market - Commonwealth Bank

commbank.co.id

market - Commonwealth Bank

market

Wealth Management Newsletter - Februari 2012

• Local & Global Outlook

• Aset Alokasi: Kunci Keberhasilan

Suatu Investasi

• FX Product untuk lindung nilai/hedging liability

dan memberikan kepastian dunia usaha.

• Analisa Valuta Asing

• Perencanaan Keuangan di Tahun 2012

Mengapa Harus Pintar-Pintar Mengelola Kekayaan


1 | Market Perspective | Februari 2012

Nasabah yang terhormat,

Memasuki bulan kedua di tahun 2012, sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2653, semoga tahun Naga Air ini

membawa berkah bagi kita semua.

Dengan masuknya Indonesia dalam jangkauan layak investasi dua lembaga pemeringkat internasional, hal ini menguatkan posisi

Indonesia di mata investor global dan diekspetasi tingkat investasi akan meningkat sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Faktor-faktor ini akan cenderung menggerakan IDR untuk menguat dalam jangka menengah. Namun kekhawatiran akan masalah hutang

di zona Eropa juga akan berandil memberikan fluktuasi di pasar Indonesia.

Pada edisi ini kami berikan beberapa tips untuk keberhasilan suatu investasi dan juga tips bagaimana mengelola kekayaan secara pintar.

Selain itu, kami sampaikan pula bahwa Bank Commonwealth Indonesia memiliki beragam produk investasi di mana produk-produk

ini menawarkan pengelolaan aset yang unggul, kinerja yang baik dan konsisten. Kami juga sediakan layanan fasilitas FX limit yang

membantu para Nasabah dalam bertransaksi secara optimal.

Akhir kata, semoga edisi kali ini dapat membantu Anda dalam memilih produk investasi yang sesuai kebutuhan Anda secara bijaksana.

Terima kasih telah menjadi Nasabah setia dan menjadi bagian dari Commonwealth Bank Indonesia. Selamat membaca!

Salam hangat,

Liliawati Gunawan - Executive Vice President, Head of Wealth Management

Local Outlook

Michael Wenas - Head of Business Development

emasuki tahun “Naga Air” di tahun 2012 ini, ekonomi Indonesia diperkirakan masih akan

Mmenghadapi risiko atas ketidakpastian global yang tinggi kendati kinerja ekonomi Indonesia

tahun 2011 bisa menjadi modal besar memasuki tahun 2012 terutama karena dukungan pasar

domestik yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal terakhir 2011 yang mencapai 6,5%

adalah merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Hadiah awal tahun

datang dari Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service. Lembaga pemeringkat ini menaikkan

peringkat utang Indonesia ke level layak investasi (investment grade). Langkah ini menyusul apa

yang dilakukan Fitch Rating di akhir tahun 2011. Sesuai ekspetasi, Bank Indonesia (BI) memutuskan

untuk menahan suku bunga acuan BI rate pada level 6%. Berita pencapaian investment grade

Indonesia bersama dengan berita dipangkasnya suku bunga operasi moneter, telah memicu harga

obligasi pemerintah Indonesia mengalami kenaikkan secara signifikan. Investor dapat berinvestasi

di reksa dana pendapatan tetap atau campuran, khususnya yang banyak berinvestasi di instrumen

obligasi pemerintah sebagai sarana investasi alternatif dan diversifikasi dalam menghadapi

goncangan faktor eksternal sepanjang tahun 2012.

Sumber: Reuters Ecowin Pro, BNP Paribas

10

9

8

7

6

5

4

3

2

Key Chart: Current Inflation Benign...

‘Core’

Indonesia CPI, 5 y/y

Headline

09 10 11

Indonesia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia

di kuartal terakhir 2011 mencapai 6,5%. Pada

tahun 2012, pemerintah tetap mentargetkan

pertumbuhan ekonomi mencapai 6,7% meskipun

krisis ekonomi masih melanda dunia.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang mencapai

6,5% dengan tingkat inflasi sebesar 3,79%,

kedua hal ini menjadikan Indonesia sebagai

negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi

di ASEAN serta negara dengan angka inflasi

terendah se-Asia Pasifik.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS)

mencatat inflasi negara Indonesia sepanjang

tahun 2011 sebesar 3,79%. Angka ini jauh

dibawah angka inflasi tahun kalender 2010

yang sebesar 6,96% dan target inflasi 2011

yang ditetapkan oleh pemerintah yakni sebesar

5,65%. Menurut Gubernur BI, Darmin Nasution,

pencapaian inflasi yang rendah ini karena

stabilnya inflasi inti. Inflasi inti stabil didukung oleh

kebijakan moneter yang baik di bidang nilai tukar

rupiah. Untuk tahun 2012, angka inflasi akan tetap

dikendalikan di level 4,5% plus minus 1%.

