Market Perspective December 2012 - Commonwealth Bank

commbank.co.id

Market Perspective December 2012 - Commonwealth Bank

Wealth Management Newsletter - Desember 2012


1 | Market Perspective | Desember 2012

Nasabah yang terhormat,

Sebuah tahun yang luar biasa hampir kita lalui tidak lama lagi. Dinamika ekonomi global beserta dengan fluktuasinya selalu menjadi

hal yang menarik untuk diikuti dari waktu ke waktu. Dunia investasi semakin penuh dengan tantangan baru yang akan siap dihadapi

di tahun 2013 nanti.

Dalam edisi terakhir di tahun 2012 ini, kami menyoroti salah satu perhatian utama ekonomi global saat ini, yakni penyelesaian

masalah fiscal cliff di Amerika Serikat. Masalah ini diestimasi akan menjadi salah satu penentu pergerakan ekonomi global di tahun

2013.

Dari wilayah Asia dan ekonomi domestik sendiri, kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi tema utama dalam bahasan

kami di edisi ini. Kenaikan UMP akan semakin memperkokoh perekonomian Asia khususnya Indonesia, dikarenakan semakin

meningkatnya daya beli masyarakat yang akan semakin memperkuat konsumsi domestik sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, investor juga harus mempertimbangkan dampak dari kenaikan biaya produksi perusahaan. Hal ini akan mempengaruhi

laba perusahaan khususnya sektor industri yang padat karya, dan kemungkinan juga akan mendorong naik risiko inflasi.

Akhir kata, saya beserta jajaran direksi dan eksekutif Commonwealth Bank, mengucapkan Selamat Hari Raya Natal, bagi Anda yang

merayakan dan Selamat Tahun Baru 2013, sukses selalu bagi kita semua.

Salam hangat,

Ian Whitehead

Director of Retail and Business Banking

Global Outlook

endekati akhir tahun 2012, dinamika ekonomi global semakin menarik untuk disimak, meskipun banyak tantangan tahun 2012 yang masih

Makan mewarnai tahun 2013 seperti misalnya laju pemulihan ekonomi yang lebih lamban dari harapan, kondisi suku bunga yang rendah

di pasar obligasi negara-negara maju, dan juga fluktuasi yang disebabkan oleh ketidakpastian politik. Untuk saat ini, fokus dan perhatian

investor global akan berpusat pada penyelesaian masalah fiscal cliff, diskusi tentang pembentukan kesatuan perbankan di Uni Eropa, belum

lagi potensi kenaikan angka inflasi di tahun 2013 akibat naiknya harga komoditas dan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Risiko-risiko

tersebut juga diimbangi oleh beberapa sentimen positif bagi ekonomi makro global seperti harga rumah di Amerika Serikat (AS) yang mulai

meningkat kembali, ekonomi China yang tumbuh lebih stabil serta tren kenaikan UMP di berbagai negara Asia yang akan meningkatkan

daya konsumsi masyarakat Asia. Memasuki tahun 2013, Investor direkomendasikan untuk menjaga keseimbangan portfolio investasi untuk

mengantisipasi kemungkinan meningkatnya fluktuasi ekonomi global pada periode tersebut

FISCAL CLIFF

Components of the US Fiscal cliff

Payroll tax relief

expiration

Tax extender

expiration

Health care $18

reform taxes

Sumber: Sumber Bloomberg : Fidelity dan Investments Pictet

Possible change in

deficit = $605 billion

Bush-era tax cut

expiration

$221 billion

$105b

$95b

$65b

$65b

Other revenue /

spending changes

Budget sequester

Emergency

$26b unemployment

benefits

$11b Medicare doctor

payment cut

Di awal tahun 2013 ini, masalah fiscal cliff AS

akan mendominasi perhatian pelaku pasar

global. Program tax relief/tax cut (keringanan/

pemotongan pajak) dan spending cut

(pemotongan anggaran belanja pemerintah),

sebelumnya diberikan oleh pemerintah Bush

dan kemudian diperpanjang oleh Presiden

Obama, untuk memberikan stimulus bagi

ekonomi AS selama 12 tahun ini. Kebijakan

tersebut turut menyebabkan deifisit Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) AS

sejak tahun 2009 mencapai lebih dari USD

1 trilliun. Di tahun 2012 kebijakan tersebut

berhasil mendorong ekonomi AS kembali

ke jalur pemulihan. Kedua program ini akan

segera berakhir di awal tahun 2013 , sehingga

menimbulkan ketidakpastian di pasar mengenai

kondisi ekonomi AS tahun depan. Pemerintah

AS saat ini sedang mencari solusi agar kedua

program ini tidak berakhir serentak dikarenakan

berpotensi menekan 4-5% dari pertumbuhan

ekonomi AS. Sambil menunggu solusi, sentimen

para korporasi dan investor menjadi negatif

karena ekonomi AS dikuatirkan akan melambat

signifikan dan pasar finansial global pun sering

kali mendapatkan imbas koreksi. Sampai

kesepakatan solusi tercapai, ketidakpastian ini

diekspektasi akan mewarnai pegerakan indeks

global dan juga menekan selera investasi

korporasi dan tingkat keyakinan konsumen yang

kemudian berdampak pada pengetatan belanja

rumah tangga.

