Market Perspective April 2013 - Commonwealth Bank

commbank.co.id

Market Perspective April 2013 - Commonwealth Bank

Wealth Management Newsletter - April 2013


1 | Market Perspective | April 2013

Nasabah yang terhormat,

Tanpa terasa, kuartal pertama dari tahun 2013 telah kita lewati dan saat ini kita sudah memasuki kuartal

kedua tahun 2013. Adalah hal yang fantastis apabila kita melihat laju kinerja Indeks Harga Saham

Gabungan kita yang telah mencapai 14,22% untuk periode kuartal pertama 2013 saja.

Namun Warren Buffet pernah memberikan nasihat bijaksana ‘Be Fearful When Others Are Greedy

and Greedy When Others Are Fearful’ Hal ini tentunya dipahami investor sebagai pengingat untuk

senantiasa melakukan diversifikasi yang seimbang terhadap portofolio investasinya dan tidak semata

hanyamenggunakan kinerja masa lalu sebagai acuan. Faktor-faktor risiko seperti inflasi bahan pangan,

krisis di Siprus, serta neraca perdagangan dan transaksi berjalan domestik yang masih defisit berpotensi

untuk menghambat laju agresif pasar modal Indonesia.

Namun hal tersebut tidak diartikan sebagai langkah untuk menghambat investasi. Tim profesional dari

Commonwealth Bank telah menyediakan berbagai pilihan produk dengan strategi investasi dinamis

yang dapat menyesuaikan dengan siklus ekonomi yang sedang berlangsung saat ini. Dalam edisi Market

Perspective kali ini, secara spesifik kami akan membahas mengenai produk unggulan kami, Panin Smart

Risk Control Moderate Fund, yang merupakan kerja sama eksklusif kami dengan PT Panin Life.

Akhir kata, saya mewakili direksi dan manajemen eksekutif Commonwealth Bank mengucapkan

terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan Anda kepada kami.

Salam hangat,

Ian Whitehead

Director of Retail and Business Banking

Global Outlook

Diakhir bulan Maret, perkembangan di Siprus menjadi perhatian dari pelaku pasar yang kembali menunjukkan masalah

zona Eropa belum sepenuhnya terselesaikan. Untuk mendapatkan dana talangan tersebut, menteri-menteri keuangan

Uni Eropa mensyaratkan Pemerintah Siprus mengenakan pajak simpanan. Alasannya, deposan harus ikut bertanggung

jawab dalam penyelesaian krisis keuangan. Kondisi pengenaan pajak deposan ini merupakan yang pertama kali diminta

oleh pemerintah Uni Eropa dan membuat banyak pihak khawatir bahwa negara Eropa lain yang meminta dana bailout akan

dikenakan kondisi yang sama. Pengenaan pajak deposan juga mendorong risiko bank run dimana deposan panik menarik

simpanannya untuk menghindari pemotongan pajak. Sementara itu, data ekonomi dari zona Eropa juga masih lemah

sedangkan data ekonomi dari AS lebih bervariatif. Ekonomi negara berkembang masih diekspektasi akan tumbuh baik dengan

bank sentral yang menjaga agar kebijakan moneter masih cukup longgar, tetapi pertumbuhan ekonomi negara maju masih

terus didorong oleh stimulus. Investor disarankan untuk menjaga diversifikasi portofolio untuk menghadapi fluktuasi pasar

sejalan dengan proses pemulihan ekonomi global.

Indices

Sumber : Bloomberg

Amerika Serikat

28-Mar-13 28-Feb-13 Change (%)

Japan Nikkei 12335.96 11559.36 6.72

US Dow Jones 14578.54 14054.49 3.73

Crude Oil 96.58 93.15 3.68

US S&P 1569.19 1514.68 3.60

IHSG Indonesia 4940.99 4795.79 3.03

Europe FTSE Eurofirst 300 1188.92 1171.47 1.49

Gold 1605.25 1597.40 0.49

MSCI Asia Pacific Ex Japan 471.89 481.34 -1.96

Australia S&P/ASX200 4966.50 5104.08 -2.70

HK Hang Seng 22299.63 23020.27 -3.13

China Shanghai 2236.30 2365.59 -5.47

Data ekonomi dari AS masih bervariatif menunjukkan pemulihan

ekonomi AS masih belum stabil. Tingkat keyakinan produsen

masih dalam proses pemulihan dengan perlahan tetapi belum

cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih

cepat. Pesanan untuk barang tahan lama meningkat tetapi masih

besar kontribusinya dari peningkatan permintaan untuk barang

pesawat dan militer. Selama beberapa bulan terakhir, pesanan dan

pengiriman barang modal menunjukkan membaiknya sentimen

investasi bisnis yang baik.

Harga rumah di AS mulai naik tetapi tingkat keyakinan konsumen

masih lemah karena melihat kondisi ekonomi AS yang belum stabil.

Tolok ukur harga rumah Case-Shiller index meningkat 8,1% YoY

di bulan Januari. Pemulihan harga rumah di AS yang lebih cepat

dibandingkan kenaikan harga rata-rata bunga kredit sangat positif

karena akan meningkatkan tingkat keyakinan konsumen dan

sentimen investor.

Di bulan Maret, indikator tingkat keyakinan produsen AS mulai

meningkat tetapi masih belum menunjukkan pertumbuhan yang

kuat. Empire manufacturing index untuk wilayah New York turun

tetapi masih bertahan positif. Philadelphia Fed index yang sempat

turun di bulan Februari mulai menunjukkan pertumbuhan kembali

di bulan Maret. Indikator untuk wilayah Dallas mulai membaik

ke teritori positif, sedangkan tolok ukur sentimen untuk wilayah

Richmond masih lemah walau tetap positif.