Sesuai ekspektasi, Dewan Gubernur BI

memutuskan untuk menahan suku bunga acuan

BI rate pada level 6%. Suku bunga tersebut

sudah mengakomodir inflasi yang diperkirakan

bisa melonjak pada bulan April 2012 bilamana

diimplementasikan kebijakan pembatasan BBM

bersubsidi dan kenaikkan harga tarif dasar listrik

rata-rata sebesar 10%. Gubernur Bank Indonesia,

Darmin Nasution, menjelaskan level BI rate 6%

diputuskan sejalan dengan sasaran inflasi, upaya

menjaga stabilitas sistem keuangan dan tetap

kondusif mendukung ekonomi domestik ditengah

ketidakpastian ekonomi global.

Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur

(RDG) pada hari Selasa, 17 Januari 2012,

memutuskan untuk memperlebar koridor

bawah suku bunga operasi moneter (deposit

facility) yang semula 150 bps menjadi 200

bps di bawah BI rate. Kebijakan ini dilakukan

sebagai langkah untuk memperkuat manajemen

likuiditas perbankan, dengan mendorong bank

saling bertransaksi, sekaligus diharapkan dapat

meningkatkan efisiensi perbankan. Suku bunga

simpanan harian bank di BI ini yang sebelumnya

berada di batas bawah 4,5%, dengan keputusan

ini, turun menjadi 4%. Sementara, batas atas

tidak mengalami perubahan, yakni 100 bps di

atas BI rate atau 7%. Batas bawah merupakan

fasilitas yang disediakan BI untuk menampung

ekses likuiditas di pasar uang. Diharapkan pasar

uang antar bank akan semakin likuid, sehingga

bisa mengurangi ketidakpastian likuiditas.

Moody’s menyusul Fitch

naikkan peringkat utang Indonesia

Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s

Rating, menaikkan peringkat utang luar negeri

Indonesia ke level investasi dari Ba1 menjadi

Baa3. Ini merupakan kali kedua Indonesia

mendapatkan kenaikan peringkat. Sebelumnya,

pada tanggal 15 Desember 2011 lalu, salah satu

dari tiga lembaga pemeringkat kelas dunia, Fitch’s

Rating menaikkan peringkat Indonesia dari BB+

menjadi BBB-. Ini merupakan peringkat yang

setara dengan investment grade alias negara yang

layak menjadi tempat berinvestasi. Perbaikan

peringkat tersebut berlaku untuk obligasi dalam

mata uang lokal dan valas dengan prospek

peringkat stabil.

Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan

Moody’s, beberapa kondisi yang yang memicu

peningkatan peringkat, yaitu:

1. Moody’s melihat antisipasi pemerintah

terhadap metrik keuangan masih sejalan

dengan acuan untuk peringkat di level Baa.

2. Ketahanan Indonesia menjaga pertumbuhan

ekonomi terhadap goncangan eksternal.

3. Kebijakan dan perangkat yang mampu

menjaga keuangan dari kerentanan.

4. Sistem perbankan yang lebih sehat dan

mampu menghadapi stres.

Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, Rahmat

Waluyanto, meyakini penaikan peringkat kredit

akan mengurangi biaya utang dan risiko pelarian

modal. Selain itu, dampak lain dari kenaikan

rating adalah imbal hasil surat berharga negara

dalam bentuk rupiah dan valas yang semakin

rendah, dan permintaan terhadap obligasi

pemerintah akan meningkat. Masuknya Indonesia

dalam jangkauan layak investasi dua lembaga

pemeringkat internasional semakin menguatkan

posisi Indonesia di mata investor global dan

banyak memberikan keuntungan bagi Indonesia.

Salah satunya adalah tingkat investasi yang akan

meningkat tajam sehingga secara langsung akan

mendorong pertumbuhan ekonomi.


2 | Market Perspective | Februari 2012

Global Outlook

Michael Wenas - Head of Business Development

Sampai awal tahun 2012 perkembangan kondisi krisis global masih belum berhasil mengembalikan kepercayaan investor, bahkan tingkat

pesimisme bahwa krisis utang negara Yunani akan menyeret negara-negara Eropa dan juga global ke dalam resesi semakin menguat. Di

awal tahun 2012, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) menurunkan peringkat utang sembilan negara di Eropa karena

terlilit krisis utang yang cukup parah, termasuk salah satunya adalah negara Perancis, yang harus kehilangan peringkat AAA. Sementara

lembaga pemeringkat lainnya, Fitch Ratings, di bulan Januari juga menurunkan peringkat utang 5 negara di Eropa yaitu Italia, Spanyol,

Belgia, Slovenia dan Siprus. Sedangkan pertumbuhan ekonomi negara Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan pemulihan ekonomi yang

didasari serangkaian data ekonomi yang positif diwarnai dengan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal 4 tahun 2011 sebesar 2,8%. Sementara

itu, Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) bersama-sama menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2012, dan

juga memberikan indikasi bahwa perekonomian dunia akan melambat. Untuk sementara waktu, investor diharapkan untuk tetap berhati-hati

dalam mengelola portofolio investasinya, dan selalu secara cermat mengikuti perkembangan ekonomi global terutama di Uni Eropa dan

direkomendasikan untuk menjauhi investasi di aset-aset negara Eropa.

