YAYASAN MITRA TANI MANDIRI - UNDP

undp.or.id

YAYASAN MITRA TANI MANDIRI - UNDP

SERIAL STUDY KASUS UNDP - EQUATOR INITIATIVEMasyarakat lokal dan masyarakat adat di seluruh dunia sedang mempercepat kegiatan pengembangan solusi yang inovatifdan berkelanjutan untuk manusia dan alam. Beberapa publikasi atau studi kasus menceritakan kisah lengkap tentangbagaimana tindakan tersebut berevolusi dan luasnya dampak yang dihasilkan, atau bagaimana langkah tersebut berubahdari waktu ke waktu. Beberapa masih melakukan langkah-langkah dengan menceritakan kisah-kisah melalui pembinaan.Untuk menandai ulang tahunnya yang ke 10, Equator melakukan langkah-langkah yang bertujuan untuk mengisi kesenjanganyang terjadi. Studi kasus berikut ini adalah salah satu rangkaian perkembangan karya pemenang hadiah Equator yangdireview dari praktek terbaik dalam konservasi lingkungan berbasis masyarakat dan taraf hidup yang berkelanjutan. Kasuskasusini dimaksudkan untuk menginspirasi dialog kebijakan yang diperlukan dalam rangka mengambil keberhasilan untukmemutuskan sesuatu, meningkatkan pengetahuan dasar mengenai lingkungan lokal, menemukan solusi pembangunan,dan sebagai model untuk kegiatan replikasi. Studi kasus yang terbaik dilihat dan dipahami dengan mengacu pada ‘KekuatanAksi Lokal : pembelajaran dari 10 Tahun hadiah Equator’, sebuah ringkasan pembelajaran dan bimbingan kebijakan yangmenarik dari kasus yang diteliti.Klik pada peta untuk mengunjungi database kegiatan study kasus Equator yang dapat di search dari internet.EditorsKepala Editor:Manager Editor:Editor Pendukung:Joseph CorcoranOliver HughesDearbhla Keegan, Matthew Konsa, Erin Lewis, Whitney WildingPenulis pendukungEdayatu Abieodun Lamptey, Erin Atwell, Toni Blackman, Jonathan Clay, Joseph Corcoran, Larissa Currado, Sarah Gordon, Oliver Hughes,Wen-Juan Jiang, Sonal Kanabar, Dearbhla Keegan, Matthew Konsa, Rachael Lader, Patrick Lee, Erin Lewis, Jona Liebl, Mengning Ma,Mary McGraw, Gabriele Orlandi, Juliana Quaresma, Peter Schecter, Martin Sommerschuh, Whitney Wilding, Luna WuDesignOliver Hughes, Dearbhla Keegan, Matthew Konsa, Kimberly Koserowski, Erin LewisPernyataan tanda terima kasihEquator menyampaikan rasa terima kasih pada Yayasan Mitra Tani Mandiri, khususnya atas kerjasama dan masukan dari VinsensiusNurak, dan Syalomi Natalia, Koordinator Komunikasi Kemitraan Australia Indonesia untuk Desentralisasi (AIPD). Semua foto adalah milikYayasan Mitra Tani Mandiri. Peta kunjungan dari CIA World Factbook dan WikipediaKutipanUnited Nations Development Programme. 2012. Yayasan Mitra Tani Mandiri, Indonesia. Equator Initiative Case Study Series. New York, NY.


YAYASAN MITRA TANI MANDIRIIndonesiaRINGKASAN PROYEKDengan bekerja bersama 40 desa di kabupaten TimorTengah Utara, Yayasan Mitra Tani Mandiri bertujuan untukmengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutandalam rangka meningkatkan produktivitas dan memberikanalternatif sumber penghasilan, dengan tujuan untukmembantu masyarakat mengembangkan kemandirianekonomi.Sebuah langkah pertanian dan pemasaran yang adil danberkelanjutan dengan cara memberikan pilihan pemasarankolektif bagi petani setempat. Metode pemasaran denganmenjual barang-barang secara bersama-sama danbukan secara individu, metode pemasaran kolektif inimemungkinkan desa untuk meningkatkan posisi tawarmereka dan meningkatkan pendapatan mereka. Tanamanbuah dan tanaman keras (kayu) juga ditanam untukmembangun kembali keanekaragaman hayati lokal danmenawarkan alternatif untuk penghijauan. Pendapatanrumah tangga rata-rata telah meningkat lebih dari 30persen.DAFTAR ISIINFORMASI PENTING TENTANG YMTMPEMENANG HADIAH EQUATOR : 2010BERDIRI: 1996LOKASI : Provinsi Nusa Tenggara TimurPENERIMA MANFAAT : Kabupaten Timor Tengah UtaraBIODIVERSITY: Pengenalan pada pohon langkaLatar belakang dan Kontek 4Kegiatan inti dan inovasi 6Dampak keanekaragaman hayati 7Dampak Sosial ekonomi 7Dampak kebijakan 9Keberlanjutan 10Replikasi 11Kemitraan 113


