid Al-Dahab atau Golden Mosque terletak

di ujung Jalan Globo de Oro, nama jalan

yang berarti “bola dunia keemasan”. Distrik

atau wilayah Quiapo banyak didiami komunitas

muslim Metro Manila.

Di sekitar masjid itu banyak terdapat toko,

warung, dan rumah makan yang menyajikan

makanan halal dan buah-buahan segar dari

Pulau Mindanao. Meski begitu, pengunjung

kawasan ini cukup beragam.

Meski sama-sama berada di Kota Manila,

suasana Makati City dan Quiapo sangat

berbeda. Makati adalah daerah elite, banyak

gedung pencakar langit. Sedangkan Quiapo

adalah kota lama, pasarnya penuh pengemis

dan macet.

Kawasan ini bisa dijangkau dengan jeepney

jurusan Quiapo. Jangan lupa berpesan kepada

sopir, dia akan dengan senang hati memberi

tahu jika lokasi masjid sudah dekat, tak jauh

dari istana presiden Malacanang.

Saat memasuki permukiman muslim di

WIKIPEDIA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


WISATA

ESTI MURDIASTUTI (TRAVELER)

Quiapo, kami melalui pintu gerbang besar

dengan tulisan “Welcome Muslim Town”.

Halamannya menjadi akses keluar-masuk ke

permukiman penduduk di samping dan belakang

masjid.

Pintu gerbang itu bisa dilintasi mobil, tapi

jalan masuk ke masjid hanya berupa pintu

kecil untuk lalu lalang. Ada kotak sumbangan

dan petugas keamanan yang ramah.

Mereka akan dengan senang hati mengantarkan

jemaah yang mungkin kebingungan

mencari tempat wudu. Seperti yang saya dan

teman saya alami waktu itu.

Yang menarik, saat melewati pintu gerbang,

semua perempuan diwajibkan segera mengenakan

kerudung, walau hanya menutup kepala.

Begitu juga ketika akan masuk area masjid.

Ketika kami sampai di sana, waktu zuhur

sudah lewat. Akhirnya kami memutuskan

makan siang terlebih dulu di warung-warung

yang banyak menyajikan makanan halal.

Sekilas kami lihat warung makan yang berada

di pinggir jalan layaknya rumah makan

Padang. Warung-wa rung tersebut menyaji-

DETIKTRAVEL

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


WISATA

kan berbagai macam menu ikan, daging, dan

sayur.

Saking semangatnya makan, kami menghabiskan

250 peso (Rp 71.250) untuk berdua.

Tapi tak apalah, kami pikir sesekali, mengingat

kami kesulitan mencari makanan yang pas di

sini.

Setelah mengisi perut, kami menuju masjid

untuk salat. Kami berjalan lambat sembari

melihat-lihat. Sungguh disayangkan, masjid ini

kurang terawat.

Bahkan, sewaktu mengambil air wudu, saya

melihat kotoran hewan di tempat wudu. Lantai

masjid juga jauh dari kata bersih. Saya bisa

melihat debu di sana-sini.

Padahal agama Islam mengajarkan untuk

mencintai kebersihan di mana pun kita berada,

termasuk di masjid. Sungguh sangat-sangat

disayangkan. n

ESTI MURDIASTUTI (TRAVELER) | KEN YUNITA

ESTI MURDIASTUTI (TRAVELER)

MAJALAH DETIK 16 22 FEBRUARI 2015

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KULINER

HOTEL TANPA

KAMAR

FOTO-FOTO : ARI SAPUTRA/MAJALAH DETIK

DESAINNYA MIRIP LOBI

HOTEL. TAPI, KARENA TAK

PUNYA KAMAR UNTUK

MENGINAP, HURUP “H”

DIHILANGKAN.

JADINYA OTEL LOBBY.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KULINER

AM makan siang sudah hampir

tiba, saya masih berkutat di kawasan

perkantoran Epicentrum,

Jakarta Selatan. Kawasan ini memang

cukup asing bagi saya, yang

bermukim di Tangerang.

Namun, karena sudah kepalang janji untuk

bertemu dengan salah seorang teman, saya

mencoba menembus kemacetan. Memacu kendaraan

lebih cepat.

“Kita ketemu di Otel Lobby,” begitu kira-kira isi

pesan singkat yang ia kirim semalam.

Persis di sebelah restoran Bluegrass, saya melihat

sebuah plang bertulisan “Otel Lobby”. Nah,

ini dia. Dari luar, bangunan dan arsitekturnya

unik. Serbahitam.

Saya sempat kebingungan mencari tempat

parkir. Saya tak melihat ada “lahan” yang dikhususkan

bagi tamu restoran untuk “menyimpan”

kendaraan mereka.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KULINER

Hingga akhirnya seorang petugas satpam

menghampiri saya. Dia mengarahkan saya memarkir

kendaraan di bangunan di seberang jalan.

Walah.

Setelah urusan parkir beres, saya masuk melalui

pintu hitam berdesain klasik. Meja resepsionis

panjang dan seorang perempuan menyambut

saya.

Saya, yang belum pernah datang kemari,

sempat menyangka tempat ini juga merangkap

sebagai hotel. Bagaimana tidak, di dekat pintu

masuknya, ada troli pengangkut koper seperti di

hotel-hotel.

Dari seorang pelayan, saya tahu restoran ini

memang ditata layaknya lobi hotel. Namanya

juga berasal dari Hotel Lobby. Karena tempat ini

tidak punya kamar untuk menginap, huruf “H”

pun dihilangkan.

Di beberapa sudut, terdapat sofa-sofa. Furnitur

di dining area tidak seragam. Kesan rustique vintage

paling menonjol, berasal dari penggunaan

warna hitam yang maskulin sekaligus elegan.

Kaca besar berterali besi hitam menjadi peng-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KULINER

Saya merasa tak bosan

karena mata saya

dimanjakan oleh desain

restoran yang elegan.

ganti dinding. Elemen kayunya sukses bergabung

dengan penataan cahaya yang agak temaram.

Lampion putih dari kepompong ulat sutra

menjadi karya seni unik sekaligus menarik. Ada

pula lampion yang terbuat dari ratusan bola

pingpong.

Agaknya tempat ini sering menjadi tempat

para ekspatriat bertemu untuk makan siang atau

sekadar mengobrol. Teman saya melambaikan

tangan dari arah sofa bundar di tengah ruangan.

Tempat duduk ini memang sangat pas dan

nyaman digunakan untuk bersantai sejenak sambil

bersantap ria. Pelayan langsung membawakan

dua buah buku menu yang juga berwarna hitam.

Daftar menunya lebih banyak diisi oleh deretan

minuman cocktail, mocktail, dan bir. Tapi tenang,

ada menu-menu Western dan Indonesia yang

bisa dipesan untuk mengisi perut.

Setelah berdiskusi dengan teman, saya pun

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KULINER

memutuskan memesan Pigs in The Blanket

(Rp 60 ribu), Local Duck Confit (Rp 95 ribu),

dan Chocolate Souffle (Rp 50 ribu).

Untuk minumannya, saya memilih Otel

Punch (Rp 45 ribu) dan Chamomile Tea (Rp 30

ribu). Saya harus menunggu sekitar 30 menit

sampai satu per satu hidangan yang dipesan

mampir ke meja.

Agak lama memang. Tapi saya merasa tak

bosan karena mata saya dimanjakan oleh desain

restoran yang elegan. Hingga akhirnya seorang

pelayan wanita membawakan hidangan

yang saya pesan.

Minuman pesanan teman saya, Otel Punch,

disajikan dalam gelas cantik. Warnanya merah

menyala karena campuran leci, sitrus stroberi,

nanas, dan jeruk.

Ketika saya mencobanya, rasa asam stroberi

begitu domi nan, sementara cita rasa soda yang

agak tajam membawa sensasi menyegarkan.

Chamomile Tea pesanan saya disajikan dalam

poci porselen berwarna putih. Ketika teh dituangkan

ke cangkir bermotif bunga, tampaklah

airnya yang jernih berwarna kekuningan.

Hiruplah terlebih dahulu aroma teh yang

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KULINER

menenangkan. Ketika diteguk, teh ini terasa

begitu ringan dan menyegarkan. Jika ingin rasa

yang manis, bisa tambahkan gula pasir atau

brown sugar.

Teh ini punya banyak manfaat untuk menyembuhkan

berbagai penyakit. Salah satunya

menghilangkan stres. Jadi, saya rasa, minuman

ini sangat cocok dinikmati di sela-sela aktivitas

yang padat.

Hidangan pembuka Pigs in The Blanket menjadi

makanan sasaran pertama saya. Meskipun

menu ini menggunakan embel-embel “pigs”,

bahan bakunya sama sekali tidak mengandung

unsur daging babi.

Empat potong sosis sapi gempal disajikan

di atas wadah kayu dibalut lembaran pastry

yang tak terlalu tebal. Bubuk peterseli dan keju

membuat tampilan menu ini makin menggiur-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KULINER

kan.

Satu potong sosis bisa dimakan

sekaligus. Lidah serasa dimanjakan

oleh tekstur sosisnya yang

juicy berpadu dengan kulit pastry

yang renyah dan berlapis-lapis.

Rasa gurih sosis makin mantap dengan

tambahan saus mustard yang asam.

Menurut saya, hidangan nikmat ini

sungguh wajib dicoba. Tak akan menyesal.

Puas dengan hidangan pembuka,

saya menaruh harapan lebih pada

Local Duck Confit. Tampilannya menarik,

dari potongan kentang, suiran sayur

bayam, bawang bombai, dan bebek goreng

kecokelatan.

Saus berwarna kecokelatan yang saya duga

adalah saus marmalade (hasil awetan buahbuahan

dan kulit jeruk yang dimasak bersama

gula) turut menghiasi satu piring besar Local

Duck Confit.

Ketika saya bongkar susunan ini, green

chillies terlihat menyusup di bawah potongan

kentang goreng. Saya tergoda untuk

mencicipi kentang berbalut sambal hijau ini.

Kentangnya tidak terlalu garing tapi begitu

lembut dan langsung lumer di lidah. Kehadiran

sambal hijau ini efektif membangkitkan selera

makan.

Sementara itu, daging bebeknya tidak terlalu

besar, kulitnya cukup garing dan lembut di bagian

dalam. Selingi dengan bayam dan bawang

bombai sehingga tidak terasa enek.

Rasa dagingnya memang tidak terlalu gurih,

tetapi, saran saya, nikmatilah seluruh komponen

bersamaan. Dijamin, perpaduan cita rasanya

tidak akan mengecewakan.

Saya harus menunggu sekitar 15 menit lagi

untuk mendapatkan satu Chocolate Souffle,

yang menggembung dengan sempurna di atas

wadah keramik.

Meskipun ada sedikit retakan di bagian atasnya,

hidangan cake semipuding yang tergolong

sulit ini sukses dihidangkan Otel Lobby. Ketika

dibelah dengan sendok, Chocolate Souffle

langsung mengempis.

Tekstur souffle memang ringan karena terbu-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


KULINER

at dari kuning telur dan putih telur yang dikocok

hingga kaku. Avocado sauce saya tuangkan ke

atas dessert ini.

Rasa khas cokelat dipadu dengan rasa gurih

gula halus dan avocado sauce menjadi sajian

penutup yang begitu pas. Lain kali, saya akan

memesannya lagi.

Oh iya, Otel Lobby juga punya satu layanan

spesial. Setiap menu bisa disesuaikan dengan

permintaan tamu yang memiliki dietary restrictions.

Tamu yang memiliki kebutuhan khusus bisa

meminta kepada pelayan untuk dibuatkan sajian

yang rendah garam, gula, atau lemak sesuai

dengan kebutuhan. Jadi, jangan ragu untuk

mampir. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

PROGRAM

MENIRU

PROTON

ADIPERKASA MENGGAGAS

PRODUKSI MOBIL NASIONAL

DIBANTU PROTON MALAYSIA.

DIBEKINGI PERUSAHAAN

PERTAMBANGAN.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Pabrik Proton di Shah Alam,

Malaysia.

GOH SENG CHONG/GETTY IMAGES

SALAH satu kantor pengacara di

kawasan Dharmawangsa, Jakarta

Selatan, itu banyak mendapat tamu

wartawan sepekan silam. Bergantiganti

para wartawan cetak, televisi, atau online

datang menyambangi dengan wajah ingin tahu.

Semuanya sama: ingin tahu kantor PT Adiperkasa

Citra Lestari, perusahaan yang mendadak

terkenal karena berencana membangun mobil

nasional dibantu Proton dari Malaysia.

Petugas front office menyatakan kantor itu

bukan kantor Adiperkasa, melainkan kantor

pengacara salah satu anak petinggi Adiperkasa.

“Kemarin juga ada wartawan TV ke sini,” kata

petugas front office yang enggan disebut namanya

itu.

