Market Perspective March 2012 - Commonwealth Bank

commbank.co.id

Market Perspective March 2012 - Commonwealth Bank

• Local & Global Outlook

• Perencanaan Keuangan di Tahun 2012

Bagaimana Mempersiapkan Masa Pensiun Anda?

• Analisa Valuta Asing

• COMMLink Dynamic Strategic Fund


1 | Market Perspective | Maret 2012

Nasabah yang terhormat,

Pada edisi kali ini kami akan memaparkan gambaran perekonomian global dan lokal, analisa valuta asing, serta tips untuk

merencanakan masa pensiun Anda.

Kenaikan harga BBM di Indonesia ternyata dapat dijadikan kesempatan bagi para investor, yaitu dengan penerapan strategi investasi

jangka panjang, buy low sell high dan diversifikasi. Hal ini didukung oleh kekuatan ekonomi Indonesia dan pertumbuhan yang

ditargetkan pada kisaran 6,3–6,7%.

Pada segmen bancassurance, kami memperkenalkan inovasi terbaru dari Commlink Premier yaitu Dynamic Strategic Fund,

yang dapat membantu anda memberikan proteksi dan juga investasi yang dikelola secara aktif dengan melakukan alokasi ke

aset investasi sesuai dengan tanda-tanda penguatan berdasarkan sinyal pasar yang diperoleh dari hasil observasi.

Kami juga memberikan beberapa tips bagaimana investasi di Reksa Dana dapat membantu anda mewujudkan masa pensiun

yang diinginkan oleh semua orang, seperti mempertahankan gaya hidup perjalanan keliling dunia dan yang lainnya.

Semoga edisi kali ini dapat membantu Anda dalam memilih produk investasi yang sesuai kebutuhan Anda secara bijaksana.

Terima kasih telah menjadi Nasabah setia dan menjadi bagian dari Commonwealth Bank Indonesia.

Salam hangat,

Liliawati Gunawan - Executive Vice President, Head of Wealth Management

Local Outlook

Michael Wenas - Head of Business Development

Di tengah krisis Eropa yang masih berlanjut dan perlambatan ekonomi yang terjadi di negara-negara maju diperkirakan akan memberikan

dampak perlambatan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meskipun demikian, ekonomi domestik Indonesia tetap kuat. Pertumbuhan

ekonomi Indonesia untuk tahun 2012 ditargetkan tumbuh pada kisaran 6,3-6,7% dengan harapan tidak ada goncangan ekonomi global.

Pertumbuhan akan didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang kuat. Seiring dengan kondisi perekonomian global yang tidak

menentu, pasar saham di Indonesia masih memiliki prospek yang positif di tahun 2012 didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang

stabil dan fundamental yang kuat. Adanya rencana pemerintah menaikkan harga BBM yang akan berdampak untuk jangka pendek terhadap

kenaikan inflasi tetapi untuk jangka panjang justru akan memberikan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Dengan kondisi tersebut investor

dapat menambah portofolio investasi di produk reksa dana saham dan Obligasi serta melakukan evaluasi terhadap portfolio investasi yang

dimilikinya saat ini supaya sesuai dengan risiko profilnya. Penerapan strategi investasi jangka panjang, buy low sell high dan diversifikasi

dalam menghadapi fluktuasi pasar juga sangat bermanfaat dalam kondisi saat ini.

Hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Januari

2012 mengalami peningkatan dan mencapai

titik tertinggi sejak tahun 2009. Cadangan

Devisa Indonesia pada bulan Januari 2012 juga

menunjukkan kenaikan menjadi $112 miliar dari

sebelumnya $110,1 miliar pada bulan Desember

2011. BI juga mencatat laju inflasi Indonesia bulan

Januari 2012 sebesar 0,76% dan laju inflasi year

on year sebesar 3,65%. Untuk memberikan

dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia

di tengah menurunnya kinerja ekonomi global, BI

memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar

25 bps menjadi 5,75% di awal bulan Februari.

Hal ini karena adanyan perkiraan inflasi rendah.

BI mengharapkan penurunan BI rate juga diikuti

penurunan suku bunga kredit perbankan yang

akan memberikan stimulus bagi pertumbuhan

ekonomi nasional.