DampakDAMPAK KEANEKARAGAMAN HAYATIYMTM telah membantu meningkatkan keanekaragaman hayatidi sekitar desa-desa sasaran melalui peningkatan jumlah spesiespohon yang ditanam di lahan petani. Tiga puluh tiga spesies kayudan tanaman perkebunan telah diperkenalkan atau diperkenalkankembali sebagai bagian dari upaya pengembangan wanatani(agroforestry), termasuk jati, mahoni, gmelina, flemingia, ampupu,dan berbagai macam jenis kayu lokal. Dari tahun 1998 hingga 2010,YMTM telah memfasilitasi penanaman 6,5 juta pohon, sehingga diperkirakanjumlah penyerapan karbon sebesar 7,565 ton. Penanamanpohon juga telah meningkatkan pengembangan konservasi 13mata air alami, serta menyediakan habitat bagi lebah dan burung.Tabel-2 menjelaskan terjadinya peningkatan jumlah spesies pohonyang ditanam dan digunakan dari waktu ke waktu, angka-angka initidak termasuk tanaman semusim yang ditanam oleh petani sepertisayuran, umbi-umbian,kacang-kacangan dan sereal.Di antara spesies yang diperkenalkan kembali termasuk spesies lokalyang diberikan dalam jumlahnya cukup banyak, termasuk 13,380cendana lokal, dan 127.970 pohon gewang (Corypha gebanga). Selainitu juga terjadi peningkatan jumlah diversifikasi sayuran yangdibudidayakan oleh petani seperti kubis dan labu serta 19 jenis sayuranpilihan lainnya untuk di konsumsi dan dijual.Dampak keanekaragaman hayati telah diukur secara teratur. Monitoringsecara partisipatif dilakukan selama kunjungan lapang antarkelompok tani. Anggota kelompok menghitung jumlah dan jenispohon dan tanaman yang dibudidayakan di kebun mereka. Datatersebut kemudian diserahkan kepada ketua masing-masing kelompoktani, untuk dikirim ke asosiasi petani desa masing-masing dankemudian di konsolidasikan oleh staf YMTM. Salah satu peran dariYMTM adalah untuk memverifikasi data dari masing-masing desa.Sistem monitoring lapangan yang multi-level ini dirancang oleh masyarakatsendiri dengan masukan dari LSM lain, penasihat teknis danpihak donor.DAMPAK SOSIAL EKONOMIJumlah desa sasaran YMTM di Kabupaten Timor Tengah Utara berjumlah40 desa, dan mencakup hampir 600 km2 lahan desa. Sementarajumlah penerima manfaat pada tahun 2010 adalah sebesar5,246 petani dan merupakan orang Timor asli yang tinggal di daerahpedesaan yang terpinggirkan. Data menunjukkan bahwa situasiekonomi rumah tangga kelompok penerima manfaat telah meningkatberkat kerja YMTM, jumlah peningkatan pendapatan rata-ratasebesar 42% antara 2007 dan 2009. Pada tahun 2010 lebih dari 65persen dari penerima manfaat masih hidup di bawah garis kemiskinannasional atau USD 2.00 / hari.Menanggulangi penyebab dan dampak kemiskinanSebagian besar pekerjaan YMTM tidak hanya terfokus pada peningkatanpendapatan rumah tangga tetapi juga pada kegiatan men-Tabel -2 : Jumlah Species Pohon yang ditanam dan digunakan (1998-2010)1998 2002 2007 2010Jumlah spesies pohon 12 23 33 33Total Jumlah Pohon 190,175 2,386,565 4,334,515 6,480,353Sumber: YMTM7


