6qQeSWexn

d0ddysaputra

6qQeSWexn

NYONYA LIE MUSUH MUNCIKARI

BALI

NINE

MELAWAN

UJI NYALI

BADRODIN

HAITI

EDISI 169 | 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


DAFTAR ISI

EDISI 169 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015

TAP PADA KONTEN UNTUK MEMBACA ARTIKEL

FOKUS

SETELAH

LULUH DI LOJI

GANDRUNG

WAKIL KEPALA POLRI BADRODIN

HAITI DIAJUKAN SEBAGAI

CALON KAPOLRI KE DPR. BUDI

GUNAWAN DIJANJIKAN JABATAN

MENTERENG.

NASIONAL

HUKUM

n DARI HAK ANGKET HINGGA PEMAKZULAN

n BUKAN TEKANAN NEGERI JIRAN

INTERNASIONAL

n PENJARA BUAT LABORA

KRIMINAL

n KARENA TATO DI TANGAN KIRI

EKONOMI

n DARI RAQQA KE DARNA MENUJU ROMA

n KARENA PARKIR ATAU ISLAM

n SHERLOCK HOLMES MEMBURU SELINGKUHAN

INTERVIEW

n PBB BUKAN ALAT PENGUSIR WARGA

KOLOM

n ANGGARAN RAWAN ANGGOTA DEWAN

SELINGAN

n SERIBU KILOMETER JALAN DI PAPUA

n PENDULUM ANGGARAN BERGESER

n TIGA KUNCI APBN JOKOWI

n TAK ADA GO SHOW DI BANDARA

BISNIS

n SANDIAGA BAKAL JADI YANG PERTAMA

n TAK ADA LAGI ANGKAT TELUR

INSPIRING PEOPLE

n KUE NDESO JADI JUARA

LENSA

n MUSUH PARA MUNCIKARI

TEATER

n FOTO TERBAIK WORLD PRESS PHOTO TAHUN INI

PEOPLE

n

ANAK AYAM HITAM UNTUK PETRUK

FILM

n SUPERMAN IS DEAD | ASRI WELAS | JAN RIBEIRO

GAYA HIDUP

n PESTA SI KUTU BUKU

n KATALOG

n FILM PEKAN INI

n AGENDA

Cover:

Ilustrasi: Kiagus Auliansyah

@majalah_detik

majalah detik

n RIBUTNYA JAS JOKOWI

n PULAU BERTATAH BINTANG

n SASHIMI DI UJUNG UTARA JAKARTA

Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad. Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti. Redaksi: Dimas Adityo, Irwan

Nugroho, Nur Khoiri, Sapto Pradityo, Sudrajat, Oktamandjaya Wiguna, Arif Arianto, Aryo

Bhawono, Deden Gunawan, Hans Henricus, Silvia Galikano, Nurul Ken Yunita, Kustiah, M

Rizal, Budi Alimuddin, Pasti Liberti Mappapa, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Bahtiar

Rifai, Jaffry Prabu Prakoso, Ibad Durohman, Aditya Mardiastuti. Bahasa: Habib Rifa’i,

Rahmayoga Wedar. Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo. Product

Management & IT: Sena Achari, Sofyan Hakim, Andri Kurniawan. Creative Designer: Mahmud Yunus,

Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum, Suteja, Mindra Purnomo, Zaki Al Farabi, Fuad Hasim,

Luthfy Syahban. Illustrator: Kiagus Aulianshah, Edi Wahyono.

Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769

Direktur Utama: Budiono Darsono Direktur: Nur Wahyuni Sulistiowati, Heru Tjatur, Warnedy Kritik dan Saran:

appsupport@detik.com Alamat Redaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya

No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email: redaksi@majalahdetik.com

Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.


LENSA

FOTO TERBAIK

WORLD PRESS PHOTO TAHUN INI

TAP UNTUK MELIHAT FOTO UKURAN BESAR

Gelaran tahunan World Press Photo pekan lalu memilih foto Mads Nissen sebagai foto terbaik tahun ini. Foto tersebut menyingkirkan

97.911 foto dari 131 negara. Berikut ini foto terbaik dari enam kategori di ajang paling bergengsi dalam dunia foto berita tersebut.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


LENSA

Foto pasangan gay Jon, 21 tahun, dan Alex, 25 tahun, di Saint Petersburg, Rusia, yang menyabet Photo of the Year dan kategori isu terbaru.

(Mads Nissen/PANOS PICTURE/WPP/REUTERS)


LENSA

Foto terbaik pertama kategori foto tunggal Spot News. Foto yang diambil oleh juru foto AFP, Bulent Kilic, ini menceritakan seorang gadis

yang terluka dalam demonstrasi seusai pemakaman Berkin Elvan di Turki pada Maret tahun lalu. (Bulent Kilic/AFP/WPP/REUTERS)


LENSA

Foto terbaik pertama kategori foto tunggal General News. Foto karya Sergei Illnitsky ini memotret dapur dengan bercak darah di Kota Donetsk,

Ukraina. (Sergei Illnitsky/EPA/WPP/VIA REUTERS)


LENSA

Foto terbaik pertama kategori foto tunggal Sports. Foto ini dihasilkan Bao Tailiang, fotografer harian Chengdu Economic Daily, setelah

Argentina dikalahkan Jerman pada final Piala Dunia di Brasil, Juli 2014. (Bao Tailiang/CHENGDU ECONOMIC DAILY/WPP/REUTERS)


LENSA

Foto terbaik kedua kategori foto tunggal Daily Life. Foto yang dijepret oleh Asa Sjostrom ini menceritakan saudara kembar Igor dan Arthur pada

sebuah perayaan sekolah di Moldova. (Asa Sjostrom/MOMENT/WPP/REUTERS)


LENSA

Foto terbaik pertama kategori foto tunggal Nature. Karya fotografer Tiongkok, Yongzhi Chu, ini menceritakan monyet sirkus yang sedang

dilatih. (Yongzhi Chu/REUTERS)


NASIONAL

DARI HAK

ANGKET

HINGGA

PEMAKZULAN

DPRD MENYELIDIKI DUGAAN

PELANGGARAN PROSEDUR TERKAIT

PENGAJUAN APBD 2015 OLEH

GUBERNUR AHOK KE KEMENTERIAN

DALAM NEGERI. BISA BERUJUNG PADA

UPAYA IMPEACHMENT.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

Basuki Tjahaja Purnama

saat berpidato dalam

sidang paripurna DPRD DKI.

HASAN /DETIKCOM

PIMPINAN Dewan Perwakilan Rakyat

Daerah DKI Jakarta dan fraksi-fraksi

sepakat bertemu pada Senin pekan

lalu. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD

DKI Prasetyo Edi Marsudi itu terkesan dirahasiakan.

Buktinya, rapat digelar tertutup. Awak

media pun dilarang meliput. Para wartawan

yang sempat mengikuti pembukaan rapat diminta

keluar dari ruangan. Bahkan menitipkan

alat perekam pun tak boleh. Alasannya, takut

“bocor”.

“Kami mohon pengertian rekan-rekan wartawan,”

kata Prasetyo, yang berasal dari Partai

Demokrasi Indonesia Perjuangan. “Nanti, kalau

selesai, bisa ditanyakan kepada kami.”

Rapat tersebut memang sangat penting

karena digelar untuk mengevaluasi kebijakan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah 2015.

Peserta rapat akhirnya sepakat menggunakan

hak angket untuk menyelidiki dugaan pelanggaran

prosedur dalam pengajuan APBD oleh

Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke

Kementerian Dalam Negeri.

Dewan menilai APBD 2015 yang diajukan

eksekutif ke Kementerian berbeda dengan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

Dia (Ahok)

mengirim (APBD)

bukan yang dibahas

Dewan. Itu kan

pelanggaran hukum,

jadi bisa di-impeach

(dimakzulkan)

M. Taufik

dokumen APBD yang disahkan pada sidang

paripurna DPRD DKI pada 27 Januari lalu.

Bukan hanya hak angket, dalam pertemuan itu

juga terselip pembicaraan soal kemungkinan

pemakzulan Gubernur Basuki.

Rencana itu bukanlah hal baru karena sudah

sering digembar-gemborkan pimpinan DPRD,

terutama Wakil Ketua DPRD M. Taufik. Politikus

Partai Gerindra itu kerap menunjukkan perseteruan

terbuka dengan Ahok, bekas kolega

separtainya. Beberapa hari sebelum rapat

pada Senin itu, Taufik juga kembali menyebut

soal pemakzulan.

“Dia (Ahok) mengirim (APBD)

bukan yang dibahas Dewan. Itu

kan pelanggaran hukum, jadi

bisa di-impeach (dimakzulkan),”

ujar Taufik di kantornya, Jumat

pekan lalu.

Draf APBD yang dikirim Pemerintah

Provinsi DKI itu dikembalikan

oleh Kementerian Dalam

Negeri. DPRD, menurut Taufik, juga

mengirim surat ke kementerian yang

dipimpin Tjahjo Kumolo itu sehingga APBD

versi Pemprov dikembalikan. “Kami bilang draf

APBD 2015 yang dikirim (Pemprov) ilegal,”

tuturnya. “Kami sudah kirim draf APBD yang

sudah dibahas Dewan.”

Selain soal APBD 2015 yang berbeda versi

dengan yang telah disetujui Dewan, saat itu

Taufik menyebut kemungkinan penggunaan

hak interpelasi. Dasarnya adalah penyerapan

dan pendapatan APBD 2014 yang dinilai rendah.

Namun Dewan akhirnya tidak menggunakan

hak meminta keterangan eksekutif tersebut,

melainkan hak angket (penyelidikan).

Penggunaan hak angket diketuai Triwisaksana,

Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Keadilan

Sejahtera, sedangkan wakilnya adalah Jhonny

Simanjuntak, Ketua Fraksi Partai Demokrasi

Indonesia Perjuangan DPRD DKI. Hingga Rabu

pekan lalu, baru ada 33 anggota Dewan yang

menandatangani persetujuan penggunaan hak

angket, meskipun 15 anggota saja sudah cukup.

Dikatakan Taufik, proses yang semestinya dilakukan

adalah gubernur mengirim draf APBD

ke DPRD—yang ia sebut draf I—dan draf Ke-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

Peluncuran Kartu Jakarta

Pintar, Desember 2012.

RENGGA SENCAYA/DETIKCOM

bijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon

Anggaran Sementara untuk dibahas di Badan

Anggaran. Setelah itu, dibahas bersama antara

komisi DPRD dengan satuan kerja perangkat

daerah.

Hasilnya, menurut Taufik, berupa rumusan

yang ia sebut draf II. Nah, draf inilah yang disampaikan

di rapat paripurna untuk disahkan,

selanjutnya ditandatangani Ketua DPRD dan

Gubernur untuk diteruskan ke Menteri Dalam

Negeri.

“Nah, ternyata yang disampaikan ini bukan

hasil draf II, tapi draf I. Ini kan mau ngambil

formalnya sesuai peraturan, tapi yang disampaikan

(ke Kementerian Dalam Negeri) adalah

yang lain. Ini kan penipuan dan pembohongan

publik,” ucap bekas Ketua Komisi Pemilihan

Umum DKI Jakarta ini.

Menurut Taufik, Ahok mengajukan draf I

karena menyangkut program e-budgeting. Hal

itu, kata dia, tidak tepat karena semestinya e-

budgeting dibuat setelah draf II selesai supaya

penggunaan anggaran lebih transparan.

“E-budgeting itu cuma alat kontrol saja. Saat

APBD disahkan, baru dimasukkan dalam e-

budgeting,” ujarnya.

Anggota Komisi E DPRD, Fahmi Zulfikar,

menilai masalah APBD sebetulnya tidak memunculkan

kemelut jika Gubernur tak berkata

sembarangan. “Saya kecewa dengan pernyataan

Gubernur. Anda suka dibilang koruptor?

Saya tidak,” tutur Fahmi dalam sebuah diskusi

beberapa waktu lalu.

Fahmi pun meminta publik melihat siapa sebenarnya

yang bermain anggaran. Ia mencontohkan

salah satu poin pembahasan di Komisi

E adalah soal anggaran Kartu Jakarta Pintar. Di

situ terdaftar 600 ribu warga dengan anggaran

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

Gubernur Jakarta Basuki

Tjahaja Purnama didampingi

Kepala Balai Besar Wilayah

Sungai Ciliwung Cisadane T.

Iskandar (kedua dari kanan),

meninjau pembangunan

tanggul Kali Sunter, Kamis

(12/2).

SIGID KURNIAWAN/ANTARA

mencapai Rp 3 triliun.

“Saya tanya berapa yang dibagikan per siswa?

Dijawab Rp 2,5-3 juta. Anggap saja ambil

tengahnya jadi Rp 2,75 juta. Kalau dijumlah,

hasilnya Rp 1,7 triliun. Terus, yang Rp 1,3 triliun

itu buat apa?” ucap Fahmi.

Namun bukan Ahok namanya kalau gentar

dengan ancaman. Saat ditemui di Balai Kota

DKI Jakarta, mantan Bupati Belitung Timur itu

malah balik menantang. Ia mempertanyakan

mengapa DPRD tidak memakai hak interpelasi.

“Kalau hak interpelasi lebih bagus, kan? Kalau

saya punya hak interpelasi, saya yang akan interpelasi

DPRD sebenarnya, supaya bisa lebih

jelas. Hak interpelasi kan hak bertanya, saya

bisa jawab,” kata Ahok.

Ia juga tak khawatir program kerjanya terhambat

karena APBD 2015 belum disahkan.

Pemprov DKI masih bisa menggunakan anggaran

tahun lalu. “Orang Jakarta itu butuh apa

sih? Butuh satu pintu yang baik, transportasi

baik, sampah kita beresin,” ujarnya.

Terkait e-budgeting yang dipersoalkan,

menurut Ahok, hal itu sebenarnya persoalan

sederhana. Ia balik menuding De wan sengaja

mencegat APBD yang diajukan ke Kementerian

Dalam Negeri karena ada anggaran yang ingin

diusulkan tapi ditolak.

“Semua rapatnya kita upload di YouTube.

Makanya saya suka kalau interpelasi, jadi bisa

jawab. Sayang dibatalin,” tutur Ahok santai.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Keuangan

Daerah Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar

Moenek heran APBD 2015 baru disahkan

pada 27 Januari 2015. Padahal, sesuai dengan

aturan perundangan, seharusnya APBD disahkan

pada September 2014. Sebelum disahkan,

APBD tentu sudah melalui pembahasan yang

melibatkan DPRD dan eksekutif.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

Gubernur Ahok saat

mendampingi Presiden

Joko Widodo meninjau

proyek sodetan Kanal

Banjir Timur.

LAILY/SETPRES

Nyatanya, substansi pengesahan APBD DKI

Jakarta 2015 itu telat. Menurut Moenek, naskah

APBD baru diserahkan ke Kementerian pada

5 Februari 2015. Namun, karena masih ada

kekurangan, salah satunya lampiran perincian

obyek, draf anggaran itu dikembalikan kepada

Pemprov DKI. Belakangan, Kementerian menerima

surat keberatan dari DPRD yang menganggap

APBD yang dikirim eksekutif itu tidak

sesuai dengan pembahasan.

“Nah, kalau sudah seperti ini, kenapa pada

awalnya disetujui? Kan, sama-sama sudah dibahas.

Kami kaget kenapa bisa ada keberatan,

padahal kan sudah disetujui sama-sama,” ujar

Moenek.

Bahkan sampai ada rencana melengserkan

Ahok karena kisruh APBD tersebut. n

JAFFRY PRABU PRAKOSO | DEDEN G.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

BUKAN TEKANAN

NEGERI JIRAN

DUA TERPIDANA MATI ASAL AUSTRALIA MELAKUKAN

UPAYA TERAKHIR: MENGGUGAT PRESIDEN KARENA

MENOLAK PERMOHONAN GRASI DUO “BALI NINE”

ITU. EKSEKUSI AKAN TETAP DILAKUKAN.

JASON CHILDS/GETTY IMAGES

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

KEPASTIAN waktu pemindahan

dua terpidana mati kasus narkotik,

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran,

mengemuka setelah rapat

koordinasi di kantor Gubernur Bali di Denpasar,

Senin, 16 Februari lalu. Selain Gubernur I Made

Mangku Pastika, rapat selama dua jam itu

dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Momock

Bambang S. dan Kepala Kepolisian Daerah Bali

Inspektur Jenderal Benny Mokalu.

Andrew dan Myuran, keduanya warga Australia,

rencananya akan dipindah pekan lalu dari

Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali, ke

LP Batu di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Te-

LP Pasir Putih di Pulau

Nusakambangan, Cilacap,

Jawa Tengah.

ARBI ANUGERAH/DETIKCOM

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

Kepala Pusat Penerangan

Hukum Kejaksaan Agung

Tony T. Spontana (tengah),

memberikan keterangan

pers, Selasa (17/2).

ADITYA MARDIASTUTI/DETIKCOM

ngah. Mereka akan diisolasi sebelum menjalani

eksekusi mati di penjara pulau itu.

“Dalam minggu ini (Andrew dan Myuran) akan

diasingkan ke Batu. Pokoknya dalam minggu

ini,” kata Momock, memastikan pemindahan

tersebut seusai rapat itu, Senin pekan lalu.

Gelagat pemindahan dua anggota geng

“Bali Nine”, yang ditangkap pada 2005 saat

berupaya menyelundupkan heroin ke Bali, itu

juga terlihat sejak pekan lalu. Aparat kepolisian

dikerahkan di LP Kerobokan. Namun kepastian

itu mendadak berubah. Hanya berselang

sehari, Selasa pekan lalu, Kejaksaan Agung di

Jakarta mengumumkan pemindahan Chan dan

Sukumaran ke Nusakambangan ditunda.

“(Penundaan) ini merupakan wujud respons

kita terhadap permintaan pemerintah Australia

dan keluarganya untuk bertemu dengan para

narapidana,” ujar Kepala Pusat Penerangan

Hukum Kejaksaan Agung Tony T. Spontana.

Memang bukan hanya Chan dan Sukumaran.

Ada enam terpidana mati lain yang kini menanti

dieksekusi juga urung diangkut ke Nusakambangan.

Total ada 13 terpidana mati yang permohonan

grasinya telah ditolak Presiden Joko

Widodo dan bakal menghadapi regu tembak di

pulau itu. Sepuluh di antaranya terpidana kasus

narkoba. Mereka dibui di sejumlah LP, antara

lain Bali (Kerobokan), Madiun, Yogyakarta, Tangerang,

dan Palembang.

Pemindahan juga ditunda karena alasan

teknis. Tony menuturkan, dari hasil survei tim

eksekutor Kejaksaan Agung, diketahui ruang

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

Peti mati yang disiapkan

untuk terpidana mati di

Nusakambangan, Jawa

Tengah.

ULET IFANSASTI/GETTY IMAGES

isolasi di Nusakambangan ternyata tidak memadai

untuk menampung lebih dari lima terpidana

mati, yang kini sudah berada di sana.

“Jadi, ukuran ruangan, lokasi sel isolasi akan

dilakukan penyesuaian, bikin ruangan baru,

dibangun tembok baru, kemudian dipilih lokasi

(eksekusi) alternatif, plan A dan plan B, sehingga

semua siap,” ucapnya.

Permintaan dari pihak LP Nusakambangan

agar pemindahan para terpidana mati dilakukan

berdekatan dengan jadwal eksekusi juga

menjadi bahan pertimbangan. “Artinya, ketika

hari-H pelaksanaan eksekusi ditentukan, 3 hari

sebelumnya para narapidana baru akan menempati

ruang isolasi tersebut,” kata Tony.

Alasan lain yang perlu dipertimbangkan oleh

Jaksa Agung adalah terkait kondisi salah satu

terpidana mati kasus narkotik, Rodrigo Gularte,

yang saat ini mengalami gangguan jiwa. Jaksa

Agung telah mengizinkan warga negara Brasil

itu menjalani pemeriksaan medis di tempat lain

karena keterbatasan fasilitas di Nusakambangan.

Namun Tony tidak dapat memastikan sampai

kapan pemindahan itu ditunda. Ia hanya

menyebut, untuk membangun ruang isolasi

baru serta membuat lokasi eksekusi alternatif,

memerlukan waktu. Penundaan juga tak berarti

membatalkan pelaksanaan eksekusi mati.

“Sampai hari ini, pelaksanaan eksekusi masih

on schedule. Yang berubah hanya rencana pemindahannya,”

ujarnya.

Penundaan itu, menurut Tony, dilakukan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

Kampanye dukungan warga

Australia kepada Myuran

Sukumaran dan Andrew

Chan di Canberra, Rabu

(18/2).

SCOTT BARBOUR/GETTY IMAGES

karena alasan teknis semata. Tidak ada alasan

lain, seperti adanya tekanan internasional dari

pemerintah serta publik Australia hingga Sekretaris

Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa

Ban Ki-moon.

Publik Australia mendesak pemerintah Indonesia

membatalkan eksekusi mati terhadap

dua warga negaranya tersebut. Kecaman dari

negeri jiran itu meluas di media sosial, bahkan

sampai muncul imbauan untuk memboikot

pariwisata Bali dengan tagar #BoycottBali via

Twitter.

Memang, tak semua warga Australia setuju

dengan kampanye boikot Bali itu untuk memprotes

rencana eksekusi Chan dan Sukumaran.

Kampanye itu juga mendapat “perlawanan”

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

PM Australia Tony Abbott dan

Sekjen PBB Ban Ki-moon.

RAY CASH/GETTY IMAGES

dari masyarakat Indonesia melalui

media sosial, yang menganggap

warga Negeri Kanguru-lah yang

bakal merugi jika tak lagi mengunjungi

Pulau Dewata.

Ihwal desakan dari

Sekjen PBB Ban Kimoon,

juru bicara

Kementerian Luar

Negeri RI Armanatha

Nasir menilai hal

itu hanya bersifat

imbauan. Sebab,

PBB sedang membahas

kemungkinan

melakukan moratorium

hukuman mati

di dunia. “Intinya,

dia (Sekjen PBB) hanya

mengingatkan

(soal moratorium).

Dan kiranya Indonesia

mau mempertimbangkan

menunda (eksekusi mati),” kata Armanatha

kepada majalah detik, Senin pekan lalu.

Kementerian Luar Negeri juga sudah menjelaskan

kepada Sekjen PBB bahwa pelaksanaan

hukuman mati merupakan bagian dari sistem

hukum Indonesia. Lagi pula, ujar dia, Indonesia

tidak melanggar hukum internasional karena,

dalam International Covenant on Civil and

Political Rights Pasal 6, dinyatakan bahwa hukuman

mati dapat diberlakukan terhadap jenis

kejahatan berat.

“Nah, kita (Indonesia) menganggap, melalui

putusan pengadilan bahwa trafficking narkoba

itu suatu kejahatan berat,” tuturnya. “Kami

tekankan kepada Sekjen PBB bahwa Indonesia

memiliki kedaulatan hukum yang tidak bisa diintervensi

pihak mana pun.”

Namun pengacara Chan dan Sukumaran,

Todung Mulya Lubis, mengaku telah menemui

Jaksa Agung Prasetyo pada pekan lalu agar

eksekusi kliennya dan pemindahan mereka

ke Nusakambangan ditunda. Sebab, kuasa

hukum sedang mengajukan gugatan terhadap

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


NASIONAL

Pengacara Chan dan

Sukumaran, Todung Mulya

Lubis.

AGUNG/DETIKFOTO

Presiden, yang telah menolak permohonan

grasi kedua orang tersebut, ke Pengadilan Tata

Usaha Negara.

“Tolong jangan pindahkan mereka ke Nusakambangan,

hargai proses hukum. Jokowi selalu

bilang dia menghargai proses hukum, jadi

tolong hargai proses ini juga,” ucap pengacara

kondang itu di kantornya, kawasan

SCBD, Jakarta Selatan, Senin pekan

lalu.

Pemindahan Chan dan Sukumaran,

serta sejumlah terpidana mati

lain, memang ditunda sampai waktu

yang belum ditentukan. Namun

eksekusi tetap akan dilaksanakan.

Jaksa Agung Prasetyo meminta

semua pihak memahami

kondisi obyektif dan kedaulatan

hukum di setiap negara, termasuk

Indonesia, yang masih menerapkan

hukuman mati.

“Masih banyak negara lain di dunia,

selain Indonesia, yang hukuman positifnya

masih memberlakukan pidana mati,” kata dia

secara terpisah.

Kejahatan narkotik digolongkan “sangat

serius” atau “most serious crime”. Karena itu,

menurut Prasetyo, putusan hukuman mati dari

pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum

tetap secara konsisten harus dilaksanakan.

Adapun soal grasi, ia menilai hal itu merupakan

hak prerogatif Presiden yang tidak bisa

dihalangi siapa pun. “Hanya kepala negara

yang memegang (hak) itu. Jadi, (grasi) tidak

bisa diganggu gugat,” ujar Prasetyo. n

ADITYA MARDIASTUTI, I MADE ARDHIANGGA (DENPASAR) | DIM

MAJALAH MAJALAH DETIK 23 DETIK FEBRUARI 2 - 8 - FEBRUARI 1 MARET 2015


HUKUM

PENJARA BUAT

LABORA

PENJEMPUTAN PAKSA AIPTU LABORA

SITORUS MELIBATKAN LEBIH DARI

700 APARAT KEPOLISIAN DAN TNI.

TERPIDANA KASUS PENCUCIAN UANG

ITU SEMPAT MENGAJUKAN SYARAT.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


HUKUM

SELASA, 17 Februari lalu, semestinya

menjadi batas waktu bagi Ajun

Inspektur Satu Labora Sitorus untuk

menyerahkan diri. Tenggat sudah lewat,

tapi polisi pemilik rekening gendut dengan

transaksi mencapai Rp 1,5 triliun tersebut

masih menolak permintaan jaksa dan polisi

agar secara sukarela masuk bui.

Labora memilih bertahan di rumah sekaligus

tempat usaha pengolahan kayunya, PT Rotua,

di kawasan Tampa Garam, Kelurahan Rufei,

Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat.

Alasannya, ia masih menunggu kedatangan

tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia

yang dijadwalkan menemuinya.

Terpidana kasus penimbunan bahan bakar

minyak, pembalakan liar kayu, dan pencucian

uang itu menuding kasusnya direkayasa, dan

Aparat gabungan berusaha

mengawal mobil yang

membawa Aiptu Labora

Sitorus dari kediamannya

menuju penjara di Sorong,

Papua Barat, Jumat (20/2).

JOY/ANTARA FOTO

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


HUKUM

Kawasan perbukitan di

Sorong yang diduga milik

Labora.

BUDI SUGIHARTO/DETIKCOM

berniat melaporkannya ke Komnas HAM. Tim

yang dipimpin komisioner Komnas HAM, Otto

Nur Abdullah, bertolak ke Sorong, dan menemui

Labora di rumahnya, Kamis, 19 Februari lalu,

dari sore hingga malam hari. Namun hingga

Jumat dini hari, Labora belum juga menyerah.

Labora “lolos” dari jeruji Lembaga Pemasyarakatan

Sorong sejak Maret 2014 dengan

alasan izin berobat. Ia menderita stroke ringan

sejak beberapa bulan lalu. Belakangan, Labora

malah mengantongi surat keterangan bebas

hukum yang dikeluarkan Pelaksana Harian

Kepala LP Sorong pada Agustus 2014. Berbekal

surat itulah ia menolak eksekusi penjara

yang dijatuhkan Mahkamah Agung. Putusan

MA pada 17 September 2014 memvonisnya 15

tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 1

tahun bui.

Setelah surat bebas hukum, lalu alasan “menunggu

Komnas HAM”, Labora mengeluarkan

“jurus” ketiga untuk menghindar dari penjara.

Ia mengajukan syarat: tiga dugaan rekayasa

dalam kasus yang menjeratnya dibongkar. Pertama,

soal laporan polisi untuk menjerat tiga

tersangka sekaligus.

Menurut juru bicara Labora, Freddy Fakdawer,

laporan bernomor LP/65/III/2013/SPKT/

Papua tertanggal 28 Maret 2013, yang dibuat di

Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah

Papua untuk tersangka Labora Sitorus, diduga

juga dipakai untuk menjerat Selwanus Burdam,

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


HUKUM

Para karyawan PT Rotua milik

Labora Sitorus di Sorong.

DETIKCOM

nakhoda kapal LCT Euro. Kapal itu memuat

16.500 batang kayu merbau milik PT Rotua,

yang dituduh tak memiliki dokumen lengkap.

Surat dengan nomor yang sama diduga dipakai

untuk menjerat Immanuel Mamoribo, Direktur

Rotua.

“Laporan polisi dengan nomor yang sama

untuk tiga tersangka yang berbeda ini harus

diluruskan dulu,” kata Freddy saat dihubungi

majalah detik, Selasa pekan lalu.

Kedua, Labora merasa tidak pernah diperiksa

sebagai tersangka. Menurut Freddy, sebelum

diperiksa dalam kasus tindak pidana pencucian

uang, Labora semestinya diperiksa dalam perkara

pokok yang dituduhkan, yakni penimbunan

BBM ilegal dan pembalakan liar. Namun

yang terjadi, Labora diperiksa lebih dulu dalam

kasus tindak pidana pencucian uang.

“(Setelah kasus pokok) kalau ada temuan pencucian

uang, baru diperiksa sebagai tersangka

dalam pencucian uang. Ini terbalik,” ujarnya.

Ketiga, adanya dugaan “perampokan” hasil

lelang 115 kontainer kayu milik PT Rotua. Harga

kayu itu mencapai Rp 24,7 miliar, tapi yang

diserahkan ke negara cuma Rp 6,5 miliar. “Lalu

yang Rp 18,2 miliar itu ke mana?” tutur Freddy.

Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Markas

Besar Polri, yang kemudian dilimpahkan ke

Polda Papua. “Tapi sampai sekarang belum ada

penyelesaian,” ucapnya seraya meminta dugaan

rekayasa itu dituntaskan dulu. “Sekarang

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


HUKUM

Jadi enggak benar

pernyataan (Labora) itu.

Ngarang!”

malah dipaksakan eksekusi, dan beliau (Labora)

tidak terima.” Freddy mengatakan, jika terbukti

bersalah, Labora akan sukarela masuk penjara.

Namun tudingan rekayasa itu dibantah

Kepala Polda Papua Barat Jenderal Paulus

Waterpauw. Menurut dia, tidak mungkin

Labora tak menjalani pemeriksaan

sebagai tersangka tapi berkas

pemeriksaannya kemudian dinyatakan

lengkap atau P-21.

“Itu (tuduhan) ngawur!” ujar

Paulus, Rabu pekan lalu.

Paulus menjelaskan penyidikan

polisi menjadi satu

rangkaian dengan proses hukum

di kejaksaan, pengadilan,

hingga seorang terdakwa

divonis dan menjalani hukuman

di lembaga pemasyarakatan.

Rangkaian proses itu disebut criminal

justice system.

“Jaksa lalu meneliti. Kalau belum diperiksa

(sebagai tersangka), kan (berkas) dikembalikan,

pasti (tersangka) disuruh periksa, suruh lengkapi.

Ini bisa 2, 5, sampai 10 kali (bolak-balik),”

tuturnya.

Hal yang sama diperlakukan saat perkara

bergulir ke pengadilan. Semua saksi akan

kembali dihadirkan, selain menguji bukti-bukti.

“Jadi enggak benar pernyataan (Labora) itu.

Ngarang,” ucap Paulus.

Polda Papua Barat, yang membantu Kejaksaan

Tinggi sebagai eksekutor, melakukan

upaya persuasif agar Labora menyerahkan diri.

Dua institusi ini juga melakukan pendekatan

kepada para kepala suku serta tokoh agama

dan masyarakat dalam beberapa pertemuan.

Terakhir, pertemuan digelar di Markas Brigade

Mobil Polda Papua Barat, Sorong, Rabu

pekan lalu. Perwakilan Labora Sitorus, Freddy

Fakdawer, hadir. Salinan putusan kasasi MA,

yang selama ini ditolak pihak Labora saat akan

diserahkan jaksa, juga diterima.

Labora memang mendapat dukungan dari

para pengikutnya, karyawan perusahaan, serta

warga setempat. Merekalah yang selama

ini menjadi “tameng” bagi mantan anggota

Kepolisian Resor Raja Ampat itu, sehingga me-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


HUKUM

Persidangan Labora Sitorus

di Pengadilan Negeri Sorong

beberapa waktu lalu.

DETIKCOM

nyulitkan jaksa melakukan eksekusi.

Sejak Kamis malam, aparat menyiapkan upaya

penjemputan paksa. Langkah itu akhirnya

terpaksa dilakukan karena Labora tak kunjung

menyerahkan diri. Jumat pagi, 20 Februari, sekitar

pukul 07.30 WIT, puluhan jaksa dan polisi

masuk rumah Labora, sementara ratusan lainnya

berjaga di luar.

Total, 720 aparat gabungan dari polisi dan

TNI diterjunkan untuk mengamankan penjemputan

paksa itu. Pengerahan ratusan aparat

ini dilakukan, menurut Paulus, untuk menjaga

kemungkinan pendukung Labora melawan,

baik di perjalanan maupun di rumahnya. Saat

dijemput, Labora baru bangun tidur. “Kami

minta (dia) mandi dulu. Jadi agak lama,” kata

Paulus.

Sempat ada sedikit perlawanan dari para

karyawan Labora. Namun, setelah diberi pemahaman,

mereka mau mengerti. “Upaya eksekusi

Labora berjalan baik, dia bisa dibawa (ke

LP Sorong) dan diamankan dengan lancar,” ujar

Paulus saat dihubungi Jumat pagi pekan lalu.

Saat bertemu dengan Komnas HAM, Labora

kembali mengajukan sejumlah persyaratan.

Namun, bagi kejaksaan, syarat itu dinilai mengada-ada.