Sesuai ekspektasi, AS Fed Reserve sejauh ini masih memberikan

signal akan menahan kebijakan moneter dan Bernanke juga

mengatakan suku bunga akan tetap ditahan di level yang rendah

setelah QE3 selesai. Bank sentral AS menurunkan angka proyeksi


2 | Market Perspective | March 2013

pertumbuhan dan melihat risiko pada pasar financial meningkat

dengan ketidakpastian yang disebabkan oleh kondisi di Siprus.

The Fed sebelumnya mengindikasikan tidak akan memberhentikan

QE3 selama tingkat pengangguran masih di atas 6,5%.

Eropa

Ups and Down

As the euro-zone economy has worsened, unemployment has risen, and manufacturing

has continued to decline

Unemployment rate, seasonally adjusted

30%

20

10

0

Greece

Spain

France

Germany

40

2010 ‘11 ‘12 ‘13 2010 ‘11 ‘12 ‘13

Sumber : Eurostat (unemployment); Markit (PMI), The Wall Street Journal

Purchasing managers’ Index for the

manufacturing sector

Wilayah Eropa terlihat masih penuh tantangan dengan sektor

manufaktur yang diukur oleh data PMI termasuk Jerman masih

menyusut serta tingkat pengangguran wilayah Eropa tetap

bertahan di level 12%. Tingkat pengangguran di 17 negara zona

Expanding

Contracting

55

50

45

Eropa naik 33 000 di bulan Februari menjadi 19 juta orang. Tingkat

pengangguran di Spanyol dan Yunani bahkan mencapai lebih dari

25%.

Sektor manufaktur wilayah Eropa di bulan Maret turun ke level 46,8

dari bulan sebelumnya di 47,9, yaitu yang terendah sejak bulan

Desember 2012. Di Italia, PMI manufaktur turun 2,6 pt ke 44,2

sedangkan di Perancis 44 dan Jerman 49. Data manufaktur PMI

yang dilaporkan menyusut sehingga mengindikasikan GDP masih

akan menurun untuk Q1 dan Q2/2013, berarti ekonomi zona Eropa

sudah menyusut untuk 6 kuartal berturut. Di luar ekonomi Swedia,

sebagian besar Eropa melaporkan PMI dibawah batasan angka 50

yang memisahkan antara perkembangan atau penyusutan. Negara

eropa yang lebih kecil masih tertekan dengan pengetatan yang

dilakukan oleh sektor public dan privat. Melihat kondisi ini, ECB

diekspektasi belum akan menurunkan kembali suku bunganya.

Kedepannya, ketidakpastian kondisi politik di italia dan risiko

penyebaran dari krisis Siprus juga masih bisa menekan tingkat

keyakinan bisnis.

Secara keseluruhan, ekonomi zona Eropa sudah lebih baik daripada

kondisi penyusutan pada saat resesi tahun 2008-2009, tetapi

ekonomi zona Eropa masih mengalami penyusutan di mana pelaku

pasar global masih menanti tanda-tanda stabilisasi terutama dari

negara-negara Eropa besar seperti Jerman.

LOCAL Outlook

Selama bulan Maret 2013, kinerja bursa saham dan pasar obligasi bertolak belakang. Obligasi pemerintah FR maupun INDON

terkoreksi. Tingkat inflasi yang lebih tinggi dari target Bank Indonesia serta neraca perdagangan yang Defisit menjadi katalis

negatif bagi pasar obligasi. Berkurangnya minat investor terutama asing terbukti pada lelang obligasi pemerintah Indonesia

FR diakhir bulan Maret dimana penawaran yang diterima tidak sebanyak lelang sebelumnya. Pelaku pasar juga dengan ketat

memonitor pergerakan mata uang Rupiah yang melemah mendekati Rp10,000 serta cadangan devisa yang tergerus menurun

ke level US$100 miliar. Pemerintah dan bank sentral Indonesia saat ini dinilai berada diposisi yang cukup sulit untuk terus

menjaga kebijakan moneter yang longgar. Sedangkan, IHSG kembali mencatat kenaikan 3,03% dari 4795,789 menjadi 4940,986

dengan aliran dana asing masih positif sebesar US$189 juta. Senada dengan bulan sebelumnya, Investor tetap disarankan untuk

melakukan strategi berinvestasi secara bertahap dan juga melakukan diversifikasi portofolio secara seimbang antara reksa dana

saham dan pendapatan tetap. Investor dianjurkan untuk lebih defensif dengan mengakumulasi reksa dana saham yang berfokus

pada sektor konsumer dan infrastruktur serta reksa dana pendapatan tetap yang berdurasi lebih rendah.

Kinerja di bulan Maret 2013

10%

9%

8%

7%

6%

5%

4%

3%

2%

1%

0%

IHSG 3.03%

FR58^ -0.98%

FR65^ -1.63%

Indon 22^ -1.57%

Indon42^ -1.21%

^ Termasuk accured interest

Sumber : Bloomberg

Inflasi bulan Maret sebesar +5,9% di atas batasan atas target inflasi

sebesar +5,5%

Headline CPI

CPI Core

Jan-09 Jul-09 Jan-10 Jul-10 Jan-11 Jul-11 Jan-12 Jul-12 Jan-13

Sumber : Bank of America Merrill Lynch Global Research estimates, CEIC.

Inflation Target Range

Data inflasi dan perdagangan Indonesia dilaporkan lebih buruk dari

ekspektasi yaitu naik ke 0,63% MoM atau 5,9% YoY didorong oleh

kenaikan harga makanan dan rokok. Angka inflasi bulan Maret ini

merupakan yang tertinggi sejak bulan Mei 2011 dan juga menembus

batasan atas target inflasi Bank Indonesia di 3,5-5,5%. Harga

bawang putih dan bawang bombay mencatat kenaikan drastis di

bulan Maret karena kekurangan pasokan akibat penghentian impor.