Pertumbuhan dan Inflasi di negara Asean

GDP Growth forecast: Asean, Emerging Asia, US and Europe 2011-4F

US

Europe

Emerging Asia

• China

• India

Asean

• Indonesia

• Malaysia

• Philippines

• Singapore

• Thailand

2011 Actual 2012 F’Cast 2013 F’Cast 2014 F’Cast

1.8

1.5

7.4

9.3

6.5

4.7

6.5

5.1

3.9

4.9

0.1

2.1

-0.4

6.2

7.7

5.5

5.2

6.1

5.2

6.3

1.4

5.3

Sumber : BofA, Merrill Lynch Global Research, CEIC

1.5

-0.3

6.6

8.1

6.5

5.0

5.8

4.7

5.7

2.5

4.5

2.8

0.5

6.8

7.7

6.5

5.3

6.2

5.2

5.7

2.4

5.0

Menghadapi tahun 2013 yang penuh

kesempatan tetapi juga tantangan, ekonomi

yang pertumbuhannya bergantung kepada

perdagangan seperti Singapura, Malaysia dan

Thailand dinilai akan lebih rentan terhadap

perlambatan pertumbuhan global. Negara yang

pertumbuhan ekonominya lebih bergantung

kepada konsumsi domestik akan lebih

dapat menyeimbangkan imbas negatif dari

melambatnya ekspor. Di tahun 2012 ini, ASEAN

menunjukkan ketahanan yang baik dalam

kondisi pertumbuhan ekonomi global yang

lemah termasuk China, India dan Asia utara.

Pertumbuhan ekonomi ASEAN diekspektasi

menguat +5,2% ditahun 2012 (dibandingkan

+4,7% ditahun 2011). Sebaliknya, di tahun

2013 negara-negara di Asia berkembang

tumbuh lebih lambat dari +7,4% di tahun 2011

menjadi +6,2% in 2012, terutama karena

perlambatan ekonomi China yang lebih lambat

dari ekspektasi.

Tingkat inflasi negara-negara di Asia di tahun

2013 diekspektasi akan meningkat ke 4,4%

dari 3,7% tahun 2012 ini, hal ini didorong oleh

pertumbuhan permintaan domestik, kenaikan

UMP, dan menurunnya subsidi energi (untuk

negara Indonesia, Malaysia dan Thailand).

Pengucuran QE3 oleh the Fed juga dapat

menyebabkan tekanan inflasi karena mendorong

naik harga komoditas. Di tahun 2013 ini,

UMP dinaikkan secara signifikan di beberapa

negara ASEAN seperti Indonesia, Thailand

dan Malaysia yang berpotensi menyumbang

kenaikan inflasi. Meski demikian, kenaikan UMP

ini diekspektasi akan memperkuat konsumsi

domestik yang merupakan motor pertumbuhan

bagi banyak negara-negara di Asia saat ini.

250

200

150

100

50

0

Monthly Minimum wage trends (US$)

Indonesia

Philippines

Vietnam

Minimum Wage Trends

Thailand

China

2003 2008

2000 2004 2009

2001 2005 2010

2002 2006 2011

2007 2012

Sumber : CEIC & Morgan Stanley Research. Data for Thailand refers to daily minimum wage for

Bangkok converted to a monthly rate; Data for Philippines refers to daily minimum wage for nonagricultural

sector converted to a monthly rate; Data for China refers to monthly minimum wage

for Beijing. Data for Vietnam refers to onthly minimum wage for FDI companies in region 1.


2 | Market Perspective | Desember 2012

Local Outlook

ika dibandingkan negara kawasan lainnya, Indonesia masih menawarkan fundamental yang lebih baik, akses kepada likuiditas

Jglobal yang terbuka dan tingkat imbal hasil yang tinggi dan menarik. Kestabilan politik domestik juga diperkirakan paling tidak dapat

bertahan sampai tahun 2014 pemilu nanti. Secara garis besar, Indonesia berada pada posisi yang menarik untuk investor walaupun

ada berbagai perkembangan yang bisa memicu fluktuasi. Beberapa hal yang menjadi sorotan yaitu: neraca perdagangan yang defisit,

wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta harga Tarif Dasar Listrik (TDL) pada 2013 dan dampaknya terhadap

inflasi. Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang signifikan serta pembatasan bidang pekerjaan alih daya, dikhawatirkan akan

memangkas laba korporasi dan mengurangi atraktivitas Indonesia sebagai pusat industri dan manufaktur. Untuk jangka panjangnya,

kenaikan UMP ini merupakan hal yang positif untuk mendorong daya beli domestik yang merupakan motor pertumbuhan ekonomi

Indonesia, sehingga reksadana yang mempunyai alokasi pada sektor konsumer merupakan pilihan yang menarik untuk diakumulasi.

Neraca Perdagangan

Pada bulan Oktober, neraca perdagangan

Indonesia mencatat defisit tertinggi sepanjang

sejarah perdagangan Indonesia yang

mencapai USD1,55 miliar. Ekspor dilaporkan

menurun 7,9% YoY (vs. -9.4% di bulan

September) karena menurunnya harga

Crude Palm Oil (CPO) dan komoditas energi.