Eksekusi tetap dilakukan. Labora

akhirnya bisa dijebloskan ke penjara. “Labora

harus mempertanggungjawabkan secara hukum

perbuatan yang dilakukannya,” ujar Tony

T. Spontana, Kepala Pusat Penerangan Hukum

Kejaksaan Agung, di Jakarta. ■

M. RIZAL, ADITYA MARDIASTUTI | DIM

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


HUKUM

HUKUM

OTTO NUR ABDULLAH:

ASET LABORA TIDAK DIEKSEKUSI

EKSEKUSI penjara terhadap

terpidana kasus penimbunan

bahan bakar minyak, pembalakan

liar kayu, dan pencucian uang,

Ajun Inspektur Satu Labora Sitorus, akhirnya

berhasil dilakukan. Proses eksekusi di

rumah Labora di Sorong, Papua Barat,

oleh jaksa dan polisi dengan dukungan

lebih dari 700 aparat gabungan berlangsung

dramatis. Sang “Don Corleone”--sebutan

yang disematkan Menkum HAM

Yasonna Laoly untuk Labora―dijemput

paksa saat ia baru bangun tidur, Jumat

pagi, 20 Februari lalu.

Sempat terjadi perlawanan dari warga

dan pendukung Labora, tapi proses eksekusi

akhirnya bisa dijalankan. Labora pun

dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan

Sorong. Sebelum digiring ke bui, ia sempat

bertemu tim Komisi Nasional Hak

Asasi Manusia yang dipimpin komisioner

Komnas HAM Otto Nur Abdullah, yang

secara khusus datang ke Sorong. Apa saja

yang dibicarakan? Berikut ini wawancara

dengan Otto Nur Abdullah yang

dihubungi via telepon, Jumat

malam waktu setempat.

Apa hasil pertemuan dengan

Labora?

Begitu kami sampai di Sorong

sekitar jam 10.00 WIT, di

bandara kami melakukan

koordinasi dengan

kapolda, kajati, dan

kalapas dengan

satu komitmen

proses eksekusi

(dilakukan) tanpa pemaksaan. Itu

komitmen pertama. Komnas HAM memerankan

sebagai fasilitator Labora Sitorus

dengan pejabat eksekutor. Kemudian

kami ke rumah Labora. Di atas

jam 13.00 WIT, kami tiba.

Kami mendengar alasan

kenapa Labora tidak

mau dieksekusi. Kemudian

kita mencocokkan

data, berkas-berkas

baru yang belum

diperoleh

Komnas

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


HUKUM

HUKUM

Aiptu Labora Sitorus (kiri) berada di

rumahnya sebelum aparat gabungan

melakukan eksekusi di Sorong, Papua

Barat, Jumat (20/2).

JOY/ANTARA FOTO

HAM dari pihak Labora. Kan pihak Labora

pernah mengirim berkas pengadilan

pada April 2013.

Berkas tentang apa?

Ya, tentang pengajuan proses peradilan

yang dianggapnya tidak adil. Kami belum

ada (memiliki), misalnya berkas putusan

MA. Karena putusan MA kan baru. Jadi

membicarakan berkas, selain soal positioning

Labora. Sehabis makan malam,

kami ketemu tim eksekutor, kejaksaan,

dan kapolda beserta jajarannya untuk

membicarakan hasil pembicaraan kami

dengan Labora. Kami bicarakan apa hakhak

Labora yang bisa dijamin, diberikan

oleh eksekutor.

Pertama, soal perawatan kesehatan,

karena Labora dalam kondisi stroke. Itu

yang menyampaikan kajati dan kapolda.

Kedua, rincian range masa penahanan.

Jadi, dalam segala jenis potongan (masa

hukuman), maka diperkirakan, jika Labora

menjalani masa tahanan 15 tahun, itu

(potongan) sekitar 4,5-5 tahun.

Itu atas permintaan Labora atau

pertimbangan tim eksekutor?

Tim eksekutor yang ngomong. Dan

ketiga, tidak ada eksekusi aset, dengan

pertimbangan sosial, kemanusiaan.

Karena, kalau eksekusi aset maka pabrik

akan tutup, akan menimbulkan pengangguran,

akan meningkatkan angka

kriminal. Itu tiga substansinya. Kemudian

jam 00.00 WIT (Jumat, 20 Februari) kami

ketemu Labora untuk membicarakan 3

hal tadi, hukuman, aset, dan perawatan.

Waktu bertemu eksekutor juga ada satu

komitmen, mereka akan memberi waktu

(untuk Labora) sampai jam 13.00 WIT. Jadi

ada 4 hal.

Reaksi dari pihak Labora?

Setuju, tetapi dengan syarat hal itu

disampaikan tertulis. Karena, secara

psikologis, Labora kan mengalami krisis

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


HUKUM

HUKUM

JOY/ANTARA FOTO

kepercayaan dengan pihak lain. Makanya

dia menuntut hitam di atas putih.

Kemudian, sekitar jam 01.00-02.00

WIT, kami keluar bertemu kapolda.

Kami sampaikan itu semua lalu kapolda

mengatakan ini akan dibicarakan kepada

kajati. Soal posisi Komnas HAM dan

diberi waktu eksekusi (Labora) sampai

siang jam 13.00 WIT. Lalu saya balik ke

hotel, sekitar jam 03.00 WIT ada laporan

pergerakan pasukan kepolisian di

sekitar rumah Labora.

Lalu staf Komnas HAM ke lapangan

melihat situasi itu. Karena kapolda berjanji

akan membicarakan itu pagi dengan

kajati, maka pagi hari kami menelepon

kapolda (menanyakan) bagaimana hasilnya.

Tahu-tahu, sekitar jam 08.00 WIT,

kapolda menjawab SMS saya dan mengatakan

pihak kajati keberatan kalau

pernyataan itu secara tertulis. Lalu, pada

saat bersamaan, terjadi penerobosan di

lokasi oleh pasukan Polri. Lalu kami juga

langsung ke lokasi.

Bagaimana situasi di lapangan?

Sudah mulai memanas, karena mulai

masuk pasukan, kemudian ada ibu-ibu

yang memukul polisi dengan kayu, kemudian

barang-barang juga sudah di depan.

Ada komplain (dari pihak Labora) bahwa

ada skenario lain yang dijalankan pihak

eksekutor yang tidak sesuai kesepakatan

dengan Komnas. Boleh dikatakan eksekusi

paksa.

Lalu langkah apa yang akan diambil

Komnas HAM?

Ya, kami kecewa juga. Dalam arti,

mengapa kajati dan kapolda membuat

skenario eksekusi di luar kesepakatan

dengan Komnas begitu, padahal kita

sudah ada koordinasi. Saya kira ini suatu

sikap yang culas. ■

ADITYA MARDIASTUTI | DIM

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KRIMINAL

KARENA TATO

DI TANGAN KIRI

PENGEROYOK LA, SISWI SMA

DI YOGYAKARTA, SEBAGIAN

MASIH DALAM PENGEJARAN

POLISI. DUA DI ANTARA

PELAKU MASIH DI BAWAH

UMUR.

ILUSTRASI: EDI WAHYONO

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KRIMINAL

Tato bergambar Hello Kitty

di tangan korban

MUHAMMAD AFIFI/DETIKCOM

GADIS yang masih duduk di bangku

Sekolah Menengah Atas Budi Luhur

Yogyakarta ini mungkin tak menyangka.

Gambar Hello Kitty yang

dirajahkan pada tangan kirinya belum lama ini

di Jalan Malioboro ternyata menjadi pangkal

penganiayaan yang dialaminya. Ia dihajar beramai-ramai,

disundut rokok, digunduli, bahkan

sampai dianiaya bagian kemaluannya.

Petaka itu bermula saat LA, gadis tersebut,

mengunggah foto tatonya untuk gambar profil

(display picture) BlackBerry Messenger-nya. LA

juga menambahkan kalimat: “Bagus mana?”

pada foto tersebut. Tak lama setelah foto itu

diunggah, Rt, yang berteman dengan LA via

BBM, rupanya tidak senang. Rt merasa dialah

yang lebih dulu memiliki tato Hello Kitty. Janda

itu punya tato Hello Kitty di dada kirinya. Ia

meminta LA menghapus tato itu.

Cekcok LA dengan Rt pun pecah di jejaring

sosial tersebut. Keduanya memang saling

mengenal baik, dan kerap mengobrol via BBM.

Namun hubungan itu mendadak panas garagara

gambar tato yang serupa.

“Pelaku tidak senang tato Hello Kitty di tubuhnya

disamai oleh LA,” kata Kepala Satuan

Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bantul,

Yogyakarta, Ajun Komisaris M. Kasim Akbar

Bantilan, Selasa pekan lalu.

Menurut seorang penyidik di Polres Bantul,

ultimatum Rt agar LA menghapus tato di tangan

kirinya tak diindahkan. Apalagi tato itu

baru berumur dua hari. Perdebatan di ranah

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KRIMINAL

Kepala korban digunduli.

MUHAMMAD AFIFI/DETIKCOM

maya itu pun berlanjut. Buntutnya, Rt mengirim

empat orang yang masih pelajar, dari

sekolah yang berbeda di Kota Gudeg, untuk

“menjemput” LA.

Kamis, 12 Februari lalu, sekitar pukul 21.00

WIB, LA diketahui sedang main ke rumah

temannya di sebuah indekos di kawasan

Babarsari, Sleman. Saat itulah LA dijemput

empat siswi yang menunggang sepeda motor.

Gadis berusia 18 tahun tersebut manut saja

saat diajak pergi oleh orang-orang yang sudah

dikenalnya itu ke sebuah indekos di Pedukuhan

Saman, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon,

Kabupaten Bantul, yang berjarak 15 kilometer

dari rumahnya.

Namun warga Berbah, Sleman, itu tak sadar

masuk “jebakan”. Indekos yang didatangi itu

bersebelahan dengan kamar kos yang ditempati

Rt. Nah, di sanalah LA dihajar beramairamai

oleh teman-teman Rt. “Selain dipukuli

dan disundut rokok, korban digunduli serta

dianiaya di bagian kemaluannya dengan botol

miras,” ujar Akbar.

Korban juga disekap dan baru bisa lolos

keesokan harinya, selepas salat Jumat, 13 Februari.

Dalam kondisi terluka, LA melaporkan

kejadian yang dialaminya ke Polres Bantul.

Pelaku pengeroyokan diduga sembilan orang.

Mereka adalah Rt, 21 tahun, RZ (18), NK (16),

IC (19), RS (16), WL (19), PD (18), NI (20), dan

CD (20). Tujuh di antaranya perempuan dan

dua laki-laki. Sebagian masih berstatus pelajar,

sebagian lagi sudah tak bersekolah.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KRIMINAL

Kamar indekos tempat korban

dianiaya para pelaku di

Sewon, Bantul.

MUHAMMAD AFIFI/DETIKCOM

Menurut pengakuan IC, salah satu pelaku

yang ditangkap, Rt marah kepada korban lantaran

gambar tatonya ditiru. “(Tapi) itu bukan

tato simbol geng. Tidak ada kaitannya dengan

geng-gengan,” tutur gadis berusia 19 tahun itu

saat ditemui di Markas Polres Bantul, Senin

pekan lalu.

Korban memang punya banyak tato. Selain

tato Hello Kitty, LA, menurut IC, mengoleksi

tato bergambar mahkota raja di tengkuknya

serta gambar kartun pria dan wanita bergandengan

tangan. Di lengan kiri, korban juga

memiliki tato bunga. Namun hanya tato Hello

Kitty yang membuat LA “berurusan” dengan

Rt dan komplotannya.

“Tato Hello Kitty itu jadi masalah karena Rt

tidak terima disamai oleh teman sendiri,” ucap

IC.

Urusan tato itu pulalah yang akhirnya menyeret

para pelaku berurusan dengan polisi.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KRIMINAL

Sejumlah barang bukti

penganiayaan korban oleh para

pelaku.

MUHAMMAD AFIFI/DETIKCOM

Akibat penganiayaan yang dilakukan, mereka

terancam masuk bui. Meski pelakunya sembilan

orang, hingga Kamis pekan lalu polisi baru

mengamankan dua orang. Sisanya masih diburu,

termasuk Rt, yang diduga sebagai otak

pengeroyokan tersebut.

Polisi pun mengultimatum para pelaku agar

menyerahkan diri. Jika tidak, polisi akan bertindak

tegas. Menurut Akbar, perburuan pelaku

dilakukan dengan menerjunkan tim khusus sebanyak

10 orang. “Kami sudah tahu (identitas)

mereka,” kata Akbar.

Pihaknya juga masih mendalami dugaan keterlibatan

satu orang lainnya, selain sembilan

orang tersebut. Sebab, berdasarkan pengakuan

korban, orang itu ikut melakukan penganiayaan.

Polisi juga sudah memeriksa lima rekan

korban, teman pelaku, dan tetangga indekos.

Pemilik rumah indekos juga akan diperiksa,

meski belum ada dugaan keterlibatannya.

“(Untuk) sementara keterlibatan pemilik

belum ada. Kebetulan tinggalnya tidak di situ

(tempat kejadian), dan hanya mempercayakan

kepada orang lain untuk mengawasi kos-kosan

tersebut,” ujarnya.

Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal

333 dan Pasal 170 subsider Pasal 351 Kitab Undang-Undang

Hukum Pidana, yang mengatur

soal kejahatan terhadap kemerdekaan orang

dan ketertiban umum, serta penganiayaan. Ancaman

hukumannya maksimal 7 tahun penjara.

Keterlibatan para pelajar dalam aksi brutal

terhadap pelajar lain itu menjadi perhatian

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KRIMINAL

Dua pelaku penganiayaan

yang telah ditangkap di

Polres Bantul.

MUHAMMAD AFIFI/DETIKCOM

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Menurut komisioner KPAI, Maria Ulfah Anshor,

perbuatan itu melanggar hak anak. LA, menurut

Maria, harus mendapatkan pendampingan

supaya tidak kembali menjadi korban.

Sebab, bisa saja ia akan dikeroyok lagi oleh

kelompok yang telah dilaporkannya ke polisi.

Korban saat ini masih dalam kondisi stres di

rumahnya. “Kalau di Yogyakarta banyak LSM

yang bisa mendampingi. Kami (KPAI) akan

melakukan monitoring,” tutur Maria.

Adapun soal pelaku penganiayaan, menurut

Maria, harus dibedakan. Jika pelaku masuk usia

dewasa atau 18 tahun ke atas, tentu harus diproses

hukum seperti halnya perkara tindak

pidana umumnya. Namun berbeda jika pelaku

masih tergolong di bawah umur. Terhadap

pelaku yang masih berusia di bawah 18 tahun,

menurut Maria, digunakan Undang-Undang

Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan

Pidana Anak.

“Kalau pelaku masih anak-anak, ya, juga

harus didampingi. Dia bisa mengajukan surat

ke kepolisian untuk meminta pendampingan,”

ucapnya.

Toh, meski para pelaku masih belia dan sebagian

tergolong di bawah umur, penyekapan

dan penganiayaan itu tergolong sadis. Apalagi

sebagian besar pelakunya adalah perempuan.

Akbar pun berujar, “Ini aksi tersadis yang pernah

saya temui.” Duh! ■

MUHAMMAD AFIFI, ADITYA MARDIASTUTI | DEDEN G.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERVIEW

FERRY MURSYIDAN BALDAN:

PBB BUKAN

ALAT PENGUSIR

WARGA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERVIEW

T

AK

WARGA TAK MAMPU BEBAS BAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN, MASYARAKAT ADAT

DIBERI SERTIFIKAT, KONFLIK AGRARIA DISELESAIKAN LEWAT MEDIASI.

terlalu keliru Presiden Joko Widodo

mendaulat Ferry Mursyidan Baldan sebagai

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan

Pertanahan Nasional. Sebab, selama 12 tahun

menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat,

ia selalu duduk di Komisi II, yang salah satu

mitra kerjanya adalah BPN. Ferry pun berlari

kencang. Ia membenahi sejumlah aturan

pelayanan dalam pengurusan sertifikat tanah

sehingga prosesnya bisa cepat dengan tarif

yang terukur.

Ferry, yang hijrah dari Partai Golkar ke Partai

Nasional Demokrat, pun menjanjikan akan

memediasi konflik-konflik agraria, terutama

konflik yang acap kali terjadi antara masyarakat

adat dan perusahaan.

Dalam catatan Wahana Lingkungan Hidup

Indonesia, pada 2014 terjadi 472 konflik agraria

dengan luas wilayah 2.860.977,07 hektare.

Jumlah itu naik 103 konflik (27,9 persen)

dibanding pada 2013, sebanyak 369 konflik.

“Kita harus mampu menjadi rem agar tidak

ada tindakan-tindakan yang mem-pressure

masyarakat,” katanya dalam wawancara khusus

dengan majalah detik di ruang kerjanya,

Rabu (11/2).

Terkait rencana penghapusan Pajak Bumi

dan Bangunan, yang sempat menuai kontroversi,

ia menegaskan hal itu hanya berlaku

bagi warga yang tak mampu. Keringanan ini

merupakan bagian dari keadilan yang harus

dijamin oleh negara. “Jangan sampai, karena

tidak sanggup, dia jual itunya (rumahnya),” ujarnya.

Berikut ini petikan perbincangan dengan

alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Padjadjaran, Bandung, itu.

Tiga bulan menjadi Menteri Agraria,

persoalan apa saja yang Anda temukan?

Banyak... tapi beberapa di antaranya soal

sertifikat ganda dan konflik masyarakat dengan

pengusaha. Selain itu, mindset kehendak

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERVIEW

Video

memiliki tanah itu masih kuat dibandingkan

dengan pemanfaatan atau kegunaan tanah

itu sendiri. Orang kadang-kadang mempersengketakan

soal-soal tanah. Padahal, ketika

sengketa itu terselesaikan, dia tidak ngapainngapain

juga dengan tanah itu.

Apa saja alternatif solusi untuk memperbaiki

hal-hal itu?

Minggu kedua setelah dilantik sebagai

menteri, saya langsung me-launching pelayanan

pada Sabtu-Minggu. Saya juga buka akun

Twitter agar para staf di kementerian ini terbiasa

merespons pertanyaan masyarakat serta

menghadapi kritik mereka. Media sosial juga

kan membuat segala sesuatunya diharapkan

lebih terkontrol. Karena semua follower Twitter

akan ikut menyimak dan mengawasi respons

kita.

Dengan teman-teman di REI (Real Estate

Indonesia) juga, mereka mendapat pelayanan

korporat, tidak tercampur dengan yang lain.

Kami juga membuka daerah kerja bagi PPAT

(pejabat pembuat akta tanah), yang selama

ini agak sulit dan tertutup. Saya menggagas

regionalisasi daerah kerja PPAT, dan mengubah

peraturan soal usia. Siapa pun yang sudah

lulus pendidikan notariat dan lulus PPAT

bisa langsung memiliki daerah kerja di mana

pun pilihannya. Ini yang kami lakukan untuk

mempercepat pelayanan.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERVIEW

Terkait pelayanan, lazimnya soal waktu

dan biaya ada ukuran yang pasti....

Itu sedang kami rumuskan. Saya memang

ingin agar orang yang akan ke BPN sudah tahu

dana yang harus disiapkan untuk balik nama

berapa, kalau memecah sertifikat berapa,

peningkatan hak berapa. Nantinya terstandar

tarif dan waktunya. Kami juga akan mengenalkan

sertifikat berfoto dan hanya satu lembar.

Ini untuk menghindari sertifikat ganda. Juga

saya siapkan layanan online sehingga orang

bisa mengurus sertifikat di tempat mana pun.

Jadi tujuan akhirnya adalah biar masyarakat

merasakan bahwa urusan tanah itu mudah.

Ketika masyarakat berurusan di pengadilan

dalam hal konflik tanah, bisa saya pastikan

mereka rata-rata kalah.

AGUNG PAMBHUDY/DETIKCOM

Terkait konflik soal tanah, apa solusi

yang Anda tawarkan?

Kami menawarkan mekanisme mediasi. Sebab,

kalau kita membiarkan masyarakat berurusan

di pengadilan dalam hal konflik tanah,

saya bisa memastikan mereka hampir rata-rata

kalah. Dunia pengadilan masih asing untuk

masyarakat awam. Belum lagi mungkin dia tak

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERVIEW

Berdialog dengan pegawai

kantor Badan Pertanahan

Nasional Provinsi DKI Jakarta,

Jati Baru, Jakarta Pusat, Rabu

(11/2).

DWI PAMBUDO

punya biaya untuk bolak-balik ke persidangan,

grogi saat menghadapi pertanyaan jaksa dan

hakim. Terkait bukti-bukti formal juga biasanya

mereka ada kelemahan. Jadi, dengan mediasi,

kita bisa mengerem, katakanlah, pressure yang

dihadapi masyarakat. Memang hak hidup layak

di tanah yang sudah ditempati harus kita

hormati. Mengandalkan pada bukti formal saja

mungkin dia bisa terusir. Tapi kita kan harus

mau membuka mata, ketika dia sudah sekian

lama tinggal di satu lokasi, tapi begitu yang

punya bukti formal datang mengaku sebagai

pemilik, dia tidak bisa serta-merta mengusirnya.

Kami punya wewenang untuk memediasi.

Siapa yang memediasi?

BPN. Kita harus mampu menjadi rem agar

pihak-pihak yang memiliki tanah, apalagi mi-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERVIEW

salnya perusahaan, tidak melakukan tindakan-tindakan

yang mem-pressure masyarakat.

Tugas kita berupaya menghindarkan itu. Kalau

kemudian terjadi tindak penekanan, ya sama

saja bohong. Artinya, sama saja kita tidak bisa

dipercaya.

Kelompok masyarakat yang sudah tinggal lebih

dari 10 tahun di sebuah kawasan akan diberi

sertifikasi tanah dengan batasan luas sekian

milik masyarakat adat.

DWI PAMBUDO

Kalau untuk masyarakat adat yang kerap

terusir dari wilayahnya?

Itu hak komunal, hak pengakuan terhadap

hak masyarakat adat yang biasanya tinggal di

sebuah kawasan hutan atau kebun agar mereka

terproteksi. Kami koordinasikan masalah

ini dengan Kementerian Kehutanan. Termasuk

terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan

perkebunan. Mereka yang sudah tinggal lebih

dari 10 tahun di sebuah kawasan akan kami

beri hak untuk tinggal. Bentuknya sertifikasi

tanah ada dengan batasan luas sekian milik

masyarakat adat. Jadi hak komunal tidak diberikan

kepada orang per orang.

Terkait rencana Anda menghapuskan

PBB, sejumlah kepala daerah menolak

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERVIEW

Memotong tumpeng setelah

meresmikan Balai Wartawan

di Kementerian Agraria dan

Tata Ruang/BPN, Jakarta,

Senin, (9/2).

DWI PAMBUDO

karena terkait sumber pendapatan daerah….

Saya kira tidak ada yang menolak karena kebetulan

saya banyak kenal dengan kepala daerah.

Sudah saya jelaskan kepada mereka duduk perkaranya.

Sebetulnya PBB itu kan cuma salah satu

komponen dalam PAD (pendapat asli daerah).

Kalau PBB dihapus pastilah berkurang.

Rencana Anda kan memang seperti itu?

Kami ingin buat kebijakan untuk meringankan

beban hidup masyarakat yang mendiami

lahan dan menempati rumah yang memang

dia tidak sanggup membayar PBB-nya. Ja ngan

sampai, karena tidak sanggup, dia jual itu rumah.

Ini berkaitan dengan hak hidup masyarakat

yang negara lindungi. Dia mampu beli,

terus kemudian dibangun rumah ketika pada

suatu titik dia harus dikenai PBB yang tiap tahun

harus dibayar dan tidak sanggup. Jadi, bagi

warga yang sanggup, mereka tetap kena PBB.

Kalau rumahnya dikomersialkan, rumah-toko,

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERVIEW

Bukan luas tanah. Kita lihat tingkat kewajaran.

Yang tidak mampu bisa dilacak, mudah sekali.

Misalnya bertetangga pasti ada bedanya. Jangan

nanti karena dia tidak mampu bayar PBB terus

terpaksa pindah. Atau dianggap bisa tinggal di

daerah situ karena mampu. Itu tidak benar.

Bersama Bupati Kotabaru

Irhami Ridjani (batik biru)

menyerahkan 25.500 sertifikat

gratis Proyek Operasi Nasional

Agraria kepada perwakilan

masyarakat se-Kalimantan

Selatan di Kotabaru, Sabtu

(31/1).

DWI PAMBUDO

restoran, hotel, semua tetap kena. Kalau (PAD)

berkurang iya, tapi tidak terlalu signifikan.

Instrumen pendapatan negara memang

salah satunya dari pajak. Tapi, ketika negara

tahu ada warga negaranya tidak mampu bayar

pajak, masak harus dipaksakan.

Kriteria tidak mampu itu parameternya

apa? Luasan tanah?

Tapi kebijakan Gubernur Ahok kan

seperti itu. Dia menaikkan PBB berkali

lipat....

Kalau Pak Ahok bilang sebatas itu tempat

tinggal tidak ada masalah. Cuma, saat dijual,

baru dikenakan PBB berlipat itu. Kalau dia

tinggal tidak mampu bayar PBB, ya jangan

dipaksa jual, dong. Jangan ada kesan seolah

orang miskin tak boleh tinggal di Jakarta atau

di wilayah elite yang PBB-nya tinggi.

Ukurannya bukan pada nilai harga rumah atau

tanah di wilayah, tapi kemampuan yang menempati.

Kalau dia tidak mampu, masak dipaksa

mau jual. Sama saja ngusir. Jangan sampai PBB

menjadi instrumen pengusir. Gitu lo….

Ada keluhan kalangan industri sulit

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERVIEW

mendapatkan lahan, tapi di sisi lain banyak

tanah negara telantar....

Kami kan punya kewenangan menyatakan

suatu tanah telantar ketika tanah itu sudah

diberikan haknya tetapi tidak juga digarap.

Kita harus mencabut haknya. Kita nyatakan

tanah telantar. Atau yang misalnya punya

tanah 10 baru bisa digarap 3, maka yang 7

akan kami ambil. Akan kami berikan kepada

pihak lain yang mampu menggarap. Saya kira

itulah fungsi kita dalam mengelola pertanahan.

Tidak bisa orang minta 10 baru dikerjakan

3, dalam lima tahun yang 7 masih nganggur

terus dibiarkan saja.

Instrumen pendapatan negara memang salah

satunya dari pajak. Tapi, ketika negara tahu

ada warga negaranya tidak mampu bayar pajak,

masak harus dipaksakan.

DWI PAMBUDO

Sudah terpetakan di mana dan milik

siapa saja?

Sudah. Kami lihat HGU dan HGB. Ada HGU

yang tidak diperpanjang. Tetapi kan sifat tanah

seperti itu. Bukan karena kita tidak mau terbuka.

Tapi, ketika kita bilang ada tanah yang akan

diambil alih atau tidak diperpanjang HGU atau

HGB-nya, nanti langsung orang berspekulasi. ■

PASTI L. MAPPAPA, AGUNG PAMBHUDY | SUDRAJAT

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BIODATA

NAMA: Ferry Mursyidan Baldan

TEMPAT/TANGGAL LAHIR: Jakarta,

16 Juni 1961

ISTRI: Ir Hanifah Husein

PENDIDIKAN

• SD, Slipi, Jakarta, 1973

• SMP Al-Azhar Jakarta, 1976

• SMAN 70 Bulungan, Jakarta,

1980

• Hubungan Internasional, FISIP

Universitas Padjadjaran, Bandung,

1984-1988

RIWAYAT PEKERJAAN

• Peneliti lapangan wilayah Jawa

Barat LP3ES, 1989

• Anggota MPR Fraksi Utusan

Golongan, 1992-1997

• Anggota Komisi II DPR, 1997-

1999

• Wakil Ketua Komisi II DPR,

1999-2004

• Ketua Komisi II DPR, 2004-

2006

• Anggota Komisi II DPR, 2006-

2009

• Ketua Panitia Khusus RUU

Otonomi Khusus Aceh, 2001

• Wakil Ketua Panitia Khusus

RUU Otonomi Khusus Papua,

2001

• Wakil Ketua Panitia Khusus

RUU Pemilihan Umum dan

Pemilihan Presiden, 2003

• Ketua Pansus RUU Pemerintahan

Aceh, 2006

RIWAYAT ORGANISASI

• Ketua Umum Badan Koordinasi

Himpunan Mahasiswa

Islam Jawa Barat, 1998-1990

• Ketua Umum PB HMI, 1990-

1992

• Anggota Badan Perwakilan

Mahasiswa FISIP Universitas

Padjadjaran, 1984-1985

• Ketua Umum Senat Mahasiswa

FISIP Universitas Padjadjaran,

1985-1986

• Sekretaris Jenderal Dewan

Pimpinan Pusat Angkatan

Muda Pembaharuan Indonesia,

1998-2003

• Ketua Departemen Pemuda

DPP Partai Golkar, 1992-2004

• Ketua Ikatan Alumni Universitas

Padjadjaran, 2008-

2012

• Ketua Bidang Organisasi

dan Keanggotaan

DPP Partai Nasional

Demokrat, 2010

• Ketua Badan Pemenangan

Pemilu Partai NasDem

AGUNG/DETIKCOM

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KOLOM

ANGGARAN RAWAN

ANGGOTA DEWAN

ILUSTRASI: EDI WAHYONO

AKAN MUNCUL BERBAGAI KEGIATAN FIKTIF DI

DAERAH, JUGA BERPOTENSI MEMUNCULKAN

TAMBAHAN KORUPSI. RAKYAT DI DAERAH WAJIB

MENGAWASI PARA WAKIL MEREKA.

OLEH: ADE IRAWAN

BIODATA

Nama: Ade Irawan

Tempat/Tanggal Lahir: Tangerang,

5 April 1977

Karier

• Dosen di Universitas Negeri

Jakarta

• Peneliti Australia National

University, 2012

• Relawan Indonesia Corrup-

DEWAN Perwakilan Rakyat mendapat tambahan anggaran sebesar Rp

1,635 triliun. Dana itu akan dialokasikan untuk gaji tenaga ahli dan kegiatan

operasional rumah aspirasi Rp 1 triliun, sisanya Rp 635 miliar untuk

kesekretariatan.

Selama ini kinerja anggota DPR masih jauh dari harapan. Riset Forum Masyarakat

Peduli Parlemen Indonesia memperlihatkan, 435 orang (83,3 persen) anggota DPR

periode 2009-2014 masih berkinerja buruk.

Sejumlah anggota DPR juga menyalahgunakan fungsi yang mereka miliki berkaitan

dengan legislasi, anggaran, dan pengawasan untuk mendapat keuntungan

pribadi atau kelompok. Banyak anggota Dewan yang terjerat pidana korupsi, seperti

penyelewengan dana penyesuaian infrastruktur daerah, pengadaan Al-Quran,

pembahasan APBN Perubahan di kementerian, penganggaran pembangunan

gedung pemerintahan, hingga pemilihan pejabat publik.

Pada akhirnya DPR makin tidak dipercaya oleh rakyat yang mereka wakili. Alih-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KOLOM

alih membantu melakukan pengawasan, rakyat justru menganggap lebih penting

mengawasi DPR dibanding eksekutif. Kewenangan yang mereka miliki pun mulai

dikikis. Terakhir, gugatan sejumlah lembaga swadaya masyarakat atas kewenangan

DPR dalam menentukan anggaran hingga satuan tiga dikabulkan oleh Mahkamah

Konstitusi.

Banyak faktor yang menyebabkan munculnya berbagai masalah pada anggota

DPR. Pertama, pelembagaan demokrasi di partai masih buruk. Rekrutmen dalam

menentukan calon anggota Dewan kerap lebih mempertimbangkan faktor uang,

bukan prestasi, kualitas, dan integritas. Padahal, jika semua partai mampu menjadi

saringan pertama dengan mencalonkan kader terbaik, rapor DPR bisa menjadi

lebih baik.

Kedua, pemilihan umum masih transaksional. Bukan menjadi saringan utama

rakyat untuk memilih para wakilnya. Pihak yang terlibat adalah kandidat Dewan/

tim sukses, pemilih, dan penyelenggara. Politik uang membuat kandidat yang

berpotensi terpilih bukan yang terbaik, tapi yang terkaya. Anggota Dewan yang

terpilih pun tak merasa punya kewajiban membawa aspirasi rakyat daerah pemilihannya.

Politik uang telah memutus tali mandat rakyat kepada anggota Dewan.

Ketiga, kemampuan teknis Dewan dalam menjalankan fungsi dan kewenangan

masih minim. Anggota DPR tidak hanya dituntut memiliki kemampuan yang mumpuni

dalam politik, tapi juga pengetahuan dan kemampuan teknis dalam menyusun

undang-undang, membaca/menganalisis anggaran, serta melakukan pengawasan.

Atas berbagai kondisi tersebut, peningkatan alokasi anggaran untuk menambah

tenaga ahli, kegiatan operasional rumah aspirasi, dan kesekretariatan DPR sepertinya

tidak akan mampu mendongkrak kinerja mereka. Banyaknya masalah terkait

DPR tidak berhubungan dengan kurangnya dukungan fasilitas dari negara. Masation

Watch, 2001

• Koordinator Monitoring

Pelayanan Publik ICW,

2004

• Koordinator Monitoring

Korupsi Politik ICW, 2010

• Wakil Koordinator ICW,

2012

• Koordinator Badan Pekerja

ICW, 2014 hingga

sekarang

Pendidikan

• SMA Negeri I Balaraja,

Tangerang, 1996

• Sarjana akuntansi IKIP

Jakarta, 2002

Karya:

• Utang yang Memiskinkan

• Korupsi Pemilukada

• Mendagangkan Sekolah

• Buruk Wajah Pendidikan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KOLOM

• Berkah Proyek Hibah

• Sekolah Harapan Sekolah

Bebas Korupsi

ILUSTRASI: EDI WAHYONO

lah utama DPR bersumber dari partai dan komitmen mereka memperjuangkan

aspirasi rakyat.

Agar penambahan anggaran itu tak dianggap sebagai akal-akalan untuk memperoleh

uang lebih banyak dari negara, penting bagi anggota DPR untuk merencanakan

dan mengelolanya secara terbuka. Mulai proses rekrutmen tambahan tenaga

ahli hingga penggunaan anggaran untuk rumah aspirasi.

Tenaga ahli merupakan komponen penting bagi anggota Dewan. Idealnya,

mereka yang menyiapkan berbagai bahan yang diperlukan anggota Dewan untuk

mengawasi pemerintah dan membawa aspirasi rakyat. Itu sebabnya, mereka harus

dipilih yang memiliki kemampuan teknis sesuai dengan bidang anggota Dewan.

Masalahnya, banyak anggota Dewan yang menjadikan posisi tenaga ahli sekadar

tempat untuk menampung anggota keluarga atau tim sukses.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KOLOM

Agar tambahan dua tenaga ahli yang akan ditempatkan di daerah pemilihan tidak

lagi mengulangi kesalahan sebelumnya, pemilihan harus dilakukan secara terbuka.