Tetapi, angka inflasi inti masih mengalami penurunan tipis dari

4,29% di bulan Februari 2011 menjadi 4,21% YoYdi bulan Februari

(0,3% MoM), karena adanya deflasi harga perhiasan. Yang menjadi

kekhawatiran pelaku pasar, kenaikan harga makanan akan diikuti

oleh penyesuaian tarif listrik dan kenaikan Upah Minimum Propinsi,

yang kemudian akan semakin mendorong naik tingkat inflasi.

Asosiasi produsen bahan makanan dan minuman juga menyatakan

kemungkinan akan menaikkan harga jual barang sebanyak 10%

menyesuaikan kenaikan harga bahan mentah. Di bulan April 2013,

kemungkinan harga makanan akan lebih stabil karena pemerintah

sudah mengijinkan impor sebagian bahan makanan.

Neraca perdagangan Indonesia juga kembali defisit pada Februari

2013, yang nilainya mencapai US$327,4 juta disebabkan oleh impor

BBM bersubsidi jenis premium. Di bulan Februari, ekspor mencatat

penurunan yang lebih banyak dari ekspektasi sebesar 4,5% YoY

(vs -1,3% YoY di bulan Januari). Ekspor minyak dan gas turun

24,3% didorong oleh penurunan ekspor minyak mentah (-33%)


3 | Market Perspective | April 2013

dan gas (-24,2%). Ekspor diluar minyak dan gas hanya tumbuh

perlahan sebesar 0,9%. sebaliknya, impor tumbuh 3% di bulan

Februari (vs +6,2% di bulan Januari). Defisit perdagangan minyak

masih tinggi di level US$2,3 miliar di bulan Februari. Tekanan pada

pemerintah semakin besar untuk mengurangi kebijakan subsidi BBM

karena defisit neraca transaksi berjalan yang tidak kunjung turun,

melemahnya rupiah serta cadangan devisa.

Rupiah under pressure from persistant current account deficit

6,000

4,000

2,000

0

-2.000

-4.000

-6.000

-8.000

-10.000

102004

USD mn

302004

Current Account Balance

USD-IDR

102005

302006

102006

302006

102007

302007

102008

302008

102009

302009

102010

302010

102011

302011

102012

302012

7,000

7,500

8,000

8,500

9.000

9.500

10.000

10.500

11.000

11.500

12.000

Kedepannya, pergerakan bursa saham dan obligasi diekspektasi

masih akan fluktuatif karena masih adanya berbagai kepastian.

Investor memonitor penurunan cadangan devisa yang semakin

mendekati batasan psikologis US$100 miliar yang dikhawatirkan bisa

membatasi BI dalam menjaga stabilitas Rp. Kebijakan terkait BBM

bersubsidi di bulan April ini juga ditunggu, karena kesempatan untuk

menaikkan harga BBM bersubsidi semakin kecil dengan semakin

dekatnya masa kampanye pemilu yang akan dimulai di semester

2 tahun 2013. Lalu, langkah Bank Indonesia dalam merendam

ekspektasi inflasi yang semakin meningkat di tahun 2013 di level 7%

juga menjadi fokus pasar. Suku bunga FASBI diekspektasi akan naik

sebesar 75 bps hingga akhir tahun 2013.

IHSG juga sudah naik cukup banyak dalam kurun waktu yang

pendek sehingga untuk naik lebih jauh lagi dibutuhkan dukungan

data ekonomi yang menunjukkan fundamental yang sehat. Koreksi

pada pasar obligasi dinilai masih cukup wajar dan sehat. Jika dalam

beberapa bulan kedepan ini, pemerintah mengambil kebijakan yang

dinilai tepat untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia,

terbuka kemungkinan bagi aliran dana masuk menjadi deras kembali

ke Indonesia.

Sumber : Bank of America Merrill Lynch Global Research estimates, CEIC

Analisa Valuta Asing

IDR

Tingkat inflasi yang tinggi di Indonesia pada bulan Maret 2013 kemarin

berdampak pada tertekan melemahnya Rp terhadap US$. Kenaikan

inflasi berdampak langsung pada perkiraan pasar terhadap perubahan

suku bunga di Indonesia. Berdasarkan kenaikan inflasi tersebut, harga

surat utang negara Indonesia tertekan turun dan membuat investor asing

melakukan aksi wait and see untuk terus masuk ke pasar Indonesia.

Pasalnya, kenaikan Tarif Dasar Listrik dan kenaikan harga makanan di

Indonesia terus mendorong inflasi naik.

Tetapi tekanan terhadap rupiah tertahan oleh aksi jual saham oleh asing

di Indonesia yang belum terlihat. Diperkirakan krisis utang di Eropa,

khususnya Siprus, telah menurunkan tingkat kepercayaan para investor

untuk menempatkan dananya di Eropa. Indonesia masih memberikan

imbal hasil yang tinggi diantara negara-negara sekelasnya. Oleh karena

itu investor asing masih menilai pasar Indonesia adalah pasar yang

masih menarik untuk pengalokasian dana mereka. Hal ini cenderung

menahan kenaikan US$/Rp. Faktor eksternal yang turut menahan

kenaikan US$/Rp adalah pelemahan US$ terhadap mata uang lainnya.

Program stimulus dan kebijakan moneter yang akomodatif masih

menumbuhkan selera risiko para pelaku pasar.

USD/Rp diperkirakan masih akan cenderung naik secara bertahap dan

lambat. Rentang harga US$/Rp pada bulan April diperkirakan antara

9710 - 9800

USD

Terus membaiknya data-data indikator pertumbuhan perekonomian

menjadi soratan para pelaku pasar dari awal tahun 2013. Pasalnya

dengan membaiknya data-data tersebut telah membuka peluang Bank

Sentral Amerika, The Fed, untuk melakukan pengetatan kebijakan

ekonomi.