Indeks

Perubahan

31 Januari 2012 30 Desember 2011 Januari(%) 2012 (%)

MSCI World

IHSG Indonesia

US S&P

US Dow Jones

Cina Shanghai

Japan Nikkei

Europe FTSE Eurofist 300

Australia S&P/ASX200

Minyak mentah

Emas

Sumber: Bloomberg

1.240,89

3.941,69

1.312,41

12.632,91

2.291,61

8.802,51

1.037,05

4.261,68

98,48

1.737,6

AS - Ekonomi AS tumbuh sebesar 2,8% pada

kuartal keempat tahun 2011, yang mana didorong

oleh kenaikan belanja konsumen dan persediaan

bisnis. Kendati positifnya angka pertumbuhan ini

masih di bawah ekspektasi para ekonom yang

memprediksikan pertumbuhan GDP sebesar

3%. Berita positif lainnya dari AS adalah angka

pengangguran bulan Desember 2011 dilaporkan

sebesar 8,5%, turun dari level 8,7% di bulan

November 2011. Angka pengangguran ini

terendah sejak bulan Februari 2009.

The Federal Reserve (The Fed), pada pertemuan

di bulan Januari 2012, memutuskan untuk

mempertahankan suku bunga acuan yang rendah

antara 0% hingga 0,25% setidaknya sampai akhir

tahun 2014. The Fed juga terus akan melakukan

kebijakan moneter ekspansi melalui pembelian

aset (obligasi) untuk mendorong pertumbuhan

ekonomi dan terutama mendorong tingkat

pengangguran turun sampai batas maksimum

yang dinginkan.

Meskipun tidak secara eksplisit mengatakan akan

adanya QE3 tetapi The Fed mengindikasikan

kemungkinan dikucurkannya QE3 melihat

risiko menurunnya ekonomi AS dengan kondisi

pasar perumahan yang masih memprihatinkan

serta tingkat pengangguran yang masih tinggi.

Kondisi global yang belum jelas membuat The

Fed memilih untuk merevisi target pertumbuhan

ekonomi AS tahun 2012 ini dari 2,7% turun

menjadi 2,2% dan untuk tahun 2013 sebesar

3,2%.

Eropa - Di awal tahun 2012, lembaga

pemeringkat internasional Standard & Poor’s

1.182,59

3.821,99

1.257,6

12.217,56

2.199,42

8.455,35

1.001,39

4. 056,56

(S&P) menurunkan peringkat utang sembilan

negara di Eropa karena terlilit krisis utang yang

cukup parah, termasuk salah satunya adalah

negara Perancis yang turun satu tingkat dari

peringkat sebelumnya AAA. Kini hanya Jerman

sebagai negara besar Euro yang memiliki

peringkat bonafiditas kredit tertinggi. Penurunan

peringkat kredit mengakibatkan meningkatnya

harga obligasi negara Perancis di pasar. Hal

tersebut bisa berakibat buruk bagi dana

penyelamatan Euro (EFSF), mengingat Perancis

merupakan pendonor utama dana payung

tersebut, selain Jerman. Perancis mengeluarkan

sekitar 160 miliar Euro untuk EFSF.

Pada kesempatan lainnya, Fitch Ratings

memangkas peringkat kredit utang Italia, Spanyol,

Belgia, Slovenia dan Siprus. Fitch menyatakan

bahwa negara-negara tersebut dalam jangka

pendek rentan terkena guncangan moneter dan

keuangan.

Standard & Poor’s

Italia BBB+ A

Spanyol A AA-

Portugal BB BBB-

Siprus

98,83

1.563,7

BB+ BBB

Perancis AA+ AAA

Austria AA+ AAA

Malta A- A

Slowakia A A+

Slovenia A+ AA-

4,93

3,13

4,63

3,40

4,24

4,11

3,56

5,08

-0,35

11,12

Fitch Ratings

To From To From

Italia A- A+

Spanyol A AA-

Belgia AA AA+

Slovenia A AA-

Siprus

4,93

3,13

4,63

3,40

4,24

4,11

3,56

5,08

-0,35

11,12

BBB- BBB

Di awal tahun 2012 dengan munculnya

kekhawatiran akan gagal bayar hutang Yunani

akhirnya Perdana Menteri Yunani Lucas

Papademos menyatakan komitmen tinggi untuk

mencapai persetujuan Debt Swap dengan para

pemegang obligasinya Negara Yunani.

Kesepakatan dari negosiasi ini sangat krusial,

pasalnya kesepakatan ini merupakan prasyarat

utama bagi negara itu untuk mendapatkan

dana talangan kedua sebesar 130 miliar euro.