Grafik 1. Perkembangan Indeks Keyakinan Konsumen

(indeks, rata-rata tertimbang 18 kota)

140

130

Efek Kenaikan TDL

120

110

100

90

80

70

60

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

2009 2010 2011

Pesimis Optimis

Metodologi

Survei Konsumen merupakan survei bulanan yang dilksanakan sejak

Oktober 1999. Sejak Januari 2007 survei dilaksanakan terhadap kurang

lebih 4600 rumah tangga responden (stratified random sampling) di

18 kota: Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar,

Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak,

Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, Pangkal Pinang, Ambon dan

Banten. Indeks per kota dihitung dengan metode balance score (net

balance +100) yang menunjukan bahwa jika indeks di atas 100 berarti

optimis dan di bawah 100 berarti pesimis.

Mulai bulan Maret 2011, perhitungan komponen Indeks Keyakinan (IKK)

dan Indeks Ekspektasi Inflasi secara nasional mengalami perubahan

dari perhitungan secara agregat dari seluruh hasil survei 18 kota menjadi

rata-rata tertimbang 18 kota. Data sebelum periode tersebut merupakan

hasil backcasting, sedangkan series data hasil perhitungan indeks

secara agregat hanya sampai dengan publikasi bulan Februari 2011.

Indonesia: headline inflation

%oya

8

7

6

5

4

3

Quantitative restrictions

and electricity tariff hikes

No changes to subsidies

2010 2011 2012

BI melihat penyelesaian krisis yang dialami

negara-negara Eropa terkait utang dan defisit

fiskal masih akan memakan waktu dan

mengandung ketidakpastian, sementara

pemulihan ekonomi AS masih lemah. Kendati

demikian, ekonomi domestik Indonesia tetap

kuat. Perekonomian Indonesia dinilai memiliki

daya tahan yang kuat dalam menghadapi prospek

menurunnya perekonomian global. Selain itu,

pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didukung

oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang

kuat. Konsumsi rumah tangga akan ditopang

oleh daya beli dan keyakinan konsumen yang

membaik. Sedangkan peningkatan investasi

didukung oleh iklim investasi yang kondusif dan

persepsi terhadap prospek ekonomi Indonesia

yang positif.

Tidak dipungkiri di tahun 2012 akan banyak

tantangan bagi pertumbuhan perekonomian

global termasuk perekonomian Indonesia. Bursa

saham Indonesia diperkirakan masih akan

mengalami fluktuasi seiring dengan berjalannya

proses penyelamatan krisis Eropa beserta

pemulihan perekonomian negara-negara maju,

dan juga kenaikkan harga minyak dunia. Namun

demikian, prospek pertumbuhan dan fundamental

ekonomi Indonesia masih kuat untuk menghadapi

tantangan-tantangan tersebut.

Indeks saham Indonesia pada tahun 2011 hanya

tumbuh sebesar 3,2%, padahal di tahun 2011

pertumbuhan EPS perusahan sekitar 15–20

persen dan memasuki tahun 2012 para manajer

investasi memperkirakan pertumbuhan EPS

perusahaan di Indonesia antara 15-17% untuk

tahun ini. Ini artinya pertumbuhan indeks harga

saham tahun lalu belum tercermin dengan

realisasi pertumbuhan perusahaan semestinya.

Sehingga pasar saham masih dapat memberikan

potensial pertumbuhan yang besar.


2 | Market Perspective | Maret 2012

Global Outlook

Michael Wenas - Head of Business Development

Perkembangan dari penyelesaian krisis utang Negara Eropa masih menjadi hambatan utama terhadap prospek ekonomi global.

Pemulihan ekonomi di Amerika Serikat diperkirakan masih tetap terus berlanjut. Walaupun tidak akan terjadi resesi, namun,

pertumbuhan ekonomi di AS diperkirakan akan melambat. Perkonomian zona-euro (EU) diperkirakan

akan mengalami resesi ringan di tahun ini akibat dampak dari naiknya biaya pinjaman,

efek deleveraging sektor perbankan terhadap aktivitas ekonomi sektor riil,

dan dampak konsolidasi fiskal. Negara Cina terlihat masih memiliki banyak

amunisi dalam bentuk kebijakan ekonomi guna memperlambat

pertumbuhan ekonomi negara tersebut di tahun 2012 dan

diperkirakan dapat menghindar dari keanjlokkan

(hard landing).

Global GDP growth (%yoy)

6

5

4

3

2

1

0

-1

-2

2.8

0.6

2008 2009 2010

Developed Ec.

Forecast Nov-11

5.1

Source: BBVA Research and IMF

3.9

3.5

2011 (f) 2012 (f) 2013 (f)

Emerging Ec.