Pengetatan kebijakan ekonomi cenderung berdampak negatif untuk

pergerakan pasar dalam jangka waktu dekat. Namun kekhawatiran

investor terjawab dengan jelasnya keputusan hasil pertemuan The Fed

mengenai rencana pengetatan kebijakan apabila angka pengangguran

Amerika Serikat sudah mencapai tingkat 6,50% dan inflasi di atas

2%. Saat ini pengangguran Amerika Serikat masih di tingkatan yang

cukup tinggi di 7,83% dan inflasi sebesar 1,90% pada kuartal IV tahun

2012. Diperkirakan perilaku para pelaku pasar berpotensi mengalami

perubahan seiring dengan perubahan dan tingkat ketidaktentuan

mengenai pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat.

US$ berpotensi menguat apabila The Fed melakukan pengetatan

kebijakan moneter, sebaliknya, US$ akan cenderung melemah

terhadap mata uang lainnya apabila The Fed masih mempertahankan

kebijakan moneter yang akomodatif.

EUR

Di bulan Maret, EUR kembali di guncang oleh berita mengenai krisis

utang yang kembali terhadi di Siprus. Siprus salah satu negara di

zona Eropa berpotensi gagal dalam pembayaran kembali surat

utangnya. Penggerak perekonomian di Siprus adalah sektor finansial

dan perbankan, sesuai dengan status negaranya sebagai tax haven

country.

Siprus telah dipukul oleh beberapa kejadian besar di perekonomian

global, antara lain, kasus sub-prime mortgage di Amerika Serikat dan

pemotongan nilai utang di Yunani. Kedua hal ini membuat peringkat

kredit Siprus turun menjadi junk-bond. Penurunan peringkat kredit

ini sangat merugikan bagi Siprus dengan faktor utama penggerak

perekonomian dari sektor finansial. Program dana talangan untuk

Siprus sudah ditetapkan dengan cara melakukan pemotongan nominal

tabungan para nasabah di Siprus Popular Bank yang memiliki dana

lebih besar dari EUR100,000. Dana hasil pemotongan akan digunakan

untuk kecukupan permodalan bank dan bantuan dalam pelunasan

utang Negara. Perlu diperhatikan bahwa, kekhawatiran berlebihan

hanya akan mendatangkan kondisi yang lebih buruk. Program-program

dana talangan dan kesiapanan Troika, serta institusi-institusi lainnya

dalam menangani krisis utang di Eropa akan mampu memperbaiki dan

menangani krisis tersebut.

Diperkirakan pada bulan April EUR/US$ akan berpotensi rebound.

Rentang harga selama bulan April 2013 diperkirakan akan bergerak

antara 1,2710 – 1,3180


4 | Market Perspective | April 2013

GBP

Rendahnya Gross Domestic Product (GDP) di Inggris merupakan

salah satu indikator ekonomi yang menjelaskan bahwa pertumbuhan

ekonomi di Inggris mengalami pertumbuhan yang sangat lamban. GDP

Inggris pada kuartal IV tahun 2012 hanya mencapai 0,20%. Pemerintah

Inggris dan Bank Sentral Inggris (Bank Of England), menetapkan untuk

terus memberikan stimulus dan pembelian surat utang Negara dengan

tujuan menurunkan beban pinjaman dan mendukung pertumbuhan.

Program stimulus tersebut memberikan tekanan negatif pada GBP

terhadap mata uang lainnya. Penurunan GBP diharapkan bisa

memperbaiki sektor ekspor di Inggris. Secara technical, GBP/US$

cenderung bergerak stabil dengan rentang antara 1,5050 – 1,5450

selama bulan April 2013.

AUD

Membaiknya pertumbuhan ekonomi di China dan peningkatan indeks

manufaktur di China yang kembali di atas angka 50, berkontribusi

besar pada stabil dan kuatnya nilai tukar AUD. Indeks manufaktur

diatas 50 mengindikasikan kondisi yang masih ekspansi. Kenaikan

harga minyak mentah pun turut berkontribusi di stablitas nilai tukar

AUD.

Bank Sentral Australia (Reserved Bank Australia), akan kembali

meninjau kebijakan moneter dan suku bunga acuan pada minggu

pertama awal bulan April 2013. Pada konferensi pers sebelumnya,

diberitakan bahwa, kondisi perekonomian dan perdagangan Australia

yang masih kondusif memberikan ruang fleksibilitas untuk inflasi naik

secara normal. Posisi suku bunga saat ini yang masih lebih tinggi

daripada laju inflasi di Australia dianggap masih bersifat akomodatif

dan tepat. Namun apabila diperlukan pelonggaran kebijakan demi

mendukung pertumbuhan, kondisi selisih inflasi dan suku bunga di

Australia memberikan RBA fleksibilitas lebih dalam memainkan peran

suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara technical, AUD/

US$ masih cenderung bergerak stabil di dalam rentang harga antara

1,0270 – 1,0550 sampai akhir April 2013.

NZD

Tingkat inflasi di Selandia Baru yang naik menjadi 0,9% pada kuartal

IV tahun 2012 kemarin menunjukan adanya pertumbuhan pendapatan

dan perkembangan perekonomian di Selandia Baru. Kenaikan inflasi

di Selandia Baru ditunjang dengan kenaikan pada harga produk hasil

peternakan. Hal ini juga terefleksikan pada angka pengangguran yg

tetap terjaga dibawah 7%. Pertumbuhan perekonomian pun terlihat

dari data GDP yang naik dari 2,40% ke 3,30% pada kuartal IV tahun

2012. NZD/US$ telah terapresiasi sejak pertengahan Maret 2013.

Secara keseluruhan trend NZD/US$ masih dalam posisi bullish.