Sebelumnya, Yunani menerima bailout pertama

sebesar 110 miliar euro pada Mei 2010. Yunani

kini sangat membutuhkan dana talangan kedua

agar roda perekonomian dapat berjalan hingga

2014. Tanpa dana talangan dari Troika, yakni

UE, IMF, dan Bank Sentral Eropa (ECB), Yunani

tidak akan dapat membayar kembali utang yang

jatuh tempo pada Maret mendatang senilai 14,5

miliar euro. Hal ini tentu akan memicu gagal bayar

utang (default) Yunani dan dikhawatirkan merusak

perekonomian di zona euro.

Cina - Produk Domestik Bruto (PDB) Cina

untuk kuartal IV 2011 tumbuh 8,9% dibanding

periode yang sama dengan tahun sebelumnya.

Kendati angka tersebut adalah yang terendah

dalam 2,5 tahun terakhir dan lebih rendah dari

kuartal sebelumnya yang sebesar 9,1%, namun

mengalahkan perkiraan sebelumnya yang

sebesar 8,7%.

Kejatuhan ekspor dan pengetatan kebijakan

moneter domestik telah menyeret Cina

mengalami perlambatan ekonomi terburuknya

sejak kuartal kedua 2009. Tetapi menunjang

pertumbuhan ekonomi, Cina menurunkan

persyaratan cadangan bank untuk pertama

kalinya dalam tiga tahun pada bulan November

sebesar 50 basis poin dan analis memperkirakan

itu akan turun 200 basis poin tahun ini.

Selain itu, media pemerintah juga melaporkan

bahwa Cina akan mempercepat persetujuan

kebijakan bagi investor asing agar lebih tertarik

untuk bermain saham di Cina. Hal ini membuat

indeks saham di Cina pada hari itu ditutup

naik 4,2%, di mana angka ini merupakan yang

terbesar sejak Oktober 2009.


3 | Market Perspective | Februari 2012

Aset Alokasi:

Kunci Keberhasilan Suatu Investasi

Rheza Karyanto - Investments Unit Head

da banyak faktor yang menyebabkan seseorang sukses ataupun

Agagal dalam berinvestasi Reksa Dana. Salah satu faktor yang

paling menentukan adalah strategi mengalokasikan aset investasi.

Hasil riset BoA Merrill Lynch selama lebih dari 50 tahun menyimpulkan

bahwa kunci keberhasilan dalam suatu strategi investasi terletak pada

kebijakan melakukan aset alokasi yang mewakili 91,5% dari keberhasilan

suatu investasi. Sedangkan kesuksesan investasi karena mencoba

membaca pergerakan pasar (market timing) ternyata hanya 1,8%,

keberhasilan pemilihan aset 4,6%, dan faktor-faktor lain 2,1%.

Jika ditelusuri lebih jauh ternyata ada dua kebiasaan Investor yang sering

menyebabkan kegagalan dalam menerapkan aset alokasi.

Pertama: Investor terlalu fokus mencari waktu dan produk

yang terbaik.

Dalam setiap acara customer gathering, ternyata mayoritas pertanyaan

yang diajukan oleh para Nasabah lebih kepada bagaimana membaca

market timing dan produk Reksa Dana apa yang kinerjanya paling

baik. Kombinasi antara waktu dan produk yang tepat memang dapat

memberikan imbal hasil yang lebih tinggi, namun jika ternyata aset

alokasi tidak disesuaikan dengan kondisi pasar maka total imbal hasil

yang diterima menjadi tidak optimal.

Sebagai contoh ilustrasi, pada tahun 2011 lalu Investor A berinvestasi

pada produk-produk Reksa Dana yang memberikan imbal hasil

lebih tinggi dari Investor B. Namun karena pada saat itu Investor B

menggunakan strategi aset alokasi yang lebih moderate, maka total

imbal hasil yang diterima lebih tinggi dari Investor A.

Kedua: Investor melakukan diversifikasi, namun sayangnya

dalam aset alokasi yang sama.

Banyak investor merasa sudah melakukan diversifikasi investasi, tetapi

setelah dibuka portofolionya ternyata hampir semua ditempatkan di

produk-produk dalam aset alokasi yang sama. Sebagai contoh ilustrasi,

investor C melakukan diversifikasi investasinya pada tiga produk yang

semuanya termasuk kategori Reksa Dana Saham.

35%

30%

35%

Investor C

Alokasi

Return

Reksa dana Saham X 35% x 3% = 1,05%

Reksa dana Saham Y 30% x 4% = 1,2%

Reksa dana Saham Z 35% x 5% = 1,75%

Total return = 4,0%

Jadi bagaimana strategi aset alokasi yang terbaik?