Semua memang penasaran mengapa tibatiba

saja Presiden Joko Widodo dan Perdana

Menteri Malaysia Najib Razak ikut menyaksikan

penandatanganan nota kesepahaman antara

Adiperkasa—yang diwakili Abdullah Mahmud

Hendropriyono—dan Presiden Direktur Proton,

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Dato’ Abdul Harith Abdullah, di Kuala Lumpur.

Bisa jadi kantor Adiperkasa susah dilacak

karena perusahaan ini pada dasarnya special

vehicle, istilah bisnis untuk merujuk pada perusahaan

yang hanya terdaftar resmi lengkap

dengan direksinya tapi sering kali tidak memiliki

kantor atau karyawan.

Fungsi perusahaan semacam ini untuk mempermudah

kerja sama dengan perusahaan lain

Kalau dengan negara lain, kami hanya jadi

market-nya, sedangkan kami maunya jadi

salah satu produsen juga

atau gampang jika nantinya dipecah kepemilikan

sahamnya. Perusahaan lazimnya memakai

sistem special vehicle karena bisa membatasi

risiko bisnis jika bisnis barunya bermasalah.

“Adiperkasa adalah PT yang baru kami beli,

sebagai special vehicle untuk kerja sama ini saja,”

kata Edi Yosfi, Presiden Komisaris Adiperkasa.

“Kami kan banyak bisnisnya, ada di properti,

ada di pertambangan.”

Edi Yosfi memang bergelut di bisnis pertambangan.

Nama Edi, misalnya, muncul tahun lalu

saat menandatangani nota kerja sama dengan

perusahaan India untuk membangun pembangkit

listrik di Sulawesi. Saat Presiden Susilo

Bambang Yudhoyono mantu di Puncak, Bogor,

namanya juga muncul karena membawa mobil

supermewah Bentley.

Tapi Edi enggan menjelaskan secara terperinci

perusahaan ini atau bagaimana bentuk usaha

patungan dengan Proton jika sudah terlaksana.

Ia hanya mengatakan Adiperkasa memilih

Proton karena perusahaan otomotif asal negeri

jiran itu memiliki tim riset dan pengembangan

mobil nasional yang bagus. Proton juga sukses

menjadi mobil nasional di sana.

Sebaliknya, jika menggandeng produsen

otomotif dari Jepang, Eropa, atau negara lain,

Adiperkasa tidak bisa berkembang menjadi

produsen. “Kalau dengan negara lain, kami hanya

jadi market-nya, sedangkan kami maunya

jadi salah satu produsen juga,” kata Edi.

Kerja sama Adiperkasa dengan Proton akan

diawali dengan studi kelayakan selama enam

bulan. Kajian itu untuk menilai apakah membu-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Presiden Joko Widodo

mendapat penjelasan soal

mobil nasional Malaysia.

REUTERS

at mobil nasional secara ekonomis layak atau

tidak.

Adiperkasa dan Proton akan bekerja sama

membentuk tim untuk melaksanakan kajian

kelayakan tersebut. Kajian itu antara lain aspek

teknis, kondisi pasar, ketersediaan vendor, serta

lokasi pabrik.

Edi menambahkan, Adiperkasa sudah memiliki

gambaran untuk lokasi pabrik nantinya.

Namun dia menolak menyebut lokasi persisnya

karena harus menunggu hasil feasibility study.

“Kami ingin membuat mobil, tentunya mobil

nasional, tapi mobil nasional itu kami pelajari

dulu. Kalau ekonomis, baru kami jalan,” tutur

Edi.

Rencana Adiperkasa dengan Proton membuat

mobil nasional mengundang pertanyaan

produsen otomotif yang tergabung dalam

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo).

Sebab, kalangan industri otomotif Indonesia—yang

bekerja untuk membuat dan memasarkan

mobil dengan merek asing—selama

ini tidak pernah diajak pemerintah membahas

soal membuat mobil nasional.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan

Indonesia memang pernah punya aturan

tentang kriteria mobil nasional, tapi pada

pemerintahan Orde Baru. Pemerintah saat itu

meluncurkan proyek mobil nasional dengan

merek Timor pada 1996 dan perusahaan itu

dibebaskan dari bea masuk komponen serta

pajak barang mewah.

Selain masalah kriteria mobil nasional, rekam

jejak Adiperkasa dipertanyakan karena sebe-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

AHMAD YUSNI/GETTY IMAGES

lumnya tidak pernah terdengar di kalangan

pelaku industri otomotif Indonesia, terutama

yang tergabung dalam Gaikindo. “Setahu saya

dia bukan anggota,” tutur Jongkie.

Karena kerja sama ini murni urusan swasta,

pemerintah hanya bisa menunggu. Menteri

Perindustrian Saleh Husin mengatakan, jika

kajian positif dan Adiperkasa-Proton memutuskan

meneruskan proyek, mereka mesti mengajukan

izin kepada Badan Koordinasi Penanaman

Modal dan Kementerian Perindustrian.

Jika tidak layak, kata Saleh, proyek itu harus

berhenti. “Kita lihat saja yang dari Malaysia ini

apakah feasibility study-nya feasible, bisa jalan,”

kata Saleh di hadapan Komisi Industri DPR. n

HANS HENRICUS B.S. ARON

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

BUKAN TIMOR

JILID II

BERBEDA KEPADA TIMOR,

PEMERINTAH TAK MEMBERI

PERLAKUAN KHUSUS

TERHADAP “MOBIL

NASIONAL” VERSI PROTON.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Penandatanganan nota

kesepahaman Proton

dengan PT Adiperkasa Citra

Lestari.

DOK. PROTON

SEKITAR satu atau dua tahun setelah

pemerintahan Presiden Soeharto

dijatuhkan lewat serangkaian

unjuk rasa, ribuan unit sedan bercap

Timor mangkrak di sebuah lahan di Cikampek,

Jawa Barat, dan sebagian lagi di Sunter, Jakarta

Utara. Debu tebal menutupi deretan mobil itu.

Debu-debu itu seperti menjadi simbol kegagalan

proyek mobil nasional yang diberikan

kepada perusahaan milik Tommy Soeharto

tersebut. Proyek yang bertujuan menciptakan

mobil sendiri akhirnya malah hanya menjadi

importir mobil built-up.

Tak mengherankan jika, begitu kabar dari

Malaysia bahwa PT Adiperkasa Citra Lestari,

perusahaan dari Indonesia yang dipimpin

Abdullah Mahmud Hendropriyono, akan

membuat mobil nasional bekerja sama dengan

Proton dari Malaysia, kontroversi muncul.

Tidak banyak orang yang bisa melupakan nasib

buruk mobil nasional Timor.

Pemerintah pun berusaha meredam kontroversi

ini. “Tidak akan ada perlakuan khusus

(bagi Adiperkasa atau Proton),” kata Menteri

Perindustrian Saleh Husin. “Yang dikhawatirkan

kan takut terjadi seperti zaman dulu, ada

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Yang dikhawatirkan kan takut

terjadi seperti zaman dulu, ada

perlakuan khusus sehingga

akhirnya (program mobil nasional

Timor) diperingatkan WTO.

Saleh Husin

HASAN/DETIKCOM

perlakuan khusus sehingga akhirnya (program

mobil nasional Timor) diperingatkan WTO.”

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bersikap

galak kepada kasus Timor karena pemerintah

Indonesia dipandang diskriminatif. Mereka

memberi perlakuan khusus hanya pada satu

perusahaan dari Korea Selatan, yakni Kia Motors,

tapi tidak kepada perusahaan lain. Dalam

peraturan WTO, tidak boleh ada perlakuan

khusus kepada satu perusahaan atau negara

tertentu.

Timor mulai dijual pada Oktober 1996 dengan

harga sangat miring, hanya Rp 35 juta. Ini

adalah sedan termurah

karena saat itu

umumnya sedan dijual

dengan harga di

atas Rp 50 juta. Harga

bisa begitu miring

karena pemerintah

memasukkan Timor

dalam program

mobil nasional. Artinya,

Timor tak perlu

membayar pajak bea masuk komponen dan

pajak barang mewah, tak seperti mobil lain.

Lewat program ini, mestinya Timor dibuat

di dalam negeri dengan kandungan lokal naik

bertahap, dari 20 persen di tahun pertama, 40

persen di tahun kedua, dan 60 persen di tahun

ketiga. Sayangnya, syarat itu cuma berlaku di

atas kertas karena kenyataannya justru mengimpor

mobil sedan dari pabrik Kia Motors di

Korea Selatan.

Ini sebabnya WTO geram, mengapa perusahaan

Korea Sela tan mendapat perlakuan

khusus. WTO meminta pemerintah mencabut

fasilitas bebas pajak dan bebas bea masuk karena

hanya diberikan kepada satu perusahaan,

sehingga akan menimbulkan persaingan tidak

sehat. Akhirnya, pemerintah mencabut semua

fasilitas tersebut dan proyek Timor berhenti

pada 1998 seiring kejatuhan rezim Orde Baru.

Berkaca pada peng alaman itu, tak aneh jika

kontroversi kerja sama dengan Proton menyeruak.

Apalagi, saat penandatanganan nota

kesepahaman antara Adiperkasa dan Proton

untuk membuat studi kelayakan, Presiden

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Mobil Timor yang

mendapat perlakukan

khusus pemerintahan Orde

Baru.

DOK. MOBILTIMOR.COM

Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia

Najib Tun Abdul Razak ikut datang menyaksikan.

Apalagi Hendropriyono, bos Adiperkasa,

adalah anggota tim sukses saat pemilihan

presiden.

Rapat kerja dengan DPR yang mestinya

membahas anggaran, misalnya, malah menjadi

ajang para legislator menanyakan program ini

kepada Menteri Perindustrian. Salah satunya

adalah Wakil Ketua Komisi VI Azam Azman

Natawijana. Azam meminta Saleh Husin menjelaskan

peran pemerintah karena proyek itu

mengusung mobil nasional Indonesia.

Menurut Saleh, tidak ada pembahasan apa

pun di tingkat pemerintah untuk menghidupkan

kembali proyek mobil nasional. Dia juga

mengatakan tidak tahu detail tentang proyek

mobil nasional itu karena tidak ikut dalam

kunjungan Presiden Jokowi ke Malaysia. Selain

itu, Kementerian Perindustrian belum pernah

bertemu dengan pihak Proton dan Adiperkasa.

“Datang ke kami saja belum, bagaimana mau

tahu” ujar Saleh.

Justru, menurut Saleh, yang saat ini pemerintah

lakukan adalah mengundang investasi

di sektor otomotif sebanyak-banyaknya. Pemberian

fasilitas khusus kepada satu perusahaan

bisa membuat investor lari. Pemerintah, katanya,

menjamin tidak ada fasilitas khusus bagi

investor tertentu.

Sedangkan Presiden Joko Widodo di tempat

lain mengatakan ia datang ke acara penan-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Pabrik Proton di Shah

Alam, Malaysia.

GOH SENG CHONG/BLOOMBERG VIA

GETTY IMAGES

datanganan nota kerja sama itu karena diundang.

“Jadi, kemarin karena diundang Doktor

Mahathir dan PM (Perdana Menteri) Najib, ya

saya datang,” kata Jokowi, yang juga menyebut

nama bekas Perdana Menteri Malaysia yang

menjadi Presiden Komisaris Proton.

Pihak Adiperkasa menjamin tidak akan melibatkan

pemerintah ataupun meminta fasilitas

khusus kepada pemerintah dalam kerja samanya

dengan Proton. “Kami tidak akan seperti

sekarang, tahap feasibility study dulu, dan kami

juga harus memenuhi persyaratan-persyaratan,”

kata Presiden Komisaris Adiperkasa, Edi

Yosfi.

Selain itu, Edi memastikan kerja sama dengan

Proton sama sekali tidak akan memakai dana

pemerintah. Sumber investasi proyek—karena

membuat pabrik mobil sangat mahal—berasal

dari pinjaman. Ia memperkirakan pinjaman

akan mencapai 70 persen biaya. “Nah, yang

30 persen ini nanti kami sharing (patungan)

dengan Proton,” kata Edi. n HANS HENRICUS B.S. ARON

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

NGEBUT

DIBAWA

MAHATHIR

IDE DAN LANGKAH

PROTEKSI MAHATHIR

MEMBUAT PROTON

SUKSES.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Presiden Joko Widodo saat

menyaksikan pabrik Proton

di Shah Alam, Malaysia.

OLIVIA HARRIS/REUTERS

BERITA ini muncul mungkin di seluruh

media massa Malaysia. Presiden

Indonesia Joko Widodo duduk di

bangku mobil yang ngebut dengan

bekas Perdana Menteri Malaysia Mahathir

Mohamad menginjak gas di belakang kemudi.

Mahathir, pada usia 90 tahun, sangat bangga

dengan kemampuan menyetirnya dan memuji

Presiden Indonesia, yang tetap tenang duduk

di kursi samping. “Biasanya orang tidak suka

disopiri menikung oleh orang 90 tahun, tapi ia

tidak takut,” katanya setelah membawa Jokowi

berkeliling dengan seri Proton terbaru, Proton

Iriz. Ia pun kemudian secara tidak langsung

membanggakan prestasi negaranya. “Dalam

beberapa hal, Malaysia mungkin bisa menjadi

model (bagi Indonesia),” katanya seperti dikutip

The Star dan sejumlah media setempat lain.