Sebaliknya impor mencatat pertumbuhan

9,2% YoY di bulan Oktober (vs. +1,2% di

bulan September) karena didorong oleh

meningkatnya impor bahan baku dan barang

modal, dengan defisit neraca perdagangan

minyak dan gas Indonesia yang semakin

melebar ke USD2,28 miliar di bulan Oktober

(dari USD2 miliar di bulan September)

dikarenakan meningkatnya impor bahan bakar

minyak.

Dampak jangka pendeknya, adanya

perpindahan aliran pendapatan dari korporasi

kepada konsumen sehingga konsumsi

domestik diekspektasi akan meningkat.

Dampak dari kenaikan upah ini juga

kemungkinan tidak akan terlalu menekan

sektor konsumer dan ritel tetapi akan menekan

laba produsen komoditas. Kemungkinan

biaya upah yang meningkat tidak sepenuhnya

dapat dibebankan dalam kondisi melemahnya

ekspor akibat pelemahan ekonomi global saat

ini. Sektor yang juga mendapatkan imbas

negatif yaitu sektor industri padat karya

dan mempunyai ketergantungan kepada

buruh, seperti agrikultur, ritel, hotel, restoran,

konstruksi dan manufaktur.

Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia

dan diharapkan akan mendiversifikasi

konsentrasi investasi tidak hanya di wilayah

Jakarta.

800

700

600

500

400

300

200

100

0

Manufacturing Costs: Still Low in Region Context

Manufacturing wage/month (US$)

China

Malaysia

Philippines

Cambodia

India

Myanmar

Thailand

Vietnam

2007

2003 2008

2000 2004 2009

2001 2005 2010

2002 2006 2011

Sumber : Euromonitor and Morgan Stanley Research

Hal ini diprediksi akan mendorong pemerintah

untuk segera mengurangi beban subsidi untuk

menekan defisit transaksi berjalan dan neraca

perdagangan

Kenaikan Upah Minimum

Provinsi (UMP) DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo,

menyetujui kenaikan Upah Minimum Provinsi

(UMP) DKI Jakarta efektif tahun 2013 sebesar

43,87% dari Rp1,529,150 (USD164) menjadi

Rp2,200,000 (USD230) per bulan.

Selain kenaikan UMP, Kementerian Tenaga

Kerja dan Transmigrasi juga menerbitkan

aturan tentang pelaksanaan bisnis alih daya

(outsourcing) dimana adanya pembatasan

bidang pekerjaan outsourcing dan penerapan

pemborongan pekerjaan.

Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP)

DKI Jakarta selama 10 tahun terakhir

Tahun UMR/UMP Kenaikan

2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

631,554

67,550

711,843

819,100

900,560

972,604

1,069,865

1,118,009

1,290,000

1,529,150

2,200,000

6,80%

6,30%

6,00%

15,10%

9,90%

8,00%

10,00%

4,50%

15,38%

18,53%

43,87%

2013 Minimum Wage Plans for Selected Areas

Selected Area

Aceh

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Kep. Riau

Jambi

Banagka Belitung

Bengkulu

Kalimantan Barat

Kalimantan Selatan

Kalimantan Tengah

Kalimantan Timur

Sulawesi Selatan

Jakarta

2012

Minimum

wage

2013

Minimum

wage

2012 Min

wage

increase

Sumber : Various news sources, CEIC dan Morgan Stanley Research

2013 Min

wage

increase

Rp mn/month Rp mn/month %YoY %YoY

1.40

1.20

1.15

1.02

1.14

1.11

0.93

0.90

1.23

1.33

1.18

1.20

1.63

1.55

1.31

1.35

1.37

1.30

1.27

1.20

1.06

1.34

1.55

1.75

1.44

2.20

3.7%

15.9%

9.0%

10.5%

11.1%

8.4%

14.1%

12.2%

8.8%

17.0%

8.6%

9.1%

18.6%

National Average 1.12 13.4%

10.7%

8.7%

17.4%

34.5%

13.8%

14.0%

29.0%

17.6%

9.2%

17.0%

48.9%

20.0%

43.9%

Karena kenaikan biaya upah, iklim investasi

dikhawatirkan akan mengalami penurunan.

Jika kenaikan UMP tidak sebanding dengan

kenaikan produktivitas, laba korporasi

akan tertekan, sehingga insentif untuk

menambah investasi yang diperlukan akan

berkurang. Berkurangnya investasi akan

mengurangi lapangan kerja yang tersedia,

yang kemungkinan bisa menekan konsumsi

domestik dalam jangka menengah.

Yang menjadi sorotan adalah kenaikan

tahunan UMP akan signifikan kedepannya.

Tetapi dibandingkan kawasan lainnya,

UMP 2013 masih relatif rendah. Walaupun

memperhitungkan kenaikan UMP tahun 2013

ini, biaya manufaktur di Indonesia masih

relatif rendah di wilayah Asia, terkecuali UMP

wilayah Jakarta. Karena itu, kenaikan UMP

diekspektasi tidak akan mempengaruhi aliran

Risiko Inflasi

Indonesia melaporkan data Inflasi bulan

November di bawah ekspektasi pasar di level

4,3% YoY yang menunjukkan penurunan harga

makanan, pakaian dan rumah. Bank Indonesia

(BI) memproyeksi tingkat inflasi sampai akhir

tahun 2012 akan mencapai 4,6%.