Diperkirakan NZD/US$ memilik potensi koreksi setelah menyentuh

resistance di level 0,8470 dan cenderung kembali melemah dengan

support level 0,8310. Penguatan berlebihan dari nilai tukar NZD

berpotensi menjadi hambatan untuk pertumbuhan ekspor di Selandia

Baru.

JPY

Masalah perekonomian masih mengenai rendahnya neraca

perdagangan Jepang dan tingkat deflasi di Jepang. Rendahnya neraca

perdagangan Jepang berdampak pada lambatnya pertumbuhan

Jepang. Dalam hal ini pemerintah Jepang dan Bank Of Japan,

bersama-sama menjalankan program stimulus untuk mendukung

pertumbuhan sektor riil dan memerangi defisitnya neraca perdagangan.

Pada awal April 2013, JPY sempat mengalami penguatan yang

signifikan. Salah satu hal yang membuat JPY menguat adalah aksi

para pelaku pasar yang kembali mengalokasikan dananya ke safe

haven di tengah ketidakpastian di zona Eropa. Secara technical, US$/

JPY masih cenderung bergerak melemah sampai akhir April 2013

dengan rentang harga antara 96,50 – 100,00.

Strategi Forex Trading

Dengan terus dijalankannya stimulus

dan pelonggaran kebijakan di Amerika

Serikat, US$ akan cenderung tertekan

melemah seiring meningkatnya likuiditas

US$ di pasar global dan meningkatnya

selera risiko di pasar.

Tingkat fluktuasi EUR/US$ selama

bulan Maret 2013 mencapai angka

2,75%. Pergerakan sebesar 360 pips

tersebut memberikan banyak peluang

yang dapat dimaksimalkan. Major

currency lainnya pun akan cenderung

menunjukan tingkat fluktuasi yang tinggi

seiring dengan perubahan persepsi

selera risiko di pasar sesuai dengan

kondisi berjalan.

Dengan kondisi demikian, trading FX

bisa menjadi salah satu investasi yang

memberikan imbal hasil yang menarik

Recommendation:

USD/IDR EUR/USD GBP/USD AUD/USD USD/JPY

Expected Buying level 9690 - 9720 1.2720 - 1.2750 1.5050 - 1.5080 1.0220 - 1.0270 96.00 - 96.50

Expected Selling level 9850 - 9900 1.3120 - 1.3180 1.5350 - 1.5425 1.0510 - 1.0550 99.80 - 100.0

Long profit taking @ 9800 and above 1.3080 and above 1.5225 and above 1.0470 and above 99.00 and above

Short profit taking @ 9700 and below 1.2950 and below 1.5200 and below 1.0220 and below 97.00 and below

Long cut loss @ 9600 - 9625 1.2650 - 1.2675 1.4910 - 1.4980 1.0100 - 1.0150 94.50 - 94.75

Short cut loss @ 10000 - 10100 1.3250- 1.3280 1.5500 - 1.5555 1.0675 - 1.0710 101.70 - 102.00

Rekomendasi entry level Profit Taking Cut Loss

*Data di atas hanya besifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.

Perbandingan antara Deposito dan FX Investment

Deposito

FX Report

Total P&L 936,15

Currency : USD

Name : Mr. / Mrs.X

Return 2,34% in 2,5 months

Rate : 2.00% (gross)

CIF :xxx

or 11,25% p.a

Date Balance (USD) Date CIF Base Balance Rate P&L

Rate Bunga Nett Pokok + Bunga Balance Alt 2

Name CCY CCY

1-Jan-12 50,000,00 2% 66.67 50,066,67

1-Feb-12 50,066,67 2% 66.76 50,133,42 21-May-12 --------- USD 20,000,00 AUD 20,126,80 0,9937

31-May-12 --------- USD 20,000,00 AUD 20,618,56 0,9700

1-Mar-12 50,133,42 2% 66.84 50,200,27

7-Jun-12 --------- AUD 20,618,56 USD 20,164,95 0,9780 1-Apr-12 50,200,27 2% 66.93 50,267,20

164,95

18-Jun-12 --------- AUD 20,126,80 USD 20,364,30 1,0118 365,30

1-May-12 50,267,20 2% 67.02 50,334,22

28-Jun-12 --------- USD 25,000,00 AUD 24,801,59 1,0080

1-Jun-12 50,334,22 2% 67.11 50,401,34

4-Jul-12 --------- AUD 24,801,59 USD 25,496,03 1,0280 1-Jul-12 50,401,34 2% 67.20 50,468,54

496,03

6-Jul-12 --------- USD 25,000,00 EUR 20,242,91 1,2350

1-Aug-12 50,468,54 2% 67.29 50,535,83

23-Jul-12 --------- EUR 20,242,91 USD 24,771,25 1,2237 1-Sep-12 50,535,83 2% 67.38 50,603,21

-228,75

23-Jul-12 --------- USD 25,000,00 EUR 20,559,21 1,2160

1-Oct-12 50,603,21 2% 67.47 50,670,68

26-Jul-12 --------- EUR 20,559,21 USD 25,082,24 1,2200 1-Nov-12 50,670,68 2% 67.56 50,738,24

82,24

27-Jul-12 --------- USD 20,000,00 AUD 19,120,46 1,0460

1-Dec-12 50,738,24 2% 67.63 50,803,89

31-Jul-12 --------- AUD 19,120,46 USD 20,057,36 1,0390 Total Bunga Deposito 805,89

57,36

Hanya bertumbuh sebesar USD 805.89 dalam waktu 12 bulan

Bertumbuh sebesar USD936,13 dalam waktu 2 1/2 bulan atau

USD2,246,80 p.a.