gurangi kemiskinan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakatdan peningkatan peluang kerja bagi petani anggota kelompokpenerima manfaat. Untuk mencapai tujuan, YMTM telah berhasilmerevolusi teknik pertanian lokal dengan mengakhiri kegiatanladang berpindah, kebiasaan tebas bakar, dan mendukung pendudukdesa untuk mengadopsi strategi pertanian menetap. Saatini pengelolaan pertanian berkelanjutan di dataran tinggi telah ditingkatkan,jumlah nya mencapai lebih dari 2,630 hektar.Kegiatan awal tersebut telah meningkatkan sistem pengelolaanlahan dan air dengan penerapan terasering di lereng bukit melaluipenanaman spesies legum seperti kaliandra, gamal dan lamtoro,dan praktek pengolahan lahan. Legum ditanam di sepanjang permukaanteras untuk menstabilkan tanah dan mencegah celah karangdan erosi lahan. Biomas tanaman kacang juga diberikan padaternak dan digunakan untuk memperkaya konten organik tanah.Staff YMTM juga mengembangkan praktek penggunaan pupukkandang sebagai pupuk organik untuk meningkatkan produktivitastanaman. Dampak peningkatan pengelolaan lahan adalah peningkatanproduktivitas jagung lokal antara tahun 2007 dan 2009 mencapai32% yaitu dari 1,7 menjadi 2,3 ton per hektar.Peningkatan kesejahteraan masyarakat setempatUpaya yang dilakukan sesuai dengan tujuan kedua yaitu mengurangigejala kemiskinan adalah memberdayakan masyarakat pedesaan,meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, memfasilitasi kebiasaanmenabung, sanitasi, kesehatan, dan manfaat pendidikanuntuk masyarakat penerima manfaat.Gambar 1 : Jumlah penerima manfaat (2007-2010)6,0005,0004,0003,0002,0001,0000Sumber: YMTM2007 2008 2009 2010Laki-lakiPerempuanJumlah pengangguran kaum muda merupakan salah satu dampakyang terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang rendah di suatuwilayah. Dari total 15,362 pemuda yang tinggal di desa-desa sasaran,768 terlibat dalam pekerjaan YMTM pada tahun 2010, dari angkatersebut 322 adalah wanita. Melalui dukungan pelatihan dariYMTM, kaum muda tersebut mendapatkan pendapatan dari budidayasayuran, peternakan sapi, penanaman pohon, dan pengolahanmakanan. Kegiatan ini telah berhasil mengurangi jumlah pemudauntuk bermigrasi ke daerah perkotaan atau menjadi buruh migranTKI di luar negeri.Ketahanan pangan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir,dengan peningkatan ketersediaan pangan di tingkat rumah tanggameningkat dari 8 bulan menjadi 11 bulan per tahun. Tabungan kelompokyang digerakkan oleh kelompok tani, yang juga meningkatdari USD 21 per rumah tangga pada tahun 2007 menjadi USD 31per rumah tangga pada tahun 2010 telah membantu meningkatkanketahanan petani terhadap kegagalan panen atau guncanganlingkungan. Pendapatan yang dihasilkan melalui dukungan YMTMpada kegiatan pertanian berkelanjutan telah digunakan untuk meningkatkankesejahteraan anggota masyarakat. Pendapatan tersebuttelah diinvestasikan kembali untuk kegiatan perbaikan rumah,menggali sumur untuk meningkatkan akses terhadap air bersih, danmembangun toilet untuk sanitasi rumah tangga yang lebih baik.Kegiatan ini juga telah memberikan kontribusi terhadap peningkatanpendaftaran siswa dan indikator kesehatan, berdasarkan datasampel yang diambil dari desa sasaran terpilih. Pada tahun 2007,jumlah siswa di 40 desa sasaran yang terdaftar di Sekolah MenengahAtas berjumlah 438 siswa, Dan pada tahun 2009 angka ini menjadihampir tiga kali lipat mencapai 1,207 siswa. Sementara itu di limadesa sasaran, jumlah anak kurang gizi berkurang 82 persen dari 78anak-anak menjadi hanya 14 anak dalam jangka waktu dua tahun,Sedangkan angka kematian (mortalitas) ibu menurun sebesar 96persen, dari 23 wanita di tahun 2007 menjadi satu kasus pada tahun2009. Data statistik ini menunjukkan bahwa dampak pendapatanrumah tangga dan tabungan yang meningkat, memungkinkanrumah tangga tani untuk mengirim anak-anak ke sekolah dan membayarpelayanan kesehatan yang lebih baik.DAMPAK KEBIJAKANKegiatan ini telah mempengaruhi perkembangan kebijakan danstrategi pertanian berkelanjutan di tingkat provinsi, kecamatan, dantingkat desa. Di tingkat provinsi, draft regulasi pertanian berkelanjutansedang dikonsultasi pada tahun 2010, terutama sebagai akibatdari partisipasi aktif dari pejabat provinsi dalam pertemuan petaniyang diadakan enam kali setahun. Kegiatan YMTM telah memperolehvisibilitas tinggi diprovinsi Nusa Tenggara Timur, dan akandigunakan sebagai model kebijakan pembangunan pedesaan.Partisipasi dalam proses perencanaan pembangunandaerahHal ini tercermin di tingkat kecamatan, di mana surat keputusantelah dikeluarkan untuk mengembangkan sistem pertanianberkelanjutan yang di adopsi oleh YMTM bagi rumah tanggapertanian. Sementara itu, di tingkat desa, seperti telah diinformasikanoleh YMTM, 40 desa sasaran telah menghasilkan perencanaan8