Ia memang patut berbangga. Ia berhasil

membawa Malaysia dari negara berkembang

menjadi kelompok menengah, dan salah satu

warisannya adalah industri mobil nasional. Tidak

banyak negara di dunia yang sukses dengan

mobil merek lokal dari industri yang juga dimiliki

warga lokal. Indonesia pernah mencoba,

lewat Timor, tapi gagal total.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Pabrik mesin Proton

rancangan sendiri, diberi

nama CamPro, di Shah

Alam. Proton baru mulai

menggunakan mesin

rancangan sendiri setelah

dua dekade beroperasi.

GOH SENG CHONG/BLOOMBERG VIA

GETTY IMAGES

Ide mobil nasional pertama kali diungkapkan

oleh Mahathir pada 1979 dan baru tiga tahun

kemudian disetujui resmi oleh pemerintah.

Malaysia memutuskan membuat perusahaan

mobil yang sahamnya dimiliki perusahaan investasi

pemerintah, Khazanah Nasional. Langkah

pertama setelah berdiri adalah mencari

perusahaan otomotif top yang mau menjadi

“induk angkat” dan akhirnya mereka bekerja

sama dengan Mitsubishi.

Mobil pertama didasarkan pada Mitsubishi

Lancer dan diberi nama Proton Saga. Mesin

juga masih menggunakan Mitsubishi. Mobil

yang diluncurkan pada 1985 ini sangat sukses

dan dalam waktu setahun langsung menguasai

60 persen pasar. Produk ini diekspor ke sejumlah

negara, dari Inggris sampai Indonesia. Di

Jakarta, mobil ini dijadikan armada taksi oleh

salah satu operator.

Tapi pemerintah tidak cuma membuat pabrik

mobil begitu saja. Sejumlah langkah dilakukan

agar Proton bisa bertahan melawan merekmerek

global yang kuat. Langkah-langkah ini

membuat mobil bermerek asing tambah mahal,

apalagi jika tidak dirakit di Malaysia.

Sejak 1970-an, Malaysia hanya memberi izin

pabrik perakitan mobil jika saham mayoritas

dimiliki warga Melayu (Bumiputera). Atau, jika

pabriknya itu ada di wilayah terpencil, seperti

Sabah atau Sarawak, yang terletak di Kalimantan

Utara.

Kebijakan ini membuat unit bisnis peme-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

Presiden Joko Widodo

melihat mobil andalan

Proton yang baru, Iriz.

UDDEN ABDUL/ANTARA

rintah Malaysia memegang 70 persen saham

Proton dan sisanya Mitsubishi. Belakangan,

pemerintah melepas kepemilikan dan sekarang

sebagian dimiliki perusahaan swasta. Selain itu,

posisi saham Mitsubishi sudah berubah.

Pemerintah Malaysia juga memberi insentif

perusahaan yang dipandang menjadi pionir

industri tertentu. Insentif ini berupa potongan

pajak yang sangat besar dan ini sangat menguntungkan

Proton.

Langkah proteksi ini membuat harga Proton

menjadi sangat murah dan populer. Tapi, sejak

sekitar satu dekade ini, pasar bebas ASEAN

untuk bidang otomotif mulai dijalankan. Mobil

dari negara ASEAN lain mulai masuk dengan

tarif pajak yang lebih miring.

Mahathir Mohamad, yang sekarang menjadi

Presiden Komisaris Proton, pun mengeluhkan

hilangnya perlindungan bagi mobil nasional

mereka ini. Ia menuduh perusahaan mobil

impor kadang melakukan dumping. “Mereka

bisa jual rugi di Malaysia, karena untungnya

bisa didapat di tempat lain,” katanya tahun lalu

seperti dikutip Malaysia Insider. “(Otomotif)

Malaysia masih kecil, jadi masih butuh perlindungan

bagi industri otomotif kita.”

Meski mobil nasional sukses, ada juga warga

Malaysia yang mengkritik kebijakan ini karena

membuat pabrikan mobil luar enggan menanam

modal di sana. Mereka tidak mau membuat

mobil karena mendapat diskriminasi dari

pemerintah. Akibatnya, investasi membangun

pabrik lebih banyak dikucurkan ke Thailand. n

NUR KHOIRI

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


EKONOMI MOBIL

NASIONAL

KISAH DUA MOBIL NASIONAL

SAMA-SAMA mendapat proteksi pemerintah. Sama-sama mendapat fasilitas khusus

dari negara. Tapi mengapa kisah Timor dan Proton jauh berbeda Timor, yang digagas

sebagai mobil nasional, kini sudah lenyap dan menjadi salah satu simbol kegagalan

Orde Baru. Sedangkan Proton masih berjaya dan Mahathir Mohamad, yang menjadi penggagasnya,

masih membanggakan kepada siapa saja sampai sekarang.

PROTON

TIMOR

Asal: Malaysia

Merek: Proton

Perusahaan: Perusahaan Otomobil

Nasional Sdn. Bhd.

Pemegang Saham: Perusahaan

pemerintah 70 persen, Mitsubishi 30

persen

Produk Pertama:

• Proton Saga

• Berbasis Mitsubishi Lancer

Asal: Indonesia

Merek: Timor

Perusahaan: PT Timor Putra

Nusantara

Pemegang Saham: Swasta terkait

penguasa (Tommy Soeharto)

Produk Pertama:

• Timor S515

• Di negara lain, mobil serupa

dikenal sebagai Kia Sephia.

Tahun: 1985

Pabrik Produk Pertama:

Dalam negeri di Shah Alam, Malaysia

Kandungan Lokal Produk Pertama:

• 18 persen

• Awalnya menggunakan mesin buatan

Mitsubishi, membuat sendiri

mulai 1989 meski masih desain

Mitsubishi. Lima tahun berdiri,

kandungan lokal sudah 65 persen.

Awal 2000-an mulai menggunakan

mesin desain perusahaan mobil

sport Inggris yang mereka caplok,

Lotus Cars.

Proteksi/Fasilitas Pemerintah:

• Potongan pajak karena industri

pionir

• Pajak tinggi bagi kendaraan impor

Kontroversi:

Merek global enggan berinvestasi di

Malaysia, sehingga modal dipindah ke

Thailand dan negeri itu menjadi “Detroit

Asia”.

Kondisi Saat Ini:

Dengan harga murah, Proton sangat

laris di Malaysia dan sudah diekspor

ke beberapa negara. Sejak 2003, pasar

terbuka ASEAN untuk otomotif sudah

terbuka dan Proton masih cukup bunyi

di pasar dalam negeri Malaysia.

Tahun: 1996

Pabrik Produk Pertama:

Luar negeri, di Hwaseong, Korea Selatan

Kandungan Lokal Produk Pertama:

• 0 persen ()

• Timor mengimpor utuh dari

Korea Selatan. Hanya cap Kia

Sephia yang diganti menjadi

Timor S515.

Proteksi/Fasilitas Pemerintah:

• Bebas pajak barang mewah

• Bebas pajak bea masuk komponen

Kontroversi:

• Pemerintah hanya memberi fasilitas

ini kepada Timor, yang dimiliki

anak Presiden Soeharto.

• WTO memandang Indonesia

memberi perlakuan khusus kepada

Kia dari Korea Selatan.

Kondisi Saat ini:

Fasilitas untuk Timor dicabut saat

Reformasi 1998. Belakangan, Timor

kembali berubah nama menjadi Kia

kembali.

NASKAH: NUR KHOIRI

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

MAL TUA BERSALIN RUPA

SEJUMLAH MAL TUA YANG SEMPAT DITINGGAL PELANGGAN BERHASIL MEMBALIK

PERUNTUNGAN SETELAH BERALIH RUPA DAN BERGANTI STRATEGI.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

Salah satu mal di

Jakarta Selatan sedang

memperluas bangunan

utama.

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

PADA masa kejayaannya, mal itu sangat

ramai. Pengunjungnya begitu

padat. Tak cuma di dalam gedung,

tapi juga meluber ke jalanan sehingga

membuat jalan raya di depannya mampet.

Pengusaha berebut sewa tempat, bahkan

kadang di bagian depan dipasang tenda agar

ada ruang untuk disewa buat memamerkan

mobil, misalnya.

Tapi roda nasib terus berputar. Peruntungan

pusat belanja itu—Mal Depok namanya—terjun

bebas sekitar 10 tahun silam. Gara-garanya

sederhana. Semula mal ini satu-satunya

di Kota Depok, tapi dalam waktu hampir bersamaan

datang dua pesaing baru yang tampil

lebih baru dan segar. Bukan cuma itu, penghuni

utama di mal itu, pusat belanja Matahari,

pindah ke salah satu mal baru itu. “Itu yang

menyebabkan penurunan drastis jumlah pengunjung

kami,” ucap Andi Arifianto, Manajer

Promosi dan Iklan D’Mall—sebutan baru Mal

Depok.

Mal Depok kemudian mengubah diri. Sejak

2010, sejumlah strategi dipasang, mulai memermak

penampilan depan sampai mengubah

segmen pasar, dari mal keluarga menjadi

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

Kegiatan komunitas untuk

menjaring pengunjung di

Blu Plaza, Bekasi.

BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM

mal mahasiswa dan kalangan muda. Langkah

ini cukup berhasil. Semula hanya 5.000-7.000

orang yang datang per hari, kini meningkat

dua kali lipat. “Kini kami dapat limpahan pengunjung

10-15 ribu orang setiap hari,” ucap

Andi.

Nasib mal memang berbeda-beda. Ada

yang karena ketangkasan manajemen, lokasi,

dan sebagainya yang membuat mal terus

ramai selama belasan tahun, bahkan lebih.

Pesaing datang dan pergi, tapi posisi mereka

tidak tergoyahkan. Mereka pun kadang tidak

banyak melakukan perubahan berarti. Blok M

Mall di kawasan Jakarta Pusat atau Citraland

di Jakarta Barat, misalnya. Penampilan dua

mal ini nyaris tidak berubah dibanding pada

1990-an. Mereka yang tidak datang selama

10 tahun, misalnya, tidak akan pangling saat

kembali datang.

Tapi beberapa mal menjadi surut begitu

pesaing datang atau zaman berubah. Maka

beberapa mal tua ini mempercantik diri agar

tidak kalah dengan mal-mal yang masih muda

dan baru. Langkahnya tak cuma memperbaiki

penampilan, tapi juga mengubah strategi agar

pengunjung ramai berdatangan.

Mal Depok salah satunya. Yang lain di antaranya

Plaza Cibubur di kawasan Jalan Transyogi

atau Kramat Jati Indah. Plaza Cibubur

semula tampak agak “kumuh”. Begitu masuk

mal, langsung bertemu pedagang yang menyewa

lapak-lapak kecil. Tapi kini lobi tampak

lega, lantai terlihat mengkilap seperti cermin.

Gedung parkir juga ditambah sehingga mempermudah

pengunjung yang semula sangat

susah mencari tempat untuk memarkir kendaraan.

Mal itu awalnya merupakan satu-satunya

pusat belanja di Cibubur. Tapi belakangan

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

Kami ingin

menguatkan

segmentasi

pusat belanja

anak muda

yang trendi,

fashionable,

dan memiliki

gaya hidup

berbeda.

muncul pesaing, yakni Cibubur Junction dan

Mal Ciputra, yang lokasinya hanya 2-3 kilometer

dari mereka.

Direktur Operasional Plaza Cibubur, Tanto

Djarot, mengakui, sejak 2005 pengunjung

mulai berkurang. Tapi, menurut dia, ini bukan

karena kehadiran mal-mal baru, melainkan

akibat turunnya daya beli masyarakat. “Kalau

sekarang sudah meningkat daya beli masyarakat,”

ucapnya. Ia menunjuk kehadiran mal

baru yang pengaruhnya hanya sesaat. “Paling

kalau ada yang baru goyahnya sebulan saja,”

ucapnya.

Tujuan melakukan renovasi, katanya, “Kami

ingin menguatkan brand kami dan memenuhi

tuntutan zaman.”

Hal ini berbeda dengan Mal Depok, yang

mengakui betul bahwa kehadiran mal baru

sempat memukul mereka. Karena tidak ingin

mengulang kesalahan yang sama, mereka

mengubah penampilan dan strategi. Mal

Depok berusaha meninggalkan citra mal keluarga.

“Kami ingin menguatkan segmentasi

pusat belanja anak muda yang trendi, fashionable,

dan memiliki gaya hidup berbeda dengan

yang lainnya,” ucapnya.

Alasan memilih segmen anak muda adalah

lokasi mal berada di lingkungan beberapa

kampus besar, seperti Universitas Indonesia

dan Universitas Gunadarma. Selain itu, di bagian

belakang dibangun apartemen 23 lantai

yang mengincar para mahasiswa sebagai penyewa.