Usul untuk melibatkan pihak ketiga patut dipertimbangkan. Supaya mereka yang

dipilih sesuai dengan kebutuhan anggota Dewan dan tambahan anggaran dari

rakyat tak sia-sia.

Begitu pula dengan rumah aspirasi. Pengelolaan anggaran dan mekanisme penyerapan

aspirasi harus transparan agar tak menjadi sumber korupsi. Selain itu,

dana operasional untuk kegiatan rumah aspirasi pun harus diawasi. Apalagi tidak

ada kewajiban bagi anggota Dewan untuk membuat rencana kegiatan dan usulan

anggaran tahunan. Ditambah kewajiban pelaporan kegiatan rumah aspirasi Dewan

bukan kepada rakyat di daerah pemilihan, tapi hanya kepada sekretariat DPR.

Bukan tidak mungkin tambahan anggaran akan memunculkan berbagai kegiatan

fiktif di daerah.

Dewan pun harus memperjelas mekanisme penyerapan dan tindak lanjut aspirasi

rakyat. Misalnya tata cara pelaporan, tindak lanjut laporan, dan mekanisme

komplain terkait tidak lanjut laporan/aspirasi yang telah diberikan oleh rakyat. Agar

rumah aspirasi bukan hanya tempat penampungan keluh kesah.

Tentu saja kita semua sebaiknya tidak hanya mengandalkan niat baik anggota

Dewan untuk terbuka dalam mengelola tambahan anggaran yang luar biasa besar.

Sebab, masalah utama di Dewan adalah kurangnya komitmen untuk memperjuangkan

kepentingan rakyat. Tambahan anggaran yang mestinya digunakan untuk

meningkatkan kinerja berpotensi memunculkan tambahan korupsi. Karena itu,

semua pihak, terutama rakyat di daerah, wajib mengawasi para wakil mereka. n

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

SETELAH LULUH

DI LOJI

GANDRUNG

WAKIL KEPALA POLRI BADRODIN HAITI

DIAJUKAN SEBAGAI CALON KAPOLRI KE

DPR. BUDI GUNAWAN DIJANJIKAN JABATAN

MENTERENG.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Presiden Joko Widodo

menyantap soto bersama

Ketua Umum PDI Perjuangan

Megawati, Ketua Umum PPP M.

Romahurmuziy, Gubernur Jawa

Tengah Ganjar Pranowo, dan

Sekjen Partai NasDem Patrice

Rio Capella di Soto Gading,

Solo, Sabtu (14/2).

ANDIKA BETHA/ANTARA

LOJI Gandrung, rumah dinas Wali

Kota Solo, menjadi salah satu saksi

bisu betapa alotnya lobi Presiden

Joko Widodo kepada Ketua Umum

PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan

partai pendukungnya untuk membatalkan

pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan

sebagai Kepala Polri.

Selama dua hari, Wali Kota Solo F.X. Rudyatmo

sibuk memfasilitasi lobi tersebut di rumah

dinasnya, Jalan Slamet Riyadi, Solo, itu. Pada

Jumat-Sabtu, 13-14 Februari 2015, tersebut,

Rudy bak event organizer.

Rudy sibuk menjadi tuan rumah pertemuan

Jokowi dengan para petinggi Koalisi Indonesia

Hebat (KIH). Istri Rudy, Endang S., yang

terkenal dengan masakannya, pun sibuk menyiapkan

menu andalan: soto.

Dua minggu sebelum pertemuan itu, Jokowi

bulat memutuskan Budi tidak akan pernah dilantik.

Namun KIH ngotot mendesak agar Budi

dilantik menjadi Kepala Polri. Sempat berkembang

isu bahwa Jokowi akan diinterpelasi bila

membatalkan Budi.

Jokowi lantas kembali menemui Megawati

dan parpol-parpol KIH setelah sempat diisukan

hubungan mereka merenggang. Kebetulan

para tokoh politik pendukung Jokowi saat

pemilu presiden 2014 itu sedang berkumpul di

Solo bertepatan dengan Musyawarah Nasional

II Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Hadir Ketua Umum Nasional Demokrat

Surya Paloh, Ketua Umum Partai Kebangkitan

Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai

Persatuan Pembangunan Romahurmuziy,

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Badrodin Haiti dan

Pelaksana Tugas Ketua

KPK Taufiequrachman Ruki

(tengah) diapit Johan Budi

S.P. dan Indriyanto Seno Adji

(Pelaksana Tugas Wakil Ketua

KPK) serta Wakil Ketua KPK

Zulkarnain (kiri) dan Wakil

Ketua KPK Adnan Pandu

Praja (kanan) di Mabes Polri

20/02/2015.

WIDODO S. JUSUF/ANTARA

Indonesia Sutiyoso, Sekretaris Jenderal Partai

Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding, dan

tentu saja Ketua Partai Hanura Wiranto serta

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati.

Di sela-sela munas itulah lobi Jokowi dilancarkan.

Loji Gandrung menjadi tempat tiga

kali pertemuan Jokowi dengan elite KIH lain.

“Jumat siang, Jumat sore, terus Sabtu pagi di

Loji Gandrung,” kata Rudy.

Selain di Loji Gandrung, diplomasi Jokowi

berlanjut di meja rumah makan Soto Gading.

Meski membahas hal yang tengah panas,

pertemuan itu kadang-kadang diselingi tawa

di antara mereka. Diselingi minum teh dan

makan soto, Megawati dan Surya Paloh bergantian

berbicara, disambung petinggi parpol

lainnya.

"Makannya semua sama: Soto Gading. Pak

Jokowi dan Ibu (Mega) juga," kata Rudy.

Dalam pertemuan itu, intinya KIH mendesak

Jokowi tidak terburu-buru mengumumkan

sikapnya membatalkan pelantikan Budi.

Mereka meminta Jokowi menunggu sidang

putusan praperadilan Budi di Pengadilan

Negeri Jakarta Selatan, yang baru diputuskan

Senin pekan depannya.

“Soal KPK dan Polri, kita sepakat dua-duanya

harus diselamatkan,” kata Sekjen Partai

NasDem Patrice Rio Capella.

Setelah diplomasi ramai-ramai itu, secara

khusus Megawati dan Jokowi masih bertemu

lagi di kediaman mantan Wali Kota Solo itu

di Sumber. Namun tidak ada yang tahu isi

pertemuan dua jam itu. Di rumah Jokowi, selain

Jokowi dan Mega, hanya ada Ibu Negara

Iriana. Setelah rampung, Megawati kembali

ke Jakarta.

“Dibedil ndasku (ditembak kepalaku), Mas,”

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Ya, saya tidak sungkan, biasa

saja. Hanya menyampaikan

ada pesan begini

Komjen Badrodin Haiti

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

kata Rudy sambil terbahak saat ditanya mengenai

pembicaraan Megawati dengan Jokowi.

“Pukul 14.00 WIB Ibu pulang,” ujarnya.

Selagi melakukan konsolidasi dengan KIH,

Jokowi menugasi Kepala Staf Kepresidenan

Jenderal (Purnawirawan) Luhut B. Panjaitan

melobi Koalisi Merah Putih. Tujuannya, melancarkan

“jalan” calon Kepala Polri yang baru

di De wan Perwakilan Rakyat nantinya. Luhut

mengundang Ketua Umum Partai Gerindra

Prabowo Subianto dan pengurus Partai Golkar

dua kubu ke Istana Negara.

Jokowi juga mendekati Budi sebagai pribadi.

Setelah yakin Jokowi batal melantik Budi,

Menteri-Sekretaris Negara Pratikno

mengutus Wakil Kepala Polri Komjen

Badrodin Haiti membujuk Budi agar

legawa mengikhlaskan jabatan yang

belum sempat dikecapnya itu. Pertemuan

empat mata itu digelar di rumah dinas Budi di

Tirtayasa.

Namun Budi tetap menolak mundur sebelum

praperadilan diputuskan. “Ya, saya tidak

sungkan, biasa saja. Hanya menyampaikan

ada pesan begini,” ujar Badrodin.

Akhirnya, Senin, 16 Februari, hakim tunggal

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi

membatalkan surat perintah penyidikan

yang dikeluarkan atas nama Budi Gunawan.

Penetapan tersangka Budi dinyatakan tidak

sah. Alasannya aneh, delik perkara yang dituduhkan

KPK terjadi saat jabatan Budi belum

tergolong sebagai penyelenggara negara.

Sehari kemudian, Jokowi mengundang Budi

ke Istana Bogor. Sejumlah sumber menyebut,

dalam pertemuan itulah Jokowi menyampaikan

langsung agar Budi mengundurkan

diri. Jokowi mengiming-imingi Budi sebuah

jabatan mentereng. "Pak BG dijanjikan sebuah

jabatan," kata pengacara Budi, Razman Arif

Nasution.

Budi legawa pencalonannya berhenti. Sebab,

yang terpenting juga bagi Budi, statusnya

sebagai tersangka di KPK sudah tidak berlaku

lagi. “Selesai praperadilan, beliau sudah tidak

memikirkan lagi masalah Kapolri,” Razman

menambahkan.

●●●

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Pelaksana Tugas Ketua KPK

Taufiequrachman Ruki (tengah)

diapit Johan Budi S.P. dan

Indriyanto Seno Adji (Pelaksana

Tugas Wakil Ketua KPK) serta

Wakil Ketua KPK Zulkarnain

(kiri) dan Wakil Ketua KPK

Adnan Pandu Praja (kanan)

seusai acara sumpah jabatan di

Istana Negara, Jumat (20/2).

WIDODO S. JUSUF/ANTARA

Telepon seluler Wakil Kepala Polri Komjen

Badrodin Haiti berdering pada Rabu, 17 Februari

2015. Saat itu, ia dalam perjalanan menuju

kantor KSAD Letnan Jenderal TNI Gatot

Nurmantyo untuk santap siang bersama.

Di ujung telepon, sekitar pukul 13.00 WIB

itu, Pratikno meminta Badrodin mengendalikan

situasi di lingkup internal kepolisian.

Sebab, ada hal penting yang tidak lama lagi

akan diumumkan Jokowi menyangkut Polri.

Badrodin menebak, Jokowi akan mengumumkan

nasib Budi sebagai calon Kepala

Polri. Sudah lebih dari sebu lan masalah itu

menggantung hingga konflik Polri dengan

KPK makin ruwet. Namun sampai siang itu

informasinya belum jelas dan pasti.

Di Istana Negara, beberapa persiapan dilakukan

untuk menyambut keterangan pers

Jokowi. Namun Jokowi masih sibuk berembuk

dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Diskusi

kurang-lebih dua jam itu merupakan kelanjutan

dari pertemuan malam sebelumnya, yang

baru berakhir pada pukul 23.00 WIB.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Jokowi didampingi

JK dan Pratikno keluar dari ruangan dan menemui

media. Setelah ditunggu-tunggu publik,

Jokowi akhirnya benar-benar mengambil

sikap tentang Budi. Ia membatalkan kursi

Budi karena menimbulkan perbedaan tajam

di masyarakat.

Agar situasi jadi lebih tenang, dan memperhatikan

kebutuhan Kepala Polri definitif, ia

mengusulkan calon baru kepada DPR. Calon

yang dipilihnya tak lain adalah Badrodin, yang

menjabat Wakil Kepala Polri yang diberi tugas

dan tanggung jawab yang diemban Kepala

Polri sejak Jenderal Sutarman diberhentikan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Pimpinan KPK menemui sivitas

akademika Universitas Indonesia

setelah Presiden Jokowi

mengumumkan tiga Pelaksana

Tugas Pimpinan KPK.

RACHMAN/DETIKCOM

Jokowi.

Terkait dengan KPK, Jokowi memberhentikan

sementara Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil

Ketua Bambang Widjojanto, yang oleh Mabes

Polri dijadikan tersangka. Jokowi-JK minta usulan

kepada KPK untuk mengangkat pelaksana tugas

pimpinan KPK. Didapatlah tujuh orang calon

untuk diseleksi.

Mereka antara lain mantan Ketua Mahkamah

Konstitusi Mahfud Md., pengacara KPK Chatarina

M. Girsang, mantan Kepala Pusat Pelaporan dan

Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein, pengajar

ilmu hukum Universitas Indonesia Indriyanto

Seno Adji, mantan Ketua KPK Taufiequrachman

Ruki, serta Deputi Pencegahan KPK Johan Budi

S.P. Setelah JK telepon ke sana-kemari meminta

kesediaan, tiga nama yang terakhir diangkat

menjadi pelaksana tugas pimpinan KPK.

●●●

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Calon Kepala Polri Komjen

Budi Gunawan mengikuti uji

kelayakan dan kepatutan

di Komisi III DPR, Senayan,

Jakarta, Januari lalu.

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

Sejak isu Jokowi membatalkan pelantikan

Budi Guna wan berembus, Badrodin menjadi

salah satu nama yang diusulkan oleh Komisi

Kepolisian Nasional. Ia bersaing dengan lima

bintang tiga lainnya, yakni Inspektur Pengawasan

Umum Komjen Dwi Priyatno, mantan

Kepala Bareskrim Komjen Suhardi Alius, mantan

Kepala Badan Narkotika Nasional Anang

Iskandar, Kepala Bareskrim Budi Waseso, serta

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komjen

Putut Eko Bayuseno.

Badrodin mengatakan Dewan Jabatan dan

Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri mengadakan

rapat beberapa waktu lalu untuk menentukan

usulan kepada Presiden. Ada enam

calon yang diseleksi, dua di antaranya bintang

dua. Namun ia tak menyebutkan siapa dua

calon baru tersebut. “Ada yang bersedia (dicalonkan),

dan ada yang tidak,” katanya.

Badrodin mengaku tak menyangka menjadi

pengganti Budi Gunawan. Ia memang sangat

sering bertemu dengan Jokowi sebulan belakangan

ini. Namun ia hanya diajak mencari

solusi untuk meredakan konflik KPK dengan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Komjen Badrodin Haiti

memberikan ucapan selamat

kepada Pelaksana Tugas Ketua

KPK Taufiequrachman Ruki

seusai pengucapan sumpah

jabatan di Istana Negara,

Jakarta, Jumat (20/2).

WIDODO S. JUSUF/ANTARA

Polri. “Saya baru tahu pas nonton televisi bareng

KSAD,” ujar Badrodin.

Menurut sumber majalah detik, Badrodin

akhirnya dipilih Jokowi karena paling senior

di antara calon lainnya. Selain itu, Badrodin

selama ini dianggap proaktif dalam ikut menyelesaikan

konflik Polri-KPK. Jokowi makin

mantap setelah meminta data PPATK tentang

Badrodin. “Ya, selama ini saya menjadi jembatan

antara Presiden dan Pak Budi Gunawan,”

kata Badrodin.

Budi balik mengusahakan dukungan dari PDI

Perjuangan agar pencalonan Badrodin tidak dipersoalkan

partai. Razman bahkan mengklaim

Budi-lah yang mengusulkan nama Badrodin

kepada Presiden. Hasilnya, untuk sementara

partai-partai di KIH tak “berteriak” lantang

terkait pencalonan Badrodin.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Ekspresi Kepala Polres Jakarta

Selatan Kombes Wahyu

Hadiningrat seusai putusan

praperadilan Komjen Budi

Gunawan, Senin (16/2).

AGUNG PAMBUDHY/DETIKCOM

Di PDI Perjuangan, sebagian kader mengungkapkan

kekecewaan Budi didrop. Wakil

Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan

khawatir, sebagai pendukung, Partai

Banteng kesulitan bila Jokowi diinterpelasi.

Namun kader lainnya condong menginginkan

agar situasi tenang.

"PDI Perjuangan mendukung Pak Jokowi.

Wis, gitu aja," ujar politikus PDI Perjuangan,

Aria Bima.

Badrodin tidak tahu yang mengusulkan namanya

adalah Budi. Namun ia mengakui membutuhkan

Budi untuk nantinya berkomunikasi

dengan partai. Menurut dia, Budi bisa menjadi

penjabat penting di Mabes Polri. “Bisa Wakapolri,

bisa Irwasum. Tapi itu tergantung Wanjakti.” ■

BAHTIAR RIFAI, MONIQUE SHINTAMI, IBAD DUROHMAN, ISFARI HIKMAT |

IRWAN NUGROHO

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

KARENA

BADRODIN

BUKAN

JENDERAL

MISKIN

KOMISARIS JEN-

DERAL Badrodin tercatat

enam kali melaporkan

kekayaannya

sejak jadi Kepala Polres

Kota Besar Medan

pada 2001 hingga

menjabat Wakil Kepala

Polri pada 2014.

Selama 13 tahun itu,

harta dari Rp 1,1 miliar

terus naik hingga jadi

Rp 8,2 miliar.

PPATK sempat mengendus

adanya transaksi

mencurigakan pada

rekeningnya. Badrodin

terekam membeli asuransi

PT Prudential Life

Assurance sebesar Rp 1,1

miliar, menarik dana Rp

700 juta, dan menerima

setoran rutin setiap bulan.

Namun Badrodin

menilai tidak ada

yang tak wajar dalam

transaksi itu dan perolehan

hartanya, yang

gabungan milik sendiri

dengan hibah. Berikut

ini perubahan kekayaan

Badrodin itu.

31 Mei 2001

Rp 1.187.000.000 + US$ 4.000

Jabatan: Kapolrestabes Medan | Pangkat: komisaris besar

Tanah dan bangunan Rp 760.000.000

Toyota Kijang dan sepeda motor Beijing Rp 107.000.000

Logam mulia dan batu mulia Rp 96.000.000

Giro dan setara kas lainnya Rp 124.000.000 + US$ 4.000

Piutang Rp 100.000.000

24 Maret 2008

Rp 2.090.126.258 + US$ 4.000

Jabatan: Kapolda Sulawesi Tengah | Pangkat: brigadir jenderal

Tanah dan bangunan Rp 1.826.392.000

Toyota Kijang Rp 100.000.000

Batu mulia Rp 60.000.000

Giro dan setara kas Rp 103.734.258 + US$ 4.000

1 Juli 2010

Rp 4.723.714.226 + US$ 4.000

Jabatan: Kepala Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri | Pangkat: inspektur jenderal

Tanah dan bangunan Rp 3.936.392.000

Toyota Kijang Rp 100.000.000

Batu mulia Rp 100.000.000

Giro dan setara kas Rp 187.322.226 + US$ 4.000

Piutang Rp 1.100.000.000

Utang pinjaman Rp 700.000.000

10 Oktober 2012

Rp 5.826.509.993 & US$ 4.000

Jabatan: Asisten Operasi Kapolri | Pangkat: inspektur jenderal

Tanah dan bangunan Rp 4.359.622.000

Toyota Kijang dan Honda Accord Rp 350.000.000

Batu mulia Rp 100.000.000

Surat berharga Rp 1.007.475.964

Giro dan setara kas Rp 209.412.029 + US$ 4.000

Utang pinjaman Rp 200.000.000

21 Oktober 2013

Rp 8.517.056.044 & US$ 4.000

Jabatan: Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri | Pangkat: komisaris jenderal

Tanah dan bangunan Rp 4.377.472.000

Honda Accord dan Honda CR-V Rp 500.000.000

Logam mulia, batu mulia, & benda bergerak lainnya Rp 763.966.965

Surat berharga Rp 2.101.949.120

Giro dan setara kas Rp 1.023.637.959 + US$ 4.000

Utang pinjaman Rp 250.000.000

2 Mei 2014

Rp 8.290.211.160 & US$ 4.000

Jabatan: Wakil Kepala Kepolisian RI | Pangkat: komisaris jenderal

Tanah dan bangunan Rp 4.377.472.000

Honda Accord dan Honda CR-V Rp 500.000.000

Logam mulia, batu mulia, & benda bergerak lainnya Rp 763.996.965

Surat berharga Rp 2.215.490.797 + US$ 4.000

Giro dan setara kas Rp 683.251.390

Utang (pinjaman) Rp 250.000.000

OKTA WIGUNA | SUMBER: KPK | INFOGRAFIS: MINDRA PURNOMO

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

GARIS TANGAN

JENDERAL

SPESIALIS

KRISIS

BADRODIN SERING DITERJUNKAN

UNTUK MEREDAKAN SITUASI

KRITIS. BISAKAH BADRODIN

MENYELAMATKAN POLRI DAN KPK?

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Polisi berjaga di lokasi ledakan

Poso, Sulawesi, April 2007.

DAUD SOMBA/AFP/GETTY IMAGES

BOM tiba-tiba meledak di Tangkura,

Kecamatan Poso Pesisir Selatan,

Poso, Sulawesi Tengah. Badrodin

Haiti pada 6 September 2006 itu

baru sehari dilantik menjadi Kepala Kepolisian

Daerah Sulawesi Tengah, menggantikan Brigjen

Oegroseno.

Tangkura dan desa-desa di sepanjang jalur

Poso-Napu-Palu sejak 2001 memang akrab

dengan amuk massa. Desa ini rata dengan

tanah gara-gara konflik bermotif suku, agama,

ras, dan antargolongan. Wilayah itu dihuni oleh

mayoritas penduduk beragama Kristen Protestan,

lalu Islam dan Hindu.

Poso sedang mendidih pada September itu.

Setiap hari ada demo, juga bom meledak. Pemicunya

adalah rencana eksekusi terpidana mati

kerusuhan Poso, Fabianus Tibo, Dominggus da

Silva, dan Marinus Riwu, yang terus tertundatunda.

Kelompok muslim menginginkan Tibo

cs segera dieksekusi, sementara kelompok

nonmuslim menolaknya.

Badrodin pun meminta agar Tibo cs segera

dieksekusi supaya konflik bisa segera diatasi.

Akhirnya, pada 22 September, Tibo, yang

permohonan grasinya ditolak tiga kali dan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Demo menolak eksekusi

mati terhadap Tibo dan

kawan-kawan di Jakarta,

April 2006.

CANDIDO ALVES/AFP/GETTY IMAGES

peninjauan kembalinya ke Mahkamah Agung

ditolak dua kali, berhadapan dengan regu

tembak. Begitu Tibo cs dieksekusi, komunitas

Kristen turun ke jalan untuk protes dan terjadi

kerusuhan.

Markas Kepolisian Sektor Tentena dirusak.

Badrodin naik helikopter menuju Poso. Saat

sampai di lokasi, helikopternya dilempari batu

oleh massa. Tapi Badrodin tidak kapok, dia

datang lagi, lagi, bahkan menetap di Poso.

Ia memanfaatkan mes Polda Sulawesi Tengah

untuk berkantor di Poso. Awalnya Badrodin

memilih langkah persuasif dengan memberi

batas waktu kepada orang yang masuk daftar

pencarian orang (DPO) terkait kerusuhan Poso

agar menyerahkan diri. Namun hanya lima

yang menyerahkan diri.

Ia akhirnya mengambil tindakan tegas hingga,

pada awal Januari 2007, sebanyak 67 pelaku

berhasil ditangkap dan berbagai senjata api

serta bom rakitan diamankan. Dengan ditangkapnya

para pelaku, kasus demi kasus kekerasan

yang terjadi di Poso dan Palu bisa diungkap.

Dua tahun menjabat Kepala Polda Sulawesi

Tengah, Badrodin digeser menjadi Kepala Polda

Sumatera Utara pada 2009. Setahun bertugas

di sini, ia digeser lagi menjadi Kepala Polda Jawa

Timur pada 20 Agustus 2010. Di Jawa Timur,

Badrodin mendapatkan tantangan untuk menyelesaikan

kasus penyerangan Ahmadiyah di

Pasuruan dan gejolak anti-Syiah di Bangil.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Yang paling

berat memang

di Poso. Tapi

mungkin sudah

menjadi garis

tangan saya,

ketika ada

persoalan, saya

dipilih untuk

menangani.

Mengatasi gejolak anti-Syiah di Bangil,

Badrodin memerintahkan aparatnya menjaga

pengajian para ulama anti-Syiah. “Kehadiran

polisi dengan seragam dinas dalam pengajianpengajian

yang diselenggarakan massa penentang

Syiah mampu membuat ulama-ulama

yang berceramah mengerem diri untuk tidak

menyampaikan provokasi-provokasi kepada

pengikutnya,” ujar putra keempat dari sepuluh

bersaudara pasangan Kiai Ahcmad Haiti-Siti

Aminah itu.

Buku Pemolisian Konflik Keagamaan di Indonesia

terbitan Pusad Paramadina, Januari 2014,

memuji langkah Badrodin. Jenderal asal Jember,

Jawa Timur, ini dinilai berhasil menangani kasus

Bangil secara efektif sehingga tidak sampai

berujung pada kekerasan terbuka yang mengakibatkan

jatuhnya korban.

Sering terjun ke daerah konflik, nama Badrodin

pun dikaitkan dengan dugaan pelanggaran

HAM. Namun Komisi Nasional Hak Asasi

Manusia serta Komisi untuk Orang Hilang dan

Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan

sejauh ini tidak ada catatan polisi yang

dijuluki spesialis krisis itu terindikasi terlibat

dalam pelanggaran HAM.

“Ya, pernah ada konflik di Sulawesi Tengah,

Jawa Timur, di Sumatera Utara. Tapi semua

konflik itu bukan karena dia. Banyak hal juga

dia ada prestasinya justru untuk menenangkan

konflik-konflik itu,” kata Koordinator Kontras

Haris Azhar.

Haris memuji Badrodin memiliki prestasi dalam

penanganan masalah HAM di Poso. “Yang

paling berat memang di Poso. Tapi mungkin

sudah menjadi garis tangan saya, ketika ada

persoalan, saya dipilih untuk menangani,” kata

Badrodin kepada majalah detik.

lll

Saat SMP, Badrodin terpikat menjadi polisi

karena menganggap pria berseragam polisi itu

gagah dan disegani orang. Padahal, saat remaja,

selain bersekolah di sekolah umum, ia juga

belajar di pondok pesantren. “Dulu kalau polisi

di kampung itu gagah sekali. Dari pakaiannya

gagah sekali walaupun naik sepeda. Senjatanya

walau sudah tua, tapi lihat polisi itu gagah

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Badrodin Haiti saat dilantik

menjadi Wakil Kepala Polri

tahun lalu.

HASAN/DETIKCOM

sekali,” cerita lulusan terbaik Akademi

Kepolisian 1982 ini.

Badrodin menuturkan menjalani

karier apa adanya, mengalir saja. Pada

16 Januari 2015, Jokowi menetapkan

Badrodin sebagai Wakil Kepala Polri

yang diberi tugas dan tanggung jawab

yang diemban Kepala Polri. Saat

itu Jokowi mencopot Sutarman dari

posisi Kepala Polri, dan menunda pelantikan

Budi Gunawan, yang menjadi

tersangka gratifikasi dan terindikasi

memiliki rekening gendut.

Badrodin tidak menduga Jokowi

akhirnya mencalonkannya sebagai

Kepala Polri. Awalnya, meski namanya

masuk daftar calon yang diajukan

kepada Jokowi, Badrodin bukan

termasuk yang diunggulkan. Pria kelahiran

24 Juli 1958 ini disisihkan karena masa

pensiunnya sudah dekat, kurang dari dua tahun.

Namanya juga disebut-sebut dalam daftar

jenderal pemilik rekening gendut berdasarkan

penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis

Transaksi Keuangan.

Ia menyatakan sudah memberi penjelasan

kepada Komisi Pemberantasan Korupsi soal

dugaan rekening mencurigakan itu. Berdasarkan

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara pada 2 Mei 2014, harta Badrodin senilai

Rp 8.290.211.160 dan US$ 4.000.

Dari harta itu, ada transaksi mencurigakan

yang terjadi pada 2010. Badrodin membeli polis

asuransi PT Prudential Life Assurance yang

nilainya sangat fantastis, sebesar Rp 1,1 miliar,

menarik dana Rp 700 juta, dan menerima setoran

rutin setiap bulan.

Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas

Gadjah Mada dan Indonesia Corruption Watch

meminta Badrodin memberi penjelasan kepada

publik supaya gamblang, sehingga tidak

menjadi sandungan pencalonannya sebagai

Kepala Polri. “Tapi yang saya cermati enggak

ada laporan (rekening gendut) itu. Yang ada

hanya laporan BG ke KPK,” kata Emerson Yuntho,

Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan

Peradilan ICW.

Badrodin menyatakan tidak ada secuil pun

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

asuransi dengan nilai Rp 1 miliar lebih karena

istrinya. Sang istri, Tejaningsih Haiti, menderita

Stevens-Johnson Syndrome, penyakit akibat

alergi obat yang sangat parah yang memerlukan

biaya pengobatan yang mahal. "Belum bisa

diobati di Jakarta. Jadi harus berobat ke luar

negeri terus," kata Badrodin kepada majalah

detik.

Presiden Jokowi

mengumumkan penunjukan

Pelaksana Tugas Ketua KPK di

Istana Merdeka, Jakarta.

EDI/SETPRES

dari hartanya yang ditutup-tutupi. Bahkan

ia merasa menjadi pejabat Polri yang paling

rajin memberikan laporan kepada KPK karena

sudah lima kali mengisi LHKPN. Ia juga yakin

Jokowi sudah mengecek isu tersebut ke KPK.

“Makanya tanya saja sama KPK, pernah saya

jelaskan ke KPK,” kata Badrodin.

Badrodin menjelaskan, ia membeli polis

lll

Budi Gunawan langsung menelepon Badrodin

tidak lama setelah Jokowi mengumumkan

sikapnya menyudahi polemik pelantikan Budi,

yang sudah berlangsung satu bulan.

Budi memang dekat dengan Badrodin.

Mereka biasa saling bertelepon sejak masa

pendidikan. Saat di Akpol, Badrodin menjadi

ketua senat yang sering melakukan koordinasi,

termasuk dengan Budi. Maka, ketika pada

Rabu, 18 Februari lalu, Jokowi membatalkan

pelantikan dirinya, dan menunjuk Badrodin

sebagai pengganti, Budi pun segera menghubungi

kakak tingkatnya semasa di Akpol itu.

Dalam pidatonya, Jokowi meminta Budi

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Bila memang begitu,

Badrodin harus

memerintahkan

penyidik agar

mengeluarkan

surat perintah

penghentian

penyidikan.

Refly Harun

HASAN/DETIKCOM

kembali berpe ran dan memberikan sumbangsih

terbaiknya kepada Polri. Badrodin pun segera

meminta Budi kembali masuk kerja. “Saya

bilang, ‘Mas, Jumat sampean kembali masuk,

ya,’” ujar Badrodin.

Kepada Budi, Badrodin juga minta agar

dibantu dilancarkan komunikasinya dengan

partai politik. “Beliau jaringannya luas.”

Badrodin merasa tidak ada yang aneh dengan

sikapnya terhadap Budi. Baginya, dengan

dimenangkannya gugatan praperadilan Budi,

KPK tidak berhak lagi melanjutkan penyelidikan.

“Kalau terus dicari-cari kesalahannya, ya

ada. Tapi kan tidak boleh seperti itu,” kata polisi

yang pernah menjabat kepala polda di empat

provinsi berbeda ini.

Banyak pihak berharap Badrodin bisa mengembalikan

hubungan baik KPK dengan Polri,

yang sempat kisruh karena penetapan tersangka

Budi. Pengamat hukum tata negara Refly

Harun meminta Badrodin melakukan audit

internal terhadap kerja-kerja penyidik Mabes

Polri dalam penetapan tersangka pimpinan

KPK, termasuk penyidik dan pegawai KPK.

“Apakah betul yang dituduhkan bahwa telah

terjadi kriminalisasi. Bila memang begitu,

Badrodin harus memerintahkan penyidik agar

mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan,”

kata Refly.

Mampukah Badrodin meredakan ketegangan

KPK dengan Mabes Polri?

Sejumlah advokat ragu. Mereka meminta

agar nama Badrodin tidak dimasukkan dalam

daftar calon Kepala Polri yang diajukan kepada

Presiden. Alasannya, saat ditetapkan sebagai

Wakil Kepala Polri yang diberi tugas dan tanggung

jawab yang diemban Kepala Polri, Badrodin

mengaku tidak tahu penangkapan terhadap

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Hal ini

menunjukkan kelemahan dan ketidakberwibawaan

mengatur anak buah.

Namun tidak sedikit yang optimistis Badrodin

mampu menormalkan hubungan KPK

dengan Polri. Bila sebelumnya Badrodin terkesan

tidak bisa berbuat apa-apa, itu karena, saat

mengemban tugas Kepala Polri, dia memang

belum memiliki tongkat komando.

Waktu itu secara de facto yang menjadi Ke-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Komjen Badrodin Haiti

bersama Kepala Staf TNI

Angkatan Darat Jenderal TNI

Gatot Nurmantyo setelah

memberikan keterangan pers

bersama di Markas Polda

Kepulauan Riau, Batam,

terkait bentrok TNI-Polri di

Batam beberapa waktu lalu.

JOKO SULISTYO/ANTARA

pala Polri adalah Budi Gunawan karena sudah

disetujui DPR, dan Presiden “hanya” menunda

pelantikannya. Saat itu, meski jadi pengemban

tugas dan tanggung jawab Kepala Polri, Badrodin

tidak bisa powerful.

“Jadi saat itu atasan Kabareskrim Komjen Buwas

(Budi Waseso) adalah BG, bukan Badrodin.

Nah, sekarang, karena sudah ada keputusan

presiden, Pak Badrodin Haiti secara de facto

sudah Kapolri. Artinya, bisa menghentikan kriminalisasi

yang dilakukan oleh jajaran di Bareskrim,”

kata Emerson.

Untuk menormalkan hubungan Polri dengan

KPK, Badrodin harus merestrukturisasi Mabes

Polri. Kabareskrim Komjen Budi Waseso, yang

dekat dengan Budi Gunawan, harus digeser.

“Masalahnya mau atau tidak. Seharusnya bisa.

Tak ada opsi tidak bisa,” kata Hifdzil Alim, peneliti

Pukat UGM.

Badrodin belum mau berandai-andai soal restrukturisasi

Polri. Ia juga tidak bisa memberi

jaminan akan menghentikan penyidikan kasus

mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, dan penyidik

KPK Novel Baswedan.

Ia berjanji akan berkomunikasi secara intensif

dengan KPK untuk mengambil keputusan.