Tabel -3 : Peningkatan taraf hidup masyarakat di sector perumahan dan air bersih2007 2009 Peningkatan (%)Investasi perbaikan rumah * 1,887 3,395 80%Pembuatan sumur * 200 270 35%Pembuatan toilet rumah ** 68 215 216%Sumber : YMTM *Data yang terkumpul di 40 desa sasaran, ** data yang terkumpul di 5 desa sasaranpembangunan lima tahun. Tiga puluh satu desa dari 40 desa sasarantersebut telah menghasilkan peraturan desa sebagai dasar hukumpembangunan desa, serta keputusan desa yang terinspirasioleh kegiatan pengelolaan pertanian yang difasilitasi YMTM. Salahsatu bukti keberhasilan kegiatan YMTM adalah kasus desa Oenain,yang menunjukkan dampak kegiatan YMTM dalam mempengaruhipembuatan kebijakan di tingkat desa. Sebelum pengembanganrencana pembangunan lima tahun desa, sebagian besar wargamenerapkan tehnik tebas-bakar dan membiarkan ternak berkeliarandengan bebas, sehingga terjadi degradasi lahan dan kerusakantanaman. Dengan adanya rencana pembangunan desa telah memungkinkananggota masyarakat untuk memetakan area pertaniandan peternakan. Saat ini, petani telah menerapkan, sistem pertanianmenetap terpadu dengan menggunakan teknik pertanian kehutanan(agroforestry). Kegiatan ini juga telah didukung oleh pemerintahkabupaten terutama dalam perbaikan prasarana seperti bendungankecil/embung dan jalan ke daerah pertanian untuk meningkatkanakses ke pasar.Kontribusi keahlian YMTMYMTM telah aktif terlibat dalam desain dan pelaksanaan rencanaaksi Indonesia tentang pengelolaan daerah aliran sungai, konservasialam dan pertanian lahan kering sebagai bagian dari ProgramPembangunan Partisipatif Daerah Kering Terpadu (PIDRA), dipimpinoleh Badan Ketahanan Pangan, Departemen Pertanian dan di danaioleh IFAD (Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian).Organisasi tersebut juga telah memberikan kontribusi terhadapproses perencanaan Strategi Nasional Indonesia dan Rencana AksiKeanekaragaman Hayati, lebih lanjut menunjukkan profilnya sebagaipelopor inovatif di bidang ini. Walaupun, perubahan personilpemerintah dan birokrasi, merupakan kendala yang mempengaruhiproses kebijakan, karena sebelumnya personil atau birokrasi dapatmenghasilkan peraturan yang mendukung tiba-tiba diabaikan karenaperubahan. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan keterampilanpegawai pemerintah juga merupakan penghalang penerapan peraturan.Hambatan kelembagaan tersebut kadang menjadi kendalapelaksanaan rekomendasi atau kebijakan YMTM sepenuhnya.9