Maka, toko-toko terkait anak muda—dan

tempat nongkrong, seperti kafe—ditambah.

“Penghuni apartemen akan dimudahkan

dalam urusan belanja kebutuhan sehari-hari,

sandang, dan memenuhi gaya hidupnya, seperti

makan dan bersosialisasi dengan temantemannya

di bawah,” ucapnya.

Kadang kala mal juga diubah karena sedari

awal tidak pernah kebanjiran pengunjung. Ini

seperti Blu Plaza di Bekasi, yang berdiri pada

2006. Grup Lippo, yang mencaplok pusat

belanja ini pada 2013, segera memermak

agar tampil baru. Tempat parkir, misalnya,

diperbaiki. Dinding luar dicat ulang. Taman

diperbaiki.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

Blu Plaza setelah dipermak.

BUDI ALIMUDDIN/DETIKCOM

Tak cuma secara fisik, manajemen juga

agresif mempertajam pasar untuk menggaet

pengunjung. Wisnu Wardana, Manajer Pemasaran

Blu Plaza, mengatakan mereka terus

membuat acara agar target pasar utama

mereka—kalangan keluarga dan komunitas—

gemar datang ke sana. “Kami menyediakan

ruang yang cukup luas bagi semua komunitas

kreatif di Bekasi untuk berkumpul dan mengekspresikan

diri di sini,” ucapnya.

Wisnu mencontohkan, setiap hari Kamis

pihaknya mempersilakan komunitas penari,

baik tari modern maupun tradisional, di Bekasi

untuk melakukan latihan gratis di atrium

Blu Plaza. Rumah makan dan toko peralatan

rumah tangga ditambah. “Kami ingin menguatkan

di segmen keluarga dan komunitas

tadi,” ucapnya. Langkah ini cukup berhasil.

Semula mal ini sangat sepi, sekarang bisa

kedatangan 5.000-7.000 pengunjung setiap

hari. “Pertumbuhannya 4-5 persen setiap

tahun,” katanya. n BUDI ALIMUDDIN

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

MIMPI PUNYA

BANK

RAKSASA

IDE MENGGABUNGKAN

BANK LOKAL MUNCUL

LAGI. AGAR BISA

BERTAHAN SAAT RAKSASA

PERBANKAN ASEAN

MASUK MULAI 2020.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

Nasabah mengambil uang

di ATM bank besar lokal di

Bintaro, Jakarta Selatan,

Minggu (8/2).

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

MENTERI Keuangan Bambang

Brodjonegoro datang ke salah

satu rumah makan di Kebayoran

Baru, Jakarta Selatan, pada akhir

pekan awal bulan ini. Acara itu memang sangat

santai sehingga Pak Menteri, yang tinggal

tidak jauh dari kawa san itu, hanya mengajak

istrinya, Irina Justina Zega, tanpa membawa

penggawanya. Datang juga beberapa petinggi

bank di acara itu.

Dengan santai pula tiba-tiba saja Bambang

mengungkapkan kondisi ideal agar bank

besar pemerintah, Mandiri dan BNI, dilebur

saja menjadi satu supaya lebih kuat. Hal ini

membuat Direktur Utama Bank Mandiri Budi

Gunadi Sadikin, yang duduk di sebelahnya,

tertawa kecil. “Saya enggak bisa komentar

kalau soal ini,” kata Budi.

Pemerintah memang berniat menggabungkan

bank pemerintah untuk menghadapi

Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dalam kesepakatan

dengan negara-negara ASEAN, bank-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

Saya enggak

bisa komentar

kalau soal ini.

Budi Gunadi Sadikin

LAMHOT/DETIKCOM

bank dari sesama negara Asia Tenggara akan

diperlakukan seperti bank lokal mulai 2020.

Artinya, bank Malaysia atau Singapura bakal

bisa beroperasi seperti bank lokal di Jakarta.

Begitu pula sebaliknya, BTN atau BRI, misalnya,

bisa pula membuka cabang di Johor atau

di Vientiane.

Dengan menggabungkan kekuatan, bank

Indonesia bakal lebih kuat. Saat ini bank-bank

Indonesia relatif lebih kecil. Bank terbesar

lokal, Mandiri dan BRI, masing-masing hanya

memiliki aset Rp 700-an triliun. Dibandingkan

dengan bank Malaysia, misalnya, kekuatan ini

lebih kecil.

Bank terbesar Malaysia, Maybank, memiliki

aset lebih dari Rp 1.900 triliun. Bank nomor

dua di sana yang juga beroperasi di Indonesia,

CIMB, memiliki aset Rp 1.300 triliun lebih. Malah,

CIMB ini nyaris saja menjadi bank terbesar

Malaysia, dengan aset di atas Rp 2.000 triliun,

kalau rencana merger dengan bank menengah

RHB tidak dibatalkan pada bulan lalu.

Dengan menggabungkan kekuatan, pemerintah

berharap bank-bank lokal ini bisa

melawan bank-bank dari negara anggota

ASEAN lain, termasuk dari Malaysia dan Singapura,

yang memang besar-besar. Pengamat

perbankan Kodrat Wibowo mengatakan

modal maupun aset yang besar akan menjadi

amunisi untuk merebut pasar di Indonesia

maupun ASEAN.

Modal dan aset yang besar merupakan

jaminan keamanan bagi konsumen untuk

menyimpan dana mereka di bank. Sedangkan

untuk menjadi bank dengan kategori tersebut,

tidak ada jalan selain melakukan merger.

“Merger itu sebuah kewajiban, bukan untuk

mengalahkan tetapi agar memiliki posisi tawar

yang lebih kuat,” kata Kodrat.

Kodrat mengatakan pemerintah bisa mengawali

merger itu dengan bank pemerintah

yang memiliki modal besar, misalnya Mandiri

dengan BNI atau BRI dengan BNI. Cuma, dia

meminta agar rencana merger itu dikaji mendalam

supaya tidak memicu kegaduhan seperti

saat Menteri BUMN era pemerintahan

Presiden SBY, Dahlan Iskan, meminta Mandiri

mengakuisisi BTN.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

Serikat Pekerja Bank BNI

menolak rencana merger.

RACHMAN HARYANTO/DETIKCOM

Saat itu direksi dan karyawan BTN menggelar

demonstrasi menolak rencana tersebut.

Akhirnya Sekretaris Kabinet saat itu, Dipo

Alam, menyurati Menteri Koordinator Perekonomian

Hatta Rajasa, Menteri Keuangan

Chatib Basri, dan Dahlan Iskan untuk membatalkan

rencana akuisisi tersebut.

Padahal, menurut Dahlan, aksi korporasi

itu akan membuat BTN dan Mandiri menjadi

bank yang besar. Maksudnya, akan memperbesar

BTN, memperbesar Mandiri untuk jago

di kawasan regional dan internasional, serta

supaya perusahaan besar di Indonesia tidak

harus dilayani bank asing. “Kajian sudah sangat

mendalam. Kalau dibilang kajian harus

mendalam, sudah sangat mendalam,” ujar

Dahlan saat masih menjabat Menteri BUMN.

Belajar dari pengalaman itu, pemerintah era

Presiden Jokowi akan menyikapi rencana merger

itu dengan hati-hati, tetapi tidak menutup

peluang itu. “Indonesia sebagai negara besar

di ASEAN harus memiliki bank yang besar

juga,” kata Sofyan Djalil, Menteri Koordinator

Perekonomian.

Namun dia menolak menjelaskan seperti

apa rencana pemerintah untuk menggabungkan

Mandiri dengan BNI. Dia hanya menjelaskan

saat ini pemerintah sedang mengkaji

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BISNIS

Karyawan Bank BTN saat

menolak bank mereka

digabung dengan Mandiri

tahun lalu.

HASAN/DETIKCOM

upaya menguatkan modal bank BUMN untuk

meningkatkan ekspansi.

Namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai

merger bukan satu-satunya solusi untuk

bersaing dalam pasar bebas ASEAN. Irwan

Lubis, Deputi Pengawasan Perbankan OJK,

mengatakan selama ini bank besar dari negara

ASEAN, seperti Maybank, UOB, dan DBS,

sudah ada di Indonesia dan berkompetisi

dengan bank BUMN.

Justru yang diperlukan untuk menghadapi

pasar bebas ASEAN, menurut Irwan, adalah

konsolidasi strategis antar-bank BUMN. Tujuan

konsolidasi ini adalah untuk memperkuat

jaringan antar-bank BUMN.

Cakupan konsolidasi itu antara lain di bidang

teknologi informasi, dalam infrastruktur

pelayanan konsumen, misalnya di ATM, mesin

EDC, maupun electronic banking. Selain itu,

melakukan konsolidasi dalam pelatihan dan

pengembangan karyawan sehingga antar-bank

BUMN memiliki kualitas SDM yang sama.

Menurut Irwan, pemerintah lebih baik melakukan

konsolidasi ini sebelum memutuskan

merger. “Merger itu harus dikaji secara mendalam

bagaimana opportunity, benefit, serta

peluang yang diperoleh dibandingkan dengan

konsolidasi strategis ini dengan SWOT analysis,”

kata Irwan. n HANS HENRICUS B.S. ARON, DEWI R. KUSUMA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

PUKULAN TERAKHIR

UNTUK ANWAR

“SEBAGAI ANAK ANWAR IBRAHIM, KAMI AKAN MENGAMBIL ALIH

MANTELNYA DAN MENERUSKAN PERJUANGAN DAN AMBISINYA”

LATIMES

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

Keluarga Anwar

Ibrahim menjelang

pembacaan putusan

Mahkamah Agung

Malaysia, Selasa (10/2)

MALAYSIAINSIDER

BARANGKALI seperti itulah rasanya

kalah perang. Anwar Ibrahim, 67

tahun, datang ke gedung Mahkamah

Agung Malaysia di Putrajaya bersama

istrinya, Wan Azizah Wan Ismail, diiringi keenam

anaknya, dengan semangat tinggi Selasa

pekan lalu. Walaupun tampak sedikit tegang,

Anwar masih mengumbar senyum.

Dia menyalami dan memeluk teman-temannya

yang datang memberi dukungan. Di

luar gedung Mahkamah, ratusan pendukungnya

berkerumun sejak pagi. Bahkan, sebelum

masuk ruang sidang, mantan Wakil Perdana

Menteri Malaysia itu masih sempat bercanda

dengan polisi dan wartawan.

“Seperti kalian semua, aku juga menunggu

dengan . Aku sudah melewati banyak hal.... .

Apa yang terjadi, terjadilah. Bertawakal dan

berdoa saja,” kata Anwar kepada para wartawan.

Menurut Anwar, dia menyukai lagu yang

dilantunkan Doris Day tersebut. Dengan nada

bercanda, Anwar berjanji akan menyanyikan

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

UNTUK KETIGA KALINYA

AKU AKAN KEMBALI KE

PENJARA, TAPI AKU AKAN

TETAP BERJALAN DENGAN

KEPALA TEGAK.”

lagu itu jika majelis hakim membebaskannya.

“Itu lagu yang sangat cantik.”

Kabar buruk itu mulai dibacakan oleh ketua

majelis hakim Mahkamah Agung Arifin Zakaria

tepat pukul 10.14. Sinyal-sinyal negatif itu segera

terasa begitu hakim menyatakan kesaksian

Mohammad Saiful Bukhari Azlan, 30 tahun,

bisa dipercaya. Akhirnya

putusan majelis diketok.

Mahkamah menolak kasasi

Anwar dan menghukumnya

lima tahun penjara.

Nurul Nuha, 30 tahun,

putri keduanya, tak sanggup

menahan tangis. “Aku

baik-baik saja,” Anwar memeluk

dan menenangkan anak-anaknya. “Ingat

apa yang kakek selalu katakan, kamu harus

terus bersekolah,” kata Anwar kepada cucunya.

Wan Azizah terus menguatkan suaminya. “Kita

harus kuat,” Wan Azizah berbisik.

Untuk kesekian kalinya, putusan pengadilan

Malaysia menusuk telak keluarga Anwar Ibrahim.

Selama 17 tahun, keluarga Anwar hampir

tak sempat bernapas, tak ada jeda berurusan

dengan pengadilan. Padahal, pada 1990-an,

Anwar adalah bintang cemerlang di dunia

politik Malaysia. Pada Desember 1993, Anwar

diangkat sebagai wakil perdana menteri, menjadi

orang kedua di Malaysia, setelah Perdana

Menteri Mahathir Mohamad. Orang-orang

meramal, jarak Anwar dengan kursi nomor

satu di Kuala Lumpur hanya tinggal beberapa

jengkal.

Tapi, ketika krisis ekonomi mendera negara-negara

di Asia, hubungan Anwar dengan

mentor politiknya, Mahathir Mohamad, malah

memburuk. Konon, keduanya semakin sering

berselisih paham. Karier politik Anwar menghunjam

sangat cepat. Polisi menangkapnya

dengan tuduhan korupsi pada September 1998.