Forecast Feb-12

AS - Aktivitas ekonomi AS mendapatkan

momentum yang positif selama kuartal terakhir

tahun 2011, yaitu data-data ekonomi termasuk

data manufaktur, payroll, penjualan ritel, tingkat

kepercayaan dan penjualan rumah, semuanya

menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Dari data-data tersebut, data yang paling

menjanjikan adalah terciptanya lapangan kerja

rata-rata sebesar 200 ribu setiap bulannya,

yang mana berdampak terhadap angka

pengangguran yang turun menjadi 8,5%,

terendah sejak bulan Pebuari 2009. Ekonomi

AS diperkirakan akan tumbuh antara 2-2,3% di

tahun 2012, dimana pertumbuhan ini lebih tinggi

jika dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar

1,7% di tahun 2011.

Namun demikian, pertumbuhan ekonomi

AS masih belum mencapai tingkat laju yang

biasanya terjadi dalam masa pemulihan

ekonomi. Ekonomi AS tumbuh dengan rata-rata

tahunan sebesar 2,8% pada kuartal terakhir

2011, tetapi pada awal 2012, laju pertumbuhan

diperkirakan akan melambat dan baru akan naik

lagi pada akhir tahun.

Eropa - Data ekonomi Eropa menunjukkan

pertumbuhan ekonomi Eropa akan

mengalami kontraksi pada kuartal terakhir

2011 dan memasuki tahun 2012, yang

mana menyiratkan bahwa Eropa mendekati

resesi. Utang negara dan krisis perbankan

telah menyebabkan perubahan politik,

4.1

langkah-langkah penghematan fiskal, kondisi

pengetatan pinjaman dan tingkat kepercayaan

yang menurun, yang mana semuanya telah

memberikan dampak negatif terhadap

pertumbuhan riil, terutama yang terjadi di daerah

selatan Eropa.

Eurozone: GDP

q/q % change

1.4

1

0.6

0.2

-0.2

-0.6

-1

-1.4

-1.8

-2.2

-2.6

1996 1998 2000 2002 2004 2006 2008 2010

Source: Oxford Economics

2012

Para analis memperkirakan Eropa akan

mengalami resesi yang ringan di tahun 2012,

tetapi perlu dicatat bahwa ekonomi Eropa

sebetulnya sedang menuju ke arah yang stabil

setelah bank sentral Eropa (ECB) memangkas

suku bunga dan menyediakan €489 miliar dalam

bentuk pinjaman selama 3 tahun (dengan suku

bunga pinjaman sebesar 1%) kepada bank-bank

di Eropa di bulan November 2011. Hal ini telah

membantu menyelesaikan masalah likuiditas

bank dan mulai menunjukkan tanda-tanda

bahwa pasar surat utang mulai aktif kembali,

yang mana, tercermin dalam penurunan tingkat

yield dari surat utang negara Eropa di awal

2012. Tindakan ECB ini juga telah menurunkan

nilai tukar mata uang Euro, yang mana akan

membantu menstimulasi ekonomi di tahun 2012.

Secara pandangan sekilas, fasilitas bailout yang

diberikan oleh EU dan IMF beserta likuiditas

yang ditawarkan oleh ECB kemungkinan cukup

untuk menstabilisasi situasi ekonomi di tahun

2012, akan tetapi, Eropa masih dianggap

sebagai risiko penghambat ekonomi global di

tahun 2012.

Cina - Pertumbuhan ekonomi Cina menurun

menjadi 8,9% pada kuartal terakhir 2011

dikarenakan kondisi pengetatan kebijakan

moneter dan pertumbuhan global yang

melemah. Indeks manufaktur berada di level

di bawah 50 dan ada beberapa kekhawatiran

bahwa investasi tetap yang berkembang pesat

di properti dan infrastruktur akan memberikan

masalah kredit macet terhadap sistem finansial

dalam jangka menengah. Akan tetapi, sistem

permodalan perbankan Cina relatif sangat baik

jika dibandingkan dengan negara-negara global

lainnya, dan bank-bank di Cina secara mayoritas

dimiliki oleh pemerintah pusat, dan diharapkan

dapat menyediakan bantuan jika diperlukan.

Kabar baiknya adalah angka inflasi Cina telah

menurun ke 4,1%, laju inflasi paling kecil dalam

setahun, yang mana memberikan pemerintah

ruang untuk melakukan pelonggaran kebijakan

moneter dan fiskal di tahun 2012.