Keberlanjutan dan ReplikasiKEBERLANJUTANDi antara tantangan yang dihadapi untuk keberlanjutan adalahancaman yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. YMTM telahmengambil langkah-langkah awal untuk mengidentifikasi ancamandan strategi perubahan iklim dan menggabungkan ke dalam modelpertanian berkelanjutan, membangun teknik adaptif sudah diadopsioleh anggota masyarakat.Ketahanan lingkunganSebuah studi tahun 2006 yang dilakukan oleh YMTM bekerjasamadengan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara telahmengidentifikasi dampak perubahan iklim bagi suatu daerahserta tanggapan warga terhadap dampak tersebut. Dibandingkandengan penelitian serupa pada tahun 1996, terjadi penurunan yangsignifikan dalam sumber air, produktivitas lahan dan biota perairan,serta peningkatan yang signifikan dalam kemungkinan terjadinyabanjir dan erosi.Dalam menanggapi temuan ini, YMTM dan masyarakat setempattelah melakukan upaya kolaboratif untuk mengurangi dampak ini.Termasuk peningkatan penutup tanah melalui penanaman bambu,rumput gajah dan rumput lainnya untuk meningkatkan kemampuanpenyerapan air tanah dan mengurangi erosi. Pohon berakar tunjangditanam di sekitar sumber air karena kemampuan mereka untukmenarik air tanah ke permukaan dan menstabilkan bumi dengansistem akar pohon tersebut dan bertindak sebagai pemecah angin.Hal ini pada gilirannya telah membantu untuk menstabilkan iklimmikro dan memaksimalkan penyerapan air. Upaya lain untukmengurangi erosi dan meningkatkan penyerapan sumber air telahdilaksanakan dalam bentuk pembuatan embung. Bendungan initidak hanya membantu untuk meminimalkan kerusakan akibatbanjir, tapi juga membantu untuk mengamankan sumber air jangkapanjang untuk penduduk desa dan ternak. Budidaya tanamantahan kekeringan dapat menghasilkan pendapatan seperti worteldan asam telah dipromosikan oleh staf YMTM, dan penduduk desatelah didorong untuk membajak ladang mereka kembali untukmemanfatkan sisa-sisa panen dan meningkatkan retensi karbon.Berakar pada kapasitas lokalSejak awal tahun 1990 an, Yayasan Mitra Tani Mandiri telah bekerjadi 40 desa dari 177 desa di Kabupaten Timor Tengah Utara. Beberapaaspek dari kegiatan YMTM telah membantumemastikan keberhasilannya dan serapan yang cepat, terutamatingkat keberlanjutan sosial yang cukup tinggi. Penekanan padakepemimpinan lokal dan teknis pelatihan keterampilan telahmemungkinkan kelanjutan kemandirian penerima manfaat setelahintervensi dan dukungan YMTM berakhir. Karena kegiatan ini tidakbergantung pada penggunaan alat-alat teknologi impor yangmahal, dan memprioritaskan pada solusi yang sesuai, kegiatan10