Yang jelas, penyelesaian konflik Polri dengan

KPK menjadi prioritas tugasnya setelah dilantik

menjadi Kepala Polri. Ia pun meminta restu.

“Mohon dukungannya. Ini situasi yang sulit.” ■

MONIQUE SHINTAMI, IBAD DUROHMAN, ISFARI HIKMAT, ADITYA MARDIAS-

TUTI, HANS HENRICUS | IIN YUMIYANTI

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

PENGACARA

CENDANA

DI PUCUK

KPK

DI ANTARA TIGA PELAKSANA

TUGAS PIMPINAN KPK,

INDRIYANTO PALING DISOROT.

IA PERNAH JADI PENGACARA

SOEHARTO DAN KORUPTOR SERTA

PENGGUGAT UNDANG-UNDANG

ANTIKORUPSI.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Indriyanto Seno Adji (ketiga kiri)

mendampingi Tommy Soeharto

di LP Cipinang sebelum

berangkat ke pengadilan pada

2002.

EDY PURNOMO/GETTY IMAGES

BISAKAH masa lalu menjadi sekadar

masa lalu? Kelak pelaksana tugas

pimpinan Komisi Pemberantasan

Korupsi Indriyanto Seno Adji akan

membuktikannya.

Riwayat Indriyanto sulit dilepaskan dari bangunan

bercat kuning gading di Jalan Tulodong

Bawah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tanpa

plang, rumah lengang itu adalah kantor pengacara

yang dirintis Oemar Seno Adji, mantan

Ketua Mahkamah Agung RI.

Kini kantor itu dikomandani dua putranya:

Wimboyono Seno Adji sang kakak dan adiknya,

Indriyanto Seno Adji. “Awalnya kantornya di Jalan

Raden Saleh dan sejak 2005 pindah ke sini,”

kata Ismanial, yang bekerja jadi resepsionis di

firma hukum itu selama hampir 20 tahun.

Kedekatan dengan advokat Juan Felix Tampubolon

membuat mereka dikenal sebagai

pengacara Keluarga Cendana. Wimboyono

dan Indriyanto jadi penasihat hukum mantan

presiden Soeharto saat menggugat status tahanan

rumah oleh Kejaksaan Agung dan kasus

yang melibatkan yayasan yang dimiliki keluarga

Soeharto.

Duet kakak-adik ini juga ikut dalam gugatan

ganti rugi Rp 1 triliun terhadap majalah Time.

Majalah berita itu pada edisi 24 Mei 1999 menulis

Soeharto dan Keluarga Cendana memiliki

kekayaan sekitar US$ 15 miliar.

Wimboyono dan Indriyanto juga mendampingi

Hutomo Mandala Putra alias Tommy

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Soeharto dalam kasus kepemilikan senjata api

dan pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin

Kartasasmita.

Tommy diganjar dengan hukuman 15 tahun

penjara. Namun, setelah pengurangan hukuman

lewat peninjauan kembali dan remisi, Tommy

hanya 4 tahun mendekam di bui.

Setelah kasus-kasus kelas kakap itu, nama

Wimboyono tenggelam. Sedangkan Indriyanto,

yang jadi guru besar hukum di Universitas

Indonesia dan Universitas Krisna Dwipayana,

masih kerap muncul di pemberitaan dengan

opini seputar kasus-kasus hukum terbaru.

Namun, pada Jumat, 20 Februari 2015, Indriyanto

kembali naik daun saat Presiden Joko

Widodo melantiknya menjadi pimpinan sementara

Komisi Pemberantasan Korupsi, mengisi

posisi yang ditinggalkan Busyro Muqoddas.

Kantor pengacara Oemar

Seno Adji & Partners di Jalan

Tulodong Bawah, Jakarta

Selatan.

IBAD DUROHMAN

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Pimpinan sementara KPK,

(ki-ka) Taufiequrachman Ruki,

Indriyanto Seno Adji, dan

Johan Budi S.P., mengucapkan

sumpah jabatan di Istana

Negara, Jakarta, Jumat (20/2).

BAHTIAR/DETIKCOM

Selain Indriyanto, Jokowi mengangkat Taufiequrachman

Ruki dan Deputi Pencegahan KPK

Johan Budi Sapto Prabowo sebagai pengganti

Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Indriyanto, yang belakangan lebih banyak

muncul ke publik sebagai pengamat hukum,

mengatakan ia ditelepon Istana menjelang

pengumuman nama komisioner sementara.

Jokowi mengumumkan ketiga nama pelaksana

tugas pimpinan KPK pilihannya sekitar pukul

14.00 WIB pada Rabu, 18 Februari 2015.

“Itu hanya beberapa menit sebelum pengumuman,”

kata Indriyanto kepada majalah

detik. “Enggak sampai setengah jam, kok.”

Indriyanto sebenarnya bukan wajah asing di

kalangan penegak hukum. Ia mengajar di Pusat

Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung,

Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, dan mengisi

pelatihan hakim di Mahkamah Agung.

Polisi dan jaksa yang pernah berdinas di KPK

juga mengenalnya karena Indriyanto adalah

anggota staf pengajar kelas khusus KPK di

Program Magister Ilmu Hukum Universitas

Indonesia. “Sampai sekarang masih,” ujarnya.

Karier akademik di bidang hukum juga membawa

hidup Indriyanto berkelindan dengan

penyusunan berbagai draf undang-undang antirasuah.

Dia anggota tim perumus Rancangan

Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, RUU

Tindak Pidana Suap, RUU Pencucian Uang,

RUU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, serta

RUU tentang Perampasan Aset.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Presiden Joko Widodo

mengucapkan selamat

kepada ketua sementara KPK,

Taufiequrachman Ruki, di Istana

Negara, Jakarta, Jumat (20/2).

WIDODO S. JUSUF/ANTARA FOTO

Namun kedekatan Indriyanto dengan dunia

korupsi bukan hanya dari jalur akademik, tapi

juga lewat profesi advokat. Indriyanto bersama

Wimboyono tercatat pernah jadi penasihat hukum

mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh

dan bekas Bupati Kutai Kartanegara Syaukani

Hasan Rais yang terbelit dugaan korupsi.

Ia juga jadi pengacara mantan Direktur Bank

Indonesia yang menggunakan dana Yayasan

Pengembangan Perbankan Indonesia sebesar

Rp 100 miliar antara lain untuk pemberian bantuan

hukum terkait kasus Bantuan Likuiditas

Bank Indonesia (BLBI). Mantan Kepala Bareskrim

Komjen Susno Duadji juga pernah menyebutnya

sebagai pengacara dua pemegang

saham Bank Century, Rafat Ali Rizfi dan Hisyam

Al Waraq. Kasus Bank Century dan BLBI

kini tengah diusut KPK.

Rekam jejak inilah yang mengundang protes

penunjukan Indriyanto dari Koalisi Masyarakat

Sipil Antikorupsi, yang antara lain beranggotakan

Indonesia Corruption Watch serta Komisi

untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan.

Apalagi Koalisi mendapati Indriyanto

pernah mendampingi para pemohon judicial

review Undang-Undang KPK ke Mahkamah

Konstitusi.

Koalisi juga mencatat Indriyanto terlibat

dalam pelemahan pengawasan kehakiman

ketika jadi penasihat hukum 31 hakim agung

yang mengajukan permohonan uji materi

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Membuktikan

bahwa dia bisa

menjalankan tugas

ini dengan baik, tak

terpengaruh bahwa

sebelumnya jadi

pengacara yang

berlawanan dengan

KPK.

klausul kewenangan supervisi Komisi Yudisial

terhadap kinerja para hakim MK dan MA. MK

mengabulkan gugatan itu dan menyatakan

semua kewenangan pengawasan atas hakim

bertentangan dengan konstitusi.

“Sangat disayangkan Pak Jokowi memilih pelaksana

tugas yang punya track record (kurang

bagus) atau potensi konflik kepentingan yang

cukup besar,” kata Koordinator ICW Ade Irawan.

Menurut Ade, konflik kepentingan itu terutama

dari rekam jejak pernah membela klien yang

kasusnya dipegang KPK.

Koalisi, kata Ade, sebenarnya kaget karena

nama Indriyanto dimunculkan Jokowi dan

langsung dilantik meski protes dilontarkan. “Ya,

ini kan sangat cepat sekali waktunya dan kami

agak kaget Pak Jokowi milih dia.”

Ke depan, ujarnya, Indriyanto mesti membuktikan

diri tak punya konflik kepentingan.

“Membuktikan bahwa dia bukan titipan, bahwa

dia bisa menjalankan tugas ini dengan baik,

tak terpengaruh bahwa sebelumnya jadi pengacara

yang berlawanan dengan KPK,” kata Ade.

Menanggapi kritik soal rekam jejaknya, Indriyanto

menegaskan akan berupaya menghindari

konflik kepentingan. Ia berjanji akan

menyampaikan dalam rapat pimpinan KPK jika

kasus yang ditangani bersinggungan dengan

dia atau kantor pengacara keluarganya. “Kalau

ada, saya akan mundur dalam penanganan

(perkara) itu,” tuturnya.

Indriyanto juga mengatakan semua kasus

lamanya, termasuk pernah membela Soeharto,

adalah masa lalu. “Enggak ada masalah. Itu

masa lalu. Artinya, jangan backward, kita melihat

forward saja sekarang,” katanya.

Nama Indriyanto memang muncul dalam

dua jam pembahasan soal komisioner sementara

KPK oleh Jokowi, Wakil Presiden Jusuf

Kalla, dan Menteri-Sekretaris Negara Pratikno.

“Itu sudah di kawasan tiga orang saja: Presiden,

Wakil Presiden, dan Pratikno,” kata seorang

sumber di Istana.

Pakar hukum tata negara Universitas Indonesia,

Refly Harun, mengatakan nama Indriyanto

tidak termasuk dalam tujuh usulan yang

disampaikan KPK. Refly menceritakan, sehari

sebelum pengumuman Jokowi, ia dan para

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Presiden Jokowi dan Wapres

Jusuf Kalla saat menghubungi

para calon pimpinan

sementara KPK, Rabu (18/2).

HUSSEIN ABDULLAH/STAF JUSUF KALLA

pakar hukum diundang ke kantor KPK buat

membahas nama usulan dari komisi antirasuah

itu.

Selain Refly, ada guru besar hukum tata

negara Universitas Gadjah Mada, Denny Indrayana;

pakar hukum tata negara Universitas

Andalas, Saldi Isra; dan Direktur Pusat Kajian

Antikorupsi UGM, Zainal Arifin Mochtar. Pada

Selasa, 17 Februari, sore itu, mereka menyatakan

kepada publik bahwa yang dibahas adalah

langkah hukum KPK setelah Pengadilan Negeri

Jakarta Selatan menyatakan status tersangka

Komisaris Jenderal Budi Gunawan tidak sah.

Namun, dalam diskusi bersama komisioner

KPK Bambang Widjojanto itu, “KPK meminta

masukan saran ke kami,” kata Refly. Menurut

dia, saat itu tersebutlah nama antara lain

mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud

Md., Busyro Muqoddas, mantan Ketua Pusat

Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus

Husein, Kepala Biro Hukum KPK Chatarina

Girsang, serta Johan Budi.

Hasil penggodokan itu dituangkan dalam

daftar berisi tujuh nama yang diajukan oleh

Tim Krisis KPK yang diketuai Johan Budi kepada

Presiden Jokowi. Namun, menurut Johan Budi,

tujuh nama yang akhirnya diajukan kepada

Presiden bukan berasal dari kalangan KPK.

Karena itu pula Johan kaget ketika dihubungi

Istana buat jadi pelaksana tugas pimpinan KPK.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Susunan baru pimpinan

KPK (ki-ka): Adnan Pandu

Pradja, Indriyanto Seno

Adji, Taufiequrachman Ruki,

Zulkarnain, dan Johan Budi,

saat jumpa pers di gedung

KPK, Jakarta, Jumat (20/2).

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

“Saya sama sekali tidak nyangka dan terkejut,”

kata Johan.

Johan bercerita, hari itu ia pulang pukul lima

pagi dari kantor. Ia tiba di rumah sejam kemudian

dan tertidur. Saat terlelap itu, ponselnya

berkali-kali dikontak oleh Istana tapi tak diresponsnya.

Setelah 53 panggilan tak terjawab dan serangkaian

pesan pendek, Johan akhirnya mengangkat

panggilan telepon dari ajudan Kalla pada

pukul satu siang. Berhasil terhubung, sang

ajudan lalu mengoper telepon kepada Kalla.

“Ini Pak Johan dari pagi kita kontak tidak

bisa,” kata Kalla seperti ditirukan Johan. “Anda

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Kau yang

mulai, kau yang

mengakhiri, ini

seperti lagu.

ditunjuk sebagai pelaksana tugas pimpinan

KPK, Anda siap tidak?”

Johan, yang mulai bergabung dengan KPK

sebagai juru bicara pada 2005, menyanggupinya.

Lengkaplah karier Johan di komisi antirasuah

itu, yang sebelumnya menjabat Direktur

Pelayanan Masyarakat dan Kepala Biro Humas

KPK.

Pria 48 tahun ini sebenarnya sempat maju

dalam seleksi pimpinan KPK pada 2011. Namun

lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia

ini tak lolos tahap seleksi awal di DPR.

Masuknya Johan Budi juga jadi salah satu

alasan mantan atasannya, Ruki, bersedia kembali

ke KPK. Mantan Ketua KPK yang merupakan

pensiunan polisi berpangkat inspektur

jenderal itu menuturkan bersedia memenuhi

permintaan Kalla antara lain setelah tahu siapa

saja yang akan mendampinginya.

Saat itu Kalla juga menjelaskan Ruki dipilih

karena pernah membawa KPK bangkit setelah

insiden Cicak Versus Buaya Jilid I. “Kau yang

mulai, kau yang mengakhiri, ini seperti lagu,”

kata Ruki ditambah tertawa kecil menirukan

ucapan Kalla.

Tapi Ruki menyanggupi dengan syarat. “Kalau

gitu, baiklah, Pak. Tapi sementara saja, paling

lama sepuluh bulan,” ujarnya kepada Kalla.

Ruki sadar posisinya sebagai komisaris dan

penasihat di sejumlah perusahaan, seperti di

Bank Jabar Banten, dikritik rentan mengalami

konflik kepentingan. Ia memilih mundur. “Saya

sadar harus melakukan itu karena ada konflik

kepentingan,” ujarnya.

Meski ketiga pelaksana tugas pimpinan KPK

mendapat kritik, optimisme bahwa mereka

akan mampu memimpin KPK tetap muncul.

Busyro menilai mereka sangat kompeten dan

pilihan yang tepat.

Johan bersama Taufiequrachman Ruki dan

Indriyanto Seno Adji dinilai bisa bekerja melakukan

tahapan awal, baik di lingkup internal

maupun eksternal. “Saya optimistis dengan

ini,” katanya. ■

BAHTIAR RIFAI, IBAD DUROHMAN, MONIQUE SHINTAMI, IKHWANUL KHABIBI |

OKTA WIGUNA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - - 1 MARET 2015


FOKUS

FOTO: AGUNG PHAMBUDHY/DETIKCOM

BADRODIN HAITI:

SOAL REKENING

GENDUT, TANYA

SAJA KPK

“ADA POLIS ASURANSI RP 1 MILIAR.

ITU ADA DI LHKPN.”

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Mantan Kepala Polri Jenderal

Sutarman (kiri) dan Wakil

Kepala Polri Komjen Badrodin

Haiti saat upacara penyerahan

tugas wewenang dan tanggung

jawab di Mabes Polri, Jakarta,

Rabu (21/1).

SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO

KOMISARIS Jenderal Badrodin Haiti

diusulkan Presiden Joko Widodo

untuk menjadi calon Kepala Polri ke

Dewan Perwakilan Rakyat. Namanya

pernah disebut-sebut sebagai salah satu

jenderal pemilik rekening gendut.

Badrodin akan menggantikan Komjen Budi

Gunawan, yang pencalonannya menimbulkan

kontroversi setelah Komisi Pemberantasan

Korupsi menetapkannya sebagai tersangka

pemilik rekening gendut. Menjadi tersangka,

Budi mengajukan permohonan praperadilan

dan menang. Namun, karena pencalonan Budi

menimbulkan kontroversi, Jokowi memutuskan

tidak melantiknya dan memilih menunjuk

Badrodin.

Badrodin tidak khawatir akan bernasib sama

dengan Budi Gunawan. Pemilik harta Rp 8,2

miliar ini menyatakan tidak ada masalah dengan

hartanya. Ia mengaku sebagai polisi yang

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Komjen Badrodin Haiti

meninjau banjir di depan

Citraland, Jakarta Barat,

beberapa waktu lalu.

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

rajin melaporkan hartanya ke KPK.

Hasil penelusuran Pusat Pelaporan dan

Analisis Transaksi Keuangan, Badrodin disebut

tercatat membeli polis asuransi pada PT

Prudential Life Assurance dengan harga yang

fantastis, yakni sebesar Rp 1,1 miliar. Badrodin

menjelaskan semua sudah dilaporkan ke

KPK. “Ada polis asuransi Rp 1 miliar. Itu ada di

LHKPN. Terbuka kok itu,” ujarnya.

Lantas bagaimana Badrodin akan menyelesaikan

kisruh Polri dengan KPK? Bagaimana

pula ia akan memberi posisi kepada Budi

Gunawan?

Berikut ini wawancara dengan Badrodin

Haiti di rumah dinasnya, Jakarta, Kamis, 19

Februari.

Sekarang Anda dicalonkan jadi Kapolri.

Bagaimana Anda akan menyelesaikan kisruh

KPK-Polri?

Penyelesaian KPK-Polri menjadi prioritas

yang akan kita ambil. Kalau itu tidak selesai,

kerja sama ke depannya juga tidak baik. Karena

itu, (permasalahan) itu kita selesaikan dulu.

Penyelesaiannya, kita mau duduk bareng

membicarakan apa maunya kamu, apa maunya

dia. (Kisruh) yang sekarang ini kan paling

berat karena memang sudah ada politiknya di

sini, sehingga Bapak Presiden juga mengambil

keputusannya harus menghitung-hitung.

Menghitung mana yang tepat.

Anda sebelumnya bilang akan ada

komunikasi dengan pimpinan KPK yang

baru terkait penanganan pimpinan KPK

yang sudah dijadikan tersangka. Apakah

maksudnya kasusnya akan di-SP3?

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Saya sudah terbiasa

menangani kasus.

Wakil Kepala Polri, Komjen Pol

Badrodin Haiti saat menggelar

pertemuan di Mapolda Kepri,

Batam, Selasa (23/9).

JOKO SULISTYO/ANTARA

Jadi begini, selama ini komunikasi antara

KPK dan Polri secara personal berjalan baik,

akan tetapi dibangun setelah ada kasus. Setelah

ada kasus, baru komunikasi (dilakukan)

secara intensif. Kenapa tidak dibangun dari

awal untuk melakukan pencegahan? Misalkan,

kalau ada sesuatu, ngasih tahu, “Ini Pak,

bahaya.” Kan harusnya seperti itu. Kalau ada

suatu penyimpangan, jangan dibiarkan saja,

jadi akhirnya hubungan ini baik di permukaan

tapi di dalamnya masih ada kecurigaan.

Pola komunikasi yang baru intensif ketika

ada kasus harus diubah. Apalagi pola hubungan

Polri dan KPK pada level pelaksana—artinya

penyidik—seolah-olah ditanamkan bahwa penyidik

di KPK ini, dan penyidik Polri ini. Selalu

sasarannya Polri, tidak boleh begitu, kan. Tak

boleh. Jadi seperti itu. Kalau ada penyimpangan,

ya kasih tahu.

SP3 ada persyaratannya. SP3 kan instrumen

hukum. Nah, persoalan persyaratannya kan

harus ada. Tak bisa sewenang-wenang, “Oh,

saya maunya SP3”. Tak bisa begitu.

Artinya proses hukum yang melibatkan

pimpinan KPK dan 21 penyidik akan jalan

terus?

Ya, bisa jalan terus, bisa tidak. Tergantung

alat buktinya.

Kasus Novel Baswedan diperkarakan

kembali, padahal sebelumnya telah dihentikan….

Yang manggil Polda Bengkulu. Itu memang

sempat dihentikan, tapi belum SP3. Kan ada

yang menanyakan kasus itu, tak bisa sewenang-wenang

kita. Harusnya yang lalu itu di-

SP3 memang kalau alasan hukumnya kuat.

Bila seperti itu, kan menimbulkan kesan

ada pelemahan terhadap KPK.

Ya, saya sih tidak berpendapat begitu. Kalau

ada kasus, ya siapa pun harus diproses hukum.

Tahun depan, kalau tak salah, kedaluwarsa

kasusnya. Ada korban yang melaporkan,

sehingga (kasus Novel) harus diselesaikan.

Nanti kalau kedaluwarsa kan tak bisa diproses

hukum lagi. Di mana lagi dia (korban) mencari

keadilan?

Pengacara BG mengatakan yang mengusulkan

nama Anda adalah BG sendiri.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Komjen Badrodin Haiti (kanan)

bersama Kepala Polda

Kepulauan Riau Brigjen Arman

Depari (kiri) menjenguk salah

satu personel Batalion Infanteri

134/TS yang menjadi korban

penembakan oleh anggota

Brimob Polda Kepri di RSUD

Embung Fatimah, Batam,

beberapa waktu lalu.

IKLIL FAIZ/ANTARA

Bagaimana tanggapannya?

Saya tidak tahu siapa yang mengusulkan.

Tetapi Wanjak (Dewan Kebijakan dan Kepangkatan

Polri) terakhir Jumat lalu berkumpul.

Itu kan ada bintang tiga, bintang dua, di situ

ada semua, ditanya satu per satu. Ada yang

bersedia, ada yang tidak bersedia dicalonkan

jadi Kapolri. Nah, kemudian yang bersedia

dicalonkan jadi Kapolri itu ada di situ hasil

wawancaranya ada empat orang yang bintang

tiga, termasuk yang di luar struktur. Kemudian

ada dua orang bintang dua.

Nah, itu yang kita ajukan ke Presiden. Tapi

siapa pilihan Presiden, kita kan tak tahu, siapa

yang membisiki Presiden, siapa yang ini, apa

pertimbangan Presiden, ini tentu yang tahu

Presiden. Saya sendiri tak tahu. Waktu itu ada

enam orang yang diajukan Wanjakti (Dewan

Kebijakan dan Kepangkatan Tinggi Polri). Jadi

siapa pun yang ditunjuk Presiden, kita loyal.

Jadi kita tak tahu apakah yang mengusulkan

nama saya adalah BG.

(Tiba-tiba ada panggilan telepon masuk.

Badrodin lalu menerima panggilan tersebut.

“Saya minta dukungannya karena ini situasi

yang sulit.”)

Apa yang dimaksud masa-masa sulit?

Ya, maksudnya, saya sudah terbiasa menangani

kasus. Waktu eksekusi Tibo (kasus Poso),

itu jadi pelatihan. Kemudian, saat konflik Poso

meningkat, saya dicari untuk dijadikan kapolda

di sana. Kemudian, ketika di Sumatera Utara

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Aksi simpatik Save Polri ketika

hari bebas kendaraan bermotor

di Jakarta, Minggu (8/2).

ZABUR KARURU/ANTARA

ada persoalan, terus kemudian Ketua DPRD

Abdul Aziz Angkat meninggal, itu kan saya di

sana juga untuk menyelesaikan persoalan. Jadi

itu sudah menjadi garis tangan saya kalau ada

persoalan-persoalan. Ya, saya dipilih untuk

menangani.

Nama Anda pernah disebut-sebut dalam

daftar rekening gendut para jenderal.

Bagaimana penjelasan Anda?

Ada polis asuransi Rp 1 miliar. Itu ada di

LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara). Terbuka kok itu. Ada semua di

LHKPN. Saya sudah lima kali menyerahkan

LHKPN, paling banyak kali di kepolisian.

Jadi tidak mungkin terulang kejadian

yang menimpa Komjen BG?

Makanya tanya saja sama KPK, pernah saya

jelaskan ke KPK. Sewaktu klarifikasi calon Kapolri

tahun 2013, sama Pak Tarman itu sudah

saya sampaikan. Sudah pernah terbuka.

Kapan komunikasi terakhir dengan BG?

Tadi malam. Beliau yang telepon. Saya agak

heran, kalau saya komunikasi dengan Pak BG,

itu kenapa jadi surprise, hal yang aneh. Menurut

saya, itu hal yang biasa saja. Saya bilang, tadi

malam saya minta bantu komunikasi sama partai

politik. Saya kan tidak banyak kenal dengan

partai politik. Kalau Komisi III kan mitra Polri,

tapi pimpinan partai politik banyak tidak kenal

saya. Pak BG kan jaringannya banyak, jaringannya

luas. Saya minta dibantu dikomunikasikan

dengan partai politik, konteksnya supaya

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Komjen Badrodin Haiti di Istana

Bogor setelah memenuhi

panggilan Presiden Joko Widodo

terkait kasus hukum Wakil

Ketua KPK Bambang Widjojanto,

Jumat (23/1).

WIDODO S. JUSUF/ANTARA FOTO

ada persamaan persepsi. Kemarin malam kan

masih banyak komentarnya.

Komentar bahwa Anda orangnya Nas-

Dem?

Bukan, saya tidak ada.

Kabar beredar BG akan dijadikan Wakapolri.

Apakah benar?

Bisa juga. Bisa jadi Irwasum (Inspektur Pengawasan

Umum). Jadi kan sangat tergantung

Wanjak nanti. Itu juga atas persetujuan Presiden.

Kalau Wanjak setuju tapi Presiden tidak

setuju, kan tidak bisa juga. Belum ada jabatan

yang kosong. Tapi, terus terang saja, di antara

jabatan bintang tiga semua, yang paling lama

Pak BG. Secara normatif juga ada mutasi walaupun

tidak promosi, namanya penyegaran

kalau dalam organisasi. Ke mana nanti, terserah

Wanjak. Yang seperti itu hal yang wajar

menurut saya. Jangan diartikan yang lain-lain,

bisa di mana saja.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Personel Polri saat

mengamankan bentrokan warga

di Makassar beberapa waktu lalu.

YUSRAN UCCANG/ANTARA

Dalam kasus BW dan AS, Polri dituding

mencari-cari masalah….

Semua kalau kita cari-cari kesalahan juga

ada. Pak BG kalau dicari-cari kesalahan juga

ada. Kalau kamu saya cari-cari kesalahan juga

ada. Tapi kan tak seperti itu. Makanya saya

bilang, kita memprioritaskan yang mana. Di

negeri ini, kalau semuanya dicari kesalahannya

ada.

Masalah Pak BW misalnya, itu kasus lama

kok diungkap lagi, nah Pak BG juga kasus

lama. Kok tak dipersoalkan? Selalu yang dilihat

polisi. Makannya saya katakan, Anda bilang

kriminalisasi, kita lihat konteksnya. Kasus Pak

Budi, tanggal 12 Januari itu laporannya, tanggal

12 Januari surat perintah penyidikannya,

tanggal 12 juga kalau tak salah diumumkan

status tersangka. Apalagi Pak BG belum

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


FOKUS

Komjen Badrodin Haiti (kanan)

dan Asisten Bidang Perencanaan

Umum dan Pengembangan Irjen

Sulistyo Ishak dalam rapat di

DPR beberapa waktu lalu.

ISMAR PATRIZKI/ANTARA

diperiksa. Apakah ada aliran dana misalnya,

kan harus ditanya dulu hubungannya apa, ini

utang-piutang, terus apakah itu pidana? Itu

yang selalu saya sampaikan. Media kan selalu

menganggap yang (melakukan) kriminalisasi

itu Polri. Nah, yang begitu (kasus BG) apakah

bukan kriminalisasi?

Dalam putusan praperadilan, BG menang.

Jika nanti KPK melanjutkan penyidikan,

bagaimana?

Ya, sebenarnya tak boleh, tak boleh menyidik.

Artinya begini, kasus yang ditangani

itu kalau memang pertimbangan hukumnya

Pak BG bukan penyelenggara negara, KPK tak

berwenang. Bukan wilayah dia, harus diserahkan

ke kepolisian atau kejaksaan. Jadi penegak

hukumlah yang melakukan penyidikan proses

pidana. ■ IBAD DUROHMAN, ISFARI HIKMAT | IIN YUMIYANTI

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INSPIRING PEOPLE

KUE NDESO

JADI JUARA

“KAMI MENJADI PIONIR BUKAN

LANTARAN KAMI KAYA DAN PINTAR,

TAPI KARENA KAMI KONSISTEN

TETAP MENGGUNAKAN BAHAN

UMBI-UMBIAN.”

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INSPIRING PEOPLE

Tap untuk melihat

Video

SIAPA bilang ubi makanan ndeso? Di

tangan Tuti Suparti, 40 tahun, dan

teman-temannya, makanan ndeso itu

bisa disulap menjadi kue-kue yang

cantik, tak kalah legit dan menarik dari kue di

toko-toko besar di Jakarta. Ada satu lagi nilai

plus kue mereka. Bukan sekadar cantik penampilannya,

kue Tuti juga sehat.

Bak seorang chef di hotel bintang lima, tangan

Tuti lihai mengaduk bahan kue berwarna-warni

dalam loyang. Ada yang berwarna kuning, ada

yang merah, ada pula hijau dan oranye. Tapi

jangan kira warna-warna terang itu bersumber

dari bahan pewarna buatan.

Semua warna itu berasal dari bahan makanan

alami. Untuk mendapatkan warna kuning, Tuti

dan teman-temannya menggunakan buah labu

kuning. Supaya makanan berwarna ungu, Tuti

memakai ubi ungu. Warna merah di kue diperoleh

dari warna buah bit.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INSPIRING PEOPLE

cake, kue pelangi berwarna-warni.

Tuti, Elly, dan teman-temannya adalah binaan

Ambarwati Hernawan, 47 tahun, pendiri CV

Arum Ayu. Ada ribuan “Tuti”, ibu-ibu yang

belajar membuat kue berbahan umbi-umbian

dari Ambar. Berkat keahliannya, kini bersama

Ambar, Tuti dan Elly menjadi mitra perusahaan

minuman ringan di Tangerang. Setiap kali perusahaan

tersebut membuat acara, semua kue

dipesan dari Tuti dan Elly.

Tak hanya melayani pemesanan dalam jumlah

besar, sehari-hari keduanya membuat kue

untuk dijual di rumah. Dan sejak bergabung

dan belajar ke Ambar, mereka mengaku bisa

memperoleh pendapatan yang lumayan, bisa

menabung dan membiayai anak-anaknya berkuliah.

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

“Dijamin kue yang kami buat aman dan

sehat,” Tuti berpromosi. Tak sampai tiga puluh

menit, semua loyang yang dikukus dalam panci

rebus telah tersaji cantik dengan hiasan buah

stroberi, jeruk, kiwi menjadi rainbow cassava

●●●

Ambar masih ingat pengalaman pahit saat

dia mulai merintis usaha kue dari ubi ini. Suatu

kali, sembari menggendong anaknya yang

masih berumur 1 tahun, Ambar menjajakan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INSPIRING PEOPLE

Dijamin kue yang

kami buat aman dan

sehat.

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

penganannya di pinggiran Jakarta Convention

Center bersama penjual lain.

Tak disangka puluhan personel Satuan Polisi

Pamong Praja datang dan, tanpa peringatan,

langsung mengangkut dagangannya ke atas

truk. Ambar dan anaknya ikut serta “digaruk”,

diangkut ke atas mobil bak terbuka. Ambar

berusaha tabah. Apalagi ia merasa tak melakukan

kesalahan. Bersama puluhan penjual,

Ambar telah membayar biaya bazar makanan.

Belakangan, dia baru tahu bahwa orang yang

selama ini menarik pungutan untuk biaya bazar

itu seorang preman.

Tapi Ambar tak patah semangat. Pengalaman

digaruk petugas, juga cibiran dari orang-orang,

ia anggap sebagai “gizi” untuk memacu

diri. “Saya menghibur diri supaya tak

patah semangat,” katanya. Apalagi kue

yang dia buat bukan sekadar barang

jualan, tapi juga jadi makanan bagi anakanaknya.

Sepuluh tahun lalu, sebenarnya Ambar

punya jalan karier yang lumayan di satu

kantor pengacara di Jakarta. Tapi dia

selalu dirundung rasa bersalah karena sering

meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil.

“Saya merasa yang saya kerjakan bukan passion

saya. Meskipun saya punya karier bagus,

tetap saja saya tak menikmati,” katanya.

Ambar merasa sedih karena tak bisa mengawasi

makanan yang dikonsumsi anaknya.

Hatinya terketuk saat melihat beberapa teman

anaknya yang mengidap autis dan penyakit degeneratif.

Dia bertanya-tanya, mengapa banyak

orang tak sadar bahwa penyakit yang mereka

dan anak-anaknya idap awalnya bersumber

dari makanan yang mereka konsumsi.

Prihatin melihat banyaknya makanan, yang

kebetulan menjadi makanan favorit anaknya,

yang diolah dengan menggunakan pewarna

dan berbahan “tidak aman”, Ambarwati memutar

otak mencari cara bagaimana supaya

anaknya bisa tetap makan kue enak, aman, dan

sehat.

Ambarwati melakukan investigasi dan penelitian

kecil-kecilan. Mencari tahu bahan apa

saja yang digunakan untuk membuat kue. Ibu

dua anak ini tahu bahwa kue yang dimakan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INSPIRING PEOPLE

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

anaknya berbahan dasar

tepung terigu, tapi ia tak

menyangka ternyata jenis

dan variasi makanan yang

dijual di pasaran menggunakan

bahan berbahaya, antara lain zat

pewarna kimia, formalin, boraks,

dan pengawet.

Ambar bereksperimen mengganti

tepung terigu dengan tepung

umbi-umbian. Supaya kuenya

berwarna cerah, dia memilih umbi-umbian

segar yang berwarna terang atau umbi yang

sudah dalam bentuk tepung dengan tambahan

warna dari tumbuhan yang mudah dicari,

seperti daun suji atau pandan.

Kenapa memilih tepung umbian-umbian?

Ambar punya pertimbangan lain. Ia tahu bahwa

tepung terigu merupakan barang impor.

Jika setiap membuat kue selalu menggunakan

bahan yang tak bisa ditanam dan diolah di Indonesia,

ia membayangkan berapa besar ongkos

yang dikeluarkan masyarakat untuk membiayai

petani di luar negeri.