Dia juga dinista. Mantan sopirnya, Azizan

Abu Bakar, menuding Anwar telah melakukan

sodomi, satu praktek terlarang menurut hukum

di negeri jiran ini. Pengadilan menjatuhkan

vonis enam tahun dan sembilan tahun penjara

bagi Anwar. Pada 2004, banding Anwar atas

kasus sodomi dikabulkan dan dia bebas dari

penjara.

Hanya empat tahun mencicipi udara bebas,

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

Para pendukung Anwar

Ibrahim berkumpul

di depan gedung

Mahkamah Agung,

Putrajaya, Malaysia,

Selasa (10/2).

OLIVIA HARRIS/REUTERS

Anwar kembali berurusan dengan kasus sodomi.

Kali ini Mohammad Saiful Bukhari Azlan,

salah satu mantan asistennya, yang melaporkan

Anwar ke polisi. Di mata keluarga dan para

pendukung Anwar, kasus-kasus ini hanyalah

akal-akalan untuk menjegal karier politik Anwar,

yang kini menjadi pemimpin utama kelompok

oposisi di Malaysia.

“Tentu saja aku sedih dengan putusan itu.

Aku sudah bekerja dengan dia selama 32 tahun.

Bahkan kami sering tidur bersama, tapi tak

terjadi apa pun,” kata Abdullah Sani, 55 tahun,

salah seorang petugas keamanan di rumah

Anwar. “Dan aku jelas lebih ganteng ketimbang

Saiful.”

Anwar tak sekali pun mengaku bersalah atas

semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

“Untuk ketiga kalinya, aku akan kembali ke

penjara, tapi aku akan tetap berjalan dengan

kepala tegak karena aku tak bersalah,” kata

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

KAMI AKAN SELALU

BERSAMA AYAH KAMI

SAMPAI AKHIR.”

Anwar. Sebelum menuju Penjara Sungai Buloh,

kepada majelis hakim Mahkamah, dia berkata,

”Kalian telah memilih untuk berada di sisi kegelapan

dan menenggelamkan pertimbangan

moral serta suara hati kalian di lautan kebohongan.”

l l l

Hari itu, 2 September 1998, Nurul Izzah

tengah belajar untuk ujian matematika di

kampusnya, Universiti Tenaga

Nasional. Sekitar pukul 19.30,

seorang temannya menelepon.

“Aku ikut prihatin,” kata sang teman.

Nurul Izzah kebingungan.

Ada apa “Apakah kamu belum

dengar Perdana Menteri telah memecat ayahmu,”

temannya mengabarkan.

Kontan Nurul Izzah berurai air mata. Menjelang

tengah malam, Nurul baru bisa tersambung

lewat telepon dengan ayahnya. “Izzah,

kamu harus berani. Ayah akan melawan. Selesaikan

ujianmu dan tak usah mengkhawatirkan

ayahmu,” Anwar Ibrahim menenangkan putri

sulungnya.

Dari seorang anak sekolah yang hanya tahu

mengurus kuliah, Nurul Izzah menjadi aktivis,

menjadi orator, berjuang membela ayahnya.

“Aku harus membersihkan nama ayahku dan

mengembalikan kehormatan keluarga. Bagaimana

mungkin aku hanya duduk berpangku

tangan” kata Nurul Izzah, kini Wakil Presiden

Partai Keadilan Rakyat, partai yang didirikan

ayahnya.

Tujuh belas tahun bertarung memperjuangkan

ayahnya, Nurul Izzah dan kelima adiknya

telah kenyang pelajaran politik. Sekarang adik

perempuannya, Nurul Nuha, siap menyusul

jejak Izzah terjun ke arena politik. Nuha akan

memimpin gerakan March to Freedom, menuntut

pembebasan ayahnya.

“Sebagai anak Anwar Ibrahim, kami akan

mengambil alih mantelnya dan meneruskan

perjuangan dan ambisinya.... Selama 17 tahun,

kami sudah melewati emosi. Kami tak tahu berapa

lama lagi mesti berjuang, tapi kami akan

selalu bersama ayah kami sampai akhir,” kata

Nuha, 31 tahun.


INTERNASIONAL

Anwar Ibrahim

bersama keluarganya

berjalan menuju

gedung Mahkamah

Agung Malaysia, Selasa

(10/2).

SAYS

Sebagai tulang punggung Partai Keadilan

Rakyat, peran Anwar dan keluarganya sangat

penting bagi Pakatan Rakyat. Koalisi tiga partai

oposisi itu—Partai Keadilan Rakyat, Partai Islam

se-Malaysia (PAS), dan Parti Tindakan Demokratik

(DAP)—menguasai 89 kursi dari 222 kursi

di parlemen Malaysia. Dengan dijebloskannya

Anwar ke penjara, Pakatan mesti memikirkan

siapa figur penggantinya.

Menurut Lim Kit Siang, pemimpin DAP di

parlemen, satu-satunya jalan untuk menjaga

keutuhan Pakatan selama Anwar dalam penjara

adalah kepatuhan pada fondasi kerja sama

yang telah mereka sepakati. “Penghormatan

terbesar yang bisa kita lakukan untuk pengorbanan

Anwar hanyalah dengan membuat

Pakatan lebih bersatu,” kata Lim Kit Siang.

Soal siapa pengganti Anwar, hingga akhir

pekan lalu para petinggi Pakatan belum memutuskan.

“Kami tak merasa perlu terburu-buru.

Kami masih punya waktu,” kata Lim Guan Eng,

anggota parlemen dari DAP. n

SAPTO PRADITYO | THESTAR | MALAYSIAINSIDER | MALAYSIAKINI | REUTERS

| MYSINCHEW

MAJALAH DETIK 1619 - 22 - 25 FEBRUARI JANUARI 2015


INTERNASIONAL

PRAJURIT ASING

DI PERANG UKRAINA

LATIMES

“AMERIKA MEMPROVOKASI PERANG DUNIA KETIGA DENGAN RUSIA.”

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

DAILYNEWS

DUA puluh tahun lalu, Adam Osmayev

hanyalah satu di antara ratusan murid

sekolah swasta prestisius, Wycliffe

College, di Stone House, Gloucestershire,

Inggris. Tak beda dengan remaja lainnya

di Wycliffe, Adam lebih suka mengejar anakanak

gadis ketimbang belajar.

“Dia anak yang hebat... sangat bersemangat.

Walaupun kadang agak nakal, dia sangat sopan,”

kata Robert Workman, wali Adam di

Stone House, beberapa pekan lalu. Keluarga

Adam hijrah ke Inggris dari Chechnya setelah

pecah perang di negeri itu pada 1994. Ayahnya,

Aslanbek Osmayev, merupakan eksekutif

di perusahaan minyak di Chechnya.

Berlimpah uang dari ayahnya, Adam sangat

royal kepada teman-temannya. “Kantongnya

selalu penuh uang. Gadis-gadis berkerumun di

sekitar Adam,” kata Mister Workman. Bersama

teman-temannya dari Chechnya, Adam mengajak

gadis-gadis itu ke London untuk berbelanja.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

Pulang dari London, tangannya sudah penuh

tentengan barang bermerek.

Kadang mereka menggelar pesta sembari

membakar daging dan menenggak vodka. “Tapi

dia tak pernah terlibat kekerasan. Mereka hanyalah

remaja yang menikmati hidup,” ujar Robert

Workman. Nilai-nilainya di sekolah juga lumayan

bagus. Lulus dari Wycliffe, Adam diterima di

Jurusan Ekonomi Universitas Buckingham.

“KAMI DATANG KE SINI UNTUK MELINDUNGI

RAKYAT DARI AGRESI IMPERIALIS.”

Menurut Robert, Adam punya cukup modal

untuk sukses dalam karier: percaya diri dan

lumayan pintar. Sayang, dia hanya bertahan

sebentar di bangku kuliah. Semula Adam tak

terlalu peduli soal politik. Sebagai seorang

muslim, dia juga bukan seorang muslim yang

taat.

Tapi, setelah pulang dari Chechnya pada

2001, setelah ayahnya disingkirkan pemimpin

Chechnya, Ramzan Kadyrov, sikap politiknya

semakin keras. Padahal semula Aslanbek ditunjuk

Akhmad Kadyrov, ayah Ramzan, untuk

mengepalai perusahaan minyak Chechnya,

Chechennefteprodukt. Namun Akhmad tewas

dibunuh pada 2004. Setelah Ramzan membelot

dan memihak Rusia, Aslanbek disingkirkan.

Kebencian Adam terhadap penguasa Rusia

di Kremlin, terhadap Presiden Vladimir Putin,

semakin berurat berakar. Adam meninggalkan

kuliahnya di Inggris dan bergabung dengan

ayahnya yang lari dari Chechnya ke Tbilisi,

Georgia. Entah bagaimana ceritanya, dua

tahun lalu Adam ditangkap dengan tuduhan

merencanakan pembunuhan Presiden Putin.

“Ini benar-benar gila dan tak masuk akal....

Tak ada satu pun bukti yang menunjukkan

keterlibatan Adam,” kata Amina Okuyeva, istri

Adam. Setelah beberapa bulan menginap

di penjara, Adam akhirnya dilepas karena tak

cukup bukti. Hampir dua tahun tanpa kabar,

kini Adam muncul kembali sebagai komandan

milisi propemerintah Ukraina di Debaltseve.

Adam menggantikan Isa Munayev, Komandan

Batalion Dzhokhar Dudayev—diberi nama

sesuai dengan Presiden Chechnya yang tewas

dibunuh tentara Rusia—yang mati dalam per-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

FRONTPAGE

tempuran dua pekan lalu. Munayev adalah veteran

perang Chechnya melawan invasi Rusia.

Bersama prajurit Ukraina dan milisi pro-Kiev,

Adam bahu-membahu menghadang serbuan

milisi separatis yang disokong Rusia.

●●●

Di dada kanan dan kiri Angel Davilla Rivas,

22 tahun, tercetak tato dua mantan pemimpin

komunis Uni Soviet, Vladimir Lenin dan Joseph

Stalin. Bersama sobatnya, Rafael Munoz Perez,

27 tahun, Angel berangkat dari rumahnya

di Kota Madrid, Spanyol, dengan naik kereta,

menuju wilayah timur Ukraina.

Tiba di Ukraina, Angel dan Rafael segera

bergabung dengan Batalion Vostok, milisi pro-

Rusia, di Ukraina timur. Untuk apa dua pemuda

Spanyol ini meninggalkan keluarganya dan

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

susah-susah naik kereta beribu-ribu kilometer

dari kampungnya “Aku anak tunggal. Dan

kepergianku ini tentu menyakiti hati ibu dan

ayahku. Tapi aku tak bisa tidur memikirkan apa

yang terjadi di sini,” kata Angel.

Semua demi menebus utang budi kelompok

Republiken Spanyol kepada Uni Soviet. Sebagai

seorang Republiken, Angel dan Rafael merasa

punya utang budi kepada Uni Soviet dan Rusia.

Saat terjadi perang saudara di Spanyol pada

“AKU TAK AKAN PERNAH TUNDUK DI DEPAN

PUTIN.”

akhir 1930-an, Stalin mengirimkan bantuan

kepada kelompok Republiken.

Angel menyalahkan Amerika Serikat atas

konflik berlarat-larat di Ukraina. “Amerika memprovokasi

Perang Dunia Ketiga dengan Rusia,”

kata Angel. “Akibatnya, warga sipil terjepit di

antara tiga kekuatan raksasa: Rusia, Uni Eropa,

dan Amerika Serikat.”

Tak ada angka pasti berapa banyak prajurit

“legiun asing” yang terlibat dalam pertempuran

di wilayah timur Ukraina. Mereka datang menyabung

nyawa dengan rupa-rupa alasan. Dua

mantan prajurit Prancis punya lagi alasan lain.

Victor Lenta, 25 tahun, kopral dari Resimen Penerjun

Infanteri, dan Nikola Perovic, 25 tahun,

kopral di Batalion Infanteri Pegunungan Ke-13,

memilih memihak milisi pro-Rusia.

Keduanya mengklaim sebagai pendiri gerakan

ultranasionalis di Prancis, Unite Continentale

alias Persatuan Continental. Menurut Lenta,

Rusia merupakan benteng terakhir melawan

liberalisasi global yang, menurut mereka, menggerogoti

nilai-nilai nasionalis Prancis. “Kami datang

ke sini untuk melindungi rakyat dari agresi

imperialis,” kata Lenka. Mereka juga mengaku

menyokong Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Lain pula Ruslan Arsayev. Dia sudah karatan

mencicipi perang melawan Rusia di Chechnya.

Sekarang dia kembali berperang melawan milisi

yang disokong Rusia di Ukraina. “Aku tak akan

pernah tunduk di depan Putin,” Ruslan menunjuk

Presiden Vladimir Putin, musuh abadinya. n

SAPTO PRADITYO | INDEPENDENT | BBC | DAILY MAIL | MASHABLE | REUTERS

MAJALAH DETIK 1619 - 22 - 25 FEBRUARI JANUARI 2015


INTERNASIONAL

RAWABI JADI SANDERA

NEGERI YAHUDI

“JIKA RAWABI SAMPAI GAGAL, ITU AKAN MENJADI

KEGAGALAN PERDAMAIAN DAN SOLUSI DUA NEGARA.”