Inilah salah satu keunggulan berinvestasi di Reksa Dana yaitu adanya

Manajer Investasi yang profesional dan memiliki keahlian dalam melakukan

pengelolaan aset. Dengan berinvestasi di Reksa Dana, investor tidak perlu

pusing dengan analisa dan keputusan untuk rebalancing aset jika terjadi

perubahan risiko di pasar. Salah satu solusi terbaik untuk mendapatkan

aset alokasi yang optimal adalah dengan berinvestasi pada Reksa Dana

Campuran. Jika mengunakan indeks Reksa Dana Campuran dari Infovesta,

maka rata-rata imbal hasil Reksa Dana Campuran dalam 3 tahun terakhir

mencapai 95% atau sekitar 30% per tahun.

Salah satu solusi untuk mendapatkan aset alokasi terbaik

adalah dengan berinvestasi di Reksa Dana Campuran

10%

20%

70%

20%

40%

40%

Investor A

Alokasi Return

Pendapatan Tetap 10% x 20% = 2,0%

Saham 70% x 3% = 2,1%

Pasar uang 20% x 5% = 1,0%

Total return = 5,1%

Investor B

Alokasi Return

Pendapatan Tetap 40% x 16% = 6,4%

Saham 40% x 2% = 0,8%

Pasar uang 20% x 4% = 0,8%

Total return = 8,0%

Saat ini Bank Commonwealth memiliki 15 produk Reksa Dana Campuran

dengan strategi dan kebijakan investasi yang beragam. Produk dengan

track record kinerja yang baik secara konsisten dalam jangka panjang

menunjukkan produk tersebut memiliki pengelolaan aset yang lebih unggul.

Untuk informasi dan kinerja produk-produk Reksa Dana Campuran Bank

Commonwealth dapat dilihat di www.commbank.co.id atau langsung

menghubungi Relationship Manager Anda.

Pahami dan Nikmati Investasi Reksa Dana!

Disclaimer:

• Reksa Dana adalah produk pasar modal dan bukan merupakan produk Bank sehingga tidak dijamin

oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan Pemerintah atau

penjaminan simpanan.

Bank sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas segala tuntutan dan risiko

atas pengelolaan portofolio reksa dana.

• Investor wajib membaca prospektus dan memahami risiko reksa dana sebelum mengambil keputusan

berinvestasi.

FX Product untuk lindung nilai/hedging liability

dan memberikan kepastian dunia usaha.

Indratno - Head of Treasury Sales

agi para pelaku bisnis, dengan berfluktuasinya pergerakan

Bmata uang asing, hal ini menyebabkan berfluktuasinya nilai

dari kewajiban valas kita atau berubahnya harga dasar atas

barang dan jasa yang akan kita tetapkan dari hasil impor.

Jika pergerakan kurs mata uang asing menyebabkan keuntungan bagi

kita atau menyebabkan turun nya harga perolehan tentu tidak menjadi

masalah. Namun hal ini juga masih mengandung risiko, yaitu seandainya

kurs valuta asing berbalik arah yang disebabkan perubahan faktor

fundamental negara mata uang tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, jika kurs valuta asing sudah dalam range yang

menguntungkan secara bisnis, disarankan untuk segera melakukan aksi

beli bagi importir dan aksi jual bagi para eksportir. Dengan demikian pelaku

bisnis tidak terjebak menjadi pelaku spekulasi mata uang asing dan tentu

akan lebih pasti dalam menentukan harga jual produknya.

Bank Commonwealth membantu Nasabah untuk hal ini dengan menyediakan

fasilitas FX limit baik untuk transaksi SPOT maupun Forward. Dengan

menggunakan fasilitas ini Nasabah tidak perlu menyediakan dana

pembelian valas secara penuh sehingga tidak mengganggu cashflow,

namun Nasabah sudah terhindar dari fluktuasi harga valas.

Silahkan menghubungi Relationship Manager kami untuk informasi

lebih detail.


4 | Market Perspective | Februari 2012

Analisa

Valuta Asing

Vicky Hartono - Treasury Specialist

Kondisi perekonomian di Amerika Serikat

semakin membaik di kuartal IV tahun 2011.

Ditandai dengan tingkat pengangguran yang

terus turun hingga 8,5%di bulan Januari

2012. Tingginya tingkat volatilitas di pasar

yang disebabkan oleh ketidakpastian tentang

penanganan krisis hutang di zona Eropa, dan

kinerja perekonomian Amerika Serikat yang

semakin membaik membuat USD cenderung

menguat dan kembali di minati investor seiring

dengan konsep safe haven currency.

Krisis hutang di zona Eropa yang berlarut-larut

membawa sentimen negatif di pasar valas.

Mekanisme bantuan yang disiapkan oleh

ECB, IMF dan EU masih belum memberikan

kepastian tentang cara yang paling efektif untuk

mengatasi krisis hutang yang sedang terjadi. Hal

ini menyebabkan tingkat kepercayaan investor

semakin rendah dan meningkatnya volatilitas

di pasar. Imbasnya EUR juga tergelincir seiring

dengan perkembangan krisis di Eropa.