Ekonomi Cina diperkirakan akan mengalami

soft-landing di tahun 2012, meskipun

pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari tahuntahun

sebelumnya, yaitu di kisaran antara

7-8% per tahun, melihat peningkatan skala

ekonomi dan kekhawatiran terhadap inflasi yang

berkelanjutan.


3 | Market Perspective | Maret 2012

Perencanaan Keuangan di Tahun 2012

Bagaimana Mempersiapkan Masa Pensiun Anda?

Rheza Karyanto - Investments Unit Head

Pensiun. Bagi kebanyakan orang, kata pensiun bisa jadi kata yang menakutkan. Ketakutan ini muncul karena pada usia

seseorang sudah tidak bekerja, ternyata biaya konsumsi akan tetap tinggi bahkan cenderung meningkat. Sedangkan

tabungan dan tunjangan dari perusahaan belum tentu mencukupi. Sehingga tidak heran jika di negara maju seperti Jepang

misalnya, orang harus tetap bekerja di usia tua sampai 75 tahun sebelum pensiun.

Apa yang salah dengan hal ini? Bukankah seharusnya setiap orang

menjadikan masa pensiun sebagai masa-masa paling bahagia dalam

hidupnya dan menikmati hasil kerja kerasnya?

Sebenarnya bukan tidak mungkin jika setiap orang dapat menikmati masa

pensiunnya dengan tenang asalkan sudah merencanakannya sejak awal,

khususnya dalam hal mempersiapkan dana pensiun. Namun ada

kecenderungan orang enggan memikirkan masa pensiun karena dinilai

masih lama, atau mungkin merasa kekayaan yang dimiliki sudah cukup.

Padahal dengan jangka waktunya masih lama, maka risiko ketidakpastian

seperti kenaikan inflasi, persaingan bisnis atau karir, maupun kondisi

kesehatan yang kurang baik semakin besar pula. Jika Anda tidak ingin

mempertaruhkan masa pensiun Anda, maka disiplin berinvestasi sejak awal

dan senantiasa memiliki proteksi adalah pilihan yang bijaksana.

Tingkat Konsumsi

Setelah Pensiun, Biaya Konsumsi Tetap Tinggi.

120%

100%

80%

60%

40%

20%

0%

Indonesia (2005)

Pendapatan

Konsumsi

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Usia

Alangkah senangnya jika dapat menikmati

hari tua dengan life style atau gaya hidup

yang sama, tanpa mengurangi anggaran

secara drastis. Survei membuktikan

bahwa harapan seorang pensiun adalah

dapat mencukupi paling sedikit 80% dari

pengeluaran per bulan sebelum pensiun.

Catatan: Nilai rata-rata

dinormalisasi berdasarkan

pendapatan per kapita

usia 30-49 tahun.

Sumber: Population Aging

and The Generational

Economy oleh Ronald

Lee dan Andrew Mason

tahun 2010.

Berikut ini beberapa harapan seseorang di masa pensiunnya dan bagaimana

investasi di reksa dana dapat membantu mewujudkannya. Asumsi

menggunakan investasi di reksa dana saham dengan imbal hasil rata-rata

15% per tahun.

1. Mempertahankan Life Style

Misalkan pengeluaran sebelum pensiun adalah

Rp25 juta per bulan maka pengeluaran selama pensiun

paling sedikit Rp20 juta per bulan. Untuk menutupi

pengeluaran bulanan tersebut, diperlukan dana sebesar minimal Rp6 miliar

yang ditempatkan pada deposito bulanan dengan asumsi suku bunga 5%

per tahun.

2. Menikmati Luxury Goods

Memiliki barang mewah seperti perhiasan

atau mobil mewah terkadang bukan

untuk kepuasan pribadi saja, tetapi juga

menunjukkan kebanggaan atau status

seseorang.

Misalkan setelah pensiun Anda menginginkan

sebuah mobil Toyota Alphard baru dimana harganya

saat ini adalah Rp1 miliar. Dengan asumsi kenaikan harga

5% per tahun, maka harga mobil tersebut dalam waktu 20 tahun ke depan

akan menjadi Rp2,7 miliar.

Untuk mempersiapkan dananya, Anda dapat:

• Berinvestasi Rp1,8 juta per bulan selama 20 tahun, atau

• Berinvestasi Rp4 juta per bulan selama 15 tahun.