Padahal ada produk asli negeri ini yang tak

kalah enak. Umbi-umbian, menurut Ambar, juga

punya nilai lebih lain. Kandungan gula dan karbohidratnya

tak setinggi terigu. “Sudah saatnya kita

tak bergantung pada negara lain. Kalau di negara

sendiri ada, mengapa harus cari yang enggak

ada?” ujarnya.

Satu kali percobaan gagal, Ambar pantang

menyerah. Ia mencobanya lagi dan lagi. Entah

berapa kali mencoba hingga dia menemukan

resep paling pas di lidah konsumen pertama-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INSPIRING PEOPLE

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

nya: anak-anak dan suaminya sendiri. “Tester

saya anak-anak dan suami. Kalau mereka bilang

tidak enak, saya mencobanya lagi,” ujar

Ambar.

Dia merasa puas saat anak-anaknya tak

lagi melirik jajanan di luar selain buatannya.

Yang membuat Ambar bangga, anak-anaknya

bahkan telah memiliki kesadaran memilih

mana makanan yang aman dan sehat dan

mana makanan yang tidak sehat.

Dari promosi anak-anaknya

pula teman-teman anaknya

di sekolah dan orang tuanya

memesan kue ke Ambar.

Perlahan kelihaiannya membuat kue enak berbahan

umbi-umbian tercium oleh banyak orang.

Dan makin banyak pula orang yang memesan

kuenya. Semakin pede dengan resepnya, Ambar

berniat menularkan ilmunya kepada ibu-ibu di

sekitar kompleksnya. Ia membentuk Bintaro Entrepreneur

Community (Komunitas Wirausaha

Bintaro).

Dari semula hanya ibu-ibu sekitar rumah di

Bintaro, Tangerang Selatan, sekarang “muridmurid”

Ambar sudah tersebar di pelbagai kota.

Perempuan kelahiran Yogyakarta ini bersyukur

ilmu yang ia tularkan bermanfaat bagi ibu-ibu.

Yang awalnya ibu-ibu ini secara ekonomi bergantung

pada suami, sekarang bisa berkarya

dan mandiri. Ambar berharap yang ia lakukan

bisa mempengaruhi sebanyak mungkin ibu-ibu

untuk memikirkan makanan yang dikonsumsi

anak-anak dan keluarganya.

“Karena kami menjadi pionir bukan lantaran

kami kaya dan pintar, tapi karena kami konsisten

menggunakan bahan umbi-umbian sebagai

bentuk rasa syukur kami terhadap kearifan lokal

dan kekayaan alam,” ujarnya. ■ KUSTIAH

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INSPIRING PEOPLE

BIODATA

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

AMBARWATI HERNAWAN

LAHIR

Yogyakarta, 29 Agustus 1968

SEKOLAH

● S-1, Fakultas Ilmu Sosial dan

Politik UGM dan Fakultas

Hukum UII

PENGHARGAAN:

● Juara I Tingkat Nasional untuk

olahan penganan Nusantara

dari Deperindag RI dan beberapa

instansi, 2007, 2008, 2009,

2010, 2011.

● Juara Aneka Lomba Cipta Menu

dan Kreativitas Horeka Makro,

2006-2010.

● Penghargaan Women Entrepreneur

Season City tahun

2010.

● Anugerah Adhikarya Ketahanan

Pangan dari Gubernur Provinsi

Banten Tahun 2011.

● Perempuan Inspiratif Nova 2011.

● Penghargaan Adhikarya Pangan

Nusantara dari Menteri Pertanian

RI Tahun 2011.

● Anugerah Adhikarya Pangan

Nusantara, Pelopor Ketahanan

Pangan Tingkat Nasional Tahun

2011 dari Presiden RI.

● Penghargaan Anugerah Pangan

Nusantara Kategori Pelaku

Pembangunan Pangan 2012 dari

Gubernur Banten—Rekor MURI

tahun 2013.

● Penghargaan Perintis Pengolah

Pangan Lokal Ramah Lingkungan

dari Wali Kota Tangerang

Selatan tahun 2013.

● Penghargaan Wirausaha Kreatif

APEC Unthinkable Kemenko

Perekonomian 2013.

● Penghargaan Kehati Award

2015.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015

MAJALAH MAJALAH DETIK 23 DETIK FEBRUARI 19 - 25 - 1 JANUARI MARET 2015


GAYA HIDUP

RIBUTNYA

JAS JOKOWI

MEMANG SUDAH “JATAHNYA”

JOKO WIDODO SELALU MENARIK

PERHATIAN. BUKAN CUMA SOAL

KEBIJAKAN-KEBIJAKANNYA SEBAGAI

PRESIDEN, TAPI JUGA CARANYA

MEMAKAI JAS.

THINKSTOCK

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


GAYA HIDUP

PRESIDEN Joko Widodo kembali

menjadi bulan-bulanan di media

massa. Kali ini bukan soal kasus

perseteruan Komisi Pemberantasan

Korupsi de ngan Polri.

Pria yang lebih akrab disapa Jokowi itu

dibicarakan karena jas yang dipakainya. Ya,

pria asal Solo, Jawa Tengah, itu di-“bully” di

Internet gara-gara fotonya saat mengenakan

setelan jas.

Foto “hot” menampilkan Jokowi dan istrinya,

Iriana, tengah berpose bersama Sultan

Brunei, istri, dan anak sang baginda. Foto

itu diambil di Istana Nurul Iman, Bandar Seri

Begawan.

Jokowi baru saja menandatangani nota

kerja sama Indonesia-Brunei sekaligus makan

malam. Sebelumnya, Jokowi memiliki agenda

yang sama di dua negara, Filipina dan Malaysia.

Foto berenam itu dimuat Brunei Times.

Sebenarnya tak ada yang terlalu “bermasalah”

BRUNEI TIMES

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


GAYA HIDUP

INDONESIABERKEBUN

ANTARA FOTO

dalam foto itu. Hanya, penampilan Jokowi dianggap

semrawut dan berantakan.

Jas Jokowi sebenarnya seperti jas kebanyakan.

Namun cara memakai jas dianggap salah

karena Jokowi membiarkan kancing bagian

bawah terbuka.

Hal itu membuat ujung dasi menjulur

ke luar. Tampak tak rapi. Sedangkan

Sultan Hassanal Bolkiah lebih

rapi. Beberapa netizen menyebut hal

ini memalukan.

“Aih, kok bisa ya Jokowi tidak menyadari

penampilannya yang cukup

memalukan itu,” begitu tulis salah

satu blogger.

Si blogger juga menyebut penampilan

Jokowi terkesan urakan. Dia juga

mengaku heran mengapa para ajudan

atau Iriana tak mengingatkan Jokowi.

Beberapa orang di Internet menyebut

Jokowi tidak mengerti etika

berpakaian resmi. Namun anggapan

berbeda justru datang dari desainer serta

pengamat fashion Nataya Naia.

Nataya menilai cara mengenakan jas Jokowi

sudah benar. Kancing bawah jas memang tidak

perlu dikancingkan. Dibiarkan terbuka.

Dari segi estetika, kancing jas paling bawah

memang tidak boleh dikancingkan. Soal kenyamanan

juga akan lebih baik kalau kancing

di bagian bawah dibiarkan terbuka.

Desainer itu justru bingung dengan sejumlah

komentar yang beredar. “Kok banyak yang

bilang kampungan, padahal ya sudah betul,”

ujarnya.

Realmenrealstyle.com juga pernah melansir

aturan memakai jas yang benar. Berdasarkan

artikel tersebut, cara Jokowi memakai jas berkancing

dua memang sudah benar.

Jika jas terdiri atas satu kancing, kancing itu

wajib selalu terpasang. Jika jas berkancing dua,

kancing yang harus terpasang hanya bagian

atas. Kancing bawah wajib dilepas.

Dan jika sebuah jas memiliki tiga kancing,

kancing tengahlah yang wajib dipasang. Adapun

kancing paling atas boleh dipasang boleh

tidak, tergantung kesukaan.

Pada saat duduk, seseorang yang menge-

WIKIPEDIA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


GAYA HIDUP

nakan jas wajib membuka

seluruh kancing yang ada.

Hal ini terkait dengan kenyamanan

berpakaian.

Aturan pemasangan

kancing jas ini berawal di

Inggris pada 1900-an. Tren

membiarkan kancing jas paling

bawah terbuka ini dimulai

oleh Raja Edward VII.

Saat itu sang raja tidak bisa menutup

kancing paling bawah karena

dirinya terlalu gemuk. Nah, untuk

menghormati sang raja, orang-orang

di sekitarnya mulai melakukan hal yang sama.

Kebiasaan ini kemudian secara bertahap

menyebar ke seluruh dunia seiring dengan

kekuasaan kerajaan Inggris yang melebar di

beberapa belahan dunia.

Dan tren itu bertahan hingga saat ini. Lihat

saja penampilan sejumlah kepala negara. Caranya

memakai jas saat ini kebanyakan sama

seperti Jokowi.

Di awal-awal penampilannya, Susilo Bambang

Yudhoyono kerap menutup semua

kancing jasnya. Namun, tak lama kemudian,

Yudhoyono mulai membuka kancing di bagian

bawah.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


GAYA HIDUP

GETTY IMAGES

Hal itu terlihat saat Yudhoyono berfoto

bersama Perdana Menteri Malaysia pada

2013. Dalam foto itu, baik Yudhoyono maupun

Perdana Menteri Malaysia tidak menutup

kancing jas paling bawah.

Obama juga

berpenampilan

serupa. Ada

banyak sekali

foto Obama

berjas,

baik di

dalam

maupun di luar negeri, yang memperlihatkan

tidak menutup kancing jas paling bawah.

Bahkan, di beberapa foto, dasi

Obama menyembul seperti

dasi Jokowi. Salah satunya saat

Obama bertemu dengan Yudhoyono

di Jakarta pada 2011.

Presiden Rusia Vladimir

Putin juga

sama. Saat berfoto

bersama Perdana

Menteri

Singapura Lee

Hsien Loong,

keduanya sama-sama

hanya

menutup

satu kancing.

Hmm, jadi

apa salah jas

Jokowi? n

MELISA MAILOA | KEN

YUNITA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


WISATA

PULAU

BERTATAH

BINTANG

MATAHARI MEMANCARKAN EKSOTIKA

AIR LAUTNYA YANG SEBENING KACA.

DI KALA LANGIT MULAI MENGHITAM,

BINTANG-BINTANG SELALU HADIR

SEOLAH ENGGAN MEMBIARKAN KANAWA

TERKURUNG DALAM KEGELAPAN.

THINKSTOCK

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


WISATA

BILA dibanding Labuan Bajo, Pulau

Kanawa memang kalah pamor.

Traveler Indonesia mungkin belum

menyadari eksistensi obyek wisata

di wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur,

ini.

Namun, di buku panduan perjalanan wisatawan

mancanegara, Lonely Planet, Pulau

Kanawa sangat direkomendasikan. Kira-kira

apa yang tersembunyi dari pulau itu?

Pulau Kanawa adalah salah satu tempat

untuk “menjauh” dari kebisingan kota. Sambil

memanjakan mata dengan pantai bening

berpasir putih.

Dari Labuan Bajo, Pulau Kanawa kira-kira

masih 15 kilometer lagi. Traveler dapat menyeberang

menggunakan boat selama kuranglebih

satu jam. Gratis jika traveler menginap

di resor.

Boat berangkat dari Labuan Bajo pukul

THINKSTOCK

WIKIPEDIA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


WISATA

12.00 WIT. Dan dari Pulau Kanawa, boat

berangkat setiap pukul 08.00 WIT. Jika ingin

waktu lebih fleksibel, ada kapal yang dapat

disewa.

Pengunjung akan terkagum-kagum oleh

kondisi pantai yang bersih. Di bawah sengatan

sinar matahari, air laut tampak sebening

kaca. Kehidupan di bawah lautnya langsung

tersibak jelas.

Beberapa titik di lautnya dangkal, bisa digunakan

untuk berenang maupun snorkeling.

Tidak perlu jauh-jauh, traveler dengan mudah

bisa menemukan terumbu karang, kura-kura,

dan bintang laut.

Belum cukup dengan berenang atau snorkeling,

silakan menjelajahi kekayaan bawah

laut dengan melakukan diving. Bagi pemula,

jangan khawatir, karena PADI Dive Center

THINKSTOCK

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


WISATA

LABUANBAJOFLORES.COM THINKSTOCK

menawarkan pengajaran diving.

Mulai memperkenalkan alat-alat, menonton video

peragaan diving, praktek alat di tempat dangkal, hingga

diving di sekitar dermaga.

Pemandangan laut juga dapat disaksikan dari ketinggian

dengan naik ke atas bukit yang terdapat di

pulau ini. Naiklah ke atas bukit melalui jalur tracking

yang disediakan pengelola pulau.

Medan yang agak sulit menyebabkan traveler membutuhkan

waktu 30-45 menit untuk sampai tiba di

puncaknya. Tapi semua terbayar saat sampai di atas.

Beberapa tempat duduk khusus disediakan agar

para pengunjung dapat menikmati matahari terbit

maupun terbenam dengan nyaman.

Bila jatuh hati pada pemandangan yang disuguhkan

Pulau Kanawa, ide yang paling baik adalah bermalam

di salah satu penginapan yang tersedia.

Pengelola pulau asal Italia telah mengembangkan 14

bu ngalo di kaki bukit batu yang menerawang ke arah

pantai. Bungalo dibangun di bibir pantai yang jernih.

Ada tempat tidur nyaman, berkelambu, dan tempat

tidur ayunan yang diapit dua pohon rindang. Selain

bungalo, traveler bisa memilih untuk bermalam di

bale-bale di sekitar pantai atau tenda.

WIKIPEDIA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


WISATA

NDRO MORROW/D’TRAVELER

ESTI MURDIASTUTI (TRAVELER)

Tentunya ketiga alternatif tempat tinggal

tersebut menawarkan fasilitas yang berbeda

dengan harga yang berbeda pula. Jadi silakan

memilih yang sesuai dengan kantong dan

kebutuhan, ya.

Malam hari di Pulau Kanawa membawa

pengalaman yang cukup unik. Listrik hanya

hidup dari pukul 18.00 WIT sampai 23.00 WIT.

Waktu lima jam ini umumnya dimanfaatkan

untuk mengisi ulang baterai gadget atau alatalat

elektronik yang dibawa. Setelah generator

dimatikan, kondisi pulau berubah menjadi

gelap-gulita.

Manfaatkanlah kegelapan malam untuk

berjalan-jalan ke sekitar dermaga. Silakan

tercengang oleh keindahan hamparan ribuan

bintang yang dapat dilihat secara jelas.

Jangan lupa membawa senter dan bersandarlah

di dermaga untuk menyaksikan keindahan

stargazing (rasi bintang). Tentunya

ini pengalaman langka untuk mereka yang

tinggal di perkotaan. n MELISA MAILOA | KEN YUNITA

DETIKTRAVEL

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI MARET 2015

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KULINER

SASHIMI

DI UJUNG UTARA

JAKARTA

FOTO-FOTO

: DIKHY SASRA/DETIKCOM

SESEKALI, LEMPARKANLAH DIRI ANDA KE

UJUNG UTARA JAKARTA UNTUK MENIKMATI

IRISAN IKAN SEGAR NAN MENGGODA.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KULINER

RESTORAN itu baru buka kirakira

tiga puluh menit sebelum

saya tiba pada pukul 12.00

WIB. Pas jam makan siang. Beberapa

meja sudah terisi oleh

tamu.

Saya lega karena tidak terlambat. Siang itu saya

punya janji dengan seorang teman pada pukul

13.00 WIB. Dan restoran ini juga pilihannya.

Awalnya, saya agak keberatan karena lokasinya

yang jauh. Terpencil dari pusat Kota Jakarta. Tapi

teman saya itu berjanji, saya tak akan kecewa

dengan menu-menunya.

Berhubung saya belum pernah sekali pun bertandang

ke Muara Baru, Jakarta Utara, saya sengaja

berangkat agak pagi. Kira-kira pukul 10.00

WIB dari Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Di sepanjang perjalanan, saya cemas. Apalagi,

sebelum masuk jalan tol dalam kota, saya sempat

terkena macet yang lumayan panjang di Jalan

Gatot Subroto.

Lokasi Sushi Masa memang terbilang tak lazim

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KULINER

untuk restoran Jepang. Lokasinya berada di area

Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman,

Perum Perikanan Indonesia.

Untuk sampai ke area restoran ini, pengunjung

dapat melintasi Jalan Muara Baru Raya, yang

kondisinya agak memprihatinkan. Berlubang dan

macet. Kadang-kadang terendam banjir rob.

Pengunjung perlu melewati gerbang pelabuhan

dengan membayar retribusi Rp 1.400 untuk

mobil. Setelah itu, carilah Jalan Tuna Raya.

Jangan berpikir akan menemukan tulisan

“Sushi Masa” besar-besar. Keberadaan restoran

ini memang sangat misterius dan tersembunyi.

Kalau bingung, jangan ragu bertanya kepada

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KULINER

Sebaiknya lakukan reservasi

sehari sebelumnya untuk

menghindari antrean.

orang yang banyak lalu lalang. Restoran ini cukup

familiar dan dikenal oleh para pekerja pelabuhan.

Berada di lantai tiga sebuah gedung berukuran

kecil. Tulisan “Sushi Masa” hanya terlihat pada

kaca yang “mengurung” sebuah lift kecil. Lift

inilah yang akan mengantar tamu ke restoran.

“Irasshamaise, selamat datang,” sambutan khas

setiap kali saya datang ke restoran Jepang menggema

begitu pintu lift terbuka. Seorang pelayan

lalu menanyakan apakah saya sudah melakukan

reservasi.

Untungnya, teman saya sudah melakukan

pemesanan sehari sebelumnya. Jadi kami bisa

kebagian tempat. Sebab, jika tidak, bisa jadi kami

harus antre.

Meski lokasinya jauh, Sushi Masa memang

selalu dibanjiri pengunjung. Padahal restoran ini

mengaku tak pernah melakukan promosi khusus.

Apalagi restoran ini buka relatif singkat, yaitu

pada pukul 11.30-14.00 WIB dan 18.00-22.00

WIB. Namun tamunya tak pernah sepi.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KULINER

Rupanya bisik-bisik di antara penyuka sushi

dan sashimi sudah cukup membuat restoran ini

begitu populer dan dipadati pengunjung.

Duduk di meja bar adalah pilihan tepat menurut

saya. Dari sini, para tamu bisa melihat

langsung para chef Sushi Masa meracik aneka

ikan segar menjadi sushi dan sashimi.

Dari lima chef, ada satu chef asli Jepang, Eji

Hosoya, yang mencuri perhatian. Sang chef

tampak begitu serius dan telaten membuat

aneka sushi dan sashimi.

Membuat sushi dan sashimi bukan perkara

mudah. Seorang koki sekalipun memerlukan

waktu bertahun-tahun untuk bisa mahir membuatnya.

“Butuh waktu empat tahun hanya untuk

memegang pisaunya,” ujar Eji dalam bahasa

Indonesia berlogat Jepang.

Salah satu tujuan bertandang ke sini adalah

menyantap sushi dan sashimi dari ikan-ikan

segar pilihan. Para tamu bisa merasakan jenis

ikan yang jarang ada di Jakarta.

Ikan kinmedai salah satunya. Ikan yang juga

dikenal dengan nama Beryx splendens ini jarang

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KULINER

tersedia di restoran Jepang lain. Dagingnya

padat akan lemak dengan kulit merah terang.

Saat dimakan, dagingnya terasa kenyal. Berkat

kesegaran ikan dan kelihaian chef, tak ada

gangguan rasa amis sedikit pun saat masuk

mulut.

Rasa berbeda muncul saat ikan yang sama

disajikan dalam bentuk aburi, yaitu permukaan

daging dibakar dengan pemantik api khusus

makanan. Harum nikmat.

Jika ingin menikmati hampir seluruh sajian

menu Sushi Masa, silakan memilih Omakase,

menu set mulai makanan pembuka hingga

penutup.

Menu ini dibanderol Rp 1,2 juta di buku

menu. Namun ada tanda bintang, yang berarti

harganya bisa berubah sewaktu-waktu, tanpa

pemberitahuan sebelumnya.

Ada sekitar 10 menu dalam sajian Omakase

ini. Biasanya dipesan oleh tamu yang ingin

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KULINER

berlama-lama mengobrol, baik dengan rekan

kerja maupun pasangan.

Silakan menantang adrenalin dengan menikmati

fugu (takifugu), ikan beracun fatal tetrodotoxin

yang lebih mematikan ketimbang sianida.

Jika masih ada racun yang tertinggal, orang

yang memakannya akan meninggal dalam hitungan

detik. Butuh keterampilan tingkat tinggi

agar daging fugu tak terkontaminasi racun.

Ikan fugu di dalam paket Omakase disajikan

digoreng. Rasanya sebenarnya biasa saja, agak

gurih. Tapi, karena embel-embel racun, saya

jadi dag-dig-dug saat memakannya.

Tak usah khawatir berlebih, ikan fugu di Sushi

Masa sudah bebas racun. Pengelola sengaja

mengimpor ikan fugu dari Jepang yang sudah

tidak beracun.

Ikan segar di masing-masing menu berubahubah

alias tidak sama. Jika suatu jenis ikan sedang

tidak musim, sangat mungkin digantikan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KULINER

dengan ikan yang lain.

“Jadi setiap minggu bisa jadi isinya berbeda,”

ujar Roni, salah satu chef Sushi Masa.

Semua penyuka sushi dan sashimi tentu tahu,

cara menikmati makanan ini adalah dengan menyantapnya

bersama wasabi dan shoyu. Namun

ada sopan santun yang jarang diketahui.

Menurut chef Roni, orang Jepang tidak mencampur

wasabi bersama shoyu. Wasabi sebenarnya

bukanlah kondimen, melainkan komponen

dari sushi dan sashimi itu sendiri.

Jadi, borehkan sedikit wasabi pada sushi atau

sashimi, lalu celupkan ke dalam shoyu. Setelah itu,

makanlah dengan sekali lahap, bukan digigit.

Irisan jahe berfungsi membersihkan landasan

lidah, yang dinikmati di antara suapan sushi

atau sashimi. Lobak cincang yang tersedia jangan

diabaikan.

Begitu pula daun oba atau shiso (Perilla frutescens),

mereka bukan cuma hiasan atau pemanis.

“Silakan dinikmati juga,” ujar chef Roni.

n KEN YUNITA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

SERIBU KILOMETER

JALAN DI PAPUA

UNTUK PERTAMA KALINYA PEMERINTAH MEMILIKI DANA

FLEKSIBEL (RUANG FISKAL) DALAM APBN.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

Presiden Joko Widodo

(kedua kiri) bersama

Gubernur Sumut Gatot Pujo

Nugroho (kiri) meninjau

maket saat mencanangkan

pembangunan tujuh proyek

infrastruktur di Sumatera

Utara (27/1).

SEPTIANDA PERDANA/ANTARA

JALUR Temajuk-Aruk-Entikong terbentang

sepanjang 253 kilometer di

Provinsi Kalimantan Barat. Jalur ini

merupakan akses menuju perbatasan

Indonesia dengan Malaysia di Negara Bagian

Sarawak. Namun hanya sekitar 196 kilometer

yang sudah terhubung dengan jalan aspal, sedangkan

sisanya masih berupa jalan tanah.

Pemerintah berencana membangun jalan

aspal untuk memudahkan akses menuju ke

daerah perbatasan di Temajuk-Aruk-Entikong.

Proyek tersebut dimulai tahun ini dan merupakan

bagian dari rencana pembangunan jalan di

perbatasan Indonesia dengan Malaysia. “Sumber

dananya nanti dari APBN Perubahan 2015,”

kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian

Pekerjaan Umum Djoko Murjanto.

Infrastruktur merupakan salah satu sektor

yang mendapat prioritas kucuran anggaran

dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Ne-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

gara Perubahan 2015 yang disahkan pekan lalu.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro

menjelaskan, anggaran infrastruktur dalam

APBN Perubahan 2015 mencapai Rp 290 triliun

atau naik 52 persen dibanding sebelum APBN

itu diubah.

APBN pertama yang disusun di era pemerintahan

Joko Widodo ini memang cukup banyak

berbeda dibanding anggaran-anggaran

yang disusun pemerintah sebelumnya. Bukan

cuma infrastruktur yang mendapat tambahan

anggaran.

Tapi, untuk pertama kalinya, pemerintah

Ini adalah hal baru juga dalam APBN, yaitu

ruang fiskalnya membaik.

Bambang Brodjonegoro

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

memiliki kemampuan mengucurkan anggaran

yang fleksibel—yang belum tercantum dalam

APBN—tanpa mengganggu keuangan negara.

Istilah teknis kemampuan pemerintah ini disebut

ruang fiskal. Kata Bambang, “Ini adalah hal

baru juga dalam APBN, yaitu ruang fiskalnya

membaik.”

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian

Keuangan Askolani menambahkan, dana tambahan

untuk ruang fiskal tersebut akan diatur

dalam keputusan presiden. Aturan ini akan

memerinci pemanfaatan tambahan ruang fiskal

untuk berbagai program kementerian.

Keputusan presiden ini rencananya terbit

bulan depan dan berisi tentang berbagai program

kementerian yang memanfaatkan alokasi

ruang fiskal tersebut. “Dapat dilihat perincian

jenis belanja dan besar anggarannya,” kata Askolani.

Ruang fiskal ini tercipta karena pemerintah

secara dramatis mengurangi subsidi bahan bakar

minyak. Kebijakan ini membuat pemerintah

mendapat tambahan ruang fiskal dalam APBN

Perubahan 2015 sebesar Rp 148 triliun.

Sedangkan untuk infrastruktur yang membengkak

alokasinya, anggaran akan disebar ke

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Rakyat, Kementerian Perhubungan, serta

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Salah satu kementerian yang mendapat

alokasi besar adalah Kementerian Pekerjaan

Umum, sebesar Rp 116,8 triliun. Alokasi terbe-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

Pimpinan DPR saat rapat

paripurna membahas APBN

Perubahan 2015, Jumat

(13/2).

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

sar dari dana tersebut mengalir ke Direktorat

Jenderal Bina Marga, sebesar Rp 56,9 triliun.

Menurut Djoko Murjanto, dana sebesar itu

akan dipakai untuk pembangunan jalan baru,

perbaikan serta pemeliharaan infrastruktur

dasar, yaitu jalan serta jembatan. Salah satu

sasaran utama alokasi anggaran itu adalah untuk

membangun jalan di kawasan perbatasan

Indonesia dengan Malaysia di Provinsi Kalimantan

Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan

Tenggara sepanjang 1.300 kilometer.

Kemudian pembangunan jalan perbatasan

Indonesia dan Papua Nugini sepanjang 1.000

kilometer dan pembangunan jalan baru di perbatasan

Indonesia dengan Timor Leste di Provinsi

Nusa Tenggara Timur sepanjang 40 kilometer.

“Proses pengerjaan akan diawali dengan

pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan,

yang dimulai April nanti,” tutur Djoko. n

HANS HENRICUS B.S. ARON

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

PENDULUM

ANGGARAN

BERGESER

AKHIRNYA ANGGARAN UNTUK

INFRASTRUKTUR LEBIH BESAR

DARIPADA DANA SUBSIDI.

INFRASTRUKTUR BBM SUBSIDI

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

Pekerja merangkai besi

untuk pengecoran di

dermaga kapal ikan

Karangsong, Indramayu,

Jawa Barat.

DEDHEZ ANGGARA/ANTARA FOTO

KEPUTUSAN pemerintah pekan lalu

soal bahan bakar minyak sederhana.

Mereka menolak menurunkan harga

solar seperti yang diminta sejumlah

anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam

rapat komisi. Alasannya, harga minyak yang

menjadi patokan cenderung naik, sehingga tak

mungkin ditekan lagi.

Harga BBM bersubsidi memang sering menjadi

bahan perdebatan pemerintah dengan

DPR. Tapi perdebatan terakhir, yakni permintaan

agar harga solar turun harga, tidak banyak

menciptakan hiruk-pikuk. Mungkin, salah

satunya, karena kecilnya subsidi BBM saat ini

dibanding pemerintahan sebelumnya.

Sebenarnya malah pendulum anggaran

sudah bergeser. Dari penekanan pada subsidi

seperti di anggaran sebelumnya, sekarang

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

Dengan begitu, mulai 2016

hingga seterusnya alokasi

belanja infrastruktur terus

meningkat.

bergeser ke infrastruktur. “Kalau dilihat belum

pernah dalam sejarah belanja modal lebih

tinggi daripada belanja subsidi,” kata ekonom

Mandiri Sekuritas, Aldian Taloputra.

Dana untuk infrastruktur semula Rp 190 triliun,

kini mencapai Rp 290 triliun. Sedangkan

subsidi turun tinggal menjadi sekitar Rp 137

triliun. Selain itu, setelah

mengeluarkan kebijakan

subsidi hanya untuk BBM

jenis solar, pemerintah

masih memiliki ruang fiskal

atau kemampuan memanfaatkan

anggaran untuk

kepentingan pembangunan

mencapai Rp 148 triliun.

Kondisi ini membuat para

ekonom optimistis pemerintah bakal lebih

optimal menjalankan program pembangunan

infrastruktur.

Ekonom Bank BCA, David Sumual, menjelaskan,

sebelumnya alokasi belanja infrastruktur di

APBN hanya 1,5-2 persen dari produk domestik

bruto (PDB)—angka yang menunjukkan tingkat

ekonomi sebuah negara.

David menyebut alokasi tersebut tergolong

lemah dan telah berlangsung lebih dari 10

tahun terakhir. Semestinya alokasi belanja infrastruktur

yang ideal untuk Indonesia minimal

5 persen dari PDB. “Jadi APBNP sekarang ini

sudah mulai mengarah ke 5 persen dari PDB,”

ujar David.

Peningkatan alokasi belanja infrastruktur

diharapkan semakin tinggi seiring dengan

kebijakan pemerintah memberi subsidi hanya

untuk BBM jenis solar, sedangkan Premium

telah mengikuti harga pasar. Menurut David,

kebijakan memangkas belanja subsidi BBM

dan mengalihkannya ke belanja infrastruktur

harus menjadi acuan dalam mendesain APBN

di tahun berikutnya selama 5 tahun masa pemerintahan

Presiden Jokowi. “Dengan begitu,

mulai 2016 hingga seterusnya alokasi belanja

infrastruktur terus meningkat,” katanya.

Salah satu wujud mendorong belanja infrastruktur

itu adalah menyuntikkan penyertaan

modal negara (PMN) ke beberapa BUMN sektor

infrastruktur dan memangkas setoran divi-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

Rapat paripurna DPR untuk

mengesahkan Rancangan

APBN Perubahan 2015.

LAMHOT ARITHONANG/DETIKCOM

den. Kebijakan ini akan membuat perusahaan

pelat merah sektor infrastruktur terlibat dalam

program pemerintah tanpa terbebani setoran

dividen yang besar.

Pemerintah menyuntikkan PMN ke sejumlah

BUMN dengan dana Rp 64,8 triliun tahun ini.

Sedangkan setoran dividen BUMN dipangkas

dari Rp 44 triliun menjadi Rp 35 triliun. Aldian

mengatakan, dengan menyuntikkan PMN dan

memotong dividen BUMN, berarti pemerintah

memberi ruang kepada BUMN berkembang

dan melakukan ekspansi bisnis. “Ujung-ujungnya

kan buat belanja produktif juga,” tutur

Aldian.

Meski alokasi belanja infrastruktur di APBN

Perubahan 2015 cukup besar, pemerintah

harus waspada terhadap tingkat penyerapan

yang selama ini kerap menjadi kendala. Purbaya

Yudhi Sadewa, Kepala Ekonom Danareksa

Research Institute, mengatakan pemerintah

harus waspada terhadap tingkat penyerapan

karena tahun lalu saja Rp 25 triliun anggaran

infrastruktur tidak terserap.

Menurut Purbaya, sukses atau tidaknya pemerintah

bukan dilihat dari alokasi belanja infrastruktur

yang besar dalam APBN, melainkan

seberapa besar dampaknya terhadap kegiatan

ekonomi. Sedangkan besar-kecilnya dampak

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

Foto udara aktivitas

Terminal Teluk Lamong di

perairan Surabaya-Gresik.

ERIC IRENG/ANTARA FOTO

tersebut sangat bergantung pada seberapa

baik pemerintah membelanjakan anggaran infrastruktur

tersebut.

Karena itu, dia menyarankan pemerintah saat

ini belajar dari sejarah penyerapan anggaran

infrastruktur yang sering kali lambat sehingga

tidak terulang lagi. Purbaya juga menyarankan

agar pemerintah berani membuat keputusan

jika ada proyek-proyek yang lambat. “Misalnya

mengganti pimpinan proyek yang lambat,

diganti dengan orang lain yang punya kualitas

baik,” kata Purbaya. n HANS HENRICUS B.S. ARON

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI APBN PERUBAHAN 2015

3

KUNCI APBN

JOKOWI

Anggaran Pendapatan dan Belanja

Negara pertama hasil pemerintahan

Joko Widodo sudah disahkan oleh

DPR. Sejumlah perbedaan mencolok

muncul dalam APBN ini.

INFRASTRUKTUR

Pemerintahan Joko Widodo menambah

dana untuk infrastruktur sebanyak

52 persen menjadi Rp 290 triliun.

Untuk pertama kalinya, anggaran infrastruktur

melebihi anggaran untuk

subsidi. Idealnya, anggaran untuk

membangun jalan, jembatan, pelabuhan,

dan sebagainya ini mencapai

5 persen, tapi selama beberapa tahun

hanya 1,5-2 persen.

RUANG FISKAL

Pemerintah untuk pertama kali memiliki

ruang fiskal—semacam dana

de ngan alokasi belum ditentukan

APBN—karena mereka tidak lagi terbebani

anggaran subsidi BBM. Pemerintah

akan mengeluarkan keputusan

presiden untuk menentukan alokasi

ruang fiskal ini.

SUBSIDI BBM

Pemerintah memotong subsidi BBM

secara dramatis, dari Rp 345 triliun

menjadi hanya Rp 137 triliun. Diuntungkan

oleh harga minyak dunia yang

sedang turun, pemerintah menghapus

subsidi untuk bensin yang sangat

besar sehingga tidak terjadi banyak

guncangan.