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

Bashar al-Masri

VITALVOICE

WALAUPUN lahir dari keluarga

kaya di Nablus, Palestina,

Bashar al-Masri tumbuh seperti

pemuda Palestina pada

umumnya. Sejak remaja, dia terseret dalam

arus perlawanan terhadap pendudukan Israel.

Tanpa senjata, hanya bermodalkan batu,

Bashar dan teman-temannya melawan tentara

Israel. Sebagai pemimpin organisasi di

sekolahnya, Bashar berulang kali mencicipi

dinginnya penjara Israel. Setelah pulang dari

kuliah di Amerika Serikat, Bashar memilih

jalan lain untuk “melawan” Israel.

“Setelah kalian tumbuh dewasa, kalian akan

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

TAK ADA PROYEK LAIN

YANG MENDEKATI INI,

BAHKAN SEPARUH NILAINYA

SEKALIPUN.”

punya pemahaman lebih baik.... Aku percaya,

setelah kami menandatangani kesepakatan

damai, kami juga harus melawan dengan cara

yang damai. Kita harus mencari jalan perlawanan

yang lebih cerdas,” kata Bashar. Dia memilih

jalan untuk melawan pendudukan Israel dengan

cara membangun kota di Tepi Barat.

Rawabi, kota yang dibangun Bashar, bukan

kota sembarang kota.

“Ini proyek terbesar

sepanjang sejarah

Palestina.... Tak ada

proyek lain yang

mendekati ini, bahkan

separuh nilainya sekalipun,”

kata Bashar

Masri dengan bangga.

Berada di atas

perbukitan, sekitar

20 kilometer arah utara Yerusalem, berjarak

sekitar 40 kilometer dari Tel Aviv, Israel, jika

proyek ini tuntas, Rawabi akan menampung

lebih dari 40 ribu warga Palestina. Rawabi

merupakan buah kolaborasi perusahaan milik

Bashar al-Masri, Massar International, dan Diar

Real Estate Investment Company, perusahaan

properti milik pemerintah Qatar.

Dibangun di atas lahan kosong, Bashar

membangun Rawabi benar-benar dari nol.

Di kota itu, akan dibangun stadion sepak

bola kecil, amphitheater ala Romawi dengan

kapasitas 12 ribu tempat duduk, taman bermain

air, taman kota, juga pusat belanja. “Aku

membayangkan semuanya sudah komplet....

Aku membayangkan orang-orang kongko di

restoran. Aku melihat orang tinggal di apartemen,”

kata Bashar.

Tak ada kota lain di Palestina yang menyerupai

Rawabi. “Saat mencari model Rawabi,

pertama kali kami melongok konsep kota di

seberang perbatasan,” kata Bashar. Seorang

arsitek kelahiran Israel, Moshe Safdie, mengajak

Bashar menyaksikan model pengembangan

Kota Modi’in Illit, kota yang dibangun Israel

di atas wilayah pendudukan di Tepi Barat,

Palestina.

Modi’in memiliki topografi mirip sekali dengan

Rawabi. Tapi satu kelemahan Modi’in ada-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

lll

VITALVOICE

lah minim sekali aktivitas ekonomi di kota itu.

Rawabi, menurut Bashar, akan dikembangkan

bukan cuma sekadar sebagai permukiman, tapi

juga pusat bisnis. “Sekarang banyak perencana

kota dari Israel yang belajar ke Rawabi,” ujar

pengusaha kaya-raya Palestina itu.

Hingga beberapa bulan lalu, sudah ada 600

orang yang membeli apartemen di Rawabi.

Pasangan Ayman dan Suhad Ibrahim adalah

satu di antara ratusan pembeli pertama yang

terpikat konsep Rawabi. Bashar menjanjikan

akan ada banyak taman dan pohon di Rawabi.

Tak seperti Kota Ramallah, yang sumpek dan

sangat padat, Rawabi akan menjadi kota yang

adem, tenang, dan lapang.

Ayman dan Suhad sudah membayangkan

ketiga anak mereka bakal bisa bermain dengan

leluasa di Rawabi, kegiatan yang tak bisa

mereka lakukan di Ramallah. “Rawabi akan

menjadi model kecil dari negara Palestina,”

kata Suhad. Mereka, kata Ayman, sudah lama

sekali merindukan tempat tinggal yang damai.

“Kami ingin membangun masa depan di sini,

karena ini tanah kami.”

Angan-angan Ayman dan Suhad mendapatkan

tempat tinggal yang damai itu sepertinya

masih jauh dari kenyataan. Dari jendela apartemen

di Rawabi, masalah itu tampak persis

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

PROYEK INI DIBANGUN SWASTA

UNTUK SEKTOR SWASTA DENGAN

UANG SWASTA.”

di depan mata. Di seberang bukit, berkibar

bendera Israel di Ateret, permukiman Yahudi

di wilayah pendudukan Tepi Barat. Di Ateret,

bukan pemerintah Palestina yang berdaulat,

melainkan tentara pendudukan Israel.

Bagi warga Ateret, seperti Chanan dan

Avigail Damri, mereka tak merasa tinggal di

atas wilayah Palestina. “Negara ini negeri

kami. Kami selalu meyakini bahwa ini tanah

kami dan kamilah tuan

atas tanah ini,” kata Avigail

Damri, tegas. Mereka tak

peduli pengakuan hak

mereka atas tanah itu tak

diakui internasional.

Membangun di daerah yang dikepung wilayah

pendudukan Israel—Rawabi berada di

Area A, daerah yang sepenuhnya dikendalikan

otoritas Palestina—Bashar tahu betapa tinggi

risiko yang mesti dia tanggung. “Kami di sini

tak menjanjikan surga. Kami tak menjanjikan

apa pun, kecuali kenyataan bahwa kami masih

hidup di wilayah pendudukan,” kata Bashar.

Padahal luar biasa besar duit yang sudah dia

tanam di proyek itu. Total investasi sekitar

US$ 1 miliar atau Rp 12 triliun sepertinya berasal

dari kantongnya. Sisanya ditanggung Diar

Real Estate.

“Tapi aku ingin membangun proyek yang

memberi dampak besar bagi Palestina dan

aku ingin menunjukkan bahwa kami bisa menciptakan

lapangan kerja,” kata Bashar. Saat ini

proyek Rawabi menyumbang 4.000 lapangan

kerja bagi Palestina. Bukan jumlah yang kecil

untuk negeri yang perekonomiannya masih

morat-marit itu.

Dikepung wilayah yang diduduki Israel, Bashar

tak punya pilihan lain untuk membangun

Rawabi, kecuali bekerja sama dengan negara

Yahudi itu. Dia butuh izin Israel untuk membangun

akses jalan ke daerah lain. Dia juga

butuh tanda tangan pemerintah Israel supaya

Rawabi mendapat pasokan gas dan listrik,

juga air bersih.

Urusan izin dari Israel inilah yang bikin runyam

megaproyek Rawabi. Jalan sudah dibangun,

demikian pula gedung-gedung apartemen

sudah tegak menjulang, tapi belum ada

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

VITALVOICE

air menetes di Rawabi. Izin untuk akses jalan

melewati Area C Tepi Barat yang dikuasai Israel

juga masih terkatung-katung.

Komite Air Gabungan Israel-Palestina sudah

lama sulit bertemu dan bersepakat. Apalagi

setelah meletus perang di Jalur Gaza bebera-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

VITALVOICE

pa bulan lalu. Israel hanya bersedia memberikan

izin ke Rawabi jika pemerintah Palestina

mengizinkan pasokan air ke permukiman di

wilayah pendudukan. Prasyarat yang mustahil

disetujui pemerintah Palestina.

Di atas meja, kedua pemerintahan selalu

menegaskan bahwa mereka mendukung proyek

Rawabi seratus persen. Rawabi, menurut

Saeb Erekat, juru runding perdamaian Palestina,

akan menjadi pertaruhan perundingan

damai Palestina dan Israel. “Jika Rawabi sampai

gagal, itu akan menjadi kegagalan perdamaian

dan solusi dua negara,” kata Erekat.

Kolonel Grisha Yakubovich, Komandan

Tentara Pendudukan Israel di Tepi Barat, mengatakan

mereka tak pernah pasang syarat

untuk mengalirkan air ke Rawabi. “Air akan

mengalir dalam beberapa hari atau beberapa

minggu lagi,” dia berjanji. Pemerintah

Israel, menurut Kolonel Grisha, menyokong

proyek Rawabi. “Kami ingin rakyat bahagia.”

Tapi prakteknya, urusan akses jalan, pasokan

air, gas, dan listrik untuk Rawabi masih

gelap hingga detik ini.

Berlarut-larutnya urusan izin ini membuat

sejumlah konsumen Rawabi mulai ragu

dengan masa depan proyek ini. Padahal, ujar

Bashar, mereka tak ada sangkut-paut dengan

masalah politik kedua negara. “Proyek ini

dibangun swasta untuk sektor swasta dengan

uang swasta,” ujar Dov Weiss glas, pengacara

Bashar untuk urusan izin di Israel. n

SAPTO PRADITYO | BBC | GUARDIAN | NYTIMES | AL-MONITOR | TIMES OF

ISRAEL

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BUKU

“KALAU ORDE BARU

LEBIH KEJAM LAGI,

MUNGKIN PRAM AKAN

MENULIS LEBIH BAGUS

LAGI.”

SUDRAJAT/DETIKCOM

JUDUL BUKU:

Pram dalam Kelambu

PENULIS:

Soesilo Toer

PENERBIT:

Pataba Press

TERBITAN:

Februari 2015

TEBAL:

xxvi + 164 halaman

SALAH JUDUL

DALAM PRAM

KELAMBU, semua orang mestinya mafhum, itu adalah semacam kain

berpori-pori cukup besar yang menutupi seluruh bagian ranjang atau

tempat tidur. Fungsi utamanya adalah mencegah nyamuk mengganggu

lelap tidur si penghuni di dalamnya.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BUKU

THINKSTOCK

SILVIA/DETIKCOM

Karena itu, lewat judul Pram dalam Kelambu, semula penulis menduga isinya

akan berkisah seputar kebiasaan tidur Pramoedya yang harus di atas ranjang

berkelambu. Atau, yang paling liar, berkisah tentang adegan-adegan roman sang

sastrawan dengan para istrinya. Atau setidaknya bercerita kehidupan rumah

tangga Pram dengan istri-istrinya.

Semua prasangka itu meleset. Soesilo bahkan cuma sekelebat menggambarkan

Pram bersikap mesra kepada istri pertamanya yang tengah hamil muda

dengan cara membimbingnya saat hendak naik becak. Cuma itu.

Padahal, kepada Radar Bojonegoro yang mewawancarainya pada 11

September 2014, Soesilo menyatakan Pram dalam Kelambu bercerita

tentang sosok Pram dalam memandang sebuah perkawinan. Bagaimana

Pram menjalani perkawinannya, termasuk cerita detail

seputar kado perkawinan dan maknanya. “Salah satu hadiah

itu berupa ranjang pengantin yang diberikan kepada istrinya.

Semua ada maknanya,” ujar lelaki kelahiran Blora, Jawa Tengah,

1937, itu.

Dari empat bagian isi buku ini, kesan kuat yang bisa ditangkap

adalah kekaguman Soesilo kepada sang kakak. Sastrawan

besar dengan hampir 50 karya dan pernah tujuh kali dicalonkan

menjadi penerima Hadiah Nobel Sastra. Jadi, mungkinkah

Soesilo telah salah memberi judul buku ini

Sebagai adik keenam, ia merasa Pram menaruh rasa sayang

tersendiri kepadanya dibanding kepada yang lain. Pram—yang

disapa Mas Moek—pernah mengatainya “kayak maling”. Sebagai

SUDRAJAT/MAJALAHDETIK

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BUKU

kakak tertua, ia juga pernah menempelengnya karena masih asyik mengejar layang-layang

ketika waktu telah magrib. Pram seorang kakak yang penuh disiplin,

mandiri dalam berkarya, dan pekerja keras. Hingga suatu hari sang kakak yang

jarang berkata-kata itu memujinya secara terbuka.

“Tulisanmu keras seperti Steinbeck, pendek-pendek seperti Gorki,” halaman 81.

Meski tak paham dan tak mengenal nama-nama yang disebut itu, Soesilo merasa

itu sebuah pujian. Apalagi ketika karyanya dimuat di sebuah rubrik kesenian yang

diasuh H.B. Jassin.

Hal lain, Pram dikisahkan sebagai pribadi yang tak suka meminta maaf secara

verbal. Ketika sadar telah salah menghukum sang adik, Pram lebih suka memangku

Soesilo selama naik becak untuk menonton film di bios kop. Juga membebaskan

adiknya memilih menu yang disukainya saat di restoran.