3. Berwisata Ke Luar Negeri

Semua orang memimpikan untuk bisa jalanjalan

keliling dunia. Alangkah senangnya jika

kita menikmati masa pensiun dengan berlibur

ke luar negeri bersama pasangan setiap

tahunnya, atau mungkin menjalani ziarah atau

umroh.

Namun biaya perjalanan ke luar negeri

mengalami kenaikan rata-rata sebesar 7%

setiap tahun. Jika biaya perjalanan untuk

2 orang adalah Rp60 juta (sekitar USD3,000 per orang), maka biaya

perjalanan dalam 20 tahun ke depan akan menjadi Rp233 juta. Seandainya

Anda dikaruniai kesehatan sehingga dapat melakukan perjalanan 2x

setahun selama 15 tahun setelah pensiun, maka total biaya perjalanan

keluar negeri yang diperlukan mencapai sekitar Rp7 miliar.

Untuk mempersiapkan dananya, Anda dapat:

• Berinvestasi Rp4,7 juta per bulan selama 20 tahun, atau

• Berinvestasi Rp10,5 juta per bulan selama 15 tahun.

Begitu banyak hal menarik lainnya yang dapat kita rencanakan setelah

pensiun. Yang pasti, semakin awal kita berinvestasi maka semakin cepat

uang kita akan berkembang dan semakin sedikit dana yang harus kita

sisihkan untuk investasi. Sehingga mungkin saja usia pensiun Anda pun

dapat lebih cepat. Jadi tunggu apa lagi?

Selamat berinvestasi dan mempersiapkan masa pensiun paling

bahagia dalam hidup Anda.

Untuk mengumpulan dana sebesar Rp6 miliar, Anda dapat:

• Berinvestasi Rp4 juta per bulan selama 20 tahun, atau

• Berinvestasi Rp9 juta per bulan selama 15 tahun.


4 | Market Perspective | Maret 2012

Analisa

Valuta Asing

Vicky Hartono - Treasury Specialist

Kinerja perekonomian di Amerika Serikat terus

membukukan perkembangan yang positif.

Tingkat pengangguran yang semakin rendah

menunjukan bahwa strategy the FED menekan

suku bunga mendekati 0 membuahkan hasil

yang baik dalam penyediaan lapangan kerja

di Amerika. Rencana the FED untuk tetap

menjaga suku bunga rendah sampai akhir

2014, berpotensi meningkatkan tingkat selera

risiko di pasar untuk kembali mengincar highyielding

asset. Ditambah lagi dengan semakin

meredanya kekhawatiran krisis hutang di zona

Eropa. Hal ini berpotensi memberikan tekanan

jual terhadap USD dan cenderung melemahkan

USD.

Sentimen positif dari disetujuinya bailout untuk

Yunani mendorong EUR menguat terhadap

USD dan mata uang lainnya. Bailout tersebut

dimaksudkan agar Yunani terhindar dari

risiko default atas surat hutangnya yang akan

jatuh tempo akhir bulan Maret dan sekaligus

mengeliminasi risiko efek domino yang

berpotensi terjadi bila Yunani default.

Euphoria dari disetujuinya bailout tersebut

membuat EUR/USD berhasil menembus

batas resistance 1,3300 dan mengindikasikan

penguatan akan berlanjut. Namun perlu juga

diperhatikan peringkat hutang negara dari rating

agency yang masih berpotensi menurunkan

peringkat negara-negara di kawasan Eropa.

Penguatan GBP terhadap USD dan JPY cukup

signifikan di bulan Januari 2012. Di samping

indikator-indikator ekonomi yang stabil dan

relatif membaik. Faktor dari menurunnya

kekhawatiran akan krisis hutang di zona Eropa

juga mewarnai penguatan GBP.

Penguatan GBP terhadap USD sudah cukup

lama. Beberapa technical indicator sudah

menunjukan GBP akan memasuki tahap

konsolidasi dengan kecenderungan rawan

koreksi meskipun GBP/USD masih dalam trend

bullish. Target koreksi kembali ke major support

di level 1,5700

Penguatan JPY terhadap USD dan mata uang

lainnya membuat sektor ekspor Jepang terpukul,

terlebih lagi Jepang adalah negara ekspor.

Pengalihan sumber energi dari tenaga nuklir

ke minyak pun turut menambah beban untuk

industri manufaktur di Jepang, seiring kenaikan

harga minyak menembus level $100 per barrel.