NASKAH: NUR KHOIRI

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI

TAK ADA

GO SHOW

DI BANDARA

MASKAPAI PENERBANGAN TAK

TERPENGARUH KARENA HANYA

SEKITAR 5 PERSEN PENUMPANG

YANG MEMBELI TIKET DI BANDARA.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI

Penjualan tiket langsung di

Bandara Soekarno-Hatta,

Rabu (18/2).

BUDI ALIMUDIN/DETIKCOM

SITI Rahma mendatangi gerai-gerai

penjualan tiket maskapai penerbangan

murah di kompleks Bandara

Soekarno-Hatta, pinggiran Jakarta.

Ia hendak ke Surabaya dan sebetulnya sudah

memegang tiket. Tapi sial, ia datang terlambat

ke bandara sehingga tiket di tangannya hangus.

Di setiap gerai itu, jawaban yang diterima Siti

sama: mereka sudah tidak lagi menjual tiket di

bandara. Sesaat setelah dia bertanya-tanya,

seorang pria berkaus polo putih mendekati

dan menawarkan jasa bisa membelikan tiket

salah satu maskapai. Siti tahu bahwa orang itu

calo dan ia tidak ingin membeli tiketnya. Tapi ia

mesti ke Surabaya. Akhirnya ia mengalah dan

membeli tiket lewat calo. “Iya, mungkin mereka

kenal dengan petugas, saya tadi sudah tanya

tiket, katanya sudah habis,” ucap Siti.

Siti mengalami nasib sial itu pekan lalu. Jika ia

datang ke bandara pekan depan, saat Februari

sudah berganti Maret, ceritanya akan berbeda.

Mulai awal Maret, seluruh gerai penjualan tiket

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI

Layanan penjualan tiket

online di kantor pusat Lion

Air, Jakarta.

AGUNG PAMBUDHY/DETIKCOM

di bandara akan ditutup. Dan mestinya, sampai

1 Maret mendatang, mereka masih menjual

tiket. “Masih banyak kok yang beli tiket di

Bandara,” ucap salah satu petugas tiket pria di

gerai Citilink.

Seperti banyak diberitakan, pemerintah

memang akan melarang penjualan tiket di

bandara. Selain mengurangi kesemrawutan

bandara, yang umumnya di Indonesia sudah

penuh sesak, larangan ini untuk menghapus

calo tiket pesawat. Bagi maskapai penerbangan,

larangan ini rupanya tidak banyak

berpengaruh.

Alasannya? “Persentase yang membeli tiket

Lion Air di bandara-bandara sebenarnya kecil

saja,” kata juru bicara Lion Air, Edward Sirait.

Pembelian di bandara, menurut dia, hanya

ramai di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Tiga

bandara yang disebut Edward adalah tiga bandara

tersibuk di negeri ini dan jumlah penerbangannya

sangat banyak.

Begitu pula dengan AirAsia Indonesia. Juru

bicaranya, Audrey P. Petriny, mengatakan tentu

saja mereka akan terpengaruh, tapi tidak signifikan.

Penyebabnya, rata-rata hanya 5 persen

kursi pesawat yang terisi dari penumpang yang

membeli tiket di bandara. “AirAsia memiliki

saluran penjualan lain, seperti situs, aplikasi

mobile, biro perjalanan rekanan, call center 24

jam, dan convenience store,” ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Sekretaris Jen-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI

Pameran pariwisata di

Jakarta ikut menjual tiket

pesawat promo.

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

deral Indonesia National Air Carriers Association

Tengku Burhanuddin. Ia mengatakan ratarata

maskapai menjual 10-15 persen tiketnya

melalui gerai di bandara. “Otomatis mereka

juga kehilangan pendapatan untuk sementara

ini sekitar 10 persen dari pendapatan sebelumnya,”

ucapnya.

Para pembeli tiket yang go show ini, menurut

dia, adalah orang yang tergesa-gesa bepergian,

sehingga tidak sempat membeli tiket di Internet

atau biro perjalanan. Kelompok lain lagi,

yang juga akan membeli di bandara, adalah

konsumen kelas menengah ke bawah yang

belum “melek” Internet. Mereka akan membeli

di bandara meski harganya lebih mahal.

Sejumlah maskapai penerbangan, terutama

yang menggunakan pola no frill alias maskapai

penerbangan murah, biasa membedakan harga

tiket berdasarkan waktu pemesanan. Yang

membeli tiket jauh-jauh hari akan mendapat

harga murah. Sedangkan yang mepet dengan

waktu penerbangan, seperti para pembeli di

bandara, akan mendapat harga yang mencekik

leher.

AirAsia, misalnya, mengakui beda harga ini.

Audrey mengatakan, jika ingin hemat, sebaiknya

membeli tiket di website mereka dan

dilakukan jauh-jauh hari. “Pada dasarnya kami

berusaha untuk terus memberikan harga tiket

yang terjangkau,” ucapnya.

Selain kebijakan maskapai, menurut Burha-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


EKONOMI

Pesan tiket AirAsia via

online di ponsel pintar.

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

nuddin, ada prinsip ekonomi sederhana. Tiket

yang dijual di bandara sangat sedikit sehingga

harganya tinggi.

Ia mengatakan, di luar negeri tren menjual

tiket di bandara hanya untuk penerbangan domestik.

Di Tiongkok, ujarnya, masih ada bandara

yang menjual tiket penerbangan domestik.

“Tapi untuk penerbangan internasional biasanya

sudah jarang membeli tiket di bandara,”

ucapnya.

Hal ini dibenarkan AirAsia. Penjualan tiket

untuk perjalanan ke luar negeri atau dari luar

negeri ke Indonesia, menurut Audrey, didominasi

oleh pembelian secara online. Sedangkan

pembelian tiket AirAsia di bandara didominasi

oleh perjalanan domestik. n BUDI ALIMUDDIN

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

SANDIAGA

BAKAL JADI YANG PERTAMA

MEMANFAATKAN ATURAN BARU, PERUSAHAAN TAMBANG SANDIAGA BAKAL

MELEPAS SAHAM DI BURSA MESKI BELUM BERPRODUKSI.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

Timbunan batu bara ditarik

tongkang di Kalimantan.

YUSUF AHMAD/REUTERS

TAMBANG emas Tumpang Pitu di

Banyuwangi, Jawa Timur, memang

belum “apa-apa”. Kasus hukum soal

kepemilikan dan izin tambang baru

saja kelar. Proses pengembangan tambang

masih berlangsung. Belum 1 gram emas pun

yang digali dari sana untuk dijual secara

komersial. Intinya, tambang itu masih butuh

banyak uang.

Meski belum berproduksi, tiba-tiba saja

pemegang konsesi tambang itu, PT Merdeka

Copper & Gold, akan menjual saham ke bursa.

Duit hasil tambang, tentu saja, bakal digunakan

untuk modal awal anak usaha Saratoga

Investama Sedaya itu menambang di sana.

Di Indonesia, ini tidak lazim karena umumnya

perusahaan melepas saham jika sudah

terbukti sukses menghasilkan duit.

Merdeka sudah mengumumkan rencana

pelepasan saham itu pekan lalu. Bursa Efek

Indonesia sekarang sedang mempelajarinya.

“Sekarang lagi kami pelajari dan setelah itu

diserahkan ke Otoritas Jasa Keuangan,” ujar

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen.

Dengan langkah ini, berarti Merdeka

menjadi perusahaan tambang pertama yang

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

Sandiaga Uno

LAMHOT ARITONANG/DETIKCOM

memanfaatkan perubahan peraturan di Bursa.

Sebelumnya, Bursa hanya mengizinkan

perusahaan yang sudah beroperasi selama

36 bulan berturut-turut yang bisa melepas

saham dan biasanya dalam kondisi untung.

Jika kondisi perusahaan tidak untung, investor

tentu saja tak ada yang mau beli.

Tapi, sejak November tahun lalu, Bursa melonggarkan

peraturan ini khusus untuk perusahaan

tambang. Alasannya agar perusahaan

tambang yang baru dan kesulitan mendapat

modal dari bank bisa bekerja. “Salah satu persoalannya

itu bank belum mau kasih modal

kerja untuk berproduksi,” kata Hoesen.

Meski di Indonesia perusahaan yang hendak

menjual saham dibatasi untuk yang sudah

berproduksi, di sejumlah bursa luar negeri hal

ini dimungkinkan. Salah satu yang terkenal

terkait dengan Bumi Resources Tbk di Bursa

London.

Vallar, perusahaan milik Nathaniel Rothschild,

berani menjual saham ke Bursa London

hanya dengan menyatakan bahwa mereka

baru mau akan menjadi perusahaan tambang

yang berkonsentrasi ke Asia. Mungkin karena

ada nama “Rothschild” di sana, Vallar sukses

besar meraup 707,2 juta pound sterling (sekitar

Rp 14 triliun) dari penjualan saham perdana.

Nah, uang ini kemudian digunakan untuk

membeli saham Bumi Resources dan Vallar

kemudian beralih nama menjadi Bumi Plc.

Jadi, dengan mengandalkan janji dan reputasi

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

Gedung Bursa Efek Indonesia

ARI SAPUTRA/DETIKCOM

Rothschild, Vallar bisa meraup uang di bursa

dan kemudian membeli perusahaan tambang

batu bara raksasa dari Indonesia.

Risiko membeli saham dengan bisnis yang

belum berproduksi ini cukup besar. Soal Vallar

dan Rothschild misalnya. Rothschild dan

pihak Grup Bakrie kemudian bertikai di Bumi

Plc. Dampak nyatanya adalah harga saham

perusahaan ini jatuh bebas di Bursa London

dan investor bisa dibilang gigit jari. Dulu saham

dilepas di bursa dengan kisaran sekitar

10 pound sterling per lembar, sekarang hanya

sekitar 18 pence (sen) alias terjun bebas

sekitar 98 persen.

Tambang Tumpang Pitu sendiri, yang akan

“dijual” Merdeka di bursa, sempat menjadi

sumber sengketa. Sengketa karena soal izin

dan ribut kepemilikan ini berakhir setelah

investor dari Australia, Intrepid, melepas kepemilikan

sahamnya.

Menurut Tony Wenas, mantan kepala Intrepid

di Indonesia, sengketa itu akhirnya selesai

setelah Intrepid mendapat jatah kepemilikan

saham sebesar 15 persen di Bumi Suksesindo.

“Saya tidak tahu kaitannya Bumi Suksesindo

dengan Merdeka, tapi kesepakatannya saat

itu Bumi Suksesindo yang meneruskan proyek

tersebut,” kata Tony.

Masalah sengketa hukum tersebut juga

menjadi salah satu materi kajian BEI. Menurut

Hoesen, BEI meminta direksi Merdeka

menjelaskan sengketa hukum itu. Sedangkan

Sandiaga Uno enggan menjelaskan seputar

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

Nathaniel Rothschild

NICK HARVEY/WIREIMAGE

rencana IPO atupun masalah

hukum di lokasi tambang. Dia

meminta majalah detik

mengirim daftar pertanyaan

ke e-mail-nya. E-mail tersebut

dijawab Corporate Communication

Saratoga Investama

Sedaya Tbk, Catharina Latjuba.

Catharina hanya menyatakan

PT Merdeka Copper

and Gold adalah perusahaan

tambang emas dan batu

bara yang berlokasi di Banyuwangi.

Saat ini Merdeka

masih dalam tahap awal

proses IPO. Sedangkan public

expose diperkirakan dilakukan

pada semester pertama 2015. ''Mohon maaf,

sementara ini kami belum dapat memberikan

informasi lebih lanjut karena masih dalam

proses,'' kata Catharina dalam e-mail.

Yang jelas, meski rencana perusahaan sudah

diizinkan oleh bursa, posisi belum menghasilkan

uang ini bakal menyusahkan saat melepas

saham. Investor bakal keras pertimbangannya.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada

mengatakan calon investor sebenarnya ingin

mengetahui lebih jauh rencana Merdeka,

seperti berapa target produksi, kemampuan

menyerap, kondisi keuangan, dan pros pek ke

depannya.

Menurut Reza, yang menjadi jaminan calon

investor percaya Merdeka layak IPO hanya

karena ada kaitannya de ngan Sandiaga Uno

dan Saratoga. “Itulah yang membuat agak

sangsi bahwa saham itu banyak peminatnya,”

kata Reza.

Sedangkan menurut Ariston Tjendra, Kepala

Divisi Riset dan Analisis Monex Investindo

Futures, lantaran belum berproduksi,

Merdeka akan mengandalkan dokumen prospektus

untuk menarik investor. “Cuma, untuk

meyakinkan orang, itu agak susah kalau cuma

di atas kertas doang,” ujar Ariston. n

HANS HENRICUS B.S. ARON

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

TAK ADA LAGI

ANGKAT

TELUR

PENSIUNAN DIREKTUR JENDERAL KEMENTERIAN

LARIS JADI EKSEKUTIF SWASTA. TAK BERARTI

PENGHASILAN DI SWASTA LEBIH BESAR.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

Rozik Boedioro Soetjipto

RENGGA/DETIKCOM

RUANGAN di lantai 36 gedung Office

8 di Jalan Senopati, Jakarta Selatan,

tampak cerah dan lega dihangatkan

matahari yang menembus

dinding kaca. Hanya ada meja kerja cokelat

muda dan beberapa kursi berada di sana.

Di atas meja kantor, terdapat satu unit laptop

dan peranti kerja lain, seperti alat penjepit

dan pelubang kertas serta beberapa dokumen.

Tiga lemari kecil berada di sana dan

salah satunya berisi miniatur truk tambang

raksasa berwarna kuning. Miniatur ini sebagai

kenang-kenangan si empunya kantor. “Ini

miniatur truk tambang punya Freeport,” ujar

Rozik Boedioro Soetjipto.

Meski pernah menjadi direktur jenderal

di Departemen Pertambangan dan Energi

(sekarang Kementerian Energi dan Sumber

Daya Mineral) dan kemudian malah menjadi

Menteri Pekerjaan Umum, Rozik kemudian

terkenal karena sampai awal tahun ini memimpin

perusahaan tambang emas raksasa

PT Freeport Indonesia. Di luar itu, ia juga

menjadi komisaris independen dan komite

audit di perusahaan tambang PT Bayan Resources

Tbk.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

Pelantikan pejabat eselon

I yang disambung dengan

serah-terima jabatan

di kantor Kementerian

Keuangan, Jakarta, Jumat

(6/2).

RENGGA SENCAYA/DETIKCOM

Rozik bukan satu-satunya bekas direktur

jenderal yang kemudian “mengisi” masa

pensiun dengan menjabat eksekutif atau

komisaris perusahaan swasta. Cukup banyak

eks dirjen yang menjadi pejabat swasta.

Ada Bambang Setiawan, mantan Direktur

Jenderal Mineral dan Batu Bara di Kementerian

Energi dan Sumber Daya Mineral, yang

menjadi komisaris di sejumlah perusahaan,

misalnya. Ada pula Simon Felix Sembiring,

yang menjadi dirjen pada periode sebelum

Bambang dan kemudian menjabat di Petrosea

Tbk. Tapi cuma dari Kementerian Energi

yang dirjennya laris. Herry Purnomo juga

terjun ke korporasi setelah pensiun dari posisi

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian

Keuangan.

Para eks dirjen ini umumnya tidak sempat

menganggur setelah pensiun. Beberapa bulan

sebelum mereka benar-benar pensiun,

sejumlah perusahaan swasta sudah antre

menawari mereka bergabung. Herry mengatakan

ditawari pekerjaan sebagai komisaris

sejak tiga bulan terakhir sebelum pensiun.

Tapi Herry tidak melompat ke swasta

murni. Ia bekerja di salah satu perusahaan

pemerintah, PT Sarana Multigriya Finansial

(SMF). Posisi ini tidak terlalu aneh karena,

saat menjadi direktur jenderal, ia juga

menjadi komisaris, yakni di PT Taspen dan

Jamsostek. “Saya pensiun sekitar Oktober

2013, kemudian saya mendapat penugasan

menjadi komisaris dari Menteri Keuangan

waktu itu (Chatib Basri) untuk ke PT SMF

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

Beberapa

bulan sebelum

pensiun,

sudah ada

yang nawarin,

terutama Grup

Kideco dan Grup

Rajawali.

ini,” ucapnya.

Begitu pula Bambang Setiawan. “Beberapa

bulan sebelum pensiun, sudah ada yang

nawarin, terutama Grup Kideco dan Grup

Rajawali,” ucapnya. Tapi Bambang meminta

jeda sebulan untuk menikmati masa “menganggur”

setelah pensiun. Ia mencoba menikmati

libur sebulan penuh.

Sedangkan Simon awalnya diminta temannya

menjadi penasihat di perusahaan

pertambangan PT Petrosea Tbk pada Februari

2009. Sejak saat itu hingga saat ini,

Simon mengaku sering menjadi komisaris

independen atau menjadi penasihat di perusahaan-perusahaan

pertambangan ternama

lainnya. Selain menjadi penasihat di Petrosea,

Simon pernah menjadi komisaris di PT

Indika Energy dan sejumlah perusahaan lain.

“Tapi, di Indika Energy, per Januari 2015 saya

stop di situ,” ucapnya.

“Tahun 2009 itu saya belum benar-benar

pensiun dari kepegawaian, bulan Juli baru

saya pensiun dari PNS,” ucapnya. Simon

menjadi direktur jenderal pada 2006-2009

dan, sebelum benar-benar pensiun, posisinya

adalah staf ahli menteri.

Pengalaman sebagai pejabat pemerintah

ini sangat bermanfaat saat berada di swasta,

terutama saat berurusan dengan pejabat.

Ini diakui oleh Simon, misalnya saja dalam

urusan administrasi pemerintah. “Jika syarat

perusahaan kita lengkap, tapi administrasi—

misalnya saja perizinan—malah diperlambat,

peran saya sebagai mantan dirjen amatlah

penting,” ucapnya.

Tapi ia meyakinkan bahwa, sebagai bekas

pejabat, ia tidak akan membuat pemerintah

rugi. “Perusahaan harus tetap untung, negara

juga jangan sampai dirugikan,” katanya.

Begitu pula dengan Rozik. Pengalaman

sebagai pejabat tinggi membuatnya memiliki

bekal cukup dalam merenegosiasi kontrak

Freeport. “Saya juga tahu bagaimana di

kalangan birokrat karena saya pernah mengalami

sehingga saya bisa memahami,” katanya.

Rozik berusaha meyakinkan pemerintah

bahwa Freeport akan membangun smelter.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

Pekerja tambang

beraktivitas di sebuah

tambang bawah tanah

milik PT Freeport Indonesia

di Mimika, Timika, Papua,

Sabtu (14/2).

M AGUNG RAJASA/ANTARA

Upaya itu berbuah hasil karena setelah itu

pemerintah menetapkan tahapan renegosiasi

kontrak selama 6 bulan, yang dimulai Juli

2014, dan selama masa itu Freeport diizinkan

mengekspor bahan mineral mentah.

Tentu saja banyak penyesuaian saat masuk

perusahaan swasta. Bukan cuma urusan

kerja, tapi juga budaya organisasi. Simon

mengatakan sikap menjadi tuan di birokrasi

dan minta dilayani saat jadi bos di birokrasi

tak lagi dapat diterapkan di perusahaan

swasta. “Apalagi saya kan di posisi komisaris

atau penasihat, bukan pemilik perusahaan,”

ucapnya sembari terkekeh.

Selain itu, di swasta kecenderungan memuji-muji

atasan tidak sekuat jika di kalangan

pemerintah. Simon mengatakan, “Umumnya,

di birokrasi pemerintah, ada itu, ‘angkat

telur’.” Angkat telur adalah ungkapan khas

Medan untuk perilaku memuji-muji langsung

seorang atasan langsung di depannya.

Perilaku lain adalah kebiasaan di birokrasi

saat anak buah kadang ikut membantu atau

mengurusi keluarga atasan. Nah, budaya

seperti ini tidak ditemui saat mereka masuk

swasta. “Tidak laku gaya nge-bossy di swas-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


BISNIS

Kementerian Keuangan

menjadi favorit pelamar

calon pegawai negeri sipil.

DANA ADITIASARI/DETIKCOM

ta,” ucapnya.

Meski pindah ke swasta, ternyata para eks

direktur jenderal ini tidak banyak berbeda

“kesejahteraan”-nya. Bambang, misalnya, saat

ini mendapat penghasilan Rp 100-250 juta

sebulan. Tapi, karena saat itu sebagai dirjen

sering mendapat honor resmi, setiap bulan ia

bisa membawa pulang sampai Rp 100-an juta.

Hal yang sama diungkap Simon. Ia mengatakan

penghasilan di luar gaji pegawai

negeri didapat dari honor-honor menjadi

pembicara dalam berbagai acara sampai

menjadi tim perumus berbagai proyek dan

program pemerintah. “Itu sah lo, dulu tidak

ada yang aneh-aneh itu,” katanya. “Kalau sekarang,

karena ada remunerasi, enggak bisa

lagi seperti saya dulu.”

Sementara itu, Herry menjawab kalem, di

swasta gajinya tak seberapa dibanding saat

menjadi Direktur Jenderal Anggaran Kementerian

Keuangan. n

BUDI ALIMUDDIN, HANS HENRICUS B.S. ARON

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

MUSUH

PARA

MUNCIKARI

RASA kasih telah memantik energi

tiada tara pada diri Nyonya Lie Tjian

Tjoen. Dengan penuh nyali, ia menyelamatkan

banyak perempuan yang

akan dijadikan pelacur. Para muncikari

mengancam dan memusuhi, tapi ia

tak peduli. Lewat Rumah Hati Suci,

Nyonya Lie juga merawat puluhan bayi

telantar dan menyantuni kaum papa di

sekitarnya. Seabad kemudian, warisan

kebajikan itu tetap menyala.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

NYONYA LIE

PENDEKAR

KORBAN

PELACURAN

REPRO: DETIKCOM

BERANI MELAWAN PERDAGANGAN PEREMPUAN, AUW

TJOEI LAN MERAIH MEDALI DARI RATU WILHELMINA.

LIGA BANGSA-BANGSA MENDAULATNYA SEBAGAI

PEMBICARA KONFERENSI.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Tap untuk melihat

Video

SECARIK surat kaleng diterima Auw

Tjoei Lan alias Nyonya Lie Tjian

Tjoen pada suatu hari pada 1914. Isinya

menerangkan ada seorang gadis

yang baru datang dari Tiongkok dan butuh pertolongan

mendesak. Lokasi: Kampung Angus,

Blandongan, Batavia (daerah Kota).

Dengan menggunakan delman, Nyonya Lie

bergegas menuju lokasi. Di sebuah rumah

petak, matanya menyelidik tiap sudut ruangan.

Saat memasuki dapur, dia melihat ada bendabenda

bergerak. Lalu muncullah seorang anak

perempuan berusia 13-14 tahun.

Nyonya Lie melambaikan tangan ke arah

gadis kecil itu, lalu bergegas membawa ke

kediamannya di Jalan Matraman. Sehari berselang,

dua perempuan dan tiga laki-laki menyatroni

kediamannya. Mereka meminta agar

si anak dikembalikan. Tapi Nyonya Lie berkilah

baru akan mengembalikannya jika kelak sudah

memiliki keterampilan.

Di kesempatan lain, istri Kapitan Lie Tjian

Tjoen, perwira tituler Tionghoa, itu beraksi bak

pendekar menyusup ke Pelabuhan Tanjung

Priok. Sasarannya adalah kapal-kapal yang baru

bersandar di sana. Untuk aksinya itu, ia biasa

mendapat bantuan dari Bodewitz (pegawai

Imigrasi Tanjung Priok) dan Mr Rijckmans (Jaksa

Agung).

“Kedua orang ini sering memberitahukan

tentang kapal-kapal yang patut dicurigai membawa

anak-anak perempuan untuk diperdagangkan,”

tulis A. Bobby Pr. dalam buku Ny. Lie

Tjian Tjoen—Mendahului Sang Waktu.

Tak selamanya upaya Nyonya Lie menyela-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Stella Margaretha Satyadi

WIRSAD HAFIZ/MYTRANS

matkan anak-anak korban trafficking yang akan

dijadikan pelacur atau pembantu rumah tangga

itu berakhir damai. Suatu ketika, ada batauw

(muncikari) yang mendatanginya dengan golok

terhunus dan berlumuran darah. Beruntung,

Nyonya Lie, yang istri seorang kapitan, punya

hubungan baik dengan Mr Rijckmans sehingga

ancaman kekerasan tak berlanjut.

Selain berteman dengan aparat hukum,

menurut kesaksian Stella Margaretha Satyadi,

cucu Nyonya Lie, dia punya nyali lebih. Berbagai

ancaman fisik yang diterimanya tak membuat

dia kapok dan ciut nyali. “Oma juga bukan

tipe orang cengeng, yang biasa mengadu dan

berkeluh kesah kepada Opa yang kapitan,” katanya

saat ditemui majalah detik di Bandung,

Senin (16/2).

Pada masa itu, kondisi perekonomian

Tiongkok memang sedang tidak baik. Akibatnya,

warga di daerah-daerah miskin,

terutama dari Amoy dan Makau, menjual

anak-anak perempuan mereka. Oleh

pembelinya, para perempuan belia itu

antara lain dikirim ke Nusantara.

Mereka yang berwajah cantik dijadikan

pelacur, yang dikenal dengan istilah macaopo.

Sedangkan yang berparas kurang cantik dijadikan

pembantu rumah tangga. Bila menolak,

siksaan akan mendera hidup mereka. Praktek

ini sulit diberantas. Malah, setelah pendudukan

Jepang atas Tiongkok pada 1926, jumlahnya

terus meningkat.

lll

Menurut Stella, Auw Tjoei Lan berasal dari

Karang Sambung, Kadipaten, Majalengka, Jawa

Barat. Ia lahir pada 17 Februari 1889. Ayahnya,

Auw Seng Hoe, adalah pemilik kebun tebu dan

pabrik gula. Oleh Belanda, Seng Hoe dijadikan

seorang kapitan.

Dengan kekayaannya yang berlimpah, Seng

Hoe gemar berderma dan menolong para gelandangan,

tunanetra, dan tunawisma dengan

menyediakan makanan serta tempat tinggal.

Sikap dan perilaku itu menurun kepada Auw

Tjoei Lan.

Gemar berderma dan bersikap welas asih ke-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Anak-anak Hati Suci

DOK. HATI SUCI

pada yang papa juga didapat Auw dari seorang

pendeta Belanda di Bogor. Dari sang pendeta,

kata Stella, omanya banyak belajar bagaimana

hidup sebagai gadis bangsawan putri kapitan

saat itu.

“Pendeta ini juga yang suka menolong perempuan-perempuan

yang mau dijerumuskan

sebagai seorang pelacur atau dia lihat orang

yang punya bayi mau dibuang. Di situ ia tenggelam

lagi,” tutur Stella.

Setelah menikah dengan Kapitan Lie Tjian

Tjoen, anak mayor Tionghoa Lie Tjoe Hong,

Tjoei Lan ikut hijrah ke Batavia mengikuti tugas

sang suami. Semula dia tak terlalu kerasan

tinggal bersama mertuanya di Jalan Pintu

Besar, Jakarta Kota.

Hingga suatu hari Auw Tjoei Lan berkenalan

dengan dr Zigman melalui perantara Pendeta

Van Walsum. Kala itu, Zigman bersama beberapa

kawannya, seperti D. van Hinloopen

Labberton dan Soetan Temanggoeng, memiliki

perkumpulan yang diberi nama Ati Soetji. Organisasi

ini menampung perempuan-perempuan

yang terpaksa melacurkan diri karena kesulitan

ekonomi. Juga merawat kaum perempuan

dari daratan Tiongkok yang hendak dijadikan

pelacur di Batavia.

Auw Tjoei Lan, yang kemudian disapa Nyonya

Lie, tertarik dengan misi perkumpulan itu,

dan terlibat aktif di dalamnya. Dengan sokongan

suami dan mertua, keterlibatan Nyonya Lie

menjadi semacam darah baru bagi Ati Soetji.

Apalagi dia juga kemudian banyak memberikan

bantuan secara materi. Tanggal pendirian Ati

Soetji ditetapkan 27 Oktober 1914.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Majalah Istri dan sertifikat

penghargaan Ridder in de

Orde van Oranje-Nassau

DIDIK DWI HARYANTO/MYTRANS

Perjuangan Nyonya Lie yang tanpa henti

menarik perhatian banyak pihak. Sejumlah media

mewawancarai dan membuatkan profilnya.

Majalah Istri dan Fu Len—banyak memberitakan

isu perempuan—termasuk yang memuji sepak

terjang Nyonya Lie. Bahkan Ratu Wilhelmina

dari Belanda kemudian menganugerahinya

bintang Ridder in de Orde van Oranje-Nassau

pada 24 Agustus 1925. Ia menjadi orang Asia

pertama yang menerima penghargaan tertinggi

tersebut.

Pada Februari 1937, Nyonya Lie menjadi salah

seorang delegasi Indonesia yang diminta menjadi

pembicara dalam Konferensi Kesehatan

Pedesaan antara Pemerintah Negara-negara

Timur Jauh di Bandung. Konferensi tersebut

diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan

Liga Bangsa-Bangsa.

Sayangnya, setelah konferensi tersebut, kedatangan

perempuan-perempuan dari Tiongkok

yang akan dijadikan pelacur tak berkurang.

Hal itu seiring dengan perang Tingkok-Jepang

pada 7 Juli 1937 hingga September 1945.

“Banyak keluarga yang jatuh miskin akibat

perang sehingga meningkatkan perdagangan

perempuan,” tulis A. Bobby Pr. n

PASTI LIBERTI MAPPAPA | SUDRAJAT

MAJALAH MAJALAH DETIK 23 DETIK FEBRUARI 9 - 15 - FEBRUARI 1 MARET 2015


SELINGAN

PERI DI

RUMAH PIATU

KEBON SIRIH

DENGAN HARTA DAN CINTA KASIHNYA, AUW TJOEI LAN

MERAWAT ANAK-ANAK YATIM-PIATU HINGGA MEREKA

MENIKAH.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Istri Menteri Luar Negeri

Roeslan Abdulgani memberi

sambutan pada ulang tahun

Hati Suci ke-50, 1964.

DOK.HATI SUCI

merasa Mama jahat

banget. Aku sempat

marah, sedih. Aku sempat

berpikiran, mending

“AKU

aku tidak dilahirkan di

dunia ini,” begitu Lidya mengungkapkan perasaannya

saat pertama kali dikirim menjadi penghuni

Rumah Hati Suci di kawasan Kebon Sirih,

Jakarta Pusat. Lidya, yang kini duduk di kelas IX

SMP, masuk Hati Suci sejak berusia 4 tahun.

Lambat laun ia menyadari keputusan sang

mama mengirimnya ke panti tersebut. “Bukan

Mama tak sayang, justru karena peduli sama

masa depan aku,” ujarnya saat ditemui majalah

detik, Selasa (17/2).

Lidya mengaku kerasan tinggal di Rumah Hati

Suci. Selain merasa terlindungi, ia dapat berkonsentrasi

penuh belajar karena semua keperluan

sudah dipenuhi. Dia juga biasa bermain dan

berbagi rasa dengan teman-teman sebaya yang

senasib.

Sore itu, majalah detik, yang bertandang ke

Hati Suci, merasakan suasana hangat di antara

anak-anak penghuni panti. Hujan yang membasahi

kawasan itu tak menyurutkan semangat

mereka bermain. Sementara itu, di seberang

aula, yang dipisahkan lapangan basket dan taman

kecil arena bermain, kakak-kakak mereka

asyik berselancar ke dunia maya di depan layar

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

komputer. Mereka mencari bahan untuk mengerjakan

tugas sekolah. Sebagian lagi terlihat

antre di depan kamar mandi, menunggu giliran

untuk mandi.

Kompleks Rumah Hati Suci berdiri di atas

tanah seluas 6.000 meter persegi. Gedung

bergaya kolonial Belanda itu dibangun pada 30

November 1929. Pada dinding serambi melekat

sebuah prasasti dengan pahatan aksara Tionghoa

dengan arti “Rumah Perlindungan Perempuan”.

Saat ini panti asuhan yang didirikan Auw

PERNAH SAYA MENYEBUT MEREKA SEBAGAI ANAK-ANAK HATI

SUCI, OMA LANGSUNG MARAH BESAR. WAJAHNYA MEMERAH.

Tjoei Lan, istri kapitan Tionghoa di Batavia, Lie

Tjian Tjoen, itu menampung 47 anak asuh berusia

5-18 tahun.

Mereka dibagi menjadi empat kelompok.

Setiap pergantian tahun pelajaran dipilih ketua

kelompok, yang bertanggung jawab mengatur

adik-adiknya dalam menyiapkan makanan,

kebersihan, dan pelajaran. “Ada tutor juga yang

lebih tua mengajari adik-adiknya,” ujar Sri, pengurus

panti.

April, siswi kelas XII di lingkungan kompleks

Hati Suci, mengaku pernah dua kali dipercaya

menjadi ketua kelompok. Ia masuk panti sejak

usia 7 tahun, tak lama setelah ayahnya meninggal.

Selain karena kesulitan ekonomi, sang ibu

kewalahan mengurus April kecil yang tergolong

bandel. “Awalnya tentu sedih, tiap tengah malam

terbangun dan menangis. Tapi kemudian

ya enjoy karena kita bisa saling menghibur,” ujar

gadis yang bercita-cita menjadi guru itu.

Sedangkan Lidya, meski belum memutuskan

profesi yang dicita-citakan, berharap kelak bisa

sukses dalam kariernya. “Supaya aku bisa membahagiakan

Mama dan ikut membantu Hati

Suci.”

●●●

Selain dikenal sebagai aktivis antiperdagangan

perempuan, Auw Tjoei Lan alias Nyonya Lie

Tjian Tjoen dikenal sebagai pengasuh anak-anak

yatim-piatu. Ia tergerak mendirikan panti asuhan

pada 27 Oktober 1914 setelah menemukan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Ibu Negara Fatmawati Sukarno

dan Nyonya Lie Tjian Tjoen

pada ulang tahun Hati Suci ke-

40, 1954.

DOK.HATI SUCI

seorang bayi perempuan berusia 3 bulan yang

tergeletak begitu saja di serambi rumahnya di

kawasan Matraman, Jakarta Timur. Belum lagi

seorang perawat kenalannya, yang memberi

dia beberapa bayi yang tak diurus orang tuanya.