Hingga usia mereka beranjak senja, di tahun-tahun terakhir Pram lebih banyak

memberikan sesuatu kepada Soesilo ketimbang kepada adik-adiknya yang lain.

Kenapa Sayang, Soesilo tak memberikan penjelasan gamblang.

Selain romantisisme hubungan adik-kakak, buku ini mencoba menjelaskan

karakter pribadi Pram, sikap politik, dan ideologinya dalam berkarya. Tentu saja

buku ini juga menyinggung perseteruan Pram dengan para sastrawan lain yang

menandatangani Manifesto Kebudayaan.

Sebagai doktor yang menulis kritik terhadap marxisme dan kapitalisme dalam

disertasinya di Institut Plekhanov Uni Soviet, bertebaran nama filosof kenamaan

yang dirujuk Soesilo untuk membela Pram.

Ia juga menggunakan daftar pustaka yang tak main-main sebagai pangkal tolak.

Sebut saja Considerations on the Causes of the Grandeur and Decadence of the Ro-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


BUKU

mans (1882) yang ditulis Montesquieu, The Indonesian Killings of 1965-1966:

Studies from Java and Bali (1990) oleh Robert Cribb, dan Radicalism After

Communism in Two Southeast Asian Countries (1990) oleh Ben Anderson.

lll

Soesilo Toer adalah adik keenam Pramoedya Ananta Toer. Ia punya ambisi

untuk bisa menyaingi sang kakak dalam berkarya maupun hal lainnya

selama menjalani kehidupan ini. Pram dalam Kelambu adalah karya kedua

dari lima yang disiapkannya untuk menyaingi Pram. Pada 2013, ia menerbitkan

Pram dari Dalam, sedangkan buku lainnya berjudul Pram dalam Bubu,

Pram dalam Belenggu, dan Pram dalam Tungku.

“Ketiganya akan diterbitkan tahun ini,” kata dia saat peluncuran Pram

dalam Kelambu di Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer Anak Semua

Bangsa (Pataba), Blora, Sabtu (7/2) malam. Acara itu menandai 90 tahun

kelahiran Pramoedya, yang wafat di Jakarta pada 30 April 2006.

“Pram menulis makin bagus ketika dia ditahan, karena di luar dia tak bisa

konsentrasi menulis. Dan kalau Orde Baru lebih kejam lagi, mungkin Pram

akan menulis lebih bagus lagi,” tutur Soesilo disambut tawa hadirin. n

SILVIA GALIKANO | SUDRAJAT

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

MUSIK

SI MUDA BERSIASAT

MUSIKUS JAZZ MENDAPAT TANTANGAN ZAMAN YANG TAK RINGAN. DARI MEMBUAT

MUSIK BAGUS, MENJUAL KARYA, HINGGA MEMAHAMI NAIK-TURUN PASAR, JADI

SATU PAKET TAK TERPISAHKAN.

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

MUSIK

MUSIKUS mesti

sadar, memilih

jazz artinya tak

akan “seingar-bingar”

musik lain.

Mentalitas pun

disetel ulang,

tak bisa lagi

cuma sampai launching dan selebihnya menyerahkan

pada pasar. Alhasil, ketika album

jeblok, label disalahkan.

Strategi pun harus matang dan terus bergerak,

bukan hanya bermodal pasang video di

YouTube tanpa tahu metadata. Pasalnya, yang

dijadikan patokan dari YouTube bukanlah

berapa banyak viewer-nya, melainkan berapa

banyak orang bertahan menonton video itu

sampai selesai.

Strategi berjualan jadi bahasan penting

dalam “Diskusi Musik Jazz dan Anak Muda”

di Serambi Salihara, Jakarta Selatan, Rabu,

11 Februari 2015. Musikus adalah sekaligus

tenaga pemasaran bagi karya-karyanya. Diskusi

tersebut menghadirkan dua narasumber:

Adib Hidayat, redaktur majalah Rolling Stone

Indonesia, dan Aldo Sianturi, konsultan bisnis

musik dan manajer Believe Digital.

Acara ini merupakan pemanasan bagi “Salihara

Jazz Buzz: Yang Muda Yang Ngejazz” di

Teater Salihara tiap Sabtu-Minggu sepanjang

Februari 2015, yang menghadirkan musikusmusikus

muda jazz Indonesia, seperti Dion

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

MUSIK

Subiakto, Jessi Mates & Ricad Hutapea, serta Andy Gomez.

Musikus muda diharapkan punya paradigma baru dan segar

yang memanfaatkan teknologi secara maksimal untuk menjual

karya-karyanya. Menurut Aldo, iTunes belum dimanfaatkan

maksimal. Terbukti, yang ada hanya Indra Lesmana dan Oddie

Agam, sedangkan nama-nama besar lain tidak ada, termasuk

Jack dan Mien Lesmana, yang notabene orang tua Indra.

Penjualan album musik secara fisik, dalam hal ini CD, masih

tetap diperhitungkan walau penjualan secara digital marak.

Musikus harus berproduksi, membuat album, agar ada rekam

jejak. Sebaliknya, masyarakat membeli album, bukan hanya

menikmati lewat “ketengan” single.

“Ketika rekam jejak musikus hilang, tak ada cara memperpanjang

komunikasi dengan musikus tersebut dan kita kehilangan

mata rantai serta orang yang menjaga gugusan itu,” kata Aldo.

Dia memberi contoh remaja sekarang tak tahu siapa Jack Lesmana,

apatah lagi Miles Davis atau Wynton Marsalis. Itu sebabnya,

jazz sebaiknya diperdengarkan di tiap rumah karena Jack

Lesmana itu untuk didengar supaya tahu bagaimana rohnya,

bukan hanya dibaca.

Membuat sebuah produksi selalu diikuti pertanyaan akan berapa

banyak lakunya Selama ini pertanyaan itulah yang membuat

jiper musikus jazz. Namun sekarang, menurut Aldo, ekspektasi

berapa lakunya album bisa diatur, cover album bahkan bisa dibikin

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

MUSIK

dari kertas koran untuk menekan ongkos.

Tinggal lihat lingkaran terdekat si musikus,

apakah mereka mau beli CD tersebut Kalau

lingkaran terdekat saja tak mau membeli,

jangan berharap banyak pada lingkaran yang

lebih besar.

Setelah album selesai, musikus harus membuka

dan menciptakan sendiri jalur distribusi,

seperti melalui perusahaan kurir atau convenient

store, dan tidak harus masuk restoran

cepat saji karena ini bukan produksi massal.

Banyaknya musik dan musikus non-jazz

yang tampil di festival-festival jazz, ujar Adib,

adalah contoh pemasaran yang sudah lama dipraktekkan.

Slayer yang beraliran metal tampil

di Montreux Jazz Festival 2002 atau Foo Fighters

main di New Orleans Jazz Festival 2014

atau Sheila on 7 di JavaJazz Festival 2015.

Siasat ini untuk menyedot penonton nonjazz

datang ke acara jazz. Jika yang dimainkan

hanya jazz totok, tingkat konsumsinya tak

akan sebanyak jika ada nama-nama populer

lain di luar jazz.

Adib menyebut juga tentang saling menyeberang

genre yang terjadi ketika musikus jazz

berhadapan dengan industri. Musik-musik

Maliq & D’essentials, misalnya, yang semula

kental unsur jazz makin lama makin pop

karena ingin memberi pembelajaran bahwa

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

MUSIK

tak semua jazz harus seperti itu. Andien juga

masuk ke aliran lain dengan alasan tak mau

hanya dianggap sebagai penyanyi jazz.

Fenomena tersebut ditentang Aldo, yang

berpendapat musikus seharusnya konsisten

sejak “ijab-kabul” memilih jazz, tak peduli alasan

pasar, karena pengaruhnya ke katalogisasi.

DNA jazz harus ada, itu syarat bisa diperdengarkan

di luar negeri. Dari DNA jazz bisa

dinilai apakah d’Masiv yang mengisi JavaJazz

2013, misalnya, termasuk jazz atau tidak.

Begitu masuk bisnis, saat itu juga musikus

harus mengontrol ekspektasi, bahwa tiap

musik punya jodoh masing-masing. Tahu kapan

“kenyang”, karena akan berpengaruh pada

kualitas. Tak bisa menargetkan dalam sekian

tahun harus ada sekian produksi karena musik

tak bisa dipaksakan. “Musikus yang tiap tahun

bikin album biasanya tak lama akan kolaps

karena sulit menjaga kualitas,” ujar Aldo.

Cara lain adalah bersiasat di luar musik, yakni

sudah saatnya musikus menganggap dan

menggarap serius merchandise, seperti kaus,

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

MUSIK

mug, jaket, atau topi. Adib memberi contoh

ada sebuah band indie di Salatiga, Jawa Tengah,

yang tak dikenal di Jakarta; manggung

hanya sebu lan sekali; ternyata punya lebih

dari 4.000 follower serta punya toko yang

menjual merchandise dan album-album band

indie lain. Sehingga praktis penjualan merchandise-lah

yang menghidupi mereka.

Di tataran band yang sudah dikenal luas,

Noah punya cara cerdik, yakni membuka distribusi

merchandise di tiap daerah dengan

melibatkan penggemar. Sheila on 7 tiap pekan

mengeluarkan desain baru kaus.

Bandingkan dengan merchandise Slank,

yang hanya ditaruh di Potlot. Penyanyi lain

malah sama sekali tak berminat membuat

merchandise, printilan recehan yang cuma

merepotkan. Dia tak tahu, ada band indie yang

dapat untung Rp 200 juta sebulan, dari kaus

saja. Ya, zaman sudah beda, Masbro! ■

SILVIA GALIKANO

MAJALAH DETIK 16 -- 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

FILM

FLAMBOYAN

INGGRIS

PALING

GRES

PENYELIDIKAN ATAS

TEWASNYA SEORANG AGEN

MATA-MATA SAMPAI PADA

MILIUNER EKSENTRIK BIDANG

TELEKOMUNIKASI. APA

TUJUANNYA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

FILM

Judul:

Kingsman: The Secret Service

Genre:

Action | Adventure | Comedy

Sutradara: Matthew Vaughn

Tap untuk melihat Video

Skenario:

Jane Goldman, Matthew

Vaughn

Produksi:

20th Century Fox

Pemain:

Colin Firth, Taron Egerton,

Samuel L. Jackson

Durasi:

1 jam 40 menit

SEBUAH misi rahasia gagal di Timur

Tengah pada akhir 1997. Unwin, seorang

Lancelot (sebutan bagi agen

mata-mata Kingsman), tewas demi

melindungi rekan-rekannya sesama Lancelot,

termasuk Harry Hart (Colin Firth).

Sejak itu Harry merasa berutang nyawa kepada

Unwin. Dia menyerahkan medali Kingsman

kepada istri Unwin, Michelle (Samantha

Womack), dan anak mereka yang masih

kanak-kanak, Eggsy. Di balik medali terdapat

nomor telepon berikut kode yang dapat me-

MAJALAH MAJALAH DETIK 23 DETIK - 293 DESEMBER MAJALAH - 9 MARET DETIK 2013 2014

16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

FILM

reka hubungi kapan pun butuh bantuan.

Adegan melompat ke 17 tahun kemudian.

Michelle kini lusuh dan punya suami baru, kepala

preman kampung yang sering menyiksa

istri, sedangkan Eggsy (Taron Egerton) jadi

pemuda bandel yang bergaul dengan geng

punk.

Setelah “bersenang-senang” di bar, Eggsy

dan kawan-kawan membawa lari mobil kelompok

pesaing mereka. Polisi berhasil mengejar

dan Eggsy ditangkap. Dia terancam hukuman

penjara 8 tahun.

Dalam kondisi ini, Eggsy ingat pada medali

yang dulu diberikan rekan mendiang ayahnya.

Setelah menelepon dan menyebutkan kode,

ajaib, polisi membebaskannya.

Di luar kantor polisi sudah menunggu Harry

dengan data lengkap di kepala tentang Eggsy,

termasuk catatan kriminalnya. Harry menawari

pemuda itu ikut pelatihan mata-mata

Kingsman karena dia melihat bakat pada diri

Eggsy. Eggsy langsung setuju karena tak perlu

lagi tinggal serumah dengan ayah tiri dan,

yang terpenting, dibayar mahal.

Markas Kingsman diakses lewat rumah jahit

di Savile Row yang terkenal di London. Ini tak

lepas dari sejarah Kingsman, yang berawal

dari kumpulan penjahit kelas atas London

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

FILM

Tak berlebihan jika

Kingsman disebut

puncak karya Vaughn

dengan akting magnetik

serta adegan-adegan

action berdaya ledak

tinggi.

pada abad ke-19. Setelah banyak dari mereka

meninggal tanpa punya ahli waris, uangnya

digunakan untuk operasi matamata

independen, tak terikat pada

negara mana pun.

Eggsy dilibatkan dalam misi

terbaru Kingsman setelah seorang

agen ditemukan tewas terbelah

vertikal dalam sebuah misi. Pada

saat bersamaan, seorang profesor

hilang misterius, menyusul kemudian

Putri Mahkota Swedia juga

hilang.