5 | Market Perspective | April 2013

COMMINSIGHT

Untuk ke tiga kalinya berturut-turut, kinerja IHSG di bulan Maret 2013 mencatat hasil positif dan mencetak level tertinggi baru.

Investor global maupun domestik terlihat mengesampingkan fakta mengenai penurunan kinerja makro ekonomi domestik

serta faktor likuiditas yang menjadi pendorong utama kinerja IHSG dibandingkan pertumbuhan emiten. Sepanjang kuartal

pertama tahun 2013, IHSG telah mencetak kinerja 14,22%, lebih baik dibandingkan kinerja IHSG sepanjang 1 tahun kalendar 2012.

85% dari Kinerja IHSG di Tahun 2013 Didorong oleh Likuiditas/

Permintaan yang Tinggi

Kinerja dan Volatilitas Bursa Global – Kuartal Pertama 2013

16

14

12

10

8

6

4

2

0

14.22

12.16

2.06

JCI Performance P/E Expansion EPS Growth 2013 (actual)

Sumber : Bloomberg

Pencapaian IHSG sepanjang tahun 2013 seiring dengan kinerja

dari bursa saham global lainnya. Berlawanan dengan situasi di

tahun 2012 dimana IHSG tidak termasuk ke dalam 5 indeks yang

memiliki kinerja terbaik, kinerja IHSG di tahun ini hanya kalah

unggul dibandingkan indeks saham Filipina dan Thailand. Namun

yang membuat IHSG lebih unggul dibandingkan kedua indeks

tersebut adalah fluktuasi atau volatilitas IHSG yang relatif lebih

rendah dibandingkan kedua indeks tersebut.

Satu hal yang seharusnya memicu

kewaspadaan investor adalah kinerja positif

bursa saham global ternyata diiringi oleh

kenaikan indeks risiko makro dan volatilitas

Kinerja dan Volatilitas Bursa Global – Kuartal Pertama 2013

-5.18

-3.7

Sumber : Bloomberg

Phillipine

Thailand

Indonesia

USA

Japan

Singapore

UK

Taiwan

France

Germany

China

Hong Kong

India

Malaysia

South Korea

Brazil

0.89

0.47

0.4

-0.17

-0.71

-0.85

-1.46

2.82

3.99

-10 -5 0 5 10 12 20 25

Volatility (260 days) YTD Performance 2013

Satu hal yang seharusnya memicu kewaspadaan investor adalah

kinerja positif bursa saham global ternyata diiringi oleh kenaikan

indeks risiko makro dan volatilitas. Hal ini merupakan anomali,

mengingat pada umumnya kinerja positif bursa saham global akan

diikuti oleh penurunan indeks risiko makro dan indeks volatilitas.

Hal ini menjadi indikasi bagi investor untuk lebih mewaspadai

investasinya serta menerapkan mekanisme investasi dalam

portofolio yang lebih seimbang dibandingkan menitikberatkan

secara agresif pada instrumen saham.

7.32

10.23

10.06

11.33

13.71

13.3

12.95

14.28

13.79

13.27

14.52

14.62

14.7

15.97

18.04

18.28

17.68

19.2

21.05

20.76

21.21

Dengan laju kinerja IHSG saat ini, investor harus semakin selektif

dalam berinvestasi untuk meminimalisir risiko dan mengoptimalkan

imbal hasil. Derasnya aliran dana investor asing, yang hampir

mencapai US$2 miliar sepanjang kuartal pertama tahun 2013, telah

mendorong kenaikan signifikan pada saham-saham berkapitalisasi

besar terutama sektor perbankan. Di samping itu, Foreign Direct

Investment yang terus bertumbuh juga memacu sektor properti,

konstruksi, dan infrastruktur bertumbuh signifikan di tahun 2013 ini.

Peluang bagi investor untuk memanfaatkan momentum ini terletak

pada investasi saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah.

Sepanjang tahun 2013 ini, kinerja dari indeks saham berkapitalisasi

kecil dan menengah (MSCI Indonesia Small Mid Capital – 20,25%)

secara signifikan mengungguli kinerja dari IHSG dan LQ45 (14,46%

dan 13,85%). Proyeksi pertumbuhan emiten berkapitalisasi kecil

dan menengah juga mengungguli proyeksi dari pertumbuhan emiten

IHSG dan LQ45 untuk tahun 2013, meskipun secara valuasi relatif

lebih tinggi, sebagaimana terlihat pada grafik di bawah ini.

30

25

20

15

10

5

0

16.6

6.47

Jakarta Composite Index

Sumber : Bloomberg

17.24

LQ45 Index

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh investor adalah tingginya

angka inflasi di bulan Maret 2013 (5,9% YoY), yang merupakan

angka tertinggi selama hampir 2 tahun terakhir.

Meskipun mayoritas analis menyatakan kenaikan tersebut lebih

dikarenakan kenaikan temporer bahan pangan, fakta bahwa hal ini

dapat mengganggu sentimen pasar tidak dapat diabaikan. Terutama

di saat pemerintah membiayai defisit transaksi berjalan dari dana

yang diperoleh dari aliran investasi di pasar modal dan sektor riil.

Gangguan sekecil apapun pada capital inflow seyogyanya akan

mempengaruhi kinerja pasar modal domestik dan pergerakan nilai

tukar. Hal ini dapat dipertimbangkan oleh investor untuk melakukan

diversifikasi pada obligasi pemerintah berdurasi menengah - pendek

10.59

Current P/E EPS Growth 2013

19.87

27.83

MSCI Indonesia Small Mid Capital


6 | Market Perspective | April 2013

dan obligasi korporasi untuk mengantisipasi potensi fluktuasi

jangka pendek. Kami memilih untuk meningkatkan kewaspadaan di

bulan April 2013. Rasio P/E yang telah berekspansi hampir 13% di

kuartal pertama 2013 sementara pertumbuhan pendapatan emiten

aktual yang hanya mencapai 2% di periode yang sama mendorong

kami untuk melakukan penurunan alokasi pada instrumen reksa

dana saham dalam rekomendasi portofolio kami. Figur inflasi yang

relatif tinggi di bulan Maret 2013 serta terus menurunnya cadangan

devisa untuk melindungi nilai tukar rupiah adalah satu indikasi Bank

Indonesia akan memasuki periode kebijakan moneter ketat.