Akhirnya ia mendirikan badan sosial yang diberi

nama Rumah Piatu Hati Suci atau Po Liang Kiok.

“Nama Tionghoa ditambahkan untuk mendapatkan

perhatian dari orang-orang Tionghoa yang

memiliki pengaruh di dunia bisnis,” tulis A. Bobby

Pr. dalam buku Ny. Lie Tjian Tjoen—Mendahului

Sang Waktu.

Awalnya Nyonya Lie menyewa sebuah rumah

di Jalan Gunung Sahari Nomor 59. Karena daya

tampung rumah itu terbatas, akhirnya anakanak

yang baru datang ditampung sementara

di rumah Nyonya Lie. Setelah 15 tahun berdiri,

Hati Suci akhirnya memiliki bangunan sendiri

pada 1929 di ujung Jalan Kebon Sirih. Bangunan

tersebut dimiliki berkat bantuan pemerintah

Hindia Belanda dan sumbangan dari masyarakat

Tionghoa.

Saat ini, di dalam kompleks yang sama berdiri

juga sekolah Hati Suci dari jenjang taman kanakkanak

sampai sekolah menengah atas. TK dan

sekolah dasar didirikan pada 1952 sebagai realisasi

pemenuhan kebutuhan pendidikan formal

bagi anak-anak asuh. Disusul SMP Hati Suci

pada 1989. Kemudian, untuk melengkapi sarana

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Bangunan induk Rumah Hati

Suci

DIDIK DWI HARYANTO/MYTRANS

pendidikan dasar dan menengah, pada 2005

didirikan SMA Hati Suci.

Bagi anak-anak asuh di Hati Suci, Nyonya Lie

ibarat peri yang melindungi dan memperlakukan

mereka layaknya anak kandung sendiri.

Mereka disekolahkan, dilatih menjahit, dan

diberi keterampilan lainnya. Bahkan mereka diperkenankan

menambahkan nama Lie sebagai

nama keluarga.

“Kami pun menganggap mereka sebagai adikadik

kami. Pernah saya menyebut mereka sebagai

anak-anak Hati Suci, Oma langsung marah

besar. Wajahnya memerah,” ujar Lie Siong Nio

alias Stella Margaretha Satyadi mengenang sikap

sang nenek. Ketika anak-anak asuh beranjak

dewasa dan saatnya berumah tangga, Nyonya

Lie dan suami ikut membantu menyeleksi jodoh

mereka.

Selain menampung anak-anak kurang beruntung

di Hati Suci, Nyonya Lie terbiasa membantu

kaum papa di sekitarnya. Anak-anak dan

cucunya ia didik dan latih untuk melayani mereka

yang kurang beruntung. Setiap pagi sebelum

berangkat sekolah, mereka harus menyiapkan

sekitar dua lusin piring berisi makanan, dan

air minum. Juga ada ikan bandeng yang sudah

dibersihkan dari duri-duri. Semua untuk para

pengemis yang lewat di depan rumah.

“Suatu hari ada pengemis tunanetra yang

datang. Mungkin karena ikannya masih berduri

dan ketelan, dia batuk-batuk. Saya hampir dapat

tongkat dari Opa, tapi Oma pura-pura membela

bahwa itu tidak sengaja. Begitu Opa tidak ada,

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

April dan Lidya

DIDIK DWI HARYANTO/MYTRANS

baru saya dimarahin Oma,” ujar Stella.

Selain dididik untuk melayani kaum papa, sarjana

psikologi dari sebuah universitas di Belanda

itu melanjutkan, Nyonya Lie mengajari mereka

agar menyisihkan sebagian rezeki untuk disumbangkan

untuk sosial. “Bahkan uang jajan pun

tak boleh dihabiskan sendiri, tapi sebagian harus

disisihkan,” ujarnya.

Nyonya Lie mengembuskan napas terakhir

pada 19 September 1965 pada usia 76 tahun.

Berbagai penyakit, seperti serangan jantung,

diabetes, dan rematik, terus menggerogoti

tubuhnya. Selama dua malam tiga hari jenazahnya

disemayamkan di Hati Suci. Hal ini

untuk memberikan kesempatan kepada ribuan

pelayat untuk memberikan penghormatan terakhir.

Jenazahnya diistirahatkan di pemakaman

umum Petamburan. ■ PASTI LIBERTI MAPPAPA | SUDRAJAT

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

REVOLUSI MENTAL

ALA HATI SUCI

“MEMOTIVASI ANAK-ANAK INI TIDAK TERLALU SULIT,

MUNGKIN LEBIH SULIT MEMOTIVASI ANAK KITA SENDIRI.”

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Anak-anak Hati Suci sedang

makan malam bersama.

DIDIK DH/MYTRANS

POHON mangga di kompleks Rumah

Hati Suci tak pernah bisa berbuah

hingga benar-benar matang. Diamdiam,

anak-anak penghuni rumah itu

kerap memetiknya saat masih mengkal. Berbagai

teguran dan hukuman dari para pengasuh

tak membuat mereka jera.

Akhirnya Maria Fransisca Setiati (Sisca) memutar

siasat. Suatu hari, ia sengaja membeli

lima buah mangga yang matang, lalu membaginya.

Setiap anak asuh mendapatkan satu iris

untuk sekadar merasakan betapa lebih manis

dan enaknya rasa mangga yang telah matang.

“Saya bilang kalau matang rasanya seperti

ini. Mangga di pohon sekitar kompleks pun

rasanya akan seperti itu bila dijaga dan dibiarkan

sampai matang di pohon,” tutur Sisca

mengisahkan suka-dukanya mendidik anakanak

asuh di Rumah Hati Suci. “Sekarang

mereka selalu menjaga sampai matang. Ini

sangat menyenangkan dan sangat manusiawi.

Memotivasi anak-anak ini tidak terlalu sulit,

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

KAMI AKAN TERUS BERUPAYA

MEMBENTUK ANAK-ANAK

SEBAGAI PRIBADI MANDIRI,

BUKAN PRIBADI YANG MANJA

DAN ANTISOSIAL.

mungkin lebih sulit memotivasi anak kita

sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat mengenal bangunan

tua di atas lahan seluas 6.000 meter

persegi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat,

itu sebagai Panti Asuhan Hati Suci. Panti ini

merupakan warisan Nyonya Lie Tjian Tjoen

dan didirikan pada 27 Oktober 1914. Nyonya

Lie dikenal sebagai pendekar antiperdagangan

perempuan, dan banyak merawat anak-anak

telantar.

Sejak 2 Mei 2000, Sisca

mengambil alih kendali pengelolaan

panti tersebut. Ia tak tega

membiarkan kondisi warisan

Nyonya Lie yang legendaris itu

mengalami kemunduran. Sejak

1995, suara-suara sumbang dari

alumni kerap terdengar. Mereka

antara lain mempersoalkan pengelolaan

administrasi keuangan yang kurang transparan

dan penanganan anak-anak asuh yang

seperti tanpa cinta kasih. Maklum, para pengurus

rata-rata sudah puluhan tahun mengabdi

sehingga mereka mungkin jenuh.

“Berkat bantuan teman-teman donatur,

makanan untuk anak-anak kami perhatikan

lebih baik lagi nilai gizinya, pakaian mereka

dicuci dengan mesin biar lebih bersih,” kata

Sisca. Selain itu, dalam menegakkan disiplin,

ia menghindari hukuman yang bersifat fisik

kepada anak-anak.

Ia mengaku mendisiplinkan anak-anak tak

mudah. Butuh kesabaran ekstra. Agar mereka

membuang sampah pada tempatnya saja,

kata Sisca, para pengasuh butuh waktu 1,5

tahun. Sedangkan untuk membiasakan anakanak

mencuci kaki sebelum tidur, para pengasuh

sengaja memasang seprai putih di setiap

tempat tidur. Bila keesokan paginya kedapatan

seprai kotor, artinya si anak tak cuci kaki.

“Kami tidak marahin, cuma dikasih pengertian,

dan mereka akhirnya akan malu sendiri,” ujar

Sisca.

Di bawah kendali Sisca, bekal pendidikan

anak-anak juga ditingkatkan tak sebatas sampai

sekolah menengah atas, tapi hingga universitas.

Disadarinya, bekal pendidikan SMA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Fransisca Setiati

bercengkrama dengan

anak-anak Rumah Hati Suci

DOK. PRIBADI

di era sekarang tak akan cukup untuk menjadi

modal hidup yang baik. Selain lapangan pekerjaan

yang terbatas bagi mereka yang cuma

berbekal ijazah SMA, Sisca tak ingin anak-anak

asuhnya terjebak pada pernikahan usia muda.

“Untuk memutus rantai kemiskinan, mereka

yang punya kemampuan baik kami arahkan

untuk melanjutkan ke universitas,” ujarnya.

Sisca bertekad akan terus berupaya mengentaskan

anak-anak telantar, baik yang

telantar secara fisik, seperti mengalami kekerasan;

telantar secara finansial, sehingga kurang

mendapatkan asupan makanan bergizi;

maupun telantar emosional, dalam arti tidak

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SELINGAN

Ratih Ibrahim

WALIPOP.DETIK.COM

mendapatkan kasih

sayang yang cukup dari

orang tua. Lewat Hati

Suci, ia akan menjajaki

panti-panti lain di

daerah tertinggal agar

semakin banyak anak

yang dapat dirangkul.

“Selama masih ada

anak telantar di tanah

Indonesia, selama itu

Hati Suci akan tetap

ada. Kami akan terus

berupaya membentuk

anak-anak sebagai pribadi

mandiri, pribadi

yang menyejahterakan

dirinya, keluarganya,

dan masyarakat sekitar.

Bukan pribadi yang manja dan antisosial,”

tutur Sisca.

Psikolog anak Ratih Ibrahim menilai apa

yang dilakukan pengurus Rumah Hati Suci

patut ditiru. Sebab, di sana anak-anak tak

cuma diberi makan dan pakaian bagus, tapi

juga berbagai pelatihan dan motivasi yang

membangkitkan harga diri mereka. “Kepada

mereka diajarkan hidup disiplin, tanggung

jawab, dan sopan santun,” ujar Ratih.

Bila Presiden Jokowi bertekad mencanangkan

revolusi mental di segala lini kehidupan

bangsa ini, Ratih melanjutkan, Rumah Hati Suci

sudah lama mengaplikasikannya. Bagaimana

membina, memperbaiki mental anak-anak

yang mungkin sebelumnya kurang baik, tak

punya motivasi, menjadi punya kebanggaan

diri. Menjadikan mereka sadar untuk berbuat

lebih baik dan memberikan karya terbaik bagi

keluarga dan masyarakatnya kelak.

“Kalau kita datang ke sana, kita akan menyimak

bagaimana mereka mendapatkan nilainilai

kemanusiaannya kembali. Itulah revolusi

mental. Saya sangat salut kepada Ibu Sisca,

yang penuh dedikasi melanjutkan nilai-nilai

perjuangan Ibu Lie,” kata Ratih. ■

PASTI LIBERTI MAPPAPA | SUDRAJAT

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI MARET 2015


INTERNASIONAL

DARI RAQQA KE DARNA

MENUJU ROMA

“ATAS KEHENDAK ALLAH, KAMI AKAN MENAKLUKKAN ROMA.”

REUTERS

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

Puluhan laki-laki yang

diduga pengikut Gereja

Kristen Koptik digiring

oleh milisi ISIS di pantai

tak jauh dari Tripoli,

Libya, Ahad (15/2).

REUTERS

MOHAMMED Soussi, 27 tahun,

punya gelar sarjana ekonomi dari

sebuah kampus di Tunisia. Setelah

sempat dua tahun berdinas di militer

Tunisia, Soussi mestinya berlomba-lomba

dengan ribuan sarjana lain di negerinya untuk

mencari pekerjaan. Persis seperti harapan

ayahnya.

Tapi beberapa bulan lalu Mohammed malah

menghilang. Ketika menelepon ayahnya, Taoufik

Soussi, 63 tahun, dia memberi kabar berada

di perbatasan Turki dengan Suriah. “Aku

telah bergabung dengan Negara Islam demi

kemerdekaan Palestina dan untuk melawan

Bashar al-Assad,” kata Mohammed.

Taoufik menduga, dari Masjid Al-Manar di

kampusnyalah perjalanan anaknya bermula.

Imam masjid itulah yang kemungkinan besar

menyeret Mohammed ke medan perang di Suriah.

Sebab, selama ini Mohammed tak pernah

memelihara sikap yang keras soal agama.

Imam itu pulalah, bersama kelompoknya,

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

ISIS ADALAH TANAH YANG

DIJANJIKAN BAGI KAMI,

TEMPAT KAMI MEREBUT

KEHORMATAN LAGI.”

yang mengongkosi perjalanan Mohammed

dari Tunisia ke Turki hingga berakhir di Suriah.

Kementerian Dalam Negeri Tunisia menaksir

ada sekitar 3.000 pemuda Tunisia yang bergabung

dengan Negara Islam alias ISIS. Dan

masih ada ribuan lagi yang bersiap berangkat

berperang bersama ISIS di Suriah, Irak, atau

medan perang lain.

“ISIS adalah tanah

yang dijanjikan bagi kami,

tempat kami merebut

kehormatan lagi,” ujar

imam yang merekrut

Mohammed. Menurut dia,

cerita soal pemerkosaan

atau pembunuhan sesama

muslim oleh milisi ISIS hanyalah karangan media

Barat. Memang tak sedikit pemuda Tunisia

yang terpesona oleh “jihad” ISIS.

Kursi roda tak menghalangi Hamsa bin Ekbel

untuk berangkat ke Suriah. Di sana dia menjadi

sutradara di balik layar video-video propaganda

ISIS yang diunggah ke Internet. Setelah

berminggu-minggu berada di Suriah, Hamsa

pulang ke Tunisia. Tapi simpatinya kepada ISIS

tak berkurang. “Masyarakat yang dibangun ISIS

di sana bukan sekadar kapitalisme dan demokrasi.

Di Raqqa, ada otoritas yang memantau

kesehatan rumah jagal, sampah dikumpulkan,

dan bus selalu datang tepat waktu,” Hamsa

memuji ISIS.

Setelah menguasai Raqqa dan kota-kota lain

di Suriah dan Irak, negara-negara di Afrika Utara,

seperti Libya, Aljazair, dan Tunisia, sepertinya

menjadi ladang baru bagi ISIS menebarkan

pengaruh. Tunisia menjadi salah satu pengirim

prajurit ISIS terbesar ke Irak dan Suriah. Sebagian

dari mereka, seperti Hamsa, sudah pulang

kembali ke Tunisia.

Bagi pemerintah Tunisia, mereka bak bom

waktu berjalan. Dua pekan lalu, kepolisian Tunisia

menangkap 32 milisi Negara Islam. Sebagian

besar dari mereka belum lama pulang dari

Suriah. Mohammed Ali Aroui, juru bicara Kementerian

Dalam Negeri Tunisia, mengatakan

kelompok militan ini berencana menyerang

sejumlah kantor pemerintah dan obyek strategis

di Tunisia. “Kesatuan antiterorisme berhasil

mengungkap rencana serangan spektakuler

mereka ke obyek-obyek vital,” kata Ali Aroui.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

Seorang anak

perempuan di Kota

Amman, Yordania,

membawa foto para

korban pembantaian

oleh milisi ISIS di Libya,

Selasa (17/2).

REUTERS

l l l

Pada Senin pekan lalu, ribuan orang berkumpul

di Gereja Kristen Koptik di Desa Al-Our,

sebelah utara Kairo, Mesir. Mereka berduka

dan masih berusaha mencerna apa yang terjadi

dengan 21 pemeluk Kristen Koptik yang

dieksekusi mati oleh milisi ISIS di Libya sehari

sebelumnya.

Tiga belas dari 21 korban eksekusi milisi ISIS

itu berasal dari Desa Al-Our. “Oh, Kerollos,

hari ini mestinya menjadi hari pernikahanmu....

Maafkan aku, anakku, aku tak punya cukup

uang untuk mencegahmu pergi ke tempat itu,”

seorang ayah meratapi kematian anaknya.

Menurut Sami Naseef, warga Al-Our, kisah

para pemuda itu hampir serupa. Mereka semua

berasal dari keluarga miskin dan merantau ke

Libya demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Tak lama setelah menuntaskan dinas militer,

Abanoob Atiya, 23 tahun, segera berangkat ke

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


INTERNASIONAL

Libya. Tak ada pilihan lain bagi Atiya selain terbang

ke Libya demi menghidupi adik-adiknya.

Dan dia tak pernah kembali.

“Mereka bukan manusia. Mereka monster.

Mereka membunuh orang tak bersenjata yang

sedang berjuang memberi makan keluarganya,”

kata Paus Tawadros II, pemimpin Gereja

Kristen Koptik Ortodoks Aleksandria.

Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi bersumpah

akan membalas pembunuhan 21 warganya

itu. Sehari setelah

MASYARAKAT YANG DIBANGUN

ISIS DI SANA BUKAN SEKADAR

KAPITALISME DAN DEMOKRASI.”

video pembunuhan

21 pemeluk

Kristen Koptik itu

muncul di Internet,

jet-jet tempur

Mesir menghujani kamp-kamp ISIS di sebelah

timur Kota Darna, Libya, dengan tembakan

roket.

Memanfaatkan situasi Libya yang semrawut

setelah Muammar Qadhafi tergusur, sejak

Oktober tahun lalu Darna, kota di tepi Laut

Mediterania, berada di bawah kekuasaan milisi

ISIS. Pada September tahun lalu, pemimpin

tertinggi ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, mengirim

Mohammed Abdullah alias Abu al-Baraa al-

Azdi, prajurit ISIS dari Yaman, beserta sejumlah

milisi dari pelbagai negara untuk merebut Kota

Darna.

Ketika Darna ditaklukkan, Abu al-Baraa dan

milisi ISIS berpawai keliling kota sebelum mendeklarasikan

Provinsi Barqa—nama ini dipakai

pada masa kekhalifahan Islam—di bawah kekuasaan

ISIS dan menyatakan kesetiaan kepada

Al-Baghdadi. Sebenarnya Darna, yang dikepung

Pegunungan Hijau, sudah lama menjadi

basis sejumlah kelompok militan Islam.

Seperti di Raqqa, “ibu kota” ISIS di Suriah,

kelompok militan itu menegakkan hukum di

Darna dengan senapan. Siapa pun yang melontarkan

kritik, apalagi melawan, bakal dieksekusi

tanpa ampun.

Osama al-Mansouri, dosen di Sekolah Seni

Darna, melontarkan pertanyaan tajam kepada

anggota ISIS. “Apa yang kalian inginkan? Apa

yang kalian cari?” Dua hari kemudian, Osama

ditemukan tewas ditembak. “Sekarang wilayah

timur Libya sudah tak ada bedanya dengan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

Presiden Mesir Abdul

Fattah al-Sisi menemui

pemimpin Gereja

Koptik Paus Tawadros

II di Kairo, Senin

(16/2).

REUTERS

Suriah dan Irak,” ujar seorang anggota milisi

anti-ISIS. Di mana-mana ISIS mendirikan pos

penjagaan.

Kini Darna menjadi batu pijakan bagi ISIS untuk

melompat ke Eropa. Kota itu hanya berjarak

kurang dari 300 kilometer dari wilayah Italia di

utara. “Atas kehendak Allah, kami akan menaklukkan

Roma,” seorang prajurit ISIS sesumbar

setelah membunuh 21 pengikut Gereja Kristen

Koptik pekan lalu.

Menurut satu dokumen ISIS yang diperoleh

Quilliam, kelompok anti-ekstremis dari Inggris,

ISIS berencana menguasai Libya sebagai pintu

masuk ke Eropa. ISIS berencana terus mengirimkan

prajurit-prajuritnya dari Suriah dan Irak

ke negara di bagian utara Afrika tersebut.

Dari Libya, dengan menyamar sebagai imigran

pencari suaka, mereka bisa melenggang

masuk ke negara-negara Eropa. “Libya punya

garis pantai yang sangat panjang.... Negaranegara

Eropa bisa dengan gampang dicapai

menggunakan perahu yang sederhana sekalipun,”

kata Abu Arhim al-Libim, juru propaganda

ISIS.

Sebagai negara yang garis pantainya berhadapan

langsung dengan Libya, pemerintah

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

Kerabat korban

pembantaian penganut

Gereja Kristek Koptik di

Desa Al-Our, pinggiran

Kairo, menangis

histeris Senin (16/2).

ASMAA WAGUIH/REUTERS

Italia paling waswas melihat mekarnya pengaruh

ISIS di Libya. “Melihat memburuknya

situasi di Libya, komunitas internasional mesti

segera bergerak sebelum terlambat,” Menteri

Luar Negeri Italia Paolo Gentiloni memperingatkan.

Jika milisi ISIS bisa merangkul

kelompok militan lokal, menurut Gentiloni,

kekuasaan ISIS bakal menggelembung sangat

cepat. “Kita harus terus memberi perhatian

maksimum ke Libya.”

Thomas Joscelyn, peneliti senior di Foundation

for Defense of Democracies, tak yakin

pengaruh ISIS di Libya bakal mengembang secepat

pengaruhnya di Suriah dan Irak. Sejumlah

pemimpin milisi lokal, seperti Anshar al-Sharia,

kelihatannya kurang berselera bergabung

dengan ISIS. “ISIS di Libya berpotensi menjadi

mimpi buruk keamanan. Tapi, di lapangan, ada

banyak kelompok yang berkompetisi,” ujar

Patrick Skinner, mantan intel Dinas Intelijen

Amerika Serikat (CIA). n SAPTO PRADITYO | REUTERS | CNN

| GUARDIAN | DER SPIEGEL | AL-JAZEERA | BBC

MAJALAH MAJALAH DETIK 23 DETIK FEBRUARI 19 - 25 - 1 JANUARI MARET 2015


INTERNASIONAL

KARENA PARKIR

ATAU ISLAM

“ADA SEJUMLAH TOKOH EKSTREM KANAN YANG TERUS MENYEBARKAN

PROPAGANDA BAHWA ISLAM ADALAH AGAMA SETAN.”

NBCNEWS

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

Ribuan orang

menghadiri acara

penghormatan

kepada para korban

penembakan di

kampus Universitas

North Carolina, Chapel

Hill, Rabu (11/2).

CHRIS KEANE/REUTERS

OMAR AbdelBaky tak habis pikir ada

orang yang tega menembak mati

Deah Shaddy Barakat. Beberapa

bulan lalu menjelang Idul Fitri, Omar

berbincang dengan kawan masa kecilnya itu.

Omar dan Deah mengenang hadiah-hadiah

yang biasa diberikan orang tua mereka setiap

kali menjelang Idul Fitri.

Dengan bercanda, Omar mengaku iri dengan

hadiah mainan helikopter milik Deah. Melihat

sang sahabat menginginkan mainan helikopter

miliknya, Deah menanyakan alamat rumah

AbdelBaky. Dua minggu kemudian, petugas

jasa pengiriman barang mengetuk pintu rumah

Omar dan menyampaikan mainan helikopter

yang dikirim Deah.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

KEJADIAN INI TAK ADA

SANGKUT-PAUTNYA DENGAN

AGAMA ATAU KEYAKINAN

PARA KORBAN.”

“Seperti itulah Deah.... Dia memberikan

sesuatu tanpa berpikir dua kali,” kata Omar

AbdelBaky, 24 tahun, mengenang sahabatnya,

Deah Barakat, 23 tahun, dua pekan lalu. Anna

Bigelow, profesor sejarah Islam di Universitas

Negeri North Carolina, masih ingat betul sosok

Deah di antara ribuan mahasiswa yang pernah

dia ajar. Menurut Profesor Bigelow, Deah selalu

sangat antusias tapi tetap kalem setiap kali

mengikuti kuliahnya.

Setelah lulus dari Jurusan

Administrasi Bisnis Universitas

Negeri North Carolina,

Deah belajar ilmu kedokteran

gigi di Universitas North

Carolina di Chapel Hill. Bukan

cuma murah hati, Deah

tak sungkan berpeluh untuk

menolong orang lain. Sejak

beberapa bulan lalu, Deah

tanpa kenal lelah mengumpulkan

duit untuk membangun klinik gigi bagi

para pengungsi Suriah di Turki.

Selasa sore dua pekan lalu, polisi Chapel Hill

mendapat telepon darurat dari warga. Seorang

warga mengabarkan mendengar suara tembakan

di Apartemen Finley Forest. Ketika polisi

tiba, mereka menemukan Deah Barakat sudah

terkapar tanpa nyawa di apartemennya. Hanya

beberapa langkah dari Deah, polisi menemukan

istri Deah, Yusor Abu-Salha, 21 tahun, dan

adik iparnya, Razan Abu-Salha, 19 tahun, juga

terkapar tak bernyawa.

Deah dan Yusor adalah pasangan pengantin

baru. Mereka menikah sebulan lalu. Seperti

suaminya, Yusor kuliah di Sekolah Kedokteran

Gigi Universitas North Carolina. Sedangkan

Razan merupakan mahasiswi Jurusan Arsitektur

Universitas Negeri North Carolina. Mereka

semua aktif dalam kegiatan sosial di Raleigh

dan Chapel Hill, sekitar 30 menit bermobil dari

Raleigh.

“Setiap tahun mereka selalu meluangkan

waktu untuk menyediakan makanan bagi para

tunawisma. Mereka ikut memasak. Sering

mereka bercerita betapa sedih menyaksikan

orang-orang yang antre hanya untuk mendapatkan

makanan gratis,” kata Mohammad

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

Warga Palestina

melemparkan bunga

mawar ke laut sebagai

penghormatan

kepada tiga muslim

yang menjadi korban

penembakan di Chapel

Hill, Amerika Serikat,

Sabtu (14/2).

SUHAIB SALEM/REUTERS

Abu-Salha, ayah Yusor dan Razan, berurai air

mata. “Kami sangat terpukul.... Dua putri kami

dan anak menantu kami... tiga anak yang luar

biasa, pintar, ringan tangan membantu dan

mendedikasikan hidupnya menolong orang

lain, anak terbaik yang bisa kalian bayangkan

sebagai warga Amerika.”

Petang itu juga, pelaku penembakan brutal di

Apartemen Finley Forest, Craig Stephen Hicks,

46 tahun, menyerahkan diri kepada polisi.

Hingga Rabu pekan lalu, polisi masih menyelidiki

apa yang membuat mahasiswa Durham

Technical Community College itu bisa kalap.

“Kejadian ini tak ada sangkut-pautnya dengan

agama atau keyakinan para korban,” Karen

Hicks, istri Craig, menyimpulkan. Pengacaranya,

Rob Maitland, mengatakan Craig sudah

lama memendam kekesalan soal urusan parkir

mobil di Apartemen Finley. “Ini tak ada urusan

dengan terorisme. Dia hanya frustrasi tak bisa

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

TAK ADA SEORANG PUN

DI AMERIKA YANG BOLEH

MENJADI SASARAN

KEBENCIAN HANYA

LANTARAN SIAPA DIA

DAN BAGAIMANA DIA

BERIBADAH.”

memarkir mobilnya di tempat yang dia inginkan.”

Benarkah urusan parkir ini yang membuat

Craig gelap mata dan tega menarik pelatuk

senapannya ke arah Deah dan istrinya? Sekitar

sepekan sebelum penembakan, Mohammad

Abu-Salha ingat putrinya

mengabarkan soal seorang

tetangganya yang datang ke

apartemen mereka, marahmarah

mengenai sejumlah hal

sembari menenteng senapan.

“Saat itu dia memang tak

mengarahkan senapannya

kepada siapa pun,” Amira Ata,

teman Yusor, menuturkan.

Tapi, melihat ada orang kalap membawa senapan,

siapa yang tak waswas. Hanya soal waktu

kapan senapan itu berisi peluru dan empunya

menarik pelatuk.

Mohammad tak percaya Craig tega membunuh

dua putri dan anak menantunya

hanya gara-gara urusan parkir mobil. Dia

yakin perbuatan Craig didorong kebencian

yang dilandasi prasangka. “Ayah, aku pikir

mereka membenci kami karena siapa kami

dan bagaimana penampilan kami,” Yusor

mengeluh kepada ayahnya beberapa pekan

sebelum penembakan itu.

Menurut Mohammad, media di Amerika

punya andil menyebarkan prasangka buruk

terhadap keluarga muslim seperti pasangan

Deah dan Yusor. “Media di Amerika terus

membombardir warga dengan berita terorisme

Islam, membuat mereka membenci kami,

takut kepada kami, dan ingin mengusir kami.

Jadi, jika ada warga Amerika yang punya konflik

dengan kalian dan dia sudah lama menyimpan

kebencian, bakal ada peluru di kepala kalian,”

kata Mohammad.

●●●

Tiga hari setelah penembakan tiga muslim

di Chapel Hill, Presiden Barack Obama menyampaikan

pernyataan. “Tak ada seorang pun

di Amerika Serikat yang boleh menjadi sasaran

kebencian hanya lantaran siapa dia, seperti apa

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

Keluarga Deah

Barakat—ayahnya,

Namee Barakat,

ibunya, Layla

Barakat, dan saudara

perempuannya,

Suzanne Barakat—

menghadiri acara

penghormatan para

korban di Chapel Hill,

Rabu (11/2).

CHRIS KEANE/REUTERS

penampilannya, dan bagaimana dia beribadah,”

kata Presiden Obama.

Penembakan di Chapel Hill membuat sebagian

warga muslim di Negeri Abang Sam semakin

waswas mereka bakal menjadi sasaran

kebencian berikutnya. Banjir berita buruk soal

perilaku sejumlah kelompok militan Islam di

Timur Tengah dan Afrika menjadi bahan bakar

yang menyulut kembali kebencian yang sempat

lama padam setelah serangan teroris ke

gedung kembar WTC pada 11 September 2001.

Survei Gallup pada 2011 menunjukkan, 52

persen warga muslim Amerika merasa tak

dihargai di lingkungannya. Biro Investigasi

Federal (FBI) mencatat, setelah serangan WTC,

jumlah kasus kejahatan terhadap warga mus-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

Craig Stephen Hicks,

46 tahun, pelaku

penembakan

REUTERS

lim melompat 600 persen. Angka kejahatan

itu perlahan surut, tapi merangkak naik lagi

beberapa tahun terakhir.

“Aku sama sekali tak ragu soal kenaikan

jumlah kasus kejahatan terhadap warga muslim

dan pidato-pidato anti-Islam,” kata Mark

Potok, peneliti senior di Southern Poverty

Law Center. Bukan cuma banjir berita buruk

soal Islam dari Timur Tengah yang membuat

sentimen antimuslim makin kencang, tapi juga

kampanye anti-Islam yang disokong sejumlah

donatur kaya.

Tiga tahun lalu, Center for American Progress

merilis laporan investigasi mereka bertajuk

“Fear, Inc.: The Roots of the Islamophobia

Network in America”. Menurut laporan itu,

ada tujuh yayasan yang menggelontorkan duit

US$ 42,1 juta atau sekitar Rp 500 miliar selama

periode 2001-2009 untuk mendanai kampanye

antimuslim.

Abdisamad Sheikh Hussein baru berumur 15

tahun dan dia menjadi korban prasangka buruk

terhadap muslim Amerika. Dua bulan lalu, bocah

keturunan muslim dari Somalia itu tewas ditabrak

mobil di depan masjid di Kota Kansas, Texas.

“Dari semua bukti, jelas sekali bahwa ini bukan

kecelakaan, tapi satu kesengajaan,” kata Sersan

Bill Mahoney dari Kepolisian Kansas.

Pembunuhan Deah dan dua bersaudara

Abu-Salha menaikkan tensi sentimen anti-

Islam. Abed Ayoub, Direktur American-Arab

Anti-Discrimination Committee, mendesak

Presiden Obama dan tokoh-tokoh kunci

agama menurunkan tensi anti-Islam. “Ada

sejumlah tokoh ekstrem kanan yang terus

menyebarkan propaganda bahwa Islam

adalah agama setan dan muslim sebagai

penjelmaan setan. Warga Amerika mestinya

paham bahwa terorisme bukan monopoli

satu agama atau etnis,” kata Ayoub. ■

SAPTO PRADITYO | CNN | USA TODAY | NY TIMES | NBC | BALTIMORE SUN |

MASHABLE

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

SHERLOCK HOLMES

MEMBURU SELINGKUHAN

“KETIKA SEORANG LAKI-LAKI MAKIN KAYA, MAKA DIA

AKAN MENCARI PACAR BARU.”

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

EXECUTIVEPROTECTION

KLAIM Wei Wujun terdengar lebih

dahsyat ketimbang Sherlock Holmes

atau Hercule Poirot sekalipun. Detektif

partikelir dari Shanghai, Tiongkok,

itu mengklaim sudah menangani hampir

2.000 kasus sepanjang kariernya. Terang jumlahnya

lebih banyak daripada kasus detektif di

novel kondang karya Sir Arthur Conan Doyle

dan Agatha Christie itu.

“Semua kasusku terpecahkan sampai tuntas.

Aku seratus persen berhasil, tak pernah gagal

dalam satu kasus pun,” kata Wujun sembari

mengisap rokok Red Pagoda Mountain, dengan

nada bombastis. Sebelum membuka praktek

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

AKU SERATUS PERSEN

BERHASIL, TAK PERNAH GAGAL

DALAM SATU KASUS PUN.”

detektif swasta, Wujun pernah 13 tahun berdinas

di militer Negeri Panda. Dia juga pernah

mencicipi kerja sebagai wartawan.

Dari ribuan kasus yang dia ungkap, sebagian

besar memang terkait dengan urusan rumah

tangga. Apa lagi masalah rumah tangga yang

butuh jasa detektif partikelir kalau bukan urusan

perselingkuhan. Entah sang istri yang curiga

suaminya ada main di

balik punggung, entah

sang suami yang mencium

gelagat istrinya

tak lagi setia. Saking

banyaknya kasus perselingkuhan

yang dia

ungkap, Wujun dijuluki

Pembunuh Selingkuhan.

Semakin makmur

penduduk daratan Tiongkok, menurut Wujun,

daftar kasus perselingkuhan makin panjang.

“Tiongkok sudah terperosok di bawah garis

moral. Moral... sudah tak ada lagi dari atas

ke bawah, di seluruh negeri ini,” kata Wujun,

prihatin.