Penyelidikan Harry membawanya

pada seorang mogul dunia telekomunikasi,

miliuner yang kerap

berpidato tentang pemanasan global, Richmond

Valentine (Samuel L. Jackson). Orang

kepercayaan Richmond adalah Gazelle (Sofia

Boutella, penari Aljazair) yang mahir bela diri

dan kaki palsunya dapat mengeluarkan pisau.

Dari buku komik Kingsman: The Secret Service

karya Mark Millar dan Dave Gibbons, tim

penulisan naskah Kickass, yakni Vaughn dan

Jane Goldman, mengangkatnya ke layar lebar.

Keduanya menggunakan formula vodka martini

dengan tambahan adrenalin, lalu di-shaked,

bukan diaduk. Plotnya terkadang terbang

liar, tapi di saat bersamaan banyak hiburan

melihat gadget ajaib.

Sutradara Matthew Vaughn (Stardust, X-

Men First Class) mengemasnya dalam actionthriller

keras, brutal, penuh gaya, flamboyan,

dan punya pesona visual. Tak berlebihan

jika Kingsman disebut puncak karya Vaughn

dengan akting magnetik serta adegan-adegan

action berdaya ledak tinggi.

Genrenya mata-mata Inggris. Selama puluhan

tahun kita punya James Bond berikut para

imitasinya, tapi tak pernah ada yang benar-

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

FILM

benar satu paket bagusnya.

Pemilihan pemain Kingsman terbilang

sempurna. Colin Firth, yang pastinya sangat

familiar dengan karakter pria Inggris, menyuguhkan

adegan tarung spektakuler. Keras

tapi, itu tadi, penuh gaya dan ciri Inggrisnya

tak boleh hilang, seperti pernah dikatakan

Harry, “Sopan santun menjadikan seseorang

itu pria.”

Petualangan Taron Egerton sebagai Eggsy

pun fantastis, berawal dari pemuda kere yang

sinis hingga kemudian ditemukan bakatnya

yang lain, lalu berubah jadi jagoan.

Penampilan terbaik datang dari sang legenda

hidup Samuel L. Jackson sebagai Richmond

Valentine. Villain karikatur yang punya ciri

khas pengucapan “S” tak sempurna (lisping)

ini berhasil merebut momen-momen penting

film ini. Valentine akan jadi salah satu karakter

paling dikenang yang pernah ditaklukkan Jackson.

Vaughn memberi banyak sentuhan menarik

lewat karakter Putri Mahkota Swedia, ilmuwan

yang diculik, dan omongan tajam tentang mata-mata

antara Harry dan Valentine. Gongnya

adalah adegan makan malam yang disajikan

dalam peranti perak dan layanan berkelas, padahal

di dalamnya cuma burger dan kentang

MacDonald’s. Ya, happy… meal!

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


SENI HIBURAN

FILM

Walau sejumlah adegan kekerasannya bisa

membuat kecewa penggemar genre matamata

klasik, tapi patut diingat, action film ini

menekankan pada keahlian dan kemahiran.

Lagi pula, Kingsman adalah film mata-mata

generasi sekarang, bukan generasi bapak kita.

Jadi hati-hati, kini Bond punya pesaing. ■

SILVIA GALIKANO

MAJALAH DETIK DETIK 22 16 - 28 - 22 SEPTEMBER FEBRUARI 2014

2015


FILM PEKAN INI

UPITER Jones (Mila Kunis) bukanlah siapa-siapa.

Pekerjaannya sebagai pembersih toilet. Namun

semua itu berubah saat Jupiter bertemu dengan Caine

(Channing Tatum), seorang tentara dari planet lain.

Jupiter ternyata sosok penting di alam semesta.

Dialah calon ratu dari seluruh planet yang ada di alam semesta. Tapi

jalan Jupiter menjadi ratu tidaklah mudah saat pemimpin galaksi

yang sedang berkuasa menginginkan Jupiter mati.

JENIS FILM: ACTION,

ADVENTURE, FANTASY

| PRODUSER: GRANT HILL,

ANDY WACHOWSKI, LANA

WACHOWSKI | PRODUKSI:

WARNER BROS. PICTURES |

SUTRADARA: ANDY WACHOWSKI,

LANA WACHOWSKI |

DURASI: 126 MENIT

AWAIZAADA diangkat dari kisah hidup

ilmuwan India, Shivkar Bapuji Talpade, yang

berhasil membangun pesawat terbang

pertama di India. Film ini mengisahkan

perjuangan dan penderitaan Shivkar dalam

menciptakan karyanya itu.

JENIS FILM: BIOGRAFI, DRAMA |

PRODUSER: RAJESH BANGA, VISHAL

GURNANI | PRODUKSI: RELIANCE

ENTERTAINMENT | SUTRADARA:

VIBHU PURI

LAIRE Peterson (Jennifer

Lopez) adalah guru SMA

yang tengah menghadapi

proses perceraian dengan

suaminya. Claire, yang tinggal

bersama anaknya, Kevin (Ian Nelson), berkenalan

dengan Noah (Ryan Guzman), pemuda tampan

yang baru pindah ke sebelah rumahnya.

Tanpa disadari Claire, Noah, yang seusia dengan

Kevin, mulai mendekatinya dan keduanya

terlibat hubungan asmara. Sadar telah membuat

kesalahan, Claire memutuskan untuk mengakhiri

hubungan dengan Noah. Noah, yang tidak terima

dengan keputusan Claire, akhirnya mulai merusak

kehidupan Claire.

JENIS FILM: THRILLER | PRODUSER: JOHN JACOBS,

JASON BLUM, JENNIFER LOPEZ | PRODUKSI:

UNIVERSAL PICTURES | SUTRADARA: ROB COHEN

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


AL GHAZALI

BETAH

DI ITALIA

Tap judul untuk

baca artikel

RAYMOND SAPOEN

CAPRES

BANYUMAS

SONG JI-HYO

TEMBUS

NEW

YORK

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


PEOPLE

AL GHAZALI

BETAH DI ITALIA

W

AKTU tiga minggu

sudah bisa membuat

Al Ghazali jatuh cinta

pada Italia. Anak pertama

musikus Ahmad Dhani ini bahkan

masih penasaran dengan negara sepak

bola itu.

Remaja yang akrab disapa Al ini bertandang

ke Italia dalam rangka syuting film

terbarunya, LDR. Beberapa kota, seperti

Venezia, Roma, dan Verona, dijelajahinya.

“Sulit berkomunikasi di sini, tapi kurang

lama di sana, jadi masih penasaran,”

ujarnya. Al terpaksa kembali ke Jakarta

lebih dulu dibanding pemain dan kru film

karena ada job yang menunggunya.

Di sela-sela syuting, Al menyempatkan

diri menonton pertandingan sepak bola

antara Inter Milan dan Sampdoria. Artis

kelahiran 1 September 1997 ini juga sempat

mengunjungi Colosseum di Roma.

Dalam film bertema cinta garapan

Maxima Pictures itu, Al berperan sebagai

Paul, adik Demas, yang diperankan oleh

Verrell Bramasta. Sang ayah, Ahmad

Dhani, dikabarkan akan tampil pula di

film LDR. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA

FOTO : ANTARA/TERESIA MAY

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


PEOPLE

RAYMOND SAPOEN

CAPRES BANYUMAS

SEORANG keturunan Jawa

mungkin akan menjadi orang

nomor satu di Suriname. Dialah

Raymond Sapoen, yang

kini menjadi kandidat Presiden Suriname.

Mantan Menteri Perdagangan dan

Industri Suriname ini menyebut Desa

Kanding sebagai kampung halaman kakek

buyutnya. “Jadi saya generasi ketiga,”

ujarnya.

Raymond menduga, sebelum era kemerdekaan,

kaket buyutnya dikirim pemerintah

kolonial Belanda ke Suriname.

Nama sang kakek ditemukan pada situs

Arsip Nasional Belanda, BBC.

Sapoen ada dalam daftar warga Hindia

Belanda yang diberangkatkan ke Paramaribo

pada 30 Juni 1928. Kakek buyutnya

diberangkatkan menggunakan kapal

bernama Merauke II.

Raymond mengaku belum tahu banyak

mengenai asal-usulnya, yang disebut keturunan

warga Banyumas. Meski begitu,

Raymond masih fasih berbahasa Jawa.

“Aku ra ngerti, yo. Arepe ngerti tenan

aku (Saya tidak tahu, ya. Saya benar-benar

ingin tahu),” katanya.

Dalam bahasa Jawa juga dia mengatakan

sangat ingin pergi ke Banyumas tapi

tidak tahu apakah dirinya masih memiliki

saudara di sana atau tidak.

“Aku perlu di-onderzoek, kudu research,

aku ra ngerti. Menowo yo aku iso diguyubi

nang kono. Ora nduweni sedulur-sedulur

(Saya perlu cari tahu dulu, Saya tidak

tahu. Semoga saya bisa disambut baik

di sana. Tidak ada saudara-saudara).” ujar

Raymond dalam campuran bahasa Jawa

dan Inggris.

Saat ini Raymond merupakan kader

partai oposisi, Partai Pertjaja Luhur.

Hari-harinya kini disibukkan dengan

berkampanye untuk pemilihan presiden

Suriname pada 25 Mei mendatang. n

MELISA MAILOA | KEN YUNITA

FOTO : WWW.DBSURINAME.COM

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


PEOPLE

SONG JI-HYO

TEMBUS NEW YORK

BERKAT peran sebagai Oh Jin

Hee, dokter magang di Emergency

Couple, aktris Korea

Selatan, Song Ji-hyo, berhasil

menembus New York. Dia merebut

trofi aktris terbaik The 3 rd DramaFever

Awards.

Kabar baik itu disampaikan langsung

oleh agensi Ji-hyo, C-JeS Entertainment.

Salah satu member variety show Running

Man ini menyabet dua piala sekaligus

dari dua kategori yang berbeda.

Piala pertama untuk kategori Best

Actress Award, sementara Emergency

Couple menang dalam kategori Drama

Korea Terbaik.

DramaFever Awards merupakan acara

penganugerahan penghargaan yang

diselenggarakan oleh website streaming

drama Korea, DramaFever.

Website ini dikunjungi 22 juta netizen

setiap bulan dari Amerika Utara dan

Selatan. Sedangkan pemenang dalam

13 kategori penghargaan dipilih berdasarkan

voting online dari 1,5 juta netizen

yang telah berpartisipasi.

Ji-hyo langsung merespons kabar

kemenangannya dengan mengucapkan

kata-kata terima kasih kepada para

penggemarnya lewat video yang dirilis

eksklusif DramaFever.

Ji-hyo tampak semringah dengan dandanan

natural sambil mengangkat piala

berbentuk kobaran api. n

MELISA MAILOA | KEN YUNITA

FOTO : CHUNG SUNG-JUN/GETTY IMAGES

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


AGENDA

KONSER LANGGAM JAWA

& KERONCONG

Indra Utami Tamsir, “Langgam

untuk Dunia”

18 FEBRUARI 2015, PUKUL 20.00

WIB

Gedung Kesenian Jakarta

HI 5 HOUSE HITS TOUR 2015

18 FEBRUARI 2015, PUKUL 18.00 WIB

Skenoo Exhibition Hall, Gandaria City Mall 3rd Floor, Jakarta

Promotor: Sorak Gemilang Persada

CONCERT: FROM

ADHITIA SOFYAN

WITH LOVE

JUMAT, 20 FEBRUARI

2015, PUKUL 19.00

WIB

@america, Pacific

Place Mall lantai 3,

Jakarta

DUNIA DAWAI NAN EKSOTIS

Oleh Svarabuana & Nanfeng Nusantara

SABTU, 21 FEBRUARI 2015, PUKUL 15.00 WIB

Galeri Indonesia Kaya, Jakarta

LALA LAND

21 FEBRUARI 2015, PUKUL 10.00 WIB

Hall D, Senayan, Jakarta

Promotor: GPTN-Komunitas Gerakan Pesta Tanpa Narkoba

PENTAS TEATER GANDRIK YOGYAKARTA

“TANGIS”

Berdasarkan dua naskah asli Heru Kesawa Murti (Tangis

dan Juragan Bakso)

JUMAT-SABTU, 20-21 FEBRUARI 2015, PUKUL 20.00

WIB

HTM: Rp 500.000 | Rp 300.000 | Rp 200.000 | Rp

100.000

Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki

PERGELARAN

LEGONG SAM-

PEK ENGTAY

Bengkel Tari Ayu

Bulan

MINGGU, 22 FEB-

RUARI 2015, PUKUL

15.00 WIB

Galeri Indonesia

Kaya, Jakarta

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


Alamat Redaksi : Aldevco Octagon Building Lt. 4

Jl. Warung Jati Barat Raya No. 75, Jakarta 12740 , Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472

Email: redaksi@majalahdetik.com

Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.

@majalah_detik

majalah detik

Similar magazines