Bantuan dana pinjaman tidak terbatas yang

ditawarkan oleh ECB mampu mengurangi

kesulitan likuiditas di pasar, namun kelebihan

supply di pasar juga dapat berdampak pada

penurunan nilai EUR sendiri. Di sisi lain,

penurunan EUR juga bisa berdampak positif

pada sektor ekspor di Eropa dengan lebih

kompetitifnya harga yang mereka tawarkan.

Kondisi ini membuat EUR pada posisi yang

sangat rentan terhadap berita-berita seputar

perkembangan di zona Eropa.

Salah satu langkah yang diimplementasikan

adalah pengetatan anggaran negara.

Pengetatan tersebut mengatur batas struktural

defisit yang hanya di perbolehkan 0,5% dari

GDP negara tersebut. Hanya negara-negara

yang telah meratifikasi traktat ini berhak

untuk mendapatkan dana bailout dari ESM

(European Stability Mechanism). Diharapkan

langkah-langkah tersebut dapat meredam

dan memperbaiki keadaan ekonomi di zona

Eropa dan menahan penurunan EUR/USD atau

bahkan memberikan penguatan.

Sebagai Negara ekspor, Jepang dalamposisi

yang tidak terlalu diuntungkan dengan menguatnya

JPY. Krisis hutang yang terjadi di zone Eropa

bisa jadi salah satu penyebab menguatnya JPY

yang diyakini sebagai salah satu safe haven.

Walaupun tingkat suku bunga JPY mendekati nol

dan tingkat hutang yang besar, hal ini tidak

mengurangi minat investor untuk mengalokasikan

sebagian dananya ke JPY sebagai salah satu

langkah pengamanan di saat situasi ekonomi

global yang sedang bergejolak level resistance

untuk JPY ada di 77,43 (ichimoku cloud base)

dan selanjutnya di 77,54 (ichimoku cloud top).

Dengan kecenderungan USD/JPY akan bergerak

sideways dalam range 78,38-76,18.

Permintaan terhadap high-yielding currency

yang meningkat juga tercermin pada kenaikan

AUD. Optimisme investor terhadap pengendalian

krisis hutang di zona Eropa adalah salah satu

faktor eksternal yang mendorong kenaikan

AUD di awal tahun 2012, disamping ditunjang

juga dengan kenaikan harga komoditas dan

data PMI dari Cina yang kembali menunjukan

tanda ekspansi. Disisi lain, pemblokiran ekonomi

di Iran mendorong harga-harga komoditas

naik dan mendukung kenaikan AUD. Faktor

domestik yang mendukung kenaikan AUD

adalah real interest rate AUD yang masih menarik

dibandingkan dengan mata uang lainnya. Selain

itu harga komoditas yang cenderung naik juga

memberikan kontribusi atas kenaikan AUD.

AUD juga masih dalam trend channel bullish,

dan cenderung bergerak naik seirama dengan

perkembangan global ekonomi yang masih

cenderung memberikan sentimen positif di pasar

Strategi Forex Trading

Pertumbuhan perekonomian di New Zealand

dan tingkat inflasi y/y yang meningkat cukup

banyak akan mempengaruhi pengambilan

keputusan RBNZ untuk menaikan suku bunga

yang sementara ada di level 2,50%. Faktor

domestik ini dapat memberikan dorongan yang

positif terhadap nilai tukar NZD terhadap USD.

Keputusan Moody’s menaikan peringkat hutang

Indonesia menjadi investment grade membawa

dampak terhadap penguatan IDR terhadap

USD. Hal ini tentu dapat memberikan daya tarik

terhadap investor asing untuk menginvestasikan

dananya di Indonesia. Ditambah lagi dengan

tingkat inflasi yang rendah dan suku bunga yang

relatif tinggi sehingga menghasilkan real interest

rate yang menarik. Faktor-faktor domestik

ini akan cenderung menggerakan IDR untuk

menguat dalam jangka menengah. Namun

Kekhawatiran akan masalah hutang di zona

Eropa juga akan berandil memberikan fluktuasi

di pasar Indonesia.

Ketergantungan perekonomian Singapura

pada perdagangan internasional sangat

mempengaruhi kondisi perekonomian

Singapura. Nuansa perdagangan global yang

cenderung mengalami perlambatan di awal

kuartal 4 tahun 2011 membuat SGD tertekan

dan bergerak sideways dengan range 1,3–1,25

terhadap USD.

Tingginya tingkat volatilitas di pasar yang disebabkan oleh krisis hutang di zona Eropa yang

berlarut-larut, menciptakan peluang untuk menghasilkan profit dalam berinvestasi valas. The

Fed berjanji bahwa Amerika akan mempertahankan suku bunga minimum sampai akhir tahun

2014, hal ini memberikan kita peluang untuk bisa mengalokasikan sebagian dana USD kita ke

AUD dan ke EUR secara bertahap di level-level rendah.