Seorang pejabat yang korup bisa dipastikan

tak cuma menumpuk harta haramnya di

rumah, tapi juga menimbunnya di apartemen

pacar gelap atau istri simpanannya. Ada benarnya

kesimpulan Luo Tian, detektif partikelir di

Grand Shanghai Investigation. “Ketika seorang

laki-laki makin kaya, dia akan mencari pacar

baru.”

Bagi detektif-detektif swasta seperti Wujun

dan Luo Tian, urusan dapur rumah tangga ini

merupakan ladang subur yang bisa mendatangkan

fulus dengan jalan relatif gampang.

Tak aneh, walaupun pemerintah Tiongkok

melarang jasa detektif partikelir sejak 1993,

diperkirakan masih ada ribuan orang seperti

Wujun yang menawarkan jasa investigasi dan

mata-mata di bawah meja. Harian China Daily

menaksir ada sekitar 20 ribu penjual jasa detektif

swasta di Tiongkok.

Ada banyak cara untuk menghindar dari

mata pemerintah. Supaya tak menjadi incaran

petugas pemerintah, sejak dua tahun lalu

Wang Tao menutup situs Internet perusahaan

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

BORGENMAGAZINE

jasa investigasi miliknya di Chongqing. “Kami

bekerja di rumah sewaan dan tak memasang

tanda,” kata Wang Tao. Dia tinggal mengandalkan

informasi mulut ke mulut dan dari iklan

terselubung untuk menggaet pelanggan.

Ada pula yang menyamarkan jasa yang dia

tawarkan dengan mengaku sebagai konsultan,

seperti FMS Commercial Consultation. Faktanya,

sekitar separuh klien FMS yang mereka

tangani selalu ada urusannya dengan kasus

perselingkuhan. Ongkos untuk memata-matai

suami atau istri ini berkisar 10 ribu yuan atau

sekitar Rp 20,4 juta.

Bagi pendiri FMS, Sun, 30 tahun, tak ada

pilihan lain jika bisnis detektif swasta miliknya

ingin bertahan hidup. “Aku sebenarnya ingin

meninggalkan kasus-kasus seperti itu,” kata

Sun. Dia ingin FMS berfokus menggarap kasuskasus

investigasi bisnis. Rata-rata ongkos investigasi

bisnis memang jauh lebih mahal daripada

kasus rumah tangga. Tapi mau bagaimana lagi,

sebagian besar klien yang datang membawa

kasus dugaan perselingkuhan. “Kami harus

bertahan hidup.”

Fulus dari jasa memata-matai suami yang

berselingkuh juga lumayan gurih. Setiap tahun,

paling tidak Sun bisa meraup pendapatan—

setelah dipotong gaji untuk karyawan dan

ongkos operasional kantor—sekitar 2 juta yuan

atau Rp 4,1 miliar, 20 kali dari gajinya sebagai

pengacara properti.

Apalagi rata-rata kasus perselingkuhan tak

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

MORAL... SUDAH TAK ADA LAGI

DARI ATAS KE BAWAH, DI SELURUH

NEGERI INI.”

rumit-rumit amat. “Biasanya kami hanya perlu

waktu satu minggu,” kata Sun. Dan hampir 99

persen kasus dugaan perselingkuhan ini berakhir

buruk: para suami itu terbukti mencurangi

istrinya.

Sudah belasan tahun Zhang Yufen bekerja

sendiri untuk membuntuti para suami yang

berbuat curang di belakang istrinya. Karier Yufen,

57 tahun, bermula dari kejadian buruk yang

menimpa rumah tangganya.

Setelah 16 tahun berumah

tangga, suatu hari

suaminya mengakui punya

perempuan lain. Kepala Yufen

seolah tersuruk di comberan saat suaminya

memilih tinggal bersama perempuan itu dan

menguras habis rekening tabungan mereka.

Sempat sulit makan dan susah tidur selama

beberapa pekan, Yufen menentukan tujuan

baru hidupnya: mencari siapa perempuan biang

kehancuran rumah tangganya. Berhari-hari,

berminggu-minggu, Yufen mencari informasi

di mana suaminya tinggal bersama perempuan

itu. Setelah bertahun-tahun berjuang, Yufen

akhirnya mendapatkan surat cerai dari suaminya

dan menerima pembayaran kompensasi.

Kisah perjuangan Yufen menuntut hak itu menyebar

di antara tetangga. Suatu hari, seorang

perempuan tua mendekati Yufen dan menuturkan

kisah anaknya. Anak perempuan tua tersebut

menenggak racun setelah tahu suaminya berselingkuh.

“Aku tanya dia mengapa tak membawa

perselingkuhan itu ke pengadilan. Dia bilang tak

ada bukti,” Yufen menuturkan.

Bersama beberapa temannya, pada 2003

Yufen mendirikan biro investigasi swasta Fire-

Phoenix di Kota Xi'an. Namun, karena kurang

ongkos, FirePhoenix hanya berumur pendek.

Kini Yufen bekerja sendiri sebagai detektif

partikelir. Pelanggannya adalah istri-istri yang

dicurangi suami.

Jangan bayangkan cara kerja Yufen ini seperti

mata-mata Dinas Intelijen Amerika (CIA) atau

intel Mossad dari Israel. Perangkat kerjanya hanya

alat perekam, teropong, kamera murahan,

dan laptop. Menurut Yufen, dia tak pasang tarif

mahal. Yufen hanya minta kliennya sekadar

mengganti ongkos selama dia membuntuti

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


INTERNASIONAL

WASHINGTONPOST

“tersangka”.

Walaupun kelihatan gampang, kadang pekerjaan

para detektif swasta ini bisa membahayakan

nyawa mereka, terutama jika orang

yang mereka buntuti merupakan pejabat yang

berkuasa. “Selingkuhan menjadi sumber ketakutan

para pejabat korup, karena di situlah titik

paling lemah mereka,” kata Wei Wujun, detektif

Pembunuh Selingkuhan. ■ SAPTO PRADITYO | WASHINGTON

POST | TELEGRAPH | USA TODAY | ABC | RFA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


ASRI WELAS

SENANG

DIMINATI

JAN RIBEIRO

KUAT

SUPERMAN IS DEAD

DI-BULLY

TANTANG

AUSTRALIA

MAJALAH DETIK 16 - 22 FEBRUARI 2015


PEOPLE

ASRI WELAS

SENANG DIMINATI

S

ETELAH hampir 10 tahun

berkecimpung di dunia diminati begitu selesai dipamerkan. “Ada nya di Universitas Indonesia ini meng-

Asri tak menyangka karyanya langsung Perempuan yang menyelesaikan studi-

kebaya, Asri Welas kini tamu VIP datang ke backstage, dia pesan aku bangga karyanya diapresiasi banyak

berhasil menembus pasar salah satu karya saya,” ujarnya di kantor orang. Hal itu memberinya semangat

internasional. Bahkan karyanya langsung

laku begitu dipamerkan.

Asri menjadi salah satu desainer Indonesia

yang mengikuti pergelaran Couture

Fashion Week di New York, Amerika

Serikat, beberapa waktu lalu.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia

New York.

Tak hanya mendapatkan pembeli, karya

Asri juga menjadi sorotan sejumlah

media luar negeri. Dia diwawancarai beberapa

radio, koran, dan stasiun televisi.

untuk terus berkarya.

Dia juga berharap masyarakat Indonesia

ke depan lebih menghargai

produk dalam negeri. “Orang luar saja

suka, masak kita sendiri enggak,” ujarnya.

Bener tuh! n ARINA YULISTARA | KEN YUNITA

FOTO : NOEL / DETIKCOM

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


PEOPLE

SUPERMAN IS DEAD

TANTANG

AUSTRALIA

That’s what we

all need!” Begitu

“RESPECT!

tulis Superman Is

Dead (SID) atas ancaman Australia untuk

memboikot wisata Indonesia.

Band asal Bali ini heran terhadap sikap

pemerintah Australia yang mengeluarkan

imbauan tersebut. “Itu reaksi yang

berlebihan,” tulis SID.

SID mengatakan wisatawan yang

berkunjung ke Indonesia, khususnya ke

Bali, banyak. Mereka bukan hanya dari

Australia. Dan Bali dapat bertahan tanpa

turis Australia sekalipun.

Menurut grup band yang eksis sejak

1995 ini, warga Bali juga merasa “sakit

perut” melihat tingkah turis Australia

yang tidak menghormati budaya Bali.

“Ada beberapa dari mereka yang

bertindak seperti raja, seolah-olah

semua bisa dibeli dengan dolar Australia

mereka,” ujar SID.

Bagaimanapun, hukum Indonesia

tak akan bisa dipengaruhi oleh ancaman

boikot pemerintah Australia.

Hukuman terhadap duo Bali Nine

tetap akan dijalankan.

“Jika Anda datang ke sini dan melanggar

hukum kami, Anda akan dihukum,

tidak peduli siapa Anda. Bali

tidak perlu sampah,” SID menegaskan.

n KEN YUNITA

FOTO : TERESIA MAY / ANTARA

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


PEOPLE

JAN RIBEIRO

KUAT DI-BULLY

K

URANG pendengaran

bukan halangan bagi Jan

Ribeiro untuk mengejar karier

impiannya: model profesional.

Kondisinya yang tak biasa justru

dijadikan tantangan.

Jan divonis tak bisa mendengar dengan

sempurna pada usia 4 tahun.

Ia lalu diberi alat bantu dengar, yang

hingga saat ini masih digunakannya.

Meski telah memakai alat bantu, Jan

masih saja kesulitan mendengar. Bicaranya

juga belum selancar orang-orang

dengan pendengaran normal. Terbatabata.

“Apalagi saat harus mendengar dan

berbicara, saya masih sering kesulitan,”

ujar perempuan kelahiran 24 Juli 1995

ini.

Kondisi itu sering membuatnya dibully.

Banyak orang menertawakannya.

Namun Jan yang tangguh tak ingin

berkecil hati. Dia tetap mengejar citacitanya.

Model berusia 19 tahun ini sekarang

bergabung dengan agensi Pro Model

Management. Ia merupakan salah satu

model asing yang mengembangkan

karier di Indonesia. n

MELISA MAILOA | KEN YUNITA

FOTO : DETIKHOT

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

TEATER

ANAK AYAM HITAM

UNTUK PETRUK

BERTAHUN-TAHUN PETRUK MENUNGGU PRABU KRESNA

MEMENUHI JANJINYA. KETIKA GELAGATNYA JANJI ITU BAKAL TAK

DIPENUHI, PETRUK PUNYA CARA LAIN UNTUK MENAGIH.

FOTO: IMAGE DYNAMICS

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

TEATER

P

ETRUK

ngambek,

pundung. Gareng

dan Bagong menyapa,

dijawab

ketus. Pertanyaan

Semar dijawab

ogah-ogahan. Tak

ada yang tahu mengapa

Petruk, yang biasanya ceria, jadi begini.

Ihwalnya beberapa tahun lalu, Petruk ikut

operasi bela negara yang diberi sandi kuthuk

cemani (anak ayam hitam), saat terjadi pemberontakan

Prabu Pragola Manik. Dengan

kesaktiannya, Petruk berhasil memadamkan

pemberontakan itu.

Sebagai imbalan atas jasanya, Prabu Kresna

penguasa Dwarawati berjanji akan menikahkan

putrinya, Dewi Prantawati (asal sebutan

kuthuk cemani), dengan Petruk. Namun Petruk

harus menunggu dulu beberapa tahun hingga

Prantawati dewasa. Dalam masa menunggu

itu, Petruk dikagetkan oleh kabar tunangannya

akan menikah dengan Lesmana Mandrakumara,

pangeran dari Astina.

Karena kecewa berat itulah Petruk hilang

semangat hidup. Dia menolak ajakan saudarasaudaranya

sesama Punakawan, juga ajakan

Pandawa, menghadiri pesta pernikahan Prantawati

di Kerajaan Dwarawati. Arjuna bahkan

sempat memarahi Petruk dan mengancam

akan membunuhnya.

Petruk melarikan diri ke hutan. Di tengah ke-

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

TEATER

bingungan, dia bertapa hingga doanya mengguncang

Kahyangan dan mendorong ayahnya,

Gandarwa Raja, menemui Petruk. Gandarwa

membantu menyelesaikan permasalahan putranya

dengan mengubah wujud Petruk jadi

kesatria tampan bernama Bambang Sukma

Nglembara.

Sementara itu, di Dwarawati, Prantawati sedih

karena akan dinikahkan dengan Lesmana, pria

yang tak dicintainya. Di tengah kegalauan itulah

muncul seorang kesatria gagah, Bambang Sukma

Nglembara, menyusup ke taman. Prantawati

jatuh hati. Mereka berjanji sehidup-semati dan

saling bertukar cincin.

Pesta pernikahan Prantawati dan Lesmana siap

digelar. Mempelai pria sudah datang. Di tengah

acara, tiga mbok emban yang biasanya menemani

Prantawati melaporkan tuan putri mereka hilang.

Kurawa dan Pandawa bersama-sama berusaha

menangkap si pencuri, pencuri cinta padahal,

tapi tak ada yang mampu menandingi kesaktian

Bambang Sukma Nglembara.

Di tengah Bambang Sukma Nglembara menyombongkan

kemenangannya, Bagong dan

Gareng mengenali kesatria di depan mereka

ini adalah Petruk. Petruk pun buka kartu, alasan

semua ini untuk mengingatkan janji Prabu

Kresna dulu. Janji seorang pemimpin harus ditepati

agar kewibawaan dan martabatnya terus

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

TEATER

terjaga.

Dalam durasi dua jam, Petruk Nagih Janji dimainkan

Wayang Jurnalis di auditorium Galeri

Indonesia Kaya, Jakarta, Minggu, 15 Februari

2015. Lakon yang disutradarai Kenthus Ampiranto

dari Wayang Orang Bharata itu meletupkan

bumbu humor di sana-sini, menghasilkan

narasi yang segar.

Sebagian besar pemain yang tampil petang

itu adalah jurnalis, tepatnya ada 29 jurnalis, di

antaranya Putu Fajar Arcana dari Kompas, Dwi

Sutarjanto dari Esquire, Ali Sobri dari Hai, dan

Dzulfikri Putra Malawi dari Media Indonesia.

Sebagian lagi pentolan Wayang Orang Bharata.

Wayang Jurnalis, salah satu program komunitas

jurnalis Sahabat Indonesia Kaya, adalah

wayang orang yang dimainkan para jurnalis.

Petruk Nagih Janji merupakan pertunjukan kedua

mereka, sedangkan pertunjukan pertama

mengambil lakon Wahyu Cakraningrat, dipentaskan

dalam rangkaian ulang tahun Galeri

Indonesia Kaya pada Oktober 2014.

“Tantangan terbesar menggarap lakon ini

adalah jurnalis yang terlibat berasal dari berbagai

suku dan tidak ada yang latar belakang

penari,” ujar Kenthus Ampiranto seusai pementasan.

Karena itu, dia menyiasatinya dengan

menekankan pada dialog, bukan pada tari dan

sikap bermain wayang orang yang benar. Improvisasi,

termasuk menyisipkan humor, dijaga

tetap berada di atas benang merah cerita.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

TEATER

Para jurnalis punya waktu yang sangat pendek

untuk berlatih, yakni empat kali latihan, itu

sudah dari proses pengenalan tokoh hingga

latihan menari. Masa latihan yang pendek ini

tak pelak menimbulkan banyak bolong dalam

urusan menghafal naskah, tapi dapat disiasati

sebagai celah masuknya humor.

Iwet, misalnya, awalnya memperkenalkan

diri sebagai Carik, padahal yang benar Cantrik.

Dia juga kesulitan mengingat nama alias

Petruk, Bambang Sukma Nglembara, hingga

menyebut Bambang-Bambang yang lain,

“Bambang Pamungkas? Eh, bukan. Bambang

Setio? Bantuin dong, lupa beneran ini.”

Contoh lain adalah Sarmoko Saridi, pemeran

Arjuna, yang harus selalu tampak gagah dengan

bahasa tertata, apa daya sering kedapatan

bengong tiap kali gilirannya bicara. Alhasil,

reporter Trans TV itu berkali-kali jadi bahan

candaan Bagong, yang dimainkan Marsam dari

Wayang Orang Bharata.

Dan ketika kemudian Sarmoko menirukan

gesture dan kalimat Mario Teguh dengan lancar

walau lumayan panjang, Marsam pun nyeletuk,

“Ooo… ternyata dari tadi sering bengong karena

menghafal itu.” Celetukan itu pun disambut

gelak penonton.

Selain para jurnalis dan personel Wayang

Orang Bharata, Petruk Nagih Janji menampilkan

tiga bintang tamu, yakni aktor Dwi Sasono

sebagai Petruk, Program Director Bakti Budaya

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

TEATER

Djarum Foundation Renitasari Adrian sebagai

Dewi Kunthi, dan penyiar radio Iwet Ramadhan

sebagai Cantrik sang pengantar cerita.

Sedianya Ganjar Pranowo-lah yang diplot

memainkan karakter Petruk. Kenthus pernah

melihat Ganjar bermain sebagai Petruk di

Semarang. Dari sanalah dipilih lakon Petruk

Nagih Janji, apalagi cocok dengan posisi Ganjar

saat ini sebagai Gubernur Jawa Tengah, yang

sedang ditagih janji-janji kampanyenya dulu.

Namun respons dari Ganjar tak kunjung tiba.

Dwi Sasono didapat tiga hari sebelum pementasan.

Posturnya yang tinggi cocok untuk

karakter Petruk, terlebih dia antusias bermain

wayang dan bisa berimprovisasi dengan tepat,

dalam arti tidak melantur ke mana-mana.

“Tuhan Maha Penyayang pada saya yang sudah

bingung dan stres kenapa Pak Ganjar tidak

jadi, eh ketemu Mas Dwi yang hebat sekali. Saya

ketemu cuma sekali, lalu latihan dan memberi

pemahaman tentang wayang, karakter Petruk,

dan naskah yang harus dihafal,” ujar Kenthus.

Mengharapkan sajian Wayang Jurnalis sesempurna

wayang orang yang sesuai pakem

memang masih sangat panjang jalannya. Namun,

seperti sang sutradara bersiasat dengan

menekankan pada dialog, setidaknya anak

muda Jakarta kini tahu Petruk yang jangkung,

culun, dan berjambul tinggi itu tokoh sakti dan

beristri cantik. Itu saja dulu. ■ SILVIA GALIKANO

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI -- 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

FILM

PESTA SI KUTU BUKU

BISNISNYA JADI PENGIRING PENGANTIN. KLIENNYA ORANG KOTA YANG PUNYA RIBUAN

TEMAN DI FACEBOOK TAPI TAK ADA YANG DATANG SAAT DIBUTUHKAN.

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

FILM

Judul: The Wedding Ringer

Genre: Comedy

Sutradara: Jeremy Garelick

Skenario: Jeremy Garelick,

Jay Lavender

Tap untuk melihat Video

Produksi: Sony Screen Gems

Pemain: Kevin Hart, Josh Gad,

Kaley Cuoco-Sweeting

Kunis, Eddie Redmayne

Durai: 1 jam 41 menit

PERNIKAHAN Doug Harris (Josh

Gad) dengan Gretchen (Kaley Cuoco-Sweeting)

makin dekat. Gedung,

katering, baju pengantin, suvenir, semua

sudah siap. Paket bulan madu ke kepulauan

tropis juga sudah lunas dibayar.

Saat tujuh pengiring pengantin perempuan

(bridesmaids) rampung mencoba gaun, tujuh

pengiring pengantin pria (groomsmen)-nya

malah belum ada. Belum ada satu pun orangnya,

bukan bajunya.

Doug sudah menelepon semua teman, dari

teman SD sampai teman kuliah, dan meminta

mereka jadi pengiring, tapi tak ada yang berse-

MAJALAH MAJALAH DETIK 23 DETIK MAJALAH - 293 DESEMBER - 9 MARET DETIK 2013 2014

23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

FILM

dia dengan macam-macam alasan, umumnya

karena mereka tak akrab. Doug baru

menyadari dia sebenarnya tak punya

teman.

Di tengah keputusasaan inilah

Doug mendatangi Jimmy Callahan

(Kevin Hart), pemilik dan CEO Best

Man Inc, yang jadi pendamping pengantin

pria (best man) profesional.

Biasanya calon pengantin yang datang ke

Jimmy hanya memesan seorang best man.

Jimmy bisa tangani itu sendiri sepaket dengan

foto-foto “bukti” persahabatan mereka dan

pidato menyentuh saat makan malam. Jimmy

akan jadi best man dengan nama palsu, latar

belakang pendidikan dan keluarga palsu, serta

cerita palsu bagaimana pertama kali mereka

kenal.

Namun order dari Doug bukan hanya seorang

best man, tapi juga sepasukan groomsmen.

Karena itulah Jimmy membuka audisi

hingga didapatlah tujuh pria dengan keunikan

masing-masing, dari pria berotot tapi gagap

hingga seorang keturunan Asia yang punya

tiga buah zakar. Masing-masing dia beri nama

dan latar belakang palsu yang harus diingat

luar kepala. Jimmy sendiri punya nama palsu

Bic Mitchum, seorang pendeta di kemiliteran.

Kegilaan dimulai ketika Jimmy, eh Bic, dan

Doug diundang makan malam di rumah keluarga

Gretchen. Bic keteteran menghadapi rentetan

pertanyaan ayah Gretchen (Ken Howard),

yang sejak awal tak pernah suka pada Doug

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

FILM

Jeremy Gerelick

membuat debut

penyutradaraan lewat

film komedi The Wedding

Ringer.

serta tatapan curiga adik Gretchen, Alison

(Olivia Thirlby).

Setelah segala trik gagal, Bic

terpaksa menggunakan trik nekat

dengan menumpahkan

semangkuk

besar sup yang

masih mengepul

ke pangkuan

Doug. Nenek

(Cloris

Leachman) kaget hingga terjungkal ke lantai.

Lilin di meja makan pun jatuh dan membakar

baju nenek. Para laki-laki yang berniat menyiram

dengan cairan malah menuangkan

minuman beralkohol, yang membuat api berkobar

makin besar dan membuat nenek harus

dilarikan ke ICU.

Jeremy Gerelick membuat debut penyutradaraan

lewat film komedi The Wedding Ringer,

hasil kerja sama perusahaan produksi film

Screen Gems dan perusahaan distribusi film

Miramax. Sebelumnya, Gerelick adalah asisten

sutradara dan penulis skenario.

Gerelick sudah menjual skenario film ini ke

Screen Gems pada 2002 dengan judul awal

The Golden Tux. Namun skenario itu kemudian

disimpan saja di gudang di New Jersey bersama

18 ribu kardus, hingga Disney menjual Miramax

ke konsorsium keuangan pada 2010.

Pada 2011, produser Adam Fields memperoleh

hak menggarap properti Miramax, termasuk

The Golden Tux yang sedianya akan dibintangi

Vince Vaughn, tapi kemudian memilih

Wedding Crashers (2005). Itu sebabnya, jika

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

FILM

diperhatikan, logo Miramax yang muncul di

awal film ini adalah logo lama.

The Wedding Ringer berangkat dari pertanyaan

dasar apakah punya ribuan teman di

media sosial sama artinya dengan punya ribuan

orang yang siap datang kapan pun dibutuhkan?

Inti cerita sederhana dengan formula komedi

standar itu kemudian ditempeli beragam-ragam

humor hingga menyerempet cabul, yang

merupakan titik terendah film. Gerelick juga

tampak terhanyut mengeksploitasi kelucuan

Kevin Hart hingga menyia-nyiakan bakat Ken

Howard, Mimi Rogers, dan Olivia Thirby yang

dapat adegan sedikit.

Kevin Hart bicara demikian cepat, awalnya

sulit diikuti, tapi lama-kelamaan terbiasa juga.

Kelucuannya sinting. Adegan paling keren adalah

sewaktu Doug yang berbadan bulat dan Bic

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


SENI HIBURAN

FILM

menari berpasangan, dari gerakan hip-hop, tango,

hingga waltz. Untung porsinya agak lama.

The Wedding Ringer adalah gabungan kasarnya

Bridesmaids (2011) dan The Hangover

(2009), beraninya A Few Best Men (2011) dan

The Wedding Crashers (2005), serta rohnya The

Wedding Singer (1998).

Sebagai film komedi, debut Garelick ini lucu

yang cerdik. Seru sebagai film bioskop, sangat

menghibur sebagai film DVD, yang ditonton di

ruang keluarga sambil ngemil keripik singkong

atau bisa jeda sebentar untuk memesan bakso.


SILVIA GALIKANO

MAJALAH DETIK DETIK 26 23 JANUARI FEBRUARI - 1 - FEBRUARI 1 MARET 2015


FILM PEKAN INI

I ANGKAT dari buku komik The Secret

Service karya Mark Millar dan Dave

Gibbons. Kingsman: The Secret Service

menceritakan kisah seorang pemuda

(Taron Egerton) yang direkrut dalam

sebuah program organisasi mata-mata rahasia tingkat

tinggi oleh seorang agen veteran andal (Colin Firth).

GENRE: ACTION, COMEDY | DURASI:

129 MENIT | PRODUSER: DAVID REID,

ADAM BOHLING, MATTHEW VAUGHN

| SUTRADARA: MATTHEW VAUGHN |

SKENARIO: JANE GOLDMAN, MATTHEW

VAUGHN | PEMAIN: COLIN FIRTH,

SAMUEL L. JACKSON, MARK STRONG,

TARON EGERTON, MICHAEL CAINE

ORTDECAI mengisahkan petualangan

Charlie Mortdecai (Johnny Depp), yang

melakukan perjalanan keliling dunia untuk

menemukan sebuah lukisan. Bermodalkan

wajah tampan dan pesonanya, Mortdecai

mencari lukisan tersebut yang konon terdapat kode rahasia

untuk kunci sebuah rekening bank yang penuh dengan emas

milik Nazi.

GENRE: ACTION, COMEDY | DURASI:

106 MENIT | PRODUSER: ANDREW

LAZAR, CHRISTI DEMBROWSKI,

JOHNNY DEPP | SUTRADARA: DAVID

KOEPP | SKENARIO: ERIC ARONSON

| PEMAIN: JOHNNY DEPP, GWYNETH

PALTROW, EWAN MCGREGOR,

OLIVIA MUNN, JEFF GOLDBLUM,

PAUL BETTANY

NDREW (Miles Teller) adalah drummer

muda berbakat. Keinginannya menjadi sukses

membawanya pada sebuah perjuangan yang tidak

mudah.

Untuk memperdalam ilmunya, Andrew belajar

lagi di sebuah sekolah yang dipimpin oleh seorang profesor musik yang

memiliki metode mengajar yang keras. Tidak mudah bagi Andrew untuk

melewati metode sang profesor. Berhasilkah Andrew?

JENIS FILM: DRAMA,

MUSIK | PRODUSER: DAVID

LANCASTER, JASON

BLUM, MICHEL LITVAK,

HELEN ESTABROOK |

PRODUKSI: MONGREL MEDIA

| SUTRADARA: DAMIEN

CHAZELLE | DURASI: 107

MENIT

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KATALOG

INGIN SEHAT,

SALATLAH

SELAMA ini kajian tentang salat lebih banyak dari aspek rohani,

tapi Madyo Wratsongko sebagai pakar senam ergonomik mencoba

mengaitkan manfaat salat bagi kesehatan jasmani. Dari

pengalamannya, gerakan-gerakan dalam salat punya manfaat

positif bagi tubuh. Posisi rukuk dan sujud (membungkuk, menunduk, dan

menekuk), misalnya, mampu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai

migrain, insomnia, diabetes, stroke, serangan jantung, hingga kanker.

Bukan cuma salat, gerakan saat berwudu pun, tulis Madyo, tanpa

disadari merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara

optimal. Sebab, begitu air dingin membasuh anggota tubuh yang disapu

saat wudu, pembuluh darah bereaksi dan bekerja lebih cepat mengalirkan

darah ke seluruh tubuh.

Ia juga mencontohkan, rongga hidung bisa menghantarkan berbagai

penyakit ke dalam tubuh. Dari hidung, kuman masuk ke tenggorokan, lalu

terjadilah berbagai radang dan muncul penyakit. Karena itu, saat membasuh

hidung, kita dianjurkan memasukkan air ke dalamnya sebanyak tiga

kali lalu menyemburkannya.

JUDUL: MUKJIZAT GERAKAN SHALAT

| PENULIS: MADYO WRATSONGKO | PENERBIT: MIZANIA

| TERBITAN: JANUARI 2015 | TEBAL: XII + 165 HALAMAN

MAJALAH DETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KATALOG

INSPIRASI KETIGA

DAHLAN ISKAN

JUDUL: SENYUM DAHLAN

| PENULIS: TASARO G.K.

| PENERBIT: NOURA

BOOKS | TERBITAN:

NOVEMBER 2014 | TEBAL:

365 HALAMAN

SEBELUM menjadi Menteri

Badan Usaha Milik Negara, Direktur

Utama PLN, dan dikenal

sebagai pengusaha pers, Dahlan

Iskan adalah wartawan jempolan. Ia pernah

mewawancarai penjahat kelas kakap Kusni

Kasdut sebelum menjalani hukuman mati.

Atau berhari-hari tak tidur demi meliput dan

menelisik penyebab tenggelamnya kapal

Tampomas II pada awal 1980-an.

Kisah heroik Dahlan itulah yang menjadi

obsesi sang ibunda mendorong Saptoto

(tokoh dalam novel Senyum Dahlan) menjadi

wartawan. Toh, setelah lima tahun bekerja di

grup Jawa Pos milik Dahlan, ia tak kerasan. Ia

juga tak pernah bersua dan melihat Dahlan

tersenyum. Penulis buku dianggap dunia

yang lebih tepat buatnya. Ketika nama Dahlan

Iskan tengah menjulang tinggi de ngan

segala sepak terjangnya sebagai menteri,

sehingga digadang-gadang sebagai bakal

calon presiden, ia pun didaulat menulis biografi

Dahlan Iskan.

Ini buku ketiga dari trilogi inspirasi tentang

Dahlan Iskan. Dua buku sebelumnya bertajuk

Sepatu Dahlan dan Surat Dahlan, yang ditulis

Krishna Pabichara. Keduanya tergolong best

seller karena momen penerbitan bertepatan

dengan popularitas Dahlan yang melambung

sebagai bakal calon presiden. Entah dengan

buku ketiga ini. Sebab, nama Dahlan tak lagi

mewarnai pemberitaan media nasional kita.

MAJALAH DETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


KATALOG

FENOMENA RELAWAN

DAN KEBERPIHAKAN MEDIA

JUDUL: BERPOLITIK TANPA

PARTAI, FENOMENA

RELAWAN DALAM

PILPRES | PENULIS: KRISTIN

SAMAH DAN FRANSISCA

RIA SUSANTI | PENERBIT:

GRAMEDIA PUSTAKA

UTAMA | TERBITAN:

SEPTEMBER 2014 | TEBAL:

XXVIII + 206 HALAMAN

KEMUNCULAN Jokowi bukan semata kerja mesin partai pendukung, tapi lebih

pada kerja-kerja kreatif para relawan. Di dalam buku ini, dua wartawan perempuan

Kristin Samah dan Fransisca Ria Susanti mencatat, gairah politik rakyat

yang muncul dalam pilpres 2014 digerakkan oleh nilai-nilai antikorupsi, kejujuran,

dan kesederhanaan yang dibawa Jokowi.

Selain fenomena relawan dari berbagai kalangan, sebetulnya pemilu presiden 2014

menampilkan fenomena baru: keberpihakan media mainstream secara terbuka. Sayang,

Kristin dan Fransisca cuma merujuk editorial harian berbahasa Inggris The Jakarta Post.

Padahal majalah Tempo pun secara terbuka menunjukkan ketidakberpihakannya kepada

Prabowo. Meski menurunkan liputan berimbang seputar sepak terjang Prabowo, editorial

media paling berpengaruh itu tegas menyebut sang jenderal sebagai produk gagal reformasi

yang mutlak harus dihindari para pemilih.

Kritik lain disampaikan politikus Gerindra, F.X. Arif Poyuono, dalam acara bedah buku

ini pada Kamis, 12 Februari 2015. Menurut dia, kerja-kerja relawan tak hanya ada di kubu

Jokowi, di kubu Prabowo pun cukup banyak. “Harusnya mereka juga ditampilkan secara

proporsional agar buku ini sebagai media pembelajaran memberikan perbandingan yang

obyektif,” ujarnya. n SUDRAJAT

MAJALAH DETIK 29 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2014

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


AGENDA

FILM OF THE

MONTH: SPIJT!

28 FEBRUARI 2015,

PUKUL 13.30 WIB &

16.00 WIB

Erasmus Huis, Jakarta

A JAZZ WORKSHOP

By Marcello Allulli Quartet

In collaboration with House of Piano

25 FEBRUARI 2015, PUKUL 14.00 WIB

Istituto Italiano di Cultura Jakarta

ILEARN@AMERICA:

CREATIVE WRITING

28 FEBRUARI 2015, PUKUL

14.00 WIB

@america, Pacific Place

Mall Lt. 3, Jakarta

CONCERT:

AMERICAN

MUSIC HIS-

TORY: RHYTHM

& BLUES

26 FEBRUARI 2015,

PUKUL 18.30 WIB

@america, Pacific

Place Mall Lt. 3,

Jakarta

PRESENTATION:

INDONESIAN YOUTH

AND CITIZEN DIPLO-

MACY IN THE 21ST

CENTURY

SABTU, 28 FEBRUARI 2015,

PUKUL 15.30 WIB

@america, Pacific Place

Mall Lt. 3, Jakarta

SRIMPI KETAWANG LIMA GANEP

Teater Tari Sahita feat. Chandra Satria & Sita Nursanti

SABTU, 28 FEBRUARI 2015, PUKUL 15.00 WIB

Galeri Indonesia Kaya, Jakarta

WAYANG CEPOT: SI CEPOT

CALAKAN (PINTAR)

Pojok si Cepot

MINGGU, 1 MARET 2015, PUKUL 15.00 WIB

Galeri Indonesia Kaya, Jakarta

MAJALAH DETIK 23 FEBRUARI - 1 MARET 2015


Alamat Redaksi : Aldevco Octagon Building Lt. 4

Jl. Warung Jati Barat Raya No. 75, Jakarta 12740 , Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472

Email: redaksi@majalahdetik.com

Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.

@majalah_detik

majalah detik

More magazines by this user
Similar magazines