Belum lagi faktor-faktor risiko global yang dapat menggerus selera

risiko investor terhadap aset-aset berisiko tinggi. Kami memilih

untuk menurunkan alokasi pada reksa dana saham hingga 50%

pada rekomendasi portofolio kami (sebelumnya 60% di bulan

Maret). Untuk mempertahankan konsistensi dalam meraih alpha

pada portofolio reksa dana saham investor, kami menyarankan

investor tetap berinvestasi pada reksa dana saham dengan strategi

investasi pada saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah,

serta sektor-sektor yang memiliki karakter defensif seperti konsumer

dan infrastruktur. Demikian kami juga menyarankan investor untuk

melakukan investasi pada reksa dana pendapatan tetap yang

memiliki strategi investasi pada obligasi korporasi yang memiliki

durasi rendah namun memiliki imbal hasil relatif tinggi, dalam hal ini

First State Indonesia Bond Fund.

8 dari 9 reksa dana saham yang direkomendasikan

comminsight mencetak kinerja yang lebih baik dari

IHSG pada kuartal pertama 2013

Kinerja Reksa Dana Saham Tahun YTD 2013

Batavia Dana Saham Agro *

PNM Ekuitas Syariah

Danareksa Indeks Syariah

Manulife Syariah Sektoral Amanah

Mandiri Investa Atraktif Syariah

Manulife Dana Saham

First State Indoequity Sectoral Fund

First State Dividend Yield F

Danareksa Mawar Fokus 10

Schroder Dana Prestasi Plus

BNP Paribas Solaris

LQ45 Index

IHSG

BNP Paribas STAR

BNP Paribas Infrastruktur Plus

BNP Paribas Pesona

BNP Paribas Pesona Amanah

Schroder 90 Plus Equity Fund

Manulife Greater Indonesia Fund

BNP Paribas Ekuitas

Mandiri Investa Atraktif

Danareksa Mawar Konsumer 10

Schroder Dana Istimewa

Manulife Saham Andalan

Mandiri Investa Ekuitas Dinamis

Sumber : Bloomberg, PTBC

1,87%

9,75%

12,07%

12,40%

12,43%

12,47%

12,74%

13,28%

13,63%

13,85%

13,85%

14,46%

14,61%

14,79%

14,70%

14,72%

14,80%

14,84%

14,94%

15,65%

15,69%

16,01%

16,40% 18,40%

2.00% 4.00%

0.00% 8.00%

6.00% 10.00% 12.00% 14.00% 16.00% 18.00% 20.00%

Untuk mempertahankan konsistensi dalam meraih alpha pada portofolio reksa dana

saham investor, kami menyarankan investor tetap berinvestasi pada reksa dana saham

dengan strategi investasi pada saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah, serta

sektor-sektor yang memiliki karakter defensif seperti konsumer dan infrastruktur

Portfolio IDR April 2013

Portfolio Concepts Mutual Fund/Bond Portfolio Allocation

Core Portfolio Manulife Saham Andalan 30%

BNP Paribas Pesona

Schroder Dana Istimewa

Growth Portfolio Mandiri Investa Ekuitas Dinamis 20%

BNP Paribas Infrastruktur Plus

Danareksa Mawar Konsumer 10

Manulife Dana Ekuitas Small Mid Capital

Fixed Income Medium to long duration First State Indonesia Bond Fund 30%

FR62 / FR65 / FR58

Fixed Income Short duration Manulife Pendapatan Bulanan 2 20%

Schroder Dana Andalan 2

FR66

Portfolio USD April 2013

Portfolio Concepts Mutual Fund/Bond Portfolio Allocation

Core Portfolio Manulife Greater Indonesia Fund 50%

Panin SRC Moderate Fund

Fixed Income Long duration Indon 35/37/38/42 30%

Fixed Income Medium duration Indon 19/22 20%


7 | Market Perspective | April 2013

Panin Smart Risk Control

Moderate Fund

Menyikapi dinamika dan fluktuasi pasar yang relatif tinggi, sebuah

konsep produk yang dinamis dan berinvestasi pada aset yang

tepat dalam siklus yang tepat menjadi kebutuhan utama investor

dalam jangka panjang. Kombinasi antara pertumbuhan IHSG yang

relatif kuat ditopang oleh sektor konsumer dan infrastruktur, serta

menariknya valuasi indeks S&P 500 yang relatif rendah disertai

dengan pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang moderat, telah

memberikan dorongan signifikan bagi kinerja produk Panin Smart

Risk Control Moderate Fund (Panin SRC Moderate Fund).

Alokasi Aset Dari Panin Src Moderate Fund (22 Maret 2013)

6,16%

BNP Paribas Star

27,32% 47,86% US Equity*

USD Time Deposits

18,66%

Cash

As of 1 April 2013 1 month 3 month 6 months YTD 2013

*Investasi pada US Equity dilakukan melalui surat utang jangka menengah

Panin SRC Moderate Fund 4.08% 20.88% 13.68% 16.14%

IHSG 2.62% 14.38% 16.55% 14.38%

S&P 500 2.90% 9.53% 8.15% 9.53%

Sumber : Bloomberg, PTBC

Dengan penempatan alokasi yang relatif seimbang saat ini (tidak

terlampau agresif dengan penempatan cash yang masih berada

di level minimal – 30%) Panin SRC Moderate Fund mampu

memberikan kinerja yang lebih optimal dibandingkan aset-aset kelas

yang menjadi underlying investasinya, tentunya ini tidak terlepas dari

mekanisme Smart Risk Control yang digunakan oleh fund tersebut.