Risiko inflasi di tahun 2013 diestimasi

meningkat dengan adanya wacana kenaikan

harga BBM bersubsidi serta harga Tarif Dasar

Listrik (TDL) pada 2013. Pemerintah dapat

menaikkan harga BBM bersubsidi tanpa

persetujuan DPR jika Indonesia Crude Price

(ICP) menembus USD100/barel. Kenaikan

harga BBM diestimasi dapat mencapai +33%

di pertengahan tahun 2013. Pemerintah juga

berencana menaikkan harga Tarif Dasar Listrik

(TDL) pada 2013 sebesar 5%-15% untuk

menekan subsidi listrik yang diprediksi akan

efektif per 1 Januari 2013 atau 1 April 2013.

Inflasi di tahun 2013 diekspektasi dapat naik

ke level 5,4% dengan memperhitungkan

dampak kenaikan listrik, UMP dan laju

pertumbuhan ekonomi yang sehat di level

sekitar 6,3-6,5%.

Dengan fokus BI untuk mendukung tingkat

pertumbuhan, BI diestimasi masih akan

menerapkan kebijakan suku bunga rendah

hingga pertengahan tahun depan, mengacu

pada masih sehatnya pertumbuhan ekonomi

di Q3 di level 6,2% dan tingkat inflasi di

4,3%. BI diestimasi akan lebih memilih untuk

menaikan suku bunga Fasilitas Simpanan

Bank Indonesia (FASBI) dari 4% menjadi

4,75% untuk menekan proyeksi kenaikan

inflasi di tahun 2013.


3 | Market Perspective | Desember 2012

Analisa

Valuta Asing

Seiring dengan lambatnya

pertumbuhan surplus pada neraca

ekspor-impor Indonesia, nilai tukar

USD/IDR sulit untuk mengalami

penguatan yang signifikan. Rupiah sempat

mengalami penguatan pada akhir bulan November

2012 dengan adanya aksi jual USD dari Foreign

Banks. Hal ini sedikit memberikan dampak

penguatan pada IDR sampai ke 9620 pada

tanggal 30 November 2012. Diperkirakan aksi

jual tersebut dipengaruhi oleh kepentingan dari

bank asing untuk mengantisipasi ketentuan Bank

Indonesia (mengenai kepemilikan surat berharga

Negara Indonesia).

USD/IDR masih diprediksikan bergerak dalam

range yang sangat sempit antara 9600 – 9670

sampai penghujung tahun 2012. Pelemahan

Rupiah bisa menjadi salah satu faktor pendukung

untuk bertumbuhnya surplus neraca eksporimpor

Indonesia. Faktor lain yang mendukung

untuk pelemahan Rupiah adalah kebutuhan akhir

tahun dari korporasi – korporasi guna melakukan

pembayaran dalam mata uang asing.

Keputusan mengenai fiscal cliff di

Amerika Serikat masih menjadi faktor

yang mempengaruhi pergerakan nilai

tukar USD secara signifikan. Data

– data perekonomian di Amerika Serikat yang

kian membaik, seperti data sektor perumahan,

consumer confidence, dan ketenagakerjaan di

Amerika Serikat, berpotensi membuat sebagian

para pelaku pasar berprasangka semakin

besarnya kemungkinan diberlakukan fiscall cliff

seiring dengan membaiknya data – data tersebut.

Apabila fiscal cliff diberlakukan maka, pajak untuk

kelas sosial kalangan atas akan dinaikkan dan

pengetatan anggaran akan diberlakukan juga.

Hal ini berpotensi untuk memberikan dampak

negatif untuk mata uang asing dengan imbal hasil

yang tinggi. Meskipun data – data perekonomian

Amerika Serikat sudah ada perbaikan, namun

peningkatannya dinilai belum maksimal. Ditambah

lagi, pemberlakuan fiscal cliff berpotensi

menurunkan GDP Amerika Serikat yang masih di

cukup rendah. Diprediksikan fiscal cliff di Amerika

Serikat belum akan diberlakukan pada tahun

2013 mengingat peningkatan dari GDP dan data

– data ekonomi yang belum maksimal dan rentan

terhadap isu negatif.

Hasil pertemuan pada tanggal

26 November 2012 mengenai

penanganan utang Yunani, berakhir

dengan cerita bahagia. Yunani

kembali di berikan kesempatan,

kelonggaran, dan dana bantuan sebesar 44

miliar EUR yang akan diberikan dalam 3 tahapan.

Beberapa syarat baru yang dirangkum dalam

perjanjian tersebut cukup dilonggarkan dari

syarat dan ketentuan sebelumnya. Salah satunya

perpanjangan target waktu pencapaian rasio

debt-to-GDP di bawah 120% diperpanjang

sampai tahun 2020 dari tahun 2016.

Berita mengenai Yunani di akhir November

2012, memberikan dampak positif yang

cukup signifikan. Langkah demi langkah yang

dipersiapakan oleh Troika semakin terlihat

aksi – aksinya ketimbang hanya diskusi dan

pembicaraan saja. Dipredikisikan EUR/USD akan

cenderung bergerak naik dalam trend bullish.

Range pergerakan EUR/USD diperkirakan

berkisar di level 1,2880 – 1,3120 sampai akhir

tahun 2012.