BOJ akhirnya mengambil langkah untuk

mengintervensi JPY setelah USD/JPY berhasil

mencetak rekor rendah di 76,49. Momentum

perbaikan kondisi ekonomi global yang

kembali menggairahkan pasar juga membantu

pelemahan JPY, seiring dengan minat investor

untuk kembali mengkoleksi high-yielding asset.

USD/JPY cenderung bullish dengan support level

di 78,42 dan resistance di 81,25.

Keputusan RBA untuk mempertahankan suku

bunga di 4,25% membuat real interest rate

AUD tetap tinggi dan menarik di mata investor.

Kenaikan harga komoditas seperti minyak

mentah, gas dan emas, juga mendukung

kenaikan AUD. Ditambah lagi dengan kondisi

perekonomian global yang menunjukan adanya

perbaikan baik dari angka pengangguran di

Amerika, ekspansi ekonomi di Cina, dan zona

Eropa pun terkesan mulai pulih dari krisis hutang.

Perkembangan ekonomi global memberikan

peningkatan pada selera risiko investor untuk

kembali mengincar high-yielding currency,

hasilnya AUD/USD pun cenderung naik.

Di sisi lain kondisi politik di Australia menjelang

pemilu tahun depan diwarnai dengan persaingan

yang sempat memberikan dampak negatif

pada akhir bulan Februari 2012. Perlu diingat

juga, kenaikan AUD semenjak 20 Desember

2011 belum ada koreksi yang signifikan. Hal

ini berpotensi memberikan kekhawatiran akan

adanya aksi profit-taking oleh investor.

Strategi Forex Trading

Situasi ekonomi global yang menunjukan

perbaikan juga memberikan sentimen positif di

Selandia Baru. NZD/USD pun ikut mengalami

kenaikan. Akan tetapi kenaikan NZD tertahan

oleh major resistance di level 0,8520 dan

cenderung berpotensi untuk mengalami koreksi

ke kisaran 0,8120 (MA 200, daily). Indikatorindikator

technical lainnya juga mengindikasikan

overbought dan cenderung berpotensi

mengalami koreksi.

Rencana pemerintah Indonesia untuk

mengurangi subsidi BBM jenis premium

membuat IDR mendapatkan tekanan jual.

Diprediksikan dengan naiknya harga BBM

tersebut, inflasi Indonesia akan naik ke kisaran

5%. Kenaikan inflasi tersebut tentu akan

membuat real interest rate dari IDR turun, jika

BI tidak menaikan suku bunga. Namun faktor

eksternal lainnya, seperti kian membaiknya

pertumbuhan ekonomi di amerika dan

menurunnya kekhawatiran krisis hutang di zona

eropa akan menahan penguatan USD terhadap

IDR. Hal-hal ini membuat kecenderungan IDR

akan melemah sampai kenaikan harga BBM dan

akumulasi kenaikan inflasi terealisasi.

Perekonomian Singapura yang sangat

mengandalkan perdagangan internasional

pun ikut terdorong oleh sentiment positif yang

dibawa dari Amerika Serikat dan zona Eropa.

Pertumbuhan nilai perdagangan di Singapura

mendukung penguatan SGD terhadap USD,

walaupun penguatan SGD masih dalam range

yang tidak begitu lebar atau relative rangetrading

1,2700-1,2400.

Perbaikan pertumbuhan ekonomi global mulai dari perbaikan ekonomi di Amerika Serikat,

meredanya kekhawatiran krisis hutang di zona Eropa, pertumbuhan index manufaktur Cina, dan

harga komoditas yang terus naik telah membuat risk-appetite investor terhadap high-yielding

currency bertambah.

Market masih berpotensi untuk naik dalam jangka menengah, ditunjang dengan data-data

ekonomi global yg mengalami perkembangan yang positif. Hal ini membukakan kesempatan

untuk kita melakukan strategi buy-on-dips di sela-sela koreksi harga dan tetap memegang

sebagian portofolio kita di major currency, khususnya EUR yang menjadi fokus dari investor

saat ini.