YMTM tidak menimbulkan permasalahan pada keuangan ataupunbudaya di desa-desa sasaran.Keberlanjutan KeuanganKeberlanjutan kegiatan keuangan tergantung pada keberlanjutanekologi dan sebaliknya. Keberhasilan kegiatan tersebut diantaranyaadalah keberhasilan dalam menghubungkan praktek pertanianberkelanjutan dengan meningkatkan keanekaragaman hayati lokaldan mengurangi penggunaan lahan yang merugikan, semuanyaini bermuara terhadap peningkatan pendapatan petani. Walaupunpendanaan eksternal telah memungkinkan untuk perluasankegiatan sejak tahun 1996, alasan keberlanjutan pada akhirnyaberasal dari manfaat ekonomi yang disadari oleh petani penerimamanfaat. Pengembangan kegiatan peningkatan pendapatan initerjadi karena keberadaan kelembagaan kelompok tani yang telahmeningkatkan kapasitas petani untuk mengelola pertanian mereka,termasuk peningkatan keuangan mikro melalui pengelolaan simpanpinjam kelompok. Pihak donor yang terlibat dalam kegiatan YMTMhingga saat ini adalah Program Bantuan Pemerintah Australia di LuarNegeri melalui Kemitraan Australia dan Indonesia, VredeseilandenIndonesia, dan World Neighbors. Semua donor tersebut telahmemberikan peningkatan kapasitas serta dukungan keuangan danteknis, dan telah membantu dalam memperluas jaringan petani.REPLIKASIPertukaran pengetahuan dan pengalaman telah menjadi halterbaik YMTM dalam memperluas jaringan masyarakat petani danmasyarakat luar petani di pulau Timor. Berkelanjutan pembelajaranterjadi di desa-desa yang difasilitasi YMTM, di mana petaniberbagi pengalaman dan praktik terbaik dengan petani lainnyadan stakeholder terkait. Antara tahun 2007 dan 2010, YMTMmemfasilitasi pertukaran pengetahuan melalui kunjungan lapangbagi 206 perwakilan dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, danLSM lokal dan internasional yang bekerja di Indonesia dan TimorLeste.Diseminasi berkelanjutan praktik terbaik dilakukan melalui beberapasaluran, termasuk kunjungan lapangan langsung ke desa-desasasaran, seminar, pelatihan yang diadakan di luar dan atau di lokasidesa sasaran, seminar yang diadakan oleh universitas, dan publikasiposter, buku, leaflet dan audiovisual.Sebuah model pembangunan pedesaan yang dapatdireplikasiKeberhasilan kegiatan ini telah mempengaruhi replikasi secaraluas di Pulau Timor. Ada sejumlah komunitas dan organisasipembangunan yang saat ini menerapkan model YMTM di Indonesia,termasuk: Yayasan Tananua Sumba, di Waingapu, Sumba Timur,Provinsi Nusa Tenggara Timur; Delsos Larantuka, World Neighbors,Lakmas Ngada, Yayasan An Feot Ana; Yayasan Transformasi LepraIndonesia, World Vision Indonesia, Universitas Timor, dan SekolahTinggi Pertanian Timor Tengah Utara. Di Timor Leste, kemitraanorganisasi yang telah menggunakan model YMTM meliputi: WorldNeighbors, Caritas Australia, Catholic Relief Services, Oxfam, danDepartemen Pertanian Timor Leste.KEMITRAANPara pemain kunci dalam kegiatan pengembangan ini adalahstakeholder berbasis masyarakat dan pemerintah daerah, staf YMTM,dan berbagai pihak donor utama, termasuk AusAID, VECO Indonesia,World Neighbors Indonesia, dan Caritas Australia. Kesuksesankolaborasi (atau kemitraan informal) dengan berbagai mitra lokaltelah memungkinkan YMTM untuk menggalang dukungan secaraluas di Timor Tengah Utara sebagai organisasi yang dapat dipercayadan memiliki reputasi yang baik. Kemitraan formal, dengan pihakdonor eksternal dan lembaga pembangunan juga telah memberikankontribusi besar terhadap keberhasilan keseluruhan kegiatan,melalui penyediaan dukungan finansial dan teknis.Kemitraan formal terlama adalah dengan World Neighbors yangtelah membantu YMTM sejak tahun 1996 dalam mengembangkansistem wanatani (agroforestry) berkelanjutan di beberapa daerahpegunungan di kabupaten melalui adopsi model pertanianmenetap. Selama sepuluh tahun terakhir, kemitraan ini telahmelampaui tujuan awal dan telah diperluas untuk mencakup daerahyang lebih luas di Timor Tengah Utara. Kemitraan formal lainnyaadalah dengan Bantuan Australia untuk kegiatan otonomi di NusaTenggara (ANTARA) AusAID. ANTARA telah memberikan dukunganbagi YMTM dalam pengembangan pertanian berkelanjutan danpemasaran yang adil sejak tahun 2007, dimulai dengan 15 desakemudian berkembang dengan cepat menjadi 40 desa karenaadanya keberhasilan kegiatan.YMTM dan Vredeseilanden Country Office Indonesia (VECO-Indonesia) telah bekerja sebagai mitra sejak tahun 1998. Awalnya,kemitraan mencakup berbagai proyek yang berbeda, kemudianfocus di persempit untuk pengembangan tanaman kacang tanah.YMTM juga bekerjasama dengan Catholic Relief Services (CRS)pada tahun 2001. Kemitraan ini merupakan jembatan pentingbagi kegiatan awal dan kegiatan selanjutnya yang memungkinkanevolusi lanjutan terhadap model pertanian berkelanjutan.11


REFERENSI LANJUTAN• Photo Yayasan Mitra Tani Mandiri (Vimeo) https://vimeo.com/15746142• Video Yayasan Mitra Tani Mandiri (YouTube) http://www.youtube.com/watch?v=_RH6oPka6U8Klik gambar dibawah ini untuk membaca study kasus yang lain:Equator InitiativeEnvironment and Energy GroupUnited Nations Development Programme (UNDP)304 East 45th Street, 6th FloorNew York, NY 10017Tel: +1 212 906-6691Fax: +1 212 906-6642www.equatorinitiative.orgThe United Nations Development Programme (UNDP) adalah jaringan pembangunan global PBB, yang mengadvokasi perubahandan menghubungkan antar negara pada pengetahuan, pengalaman dan sumber daya untuk membantu masyarakatdalam membangun kehidupan yang lebih baik.Equator Initiative menyatukan PBB, pemerintah, masyarakat sipil, bisnis dan organisasi akar rumput untuk mengenali danmengembangkan solusi pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat, setempat.©2012 Equator InitiativeAll rights reserved

More magazines by this user
Similar magazines