Perbaikan angka GDP dan data – data

perekonomian lainnya di Inggris belum

terlihat jelas. Pada dasarnya data – data

perekonomian Inggris kurang begitu

mendukung pergerakan GBP untuk menguat

terhadap mata uang lainnya. Akan tetapi, sentimen

positif dari zona Eropa mengenai langkah –

langkah yang dilakukan oleh Troika dalam

menangani krisis utangnya direspon positif oleh

para pelaku pasar. Dengan demikian GBP juga

terkena dampak pelemahan USD dan pengalihan

aset dari safe haven ke high yielding asset.

Secara technical, bisa diprediksikan, GBP/USD

masih akan bergerak dalam range yang tidak

begitu besar dengan support di 1,5800 dan

resistance di 1,6180 atau sebesar 2,4% sampai

akhir tahun 2012. Untuk jangka waktu menengah

GBP/USD masih dalam bullish trend.

Data Manufaktur Purchasing Managers

Index (PMI) China yang di rilis

mengalami kenaikan dari 49,5 ke 50,4

mengindikasikan adanya perubahan

kondisi aktivitas manufaktur di China dari kondisi

kontraksi kembali ke tahap ekspansi. Hal ini

memberikan dampak yang sangat baik pada AUD,

mengingat dekatnya hubungan perdagangan

antara Australia dan China, dimana Australia

adalah eksportir komoditas terbesar dengan

negara tujuan China. Peningkatan dari angka

manufaktur dan data – data ekonomi China sangat

berdampak positif pada pergerakan AUD.

Faktor internal di Australia, seperti suku bunga

juga memberikan dampak yang signifikan

terhadap pergerakan AUD terhadap mata uang

lainnya. Diperkirakan, Reserve Bank Australia

(RBA) masih tidak akan mengubah suku bunganya

untuk sementara waktu dikarenakan kebijakan

fiskal dan moneter masih dianggap sesuai dengan

kondisi ekonomi Australia saat ini, dengan catatan

risiko terhadap krisis utang di zona Eropa masih

tetap menjadi perhatian dalam mengukur tingkat

Strategi Forex Trading

pertumbuhan selanjutanya. Secara technical,

AUD/USD masih bergerak di dalam range yang

berkisar dengan support di 1,0300 dan resistance

di 1,0550 sampai akhir tahun 2012. Sensitivitas

AUD dengan data – data perkonomian China

sangat tinggi. Diperkirakan perekonomian China

sudah mulai mengalami peningkatan yang baik

dan cenderung menguat dalam jangka pendek

hingga menengah.

Pergerakan NZD/USD relatif tidak

bergerak terlalu berbeda dengan

AUD. Di bulan November NZD/USD

menyentuh level terendah di 0,8053

dan bergerak naik seiring dengan membaiknya

data – data perekonomian ekonomi di Selandia

Baru, yang diantaranya adalah data mengenai

business confidence Selandia Baru yang

meningkat dari 17,2 ke 26,4. Secara technical,

NZD/USD masih dalam trend bullish untuk jangka

pendek hingga menengah. Level support NZD/

USD ada di level 0,8180 dan level resistance di

0,8288.

Bank of Japan (BOJ) memberikan

stimulus tambahan sebesar 880,3miliar

Yen guna mendukung peningkatan

ekspor Jepang. Jepang adalah negara

yang mana perekonomiannya berbasis ekspor.

Pelemahan JPY terhadap USD memang diharapkan

dapat membantu perbaikan sektor ekspor di

Jepang.

Secara technical, USD/JPY masih akan cenderung

bergerak dalam range dengan support 81,80 dan

resistance di 83,05 dengan tingkat volatilitas yang

rendah. USD/JPY masih bergerak dalam tingkat

volatilitas yang rendah dengan rentang harga dari

77,50 – 79,50 dengan kecenderungan menguat

menyentuh ke level 77,50 untuk bulan Oktober

2012. USD/JPY cenderung masih dalam tahap

konsolidasi. Turunnya harga komoditas, khususnya

minyak mentah, dapat menjadi satu momentum

yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi

di Jepang yang bertumpu pada sektor ekspor.

Penguatan JPY di bawah 77,50 mampu memicu

BOJ untuk melakukan intervensi guna medukung

sektor ekspor di Jepang.

Hal penting yang terjadi di bulan November adalah keputusan pertemuan di Eropa

mengenai dana talangan untuk Yunani yang berakhir pada pelonggaran ketentuan,

perpanjangan waktu untuk perbaikan data ekonomi, dan pengucuran dana talangan

sebesar 44 miliar EUR yang akan di bagi dalam 3 tahapan adalah salah satu alasan untuk

pasar valas bergerak ke arah positif. Satu alasan lagi yang cukup penting yang terjadi di

bulan November 2012 adalah perbaikan faktor manufaktur di China yang mengindikasikan

kegiatan manufaktur China kembali ke tahap ekspansi dari kontraksi, juga turut berkontribusi dalam

pergerakan valas sampai akhir tahun 2012.

Strategi yang dapat kita terapkan di penghujung tahun 2012 ini adalah buy-on-dips, mengikuti

sentimen pasar yang masih dalam iklim yang cukup kondusif dan optimis. Namun perlu kita cermati

keputusan Amerika Serikat mengenai fiscal cliff yang akan juga menggerakan pasar secara signifikan.