Recommendation:

USD/IDR GBP/USD AUD/USD EUR/USD

Expected selling level 9200 - 9250 1.5900 - 1.5975 1.0750 - 1.0850 1.3230 - 1.3300

Expected buying level 8850 - 8950 1.5325 - 1.5400 1.0250 - 1.0350 1.2750 - 1.2700

Short position profit taking @ 8950 and below 1.5500 and below 1.0500 and below 1.2950 and below

Long position profit taking @ 9150 and above 1.5500 and above 1.0500 and above 1.2950 and above

Indikator ekonomi UK yang relatif mulai stabil

dan sentiment pasar yang positif mendorong

GBP kembali menguat terhadap USD pada

dari level terendahnya di 1,5232 pada tanggal

13 januari 2012. Secara technical, GBP akan

cenderung menguat terhadap USD selama

masih tertahan di atas level support nya

(MA200, 4H) di 1,5500. Perkembangan ekonomi

global juga akan turut berkontribusi pada

pergerakan GBP.

Short position cut loss @ 9300 - 9350 1.6000 - 1.6075 1.0900 - 1.0950 1.3400 - 1.3450

Long position cut loss @ 8800 - 8750 1.5250 - 1.5200 1.0200 - 1.0150 1.2650 - 1.2600

Perlu diingat juga bahwa the greater the return, the greater the risk. Maka disarankan untuk

tetap disiplin dalam berinvestasi dengan menentukan profit-taking level begitu pula dengan

cut-loss level. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam berinvestasi valas, adalah:

• Informasi tentang data data ekonomi

• Pergerakan harga di bursa saham global dan komoditas

• Kemungkinan adanya intervensi dari Bank Central

• Kondisi sosial politik di negara valas tersebut


5 | Market Perspective | Februari 2012

Perencanaan Keuangan di Tahun 2012

Mengapa Harus Pintar-Pintar Mengelola Kekayaan

Rheza Karyanto - Investments Unit Head

rang bijak mengatakan bahwa kekayaan yang besar jika

Otidak dikelola dengan baik akan habis juga. Ilustrasi berikut

bisa dijadikan contoh; sebuah keluarga memiliki kekayaan

sebesar Rp10 miliar yang diinvestasikan pada produk yang

memiliki asumsi tingkat bunga 8% dan inflasi 6% per tahun,

tetapi setiap bulan dana tersebut diambil Rp100 juta. Kekayaan

tersebut akan habis dalam kurun waktu sembilan tahun, atau

hanya sampai tahun 2021.

Bukti lainnya adalah sebuah statistik di Amerika yang menyatakan

70% dari orang-orang yang memenangkan sejumlah uang dalam

lotere akhirnya menyatakan kebangkrutan karena tidak bisa

mengelola kekayaan dengan baik.

Mengelola kekayaan ternyata tugas yang sama sulitnya dengan

menghasilkan uang. Oleh karena itu investor harus memberikan

perhatian pada pengelolaan kekayaan sebanyak yang diberikan

untuk menghasilkan uang. Ada 2 kesalahan umum yang dilakukan

seseorang sehingga membawa mereka jauh dari tujuan dan rencana

keuangan mereka di masa depan:

1) Kebiasaan yang terlalu konsumtif tanpa perencanaan

Jika dicermati pola hidup masyarakat Indonesia umumnya

sangatlah konsumtif. Bayangkan saja setiap ada produk baru

bermunculan seperti gadget, baju atau sepatu misalnya maka

masyarakat langsung memburu produk tersebut dan bahkan rela

mengantri berjam-jam hanya untuk memuaskan keinginannya.

Membuat perencanaan keuangan adalah langkah pertama yang

harus dilakukan untuk mengelola kekayaan. Jika seseorang belum

memiliki suatu perencanaan keuangan yang baik, maka kebiasaan

yang konsumtif akan berakibat pada pemborosan. Sebaliknya,

jika seseorang sudah memiliki perencanaan keuangan yang baik

maka mereka dapat berbelanja dengan lebih terkontrol

menggunakan anggaran yang sudah disediakan.

2) Kurangnya pengetahuan mengenai Pengelolaan

Keuangan

Secara konsep, Pengelolaan Kekayaan (Wealth Management)

memiliki tiga aspek utama yaitu aspek perlindungan kekayaan

(Wealth Protection), aspek pertumbuhan kekayaan (Wealth Growth

and Accumulation), dan aspek pemindahan kekayaan (Wealth

Distribution).

Dengan kata lain, tujuan dari Pengelolaan Keuangan adalah untuk

memproteksi kekayaan dengan Asuransi, menggandakan kekayaan

dengan Investasi, dan mendistribusikan kekayaan sehingga

kekayaan itu tidak hanya berhenti pada generasinya saja, tapi juga

akan dinikmati pada ke generasi berikutnya.

Pada edisi Market Perspective berikutnya kami akan membahas salah

satu tujuan keuangan yang sangat penting untuk direncanakan dan

bagaimana strategi pengelolaan kekayaan dalam hal penyusunan

anggaran dan pemilihan produk.