Recommendation:

USD/IDR GBP/USD AUD/USD EUR/USD

Expected selling level 9200 - 9250 1.6085 - 1.6150 1.0900 - 1.1000 1.3550 - 1.3650

Expected buying level 8950 - 9050 1.5600 - 1.5550 1.0675 - 1.0600 1.3180 - 1.3080

Short position profit taking @ 9000 and below 1.5900 and below 1.0780 and below 1.3320 and below

Long position profit taking @ 9150 and above 1.6050 and above 1.0830 and above 1.3300 and above

Short position cut loss @ 9300 - 9350 1.6200 - 1.6250 1.1050 - 1.1100 1.3700 - 1.3750

Long position cut loss @ 8900 - 8850 1.5450 - 1.5400 1.0600 - 1.0500 1.3050 - 1.3000

*data diatas hanya besifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar


5 | Market Perspective | Maret 2012

COMMLink Dynamic Strategic Fund

Alexander Wiharja - Bancassurance Product Manager

Apakah Anda seorang investor yang aktif mengamati pergerakan pasar? Apakah Anda sering melakukan relokasi aset atas

investasi anda? Apakah anda menginginkan imbal hasil yang optimal? Apakah Anda ingin tidur tenang setiap harinya

mengetahui bahwa investasi Anda dapat menyesuaikan dengan volatilitas pasar?

Volatilitas pasar merupakan potensi yang menakutkan sekaligus

menyenangkan bagi investor. Untuk dapat mengikuti pasar yang selalu

bergerak adalah pekerjaan yang sulit; sinyal-sinyal penting yang muncul di

pasar harus dianalisa sebelum melakukan penyesuaian atas investasi.

Commonwealth Life melalui Commlink Premier berinovasi memberikan

solusi atas permasalahan tersebut dengan meluncurkan COMMLink

Dynamic Strategic Fund (Dynamic Fund). Dengan pilihan instrumen

investasi yang ada di pasar saham dan surat hutang di Indonesia Dynamic

Fund akan secara aktif melakukan alokasi ke aset investasi yang

menunjukkan tanda-tanda penguatan berdasarkan sinyal pasar yang

diperoleh dari hasil observasi.

Indonesian

Stocks

Universe

Signal*

Momentum

Volatility

Inflation

* Observasi berdasarkan

data 60 hari terakhir.

Mendeteksi

market trend

dan risiko

berdasarkan

3 indikator

Trend

Bullish

Range

Bearish

Menentukan kondisi

market investasi

Dynamic Asset Allocation

(Auto Rebalancing)**

Equity Fund

(50% SDPP + 50% BNP Ekuitas)

Equity Fund

Money Market

Money Market

(100% FSI Money Market)

Mengoptimalkan investasi

** Dua mingguan

Apa saja keunggulan Dynamic Fund?

• Strategi DINAMIS untuk mengikuti pergerakan pasar (bullish-rangebearish)

berdasarkan sinyal momentum, volatility, dan inflation (hasil

pengamatan pergerakan pasar 60 hari terakhir).

• Perubahan alokasi aset secara OTOMATIS dengan kombinasi reksa

dana berbasis ekuitas dan pasar uang dari 3 Manajer Investasi

(Schroder, BNP Paribas IP, dan First State Investment setiap dua

mingguan).

• Diversifikasi risiko dan OPTIMALisasi imbal hasil. Alokasi aset

secara dinamis ditentukan dengan:

• Pada saat pasar terkondisi bullish (kondisi pergerakan pasar yang

kondusif atau cenderung meningkat dan optimis), investasi akan

ditempatkan 100% pada reksa dana berbasis saham.

• Jika pasar terkondisi range (kondisi pasar yang pergerakannya

cenderung merata), investasi akan ditempatkan 50% pada reksa dana

berbasis saham dan 50% lagi pada reksa dana berbasis pasar uang.

• Jika pasar terkondisi bearish (kondisi pergerakan pasar yang kurang

kondusif atau cenderung pesimis dan menurun), investasi akan

ditempatkan 100% pada reksa dana berbasis pasar uang.

Berdasarkan data historis yang ditampilkan pada grafik di bawah, dengan

menggunakan strategi yang sistematis dan optimal berhasil outperform

pasar dengan risiko termitigasi bahkan pada saat pasar menjadi bullish

atau bearish secara tiba-tiba.

1,000

800

600

400

200

Feb-04 Feb-05 Feb-06 Feb-07 Feb-08 Feb-09 Feb-10 Feb-11

Commonwealth Bank senantiasa memperkenalkan inovasi produk yang

dapat membantu Anda memberikan proteksi dan juga investasi yang

dikelola secara aktif serta memberikan hasil maksimal bagi kebutuhan

Anda!