Disiplin dalam trading tetap menjadi salah satu strategi yang akurat dalam mengatur tingkat risiko

dalam trading valas.

Recommendation:

USD/IDR EUR/USD GBP/USD AUD/USD USD/JPY

Expected Buying level 9570 - 9610 1.2850 - 1.2900 1.5935 - 1.5950 1.0320 - 1.0350 80.30 - 80.50

Expected Selling level 9670 - 9700 1.3180 - 1.3220 1.6250 - 1.6280 1.0525 - 1.0575 82.80 - 83.15

Long profit taking @ 9670 and above 1.3100 and above 1.6130 and above 1.0480 and above 81.80 and above

Short profit taking @ 9600 and below 1.2900 and below 1.6080 and below 1.0200 and below 81.20 and below

Long cut loss @ 9450 - 9500 1.2650 - 1.2715 1.5800 - 1.5850 1.0220 - 1.0260 79.30 - 79.50

Short cut loss @ 9825 - 9850 1.3300 - 1.3350 1.6375 - 1.6400 1.0625 - 1.0675 83.50 - 83.75

Rekomendasi entry level Profit Taking Cut Loss

*Data di atas hanya besifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.


4 | Market Perspective | Desember 2012

CommInsight

emasuki bukan Desember 2012, pergerakan positif pasar modal domestik diestimasi masih berlanjut. Rasio P/E yang masih relatif

Mrendah di level 15x serta pertumbuhan pendapatan emiten yang telah mencapai 14% hingga Q3/2012, diestimasi akan mendorong

IHSG terus berada di zona positif hingga akhir tahun 2012. Menjelang hari raya Natal dan periode liburan tahun baru, investor diprediksi

akan melakukan aksi beli selektif terhadap emiten-emiten sektor konsumer, memanfaatkan momentum naiknya penjualan sektor

tersebut pada periode musim liburan panjang di akhir tahun. Ekspektasi akan semakin tingginya aliran dana investor asing yang masuk

ke sektor riil di Indonesia pada tahun 2013 (Foreign Direct Investment) juga menjadi katalis positif bagi emiten-emiten di sektor industri

dan infrastruktur

... Apabila kita melihat indikator selera risiko investor, investor

cenderung masih memburu aset-aset yang memiliki risiko

tinggi, hal ini sangat wajar mengingat tingginya tingkat likuiditas

pada sistem finansial global saat ini.

Meskipun pemerintah DKI Jakarta telah menaikkan UMP hingga

46%, beberapa perusahaan multinasional tetap mengumumkan

rencana ekspansi yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Hal ini dapat terlihat pada tabel di bawah ini di mana aliran dana

investor asing ke sektor manufaktur semakin meningkat dari tahun

ke tahun.

1) Toyota Motor berencana menambah investasi senilai

USD1,3 miliar dalam 5 tahun ke depan untuk meningkatkan

kapasitas produksi perusahaan.

2) Mercedes akan menginvestasikan USD30 – 35 juta untuk

memodernisasi pabriknya di Indonesia dan memproduksi seri

M-class di Indonesia.

3) L’oreal memulai penjajakan awal untuk berinvestasi di Indonesia

dan berencana membuka pusat manufaktur perusahaan terbesar

di dunia dengan nilai investasi yang mencapai 100 juta Euro.

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, kami tetap mempertahankan

outlook positif bagi IHSG hingga akhir tahun 2012, mempertimbangkan

valuasi yang relatif atraktif dibandingkan beberapa indeks utama Asia

lainnya serta pertumbuhan pendapatan emiten di tahun 2012 ini yang

sejalan dengan pertumbuhan nilai IHSG.

Apabila melihat secara historis dalam periode 5 tahun terakhir,

investor dapat melihat pada grafik di bawah ini bahwa tingkat

volatilitas cenderung turun menjelang akhir tahun. Hal ini umumnya

diikuti trend positif bagi aset-aset berisiko dan berimbal hasil tinggi

seperti pasar saham dan obligasi negara berkembang. Demikian pula

apabila kita melihat indikator selera risiko investor, investor cenderung

masih memburu aset-aset yang memiliki risiko tinggi, hal ini sangat

wajar mengingat tingginya tingkat likuiditas pada sistem finansial

global saat ini.

Menjelang periode liburan panjang akhir tahun, kami mempertahankan

rekomendasi utama kami pada reksa dana saham yang bertumpu

pada sektor konsumer dan infrastruktur, yang diestimasi akan

melanjutkan trend positif dengan momentum meningkatnya penjualan

sektor retail di periode tersebut. Investor disarankan tetap waspada

dengan melakukan diversifikasi pada portofolionya, mengantisipasi

fluktuasi pasar yang saat ini ditentukan oleh penyelesaian masalah

fiscal cliff di Amerika Serikat. Berikut adalah daftar kinerja reksa dana

saham di tahun 2012 ini beserta dengan pengukuran tingkat risikonya.

Dapat dilihat bahwa reksa dana-reksa dana yang menjadi rekomendasi

CommINSIGHT tetap mempertahankan kinerja yang konsisten

melampaui kinerja IHSG tahun ini. Selamat berinvestasi !