Semakin bertambah kekayaan Anda, maka harus

semakin pintar juga mengelolanya.

DISCLAIMER

Kecuali dinyatakan lain, semua data bersumber dari berita media massa, dan tidak diterbitkan oleh PT Bank Commonwealth (PTBC). PTBC harus dijamin untuk dibebaskan dari tanggung jawab, termasuk tetapi tidak terbatas

pada penuntutan hukum oleh pihak ketiga. PTBC beserta direkturnya, karyawannya dan perwakilannya dalam Lampiran ini selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Grup” “Laporan ini diterbitkan semata-mata untuk

tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu ajakan atau penawaran untuk membeli efek atau instrumen keuangan. Laporan ini telah disusun tanpa mempertimbangkan tujuan, situasi keuangan dan kapasitas

untuk menanggung kerugian, pengetahuan, pengalaman atau kebutuhan orang-orang tertentu yang mungkin menerima laporan ini. Tidak ada anggota dari Grup yang melakukan atau harus melakukan penilaian kelayakan atau

penyesuaian laporan untuk penerima laporan ini yang karenanya tidak mendapatkan manfaat dari perlindungan peraturan dalam hal ini. Laporan ini bukan nasihat atau petunjuk. Semua penerima laporan ini harus, sebelum

bertindak atas dasar informasi dalam laporan ini, mempertimbangkan kewajaran/kelayakan dan kesesuaian informasi, dengan memperhatikan tujuan-tujuan mereka sendiri, situasi keuangan dan kebutuhan, dan, jika perlu

mencari profesional yang tepat, memperhatikan kondisi valuta asing atau nasihat keuangan tentang isi laporan ini sebelum membuat keputusan investasi. Kami percaya bahwa informasi dalam laporan ini adalah benar dan

setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang cukup telah diadakan atau dibuat, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat kompilasi, tetapi tidak ada pernyataan atau jaminan, baik tersurat maupun tersirat, yang

dibuat atau disediakan untuk akurasi, kehandalan atau kelengkapan setiap pernyataan yang dibuat dalam laporan ini. Setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang ditetapkan dalam laporan ini dapat berubah sewaktuwaktu

tanpa pemberitahuan dan mungkin berbeda atau bertentangan dengan, kesimpulan pendapat atau rekomendasi yang diungkapkan oleh Grup di tempat lain. Kami tidak berkewajiban untuk, dan tidak,memberitahukan

perkembangan terkini atau terus mengikuti informasi terkini yang terdapat dalam laporan ini. Grup tidak menerima tanggung jawab untuk setiap kerugian atau kerusakan yang timbul akibat dari penggunaan seluruh atau setiap

bagian dari laporan ini. Setiap penilaian, proyeksi dan prakiraan yang terkandung dalam laporan ini didasarkan pada sejumlah asumsi dan perkiraan dan tunduk pada kontinjensi dan ketidakpastian. Asumsi dan perkiraan

yang berbeda dapat mengakibatkan hasil material yang berbeda pula. Grup tidak mewakili atau menjamin bahwa salah satu proyeksi penilaian atau prakiraan, atau salah satu dasar asumsi atau perkiraan, akan dipenuhi.

Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja masa depan Grup tidak menjamin kinerja dari produk investasi atau pembayaran kembali modal dengan produk yang didistribusikan oleh

PTBC. Investasi dalam produk ini bukan merupakan simpanan atau kewajiban lainnya dari Grup atau anak perusahaannya dan setiap jenis produk investasi memiliki risiko investasi termasuk hilangnya pendapatan dan modal

yang diinvestasikan. Contoh yang digunakan dalam komunikasi ini hanya untuk ilustrasi. Semua materi yang disajikan dalam laporan ini, kecuali bila ditentukan lain, berada di bawah hak cipta Grup. Tak satu pun dari materi,

maupun isinya, maupun salinannya, dapat diubah dengan cara apapun, ditransmisikan ke, disalin atau didistribusikan kepada pihak lain, tanpa izin tertulis dari perusahaan terkait yang menjadi bagian dalam Grup. Grup, berikut

agennya, asosiasinya dan kliennya memiliki atau telah memiliki posisi panjang atau pendek pada efek atau instrumen keuangan lainnya yang disebut di sini, dan dapat setiap saat melakukan pembelian dan/atau penjualan terhadap

kepentingan atau surat berharga dalam kapasitasnya sebagai prinsipal atau agen, termasuk menjual atau membeli dari klien atas dasar pokok dan dapat terlibat dalam transaksi yang tidak konsisten dengan laporan ini.

Silahkan melihat website kami di www.commbank.co.id untuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang mengenai instrumen keuangan yang dijelaskan dalam laporan ini, silakan hubungi kami hubungi

Call Centre kami di 5000 30 atau email kami di customercare@commbank.co.id.

commbank.co.id

More magazines by this user
Similar magazines