DISCLAIMER

Kecuali dinyatakan lain, semua data bersumber dari berita media massa, dan tidak diterbitkan oleh PT Bank Commonwealth (PTBC). PTBC harus dijamin untuk dibebaskan dari tanggung jawab, termasuk tetapi

tidak terbatas pada penuntutan hukum oleh pihak ketiga. PTBC beserta direkturnya, karyawannya dan perwakilannya dalam Lampiran ini selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Grup” “Laporan ini diterbitkan

semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu ajakan atau penawaran untuk membeli efek atau instrumen keuangan. Laporan ini telah disusun tanpa mempertimbangkan tujuan, situasi

keuangan dan kapasitas untuk menanggung kerugian, pengetahuan, pengalaman atau kebutuhan orang-orang tertentu yang mungkin menerima laporan ini. Tidak ada anggota dari Grup yang melakukan atau harus

melakukan penilaian kelayakan atau penyesuaian laporan untuk penerima laporan ini yang karenanya tidak mendapatkan manfaat dari perlindungan peraturan dalam hal ini. Laporan ini bukan nasihat atau petunjuk.

Semua penerima laporan ini harus, sebelum bertindak atas dasar informasi dalam laporan ini, mempertimbangkan kewajaran/kelayakan dan kesesuaian informasi, dengan memperhatikan tujuan-tujuan mereka sendiri,

situasi keuangan dan kebutuhan, dan, jika perlu mencari profesional yang tepat, memperhatikan kondisi valuta asing atau nasihat keuangan tentang isi laporan ini sebelum membuat keputusan investasi. Kami percaya

bahwa informasi dalam laporan ini adalah benar dan setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang cukup telah diadakan atau dibuat, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat kompilasi, tetapi tidak ada

pernyataan atau jaminan, baik tersurat maupun tersirat, yang dibuat atau disediakan untuk akurasi, kehandalan atau kelengkapan setiap pernyataan yang dibuat dalam laporan ini. Setiap pendapat, kesimpulan atau

rekomendasi yang ditetapkan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan mungkin berbeda atau bertentangan dengan, kesimpulan pendapat atau rekomendasi yang diungkapkan oleh

Grup di tempat lain. Kami tidak berkewajiban untuk, dan tidak,memberitahukan perkembangan terkini atau terus mengikuti informasi terkini yang terdapat dalam laporan ini. Grup tidak menerima tanggung jawab untuk

setiap kerugian atau kerusakan yang timbul akibat dari penggunaan seluruh atau setiap bagian dari laporan ini. Setiap penilaian, proyeksi dan prakiraan yang terkandung dalam laporan ini didasarkan pada sejumlah

asumsi dan perkiraan dan tunduk pada kontinjensi dan ketidakpastian. Asumsi dan perkiraan yang berbeda dapat mengakibatkan hasil material yang berbeda pula. Grup tidak mewakili atau menjamin bahwa salah

satu proyeksi penilaian atau prakiraan, atau salah satu dasar asumsi atau perkiraan, akan dipenuhi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja masa depan Grup tidak menjamin

kinerja dari produk investasi atau pembayaran kembali modal dengan produk yang didistribusikan oleh PTBC. Investasi dalam produk ini bukan merupakan simpanan atau kewajiban lainnya dari Grup atau anak

perusahaannya dan setiap jenis produk investasi memiliki risiko investasi termasuk hilangnya pendapatan dan modal yang diinvestasikan. Contoh yang digunakan dalam komunikasi ini hanya untuk ilustrasi. Semua

materi yang disajikan dalam laporan ini, kecuali bila ditentukan lain, berada di bawah hak cipta Grup. Tak satu pun dari materi, maupun isinya, maupun salinannya, dapat diubah dengan cara apapun, ditransmisikan ke,

disalin atau didistribusikan kepada pihak lain, tanpa izin tertulis dari perusahaan terkait yang menjadi bagian dalam Grup. Grup, berikut agennya, asosiasinya dan kliennya memiliki atau telah memiliki posisi panjang

atau pendek pada efek atau instrumen keuangan lainnya yang disebut di sini, dan dapat setiap saat melakukan pembelian dan/atau penjualan terhadap kepentingan atau surat berharga dalam kapasitasnya sebagai

prinsipal atau agen, termasuk menjual atau membeli dari klien atas dasar pokok dan dapat terlibat dalam transaksi yang tidak konsisten dengan laporan ini. Silahkan melihat website kami di www.commbank.co.id

untuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang mengenai instrumen keuangan yang dijelaskan dalam laporan ini, silakan hubungi kami hubungi Call Centre kami di 5000 30 atau email kami di

customercare@commbank.co.id.

commbank.co.id

More magazines by this user
Similar magazines