Kinerja Reksa Dana Saham 2012 - Hingga 30 November 2012

Dana reksa Mawar Konsumer 10

BNP Paribas Solaris

BNP Paribas Pesona Amanah

Mandiri Investa Ekuitas Dinamis

Manulife Syariah Sektoral Amanah

BNP Paribas Infrastruktur Plus

BNP Paribas STAR

Manulife Saham Andalan

Manulife Dana Saham

Danareksa Mawar Fokus 10

IHSG

First State Dividend Yield F

BNP Paribas Pesona

BNP Paribas Ekuitas

Mandiri Investa Atraktif Syariah

Mandiri Investa Atraktif

LQ45

First State Indoequity Sectoral Fund

Schroder Dana Istimewa

Manulife Greater Indonesia Fund

Schroder 90 Plus Equity Fund

Schroder Dana Prestasi Plus

-14,02% Batavia Dana Saham Agro

22,46%

20,73%

16,67%

16,27%

15,51%

14,72%

13,27%

12,86%

12,19%

12,13%

11,88%

9,99%

9,95%

8,95%

8,24%

8,19%

7,91%

7,59%

6,81%

5,46%

5,28%

2,43%

-20.00% -15.00% -10.00% -5.00% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00%

Indeks Volatilitas cenderung

mengalami penurunan

menjelang akhir tahun pada

periode 5 tahun terakhir

Investor disarankan tetap waspada

dengan melakukan diversifikasi pada

portofolionya, mengantisipasi fluktuasi pasar

yang saat ini ditentukan oleh penyelesaian

masalah fiscal cliff di Amerika Serikat


5 | Market Perspective | Desember 2012

Manulife Greater Indonesia Fund – Alternatif Investasi

yang Memberikan Imbal Hasil Tinggi dalam Mata Uang USD

pakah Anda memiliki simpanan dalam mata uang USD? Pernahkah Anda menyadari bahwa dalam 3 tahun terakhir nilai tukar USD

Amengalami pelemahan lebih dari 20% terhadap Rupiah dan secara otomatis nilai investasi Anda mengalami pelemahan serupa

apabila Anda memiliki pengeluaran sehari-hari dalam Rupiah? Dengan tendensi pelemahan yang dialami mata uang USD akibat imbal

hasilnya sangat rendah dan dampak dari program Quantitative Easing yang diluncurkan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, investor

membutuhkan instrument investasi yang memiliki imbal hasil tinggi dan mampu mempertahankan nilai investasi dari pelemahan mata

uang USD yang diestimasi masih akan berlanjut. Hal ini yang menjadi landasan bagi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia untuk

meluncurkan produk reksa dana saham MANULIFE GREATER INDONESIA FUND, yang merupakan reksa dana saham pertama di

Indonesia yang memiliki denominasi dalam mata uang USD.

MANULIFE GREATER INDONESIA FUND memiliki fokus investasi

pada saham-saham yang terdaftar pada Indeks Harga Saham

Gabungan (IHSG) dengan mekanisme pengelolaan aktif berdasarkan

siklus ekonomi yang berlangsung. Dapat dilihat pada tabel di bawah

ini, investasi pada IHSG dalam mata uang USD jauh mengungguli

investasi pada deposito dalam mata uang yang sama.

Skenario Pasar Saham Nilai Tukar Rupiah Kinerja

1

2

3

4

Menguat

Menguat

Melemah

Melemah

Menguat

Melemah

Menguat

Melemah

Outperform ke seluruh pasar

Underperform dengan tingkat bervariasi

Outperform ke seluruh pasar

Underperform ke seluruh pasar

Year Investasi IHSG (Denominasi USD) Deposito USD Jangka Waktu 12 Bulan

2007

46,07%

3,34%

2008

-59,24%

2,45%

Simulasi Penguatan Nilai Tukar Rupiah Memberikan Manfaat

Tambahan Bagi Mgif

2009

2010

129,72%

41,47%

1,45%

0,92%

4,100

Harga Saham

Awal

3,950

Akhir

4,100

2011

Total %

CAGR % (p.a)

8,41%

109,76%

15,97%

1,11%

9,60%

2,31%

3,950

Saham X+3,80%

Kurs Rupiah / Dolar

Penempatan awal

Jumlah unit

Awal

9,400

USD

1,000

2,380

Akhir

9,250

Rupiah

9,400,000

2,380

MANULIFE GREATER INDONESIA FUND juga memiliki faktor lain

yang dapat meningkatkan kinerja dari portofolionya, yakni penguatan

yang terjadi pada nilai tukar Rupiah terhadap USD. Hal ini tentunya

akan sangat menarik bagi investor yang memiliki dana dalam USD,

dikarenakan pelemahan USD justru menjadi keuntungan tambahan

untuk portofolio MANULIFE GREATER INDONESIA FUND. Simulasi

dan penjelasan mengenai hal tersebut dapat dilihat pada ilustrasi di

bawah ini.