Empat Keuntungan Berinvestasi

Pada Panin SRC Moderate Fund:

1. Kombinasi yang kuat diantara potensi pertumbuhan ekonomi

yang agresif dari Indonesia dan pemulihan ekonomi Amerika

Serikat yang merupakan ekonomi terbesar di dunia.

2. Mekanisme dinamis, risk on risk off, yang dapat diandalkan

apabila pasar mengalami turbulensi dengan memindahkan

investasi pada aset aman.

3. Diversifikasi yang baik diantara saham negara maju dan

berkembang, dan aset aman seperti deposito.

4. Biaya yang relatif rendah bagi investor untuk mendapatkan

4 aset investasi sekaligus dan mekanisme risk on risk off.

DISCLAIMER

Kecuali dinyatakan lain, semua data bersumber dari berita media massa, dan tidak diterbitkan oleh PT Bank Commonwealth (PTBC). PTBC harus dijamin untuk dibebaskan dari tanggung jawab, termasuk tetapi

tidak terbatas pada penuntutan hukum oleh pihak ketiga. PTBC beserta direkturnya, karyawannya dan perwakilannya dalam Lampiran ini selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Grup” “Laporan ini diterbitkan

semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu ajakan atau penawaran untuk membeli efek atau instrumen keuangan. Laporan ini telah disusun tanpa mempertimbangkan tujuan,

situasi keuangan dan kapasitas untuk menanggung kerugian, pengetahuan, pengalaman atau kebutuhan orang-orang tertentu yang mungkin menerima laporan ini. Tidak ada anggota dari Grup yang melakukan

atau harus melakukan penilaian kelayakan atau penyesuaian laporan untuk penerima laporan ini yang karenanya tidak mendapatkan manfaat dari perlindungan peraturan dalam hal ini. Laporan ini bukan nasihat atau

petunjuk. Semua penerima laporan ini harus, sebelum bertindak atas dasar informasi dalam laporan ini, mempertimbangkan kewajaran/kelayakan dan kesesuaian informasi, dengan memperhatikan tujuan-tujuan

mereka sendiri, situasi keuangan dan kebutuhan, dan, jika perlu mencari profesional yang tepat, memperhatikan kondisi valuta asing atau nasihat keuangan tentang isi laporan ini sebelum membuat keputusan

investasi. Kami percaya bahwa informasi dalam laporan ini adalah benar dan setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang cukup telah diadakan atau dibuat, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat

kompilasi, tetapi tidak ada pernyataan atau jaminan, baik tersurat maupun tersirat, yang dibuat atau disediakan untuk akurasi, kehandalan atau kelengkapan setiap pernyataan yang dibuat dalam laporan ini. Setiap

pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang ditetapkan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan mungkin berbeda atau bertentangan dengan, kesimpulan pendapat atau

rekomendasi yang diungkapkan oleh Grup di tempat lain. Kami tidak berkewajiban untuk, dan tidak,memberitahukan perkembangan terkini atau terus mengikuti informasi terkini yang terdapat dalam laporan ini.

Grup tidak menerima tanggung jawab untuk setiap kerugian atau kerusakan yang timbul akibat dari penggunaan seluruh atau setiap bagian dari laporan ini. Setiap penilaian, proyeksi dan prakiraan yang terkandung

dalam laporan ini didasarkan pada sejumlah asumsi dan perkiraan dan tunduk pada kontinjensi dan ketidakpastian. Asumsi dan perkiraan yang berbeda dapat mengakibatkan hasil material yang berbeda pula.

Grup tidak mewakili atau menjamin bahwa salah satu proyeksi penilaian atau prakiraan, atau salah satu dasar asumsi atau perkiraan, akan dipenuhi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator yang dapat

diandalkan untuk kinerja masa depan Grup tidak menjamin kinerja dari produk investasi atau pembayaran kembali modal dengan produk yang didistribusikan oleh PTBC. Investasi dalam produk ini bukan merupakan

simpanan atau kewajiban lainnya dari Grup atau anak perusahaannya dan setiap jenis produk investasi memiliki risiko investasi termasuk hilangnya pendapatan dan modal yang diinvestasikan. Contoh yang

digunakan dalam komunikasi ini hanya untuk ilustrasi. Semua materi yang disajikan dalam laporan ini, kecuali bila ditentukan lain, berada di bawah hak cipta Grup. Tak satu pun dari materi, maupun isinya, maupun

salinannya, dapat diubah dengan cara apapun, ditransmisikan ke, disalin atau didistribusikan kepada pihak lain, tanpa izin tertulis dari perusahaan terkait yang menjadi bagian dalam Grup. Grup, berikut agennya,

asosiasinya dan kliennya memiliki atau telah memiliki posisi panjang atau pendek pada efek atau instrumen keuangan lainnya yang disebut di sini, dan dapat setiap saat melakukan pembelian dan/atau penjualan

terhadap kepentingan atau surat berharga dalam kapasitasnya sebagai prinsipal atau agen, termasuk menjual atau membeli dari klien atas dasar pokok dan dapat terlibat dalam transaksi yang tidak konsisten

dengan laporan ini. Silahkan melihat website kami di www.commbank.co.id untuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang mengenai instrumen keuangan yang dijelaskan dalam laporan

ini, silakan hubungi kami hubungi Call Centre kami di 5000 30 atau email kami di customercare@commbank.co.id.

www.commbank.co.id

facebook.com/CommbankID

twitter.com/Commbank_ID

More magazines by this user
Similar magazines