9,250

9,400

Nilai Tukar + 1,61%

Nilai Investasi Akhir

= Jumlah unit X Harga saham akhir

Hasil Investasi

Kurs dolar akhir

Profit

Nilai investasi akhir dibandingkan

dengan penempatan awal pada

masing-masing mata uang

USD

1,055

USD

5,48%

Rupiah

9,756,962

Rupiah

3,80%

Dolar > Rupiah

Porsi Aktif

Pasar Saham

Indonesia

Porsi Pasif

Pergerakan

Nilai Tukar

Manulife

Greater

Indonesia Fund

Jadi, tunggu apa lagi? Segera hubungi Relationship Manager

di cabang Commonwealth Bank terdekat untuk pertanyaan lebih

lanjut mengenai produk ini. Selamat berinvestasi!

DISCLAIMER

Kecuali dinyatakan lain, semua data bersumber dari berita media massa, dan tidak diterbitkan oleh PT Bank Commonwealth (PTBC). PTBC harus dijamin untuk dibebaskan dari tanggung jawab, termasuk tetapi

tidak terbatas pada penuntutan hukum oleh pihak ketiga. PTBC beserta direkturnya, karyawannya dan perwakilannya dalam Lampiran ini selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Grup” “Laporan ini diterbitkan

semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu ajakan atau penawaran untuk membeli efek atau instrumen keuangan. Laporan ini telah disusun tanpa mempertimbangkan tujuan, situasi

keuangan dan kapasitas untuk menanggung kerugian, pengetahuan, pengalaman atau kebutuhan orang-orang tertentu yang mungkin menerima laporan ini. Tidak ada anggota dari Grup yang melakukan atau harus

melakukan penilaian kelayakan atau penyesuaian laporan untuk penerima laporan ini yang karenanya tidak mendapatkan manfaat dari perlindungan peraturan dalam hal ini. Laporan ini bukan nasihat atau petunjuk.

Semua penerima laporan ini harus, sebelum bertindak atas dasar informasi dalam laporan ini, mempertimbangkan kewajaran/kelayakan dan kesesuaian informasi, dengan memperhatikan tujuan-tujuan mereka sendiri,

situasi keuangan dan kebutuhan, dan, jika perlu mencari profesional yang tepat, memperhatikan kondisi valuta asing atau nasihat keuangan tentang isi laporan ini sebelum membuat keputusan investasi. Kami percaya

bahwa informasi dalam laporan ini adalah benar dan setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang cukup telah diadakan atau dibuat, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat kompilasi, tetapi tidak ada

pernyataan atau jaminan, baik tersurat maupun tersirat, yang dibuat atau disediakan untuk akurasi, kehandalan atau kelengkapan setiap pernyataan yang dibuat dalam laporan ini. Setiap pendapat, kesimpulan atau

rekomendasi yang ditetapkan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan mungkin berbeda atau bertentangan dengan, kesimpulan pendapat atau rekomendasi yang diungkapkan oleh

Grup di tempat lain. Kami tidak berkewajiban untuk, dan tidak,memberitahukan perkembangan terkini atau terus mengikuti informasi terkini yang terdapat dalam laporan ini. Grup tidak menerima tanggung jawab untuk

setiap kerugian atau kerusakan yang timbul akibat dari penggunaan seluruh atau setiap bagian dari laporan ini. Setiap penilaian, proyeksi dan prakiraan yang terkandung dalam laporan ini didasarkan pada sejumlah

asumsi dan perkiraan dan tunduk pada kontinjensi dan ketidakpastian. Asumsi dan perkiraan yang berbeda dapat mengakibatkan hasil material yang berbeda pula. Grup tidak mewakili atau menjamin bahwa salah

satu proyeksi penilaian atau prakiraan, atau salah satu dasar asumsi atau perkiraan, akan dipenuhi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja masa depan Grup tidak menjamin

kinerja dari produk investasi atau pembayaran kembali modal dengan produk yang didistribusikan oleh PTBC. Investasi dalam produk ini bukan merupakan simpanan atau kewajiban lainnya dari Grup atau anak

perusahaannya dan setiap jenis produk investasi memiliki risiko investasi termasuk hilangnya pendapatan dan modal yang diinvestasikan. Contoh yang digunakan dalam komunikasi ini hanya untuk ilustrasi. Semua

materi yang disajikan dalam laporan ini, kecuali bila ditentukan lain, berada di bawah hak cipta Grup. Tak satu pun dari materi, maupun isinya, maupun salinannya, dapat diubah dengan cara apapun, ditransmisikan ke,

disalin atau didistribusikan kepada pihak lain, tanpa izin tertulis dari perusahaan terkait yang menjadi bagian dalam Grup. Grup, berikut agennya, asosiasinya dan kliennya memiliki atau telah memiliki posisi panjang

atau pendek pada efek atau instrumen keuangan lainnya yang disebut di sini, dan dapat setiap saat melakukan pembelian dan/atau penjualan terhadap kepentingan atau surat berharga dalam kapasitasnya sebagai

prinsipal atau agen, termasuk menjual atau membeli dari klien atas dasar pokok dan dapat terlibat dalam transaksi yang tidak konsisten dengan laporan ini. Silahkan melihat website kami di www.commbank.co.id

untuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang mengenai instrumen keuangan yang dijelaskan dalam laporan ini, silakan hubungi kami hubungi Call Centre kami di 5000 30 atau email kami di

customercare@commbank.co.id.

www.commbank.co.id

Social Community

facebook.com/CommbankID

twitter.com/Commbank_ID

foursquare.com/Commbank_ID

More magazines by this user
Similar magazines